Anda di halaman 1dari 42

[DOA] mOhOn dijadikan hamba yang beRsyukuR..

Doa Mohon Dijadikan Hamba yang Bersyukur

‫ي َوأَنْ أَ ْع َملَ صَالِحًا‬


ّ َ‫ب َأوْزِعْنِي أَ ْن َأشْ ُك َر ِنعْمََتكَ الّتِي َأْنعَمْتَ عَ َل ّي وَعَلَى وَالِد‬
ّ ‫َر‬
َ‫َترْضَاهُ َوَأدْخِلْنِي ِب َرحْمَِتكَ فِي عِبَادِ َك الصّالِحِي‬
“..Rabbi aw zi’niy an asykura ni’matakallatiy an’amta ‘alayya wa’alaa
waalidayya wa an a’mala shaalihan tardhaahu wa adkhilniy
birahmatika fiy ‘ibadikashshaalihiin..”

"Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah
Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk
mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan
rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh". (Q.S. An-Naml :
19)

‫َربّ َأوْزِعْنِي أَ ْن أَ ْش ُكرَ ِنعْمََتكَ الّتِي أَْنعَمْتَ عَ َليّ وَعَلَى وَاِلدَيّ َوأَ ْن أَعْ َملَ صَالِحًا‬
َ‫ت ِإلَ ْيكَ َوِإنّي ِمنَ الْ ُمسْلِ ِمي‬
ُ ْ‫ح لِي فِي ذُ ّريّتِي ِإنّي تُب‬
ْ ِ‫َترْضَاهُ َوأَصْل‬
“..Rabbi aw zi’niy an asykura ni’matakallatiy an’amta ‘alayya wa’alaa
waalidayya wa an a’mala shaalihan tardhaahu wa ashlihliy fii
dzurriyyatiy inniy tubtu ilayka wa inniy minal muslimiin..”

"Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni`mat Engkau yang telah
Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat
berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku
dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat
kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah
diri". (Q.S. Al-Ahqaf : 15)

Firman Allah SWT:


“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan
bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.” (QS.
Al-Baqarah, 2 : 152)

“Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang
Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar
kepada-Nya kamu menyembah.” (QS. Al-Baqarah, 2 : 172)

“Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai
ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala
dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa
menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu.
Dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” (QS. Ali
‘Imran, 3 : 145)

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu


bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu

http://orido.wordpress.com 1
[DOA] mOhOn dijadikan hamba yang beRsyukuR..

mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (QS.


Ibrahim, 14 : 7)

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat
menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi
Maha Penyayang.” (QS. an-Nahl, 16: 18).

“Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk


(kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya
Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia”. (QS. An-Naml, 27 : 40)

“Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu
beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-
Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya.” (QS. Al-Qashash,
28 : 73)

“Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan
rezki kepadamu; maka mintalah rezki itu di sisi Allah, dan sembahlah Dia dan
bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada- Nyalah kamu akan dikembalikan.” (QS.
Al-‘Ankabuut, 29 : 17)

Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu:


"Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah),
maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang
tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji." (Q.s.
Luqman, 31 : 12)

Fabiayyi aalaa rabbikumaa tukadzdzibaan?


Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
tiga puluh kali Allah SWT menyatakan hal ini dalam Al-Qur’an…

Hadis terkait:
Hadis riwayat Mughirah bin Syu`bah ra.:
Bahwa Nabi saw. mengerjakan salat sehingga kedua telapak kaki beliau
membengkak, lalu beliau ditanya: Apakah engkau masih membebankan dirimu
dengan beribadah seperti padahal Allah telah mengampuni dosamu yang
terdahulu dan yang akan datang? Kemudian beliau menjawab: Apakah aku tidak
ingin menjadi seorang hamba yang bersyukur

aRtikelteRkait:

• [DOA] tatkala mengalami kesedihan


• [HOTD] susah & sabaR
• [HOTD] beRinfak
• [HOTD] bencana
• [HOTD] Rizki daRi aRah tak teRkira
• [HOTD] musibah dan dOsa
• alhamdulillah

http://orido.wordpress.com 2
[DOA] mOhOn dijadikan hamba yang beRsyukuR..

Link:
[Allah menambahkan nikmatnya kepada ORang yang bersyukuR]
http://remaja4istiqomah.wordpress.com/bersyukur-kepada-allah/
[kedahsyatan bersyukuR]
http://www.amarullahfatimah.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=1
&artid=126
[tiga cara bersyukur]
http://www.kebunhikmah.com/article-detail.php?artid=164
[menjadi pRibadi yang beRsyukuR]
http://dhika.cikul.or.id/2008/03/12/menjadi-pribadi-yang-bersyukur/
[nikmat kaRena beRsyukuR]
http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Opini&id=33278
[amal shalih membantu mendatangkan keberkahan]
http://www.almanhaj.or.id/content/2415/slash/0
[Syukur]
http://d1ah.com/syukur/
[antaRa si kaya yang beRsyukuR dan si fakiR yang beRsabaR]
http://www.ahlussunnah-jakarta.com/artikel_detil.php?id=143
[maRi belajaR beRsyukuR]
http://www.hudzaifah.org/Article136.phtml
[isteRi haRus banyak beRsyukuR dan tidak banyak menuntut]
http://www.almanhaj.or.id/content/2319/slash/0
[syukur, kegembiraan, rendah hati, kemurahan dan kedermawanan]
http://www.almanhaj.or.id/content/2211/slash/0
[cara membuat kita mengerti bersyukur]
http://baiturrahmanvni.wordpress.com/2007/11/30/cara-membuat-kita-mengerti-
bersyukur/
[bersyukur sepanjang waktu]
http://www.eramuslim.com/atk/oim/7b03002316-bersyukur-sepanjang-waktu.htm

http://remaja4istiqomah.wordpress.com/bersyukur-kepada-allah/

Bersyukur Kepada Allah


ALLAH MENAMBAHKAN NIKMATNYA KEPADA ORANG YANG BERSYUKUR

Setiap orang sangat memerlukan Allah dalam setiap gerak kehidupannya. Dari
udara untuk bernafas hingga makanan yang ia makan, dari kemampuannya
untuk menggunakan tangannya hingga kemampuan berbicara, dari perasaan
aman hingga perasaan bahagia, seseorang benar-benar sangat memerlukan apa
yang telah diciptakan oleh Allah dan apa yang dikaruniakan kepadanya. Akan
tetapi kebanyakan orang tidak menyadari kelemahan mereka dan tidak
menyadari bahwa mereka sangat memerlukan Allah. Mereka menganggap
bahwa segala sesuatunya terjadi dengan sendirinya atau mereka menganggap

http://orido.wordpress.com 3
[DOA] mOhOn dijadikan hamba yang beRsyukuR..

bahwa segala sesuatu yang mereka peroleh adalah karena hasil jerih payah
mereka sendiri. Anggapan ini merupakan kesalahan yang sangat fatal dan
benar-benar tidak mensyukuri nikmat Allah. Anehnya, orang-orang yang telah
menyatakan rasa terima kasihnya kepada seseorang karena telah memberi
sesuatu yang remeh kepadanya, mereka menghabiskan hidupnya dengan
mengabaikan nikmat Allah yang tidak terhitung banyaknya di sepanjang
hidupnya. Bagaimanapun, nikmat yang diberikan Allah kepada seseorang
sangatlah besar sehingga tak seorang pun yang dapat menghitungnya. Allah
menceritakan kenyataan ini dalam sebuah ayat sebagai berikut:

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat
menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi
Maha Penyayang.” (Q.s. an-Nahl: 18).

Meskipun kenyataannya demikian, kebanyakan manusia tidak mampu


mensyukuri kenikmatan yang telah mereka terima. Adapun penyebabnya
diceritakan dalam al-Qur’an: Setan, yang berjanji akan menyesatkan manusia
dari jalan Allah, berkata bahwa tujuan utamanya adalah untuk menjadikan
manusia tidak bersyukur kepada Allah. Pernyataan setan yang mendurhakai
Allah ini menegaskan pentingnya bersyukur kepada Allah:

“Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang
mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati
kebanyakan mereka bersyukur. Allah berfirman, ‘Keluarlah kamu dari surga itu
sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka
mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahanam dengan kamu
semuanya’.” (Q.s. al-A’raf: 17-8).

Dalam pada itu, orang-orang yang beriman karena menyadari kelemahan


mereka, di hadapan Allah mereka memanjatkan syukur dengan rendah diri atas
setiap nikmat yang diterima. Bukan hanya kekayaan dan harta benda yang
disyukuri oleh orang-orang yang beriman. Karena orang-orang yang beriman
mengetahui bahwa Allah adalah Pemilik segala sesuatu, mereka juga bersyukur
atas kesehatan, keindahan, ilmu, hikmah, kepahaman, wawasan, dan kekuatan
yang dikaruniakan kepada mereka, dan mereka mencintai keimanan dan
membenci kekufuran. Mereka bersyukur karena telah dibimbing dalam
kebenaran dan dimasukkan dalam golongan orang-orang beriman. Pemandangan
yang indah, urusan yang mudah, keinginan yang tercapai, berita-berita yang
menggembirakan, perbuatan yang terpuji, dan nikmat-nikmat lainnya, semua
ini menjadikan orang-orang beriman berpaling kepada Allah, bersyukur kepada-
Nya yang telah menunjukkan rahmat dan kasih sayang-Nya.

Sebagai balasan atas kesyukurannya, sebuah pahala menunggu orang-orang


yang beriman. Ini merupakan rahasia lain yang dinyatakan dalam al-Qur’an;
Allah menambah nikmat-Nya kepada orang-orang yang bersyukur. Misalnya,
bahkan Allah memberikan kesehatan dan kekuatan yang lebih banyak lagi

http://orido.wordpress.com 4
[DOA] mOhOn dijadikan hamba yang beRsyukuR..

kepada orang-orang yang bersyukur kepada Allah atas kesehatan dan kekuatan
yang mereka miliki. Bahkan Allah mengaruniakan ilmu dan kekayaan yang lebih
banyak kepada orang-orang yang mensyukuri ilmu dan kekayaan tersebut. Hal
ini karena mereka adalah orang-orang yang ikhlas yang merasa puas dengan apa
yang diberikan Allah dan mereka ridha dengan karunia tersebut, dan mereka
menjadikan Allah sebagai pelindung mereka. Allah menceritakan rahasia ini
dalam al-Qur’an sebagai berikut:

“Dan ketika Tuhanmu memaklumkan: ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur,


pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari
(nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih’.” (Q.s. Ibrahim: 7)

Mensyukuri nikmat juga menunjukkan tanda kedekatan dan kecintaan


seseorang kepada Allah. Orang-orang yang bersyukur memiliki kesadaran dan
kemampuan untuk melihat keindahan dan kenikmatan yang dikaruniakan Allah.
Rasulullah saw. juga menyebutkan masalah ini, beliau saw. bersabda:

“Jika Allah memberikan harta kepadamu, maka akan tampak kegembiraan


pada dirimu dengan nikmat dan karunia Allah itu. (Ramuz el-Hadis, jilid 1,
hal. 22)

Dalam pada itu, seorang kafir atau orang yang tidak mensyukuri nikmat hanya
akan melihat cacat dan kekurangan, bahkan pada lingkungan yang sangat
indah, sehingga ia akan merasa tidak berbahagia dan tidak puas, maka Allah
menjadikan orang-orang seperti ini hanya menjumpai berbagai peristiwa dan
pemandangan yang tidak menyenangkan. Akan tetapi Allah menampakkan lebih
banyak nikmat dan karunia-Nya kepada orang-orang yang ikhlas dan memiliki
hati nurani.

Bahwa Allah menambah kenikmatan kepada orang-orang yang bersyukur, ini


juga merupakan salah satu rahasia dari al-Qur’an. Bagaimanapun harus kita
camkan dalam hati bahwa keikhlasan merupakan prasyarat agar dapat
mensyukuri nikmat. Jika seseorang menunjukkan rasa syukurnya tanpa
berpaling dengan ikhlas kepada Allah dan tanpa menghayati rahmat dan kasih
sayang Allah yang tiada batas, tetapi rasa syukurnya itu hanya untuk menarik
perhatian orang, tentu saja ini merupakan ketidakikhlasan yang parah. Allah
mengetahui apa yang tersimpan dalam hati dan mengetahui ketidakikhlasannya
tersebut. Orang-orang yang memiliki niat yang tidak ikhlas bisa saja
menyembunyikan apa yang tersimpan dalam hati dari orang lain. Tetapi ia tidak
dapat menyembunyikannya dari Allah. Orang-orang seperti itu bisa saja
mensyukuri nikmat ketika tidak menghadapi penderitaan. Tetapi pada saat-saat
berada dalam kesulitan, mungkin mereka akan mengingkari nikmat.

Perlu diperhatikan, bahwa orang-orang mukmin sejati tetap bersyukur kepada


Allah sekalipun mereka berada dalam keadaan yang sangat sulit. Seseorang
yang melihat dari luar mungkin melihat berkurangnya nikmat pada diri orang-

http://orido.wordpress.com 5
[DOA] mOhOn dijadikan hamba yang beRsyukuR..

orang yang beriman. Padahal, orang-orang beriman yang mampu melihat sisi-
sisi kebaikan dalam setiap peristiwa dan keadaan juga mampu melihat kebaikan
dalam penderitaan tersebut. Misalnya, Allah menyatakan bahwa Dia akan
menguji manusia dengan rasa takut, lapar, kehilangan harta dan jiwa. Dalam
keadaan seperti itu, orang-orang beriman tetap bergembira dan merasa
bersyukur, mereka berharap bahwa Allah akan memberi pahala kepada mereka
berupa surga sebagai pahala atas sikap mereka yang tetap istiqamah dalam
menghadapi ujian tersebut. Mereka mengetahui bahwa Allah tidak akan
membebani seseorang melainkan sesuai dengan kekuatannya. Sikap istiqamah
dan tawakal yang mereka jalani dalam menghadapi penderitaan tersebut akan
membuahkan sifat sabar dan syukur dalam diri mereka. Dengan demikian, ciri-
ciri orang yang beriman adalah tetap menunjukkan ketaatan dan bertawakal
kepada-Nya, dan Allah berjanji akan menambah nikmat kepada hamba-hamba-
Nya yang mensyukuri nikmat-Nya, baik di dunia ini maupun di akhirat kelak.

http://www.amarullahfatimah.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=1&a
rtid=126

KEDAHSYATAN BERSYUKUR
Oleh Ian Rialdi
Kamis, 21 Februari 2008 00:15:05

Keluarga AF, mari kita perhatikan dan renungkan ayat-ayat berikut ini:

..Sesungguhnya Allah mempunyai karunia terhadap manusia tetapi kebanyakan


manusia tidak bersyukur (QS Al Baqoroh:243)

Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami
adakan bagimu di muka bumi itu (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu
bersyukur.(QS Al A'raaf:10)

Dari ayat itu dijelaskan, memang kebanyakan manusia itu tidak bersyukur,
padahal Alloh sudah memberikan karunia, kenikmatan dan kefadholan yang
sangat banyak kepada manusia.

Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat
menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi
Maha Penyayang. (Q.s. an-Nahl: 18)

Ada cerita tentang bagaimana seseorang memiliki sebuah trik agar selalu bisa
bersyukur. Saya cukup terkesan dengan caranya yang unik, yaitu dengan cara
mengantongi sebuah batu di saku celananya.
Keliatannya cara itu cukup simple dan aneh, tapi cukup bermanfaat bagi si
empunya batu, ketika dia memegang batu itu, maka dia jadi teringat untuk

http://orido.wordpress.com 6
[DOA] mOhOn dijadikan hamba yang beRsyukuR..

mengucapkan kalimat syukur.

Dari cerita tentang batu reminder syukur diatas, Saya jadi ingat sebuah
nasehat, bahwa kita supaya selalu mencari jalannya bersyukur.
Jalan syukur cukup banyak, ketika kita berada di perempatan jalan melihat
orang yang menjadi pengemis, maka kitapun menjadi tersadar bahwa
keberadaan kita lebih baik dari mereka, maka mulut dan hati kita pun
mengucapkan kalimat syukur Alhamdulillah...Ya Alloh, engkau karuniai aku
dengan nikmat rizki yang cukup dan barokah!

Waktu menengok sahabat di rumah sakit, kita bisa menyaksikan orang-orang


yang sedang kehilangan nikmat sehatnya, terbaring di ranjang rumah
sakit,terapi obat-obatan, belum lagi dengan biaya rumah sakit yang tinggi,
tentunya mulut dan hati kitapun akan terucap kalimat Alhamdulillah..Ya Alloh,
engkau beri aku nikmat sehat !

Salah satu Kedahsyatan kalimat syukur bisa kita lihat di hasil penelitian Dr.
Masaru Emoto, seorang ilmuwan jepang, dimana ketika sebuah air di beri
ucapan kalimat syukur, terima kasih, maka molekul airnya membentuk sebuah
kristal-kristal yang indah dan mempesona..padahal tubuh manusia 75% terdiri
dari air, Otak 74,5% air, Darah 82% air, Tulang yang keras pun mengandung 22%
air. Betapa dahsyatnya tubuh manusia ketika setiap detiknya, menitnya dan
jamnya selalu dihiasi dengan kalimat syukur Alhamdulilah...?

Bersyukur merupakan salah satu kunci utama untuk sukses. J.R.Murphy, penulis
buku Your Infinite power to be rich mengatakan: seluruh proses menuju
kekayaan mental, material dan spiritual dapat diringkas dalam satu kata:
Syukur!

Erbe Sentanu, penulis buku Quantum Ikhlas mengatakan: kalau anda ingin
sukses, maka bersyukurlah lebih keras!

Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat)


kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-
Ku sangat pedih.(QS. Ibrahim:7)

Rosululloh SAW telah memberi contoh tentang bersyukur, seperti dalam Hadis
riwayat Aisyah ra., ia berkata:

Jika Rasulullah saw. melaksanakan salat, beliau berdiri (lama sekali) sampai
kedua kaki (telapak) beliau pecah-pecah. Aisyah ra. bertanya:
Wahai Rasulullah, kenapa engkau berbuat seperti ini padahal dosamu yang
terdahulu dan yang akan datang telah diampuni? Lalu beliau
menjawab: Wahai Aisyah, apakah aku tidak ingin menjadi seorang hamba yang
bersyukur (HR Muslim)

http://orido.wordpress.com 7
[DOA] mOhOn dijadikan hamba yang beRsyukuR..

Ada satu lagi resep dari Rasulullah agar kita bisa bersyukur dengan nikmat yang
Alloh berikan yaitu : Selalu melihat orang yang dibawah kita dan jangan
melihat yang diatas kita, karena dengan meihat mereka yang taraf hidupnya
dibawah kita, otomatis kita akan teringat dengan apa yang sudah kita miliki,
sedangkan bila melihat yang taraf hidupnya diatas kita, maka kita akan selalu
membayangkan apa yang belum kita miliki , walhasil kita akan hidup terus
dalam angan-angan dan lamunan yang tidak jelas batas akhirnya, ingat
mendingan kita makan singkong tapi beneran daripada makan roti tapi mimpi,
betulkan?

Akhirnya dengan bersyukur hidup bisa lebih tenang, tidur lebih nyenyak, tidak
ngoyo kata orang jawa, tidak memaksakan kehendak, selalu mengukur
kemampuan dengan kemauan, terkadang kita membeli sesuatu barang tidak
mengukur apakah itu suatu kebutuhan atau kemauan kita saja. Akhirnya banyak
orang sakit jantung, darah tinggi, asam urat dan lain-lain karena stress
memikirkan cicilan kartu kredit atau pinjaman bank dengan bunga yang
membengkak karena terlambat dibayar, ya karena itu tadi, membeli barang
yang sebenarnya belum dibutuhkannya, atau diluar kesanggupan untuk
membeli, tapi memaksakan demi gengsi yang harus dijaga, kalau sudah begitu
tidurpun tidak bisa nyenyak lagi, dan semua barang atau harta tadi tidak dapat
lagi memberi kenikmatan,malah memberikan kesengsaraan.

Maka marilah kita biasakan untuk selalu mensyukuri nikmat-nikmat Alloh SWT
yang telah diberikan kepada kita semua.

Keluarga AF, semoga bermanfaat dan barokah

IAN RIALDI

http://www.kebunhikmah.com/article-detail.php?artid=164

Tiga Cara Bersyukur


Minggu, 26 Agustus 2007 @ 06:19:33

'Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan
jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.''
(QS Alnahl [16]: 18).

Bersyukur merupakan salah satu kewajiban setiap orang kepada Allah. Begitu wajibnya
bersyukur, Nabi Muhammad yang jelas-jelas dijamin masuk surga, masih
menyempatkan diri bersyukur kepada Allah. Dalam sebuah hadis disebutkan, Nabi
selalu menunaikan shalat tahajud, memohon maghfirah dan bermunajat kepada-Nya.
Seusai shalat, Nabi berdoa kepada Allah hingga shalat Subuh.

http://orido.wordpress.com 8
[DOA] mOhOn dijadikan hamba yang beRsyukuR..

Bersyukur merupakan salah satu ibadah mulia kepada Allah yang mudah dilaksanakan,
tidak banyak memerlukan tenaga dan pikiran. Bersyukur atas nikmat Allah berarti
berterima kasih kepada Allah karena kemurahan-Nya. Dengan kata lain, bersyukur
berarti mengingat Allah yang Mahakaya, Maha Pengasih, Maha Penyayang, dan Maha
Penyantun.

Para ulama mengemukakan tiga cara bersyukur kepada Allah. Pertama, bersyukur
dengan hati nurani. Kata hati alias nurani selalu benar dan jujur. Untuk itu, orang yang
bersyukur dengan hati nuraninya sebenarnya tidak akan pernah mengingkari banyaknya
nikmat Allah. Dengan detak hati yang paling dalam, kita sebenarnya mampu menyadari
seluruh nikmat yang kita peroleh setiap detik hidup kita tidak lain berasal dari Allah.
Hanya Allahlah yang mampu menganugerahkan nikmat-Nya.

Kedua, bersyukur dengan ucapan. Lidahlah yang biasa melafalkan kata-kata. Ungkapan
yang paling baik untuk menyatakan syukur kita kepada Allah adalah hamdalah. Dalam
sebuah hadis, Rasulullah bersabda, ''Barangsiapa mengucapkan subhana Allah, maka
baginya 10 kebaikan. Barangsiapa membaca la ilaha illa Allah, maka baginya 20
kebaikan. Dan, barangsiapa membaca alhamdu li Allah, maka baginya 30 kebaikan.''

Ketiga, bersyukur dengan perbuatan, yang biasanya dilakukan anggota tubuh. Tubuh
yang diberikan Allah kepada manusia sebaiknya dipergunakan untuk hal-hal yang
positif. Menurut Imam al-Ghazali, ada tujuh anggota tubuh yang harus dimaksimalkan
untuk bersyukur. Antara lain, mata, telinga, lidah, tangan, perut, kemaluan, dan kaki.
Seluruh anggota ini diciptakan Allah sebagai nikmat-Nya untuk kita. Lidah, misalnya,
hanya untuk mengeluarkan kata-kata yang baik, berzikir, dan mengungkapkan nikmat
yang kita rasakan. Allah berfirman, ''Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah kamu
menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur).'' (QS Aldhuha [93]: 11).

(Idris Thaha , Hikmah, Republika)

http://dhika.cikul.or.id/2008/03/12/menjadi-pribadi-yang-bersyukur/

Menjadi Pribadi yang Bersyukur

Source : dakwatuna.com
Oleh: Dr. Attabiq Luthfi, MA

“Mereka (Para Jin) bekerja untuk Sulaiman sesuai dengan apa yang
dikehendakinya, di antaranya (membuat) gedung-gedung yang tinggi, patung-
patung, piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk-periuk yang
tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah wahai keluarga Daud untuk
bersyukur kepada Allah. Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang
bersyukur”. (Saba’:13)

http://orido.wordpress.com 9
[DOA] mOhOn dijadikan hamba yang beRsyukuR..

Ayat ini mengabadikan anugerah nikmat yang tiada terhingga kepada keluarga
nabi Daud as sebagai perkenan atas permohonan mereka melalui lisan nabi
Sulaiman as yang tertuang dalam surah Shaad: 35, “Ia berkata, “Ya Tuhanku,
ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh
seorang juapun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi”.
Betapa nikmat yang begitu banyak ini menuntut sikap syukur yang totalitas
yang dijabarkan dalam bentuk amal nyata sehari-hari.

Tampilnya keluarga Daud sebagai teladan dalam konteks bersyukur dalam ayat
ini memang sangat tepat, karena dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh
Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah saw bersabda:

“Shalat yang paling dicintai oleh Allah adalah shalat nabi Daud; ia tidur
setengah malam, kemudian bangun sepertiganya dan tidur seperenam malam.
Puasa yang paling dicintai oleh Allah juga adalah puasa Daud; ia puasa sehari,
kemudian ia berbuka di hari berikutnya, dan begitu seterusnya”.

Bahkan dalam riwayat Ibnu Abi Hatim dari Tsabit Al-Bunani dijelaskan
bagaimana nabi Daud membagi waktu shalat kepada istri, anak dan seluruh
keluarganya sehingga tidak ada sedikit waktupun, baik siang maupun malam,
kecuali ada salah seorang dari mereka sedang menjalankan shalat. Dalam
riwayat lain yang dinyatakan oleh Al-Fudhail bin Iyadh bahwa nabi Daud pernah
mengadu kepada Allah ketika ayat ini turun. Ia bertanya: “Bagaimana aku
mampu bersyukur kepada Engkau, sedangkan bersyukur itupun nikmat dari
Engkau? Allah berfirman, “Sekarang engkau telah bersyukur kepadaKu, karena
engkau mengakui nikmat itu berasal daripada-Ku”.

Keteladanan nabi Daud yang disebut sebagai objek perintah dalam ayat
perintah bersyukur di atas, ternyata diabadikan juga dalam beberapa hadits
yang menyebut tentang keutamaan bekerja. Dalam hadits yang diriwayatkan
oleh Imam Bukhari, Rasulullah saw bersabda, “Tidaklah seseorang itu makan
makanan lebih baik dari hasil kerja tangannya sendiri. Karena sesungguhnya
nabi Daud as senantiasa makan dari hasil kerja tangannya sendiri.”

Bekerja yang dilakukan oleh nabi Daud tentunya bukan atas dasar tuntutan
atau desakan kebutuhan hidup, karena ia seorang raja yang sudah tercukupi
kebutuhannya, namun ia memilih sesuatu yang utama sebagai perwujudan rasa
syukurnya yang tiada terhingga kepada Allah swt.

Secara redaksional, yang menarik karena berbeda dengan ayat-ayat yang


lainnya adalah bahwa perintah bersyukur dalam ayat ini tidak dengan perintah
langsung “Bersyukurlah kepada Allah”, tetapi disertai dengan petunjuk Allah
dalam mensyukuri-Nya, yaitu “Bekerjalah untuk bersyukur kepada Allah”.
Padahal dalam beberapa ayat yang lain, perintah bersyukur itu langsung Allah
sebutkan dengan redaksi fi’il Amr, seperti dalam firman Allah yang bermaksud,
“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan

http://orido.wordpress.com 10
[DOA] mOhOn dijadikan hamba yang beRsyukuR..

bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)Ku”. (Al-


Baqarah: 152), juga dalam surah Az-Zumar: 66, “Karena itu, maka hendaklah
Allah saja kamu sembah dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang
bersyukur”.

Redaksi seperti dalam ayat di atas menunjukkan bahwa esensi syukur ada pada
perbuatan dan tindakan nyata sehari-hari. Dalam hal ini, Ibnul Qayyim
merumuskan tiga faktor yang harus ada dalam konteks syukur yang sungguh-
sungguh, yaitu dengan lisan dalam bentuk pengakuan dan pujian, dengan hati
dalam bentuk kesaksian dan kecintaan, serta dengan seluruh anggota tubuh
dalam bentuk amal perbuatan.

Sehingga bentuk implementasi dari rasa syukur bisa beragam; shalat seseorang
merupakan bukti syukurnya, puasa dan zakat seseorang juga bukti akan
syukurnya, segala kebaikan yang dilakukan karena Allah adalah implementasi
syukur. Intinya, syukur adalah takwa kepada Allah dan amal shaleh seperti yang
disimpulkan oleh Muhammad bin Ka’ab Al-Quradhi.

Az-Zamakhsyari memberikan penafsirannya atas petikan ayat, “Bekerjalah


wahai keluarga Daud untuk bersyukur kepada Allah” bahwa ayat ini
memerintahkan untuk senantiasa bekerja dan mengabdi kepada Allah swt
dengan semangat motifasi mensyukuri atas segala karunia nikmat-Nya. Ayat ini
juga menjadi argumentasi yang kuat bahwa ibadah hendaklah dijalankan dalam
rangka mensyukuri Allah swt.

Makna inilah yang difahami oleh Rasulullah saw ketika Aisyah mendapati beliau
senantiasa melaksanakan shalat malam tanpa henti, bahkan seakan-akan
memaksa diri hingga kakinya bengkak-bengkak. Saat ditanya oleh Aisyah,
“Kenapa engkau berbuat seperti ini? Bukankah Allah telah menjamin untuk
mengampuni segala dosa-dosamu?” Rasulullah menjawab, “Tidakkah (jika
demikian) aku menjadi hamba Allah yang bersyukur”. (HR. Al-Bukhari).

Pemahaman Rasulullah saw akan perintah bersyukur yang tersebut dalam ayat
ini disampaikan kepada sahabat Mu’adz bin Jabal ra dalam bentuk pesannya
setiap selesai sholat, “Hai Muaz, sungguh aku sangat mencintaimu. Janganlah
engkau tinggalkan setiap selesai sholat untuk membaca do’a, “Ya Allah,
tolonglah aku untuk senantiasa berzikir (mengingatiMu), mensyukuri (segala
nikmat)Mu, dan beribadah dengan baik”. (HR. Abu Daud dan Nasa’i).

Dalam pandangan Sayid Qutb, penutup ayat di atas “Dan sedikit sekali dari
hamba-hamba-Ku yang bersyukur” merupakan sebuah pernyataan akan
kelalaian hamba Allah swt dalam mensyukuri nikmat-Nya, meskipun mereka
berusaha dengan semaksimal mungkin, tetapi tetap saja mereka tidak akan
mampu menandingi nikmat Allah swt yang dikaruniakan terhadap mereka yang
tidak terbilang. Sehingga sangat ironis dan merupakan peringatan bagi mereka
yang tidak mensyukurinya sama sekali. Dalam hal ini, Umar bin Khattab ra

http://orido.wordpress.com 11
[DOA] mOhOn dijadikan hamba yang beRsyukuR..

pernah mendengar seseorang berdo’a, “Ya Allah, jadikanlah aku termasuk


golongan yang sedikit”. Mendengar itu, Umar terkejut dan bertanya, “Kenapa
engkau berdoa demikian?” Sahabat itu menjawab, “Karena saya mendengar
Allah berfirman, “Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang bersyukur”,
makanya aku memohon agar aku termasuk yang sedikit tersebut.

Ciri lain seorang hamba yang bersyukur secara korelatif dapat ditemukan dalam
ayat setelahnya bahwa ia senantiasa memandang segala jenis nikmat yang
terbentang di alam semesta ini sebagai bahan perenungan akan kekuasaan Allah
swt yang tidak terhingga, sehingga hal ini akan menambah rasa syukurnya
kepada Dzat Yang Maha Kuasa. Allah swt berfirman diantaranya, “Sesungguhnya
pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah
bagi setiap orang yang sabar lagi bersyukur”. (Saba’:19). Ayat yang senada
dengan redaksi yang sama diulang pada tiga tempat, yaitu surah Ibrahim: 5,
Luqman: 31, dan surah Asy-Syura’: 33.

Memang komitmen dengan akhlaqul Qur’an, di antaranya bersyukur merupakan


satu tuntutan sekaligus kebutuhan di tengah banyaknya cobaan yang menerpa
bangsa ini dalam beragam bentuknya. Jika segala karunia Allah swt yang
terbentang luas dimanfaatkan dengan baik untuk kebaikan bersama dengan
senantiasa mengacu kepada aturan Allah swt, Sang Pemilik Tunggal, maka tidak
mustahil, Allah swt akan menurunkan rahmat dan kebaikanNya untuk bangsa ini
dan menjauhkannya dari malapetaka, karena demikianlah balasan yang
tertinggi yang disediakan oleh Allah swt bagi komunitas dan umat yang
senantiasa mampu mensyukuri segala bentuk nikmat Allah swt:

“Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? Dan
Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui”. (An-Nisa’:147) Allahu
A’lam.

March 12th 2008 Posted to Islam, life

http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Opini&id=33278

Jumat, 18 Juli 2003


Nikmat Karena Bersyukur
Uti Konsen.U.M.

Ketika sedang tawaf, khalifah Umar bin Khattab RA., mendengar doa aneh yang
dimohonkan seorang lelaki. Bunyinya : "Allahummaj'alni minal qalil ( Ya Allah,
masukkan aku ke dalam golongan yang sedikit ) Usai tawaf, Umar menghampiri
lelaki itu dan bertanya apa maksudnya. "Apakah anda tidak membaca firman
Allah dalam surah As-Saba 13 yang artinya, ' Dan sedikit sekali dari hamba
hamba-Ku yang bersyukur'", ujar lelaki itu polos. Umar terpesona
mendengarnya dan mengangguk membenarkan jawabannya.

http://orido.wordpress.com 12
[DOA] mOhOn dijadikan hamba yang beRsyukuR..

Dalam keseharian kita, orang yang bersyukur itu termasuk golongan "VIP"
jumlahnya amat sedikit, atau laksana barang antik, mahal harganya karena
susah di dapat. Bayangkan, tidak ada seorangpun yang dapat menandingi
ibadah Rasullulah SAW baik kualitas maupun kuantitasnya. Selain itu beliau
sudah dijamin Allah, pasti masuk sorga. Tapi untuk solat sunat tahajjut saja,
pernah kedua betisnya sampai bengkak saking lamanya berdiri. Siti Aisyah
sebagai isteri beliau merasa kasihan melihatnya. Ketika ditanya Rasullulah SAW
menjawab " Aku belum menjadi hamba yang bersyukur."

Lazimnya apabila mendapat nikmat berupa rezeki yang tidak diduga duga, lulus
ujian, pangkat naik, dapat jabatan empuk, memenangkan tender, dan hal hal
lain yang menggembirakan orang mengucapkan "Alhamdulillah" kemudian sujud
syukur. Itu sudah bagus. Tapi agaknya masih belum umum dilakukan orang,
aktualisasi dari rasa syukur itu, misalnya dengan melaksanakan sepotong ayat "
Dan terhadap nikmat Allah itu hendaknya engkau sebar luaskan" ( Ad Dhuha
11 ). Maknanya nikmat yang diperolehnya, ikut juga dirasakan oleh orang lain,
berupa zakat atau infak, sedekah. Kemudian ibadah ritualnya menjadi lebih
meningkat, misalnya dengan melaksanakan salat Dhuha, membaca Al-Quran dan
salat tahajjut.

Resep hidup bahagia di dunia sederhana sekali kedengarannya, seperti


digambarkan nabi SAW " Bila engkau bangun pagi, sehat badanmu, dan ada yang
dimakan buat hari itu seolah olah dunia ini engkau yang punya". Masya Allah.

Kunci pembuka nikmat bahagia itu kilah K.H. Abdullah Gymnastiar, ialah
bernama Syukur. Maknanya siapapun yang tidak tahu cara mensyukuri nikmat
dengan benar, maka tipislah harapan dapat menikmati hidup ini dengan benar.
Orang yang bersyukur itu tidak pernah berandai andai seperti dalam lagu Swami
" Seandainya aku dimobil itu, tentu tidak di bis ini. Seandainya aku jadi
direktur, tentu tidak jadi penganggur. Kalau saya dapat lotere tentu tidak jadi
kere. ". Pantaslah kalau dai kondang muda, pemimpin salah satu majelis zikir di
Depok Jakarta, Drs. H. m. Arifin Ilaham yang baru baru ini berkunjung ke
pontianak berkata " Hidup adalah sorga kalau orang mampu bersyukur.".

Alkisah, ada seorang tuan tanah kaya di Jakarta. Ia selalu merasa gelisah lebih
lebih kalau melihat ada lokasi tanah yang bagus tapi belum dapat dimilikinya.
Satu waktu ia berjalah ke sebuah kampung dipinggiran Jakarta. Maksudnya ya
itu tadi, untuk mencari lokasi tanah baru. Pada waktu zuhur dia sampai pada
pondok seseorang yang terletak di tepi sawah. Dilihatnya di dalam pondok itu
ada seorang laki laki duduk bersimpuh menghadap kiblat diatas tikar lusuh.
Orang itu mengangkat kedua tangannya membaca ; "Alhamdulillah,
alhamdulillah, alhamdulillah.". air matanya bercucuran membasahi pipinya.
Usai lelaki itu berdoa, tuan tanah itu duduk mengobrol dan bertanya
bagaimana ia sampai mengalami perasaan kepuasan batin seperti yang
dilihatnya. Terpancar dari wajahnya suatu kenikmatan batin yang mendalam.

http://orido.wordpress.com 13
[DOA] mOhOn dijadikan hamba yang beRsyukuR..

Laksana seorang ahli hikmah ia berucap polos. " Saya bersyukur ditakdirkan
Allah jadi manusia normal, tidak jadi hewan. Saya bersyukur, ditakdirkan
menjadi muslim, tidak jadi orang kafir. Saya bersyukur diberi iman, tidak fasik.
Saya bersyukur diberi otak sehingga bisa berfikir normal, dan dapat
menemukan ke Agungan Allah. Saya bersyukur sebab Allah tidak pernah lupa
memberi makan dan minum, sehingga tubuh bisa kuat bekerja dan beribadah
kepada-Nya. Saya bersyukur karena diberi-Nya pakaian, sehingga aurat
tertutup. Saya bersyukur sebab bisa mendengar, bisa berbicara sehingga dapat
membaca ayat ayat Allah......."

Demikian banyaknya ungkapan syukurnya sehingga membuat tuan tanah itu


tercengang, dalam dan lama sekali, seakan telah menemukan sesuatu yang
hilang.

Seusai berpamitan dan melangkah menuju rumahnya, pikirannya tidak bisa


lepas sekalipun dari pengalaman yang dialami. Bahkan ketika sampai dirumah,
seluruh waktunya terkuras untuk mengenang peristiwa yang dilihatnya tadi. "
Betapa beruntungnya orang yang sederhana tadi, walaupun memiliki harta
hanya ala kadarnya tetapi begitu bahagia menikmati dan mensyukuri nikmat
yang ada." Bisik sukmanya.

Benarlah penegasan Rasulullah SAW., "Sedikit harta, tetapi mampu kamu


syukuri lebih baik daripada banyak harta tetapi tidak mampu kamu syukuri" ( Al
Hadis ). Dan sejak awal Tuhan telah berfirman " Siapa yang bersyukur pasti
kami akan menambah nikmat kepadamu dan jika kamu mengingkari (nikmat-
Ku) maka sesungguhnya azabKu sangat pedih" ( Ibrahim 7)

Wallahualam...

http://www.almanhaj.or.id/content/2415/slash/0

Agar Rizki Mendapat Keberkahan : Amal Shalih


Membantu Mendatangkan Keberkahan
Rabu, 16 April 2008 10:57:03 WIB

AGAR RIZKI MENDAPAT KEBERKAHAN

Oleh

http://orido.wordpress.com 14
[DOA] mOhOn dijadikan hamba yang beRsyukuR..

Ustadz Muhammad Arifin Badri

AMAL SHALIH MEMBANTU MENDATANGKAN KEBERKAHAN


Setelah terpenuhi dua syarat diatas, keberkahan juga bisa diraih berkat
beberapa amal shalih yang nyata telah kita lakukan. Misalnya sebagai berikut.

Pertama : Mensyukuri Segala Nikmat

Tiada kenikmatan, apapun wujudnya yang dirasakan menusia, melainkan


datang dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Atas dasar itu, Allah Subhanahu wa
Ta’ala mewajibkan manusia untuk senantiasa bersyukur kepada-Nya. Dengan
cara senantiasa mengingat bahwasanya kenikmatan tersebut datang dari Allah
Subhanahu wa Ta’ala, diteruskan mengucapkan hamdalah, dan selanjutnya
menafkahkan sebagai kekayaannya di jalan-jalan yang diridhai Allah Subhanahu
wa Ta’ala. Seseorang yang telah mendapatkan taufik untuk bersyukur, ia akan
mendapatkan keberkahan dalam hidupnya, sehingga Allah akan senantiasa
melipatgandakan kenikmatan baginya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Dan ingatlah tatkala Rabbmu mengumandangkan : “Sesungguhnya jika kamu


bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu
mengingkari (nikmat-Ku) maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih” [Ibrahim :
7]

Pada ayat lain, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Dan barangsiapa yang bersyukur, maka sesungguhnya ia bersyukur demi


(kebaikan) dirinya sendiri” [An-Naml : 40]

Imam Al-Qurthubi rahimahullah berkata :”Manfaat bersyukur tidak akan


dirasakan, kecuali oleh pelakunya sendiri. Dengan itu, ia berhak mendapatkan
kesempurnaan dari nikmat yang telah ia dapatkan, dan nikmat tersebut akan
kekal dan bertambah. Sebagaimana syukur, juga berfungsi untuk mengikat
kenikmatan yang telah didapat serta menggapai kenikmatan yang belum
dicapai” [8]

Sebagai contoh nyata, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasaan Rabb) di tempat


kediaman mereka, yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri.
(Kepada mereka dikatakan) : “Makanlah olehmu dari rizki yang (dianugrahkan)
Rabbmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang
baik dan (Rabbmu) adalah Rabb Yang Maha Pengampun. Tetapi mereka

http://orido.wordpress.com 15
[DOA] mOhOn dijadikan hamba yang beRsyukuR..

berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami
ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon)
yang berbuah pahit, pohon atsel (cemara) dan pohon bidara” [Saba : 15-16]

Tatkala bangsa Saba’ masih dalam keadaan makmur dan tenteram, Allah
subhanahu wa Ta’ala hanya memerintahkan kepada mereka agar bersyukur. Ini
menunjukkan, dengan bersyukur, mereka dapat menjaga kenikmatan dari
bencana, dan mendatangkan kenikmatan lain yang belum pernah mereka
dapatkan.

Kedua : Membayar Zakat (Sedekah)

Zakat, baik zakat wajib maupun sunnah (sedekah), merupakan salah satu
amalan yang menjadi faktor yang dapat menyebabkan turunnya keberkahan.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah” [Al-Baqarah : 276]

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Tiada pagi hari, melainkan ada dua malaikat yang turun, kemudian salah
satunya berkata (berdo’a) : “Ya Allah, berilah pengganti bagi orang yang
berinfak”, sedangkan yang lain berdo’a :”Ya Allah, timpakanlah kepada orang
yang kikir (tidak berinfak) kehancuran” [Muttafaqun alaih]

Ketiga : Bekerja Mencari Rizki Dengan Hati Qona’ah, Tidak Dipenuhi Ambisi dan
Tidak Serakah

Sifat qona’ah dan lapang dada dengan pembagian Allah Subhanahu wa Ta’ala,
merupakan kekayaan yang tidak ada bandingannya. Dengan jiwa yang dipenuhi
dengan qona’ah, dan keridhaan dengan segala rizki yang Allah turunkan
untuknya, maka keberkahan akan datang kepadanya. Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda.

“Sesungguhnya Allah Yang Maha Luas Karunia-nya lagi Maha Tinggi, akan
menguji setiap hamba-Nya dengan rizki yang telah Ia berikan kepadanya.
Barangsiapa yang ridha dengan pembagian Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka
Allah akan memberkahi dan melapangkan rizki tersebut untuknya. Dan
barangsiapa yang tidak ridha (tidak puas), niscaya rizkinya tidak akan
diberkahi” [HR Ahmad dan dishahihkan oleh Al-Albani]

Al-Munawi rahimahullah menyebutkan : “Penyakit ini (yaitu tidak puas dengan


apa yang telah Allah Subhanahu wa Ta’ala karuniakan kepadanya, pent) banyak
dijumpai pada pemuja dunia. Hingga engkau temui salah seorang dari mereka
meremehkan rizki yang telah dikaruniakan untuknya ; merasa hartanya sedikit,
buruk, serta terpana dengan rizki orang lain dan menganggapnya lebih bagus

http://orido.wordpress.com 16
[DOA] mOhOn dijadikan hamba yang beRsyukuR..

dan banyak. Oleh karena itu, ia akan senantiasa membanting tulang untuk
menambah hartanya , sampai umurnya habis, kekuatannya sirna ; dan ia pun
menjadi tua renta (pikun) akibat dari ambisi yang digapainya dan rasa letih.
Dengan itu, ia telah menyiksa tubuhnya, menghitamkan lembaran amalannya
dengan berbagai dosa yang ia lakukan demi mendapatkan harta kekayaan.
Padahal, ia tidak akan memperoleh selain apa yang telah Allah Subhanahu wa
Ta’ala tentukan untuknya. Pada akhir hayatnya, ia meninggal dunia dalam
keadaan pailit. Dia tidak mensyukuri yang telah ia peroleh, dan ia juga tidak
berhasil menggapai apa yang ia inginkan” [9]

Oleh karena itu, Islam mengajarkan kepada umatnya agar senantiasa menjaga
kehormatan agama dan diri dalam setiap usaha yang ditempuhnya guna
mencari rizki. Sehingga, seorang muslim tidak akan menempuh, melainkan
jalan-jalan yang telah dihalalkan dan dengan telah menjaga kehormatan
dirinya.

Keempat : Bertaubat Dari Segala Perbuatan Dosa

Sebagaimana perbuatan dosa menjadi salah satu penyebab terhalangnya rizki


dari pelakunya, maka sebaliknya, taubat dan istighfar merupakan salah satu
faktor yang dapat mendatangkan rizki dan keberkahannya. Allah Subhanahu wa
Ta’ala menceritakan tentang Nabi Hud Alaihissallam bersama kaumnya.

“Dan (Hud berkata) : Hai kaumku, beristighfarlah kepada Rabbmu lalu


bertaubatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan atasmu hujan yang sangat
deras, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu dan janganlah
kamu berpaling dengan berbuta dosa” [Hud : 52]

Akibat kekufuran dan perbuatan dosa kaum ‘Ad –berdasarkan keterangan para
ulama tafsir- mereka ditimpa kekeringan dan kemandulan, sehingga tidak
seorang wanita pun yang bisa melahirkan anak. Keadaan ini berlangsung selama
beberapa tahun lamanya. Oleh karena itu, Nabi Hud Alaihissallam
memerintahkan mereka untuk bertaubat dan beristighfar. Sebab, dengan
taubat dan istighfar itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menurunkan hujan,
dan mengaruniai mereka anak keturunan. [10]

Kelima : Menyambung Tali Silaturahmi

Di antara amal shalih yang akan mendatangkan keberkahan dalam hidup, yaitu
menyambung tali silaturrahim. Ini merupakan upaya menjalin hubungan baik
dengan setiap orang yang akan terkait hubungan nasab dengan kita. Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Barangsiapa yang senang untuk dilapangkan (atau diberkahi) rizkinya, atau


ditunda (dipanjangkan) umurnya, maka hendaknya ia bersilaturrahim”
[Muttafaqun ‘alaih]

http://orido.wordpress.com 17
[DOA] mOhOn dijadikan hamba yang beRsyukuR..

Yang dimaksud dengan ditunda ajalnya, ialah umurnya diberkahi, diberi taufiq
untuk beramal shalih, mengisi waktunya dengan berbagai amalan yang berguna
bagi kehidupannya di akhirat, dan ia terjaga dari menyia-nyiakan waktunya
dalam hal yang tidak berguna. Atau menjadikan nama harumnya senantiasa
dikenang orang. Atau benar-benar umurnya ditambah oleh Allah Subhanahu wa
Ta’ala. [11]

Keenam : Mencari Rizki Dari Jalan Yang Halal.

Merupakan syarat mutlak bagi terwujudnya keberkahan harta, ialah


memperolehnya dengan jalan yang halal. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda.

“Janganlah kamu merasa bahwa rizkimu datangnya terlambat. Karena


sesunguhnya, tidaklah seorang hamba akan meninggal, hingga telah datang
kepadanya rizki terakhir (yang telah ditentukan) untuknya. Maka, tempuhlah
jalan yang baik dalam mencari rizki, yaitu dengan mengambil yang halal dan
meninggalkan yang haram” [HR Abdur-Razaq, Ibnu Hibbanm dan Al-Hakim]

Salah satu yang mempengaruhi keberkahan ini ialah praktek riba. Perbuatan
riba termasuk faktor yang dapat menghapus keberkahan.

“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah” [Al-Baqarah : 276]

Ibnu Katsir rahimahullah berkata :”Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabarkan


bahwa Dia akan memusnahkan riba. Maksudnya, bisa saja memusnahkannya
secara keseluruhan dari tangan pemiliknya, atau menghalangi pemiliknya dari
keberkahan hartanya tersebut. Dengan demikian, pemilik riba tidak
mendapatkan manfaat dari harta ribanya. Bahkan dengan harta tersebut, Allah
Subhanahu wa Ta’ala akan membinasakannya dalam kehidupan dunia, dan kelak
di hari akhirat Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menyiksanya akibat harta
tersebut” [12]

Bila mengamati kehidupan orang-orang yang menjalankan praktek riba, niscaya


kita dapatkan banyak bukti bagi kebenaran ayat dan hadits di atas. Betapa
banyak pemakan riba yang hartanya berlimpah, hingga tak terhitung
jumlahnya, akan tetapi tidak satu pun dari mereka yang merasakan
keberkahan, ketentraman dan kebahagiaan dari harta haram tersebut.

Begitu pula dengan meminta-minta (mengemis) dalam mencari rizki, termasuk


perbuatan yang diharamkan dan tidak mengandung keberkahan. Dalam salah
satu hadits, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan sebagian
dampak hilangnya keberkahan dari orang yang meminta-minta.

“Tidaklah seseorang terus-menerus meminta-minta kepada orang lain, hingga

http://orido.wordpress.com 18
[DOA] mOhOn dijadikan hamba yang beRsyukuR..

kelak akan datang pada hari Kiamat, dalam keadaan tidak ada secuil daging
pun melekat di wajahnya” [Muttafaqun alaih]

Ketujuh : Bekerja Saat Waktu Pagi.

Di antara jalan untuk meraih keberkahan dari Allah, ialah menanamkan


semangat untuk hidup sehat dan produktif, serta menyingkirkan sifat malas
sejauh-jaunya. Caranya, senantiasa memanfaatkan karunia Allah Subhanahu wa
Ta’ala dengan hal-hal yang berguna dan mendatangkan kemaslahatan bagi
hidup kita.

Termasuk waktu yang paling baik untuk memulai bekerja dan mencari rizki,
ialah waktu pagi. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memanjatkan
do’a keberkahan.

“Ya Allah, berkahilah untuk ummatku waktu pagi mereka” [HR Abu Dawud, At-
Tirmidzi, An-Nasa-i, Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani]

Hikmah dikhususkannya waktu pagi dengan doa keberkahan, lantaran waktu


pagi merupakan waktu dimulainya berbagai aktifitas manusia. Saat itu pula,
seseorang merasakan semangat usai beristirahat di malam hari. Oleh
karenanya, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendo’akan keberkahan pada
waktu pagi ini agar seluruh umatnya memperoleh bagian dari doa tersebut.

Sebagai penerapan langsung dari doa ini, bila mengutus pasukan perang,
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukannya di pagi hari, sehingga
pasukan diberkahi dan mendapatkan pertolongan serta kemenangan.

Contoh lain dari keberkahan waktu pagi, ialah sebagaimana yang dilakukan oleh
sahabat Shakhr Al-Ghamidi Radhiyallahu ‘anhu. Yaitu perawi hadits ini dari Nabi
Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Shakhr bekerja sebagai pedagang. Usai
mendengarkan hadits ini, ia pun menerapkannya. Tidaklah ia mengirimkan
barang dagangannya kecuali di pagi hari. Dan benarlah, keberkahan Allah
Subhanahu wa Ta’ala dapat ia peroleh. Diriwayatkan, perniagaannya berhasil
dan hartanya melimpah ruah. Dan berdasarkan hadits ini pula, sebagian ulama
menyatakan, tidur pada pagi hari hukumnya makruh.

Masih banyak lagi amalan-amalan yang akan mendatangkan keberkahan dalam


kehidupan seorang muslim. Apa yang telah saya paparkan di atas hanyalah
sebagai contoh

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa melimpahkan taufiq dan


keberkahan-Nya kepada kita semua. Dan semoga pemaparan singkat ini dapat
berguna bagi saya pribadi dan setiap orang yang mendengar atau membacanya.
Tak lupa, bila pemaparan diatas ada kesalahan, maka hal itu datang dari saya
dan dari setan, sehingga saya beristighfar kepada Allah. Dan bila ada

http://orido.wordpress.com 19
[DOA] mOhOn dijadikan hamba yang beRsyukuR..

kebenaran, maka itu semua atas taufik dan inayah-Nya.

Wallahu a’lam bish-shawab

[Disalin dari Majalah As-Sunnah Edisi 01/Tahun XII/1429H/2008M. Penerbit


Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Almat Jl. Solo – Purwodadi Km. 8
Selokaton Gondangrejo Solo 57183. telp. 0271-5891016]
__________
Footnotes
[8]. Tafsir Al-qurthubi, 13/206
[9]. Faidhul Qadir, 2/236
[10]. Lihat Tafsir Ath-Thabari (15/359) dan Tafsir Al-Qurthubi (9/51)
[11]. Lihat Syarhu Shahih Muslim (8/350) dan Aunul Ma’bud (4/102)
[12]. Tafsir Ibnu Katsir, 1/328

http://d1ah.com/syukur/

Syukur

“… Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat)


kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka
sesungguhnya siksaKu amat pedih” Sabda Allah dalam QS. Ibrahim : 7

Keutamaan syukur disebutkan dalam hadis, seperti sabda Rasulullah SAW, yang
artinya : orang yang makan dan bersyukur menyerupai orang berpuasa yang
bersabar. Syukur wajib kita panjatkan kepada yang memberi hidup ini, yang
mengatur segala urusan atas segala limpahan rahman dan rohimNya. Karena
kasih dan sayangNya pulalah kita terlahir sebagai pemenang dari persaingan
ratusan ribu sel sperma yang menuju sel telur ibu kita, sehingga terbentuklah
kita.

Tetapi ternyata syukur tidak hanya harus kita panjatkan setelah kita
mendapatkan nikmat dan karuniaNya sewaktu doa-doa kita sudah terkabul.
Menurut Erbe Sentanu dalam bukunya Quantum Ikhlas syukur wajib kita
ucapkan pada saat kita memanjatkan doa permohonan kita kepada sang Ilahi.
Jadi sebelum doa itu dikabulkan. Disitu dia mengatakan 3 syarat doa yang
efektif (maksudnya: mudah dikabulkan) adalah : 1. MINTA : dengan niat yang
jelas, 2. YAKIN : percaya yang diinginkan terkabul dan 3. TERIMA : bersyukur
menerima terkabulnya doa kita.

MINTA dengan niat yang jelas adalah apa yang kita minta harus jelas dan
spesifik. Karena Allah maha memberi, Dia akan memberi apapun yang kita

http://orido.wordpress.com 20
[DOA] mOhOn dijadikan hamba yang beRsyukuR..

minta. Kalau permintaan kita tidak jelas dan spesifik maka yang diberikan juga
tidak jelas dan spesifik.

YAKIN: Nabi Muhammad SAW bersabda : “Berdoalah kepada Allah dan yakinlah
doa kalian dikabulkan………” Bila ingin doa kita dikabulkan, maka kita harus
fokus pada keinginan kita, bukan fokus pada yang tidak kita inginkan. Letakkan
hati kita pada yang kita inginkan.

TERIMA : bersyukur yang keras, bukan hanya bekerja keras. Kita bersyukur
seolah-olah doa kita sudah terkabul. Disini kita seolah benar-benar melihat,
mendengar dan merasakan sepenuh hati bahwa doa kita sudah terwujud. Ini
seperti kita sudah melakukan pre-paid / prabayar (syukur) untuk pesanan (doa)
kita sebelum kita terima.

Sumber : Quantum Ikhlas - teknologi aktivasi kekuatan hati - The Power of


Positive Feeling oleh Erbe Sentanu

March 13th 2008 Posted to akherat

http://www.ahlussunnah-jakarta.com/artikel_detil.php?id=143

Kategori: Akhlak
Antara Si Kaya yang Bersyukur dan Si Fakir yang Bersabar

Oleh Ustadz Abu Abdillah Muhammad Yahya


Sabtu, 26 Januari 2008 - 06:47:22

Masalah siapa yang lebih utama antara si kaya yang bersyukur dan si fakir yang
bersabar adalah masalah yang banyak dibicarakan oleh manusia. Sebagian
mereka menulis tentangnya. Syaikhuna Ahmad bin Yahya An-Najmi
hafizhahullah berkata :

Diantara penulis yang kami ketahui yang membahas masalah ini dalam kitab
tersendiri adalah Al Allamah Ibnul Qayyim rahimahullah. Dia menulis sebuah
kitab yang berjudul uddatush-shaabirin wa dzakhiratusy-syaakirin. Dan Ash-
Shan’ani rahimahullah juga menulis sebuah kitab yang berjudul as-saiful baatir

http://orido.wordpress.com 21
[DOA] mOhOn dijadikan hamba yang beRsyukuR..

fil mufadhalah bainal faqiirish-shaabir wal ghaniyyi asy-syakir, dia


menyebutkannya di dalam Al Uddah seraya mengatakan bahwa dia
meringkasnya dari karya Ibnul Qayyim dan berkata : “Ini adalah kitab yang luar
biasa, tidak ada tandingannya. Kami menyusunnya di Makkah pada tahun 1135
H”.

Diantara argumen yang digunakan untuk mengunggulkan kedudukan si fakir


yang bersabar daripada si kaya yang beryukur adalah firman Allah Ta’ala :

] 75 ‫ مِن الية‬:‫صبَرُوا [ (الفرقان‬


َ ‫)أُوَل ِئكَ يُجْزَوْنَ ا ْلغُ ْرفَةَ ِبمَا‬.

Artinya : Mereka itulah orang yang dibalas dengan martabat yang tinggi (dalam
surga) karena kesabaran mereka.

Muhammad bin Ali bin Al Husain berkata : “Kata ghurfah berarti syurga. Dan
kalimat bimaa shabaruu bermakna karena kesabaran mereka terhadap
kefakiran di dunia.

Dan diantaranya adalah bahwa kaum fuqara’ akan masuk kedalam syurga
mendahului kaum kaya setengah hari (sebelum mereka), setengah hari
sebanding dengan 500 tahun (waktu di dunia). Dan terdapat riwayat dengan 40
kali musim gugur. Sehingga kaum kaya muslimin berangan-angan bahwa
seandainya mereka dahulu termasuk kaum fuqara’.

Dan diantaranya adalah bahwa tidaklah Allah menyebutkan tentang dunia


melainkan dengan celaan. Terkadang Allah menyebutkan tentang harta yang
merupakan sebab bertindak melampaui batas, sebagaimana firman Allah Ta’ala
:

] 7-6:‫س َتغْنَى [ (العلق‬


ْ ‫ أَنْ رَآهُ ا‬$ ‫طغَى‬ ِ ‫)كَلّ إِنّ ا‬.
ْ َ‫لْنْسَانَ َلي‬

Artinya : Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas,


karena dia melihat dirinya serba cukup.

Dan terkadang Allah menyebutkan bahwa harta merupakan sebab kedurhakaan.


Allah Ta’ala berfirman :

] 27 ‫ مِن الية‬:‫) َولَوْ بَسَطَ الُّ الرّزْقَ ِل ِعبَادِهِ َل َبغَوْا فِي الَْرْضِ [ (الشورى‬.

Artinya : Dan jikalau Allah melapangkan rizki kepada hamba-hamba-Nya


tentulah mereka akan durhaka di muka bumi.

Dan terkadang Allah menyebutkan bahwa harta merupakan fitnah :

http://orido.wordpress.com 22
[DOA] mOhOn dijadikan hamba yang beRsyukuR..

] 15 ‫ مِن الية‬:‫)ِإّنمَا َأمْوَاُلكُمْ وَأَوْل ُدكُمْ ِفتْنَة [ (التغابن‬.

Artinya : Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah fitnah (bagimu).

Dan terkadang Allah menyebutkan bahwa harta dan anak tidak membantu
untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala :

] 37 ‫ مِن الية‬:‫عمِلَ صَالِحاً [ (سـبأ‬


َ َ‫) َومَا َأمْوَاُلكُمْ وَل أَوْل ُدكُمْ بِاّلتِي تُقَ ّر ُبكُمْ عَندَنَا زُلْفَى ِإلّ مَنْ آمَنَ و‬.

Artinya : Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan (pula) anak-anak kalian yang
mendekatkan kalian kepada Kami sedekat-dekatnya; kecuali orang-orang yang
beriman dan mengerjakan amal-amal saleh.

Dan diantara argumen yang digunakan untuk mengunggulkan kedudukan si fakir


yang bersabar adalah bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dipilih oleh Allah
dalam keadaan fakir. Sesungguhnya telah ditawarkan kepada beliau kunci-kunci
khazanah bumi, tetapi beliau menolaknya seraya berkata :

((َ‫شكَ ْر ُتك‬
َ َ‫ح ِم ْدتُكَ و‬
َ ُ‫ش ِبعْت‬
َ ‫ وَِإذَا‬،َ‫ضرّعْتُ إَِل ْيكَ َو َذكَ ْرتُك‬
َ َ‫جعْتُ ت‬ ْ َ‫))بَلْ أَجُ ْوعُ يَوْماً َوأ‬.
ُ ‫ فَِإذَا‬،ً‫شبَعُ يَوْما‬

Artinya : “Bahkan saya lapar sehari dan kenyang sehari. Apabila saya lapar,
maka saya merendahkan diri kepada-Mu dan mengingat-Mu. Dan apabila saya
kenyang, maka saya memuji-Mu dan bersyukur kepada-Mu”.

Ini adalah kesimpulan pendapat mereka yang mengunggulkan orang fakir yang
bersabar.

Pendapat tersebut telah disanggah oleh mereka yang mengunggulkan si kaya


yang bersyukur dengan dalil-dalil yang dibawakan oleh mereka yang
mengunggulkan si fakir yang bersabar. Kemudian mereka berkata :

Adapun ayat yang (kalian bawakan), maka tidak ada keterangan yang
mendukung pendapat kalian padanya, sebab kesabaran di dalam ayat tersebut
umum, mencakup seluruh macam kesabaran. Ia mencakup :

- sabar untuk tidak melanggar yang diharamkan bagi yang memiliki kesempatan
untuk melakukan keharaman tersebut dengan hartanya,

- sabar dalam menjalankan ketaatan,

- sabar dalam menerima berbagai macam cobaan, seperti sakit, musibah,


kefakiran, desakan kebutuhan dan selainnya.

http://orido.wordpress.com 23
[DOA] mOhOn dijadikan hamba yang beRsyukuR..

Adapun tentang masuknya kaum fuqara’ kedalam syurga, maka tidak serta
merta hal tersebut menunjukkan berkurangnya derajat si kaya, bahkan bisa
jadi si kaya yang belakangan masuk syurga, lebih tinggi derajatnya daripada si
fakir yang mendahuluinya masuk syurga.

Adapun celaan Allah terhadap dunia dan harta, sesungguhya celaan tersebut
hanya berlaku pada orang yang membelanjakan hartanya dalam bermaksiat
kepada Allah. Sedangkan orang yang membelanjakan hartanya di dalam
ketaatan kepada Allah, maka yang demikian adalah terpuji. Allah Subhanahu
Wa Ta’ala berfirman :

] 25-24:‫ لِلسّائِلِ وَا ْلمَحْرُومِ [ (المعارج‬$ ٌ‫)وَاّلذِينَ فِي َأمْوَاِلهِمْ حَقّ َمعْلُوم‬.

Artinya : Dan orang-orang yang di dalam hartanya tersedia bagian tertentu,


bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa
(yang tidak mau meminta).

Dan Allah Ta’ala berfirman :

] 7-5:‫س ُنيَسّرُهُ ِل ْليُسْرَى [ (الليل‬


َ َ‫ ف‬$ ‫سنَى‬
ْ‫ح‬ َ ‫ َو‬$ ‫)فََأمّا مَنْ أَعْطَى وَاتّقَى‬.
ُ ْ‫صدّقَ بِال‬

Artinya : Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan


bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami
kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.

Adapun tentang Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, maka Allah telah


menghimpun bagi beliau antara kedudukan kaya bersyukur dan fakir bersabar.
Berapa banyak harta yang datang kepada beliau, namun beliau ‘alaihish-shalatu
was-salam enggan menerima dan menafkahkannya di dalam ketaatan kepada
Allah Ta’ala.

Dan diantara dalilnya adalah bahwa sesungguhnya dahulu Nabi Shallallahu


Alaihi Wasallam menjamu setiap tamu yang datang pada tahun-tahun terakhir
setelah fathu Makkah, padahal jumlah mereka banyak. Bersama itu beliau
wafat dalam keadaan baju perang beliau digadaikan kepada seorang Yahudi
dengan 30 sha’ gandum sebagai nafkah bagi keluarga beliau.

Sementara diantara dalil yang mengunggulkan si kaya yang bersyukur daripada


si fakir yang bersabar adalah hadits :

‫سمّان عَنْ َأبِيْ ُه َريْرَ َة‬ ّ ‫حمَنِ بْنِ الحَا ِرثِ بْنِ ِهشَامٍ عَنْ َأبِي صَالِحٍ ال‬ ْ ّ‫عبْدِ الر‬
َ ِ‫سمَيّ مَوْلََى َأبِي َبكْرٍ بْن‬ُ ْ‫ عَن‬t َ‫أَنّ ُفقَرَاء‬
ِ‫سوْلَ ال‬ ُ َ‫ المُسِْل ِميْنَ َأتَوْا ر‬e ‫ َومَا ذَاكَ ؟‬: َ‫ قَال‬،ِ‫ ذَهَبَ أَ ْهلُ ال ّدثُوْرِ بِالدّرَجَاتِ العُلَى وَال ّن ِعيْمِ المُ ِقيْم‬،ِ‫ يَا رَسُوْلَ ال‬: ‫َفقَالُوْا‬
ِ‫سوْلُ ال‬ ُ َ‫ فَقَالَ ر‬،ُ‫ َو ُيعْتِ ُقوْنَ َولَ ُنعْتِق‬،ُ‫ص ّدقُوْنَ َولَ َنتَصَدّق‬َ َ‫ َو َيت‬،ُ‫ َويَصُ ْومُوْنَ َكمَا نَصُوْم‬،‫ يُصَلّوْنَ َكمَا نُصَلّي‬: ‫ قَالُوْا‬e :

http://orido.wordpress.com 24
[DOA] mOhOn dijadikan hamba yang beRsyukuR..

!‫ص َن ْعتُمْ ؟‬
َ ‫صنَعَ َكمَا‬ َ ْ‫حدٌ َأ ْفضَلَ ِمنْكُمْ ِإلّ مَن‬َ ‫ َولَ َيكُوْنُ َأ‬،ْ‫س ِبقُوْنَ بِهِ مَنْ َبعْ َدكُم‬
ْ َ‫ َوت‬،ْ‫سبَ َقكُم‬
َ ْ‫شيْئاً تُدْ ِركُوْنَ مَن‬
َ ْ‫َأفَلَ أُعَّل ُمكُم‬
ً‫لثِيْنَ مَرّة‬َ َ‫ح َمدُوْنَ ُدبُرَ كُلّ صَلَةٍ ثَلَثاً َوث‬ َ ُ‫ ت‬: َ‫ قَال‬،ِ‫ بَلَى يَا رَسُوْلَ ال‬: ‫قَالُوْا‬...
ْ َ‫سبّحُوْنَ َو ُت َكبّرُوْنَ َوت‬

ِ ‫سوْلُ ا‬
‫ل‬ ُ َ‫ فَقَالَ ر‬،ُ‫لمْوَالِ ِبمَا َفعَ ْلنَا فَ َفعَلُوْا ِمثْلَه‬ َ : ‫ فَ َرجَعَ فُقَرَاءُ ال ُمهَاجِ ِريْنَ فَقَالُوْا‬: ٍ‫ قَالَ َأبُوْ صَالِح‬e :
َ ‫سمِعَ إِخْوَانُنَا أَ ْهلُ ا‬
1()).ُ‫)ذَِلكَ فَضْلُ الِ يُ ْؤ ِتيْهِ مَنْ يَشَاء‬.

Dari Sumayyin maula Abu Bakar bin Abdurrahman bin Al Harits bin Hisyam dari
Abu Shalih As-Samman dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu :

“Bahwa kaum fuqara’ muslimin mendatangi Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam,


kemudian mereka berkata : Wahai Rasulullah, orang-orang kaya telah pergi
dengan membawa derajat yang tinggi dan kenikmatan yang kekal (di syurga).

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bertanya : “Mengapa demikian ?”

Mereka menjawab : “Mereka shalat sebagaimana kami shalat, mereka berpuasa


sebagaimana kami berpuasa, mereka bisa bersedekah sementara kami tidak
bisa dan mereka bisa memerdekakan budak sementara kami tidak bisa”.

Maka Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda : “Bukankah saya ajarkan


kepada kalian sesuatu yang dengannya kalian dapat menyamai orang-orang
sebelum kalian dan kalian mendahului orang-orang setelah kalian serta tidak
ada seorang-pun yang lenih utama dari kalian kecuali dia melakukan apa yang
kalian lakukan ?!”

Mereka menjawab : “Betul wahai Rasulullah”.

Rasulullah bersabda : “Kalian bertasbih, bertakbir, dan bertahmid setiap selesai


shalat 33 kali…”.

Abu Shalih berkata : Kemudian kaum fuqara’ Muhajirin kembali, lalu berkata :
“Saudara-saudara kami orang-orang kaya mendengar apa yang kami lakukan,
kemudian mereka melakukan hal serupa”.

Maka Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda : “Itulah keutamaan Allah


yang diberikan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya”.

Ash-Shan’ani berkata di dalam Al Uddah :

“Dia berkata : Barangsiapa mengunggulkan si kaya yang bersyukur daripada si


fakir yang bersabar, maka kami memiliki dalil-dalil yang sangat banyak dan
kata-kata baik yang menyeluruh :

Pertama : Bahwa Allah memuji di dalam kitab-Nya berbagai amal perbuatan


yang tidak bisa dilakukan kecuali oleh orang-orang kaya, seperti :

http://orido.wordpress.com 25
[DOA] mOhOn dijadikan hamba yang beRsyukuR..

- zakat,

- menafkahkan harta di dalam berbagai amal kebajikan,

- jihad fi sabilillah,

- membekali para pejuang,

- memperhatikan orang-orang yang membutuhkan,

- membebaskan budak,

- memberikan bantuan di masa paceklik.

Dimana letak kesabaran si fakir dibanding dengan kebahagiaan orang yang


terdesak kebutuhan yang bisa membinasakan dirinya (setelah mendapatkan
nafkah dari si kaya) ?

Dimana letak kesabaran si fakir dibanding dengan manfaat yang diberikan oleh
si kaya dengan hartanya untuk menolong agama Allah, meninggikan
kalimatullah dan mematahkan musuh-musuh-Nya ?

Dimana letak kesabaran ahlus-Shuffah (para Shahabat yang fakir yang tinggal di
serambi masjid Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam ) dibanding dengan nafkah
Utsman radhiallahu ‘anhu untuk memenuhi berbagai kebutuhan, sampai Nabi
Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda :

((ِ‫عمِلَ َب ْعدَ اليَوْم‬ ُ ّ‫))مَا ضَر‬.


َ ‫ع ْثمَانَ مَا‬

Artinya : “Tidak ada yang membahayakan Utsman, apa yang dia lakukan setelah
hari ini”.

Mereka berkata : Orang-orang kaya yang bersyukur merupakan sebab ketaatan


kaum fuqara yang bersabar, dengan memberikan bantuan sedekah kepada
mereka, berbuat baik kepada mereka dan memperhatikan ketaatan mereka.
Maka mereka mendapatkan bagian yang besar dari pahala-pahala kaum fuqara’
ditambah dengan pahala mereka sendiri dengan memberikan nafkah (kepada
kaum fuqara’) dan ketaatan mereka. Hal ini sebagaimana yang tersebut dalam
hadits yang dikeluarkan oleh Ibnu Khuzaimah rahimahullah dari hadits Salman
radhiallahu ‘anhu secara marfu’ :

((ٌ‫يء‬
ْ َ‫جرِهِ ش‬
ْ َ‫غيْرِ أَنْ َينْقُصَ مِنْ أ‬
َ ْ‫جرِهِ مِن‬ ِ َ‫ و‬،ِ‫))مَنْ فَطّرَ صَائِماً كَانَ َمغْفِرَةً ِل ُذنُ ْوبِه‬.
ْ َ‫ َوكَانَ لَهُ ِمثْلُ أ‬،ِ‫عتْقَ َر َقبَتِهِ مِنَ النّار‬

http://orido.wordpress.com 26
[DOA] mOhOn dijadikan hamba yang beRsyukuR..

Artinya : “Barangsiapa yang memberikan ifthar kepada yang berpuasa, maka


yang demikian itu adalah penghapus dosa-dosanya dan pembebas dirinya dari
neraka dan dia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang diberi ifthar
tanpa mengurangi sedikit-pun pahalanya.

Si kaya yang bersyukur ini mendapatkan pahala seperti pahala yang didapat
oleh si fakir dengan jamuan yang diberikan kepadanya.

Mereka berkata : Keutamaan-keutamaan bersedekah telah diketahui besarnya


dan manfaatnya tidak terhitung jumlahnya. Dan inilah diantara buah si kaya
yang bersyukur”. Selesai dari Al Uddah 3/88 karya Ash-Shan’ani dengan sedikit
perubahan.

Ini adalah kesimpulan dari hujjah yang digunakan oleh kedua kubu. Dan
jelaslah dari yang telah kami paparkan, keunggulan si kaya yang bersyukur
daripada si fakir yang bersabar. Dimaklumi bahwa tidak ada tempat bagi orang
fakir yang tidak bersabar dan orang kaya yang tidak bersyukur di dalam
perbandingan keutamaan disini. Selesai.

Abu Abdillah Muhammad Yahya

18 Dzulqa’dah 1428 H/26 November 2007 M

Nijamiyah-Shamithah-Jazan

KSA

(1)‫ "فرجع فقراء‬: ‫) بدون قوله‬843( ‫ رقم الحديث‬، ‫ الذكر عقب الصلة‬: ‫أخرجه البخاري في كتاب الصلة باب‬
‫ تسبحون في‬: َ‫) إل أنه قَال‬6329( ‫ رقم الحديث‬، ‫ الدعاء بعد الصلة‬: ‫ وأخرجه أيضاً في الدعوات باب‬. "‫المهاجرين‬
‫دبر كل صلة عشرا وتحمدون عشرا وتكبرون عشرا‬

Sumber :
www.darussalaf.or.id

http://www.hudzaifah.org/Article136.phtml

Mari Belajar Bersyukur


Posted by: Admin on Monday, October 13, 2003 - 08:28

Hudzaifah.org - Seorang ibu terlihat gusar setelah melihat tumpukan piring kotor di
dapurnya. Semua itu bekas makan siang beberapa orang tamu yang baru saja
berkunjung. Bukan karena banyaknya cucian piring, tapi masih terlihatnya potongan-

http://orido.wordpress.com 27
[DOA] mOhOn dijadikan hamba yang beRsyukuR..

potongan daging bersisa. Belum lagi sisa nasi yg masih menumpuk di piringnya. Ah,
padahal untuk menyediakan lauk pauk itu tentu si ibu mesti mengeluarkan uang yang
tidak sedikit. Semua itu demi menjamu tamunya. Kalau saja para tamu itu hanya
memakan daging dan mengambil nasi secukupnya saja, tentu tidak akan ada makanan
bersisa di piring kotor, dan anak-anaknya bisa ikut menikmati sebagian daging utuh
lainnya.

Melihat potongan daging itu, si ibu bingung, mau dibuang sayang, mau diolah
lagi sudah kotor bercampur sisa makanan lain. Tapi Alhamdulillah tetangga sebelah
punya kucing. Mungkin ini rezekinya si kucing.

"Jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan dapat
menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang." (QS. An Nahl : 18).

Begitu banyak nikmat yang diberikan Allah kepada kita. Nikmat iman, sehat,
penghidupan (harta, ilmu, anak, waktu luang, ketentraman, dll) serta nikmat-nikmat
lain yg tak terkira. Namun dengan sekian banyaknya nikmat yang Allah berikan sering
kali kita lupa dan menjadikan kita makhluk yang sedikit sekali bersyukur, bahkan tidak
bersyukur. Na'udzubillahi min dzalik.

Sering kali kita baru menyadari suatu nikmat, bila nikmat itu diambil atau hilang dari
siklus hidup kita. Ketika sakit, baru kita ingat semasa sehat. Bila kita kekurangan baru
kita ingat masa-masa hidup cukup. Syukur diartikan dengan memberi pujian kepada yg
memberi nikmat dengan sesuatu yang telah diberikan kepada kita berupa ma'ruf dalam
pengertian tunduk dan berserah diri pada-Nya. Cobalah kita memikirkan setiap langkah
yang kita lakukan. Bila makan tak berlebihan dan bersisa. Bayangkan, di tempat lain
begitu banyak yang kesulitan dan bekerja keras untuk mencari sesuap nasi. Bahkan
banyak saudara kita yang kurang beruntung, mencari makan dari tong-tong sampah.
Lantas sedemikian teganyakah kita menyia-nyiakan rezeki makanan yg didapat dengan
berbuat mubadzir. Ketika punya waktu luang malah dipergunakan untuk beraktivitas yg
tdk bermanfaat bahkan cenderung merugikan orang lain. Kala tubuh sehat, malah
lebih banyak dipakai melangkahkan kaki ke tempat tak berguna. Tidak terbayangkah
bila nikmat itu hilang dengan datangnya penyakit atau musibah lainnya. Ah, alangkah
ruginya, karena semuanya menjadi percuma disebabkan tidak bersyukurnya kita atas
nikmat. Bahkan karena sikap-sikap tadi yang didapat hanyalah dosa dan murkaNya.

Kita harus berusaha menerapkan rasa syukur kita dari hal-hal yang sederhana. Setiap
aktivitas sekecil apapun usahakan untuk selalu sesuai aturanNya. Kerusakan yang
sekarang timbul di sekeliling kita tidak lain karena sikap kufur nikmat sebagian dari
kita. Bayangkan, negara yang kaya akan sumber daya alam, tetap sebagian besar
rakyatnya miskin. Untuk itu, tidak ada salahnya bila kita mulai diri dan keluarga kita,
belajar bersyukur atas nikmat yang Allah berikan. Agar nikmat itu jangan sampai
menjadi balasan siksa karena kufur akan nikmatNnya. Mulailah untuk sering melihat
kondisi orang-orang yang berada di bawah kita. Jika sudah, tentulah kita akan lebih
banyak mengatakan "Alhamdulillah".

Seperti dalam hadits Rasulullah saw, "Perhatikanlah orang yang berada di bawah
tingkatanmu (dalam urusan duniawi), dan janganlah kamu memandang kepada orang
yang berada di atasmu. Itu lebih layak bagimu supaya kamu tidak menghina pemberian

http://orido.wordpress.com 28
[DOA] mOhOn dijadikan hamba yang beRsyukuR..

Allah kepadamu." (HR. Muslim)

"Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari kehilangan nikmat (yang telah Engkau
berikan), dari siksaMu yang mendadak, dari menurunnya kesehatan (yang Engkau
anugrahkan) dan dari setiap kemurkaanMu." (HR. Muslim dari Ibnu Umar).

___
Sumber: Milis Bina_ukhuwah, kiriman Ukhti_aii

http://www.almanhaj.or.id/content/2319/slash/0

Hak Suami Yang Harus Dipenuhi Isteri : Isteri Harus


Banyak Bersyukur Dan Tidak Banyak Menuntut
Selasa, 15 Januari 2008 11:58:35 WIB

HAK SUAMI YANG HARUS DIPENUHI ISTERI


Oleh
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

[2]. Isteri Harus Banyak Bersyukur Dan Tidak Banyak Menuntut


Bersyukur adalah ciri dari hamba-hamba Allah yang mulia. Dan orang-orang yang
bersyukur sangat sedikit, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman:

“Artinya : ... Sedikit dari hamba-Ku yang bersyukur.” [Saba’ :13]

Setiap mukmin dan mukminah diperintahkan untuk bersyukur karena dengan bersyukur,
Allah akan menambahkan rizki yang telah Dia berikan kepadanya. Allah berfirman:

“Artinya ; Dan (ingatlah) ketika Rabb-mu memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu


bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu
mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti adzab-Ku sangat berat.’” [Ibrahim : 7]

Seorang isteri diperintahkan untuk bersyukur kepada suaminya yang telah memberikan
nafkah lahir dan batin kepadanya. Karena dengan syukurnya isteri kepada suaminya
dan tidak banyak menuntut, maka rumah tangga akan bahagia. Isteri yang tidak
bersyukur kepada suaminya dan banyak menuntut merupakan pertanda isteri tidak
baik dan tidak merasa cukup dengan rizki yang Allah karuniakan kepadanya.

Perintah syukur ini sangat ditekankan dalam Islam, bahkan Nabi shallallaahu ‘alaihi wa
sallam mengancam dengan masuk Neraka bagi para wanita yang tidak bersyukur
kepada suaminya, dan pada hari Kiamat Allah Ta’ala pun tidak akan melihat seorang
wanita yang banyak menuntut kepada suaminya dan tidak bersyukur kepadanya.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Artinya : Diperlihatkan Neraka kepadaku dan aku melihat kebanyakan penghuninya

http://orido.wordpress.com 29
[DOA] mOhOn dijadikan hamba yang beRsyukuR..

adalah kaum wanita, mereka kufur.” Para Shahabat bertanya: “Apakah disebabkan
kufurnya mereka kepada Allah?” Rasul menjawab: “(Tidak), mereka kufur kepada
suaminya dan mereka kufur kepada kebaikan. Seandainya seorang suami dari kalian
berbuat kebaikan kepada isterinya selama setahun, kemudian isterinya melihat
sesuatu yang jelek pada diri suaminya, maka dia mengatakan, ‘Aku tidak pernah
melihat kebaikan pada dirimu sekalipun.’” [1]

Padahal suaminya sudah banyak berbuat baik kepada isterinya selama setahun penuh.
Karena sekali (saja) suami tidak berbuat baik kepada si isteri, maka dilupakan seluruh
kebaikannya selama satu tahun. Itulah yang disebut kufur.

Sebagai contoh, misalnya seorang suami secara rutin telah memberikan nafkah berupa
harta kepada isterinya. Namun, suatu waktu Allah ‘Azza wa Jalla mentakdirkan dirinya
bangkrut sehingga tidak dapat memberikan nafkah dalam jumlah yang seperti biasanya
kepada isterinya, kemudian si isteri mengatakan, “Memang, engkau tidak pernah
memberikan nafkah.” Atau contoh yang lainnya, yaitu isteri yang terlalu banyak
menuntut, meski sang suami sudah berusaha dengan sekuat tenaga dari pagi hingga
sore untuk mencari nafkah.

Ancaman Allah ‘Azza wa Jalla kepada orang-orang yang semacam ini sangatlah keras,
sebagaimana sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam:

“Artinya : Allah tidak akan melihat kepada seorang wanita yang tidak bersyukur
kepada suaminya, dan dia selalu menuntut (tidak pernah merasa cukup).” [2]

Dalam hadits lain, Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Artinya : Sesungguhnya orang yang selalu melakukan kefasikan adalah penghuni


Neraka.” Dikatakan, “Wahai Rasulullah, siapakah yang selalu berbuat fasik itu?” Beliau
menjawab, “Para wanita.” Seorang Shahabat bertanya, “Bukankah mereka itu ibu-ibu
kita, saudari-saudari kita, dan isteri-isteri kita?” Beliau menjawab, “Benar. Akan tetapi
apabila mereka diberi sesuatu, mereka tidak bersyukur. Apabila mereka ditimpa ujian
(musibah), mereka tidak bersabar.” [3]

[Disalin dari buku Bingkisan Istimewa Menuju Keluarga Sakinah, Penulis Yazid bin Abdul
Qadir Jawas, Penerbit Putaka A-Taqwa Bogor - Jawa Barat, Cet Ke II Dzul Qa'dah
1427H/Desember 2006]
__________
Foote Note
[1]. Hadits shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 29, 1052, 5197) dan Muslim (no. 907 (17)), Abu
‘Awanah (II/379-380), Malik (I/166-167, no. 2), an-Nasa-i (III/146, 147, 148) dan al-Baihaqi (VII/294), dari
Shahabat Ibnu ‘Abbas radhiyallaahu ‘anhuma.
[2]. Hadits shahih: Diriwayatkan oleh an-Nasa-i dalam Isyratin Nisaa' (no. 249), al-Baihaqi (VII/294), al-
Hakim (II/190) dan ia berkata, “Hadits ini sanadnya shahih, namun al-Bukhari dan Muslim tidak
mengeluarkannya.” Dan disepakati oleh adz-Dzahabi, dari Shahabat ‘Abdullah bin ‘Amr radhiyallaahu
‘anhuma. Lihat Silsilah ash-Shahiihah (no. 289).
[3]. Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Ahmad (III/428, IV/604) dari Shahabat ‘Abdurrahman bin Syabl
radhiyallaahu ‘anhu. Lihat Silsilah ash-Shahiihah (no. 3058).

http://www.almanhaj.or.id/content/2211/slash/0

http://orido.wordpress.com 30
[DOA] mOhOn dijadikan hamba yang beRsyukuR..

Buah Keimanan Kepada Qadha' Dan Qadar : Syukur,


Kegembiraan, Rendah Hati, Kemurahan Dan
Kedermawanan
Sabtu, 25 Agustus 2007 23:08:37 WIB

BUAH KEIMANAN KEPADA QADHA DAN QADHAR


Oleh
Syaikh Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd

11. Syukur.
Orang yang beriman kepada qadar mengetahui bahwa segala kenikmatan yang
dimilikinya berasal dari Allah semata dan bahwa Allah-lah yang menolak segala hal
yang dibenci dan penderitaan, lalu hal itu mendorongnya untuk mengesakan Allah
dengan bersyukur.

Jika datang kepadanya sesuatu yang disukainya, maka dia ber-syukur kepada Allah
karenanya, karena Dia-lah Yang memberi nikmat dan karunia. Jika datang kepadanya
sesuatu yang tidak disenanginya, dia bersyukur kepada Allah atas apa yang telah
ditakdirkan kepadanya, dengan menahan amarah, tidak mengeluh, memelihara adab,
dan menempuh jalan ilmu. Sebab, mengenal Allah dan beradab kepada-Nya akan
mendorong untuk bersyukur kepada Allah atas segala yang disenangi dan yang tidak
disenangi, meskipun bersyukur atas hal-hal yang tidak disenangi itu lebih berat dan
lebih sulit. Karena itu, kedudukan syukur lebih tinggi daripada ridha.

Jika manusia senantiasa bersyukur, maka kenikmatannya men-jadi langgeng dan


melimpah, karena syukur adalah pengikat kenikmatan-kenikmatan yang masih ada dan
pemburu kenikmatan-kenikmatan yang hilang. Allah Tabaaraka wa Ta’aala berfirman:

"Artinya : Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambah (nikmat)
kepadamu… . " [Ibrahim : 7]

Apabila engkau tidak melihat keadaanmu bertambah, maka hadapilah ia dengan


syukur. [1]

Ibnu Nashiruddin ad-Dimasyqi berkata:

Qadha' berjalan dan di dalamnya berisi kebaikan sebagai tambahan


untuk orang mukmin yang percaya kepada Allah, bukan untuk orang yang lalai
Jika datang kegembiraan kepadanya atau mendapatkan kesusahan
pada dua keadaan tersebut dia mengucapkan: “Alhamdulillaah” [2]

12. Kegembiraan.
Orang yang beriman kepada qadar akan bergembira dengan keimanan ini, yang
kebanyakan manusia tidak mendapatkannya. Allah Ta’ala berfirman:

"Artinya : Katakanlah, ‘Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu
mereka bergembira. Karunia dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang

http://orido.wordpress.com 31
[DOA] mOhOn dijadikan hamba yang beRsyukuR..

mereka kumpulkan’" [ Yunus : 58]

Kemudian orang yang beriman kepada qadar memungkinkan keadaannya untuk


meningkat dari ridha kepada ketentuan Allah dan bersyukur kepadanya, kepada
derajat kegembiraan. Di mana ia bergembira dengan segala yang ditakdirkan dan
ditentukan Allah kepadanya.

Ibnul Qayyim rahimahullahu berkata, “Kegembiraan adalah kenikmatan, kelezatan dan


kesenangan hati yang paling tinggi, maka kegembiraan adalah kenikmatannya
sedangkan kesedihan adalah adzabnya.

Gembira kepada sesuatu adalah melebihi ridha kepadanya, karena ridha adalah
ketentraman, ketenangan, dan lapang dada, sedangkan kegembiraan adalah
kelezatan, kesenangan, dan suka cita. Setiap orang yang gembira adalah orang yang
ridha, tapi tidak semua orang yang ridha adalah orang yang bergembira. Karenanya,
kegembiraan lawannya adalah kesedihan, sedangkan ridha lawannya adalah kebencian.
Kesedihan menyakitkan orangnya, sedangkan kebencian tidak menyakitkannya, kecuali
bila disertai kelemahan untuk membalas. Wallaahu a’lam.” [3]

13. Tawadhu’ (Rendah Hati).


Iman kepada qadar membawa pelakunya kepada ketawadhu’an, meskipun dia diberi
harta, kedudukan, ilmu, popularitas, atau selainnya, karena dia mengetahui bahwa
segala yang diberikan kepadanya hanyalah dengan takdir Allah. Sekiranya Allah
menghendaki, Dia dapat mencabut semua itu darinya.

Karena itulah, dia bertawadhu’ kepada Allah Azza wa Jalla dan kepada sesamanya,
serta mengenyahkan kesombongan dan kecongkakan dari dirinya.

Jika manusia bertawadhu’ kepada Allah Azza wa Jalla, maka kemuliaannya sempurna,
nilainya tinggi, keutamaannya mencapai puncaknya, kewibawaannya tinggi di hati
manusia, dan Allah menambahkan kemuliaan serta derajat besar kepadanya. Karena
barangsiapa yang bertawadhu’ kepada Allah, maka Dia meninggikannya. Dan jika Allah
telah meninggikan derajat seorang hamba, maka siapakah yang dapat
merendahkannya?
Sebaik-baik akhlak pemuda dan yang paling sempurna
ialah ketawadhu’annya kepada manusia padahal derajatnya tinggi [4]

14. Kemurahan Dan Kedermawanan.


Sebab, orang yang beriman kepada qadar mengetahui dengan seyakin-yakinnya bahwa
Allah-lah Yang memberi rizki dan menentukan penghidupan di antara para makhluk,
sehingga masing-masing mendapatkan bagiannya. Tidaklah mati suatu jiwa pun
sehingga sempurna rizki dan ajalnya, dan tidaklah seseorang menjadi fakir, kecuali
dengan takdir Allah Azza wa Jalla

Iman ini akan melapangkan dada pelakunya untuk berinfak dalam berbagai aspek
kebaikan, sehingga dia pun lebih mendahulu-kannya dengan hartanya walaupun dia
sangat membutuhkannya, disebabkan percaya kepada Allah dan memenuhi perintah-
Nya untuk berinfak, serta merasa bahwa untuk mendapatkan kehidupan yang mulia itu
terdapat tuntutan untuk mengorbankan harta di jalan kebaikan tersebut tanpa berpikir
panjang, dan karena dia tahu bahwa harta itu adalah harta Allah. Akhirnya, dia

http://orido.wordpress.com 32
[DOA] mOhOn dijadikan hamba yang beRsyukuR..

memilih untuk meletakkan harta tersebut di tempat di mana Allah memerintahkan


untuk meletakkannya.

Kemudian iman kepada qadar pun akan memadamkan kerakusan dari hati orang yang
beriman, sehingga dia tidak rakus terhadap dunia dan tidak mengejarnya kecuali
sekedar kebutuhan. Ia tidak membuang rasa malunya untuk mencarinya, bahkan dia
menahan diri dari apa yang ada di tangan manusia, karena di antara jenis
kedermawanan ialah menahan diri dari apa yang ada di tangan manusia. Hal ini akan
membuahkan kemuliaan jiwa dan keberanian baginya.

Hal yang menyebabkan manusia tidak memiliki keberanian dan kemuliaan jiwa ialah
karena kerakusannya yang berlebihan terhadap kenikmatan dunia.

15. Keberanian Dan Mengenyahkan Kelemahan Serta Sifat Pengecut.


Iman kepada qadar akan memenuhi hati pelakunya dengan keberanian serta
mengosongkannya dari segala kelemahan dan sifat pengecut. Karena orang yang
beriman kepada qadar mengetahui bahwa dia tidak akan mati sebelum hari
kematiannya dan tidak ada yang akan menimpanya kecuali apa yang telah dituliskan
untuknya. Seandainya umat berkumpul untuk memberi kemudharatan kepadanya,
maka mereka tidak dapat memberi kemudharatan kepadanya kecuali sesuatu yang
telah ditentukan Allah untuknya.

Di antara yang dinisbatkan kepada Amirul Mukminin, ‘Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu
‘anhu, ialah sya’irnya:

Pada hariku yang manakah


aku dapat lari dari kematian
Apakah pada hari yang belum ditakdirkan
ataukah pada hari yang telah ditakdirkan
Apabila pada hari yang tidak ditakdirkan
maka aku tidak akan takut darinya
Tapi apabila kematian telah ditakdirkan
maka hati-hati dan menghindar darinya tidaklah menyelamatkanku

Mu’awiyah Radhiyallahu ‘anhu memiliki juga sya’ir yang semisal dengannya:

Orang penakut itu merasa dirinya akan terbunuh


sebelum kematian datang menghabisinya
Terkadang beberapa bahaya menimpa orang penakut
sedang orang yang berani selamat darinya

Berkata Ibnul Qayyim rahimahullahu “Hal yang dapat memutuskan rasa takut adalah
berserah diri kepada Allah. Maka, barangsiapa yang menyerahkan diri dan tunduk
kepada Allah, mengetahui bahwa apa pun yang menimpanya tidak akan luput darinya,
sedangkan apa pun yang luput darinya tidak akan pernah menimpanya, dan juga
mengetahui bahwa tidak akan menimpanya, kecuali apa yang telah dituliskan baginya,
maka tidak akan tersisa tempat pada hatinya untuk takut kepada para makhluk.
Sesungguhnya, jiwanya yang ia khawatirkan keselamatanya, sebenarnya telah berserah
diri kepada Pelindungnya, dan mengetahui bahwa tidak akan menimpa jiwa itu,
kecuali yang telah dituliskan, dan bahwa apa pun yang telah dituliskan baginya pasti

http://orido.wordpress.com 33
[DOA] mOhOn dijadikan hamba yang beRsyukuR..

menimpanya. Jadi pada hakikatnya, tidak pantas ada rasa takut kepada selain Allah
itu.”

“Selain itu, di dalam ketundukkan kepada Allah itu terdapat manfaat yang
tersembunyi, yaitu apabila ia menyerahkan jiwanya kepada Allah, pada hakikatnya ia
telah menitipkannya pada-Nya dan melindunginya (dengan menjadikannya) dalam
lindungan-Nya. Sehingga tidak akan bisa menyentuhnya tangan musuh dan kezhaliman
orang yang zhalim.”

[Disalin dari kitab Al-Iimaan bil Qadhaa wal Qadar, Edisi Indoensia Kupas Tuntas
Masalah Takdir, Penulis Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd, Penerjemah Ahmad Syaikhu,
Sag. Penerbit Pustaka Ibntu Katsir]
__________
Foote Note
[1]. Lihat, Madaarijus Saalikiin, (II/199, 235, 243).
[2]. Bardul Akbaad, hal. 9.
[3]. Madaarijus Saalikiin, (III/150).
[4]. Ghadzaa-ul Albaab, as-Safarini, (II/223).

http://baiturrahmanvni.wordpress.com/2007/11/30/cara-membuat-kita-mengerti-
bersyukur/

Cara Membuat Kita Mengerti Bersyukur


30 11 2007

Oleh : Indra Darma

Sesungguhnya Allah mempunyai karunia terhadap manusia tetapi kebanyakan


manusia tidak bersyukur. QS. Al Baqarah : 243

Menjelang Ramadhan tahun ini ada seorang sahabat menuturkan kisahnya. Dia
bernama Wawan Y. Sore itu ia menemani istri dan seorang putrinya berbelanja
kebutuhan rumah tangga bulanan di sebuah hypermart termuka di kota Bekasi.
Usai mereka membayar semua barang belanjaan. Tangan-tangan mereka sarat
dengan tas plastik belanjaan. Baru saja mereka keluar dari toko swalayan, istri
Wawan Y dihampiri seorang wanita pengemis yang saat itu bersama seorang
putri kecilnya. Wanita pengemis itu berkata kepada istri Wawan Y, “Beri kami
sedekah, Bu!”

http://orido.wordpress.com 34
[DOA] mOhOn dijadikan hamba yang beRsyukuR..

Istri Wawan Y kemudian membuka dompetnya lalu ia menyodorkan selembar


uang kertas berjumlah 1.000 rupiah. Wanita pengemis itu lalu menerimanya.
Tatkala ia tahu jumlahnya dan ternyata itu tidak mencukup kebutuhannya, ia
kemudian menguncupkan jari-jarinya dan ia arahkan kearah mulutnya,
kemudian ia memegang kepala anaknya dan sekali lagi ia mengarahkan jari-jari
yang terkuncup itu ke arah mulutnya. Seolah ia berkata dengan bahasa isyarat,
“Aku dan anakku ini sudah berhari-hari tidak makan, tolong beri kami
tambahan sedekah untuk bisa membeli makanan.”
Mendapati isyarat pengemis wanita itu, istri Wawan Y pun membalas isyarat
dengan gerak tangannya seolah berkata, “Tidak… tidak, aku tidak akan
menambahkan sedekah untukmu!”
Ironisnya meski ia tidak menambahkan sedekahnya malah istri dan putrinya
Wawan Y menuju ke sebuah gerobak gorengan untuk membeli cemilan. Pada
kesempatan yang sama Wawan Y berjalan ke arah ATM center guna mengecek
saldo rekeningnya. Saat itu memang adalah tanggal dimana ia menerima gajian
dari perusahaannya, karenanya Wawan Y ingin mengecek saldo rekeningnya.
Ia sudah berada di depan ATM. Ia masukkan kartu ke dalam mesin tersebut. Ia
tekan langsung tombol INFORMASI SALDO. Sesaat kemudian muncullah beberapa
digit angka yang membuat Wawan Y menyunggingkan senyum kecil dari
mulutnya. Ya, uang gajiannya sudah masuk ke dalam rekening.
Wawan Y menarik sejumlah uang dalam bilangan jutaan rupiah dari ATM.
Pecahan ratusan ribu berwarna merah kini sudah menyesaki dompetnya. Lalu
ada satu lembar uang berwarna merah juga, namun kali ini bernilai 10 ribu
yang ia tarik dari dompet. Kemudian uang itu ia lipat menjadi kecil dan ia
berniat untuk berbagi dengan wanita pengemis yang tadi meminta tambahan
sedekah.
Wawan Y memberikan uang itu. Lalu saat sang wanita melihat nilai uang yang ia
terima betapa girangnya dia. Ia berucap syukur kepada Allah dan berterima
kasih kepada Wawan Y dengan kalimat-kalimat penuh kesungguhan :
“Alhamdulillah… Alhamdulillah… Alhamdulillah… Terima kasih tuan! Semoga
Allah memberikan rezeki berlipat untuk tuan dan keluarga. Semoga Allah
memberi kebahagiaan lahir dan batin untuk tuan dan keluarga. Diberikan
karunia keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah. Rumah tangga harmonis dan
anak-anak yang shaleh dan shalehah. Semoga tuan dan keluarga juga diberi
kedudukan yang terhormat kelak nanti di surga…!”
Wawan Y tidak menyangka ia akan mendengar respon yang begitu
mengharukan. Wawan Y mengira bahwa pengemis tadi hanya akan berucap
terima kasih saja. Namun, apa yang diucapkan oleh wanita pengemis tadi
sungguh membuat Wawan Y terpukau dan membisu. Apalagi tatkala sekali lagi
ia dengar wanita itu berkata kepada putri kecilnya, “Dik,Alhamdulillah akhirnya
kita bisa makan juga….!”
Deggg…!!! Hati Wawan Y tergedor dengan begitu kencang. Rupanya wanita tadi
sungguh berharap tambahan sedekah agar ia dan putrinya bisa makan. Sejurus
kemudian mata Wawan Y membuntuti kepergian mereka berdua yang berlari
menyeberang jalan, lalu masuk ke sebuah warung tegal untuk makan di sana.
Wawan Y masih terdiam dan terpana di tempat itu. Hingga istri dan putrinya

http://orido.wordpress.com 35
[DOA] mOhOn dijadikan hamba yang beRsyukuR..

kembali lagi dan keduanya menyapa Wawan Y . Mata Wawan Y kini mulai
berkaca-kaca dan istrinya pun mengetahui itu. “Ada apa Sampean nih ?”
Istrinya bertanya.
Dengan suara yang agak berat dan terbata Wawan Y menjelaskan : “Aku baru
saja menambahkan sedekah kepada wanita tadi sebanyak 10 ribu rupiah!”
Awalnya istri Wawan Y hampir tidak setuju tatkala Wawan Y menyatakan bahwa
ia memberi tambahan sedekah kepada wanita pengemis, namun Wawan Y
melanjutkan kalimatnya : “Bu…, aku memberi sedekah kepadanya sebanyak
itu. Saat menerimanya, ia berucap hamdalah berkali-kali seraya bersyukur
kepada Allah. Tidak itu saja, ia mendoakan aku, mendoakan dirimu, anak-
anak dan keluarga kita. Panjaaaang sekali ia berdoa!
Dia hanya menerima karunia dari Allah Swt sebesar 10 ribu saja sudah
sedemikian hebatnya bersyukur. Padahal aku sebelumnya melihat di ATM saat
aku mengecek saldo dan ternyata di sana ada jumlah yang mungkin ratusan
bahkan ribuan kali lipat dari 10 ribu rupiah. Saat melihat saldo itu, aku hanya
mengangguk-angguk dan tersenyum. Aku terlupa bersyukur, dan aku lupa
berucap hamdalah.
Bu…, aku malu kepada Allah! Dia terima hanya 10 ribu begitu bersyukurnya dia
kepada Allah dan berterimakasih kepadaku. Kalau memang demikian, siapakah
yang pantas masuk ke dalam surga Allah, apakah dia yang menerima 10 ribu
dengan syukur yang luar biasa, ataukah aku yang menerima jumlah lebih
banyak dari itu namun sedikitpun aku tak berucap hamdalah.”
Wawan Y mengakhiri kalimatnya dengan suara yang terbata-bata dan beberapa
bulir air mata yang menetes. Istrinya pun menjadi lemas setelah menyadari
betapa selama ini kurang bersyukur sebagai hamba.

Ya Allah, ampunilah kami para hamba-Mu yang suka lalai atas segala nikmat-Mu!

Salam

http://www.eramuslim.com/atk/oim/7b03002316-bersyukur-sepanjang-
waktu.htm

Bersyukur Sepanjang Waktu


4 Nov 07 09:28 WIB

Oleh Muhammad Rizqon

http://orido.wordpress.com 36
[DOA] mOhOn dijadikan hamba yang beRsyukuR..

Bersujud kepada Allah, Bersyukur sepanjang waktu Setiap nafasmu seluruh


hidupmu semoga diberkahi Allah Bersabar taat pada Allah, menjaga
keikhlasannya Semoga dirimu semoga langkahmu, Diiringi oleh rahmat-Nya
Setiap nafasmu seluruh hidupmu semoga diberkahi Allah (Opick)

Pagi itu, bibi dan pamanku tidak menyangka jika pasar tradisional di wilayah
Bekasi tempat sehari-hari mencari penghidupan, dibongkar secara paksa. Tidak
ada firasat atau mimpi apapun pada malam hari sebelumnya atau desas-desus
bakal dilakukannya aksi yang menyentakkan dada tersebut. Mereka masih
menyakini bahwa di lubuk hati manusia—walau setitik, masih tersimpan
kebeningan bernama hati nurani. Meski tarik-ulur pembongkaran pasar tersebut
telah berlangsung lama, jika memang pasar tersebut harus segera dieksekusi
tentu para pedagang akan diberi pemberitahuan meski secara sepihak agar
mereka memiliki persiapan yang cukup untuk meresponnya, apakah akan
membiarkan kiosnya dibongkar tiba-tiba dengan segala isinya atau
meminimalisir dampak kerugian dengan mengurangi persediaan barang
dagangan yang ada di kios. Namun rupanya aksi pembongkaran di pagi itu,
adalah aksi yang surprise bagi ribuan pedagang. Sungguh disayangkan kenapa
tidak ada peringatan atau ultimatum sebelumnya. Para pedagang diperlakukan
laksana musuh dengan aksi serangan fajar aparat yang tiba-tiba tersebut.
Cukup ironis memang, karena para pedagang yang memiliki hati nurani tersebut
diperlakukan layaknya serangga saja. Padahal dari para pedagang itulah banyak
pihak mengambil keuntungan dari berbagai jenis retribusi dan pungutan.

Wajah pilu dan sedih, bercampur dengan kesal, marah, dan pasrah tanpa daya
menggelayuti bibi dan pamanku dan juga para pedagang yang memiliki kios di
pasar, yang sebagian dari mereka adalah para tetanggaku. Pilu dan sedih karena
terbayang nasib mereka yang berantakan pasca pembongkaran. Dapat
dipastikan selama beberapa hari ke depan, mereka tidak bisa berdagang lagi
karena belum adanya tempat pengganti untuk berdagang. Seandainya pun bisa
berjualan, dapat dipastikan omset penjualan akan turun drastis dibanding hari-
hari biasanya, karena tentu banyak pelanggan yang merasa kehilangan pemasok
barangnya tersebut. Butuh waktu beberapa pekan atau bulan untuk
memulihkan keadaan dan menstabilkan roda perekonomian mereka. Pilu dan
sedih mereka juga bertambah karena kompensasi ganti rugi dari masa sisa hak
pakai pun masih belum jelas. Dan biasanya, jika kompensasi ganti rugi pun
diberikan, jumlahnya kecil dan tidak sepadan. Aku heran, kenapa kasus seperti
sering terjadi secara berulang. Boleh jadi, selalu saja ada pihak-pihak yang
mengambil keuntungan dari penderitaan para pedagang kecil tersebut.

Rasa kesal dan marah pun tidak bisa mereka sembunyikan. Wajar, mereka
merasa diperlakukan tidak adil. Dengan logika sederhana saja, karena sesuai
perjanjian masa pakai kios adalah sampai dengan tahun 2014, berarti mereka
masih memiliki hak pakai selama 7 tahun. Jika mereka dipaksa pindah, tentu
mereka berhak atas pengembalian dari uang sewa selama 7 tahun yang telah
dibayarkan dimuka. Lha ini, mereka hendak diusir dengan alasan kondisi pasar

http://orido.wordpress.com 37
[DOA] mOhOn dijadikan hamba yang beRsyukuR..

kumuh dan perlu direnovasi, tetapi pemilik pasar enggan memberikan


kompensasi atau mau memberikan kompensasi dengan jumlah ala kadarnya dan
ditentukan secara sepihak.

Rona kepasrahan juga kental mewarnai wajah mereka karena mereka sangat
menyadari bahwa —berdasar pengalaman, pada akhirnya para pedagang adalah
pihak yang dikorbankan dari sebuah kepentingan yang ujungnya adalah
kepentingan pribadi atau golongan karena motif ekonomi belaka, bukan motif
memberdayakan atau meningkatkan ekonomi rakyat.

Sebagai wujud empati dan kepedulian, aku ikut berpartisipasi dalam rangka
memindahkan barang-barang dagangan bibi dan pamanku ke rumah karena
mereka belum memiliki tempat penampungan sementara. Di tengah bau busuk
dan kumuh yang menebar ke mana-mana, aku mengemasi dan mengepak kue-
kue kemasan (snack) ke dalam kardus dan diikat dengan tali plastik (rafia).
Sebagian di antaranya adalah snack kadaluarsa yang tetap dikemas dan ikut
dipindahkan karena masih bernilai ekonomis. Snack kadaluarsa tersebut bisa
ditukar ke distributor dengan kompensasi 50% dari nilai pembelian.

Yang agak menyedihkan, suasana pengepakan agak mengalami kesulitan karena


bersamaan dengan pembongkaran paksa yang menggunakan dua buah escavator
tersebut, aliran listrik dipadamkan. Beruntung, lokasi kios bibi dan pamanku
ada dipinggiran sehingga mendapat pencahayaan yang cukup lumayan.

Ada satu hal yang menarik dari pamanku. Saat kujumpai dia dan kunyatakan
agar dia bersabar atas musibah yang terjadi, dia berkata, “Gimana lagi ya, dari
sana-Nya sudah begini kali. Ya harus disabar-sabarin. ” Kemudian dia
menambahkan, ”Untung aja tidak dibakar, jadi masih ada yang bisa
diselamatin. ”

Ya. Di tengah musibah yang menyedihkan tersebut pamanku masih bisa


bersyukur. Ia bersyukur karena pasar tidak dibakar seperti banyak terjadi di
beberapa pasar yang lain. Dengan tidak dibakar, beberapa barang yang masih
bisa dijual, bisa diselamatkan. Tak terbayang jika pasar dibakar secara tiba-
tiba, tentu kerugian akan berlipat karena barang dagangan yang ada akan
lenyap menjadi abu.

***

Ada dua pelajaran yang kupetik dari kejadian yang menimpa pamanku tersebut.
Pertama, bersyukur hendaknya dilakukan sepanjang waktu. Bersyukur di kala
mendapat kenikmatan adalah hal biasa dan memang seharusnya demikian
adanya. Tetapi bersyukur di kala mendapat musibah, adalah hal yang luar
biasa. Hanya orang yang ridha terhadap qadha dan takdir Allah-lah yang bisa
demikian. Dengan ridha kepada Allah, di balik musibah yang menimpa,
tersingkap rahasia hikmah kebaikan yang bisa disyukuri. Andaikan hikmah

http://orido.wordpress.com 38
[DOA] mOhOn dijadikan hamba yang beRsyukuR..

kebaikan itu belum bisa tersingkap, hendaknya seorang hamba beriman


menyakini bahwa apa yang menimpa dirinya adalah murni kebaikan dari Allah
dan boleh jadi hikmah kebaikan itu akan terungkap tatkala bertemu dengan
Allah di akhirat kelak. Allah Maha Adil dan Bijaksana, Dia membalas kejahatan
dan kebaikan dengan balasan yang setimpal dan sempurna.

Kedua, syukur akan nampak jika hamba mampu membayangkan kondisi yang
lebih buruk ‘seharusnya’ terjadi pada dirinya. Pamanku masih bisa bersyukur
karena mampu membayangkan kondisi yang lebih buruk tersebut, yaitu
seandainya kiosnya terbakar. Dalam beberapa kesempatan, seringkali aku
menemukan orang-orang yang tertanam perasaan demikian. Selalu saja dia
masih bisa bilang ‘untung’ atas berbagai musibah yang terjadi. Untung hanya
luka sedikit, untung masih hidup, untuk hanya handphone yang hilang, untung
memiliki relasi yang menawarkan kerja, dan untung lainnya yang merefleksikan
bahwa dia bersyukur tidak mengalami kondisi yang lebih buruk dari yang
dialami saat itu.

Adakah pengaruh pola pikir ‘bersyukur sepanjang waktu’ ini bagi hamba dalam
menjalani hidupnya? Ya, tentu saja. Hidupnya rasanya ‘enjoy aja’ tanpa beban
permasalahan yang meresahkan. Sejatinya, itulah refleksi dari keimanan yang
selalu memancarkan ketenangan jiwa.

Semoga kita mampu bersyukur kepada Allah sepanjang waktu. Karena hanya
dengan bersyukur kita merasakan kasih sayang Allah yang begitu melimpah
kepada kita. Mari kita optimalkan kasih sayang Allah itu adalah untuk amal-
amal kebaikan.

Waallahu’alam

http://www.eramuslim.com/atk/oim/43db6887.htm

Nikmat...begitu banyak yang telah terlewatkan tanpa


mensyukurinya
30 Jan 06 12:53 WIB

Oleh Bunda Shafiya

http://orido.wordpress.com 39
[DOA] mOhOn dijadikan hamba yang beRsyukuR..

Saat itu kami; aku, bapak dan Shafiya sedang berada dalam perjalanan pulang
ke rumah. Kami baru saja pulang dari menikmati semangkuk Soto Lamongan
Cak Har *slruup* yang terkenal itu. Tepat di traffic light menuju ke arah
Margorejo, mobil berhenti karena traffic light menunjukkan warna merah. Aku
melayangkan pandangan ke seberang jalan. Nampak olehku sosok ibu pengemis
dan anaknya yang sedang mesra bersenda gurau. Si anak rupanya haus dan
alhamdulillah saat itu sang ibu ada rezeki untuk membelikan sekantung plastik
es teh bagi si anak.

Dengan penuh rasa kasih sayang kantung plastik es teh itu dibuka dari
ikatannya dan diminumkan ke si anak dengan menggunakan sedotan. Tampak si
anak sangat menikmatinya, kehausan barangkali. Setelah si anak puas, ibu itu
pun mencicipi es teh itu sedikit dan ternyata walaupun es teh itu hanya bersisa
sangat sedikit, mungkin hanya satu tegukan lagi sisanya, sang ibu itu tetap
menyimpan sisa itu dengan hati-hati dengan mengikat kembali kantung plastik
es teh itu.. Subhanallah! Betapa orang seperti mereka sangat menghargai dan
mensyukuri nikmat Allah yang diberikan kepada mereka serta menjaganya
dengan sangat hati-hati.

Dadaku terasa sesak, bersamaan dengan itu air mata mulai menetes.. Teringat
akan percakapanku dengan Shafiya di depot soto itu, "Nak, udah deh, ice tea-
nya nggak usah dihabiskan. Ayo.. cepetan, Bapak sudah menunggu di mobil."
Betapa bodohnya aku yang malah mengajarkan anakku untuk berbuat suatu hal
yang mubazir yang mencerminkan rasa tidak bersyukur padaNya. Astagfirullah.

Bagi orang lain, peristiwa ini mungkin bukan sesuatu yang menarik untuk
diceritakan. Tapi saya memaknainya lain. Alhamdulillah.Allah memberi saya
petunjuk untuk selalu mensyukuri nikmatNya dalam ketaatan kepadaNya.
Syukur Alhamdulillah. Ibu pengemis itu telah mengajarkan kepada saya cara
untuk menghargai nikmatNya.

Fabiayyi aalaa rabbikumaa tukadzdzibaan? Maka nikmat Tuhan kamu manakah


yang engkau dustakan? Pertanyaan retoris ini membuat saya tertunduk malu
tiap kali mendengarnya. Betapa tidak! saya sering kali iri dengan nikmat yang
ada pada orang lain. Saya memang tidak pernah sampai dalam tahap merasa
dengki dan menginginkan agar nikmat orang lain itu hilang. Naudzubillah min
Dzalik.. Tapi rasa iri saya membawa saya menjadi orang yang kufur nikmat.
Padahal Allah selalu baik kepada saya. Dalam studi dan karir insya Allah saya
selalu lancar. Ketika saya berdoa agar mendapat pendamping hidup yang
sholeh, Allah dengan cepat mengabulkan permintaan saya. Ketika saya berdoa
agar dikarunai anak yang menyejukkan pandangan orang tuanya, Allah dengan
berbaik hati mengabulkan permohonan saya itu.. Namun.dari banyak nikmat
yang ada, sedikit sekali saya mampu menyentuhkan dahi bersujud pada Allah
untuk menyampaikan rasa terima kasih saya.

http://orido.wordpress.com 40
[DOA] mOhOn dijadikan hamba yang beRsyukuR..

Nikmat.. begitu banyak yang saya lewatkan tanpa mensyukurinya. Ya Allah..


janganlah golongkan saya menjadi orang-orang yang merugi karena kufur
terhadap nikmatMu... (Tuhan) yang Maha Pemurah, yang telah mengajarkan Al-
Quran. Dia menciptakan manusia, mengajarnya pandai berbicara. Matahari dan
bulan beredar menurut perhitungan. Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-
pohonan keduanya tunduk kepadaNya. Dan Allah meninggikan langit dan Dia
melektakkan neraca keadilan. Supaya kamu jangan melampaui batas tentang
neraca itu. Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan jangan kamu
mengurangi neraca itu. Dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluknya, di
bumi itu ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak
mayang.Dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bungaan yang harum baunya.
Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan? (Surat Ar Rahman: 1-
13)

http://blogcoffee.net/archives/2006/02/18/opick-alhamdulillah/

Opick : Alhamdulillah
Posted by kukuh under Social , Audio Video , Personal

Akhir - akhir ini lagi sering muter lagunya Opick feat. Ananda dalam album
Istighfar.

>>>

Bersujud kepada Allah


Bersyukur sepanjang waktu
Setiap napasmu seluruh hidupmu
Semoga diberkahi Allah

Bersabar taat pada Allah


Menjaga keikhlasan-Nya
Semoga dirimu semoga langkahmu
Diiringi oleh rahmat-Nya

Setiap napasmu seluruh hidupmu


Semoga diberkahi Allah

Alhamdulillah wasyukurillah
Bersyukur pada Mu ya Allah
Kau jadikan kami saudara

http://orido.wordpress.com 41
[DOA] mOhOn dijadikan hamba yang beRsyukuR..

Indah dalam kebersamaan


Hilanglah sebuah perbedaan

>>>

Lagu yang penuh damai. Pertama kali tersentuh lagu ini adalah ketika aku
pertama kali lihat hasil video rekaman akad nikah kami hasil editan Ananto. Di
video ini, Ananto menambahkan lagu “Alhamdulillah” tepat setelah akad nikah
selesai. Lagu ini benar - benar menambahkan gambaran rasa bahagia kala itu.

Apalagi, sekarang tiap nelpon isteri tercinta akan terdengar nada sambung
pribadi dari Telkomsel, mengingatkan untuk terus bersyukur. Terima kasih
isteriku sayang, dengan segenap kerinduan kau mengingatkanku untuk tetap
bersyukur kepada Allah SWT dalam segala kondisi.

http://orido.wordpress.com 42