Anda di halaman 1dari 27

1

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Permainan bola basket merupakan salah satu cabang olahraga yang cukup populer di dunia, hal ini dapat dilihat dari banyaknya klub-klub bola basket baik yang dikelola secara amatir maupun profesional.

Pertandingan-pertandingan yang diselenggarakan sering kali dipadati oleh penonton walaupun harga tiket masuk cukup mahal. Tampilnya pemainpemain yang mempunyai keterampilan adalah suatu tontonan yang sangat menarik. Sehingga tidak jarang pemilik klub berani membayar pemain tersebut dengan harga yang cukup tinggi. Di Indonesia permainan bola basket merupakan permainan yang sudah memasyarakat, klub-klub bola basket bermunculan yang diorganisir oleh perserikatan masing-masing. Dalam pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani dan

kesehatan di sekolah-sekolah permainan bola basket merupakan salah satu bidang study yang sangat menarik bagi siswa selain bola voli, sepak bola dan berbagai cabang olahraga permainan lainnya. Pertandinganpertandingan bola basket dilaksanakan dalam berbagai kelompok yang masing-masing memperebutkan piala/tropinya sendiri-sendiri baik yang bersifat amatir maupun profesional. Dengan semakin popularitasnya cabang olahaga ini, mendorong setiap orang berusaha untuk meningkatkan keterampilannya memainkan bola, sebab dengan keterampilan yang dimilikinya akan dapat menjamin masa depannya. Menurut Wissel (2000:19), agar seseorang memiliki

keterampilan yang cukup dalam permainan bola basket harus menguasai beberapa tekhnik dasar seperti : gerakan kaki (footwork), menembak (shooting), operan (passing) dan menangkap, drible, rebound, bergerak cepat dengan bola, bergerak tanpa bola dan bertahan. Adapun tekhnik passing (operan) itu dalam permainan bola basket dengan beberapa operan (passing) diantaranya operan di atas kepala, operan sisi lengan, operan dada, operan baseball dan sebagainya. Tinggi badan sebagai salah satu dasar bentuk postur tubuh dalam bermain bola basket sangat penting artinya dalam mendukung kemampuan dalam melakukan shooting (tembakan) pada permainan bola basket, namun demikian, belum diketahui dengan jelas dan pasti sejauh mana korelasi atau hubungan antara tinggi badan terhadap prestasi shooting dalam permainan bola basket. Hal ini yang perlu diteliti lebih jauh sehingga peneliti sangat tertarik untuk mengangkat judul : Korelasi

antara tinggi badan dengan prestasi shooting dalam permainan bola basket pada siswa putra kelas X SMA Negeri 1 Terara tahun pelajaran 2009/2010. B. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang masalah tersebut di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut : Apakah ada korelasi antara tinggi badan dengan prestasi shooting dalam permainan bola basket pada siswa putra kelas X SMA Negeri 1 Terara tahun pelajaran 2009/2010? .

C. Tujuan Penelitian Sesuai dengan rumusan masalah tersebut, maka tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Ingin mengetahui ada atau tidak adanya korelasi antara tinggi badan dengan prestasi shooting dalam permainan bola basket pada siswa putra kelas X SMA Negeri 1 Terara tahun pelajaran 2009/2010. D. Kegunaan Penelitian Adapun kegunaan yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

a. Kegunaan teoritis 1) Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan yang berharga di dalam memperkaya khasanah ilmu pengetahuan dalam bidang olahraga khususnya bola basket. 2) Hasil penelitian ini diharapkan dapat merangsang peneliti lain untuk mengadakan penelitian lebih lanjut tentang hal-hal yang belum terungkap dalam penelitian ini sebagai bahan perbandingan. b. Kegunaan praktis 1) Hasil penelitian ini diharapkan sebagai bahan masukan bagi Propinsi Nusa Tenggara Barat dan pemerintah di Kabupaten Lombok Timur khususnya dalam rangka mengembangkan olahraga bola basket.

2) Hasil penelitian nantinya diharapkan dapat berguna bagi guru-guru olahraga dalam rangka melakukan pembinaan olahraga bola basket, khususnya guru olahraga di SMA Negeri 1 Terara. E. Hipotesis Dalam buku metedologi penelitian dijelaskan bahwa : Hipotesa berasal dari kata hipo yang berarti lemah dan tesa yang berarti pertanyaan?. Maka hipotesis adalah pertanyaan yang masih lemah kebenarannya (Sutrisno Hadi, 1989 : 275) Sedangkan pendapat lain

mengatakan bahwa : hipotesa adalah suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian sampai terbukti

kebenarannya (Suharsimi Arikunto, 1989 : 62). Dari kedua pendapat para ahli tersebut, maka yang dimaksud dengan Hipotesa adalah pernyataan atau jawaban yang bersifat sementara dari permasalahan penelitian sampai terbukti kebenarannya melalui data yang sudah terkumpul. Sehubungan dengan penelitian ini, maka hipotesa yang diajukan adalah sebagai berikut : Ada korelasi antara tinggi badan dengan prestasi shooting dalam permainan bola basket pada siswa putra kelas X SMA Negeri 1 Terara tahun pelajaran 2009/2010. F. Asumsi dan keterbatasan penelitian a. Asumsi Penelitian Dalam buku statistik pendidikan dijelaskan bahwa Asumsi adalah anggapan dasar tentang suatu fakta yang kebenarannya tidak

memerlukan pembuktian lagi (Ine Amirman Yousda, 1993 : 118). Sedangkan ahli lain mengatakan bahwa Asumsi adalah dasar pemikiran yang tidak perlu diuji kebenarannya (Suharsini Arikunto, 1992 : 55). Berdasarkan kedua pendapat para ahli tersebut, maka yang dimaksud dengan asumsi adalah anggapan dasar yang sudah diyakini kebenarannya tanpa memerlukan pembuktian lagi. Sehubungan dengan penelitian ini, maka asumsi yang diajukan adalah sebagai berikut : a. Asumsi Teoritis 1. Shooting merupakan faktor penunjang untuk meningkatkan prestasi permainan bola basket. 2. Semakin baik penguasaan tekhnik menembak maka semakin baik pula hasil shooting yang diperoleh. b. Asumsi Metodik Asumsi metodik adalah anggapan dari segi metode (Indun, 1989 : 12). Metode-metode yang digunakan dalam penelitian ini, diasumsikan dapat mendukung keberhasiklan dalam pelaksanaan penelitian. Adapun metode-metode yang digunakan dalam

penelitian ini adalah sebagai berikut : 1) Metode penentuan subyek penelitian menggunakan metode proporsional random sampling.

2) Metode pengumpulan data menggunakan metode test sebagai metode pokok, sedangkan metode observasi dan metode dokumentasi sebagai metode pelengkap. 3) Metode analisis data menggunakan rumus korelasi produk moment. c. Asumsi Pelaksanaan Penelitian ini akan dapat terlaksana dengan baik dan lancar apabila didukung oleh beberapa hal antara lain sebagai berikut : 1) Adanya kemampuan penelitian segi waktu penelitian, biaya dan tenaga. 2) Literatur yang menunjang dalam penelitian ini tersedia sesuai dengan apa yang dibutuhkan. 3) Adanya dosen yang bersedia memberikan bimbingan dan arahan. 4) Adanya hubungan yang baik antara peneliti dengan sumber data. G. Ruang Lingkup Penelitian Adapun ruang lingkup dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : a. Subyek penelitian adalah terbatas pada siswa putra kelas X SMA Negeri 1 Terara tahun 2009/2010. b. Obyek penelitian adalah korelasi antara tinggi badan dengan shooting dalam permainan bola basket.

c. Jarak shooting (tembakan) terbatas pada jarak tembakan di bawah ring. d. Waktu pelaksanaan adalah tahun pelajaran 2009/2010. e. Lokasi penelitian adalah lapangan bola basket SMA Negeri 1 Terara. H. Devinisi Oprasional Variabel Agar tidak terjadi kekeliruan dalam menafsirkan istilah-istilah yang ada dalam penelitian yang berbunyi : korelasi antara tinggi badan dengan prestasi shooting dalam permainan bola basket pada siswa putra kelas X SMA Negeri 1 Terara tahun pelajaran 2009/2010. maka perlu dijelaskan beberapa istilah yang dianggap penting yaitu sebagai berikut : 1. Korelasi Korelasi berasal dari kata Corelate yang berarti berhubungan atau memperhubungkan (S. Wojo Wasito, 1974 : 30). Dalam penelitian ini korelasi analisis. 2. Tinggi Badan Wasis Dwiyogo (1989 : 131) menyatakan tinggi badan adalah segenap jasa manusia atau pokok tubuh manusia yang dilihat dari batas bagian kaki sampai batas bagian kepala. Jadi tinggi badan yang dimaksud disini adalah jauh diantaranya badan sebelah bawah sampai yang diatas dari tubuh manusia.

3. Prestasi Prestasi adalah hasil yang diperoleh anak-anak berupa nilainilai mata pelajaran atau ketercapaian tes yang dilakukan oleh anakanak (Sunarthan, 1976 : 35). Pendapat lain bahwa prestasi adalah hasil yang dicapai (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1989 : 700). 4. Shooting Shooting adalah memasukkan bola atau menembak bola ke dalam keranjang (Eme Musnan, 1985 hal 34) shooting berasal dari kata shoot yang berarti menembak, mengajukan, melempar,

mengurangi, melepaskan, membuang (Ecol dan Sadili, Kamus InggrisIndonesia, Garmedia Jakarta, tahun 1989 hal 521), Shooting yang penulis maksudkan disini adalah memasukkan bola atau menembakkan bola ke dalam keranjang. Maka yang dimaksud dengan prestasi shooting adalah kemampuan memasukkan bola basket ke dalam keranjang basket pada postur tubuh yang lebih tinggi.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Sejarah bola basket a. Sejarah mulainya permainan bola basket Olahraga permainan bola basket diciptakan oleh Prof. Dr. Jammes A. Naismith, salah satu seorang guru pendidikan guru jasmani, Young Mens Christian Association (YMCA) di kota Stingfield, Massachussets Amerika Serikat pada tahun 1981. Gagasan yang mendorong terwujudnya olahraga ini adanya kenyataan bahwa keanggotaan dan pengunjungan sekolah tersebut kian hari kian merosot. Penyebab utamanya adalah rasa bosan dari para anggota dalam mengikuti latihan olahraga senam yang geraknya kaku. Disamping itu, kebutuhan yang dirasakan dimusim dingin unruk melakukan olahraga yang menarik semakin mendesak. Dr. Luther Hessley Gullick pengawas kepala bagian olahraga pada sekolah tersebut, menyadari adanya gejala yang kurang baik itu segera menghubungi Prof. Dr. Jammes A. Naismith serta memberikan tugas kepadanya untuk menyusun suatu kegiatan olahraga baru, yang dapat dimainkan di ruangan pada sore hari. Dalam menyambut tugas tersebut, Naismith menyusun suatu gagasan. Tidak ada unsur menendang, menjengal, menarik dan tidak sukar untuk dipelajari. Langkah pertama diujinya gubahan dari permainan foot ball, baseball, lascrosa, dan sepak bola, tetapi tidak

10

satupun yang cocok dengan tuntutannya. Sebab disamping itu juga sulit untuk dipelajari, juga permainan tersebut masih kasar untuk dimainkan dalam ruangan tertutup dan berlampu. Dari hasil percobaan yang dilakukan ini, Naismith akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa permainan yang baru itu harus menggunakan bola yang bentuknya bulat, tidak mencegal dan menarik, serta harus menghilangkan gawang sebagai sasarannya. Untuk menjinakkan bola sebagai pengganti menendang, dilakukan gerakan mengoper dengan tangan serta menggiring bola (drible). Sebagai puncak kegairahan gawang diganti dengan sasaran lain

yang demikian, terutama tembakan tidak lagi terletak kekuatan seperti yang terkaji pada waktu menendang, melainkan pada ketepatan penembakan. Semula Naismith akan menggunakan kotak kayu untuk sasaran tembakan tersebut, tetapi berhubungan dengan waktu pelaksanaan cobaan yang ada keranjang (basket) buah persis yang kosong maka akhirnya keranjang itu dijadikan tembakan. Dari perkataan Basket ini, permainan olahraga baru ditemukan oleh Prof. Dr. Jammes A. Naismith tersebut dinamakan Basket Ball. Ternyata permainan tersebut banyak sambutan dari muda-mudi di Amerika Serikat sehingga jumlah pemain diubah menjadi 7 orang. Selanjutnya diubah menjadi 5 orang setiap regu.

11

Pada tanggal 21 Juli 1932 diadakan konfrensi bola basket yang pertama kali atas prakarsa Elmer Benny Direktur sekolah di Jenewa, Swiss. Pada konfrensi ini terbentuklah Federasi Bola Basket Internasional yang diberi nama Federation the basket ball amateur atau FIBA dengan Leon Bauferd sebagai Presiden dan William sebagai sekertaris. Untuk pertama kali permainan bola basket di demonstrasikan pada olimpiade paris 1924. kemudian pada tahun 1939 untuk pertama kali bola basket dipertandingkan pada olimpiade Jerman yang diikuti oleh 31 negara. Permainan bola basket masuk ke Indonesia sekitar tahun 1929 yang dibawa oleh China. Tahun 1948 pada PON (Pekan Olahraga Nasional) pertama diadakan di Surakarta, permainan bola basket sudah dipertandingkan. Pada tanggal 23 Oktober 1951 berdirilah Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia dan pada tahun 1955 PERBASI diterima sebagai anggota FIBA (PB PERBASI tahun 1965 hal, 8-12). b. Definisi Dalam peraturan permainan bola basket pasal 1 dijelaskan bahwa bola basket dimainkan oleh dua regu yang masing-masing terdiri dari 5 orang. Setiap regu berusaha mencetak angka ke keranjang lawan dan mencegah regu lain mencetak angka. (FIBA, pasal 1.1 : 2004).

12

c. Lapangan Panjang 28 meter, lebar 15 meter, jika diperbesar maka panjang tidak boleh lebih dari dua meter dan lebar tidak boleh lebih dari satu meter. Sedangkan ukuran lapangan yang resmi berdasarkan peraturan dariFederation International the Basket Ball Amateur (FIBA) dalam permainan bola basket untuk pertandingan baik nasional maupun internasional adalah 28 x 15 meter. (FIBA, 2.1 : 2004) d. Jumlah Pemain Seperti yang dikemukakan bahwa jumlah pemain bola basket adalah 12 orang pemain beserta cadangannya, sedangkan yang main 5 orang. e. Persyaratan Permainan Bola Basket Dalam permainan bola basket terdiri dari dua regu, masingmasing regu berjumlah 12 orang dan tiap regu berjumlah 5 orang dan pemain cadangan 7 orang ditambah asisten pelatih 1 orang. Adapun peraturan-peraturan yang dimaksud dengan 3 detik, 5 detik, 8 detik, dan 24 detik adalah sebagai berikut : 1. Peraturan 3 detik Seorang pemain tidak boleh berada di dalam daerah bersyarat lawannya lebih dari 3 detik saat regunya menguasai bola hidup didaerah serang dan jam pertandingan sedang berjalan. (FIBA, pasal 26.1.1 : 2004).

13

2. Peraturan 5 detik Peraturan ini berlaku apabila pemain yang sedang memegang bola yang dijaga sangat ketat atau dekat, tidak mengoper, tidak menembak waktu 5 detik. (FIBA, 27.2 : 2004). 3. Peraturan 8 detik Kapanpun seorang pemain mendapatkan penguasaan bola hidup di daerah bertahannya, regu harus memindahkan bola ke dalam daerah serangnya dalam waktu 8 detik. (FIBA, 28.2.1 : 2004). 4. Peraturan 24 detik Kapanpun seorang pemain mendapatkan bola hidup dilapangan, regunya harus melakukan usaha tembakan untuk mencetak angka dalam 24 detik. (FIBA, 29.1.1 : 2004). f. Lamanya Permainan Permainan bola basket dilakukan dalam 4 babak, yang masing-masing babak lamanya 10 menit (4 x 10 menit). Sedangkan waktu untuk istirahat antara babak pertama dan kedua adalah 2 menit. Akan tetapi jika pada akhir permainan terdapat jumlah angka yang diperoleh kedua regu itu sama, maka diberikan babak tambahan 5 menit sampai terdapat selisih hasil pertandingan atau angka yang didapatkan oleh kedua regu.

14

B. Tekhnik menembak ( Shooting) Dalam permainan bola basket, menembak atau shooting kalau dilihat dan posisi badannya terhadap papan pantul, maka dapat dibedakan tiga bagian, sebagai berikut : a. Shooting dengan satu tangan b. Shooting dengan dua tangan di atas kepala c. Membawa dan memasukkan bola sedekat-dekatnya dengan ke jaring basket ball (lay up) Sedangkan cara di dalam mengadakan atau melakukan shooting, dapat dilakukan dengan sikap berhenti, meloncat dan berlari. Di dalam pelaksanaan shooting secara umum dapat dilihat urutanurutan sebagai berikut : a. Kaki sejajar/sikap kuda-kuda, bila menggunakan sikap kuda-kuda kaki yang didepan sesuai dengan tangan yang digunakan untuk menembak atau shooting. b. Pertama-tama bola dipegang dengan dua tangan di atas kepala sedikit di depan dahi, siku lengan kanan (tangan untuk menembak) membentuk 90 derajat. c. Tangan kiri meninggalkan bola, telapak tangan kanan diputar menghadap bola basket, sikap harus tetap lentup (relex), badan lurus menghadap sasaran. d. Tekuk lutut agak dalam untuk mengambil awal siku tetap 90 derajat, langkah mengikuti gerak kaki.

15

e. Luruskan kaki depan bersama dengan luruskan juga lengan kanan ke depan atas hingga lengan itu membuat sudut lebih kurang 45 derajat dan akhiri dengan dengan lecutan pergelangan tangan hingga jari-jari menghadap ke bawah. C. Pengertian Tinggi Badan dan Prestasi Shooting Menurut Poerwadarminta tinggi badan adalah jauh diantaranya badan dari bawah dan badan dalam arti segenap badan manusia. (Poerwadarminta,1982, hal. 35) Prestasi shooting adalah hasil yang diperoleh anak-anak berupa nilai-nilai mata pelajaran. (Sunartana, 1976, hal.35). pendapat lain bahwa prestasi adalah hasil yang dicapai individu yang bersangkutan yang mengalami suatu proses pengetahuan tertentu. (Nurkencana, 1976, hal. 120). Sedangkan yang dimaksud dengan shooting berasal dari kata shoot yang berarti menembak, menembakkan, mengajukan, melemparkan, mengarungi. (Jhon M. Echol dan Shadil, 1989, hal. 521) Berdasarkan pengertian di atas, jelaslah bahwa tinggi badan dan prestasi shooting yang dimaksud dalam penulisan ini adalah hasil yang dicapai siswa dalam menembak atau memasukkan bola ke dalam keranjang secara tepat dan benar dalam kombinasi tinggi badan dalam permainan bola basket. Dalam permainan bola basket, tiap pemain boleh mendorong, memukul bola dengan telapak tangan, melemparkan, melundungkan, atau mengirim bola ke segala arah dalam lapangan permainan. Tujuan

16

pengetahuan tentang bola basket diberikan kepada mahasiswa pendidikan olahraga dan kesehatan dengan maksud agar calon guru memahami seluk-beluk mengenai bola basket, serta mampu untuk bermain, mewasiti dalam menyelenggarakan pertandingan. Di samping itu juga, ada dasar-dasar yang perlu diperhatikan dalam permainan bola basket antara lain : 1. Melemparkan dan menangkap bola (passing) 2. Membawa bola (drible) 3. Memasukkan bola ke dalam keranjang (shooting) 4. Olah kaki (Pivot foot) (Iman Sorjoedi, 17, hal 79) Dari beberapa unsur dan dasar menurut ahli di atas, maka yang perlu dibicarakan dalam penulisan ini yaitu mengenai menembak (shooting), maka cara menembak bola ke dalam keranjang ada tiga cara yang umum digunakan yaitu : tembakan dengan satu lengan, tembakan dengan dua lengan dan lay up. Berdasarkan uraian teoritis tentang permainan bola basket, jelaslah bahwa tinggi badan pemain merupakan salah satu faktor yang mendukung keberhasilan pemain dalam mencapai prestasi shooting. Hal ini disebabkan oleh letak dari keranjang atau basket terletak diatas atau posisi yang lebih tinggi dari para pemain yang ketinggian telah di tentukan. Namun untuk mengetahui sejauh mana pengaruh dari tinggi badan para pemain terhadap prestasi shooting, masih perlu dilakukan penelitian.

17

BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Untuk penelitian, data yng diperlukan atau yang dibutuhkan dalam penelitian ini perlu adanya suatu metode untuk menunjang keberhasilan penelitian. Metode yang dibutuhkan dalam penelitian ini dibedakan menjadi dua yaitu : 1. Metode Empiris Metode empiris adalah metode penelitian dimana obyek yang mau diteliti sudah ada secara wajar dilapangan, di kelas atau ditempat tertentu (Akhyar dkk, 2003 : 17). 2. Metode Eksperimen Metode eksperimen adalah metode penelitian yang menguji hipotesis berbentuk hubungan sebab akibat dari pemanipulasian variable indevenden (Subana, 2005 : 38). Sehubungan dengan penelitian ini maka metode yang digunakan adalah metode eksperimen, karena obyek yang akan diteliti sengaja dirancang atau dibuat untuk dimanipulasi dahulu baru dilakukan percobaan dilapangan. B. Rancangan Penelitian Pendekatan adalah strategi untuk mengukur latar belakang penelitian agar penelitian memperoleh data yang tepat dan jelas, sesuai dengan karakteristik variable dan tujuan penelitian.

18

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini bersifat empiris yang merupakan suatu cara pendekatan dimana gejala yang diteliti wajar. (Sutaryono, 2002). Penggunaan rancangan penelitian ini karena jenis penelitian ini adalah penelitian populasi, adapun cara konseptual rancangan penelitian tersebut dapat digambarkan sebagai berikut :

Skema Rancangan Penelitian Variabel I Tinggi Badan Variabel II Prestasi shooting

Indikator Mengukur Tinggi Badan

Indikator Ketepatan Shooting Prestasi shooting

1. Metode Test Perbuatan 2. Metode Dokumentasi

1. Metode Test Perbuatan 2. Metode Dokumentasi

Analisis Data Korelasi Product Moment

Kesimpulan (Gambar 01 rancangan penelitian) Berdasarkan gambar tersebut di atas maka : X : Tinggi Badan Y ; Prestasi Shooting Rata-Rata per 2 x 30 detik

19

Mengingat jumlah siswa putra kelas X SMA Negeri 1 Terara lebih dari 100 orang atau 127 orang maka penelitian menggunakan study sample, hal ini dilakukan berdasarkan pendapat salah seorang ahli yang mengemukakan bahwa jika jumlah subyeknya besar dapat diambil antara 10 sampai 25% atau lebih (Arikunto, 1998 : 20). Berdasarkan pendapat tersebut maka penulis mengambil hanya 20% dari populasi yang ada. Pelaksanaan pengambilan sample secara random dilakukan dengan undian, yang dilakukan secara berturut-turut dari kelas yang ada, yaitu masingmasing nama dari anggota sub populasi di tulis dalam secarik kertas kemudian digulung, dan dimasukkan kedalam gelas tertutup dengan kertas yang berlubang kemudian di kocok dan dikeluarkan satu persatu. Sejumlah sample yang diperlukan dari masing-masing sub populasi adalah nama-nama siswa yang keluar dan merupakan sampel yang mewakili masing-masing sub populasi. C. Populasi dan Sampel Penelitian 1. Populasi Dalam buku metode penelitian dijelaskan bahwa populasi adalah keseluruhan subyek yang mempunyai kualitas serta ciri-ciri tertentu yang telah ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan (Sugiono : 1994 : 57), menurut (Mardalis, (1986 : 53). Mengatakan bahwa populasi adalah semua individu baik subyek maupun obyek yang dikenakan perlakuan dan penelitian.

20

Penelitian sebatas pada siswa putra kelas X SMA Negeri 1 Terara tahun pelajaran 2009/2010 yang berjumlah 127 siswa. 2. Sampel Dari observasi yang penulis lakukan diperoleh data nama-nama siswa putra kelas X SMA Negeri 1 Terara tahun pelajaran 2009/2010 yang berjumlah 127 siswa sebagai populasi dari jumlah populasi yang diatas 100 siswa maka penelitian ini mengambil sample sebanyak 25 orang siswa. Menurut Arikunto dalam judul bukunya : Prosedur Penelitian, Arikunto 1998. yang menyatakan jika jumlah populasi lebih dari 100 maka dapat di ambil antara 10% - 15% atau 20% - 25% atau lebih (Arikunto, 1998 : 20), maka penulis mengambil 20% siswa yang di teliti yaitu 20% x 127 siswa = 25,4 orang siswa. Dari 127 siswa tersebut maka didapatkan rincian tabelnya sebagai berikut : NO 1. 2. 3. 4. 5. KELAS X1 X2 X3 X4 X5 JUMLAH JUMLAH SISWA 25 Siswa 26 Siswa 25 Siswa 26 Siswa 25 Siswa 127 Siswa PEMBAHASAN 20% x 25 = 5 20% x 26 = 5.2 20% x 25 = 5 20% x 26 = 5.2 20% x 25 = 5 25.4 = 25 Siswa KET

3. Tekhnik Sampling

21

Mengingat jumlah siswa kelas X SMA Negeri 1 Terara terlampau banyak dan menghemat waktu, serta biaya dalam penelitian, maka dalam penentuan subyek penelitian ini dilakukan dengan menggunakan sample. Sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi. (Sutaryono dkk : 2003). Pendapat lain menyatakan bahwa sample adalah sebagian dari populasi serta dipandang sebagai wakil dari populasi (Ida Bagus Netra,1974 : 10). Metode dalam pengambilan sample yang digunakan dalam penelitian ini adalah proposional random sampling. Karena populasi terdiri dari lapisan dan sub lapisan yang tidak sama banyaknya. Agar sub populasi yang diambil mewakili populasi harus diperhitungkan banyaknya lapisan-lapisan populasi itu. (J. Sitorus, 1990 : hal 22). Sehubungan dengan populasinya terdiri dari semua siswa putra kelas X dimana tiap-tiap kelas jumlahnya tidak sama banyaknya atau mempunyai perbandingan tertentu. Random sampling adalah pengambilan sample secara acak yaitu cara pengmbilan elemen-elemen populasi sedemikian rupa sehingga setiap elemen-elemen mendapatkan kesempatan yang sama untuk terpilih menjadi anggota sample. (Marzuki, 1977 : hal 43). Dalam penelitian ini, penulis menggunakan proposional random sampling dengan cara undian yaitu dengan menyiapkan daftar nama subyek disertai nomor urut yang teratur pada suatu daftar.

22

Nomor-nomor tersebut di tulis pada potongan kertas yang dimasukkan dalam kotak atau gelas yang kemudian di kocok dan dikeluarkan satu persatu sampai mencukupi jumlah yang ditemukan menjadi sample. D. Instrumen Penelitian Dalam buku metode penelitian dijelaskan bahwa instrument adalah alat yang digunakan sebagai pengumpulan data yang dirancang dan dibuat sehingga menghasilkan data sebagaimana adanya. (Margono, 1997 : 115). Dalam penelitian ini, instrument yang digunakan adalah test shooting dengan kesempatan per 2 x 30 detik dan ketepatan shooting dalam permainan bola basket adapun peralatan dan perlengkapan yang digunakan adalah : 1. Lapangan bola basket 2. Bola basket 3. Peluit 4. Stop watch 5. Alat-alat tulis 6. Belangko pencatatan hasil E. Metode Pengumpulan Data Dalam suatu penelitian ilmiah metode pengumpulan data adalah cara yang ditempuh oleh peneliti dalam memperoleh data yang selengkaplengkapnya, dengan memperoleh data seorang peneliti dapat mengetahui hal-hal yang membantu dalam proses penelitian.

23

Dalam pelaksanaan penelitian ini tekhnik pengumpulan data yang digunakan adalah tekhnik dokumentasi, observasi dan test perbuatan, tekhnik observasi digunakan untuk melaksanakan kegiatan penelitian yang diperkenankan pada kelompok observasi, sedangkan tekhnik test perbuatan digunakan unruk mengamati kegiatan perlakuan pelaksanaan test untuk variable prestasi shooting. Pelaksanaan test terhadap kelompok observasi dilakukan dua kali yaitu : pada saat test awal atau pra test (test dilakukan sebelum pelaksanaan perlakuan terhadap kelompok observasi). Adapun metode pengumpulann data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Metode Dokumentasi Dalam buku metodelogi penelitian dijelaskan bahwa metode dokumentasi adalah satu cara untuk memperoleh data dengan mengumpulkan segala macam dokumen serta mengadakan pencatatan yang sistematis (Yousda, 1993 : 117). Sehubungan dengan penelitian, metode dokumentasi digunakan sebagai metode yang membantu untuk mengetahui data penelitian bola basket pada siswa putra kelas X SMA Negeri 1 Terara tahun pelajaran 2009/2010. 2. Metode Tes Perbuatan Test adalah suatu alat pengukuran mengenai keadaan dan kemampuan seseorang. Metode ini dipakai untuk mengumpulkan data dari hasil test terhadap orang yang di selidiki. Menurut Amir Dain Inra Kusuma test adalah Alat atau prosedur yang sistematis dan obyek

24

untuk memperoleh data atau keterangan-keterangan yang diinginkan tentang seseorang dengan cara cepat dan tepat (Amir Dain Indra Kusuma, 1972 : hal 1). Pendapat lain mengatakan bahwa eksperimen adalah mengadakan kegiatan atau percobaan untuk melihat hasil yang nantinya dapat menjelaskan bagaimana kedudukan antara maksud dari variable yang diselidiki (Winarno Sudarman, 1977 : hal 11). Sehubungan dengan penelitian ini maka penulis menggunakan metode test perbuatan. Test ini dimaksud untuk mengetahui hasil baik antara tinggi badan dengan prestasi shooting dalam permainan bola basket pada siswa putra kelas X SMA Negeri 1 Terara tahun pelajaran 2009/2010. metode ini merupakan metode pokok dalanm penelitian ini. Dalam buku Evaluasi Pendidikan dijelaskan bahwa : test adalah alat pengumpulan data yang berbentuk suruhan-auruhan yang harus tdilaksanakan oleh subyek penelitian (Indra Kusuma, 1998 : 28). Ahli lain mengatakan suatu cara untuk mengadakan penelitian suatu subyek atau obyek-obyek tertentu untuk mendapatkan data secara tepat dan cepat (Arikunto, 1992 : 44). Dalam penelitian ini menggunakan metode test perbuatan dengan maksud mengetahui hubungan antara tinggi badan dengan shooting per 30 detik dalam permainan bola basket dan metode test perbuatan ini merupakan metode pokok dalam penelitian ini.

25

F. Anslisis Data Data yang terkumpul selanjutnya diolah dan dianalisis, pada umumnya metode analisis data dibedakan menjadi dua yaitu : analisa statistik dan analisa non statistik. Dalam buku pengantar metode penelitian dijelaskan bahwa mengolah data berarti : menimbang, menyaring, mengatur, dan

mengklasifikasinya. Menimbang menyaring berarti memilih dengan hatihati data yang releven tepat dan berkaitan dengan masalah yang diteliti, mengatur dan mengklasifikasi data berarti menggolongkan data tersebut menurut aturan tertentu, sehubungan sengan penelitian ini dimana penulis ingin mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara tinggi badan dengan prestasi shooting per 2 x 30 detik, pada siswa putra kelas X SMA Negeri 1 Terara tahun pelajaran 2009/2010 maka digunakan rumus analisis statistik dengan rumus korelasi produk moment berikut : NXY (X)(Y) rxy = (NX (X)(NY (Y)

Keterangan : rxy N X Y = Koefisien korelasi = Jumlah individu = Angka mentah untuk variable X = Angka mentah untuk variable Y

26

Dalam masalah korelasi kita mengambil sample dari suatu populasi, mengamati dua pengukuran, X dan Y, pada setiap individu dalam sample itu (Dixon J. Wilfrid, Massey J. Frank Jr. 1991, 285). Adapun langkah-langkah yang ditempuh dalam menganalisa data penelitian adalah sebagai berikut : 1. Merumuskan hipotesis nihil (Ho) 2. Menyusun table kerja 3. Memasukkan data kedalam rumus 4. Menguji nilai rxy 5. Menarik kesimpulan analisis

27

DAFTAR PUSTAKA Arikunto, Suharsimi, 1997. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Rineka Cipta Jakarta. Hadi Sutrisno, 1988. Statistik Jilid II. Andi Offset, Yogyakarta. Ida Bagus Netra, 1974, Statistik Inferensial. Usaha Nasional, Surakarta. Indra Kusuma, 1998. Evaluasi Pendidikan. Rineka Cipta. Jakarta. Julisa M. Rastafan, 2006. Bola Basket Untuk Semua. Bidang III PB Perbasi, Jakarta. Kosasih Engkos, 1990. Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Gramedia, Jakarta. Mardalis, 1999. Metedologi Research. Rineka Cipta, Jakarta. Margono S, 1997. Metode Penelitian Pendidikan. Rineka Cipta, Jakarta. Perbasi, 1994. Peraturan Permainan Bola Basket. Edisi Biru. Sutaryono Y.A, 2003. Pedoman Penulisan skripsi. IKIP Mataram. Syarifuddin Aip. 1990. Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. PT. Gramedia, Jakarta. Wissel, hal. 2000. Bola Basket. PT. Rajagrafindo, Jakarta.

Anda mungkin juga menyukai