Anda di halaman 1dari 13

Makalah

SISTEMATIKA HEWAN INVERTEBRATA ARTHROPODA

Disusun Oleh : 1. 2. 3. 4. Toha Dewi Mayasari Iis Sugiarti Lufita Rahma Putri ( A 420100013 ) ( A 420100019 ) ( A 420100043 ) ( A 420100048 )

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2011

ARTHROPODA
Artropoda berasal dari kata 2 kata yaitu arthes yang berarti bersendi sendi dan poda yang berati kaki ( alat ekstremitas ). Jadi arthropoda adalah kelompok hewan yang mempunyai kaki ( alat ekstremitas ) yang bersendi sendi meliputi serangga, laba-laba, udang dan lipan. Arthropoda merupakan fillum terbesar didalam kingdom Animalia, yang teridentifikasi lebih kurang 770 ribu spesies. Pada umumnya hewan tersebut hidup di tanah, air ( baik tawar maupun asin ), serta hidup sebagai parasit didalam tubuh hewan atau tumbuhan. Ciri ciri Arthropoda : 1. Tubuhnya bersegmen dan ditutupi dengan kerangka luar ( eksoskeleton ) dari zat kitin 2. Tubuh terdiri atas kepala, dada dan badan ( perut ) 3. Memiliki saluran pencernaan yang lengkap 4. Bernapas menggunakan insang, trakea atau paru paru buku 5. Sistem saraf berupa system tangga tali dan memiliki mata majemuk ( kecuali kelas Arachnida atau laba laba ) 6. Sistem peredaran darahnya terbuka 7. Gonokoris dan perkembangbiakan dilakukan secara sexsual 8. Organ indra berupa mata sederhana ( oseli ), mata majemuk ( faset )

Klasifikasi Arthropoda Klasifikasi Arthropoda didasarkan pada bagian tubuhnya: 1. 2. 3. 4. Crustacea (udang udangan) Arachnida (laba laba) Myriapoda terdiri : Chilopoda dan Diplopoda (kaki seribu) Insecta (Serangga)

1. Kelas Crustacea Ciri cirrinya : a. Memiliki kerapas yaitu gabungan cangkang, kepala dan dada b. Memiliki alat ekskresi berupa kelenjar hijau c. Habitat di air ( danau, laut, sungai ) d. Alat gerak berupa kaki e. Makanannya berupa bangkai / tumbuhan dan hewan yang lain f. Sistem peredaran darah terbuka

g. Alat pernapasan berupa insang h. Alat indra berupa sepasang mata majemuk bertangkai i. Sistem reproduksinya bersifat diesis Cara hidup dan habitat Cara hidup Arthropoda sangat beragam, ada yang hidup bebas, parasit, komensal, atau simbiotik.Dilingkungan kita, sering dijumpai kelompok hewan ini, misalnya nyamuk, lalat, semut, kupu-kupu, capung, belalang, dan lebah. Habitat penyebaran Arthropoda sangat luas.Ada yang di laut, periran tawar, gurun pasir, dan padang rumput.

Crustacea dibagi menjadi 5 subfillum : a. Branchiopoda Ciri cirinya : Ukuran tubuhnya 0,25 mm 10 cm Habitat di air laut dan air tawar Bergerak dengan antenna Contoh : Artemia sp, daphnia sp b. Ostracoda Ciri cirinya : Ukuran sekitar 1 mm Hidup di air laut Alat gerak dengan antenna Contoh : Arboilia sp c. Copepoda Ciri cirinya : Habitat di tanah yang lembab Memiliki antena namun pendek Berkelamin Satu Contoh : Lernaea Cyrinaeceae d. Cirripedia Hidup di laut dengan menempel pada batu batuan Ada juga yang hidup sebagai parasit pada ikan paus, kura kura, dan hewan lainya Contoh : Lepas, Balanus

e. Malacostraca Ciri cirinya : Terdiri dari 14 segmen Hidup di laut Dibagi menjadi 3 ordo yaitu : 1. Decapoda Contohnya udang dan kepiting 2. Stomatopoda Ordo stomatopoda menyerupai belalang sehingga sering disebut udang belalang. 3. Isopoda Contohnya trenggiring Peranan Crustacea : a. Sebagai bahan makanan yang berprotein tinggi b. Berperan sebagai zooplankton

2.

Kelas Arachinida Ciri-cirinya: Tubuh terdiri dari sefalotoraks(Kepala dan dada menyatu) dan Abdomen perut Disefalotoraks terdapat empat pasang kaki,sedangkan abdomen tidak berkaki Tidak memiliki antena. Dibagian kepala terdapat sepasang kalisera yaitu catut beracun yang terdapat disebelah depan,fungsinya untuk melumpuhkan mangsa. Dibagian belakang kepala terdapat sepasang paldipalpus yang berfungsi sebagai alat indra,seperti tangan untuk memegang mangsa dan melakukan kopulasi. Memiliki empat pasang kaki. Bernafas dengan paru-paru buku yang terdapat pada daerah depan. Tidak memiliki kepala sesungguhnya tetapi berupa alas kepala(Kapitulum). Pada bagian mulut terdapat satu pasang kalisera dan satu pasang peldipelpus.

Memiliki satu lubang kelamin pada ruas kedua abdomen. Sistem peredaran terbuka menggunakan jantung,pembuluh dan arteri. Sistem saraf tanga tali yaitu berup apersatuan ganglion-ganglion. Alat indra terdiri dari 8 buah mata sederhan dan sepasang paldipalpus yang fungsinya sama dengan antena.

Laba-laba Arachinida dapat dibagi menjadi 3 ordo: a. Scorpiones Ciri-cirinya : Tubuh dibagi menjadi menjadi 2,yaitu sefalotoraks dan bagian perut(opisthosoma). Peldipalpus membentuk capit besar. Kelisera-keliseranya kecil. Contoh: Kalajengking(Uroctonus mordax),Ketunggeng(Bruthus after) Araneae Ciri-cirinya: Tubuhnya terdiri dari dua segmen. Mempunyai delapan kaki. Tidak memiliki sayap. Contoh: Semua jenis laba-laba c. Acarina Ciri-cirinya: Tubuhnya tidak berbuku-buku Larva acarina memiliki 3 kaki Daur hidup mengalami empat fase yaitu telur larva nimfa dewasa

b.

Contoh:Caplak atau tungau (Acarina sp) 3. Kelas Myriapoda Ciri-cirinya: a. Tubuh terdiri atas kepala(sepalo),perut(abdomen) tanpa dada (toraks),tetapi ada juga yang memiliki dada. b. Tubuhnya beruas-ruas. c. Terdiri dari 10-200 segmen,pada ruas perut terdapat sepasang atau dua pasang kaki. d. Pada bagian kepala terdapat antena yang berfungsi sebagai alat peraba. e. Memiliki kulit kitin yang tipis dan tebal. f. Memiliki sistem pencernaan dan kelenjar ludah. g. Memiliki organ pernapasan berupa satu pasang trakea. h. Reproduksi secara seksual Dibagi menjadi dua kelas: a. Chilopoda Ciri-cirinya: Kepala dan dada panjang. Memiliki satu pasang antena yang panjang Memiliki bagian mulut yang terdiri dari satu pasang. Memiliki kaki banyak. Memiliki gigi beracun,tetapi tidak pada manusia. Bersifat karnivora Contohnya: Kelabang(Stutigera sp)

b. Diplopoda Ciri-cirinya: Memiliki kepala dan dada pendek,dan abdomen panjang. Memiliki satu pasang antena dan pendek. Tubuhnya bulat dan panjang. Reproduksinya secara seksual Bersifat herbivor Contoh: Kaki seribu(lulus sp)

Peranan bagi kehidupan: Mempunyai andil dalam memecahkan bahan-bahan organik atau serasah untuk membunuh humus.Serasah adalah lapisan-lapisan daun dan rantingranting yang ada di hutan.

4.

Kelas Insecta (Hexapoda)

Ciri-cirinya: a. Tubuh terdiri dari kepala,dada,dan perut(abdomen) b. Tubuh dibedakan dengan jelas antara kepala,dada ,dan perut c. Bagian kepala terdapat antena,otak,mulut dan berbagai tipe serta mata faset dan mata oselus d. Bagian dada terdapat tiga pasang kaki e. Sayap terletak pada segmen kedua dan ketiga dada f. Alat pencernaan memanjang dari mulut sampai anus g. Terdapat satu pasang antena h. Terdapat kelenjar ludah pada mulut Klasifikasi insekta:

Insekta dibagi menjadi dua subkelas: 1. Apterigota (Bersayap) Apterygota merupakan kelompok serangga yang tidak bersayap dan tidak mengalami metamorfosis (ametabola). Pada hewan ini, batas antara kepala, dada, dan perut tidak jelas. Tipe mulutnya menggigit. Contohnya, Lepisma sacharina (kutu buku), jenis serangga yang sering merusak buku dengan mengeluarkan enzim selulase. Pterygota(Tidak bersayap) Pterygota merupakan kelompok serangga yang memiliki sayap. Sayap dapat berupa penonjolan ke arah luar dari Binding tubuh (eksopterigota) atau penonjolan ke arah dalam dari ektoderm (endopterigota). Kelompok endopterigota biasanya mengalami metamorfosis sempurna (holometabola).

2.

Berdasarkan metamorfosisnya: 1. Hemimetabola yaitu serangga yang mengalami metamorfosis tidak sempurna. Telur,nimfa(serangga) kecil),imago(dewasa).Contohnya:Jngkrik,belalang,rayap. 2. Holometabola yaitu serangga yang mengalami metamorfosis sempurna. Telur,larva,kepompong(pupa),imago(dewasa).Contohnya:Kupukupu,lalat,lebah,nyamuk.(metamorfosis sempurna dialami oleh kupu-kupu).

Dapat dikelompokkan menjadi beberapa ordo, yaitu : o Isopetra o Orthoptera o Hemiptera o Homoptera o Ordonata

Hemimetabola

o Coleoptera o Neuroptera o Lepidoptera o Hymenoptera o Siphonaptera o Diptera

Holometabola

a. Ordo Isoptera atau Archiptera Nama ordo Isoptera berasal dari kata iso = sama, pteron = sayap. Isoptera berarti serangga yang memiliki sayap yang sama, yaitu berupa dua pasang sayap bertipe dan ukuran sama. Anggota ordo ini termasuk eksopterigota. Contoh serangga ini adalah Helanithermis sp. (rayap). Dalam kehidupan rayap, terdapat sistem pembagian tugas. Pada umumnya, setiap koloni rayap memiliki seekor ratu, raja, pekerja, dan tentara. Ratu adalah rayap betina yang kehilangan sepasang sayapnya setelah dibuahi oleh rayap jantan yang bertindak sebagai raja. Seekor ratu ditandai dengan ukuran tubuh sedikit lebih besar, tidak bersayap, dan berwarna putih. Ratu, sepanjang hidupnya bertugas untuk berkembang biak. Kelompok prajurit / tentara memiliki ciri berkepala besar dan mandibula besar. Prajurit bertugas mempertahankan sarangnya. Kelompok pekerja bertugas membuat lorong-lorong, membangun sarang, mengumpulkan makanan, dan memelihara larva. Makanan rayap adalah selulosa. Sumber selulosa dapat diperoleh dengan cara menghancurkan sisa-sisa tumbuhan dan kayu dari bahan bangunan. b. Ordo Orthoptera Orthoptera berasal dari kata orthos = lurus, dan pteron = sayap. Orthoptera termasuk eksopterigota dan memiliki tipe mulut menggigit. Orthoptera memiliki dua pasang sayap. Sayap bagian depan tebal disebut perkamen, sedangkan sayap bagian belakangnya tipis. Orthoptera memiliki tiga pasang kaki, sepasang kaki belakang berukuran lebih besar dan kuat. Contohnya, Cyrtacanthacris nigricornis (belalang kayu), Mantis religiosa (belalang sembah), Periplaneta sp. (lipas), Phyllium cruzifolium (belalang daun), Gryllus bimaculatus (jangkrik), dan Grylotalaa africana (orong-orong). c. Ordo Hemiptera Nama ordo Hemiptera berasal dari kata hemi = setengah, pteron = sayap. Serangga ini termasuk eksopterigota. Hemiptera memiliki

d.

e.

f.

g.

dua pasang sayap. Sayap bagian depan lebih tebal dan mengandung zat tanduk pada bagian dasarnya, sedangkan sayap belakang berupa membran yang terlipat di bawah sayap depan. Anggota ordo ini memiliki tipe mulut menusuk dan mengisap. Contohnya, Leptocorisa acuta (walang sangit, menyerang bulir padi muda), Cimex rotundatus (kutu busuk), dan Podops vermiculata (kepinding tanah). Ordo Homoptera Homoptera meliputi serangga yang memiliki sayap berukuran sama, sayap depan dan sayap belakang. Anggota ordo ini termasuk eksopterigota dan memiliki tipe mulut menusuk. Beberapa jenis di antaranya merupakan hama tanaman sehingga merugikan manusia. Contohnya, Nephotetix apicalis (wereng hijau) dan Nilaparvata lugens (wereng coklat) merupakan hama tanaman padi, Pediculus capitis (kutu kepala), Aphis sp. (kutu daun); dan Duadubia sp. (tonggeret). Ordo Odonata Anggota ordo ini memiliki tubuh memanjang. Dua pasang sayap tampak seperti lembaran tipis dengan anyaman jala. Perut panjang dan bulat. Odonata memiliki meta faset yang besar. Termasuk anggota ordo ini adalah Aeshna sp. (capung). Ordo Coleoptera Nama ordo Coleoptera berasal dari kata coleos = perisai, pteron sayap. Anggota ordo ini termasuk endopterigota dan memiliki tipe mulut menggigit. Coleoptera memiliki dua pasang sayap. Sayap depan tebal dan keras karena mengandung zat tanduk, disebut elitra. Sebaliknya, sayap belakang memiliki struktur tipis, berupa selaput. Anggota coleoptera kebanyakan merugikan manusia, karena sering merusak beras, tepung, kacang, dan bahan makanan. Contohnya, Dytiscus sp. (kumbang penyelam), Lampyris sp. (kunangkunang), Rhyzoperta dominica (bubuk gabah), Oryctes rhinoceros (kumbang hama kelapa), dan Calosoma sp. (kumbang tanah). Ordo Neuroptera Nama ordo Neuroptera berasal dari kata neuron = jala, pteron = sayap. Serangga ini memiliki dua pasang sayap yang tipis dan banyak urat seperti jala. Anggotanya termasuk endopterigota dan memiliki tipe mulut menggigit. Contohnya Myrmeleon frontalis dan Chsysopa sp. (undur-undur). Jenis serangga ini biasa

meninggalkan telurnya di pasir atau di tanah dan pada tahap larvanya sering menyerang sarang semut. h. Ordo Lepidoptera Lepidoptera berasal dari kata lepis = sisik, pteron = sayap. Lepidoptera memiliki dua pasang sayap yang tipis dan bersisik dengan warna yang beraneka ragam dan menarik. Pada saat beristirahat, kedua pasang sayapnya akan tegak lurus terhadap bidang yang dihinggapi. Anggota ordo ini termasuk endopterigota. Pada saat dewasa, anggota ordo ini memiliki tipe mulut mengisap, sedangkan pada tahap larvanya (dikenal sebagai ulat yang suka memakan daun-daun) memiliki tipe mulut menggigit. Mulut memiliki belalai (probosis). Contohnya, Papillio memnon (kupukupu pastor), Bombyx mori (kupu-kupu ulat sutra), dan Attacus atlas (kupu-kupu gajah). i. Ordo Hymenoptera Hymenoptera berasal dari kata hymen = selaput, dan pteron = sayap. Memiliki dua pasang sayap tipis, sayap depan lebih besar dari pada sayap belakang. Anggotanya termasuk endopterigota, tipe mulut menggigit dan mengisap, tetapi ada juga yang bertipe menggigit saja. Segmen terakhir pada abdomen berubah menjadi alat penyengat. Beberapa jenis anggota ordo ini ada yang bersifat polimorfisme, misalnya lebah madu. Pada koloni lebah madu terdapat pembagian tugas kerja. Ratu, adalah lebah betina yang fertil. Raja, adalah lebah jantan yang terbentuk dari telur yang tidak dibuahi (partenogenesis). Lebah jantan akan mati setelah kawin. Lebah pekerja, yaitu lebah jantan yang bersifat steril dan bertugas mengumpulkan tepung sari dan madu serta membuat sarang. Contohnya, Monomorum sp. (semut hitam), Occophylla smarogdina (semut rang-rang), Apis indica (lebah madu), Apis melifera (Lebah gong), dan vespula maculata. j. Ordo Diptera Ordo Diptera berasal dari kata di = dua, pteron = sayap. Diptera memiliki dua pasang sayap, tetapi hanya satu pasang sayap yang berfungsi, yaitu sayap depan yang tampak transparan dengan beberapa pembuluh darah. Sepasang sayap belakang berubah menjadi suatu bentuk bulatan yang disebut helter dan tidak berfungsi lagi sebagai sayap. Anggota ordo ini termasuk endopterigota. Diptera memiliki tipe mulut menjilat, tetapi ada juga yang memiliki tipe mulut menusuk dan mengisap. Contohnya, Culex fatigans (nyamuk penyebar penyakit kaki gajah), Anopheles

k.

sp. (nyamuk penyebar penyakit malaria), Aedes agypti (nyamuk penyebar penyakit demam berdarah), Drossophyla melanogaster (lalat buah), Musca domestica (lalat rumah), Glossina morsitans, dan Glossina palpalis. Dua contoh terakhir merupakan lalat penyebar penyakit tidur. Ordo Siphonoptera Nama ordo Siphonoptera berasal dari kata siphon = pengisap, pteron = sayap. Serangga ini termasuk endopterigota. Tubuh pipih, dan memiliki kaki yang sangat kuat (berguna untuk meloncat). Siphonoptera memiliki tipe mulut menusuk dan mengisap. Batas antara kepala, dada, dan perut tidak jelas. Siphonoptera meliputi bangsa pinjal yang banyak merugikan manusia karen mengisap darah. Contohnya, Purex irritans (pinjal manusia), Ctenocephalus Canis (pinjal parasit pada anjing), Ctenocephalus felis (pinjal parasit pada kucing), dan Xenopsylla cheopsis (pinjal parasit pada tikes dan dapat menularkan penyakit pes)

Peranan Insecta : a. Untuk dimakan b. Untuk obat obatan tradisional c. Untuk bahan pakaian sutra d. Membantu proses penyerbukan

Berbagai jenis Arthropoda memberikan keuntungan dan kerugian bagi manusia.Peran arthropoda yang menguntungkan manusia misalnya dibidang pangan dan sandang yaitu sebagai berikut : Sumber makanan yang mengandung protein hewani tinggi.Misalnya Udang windu (Panaeus monodon), rajingan (portunus pelagicus), kepiting (scylla serrata), dan udang karang (panulirus versicolor) Penghasil madu, yaitu lebah madu (Apis indica) Bahan industri kain sutera, yaitu pupa kupu-kupu sutera (Bombyx mori) Bahan industri kain sutera, yaitu pupa kupu-kupu sutera (Bombyx mori) Sementara yang merugikan manusia antara lain : Vektor perantara penyakit bagi manusia.Misalnya nyamuk malaria, nyamuk demam berdarah, lalat tsetse sebagai vektor penyakit tidur, dan lalat rumah sebagai vektor penyakit tifus.

Menimbulkan gangguan pada manusia.Misalnya caplak penyebab kudis, kutu kepala, dan kutu busuk. Hama tanaman pangan dan industri.Contohnya wereng coklat dan kumbang tanduk. Perusak makanan.Contohnya kutu gabah Perusak produk berbahan baku alam.Contohnya rayap dan kutu buku.