Anda di halaman 1dari 41

Seminar Hasil Penelitian

Click to edit Master subtitle style

4/23/12

PRODUKSI BIOSOLAR DARI MINYAK GORENG BEKAS MELALUI PROSES CATALYTIC HYDROCRACKING DENGAN ZEOLIT ALAM BAYAH

Disusun Oleh : Angga Resala Perdana 3335 061935

Pembimbing : Elfi Nurrochmah ST., MT Dr. S.D Sumbogo Murti M.Eng


4/23/12

OUTLINE

Pendahuluan Metodelogi Penelitian Hasil dan Pembahasan Kesimpulan

4/23/12

PENDAHULUAN
Minyak Sawit (CPO)

Biomass

Renewable CO2
Non-Renewable

Hidrokarbon Fraksi Solar

Biomass, Organisme Laut, Hewani (Makhluk Purbakala)

Fraksi Solar

Jutaan Tahun
Minyak bumi
4/23/12

PENDAHULUAN

4/23/12

PENDAHULUAN
-

Produksi biosolar dari minyak goreng bekas - Mengetahui pengaruh kondisi operasi
Minyak goreng bekas industri kerupuk Zeolit alam Bayah - Viskositas, densitas, komposisi biosolar
-

4/23/12

METODELOGI PENELITIAN

4/23/12

ZEOL IT

H2

PRODUK GAS GC TCD

MGB AKTIVA SI ZEOLIT GCFID GC MS Densita s Viskosit as

OVE N

KATAL IS

PRODUK CAIR
4/23/12

Sifat DAN PEMBAHASAN HASILfisik feed, hasil analisa katalis, pengaruh kondisi operasi.

4/23/12

Sifat fisik MGB


Parameter Densitas (gr/ml) Viskositas (cP) Minyak Goreng Bekas 0,89 0,665

Hasil Analisa katalis


Sebelum Aktivasi Sesudah Aktivasi

Parameter
Luas Permukaan m2/g

18,09

30,28
4/23/12

PENGARUH KONDISI OPERASI

Kondisi operasi a. Variasi temperatur b. Variasi rasio Kat : MGB c. Variaso waktu
1)

TERHADAP KONVERSI TERHADAP VISKOSITAS TERHADAP DENSITAS TERHADAP YIELD BIOSOLAR4/23/12

2)

3)

4)

Pengaruh temperatur terhadap konversi produk liquid

Produk liquid

Produk gas

Konversi liquid tiap kenaikan suhu berbanding terbalik dengan konversi gas. Ini terjadi karena besarnya energi digunakan lebih banyak untuk 4/23/12 merengkah menjadi gas.

Pengaruh waktu terhadap konversi produk liquid

Produk liquid

Produk gas

Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa konversi produk cair mengalami penurunan seiring dengan bertambahnya waktu reaksi sedangkan konversi produk gas meningkat. Hal ini disebabkan energi yang diberikan semakin lama semakin besar 4/23/12 sehingga

Pengaruh rasio Kat : MGB terhadap konversi produk liquid

Produk liquid

Produk gas

Semakin kecil perbandingan katalis/MGB maka semakin banyak katalis yang bereaksi sehingga konversi untuk produk gas meningkat. Hal ini disebabkan karena jumlah katalis yang semakin tinggi berarti terdapat sisi aktif yang lebih banyak 4/23/12 sehingga perengkahan yang terjadi menghasilkan konversi gas

Pengaruh temperatur terhadap densitas dan viskositas produk liquid


Densitas Viskositas

Temperatur , maka energi , sehingga lebih banyak terbentuk senyawa dengan berat molekul yang lebih kecil.
4/23/12

Pengaruh waktu reaksi terhadap densitas dan viskositas produk liquid


Densitas Viskositas

Waktu , maka tumbukan , sehingga lebih pemutusan ikatan rantai karbon semakin banyak, akhirnya terbentuk senyawa dengan berat molekul yang lebih kecil. 4/23/12

Pengaruh rasio Kat : MGB terhadap densitas dan viskositas produk liquid
Densitas Viskositas

Semakin rendah perbandingan katalis/MGB maka semakin banyak katalis yang bereaksi, menyebabkan densitas dan viskositas produk semakin meningkat. Hal ini disebabkan terbentuknya deposit karbon berupa endapan pada reaksi perengkahan sehingga berat molekul dari senyawa yang dianalisis meningkat. Deposit 4/23/12 karbon atau yang lebih dikenal sebagai coke, merupakan produk antara

Hasil Analisa GC MS

4/23/12

Hasil Analisa GC MS

4/23/12

Pengaruh temperatur terhadap yield biosolar


30

Yield biosolar (%) 25

20

Kenaikkan suhu reaksi menunjukkan besar energi yang diberikan pada reaksi perengkahan ini dimana pada suhu reaksi yang lebih tinggi maka akan diberikan energi yang lebih besar sehingga lebih banyak produk yang Temperatur (oC)terengkah manjadi fraksi ringan dan akhirnya yield biosolar menurun. 4/23/12

Pengaruh waktu reaksi terhadap yield biosolar


28 26 Yield biosolar (%) 24 22 20 waktu reaksi (minutes) gambar diatas dapat dilihat Dari

bahwa yield bsiosolar mengalami penurunan seiring dengan bertambahnya waktu reaksi. Hal ini disebabkan energi yang diberikan semakin lama semakin besar 4/23/12 sehingga perengkahan katalitik terhadap MGB dmenghasilkan lebih

Pengaruh rasio Kat : MGB terhadap yield biosolar


12 10 8 Yield biosolar (%) 6 4 2 0

Grafik ini menunjukkan penurunan yield biosolar yang dipengaruhi Rasio Kat/MGB oleh rasio massa Kat : MGB.

4/23/12

KESIMPULAN

Minyak goreng bekas dapat ditingkatkan nilai gunanya sebagai bahan baku pembuatan biosolar Kondisi operasi memberikan pengaruh terhadap yield, dimana yield tertinggi sebesar 27.71% didapat pada kondisi T=400 oC, Rasio Kat : MGB = 1:100, t=60 menit Kenaikan yield biosolar berbanding terbalik dengan kenaikan yield biogasoline Secara sederhana, karakter produk liquid autoclave dapat dibandingkan dengan minyak solar karena memiliki viskositas setara dengan minyak solar

4/23/12

SISEST 2011

PRODUKSI BIOSOLAR DARI MINYAK GORENG BEKAS MELALUI PROSES CATALYTIC HYDROCRACKING DENGAN KATALIS ZEOLIT ALAM BAYAH Angga Resala Perdana 1), Elfi Nurrochmah ST.MT. 1), Dr. S D Sumbogo Murti M.Eng 2) Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Balai Besar Teknologi Energi (B2TE), BPPT, Puspitek Serpong E-mail : resalaperdana@yahoo.co.id ABSTRAK
4/23/12

1)

2)

Terimakasih

4/23/12

4/23/12

Kenapa Zeolit perlu diaktivasi? Karena ada molekul air dalam pori dan oksida bebas di permukaan Click to edit Master subtitle style seperti Al2O3, SiO2, CaO, MgO, Na2O, K2O dapat menutupi poripori atau situs aktif dari zeolit sehingga dapat menurunkan kapasitas adsorpsi maupun sifat katalisis dari zeolit tersebut.
4/23/12

Aktivasi Katalis
Untuk memperluas luas permukaan katalis

4/23/12

Tahapannya

zeolit 100 mesh dan H2SO4 4N

mencampurkan zeolit dengan larutan H2SO4 4N sambil diaduk, diamkan selama 1 jam

Campuran zeolit dan H2SO4 4 N dalam loyang

Zeolit yang telah teraaktivasi 4/23/12

Dikeringkan dalam oven 110oC selama 15 jam

METODOLOGI PENELITIAN....................... (1)


ALAT BAHAN
Minyak goreng bekas - Zeolit alam Bayah - H2SO4 4N - H2 - Nitrogen Cair - Aseton
-

Seperangkat autoclave 1 L Seperangkat destilasi vakum 2 beaker glass 1000mL 1 beaker glass 600mL 1 beaker glass 250mL 1 gelas ukur 200mL Spatula Stopwatch Botol Sample Mortar & alu Grinder & meja grinder Sieve 100 mesh Viskometer 4/23/12 Timbangan
-

Perengkahan

Reaksi Primer

Reaksi Sekunder

Aromat isasi Isomeri sasi

Sisi Asam Sisi Asam Lemah edit Master subtitle style Kuat Click to

Penting untuk menghasilkan senyawa hidrokarbon setara bensin


4/23/12

Kandungan Hidrokarbon pada biogasoline produk Catalytic Hydrocracking minyak goreng bekas. Hidrokarbon C9 C10 C11 C12 (%) 3.1 6.73 7.71 6.78

4/23/12

GC-MS (Gas Chromatography Mass Spectrometry)


kemampuan untuk mengidentifikasi fraksi-fraksi ion berdasarkan masa atomnya dll.

Secara umum terdiri dari: 1) Injection System; 2) Oven; 3) Control System; 4) Column; 5) Detector 6) Data Acquisition System.
4/23/12

http://asro.wordpress.com/category/laboratory-instrument/ 17 Desember 2010, pukul 15.16

Injection system digunakan untuk memasukkan/menyemprot gas dan sample kedalam column. Oven, digunakan untuk memanaskan column pada temperature tertentu sehingga mempermudah proses pemisahan komponen sample. Column, berisi stationary phase dimana mobile phase akan lewat didalamnya sambil membawa sample. Control system, berfungsi untuk: 1) Mengontrol pressure dan flow dari mobile phase yang masuk ke column. 2) Mengontrol Click to edit Master subtitle style temperature oven. Detector, berfungsi mendeteksi adanya komponen yang keluar dari column. Mass Spectrometry (MS); mengukur perbedaan mass-to-charge ratio (m/e) dari ionisasi atom atau molekul untuk menentukan kuantitasi atom atau molekul tersebut. Data Aquisition, berfungsi sebagai: 1) Control automatic calibration; 2) Gas analysis; dan 3) Graphics & Reporting. Data 4/23/12 http://asro.wordpress.com/category/laboratory-instrument/ aquisition merupakan perangkat gabungan dari Software dan 15.16 17 Desember 2010, pukul

PRINSIP KERJA GC
q

Gas pembawa dalam tabung yang bertekanan tinggi dialirkan melalui kolom yang berisi fasa diam. Sampel diinjeksikan ke dalam aliran gas. Cuplikan yang dibawa oleh gas pembawa telah mengalami proses pemisahan dalam kolom.

Komponen-komponen

campuran

yang

terpisahkan satu persatu meninggalkan kolom.


q

Suatu detektor diletakkan di ujung kolom untuk mendeteksi jenis maupun jumlah tiap komponen campuran. Hasil pendeteksian berupa kromatogram
4/23/12

Proses Pengolahan Minyak Bumi boiler Minyak mentah dipanaskan dalam


menggunakan uap air bertekanan tinggi sampai suhu ~600oC. Uap minyak mentah yang dihasilkan kemudian dialirkan ke bagian bawah menara/tanur distilasi. Dalam menara distilasi, uap minyak mentah bergerak ke atas melewati pelat-pelat (tray). Setiap pelat memiliki banyak lubang yang dilengkapi dengan tutup gelembung (bubble cap) yang Click uap lewat. memungkinkanto edit Master subtitle style Dalam pergerakannya, uap minyak mentah akan menjadi dingin. Sebagian uap akan mencapai ketinggian di mana uap tersebut akan terkondensasi membentuk zat cair. Zat cair yang diperoleh dalam suatu kisaran suhu tertentu ini disebut fraksi. Fraksi yang mengandung senyawa-senyawa 4/23/12 dengan titik didih tinggi akan terkondensasi di bagian bawah menara distilasi.

Mekanisme Perengkahan

4/23/12

Selain itu kemungkinan juga terjadi peristiwa perengkahan atau pemutusan ikatan hidrokarbon tidak jenuh dari asam karboksilat oleh katalis alam bayah. Pemutusan pada ikatan hidrokarbon tak jenuh diawali oleh adanya serangan elektron oleh ikatan rangkap terhadap H+ atau asam Bronsted yang terdapat pada permukaan katalis. Akibat hal tersebut menyebabkan terbentuknya karbokation pada atom karbon
Click to edit Master subtitle style

ikatan rangkap yang kekurangan elektron, serangan tersebut juga mengakibatnya adanya ikatan antara hidrogen pada katalis dengan karbon ikatan rangkap.

4/23/12

Adanya

ikatan

pada

asam

Bronsted

akan

melemahkan ikatan antar karbon yang sebelumya merupakan ikatan rangkap. Hal ini disebabkan karena adanya perpindahan pasangan elektron menuju atom karbon yang kekurangan elektron. Perpindahan pasangan elektron tersebut akan memutus ikatan antar karbon, dan akan membentuk senyawa alkena baru dengan rantai yang lebih pendek disertai dengan pembentukan karbokation baru.
4/23/12

Muatan positif pada karbokation baru akan menstabilkan diri dengan jalan perpindahan ion hidrida internal, sehingga memindahkan muatan positif menuju antara kedua atom karbon, oleh karena itu muatan positif akan lebih terstabilkan dengan adanya pemencaran elektron oleh kedua atom karbon. Karbokation tersebut akan menuju pada keadaan yang lebih stabil dengan melepaskan ion H+, sehingga akan terbentuk senyawa alkena baru. Ion H+ yang telah terlepas dari hidrokarbon akan diikat kembali oleh katalis sebagai asam Bronsted yang membentuk keadaan awal karena pada dasarnya katalis tidak terkonsumsi dan fungsi katalis hanya sebagai pemercepat laju reaksi dengan menurunkan energi aktivasi pada reaksi perengkahan. 4/23/12

Mengapa katalis direduce menjadi 100 mesh ? Jawab : Ukuran pori-pori pada zeolit sangat berpengaruh terhadap proses difusi ke dalam zeolit, semakin besar poros yang dimiliki oleh zeolit, maka proses difusi dapat berlangsung dengan baik. Luas permukaan pun turut berpengaruh, yakni untuk memperbesar luas kontak reaktan dengan katalis. Semakin
4/23/12

besar

ukuran

mesh,

maka

luas