Anda di halaman 1dari 5

HALOTHAN

Halotan merupakan cairan tidak berwarna, berbau enak, tidak iritatif, mudah menguap, tidak mudah terbakar/meledak, tidak bereaksi dengan soda lime, dan mudah diuraikan cahaya. Halotan bereaksi dengan perak, tembaga, baja, magnesium, alumunium, brom, karet dan plastik. Karet larut dalam halotan, sedangkan nikel, titanium, dan polietilen tidak sehingga pemberian obat ini harus dengan alat khusus yang disebut fluotec. Efek analgesic halotan lemah tapi relaksasi otot yang ditimbulkannya baik.dengan kadar yang aman diperlukan waktu 10 mneit untuk induksi sehingga untuk mempercepatnya digunakan kadar tinggi (3-4 volume %). Kadar untuk anastesia ialah 0.76 % volume. Depresi nafas terjadi pada semua konsentrasi halotan yang menimbulkan anastesia. Halotan dapat ,mencegah spasme laring dan bronkus, batuk serta menghambat salivasi, sedangkan relaksasi otot maseter baik, sehingga intubasi mudah dilakukan. Pernafasan buatan haruis dilakukan dengan hati-hati karena dapat menyebabkan dosis halotan berlebihan. Halotan secara langsung menghambat otot jantung dan otot polos pembuluh darah serta menurunkan aktivitas saraf simpatis. Makin dalam anesthesia, makin jelas turunnya kekuatan kontraksi otot jantung, curah jantung, tekanann darah dan resistensi perifer. Bil;a kadar halotan ditingkatkan dengan cepat, maka tekanan darah akan tidak terukur dan dapatterjadi henti jantung. Halotan menyebabkan vasodilatasi pembuluh otot rangka dan darah otak sehingga aliran darah ke otak dan otot bertambah. Halotan menyebabkan vradikardi, karena aktivitas vagal yang meningkat. Halotan menimbulkan sensitisasi jantung terhadap katekolamin sehingga dapat terjadi aritmia jantung bila diberikan katekolamin sewaktu inhalasi halotan. Suntikan local epinefin hanya boleh di

berikan dengan syarat : (1) ventilasi harus cukup adekuat; (2) kadar epineterin yang diberikan tidak lebih dari 1:100.000; dan (3) dosis dewasa tidak lebih dari 1:100.000 dalam 10 menit, atau 30 ml dalam satu jam. Penggunaan halotan berulang kali dapat menyebabkan kerusakan hati yang bersifat alergi berupa nekrosis sel hati yang letaknya sentrolobular. Gejala yang mungkin timbul adalah anoreksia, mual, muntah dan kadang-kadang kemerahan pada kulit. Halotan menghambat tonus moimetrium, mengurangi efektivitas alkaloid ergot dan oksitosin sehingga harus hati hati di berikan waktu partus. Halotan berguna sekali pada versi ekstraksi. Absopsi dan ekskresi halotan melalui paru, hanya 20 % dimetabolasi dalam badan dan diekresi melalui urin dalam bentuk asam triluoro asetatm trifluoreatanol dan bromide Untuk induksi, halotan diberikan dengan kadar 1-4% dalam campuran dengan oksigen atau N2O sedangkan untuk dosis penunjang 0,5 - 2%. Halotan diberikan dengan alat khusus dan penentuan kadar harus dapat di lakukan dengan tepat. Sangat popular dan digunakan secara luas dalam anestesi. Dengan ditemukan enfluran dan isofluran maka ada pilihan lain sehingga penggunaan berulang yang berakibat hepatokosisitas dapat dihindari.

REFERAT ANESTESI

HALOTHAN
DHEVITA INDYANA PUTRI (110.2007.084)

Pembimbing: Letkol. CKM. dr. A. B. Lubis, Sp. An

RS TK.II MOH RIDWAN MAUREKSA KESDAM JAYA KEPANITERAAN BAGIAN ANESTESI

DAFTAR PUSTAKA

1. Darmansyah I, Setiawati A, Farmakologi dan Terapi, Bagian Farmakologi FKUI, Jakarta, 2006, hal 118-119.