Anda di halaman 1dari 20

Tutorial kali ini akan membahas mengenai pembuatan Cross Section dan Long Section.

Akan saya berikan pula sedikit dataset point sebagai contoh untuk membikin kontur. Jadi sebelum membuat Section, sekaligus kita akan mereview tutorial membuat kontur seperti di beberapa posting sebelumnya. Selamat mengikuti 1. Copy Paste lah (paste Special -> Text) data berikut ke Microsoft Excel: 1 1000 1000 62 ground 2 1050 1000 67.5 ground 3 1100 1000 66 ground 4 1150 1000 63.5 ground 5 1200 1000 61 ground 6 1250 1000 52 ground 7 1300 1000 53 ground 8 1000 1050 71 ground 9 1050 1050 78 ground 10 1100 1050 77.5 ground 11 1150 1050 67 ground 12 1200 1050 62.5 ground 13 1250 1050 45 ground 14 1300 1050 53 ground 15 1000 1100 71 ground 16 1050 1100 79 ground 17 1100 1100 82 ground 18 1150 1100 73 ground 19 1200 1100 68 ground 20 1250 1100 53 ground 21 1300 1100 54 ground 22 1000 1150 70.5 ground 23 1050 1150 78.8 ground 24 1100 1150 90 ground 25 1150 1150 79.5 ground 26 1200 1150 66.8 ground 27 1250 1150 61 ground 28 1300 1150 57 ground 29 1000 1200 66 ground 30 1050 1200 74.3 ground 31 1100 1200 78 ground 32 1150 1200 74 ground 33 1200 1200 66.6 ground 34 1250 1200 62 ground 35 1300 1200 59 ground 36 1000 1250 65 ground 37 1050 1250 64 ground 38 1100 1250 68 ground 39 1150 1250 67.5 ground

40 1200 1250 65.5 ground 41 1250 1250 62 ground 42 1300 1250 58 ground Data ini merupakan sekumpulan titik (Points) yang akan kita gunakan sebagai database Contour. Perhatikan susunan kolomnya, titik tersebut didefinisikan dalam susunan P-E-N-Z-D (Point Easting Coord Northing Coord Z (elevation) Description) 2. Save data tersebut dengan File name : Section dan dalam format text (Save as type: Text (Tab delimited) (*.txt)) 3. Close lah file tersebut. Buka Land Desktop anda dan buat file baru. Kita akan segera mengimport data tersebut ke Land Desktop.

Importing Points 4. Klik Menu Points > Import/Export Points > Import points 5. Pilih Format : PENZD (space delimited) dan Source File: section.txt, yang telah disimpan sebelumnya. Lalu Ok. Terima semua default lalu klik Ok. 6. Point ada telah terimport. Untuk menampilkan keseluruhan titik yang diimport barusan klik Menu View > Zoom > Extents. 7. Untuk mengubah tampilan point anda, Select semua Point tersebut lalu Klik kanan dan pilih Display Properties. Tentukan ukuran text dan ukuran markernya sesuai keinginan anda lalu klik Ok. Maka Point anda mungkin akan terbentuk seperti gambar berikut:

Creating Surface and Contours Ok sekarang saatnya membuat kontur 8. Klik Menu Terrain > Terrain Model Explorer untuk membuka window Terrain Model Explorer. 9. Pada Window Terrain Model Explorer klik kanan pada folder Terrain dan pilih Create New Surface. 10. Surface baru anda secara otomatis akan bernama Surface1. Klik kanan saja, dan klik Rename lalu ganti namanya menjadi Section

11. Expand lah surface Section anda seperti gambar di bawah dan klik kanan pada Point files > Add Points from AutoCAD Objects > Points Pada command Prompt ketik E (Entity) lalu Enter Lalu select lah semua point yang ada di layar anda kemudian tekan Enter 12. Klik kananlah pada Section surface dan pilih Build. Terima semua defaultnya lalu klik Ok. 13. Close saja Terrain Model Explorer anda.

14. Klik Menu Terrain > Create Contours. Maka akan terbuka window Create Contours. Pada bagian Intervals kliklah pada Both Major and Minor. Pada Minor Interval masukkan 1 dan pada Major Interval masukkan 5 Klik pada Style Manager>> hingga terbuka Contour Style Manager Window. Pada tab Smoothing Options klik pada Add Vertices dan geser slide antara 0-10 ke nilai 8. Lihat gambar dibawah.

Smoothing Contour

Klik Apply lalu Ok. Lalu Ok lagi. Pada Command Prompt anda ditanya Erase Old Contours (Yes/No) ketik Y lalu Enter 15. Kontur anda sudah jadi. Untuk menampilakn keseluruhannya, masuk ke menu View -> Zoom > Extens. Dan Untuk membedakan warna kontur Major dan Minor ubah saja properties warna Layernya di Layer Properties Manager.

Creating Alignment 16. Buatlah Polyline, mulai dari kiri atas ke arah kanan bawah, saya menggunakan garis berwarna kuning disini. Kira2 bentuknya seperti dibawah inilah:

17. Kita buat garis ini menjadi Alignment. Caranya? Klik menu Alignment > Define from Polyline. Kemudian anda diminta untuk select Polyline, maka kliklah garis kuning di layar anda. Tekan Enter, maka akan muncul Define Alignment Window. 18. Ketikkan pada Alignment Name : Align1. Lalu pada Description ketiklah Long Section. Lalu klik Ok. Akan anda temukan pada command prompt: Alignment Data yang menunjukkan keterangan mengenai alignment yang barusan saja anda buat. Panjang, Starting Station, Ending Station dll. Creating Long Section and Cross Section Langkah terakhir: membuat Section! 19. Klik pada menu Terrain > Sections > View Quick Section. Anda kemudian akan diminta untuk select polyline. Pilihlah si garis kuning Alignment anda tadi. Lalu Enter. 20. Beginilah tampilan long section anda.

Quick Section

Masih dalam Quick Section Viewer, anda bisa mengubah tampilan Section anda dengan mengklik menu Section > View Properties sehingga muncul Quick Section Properties yang menungkinkan anda untuk mengubah Grid Setting, color Setting, dan Surface Color Setting.

21. Jangan dulu di Close, sekarang kita masukkan Section tersebut ke dalam drawing. Klik menu Utilities > Import Quick Section. Perhatikan Command Prompt anda, Tekan Enter. Lalu untuk Description for section Ketikkan LongSection lalu Enter. Kliklah di sembarang titik di bagian atas kontur yang kosong sebagai Insertion Point. Kemudian Enter lagi. Lalu Close lah window Quick Section Viewer anda. Creating Section Grid 22. Maka Section yang tadi telah anda buat sekarang telah terimport ke dalam drawing. Tinggal melengkapi dengan garis2 Gridnya. Masuklah ke menu Terrain > Sections > Grid for Section. Tekan Enter. Lalu klik Long Section anda di bagian text (yang ada tulisannya DATUM ELEV). Tentukan spasi vertikal (Elevation increment) dan spasi horizontal (Offset increment) gridnya. Pada Elevation Increment ketikkan 5 dan pada Offset Increment ketikkan 20. Lalu tekan Enter. 23. Maka tampilan Long section anda akan lebih informatif dan ciamik dengan grid. Seperti gambar di bawah.

Final Section

24. Demikianlah, dengan menggunakan proses yang sama kita bisa membuat Cross Section (potongan melintang) di sepanjang alignment. Ok, selamat mencoba.

Tutorial kali ini akan membahas mengenai pembuatan Cross Section dan Long Section. Akan saya berikan pula sedikit dataset point sebagai contoh untuk membikin kontur. Jadi sebelum membuat Section, sekaligus kita akan mereview tutorial membuat kontur seperti di beberapa posting sebelumnya. Selamat mengikuti 1. Copy Paste lah (paste Special -> Text) data berikut ke Microsoft Excel: 1 1000 1000 62 ground 2 1050 1000 67.5 ground 3 1100 1000 66 ground 4 1150 1000 63.5 ground 5 1200 1000 61 ground 6 1250 1000 52 ground 7 1300 1000 53 ground 8 1000 1050 71 ground 9 1050 1050 78 ground 10 1100 1050 77.5 ground 11 1150 1050 67 ground 12 1200 1050 62.5 ground 13 1250 1050 45 ground 14 1300 1050 53 ground 15 1000 1100 71 ground 16 1050 1100 79 ground 17 1100 1100 82 ground 18 1150 1100 73 ground 19 1200 1100 68 ground 20 1250 1100 53 ground 21 1300 1100 54 ground 22 1000 1150 70.5 ground 23 1050 1150 78.8 ground 24 1100 1150 90 ground 25 1150 1150 79.5 ground 26 1200 1150 66.8 ground 27 1250 1150 61 ground 28 1300 1150 57 ground 29 1000 1200 66 ground 30 1050 1200 74.3 ground 31 1100 1200 78 ground 32 1150 1200 74 ground 33 1200 1200 66.6 ground 34 1250 1200 62 ground 35 1300 1200 59 ground 36 1000 1250 65 ground 37 1050 1250 64 ground 38 1100 1250 68 ground 39 1150 1250 67.5 ground

40 1200 1250 65.5 ground 41 1250 1250 62 ground 42 1300 1250 58 ground Data ini merupakan sekumpulan titik (Points) yang akan kita gunakan sebagai database Contour. Perhatikan susunan kolomnya, titik tersebut didefinisikan dalam susunan P-E-N-Z-D (Point Easting Coord Northing Coord Z (elevation) Description) 2. Save data tersebut dengan File name : Section dan dalam format text (Save as type: Text (Tab delimited) (*.txt)) 3. Close lah file tersebut. Buka Land Desktop anda dan buat file baru. Kita akan segera mengimport data tersebut ke Land Desktop.

Importing Points 4. Klik Menu Points > Import/Export Points > Import points 5. Pilih Format : PENZD (space delimited) dan Source File: section.txt, yang telah disimpan sebelumnya. Lalu Ok. Terima semua default lalu klik Ok. 6. Point ada telah terimport. Untuk menampilkan keseluruhan titik yang diimport barusan klik Menu View > Zoom > Extents. 7. Untuk mengubah tampilan point anda, Select semua Point tersebut lalu Klik kanan dan pilih Display Properties. Tentukan ukuran text dan ukuran markernya sesuai keinginan anda lalu klik Ok. Maka Point anda mungkin akan terbentuk seperti gambar berikut:

Creating Surface and Contours Ok sekarang saatnya membuat kontur 8. Klik Menu Terrain > Terrain Model Explorer untuk membuka window Terrain Model Explorer. 9. Pada Window Terrain Model Explorer klik kanan pada folder Terrain dan pilih Create New Surface. 10. Surface baru anda secara otomatis akan bernama Surface1. Klik kanan saja, dan klik Rename lalu ganti namanya menjadi Section

11. Expand lah surface Section anda seperti gambar di bawah dan klik kanan pada Point files > Add Points from AutoCAD Objects > Points Pada command Prompt ketik E (Entity) lalu Enter Lalu select lah semua point yang ada di layar anda kemudian tekan Enter 12. Klik kananlah pada Section surface dan pilih Build. Terima semua defaultnya lalu klik Ok. 13. Close saja Terrain Model Explorer anda.

14. Klik Menu Terrain > Create Contours. Maka akan terbuka window Create Contours. Pada bagian Intervals kliklah pada Both Major and Minor. Pada Minor Interval masukkan 1 dan pada Major Interval masukkan 5 Klik pada Style Manager>> hingga terbuka Contour Style Manager Window. Pada tab Smoothing Options klik pada Add Vertices dan geser slide antara 0-10 ke nilai 8. Lihat gambar dibawah.

Smoothing Contour

Klik Apply lalu Ok. Lalu Ok lagi. Pada Command Prompt anda ditanya Erase Old Contours (Yes/No) ketik Y lalu Enter 15. Kontur anda sudah jadi. Untuk menampilakn keseluruhannya, masuk ke menu View -> Zoom > Extens. Dan Untuk membedakan warna kontur Major dan Minor ubah saja properties warna Layernya di Layer Properties Manager.

Creating Alignment 16. Buatlah Polyline, mulai dari kiri atas ke arah kanan bawah, saya menggunakan garis berwarna kuning disini. Kira2 bentuknya seperti dibawah inilah:

17. Kita buat garis ini menjadi Alignment. Caranya? Klik menu Alignment > Define from Polyline. Kemudian anda diminta untuk select Polyline, maka kliklah garis kuning di layar anda. Tekan Enter, maka akan muncul Define Alignment Window. 18. Ketikkan pada Alignment Name : Align1. Lalu pada Description ketiklah Long Section. Lalu klik Ok. Akan anda temukan pada command prompt: Alignment Data yang menunjukkan keterangan mengenai alignment yang barusan saja anda buat. Panjang, Starting Station, Ending Station dll. Creating Long Section and Cross Section Langkah terakhir: membuat Section! 19. Klik pada menu Terrain > Sections > View Quick Section. Anda kemudian akan diminta untuk select polyline. Pilihlah si garis kuning Alignment anda tadi. Lalu Enter. 20. Beginilah tampilan long section anda.

Quick Section

Masih dalam Quick Section Viewer, anda bisa mengubah tampilan Section anda dengan mengklik menu Section > View Properties sehingga muncul Quick Section Properties yang menungkinkan anda untuk mengubah Grid Setting, color Setting, dan Surface Color Setting.

21. Jangan dulu di Close, sekarang kita masukkan Section tersebut ke dalam drawing. Klik menu Utilities > Import Quick Section. Perhatikan Command Prompt anda, Tekan Enter. Lalu untuk Description for section Ketikkan LongSection lalu Enter. Kliklah di sembarang titik di bagian atas kontur yang kosong sebagai Insertion Point. Kemudian Enter lagi. Lalu Close lah window Quick Section Viewer anda. Creating Section Grid 22. Maka Section yang tadi telah anda buat sekarang telah terimport ke dalam drawing. Tinggal melengkapi dengan garis2 Gridnya. Masuklah ke menu Terrain > Sections > Grid for Section. Tekan Enter. Lalu klik Long Section anda di bagian text (yang ada tulisannya DATUM ELEV). Tentukan spasi vertikal (Elevation increment) dan spasi horizontal (Offset increment) gridnya. Pada Elevation Increment ketikkan 5 dan pada Offset Increment ketikkan 20. Lalu tekan Enter. 23. Maka tampilan Long section anda akan lebih informatif dan ciamik dengan grid. Seperti gambar di bawah.

Final Section

24. Demikianlah, dengan menggunakan proses yang sama kita bisa membuat Cross Section (potongan melintang) di sepanjang alignment. Ok, selamat mencoba.

Salahsatu proses pertama yang terpenting dalam pengolahan data dalam Land Desktop adalah mengimport point. Points tersebut adalah titik-tentunya- yang kita peroleh dari lapangan yang didefinisikan dalam bentuk koordinat X, Y, Z. kadang data tersebut kita peroleh dari hasil perhitungan, seperti halnya jika anda menggunakan tabel Bowditch untuk memperoleh nilai X dan Y dari koordinat referensi. Namun seringkali data titik-titik tersebut kita peroleh dari Total Station. yap Total station! alat kesayangan kita. Data yang diperoleh dari lapangan adalah data titik. yang diunduh dalam format tertentu dan bisa ditampilkan di microsoft excel. tutorial berikut adalah step by step cara mengimport point dari data TS yang baru saja di download. selamat mengikuti.

1.

Copy paste lah dataset -yang di italic- berikut ke microsoft excel.

1 6949 2289 235 BM1 2 6977 2260 232 BM2 3 6950 2288 232 C1 4 6953 2285 230 C2 5 6953 2284 229 C3 6 6960 2277 227 C4 7 6963 2273 226 C5 8 6968 2269 226 C6 9 6971 2266 226 C7 10 6974 2262 227 C8 11 6976 2262 229 C9 12 6949 2289 235 BM1 13 6956 2296 234 P1 ( + ) 14 6956 2296 234 P1 ( + ) 15 6957 2294 231 C1

16 6961 2291 228 C2 17 6965 2286 226 C3 18 6969 2281 224 C4 19 6963 2303 232 P2 ( + ) 20 6963 2303 232 P2 ( + ) 21 6966 2299 227 C1 22 6970 2294 226 C2 23 6975 2290 223 C3 24 6977 2288 223 C4 25 6970 2310 236 P3 ( + ) 26 6970 2310 236 P3 ( + ) 27 6975 2304 231 C1 28 6977 2300 229 C2 29 6983 2292 222 C3 30 6977 2317 235 P4 ( + ) 31 6977 2317 235 P4 ( + ) 32 6981 2315 231 C1 33 6984 2313 228 C2 34 6995 2304 220 C3 35 6984 2324 232 P5 ( + ) 36 6984 2324 232 P5 ( + ) 37 6989 2320 227 C1 38 6995 2314 222 C2

39 6998 2312 219 C3 40 6992 2331 230 P6 ( + ) 41 6992 2331 230 P6 ( + ) 42 6995 2329 226 C1 43 6999 2327 223 C2 44 7007 2321 218 C3 45 6999 2338 226 P7 ( + ) 46 6999 2338 226 P7 ( + ) 47 7003 2334 222 C1 48 7007 2330 218 C2 49 7011 2326 217 C3 50 7006 2345 223 P8 ( + )

2. save as lah data tersebut. isi File name dengan nama plot dan dengan save as type: Text (Tab Delimited) (.*txt) 3. akan ada pertanyaan Do you want to keep the workbook in this format? klik Yes. 4. tutup file excel anda, dan klik Yes jika ada pertanyaan setelahnya. 5. Bukalah program Land Desktop anda dan buat file baru disana. cara membuat file baru di LD bisa dilihat di posting tutorial saya terdahulu. 6. Klik menu Points > Import/Export Points > Import points 7. maka akan muncul window Format Manager Import Points. pada pilihan format pilih PENZD (space delimited) dan pada pilihan Source file pilihlah file plot.txt pada direktori dimana anda menyimpan file ecxel tersebut. lalu klik Ok. 8. akan muncul window COGO database Import Option. terima semua default yang ada disana dengan mengklik OK.

9. jika Points anda telah ter import maka akan ada tulisan Done! di command propmt anda. itu artinya points sudah berhasil terimport. 10. Apakah points anda tidak terlihat? klik menu View > Zoom > Extents. ta daa.. beginilah penampakan points anda jika berhasil.

Imported point

koq ngga jelas? tenaang, select semua points tersebut dan klik kanan, pilih Display Properties. 11. Akan muncul Point Display Properties. pada Text tab Gantilah Text Size anda dari 5.000 menjadi 1.000 units. Pada Marker tab, gantilah Size in Absolute Units anda dari 5.000 menjadi 1.000. lali klik Ok. Maka.. points anda akan lebih mudah dilihat dan dibaca.

Point display properties

12. anda bisa mengganti simbol point anda menjadi tanda Plus, Titik, Kotak dan lain-lain dari Point Display Propertiestadi, sesuka anda.

Ini dia nih, materi yang lumayan penting. Bakal banyak dipake terutama buat Engineer yang biasa berkutat dengan infrastruktur jalan maupun rel kereta api. Apa itu Kurva? Secara teknis dan simpel, kurva itu adalah belokan di sebuah jalan yang kita lewatin. Ngga sembarangan kita bikin belokan itu, hitungannya matematikanya mesti masukin Radius, Tangent, Angle of Deflection, Chord Length dan lain-lain untuk bisa memperoleh ukuran yang sesuai dengan situasi real jalan. Teori mengenai kurva ini ngga dibahas disini karena banyak didapati dan bisa dipelajari di buku-buku referensi anda. Sementara yang akan dibahas disini adalah cara membuat kurva dengan baik dan benar menggunakan Land Desktop. Oho.. selamat mengikuti. Pertama, membuat Kurva Sederhana (Simple Curve): 1. Buatlah dua garis seperti dibawah, Line A panjangnya 1500 m dan Line B panjangnya 1200 m. sudut pertemuan diantara keduanya adalah 90O

2. Untuk membuat Simple Curve diantara kedua garis tersebut klik menu Line/Curve > Curve Between Two Lines 3. 4. Anda diminta untuk Select First tangent, kliklah Garis A di monitor anda. Kemudian anda diminta menentukan Second tangent, kliklah Garis B.

5. Tentukan faktor penentu kurvanya. Biasanya digunakan Radius atau Length. Kali ini gunakan Radius. Ketik R lalu Enter. 6. Ketikkan 800, lalu Enter.

7.

Maka akan otomatis terbentuk kurva sederhana dengan radius 800 m.

Anda bisa membuat kurva sederhana berdasarkan Length yang anda inginkan, panjang Tangent, Chord, maupun Degree. Tergantung spesifikasi yang diperlukan. Anda bisa juga membentuk Reverse Curve dengan masuk ke menu Line/Curve > Reverse or Compund Kedua, membuat Kurva Transisi (Transitional Curve atau Spiral): 1. Buatlah dua garis sama seperti diatas, Line A panjangnya 1500 m dan Line B panjangnya 1200 m. sudut pertemuan diantara keduanya adalah 90O 2. Untuk membuat Spiral diantara kedua garis tersebut klik ke menu Line/Curve > Create Spirals > Fit Tangent-Tangent. Lalu Klik Spiral-Curve-Spiral kemudian klik Ok. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Anda diminta untuk Select Line (or Points). Kliklah Garis A Kemudian anda diminta menentukan Line berikutnya, kliklah Garis B. Anda diminta menentukan Radius. Ketiklah 700 lalu Enter. Diminta Spiral Length in (Panjang kurva transisi awal), ketikkan 100 Lelu Spiral Length Out (Panjang kurva transisi akhir), ketikkan 100 Kurva transisi anda sudah jadi! Lalu tekan Enter.

Ada beberapa beberapa macam Spiral yang bisa anda buat di LD yaitu Fit Tangent-Tangent, Fit Tangent-Curve, dan Fit Curve-Curve. Anda bisa coba satu persatu, sesuaikan dengan kebutuhan anda. J