Anda di halaman 1dari 1

1. apa aja perubahan tentang kewajiban dan ekuitas yang terjadi karena konvergen si IFRS? 2.

kan katany di IFRS itu banyak pake market value ya? gimana caranya ngenilai s uatu aset? butuh jasa appraisal ato akuntannya sendiri yg menilai? 3. kalo aset tetap mungkin bisa pake jasa appraisal, tapi kalo piutang bagaimana nilainya? 4. misalnya beli tanahA 1000,trus tahun berikutnya nilai wajar tanahA jadi 1200, penyesuaiannya masuk mana ya? 5. di kewajiban dan ekuitas apa ada yang berkaitan dengan fair value? [QUOTE=Alfahd;409473124]Berdasarkan seminar terakhir yang ane ikutin :D Penyusun an laporan keuangan akan berubah total sesuai dengan "kata hati" si perusahaan. Misalkan perusahaan properti mungkin tidak lg akan menempatkan Kas di urutan per tama neracanya, tapi menempatkan aset real estat atau asetnya di posisi teratas neraca. Bank juga mungkin saja akan menempatkan simpanan di BI atau utang ke nas abah sebagai urutan teratas. Pokoknya segala hal yg memang terkait inti bisnis s uatu perusahaanlah yang ditonjolkan. Untuk menilai suatu aset harus mempunyai kualifikasi tersendiri, mungkin saja na nti akan ada suatu standar profesionalisme atau kode etik tersendiri bagi para p enilai/appraiser seperti halnya profesi audit. Kalo akuntannya punya kualifikasi itu ya monggo menilai sendiri. Piutang itu terkait sekali dengan point of sale, penjualan sendiri itu sudah "di kunci" pada suatu harga spesifik, kenaikan atau penurunan harga setelah point of sale merupakan resiko masing-masing penjual/pembeli kecuali diatur lain dalam k ontrak. Jadi piutang tidak akan naik nilainya walau harga barang/jasa tersebut n aik setelah point of sale. Kalo ekuitasnya berupa tanah dan bangunan, mesin-mesin berat, berarti bisa disaj ikan dalam market value kan?[/QUOTE] [QUOTE=Bimbimbie;409480978]1. yg paling banyak tentang financial instrumen, bany ak banget deh, ane pusing kalo masalah yg ini. Pengungkapan yg lebih banyak atas off-balace sheet financing, dll. Justru di sinilah paling banyak beda dgn psak lama. Kemudian anduan untuk fair value sendiri belum tuntas. 2. bisa pake jasa penilai, angka di Lk itu pada dasarnya tanggung jawab manajeme n, terserah mo pake siapa si manajemen. Kalo akuntan yg sdg audit ga mungkin lah jug menilai aset, ga independen, masa mengaudit hasil kerjanya sendiri. 3. piutang dicatat pake amortised cost pake bunga efektif, ini gampang. appraisa l juga bisa kalo cuma nilai piutang. 4. kalo pake cost model ga ada adjustment. kalo revaluaiton model masuk ke tana hnya dan revaluation surplus di ekuitas. itu kalo sebagai aset operasional, kalo masuk properti investasi masuk ke tanahnya dan laba rugi. 5. .... ini aja dulu yg bisa :iloveindonesia[/QUOTE]