Anda di halaman 1dari 11

PERENCANAAN DALAM MANAJEMEN KEPERAWATAN

DISUSUN OLEH

CHINTYA SWEETA SAULAKA MUTIARA DEWI FADJRIN TRI SUNDARI TINGKAT NAMA PEMBIMBING : II B : TITI SULASTRI,SKp.MKes

JURUSAN KEPERAWATAN KIMIA 17 POTEKKES KEMENKES JAKARTA III 2011

KATA PENGANTAR

Alhamdulillahi robbil alamin, tiada kata yang patut diucapkan selain rasa syukur dan puji-pujian kehadirat Allah SWT atas rahmat, kekuatan dan kesabaran yang diberikan terhadap hamba-Nya yang dhoif ini sehingga dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul Perencanaan Dalam Manajemen Keperawatan. Dalam menyelesaikan makalah ini tidak sedikit kesulitan yang penuluis alami, sehingga makalh ini masih jauh dari sempurna. Mengingat keterbatasan penulis dalam ilmu pengetahuan dan keterbatasan penulis dalam mengolah data. Namun berkat bimibingan, dorongan, dan petunujk dari semua pihak, akhirnya makalah ini dapat diselesaikan tepat waktu. Dengan segala kerendahan hati penulis sampaikan rasa terima kasih serta penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya dosen mata kuliah Manajemen Keperawatan, Ibu Titi Sulastri,SKp.MKes. Penulis menyadari bahwa masih terdapat kekurangan dalam pembuatan makalah ini. Oleh karena itu, diharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca demi perbaikan selanjutnya menuju arah yang lebih baik. Akhir kata, Penulis berharap makalah ini dapat memberi manfaat bagi kita semua, dalam hal menambah wawasan kita mengenai Perencanaan Dalam Manajemen Keperawatan.

Jakarta, 09 Oktober 2011

Penulis

ii

DAFTAR ISI

Halaman HALAMAN JUDUL i KATA PENGANTAR..ii DAFTAR ISIiii BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang.... 1 I.2 Tujuan Penulisan .........1 I.3 Metode Penulisan.2 I.4 Sistematika Penulisan...2 BAB II PEMBAHASAN II.1 Definsi Perencanaan...........3 II.2 Fungsi Perencanaan Dalam Manajemen Keperawatan..4 II.3 Tahapan Perencanaan. ...6 BAB III KESIMPULAN DAN SARAN III.1 Kesimpulan .7 DAFTAR PUSTAKA

iii

BAB I PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang


Adanya tuntutan terhadap kualitas pelayanan keperawatan dirasakan sebagai suatu fenomena yang harus di respon oleh perawat. Pelayanan keperawatan secara profesional perlu mendapatkan perhatian dalam pengembangan dunia keperawatan. Salah satu strategi untuk mengoptimalkan peran dan fungsi perawat dalam pelayanan keperawatan adalah melakukan manajemen keperawatan dengan harapan adanya faktor kelola yang optimal mampu meningkatkan keefektifan pembagian pelayanan keperawatan sekaligus lebih menjamin kepuasan klien terhadap pelayanan keperawatan. Manajemen merupakan ilmu atau seni tentang bagaimana menggunakan sumber daya secara efisien, aktif dan rasional untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya. Manajemen mencakup kegiatan koordinasi dan supervisi terhadap staf, sarana dan prasarana dalam mencapai tujuan. Manajemen keperawatan merupakan proses bekerja melalui anggota staf keperawatan untuk memberikan asuhan keperawatan secara professional. Manajemen asuhan keperawatan merupakan pengaturan sumber daya dalam menjalankan kegiatan keperawatan dengan menggunakan metode proses keperawatan untuk memenuhi kebutuhan klien atau menyelesaikan masalah klien dengan mengaitkan pada fungsi manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian. Setiap fungsi ini tidak dapat dipisah-pisahkan antara yang satu dengan yang lainnya. Implementasi menerapkan fungsi pengorganisasian dan pengarahan, dan evaluasi menerapkan fungsi pengendalian (Keliat, 2000).

I.2 Tujuan Penulisan


Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui dan memahami: Definisi perencanaan sebagai fungsi manajemen keperawatan Fungsi perencanaan dalam manajemen keperawatan Tahapan perencanaan dalam manajemen keperawatan

I.3 Metode Penulisan


Metode penulisan dalam penulisan makalah ini adalah dengan penelusuran literature dan browsing internet.

I.4 Sistematika Penulisan


Sistematika penulisan makalah ini dibagi dalam tiga bab, dan pembahasan dari tiaptiap bab adalah sebagai berikut: Bab I: Pendahuluan Pada bab ini dijelaskan mengenai pembahasan tentang latar belakang, tujuan penulisan, metode penulisan, dan sistematika penulisan. Bab II: Pembahasan Pada bab ini dijelaskan mengenai definisi perencanaan sebagai fungsi dari manajemen keperawatan, fungsi perencanaan dalam manajemen, dan tahapan perencanaan. Bab III: Penutup Pada bab ini dijelaskan mengenai kesimpulan dari penulisan makalah.

BAB II PEMBAHASAN

II.1 Definisi Perencanaan


Terdapat beberapa pendapat para ahli tentang perencanaan, diantaranya adalah: Perencanaan adalah sebuah proses berkelanjutan yang diawali dengan menyusun tujuan, capaian, dan rencana-rencana tindakan untuk mencapai tujuan tersebut, mempertimbangkan proses dan hasil, memberikan umpan balik kepada personel, dan memodifikasi rencana-rencana (tersebut) saat diperlukan (Swansburg, 1999). Dalam keperawatan perencanaan membantu untuk memastikan pasien pasien akan menerima pelayanan keperawatan sesuai dengan keinginan atau kebutuhan klien (Swansburg, 1999) Perencanaan adalah suatu proses yang melibatkan penentuan sasaran atau tujuan organisasi, menyusun strategi yang menyeluruh untuk mencapai sasaran yang ditetapkan, dan mengembangkan hierarki rencana secara menyeluruh untuk mengintegrasikan dan mengkoordinasikan kegiatan. Maksud dari perencanaan adalah untuk memberikan arah, mengurangi dampak perubahan, memperkecil pemborosan, dan untuk menentukan standar yang digunakan dalam pengendalian (Robbins dan Coulter, 1999). Perencanaan juga merupakan sebuah analisis yang menyeluruh dan sistematis dalam mengembangkan sebuah rencana kegiatan (Ward, 2002). Jadi dapat disimpulkan, perencanaan adalah suatu proses pengembangan dan pengkoordinasian secara menyeluruh dari apa yang sudah ada sekarang untuk menjadi lebih baik agar dapat mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan. Selain itu perencanaan juga memiliki beberapa tujuan, yaitu: Meningkatkan pencapaian kesuksesan difokuskan pada hasil bukan pelaksanaan

Menuntut kita untuk berpikir kritis dan mengevaluasi alternative-alternatif yang bisa mengembangkan atau mengubah keputusan Membentuk suatu struktur untuk pengambilan keputusan yang konsisten sesuai dengan tujuan top management Mengajak atau menggerakan orang-orang untuk bekerja atau bertindak aktif daripada bersikap reaktif Mengatur kegiatan hari-perhari atau kegiatan jangka pangjang yang terfokus

II.2 Fungsi Perencanaan Dalam Manajemen Keperawatan


Fungsi perencanaan dalam manajemen meliputi beberapa tugas, diantaranya adalah mengenali masalah, menetapkan dan mengkhususkan tujuan jangka panjang dan jangka pendek, mengembangkan tujuan, dan terakhir menguraikan bagaimana tujuan dan sasaran tersebut dapat dicapai. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan fungsi-fungsi lain seperti pengorganisasian, pengarahan, dan pengontrolan takakan dapat berjalan dengan lancar. Perencanaan didefinisikan sebagai suatu proses menetapkan tujuan dan memutuskan bagaimana hal tersebut dapat dicapai. Rencana meliputi sumber-sumber yang dibutuhkan, tugas yang diselesaikan, tindakan yang diambil dan jadwal yang diikuti. Para manajer mungkin membuat rencana untuk stabilitas (plan for stability), rencana untuk mampu beradaptasi (plan for adaptibility) atau para manajer mungkin juga membuat rencana untuk situasi yang berbeda (plan for contingency). Ada beberapa perencanaan yang digunakan oleh para manager, diantaranya adalah: 1. Perencanaan Jangka Panjang & Jangka Pendek Jangka Pendek : Perencanaan untuk jangka waktu 1 tahun atau kurang Menengah : 1 s/d 2 tahun Panjang : Jangka waktu 5 tahun atau lebih 2. Perencanaan strategi dan operasional

a. Perencanaan Strategi : Kebutuhan jangka panjang dan menentukan komprehensif yang telah diarahkan. Menentukan tujuan untuk organisasi kegiatan apa yang hendak diambil sumber-sumber apa yang diperlukan untuk mencapainya. Tahap perencanaan strategi: identifikasi tujuan dan sasaran penilaian kinerja berdasar tujuan dan sasaran yang ditetapkan penentuan perencanaan strategi untuk mencapai tujuan dan sasaran implementasi perencanaan strategi evaluasi hasil dan perbaikan proses perencanaan strategi

Tujuan perencanaan strategi: mendapatkan keuntungan kompetitiff (competitive advantage). b. Perencanaan operasional: kebutuhan apa saja yang harus dilakukan untuk mengimplementasikan perencanaan strategi untuk mencapai tujuan strategi tersebut. Lingkup perencanaan ini lebih sempit dibandingkan dengan perencanaan strategi. Perencanaan operasional yang khas : Perencanaan produksi (Production Plans) : Perencanaan yang berhubungan dengan metode dan teknologi yang dibutuhkan dalam pekerjaan Perencanaan keuangan (Financial Plans) : Perencanaan yang berhubungan dengan dana yang dibutuhkan untuk aktivitas operasional Fasilitas ( Facilites Plans) : Perencanaan yang berhubungan dengan fasilitas & layaout pekerjaan yang dibutuhkan untuk mendukung tugas. Perencanaan pemasaran (Marketing Plans) : Berhubungan dengan keperluan penjualan dan distribusi barang /jasa. Perencanaan sumber daya manusia (Human Resource Plans): berhubungan dengan rekruitmen, penyeleksian dan penempatan orang-orang dalam berbagai pekerjaan. 3. Perencanaan tetap (standing plans) Digunakan untuk kegiatan yang terjadi berulang kali (terus menerus). Tertuang dalam : Kebijaksanaan Organisasional , Prosedur dan Peraturan Kebijaksanaan. Perencanaan tetap yang mengkomunikasikan pengarahan yang luas untuk membuat berbagai keputusan dan 5

melaksanakan tindakan. Misalnya : Penyewaan karyawan, Pemberhentian sementara, Prosedur dan aturan. Perencanaan tetap yang menggambarkan tindakan yang diambil pada situasi tertentu sering disebut : Standard Operating Prosedurs (SOP) 4. Perencanaan sekali pakai (single-use plans) Digunakan hanya sekali untuk situasi yang unik. Merupakan alat manajemen yang ampuh untuk mengalokasikan berbagai macam sumber yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan yang beranekaragam.

II.3 Tahapan Perencanaan


Ada beberapa tahapan di dalam perencanaan, diantaranya adalah sebagai berikut : menentukan tujuan perencanaan, menentukan tindakan untuk mencapai tujuan,

mengembangkan dasar pemikiran kondisi mendatang, mengidentifikasi cara untuk mencapai tujuan, mengimplementasi rencana tindakan dan mengevaluasi hasilnya. Selain itu Ratcliffe dan Longsdon menspesifikasikan 6 tahap dalam dalam proses perencanaan, yaitu: tahap merancang tahap delegasi tahap mendidik tahap perkembangan tahap implementasi tahap tindak lanjut (evaluasi penampilan, dan umpan balik).

BAB III PENUTUP

III.1 Kesimpulan
Perencanaan adalah suatu proses pengembangan dan pengkoordinasian secara menyeluruh dari apa yang sudah ada sekarang untuk menjadi lebih baik agar dapat mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan. Perencanaan juga memiliki beberapa tujuan, yaitu: meningkatkan pencapaian kesuksesan difokuskan pada hasil bukan pelaksanaan, menuntut kita untuk berpikir kritis dan mengevaluasi alternative-alternatif yang bisa mengembangkan atau mengubah keputusan, membentuk suatu struktur untuk pengambilan keputusan yang konsisten sesuai dengan tujuan top management, mengajak atau menggerakan orang-orang untuk bekerja atau bertindak aktif daripada bersikap reaktif, mengatur kegiatan hari-perhari atau kegiatan jangka pangjang yang terfokus. Selain itu perencanaan memiliki beberapa fungsi di dalam manajemen, diantaranya adalah: mengenali masalah, menetapkan dan mengkhususkan tujuan jangka panjang dan jangka pendek, mengembangkan tujuan, dan terakhir menguraikan bagaimana tujuan dan sasaran tersebut dapat dicapai. Tahapan-tahapan perencanaan terdiri dari: tahap merancang, tahap delegasi, tahap mendidik, tahap perkembangan, tahap implementasi, tahap tindak lanjut (evaluasi penampilan, dan umpan balik).

DAFTAR PUSTAKA

Swansburg, R.C. and Swansburg R.J. 1999. Introductory Management and Leadership for Nurses. Sudbery. Massachusetts: Jones and Bartlett Publishers. http://scribd.com/html http://leoginting.blogspot.com/2009/08/manajemen-keperawatan.html http://jempolsickill.wordpress.com/management-keperawatan/html