Anda di halaman 1dari 6

a. Pengertian / Arti Definisi Frekuensi Frekuensi adalah benyaknya getaran yang terjadi dalam kurun waktu satu detik.

Rumus frekuensi adalah jumlah getaran dibagi jumlah detik waktu. Frekuensi memiliki satuan hertz / Hz b. Pengertian / Arti Definisi Periode Periode adalah waktu yang diperlukan untuk melakukan satu kali getaran. Rumus untuk mencari periode adalah angka 1 dibagi jumlah frekuensi dengan satuan detik / sekon. c. Pengertian / Arti Definisi Amplitudo Amplitudo adalah jarak terjauh simpangan dari titik keseimbangan .

Frekuensi Getaran

Dengan ketentuan: = Frekuensi (Hz) = Jumlah getaran = Waktu (sekon)

Periode Getaran

Dengan ketentuan: = periode getaran (sekon) = frekuensi(Hz)

periode = waktu yang di butuhkan untuk melakukan 1 kali ayunan, yaitu dari titik acuan ke titik keseimbangan ke titik lain dan melewati titik keseimbangan lagi dan kembali ke titik acuan awal. frekuensi = banyaknya ayunan yang dilakukan dalam satu periode. amplitudo = simpangan terjauh yang dilakukan bandul. T=2(l/g)^1/2 f=1/2 (g/l)^1/2 1. massa jenis: =m/v. Keterangan * = massa jenis (kg/m3) * m = massa benda (kg, g) * v = volume (m3, cm3) dimensi:ML-3 2. volume:V=s.s.s satuan=liter dimensi=L3 3.kecepatan=v=s/t satuan:m/s dimensi:LT-1 4. tekanan:P:F/A satuan:Pa(N/m3) dimensi:ML-2T-2 5. energi:-EK=1/2mv2 satuan=joule dimensi:ML2T-2 -EP=mgh satuan:Joule dimensi:ML2T-2 6.gaya:F=ma satuan:N dimensi:MLT-2 7.usaha:W=Fs satuan:Joule dimensi:ML2T-2 8.daya:P=W/t satuan:watt dimensi:ML2T-3 9.percepatan:a:v/t satuan:m/s2 dimensi:LT-2

10.luas:L=s.s satuan;m2 dimensi:L2 Periode / T adalah waktu yang dibutuhkan untuk melakukan 1 getaran penuh. (Getaran adalah gerak bolak-balik secara periodik yang melewati titik seimbang. Satuannya sekon Frekuensi / f adalah jumlah getaran tiap 1 detik. Satuannya Hz Amplitudo adalah suatu simpangan maksimum(terbesar). Satuannya cm Periode = t / n keterangan = t = waktu(sekon), n = jumlah getaran. Frekuensi = n / t Amplitudo = jaraj titik terendah dan titik tertinggi dibagi 2.

HUKUM NEWTON I HUKUM NEWTON I disebut juga hukum kelembaman (Inersia). Sifat lembam benda adalah sifat mempertahankan keadaannya, yaitu keadaan tetap diam atau keaduan tetap bergerak beraturan. DEFINISI HUKUM NEWTON I : Setiap benda akan tetap bergerak lurus beraturan atau tetap dalam keadaan diam jika tidak ada resultan gaya (F) yang bekerja pada benda itu, jadi: F=0 a = 0 karena v=0 (diam), atau v= konstan (GLB)

HUKUM NEWTON II a = F/m

F=ma F = jumlah gaya-gaya pada benda


m = massa benda a = percepatan benda Rumus ini sangat penting karena pada hampir semna persoalan gerak {mendatar/translasi (GLBB) dan melingkar (GMB/GMBB)} yang berhubungan dengan percepatan den massa benda dapat diselesaikan dengan rumus tersebut.

HUKUM NEWTON III DEFINISI HUKUM NEWTON III: Jika suatu benda mengerjakan gaya pada benda kedua maka benda kedua tersebut mengerjakan juga gaya pada benda pertama, yang besar gayanya = gaya yang diterima tetapi berlawanan arah. Perlu diperhatikan bahwa kedua gaya tersebut harus bekerja pada dua benda yang berlainan.

N dan T1 = aksi reaksi (bekerja pada dua benda) F


aksi

=-F

reaksi

T2 dan W = bukan aksi reaksi (bekerja pada tiga benda)

1.

Gaya Gravitasi

Permasalahan di atas telah dikaji oleh Sir Isaac Newton pada abad 16 masehi. Newton mengemukakan, bahwa ternyata ada suatu gaya pada suatu jarak yang memungkinkan dua benda atau lebih untuk berinteraksi.