Anda di halaman 1dari 12

Pendidikan dan perubahan

Pendidikan pada hakikatnya adalah mengubah karakter peserta didik agar sesuai dengan karakter sistem sosial yang sedang berjalan.proses perubahan karakter itu bisa di lakukan malalui nteori pendidikan teori dan praktek. Perubahan karakter peserta didik merupakan suatu proses yang harus di dukung oleh alat kerja,modal kerja,tenaga pendidik ,informasi,kepemimpinan,dan organisasi pendidikan.

1.Perubahan Dalam Organisasi Pendidikan


Organisasi pendidikan berubah dan berkembang berdasar tuntutan system sosial dan alat kerja yang di gunakannya.jika perkembangan alat kerja lambat,maka organisasi pendidikan barkembangnya juga lambat,dan sebaliknya.Makin tinggi teknologi alat kerja yang di gunakan,makin tinggi pengetahuan orang-orang yang menggunakannya.Ada lima aspek yang harus di kelola oleh pendidik dalam suatu organisasi pendidikan yang berhubungan dengan perubahan,yaitu; 1) Penyebab perubahan 2) Struktur organisasi pendidikan 3) Prilaku individu 4) Prilaku manager organisasi pendidikan(kepala sekolah,direktur pendidikan,dsb) 5) Proses komunikasi Penyebab perubahan Penyidik harus menyadari perlunya perubahan karena perubahan itu merupakan keharusan yang harus di terima.perubahan proses pembelajaran yang lebih baik di perlukan untuk meningkatkan produktivitas organisasi pendidikan.mereka juga harus mengetahui penyebab perubahan,antara lain;

1) Pengaruh hukum: organisasi pendidikan harus tunduk pada hukum yang berlaku dimana ia melakukan kegiatannya. 2) Pengaruh ilmu dan teknologi; organisasi pendidikan harus menyesuaikan perkembangan alat kerja dan metode kerja untuk meningkatkan kualitasoutputnya. 3) Pengaru ekonomi; organisasi pendidikan harus mengikiti sistem ekonomi yang berlaku karena ia merupakan bagian dari sistem ekonomi. 4) Pengaru sosial; organisasi pendidikan harus menyesuaikandiri dengan adat istiadat masyarakat dimana ia melakukan kegiatannya. 5) Pengaruh politik; organisasi pendidikan harus mengikuti kemauan politik. 6) Pengaruh lingkungan; organisasi pendidikan harus memelihara lingkungan agar tidak rusak. 7) Pengaruh persaingan; organisasi pendidikan harus tunduk pada persaingan lokal,regional,dan global. 8) Pengaruh struktur yang tidak memadai; organisasi pendidikan yang memiliki struktur yang sulit melakukan perubahan ,keputusan sulit di ambil. 9) Pengaruh sasaran yang tidak jelas; organisasi pendidikan yang memiliki sasaran tidak jelas,sulit menempatkan tenaga pendidik sehingga sulit melakukan perubahan yang memudahkan untuk mencapai ssasaran. 10) Pengaruh komunikasi yang buruk; organisasi pendidikan yang memiliki komunikasi yang buruk,keatas ke bawah ,kesamping sulit menyampaikan visi,misi,tujuan ,strategidan saaran sehingga sulit menadakan perubahan untuk perbaikan. 11) Pengaruh kehidupan yang kurang manusawi. Struktur organisasi pendidikan Struktur organisasi pendidikan yang merupakan alokasi tugas dan tanggung jawab yang harus di sesuaikan dengan perubahan-perubahan tersebut di

atas.pada umumnya organisasi pendidikan menggunakan Struktur organisasi pendidikan tradisional bentuk piramida yang lazim disebut hirarki. 2.perilaku tenaga pendidik dan tenaga non pendidik Tenaga pendidik adalah guru,dosen,dan sejenisnya:sedangkan non pendidik adalah tenaga pelaksana dalam organisasi pendidikan.perubahan organiisasi pendidikan berarti perubahan tenaga pendidikan.tenaga kependidikan sebagai motor penggerakalat kerja organisasi pendidikanharus berubah keterampilan dan pengetahuanya berdassarkan ilmu dan teknologi yang di gunakanoleh organisasi pendidikan yang bersangkutan. Perubahan itu hakikatnya adalah merupakan proses belajar,pembelajaran adlah proses perubahan mental.bagi orang-orang yang menentang perubahan harus di adakan diskusi ,keterbukaan dan di ajak kerjasama.mereka harus di buka pikirannya agar bersedia menerima takdir sosial bahwa masyarakat itu berubah dan berkembang,dan manusia yang ada di dalamnya harus mengikutinya.dalam organisasi pendidikan ,tenaga kependidikan harus berpartisipasi aktif dalam semua pekerjaan yang di lakukan jika mereka mempunyai harapan hidup lebh baik di masa yang mendatang.

2.Perilaku Manager Organisasi Pendidikan


Menejer organisasi pendidikan atau lazim di sebut kepala sekolah,direktur program,ketua jurusan,dekan,rektor dan sejenisnya dalam hal ini saya sebut sebagai kepala sekolah.dalam memprediksi perubahan,mereka harus tetap mengakomodasi pikiran.sebagai pendorong perubahan ,jika mereka optimis mampu meningkatkan eektifitas ,efisiensi ,produktifitas dan mampu meningkatkan out put pendidikan. Dalam organisasi kapitalismeprilaku kepala sekolah pada umumnya cenderung mengakumulas kapital untuk mengubah dirinya menjadi pemilik organisasi pendidikan dengan berbagai cara,temasuk cara korupsi dan kolusi.disamping itu mereka sadar bahwa surplus keuangan yang di ciptakan

bersama tenaga pendidik dan non pendidik adalah bukan miliknya tetapi milik organisasi pendidikan.

3.Proses Komunikasi
Organisasi pendidikan harus mengkomunikasi visi secara aktif kepada seluruh tenaga kependidikan.visi yang merupakan cita-cita organisasi pendidikan yang ingin di capai dimasa mendatang.oleh sebab itu visi harus jelas dan bisa di capai sehingga orang bisa mencapainya. Anggota organisasi pendidikan harus kritis terhadap visi .sebab jika tidak ,visi yang tidak jelas di capai akan membuat anggota apatis dan dapat mengurangi motivasi kerja,akibatnya produktivitas kerja menurun,dan organisasi pendidikan tidak dapat mencapai sasaran kerjanya.

4.Aktor Perubahan
Aktor perubahan adalah kordinator bidang studi dan tenaga [endidik.mereka adalah pelaksana kerja yang selalu menghadapi perubahan.dalam suatu organisasi pendidikan terdiri dari berbagai tim kerja.kepala sekolah harus menggali dengan baik anggota timnya.ia harus mengadakan komunikasi teratur dengan anggota timnya agar mengetahui masalah-masalah yang di hadapi anggotanya,kemudian membantu untuk memecahkan. Jika kepala sekolah melihat salah satu anggotanya yang kurang percaya diri,ia harus meyakinkan bahwa tidak ada pekerjaan yang tidak bisa dikerjakan dan tidak ada masalah yang tidak dapat dipecahkan.perubahan harus dimulai dari sekarang .sebab jika titak,organisasi pendidikan ketinggalan jaman.yang disebut zaman disini adalah perubahan ilmu dan teknologi,perubahan sistem ekonomi,dan perubahan sistem politik.oleh sebab itu aktor perubahan harus menjawab berbagai pertanyaan antara lain sebagai berikut: 1) Kita ingin menjadi apa dan upaya apa yang harus dilakukan? 2) Syarat-syarat apa yang harus dipenuhi? 3) Bagai mana membagi sumber-sumber daya yang terbatas?

4) Apa kendala yang dihadapi? 5) Bagaiman aseharusnya prilaku semua anggota organisasi pendidkan untuk mencapai tujuan? Dalam melakukan perubahan,terdapat orang-orang yang

menolaknya.orang-orang harus di kelola dengan baik,antara lain dengan cara: 1) Pendidikan dan komunikasi:organisasi pendidikan melalui juru bicaranya harus berbicara terus menerus mensosialisasikan visi,misi,tujuandan sasaran yang ingin dicapai. 2) Partisipasi dan keterlibatan:kepala sekolah karus berpartisipasi dan mampu bekerja sama dengan tenaga pendidik dan non pendidik. 3) Fasilitas dan dukungan :kepala sekolah harus membantu tenaga pendidik dan non pendidik bila menghadapi kesulitan dan memberi dukungan moral dan material menyelesaikan setiap masalah. 4) Negoisasi dan persetujuan:dalamkehidupan organisasi ,harus di adakan negoisasi dalam segala bidang untuk melancarkan jalanya perubahan. 5) Pelaksanaan implisit dan explisit:jika orang-orang yang menolak perubahan itu dengan cara tersebut,maka harus menggunakan kekuatan untuk memaksanya. Kepala sekolah harus memiliki strategi agar perubahan yang di rencanakan akan dilaksanakan oleh anggotanya.kepala sekolah harus memberi penjelasan mengenai: 1) Latar belakang,dan tujuan mengadakan perubahan:latar belakangnya harus jelas dan rasional. 2) Gambaran mengenai situasi yang baru:kepala sekolah harus memberi gambaran tantang kondisi masa depan yang sangat berbeda dengan kondisi saat ini 3) Rasa aman:kepala sekolah harus meyakinkan bahwa perubahan tidak akan mengganggu rasa aman anggota organisasi pendidikan.

4) Dampak perubahan:orang orang yang akan terkena perubahan harus di beri tahu sebelumnya dan di yakinkan behwa perubahan itu tidak akan merugikan dirinya. 5) Perbaikan terus-menerus: organisasi pendidika yang bisa hidup sepanjang waktu adalah organisasi pendidikan mengadakan perbaikan terus menerus baik di bidang metode,alat maupun sasaran kerja. Dalam melakukan perubahan dalam organisasi pendidikan terjadi masa tradisi ,yaitu pengenalan metode baru atau alat baru,atau sasaran baru.aktor perubahan harus: 1) Melakukan diskusi mengenai situasi dan target yang ingin di capai 2) Membantu orang mempelajari keterampilan dan peran baru. 3) Memanfaatkan perubahan untuk mengembangkan tenaga pendidik dan non pendidik. Keyakinan hidup masa depan lebih baik adalah faktor utama untuk melaksanakan perubahan,dan harus memiliki: 1) Pendirian teguh,artiya visi organisasi pendidikan di pegang teguh sebagai ideologi 2) Sikap tegas,artinya memiliki pengalaman dan pengetahuan yang memadai untuk melakukan perubahan 3) Pandangan jelas,artinyamampu melihat apa yang akan terjadi dimasa depan 4) Metode tepat,artinya memiliki ilmu yang memadai untuk melakukan perubahan.

Kesimpulan
Pendidikan pada hakikatnya adalah mengubah karakter peserta didik agar sesuai dengan karakter sistem sosial yang sedang berjalan.proses perubahan karakter itu bisa di lakukan malalui nteori pendidikan teori dan praktek. Perubahan itu hakikatnya adalah merupakan proses belajar,pembelajaran adlah proses perubahan mental.bagi orang-orang yang menentang perubahan harus di adakan diskusi ,keterbukaan dan di ajak kerjasama.mereka harus di buka pikirannya agar bersedia menerima takdir sosial bahwa masyarakat itu berubah dan berkembang,dan manusia yang ada di dalamnya harus mengikutinya.dalam organisasi pendidikan ,tenaga kependidikan harus berpartisipasi aktif dalam semua pekerjaan yang di lakukan jika mereka mempunyai harapan hidup lebih baik di masa yang mendatang.

Daftar referensi
Ahmad suhelmi,pemikiran politik barat.jakarta:gramedia pustaka utama,2001 bare,wiston la,kepada bangsaku,karl max.victoria:penguin biks,1969 Crow and crow,pengantar ilmu pendidikan,saduran Bebas. Yogyakarta : rake sarsin , edisi III,1990 Dahlan,M.D Model-model mengajar : beberapa alternative Interaksi belajar mengajar.Bandung : di ponegoro , 1984 Davis , ivor K. pengelolaan Belajar ,terjemahan SUDARSONO The manajemen of learning. Jakarta : Rajawali , 1991

Kata pengantar

Puji syukur kami panjatkan

kepada Allah, Tuhan yang Maha Esa.Berkat

limpahan karuniaNya .Kami dapat menyelesaikan penulisan makala ini. Makala ini disusun sebagai teks pelajaran tentang mata kuliah filsafat ilmu pendidikan.besar harapan kami makalah ini dapat di gunakan / di pelajari oleh mahasiswa/i sebagai makalah pegangan dalam mempelajari filsafat ilmu pendidikan tetapi kami memberi data untuk kita mengetahui mana yang data dalam kalimat ini agar kita dapat memahaminya. Kami harap makalah ini dapat membantu kita lebih kompoten dalam mengetahui tentang filsafat ilmu pendidikan.

Muara Bulian, November 2010

Penyusun

Pembahasan: 1. proses perubahan itu sendiri? 2. penyebab perubahan dalam organisasi pendidikan?

Makalah
Pendidikan dan perubahan

Mata kuliah: Filsafat ilmu pendidikan Dosen Pembimbing : SOLAHUDDIN, S. Ag. MPd

Disusun oleh: Hidayatul fajri Dedi sanjaya Wahyuni B

Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI)Muara Bulian 2010/2011