P. 1
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division

Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division

|Views: 71|Likes:
Dipublikasikan oleh Gauden Uchang Uchik

More info:

Published by: Gauden Uchang Uchik on Oct 12, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/04/2012

pdf

text

original

Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe student teams achievement division (stad) dan tipe group investigation (gi) terhadap

prestasi belajar Matematika ditinjau dari kreativitas siswa. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) manakah yang memberikan prestasi belajar matematika lebih baik, model pembelajaran kooperatif tipe STAD atau tipe GI, (2) manakah yang memberikan prestasi belajar matematika lebih baik, kreativitas tinggi, kreativitas sedang atau kreativitas rendah, (3) pada masing-masing model pembelajaran (STAD dan GI), manakah yang memberikan prestasi belajar matematika lebih baik, siswa yang mempunyai kreativitas tinggi, kreativitas sedang atau kreativitas rendah, (4) pada masing-masing kategori kreativitas siswa (tinggi, sedang, rendah), manakah yang memberikan prestasi belajar matematika lebih baik, model pembelajaran kooperatif tipe STAD atau tipe GI. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu dengan rancangan enelitian menggunakan rancangan faktorial 2 x 3. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII Program Ilmu Pengetahuan Alam pada SMA Negeri se-Kabupaten Sragen Semester II Tahun Pelajaran 2008/2009. Pengambilan sample dilakukan secara stratified Cluster Random Sampling dengan hasil SMA Negeri 1 Sragen dari kelompok tinggi dan SMA Negeri 1 Sumberlawang dari kelompok rendah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, angket dan dokumentasi. Instrumen tes digunakan untuk mengetahui prestasi belajar matematika pada materi persamaan dan pertidaksamaan eksponen dan logaritma. Sedang instrumen angket untuk mengetahui kreativitas siswa. Sebelum tes dan angket digunakan, diuji validitas isi dengan validasi oleh validator, yang hasilnya semua soal tes dan angket sah digunakan sebagai instrumen penelitian. Isntrumen tes terdiri 40 butir, setelah diuji reliabilitas dengan menggunakan KR-20, dihitung derajad kesukaran dan daya

84 = Ftabel).05 diperoleh -1.960 3.3 = 25.2492 > 3. dapat disimpulkan bahwa (1) siswa-siswa dengan model pembelajaran kooperatif tipe GI lebih baik prestasi belajarnya dibandingkan dengan siswa-siswa dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD ( = 76. Uji komparasi ganda antar sel dengan metode Scheffe’ dan dengan melihat rataan masing-masing sel menunjukkan bahwa (1) pada model pembelajaran kooperatif tipe STAD.7544 > 6.1-. (2) terdapat pengaruh kreativitas siswa terhadap prestasi belajar matematika pada materi persamaan dan pertidaksamaan eksponen dan logaritma (Fb = 76.2 = 49.0500 = Ftabel). dan diambil 30 butir untuk penelitian.00 = Ftabel). (2) siswa-siswa yang mempunyai kreativitas tinggi lebih baik prestasi belajarnya dibandingkan dengan siswa-siswa yang mempunyai kreativitas sedang ( F.00 = Ftabel).00 = Ftabel). terlebih dahulu dilakukan uji keseimbangan rataan menggunakan uji t dan = 0. (3) terdapat interaksi antara model pembelajaran dan tingkat kreativitas siswa terhadap prestasi belajar matematika pada materi persamaan dan pertidaksamaan eksponen dan logaritma (Fab = 4. siswa-siswa yang mempunyai kreativitas tinggi lebih baik prestasi belajarnya dibandingkan dengan siswa-siswa yang mempunyai kreativitas sedang .9410 > 3.54 > 72.0500 = Ftabel). (2) pada model pembelajaran kooperatif tipe GI.9928 > 11. Sebelum eksperimen dilakukan.1217 > 11.14 = ). dan siswa-siswa yang mempunyai kreativitas sedang lebih baik prestasi belajarnya dibandingkan dengan siswa-siswa yang mempunyai kreativitas rendah (F.2-. setelah diuji konsistensi internal dengan menggunakan rumus Moment Produk dari Karl Pearson dan diuji reliabilitas dengan menggunakan rumus Alpha Cronbach dan diambil 30 butir untuk penelitian. siswasiswa yang mempunyai kreativitas tinggi lebih baik prestasi belajarnya dibandingkan dengan siswa-siswa yang mempunyai kreativitas sedang (F11-12 = 11.00 = Ftabel ). dan siswa-siswa yang mempunyai kreativitas sedang lebih baik prestasi belajarnya dibandingkan dengan siswa-siswa yang mempunyai kreativitas rendah (F12-13 = 11.7150 > 6. Instrumen angket terdiri 40 butir. Dari hasil uji komparasi ganda dengan metode Scheffe’ dan dengan melihat rataan marginalnya.pembeda.

4425 > 11.0500 = Ftabel). (3) pada kategori tingkat kreativitas tinggi. siswasiswa dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD mendapatkan hasil yang sama dengan siswa-siswa dengan model pembelajaran type GI (F12-22 = 1. tetapi ada kategori tingkat kreativitas sedang maupun tingkat kreativitas rendah. siswa-siswa dengan model pembelajaran kooperatif tipe GI lebih baik prestasi belajarnya dibandingkan dengan siswa-siswa dengan odel pembelajaran kooperatif tipe STAD (F11-21= 23.8253 > 11.(F21-22 = 50.0500 = Ftabel).5628 > 11.0500 = Ftabel).5345) . dan siswa-siswa yang mempunyai kreativitas sedang lebih baik prestasi belajarnya dibandingkan dengan siswa-siswa yang mempunyai kreativitas rendah (F22-23= 13.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->