DEDIKASI UNTUK MELAYANI DAN MENERANGI SELURUH NEGERI

DEDICATED TO SERVE AND LIVEN-UP THE WHOLE COUNTRY

LAPORAN TAHUNAN 2010 ANNUAL REPORT

KINERJA UTAMA PLN
PLN PERFORMANCE HIGHLIGHT

Di tahun 2010, PLN kembali menorehkan berbagai kinerja yang menunjukkan peningkatan dari sisi operasional maupun kualitas pelayanan kepada para konsumen di seluruh wilayah Indonesia. Melalui program Gerakan Sehari Sejuta Sambungan (GRASSS), rasio elektrifikasi secara nasional berhasil ditingkatkan dari 63,75% di tahun 2009 menjadi 66,51 % di tahun 2010. In 2010, PLN once again recorded considerable improvements in its operational aspect as well as service quality to the consumers throughout the Indonesian regions. Through our “One Day One Million Connection” (Indonesian acronym: “GRASSS”) movement, we have been successful in improving the national electrification rate from 63.75% in 2009 into 66.51% in 2010.

TOTAL PRODUKSI LISTRIK MENINGKAT
ENHANCED PRODUCTIVITY OF ELECTRICITY POWER

‘10 ‘09 ‘08 ‘07 ‘06
(dalam GWh) (in GWh)

169.786

156.797 149.437 142.440 133.108

Seiring dengan tuntutan permintaan sambungan listrik, produksi total daya listrik meningkat, sebagai hasil realisasi rencana pembangunan unit pembangkit listrik baru milik PLN, sewa pembangkit maupun dari Independent Power Producer (IPP).
In line with the increasing demand of electricity power connection, our total electricity power production increased, which is a fruitful result of PLN owned new elecricity power plants, power generation leases as well as from the Independent Power Producer (IPP).

1

SUSUT JARINGAN MENGECIL
DECLINED NETWORK LOSSES

Perbaikan efisiensi operasional sebagai akibat adanya penambahan produksi listrik tetap diikuti oleh peningkatan efisiensi transmisi dan distribusi, sehingga persentasi kehilangan daya listrik atau susut jaringan terus mengecil.
Achievement of improved operational efficiency as a result of additional power production continued to be followed by improvement in transmission and distribution efficiency, which enabled to decline the percentage of electricity power as well as network losses.

‘10 ‘09 ‘08 ‘07 ‘06
(dalam %) (in %)

9,7

9,93

10,67 11,08 11,45

JUMLAH PELANGGAN TERUS MENINGKAT
EVER INCREASING AMOUNT OF CUSTOMERS

Jumlah pelanggan PLN terus meningkat sementara daftar tunggu berhasil diturunkan melalui program GRASSS yang terus menunjukkan efektifitasnya.
The amount of PLN customers continued to increase whereas the amount of waiting list was decreased through the GRASSS program whose activities continued to perform.

‘10 ‘09 ‘08 ‘07 ‘06
(dalam ribu) (in thousand)

42.435 40.117

38.884 37.334 35.751

3

TINGKAT FREKUENSI PEMADAMAN LISTRIK TERUS BERKURANG
CONSISTENT DECREASE OF FREQUENCY RATE OF POWER OUTAGE

‘10 ‘09 ‘08 ‘07 ‘06

6.82

10.78 13.33 12.77

13.85
Grafik SAIFI (kali/pelanggan/tahun) SAIFI Graphic (time/customer/year)

Tingkat frekuensi pemadaman aliran listrik terus berkurang berkat peningkatan kapasitas produksi dan pengendalian gangguan pada jaringan tenaga listrik, sehingga Indeks Kali Gangguan Ratarata yang dialami Pelanggan (SAIFI) berhasil diturunkan menjadi satu digit.
The frequency rate of electricity power outage has been managed to consistently decreasing due to production capacity improvement as well as power network interruption control, enabled the System Average Interruption Frequency Index (SAIFI) to decrease by one digit.

INDEKS LAMA GANGGUAN RATA-RATA YANG DIALAMI PELANGGAN (SAIDI) MENURUN
DECLINE OF SYSTEM AVERAGE INTERRUPTION DURATION INDEX (SAIDI)

‘10 ‘09 ‘08 ‘07 ‘06

6.96

16.7 80.9 28.93 27.01
Grafik SAIDI (jam/pelanggan/tahun) SAIDI Graphic (hour/customer/year)

Peningkatan kapasitas produksi dan pengendalian gangguan pada jaringan tenaga listrik membuat indeks SAIDI juga berhasil diturunkan secara signifikan dalam 3 tahun terakhir.
Enhancement of production capacity and interruption control on the electricity power network has made the SAIDI Index to decline significantly during the last three years.

5

6

DAFTAR ISI TABLE OF CONTENTS

IKHTISAR HIGHLIGHTS
Ikhtisar Keuangan Financial Highlights Ikhtisar Operasional Operational Highlights Obligasi Obligation Peristiwa Penting Significant Events Penghargaan dan Sertifikasi Award and Certification

8 9 10 10 12 30

LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL OPERATIONAL REPORT
Pengelolaan Sumber Daya Manusia Human Resources Management Pengembangan Teknologi Informasi Information Technology Development Risiko dan Manajemen Risiko Risk and Risk Management Penerbitan Obligasi Bond Issuance Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Perlindungan Lingkungan Work, Health-Safety and Environment Protection

93 94 112 114 129 140

LAPORAN MANAJEMEN MANAGEMENT REPORT
Laporan Dewan Komisaris Board of Commissioners’ Report Laporan Direksi Board of Directors’ Report Tujuan Strategis Perusahaan Tahun 2010 - 2015 Corporate Strategies Objective, 2010 - 2015 Strategi dan Kebijakan Policy and Strategy

33 34 42 54 58

PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALYSIS
Tinjauan Ekonomi dan Prospek Usaha Economy and Business Prospect PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Tinjauan Kinerja Performance Review Tinjauan Keuangan Financial Review Kinerja Anak Perusahaan Performance of Subsidiaries

149 150 152 168 189 190 204 207 207 207

PROFIL PERUSAHAAN COMPANY PROFILE
Visi, Misi, Moto dan Nilai-nilai Perusahaan Vision, Mission, Motto and Corporate’s Values Sekilas tentang PLN PLN in Brief Bidang Usaha Line of Business Akses Informasi Access to Information Lembaga Penunjang Perusahaan Corporate Institutional Support Kepemilikan Saham Share Ownership Struktur Organisasi Organization Structure Profil Manajemen Management Profile

61 62 66 68 74 75 78 80 81

Informasi Material Material Information Transaksi Material dan Kejadian Luar Biasa Material Transaction and Extraordinary Events Kejadian Luar Biasa Extraordinary Events Transaksi Benturan Kepentingan Conflict of Interest Transactions Transaksi dengan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Transactions with Related Parties Perubahan Peraturan dan Kebijakan Akuntansi Changes of Regulations and Reclassification Accounting Policies Kejadian Setelah Tanggal Neraca Subsequent Event

208 208

LAPORAN PELAKSANAAN TATA KELOLA PERUSAHAAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE Tujuan Objective Pedoman. Struktur dan Mekanisme Tata Kelola GCG Guidelines. Structure and Mechanism Kebijakan Pokok Perusahaan Corporate Basic Policies Asesmen Penerapan GCG Assessment GCG Application Implementasi Praktek GCG Implementation of GCG Practice Organ Perusahaan Corporate Organs Rapat Umum Pemegang Saham Annual General Meeting of Shareholder Dewan Komisaris Board of Commissioners Direksi Board of Directors Organ Penunjang Supporting Organs Komite dan Laporan Komite Committees and Committees Report Unit Satuan Pengawasan Intern Internal Control Unit Divisi Manajemen Risiko Risk Management Division Sekretaris Perusahaan Corporate Secretary Sekretaris Dewan Komisaris Secretary to Board of Commissioners Perkara Hukum yang Melibatkan Perseroan Litigation PELAKSANAAN TANGGUNG JAWAB PERUSAHAAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY 209 210 211 212 214 218 224 224 225 231 242 242 254 257 259 Maksud dan Tujuan Purpose and Objective Pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan CSR Implementation Program Pengembangan Masyarakat Community Development Programs 268 269 270 273 LAIN-LAIN OTHERS Data Perseroan Corporate Data Daftar Alamat Anak Usaha dan Afiliasi Addresses of Subsidiaries and Affiliation Referensi-Silang Isi Laporan dengan Ketentuan Bapepam-LK Cross-Reference of Bapepam-LK Rules Pernyataan Dewan Komisaris dan Direksi Board of Commissioners’ and Directors’ Statement Laporan Keuangan Financial Report 277 278 293 295 306 308 Daftar Isi Table of Contents 264 265 7 .

8 IKHTISAR HIGHLIGHTS 9 10 10 12 30 IKHTISAR KEUANGAN Financial Highlights IKHTISAR OPERASIONAL Operational Highlights OBLIGASI Bonds PERISTIWA PENTING Significant Events PENGHARGAAN & SERTIFIKASI Awards & Certifications PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report .

95 0.67 2.177) 333.917 139.375 149.827 1.IKHTISAR KEUANGAN FINANCIAL HIGHLIGHTS KETERANGAN UNIT 2010 2009 2008 2007 2006 2005 DESCRIPTION Neraca Keuangan Total Aset Total Ekuitas Total Kewajiban Modal Kerja Bersih Laba/Rugi Pendapatan Usaha Beban Usaha Miliar Rp Miliar Rp 162.83 99.928 520 (4.78 1.713 141.07 53.303) 2.946 10.986 163.13 -4.29 47.06 -4.952) (20.05 3.69 113.82 100.536 (5.123 220.23 -3.59 95.912 Rasio-rasio ROA ROE Rasio Lancar Solvabilitas Rasio Hutang terhadap Ekuitas Rasio Operasional Laba Bersih % % % % % % % 2.44 53.974 (10.898 7.23 -9.506 104.285) (7.73 7.268 7.32 -6.567) (21.578) 273.69 76.086 9.84 -2.543 76.780 16.62 Productivity Ratio Revenues/Total Employees 9 .78 -4.645) (502) 1.91 77.14 107.06 34.425 31.324 4.267 10.732 (9.52 68.80 -7.23 3.412 137.585 219.920) Laporan Arus Kas Arus Kas dari Operasi Arus Kas dari Investasi Arus Kas dari Pendanaan Miliar Rp 22.26 1.517 (709) 290.720) (30.43 Ratios ROA ROE Current Ratio Solvency Debt to Equity Ratio Operational Ratio Net Profit Margin Ikhtisar Highlights Rasio Produktivitas Total Pendapatan Usaha/ Karyawan 4.192 1.072 Cash Flow from Operating Activities Cash Flow from Investing Activities Cash Flow from Funding Activities Miliar Rp (30.60 59.15 7.479 136.196 192.07 72.598 114.18 81.51 57.674) Miliar Rp 14.067 2.83 6.48 1.41 97.38 104.99 97.47 2.834 7.611 (12.058 Statement of Cash Flow 12.52 125.718 126.72 122.276 164.969 5.726 105.560 149.042 111.224 (8.06 91.023 Miliar Rp Miliar Rp Miliar Rp Miliar Rp 369.49 -2.291) Balance Total Assets Total Equity Total Liabiliities Net Working Capital Profit/Loss Revenues Operating Expenses Income/ Loss from Operations Net Profit/Loss Laba Rugi Usaha Laba Rugi Bersih Miliar Rp Miliar Rp 13.21 3.843 139.10 7.209 160.837 101.31 93.753 75.937 247.108 145.05 41.890 11.222 135.356 3.228 76.760) (5.

439 43.571 129.70 115.54 UNIT MW GWh 2010 26.607 134.000 80.088 127.707 31.40% 10.93 113.108 11.076 169.155 SAIDI SAIFI Number of Customers Connected Capacity Transmission Length Sub-station Capacity Total Employees OBLIGASI BONDS PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report DAFTAR EFEK DOMESTIK YANG DITERBITKAN PLN DAN BELUM JATUH TEMPO LIST OF SECURITIES ISSUED BY PLN AND OUTSTANDING BONDS NO.375 45.609 2005 22.440 11.000 200.500.257 31.108 16.90% 10.989 44.612 54.222 121. NAMA EFEK NAME OF SECURITIES MATA UANG CURRENCY PLAFOND (DALAM JUTA) (IN MILLION) TANGGAL TERBIT DATE OF ISSUANCE TINGKAT BUNGA INTEREST RATE TENOR (TAHUN) (IN YEAR) PERINGKAT RANK 1 2 3 4 5 6 7 8 Obligasi PLN VII 2004 PLN VII 2004 Bonds Obligasi PLN VIII 2006 SERI A PLN VIII 2006 Series A Bonds Obligasi PLN VIII 2006 SERI B PLN VIII 2006 Series B Bonds SUKUK IJARAH PLN I 2006 PLN I 2006 Sukuk Ijarah Obligasi PLN IX 2007 SERI A PLN IX 2007 Series A Bonds Obligasi PLN IX 2007 SERI B PLN IX 2007 Series B Bonds SUKUK IJARAH PLN II 2007 PLN II 2007 Sukuk Ijarah MTN PLN I Tahun 2008 Seri E MTN PLN I Series E Bonds 2008 IDR IDR IDR IDR IDR IDR IDR IDR 1.195 54.82 42.435 67.389 149.90 12.78 40.751 53.40% 2.894 34.85 35.77 12.945 53.194 36.60% 13.000 500.000 1.33 38.90 13.340 4.118 62.70 10.317 31.664 2.976 47.75% 13.472 55.96 6.018 2007 25.786 9.169 156.10 IKHTISAR OPERASIONAL OPERATIONAL HIGHLIGHTS KETERANGAN Daya Terpasang Penjualan Produksi Produksi Sendiri Sewa Diesel Pembelian Total Produksi Susut Jaringan GWh GWh GWh GWh % 123.639 133.000 1.60% 10.45 98.949 63.409 46.431 Quality and Reliability 15.434 5.477 8.46 107.50% 10 10 15 10 10 15 10 2.000 12-Nov-04 21-Jun-06 21-Jun-06 21-Jun-06 10-Jul-07 10-Jul-07 10-Jul-07 15-Dec-08 12.70 101.199 142.25% 13.01 13.246 2006 24.085 32.335.895 147.844 60.68 34.669 40.105 26.804 28.515 107.000 300.177 3.5 idAA+ idAA+ idAA+ idAA+ (sy) idAA+ idAA+ idAA+ (sy) idAA+ .233 38.549 31.846 112.000 1.77 37.297 2009 25.559 50.032 DESCRIPTION Installed Capacity Sales Production Own Production Diesel Rental Purchase Total Production Losses Mutu dan Keandalan SAIDI SAIFI Jumlah Pelanggan Daya Tersambung Panjang Transmisi Kapasitas Gardu Induk Jumlah Karyawan Jam/Plg/ Thn Kali/Plg/ Thn Ribu Plg MVA kms MVA Orang People 6.113 27.581 2008 25.370 11.717 30.649 46.750 28.100 865.500.436 10.842 65.984 3.797 9.200.334 56.

000 500.000 645.70% 10.250. A GLOBAL BOND I Tr.855. Disajikan dalam nilai penuh. Presented in full amount .000 550.000 500.5 4 4.000 130.75% 15.55% 9.000.50% 2.75% 15.50% 2.000 1.000 1.000 1. Disajikan dalam satuan Rp juta Under Lembaga Pemeringkat Pefindo.000 167.000.NO. B GLOBAL BOND II Tr.75% 5 10 10 30 10 10 BB / Ba1 BB / Ba1 BB / Ba1 BB / Ba1 BB / Ba1 BB / Ba1 11 BB berdasarkan Lembaga Pemeringkat Standard & Poor’s.000. Expressed in units of Rp million DAFTAR EFEK INTERNASIONAL YANG DITERBITKAN PLN DAN BELUM JATUH TEMPO LIST OF INTERNATIONAL BONDS ISSUED BY PLN AND OUTSTANDING BONDS NO.000 16-Oct-06 16-Oct-06 28-Jun-07 28-Jun-07 7-Aug-09 6-Nov-09 7.2500% 7. BB according to Rating Agency Standard & Poor’s. NAMA EFEK NAME OF SECURITIES MATA UANG CURRENCY PLAFOND (DALAM JUTA) (IN MILLION) TANGGAL TERBIT DATE OF ISSUANCE TINGKAT BUNGA INTEREST RATE TENOR (TAHUN) (IN YEAR) PERINGKAT RANK 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 MTN PLN I Tahun 2008 Seri F MTN PLN I Series F Bonds 2008 MTN PLN I Tahun 2008 Seri G MTN PLN I Series G Bonds 2008 MTN PLN I Tahun 2008 Seri H MTN PLN I Series H Bonds 2008 MTN PLN I Tahun 2008 Seri I MTN PLN I Series I Bonds 2008 MTN PLN I Tahun 2008 Seri J MTN PLN I Series J Bonds 2008 Obligasi PLN X 2009 SERI A PLN X 2009 Series A Bonds Obligasi PLN X 2009 SERI B PLN X 2009 Series B Bonds SUKUK IJARAH PLN III 2009 Seri A PLN III 2009 Series A Sukuk Ijarah SUKUK IJARAH PLN III 2009 Seri B PLN III 2009 Series B Sukuk Ijarah Obligasi PLN XI 2010 SERI A PLN XI 2010 Series A Bonds Obligasi PLN XI 2010 SERI B PLN XI 2010 Series B Bonds SUKUK IJARAH PLN IV 2010 Seri A PLN IV 2010 Series A Sukuk Ijarah SUKUK IJARAH PLN IV 2010 Seri B PLN IV 2010 Series B Sukuk Ijarah Obligasi PLN XII 2010 SERI A PLN XII 2010 Series A Bonds Obligasi PLN XII 2010 SERI B PLN XII 2010 Series B Bonds SUKUK IJARAH PLN V 2010 Seri A PLN V 2010 Series A Sukuk Ijarah SUKUK IJARAH PLN V 2010 Seri B PLN V 2010 Series B Sukuk Ijarah IDR IDR IDR IDR IDR IDR IDR IDR IDR IDR IDR IDR IDR IDR IDR IDR IDR 500.000 750.000 500.000.000 467.015.000 425.95% 12.000 293.8750% 8.40% 3 3.000 500.95% 12. B GLOBAL BOND III GLOBAL BOND IV USD USD USD USD USD USD 450.00% 14.2500% 7.50% 14.50% 2.000 340.000 500.55% 11. Ba1 berdasarkan Lembaga Pemeringkat Moody’s.000 15-Dec-08 15-Dec-08 15-Dec-08 15-Dec-08 15-Dec-08 9-Jan-09 9-Jan-09 9-Jan-09 9-Jan-09 12-Jan-10 12-Jan-10 12-Jan-10 12-Jan-10 8-Jul-10 8-Jul-10 8-Jul-10 8-Jul-10 2. Ba1 by Moody’s Rating Agency.000.50% 2.000 920. NAMA EFEK NAME OF SECURITIES MATA UANG CURRENCY PLAFOND TANGGAL TERBIT DATE OF ISSUANCE TINGKAT BUNGA INTEREST RATE Ikhtisar Highlights TENOR (TAHUN) (IN YEAR) PERINGKAT RANK 1 2 3 4 5 6 GLOBAL BOND I Tr.7500% 7. A GLOBAL BOND II Tr.000.000 160.70% 10.000 500.00% 11.5 5 5 7 5 7 7 10 7 10 5 12 5 12 idAA+ idAA+ idAA+ idAA+ idAA+ idAA+ idAA+ idAA+ (sy) idAA+ (sy) idAA+ idAA+ idAA+ idAA+ idAA+ idAA+ idAA+ idAA+ Berdasarkan Lembaga Pemeringkat Pefindo.783.0000% 7.000 1.40% 9.

Nota Kesepahaman ini ditandatangani oleh Direktur Utama PT PLN (Persero). Agus Rahardjo. Nasser Iskandar and GM PLN Bangka Belitung. Kerjasama ini diharapkan dapat meningkatkan dan merealisasikan prinsip-prinsip dan nilainilai yang terkandung dalam Tata Kelola Perusahaan (Good Corporate Governance) yang baik serta yang tidak kalah penting adalah semakin membudayanya semangat anti korupsi dan integritas di antara pegawai PLN yang tentunya sejalan dengan nilai-nilai perusahaan yang telah ditetapkan. FEBRUARY PENANDATANGANAN NOTA KESEPAHAMAN PLN . Harry Jaya Pahlawan and General Manager of PLN Sumatera II Generating. Agus Rahardjo. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report STEAM DRUM LIFTING PROJECT PLTU 3 BANGKA BELITUNG – JANUARY 7. Eko Maulana Ali. This MoU was signed by President Director of PLN. Pekerjaan ini merupakan milestone pertanda dimulainya pekerjaan konstruksi ketel uap dalam proyek PLTU. Direktur Operasi Indonesia Barat PLN Moch. This event was attended by the Governor of Bangka Belitung. Harry Jaya Pahlawan dan General Manager (GM) PLN Pembangkitan Sumatera II Nasser Iskandar dan GM PLN Wilayah Bangka Belitung Oman Sumantri. The steam drum lifting work.7 JANUARI 2010 Pada tanggal 7 Januari 2010 dilaksanakan pekerjaan steam drum lifting PLTU 3 Bangka Belitung berkapasitas 2 x 30 MW. Moch. served as the commencement milestone of the PLTU project. Acara ini dihadiri oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Eko Maulana Ali. Dahlan Iskan dan Sekretaris Utama LKPP. Oman Sumantri. 2010 On February 4. Dahlan Iskan. 2010 PLN signed a Memorandum of Understanding (MoU) on Support for Procurement of Materials and Services in PLN with the government organization Materials/Services Procurement Policy Board (“LKPP”). SIGNING OF MEMORANDUM OF UNDERSTANDING BETWEEN PLN AND LKPP – FEBRUARY 4. 2010 PLN carried out a steam drum lifting work for the 2 x 30 MW PLTU 3 Bangka Belitung project.LKPP 4 FEBRUARI 2010 Tanggal 4 Februari 2010 telah ditandatangani Nota Kesepahaman tentang Pendampingan Proses Pengadaan Barang dan Jasa di Lingkungan PT PLN (Persero) antara PT PLN (Persero) dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). . placement of steam drum in boiler building. and First Secretary of LKPP. Steam drum lifting adalah pekerjaan peletakan steam drum (pengumpul uap) pada bangunan boiler.12 PERISTIWA PENTING SIGNIFICANT EVENTS 7 JANUARY 2010 4 FEBRUARY 2010 JANUARY STEAM DRUM LIFTING PROYEK PLTU 3 BANGKA BELITUNG . Operation Director of PLN West Indonesia. 2010 On January 7.

PERJANJIAN JUAL BELI UAP (PJBU) ULUBELU UNIT 1 & 2 . which is in line with corporate values. Jangka waktu produksi untuk penyaluran uap panas bumi selama 30 (tiga puluh) tahun.3 & 4. Karaha (Jawa Barat) Unit 1. Lumut Balai (Sumatera Selatan) Unit 1. 13 Ikhtisar Highlights .3 & 4.2.2. Hululais (Bengkulu) Unit 1 & 2. Kotamobagu (Sulawesi Utara) Unit 1.17 FEBRUARI 2010 Penandatanganan Perjanjian Jual Beli Uap (PJBU) Ulubelu unit 1 & 2 dan Head of Agreement (HoA) jual beli energi panas bumi antara PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) dan PT PLN (Persero) yang dilaksanakan di Kementerian ESDM.& 4 and Sungai Penuh (Jambi) Unit 1 & 2 .5 & 6. Karaha (West Java) Unit 1. Sedangkan HoA yang telah disepakati bertujuan untuk percepatan pengembangan geothermal secara nasional.2.5 & 6. PURCHASE AGREEMENT OF ULUBELU UNIT 1 & 2 STEAM – FEBRUARY 17.3 & 4. the HoA is aimed at the acceleration of national geothermal development.2. which is located in Way Panas. This agreement is aimed at utilizing geothermal resources in Ulubelu.& 4 dan Sungai Penuh (Jambi) Unit 1 & 2 . PT Pertamina & PT PLN telah sepakat untuk melakukan jual beli energi dengan skema pengembangan bisnis geothermal di beberapa lapangan panas bumi yaitu Ulubelu Unit 1. Lampung. for electricity generating at PLTP Unit I and Unit II. Lahendong (Sulawesi Utara) Unit 4. In addition. Lampung guna membangkitkan tenaga listrik di PLTP Unit I dan Unit II.17 FEBRUARY 2010 14 MAY 2010 It is expected that this cooperation will help improve and accomplish the implementation of GCG values and integrity and anticorruption culture among PLN employees. Lumut Balai (South Sumatera) Unit 1. which are Ulubelu Unit 1.3 & 4.2.2.3. Kotamobagu (North Sulawesi) Unit 1. Pertamina and PLN agreed on an energy purchase for geothermal business development scheme in several areas.3. Hululais (Bengkulu) Unit 1 & 2. Lahendong (North Sulawesi) Unit 4. 2010 This purchase agreement of Ulubelu unit 1 & 2 steam and head of agreement (HoA) on geothermal purchase between PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) and PLN was held at the Ministry of Energy and Mineral Resources (EMR). Production term for geothermal distribution is thirty years. Perjanjian PJBU ini dilaksanakan untuk memanfaatkan sumber daya panas bumi yang berasal dari Ulubelu yang terletak di dalam Wilayah Kerja Pengusahaan (WKP) Way Panas.

Jakarta. The MoU was signed on March 8. Emirsyah Satar. Dahlan Iskan. Penandatanganan Nota Kesepakatan dilaksanakan hari Kamis (8/3) oleh Direktur Utama Garuda Emirsyah Satar dan Direktur Utama PLN Dahlan Iskan di PT PLN (Persero) Kantor Pusat. Dahlan Iskan. “this cooperation will surely benefit PLN in term of convenience guarantee and employee mobility. for both domestic and international flights. SYNERGY OF STATE-OWNED COMPANIES GARUDA INDONESIA AND PLN THROUGH CORPORATE SALES AGREEMENT – MARCH 8. this cooperation means corporate market expansion. and President Director of PLN. Acknowledging the facts that PLN employees are spread in all locations in Indonesia and that Garuda Indonesia has country-wide flight routes. on duty travels of PLN employees can use Garuda Indonesia services. Dengan demikian maka karyawan PLN saat melakukan perjalanan dinas dapat menggunakan jasa penerbangan Garuda Indonesia baik domestik maupun internasional dengan potongan harga khusus dan jaminan kemudahan layanan. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report MARCH . “kerjasama ini tentunya akan memberikan benefit bagi PLN dari sisi jaminan kemudahan dan mobilitas karyawan”.14 SINERGI 2 BUMN GARUDA INDONESIA DAN PT PLN (PERSERO) TANDATANGANI KERJASAMA CORPORATE SALES 8 MARET 2010 Sinergi Dua BUMN Garuda Indonesia dan PT PLN (Persero) Tandatangani Kerjasama Corporate Sales Garuda Indonesia dan PT PLN (Persero) bersinergi dengan menandatangani Nota Kesepakatan Bersama Bidang Corporate Sales. with special discount fare and service for convenience guarantee. Through this cooperation. Bagi Garuda Indonesia kerjasama ini akan semakin meningkatkan pasarnya di bidang korporasi sementara bagi PLN akan mendapatkan jaminan dan kemudahan bagi karyawannya dalam melaksanakan perjalanan udara sehingga akan meningkatkan mobilitas karyawannya. 2010 by President Director of Garuda. President Director of PLN. tambah Dahlan Iskan. which will enhance mobility. at PLN Head Office in Jakarta. For Garuda Indonesia. Direktur Utama PLN Dahlan Iskan menyambut baik sinergi dua BUMN ini. while for PLN it is to ensure employee convenience in air transportation. Dengan karyawan PLN yang tersebar di seluruh pelosok nusantara dan jaringan rute penerbangan Garuda Indonesia yang luas. welcomes this synergy.” added Dahlan Iskan. 2010 A synergy between two state-owned enterprises took place when Garuda Indonesia and PLN signed an MoU on corporate sales cooperation.

Harry Jaya Pahlawan. East Indonesia Operation Director. Dahlan Iskan. MAY TERMINATION OF ROLLING BLACKOUT IN WEST AND SOUTH SULAWESI – MAY 5. Primary Energy Director. 2010 The rolling blackout in South Sulawesi and West Sulawesi was ended after PLTGU Sengkang acquired gas supply from Kampung Baru in Wajo District which led to gradual recovery of electricity supply. 2010 PLN held an event to launch the construction project of hydro-electric power plant (“PLTA”) Asahan 3 of 2 x 87 MW capacity in Asahan District. Peletakan batu pertama sebagai bentuk keseriusan dan kesiapan PLN membangun PLTA tersebut dilakukan oleh Direktur Utama PLN Dahlan Iskan. Sumatera Utara. Vickner Sinaga. Ikhtisar Highlights 15 . Direktur Operasi Indonesia Barat Moch. This event was attended by local government representatives. Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat pemerintah daerah. didampingi oleh Direktur Energi Primer Nur Pamudji. Harry Jaya Pahlawan. PLN LAUNCHED THE CONSTRUCTION OF PLTA ASAHAN 3 – MAY 14. The ceremony signified PLN’s readiness and seriousness to build the PLTA and was led by PLN’s President Director.5 MEI 2010 Pemadaman bergilir di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat berakhir setelah PLTGU Sengkang mendapatkan pasokan gas dari lapangan gas Kampung Baru Kabupaten Wajo sehingga pasokan listrik ke wilayah tersebut berangsur normal. Moch. Direktur Operasi Indonesia Timur Vickner Sinaga. Murtaqi Syamsuddin. PLN LETAKKAN BATU PERTAMA PEMBANGUNAN PLTA ASAHAN 3 14 MEI 2010 PT PLN (Persero) menggelar acara peletakan batu pertama pembangunan proyek Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA) Asahan 3 berkapasitas 2 x 87 MW di Kabupaten Asahan. North Sumatera. traditional chiefs and community leaders. para ketua adat dan tokoh masyarakat di sekitar proyek tersebut. West Indonesia Operation Director. Nur Pamudji. dan Direktur Bisnis & Manajemen Risiko Murtaqi Syamsuddin.PEMADAMAN BERGILIR DI SULSELBAR BERAKHIR . and Business and Management Director.

Data yang diakses nantinya akan digunakan BPK untuk pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. Nippon Koei bekerjasama dengan konsultan dalam negeri. The agreement was signed by President Director of PLN. It is expected that this cooperation will enhance and realize GCG principles and values. diantaranya PT Connusa Energindo. Kerjasama PLN dan BPK diharapkan dapat meningkatkan dan merealisasikan prinsipprinsip dan nilai-nilai yang terkandung dalam Tata Kelola Perusahaan yang baik.PLN GUNAKAN SISTEM INFORMASI UNTUK AUDIT PLN 3 JUNI 2010 Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) akan menggunakan sistem informasi untuk mengakses data keuangan milik PLN. PLN DAN NIPPON KOEI. and Secretary General of BPK. PT Kwarsa Hexagon. Ltd untuk engineering services pembangunan proyek PLTA Asahan 3 (2x87 MW) yang berlokasi di Kabupaten Asahan dan Tobasa Sumatra Utara. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report BPK – PLN COOPERATION ON THE USE OF INFORMATION SYSTEM FOR PLN AUDIT – JUNE 3. Aceh dan Riau menandatangani contract agreement dengan Nippon Koei. bertempat di Kantor PLN Proyek Induk Pembangkit dan Jaringan (Pikitring) Sumut. Selain dihadiri oleh jajaran Direksi PLN. LTD TANDA TANGANI CONTRACT AGREEMENT ENGINEERING SERVICES PEMBANGUNAN PROYEK PLTA ASAHAN 3 . acara penandatangan ini juga disaksikan oleh Duta Besar Jepang untuk Indonesia. PT Arkonin Engineering Manggala Pratama. PT Tata Guna Patria dan PT Jaya CM. Kesepakatan kerja sama penggunaan Sistem informasi tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama PLN Dahlan Iskan dan Sekretaris Jenderal Badan Pemerika Keuangan Republik Indonesia Dharma Bakti. Dharma Bakti. 2010 Finance Audit Board (“BPK”) will use information system to access PLN’s financial data for audit on financial management and responsibility.16 9 JUNE 2010 21 JULY 2010 JUNE KERJASAMA BPK . . Dahlan Iskan. Dalam pembangunan proyek tersebut. Penandatanganan contract agreement ini merupakan bukti kesungguhan dan wujud nyata dari komitmen PLN untuk segera membangun PLTA Asahan 3 demi kepentingan masyarakat Sumatra Utara.9 JUNI 2010 Direktur Utama (Dirut) PT PLN (Persero) Dahlan Iskan.

Stable Outlook) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) ini terdiri dari dua seri. Stable Outlook) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) ini terdiri dari dua seri. yakni seri A berjangka lima tahun dan seri B dua belas tahun. such as PT Connusa Energindo. Dana yang diperoleh dari Penawaran Umum ini setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi seluruhnya akan digunakan untuk mendanai kegiatan investasi jaringan distribusi tenaga listrik. Sementara wali amanat adalah PT Bank CIMB Niaga. Dahlan Iskan. PT Kwarsa Hexagon. This contract agreement demonstrates PLN’s commitment to build PLTA Asahan 3 for public interest in North Sumatera. signed a contract agreement of engineering services with Nippon Koei. PT Mandiri Sekuritas. Obligasi PLN XII Tahun 2010 berperingkat idAA+ (Double A Plus. Selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor kelistrikan. PT Tata Guna Patria and PT Jaya CM. LTD SIGNED CONTRACT AGREEMENT OF ENGINEERING SERVICES FOR THE CONSTRUCTION OF PLTA ASAHAN 3 PROJECT – JUNE 9. In this project. Nippon Koei partnered with local companies. at the office of Generating and Transmission Main Project for North Sumatera. North Sumatera. 17 Ikhtisar Highlights .27 JULY 2010 PLN AND NIPPON KOEI.5 triliun dan Sukuk Ijarah PLN V Tahun 2010 senilai maksimal Rp 500 miliar. PLN TERBITKAN OBLIGASI DAN SUKUK IJARAH SENILAI RP 3 TRILIUN 16 JUNI 2010 PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menerbitkan Obligasi PLN XII Tahun 2010 senilai maksimal Rp 2. Aceh and Riau. investasi ini penting guna memberikan keuntungan investor sekaligus meningkatkan kompetensi perseroan. This event was attended by PLN’s Board of Directors and Japan Ambassador for Indonesia. Sedangkan Sukuk Ijarah PLN V Tahun 2010 berperingkat idAA+ (Double A Plus Syariah. Ltd for the construction project of PLTA Asahan 3 (2x87 MW) in Asahan and Tobasa District. PT Trimegah Securities sebagai penjamin pelaksana emisi dalam penawaran umum ini. PT Arkonin Engineering Manggala Pratama. 2010 President Director of PLN. yakni seri A berjangka lima tahun dan seri B berjangka 12 tahun. Perseroan telah menunjuk PT Danareksa Sekuritas.

and PT Semen Tonasa. Sattar Taba dengan disaksikan oleh Menteri BUMN Mustafa Abubakar.M. The resulting fund is to finance investment activities which will benefit investors and also enhance corporate competency. President Director of Semen Gresik Dwi Soetjipto. to finance investment activities for electricity distribution networks. PT Trimegah Securities as the lead underwriters. 4. PT Semen Padang. This PLN XII Year 2010 bond rated idAA+ (Double A Plus. after deduction of emission costs. PLN DAN SEMEN GRESIK GROUP (SGG) MENANDATANGANI KERJASAMA PENYEDIAAN LISTRIK . which are PT Semen Gresik. and plans to use the fund. which are five-year term A series and twelve-year term B series. The Company appointed PT Danareksa Sekuritas. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report TARIF DASAR LISTRIK 2010 . Pemerintah akan menyiapkan dasar hukum bagi penyesuaian penghitungan tersebut.22 JULI 2010 Tarif Dasar Listrik Tahun 2010 mulai diberlakukan terhitung pemakaian 01 Juli 2010. Sattar Taba. Dirut Semen Gresik Dwi Soetjipto. 2010 PLN issued the PLN XII year 2010 bond of maximum Rp2.8 triliun. PT Mandiri Sekuritas. and President Director of Semen Tonasa H.5 trillion and Sukuk Ijarah PLN V year 2010 of maximum Rp500 billion.M. 2010 PLN signed electricity supply agreement with 3 strategic state-owned enterprises (SOE) within Semen Gresik Group (SGG). dan PT Semen Tonasa. PT Semen Padang. which are five-year term A series and twelve-year term B series. yakni tidak lebih dari 18% dan tetap mengacu pada kekurangan subsidi sebesar Rp. President Director of Semen Padang Widodo Santoso. Dirut Semen Padang Widodo Santoso dan Dirut Semen Tonasa H. yang akan ditagihkan dalam rekening listrik bulan Agustus 2010.21 JULI 2010 PT PLN (Persero) menandatangani perjanjian kerjasama penyediaan tenaga listrik dengan 3 (tiga) BUMN strategis kelompok Semen Gresik Group (SGG) yaitu PT Semen Gresik. The Sukuk Ijarah PLN V Year 2010 rated idAA+ (Double A Plus Syariah. Sementara itu pemerintah dan dunia usaha akhirnya mencapai kata sepakat dalam penghitungan besaran kenaikan tarif dasar listrik (TDL) bagi industri.18 PLN ISSUED BOND AND SUKUK IJARAH OF RP 3 TRILLION – JUNE 16. JULY PLN AND SEMEN GRESIK GROUP (SGG) SIGNED ELECTRICITY SUPPLY AGREEMENT – JULY 21. Stable Outlook) by Pefindo also consists of 2 series. Stable Outlook) by Indonesian Rating Agency (Pefindo) consists of 2 series. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama (Dirut) PLN Dahlan Iskan. and PT Bank CIMB Niaga as the trustee. This agreement was signed by President Director of PLN Dahlan Iskan. witnessed by Minister of SOE Mustafa Abubakar. .

INDONESIA IS FREE FROM ROLLING BLACKOUT – JULY 27. 2010 West Nusa Tenggara region of PLN developed a pioneer project of small scale Solar Powar Plant (“PLTS”) for communities in very remote areas. Minister of SOE.2010 ELECTRICITY TARIFF – JULY 22.27 JULI 2010 Presiden SBY berkenan menghadiri laporan dari Direktur Utama PLN mengenai “Indonesia telah bebas dari pemadaman bergilir karena defisit daya”. PLN DEVELOPED INDEPENDENT PUBLIC ELECTRICITY FOR REMOTE AREAS OF NTB – JULY 30. Pengembangan proyek PLTS ini disebut dengan Penerangan Listrik Mandiri Rakyat (LIMAR) sebagai bagian dari pengembangan Program Corporate Social Responsibility (CSR) PLN Wilayah NTB yang melibatkan partisipasi dan pemberdayaan masyarakat. press.8 trillion. the Government and industry players finally reached an agreement on the amount of Electricity Tariff for industry. 2010 Year 2010’s Electricity Tariff was effective from July 1. This PLTS project is called People Independent Electricity (“LIMAR”) and is a part of Corporate Social Responsibility programs in that region which involves and empowers local communities. 2010 The President of Republic of Indonesia attended President Director of PLN’s report titled “Indonesia is free from rolling blackout caused by power deficit. which would not exceed 18% and would refer to the subsidy deficit of Rp4. karyawan PLN peraih penghargaan/inovasi serta beberapa stakeholder. pers. PLTMH managers.30 JULI 2010 PT PLN (Persero) Wilayah Nusa Tenggara Barat mengembangkan proyek percontohan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berskala kecil untuk melistriki penduduk yang tinggal di wilayah pemukiman terpencil yang secara geografis sangat sulit untuk dijangkau. Minister of EMR. Board of Commissioners and Board of Directors of PLN. 2010 which was invoiced in August 2010. On the other hand. community leaders. The event was also attended by Mrs. para angota DPR dan DPD. Ani Yudhoyono. INDONESIA BEBAS PEMADAMAN LISTRIK BERGILIR . members of DPR and DPD. 19 Ikhtisar Highlights .” which was held at PLN NTB (Lombok) regional office. local government representatives. award winning employees of PLN and stakeholders. Dalam kesempatan itu dihadiri pula oleh Ibu Ani Yudhoyono. Komisaris dan Direksi PLN. pengelola PLTMH. tokoh masyarakat. The Government set up legal basis for the tariff. Menteri BUMN. yang diadakan di PLN Wilayah NTB (Lombok). Menteri ESDM. unsur pemerintah daerah. PLN KEMBANGKAN LIMAR UNTUK WARGA TERPENCIL DI NTB .

17 IPP sudah mendapatkan verifikasi dari BPKP dan 6 IPP sudah mendapatkan persetujuan Pemerintah. BTN. 17 IPPs gaining verification from BPKP and 6 IPPs gaining government approval. JPN AND BPKP – AUGUST 10. PENGEMBANG (IPP). and Bank DKI at PLN Head Office. . 2010 PLN signed a Cash Pooling agreement with 11 banks. BRI. Bank Danamon. Proses renegosiasi IPP Terkendala terdiri dari 25 IPP. PLN TANDATANGANI PERJANJIAN KERJA SAMA CASh POOLING DENGAN 11 BANK . setelah selesainya verifikasi oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan tahapan legal review (mediasi) oleh Tim JPN. BCA. The renegotiation process involved 25 IPPs. Bank Danamon. which are Bank Bukopin. Bank UOB Buana. Bank UOB Buana. dan Bank DKI.11 AGUSTUS 2010 Bertempat di Lantai 6 Kantor PLN Pusat Direktur Keuangan PLN menandatangani perjanjian kerja sama Cash Pooling dengan 11 bank. 2010 PLN signed a memorandum for peaceful resolution with contrained Independent Power Producers (IPP). PLN SIGNED CASH POOLING AGREEMENT WITH 11 BANKS – AUGUST 11. The agreement concerns centralized online payment of electricity bills using the P2APST (Centralized Management and Supervisory of Revenues) system. yaitu : Bank Bukopin. BII. BCA. JPN dan BPKP. dan 23 IPP sudah menyelesaikan proses renegosiasi. BRI. Kerja sama ini berupa pembayaran tagihan listrik secara online terpusat dengan menggunakan sistem P2APST (Pengelolaan dan Pengawasan Arus Pendapatan Secara Terpusat). JPN DAN BPKP 10 AGUSTUS 2010 PT PLN (Pesero) melakukan penandatanganan Akta Perdamaian IPP Terkendala dengan perusahaan pembangkit listrik swasta. Effective from June 2010 PLN customers in Java-Bali regions have been able to pay electricity bills through the Post Office and 43 banks in cooperation with PLN. resulting in 23 IPPs finalizing the process. BNI. Terhitung mulai bulan Juni 2010 pelanggan PLN area Jawa-Bali telah dapat melakukan pembayaran tagihan listrik melalui 43 bank yang bekerjasama dengan PLN serta Kantor Pos. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report SIGNING OF RESOLUTION AMONG PLN. Bank Mandiri. JPN and BPKP after finalization of verification by BPKP and legal review by JPN. BII. Bank Mandiri. BTN. BNI. Bank Artha Graha. Bank Artha Graha. CONSTRAINED INDEPENDENT POWER PRODUCERS.20 10 AUGUST 2010 11 AUGUST 2010 AUGUST PENANDATANGANAN AKTA PERDAMAIAN IPP TERKENDALA ANTARA PLN.

Vickner Sinaga. Kecamatan Salahutu. Negeri Waai. Hal ini ditandai dengan kegiatan penanaman tiang pancang pertama (ground breaking) oleh Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu dan Direktur Operasi PLN Indonesia Timur Vickner Sinaga. sekaligus diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pasokan listrik di wilayah tersebut yang terus meningkat.000 MW.25 AUGUST 2010 PLTU MALUKU-AMBON 2x15 MW MULAI DIKERJAKAN . and Operation Director of PLN East Indonesia. Komitmen tersebut dituangkan dalam nota kesepahaman yang ditandatangani pada tanggal 25 Agustus 2010 di kantor Kementerian BUMN. This construction is part of the 10. Nota Kesepahaman ini menjadi landasan awal untuk melakukan kerjasama dalam hal pengelolaan sistem pasokan ketenagalistrikan yang handal di bandara yang berada di lingkungan AP II dengan pelayanan tertentu (certain level of services). 21 Ikhtisar Highlights .000 MW construction project. Negeri Waai. Nota kesepahaman ditandatangani oleh Direktur Utama PLN Dahlan Iskan dan Direktur Utama Angkasa Pura II Tri S. Central Maluku District would enter construction project. PLTU Maluku will support and is expected to meet the increasing need of electricity supply for Ambon and some regions of Central Maluku District. Sunoko disaksikan oleh Menteri BUMN Mustafa Abubakar.25 AGUSTUS 2010 PT PLN (Persero) dan PT Angkasa Pura II sepakat bersinergi dalam pengelolaan sistem pasokan ketenagalistrikan yang handal di bandara-bandara yang dikelola PT Angkasa Pura II. SINERGI PLN DAN ANGKASA PURA II KELOLA SISTIM PASOKAN KETENAGA LISTRIKAN BANDARA . Kecamatan Salahutu. Pembangunan PLTU Maluku akan memperkuat pasokan listrik untuk kota Ambon dan sebagian wilayah Kabupaten Maluku Tengah. Albert Ralahalu. PLTU MALUKU-AMBON 2x15 MW STARTED CONSTRUCTION – AUGUST 19. Kabupaten Maluku Tengah akan segera memasuki tahapan konstruksi.19 AGUSTUS 2010 PLTU Maluku-Ambon berkapasitas 2 x 15 MW yang terletak di Desa Ujung Batu. The ground breaking event was attended by the Governor of Maluku. Pembangunan PLTU ini merupakan bagian dari proyek 10. 2010 PLTU Maluku-Ambon of 2 x 15 MW capacity located in Desa Ujung Batu.

2010. and President Director of Angkasa Pura II. Dahlan Iskan. 2010 PLN and PT Angkasa Pura II agreed to cooperate in managing the electricity supply system for the airports under PT Angkasa Pura II management. symbolically submitted the RUPTL to the Government. PLN LUNCURKAN RUPTL 2010–1019 6 SEPTEMBER 2010 PT PLN (Persero). Secara simbolis. Mustafa Abubakar. proyeksi fuel mix dan kebutuhan energi primer serta kebutuhan investasi. transmisi dan distribusi dengan indikasi proyek PLN dan IPP. Direktur Utama PLN Dahlan Iskan menyerahkan buku RUPTL kepada Pemerintah yang diwakili oleh Direktur Pembinaan Ketenagalistrikan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan DR. 2026. Tri S.22 SYNERGY BETWEEN PLN AND ANGKASA PURA II IN THE MANAGEMENT OF AIRPORT ELECTRICITY SUPPLY – AUGUST 25. rencana pengembangan pembangkit. Emy Perdanahari dan Ketua Masyarakat Kelistirkan Indonesia (MKI) Andri Doni.K/20/MEM/2010 Tanggal 8 Juli 2010. tergambarkan informasi tentang prakiraan pertumbuhan demand listrik. 2010 at the Ministry of SOE by President Director of PLN.K/20/MEM/2010 dated July 8. Emy Perdanahari. Di dalam RPUTL. Dahlan Iskan. and Chairman of Indonesian Electricity Community. 2010 PLN launched the Electricity Provision General Plan (“RUPTL”) for years 20102019. DR. The RUPTL that contains strategic plan of national electricity provision for the next ten years is an inseparable part of the National Electricity General Plan (“RUKN”). The . Sunoko. President Director of PLN. meluncurkan Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) tahun 2010 – 2019. merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Rencana Umum Kelistrikan Nasional (RUKN). This MoU serves the basis for cooperation in managing electricity supply system for the airports under Angkasa Pura II management up to certain level of services. Andri Doni. SEPTEMBER PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report PLN LAUNCHED GENERAL PLAN FOR YEARS 2010–1019 – SEPTEMBER 6. witnessed by Minister of SOE. represented by Director of Electricity Patronage Directorate General Electricity. The MoU was signed on August 25. Posisi RUPTL yang berisi rencana strategis penyediaan listrik nasional dalam waktu sepuluh tahun kedepan itu. which was approved by Decree of Minister of EMR No. RUPTL ini ditetapkan dengan Surat Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 2026.

transmission and distribution development plan with PLN and IPP project indication. Menteri ESDM. at PLN Head office.A.A. 2010 PLN and PT Angkasa Pura II signed HoA on partnership for the management of electricity for Soekarno-Hatta airport. bertempat di Kantor PLN Pusat.SEPTEMBER 23.RUPTL provides information on electricity demand growth estimation. The signing was between PLN Operational Director for Java-Bali. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Operasi PLN Jawa Bali I. menjamu karyawan berprestasi dan manajemen PLN di Istana Negara. PRESIDEN JAMU KARYAWAN PLN MINUM TEH BERSAMA DI ISTANA -12 OCTOBER 2010 Presiden Republik Indonesia Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ngurah Adnyana dengan Direktur Operasi dan Teknik AP II Salahudin Rafi. generating. OCTOBER PRESIDENT INVITED PLN EMPLOYEES FOR TEA PARTY AT THE PALACE – OCTOBER 12. Salahudin Rafi. PLN DAN ANGKASA PURA II TANDATANGANI NOTA KERJASAMA PENDAMPINGAN PENGELOLAAN LISTRIK BANDARA SOEKARNO HATTA . General Managers of PLN and best employees of PLN all over Indonesia. this tea party was also attended by the Coordinating Minister of Economy. Ngurah Adnyana. 2010 President of Republic Indonesia Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) hosted tea party for PLN’s management and best employees at the Palace. This event was the follow up the President’s invitation extended at the Declaration of Movement toward Indonesia Free from Rolling Blackout last July in Mataram-NTB. I.23 SEPTEMBER 2010 PT PLN (Persero) dan PT Angkasa Pura II (AP II) menandatangani pokok-pokok perjanjian kerjasama (Head of Agreement) tentang pendampingan pengelolaan kelistrikan di bandara Soekarno-Hatta. This invitation was an appreciation on PLN’s hard work to resolve power crisis in certain areas that had persisted for several years. jamuan minum teh juga dihadiri oleh Menko Perekonomian. Minister of SOE. jajaran Direksi dan Komisaris. PLN AND ANGKASA PURA II SIGNED HOA OF PARTNERSHIP FOR THE MANAGEMENT OF ELECTRICITY FOR SOEKARNO HATTA AIRPORT .G. Menteri BUMN. Board of Directors and Board of Commissioners. Undangan Presiden ini merupakan bentuk apresiasi atas kerja keras PLN dalam mengatasi krisis daya yang terjadi di sejumlah daerah yang telah berlangsung selama beberapa tahun yang lalu. General Manager PLN dan karyawan berprestasi se-Indonesia. Selain dihadiri oleh Dirut PLN Dahlan Iskan. fuel mix projection and primary energy and investment need estimation. Acara ini merupakan tindak lanjut dari undangan SBY kepada manajemen PLN yang pernah disampaikannya pada acara Deklarasi Gerakan Menuju Indonesia Bebas Pemadaman Bergilir. Besides President Director of PLN. and Operational and Technical Director of Angkasa Pura II.G. 23 Ikhtisar Highlights . akhir Juli lalu di Mataram-NTB. Minister of EMR.

GRASSS diadakan dengan maksud untuk menuntaskan daftar tunggu permintaan listrik. PLN Wilayah Sumatera Barat telah mengirimkan tim berjumlah 6 orang ke Pagai Selatan dengan membawa 4 perangkat genset masing-masing berkapasitas 5 kilowatt (kW). percaloan dan kecurangan-kecurangan lainnya dalam pelayanan penyambungan baru. The event was aimed at putting an end to connection waiting list. Bantuan genset untuk Mentawai juga didatangkan dari PLN Batam yang mengirimkan 5 buah genset.29 OKTOBER 2010 Menyikapi terjadinya bencana gempa Mentawai dan erupsi gunung Merapi. (ii) eradicating corruption.27 OKTOBER 2010 Gerakan Sehari Sejuta Sambungan (GRASSS) yang digelar bersamaan dengan Hari Listrik Nasional (HLN) ke 65 tahun pada tanggal 27 Oktober 2010 dilakukan serentak diseluruh Indonesia. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report A MILLION CONNECTIONS A DAY MOVEMENT (GRASSS) – OCTOBER 27. illegal brokerage and other unfair practices concerning new connection service.24 23 SEPTEMBER 2010 27 OCTOBER 2010 GERAKAN SEHARI SEJUTA SAMBUNGAN (GRASSS) . (ii) melenyapkan praktek pungutan liar. PLN telah membentuk Tim Tanggap Darurat Bencana yang akan melakukan recovery kondisi kelistrikan di daerah bencana dan memberikan bantuan logistik untuk para korban. bantuan sembako dan obat-obatan serta material kelistrikan lainnya yang dibutuhkan untuk proses recovery. masingmasing berkapasitas 6 kVA. TIM TANGGAP DARURAT PLN DI MENTAWAI DAN MERAPI . 2010 GRASSS was held on the 65th National Electricity Day on October 27. Tujuan utama dari GRASSS adalah : (i) menuntaskan secara bertahap daftar tunggu permohonan sambungan baru. . Untuk recovery kelistrikan di Mentawai. and had these main objectives: (i) concluding the new connection waiting list. 2010 all over Indonesia.

Kembangan. to Mentawai. Selain di GI Gandul. each with 6 kVA capacity. maka akan lebih meningkatkan sekuriti suplai listrik pada sistem Jawa-Bali. juga berpotensi mengurangi penggunaan BBM di PLTU/GU Muara Karang hingga 15 ribu kilo liter per bulannya.11 DESEMBER 2010 PT PLN (Persero) mulai mengoperasikan trafo interbus (Interbus Transformer/IBT) 500/150kV dengan kapasitas 500 MVA yang baru saja selesai dipasang di Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi GandulCinere. PLN formed an Emergency team to recover electricity supply in such areas and to provide logistic aid to disaster victims. dan Cilegon. PLN OPERASIKAN TRAFO BARU DI GARDU INDUK TEGANGAN EKSTRA TINGGI GANDUL . 2010 Post the natural disasters of Mentawai earthquake and Merapi eruption. each with capacity of 5 kilowatt (kW). Selain itu. Gandul. sekaligus akan meningkatkan fleksibilitas manuver beban dengan sub sistem lain pada sistem JawaBali. PLN West Sumatera sent a team of 6 people to South Pagai to bring 4 generator sets.29 OCTOBER 2010 DECEMBER PLN’S EMERGENCY TEAM IN MENTAWAI AND MERAPI – OCTOBER 29. Cibatu. Dengan telah beroperasinya trafo IBT yang terpasang di GI Gandul. PLN Batam also sent 5 generator sets. For electricity recovery in Mentawai. staple and medicine aids. PLN hingga akhir tahun ini juga tengah memasang 5 trafo IBT lainnya yang sejenis di Bekasi.CINERE . 25 Ikhtisar Highlights . and other aids.

PLN telah menyiapkan pasokan daya 1. Kembangan. Bogor. Jakarta. PLN menjamin adanya kemudahan dan kecepatan penyambungan listrik serta kepastian biaya yang harus dibayarkan oleh pelanggan. The operating of IBT transformer in Gandul will improve electricity supply in Java-Bali system and enhance flexibility to switch load with other sub-systems in Java-Bali. PLN again welcome potential customers for new connection and additional power from business and industry. Terobosan yang dilakukan oleh Dahlan Iskan diantaranya adalah program Gerakan Sehari Sejuta Sambungan yang dilaksanakan PLN pada tanggal 27 Oktober 2010 dalam rangka Hari Listrik Nasional. 2010 Near the year end.15 DESEMBER 2010 Di penghujung tahun 2010 ini PLN kembali memanjakan para calon pelanggannya dengan membuka kesempatan pasang baru dan tambah daya khusus bagi para pelaku bisnis dan industri. consumer. Tangerang. Jakarta. Melalui gerakan ini PLN memposisikan diri sebagai marketer yang siap untuk jualan listrik. Gunung Putri. DAHLAN ISKAN TERIMA PENGHARGAAN MARKETER OF ThE YEAR INDONESIA 2010 . Bekasi. komunikasi dan media dan pemerintahan melalui seleksi bertahap yang ketat. PLN’S PRESIDENT DIRECTOR INVITED INDUSTRY PLAYERS TO INSTALL CONNECTION – DECEMBER 15. and Karawang.26 16 DECEMBER 2010 21 DECEMBER 2010 PLN OPERATED NEW TRANSFORMER AT ExTRA HIGH VOLTAGE SUBSTATION GANDUL. . Gandul. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report DIRUT PLN AJAK PENGUSAHA SAMBUNG LISTRIK .000 MW supply specially for this group’s potential customers in the areas of North Banten.16 Desember 2010 Direktur Utama PT PLN (Persero) Dahlan Iskan memperoleh penghargaan sebagai Marketer of The Year Indonesia 2010 dari MarkPlus Inc. dan Karawang. Depok. In addition. Dahlan Iskan mengalahkan para nominator dari berbagai bidang seperti jasa keuangan. timeliness and price for new connection. Depok. Cibatu. Further. CINERE – DECEMBER 11.000 kilolitres per month. otomotif transportasi dan logistik. PLN would also start operating 5 other similar IBT transformers in Bekasi. Penghargaan diserahkan oleh President MarkPlus Inc Hermawan Kartajaya pada acara The MarkPlus Conference 2011 di Jakarta. it also potentially reduces the utilization of oil fuel at PLTU/GU Muara Karang by up to 15. PLN guarantees convenience. and Cilegon. Tangerang. PLN had prepared 1. Gunung Putri.000 MW yang khusus diperuntukkan untuk memenuhi permintaan calon pelanggan bisnis dan industri di daerah Banten Utara. Bogor. Dahlan juga berhasil mentransformasi positioning PLN dalam hubungannya dengan pelanggan. sumber daya alam. 2010 PLN started the operation of (Interbus Transformer/IBT) 500/150kV of 500 MVA capacity at Extra High Voltage Substation Gandul-Cinere. Bekasi.

Ali Suharsono dan Direktur Utama Hubei Hongyuan Power Engineering Co. 2010 Two large scale power plants are ready for construction in Riau and East Kalimantan. Ltd. These two contract signings were held at PLN Head Office on December 21. The GRASSS program is an important breakthrough by Dahlan Iskan. Ali Suharsono. Ltd.. diwakili oleh Direktur Utama Dahlan Iskan bersama Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk. Dahlan Iskan won over nominators from other business lines. Mr. Jakarta (21/12) dengan disaksikan oleh Direktur Pengadaan Strategis PLN Bagio Riawan.. Direktur Utama PLN Dahlan Iskan menandatangani langsung kontrak proyek PLTU Riau 2 x 110 MW bersama Direktur Utama PT Rekayasa Industri Moch.. and the government through tight selection process. Dahlan Iskan. natural resources. such as finance. Bersamaan dengan itu. 27 Ikhtisar Highlights . Sheng Yuming. was also signed between President Director of PLN and President Director of PT Adhi Karya (Persero) Tbk. Xia Xiaomin sebagai kontraktor konsorsium pembangunan PLTU Riau. and President Director of Hubei Hongyuan Power Engineering Co. as consortium contractors of power plant Riau. witnessed by Strategic Procurement Director of PLN. automotive. as consortium contractors. consumer. Bambang Tri Wibowo dan Vice President Sinohydro Co. At the same time.27 DECEMBER 2010 DAHLAN ISKAN RECEIVED 2010 MARKETER OF THE YEAR AWARD – DECEMBER 16. Xia Xiaomin. transportation and logistics. received the 2010 Marketer of the Year Indonesia award from MarkPlus Inc. and Vice President Sinohydro Co. Bagio Riawan. ditandangani pula kontrak pembangunan PLTU Kaltim Teluk Balikpapan 2 x 110 MW antara PLN yang PLN TO BUILD LARGE SCALE POWER PLANT IN RIAU AND KALTIM – DECEMBER 21. 2010 President Director of PLN. Mr. construction contract of power plant Kaltim Teluk Balikpapan 2 x 110 MW. President Director of PLN. Mr. 2010. He also transforms PLN’s positioning in relation with customers.21 DESEMBER 2010 Dua proyek PLTU berskala besar siap dibangun di kawasan Riau dan Kalimantan Timur. Mr. Moch. Dahlan Iskan. Acara penandatanganan kedua kontrak kerja sama ini berlangsung di PLN Kantor Pusat. Sheng Yuming sebagai kontraktor konsorsim pembangunan PLTU. The award was given by President MarkPlus Inc Hermawan Kartajaya at the MarkPlus Conference 2011 in Jakarta. Ltd. Ltd. Bambang Tri Wibowo. and helps PLN position itself as a ready marketer of electricity provision. PLN BANGUN PLTU SKALA BESAR DI RIAU DAN KALTIM . communication and media. signed the power plant Riau 2 x 110 MW project with President Director of PT Rekayasa Industri.

And The Officers From Syndication Banks. Bapak Agus Martowardoyo. Proyek tersebut adalah Gardu Induk Gas Insulated Switchgear & Under Ground Cable di Pulau Jawa. 2010 At The Ministry Of Finance. dan Djohan Emir Setijoso (Presiden Direktur Bank BCA) menandatangani dokumen pinjaman siang ini pada acara penandatanganan di Jakarta. Sofyan Basir (President Director Of Bank Bri). Participating Banks Were Bank Bri. Dahlan Iskan. Suwondo (Direktur Utama Bank BNI). Pln Signed A Long-Term Syndication Credit Facility With Local Banks To Finance The Foreign Currency Part Of The Transmission Project That Is Part Of The 10. Perbankan yang berpartisipasi dalam penandatanganan tersebut adalah Bank BRI. Acara tersebut juga disaksikan oleh Menteri Keuangan RI.000 Mw Power Plant Construction Fast Track Program. 27 Desember 2010 di Kantor Kementerian Keuangan RI. Bank Mandiri dan Bank BCA. Bank Bni.27 DESEMBER 2010 Senin.28 PENANDATANGANAN PERJANJIAN KREDIT SINDIKASI PENDANAAN PORSI VALAS PEMBANGUNAN PROYEK TRANSMISI TERKAIT FAST TRACK PROGRAM GARDU INDUK GAS INSULATED SWITChGEAR & UNDER GROUND CABLE PULAU JAWA . The Project Is Gas Insulated Switchgear & Underground Cable Main Station For Java Island. Bank BNI. Dahlan Iskan. President Director Of Pln. Gatot M. Gatot M. Suwondo (President Director Of Bank Bni). PLN menandatangani perjanjian fasilitas kredit sindikasi jangka panjang dengan perbankan dalam negeri untuk mendanai porsi Valas proyek Transmisi sebagai bagian dari Proyek Percepatan Pembangunan Pembangkit 10. Direktur utama PT PLN (Persero). And Djohan Emir Setijoso (President Director Of Bank Bca) Signed The Loan Documents In Jakarta. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report . 2010 On December 27.000 MW (Fast Track Program). Bank Mandiri And Bank BCA. Zulkifli ZaIni (President Director Of Bank Mandiri). SIGNING OF FOREIGN CURRENCY PART OF SYNDICATION CREDIT AGREEMENT FOR THE FAST TRACK RELATED TRANSMISSION PROJECT OF GAS INSULATED SWITCHGEAR & UNDERGROUND CABLE MAIN STATION FOR JAVA ISLAND – DECEMBER 27. Agus Martowardoyo. disertai para pejabat dari keempat bank anggota sindikasi yakni Zulkifli Zaini (Direktur Utama Bank Mandiri). Sofyan Basir (Direktur Utama Bank BRI). Witnessed By Minister Of Finance.

PLTU Suralaya Baru.500 MW.200 as received (AR). PLTU Rembang. PLTU Lontar. The PLTUs are PLTU Labuan. 2010 PLN and Arutmin finalized negotiation for coal supply in 2011.2 JUTA TON BATUBARA DI 2011 . PLTU Rembang. Pembangkitpembangkit tersebut adalah PLTU Labuan.2 million tons for the 10. Arutmin’s total supply volume is 7.28 DESEMBER 2010 PLN dan Arutmin telah menyelesaikan negosiasi pasokan batubara untuk tahun 2011 dengan menerapkan sepenuhnya Peraturan Menteri ESDM No. ARUTMIN TO SUPPLY 7. dengan nilai kalor batubara yang dipasok adalah 4200 as received (AR).2 MILLION TONS OF COAL IN 2011 – DECEMBER 28.2 juta ton untuk PLTU 10 ribu MW yang beroperasi di tahun 2011. PLTU Pacitan dan PLTU Paiton dengan kapasitas total sekitar 4. PLTU Indramayu. 17/2010 tentang harga batubara acuan. PLTU Suralaya Baru.ARUTMIN PASOK PLN 7.500 MW. PLTU Lontar. fully applying Regulation of Minister of EMR No. 29 Ikhtisar Highlights . 17/2010 on coal price benchmark.000 MW PLTUs operating in 2011 and coal supply calorie of 4. PLTU Indramayu. Volume yang dipasok Arutmin seluruhnya berjumlah 7. PLTU Pacitan and PLTU Paiton with a total capacity of 4.

Jambi and Bengkulu Region PLN Wilayah Kalimantan Barat PLN West Kalimantan Region PLN Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah PLN South Kalimantan and Central Kalimantan Region PLN Wilayah Kalimantan Timur PLN East Kalimantan Region PLN Wilayah Sulawesi Selatan. South-East Sulawesi and West Sulawesi Region PLN Wilayah Nusa Tenggara Barat PLN West Nusa Tenggara Region PLN Distribusi Jawa Tengah & DIY PLN Distribution for Central Java and Yogyakarta Region PT Indonesia Power 1 PLN Wilayah Papua dan Papua Barat PLN Papua and West Papua Region PLN Wilayah Nusa Tenggara Timur PLN East Nusa Tenggara Region PLN Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Sumatera PLN Transmission and Center for Load Dispatching of Sumatra PLN Pembangkitan Sumatera Bagian Utara PLN North Sumatra Power Plant PLN Pembangkitan Sumatera Bagian Selatan PLN South Sumatra Power Plant PLN Pembangkitan Tarahan PLN Tarahan Power Plant PLN Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Sumatera PLN Transmission and Center for Load Dispatching of Sumatra PLN PLTGU Cilegon PLN PLTGU Cilegon TOTAL OHSAS 18001:1999 PT Indonesia Power 3 1 93 1 3 ISO 14001 : 2004 PLN Wilayah Aceh PLN Aceh Region PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau PLN Riau and Riau Island Region PLN Wilayah Sumatera Selatan. South-East Sulawesi and West Sulawesi Region PLN Wilayah Maluku & Maluku Utara PLN Maluku & North Maluku Region PT Indonesia Power PLN Wilayah Papua dan Papua Barat PLN Papua and West Papua Region PLN Pembangkitan Sumatera Bagian Utara PLN North Sumatra Power Plant PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report PLN Pembangkitan Sumatera Bagian Selatan PLN South Sumatra Power Plant PLN Pembangkitan Muara Tawar PLN Muara Tawar Power Plant TOTAL 17 1 3 4 3 9 2 1 8 5 8 1 8 1 9 27 1 68 11 27 1 1 ISO 17205:2005 PLN Penelitian dan Pengembangan PLN Research and Development SNI 19-17205:2009 1 ISO 14001:1996 PLN Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah PLN South Kalimantan and Central Kalimantan Region PT Indonesia Power TOTAL 1 PLN Penelitian dan Pengembangan PLN Research and Development 2 4 5 CSR AWARDS PT Indonesia Power 6 . Jambi and Bengkulu Region PLN Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah PLN South Kalimantan and Central Kalimantan Region 2 3 1 1 PLN Wilayah Kalimantan Timur PLN East Kalimantan Region PLN Wilayah Sulawesi Selatan. Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat PLN South Sulawesi.30 PENGHARGAAN DAN SERTIFIKASI AWARDS AND CERTIFICATIONS ISO 14001 : 2005 PLN Pembangkitan Tarahan PLN Tarahan Power Plant PLN Pembangkitan Sumatera Bagian Selatan PLN South Sumatra Power Plant TOTAL 1 1 2 SMK3 Occupational Health and Safety Management System PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau PLN Riau and Riau Island Region PLN Wilayah Sumatera Selatan. Jambi dan Bengkulu PLN South Sumatra. Jambi dan Bengkulu PLN South Sumatra. Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat PLN South Sulawesi.

Jambi dan Bengkulu PLN South Sumatra. North Sulawesi and West Sulawesi Region PLN Distribusi Jawa Timur PLN Distribution for East Java PLN Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Jawa Bali PLN Transmission and Center for Load Dispatching of Java and Bali PT Indonesia Power PT PLN Tarakan PLN Tarakan Region PLN Distribusi Jawa Tengah & DIY PLN Distribution for Central Java and Yogyakarta Region PLN Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Sumatera PLN Transmission and Center for Load Dispatching of Sumatra TOTAL 2 PELAYANAN PELANGGAN TERBAIK Best Customer Service PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau PLN Riau and Riau Island Region PLN Wilayah Sumatera Selatan. Jambi and Bengkulu Region PLN Distribusi Jawa Timur PLN Distribution for East Java PLN Distribusi Bali PLN Distribution for Bali PLN Distribusi Jawa Barat Banten PLN Distribution for West Java Banten PLN Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah PLN South Kalimantan and Central Kalimantan Region TOTAL 1 1 1 1 1 4 1 1 1 1 2 9 1 2 6 INOVASI TERBAIK Best Innovation PLN Distribusi Jawa Tengah & DIY (Runner Up) PLN Distribution for Central Java and Yogyakarta Region PLN Wilayah Sumatera Bagian Utara PLN North Sumatra Region 1 1 7 30 PLN Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah PLN South Kalimantan and Central Kalimantan Region PT Indonesia Power 2 1 2 7 PLTD Terbaik Best PLTD PLN Wilayah Aceh PLN Aceh Region PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau PLN Riau and Riau Island Region PLN Wilayah Kalimantan Timur PLN East Kalimantan Region PLN Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah PLN South Kalimantan and Central Kalimantan Region TOTAL 1 1 2 PT PLN Pembangkitan Sumatera Bagian Selatan PT PLN South Sumatra Power Plant TOTAL INDUSTRI RAMAH LINGKUNGAN Environmentally Friendly Industry PLN Pembangkitan Cilegon PLN Cilegon Power Plant 1 1 SISTEM MANAJEMEN PENGAMANAN (SMP) Security Management System PT Indonesia Power 3 Ikhtisar Highlights 5 SMT PT Indonesia Power 4 KSN AWARDS National Social Solidarity Award PT Indonesia Power 1 OHSAS 2009 PT Indonesia Power 2 ISO 9001 : 2001 PLN Wilayah Kalimantan Timur PLN East Kalimantan Region TOTAL 2 2 31 .Kecelakaan Nihil Zero Accident PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau PLN Riau and Riau Island Region PLN Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah PLN South Kalimantan and Central Kalimantan Region PLN Wilayah Kalimantan Barat PLN West Kalimantan Region PLN Wilayah Sulawesi Selatan. Sulawesi Utara dan Sulawesi Barat PLN South Sulawesi.

Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat PLN South Sulawesi. Jambi dan Bengkulu PLN South Sumatra. Jambi and Bengkulu Region PLN Wilayah Kalimantan Timur PLN East Kalimantan Region PLN Wilayah Kalimantan Barat PLN West Kalimantan Region PLN Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah PLN South Kalimantan and Central Kalimantan Region PLN Wilayah Sulawesi Selatan. Central Sulawesi and Gorontalo Region PLN Wilayah Sumatera Barat PLN West Sumatra Region PLN Distribusi Jawa Tengah dan DIY PLN Distribution for Central Java and Yogyakarta Region PLN Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah PLN South Kalimantan and Central Kalimantan Region PLN Pembangkitan Tarahan PLN Tarahan Power Plant PLN Proyek Induk Pembangkit dan Jaringan (PIKITRING) Jawa. South-East Sulawesi and West Sulawesi Region PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara PLN Maluku and North Maluku Region PLN Wilayah Nusa Tenggara Barat PLN West Nusa Tenggara Region PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang PLN Distribution for Jakarta Raya and Tangerang PLN Distribusi Jawa Tengah & DIY PLN Distribution for Central Java and Yogyakarta Region PLN Distribusi Jawa Timur PLN Distribution for East Java PLN Distribusi Bali PLN Distribution for Bali PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report PLN Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Jawa Bali PLN Transmission and Center for Load Dispatching of Java and Bali PT Indonesia Power PLN Wilayah Papua dan Papua Barat PLN Papua and West Papua Region PLN Wilayah Nusa Tenggara Timur PLN East Nusa Tenggara Region PLN Distribusi Jawa Barat PLN Distribution for West Java PLN Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Sumatera PLN Transmission and Center for Load Dispatching of Sumatra PLN Jasa dan Produksi PLN Service and Production PLN Jasa Enjiniring PLN Engineering Service PLN Jasa Sertifikasi PLN Sertification Service PLN Pembangkitan Sumatera Bagian Utara PLN North Sumatra Power Plant PLN Pembangkitan Sumatera Bagian Selatan PLN South Sumatra Power Plant 28 7 1 ISO 9001 : 2000 PLN Pembangkitan Muara Tawar PLN Muara Tawar Power Plant TOTAL 1 281 Dharma Karya 10 1 2 PLN Wilayah Kalimantan Selatan & Kalimantan Tengah PLN South and Central Kalimantan Region PLN Wilayah Kalimantan Timur PLN East Kalimantan Region PLN Distribusi Jawa Timur PLN Distribution for East Java PLN Distribusi Bali PLN Distribution for Bali PLN Distribusi Jawa Barat Banten PLN Distribution for West Java Banten TOTAL 2 1 1 1 1 6 11 3 3 5 41 11 10 13 ISO 9001 : 2008 PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang PLN Distribution for Jakarta Raya and Tangerang PLN Wilayah Sulawesi Utara.32 ISO 9001 : 2000 PLN Wilayah Sumatera Barat PLN West Sumatra Region PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau PLN Riau and Riau Island Region PLN Wilayah Bangka Belitung PLN Bangka Belitung Region PLN Wilayah Sumatera Selatan. Sulawesi Tengah dan Gorontalo PLN North Sulawesi. Bali dan Nusa Tenggara PLN Main Power Plant and Network Project (PIKITRING) for Java. Bali and Nusa Tenggara PLN Pembangkitan Sumatera Bagian Selatan PLN South Sumatra Power Plant PLN Jasa Manajemen Konstruksi PLN Management Service and Construction PLN Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Sumatera PLN Transmission and Center for Load Dispatching of Sumatra PLN Pembangkitan Sumatera Bagian Utara PLN North Sumatra Power Plant PLN Jasa Enjiniring PLN Engineering Service 1 4 8 12 5 1 45 8 4 2 22 1 2 1 2 1 6 1 1 17 26 3 1 1 3 3 47 PLN Wilayah Kalimantan Timur PLN East Kalimantan Region PLN Wilayah Lampung PLN Lampung Region PLN Wilayah Maluku & Maluku Utara PLN Maluku & North Maluku Region TOTAL .

2015 Corporate Strategic Objective. Year 2010 .LAPORAN MANAJEMEN MANAGEMENT REPORT 34 42 54 58 LAPORAN DEWAN KOMISARIS Board of Commissioners’ Report LAPORAN DIREKSI Board of Directors’ Report TUJUAN STRATEGIS PERUSAHAAN TAHUN 2010 .2015 STRATEGI DAN KEBIJAKAN Strategy and Policies .

34 LAPORAN DEWAN KOMISARIS BOARD OF COMMISSIONERS’ REPORT PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report .

Laporan Manajemen Management Report 35 .

In 2010. PLN managed to resolve the rolling blackout caused by power supply deficit through the actions of power plants rent. menyediakan listrik bagi masyarakat di seluruh wilayah Republik Indonesia. as reported by President Director. PLN successfully changed the early 2010’s alert (red) condition for 20 large systems to safe (free from rolling blackout) condition in July 2010. PLN telah berhasil mengatasi pemadaman bergilir akibat kekurangan pasokan daya dengan melakukan aksi antara lain sewa PLTD. PLN juga telah melakukan terobosan guna memberikan kemudahan dan kepastian bagi masyarakat untuk mendapatkan sambungan listrik yang dibutuhkan melalui program Gerakan Sehari Sejuta Sambungan (GRASSS) PENILAIAN KINERJA DIREKSI Secara umum untuk tahun buku 2010 Direksi beserta seluruh jajarannya telah melaksanakan pengelolaan perusahaan dengan baik dan untuk itu Dewan Komisaris menyampaikan apresiasi atas kinerja yang telah dicapai melalui usaha yang tidak kenal lelah. revitalization of existing units and purchase of excess power for outside Java – Bali regions. for fiscal year 2010.000 MW. Di tahun 2010 sebagaimana disampaikan oleh Direktur Utama.000 MW Power Plants Fast Track program for Java – Bali regions. including Inter Bus Transformers.bebas pemadaman bergilir. Board of Commissioners highly appreciate this unceasing hard work’s accomplishment. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report In 2010. BOARD OF DIRECTORS’ PERFORMANCE EVALUATION In general. and reinforcement of transmission and distribution network. PLN made a breakthrough by launching a program called A Million Connection within A Day Movement (“GRASSS”) to provide convenience and certainty to those applying for electricity connection In the midst of activities and duties to carry out shareholders’ commission of providing public electricity all over Indonesia. . sedang untuk Jawa-Bali dilakukan perkuatan jaringan transmisi dan distribusi termasuk Inter Bus Transformer (IBT) serta telah mulai beroperasinya pembangkit Program Percepatan 10. Board of Commissioners welcome this prompt publication of the Company’s 2010 Annual Report. di tengah kesibukan tugas menjalankan amanah Pemegang Saham. Melalui berbagai usaha tersebut pada bulan Juli 2010 PLN telah berhasil menjadikan 20 sistem besar yang di awal tahun 2010 masih dalam kondisi siaga (merah) menjadi aman. initial operation of 10.36 Dewan Komisaris menyambut gembira atas penerbitan Laporan Tahunan Perusahaan Tahun Buku 2010 pada waktunya. Di tahun 2010. Board of Directors and all lines below conducted good management of the Company. revitalisasi unit pembangkit eksisting untuk Luar Jawa – Bali dan pembelian excess power. Through these efforts. Hence.

Network loss ratio that represents transmission and distribution efficiency showed improving trend over the past five years to currently reach a single digit figure. Related to procurement process and in the framework of efficiency enhancement. 2010. yang dalam tahun 2010 menghasilkan penghematan sebesar Rp. Peningkatan efisiensi juga ditunjukkan dalam proses pengadaan. 2 triliun melalui proses pengadaan secara e-procurement maupun joint procurement. 2009’s network loss ratio was 9. Di samping pelayanan penyambungan untuk masyarakat umum melalui program GRASSS. Board of Directors’ cooperation with Corruption Eradication 37 . the above efforts to meet public basic needs of electricity deserve appreciation. Good Corporate Governance practice and legal compliance. particularly in Java – Bali. Laporan Manajemen Management Report Efficiency enhancement was shown in the procurement process which produced a total saving of Rp2 trillion in 2010 through e-procurement and joint procurement processes. yaitu indeks lama gangguan rata-rata dari tahun ke tahun menunjukkan tren yang semakin membaik.96 jam/pelanggan/tahun. Besides public connection through GRASSS. PLN also did a breakthrough to provide convenience and certainty to those applying for electricity connection.96 hour/customer/year.70 %.82 times/customer/year and SAIDI was 6. Susut jaringan yang merepresentasikan tingkat efisiensi penyaluran dan distribusi tenaga listrik dari tahun ke tahun selama 5 (lima) tahun terakhir menunjukkan tren yang semakin membaik dan telah mencapai angka single digit. Tahun 2009 susut jaringan sebesar 9. yaitu indeks kali gangguan rata-rata dan SAIDI (System Average Interruption Duration Index). Therefore.dalam rangka peningkatan efisiensi.yaitu di bulan Desember 2010 PLN memberikan layanan khusus penyambungan cepat.Tingkat keandalan pelayanan yang dinyatakan dengan SAIFI (System Average Interruption Frequency Index).600 MW.mudah dan pasti kepada kalangan bisnis dan industri khususnya di wilayah Jawa – Bali yang telah berhasil menjaring tambahan daya sebesar 1. In 2010. Freedom from blackout and easy access to electricity connection purchase are public basic needs that PLN has the urgency to meet. expected to take place in 2011. Di tahun 2010. 2010’s SAIFI was 6. maka kerjasama yang dilakukan oleh Direksi Service reliability depicted by SAIFI (System Average Interruption Frequency Index) and SAIDI (System Average Interruption Duration Index) showed improving trend over the past years. Untuk tahun 2010 SAIFI sebesar 6.600 MW. di penghujung tahun 2010. Bebas pemadaman listrik dan kepastian & kemudahan akses mendapatkan sambungan listrik adalah merupakan kebutuhan mendasar masyarakat terhadap PLN yang menuntut segera dipenuhi.93 % dan pada tahun 2010 dicapai angka susut jaringan sebesar 9. easy and fast .82 kali/pelanggan/tahun dan SAIDI sebesar 6. in December 2010 PLN also provided special – certain. Terkait dengan proses pengadaan. praktek pelaksanaan Good Corporate Governance (GCG) dan pemenuhan aspek legal. PLN juga telah melakukan terobosan guna memberikan kemudahan dan kepastian bagi masyarakat untuk mendapatkan sambungan listrik yang dibutuhkan melalui program Gerakan Sehari Sejuta Sambungan (GRASSS) pada peringatan Hari Listrik Nasional tanggal 27 Oktober 2010 yang merupakan langkah awal dari tekad PLN untuk mewujudkan Era Bebas Daftar Tunggu pada tahun 2011. represents PLN’s first step toward the realization of Free from Waiting List era. Oleh karen itu upaya mewujudkan pemenuhan kebutuhan mendasar masyarakat terhadap listrik tersebut pantas diberikan apresiasi.connection service to business and industrial customer groups. The program. which was called A Million Connection Within A Day Movement (“GRASS”) and held on National Electricity Day on October 27.70%.93% and 2010’s was 9. This program managed to sell additional power supply of 1.

000 MW fast track program and its support projects should provide valuable lessons for PLN in conducting future projects. prosedur. 59 Year 2009 on amendment of Regulation of President No. which in turn led to higher basic cost of electricity production. but it was delayed by many factors such as land acquisition.Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) patut didukung. Coal Fuel Power Plants Fast Track project is in line with Regulation of President No. Supreme Court. communication and others. komunikasi dan lain-lain. 71 Year 2006 concerning assignment to PLN to accelerate construction of coal fuel power plants in 10 locations in Java and 27 locations outside Java to reduce dependency on expensive oil fuel and also to ensure sufficiency of power supply. 71 Year 2006 concerning assignment to PLN to accelerate construction of coal fuel power plants and Regulation of President No.000 MW fast track program. This project should enter the system by 2009 – 2010. Availability of support infrastructure and media. kontraktor. Sepanjang tahun 2010 terjadi penurunan pasokan gas dari beberapa pemasok yang sudah terkontrak dan keterlambatan operasi dari beberapa proyek pembangkit 10. Di samping proyek pembangkit 10. . procedures. misalnya proyek gardu induk dan transmisi sebagai pendukung proyek pembangkit 10. Development and Finance Supervisory Board (“BPKP”) and Construction Services Development Agency (“LPJK”) should be appreciated. such as sub station and transmission projects to support the 10.000 MW fast track program that triggered off oil fuelled power plant operation to meet customers’ need. is pre-requisite for realization of good public service and sufficiency of electricity supply. jaringan transmisi dan gardu induk dengan kapasitas dan energi primer yang cukup. permits.000 MW dan proyek pendukungnya ini harus diambil hikmahnya dan menjadi pelajaran berharga bagi PLN dalam menangani proyek-proyek berikutnya. contractors. such as power plants.000 MW yang menyebabkan dioperasikannya pembangkit dengan bahan bakar BBM guna memenuhi kebutuhan suplai kepada pelanggan yang berakibat naiknya Biaya Pokok Produksi (BPP) listrik.000 MW . Besides the 10. Proyek Percepatan Ketenagalistrikan Berbahan Bakar Batubara sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2006 tentang Penugasan kepada PT PLN (Persero) untuk Melakukan Percepatan Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik yang Menggunakan Batubara dan Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2009 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2006 tentang Penugasan kepada PT PLN (Persero) untuk Melakukan Percepatan Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik yang Menggunakan Batubara meliputi 10 lokasi di pulau Jawa dan 27 lokasi di luar pulau Jawa dimaksudkan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak yang mahal harganya selain juga untuk memenuhi kecukupan daya yang dibutuhkan. small scale steam power plants projects. Year 2010 saw reduction of gas supply from several contract-based suppliers and operational delay of several 10. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Experience in handling the 10. Guna memenuhi kebutuhan listrik dan mewujudkan pelayanan yang baik bagi masyarakat diperlukan dukungan ketersediaan prasarana dan sarana antara lain berupa pembangkit. Kejaksaan Agung . namun mengalami keterlambatan karena berbagai hal antara lain karena masalah-masalah lahan. meteorological conditions. Pengalaman dalam menangani proyek pembangkit 10.000 MW ini juga dilaksanakan proyek-proyek lainnya guna memenuhi kebutuhan tenaga listrik masyarakat. and geothermal power plants. transmission network and main stations with sufficient capacity and primary energy. PLN also performed other projects to meet public needs on electricity.38 dengan Komite Pemberantasan Korupsi (KPK). perijinan. Proyek ini semestinya sudah harus siap operasi pada tahun 2009 – 2010. proyek PLTU Skala Kecil dan PLTP Geothermal. cuaca. Commission (“KPK”).000 MW fast track program.

30 year 2009 should base the Company’s future direction and Long-term Plan adjustment. Province-Owned Companies. However. through continuous guidance and consulting. The important thing for PLN is control on primary energy supply to ensure supply and to select the most cost efficient energy. Swasta dan Koperasi sebagai Pemegang Ijin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (PIUPTL). yang menyatakan bahwa selain dilakukan oleh PLN juga dilakukan oleh BUMN lain. A long experience as electricity supply provider which integrates generating. transmisi. Dalam hal ini PLN sebagai Pemegang Ijin Usaha Kelistrikan Umum (PIUKU). Dewan Komisaris mendukung upaya Direksi untuk mewujudkan PLN yang kuat dan siap menghadapi tantangan masa depan dengan terus . Laporan Manajemen Management Report Board of Commissioners support Board of Directors’ efforts to realize a strong PLN. such as other StateOwned Enterprises.51% yang menunjukkan masih cukup banyaknya masyarakat yang belum menikmati listrik dan dengan asumsi pertumbuhan GDP sebesar 6 – 7% per kapita maka jumlah calon konsumen listrik di Indonesia bagi penyedia tenaga listrik masih sangat prospektif. 30 year 2009 which stipulates other business players than PLN. supported by the best infrastructure and human resources. BUSINESS PROSPECT REVIEW 2010’s Electrification Ratio of 66. distribution and retail. Assuming a GDP growth of 6 – 7% per capita. sehingga Rencana Jangka Panjang (RJP) PLN perlu disesuaikan. Dengan berbekal pengalaman cukup lama sebagai penyedia tenaga listrik yang terintegrasi mulai pembangkitan. Hal yang perlu dilakukan adalah bagaimana PLN harus mempunyai kendali terhadap pasokan energi primer sehingga jaminan pasokan terjamin serta guna dapat memilih dan mendapatkan energi primer yang menghasilkan Biaya Pokok Produksi (BPP) murah /efisien. The application of Law No. Namun sampai saat ini pengelolaan penyediaan tenaga listrik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat umum termasuk pendistribusiannya hampir semuanya masih dilakukan oleh PLN selaku BUMN. provides PLN with confidence to reach success among future competition. PLN is the sole and only business player that manages electricity public supply and distribution. Upaya menurunkan BPP ini merupakan langkah strategis yag harus menjadi prioritas utama. Board of Directors’ action to improve internal procedure aimed at efficiency enhancement in strategic procurement should be continued. at the time being.51% indicates a large population of the people have not enjoyed electricity. Bisnis industri kelistrikan di Indonesia diatur dengan Undang-undang Nomor 30 tahun 2009. Private Companies and Cooperatives can hold the Electricity Supply Business License.PANDANGAN ATAS PROSPEK USAHA Dengan Rasio Elektrifikasi tahun 2010 sebesar 66.menerus memberikan bimbingan dan konsultasi kepada Direksi. Selain itu pembenahan prosedur internal yang telah dilakukan oleh Direksi guna meningkatkan efisiensi antara lain dalam proses pengadaan strategis perlu terus dilanjutkan. BUMD. karena dengan turunnya BPP maka memungkinkan menurunnya beban subsidi listrik bagi Pemerintah. Achievement of lower basic cost of production should be a priority to reduce basic cost of production which will enable lower government subsidy. In this case PLN is holder of General Electricity Business License. 39 . there is very good prospect for electricity supply industry in Indonesia. transmission. Electricity business in Indonesia is regulated by the Law No. ready for future competition. distribusi dan ritel serta memiliki infrastruktur dan sumber daya manusia yang terbaik di bidangnya merupakan modal awal yang mendasari keyakinan mencapai keberhasilan untuk menghadapi persaingan di masa depan. Bagi PLN tentu berlakunya Undang-undang Nomor 30 tahun 2009 ini harus menjadi pertimbangan dalam menentukan arah pengembangan perusahaan ke depan.

pekerjaan/pengalaman atau jabatan yang beragam antara lain Dosen/Pengajar. Komite Good Corporate Governance (KGCG). 7 experts and 4 committees. former PLN employee/executive with wide experience and knowledge related to the Company and its activities. 7 (orang) Tenaga Ahli dan 4 (empat) Komite. Komite Manajemen Risiko (KMR). advice and supervisory on execution of programs in line with corporate plan and strategy. Dalam menjalankan tugas dan kewajibannya Dewan Komisaris dibantu seorang Sekretaris. 3. Tenaga Ahli dan anggota Komite dipilih oleh Dewan Komisaris.Mereka mempunyai latar belakang akademis. Selama tahun 2010 para pembantu Dewan Komisaris ini telah menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab sehingga Dewan Komisaris dapat menjalankan tugasnya sesuai yang diamanatkan Pemegang Saham. experience or position background. Chairman and Vice Chairman of the committees are hold by the Commissioners. Good Corporate Governance (GCG) Committee. Tenaga Ahli dan anggota Komite periode ini dipilih dan ditetapkan oleh Dewan Komisaris pada awal tahun 2010 sedangkan pada bulan Agustus 2010 dilakukan pergantian Sekretaris Dewan Komisaris dalam rangka penyegaran. as follows: 1. Dewan Komisaris telah melaksanakan tugasnya secara sinergis dengan Direksi dengan memberikan arahan. Audit Committee (KA). Komite Nominasi dan Remunerasi (KNR). CLOSING Board of Commissioners believes that Board of Directors will continue working as a solid team to execute programs set by the Company on the principles of GCG and prudence. lawyer. financial expert.Ahli Hukum dan beberapa mantan pegawai/pejabat PT PLN (Persero) yang mempunyai pengalaman dan pengetahuan luas berkaitan dengan Perusahaan dan aktivitasnya. COMMITTEES AND ExPERTS UNDER BOARD OF COMMISSIONERS’S SUPERVISORY Board of Commissioners is responsible for ensuring proper and effective control on the execution and implementation of corporate governance. Board of Commissioners has conducted its duties in synergy with Board of Directors. and 4. while Secretary to Board of Commissioners was replaced in August 2010. Experts and committee members are selected by the Board. such as lecturer. Komite Audit (KA). Nomination and Remuneration Committee.Ahli Ekonomi dan Keuangan. Risk Management Committee (KMR). (KNR). 2. In carrying out its duties and responsibilities. dan 4. PENUTUP Dewan Komisaris yakin bahwa Direksi akan terus bekerja sebagai satu kesatuan yang kompak untuk menjalankan program yang telah disusun oleh perusahaan dengan menerapkan prinsip-prinsip Good Corporate Governance dan prinsip kehati-hatian.40 KOMITE DAN TENAGA AHLI YANG BERADA DI BAWAH PENGAWASAN DEWAN KOMISARIS Dewan Komisaris bertanggung jawab untuk memastikan adanya pengendalian yang memadai dan efektif dalam pelaksanaan dan implementasi tata kelola perusahaan. Experts and committee members for this period was selected and appointed by Board of Commissioners in early 2010. They have various educational. . nasehat serta pengawasan dalam melaksanakan program sesuai rencana dan strategi perusahaan. providing direction. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report These assistants to Board of Commissioners properly performed their duties through 2010 so that Board of Commissioners was able to perform its duties as commissioned by shareholders. economist. yaitu : 1. 2. Ketua Komite dan Wakil Ketua Komite dijabat oleh Komisaris. the Board resorts to assistance of a secretary. 3.

Jakarta. May the Lord Almighty constantly strengthen and guide us in performance of duties to meet all stakeholders’ needs. Finally.Akhirul kalam pada kesempatan ini tidak lupa kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Direksi dan seluruh jajaran yang telah bekerja keras menyelesaikan tugas perseroan tahun 2010 dan telah dituangkan dalam Laporan Tahunan Perusahaan Tahun Buku 2010 ini. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberi kekuatan dan membimbing kita dalam melaksanakan tugas memenuhi keinginan para Pemangku Kepentingan (stakeholders). we extend our deep thankfulness and high appreciation to Board of Directors and all lines below for their hard work to complete corporate duties in 2010 as reported in this 2010 Annual Report. 29 April 2010 YOGO PRATOMO Komisaris Utama President Commissioner 41 Laporan Manajemen Management Report .

42 PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report LAPORAN DIREKSI BOARD OF DIRECTORS’ REPORT .

Laporan Manajemen Management Report 43 .

53% higher than 2009’s 63. made two positive impacts. Program ini mempunyai dua dampak positif. Dengan upayaupaya di atas. easy and fast connection program in December 2010.001. khususnya di luar Jawa dan Bali. through a definite. Disamping program GRASSS.600 MW additional electricity power for business and industry sectors. mudah dan pasti pada bulan Desember 2010. Selanjutnya. and second. PLN held a mass connection for new customers program on October 27. 2. The aforementioned efforts. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Further. Ini merupakan stimulus ekonomi bagi Indonesia yang nilainya setara dengan Rp15 triliun dan berhasil memberikan tambahan daya sebesar total 1. Lewat program GRASSS ini telah tersambung sebanyak 1. PLN had made various efforts to overcome power supply crisis in such areas since early 2010 and finally was able to declare the shifted electricity outage termination on July 27. particularly the GRASSS program. have successfully increased the electrification ratio to 66.042 pelanggan secara serempak di seluruh Indonesia dalam satu hari sehingga PLN mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk pelaksanaan penyambungan listrik terbanyak dalam satu hari. which are. particularly in areas outside Java and Bali. particularly in Java and Bali areas. Penambahan daya yang cepat dan besar ini dapat terlaksana seiring dengan selesainya pembenahan dan penguatan sistem di Jawa khususnya Jakarta melalui penambahan GENERAL The most important accomplishment of PLN in 2010 is termination of shifted electricity outage all over Indonesia.600 MW di sektor Bisnis dan Industri. which is due to power deficit in almost all electricity systems. 2010. particularly Jakarta. an achievement that earned an award from Indonesian Museum of Records (MURI) for the most electricity connections in a day. Such activities included addition of Interchange Bus Transformers .042 new customers throughout Indonesia in one day. khususnya GRASSS telah berhasil meningkatkan rasio elektrifikasi menjadi 66. first.001. This represents Rp15 trillion worth economic stimulus for Indonesia and provides a total of 1. Besides the GRASSS program. This program.51% in 2010.51% di tahun 2010.75%.53% dari 63. PLN melaksanakan penyambungan pelanggan baru secara besarbesaran melalui program Gerakan Sehari Sejuta Sambungan (GRASSS) pada tanggal 27 Oktober 2010. Direksi dan seluruh jajaran manajemen meyakini bahwa hal pertama dan utama yang harus diselesaikan adalah mengakhiri pemadaman bergilir di seluruh Indonesia sebelum PLN dapat melaksanakan program-program selanjutnya. sebagai langkah awal dalam rangka menuju era bebas daftar tunggu yang diharapkan tercapai pada tahun 2011. Therefore. PLN was able to realize this fast.75% pada tahun 2009. atau meningkat 2. elimination of bad practices in connection service. yakni yang pertama adanya kepastian setiap orang mudah mendapatkan sambungan listrik dan yang kedua menghilangkan praktek-praktek tidak terpuji dalam penyelenggaraan pelayanan penyambungan listrik. named A Million Connection Within a Day Movement (“GRASSS”). Through GRASSS program. PLN gained 1. as the first step toward a zero waiting-list. an assurance of hassle free electricity connection for everyone. 2010. PLN juga memperhatikan kebutuhan kalangan bisnis khususnya di wilayah Jawa dan Bali melalui program penyambungan cepat. Board of Directors and management are convinced that bringing to end the shifted electricity outage all over Indonesia is the Company’s first and foremost program that has to be concluded prior to other programs. sejak awal tahun 2010 PLN telah melakukan berbagai upaya untuk dapat mengatasi daerah yang mengalami krisis pasokan daya listrik sehingga berhasil mendeklarasikan ‘pencanangan bebas pemadaman bergilir‘ pada tanggal 27 Juli 2010. Untuk itu. massive power increase on account of completion of improvement and reinforcement activities for systems in Java. which is expected to begin in 2011. PLN also caters to industry needs.44 UMUM Pencapaian kinerja terpenting dari PLN di tahun 2010 ini adalah berakhirnya pemadaman bergilir di seluruh Indonesia yang diakibatkan oleh defisit daya di hampir seluruh sistem kelistrikan.

An important result of the survey showed that 63. PLTU Suralaya of 625 MW capacity. Over Rp2. pasokan gas dari Pertamina ke PLTGU Belawan dan pasokan gas SEMCO ke PLTGU Semberah. discontinuity of gas supply took place in several generating locations. dan PLTU Suralaya kapasitas 625 MW. pasokan gas dari PGN ke PLTGU Muara Tawar dan PLTGU Talang Duku. gas supply from State Gas Company (“PGN”) to PLTGU Muara Tawar and PLTGU Talang Duku. Untuk itu perusahaan melaksanakan upaya “pembunuhan berencana” terhadap pembangkitpembangkit listrik berbahan bakar minyak seperti di Tanjung Perak. such as gas supply from Kalila to Gas Steam Power Plant (“PLTGU”) Teluk Lembu. sehingga pemakaian bahan bakar minyak meningkat. Tanjung Priok. On efficiency aspect. Hasil penting dari survey ini adalah 63. in 2010 PLN started to implement a new system which successfully produced very significant saving in material procurement cost. Namun dimasa mendatang PLN harus mencari upaya untuk mengatasinya agar pemakaian BBM tidak meningkat dengan drastis. For this purpose. On electricity generating. This achievement in efficiency was also due to of PLN’s co-operation with Construction Services Development Board (“LPJK”) that contributed procurement competency and with Corruption Eradication Commission (“KPK”) which was given access to observe each stage of PLN’s procurement procedure.2 Triliun berhasil dihemat melalui sistem pengadaan yang baru ini. Tanjung Priok and Tambak Lorok by optimizing new coal based PLTUs and adding IBTs in several Extra High Voltage Sub Stations (“GITET”). Kedua kerja sama ini telah mengarahkan sistem pengadaan PLN menjadi lebih efisien. PLTU Indramayu unit 1 of 330 MW capacity. PLN had Indonesian Survey Organization (“LSI”) conduct a public survey on the Company’s performance in December 2010.2 trillion was saved through the new procurement system. Lebih dari Rp 2. and resulted in higher oil fuel utilization. dan Tambak Lorok dengan mengoptimalkan PLTU Batubara baru dan penambahan IBT di beberapa Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET). Disamping itu juga sedang dilakukan repowering PLTU Muara Karang yang akan menambah kapasitas pembangkit sebesar 400 MW. However. dari semula 300 MW menjadi 700 MW. dan akuntabel. PLTU Indramayu unit 1 kapasitas 330 MW. early utilization of fast track program such as Steam Power Plant (“PLTU”) Labuan Banten unit 2 of 300 MW capacity.5% of customers were 45 Laporan Manajemen Management Report . adil. diskontinuitas pasokan gas terjadi di beberapa lokasi pembangkitan antara lain pasokan gas dari Kalila ke PLTGU Teluk Lembu. telah dilakukan survey persepsi publik tentang kinerja PLN yang dilakukan oleh Lembaga Survey Indonesia (LSI) pada bulan Desember 2010. LSI is currently a credible and independent survey organization in Indonesia. Untuk mengetahui seberapa jauh peningkatan pelayanan kepada pelanggan. Di sisi pembangkitan. Di sisi peningkatan efisiensi. Both co-operations have directed PLN’s procurement system to a more efficient. fair and accountable way.5% pelanggan merasa puas dengan (IBT). from 300 MW to 700 MW. the Company is deliberately terminating oil based power plants such as those in Tanjung Perak. gas supply from State Oil Extraction Company (“Pertamina”) to PLTGU Belawan and gas supply from SEMCO to PLTGU Semberah. LSI adalah lembaga survey independen dan cukup kredibel di Indonesia saat ini. transparent. Keberhasilan penghematan ini juga tidak terlepas dari peran kerja sama PLN dengan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) yang mempunyai kompetensi di bidang pengadaan dan institusi Komite Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diberikan akses untuk melihat proses pengadaan PLN pada setiap tahapannya.Interchange Bus Trasformer atau lebih dikenal dengan IBT dan mulai masuknya pembangkit-pembangkit program percepatan seperti PLTU Labuan Banten unit 2 kapasitas 300 MW. transparan. PLN has to find the means to overcome this problem in the future as to prevent drastic increase of oil fuel utilization. To be aware of how much the Company’s customer service was improved. tahun 2010 ini PLN mulai menerapkan sistem pengadaan baru yang telah berhasil menghemat biaya pengadaan material yang sangat signifikan. and the repowering of PLTU Muara Karang to increase its generating capacity by 400 MW.

96 jam/pelanggan/tahun (2009 adalah 16. Further. Although not a delighting figure. Sementara itu. as shown in customers’ System Average Interruption Duration Index (SAIDI) that was down to 6. Men. In line with the abovementioned performance.96 hour/customer/year (from 16. based on Decree of Minister of State Owned Enterprises (SOE) No. On human resources. inventory. KEP-100/ MBU/2002 mencapai kategori SEHAT (A). enhancement of Electricity Provision General Plan (“RUPTL”) to build up investments.700 undergraduates (“S1”) and diploma holders (“D3”) to anticipate speedy business growth. which resulted in total revenues of Rp162.2% growth of electricity revenues (only 4. Sejalan dengan pencapaian kinerja diatas. PLN’s health ratio. on financial aspect. satisfied with PLN’s performance.70 hour/customer/year in 2009) and the realization of System Average Interruption Frequency Index (SAIFI) that was down to 6. dan meningkatkan pelaksanaan praktek-praktek Good Corporate Governance serta kegiatan-kegiatan Corporate Social Responsibility. Hal-hal strategis lain yang dilaksanakan perusahaan untuk peningkatan kinerja meliputi: penataan manajemen kualitas. while total cost was Rp 149.78 kali/pelanggan/tahun).1T (pada tahun 2009 sebesar Rp135. SMUK ini adalah salah satu implementasi dari program Human Resource Development yang mengarah ke pengelolaan Human Capital yang bertujuan untuk menunjang seluruh programprogram perusahaan disamping tentu melalui penyelenggaraan pendidikan dan latihan yang berkelanjutan. di tahun 2010 mulai diterapkan Sistem Manajemen Unjuk Kerja (SMUK) berbasis teknologi informasi yang disempurnakan. in 2010 PLN started to implement Work Performance Management System (SMUK) based on improved information technology. Dalam hal Sumber Daya Manusia. . KEP-100/MBU/2002.46 kinerja PLN.2 % (pada tahun 2009 hanya sebesar 4. In 2010 the Company recruited 2. tingkat kesehatan PLN sesuai Kep. and coal transportation. which include improvement of quality management.1 trillion (Rp 135.82 times/customer/year (from 10. and better implementation of Good Corporate Governance practices and Corporate Social Responsibility activities. it provides hope for a better future.82 kali/pelanggan/tahun (tahun 2009 adalah 10. the Company gained a net profit of Rp10. perusahaan telah berhasil memperoleh laba bersih tahun 2010 sebesar Rp10.2 trillion in 2009).31% in 2009). persediaan.78 times/customer/year in 2009).700 orang tenaga lulusan S1 dan D3 pada tahun 2010 dalam rangka mengantisipasi pesatnya perkembangan usaha perusahaan.3 trillion. Juga telah dilaksanakan rekrutmen tehadap 2.3 triliun sedang total biaya sebesar Rp149. Indikator-indikator teknis yang berkaitan dengan pelayanan juga menunjukkan perbaikan di tahun 2010. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report The Company took other strategic actions taken to increase performance.BUMN No. Hal ini ditopang oleh pertumbuhan pendapatan tenaga listrik sebesar 14. This was supported by 14. dari aspek keuangan.31%) yang menghasilkan total pendapatan sebesar Rp162.086 trillion in 2010. SMUK is one of Human Resource Development implementation programs which are directed at the management of Human Capital to support all of company programs together with continuous education and trainings. Meanwhile. seperti terlihat dari Indeks Lama Gangguan Rata-rata yang dialami pelanggan (SAIDI) tahun 2010 mencapai 6. penyempurnaan Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) untuk mempertajam investasi. Memang angka ini belumlah memuaskan sepenuhnya tetapi ada harapan menuju lebih baik. Selain itu. technical indicators for service were improved in 2010. close to 2009’s net profit. reached HEALTHY (A) category.70 jam/ pelanggan/tahun) dan realisasi Indeks Kali Gangguan Rata-rata yang dialami pelanggan (SAIFI) mencapai 6. dan transportasi batubara.2 triliun).086 triliun mendekati laba bersih pada tahun 2009.

606.02/2007 dated December 17. Kenaikan Tarif Tenaga Listrik terjadi pada tanggal 30 Juni 2010. 2 Year 2010.02/2007 tanggal 14 September 2007 dan revisinya PMK Nomor 162/PMK. Swasta dan Koperasi sebagai pemegang Ijin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (IUPTL). Besaran subsidi untuk tahun 2010 ditetapkan melalui Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2010 yang menjelaskan bahwa Subsidi Listrik dalam APBN–P Tahun Anggaran 2010 ditetapkan sebesar Rp 53. Tarif Tenaga Listrik ditetapkan oleh Pemerintah setelah mendapat persetujuan dari DPR RI. Sedangkan Realisasi pencairan subsidi listrik didasarkan pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 111/PMK. up to present time the state-owned company PLN has been the only player that manages provision and distribution of electricity for public needs. province-owned companies.606. Untuk IMPORTANT EVENTS Government Policies Based on the Law No. harga jual atau tarif tenaga listrik ditetapkan oleh Pemerintah. Government subsidy amount for 2010 is stipulated through the Law of the Republic of Indonesia (“Law”) No. Laporan Manajemen Management Report Electricity Basic Tariff (“TTL”) is determined by the Government subject to DPR’s approval. The amount of the realization received by PLN for 2010 was Rp58.108.418 juta. 111/ PMK. Realization of electricity subsidy is based on Regulation of Minister of Finance (“PMK”) No. which details the amount of Electricity Subsidy in APBN-P Budget Year 2010 as Rp53. the government determines the sales price or tariff and.418 million. To accommodate that complaint and to comply with 47 . electricity industry players besides PLN can be other state-owned companies. BUMD.300 million that gives PLN 8% margin to meet its investment financing requirements.108. 30 year 2009. 2007. melalui Peraturan Menteri ESDM No. However. A tariff increase took place on June 30.02/2007 tanggal 17 Desember 2007. sehingga Pemerintah akan memberikan subsidi bagi pelanggan yang tarif tenaga listriknya masih dibawah biaya pokok penyediaan tenaga listrik (BPP) ditambah marjin. 2010 through the Regulation of Minister of Energy and Mineral Resources (“ESDM”) No. Kebijakan Pemerintah terkait subsidi ditetapkan melalui Undang-Undang setelah mendapat persetujuan dari DPR RI.02/2007 dated September 14. realisasi besaran subsidi yang diterima PLN adalah Rp 58. namun sampai saat ini pengelolaan penyediaan tenaga listrik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat umum termasuk pendistribusiannya masih dilakukan oleh PLN selaku BUMN. Dalam menjual tenaga listrik kepada masyarakat. Untuk tahun 2010. 07/2010 concerning PLNprovided Electricity Tariff. Tarif Tenaga Listrik tersebut tidak dapat langsung diterapkan sepenuhnya karena adanya keberatan dari kalangan pelanggan industri dan bisnis tertentu yang merasakan kenaikan lebih dari 10%.300 juta dengan pemberian margin kepada PLN dalam rangka pemenuhan persyaratan pembiayaan investasi PLN sebesar 8%. 162/PMK. private companies and co-operatives that hold the Electricity Provision Business License (“IUPTL”). The increase could not then be fully implemented due to objections from certain business and industrial customers that were to get more than 10% increase. 07/2010 tentang Tarif Tenaga Listrik (TTL) yang disediakan oleh PT PLN (Persero) yang diterbitkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).KEJADIAN PENTING Kebijakan Pemerintah Bisnis industri kelistrikan sesuai Undang-undang Nomor 30 tahun 2009 dilakukan selain oleh PLN juga dilakukan oleh BUMN Lain. In selling electricity to public. Government policy concerning the subsidy is stipulated in a law subject to the approval from Indonesia’s House of Representatives (“DPR”). gives subsidy to customers whose electricity tariff is still below basic cost plus margin. therefore. 2007 and its revision No.

and better implementation of Good Corporate Governance practices and Corporate Social Responsibility activities mengakomodir keluhan tersebut dan memperhatikan pembahasan antara DPR (Komisi VII) dengan Menteri ESDM. and were behind schedule on supply delivery PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report . kecuali untuk pelanggan industri.48 Hal-hal strategis lain yang dilaksanakan perusahaan untuk peningkatan kinerja meliputi: penataan manajemen kualitas. PLTG Teluk Lembu. sehingga jadwal operasional PLTU mundur. Melalui kebijakan capping ini maka pelanggan akan dibatasi interval kenaikan-penurunan rekeningnya maksimal 18% dari tagihan yang terakhir. ii) Pemasok gas menurunkan volume gas untuk PLTGU Muara Tawar. except for industrial customers. inventory. Tanggal 31 Desember 2010 kebijakan kebijakan capping dihapuskan bagi seluruh pelanggan PLN. On December 31. PLTG Teluk Lembu. Penghapusan capping ini dilaksanakan karena tidak sesuai dengan azas keadilan dan mengarah kepersaingan usaha yang tidak sehat. dan transportasi batubara. penyempurnaan Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) untuk mempertajam investasi. Faktor eksternal Beberapa faktor eksternal yang mempengaruhi pencapaian sasaran kinerja perusahaan pada tahun 2010 adalah: i) Kontraktor pelaksana pembangunan proyek PLTU Labuan (Unit 2). PLTU Rembang (Unit 1 and 2). The capping policy limits customers’ account fluctuation to a maximum of 18% higher or lower than latest billing. a capping policy at ±18% was imposed. PLTGU Belawan. 2010 and to be gradually omitted that on September 30. Kebijakan capping ini mulai diterapkan 1Juli 2010. namun selanjutnya dihapus secara bertahap sehingga pada tanggal 30 September 2010 capping tidak berlaku lagi. dan PLTU Indramayu (Unit 1) terlambat menyelesaikan proyek. 2010 capping was no more valid. which include improvement of quality management. dan terlambat mengirim pasokan gas untuk PLTG Talang Duku serta PLTG Semberah sehingga pemakaian bahan bakar minyak sebagai bahan bakar result of discussions between DPR and Minister of ESDM. External Factors Some external factors affecting the achievement of the Company’s performance target in 2010 were: i) Contractors of the construction projects of PLTU Labuan (Unit 2). The policy was implemented from July 1. persediaan. PLTU Rembang (Unit 1 dan 2). and PLTU Indramayu (Unit 1) were behind schedule on project completion. 2010 capping was omitted from all PLN customers. dan meningkatkan pelaksanaan praktekpraktek Good Corporate Governance serta kegiatankegiatan Corporate Social Responsibility The Company took other strategic actions taken to increase performance. PLTGU Belawan. ii) Gas suppliers lowered supply volume to PLTGU Muara Tawar. which in turn delayed the PLTUs’ operational schedule. maka ditetapkanlah kebijakan capping sebesar ±18%. enhancement of Electricity Provision General Plan (“RUPTL”) to build up investments. The omission was effected because capping was not in line with fairness principle and encouraging unhealthy business competition. and coal transportation.

297.797.98 GWh in 2009. ditunjukkan dengan realisasi SAIDI (indeks lama gangguan ratarata yang dialami pelanggan) mencapai 6.786.297. namun akibat meningkatnya biaya bahan bakar minyak.96 jam/ pelanggan/tahun lebih baik dibanding tahun 2009 sebesar 16. 2 tahun 2010 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. dan iii) Keputusan Pemerintah memberlakukan kenaikan TDL hanya sebesar 10% pada bulan Juli 2010 yang semula direncanakan berlaku pada bulan Januari 2010 dengan rencana tingkat kenaikan sebesar 15% . Customer service level in 2010 showed an improving trend.substitusi meningkat.70 hour/customer/ year in 2009.926.387 pelanggan dibandingkan tahun 2009.222. an increase from 156. which caused higher consumption of oil as fuel substitute.25 GWh. Total number of customers increased to 42.275.07 triliun dibanding tahun 2009 yang sebesar Rp135.375.685 pelanggan.108. COMPANY PERFORMANCE Operational Performance In 2010 PLN achieved electricity production of 169. lebih baik dibanding tahun 2009 yang sebesar 10.21 GWh. Sekalipun demikian.68 triliun.222. better than 16.35 trillion from Rp9.78 kali/pelanggan/tahun.29 trillion from Rp145. Kinerja Keuangan Realisasi pendapatan operasi (penjualan tenaga listrik) meningkat mencapai Rp162.275.68 trillion.926.98 GWh.14 trillion in 2009.117. Akibat dari berbagai faktor eksternal tersebut dan juga selaras dengan diterbitkannya UU No.17 trillion in 2009 and period ended income reached Rp10.387 from 40.685 customers in 2009.117.797.47 GWh.375.29 triliun dibanding tahun 2009 sebesar Rp145. KINERJA PERUSAHAAN Kinerja Operasional Produksi tenaga listrik PLN pada tahun 2010 menunjukkan peningkatan yaitu sebesar 169. Laporan Manajemen Management Report Financial Performance Realized operating income (electricity sales) in 2010 rose to Rp162. and SAIFI realization of 6. compared to Rp135. Disamping itu. maka biaya operasi meningkat menjadi sebesar Rp149. and iii) the Government decided to increase the TDL only by 10% effective in July 2010. However.47 GWh dibandingkan tahun 2009 sebesar 134. laba operasi menunjukkan peningkatan yaitu mencapai angka sebesar Rp13.35 triliun dibanding tahun 2009 yang sebesar Rp9.17 triliun dan laba periode berjalan mencapai sejumlah Rp10.96 hour/ customer/year.82 kali/pelanggan/tahun.82 times/ customer/year.435. maka pada tanggal 18 Juni 2010 PLN melakukan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan Tahun 2010 .70 jam/pelanggan/tahun dan realisasi SAIFI (indeks kali gangguan rata-rata yang dialami pelanggan) mencapai 6.267. dengan penjualan tenaga listrik meningkat mencapai 147.435. due to higher fuel expenses.97 triliun.108.25 GWh in 2009. also better than 10. 2 Year 2010 on State Budget Plan.086.086. Nonetheless.78 times/ customer/year in 2009. sebesar 40.97 trillion in 2009. As a consequence of the above external factors. and electricity sales of 147.14 triliun. 49 .786.581. confirmed by SAIDI realization of 6. a change from initial tariff increase of 15% to be effective in January 2010. to PLTG Talang Duku and PLTG Semberah. Tingkat pelayanan kepada pelanggan pada tahun 2010 menunjukkan trend membaik. operating income ascended to Rp 13. jumlah pelanggan meningkat mencapai 42. PLN revised 2010 annual Corporate Budget Plan on June 18. operating expenses also rose to Rp149. 2010.07 trillion.267. also in line with the issuance of the Law No.581. also an increase from 134.21 GWh dibandingkan tahun 2009 sebesar 156.

50

Program Prioritas Program utama yang telah dilaksanakan pada tahun 2010 adalah i) mengatasi krisis listrik se Indonesia, ii) menyelesaikan daftar tunggu, iii) membenahi proses Pengadaan Strategis dan iv) pemberi stimulus pertumbuhan ekonomi. Mengatasi Krisis Listrik se Indonesia Dalam rangka mengatasi pemadaman bergilir akibat kekurangan pasokan daya, PLN telah melakukan aksi antara lain pembelian Excess Power dan sewa pembangkit serta revitalisasi unit pembangkit eksisting untuk Luar Jawa-Bali, sedang untuk Jawa-Bali dilakukan perkuatan transmisi dan distribusi termasuk cadangan IBT. Berbagai upaya tersebut telah berhasil membuat 20 sistem besar yang dinyatakan siaga atau merah pada bulan Februari 2010 menjadi aman di semua daerah pada bulan Juli 2010. Menyelesaikan Daftar Tunggu Peningkatkan kualitas pelayanan pelanggan dilakukan dengan implementasi Pra Bayar di seluruh Indonesia, sedangkan untuk menuntaskan daftar tunggu sebesar 2,5 juta pelanggan dilakukan aksi Gerakan Sehari Sejuta Sambungan (GRASSS) pada Hari Listrik Nasional ke 65 tanggal 27 Oktober 2010, dengan hasil penuntasan 50% daftar tunggu. Diharapkan program tersebut dapat mengangkat citra PLN yang dinilai sangat lamban dalam bekerja menjadi perusahaan yang dapat melayani penyambungan dengan cepat dan mengurangi percaloan.
PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report

Major Programs Major programs carried out in 2010 were i) solving electricity crisis throughout Indonesia, ii) ending waiting list, iii) reorganizing Strategic Procurement process, and iv) providing stimulus for economic growth. Solving Electricity Crisis throughout Indonesia To resolve the shifted electricity outage caused by insufficient power supply, PLN took significant efforts, such as, purchased excess power, rented power generators, revitalized existing power plants in areas outside Java-Bali, and reinforced transmission and distribution, including extra IBTs, in Java-Bali areas. These efforts successfully changed the condition of 20 main systems, from alert or red code in February 2010 to safe in all areas by end of July 2010.

Ending Waiting List To enhance customer service quality, PLN implemented Pre-Paid Electricity provision for all areas in Indonesia. To conclude a waiting list of 2.5 million potential customers, PLN held the GRASSS program on the 65th National Electricity Day on October 27, 2010, which reduced the waiting list by 50%. These programs are expected to boost PLN’s image, from a slow worker to a company that can provide prompt connection and reduce illegal brokerage.

Stimulus Pertumbuhan Ekonomi Salah satu upaya yang dilakukan agar mampu berperan sebagai perusahaan pemberi stimulus pertumbuhan ekonomi adalah melalui pelaksanaan Program Penyambungan 1.000 MW Untuk Pengusaha. Program ini dilaksanakan pada 15 Desember 2010 dan diikuti oleh 2.833 pengusaha di Jabodetabek, Karawang dan Banten Utara dengan total daya 1.600 MW. Selain itu, tahun 2010 juga ditandai dengan dimulainya pemasangan Listrik Energi Surya sepenuhnya bagi pelanggan di wilayah Indonesia Timur yang belum terjangkau aliran listrik. Pembenahan Proses Pengadaan Strategis Pembenahan proses pengadaan barang dan jasa strategis selama tahun 2010 menghasilkan penghematan sebesar Rp2 triliun melalui proses pengadaan secara e-procurement maupun joint procurement. Karena besarnya nilai penghematan

Stimulus for Economic Growth In one of the efforts to take up the role as a provider of stimulus for economic growth, PLN carried out the 1,000 MW Connection Program for Business Customers. The event was held on December 15, 2010, attended by 2,833 businessmen from Greater Jakarta, Karawang and North Banten, with total power of 1,600 MW. Further, 2010 was also marked by installations of Solar Based Electricity for customers in East Indonesia areas that had never been provided with electricity.

Reorganizing Strategic Procurement Process Reorganizing the procurement process of strategic materials and services throughout year 2010 has produced cost saving amounted to Rp2 trillion, gained through e-procurement and joint procurement processes. The obtained saving is

yang dapat diperoleh, maka program penerbitan obligasi untuk penggalangan dana investasi kemudian dapat ditunda. Disamping program yang telah disebutkan diatas, PLN juga telah melakukan program-program pengembangan SDM baik dari sisi hardskill maupun soft compentence-nya, melakukan perubahan proses pengadaan melalui e-procurement, joint procurement serta meningkatan efisiensi dan kinerja melalui praktek operational excellence yang difasilitasi dengan program Operational Performance Improvement.

so large that the Company postponed investment financing bond issuance.

In addition to the abovementioned program, PLN also carried out human resource development programs, both on hard-skill and softcompetence, changed the procurement process to e-procurement and joint procurement, and increased efficiency and performance through operational excellence facilitated by Operational Performance Improvement program.

PENERAPAN GCG PLN bertekad untuk mengelola Perusahaan dengan prinsip Tata Kelola Perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG) dengan menerapkan prinsip dasar GCG yakni azas keterbukaan, akuntabilitas, tanggung jawab, adil dan independen secara menyeluruh untuk menunjang pencapaian visi dan misi Perusahaan serta untuk mendukung upaya pengembangan Perusahaan dimasa mendatang. Kualitas penerapan praktek GCG dari tahun ke tahun menunjukkan tren membaik. Hal ini ditunjukkan melalui perkembangan skor hasil evaluasi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terhadap praktek GCG PLN. Tahun 2002 dan 2004 menunjukkan nilai pencapaian GCG masing-masing adalah sebesar 73,6 % dan 75,33 % dari bobot maksimal 100%. Hasil asesmen penerapan GCG yang dilakukan oleh konsultan independen untuk tahun 2007, 2008 dan 2009 terus menunjukkan trend membaik dengan perolehan nilai masingmasing sebesar 74,25% (tahun 2007), 86,75% (tahun 2008) dan 88,12% (tahun 2009). Penilaian tersebut dilaksanakan berdasarkan metodologi Asesmen GCG Menteri Negara BUMN No. S168/MBU/2008. Sebagai bagian dari upaya peningkatan praktek pelaksanaan GCG, PLN telah melakukan kerjasama dengan berbagai pihak antara lain: i) Komite Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam program Whistleblower’s System Komisi Pemberantasan Korupsi yang disosialisasikan pada tanggal 13 Oktober 2010, ii) Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dalam bentuk penanda tanganan Nota Kesepahaman tentang pengembangan, penerapan dan penguatan tata kelola perusahaan yang baik pada PT PLN (Persero) tanggal 23 Februari 2010.

IMPLEMENTATION OF GOOD CORPORATE GOVERNANCE PLN is committed to managing the Company by Good Corporate Governance (GCG), implementing GCG’s basic principles of transparency, accountability, responsibility, fairness and independency in all areas to support the achievement of corporate vision and mission and to sustain the Company’s future development efforts. The quality of GCG implementation over the years shows improving trend. This is depicted in Development and Finance Supervisory Board (“BPKP”)’s assessment results on PLN’s GCG practices. The resulting scores in 2002 and 2004 were 73.6% and 75.33% from a maximum of 100%. Independent consultant’s assessments of GCG implementation results also show improving trend for years 2007, 2008 and 2009 which are 74.25%, 86.75% and 88.12%, consecutively. The assessments were performed based on Minister of SOE’s GCG assessment methodology No. S168/MBUMN/2008.

Laporan Manajemen Management Report

As part of GCG practice improvement efforts, PLN co-operated with other parties, such as i) KPK in conducting an event to socialize the Whistleblower’s System on October 13, 2010, and ii) BPKP in the form of signing a Memorandum of Understanding on development, implementation and reinforcement of GCG at PLN on February 23, 2010.

51

52

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PLN Untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap PLN guna meningkatkan kinerja dan citra perusahaan, maka telah dilakukan survei sepanjang tahun 2010 oleh Pusdiklat, KPK maupun LSI. Pusat Pendidikan dan Pelatihan (PUSDIKLAT) Survei lembaga ini dilaksanakan untuk mengetahui Tingkat Kepuasan Pelanggan atas pelayanan yang diberikan oleh PLN terhadap masyarakat, yang meliputi Penyambungan Baru, Penambahan Daya dan Gangguan. Hasil survei adalah masyarakat puas atas penyelesaian gangguan listrik. Komite Pemberantasan Korupsi (KPK) Survei yang dilakukan berupa Survei Integritas Layanan Publik (ILP), ditujukan untuk mengetahui sejauh mana proses pelayanan yang diberikan oleh PLN dari sudut keterbukaan informasi tentang biaya dan gratifikasi. Hasil survei adalah integritas pelayanan publik pada PLN masih perlu diperbaiki, yaitu melalui beberapa cara, diantaranya: i) penerapan aturan yang jelas dan tegas, ii) menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, iii) memberantas adanya perantara melalui upaya pelurusan perilaku individu yang terlibat dalam pelayanan, iv) melakukan sosialisasi/kampanye anti korupsi terhadap petugas dan pengguna layanan guna memberikan pengertian yang benar tentang konsep gratifikasi. Lembaga Survei Indonesia (LSI) Survei oleh lembaga ini untuk mengetahui kinerja PLN dimata publik. Survei dilakukan pada bulan Desember 2010. Hasil survei menunjukkan bahwa sekitar 63,2% masyarakat Indonesia merasa puas dengan pelayanan PLN. Selain itu diperoleh hasil, bahwa yang paling perlu diperbaiki oleh PLN sekarang adalah masalah pelayanan instalasi (pemasangan, perbaikan peralatan listrik yang rusak) dan PLN diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan listrik yang sangat tinggi, terutama listrik yang tidak pernah padam.

PUBLIC PERCEPTION ON PLN To gain knowledge of public perception on PLN and to enhance the Company’s performance and image, PLN conducted surveys throughout 2010 in cooperation with Pusdiklat, KPK and LSI. Education and Training Center (“PUSDIKLAT”) Pusdiklat conducted a survey to gain knowledge on Customer Satisfaction Level on PLN’s services in the areas of New Connection, Power Upgrade and Interruption. Survey results show that the public is satisfied with the resolving of electricity interruption. Corruption Eradication Commission (KPK) KPK held a survey on Public Servicing Integrity (PSI), whose objective is to assess PLN’s process of servicing in term of cost and gratification information transparency. Survey results show that PLN’s PSI still need to be improved in several aspects that include i) application of clear and strict rules, ii) creation of conducive work environment, iii) eradication of brokers through transformation of attitude of individuals involved in servicing, iv) enactment of anti corruption campaign/socialization for servicing personnel and service users to ensure proper understanding of gratification concept.

PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report

Indonesian Survey Organization (LSI) In December 2010 LSI carried out a survey on public perception on PLN’s performance. Survey results depict that 63.2% of the people is satisfied with PLN’s services. The other results are feedback for PLN, which indicate that PLN needs to urgently improve the installation services (install, repair broken electricity equipments) and that PLN is expected to meet very high public need of electricity, mainly of no blackout period.

RENCANA TAHUN 2011 Menghadapi tahun 2011, PLN telah mencanangkan penuntasan seluruh daftar tunggu, membangun jaringan listrik bagi daerah yang belum dialiri listrik terutama di ibukota kabupaten serta meningkatkan rasio elektrifikasi sebagai program prioritas PLN ditahun 2011.

2011 PLAN Entering the year of 2011, PLN has planned to totally end the waiting list, build transmission networks for the areas that do not have electricity, mainly in regency capitals, and increase electrification ratio to a priority in 2011.

Program yang akan dilaksanakan untuk mendukung upaya tersebut meliputi: i) mengadakan Gerakan Sehari Sejuta Sambungan pada bulan Mei 2011, ii) mengalirkan listrik ke 15 Ibukota Kabupaten yang belum dialiri listrik dan mengatasi gangguan pemadaman di 6 Ibukota Kabupaten dengan nyala listrik hanya selama 6 sampai 12 jam sehari, serta iii) menaikkan Rasio Elektrifikasi secara radikal di 17 Propinsi Tertinggal. Sejalan dengan program tersebut, PLN juga akan terus meningkatkan efisiensi melalui pembenahan proses pengadaan barang melalui perumusan sistem baru dan meningkatkan efisiensi pengadaan suku cadang. Melalui berbagai program tersebut, PLN meyakini akan mencapai sasaran untuk menjadi perusahaan listrik yang lebih baik.

To realize the plan, PLN will carry out supporting programs such as: i) holding another GRASSS program in May 2011; ii) distributing electricity to 15 regency capitals currently without electricity and resolving blackout interruptions in 6 regency capitals with only 6 to 12 hours of electricity a day, and iii) radically raising Electrification Ratio in 17 remote provinces.

In line with the abovementioned programs, PLN will also continue to enhance efficiency through improvement of procurement process through a new system formulation and to increase spare part procurement efficiency. Through all these programs, PLN is convinced to achieve the aim to be a better electricity provider company.

PENUTUP Kinerja tahun 2010 adalah buah kerja keras dari seluruh jajaran PLN yang telah bahu membahu melaksanakan seluruh program kerja perusahaan. Untuk itu mewakili Direksi, saya memberikan penghargaan, sekaligus menghimbau terus meningkatkan dedikasi dan loyalitas untuk memberikan layanan terbaik kepada masayarakat dan negara. Kepada seluruh jajaran Dewan Komisaris, mewakili seluruh Direksi, saya mengucapkan terima kasih yang mendalam atas dukungan dan arahan yang disumbangkan, sehingga seluruh program kerja PLN dapat terlaksana dengan baik. Menghadapi tahun 2011, Direksi beserta seluruh jajarannya bertekad untuk terus menerus menyediakan tenaga listrik bagi kepentingan umum, memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan serta memenuhi kepentingan stakeholders sesuai dengan prinsip Tata Kelola Perusahaan Yang Baik.

CLOSING 2010 performance is the result of hard work of all levels in PLN that team up to implement all company programs. Hence, on behalf of Board of Directors, I extend an appreciation, while urging us to keep the dedication and loyalty to contribute the best service to our country and people.

To all members of Board of Commissioners, on behalf of Board of Directors, I offer the deepest gratitude for the given direction and support that all programs can be well-performed.
Laporan Manajemen Management Report

Looking forward to 2011, Board of Directors is determined to continuously provide electricity for public needs, to give the best service to customers, and to fulfill stakeholders’ interest, in line with GCG principles.

Atas nama Direksi PT PLN (Persero) On Behalf of Board of Directors of PT PLN (Persero)

53
DAHLAN ISKAN Direktur Utama President Director

54

TUJUAN STRATEGIS PERUSAHAAN TAHUN 2010-2015 CORPORATE STRATEGIES OBJECTIVE, 2010-2015
Seiring berlakunya UU No.30 tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan dimana PLN bukan lagi sebagai PKUK, maka strategi Perusahaan kini diarahkan menjadi entitas korporasi yang sehat secara finansial, sehingga dapat melakukan investasi untuk mempertahankan pangsa pasar dan berkembang sesuai dengan kaidah-kaidah korporasi. Disamping kondisi keuangan yang sehat, PLN juga harus dapat memenuhi kebutuhan pelanggan pada tingkat keandalan dan pelayanan yang sesuai dan didukung dengan SDM yang memiliki kompetensi tinggi dan berperilaku sesuai GCG dalam menjalankan usahanya. Untuk mewujudkan visi dan misi perusahaan serta menyesuaikan diri dengan peraturan perundangan terbaru tersebut, PT PLN (Persero) telah menetapkan tujuan strategis untuk periode 2010-2015 sebagai berikut: • Memperbaiki kondisi keuangan PLN • Meningkatkan efisiensi investasi dan operasi • Memperbaiki kinerja operasional PRIORITAS JANGKA PENDEK Prioritas jangka pendek adalah mengatasi kekurangan pasokan listrik untuk mengurangi pemadaman di hampir seluruh wilayah Indonesia, mengatasi krisis likuiditas dan kemampuan pendanaan jangka pendek. Untuk mengatasi tantangan saat ini, upaya yang terkoordinasi sangat diperlukan melalui efisiensi internal PLN untuk menurunkan biaya pokok produksi, tingkat tarif dan marjin yang berkesinambungan untuk meningkatkan kemampuan PLN dalam mencari sumber pendanaan, dan tindakan lain Pemerintah seperti suntikan modal, debt-equity swap, dan Domestic Market Obligation (DMO). PRIORITAS JANGKA PANJANG Aspirasi jangka panjang Perusahaan adalah bertransformasi menuju Perusahaan Kelas Dunia, Menguntungkan dan Dicintai Pelanggan dengan Cara yang Ramah Lingkungan dan Aman. TRANSFORMASI PLN Terdapat dua hal utama dalam transformasi PLN yakni tranformasi dari sisi soft skill dan hard skill. Transformasi soft skill terkait dengan budaya kerja The enactment of law no.30 year 2009 regarding electricity whereby PLN is no longer the authorized agency of electricity Business, therefore the Company’s strategy has been focusing on a financially sound performance in order to conduct an investment, pertaining to maintain market share and grow in accordance with the rules of the corporation. Beside a healthy financial condition, PLN should be able to fullfil the needs of customers on reliability and service levels, which are appropriate and are supported by highly competent human resources who behave accordingly to the Good Corporate Governance (GCG) practices all through operations. To realize its vision and mission, PT PLN (persero) set the following strategic objectives for 2010-2015 period: • • • To improve PLN’s financial condition; To improve investment and operation efficiency; and To improve operational performance.

SHORT TERM PRIORITIES In short term, PLN is prioritizing on addressing shortage of power supply to reduce power outage frequency all across Indonesia; to overcome liquidity crisis; and to improve short term funding capabilities.

PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report

As to deal with the current challenges, a coordinated effort is required through internal efficiency aiming to decrease production cost; level of tariffs and margin for improving PLN’s capabilities in finding source of funding; and other government initiations such as capital injection, debt-equity swap, and Domestic Market obligation.

LONG TERM PRIORITIES The company’s long term aspiration is being organizational transformation into a World Class, Profitable and the Preferred Company through an environmentally Friendly and Safe operations. PLN TRANSFORMATION There are two main issues in the PLN transformation efforts concerning the soft skills and hard skills. The soft-skill transformation is a work culture oriented

yang berorientasi kinerja tinggi, bersinergi dan terarah. Disamping itu PLN harus bergerak kearah manajemen kinerja yang kuat, mendelegasikan wewenang dan memberdayakan unit-unit terkait. Transformasi sisi hard skill adalah terkait dengan aset perusahaan, yakni melipatgandakan kapasitas pembangkitan, transmisi dan distribusi untuk menjamin penyediaan energi listrik yang cukup.

Laporan Manajemen Management Report

effort focusing on high performance, positive synergy and focused work performance. In addition, pln should be moving towards strong performance management, authority delegation and related units empowerment. Hard-skill transformation is associated with the company’s assets, that is by intensifying the capacity of generation, transmission and distribution to ensure adequate supply of electrical energy.

55

56

MENJADI PERUSAHAAN KELAS DUNIA Untuk menjadi perusahaan kelas dunia fungsi utama PLN yang terkait dengan kinerja operasi pembangkit, transmisi dan distribusi harus berada pada kuartal pertama. Peningkatan kinerja operasi pembangkit dilakukan secara bertahap, diawali dengan memperbaiki SAIDI/SAIFI, produktifitas pegawai dan susut jaringan. Pada fungsi pendukung seperti business process, sebagai perusahaan kelas dunia PLN harus menerapkan business process kelas dunia. Sebagai contoh dalam hal pengadaan, PLN harus mampu mengambil manfaat dari skala ekonomi pengadaan dan penggunaaan prinsip Total Cost of Ownership (TCO) untuk mendapatkan harga yang lebih baik. Begitu juga dalam hal pengelolaan aset, PLN harus mampu mengoptimalkan investasi dan kemampuan melaksanakan proyek-proyek skala besar. BEROPERASI SECARA MENGUNTUNGKAN Menjadi perusahaan kelas dunia saja tidaklah cukup. PLN memerlukan kemampuan dan kemandirian dalam hal keuangan. Oleh karena itu untuk dapat tumbuh dan berkembang, PLN haruslah mendapatkan marjin yang baik. RAMAH LINGKUNGAN PLN turut bertanggungjawab menjaga lingkungan yang sehat dan terus berupaya memanfaatkan energi terbarukan (renewable energy) yang fokus pada pengembangan energi panas bumi (geothermal) dan pemanfaatan energi air. Batubara tetap menjadi andalan utama PLN, namun dimasa mendatang akan terus diupayakan penggunaan teknologi bersih yang dapat menjamin gas buang pembangkit batubara menjadi lebih ramah lingkungan. MENJAGA KEAMANAN KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA Perusahaan mengutamakan keamanan (safety) pegawai. Dengan jumlah pegawai yang mencapai lebih dari 40.000 orang, Perusahaan selalu mengutamakan keselamatan (safety) dan kesehatan pegawainya sehingga diharapkan tidak terjadi kecelakaan kerja (zero accident). Perusahaan mengharuskan setiap unit untuk memperoleh sertifikat OHSAS dengan sasaran ‘zero accident’ pada tahun 2010 sebagai perwujudan dari tujuan Perusahaan mengutamakan keamanan pegawai.

TO BECOME WORLD CLASS COMPANY In becoming a world-class company, PLN’s main functions associated to the operational performance of the generation, transmission and distribution should be in the first quadrant through improvement of quality and reliability in the supply of electricity, employee productivity and network losses. As a world class company, PLN is required to implement a world-class business process. For instance in the procurement level, PLN must be able to take advantage of an economical procurement and to apply Total Cost of Ownership (TCO) principles to obtain a better price. In terms of asset management, PLN must be able to optimize investment and execute large scale projects.

PROFITABLE As to achieve the world-class company, PLN is also urged to being financially credible and independent. Therefore, a profitable operation is required for the growing and development of the Company.

PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report

ENVIRONMENTALLY FRIENDLY PLN is responsible for safeguarding a healthy environment and will continue its efforts in maximizing renewable energy focusing on geothermal and hydro energy development. Meanwhile coal remains PLN’s source of baseload for electricity supply, however in the future PLN must put constant efforts in the use of greener technology in ensuring cleaner and environmentally friendly coal powerplant emission.

SECURE The Company prioritizes employees’ safety. With the growing number of employees of more than 40,000 people, the Company must put employees’ safety and health as the number one priority in achieving zero accident. Hence the Company requires each unit to obtain OHSAS certification aiming at ‘zero accident’ in year 2010 as part of the Company’s objective realization of securing employees’ safety.

SASARAN JANGKA PANJANG PLN TAHUN 2010-2015 1. Menambah kapasitas 30 GW pada tahun 2015, atau 5 GW per tahun. 2. Menurunkan biaya pokok produksi menjadi Rp 1099 per kWh. 3. Menurunkan susut jaringan dari 9,93% menjadi 7,98% dan SAIDI/SAIFI dari 300 menit/9 kali gangguan menjadi 120 menit/4 kali gangguan. 4. Memperkecil gap keuangan menjadi Rp 113-124 triliun. 5. Return On Assets (ROA) menjadi 5,6% sampai dengan tahun 2015. 6. Meningkatkan kemampuan dan menambah jumlah pegawai lebih dari 20.000 pegawai.

PLN LONG-TERM GOALS FOR YEAR 2010-2015 1. To enhance the capacity of 30 GW in 2015, or 5 GW per year; 2. To lower the primary cost of production to Rp 1,099 per kWh; 3. To reduce transmission losses from 9.93% t o 7.98% and SAIDI/SAIFI from 300 minutes/9 times of interruption to 120 minutes/4 times of interruption; 4. To reduce the financial gap to Rp 113-124 trillion; 5. To achive return on assets (ROA) at 5.6% up to year 2015; and 6. To improve the employees capability and recruit more than 20,000 employees.

INISIATIF STRATEGIS Untuk mencapai tujuan di atas, PLN telah menetapkan program transformasi yang diberi nama program Metamorfosa, yang diwujudkan dalam sembilan inisiatif strategis – lima inisiatif strategis berkaitan dengan fungsi bisnis inti, dua inisiatif strategis sebagai enabler, dan dua inisiatif strategis sisanya adalah infrastruktur pendukung untuk membangun citra positif dan keberhasilan implementasi. Sembilan inisiatif strategis yang dimaksud diatas adalah: 1. Melakukan optimalisasi ekspansi kapasitas dan pembiayaan. 2. Menurunkan biaya energi primer. 3. Melakukan perbaruan kinerja operasional (Operational Performance Improvement/OPI). 4. Melakukan pengadaan sesuai aturan yang profesional (procurement excellence). 5. Melakukan praktik perdagangan sesuai aturan yang profesional (commercial excellence). 6. Melakukan manajemen pemangku kepentingan (stakeholders) dan pembuat peraturan (regulatory). 7. Menerapkan budaya kinerja tinggi dan kepemimpinan yang kuat. 8. Membentuk citra yang positif. 9. Melaksanakan Program Management Office (PMO).

STRATEGIC INITIATIVES To achieve the above goals, PLN has set a transformation program called Metamorphosis, which is realized through the nine strategic initiatives - the five strategic initiatives related to core business functions, two strategic initiatives related to enabler function, and the remaining two strategic initiatives related to supporting infrastructure function to build the positive image as well as to support its successful implementation. the referred nine strategic initiatives are: 1. To optimize the capacity expansions and financing; 2. To reduce primary energy cost; 3. To perform an operational performance Improvement (OPI); 4. To conduct procurement excellence; 5. To conduct commercial excellence;
Laporan Manajemen Management Report

6. To apply good governance for the stakeholder and regulator; 7. To apply a high performance culture and strong leadership; 8. To create a positive image; and 9. To carry out Program Management Office (PMO).

57

58 STRATEGI DAN KEBIJAKAN POLICy AND STRATEGy Pengadaan Independent Power Producer (IPP) dilakukan sesuai dengan prinsip dasar pengadaan serta peraturan perundangan yang berlaku Procurement of Independent Power Producer (IPP) is conducted in line with basic principles of procurement and applicable law and regulations Strategi perusahaan berdasarkan pengelompokan bidang adalah : PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Corporate strategy based on division groups: BIDANG PEMASARAN DAN PENJUALAN Untuk menarik pelanggan baru dan memperluas hubungan pelanggan existing. merehabilitasi jaringan. 19 Unit.266 MW. dengan total kapasitas 3. b. Menurunkan pemakaian bahan bakar minyak dan meningkatkan produksi pembangkit non BBM untuk memperbaiki bauran energi. Reduce oil fuel consumption and increase non oil fuel power plants’ production to improve energy mix. rehabilitate transmission networks. Melaksanakan pemenuhan jadwal COD proyek 10. which are Prepaid Electricity. Meet the scheduled target of 10. b. Bidang Pembangkitan a. perusahaan berupaya meningkatkan ketersediaan daya di satuan sistem ketenagalistrikan. the Company makes the efforts to increase power supply in electricity system units. .000 MW di 10 lokasi. Generating Division a. Payment Point On Line Bank (PPOB) dan Automatic Meter Reading. 19 units. MARKETING AND SALES To attract new customers and extend business relationship with existing customers. and offers product and service innovation at all service units. Payment Point On Line Bank (PPOB) and Automatic Meter Reading.000 MW COD project 10 locations. with total capacity of 3. serta menawarkan inovasi produk dan layanan yang dilaksanakan di seluruh unit pelayanan berupa: Listrik Prabayar.266 MW.

the Company takes the following steps: 1. sedangkan pengadaan Independent Power Producer (IPP) dilakukan sesuai dengan prinsip dasar pengadaan serta peraturan perundangan yang berlaku. dengan melakukan proses pengadaan melalui e-procurement dan e-auction yang memanfaatkan sarana sistem IT. openness. good quality and less time. e. mutu yang baik serta waktu yang lebih cepat. Guna meningkatkan kualitas dan profesionalitas pejabat dan panitia pengadaan. Prepare coal contracts for medium term and long term in line with coal volume needs. pemasok diminta untuk menunjukkan kontrak transportasi batubaranya. Menyiapkan kontrak batubara jangka menengah maupun jangka panjang sesuai dengan volume batubara yang dibutuhkan. Improve asset management. f. Mengirim pasokan batubara sesuai rencana operasi masing-masing pembangkit. 2. d. Pengadaan tenaga kerja melalui kontrak outsourcing tenaga kerja dilakukan dengan prinsip kehati-hatian untuk menghindari timbulnya permasalahan tenaga kerja. PENGADAAN / PEMBELIAN Pelaksanaan pengadaan barang dan jasa dilakukan sesuai dengan pedoman pengadaan yang berlaku untuk mendapatkan barang/jasa dengan harga evaluasi terendah. Untuk kontrak CIF. maka dilaksanakan pelatihan-pelatihan tentang pengadaan barang dan jasa serta sertifikasi bagi panitia pelaksana pengadaan yang telah memenuhi kriteria tertentu. Melakukan perbaikan heat reat. Dalam proses pengadaan barang/jasa. 59 . Procurement of human resources through outsourcing contracts is accomplished on prudent principals to avoid future employment problems. while procurement of Independent Power Producer (IPP) is conducted in line with basic principles of procurement and applicable law and regulations. serta kecepatan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa. the Company carries out procurement in compliance with applicable procurement manual. Deliver coal supply according to each power plant’s operating plan. 2. Increase power plants’ availability factor. transparency. Melakukan perbaikan manajemen asset. PROCUREMENT / PURCHASE To obtain materials and services at the lowest evaluation price. Mengoptimalkan pelaksanaan Operasi dan Pemeliharaan. transparansi. keterbukaan. and certification for procurement committees that have met certain criteria. Pengadaan energi primer untuk pengoperasian pembangkit dilaksanakan melalui kontrak jangka panjang. f. sehingga dapat menjamin kelangsungan pasokan dan harga evaluasi terendah. 3. Heat reat improvement. Meningkatan ketersediaan pembangkit (availability factor). Laporan Manajemen Management Report PRIMARY ENERGY To ensure reliability of coal supply. d. the Company makes efforts to enhance efficiency. ENERGI PRIMER Langkah-langkah yang diambil perusahaan untuk menjamin keandalan pasokan batubara adalah : 1. Taking advantage of IT infrastructure in procurement process. e. To enhance the quality and professionalism of procurement committee and personnel. the Company conducts trainings on procurement of materials and services. c.c. perusahaan berupaya untuk meningkatkan prinsip efisiensi. Procurement of primary energy power plan operation is carried out through long term contracts to ensure reliability of supply and lowest evaluation price. and timely process through e-procurement and e-auction processes. 3. Require CIF contract suppliers to show their coal transportation contracts. Optimize operation and maintenance.

60 4. Increase public servicing integrity. Melakukan pembelian gas secara spot. . towards all PLN and subsidiaries’ power plants. 5. Rent power plants to meet electricity needs. Purchase gas on spot. Increase production. Meningkatkan produksi. 5. including extra Inter Bus Transformers (IBT). Perbaikan Jaringan Distribusi. 2. Peningkatan integritas layanan publik. Speed up negotiation process for unfinalized additional gas supply contracts. Mengembangkan program Operational Performance Improvement (OPI) untuk meningkatkan perbaikan kualitas pelayanan.1 million tons per year for strategic reserve. Forming Energy Work Team. Perkuatan Transmisi dan Distribusi. Ensuring reliability and availability of coal supply by optimizing supply from PT PLN Batubara. 2. Mengoptimalkan pasokan dari anak perusahaan PT PLN Batubara untuk seluruh pembangkit milik PLN maupun anak perusahaan. 6. 4. 3. 3. Enter into FOB contract with several low rank coal (LRC) suppliers with a total supply of 2. 3. sehingga menjamin keandalan dan ketersediaan pasokan batubara. temasuk cadangan Inter Bus Transformer (IBT). 2. Mempercepat proses negosiasi untuk beberapa tambahan pasokan gas yang masih belum terkontrak. the Company takes the following steps: 1. 6.1 juta ton per tahun untuk cadangan strategis. 6. Improve distribution network. Melakukan kordinasi dengan unit-unit pembangkit untuk memastikan kesiapan pembangkit gas dan ketersediaan infrastruktur penyerapan gas di pembangkit agar dapat menyerap pasokan gas sesuai jadwal. 6. 5. Coordinate with generating units to ensure readiness of gas generator and availability of gas extraction infrastructure at power plants to extract gas on schedule. Membuat kontrak FOB dengan beberapa pemasok batubara low rank coal (LRC) dengan total pasokan 2. 4. Reinforce transmission and distribution. 2. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report PRODUKSI DAN KUALITAS PRODUK 1. 4. To ensure reliability of gas supply. 5. Develop Operational Performance Improvement (OPI) program to improve service quality. Melaksanakan sewa pembangkit untuk memenuhi kebutuhan tenaga listrik. Langkah-langkah yang diambil perusahaan untuk menjamin keandalan pasokan gas adalah : 1. Membentuk Kelompok Kerja Energi . 3. PRODUCTION AND PRODUCT QUALITY 1.

Mission. MOTO DAN NILAI-NILAI PERUSAHAAN Vision. MISI.PROFIL PERUSAHAAN COMPANY PROFILE 62 66 68 74 75 78 80 81 VISI. Motto and Corporate Values SEKILAS TENTANG PLN PLN in Brief BIDANG USAHA Line of Business AKSES INFORMASI Access to Information LEMBAGA PENUNJANG PERUSAHAAN Corporate Institutional Support KEPEMILIKAN SAHAM Share Ownership STRUKTUR ORGANISASI Organization Structure PROFIL MANAJEMEN Management Profile 61 Laporan Manajemen Management Report .

Menjadikan tenaga listrik sebagai media untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Mengupayakan agar tenaga listrik menjadi pendorong kegiatan ekonomi. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report MOTO MOTTO Listrik untuk kehidupan yang lebih baik Electricity for a better life . MOTTO AND CORPORATE’S VALuES VISI VISION Diakui sebagai perusahaan kelas dunia yang bertumbuh kembang. To make electricity as a media to improve quality of life of the people. orienting at customer satisfaction. MISI. MOTO DAN NILAI-NILAI PERUSAHAAN VISION. 4. unggul dan terpercaya dengan bertumpu pada potensi insani Recognized as a world class company which grows. berorientasi pada kepuasan pelanggan. 2. Menjalankan bisnis kelistrikan dan bidang lain yang terkait. Running the electricity business and the field related. excels and is trusted by relying on human potential MISI MISSION 1. To operate an environmentally friendly business. anggota perusahaan dan pemegang saham.62 VISI. 3. corporate members and shareholders. Menjalankan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan. To strive making electricity as the driving force of the company. MISSION.

integrity. dan kompetensi dari pihak-pihak yang saling berhubungan dalam penyelenggaraan praktek bisnis yang bersih dan etikal. Integrity The realization by fellow Company members who consistently show honesty. and responsibility to company management and use of company assets in both the short and long term. This is tied in with our philosophy. good faith.NILAI-NILAI LUHUR PERUSAHAAN Sejak awal berdiri. which based on: • Mutual trust. ethical business practices. 63 Profil Perusahaan Company Profile . care and learning Mutual Trust An atmosphere of mutual respect and openness between fellow members of the Company based on a belief in integrity. serta rasa tanggung jawab terhadap semua pihak yang berkepentingan. COMPANY’S CORE VALUES Since it was first established. keselarasan antara perkataan dan perbuatan. peduli dan pembelajar Saling Percaya Suasana saling menghargai dan terbuka diantara sesama anggota Perusahaan yang dilandasi oleh keyakinan akan integritas. the Company has placed great importance on strong cultural values in its relations with stakeholders. and competence related to the implementation of clean. as well as a sense of responsibility towards all related parties. Hal ini tidak lepas dari falsafah kami yang berlandaskan: • Saling percaya. Integritas Wujud dari sikap anggota Perusahaan yang secara konsisten menunjukkan kejujuran. Perusahaan telah menanamkan nilainilai budaya yang kuat dalam menjalin hubungan yang berkesinambungan dengan para pemangku kepentingan. harmony between words and deeds. itikad baik. dan rasa tanggung jawab terhadap pengelolaan perusahaan dan pemanfaatan kekayaan perusahaan untuk kepentingan baik jangka pendek maupun jangka panjang. integritas.

64 Peduli Cerminan dari suatu niat untuk menjaga dan memelihara kualitas kehidupan kerja yang dirasakan anggota perusahaan. pihak-pihak yang berkepentingan dalam rangka bertumbuh kembang bersama. • Sensitive Response to Customer Needs Always making the effort to give satisfactory service. Learning An attitude whereby all members of the company have the courage to question the systems and practice of development. . • Integritas Menjunjung tinggi nilai kejujuran. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Care A reflection of the intention to maintain and preserve a work-life quality felt by all members of the company and related parties. • Human Dignity Appreciation Upholding human dignity with all its pluses and minuses. • Innovation Willingness to share knowledge and experience with all members of the company. menumbuhkan rasa ingin tahu serta menghargai ide dan karya inovatif. acknowledging and protecting human rights while conducting business. • Kualitas Produk Meningkatkan kualitas dan keandalan produk secara terus menerus dan terukur serta menjaga kualitas lingkungan dalam menjalankan perusahaan. Pembelajar Sikap anggota perusahaan untuk selalu berani mempertanyakan kembali sistem dan praktik pembangunan. growing together with sensitivity for the problems faced by the company and in finding the best solutions. as well as making the effort to master the most recent science and technology for the company’s continued growth. • Opportunities to Advance Providing the same broad scope of opportunities for all members of the company to excel and occupy positions in accordance with the criteria and competencies of the designated position. dengan dijiwai kepekaan setiap permasalahan yang dihadapi perusahaan serta mencari solusi yang tepat. • Integrity Upholding high levels of honesty. management and operations. manajemen dan operasi. • Product Quality Continually improving quality and reliability of products and measuring and maintaining environmental quality in conducting business. integrity and objectivity while conducting business. integritas dan obyektifitas dalam pengelolaan bisnis. serta berusaha menguasai perkembangan ilmu dan teknologi mutakhir demi pembaharuan Perusahaan secara berkelanjutan. • Penghargaan pada harkat dan martabat manusia Menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia dengan segala kelebihan dan kekurangannya serta mengakui dan melindungi hak-hak asasi dalam menjalankan bisnis. meeting customer needs accurately and appropriately. • Inovatif Bersedia berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan sesama anggota perusahaan. • Peluang untuk maju Memberikan peluang yang sama dan seluasluasnya kepada setiap anggota perusahaan untuk berprestasi dan menduduki posisi sesuai dengan kriteria dan kompetensi jabatan yang ditentukan. • Peka-tanggap terhadap kebutuhan Pelanggan Senantiasa berusaha untuk tetap memberikan layanan yang dapat memuaskan kebutuhan Pelanggan secara cepat tepat dan sesuai. fostering a thirst for knowledge and respect for ideas and innovative work.

a Code of Conduct was issued as a part of the implementation program to enhance and improve the application of the Company Culture and Good Corporate Governance (GCG). serta mengatur aspek kepemimpinan PLN. Visi dan Misi Perusahaan. • Pemegang Saham Dalam pengambilan keputusan bisnis akan berorientasi pada upaya meningkatkan nilai investasi Pemegang Saham. Vision and Mission must be carried out. • Prioritizing company interests Consistency in avoiding conflicts of interest and guaranteeing each decision is taken in the company’s interest. Pada Oktober 2005. keanggotaan yang bertanggung jawab. PLN meyakini bahwa perwujudan Falsafah. harus dilakukan secara bersama-sama berdasarkan nilai-nilai Budaya Perusahaan. as well as regulating aspects of PLN leadership. responsible membership.• Mengutamakan kepentingan perusahaan Konsisten untuk mencegah terjadinya benturan kepentingan dan menjamin setiap keputusan yang diambil demi kepentingan perusahaan. Pedoman Perilaku/ Code of Conduct tersebut berisi mengenai kebiasaan baik dan tata pergaulan profesional di lingkungan PLN. This Code of Conduct contains information on good habits and professional association within PT PLN (Persero). yang diimplementasikan di seluruh jajaran perusahaan dan dikomunikasikan melalui sosialisasi kepada seluruh unit-unit PLN oleh Tim Sosialisasi PLN Kantor Pusat. hubungan profesional antar anggota dan hubungan dengan pihak eksternal. PLN believes that the implementation of the Company Philosophy. by everyone at all levels of the company and communicated to all PLN units by the PLN Head Office Communication Dissemination Team. this is a code of ethics to be followed by all employees of PT PLN (Persero). In October 2005. telah diterbitkan suatu Pedoman Perilaku (Code of Conduct/CoC) sebagai bentuk implementasi peningkatan dan penyempurnaan penerapan Budaya Perusahaan dan GCG sebagai kode etik yang dianut oleh seluruh pegawai di lingkungan PT PLN (Persero). • Shareholders Taking business decisions to increase investment value for shareholders. and professional relationships between members and with external parties. based on Company culture. as well as being nurtured in new employees during orientation. serta ditanamkan kepada pegawai baru pada masa orientasi. 65 Profil Perusahaan Company Profile .

Kesempatan ini dimanfaatkan oleh para pemuda dan buruh listrik melalui delegasi Buruh/Pegawai Listrik dan Gas bersama-sama dengan Pimpinan KNI Pusat berinisiatif menghadap Presiden Soekarno untuk menyerahkan perusahaanperusahaan tersebut kepada Pemerintah Republik Indonesia. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report On January 1. there was a great shift from these Dutch companies by the Japanese after the Dutch surrendered to the Japanese army in the beginning of World War II. gas dan kokas. saat Jepang menyerah kepada Sekutu. 1945. perkembangan ketenagalistrikan di Indonesia mulai ditingkatkan saat beberapa perusahaan asal Belanda yang bergerak di bidang pabrik gula dan pabrik teh mendirikan pembangkit listrik untuk keperluan sendiri. on January 1. this opportunity was taken over by the youths and electricity labourers through labour/ employee electricity and Gas delegation together with the Management of KNI Head Office to meet President Soekarno to ask the handover of the Companies to the Government of the Republic of Indonesia. setelah Belanda menyerah kepada pasukan tentara Jepang di awal Perang Dunia II. president Soekarno established electricity and Gas Bureau under the Departement of public Works and energy with power plant capacity of 157.5 MW. Proses peralihan kembali terjadi di akhir Perang Dunia II pada Agustus 1945.66 SEKILAS TENTANG PLN PLN IN BRIEF Berawal di akhir abad ke 19.5 MW. The shift reoccurred at the end of World War II in august 1945 when the Japanese surrendered to the allied Forces. 1961. Pada 27 Oktober 1945. Pada 1 Januari 1965 BPU- Beginning in the end of 19th century. Between 1942-1945. gas and coke sectors. the development of electricity in Indonesia was intensified in several Dutch Companies operating in sugar and tea plantation that developed power plant to meet their needs. Jawatan Listrik dan Gas diubah menjadi BPU-PLN (Badan Pimpinan Umum Perusahaan Listrik Negara) yang bergerak di bidang listrik. Gas and electricity Bureau was changed to BPU-PLN (Board of General administration of the State electricity Company) that focused on electricity. Antara tahun 1942-1945 terjadi peralihan pengelolaan perusahaan-perusahaan Belanda tersebut oleh Jepang. Presiden Soekarno membentuk Jawatan Listrik dan Gas di bawah Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga dengan kapasitas pembangkit tenaga listrik sebesar 157. Tanggal 1 Januari 1961. 1965 BPU-PLN was dismissed and 2 (two) state owned . On october 27.

to manage electrity and perusahaan Gas negara (PGN) to manage gas power. Selanjutnya. sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. enterprises were formalised. a stateowned electricity company. 17. but it was officially a State-owned enterprise providing electricity to meet the public needs. Tahun 1972. namely perusahaan listrik negara (PLN). In 1972.PLN dibubarkan. PLN status was no longer as PKUK. Seiring dengan kebijakan Pemerintah yang memberikan kesempatan kepada sektor swasta untuk bergerak dalam bisnis penyediaan listrik.30 Year 2009. the State-owned electricity Company was enacted as a Stateowned General electricity Company and as the authorized agency of electricity Business (PKUK) responsible to provide electricity to meet public needs. the status of PLN was changed from a General Company to Corporation as well as the authorized agency of electricity Business (PKUK) in providing electricity for public needs until present. PLN bukan lagi sebagai PKUK namun sebagai Badan Usaha Milik Negara dengan tugas menyediakan tenaga listrik bagi kepentingan umum.17. maka sejak tahun 1994 status PLN beralih dari Perusahaan Umum menjadi Perusahaan Perusahaan (Persero) dan juga sebagai PKUK dalam menyediakan listrik bagi kepentingan umum. status Perusahaan Listrik Negara (PLN) ditetapkan sebagai Perusahaan Umum Listrik Negara dan sebagai Pemegang Kuasa Usaha Ketenagalistrikan (PKUK) dengan tugas menyediakan tenaga listrik bagi kepentingan umum. 67 . in accordance with Government regulation No. kemudian diresmikanlah 2 (dua) perusahaan negara yaitu Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai pengelola tenaga listrik dan Perusahaan Gas Negara (PGN) sebagai pengelola gas. Profil Perusahaan Company Profile After the issuance of law No. dengan diterbitkan UU Nomor 30 Tahun 2009. While the Government policy was giving opportunity to the private Sectors to involve in the provision of electricity.

• Pembangunan dan pemasangan peralatan ketenagalistrikan.30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan dan berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan. telekomunikasi dan informasi terkait dengan ketenagalistrikan. Kegiatan usaha Perusahaan dibagi menjadi beberapa kategori: 1. • Distributing electrical power. • Construction and installation of electrical equipment. and • Developing technology of electrical support equipment. pengembangan usaha. • Pengembangan teknologi peralatan yang menunjang penyediaan tenaga listrik. • Maintenance of electrical equipment. 2. • Pemberian jasa operasi dan pengaturan (dispatcher) pada pembangkitan. • Penyaluran tenaga listrik. • Penjualan tenaga listrik. • Distribusi tenaga listrik. operations. 3. operasional. Kegiatan-kegiatan lainnya mencakup: • Kegiatan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam dan sumber energi lainnya untuk kepentingan tenaga listrik. business development. • Kerja sama dengan pihak lain atau badan penyelenggara bidang ketenagalistrikan baik dari dalam maupun luar negeri di bidang pembangunan. financing planning. distribusi dan retail tenaga listrik. • Perencanaan dan pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik. transmisi dan distribusi umum) dan penunjangnya. berikut adalah rangkaian kegiatan usaha Perusahaan: 1. To operate in power supply consisting of the following: • Generating electrical power. • Planning and constructing facilities for electrical power provision. and • Electricity services. Kegiatan Perencanaan Kegiatan yang dilaksanakan oleh Perusahaan sebagai induk perusahaan termasuk diantaranya perencanaan pengembangan fasilitas tenaga listrik (pembangkitan. • Supplying electrical power. transmission and general distribution) and its supports. penyaluran. Planning activities related to distribution network and rural electricity will be carried out by the holding PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report . rencana pendanaan. Other activities include: • Managing natural resources utilization as well as other sources for electricity necessities. • Usaha jasa ketenagalistrikan. Menjalankan usaha penyediaan tenaga listrik yang mencakup: • Pembangkitan tenaga listrik. Menjalankan usaha penunjang tenaga listrik yang mencakup: • Konsultasi ketenagalistrikan. dan SDM. To operate electricitiy support business which consists of: • Electricity consultation. Kegiatan perencanaan yang berkaitan dengan jaringan distribusi dan listrik pedesaan akan In accordance with Regulation No.68 BIDANG USAHA LINE OF BuSINESS Sesuai Undang-undang No. • Managing operational service utilization and load dispatcher on power plant. pengembangan organisasi. • Kegiatan perindustrian perangkat keras dan lunak di bidang ketenagalistrikan dan peralatan lain terkait dengan tenaga listrik. 3. • Cooperating with other parties or electricity power operator both from local and abroad in electricity related construction. organizational development and human resources. Planning The Corporate activity as a holding company includes electricity facillities planning and development (power plant. transmission. • Developing electrical power provision. 30 Year 2009 regarding to Electricity Power and based on the Company’s Articles of Association. the Corporate business sectors are as follows: 1. and • Selling of electrical power 2. • Managing hardware and software industrial activities in electricity power and other instruments related to electricity power. • Pemeliharaan peralatan ketenagalistrikan. telecommunications and electricity update. distribution and electricity retail. • Pengembangan penyediaan tenaga listrik. The Corporate business sectors are categorized as follows: 1.

Pusat Pelaksanaan pembangunan jaringan distribusi dilakukan oleh masing-masing unit organisasi wilayah dan distribusi Development of the distribution lines has been carried out by each organization’s region and distribution units company in regards to macro policy. Development activities Development activities covering infrastructure construction of power plants’ energy supply transmission and sub-relay stations are duties of the Main project’s organizational construction unit.dilakukan oleh induk Perusahaan perihal pokokpokok kebijakan makro. 2. Hydro Power Plant with hydro power as the main drive of the turbin. Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA) berbasis tenaga air sebagai penggerak turbin. 3. while other micro policy implementation will be carried out by the regional organizational units or distribution. yaitu Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbasis batubara. natural gas or oil fuel based Steam Power Plant. Kegiatan Pembangunan Kegiatan pembangunan yang mencakup konstruksi sarana penyediaan tenaga listrik pembangkitan. Pusat Listrik Tenaga Gas (PLTG-gas turbine) berbasis gas alam atau BBM. 3. Operational activities The activities consist of electricity power production generated by electricity power plant centres comprising of several power plants such as coal. gas alam atau bahan bakar minyak (BBM). development of the distribution lines has been carried out by each organization’s region and distribution units. Meanwhile. sedangkan perencanaan turunannya akan dilakukan oleh satuan organisasi wilayah atau distribusi. Kegiatan pembangunan proyek kelistrikan desa yang berasal dari pendanaan APBN adalah tugas Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Kegiatan Pengusahaan/Operasi Kegiatan berupa produksi tenaga listrik dihasilkan oleh pusat-pusat pembangkit tenaga listrik yang terdiri dari beberapa jenis pembangkit. transmisi dan gardu induk merupakan tugas dari satuan organisasi konstruksi Proyek Induk. natural gas or oil 69 Profil Perusahaan Company Profile . the rural development project activity supported by the State Budget funding is being the Government’s responsibility commanded by the Directorate General of electricity and energy Consumption. Sementara pelaksanaan pembangunan jaringan distribusi dilakukan oleh masing-masing unit organisasi wilayah dan distribusi. 2.

manajemen. the voltage level in the sub-station with the capacity of 500 kV or 150 kV will be reduced prior to distribution to the customers. PLTP berbasis tenaga uap panas bumi dan PLTD berbasis BBM. finance and general administration. Research and Support activities Activities conducted by supporting organization units include: • PT PLN (Persero) Education and Training Center is responsible for organizing various education and trainings in engineering. dan Pusat Listrik Tenaga Diesel (PLTD) berbasis BBM. PLTA berbasis tenaga air sebagai penggerak turbin. energi listrik disalurkan ke gardu distribusi melalui Jaringan Tegangan Menengah (JTM) 20 kV dan selanjutnya di gardu distribusi tegangan diturunkan ke tingkat 380/220 volt untuk kemudian disalurkan melalui Jaringan Tegangan Rendah (JTR) ke sambungan rumah (SR). geothermal based Geothermal Power Plant. yaitu PLTU berbahan bakar batubara. In addition to that. and oil fuel based Diesel Power Plant. dan jaringan menengah sebesar 20 kV. management. design and energy infrastructure construction supervision. Pusat Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGUcombined cycle) berbasis gas alam atau BBM. • PT PLN (Persero) Pusat Enjiniring Ketenagalistrikan yang bertugas untuk memberikan dukungan dalam studi kelayakan. The electricity power produced by the main power plant is distributed to the sub-station through transmission network with various of voltage level such as extra High Voltage (500 kV) and High Voltage (150 and 70 kV). Untuk kategori pelanggan besar dilayani dengan jaringan tegangan tinggi sebesar 150 dan 70 kV. the electricity energy will be transmitted to distribution substation through Medium Voltage Distibution lines (JTM) of 20 kV and the voltage will subsequently be reduced to 380/220 volts at the distribution substation to be transmitted to residential connection (SR) through low Voltage Distribution lines (JTR). . Tegangan Tinggi (150 dan 70 kV). natural gas or oil fuel based Gas Steam power plant. geothermal based Geothermal power plant and oil fuel based Diesel power plant. fuel based Gas Power Plant. desain dan supervisi konstruksi sarana penyediaan tenaga listrik. the Company will also purchase electricity power produced by private power plants as a collaboration of several power plant units. the higher voltage will be needed. Tenaga listrik yang dihasilkan oleh pusat pembangkit disalurkan ke gardu induk melalui jaringan transmisi dengan berbagai tingkat tegangan seperti Tegangan Ekstra Tinggi (500 kV). Selain itu.70 Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) berbasis tenaga uap panas bumi. Hydro power plant with hydro power as the main drive of the turbin. 4. the higher power capacity that is distributed through the same-size capacity transmission cable. Semakin besar daya yang akan disalurkan kepada kawat transmisi berukuran sama. Kegiatan Riset dan Penunjang Kegiatan yang dilakukan oleh satuan organisasi penunjang mencakup: • PT PLN (Persero) Pusat Pendidikan dan Latihan yang bertugas untuk menyelenggarakan berbagai pendidikan dan latihan di bidang teknik. • PT PLN (Persero) Engineering Service is responsible for providing support in feasibility study. Untuk pelanggan kecil. For smaller customers. Tingkat tegangan di gardu induk yang berkapasitas 500 kV atau 150 kV akan diturunkan untuk tujuan distribusi kepada pelanggan. 4. keuangan dan administrasi umum. Perusahaan juga melakukan pembelian tenaga listrik yang diproduksi oleh pusatpusat pembangkit tenaga listrik swasta yang juga merupakan gabungan dari beberapa jenis pembangkit. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Our major customers will be served with high voltage of 150 and 70 kV as well as medium networks of 20 kV capacity. semakin tinggi tegangan yang diperlukan. such as coal based Steam power plant.

Southeast Sulawesi and West Sulawesi Region PT PLN (Persero) Wilayah Maluku dan Maluku Utara PT PLN (Persero) Maluku and North Maluku Region PT PLN (Persero) Wilayah Papua dan Papua Barat PT PLN (Persero) Papua and West Papua Region Profil Perusahaan Company Profile 71 . Jambi. Dalam memberikan seluruh jasa tersebut. • PT PLN (Persero) Jasa Manajemen Konstruksi yang bertugas untuk memberikan dukungan dalam manajemen konstruksi lapangan untuk konstruksi dan layanan perbaikan terutama di sektor kelistrikan. sistem manajemen mutu dan lingkungan bidang ketenagalistrikan serta kelalaian instalasi tenaga listrik dan tera meter. UNIT BISNIS (UB) PERUSAHAAN • PT PLN (Persero) Electricity Research and Development is responsible for giving support in standardization. Central Sulawesi and Gorontalo Region PT PLN (Persero) Wilayah Sulawesi Selatan. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 UNIT BISNIS BUSINESS UNIT PT PLN (Persero) Wilayah Aceh PT PLN (Persero) Aceh Region PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara PT PLN (Persero) North Sumatra Region PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Barat PT PLN (Persero) West Sumatra Region PT PLN (Persero) Wilayah Riau dan Kep. calibration and testing of electric gear and other instruments. Riau PT PLN (Persero) Riau and Riau Islands Region PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Selatan. • PT PLN (Persero) Construction Management Service is responsible for giving field construction management support for construction and reparation services particularly in electricity sector. electrical quality management and environmental system as well as feasibility of electric installation and calibration. Giving those services. Jambi dan Bengkulu PT PLN (Persero) South Sumatra. Sulawesi Tengah dan Gorontalo PT PLN (Persero) North Sulawesi. and • PT PLN (Persero) Service and Production is responsible for giving support to production and reparation services particularly in electricity sector. PLN memiliki unit-unit bisnis yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia. Daftar seluruh unit bisnis PLN adalah sebagai berikut. • PT PLN (Persero) Jasa dan Produksi yang bertugas untuk memberikan dukungan terhadap produksi dan layanan perbaikan terutama di sektor kelistrikan. kalibrasi dan pengujian peralatan listrik serta instrumen lainnya. • PT PLN (Persero) Jasa Sertifikasi yang bertugas untuk memberikan dukungan dalam sertifikasi produk peralatan listrik. The list of PLN business units are as follow: BUSINESS UNIT (UB) NO. • PT PLN (Persero) Certification Service is responsible for giving support in electric gear product certification.• PT PLN (Persero) Penelitian dan Pengembangan Ketenagalistrikan yang bertugas untuk memberi dukungan dalam standarisasi. PLN has business units all over Indonesia. Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat PT PLN (Persero) South Sulawesi. Bengkulu Region PT PLN (Persero) Wilayah Bangka Belitung PT PLN (Persero) Bangka Belitung Region PT PLN (Persero) Wilayah Lampung PT PLN (Persero) Lampung Region PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Barat PT PLN (Persero) West Kalimantan Region PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah PT PLN (Persero) South Kalimantan and Central Kalimantan Region PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Timur PT PLN (Persero) East Kalimantan Region PT PLN (Persero) Wilayah Sulawesi Utara.

15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report UNIT BISNIS BUSINESS UNIT PT PLN (Persero) Wilayah Nusa Tenggara Barat PT PLN (Persero) West Nusa Tenggara Region PT PLN (Persero) Wilayah Nusa Tenggara Timur PT PLN (Persero) East Nusa Tenggara Region PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur PT PLN (Persero) Distribution of East Java PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Tengah dan DI Yogyakarta PT PLN (Persero) Distribution of Central Java and Yogyakarta PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten PT PLN (Persero) Distribution of West Java and Banten PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang PT PLN (Persero) Distribution of Jakarta Raya and Tangerang PT PLN (Persero) Distribusi Bali PT PLN (Persero) Distribution of Bali PT PLN (Persero) Unit Induk Proyek Pembangkitan Sumatera I PT PLN (Persero) Power Plant Project Unit Sumatra I PT PLN (Persero) Unit Induk Proyek Pembangkitan Sumatera II PT PLN (Persero) Power Plant Project Unit Sumatra II PT PLN (Persero) Unit Induk Proyek Pembangkitan Sulawesi. Maluku dan Papua PT PLN (Persero) Transmission Project Unit Sulawesi. Maluku and Papua PT PLN (Persero) Unit Induk Proyek Pembangkitan Hidro Jawa dan Bali PT PLN (Persero) Hydro Power Plant Project Unit Java and Bali PT PLN (Persero) Unit Induk Proyek Pembangkitan Thermal Jawa dan Bali PT PLN (Persero) Thermal Power Plant Project Java and Bali PT PLN (Persero) Unit Induk Proyek Jaringan Sumatera I PT PLN (Persero) Transmission Project Unit Sumatra I PT PLN (Persero) Unit Induk Proyek Jaringan Sumatera II PT PLN (Persero) Transmission Project Unit Sumatra II PT PLN (Persero) Unit Induk Proyek Jaringan Jawa dan Bali PT PLN (Persero) Transmission Project Unit Java and Bali PT PLN (Persero) Unit Induk Proyek Jaringan Sulawesi.Java PT PLN (Persero) Pembangkitan Sumatera Bagian Utara PT PLN (Persero) North Sumatra Power Plant PT PLN (Persero) Pembangkitan Sumatera Bagian Selatan PT PLN (Persero) South Sumatra Power Plant PT PLN (Persero) Pembangkitan Lontar PT PLN (Persero) Lontar Power Plant PT PLN (Persero) Pembangkitan Tanjung Jati B PT PLN (Persero) Tanjung Jati B Power Plant PT PLN (Persero) Pembangkitan Indramayu PT PLN (Persero) Indramayu Power Plant PT PLN (Persero) Pembangkitan Muara Tawar PT PLN (Persero) Muara Tawar Power Plant PT PLN (Persero) Pembangkitan Cilegon PT PLN (Persero) Cilegon Power Plant PT PLN (Persero) Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Jawa Bali PT PLN (Persero) Transmission and Load Dispatching Center of Java Bali 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 . Maluku and Papua PT PLN (Persero) Unit Induk Proyek Pembangkit dan Jaringan Nusa Tenggara PT PLN (Persero) Power Plant and Transmission Project Unit of Nusa Tenggara PT PLN (Persero) Unit Induk Proyek Pembangkit dan Jaringan Kalimantan PT PLN (Persero) Power Plant and Transmission Project Unit of Kalimantan PT PLN (Persero) Unit Induk Proyek Tegangan Ekstra Tinggi Interkoneksi Sumatera .72 NO. Maluku dan Papua PT PLN (Persero) Power Plant Project Unit Sulawesi.Jawa PT PLN (Persero) Extra High Voltage Project Unit Interconnection Sumatra .

42 43 44 45 46 47 48 UNIT BISNIS BUSINESS UNIT PT PLN (Persero) Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Sumatera PT PLN (Persero) Transmission and Load Dispatching Center of Sumatra PT PLN (Persero) Penelitian dan Pengembangan PT PLN (Persero) Research and Development PT PLN (Persero) Pusat Pendidikan dan Latihan PT PLN (Persero) Education and Training Center PT PLN (Persero) Pusat Enjiniring Ketenagalistrikan PT PLN (Persero) Engineering Electricity Center PT PLN (Persero) Pusat Pemeliharaan Ketenagalistrikan PT PLN (Persero) Electricity Maintainance Center PT PLN (Persero) Jasa Manajemen Konstruksi PT PLN (Persero) Construction Management Service PT PLN (Persero) Jasa Sertifikasi PT PLN (Persero) Sertification Service 73 Profil Perusahaan Company Profile .NO.

Saburai.+62 21 7221330 www. Jakarta 12160.co. Frequently asked questions rubric on the newspapers give information and solutions to the customers. LMK. PLN also issued a media publication that contains information about business units managed by the Business Unit of environmental PT PLN (Persero) spread across Indonesia. Media publikasi tersebut antara lain: Yes. Jakarta 12160.id WEBSITE PLN provides access information to the public through the web site.pln. 7250550. Information of blackout schedule caused by program maintenance and expansion of distribution networks published through various media. SULUH ETAM. MASS MEDIA Information for customers is also provided through mass media and magazines. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report INFORMATION RELATING TO PT PLN (PERSERO) IS PUBLISHED BY: PT PLN (Persero) Corporate Secretary Jl.id WEBSITE PLN menyediakan akses informasi kepada pihak publik melalui situs web. Electricity for a Better Life.135 Kebayoran Baru. Di dalam situs web tersebut. MEDIA PUBLIKASI PLN menerbitkan berbagai media publikasi seperti Company Profile.135 Kebayoran Baru. SULUH DEWATA and CAHAYA.+62 21 7251234.+62 21 7221330 www.+62 21 7251234. LISTRIK KITA. LISTRIK KITA.co. Fokus. Trunojoyo Blok M I No. 7261122 Fax. LMK. Trunojoyo Blok M-I No. P3B Sumatera.135 Kebayoran Baru. DAYA. Focus.co. On the web site.135 Kebayoran Baru. INFORMASI BERKAITAN DENGAN PT PLN (PERSERO) DIPUBLIKASIKAN OLEH Sekretariat Perusahaan PT PLN (Persero) Jl. SULUH DEWATA dan CAHAYA. ICONEWS.co.id.co. 7261122 Fax.+62 21 7251234. 7250550. Indonesia Tel.pln.pln.74 AKSES INFORMASI ACCESS TO INFORMATION NAMA DAN ALAMAT PERUSAHAAN PT PLN (Persero) Jl. Electricity for a Better Life. Tabaos. INFO PJB. Indonesia Tel. general info. WARTA Serumpun Sebalai. Trunojoyo Blok M I No. Informasi jadwal pemadaman yang disebabkan oleh program pemeliharaan dan perluasan jaringan distribusi diumumkan melalui berbagai media massa. CSR. MEDIA MASSA Informasi pelanggan juga diberikan oleh PLN melalui media massa dan majalah. PLN provides information that covers aspects of customer service. SULUH ETAM. corporate info and investor relations. 7261122 Fax. info umum. DAYA. Indonesia Tel. 7250550. INFO PJB. Several of those media publications are as follow: Yes. info korporat dan hubungan investor. Indonesia Tel. www.pln.pln. www. Jakarta 12160.pln. Saburai. ICONEWS. 7250550. Warta PLN 8.id NAMA DAN ALAMAT PERUSAHAAN PT PLN (Persero) Jl.id . P3B Sumatera. Floeksi. PLN memberikan informasi yang mencakup aspek pelayanan pelanggan. 7261122 Fax. MEDIA PUBLICATIONS PLN publishes a variety of media publications such as Company Profile. Jakarta 12160.+62 21 7221330 www. Pelita Bertuah. CSR. Trunojoyo Blok M-I No. WARTA Serumpun Sebalai. Customer education program for saving electricity in an accurate and smart way was given in leaflets attached to a magazine. Tabaos. Pelita Bertuah.id.+62 21 7251234. Floeksi. Program edukasi pelanggan mengenai solusi menghemat pemakaian tenaga listrik secara tepat dan cerdas diberikan dalam bentuk brosur yang dilampirkan dalam majalah. Warta PLN 8.co.+62 21 7221330 www. PLN juga menerbitkan media publikasi yang berisi informasi mengenai unit bisnis yang dikelola oleh Unit Bisnis di lingkugan PT PLN (Persero) yang tersebar di seluruh Indonesia. Rubrik tanya jawab di berbagai koran untuk memberikan informasi dan solusi kepada para pelanggan.

dengan masing-masaing alamat sebagai berikut: PT Moodys Indonesia Menara Rajawali Lantai 22 Jl.1 Jakarta 12950. NY 10007. USA Obligasi dalam negeri PLN tercatat di Bursa Efek Indonesia sedangkan obligasi luar negeri PLN tercatat di The Singapore Exchange Securities. 250 Greenwich Street New York. 58 Jakarta 12190 PLN local bonds are listed on Indonesia Stock Exchange. Indonesia Moodys Investor Service 7 World Trade Center.LEMBAGA PENUNJANG PERUSAHAAN CORPORATE INSTITuTIONAL SuPPORT LEMBAGA PEMERINGKAT OBLIGASI Perusahaan menunjuk PT Moodys Indonesia dan PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) untuk melakukan pemeringkatan terhadap obligasi dalam negeri PLN dan Moodys Investors Service dan Standard and Poor’s Rating Group. Sudirman Kav. Singapore Wali Amanat PT CIMB Niaga Tbk Gedung Graha Niaga Lt 20 Jln Jend. Indonesia Moodys Investor Service 7 World Trade Center. USA BOND RATING AGENCY Company appointed PT Moodys Indonesia and PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) to do the rating of domestic bonds by PLN and Moodys Investors Service and Standard and Poor’s Ratings Group. Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Setiabudi Atrium Lantai 8. Masingmasing perusahaan pencatat efek tersebut beralamat di: Bursa Efek Indonesia Gedung Bursa Efek Indonesia Jalan Jend.R. Indonesia Profil Perusahaan Company Profile The Singapore Exchange Securities 2 Shenton Way #19-00 SGX Centre 1 Singapore 068804. Suite 809-810 Jalan H. Rasuna Said Kav. an international bond rating to PLN.62 Jakarta 12920. USA Standard and Poor’s Rating Group. McGrawHill Company untuk pemeringkatan obligasi internasional PLN. Suite 809-810 Jalan H. NY 10007. Sudirman Kav. McGraw-Hill Company 55 Water Street New York New York 10041. McGraw-Hill Company 55 Water Street New York New York 10041. Singapore Wali Amanat PT CIMB Niaga Tbk Gedung Graha Niaga Lt 20 Jln Jend. 250 Greenwich Street New York.R. Sudirman Kav. Singapore. Each securities registrar firm is located at: Indonesia Stock Exchange Jalan Jend. 58 Jakarta 12190 75 . McGraw-Hill Company. USA Standard and Poor’s Rating Group.62 Jakarta 12920.52-53 Jakarta 12190. Indonesia The Singapore Exchange Securities 2 Shenton Way #19-00 SGX Centre 1 Singapore 068804. Each rating firms has a business address as follows: PT Moodys Indonesia Menara Rajawali Lantai 22 Jl. Mega Kuningan Lot #5. Indonesia PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Setiabudi Atrium Lantai 8.52-53 Jakarta 12190. while PLN international bonds are listed on the Singapore Exchange Securities. Singapore.1 Jakarta 12950. Mega Kuningan Lot #5. Indonesia PT. Sudirman Kav. Rasuna Said Kav.

500 (empat belas miliar delapan ratus sembilan puluh dua juta tiga ratus empat puluh empat ribu lima ratus Rupiah). auditing the financial statements. untuk Laporan Keuangan Perusahaan tahun 2010. Osman Ramli Satrio & Partners. meliputi audit kepatuhan (PSA 62) audit evaluasi kinerja. audit laporan pekerjaan dalam pelaksanaan. 2. Osman Ramli dan Rekan. Osman Bing Satrio dan Rekan Wisma Antara lt. 6. untuk Laporan Keuangan Perusahaan tahun 2009. audit on project account loan from ADB (1982-1983) and the audit of financial statements for the Fast track Development project 10. untuk Laporan Keuangan Perusahaan tahun 2004. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Notary and PPAT Lenny Janis. Poerbaningsih Adi Warsito. audit on work in progress reports. SH Jln. 5. Osman Bing Satrio and Partners.1 Jakarta 12120 Ny. audit laporan keuangan Proyek Percepatan Pembangunan 10. Hang Lekir 9 No. Osman Bing Satrio dan Rekan. for the year 2006 Financial Report. Hans Tuanakotta Mustofa & Halim. 5. audit project account loan ADB (1982-1983). 17 Jakarta 10110 Pada tahun 2010. Osman Bing Satrio and Partners Wisma Antara 4th Floor Jln Merdeka Selatan no. 17 Jakarta 10110 In the year 2010.892. 2. Notaris dan PPAT Lenny Janis. Panglima Polim V No. Osman Bing Satrio dan Rekan.11 Kebayoran Baru Jakarta COMPANY ACCOUNTANT The pitching for accountant office. Osman Bing Satrio dan Rekan. costs incurred for the general audit/financial audit was Rp14. Osman Ramli Satrio & Rekan. Osman Ramli and Partners. and 6.344. SH Jln. untuk Laporan Keuangan Perusahaan tahun 2005. Kantor Akuntan Publik yang melakukan audit atas laporan keuangan Perusahaan adalah: 1.500 (fourteen billion eight hundred ninety two million three hundred forty four thousand five hundred Rupiah). for the year 2007 Financial Report. is conducted every 1 (one) year period as agreed by the annual GMS. Osman Bing Satrio dan Rekan.11 Kebayoran Baru Jakarta . Hang Lekir 9 No. Poerbaningsih Adi Warsito. In addition to general financial statement audit services. for the year 2009 Financial Report. untuk Laporan Keuangan Perusahaan tahun 2007. 7.4 Jln Merdeka Selatan No.76 AKUNTAN PERUSAHAAN Penunjukkan atas audit akuntan Laporan Keuangan dilakukan untuk setiap periode 1 (satu) tahun yang disetujui oleh RUPS Tahunan. biaya yang dikeluarkan untuk general audit/audit finansial adalah Rp14.344.1 Jakarta 12120 Ny. for the year 2004 Financial Report. Panglima Polim V No. SH Jln. Osman Bing Satrio and Partners. Kap OBS is also doing some auditing services.000 MW dan audit penerusan pinjaman proyek untuk 9 Sub Loan Agreement (SLA). 4. 4.892. SH Jln. Osman Bing Satrio and Partners. Public Accountant Firm auditing the financial statements of the Company are: 1. 3. untuk Laporan Keuangan Perusahaan tahun 2006. for the year 2005 Financial Report. Hans Tuanakotta Mustofa & Halim. KAP OBS juga melakukan beberapa jasa audit.000 MW for Sub Loan Agreement (SLA). untuk Laporan Keuangan Perusahaan tahun 2008. including compliance audit (PSA 62) on performance evaluation. 3. for the year 2008 Financial Report. Selain jasa general audit laporan keuangan.

38 Jakarta Hadiputranto. Nusantara. Sudirman Kav. Jend Gatot Subroto No. Sudirman Kav. 45-46 Jakarta 12930 Amanah Gedung Victoria Lt 3 Jln Sultan Hasanudin No.38 Jakarta Hadiputranto. Hadinoto & Partners Indonesia Stock Exchange Building Tower II Lt 21 Jln. Jend Sudirman Kav. Nusantara. Hadinoto & Partners Indonesia Stock Exchange Building Tower II Lt 21 Jln. Harman & Partners Menara Jamsostek Lt 4 Suite TA 0402 Jln. 24 Jln Jend. 47/51 Jakarta Hakim G. Jend Sudirman Kav. 45-46 Jakarta 12930 Amanah Gedung Victoria Lt 3 Jln Sultan Hasanudin No. Jend Gatot Subroto No. 24 Jln Jend. 52-53 Jakarta 12190 77 Profil Perusahaan Company Profile .Konsultan Hukum Marsinih Martoatmodjo Iskandar Kusdihardjo Law Office Sampoerna Strategic Square South Tower lt. Harman & Partners Menara Jamsostek Lt 4 Suite TA 0402 Jln. 47/51 Jakarta Hakim G. 52-53 Jakarta 12190 Legal Consultant Marsinih Martoatmodjo Iskandar Kusdihardjo Law Office Sampoerna Strategic Square South Tower lt.

97% 99. ANAK PERUSAHAAN HOLDING COMPANIES PT PLN (Persero) is a State Owned Enterprise (SOE).67% (YPK PLN) 0.33% 99.99% 99.01% (YPK PLN) 0.99% 99. SUBSIDIARIES Subsidiaries of PT PLN (Persero) and share ownership. therefore.996% 33.004% (YPK PLN) 0.01% (YPK PLN) 0. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report SUBSIDIARIES NAMA PERUSAHAAN COMPANY NAME PT Indonesia Power PT Pembangkitan Jawa Bali PT Indonesia Comnets Plus PT Pelayanan Listrik Nasional Batam PT Prima Layanan Nasional Enjiniring PT Pelayanan Listrik Nasional Tarakan PT PLN Batubara PT PLN Geothermal PT Geo Dipa Energi (PT GDE) PERSENTASE KEPEMILIKAN OWNERSHIP PERCENTAGE PLN 99.99% 99.01% (YPK PLN) 0.00% LAINNYA OTHER 0.99% 99.00% (PT PERTAMINA PERSERO) - TAHUN PENYERTAAN SUBSCRIPTION YEAR PLN 1995 1995 2000 2000 2002 2003 2008 2009 2002 LAINNYA OTHER YPK PLN : 1995 YPK PLN : 1995 YPK PLN : 2000 YPK PLN : 2000 YPK PLN : 2002 YPK PLN : 2003 YPK PLN : 2008 YPK PLN : 2009 PT PERTAMINA (PERSERO) : 2002 - Majapahit Holding BV 100% 2008 .78 KEPEMILIKAN SAHAM SHARE OWNERSHIP INDUK PERUSAHAAN PT PLN (Persero) adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seluruh yang sahamnya dimiliki oleh Negara dengan Menteri Negara BUMN sebagai Pemegang Sahamnya. ANAK PERUSAHAAN Tabel Daftar Anak Perusahaan PT PLN (Persero) dan Kepemilikan Saham.004% (YPK PLN) 67.01% (YPK PLN) 0.996% 99.03% (YPK PLN) 0. its entity shares are owned by the Government under the SOE Ministry.

3% 99.99% 99.99% Indonesia Power Electricity Generation 99.V.99% PLN Geothermal Geothermal Generation PLN Enjiniring Engineering Services PLN Batubara Coal Supplier 79 Profil Perusahaan Company Profile .PT PLN (Persero) 99. Offshore Bond Financing Vehicle 99.99% Pembangkitan Jawa Bali Electricity Generation 99.99% Icon+ Information & Communication Technology 99.99% PLN Batam Electric Utility PLN Tarakan Electric Utility 100% Majapahit Holding B.99% 99.

80 STRUKTUR ORGANISASI ORGANIzATION STRuCTuRE Direktur Utama President Director Dahlan Iskan Kepala Satuan Pengawasan Intern Head of Internal Audit Unit Paiman Direktur Energi Primer Director of Primary Energy Direktur SDM dan Umum Director of HR and General Affairs Eddy D.A. Kepala Divisi Transmisi Indonesia Timur Benny Marbun Yusuf Hamdani Kepala Satuan Pengendalian Kinerja Korporat Head of Corporate Delivery Unit Kepala Divisi Pengembangan Sistem SDM Kepala Divisi Transmisi Jawa-Bali Kepala Divisi Bisnis Dan Transaksi Listrik Head of Business and Electricity Transaction Division Binarto B M.G. Kepala Divisi Sistem Informasi Manajemen GM Unit Bisnis PLN Pembangkitan GM of PLN Power Generation Business Unit GM Unit Bisnis PLN Penyaluran /P3B GM of Transmission and Center for Load Dispatching Business Unit GM Unit Bisnis PLN Wilayah GM of PLN Region Business Unit GM Unit Bisnis PLN Proyek Induk GM of PLN Main Project Business Unit GM Unit Bisnis Jasa Penunjang GM of Supporting Services Business Unit GM PLN Pusat Pendidikan dan Pelatihan GM of PLN Education and Training Center GM PLN Pusat Penelitian dan Pengembangan Ketenagalistrikan GM of Electricity Research and Development Direktur Anak Perusahaan Director of Subsidiary Head of Management Information System Division GM Unit Bisnis PLN Distribusi GM of PLN Distribution Business Unit Direktur Usaha Patungan Director of Joint Ventures Rully Fasri .B. Mardawa P. Erningpraja Direktur Perencanaan dan Teknlogi Director of Planning and Technology Direktur Pengadaan Strategis Director of Strategic Procurement Direktur Operasi Jawa Bali Director of Java .Bali Operations I. Ngurah Adnyana Direktur Operasi Indonesia Barat Director of West Indonesia Operations M. Sofyan Henky H Basudewo Eko A Sudartanto Widodo Mulyono Tjutju Kurnia S. Kepala Divisi Perencanaan Pengendalian Anggaran Head of Budget Monitoring Planning Division Harry Hartoyo Head of Gas & Oil Fuel Division Head of HR Development System Division Head of System Planning Division Head of Strategic Procurement Division Head of Java-Bali Transmission Division Head of West Indonesia Transmission division Division Yanuar Hakim Head of East Indonesia Transmission Prawoko Dadang Daryono Kepala Divisi Pengembangan SDM dan Talenta Head of HR and Skill Develpoment Division Joko Prasetio Tonny Tondojoyo Kepala Divisi Pengadaan IPP Ramli Hutasuhut Kepala Divisi Distribusi dan Pelayanan Pelanggan Jawa-Bali Head of JavaBali Distribution and Customer Services Division Susanto Wibowo Kepala Divisi Distribusi dan Pelayanan Pelanggan Indonesia Timur Head of East Indonesia Distribution and Customer Services Division Syarifuddin Ibrahim Kepala Divisi Konstruksi dan IPP Indonesia Timur Head of East Indonesia Construction and IPP Division Hudiono Kepala Satuan Pelayanan Hukum Korporat Head of Corporate Legal Services Unit Kepala Divisi Enjiniring dan Teknologi Head of Engineering and Technology Division PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Head of IPP Procurement Division Kepala Divisi Distribusi dan Pelayanan Pelanggan Indonesia Barat Head of West Indonesia Distribution and Customer Services Division Karel Sampe Pajung Kepala Divisi Konstruksi dan IPP Indonesia Barat Head of West Indonesia Construction and IPP Division Kepala Divisi Manajemen Resiko Head of Risk Management Division Kepala Divisi Akuntansi. Pajak dan Asuransi Head of Accounting Tax and Insurance Division Budi Kristanto Roikhan Bowo Setiadji Monstar Panjaitan Haryanto WS Amir Rosyidin Beni Hermawan Kepala Divisi Perbendaharaan Kepala Divisi Umum dan Manajemen Kantor Pusat Head of General Affairs and Management Hfor Head Office Division Eddy Sukmoro Kepala Divisi Energi Baru dan Terbarukan Head of New and Renewable Energy Division Kepala Divisi Konstruksi dan IPP JawaBali Head of JavaBali Construction and IPP Division Head of Treasury Division Moch. Harry Jaya Pahlawan Direktur Operasi Indonesia Timur Director of East Indonesia Operations Direktur Bisnis Dan Manajemen Resiko Director of Business and Risk Management Murtaqi Syamsuddin Direktur Keuangan Director of Finance Sekretaris Perusahaan Corporate Secretary Nur Pamuji Nasri Sebayang Bagiyo Riawan Vickner Sinaga Setio Anggoro Dewo I. Kepala Divisi Batubara Kepala Divisi Pengembangan Organisasi Head of Organisation Development Division Kepala Divisi Perencanaan Strategis Korporat Head of Corporate Strategic Planning Division Kepala Divisi Perencanaan Pengadaan Head of Procurement Planning Division Kepala Divisi Pembangkitan Jawa-Bali Head of JavaBali Power Generation Division Kepala Divisi Pembangkitan Indonesia Barat Head of West Indonesia Power Generation Division Kepala Divisi Pembangkitan Indonesia Timur Head of East Indonesia Power Generation Division Kepala Divisi Niaga Divisi Keuangan Korporat Head of Corporate Finance Division Head of Coal Division Head of Commerce Division Misbachul Munir Kepala Divisi Gas Dan BBM Iwan Bachtiar Made Ro Sakya Kepala Divisi Perencanaan Sistem Doddy Hertanto Kepala Divisi Pengadaan Strategis Paingot M Nasser Iskandar Kepala Divisi Transmisi Indonesia Barat Sapto Triono W.G.

PROFIL MANAJEMEN MANAGEMENT PROFILE PROFIL DEWAN KOMISARIS PROFILE OF THE BOARD OF COMMISSIONERS YOGO PRATOMO Komisaris Utama President Commissioner WIMPY S. TJETJEP Komisaris Commissioner SYAHRIAL LOETAN Komisaris Commissioner ABDUL AZIZ Komisaris Commissioner LUTFI HAMID Komisaris Independen Independent Commissioner ADANG FIRMAN Komisaris Independen Independent Commissioner 81 RAHMAT WALUYANTO Komisaris Commissioner Profil Perusahaan Company Profile .

Madison. Amerika Serikat (1988). Head of Sub-directorate Electricity Program (1993 – 1995). Tjetjep. Section Head for Electricity Formulation Program (1992 – 1993) and Directorate Staff for Energy Development (1998 – 1992). He held the position of Director General for Electricity and Energy Use (2003 – 2006). He holds a Bachelor Degree in Geology Engineering from Bandung Institute of Technology. post graduate Master in Geophysics from De Nancy National Institute of Politechnique. dan Staf Direktorat Pengembangan Energi (1988-1992). 1988. Wimpy S.82 YOGO PRATOMO Yogo Pratomo. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Alam. Head of Planning Bureau at the Department of Energy and Mineral Resources (1998 – 1999). Tjetjep. Expert Staff in Natural Resources at the State Minister for Regional Autonomy’s office (1999 – 2001). Commissioner (58) Wimpy S. TJETJEP PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Wimpy S. Kantor Menteri Negara Otonomi Daerah (1999-2001) dan Wakil Kelompok Kerja Geografi. Beliau meraih gelar Sarjana bidang Teknik Elektro dari Institut Teknologi Bandung di tahun 1980. 72/2006 regulating 10.D in Economics and Energy Policy from University of Wisconsin. Director General for Geology and Mineral Resources at the Ministry of Energy and Mineral Resources (2001 – 2003). Direktur Bina Program Tenaga Listrik di Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (1995-1998). He holds a Bachelor Degree in Electrical Engineering from Bandung Institute of Technology. France. WIMPY S. Sebelumnya beliau pernah menjabat sebagai Deputi Kementerian Koordinator Ekonomi Bidang Energi.000 MW) sejak 2006. Tjetjep ditunjuk sebagai Komisaris sejak Desember 2009. Master of Science bidang Ekonomi dan Kebijakan Energi dari University of Wisconsin. Madison. Kepala Seksi Program Formulasi Kelistrikan (1992-1993). Head of Research and Development for the Ministry of Energy and Mineral Resources (2003). He has also served as Head of Daily Coordination to the Program Acceleration Team (in accordance with Presidential Decree No. Komisaris (Usia 58 tahun) Wimpy S. Tjetjep was appointed as a Commissioner in December 2009. 1980. Kepala Sub-Direktorat Program Tenaga Listrik (1993-1995).D bidang Ekonomi dan Kebijakan Energi dari University of Wisconsin. 1984. Staf Ahli Kementerian Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (1999-2003). 1977. post graduate Master of Science in Economics and Energy Policies from University of Wisconsin. Ministerial Expert Staff at the Department of Energy and Mineral Resources (1999 – 2003). Amerika Serikat (1984) dan Ph. Direktur Jenderal Geologi dan Sumber Daya Mineral Departemen ESDM (2001-2003). at the National Resilience Institute in 1999. USA. Beliau meraih gelar Sarjana Teknik Geologi dari Insititut Teknologi Bandung pada tahun 1977. Kepala Biro Perencanaan di Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (1998-1999). Madison. Sumber Daya Mineral dan Kehutanan pada 2005. 72/2006 mengatur Proyek-proyek Kelistrikan 10. Komisaris Utama (Usia 54 tahun) Yogo Pratomo menjabat sebagai Komisaris Utama sejak Desember 2009. Beliau juga pernah menduduki posisi Ketua Koordinasi Harian untuk Tim Program Percepatan (sesuai Peraturan Presiden No. and Ph.000 MW Electricity Projects) since 2006. Lemhanas tahun 1999. Madison. Director of the Electricity Program at the Department of Energy and Mineral Resources (1995 – 1998). Mineral Resources and Forestry at the Coordinating Ministry for Economics in 2005. Previously he had served as Deputy for Energy. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (2003). Yogo Pratomo. USA. and Deputy for the Geography work group. President Commissioner (54) Yogo Pratomo has served as President Commissioner since December 2009. kemudian melanjutkan pendidikan Pasca Sarjana dan meraih gelar Master Geofisika dari De Nancy . Beliau pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi (20032006). 1981. kemudian gelar Pasca Sarjana.

Beliau meraih gelar Sarjana bidang Teknik Sipil dari Institut Teknologi Bandung di tahun 1976.D in Geophysics from De Lorraine National Institute of Politechnique. Perancis pada 1981. Di Bappenas beliau juga pernah menjabat sebagai Inspektur Utama (2003-2005). dilanjutkan dengan gelar Master bidang Perencanaan Kota dari University of California. Direktur Pemantauan dan Evaluasi Pembiayaan (2001-2002). 83 Profil Perusahaan Company Profile . Komisaris PT Panca Nugraha Paramitra (1997-2005). and a Master Degree in Urban Development from University of California. National Development Planning Board Expert Staff for Urban Development (1996 – 1997). Komisaris (Usia 60 tahun) Syahrial Loetan ditunjuk sebagai Komisaris sejak Desember 2009.1995). Direktur Pendanaan Luar Negeri Multilateral (2002-2003). Bureau Head for Monitoring and Evaluation of National Development Planning Board Funding (1997 – 2000). Hingga kini beliau juga menjabat sebagai Sekretaris Menteri Negara Bidang PPN/ Sekretaris Satu Bappenas (2005-sekarang). Staf Ahli Bappenas Bidang Pembangunan Perkotaan (1996-1997). dan mengambil pendidikan Andalan dari Lemhanas. Syahrial Loetan. He was awarded a Bachelor Degree in Civil Engineering from Bogor Institute of Agriculture in 1987.2005). dan PhD Geofisika dari De Lorraine National Institute of Politechnique. and a Ph. Commissioner (49) Abdul Aziz has served as a Commissioner since December 2009. He concurrently serves as Managing Director of PT Sarana Jasa Utama (a building management company). CEO Majalah Ulumul Qur’an (1990-1993). KRA XXX pada tahun 1997. Beliau meraih gelar Sarjana Teknik Sipil dari Institut Pertanian Bogor pada 1987. Manager at PT Pasarini Padibumi (1993 . Manajer PT Pasarini Padibumi (1993-1995). Berkeley pada 1991. At the National Development Planning Board. Kepala Biro Pemantauan dan Evaluasi Pembiayaan Bappenas (2000-2001). dan juga gelar Master dari Institut Pengembangan Pendidikan dan Agribisnis (1993). Marketing PT Pusat Pengembangan Agribisnis (PPA) antara tahun 1988-1990 dan Staf PT Aquatic Konsultan. Director for Multilateral Overseas Funding (2002 – 2003). Commissioner of PT Panca Nugraha Paramitra (1997 . 1976. from 2005 until now. Kepala Biro Pemantauan Pelaksanaan Proyek Pembangunan Bappenas (19972000). 1983. Komisaris (Usia 49 tahun) Abdul Aziz menjabat sebagai Komisaris sejak Desember 2009. CEO of Ulumul Qur’an Magazine (1990 1993).1997). Abdul Aziz.National Institute of Polytechnique. Director for Funding Monitoring and Evaluation (2001 – 2002). he has also served as Lead Inspector (2003 – 2005). Marketing officer at PT Pusat Pengembangan Agribisnis (PPA) from 1988 – 1990 and as a member of staff at PT Aquatic Konsultan. Berkeley. Perancis pada 1983. ABDUL AZIZ Abdul Aziz. 1991. and also took Leading Training from the National Resilience Institute. Commissioner (60) Syahrial Loetan was appointed Commissioner in December 2009. Saat ini beliau juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Sarana Jasa Utama (bergerak di bidang Manejemen Gedung) sejak tahun 2005-sekarang9. KRA XXX in 1997. He holds a Bachelor Degree in Civil Engineering from Bandung Institute of Technology. To date he also serves as Secretary to the State Minister for Value Added Tax / Secretary One at the National Development Planning Board (2005 – present). and a Master from the Institute of Education Development and Agribusiness in 1993. General Manager PT Pasarini Padibumi (1995-1997). SYAHRIAL LOETAN Syahrial Loetan. General Manager of PT Pasarini Padibumi (1995 .

UK. Previously he served as Director of Sovereign Debt Management at the Treasury Directorate General Office of the State Finance Ministry (2005 – 2006) and Head of Sub-directorate for Portfolio and Risk Management (2004 – 2005). Amerika Serikat. He has also held various positions such as Department Head for Portfolio Management in the Management Office for State Bonds (2001 – 2004). Inggris. Selanjutnya beliau menyelesaikan pendidikan Pasca Sarjana untuk menyandang gelar Master bidang Administrasi Bisnis (Keuangan) di University of Denver. (2003-2004). PLT Komisaris Utama PT PLN (Persero) (20042006). selain Lutfi Hamid. Section Head Directorate for Financial Institutions and Accountancy (1988 – 1993) and staff at the Directorate General for State Monetary Affairs (1985 – 1988). Komisaris Independen (Usia 58 tahun) Lutfi Hamid ditunjuk sebagai Komisaris Independen pada tahun 2004. Head of Sub-directorate at the Directorate Office for Supervision of Accountants and Appraisers (1999 – 2000). Ketua Komite GCG Dewan Komisaris PT PLN (Persero). He has held various positions. He then completed his post graduate education with a Master in Business Administration (Finance) from University of Denver. Sebelumnya beliau pernah menjabat sebagai Direktur Pengelolaan Surat Utang Negara di Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kantor Kementerian Keuangan Negara (2005-2006) dan Kepala Sub-direktorat untuk Divisi Manajemen Portofolio dan Risiko (20042005). including Head of the Board of Commissioners’ Audit Committee for PT PLN (Persero) from 2004 until present. USA in 1992. he continued with Doctoral education at the Faculty of Accounting and Finance. Commissioner (54) Rahmat Waluyanto was appointed Commissioner in June 2007. He has also served as Director General for Debt Management at the Ministry of Finance since 2006. Colorado. di tahun 1992. as . Board of Commissioners’ GCG Committee Head for PT PLN (Persero) (2003 – 2004). Departemen Keuangan sejak 2006. pada 1997. Independent Commissioner (58) Lutfi Hamid was appointed as Independent Commissioner in 2004. Bandung branch (1990 – 2003). Bandung branch handling PT Dirgantara Indonesia (previously PT IPTN) projects from 1976 – 1989. Previously he served as Lead Consultant Contractor for PT Relasindo Citra Graha. Beliau meraih gelar Sarjana Akuntansi dari Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada pada tahun 1983. Koordinator Divisi Manajemen Kas di Kantor Direktorat Jenderal untuk Institusi Keuangan (20002001). in 1997. Kepala Seksi Direktorat Institusi Keuangan dan Akuntansi (1988-1993) dan Staf Direktorat Jendral Moneter Dalam Negeri (1985-1988). Head of PT Handara Graha. Berbagai posisi yang pernah beliau jabat antara lain Ketua Komite Audit Dewan Komisaris PT PLN (Persero) sejak (2004-sekarang).84 RAHMAT WALUYANTO Rahmat Waluyanto. Sebelumnya beliau adalah Pimpinan Konsultan Kontraktor PT Relasindo Citra Graha cabang Bandung (1990-2003). Komisaris (Usia 54 tahun) Rahmat Waluyanto ditunjuk sebagai Komisaris pada Juni 2007. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Rahmat Waluyanto. Coordinator for Cash Management Division at the office of the Directorate General for Financial Institutions (2000 – 2001). University of Birmingham. Menjadi Pimpinan PT Handara Graha cabang Bandung untuk menangani proyek-proyek PT Dirgantara Indonesia (sebellumnya PT IPTN) dari tahun (1976-1989). Colorado. President Commissioner PT PLN (Persero) (2004 – 2006). Kepala Sub-direktorat di Kantor Direktorat Pengawasan Akuntan dan Penilai (1999-2000). dilanjutkan dengan pendidikan Doktoral di Fakultas Akuntansi dan Keuangan di University of Birmingham. He was awarded a Bachelor Degree in Accountancy from the Economics Faculty of Gajah Mada University in 1983. Beliau juga menduduki beberapa posisi lain seperti Kepala Departmen Manajemen Portofolio di Kantor Manajemen Obligasi Negara (20012004). Disamping itu beliau juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Pengelolaan Utang. LUTFI HAMID Lutfi Hamid. United Kingdom..

Staf Ahli Kapolri Bidang Manajemen (20042005). Operations Deputy for Chief of Police (2005 . Beliau lulus dari Akademi Kepolisian Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) di tahun 1973. Chief of Police for West Sumatera (2001 . SESPIMPOL di tahun 1990.2005). He holds a Civil Engineering Degree from Bandung Institute of Technology awarded in 1974. Kepala Polisi Daerah Sumatera Barat (2001-2003). Wakil Gubernur PTIK (2000). He graduated from Indonesian Armed Forces Police Academy (AKABRI) in 1973. Widya Iswara Sespati Police (2003 . Police Leadership College (SESPIMPOL) in 1990. 85 Profil Perusahaan Company Profile . and the National Resilience Institute in 1997. Adang Firman. He has served as Chief of Police for Metro Jaya region (2006-2008). Chief of Police Expert Staff in Management (2004 . Indonesia di tahun 1974. Beliau pernah menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya (2006-2008). dan LEMHANAS pada tahun 1997. Deputy Governor of PTIK (2000). well as acting as Civil Engineering Consultant to PT ENCONA ENG.2001). Komisaris Independen (Usia 61 tahun) Adang Firman mulai menjabat sebagai Komisaris sejak Desember 2009. (1972-1977).2006). Police College in 1981. Deputy Assistant for Operations for Republic of Indonesia Chief of Police (2000 . ADANG FIRMAN Adang Firman.Inc dan lain-lain. Independent Commissioner (61) Adang Firman started his role as Commissioner in December 2009. Inc and others from 1972 to 1977.2003). Widya Iswara Sespati Polri (2003-2004).pernah bertindak sebagi Konsultan Teknik Sipil di PT ENCONA ENG. Deputi Operasi Kapolri (20052006). Wakil Asisten Operasi untuk Kepala Kepolisian Republik Indonesia (2000-2001). Beliau meraih gelar Sarjana Teknik Sipil dari Institut Teknologi Bandung. Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian di tahun 1981.2004).

86 PROFIL DIREKSI PROFILE OF THE BOARD OF DIRECTORS DAHLAN ISKAN Direktur Utama President Director I. Komisaris Dahlan Iskan. Commissioner of Paper Company – Adiprima Suraprinta.A NGURAH ADNYANA Direktur Operasi Jawa-Bali Director of Java-Bali Operations VICKNER SINAGA Direktur Operasi Indonesia Timur Director of East Indonesia Operations PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report MOCH. Plant Independent Commissioner PT .G. Komisaris Perusahaan Kertas – Adiprima Suraprinta. Sebelumnya beliau pernah menjabat sebagai Direktur Utama/CEO Perusda PT PWU Jatim Group (2000). He currently also serves as CEO of Jawa Pos Group (from 2000 until now). HARRY JAYA PAHLAWAN Direktur Operasi Indonesia Barat Director of West Indonesia Operations NASRI SEBAYANG Direktur Perencanaan & Teknologi Director of Planning & Technology NUR PAMUDJI Direktur Energi Primer Director of Primary Energy DAHLAN ISKAN Dahlan Iskan. Saat ini beliau juga menjabat sebagai CEO Jawa Pos Group (2000-sekarang). Direktur Utama (Usia 59 tahun) Dahlan Iskan menjabat sebagai Direktur Utama PT PLN (Persero) sejak Desember 2009. President Director (59) Dahlan Iskan has served as President Director of PT PLN (Persero) since December 2009. Previously he also served as CEO of regional company PT PWU Jatim Group (2000).

Minout Indonesia LPPM di tahun 1979 dan FINNON LPPM pada tahun 1980. Komisaris Kaltim Elektrik Power. took an Oil and Automotive course at LPPM (Research & Community Services Institute) in 1979. ERNINGPRAJA Direktur SDM & Umum Director of HR & General Affairs SETIO ANGGORO DEWO Direktur Keuangan Director of Finance Profil Perusahaan Company Profile Independen Pembangkit PT Prima Elektrik Power. Commissioner of Kaltim Elektrik Power. and Finance for Non Finance Managers course at LPPM in 1980. Plant Managing Director for PT Cahaya Fajar Kaltim.BAGIYO RIAWAN Direktur Pengadaan Strategis Director of Strategic Procurement MURTAQI SYAMSUDDIN Direktur Bisnis dan Manajemen Risiko Director of Business and Risk Management EDDY D. and Chairman of the Indonesian Newspaper Publishing Organizations. Beliau menerima gelar Sarjana Hukum dari IAIN Sunan Ampel. He was awarded his Law Degree from the State Islamic Institute Sunan Ampel. Presiden Direktur Pembangkit PT Cahaya Fajar Kaltim. dan Ketua Organisasi Penerbitan Surat Kabar Indonesia. 87 . Prima Elektrik Power.

Deputi Manajer Operasi PLN distribusi Jawa Timur (1998-2000). Ngurah Adnyana. Jambi dan Bengkulu (2002-2005). dimana sebelumnya beliau pernah menjadi Deputi Direktur Distribusi PLN pada April 2007. served as Corporate Secretary (2005 . 1992.88 I. Sebelumnya. beliau pernah menjabat sebagai Vice President Hubungan Internasional pada April 2008. a Diploma in Economic Development. Staf Ahli Perencanaan Perusahaan (20052006). having previously being appointed as PLN Deputy Director for Distribution in April 2007. including General Manager PLN Distribution Bali (2000 – 2007). He was also appointed Vice President International Relations in April 2008. He holds a Bachelor Degree in Electrical Engineering from University of Indonesia. HARRY JAYA PAHLAWAN Moch.A NGURAH ADNYANA I. juga sebagai Sekretaris Perusahaan (20052008). berbagai posisi pernah didudukinya.A. Harry Jaya Pahlawan. Deputy Operations Manager PLN Maluku (1990 – 1994). Indonesia pada tahun 2001. Inggris pada 1992. MOCH. I. Harry Jaya Pahlawan. Deputy Operations Manager PLN Distribution East Java (1998 – 2000). Manajer Pengawasan Manajemen pada anak perusahaan PLN. and a post graduate Degree in the Science of Energy Economics from University of Surrey. Deputi Manajer Operasi PLN Kalimantan Selatan (1994-1998). General Manager PLN Wilayah Sumatera Selatan.G. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report . General Manager PLN South Sumatera.A. Sepanjang perjalanan karir beliau. and followed this completing his post graduate education at Surabaya Institute of Technology in 2001. Beliau meraih gelar Sarjana Teknik Elektro dari Universitas Indonesia tahun 1984.G.2002).1999).2001) and Division Head for Public and Investor Relations at PT Pembangkitan Jawa Bali (1997 . he has held a variety of positions. Direktur Operasi Indonesia Barat (Usia 53 tahun) Harry Jaya Pahlawan ditunjuk sebagai Direktur Operasi Indonesia Barat sejak Desember 2009. Director of Java-Bali Operation (54) Ngurah Adnyana has served as Director of Java Bali Operations since December 2009. 1984.2005). Ngurah Adnyana. Indonesia tahun 1981 dan kemudian menyelesaikan pendidikan S2 di Institut Teknologi Surabaya. Deputi Manajer Operasi PLN Maluku (1990-1994). Asisten Sekretaris Perusahaan (2001-2002).G. Manager for Supervisory Management at PLN subsidiary PT PJB (1999 . di antaranya General Manager PLN Distribusi Bali (2000-2007). 1991. Beliau menerima gelar sarjana di bidang Teknik Mesin dari Institut Teknologi Bandung. Deputy Operations Manager PLN South Kalimantan (1994 – 1998). During his career.2006). UK. Moch. He was awarded his Bachelor Degree in Engineering from Bandung Institute of Technology in 1981.2008). dan kemudian Diploma Pengembangan Ekonomi di tahun 1991 dan gelar S2 di bidang Ilmu Ekonomi Energi dari University of Surrey. Director of West Indonesia Operations (53) Harry Jaya Pahlawan was appointed Director of West Indonesia Operations in December 2009. PT PJB (1999-2001) dan Kepala Divisi Umum dan Hubungan Investor PT Pembangkitan Jawa Bali (1997-1999). Expert Staff in Corporate Planning (2005 . Direktur Operasi Jawa-Bali (Usia 54 tahun) Ngurah Adnyana telah manjabat sebagai Direktur Operasi Jawa Bali sejak Desember 2009. Jambi and Bengkulu Area (2002 . Assistant Corporate Secretary (2001 .

Head of Electricity Solutions Team for North Sumatera (2008). Sebelumnya beliau juga pernah menjabat sebagai Deputi Direktur Independent Power Producers (2006-2008). Director of East Indonesia Operations (53) Vickner Sinaga was appointed Director of East Indonesia Operations in December 2009. Medan. Previously he served as Deputy Director for Independent Power Producers (2006 . 1979. NASRI SEBAYANG Nasri Sebayang. Kepala PT PLN (Persero) Pikitring Kalimantan (2004).2005). General Manager PLN Muara Tawar Plant (2005 . Kepala Divisi Operasi PLN Proyek Pembangkitan dan Jaringan (Pikitring) Sumatera Utara (2000-2003) dan juga pernah mengepalai beberapa proyek pengembangan hydro dari tahun 1993 hingga 2000.2006). 2001. Kepala Staf Operasi PLN Pikitring Kalimantan (2001) dan Kepala Proyek Transmisi 500 KV PLN Pikitring Jawa Barat dan Jakarta (1998). General Manager PLN Pikitring Kalimantan (2006). Sebelumnya beliau menjabat sebagai Vice President IPP Jasa Konstruksi di Kantor Pusat PLN (2009). and a Master of Business Management from Prasetya Mulya Business School. He previously served as Vice President for IPP Construction Services at PLN Head Office (2009). Beliau meraih gelar S1 bidang kelistrikan dari Universitas Sumatera Utara. Kepala Tim Solusi Kelistrikan untuk Sumatera Utara (2008). Nasri Sebayang. and a Master in Business Administration from Erasmus University & Center for Global Leadership. He holds a Bachelor Degree in electricity from North Sumatera University. Kepala Satuan Manajemen Risiko (2006). Beliau meraih gelar Sarjana Teknik Sipil dari Universitas Sumatera Utara pada 1979 dan gelar Master Bisnis Administrasi dari Erasmus University & Center for Global Leadership pada 2007. Director of Planning and Technology (55) Nasri Sebayang was appointed Director of Planning and Technology PLN in December 2009. Human Resources Manager PLN Muara Tawar Plant (2003 . He has also served as Head of Primary Energy Unit since April 2008. Direktur Operasi Indonesia Timur (Usia 53 tahun) Vickner Sinaga ditugaskan sebagai Direktur Operasi Indonesia Timur sejak Desember 2009. 89 . 2007. Beliau pernah menjabat sebagai Kepala Satuan Energi Primer pada April 2008. Operational Division Head PLN Plant Generation and Networks (Pikitring) North Sumatera (2000 2003) and has also headed various hydroelectric development projects from 1993 to 2000. Direktur Perencanaan & Teknologi (Usia 55 tahun) Nasri Sebayang ditugaskan sebagai Direktur Perencanaan dan Teknologi PLN sejak Desember 2009. General Manager PLN Project Generation and Networks (Pikitring) Kalimantan (2006). Medan pada 1981 dan gelar Magister Manajemen Bisnis dari Prasetya Mulya Business School pada 2001. 1981. Manajer SDM PLN Pembangkitan Muara Tawar (2003-2005). Head of Operations Staff at PLN Project Generation and Networks Kalimantan (2001) and Project Lead for 500 KV Transmission at PLN Project Generation and Networks West Java and Jakarta (1998). Vickner Sinaga. Head of PT PLN (Persero) Project Generation and Networks Kalimantan (2004). Risk Management Unit Head (2006).VICKNER SINAGA Vickner Sinaga. Profil Perusahaan Company Profile He holds a Civil Engineering Degree from North Sumatera University.2008). General Manager PLN Pembangkitan Muara Tawar (2005-2006).

Director of Primary Energy (50) Nur Pamudji was appointed as Director of Primary Energy in December 2009. this was followed by post graduate education at the Engineering Faculty University of New South Wales.90 NUR PAMUDJI Nur Pamudji. He joined the Company in 1985 as a Plant Systems Operation Engineer (1985 . Director of Strategic Procurement (52) Bagiyo Riawan has served as Director of Strategic Procurement since December 2009.2008). He holds a Bachelor Degree in Electrical Engineering from Bandung Institute of Technology. Commercial Business Manager (1997 2001). Beliau meraih gelar Sarjana Teknik Elektrik dari Institut Teknologi Bandung. BAGIYO RIAWAN Bagiyo Riawan. Australia pada 1995 dan Master of Public Management dari National University of Singapore di tahun 2003. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report He holds a Bachelor Degree in Engineering from Surabaya Institute of Technology. Direktur Pengadaan Strategis (Usia 52 tahun) Bagiyo Riawan telah menjabat sebagai Direktur Pengadaan Strategis sejak Desember 2009. 2001.1996). 1984.Sebelumnya beliau adalah General Manager PLN P3B Jawa-Bali pada April 2008. He has been General Manager PLN P3B Java-Bali in April 2008. 1995. and Master of Public Management from the National University of Singapore in 2003. Asisten Manajer Bisnis Komersial (19961997). dan Asisten Manajer Pengembangan Teknologi (1995-1996).2002). He has also served as Plant System Operations Manager Java-Bali (2005 .1997). Australia. During 2004 and into 2005. Sepanjang tahun 2004 sampai 2005. Bagiyo Riawan. Beliau pernah menjabat sebagai Deputi Direktur Pembangkitan Jawa-Bali pada April 2008. and Assistant Manager Technology Development (1995 . Beliau bergabung dengan Perusahaan di tahun 1985 sebagai Enjinir Sistem Operasi Pembangkit (1985-2001). He has also held various positions at PT PJB. PT PJB (2002-2008). Indonesia di tahun 1985. Manajer Bisnis Komersial (1997-2001).2001). .2008) and Transmission Manager for South Sulawesi Area (2001 . Selain itu pernah menduduki berbagai posisi di PT PJB termasuk di antaranya Manajer Anggaran dan Perencanaan Perusahaan (2001-2002).2002). Previously he served as Production Director at PLN subsidiary PT PJB (2002 . beliau memimpin Tim pengembangan Sistem Kompetensi SDM PLN. Beliau meraih gelar Sarjana Teknik Mesin dari Institut Teknologi Surabaya. Sebelumnya. kemudian melanjutkan pendidikan Pasca Sarjana Fakultas Teknik University of New South Wales. beliau menjabat sebagai Direktur Produksi di anak perusahaan PLN. including Budget and Corporate Planning Manager (2001 . Direktur Energi Primer (Usia 50 tahun) Nur Pamudji ditunjuk sebagai Direktur Energi Primer pada Desember 2009. and a Master in Management from Bandung Institute of Technology. Indonesia di tahun 2001. He served as Deputy Plant Director Java-Bali in April 2008. Indonesia di tahun 1984 dan Magister Manajemen dari Institut Teknologi Bandung. Assistant Commercial Business Manager (1996 . he led the team to develop Human Resources Competency Systems for PLN. Disamping itu beliau juga pernah menjabat sebagai Manajer Sistem Operasi Pembangkit JawaBali (2005-2008) dan Manajer Transmisi untuk Area Sulawesi Selatan (2001-2002). Nur Pamudji. 1995.

MURTAQI SYAMSUDDIN Murtaqi Syamsuddin. Division Head Employee Information Systems (19982000) and Deputy Manager Planning at PLN North Sumatera (1996-1998). Beliau meraih gelar Sarjana Teknik Elektro dari Universitas Indonesia pada tahun 1981 dan Gelar MBA Bidang Keuangan Perusahaan dari Universitas Oregon pada tahun 2003. Director of Business and Risk Management (54) Murtaqi Syamsuddin was appointed Director of Business and Risk Management in December 2009. Erningpraja. Director of Human Resources and General Affairs (52) Eddy D Erningpraja has served as Director of Human Resources and General Affairs since December 2009. Engineering Head PLN P3B (1994-1999). Sekretaris Eksekutif untuk Direktur SDM (2008-2009). Kepala Divisi Sistem Informasi Kepegawaian (1998-2000) dan Deputi Manajer Perencanaan pada PLN Wilayah Sumatera Utara (1996-1998). Previously he served as Deputy Director for Human Resources Development Systems (2009). Ahli Pemasaran dan Pengembangan Unit Bisnis (20012003). 1981. Executive Secretary to the Human Resources Director (20082009). General Manager PLN Distribution West Java and Banten (2003–2008). Madura and Bali since March 2008. Marketing Expert and Business Unit Development (2001-2003). Kepala Sektor Pulogadung di PLN P3B Jawa-Bali (1999-2004). Expert Staff Human Resources Development Systems (2007-2008). Erningpraja. beliau adalah Direktur Jawa Madura dan Bali sejak Maret 2008. Sebelumnya. and an MBA in Company Finance from University of Oregon. General Manager PLN Distribusi Jawa Barat dan Banten (2003-2008). He has also served as Director Java. He holds a Bachelor Degree in Electricity from University of Indonesia. Staf Ahli Pengembangan Sistem SDM (2007-2008). Manajer SDM dan Organisasi PLN P3B Sumatera (2005-2007). Sector Head Pulogadung at PLN P3B JavaBali (1999-2004). Direktur SDM dan Umum (Usia 52 tahun) Eddy D Erningpraja telah menjabat sebagai Direktur SDM & Umum sejak Desember 2009. ERNINGPRAJA Eddy D. Eddy D. Sebelumnya beliau adalah Deputi Direktur Pengembangan Sistem SDM (2009). He holds a Degree in Electrical Engineering from University of Indonesia. Murtaqi Syamsuddin. 91 . 1985 and finished his Master in Industrial Engineering from Bandung Institute of Technology in 1998. Corporate Secretary (2000-2001). Kepala Enjiniring PLN P3B (1994-1999). Profil Perusahaan Company Profile Beliau meraih gelar Sarjana bidang Kelistrikan dari Universitas Indonesia pada 1985 dan menyelasaikan pendidikan Magister Teknik Industri dari Institut Teknologi Bandung pada 1998. 2003. Direktur Bisnis & Manajemen Risiko (Usia 54 tahun) Murtaqi Syamsuddin menjabat sebagai Direktur Bisnis & Manajemen Risiko sejak Desember 2009. Human Resources and Organization Manager PLN P3B Sumatera (20052007). Sekretaris Perusahaan (2000-2001). EDDY D. USA.

Beliau meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia pada tahun 1986. and Doctorate in Economics from University of Melbourne. Australia in 2003. Direktur Keuangan (Usia 49 tahun) Setio Anggoro Dewo telah menjabat sebagai Direktur Keuangan sejak bulan Maret tahun 2008. Ketua Program Magister Akuntansi dan Guru Besar pada Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia sejak 1990. 2003. Selain itu. gelar Pasca Sarjana. Beliau sebelumnya menjabat sebagai Komisaris Independen dari Indonesia Power dan Indosat. Finance Director (49) Setio Anggoro Dewo was appointed Finance Director in March 2008. He was also a Researcher in the Faculty of Economics and Society. He was previously Independent Commissioner at Indonesia Power and Indosat. post graduate MBA in Economics from the Catholic University in Leuveun. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report . MBA bidang Ekonomi dari Universitas Katholik di Leuveun. Australia. dan kemudian Doktoral Ekonomi dari University of Melbourne. beliau adalah Peneliti di LPEM. He holds a Bachelor Degree in Economics from University of Indonesia. Belgia di tahun 1990. Universitas Indonesia sejak 2008. Belgium. University of Indonesia in 2008. Program Head for Master’s in Accountancy and Professor at the Economics Faculty University of Indonesia since 1990. Setio Anggoro Dewo.92 SETIO ANGGORO DEWO Setio Anggoro Dewo. 1990. 1986.

KESEHATAN KERJA DAN PERLINDUNGAN LINGKUNGAN Work.LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL OPERATIONAL REPORT 94 112 114 129 140 PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA Human Resources Management PENGEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI Information Technology Development RISIKO DAN MANAJEMEN RISIKO Risk and Risk Management PENERBITAN OBLIGASI Bond Issuance KESELAMATAN. Health-Safety and Environment Protection 93 Profil Perusahaan Company Profile .

Pelaksanaan rekrutmen dilaksanakan berdasarkan rencana kebutuhan tenaga kerja jangka menengah maupun jangka panjang. . medical test and interview aspects. PLN stipulates basic policies for recruitment process and employee competency development programs.94 PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA HuMAN RESOuRCES MANAGEMENT Perusahaan melakukan berbagai program pelatihan untuk meningkatkan kompetensi pegawai agar mampu menjalankan tugas dengan baik sesuai dengan tuntutan pengembangan usaha The Company gives trainings to enhance employee competency to be able to perform well in their jobs as demanded by developing business PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report KEBIJAKAN UMUM Kondisi pengembangan usaha yang terus berlangsung seiring dengan meningkatnya permintaan jasa kelistrikan. tes kesehatan. Selection process involves a third party and seeks to fulfill administration. dan wawancara. a potential employee is required to attend an orientation program. psikotes. attitude test. psychology test. Sebelum diangkat menjadi pegawai tetap. Noting its operational locations which are spread in all regions of Indonesia with their various condition and challenges. Mengingat lokasi operasional yang tersebar di seluruh wilayah negara Indonesia dengan beragam kondisi dan tantangan. terlebih dahulu para calon pegawai tersebut mengikuti program orientasi. which takes place in line with increasing demand on electricity services. Proses seleksi melibatkan pihak ketiga dan dilakukan melalui pemenuhan aspek administrasi. GENERAL POLICY Continuous business development. membuat perusahaan setiap tahun melakukan proses penambahan pegawai baru dan disaat yang sama melakukan peningkatan kompetensi pegawai yang sudah ada. PT PLN (Persero) menetapkan beberapa kebijakan dasar dalam proses rekrutmen dan melaksanakan program peningkatan kompetensi pegawai. Recruitment is based on medium term and long term estimation of HR needs. compels the Company to annually conduct recruitment process and at the same time enhance existing employees’ competency. attitude test. Prior to appointment as permanent employee.

In proportion to business complexity.BALI WILAYAH AREA This number of 2. The plan is to recruit 40% (1. PT PLN kemudian menjalin dan mengintrodusir berbagai kerjasama dengan berbagai pihak dalam melaksanakan program pemenuhan pegawai dan meningkatkan kompetensi pegawai yang telah ada untuk memberikan layanan terbaik kepada para pelanggan kebutuhan listrik di seluruh Indonesia. Selanjutnya Perusahaan melakukan berbagai program pelatihan untuk meningkatkan kompetensi pegawai agar mampu menjalankan tugas dengan baik sesuai dengan tuntutan pengembangan usaha.020 D3 The Company conducts recruitment through direct shopping and Job Fair in cooperation with tertiary education institutions. Seiring dengan meningkatnya kompleksitas usaha.584 2. REKRUTMEN Dengan melaksanakan proses perekrutan berdasarkan kebijakan umum tersebut.564) in the second semester. The recruitment process will be held in three regions.040) dan 60% sisanya dicapai pada Semester II (1. Kebutuhan pegawai baru untuk tahun 2010 adalah sebagai berikut: S1 1. Jawa & Bali. Java-Bali and East Indonesia.604 pegawai baru ini direncanakan dapat dipenuhi dalam dua semester dengan pembagian 40% pegawai didapatkan pada Semester I (1. yaitu Indonesia Barat.Perusahaan melakukan rekrutmen melalui Direct Shopping dan Job Fair yang bekerja sama dengan lembaga pendidikan tinggi yang terbagi dalam 3 (tiga) kelompok kegiatan rekruitmen yaitu : (i) rekrutmen S1/D4/D3 (ii) rekrutmen program D3 kerjsama (iii) rekrutmen operator PLTU. the Company gives trainings to enhance employee competency to be able to perform well in their jobs as demanded by developing business. (ii) recruitment of D3 partner graduates. RECRUITMENT Implementing recruitment process based on the above general policy.040 people) in the first semester and 60% (1. Further. ie: (i) recruitment of S1/D4/D3 graduates. which are West Indonesia. Proses rekurtmen dilaksanakan di 3 wilayah. serta Indonesia Timur dengan lokasi sebagai berikut: WILAYAH AREA KOTA CITY Aceh Medan INDONESIA BARAT WEST INDONESIA Palembang Padang Lampung Riau Babel JAWA .564). (iii) recruitment for PLTU operators. in the following locations: KOTA CITY Jakarta Bandung Semarang Yogya Solo Bali Malang Surabaya INDONESIA TIMUR EAST INDONESIA WILAYAH AREA KOTA CITY Makassar Manado Papua Ambon Banjarbaru Pontianak Kupang (NTT) Mataram (NTB) 95 . the Company recruits by level. There are three groups of recruitment activities. Perusahaan melakukan rekrutmen pegawai secara berjenjang. PLN introduces and enters into cooperation with many parties to meet total employees needed and to develop existing employees’ competency which in turn will give the best service to electricity customers all over Indonesia. The need for new employees for 2010 is as follows: TOTAL 2.604 new employees is targeted to be met in two semesters.604 Laporan Pengelolaan Operasional Operational Report 1.

ASAL KOTA RECRUITMENT REGION JUMLAH TOTAL 41 113 200 384 535 278 552 371 2474 ACEH PLB MDN MDN PDG ACEH MDN LPG INDONESIA BARAT WEST INDONESIA BDG BDG JKT JKT BDG BDG BDG BDG SBY SBY SBY SBY SBY SBY SMG YGY JKT JKT MLG SMG SOLO BALI YGY MLG MKS MKS PAPUA* MND AMBON* YGY SMG JAWA BALI YGY INDONESIA TIMUR EAST INDONESIA * Kegiatan Rekumen masih berlangsung * Recruitment is still in process Pada Semester I 2010.201 potential new employees. berhasil direkrut 1. (pencapaian 103 % dari target semester I). PLN recruited 1.235 potential new employees (103% achievement of the period target). Sedangkan pada Semester II 2010.235 orang.96 Hasil rekrutmen dari seluruh kota lokasi rekrut tersebut diatas masuk pada tahapan waktu yang berbeda-beda karena waktu perekrutan yang bervariasi. The following table describes On Job Training Class of S1/D4/D3 based on recruitment location and period. Jika dibandingkan dengan kebutuhan unit tahun 2010. Berikut adalah penjabaran Angkatan On Job Training S1/D4/D3 berdasarkan lokasi dan periode rekrutmen yang dilaksanakan : ANGKATAN ON JOB TRAINING (OJT) OJT 17 OJT 18 OJT 19 OJT 20 OJT 21 OJT 22 OJT 23 OJT 24 TOTAL Due to varied recruitment timing. These results are compared to 2010 needs in the following chart: PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report REALISASI REKRUTMEN TAHUN 2010 RECRUITMENT REALISATION 2010 200 150 100 50 0 EC EP ES PE SI AK HK HR KU NG TPE TPL TSC PAK PAS PKU AKM PNG ED HM TDT TPD TSO . Periode perekrutan pada dasarnya dapat dibedakan berdasarkan Angkatan On Job Training.201 orang calon pegawai baru. telah direkrut calon pegawai baru sebanyak 1. In the second semester. total recruitment was 1. recruitment results from the above cities will start employment in different periods. Basically the recruitment process can be differentiated by On Job Training Class. dapat dilihat dalam grafik sebagai berikut : In the first semester of 2010.

PLN also works in cooperation with several leading stateowned tertiary educational institutions to acquire workforce supply in engineering majors. Sub Station. Laporan Pengelolaan Operasional Operational Report Diploma Partner Program In addition to recruitment of S1/D4 and Diploma graduates through Job Fair and direct shopping. The above chart shows that need fulfillment for ED and TDT work divisions is very low. PLN juga merintis jalur D3 kerjasama dengan beberapa Perguruan Tinggi Negeri terkemuka sebagai strategi baru untuk menjaga suplai tenaga kerja bidang teknik. Transmission and Distribution Assistant Analyst di bidang Niaga Tenaga Listrik/Electricity Commercial Assistant Analyst di bidang Keuangan/Finance Assistant Analyst di bidang Akuntansi/Accountant Assistant Analyst di bidang Hubungan Masyarakat/Public Relations Assistant Analyst di bidang SDM/Human Resources Assistant Analyst di bidang Hukum/Law Junior Engineer/Junior Operator di bidang Distribusi Tenaga Listrik/ Electricity Distribution Junior Engineer/Junior Operator di bidang System Tenaga Listrik/ Electricity System Junior Engineer/Junior Operator di bidang Scada Junior Engineer/Junior Operator di bidang Pembangkit Tenaga Listrik/ Electricity Generation Junior Operator Pengolahan Data/Data Process Junior Analyst di bidang Akuntansi/Accountant Junior Officer di bidang SDM/Human Resources Junior Officer di bidang Keuangan/Finance Junior Engineer Konstruksi / Pemeliharaan di bidang Pembangkit. Selain itu. Gardu Induk. Hal ini dapat meringankan kegiatan rekrutmen pada tahun berikutnya sehingga dapat berkonsentrasi merekrut pegawai dari jurusan Teknik. 97 . ada beberapa jurusan Non teknik yang suplainya melebihi kebutuhan. particularly Hard Current Electrical Engineering. PLN recruits SMU/SMK graduates to be educated at polytechnics in majors which meet the Company needs. Gardu Induk. PLN merekrut lulusan SMU/SMK untuk dididik di Politeknik/Sekolah Vokasi dengan mata kuliah sesuai kebutuhan PLN sehingga lulusannya dapat langsung dipakai oleh PLN. Transmission and Distribution Junior Analyst di bidang Niaga Tenaga Listrik/Electricity Commercial Junior Analyst Kimia/Chemical Dari grafik dapat dilihat bahwa Tingkat pemenuhan kebutuhan pegawai untuk bidang kerja ED dan TDT sangat kurang. This will help reduce recruitment load in subsequent years and let the Company focus on recruitment of engineering major graduates.KODE POSISI JABATAN ED ES EC EP SI PE NG KU AK HM HR HK TDT TSO TSC TPL TPD PAK PAS PKU TPE PNG AKM SEBUTAN JABATAN TITLE Assistant Engineer/Ass Operator di bidang Distribusi Tenaga Listrik/ Electricity Distribution Assistant Engineer/Ass Operator di bidang System Tenaga Listrik/ Electricity System Assistant Engineer/Ass Operator di bidang Scada Assistant Engineer / Assistant Operator di bidang Pembangkit Tenaga Listrik/Electricity Generation Assistant Analyst di bidang Sistem Informasi/Information System Assistant Engineer Konstruksi / Pemeliharaan di bidang Pembangkit. terutama dari jurusan Elektro arus kuat. Program D3 Kerjasama Selain rekrutmen S1/D4 dan D3 melalui jalur Job Fair dan Direct Shopping. Transmisi dan Distribusi Tenaga Listrik/Maintainance for Power Plant. Besides. In this Diploma Partner Program. Pada program D3 Kerjasama ini. Sub Station. several non-engineering majors provide supply more than demand. This is because of the small number of university graduates majoring in Hard Current Electrical Engineering and of universities having this major. Transmisi dan Distribusi Tenaga Listrik/Maintainance for Power Plant. hal ini dikarenakan lulusan Perguruan Tinggi yang berasal dari jurusan Teknik Elektro Arus Kuat/Power hanya sedikit dan hanya beberapa Perguruan Tinggi saja yang memiliki jurusan tersebut.

Operator Recruitment As additional jobs arise in line with the operation of new power plants in 12 work units of PLN which will enter Commercial Date in 2010 – 2012. the Recruitment Division was assigned to help recruit 825 SMK graduate operators. Total Hasil Rekrutmen 2010 Pencapaian rekrutmen calon pegawai Baru Tahun 2010 adalah sejumlah 3. The first batch has 419 freshmen of Mechanical Engineering and Hard Current Electrical Engineering majors all over Indonesia. 2010 Recruitment Results In 2010 a total of 3. dengan perincian calon pegawai yang lulus seleksi sebagaimana tampak pada tabel dan grafik berikut. The following table and chart specify number of new employees. 291 First Batch participants have started OJT as scheduled in November 2010.06%. proses rekrutmen selama tahun 2010 diikuti oleh 32. Diharapkan program ini dapat menjaga kesinambungan suplai pegawai bidang teknik bagi PT PLN (Persero). JUMLAH MAHASISWA TOTAL OF STUDENTS 15 15 12 37 29 53 57 46 78 34 20 23 419 As an initial step. Second and Third Batches of operator recruitment will be conducted in 2011 to meet the target of total new PLTU operators. dengan prosentase kelolosan 11. kerjasama ini dilakukan untuk 3 angkatan penerimaan Mahasiswa baru.06% of them passed the selection. Up to now.646 participants and 11. It is expected that this program can sustain engineering workforce supply for PLN.184 potential new employees were recruited. the 2010 recruitment process had 32. Bagian Rekrutmen ditugaskan untuk membantu merekrut 825 orang operator dari tingkat SMK. the cooperation period is up to 3 batches of new student recruitment.184 orang.98 Pada Angkatan pertama ini didapatkan 419 orang mahasiswa baru dengan konsentrasi Teknik Elektro Arus Kuat dan Teknik Mesin yang tersebar di seluruh Indonesia: PERGURUAN TINGGI UNIVERSITY POLITEKNIK NEGERI MEDAN POLITEKNIK NEGERI PADANG POLITEKNIK NEGERI JAKARTA STT PLN UNIVERSITAS GADJAH MADA UNIVERSITAS DIPONEGORO POLITEKNIK NEGERI SEMARANG INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER POLITEKNIK NEGERI MALANG POLITEKNIK SRIWIJAYA POLITEKNIK UJUNG PANDANG POLITEKNIK NEGERI BALI TOTAL Sebagai tahap awal. Secara keseluruhan. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report . Rekrutmen operator Tahap II dan III akan dilaksanakan pada 2011 untuk tetap memenuhi target jumlah operator PLTU baru. Hingga saat ini. Overall.646 calon pegawai. Rekrutmen Operator Sebagai tugas tambahan seiring dengan akan beroperasinya pembangkit baru di 12 unit kerja PLN yang akan Commercial of Date (COD) pada 2010 2012. peserta Tahap I yang lulus sebanyak 291 orang telah masuk OJT sesuai jadwal yaitu Nopember 2010.

to implement recruitment policy that is not based on fresh graduates. Kegiatan Pendukung Untuk mendukung proses rekrutmen di tiap-tiap perguruan tinggi. Undip dan ITB. This program aims at acquiring more experienced applicants.pln. UGM.id. Program ini bertujuan untuk menjaring lebih banyak pelamar yang telah memiliki pengalaman kerja. PLN launches an online recruitment program called Daily Online Application (DOA) at www. Tes untuk program ini akan dilaksanakan pada hari libur Sabtu/Minggu untuk memudahkan pelamar yang telah bekerja. PLN also gives contract based scholarship to selected students from 4 universities. www.TINGKAT LEVEL S1 / D3 SMA OJT 24 ON JOB TRAINING OJT 17 s. PLN signs MOU with several universities and enters into cooperation focused on D3 education 99 . Daily Online Application Selain itu.co. telah dilalukan penandatangan Nota Kesepahaman (MOU ) dengan beberapa Contract Scholarship Program Besides recruiting university graduates. untuk menerapkan kebijakan rekrutmen yang tidak lagi bertumpu pada fresh graduate. In 2010 a total of 40 students were granted this scholarship until their graduation and after that they were to work for PLN. Undip and ITB. The selection tests are held on Saturdays/Sundays to provide convenience for working applicants. dibuka jalur rekrutmen Online melalui program “Daily Online Application (DOA)” di website PLN. Support Activities To support recruitment process at tertiary educational institutions. which are ITS. PLN juga memberikan beasiswa ikatan dinas kepada beberapa mahasiswa dari 4 Perguruan Tinggi yakni ITS. UGM.co.pln. Laporan Pengelolaan Operasional Operational Report Daily Online Application Further. Pada Tahun 2010 ini sebanyak 40 orang mahasiswa berhak mendapatkan beasiswa hingga lulus dan setelahnya dapat bekerja di PLN.d OJT 23 D3 Kerjasama Operator TOTAL TOTAL 2103 371 419 291 SUBTOTAL 2893 291 3184 HASIL REKRUTMEN TAHUN 2010 RECRUITMENT RESULT YEAR 2010 1344 1130 419 291 S1 D3 D1 D3 Kerjasama Program Beasiswa Ikatan Dinas Selain rekrutmen terhadap lulusan perguruan tinggi.id.

Total number of PLN employees as of 2010 is 40. perencanaan. common illnesses at young age. Total pegawai PLN pada akhir 2010 adalah 40. physically and spiritually.3% dari jumlah pegawai tahun 2009 yang mencapai 39. This workshop is attended by PLN units that often conduct recruitment. Sesuai dengan sifat kegiatan usaha PLN yang terdiri sangat terdiversifikasi mulai dari kegiatan di lapangan (pemeliharaan jaringan. Selain itu. TLN Division carried out health workshop to discuss recruitment standard medical test. Pada kegiatan ini dibahas mengenai trend kesehatan anak muda yang menurun.205.205 people in 2009.091 orang berasal dari penambahan pegawai karena adanya rekrutmen baru dan pengurangan pegawai karena memasuki masa pensiun. and recruitment’s new health standard. The difference of 1. seiring dengan meningkatnya kegiatan usaha yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report HR AMOUNT AND COMPOSITION Total employees increases every year in line with development of business activities which are spread all over Indonesia. meter recording. The workshop analyzes decreasing trend of young people’s health. Board of Directors circulation on health standard is being prepared. Adapun komposisi pegawai PLN pada tahun 2010 menurut jenjang pendidikan dan wilayah kerja adalah sebagai berikut. pencatatan meter. education-based employee composition is also varied. Diharapkan setiap calon pegawai yang lolos test ini dapat benar-benar sehat jasmani dan rohani sehingga dapat berkontribusi maksimal bagi PT PLN (Persero). Dokter Perusahaan serta perwakilan perusahaan-perusahaan lain sebagai pembanding. Workshop ini diikuti oleh unit-unit PLN yang seringkali mengadakan rekrutmen. talkshow with the Company’s President Director and other activities to improve PLN’s popularity among students and job seekers and to acquire quality potential employees. In accordance with PLN’s nature of business which is very diversified. dominated by D3 graduates and below.3% increase from 39. etc). planning. In October 2010. in which PLN conducts special recruitment. mulai dari tingkatan SLTA hingga S-3. juga diadakan talkshow yang dihadiri oleh Direktur Utama PT PLN (Persero) dan kegiatan lain yang bertujuan untuk mempopulerkan PLN dikalangan mahasiswa dan pencari kerja serta untuk mendapatkan calon pegawai yang berkualitas. Divisi TLN telah mengadakan workshop kesehatan untuk membahas standar test kesehatan rekrutmen calon pegawai PLN. . to provide maximum contribution for PLN. JUMLAH DAN KOMPOSISI SDM Jumlah pegawai PLN setiap tahun berkembang.108 orang. Perubahan jumlah pegawai sebesar 1. Composition of PLN employees in 2010 based on educational background and work region is depicted in below table. penyakit yang sering muncul pada usia muda. from high school to doctoral graduates. dsb) hingga kegiatan di kantor (administrasi. development. meningkat 2. dan standar kesehatan baru untuk digunakan pada kegiatan rekrutmen. etc) to office activities (administration. pengembangan.100 perguruan tinggi serta dilakukan kerjasama pendidikan D3 (PKS) dengan beberapa politeknik dan Sekolah Vokasi. It is expected that potential employees passing this test are really healthy. PLN also pioneers Job Fair in cooperation with UGM. PLN juga merintis pengadaan PLN Fair bekerjasama dengan Universitas Gadjah Mada dimana pada kegiatan tersebut selain diadakan rekrutmen khusus PLN.091 employees is from new recruits and retiring employees. from field activities (network maintenance. Saat ini sedang disusun Surat Edaran Direksi mengenai standard kesehatan.108 people. company doctors and other companies’ representatives that seek comparison. with several polytechnics and vocational schools. Komposisi pegawai lulusan D3 kebawah hingga saat ini masih mendominasi. dsb) maka komposisi pegawai dari sisi penindidikan juga bervariasi. 2. Pada bulan Oktober 2010.

UNIT BISNIS Distribusi Bali Distribusi Jabar dan Banten Distribusi Jateng dan DIY Distribusi Jatim Distribusi Jaya dan Tangerang Jasa & Produksi Jasa Manajemen Konstruksi Jasa Sertifikasi Kantor Pusat Penyaluran & Pusat Pengatur Beban Jawa Bali Pembangkitan Cilegon Pembangkitan Hidro Jawa Pembangkitan Indramayu Pembangkitan Kalimantan dan Nusa Tenggara Pembangkitan Lontar Pembangkitan Muara Tawar Pembangkitan Sulawesi. Maluku dan Papua Proyek Induk Pembangkit dan Jaringan Sumatera Selatan. Jambi. Aceh and Riau Main Power Plant and Network Project Central of Electricity Engineering 483 2. Jambi and Lampung Main Power Plant and Network Project North Sumatra.592 2.173 1. Maluku and Papua Main Power Plant and Network Project South Sumatra. Maluku and Papua Power Plant South Sumatra Power Plant North Sumatra Power Plant Sumatra I Power Plant Tanjung Jati B Power Plant Electricity Research and Development Transmission and Center for Load Dispatching of Sumatra Sulawesi.964 175 91 16 127 3349 33 5 15 14 16 0 0 770 443 12 5 67 8 3 3 4 3 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 201 377 239 337 31 32 7 85 254 39 2 13 13 12 0 10 229 159 7 10 11 175 194 699 438 752 437 53 86 99 416 589 66 6 43 36 56 4 38 213 201 28 34 91 13 48 61 90 39 0 0 2 184 52 1 1 0 0 0 1 4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Laporan Pengelolaan Operasional Operational Report 921 0 58 239 0 0 1335 100 36 1 0 0 0 34 39 43 96 62 103 0 0 2 0 0 0 254 132 145 49 0 38 79 0 0 171 65 35 0 0 16 46 61 121 0 2 0 0 164 174 101 . Maluku and Papua Main Power Plant and Network Project Kalimantan Main Power Plant and Network Project Sulawesi. Aceh dan Riau Pusat Enjiniring Ketanagalistrikan D1 DIPLOME-1 D2 DIPLOME-2 D3 DIPLOME-3 S1 BACHELOR S2 MAGISTER S3 DOCTORATE GRAND TOTAL 899 3605 2333 3226 2780 259 209 84 817 4245 139 14 71 63 84 5 52 1212 803 47 49 169 BUSINESS UNIT Distribution for Bali Distribution for West Java & Banten Distribution for Central Java & DIY Distribution for East Java Distribution for Greater Jakarta & Tangerang Service & Production Construction Management Services Certification Services Head Office Transmission and Center for Load Dispatching of Java Bali Cilegon Power Plant Hidro Jawa Power Plant Indramayu Power Plant Kalimantan & Nusa Tenggara Power Plant Lontar Power Plant Muara Tawar Power Plant Sulawesi. Bali dan Nusa Tenggara Proyek Induk Pembangkit dan Jaringan Kalimantan Proyek Induk Pembangkit dan Jaringan Sulawesi. Maluku dan Papua Pembangkitan Sumatera Bagian Selatan Pembangkitan Sumatera Bagian Utara Pembangkitan Sumatera I Pembangkitan Tanjung Jati B Penelitian dan Pengembangan Ketenagalistrikan Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Sumatera Proyek Induk Pembangkit dan Jaringan Jawa. Lampung Proyek Induk Pembangkit dan Jaringan Sumatera Utara.478 1.

which makes 66. Along with its long history since establishment. Perusahaan mulai beberapa tahun terakhir mengembangkan sistem rekrutmen yang mampu menjamin tersedianya pegawai baik dari sisi kuantitas maupun kualitas untuk mengembangkan usaha dan memberikan layanan yang semakin baik. Sulawesi Tenggara dan Sulwesi Barat Wilayah Suluttenggo Wilayah Sumatera Barat Wilayah Sumatera Selatan. to develop business and to provide better services. each year PLN rejuvenates employees due to attainment of retirement age.108 PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Sejalan dengan sejarah pendiriannya yang telah lama.102 UNIT BISNIS Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tugas Karya Unit Induk Pembangunan Pembangkit Sumatera II Wilayah Aceh Wilayah Bangka Belitung Wilayah Kalimantan Barat Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah Wilayah Kalimantan Timur Wilayah Lampung Wilayah Maluku dan Maluku Utara Wilayah Nusa Tenggara Barat Wilayah Nusa Tenggara Timur Wilayah Papua Wilayah Riau dan Kepulauan Riau Wilayah Sulawesi Selatan. Jambi dan Bengkulu Wilayah Sumatera Utara Grand Total D1 DIPLOME-1 D2 DIPLOME-2 D3 DIPLOME-3 S1 BACHELOR S2 MAGISTER S3 DOCTORATE GRAND TOTAL 309 241 66 1100 346 868 1366 794 534 765 708 658 809 894 1965 BUSINESS UNIT Education & Training Centre Seconment Sumatra II Main Unit Power Plant Development Aceh Region Bangka Belitung Region West Kalimantan Region South Kalimantan & Central Kalimantan Region East Kalimantan Region Lampung Region Maluku & North Maluku Region West Nusa Tenggara Region East Nusa Tenggara Region Papua Region Riau and Riau Islands Region South Sulawesi. . Oleh karenanya. Jambi & Bengkulu Region North Sumatra Region Grand Total 152 150 2 810 147 600 967 548 294 569 508 520 569 674 1278 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 7 24 96 130 97 132 84 82 80 92 61 88 102 182 163 108 68 40 194 68 169 265 162 157 116 107 77 152 119 503 3 16 0 0 1 2 2 0 1 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 917 631 823 1151 26. Central Sulawesi & Gorontalo Region West Sumatra Region South Sumatra. setiap tahun PLN melakukan regenerasi atas sebagain pegawai yang telah memasuki masa pensiun.456 1 0 0 1 529 0 0 0 0 4 1310 1014 1214 1607 40. Therefore. Pada akhir tahun 2010. South East Sulawesi & West Sulawesi Region North Sulawesi.6% of the total. komposisi pegawai PLN lebih banyak didominasi oleh pegawai dengan usai diatas 41 tahun. seperti diuraikan diatas.6%. since recent years the Company has developed a recruitment system that guarantees workforce supply both on quantity and quality sides.345 0 0 0 0 23 221 178 208 4751 4. As at 2010 year end. yakni pada kisaran angka 66. employee composition is dominated by age group of 41 years and above.751 229 162 213 247 8.

untuk tahun 2010 digambarkan dalam diagram sebagai berikut. .30 31 .2% % 10. dan pengelolaan calon-calon pemimpin masa depan melalui penyempurnaan sistem talent management. which is to be in line with each level’s requirements and management of future leaders through improvement of talent management system. 41 .50 >50 36-40 12 . and executive 103 . executive development strategy is conducted through enhancement of HR competency. consistent with the efforts to prepare steps toward HR mindset change related to corporate strategy and financial condition.5% 27 26 25 26 .35 12.Komposisi pegawai PLN (dalam persen) menurut usia. Demi kesuksesan strategi tersebut. To sustain Competency based HR Management System. Untuk menunjang pelaksanaan Sistem Manajemen SDM Berbasis Kompetensi secara konsisten dan seiring dengan upaya menyusun langkah-langkah menuju perubahan pola pikir SDM terkait dengan strategi dan kondisi keuangan korporat maka strategi pengembangan eksekutif dilakukan melalui peningkatan kompetensi SDM sesuai persyaratan yang ditentukan untuk setiap level. PLN telah melaksanakan program pendidikan dan pelatihan 3% 7.8 % .2 HR TRAININGS General Consistent with the efforts to improve and fulfill needed quantity and quality of human resources.1% PELATIHAN SDM Umum Seiring dengan upaya pemenuhan perbaikan dan kuantitas dan kualitas SDM PT PLN (Persero) melaksanakan pelatihan dan pengembangan kompetensi SDM sesuai dengan nilai nilai dan arah pencapaian kinerja korporat sebagai support sistem pengembangan karir pegawai.9 % 3. PLN holds education and training programs. Laporan Pengelolaan Operasional Operational Report For the success of the above strategy. PLN conducts trainings and HR competency development in line with corporate values and achievement of corporate performance target as employee career path support system.45 45 . Employee composition (in percent) based on age group in 2010 is described in below chart.

800. PLN Pusdiklat telah melaksanakan program-program pelatihan kepada 97. Di samping itu PLN juga melaksanakan program serupa yang dilaksanakan sendiri oleh PT PLN (Persero) Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat). JENIS PELATIHAN TRAINING A. Pembangkitan Generating 2. aimed at enhancing employee competency. Cabang Branch 4. yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pegawai. The other activities to support competency based HR Management is Assessment of Core Competence aimed at better understanding of employee competency.697. Manajer Manager 2. sektor) Supervisor (Junior. Pada tahun 2010. Pelatihan Training development program. Studi/kajian manajemen Study / Management Review 2. lokakarya manajemen Seminar.894. Penyelia. subsidiaries and external parties with a total realization of training budget of Rp 222. Menengah Middle 7. Pelayanan pelanggan Customer Service 5. Kepegawaian Staffing 6. Seminar. Pengembangan manajemen Executive Development Program 1.478 peserta baik yang berasal dari PLN. Program pengembangan eksekutif adalah program tugas belajar untuk pegawai yang lulus seleksi untuk melanjutkan jenjang pendidikannya di berbagai perguruan tinggi yang berada di dalam maupun di luar negeri. held by PLN Pusdiklat. sector) B. Jasa konsultasi manajemen Management Consultation Service 3.800. Besides. BIDANG PELATIHAN FIELD 1. Transmisi Transmission 3. PLN Pusdiklat held training programs for 97. dengan total realisasi anggaran diklat sebesar Rp 222. cabang. management workshop C. anak Perusahaan.697.478 participants from PLN. Program pendidikan dan pelatihan meliputi seminar dan kursus yang dilaksanakan baik di dalam dan luar negeri. Operasional staf Operational Staff 3. Atas Senior . Administrasi umum General Administration 8. Education and training programs include both domestic and abroad courses and seminars. Executive development program is assigned study program for employees that pass the selection to pursue further study at local universities and abroad. In 2010.104 serta program pengembangan eksekutif. Sektor Sector 5. Perbekalan dan logistic Supplies & Logistic 9. branch. maupun pihak eksternal. Kegiatan lain yang dilaksanakan untuk mendukung program SDM berbasis kompetensi adalah melaksanakan Assesment Kompetensi Inti yang bertujuan untuk lebih memahami kompetensi pegawai secara lebih pasti dan terarah.894. PLN also organizes similar programs in-house. Keuangan & akuntansi Finance & Accounting 7. Distribusi Distribution PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report 4. Kursus manajemen Management Course 1. (Dasar. Dasar Junior 6.

employees are expected to be capable to perform as needed in job. Diklat Penunjang Diklat penjenjangan adalah diklat yang dilaksanakan untuk menambah kompetensi yang dipersyaratkan dalam kebutuhan kompetensi jabatan. etc. Di dalam diklat Penjenjangan inilah nantinya akan dipilih calon pemimpin yang mempunyai visi ke depan. Bidang ini mengalami perkembangan yang sangat pesat. Lingkungan. Most needed professional education and training for 2010 onward is in accounting field. alertness to changes in the world and capability to compete with other countries will be elected in this training. Sedangkan untuk bidang Teknologi Informasi tetap menjadi prioritas utama di Perusahaan. cepat tanggap terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di dunia dan mampu bersaing dengan negara lain. Grading Training and Education was held only once in 2010 with total participants of 24 people because PLN was upgrading the materials. sehingga diperlukan pegawai yang bisa melaksanakan tugas diembankan oleh Perusahaan. untuk selanjutnya siap untuk ditempatkan di unit. Due to the field’s rapid development. The Company’s main needs are for education and training in the fields of knowledge management. environment. risk management. Untuk tahun 2010 diklat Penjenjangan hanya dapat dilaksanakan sekali. Laporan Pengelolaan Operasional Operational Report Support and professional education and trainings that were organized in 2010 were attended by 519 participants. Diklat Pembekalan Masa Purna Bakti Diklat ini diberikan kepada pegawai yang akan memasuki masa purna bakti. 105 . Perusahaan merekrut tenaga yang dididik di PLN Pusat. Adapun untuk diklat penunjang dan diklat profesi yang telah dilaksanakan selama tahun 2010 diikuti oleh 519 peserta. The Company recruits from Central PLN to be further prepared for the units. Pengadaan Barang dan Jasa. Subsequently. Support Education and Training This education and training is aimed at boosting the competency required in job competency needs. mengingat PT PLN (Persero) melaksanakan penyempurnaan materi diklat dimaksud.Diklat Penjenjangan Dalam rangka memenuhi Kebutuhan Kompetensi Jabatan bagi pegawai Struktural telah dilaksanakan Pendidikan dan Pelatihan Penjenjangan dengan PT PLN (Persero) PUSDIKLAT sebagai pelaksana utama. public relations. Kehumasan dll. the Company held Grading Education and Training with PLN Pusdiklat as main facilitator. Diklat profesi yang paling dibutuhkan untuk tahun 2010 kedepannya adalah bidang Akuntansi. Hukum. Diklat yang menjadi kebutuhan utama perusahaan meliputi bidang Knowledge Management. Dengan ini nantinya pegawai dapat melaksanakan tugas sesuai dengan kebutuhan jabatan. Potential leaders with vision. Manajemen Resiko. Grading Education and Training To meet Job Competency needs for structural employees. the Company needs employees capable of the job. aimed at supplying such experts in units. Retirement Planning Education and Training This program is provided to employees entering their retirement with the purpose of preparing employees for retirement and acquiring positive activities for such period. sehingga diklat Executive Education I hanya dapat dilaksanakan 1 (satu) angkatan dengan jumlah peserta 24 orang. diklat ini bertujuan agar pegawai lebih siap untuk menghadapi pensiun dan mempunyai kegiatan yang positif untuk mengisi masa pensiun. Information Technology field is still the Company’s main priority. law. sehingga mengisi tenaga ahli di unit-unit. procurement of materials and services.

pada tahun 2010.106 Diklat bagi pegawai dan suami / istri diberikan sesuai dengan pilihan yang bersangkutan. pelatihan pembekalan masa purna bakti. namun semata-mata berdasarkan pada kemampuan individual pegawai. Program Pengembangan Eksekutif adalah program tugas belajar untuk pegawai yang telah lulus seleksi untuk melanjutkan pendidikannya di berbagai Perguruan Tinggi yang berada di dalam dan luar negeri. American University of Sharjah UEA dan Asian Insititute Mangement Philipina. Soft Competency Assessment bagi para Manajer Atas. pelatihan penunjang. University Abertay Dundee Inggris. Perguruan tinggi yang dipilih untuk program yang dimaksud adalah Institut Teknologi Bandung. Technology University Nanyang Singapore. Manajer Menengah dan Manajer Dasar. dan program diklat lainnya. Technology University Delft Belanda. University of Technology Curtin. Universitas Gajah Mada. Diklat berbasis kompetensi di dalam dan luar negeri. KESEMPATAN DAN JENJANG KARIR PLN memberikan kesempatan setara pada seluruh pegawai untuk berkembang sesuai dengan kompetensinya. Polikteknik Negeri Bandung. sub-dit pengembangan SDM dan talenta untuk mempersiapkan bibit-bibit unggul pegawai PLN yang selanjutnya akan disekolahkan ke jenjang yang lebih tinggi baik di dalam maupun di luar negeri. Setiap tahun Perusahaan menyelenggarakan pelatihan khusus dalam rangka promosi untuk mengisi jabatan tertentu dan sebagai bagian dari proses kaderisasi pegawai. University of Missouri St Louis USA. Institut Teknologi Bandung Sampoerna. 2. Sekolah Tinggi Teknik PLN. Untuk maksud tersebut. Universitas Indonesia. 3. PLN telah melaksanakan program diklat kaderisasi manajerial PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report PLN provides equal opportunity for all employees to grow based on competency . Diklat ini mencakup jenis pelatihan penjenjangan. RWTH Aachen Jerman. Selama tahun 2009 telah diikuti oleh 87 peserta Program pendidikan dan pelatihan yang akan terus dijalankan pada tahun mendatang adalah: 1. University Tenaga National Malaysia. Diklat ini dilaksanakan oleh PT PLN (Persero) Pusat Pendidikan dan Pelatihan dan Pihak Lain. Kesetaraan ini tidak mengenal gender.

The selected institutions for this program are Bandung Institute of Technolgy. 3. support training. Laporan Pengelolaan Operasional Operational Report For such purpose. Middle Management and Basic Management . PLN memberikan kesempatan setara pada seluruh pegawai untuk berkembang sesuai dengan kompetensinya 2. University of Indonesia. American University of Sharjah UEA and Asian Insititute Management Philipines. Competency based trainings. PLN Technical Academy. This equality knows no gender. Each year the Company holds special training for promotion to certain posts and to form cadres. in 2010 PLN held cadre forming training program for managers that include branch 107 . Education and training programs to be continued in upcoming years are: 1. This training includes leveling training. retirement planning training. both abroad and within the country. Executive development program is an assigned study program for employees that pass the selection for further study at various tertiary education institutions abroad and within the country. Bandung State Polytechnic. RWTH Aachen Germany. This education and training is organized by Pusdiklat and other parties. Technology University Delft Netherland. HR development sub training to prepare good quality potential employees for PLN to be given the opportunity for further study both abroad and within the country. Sampoerna Bandung Institute of Technology. University Tenaga National Malaysia. University Abertay Dundee UK. solely on the basis of individual employee’s capability. Soft Competency Assessment for Top Management.The education and training is given to employees and spouse as elected by the employee. Technology University Nanyang Singapore. University of Missouri St Louis USA. University of Technology Curtin. Gajah Mada University. CAREER PATH AND OPPORTUNITY PLN provides equal opportunity for all employees to grow based on competency. This program in 2009 was attended by 87 participants.

Dalam rangka memantapkan dan menunjang semangat. In addition to the referred salary. Uji kelayakan dan kepatutan juga telah dilaksanakan untuk mengisi setiap level jabatan setingkat Kepala Divisi. Adjusting employee benefits to merit system that considers proper economic and purchase power levels. PLN also provides annual leave allowance. Kepala Satuan. Employment cost in year 2010 increased to Rp12. general manager and manager. tunjangan cuti besar. manajer sektor. Enhancing the health insurance. Proper and compliance test is also conducted for every job at the levels of division head. kesenian dan keagamaan. manajer dasar. dan asuransi pegawai untuk seluruh karyawannya. • Mendorong pengembangan Koperasi Karyawan. employer contribution. managers.Sekretaris Perusahaan. tunjangan kesetiaan kerja/ winduan. • Menyediakan fasilitas olahraga. • • .7 trillion in 2009.108 meliputi manajemen cabang. intermediate management and advance management. To sustain and support work spirit. etos. health insurance. and employee insurance. • Memberikan fasilitas pinjaman uang muka kepemilikan rumah. unit head. and housing. • Menerbitkan seperangkat peraturan dan ketentuan mengenai Pedoman dan Petunjuk Keselamatan Kerja serta Pengamanan Fisik sejak tahun 1971. ethics. basic management. Issuing a set of rules and regulations on Guidelines and Manual of Work Safety and Physical Security in 1971. Biaya kepegawaian pada tahun 2010 mengalami peningkatan dari Rp 9. long service/every 8 years of service allowance. sector managers.9 triliun. Improving the pension plan managed by PLN Pension Fund. the Company constantly strives to enhance employee welfare by. among others: • Improving the self-managed employee social security program. General Manager dan Manajer PLN . • Memperbaiki jaminan kesehatan. religious holiday allowance. • Memberikan tunjangan lain seperti tunjangan transportasi. • Mengadakan penyesuaian imbal jasa karyawan berdasarkan sistem merit dengan mempertimbangkan tingkat ekonomi dan tingkat daya beli yang memadai. motivasi dan produktivitas kerja. manajer bidang dan General Manager. • Memperbaiki program pensiun yang dikelola oleh Dana Pensiun PLN. listrik dan perumahan. electricity. tunjangan hari raya keagamaan. field manager and general manager.7 triliun ditahun 2009 menjadi Rp 12. motivation and productivity. tunjangan iuran pemberi kerja. KESEJAHTERAAN KARYAWAN Sistem pembayaran gaji bagi karyawan telah memenuhi ketentuan Upah Minimum Propinsi (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten (UMK) yang tercantum dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja.9 trillion from Rp9. antara lain dengan: • Memperbaiki program jaminan sosial tenaga kerja (Jamsostek) yang dilaksanakan sendiri oleh Perusahaan. sector manager. manajer menengah dan Manajer atas Program diklat tersebut dimaksudkan untuk mencari kader karyawan yang akan menduduki posisi manajer cabang. culture and religious facilities. special leave allowance. PLN juga memberikan tunjangan cuti tahunan. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report • • • • • • Encouraging Employee Cooperative development. corporate secretary. manajemen sektor. Providing housing loan for employees. perusahaan senantiasa mengupayakan peningkatan kesejahteraan bagi pegawainya. Providing sport. tunjangan jaminan kesehatan. Providing other allowances such as transportation. EMPLOYEE WELFARE Employee payroll system is in compliance with Provincial Minimum Wage and District Minimum Wage listed in the Regulations of Minister of Manpower. This training program is aimed at identifying cadres for the position of branch manager. Selain gaji karyawan dimaksud.

1999. SP-PLN’s registration was approved by Decree of Ministry of Manpower’s Office Head of South Jakarta Office No. The Company has also registered Head Office SPPLN at Ministry of Manpower South Jakarta Office through the letter No.005. Trunojoyo. and was registered at the Ministry of Manpower and Transmigration through Directorate General for Industrial Relations and Supervisory of Manpower’s letter of decision No. Jl. Members of SP-PLN are all active employees. Perusahaan dan SP-PLN telah mengadakan: • Kesepakatan Kerja Bersama (KKB) No.2/KKB/XII/2002. Perusahaan juga telah mendaftarkan SP-PLN Kantor Pusat pada Kantor Departemen Tenaga Kerja Kotamadya Jakarta Selatan yang diatur dalam surat No. PJ/061DIR/2002 tanggal 25 November 2005 untuk periode 2002-2004 berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia No. PJ/061DIR/2002 on November 25. maka Perusahaan dapat melaksanakan kegiatan dalam bidang ketenagakerjaan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. pensioners. the Company can conduct labor activities in compliance with prevailing laws and regulations. • Kesepakatan Bersama Tentang Perpanjangan Masa Berlaku Kesepakatan Kerjasama Periode 2002-2004 yang menyatakan bahwa KKB 2002-2004 diperpanjang masa berlakunya selama satu (1) tahun yaitu sampai dengan 24 Labor Union PLN employees collectively formed a labor union which is called PLN Workers Union (“SP-PLN”) resided in Jakarta. KKB regulates basic employment agreement. Laporan Pengelolaan Operasional Operational Report • Agreement on the Extension of the 2002-2004 KKB’s period by one year to November 24. 2005 for the period of 2002-2004 based on the Decision of Directorate General for Industrial Relations and Supervisory of Manpower of Ministry of Manpower and Transmigration No. South Jakarta. The Company and SP-PLN held: • The Collective Labor Agreement (“KKB”) No. 2005. Anggota dari SP-PLN adalah seluruh karyawan PT PLN (Persero). and outsourced employees under Cooperation Agreement with the Company throughout Indonesia. 109 .111/Pdf. Blok MI/135. Jl. 2002.26K3/04/K/XII/1999 tentang Pendaftaran Serikat Pekerja di Perusahaan pada tanggal 10 Desember 1999.67/BW/PKPP/2002 dated December 23.26-K3/04/K/XII/1999 on Registration of Labor Union on December 10.2/KKB/ XII/2002.105/SP/XII/1999.111/Pdf.KEP-8964/W. KKB tersebut mengatur hal-hal pokok di bidang ketenagakerjaan.67/BW/PKPP/2002 tanggal 23 Desember 2002.005. dan telah terdaftar pada Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi melalui Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan di bawah surat keputusan No. Dengan telah terdaftarnya Serikat Pekerja. Jakarta Selatan. Trunojoyo.Serikat Pekerja Karyawan PLN secara bersama-sama membentuk wadah organisasi serikat pekerja yang bernama Serikat Pekerja PT PLN (Persero) disingkat SP-PLN berkedudukan di Jakarta. Pendaftaran SP PLN telah disetujui melalui Surat Keputusan Kepala Kantor Departemen Tenaga Kerja Kotamadya Jakarta Selatan No. Pensiunan PT PLN (Persero) dan tenaga kerja bukan pegawai yang terikat Perjanjian Kerjasama dengan Perusahaan di seluruh wilayah Republik Indonesia. Since up to the extended due date of November 24.KEP-8964/W. Subsequent to the Labor Union’s registration.105/SP/XII/1999. Blok MI/135. 2005 no further agreement had been achieved.

maka sesuai Undang-Undang Republik Indonesia No. PPP-002-PJ/ SP. • Menambah pengetahuan anggota tentang perkoperasian. terakhir dengan Akta Perubahan Anggaran Dasar Koperasi tanggal 24 Agustus 1995 yang telah didaftarkan dalam Daftar Umum pada Departemen Koperasi dan Pembinaan Pengusaha Kecil tanggal 26 Mei 1996 melalui surat keputusan No. • Menyediakan barang-barang kebutuhan anggota.PLN/2010 on April 23. KP PLN’s Article of Association has been amended several times.PLN/2010 pada tanggal 23 April 2010 then in compliance with the Law No. PPP-002-PJ/SP.9/VI/1996. • Koperasi Koperasi Pegawai Perusahaan Kantor Pusat (KP PLN) didirikan dengan Akta pendirian Perkumpulan Koperasi Konsumsi dan Simpan Pinjam PLN Pusat pada 21 September 1963 dan telah terdaftar pada Jawatan Koperasi Daerah Khusus Ibu Kota JakartaRaya pada 21 September 1963 di bawah surat keputusan No. • Melakukan usaha simpan pinjam.110 • • Nopember 2005. • Melakukan perdagangan barang dan jasa. 166/BH/PAD/KWK.13 Tahun 2003 Pasal 123. 1996 by the decision letter No. • Conducting loan saving business activities. 13 Year 2003 Article 123.166/BH/PAD/KWK.H/I. Agreement on the Extension of Cooperation Agreement No. 140-1. Kesepakatan Bersama Tentang Perpanjangan Masa Berlaku Kesepakatan Kerjasama Periode 2006-2008 pada tanggal 24 November 2006.PJ/040/DIR/2010 dan No. seperti penyediaan alat tulis kantor dan alat-alat yang berhubungan dengan Perusahaan. 1963 and was registered at the Cooperative Bureau of DKI Jakarta Raya on September 21. Kesepakatan Bersama Tentang Perpanjangan Masa Berlaku Kesepakatan Kerjasama No 140-1.PJ/040/DIR/2010 and No.574/B.H/I. • Conducting material and service trade. Anggaran Dasar KP PLN telah beberapa kali mengalami perubahan. • Melakukan usaha lainnya. This pension fund provides retirement . such as provision of stationery and Company related items. KKB 2002-2004 berlaku sampai dengan paling lama tanggal 24 November 2006. 2008. the 2002-2004 KKB was re-extended to the latest of November 24. • Providing members’ necessities.574/B. most recently by the Deed of Amendment of Cooperative Articles of Association dated August 24. • Agreement on the Extension of the 2006-2008 KKB’s period on November 24. Program pensiun ini • Pension Fund The Company and its Subsidiaries provides defined benefit pension fund for all employees according to eligibility. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Cooperative Head Office Employee Cooperative (“KP PLN”) was legally established by the Notary Act on Establishment of Consumption and Loan Savings Cooperative of PLN Head Office on September 21. 2010. about cooperative to Jenis usaha yang diselenggarakan oleh Koperasi Karyawan Perusahaan antara lain: • Menerima simpanan dari anggota. Disebabkan sampai dengan masa berakhirnya perpanjangan tersebut pada tanggal 24 November 2005 tetap tidak tercapai kesepakatan. • Conducting other business. The Cooperative conducts the following types of business: • Receiving members’ deposits. 2006. Giving education members. 1963 with the decision letter No.9/VI/1996. 1995 which was registered at the Ministry of Cooperative and Small Enterprise Development on May 26. Dana Pensiun Perusahaan dan Anak Perusahaan menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti untuk semua karyawan sesuai haknya.

the Company founded the pension fund Dana Pensiun Perusahaan Umum Listrik Negara by the Notary Deed No. 1992. berlokasi di Jakarta dan telah diumumkan dalam Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No.17/1997 dan telah diubah dengan Keputusan Menteri Keuangan No.S.K/010/ DIR/2006 dated June 23. dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia Nomor 77 tahun 2006.K/010/DIR/2006 tanggal 23 Juni 2006 tentang Peraturan Dana Pensiun Dari Dana Pensiun PT PLN (Persero) yang telah mendapat pengesahan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia dengan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 2006 on the Regulations of DP-PLN which was approved by the Decree of Minister of Finance No.KEP-144/ KM. 65 dated December 19.205104. benefits formulated based on pensionable salary and years of service.E/012/ DIR/2003 tanggal 23 Juni 2003 tentang Prosedur dan Petunjuk Pelaksanaan Peratutan Dana Pensiun PLN. Pembentukan dananya juga telah disetujui oleh Menteri Keuangan berdasarkan surat keputusan No.40 tanggal 18 Mei 1990. Dana Pensiun PLN telah mendapat pengesahan dari Menteri Keuangan berdasarkan Keputusan No. CoFounder and Participants of DP-PLN. Mitra Pendiri dan Peserta Dana Pensiun PLN maka telah disusun Prosedur dan Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Dana Pensiun PLN berdasarkan Surat Edaran Direksi PT PLN (Persero) No. Sumber utama pendanaan DP-PLN berasal dari kontribusi karyawan dan pemberi kerja.KEP-144/KM.13/1992 dated January 10. Dana Pensiun Perusahaan Umum Listrik Negara was also changed to Dana Pensiun PLN (DP-PLN).KEP-078/KM.6/2001 tanggal 16 Juli 2001.12/2006. registered at General Register Book of Pension Fund No.17/1997 and later was revised by the Decree of Minister of Finance No.010. 36. 111 .H.. and announced in the State Gazette of the Republic of Indonesia No.12/2006. 1989 before the Notary Asian Yulizar. S. terdaftar dalam Buku Daftar Umum Dana Pensiun No. Funding formation was approved by Decree of Minister of Finance No.KEP-284/KM.. Based on decision of Board of Directors No. Dana Pensiun Perusahaan Umum Listrik Negara diubah menjadi Dana Pensiun PT PLN (Persero).049/MK. KEP-284/KM.035/076/ DIR/1993.memberikan manfaat pensiun yang ditentukan berdasarkan penghasilan dasar pensiun dan masa kerja karyawan. The pension fund’s main source of funding is employer and employee contributions.13/1992 tanggal 10 Januari 1992. 2006 and was announced at the State Gazette No. DP-PLN was approved by the Minister of Finance based on Decree No.04. Peraturan DP-PLN yang berlaku saat ini adalah Keputusan Direksi No. 2003 on the Implementation Guidelines and Procedure of DP-PLN Regulations. S.06.00249 DPPK dated August 31.035/076/ DIR/1993 Perusahaan mendirikan Dana Pensiun Perusahaan Umum Listrik Negara yang dibentuk berdasarkan Akta Nomor 65 tanggal 19 Desember 1989 di hadapan Notaris Asian Yulizar. the Company’s Board of Directors issued Circulation of Board of Directors No.049/MK.00249 DPPK tanggal 31 Agustus 2006. resided in Jakarta. 77 year 2006 additional appendix No. Laporan Pengelolaan Operasional Operational Report To provide guidance on the administration of the pension plan based on Regulations of DP-PLN and to ensure similar perception among Founder. 2001. 40 dated May 18.04.6/2001 dated July 16.H. di dalam lampiran tambahan Nomor 36.205104.010.KEP-078/KM. atau disebut juga Dana Pensiun PLN (DP-PLN). Consistent with the change of legal entity from the former state company into a limited liability company.E/012/DIR/2003 dated June 23. Berdasarkan keputusan Direksi No. 1990. Untuk memberikan pedoman tentang tata cara pelaksanaan administratif berkaitan dengan Program Pensiun berdasarkan Peraturan Dana Pensiun PLN dan untuk lebih menyamankan persepsi antara Unit Organisasi Pendiri.06. Seiring dengan peralihan bentuk hukum Perusahaan Umum Listrik Negara menjadi Perusahaan Perseroan (Persero).S. Currently applicable DP-PLN Regulations are based on Decision of Board of Directors No.

Peninjauan dan perbaikan atas perangkat pendukung sistim informasi manajemen dan komunikasi dilaksanakan secara berkesinambungan. taking advantage of the banks’ ATM network.112 PENGEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI INFORMATION TECHNOLOGy DEVELOPMENT Untuk mendukung operasional Perusahaan yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia dan dengan intensitas kegiatan yanng berlainan. disesuaikan dengan kondisi lapangan. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja sistem. Melalui langkah ini. The review and improvement on communication and information management system infrastructure is conducted continuously. Pada intinya sistem ini melayani permintaan pelanggan yang akan membeli pulsa listrik. PLN built two main applications. PLN continuously reviews and improves the reliability of its information technology tools. maka akan tercipta sentralisasi informasi dan standarisasi proses bisnis PT PLN. Dalam setahun mendatang diharapkan hanya AP2T satu-satunya aplikasi Tata Usaha Langganan di PLN. Sistem P2APST telah diaplikasikan melalui kerja sama dengan berbagai bank nasional maupun swasta di seluruh Indonesia. AP2T is a concrete step of Central PLN to reduce the amount of customer service applications throughout Indonesia. AP2T merupakan langkah nyata PLN dalam mereduksi banyaknya aplikasi pelayanan pelanggan yang ada di berbagai wilayah di seluruh Indonesia. in line with field condition. Pada tahun 2010. Basically. P2APST system has been implemented through co-operation with various government and private banks all over Indonesia. AP2T is expected to be the only Customer Administration application in PLN and subsequently create centralization of information and standardization of business processes in PLN. ada dua aplikasi utama yang dibangun yaitu AP2T (Aplikasi Pengawasan Piutang Terpusat) dan P2APST (Pengelolaan dan Pengawasan Arus Pendapatan Secara Terpusat). P2APST merupakan bentuk pemanfaatan teknologi dalam rangka mendukung kemudahan dan kenyamanan pelanggan prabayar. database dan jaringan . PLN senantiasa meninjau dan memperbaiki keandalan perangkat teknologi informasi yang digunakan. memanfaatkan seluruh jaringan ATM bank-bank tersebut. Within a year. P2APST is a form of technology utilization to provide comfort and convenience to pre-paid customers. which are called AP2T (Centralized Receivables Control Application) and P2APST (Centralized Revenues Management and Control). tingkat keandalan yang dibutuhkan dan ketersediaan anggaran. this system caters to customers who want to purchase electricity pulse. To support Company operations which are spread all over Indonesia and have different intensity of activities. reliability level needed and availability of budget. maka secara rutin setiap tahun dilakukan pemeliharaan/ maintenance pada sistim aplikasi. In 2010.

Peningkatan pemahaman peran IT bagi perusahaan dilaksanakan melalui berbagai program. sharing session dan studi banding dengan perusahaan lain sesuai kebutuhan. hal ini dapat dipahami karena kedua aplikasi tersebut dikembangkan oleh programmer internal PLN dan anak perusahaan.Untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja sistem. Laporan Pengelolaan Operasional Operational Report To support the operation of these two applications. PLN conducts annual maintenance on the application system. Peremajaan dilakukan dengan mempertimbangkan pula langkah antisipasi atas pola kebutuhan teknologi beberapa tahun kedepan. database dan jaringan. To support the operation of these two applications. Melalui workshop. sehingga penggantian hardware berlangsung dalam satu periode waktu yang memungkinan dicapainya penggunaan yang maksimal dan ekonomis. d. Workshops. External trainings and certifications by accredited institutions. among others: a. PLN’s human resources are proven able and ready to operate the AP2T and P2APST. PLN has added to existing hardware 8 main servers for AP2T application and 7 main servers for P2APST application. d. Melalui pelatihan yang diselenggarakan oleh PLN PUSDIKLAT. b. sharing sessions and comparison study with other companies as needed. Presentations and seminars regularly held by business partners from IT industry. seminar yang secara regular diselenggarakan oleh mitra bisnis yang bergerak di bidang IT. Untuk hardware dilakukan peremajaan apabila dirasakan sudah tidak dapat memenuhi kebutuhan pengguna atau sesuai kelayakan umur teknologi. SDM PLN telah terbukti siap dan mampu mengoperasikan AP2T dan P2APST. antara lain: a. Melalui external training dan sertifikasi oleh lembaga yang terakreditasi. With good transfer of knowledge. PLN’s human resources are able to self-manage the applications. Upgrading is conducted based on an anticipation of technology need pattern for several upcoming years to ensure that any replacement of hardware takes place in a period that enables achievement of economic and maximum utilization. c. Presentasi. c. PLN holds various programs to enhance understanding of IT role for the Company. and upgrades hardware in line with technology-feasible age and whenever it is no longer able to meet the user’s needs. sehingga dengan transfer knowledge yang baik. which is obvious since both applications were developed by internal programmers. pengelolaan aplikasi dapat dilakukan sendiri oleh Sumber Daya Manusia PT PLN. b. PLN has added to existing hardware 8 main servers for AP2T application and 7 main servers for P2APST application 113 . Trainings by Pusdiklat. maka secara rutin setiap tahun dilakukan pemeliharaan/maintenance pada sistim aplikasi. database and network. To maintain and enhance performance.

PT PLN (Persero) telah membentuk Divisi Manajemen Risiko yang bertanggung jawab untuk memantau dan mengevaluasi pengelolaan risiko berikut rekomendasi upaya mitigasi risiko yang harus dillakukan dan melaporkannya secara periodik kepada Direksi. pengelolaan dan mitigasi risiko dilakukan secara berjenjang mulai dari masing-masing unit bisnis hingga level korporat sehingga manajemen di level Pusat dapat lebih mengkonsentrasikan seluruh upayanya pada pengelolaan dan penetapan langkah-langkah mitigasi risiko yang mungkin berdampak negatif di level korporat. Oleh karenanya. Manajemen Risiko yang bertanggung jawab untuk memantau dan mengevaluasi pengelolaan risiko berikut rekomendasi upaya mitigasi risiko yang harus dilakukan Risk Management Division is responsible for monitoring and evaluating risk management. PT PLN (Persero) has formed a Risk Management Division which is responsible for monitoring and evaluating risk management. recommending necessary risk mitigation efforts. to implement good risk management. Through operational activities in various business units which are widely spread. from business unit to corporate level. Perusahaan menghadapi berbagai risiko yang sangat beragam dan membutuhkan pola mitigasi yang berbeda-beda untuk masing-masing unit bisnis. management and mitigation of risks are conducted by level. This way the management can focus their efforts more on the management and decision of risk mitigation steps that impact corporate level. the Company faces a high variety of risk which need different mitigation pattern for each business unit. and reporting periodically to Board of Directors. Therefore. Identification.114 RISIKO DAN MANAJEMEN RISIKO RISK AND RISK MANAGEMENT Dengan kegiatan operasional melalui berbagai unit bisnis yang tersebar di wilayah yang luas. dalam upaya mencapai pelaksanaan Manajemen Risiko yang baik. Identifikasi. recommending necessary risk mitigation efforts .

Laporan Pengelolaan Operasional Operational Report The corporate risk management is divided into the following two risk groups. which is followed up by the implementation of Risk Management Compliance program in all subsidiaries. iii) risk impact quantification. The risks categorized as financial risk are. Manual of Purpose and Process of Enterprise Risk Management is stipulated in circulation of Board of Directors No. Sejak tahun 2009 PLN telah melaksanakan Program Enterprise Risk Awareness di seluruh Unit Bisnis PLN. among others. and iv) risk management method. Operating risk is defined as the risks arised from Company’s internal operations. dan iv) metode pengelolaan risiko. Proper risk management can reduce possibilities of negative impact and lower frequency of future similar events. mengembalikan pinjaman dan kewajiban lainnya. Pengelolaan risiko korporat dikelompokan menjadi 2 (dua) yaitu: Risiko keuangan merupakan sesuatu yang dapat menghambat kemampuan perusahaan untuk berinvestasi.004. maka seluruh kegiatan investasi di Perusahaan harus di lengkapi dengan : i) kajian kelayakan operasi.E/ DIR/2006 tanggal 6 Februari 2006 tersebut. serta memberikan keuntungan yang rasional kepada pemegang saham. ii) kajian kelayakan keuangan. This Risk Study is to include: i) risk identification. and iii) risk analysis and mitigation.29. Risks faced by the Company are classified into groups based on corporate level risk management implementation. and others. dan lain-lain.E/ DIR/2006 tertanggal 6 Februari 2006. Beberapa risiko yang dapat dikategorikan dalam kelompok risiko keuangan. the Company obliges the management to complete a corporate risk study based on inputs/suggestions/changes related to corporate management. perubahan tingkat suku bunga.E/DIR/2006 dated February 6.K/010/ DIR/2004 tanggal 2 November 2004 tentang pengelolaan Manajemen Risiko. 2006. changes in interest rate. dan iii) analisa risiko dan mitigasi. ii) risk impact analysis/assessment.PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No.K/010/DIR/2004 dated November 2. yang ditindaklanjuti dengan implementasi Program Kepatuhan Manajemen Risiko di seluruh anak perusahaan. all investment activities within the Company have to be preceded by: i) operational feasibility study. 2004 concerning Risk Management. and to give reasonable profit to shareholders. Perusahaan mewajibkan Manajemen PLN untuk melengkapi kajian risiko bagi Perusahaan dari setiap usulan/saran/perubahan yang terkait dengan pengelolaan Perusahaan. to repay loans and other liabilities. 2006.004. Risiko operasional didefinisikan sebagai risiko yang timbul akibat dari kondisi operasional internal IMPLEMENTATION OF RISK MANAGEMENT Based on decision of Board of Directors No. Kajian Risiko ini meliputi: i) identifikasi risiko. changes in currency conversion rate.004. Since 2009 PLN has implemented the Enterprise Risk Awareness program in all of its business units. iii) kuantifikasi dampak risiko. Risiko yang dihadapi Perusahaan dibagi dalam kelompok-kelompok sesuai dengan penerapan manajemen risiko pada jenjang korporat. Pedoman Proses Sasaran melalui penerapan Enterprise Risk Management (ERM) di Perusahaan ditetapkan dalam Surat Edaran Direksi No. Pengelolaan risiko yang tepat dapat mengurangi kemungkinan dampak negatif yang ditimbulkan oleh risiko tersebut dan mengurangi frekuensi kejadian serupa dikemudian hari. ii) penilaian/analisis dampak risiko.: Financial risk is anything that can decelerate the Company’s capability to invest.29.004. antara lain: perubahan nilai tukar mata uang lokal terhadap mata uang asing. ii) financial feasibility study. Dengan penetapan Surat Edaran Direksi No. The risks seen as 115 . Following the implementation of the circulation of Board of Directors No.E/DIR/2006 dated February 6.

Perusahaan telah berusaha mengurangi dampak dari risiko ini melalui upaya: program lindung nilai (hedging). The stability of Rupiah to US Dollar currency throughout 2010 avoided this risk. forward contract. the Company has to adjust to this change of situation by the following actions: • • Resctructuring US Dollar bonds or liabilities Rescheduling maturity date of bonds. CORPORATE RISK MANAGEMENT IN 2010 PLN manages and mitigates high and extreme risks at corporate level based on thorough identification by level. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report operational risk are. yaitu pengembalian bunga dan pokok pinjaman. FINANCIAL RISK The risk of higher liability of PLN due to fluctuation of Rupiah to US Dollar currency Fluctuation of Rupiah to US Dollar currency may threaten the Company’s financial condition. cost and quality as planned. Observing the improving trend of Rupiah to US Dollar currency. forward contract. Mengingat tren kurs Rupiah terhadap US Dollar yang terus menguat. purchase of electricity from private sector. Uraian berikut merupakan hasil pengelolaan dan mitigasi dari profil risiko-risiko dominan untuk risiko keuangan dan risiko operasional di PT PLN (Persero) sesuai RKAP 2010 Revisi dan beberapa risiko dominan yang kemungkinan akan tetap berlanjut pada tahun 2011. and switching old outstanding securities to new benchmark securities . pengelolaan jaringan distribusi. This is because of the large amount of US Dollar liabilities. PLN has tried to reduce the impact of this risk through hedging. re open bond atau obligasi dan melakukan switch old outstanding securities menjadi new benchmark securities. • Perubahan penjadwalan maturity date of bond atau obligasi. and by using Rupiah for all transactions. dan lain-lain. Stabilnya nilai tukar Rupiah terhadap US Dollar sepanjang tahun 2010. management of distribution network. loan repayment scheduling. Hal ini sebagai akibat dari banyaknya kewajiban pembayaran yang harus dilakukan perusahaan dalam denominasi US Dollar. penjadualan pengembalian pinjaman. completion of the construction of non-fuel based power plants in time. dan penggunaan mata uang Rupiah untuk seluruh transaksi. perusahaan harus menyesuaikan terhadap perubahan situasi ini dengan mengevaluasi antara lain: • Restructuring hutang/bond dalam mata uang US Dollar. biaya dan kualitas. re-open bonds. Risiko-risiko yang dapat diperhitungkan sebagai risiko operasional di perusahaan antara lain. penyelesaian pembangunan pembangkit non-BBM secara tepat waktu. dan transaksi pembelian energi primer. The following discussion describes results of management and mitigation of dominant financial and operational risk profile at PLN in line with 2010 Annual Budget and Plan and some possible dominant risks that continue to 2011. and others. pembelian energi listrik dari pengembang swasta. and primary energy purchase transaction. menyebabkan resiko ini tidak terjadi.116 perusahaan. PENGELOLAAN RISIKO KORPORAT TAHUN 2010 Berdasarkan identifikasi yang dilakukan secara bejenjang dan cermat tersebut PLN melakukan pengelolaan dan mitigasi atas risiko-risiko dengan kategori level tinggi maupun ekstrem di tingkat korporat. among others. RISIKO KEUANGAN Risiko pertambahan kewajiban PT PLN (Persero) akibat dari fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap US Dollar Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap US Dollar dapat mengancam kondisi keuangan perusahaan. such us repayment of loan principal and interests.

the Company faces the risk of subsidy problems of amount and timely payment by the government. The high need of oil fuel to generate electricity power brings the Company to high exposure on global oil price fluctuation. pemerintah dan legislatif. Perhitungan subsidi tahun 2010 belum mencakup biaya non allowable cost untuk anak perusahaan seperti Icon+. The Company is preparing legal basis and human resources for hedging policy. affects the Company’s operating expenses. • Rencana alokasi pembayaran dari pendapatan subsidi yang akan diterima agar sesuai perhitungan subsidi RUPS yang ditetapkan. This risk imposes impact on investment financing and potential lower margin. Risiko berkaitan dengan subsidi (+ margin) listrik Pemerintah yang diterima PT PLN (Persero) Menunjuk pada pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya terdapat subsidi pemerintah yang masih menjadi persoalan yakni terkait besaran nilai subsidi. dan unit-unit Jasa Penunjang yang mana biaya operasi yang dikeluarkan belum diperhitungkan didalam subsidi. Dampak dari resiko ini adalah terganggunya pendanaan investasi dan berkurangnya potensi margin yang bisa diperoleh perusahaan. in 2011 PLN needs to inform the government of the needs of: Laporan Pengelolaan Operasional Operational Report • • • Changing Decree of Minister of Finance concerning subsidy calculation. berpengaruh pada pertambahan beban operasi perusahaan. Government Subsidy (+ margin) related Risk Referring to past experience of government subsidy. 2010 subsidy calculation has not included non allowable cost for subsidiaries. Risk of higher operating expenses due to fluctuation of global oil price Drastic increase of global oil price. agar tidak mengganggu cash flow perusahaan. repayment of US Dollar loan Sementara itu kebijakan manajemen untuk melakukan hedging sedang dibuat landasan hukumnya dan mempersiapkan sumber daya manusianya. Masih tingginya kebutuhan BBM untuk membangkitkan listrik membuat resiko fluktuasi harga minyak sangat tinggi eksposurenya. To reduce the risk of US Dollar currency fluctuation. 117 . Sistim komunikasi dan koordinasi yang baik dengan masyarakat. Oleh karena itu pada tahun 2011 perlu disampaikan kepada Pemerintah bahwa perlu dilakukan: • Perubahan Peraturan Menteri Keuangan dalam menghitung subsidi. Adjusting payment allocation plan from subsidy income to be in line with subsidy calculation as determined by the AGM of Shareholders. the Company prepares bi-weekly foreign currency need planning. dapat memperlancar penetapan besaran nilai subsidi dan ketepatan waktu pencairan. Hence. Risiko pertambahan beban operasi PT PLN (Persero) akibat fluktuasi harga minyak dunia Kenaikan harga minyak dunia yang sangat drastis. • Mengajukan kepada pemerintah apabila ada piutang subsidi PLN pada tahun 2010 agar dapat segera dibayarkan pada awal tahun 2011. Sedangkan untuk mengurangi risiko fluktuasi mata uang US Dollar yaitu dengan membuat perencanaan kebutuhan valas 2 mingguan. Good communication and coordination with public. government and the legislative body can smooth the decision of subsidy amount and payment promptness. such as Icon+ and support provider units whose operational cost has not been included in the subsidy. dan ketepatan waktu pembayaran subsidi oleh Pemerintah.• Melakukan percepatan pembayaran pengembalian pinjaman untuk porsi US Dollar • Accelerating portions. due to political instabillity in oil producing countries. Proposing that the government pay 2010 subsidy payables to PLN in early 2011 to prevent negative impacts on company cash flow. sebagai akibat dari ketidak stabilan politik di negara penghasil minyak.

penjadualan pengembalian pinjaman ataupun meminta pemegang saham untuk menanggung beban pinjaman tambahan yang diakibatkan kenaikan suku bunga pinjaman. among others. To lower risk exposure on loan interest rate fluctuation. Risiko pertambahan kewajiban PT PLN (Persero) akibat perubahan suku bunga pinjaman Risk exposure PT PLN (Persero) akibat fluktuasi suku bunga pinjaman cukup tinggi. Liabilities under fixed interest rates are domestic and international bonds with average yield of 10%. Pembentukan tim pemantau pergerakan suku bunga acuan diperlukan untuk memberikan early warning agar dapat segera diambil langkah – langkah korektif. One way to lower this risk is by reducing the operation of oil fuel power plants. and to form a team that monitors interest rate benchmark movement and provides early warning to take prompt corrective action. APBN and IPP). forward contract. completing the construction of coal fuelled power plants (FTP-1. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Risk of higher liabilities due to changes of loan interest rates Risk exposure from loan interest rate fluctuation is quite high since nearly 80% of company liabilities is related to floating interest rate. dan IPP). mengingat hampir 80% kewajiban perusahaan dalam bentuk bunga mengambang (floating interest rate). and controlling oil fuel transportation and repairing SFC power plants to reduce oil consumption. hedging. finding new gas supply for PLTGU that has been substituted by oil.118 Salah satu cara untuk mengurangi resiko ini adalah dengan mengurangi pengoperasian pembangkit BBM. merupakan langkah untuk mengurangi konsumsi BBM. Kewajiban yang menggunakan pola fixed interest rate adalah obligasi domestik dan internasional dengan tingkat bunga secara rata-rata sebesar 10%. loan repayment scheduling. penyelesaian pembangunan pembangkit batubara (FTP-1. Beberapa tindakan mitigasi yang dapat dilakukan oleh manajemen adalah antara lain menjalankan program lindung nilai (hedging). and asking shareholders to share the additional liabilities from higher interest rate. Some mitigation steps taken by the management are. Untuk mengurangi Risk exposure akibat fluktuasi suku bunga pinjaman perlu di kaji untuk mengubah pinjaman yang floating interest rate. mencarikan pasokan gas baru untuk PLTGU yang selama ini disubstitusi dengan BBM. APBN. . forward contract. menjadi fixed interest rate. the Company needs to study the feasibility of changing from floating rate to fixed interest rate. dan melakukan pengawasan yang ketat terhadap transportasi BBM serta perbaikan SFC pembangkit.

Dana tersebut diperoleh dari committed loan dana internal dan sisanya dari pinjaman. the Company prepared more accurate investment plan through constant coordination between fund withdrawal schedule/ investment project need with fund availability. and loan.50. Beberapa proyek pembangkit yang direncanakan selesai pada tahun 2010. Risk of failure to meet capacity improvement target due to funding gap Targeting a sales growth of 7. so were transmission.16 triliun. To obtain funding loan. PLN has to meet the World Bank’s debt service coverage ratio (DSCR) requirement of 1. internal fund.59%. Several power plant projects targeted for completion in 2010 was delayed. This fund was to be obtained from committed loan. Selanjutnya dengan melakukan management cash flow lebih baik.Risiko kegagalan pemenuhan rencana peningkatan kapasitas yang diakibatkan adanya kesenjangan pendanaan (funding gap) Dengan target pertumbuhan penjualan sebesar 7.59% diperlukan peningkatan kapasitas pembangkit. Kenyataannya gap pendanaan pada tahun 2010 tidak terjadi dikarenakan rencana investasi yang tidak sesuai dengan realisasi. juga untuk proyek transmisi. transmission and distribution which requires a total investment fund of Rp76. Untuk pendanaan yang berasal dari pinjaman. PLN needs to improve the capacity of power plants. dilakukan perencanaan kebutuhan investasi lebih akurat dengan melakukan koordinasi secara terus-menerus antara jadwal penarikan dana/kebutuhan investasi proyek dengan ketersedian dana. To avoid funding gap. transmisi dan distribusi yang secara total membutuhkan dana investasi sebesar Rp 76. 119 . Laporan Pengelolaan Operasional Operational Report Funding gap did not take place in 2010 because realization of investment was not as planned which led to low withdrawal. mengalami keterlambatan COD hingga tahun 2011. sehingga target penarikan untuk investasi proyek rendah. main station and distribution projects. and further better cash flow management. Untuk menghindari terjadinya funding gap. terdapat persyaratan dalam memperoleh dana tersebut antara lain adanya batasan dari World Bank untuk debt service coverage ratio (DSCR) yang harus dipenuhi oleh perusahaan yaitu minimal sebesar 1.16 trillion.50 kali. gardu induk dan distribusi.

Meanwhile. melaksanakan pengadaan energi primer yang terintegrasi. Adapun tindakan mitigasi lain yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan efisiensi pada kegiatan operasional seperti pengelolaan inventory level stock untuk batubara pada pembangkit-pembangkit besar. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report In 2010 cash liquidity failure to pay the cost of investment activities did not take place because investment fund withdrawal progress is slow due to delay in 10. lease. and transfer scheme application with third party for distribution network. Mengingat bahwa banyak proyek-proyek investasi yang mundur pada tahun 2011. Noting that many investment projects are delayed to 2011. integrated procurement of primary energy. PLN has to existing liquidity to meet its liabilities under Engineering Procurement Contruction (EPC) contract. Untuk itu maka pengelolaan cash flow perusahaan lebih baik pada tahun 2011. such construction of 10. ketersediaan likuiditas kas di perusahaan untuk investasi sangat terbatas. khususnya PLTU 10. A mitigation step is negotiating to lessen payment guarantee requirements for the issuance of Letter of Credit (L/C) so that the cash collateral can be utilized to strengthen the Company’s cash liquidity. As a consequency of such event. . sehingga akan meningkatnya biaya investasi yang perlu didukung dengan perencanaan besar penarikan dan jadwal penarikan atas tagihan proyek. Liquidity failure to pay investment actitivities can be triggered by difference of time between agreement signing and loan withdrawal that on average takes up twelve months.000 MW Fast Track coal PLTUs and transmission network and related sub stations for Java Bali and outside Java Bali.000 MW construction projects.000 MW dan jaringan transmisi dan gardu induk terkait untuk Jawa Bali dan Luar Jawa Bali Kegagalan likuiditas kas perusahaan untuk membayar kegiatan investasi dapat terjadi mengingat proses administrasi untuk pencairan dana pinjaman setelah penandatanganan perjanjian pinjaman rata-rata memerlukan waktu hingga 12 (dua belas) bulan.120 Risiko kegagalan likuiditas kas Perusahaan untuk membayar biaya kegiatan investasi seperti pembangunan pembangkit Proyek Percepatan PLTU batu bara 10. Langkah mitigasi yang dapat dipertimbangkan adalah dengan mengusahakan keringanan persyaratan payment guarantee untuk penerbitan letter of credit (L/C) kepada bank penerbit. karena progres penarikan dana investasi rendah yang disebabkan karena proyek-proyek investasi. Realisasi risiko kegagalan likuiditas kas Perusahaan untuk membayar biaya kegiatan investasi tidak terjadi. sehingga potensi kegagalan pembayaran untuk kegiatan investasi dapat terjadi. the Company needs to manage 2011 cash flow to meet the amount and timing of withdrawals for project payables. Sementara. Sebagai konsekuensi dari peristiwa tersebut PT PLN (Persero) harus menggunakan likuiditas kas yang ada untuk memenuhi kewajiban-kewajiban dalam kontrak Engineering Procurement Construction (EPC). Sehingga cash collateral yang telah disetor pada bank yang bersangkutan dapat dipergunakan untuk memperkuat kondisi likuiditas kas perusahaan. Other possible mitigations are efficiency of operational activities such as inventory level management on coal for large power plants. and exploration of built. available liquidity for investment activities is so limited that potential failure of payment can happen. lease. Risk of liquidity failure to pay investment activities.000 MW mengalami keterlambatan. dan eksplorasi kemungkinan penerapan skema sewa jaringan (built. and transfer) dengan pihak ketiga untuk jaringan distribusi.

sehingga sampai akhir tahun 2010 covenant masih dapat terpenuhi. Peningkatan penyerapan pinjaman tersebut mengakibatkan meningkatnya beban bunga pinjaman atau dengan kata lain mengakibatkan peningkatan interest expense yang mempengaruhi consolidated interest coverage ratio (CICR) dan debt service coverage ratio (DSCR). Sedangkan CICR dan DSCR merupakan covenants yang harus dipenuhi oleh perusahaan untuk mempertahankan ’kelayakan’ secara finansial di kalangan kreditor.000 MW yang sebagian besar memasuki tahap akhir fase konstruksi. kemampuan perusahaan untuk melakukan pinjaman melalui obligasi masih dapat dipenuhi. Laporan Pengelolaan Operasional Operational Report OPERATIONAL RISK Risk of failure to improve energy mix by reducing oil fuelled power plants The expensive and volatile price of oil triggers the need to reduce the operation of oil fuelled power plants.000 MW power plant construction projects would enter the final phase. 121 . This risk did not happen in 2010.Risiko kegagalan memenuhi rasio keuangan yang mengikat seperti covenant dalam usaha untuk menerbitkan obligasi/pinjaman baru Dalam tahun 2010 penyerapan pinjaman diproyeksikan akan meningkat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya dikarenakan pembangunan proyek 10. Pencapaian perbaikan bauran energi ini sangat ditentukan oleh kegiatan/program sebagai berikut: • Kelancaran penyelesaian pembangunan pembangkit PLTU baru (FTP 1. Risiko kegagalan memenuhi rasio keuangan yang mengikat covenant tidak terjadi. Loan increase will lead to higher interest expense that will affect consolidated interest coverage ratio (CICR) and debt service coverage ratio (DSCR). RISIKO OPERASIONAL Risiko kegagalan program perbaikan bauran energi (energy mix) dengan mengurangi pembangkit BBM Mahalnya harga minyak dan volatilitas harga yang sangat tidak stabil menyebabkan operasi pembangkit BBM harus dikurangi. Risk of failure to meet binding financial ratios for issuance of new bonds/loans Need for loan was estimated to increase in 2010 compared to previous years because most 10. CICR and DSCR are covenants that have to fulfilled by the Company to maintain financial credibility before creditors. A mitigation plan that can be followed up is proposing additional capital from the government to strengthen capital structure. Peningkatan pinjaman tersebut direfleksikan dari besaran committed loan yang sudah ditandatangani dengan pihak kreditor ataupun lender baik dari dalam negeri maupun asing. APBN dan IPP) yang diproyeksikan untuk menggantikan pembangkit BBM. Untuk bisa mengurangi pembangkit BBM. kesiapan dan keandalan pasokan pembangkit non BBM yang harus diperhatikan. Rencana tindakan mitigasi yang dapat ditindaklanjuti dengan mengusulkan tambahan penyertaan modal pemerintah untuk memperkuat struktur modal atau menaikkan revenue melalui peningkatan penjualan energi listrik yang secara langsung berdampak pada kenaikan besaran subsidi Public Service Obligation (PSO). or increasing revenue through sales increase that directly affects Public Service Obligation (PSO) subsidy amount. which in turn increases the need for readiness and reliability of non oil fuelled power plants’ supply. Achievement of energy mix improvement is largely determined by the following activities: • Timely completion of the contruction of new PLTUs (FTP 1. APBN dan IPP) which are projected to replace oil fuelled power plants. which means the Company was acquire loan through bonds and the covenant was still fulfilled to the end of 2010. The increase of loan is reflected in the amount of committed loan that has been signed with domestic and international creditors or lenders. In the meantime.

did not meet production target. PLTMH and the operation of PLTP in several locations such as PLTP Mataloko and PLTP Ulumbu. which led to the operating of oil fuel power plants. specially coal and natural gas As the Company focuses on coal and gas fuel power plants that require lower production cost than oil fuel plants. geothermal. This step is also necessary to accelerate the construction of PLTS. Hal ini mengakibatkan dioperasikannya pembangkit berbahan bakar minyak. To prevent COD delay. Pada tahun 2011 melanjutkan mitigasi yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya sehingga COD PLTU (FTP1. Optimal utilization of renewable energy (water. Risk of certainty and reliability of primary energy supply. maka kepastian dan keandalan pasokan untuk kedua energi primer tersebut diatas menjadi faktor kritis. PLTU Tarahan dan PLTU Ombilin tidak mencapai sasaran. panas bumi. PLTU Tarahan and PLTU Ombilin. APBN. solar. PLTMH dan pengoperasian PLTP di beberapa lokasi seperti PLTP Mataloko dan PLTP Ulumbu. . matahari dan lain-lain) yang disesuaikan dengan potensi energi lokal. To ensure absence of problems on coal supply. etc) based power plants in line with local energy potentials. Previous year’s mitigation plan should be continued in 2011 to ensure COD of PLTUs (FTP1. • Reliability of natural gas and coal supply as less expensive primary energy for existing power plants. PLTU Labuhan Unit 1. yang disebabkan oleh target produksi pada pembangkit eksisting yang berbahan bakar batubara antara lain PLTU Labuhan Angin. such as PLTU Labuhan Angin. Ada beberapa hal yang harus dibenahi agar keterlambatan COD tidak terjadi antara lain : • Memilih pelaksana proyek yang bonfide • Jumlah sub kontraktor dibatasi • Manajemen shipping dibenahi • Segera membayar bila terjadi perubahan peraturan • Duration proyek diperpanjang. the Company needs to ask the government to issue a policy on coal Domestic Market Obligation and coal benchmark price that has to be observed by suppliers. • Realisasi bauran energi pembangkit di tahun 2010 tidak tercapai. PLTU Labuhan Unit 1. APBN. untuk pembangkitpembangkit existing. Optimalisasi pemanfaatan pembangkit berbasis energi terbarukan (air. the Company has to fix the following: • • • • • • • Select credible contractors Limit number of sub contractors Improve shipping management Conduct prompt payment if rules change Prolong project duration Communicate with head office in China Conduct QA-QC up to the third level Untuk memastikan supplai batubara tidak mengalami kendala yang perlu dilakukan adalah meminta kepada Pemerintah untuk segera mengeluarkan kebijakan mengenai Domestic Market Obligation batubara dan harga acuan batubara yang dipatuhi oleh pemasok. PLTGB and IPP) on schedule. sebagai energi primer yang lebih murah dibandingkan BBM. PLTGB dan IPP) dapat dipastikan sesuai jadwal. Risiko kepastian dan keandalan pasokan energi primer terutama batubara dan gas alam Memperhatikan pembangkit berbahan bakar batubara dan gas memiliki biaya produksi yang lebih rendah dibanding dengan pembangkit BBM. Selain itu mendorong percepatan pembangunan PLTS.122 • • Kepastian penyediaan pasokan gas alam dan batubara. • Melakukan komunikasi dengan head office yang di China • QA-QC dilakukan sampai level III PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Energy mix realization was not achieved in 2010 because existing coal fuel power plants. the certainty and reliability of supply of the primary energy becomes critical factors.

akan mengajukan usulan kepada Pemerintah untuk segera mengeluarkan kebijakan mengenai Domestic Market Obligation batubara dan Harga Acuan Batubara yang dipatuhi oleh pemasok. Rearrangement of coal supply allocation. This risk can be avoided by: (i) taking corrective action on IPP contracts in construction period. direncanakan untuk mencari pemasok gas baru serta tindakan korektif dengan melakukan substitusi gas dengan BBM. Sedangkan untuk kelancaran pasokan batubara Low Rank Coal. Tanjung Priok. Muara Karang. Ministry of SOE. (ii) tindakan preventive untuk kontrak-kontrak IPP yang masih dalam proses pengadaan. (iii) improving IPP selection process in order to minimize the possibility of delay or failure to achieve COD target by private power plants. Kementerian Keuangan. and Oil and Gas Regulator (BP Migas). Tambak Lorok and Bali. On the other hand. Muara Karang. Muara Tawar. which are Ministry of Energy and Mineral Resources. selain itu juga performance beberapa pemasok batubara yang tidak baik.Untuk meningkatkan jaminan keandalan pasokan batubara diperlukan pengaturan ulang alokasi pasokan batubara yang memungkinkan. which is possible for suppy from subsidiaries or affiliated companies. and also due to unsatisfactory performance of some suppliers. Risiko kegagalan pencapaian target COD pembangkit milik Pengembang Swasta (IPP) Kegagalan pencapaian target commercial operation date (COD) milik pengembang swasta (IPP) berpengaruh pada kemampuan PT PLN (Persero) untuk memperbaiki bauran energi. (ii) taking preventive action on IPP contracts in procurement process. Sedangkan untuk meningkatkan jaminan keandalan pasokan gas adalah dengan meningkatkan koordinasi dengan pemerintah yaitu koordinasi antara Kementerian ESDM. dan pemenuhan demand growth. There was also reduction of gas supply from PGN to 100 BBTUD from the initial 200 BBTUD. Diskontinuitas pasokan gas telah terjadi untuk pembangkit di Pembangkitan Sumatera Bagian Utara. Tambak Lorok dan Bali. Sedangkan untuk pasokan batubara terjadi keterlambatan pasokan akibat keinginan pemasok untuk renegosiasi kontrak untuk kenaikan Harga Batubara Acuan (HBA) oleh ESDM. Coal supply was delayed because suppliers wanted to re-negotiate contract due to the increase of Coal Benchmark Price (“HBA”) by Ministry of Energy and Mineral Resources. East Kalimantan. Untuk tahun 2011. 123 . Pembangkit di Muara Tawar. The Company plans to find new gas suppliers for 2011 and do corrective substitution of gas with oil fuel. Kementerian BUMN dan BP Migas. Wilayah Kalimantan Timur. Ensuring fair agreement with suppliers is also necessary. Tanjung Priok. sebagian alokasi pasokan diperoleh dari anak perusahaan atau afiliasi PT PLN (Persero) dan memastikan perjanjian jual beli yang adil antara pihak PT PLN (Persero) dengan para pemasok. Juga terjadinya pengurangan pasokan gas dari PGN dari 200 BBTUD menjadi 100 BBTUD. To ensure reliable supply of Low Rank coal. Untuk menghindari resiko kegagalan COD adalah dengan melakukan: (i) tindakan corrective untuk kontrak-kontrak IPP yang dalam masa konstruksi. Discontinuity of gas supply took place in power plants in North Sumatera. improvement of gas supply reliability is obtained through better coordination with the government. Laporan Pengelolaan Operasional Operational Report Risk of private power plants (IPP)’s failure to meet COD target IPP’s failure to meet COD target affects the capability of PLN to improve energy mix and meet demand growth. (iii) perbaikan pada proses seleksi pengembang swasta sehingga dapat meminimalkan peluang terjadinya kelambatan ataupun kegagalan mencapai agreed COD oleh pengembang pembangkit listrik swasta. Ministry of Finance. is necessary for the improvement of coal supply reliability. the Company will ask the government to issue a policy on Domestic Marketing Obligation and Benchmark Price of coal.

Pada tahun 2011 potensi resiko keterlambatan proyek transmisi tetap akan terjadi. Particulary in IPP case. PLN helps the contractor if there is any problem with the community and local government. PLN membantu kontraktor apabila terjadi permasalahan dengan masyarakat dan Pemerintah kabupaten di wilayah pembangkit. in 2011 the Company will conduct effective communication with developers to manage problems and to accomplish completion of IPP up to contract amendment period so that several delayed IPP projects can be finalized. atau yang lebih tinggi sangat diperlukan. in which PLN has to pay electricity production without any opportunity to use it. Banyaknya titik lahan yang dibebaskan dimana melibatkan banyak pihak dan sehingga koordinasi dengan pemerintah daerah setempat. hal ini disebabkan program pengembangan IPP tahun 2010 banyak mengalami kendala yaitu COD beberapa proyek IPP tertunda. and not optimal operation of IPP Asahan 3 due to operational constraints. Risk of delay in completion of transmission and distribution construction In line with construction of new power plants. Dalam tahun 2011 untuk mempercepat penyelesaian IPP yang tertunda akan dilakukan komunikasi yang efektif dengan pengembang untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi. Mitigasi yang dapat dilakukan adalah dengan memastikan jadwal penyelesaian pembangunan Transmisi dan Distribusi sebelum COD proyek pembangkit. To accelerate the completion of delayed IPP. but in several locations land acquisition was still a problem due to absence of price deal. Risk of delayed project is possible to happen in 2011. dan tidak optimumnya pengoperasian IPP Asahan 3 akibat kendala operasional. Coordination with local government or higher regulator is necessary because such project needs a certain amount of land acquisition. Risiko keterlambatan penyelesaian pembangunan jaringan transmisi dan distribusi ke pusat beban Seiring dengan pembangunan pembangkit baru diperlukan pembangunan jaringan transmisi ke pusat-pusat beban. another impact is the application of take or pay article. The following steps can be taken: (i) continue previous year’s mitigation. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report An alternative of mitigation is by ensuring schedule of completion of transmission and distribution development before COD project. such as delayed project in PLTP Simpang Belimbing. namun dibeberapa lokasi belum dapat dilakukan pembebasan tanah dibebaskan yang dikarenakan tidak adanya kesepakatan harga. Ketiadaan jaringan transmisi untuk mengalirkan listrik ke pusat beban akan menimbulkan dampak berupa kehilangan potensi penjualan. Land acquisition problem in 2010 was solved through coordination between PLN and related stakeholder. agar COD beberapa proyek IPP yang delay dapat segera terselesaikan. (ii) cooperate with local government . antara lain PLTP Simpang Belimbing. langkah langkah yang akan dilakukan adalah: (i) melanjutkan mitigasi Purchase of electricity from IPP was not realized because in 2010 many IPP projects faced constraints. dan melakukan penyelesaian IPP terkendala sampai dengan amandemen kontrak. Lack of transmission network to bring electricity to load center will negatively affect sales potentials. it is necessary to build transmission network to load centers.124 Pembelian tenaga listrik dari IPP tidak tercapai. Dalam tahun 2010 masalah pembebasan tanah sudah dilakukan dengan baik antara PLN dengan stakeholder terkait. Khusus untuk pembangkit swasta (IPP) dampak lainnya adalah pengenaan pasal take or pay (TOP) dimana PT PLN (Persero) harus membayar atas energi listrik yang akan diproduksi tanpa sempat digunakan.

sehingga seluruh program penurunan susut bisa berjalan mulai awal tahun. akan diterbitkan pada awal tahun. Dalam tahun 2011 untuk mempercepat penyelesaian IPP yang tertunda akan dilakukan komunikasi yang efektif dengan pengembang untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi To accelerate the completion of delayed IPP. maka upaya pencapaian susut tahun 2010 mengemban makna penting berupa 1) Mempertahankan agar realisasi susut tetap single digit dan 2) Mengupayakan pencapaian yang lebih baik dari susut 2009. Risk of failure to achieve network loss target of 9. Laporan Pengelolaan Operasional Operational Report to form a team to solve the problems with local community. Risiko kegagalan pencapaian penurunan susut jaringan menjadi 9. In 2011 the investment budget related to network loss program will be issued at year beginning so that all network loss programs can start in the beginning of the year. (iii) conduct good communication and coordination with local government and community. Program kerja penurunan susut belum dapat dilaksanakan diawal tahun karena kendala pencairan anggaran investasi. Network loss work plan could not be implemented in the beginning of the year due to constraints in investment budget withdrawal. Pada tahun 2010 pencapaian susut belum mencapai target meskipun masih tetap single digit. in 2011 the Company will conduct effective communication with developers to manage problems 125 . Although still single digit. Pada tahun 2011 anggaran investasi terutama yang terkait dengan program penurunan susut. Melibatkan tokoh masyarakat yang berpengaruh akan memudahkan komunikasi dan koordinasi.41% Dengan telah tercapainya angka susut 2009 menjadi single digit. (iv) involve prominent public figures to gain effective communication and coordination. (iii) melakukan komunikasi dan koordinasi yang baik dengan masyarakat maupun pemerintah setempat (iv).41% The achievement of single digit network loss ratio in 2009 led to the importance of achievement of 2010 network loss targets of: 1) Keeping up the single digit ration. and 2) Striving to reach a better ratio than 2009’s.yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya (ii) menggandeng Pemerintah daerah setempat dengan membentuk tim untuk menyelesaikan masalah dengan masyarakat. network loss ratio in 2010 was not as targeted.

economic and social point of view. Ketersediaan listrik dalam jumlah yang cukup serta handal mutlak diperlukan. Ketepatan COD pembangkit PLTU FTP-1 maupun IPP sesuai dengan jadwal. Patronage partnership and community development can be focused on reducing political and social risks of blackout. . Risk of failure to meet existing power plants’ availability and reliability to sustain electricy supply to customers Company failure to maintain availability. COD of PLTU FTP-1 and IPP is to be on schedule. program Operation & Maintenance yang baik dan tepat waktu sangat diperlukan. because electricity has been a primary need for the community. However. dan jaringan yang tetap berdampak pada sosial ekonomi. to ensure reliability of electricity suppy in all units. Sistim komunikasi yang baik dengan stakeholder terus dilakukan dan ditingkatkan. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Political. tetapi pada pertengahan tahun keseluruhan unit sudah tidak ada pemadaman. Realization of power plants and network maintenance in 2010 did not reach the target due to postponement of power plant maintenance schedule. Operation & Maintenance pada sistim transmisi dan distribusi harus dilaksanakan sesuai dengan SOP yang ada. Realisasi pemeliharaan pembangkit dan jaringan pada tahun 2010 tidak mencapai sasaran yang disebabkan oleh penundaan jadual pemeliharaan pembangkit. dan sosial. ekonomi. dan efisiensi unit pembangkit existing juga dapat mengakibatkan terjadinya pemadaman. Untuk dapat mempertahankan ketersediaan dan keandalan unit pembangkit yang eksisting. Namun demikian masih ada pemadaman di beberapa lokasi yang diakibatkan oleh kerusakan trafo. Risiko kegagalan dalam memenuhi ketersediaan dan keandalan Unit pembangkit existing untuk mendukung pasokan energi listrik kepada pelanggan Kegagalan perusahaan mempertahankan ketersediaan. Pada awal tahun 2010 masih banyak unit yang mengalami pemadaman karena keterbatasan daya. dikarenakan fungsi listrik sudah menjadi kebutuhan pokok di masyarakat. economic and social risks of blackout in some regions in Indonesia In some areas. karena diatasi dengan sewa mesin. The capacity of rented machine needs to be maintained. there are still blackouts in several locations. Sufficiency and reliability of electricity supply is an absolute necessity. The blackout can result in a complex risk seen from political. Program kemitraan dan bina lingkungan bisa difokuskan untuk menurunkan resiko sosial politik akibat pemadaman. keandalan (EAF).126 Risiko politik. sewa mesin masih perlu dipertahankan bahkan ditingkatkan kapasitasnya. which resulted in some power power plants’ non operational as capacity (high derating) even damage. even enhanced. but there has been no more blackout since mid 2010 because the problem is solved through machine rental. hal ini berakibat pada pembangkit yang tidak dapat beroperasi sesuai kapasitas (derating tinggi) bahkan mengalami kerusakan. which are caused by transformer and network damage. many units still suffered from blackout due to power limitation. A good and timely Operation and Maintenance program is of utmost necessity for maintaining existing power plants’ availability and reliability. Good communication with stakeholders are to be preserved and improved. Pemadaman listrik tersebut dapat menimbulkan risiko yang kompleks ditinjau dari sudut pandang politik. Transmission and distribution operation and maintenance has to conducted in line with SOP. resulting in social economic impacts. In early 2010. dan sosial dari pemadaman listrik di beberapa daerah di wilayah Indonesia Pemadaman listrik di beberapa daerah di Indonesia tidak dapat dihindari dikarenakan ketidakmampuan perusahaan untuk mensupply listrik yang cukup dan handal ke pelanggan. blackout is unavoidable because the Company can not supply enough electricity to customers. Untuk menjaga keandalan pasokan energi listrik diseluruh unit. ekonomi. reliability and efficiency of existing power plants can result in blackouts.

Possible mitigation action is early negotiation with creditors for projects with indication of delay of physical work completion. and operating the power plants in accordance with SOP. Several causes of delay in the completion of 10. meningkatkan mutu kualitas pekerjaan. The negotiation is to reduce additional cost that will become company burden such as interest rates. among others: • Underperformance of project contractors • Internal miscommunication between the main contractor and sub contractors • Too many sub contractors • Shipping management • Payment outstanding due to change of law • Too short duration for project completion 127 . Risiko pertambahan biaya investasi pembangunan Proyek Percepatan Pembangkit 10.000MW PLTUs could be triggered by unavoidable additional works for completion.000MW PLTUs are. and other liabilities related to credit agreement. Risk of higher cost of investment on the construction 10. dan kewajiban-kewajiban lain yang berhubungan dengan penyelesaian perjanjian kredit Risiko pertambahnya biaya penyelesaian pembangunan PLTU 10. loan repayment period. increasing work quality.000 MW yang disebabkan keterlambatan penyelesaian konstruksi Memperhatikan perkembangan penyelesaian Proyek Percepatan Pembangkit 10.000 MW terjadi antara lain karena adanya pekerjaan tambah yang tidak dapat dihindarkan dalam penyelesaian pekerjaan.000 MW pada saat ini terindikasi adanya potensi penyelesaian proyek akan melampaui masa tenggang pinjaman.000 MW antara lain : • Performance pelaksana proyek tidak baik • Miskomunikasi internal antara main kontraktor dengan sub kontraktor • Jumlah Sub kontraktor terlalu banyak • Shipping Management • Outstanding pembayaran akibat perubahan peraturan PPh (Change of Law) • Duration penyelesaian proyek terlalu pendek To maintain availability and reliability of power plants. Negosiasi yang dilakukan adalah untuk mengurangi dampak biaya tambahan yang akan menjadi beban perusahaan seperti tingkat suku bunga. Laporan Pengelolaan Operasional Operational Report The risk of higher cost on the construction of 10.Untuk mempertahankan ketersediaan dan keandalan pembangkit maka perlu ditingkatkan kualitas pemeliharaan dengan menggunakan sprare part dengan kualitas yg baik. The impact of this delay is potential addition of financial burden if creditors disapprove the Company’s request to extend loan period or approve the request subject to new interest rates. serta pengoperasian pembangkit yang sesuai dengan SOP. Tindakan mitigasi yang dapat dilakukan adalah melakukan negosiasi dengan pihak kreditor sejak dini untuk proyek-proyek yang diindikasikan akan mengalami keterlambatan dalam penyelesaian pekerjaan fisiknya. Dampak dari risiko keterlambatan penyelesaian tersebut adanya potensi tambahan beban keuangan perusahaan jika para kreditor tidak menyetujui usulan perpanjangan masa tenggang pinjaman ataupun perpanjangan masa tenggang pinjaman disetujui dengan suku bunga baru. it is necessary to improve maintenance quality by utilizing good quality spare parts.000 MW Fast Track Power Plants due to delay in construction completion Current progress of the construction of 10.000MW Fast Track Power Plants indicates potential delay of project completion up to possible exceeding of loan grace period. Ada beberapa penyebab keterlambatan penyelesaian PLTU 10. jangka waktu masa pengembalian pinjaman.

000MW Fast Track Power Plants. (ii) intensify field supervising works. To reduce the risk of higher cost of investment on the construction of 10.128 PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Untuk mengurangi peluang terjadinya risiko pertambahan biaya investasi pembangunan Proyek Percepatan Pembangkit 10.000 MW. manajemen perusahaan mengusahakan secara optimal (i) pencapaian target commercial operation date (COD) dari masing-masing pembangkit melalui optimalisasi sumber daya yang dimiliki oleh Kontraktor EPC dan (ii) peningkatan pekerjaan pengawasan di lapangan serta (iii) melakukan komunikasi secara intensif dengan kontraktor. . the Company’s management strives to (i) meet the commercial operation date (COD) target of each power plant through optimal utilization of contractors’ resources. and (iii) conduct intensive communication with contractors.

000 (enam ratus miliar Rupiah) dengan. PLN’s bonds and sukuk ijarah are managed by experienced trustees and annually rated by international and national rating companies. such as construction of generating power plants. distribution network. PLN I Series A Year 1992 Bond of Rp300. selanjutnya diberlakukan tingkat bunga mengambang dengan perhitungan ratarata bunga deposito Rupiah berjangka waktu 6 (enam) bulan pada Bank-Bank Umum Milik Negara Republik Indonesia ditambah premi sebesar 1%.distribusi dan modal kerja. The bond’s yield was 19. PLN II Year 1993 Bond of Rp600. then on floating at the average interest rates of Rupiah six-month time deposits of Republic of Indonesia’s state-owned banks plus a premium of 1%.000 (six hundred billion rupiah) value and 7 (seven) years tenor which was mature and paid off on October 29.000.000. selanjutnya diberlakukan tingkat bunga mengambang dengan perhitungan rata-rata bunga deposito Rupiah berjangka waktu 6 (enam) bulan pada Bank-Bank Umum Milik Negara Republik Indonesia ditambah premi sebesar 0.50% per tahun. First and second year’s yield was 15.000 (three hundred eighteen billion four hundred thirty million rupiah) value and 5 (five) years tenor which was mature and paid off on April 7.000.PENERBITAN OBLIGASI BOND ISSuANCE Sejak 1992 PLN telah memanfaatkan pendanaan dari berbagai instrumen Pasar Modal dengan menerbitkan obligasi lokal. jaringan transmisi. The first 6 (six) months’ yield was 16% per annum. and working capital.000. Obligasi PLN III Tahun 1995 senilai Rp318. Obligasi PLN I Seri A Tahun 1992 senilai Rp 300.430. 2000.000.430. Bunga obligasi untuk 6 (enam) bulan pertama adalah sebesar 16% per tahun. jangka waktu 7 (tujuh) tahun yang telah jatuh tempo dan telah dilunasi pada tanggal 29 Oktober 2000. guaranteed notes dan sukuk ijarah untuk keperluan investasi pembangunan pembangkit.000.5% per annum. PLN III Year 1995 Bond of Rp318.5% per annum for the first six months. Obligasi PLN II Tahun 1993 senilai Rp600. 2.975%. Obligasi-obligasi yang telah diterbitkan adalah sebagai berikut: 1.000 (tiga ratus delapan belas miliar empat ratus tiga puluh juta Rupiah) dengan jangka waktu 5 (lima) tahun yang telah jatuh tempo dan telah dilunasi pada tanggal 7 April 2000. 1997. and then on floating at the average interest rates of Rupiah six-month time deposits of Republic of Indonesia’s state-owned banks plus a premium of 0. 3. transmission networks.000. Obligasi dan Sukuk Ijarah PLN yang telah diterbitkan dikelola oleh wali amanat yang berpengalaman dan setiap tahun dinilai oleh badan pemeringkat bereputasi internasional maupun nasional. 2000. Bunga obligasi untuk 6 (enam) bulan pertama adalah sebesar 19. and then on floating at the average interest rates of Rupiah six-month time deposits of Republic of Indonesia’s state-owned banks plus a premium of 1%. PLN has issued the following bonds: 1.000.5% per tahun. Laporan Pengelolaan Operasional Operational Report 3.000 (three hundred billion rupiah) value and 5 (five) years tenor which was mature and paid off on October 23. Since 1992 PLN has made use of various Capital Market instruments by issuing local bonds.000 (tiga ratus miliar Rupiah) dengan jangka waktu 5 (lima) tahun yang telah jatuh tempo dan telah dilunasi pada tanggal 23 Oktober 1997.000. Bunga obligasi untuk tahun pertama dan kedua sebesar 15. guaranteed notes and sukuk ijarah to fund investments.000. selanjutnya diberlakukan tingkat bunga mengambang dengan perhitungan ratarata bunga deposito Rupiah berjangka waktu 6 (enam) bulan pada Bank-Bank Umum Milik Negara Republik Indonesia ditambah premi sebesar 1%.975%. 2. 129 .

130 PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report 4.000 (six hundred eighty billion rupiah) value and 4 (four) years tenor which was mature and paid off on August 25. 5.000. Series C bond yield was determined based on 6 (six) months IRSOR plus a premium of 1.000 (one trillion rupiah) value and 5 (five) years tenor which was mature and paid off on August 21 and November 15.000. 2001.000 (satu triliun Rupiah) dengan jangka waktu 5 (lima) tahun yang telah jatuh tempo dan telah dilunasi pada tanggal 21 Agustus dan 15 Nopember 2001. PLN IV Year 1995 Bond of Rp680. Bunga untuk seri A ditetapkan dengan tingkat bunga tetap atas dasar Indonesia rupiah Currency Swap offer Rate (“IRSOR”) 5 (lima) tahun ditambah premi sebesar 1% per tahun. 4.000.25%.000.000.000.000. selanjutnya diberlakukan tingkat bunga mengambang yang akan ditetapkan bersama oleh Perusahaan dan Wali Amanat setiap 6 (enam) bulan. and then on floating at a rate collaboratively determined by the Company and the Trustee every 6 (six) months. Obligasi PLN IV Tahun 1995 senilai Rp680. Bunga untuk seri B ditetapkan berdasarkan rata-rata bunga deposito dalam valuta Rupiah berjangka 6 (enam) bulan ditambah premi tetap sebesar 1. 1999. Bunga obligasi untuk tahun pertama adalah sebesar 18% per tahun. Bunga untuk seri C ditetapkan berdasarkan IRSOR 6 (enam) bulan ditambah premi tetap sebesar 1. Obligasi PLN V Tahun 1996 senilai Rp1.000. . PLN V Year 1996 Bond of Rp1.000. The first year’s yield was 18% per annum.25%. 5.25%.000 (enam ratus delapan puluh miliar Rupiah) dengan jangka waktu 4 (empat) tahun yang telah jatuh tempo dan telah dilunasi pada tanggal 25 Agustus 1999. Series B bond yield was based on average interest rates of Rupiah six-month time deposits plus a premium of 1%. Series A bond yield was fixed based on the 5 (five) years Indonesian Rupiah Currency Swap Offer Rate (IRSOR) plus a premium of 1% per annum.000.

000.500. maturity on November 11. Bond yields are fixed and floating.000.25% per tahun. Series A bond yield was fixed for 10 (ten) years based on 10 (ten) years Rupiah swap of Asean Interest Rate Swap of Reuter page EROT plus a premium of 1.4%.000 (one trillion five hundred billion rupiah) principal value. Obligasi PLN VI Tahun 1997 Seri A. 2008 PLN VII Year 2004 Bond was rated Aa2id/Stable by PT Moody’s Indonesia.25% per annum. 7. PLN VI Year 1997 Bond Series A.000. 600. guaranteed notes dan sukuk ijarah untuk keperluan investasi pembangunan pembangkit. Obligasi PLN VII Tahun 2004 dengan nilai pokok sebesar Rp 1.000.Sejak 1992 PLN telah memanfaatkan pendanaan dari berbagai instrumen Pasar Modal dengan menerbitkan obligasi lokal.000 (six hundred billion rupiah) value. 10 (ten) years tenor.000 (satu triliun lima ratus miliar Rupiah) dengan jangka waktu 10 (sepuluh) tahun. Series B bond yield was based on average interest rates of 6 (six) months time deposits plus a fixed premium of 1.000. On December 31.distribusi dan modal kerja Since 1992 PLN has made use of various Capital Market instruments by issuing local bonds. Jatuh tempo tanggal 11 November 2014. Bunga Obligasi sebesar 12.500. Bunga obligasi terdiri dari bunga tetap dan mengambang. guaranteed notes and sukuk ijarah to fund investments.000 (enam ratus miliar Rupiah) dengan jangka waktu 10 (sepuluh) tahun dan jatuh tempo 8 Agustus 2007. Perusahaan membayar tambahan premi bunga sebesar 0. jaringan transmisi. 10 (ten) years tenor and maturity on August 8.25% untuk satu kali pembayaran bunga yang akan dibayarkan sesudah pelaksanaan RUPO. Bunga Obligasi Seri B ditetapkan berdasarkan rata-rata bunga deposito Rupiah berjangka 6 (enam) bulan ditambah premi tetap sebesar 1.000. payable after Annual General Meeting of Bondholders (“RUPO”). The Company paid additional premium of 0.4%. 6. Bunga Obligasi Seri A ditetapkan dengan tingkat bunga tetap selama 10 (sepuluh) tahun atas dasar swap Rupiah 10 (sepuluh) tahun dari Asean Interest Rate Swap dari Reuter page EROT. 2014 and yield of 12. PLN VII Year 2004 Bond of Rp1. 131 .4%. 2007. and working capital 6. distribution network.000. such as construction of generating power plants. Laporan Pengelolaan Operasional Operational Report 7. Pada tanggal 31 Desember 2008. obligasi PLN VII tahun 2004 memperoleh peringkat ”Aa2id/ Stable” dari PT Moody’s Indonesia.4%. Series B and Series C of Rp600.25% for one time yield payment.000. ditambah premi sebesar 1. Seri B dan Seri C dengan nilai Rp. transmission networks.

38%. This bond is guaranteed by the Company and its Subsidiary.75% and mature on June 21. The Syariah Ijarah was listed at Surabaya Stock Exchange and also registered at KSEI with a nominal value of Rp200.000. tingkat bunga 7.60% yang jatuh tempo pada tanggal 21 Juni 2016 dan Bunga Obligasi seri 3 dengan suku bunga sebesar 13.000 (twenty seven billion two hundred million rupiah) per annum. . PLN VIII Year 2006 Bond and Syariah Ijarah PLN I Year 2006 was rated idA+ by PT Pemeringkat Efek Indonesia on December 31. Majapahit Holding B. dengan nilai nominal SyariahIjarah sebesar Rp 200.200.75% yang jatuh tempo pada tanggal 21 Juni 2021. In conjunction with the above Bond’s public offering. PLN VIII Year 2006 Bond of Rp2. 2006.75% per annum. issued based on trustee agreement dated October 16. 10.000. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report 8.000.200. 2006 among .75% per tahun dan jatuh tempo tanggal 17 Oktober 2016. Belanda. and maturity on October 17.000. Series B yield is 13.200. 2011. Series A yield is fixed at 13. The Syariah Ijarah was offered at 100% of Ijarah fee balance which is paid 3 (three) monthly. Syariah Ijarah ini ditawarkan dengan nilai 100% (seratus persen) dari jumlah Sisa Fee Ijarah dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan dan pembayaran Cicilan Biaya Ijarah pertama akan dilakukan pada tanggal 21 September 2006 sedangkan pembayaran Cicilan Biaya Ijarah terakhir akan dilakukan pada tanggal 21 Juni 2016. obligasi PLN VIII tahun 2006 dan Syariah Ijarah PLN I tahun 2006 memperoleh peringkat ”idA+” dari PT Pemeringkat Efek Indonesia.000. 9. dan diterbitkan berdasarkan perjanjian waliamanat 10.200.000 (two trillion two hundred billion one hundred million rupiah) principal value.. Pada tanggal 31 Desember 2008.Tranch A : Nilai nominal US$ 450 juta dengan harga jual 99.60% and mature on June 21. anak perusahaan yang bertujuan khusus dan sepenuhnya dimiliki Perusahaan menerbitkan Obligasi Terjamin sejumlah US$ 1 miliar yang terdiri dari: .Tranch B : Nilai nominal US$ 550 juta dengan harga jual 98.Tranch A : Nominal value US$450 million. Bersamaan dengan penawaran umum Obligasi tersebut.000.V. 2016. Bunga dibayarkan setiap enam bulan sejak 17 April 2007 sampai dengan jatuh tempo Obligasi Terjamin. Obligasi Terjamin PLN I Tahun 2006 Pada tanggal 16 Oktober 2006. yield rate 7.100. Obligasi ini dijamin sepenuhnya oleh Perusahaan serta Anak Perusahaan. a specific purpose and wholly owned subsidiary of the Company issued a Guaranteed Note of US$1 billion value which comprised of: . 9.000. Guaranteed Note PLN I Year 2006 On October 16. Syariah Ijarah ini dicatatkan pada Bursa Efek Surabaya serta didaftarkan di KSEI. Ijarah fee installments of Rp27. Obligasi PLN VIII Tahun 2006 dengan nilai pokok sebesar Rp 2. Perusahaan juga melakukan penawaran umum SyariahIjarah PLN I Tahun 2006. 2016..000. The first installment was paid on September 21. 2021. 2007 up to maturity of the Guaranteed Note.Tranch B : Nominal value US$550 million. the Company also held the Islamic Bond Syariah Ijarah PLN I Year 2006 public offering. .25% per tahun dan jatuh tempo tanggal 17 Oktober 2011. 10 (ten) years tenor.132 8. Majapahit Holding B. Yield is payable every six months from April 17.000 (dua ratus miliar Rupiah) dengan jangka waktu 10 (sepuluh) tahun dengan Cicilan Fee Ijarah sebesar Rp 27.000 (dua puluh tujuh miliar dua ratus juta Rupiah) per tahun.97%.V.000 (dua triliun dua ratus miliar seratus juta Rupiah) dengan jangka waktu 10 (sepuluh) tahun dan 15 (lima belas) tahun. Bunga Obligasi seri A ditetapkan dengan suku bunga sebesar 13. 2016. selling price 99. yield rate 7.25% per annum.38%. tingkat bunga 7.100. 2006 and the last installment will be on June 21. 10 (ten) and 15 (fifteen) years tenor. selling price 98.000 (two hundred billion rupiah). Netherland. and maturity on October 17.97%. 2008.

133 . dan ”BB-” dari Standard and Poor’s. 2017 for Series A and July 10.000 (satu triliun lima ratus miliar Rupiah) dengan jangka waktu 10 (sepuluh) tahun dengan tingkat bunga sebesar 10.000. issuer. The first yield payment was already made on October 10. Pada tanggal 31 Desember 2008. and Deutsche Bank Trust Company Americas as trustee. Inc. 2007. dan ditawarkan dengan nilai 100% (seratus persen) dari jumlah Sisa Imbalan Ijarah. sedangkan pelunasan pokok Obligasi akan dilakukan pada tanggal 10 Juli 2017 untuk seri A dan 10 Juli 2022 untuk Obligasi Seri B .Series B Bond of Rp1.000 (one trillion two hundred billion rupiah) value. On December 31. Laporan Pengelolaan Operasional Operational Report 12.000 (three hundred billion rupiah).4% per annum.000. obligasi PLN IX tahun 2007 dan Sukuk Ijarah PLN II tahun 2007 memperoleh peringkat ”idA+” dari PT Pemeringkat Efek Indonesia. On December 31. 2017.rate from Standard and Poor’s. 11.200.4% per tahun.000 (tiga ratus miliar Rupiah).000.200. Sukuk Ijarah PLN II dicatatkan pada Bursa Efek Surabaya serta didaftarkan di KSEI. sedangkan pembayaran Imbalan Ijarah terakhir akan dilakukan pada tanggal 10 Juli 2017. Pada tanggal 31 Desember 2008. 1. guarantor. the first payment being made on October 10. Imbalan Ijarah dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan dan pembayaran Imbalan Ijarah pertama akan dilakukan pada tanggal 10 Oktober 2007. . Obligasi PLN IX Tahun 2007 dengan nilai pokok sebesar Rp 2.9% per annum.700. and BB.700.9% per tahun.000.000.Obligasi Seri A sejumlah Rp.000.000. Yield is payabel every 3 (three) months according to quarterly payment date.Series A Bond of Rp1. PLN IX Year 2007 Bond of Rp2. Inc. penjamin dan Deutsche Bank Trust Company Americas sebagai wali amanat. Sukuk Ijarah is due in 10 (ten) years with Ijarah Fee of Rp31.000.tanggal 16 Oktober 2006 antara penerbit.000.Obligasi Seri B sejumlah Rp.000 (tiga puluh satu miliar dua ratus juta Rupiah) per tahun.200.000. Sukuk Ijarah PLN II is listed at Surabaya Bursa Efek and registered at KSEI. 1. Bunga obligasi dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan sesuai dengan tanggal pembayaran bunga triwulan.000. Bersamaan dengan penawaran Obligasi PLN IX tahun 2007 Perusahaan juga menawarkan Sukuk Ijarah PLN II Tahun 2007 dengan jumlah nominal sebesar Rp 300. 2007 and the last payment on July 10.500. 15 (fifteen) years tenor. The benefit is payable every 3 months. obligasi terjamin ini memperoleh peringkat ”Ba3 Stable” dari Moody’s Investor Service.000. .000 (satu triliun dua ratus miliar Rupiah) dengan jangka waktu 15 (lima belas) tahun dengan tingkat bunga sebesar 10. yield rate 10.000. offered at 100% of Ijarah Fee balance. In conjunction with PLN IX Year 2007 Bond offering.000 (dua triliun tujuh ratus miliar Rupiah) yang terdiri dari: .000 (one trillion five hundred billion rupiah) value. Pembayaran bunga Obligasi pertama telah dilakukan pada tanggal 10 Oktober 2007.500. the Company also offered Sukuk Ijarah PLN II Year 2007 nominal value of Rp 300.000.000. 2008 this guaranteed bond received Ba3 Stable rate from Moody’s Investor Service. 2022 for Series B.000 (two trillion seven hundred billion rupiah) principal value which comprises of: .200.000. 11.000 (thirty one billion two hundred million rupiah) per annum. 12. 10 (ten) years tenor. 2008 PLN IX Year 2007 Bond and Sukuk Ijarah PLN II Year 2007 were rated ”idA+” by PT Pemeringkat Efek Indonesia. while payment of principals will be made on July 10. yield rate 10. Sukuk Ijarah ini berjangka waktu 10 (sepuluh) tahun dengan Imbalan Ijarah sebesar Rp 31.000.000.

2007 up to maturity date of the Guaranteed Note PLN II.000.000. dengan jangka waktu 30 (tiga puluh) tahun dan jatuh tempo tanggal 29 Juni 2037.Tranch B : Nilai nominal US$ 500 juta dengan harga jual 98.rate from Standard and Poor’s. 5 (five) years tenor.000.000.75% per tahun.000 (four hundred twenty five billion rupiah). 15. obligasi terjamin ini memperoleh peringkat ”Ba3 Stable” dari Moody’s Investor Service.000.000.586%. issued based on trustee agreement dated October 16.134 13. dan ”BB-” dari Standard and Poor’s. tingkat bunga 7. Bunga dibayarkan setiap 6 (enam) bulan sejak 28 Juni 2007 sampai dengan jatuh tempo Obligasi Terjamin PLN II.000. 2008 this guaranteed bond received Ba3 Stable rate from Moody’s Investor Service.000.875% per tahun. 2007. Obligasi Terjamin PLN II Tahun 2007 Pada tanggal 28 Juni 2007. 2037. Bunga dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan sampai dengan tanggal 9 Januari 2014.586%.015. Obligasi ini terdiri dari: 14.Series B Bond of Rp425.000 (empat ratus dua puluh lima miliar Rupiah) dengan jangka waktu 7 (tujuh) tahun dan tingkat bunga 15% per tahun.000 (tujuh ratus enam puluh miliar Rupiah) dengan PT Bank CIMB Niaga bertindak sebagai Wali Amanat. 2014.Obligasi Seri A sebesar Rp 1. Bunga dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan sejak 9 April 2009 sampai dengan 9 Januari 2016.Obligasi Seri B sebesar Rp 425. yield rate 15% per annum. Sukuk Ijarah PLN III Tahun 2009 pada 9 Januari 2009.000 (satu triliun empat ratus empat puluh miliar Rupiah) yang terdiri dari: . On December 31.000.000. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report 14.Tranch A : Nominal value US$ 500 million. di Belanda. yield rate 14.000.127%.440.875% per annum. Obligasi PLN X Tahun 2009 pada 9 Januari 2009 dengan jumlah nilai nominal sebesar Rp 1. 10 years tenor. 2009 at a nominal value of Rp760. Inc.Tranch A : Nilai nominal US$ 500 juta dengan harga jual 99. dengan nilai nominal sebesar Rp 760. in Holland issued a Guaranteed Note valued at US$ 1 billion which consists of: .000.000 (seven hundred sixty billion rupiah) with PT Bank CIMB Niaga as trustee.Series A Bond of Rp1. yield rate 7. Yield is payable every three months from April 9. PLN X Year 2009 Bond on January 9. Pada tanggal 31 Desember 2008. .25% per tahun. 30 (thirty) years tenor. Inc. 7 (seven) years tenor. and BB. 13.25% per annum.015. guarantor. This bond is guaranteed by the Company and its Subsidiary.000. 2009 at nominal value of Rp1. Yield is payable every six months effective from June 28. Obligasi Terjamin ini dijamin oleh Perusahaan dan Anak Perusahaan. dengan jangka waktu 10 (sepuluh) tahun dan jatuh tempo tanggal 28 Juni 2017. and mature on June 29. 2017. and mature on June 28. menerbitkan Obligasi Terjamin sejumlah US$ 1 miliar yang terdiri dari: .000. 2009 up to January 9. Majapahit Holding B. selling price at 99. Yield is payable every three months up to January 9. penjamin dan Deutsche Bank Trust Company Americas sebagai wali amanat.V.000.440. 2006 among issuer. selling price at 98.V. . 15. 2016.000 (one trillion four hundred and forty billion rupiah) which comprises of: . .000 (satu triliun lima belas miliar Rupiah) dengan jangka waktu 5 (lima) tahun dan tingkat bunga 14. Majapahit Holding B.Tranch B : Nominal value US$ 500 million.75% per annum.tingkat bunga 7.000 (one trillion fifteen billion rupiah). . and Deutsche Bank Trust Company Americas as trustee. Sukuk Ijarah PLN III Year 2009 on January 9.yield rate 7.127%.000. dan diterbitkan berdasarkan perjanjian wali amanat antara penerbit. Guaranteed Note PLN II Year 2007 On June 28. This bond consists of: .

.000 (empat puluh tiga miliar dua ratus tujuh belas juta lima ratus ribu Rupiah) per tahun. .000.Balance of Ijarah Fee is offered at maximum Rp87.050. Guaranteed Note PLN IV Year 2009 on November 4. Pada tanggal 31 Desember 2008. Obligasi PLN XI Tahun 2010. yang dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan sejak 9 April 2009 sampai dengan tanggal 9 Januari 2016.Seri B sebesar Rp 467. 2009 up to January 9. Obligasi Terjamin PLN IV Tahun 2009 pada tanggal 4 November 2009 sebesar USD 1.250.000.000. 2008. Yield is payable every 6 (six) months from February 8. except for the Bond Jumbo Certificate which was issued to registered on behalf of KSEI as proof of liabilities for the interest of bondholders.000. .000 (empat ratus enam puluh tujuh miliar Rupiah) dengan jangka waktu 7 (tujuh) tahun dengan imbalan ijarah sebesar Rp 70. offered at principal value.000. Ijarah Fee of Rp43. Guaranteed Note PLN III Year 2009 on August 3. Ijarah Fee of Rp70. 5 (five) years tenor.217.250. payable every three months from April 9.000. payable every three months since April 9.500.000 (delapan puluh tujuh miliar Rupiah) secara Kesanggupan Terbaik (Best Effort).000 dengan jangka waktu 10 (sepuluh) tahun dan tingkat bunga 8% per tahun.703.Sisa dari imbalan ijarah yang ditawarkan sebanyak-banyaknya Rp 87. Obligasi Syariah Ijarah PLN III Year 2009 was rated ”idAA-” by PT Pemeringkat Efek Indonesia. 2019. 16.000 (forty three billion two hundred seventeen million five hundred thousand rupiah) per annum.000.000 (tujuh puluh miliar lima puluh juta Rupiah) per tahun.75% per annum.000 (two trillion seven hundred three billion rupiah). tenor 10 (ten) years and yield rate 7.000 (seventy billion fifty million rupiah) per annum.000..000 (four hundred sixty seven billion rupiah). 2014.000.000 (two hundred ninety three billion rupiah). 2016.000. . yang dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan sejak 9 April 2009 sampai dengan tanggal 9 Januari 2014.000 dengan jangka waktu 10 (sepuluh) tahun dan tingkat bunga 7. 2020. 18.000 (eighty seven billion rupiah) based on the Best Effort.000 (dua ratus sembilan puluh tiga miliar Rupiah) dengan jangka waktu 5 (lima) tahun dengan imbalan ijarah sebesar Rp 43.000.000. Obligasi ini terdiri dari: .703. diterbitkan tanggal 12 Jan 2010 dengan jumlah pokok sebesar Rp2.75% per tahun. PT Bank CIMB Niaga Tbk bertindak sebagai Wali Amanat.Series B of Rp 467.000. 2010 up to January 20. Bunga dibayarkan setiap 6 (enam) bulan sejak 20 Januari 2010 sampai dengan tanggal 20 Januari 2020.Series A of Rp293. On December 31. This bond comprises of: 135 .000. Laporan Pengelolaan Operasional Operational Report 17.000.000.000. PLN XI Year 2010 Bond issued on January 12.Seri A sebesar Rp 293. 18. 2010 up to August 7. kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang diterbitkan untuk didaftarkan atas nama KSEI sebagai bukti hutang untuk kepentingan Pemegang Obligasi. Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat. 2009 at US$ 750. 17.500. 2009 up to January 9. Obligasi Terjamin PLN III Tahun 2009 pada tanggal 3 Agustus 2009 sebesar US$ 750.000.000. Yield is payable every 6 (enam) months from January 20. This bond was issued scriptless.050.000.000. Obligasi Syariah Ijarah PLN III tahun 2009 memperoleh peringkat ”idAA-” dari PT Pemeringkat Efek Indonesia. 16. . tenor 7 (seven) years.000.217.(dua triliun tujuh ratus tiga miliar Rupiah) yang ditawarkan dengan nilai 100% (seratus persen) dari jumlah pokok Obligasi.000. Bunga dibayarkan setiap 6 (enam) bulan sejak 8 Februari 2010 sampai dengan tanggal 7 Agustus 2019. 10 (ten) years tenor and yield rate 8% per annum.000.000. 2009 at USD1. PT Bank CIMB Niaga Tbk is the trustee. 2010 at principal value of Rp2.

Obligasi PLN Sukuk Ijarah IV.000.000. berjangka waktu 10 (sepuluh) tahun terhitung sejak Tanggal Emisi.000.783. This Sukuk Ijarah is issued scriptless.000. Total bond principals of Series B being offered is Rp1. Jumlah Pokok Obligasi Seri B yang ditawarkan adalah sebesar Rp1.000.783.000.000.000.000. diterbitkan tanggal 12 Januari 2010.. 2017.(dua ratus sembilan puluh tujuh miliar Rupiah) yang ditawarkan dengan nilai 100% (seratus persen) dari seluruh Sisa Imbalan Ijarah.000 (two hundred ninety seven billion rupiah) offered at 100% of remaining balance.000. Sukuk Ijarah diterbitkan dengan 2 (dua) seri sebagai berikut: • Series A : Fixed yield bond at 11.95% (sebelas koma sembilan lima persen) per tahun. with all balance of Ijarah Fee of Rp297.000. 2017. 19.55% (twelve point fifty five percent) per annum. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report 19.(sembilan ratus dua puluh miliar Rupiah) secara Kesanggupan Penuh (Full Commitment). except for the Bond Jumbo Certificate which was issued to registered on behalf of KSEI as proof of liabilities for the interest of bondholders. berjangka waktu 7 (tujuh) tahun sejak Tanggal Emisi.000. Total bond principals of Series A being offered is Rp920.000. issued on January 12..55% (dua belas koma lima lima persen) per tahun. Pembayaran Pokok Obligasi secara penuh dilakukan pada tanggal jatuh tempo Obligasi yaitu tanggal 12 Januari 2017. • Seri B: Obligasi dengan tingkat bunga tetap sebesar 12. 10 (ten) years tenor since emission date. PT Bank CIMB Niaga Tbk is the trustee. PLN Sukuk Ijarah IV Bond. kecuali Sertifikat Jumbo Sukuk Ijarah yang diterbitkan untuk didaftarkan atas nama KSEI sebagai bukti hutang untuk kepentingan Pemegang Sukuk Ijarah. Bond principal will be paid in full on bond’s maturity date on January 12.95% (eleven point ninety five percent) per annum.000. Sukuk Ijarah ini diterbitkan tanpa warkat. dengan seluruh Sisa Imbalan Ijarah sebesar Rp297.000 (one trillion seven hundred eighty three billion rupiah) based on full commitment. Bond principal will be paid in full on bond’s maturity date on January 12. Jumlah Pokok Obligasi Seri A yang ditawarkan adalah sebesar Rp920.000 (satu triliun tujuh ratus delapan puluh tiga miliar Rupiah) secara Kesanggupan Penuh (Full Commitment).136 • Seri A : Obligasi dengan tingkat bunga tetap sebesar 11. 7 (seven) years tenor since emission date.000 (nine hundred twenty billion rupiah) based on Full Commitment. 2010. This bond comprises of: . Pembayaran Pokok Obligasi secara penuh dilakukan pada tanggal jatuh tempo Obligasi yaitu tanggal 12 Januari 2020. • Series B: Fixed yield bond at the rate of 12. PT Bank CIMB Niaga Tbk bertindak sebagai Wali Amanat.

(seratus enam puluh tujuh miliar Rupiah) secara Kesanggupan Penuh (Full Commitment).(seratus sembilan belas juta lima ratus ribu Rupiah) per Rp1. 2020.000.• Seri A : Sukuk Ijarah dengan Imbalan Ijarah sebesar Rp119. at nominal of Rp2.000. Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat.000.000 (one hundred thirty billion rupiah) based on Full Commitment.000 (one billion rupiah) per annum.500. Full payment of all balance of Ijarah Fee will be paid on maturity of Sukuk Ijarah on January 12. issued on July 8. All balance of Ijarah Fee Series A being offered is Rp130.(seratus tiga puluh miliar Rupiah) secara Kesanggupan Penuh (Full Commitment).000 (two trillion five hundred billion rupiah) being offered at 100% of principal value.000 (one billion rupiah) per annum.500.000...500. diterbitkan tanggal 8 Juli 2010. dengan nilai nominal sebesar Rp2.(seratus dua puluh lima juta lima ratus ribu Rupiah) per Rp1. Pembayaran kembali seluruh Sisa Imbalan Ijarah secara penuh dilakukan pada tanggal jatuh tempo Sukuk Ijarah yaitu tanggal 12 Januari 2017. Seluruh Sisa Imbalan Ijarah Seri A yang ditawarkan adalah sebesar Rp130.000 (one hundred twenty five million five hundred thousand rupiah) per Rp1. Seluruh Sisa Imbalan Ijarah Seri B yang ditawarkan adalah sebesar Rp167. • Seri B : Sukuk Ijarah dengan Imbalan Ijarah sebesar Rp125. PLN XII Bond. This bond is issued as scriptless instrument.000.000.000 (one hundred nineteen million five hundred thousand rupiah) per Rp1.500.000.000.500..000. PT Bank • Series A : Sukuk Ijarah with Ijarah Fee of Rp119. 2017. • Series B : Sukuk Ijarah with Ijarah Fee of Rp125. Pembayaran kembali seluruh Sisa Imbalan Ijarah secara penuh dilakukan pada tanggal jatuh tempo Sukuk Ijarah yaitu tanggal 12 Januari 2020. tenor seven years effective since emission date.000. Obligasi PLN XII.000..000 (dua triliun lima ratus miliar Rupiah) yang ditawarkan dengan nilai 100% (seratus persen) dari jumlah pokok Obligasi. berjangka waktu 10 (sepuluh) tahun sejak Tanggal Emisi.000. tenor ten years effective since emission date. berjangka waktu 7 (tujuh) tahun sejak Tanggal Emisi.000.000.000.000.000. 20.000.000.(satu miliar Rupiah) per tahun.(satu miliar Rupiah) per tahun.000.000. 2010.000. Full payment of all balance of Ijarah Fee will be paid on maturity of Sukuk Ijarah on January 12.. 20.000. All balance of Ijarah Fee Series A being offered is Rp167.000 (one hundred sixty seven billion rupiah) based on Full Commitment.000.000.500.000. except for the Bond Jumbo Certificate which was issued to registered on behalf of KSEI as proof of liabilities for the 137 Laporan Pengelolaan Operasional Operational Report . kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang diterbitkan untuk didaftarkan atas nama KSEI sebagai bukti hutang untuk kepentingan Pemegang Obligasi.

Jumlah Pokok Obligasi Seri B yang ditawarkan adalah sebesar Rp 1. five years tenor effective since emission date.000 (five hundred billion rupiah) being offered at 100% of all remaining balance of Ijarah Fee.4% (ten point four percent) per annum.000. Bond principal will be paid in full at the bond’s maturity on July 8..000.. berjangka waktu 12 (dua belas) tahun terhitung sejak Tanggal Emisi.7% (sembilan koma tujuh persen) per tahun. PT Bank CIMB Niaga Tbk is the trustee.000 (six hundred forty five billion rupiah) based on Full Commitment.000.000.(lima ratus miliar Rupiah) yang ditawarkan dengan nilai 100% (seratus persen) dari seluruh Sisa Imbalan Ijarah. “Sukuk Ijarah PLN V Tahun 2010” dengan Sisa Imbalan Ijarah sebesar Rp500.000.(seratus enam puluh miliar Rupiah) secara Kesanggupan Penuh (Full Commitment). Pembayaran Pokok Obligasi secara penuh dilakukan pada tanggal jatuh tempo Obligasi yaitu tanggal 8 Juli 2015.000. Total bond principals being offered is Rp1.000. Pembayaran Pokok Obligasi secara penuh dilakukan pada tanggal jatuh tempo Obligasi yaitu tanggal 8 Juli 2022.(enam ratus empat puluh lima miliar Rupiah) secara Kesanggupan Penuh (Full Commitment). Seluruh Sisa Imbalan Ijarah untuk Sukuk Ijarah Seri A yang ditawarkan adalah sebesar Rp160.000. This bond comprises of: • Series A: Bond with fixed yield of 9..138 CIMB Niaga Tbk bertindak sebagai Wali Amanat.855..000. PT Bank CIMB Niaga Tbk bertindak sebagai Wali Amanat Sukuk Ijarah diterbitkan dengan 2 (dua) seri sebagai berikut: • Seri A: Sukuk Ijarah dengan Imbalan Ijarah sebesar Rp97.855. except for the Bond Jumbo Certificate which was issued to registered on behalf of KSEI as proof of liabilities for the interest of bondholders. 21.000. Obligasi ini terdiri dari: • Seri A: Obligasi dengan tingkat bunga tetap sebesar 9.(satu triliun delapan ratus lima puluh lima miliar Rupiah) secara Kesanggupan Penuh (Full Commitment).(sembilan puluh tujuh juta Rupiah) per Rp1.000. PT Bank CIMB Niaga Tbk is the trustee. .000.(satu miliar Rupiah) per tahun.000. Bond principal will be paid in full at the bond’s maturity on July 8.000.000.000. 2015. interest of bondholders.000.(ninety seven million rupiah) per Rp1.000.000. Pembayaran kembali seluruh Sisa Imbalan Ijarah secara penuh dilakukan pada tanggal jatuh tempo Sukuk Ijarah yaitu tanggal 8 Juli 2015. tenor five years effective since emission date.000. .000.7% (nine point seven percent) per annum. • Seri B: Obligasi dengan tingkat bunga tetap sebesar 10.000. 2022. berjangka waktu 5 (lima) tahun sejak Tanggal Emisi. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report 21.000..000.4% (sepuluh koma empat persen) per tahun. This bond comprises of two series as follows: • Series A: Sukuk Ijarah with Ijarah Fee of Rp97. Total bond principals being offered is Rp645.000 (one billion rupiah) per annum. Jumlah Pokok Obligasi Seri A yang ditawarkan adalah sebesar Rp 645. • Series B: Bond with fixed yield rate of 10. Payment of all balance of Ijarah Fee will be made in full at the maturity of Sukuk Ijarah on July 8. Total balance of Ijarah Fee for Sukuk Ijarah Series A being offered is Rp160. This Sukuk Ijarah was issued as scriptless instrument.000 (one trillion eight hundred fifty five billion rupiah) based on Full Commitment.000. kecuali Sertifikat Jumbo Sukuk Ijarah yang diterbitkan untuk didaftarkan atas nama KSEI sebagai bukti hutang untuk kepentingan Pemegang Sukuk Ijarah.000.000. twelve years tenor effective since emission date. berjangka waktu 5 (lima) tahun sejak Tanggal Emisi. 2015.000 (one hundred sixty billion rupiah) based on Full Commitment. Sukuk Ijarah PLN V Year 2010 Bond with balance of Ijarah Fee of Rp500. Sukuk Ijarah ini diterbitkan tanpa warkat.000.000.

000. Seluruh Sisa Imbalan Ijarah untuk Sukuk Ijarah Seri B yang ditawarkan adalah sebesar Rp340. Total balance of Ijarah Fee for Sukuk Ijarah Series B being offered is Rp340.000 (one billion rupiah) per annum.sedangkan obligasi PLN di pasar internsional mendapatkan peringkat BB dari Lembaga Pemeringkat Standard & Poor’s dan Ba1 dari Moody’s. tenor twelve years effective since emission date.000.• Seri B: Sukuk Ijarah dengan Imbalan Ijarah sebesar Rp104.000.(satu miliar Rupiah) per tahun. Pembayaran kembali seluruh Sisa Imbalan Ijarah secara penuh dilakukan pada tanggal jatuh tempo Sukuk Ijarah yaitu tanggal 8 Juli 2022.(seratus empat juta Rupiah) per Rp1.(tiga ratus empat puluh miliar Rupiah) secara Kesanggupan Penuh (Full Commitment).000. Seluruh obligasi PLN dipasar domestik tersebut mendapatkan peringkat AA+ dari Lembaga Pemeringkat Indonesia (Pefindo) .000 (one hundred four million rupiah) per Rp1.000.000. (Please also refer to Summary of Corporate Bonds) 139 Laporan Pengelolaan Operasional Operational Report .000.. while PLN bonds for international market received BB rate from Standard & Poor’s and Ba1 rate from Moody’s..000 (three hundred forty billion rupiah) based on Full Commitment. 2022..000. berjangka waktu 12 (dua belas) tahun sejak Tanggal Emisi. (Lihat juga tabel Daftar Ringkasan Efek Perusahaan) • Series B: Sukuk Ijarah with Ijarah Fee of Rp104. Payment of all balance of Ijarah Fee will be made in full at the maturity of Sukuk Ijarah on July 8.000.000.000.000.000. All of these domestic market’s PLN bonds have been rated AA+ by Indonesian Rating Agency (”Pefindo”).

Menjadikan pengelolaan lingkungan hidup sebagai sikap dan perilaku setiap lini manajemen dan individu karyawan perusahaan. b. Menjadikan kebijakan ini sebagai landasan untuk penetapan dan evaluasi pencapaian tujuan dan sasaran manajemen lingkungan. Mencegah pencemaran lingkungan dan degradasi keanekaragaman hayati serta melindungi keselamatan dan kesehatan kerja karyawan di wilayah kerja perusahaan. e. d. KESEHATAN KERJA DAN PERLINDUNGAN LINGKUNGAN WORK. Mendorong setiap unit kerja dan anak perusahaan terus menerus melakukan perbaikan kinerja sistem manajemen lingkungan. Upaya ini dilakukan secara menyeluruh dalam semua kegiatan penyediaan listrik oleh PLN baik itu instalasi Pembangkit. Mengendalikan aspek dan dampak penting lingkungan setiap kegiatan. PT PLN (Persero) telah menetapkan Kebijakan Lingkungan untuk mendukung Komitmen Perusahaan sebagai berikut: a. g. HEALTH-SAFETy AND ENVIRONMENT PROTECTION KEPEDULIAN TERHADAP LINGKUNGAN. Untuk menjabarkan visi tersebut. PT PLN (Persero) selalu berusaha untuk memperhatikan aspek lingkungan dalam menjalankan setiap kegiatannya. c. Transmisi/Gardu Induk dan Distribusi. sesuai dan menjadi pedoman dasar bagi manajemen lingkungan yang diterapkan secara spesifik di setiap unit kerja dan anak perusahaan. mengimplementasikan. Mendokumentasikan. f. PLN telah dan akan terus mengupayakan pengurangan pencemaran tanah. air dan udara oleh zat-zat polutan termasuk didalamnya adalah pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK). Menyediakan dan memfasilitasi sumber daya yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan dan memelihara kebijakan lingkungan ini sehingga setiap unit kerja. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report PLN (Persero) selalu berusaha untuk memperhatikan aspek lingkungan dalam menjalankan setiap kegiatannya .140 KESELAMATAN. memelihara dan mengkaji ulang secara periodik Kebijakan Lingkungan ini sehingga senantiasa relevan. proses dan produk dari berbagai unit kerja dan anak perusahaan. KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN (K2) DAN PERUBAHAN IKLIM LINGKUNGAN Sejalan dengan visi perusahaan yaitu Menjalankan Kegiatan Usaha yang Berwawasan Lingkungan. anak perusahaan dan para mitra kerja dapat menerapkan kebijakan ini secara bertahap dengan memperhatikan kemampuan perusahaan dan kondisi lingkungan setempat.

Laporan Pengelolaan Operasional Operational Report PLN constantly strives to be mindful of environment aspects in each of its activities 141 . water and air pollution caused by pollutants. subsidiaries and business partners can gradually apply this policy. ELECTRIC POWER SAFETY AND WEATHER CHANGE ENVIRONMENT In line with corporate vision to conduct business activities with environment concept. PLN has stipulated an Environment Policy that supports corporate commitment to: a. PLN constantly strives to be mindful of environment aspects in each of its activities. Document. fit and be the basic guidelines for environment management that specifically applied in all work units and subsidiaries. including reduction of greenhouse emission. These efforts are carried out in all electricity provision activities. process and product of all work units and subsidiaries. g. To specify the vision. also to protect employees’ work health and safety in corporate work place. e.CONCERN FOR ENVIRONMENT. PLN has been and will keep trying to reduce soil. which include installation. Control environmental aspects and important impacts in each activity. transmission/main station and distribution. Provide and facilitate resources needed for the implementation and reservation of this policy so that all work units. Avoid environment pollution and degradation of natural variety. c. Encourage all work units and subsidiaries to continuously improve environment management system performance. Make environment management the attitude and behavior of each management line and individual in the Company. f. b. reserve and review periodically this Environment Policy so that it is always relevant. Make this policy the basis to determine and evaluate achievement of environment management’s purpose and objective. d. implement. generating. in line with company capability and local environment condition.

Instalasi PLN secara rutin melaksanakan pengelolaan dan pemantauan lingkungan sesuai dengan dokumen lingkungan (AMDAL/UKLUPL). PLN memanfaatkan salah satu mekanisme protokol Kyoto yaitu Clean Development Mechanism (CDM) untuk mendapatkan kredit dari upaya penurunan emisi gas rumah kaca beberapa Management of Installation Environment To implement the above policy. cooperation with a university to study the advantages of pulverized coal. such as lender and community. Upaya untuk melestarikan lingkungan juga dilakukan dengan melakukan penghijauan pada area instalasi. Encourage development of community around unit works and subsidiaries as an effort to integrate the Company with local community. Besides. CDM . PT PLN (Persero) telah menetapkan aspek lingkungan sebagai salah satu unsur penilaian dalam kinerja unit bisnis PLN di seluruh Indonesia. to get a credit from greenhouse emission reduction efforts in several renewable energy based power plants. etc. j. Berparstisipasi dalam program Pemerintah untuk menurunkan emisi gas rumah kaca. Menjamin kebijakan ini senantiasa tersedia bagi pihak-pihak yang berkepentingan seperti pihak pendana (lender) dan masyarakat luas. j. managing integrated river flow area. Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan atau dikenal dengan PROPER yang dilaksanakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) tahun 2010 sudah dilaksanakan di 7 unit pembangkit dengan peringkat biru. WEATHER CHANGE MITIGATION ACTIVITIES PLN supports the government in the efforts to mitigate weather change by constructing renewable energy based power plants. Participate in government program to reduce greenhouse emission. PLN installations regularly conduct environment management and monitoring in accordance with the environment documents (“AMDAL/UKLUPL”). a. Through this performance scoring. Environment reservation efforts are also carried out through planting the installation area. the Clean Development Mechanism (CDM). i. melakukan pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) terpadu.142 h. Selain itu sebanyak 34 unit PLN yang tersebar di seluruh Indonesia sudah mendapatkan sertifikat ISO 14001 dan sebanyak 32 unit sudah mendapatkan sertifikat Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3). KEGIATAN PERUSAHAAN LINGKUNGAN DALAM BIDANG h. i. KEGIATAN TERKAIT MITIGASI PERUBAHAN IKLIM PLN turut mendukung program Pemerintah dalam upaya mitigasi perubahan iklim dengan membangun pembangkit listrik energi terbarukan seperti pembangkit tenaga panas bumi dan pembangkit tenaga air.” which was conducted by Ministry of Environment (“KLH”) in 7 power plants in 2010 resulting in blue rating. such as geothermal power plant and hydroelectric power plant. b. a. PLN utilizes one of the mechanisms in Kyoto protocol. Melalui penilaian kinerja ini. kerjasama dengan Universitas untuk melakukan kajian pemanfaatan abu batu bara dan lain-lain. b. PLN has made environment aspect one of performance scoring factors for all business units in all regions of Indonesia. Guarantee that this policy is constantly available for related parties. CORPORATE ACTIVITIES FOR ENVIRONMENT PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Pengelolaan Lingkungan Sekitar Instalasi Sebagai implementasi dari kebijakan tersebut di atas. Mendorong pengembangan masyarakat di sekitar unit-unit kerja dan anak perusahaan sebagai upaya menjadikan perusahaan sebagai bagian integral dengan masyarakat di sekitarnya. PT PLN (Persero) dapat mengevaluasi pemenuhan komitmen perusahaan dalam bidang lingkungan. PLN evaluates fulfillment of corporate commitment for environment. 34 PLN units throughout Indonesia have obtained the ISO 14001 certification and 32 units have obtained Work Health and Safety Management System certification. Assessment of Company Performance Rating in Environment Management program. known as “PROPER.

which are PLTP Kotamobagu 4 x 20 MW. Pembangkit energi terbarukan yang sedang dikembangkan sebagai proyek VCM adalah PLTA Renun. Several CDM projects being developed are: PLTP Kamojang IV. d. Selain melalui mekanisme CDM. PLTP Kamojang IV sudah ter-registrasi di UNFCCC sejak tanggal 16 Desember 2010 2. c. 3. sedangkan bagi negara berkembang mekanisme ini berkontribusi dalam upaya melaksanakan pembangunan berkelanjutan (sustainability development). PLN juga memanfaatkan mekanisme pasar karbon sukarela (Voluntary Carbón Mechanism/VCM) untuk mendapatkan insentif dari hasil penjualan karbon kredit pembangkit energi terbarukan. PLTA Renun dan PLTA Musi sedang menyelesaikan proses Verifikasi. PLTP Hululais 2 x 55 MW dan PLTP Sungai Penuh 2 x 55 MW sudah disampaikan ke UNFCCC tanggal 3 Desember 2010 is cooperation between developed countries that ratify the Kyoto protocol (ANNEX – 1 COUNTRY) with developing countries (Non ANNEX – 1 COUNTRY) in an effort to reduce greenhouse emission. a. Keuntungan CDM bagi negara maju adalah untuk memenuhi komitmennya dalam Protokol Kyoto. PLTP Lahendong II has entered the third period of NCG sampling and has done kWh meter calibration. Renewable energy power plants being developed under VCM project are PLTA Renun. Mekanisme CDM merupakan kerjasama antara negara maju yang telah meratifikasi protokol Kyoto (ANNEX – 1 COUNTRY) dengan negara berkembang (Non ANNEX – 1 COUNTRY) dalam upaya penurunan emisi gas rumah kaca. PLTA Genyem. perkembangan proyek CDM dan VCM sebagai berikut: 1. Prior Consideration of the CDM Form for 3 projects. 4. while for developing countries this mechanism contributes to sustainability development efforts. c. Pada tahun 2010. a.pembangkit energi terbarukan. PLTP Lahendong II. PLTA Sipansihaporas. PLTA Sipansihaporas and PLTA Musi. PLTA Renun and PLTA Musi are completing verification process. Prior Consideration of the CDM Form untuk 3 proyek yaitu PLTP Kotamobagu 4 x 20 MW. was delievered to UNFCCC on December 3. d. PLTA Genyem. 3.5 juta ton sampai dengan tahun 2012.5 million tons up to 2012. b. 2010 143 Laporan Pengelolaan Operasional Operational Report . PLTA Sipansihaporas. PLTMH Mongango. Besides CDM mechanism. Beberapa proyek CDM yang sedang dikembangkan PLN antara lain : PLTP Kamojang IV. The benefit of CDM for developed countries is fulfilling Kyoto protocol commitments. b. PLN also utilizes Voluntary Carbón Mechanism (VCM) to gain incentive from the selling of renewable energy power plant carbon credit. PLTP Lahendong II. 4. 2010 2. PLTP Hululais 2 x 55 MW and PLTP Sungai Penuh 2 x 55 MW. PLTA Sipansihaporas dan PLTA Musi. PLTMH Merasap and PLTMG Bontang with potential Certified Emission Reduction (CER) results of 2. PLTMH Lobong. PLTP Kamojang IV has been integrated with UNFCCC since December 16. PLTMH Lobong. PLTMH Mongango. PLTMH Merasap dan PLTMG Bontang dengan potensi Certified Emission Reduction (CER) yang akan dihasilkan sebesar 2. Progress of CDM and VCM projects in 2010 are as follows: 1. PLTP Lahendong II sudah melaksanakan NCG sampling periode ketiga dan sudah melaksanakan kalibrasi kWh meter.

Dago Pakar Incommer (Package 2. LOAN ADB 1982 – INO) NO. 1 KEGIATAN ACTIVITY IPDP yang berkelanjutan Sustainablility IPDP d. 1 KEGIATAN ACTIVITY b. Forestry Usage Permit 4 5 b. Upper Cisokan (World Bank) NO. LOAN ADB 1982 – INO) NO. tanggal 18 Oktober 2010 Sent to ADB on 18 October 2010 e. Step 1 d. Ijin penetapan lokasi 2. PLTM Ndungga (Package 2. LOAN ADB 1982 . LOAN ADB 1982 . tahap 1 IMA Report (Independent Monitoring Agency). tanggal 31 Desember 2010 Sent to ADB on 18 October 2010 e. 2010 Dalam tahap persetujuan Gubernur JABAR In approval proccess from West Java Government Dalam proses In proccess Dalam proses In proccess 2 3 Dokumen Environmental Impact Assessment (EIA) Environmental Impact Assessment Document Dokumen AMDAL (Revisi) AMDAL Document (Revision) Perizinan: Permit: 1. Ijin penggunaan kawasan hutan 1. PLTM Santong (Package 2. Loan ADB 1983 – INO) NO. PLTA Genyem (Paket 6. 2010 Selesai. Foreign funded projects a.INO) STATUS Sudah disampaikan ke ADB. tahap 1 IMA Report (Independent Monitoring Agency). Dago Pakar Incommer (Paket B2. PLTM Genyem (Package 6.144 TABEL PROGRESS KEGIATAN DI BIDANG LINGKUNGAN I. Proyek Pendanaan Luar Negeri a. Step 1 PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report c. 1 KEGIATAN ACTIVITY Laporan IMA (Independent Monitoring Agency) IMA Report (Independent Monitoring Agency) . LOAN ADB 1982 . Upper Cisokan (World Bank) STATUS Dalam proses penterjemahan In translating process Selesai. Loan ADB 1982 – INO) NO. LOAN ADB 1982 .INO) STATUS Dalam proses In proccess Laporan IMA (Independent Monitoring Agency). & telah diumumkan via website PLN dan Bank Dunia tanggal 22 Oktober 2010 Finish and announced through PLN website and world bank on October 22. PLTM Ndungga (Paket 2. Environmental Impact Assessment Document 2. PLTM Santong (Paket 2. & telah diumumkan di website PLN dan Bank Dunia tanggal 22 Oktober 2010 Finish and announced through PLN website and world bank on October 22.INO) STATUS Sudah dikirim ke ADB.INO) STATUS Dalam proses In proccess Laporan IMA (Independent Monitoring Agency). 1 KEGIATAN ACTIVITY Dokumen LARAP LARAP Document Dokumen Environmental Management Plan (EMP) Environmental Management Plan Document PROGRESS OF ENVIRONMENT ACTIVITIES I. 1 KEGIATAN ACTIVITY C.

LOAN ADB 1983 . 1 KEGIATAN ACTIVITY Penilaian Kinerja Lingkungan Environment Performance Assessment ENVIRONMENTAL PERFORMANCE ASSESSMENT UNIT STATUS Selesai tanggal 22 Oktober 2010 Finished on 22 October 2010 145 . 1 KEGIATAN ACTIVITY LARP Segment 6.Cibatu AMDAL SUTET 500 kV PLTU Indramayu Cibatu Document 1 2 Dalam tahap persetujuan Gubernur JABAR In process 3 i. Loan ADB 1983 – INO) NO.Serawak NO. T/L 150 kV Karang Joang – Tanjung Kuaro – Tanjung (Paket C3. KEGIATAN ACTIVITY Dokumen AMDAL PLTU Indramayu 2 x 1000 MW AMDAL PLTU Indramayu 2 x 1000 MW document Dokumen AMDAL SUTET 500 kV PLTU Indramayu . 1 KEGIATAN ACTIVITY LARAP transmisi LARAP transmission West Kalimantan . Ijin penetapan lokasi Environmental Impact Assessment Document i. Loan ADB 1983 – INO) NO. LOAN ADB 1983 . PLTU Indramayu baru 2 x 1000MW dan 500 kV Indramayu – Cibatu (JICA) NO. Jawa-Bali Crossing 500 kV NO. Dalam proses In proccess Laporan Pengelolaan Operasional Operational Report Interkoneksi Kalimantan Barat . T/L 150 kV Barikin .Cibatu (JICA) STATUS Dalam tahap persetujuan Bupati Indramayu In process h. 1 2 KEGIATAN ACTIVITY Ijin penggunaan kawasan hutan Forestry Usage Permit AMDAL j. 1 KEGIATAN ACTIVITY f. Java Bali Crossing 500 kV STATUS Surat Rekomendasi dari Gubernur Bali dan Gubernur Jatim sudah diterbitkan In process Dalam proses In proccess PENILAIAN KINERJA LINGKUNGAN HIDUP UNIT NO.INO) STATUS Dalam proses In proccess h.f.Serawak Interconnection STATUS Proses revisi Revision proccess j. T/L 150 kV Barikin – Tanjung (Paket C1. New Indramayu Steam Power Plant 2 x 1000MW and 500 kV Indramayu .7 g.Tanjung (Package C1.Tanjung (Package C3. T/L 150 kV Karang Joang .INO) STATUS Dalam proses In proccess Laporan IMA (Independent Monitoring Agency) IMA Report (Independent Monitoring Agency) g.Tanjung Kuaro .

146 PEKERJAAN LINGKUNGAN LAINNYA NO.UNIT PT PLN (PERSERO) PADA TAHUN 2010 NO. Monitoring of all installations’ RKL-RPL Implementation Documents Peningkatan Kapasitas Tata cara Pengadaan Lahan dan Penilaian Aset pada proyek dengan pendanaan Bank Multilateral dan Multinational. KECELAKAAN KERJA WORK ACCIDENT PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report 1 PLN Distribusi DKI PLN Distribution DKI PLN Distribusi Jabar & Banten PLN Distribution West Java & Banten PLN Wil Riau & Kepulauan Riau PLN Riau and Riau Island Region PLN Wil Kaltim PLN East Kalimantan Region PLN Wil Aceh PLN Aceh Region PLN Wil Kal Sel Teng PLN South Kalimantan and Central Kalimantan Region 1 2 2 3 4 1 1 1 5 2 . Improvement of Capacity of Area Procurement and Asset Assessment Administration for projects funded by multilateral and multinational banks Studi master plan potensi hydro power di Indonesia bidang lingkungan. JENIS KECELAKAAN TYPE UNIT PLN PLN UNIT ACCIDENT REPORT PT PLN (PERSERO) UNIT IN 2010 JUMLAH KEJADIAN NUMBER TANGGAL KEJADIAN DATE Mei 2010 May 2010 21 Juli 2010 21 July 2010 9 September 2010 20 Mei 2010 20 May 2010 9 September 2010 2 Nopember 2010 2 November 2010 31 Oktober 2010 31 October 2010 22 Nopember 2010 22 November 2010 I. 2010 3 Tahap finalisasi Being finalized 4 Selesai Done TABEL LAPORAN KECELAKAAN DI UNIT . Preparing emission factor baseline for Sumatera and Minahasa Systems OTHER ENVIRONMENT WORK STATUS Rutin Routine 1 2 Dilaksanakan tanggal 18 Oktober 2010 Done on October 18. KEGIATAN ACTIVITY Monitoring Dokumen Pelaksanaan RKL-RPL instalasi PLN seluruh Indonesia. Master plan study of hydropower potential for environment in Indonesia Penyusunan baseline faktor emisi Sistem Sumatera dan Sistem Minahasa.

Bali and Nusa Tenggara PLN P3B JB PLN Java Bali Transmission and Load Dispatcher Center PLN Kit Sumbagut PLN North Sumatra Power Plant 7 8 1 1 9 PLN Kit Indramayu PLN Indramayu Power Plant 3 II. KECELAKAAN INSTALASI EQUIPMENT ACCIDENT 1 PLN Distribusi Jateng & DIY PLN Central Java and Yogyakarta Distribution PLN P3B JB PLN Java Bali Transmission and Load Dispatcher Center 1 2 2 3 4 PLN Wil Kaltim PLN East Kalimantan Region PLN Wil Kalbar PLN West Kalimantan Region 1 1 III. JENIS KECELAKAAN TYPE UNIT PLN PLN UNIT JUMLAH KEJADIAN NUMBER 1 TANGGAL KEJADIAN DATE 3 Agustus 2010 3 August 2010 17 Agustus 2010 17 August 2010 28 Juli 2010 28 July 2010 6 Juli 2010 6 July 2010 28 Juli 2010 28 July 2010 28 Juni 2010 28 June 2010 3 Oktober 2010 3 October 2010 27 Agustus 2010 27 August 2010 Januari 2010 January 2010 19 September 2010 19 September 2010 10 April 2010 4 Desember 2010 4 December 2010 4 Mei 2010 4 May 2010 3 Desember 2010 3 December 2010 23 Desember 2010 23 December 2010 2 Agustus 2010 2 August 2010 26 April 10 26 April 2010 1 Nopember 2010 1 November 2010 2 Juni 2010 2 June 2010 3 Juni 2010 23June 2010 7 Desember 2010 7 December 2010 Laporan Pengelolaan Operasional Operational Report 6 PLN Pikitring Jawa. Bali dan Nusa Tenggara PLN Power Plant and Transmission Project Java. KECELAKAAN MASYARAKAT UMUM PUBLIC ACCIDENT 1 PLN Distribusi Jateng & DIY PLN Distribution Central Java & Yogyakarta 2 2 PLN Distribusi Jatim PLN Distribution East Java 2 3 PLN Wil Kaltim PLN East Kalimantan Region 6 147 .NO.

South-east Sulawesi and West Sulawesi Region 1 IV. KECELAKAAN DINAS ON DUTY ACCIDENT 1 PLN Distribusi Jatim PLN Distribution East Java 25 Maret 2010 25 March 2010 14 Oktober 2010 14 October 2010 20 Mei 2010 20 May 2010 2 2 PLN Distribusi Bali PLN Distribution Bali 1 PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report .148 4 PLN P3B JB PLN Java Bali Transmission and Load Dispatcher Center 3 15 Desember 2010 15 December 2010 9 Maret 2010 9 March 2010 17 Desember 2010 17 December 2010 11 Nopember 2010 11 November 2010 5 PLN Wil Sulselrabar PLN South Sulawesi.

PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALYSIS 150 152 168 189 190 204 207 207 207 208 208 TINJAUAN EKONOMI DAN PROSPEK USAHA Economy Review and Business Prospect TINJAUAN KINERJA Performance Review TINJAUAN KEUANGAN Financial Review KINERJA ANAK PERUSAHAAN Subsidiaries Performance INFORMASI MATERIAL Material Information TRANSAKSI MATERIAL DAN KEJADIAN LUAR BIASA Material Transaction and Extraordinary Events KEJADIAN LUAR BIASA Extraordinary Events TRANSAKSI BENTURAN KEPENTINGAN Conflict of Interest Transaction TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA Transaction With Related Parties PERUBAHAN PERATURAN DAN KEBIJAKAN AKUNTANSI Changes of Regulations and Reclassification Accounting Policies KEJADIAN SETELAH TANGGAL NERACA Subsequent Event 149 Laporan Pengelolaan Operasional Operational Report .

This condition leads to optimism of government that economic growth in 2011 will reach 6. ECONOMIC REVIEW Global economic recovery brings positively affects Indonesian economic condition. .4% menjadi Rp8.4% to Rp8. better than 2009’s 4. political stability and business trust brought Indonesia’s overseas debt to Ba1 (Moody’s) and BB+ with positive outlook (Standard & Poors). Meskipun inflasi naik pada kisaran 6.4%.5%. inflation was still stable.1%. The economic growth was on the back of stable interest rates and high consumer purchase. 4. stabilitas politik.21 miliar.5%. Kondisi tersebut membuat Pemerintah optimis bahwa pertumbuhan ekonomi di tahun 2011 akan mencapai 6. Suku bunga rujukan BI tetap terjaga di kisaran 6. banyak dipengaruhi oleh fluktuasi harga kelompok pangan akibat dari anomali cuaca. Central bank’s interest rates were maintained around 6. berdampak pada peningkatan peringkat utang luar negeri Indonesia menjadi Ba1 (Moody’s) dan BB+ dengan outlook positif (Standard & Poors).1% in 2010.991/US$ as at end 2010. 2010 inflation trend was mainly affected by food price fluctuation due to weather anomaly.21 billion. Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tumbuh sebesar 6.5% and currency reserve reached US$96.94%. GDP Indonesia grew 6. serta dukungan kepercayaan dunia usaha.150 TINJAUAN EKONOMI DAN PROSPEK USAHA ECONOMy REVIEW AND BuSINESS PROSPECT PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report TINJAUAN EKONOMI Membaiknya perekonomian dunia berdampak positif terhadap perekonomian Indonesia. Pada tahun 2010. Increasing investor trust strengthened Rupiah’s exchange rate by 4. Laju inflasi tahun 2010.991/US$ di akhir tahun 2010. This recovery of economic aspect. Although rose to around 6.5% dan cadangan devisa mencapai US$96. Membaiknya aspek ekonomi.4%.94%. lebih baik dari pertumbuhan tahun 2009. Pertumbuhan ekonomi nasional tersebut didukung oleh tingkat suku bunga yang terkendali dan belanja konsumen yang tinggi. namun masih terkendali. Meningkatnya kepercayaan Investor membuat Kurs Rupiah menguat 4.

yang membutuhkan tambahan pembangkit sekitar 3. Funding was sourced from internally generated funds.43 miliar. Dari sisi pendanaan. and investment incomes earned through export credits. Based on these needs PLN plans a power plant project for the next five years to provide two-thirds of national needs and the remainder will be provided through the participation of private institutions. dan pinjaman komersial lainnya melalui perbankan.2% per tahun. Pendanaan tersebut bersumber dari dana internal Perusahaan. In addition to the construction of the plants the Corporate is still required to invest in building transmission and distribution networks. the Corporate will make additional investments by making use of appropriate government support of Act No.000 MW setiap tahunnya. and other commercial loans through banks.000 MW annually. 19 of 2003. 151 .2% per year subsequently cause the need of additional generator about 3.PROSPEK USAHA Pertumbuhan GDP nasional per kapita yang terus meningkat. dengan tingkat pertumbuhan per tahun sekitar 6-7% menyebabkan naiknya konsumsi listrik sebesar 9. bonds. pembangunan pembangkit berikut jaringan transmisi dan distribusinya membutuhkan dana investasi yang relatif besar. perusahaan akan melakukan investasi tambahan dengan memanfaatkan dukungan pemerintah sesuai Undang-Undang Nomor 19 tahun 2003. These power plant thus require a relatively large investment funds and the amount of USD 21. dan investasi yang diperoleh melalui kredit ekspor. Pembahasan dan Analisis Manajemen Discussion and Management Analysis To meet the growing demand of electricity in the future.43 billion is the predicted sum of investment fund in order to run the project for the next five years. PLN masih memerlukan investasi untuk membangun jaringan transmisi dan distribusi. Untuk memenuhi pertumbuhan permintaan tenaga listrik di masa depan. Diperkirakan untuk lima tahun mendatang. Di samping pembangunan pusat pembangkit. Perusahaan membutuhkan dana investasi sebesar USD21. obligasi. Berdasarkan kebutuhan tersebut PLN merencanakan pembangunan proyek pembangkit tenaga listrik untuk lima tahun ke depan dengan menyediakan dua-per-tiga dari kebutuhan nasional dan sisanya disediakan melalui partisipasi pihak swasta. BUSINESS PROSPECT The increasing of GDP National per capita with growth rates around 6-7% per year resulted an escalation in electricity consumption valuing 9.

conducting campaigns on the reduced uses of electricity during the peak load. Perusahaan memiliki kendala untuk memenuhi pertumbuhan kebutuhan listrik masyarakat. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report • In order to improve customer service quality.Untuk daerah-daerah yang daya mampu pembangkitnya masih kritis. the Corporate conducts the following marketing efforts: . However. Dalam rangka meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan. Implementing Supply Side Management (SSM) to buy excess electricity generated from several private generators to meet the shortage of electricity supply from power plants owned by PT PLN (Persero). Effective and selective marketing initiatives have been undertaken by pertaining the good service quality. Upaya-upaya Perusahaan dalam mengatasi kendala tersebut adalah dengan: • Melaksanakan program Demand Side Management (DSM). due to limited power supply capacity.Melakukan kampanye pengurangan beban listrik pada waktu beban puncak. Pemasaran dilakukan secara aktif dan selektif dengan tetap mempertahankan mutu. pertumbuhan penjualan tenaga listrik meningkat sesuai dengan pertumbuhan kebutuhan listrik masyarakat.For areas that the power generator is still critical.giving discount packages to large scale industries and businesses that can convert their load from peak hours to non-peak hours. In its efforts in eliminating the problem. . karena keterbatasan kapasitas pasokan pembangkit khususnya pada waktu beban puncak.78% dari tahun 2009.30 TWh or increased by 9.387 customers or increased by 5. the new connection request for industrial segment can be provided with the record that they do not use electricity at peak load time (PLT).152 TINJAUAN KINERJA PERFORMANCE REVIEW PEMASARAN MARKETING Kinerja pemasaran PLN pada tahun 2010 menunjukkan pencapaian penjualan sebesar 147. meliputi: PT PLN (Persero) marketing performance in year 2009 achieved sales performance that reached 147.435. . the benefits and efficiencies. yang bertujuan untuk memangkas atau mengalihkan beban puncak dengan cara: . . . .387 pelanggan.78% compared to 2009. particularly at peak hours. the Corporate has been undertaking the following programs: • Implementing Demand Side (DSM) program which aims to peak load by: Management trim or shift . Corporate has been having constraints in its attempts to meet the growing electricity needs of the community.435.Memberikan paket diskon kepada pelanggan industri dan bisnis skala besar yang dapat mengalihkan bebannya dari waktu beban puncak ke waktu luar beban puncak. .The mechanism of energy conservation by encouraging people to economize on energy. keandalan dan efisiensi.45% dibanding tahun 2009 dan jumlah pelanggan sebanyak 42. Since 2006. meningkat 5. Sejak tahun 2006. Namun demikian. Perseroan melakukan upaya-upaya pemasaran.30 TWh atau meningkat 9.Mekanisme konservasi energi dengan mendorong masyarakat untuk melakukan penghematan energi. maka permintaan sambungan baru bagi pelanggan tarif industri dapat diberikan dengan catatan tidak menggunakan listrik pada waktu beban puncak (WBP). • Melaksanakan program Supply Side Management (SSM) dengan membeli kelebihan tenaga listrik yang dibangkitkan dari beberapa pembangkit swasta untuk memenuhi kekurangan pasokan tenaga listrik dari pembangkit milik PT PLN (Persero). Sales of electricity has sharply increased aligned with the growing needs of the society of electricity.45% compared to year 2009 and total number of customers 42.

• Providing special services using Service Level Agreement to substantial customers and applying electric power selling price based on mutual agreement. As an SOE engaging in the provision of electricity. The increased need of electricity as a result of higher levels of social welfare has been accompanied by industrial development in Indonesia. 10 IPPs operated in Java-Bali system with total installed capacity of 3. Up to year 2010. 5 IPPs in Batam with total installed capacity of 181 MW and 3 Ipps in Sulawesi with total installed capacity of 285 MW.761 MW. unit-unit akan membuat program penertiban sambungan listrik. 5 IPP beroperasi di Sumatera dengan kapasitas total sebesar 253 MW. the units will introduce stern measures to illegal users.70% of nation wide total installed capacity of 26. 5 IPPs in Sumatra with total installed capacity of 253 MW. the units shall conduct marketing through increasing product’s quality and reliability by changing above the prevailing prices. 153 . PLN bertugas menyediakan tenaga listrik bagi kepentingan umum yang kebutuhannya meningkat setiap tahunnya. Hal ini menyebabkan beberapa sistem kelistrikan di luar Jawa–Bali mengalami kekurangan pasokan daya.• • Memberikan pelayanan khusus atau Service Level Agreement tertentu kepada pelangganpelanggan besar dengan menerapkan harga jual tenaga listrik yang telah disepakati oleh para pelanggan tersebut. 1 IPP beroperasi di Kalimantan dengan kapasitas total sebesar 45 MW. 24 IPPs have operated with a total capacity of 4. Dari IPP yang sudah beroperasi. 1 IPP in Kalimantan with total installed capacity of 45 MW.997 MW. If technically possible. sebanyak 24 IPP telah beroperasi dengan total daya sejumlah 4. In order to protect the electricity selling to customers of high voltage (TT ) and customers of medium voltage (TM). PRODUKSI DAN PEMBELIAN TENAGA LISTRIK PRODUCTION AND PURCHASING ELECTRICITY Sebagai BUMN yang bergerak di bidang penyediaan tenaga listrik.997 MW. Hingga akhir tahun 2010.70% dari total kapasitas terpasang nasional sebesar 26. 5 IPP beroperasi di Batam dengan kapasitas total sebesar 181 MW. thus applying the Automatic Meter Reading (AMR) on all TT and TM. Pembahasan dan Analisis Manajemen Discussion and Management Analysis From the operating IPP. maka seluruh pelanggan TT dan TM diupayakan menggunakan automatic meter reading (AMR). while PLN’s ability to supply such increasing demand for electricity was limited. PLN is responsible for providing electricity power to meet the growing public needs every year.761 MW or about 17. 10 IPP beroperasi di sistem Jawa-Bali dengan kapasitas total sebesar 3. Jika dalam hal teknis memungkinkan. Untuk mengurangi jumlah sambungan liar.895 MW. and encouraged the Company to not only took the initiative to produce electricity from PLN-owned power plants but also from the leased power plant as well as by purchasing the electricity through PPA with some private parties or IPPs. sementara PLN memiliki keterbatasan dalam memenuhi peningkatan akan kebutuhan listrik tersebut. dan mendorong Perusahaan berinisiatif memproduksi listrik tidak hanya dari pembangkit listrik milik PLN sendiri melainkan dari pembangkit yang disewa Perusahaan dan pembelian tenaga listrik atau PPA dari pihak swasta atau IPP. eventually that has caused some of the outside Java-Bali electrical system experienced power supply shortage. To reduce illegal connections. atau sekitar 17. dan 3 IPP beroperasi di Sulawesi dengan kapasitas total sebesar 285 MW.895 MW. unitunit akan melaksanakan peningkatan produksi pemasaran melalui kualitas dan keandalan dengan harga di atas harga yang berlaku. • Dalam rangka pengamanan penjualan listrik kepada pelanggan tegangan tinggi (TT) dan tegangan menengah (TM). Peningkatan akan kebutuhan tenaga listrik sebagai akibat dari peningkatan tingkat kesejahteraan masyarakat diiringi juga oleh perkembangan industri di Indonesia.

12. 19. Jatim Paiton II. Jabar Sengkang.761 JUMLAH TOTAL . Drajat. 3. dan/and PT Drajat Geothermal Ind. Sumut Sebayak. 10. 23. Sulsel Paiton I. Sulawesi Tengah Kamojang. ulau Batam Panaran.220 AF b) (%) 72 85 90 80 85 83 PERIODE PERIOD 1998-2018 1999-2028 1997-2027 1998-2013 2000-2040 2000-2030 7. Pertamina and Magma Nusantara Limited PT Geo Dipa Energy PT Asrigita Prasarana PT Sumber Segara Primadaya PT Dalle Energy Batam PT Mitra Energi Batam PT Indo Matra Power PT Jembo Energindo PT Metaepsi Pejebe Power Generation PT Pusaka Jaya Palu Power PT Pertamina Geothermal Energi PT Cahaya Fajar Kaltim PT Dizamatra Powerindo PT Bajradaya Sentranusa PT CIpta Daya Nusantara Perum Jasa Tirta Aggreko International Project Ltd. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report 16. cevron Drajat Ltd. PERUSAHAAN COMPANY PT Cikarang Listrindo PT Energi Sengkang Chevron Geothermal Salak Ltd dan/and Dayabumi Salak Pratama Ltd PT Makassar Power PT Paiton Energy PT Jawa Power Pertamina. Jabar Wayang Windu. Sulsel Salak. 11. 5. Sulut Purwakarta. Jabar Pulau Batam 180 95 2000-2030 8. 6. Sumut Mobuya. Jabar Dieng. 18. 4. 14. PROYEK PROJECT Cikarang. Sulsel Cilacap. 22. 20. 2. Jabar Pare-pare. Sumsel Palu. 13. 220 60 150 90 85 85 80 80 84 90 65 80 80 90 72 90 90 80 80 2000-2042 2002-2044 2004-2024 2007-2037 2005-2016 2005-2016 2005-2017 2008-2011 2005-2025 2007-2032 2008-2038 2008-2038 2008-2038 2008-2038 2007-2027 2006-2011 2008-2011 Batubara Coal Gas Gas Gas Gas Gas Batubara Coal Panas bumi Geothermal Batubara Panas bumi Geothermal Tenaga air Water Tenaga air Water Tenaga air Water Gas 562 55 55 17 24 80 27 60 45 10 10 3 150 30 4. 24. pulau Batam Kawasan Industri Kabil. 15. Jateng Palembang. 21. Jateng Panaran. Jabar Embalut. 17. Texaco Drajat Ltd.230 1. Kaltim Sebayak. pulau Batam Gunung Megang. Jatim BAHAN BAKAR FUEL Gas Gas Panas bumi Geothermal MFO Batubara Coal Batubara Coal Panas bumi Geothermal Panas bumi Geothermal Panas bumi Geothermal INDEPENDENT POWER PRODUCERS IN OPERATION KAPASITAS CAPACITY (MW) 150 198 165 60 1. pulau Batam Panaran. 9. 1.154 INDEPENDENT POWER PRODUCERS DALAM TAHAP OPERASI NO.

477 38. The highest increase of electricity production comes from leases of power.194 156. hal ini sejalan dengan upaya untuk mengatasi pemadaman bergilir pada daerah krisis yang kurang pasokan daya.664 28.2 13.786 GWh or 8.5 2007 25.5 7.9%.804 133.797 GWh.3 14.0 2008 27.57 27. BAURAN ENERGI (%) In producing electricity.707 149.440 2008 113. PLN berusaha untuk mengoptimalkan bauran energi dengan tujuan untuk mengurangi penggunaan BBM secara optimal.257 142. On the other hand significantly increased use of water power caused by high rainfall in early 2010.28% dibandingkan tahun 2009 yang mencapai 156. Data rinci produksi tenaga listrik selama periode 5 (lima) tahun terakhir terdapat pada tabel di bawah ini.199 3. electricity production amounted to 169. Rincian bauran energi selama periode 5 tahun terakhir dapat dilihat pada tabel di bawah ini.Produksi tenaga listrik tahun 2010 sebesar 169.86 22.233 169.797 2010 123.8 2.7 7.06 6. PLN is committed to optimize the energy mix in order to reduce the oil fuel usage optimally.984 31. Realisasi bauran energi pada tahun 2010 menunjukkan perubahan dibanding tahun 2009.07 2010 19.2 27.437 2009 115. (%) ENERGY MIX SUMBER ENERGI Bahan Bakar Minyak Non Bahan Bakar Minyak Air Batu Bara Panas Bumi Gas Alam Beli 2006 27.24 18. ELECTRICITY PRODUCTION PRODUKSI (GWH) PRODUCTION (GWH) PRODUKSI Produksi Sendiri Pembelian Tenaga Listrik Sewa Diesel Total Produksi 2006 101.90 9.797 GWh. where fuel oil consumption decreased from the original 22.32 27.3 2. so that hydroelectric power can be operated in a maximum way.28% increased from 2009 which reached 156.169 5.639 2. dimana pemakaian bahan bakar minyak menurun dari semula 22.786 GWh mengalami kenaikan sebesar 8.4 13. Detailed data on production during the last 5 (five) years period can be reffered to the below table.9%.434 36.2 20.108 2007 107. Realization of the energy mix in the year 2010 experienced a change of the energy mix in 200. PRODUKSI TENAGA LISTRIK In 2010. sehingga pembangkit listrik tenaga air dapat dioperasikan secara maksimum.43 ENERGY RESOURCES Oil fuel Non-oil fuel Water Coal Geothermal Natural Gas Purchase 155 . Pembahasan dan Analisis Manajemen Discussion and Management Analysis Details of the energy mix for each energy source during the last 5 (five) years can be seen in the table below.5 22.59 23. Kenaikan tertinggi dari produksi tenaga listrik berasal dari sewa pembangkit. Di sisi lain pemakaian tenaga air meningkat signifikan yang disebabkan oleh tingginya curah hujan pada awal tahun 2010. this is in line with efforts to overcome the rolling outages in the crisis areas that are less power supply.340 31.51 2.06% to 19.00 18.50 2.7 6.0 21.6 28.786 PRODUCTION Company’s Own Production Electricity Purchase From Leased Generator Total Production Dalam memproduksi tenaga listrik.076 8.06% menjadi 19.389 4.9 2009 22.5 29.6 2.

609 CUSTOMER SEGMENT Residential Business Industry Public Total PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Pertumbuhan penjualan tenaga listrik pada tabel di atas memperlihatkan. Membaiknya kondisi perekonomian Indonesia.945 24.297 43.825 27.940 129.510 121. Hal ini seiring dengan upaya untuk meminimalkan daftar tunggu penyambungan baru melalui Gerakan Sehari Sejuta Sambungan. Akibatnya konsumsi tenaga listrik di sektor industri mengalami peningkatan.184 22.581 GWh.4 2009 134.825 46. which in turn increase industrial electricity consumption. ELECTRICITY SALES GROWTH URAIAN Penjualan Pertumbuhan SATUAN UNITS (Gwh) (%) 2006 112.7 2008 129.581 GWh. Di sisi lain.324 20.45% increase from 2009’s 134.31 2010 147. particularly household and industry. terutama pada kelompok pelanggan Rumah tangga dan Industri.969 7.297 GWh was a 9.926 47. .802 7.45 DESCRIPTION Sale Growth Komposisi penjualan tenaga listrik untuk periode 5 (lima) tahun terakhir adalah sebagai berikut: KOMPOSISI PENJUALAN TENAGA LISTRIK (GWH) Sales composition for the last five years is as follows: COMPOSITION OF ELECTRICITY SALES (GWH) KELOMPOK PELANGGAN Rumah Tangga Usaha/Bisnis Industri Umum Jumlah PENJUALAN TENAGA LISTRIK (GWH) ELECTRICITY SALES(GWH) 2006 2007 47.156 PERTUMBUHAN DAN KOMPOSISI PENJUALAN TENAGA LISTRIK ELECTRICITY SALES GROWTH AND COMPOSITION Penjualan tenaga listrik tahun 2010 sebesar 147.45% dibandingkan tahun 2009 sebesar 134. On the other side.204 8.019 2009 54. Sale growth table above shows that in 2010 industrial group grew significantly compared to last year. sehingga mendorong bangkitnya dunia industri di negara kita. dilakukannya penyambungan baru pada pelanggan Industri turut memberikan kontribusi bagi peningkatan penjualan tenaga listrik.581 4.297 GWh mengalami kenaikan sebesar 9.330 147.615 6.825 112. Electricity sales rose significantly in all customer groups.985 9. PERTUMBUHAN PENJUALAN TENAGA LISTRIK 2010 sales of 147. bahwa di tahun 2010 kelompok pelanggan Industri mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan dibandingkan tahun lalu. new connection for industry contributes to electricity sales growth.581 2010 59. mempengaruhi minat investasi. Peningkatan penjualan tenaga listrik yang signifikan ini terjadi pada semua kelompok pelanggan.609 5. This is consistent with the Company’s effort to minimize waiting list for new connection through the GRASSS program.607 134.246 2008 50.246 7.754 18.297 9.2 2007 121.157 50.019 6. Improving domestic economic affects investment appetite and encourages domestic industry.415 43.608 45.

40 2009-2010 8. yang diberlakukan terhitung tanggal 01 Juli 2010.73 5.14 CUSTOMER SEGMENT Residential Business Industry General Pembahasan dan Analisis Manajemen Discussion and Management Analysis TARIF TENAGA LISTRIK ELECTRICITY TARIFF Tarif Tenaga Listrik (TTL) yang merupakan komponen utama dalam pendapatan Perusahaan.04 2007-2008 6. Pemberlakukan Tarif Tenaga Listrik 2010 ini mempengaruhi pendapatan penjualan tenaga listrik dan besaran subsidi pemerintah. karena subsidi Electricity tariff.01 10.PERSENTASE KOMPOSISI PERUBAHAN TENAGA LISTRIK PERCENTAGE IN COMPOSITION OF ELECTRICITY SALES KELOMPOK PELANGGAN Rumah Tangga Usaha/Bisnis Industri Umum 2006-2007 8.68) 8.88 10. yakni untuk menghitung penjualan tenaga listrik. The electricity tariff used for the calculation of electricity bill to customers is year 2010 tarif (TTL 2010).16 11.49 8. was set by the Government and House of Representative (DPR). ditetapkan oleh pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). 2010. 7 Year 2010 which was effective from July 1. which is an important component in the Company’s revenues. Tarif Tenaga Listrik (TTL) yang digunakan untuk menghitung jumlah tagihan rekening listrik kepada pelanggan adalah TTL Tahun 2010 yang ditetapkan melalui Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral nomor 07 Tahun 2010.39 8. Effective implementation of TTL 2010 affects revenues from electricity sales and government subsidy for customers whose tariff class was below cost of goods sold. However. the amount of subsidy was not enough to meet PLN’s needs because the subsidy only amounted to the negative difference between average sales price (Rupiah/kWh) of each 157 .28 (3.91 5.35 9.73 2008-2009 9. which was stipulated in Regulation of Minister of Energy and Mineral Resources No.04 11. Pemerintah menerbitkan kebijakan pemberian subsidi bagi pelanggan yang tarif tenaga listriknya masih di bawah biaya pokok penjualan.86 8.45 3. Namun subsidi ini belum cukup memenuhi kebutuhan PLN.40 AVERAGE 2006-2010 8.14 10.25 4.

818 juta di tahun 2009.070 102. Pada tahun 2010 total pendapatan dari penjualan tenaga listrik mengalami peningkatan sebesar 14.380 22. This increase was due to the increase of electricity tariff which came into effect on July 1. 2010. REVENUE FROM ELECTRICITY SALES (BILLION RP) KELOMPOK PELANGGAN Rumah Tangga Usaha/Bisnis Industri Umum Total 2006 24. a 8.903 90.172 2010 36. PENDAPATAN PENJUALAN TENAGA LISTRIK ELECTRICITY SALES REVENUE Di tahun 2010.188 84. Kenaikan ini disebabkan oleh kenaikan Tarif Tenaga Listrik (TTL) yang mulai diberlakukan pada tanggal 1 Juli 2010.418 Juta. Based on Approval Letter of Budget Performance List (“DIPA”).988 14.074 27. BPP dihitung berdasarkan formula. termasuk tingkat susut jaringan dan distribusi yang ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral cq Direktorat Jenderal Listrik Pemanfaatan Energi. tariff class minus basic cost of electricity provision on the voltage (Rupiah/kWh) of each tariff class multiplied by sales volume (kWh) for each tariff class. the plafond for electricity subsidy for budget year 2010 has included the 8% margin above basic cost of provision.991 31.458 4.108.17% increase from Rp53.920 28.172 miliar di tahun 2009.875 25.358 2009 32.735 2007 27. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report PENDAPATAN PENJUALAN TENAGA LISTRIK (MILIAR RP) In 2010. dari Rp 90.408 33.719. the largest source of the electric power sales revenue still comes from the group of industrial and residential tariffs.621 7. Sales of electricity in detail can be seen in the following table.108.712 billion in 2009.974 miliar. Berdasarkan Surat Pengesahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) pagu tertinggi listrik subsidi listrik tahun anggaran 2010 sudah termasuk 8% margin diatas Biaya Pokok Penyediaan Tenaga Listrik.280 2008 32. Hasil penjualan tenaga listrik secara rinci dapat dilihat pada tabel berikut.446 70.974 CUSTOMER SEGMENT Residential Business Industry Public Total . naik 8.226 4.844 76.20% to Rp 102.418 million.364 5.719. in 2010 total revenue from electricity sales increased by 14.771 5. BPP was determined by Minister of Energy and Mineral Resources cq Directorate General of Electricity and Energy Utilization based on formula that included network loss and distribution. from Rp 90.815 14. Subsidy amount for 2010 was Rp58.17% dari Rp53.974 billion.058 15.818 million in 2009.158 ini diberikan hanya sebesar selisih negatif antara harga jual tenaga listrik rata-rata (Rupiah/kWh) dari masing-masing golongan tarif dikurangi biaya pokok penyediaan tenaga listrik (BPP) (Rupiah/kWh) pada tegangan di masing-masing golongan tarif dikalikan volume penjualan (kWh) untuk setiap golongan tarif. Besar subsidi yang diterima pada tahun 2010 adalah Rp 58. sumber pendapatan penjualan tenaga listrik terbesar masih berasal dari kelompok tarif industri dan rumah tangga.20% menjadi Rp 102.116 29.

702 DESCRIPTION Residential Business Industry Public Total 159 .655 46 931 35.844 4. CUSTOMER INCREASED URAIAN Rumah Tangga Usaha/Bisnis Industri Umum Total 2006 943. CUSTOMER GROWTH (%) 2006 2007 37.334 2008 36.340.78 Customers Numbers (Thousand) (%) Growth Jumlah Pelanggan (Ribu) Pertumbuhan (%) 35. Gerakan Sambungan 1.324 1.000 MW connection for industrial need.542 775 (18.636 1. mengalami peningkatan sebesar 5.28 2010 42.435 5. Hal ini disebabkan oleh adanya penambahan pelanggan sebesar 2.566. Reduction of total customers in other groups was due to change of tariff group as regulated in TTL 2010. Penambahan pelanggan terjadi sebagai hasil upaya Perusahaan untuk meminimalkan daftar tunggu penyambungan baru melalui Gerakan Sehari Sejuta Sambungan (GRASSS).528 19 48.505 2008 1.751 3.025 1.191.702 pelanggan pada akhir tahun 2010.802 48 1.531 105.43 2008 38.317.435. a Company program to minimize waiting list. Hal ini sebagai hasil pelaksanaan Gerakan Sehari Sejuta Sambungan.05 2009 40.273.357 2009 1. and economic recovery.168 40. This is the result of GRASSS program.912 49 1.582.472 718 63.78% increase from 2009 due to an addition of 2.334 4.599 2010 2. PERTUMBUHAN PELANGGAN (%) Total customers in 2010 reached 42.435 DESCRIPTION Household Business Industry Public Total Pembahasan dan Analisis Manajemen Discussion and Management Analysis Pada tabel dibawah terlihat bahwa penambahan pelanggan terbesar berasal dari kelompok pelanggan Rumah Tangga. Bisnis dan Industri. This addition was the result of GRASSS program.668 1.435. the 1.751) 324 60.975 1.317.264 (44.45 JUMLAH PELANGGAN (RIBU) NUMBER OF CUSTOMER (THOUSAND) URAIAN Rumah Tangga Usaha/Bisnis Industri Umum Total 2006 33.510.150 42.562 364 112. Namun demikian terjadi pengurangan pelanggan pada kelompok pelanggan Lainnya.702 customers at end of 2010.690 110. namun terjadi pengurangan pelanggan pada kelompok pelanggan Lainnya. while the other groups shows reduction.684 1. business and industry groups.387 pelanggan. 5.099 1.716 48 1.914 1.055 38.117 2010 39.844 2009 37.349 199.PELANGGAN DAN DAYA TERSAMBUNG CUSTOMER AND POWER CONNECTION Jumlah pelanggan pada tahun 2010 mencapai 42.305) 2.871 2007 1.224.074.387.000 MW bagi industri dan bisnis serta membaiknya perekonomian. hal ini disebabkan oleh perubahan pengelompokan tarif sesuai Tarif Tenaga Listrik 2010.78% dibandingkan tahun 2009.759 85. PENAMBAHAN PELANGGAN The table below shows that the largest number of customer addition is in household.117 3.611 47 992 37.751 2007 34.317.118 1.

160

Daya tersambung pada tahun 2010 mengalami kenaikan sebesar 4.545 MVA dari tahun sebelumnya, sehingga menjadi total 67.439 MVA. Peningkatan daya tersambung ini sangat berkaitan erat dengan penambahan pelanggan. Semakin banyak calon pelangganyangdapatdilayanipenyambungannya,maka semakin tinggi pula jumlah daya tersambungnya.
PERTUMBUHAN DAYA TERSAMBUNG (%)

Total connected power in 2010 increased by 4,545 MVA from previous year’s to 67,439 MVA. This increase is closely related to customer addition. The more customers served, the higher total connected power.

GROWTH OF CONNECTED POWER (%)

URAIAN Daya Tersambung Pertumbuhan

2006 53.317 5,13

2007 56.549 6,06

2008 60.086 6,25

2009 62.894 4,67

2010 67.439 7,23

DESCRIPTION Connected Power Growth

DAYA TERSAMBUNG (MVA)

CONNECTED POWER (MVA)

URAIAN Rumah Tangga Usaha/Bisnis Industri Umum Total

2006 26.100 10.254 13.292 3.669 53.317

2007 27.777 10.939 13.881 3.952 56.549

2008 29.335 11.942 14.531 4.278 60.086

2009 30.700 12.710 14.790 4.694 62.894

2010 33.202 13.772 15.566 4.899 67.439

DESCRIPTION Residential Business Industry Public Total

SARANA PENYEDIAAN TENAGA LISTRIK POWER SUPPLY FACILITY
Sarana penyediaan tenaga listrik yang dimiliki dan dikelola PLN meliputi pembangkit tenaga listrik, jaringan transmisi dan jaringan distribusi. Pembangkit tenaga listrik yang dimiliki perusahaan terdiri dari pembangkit dengan menggunakan tenaga air, diesel, gas, gas uap, panas bumi dan uap dengan komposisi terbesar adalah pembangkit menggunakan tenaga uap yang mencapai 34% dari total kapasitas. Penambahan kapasitas pembangkit tenaga uap berbahan bakar batubara belum dirasakan signifikan mengingat PLTU 2 Banten (Labuan) 2 x 300 MW, PLTU 1 Jateng (Rembang) 2 x 315 MW dan PLTU 1 Jabar (Indramayu) 2 x 330 MW yang masuk dalam Program Percepatan 10.000 MW. Tahap I yang menurut rencana sudah beroperasi tahun 2009 mengalami keterlambatan. Means of electricity supply that is owned and managed by PLN include power generation, transmission and distribution network. Power station consists of company-owned plants using hydro, diesel, gas, steam gas, geothermal and steam with the largest composition is to use steam power plant that reaches 34% of total capacity.

PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report

Additional power generation capacity of coal based steam power plant has not been considered significant considering Steam Power Plant 2 Banten (Labuan) 2 x 300 MW, Steam Power Plant 1 in Central Java (Rembang) 2 x 315 MW, Steam Power Plant 1 West Java (Indramayu) 2 x 330 MW, which all were included in the Fast Track Program. Phase I that was supposedly started operation in 2009 was being delayed.

Untuk PLTU Program Percepatan 10.000 MW yang berada di luar Jawa juga mengalami keterlambatan yang disebabkan oleh: • Keterlambatan penyediaan lahan yang berakibat kegiatan pelaksanaan tertunda, lokasi proyek harus dipindah. • Keterlambatan pembukaan L/C dan keterlambatan pembayaran diakibatkan ketidaksiapan pendanaan untuk proyek karena likuiditas PLN terpakai untuk menalangi pembayaran proyek-proyek di Jawa yang sudah mendesak. Proyek-proyek di Jawa tersebut didanai oleh pinjaman dari Cina tetapi dana tersebut belum siap pada saat diperlukan.

In the meanwhile outer Java Fast Track Program was also postponed due to the following reasons: • • The delays in acquisition of land resulted in delay of activities and relocation of projects; and The delay in L/C opening and in payment settlement, as the funding was not ready for financing the project, and instead was allocated for other urgent settlement for Java projects. Those Java projects were funded by China, but the funds were not ready when required.

Sarana penyediaan tenaga listrik yang dimiliki dan dikelola PLN meliputi pembangkit tenaga listrik, jaringan transmisi dan jaringan distribusi
Pembahasan dan Analisis Manajemen Discussion and Management Analysis

Means of electricity supply that is owned and managed by PLN include power generation, transmission and distribution network

161

162

Data perkembangan rinci dari sarana penyediaan tenaga listrik selama periode 5 (lima) tahun terakhir dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
KAPASITAS PEMBANGKIT (MW)

Information on detailed development of electricity supply facilities over a period of 5 (five) years can be seen in table below.
GENERATING CAPACITY (MW)

KELOMPOK PELANGGAN PLTA PLTD PLTG PLTGU PLTP PLTU Total

2006 3.529 2.954* 2.727 7.021 395 8.220 24.846

2007 3.501 2.968* 2.783 7.021 415 8.534 25.222

2008 3.504 3.020 2.496 7.370 415 8.764 25.571

2009 3.508 2.980 2.570 7.370 415 8.764 25.607

2010 3.523 3.268 3.224 6.951 439 9.452 26.895

POWER PLANTS Hydro Power Plant Diesel Power Plant Gas Power Plant Gas Steam Power Plant Geothermal Power Plant Steam Power Plant Total

Untuk menyalurkan tenaga listrik terutama dari pembangkit Proyek Percepatan 10.000 MW, maka di tahun 2010 PLN membangun proyek jaringan transimisi T/L 500 kV Jawa-Bali, T/L 150 kV luar Jawa Bali, proyek gardu induk 150 kV serta proyek jaringan interkoneksi. Di sisi jaringan distribusi, PLN telah membangun proyek jaringan distribusi tegangan menengah dan rendah 20 kV serta proyek gardu distribusi. Di tahun 2010, Perusahaan telah menandatangani 301 kontrak untuk peningkatan dan pembangunan transmisi baru dan gardu induk di Jawa dan luar Jawa.
PENYALURAN PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report

To supply electricity mainly from generating 10,000 MW Fast Track Project, then in 2009 PLN to build a transmission network project T/L 500 kV Java-Bali, T/L 150 kV outside Java and Bali, the project 150 kV substations and interconnection network project. In terms of distribution network, PLN has built a network project of medium and low voltage distribution and 20 kV distribution substation projects. In 2010, the Company had signed 301 contracts for upgrading and building new transmission and substations in Java and outside Java.
DISTRIBUTION

URAIAN Transmisi (kms) Gardu Induk (MVA)

2006 31.195 54.409

2007 31.612 54.649

2008 32.472 55.989

2009 34.949 63.375

2010 43.842 65.669

UNITS Transmission (kms) Diesel Generated Power Plant

SUSUT JARINGAN NETWORK LOSSES
Secara total, realisasi susut jaringan tahun 2010 mencapai 9,70%, dengan komposisi 2,25% untuk transmisi dan 7,64% untuk distribusi. Pencapaian susut jaringan ini lebih baik dari tahun 2009 yang sebesar 9,93%. Pada tabel di bawah terlihat bahwa angka susut jaringan telah menunjukkan ke arah perbaikan yang signifikan dari tahun ke tahun. In total, the actual transmission losses in 2010 reached 9.70%, with a composition of 2.25% to 7.64% for the transmission and distribution. The achievement of network losses has showed significant improvement compared to transmission losses in 2009 amounted to 9.93%. In the table below shows that network losses rate has shown a significant improvement in the direction from year to year.

Adapun upaya jangka pendek yang dilakukan Perusahaan untuk menurunkan susut non teknis adalah melalui peningkatan kualitas pembacaan pemakaian tenaga listrik, dengan cara : • melakukan pengawasan terhadap hasil baca meter, • membaca pemakaian tenaga listrik pelanggan potensial secara remote dengan menggunakan Automatic Meter Reading (AMR) yang dipasang pada pelanggan tersebut, • menertibkan pemakaian tenaga listrik kepada pelanggan yang melakukan pencurian tenaga listrik. Disamping usaha tersebut di atas, secara berkesinambungan Perusahaan berupaya menurunkan susut teknis melalui: • Pemasangan trafo sisipan dan penambahan jumlah Jaringan Tegangan Rendah (JTR), agar arus penghantar lebih kecil dan tegangan ujung menjadi lebih baik. • Pembentukan organisasi di cabang dan wilayah/ distribusi yang bertanggung jawab terhadap akurasi pengukuran pemakaian tenaga listrik. • Perolehan sertifikasi mutu ISO 9001 pada proses bisnis Pengelolaan Alat Pencatat Pemakaian (APP) tenaga listrik. • Penertiban Penggunaan Tenaga Listrik (P2TL), penertiban Penerangan Jalan Umum (PJU) dan penerangan reklame ilegal secara intensif • Pemeriksaan rutin pelanggan besar terhadap akurasi Current Transformer (CT), Potential Transformer (PT) dan wiring (pengawatan). • Pengukuran beban trafo dan penyeimbangan beban. • Peningkatan kemampuan dan kompetensi SDM melalui pelatihan reguler atau lokakarya (workshop).
SUSUT JARINGAN (%)

In addition to the above operations, the Company also continually seeks short-term decrease technical losses, by: • • monitoring the results of reading meters, reading of electricity consumption remotely potential customers using Automatic Meter Reading (AMR) that is placed on the customer, curb the use of electricity to customers who do the theft of electricity.

In addition to the above efforts, the Company continuously seeks reduce technical losses through: • Installation of insertion transformer and addition of the Low Voltage Network (JTR), for better smaller currents and voltages Conductor tip. • Establishment of organizations in branches and regions/distribution that responsible for the accuracy of measurement of electricity. • Acquisition of ISO 9001 quality certification for business process management tool Registrar Use (APP) of electricity. • Use of Electric Power Control (P2TL), control street lighting (PJU) and intensive illegal billboards lighting • Routine examination of the accuracy of current customers Transformer (CT), Potential Transformer (PT) and the wiring. • Transformer load measurement and load balancing. • Improved human resource capacity and competence through regular training or workshop.
NETWORK LOSSES (%)

Pembahasan dan Analisis Manajemen Discussion and Management Analysis

2006 Susut Transmisi Susut Distribusi Susut Jaringan % % % 2,26 9,18 11,45

2007 2,24 8,84 11,08

2008 2,17 8,29 10,67

2009 2,18 7,93 9,93

2010 2,25 7,64 9,70 Transmission Losses Distribution Losses Network Losses

163

164

TINGKAT LAYANAN - MUTU DAN KEANDALAN SERVICE - QUALITY AND REABILITY

PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report

Untuk meningkatkan layanan kepada konsumen dan sejalan dengan UU perlindungan konsumen, Perusahaan melaksanakan program peningkatan mutu layanan secara bertahap sesuai dengan kemampuan pendanaan, melalui kegiatan-kegiatan berikut : • Mengembangkan komunikasi mutu layanan kepada publik secara transparan. • Melakukan klasifikasi tingkat mutu layanan secara nasional. • Menjadikan tingkat mutu layanan sebagai dasar penyusunan kegiatan investasi.

To improve service to customers and in line with consumer protection laws, the Company implemented gradually the quality improvement service program in accordance with the financial capability, through the following activities: • Developing quality communication services to the public in a transparent manner. • Classifiy level of quality service nationwide. • Making the service quality level as the basis for the preparation of investment activity.

Tingkat keandalan mutu layanan diukur melalui jumlah frekuensi pemadaman yang dialami pelanggan selama setahun yang dinyatakan dalam System Average Interuption Frequency Index (SAIFI), dan berapa lama waktu pemadaman yang dialami pelanggan yang dinyatakan dalam System Average Interuption Duration Index (SAIDI). Program jangka pendek yang telah dilakukan Perusahaan untuk meningkatkan mutu layanan kepada pelanggan adalah : • Menunda jadwal pemeliharaan pembangkit. • Melakukan sewa genset. • Memanfaatkan excess power dari perusahaan yang memiliki pembangkit sendiri. • Melakukan relokasi mesin pembangkit dari daerah yang tidak mengalami kekurangan pasokan daya ke daerah yang mengalami kekurangan pasokan daya. • Menurunkan beban puncak dengan melaksanakan program demand side management. Dengan dilakukannya program jangka pendek tersebut, terlihat pencapaian angka SAIDI tahun 2010 sebesar 6,96 jam/pelanggan/tahun jauh lebih baik dari angka SAIDI tahun 2009 sebesar 16,70 jam/pelanggan/tahun, demikian pula dengan pencapaian angka SAIFI tahun 2010 sebesar 6,82 kali/pelanggan/tahun lebih baik dari angka SAIFI tahun 2009 sebesar 10,78 kali/pelanggan/tahun. Upaya berkesinambungan yang dilakukan Perusahaan agar terus dapat meningkatkan mutu layanan kepada pelanggan adalah : • Melengkapi manajemen dengan tools pemantauan gangguan penyulang guna mendorong kinerja penyulang yang lebih baik. • Meningkatkan peralatan proteksi, melakukan pembenahan pemeliharaan dan pengaturan alat proteksi agar di masa depan tidak terjadi lagi malfungsi. • Melakukan pembersihan Right of Way (ROW) secara efektif dengan memanfaatkan informasi peta pohon. • Melakukan pengawasan yang ketat terhadap kinerja trafo distribusi yang meliputi : pemeliharaan, penyeimbangan beban, pengurangan jumlah trafo yang berbeban lebih (overblast), trafo sisipan maupun relokasi, sekaligus mengurangi risiko kerusakan trafo.

Reliability of customer service is measured through blackout frequency occured to each customer in a year, which is depicted in System Average Interuption Frequency Index (SAIFI), and duration of blackout which is depicted in System Average Interuption Duration Index (SAIDI).

The Company conducted the following short term programs to improve customer service quality: • • • • Postpone power plant maintenance schedule. Rent generators. Utilize excess power from companies owning generators. Relocate generators from the areas with enough power supply to areas lacking power supply.

Reduce peak load through implementation of demand side management.

The result of the above short term programs was shown in SAIDI ratio in 2010 of 6.96 hour/customer/ year, which was much better than SAIDI ratio in 2009 of 16.70 hour/customer/year, and SAIFI ratio in 2010 of 6.82 times/customer/year, which was better than SAIFI ratio in 2009 of 10.78 times/customer/year.

Pembahasan dan Analisis Manajemen Discussion and Management Analysis

The Company conducts the following continuous programs to keep improving customer service quality: • Equip management tools to monitor feeder interruptions and to boost performance of feeders. • Improve protection tools, reorganize maintenance and protection tool schedule to prevent more malfunction. • Effectively clean Right of Way (ROW) to utilize the information of trees map. Improve control of distribution transformer performance through maintenance, load balancing, reduction of overblast, filling and relocation, also reducing transformer damage risk.

165

166

• •

Melaksanakan Program Perang Padam Jawa Bali yang dimulai pada semester II tahun 2010. Memasyarakatkan Gerakan Hemat Energi, yang sangat bermanfaat untuk menghindari meluasnya pemadaman.

• •

Begin the program to Totally Eliminate Rolling Blackout in Java Bali in second semester of 2010 Socialize Energy Saving Program to prevent extension of blackout.

Disamping upaya tersebut di atas, Perusahaan juga telah berusaha untuk mempercepat penyelesaian proyek pembangunan pusat pembangkit tenaga listrik 10.000 MW serta jaringan transmisi distribusi. 2006 SAIDI SAIFI jam/pelanggan/tahun hour/customer/year kali/pelanggan/tahun time/customer/year 27.01 13.85

In addition to the above efforts, the Company also accelerates the construction of 10,000 MW power plants and distribution transmission networks.

2007 28.90 12.77

2008 80.90 13.33

2009 16.70 10.78

2010 6.96 6,82

EFISIENSI EFFICIENCY
Upaya peningkatan efisiensi telah dilakukan sejak tahun 1999 melalui program-program berikut: • Penurunan susut jaringan. • Peningkatan efisiensi investasi. • Penyempurnaan sistem pemeliharaan. • Peningkatan efisiensi produksi pembangkit dengan menekan konsumsi bahan bakar/SFC pembangkit. • Penurunan tingkat persediaan dan penurunan siklus penagihan.
PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report

Efforts to increase efficiency have been conducted since 1999 through the following programs: • Decrease in transmission losses; • improvement of investment efficiency; • Completion of the maintenance system; • Improvement of production efficiency by pressing down the Specific Fuel Consumption (SFC) plant; and • Decrease in inventory levels and declining billing cycle. Implementation of efficiency improvement program is conducted through Efficiency Drive Program (EDP) with a target acquisition net gain & savings in eDp. In the form of intangible, the realization of the eDp is shown in the form of corporate cultural changes such as increasing desire to reduce the cost/budget without reducing the benefits gained, the increasing perception approach to business/commercial in the settlement of problems in the field, and the growing spirit of innovation and competition in contributing to the company.

Implementasi program peningkatan efisiensi tersebut dilakukan melalui Efficiency Drive Program (EDP) dengan target perolehan Net Gain & Saving/ penghematan EDP. Dalam bentuk intangible, realisasi EDP tersebut terlihat berupa perubahan budaya perusahaan seperti meningkatnya keinginan untuk menekan biaya/anggaran tanpa mengurangi manfaat yang diperoleh, meningkatnya persepsi pendekatan secara bisnis/komersial dalam penyelesaian masalah di lapangan, dan bertumbuhnya semangat inovasi dan kompetisi dalam memberikan kontribusi bagi perusahaan.

RISALAH PENILAIAN KINERJA MANAJEMEN MANAGEMENT PERFORMANCE
Mengacu pada Kep.Men.BUMN No. KEP-100/ MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002, tentang penilaian Tingkat Kesehatan BUMN, PT PLN (Persero) tergolong dalam kelompok BUMN infrastruktur. Pencapaian nilai tingkat kesehatan PLN sepanjang tahun 2010 mencakup 3 aspek, yaitu aspek keuangan, aspek operasional dan aspek administrasi masuk pada golongan perusahaan SEHAT dengan klasifikasi A. Referring to SOEs Ministry Decree no. Kep- 100/ MBU/2002 dated June 4, 2002, regarding assessment of credibility level of SOEs, PT PLN (Persero) is categorized in groups of state-owned infrastructure. The achievement of the level of PLN health throughout the year 2010 includes 3 aspects, namely financial aspects, operational aspect and administrative aspect is classified HEALTHY or grouped into A classification.

167

Pembahasan dan Analisis Manajemen Discussion and Management Analysis

108.235072 25.637 532.12 6.035. yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Osman Bing Satrio & Rekan .313.71 -21.668 10.168 TINJAUAN KEUANGAN FINANCIAL REVIEW Pembahasan dan analisis berikut mengacu pada Laporan Keuangan Konsolidasian Perusahaan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2010 dan 2009.946.071 84.314 11.622 12.834.086.758.399.347 -1.094 102.174 10.17 760. 2010 and 2009 audited by Registered Public Accountants Osman Bing Satrio & Rekan .81 14.447.716 678.765 9.719.418 53.486 2.539 9.954.558.508 149.257.175 12.172.275.21 33.44 -0.a member firm of Deloitte Touche Tohmatsu.203.973.537 4.355.144 90. The following discussion and analysis refers to the Company’s Consolidated Financial Statements for the years ended December 31.267.100 PERUBAHAN TAHUN 2010 & 2009 (%) YEAR TO YEAR 2010 & 2009 (%) 11.679 -182.531 2009 145.23 10.023 651.90 24.417 12.59 -2.222.660 -1. IKHTISAR LABA RUGI PROFIT AND LOSS KETERANGAN DESCRIPTION PENDAPATAN USAHA REVENUES Penjualan Tenaga Listrik Sale of Electricity Subsidi Listrik Pemerintah Government’s Electricity Subsidy Penyambungan Pelanggan Customer Connection Fees Lain-lain Others BEBAN USAHA OPERATING ExPENSES Bahan Bakar dan Pelumas Fuel and Lubricants PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report REALISASI (JUTA RUPIAH) REALIZATION (MILLION RP) 2010 162.20 58.847.727 25.75 6.900.52 10.39 Pembelian Tenaga Listrik Purchased Electricity Pemeliharaan Maintenance Kepegawaian Personnel Penyusutan Depreciation Lain-lain Others LABA (RUGI) OPERASI INCOME (LOSS) FROM OPERATIONS Penghasilan (Beban) Lain-lain Other Incomes (Charges) LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PROFIT (LOSS) BEFORE TAx Beban Pajak Tax Expenses LABA (RUGI) BERSIH PROFIT INCOME (LOSS) (1.190.512 9.108.60 .969 76.175 16.964.510 135.a member firm of Deloitte Touche Tohmatsu.31 32.375.363) 11.746 4.217.73 -6.786 7.003 13.286.818 8.867.

116.973. 2009 DESCRIPTION Electric Power Supply Enterprises Sale of Electricity Tariff 29.6 miliar sebagai akibat bertambahnya jumlah pelanggan. yakni peningkatan jumlah pelanggan.779 102. PLN receives subsidy from the Government.6 billion to more customer population. The addition of total 2. The largest contribution was from industrial and household groups. As total customers rose and new Electricity Tariff was applicable.858 22. more customer connections and the application of new Electricity Tariff since July 2010. Penambahan pelanggan sebesar 2. This subsidy is calculated as the negative difference between the average sales price of each tariff class minus basic cost of electricity provision of each tariff class (please refer to the explanation in “Government Electricity Subsidy”).224. 2009-2010. Sebagai akibat dari peningkatan jumlah pelanggan dan pemberlakuan Tarif Tenaga Listrik Tahun 2010.183 90. the (A Million Connection A Day) GRASSS program. Kelompok pelanggan industri dan rumah tangga memberikan kontribusi terbesar.100 Industry Household Business General Total Pendapatan yang berasal dari penyambungan pelanggan mengalami peningkatan sebesar 16.205 32. URAIAN Usaha Penyediaan Tenaga Listrik Penjualan Listrik Berdasarkan Golongan Tarif Industri Rumah Tangga Usaha Umum Jumlah 33.854 5.823 36.973. Sesuai dengan tugas awalnya sebagai pelaksana Public Service Obligation (PSO) di bidang penyediaan tenaga listrik. Hal ini seperti tampak pada tabel berikut : Tabel pendapatan menurut golongan pelanggan.380.690 customers was the result of. connection fees from customers. Revenues from customer connection rose by 16. maka jika dilihat lebih detail.PENDAPATAN Pendapatan PLN terutama berasal dari penjualan tenaga listrik kepada pelanggan. This increase was the result of higher number of customers. 2009-2010.620. and others.903.531 2010 REVENUES PLN’s revenues mostly come from electricity sales to customers. jasa penyambungan pelanggan dan Lain-lain. Revenue from electricity sales in 2010 rose 14. pendapatan dari seluruh kelompok pelanggan mengalami peningkatan.405 25. diantaranya merupakan hasil dari pelaksanaan program Gerakan Sehari Sejuta Sambungan (GRASSS).5 billion. Subsidi ini diperhitungkan berdasarkan pada selisih negatif antara harga jual rata-rata dari masing-masing golongan tarif dikurangi biaya pokok penyediaan tenaga listrik dari masing-masing golongan tarif. PLN mendapatkan subsidi dari Pemerintah. In line with its main duty as executor of Public Service Obligation in electricity provision. as shown in the following table.5 miliar.771.2% dari tahun 2009 menjadi sebesar Rp102. Kenaikan ini disebabkan oleh beberapa hal.172.7% from 2009’s to Rp769. (Lihat penjelasan “Subsidi Listrik Pemerintah”) Pendapatan dari penjualan tenaga listrik di tahun 2010 naik 14.224.407.2% from 2009’s to Rp102.069.624 7. Pembahasan dan Analisis Manajemen Discussion and Management Analysis Revenues based on customer groups.690 pelanggan .876. revenue from all customer groups also increased. 169 . peningkatan daya tersambung pelanggan dan pemberlakuan tarif Tenaga Lisrik Tahun 2010 sejak bulan Juli 2010.7% dari tahun 2009 yaitu menjadi sebesar Rp769. among others.973.

jumlah subsidi yang diterima PLN dari Pemerintah mencapai Rp58. menjadi sebesar Rp41.7 miliar.33%. Kenaikan pada sub akun ini terutama disebabkan oleh peningkatan biaya pembelian solar high speed diesel (HSD) sebesar 20. The largest components of operating expenses are fuel and lubricants expenses of 56.748.44% menjadi sebesar Rp84.108.5 billion. yakni peningkatan jumlah pelanggan. naik 8. beban pegawai dan pemeliharaan sebasar 15. more customer connections and the application of new Electricity Tariff since July 2010 Pada tahun 2010. pembelian tenaga listrik sebesar 16.973. a 8.170 Pendapatan dari penjualan tenaga listrik di tahun 2010 naik 14. Penyebab utama terjadinya kenaikan beban usaha di tahun 2010 adalah sebagai berikut: • Beban bahan bakar dan pelumas naik 10. PLN has made various efforts to lower oil fuel cost.44% to Rp84. Peningkatan ini terutama disebabkan naiknya harga minyak dunia.748. Significant causes of higher operating expenses in 2010 are explained below.23% dari tahun 2009. Berbagai upaya telah dilakukan PLN untuk menurunkan biaya bahan bakar minyak diantaranya The amount of subsidy received from the Government in 2010 reached Rp58.23% from 2009 to Rp Rp149. Komposisi beban usaha terbesar dalam penyediaan listrik adalah beban bahan bakar dan pelumas sebesar 56.1 miliar.4 billion.1 billion.108. This increase was the result of higher number of customers.5 miliar. This increase was mainly due to global oil price increase. OPERATING ExPENSES Operating expenses in 2010 rose 10.46% dari total beban usaha .46% of total operating expenses. peningkatan daya tersambung pelanggan dan pemberlakuan tarif Tenaga Lisrik Tahun 2010 sejak bulan Juli 2010 Revenue from electricity sales in 2010 rose 14.17% increase from 2009 subsidy amount. • Fuel and lubricants expenses rose by 10.8 billion for power plant fuel.8 miliar.1%. mostly due to the increase purchase of high speed diesel (HSD) of 20. such as through maximum operation PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report .108.1% to Rp41. electricity purchase expenses of 16. sebagai bahan bakar pembangkit. BEBAN USAHA Beban usaha di tahun 2010 naik 10.2% dari tahun 2009 menjadi sebesar Rp102. which already includes 8% margin for the Company.973. Kenaikan ini disebabkan oleh beberapa hal. personnel expenses and maintenance expenses of total 15. menjadi sebesar Rp149.4 miliar.190.91%.17% dari nilai subsidi di tahun 2009 dan subsidi ini telah memperhitungkan marjin perusahaan sebesar 8%.2% from 2009’s to Rp Rp102.33% .91%.190.108.7 billion.

3% to Rp11.8% menjadi sebesar Rp12.978.3% to Rp9. Biaya kepegawaian naik 32. Namun hal ini bersifat positif karena harga listrik yang dibangkitkan dari PLTA paling rendah dibandingkan dari pembangkit lain. In this subaccount. The increase was due to many maintenance activities on power plants and main stations as scheduled to ensure sustainability of supply. Peningkatan penggunaan gas sebagai bahan bakar pembangkit listrik.6 miliar akibat naiknya biaya jasa borongan dan pemakaian material selama tahun 2010.954.6 billion due to increased contractor fees and spare parts usage during 2010. Dari sub-akun ini biaya pajak pemanfaatan air permukaan (PPAP) juga mengalami peningkatan hingga sebesar 95% menjadi sebesar Rp234.3% menjadi sebesar Rp9.9 miliar.8 miliar.900. jasa produksi dan insentif prestasi kerja tahun 2009 yang dibayar dan dicatat di tahun 2010. but this was still positive because the cost of PLTA produced electricity is the lowest among other power producers. of non oil fuel power plants as an implementation of energy mix strategy. juga mengakibatkan naiknya biaya pembelian gas sebesar 18.9 billion. menjadi sebesar Rp11.8% to Rp12. mainly due to increases in employee benefits.4 billion.954.4 miliar terutama disebabkan oleh naiknya biaya program imbalan kerja. Higher gas utilization as power plant fuel also increased gas purchase cost by 18. Biaya tersebut naik karena PLN banyak melakukan pemeliharaan pembangkit dan gardu induk sesuai jadwal pemeliharaan untuk menjaga kelangsungan pasokan.900. water retribution also increased by 95% to Rp234. bonus and performance incentive of 2009 which was paid and accrued in 2010. • 171 .3%. Personnel expenses rose by 32.978. • Maintenance cost increased 24.Pembahasan dan Analisis Manajemen Discussion and Management Analysis • • dengan mengoperasikan semaksimal mungkin pembangkit berbahan bakar non minyak sebagai salah satu implementasi strategi bauran sumber energi pembangkit. Biaya pemeliharaan naik 24.8 billion.

39% to Rp13.4 billion.18 miliar.4 miliar.7 % from 2009.37% from 2009 to Rp753. 31 triliun. menurun sebesar 182. .7 billion in 2009 to Rp2.867.9 billion.9 billion in 2010.31 trillion.257.59% to Rp11. PLN’s Income before Tax in 2010 was down by 6.237.010. namun karena jumlah totalnya berada dibawah biaya bunga. karena menguatnya nilai tukar rupiah.172 • Pada tahun 2010 tidak terjadi peningkatan biaya pembelian tenaga listrik. which in turn showed a higher other income of Rp2.010.267. resulted from higher revenue increase than operating expense increase.257.577.2 billion.9 miliar. EBITDA juga mengalami peningkatan sebesar 21.0 billion.399.7 miliar di tahun 2009 menjadi sebesar Rp2.867. LABA SEBELUM PAJAK Sesuai dengan penjelasan sebelumnya mengenai beban lain lain maka laba sebelum pajak PLN di tahun 2010 turun sebesar 6. Lower gain on currency translation adjustments from Rp7. then in 2010 the Company recorded other expenses. • Penurunan keuntungan selisih kurs.0 miliar karena peningkatan pendapatan yang lebih besar dari peningkatan beban usaha. Perusahaan mencatatkan beban lain-lain. Interest income and others rose by 105. but because the total was less than interest expense.9 miliar. INCOME FROM OPERATION PLN’s operating income in 2010 increased 33. maka pada tahun 2010.39% menjadi sebesar Rp13. Penyebab timbulnya beban lain-lain adalah: • Pembayaran bunga dan kupon obligasi hingga sebesar Rp6.267.18% to Rp28. down by 182. LABA USAHA Laba usaha PLN tahun 2010 naik 33. OTHER ExPENSES PLN recorded other expenses of Rp1. • No increase in electricity purchase expenses because Rupiah was stronger.7 % dari tahun 2009 yang justru mencatatkan pendapatan lain-lain bersih hingga sebesar Rp2. EBITDA also rose by 21. dari sebesar Rp7.37% dibanding tahun 2009 menjadi sebesar Rp 753.18 billion.9 billion.9 miliar. PLN mencatat kenaikan pendapatan bunga dan lainnya sebesar 105.577. Components of other expenses are: • • Payment of bond coupons of Rp6.399. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report INCOME BEFORE TAx In line with other expenses.2 miliar.59% menjadi sebesar Rp11.18% ditahun 2010 menjadi Rp 28.237. BEBAN LAIN-LAIN PLN mencatat beban lain-lain bersih sebesar Rp1.

1 miliar di tahun sebelumnya.7 miliar.176 55. The main components of non-current assets are property.6 billion.1 billion in 2009.974.0 billion in 2009.3% 13. maka laba bersih PLN di tahun 2010 adalah sebesar Rp10.713.199 47. sebesar 0. restricted cash in banks and time deposits 0.9%.3% dibandingkan tahun 2009. construction in progress 32.60% from 2009 net income.560.600 per saham di tahun 2009.196.1 miliar di tahun sebelumnya.517. down by 2. NON-CURRENT ASSETS Total non-current assets as of 2010 year ended was Rp324. IKHTISAR NERACA SUMMARY OF BALANCE SHEET Seperti tampak pada ikhtisar neraca keuangan berikut. Total Kewajiban Perusahaan naik 14.9% increase from Rp141.792 333.7% dari posisi Rp333. down from Rp224.1 billion in 2009.086. ASET TIDAK LANCAR Jumlah aset tidak lancar Perusahaan pada akhir tahun 2010 mencapai Rp324.3 miliar atau naik 9.974. Total liabilities rose by 14.3% menjadi Rp219. Dengan laba bersih tersebut.600 per share in 2009.5 billion.974.9 miliar dari posisi Rp192.60% dari perolehan laba bersih di tahun 2009.076 PERUBAHAN CHANGES 10.490 2009 333. maka laba persaham PLN di tahun 2010 menjadi sebesar Rp218. increased 9.9%.9% menjadi Rp149.490 149.9%.7% serta beberapa akun yang jumlahnya kurang dari 0. or 10.560. Komposisi terbesar aset tidak lancar adalah aset tetap bersih sebesar 64.9% 14. turun 2.516.6 miliar dari posisi Rp141.713. 2010 reached Rp369.7% Pembahasan dan Analisis Manajemen Discussion and Management Analysis REMARKS Total Assets Total Equity Total Liabilities Non Current Liabilities Current Liabilities Adapun penjelasan pos-pos neraca utama yang menyebabkan perubahan tersebut diuraikan dalam beberapa bagian pembahasan sebagai berikut. Komposisi aset tidak lancar seperti tercantum pada tabel berikut. the Company’s total assets as of December 31.655.085 192. The following discussion explains changes in balance sheet. Sebagai akibat kenaikan laba.517.585. PLN’s net income in 2010 was Rp10.7 billion.3 billion. KETERANGAN Total Aset Jumlah Ekuitas Jumlah Kewajiban Jumlah Kewajiban Tidak Lancar Jumlah Kewajiban Lancar POSISI POSITION 2010 369.7% 5.086.585.7% increase from Rp333.3% to Rp219.9% 10.3% compared to 2009. and other accounts totaling of less than 0. 173 .713.9% dan rekening bank dan deposito yang dibatasi penggunaannya.7% 15. Composition of noncurrent assets is as shown below. As shown in the summary of balance sheet below. turun dari posisi sebesar Rp224.0 miliar di tahun 2009. 5.LABA BERSIH DAN LABA PERSAHAM Setelah dikurangi beban pajak.560. ekuitas Perusahaan naik 5.922 164.766. plant and equipment – net 64.319. Accordingly.713.196.rupiah per saham.585.7%.196.5% terhadap total aset tidak lancar. NET INCOME AND EARNINGS PER SHARE After reduction of tax. naik 10.746 369.5%.9 billion from Rp192.733.. Net income increase brought Company equity to Rp149.5 miliar.560.417. diikuti pekerjaan dalam pelaksanaan sebesar 32. total aset Perusahaan per 31 Desember 2010 mencapai Rp369.568 219.076 141.417.991 144.783. earnings per share in 2010 was Rp218.766 per share.

7% 9.4% REMARKS Property. Kenaikan terutama disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut: Property.583 -56.3 miliar. plant and equipment in 2010 year ended was Rp210.827 8.501 324.8% 10.9 billion.316 138.651.105 -25.868 106.0% 1.702.869 11.2% -67.985. yakni meliputi diantararanya: • Perbaikan dan pengadaan peralatan distribusi.587 3.853 145. • Repair and procurement of transmission equipment.434 1.1% dari posisi tahun 2009.286 36.402 juta tahun 2010 dan Rp 89.021.503 551.059 1.net of accumulated depreciation of Rp100.651. which were: • Repair and procurement of distribution equipment. plant and equipment .758 juta tahun 2009 Rekening bank dan deposito berjangka dibatasi penggunaannya Aset tidak lancar lain Jumlah Aset Tidak Lancar 2010 210.666.569.702.9 miliar atau naik 1.setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu nihil tahun 2010 dan Rp80.713.839.setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp 100.817 78.2% 2.502 296.3% PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Aset Tetap Aset tetap bersih pada akhir tahun 2010 tercatat sebesar Rp210.174 ASET TIDAK LANCAR (DALAM RP JUTA) NON CURRENT ASSET (IN RP BILLION) POSISI POSITION 2009 207.651. Pekerjaan dalam pelaksanaan Terjadi kenaikan sampai sebesar 36. Plant and Equipment Property.9% 27. mainly due to the following: . Kenaikan terjadi karena adanya penambahan aset tetap di tahun 2010 sebesar Rp2.210.612 PERUBAHAN CHANGES 1. menjadi sebesar Rp106.877 juta tahun 2009 Pekerjaan dalam pelaksanaan Properti investasi Investasi jangka panjang Aset pajak tangguhan Aset tidak digunakan dalam operasi Piutang pihak hubungan istimewa .758 million in 2009 Restricted cash in banks and ime deposits Other noncurrent assets Total Noncurrent Assets KETERANGAN Aset tetap .590.877 million in 2009 Construction in progress Investment properties Long-term investments Deferred tax assets Assets not used in operations Receivables from related parties . • Spare parts • General equipment • Land and building for main stations.5% 39.669.3 billion which resulted from realization of customer service improvement projects and network maintenance during 2010.net of allowance for doubtful accounts of nil in 2010 and Rp80. Construction in Progress Construction in progress increased 36. • Pengadaan instalasi dan mesin pembangkit • Pengadaan material suku cadang • Pengadaan perlengkapan umum dan • Penambahan areal tanah dan bangunan untuk digunakan sebagai area gardu induk. • Installation and power plants.684.839.1% 4.1% from 2009 to Rp106.417.839.985.4% increase from previous year.9 miliar. plant and equipment in 2010 of Rp2.4% dari tahun sebelumnya.299.278 1.569.402 million in 2010 and Rp89.407.9 billion or 1. Kenaikan aset tetap adalah akibat realisasi pada beberapa proyek peningkatan mutu layanan maupun pemeliharaan jaringan sepanjang tahun 2010 lalu.296 3.482.442 832.020 919. The increase was due to additional property. • Perbaikan dan pengadaan peralatan transmisi.

• More construction activities in the first phase of 10. 175 .• • • • Semakin intensifnya kegiatan pembangunan beberapa pembangkit listrik baru dalam rangka percepatan pembangunan pembangkit 10. Pelaksanaan proyek jaringan distribusi tegangan menengah dan rendah 20 Kv serta proyek gardu distribusi. receivables from related parties.407. yakni sebesar 67. sebagai akibat pembayaran angsuran sewa pembiayaan dan jaminan operasi yang dilakukan sesuai dengan kemajuan proyek. Construction of transmission projects T/L 500 Kv Jawa – Bali.8 billion. 2010.7 billion as at December 31. All projects recorded under construction in progress are estimated to be completed between 2011 and 2012.6 miliar. dicatat pada kelompok aset lancar. akun piutang pihak hubungan istimewa. PLTP Sarulla is a geothermal power plant project was was taken over by Unocal North Sumatera Geothermal Ltd on January 23. PLTGU Muara Tawar 2 x 100 MW Extension Project.2% dari posisi tahun sebelumnya.2%. • • • Seluruh proyek yang tercatat dalam akun pekerjaan dalam pelaksanaan ini diperkirakan selesai antara tahun 2011 dan 2012. Pembangunan proyek jaringan transmisi T/L 500 Kv Jawa – Bali.407. Restricted Cash in Banks and Time Deposits This account was down by 25% from 2009 to Rp2. 150 Kv main station project. PLTGU Muara Tawar 2 x 100 MW Extension Project.000 MW tahap pertama. Implementation of 20 Kv medium and low voltage distribution network project and distribution station project. 2004 under an acquisition price of US$60 million. proyek gardu induk 150 Kv serta proyek interkoneksi jaringan. PLTGU Tanjung Priok 740 MW Extension Project. menjadi tinggal sebesar Rp2.8 miliar. menjadi tinggal sebesar Rp551. Pembahasan dan Analisis Manajemen Discussion and Management Analysis Some part of receivables from related parties which was due within one year was recorded under current assets. to only Rp551. resulted from payment of lease installments and operation guarantee as scheduled in line with project progress. Pelaksanaan pekerjaan lanjutan pembangunan pembangkitan PLTP Sarulla 300 MW. Rehabilitation of PLTGU Muara Karang 2 x 200 MW and PLTU Suralaya 4 x 400 MW. dengan posisi per 31 Desember 2010 adalah sebesar Rp256. Rehabilitasi PLTGU Muara Karang 2 x 200 MW dan Rehabilitasi PLTU Suralaya 4 x 400 MW. Rekening bank dan deposito berjangka dibatasi penggunaannya Mengalami penurunan sebesar 25% dari posisi tahun 2009. and interconnection network project. amounted to Rp256. Piutang hubungan Istimewa Mengalami penurunan cukup siginifikan. Receivables from Related Parties This account was down by 67. Penurunan terutama disebabkan pelunasan yang dilakukan oleh PT Sumber Segara Primadaya (S2P) dalam rangka pembangunan PLTU Cilacap. PLTP Sarulla merupakan proyek pembangkitan listrik tenaga panas bumi yang pada tanggal 23 Januari 2004 diambil alih oleh Perusahaan dari Unocal North Sumatera Geothermal Ltd dengan harga perolehan US$ 60 juta.000 MW Power Plant Construction Fast Track program. This was primarily due to final payment from PT Sumber Segara Primadaya (S2P) for the construction of PLTU Cilacap.Bali. PLTGU Tanjung Priok 740 MW Extension Project. Continuation of construction of PLTP Sarulla 300 MW.7 miliar. Sebagian piutang hubungan istimewa yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun. T/L 150 Kv untuk luar JawaBali. T/L 150 Kv outside Java .6 billion. a significant decrease from previous year.

258 2.net of allowance for decline in value of Rp 98.6 miliar.2% dari posisi tahun sebelumnya.7%.8 billion.1% 67. Current Assets composition is shown in the table below.043. The components are Cash and Cash Equivalents 43.6 billion to Rp19.6 billion.6 miliar menjadi Rp19. Cash in 2010 consisted of cash in bank of Rp44.570 9.451 million in 2010 and Rp 341.880 826.176 ASET LANCAR Jumlah aset lancar Perusahaan pada akhir tahun 2010 mencapai Rp45. piutang subsidi listrik sebesar 20.907 256. CURRENT ASSET (IN RP BILLION) KETERANGAN Kas dan setara kas Investasi jangka pendek Piutang usaha setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu sebesar Rp 330.194 236.0% Total Current Assets Kas dan setara kas Posisi kas dan setara kas pada tahun 2010 naik sebesar Rp6. diikuti oleh persediaan sebesar 22.1% 23. Komposisi terbesar aset lancar adalah kas dan setara kas 43.844 PERUBAHAN CHANGES 51.451 juta tahun 2010 dan Rp 341.999.493 133.143. placed in foreign currency and Rupiah . (selanjutnya lihat uraian “Arus Kas”) Posisi kas pada tahun 2010 terdiri dari kas di tangan sebesar Rp44. 22. inventories 22. receivables on electricity subsidy 20.557 million in 2009 Prepaid taxes Prepaid expenses and advances Receivables from related parties 2.0% increase from 2009.673.204 million in 2009 Receivables on electricity subsidy Other receivables Inventories . menjadi sebesar Rp22.7% REMARKS Cash and cash equivalents Short-term investments Trade accounts receivable .740 45.196 1.204 juta tahun 2009 Piutang subsidi listrik Piutang lain-lain Persediaan .2 billion.7%.8 miliar atau meningkat sebesar 51. ditempatkan di rekening giro Cash and cash equivalents Cash and cash equivalents in 2010 was higher by 51.0 %. and several other accounts amounting to less than 7%.555.375 668. The increase of cash and cash equivalents mainly came from 2010 operating activities that were up by 289% from 2009 to Rp Rp22. ASET LANCAR (DALAM RP JUTA) CURRENT ASSETS Total current assets in 2010 reached Rp45.716.927.898 juta tahun 2010 dan Rp 94.3 billion (please refer to “Cash Flow” for further explanation).747 801.314 9.716.969.7% dan beberapa akun yang jumlahnya kurang dari 7% terhadap total aset tidak lancar.6% 9.673.580.net of allowance for doubtful accounts of Rp 330.7%.143.3 miliar.% dari posisi tahun 2009.setelah dikurangi penyisihan penurunan nilai sebesar Rp 98.474 478.7% Biaya dibayar dimuka dan uang muka Piutang istimewa pihak hubungan Jumlah Aset Lancar 22.721.2% -51.458 12.0% dibandingkan tahun 2009.901 8.969.715.1% 550.168 2.2 miliar atau naik 22.557 juta tahun 2009 Pajak dibayar dimuka PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report POSISI POSITION 2010 19. Komposisi aset lancar seperti tercantum pada tabel berikut.798 828. yang naik sampai sebesar 289.318 0 36.0%.716.2% or Rp6.875.739 2009 13. Kenaikan kas dan setara kas tersebut terutama berasal dari hasil aktivitas operasi tahun 2010.143.5% 9.358.898 million in 2010 and Rp 94.

akibat meningkatnya pasokan daya dari PLTA. Interest rates of these placements were between 6% and 13.299. Beberapa sub akun yang mempengaruhi kenaikan akun persediaan diantaranya adalah naiknya persediaan ”switchgear & jaringan”. Menurut kategori pelanggan.480. or 12. New connection target increased number of customers by 2. and Indonesian Armed Forces Rp515. ditempatkan diantaranya di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. which was lower because of power supply from PLTA.1% dari posisi tahun 2009. Placement of time deposits was with.4. Deposito berjangka sebesar Rp4. tranformator dan kabel.25% for foreign currency deposits.7 billion or 78.6 miliar.3 billion.1% dari tahun 2009. The Company gained interest income of Rp797. naik 12.8% of total cash and cash equivalents.358. pembatas dan kontrol”. government Rp170.4 billion. piutang BUMN sebesar Rp39. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. The largest component of inventory is fuel and lubricants. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.927. piutang Pemerintah sebesar Rp170. Kas dan setara kas Perusahaan dalam bentuk deposito.8% dari jumlah keseluruhan kas dan setara kas.690 juta pelanggan baru. Nilai persediaan terbesar adalah berupa persediaan bahan bakar dan pelumas.dalam mata uang asing maupun Rupiah sebesar Rp15. yang justru mengalami penurunan. which was due to addition of subsidy in line with the government’s electrification ratio increase program.7 miliar.927. Program penyambungan baru yang dicanangkan telah membuat jumlah pelanggan naik sebesar 2. Atas penempatan dana tersebut PT PLN (Persero) mendapatkan bunga antara 6%-13.6 billion. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Bukopin.417. Piutang subsidi listrik Mengalami peningkatan sebesar 9.3 miliar.2 miliar. Kenaikan disebabkan adanya penambahan subsidi seiring dengan program peningkatan rasio elektrifikasi yang dicanangkan oleh Perusahaan dan Pemerintah. By debtor. “alat ukur.1% from 2009 to Rp9.25% untuk deposito dalam mata uang asing.2% dari jumlah keseluruhan kas dan setara kas.1 billion or 21.480. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.7 billion. Dengan pola penempatan dana seperti tersebut diatas Perusahaan mendapatkan pendapatan bunga sebesar Rp797. current accounts of total Rp15. trade receivables consisted of public Rp2.25%. menjadi sebesar Rp9. sebagian besar diantaranya adalah pelanggan umum yang memerlukan subsidi.2% of total cash and cash equivalents.4.417.6 billion.299.1% from 2009 to Rp9.224. Trade Receivables Trade receivables in 2010 was Rp2.4 miliar.1 miliar atau sebesar 21. Time deposits amounted to Rp4.9% higher than 2009.6 miliar dan piutang usaha TNI dan Polri sebesar Rp515. piutang ini terdiri dari piutang umum sebesar Rp2.4 billion from the above placement.5% untuk deposito Rupiah dan 3.9% dari posisi tahun 2009. Pembahasan dan Analisis Manajemen Discussion and Management Analysis Inventory Inventory rose by 2. among others.4 miliar.7 miliar atau 78.0 billion. Piutang Usaha Piutang usaha Perusahaan pada tahun 2010 tercatat sebesar Rp2.690 million.5% for Rupiah time deposits and 3.224. menjadi sebesar Rp9.875.2 billion. Persediaan Mengalami peningkatan sebesar 2. Several sub-accounts that caused the inventory increase are switchgear and networking. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk and PT Bank Bukopin. state-owned companies Rp39. mostly are public customers entitled to the subsidy.25%.358. 177 .0 miliar.875. transformers and wire. meter recording device and control equipment. Receivables on Electricity Subsidy This account rose by 9.

662 (341. sesuai dengan tingkat kolektibilitas piutang. based on collectibility of payables. The Company’s collectibility of payables is as shown below: 2009 819. hal ini sejalan dengan penambahan jumlah pelanggan dan daya tersambung. ada piutang yang telah jatuh tempo lebih dari 360 hari. PLN continuously strives to settle payables over 360 days in compliance with prevailing regulations.347.555.2 billion.204) 2.1%.480.410 238.168 2009 2.875.555.2 miliar.655. bank loans and medium term notes of 22.204) 2. employee benefits .205. penerusan pinjaman sebesar 13.178 URAIAN Berdasarkan Langganan Umum Pemerintah Badan Usaha Milik Negara TNI dan Polri Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Bersih 2010 2. menjadi Rp164. PLN memiliki kebijakan untuk melakukan pemutusan aliran listrik jika ada keterlambatan pembayaran pada periode tertentu.079. Komposisi kewajiban tidak lancar meliputi diantaranya hutang obligasi sebesar 28.606 170.458 DESCRIPTION By Debtor Public Government State-owned Companies Indonesian Armed Forces Total Allowance for Doubtful Accounts Net Seluruh kategori piutang usaha tersebut mengalami kenaikan.990 3.575.875.896.676 1.3%.8%.205.451) 2.864 2. PLN terus berupaya menyelesaikan piutang-piutang yang telah jatuh tempo lebih dari 360 hari ini sesuai peraturan yang berlaku. some payable had been over 360 days late from due date so that the Company had to accrue some allowance for doubtful accounts of Rp330.971 1. PLN imposes a policy to terminate electricity supply after certain period of late payment.354 2.619 515. hutang bank dan kewajiban jangka menengah sebesar 22.451) 2.619 (330.3%.45 miliar.619 (330.1%. kewajiban imbalan kerja sebesar NON-CURRENT LIABILITIES Non-current liabilities as of 2010 year ended rose by 13.609. However.222 263.7% from previous year to Rp164.45 billion as of December 31.655. 2010. Namun demikian. two-step loans of 13.896. sehingga PLN harus menyisihkan sejumlah dana piutang ragu-ragu per 31 Desember 2010 sebesar Rp330.458 DESCRIPTION Not Yet Due 1 to 90 Days 91 to 60 Days More than 360 Days Total Allowance for Doubtful Accounts Net 2010 1.7% dibandingkan tahun sebelumnya.988 410.662 (341.380 3.8%.014 39.154 202. Adapun gambaran tingkat kolektibilitas piutang Perusahaan adalah sebagai berikut: URAIAN PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report All sub-accounts were higher due to more customers and connection.997 28.504 313.813 108.168 Belum Jatuh Tempo 1 s/d 90 Hari 91 s/d 360 Hari Lebih dari 360 Hari Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Bersih KEWAJIBAN TIDAK LANCAR Kewajiban tidak lancar pada akhir tahun 2010 meningkat sebesar 13. The component of non-current liabilities include bonds payable of 28.

705.000 Mw tahap 1.210 13.656.656.166.597 2.136 9.000 MW power plant construction fast track program.443.0 billion before reduction of portions 179 .649 36.net of current maturities 22.614 2. menjadi sebesar Rp46.937.579 138.962 PERUBAHAN CHANGES 22.1% 13.049.400.4% 53.9%.400.246.9% dari posisi tahun 2009.0 billion.656. The loan increased by 89.7% from Rp19.668 14.9% -100.046 0 16.803.176 19.297.7% -29.7% Two-step loans Government loans Lease liability Bank loans and medium term notes Bonds payable Electricity purchase payable Payable to related parties Employee benefits obligation Other payables Total Noncurrent Liabilities Pembahasan dan Analisis Manajemen Discussion and Management Analysis Hutang obligasi Posisi hutang obligasi jangka panjang hanya mengalami peningkatan sebesar 0.4 billion.016.6% dan beberapa akun lain dengan jumlah masing-masing kurang dari 7%.126. 53.199 19. Peningkatan terutama berasal dari pinjaman dalam rangka program percepatan pembangunan pembangkit 10.6% from 2009.776 144.7% dari nilai total sebesar Rp19.979.2% REMARKS Deferred revenue Deferred tax liabilities .783.397. 53.024 6.400.net Long-term liabilities .045 6.4% -1.363. Bank Loans and Medium Term Notes This account increased significantly.bersih Kewajiban jangka panjang .6 Bonds Payable Long-term bonds payable only increased by 0. Pinjaman ini meningkat 89. and also the Company issued some Rupiah mediumterm bonds. hutang sewa pembiayaan sebesar 8.494. lease liability of 8.539 23. KETERANGAN Pendapatan ditangguhkan Kewajiban pajak tangguhan .6% 0.443.setelah dikurangi bagian jatuh tempo dalam satu tahun Penerusan pinjaman Hutang kepada Pemerintah Hutang sewa pembiayaan Hutang bank dan surat hutang jk menengah Hutang obligasi Hutang listrik swasta Hutang pihak hubungan istimewa Kewajiban imbalan kerja Hutang lain-lain Jumlah Kewajiban Tidak Lancar 2009 8.4 miliar. Hutang bank dan surat hutang jangka menengah Mengalami peningkatan cukup besar.6 billion in 2009 to Rp36.9% -6.111.902.0% 17.6% and several other accounts totaling less than 7%.478 9.889.3% -31.885 98.362 46.6% dari posisi tahun 2009 menjadi sebesar Rp36.926 14.9% from 2009 to Rp46.395 164. This is because several bonds were due and paid in 2010. POSISI POSITION 2010 10.843 187.393 obligation of 9. mainly due to loans for the first phase of the 10.655.0% 6. pada tahun 2010 Perusahaan juga menerbitkan sejumlah obligasi jangka menengah panjang bernominasi Rupiah. to Rp36.248 46.0 miliar.358.9.9%. Hal ini selain karena adanya sejumlah obligasi yang jatuh tempo dan telah dibayar.

The loan was from various foreign banks. Penerusan Pinjaman Mengalami peningkatan sebesar 19.803.39% to Rp13. resulted from higher revenue increase than operating expense increase PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report miliar di tahun 2009 menjadi sebesar Rp36. Peningkatan terjadi dalam rangka program percepatan pembangunan pembangkit 10.0 billion. maturing within one year.803.889.180 Laba usaha PLN tahun 2010 naik 33. Two-Step Loans Rose by 19.0 miliar. The Export-Import Bank of China and syndication of Barclays Bank PLC with China Development Bank and various local banks. The Export-Import Bank of China dan sindikasi Barclays Bank PLC dengan China Development Bank serta berbagai bank dalam negeri.0 miliar karena peningkatan pendapatan yang lebih besar dari peningkatan beban usaha PLN’s operating income in 2010 increased 33.000 Mw tahap 1. this account represents the Government’s non-collateral overseas loan which is used to finance PLN projects.39% menjadi sebesar Rp13. . sebelum dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun.000 MW power plants construction fast track.3% from 2009 to Rp22.6 billion.267.6 miliar. Pinjaman berasal dari berbagai bank luar negeri yakni Bank of China Limited.3% dari posisi tahun 2009 menjadi sebesar Rp22. which are Bank of China Limited. Akun ini merupakan pinjaman luar negeri Pemerintah Republik Indonesia yang tidak diikat jaminan dan diteruskan kepada Perusahaan untuk membiayai proyek-proyek Perusahaan. The increase was due to the first phase of 10.267.

045.162 5. KEWAJIBAN LANCAR Kewajiban lancar pada akhir tahun 2010 meningkat sebesar 15.793 1.5% -8.5% Two-step loans Government loans Lease liability Bank loans and medium term notes Bonds payable Electricity purchase payable Payable to related parties Employee benefits obligation Other payables Total Current Liabilities 0.7% to Rp16.093 293. uang jaminan langganan sebesar 11.9% 181 .319. Components of current liabilities include payable to third parties 22.3%.9% 9.902. Komposisi kewajiban lancar meliputi diantaranya hutang usaha kepada pihak ketiga sebesar 22.358. hutang obligasi jangka pendek sebesar 7.7% 62.506.950 176.269 14.1%.9% from previous year to Rp55. project cost payable 7. and several other accounts.795 47. Retirement benefit for December 31.483 1.746 2.917. medium term bonds payable 7.3%.544. Accrual for retirement benefit and employee welfare this year increased by 17. dan beberapa akun lain.5% 15.9% dibandingkan tahun sebelumnya.319 1.082.210. Accrual for Employee Benefits The Company applies PSAK No.7 billion.6miliar.961. 24 (2004 revision) for the calculation of employee benefit obligation. Manfaat pensiun yang berakhir sejak 31 Desember 2008 dihitung berdasarkan penilaian aktuaris independen dengan menggunakan metode projected unit credit.319. KETERANGAN Hutang usaha Pihak hubungan istimewa Pihak ketiga Hutang pajak Biaya masih harus dibayar Uang jaminan langganan Hutang biaya proyek Kewajiban jangka panjang jatuh tempo dalam satu tahun Penerusan pinjaman Hutang kepada Pemerintah Hutang sewa pembiayaan Hutang bank dan surat hutang jk menengah Hutang obligasi Hutang listrik swasta Hutang pihak hubungan istimewa Kewajiban imbalan kerja Hutang lain-lain Jumlah Kewajiban Lancar POSISI POSITION 2010 425.1% Related parties Third parties Taxes payable Accrued expenses Customers’ security deposits Project cost payable Current maturities of long-term liabilities 2.793 1.656 0 1.9 miliar dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar Rp13.438.088. customers’ security deposits 11.656 5. hutang biaya proyek 7.1%.956 PERUBAHAN CHANGES REMARKS Trade accounts payable Pembahasan dan Analisis Manajemen Discussion and Management Analysis -25.6% 13.422 4.162.792 0.2% -15.655 12.007 4.Penyisihan Imbalan Kerja Perusahaan menerapkan PSAK Nomor 24 (revisi 2004) tentang Imbalan Kerja dalam memperhitungkan manfaat karyawan.552 293.739 557.064.009 4.857 55.8%.358.8%.7 miliar. menjadi Rp55. Jumlah penyisihan untuk manfaat pensiun dan kesejahteraan karyawan pada tahun ini naik 17.059.173 12.566.8% -0.3%.829 10.3% 0.607 3.6billion.0% 16.733. 2008 year ended was calculated by an independent actuary using the projected unit credit method.055 6.842.408.372.531.7% menjadi Rp16.2% 24.224 2009 568.4% 81. CURRENT LIABILITIES Current liabilities as of 2010 year end rose by 15.607 282.3%.9 billion from previous year’s Rp13.842 905.542 0 175.343.227.319.902.493 4.

544.000 MW power plant construction fast track. dengan memperhitungkan rekening listrik belum dibayar. Penurunan terjadi karena kebijakan Perusahaan untuk melakukan pembayaran atas pembelian listrik maupun bahan bakar kepada pemasok utama tersebut. Peningkatan jumlah pelanggan sekitar 2. . Akun ini merupakan uang jaminan langganan yang ditentukan berdasarkan besar daya dan golongan tarif.5% dari posisi tahun 2009 menjadi sebesar Rp3.8 miliar.0 miliar.0 billion in 2010 due to payment of several PLN bonds.5 billion mainly the result of loans for the first phase of 10. 81. fuel.227. Peningkatan terutama berasal dari pinjaman dalam rangka program percepatan pembangunan pembangkit 10. Short term bond payable The account jumped from nil in 2009 to Rp4. this account represents customers security deposits determined based on connection level and tariff class.4 billion.8% from 2009’s position to Rp6.8 billion. materials and services. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Bank loans and medium term notes The account rose significantly by 81.8% dari posisi tahun 2009. The increase of total 2. dari posisi nihil ditahun 2009 menjadi sebesar Rp4. barang dan jasa. Sebagian besar posisi akun ini juga dicatat pada bagian hutang tidak lancar. Peningkatan terjadi adanya karena pembayaran beberapa obligasi yang diterbitkan PLN.046. menjadi sebesar Rp12.227.4 miliar. Uang jaminan langganan Mengalami kenaikan 9. bahan bakar. Uang jaminan langganan akan dikembalikan apabila pelanggan berhenti menjadi pelanggan.544. Hutang obligasi jangka pendek Mengalami lonjakan. Most of this loan was also recorded under non-current liabilities. menjadi sebesar Rp6.5 miliar. Decrease was due to the Government policy to pay purchase of electricity and fuel to primary suppliers. Akun ini merupakan kewajiban sehubungan dengan pembelian tenaga listrik.2 juta sambungan baru dan daya tersambung yang disalurkan merupakan penyebab utama naiknya nilai akun ini.046. Hutang bank dan surat hutang jangka menengah Mengalami peningkatan cukup besar.343.7% from 2009 to Rp12. Customers Security Deposits Increased 9. Deposits will be returned when customers cease subscription after accounting of unpaid electricity bills.343.4 million customers for new connection and existing connection triggered of the increase of this account. this account represents the liability arisen from purchase of electricity.5% from 2009 to Rp3.182 Hutang usaha kepada pihak ketiga Mengalami penurunan 15. Trade account payable to third parties Down by 15.000 Mw tahap 1.7% dari posisi tahun 2009.

6% Additional paid-in capital Retained earnings 8.585.819.000.177 miliar.483 141. and retained earnings.000 saham Tambahan modal disetor Saldo laba Ditentukan Penggunaannya Tidak ditentukan penggunaannya Jumlah Ekuitas POSISI POSITION 2010 2009 PERUBAHAN CHANGE REMARKS Capital stock . This lack of working capital was met from loans.EKUITAS DAN KEBIJAKAN STRUKTUR MODAL EKUITAS (DALAM RP JUTA) EQUITY AND CAPITAL STRUCTURE POLICY EQUITY (IN RP BILION) KETERANGAN Modal saham . naik dari modal kerja di tahun 2009 yang minus Rp709 miliar.000 shares 37.9% dari posisi tahun 2009 menjadi sebesar Rp149.585. 183 . NET WORKING CAPITAL In 2010 the Company’s working capital was minus Rp10.085 335.328 58. Pembahasan dan Analisis Manajemen Discussion and Management Analysis MODAL KERJA BERSIH Tahun 2010 modal kerja Perusahaan adalah sebesar minus Rp10. Kekurangan modal kerja tersebut dipenuhi dari hasil pinjaman. The increase was due to increase in retained earnings and subscribed capital.149 58. additional paid-in capital.107. tambahan modal disetor dan saldo laba.894.568 1.375. higher than 2009 of minus Rp709 billion.par value of Rp 1 mio per share Authorized .299 6.63.6 billion.196.9% Appropriated Unappropriated Total Equity Ekuitas Ekuitas Perusahaan meningkat 5. Equity Company equity increased by 5.122.177 billion.585. Peningkatan ekuitas terjadi karena adanya tambahan dari saldo laba dan peningkatan modal disetor.5% -0.5% 5.990 149.6 miliar.9% from 2009 to Rp149. Ekuitas perusahaan terdiri atas modal ditempatkan dan disetor penuh.000. Equity consists of subscribed and paid-up capital.248.nilai nominal Rp1 jt per saham Modal dasar 63.096 34.

cash paid to employees Rp10.187 -30.6 billion.673.196 2009 5.184 ARUS KAS CASH FLOW Perusahaan mencatat arus kas positif pada tahun 2010. government subsidy received Rp54. penerimaan subsidi listrik sebesar Rp54.6 miliar.969.043.1 miliar. as shown in the table below.153. interest received Rp797.627 PERUBAHAN CHANGES 289. terutama berasal dari kegiatan pembelian aset tetap dan pelaksanaan pembangunan proyek pembangkitan maupun pembangunan proyek transmisi. sebesar Rp6.5 miliar.258 -30. digunakan untuk aktivitas operasi sebesar Rp23. (Lihat catatan “Pendapatan”).0 miliar dan membayar pajak penghasilan sebesar Rp897.113.785. dengan penjelasan sebagai berikut. Dalam kegiatan Net cash from Operating Activities was Rp22. seperti tampak pada tabel dibawah. that is Rp6. Kas yang digunakan untuk kegiatan investasi meingkat 0.196 51. payment of loan interests and bond coupons Rp7.4 billion and income tax restitution received Rp29.1 billion. which consisted of cash receipt from customers Rp107.655.2 miliar. Cash for Investing Activities rose by 0.113.1 miliar.387.965 14.387.5% menjadi sebesar Rp30. Arus kas masuk dari kegiatan operasional berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp107. implementation of construction in progress for power plant.9% 0.785.4 miliar dan penerimaan restitusi pajak penghasilan sebesar Rp 29.969.2% REMARKS Net Cash Provided by Operating Activities Net Cash Used in Investing Activities Net Cash Provided by Financing Activities Net Increase In Cash And Cash Equivalents Cash and cash equivalent at beginning of year Cash And Cash Equivalents At End Of Year Kas Bersih Digunakan Untuk Aktivitas Investasi Kas Bersih Diperoleh Aktivitas Pendanaan Dari Kenaikan/(penurunan) bersih kas dan setara kas Saldo awal kas dan setara kas Saldo akhir kas dan setara kas 19. miliar.1 billion.425.351 6. mainly for purchase of property.721.5 billion.153. didtribusi dan gardu induk.3 billion. The Company booked withdrawal of restricted cash . Cash from operating activities above then became cash paid to suppliers Rp120.3% 104. penerimaan bunga sebesar Rp797.1 billion. distribution and main station projects. ARUS KAS (DALAM RP JUTA) The Company recorded positive cash flow in 2010.4% 0.3 miliar.043.969 31.0 billion.324.602 13.566.510.721.798 13.0 miliar.0 billion. CASH FLOW (IN RP BILLION) KETERANGAN Kas Bersih Diperoleh Aktivitas Operasi Dari 2010 22. membayar bunga pinjaman dan obligasi Rp7.898. plant and equipment.969.9 miliar. Dana dari hasil operasional tersebut kemudian digunakan untuk membayar kepada para pemasok sebesar Rp120.2% PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Dari kegiatan operasi Perusahaan diperoleh arus kas masuk bersih sebesar Rp22.327. membayar gaji karyawan sebesar Rp10.716.5% to Rp30.720. and payment of income tax Rp897.2 billion. transmission.5% -53.309 6.387 billion.1 miliar.673.569 6.510.9 billion (Please refer to “Revenues”).673.327. cash used in operations Rp23.

981. Cash from Financing Activities increased by Rp14. PLN mencatat kenaikan kas bersih sebesar Rp14. Dari sisi pendanaan.6 billion 185 .169. primarily from proceeds from issuance of bonds Rp6.9 miliar.7 billion.5 billion.981.068.000. 0 miliar dan pencairan investasi jangka pendek sebesar Rp855.9% from 2009 to Rp149.5 miliar. terutama berasal dari hasil emisi obligas sebesar Rp6. Company equity increased by 5. Perusahaan mengeluarkan kas.425.585.000.585.9% dari posisi tahun 2009 menjadi sebesar Rp149.0 miliar dan perolehan pinjaman dari bank sebesar Rp17. Dari aktivitas pendanaan ini.3 miliar. membayar hutang bank sebesar Rp1.068.3 billion.000 miliar sebagai dividen.000 million payment of two-step loans of Rp2.6 miliar Pembahasan dan Analisis Manajemen Discussion and Management Analysis in banks and time deposits in the amount of Rp963.6 miliar.5 miliar dan membayar angsuran sewa pembiayaan sebesar Rp1.0 billion and proceeds from bank loans Rp17.5 billion and payment of lease installments of Rp1. payment of bank loans of Rp1.169. Ekuitas Perusahaan meningkat 5. membayar dana pinjaman penerusan sebesar Rp2.425.7 miliar. meliputi: sejumlah Rp4.0 billion and withdrawal of short-term investments of Rp855.842.investasi ini Perusahaan melakukan penarikan dana dari rekening bank dan deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya sebesar Rp 963.6 billion.9 billion. Cash outflow included payment of dividends of Rp4.842.

18% 2.69% 113. higher than 2009’s 77.6%.6 %.64% terhadap terhadap 59. Hal ini menunjukkan semakin membaiknya kemampuan Perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. This indicates higher capability to meet short term liabilities.32% 1.73% 7. 2010 liquidity was 81. Solvabilitas Menunjukkan kemampuan Perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek maupun jangka panjang yang akan jatuh tempo.60% 37.67% 10.14% 77. meningkat dari posisi 77.10% -0.52% Liquidity This ratio shows the Company’s capability to meet short term liabilities and is calculated as current assets divided by current liabilities. Solvability This ratio represents the Company’s capability to meet short term and long term liabilities.34% 11.92% 4.09% 8.91% 3. Tahun 2010 rasio likuiditas Perusahaan adalah sebesar 81.72% 10.06% 57.59% -0.52% from 2009’s 57.69% due to increase of .42% 2010 2009 PERUBAHAN CHANGES REMARKS Liquidity Ratio Current Ratio Cash Ratio Solavability Debt to assets Debt to equity Profitability Gross profit margin Operational profit margin Net profit margin Rentability Return to equity Return to assets Operational Ratio Inventory turn-over (days) Account receivable turn-over (days) Account payable turn-over (days) PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Likuiditas Rasio ini menunjukkan kemampuan Perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya yang akan jatuh tempo.71% 81.52% 125.186 RASIO-RASIO KEUANGAN FINANCIAL RATIOS KETERANGAN Rasio Likuiditas Rasio Lancar Rasio Kas Solvabilitas Jumlah kewajiban jumlah aset Jumlah kewajiban jumlah ekuitas Profitabilitas Marjin laba kotor Marjin laba usaha Marjin laba bersih Rentabilitas Rasio laba terhadap ekuitas Rasio laba terhadap aset Rasio Operasional Perputaran persediaan (hari) Perputaran piutang (hari) Perputaran hutang usaha (hari) 35 10 44 39 10 60 (4) (0) (16) 7. Solvability ratio is calculated as total liabilities divided by total assets.83% 10.93% 9.51% di tahun 2009. Rasio solvabilitas dihitung dengan membandingkan total kewajiban terhadap total aset.51% 30. Kenaikan kewajiban pada tahun 2010 menyebabkan solvabilitas Perusahaan terhadap aset naik menjadi 59.87% 13.37% 12.51%.40% -1.31% 1. Company solvability in 2010 rose to 59.85% -2. dihitung dengan membagi aset lancar dengan kewajiban lancar.

sama dengan posisi tahun sebelumnya. Profitabilitas Rasio profitabilitas tahun 2010 mengalami penurunan dibandingkan tahun 2009 sebagaimana tampak pada tabel di atas. profitability ratios were lower in 2010 as shown in the table above.2 miliar. the Company’s collectibility of payables level in 2010 was 10 days. yaitu menjadi 2. Capital expenditure was realized to enhance production and operational efficiency.31% in 2009. Rentabilitas terhadap aset (Return on Asset) juga mengalami penurunan. Based on such calculation. down by 10. Return on Assets was also down to 2.06%. including repair of main stations.10% in 2009. liabilities. Keterbatasan penyesuaian tarif listrik yang sesuai dengan kondisi lapangan adalah salah satu penyebab turunnya rentabilitas tersebut. transmission. Rentabilitas Rasio ini menunjukkan kemampuan Perusahaan dalam menghasilkan laba bersih dengan menggunakan sumber daya yang tersedia. 187 .dari 57. Rentabilitas terhadap ekuitas (Return On Equity) menjadi 7. Kolektibilitas Piutang Tingkat kolektibilitas piutang dihitung dengan membandingkan total piutang terhadap total hasil penjualan.73% dari angka tahun 2009 yang sebesar 3.69% ditahun 2009. rose from 113. distribution. The realization in 2010 was Rp42. and routine maintenance of power plants.10%. Jumlah investasi rutin pada tahun 2010 adalah sebesar Rp 42. Dengan perhitungan tersebut tingkat kolektibilitas piutang (AR DOH) Perusahaan adalah sebesar 10 hari. Hal ini menunjukkan kemampuan mencetak laba perusahaan masih belum bisa mengimbangi penambahan ekuitas dan penambahan aset. Return on Equity was down to 7. Hal ini menunjukkan kemampuan Perusahaan dalam optimalisasi laba dari penjualan masih belum baik.91% pada 2009. Profitability Compared to 2009. This shows the Company’s high capability to meet its liabilities.06%. This indicates the Company’s capability to produce net income has not matched the increase in equity and assets.2 billion. distribusi maupun perawatan rutin dari pembangkit listrik.31% di tahun 2009.18% turun dari angka 7. Solvability to equity was 125. REALISASI BELANJA MODAL REALIZATION OF CAPITAL EXPENDITURE Belanja modal dilaksanakan oleh PLN dalam rangka mempertahankan tingkat produksi dan efisiensi operasi. This indicates that the Company was not able to maximize net income.18% from 7.6% from 2009. transmisi. One of the causes is limitation in imposing higher electricity tariff to represent field conditions.73% from 3.91% in 2009. Sedang solvabilitas terhadap ekuitas adalah 125. Rentability This ratio shows the Company’s capability to produce net income from available resources. naik dari posisi 113. turun 10. Hal ini menunjukkan kemampuan Perusahaan yang tetap tinggi dalam mengendalikan pemenuhan kewajibannya. similar to the previous year. Pembahasan dan Analisis Manajemen Discussion and Management Analysis Collectibility of Payables Collectibility of payables is calculated by comparing total payables to total sales. termasuk antara lain perbaikan gardu.6 % dari tahun 2009.

T/L 150 Kv untuk luar JawaBali.5 miliar untuk membiayai proyek percepatan pembangkit 10. PLTGU Tanjung Priok 740 MW Extension Project. Development investments were performed to develop business and increase power. the Company strives to enhance electricity provision infrastructure through funding from various resources.000 billion. The Company also acquired bank loans of Rp17. PLTGU Muara Tawar 2 x 100 MW Extension Project. The activities included: • Construction of new power plants related to the first phase of 10.981.000 MW power plant construction fast track. • • • • PENDANAAN FUNDING Dalam mengembangkan kemampuan usaha. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report . • Pinjaman dari perbankan. • Pembangunan proyek jaringan transmisi T/L 500 Kv Jawa – Bali.5 billion for financing the first phase of 10. and interconnection network project.697. which are: • Two-step loans • Government loans • Bank loans • Leasing • Issuance of bonds In 2010 the Company acquired two-step loans amounted to Rp3. • Pembangunan pembangkitan PLTP Sarulla 300 MW. PLTGU Muara Tawar 2 x 100 MW Extension Project. Rehabilitation of PLTGU Muara Karang 2 x 200 MW and PLTU Suralaya 4 x 400 MW. Pada umumnya ada 5 sumber pendanaan yang digunakan oleh Perusahaan. • Construction of PLTP Sarulla 300 MW.000 MW tahap 1. • Penerbitan obilgasi. Perusahaan telah mendapatkan dana pinjaman penerusan sebesar Rp3..981. PLTGU Tanjung Priok 740 MW Extension Project.188 Investasi pengembangan dilakukan dengan tujuan mengembangkan usaha dan meningkatkan daya listrik yang pada akhirnya adalah menaikan tingkat elektrisitas secara nasional.000 miliar. • Perbaikan sarana transmisi. the Company resorts to 5 funding resources. • Pinjaman dari lembaga pembiayaan / leasing.697. Rehabilitasi PLTGU Muara Karang 2 x 200 MW dan Rehabilitasi PLTU Suralaya 4 x 400 MW.7 billion and received funds from bond issuance in 2010 amounted to Rp6.000 MW tahap pertama. In general. Repair of transmission infrastructure. yakni: • Pinjaman penerusan (Two step loan) • Pinjaman kepada pemerintah. • Perbaikan sarana distribusi. which in turn will national electrification ratio. mencakup: • Pembangunan beberapa stasiun pembangkit listrik baru dalam rangka percepatan pembangunan pembangkit 10. T/L 150 Kv outside Java – Bali. proyek gardu induk 150 Kv serta proyek interkoneksi jaringan. Pada tahun 2010.000 MW power plants construction fast track. To develop business capability. Implementation of 20Kv medium and low voltage distribution network and distribution stations. 150 Kv main station projects.7 miliar dan telah menerima dana hasil penerbitan obligasi selama tahun 2010 sebesar Rp6. Perusahaan terus berupaya meningkatkan sarana penyediaan tenaga listrik dengan pendanaan dari berbagai sumber. Selan itu dengan tujuan yang sama Perusahaan telah menarik dana pinjaman perbankan sebesar Rp17. Construction of transmission network T/L 500 Kv Jawa – Bali. Repair of distribution infrastructure. • Pelaksanaan proyek jaringan distribusi tegangan menengah dan rendah 20 Kv serta proyek gardu distribusi.

578 121.396 1.353.109 507.962 22.639.374 1.293 92.382 310.834 1.594 106.801.KINERJA ANAK PERUSAHAAN PERFORMANCE OF SuBSIDIARIES Berikut ini adalah data ringkas kinerja keuangan Anak Perusahaan pada tahun 2010.431 1.265 454.613 474.175.109 507.727 132.948 1.292 0 44.085.026 1.382 310.163 155.666 17.565 532.917.440 1.199.666 17.728 (6.770 35.438.330.106 189 .104 4.559 1.851.412.501 45.051.591 855.480.906.107.562 39.529 37.513 (5.462 42.867 162.283 3.776 14.499 9.548.672 2.268.101 293.168 46.968.213 Pembahasan dan Analisis Manajemen Discussion and Management Analysis - EARNINGS (LOSS) 33.590 115 116.353.508.326 112.315 31.106 178.480.330 42.715 640.260 1.420 398.707.869 159.578) 42.293 92. LAPORAN KEUANGAN ANAK PERUSAHAAN PT PLN (PERSERO) TAHUN 2010 (JUTA RP) URAIAN DESCRIPTION PT IP PT PJB PT ICON+ PT PLN BATAM The following is summary of Subsidiaries Performance in 2010.466 205.792 30.268.018.839 1. SUMMARY OF FINANCIAL STATEMENTS OF PLN SUBSIDIARIES IN 2010 (RP MILLION) PT PLN TARAKAN PT PLN ENJINIRING PT PLN BATUBARA PT PLN GEOTHERMAL Total Aktiva Total Assets Aktiva Lancar Current Assets Aktiva Tidak Lancar Noncurrent Assets Total Ekuitas dan Kewajiban Total Equity and Liabilities Ekuitas Equity Hak Minoritas Minority Interest Kewajiban Lancar Current Liabilities Kewajiban Tidak Lancar Noncurrent Liabilities LABA (RUGI) Pendapatan Usaha Operating Revenues Beban Usaha Operating Expenses Laba (Rugi) Usaha Gain (Loss) from Operations Laba (Rugi) Bersih Gain (Loss) 32.855 2.775 250.012.524.413.110.592 15.354.836.591 45.229 158.384 202.594 19.675 18.864.84 25.180 610.565.743 141.477.507 1.570 21.520) 55.447.302 52.085.663 19.449 154.381 - 3.394.473.583 44.917.039.196.225.492.466 205.867 162.240 478.14 44.216 206.295.426 32.349.412.

Untuk proyek terkait pembangkitan. Pendanaan Proyek Dari sisi pendanaan. kebutuhan pendanaan dengan mata uang asing telah terpenuhi total sebesar US$ 346 juta dan untuk mata uang lokal juga sepenuhnya tersedia sebesar Rp 12.000 MW PLN kini tengah melaksanakan Program Percepatan 10. kebutuhan pendanaan dari sisi mata uang asing telah dipenuhi secara total sejumlah US$ 5. 91 Tahun 2007 pengganti dari PP No. proyek percepatan 10.Seluruh pendanaan proyek percepatan tersebut telah mendapatkan kepastian pendanaan.190 INFORMASI MATERIAL MATERIAL INFORMATION PROGRAM PERCEPATAN PEMBANGUNAN PEMBANGKIT 10. 59 Tahun 2009 tanggal 23 Desember 2009. tentang Pemberian Jaminan Pemerintah untuk Percepatan Pembangunan PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Dari sisi pendanaan.1 miliar dan untuk mata uang lokal telah terpenuhi sejumlah Rp 21. proyek percepatan 10. Pemerintah telah mengeluarkan ketetapan untuk membangun pembangkit listrik batubara (non BBM) melalui Ketetapan Presiden No.000 MW Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik.71 tahun 2006.252 MW di luar Jawa – Bali. Ketetapan ini kemudian diubah melalui Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 86 Tahun 2006. serta dalam upaya mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) sebesar Rp 25-30 triliun per tahun. Pemerintah menugaskan Perusahaan untuk membangun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbahan bakar batu bara di 42 lokasi di Indonesia. mencakup investasi pembangkit dan investasi jaringan.000 MW PLN tersebut telah mengalami kemajuan yang signifikan.000 MW PLN tersebut telah mengalami kemajuan yang signifikan . Sedangkan untuk proyek terkait transmisi. Proyek ini akan beroperasi dalam kurun waktu 2010 hingga 2014. 85% dari total pendanaan yang dibutuhkan untuk melancarkan proyek percepatan ini berasal dari perjanjian pinjaman penyediaan kredit yang sepenuhnya dijamin oleh Pemerintah Republik Indonesia sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia (PP) No.900 MW di Jawa . Dalam upaya meningkatkan kapasitas pembangkit listrik bagi pemenuhan kebutuhan akan listrik yang terus meningkat.17 triliun. meliputi 10 pembangkit dengan jumlah kapasitas 6.7 triliun. Salah satu diantaranya yaitu Proyek PLTU Labuan telah beroperasi ditahun 2010.Bali dan 26 pembangkit dengan jumlah kapasitas 2.

86 Year 2006.900 MW in Java-Bali and 26 power plants with total capacity of 2. The assignment consists of 10 power plants with total capacity of 6. the foreign currency need is US$346 million and the Rupiah need Rp12. in which the Government assigns PLN to build coal fuel steam power plants (“PLTU”) in 42 locations in Indonesia. 71 Year 2006. the Government has decided to build non oil fuel power plants. In the effort to enhance power plant capacity to meet the increasing need of electricity. All funding need of this project has been secured. 91 Year 2007.000 MW fast track program has made significant progress in term of funding. The decision was stipulated in Decree of President No. and also to reduce oil fuel consumption by Rp25-30 trillion each year. Pembahasan dan Analisis Manajemen Discussion and Management Analysis The 10. 59 Year 2009 dated December 23.000 MW FAST TRACK PROGRAM PLN is currently carrying out the fast track construction of 10.1 billion. Foreign currency denominated funding need of generating project amounts to US$5. concerning 191 .17 trillion. This decree was later changed through Decree of President No.000 MW fast track program has made significant progress in term of funding Project Funding The 10. that replaced PP No. 85% of the total required funding is provided through loan agreement fully guaranteed by the Government as stipulated by Regulation of President (“PP”) No.10.7 trillion. which represents investment in power plant and network. while the Rupiah need is Rp21. 2009. As for transmission project.252 MW outside Java-Bali. which will operate between 2010 and 2014. One of the PLTUs already started operation in 2010.000 MW power plants.

atau sekitar 15% dari jumlah nilai kontrak. Year 2010 also saw power addition of 1. PLTU 1 Jateng (Rembang) 2 x 315 MW dan PLTU 1 Jabar (Indramayu) 2 x 330 MW yang masuk dalam Program Percepatan 10. Sedangkan pada kontrak konstruksi rutin untuk tambahan pembangkit listrik dan pengembangan jaringan transmisi dan distribusi. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report 10.890 MW dari proyek percepatan di Jawa Bali. Saat ini PLN telah menandatangani 34 kontrak Engineering Procurement and Construction (EPC) meliputi 10 pembangkit tenaga listrik dengan jumlah kapasitas 7. This down payment is funded from issuance of Guaranteed Note issuance and withdrawal of fast track credit facility. yang dicatat sebagai pekerjaan dalam pelaksanaan. bantuan dan proyek investasi sebagai bagian dari anggaran belanja negara. Di Tahun 2010. Sampai dengan tanggal 31 Desember 2010. dibiayai melalui dana sendiri dan pihak luar melalui pinjaman luar negeri. which represents 15% of total contract value and accounted as work in progress. The Company has to pay a down payment of 15% of the EPC contract value and fund the remaining 85% credit facility from banks. In 2010 PLN signed 301 contracts for improvement and construction of new transmission and main stations in Java and outside Java. aid and investment project as part of State Buget.031 MW outside Java-Bali. Perkembangan Pembangunan 10. Contracts for routine construction of additional power plants and development of transmission and distribution network are funded internally and externally through foreign loan.000 MW Fast Track Program. 2010 the Company has paid total down payment of US$832 million and Rp4. dari total 42 lokasi yang akan dikembangkan. PLTU projects outside Java were behind schedule because of: . Uang muka tersebut didanai dari hasil penerbitan Obligasi Terjamin dan penarikan fasilitas kredit program percepatan.Bali dan 24 pembangkit tenaga listrik dengan jumlah kapasitas 2. leaving the remaining 5 to be developed by Independent Power Producers (IPP).000 MW Construction Progress In 2010 PLN developed 37 out of planned locations. yakni dari PLTU 2 Banten (Labuan) 2 x 300 MW. The remaining 15% is met by PLN’s internal finance. Perusahaan telah membayar uang muka sebesar US$ 832 juta dan Rp 4.490 MW in Java-Bali and 24 power plants with total capacity of 2. PLN has signed 34 Engineering Procurement and Construction (EPC) contracts for 10 power plants with total capacity of 7. Dan sisanya.490 MW di Jawa . terdapat tambahan sebesar 1.394.000 MW Tahap I. Proyek PLTU yang berlokasi diluar Jawa mengalami keterlambatan karena: Government Guarantee for Fast Track Construction of Coal Based Power Plants.000 MW Di tahun 2010.394.890 MW in Java Bali. Perusahaan diharuskan membayar uang muka sekitar 15% dari nilai kontrak dan 85% akan didanai melalui fasilitas kredit perbankan. PLTU 1 Jateng (Rembang) 2 x 315 MW and PLTU 1 Jabar (Indramayu) 2 x 330 MW that belong to the First Batch of 10. 15% bersumber dari keuangan internal PLN. PLN akan membangun sebanyak 37 Lokasi sedangkan 5 lokasi lainnya akan dikembang oleh IPP.840 million for 33 EPC contracts. which is realized from PLTU 2 Banten (Labuan) 2 x 300 MW. Perusahaan telah menandatangani 301 kontrak untuk peningkatan dan pembangunan transmisi baru dan gardu induk di Jawa dan luar Jawa. This project is funded internally and through withdrawal of credit facility.031 MW di luar Jawa – Bali. Up to December 31. Berdasarkan kontrak EPC tersebut. Di tahun 2010.192 Pembangkit Tenaga Listrik Yang Menggunakan Batubara. Proyek ini dibiayai melalui dana sendiri dan penarikan fasilitas kredit perbankan.840 juta untuk 33 kontrak EPC.

resulted from unavailability of project funding because company liquidity was already used to funding urgent projects in Java. PROYEK PLTU PROGRAM PERCEPATAN 10. Awar-awar PLTU/Steam Power Plant 1 Jatim – Pacitan PLTU/Steam Power Plant 2 Jabar – Pelabuhan Ratu PLTU/Steam Power Plant 2 Jateng – Adipala PLTU/Steam Power Plant 2 Jatim – Paiton PLTU/Steam Power Plant 2 Sumatera Utara. delay in L/C issuance and delay of payment. STEAM POWER PLANT PROJECTS OF 10. lokasi proyek harus dipindah. May 2001 & August 2011 Oktober 2010 & Januari 2011 October 2010 & January 2011 Juni 2011 & September 2011 June 2011 & September 2011 Februari 2011.000 MW TAHAP I 1. May 2001 & August 2011 Januari 2012 January 2012 Maret 2010 March 2010 Agustus 2010 & November 2010 August 2010 & November 2010 Maret 2010 & Mei 2010 March 2010 & May 2010 KONTRAKTOR CONTRACTOR CECC & Truba Jurong Zelan Holding Jo CNEEC & Sinomach Pembahasan dan Analisis Manajemen Discussion and Management Analysis 2 3 x 315 3 2 x 330 4 1 x 625 CNTIC Consortium - 5 3 x 315 6 2 x 315 Sinomach JO Dongfang & Dalle Shanghai Electric - 7 3 x 315 8 3 x 350 9 1 x 600 10 1 x 660 Harbin Power 11 2 x 220 - 12 2x7 Shangdong & Rekadaya 193 . Mei 2001 & Agustus 2011 February 2011. These projects were actually funded through loan from China. but the fund was not ready when needed.000 MW ACCELERATION PROGRAM PHASE I NO 1 NAMA NAME PLTU/Steam Power Plant 2 Banten Labuan PLTU/Steam Power Plant 1 Jateng Rembang PLTU/Steam Power Plant 1 Jabar – Indramayu PLTU/Steam Power Plant 1 Banten – Surabaya PLTU/Steam Power Plant 3 Banten – Lontar PLTU/Steam Power Plant 3 Jatim – T. Keterlambatan penyediaan lahan yang berakibat kegiatan pelaksanaan tertunda.Pangkalan Susu PLTU/Steam Power Plant 1 Kepri – Tj. Proyekproyek di Jawa tersebut didanai oleh pinjaman dari Cina tetapi dana tersebut belum siap pada saat diperlukan. 2.J.1. Keterlambatan pembukaan L/C dan keterlambatan pembayaran diakibatkan ketidaksiapan pendanaan untuk proyek karena likuiditas PLN terpakai untuk menalangi pembayaran proyekproyek di Jawa yang sudah mendesak. delay in land acquisition. resulted in postponement of project and change of project location. Balai Karimun KAPASITAS (MW) CAPACITY (MW) 2 x 300 SASARAN OPERASI OPERATION TARGET September 2009 & Desember 2009 September 2009 & December 2009 December 2009 & Februari 2010 December 2009 & February 2010 September 2009 & Desember 2009 September 2009 & December 2009 Maret 2010 March 2010 Februari 2011. and 2. Mei 2001 & Agustus 2011 February 2011.

5 2 x 25 2 x 25 30 2 x 10 .5 PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report 24 2 x 112 25 2 x 100 Oktober 2010 & Desember 2010 October 2010 & December 2010 Juni 2010 & Agustus 2010 June 2010 & August 2010 Januari 2010 & Maret 2010 January 2010 & March 2010 November 2009 & Januari 2010 November 2009 & January 2010 Januari 2010 & Maret 2010 January 2010 & March 2010 PT Adi Karya 26 2 x 30 PT Poeser Indonesia Meta Epsi Wijaya Karya Shangdong & Rekadaya 27 28 29 2 x 16.194 NO NAMA NAME PLTU/Steam Power Plant Nangroe Aceh Darussalam – Meulaboh PLTU/Steam Power Plant 1 Riau – Bengkalis PLTU/Steam Power Plant 2 Riau – Selat Panjang PLTU/Steam Power Plant 2 Kalbar – Bengkayang PLTU/Steam Power Plant Kalsel – Asamasam #3 & 4 PLTU/Steam Power Plant 1 Kalteng – Pulang Pisau PLTU/Steam Power Plant Kalbar PLTU/Steam Power Plant 1 NTB – Bima PLTU/Steam Power Plant 2 NTB – Lombok PLTU/Steam Power Plant 1 NTT – Ende PLTU/Steam Power Plant 2 NTT – Kupang PLTU/Steam Power Plant Sumatera Barat – Teluk Sirih PLTU/Steam Power Plant Lampung – Tarahan Baru PLTU/Steam Power Plant 3 Babel – Belitung PLTU/Steam Power Plant 4 Babel – Belitung PLTU/Steam Power Plant Gorontalo PLTU/Steam Power Plant 2 Sulut Amurang PLTU/Steam Power Plant Sulteng Kendari KAPASITAS (MW) CAPACITY (MW) 2 x 110 SASARAN OPERASI OPERATION TARGET November 2010 & Februari 2011 November 2010 & February 2011 Oktober 2010 & Desember 2010 October 2010 & December 2010 Oktober 2010 & Desember 2010 October 2010 & December 2010 Juni 2010 & Agustus 2010 June 2010 & August 2010 Agustus 2010 & Oktober 2010 August 2010 & October 2010 Agustus 2010 & Oktober 2010 August 2010 & October 2010 Agustus 2011 & Oktober 2011 August 2011 & October 2011 Juli 2010 & September 2010 July 2010 & September 2010 Agustus 2010 & Oktober 2010 August 2010 & October 2010 Februari 2010 & April 2010 February 2010 & April 2010 Agustus 2010 & Oktober 2010 August 2010 & October 2010 April 2011 & Juni 2011 April 2011 & June 2011 KONTRAKTOR CONTRACTOR Sinahyono Corporation 13 14 2 x 10 - 15 2x7 PT Boulevard 16 2 x 25 Wijaya Karya Chengda CNHMS & Mega Power Shangdong & Rekadaya PT Poeser Indonesia - 17 2 x 65 18 19 20 21 22 23 2 x 60 2 x 50 2 x 10 2 x 25 2x7 2 x 16.

Tidore PLTU/Steam Power Plant 2 Papua Jayapura PLTU/Steam Power Plant Maluku PLTU 1/Steam Power Plant 1 Papua PLTU/Steam Power Plant Maluku PLTU/Steam Power Plant 1 Papua KAPASITAS (MW) CAPACITY (MW) 2 x 50 2x7 SASARAN OPERASI OPERATION TARGET November 2010 & Januari 2011 November 2010 & January 2011 Juni 2010 & Agustus 2010 June 2010 & August 2010 Agustus 2010 & Oktober 2010 August 2010 & October 2010 Tender Process Tender Process Re-tender Pre-qualification Process Re-tender Pre-qualification Process KONTRAKTOR CONTRACTOR Hubai .Bagus Karya Modern WidyaBoustead Maxitherm Industries - 33 2 x 10 34 35 36 37 2 x 15 2x7 2 x 15 2x7 PEMBANGKIT LISTRIK SWASTA INDEPENDENT POWER PRODUCER Sejak tahun 1990 kemampuan investasi PT PLN (Persero) di bidang pembangkitan sangat terbatas sehingga banyak pihak swasta didorong untuk dapat berpartisipasi dalam sektor pembangkitan tenaga listrik sebagai Independent Power Producer (IPP).Barru PLTU/Steam Power Plant Maluku Utara .2%. 17 pengembang telah berhasil masuk dalam fase konstruksi dan operasi. • Tahap Kedua IPP (2005-2010) Sebanyak 45 pihak pengembang telah menandatangani PPA dengan PLN.2% • Period of 1998–2004 Due to the Company’s financial crisis. sedangkan 28 pengembang masih dalam tahap pendanaan. PLN’s cooperation with IPP on electricity supply for PLN system is conducted through Power Purchase Agreement (PPA). while the other 28 were in funding phase. IPP pertama berhasil beroperasi secara komersial pada tahun 1997. Since 1990 PLN’s capability to invest in generating has been very limited that private sector is compelled to participate in electricity production as Independent Power Producer (IPP).NO 31 32 NAMA NAME PLTU/Steam Power Plant Sulsel . 17 developers has succeeded in conducting operation and construction phase. Success rate was about 59. Pembahasan dan Analisis Manajemen Discussion and Management Analysis Development of IPP has gone through the following phases: • IPP First Phase (1992–1998) Out of 27 IPP developers that sign PPA contract with PLN. Tingkat keberhasilan tercatat sekitar 59. 15 pihak pengembang telah berhasil sampai pada tahap operasi. Tahap-tahap yang dilalui dalam pengembangan IPP terangkum sebagai berikut: • Tahap Pertama IPP (1992–1998) Dari 27 pihak pengembang IPP yang telah menandatangani PPA. PLN telah terlibat dalam kegiatan dengan Independent Power Producers (IPP) dalam hal pasokan listrik kepada system PLN melalui Power Purchase Agreement (PPA). 15 has reached operational stage. no PPA signed in this period • IPP Second Phase (2005-1010) 45 developers have signed PPA with PLN. IPP started commercial operation in 1997. • Periode 1998–2004 Tidak ada penandatanganan PPA pada periode ini. 195 .

6 of which were located in Java-Bali with total capacity of 2. Di samping itu. 5 IPP beroperasi di Sumatera dengan kapasitas total sebesar 253 MW. terdiri dari 14 IPP dalam tahap pembangunan dan 11 IPP dalam tahap pembiayaan. using coal.70% dari total kapasitas terpasang nasional sebesar 26. 2 other IPP in Sulawesi with total capacity of 395 MW. IPP will take more important contribution in supplying renewable energy based electricity for PLN and for electricity development in Indonesia. dan 3 IPP beroperasi di Sulawesi dengan kapasitas total sebesar 285 MW.270 MW.70% of total domestic nameplate capacity of 26. consisting of 14 IPP in construction process and 11 IPP in financing process. atau sekitar 17. Dari IPP yang sudah beroperasi. sebanyak 24 IPP telah beroperasi dengan total daya sejumlah 4.270MW. 10 IPP were operating in Java-Bali with total capacity of 3. 6 IPP di Sumatera dengan kapasitas total sebesar 1.5 IPP beroperasi di Batam dengan kapasitas total sebesar 181 MW. IPP akan memberikan kontribusi yang semakin meningkat dalam memasok tenaga listrik berbasis energi terbarukan pada sistem kelistrikan PT PLN (Persero) dan akan terus berperan penting dalam pengembangan kelistrikan di Indonesia. Di tahun-tahun mendatang. In addition. located in various areas of Indonesia. 24 IPP were operating as at end of 2010. menggunakan bahan bakar batu bara.502 MW berada dalam tahap konstruksi. geothermal and hydro fuel. Meliputi kontrak dengan 25 IPP. each with a capacity of less than 50 MW. producing total power of 4. panas bumi dan mini hydro dengan kapasitas masing-masing pembangkit kurang dari 50 MW. and 1 IPP in Batam with total capacity of 110 MW. 25 other IPP were under contract. di mana 6 IPP di antaranya berlokasi di sistem Jawa-Bali dengan kapasitas sebesar 2. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report In the future. KERJA SAMA DENGAN BERBAGAI PIHAK COOPERATION WITH EXTERNAL PARTIES PLN telah melakukan kerja sama dengan berbagai pihak dalam rangka menujang kelancaran bisnis perusahaan yaitu: Kerja sama dengan sesama BUMN Kerjasama dengan sesama BUMN baik yang dilakukan oleh Perusahaan unit PLN dan anak perusahaan terus dilanjutkan dan ditingkatkan. Kerjasama tersebut dilakukan dengan: PLN has entered into cooperation with various parties to sustain going forward of the Company business: Cooperation with fellow SOEs The following forms of cooperation have been signed and will be intensified by PLN and its subsidiaries: . 18 IPP berkapasitas total sebesar 4. representing 17.761 MW. and 3 IPP in Sulawesi with total capacity of 285 MW. 18 IPP with sum total capacity of 4.895 MW.502 MW were in construction process.761 MW. 1 IPP in Kalimantan with total capacity of 45 MW.997 MW. 1 IPP beroperasi di Kalimantan dengan kapasitas total sebesar 45 MW . berlokasi diberbagai daerah di Indonesia.387 MW.196 Hingga akhir tahun 2010. 5 IPP in Sumatera with total capacity of 253 MW. 5 IPP in Batam with total capacity of 181 MW. 2 IPP in Kalimantan with total capacity of 100 MW. 2 IPP di Kalimantan dengan total kapasitas sebesar 100 MW.387 MW.895 MW. 10 IPP beroperasi di sistem Jawa-Bali dengan kapasitas total sebesar 3997 MW. 6 IPP in Sumatera with total capacity of 1. ditambah 2 IPP lainnya di Sulawesi dengan kapasitas total sebesar 395 MW dan 1 IPP berlokasi di Kepulauan Batam dengan total kapasitas sebesar 110 MW.

and also with PT Indosat (Persero) Tbk in telecommunication through electricity network and fibre optic. Cooperation with PT Pertamina (Persero) for all oil fuel supply and with PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk for some gas supply. Pembahasan dan Analisis Manajemen Discussion and Management Analysis • Since 1990 PLN’s capability to invest in generating has been very limited that private sector is compelled to participate in electricity production as Independent Power Producer (IPP) • • • Cooperation with PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk for customer service through call center 123. Perum Otorita Jatiluhur yang bertugas mengelola PLTA Jatiluhur dan PT Pusri (Persero) untuk pembelian tenaga listrik. PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk untuk pemenuhan kebutuhan sebagian besar batubara. 197 . Cooperation with PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk for most coal supply.Sejak tahun 1990 kemampuan investasi PT PLN (Persero) di bidang pembangkitan sangat terbatas sehingga banyak pihak swasta didorong untuk dapat berpartisipasi dalam sektor pembangkitan tenaga listrik sebagai Independent Power Producer (IPP) • • • • PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk untuk bidang layanan melalui call center 123. Juga dilakukan upaya pengembangan kerjasama dalam bidang usaha telekomunikasi baik dengan Telkom maupun PT Indosat (Persero) Tbk melalui jaringan listrik dan fiber optik Perusahaan. Cooperation with Perum Otorita Jatiluhur in management of PLTA Jatiluhur and PT Pusri (Persero) for electricity purchase. PT Pertamina (Persero) untuk pemenuhan seluruh kebutuhan bahan bakar dan dengan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk untuk pemenuhan sebagian kebutuhan gas.

(ii) provision of office stationery.PT Inco Tbk in Sulawesi. PLN units. dan (iii) jasa pemeliharaan dan perawatan gedung. Cooperation in excess power purchase to support or meet growth need based on purchase agreement with: . pelaksanaan payment point dan pembayaran gaji pegawai Perusahaan. maupun anak perusahaan. . UI dan UGM. PT Telkom dan PT Indovision untuk pemanfaatan dan pengoperasian aset Perusahaan seperti dermaga (PLTU Gresik dan PLTU Grati) Right of Way dengan PLN UB Sulselra. and subsidiaries also entered into the following cooperation with non SOE business partners. • • • Cooperation with PT Semen Tonasa (Persero) in operation and maintenance of PLTU owned by PT Semen Tonasa Persero. build and operate power plants for Batam community. pinjaman jangka pendek serta layanan pembayaran rekening listrik. (ii) penyediaan peralatan perkantoran. pengembangan SDM. • Kerjasama bidang penunjang dengan koperasi pegawai Perusahaan dalam hal: (i) penyediaan kendaraan operasional. . PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report • • • . Cooperation with PT Angkasa Pura II in assistance of Soekarno Hatta airport’s electricity system management. ITS. unit PLN.PT Kaltim Prima Coal dan PT Aji Ubaya di Kalimantan. Otorita Pengembangan Kawasan Daerah Industri Pulau Batam untuk membentuk sebuah perusahaan yang akan membiayai. UBD Jatim. and (iii) building maintenance. . PT Semen Tonasa (Persero) untuk operasi dan pemeliharaan PLTU milik PT Semen Tonasa Persero dan sedang dirintis untuk pembangkitpembangkit milik BUMN lainnya. Cooperation with Batam Industrial Estate Authority to form a company that will fund. .PT RPE dan PT Inalum di Sumatra. Kerjasama tersebut mencakup: • Kerja sama pengembangan pembangkitpembangkit di daerah kritis dengan perusahaan yang memiliki kemampuan dalam bidang investasi dan pembangkitan seperti di daerah Batam.PT RPE and PT Inalum in Sumatra. • Kerja sama pelatihan. similar cooperation is being explored with other SOEs. • Kerja sama dengan mitra usaha lain Kerjasama dengan mitra usaha non BUMN juga terus dilanjutkan. payment points.PT Inco Tbk di Sulawesi.198 • • • • • Bank-bank milik negara untuk penyimpanan sebagian besar kas dan deposito perolehan fasilitas pinjaman jangka panjang. Cooperation with educational institutions such as ITB. Cooperation with employee cooperative in support areas such as: (i) provision of operational transportation. electricity bill payment service. Cooperation with PT Telkom and PT Indovision for utilization and operation of company assets such as ports (PLTU Gresik and PLTU Grati) Right of Way with PLN South Sulawesi. dan mengoperasikan pembangkit listrik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di pulau Batam. Sumatera and Nusa Tenggara.PT Kaltim Prima Coal and PT Aji Ubaya in Kalimantan. ITS. membangun. South-east Sulawesi and West Sulawesi Region. • Cooperation with company that have investment and generating capabilities in development of power plants in critical regions such as Batam. PLN East Java Distribution. UI and UGM for human resource training. short term loan. Cooperation with other business partners The Company. PT Angkasa Pura II dalam hal pendampingan pengelolaan sistem kelistrikan di bandara Soekarno Hatta. Sumatera dan Nusa Tenggara. baik dilakukan oleh Perusahaan. • Pembelian tenaga listrik berupa excess power maupun memikul atau memenuhi pertumbuhan kebutuhan sesuai dengan kontrak jual-beli dengan: . and employee payroll. dan rekrutmen pegawai dengan lembaga-lembaga pendidikan seperti ITB. • Cooperation with state-owned banks for deposit of most cash and cash flow from long term loan facility. development and recruitment.

PLN units. which are: Generation Transmission. Renewable Energy. Human Resource. Berkaitan dengan hal tersebut PLN dipercaya sebagai ketua ASEAN Power Grid Consultative Committee. In this alliance PLN’s President Director was appointed as Vice President of AESIEAP. LIPI. LIPI. BPPT. dalam Sidang Komite dan Anggota Dewan HAPUA di Singapura. dan Customer Relation Management. BATAN. kualitas daya. Participate in annual General Planning Managers of Southeast and Northeast Asian Electric Utilities Meeting. and subsidiaries also entered into the following cooperation with overseas parties. Puslitbang Geologi dan LAPAN. PLN was appointed as permanent secretary of HAPUA. Resource Development. Direktur Utama PLN mendapat kepercayaan untuk menjabat sebagai Vice President AESIEAP. • Cooperation with HAPUA (Head of ASEAN Power Utilities/Authorities) in 8 projects. Balitbang Depkes. Berkaitan dengan hal tersebut. PT Baskhara dan PT Satui Bara Tama. Privatization and Competition. which are Deregulation. BATAN. Overseas cooperation The Company. BPPT. Kerja sama pelaksanaan operation maintenance dengan PT Siemens Indonesia. Power Quality and Customer Relation Management. in which PLN was appointed as Chairman of ASEAN Power Grid Consultative Committee. Research and Development of Ministry of Health. Power Reliability and Quality. PT Baskhara and PT Satui Bara Tama. ESI Services. Cooperation in operation maintenance with PT Siemens Indonesia. Alliance with ASEAN Power Grid Consultative Committee and IERE (International Electric Research Exchange). Kerja sama di bidang penelitian dengan lembagalembaga pemerintah maupun swasta. Resource Development. PT Kodeco and PT Madya Karya Sentosa. PLN ditetapkan sebagai sekretariat tetap HAPUA. Cooperation for coal supply with PT Daya Citra Mulia. Kerjasama meliputi 8 proyek yaitu: Generation Transmission. and Environment. Power Reliability and Quality. Kerjasama Luar Negeri Kerjasama dengan pihak luar negeri masih berlanjut baik yang dilakukan oleh Perusahaan. • Cooperation with AESIEAP (The Association of Electricity Supply Industry East Asia and Western Pacific)’s 4 Technical Sub Committees. Renewable Energy. Cooperation with Tenaga Nasional Berhad (TNB) Malaysia for implementation study of Sumatra/ Peninsular interconnection. Geology Research and Development Center. and LAPAN. Kerja sama pasokan batubara dengan PT Daya Citra Mulia. dan Anak Perusahaan dengan: • HAPUA (Head of ASEAN Power Utilities/ Authorities). Cooperation for gas supply with PT Emerada Hess. Cooperation in research with government and private institutions such as BPS (Statistic Central Bureau). unit PLN. • Tenaga Nasional Berhad (TNB) Malaysia dalam rangka interkoneksi Sumatra/Peninsular dalam kajian persiapan implementasi. • General Planning Managers of Southeast and Northeast Asian Electric Utilities Meeting yang diadakan setiap tahun. Kerja sama pasokan gas dengan PT Emerada Hess. and Environment. antara lain dengan BPS (Badan Pusat Statistik). Distribution. ESI Services. • • • • • • Cooperation with private banks and local cooperatives to provide electricity bill payment points. Pada Juni 2009. Privatisasi dan Kompetisi. Distribution. Cooperation in improvement and development of electricity bill invoice system. Pembahasan dan Analisis Manajemen Discussion and Management Analysis • • • • 199 . In HAPUA’s June 2009 committee meeting in Singapore. • ASEAN Power Grid Consultative Committee dan tergabung dalam IERE (International Electric Research Exchange).• • • • • • Kerja sama dalam pembayaran rekening listrik di Payment Point dalam meningkatkan layanan dengan bank swasta dan KUD. • AESIEAP (The Association of Electricity Supply Industry East Asia and Western Pacific) dengan 4 Technical Sub Committee yaitu: Deregulasi. • CEPSI (Conference on Electric Power Supply Industry) yang diadakan tiap 2 tahun. Kerja sama penyempurnaan dan pengembangan sistem penagihan rekening listrik. Participate in CEPSI (Conference on Electric Power Supply Industry) which is held once every 2 years. PT Kodeco dan PT Madya Karya Sentosa. Human Resource.

untuk pengelasan cast iron. Dalam mengantisipasi UU No. 30 Year 2009. 30 tahun 2009. Entec/GTZ untuk pembuatan PLTMH. and positive image. PLN still dominates electricity business which integrates generating. stakeholder management and regulation. • Non-binding cooperation with several multinational companies. Program Metamorfosa terdiri dari 8 (delapan) kelompok program dan Project Management Office (PMO). for cast iron welding. distribusi dan ritel. Hickam Industries untuk perbaikan PLTG. Bidang usaha yang terintegrasi merupakan kekuatan PLN untuk dapat memenangkan persaingan pada masa mendatang. Entec/GTZ for PLTMH production. 30 tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan. Sulzer Pam for pump repair. Global Crankshaft Services Ltd. Through this program PLN expects to be able to manage funding. Dengan program tersebut PLN diharapkan The Law No. budaya kinerja yang tinggi. Integration of business will become PLN’s strength to win future competition. for regrinding crankshaft and Sezler Metco for metal coating. Quality Assurance Services untuk sertifikasi ISO. which is expected to contribute to company performance. Quality Assurance Services for ISO certification. Yokogawa for industrial control system repair. dan citra positif. primary energy. Yokogawa untuk perbaikan sistem kontrol industri. such as: Sulzer Hydro for PLTA repair. Until present time. Thomassen for PLTG repair. Thomassen untuk perbaikan PLTG. Vatech-Elin for PLTA control system development. Saat ini. Kedelapan kelompok tersebut yaitu kelompok kapasitas pembangkitan dan pendanaan. reduce production cost and improve . commercial excellence. ARAH PENGEMBANGAN PERUSAHAAN DIRECTION OF CORPORATE DEVELOPMENT Dengan pemberlakuan UU No. transmisi. distribution and retail. operational excellence. procurement excellence. untuk regrinding crankshaft dan Sezler Metco untuk metal coating. Kondisi ini tentu saja akan menjadi pertimbangan bagi PLN dalam menentukan arah pengembangan Perusahaan.200 • Kerja sama tidak mengikat dengan beberapa perusahaan multinasional berdasarkan surat perintah kerja. The Metamorphosis program consists of 8 program groups and Project Management Office (PMO). provides both opportunity and challenge for PLN’s future business development. Pertumbuhan jumlah populasi yang setiap tahunnya diperkirakan 1% yang juga diikuti oleh pertumbuhan GDP merupakan peluang sekaligus tantangan bagi PLN sehingga arah pengembangan perusahaan ke depan tetap pada bidang usaha yang terintegrasi. maka dimungkinkan muncul pemain baru yang akan menjadi pesaing PLN. commercial excellence. operational excellence. transmission. Cast Iron Welding Ltd. Program Metamorfosa ini diharapkan dapat memberikan dampak terhadap kinerja perusahaan. 30 Year 2009 on Electricity makes it possible for the emerging of industry new entrants that will become the Company’s competitors. PLN is carrying out a transformation program called Metamorphosis. PLN masih mendominasi usaha penyediaan tenaga listrik yang terintegrasi mulai pembangkitan. The 8 groups are generating and funding capacity. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report National population growth of estimated 1% per annum. manajemen stakeholder dan regulasi. Vatech-Elin untuk pembuatan sistem kontrol PLTA. Hickam Industries for PLTG repair. high performance culture. Sulzer Pam untuk perbaikan pompa. PLN sedang melakukan pogram transformasi yang diberi nama program Metamorfosa. This will affect direction of the Company’s development. energi primer. which is followed by GDP growth. procurement excellence. Cast Iron Welding Ltd. To anticipate the Law No. Global Crankshaft Services Ltd. antara lain dengan: Sulzer Hydro untuk perbaikan PLTA.

Untuk mewujudkan visi dan misi. which was renewed by Regulation No. Subsidi listrik dihitung dari selisih negatif antara harga jual tenaga listrik rata-rata (Rp/kWh) dari As an SOE. To realize corporate vision and mission. and • Enhance operational performance. operational image. 162/PMK.02/2007 tanggal 14 September 2007 yang diperbaharui dengan Peraturan No. 111/PMK. PLN is expected to meet its Public Service Obligation of electricity supply while keeping an eye on corporate objective of profit creation. Lower financial gap to Rp113 -124 trillion. • menurunkan biaya pokok produksi menjadi Rp1.6% up to 2015. • meningkatkan efisiensi investasi dan operasi. 162/ PMK. dan • meningkatkan kemampuan dan menambah jumlah pegawai lebih dari 20. 2007. and Increase capability and population of employees to over 20. The Government provides electricity subsidy to customers through PLN. Sasaran Jangka Panjang PLN Tahun 2010-2015 adalah sebagai berikut: • menambah kapasitas pembangkit menjadi 30 GW pada tahun 2015 atau 5 GW per tahun.98% dan SAIDI/SAIFI dari 300 menit/9 kali gangguan menjadi 120 menit/4kali gangguan.099 per kWh. Reduce network loss ratio from 9.000 pegawai. Pembahasan dan Analisis Manajemen Discussion and Management Analysis • • • Achieve Return On Assets of 5. PLN determines the following strategic objectives for the period of 2010 – 2015: • Improve financial condition. menurunkan biaya pokok produksi dan memperbaiki kinerja operasional yang pada akhirnya memperbaiki citra PLN di mata para pemangku kepentingan.099 per kWh.98% and SAIDI/SAIFI from 300 minutes/9 interruptions to 120 minutes/4 interruptions. Calculation and payment of the subsidy for budget years 2010 and 2009 were stipulated in Regulation of Ministry of Finance No. SUBSIDI LISTRIK PEMERINTAH GOVERNMENT ELECTRICITY SUBSIDY PLN sebagai badan usaha milik negara (BUMN) dituntut melaksanakan penyediaan tenaga listrik bagi kepentingan umum (Public Service Obligation-PSO) dengan tetap memperhatikan tujuan perusahaan yaitu untuk menghasilkan keuntungan. Reduce production cost to Rp1.000.93% menjadi 7. 2007. • menurunkan susut jaringan dari 9.mampu mengatasi celah pendanaan. which in turn also improve company image in stakeholders’ perception. Tatacara penghitungan dan pembayaran subsidi listrik Tahun Anggaran 2010 dan 2009 menggunakan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia (PMK) No. Electricity subsidy is calculated as the negative difference between average sales prices of electricity 201 . • Return On Assets (ROA ) menjadi 5. PLN’s goals for the period of 2010 – 2015 are: • • • Increase generating capacity to 30 GW in 2015 or 5 GW each year. • memperkecil gap keuangan menjadi Rp113 -124 triliun.02/2007 tanggal 17 Desember 2007. PT PLN (Persero) menetapkan tujuan strategis untuk periode 20102015 sebagai berikut: • memperbaiki kondisi keuangan PLN.93% to 7. 111/PMK.6% sampai dengan tahun 2015. Pemerintah Republik Indonesia memberikan subsidi listrik kepada pelanggan melalui Perusahaan. • Increase investment and operational efficiency.02/2007 dated December 17. dan • memperbaiki kinerja operasional.02/2007 dated September 14.

Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. 2011 and March 26.719. PLN strives to centralize PPOB system throughout Java-Bali through a system called Centralized Income Control and Management (P2APST).818 million. saat ini PLN sedang bekerja keras untuk menyatukan sistem PPOB seJawaBali yang dinamakan dengan sistem Pengelolaan dan Pengawasan Arus Pendapatan secara Terpusat (P2APST). Consistent with improvement efforts. while each business unit is responsible for the Company’s operational performance and being capable to be independent unit that sets example on efficiency and customer service. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report TRANSFORMASI PPOB MENJADI P2APST TRANSFORMATION FROM PPOB TO P2APST Untuk lebih meningkatkan keuntungan yang didapat dari sistem PPOB (payment point online banking).q.108. Pada tanggal 25 Maret 2011 dan 26 Maret 2010.418 juta dan Rp 53. respectively. Besarnya subsidi listrik dalam satu tahun anggaran secara final ditetapkan berdasarkan hasil audit atas ketaatan penggunaan subsidi listrik yang dilakukan oleh auditor yang ditunjuk Menteri Keuangan c. Proyek P2APST ini akan menyatukan sistem pengelolaan operasional harian PPOB dan data center dari masing-masing distribusi di Jawa Bali ke dalam satu sistem.719.418 million and Rp53. Perusahaan telah menerima hasil audit perhitungan subsidi listrik tahun 2010 dan 2009 masing-masing sebesar Rp 58. maka PT PLN (Persero) telah melakukan restrukturisasi korporat dengan menetapkan Kantor Pusat sebagai unit penanggung jawab pengembangan perusahaan dan kebijakan stratejik. Direktorat Jenderal Anggaran. To enhance the profit from payment point online banking (PPOB).q. sedangkan setiap Unit Usaha/Unit Bisnis sebagai penanggung jawab kinerja operasional Perusahaan yang mampu menjadi unit mandiri sehingga dapat menjadi panutan khususnya dalam hal efisiensi dan layanan pelanggan.108. . yang ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral c. termasuk tingkat susut jaringan transmisi dan distribusi. The basic cost of electricity provision is calculated based on a formula that includes transmission and distribution network loss which is determined by Directorate General of Electricity and Energy Consumption under the Ministry of Energy and Mineral Resources. The amount of subsidy for a budget year is determined based on the result of compliance audit on electricity subsidy usage which is performed by an auditor appointed by Directorate General of Budget under the Ministry of Finance.202 masing-masing golongan tarif dikurangi Biaya Pokok Penyediaan (BPP) tenaga listrik (Rp/kWh) pada tegangan di masing-masing golongan tarif dikalikan volume penjualan (kWh) untuk setiap golongan tarif. 2011 the Company received the audit based electricity subsidy for 2010 and 2009 which amount to Rp58. P2APST will centralize daily operational management of PPOB and data center of all JavaBali distributions. On March 25. BPP tenaga listrik dihitung berdasarkan formula. (Rp/kWh) of each tariff class minus basic cost of electricity provision (Rp/kWh) on the voltage for each tariff class multiplied by sales volume (kWh) of each tariff class. PLN carried out corporate restructure. appointing Head Office as the unit responsible for corporate development and strategic policy.818 juta. RESTRUKTURISASI USAHA BUSINESS RESTRUCTURE Seiring dengan upaya penyehatan Perusahaan.

nantinya Switching Company dan Bank tidak lagi memiliki hubungan kerjasama dengan PLN Distribusi. which saves human resources. tetapi Perjanjian Kerjasamanya akan langsung ditangani oleh PLN Pusat. melainkan akan langsung mengakses DPP pada data center pusat yang menampung DPP dari kelima area Distribusi. sehingga pihak Switching Company tidak perlu lagi mengakses DPP yang ada di Distribusi. Dengan begitu. akan langsung ditarik ke Pusat sehingga bisa lebih menghemat jumlah SDM yang ada. 203 . Untuk P2APST. each distribution cooperates with Switching Company and Bank separately. Hence. but sign an agreement with PLN Head Office.Pembahasan dan Analisis Manajemen Discussion and Management Analysis Pada sistem PPOB sekarang. but directly access Head Office’s data that collect from the five distribution areas. In current PPOB system. the Switching Company and Bank will not deal with PLN Distribution anymore. daily operational activities of PPOB system previously held by each Distribution will be handled by Head Office. In P2APST. Pemusatan sistem P2APST juga mengharuskan dikumpulkannya Data Piutang Pelanggan (DPP) pada satu tempat. Centralization of P2APST system requires collection of Customer Receivables Data so that Switching Company does not have to access data in Distribution. maka kegiatan operasional harian sistem PPOB yang tadinya dilaksanakan di masing-masing Distribusi. masing-masing distribusi bekerjasama dengan Switching Company dan Bank secara terpisah.

FUEL SUPPLY AGREEMENT • Gas fuel PLN and its subsidiaries has gas supply agreements with several oil and gas operators.204 TRANSAKSI MATERIAL DAN KEJADIAN LUAR BIASA MATERIAL TRANSACTION AND EXTRAORDINARy EVENTS TRANSAKSI MATERIAL MATERIAL TRANSACTION PERJANJIAN PENGADAAN BAHAN BAKAR • Bahan bakar gas PLN dan anak perusahaan memiliki perikatan penting berupa perjanjian pemasokan gas dengan beberapa operator pengelola blok migas. Harga pembelian akan ditinjau secara berkala dan ditetapkan sesuai kesepakatan berdasarkan pada patokan harga yang berlaku. butir b) • Bahan Bakar Batubara PLN dan Anak perusahaan juga memiliki perikatan perjanjian pemasokan batubara dengan beberapa pemilik ijin usaha Pertambangan proses Produksi. Selengkapnya lihat catatan 54. laporan Keuangan Audited Konsolidasian ”Ikatan dan Kontinjensi”. 071. denda keterlambatan pengiriiman maupun pembeyaran.a.PJ/060/DIR/2001 tanggal 8 Oktober 2001 yang berlaku sampai dengan 8 Oktober 2004. • Coal fuel PLN and subsidiaries also has commitments of coal supply agreement with several mining license holders. 2009 and amended again on June 1. 2011. Consolidated Financial Statement “Commitment and Contingencies. This agreement was amended on May 16. Consolidated Financial Statements”Commitments and Contingencies” point b). 2001 which was valid to October 8. Purchase price is regularly reviewed and agreed based on applicable benchmark. This supply agreement is valid for short term and long term.a laporan Keuangan Audited Konsolidasian ”Ikatan dan Kontinjensi”. 2007 to be valid to December 31. For further details please refer to Note 54. waktu pengiriman dan kualitas batubara. kemudian diadendum untuk kedua kalinya pada tanggal 1 Juni 2010. and for Lahendong for 30 years which expires 2038. . berlaku sampai dengan tanggal 31 Desember 2011. dan untuk Gunung Salak dan Darajat selama 30 tahun yang berakhir tahun 2030 serta untuk Lahendong selama 30 tahun yang berakhir tahun 2038. for Gunung Salak and Darajat for 30 years which expires 2030. Perjanjian ini kemudian diaddendum pada tanggall 14 Agustus 2009. delivery time and coal quality. tempat penyerahan. such as up to year 2027 (Please refer to Note 54. diantaranya berlaku untuk periode sampai dengan tahun 2027. Perjanjian tersebut pada intinya mengatur volume pasokan. The agreement basically arranges supply volume. 2010. The agreement was then amended on August 14. Basically it arranges fuel procurement with Pertamina concerning price. Pada intinya perjanjian pengadaan BBM dengan Pertamina mengatur harga. • Uap Panas Bumi Perusahaan memiliki perjanjian dengan Pertamina untuk pengadaan uap panas bumi untuk Kamojang selama 30 tahun yang berakhir tahun 2012. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report • Oil fuel The Company and Pertamina signed the Umbrella Agreement of Oil Fuel Purchase No.” • Geothermal Steam The Company has an agreement with Pertamina for procurement of geothermal steam for Kamojang for 30 years which expires in 2012. Perjanjian pemasokan tersebut berlaku dalam jangka pendek maupun panjang. delivery place. (lihat catatan 54. 2004.PJ/060/DIR/2001 dated October 8. 071. Perjanjian ini telah diaddendum pada tanggal 16 Mei 2007. • Bahan Bakar Minyak Perusahaan dan Pertamina mengadakan Perjanjian Payung Jual Beli Bahan Bakar Minyak No. late fee and payment.

particularly those related to generating procurement (through power plant construction fast track).238. Pada tahun 1999. In 1999 the Company renegotiated the PPA and ESC through Special Contract Renegotiation Task Force under government direction. operational and maintenance variable cost payment.772. Rp1. Dalam perjanjian dengan IPP tertentu. kewajaran harga dan disparitas harga jual listrik swasta dan harga jual Perusahaan. property and stake on the project.4 billion.3 billion for routine construction of distribution network. Fasilitas ini akan berakhir antara tahun 2011 sampai dengan 2047. biaya bahan bakar dan pembayaran biaya variabel operasi dan pemeliharaan. total commitment of contract based capital expenditure.129. Perusahaan dapat melaksanakan opsi untuk membeli hak penjual. harga tenaga listrik ditetapkan berdasarkan formula tertentu sebagaimana dinyatakan dalam perjanjian antara lain Energy Charge dan Capacity Charge.772.3 miliar.238. pembangunan transmisi senilai Rp 1.6 miliar.6 billion for generating. Nilai perolehan dalam rangka pembangkitan adalah sebesar Rp 25. Electricity price per kWh for gas. dan kepentingan atas proyek yang bersangkutan. For geothermal generator.3 billion for transmission. disepakati bahwa setiap saat selama perjanjian berlaku. electricity price is determined based on the formula stated in agreements such as Energy Charge and Capacity Charge.4 miliar. the Company had electricity purchase agreement (PPA and ESC) with large scale Independent Power Producers (IPP). Rp25. MFO dan batubara ditetapkan berdasarkan formula tertentu yang ditetapkan dalam perjanjian yang antara lain mengatur pemulihan biaya modal.796. 205 . Renegosiasi tersebut meliputi antara lain keseimbangan kondisi kontrak. FASILITAS PINJAMAN BELUM DIGUNAKAN Penerusan pinjaman (two step loans) Perseroan masih memiliki fasilitas pinjaman penerusan yang belum digunakan sebesar Rp20. pembayaran biaya tetap operasi dan pemeliharaan. Pembahasan dan Analisis Manajemen Discussion and Management Analysis CAPITAL ExPENDITURE As of December 31.129. MFO and coal generators is determined based on agreed formula that regulates capital cost recovery. fuel cost. The renegotiation covered contract balance. PEROLEHAN BARANG MODAL Pada tanggal 31 Desember 2010.PERJANJIAN JUAL BELI TENAGA LISTRIK Sebelum tahun 1997. jaringan transmisi dan distribusi. Harga tenaga listrik per kWh untuk pembangkitan bahan bakar gas. Untuk pembangkitan yang menggunakan panas bumi. LOANS NOT YET ExERCISED Two step loans The Company still has two step loan facility that is not yet exercised amounted to Rp20. This facility will expire in between 2011 to 2047. Perusahaan telah melaksanakan renegosiasi terhadap PPA dan ESC melalui Kelompok Kerja Renegosiasi Kontrak Khusus PLN dibawah arahan Pemerintah. transmission and distribution. operational and maintenance fixed cost payment. and Rp9. jumlah ikatan perolehan barang modal berdasarkan kontrak. 2010.3 miliar dan konstruksi rutin (jaringan distribusi) senilai Rp 9.796. terutama sehubungan dengan pengadaan pembangkitan (melalui percepatan pembangunan pembangkit). Certain IPP agreements allow the Company an option to buy the seller’s right. Perusahaan mengadakan perjanjian jual beli tenaga listrik (PPA dan ESC) dengan penyedia dan pengembang tenaga listrik swasta (IPP) skala besar. ELECTRICITY PURCHASE AGREEMENT Prior to 1997. price fairness and disparity between private and the Company’s sale prices. milik.

500. Fasilitas pinjaman yang telah digunakan oleh Perusahaan dari tanggal 1 Januari 2011 sampai dengan tanggal laporan keuangan konsolidasi adalah sebesar Rp1. PERJANJIAN SEWA PEMBIAYAAN EKSPANSI Pada tanggal 4 Nopember 2008. Periode Sewa untuk unit C dimulai bulan Oktober 2011 dan unit D Bulan Januari 2012. Perusahaan. Sumitomo Mitsui Banking Corporation ditunjuk sebagai Expansion Escrow Agent.206 Perjanjian pinjaman program percepatan Tujuan fasilitas pinjaman ini adalah untuk membiayai 85% dari nilai kontrak EPC untuk program percepatan. . Sehubungan dengan pinjaman ini. Perusahaan telah membayar biaya yang berkaitan dengan unit C & D antara lain biaya pengawasan konstruksi dan biaya variation agreement masing-masing sebesar JPY 11. tentang Pemberian Jaminan Pemerintah untuk Percepatan Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik Yang Menggunakan Batubara. On the lease agreement (EFLA) date the expansion cost was estimated to be JPY200. 2008. 86 Tahun 2006. Sumitomo Mitsui Banking Corporation was appointed as Expansion Escrow Agent. yang antara lain mengatur bahwa CJP akan menyewakan aset sewaan ekspansi (Unit “C” dan “D”) kepada Perusahaan. the Company and PT Central Java Power (CJP) signed a lease agreement for the expansion of Tanjung Jati B 1 & 2 .083.“FLA V”. Loan facility exercised by the Company from January 1. Dalam tahun 2010. Periode sewa akan dimulai sejak tanggal sewa setiap unit ekspansi dan berakhir 20 tahun setelah operasi komersial Unit D. Loan period including credit provision period of 36 months which is fully guaranteed by the Government based on Regulation of President of Republic of Indonesia (“PP”) No. Sehubungan dengan EFLA tersebut.000 ke rekening SMBC cabang Singapura. 86 Year 2006 concerning Government Guarantee for Coal Fuel Power Plant Construction Fast Track. Related to the EFLA. In 2010. Pada tanggal perjanjian sewa pembiayaan ekspansi (EFLA) perkiraan biaya ekspansi tersebut sebesar JPY 200.500.4 billion and US$46 million. Perusahaan diwajibkan memenuhi batasan – batasan umum.000.“FLA V”. The Company is required to meet general terms for this facility. 2011 up to the date of consolidated financial statement is Rp1. 91 Year 2007 that replaced PP No. PLN.083. respectively. The lease period will start from the lease date of each expansion unit and expire 20 years after commercial operation of Unit D.000. Perusahaan dan PT Central Java Power (CJP) mengadakan perjanjian sewa pembiayaan untuk ekspansi Tanjung Jati B 1 & 2 .000 juta. CJP dan Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) mengadakan Expansion Escrow Agreement pada tanggal 4 Nopember 2008. such as construction control cost and variation agreement cost of JPY11. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Accelerated loan agreement The objective of this facility is to finance 85% of accelerated (fast track) EPC contract value. 2008.000 million. ExPANSION LEASE AGREEMENT On November 4.000 and JPY4.000. CJP and Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) signed the Expansion Escrow Agreement on November 4. dan sepenuhnya dijamin oleh Pemerintah Republik Indonesia sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia (PP) No. the Company already paid the costs related to unit C and D. 91 Tahun 2007 pengganti dari PP No. Lease period of unit C starts in October 2011 and unit D in January 2012.4 miliar dan US$ 46 juta. which arranged CJP to lease the expansion assets (Unit “C” and “D”) to PLN. Jangka waktu pinjaman termasuk periode penyediaan kredit selama 36 bulan.000 dan JPY 4.

• Karyawan merupakan orang-orang yang mempunyai wewenang dan tanggungjawab untuk merencanakan. baik yang dilakukan dengan persyaratan dan kondisi yang sama dengan atau tidak sama dengan pihak ketiga. • • Company and subsidiaries are not required to disclose transaction with state-owned or provincialowned enterprises as related party transaction.” 207 . Perusahaan dan anak perusahaan tidak diharuskan mengungkapkan transaksi dengan Badan Usaha Milik Negara/Daerah sebagai pihak hubungan istimewa sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. memimpin dan mengendalikan kegiatan Perusahaan. Perusahaan dan anak perusahaan melakukan transaksi tertentu dengan pihak-pihak hubungan istimewa. Sifat Hubungan Istimewa • Perusahaan dan anak perusahaan merupakan pemegang saham perusahaan asosiasi (Catatan 8). 7 mengenai “Pengungkapan Pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa”. Founder and supervisors of Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan PLN are also executives and employees of the Company and subsidiaries. which is line with Accounting Standard (“PSAK”) No. In its business. Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan PLN is majority shareholder of PT Asuransi Tugu Kresna Pratama. There was no extraordinary event during report period. Employees have the right and responsibility to plan. TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES Dalam kegiatan usahanya.KEJADIAN LUAR BIASA EXTRAORDINARy EVENTS Tidak ada kejadian luar biasa selama periode pelaporan. Pembahasan dan Analisis Manajemen Discussion and Management Analysis Nature of relation: • Company and subsidiaries are shareholders of related party (Note 8). • • Cooperative executives are also employees of the Company and subsidiaries. 7 concerning “Disclosure of Related Parties. There was no extraordinary event during report period. lead and control company activities. Seluruh transaksi signifikan dengan pihak hubungan istimewa. telah diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasi. the Company and subsidiaries have transaction with related parties. • Pengurus koperasi karyawan juga merupakan karyawan Perusahaan dan anak perusahaan. All transactions with related parties. both under the same and differnt terms and conditions with third parties. • Pendiri dan pengawas Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan PT PLN (Persero) merupakan pengurus dan karyawan Perusahaan dan anak perusahaan. TRANSAKSI BENTURAN KEPENTINGAN CONFLICT OF INTEREST TRANSACTIONS Tidak ada transaksi benturan kepentingan selama periode pelaporan. were disclosed in the notes of consolidated financial statement. • Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan PT PLN (Persero) merupakan pemegang saham mayoritas PT Asuransi Tugu Kresna Pratama.

208 Adapun transaksi hubungan istimewa yang dilakukan Perusahaan menyangkut beberapa jenis transaksi. including receivables. electricity purchase and building rental.2 miliar. 2009 year ended have been reclassified and adjusted to recognition in consolidated financial statements for December 31. hutang dagang.2 billion. 2011. 20 tahun 2011 sehubungan dengan tambahan penyertaan modal Pemerintah pada Perusahaan sebanyak 21. Pemerintah Republik Indonesia menerbitkan Peraturan Pemerintah No. Biaya Pinjaman • PSAK 50 (revisi 2006). (Catatan 56) KEBIJAKAN AKUNTANSI Pada tahun berjalan. Perusahaan dan anak perusahaan menerapkan PSAK revisi berikut ini yang berlalu efektif untuk laporan keuangan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari2010: • PSAK 26 (revisi 2008). meliputi pemberian piutang. the Company and subsidiaries applied the following revised PSAK for financial statements starting effective on or after January 1. (catatan 55. Tambahan penyertaan modal Pemerintah tersebut dilakukan dengan cara mengalihkan seluruh saham milik Pemerintah pada Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pelayaran Bahtera Adhiguna. Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan • PSAK 55 (revisi 2006).674 saham atau sebesar Rp 90.674 shares or Rp90. The added capital is transferred from all government shares at PT Pelayaran Bahtera Adhiguna (Note 55. 2010 year ended (Note 56). Company’s transactions with related parties consist of several types of transaction. Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran RECLASSIFICATION Several accounts in the consolidated financial statements for December 31. Financial Instruments: Accrual and Disclosure • PSAK 55 (2006 revision). Loan Cost • PSAK 50 (2006 revision). 20 Year 2011 related to Government’s additional capital for the Company amounted to 21. PERUBAHAN PERATURAN DAN KEBIJAKAN AKUNTANSI CHANGES OF REGuLATIONS AND RECLASSIFICATION ACCOuNTING POLICIES REKLASIFIKASI Beberapa akun dalam laporan keuangan konsolidasi untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2009 telah direklasifikasi agar sesuai dengan penyajian laporan keuangan konsolidasi untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2010. ACCOUNTING STANDARD For the reported year. trade payables. . Consolidated Audited Financial Statement). pembelian tenaga listrik dan sewa gedung. the Government issued PP No. Laporan Keuangan Audited Konsolidasian) ADDITION OF PAID UP CAPITAL On March 4. 2010: • PSAK 26 (2008 revision). Financial Instruments: Recognition and Measurement PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report KEJADIAN SETELAH TANGGAL NERACA SuBSEQuENT EVENT TAMBAHAN PENYERTAAN MODAL Pada tanggal 4 Maret 2011.

STRUKTUR DAN MEKANISME TATA KELOLA GCG Guidelines.LAPORAN PELAKSANAAN TATA KELOLA PERUSAHAAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE TUJUAN Objective PEDOMAN. Structure and Mechanism KEBIJAKAN POKOK PERUSAHAAN Corporate Basic Policies ASESMEN PENERAPAN GCG Assessment of GCG Application IMPLEMENTASI PRAKTEK GCG Implemantation of GCG Application ORGAN PERUSAHAAN Corporate Organs ORGAN PENUNJANG Supporting Organs PERKARA HUKUM YANG MELIBATKAN PERSEROAN Litigation 210 211 212 214 218 224 242 265 209 Pembahasan dan Analisis Manajemen Discussion and Management Analysis .

higher efficiency. • Meningkatnya kepercayaan pemegang saham serta kepuasan pemangku kepentingan karena meningkatnya corporate value. which are: • Maximizing company performance through better decision process. melalui peningkatan kinerja keuangan dan minimalisasi risiko keputusan investasi yang mengandung benturan kepentingan. independency and fairness will increase GCG implementation quality and reach the three main targets of GCG implementation. peningkatan efisiensi operasional serta peningkatan layanan kepada pemangku kepentingan. PLN continuously improves both GCG software (manual. PLN melakukan asesmen pelaksanaan secara berkala untuk mendapatkan umpan-balik bagi perbaikan praktek GCG di tahun-tahun selanjutnya. Akuntabilitas. PLN berkomitmen untuk terus menerapkan best practise Tata Kelola Perusahaan yang Baik untuk menunjang tercapainya tujuan. Enhancing shareholders’ trust and stakeholders’ satisfaction due to increased corporate value. Consistent with corporate vision and mission. Untuk menjamin pencapaian tujuan penerapan GCG tersebut. Consistent application of GCG’s five basic principles of transparency.210 TUJUAN OBJECTIVE PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Sejalan dengan visi dan misi perusahaan. Hal ini dilandasi oleh keyakinan PLN bahwa penerapan best practices dalam GCG akan meningkatkan kepercayaan sekaligus nilai perusahaan secara berkelanjutan. and system) and hardware (formation of task force and executive team). PLN is committed to continuous implementation of Good Corporate Governance (GCG) best practices. • Meningkatnya corporate value. This is based on PLN’s belief that GCG best practice implementation will enhance trust and sustainability of corporate values. Kemandirian dan Kewajaran. Pertanggungjawaban. accountability. . aturan-aturan dan sistim kerja) maupun dari sisi hardware (yakni pembentukan lembaga pelaksana maupun unit kerja). PLN also conducts periodic assessment to acquire feedback for future GCG practice. secara konsisten diyakini akan meningkatkan kualitas pelaksanaan GCG dengan target tercapainya tiga sasaran utama dari penerapan GCG tersebut. Penerapan lima prinsip dasar GCG yakni: Transparansi. • To ensure achievement of GCG implementation. PLN secara berkesinambungan melakukan langkah-langkah perbaikan baik dari sisi software GCG (yakni pedoman. Selain itu. responsibility. rules. and better service to stakeholders. • Enhancing corporate value through improvement of financial performance and minimizing investment risks that involve conflict of interest. yakni: • Maksimalisasi kinerja Perseroan melalui terciptanya proses pengambilan keputusan yang lebih baik dan berkualitas.

PLN telah menyusun dan memberlakukan Pedoman Perilaku yang berisi pedoman perilaku kebiasaan baik dan tata pergaulan profesional di lingkungan Perusahaan. Selain itu PLN telah memiliki dan memberlakukan Pedoman GCG sebagai pegangan pelaksanaan tata kelola di perusahaan berikut kebijakan-kebijakan pengelolaan operasional perusahaan. Untuk memastikan keberhasilan dan kelancaran pelaksanaan tugas dan tanggung jawab yang sedemikian besar. The objectives of this manual for Board of Directors and Board of Commissioners are: Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance Report • • To clarify duties and responsibilities of Board of Directors and Board of Commissioners. PLN also has Board Manual for Board of Directors and Board of Commissioners. para pemegang saham dapat mengusulkan suatu keputusan penting seperti yang berkaitan dengan investasi yang telah ditanamkan di Perseroan. STRUCTURE AND MECHANISM Dalam rangka mendukung peningkatan mutu implementasi GCG tersebut. AGM will leave all implementation and supervisory activities to Board of Directors and Board of Commissioners in line with Articles of Association and prevailing law and regulations. mudah dipahami dan dapat dijalankan dengan konsisten sehingga menjadi acuan bagi Direksi dan Dewan Komisaris dalam melaksanakan tugas masingmasing untuk mencapai visi dan misi Perusahaan. Dewan Komisaris berkewajiban melakukan pengawasan dan memberikan nasehat untuk memastikan bahwa tujuan Perseroan serta keputusan RUPS tersebut dilaksanakan dan dicapai. and serves as guidelines for Board of Directors and Board of Commissioners in accomplishing their duties to achieve corporate vision and mission. PLN has prepared and issued guidelines for good behavior and professional relation within the Company. while Board of Commissioners is obliged to supervise and provide advice to ensure achievement of company objective on such AGM decision. dan • mempermudah organ-organ di bawah Dewan Komisaris dan Direksi untuk memahami tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris dan Direksi. and To help the structure under Board of Director and Board of Commissioners to understand duties and responsibilities and work relation of the boards. easy to be understood and consistently applied way. PLN has also prepared and applied guidelines for GCG implementation. After a decision is made. To ensure successful execution of its prominent duties and responsibilities. maupun hubungan tugas keduanya. Further. while Board of Directors is assisted by related task force. PLN telah melengkapi seluruh pranata yang diperlukan. Dalam forum RUPS. Pengelolaan perusahaan dan pelaksanaan atas setiap keputusan RUPS tersebut dilakukan oleh Direksi. Board of Commissioners is assisted by Support Committees. sistematis. Dewan Komisaris dibantu oleh Komite Penunjang sedangkan Direksi dibantu oleh unit kerja yang terkait. 211 . and to clarify work relation intra and inter organization. In Annual General Meeting of Shareholders (AGM). Company management and execution of AGM decisions are performed by Board of Directors. maka RUPS kemudian akan menyerahkan segala kewenangan pengawasan dan pelaksanaan keputusan tersebut kepada Dewan Komisaris dan Direksi. yakni Pedoman Kerja Direksi dan Dewan Komisaris yang berisi panduan bagi Direksi dan Dewan Komisaris yang menjelaskan aktivitas secara terstruktur. systematic. sesuai dengan Anggaran Dasar dan peraturan perundangan yang berlaku. including operational management policies. To support improvement of GCG implementation quality. PLN juga telah memiliki Board Manual.PEDOMAN. The manual explains the activities in a structured. STRUKTUR DAN MEKANISME TATA KELOLA GCG GUIDELINES. the shareholders can suggest material decisions such as those related to company investments. Setelah keputusan diambil. Tujuan dari penyusunan dan pemberlakuan Pedoman Kerja Direksi dan Dewan Komisaris adalah: • memperjelas tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris dan Direksi serta memperjelas hubungan kerja di dalam maupun di antara kedua organ perusahaan tersebut. dengan kedudukan yang setara.

Pngurangan Subsidi. dimana ditegaskan bahwa pihakpihak internal maupun eksternal yang memiliki peluang tersangkut dalam transaksi dimaksud dilarang terlibat dalam proses pembuatan keputusan menyangkut transaksi tersebut. PLN telah menindak lanjuti penetapan kebijakan manajemen risiko dengan membentuk satuan Pengendalian Risiko. sehingga PLN terhindar dari dampak negatif yang mungkin timbul dalam mencapai tujuannya. Pengelolaan risiko disertai upaya mitigasi risiko yang telah diidentifikasi. Berikut adalah beberapa aturan aturan kebijakan (soft-structure) yang telah selesai disusun dan diimplementasikan. To sustain enhancement of GCG implementation. Pengurangan Susut Jaringan dan SAIDI maupun SAIFI. KEBIJAKAN PENGELOLAAN RISIKO PERSEROAN PLN menyusun dan menetapkan Kebijakan Manajemen Risiko sebagai bagian dari sistim pengawasan dan pengendalian internal dengan tujuan akhir meminimalisir potensi kerugian yang mungkin terjadi. Subsidy Reduction. PLN juga membuat komitmen yang disepakati dan ditandatangani bersama oleh Direksi dan Dewan Komisaris yang meliputi antara lain: Kinerja Perseroan. Identification and mitigation of identified risks are part of risk management policies to prevent potential negative impact along corporate objective achievement progress (Please refer to “Risk and Risk Management” section on page 114 .128 for further discussion). Network Loss Reduction. fit and comprehensive risk management. halaman 114 .212 KEBIJAKAN POKOK PERUSAHAAN CORPORATE BASIC POLICIES Untuk menunjang peningkatan penerapan tatakelola perusahaan yang baik PLN terus berupaya melengkapi aturan kebijakan operasional sebagai bagian dari panduan GCG. Satuan ini dibentuk sebagai upaya meningkatkan pengelolaan risiko secara terus menerus. to maximize corporate performance. Power Plant Construction. which include Compay Performance. Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik. This prohibition is applied to ensure independency . dalam rangka optimalisasi kinerja korporasi. In addition. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report KEBIJAKAN MANAJEMEN KINERJA PLN mulai merintis penetapan Key Performance Indicator (KPI) sebagai ukuran kinerja yang harus dicapai oleh manajemen. SAIDI and SAIFI Improvement. CONFLICT OF INTEREST TRANSACTION PLN has rules on Conflict of Interest Transaction that emphasizes non involvement of both internal and external parties related to a certain transaction in the decision process that concerns the transaction. PROHIBITION OF DONATION AND GIFT GIVING AND RECEIVING PLN prohibits donation and gift giving and receiving both by internal and external parties of the Company. PLN followed up the policies by forming a Risk Control unit to perform continuous. Larangan ini diberlakukan untuk menegakkan independensi pengambilan PERFORMANCE MANAGEMENT PLN pioneers the application of Key Performance Indicator as management performance benchmark. tepat dan komprehensif. The following describes some soft-structure policies already issued and executed. Selain itu. PLN also sets the commitments to be agreed and signed together by Board of Directors and Board of Commissioners. dst. CORPORATE RISK MANAGEMENT PLN prepares and stipulates Risk Management Policies as part of internal monitoring and control aimed at minimizing potential risks. PLN continuously strives to provide operational policies as part of GCG guidelines. (Selengkapnya lihat uraian “Risiko dan Manajemen Risiko”.128) TRANSAKSI BENTURAN KEPENTINGAN PLN memiliki peraturan “Transaksi Benturan Kepentingan”. etc. LARANGAN PEMBERIAN DAN PENERIMAAN HADIAH DAN DONASI PLN melarang pemberian maupun penerimaan hadiah dan donasi baik oleh pihak didalam maupun diluar lingkungan Perusahaan.

open. Proses pengadaan barang dan jasa diupayakan melalui persaingan yang sehat sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Procurement of materials and services is to be carried out through proper competition in compliance with prevailing laws and regulations. of decision making and to avoid conflict of interest potential and/or downgrading of public trust on the Company’s integrity. PROCUREMENT OF MATERIALS/SERVICES PLN implements transparent and accountable procurement policy that meets the principles of efective and efficient. KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG/JASA PLN menerapkan kebijakan pengadaan yang transparan dan akuntabel. 213 Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance Report .keputusan maupun potensi terjadinya benturan kepentingan dan atau turunnya kepercayaan publik terhadap integritas Perusahaan. terbuka dan bersaing adil dan tidak diskriminatif. fair and non-discriminative competition. memenuhi prinsip-prinsip efektif dan efisien.

so it will be able to improve the image and can improve performance. Assessment carried out to obtain feedback on the quality of GCG implementation practices undertaken by the Company. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report . diikuti dengan perbaikan atas kekurangankekurangan sebagaimana direkomendasikan oleh asesor. PT PLN (Persero) implemented quality assessment of Good Corporate Governance periodically since 2002. fungsi. PLN has been carrying out regulations on the implementation of GCG practices at the State Owned Enterprises (SOE) established by the Minister of SOEs. • assessment of the implementation progress. The measurement was carried out based on: • the commitment to apply GCG. • keberadaan. and the relationship between the management and the other stakeholders. proses.67% out of a maximum score of 100% (best practice). • struktur. the State Financial Auditor (BPKP) carried out measurement and examination on GCG application in PLN pursuant to the Minister of StateOwned Enterprise (SOE) Decree No. dan peran organ utama GCG. • the GCG structure. that covers aspects as follow: • implementation and follow-up of the assessment execution. followed with improvement over the deficiencies as recommended by the assessors. • the relationship between the management and the company’s stakeholders. beserta rekomendasi yang disampaikan dan tindak lanjut yang telah dilakukan Perusahaan adalah sebagai berikut. Asesmen dilakukan untuk mendapatkan umpan balik atas kualitas penerapan praktek GCG yang dilaksanakan oleh Perusahaan. recommendation and the follow-up result that has been done by PLN since 2002-2010 are as follow: In 2002. • kemajuan pelaksanaan penilaian. serta tugas dari organ utama dan organ pendukung. Description on GCG implementation assessment. Pengukuran tersebut mencakup: • aspek komitmen untuk menerapkan GCG. Entering 2004. • efforts undertaken in accumulating the interest of all stakeholders associated with the implementation of GCG principles. Through this ongoing process. • upaya-upaya yang dilakukan dalam rangka mengakumulasi kepentingan seluruh pemangku kepentingan terkait dengan penyelenggaraan prinsip-prinsip GCG. Hasil dari pengukuran pada tahun 2002 tersebut adalah “Cukup” dengan nilai pencapaian GCG sebesar 73. • • the existence.54/SBU/2002. Pada tahun 2002. another review is carried out by BPKP on GCG application at PT PLN (Persero) based on the Terms of Reference (TOR) from the Ministry of State Enterprise (BUMN) as mentioned in the Secretary of Ministry of SOE Letter No. Pada tahun 2004. Adapun uraian mengenai asesemen penerapan GCG yang telah dilakukan PLN sejak tahun 2002 hingga 2010. dan • pengelolaan hubungan dengan pemangku kepentingan lain-lainnya.MBU/2004 meliputi aspek-aspek berikut: • pelaksanaandan tindak lanjut dari hasil pelaksanaan assessment. Since 2003. S-314/S. BPKP telah melakukan pengukuran dan pengujian penerapan GCG di PLN berdasarkan surat Menteri BUMN No. process. with a GCG score of 73. and main role.MBU/2004. functions and duties of the main organs and supporting organs. dan • pengelolaan hubungan dengan pemangku kepentingan perusahaan lainnya. Perusahaan menargetkan peningkatan kualitas pelaksanaan GCG setiap tahun. evaluasi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) atas penerapan GCG di PT PLN (Persero) berdasarkan Kerangka Acuan dari Kementerian BUMN sebagaimana tertuang dalam Surat Sekretaris Kementerian BUMN nomor: S-314/S.67% dari bobot maksimal 100% (best practice).214 ASESMEN PENERAPAN GCG ASSESSMENT OF GCG APPLICATION PLN melaksanakan asesmen kualitas penerapan GCG secara periodik sejak tahun 2002. Melalui proses yang berlangsung secara berkesinambungan ini. the Company is targeting to improve the quality of GCG implementation in every year. The result of this 2002 measurement is stated as “Sufficient”. sehingga akan mampu memperbaiki citra dan mampu meningkatkan kinerja. 54/SBU/2002.

• keberadaan kebijakan GCG di Perusahaan.47% dari bobot maksimal 100%. as stated in the Minister of State-Owned Enterprises Letter No. S168/MBU/2008 tanggal 27 Juni 2008.47% out of 100%. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance Report Melalui proses yang berlangsung secara berkesinambungan ini. PLN conducted a GCG evaluation by usingassessment methodology approach. • GCG implementation.75% atau mencapai kualifikasi “BAIK”. hasil evaluasi penerapan GCG meningkat ke angka 84. the evaluation of GCG was improved and reached the highest rating of 84. Pencapaian nilai PT PLN (Persero) adalah 86. Pada tahun 2008 dilakukan penilaian GCG di PLN dengan menggunakan metodologi penilaian sebagaimana tertuang dalam surat Menteri Negara BUMN No. Berdasarkan metodologi penilaian tersebut PT PLN (Persero) telah memiliki kecukupan sistem dan infrastruktur yang mendukung implementasi prinsipprinsip GCG.33% dari bobot maksimal 100%. Perusahaan menargetkan peningkatan kualitas pelaksanaan GCG setiap tahun Through this ongoing process. • GCG principles existence within the company. • openness and transparency of the GCG policy and practices. Pada tahun 2007. S168/MBU/2008 dated June 27. In 2007.Hasil tinjauan menunjukkan adanya peningkatan pada penerapan GCG dalam penyelenggaraan tata kelola perusahaan yang mencapai nilai aktual sebesar 75. the Company is targeting to improve the quality of GCG implementation in every year 215 . PT PLN (Persero) received 86. • penerapan GCG • pengungkapan dan transparansi kebijakan dan praktik GCG. There are several aspects to be reviewed in the testing of GCG application at PT PLN (Persero) that include the following: • shareholders’ rights and responsibilities.75% score or “GOOD” rating. PT PLN (Persero) has an adequate system and infrastructure that support the implementation of GCG principles. 2008. In 2008. Aspek-aspek yang ditinjau dalam pengujian terhadap penerapan GCG di PT PLN (Persero) meliputi aspek-aspek berikut: • partisipasi/hak dan tanggung jawab pemegang saham.33% out of a maximum 100%. The review showed further improvements of GCG application in every PLN activities scoring at 75. Based on the assessment methodology.

00 8.30 88. • Dekom sebaiknya mengikuti protokol penyampaian informasi sesuai regulasi Pasar The assessor also gave recommendation on lessening the gap with GCG implementation best practice.83 88.12 INDICATOR Shareholder’s Rights Responsibilities GCG Policy GCG Implementation Board of Commissioners Commissioners Committee Board of Directors Internal Audit Unit Corporate Secretary Disclosure of Information Commitment Total BAIK GOOD Pengungkapan Informasi Komitmen Jumlah 5 PERINGKAT KUALITAS PENERAPAN ASSESSMENT RESULT Namun demikian. PT PLN (PERSERO) ASSESSTMENT RESULT NO INDIKATOR 1 2 3 Hak dan Tanggung Jawab Pemegang Saham / RUPS Kebijakan GCG Penerapan GCG a. 2.50 92.12 atau mencapai kualitas BAIK. The assessment was in done in line with the Terms of Reference for GCG Assessment issued by the State Ministry of State-Owned Enterprises.94 8.00 SKOR SCORE 7. hasil wawancara dan konfirmasi ulang. yang dilakukan oleh PT Meisa Dwi Kencana (“Konsultan”) selaku assessor independen. Aspek Hak dan Tanggung Jawab Pemegang Saham/RUPS: RUPS belum menetapkan sistem penilaian kinerja Dewan Komisaris yang mencakup penilaian kinerja secara individual.87 7.12 or reaching GOOD quality with the following summary.00 88.00 100. Sekretaris Perusahaan 4 PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report BOBOT% VALUE % 9.00 10. 2. perform an assessment on 2009 GCG implementation. Berdasarkan metodologi assessment tersebut.11 68.26 90. the assessor concluded that PLN already had the required system and infrastructure to sustain the implementation of GCG principles. • Board of Commissioners should abide by the . The assessor’s recommendations included: 1.00 27.00 3.43 24. Komite Komisaris c. questionnaires.00 7.05 2.00 8. kuesioner. HASIL PENCAPAIAN PENILAIAN GCG PT PLN (PERSERO) In 2010 PLN had PT Meisa Dwi Kencana. Aspek Penerapan Good Corporate Governance : • Dekom belum belum dilibatkan dalam proses penilaian kinerja Direksi. terdapat beberapa rekomendasi dari Assesor guna memperkecil kesenjangan (gap) dengan standar atau praktik terbaik penerapan GCG. Dewan Direksi d.00 78.00 3. interview and reconfirmation results.13 5. Rekomendasi dari assesor tersebut adalah: 1.67 100. Dewan Komisaris b. an independent consultant and assessor. The assessment was on documents. Assessment dilaksanakan dengan mengacu kepada Kerangka Acuan Pelaksanaan Assessment GCG dari Kementerian Negara BUMN.00 6. Based on such method.22 100.00 27.33 95.00 21. dengan ringkasan penilaian assesor sebagai berikut. Right and responsibility of shareholders/AGM: AGM has not decided on Board of Commissioners’ performance evaluation that includes individual performance assessment.216 Pada tahun 2010 PLN kembali melakukan asesmen penerapan GCG periode tahun 2009. Assessment dilakukan berdasarkan dokumen. assessor berkeyakinan bahwa PT PLN (Persero) telah memiliki kecukupan sistem dan infrastuktur yang mendukung implementasi prinsip-prinsip GCG. Satuan Pengawasan Intern e. The score was 88.87 2. Adapun pencapaian nilai (skor) adalah 88. GCG Implementation: • Board of Commissioners had not been involved in Board of Directors’ performance evaluation.12 CAPAIAN % RESULT % 88.

Modal. • • Capital Market’s information update protocol because PLN has issued bonds. 217 . berdasarkan rekomendasi assesor diatas dan berdasarkan pada perkembangan praktek GCG terkini dan kebutuhan perusahaan. • Struktur di bawah Sekretaris Perusahaan yang masih belum mencerminkan adanya kecukupan fungsi dalam kaitannya dengan Perusahaan sebagai emiten yang telah menerbitkan Obligasi.T secara keseluruhan. The structure below Corporate Secretary has not reflected sufficient function as a bond issuer company. Internal control system has not been regularly tested and improved using information technology. Revision of Code of Conduct PLN plans to carry out other improvements to enhance the quality of future GCG implementation based on the assessor’s recommendations and based on actual development of GCG practice and company needs. diantaranya: • revisi terhadap board manual. mengingat PLN telah menerbitkan surat utang (obligasi). Too many information resources that make it for Corporate Secretary to integrate corporate information as required by job description. 3. No review on Committee existence and evaluation on Board of Commissioners’ supervisory role. • • • • Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance Report • 3. PLN telah melakukan beberapa tindakan terkait dengan rekomendasi dari assesor tersebut. • revisi terhadap Code of Conduct. • Kegiatan pengujian keandalan sistem pengendalian internal masih belum dilakukan secara reguler dan belum menyentuh I. • Masih terlalu banyaknya pintu informasi sehingga tidak memungkinkan Sekretaris Perusahaan yang berdasarkan job descriptionnya harus menjaga integritas informasi yang keluar dari Perusahaan. No Committee Charter except Audit Committee Charter that meets best practice standards. PLN has taken several actions based on the above recommendations. • SPI belum melakukan evaluasi kecukupan efektivitas sistem pengendalian internal dan masukan atas prosedur atau proses manajemen risiko terkait Risk Based Audit (RBA). • Perusahaan belum mempublikasikan SCI. Commitment: • No systematic and measured socialization related to compliance. Beberapa tindakan perbaikan yang telah dilaksanakan. • The Company has not published SCI. • Belum adanya kajian mengenai keberadaan Komite dan evaluasi terhadap kontribusi pengawasan Komisaris. SPI has not conducted any evaluation on the effectiveness of internal control system and inputs on risk management procedure or process related to Risk Based Audit. Board of Directors should abide by the Capital Market’s information update protocol because a lot of information from Directors are not consistent. PLN berencana melakukan berbagai perbaikan lain dalam rangka meningkatkan kualitas penerapan praktek GCG di tahun mendatang. • Direksi agar mengikuti protokol penyampaian informasi sesuai peraturan Pasar Modal. such as: • • Revision of Board Manual. karena masih banyaknya informasi yang keluar dan tidak sama antara satu Direktur dengan Direktur lainnya. Aspek Komitmen : • Belum terdapatnya upaya sosialisasi yang sistematis dan terukur terkait kepatuhan. • Belum adanya Piagam Kerja bagi Komite selain Komite Audit yang memenuhi standar terbaik.

part of its assignments is to supervise Board of Directors’ accountability and operational lines. PLN continuously ensures that all basic principles of GCG that include transparency. Implementation of GCG basic principles in the Company’s operation is described in the following discussion of primary function in company management. independensi (independency) serta kewajaran dan kesetaraan (fairness) diterapkan pada setiap aspek bisnis dan di semua jajaran. creditors. Sementara itu implementasi prinsip-prinsip dasar GCG dalam operasional Perusahaan dijelaskan dalam uraian fungsi-fungsi utama dalam pengelolaan perusahaan sebagai berikut. accountability. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Independency is accomplished through preparation and application of code of conduct that includes all transactions and investment plans with potential conflict of interest. Prinsip kemandirian atau independency diterapkan melalui penyusunan dan penerapan code of conduct. Transparency is ensured through various intensive and professionally managed communication activities so that all investors. Accountability is performed by focusing on enhancement of function and role of company structure and management to ensure good business management. The Company also provides information and suggestion access to all stakeholders. PLN menerapkan sistim pengendalian internal (SPI) dengan sebagian tugasnya adalah melakukan pengawasan atas akuntabilitas Direksi dan jajaran operasionalnya Azas tanggung-jawab diterapkan melalui ketaatan pada prinsip kehati-hatian dan memastikan kepatuhan terhadap peraturan perusahaan. Prinsip akuntabilitas dilaksanakan dengan fokus peningkatan fungsi dan peran setiap Organ Perusahaan dan Manajemen sehingga pengelolaan usaha dapat berjalan dengan baik. akuntabilitas (accountability). masyarakat serta seluruh pemangku kepentingan dapat mengetahui kinerja dan kegiatan pengelolaan perusahaan secara merata. PLN juga membuka akses informasi kepada seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan sumbang-saran bagi kemajuan dan peningkatan mutu layanan Perusahan. fairness and equality are applied in all business aspects at all lines.218 IMPLEMENTASI PRAKTEK GCG IMPLEMENTION OF GCG PRACTICE PLN senantiasa memastikan bahwa seluruh bahwa seluruh prinsip-prinsip dasar GCG yang meliputi keterbukaan (transparency). PLN applies internal control system (“ ”). Responsibility is conducted through prudence and compliance to company regulations. serta melaksanakan tanggung jawab sosial. and also social responsibility. sehingga para investor. independency. Articles of Association and prevailing laws and regulations. . Azas kesetaraan diterapkan dengan memperlakukan seluruh stakeholder secara berimbang (equal treatment) antara hak dan kewajiban yang diberikan kepada dan oleh PLN. kreditur. responsibilitas (responsibility). termasuk pengaturan seluruh transaksi maupun rencana investasi yang mengandung atau berpotensi mengandung benturan kepentingan (conflict of interest). Equality is ensured through equal treatment to all stakeholders concerning rights and responsibilities given to and by PLN. community and stakeholders get the access to knowing company performance and management activities. Anggaran Dasar dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Azas transparansi diterapkan melalui pelaksanaan berbagai kegiatan dan media komunikasi yang intensif dan dikelola secara profesional.

formation of Risk Management Task Force. ketaatan terhadap aturan dan perundang. 2005 concerning the establishment of Socialization of Code of Conduct Team at PT PLN (Persero). (Selanjutnya lihat uraian “Unit Kerja Internal Audit”. telah diterbitkan Code of Conduct sebagai bentuk implementasi peningkatan dan penyempurnaan penerapan GCG serta kode etik yang dianut oleh seluruh pegawai di lingkungan PT PLN (Persero). keanggotaan yang bertanggung jawab. The guidelines preside over leadership roles in PLN. (Please see “Internal Audit Unit” section on page 254 for further discussion). responsible membership. PLN guarantees operational effectiveness and efficiency. This commitment is reflected in the stipulation of Risk Management Policy. IMPLEMENTATION OF RISK MANAGEMENT PLN is committed to continuous implementation of risk management in all business processes and corporate management to ensure accomplishment of company objectives and to prevent negative impact from unhandled risks. and internal and external professional relationships. Melalui unit Internal Audit. hubungan profesional antar anggota dan hubungan dengan pihak eksternal. (Selanjutnya lihat uraian “Risiko dan Manajemen Risiko”.undangan serta ketepatan dan keandalan pelaporan keuangan. halaman 114) PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN INTERNAL PLN menyelenggarakan pengawasan dan pengendalian internal sebagai bagian dari implementasi asas akuntabilitas dan transparansi dari prinsip dasar GCG. Komitmen ini tercermin dari penetapan Kebijakan Manajemen Risiko. Through the Internal Audit unit. Petunjuk ini mengatur mengenai aspek kepemimpinan PLN. 219 . compliance with prevailing laws and regulations. and • Board of Directors Letter No: 282. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance Report CODE OF CONDUCT In October 2005.K/DIR/2005 tanggal 30 November 2005 tentang Pembentukan Tim Penyelarasan (Alignment) KetentuanKetentuan Sistem Organisasi & SDM dengan Budaya Perusahaan dan Code of Conduct.K/ DIR/2005 tanggal 30 November 2005 tentang Pembentukan Tim Sosialisasi Pedoman Perilaku di PT PLN (Persero). and accuracy and reliability of financial reporting. Code of Conduct berisi kebiasaan baik dan tata pergaulan profesional di lingkungan PLN. dan • Surat Keputusan Direksi Nomor: 282. Implementasi Code of Conduct di seluruh jajaran Perusahaan pada tahap awal diawali dengan penerbitan dua Surat Keputusan Direksi sebagai berikut: • Surat Keputusan Direksi Nomor: 283. pembentukan Unit Kerja Manajemen Risiko dan pelaksanaan asesmen risiko secara berjenjang hingga ke level Korporat. and application of risk assessment in all levels up to corporate level (Please refer to “Risk and Risk Management” section on page 114). halaman 254) KODE ETIK PERILAKU Pada Oktober 2005. the implementation of the Company’s Code of Conduct at all levels is based on the issuance of two Letters by the Board of Directors consisting of the followings: • Board of Directors Letter No: 283. Initially. the Code of Conduct was published as part of improved implementation of GCG as well as the ethical code regarded by all employees of PT PLN (Persero). INTERNAL CONTROL AND SUPERVISORY PLN holds internal control and supervisory as part of accountability and tranparency principles of GCG. The Code of COnduct contains of guidelines of good behavior and professional relationship within PLN.PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO PLN berkomitmen menerapkan Manajemen Risiko secara berkesinambungan di seluruh proses bisnis dan pengelolaan perusahaan guna mendukung tercapainya tujuan dan terhindarnya Perusahaan dari dampak negatif dari risiko yang tidak tertangani dengan baik.K/DIR/2005 dated November 30. manajemen PLN memberikan jaminan atas efektivitas dan efisiensi operasi. 2005 concerning the Team Formation for Alignment of Organizational System & HR with the Corporate Culture and Code of Conduct.K/DIR/2005 dated November 30.

harus dilakukan secara bersama-sama dengan berlandaskan Budaya Perusahaan yang mengandung nilai-nilai Saling Percaya. Visi dan Misi Perusahaan. PT PLN (Persero) juga mengintensifkan pelaksanaan program sertifikasi bidang Pelayanan Pelanggan yaitu ISO 9001 di unit bisnis distribusi dan wilayah dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan terhadap pelanggan. SMK3 Kelaikan Operasi. harus dilakukan secara bersama-sama dengan berlandaskan Budaya Perusahaan yang mengandung nilai-nilai Saling Percaya. Pelaksanaan sosialisasi Budaya Perusahaan dilakukan dengan cara presentasi. Implementasi Budaya Perusahaan di seluruh jajaran Perusahaan dilaksanakan melalui sosialisasi ke seluruh Unit PLN oleh Tim Sosialisasi PLN Kantor Pusat. PT PLN (Persero) mengintensifkan pelaksanaan program Sertifikasi Bidang Pembangkitan yang meliputi ISO 9001 tentang Pelayanan. Sertifikasi Kompetensi Operasi dan Pemeliharaan. Buku Pedoman Perilaku PLN secara terus menerus akan disempurnakan untuk mengikuti perkembangan dan perubahan lingkungan bisnis Perusahaan. Budaya perusahaan PT PLN (Persero) diresmikan pada tanggal 27 Oktober 2002 bertepatan dengan Hari Listrik Nasional yang ke 57. Integritas. Peduli. Sasaran yang hendak dicapai adalah setiap Pusat Tenaga Listrik (Pembangkit) harus dikelola dengan mengikuti standar internasional yang dibuktikan dengan diperolehnya Sertifikasi Bidang Pembangkitan. Peduli. Implementasi berkesinambungan dari Pedoman Perilaku ini adalah salah satu bagian dari upaya PLN untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan GCG. Penanaman nilai-nilai Budaya Perusahaan juga merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas penerapan GCG dari sisi terciptanya integritas seluruh warga PLN.220 Secara paralel. Pembelajar . Visi dan Misi Perusahaan. diskusi tanyajawab dan diskusi kelompok. Integritas. ISO 14001 tentang Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Sistem Manajemen Mutu (ISO) Sejak tahun 2004. Pembelajar. Warga PLN meyakini bahwa perwujudan Falsafah. BUDAYA PERUSAHAAN Warga PLN meyakini bahwa perwujudan Falsafah. Penanaman nilai-nilai Budaya Perusahaan juga diberikan kepada pegawai baru yang dalam masa orientasi.

PT PLN (Persero) also intensifies the implementation of customer service certification program such as ISO 9001 in distribution business unit and regions in pursuant to improve customer service quality. vision and mission of the Company shall be carried out in line with the Corporate Culture and values of Trust. Integrity. CORPORATE CULTURE PLN believes that the embodiment of values. and Learning Quality Management System (ISO ) Since 2004.In parallel. The Company Culture and values was also being socialized to new recruits during their orientation period prior to joining PLN. PT PLN (Persero) has been intensifying the implementation of the Generation Certification program that included ISO 9001 on service. 221 . Care. The implementation of the Company’s Corporate Culture at all levels was disseminated by the Head Office’s Socialization Team through presentation. Integrity. 2002 coincide with the National Electricity 57th Anniversary. The corporate culture of PT PLN (Persero) was published officially on 27 October. The objective is to manage each Power Plant based on internationally recognized standards and thus obtains Field Generation Certification. and Operations and Maintenance Competency Certification. Care. and Learning. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance Report PLN believes that the embodiment of values. questions and answering discussion as well as group discussions. ISO 14001 on environmental management and monitoring. One of the successful implementations of the PLN Code of Conduct is the ability to realize its meaning and put it into effect into policies and regulations of the Company. PLN Code of Conduct Book will continually be improved through adoption of the developments and changes occurred within the Company’s business environment. vision and mission of the Company shall be carried out in line with the Corporate Culture and values of Trust. SMK3 for Trustworthy Operations.

proprietary limited company law and disclosure of public information. then in accordance with Bapepam regulation. PT PLN has an obligation to disclose company information. sebagaimana tercantum dalam Anggaran Dasar. lembaga pemeringkat kredit dan lembaga pemeringkat lainnya. The Company always prioritizes employees’ safety and health as for the attainment of ‘zero accident’ by requiring each unit to obtain ISO 27000 certification. balance sheets and income statements. and capital. financial statements. TRANSPARANSI DAN PENGUNGKAPAN INFORMASI Sebagai perusahaan yang telah menerbitkan obligasi. • hasil penilaian oleh auditor eksternal. and corporate social responsibility report which have been audited.222 Perusahaan selalu mengutamakan keselamatan (safety) dan kesehatan pegawainya sehingga diharapkan tidak terjadi kecelakaan kerja (zero accident) dengan mengharuskan setiap unit untuk memperoleh sertifikat ISO 27000. purpose. • shareholder’s full name. as stated in the Articles of Association. to the Shareholders and the copies to the Board of Commissioners. and Member of the Board of Commissioners of the Company. objectives and types of business activities. dan permodalan. the period of establishment. The Board of Directors are required to provide public information no later than two working days. jangka waktu pendirian. maksud dan tujuan serta jenis kegiatan usaha. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report . • laporan tahunan. dan laporan • tanggung jawab sosial perusahaan yang telah diaudit. Oleh karenanya Direksi menyediakan Informasi Publik selambat-lambatnya dua hari kerja. • annual reports. neraca dan laporan laba rugi. credit rating agencies and other agencies. TRANSPARENCY AND DISCLOSURE OF INFORMATION As a company that has issued bonds. dan Anggota Dewan Komisaris Perusahaan. • result assessment by external auditors. • nama lengkap pemegang saham. kepada Pemegang Saham dan ditembuskan kepada Dewan Komisaris. Such information includes: • name and place of domicile. Informasi tersebut meliputi: • nama dan tempat kedudukan. Member of the Board of Directors. Anggota Direksi. maka sesuai dengan Peraturan Bapepam dan UU PT serta UU KIP PLN mempunyai kewajiban untuk mengungkapkan informasi perusahaan. laporan keuangan.

• • • • • • • • • • • • • • • remuneration system and funds allocation from Members of the Board of Commissioners and Directors. pedoman pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik berdasarkan prinsip-prinsip transparansi. peleburan usaha atau pembentukan usaha patungan. perselisihan tenaga kerja yang relatif penting. pertanggungjawaban. responsibility. mechanism for the determination of the Boards. important changes in management. perolehan atau kehilangan kontrak penting. assignment of government activities and/or the general service or subsidy. perubahan tahun fiskal Perusahaan. the merger. perubahan dalam pengendalian. stock purchase. replacement of accountants who perform the auditing. pengumuman penerbitan efek yang bersifat utang. independency. penggantian akuntan yang mengaudit. obtaining or losing important contracts. usefull product or new invention. announcement of issuance of debt securities. kegiatan penugasan pemerintah dan/atau pelayanan umum atau subsidi. kemandirian. akuntabilitas. kasus hukum yang berdasarkan undang-undang terbuka sebagai Informasi Publik serta tuntutan hukum yang penting terhadap Perusahaan dan/ atau Direktur dan Komisaris Perusahaan.Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance Report • • • • • • • • • • • • • • • • sistem dan alokasi dana remunerasi Anggota Dewan Komisaris dan Direksi. pembelian saham. 223 . and mechanism of procurement of goods and services. penggabungan usaha. dan mekanisme pengadaan barang dan jasa. law case under the laws of the open as the Public Information and important legal claim against the Company and/or Director and the Commissioner of the Company. mekanisme penetapan Direksi dan Dewan Komisaris. the change in control. accountability. labor disputes are relatively important. dan kewajaran. and fairness. merger or joint ventures. changes in the Company’s fiscal year. perubahan penting dalam manajemen. produk atau penemuan baru yang berarti. guidelines for the implementation of good corporate governance based on principles of transparency.

inventory. • Ratification of 2009 Financial Statements as audited by registered public accountants (“KAP”) Osman Bing Satrio & Rekan in line the March 31. member firm dari Deloitte untuk melakukan Audit Laporan Keuangan In 2010 PLN held three Annual General Meetings of Shareholders (AGM) which are detailed below. pemberian Pinjaman Kepada Karyawan. bonus/insentif. Tanggal 23 Juni 2010 tentang Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Tahun Buku 2009. The AGM on June 23.224 ORGAN PERUSAHAAN CORPORATE ORGANS RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM ANNUAL GENERAL MEETING OF SHAREHOLDERS PT PLN (Persero) telah melakukan Rapat Umum Pemegang Saham sebanyak tiga kali : a.355. other non current assets.679 million. • menetapkan tantiem bagi Direksi dan Dewan Komisaris. • Direksi melaksanakan keputusan Rapat yang telah dibicarakan dengan staf ahli Menteri BMUN bidang Kemitraan Usaha Kecil sebagaimana tertuang dalam risalah rapat pembahasan RKA Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Tahun Buku 2010 tertanggal 30 Desember 2009 nomor ris-87/SAM2.679 juta. bonus and performance incentives. dan pendanaan Perbankan/Surat Hutang/ECA/SLA sebesar Rp 60.086 triliun. • Approval on the utilization of 2009 Net Income of Rp10. dengan keputusan Rapat sebagai berikut : • menyetujui dan mengesahkan RKAP Tahun 2010 yang mencakup penghapusan Piutang Ragu-ragu. • Menyetujui penetapan penggunaan Laba Bersih PT PLN Tahun Buku 2009 sebesar Rp 10. employee loan. ris-87/SAM2.086 trillion. other incollectible accounts. • mengesahkan Laporan Keuangan Tahun Buku 2009 yang telah diaudit oleh KAP Osman Bing Satrio & Rekan sesuai dengan laporannya tertanggal 31 Maret 2010 nomor GA110 0256 PLN RS dengan pendapat “wajar dalam semua hal material”. and banking/promissory notes/ ECA/SLA financing of total Rp60. The AGM on January 21.MBU/ TSP-PKBL/TK/2009. • Approval of remuneration for Board of Directors and Board of Commissioners.355. • penunjukan Kantor Akuntan Publik Osman Bing Satrio & Rekan. • Board of Directors to execute meeting decisions already discussed with Ministry of SOE unit Small Business Partnership as noted in the minutes of meeting on Patronage Partnership and Community Development for fiscal year 2010 dated December 30. penghapusan Persediaan. penghapusan Aktiva Lainnya. • RUPS tidak menerima dan tidak menyetujui/ mengesahkan Laporan Tahunan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan untuk Tahun Buku 2009. property. plant and equipment. • Appointment of KAP Osman Bing Satrio & Rekan. GA110 0256 PLN RS report’s opinion of “present fairly in all material respects. b. 2010 No.MBU/TSP-PKBL/TK/2009. member firm of Deloitte. 2010 discussed 2009 Annual Report and Financial Statements with the following results: • Approval of Annual Report including Board Commissioners’ Supervisory Report for fiscal year 2009. 2010 discussed 2010 Corporate Budget Plan and took the following decisions: • Approval and ratification of 2010 Budget Plan. 2009 No.” • Non-approval of Patronage Partnership and Community Development Annual Report for fiscal year 2009. Tanggal 21 Januari 2010 tentang Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2010. a. penghapusan Aktiva Tetap. dengan keputusan Rapat sebagai berikut : • menyetujui Laporan Tahunan mengenai keadaan dan jalannya Perseroan termasuk Laporan Pelaksanaan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris selama Tahun Buku 2009. to audit the PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report . b. including write-off of doubtful accounts. penghapusan Poiutang Macet Lainnya.

• pelimpahan kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk Kantor Akuntan Publik pengganti termasuk menetapkan kondisi. regarding the implementation of corporate governance practices in state-owned enterprises. persyaratan. persyaratan penunjukan dan biaya audit apabila Kantor Akuntan Publik Osman Bing Satrio & Rekan tidak dapat melanjutkan atau melaksanakan tugasnya karena sebab apapun berdasarkan ketentuan dan peraturan di bidang pasar modal. and appointment of the Board of Commissioners’ members is set by the GSM in accordance with Articles of Association and the prevailing laws and regulations. Tanggal 31 Desember 2010 tentang Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2011. nominasi. which requires at least 20% of the members came from external SOE institutions stated accordingly in the Minister of SOE Letter No. The AGM on December 31. should the KAP Osman Bing Satrio & Rekan would not accept the appointment at any cause based on the Capital Market’s rules and regulations. Apabila diangkat lebih dari satu orang. nomination. dan pengangkatan Anggota Dewan Komisaris ditetapkan oleh RUPS sesuai ketentuan Anggaran Dasar dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Setelah masa jabatan berakhir. If the Company appointed more than one people. This has exceeded the membership criteria set for the Board of Commissioners. When their terms ended. tentang penerapan praktik GCG pada Badan Usaha Milik Negara. BOARD OF COMMISSIONERS APPOINTMENT PROCEDURE Board of Commissioners consists of one or more member(s). including terms and conditions and audit fees. maka seorang diantaranya dapat diangkat sebagai Komisaris Utama. then one of them can be appointed as President Commissioner. 225 . INDEPENDENSI DEWAN KOMISARIS Anggota Dewan Komisaris independen mencapai 30%. anggota Dewan Komisaris dapat diangkat kembali oleh Rapat Umum Pemegang Saham untuk satu kali masa jabatan.117/M-MBU/2002. Term of assignment the Board of Commissioners’ members has been fixed at five years period without dismissing any rights of the General Meeting of Shareholders that can dismiss any members of the Board of Commissioners at any time. 2010 discussed 2011 Budget Plan. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance Report Masa jabatan anggota Dewan Komisaris ditetapkan lima tahun dengan tidak mengurangi hak Rapat Umum Pemegang Saham yang sewaktu-waktu dapat memberhentikan anggota Dewan Komisaris. Susunan. Company’s financial statements for December 31.117/M-MBU/2002. the Board of Commissioners’ members may be reappointed for one more term by the General Shareholders’ Meeting. INDEPENDENCE OF THE BOARD OF COMMISSIONERS Independent members of the Board of Commissioners reach 30% out of the total. requirements. c. The structure. 2010 year ended. • Transfer of authorization to Board of Commissioners to appoint another KAP. Hal ini telah melampaui kriteria keanggotaan Dewan Komisaris yang mensyaratkan paling sedikit 20% anggota Dewan Komisaris berasal dari kalangan diluar BUMN sesuai dengan Keputusan Menteri BUMN No. c. DEWAN KOMISARIS BOARD OF COMMISSIONERS PROSEDUR PENETAPAN DEWAN KOMISARIS Dewan Komisaris terdiri atas satu orang anggota atau lebih.Perseroan untuk Tahun Buku yang berakhir tanggal 31 Desember 2010.

the implementation of the provisions of the Articles of Association and decision of the PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report . and • free from interests and activities of a business or other relationships that may prevent or interfere with the ability of Commissioner/ Board of Supervisors who come from outside the state in question to act or to think freely in the scope of SOE s. unless receiving the permission from the GMS and in accordance with the prevailing rules and regulations. • does not have financial connection. agencies and the military within the last three years. • tidak mempunyai keterkaitan finansial. • does not work in SOEs in question or its affiliates within the past three years.226 Kriteria independensi Dewan Komisaris tersebut sudah sesuai dengan ketentuan BUMN sebagai berikut: • tidak menjabat sebagai Direksi di perusahaan terafiliasi. the Board of Commissioner is responsible for: • supervising the running of the corporate policies carried out by the Board of Directors and providing advice to the Board of Directors regarding development plan. baik langsung maupun tidak langsung dengan BUMN yang bersangkutan atau perusahaan yang menyediakan jasa dan produk kepada BUMN yang bersangkutan dan afiliasinya. WEWENANG DEWAN KOMISARIS Sesuai dengan Anggaran Dasar Perusahaan. tugas Dewan Komisaris adalah: • melakukan pengawasan terhadap kebijaksanaan pengurus Perusahaan yang dilakukan Direksi serta memberi nasehat kepada Direksi termasuk mengenai rencana pengembangan Perusahaan. Members of the Board of Commissioners should not hold other positions in private businesses that could generate conflicts of interest directly or indirectly with the interests of the Company. lembaga dan kemiliteran dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. pelaksanaan ketentuan-ketentuan Anggaran Dasar The independence criterion of the Board of Commissioners was based on the following SOE’s standards: • does not serve as a director at any affiliated companies. either directly or indirectly with the state concerned or a company that provides services and products to the SOE in question and its affiliates. kecuali dengan izin RUPS dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. • tidak bekerja pada Pemerintah termasuk di departemen. Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan. TUGAS. Anggota Dewan Komisaris tidak boleh merangkap jabatan lain pada usaha swasta yang dapat menimbulkan benturan kepentingan secara langsung maupun tidak langsung dengan kepentingan Perusahaan. • tidak bekerja di BUMN yang bersangkutan atau afiliasinya dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. DUTY AND AUTHORITY OF THE BOARD OF COMMISSIONERS According to the Articles of Association. annual work and budget plan. • does not work at the Government including government ministries. dan • bebas dari kepentingan dan aktivitas bisnis atau hubungan lain yang dapat menghalangi atau mengganggu kemampuan Komisaris/Dewan Pengawas yang berasal dari kalangan di luar BUMN yang bersangkutan untuk bertindak atau berpikir secara bebas di lingkup BUMN.

• • • dan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. performing duties. melakukan tugas. and • 227 .memeriksa buku-buku. carrying out the Company’s interests by putting high concern to the shareholders’ interest and to be responsible to the General Meeting of Shareholders. wewenang dan tanggung jawab sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam Anggaran Dasar dan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham serta peraturan perundangundangan yang berlaku. and acknowledging all activities carried out by the Board of Directors.inspect documents. letters of evidence. Komite yang wajib dibentuk adalah Komite Audit. inventories of goods. the Board of Commissioners has the authority to: • Collectively or individually at any time to: . melaksanakan kepentingan Perusahaan dengan memperhatikan kepentingan para Pemegang Saham dan bertanggung jawab kepada Rapat Umum Pemegang Saham. authority and responsibilities in accordance with the provisions of Articles of Association and the resolutions of the General Meeting of Shareholders as well as the statutory regulations that applies. secured notes. while the Board of Directors is obliged to respond with such explanation. The Committees. surat-surat bukti. which shall be defined and appointed is the Audit Committee. persediaan barang-barang.memasuki bangunan-bangunan dan halamanhalaman atau tempat yang dipergunakan atau dikuasai oleh Perusahaan. dan In performing its supervisory duties. • Form Committees with functions to support the monitoring tasks of the Board of Commissioners or to appoint an expert staff. dan meneliti dan menelaah Laporan Tahunan termasuk Laporan Keuangan yang disiapkan Direksi serta menandatangani laporan tersebut. and examining and reviewing the Annual Report including the Financial Report prepared by the Board of Directors. dan . The Audit Committee consists of one or more members of the Board of Commissioners and is responsible to the Board of Commissioners. • • • General Meeting of Shareholders as well as the statutory regulations that apply. check and reconcile cash flow for he purpose. Keanggotaan Komite Audit terdiri dari seorang atau lebih anggota Dewan Komisaris dan bertanggungjawab kepada Dewan Komisaris. • Membentuk Komite-komite yang berfungsi sebagai penunjang tugas pengawasan Dewan Komisaris atau menunjuk tenaga ahli. • Meminta penjelasan tentang segala hal yang ditanyakan kepada Direksi dan Direksi wajib memberikan penjelasan. Dalam melaksanakan tugas pengawasan. memeriksa keberadaan surat berharga serta mengetahui segala tindakan yang telah dijalankan oleh Direksi.enter buildings and courtyards or places used or occupied by the Company. memeriksa dan mencocokan posisi uang kas untuk keperluan verifikasi dan lain-lain. Request explanations on all issues to the Board of Directors. and Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance Report . Dewan Komisaris berwenang untuk: • Secara bersama-sama maupun sendiri-sendiri setiap waktu: .

segera melaporkan kepada Rapat Umum Pemegang Saham dengan disertai saran mengenai langkah perbaikan yang harus ditempuh.228 • Memberhentikan sementara waktu seorang atau lebih Anggota Direksi. rencana kerja dan anggaran tahunan Perusahaan serta perubahan dan tambahannya. perform other supervisory duties as determined by the General Meeting of Shareholders. • mengikuti perkembangan kegiatan Perusahaan dalam hal Perusahaan menunjukan gejala kemunduran. • memberikan laporan tentang tugas pengawasan yang telah dilakukan selama • tahun buku yang baru lampau kepada RUPS. maka Dewan Komisaris berkewajiban: • memberikan pendapat dan saran kepada Rapat Umum Pemegang Saham mengenai rencana pengembangan Perusahaan. the Board of Commissioners reserves the right to conduct surveillance and provide advice on the implementation of the obligations of the Board of Directors. • membuat risalah rapat Dewan Komisaris. and oversee compliance with all rules and regulations in force. RIGHTS AND OBLIGATIONS OF THE BOARD OF COMMISSIONERS In performing its basic task. immediately report it to the General Meeting of Shareholders and give advice on corrective measures to be taken. • melaporkan kepada Perusahaan mengenai kepemilikan sahamnya dan/atau keluarganya pada Perusahaan dan perusahaan lain. provide a report on the monitoring tasks that have been made during the past year book to the General Meeting of Shareholders. • melakukan tugas-tugas pengawasan lainnya yang ditentukan oleh Rapat Umum Pemegang Saham. • provide advice and suggestions to the General Meeting of Shareholders regarding any other issues that considered important for managing the company. • four committees comprising the Audit Committee. GCG Committee. dan • mengawasi kepatuhan terhadap semua peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. provide minutes of meetings of the Board of Commissioners. • oversee the Company’s activities and report any symptoms of problem. • empat komite terdiri dari Komite Audit. report any personal/family share ownership within the Company or in other companies to the Company. changes and improvements as well as periodic reports and other reports from the Board of Directors. • Temporarily lay off one or more members of Board of Directors. Dalam hubungan dengan tugas Komisaris sebagaimana dimaksud dalam Anggaran Dasar Perusahaan. Risk Management Committee . the Board of Commissioners is obliged: • to provide advice and suggestions to the General Meeting of Shareholders regarding Company development plan. work plan and annual budget. • oversee implementation of work plans and budgeting and deliver the results of the assessment and opinion to the General Meeting of Shareholders. the Board of Commissioners is assisted by: • Secretary of the Board of Commissioners. In relation to the Commissioners’ duties as referred to in the Articles of Association of the Company. Laporan berkala dan laporanlaporan lainnya dari Direksi. HAK DAN KEWAJIBAN DEWAN KOMISARIS Dalam melaksanakan tugas pokoknya. • mengawasi pelaksanaan rencana kerja dan anggaran Perusahaan serta menyampaikan hasil penilaian serta pendapatnya kepada Rapat Umum Pemegang Saham. Dalam menjalankan tugas Dewan Komisaris dibantu oleh: • Sekretaris Dewan Komisaris. • memberikan pendapat dan saran kepada Rapat Umum Pemegang Saham mengenai setiap persoalan lainnya yang dianggap penting bagi pengurusan Perusahaan. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report • • • • • In performing its duties. Dewan Komisaris berhak untuk melakukan pengawasan dan pemberian nasihat atas pelaksanaan kewajibankewajiban Direksi. Komite Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Komite GCG).

Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance Report 8. REGULAR MEETINGS OF THE BOARD OF COMMISSIONERS Decisions are taken at the Meeting of the Board of Commissioners Board of Commissioners. 9.000 MW tahun 2010 3. participating in discussions of Budget Plan. 229 . and Expert Staffs Sesuai Peraturan Presiden No.71 Year 2006. Laporan Manajemen dan Laporan Tahunan 2009. 10. approval on write-off of housing facility and employee housing loan. Binding decisions can also be set without the Board of Commissioners meeting is held. approval on write-off of inventory. and • conducting field visits to see directly the implementation and progress of the project. and 2009 Management Report and Annual Report. 6. approval on write-off of non operating property. penyelesaian pembangkit 10. the Board of Commissioners to do some measures of control as follows: • provide recommendations to the Board of Directors and approval of the procurement of goods and services. perubahan proses bisnis pengawasan internal 5. dan • melakukan kunjungan ke lapangan untuk melihat secara langsung pelaksanaan dan kemajuan proyek tersebut. memberikan persetujuan atau rekomendasi dan catatan/pendapat/saran berkaitan dengan transaksi jual beli tenaga listrik. 2. plant and equipment. 7.71 antara lain dengan meminta laporan tertulis dari Direksi setiap tiga bulan sekali. 10. dan 11. Dewan Komisaris telah melakukan beberapa tindakan pengawasan sebagai berikut: 1. ikut serta dalam pembahasan penyusunan RJP. approval on write-off of doubtful accounts. According to the Presidential Regulation No. 6. Meetings of the Board of Commissioners held at least once a month. resolving of IPP problems 4.71 such as by asking a written report from the Board of Directors every three months period. Proyeksi Keuangan 2010-2019. RAPAT RUTIN DEWAN KOMISARIS Keputusan-keputusan Dewan Komisaris diambil dalam Rapat Dewan Komisaris. RKAP. memberikan persetujuan Penghapusan Rumah Dinas serta pinjaman kepada karyawan untuk pembayaran uang muka rumah. dan beberapa Tenaga Ahli • and Nomination & Remuneration Committee. approval or recommendation and notes/ opinion/suggestion on purchase of electricity transaction. penyelesaian IPP terkendala 4. and 11. Rapat Dewan Komisaris diadakan sekurang-kurangnya sekali dalam satu bulan. memberikan persetujuan penghapusan dari pembukuan Persediaan. Selama tahun 2010. 2010 – 2019 Financial Projection. 2.• Komite Manajemen Risiko dan Komite Nominasi & Remunerasi. memberikan persetujuan penghapusan dari pembukuan Piutang Ragu-Ragu. dengan catatan keputusan tersebut telah disetujui secara tertulis dan ditandatangani oleh seluruh Anggota Dewan Komisaris. supervisory of coal and gas supply. Keputusankeputusan yang mengikat dapat juga ditetapkan tanpa diadakan Rapat Dewan Komisaris.71 Tahun 2006. completion of 10. • memantau pelaksanaan Keputusan Presiden No. Dewan Komisaris melakukan beberapa tindakan pengawasan sebagai berikut: • memberikan rekomendasi dan persetujuan kepada Direksi dalam pengadaan barang dan jasa. provided that the decision was approved in writing and signed by all members of the Board of Commissioners. 9. revision of internal control business process 5. melakukan kunjungan kerja ke beberapa unit kerja PT PLN (Persero). During 2010 the Board of Commissioners conducted the following supervisory activities: 1. melakukan pengawasan terhadap pasokan bahan bakar batubara dan gas. 7.000 MW power plants in 2010 3. 8. memberikan persetujuan penghapusan aktiva tetap tidak beroperasi. site visits to several business units. • monitor implementation of Presidential Decree No.

held every month as far as possible in the first week. Rapat Dewan Komisaris yang bersifat rutin/terjadwal terdiri dari: • Rapat internal Dewan Komisaris. • Rapat Dewan Komisaris ini merupakan rapat yang bersifat segera dan/atau strategis. dan • permintaan tertulis dari seorang atau lebih Anggota Dewan Komisaris. 7. 4. dilaksanakan setiap bulan sedapat mungkin pada minggu pertama. 6. and • written request from one or more members of the Board of Commissioners. with consultation remain as the main agenda. • Meeting with the Committee of the Board of Commissioners are held every once a month. 5. Tjetjep Syahrial Loetan Abdul Aziz JABATAN POSITION Komisaris Utama President Commissioner Komisaris Independen Independent Commissioner Komisaris Independen Independent Commissioner Komisaris Commissioner Komisaris Commissioner Komisaris Commissioner Komisaris Commissioner . • The Commissioners’ meetings are held on an immediate and/or strategic related purpose. KEHADIRAN KOMISARIS Jumlah rapat internal Dewan Komisaris pada tahun 2010 sebanyak 12 kali dengan tingkat kehadiran Dewan Komisaris dalam rapat tersebut sebagai berikut: Board of Commissioners invited the Board of Directors to attend the BOC meeting once a month. Rapat Dewan Komisaris dapat diadakan di luar jadwal rutin. 2. ATTENDANCE COMMISSIONERS The number of meetings of the Board of Commissioners in the year 2009 as many as 12 meetings with the attendance of the Board of Commissioners in the meeting as a forum as follows: KEHADIRAN ATTENDANCE 10 11 12 3 8 6 7 % 83 91 100 25 66 50 58 PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report NO 1. Meetings of the Board of Commissioners maybe held outside the regular schedule. 3. Routine Meetings of the Board of Commissioners consisted of: • Internal meeting of the Board of Commissioners.230 Dewan Komisaris berhak mengundang Direksi untuk melakukan rapat konsultasi dan Direksi wajib memenuhi undangan rapat dimaksud Dewan Komisaris mengundang Direksi untuk hadir dalam Rapat Dewan Komisaris minimal satu kali dalam satu bulan dengan agenda tetap konsultasi. NAMA NAME Yogo Pratomo Lutfi Hamid Adang Firman Rahmat Waluyanto Wimpy S. jika dianggap perlu oleh: • seorang atau lebih Dewan Komisaris. • Rapat dengan Komite Dewan Komisaris dilaksanakan setiap satu bulan sekali. if deemed necessary by: • one or more of the Board of Commissioners.

hal ini telah memenuhi kriteria keanggotaan Direksi yang mensyaratkan paling sedikit 20% dari jumlah anggota Direksi harus dari kalangan di luar BUMN yang bersangkutan yang bebas dari pengaruh anggota Komisaris/Dewan Pengawas dan anggota Direksi lainnya serta Pemegang Saham Pengendali/ Pemilik Modal. nominasi. The structure. INDEPENDENCE OF BOARD OF DIRECTORS Independent Director members of PLN reached 20%. persyaratan. Setelah masa jabatannya berakhir. and appointment of members of the Board of Directors determined by the GSM and in accordance with laws and regulations that apply. Should there is more than one appointed Directors. and then one of them can be appointed as a President Director. 231 . members of the Board of Directors may be reappointed for one tenure by the GMS. Susunan. sesuai dengan Keputusan Menteri BUMN No. maka seorang di antaranya dapat diangkat sebagai Direktur Utama. Apabila diangkat lebih dari satu orang Direktur. Tenure of members of the Board of Directors is five years without reducing the rights of the GMS for the retirement of the members of the Board at any time. INDEPENDENSI DIREKSI Anggota Direksi PLN yang independen mencapai 20%. in accordance with the Minister of SOE s No. BOARD OF DIRECTORS APPOINTMENT PROCEDURE The Company is managed and led by the Board of Directors consisting of a director or higher. it has fulfilled the membership criteria. requirements. Masa jabatan anggota Direksi adalah lima tahun dengan tidak mengurangi hak RUPS untuk memberhentikan para Anggota Direksi sewaktuwaktu. which requires the Board of Directors at least 20% of the total members of the Board of Directors must be from outside the state own company and free from the influence of Commissioners/Supervisory Board and other Board members and the Controlling Shareholder/ Owner of Capital.Board of Commissioners reserves the right to invite the Board of Directors to conduct the consultation meeting and the Board should meet the intended meeting invitation DIREKSI BOARD OF DIRECTORS Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance Report PROSEDUR PENETAPAN DIREKSI Perusahaan dikelola dan dipimpin oleh Direksi yang terdiri dari seorang Direktur atau lebih. nomination.117/M-MBU/2002 tentang penerapan praktik GCG pada Badan Usaha Milik Negara.117/M-MBU/2002 about the application of corporate governance practices in state-owned enterprises. para Anggota Direksi dapat diangkat kembali oleh RUPS untuk satu kali masa jabatan. dan pengangkatan Anggota Direksi ditetapkan oleh RUPS sesuai ketentuan Anggaran Dasar dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. After his term ended.

Piagam Satuan Pengawasan Intern. . The Board of Directors is one of the Company’s organs which is authorized and fully responsible for managing the company for the benefit of the Company in accordance with the purposes and objectives of the Company and represent the Company both within and outside the Court. dan menetapkan .mengangkat dan memberhentikan Kepala Satuan Pengawasan Intern. .appointing and dismiss the Head of Internal Audit Unit. . .melepaskan aktiva tetap bergerak dengan umur ekonomis yang lazim berlaku dalam industri pada umumnya sampai dengan lima tahun. . Build Own Transfer. and controlling. . . lease assets.establishing an Internal Audit Charter. unless the loan (debt or receivables) that arise because of business transactions and loans granted to the subsidiary company PT PLN (Persero) with the provisions of the loan to the Subsidiary are reported to the Board of Commissioners. Kerja Sama Operasi (KSO).menetapkan struktur organisasi satu tingkat di bawah Direksi. .defining the organizational structure one level below the Board of Directors. Bangun Serah Guna dan kerjasama lainnya dengan nilai atau jangka waktu tertentu yang ditetapkan RUPS. maintaining and managing the Company’s assets. Joint Operation (KSO). menyewakan aset. Board of Directors’ main duties is: Leading and managing the Company in accordance with the purposes and objectives of the Company and to continuously improve the efficiency and effectiveness of the Company. . management contract. Tugas pokok Direksi adalah: memimpin dan mengurus Perusahaan sesuai dengan maksud dan tujuan Perusahaan dan senantiasa berusaha meningkatkan efisiensi dan efektivitas Perusahaan. .menerima atau memberikan pinjaman jangka menengah/panjang. Pelaksanaan wewenang melakukan tindakan mengenai kepengurusan dan pemilikan serta mengikat Perusahaan dengan pihak lain dan/atau pihak lain dengan Perusahaan diatur sebagai berikut: • Pelaksanaan wewenang Direksi yang Harus Mendapatkan Persetujuan Tertulis dari Dewan Komisaris: .mengagunkan aktiva tetap untuk penarikan kredit jangka pendek. kecuali pinjaman (utang atau piutang) yang timbul karena transaksi bisnis dan pinjaman yang diberikan kepada Anak Perusahaan PT PLN (Persero) dengan ketentuan pinjaman kepada Anak Perusahaan dilaporkan kepada Dewan Komisaris. Exercise of authority. taking actions concerning management and ownership of the company as well as bonding the Company with Other Parties and/or Other Parties and the Company is regulated as follows: • Implementation of the Board of Directors authorization that Must Get Written Approval from the Board of Commissioners: . Bangun Guna Serah.receiving or giving loans medium/long term. Bangun Milik Serah. and .eliminating bad debt from the books and supplies to death. kontrak manajemen. Build Operate Transfer.entering into a partnership with a business entity or other party in the form of a license agreement.mengadakan kerjasama dengan badan usaha atau pihak lain berupa kerjasama lisensi. Build Transfer Operate and other cooperation with the value or the stipulated period of time that the GMS. .232 TUGAS DAN WEWENANG DIREKSI Tugas dan wewenang Direksi diatur dalam pasal 11 Anggaran Dasar Perusahaan. memelihara dan mengurus kekayaan Perusahaan. Direksi adalah organ Perusahaan yang berwenang dan bertanggung jawab penuh atas pengelolaan Perusahaan untuk kepentingan Perusahaan sesuai dengan maksud dan tujuan Perusahaan serta mewakili Perusahaan baik di dalam maupun di luar Pengadilan. dan menguasai.Releasing of moving fixed assets with the prevailing economic life in the industry generally up to five years.fixed assets to collateralize the withdrawal of short-term credit. . DUTIES AND POWERS OF THE BOARD OF DIRECTORS Duties and authority of the Board of Directors are provided for in Article 11 of the Articles of Association.menghapuskan dari pembukuan piutang macet dan persediaan barang mati. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report .

Pelaksanaan wewenang Direksi yang Harus Mendapatkan Persetujuan dari RUPS: mengalihkan kekayaan Perusahaan; atau menjadikan jaminan utang kekayaan Perusahaan; yang merupakan lebih dari 50% jumlah kekayaan bersih Perusahaan dalam satu transaksi atau lebih, baik yang berkaitan satu sama lain maupun tidak. Transaksi ini adalah transaksi pengalihan kekayaan bersih Perusahaan yang terjadi dalam jangka waktu satu tahun buku. Pelaksanaan Wewenang Direksi yang Dapat Dilakukan Setelah Mendapat Tanggapan Tertulis dari Dewan Komisaris dan Persetujuan RUPS: - mengagunkan aktiva tetap untuk penarikan kredit jangka menengah/panjang; - melakukan penyertaan modal pada Perusahaan lain; - mendirikan Anak Perusahaan dan/atau perusahaan patungan; - melepaskan penyertaan modal pada Anak Perusahaan dan/atau perusahaan patungan; - melakukan penggabungan, peleburan, pengambilalihan, pemisahan dan pembubaran Anak Perusahaan dan/atau perusahaan patungan; - mengikat Perusahaan sebagai penjamin (borg atau avalist); - mengadakan kerjasama dengan badan usaha atau pihak lain berupa kerjasama lisensi kontrak manajemen, menyewakan aset, Kerja Sama Operasi (KSO), Bangun Guna Serah, Bangun Milik Serah, Bangun Serah Guna dan kerjasama lainnya dengan nilai atau jangka waktu melebihi penetapan RUPS; - tidak menagih lagi piutang macet yang telah dihapusbukukan; - melepaskan dan menghapuskan aktiva tetap Perusahaan kecuali aktiva tetap bergerak dengan umur ekonomis yang lazim berlaku dalam industri pada umumnya sampai dengan 5 (lima) tahun; - menetapkan blue print organisasi Perusahaan; - menetapkan dan mengubah logo Perusahaan; - melakukan tindakan-tindakan lain dan tindakan yang belum ditetapkan dalam RKAP; - membentuk yayasan, organisasi dan/atau perkumpulan baik yang berkaitan langsung maupun tidak langsung dengan Perusahaan yang berdampak bagi Perusahaan;

Implementation of the Board of Directors authorization that Must Obtain Approval of the AGM: divert corporate assets; or pledge debt of corporate assets; which represents more than 50% of its net assets in one or more transactions, whether in relation to one another or not. This transaction is the transfer of net assets of the Company that occurred within one year.

Implementation of the Board of Directors’ authorization that Can Be Done After They receive the written response from the Board of Commissioners and Approval of AGM: - fixed assets to collateralize credit withdrawal of medium/long term; - capital invested in another company; - establishes Subsidiary and/or joint ventures; - releasing capital investment in the Subsidiary and/or joint ventures; - conducting a merger, consolidation, acquisition, separation and dissolution of the Subsidiary and/or joint ventures; - binding the Company as the guarantor (or avalist Borg); - entering into a partnership with a business entity or other party in the form of a license agreement a management contract, lease assets, Joint Operation (KSO), Build Operate Transfer, Build Own Transfer, Build Transfer Operate and other cooperation with the value or setting a period exceeding the GMS; - no longer collect bad debt previously written off; - disconnecting and removing the assets of the Company except fixed assets move with the prevailing economic life in the industry in general up to five (five) years; - establishing a blueprint for the organization of the Company; - set and changing the company logo; - performing other acts and actions which are defined in the CBP; - establishing foundations, organizations and/or related associations both directly and indirectly with the Company which has implications for the Company;

233

Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance Report

234

- membebankan biaya Perusahaan yang bersifat tetap dan rutin untuk kegiatan yayasan, organisasi dan/atau perkumpulan baik yang berkaitan langsung maupun tidak langsung dengan Perusahaan; dan - mengusulkan wakil Perusahaan untuk menjadi calon Anggota Direksi dan Dewan Komisaris pada perusahaan patungan dan/atau Anak Perusahaan yang memberikan kontribusi signifikan kepada Perusahaan dan/atau bernilai strategis yang ditetapkan RUPS. HAK DAN KEWAJIBAN DIREKSI Hak dan kewajiban Direksi diatur dalam Anggaran Dasar Perusahaan pasal 12. Dalam menjalankan tugas pokoknya, Direksi berhak untuk: • menetapkan kebijakan dalam memimpin dan mengurus Perusahaan; • mengatur ketentuan-ketentuan tentang kepegawaian Perusahaan termasuk penetapan gaji pensiun dan jaminan hari tua dan penghasilan lain bagi pegawai Perusahaan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan keputusan RUPS; • mengangkat dan memberhentikan pegawai Perusahaan berdasarkan peraturan kepegawaian Perusahaan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku; • mengatur penyerahan kekuasaan Direksi untuk mewakili Perusahaan di dalam dan di luar Pengadilan kepada seorang atau beberapa orang Anggota Direksi yang khusus ditunjuk untuk itu atau kepada seorang atau beberapa orang pegawai Perusahaan baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama atau kepada orang lain atau badan lain; dan • menjalankan tindakan-tindakan lainnya baik mengenai kepengurusan maupun kepemilikan sesuai dengan ketentuanketentuan yang diatur dalam Anggaran Dasar dan yang ditetapkan oleh Rapat Umum Pemegang Saham berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dalam menjalankan tugas pokoknya, Direksi berkewajiban untuk: • mengusahakan dan menjamin terlaksananya usaha dan kegiatan Perusahaan sesuai maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Perusahaan;

- charging Corporate expense that are fixed and routine for foundation activities, organizations and/or associations related either directly or indirectly with the Company; and - company representatives proposing to become a candidate member of the Board of Directors and Commissioners at the joint venture and/or its Subsidiaries, which contributed significantly to the Company and/or strategic value established by the GMS. RIGHTS AND LIABILITIES OF THE BOARD OF DIRECTORS Rights and obligations of the Board of Directors stipulated in the Articles of Association of the Company Article 12. In performing its basic task, the Board of Directors is entitled to: • establish policies in directing and managing the Company; • regulate the provisions regarding employment of the Company including the determination of salaries and retirement pensions and other income for employees of the Company under the rules of the applicable legislation and decisions of the GMS; • appoint and dismiss employees of the Company under the Company employment regulation and legislation in force; • arrange the handover of Board of Directors to represent the Company in and out of court to one or several specific members of the Board who is appointed to it or to one or several employees of the Company either individually or together or to another person or other entity; and

PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report

run other actions both on the management or ownership in accordance with the provisions set forth in the Articles of Association and established by the General Meeting of Shareholders based on legislation and regulations.

In performing its basic task, the Board of Directors is obliged to: • establish and guarantee the implementation of operations and activities of the Company according to objectives and activities of the Company;

• •

menyiapkan pada waktunya rencana pengembangan Perusahaan, rencana kerja dan anggaran tahunan Perusahaan termasuk rencana– rencana lainnya yang berhubungan dengan pelaksanaan usaha dan kegiatan Perusahaan dan menyampaikannya kepada Dewan Komisaris dan Pemegang Saham untuk selanjutnya disampaikan kepada RUPS guna mendapatkan pengesahan; mengadakan dan memelihara pembukuan dan administrasi Perusahaan sesuai dengan kelazimannya yang berlaku bagi suatu Perusahaan; menyusun sistem akuntansi sesuai dengan standar akutansi keuangan dan berdasarkan prinsip-prinsip pengendalian intern, terutama fungsi pengurusan, pencatatan, penyimpanan, dan pengawasan; memberikan pertanggungjawaban dan segala keterangan tentang keadaan dan jalannya Perusahaan berupa laporan tahunan termasuk perhitungan tahunan kepada RUPS; memberikan laporan berkala menurut cara dan waktu sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta laporan lainnya setiap kali diminta Pemegang Saham; menyiapkan susunan organisasi Perusahaan lengkap dengan perincian tugasnya; menyiapkan neraca dan laporan laba rugi yang telah disahkan oleh RUPS kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan; dan menjalankan kewajiban-kewajiban lainnya sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang diatur dalam Anggaran Dasar dan yang ditetapkan RUPS berdasarkan peraturan perundang-undangan.

• •

prepare development plans of the Company on time, work plans and annual budgets of the Company, including plans and other related to the implementation of operations and activities of the Company and submit it to the Board of Commissioners and the Shareholders to be submitted to the next AGM in order to obtain approval; establish and maintain accounting and corporate administration in accordance with applicable for a company; structure the accounting system in accordance with financial accounting standards, and based on principles of internal control, particularly the function of handling, recording, storage, and supervision; provide accountability and all the information about the condition and operations of the Company in the form of annual reports including the annual accounts to the AGM; provide regular reports according to the manner and time in accordance with applicable regulations and other reports whenever requested Shareholders; set up the Company’s organizational structure complete with details of their duties; prepare balance sheet and income statement which was approved by the AGM the Minister of Justice and Human Rights in Indonesia in accordance with the provisions of legislation; and run other obligations in accordance with the provisions set forth in the Articles of Association and established the GMS based on legislation.

Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance Report

RAPAT RUTIN DIREKSI Rapat Direksi adalah rapat yang diselenggarakan oleh Direksi. Keputusan-keputusan yang mengikat dapat juga ditetapkan tanpa diadakan Rapat Direksi, asal saja keputusan itu disetujui secara tertulis dan ditandatangani oleh seluruh Anggota Direksi. Direksi menetapkan hal-hal yang memerlukan pengambilan keputusan melalui Rapat Direksi sebagai berikut: • Tindakan-tindakan terkait dengan pelaksanaan wewenang sesuai ketentuan-ketentuan Anggaran Dasar, yaitu: - kewenangan yang memerlukan persetujuan Direksi;

REGULAR MEETINGS OF THE BOARD OF DIRECTORS Board of Directors Meeting was held by the Board of Directors. Binding decisions can also be set without the Board of Directors Meeting was held, provided that the decision was approved in writing and signed by all members of the Board of Directors. The Board of Directors set matters requiring decisions by Board of Directors Meeting as follows: • `Actions related to the implementation of the authority in accordance the provisions of the Articles of Association, namely: - authority to require the approval of the Board of Directors;

235

236

- kewenangan yang memerlukan persetujuan Komisaris; dan - kewenangan yang memerlukan persetujuan RUPS. Tindakan Terkait Pengadaan Barang dan Jasa sesuai ketentuan yang berlaku di Perusahaan; dan Tindakan Strategis lainnya, dengan batasan: - bersifat strategis/signifikan mempengaruhi operasional perusahaan; - di luar rencana dalam RKAP; - bersifat mendesak; dan - atau, menyangkut pegawai dalam jabatan strategis.

Sesuai dengan Anggaran Dasar Perusahaan, Rapat Rutin Direksi harus dilaksanakan minimal satu kali dalam satu bulan. Namun Direksi memutuskan untuk mengadakan Rapat Direksi secara rutin setiap hari Selasa. Di samping rapat rutin tersebut juga dilaksanakan rapat tambahan sesuai kebutuhan yang mendesak yang memerlukan keputusan segera. Rapat Direksi dihadiri oleh Direksi berikut seluruh jajaran pejabat yang terkait. Kehadiran Direksi dalam rapat tersebut bersifat forum.


PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report

• •

- authority to require the approval of the Board of Commissioner; and - authority to require the approval of AGM. Actions Related to the Procurement of Goods and Services according to the applicable provisions in the Company; and Other Strategic Actions, with restrictions: it’s a strategic/significant affect company operations; - outside of the annual budget plan; - it’s urgent; and - alternatively, involving employees in strategic positions.

In accordance with the Articles of Association, Regular Meetings of Board of Directors shall be held at least once a month. But the Board of Directors decided to hold regular meetings every Tuesday. In addition to these regular meetings are also held an additional meeting the urgent needs that require immediate decisions. Board of Directors’ Meeting was attended by the Directors, all officers concerned.

KEHADIRAN DIREKTUR DALAM RAPAT DIREKSI DAN HASIL RAPAT DIREKSI Jumlah Rapat Direksi pada tahun 2010 sebanyak 63 kali, dengan ringkasan tingkat kehadiran masingmasing Direktur sebagai berikut: NAMA NAME Dahlan Iskan I.G.A. Ngurah Adnyana Moch. Harry Jaya Pahlawan Vickner Sinaga JABATAN POSITION Direktur Utama President Director Direktur Operasi Indonesia Timur Director of East Indonesia Operations Direktur Energi Primer Director of Primary Energy

DIRECTORS’ ATTENDANCE IN THE BOARD OF DIRECTORS MEETING AND RESULTS OF THE MEETING Number of Board of Directors Meeting in 2010 as many as 63 times, with the summary of attendance of each director as follow: TIDAK HADIR ABSENCE 5 JUMLAH KEHADIRAN TOTAL ATTENDANCE 58

NO 1

% 92%

2

7

56

89%

3

10

53

84%

4

Direktur Pengadaan Strategis Director of Strategic Procurement Direktur Operasi Indonesia Barat Director of West Indonesia Operations Direktur Bisnis dan Manajemen Risiko Director of Business and Risk Management Direktur Operasi Jawa - Bali Director of Java - Bali Operations Direktur Perencanaan dan Teknologi Director of Planning and Technology Direktur SDM dan Umum Director of HR and General Affairs Direktur Keuangan Director of Finance

13

50

79%

5

Nasri Sebayang

4

59

94%
Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance Report

6

Nur Pamudji

1

62

98%

7

Bagiyo Riawan

7

56

89%

8

Murtaqi Syamsuddin Eddy D. Erningpraja Setio Anggoro Dewo

6

57

90%

9

13

50

79%

10

7 63

56

89%

Jumlah Rapat Total Meetings

Adapun agenda dan hasil yang substantial dari keseluruhan kegiatan rapat Direksi tersebut mencakup diantaranya: • Bidang Operasional : - Skema penyelesaian IPP yang terkendala, - skema penyelesaian daerah krisis: ekses power, sewa genset, uprating/ relokasi - melanjutkan rencana pengembangan HVDC Sumatera-Jawa,

Substantial agenda and results of Board of Directors meetings include, among others: • Operational - Solution of IPP problems, - Solution for crisis areas: excess generator rental, uprating/relocation, - Continue development plan for Sumatera-Jawa,

power, HVDC

237

238

- kebijakan pengamanan pasokan batubara melalui Anak Perusahaan PLN Batubara dengan kerjasama strategis, - menyusun Buku Putih rencana pengembangan pembangkit dan penunjangnya se Indonesia secara lebih detail dan terinci, - pengamanan pasokan energi primer, - kebijakan sistem pra bayar, - penyelesaian Sistem Kelistrikan : Bali, Sumatera, Kalimantan, Palu, Sulsel, Sumbawa, Flores - perbaikan prosedur penerbitan SKI (Surat Kuasa Investasi), - peningkatan kepuasan pelanggan melalui penambahan fasilitas jaringan distribusi (trafo), - Upaya-upaya mengurangi konsumsi BBM di tahun 2010, - Menerapkan secepatnya sentralisasi billing, Kebijakan mengenai Tata kelola Manajemen Material, • Bidang SDM dan Umum : - Struktur dan manning organisasi, - Sistem Manajemen Kinerja pegawai yang lebih objective, - Revisi terhadap Code of Conduct, - Pelaksanaan performance measurement mulai 1 Juli 2010, • Bidang GCG : - Kebijakan perubahan mekanisme pengambilan keputusan dan pengenalan Komite Direktur, - menugaskan kantor akuntan publik yang mengaudit PT PLN (Persero) untuk membuat laporan status khusus (special report status) mengenai Uang Jaminan Langganan yang menyangkut perlakuan akuntansi, praktek keuangan, dan good governance dalam pengelolaan Uang Jaminan Langganan, - Kebijakan tentang Uang Jaminan Langganan bahwa mulai tahun 2010 pembukuannya dipisahkan (account bank), - pembatalan pengenaan BK yang telah ditetapkan Direksi, sebagai tindak lanjut surat DIRJEN LPE, - revisi Board Manual terkait perubahan organisasi PLN dan penyempurnaan, - Penilaian Pelaksanaan GCG Holding dan Anak Perusahaan tahun 2009, - Penegasan pembayaran tepat waktu kepada vendor sebagai sinyal ke vendor untuk menawarkan harga yang lebih wajar pada kontrak yang akan datang dan melakukan kajian proses pembayaran langsung dari Kantor Pusat ke Vendor,

PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report

- Coal supply safety policy through strategic cooperation with the subsidiary PLN Batubara, - Preparation of more detailed development plan of power plants and supports all over Indonesia, - Ensuring primary energy supply, - Prepaid electricity system policy, - Solution for Electricity System in Bali, Sumatra, Kalimantan, Palu, South Sulawesi, Sumbawa, Flores - Improvement of Investment Power of Authority letter procedure, - Improvement of customer satisfaction through addition of distribution network facility (transformer), - Fuel consumption reduction efforts in 2010, - Soonest implementation of centralized billing, - Material Management Governance Policy • Human Resources and General - Organization structure and manning, - More objective Employee Performance Management System, - Revision of Code of Conduct, - Implementation of performance measurement from July 1, 2010 • GCG - Revision of decision making and know Board of Directors’ committee mechanism, - Assigned the registered public accountants auditing PLN to prepare special report status on Service Guarantee Fee concerning accounting, financial and good governance practices in Service Guarantee Fee management,

- Policy to separate account for Service Guarantee Fee effective from 2010, - Cancellation of decision of Board of Directors to follow up the letter from Directorate General of Electricity and Energy Consumption, - Revision of Board Manual related to PLN’s organization restructure and improvement, - Evaluation of GCG implementation at holding company and subsidiaries in 2009, - Confirmation of prompt payment to vendors to initiate better offer price for future contract and review direct payment process from Head Office to vendors,

- Memutuskan untuk merumuskan langkahlangkah untuk dapat memperbaiki tingkat Integritas Pelayanan Publik, - Mengubah Proses Bisnis Pasang Baru menjadi lebih sederhana, transparan, dan ada kepastian, - debirokratisasi proses penyambungan baru pelanggan tegangan tinggi dengan cara menghilangkan 5 macam proses yaitu : survei pelanggan, desain jaringan tegangan tinggi, rapat koordinasi, penyusunan proposal bisnis dan proposal bisnis ke Direksi, - mulai tahun 2011, diputuskan besaran Uang Jaminan Langganan untuk pelanggan baru adalah Rp. 0,- (nol Rupiah), • PKBL dan CSR : - Menyetujui untuk melaksanakan Laporan Hasil Audit PKBL dan melanjutkan pembahasan dengan Kementerian BUMN, - pemberian bantuan berupa CSR lampu super hemat energy ke 3 (tiga) pondok pesantren yaitu di Jatim (Gontor), Jateng (Roudlatut Tholibin), Jabar (Nurul Fikri), - Ditetapkan bahwa aset maupun program PKBL yang sudah ada di write off dan dimintakan persetujuannya ke RUPS, untuk yang akan datang, PLN tidak lagi melaksanakan PKBL namun diserahkan ke badan lain yang mengelola. REMUNERASI DIREKSI DAN DEWAN KOMISARIS Prosedur dan Dasar Penetapan Remunerasi Komisaris dan Direksi dikaji oleh Komite Nominasi dan Remunerasi bersama dengan Direktur SDM dan Umum. Hasil kajian melibatkan konsultan independen yang kompeten di bidangnya. Kajian tersebut mempertimbangkan beberapa faktor utama dalam usulan penetapan remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi, diantaranya: komitmen waktu, pencapaian target sesuai tolok ukur yang ditetapkan terhadap Dewan Komisaris dan Direksi serta imbal jasa yang terkait dengan tanggung jawab atas tindakan masing-masing yang mengandung risiko bagi pribadi masing-masing. Berdasarkan faktor-faktor tersebut dan masukan serta hasil perumusan dan kajian oleh tim independen, termasuk mempertimbangkan butirbutir Peraturan Menteri No. PER-02/MBU/2009, kemudian usulan besaran maupun formula perhitungan remunerasi tersebut diajukan oleh Dewan Komisaris pada Rapat Umum Pemegang Saham untuk dimintakan persetujuan.

- Formulation of steps to improve Public service integrity, - Revision of New Connection Business Process to be more simple, transparent and certain, - Simplification of new connection process for high voltage connection through omission of 5 processes, which are customer survey, network design, coordination meeting, business proposal preparation, and business proposal to Board of Directors, - Decision to apply nil amount of Service Guarantee Fee for new customers effective from 2011. • Community Development (“PKBL”) and CSR : - Approval on execution of PKBL audit results and further discussion with Ministry of SOE, - Provision of energy saving bulb lights, as CSR program, to three religious boarding schools, which are in Jatim (Gontor), Jateng (Roudlatut Tholibin), Jabar (Nurul Fikri), - Decision to write off PKBL assets and program for AGM approval and to transfer PKBL future implementation to other executing bodies.

Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance Report

REMUNERATION OF BOARD OF DIRECTORS AND BOARD OF COMMISSIONERS Procedure and Determination Basis Remuneration of Board of Directors and Board of Commissioners is reviewed by Nomination and Remuneration Committee together with Human Resource Director with the involvement of a competent consultant. The review considers the main factors in remuneration proposal, such as: commitment of time, achievement of target based on benchmark set by Board of Directors and Board of Commissioners, and benefits related to responsibilities that contain individual risks.

Based on the above factors, inputs, formulation and review of independent team, and Minister Regulation No. PER-02/MBU/2009, Board of Commissioners proposes calculation formula and the resulting amounts for approval of shareholders at AGM.

239

240

Besaran Remunerasi Remunerasi Direksi Selama tahun 2010, total remunerasi Direksi adalah sebesar Rp24.492.445.310,dengan perincian sebagai berikut:
REMUNERASI DIREKSI
NO. NAMA NAME GAJI SALARY TUNJANGAN PERUMAHAN HOUSING ALLOWANCE TUNJANGAN BIAYA UTILITAS UTILITY ALLOWANCE

Remuneration of Board of Directors Board of Directors’s total remuneration in 2010 amounted to Rp24,492,445,310 with the following details.
REMUNERATION OF THE BOARD OF DIRECTORS
TUNJANGAN KOMUNIKASI COMMUNICATION ALLOWANCE TUNJANGAN HARI RAYA HARI RAYA ALLOWANCE TUNJANGAN PPH PS 21* PPH PS 21* ALLOWANCE TOTAL

1. 2.

Dahlan Iskan Ngurah Adnyana Moch. Harry Jaya Pahlawan Vickner Sinaga Nasri Sebayang Nur Pamudji Bagiyo Riawan Murtaqi Syamsuddin Eddy D. Erningpraja Seti Anggoro Dewo TOTAL

1.746.000.000 1.531.754.340

252.000.000 231.000.000

75.600.000 69.300.000

42.400.000 -

145.500.000 158.250.000

558.302.000 506.960.000

2.819.802.000 2.497.264.340

3.

1.533.354.290

252.000.000

75.600.000

-

130.950.000

498.374.000

2.490.278.290

4. 5. 6. 7. 8. 9.

1.533.664.880 1.533.938.160 1.533.926.860 1.536.473.480 1.571.400.000 1.538.437.300

252.000.000 252.000.000 252.000.000 252.000.000 252.000.000

75.600.000 75.600.000 75.600.000 75.600.000 75.600.000

-

130.950.000 130.950.000 130.950.000 130.950.000 130.950.000 130.950.000

532.496.667 465.439.333 498.374.000 499.166.000 408.680.000 498.374.000

2.524.711.547 2.457.927.493 2.490.850.860 2.494.189.480 2.111.030.000 2.495.361.300

10.

1.571.400.000 15.630.349.310

1.995.000.000

598.500.000

42.400.000

130.950.000 1.351.350.000

408.680.000 4.874.846.000

2.111.030.000 24.492.445.310

*Tunjangan PPh 21 untuk bulan Januari belum dihitung dan akan dibayarkan rampung oleh dinas pajak * Income Tax Allowances 21 for January has not been calculated and will be completed by the service tax paid

PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report

Remunerasi Dewan Komisaris Besaran remunerasi Dewan Komisaris ditentukan dalam RUPS dengan rincian sebagai berikut: Komisaris Utama 40% dari Direktur Utama sedang Komisaris lainnya 90% dari Komisaris Utama. Selain remunerasi tersebut, Dewan Komisaris juga memperoleh fasilitas lain sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Selama tahun 2010 total remunerasi Dewan Komisaris adalah Rp7.169.912.000,dengan perincian sebagai berikut:
REMUNERASI DEWAN KOMISARIS
NO. NAMA NAME GAJI SALARY

Remuneration of Board of Commissioners Board of Commissioners’s remuneration is approved in AGM and amounts to as follows: President Commissioner’s remuneration is 40% of President Director’s, while other Commissioners receive 90% of President Commissioner’s. Besides remuneration, Board of Commissioners also receives facilities as applicable. Board of Directors’s total remuneration in 2010 amounted to Rp7,169,912,000 with the following details.
REMUNERATION OF THE BOARD OF COMMISSIONERS

TUNJANGAN TUNJANGAN TRANSPORTASI KOMUNIKASI TRANSPORTATION COMMUNICATION ALLOWANCE ALLOWANCE

TUNJANGAN HARI RAYA HARI RAYA ALLOWANCE

TUNJANGAN PPH PS 21* PPH PS 21* ALLOWANCE

TOTAL

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Yogo Pratomo Lutfi Hamid Adang Firman Wimpy S. Tjetjep Syahrial Loetan Abdul Azis Rahmat Waluyanto TOTAL

698.400.000 628.560.000 628.560.000 628.560.000 628.560.000 628.560.000 628.560.000 4.805.760.000

139.680.000 125.712.000 125.712.000 125.712.000 125.712.000 125.712.000 125.712.000 893.952.000

34.920.000 31.428.000 31.428.000 31.428.000 31.428.000 31.428.000 31.428.000 223.488.000

58.200.000 52.380.000 52.380.000 52.380.000 52.380.000 52.380.000 52.380.000 372.480.000

195.191.000 169.041.500 169.833.500 169.437.500 169.041.500 168.645.500 169.041.500 1.244.757.333

1.126.391.000 1.007.121.500 1.007.913.500 1.007.517.500 1.007.121.500 1.006.725.500 1.007.121.500 7.540.437.333

*Tunjangan PPh 21 untuk bulan Januari belum dihitung dan akan dibayarkan rampung oleh dinas pajak

Erningpraja Setio Anggoro Dewo Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance Report 241 . dan anggota Dewan Komisaris/ anggota Direksi dengan PT PLN (Persero) sebagaimana digambarkan pada tabel berikut: FAMILY AND BUSINESS RELATIONSHIPS BETWEEN THE BOARD OF COMMISSIONERS AND DIRECTORS There are no family relationships among fellow members of the Board of Commissioners. Demikian juga hubungan bisnis di antara sesama anggota Dewan Komisaris. sesama anggota Direksi. and among members of the Board of Commissioners and members of Board of Directors. Likewise.HUBUNGAN KELUARGA DAN HUBUNGAN BISNIS ANTARA DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI Tidak terdapat hubungan keluarga di antara sesama anggota Dewan Komisaris. sesama anggota Direksi. business relations between fellow members of the Board of Commissioners. among members of the Board of Commissioners with members of Board of Directors. a fellow member of Board of Directors. and members of the Board of Commissioners/ Directors with PT PLN (Persero) as described in the following table: HUBUNGAN BISNIS BUSINESS DEKOM COMMISSIONERS YA YES TIDAK NO DIREKSI DIRECTORS YA YES TIDAK NO HUBUNGAN KELUARGA FAMILY RELATIONSHIP NAMA NAME DEKOM COMMISSIONERS YA YES TIDAK NO DIREKSI DIRECTORS YA YES TIDAK NO PT PLN (PERSERO) YA YES TIDAK NO Yogo Pratomo Lutfi Hamid Adang Firman Wimpy S. Tjetjep Syahrial Lutan Abdul Azis Rahmat Waluyanto Direksi Directors Dahlan Iskan Ngurah Adnyana Moch. dan di antara anggota Dewan Komisaris dan anggota Direksi. Harry Jaya Pahlawan Vickner Sinaga NasrI Sebayang Nur Pamudji Bagiyo Riawan Murtaqi Syamsuddin Eddy D. a fellow member of Board of Directors. di antara anggota Dewan Komisaris dengan anggota Direksi.

242 ORGAN PENUNJANG SUPPORTING ORGANS KOMITE DAN LAPORAN KOMITE COMMITTEES AND COMMITTEES REPORT Dewan Komisaris berwenang untuk membentuk Komite-komite yang berfungsi sebagai penunjang tugas pengawasan Dewan Komisaris. dan Komite Nominasi dan Remunerasi (KNR). Further provisions regarding committees of the Board of Commissioners determined by the Board of Commissioners are in the charter of the Committees of the Board of Commissioners. Pada tahun 2005. and Nomination and Remuneration Ketentuan-ketentuan lebih lanjut mengenai Komite-komite Dewan Komisaris ditetapkan oleh Dewan Komisaris dalam piagam Komitekomite Dewan Komisaris PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Further provisions regarding committees of the Board of Commissioners determined by the Board of Commissioners are in the charter of the Committees of the Board of Commissioners . Dewan Komisaris PT PLN (Persero) telah membentuk Komite Manajemen Risiko (KMR). which shall be created. The members of the Committees of the Board of Commissioners are appointed and dismissed by the Board of Commissioners. Komite Audit (KA). the Audit Committee. Keanggotaan komite tersebut terdiri dari seorang atau lebih anggota Dewan Komisaris dan bertanggung-jawab kepada Dewan Komisaris. the Board of Commissioners of PT PLN (Persero) has established a Risk Management Committee. is the Audit Committee. GCG Committee. Komite GCG (KGCG). Komite yang wajib dibentuk adalah Komite Audit. Anggota Komite-komite Dewan Komisaris diangkat dan diberhentikan oleh Dewan Komisaris. Committee. Membership committee consists of one or more members of the Board of Commissioners and is responsible to the Board of Commissioners. Year 2005. Ketentuan-ketentuan lebih lanjut mengenai Komitekomite Dewan Komisaris ditetapkan oleh Dewan Komisaris dalam piagam Komite-komite Dewan Komisaris. Board of Commissioners is authorized to form committees that function as a support for the monitoring tasks of the Board of Commissioners.

The Risk Management Committee is obliged to acquire a Risk Management Charter containing at least the committee’s main duties and authorities. in PLN and its subsidiaries or affiliated companies of PLN. and • to carry out other duties assigned by the Board of Commissioners accordingly to the prevailing rules and regulation. dan melaksanakan tugas-tugas lainnya yang diberikan oleh Dewan Komisaris yang sesuai dengan peraturan dan perundangundangan yang berlaku. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance Report • • members of the Audit Committee shall provide sufficient time to carry out their duties. Kantor Konsultan Hukum atau pihak lain yang memberikan jasa audit dan atau non audit atau jasa konsultasi pada PLN dalam sekurangnya satu tahun terakhir sebelum diangkat sebagai Komite Audit PLN. LAPORAN KOMITE MANAJEMEN RISIKO (KMR) Tugas dan Tanggung Jawab Komite Manajemen Risiko • memberikan keyakinan yang memadai atas dilaksanakannya kajian risiko oleh Direksi atas semua kegiatan Perseroan yang memiliki potensi risiko. • to coordinate in every activity and/or evaluation result to the secretary of the Board of Commissioners. does not work at services to PLN in at least one last year before being appointed as the Audit Committee of PLN. melakukan koordinasi dalam setiap kegiatan dan/atau hasil kajian kepada sekretaris Dewan Komisaris. 243 . • does not have stock either directly or indirectly. and Komite tersebut bersifat independen dengan kriteria sebagai berikut: • tidak memiliki hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua dengan anggota Direksi dan atau anggota Dewan Komisaris. • tidak mempunyai saham baik langsung maupun tidak langsung pada anak perusahaan PLN dan atau perusahaan afiliasi PLN. The committee is independent under the following criteria: • does not have a family relationship by marriage and descent to the second degree with members of the Board of Directors and/or members of the Board of Commissioners. as well as to provide recommendation on risk management to the Board of Commissioners. Komite Manajemen Risiko wajib memiliki Piagam Komite Manajemen Risiko yang berisikan sekurangkurangnya tugas pokok dan kewenangan komite. The members of the Committees of the Board of Commissioners are appointed and dismissed by the Board of Commissioners.Keanggotaan komite tersebut terdiri dari seorang atau lebih Anggota Dewan Komisaris dan bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris. Membership committee consists of one or more members of the Board of Commissioners and is responsible to the Board of Commissioners. • tidak memiliki hubungan usaha baik langsung maupun tidak langsung yang berkaitan dengan kegiatan usaha PLN. • • RISK MANAGEMENT COMMITTEE REPORT (KMR) Duties and Responsibilities of the Risk Management Committee • to provide proper assurance on the Board of Directors’ risk evaluation regarding the Company’s risk potential activities. • does not have business relationship. either directly or indirectly related to the business activities of PLN. • is not a Director or employee of PLN and/or PLN’s subsidiaries in at least one year before being appointed as the Audit Committee of PLN. serta memberikan rekomendasi tentang manajemen risiko pada Dewan Komisaris. • bukan merupakan Direksi atau karyawan PLN dan atau anak perusahaan PLN sekurangnya dalam satu tahun terakhir sebelum diangkat sebagai Komite Audit PLN. Anggota-anggota Komite-komite Dewan Komisaris diangkat dan diberhentikan oleh Dewan Komisaris. Committee. • tidak bekerja pada Kantor Akuntan Publik. dan • anggota Komite Audit wajib menyediakan waktu yang cukup untuk melaksanakan tugasnya.

consisting of 3 coordination meetings with PLN and 22 internal meetings. Hal lain yang ditekankan kepada seluruh anggota komite adalah agar bersikap profesional di dalam melaksanakan tugas dan dalam memberikan pendapat kepada Dewan Komisaris. Gultom : Anggota (88%) Faizul Ishom : Anggota (80%) Syafrizal Syaiful : Anggota (72%) Gde Widiadnyana Merati : Anggota (88%) Kegiatan Komite Manajemen Risiko terkait kegiatan Dewan Komisaris: • Menyampaikan laporan berkala mengenai kegiatan Komite. Tjetjep : Vice Chairman (0%) Santosa Gito Susastro : Secretary (96%) Rinaldy Dalimi : Member (72%) Edward H. Tjetjep : Wakil Ketua (0%) Santosa Gito Susastro : Sekretaris (96%) Rinaldy Dalimi : Anggota (72%) Edward H. Tjetjep Sekretaris : Santosa Gito Susastro Anggota : Rinaldy Dalimi Edward H. Gultom Faizul Ishom Syafrizal Syaiful Gde Widiadnyana Merati Risk Management Committee Meetings In 2010 the Risk Management Committee held 25 meetings. Susunan Komite Manajemen Risiko Ketua : Syahrial Loetan Wakil Ketua : Wimpy S. Tjetjep : Santosa Gito Susastro : Rinaldy Dalimi Edward H. Gultom Faizul Ishom Syafrizal Syaiful Gde Widiadnyana Merati Rapat Komite Manajemen Risiko Sepanjang tahun 2010.244 Independensi Anggota Komite Manajemen Risiko Salah satu kriteria menjadi anggota Komite Manajemen Risiko adalah independen dan bebas dari benturan kepentingan sehingga dapat bersikap objektif dalam memberikan pendapat terhadap permasalahan yang dihadapi. Komite Manajemen Risiko telah melakukan 25 kali pertemuan. Independence of the Risk Management Committee One of the criteria to become a member of the Risk Management Committee are independent and free from conflict of interest so that they can be objective in giving an opinion on the problems faced. Gultom : Member (88%) Faizul Ishom : Member (80%) Syafrizal Syaiful : Member (72%) Gde Widiadnyana Merati : Member (88%) Board of Commissioners related activities of Risk Management Committee: • Submit periodic reports on activities of the Committee • Provide advice or recommendations to the Board of Commissioners based on an assessment of the risk assessment document and other documents submitted by the Board of Directors. • Melaporkan kendala dan hambatan di dalam melaksanakan proses pengawasan dan pembinaan penerapan ERM. • Reported obstacles and barriers in implementing the process of supervision and oversight of the implementation of ERM. corporate planning activities. terdiri dari 3 kali rapat koordinasi dengan PLN dan 22 kali rapat internal. Attendance of Risk Management Committee Meeting attendance rate of the Risk Management Committee during 2010: Syahrial Loetan : Chairman (36%) Wimpy S. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report . kegiatan perencanaan perusahaan. The composition Chairman Vice Chairman Secretary Members of Risk Management Committee: : Syahrial Loetan : Wimpy S. the operating companies that are strategic and have a potential risk. operasi perusahaan yang bersifat stratejik dan memiliki potensi risiko. • Memberikan pendapat atau rekomendasi kepada Dewan Komisaris berdasarkan penilaian terhadap dokumen kajian risiko dan dokumen lain yang disampaikan oleh Direksi. Another thing that stressed to all members of the committee is to be professional in carrying out its duties and in providing advice to the Board of Commissioners. Kehadiran Anggota Komite Manajemen Risiko Tingkat Kehadiran Rapat anggota Komite Manajemen Risiko selama tahun 2010: Syahrial Loetan : Ketua (36%) Wimpy S.

• Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance Report • • • • • Coordination with related division to prepare Risk Management Committee opinion concerning PLTU Keban Agung and fuel purchase transaction on right to match scheme. Renegosiasi PLTP Patuha dan Sarulla. Submit opinion to Board of Commissioners concerning: a. • • Provide advice or recommendations regarding the steps that must be done in relation to the potential risk to the company’s strategic issues. • Menyampaikan pendapat kepada Dewan Komisaris perihal : a. dan Memberikan masukan dalam perubahan dan penyempurnaan Piagam Komite Manajemen Risiko apabila dipandang perlu. • Melakukan telaah dan memberikan pendapat serta pembahasan masalah-masalah strategis Perusahaan yang akan menjadi masukan bagi Dewan Komisaris. Providing committee opinion on each issue/ proposal from Board of Directors that require recommendation or approval from Board of Commissioners. • Melakukan koordinasi dengan dengan Divisi Manajemen Risiko yang membahas perkembangan yang terjadi di Perusahaan terkait manajemen risiko. Recommendatioon on Belgium loan and China loan. Monitor and ensure all corporate activities are in line with long-term plan and budget plan. Study and give opinion on corporate strategic issues as input for Board of Commissioners. Renegotiation of PLTP Patuha and Sarulla. • • Monitor and ensure that long-term plan and budget plan are prepared based on ERM. and Provide input on changes and enhancements of Risk Management Committee Charter. • Menyiapkan rekomendasi kepada Direksi untuk senantiasa melaksanakan dan memutakhirkan rancangan kebijakan manajemen risiko. 245 . Request of foreign currency loan. • Mengawasi bahwa Enterprise Risk Management dikembangkan dan dilaksanakan secara konsisten sesuai dengan komitmen yang disepakati. as deemed appropriate. Board of Directors related activities of Risk Management Committee: • Supervisory of corporate activities that have potential risks based on risk review. Permintaan Loan Valas. c. d. Rekomendasi Loan Belgia dan Loan China. e. • Melaksanakan kunjungan kerja ke proyek PLTU Labuan. • Berkoordinasi dengan divisi terkait dalam rangka mempersiapkan pendapat Komite Manajemen Risiko. Supervisory of fuel purchase transaction. b. Renegosiasi PLTU Keba Agung. Coordination with Risk Management Division to discuss risk management related developments in the Company.• • Memberikan pendapat atau rekomendasi perihal langkah-langkah yang harus dilakukan sehubungan adanya potensi risiko pada masalahmasalah stratejik Perusahaan. • Supervisory of Enterprise Risk Management to ensure consistent application and development. Site visit to PLTU Labuan project. • Memantau dan memastikan bahwa RJP dan RKAP telah disusun berdasarkan ERM. yaitu mengenai PLTU Keban Agung dan mengenai transaksi pembelian BBM dengan skema right to match. c. e. Pengawasan Transaksi Pembelian BBM. Renegotiation of PLTU Keba Agung. Kegiatan Komite Manajemen Risiko terkait kegiatan Direksi: • Melakukan pengawasan bahwa kegiatan Perusahaan yang memiliki potensi risiko telah didahului dengan proses pembuatan kajian risiko. Prepare recommendation to Board of Directors for implementation and update of risk management draft policy. d. • Memantau dan memastikan bahwa semua kegiatan Perusahaan sesuai dengan Rencana Jangka Panjang (RJP) dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Perusahaan (RKAP). b. • Memberikan Pendapat Komite pada setiap permasalahan/usulan yang disampaikan oleh Direksi yang memerlukan rekomendasi ataupun persetujuan dari Dewan Komisaris.

Komite GCG telah melakukan 40 kali pertemuan. completed in November 2010. . Adriansz Sumampow Members : Sri Bagus Guritno Puri Sophia Hamid Sylvia Veronica GCG Committee Meetings In 2010 the GCG Committee held 40 meetings. terdiri dari 1 kali rapat koordinasi dengan PLN dan 39 kali rapat intern. Kehadiran Anggota Komite Manajemen Risiko Tingkat kehadiran dalam rapat Komite : Abdul Aziz : Ketua (51%) Rahmat Waluyanto : Wakil Ketua (18%) Marlindah J A Sumampow : Sekretaris (100%) Sri Bagus Guritno : Anggota (100%) Puri Sophia Hamid : Anggota (77%) Sylvia Veronica : Anggota (88%) Kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Komite GCG sepanjang 2010 antara lain: 1. • Mendorong dan mengingatkan PT PLN (Persero) untuk selalu mematuhi peraturan perundangundangan yang berlaku. Independence of GCG Committee Members One of the criteria to become a member of Good Corporate Governance Committee are independent and free from conflicts of interest that can be objective in giving its opinion on the problems faced. Susunan Komite GCG sampai dengan 31 Desember 2010 Ketua Wakil Ketua Sekretaris Anggota : Abdul Aziz : Rahmat Waluyanto : Marlindah J. The composition of GCG committee as of December 31. Risk Management Committee Member Attendance Abdul Aziz Rahmat Waluyanto Marlindah J A Sumampow Sri Bagus Guritno Puri Sophia Hamid Sylvia Veronica : : : : : : Chairman (51%) Vice Chairman (18%) Secretary (100%) Member (100%) Member (77%) Member (88%) PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Rapat Komite GCG Sepanjang tahun 2010. • Encourage and remind PT PLN (Persero) to always comply with legislation and regulations.246 LAPORAN KOMITE GOOD CORPORATE GOVERNANCE (KGCG) Tugas Komite GCG • Membantu Dewan Komisaris dalam mengawasi implementasi GCG sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan dalam SK Meneg BUMN No. Another thing that stressed to all members of the committee is to be professional in carrying out its duties and in giving its opinion to the Board of Commissioners. Activities of GCG Committee in 2010 were among others: 1. melakukan revisi Board Manual 2009 yang telah diselesaikan pada bulan November 2010. 117/2003. 117/2003. 2010: Chairman : Abdul Aziz Vice Chairman : Rahmat Waluyanto Secretary : Marlindah J. Independensi Anggota Komite GCG Salah satu dari kriteria menjadi anggota Komite GCG adalah independen dan bebas dari konflik kepentingan sehingga dapat bersikap objektif di dalam memberikan pendapat terhadap permasalahan yang dihadapi. consisting of 1 coordination meeting with PLN and 39 internal meetings. Adriansz Sumampow : Sri Bagus Guritno Puri Sophia Hamid Sylvia Veronica REPORT OF THE COMMITTEE ON GOOD CORPORATE GOVERNANCE (KGCG) GCG Committee Task • Assist the Board of Commissioners in overseeing the implementation of GCG in accordance with the provisions set forth in State Owned Enterprises Ministry Decree No. revising of 2009 Board Manual. Hal lain yang ditekankan kepada seluruh anggota komite adalah agar bersikap profesional di dalam melaksanakan tugas dan di dalam memberikan pendapat kepada Dewan Komisaris.

masih dalam proses pembahasan di Komite GCG. • to conduct elections for Public Accounting Firm (KAP) that adequate and competent in carrying out an audit of financial statements of PLN. recommendation and suggestion on requests from management for extention of financial closing. and Budget Plan. memberikan masukan. LAPORAN KOMITE AUDIT (KA) Tugas Komite Audit • menelaah informasi keuangan yang akan dikeluarkan PLN. Komite GCG juga telah ikut serta dalam pembahasan Laporan Keuangan dan Laporan Manajemen. discuss socialization and internalization plan for Board Manual. bond issuance. acquisition. 9. pembuatan Code of Conduct. Rencana Kerja dan Anggaran. implementation of GCG benchmarking with PT Telekomunikasi Indonesia (Persero). 40 year 2007 concerning Corporation and Articles of Association. 6. 5. completion of final draft of 2010 GCG Guidelines Preparation for adaptation with the Law No. 10. as the Financial Report.2. 9. corporate debts. still being discussed by the committee. menyelesaikan draft final Pedoman Penyusunan GCG tahun 2010 PT PLN (Persero) untuk diselaraskan dengan UU No. ikut serta pembahasan Laporan Keuangan dan Laporan Manajemen. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan Anggaran Dasar PT PLN. penerbitan obligasi perusahaan. 7. 2. 5. penyelesaian hutang perusahaan. Work Plan and Budget. Management Report and other financial information. GCG Committee also participated in discussion of Financial Report and Management Report. 3. preparation of Code of Conduct. PT Bank Mandiri (Persero). seperti Laporan Keuangan. 247 . 8. dan memastikan bahwa kegiatan dan temuan audit yang dilaksanan oleh KAP dilaksanakan secara efektif. participate in discussion of Annual Report and Management Report. melaksanakan benchmarking GCG dengan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero). 10. provide inputs. 8. and Budget Plan. discussion of 2009 GCG assessment results and follow up of all recommendation to Board of Commissioners in the form of implementation matrix. akuisisi. dan sebagainya. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance Report 7. finalization of GCG Committee Charter in November 2010. melakukan pembahasan mengenai hasil penilaian GCG tahun 2009 dan menindaklanjuti seluruh rekomendasi yang diberikan terhadap Dewan Komisaris dengan menyusun matriks pelaksanaan rekomendasi hasil penilaian tersebut. and ensure that the activities and significant audit findings by the public accountant office have been implemented effectively. AUDIT COMMITTEE REPORT (NR) Duties of the Audit Committee • to review the financial information to be issued by PLN. dan Komite Nasional Kebijakan Governance (“KNKG”) pada bulan Februari – Maret 2010. menyelesaikan Piagam Komite GCG pada bulan November 2010. pelelangan asset. 4. asset sale. and others. 4. and Governance Policy National Committee (“KNKG”) in February March 2010. rekomendasi dan usulan terhadap permohonan-permohonan yang diajukan oleh manajemen dalam masalah perpanjangan penyelesaian proyek (perpanjangan financial closing). serta Rencana Kerja Anggaran Perusahaan. • melakukan pemilihan Kantor Akuntan Publik (KAP) yang memadai dan kompeten dalam melaksanakan audit atas Laporan Keuangan PLN. PT Bank Mandiri (Persero). 3. 6. serta Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan. membahas rencana sosialisasi dan internalisasi dari Panduan Kerja (Board Manual) Direksi dan Dewan Komisaris. Laporan Manajemen dan informasi keuangan lainnya.

material cadangan dan aktiva tetap non operasional. the Audit Committee are independent and are required to provide reporting and be directly responsible to the Board of Commissioners. melakukan telaah dan evaluasi program audit tahunan yang dibuat oleh Satuan Pengawas Internal (SPI) untuk memastikan bahwa kegiatan dan hasil audit yang dilaksanakan oleh SPI dilaksanakan secara efektif. Komite Audit bersifat independen dan wajib memberikan pelaporan dan bertanggung jawab langsung kepada Dewan Komisaris. dan melaksanakan tugas-tugas lainnya yang diberikan oleh Dewan Komisaris PT PLN (Persero). • • • • PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Tanggung Jawab Komite Audit • Dalam menjalankan tugasnya. to conduct a review and evaluation program of the annual audit made by the Internal Audit Unit to ensure that the activities and results of audits conducted by SPI implemented effectively. provision of material and non-operational fixed assets. to investigate complaints relating to the PLN. to review PLNs’ compliance against legislation. • The Audit Committee shall maintain the confidentiality of documents and information on electricity. menelaah keterbukaan informasi keuangan Perusahaan. dan • Melaksanakan self assessment atas efektivitas Komite Audit dalam melaksanakan tugas dan melakukan penyempurnaan Piagam Komite Audit secara periodik. . including review for doubtful accounts withdrawal. Independensi Anggota Komite Audit Salah satu dari kriteria menjadi anggota Komite Audit adalah independen dan bebas dari benturan kepentingan sehingga dapat bersikap objektif dalam memberikan pendapat terhadap permasalahan yang dihadapi. Hal lain yang ditekankan kepada seluruh anggota komite adalah agar bersikap profesional di dalam melaksanakan tugas dan dalam memberikan pendapat kepada Dewan Komisaris.248 • • • • • • memastikan bahwa sistem pengawasan intern PLN berjalan efektif. • Accountability of the Audit Committee to the Board of Commissioners submitted in the form of annual reports and statements for any special duties. Independence of Audit Committee Members One of the criteria to become a member of the Audit Committee are independent and free from conflict of interest so that they can be objective in giving an opinion on the problems faced. Another thing emphasized to all members of the committee. both from internal and external parties and only used for the benefit of their duties. • Pertanggungjawaban Komite Audit kepada Dewan Komisaris disampaikan dalam bentuk laporan tahunan dan laporan atas setiap pelaksanaan tugas khusus. to review the Company’s financial disclosures and to carry out other tasks given by the Board of Commissioners of PT PLN (Persero). • Komite Audit wajib menjaga kerahasiaan dokumen dan informasi mengenai PLN. Audit Committee Responsibilities • in performing its duties. • • to ensure that internal audit systems PLN effective. baik dari pihak internal maupun eksternal dan hanya digunakan untuk kepentingan tugasnya. particularly relating to reporting to the stakeholders. termasuk mengkaji penghapusan piutang raguragu. menelaah pengaduan yang berkaitan dengan PLN. and • Conducting self-assessment on the effectiveness of the Audit Committee in performing its duties and to improve the Audit Committee Charter periodically. menelaah ketaatan PLN terhadap peraturan perundang-undangan khususnya yang berhubungan dengan pelaporan kepada para pemangku kepentingan.

External Auditor. 249 .Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance Report Susunan anggota Komite Audit sampai dengan 31 Desember 2010 Ketua : Lutfi Hamid (Komisaris Independen) Wakil Ketua : Adang Firman (Komisaris Independen) Sekretaris : Elok Tresnaningsih Anggota : Sugianto Lilik Safrudin Ismail Sugeng Rochadi Djuprianto Adi Djoko Guritno Rapat Komite Audit Sepanjang tahun 2010. The composition of audit committee as of December 31. Auditor Eksternal dan Manajemen Perusahaan. and Company Management. Komite Audit juga melaksanakan rapat internal komite audit dan rapat komite-komite Dewan Komisaris lainnya untuk membahas beberapa permasalahan secara lebih mendalam. Committee Audit also held internal meetings and committee meetings with other Board of Commissioners’s committees to discuss further certain issues. Besides that. inviting relevant parties such as Internal Control Unit. 2010 Chairman : Lutfi Hamid (Independent Commissioner) Vice Chairman : Adang Firman (Independent Commissioner) Secretary : Elok Tresnaningsih Members : Sugianto Lilik Safrudin Ismail Sugeng Rochadi Djuprianto Adi Djoko Guritno Audit Committee Meetings In 2010 the Audit Committee held 31 meetings. Di samping itu. Komite Audit telah melaksanakan rapat sebanyak 31 kali. dengan mengundang para pihak yang berkepentingan sesuai tuntutan tugas dan tanggung jawab Komite Audit yakni Satuan Pengendalian Intern.

(ii) rencana dan ruang lingkup audit Laporan Keuangan tahun 2010. Internal meetings to discuss response to Management Report and monitoring progress on follow up of Audit Committee’s notes on Management Report. d. Internal meetings to discuss follow up steps on KAP audit findings and efforts to improve financial report quality. 2. b. b. Meetings with information technology division to discuss IT program planning and follow up on KAP audit findings. (ii) constraints in report preparation. membahas: (i) akurasi dan keandalan data dan informasi yang disajikan. Supervising the reliability of Financial Report quality: a. (iii) improvement of report structure and format. Meetings with Management Report team and Corporate Secretary to discuss: (i) accuracy and reliability of data and information. (iii) perbaikan atas susunan dan format laporan. melaksanakan pertemuan dengan tim penyusun LM dan Sekretaris Perusahaan. (ii) plan and scope of 2010 Financial Report audit. Pengawasan terhadap keandalan informasi Laporan Manajemen a. (ii) hambatan dalam penyusunan laporan. c. (iii) isue audit yang harus ditindaklanjuti manajemen. melaksanakan pertemuan internal Komite Audit untuk membahas langkah-langkah yang dilakukan terkait dengan temuan KAP dan upaya untuk meningkatkan keandalan kualitas laporan keuangan. tingkat kehadiran anggota Komite Audit dalam Rapat Komite Audit adalah sebagai berikut: Lutfi Hamid : Ketua (75%) Adang Firman : Wakil Ketua (75%) Elok Tresnaningsih : Sekretaris (97%) Sugianto : Anggota (75%) Lilik Safrudin : Anggota (77%) Sugeng Rochadi *) : Anggota (97%) Djuprianto*) : Anggota (97%) Adi Djoko Guritno**) : Anggota (45%) *) Sebagai Komite Audit sejak 1 Februari 2010 **) Sebagai Komite Audit sejak 1 April 2010 Kegiatan-kegiatan Komite Audit sepanjang tahun 2010 adalah: 1. melakukan pertemuan dengan divisi teknologi informasi dalam rangka membahas rencana program IT dan tindak lanjut atas temuan audit oleh KAP. . Meeting with accounting division to discuss financial reporting procedure. b.250 Kehadiran Rapat Anggota Komite Audit Selama 2010. c. melakukan pertemuan dengan divisi akuntansi untuk membahas prosedur penyusunan laporan keuangan dan hambatan yang dihadapi serta tindak lanjut temuan audit oleh KAP. melaksanakan pertemuan internal Komite Audit untuk penyiapan tanggapan terhadap Laporan Manajemen dan pemantauan progress tindak lanjut atas catatan Komite audit terhadap Laporan Manajemen. (iii) audit issues for management follow up. 2010 (75%) (75%) (97%) (75%) (77%) (97%) (97%) (45%) Audit Committee activities throughout 2010 were: 1. Meetings with KAP to discuss: (i) progress audit. 2010 **) Member since April 1. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report 2. Meeting attendance of each member in 2010 is as follows: Lutfi Hamid : Chairman Adang Firman : Vice Chairman Elok Tresnaningsih : Secretary Sugianto : Member Lilik Safrudin : Member Sugeng Rochadi *) : Member Djuprianto*) : Member Adi Djoko Guritno**) :Member *) Member since February 1. melakukan pertemuan dengan KAP untuk membahas: (i) progress audit. d. b. Pengawasan terhadap Keandalan Kualitas Laporan Keuangan : a. constraints and follow up on KAP audit findings. Supervising the reliability of Management Report information: a.

Audit Committee Report is an implementation of the mandated duties and responsibilities stated in the Charter of the Audit Committee and the prevailing legislation. (iv) organisasi SPI dan kompetensi auditor SPI serta rencana kerja SPI tahun 2011. Meeting with KAI business unit to discuss organization and scope of work and work relation between KAI and SPI. (iii) efektivitas pengendalian internal Perusahaan. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance Report 8. Supervising the effectiveness of Internal Control (“SPI”) a. 4. Pengawasan terhadap efektivitas Pengendalian Internal a. d. (iii) effectiveness of corporate internal control. b. d. Two meetings with budget division to discuss revised proposal for 2010 Budget Plan. Meetings with SPI to discuss: (i) Internal Audit plan and program. membahas usulan RKAP 2011 dengan manajemen. membahas bersama dengan Direktorat Operasi Indonesia Barat. Conduct internal audit committee meetings to prepare response of the work plan and budget revision and work plan and budget 5. Melakukan telaah atas Proyeksi Keuangan tahun 2010 . Conducting study on 2010 – 2015 financial projection. Two meetings with budget division to discuss 2011 budget plan proposal. Melakukan tugas-tugas lain dari Dewan Komisaris diantaranya membahas dengan Sekper untuk memastikan bahwa telah dilakukannya langkahlangkah perbaikan pengelolaan PKBL. c. 7. melaksanakan pertemuan internal Komite Audit untuk mengevaluasi efektivitas pengendalian internal. Meeting with with Operational Directorate of West Indonesia. conducting other duties of Board of Commissioner discuss with Corporate Secretary to ensure improvement steps of PKBL management. Meeting with human resource division to discuss reorganization plan of Internal Audit in the efforts to increase efficiency and effectiveness of SPI and Internal Audit unit. Conducting study on 2010 and 2011 Budget Plans a. 4. Melakukan telaah atas RKAP tahun 2010 dan 2011 a. 6. b.3. melakukan pertemuan dengan Direktorat SDM untuk membahas rencana reorganisasi Internal Audit dalam upaya meningkatkan efisiensi dan efektivitas SPI dan Audit Internal unit. (ii) Laporan Hasil Pemeriksaan dan tindak lanjutnya. 8. Laporan Komite Audit ini merupakan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab yang dimandatkan dalam Piagam Komite Audit dan peraturan perundangan yang berlaku. (ii) Audit Findings Report and follow up. melakukan pertemuan internal Komite Audit untuk penyiapan tanggapan atas Revisi RKAP dan RKAP. 251 .Bali. Internal meetings with Committtee Audit evaluate effectivity. d. Java . and East Indonesia to discuss 2010 Budget Plan revision. Melakukan telaah atas permintaan penghapusan aset 7. dan Indonesia Timur tentang usulan revisi RKAP 2010. 5. melakukan pertemuan dengan SPI untuk membahas : (i) rencana dan program Internal Audit. membahas usulan revisi RKAP 2010 dengan divisi anggaran. melaksanakan pertemuan dengan KAI unit bisnis PLN. c. c. d. Site visit to PLN business units. Jawa Bali.2015 6. (iv) SPI structure of organization and competency of SPI auditor and SPI’s 2011 annual plan. Melakukan kunjungan kerja ke unit bisnis PLN. c. Conducting study on asset write off request. (v) rencana penyelenggaraan Quality Assurance oleh konsultan independen. b. (v) Quality Assurance by independent consultant’s implementation plan b. 3. membahas organisasi dan lingkup kerja KAI serta hubungan kerja KAI dengan SPI.

Independence of the Nomination and Remuneration Committee One of the criteria to become members of the Nomination and Remuneration Committee are that they must be independent and free from conflict of interest so that they can be objective in giving opinion when dealing with problems. Hal lain yang ditekankan kepada seluruh anggota komite adalah agar bersikap profesional di dalam melaksanakan tugas dan di dalam memberikan pendapat kepada Dewan Komisaris. Tjetjep Lutfi Hamid ERL Tobing Adang Firman Luizah Ellyza Mangkudum Adang Surahman PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report . The Nomination and Remuneration Committee is obliged to obtain a Committee Charter containing at least the Committee’s main duties and authorities. • to coordinate in every activity and/or provide evaluation result to Secretary of the Board of Commissioners. The composition Committee: Chairman Vice Chairman Secretary Members of Nomination and Remuneration : : : : Wimpy S. Susunan Komite Nominasi dan Remunerasi Ketua : Wakil Ketua : Sekretaris : Anggota : Wimpy S. Independensi Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi Salah satu dari kriteria menjadi anggota Komite Nominasi dan Remunerasi adalah independen dan bebas dari benturan kepentingan sehingga dapat bersikap objektif di dalam memberikan pendapat terhadap permasalahan yang dihadapi. and • to carry out other duties assigned by the Board of Commissioners accordingly to the prevailing rules and regulations. dan • melaksanakan tugas-tugas lainnya yang diberikan oleh Dewan Komisaris sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku.252 LAPORAN KOMITE NOMINASI DAN REMUNERASI (KNR) Tugas dan Tanggung Jawab Komite Nominasi dan Remunerasi • menyusun kriteria seleksi dan prosedur nominasi serta sistem penggajian dan pemberian tunjangan bagi Anggota Dewan Komisaris. • to evaluate and provide recommendation on number of the Company’s Board of Commissioners’ and Directors’ members. it is emphasized that all members of the committee must have a professional behavior in carrying out their duties and in providing opinion to the Board of Commissioners. Tjetjep Lutfi Hamid ERL Tobing Adang Firman Luizah Ellyza Mangkudum Adang Surahman Komite Nominasi dan Remunerasi wajib memiliki Piagam Komite yang berisikan sekurang-kurangnya tugas pokok dan kewenangan Komite. • menilai dan memberikan rekomendasi mengenai jumlah Anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan. REPORT OF THE NOMINATION AND REMUNERATION COMMITTEE (NRC) Duties and Responsibilities of the Nomination and Remuneration Committee • to compose criteria for nomination and procedures of nomination and remuneration and allowance for members of the Board of Commissioners. Direksi serta pejabat satu level di bawah Direksi. Moreover. Directors and one lower level of the Board of Directors. • melakukan koordinasi dalam setiap kegiatan dan/atau hasil kajian kepada Sekretaris Dewan Komisaris.

provide recommendation to Board of Commissioners concerning salary of employees. 253 . Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance Report 6. 3. consisting of 5 NRC Internal Meeting and 5 with the Director of HR and General Affairs of PT PLN (Persero). Board of Commissioners of PLN and subsidiaries with Human Resource Director. membuat sistem penilaian dan memberikan rekomendasi tentang jumlah Komisaris dan Direksi. 2.RAPAT KOMITE NOMINASI DAN REMUNERASI Sepanjang tahun 2010 KNR telah melaksanakan 10 kali rapat. 4. Board of Commissioners of PLN and subsidiaries. 5. 4. mengkaji usulan gaji untuk Direksi. recomendation of pension and other benefits related to workforce reduction with Human Resource Director. Direksi dan Eksekutif lainnya. 2. and other executives. and 6. prepare criteria and procedure of nomination for Board of Commissioners. menyusun kriteria dan prosedur Nominasi Komisaris. participated in review of employee salary proposal with Human Resource Director. memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai gaji pegawai. Komisaris PLN dan Anak Perusahaannya bersama Direktur SDM and Umum. Average attendance rate in the Committee meeting ranged from 80-100%. sistem kompensasi dan manfaat lainnya dalam hal pengurangan karyawan bersama Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum. 5. the Committee has conducted 10 meetings. participated in preparation of payroll system. Kehadiran Rapat Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi Tingkat kehadiran rata-rata dalam rapat Komite berkisar antara 80-100%. Board of Directors. 3. Kegiatan Komite Nominasi dan Remunerasi sepanjang tahun 2010 adalah: 1. dan NOMINATION AND REMUNERATION COMMITTEE MEETINGS During 2010. turut menyusun sistem penggajian dan pemberian tunjangan serta rekomendasi tentang sistem pensiun. Direksi dan Komisaris PLN dan Anak Perusahaannya. turut mengkaji usulan gaji untuk pegawai PLN bersama Direktur SDM and Umum. Activities of Nomination and Remuneration Committee in 2010: 1. prepare evaluation system and give recommendation on composition of Board of Commissioners and Board of Directors. review salary proposal for Board of Directors. terdiri dari 5 kali Rapat Intern KNR dan 5 kali rapat bersama Direktur SDM dan Umum PT PLN (Persero). Board of Directors.

human resources. dan • melakukan pemeriksaan khusus apabila diperlukan. objective. GCG process and control under professionalism in line with GCG principles. akuntansi. Piagam Pengawasan Intern dirancang untuk memberikan nilai tambah dan meningkatkan kegiatan operasi Perusahaan dalam mencapai tujuannya melalui pendekatan yang sistematis dan teratur dalam mengevaluasi serta meningkatkan efektivitas operasi. accounting. • menguji dan mengevaluasi pelaksanaan pengendalian intern dan system manajemen resiko sesuai dengan kebijaksanaan perusahaan. sumber daya manusia. • memantau. This charter was designed to provide value added and to enhance Company operational through systematic evaluation approach and to increase operational effectiveness. menganalisis dan melaporkan pelaksanaan tindak lanjut perbaikan yang telah disarankan. . Wewenang SPI adalah: • mengakses seluruh informasi yang relevan tentang perusahaan terkait dengan tugas dan fungsinya. risk management. • SPI is authorized to: • access all relevant information about the company relating to the duties and functions. Perusahaan telah menerbitkan Piagam Pengawasan Intern PTPLN (Persero) sebagai wujud pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance . marketing.254 UNIT SATUAN PENGAWASAN INTERN INTERNAL CONTROL UNIT Pada 20 Januari 2010. • melakukan pemeriksaan dan penilaian atas efisiensi dan efektivitas di bidang keuangan. Internal Control Charter can also regulate activities of Internal Control Unit in performing independent assurance and consultation. Tugas Satuan Pengawasan Intern (SPI) adalah: • menyusun dan melaksanakan rencana Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT). PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Duties of Internal Audit Unit (IAU) are as follows: • to formulate and implement plans Supervision Annual Work Program (PKPT). • menyusun program untuk mengevaluasi mutu kegiatan Satuan Pengawasan Intern yang dilakukannya. obyektif. and to conduct special inspections if necessary. to structure a program to evaluate the quality of the activities of Internal Audit Unit. information technology and other activities. tidak berprasangka buruk terhadap auditee serta menjunjung kode etik auditor. • to provide suggestions for improvement and objective information about the activities under review at all levels of management. • to conduct examination and assessment of the efficiency and effectiveness in finance. pengendalian dan proses tata kelola dengan mengedepankan sikap profesionalisme sesuai dengan prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik.GCG). Piagam Pengawasan Intern juga dibuat untuk mengatur kegiatan Satuan Pengawas Intern PT PLN (Persero) dalam melakukan kegiatan pengujian/ assurance dan konsultasi yang independen. non prejudice toward auditee and in compliance with auditor ethics. • • to work together with the Audit Committee. • memberikan saran perbaikan dan informasi yang obyektif tentang kegiatan yang diperiksa pada semua tingkat menajemen. On January 20. operations. analyze and report the implementation of corrective measures have been suggested. pemasaran teknologi informasi dan kegiatan lainnya. • to test and evaluate the implementation of internal control and risk management system in accordance with company policy. 2010 the Company issued Internal Control Charter as realization of GCG. • to monitor. • bekerja sama dengan Komite Audit. operasional. pengelolaan risiko.

compliance with the provisions of the Budget. Dewan Komisaris. • pengamanan aset. • kepatuhan terhadap prosedur dan tata kerja yang ditetapkan. • Direktur Utama dapat memberhentikan Kepala SPI. Sistem Pelaporan Sistem Pengawasan Intern • membuat laporan hasil pemeriksaan (LHP) dan menyampaikan LHP tersebut kepada Direktur Utama dan Dewan Komisaris. meet periodically and incidental to the Board of Directors. after approval of the Board of Commissioners. and 255 . • • • • • • • • • compliance with the procedures and working procedures being established. Dewan Komisaris. • kepatuhan terhadap ketentuan pelaksanaan anggaran. utilization of material resources and equipment. Hubungan dengan Auditor Eksternal : melakukan koordinasi dengan Auditor Eksternal. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance Report Reporting System of Internal Audit Unit • to make assessment report (LHP) and submitted it to the President Director and the Board of Commissioners. General policy of SPI establishment • Internal Audit Unit is led by a Head of Internal Audit Unit. • Head of Internal Audit Unit shall be appointed and dismissed by the President Director with the approval of the Board of Commissioners. dan • auditor yang duduk dalam SPI bertanggung jawab secara langsung kepada Kepala SPI. and deposit liabilities to the state. mengadakan rapat secara berkala dan insidentil dengan Direksi. • • • communicate directly with the Board of Directors. jika Kepala SPI tidak memenuhi persyaratan sebagai Kepala SPI sebagaimana diatur dalam peraturan ini dan atau gagal atau tidak cakap menjalankan tugas. dan/atau Komite Audit. utilization of human resources. • keandalan dan keakuratan informasi/laporan. • pencapaian tujuan dan sasaran program. utilization of financial resources. dan Relation with external auditors: coordinate activities with the work of external auditors. if the Head of Internal Audit does not qualify as of Head of Internal Audit accordingly as sated in the regulation and/or fail or inadequate to complete the duty. reliability and accuracy of the information/reports. • pemanfaatan sumber daya uang.• • • melakukan komunikasi secara langsung dengan Direksi. • pemanfaatan sumber daya material dan peralatan. • Kepala SPI bertanggungjawab kepada Direktur Utama. dan melakukan koordinasi kegiatannya dengan kegiatan auditor eksternal. SPI Inspection Aspects The Internal Audit Unit aspects consist of: • compliance with laws and regulations in force. Commissioners. achievement of goals and objectives of the program. and/or the Audit Committee. Aspek-aspek Pemeriksaan SPI Aspek-aspek pemeriksaan SPI dibagi menjadi: • kepatuhan terhadap peraturan perundangundangan yang berlaku.dan • kewajiban penyetoran kepada negara. • President Director can dismiss the Head of Internal Audit Unit. setelah mendapat persetujuan Dewan Komisaris. • pemanfaatan sumber daya manusia. Commissioners. and • auditors who sat in the Internal Audit Unit directly responsible to the Head of Internal Audit Unit. • Kepala SPI diangkat dan diberhentikan oleh Direktur Utama atas persetujuan Dewan Komisaris. • Head of Internal Audit Unit is responsible to the President Director. safeguarding of assets. dan/atau Komite Audit. and/or the Audit Committee. and coordinate activities with the work of external auditors. Kebijakan umum pembentukan Satuan Pengendalian Intern • SPI dipimpin oleh seorang Kepala SPI.

• to make Annual Report to the President Director and Board of Commissioners. dan • memberikan keterangan atas hasil pemeriksaan atau hasil pelaksanaan tugas SPI. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Satuan Pengawasan Intern di lingkungan PLN mengacu kepada aturan-aturan yang ada berupa Surat Keputusan. • ensuring that the Charter. Instruction. Accounting Policy and healthy business practice . • memastikan bahwa Charter. the partnership relationship between Internal Audit Unit and the Audit Committee is as follows: • helping to ensure that the Audit Committee Charter. Surat Edaran. Instruksi. • menghadiri rapat berkala yang diselenggarakan oleh Komite Audit. • memelihara komunikasi yang terbuka dan efektif dengan Komite Audit/Komisaris dan Direksi/ Direktur Utama.. Relationship between SPI and the Audit Committee According to the Internal Audit Charter of PT PLN (Persero). Circulation. Kebijakan Akuntansi dan praktek-praktek bisnis yang sehat Internal Control Unit at PLN refers to regulations in the forms of Decision Letter. • menyiapkan materi dan bahan rapat yang diminta oleh Komite Audit.256 • membuat Laporan Tahunan kepada Direktur Utama dan Dewan Komisaris. • maintaining open and effective communication with the Audit Committee/Board of Commissioners and the Board of Directors/President Director. Peranan dan Aktivitas dari Pengawasan Intern dapat dipahami dan menjawab kebutuhan Komite Audit/Komisaris dan Direksi/Direktur Utama. Aktivitas dan Tugas Komite Audit adalah memadai. Activity and Duties of Audit Committee were adequate. Role and Activities of Internal Control can be understood and answer the needs of the Audit Committee/Board of Commissioners and the Board of Directors/ President Director. and • providing details of the audit results or reports of the Internal Audit Unit. • preparing meeting materials and materials requested by the Audit Committee. • attending regular meetings held by the Audit Committee. Hubungan SPI dengan Komite Audit Sesuai Piagam Pengawasan Intern (Internal Audit Charter) PT PLN (Persero) maka hubungan kemitraan SPI dengan Komite Audit sebagai berikut: • membantu Komite Audit untuk memastikan bahwa Charter.

II. disamping itu 1 (satu) kali pemeriksaan operasional terhadap anak perusahaan PT PLN Batubara telah dilakukan dengan temuan sebanyak 6 (enam) temuan yang merupakan pemeriksaan diluar PKPT tahun 2010. Dari 335 temuan tersebut.K/ DIR/2005 dated February 2. pada tahun 2010 Tim SPI telah melaksanakan Pemeriksaan Operasional Periode I. Dari formasi tersebut. Instruction. VI and VII on 39 business units and 2 directorates. 257 . Sesuai Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) 2010.17. As of end 2010 the Internal Control Unit had a formation of 45 employees that comprised of 39 auditors. IV.030. 5 tenaga sekretariat dan 1 Kepala Satuan. Out of 335 findings. the unit holds on to Internal Control Manual as stipulated in Decision of Board of Directors No. DIVISI MANAJEMEN RISIKO RISK MANAGEMENT DIVISION PLN telah Organisasi Divisi Manajemen Risiko sesuai dengan KEPDIR No. 24 of whom hold QIA certification. Pada akhir tahun 2010. II. Divisi Manajemen Risiko bertanggung jawab terlaksananya manajemen risiko berdasarkan kaidah yang benar pada seluruh kegiatan perusahaan dan tersedianya risk management information bagi Direksi sebagai referensi pengambilan keputusan. In conducting audit. 2005. dengan jumlah temuan sebanyak 335 temuan yang harus diklarifikasi oleh Manajemen Unit Bisnis terkait. Kebijakan Akuntansi dan praktek-praktek bisnis yang sehat. Accounting Policy and healthy business practice. the Internal Control Unit conducted operational check periods I. VI dan VII terhadap 39 Unit Bisnis dan 2 Direktorat. Risk Management Division is responsible for the implementation of proper risk management in all corporate activities and the availability of risk management information for decision making reference of Board of Directors. 225 were followed up and completed. resulting in 335 findings to be clarified with related business unit management. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance Report In 2010. saat ini terisi 30 dan jumlah auditor sebanyak 27 auditor dan telah bersertifikasi QIA sebanyak 24 auditor.K/DIR/2005 tanggal 2 Februari 2005. Member Qualifications of Internal Audit Unit Every internal auditor shall comply with the Internal Audit Professional Standards issued by the Consortium of Internal Audit Professional Organization. Currently the unit employs 27 auditors. V. tindaklanjut yang telah dinyatakan selesai sebanyak 225 temuan. IV.K/DIR/2010. Surat Edaran. Formasi Tenaga Kerja (FTK) pada Satuan Pengawasan Intern adalah sebanyak Formasi pada Satuan Pengawasan Intern adalah 45 pegawai yang terdiri dari 39 tenaga auditor.K/ DIR/2010. Instruksi. Dalam melakukan Audit di lingkungan PLN.030. Internal Control Unit Report Internal Control Unit at PLN refers to regulations in the forms of Decision Letter. in line with its annual plan. Circulation. and one operational check on the subsidiary PT PLN Batubara resulting in six findings. V. Laporan Satuan Pengawasan Intern Satuan Pengawasan Intern di lingkungan PLN mengacu kepada aturan-aturan yang ada berupa Surat Keputusan.Kualifikasi Anggota Satuan Pengawasan Intern Setiap auditor SPI wajib mematuhi Standar Profesi Audit Internal yang dikeluarkan oleh Konsorsium Organisasi Profesi Audit Internal. III.17. Pada tahun 2010. SPI mempunyai Pedoman Pengawasan Intern sesuai Keputusan Direksi PLN No. In line with Board of Directors’ decision No. III. 5 secretaries and 1 unit Head.

• Mengkoordinir implementasi manajemen risiko operasional di unit bisnis dan anak perusahaan. • Melaporkan dan mengkomunikasikan secara periodik penerapan manajemen risiko kepada Direksi. . transaksional yang membutuhkan persetujuan Dekom. on page 114 of this Annual Report. • Preparation of Risk Based Audit policy and implementation procedure • Perform risk assessment on strategic projects and transactions that require Board of Commissioners’ approval • Coordinate the implementation of operational risk management in business units and subsidiaries • Facilitate activities to implement risk management at PLN • Integrate inter function risk management • • • Monitor implementation of risk mitigation at corporate and business unit levels Coordinate with Internal Auditor to implement Risk Base Audit Report and communicate periodically to Board of Directors the implementation of risk management. • Melakukan asesmen risiko untuk proyek-proyek strategis. structure of Risk Management Organization Division: DIREKSI BISNIS DAN MANAJEMEN RISIKO BUSINESS AND MANAGEMENT RISK DIRECTOR PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report KEPALA DIVISI NIAGA COMMERCIAL HEAD DIVISION KEPALA DIVISI MANAJEMEN RISIKO MANAGEMENT RISK HEAD DIVISION KEPALA DIVISI BISNIS DAN TRANSAKSI LISTRIK BUSINESS AND ELECTRIC TRANSACTION HEAD DIVISION MANAJER SENIOR RISK ASSESSMENT RISK ASSESSMENT SENIOR MANAGER MANAJER SENIOR RISK MONITORING DAN REPORTING RISK MONITORING AND REPORTING SENIOR MANAGER MANAJER SENIOR RISK INFRASTRUCTURE RISK INFRASTRUCTURE SENIOR MANAGER (Uraian mengenai pelaksanaan tugas Unit Manajemen Risiko. • Menyusun kebijakan (policy) Risk Base Audit (RBA) serta prosedur implementasinya. • Memantau implementasi mitigasi risiko pada level korporat. Struktur organisasi Divisi Manajemen Risiko sebagai berikut : Risk Management task force also holds other functions that include: • Preparation of policy and guidelines for the implementation of corporate risk management. • Memfasilitasi kegiatan – kegiatan penerapan manajemen risiko di PLN.258 Unit kerja Manajemen Risiko ini juga melakukan fungsi-fungsi lain mencakup diantaranya : • Menyusun kebijakan (policy) serta prosedur (guide line) implementasi manajemen risiko korporat. • Melakukan koordinasi dengan Internal Auditor dalam implementasi Risk Base Audit. unit-unit bisnis. lihat di “Risiko dan Manajemen Risiko – hal 114) Regarding the duty of Risk Management Unit can be seen in the description “Risk and Management Risks”. • Mengintegrasikan penerapan manajemen risiko lintas fungsi.

Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance Report • • • Summary the duty of Corporate Secretary JUMLAH KEGIATAN NUMBER OF ACTIVITY 2 kali times 2 kali times 8 kali times 2 kali times 4 kali times 6 kali times 72 kali times 26 kali times 7 kali times PT PLN (Persero) also deliver a range of information related to company operations disclosure of information to Bapepam-LK and through press release. among others. • bekerja sama dengan fungsi yang menangani pelayanan Hukum Korporat. Daftar Pemegang Saham. • melakukan pembinaan dan pengendalian tata kelola perusahaan. termasuk tetapi tidak terbatas pada Daftar Khusus. Laporan Manajemen dan Laporan Statistik. dan • dalam hubungan dengan RUPS dan Dewan Komisaris. Sekretaris Perusahaan berperan sebagai penghubung antara Direksi dengan organ tersebut Ringkasan Kegiatan Sekretaris Perusahaan NAMA ACARA ACTIVITY Public Expose Conference call dan Investor update Analysts update & Analyst meeting Non-deal Roadshow Investor Forum Press conference Press release Press briefing Press tour PT PLN (Persero) juga menyampaikan berbagai informasi terkait operasional perusahaan dalam rangka keterbukaan informasi kepada Bapepam-LK maupun melalui Siaran Pers. and Board of Directors’ Meeting and the GMS. the Register of Shareholders. 259 . to prepare Annual Report. • Tugas dari fungsi tersebut adalah untuk memberi masukan kepada Direksi terkait kepatuhan terhadap peraturan perundang . diantaranya. • to carry out activities related to the functions of public relations (PR) and investor relations. Management Report and Statistical Report.undangan yang berlaku bagi Perusahaan. • to coordinate with the Corporate Legal Services (KHSK). to provide direction and control of corporate governance.SEKRETARIS PERUSAHAAN CORPORATE SECRETARY TUGAS SEKRETARIS PERUSAHAAN Direksi mengangkat seorang Sekretaris Perusahaan dengan tugas-tugas sebagai berikut: • melaksanakan kegiatan-kegiatan yang terkait dengan fungsi penatausahaan dan penyimpanan dokumen Perusahaan. DUTIES OF CORPORATE SECRETARY Board of Directors appointed a Corporate Secretary with the following tasks: • to carry out activities related to administration and record keeping functions of the Company. including but not limited to the Special Register. and the Corporate Secretary is responsible to liaise between the Board of Directors and the General Meeting of Shareholders and the Board of Commissioners. serta Risalah Rapat Direksi maupun RUPS. Duties of the KHSK are to provide suggestions to the Board of Directors related to the compliance to prevailing rules and regulation. • melaksanakan kegiatan-kegiatan yang terkait dengan fungsi hubungan masyarakat (public relations) dan hubungan investor (investor relations). • menyiapkan Laporan Tahunan.

1 2 3 TANGGAL DATE 7 Januari 2010 7 january 2010 8 Januari 2010 8 January 2010 Februari 2010 February 2010 4 Februari 2010 4 February 2010 15 Februari 2010 15 February2010 JUDUL ACTIVITY Steam Drum Lifting Proyek PLTU 3 Bangka Belitung Pemadaman di Bali Berakhir Bali blackout was over INFORMATION / PRESS RELEASE MEDIA Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website PLN Kaltim Luncurkan Pembayaran Listrik Secara Online PLN Kaltim Launched Online Electricity Payment Penandatanganan Nota Kesepahaman antara PT PLN (Persero) dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Signing of MOU between PLN and LKPP Ciptakan GCG. and EPC Contract Ulubelu Geothermal Power Plant JIBC (JICA) Loan Ciptakan GCG. HoA antara PT PGE dan PT PLN.000 MW Jawa Tengah PLN proceeds with PLTU 2. dan EPC Contract Ulubelu Geothermal Power Plant JIBC (JICA) Loan Signing of PJBU Ulubelu unit 1 & 2 . PLN Jalin Kerjasama dengan BPKP PLN cooperates with BPKP to create GCG Kejaksaan Agung Bantu PLN Atasi Masalah Hukum Supreme Court helps PLN overcome law problems Media Advisory Sinergi Dua BUMN Garuda Indonesia dan PLN Tandatangani Kerjasama Corporate Sales Sinergy of two SOE: Garuda Indonesia and PLN signs Corporate Sales Agreement Neraca Keuangan PLN Membaik Berkat Efisiensi Sepanjang Tahun PLN’s Balance Sheet was Better due to whole Year Efficiency PLN Memproses Proyek PLTU 2. HoA between PT PGE and PT PLN.000 MW Central Java Project PLN Undang Investor Untuk Membangun PLTU Mulut Tambang di Sumatera Selatan PLN invites investors to build PLTU Mulut Tambang in Sumatera Selatan Pemadaman Bergilir di Sulselbar Berakhir Rolling Blackout in Sulselbar was Over PLN Kantongi Izin Pembangunan PLTA Asahan 3 PLN Got construction license for PLTA Asahan 3 Ada Pungli Listrik? Laporkan! Any Electricity Illegal Fee? Report it! PLN Minta Dukungan Gubernur Sumut Untuk Membangun PLTA Asahan 3 PLN Asks North Sumatera Governor’s Support to Build PLTA Asahan 3 PLN Letakkan Batu Pertama Pembangunan PLTA Asahan III PLN Starts Construction of PLTA Asahan III BPK Gunakan Sistem Informasi untuk Audit PLN BPK uses Information System to audit PLN Reklamasi Pantai Utara Jakarta Berpotensi Ganggu Pembangkit PLN North Jakarta coastal reclamation may disrupt PLN’s Power Plants 4 5 6 17 Februari 2010 17 February 2010 Surat kabar & website Newspaper & Website 7 8 9 23 Februari 2010 23 February 2010 26 Maret 2010 26 March 2010 5 April 2010 5 April 2010 8 April 2010 8 April 2010 14 April 2010 14 April 2010 15 April 2010 15 April 2010 29 April 2010 29 April 2010 5 Mei 2010 5 May 2010 13 Mei 2010 13 May 2010 14 Mei 2010 14 May 2010 14 Mei 2010 14 May 2010 15 Mei 2010 15 May 2010 3 Juni 2010 3 June 2010 4 Juni 2010 4 June 2010 Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website 10 11 12 PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report 13 14 15 16 17 18 19 20 .260 INFORMASI/PRESS RELEASE NO. PLN Jalin Kerjasama dengan Kejaksaan Agung PLN cooperates with Supreme Court to create GCG Penandatanganan PJBU Ulubelu unit 1 & 2 .

electricity supply disrupted Komunikasi Mudah Dengan PLN (Layanan Kartu KiAR PLN) Easy communication with PLN (KiAR card service) PLN Siapkan Amandemen PPA Dengan IPP Terkendala PLN prepares amendment of PPA with constrined IPP Penandatanganan Akta Perdamaian IPP Terkendala Antara PLN. JPN dan BPKP Signing of resolution agreement between PLN and IPP developers. Aset Naik 16% Net income of PLN down by 1.2%.NO. LTD Tandatangani Contract Agreement Engineering Services Pembangunan Proyek PLTA Asahan 3 PLN and NIPPON KOEI.1 Triliun di Semester I Tahun 2010 PLN booked net income of Rp6.1 trillion in semester 1 of 2010 PLTU Maluku-Ambon 2X15 MW Mulai Dikerjakan Starting construction of PLTU Maluku-Ambon 2X15 MW PLN bekerjasama dengan LKPP terapkan Sistim e-Procurement PLN cooperates with LKPP to impelement e-Procurement MEDIA Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance Report 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 261 . Pasokan Listrik Terganggu Airport’s internal installation damaged.000 MW Tahap I Progress of first phase of 10.2%. JPN and BPKP PLN Tandatangani Perjanjian Kerjasama Cash Pooling Dengan 11 Bank PLN Signs Cash Pooling agreement with 11 banks PLN Siap Menggunakan Gas Hasil Pengembangan CBM PLN is ready to utilize CBM development results Kemajuan Proyek Listrik PLTU 10. TANGGAL DATE 9 Juni 2010 9 June 2010 6 Juli 2010 6 July 2010 21 Juli 2010 21 July 2010 22 Juli 2010 22 July 2010 22 Juli 2010 22 July 2010 27 Juli 2010 27 July 2010 27 Juli 2010 27 July 2010 27 Juli 2010 27 July 2010 30 Juli 2010 30 July 2010 2 Agustus 2010 2 August 2010 6 Agustus 2010 6 August 2010 6 Agustus 2010 6 August 2010 8 Agustus 2010 8 August 2010 10 Agustus 2010 10 August 2010 10 Agustus 2010 10 August 2010 11 Agustus 2010 11 August 2010 12 Agustus 2010 12 August 2010 15 Agustus 2010 15 August 2010 16 Agustus 2010 16 August 2010 16 Agustus 2010 16 August 2010 19 Agustus 2010 19 August 2010 Agustus 2010 August 2010 JUDUL ACTIVITY PLN dan NIPPON KOEI. 6. Ltd signs Engineering Services agreement for the construction of PLTA Asahan 3 Pulau Sumbawa Akan Didominasi Pembangkit Hidro & Terbarukan Pulau Sumbawa will dominate Hydro and renewable Power Plants Sinergi Strategis Antar BUMN PLN dan Semen Gresik Group (SGG) Tandatangani Kerjasama Penyediaan Listrik Strategic Synergy between PLN and Semen Gresik Group (SGG): Electricity Supply Agreement Signing Penyesuaian Tarif Listrik Menuju Usaha Ketenagalistrikan yang Sehat Adjustment of Electricity Tariff toward healthy Electricity Business Indonesia Bebas Pemadaman Bergilir Indonesia is free from Rolling Blackout Menuju Gerakan Bebas Pemadaman Listrik Bergilir Toward Freedom from Rolling Blackout Wilayah Indonesia Terbebas Dari Belenggu Pemadaman Listrik Bergilir Indonesian regions are free from Rolling Blackout PLN Siap Tuntaskan Daftar Tunggu Pemasangan Listrik PLN is ready to end connection waiting list PLN Kembangkan Limar Untuk Warga Terpencil di NTB PLN develops Limar for remote areas in NTB Crane Hantam Kabel Penghubung Gardu Induk di Muara Karang Crane hit Main Station Connection Cable in Muara Karang Listrik Bandara Padam Karena Kerusakan Instalasi Airport blackout due to Installation Problem Instalasi Listrik Internal Bandara Rusak. assets rose by 16% PLN Catatkan Laba Rp.000 MW Power Plants project Laba Bersih PT PLN (Persero) Turun 1. Pengembang (IPP).

000 MW Connection for Business and Industry on December 15. No More Waiting List for Electricity Connection Pengembang Perumahan Tidak Perlu Investasi Listrik Housing Developers Don’t Need Electricity Investment PLN akan Sambung 1.262 NO.000 MW Bisnis dan Industri Pada 15 Desember 2010 PLN will provide 1. 43 TANGGAL DATE 24 Agustus 2010 24 August 2010 25 Agustus 2010 25 August 2010 27 Agustus 2010 27 August 2010 30 September 2010 30 September 2010 1 September 2010 1 September 2010 3 September 2010 3 September 2010 6 September 2010 6 September 2010 7 September 2010 7 September 2010 23 September 2010 23 September 2010 12 Oktober 2010 12 October 2010 18 Oktober 2010 18 October 2010 19 Oktober 2010 19 October 2010 29 Oktober 2010 29 October 2010 1 November 2010 1 November 2010 22 November 2010 22 November 2010 22 November 2010 22 November 2010 26 November 2010 26 November 2010 1 Desember 2010 1 December 2010 3 Desember 2010 3 December 2010 JUDUL ACTIVITY PLN Akan Menggelar Pameran Listrik Nasional 2010 PLN will hold 2010 National Electricity Event Sinergi PLN dan ANGKASA PURA II Kelola Sistem Pasokan Ketenagalistrikan Bandara Sinergy of PLN and Angkasa Pura II to manage airport electricity supply Trafo Mandirancan Terbakar Mandirancan Transformer Burnt Lomba Foto Jurnalistik HLN KE-65 Journalistic Photo Competition on 65th HLN Pasokan Listrik Jelang dan Selama Lebaran Aman Secured Electricity Supply for Lebaran festive PLTU Indramayu Beroperasi. Daftar Tunggu Sambungan Listrik Tuntas End of March 2011. Jawa Bali Akan Semakin Aman PLTU Indramayu Operates. 2010 DIRUT PLN Ajak Pengusaha Sambung Listrik PLN President Director Invites Businessmen to Apply for Electricity Connection PLN Operasikan Trafo Baru di GITET Gandul-Cinere PLN Operates New Transformer for GITET Gandul – Cinere PLN Mulai Mengoperasikan Trafo IBT Unit 3 di GI Gandul-Cinere PLN Starts Operating IBT Unit Transformer in Gandul-Cinere MEDIA Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website 44 45 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report 58 59 60 61 62 63 6 Desember 2010 6 December 2010 14 Desember 2010 14 December 2010 14 Desember 2010 14 December 2010 Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website 64 65 . Java-Bali more Secure PLN Luncurkan RUPTL 2010 – 1019 PLN launched RUPTL 2010 – 1019 PLN Gelar Mudik Bareng Gratis PLN provides free Lebaran transportation PLN dan Angkasa Pura II Tandatangani Nota Kerjasama Pendampingan Pengelolaan Listrik Bandara Soekarno-Hatta PLN and Angkasa Pura II signs Partnership Agreement for SoekarnoHatta airport electricity supply management Presiden Jamu Karyawan PLN dan BRI Minum The Bersama di Istana President and PLN and BRI employees enjoy tea time at the Palace KNIFE 2010 : Ajang Pegawai PLN Mengadu dan Mengasah Inovasi Kelistrikan KNIFE 2010 : Electricity Competition Event PLN Gelar Ajang Inovasi Kelistrikan di KNIFE 2010 PLN Launched Electricity Innovation Fair at KNIFE 2010 TIM Tanggap Darurat PLN di Mentawai dan Merapi PLN Sends Emergency Team to Mentawai and Merapi PLN Targetkan Tahun Depan Tidak Ada Lagi Daftar Tunggu PLN Targets Elimination of Waiting List Next Year Direksi Baru PLN Batubara Dilantik Appointment of PLN Batubara’s new Board of Directors Proyek APBN PLN Akan Dilelang Secara E-Proc PLN’s State Budget Projects will be Auctioned E-Proc Akhir Maret 2011.

2 million tons of coal in 2011 MEDIA Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website 68 69 70 71 72 27 Desember 2010 27 December 2010 Surat kabar & website Newspaper & Website 73 28 Desember 2010 28 December 2010 Surat kabar & website Newspaper & Website 263 Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance Report .2 Juta Ton Batubara di 2011 ARUTMIN supplies 7.000 MW Tuntas Funding for 10.NO. 66 67 TANGGAL DATE 14 Desember 2010 14 December 2010 14 Desember 2010 14 December 2010 16 Desember 2010 16 December 2010 16 Desember 2010 16 December 2010 21 Desember 2010 21 December 2010 27 Desember 2010 27 December 2010 JUDUL ACTIVITY Pencanangan Gerakan Peduli Perbaikan Gizi Balita Launching of Nutrition Improvement Care Program Program Penyambungan 1000 MW Lampaui Target 1.000 under 5 years children in Indonesia Dahlan Iskan Terima Penghargaan Marketer of The Year Indonesia 2010 Dahlan Iskan received 2010 Marketer of the Year Award PLN Bangun PLTU Skala Besar di Riau dan Kaltim PLN Builds Large Scale PLTU in Riau and Kaltim Pendanaan Proyek Transmisi Terkait Proyek 10.000 MW Transmission Project was Completed Penandatanganan Perjanjian Kredit Sindikasi Pendanaan Porsi Valas Pembangunan Proyek Transmisi Terkait Fast Track Program Gardu Induk Gas Insulated Switchgear & Underground Cable Pulau Jawa Signing of Syndicated Credit Agreement for Financing of Transmission Project Construction Fast Track: Java Island Main Station Insulated Switchgear & Underground Cable Program ARUTMIN Pasok PLN 7.000 MW Connection Program Exceeds Target PI PLN Canangkan Gerakan Peduli Perbaikan Gizi Bagi 5000 Balita di Seluruh Indonesia PLN Launches Nutrition Care Program for 5.

penyampaian materi rapat serta pembuatan risalah rapat. penyiapan dan pengiriman undangan. Sekretaris Dewan Komisaris menjalankan tugastugas sebagai berikut: • menyelenggarakan kegiatan di bidang kesekretariatan dalam lingkungan Dewan Komisaris. • menyelenggarakan rapat Dewan Komisaris.264 SEKRETARIS DEWAN KOMISARIS SECRETARY TO BOARD OF COMMISSIONERS Tugas Sekretaris Dewan Komisaris Untuk kelancaran tugasnya Dewan Komisaris dapat dibantu oleh Sekretaris Dewan Komisaris yang diangkat oleh Dewan Komisaris atas beban Perusahaan. internal control unit reports) and other reports/information regarding the Company. meeting invitation distribution. appointed by Board of Commissioners and hidred by the Company. Laporan Tahunan. Sekretaris Dewan Komisaris mempunyai fungsi untuk memberikan dukungan administratif dan kesekretariatan kepada Dewan Komisaris guna memperlancar pelaksanaan tugas-tugas Dewan Komisaris. antara lain Laporan Hasil Pengawasan Dewan Komisaris. • memfasilitasi kegiatan Dewan Komisaris. such as regular reports of Board of Directors (monthly reports. and delivers meeting results to related parties. • memfinalisasi laporan-laporan yang menjadi kewajiban Dewan Komisaris. Laporan Triwulanan. Board of Commissioners can have the assistance of a Secretary to Board of Commissioners. preparation and distribution of meeting agenda and minutes of meeting. Faciliatates activities of Board of Commissioners. and Administers minutes of meeting and other documents. serta tugas-tugas lain yang terkait. dan • mengadministrasikan risalah rapat dan dokumen Dewan Komisaris lainnya serta mengirimkan hasil-hasil keputusan rapat kepada pihak-pihak yang berkepentingan. annual reports. • mengkoordinir penyediaan informasi yang dibutuhkan Dewan Komisaris. Secretary to Board of Commissioners has the following duties: • Holds secretarial activities for Board of Commissioners. • • PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report • • . Secretary to Board of Commissioners’ function is to provide administrative and secretarial support to Board of Commissioners. such as Supervisory Report Holds Board of Commissioners’ meetings. Laporan Hasil Pemeriksaan SPI) serta laporan/informasi lainnya mengenai Perusahaan. seperti laporan berkala dari Direksi (Laporan Bulanan. and other related assignments. quarterly reports. Finalizes reports of Board of Commissioners. • Coordinates supply of information needed by Board of Commissioners.

private and cooperative).470.PJ/CLH/2005 dated April 14. Perkara Penting Perusahaan 1. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance Report Important Litigation 1. POEs. PLN is not the Electricity Power of Attorney Holder anymore.000.Sel tanggal 17 September 2008.000.000. The amount of electricity bills for the period is Rp37. The Law’s being effective imposes certain implication on PLN as an enterprise in electricity supply industry.DKI dated December 3. Perkara Nomor : 656/Pdt. just like other IUPTL holders (possibility of other SOEs.470. Swasta dan Koperasi). President’s Decree.172 and dwangsom Rp 5. but ordinary holder of Electricity Supply Business License (“IUPTL”). 2010 on PLN’s being ineligible to enforce Electricity Bills for the period of May 2005 – January 2007 on plaintiff. Case No. 265 . but electricity industry players.d.375.215.172 dan dwangsom Rp 5.Jkt. 2009 and within a maximum of one year since then the Government is to regulate the management of electricity business in Indonesia through several sets of regulations (Government Regulation.Sel and Appeal Case No.G/2009/PN. Defendant is demanded to pay loss compensation of Rp625. 2.000. 2005. Nilai tuntutan Imbalan Jasa Rp 9.Jkt.PJ/CLH/2005 tanggal 14 April 2005.000.000 a day. 001. 2007 sebesar Rp 37.777. No.000. Pemerintah akan melaksanakan penataan dan penetapan pengelolaan bisnis kelistrikan di Indonesia melalui penerbitan beberapa regulasi (Peraturan Pemerintah.Tim tentang Direktur Utama PT PLN (Persero) telah melakukan perbuatan melawan hukum akibat membangun SUTT 150 kV Asahimas Menes yang melintas di wilayah tempat tinggal Penggugat dan diminta untuk memindahkan SUTT tersebut ke tempat lain. Menghukum Tergugat membayar Ganti Rugi Rp 625.000 and immaterial loss Rp50.Jkt. 2008 concerning PLN President Director’s default on payment of Service Agreement for Arrangements of Arrear Electricity Billing Payment of PT Polysindo Eka Perkasa Tbk.G/2008/PN.Sel dan Perkara Banding No. sama seperti pemegang IUPTL lainnya (dimungkinkan adanya BUMN Lain. based on this Law. The Law does not explicitly regulates only PLN.375.000.Tim concerning PLN President Director’s wrongful act of constructing the SUTT 150 kV Asahimas Menes trespassing the plaintiff’s residential area.000.PERKARA HUKUM YANG MELIBATKAN PERSEROAN LITIGATION Undang-undang Nomor 30 tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan telah disahkan pada tanggal 23 September 2009. Nomor : 054.530.000. Perkara Nomor : 1123/Pdt.PJ/160/ DJTY/2005 and No.777. 78/Pdt. Nilai Tuntutan Penggugat : Materiil Rp 60. Case No.Jkt . 627/PDT/2010/PT.G/2008/PN. 30 year 2009 on Electricity was issued on September 23. 2.Jkt.Sel dated September 17. per hari. 627/PDT/2010/PT.530. Dengan berlakunya UU 30/2009 berimplikasi kepada PT PLN (Persero) selaku Pelaku Usaha dibidang penyediaan tenaga listrik untuk kepentingan umum.G/2009/PN.000. 3.Jkt. Besar TS rekening listrik bulan Mei 2005 s.000 Law No.G/2009/PN.215.00 dan Immaterii Rp 50. Minister’s Decree). Perkara Nomor : 78/Pdt.255. BUMD. Hence. 656/Pdt. Berdasarkan UU 30/2009. Peraturan Presiden.000. Peraturan Menteri).d. The plaintiff asked the defendant to move the SUTT to some other place. 3.DKI tanggal 3 Desember 2010 tentang PT PLN (Persero) tidak berhak mengajukan TS Rekening Listrik periode Mei 2005 s.255. 054. The demanded compensation on material loss Rp60. The fee demand amounted to Rp9. dimana dalam jangka waktu paling lama 1 (satu) tahun sejak disahkannya UU tersebut.000.458.458. tentang Direktur Utama PT PLN (Persero) telah melakukan ingkar janji (wanprestasi) terhadap Pembayaran Perjanjian Jasa Pengurusan Pembayaran Tunggakan Rekening Listrik PT Polysindo Eka Perkasa Tbk. Case No. Januari 2007 kepada Penggugat adalah merupakan perbuatan melawan hukum yang merugikan Penggugat.000. perceived as wrongful act that caused loss on the plaintiff. UU 30/2009 tidak lagi mengatur secara eksplisit tentang PT PLN (Persero) melainkan mengatur tentang pelaku usaha ketenagalistrikan. 1123/Pdt. PLN bukan lagi sebagai Pemegang Kuasa Usaha Ketenagalistrikan(PKUK) tetapi pemegang Ijin Usaha PenyediaanTenagaListrik (IUPTL) biasa.PJ/160/ DJTY/2005 dan Nomor : 001.G/2009/PN.

530.000. 355/VI/ARB-BANI/2010 PN. Sel tentang Sengketa mengenai Perjanjian N o m o r : 0 3 6 . Penggugat menuntut ganti rugi Rp 10.Sel tentang Direktur Utama PT PLN (Persero) telah melakukan perbuatan melawan hukum akibat membangun SUTT 150 kV Asahimas Menes yang melintas di wilayah tempat tinggal Penggugat dengan demikian Penggugat sangat khawatir dan sangat cemas atas program tersebut. 2006 amended by the amendment No.Sel on PLN President Director’s wrongful act of constructing the SUTT 150 kV Asahimas Menes trespassing the plaintiff’s residential area.175. 036. 2006 amended by the amendment No.4 billion and dwangsom Rp1 million a day. 5. 2009 concerning Restructuring of Electricity Sector for Java Bali areas from IBRD Loan No. 8. Perkara Nomor : 111/Pdt.Sel on dispute on the Agreement No. PLN demanded compensation of Rp25. 8. 2009 and Agreement No. hence causing loss on the Plaintiff. Demanded compensation Rp33.MALUT tentang sering padamnya aliran listrik di daerah Ternate sejak Februari 2009 akibatnya Penggugat meminta ganti rugi Rp 33. 698/Pdt.4 Milyar Dwangon Rp 1 juta per hari. 376/Pdt. Sengketa mengenai : Areva mengajukan amandemen kontrak meminta Price Adjustment terhadap harga kontrak 4.552.000 Dwangsom. Areva claimed adjustment price . 6.720. 355/Pdt. 037. 10 juta/hari.675.720.MALUT the frequent blackout in Ternate since February 2009 and.000.000. Tuntutan Ganti rugi Penggugat Rp 82. 7.Tk on PLN’s incapability to ensure sufficient electricity supply for public needs. 9. 2009 and No.000.530.G/2009/PN. The demanded compensation on material loss Rp60. Case No.000 and dwangsom Rp1 million a day.000 and immaterial loss Rp50. 4712-IND atas Pekerjaa Paket IFB-1 Pasokan dan Pemasangan 500/150 kV Cabang untuk Jawa Barat dan Jakarta.G/2010/PN.000. The plaintiff asked the defendant to move the SUTT to some other place. PJ/132/PIKITRINGJBN/ 2006 tanggal 9 Agustus 3006 sebagaimana diubah dengan amandemen Nomor A08/2009 tanggal 1 Desember 2009 tentang Proyek Restrukturisasi dan Pengatan Sektor Listrik Wiilayah Jawa Bali Pinjaman IBRD No.PJ/132/PIKITRINGJBN/ 2006 dated August 9. Case No. Perkara Nomor : 355/Pdt. 10/PDT/ 2010/PT.Sby dated August 30.Tng.Jkt. Untuk hal ini PLN menuntut ganti rugi sebesar Rp 25.Sby tanggal 30 Agustus 2010 tentang Tindakan Para Tergugat yang telah melakukan lego Jangkar di daerah larangan berlabuh jangkar dan telah menggaruk kabel laut PLN sirkit 1 jawa madura.PJ/132/ PIKITRINGJBN/2006 dated August 9.00 Immaterii Rp50. 2010 on the defendants’ act of casting anchor in the area of no anchor casting which caused damage to PLN’s underwater cable for Circuit 1 Java Madura. 111/Pdt.Jkt. Perkara Nomor : 355/VI/ARB-BANI/2010 PN. 08/Pdt.G/2009/PN.266 4. 5.000 and dwangsom of Rp10 million a day.000.Jkt.552.Tk. Case No. Demanded compensation Rp82. A08/2009 dated December 1.Tng on the Plaintiff’s landbank being used for Main Station by PLN since 1986 without any compensation. tentang PLN tidak mampu menjamin tersedianya tenaga listrik dalam jumlah yang cukup untuk kepentingan rakyat.Tte dated April 3. tentang tanah yang digunakan oleh PLN untuk Gardu Induk sejak tahun 1986 tanpa PLN memberikan kompensasi.G/2009/PN.G/2010/PN.G/2009/PN.G/2009/PN. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report 9. The plaintiff demanded a compensation of Rp10.675. Nilai Tuntutan Materiil Rp 60.000.G/2010/PN.000. 4712-IND on Job Package IFB-1 Supply and Installation of 500/150 kV for West Java and Jakarta. 1 juta/hari. dan Penggugat meminta Tergugat untuk memindahkan SUTT ke tempat lain.000. Dispute is on Areva’s request of contract amendment for price adjustment to contract of 30% of contract price. PJ / 1 3 2 / P I K I T R I N G J B N / 2 0 0 6 tanggal 9 Agustus 3006 sebagaimana diubah dengan amandemen Nomor A08/2009 tanggal 1 Desember 2009 dan Perjanjian Nomor : 037.000. 7. A08/2009 dated December 1. Perkara Nomor : 698/Pdt.Tte tanggal 3 April 2009 dan Nomor : 10/PDT/ 2010/ PT. Case No.175.Jkt.796. Perkara Nomor : 08/Pdt. Perkara Nomor : 376/Pdt.453.796.453.G/2010/PN. Case No. Case No.000.G/2009/PN.000 Dwangsom. 6.

Mid Poit dan koreksi kurs. 170. 10. Perkara Nomor : 374/XI/ARB-BANI/2010 tentang Sengketa mengenai Perjanjian Nomor : 170. PERMASALAHAN HUKUM LEGAL ISSUES Permasalahan hukum yang dihadapi perusahaan pada tahun 2010 adalah sebagai berikut PERMASALAHAN HUKUM LEGAL ISSUES Telah Selesai Completed Dalam Proses In Progress Legal issues faced by Companies in 2010 are as follows JUMLAH PERKARA NUMBER OF CASE PERDATA CIVIL 5 13 PIDANA CRIMINAL Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance Report 0 0 267 . includes Equable Price Adjustment. 10.PJ/061/PIKITLURSS dated October 29.senilai kurang lebih 30% dari nilai kontrak. Mid Point and currency correction. Price Adjustmen yang diklaim areva meliputi : Equable Price Adjustment. 2004 as amended and added in article 1 point 1 by the amendment II and article 6 point 1 amendment III on PLTG APUNG relocation. Case No. 374/XI/ARB-BANI/2010 on dispute on the Agreement No. PJ/061/PIKITLURSS tanggal 29 Oktober 2004 sebagaimana diubah dan ditambah dalam pasal 1 angka 1 dengan amandemen II serta Pasal 6 angka 1 Amandemen III Sengketa mengenai : RELOKASI PLTG APUNG.

268 PELAKSANAAN TANGGUNG JAWAB PERUSAHAAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY MAKSUD DAN TUJUAN Purpose and Objective PELAKSANAAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN CSR Implementation PROGRAM PENGEMBANGAN MASYARAKAT Community Development Programs 269 270 273 PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report .

pemegang saham. baik terkait atau tidak terkait dengan usaha PLN dengan mengedepankan aspek pemerataan. Organisasi Massa dan lain-lain. Lembaga Swadaya Masyarakat. local communities. meliputi: pelaksanaan community relation. kemandirian. 269 . dan etika. mass organizations. business partners. PLN believes that one of the Company’s success criteria is implementation of triple bottom lines policy that aligns the three aspects of economic. and environment. yaitu ekonomi. independency. Hal ini tertuang dalam misi perusahaan yang menyatakan bahwa PLN berkomitmen menjadikan tenaga listrik sebagai media untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. professionalism and ethics. Berdasarkan tujuan-tujuan tersebut. • Mengembangkan pola pembinaan usaha kecil dan koperasi. sosial dan lingkungan. lingkungan dan sosial ini terus dilakukan dengan melibatkan stakeholders. and nature preservation that includes trees planting. that prioritizes equality. and others. strong. bagi bangsa dan lingkungan hidup. kesehatan dan kesejahteraan. and conduct business activities with environment concept. • To build a development pattern for small businesses and cooperatives. yang menyelaraskan pengembangan ketiga aspek. The Company’s commitment for Corporate Social Responsibility (CSR) is realized through various strategic programs that directly affect community life. melaksanakan investasi sosial melalui pendalaman hubungan timbal balik dengan masyarakat sekitar serta bekerjasama dengan berbagai pihak seperti Pemerintah. the nation. tangguh dan berdaya saing dengan pengelolaan yang profesional. Komitmen dari penerapan misi Perseroan dalam bidang CSR dimanifestasikan melalui pelaksanaan berbagai program-program kegiatan strategis yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat. community service. community service. mitra bisnis. pelestarian alam termasuk penghijauan dan kegiatan yang berhubungan dengan pemangku kepentingan lain. PLN kemudian menyusun dan pelaksanakan program tanggung jawab perusahaan yang melibatkan dan memberikan nilai tambah bagi konsumen. shareholders. Kegiatan-kegiatan tersebut dilaksanakan dengan tujuan: • Mewujudkan hubungan yang harmonis antara perusahaan dengan masyarakat. • To nurture preservation of environment and help improve community life quality in education. which is to commit electricity for enhancement of public life quality. profesional. community empowering. The programs are conducted under the following objectives: • To achieve harmony between the Company and community. This is shown in PLN’s corporate mission. community empowering. karyawan. health and welfare. The balance of economic. both related and non-related to PLN business.MAKSUD DAN TUJUAN PURPOSE AND OBJECTIVE PLN meyakini bahwa salah satu ukuran keberhasilan perusahaan ditentukan oleh suksesnya penerapan kebijakan triple bottom lines. • Membantu tumbuh dan berkembangnya usaha kecil dan koperasi yang mandiri. strive to boost electricity-based economic activities. environment and social. Pemantapan keseimbangan kinerja ekonomi. non-government organizations. employees. Laporan Tanggung Jawab Perusahaan Corporate Social Responsibility The programs are implemented in several activities that include community relation. such as the government. Based on such objectives. environment and social performance is continuously being reinforced through involving stakeholders and carrying out social investment through reciprocal relation with local community and in cooperation with various parties. • Memelihara kelestarian lingkungan hidup. competitive and professionally managed. serta membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang meliputi bidang pendidikan. PLN prepares and implements CSR programs that involve and give value added to consumers. Program tanggung jawab perusahaan PLN dilaksanakan dalam beberapa kegiatan. komunitas sekitar. • To help small businesses and cooperatives grow to be independent. mengupayakan tenaga listrik menjadi pendorong kegiatan ekonomi dan menjalankan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan.

Program yang dilaksanakan adalah membantu peningkatan kualitas kesehatan dengan membuat Mobil Layanan Kesehatan dan Gizi Balita keliling yang bekerjasama antara PKPU dan Laziz PLN.Penyelesaian pembangunan kantor Mts Jabal Noer. Beberapa contoh program yang dilaksanakan dalam kegiatan ini adalah: i.270 PELAKSANAAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAAN CSR IMPLEMENTATION Kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan PLN dilaksanakan pada tahun 2010. adalah sebagai berikut: • Community Relation yaitu kegiatan-kegiatan yang menyangkut pengembangan kesepahaman melalui komunikasi dan informasi kepada para pihak yang terkait. yaitu membantu Pesantren Besar di Jawa yaitu Pesantren Gontor di Ponorogo Jawa Timur. Kota Depok iii. dengan sasaran membantu daerah sekitar instalasi milik perusahaan. Depok ii. • Community Service yaitu program bantuan yang diberikan berkaitan dengan pelayanan masyarakat atau kepentingan umum. bantuan tempat Ibadah dan sarana pendidikan. Sosialisasi tentang SUTT / SUTET ini dilakukan di wilayah Region Jawa Barat dan Banten yakni SMAN 11 Ciledug dan SMAN 1 Cipatat. Contoh kegiatan yang dilakukan adalah: . Contoh program yang telah dilakukan adalah penyuluhan dan konsultasi publik. Sidoarjo • Community Empowering. Sarana Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kec Limo. community empowering.Peningkatan pendidikan dengan basis efisiensi energi. Pengembangan TPA di Kec Sukmajaya. Pesantren Raudatut Tholibin di Rembang Jawa Tengah dan Pesantren Madani di Jawa Barat. Salah satu kegiatan yang dilakukan berupa sosialisasi SUTT/SUTET untuk siswa SMA. Bantuan tersebut berupa pemberian PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Program tanggung jawab perusahaan PLN dilaksanakan dalam beberapa kegiatan. meliputi: pelaksanaan community relation. merupakan programprogram yang memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat untuk menunjang kemandiriannya. community service. Program ini dilakukan sebagai respon masih rendahnya pengetahuan & pemahaman warga terhadap dampak SUTT / SUTET. pelestarian alam termasuk penghijauan dan kegiatan yang berhubungan dengan pemangku kepentingan lain .

PLN also assists in providing religious and educational facilities. Several examples of this activity are: i. community service. Sidoarjo • Community Empowering that provides access to community to support their independence. The aids are in the form of providing LED light bulbs to save energy. The socialization is conducted as corporate response to the community’s low knowledge and understanding of SUTT/SUTET impacts. East Java. The events were held in West Java and Banten regions. comprising of activities related to development of mutual understanding through communication and information to related parties. Sample activities of this program are: . in SMAN 11 Ciledug and SMAN 1 Cipatat.Enhancement of education on energy efficiency basis. Depok ii. the Company implemented a health improvement assistance program by providing Mobile Health Service and Toddler Nutrition for areas around company installations. Development of TPA in District Sukmajaya. which provides community aid program related to public service. An example of this program is public education and consultation. with Laporan Tanggung Jawab Perusahaan Corporate Responsibility The programs are implemented in several activities that include community relation. community empowering. Depok City iii.Completion of office construction Mts Jabal Noer. which is providing aid to large religious dormitories (“Pesantren”) in Java. Central Java. such as socialization of SUTT/SUTET for high school students. and Pesantren Madani in West Java. • Community Service. and nature preservation that includes trees planting 271 .PLN’s CSR activities in 2010 are: • Community Relations. Early Childhood Education Facilities in District Limo. such as Pesantren Gontor in Ponorogo. In cooperation with PKPU and Laziz PLN. Pesantren Raudatut Tholibin in Rembang.

utilizing animal waste.Development of fishery under SUTET transmission network. Pengembangan budidaya ikan di bawah jaringan SUTET. conducted in Malang.Development of “SRI” rice farming that has high productivity .Sewing machine for the handicapped .Development of Nilam plantation . Beberapa lokasi budidaya ikan yang dilakukan selama tahun 2010 adalah: • Pengembangan budidaya ikan lele di sekitar SUTET di Desa Wasiat Kabupaten Purworejo • Pengembangan budidaya ikan patin di Ciputat. Nature preservation activities up to 2010 were focused on nurturing the trees planted every year. .Scholarship for the poor • Pelestarian alam. Preservation of nature that includes tree planting. . Bantuan Beasiswa untuk Masyarakat Kurang Mampu. . Salatiga Jawa Tengah Belut fishery in Majalengka District . Desa Mandiri Energi dengan Biogas dengan memanfaatkan kotoran ternak bekerjasama dengan Universitas Brawidjaja. .Energy independent village in several areas. • • • Patin fishery in Ciputat. Several fishery locations in 2010 are: • Lele fishery around SUTET in Wasiat Village of Purworejo District. and PLTMH in PLN work units in South Sulawesi. Bantuan Mesin jahit untuk penyandang cacat. Salatiga Jawa Tengah • Program pengembangan budidaya belut di Kab Majalengka Pengembangan pola tanam padi “SRI” dengan produktivitas yang tinggi. Desa Mandiri Energi dengan memanfaatkan solar cell untuk daerah pesisir Maluku sebanyak 200 KK. Desa Mandiri energi yang dilaksanakan di beberapa tempat yaitu PLTMH di Jogjakarta sebagai penerangan jalan dan media belajar mahasiswa Universitas Gadjah Mada serta PLTMH yang dilaksanakan di unit kerja PLN Wilayah Sulawesi Selatan. termasuk penghijauan Kegiatan pelestarian alam sampai di tahun 2010 difikuskan pada pemeliharaan pohon yang telah ditanam rutin setiap tahunnya yaitu penanaman pohon tanaman keras dan tananam produktif yang tersebar diseluruh Unit PLN. Pengembangan budidaya tanaman Nilam. in all PLN units. and in cooperation with Padjadjaran University in West Java. dilaksanakan di Kota Malang dan Kerjasama dengan Universitas Padjadjaran dilaksanakan di Jawa Barat.272 - - - - PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report - bantuan untuk penggantian lampu dengan jenis lampu LED yaitu lampu hemat energy dimana hasil efisiensi energy yang biasanya dibayarkan untuk rekening listrik dapat digunakan untuk peningkatan operasional peningkatan proses belajar mengajar. which are the hard trees and productive plants. Tangerang • Bantuan bibit ikan lele di Kec Tingikr.Energy independent village that utilizes solar cell for 200 families in Maluku coastal area. in cooperation with Brawidjaja University. • the expectation that the saving can be used to improve studying and teaching activities. Tangerang Lele seed aid for Tingikr District. . such as PLTMH in Jogjakarta as street lights and student facilities at Gadjah Mada University.Energy independent village through biogas.

016/1994 tentang Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi (PUKK).664 patronage partners. yang telah dilaksanakn sejak tahun 1991. KEP.PROGRAM PENGEMBANGAN MASYARAKAT COMMUNITY DEVELOPMENT PROGRAMS Dilaksanakan dalam bentuk Program Kemitraan dan Bina Lingkungan. Pada Tahun 2010 dilakukan perbaikan administrasi laporan Keuangan PKBL dengan menggunakan aplikasi PKBL baru. Pada tahun 1999 penugasan tersebut diganti menjadi Program Kemitraan dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. 366.K/010/DIR/2004 dated June 18. KEP. Hal ini dilaksanakan berdasarkan SK MENKEU No. These programs have been implemented in the form of Patronage Partnership and Community Development (“PKBL”) program since 1991.K/010/DIR/2004 tanggal 18 Juni 2004 tentang Pelaksanaan Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan program Bina Lingkungan (PKBL). In 1999 the assignment was changed into Patronage Partnership with Small Business and Community Development.316/MK. namun pada tahun 2000 sesuai dengan SE No. PARTNERSHIP PROGRAM Partnership Program is focused on the implementation of patronage partnership between SOE and small businesses. Selanjutnya pada tahun 2003 terbit SK Meneg BUMN No. 31/MK. 236/MBU/2003 dated June 17. In 2010 the activities were conducted on the support of existing fund plus the Company’s retained earning amounted to Rp1 billion.016/1994 concerning Development of Small Businesses and Cooperatives. 112-1. partnership program budget for 2010 of Rp1 billion has not yet distributed to patronage partners. 236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan serta Keputusan Direksi PT PLN (Persero) No. Due to the improvement process. 273 . Dana tersebut akan didistribusikan ke seluruh unit PKBL yang ada di PLN.1/2000 program tersebut dikembalikan menjadi Program Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi (PUKK). The fund was distributed to all PKBL units in PLN.K/DIR/2007 December 28. Pada tahun 2010. 112-1. kegiatan dilakukan dengan dukungan dana yang telah ada (dana bergulir) ditambah dengan penyisihan Laba perusahaan sebesar Rp1 miliar. Sampai dengan 2010 jumlah mitra binaan PLN kurang lebih 35. State Enterprises Minister Regulation No: PER-05/ MBU/2007 about the Partnership Program with State Owned Small Business and Community Development Program and the Decision of the Board of Directors of PT PLN (Persero) No. 2007 on Implementation of Partnership Program to Small Enterprises and Community Development program / Environmental Empowerment Program Participation (PKBL/P3L). Peraturan Meneg BUMN No: PER-05/MBU/2007 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan serta Keputusan Direksi PT PLN (Persero) No. Proses perbaikan tersebut mulai dari inventarisasi piutang mitra binaan. Up to 2010 PLN had around 35. 2004 concerning the Implementation of SOE Patronage Partnership with Small Business and Community Development (PKBL).316/MK.1/2000 was changed to Small Business and Cooperative Development (PUKK) program. Laporan Tanggung Jawab Perusahaan Corporate Social Responsibility In 2010 the administration of PKBL financial report was improved using new PKBL application.K/DIR/2007 tanggal 28 Desember 2007 tentang Pelaksanaan Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan program Bina Lingkungan/ Program Partisipasi Pemberdayaan Lingkungan (PKBL/P3L). but in 2000 through No. This was based on Decree of Minister of Finance No. set-up aplikasi laporan keuangan baru untuk semua unit pelaksana PKBL PLN. 2003 concerning SOE Patronage Partnership with Small Business and Community Development program and decision of PLN Board of Directors No. Further in 2003 Minister of SOE issued decree No. The improvement took place from inventory of patronage partners’ receivables to the set up of new financial reports for all PKBL units. Dikarenakan masih dalam proses perbaikan tersebut maka alokasi anggaran PK tahun 2010 sebesar Rp1 miliar belum disalurkan ke mitra binaan.664 mitra binaan. 366. 31/MK. PROGRAM KEMITRAAN (PK) Program Kemitraan (PK) berfokus pada pelaksanaan program kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil.

Realization of the Community Development Program in 2010 has not been implemented.051.032.831. such as: fulfilling the rights of employees.21.411.000 (tiga ratus lima puluh juta rupiah) untuk program Pendidikan.000 (three hundred and fifty million Rupiah) for Education program. Selain kegiatan-kegiatan tersebut.000. Not to the realization of the Community Development program is due in the repair process PKBL organizational structure so that the replacement process spesiment Bank commutation in accordance with the new officials.260.16.657 (empat puluh lima miliar sembilan ratus tiga puluh satu juta tiga ratus delapan puluh lima ribu enam ratus lima puluh tujuh rupiah).657 (forty five billion nine hundred thirty one million three hundred eighty five thousand six hundred fifty seven Rupiah) has been realized with the following details: ANGGARAN YANG TELAH DIKELUARKAN UNTUK PROGRAM CSR / P3L PT PLN (PERSERO) Anggaran CSR/P3L Tahun 2010 adalah sebesar Rp45 miliar dan sudah direalisasikan sebesar Rp45.352. Community Development Program Year 2010 is planned for SOEs Care Program by Rp150.657.000.503. Realisasi Program Bina Lingkungan Tahun 2010 belum dilaksanakan.000.528.4.440.793. seperti: pemenuhan hak- 2010 realization was 102% of budget because some of 2009 CSR programs were realized in 2010. tanggal 30 Desember 2009. number: RIS-87/ SAM2.- PRESENTASE (%) PERCENTAGE (%) 6 48 37 10 1 102 2 3 4 5 Ada beberapa program CSR tahun 2009 yang direalisasikan pelaksanaannya pada tahun 2010.408. In addition to these activities. dengan rincian sebagai berikut: KEGIATAN ACTIVITY Community Relations Community Services Community Empowering Pelestarian alam Conservation Biaya Administrasi Administration Fee Total NO 1 PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report REALISASI DANA (RP) FUND REALISATION (RP) 2. Belum terealisasinya program Bina Lingkungan tersebut karena dalam proses perbaikan struktur organisasi PKBL sehingga proses penggantian spesiment Bank mengalami pergantian sesuai dengan pejabat yang baru. the . untuk program Bina lingkungan alokasi dananya sebesar Rp500.385.931. Program Bina Lingkungan Tahun 2010 direncanakan untuk Program BUMN Peduli sebesar Rp150. sehingga realisasi tahun 2010 sebesar 102% dari anggaran yang tersedia.931. of which Rp45.000 (seratus lima puluh juta rupaih) dan Rp350.45.MBU/TSP-PKBL/TK/2009.567.000 (Lima ratus juta Rupiah). corporate social responsibility is realized with the implementation of various liabilities related to other stakeholders.098.695.385. for Community Development program allocated funds amounting to Rp500.000. tanggung jawab sosial perusahaan diwujudkan dengan pelaksanaan berbagai kewajiban menyangkut pemangku kepentingan lainnya.MBU/ TSP-PKBL/TK/2009.274 PROGRAM BINA LINGKUNGAN Sesuai hasil Rapat Pembahasan RKA PKBL Tahun Buku 2010. dated December 30.000 (five hundred million Rupiah) . PLN still participate actively in the activities of SOEs with CSR programs PLN COMMUNITY DEVELOPMENT REALIZED BUDGET FOR CSR/P3L PROGRAMS 2010 CSR/P3L budget was Rp45 billion.002.000. However. nomor : RIS-87/SAM2. 2009.931.000 (one hundred and fifty million Rupiah) and Rp350.385.000. Namun demikian PLN tetap ikut berperan aktif dalam kegiatan BUMN dengan program CSR PLN COMMUNITY DEVELOPMENT PROGRAM Pursuant to the Business Partnership Meeting Discussion of RKA Fiscal Year 2010.

PLN menjalankan perlakuan yang sama terhadap semua karyawan dengan tidak memandang suku. FULFILLING THE RIGHTS OF EMPLOYEES Employees are assets that determine the success of PLN to realize goals and achieve their business goals. PEMENUHAN HAK-HAK KARYAWAN Karyawan merupakan aset yang menentukan keberhasilan PLN untuk mewujudkan tujuan dan mencapai target usahanya. in every activity the organization. agama. religion. This can be seen in the description “Human Resource Management” on page 94 of this Annual Report. 275 Laporan Tanggung Jawab Perusahaan Corporate Social Responsibility . PLNmenjalankan equal treatment of all employees regardless of ethnicity. ras. gender and political direction. begitu pula semua karyawan memiliki kebebasan berserikat dan melaksanakan Perjanjian Kerja Bersama. pelaksanaan kesehatan kerja serta pemenuhan komitmen terhadap kualitas produk dan perlindungan pelanggan. race. Therefore.hak karyawan. Oleh karenanya dalam setiap kegiatan organisasi. jender dan haluan politiknya. Hal tersebut dapat dilihat pada uraian “Pengelolaan Sumber Daya Manusia” pada halaman 94 Laporan Tahunan ini. implementation of occupational health and the fulfillment of a commitment to quality products and customer protection. as well as all employees have the freedom to organize and execute the Collective Labor Agreement.

Dalam implementasi K3.276 KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA SERTA LINGKUNGAN PLN telah menetapkan kebijakan dan menyediakan sarana dan prasarana yang memungkinkan dicapainya standar kesehatan dan keselamatan kerja serta lingkungan. PLN telah memperoleh sertifikasi Sistem Manajemen K3 (SMK3) dari Depnakertrans RI. SUSTAINABILITY REPORT PLN publishes Sustainability Report which is an integral part of this Annual Report. transparent and measurable and a thorough accountability to all PLN stakeholders on the management and realization of CSR programs. In the implementation of K3. . Hal ini dapat dilihat pada uraian mengenai “Kesehatan dan Keselamatan Kerja serta Lingkungan” pada halaman 140 Laporan Tahunan ini. PLN has obtained certification K3 Management System (SMK3) from the Ministry of Manpower Affairs. the level of services”. This can be seen in the description of “Health and Safety and the Environment” on page 140 of this Annual Report. Tingkat layanan”. COMMITMENT TO QUALITY PRODUCTS AND CUSTOMER PROTECTION PLN’s commitment to improving product quality and customer protection can be seen in the description “Management and Discussion Analysis. Laporan yang membuktikan komitmen pelaksanaan program tanggung jawab sosial secara profesional. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA SERTA LINGKUNGAN PLN has set policies and provide facilities and infrastructure that enable the achievement of health and safety standards and environment. transparan dan terukur tersebut merupakan pertanggungjawaban menyeluruh bagi seluruh pemangku kepentingan PLN mengenai pengelolaan dan realisasi program CSR. on page 164 of this Annual Report. KOMITMEN TERHADAP KUALITAS PRODUK DAN PERLINDUNGAN PELANGGAN Wujud dari komitmen PLN pada peningkatan kualitas produk dan perlindungan pelanggan dapat dilihat pada uraian “Pembahasan dan Analisi Manajemen. LAPORAN KEBERKELANJUTAN PLN menerbitkan Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report) yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Laporan Tahunan ini. pada halaman 164 Laporan Tahunan ini. The report proves the commitment of the program of social responsibility in a professional.

LAIN-LAIN OTHERS 278 293 295 306 DATA PERSEROAN Corporate Data DAFTAR ALAMAT ANAK PERUSAHAAN DAN AFILIASI Addresses of Subsidiaries and Affiliation CROSS-REFERENSI ISI LAPORAN DENGAN KETENTUAN BAPEPAM-LK PERNYATAAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI Board of Commissioners’ and Directors’ Statement 277 Laporan Tanggung Jawab Perusahaan Corporate Social Responsibility .

Selain itu menjabat sebagai Anggota Dewan Pakar BPLHD. DKI (2010–Sekarang). Ketua Tim Penasihat Konstruksi Bangunan. Also serves as a Member of the Professional Board BPLHD.present). Pemda DKI Jakarta (2001-sekarang) dan Dosen (Guru Besar sejak 1996) Jurusan Teknik Gde Widiadnyana Merati (60) Appointed as a Member of the Risk Management Committee. Jakarta Local Government (2001 .278 DATA PERSEROAN CORPORATE DATA PROFIL KOMITE KOMISARIS DI LUAR ANGGOTA KOMISARIS PROFILE OF COMMISSIONERS’ COMMITTEES OUTSIDE THE BOARD OF COMMISSIONERS KOMITE MANAJEMEN RISIKO RISK MANAGEMENT COMMITTEE GDE WIDIADNYANA MERATI SYAFRIZAL SAIFUL RINALDY DALIMI PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report EDWARD HASURUNGAN GULTOM FAIZUL ISHOM SANTOSA GITUSUSASTRO GDE WIDIADNYANA MERATI Gde Widiadnyana Merati (Usia 60 tahun) Diangkat menjadi Anggota Komite Manajemen Risiko Dewan Komisaris PT PLN (Persero) sejak 2010.present) and Lecturer (Professor . Chair of the Building Construction Advisory Team. DKI (2010 . Board of Commissioners PT PLN (Persero) in 2010.

Sipil ITB (1975-sekarang). 1974. Ministry of Communication and Information (2001 2007). Prior to this. Coal and Geothermal Energy (2001 . Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (2009-sekarang). Depkominfo (2001-2007). Dirjen Geologi dan Sumber Daya Mineral (2001-2004). Bachelor degree in Civil Engineering from Bandung Institute of Technology. Sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala Sub Direktorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara. Pernah menjabat sebagai anggota Staf Ahli Teknik.present). Master degree Diplome d’Etudes Approfondies (France). Has served as Dean of the Engineering Faculty at University of Indonesia (2004 .present). 1977. Bachelor Degree in Geology from Bandung Institute of Technology and Master Degree in Industrial Engineering from University of Indonesia. Batubara dan Panas Bumi. 1979. Board of Commissioners PT PLN (Persero) in 2010. Wakil Dekan Fakultas Teknik Rinaldy Dalimi (54) Appointed as a Member of the Risk Management Committee. Director General for Communication and Information Dissemination. Universitas Indonesia. Has also served as a member of Technical Expert Staff for PT PLN (Persero) Board of Commissioners (2007 . Jakarta Local Government (1997 .2008). Also serves as Member of the National Energy Board (2009 . Syafrizal Syaiful (55) Appointed as a Member of the Risk Management Committee. (2004-2006) dan Kepala Sub Direktorat Produksi dan Pemasaran Mineral dan Batubara pada Direktorat Pengusahaan Mineral dan Batubara. Coordinating Ministry for the Economy (2009 . (2006-2009). Anggota Tim Penasehat Konstruksi Bangunan.2004).2009). Kepala Sub Direktorat Penerimaan Negara Mineral dan Batubara. served as Head of Sub-Directorate Supervising Mineral and Coal Exploration (2006 . Deputy Dean of the Engineering Faculty at 279 Lain-lain Others . Pada Direktorat Pembinaan PengusahaanMineral dan Batubara Dirjen Mineral. Mineral Resources and Forestry. Pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Teknik Universitas Indonesia (2004-2008). Also serves as Deputy Assistant for Mining to the Deputy for Energy. Member of the Building Construction Advisory Team. Dirjen Sarana Komunikasi dan Diseminasi Informasi. Coal and Geothermal Energy (2004 .2006) and Head of Sub-Directorate for Mineral and Coal Production and Marketing at the Directorate for Mineral and Coal Enterprises of the Directorate General for Minerals. selain itu menjabat sebagai Anggota Dewan Energi Nasional (tahun2009-sekarang). tahun 1979.2001). Pemda DKI Jakarta (1997-2001). RINALDY DALIMI Rinaldy Dalimi (Usia 54 tahun) Diangkat menjadi Anggota Komite Manajemen Risiko Dewan Komisaris PT PLN (Persero) sejak 2010. Dewan Komisaris PT PLN (Persero) (2007–2009).2009). S-2 Diplome d’Etudes Approfondies (France). and Doctoral Degree Docteur d’Ingenieur (France). Menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik Sipil dari Institute Teknologi Bandung. Selain itu menjabat sebagai Asisten Deputi Urusan Pertambangan Umum pada Deputi Energi Sumber Daya Mineral dan Kehutanan. Board of Commissioners PT PLN (Persero) in 2010. tahun 1974. since 1996) in Civil Engineering at Bandung Institute of Technology (1975 . Lulus Sarjana Teknik Geologi dari Institut Teknologi Bandung dan Program Magister bidang Teknik Industri.present). Head of SubDirectorate for Mineral and Coal State Revenue at the Directorate for Mineral and Coal Enterprises of the Directorate General for Minerals. tahun 1977 dan S-3 Docteur d’Ingenieur (France). SYAFRIZAL SYAIFUL Syafrizal Syaiful (Usia 55 tahun) Diangkat menjadi Anggota Komite Manajemen Risiko Dewan Komisaris PT PLN (Persero) sejak 2010.

Sektor TET (1991-1995). sebagai Kepala Seksi Gardu Induk PLN Pembangkitan Jawa Barat dan Jakarta Raya (K3) (1976-1977). Gultom. USA. 1974. Electrical Engineering Degree from Institute of Technology Bandung. Member (60) Appointed as a member of the Risk Management Committee PT PLN (Persero) in 2006. Master of Science dari Electrical Engineering Dept . 2004. Pernah menjabat sebagai Ketua Komite Pengawas Unit Bisnis 8 Untuk PLN P3B Jawa Bali dan P3B Sumatera (2005-2006).2002). Dept Elektro Universitas Indonesia (2001). University of Indonesia (2001 . Selain itu pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Sumberdaya Mineral. and a Doctoral Degree from the Electrical Engineering Department. Kepala Bagian Program pada Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (2010-sekarang). 1987. Senior Engineer PLN P3B Java Bali (2002 – 2005). Gultom. Bachelor Degree in Electrical Engineering from University of Indonesia.2004). Anggota (Usia 60 tahun) Edward H. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report FAIZUL ISHOM Faizul Ishom. (1981-1984). Institute of Science and Technology. Kepala Laboratorium Sistem Tenaga. His career with PLN started in 1976 as Section Head for PLN Main Relay Generation West Java and Jakarta (K3) (1976 – 1977). USA dan Program Doktoral dari Electrical Engineering Dept – Virginia Technology. Direktur Center of Energy Study – Universitas Indonesia (1994-2002). dan Pasca Sarjana Magister Hukum Universitas Pelita Harapan pada tahun 2004. EDWARD H. and a post graduate Master of Law from Pelita Harapan University. Berkarir di PLN sejak tahun 1976. Gultom menjabat sebagai Anggota KMR PT PLN (Persero) sejak tahun 2006. Kepala Sektor Transmisi Tegangan Ekstra Tinggi 500 kV PLN Pembangkitan & Transmisi Jawa Bagian Barat. University of Indonesia (2001). GULTOM Edward H. Master of Science from the Electrical Engineering Department. Head of Power Systems Laboratory. Senior Engineer PLN P3B Jawa Bali (2002–2005). Selain itu.I. UK. Virginia Technology. Division Head for Operating Systems. Pasca Sarjana Master Degree in Electrical Engineering dari University of Manchester Institute of Science and Technology – Inggris pada 1987. Section Head Extra High Voltage Transmission 500 kV PLN Generation and Transmission West Java. Anggota (Usia 40) Fairul Ishom menjabat sebagai Anggota KMR PT PLN (Persero) sejak tahun 2006. TET Section (1991 – 1995). USA. Expert Staff to the Managing Director PT PLN (Persero) (2000 – 2001) and as Electrial Engineer for PT Caltex PI (1981 – 1984). Edward H. Also serves as Head of Mineral and Energy Resources (2011) and Program Head for the State Ministry for Disadvantaged Regions (2010 – present). Edward Gultom meraih Sarjana Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung pada 1974. Director of the Energy Studies Center at University of Indonesia (1994 . Kepala Divisi Operasi Sistem. Pada Kementerian Negara Faizul Ishom. Electrical Department.280 Universitas Indonesia ( 2001-2004). Previously served as Deputy . a Master Degree in Electrical Engineering from University of Manchester. menjabat sebagai Kepala Bidang Sumberdaya Mineral dan Energi (2011). Commercial Distribution Division PLN Head Office (1995 – 2001).Michigan State University. Has also served as Head of Business Unit 8 Supervisory Committee PLN P3B Java Bali and P3B Sumatera (2005 – 2006). Michigan State University. Staf Ahli Direktur Utama PT PLN (Persero) (2000-2001) dan sebagai Electrical Engineer PT Caltex P. USA. Divisi Pengusahaan Penyaluran PLN Pusat (1999-2001). Member (40) Appointed as a member of the Risk Management Committee PT PLN (Persero) in 2006. Has also served as Head of Mineral Resources for the State Ministry for Disadvantaged Regions. Lulus Sarjana Teknik Elektro dari Universitas Indonesia.

Pembangunan Daerah Tertinggal. Setelah sebelumnya menjabat ASDEP Urusan Sumber Daya Mineral dan Energi pada Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal sejak tahun 2007. Pernah menjabat Staf Khusus Bidang Energi Terbarukan Menko Kesra (2006-2007) dan Peneliti Bidang Energi Fosil BPPT (1993-2006). Fairul Ishom meraih gelar Sarjana Kimia dari Universitas Diponegoro pada tahun 1993, Strata 2 dari University of Kyushu tahun 2001, Pasca Sarjana Doktor Bidang Teknik Kimia/Batubara dari University of Kyushu, Jepang pada tahun 2004 dan Pasca Sarjana Post Doctoral Teknik Kimia/Biomas dan Batubara dari University of Gunma, Jepang pada tahun 2005.

Assistant for Mineral and Energy Resources for the State Ministry for Disadvantaged Regions since 2007. He has also served as Special Staff for Renewable Energy at the Coordinating Ministry for People’s Welfare (2006 – 2007) and Fossil Energy Researcher at the Agency For the Assessment and Application of Technology (BPPT ) (1993 – 2006). Chemistry Degree from Diponegoro University, 1993; a Master Degree from University of Kyushu, 1993; a post graduate Doctoral Degree in Chemical/Coal Engineering from University of Kyushu, Japan, 2004; and a post graduate Chemical/Biomass and Coal Engineering from University of Gunma, Japan, 2005.

SANTOSA GITOSUSASTRO
Santosa Gitosusastro, Sekretaris KMR Menjabat sebagai Sekretaris KMR PT PLN (Persero) sejak tahun 2010. Pernah menjabat sebagai Prinsipal Engineer I Bidang Penyaluran MCG – Management Consulting Group PLN Kantor Pusat, (2008-2010), Kepala Satuan Management Risiko PLN Kantor Pusat (2006-2008), Deputi Direktur Pengelolaan Kontrak IPP Direktorat Pembangkitan dan Energi Primer PLN Kantor Pusat (2003-2006), Ahli Utama Peringkat 3 Pengembangan Sistem Ketenagalistrikan Direktorat Perencanaan PLN Kantor Pusat (2000-2003). Bergabung dengan PT PLN (Persero) pada tahun 1979, melalui progtam Ikatan Dinas. Meraih gelar Sarjana Teknik Elektro dari Institut Teknologi Bandung, tahun 1979, ENSIEG/INPG, Grenoble, Perancis Diploma Ingenieur, tahun 1984, INPG Genie Electrique, Grenoble, Perancis DEA / Strata 2, 1985 dan INPG Genie Electrique, Grenoble, Perancis Doctor, tahun 1988. Santosa Gitosusastro, Risk Management Committee Secretary Has been serving as Risk Management Committee Secretary for PT PLN (Persero) since 2010. Has also served as Principal Engineer I Distribution for Management Consulting Group PLN Head Office (2008 – 2010), Head of Risk Management Unit PLN headquarters (2006 – 2008), Deputy Director for Independent Power Producer Contract Management, Directorate for Generation and Primary Energy PLN headquarters (2003 – 2006), Main Rank 3 Expert for Electrical Power Development, Planning Directorate PLN headquarters (2000 – 2003). Joined PT PLN (Persero) in 1979 through the Associate Office Program. Bachelor Degree in Electrical Engineering from Bandung Institute of Technology, 1979; ENSIEG/ INPG from Grenoble, France, Engineering Diploma, 1984; INPG Genie Electrique, Grenoble, France DEA / Strata 2, 1985; and INPG Genie Electrique, Grenoble, France, Doctorate in 1988.
Lain-lain Others

281

282

KOMITE GCG GCG COMMITTEE

SRI BAGUS GURITNO

SOPHIA PRABANINGPURI

PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report

SYLVIA VERONICA SIREGAR

MARLINDAH J. ADRIAASNZ SUMAMPOW

SRI BAGUS GURITNO
Sri Bagus Guritno, Anggota (Usia 44 tahun) Selain sebagai Anggota KGCG PT PLN (Persero) sejak tahun 2006. Saat ini aktif bertugas di Kementerian BUMN sejak tahun yang sama. Pernah menjabat sebagai Kepala Bagian Keuangan, Biro Perencanaan & SDM Sekretariat Kementerian Negara BUMN (20062010), Kepala Seksi Pinjaman Sektor Jasa Keuangan Bank Pada Direktorat Pengelolaan Penerusan Sri Bagus Guritno, Member (44) Appointed member of the Good Corporate Governance (GCG) Committee for PT PLN (Persero) in 2006, also currently on active duty in the Ministry for State Owned Enterprises since 2006. Previously served as Head of Finance, Planning and Human Resources Bureau at the Secretariat of the State Ministry for State Owned Enterprises (2006 – 2010), Section Head for Loan

Pinjaman, Direktorat Jenderal Perbendaharaan (2004-2006). Satuan Pengawasan Intern pada Unit Pelaksana Penjaminan Pemerintah (2004-2005) dan berbagai jabatan di lingkup Departemen Keuangan.

Services for Bank Financial Services of the Directorate for Loan Management, Directorate General of the Treasury (2004 – 2006). Internal Audit Unit at the Government Guarantee Implementation Unit (2004 – 2005) and various positions within the Ministry of Finance. Accountancy degree, Brawijaya University, Malang, 1991; and post graduate Master of Science from University of Illinois, 1998.

Meraih gelar Sarjana Akuntansi Universitas Brawijaya Malang pada tahun 1991 dan Pasca Sarjana Master of Science Univercity of Illionois pada tahun 1998.

SOPHIA PRABANINGPURI
Sophia Prabaningpuri, Anggota (Usia 30 tahun) Menjabat sebagai Anggota KGCG PT PLN (Persero) sejak tahun 2007 selain sebagai Assistant Manager of Corporate Legal di Para Group (2010-sekarang). Sebelumnya adalah Senior Corporate Legal di Para Group (2008-2010) dan Junior Corporate Legal di Para Group (2006-2008). Memperoleh gelar Sarjana Hukum dari Universitas Parahyangan Bandung pada tahun 2005 dan Lex Legibus Magister dari Utrech University, Netherlands pada tahun 2006. Sophia Prabaningpuri, Member (30) Appointed as a member of the GCG committee for PT PLN (Persero) in 2007. Also serves as Assistant Manager Corporate Legal in Para Group (2010 present). Previously Senior Corporate Legal in Para Group (2008 - 2010) and Junior Corporate Legal in Para Group (2006 - 2008). Law Degree from Parahyangan University, Bandung, 2005; and Lex Legibus Magister from Utrecht University, Netherlands, 2006.

SYLVIA VERONICA SIREGAR
Sylvia Veronica Siregar, Anggota (Usia 35 tahun) Menjabat sebagai Anggota KGCG PT PLN (Persero) sejak tahun 2008. Selain menjabat sebagai Ketua Program Studi S1 Akuntansi, Anggota Dewan Standar Akuntansi Keuangan, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (2009-sekarang) dan Dosen pengajar pada Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia. Pernah menjabat sebagai Dosen Inti Penelitian (2008-2009) serta Sekretaris Program Pascasarjana Ilmu Akuntansi, Universitas Indonesia (2007-2008) dan pernah bekerja sebagai Auditor di KAP Hanadi, Sarwoko & Sandjaja (Ernst & Young) (1998-2000). Sylvia Veronica Siregar, Member (35) Appointed as a member of the GCG committee for PT PLN (Persero) in 2008. Also serves as Bachelor Study Program Head, Accountancy, Member of Financial Accountancy Board of Standards, University of Indonesia Faculty of Economics (2009 – present) and Lecturer at University of Indonesia Faculty of Economics. Has served as Core Research Lecturer (2008 - 2009), as well as Post-graduate Accountancy Program Secretary, University of Indonesia (2007-2008), has also worked as an Auditor for KAP Hanadi, Sarwoko & Sandjaja (Ernst & Young) (1998-200). Accountancy Degree from University of Indonesia, 1998; and Doctoral Degree in Accountancy from University of Indonesia, 2005.

Lain-lain Others

Memperoleh gelar Sarjana Akuntansi dari Universitas Indonesia, 1998 dan program Doktor Khusus Akuntansi dari Universitas Indonesia, 2005.

283

284

MARLINDAH J. ADRIAANSZ SUMAMPOW
Marlindah J. Adriaansz Sumampow, Sekretaris (Usia 47 tahun) Selain sebagai Sekretaris KGCG PT PLN (Persero) sejak 2008, Marlindah Sumampow juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jendral Dewan Pengurus Nasional Asosiasi Mediator Indonesia (AMINDO) dan Tenaga Pengajar Fakultas Hukum Universitas Parahyangan sejak 2008. Pernah menjabat sebagai Konsultan Hukum Yusuf Indradewa & Partners selama periode tahun 2001-2005. Marlindah Sumampow meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Parahyangan Bandung pada tahun 1988, Pasca Sarjana Magister Humaniora Universitas Indonesia pada tahun 1997 dan Lex Legibus Magister dari Utrech Univercity, Netherlands pada tahun 2006. Marlindah J. Adriaansz Sumampow, Secretary (47) Appointed as Secretary to the GCG committee PT PLN (Persero) in 2008, also serves as Deputy Secretary General to the Board of the Indonesian National Association of Mediators (AMINDO) and on the teaching staff of the Faculty of Law, Parahyangan University, since 2005. Has also served as a Legal Consultant at Yusuf Indradewa & Partners from 2001 - 2005. Law Degree from University Parahyangan, Bandung, 1988; post graduate Master of Humanities from University of Indonesia, 1996; and Lex Legibus Magister from Utrecht University, Netherlands, 2006.

PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report

KOMITE AUDIT AUDIT COMMITTEE

ELOK TRESNANINGSIH

LILIK SAFRUDIN ISMAIL

SUGIANTO

SUGENG ROCHADI

DJUPRIANTO

ADI DJOKO GURITNO

ELOK TRESNANINGSIH
Sebagai anggota komite audit PT PLN (Persero) sejak 1 Agustus 2006. Selain itu juga sebagai dosen akuntansi pada Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) dan Manajer Ventura FEUI. Sebelumnya pernah menduduki posisi sebagai Wakil Kepala Pusat Pengembangan Akuntansi FEUI dan pada tahun 1983 – 1998 pernah bekerja sebagai konsultan dan auditor pada Kantor Akuntan Publik. Menyandang gelar Akuntan dan Magister Sains Akuntansi dari Universitas Indonesia. Member of the Audit Committee of PT PLN (Persero) since 1 August 2006. Also lectures in accountancy and is Ventura Manager at the Faculty of Economics, University of Indonesia. Was previously Deputy Head of the Accounting Development Center, Faculty of Economics, University of Indonesia and from 1983 – 1998 worked as a consultant auditor at a Public Accountant’s Office. Holds an Accountancy Degree and Master of Accountancy Science from University of Indonesia.

285

Lain-lain Others

286

LILIK SAFRUDIN ISMAIL
Sebagai Anggota Komite Audit PT PLN (Persero) sejak 1 Juli 2008 sampai saat ini. Sebelumnya karyawan PT PLN (Persero) sejak tahun 1975 dan telah menjalani berbagai posisi Manajemen, diantaranya tahun 1976 – 1986 sebagai kepala Cabang PLN. Sejak tahun 1993 hingga pensiun pada tahun 2005 menduduki posisi sebagai Ahli Pemeriksa pada Satuan Pengawas Intern PT PLN (Persero). Tahun 2007 – 2008 sebagai Counsellor pada Kantor Hukum Amanah. Menyandang gelar Sarjana Tehnik Elektro dari Institut Tehnologi Bandung. Member of the Audit Committee of PT PLN (Persero) from 1 July 2008 until present. Previously employed by PT PLN (Persero) since 1975 and has held various managerial positions, including as PLN Branch Head from 1976 – 1986. From 1993 until retirement in 2005 was an Expert Examiner in PT PLN (Persero) Internal Audit Unit. From 2007 – 2008 served as a Counselor at Amanah Law Office. Holds an Electrical Engineering Degree from Bandung Institute of Technology.

SUGIANTO
Sebagai anggota komite audit PT PLN (Persero) sejak 1 Agustus 2008. Pada saat ini menjabat sebagai Auditor Ahli dan Wakil Ketua Tim Monitoring dan Koordinasi Good Corporate Governance pada Kementerian Negara BUMN. Sebelumnya, bekerja sebagai auditor pada Kantor Akuntan Publik dan BPKP pada 1986-2008. Menyandang gelar Akuntan dari Sekolah Tinggi Akuntansi Negara Jakarta. A member of PT PLN (Persero) Audit Committee since 1 August 2008. Currently serving as Expert Auditor and Deputy Head of the Monitoring and Coordination Team for Good Corporate Governance at the State Ministry for State Owned Enterprises. Previously employed as an auditor for a public accounting firm and the Development and Finance Surveillance Agency (BPKP) from 1986 - 2008. Holds an Accountancy Degree from the State College of Accounting, Jakarta.

SUGENG ROCHADI
Sebagai anggota Komite Audit PT PLN (Persero) sejak 1 Pebruari 2010. Sebelumnya adalah karyawan PT PLN (Persero) sejak 1 Juni 1978 dan pernah memangku jabatan manajerial di bidang pembangunan maupun bidang operasi & pemeliharaan. Karier sebagai auditor internal dimulai pada tahun 1999 sebagai Kepala Audit Internal dan sejak tahun 2006 hingga pensiun pada tahun 2009, menduduki jabatan sebagai Kepala Bidang Audit Operasional pada Satuan Pengawasan Intern PT PLN (Persero). Menyandang gelar Sarjana Teknik Elektro ITB dan Magister Bisnis & Administrasi Teknologi ITB.Disamping itu telah memperoleh sertifikasi Qualified Internal Auditor dari Dewan Sertifikasi QIA – Indonesia. A member of PT PLN (Persero) Audit Committee since 1 February, 2010. Previously employed by PT PLN (Persero) from 1 June 1978 having held various managerial positions in the fields of development and operations and maintenance. His career as an internal auditor started in 1999 as Head of Internal Audit and from 2006 until retirement in 2009 he served as Head of Operational Audit for the Internal Audit Unit of PT PLN (Persero). Holds an Electrical Engineering Degree, as well as a Master in Business and Administration Technology, from Institute of Technology Bandung. Also holds certification as a Qualified Internal Auditor from the QIA Certification Board, Indonesia.

PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report

DJUPRIANTO
Sebagai anggota komite audit PT PLN (Persero) sejak 1 Febuari 2010. Sebelumnya adalah karyawan PT PLN (Persero) sejak tahun 1980 dan telah menjalani berbagai posisi manajemen, termasuk diantaranya adalah tahun 1996-2001 sebagai Kepala Kontrol Intern. Sejak tahun 2001 hingga pensiun pada tahun 2008 menduduki posisi sebagai Ahli Audit Operasional pada Satuan Pengawasan Intern PT PLN (Persero). Menyandang gelar Sarjana Tehnik Mesin dari Universitas Trisakti Jakarta. A member of PT PLN (Persero) Audit Committee since 1 February, 2010. Previously employed by PT PLN (Persero) from 1980 and has held various managerial positions, including from 1996 - 2001 as Head of Internal Control. Since 2001 until retirement in 2008, served as Operational Audit Expert in the Internal Audit Unit PT PLN (Persero). Holds a Bachelor of Mechanical Engineering from University Trisakti, Jakarta.

ADI DJOKO GURITNO
Sebagai anggota Komite Audit PT PLN (Persero) sejak 1 April 2010. Saat ini menjabat sebagai Dosen Jurusan Tenologi Industri Pertanian dan Magister Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEBUGM); Ketua Komisi Manajemen Risiko dan Investasi PT Timah (Persero) Tbk ; Ketua Jurusan Teknologi Industri Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) ; Ketua Riset dan Pengembangan Supply Chain Indonesia (RISPESCIA) ; Indonesia Representative Gadjah Mada – Ehime Network (GEN) dan Dewan Formatur Indonesia Professional Risk Management Association (PRiMA). Menyandang Gelar Doktor (Ph.D) dalam bidang Ekonomi Pertanian dari Ehime University, Japan ; Certified Professional Risk Management (CPRM) dan Business Continuity Certified Planner (BCCP) dari Business Continuity Management (BCM) Singapore. A member of PT PLN (Persero) Audit Committee since 1 April, 2010. Currently lecturing in Agricultural Industrial Technology and at Master level in the Management, Economics and Business Faculty at Gajah Mada University; Chair of the Risk Management and Investment Commission for PT Timah (Persero) Tbk; Chair of Agricultural Industrial Technology at Gajah Mada University; Head of Indonesian Supply Chain Research and Development; Indonesia Representative Gajah Mada – Ehime Network (GEN) and Indonesian Formation Board Professional Risk Management Association (PRiMA). Holds a Doctorate (Ph.D) in Agricultural Economics from Ehime University, Japan; Certified Professional Risk Management (CPRM) and Business Continuity Certified Planner (BCCP) from Business Continuity Management (BCM) Singapore.

287

Lain-lain Others

288

KOMITE NOMINASI DAN REMUNERASI NOMINATION AND REMUNERATION COMMITTEE

ADANG SURAHMAN

LUIZAH

PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report

ELLIZA MANGKUDUM

EDWIN R. LUMBAN TOBING

ADANG SURAHMAN
Adang Surahman, Anggota KNR (Usia 56 tahun) Menjabat sebagai Anggota KNR PT PLN (Persero) sejak tahun 2010, aktif sebagai Guru Besar Bidang Rekayasa Struktur Fakultas Teknik Sipil (2004sekarang) dan Peneliti di Pusat Antar Universitas, PAU-IR ITB (1986-Sekarang). Pernah menjabat berbagai posisi akademik penting di ITB, diantaranya, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB (2005 – 2010), Pjs Rektor ITB (2004-2005), Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Adang Surahman, Member (56) Has served as a member of the Nominating and Remuneration (NR) Committee of PT PLN (Persero) since 2010; is active as a Professor in Restructuring at the Civil Engineering Faculty (2004 - present) and Inter University Researcher, PAU-IR ITB (1986 present). Has served in various important academic positions at Bandung Institute of Technology, including as Vice Rector for Academics and Student Affairs (2005 – 2010), Acting Rector (2004 -

present).2010) and Head of Sub Division Strategic Industry Business Planning (2002-2006). Member of Team for Settlement of National Gas Supply Problems (2007 . 1980 dan Program Doktoral dari Lehigh University. Holds a Degree in Civil Engineering from Bandung Institute of Technology. Menyandang gelar Sarjana Teknik Sipil dari ITB – Bandung. and Doctoral Degree from Lehigh University. 1985. 1980. selain menjabat sebagai Asisten Deputi Urusan Sarana dan Prasarana Pertanian dan Kelautan (2010-sekarang). Anggota Tim Penyelesaian masalah Pasokan Gas Nasional (2007sekarang). Master Degree from Virginia Polytechnic Institute and State University. USA. Anggota Tim Percepatan Pembangunan Coal Liquefaction (2006-sekarang). Degree from Andalas Menyandang gelar Sarjana Teknik dari Universitas Andalas. 1984. Elliza Mangkudum. Padang. as well as serving as Deputy Assistant for Agricultural and Marine Facilities and Infrastructure (2010 . State Ministry for State Owned Enterprises (2010 . and Member of Technical Team for Supply and Use of Alternative Energy Sources (2006 . Menyandang gelar Sarjana STA LAN -RI Jurusan Administrasi Negara pada tahun 1985. dan Anggota Tim Teknis Penyediaan dan Pemanfaatan Energi Alternatif (2006-sekarang). ELLIZA MANGKUDUM Elliza Mangkudum. Has also served as a Member of the Task Force to Pipe Gas from East Kalimantan to East Java (2006) and as Member of the Technical Team to Settle Capital Market Regulations (2005). Holds an Engineering University. selain menjabat sebagai Komisaris PT Krakatau Daya Listrik (2007-sekarang) dan Kepala Bidang Usaha Jasa II B. Head of Sports Unit (1999 2002) and Head of Civil Engineering (1995 . Previously served as Head of Energy II State Ministry for State Owned Enterprises (2006 . Anggota KNR (Usia 47 tahun) Menjabat sebagai Anggota KNR PT PLN (Persero) sejak tahun 2003. 1984.ITB (2001-2004). 2005). Anggota KNR (Usia 58 tahun) Menjabat sebagai Anggota KNR PT PLN (Persero) sejak tahun 2010.2004). Kementerian Negara BUMN (2010-Sekarang).1978. 1978.1998).present). FTSP ITB (1995-1998). Member (58) Has served as a Member of the NR Committee PT PLN (Persero) since 2010. Member of Team to Accelerate Coal Liquefaction Development (2006 . USA. Kepala UPT Olahraga ITB (19992002) dan Ketua Jurusan Teknik Sipil. as well as serving as Commissioner for PT Krakatau Daya Listrik (2007 present) and Head of Business Services II B. Selain itu pernah menjabat sebagai Anggota Tim Task Force Pipanisasi Gas Kaltim Jateng (2006) dan Anggota Tim Teknis Penyelesaian RUU Penanaman Modal (2005). Padang. LUIZAH Luizah. Sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Energi II Kementerian BUMN (2006-2010) dan Kepala Sub Bidang Perencanaan Usaha Industri Strategis (2002-2006) Luizah.present). Vice Rector for Academics and Student Affairs (2001 . Holds a Bachelor Degree in State Administration.present). Program Magister dari Virginia Polytechnic Institute and State University. Member (47) Has served as a Member of the NR Committee PT PLN (Persero) since 2003. 289 Lain-lain Others .present).

Pernah menjabat sebagai Dewan Komisaris PT Indonesia Power (2005-2009). Edwin R. and Head of Organizational Development PLN Head Office (1995 . Ahli Utama Muda Pengembangan Organisasi pada Direktorat SDM & Organisasi (2000-2001) selain pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pengembangan Organisasi pada Direktorat SDM & Org PLN Pusat (1995-2000). Vice President Company Restructuring PT PLN (Persero) (2001). Lumban Tobing. Lumban Tobing. SUMUT & RIAU (2003-2004). UK.2001). LUMBAN TOBING Edwin R. Has served on the Board of PT Indonesia Power (2005 . as well as serving as Head of Organizational Development in the Directorate of Human Resources and Organization (2000 . Holds a Civil Engineering Degree from Bandung Institute of Technology and Master of Human Resources Planning from Westminster University. Sekretaris (Usia 59 tahun) Menjabat sebagai Sekretaris KNR PT PLN (Persero) sejak tahun 2010. Menyandang gelar Sarjana Teknik Sipil dari Institut Teknologi Bandung dan Master di Bidang Human Resources Planning dari Westminter University – United Kingdom.2001).290 EDWIN R. Vice President Restrukturisasi Perusahaan PT PLN (Persero) (2001). Secretary (59) Has served as Secretary to the NR Committee PT PLN (Persero) since 2010. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report .2009). Main Junior Expert Organization Development at the Directorate of Human Resources and Organization (2000 . Chair of the Business Unit Supervisory Committee NAD.2000). Ketua Komite Pengawas Unit Bisnis NAD. North Sumatera & Riau (2003-2004).

dan kemudian Magister Public Management dari National University of Singapore (Lee Kuan Yew Fellowship).IDA BAGUS GD. and a Master Degree in Public Management from the National University of Singapore (Lee Kuan Yew Fellowship). Mardawa has served as Corporate Secretary since December 2009. Sebelumnya adalah Direktur Perencanaan PT PLN Batam (20072009). berbagai jabatan di PT PLN Batam(20002007). Mardawa Padangratha. Jakarta pada 1987. 1985. and Section Head for Network Construction Operations PT PLN (Persero) Area XI. 291 Lain-lain Others . Kepala Bagian Teknik PT PLN (Persero) Cabang Denpasar (1991-1993).2007).1993). 1987. He was previously Director of Planning at PT PLN Batam (2007 2009). was Head of PT PLN (Persero) Denpasar (1996 . and has held various positions in PT PLN Batam (2000 . Technical Head of PT PLN (Persero) Denpasar (1991 . Meraih gelar Sarjana Teknik Elektro dari Institut Teknologi Bandung pada 1985. Mardawa menjabat sebagai Sekretaris Perusahaan sejak Desember 2009.1996). Head of PT PLN (Persero) Singaraja (1993 . Master of Management from Ganesha College. MARDAWA PADANGRATHA AGUS PRANOTO SEKRETARIS PERUSAHAAN CORPORATE SECRETARY IDA BAGUS GD. Jakarta. MARDAWA PADANGRATHA Ida Bagus Gd.2000). Holds a Bachelor Degree in Electrical Engineering from Bandung Institute of Technology. Magister Manajemen dari STIE – Ganesha. (51) Ida Bagus Gd. Mardawa Padangratha. Denpasar (1989-1991). Kepala Cabang PT PLN (Persero) Denpasar (1996-2000). Denpasar (1989 -1991). Kepala Cabang PT PLN (Persero) Singaraja (1993-1996). dan Kepala Seksi Operasi Konstruksi Jaringan PT PLN (Persero) Wilayah XI. (Usia 51 tahun) Ida Bagus Gd. Ida Bagus Gd.

(61) Paiman has served as Head of the Internal Audit Unit since 2007.2003). Meraih gelar Sarjana Teknik Tenaga Listrik dari ITB. (Usia 58) Menjabat sebagai Sekretaris Dewan Komisaris sejak tahun 2010. and Master in Management from Airlangga University Faculty of Finance. 1985. Komisaris Utama PT Rekadaya Elektrika (2007-2010). Holds a Bachelor Degree in Electrical Engineering from Bandung Institute of Technology. Commissioner of PT Bajradaya Sentra Nusa (BDSN)IPP (2004 . PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report . 1985 serta Magister Manajemen Universitas Airlangga bidang Keuangan. Bandung. Agus Pranoto. Meraih gelar Sarjana dari Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada tahun 1984. Managing Director of PT PJB (2007 2009). Previously he was Head of Police for West Java and has worked for PT PLN (Persero) since April 2007. Sebelumnya menjabat sebagai Tenaga Ahli Bidang Niaga Dewan Komisaris PT PLN (Persero) (2010). Paiman. 2007.2006) and General Manager PT PLN (Persero) DJBB (2000 . tahun 2007. President Commissioner at PT Rekadaya Elektrika (2007 . KEPALA SATUAN PENGAWASAN INTERN CHAIR OF INTERNAL AUDIT PAIMAN Paiman.2007). Previously served as Expert in Commerce for PT PLN (Persero) Board of Commissioners in 2010. Sebelumnya menjabat sebagai Kepala Polisi Daerah Jawa Barat dan berkarir di PT PLN (Persero) sejak bulan April tahun 2007.292 SEKRETARIS DEWAN KOMISARIS BOARD OF COMMISSIONERS’ SECRETARY AGUS PRANOTO Agus Pranoto. Direktur Utama PT PJB (2007-2009). Direktur Keuangan PT PJB (2004-2007). He holds a Bachelor Degree from Police College awarded in 1984. (Usia 61 tahun) Paiman menjabat sebagai Kepala Satuan Pengawasan Intern sejak tahun 2007. Director of Finance for PT PJB (2004 . (58) Served as Board of Commissioners’ Secretary since 2010.2010). Komisaris PT Bajradaya Sentra Nusa (BDSN)-IPP (2004-2006) dan General Manager (GM) PT PLN (Persero) DJBB (2000-2003).

Indonesia Established on October 3. Jend.18 Jakarta 12950.PT Artha Daya Coalindo engaged in the business of coal trading and transportation services.PT Indo Ridlatama Power engaged in electricity power generation. East Kalimantan. Anak perusahaan PT PJB adalah : .PT Indo Pusaka Berau engaged in electricity supply business generated from the production of Steam Power Plant Lati in Berau. Berdiri tanggal 3 Oktober 1995 dengan nama PT PJB I dan pada tanggal 1 September 2000 berubah menjadi PT Indonesia Power.18 Jakarta Selatan 12950. Indonesia Bergerak dalam bidang pembangkitan tenaga listrik dan usaha lain yang terkait. Batam 29432. 2000 was changed to PT Indonesia Power. .PT Artha Daya Coalindo bergerak di bidang usaha trading dan jasa transportasi batubara.PT Cogindo Daya Bersama bergerak di bidang usaha cogeneration. Indonesia Berdiri tanggal 3 Oktober 2000 dan bergerak dalam bidang usaha telekomunikasi.18 Jakarta Selatan 12950. Indonesia Berdiri tanggal 3 Oktober 200 dan bergerak dalam usaha penyediaan tenaga listrik bagi kepentingan umum di wilayah Pulau Batam. 2000 was changed to PT PJB. Kalimantan Timur. Established on October 3. Gatot Subroto Kav. Ketintang Baru No. Jend. distribute generation and operation & maintenance services.PT Rekadaya Elektrika engaged in electrical and engineering services. Jend.18 Jakarta 12950.PT Indo Ridlatama Power bergerak di bidang usaha pembangkitan tenaga listrik. Indonesia Established on October 3. PT Indonesia Comnets Plus (PT ICON +) Jl.PT Cogindo Daya Bersama engaged in cogeneration. . Anak Perusahaan PT IP adalah: . Engku Putri No. PT Pembangkitan Jawa Bali (PT PJB) Jl. 2000 and is engaged in the provision of electricity to meet the public interest in Batam Island region. Indonesia Bergerak di bidang pembangkitan tenaga listrik dan usaha lain yang terkait. Indonesia Engaged in power generation and other related businesses.3 Batam Center. Gatot Subroto Kav. Established on October 3. . PT Pembangkitan Jawa Bali (PT PJB) Jl. .11 Surabaya 60231. .PT Indo Pusaka Berau bergerak di bidang usaha penyediaan listrik dari produksi PLTU Lati di Berau.PT Rekadaya Elektrika bergerak di bidang usaha jasa kelistrikan dan enjiniring.PT Pembangkitan Jawa Bali Services bergerak di bidang usaha operasi dan pemeliharaan. Ketintang Baru No. PT Pelayanan Listrik Nasional Batam (PT PLN Batam) Jl. 293 Lain-lain Others . PT Pelayanan Listrik Nasional Batam (PT PLN Batam) Jl.3 Batam Center. Subsidiaries of PT IP are as follows: . Gatot Subroto Kav.PT Pembangkitan Jawa Bali Services engaged in operation and maintenance services. 1995 namely PT PJB I and on September 1. distribute generation dan jasa operation & maintenance. 1995 namely PT PJB II and on September 1. Berdiri tanggal 3 Oktober 1995 dengan nama PT PJB II dan pada tanggal 1 September 2000 berubah menjadi PT PJB. Batam 29432.11 Surabaya 60231. . Indonesia Engaged in power generation and other related businesses. . . 2000 and is engaged in telecommunications business.DAFTAR ALAMAT ANAK USAHA DAN AFILIASI ADDRESSES OF SUBSIDIARIES AND AFILIATION PT Indonesia Power (IP) Jl. Subsidiaries of PT PJB are as follows: . Engku Putri No. PT Indonesia Comnets Plus (PT ICON +) Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. PT Indonesia Power (IP) Jl.

2008 and is a subsidiary company which is engaged in coal mining as the primary source of Steam Power Plant. Diponegoro No. 1017 CA Amsterdam The Netherlands Majapahit Holding BV didirikan tanggal 3 Oktober 2006 dan merupakan suatu lembaga keuangan yang berkedudukan di Amsterdam. Trunojoyo Blok M I/135. engaging in Geothermal Power Plant. melalui kegiatan pengembangan dan pengoperasian pembangkit tenaga listrik panas bumi yang ekonomis.1 Tarakan. PT PLN Geothermal Jl. Indonesia PT PLN Batubara didirikan tanggal 3 September 2008 dan merupakan anak perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha tambang batubara sebagai bahan utama dari Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU). Majapahit Holding BV Herengracht 450. Indonesia Established on December 15. 2003 and is engaged in electricity supply business to meet the public needs in Tarakan Island region. . bergerak dalam bidang pembangkitan tenaga listrik panas bumi. economical and reliable. P. bermutu tinggi dan dengan keandalan yang baik. through the development and operation of geothermal power plants that are of high-quality. Karawitan No. PT Geo Dipa Energi (PT GDE) Jl. Karawitan No. Indonesia PT PLN Batubara was founded on September 3. Indonesia Perusahaan patungan PLN-PERTAMINA. Indonesia Didirikan tanggal 15 Desember 2003 dan bergerak dalam usaha penyediaan tenaga listrik bagi kepentingan umum di wilayah Pulau Tarakan.61 Kebayoran Baru. East Kalimantan. Jakarta 12170 Indonesia PT PLN Geothermal adalah anak perusahaan PLN yang bergerak di bidang penyediaan tenaga listrik terbarukan. 2006 as a financial institution based in Amsterdam.61 Kebayoran Baru. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report PT Geo Dipa Energi (PT GDE) Jl.294 PT Prima Layanan Nasional Enjiniring (PT PLN Tarakan) Jl. Majapahit Holding BV Herengracht 450.32 Bandung 40264. Jakarta 12170 Indonesia PT PLN Geothermal is a subsidiary of PLN. 1017 CA Amsterdam The Netherlands Majapahit Holding BV was incorporated on October 3. P. PT PLN Batubara Gedung PLN Pusat Jl. Kalimantan Timur. Wijaya I No. Indonesia PLN-PERTAMINA joint venture company. the Netherlands. Trunojoyo Blok M I/135. Diponegoro No. Gedung I Lantai 3 Jakarta 12160.1 Tarakan.32 Bandung 40264. Gedung I Lantai 3 Jakarta 12160. Wijaya I No. Belanda. PT Prima Layanan Nasional Enjiniring (PT PLN Tarakan) Jl. engaging in renewable electricity supply. PT PLN Batubara Gedung PLN Pusat Jl. PT PLN Geothermal Jl.

Sampul muka. Laporan tahunan mencantumkan identitas perusahaan dengan jelas Nama Perusahaan dan Tahun Annual Report ditampilkan di: 1. Laba(rugi) usaha 4. Laporan tahunan dicetak pada kertas yang berwarna terang agar mudah dibaca dan jelas. sukuk atau obligasi konvertibel yang diterbitkan Modal kerja bersih Jumlah investasi Jumlah aset Jumlah kewajiban Jumlah ekuitas 9 9 9 Informasi memuat 5 (lima) rasio keuangan yang umum dan relevan dengan industri perusahaan 4 Informasi dalam bentuk tabel dan grafik yang memuat: 1 2 3 4 Harga saham tertinggi Harga saham terendah Harga saham penutupan Volume saham yang diperdagangkan untuk setiap masa triwulan dalam 2 (dua) tahun buku terakhir (jika ada). samping dan belakang 2. Penjualan/pendapatan usaha 2.a Lain-lain Others 5 Informasi memuat: 1 2 3 4 Jumlah obligasi/sukuk/obligasi konversi yang beredar Tingkat bunga/imbalan Tanggal jatuh tempo Peringkat obligasi/sukuk 10 295 . n. X. Laba (rugi) kotor 3. dan saham bonus Laporan Tahunan wajib memuat informasi dalam 2 (dua) tahun buku terakhir mengenai obligasi. Informasi harga saham sebelum perubahan permodalan terakhir wajib disesuaikan dalam hal terjadi antara lain karena pemecahan saham.K.LK No. Samping 3. Laba (rugi) persaham. 6 tentang “Format Laporan Annual Report” KRITERIA I Umum 1 Laporan tahunan disajikan dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar dan dianjurkan menyajikan juga dalam bahasa Inggris.REFERENSI-SILANG ISI LAPORAN DENGAN KETENTUAN BAPEPAM-LK CROSS-REFERENCE OF BAPEPAM-LK RULES Kesesuaian isi Annual Report berdasarkan Keputusan Bapepam . Setiap halaman 4 Laporan Tahunan ditampilkan di website Perusahaan  PENJELASAN HALAMAN 2  3       II Ikhtisar Data Keuangan Penting 1 Informasi hasil usaha perusahaan dalam bentuk perbandingan selama 5 (lima) tahun buku atau sejak memulai usahanya jika perusahaan tersebut menjalankan kegiatan usahanya selama kurang dari 5 (lima) tahun Informasi memuat antara lain: 1. Sampul Belakang 4. 2 Informasi posisi keuangan perusahaan dalam bentuk perbandingan selama 5 (lima) tahun buku atau sejak memulai usahanya jika perusahaan tersebut menjalankan kegiatan usahanya selama kurang dari 5 (lima) tahun Informasi memuat antara lain: 1 2 3 4 5 3 Rasio keuangan dalam bentuk perbandingan selama 5 (lima) tahun buku atau sejak memulai usahanya jika perusahaan tersebut menjalankan kegiatan usahanya selama kurang dari 5 (lima) tahun Laporan Tahunan wajib memuat informasi harga saham dalam bentuk tabel dan grafik. dividen saham. Laba (rugi) bersih 5.

dan kendala-kendala yang dihadapi perusahaan. nama dan perubahan nama perusahaan (jika ada) Meliputi jenis produk dan atau jasa yang dihasilkan Dalam bentuk bagan. Penjelasan tertulis dalam surat tersendiri dari yang bersangkutan dalam hal terdapat anggota Dewan Komisaris atau Direksi yang tidak menandatangani laporan tahunan. dan website Mencakup antara lain: tanggal/tahun pendirian. meliputi nama dan jabatan Mencakup visi dan misi perusahaan Informasi memuat antara lain: 1 2 3 4 5 Nama Jabatan Umur Pendidikan Pengalaman Kerja 34. Prospek usaha Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik yang telah dilaksanakan oleh perusahaan. Fax. kode pos. email.a PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report IV Profil Perusahaan 1 2 3 4 5 6 Nama dan alamat perusahaan Riwayat singkat perusahaan Bidang usaha Struktur Organisasi Visi dan Misi Perusahaan Identitas dan riwayat hidup singkat anggota Dewan Komisaris Informasi memuat antara lain nama dan alamat. no. Pandangan atas prospek usaha perusahaan yang disusun oleh Direksi Komite-komite yang berada dibawah pengawasan Dewan Komisaris Perubahan komposisi Dewan Komisaris (jika ada) 34 2 Laporan Direksi Memuat hal-hal sebagai berikut: 1 Kinerja perusahaan mencakup antara lain: kebijakan strategis. atau penjelasan tertulis dalam surat tersendiri dari anggota yang lain dalam hal tidak terdapat penjelasan tertulis dari yang bersangkutan 306   3  4 n. Perubahan komposisi Direksi (jika ada) 42 2 3 4 3 Tanda tangan anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris Memuat hal-hal sebagai berikut: 1 2 Tanda tangan dituangkan pada lembaran tersendiri Ada pernyataan bahwa Direksi dan Desan Komisaris bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi laporan tahunan. perbandingan antara hasil yang dicapai dengan yang ditargetkan. no.296 KRITERIA III Laporan Dewan Komisaris dan Direksi 1 Laporan Dewan Komisaris PENJELASAN HALAMAN Memuat hal-hal sebagai berikut: 1 2 3 4 Penilaian kinerja Direksi mengenai pengelolaan perusahaan. Telp. Ditandatangani oleh seluruh anggota Direksi dan Dewan Komisaris dengan menyebutkan nama dan jabatannya.79 80 62 81-85 . halaman belakang 66 68.

Keterangan tentang bidang usaha anak perusahaan atau perusahaan asosiasi Keterangan status operasi perusahaan anak atau perusahaan asosiasi (telah beroperasi atau belum beroperasi) 10 Daftar anak perusahaan dan/atau perusahaan asosiasi. Nama Bursa dimana saham perusahaan dicatatkan. 78 11 Kronologi pencatatan saham Mencakup antara lain: 1 2 3 4 Kronologi pencatatan saham Jenis tindakan korporasi yang menyebabkan perubahan jumlah saham.11 102 104 4 9 Komposisi Pemegang saham.KRITERIA 7 Identitas dan riwayat hidup singkat anggota direksi PENJELASAN Informasi memuat antara lain: 1 2 3 4 5 Nama Jabatan (termasuk jabatan pada perusahaan atau lembaga lain) Umur Pendidikan Pengalaman Kerja HALAMAN 86-92 8 Jumlah Karyawan (komparatif 2 tahun) dan deskripsi pengembangan kompetensinya (misal: aspek pendidikan dan pelatihan karyawan) Informasi memuat antara lain: 1 2 3 Jumlah karyawan untuk masing-masing level organisasi Jumlah karyawan untuk masing-masing tingkat pendidikan Pelatihan karyawan yang telah dilakukan dengan mencerminkan adanya persamaan kesempatan kepada seluruh karyawan Biaya yang telah dikeluarkan 94. Perubahan jumlah saham dari awal pencatatan sampai dengan akhir tahun buku. 104 78 Mencakup antara lain: 1 2 3 Nama pemegang saham yang memiliki saham 5% atau lebih Direktur dan Komisaris yang memiliki saham Pemegang saham masyarakat dengan kepemilikan saham masing-masing kurang lebih 5% Informasi memuat antara lain: 1 2 3 4 Nama anak perusahaan/perusahaan asosiasi Presentase kepemilikan saham. n.a 12 Kronologi pencatatan efek lainnya Mencakup antara lain: 1 2 3 4 5 Kronologi pencatatan efek lainnya Jenis tindakan korporasi yang menyebabkan perubahan jumlah efek lainnya Perubahan jumlah efek lainnya dari awal pencatatan sampai dengan akhir tahun buku. Peringkat efek 129 Lain-lain Others 297 . Nama Bursa dimana saham perusahaan dicatatkan.

aset tidak lancar. Penjualan/pendapatan usaha. Beban usaha Laba/rugi bersih 3 Bahasan dan analisis tentang kemampuan membayar hutang dan tingkat kolektibilitas piutang Perseroan Bahasan tentang struktur modal (capital structure). 76 15 Penghargaan dan sertifikasi yang diterima perusahaan baik yang berskala nasional maupun internasional Informasi memuat antara lain: 1 2 3 4 Nama penghargaan.187. Tahun perolehan. kebijakan manajemen atas struktur modal (capital structure policies). kewajiban tidak lancar. Nama dan alamat Kantor Akuntan Publik. Nama dan alamat perusahaan pemeringkat efek. HALAMAN 75 14 Akuntan perseroan Informasi memuat antara lain: 1 2 3 4 Berapa periode audit akuntan telah mengaudit laporan keuangan perusahaan. 30-32 16 Nama dan alamat anak perusahaan dan atau kantor cabang atau kantor perwakilan (jika ada) 292 V Analisa dan Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan 1 Tinjauan operasi per segmen usaha Memuat uraian antara lain: 1 2 3 4 2 PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Uraian atas kinerja keuangan Perusahaan Produksi/kegiatan usaha Penjualan/pendapatan usaha Profitabilitas Peningkatan/penurunan kapasitas produksi untuk masing-masing segmen usaha. Berapa periode audit kantor akuntan publik telah mengaudit laporan keuangan perusahaan. Badan pemberi penghargaan.186 4 Penjelasan atas 1 2 3 Struktur modal (capital structure). PENJELASAN Informasi memuat antara lain: 1 2 3 Nama dan alamat Biro Administrasi Efek (BAE). Masa berlaku. dan jumlah aset. 168-188 152-167. Kebijakan manajemen atas struktur modal (capital structure policies).186 . dan tingkat solvabilitas perusahaan Penjelasan tentang: 1 2 Kemampuan membayar hutang Tingkat kolektibilitas piutang 178. Kewajiban lancar. antara lain mengenai: 1 2 3 4 5 Aset lancar. Jasa lain yang diberikan akuntan selain jasa finansial audit. Besarnya fee audit. dan jumlah kewajiban. 189-190 Analisis kinerja keuangan yang mencakup perbandingan antara kinerja keuangan tahun yang bersangkutan dengan tahun sebelumnya (dalam bentuk narasi dan tabel).298 KRITERIA 13 Nama dan alamat lembaga dan atau profesi penunjang pasar modal. Tingkat solvabilitas perusahaan 183.

antara lain meliputi pangsa pasar 150-151 Lain-lain Others 12 Uraian tentang aspek pemasaran 152-153 299 . jumlah barang atau jasa yang dijual. 201-202 8 Penjelasan mengenai 1 2 Besaran peningkatan/penurunan penjualan atau pendapatan bersih Peningkatan/penurunan material dari penjualan atau pendapatan bersih dikaitkan dengan jumlah barang atau jasa yang dijual.a 9 Ada atau tidak ada pengungkapan 157 10 Uraian kejadian penting setelah tanggal laporan akuntan termasuk dampaknya terhadap kinerja dan risiko usaha di masa mendatang. Catatan: apabila tidak ada kejadian penting setelah tanggal laporan akuntan. jika baru memulai usahanya kurang dari 2 (dua) tahun Informasi dan fakta material yang terjadi setelah tanggal laporan akuntan Penjelasan mengenai 1 2 Komponen substansial dari pendapatan lainnya Komponen substansial dari beban lainnya 169. agar diungkapkan 6 Bahasan dan analisis tentang informasi keuangan yang telah dilaporkan yang mengandung kejadian yang sifatnya luar biasa dan jarang terjadi Penjelasan mengenai 1 2 Kejadian yang sifatnya luar biasa dan jarang terjadi Dampaknya terhadap kondisi keuangan perusahaan Catatan: apabila tidak ada kejadian yang sifatnya luar biasa dan jarang terjadi. dan atau adanya produk atau jasa baru n. ekonomi secara umum dan pasar internasional serta dapat disertai data pendukung kuantitatif jika ada sumber data yang layak dipercaya Uraian tentang pemasaran atas produk dan jasa perusahaan. maka wajib disertai dengan bahasan tentang sejauh mana perubahan tersebut dapat dikaitkan antara lain dengan.187. dan atau adanya produk atau jasa baru Bahasan tentang dampak perubahan harga terhadap penjualan/pendapatan bersih perusahaan serta laba operasi perusahaan selama 2 (dua) tahun atau sejak perusahaan memulai usahanya. agar diungkapkan 208 11 Uraian tentang prospek usaha perusahaan Uraian mengenai prospek perusahaan sehubungan dengan industri. agar diungkapkan 207 7 Uraian tentang komponen-komponen substansial dari pendapatan dan beban lainnya. 190-195 Tujuan dari ikatan tersebut Sumber dana yang diharapkan untuk memenuhi ikatan-ikatan tersebut Mata uang yang menjadi denominasi Langkah-langkah yang direncanakan perusahaan untuk melindungi risiko dari posisi mata uang asing yang terkait Catatan: apabila perusahaan tidak mempunyai ikatan terkait investasi barang modal. untuk dapat mengetahui hasil usaha perusahaan Jika laporan keuangan mengungkapkan peningkatan atau penurunan yang material dari penjualan/pendapatan bersih. 205 206.170-172.KRITERIA 5 Bahasan mengenai ikatan yang material untuk investasi barang modal Penjelasan atas: 1 2 3 4 PENJELASAN HALAMAN 188.

Memuat uraian mengenai: 1 2 3 4 Nama pihak yang bertransaksi Sifat hubungan afiliasi. Memuat uraian mengenai: 1 2 3 Tujuan dilakukannya transaksi.a 15 Informasi material mengenai investasi. agar diungkapkan alasan tidak membagikan dividen HALAMAN n. Sumber dana Catatan: apabila tidak mempunyai transaksi dimaksud. agar diungkapkan Uraian memuat antara lain: perubahan kebijakan akuntansi. Penjelasan mengenai kewajaran transaksi. 207-208 17 Uraian mengenai perubahan peraturan perundang-undangan yang berpengaruh signifikan terhadap perusahaan PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Uraian memuat antara lain: perubahan peraturan perundang-undangan dan dampaknya terhadap perusahaan Catatan: apabila tidak terdapat perubahan peraturan perundang-undangan yang berpengaruh signifikan. divestasi.a 14 Realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum (dalam hal perusahaan masih diwajibkan menyampaikan laporan realisasi penggunaan dana) Memuat uraian mengenai: 1 2 3 4 5 Total perolehan dana Rencana penggunaan dana Rincian penggunaan dana saldo dana. Frekuensi pertemuan Tingkat kehadiran dewan komisaris dalam pertemuan 229-230 230 225-231 229 239-240 . alasan dan dampaknya terhadap laporan keuangan 208 18 Uraian mengenai perubahan kebijakan akuntansi 208 VI Tata Kelola Perusahaan 1 Uraian Dewan Komisaris Uraian memuat antara lain: 1 2 3 4 5 Uraian pelaksanaan tugas Dewan Komisaris Pengungkapan prosedur penetapan dan besarnya remunerasi anggota Dewan Komisaris Besarnya remunerasi untuk setiap anggota dewan komisaris. Nilai transaksi atau jumlah yg direstrukturisasi.300 KRITERIA 13 Pernyataan mengenai kebijakan dividen dan jumlah dividen kas per saham dan jumlah dividen per tahun yang diumumkan atau dibayar selama 2 (dua) tahun buku terakhir PENJELASAN Memuat uraian mengenai: 1 2 3 Jumlah dividen jumlah dividen per saham payout ratio untuk masing-masing tahun Catatan: apabila tidak ada pembagian dividen. agar diungkapkan 190-203 16 Informasi transaksi material yang mengandung benturan kepentingan dan/ atau transaksi dengan pihak afiliasi. Realisasi transaksi pada periode berjalan. dan Tanggal persetujuan RUPS atas perubahan penggunaan dana (jika ada) n. akuisisi atau restrukturisasi hutang/modal. ekspansi.

Uraian pelaksanaan tugas Komite Nominasi dan Remunerasi. Frekuensi pertemuan dan tingkat kehadiran Komite Nominasi dan Remunerasi. jabatan dan riwayat hidup singkat anggota Komite Nominasi dan Remunerasi. 288-290 252-253 5 Komite Remunerasi Mencakup antara lain: 1 2 3 4 5 Nama. Independensi anggota Komite remunerasi. Laporan singkat pelaksanaan kegiatan Komite Audit. 285-287 247-252 4 Komite Nominasi dan Remunerasi Mencakup antara lain: 1 2 3 4 5 Nama. Frekuensi pertemuan dan tingkat kehadiran. Uraian pelaksanaan tugas komite lain. Frekuensi pertemuan dan tingkat kehadiran Komite Audit. Frekuensi pertemuan dan tingkat kehadiran komite lain. Independensi anggota komite lain. jabatan dan riwayat hidup singkat anggota Komite remunerasi. Uraian tugas dan tanggung jawab. Uraian pelaksanaan kegiatan Komite remunerasi. Frekuensi pertemuan Tingkat kehadiran anggota direksi dalam pertemuan Program pelatihan dalam rangka meningkatkan kompetensi direksi HALAMAN 232-235 239-240 237 237 - 3 Komite Audit Mencakup antara lain: 1 2 3 4 5 Nama. jabatan dan riwayat hidup singkat anggota komite lain. jabatan dan riwayat hidup singkat anggota Komite Audit. Independensi anggota Komite Nominasi dan Remunerasi. Uraian tugas dan tanggung jawab. 288-290 252-253 6 Komite-komite lain di bawah dewan komisaris yang dimiliki oleh perusahaan Mencakup antara lain: 1 2 3 4 5 Nama. 239 278-284 243-247 Lain-lain Others 7 Uraian mengenai kebijakan penetapan remunerasi bagi Direksi yang dikaitkan dengan kinerja perusahaan Mencakup antara lain: 1 2 Prosedur penetapan remunerasi tertuang dalam SOP Indikator kinerja untuk mengukur performance Direksi yang dikaitkan dengan remunerasi 301 . Uraian tugas dan tanggung jawab. Pengungkapan prosedur penetapan remunerasi Besarnya remunerasi untuk setiap anggota direksi. Uraian tugas dan tanggung jawab.KRITERIA 2 Uraian Direksi PENJELASAN Menguraikan antara lain: 1 2 3 4 5 6 Ruang lingkup pekerjaan dan tanggung jawab masing-masing anggota Direksi. Independensi anggota Komite Audit.

misalnya melalui website. Tingkat penyelesaian pengaduan yang diterima Program peningkatan layanan kepada konsumen 220. Status penyelesaian perkara/gugatan Pengaruhnya terhadap kondisi keuangan perusahaan Catatan: dalam hal tidak berperkara. buletin dan sebagainya 74 . media massa. Mencakup antara lain uraian tentang: 1 2 3 Mitra Usaha bunaan perusahaan Program pengembangan pendidikan/perbaikan kesehatan/pengembangan seni budaya dan lainnya Biaya yang telah dikeluarkan 268-276 13 PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Mencakup antara lain kegiatan tentang: 1 2 3 4 Kegiatan pelestarian lingkungan Kegiatan pengelolaan lingkungan Sertifikasi atas pengelolaan liingkungan Biaya yang telah dikeluarkan 140-146 14 Perkara penting yang sedang dihadapi oleh perusahaan. Upaya untuk mengelola risiko tersebut. Program peningkatan layanan kepada konsumen. 2 11 Uraian mengenai komitmen perusahaan terhadap perlindungan konsumen Mencakup antara lain: 1 2 3 4 Pembentukan Pusat Pengaduan Konsumen. mailing list.74 12 Uraian mengenai aktivitas dan biaya yang dikeluarkan berkaitan dengan tanggung jawab sosial perusahaan terutama mengenai “community development program” yang telah dilakukan. pasokan bahan baku. persaingan usaha. Uraian mengenai aktivitas dan biaya yang dikeluarkan berkaitan dengan tanggung jawab sosial perusahaan terutama berkaitan dengan kegiatan pelestarian lingkungan.50. agar diungkapkan 265-267 15 Akses informasi dan data perusahaan Uraian mengenai tersedianya akses informasi dan data perusahaan kepada publik. Direksi dan anggota dewan Komisaris yang menjabat pada periode laporan tahunan Menguraikan antara lain: 1 2 3 Pokok perkara/gugatan. ketentuan negara lain atau peraturan internasional dan kebijakan pemerintah).302 KRITERIA 8 Uraian tugas dan fungsi Sekretaris Perusahaan PENJELASAN Mencakup antara lain: 1 2 Nama dan riwayat jabatan singkat sekretaris perusahaan Uraian pelaksanaan tugas sekretaris perusahaan HALAMAN 9 Uraian tentang Unit Audit Internal Mencakup antara lain: 1 2 3 4 5 Nama ketua unit audit internal Kualifikasi/sertfikasi sebagai profesi audit internal Struktur atau kedudukan unit audit internal Keberadaan piagam unit audit internal Uraian pelaksaan tugas 257 254 10 Uraian mengenai Manajemen Risiko Menguraikan antara lain: 1 Penjelasan mengenai risiko-risiko yang dihadapi perusahaan (misalnya risiko yang disebabkan oleh fluktuasi kurs atau suku bunga.

karyawan. PENJELASAN Memuat uraian antara lain: 1 2 3 4 Keberadaan code of conduct Isi Code of Conduct Penyebaran Code of Conduct kepada karyawan dan upaya penegakannya. HALAMAN 219-220 17 Pengungkapan mengenai whistleblowing system Memuat uraian antara lain: 1 2 3 Keberadaan whistleblowing system Mekanisme whistleblowing system Penggunaan dan output whistleblowing sytem n. investasi. yakni: 1 2 3 4 5 Neraca Laporan laba rugi Laporan perubahan ekuitas Laporan arus kas Catatan atas laporan keuangan 320-439 316 318-319 5 6 Perbandingan tingkat profitabilitas Penyajian Laporan Arus Kas Perbandingan laba/rugi usaha tahun berjalan dengan tahun sebelumnya Memenuhi ketentuan sebagai berikut: 1 2 3 4 Pengelompokan dalam tiga kategori aktivitas: aktivitas operasi. dan pendanaan Penggunaan metode langsung (direct method) untuk melaporkan arus kas dari aktivitas operasi Pengungkapan aktivitas yang tidak mempengaruhi arus kas Pemisahan penyajian antara penerimaan kas dan atau pengeluaran kas kepada pelanggan(customer).11 tentang Tanggung Jawab Direksi atas Laporan Keuangan 311 312 313 Memuat secara lengkap unsur-unsur laporan keuangan.G. pemasok dan pembayaran pajak selama tahun berjalan pada aktivitas operasi Penyajian penambahan dan pembayaran hutang jangka panjang serta dividen pada aktivitas pendanaan Lain-lain Others 5 303 .a VII Informasi Keuangan 1 2 3 Surat Pernyataan Direksi tentang Tanggung Jawab Direksi atas Laporan Keuangan Opini akuntan atas laporan keuangan Deskripsi Auditor Independen di Opini Deskripsi memuat tentang: 1 2 3 4 Laporan keuangan yang lengkap Nama dan tanda tangan Tanggal Laporan Audit No.KRITERIA 16 Etika Perusahaan. Pernyataan mengenai budaya perusahaan yang dimiki perusahaan. ijin KAP dan nomor ijin Akuntan Publik 314-319 Kesesuaian dengan peraturan Bapepam No VIII.

349 4 5 9 Pengungkapan yang berhubungan dengan Perpajakan. dan jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan yang diakui pada laporan laba rugi apabila jumlah tersebut tidak terlihat dari jumlah aset atau kewajiban pajak tangguhan yang diakui pada neraca. hal tersebut harus diungkapkan Rekonsiliasi nilai tercatat properti investasi pada awal dan akhir periode Jumlah yang diakui dalam laporan laba rugi yang berasal dari properti investasi (penghasilan rental. Rekonsiliasi fiskal dan perhitungan beban pajak kini Pernyataan bahwa Laba Kena Pajak (LKP) hasil rekonsiliasi menjadi dasar dalam pengisian SPT Tahunan PPh Badan. Pengungkapan ada atau tidak ada sengketa pajak. 399-402 2 3 4 PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report 5 . perubahan kumulatif dalam nilai wajar) Rekonsiliasi antara beban (penghasilan) pajak dengan hasil perkalian laba akuntansi dengan tarif yang berlaku denan mengungkapkan dasar perhitungan tarif pajak yang berlaku. Rincian aset dan kewajiban pajak tangguhan yang disajikan pada neraca untuk setiap periode penyajian. 1 342. 337.304 KRITERIA 7 Ikhtisar Kebijakan Akuntansi PENJELASAN Meliputi sekurang-kurangnya: 1 2 3 4 5 Konsep dasar penyajian laporan keuangan Pengakuan pendapatan dan beban Penilaian investasi (penyertaan pada entitas lain) Persediaan Sewa HALAMAN 327-337 8 Pengungkapan yang berhubungan dengan properti investasi Hal-hal yang harus diungkapkan antara lain: 1 2 3 Uraian mengenai kebijakan akuntansi yang dipilih antara model nilai wajar dan model biaya Metode dan asumsi signifikan yang diterapkan dalam menentukan nilai wajar dari properti investasi Apakah penentuan nilai wajar properti investasi didasarkan atas penilaian oleh penilai independen. Apabila tidak ada penilaian seperti itu. beban operasi langsung.

323-327 2 12 Pengungkapan yang berhubungan dengan Instrumen Keuangan Hal-hal yang harus diungkapkan: 1 2 3 4 Persyaratan.KRITERIA 10 Pengungkapan yang berhubungan dengan Aset Tetap PENJELASAN Hal-hal yang harus diungkapkan adalah: 1 2 3 Metode penyusutan yang digunakan Uraian mengenai kebijakan akuntansi yang dipilih antara model revaluasi dan model biaya Metode dan asumsi signifikan yang digunakan dalam mengestimasi nilai wajar aset tetap (model revaluasi) atau pengungkapan nilai wajar aset tetap (model biaya) Jumlah tercatat bruto dan akumulasi penyusutan pada awal dan akhir periode untuk tiap kelompok aset tetap Rekonsiliasi jumlah tercatat pada awal dan akhir periode untuk tiap kelompok aset. aset yang diklasifikasi sebagai tersedia untuk dijual/kelompok lepasan. penggabungan usaha. rugi penurunan nilai. atau perubahan lain. risiko kredit dan risiko likuiditas Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangannya 438-439 435-439 5 305 Lain-lain Others . HALAMAN 345-347. yang menunjukkan: penambahan. penyusutan. dan Dampak penerapan standar akuntansi keuangan dan peraturan baru tersebut. selisih nilai tukar neto. kondisi dan kebijakan akuntansi untuk setiap kelompok instrumen keuangan Klasifikasi instrumen keuangan Nilai wajar tiap kelompok instrumen keuangan Penjelasan risiko yang terkait dengan instrumen keuangan: risiko pasar. 334-335 4 5 11 Perkembangan Terakhir Standar Akuntansi Keuangan dan Peraturan Lainnya Hal-hal yang harus diungkapkan adalah: 1 Penjelasan mengenai standar akuntansi keuangan dan peraturan baru yang diterapkan dan mempengaruhi aktivitas perusahaan. revaluasi.

Dewan Komisaris dan Direksi PT PLN (Persero). X.306 PERNYATAAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI BOARD OF COMMISSIONERS’ AND DIRECTORS’ STATEMENT Sesuai dengan Undang-Undang No. the Board of Commissioners and Directors of PT PLN (Persero). TJETJEP Komisaris Commissioner RAHMAT WALUYANTO Komisaris Commissioner LUTFI HAMID Komisaris Independen Independent Commissioner ADANG FIRMAN Komisaris Independen Independent Commissioner . we. In accordance with Corporate Law no. and Capital Market Supervisory Board Regulation No.6 tentang Kewajiban Penyampaian Laporan Tahunan bagi Emiten atau Perusahaan Publik.K. The Company’s Annual Repost contains the Board of Commissioner’s Monitoring Report and Consolidated Financial Statement for the years ending 31 December 2010 and 2009. X. dengan ini kami. DEWAN KOMISARIS BOARD OF COMMISSIONERS YOGO PRATOMO Komisaris Utama President Commissioner PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report SYAHRIAL LOETAN Komisaris Commissioner ABDUL AZIZ Komisaris Commissioner WIMPY S.40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas pasal 67 dan Peraturan Bapepam No. Chapter 67.K.6 on Annual Report Submission Requirements for Public Companies. hereby state that we have approved and are fully responsible for the validity of the Company’s 2010 Annual Report. menyatakan telah menyetujui dan bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi Laporan Tahunan Perseroan tahun buku 2010. Laporan Tahunan Perseroan ini juga memuat Laporan Keuangan Konsolidasi Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009. 40/2007.

DIREKSI BOARD OF DIRECTORS DAHLAN ISKAN Direktur Utama President Director IGA NGURAH ADNYANA Direktur Operasi Jawa Bali Director of Java-Bali Operations MOCH. ERNINGPRAJA Direktur SDM dan Umum Director of HR and General Affairs SETIO ANGGORO DEWO Direktur Keuangan Director of Finance 307 . HARY JAYA PAHLAWAN Direktur Operasi Indonesia Barat Director of West Indonesia Operations VICKNER SINAGA Direktur Operasi Indonesia Timur Director of East Indonesia Operations NUR PAMUDJI Direktur Energi Primer Director of Primary Energy BAGIYO RIAWAN MURTAQI SYAMSUDDIN Direktur Pengadaan Strategis Direktur Bisnis dan Manajemen Risiko Director of Strategic Procurement Director of Business & Risk Management Lain-lain Others NASRI SEBAYANG Direktur Perencanaan dan Teknologi Director of Planning and Technology EDDY D.

PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report LAPORAN KEUANGAN FINANCIAL REPORT .

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN/ AND ITS SUBSIDIARIES LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI/ CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010 DAN 2009/ FOR THE YEARS ENDED DECEMBER 31. 2010 AND 2009 DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN/ AND INDEPENDENT AUDITORS’ REPORT .

Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 serta untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal tersebut/ CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS – As of December 31. 2010 and 2009 and for the years then ended Neraca Konsolidasi/Consolidated Balance Sheets Laporan Laba Rugi Konsolidasi/Consolidated Statements of Income Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasi/Consolidated Statements of Changes in Equity Laporan Arus Kas Konsolidasi/Consolidated Statements of Cash Flows Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasi/Notes to Consolidated Financial Statements 3 5 6 7 9 1 .PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN/AND ITS SUBSIDIARIES DAFTAR ISI/TABLE OF CONTENTS Halaman/ Page SURAT PERNYATAAN DIREKSI/DIRECTORS’ STATEMENT LETTER LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN/INDEPENDENT AUDITORS’ REPORT LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI .

.

.

.

See accompanying notes to consolidated financial statements which are an integral part of the consolidated financial statements.570 9.318 36.684.758 juta tahun 2009 551.358.434 10.758 million in 2009 Restricted cash in banks and time deposits Other noncurrent assets Total Noncurrent Assets 5 6 7 8 47 9 207.875.999.043.299.569.021.204 juta tahun 2009 Piutang subsidi listrik Piutang lain-lain Persediaan .501 Jumlah Aset Tidak Lancar 324.702.583 ASET LANCAR Kas dan setara kas Investasi jangka pendek Piutang usaha .PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES CONSOLIDATED BALANCE SHEETS DECEMBER 31.557 juta tahun 2009 Pajak dibayar dimuka Biaya dibayar dimuka dan uang muka Piutang pihak hubungan istimewa Jumlah Aset Lancar JUMLAH ASET 19.51 11 12 1.740 45.020 Investasi jangka panjang 919.927.587 Aset tidak lancar lain 1.560.713.442 832.798 828.076 CURRENT ASSETS Cash and cash equivalents Short-term investments Trade accounts receivable .569.setelah dikurangi penyisihan penurunan nilai sebesar Rp 98.580.898 juta tahun 2010 dan Rp 94.451 juta tahun 2010 dan Rp 341.739 13 14 13.715.458 8.877 juta tahun 2009 210.898 million in 2010 and Rp 94.net of allowance for decline in value of Rp 98.555.590.143.net of allowance for doubtful accounts of Rp 330.901 15 16.868 Pekerjaan dalam pelaksanaan 106.451 million in 2010 and Rp 341.612 78.747 801.503 Piutang pihak hubungan istimewa setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu nihil tahun 2010 dan Rp 80.839.402 million in 2010 and Rp 89.258 236.210.194 369.666.713.880 826.721.417.651.51 9.490 18 19 20 10.204 million in 2009 Receivables on electricity subsidy Other receivables Inventories . plant and equipment net of accumulated depreciation of Rp 100.316 138.817 Rekening bank dan deposito berjangka dibatasi penggunaannya 2.375 668.716.474 478.168 9.482.38 17 2.105 3.502 296.407.877 million in 2009 Construction in progress Investment properties Long-term investments Deferred tax assets Assets not used in operations Receivables from related parties net of allowance for doubtful accounts of nil in 2010 and Rp 80.402 juta tahun 2010 dan Rp 89.827 8.314 550.669.702.setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp 100. -3- .296 Catatan/ Notes 2009 ASSETS NONCURRENT ASSETS Property.493 333.196 1.853 Properti investasi 145.059 1.278 Aset tidak digunakan dalam operasi 1.557 million in 2009 Prepaid taxes Prepaid expenses and advances Receivables from related parties Total Current Assets TOTAL ASSETS Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu sebesar Rp 330.907 256.869 Aset pajak tangguhan 11.286 3. 2010 AND 2009 (Figures in tables stated in millions of Rupiah) 2010 ASET ASET TIDAK LANCAR Aset tetap .844 2.

049.297.Lanjutan PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES CONSOLIDATED BALANCE SHEETS DECEMBER 31.248.046 16.843 187.962 22.552 293.655.539 23.542 175.199 425.093 293.149 58. See accompanying notes to consolidated financial statements which are an integral part of the consolidated financial statements.024 6.154 shares Additional paid-in capital Retained earnings Appropriated Unappropriated Total Equity NONCURRENT LIABILITIES Deferred revenue Deferred tax liabilities .739 557.902.088.000.937.082.506.422 4.085 Subscribed and paid-up .926 14.007 4.000.776 144.990 149.122.516.227.299 1.483 141.par value of Rp 1 million per share Authorized .397.setelah dikurangi bagian jatuh tempo dalam satu tahun Penerusan pinjaman Hutang kepada Pemerintah Hutang sewa pembiayaan Hutang bank dan surat hutang jangka menengah Hutang obligasi Hutang listrik swasta Hutang pihak hubungan istimewa Kewajiban imbalan kerja Hutang lain-lain Jumlah Kewajiban Tidak Lancar KEWAJIBAN LANCAR Hutang usaha Pihak hubungan istimewa Pihak ketiga Hutang pajak Biaya masih harus dibayar Uang jaminan langganan Hutang biaya proyek Kewajiban jangka panjang jatuh tempo dalam satu tahun Penerusan pinjaman Hutang kepada Pemerintah Hutang sewa pembiayaan Hutang bank dan surat hutang jangka menengah Hutang obligasi Hutang listrik swasta Hutang pihak hubungan istimewa Kewajiban imbalan kerja Hutang lain-lain Jumlah Kewajiban Lancar JUMLAH KEWAJIBAN JUMLAH EKUITAS DAN KEWAJIBAN Catatan/ Notes 2009 LIABILITIES AND EQUITY EQUITY Capital stock .107.857 55.400.210.51 50 32 19.544.795 47.560.111.000 shares 46. -4- .107.076 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.107.531.950 176.803.246.393 23 47 8.655 12.974.438.372.045 6.net of current maturities Two-step loans Government loans Lease liability Bank loans and medium term notes Bonds payable Electricity purchase payable Payable to related parties Employee benefits obligation Other payables Total Noncurrent Liabilities CURRENT LIABILITIES Trade accounts payable Related parties Third parties Taxes payable Accrued expenses Customers' security deposits Project cost payable Current maturities of long-term liabilities Two-step loans Government loans Lease liability Bank loans and medium term notes Bonds payable Electricity purchase payable Payable to related parties Employee benefits obligation Other payables Total Current Liabilities TOTAL LIABILITIES TOTAL EQUITY AND LIABILITIES 10.319.196.269 14.224 31.483 1.107.579 138.793 1.000 saham Modal ditempatkan dan disetor penuh 46.136 9.064.63.045.055 6.nilai nominal Rp 1 juta per saham Modal dasar .162 5.176 24 25 26 27 28 29 30.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) .585.842.096 8.746 219.059.51 50 32 2.408.63.343.842 905.009 4.154 saham Tambahan modal disetor Saldo laba Ditentukan penggunaannya Tidak ditentukan penggunaannya Jumlah Ekuitas KEWAJIBAN TIDAK LANCAR Pendapatan ditangguhkan Kewajiban pajak tangguhan .395 164.319 1.166.956 2.792 192.656 5.net Long-term liabilities .490 24 25 26 27 28 29 30.210 13.733.819.154 37. 2010 AND 2009 (Figures in tables stated in millions of Rupiah) .494.162.Continued 2010 KEWAJIBAN DAN EKUITAS EKUITAS Modal saham .656 1.894.614 2.bersih Kewajiban jangka panjang .597 2.478 9.656.248 46.607 3.46.566.922 369.107.705.016.51 31.362 46.154 34.358.54 33 34 35 36 568.713.961.668 14.328 58.917.568 21 22 46.829 10.991 333.363.793 1.783.649 36.493 4.979.885 98.126.173 12.375.607 282.

882) 254.203.900.727 25.686 52 45 46 366.964.447.834.072 25.Bersih LABA SEBELUM PAJAK BEBAN PAJAK LABA BERSIH LABA PER SAHAM DASAR (Dalam Rupiah penuh) Catatan/ Notes 2009 REVENUES Sale of electricity Government's electricity subsidy Customer connection fees Others Total Revenues OPERATING EXPENSES Fuel and lubricants Purchased electricity Maintenance Personnel Depreciation Others Total Operating Expenses INCOME FROM OPERATIONS OTHER INCOME (CHARGES) Interest income Gain on foreign exchange .668) 10.003 149.100 53.275.108.086.577.719.108.071 13.172.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASI UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENTS OF INCOME FOR THE YEARS ENDED DECEMBER 31.235.418 760.943 (6.190.837 532.net Interest expense and financing charges .611 2.294 37 38 23 39 90.223 40 41.bersih Lain-lain .363) 11.net Others .512 9.539 135.600 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.313.399.537 4.152.786 7.731 7.712 (5.net Other Income (Charges) .Net INCOME BEFORE TAX TAX EXPENSE NET INCOME BASIC EARNINGS PER SHARE (In full Rupiah amount) 102.417 12. -5- .144 84.237.bersih Beban bunga dan keuangan .510 145.51 42 43 5 44 76.257.409 (1.622 12.946.973.267.508 162.222.716 678.765 9.bersih Penghasilan (Beban) Lain-lain .172 12.847.174) 10.175 753.286.860 (1.954. 2010 AND 2009 (Figures in tables stated in millions of Rupiah) 2010 PENDAPATAN USAHA Penjualan tenaga listrik Subsidi listrik Pemerintah Penyambungan pelanggan Lain-lain Jumlah Pendapatan Usaha BEBAN USAHA Bahan bakar dan pelumas Pembelian tenaga listrik Pemeliharaan Kepegawaian Penyusutan Lain-lain Jumlah Beban Usaha LABA USAHA PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN Penghasilan bunga Keuntungan kurs mata uang asing .355.818 651.941.867.679 48 218. See accompanying notes to consolidated financial statements which are an integral part of the consolidated financial statements.181 2.746 4.766 224.531 58.375.558.010.347 47 (1.896) 1.314 11.969 9.035.217.758.

375.019. -6- .894.154 46.299 2.819. 2010 22 49 49 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.328 48.000. 2010 AND 2009 (Figures in tables stated in millions of Rupiah) Catatan/ Notes Modal ditempatkan dan disetor penuh/ Subscribed and paid-up capital stock Tambahan modal disetor/ Additional paid-in capital Saldo laba (defisit)/ Retained earnings (deficit) Ditentukan Tidak ditentukan penggunaannya/ penggunaannya/ Appropriated Unappropriated Jumlah ekuitas/ Total equity Saldo per 1 Januari 2009 Penambahan tahun berjalan Laba bersih tahun berjalan Saldo per 31 Desember 2009 Penambahan tahun berjalan Cadangan umum tahun berjalan Dividen Laba bersih tahun berjalan Saldo per 31 Desember 2010 22 46.000) 10.355.000) 10.990 126.000.483 (6.107.086.354.853.679 58.567 3. 2009 Additions during the year Net income for the year Balance as of December 31.248.797 37.894. 2009 Additions during the year Appropriation during the year Dividends Net income for the year Balance as of December 31.986.107.302.107.839 34.096 1.196.686 149.085 2.965.679 141.460 3.568 Balance as of January 1.853.804 10.302.149 1.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASI UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY FOR THE YEARS ENDED DECEMBER 31.839 10. See accompanying notes to consolidated financial statements which are an integral part of the consolidated financial statements.179) (4.154 30.797 (4.107.179 8.585.355.086.154 46.122.686 58.149 6.354.

099) 281.753 (2.362 27.510.433 (2.000.602 13.431.387.798 21.196 19.425.981.169) 822.315) (169.842.627 13.954.068.932) (293.258 92.021.612) (37.387.309.965) 12.716.989) 797.000 (237.772 963.641.833) (2.792 (30.643) (10.683) 49.542) (161.255) 31.793) 9.720.793) (4.645.999 16.132 (120.785.655.527 17.118 (7.000 (19.957) 855.014 (12.118.745 (809.048.045) 54.741 (5.360.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENTS OF CASH FLOWS FOR THE YEARS ENDED DECEMBER 31.177) 22.032) 2. -7- . 2010 AND 2009 (Figures in tables stated in millions of Rupiah) 2010 ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan kas dari pelanggan Pembayaran kas kepada pemasok Pembayaran kas kepada karyawan Kas digunakan untuk aktivitas operasi Penerimaan subsidi listrik Pembayaran bunga Penerimaan bunga Penerimaan restitusi pajak penghasilan Pembayaran pajak penghasilan Kas Bersih Diperoleh Dari Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Hasil penjualan aset tidak digunakan dalam operasi Perolehan aset tetap Perolehan pekerjaan dalam pelaksanaan Penerimaan piutang pihak hubungan istimewa Pengurangan (perolehan) investasi jangka panjang Pencairan rekening bank dan deposito berjangka dibatasi penggunaannya Pembayaran hutang penyertaan saham Pencairan investasi jangka pendek Kas Bersih Digunakan Untuk Aktivitas Investasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Hasil emisi obligasi Pembayaran biaya emisi obligasi Pembayaran penerusan pinjaman Pembayaran hutang kepada pemerintah Pembayaran deviden Penambahan modal disetor anak perusahaan oleh pemegang saham minoritas Perolehan hutang bank Pembayaran hutang bank Pembayaran hutang listrik swasta Pembayaran angsuran sewa pembiayaan Kas Bersih Diperoleh Dari Aktivitas Pendanaan KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 2009 CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES Cash receipts from customers Cash paid to suppliers Cash paid to employees Cash used in operations Government subsidy received Interest expense paid Interest received Income tax restitution received Income tax paid Net Cash Provided by Operating Activities CASH FLOWS FROM INVESTING ACTIVITIES Proceeds from sale of assets not used in operations Additions to property.411) (30.898.000.673.263 (121.439. plant and equipment Additions to construction in progress Decrease in receivables from related parties Decrease in (acquisition of) long-term investments Withdrawal of restricted cash in banks and time deposits Payment of payable on acquisition of shares of stock Withdrawal of short-term investments Net Cash Used in Investing Activities CASH FLOWS FROM FINANCING ACTIVITIES Proceeds from issuance of bonds Payment of bonds issuance costs Payment of two-step loans Payment of Government loans Dividends paid Paid in capital of subsidiary by minority stockholder Proceeds from bank loans Payment of bank loans Payment of electricity purchase payable Payment of lease liabilities Net Cash Provided by Financing Activities NET INCREASE IN CASH AND CASH EQUIVALENTS CASH AND CASH EQUIVALENTS AT BEGINNING OF YEAR CASH AND CASH EQUIVALENTS AT END OF YEAR 107.153.324.415.309 6.044) 5.641) (1.096) (30.480) (1.043.692 (1.000) 17.464 (3.435.225.566.043.187 72. See accompanying notes to consolidated financial statements which are an integral part of the consolidated financial statements.535) 14.090.808) 3.627 (30.534) (23.969) 6.351 6.196 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.508.405) (293.969.499 (3.940) (2.169.569 6.209.989 (897.592 (319) 481.334) (8.113.326.345 28.

961. 2010 AND 2009 (Figures in tables stated in millions of Rupiah) .200 424.342 3.839 (3.727.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) .519 3.873 395. plant and equipment Additions to construction in progress through : Drawdown of loans and project cost payable Government equity participation Capitalization of borrowing costs Capitalization of depreciation expense Other payables Reclassification of property.026 9.051 575.797 2.061.Lanjutan PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENTS OF CASH FLOWS FOR THE YEARS ENDED DECEMBER 31.073 7. plant and equipment Reclassification of assets not used in operations to property.606.637 3.384.853.077 790.536. plant and equipment through: Reclassification of construction in progress to property.307) 10.302.192 8.716.602.233.Continued 2010 PENGUNGKAPAN TAMBAHAN Aktivitas investasi dan pendanaan yang tidak mempengaruhi kas : Perolehan aset tetap melalui : Reklasifikasi pekerjaan dalam pelaksanaan ke aset tetap Reklasifikasi aset tidak digunakan dalam operasi ke aset tetap Perolehan pekerjaan dalam pelaksanaan melalui: Penarikan pinjaman dan hutang biaya proyek Bantuan Pemerintah Kapitalisasi biaya pinjaman Kapitalisasi beban penyusutan Hutang lain-lain Reklasifikasi aset tetap ke aset tidak digunakan dalam operasi Subsidi diperhitungkan dengan hutang usaha 2009 SUPPLEMENTAL DISCLOSURES Noncash investing and financing activities : Additions to property.484 2.967 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.027 19.917 11.177. -8- . See accompanying notes to consolidated financial statements which are an integral part of the consolidated financial statements.335 3. plant and equipment to assets not used in operations Offsetting electricity subsidy with accounts payable 13.

and was published in State Gazette of the Republic of Indonesia No. 2008. atas perubahan pasal 10 dan 11 mengenai tugas dan wewenang direksi.01. NV GEBEO.01.HT. NV SEM. 23523 (ii) berdasarkan akta No. Akta perubahan ini telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusannya No. The Dutch electricity companies include among others: NV ANIEM. 15 dated January 30. 73 dated September 13. Establishment and General Information Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara (the Company) was established in 1961 as a unit of the Ministry of Energy and Public Works. 40 year 2007 on Limited Liability Companies. 2009 of Lenny Janis Ishak S. Pendirian dan Informasi Umum Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara (“Perusahaan”) didirikan pada tahun 1961 dalam bentuk Jawatan di dalam lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Tenaga. This change was received and recorded in the Department of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia with letter No. -9- . NV GEBEO. NV OGEM dan NV WEMI. 92 dated November 14. Anggaran dasar Perusahaan terakhir diubah (i) berdasarkan akta No. UMUM a. Tambahan No. 2 dated July 1. 73 tanggal 13 September 1994. 1994 and was published in State Gazette of the Republic of Indonesia No. 169 tanggal 30 Juli 1994 dari Sutjipto S. S.. 19 tahun 1965.H. 30 tahun 1970 yang dipertegas dengan Peraturan Pemerintah No. NV OJEM. 40 tahun 2007 mengenai Perseroan Terbatas. NV OJEM. 23523 (ii) notarial deed No. Perusahaan merupakan kelanjutan usaha beberapa perusahaan listrik Belanda yang diambilalih oleh Pemerintah Republik Indonesia (Pemerintah). 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) GENERAL a. the Company’s status was changed to that of a legal entity.1002240 dated March 20.AH.H. notaris di Jakarta. 6731. Supplement No.. Based on Government Regulation No. 6731. as amended by Government Regulation No.02 Th 2008 dated August 1. serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. notary in Jakarta. C2-11. Akta perubahan ini disahkan dengan Keputusan Menteri Kehakiman No. NV EMBALOM. C2-11. Selanjutnya ditetapkan menjadi Perusahaan Umum (Perum) berdasarkan Peraturan Pemerintah No. The articles of association of the Company was recently amended by (i) notarial deed No. 1994. Subsequently.10-02240 tanggal 20 Maret 2009. Kemudian berdasarkan akta No. No. 19 year 1965. This change was approved by the Minister of Justice in his decision letter No.. serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 1.. the Company’s status was changed to a limited liability company and was named Perusahaan Perseroan PT Perusahaan Listrik Negara or PT PLN (Persero). AHU-46951.Th. notaris di Jakarta. 92 tanggal 14 Nopember 2008. 1994. 169 dated July 30. to conform with Law No. status badan hukum Perusahaan berubah menjadi Perseroan Terbatas dengan nama Perusahaan Perseroan PT Perusahaan Listrik Negara disingkat PT PLN (Persero). Tambahan No. 2008. notary in Jakarta. The Company is a business continuation of several Dutch electricity companies taken over by the Government of the Republic of Indonesia (Government). Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. This change was approved by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in his decision letter No. AHUAH.519. 18 tahun 1972. Perusahaan listrik Belanda tersebut meliputi NV ANIEM. AHU46951. NV OGEM and NV WEMI.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) 1.01. AHU-AH.02 Th 2008 tanggal 1 Agustus 2008.H.01. 2 tanggal 1 Juli 2008 dari Lenny Janis Ishak S. NV EMS.94 tanggal 1 Agustus 1994.AH.01. Supplement No. NV SEM. 2008 of Lenny Janis Ishak S. notary in Jakarta. 18 year 1972.94 dated August 1.. Based on notarial deed of Sutjipto. PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31. Akta perubahan ini telah diterima dan dicatat di Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat No. dalam rangka penyesuaian dengan Undangundang No.H. 30 year 1970.H. NV EMS. 15 tanggal 30 Januari 2009 dari Lenny Janis Ishak S. the Company became a Perusahaan Umum (Perum). 2009. notaris di Jakarta. status Perusahaan berubah menjadi perusahaan yang berbadan hukum.H.01. based on Government Regulation No.519.01. NV EMBALOM. in accordance with article 10 and 11 concerning the responsibility and authority of the Directors.HT.01..Th.

Trunojoyo Blok M I No. maksud dan tujuan Perusahaan adalah untuk menyelenggarakan usaha penyediaan tenaga listrik bagi kepentingan umum dalam jumlah dan mutu yang memadai serta memupuk keuntungan dan melaksanakan penugasan Pemerintah di bidang ketenagalistrikan dalam rangka menunjang pembangunan dengan menerapkan prinsip-prinsip Perseroan Terbatas.000. Netherlands. As of December 31. for all expenses which they have incurred. Trunojoyo Blok M I No. regarding “State-Owned Enterprises (BUMN)”. which is satisfactory both in quantity and quality and also to earn profit. Sesuai dengan Undang-Undang No. PLN XII Bonds Year 2010 and Syariah (Sukuk) Ijarah PLN V Bonds Year 2010.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) . Based on Law No. and perform the assignment from the Government in electricity business in order to support development with the application of the principles of Limited Liability Companies. Penawaran Umum Efek Hutang Perusahaan Majapahit Holding B. Jakarta. These Guaranteed Notes are listed in the Singapore Exchange Securities Trading Limited. Obligasi Terjamin ini dicatatkan pada Bursa Efek Singapura. 19 year 2003. Obligasi ini akan jatuh tempo pada tahun 2015 dan 2022 dan dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (Catatan 28). The Company’s head office is located at Jl. Pemerintah wajib memberikan kompensasi atas semua biaya yang telah dikeluarkan oleh BUMN termasuk margin yang diharapkan kepada BUMN yang diberikan penugasan khusus. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) . PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31. respectively. Public Offering of Bonds of the Company Majapahit Holding B. 2009. Obligasi Terjamin jatuh tempo tahun 2017 dan 2037 pada tanggal 28 Juni 2007. Obligasi Terjamin jatuh tempo tahun 2019 pada tanggal 7 Agustus 2009. which were appointed to perform special assignment. including expected return (margin). Belanda. 135. 2009.. most recently. Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009. Guaranteed Notes due in 2017 and 2037 on June 28. The Company is domiciled in Jakarta.Continued In accordance with article 3 of the Company’s articles of association.296 and 45. terakhir Obligasi PLN XII Tahun 2010 dan Obligasi Syariah (Sukuk) Ijarah PLN V Tahun 2010. with 46 business unit offices spread all over Indonesia. b. dan Obligasi Terjamin jatuh tempo tahun 2011 dan 2016 pada tanggal 16 Oktober 2006. 2006. Perusahaan berdomisili di Jakarta dan memiliki 46 unit pelaksana yang tersebar di wilayah Indonesia.000 karyawan. 19 tahun 2003 tentang “Badan Usaha Milik Negara (BUMN)”. issued Guaranteed Notes due in 2020 on November 6. the Company and its subsidiaries had total number of employees of 46. 135. anak perusahaan yang bertujuan khusus yang sepenuhnya milik Perusahaan. 2007 and Guaranteed Notes due in 2011 and 2016 on October 16. the Government is obliged to provide compensation to these BUMN. Perusahaan juga telah beberapa kali menerbitkan Obligasi PLN. Perusahaan merupakan BUMN yang sedang melaksanakan penugasan khusus berupa penyediaan tenaga listrik bersubsidi kepada masyarakat (Catatan 38). 2010 and 2009. b. The Company also issued several PLN Bonds.10 - . which performs a special assignment of providing electricity power with subsidy to the public (Note 38).V. menerbitkan Obligasi Terjamin jatuh tempo tahun 2020 pada tanggal 6 Nopember 2009. the scope of its activities is to run electricity business for public use. Jakarta.296 karyawan dan 45. Kantor Pusat Perusahaan beralamat di Jl. The Company is a BUMN.. These bonds will be due in 2015 and 2022 and are listed in the Indonesian Stock Exchange (Note 28).Lanjutan Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan.V. . a wholly-owned special-purpose subsidiary of the Company. Guaranteed Notes due in 2019 on August 7. jumlah karyawan Perusahaan dan anak perusahaan masing-masing 46.

of Devi Yunanda S. Erningpraja Setio Anggoro Dewo President Commissioner Commissioners Komisaris Independen Independent Commissioners Direktur Utama Direktur Operasi Jawa-Bali Direktur Operasi Indonesia Barat Direktur Operasi Indonesia Timur Direktur Energi Primer Direktur Pengadaan Strategis Direktur Perencanaan dan Teknologi Direktur Bisnis dan Manajemen Resiko Direktur SDM & Umum Direktur Keuangan Komite Audit Ketua Wakil Ketua Anggota President Director Director of Java-Bali Operations Director of West Indonesia Operations Director of East Indonesia Operations Director of Primary Energy Director of Strategic Procurement Director of Planning & Technology Director of Business and Risk Management Director of Human Resource & General Affairs Director of Finance Audit Committee Chairman Vice Chairman Members Lutfi Hamid Adang Firman Elok Tresnaningsih Sugianto Sugeng Rochadi Lilik Safrudin Ismail Djuprianto Adi Djoko Guritno Lutfi Hamid Komara Djaja Elok Tresnaningsih Sugianto Syamsul Arifin Lilik Safrudin Ismail Maman Suparman - Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009. as stated in notarial deed No. the Company’s corporate secretary is Ida Bagus GD Mardawa Padangratha. Susunan Pengurus dan Informasi Lain Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009.170 juta dan Rp 4. Mkn. The Company’s Board of Commissioners were appointed based on Decision Letter of Minister of State-Owned Enterprise of the Republic of Indonesia No.492 million and Rp 16.Tjetjep Syahrial Loetan Rahmat Waluyanto Abdul Azis Lutfi Hamid Adang Firman Dahlan Iskan I. 30 dated December 28.G.016 juta. sebagai pengganti dari Lenny Janis Ishak S. Dewan Komisaris Perusahaan diangkat berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia No. KEP-252/MBU/2009 dated December 22. Mkn.H.A Ngurah Adnyana Moch. KEP-252/MBU/2009 tanggal 22 Desember 2009 sebagaimana tercantum dalam akta No.11 - As of December 31. 2009.H. Harry Jaya Pahlawan Vickner Sinaga Nur Pamudji Bagiyo Riawan Nasri Sebayang Murtaqi Syamsuddin Eddy D. KEP-253/MBU/2009 tanggal 22 Desember 2009 sebagaimana tercantum dalam akta No. as stated in notarial deed No. Management and Other Information As of December 31.H.170 million and Rp 4.Continued c. sebagai pengganti dari Lenny Janis Ishak S.016 million. Mkn. 30 tanggal 28 Desember 2009 dari notaris Devi Yunanda S. 2009 of Devi Yunanda S. 31 dated December 28. sekretaris Perusahaan adalah Ida Bagus GD Mardawa Padangratha. KEP253/MBU/2009 dated December 22. 31 tanggal 28 Desember 2009 dari notaris Devi Yunanda S.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) .Tjetjep Syahrial Loetan Rahmat Waluyanto Abdul Azis Lutfi Hamid Adang Firman Dahlan Iskan I. . 2010 and 2009.H.H.982 juta. respectively. 2009. The Company’s Directors were appointed based on Decision Letter of the Minister of State-Owned Enterprise of the Republic of Indonesia No.H.Lanjutan c. Erningpraja Setio Anggoro Dewo PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31. susunan pengurus Perusahaan adalah sebagai berikut: 2010 Komisaris Utama Komisaris Yogo Pratomo Wimpy S. substitute of Lenny Janis Ishak S..H.. 2010 and 2009. Total remuneration of the Company’s Board of Commissioners in 2010 and 2009 amounted to Rp 7.A Ngurah Adnyana Moch. respectively. Total remuneration of the Company’s Directors in 2010 and 2009 amounted to Rp 24. Jumlah kompensasi Dewan Komisaris Perusahaan tahun 2010 dan 2009 masingmasing sebesar Rp 7. Mkn.. . 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) ..G. Jumlah kompensasi Direksi Perusahaan tahun 2010 dan 2009 masing-masing sebesar Rp 24.982 million. Direksi Perusahaan diangkat berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia No. Harry Jaya Pahlawan Vickner Sinaga Nur Pamudji Bagiyo Riawan Nasri Sebayang Murtaqi Syamsuddin Eddy D.H. substitute of Lenny Janis Ishak S. the Company’s management consisted of the following: 2009 Yogo Pratomo Wimpy S. 2009.492 juta dan Rp 16.

The application of this standard has had no impact on the prior and current year amounts. Penerapan PSAK 50 (revisi 2006) menghasilkan pengungkapan instrumen keuangan yang lebih luas termasuk beberapa pengungkapan kualitatif yang berkaitan dengan tujuan manajemen risiko keuangan. Borrowing Costs PSAK 50 (revised 2006). Additionally. the Company and its subsidiaries adopted the following revised PSAKs which are effective for financial statements beginning on or after January 1. . Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan PSAK 55 (revisi 2006). construction. PSAK 55 (revised 2006) provides guidance on the recognition and measurement of financial instruments and some contracts to buy non-financial items. PSAK 26 (revised 2008) requires borrowing costs that are directly attributable to the acquisition. Financial Instruments: Presentation and Disclosures PSAK 55 (revised 2006). Standar yang berlaku efektif pada tahun berjalan Pada tahun berjalan. but may affect the accounting for future borrowing costs. PSAK ini juga mengubah cara Perusahaan dan anak perusahaan dalam mengukur penurunan nilai aset keuangan tergantung pada klasifikasi instrumen keuangan. PSAK 55 (revisi 2006) memberikan panduan pada pengakuan dan pengukuran instrumen keuangan dan kontrak untuk membeli item non-keuangan. 2010:   PSAK 26 (revised 2008). Perusahaan dan anak perusahaan menerapkan PSAK revisi berikut ini yang berlalu efektif untuk laporan keuangan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2010:   PSAK 26 (revisi 2008). Selain itu. this PSAK also changes the way the Company and its subsidiaries measure the impairment loss of financial assets depending on the classification of the financial instrument. or production of qualifying asset to be capitalized as part of the cost of the asset. konstruksi.Lanjutan PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) . Standards effective in the current year In the current year. Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran 2. PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN BARU DAN REVISI (PSAK) DAN INTERPRETASI STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (ISAK) a. The application of PSAK 50 (revised 2006) resulted in expanded disclosure on financial instruments. Biaya Pinjaman PSAK 50 (revisi 2006). penerapan standar ini memerlukan penggunaan metode suku bunga efektif untuk aset atau kewajiban yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi. tetapi mempengaruhi jumlah biaya pinjaman masa mendatang. biaya pinjaman yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan. atau pembuatan aset kualifikasian dikapitalisasi sebagai bagian biaya perolehan aset tersebut. Penerapan standar ini tidak berpengaruh terhadap jumlah periode lalu dan sekarang. Among other things.Continued 2.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) .12 - . Other borrowing costs are recognized as expense. Antara lain. Biaya pinjaman lainnya diakui sebagai beban. including some qualitative disclosures relating to financial risks and management objectives. Financial Instruments: Recognition and Measurement   Menurut PSAK 26 (revisi 2008). the application of this standard requires the use of effective interest rate method when an asset or liability is measured at amortized cost. ADOPTION OF NEW AND REVISED STATEMENTS OF FINANCIAL ACCOUNTING STANDARDS (PSAK) AND INTERPRETATIONS OF FINANCIAL ACCOUNTING STANDARDS (ISAK) a.

Kombinasi Bisnis PSAK 23 (revisi 2010). Statements of Cash Flows PSAK 3 (revised 2010). 2011:  PSAK 1 Presentation Statements (revised of 2009).PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) . Effective for period beginning on or after January 1. Laporan    PSAK 2 (revised 2009). The significant impact of the initial adoption of PSAK 50 and 55 on the Company and its subsidiaries pertains to adjustments of financial assets and liabilities to their fair values as of January 1. 2010. Segmen         PSAK 5 (revised 2009). Standar dan interpretasi telah diterbitkan tetapi belum diterapkan i. Dampak signifikan dari diterapkan awal PSAK 50 dan 55 terhadap Perusahaan dan anak perusahaan untuk penyesuaian aset keuangan dan kewajiban keuangan terhadap nilai wajar tanggal 1 Januari 2010. Therefore. Dampak penyesuaian diakui dilaporan laba rugi konsolidasi (Catatan 10.Lanjutan PSAK 50 dan 55 diterapkan secara prospektif efektif tanggal 1 Januari 2010. 25. 11. Penyajian Laporan Keuangan PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31. Financial    PSAK 2 (revisi 2009). Separate PSAK 4 (revisi 2009). Accounting for Investments in Associates PSAK 19 (revised 2010). Standards and interpretations in issue not yet adopted i. Intangible Assets PSAK 22 (revised 2010). Pengungkapan Pihak-Pihak Berelasi PSAK 8 (revisi 2010).Continued PSAK 50 and 55 are implemented prospectively effective January 1. there is no restatement to the 2009 comparative information in relation to the implementation of these standards. Laporan Arus Kas PSAK 3 (revisi Keuangan Interim 2010). 30 dan 45). Financial Reporting of Interest in Joint Ventures PSAK 15 (revised 2009). b. b. 2010. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) . Interim Financial Reporting PSAK 4 (revised Consolidated and Financial Statements 2009). in accordance with the transitional provisions of the standards. Operating Segments PSAK 7 (revised 2010). Revenue PSAK 7 (revisi 2010). tidak ada penyajian kembali terhadap informasi tahun 2009 komparatif dalam kaitannya dengan diterapkan standar. 11. sesuai dengan ketentuan transisi standar. Efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2011:  PSAK 1 (revisi 2009). Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri PSAK 5 Operasi (revisi 2009).13 - . Bagian Partisipasi dalam Ventura Bersama     PSAK 15 (revisi 2009). 25. Related Party Disclosures PSAK 8 (revised 2010). 30 and 45). Aset Tak Berwujud PSAK 22 (revisi 2010). Events After the Reporting Period PSAK 12 (revised 2009). The effects of such adjustments are recognized in the consolidated statements of income (Notes 10. Business Combinations PSAK 23 (revised 2010). Pendapatan     . Investasi pada Entitas Asosiasi PSAK 19 (revisi 2010). Peristiwa Setelah Periode Pelaporan PSAK 12 (revisi 2009). Oleh karena itu.

Distribution of Non-Cash Assets to Owners ISAK 12. Accounting and Reporting by Retirement Benefit Plans PSAK 24 (revised 2010). Pelanggan Program Loyalitas  ISAK 9. Liabilitas Kontinjensi.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) . Pengaruh Perubahan Nilai Tukar Valuta Asing Effective for periods beginning on or after January 1. Efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2012:  PSAK 10 (revisi 2010). Perubahan atas Liabilitas Aktivitas Purnaoperasi. ISAK 11. Provisi. Laporan Keuangan Interim dan Penurunan Nilai ii. Purpose     PSAK 57 (revisi 2009). Interim Financial Reporting and Impairment ii.14 - . Perubahan Estimasi Akuntansi. Contingent Liabilities and Contingent Assets PSAK 58 (revised 2009). Restorasi. Aset Tak Berwujud – Biaya Situs Web ISAK 17. Impairment of Assets PSAK 57 (revised 2009). Employee Benefits  PSAK 18 (revisi 2010). Accounting Policies. 2012:  PSAK 10 (revised 2010). The Effects of Changes in Foreign Exchange Rates PSAK 18 (revised 2010). Programmes Customer Loyalty     ISAK 11. Noncurrent Assets Held for Sale and Discontinued Operations ISAK 7 Consolidation: Entities (revised Special 2009). Jointly Controlled Entities: Non-Monetary Contribution by Venturer ISAK 14. Kebijakan Akuntansi. Penurunan PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31. Provisions. Distribusi Aset Nonkas Kepada Pemilik ISAK 12. Restoration and Similar Liabilities ISAK 10. Konsolidasi Entitas Bertujuan Khusus      ISAK 9. Imbalan Kerja    . dan Kesalahan PSAK 48 (revisi Nilai Aset 2009). Changes in Existing Decommissioning. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) . Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan ISAK 7 (revisi 2009). Changes in Accounting Estimates and Errors PSAK 48 (revised 2009). dan Liabilitas Serupa ISAK 10. Pengendalian Bersama Entitas: Kontribusi Nonmoneter oleh Venturer ISAK 14. Intangible Website Cost Assets –       ISAK 17. dan Aset Kontinjensi PSAK 58 (revisi 2009). Akuntansi dan Pelaporan Program Manfaat Purnakarya PSAK 24 (revisi 2010).Lanjutan  PSAK 25 (revisi 2009).Continued  PSAK 25 (revised 2009).

Lanjutan       PSAK 34 Konstruksi (revisi 2010). PSAK 46 (revisi Penghasilan PSAK 46 (revised 2010). management is evaluating the effect of these standards and interpretations on the consolidated financial statements. Hedges of Net Investment in a Foreign Operation ISAK 15.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) . in a statement of changes in equity. Income Taxes – Changes in the Tax Status of an Enterprise or its Shareholders         Standar dan interpretasi baru/revisi ini merupakan hasil konvergensi International Financial Reporting Standards. Financial Instruments: Presentation PSAK 53 (revised 2010). Batas Aset Manfaat Pasti. Persyaratan Minimum dan Interaksinya ISAK 18. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) . Bantuan Pemerintah – Tidak ada Relasi Spesifik dengan Aktivitas Operasi ISAK 20. Presentation of Financial Statements. Government Assistance – No Specific Relation to Operating Activities ISAK 20. These new/revised standards and interpretations resulted from convergence to International Financial Reporting Standards. 2010). comprehensive income) are required to be presented in one statement of comprehensive income or in two statements (a separate income statement and a statement of comprehensive income). dan dapat diketahui bahwa di antara PSAK-PSAK yang akan berlaku pada tahun 2011. PSAK 1 mensyaratkan entitas. Income Taxes PSAK 50 (revised 2010). Minimum Funding Requirements and their Interaction ISAK 18. PSAK 1 requires an entity. The Limit on a Defined Benefit Asset. among other things:  To present. Instrumen Pengungkapan Keuangan: PSAK 61. Akuntansi Hibah Pemerintah dan Pengungkapan Bantuan Pemerintah ISAK 13. Pembayaran Berbasis Saham PSAK 60. seluruh perubahan pemilik dalam ekuitas. PSAK 1. All non-owner changes in equity (i. Instrumen Keuangan: Penyajian PSAK 53 (revisi 2010). Kontrak Pajak PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31. Accounting for Government Grants and Disclosure of Government Assistance ISAK 13. Semua perubahan non-pemilik dalam ekuitas (contohnya pendapatan komprehensif) harus disajikan dalam satu laporan pendapatan komprehensif atau dalam dua laporan terpisah (laporan laba rugi dan laporan pendapatan komprehensif). akan memberikan beberapa perubahan signifikan dalam penyajian laporan keuangan. Lindung Nilai Investasi Neto dalam Kegiatan Usaha Luar Negeri ISAK 15. Penyajian Laporan Keuangan. . and could foresee that among those PSAKs that will take effect in 2011. antara lain:  Untuk menyajikan dalam laporan perubahan ekuitas. manajemen sedang mengevaluasi dampak dari standar dan interpretasi terhadap laporan keuangan konsolidasi. Pajak Penghasilan – Perubahan dalam Status Pajak Entitas atau Para Pemegang Saham PSAK 61. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasi. Disclosures Financial Instrument: PSAK 50 (revisi 2010). PSAK 1. all owner changes in equity. Accounting for Stock-Based Compensation PSAK 60. will bring some significant changes in the financial statement presentation.15 - .e. As of the issuance date of the consolidated financial statements.Continued       PSAK 34 (revised Construction Contracts 2010).

except for certain accounts which are measured on the bases described in the related accounting policies.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) . kecuali untuk laporan arus kas.16 - . IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING 3. Mata uang pelaporan yang digunakan untuk penyusunan laporan keuangan konsolidasi adalah mata uang Rupiah. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES a. Untuk menyajikan kepentingan non pengendali sebagai bagian dari ekuitas (sebelumnya disebut hak minoritas). investasi dan pendanaan.Lanjutan  Untuk menyajikan laporan posisi keuangan pada permulaan dari periode komparatif terawal dalam suatu laporan keuangan lengkap apabila entitas menerapkan kebijakan akuntansi secara retrospektif atau membuat penyajian kembali retrospektif sesuai dengan PSAK 25. are prepared under the accrual basis of accounting.   3. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) .Continued  To present a statement of financial position as at the beginning of the earliest comparative period in a complete set of financial statements when an entity applies an accounting policy retrospectively or makes a retrospective restatement in accordance with PSAK 25. except for the consolidated statements of cash flows. Such consolidated financial statements are not intended to present the financial positions and cash flows in accordance with accounting principles and reporting practices generally accepted in other countries and jurisdictions. The reporting currency used in the preparation of the consolidated financial statements is the Indonesian Rupiah. Laporan arus kas konsolidasi disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi. The consolidated financial statements have been prepared using accounting principles and reporting practices generally accepted in Indonesia. Laporan keuangan konsolidasi tersebut disusun berdasarkan nilai historis. PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31. The consolidated financial statements. Consolidated Presentation Financial Statement a. Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasi. Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasi Laporan keuangan konsolidasi disusun dengan menggunakan prinsip dan praktek akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masingmasing akun tersebut. The consolidated statements of cash flows are prepared using the direct method with classifications of cash flows into operating. To present as part of equity the noncontrolling interest (previously called minority interest). while the measurement basis used is the historical cost. . adalah dasar akrual. investing and financing activities.

Pengendalian juga dianggap ada apabila Perusahaan memiliki baik secara langsung atau tidak langsung melalui anak perusahaan lebih dari 50% hak suara. Control is presumed to exist when the Company owns directly or indirectly through subsidiaries. c. income and expenses are eliminated on consolidation. saldo. and equity instruments issued in exchange for control of the acquire. Where necessary. . Penggabungan usaha Akuisisi anak perusahaan dicatat dengan menggunakan metode pembelian (purchase method). 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) . The results of subsidiaries acquired or disposed of during the year are included in the consolidated statements of income from the effective date of acquisition or up to the effective date of disposal. Kerugian yang menjadi bagian minoritas melebihi hak minoritas dialokasikan kepada bagian induk perusahaan. as appropriate. All intra-group transactions.17 - . The cost of the business combination is the aggregate of the fair value (at the date of exchange) of assets given. Principles of Consolidation The consolidated financial statements incorporate the financial statements of the Company and entities controlled by the Company and its subsidiaries (including a special purpose entity). plus any costs directly attributable to the business combination. Penyesuaian dapat dilakukan terhadap laporan keuangan anak perusahaan agar kebijakan akuntansi yang digunakan sesuai dengan kebijakan akuntansi yang digunakan oleh Perusahaan. Hasil dari anak perusahaan yang diakuisisi atau dijual selama tahun berjalan dari tanggal efektif akuisisi atau sampai dengan tanggal efektif penjualan termasuk dalam laporan laba rugi konsolidasi.Continued b.Lanjutan b. Prinsip Konsolidasi Laporan keuangan konsolidasi menggabungkan laporan keuangan Perusahaan dan entitas yang dikendalikan oleh Perusahaan dan anak perusahaan (termasuk entitas bertujuan khusus). Business Combinations Acquisitions of subsidiaries and businesses are accounted for using the purchase method. PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31. more than 50% of the voting rights. Seluruh transaksi antar perusahaan.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) . Any losses applicable to the minority interest in excess of the minority interest are allocated against the interests of the parent. liabilities incurred or assumed. The minority interest consists of the amount of those interest at the date of original business combination (Note 3c) and minority's share of movements in equity since the date of the business combination. Biaya penggabungan usaha adalah keseluruhan nilai wajar (pada tanggal pertukaran) dari aset yang diperoleh. adjustments are made to the financial statements of the subsidiaries to bring the accounting policies used in line with those used by the Company. Control is achieved where the Company has the power to govern the financial and operating policies of the investee entity so as to obtain benefits from its activities. Pengendalian dianggap ada apabila Perusahaan mempunyai hak untuk mengatur dan menentukan kebijakan finansial dan operasional dari investee untuk memperoleh manfaat dari aktivitasnya. c. balances. penghasilan dan beban dieliminasi pada saat konsolidasi. Hak minoritas terdiri dari jumlah kepemilikan pada tanggal terjadinya penggabungan usaha (Catatan 3c) dan bagian minoritas dari perubahan ekuitas sejak tanggal dimulainya penggabungan usaha. kewajiban yang terjadi atau yang diasumsikan dan instrumen ekuitas yang diterbitkan sebagai penggantian atas pengendalian dari perolehan ditambah biaya-biaya lain yang secara langsung dapat diatribusikan pada penggabungan usaha tersebut.

are maintained in Indonesian Rupiah. maka nilai wajar aset non-moneter yang diakuisisi harus diturunkan secara proposional.e. . except for Majapahit Holding B. Jika biaya perolehan lebih rendah dari bagian Perusahaan atas nilai wajar aset dan kewajiban yang dapat diidentifikasi yang diakui pada tanggal akuisisi (diskon atas akuisisi). dan diperlakukan sebagai pendapatan ditangguhkan dan diakui sebagai pendapatan dengan menggunakan garis lurus selama 20 tahun. are translated into Rupiah using the same procedures adopted by the Company. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) .V. The interest of the minority shareholders is stated at the minority’s proportion of the historical cost of the net assets. Pada tanggal neraca. dengan demikian pembukuan MH dan MF yang diselenggarakan dalam mata uang asing dijabarkan dalam mata uang Rupiah dengan menggunakan prosedur yang sama dengan Perusahaan.Continued On acquisition. kecuali Majapahit Holding B.V. Transactions during the year involving foreign currencies are recorded at the rates of exchange prevailing at the time the transactions are made.V.18 - . Saldo dan Penjabaran Laporan Keuangan Dalam Mata Uang Asing Pembukuan Perusahaan dan anak perusahaan. hence the books of accounts of MH and MF. The excess remaining after reducing the fair values of non-monetary assets acquired is recognized as negative goodwill treated as deferred revenue and recognized as revenue on a straight-line method over 20 years. (MH) dan Majapahit Finance B. Sisa selisih lebih setelah penurunan nilai wajar aset dan kewajiban non moneter tersebut diakui sebagai goodwill negatif. the assets and liabilities of a subsidiary are measured at their fair values at the date of acquisition. sampai seluruh selisih tersebut tereliminasi. d. When the cost of acquisition is less than the interest in the fair values of the identifiable assets and liabilities acquired as at the date of acquisition (i. The resulting gains or losses are credited or charged to current operations. the fair values of the acquired non-monetary assets are reduced proportionately until all the excess is eliminated. Kegiatan usaha MH dan MF merupakan bagian integral dari kegiatan usaha Perusahaan. which are maintained in foreign currency. Balances and Translation The books of accounts of the Company and its subsidiaries. d. (MF) diselenggarakan dalam mata uang Rupiah. Transaksi-transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi. At balance sheet date. Transaksi. discount on acquisition).V. Foreign Currency Transactions. aset dan kewajiban anak perusahaan diukur sebesar nilai wajarnya pada tanggal akuisisi. (MH) and Majapahit Finance B. Any excess of the cost of acquisition over the fair values of the identifiable net assets acquired is recognized as goodwill and amortized using the straightline method over five years. aset dan kewajiban moneter dalam mata uang asing disesuaikan untuk mencerminkan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut. monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies are adjusted to reflect the rates of exchange prevailing at that date. Operating activities of MH and MF are an integral part of the Company’s activities. Keuntungan atau kerugian kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan dalam laporan laba rugi tahun yang bersangkutan. (MF). Selisih lebih antara biaya perolehan dan bagian Perusahaan atas nilai wajar aset dan kewajiban yang dapat diidentifikasi diakui sebagai goodwill dan diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus selama lima tahun. kecuali selisih kurs mata uang asing yang dikapitalisasi sebagai biaya pinjaman. except those foreign exchange differences which are capitalized as borrowing costs.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) . Hak milik pemegang saham minoritas dianyatakan sebesar bagian minoritas dari biaya perolehan historis aset bersih.Lanjutan Pada saat akuisisi. PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31.

. Rugi penurunan. Loans and receivables Receivable from customers and other receivables that have fixed or determinable payments that are not quoted in an active market are classified as “loans and receivables”. except for short-term receivables when the recognition of interest would be immaterial. Available-for-sale financial assets (AFS) AFS equity investments are stated cost since they do not have a quoted market price in an active market and fair value cannot be reliably measured. The Company and subsidiaries financial assets are classified into the following specified categories: available-for-sale and loans and receivables. Dividends on AFS equity instruments are recognised in profit or loss when the Company and its subsidiaries right to receive the dividends is established. Interest is recognised by applying the effective interest rate method. Bunga diakui dengan menggunakan metode suku bunga efektif. are recognized in the consolidated statements of income. Aset keuangan tersedia untuk dijual (AFS) Investasi ekuitas AFS dinyatakan sebesar biaya apabila investasi tidak memiliki harga pasar yang berlaku di pasar aktif dan nilai wajarnya tidak dapat diukur dengan andal. dan awalnya diukur sebesar nilai wajar ditambah biaya transaksi.Continued e. PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31. jika ada.19 - . kecuali piutang jangka pendek dimana pengakuan bunga tidak material. Impairment losses. Aset Keuangan Seluruh aset keuangan diakui dan dihentikan pengakuannya pada tanggal diperdagangkan dimana pembelian dan penjualan aset keuangan berdasarkan kontrak yang mensyaratkan penyerahan aset keuangan dalam kurun waktu yang ditetapkan oleh kebiasaan pasar yang berlaku. yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi penurunan nilai. Loans and receivables are measured at amortised cost using the effective interest method less impairment. Aset keuangan Perusahaan dan anak perusahaan diklasifikasikan dalam kategori tersedia untuk dijual (AFS) dan pinjaman yang diberikan dan piutang. diakui dalam laporan laba rugi konsolidasi. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) . and are initially measured at fair value plus transaction costs.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) . if any. Pinjaman yang diberikan dan piutang Piutang pelanggan dan piutang lain-lain dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif diklasifikasi sebagai “pinjaman yang diberikan dan piutang”. Dividen atas instrumen ekuitas AFS diakui dalam laporan laba rugi ketika hak Perusahaan dan anak perusahaan untuk menerima dividen ditetapkan.Lanjutan e. Financial Assets All financial assets are recognised and derecognised on trade date where the purchase or sale of a financial asset is under a contract whose terms require delivery of the financial asset within the time frame established by the market concerned.

penurunan yang signifikan atau jangka panjang pada nilai wajar dari investasi ekuitas di bawah biaya perolehannya dianggap sebagai bukti obyektif penurunan nilai. objective evidence of impairment could include:  significant financial difficulty of the issuer or counterparty. atau pelanggaran kontrak.Continued Effective interest method The effective interest method is a method of calculating the amortised cost of a financial instrument and of allocating interest income over the relevant period. For unlisted equity investments classified as AFS. For all other financial assets. biaya transaksi dan premium dan diskonto lainnya) selama perkiraan umur instrumen keuangan.Lanjutan Metode suku bunga efektif Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi dari instrumen keuangan dan metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga selama periode yang relevan. sebagai akibat dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset keuangan. Impairment of financial assets Financial assets are assessed for indicators of impairment at each balance sheet date. . a significant or prolonged decline in the fair value of the security below its cost is considered to be objective evidence of impairment. dan peristiwa yang merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan atas aset keuangan yang dapat diestimasi secara handal. seperti terjadinya wanprestasi atau tunggakan pembayaran pokok atau bunga. Financial assets are impaired where there is objective evidence that. Income is recognized on an effective interest basis for financial instruments. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi penerimaan kas di masa datang (mencakup seluruh komisi dan bentuk lain yang dibayarkan dan diterima oleh para pihak dalam kontrak yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari suku bunga efektif. or   default or delinquency in interest or principal payments. Untuk aset keuangan lainnya. atau terdapat kemungkinan bahwa pihak peminjam akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan. the estimated future cash flows of the investment have been impacted. as a result of one or more events that occurred after the initial recognition of the financial asset. Pendapatan diakui berdasarkan suku bunga efektif untuk instrumen keuangan.20 - . The effective interest rate is the rate that exactly discounts estimated future cash receipts (including all fees and points paid or received that form an integral part of the effective interest rate. bukti obyektif penurunan nilai termasuk sebagai berikut:  kesulitan keuangan signifikan yang dialami penerbit atau pihak peminjam. transaction costs and other premiums or discounts) through the expected life of the financial instrument.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) . 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) . Aset keuangan diturunkan nilainya bila terdapat bukti objektif. or. a shorter period to the net carrying amount on initial recognition. Penurunan nilai aset keuangan Aset keuangan dievaluasi terhadap indikator penurunan nilai pada setiap tanggal neraca. Untuk investasi ekuitas AFS yang tidak tercatat di bursa. PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31. atau. digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh nilai tercatat bersih dari aset keuangan pada saat pengakuan awal. or   it becoming probable that the borrower will enter bankruptcy or financial reorganisation. where appropriate. jika lebih tepat.

Jika Perusahaan memiliki secara substansial seluruh risiko dan manfaat kepemilikan aset keuangan yang ditransfer.Lanjutan Untuk kelompok aset keuangan tertentu. The carrying amount of the financial asset is reduced by the impairment loss directly for all financial assets with the exception of receivables. assessed for impairment on a collective basis. atau Perusahaan mentransfer aset keuangan dan secara substansial mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset kepada entitas lain. assets that are assessed not to be impaired individually are. the Company continues to recognise the financial asset and also recognises a collateralised borrowing for the proceeds received. kecuali piutang yang nilai tercatatnya dikurangi melalui penggunaan akun penyisihan piutang. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) . it is written off against the allowance account. .21 - . the amount of the impairment is the difference between the asset’s carrying amount and the present value of estimated future cash flows. such as receivables. Bukti objektif dari penurunan nilai portofolio piutang dapat termasuk pengalaman Perusahaan atas tertagihnya piutang di masa lalu. aset yang dinilai tidak akan diturunkan secara individual tetapi penurunan secara kolektif. Jika Perusahaan tidak mentransfer serta tidak memiliki secara substansial atas seluruh risiko dan manfaat kepemilikan serta masih mengendalikan aset yang ditransfer. Perusahaan masih mengakui aset keuangan dan juga mengakui pinjaman yang dijamin sebesar pinjaman yang diterima. For financial assets carried at amortised cost.Continued For certain categories of financial asset. If the Company neither transfers nor retains substantially all the risks and rewards of ownership and continues to control the transferred asset. dan juga pengamatan atas perubahan kondisi ekonomi nasional atau lokal yang berkorelasi dengan kegagalan atas piutang. Pemulihan kemudian dari jumlah yang sebelumnya telah dihapuskan dikreditkan terhadap akun penyisihan. seperti piutang.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) . in addition. the Company recognises its retained interest in the asset and an associated liability for amounts it may have to pay. as well as observable changes in national or local economic conditions that correlate with default on receivables. Objective evidence of impairment for a portfolio of receivables could include the Company’s past experience of collecting payments. When a receivable is considered uncollectible. Untuk aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi. where the carrying amount is reduced through the use of an allowance account. Jika piutang tidak tertagih. Changes in the carrying amount of the allowance account are recognised in statements of income. peningkatan keterlambatan penerimaan pembayaran piutang dari rata-rata periode kredit. jumlah kerugian penurunan nilai merupakan selisih antara nilai tercatat aset keuangan dengan nilai kini dari estimasi arus kas masa datang yang didiskontokan menggunakan tingkat suku bunga efektif awal dari aset keuangan. Derecognition of financial assets The Company derecognises a financial asset only when the contractual rights to the cash flows from the asset expire. Penghentian pengakuan aset keuangan Perusahaan menghentikan pengakuan aset keuangan jika dan hanya jika hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset berakhir. If the Company retains substantially all the risks and rewards of ownership of a transferred financial asset. Perubahan nilai tercatat akun penyisihan piutang diakui dalam laporan laba rugi. discounted at the financial asset’s original effective interest rate. piutang tersebut dihapuskan melalui akun penyisihan piutang. or when it transfers the financial asset and substantially all the risks and rewards of ownership of the asset to another entity. an increase in the number of delayed payments in the portfolio past the average credit period. maka Perusahaan mengakui keterlibatan berkelanjutan atas aset yang ditransfer dan kewajiban terkait sebesar jumlah yang mungkin harus dibayar. Subsequent recoveries of amounts previously written off are credited against the allowance account. Nilai tercatat aset keuangan tersebut dikurangi dengan kerugian penurunan nilai secara langsung atas aset keuangan. PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31.

Instrumen ekuitas dicatat sebesar hasil penerimaan bersih setelah dikurangi biaya penerbitan langsung. net of transaction costs. bonds payable.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) . Derecognition of financial liabilities The Company and its subsidiaries derecognise financial liabilities when. dengan beban bunga diakui berdasarkan metode suku bunga efektif. hutang kepada pemerintah. using the effective interest rate method. Instrumen ekuitas Instrumen ekuitas adalah setiap kontrak yang memberikan hak residual atas aset Perusahaan dan anak perusahaan setelah dikurangi dengan seluruh kewajibannya. Financial Liabilities Instruments and equity Klasifikasi sebagai kewajiban atau ekuitas Kewajiban keuangan dan instrumen ekuitas yang diterbitkan oleh Perusahaan dan anak perusahaan diklasifikasi sesuai dengan substansi perjanjian kontraktual dan definisi kewajiban keuangan dan instrumen ekuitas. Realisasi dapat berbeda dengan jumlah yang diestimasi. hutang listrik swasta dan pinjaman lainnya pada awalnya diukur pada nilai wajar. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) . . Equity instruments An equity instrument is any contract that evidences a residual interest in the assets of the Company after deducting all of its liabilities. kewajiban Perusahaan dan anak perusahaan telah dilepaskan. bank loans and medium term notes. and are subsequently measured at amortised cost. hutang bank dan surat hutang jangka menengah. with interest expense recognised on an effective yield basis. g. dibatalkan atau kadaluarsa. electricity purchase payable and other borrowings are initially measured at fair value.Lanjutan f. setelah dikurangi biaya transaksi. g.Continued f. Use of Estimates The preparation of consolidated financial statements in conformity with accounting principles generally accepted in Indonesia requires management to make estimates and assumptions that affect the reported amounts of assets and liabilities and disclosure of contingent assets and liabilities at the date of the consolidated financial statements and the reported amounts of revenues and expenses during the reporting period. jika dan hanya jika. Financial liabilities Two step loans. Kewajiban keuangan Penerusan pinjaman. hutang obligasi. Equity instruments are recorded at the proceeds received. Penghentian pengakuan kewajiban keuangan Perusahaan dan anak perusahaan menghentikan pengakuan kewajiban keuangan. net of direct issue costs. dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Penggunaan Estimasi Penyusunan laporan keuangan konsolidasi sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia mengharuskan manajemen membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aset dan kewajiban yang dilaporkan dan pengungkapan aset dan kewajiban kontinjensi pada tanggal laporan keuangan serta jumlah pendapatan dan beban selama periode pelaporan. Selisih antara hasil emisi (setelah dikurangi biaya transaksi) dan penyelesaian atau pelunasan pinjaman diakui selama jangka waktu pinjaman. cancelled or they expire. and only when. Any difference between the proceeds (net of transaction costs) and the settlement or redemption of borrowings is recognized over the term of the borrowings. . Actual results could be different from these estimates. Kewajiban Ekuitas Keuangan dan Instrumen PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31. government loans.22 - Classification as debt or equity Financial liabilities and equity instruments issued by the Company and its subsidiaries are classified according to the substance of the contractual arrangements entered into and the definitions of a financial liability and an equity instrument. the Company’s and its subsidiaries’ obligations are discharged.

reservoir and infrastructure Installations and power plant Transmission equipment Distribution equipment General equipment Motor vehicles Spare parts Telecommunication and data processing equipment The estimated useful lives. less accumulated depreciation and any accumulated impairment losses. replace part of. mengganti atau memperbaiki aset tetap dicatat sebagai biaya perolehan aset jika dan hanya jika besar kemungkinan manfaat ekonomis di masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke entitas dan biaya perolehan aset dapat diukur secara andal. Land is stated at cost and is not depreciated. Aset tetap termasuk material cadang utama dan peralatan siap pakai dengan manfaat ekonomis lebih dari satu tahun yang diperuntukkan untuk menjaga kelangsungan. their carrying values and the related accumulated depreciation and any impairment loss are removed from the accounts and any resulting gain or loss is reflected in the consolidated statements of income for the respective year. with economic benefits of more than one year. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) . plant and equipment include major spare parts and stand-by equipment. which are used to ensure the continuity and stability of the power plant operations and electricity installations necessary to produce and distribute electricity. or for administrative purposes. The cost of maintenance and repairs is charged to consolidated statement of income as incurred. waduk dan prasarana Instalasi dan mesin pembangkit Perlengkapan transmisi Perlengkapan distribusi Perlengkapan umum Kendaraan bermotor Material cadang Perlengkapan pengolahan data dan telekomunikasi Masa manfaat ekonomis.Lanjutan h. or service an item of property. Keuntungan atau kerugian dari penjualan aset tetap tersebut dibukukan dalam laporan laba rugi konsolidasi pada tahun yang bersangkutan. Property. Aset tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau yang dijual dikeluarkan dari kelompok aset tetap berikut akumulasi penyusutan dan penurunan nilainya. and only if it is probable that future economic benefits associated with the item will flow to the entity and the cost of the item can be measured reliably. Aset Tetap – Pemilikan Langsung Aset tetap yang dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa atau untuk tujuan administratif dicatat berdasarkan biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi kerugian penurunan nilai. Tanah dinyatakan berdasarkan perolehan dan tidak disusutkan. When assets are retired or otherwise disposed of. with the effect of any changes in estimate accounted for on a prospective basis. Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasi pada saat terjadinya. nilai residu dan metode penyusutan direview setiap akhir tahun dan pengaruh dari setiap perubahan estimasi tersebut berlaku prospektif. biaya 10 – 47 13 – 30 37 15 – 37 4–8 3–5 10 – 25 5 – 10 PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31. Other costs incurred subsequently to add to. residual values and depreciation method are reviewed at each year end. are stated at cost. Plant and Equipment – Direct Acquisition Property.Continued h. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap sebagai berikut : Tahun/ Years Bangunan umum. plant and equipment held for use in the production or supply of goods or services. plant and equipment. are recognized as asset if. Property.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) . Depreciation is computed using the straightline method based on their estimated economic useful lives as follows : Buildings. Biaya-biaya lain yang terjadi selanjutnya yang timbul untuk menambah. kestabilan operasi instalasi dan mesin pembangkit listrik dalam rangka memproduksi serta mendistribusikan tenaga listrik.23 - . .

Beban keuangan dibebankan langsung ke laba rugi. the Company and its subsidiaries estimate the recoverable amount of the cash generating unit to which the asset belongs Estimated recoverable amount is the higher of net selling price or value in use. Perkiraan jumlah yang dapat diperoleh kembali adalah nilai tertinggi antara harga jual neto atau nilai pakai.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) . unless they are directly attributable to qualifying assets.Continued i.24 - . jika lebih rendah. at the present value of the minimum lease payments. The corresponding liability to the lessor is included in the consolidated balance sheet as a finance lease obligation. diklasifikasikan sebagai sewa operasi. Perusahaan dan anak perusahaan mengestimasi nilai yang dapat diperoleh kembali dari unit penghasil kas atas aset. Contingent rentals are recognized as expenses in the periods in which they are incurred. j. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) . Sewa Sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan jika sewa tersebut mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset kepada lessee. Finance charges are charged directly to profit or loss.Lanjutan i. yang tidak memenuhi kriteria tersebut. Jika jumlah yang dapat diperoleh kembali dari aset non-keuangan (unit penghasil kas) kurang dari nilai tercatatnya. PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31. . All other leases are classified as operating leases. Jika terdapat indikasi tersebut. Rental kontinjen dibebankan pada periode terjadinya. sebesar nilai kini dari pembayaran sewa minimum. Kebijakan akuntansi untuk penurunan nilai aset keuangan dijelaskan dalam Catatan 3e. Aset yang diperoleh melalui sewa pembiayaan. Impairment of assets At balance sheet dates. Accounting policy for impairment of financial assets is discussed in Note 3e. Where it is not possible to estimate the recoverable amount of an individual asset. Lease payments are apportioned between finance charges and reduction of the lease obligation so as to achieve a constant rate of interest on the remaining balance of the liability. if lower. Penurunan nilai aset Pada tanggal neraca. j. the Company and its subsidiaries review the carrying amount of non-financial assets to determine whether there is any indication that those assets have suffered an impairment loss. pada awalnya dicatat sebesar nilai wajar aset sewaan yang ditentukan pada awal kontrak atau. Sewa lainnya. Pembayaran sewa harus dipisahkan antara bagian yang merupakan beban keuangan dan bagian yang merupakan pengurangan dari kewajiban sewa sehingga mencapai suatu tingkat bunga yang konstan (tetap) atas saldo kewajiban. Perusahaan dan anak perusahaan menelaah nilai tercatat aset nonkeuangan untuk menentukan apakah terdapat indikasi bahwa aset tersebut telah mengalami penurunan nilai. Assets held under finance leases are initially recognized as assets at their fair value at the inception of the lease or. in which case they are capitalized in accordance with the accounting policy on borrowing costs. If any such indication exists. the recoverable amount of the asset is estimated in order to determine the extent of the impairment loss (if any). Leases Leases are classified as finance leases whenever the terms of the lease transfer substantially all the risks and rewards of ownership to the lessee. Bila tidak memungkinkan untuk mengestimasi nilai yang dapat diperoleh kembali atas suatu aset individu. If the recoverable amount of a non-financial asset (cash generating unit) is less than its carrying amount. kecuali biaya yang dapat diatribusikan secara langsung ke aset tertentu yang memenuhi syarat (qualifying asset) yang dapat dikapitalisasi sesuai dengan kebijakan akuntansi biaya pinjaman. nilai tercatat aset (unit penghasil kas) dikurangi menjadi sebesar nilai yang dapat diperoleh kembali dan rugi penurunan nilai diakui langsung ke laba rugi. the carrying amount of the asset (cash generating unit) is reduced to its recoverable amount and an impairment loss is recognized immediately against earnings. Kewajiban kepada lessor disajikan di dalam neraca konsolidasi sebagai kewajiban sewa pembiayaan. nilai yang dapat diperoleh kembali dari aset diestimasi untuk menentukan tingkat kerugian penurunan nilai (jika ada).

which serves as the holder of Electricity Business Proxy.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) . Those IPPs are holders of Electricity Business License for public use. . except where another systematic basis is more representative of the time pattern in which economic benefits from the leased asset are consumed. Operating lease payments are recognized as an expense on a straight-line basis over the lease term. yang dapat diserahkan kepada entitas usaha lain dengan tanggung jawab untuk menghasilkan tenaga listrik guna kepentingan umum. insentif tersebut diakui sebagai kewajiban. IPP tersebut merupakan pemegang Izin Usaha Ketenagalistrikan untuk kepentingan umum. such incentives are recognized as a liability.Lanjutan Aset sewaan disusutkan berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis yang sama dengan aset tetap – pemilikan langsung atau disusutkan selama jangka waktu yang lebih pendek antara periode masa sewa dan umur manfaatnya. Determining Whether an Arrangement Contains a Lease and Further Discussion Clarifying Transition of PSAK 30 (Revised 2007) provides guidance for determining whether an arrangement is or contains lease that should be accounted for in accordance with PSAK 30 (Revised 2007). The aggregate benefit of incentives is recognized as a reduction of rental expense on a straight-line basis. Perusahaan dan anak perusahaan mengadakan perjanjian jual beli tenaga listrik (PPA dan ESC) dengan penyedia dan pengembang tenaga listrik swasta (IPP). Contingent rentals arising under operating leases are recognized as an expense in the period in which they are incurred. kecuali terdapat dasar sistematis lain yang dapat lebih mencerminkan pola waktu dari manfaat aset yang dinikmati pengguna. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) . except where another systematic basis is more representative of the time pattern in which economic benefits from the leased asset are consumed. Penentuan Apakah Suatu Perjanjian Mengandung Suatu Sewa dan Pembahasan Lebih Lanjut Ketentuan Transisi PSAK 30 (Revisi 2007) memberikan panduan untuk menentukan apakah suatu perjanjian merupakan sewa atau mengandung sewa sehingga harus diperlakukan sesuai dengan PSAK 30 (Revisi 2007).25 - . The Company and its subsidiaries entered into power purchase agreements (PPA) and energy sales contracts (ESC) with Independent Power Producers (IPPs). PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31.Continued Leased assets are depreciated over their expected useful lives on the same basis as property. Pembayaran sewa operasi diakui sebagai beban dengan dasar garis lurus (straight-line basis) selama masa sewa. which may be granted to other business entities with responsibility to generate electricity for public use. Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) 8. Keseluruhan manfaat dari insentif diakui sebagai pengurangan dari biaya sewa dengan dasar garis lurus kecuali terdapat dasar sistematis lain yang lebih mencerminkan pola waktu dari manfaat yang dinikmati pengguna. Dalam hal insentif diperoleh dalam sewa operasi. depreciated over the term of the relevant lease. plant and equipment – direct acquisitions or where shorter. Rental kontinjen diakui sebagai beban di dalam periode terjadinya. Penyelenggaraan usaha tenaga listrik di Indonesia dikendalikan oleh Pemerintah dan dilaksanakan oleh Perusahaan sebagai Badan Usaha Milik Negara selaku Pemegang Kuasa Usaha Ketenagalistrikan. The holder of Electricity Business Proxy and each holder of Electricity Business License for public use must ensure the adequacy of electric power supply in each of their operating areas. The electric power business in Indonesia is controlled by the Government and carried-out by the Company as a state-owned enterprise. In the event that lease incentives are received to enter into operating leases. Interpretation of Financial Accounting Standard (ISAK) 8. Pemegang Kuasa Usaha Ketenagalistrikan dan setiap pemegang Izin Usaha Ketenagalistrikan untuk kepentingan umum harus memastikan ketersediaan tenaga listrik di setiap wilayah operasinya.

. exchange differences arising from foreign currency borrowings to the extent that they are regarded as an adjustment to interest costs. dikurang penghasilan dari investasi temporer pinjaman. S-2366/BL/2009 tanggal 30 Maret 2009. m. Borrowing Costs Borrowing costs may include interest. Biaya pinjaman yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan. biaya PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31. m. Such borrowing costs are capitalized as part of the cost of the asset when it is probable that they will result in future economic benefits to the entity and the costs can be measured reliably. atau pembuatan aset kualifikasian dikapitalisasi sebagai biaya perolehan aset tersebut. Investment Properties Investment properties are properties (land or a building . termasuk biaya pinjaman selama masa pembangunan dari pinjaman yang digunakan untuk pembangunan dan beban penyusutan aset tetap yang digunakan dalam pekerjaan pembangunan. Land is stated at cost and is not depreciated. k. 2009 from the Chairman of the Capital Market and Financial Institutions Supervisory Agency (Bapepam-LK). plant and equipment account when completed and ready for use. l. which is exempted under the scope of the interpretation as confirmed in a letter No. those Power Supply Contracts were entered into to enable the Government. through the Company. S-2366/BL/2009 dated March 30. amortisasi biaya emisi obligasi dan amortisasi biaya tambahan lainnya yang terjadi terkait dengan perolehan pinjaman. construction or production of qualifying assets are included in the cost of that assets. Pekerjaan Dalam Pelaksanaan Pekerjaan dalam pelaksanaan merupakan biaya-biaya yang berhubungan langsung dengan pembangunan aset tetap. Other borrowing costs shall be recognized as an expense in the period in which they were incurred. Construction in progress is transferred to the respective property. Borrowing costs that are directly attributable to the acquisition. Construction in progress is stated at cost.Lanjutan Berdasarkan evaluasi manajemen.or part of building – or both) held to earn rentals or for capital appreciation or both. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) . Investment properties are measured at cost less accumulated depreciation and any accumulated impairment losses. Biaya pinjaman tersebut dikapitalisasi sebagai bagian biaya perolehan aset ketika kemungkinan besar biaya pinjaman tersebut menghasilkan manfaat ekonomi masa depan untuk entitas dan dapat diukur secara andal. Tanah dinyatakan berdasarkan perolehan dan tidak disusutkan.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) . Biaya pinjaman lainnya diakui sebagai beban pada periode terjadinya. to carry out its undertaking of supplying electricity as a public service. Biaya Pinjaman Biaya pinjaman meliputi beban bunga. Pekerjaan dalam pelaksanaan dinyatakan sebesar biaya perolehan. which includes borrowing costs during construction on debts incurred to finance the construction and depreciation of property and equipment that were used in the construction.26 - . konstruksi. Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik tersebut dilakukan dalam rangka pelaksanaan penjaminan ketersediaan tenaga listrik untuk kepentingan umum oleh Pemerintah melalui Perusahaan. k. Akumulasi biaya perolehan akan dipindahkan ke masingmasing aset tetap yang bersangkutan pada saat selesai dan siap digunakan. l. Construction in Progress Construction in progress represents costs directly related to the construction of property. sebagaimana ditegaskan dalam surat Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam – LK) No. selisih kurs pinjaman dalam mata uang asing yang merupakan penyesuaian terhadap biaya bunga.Continued Based on management assessment. Properti investasi diukur sebesar nilai perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan dan setiap akumulasi kerugian penurunan nilai. yang dikecualikan dari ruang lingkup interpretasi tersebut. Properti Investasi Properti investasi adalah properti (tanah atau bangunan atau bagian dari suatu bangunan atau kedua-duanya) untuk menghasilkan rental atau untuk kenaikan nilai atau keduaduanya. amortization of debt issuance costs and ancillary costs incurred in connection with the arrangement of borrowings less any investment income on the unused proceeds of those borrowings. plant and equipment.

these restricted cash in banks and time deposits are classified as loans and receivable. through participation in the financial and operating policy decisions of the investee. Rekening bank dan deposito berjangka dibatasi penggunaannya Sebelum tanggal 1 Januari 2010. p. Penghasilan. Effective January 1. 2010. Rekening bank dan deposito berjangka dibatasi penggunaannya diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang. dikurangi dengan penurunan nilai yang ditentukan untuk setiap investasi secara individu. Rekening bank dan deposito berjangka dibatasi penggunaannya yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang yang dijadikan atau jaminan pinjaman dinyatakan sebesar nilai nominal. Assets Not Used In Operations This account comprised of property. Untuk kebijakan akuntansi pinjaman yang diberikan dan piutang. Assets not used in operations are depreciated using the same method and based on the economic useful lives of the property. 2010. Assets for disposal are stated at the lower of carrying amount or net realizable value. Efektif tanggal 1 Januari 2010. Restricted deposits cash in banks and time p. in which case. Refer to Note 3e for the accounting policy of loans and receivables. restricted cash in banks and time deposits. Investasi pada perusahaan asosiasi dicatat di neraca sebesar biaya perolehan dan selanjutnya disesuaikan untuk perubahan dalam bagian kepemilikan Perusahaan dan anak perusahaan atas aset bersih perusahaan asosiasi yang terjadi setelah perolehan. but not control or joint control. Investments Investments in associates An associate is an entity over which the Company and its subsidiaries are in a position to exercise significant influence. plant and equipment. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) . Bagian Perusahaan dan anak perusahaan atas kerugian perusahaan asosiasi yang melebihi nilai tercatat dari investasi tidak diakui kecuali jika Perusahaan dan anak perusahaan mempunyai kewajiban atau melakukan pembayaran kewajiban perusahaan asosiasi yang dijaminnya. tambahan kerugian diakui sebesar kewajiban atau pembayaran tersebut. Investasi Investasi pada perusahaan asosiasi Perusahaan asosiasi adalah suatu perusahaan dimana induk Perusahaan dan anak perusahaan mempunyai pengaruh yang signifikan.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) . n. o. namun tidak mempunyai pengendalian atau pengendalian bersama.27 - . Prior to January 1. lihat Catatan 3e. Aset tetap yang sementara waktu tidak digunakan dalam operasi disusutkan dengan metode dan berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis yang sama dengan aset tetap.Continued n. Aset Tidak Digunakan Dalam Operasi Aset tidak digunakan dalam operasi meliputi aset tetap yang untuk sementara waktu tidak digunakan dalam operasi dan aset yang akan dihapuskan. melalui partisipasi dalam pengambilan keputusan atas kebijakan finansial dan operasional investee. which are pledged as loan collaterals are stated at their nominal values. Aset yang akan dihapuskan dinyatakan sebesar jumlah terendah antara jumlah tercatat dan nilai realisasi bersih. The assets and liabilities and results of operations of associates are incorporated in these consolidated financial statements using the equity method of accounting. Losses of the associates in excess of the Company and its subsidiaries’ interest in those associates are not recognized except if the Company and its subsidiaries have incurred obligations or made payments on behalf of the associates to satisfy obligations of the associates that the Company and its subsidiaries have guaranteed. additional losses are recognized to the extent of such obligations or payments. aset dan kewajiban dari perusahaan asosiasi digabungkan dalam laporan keuangan konsolidasi dengan mengunakan metode ekuitas. Investments in associates are carried in the consolidated balance sheet at cost as adjusted by post-acquisition changes in the Company and its subsidiaries’ share of the net assets of the associate. o. plant and equipment which are temporarily not used in operations and assets which are held for disposal. less any impairment in the value of the individual investments.Lanjutan PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31. dalam hal demikian. .

Efektif tanggal 1 Januari 2010. Kebijakan akuntansi untuk kewajiban keuangan dijelaskan dalam Catatan 3f. Cash and Cash Equivalents For cash flow presentation purposes. r. s. Kas dan Setara Kas Untuk tujuan penyajian arus kas. cash and cash equivalents consist of cash on hand and in banks and all unrestricted investments with maturities of three months or less from the date of placement. u.Lanjutan q.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) .28 - . Effective January 1. Persediaan Persediaan dinyatakan berdasarkan biaya perolehan atau nilai realisasi bersih. r. . Deferred Charges Costs of software and legal processing of landrights are deferred and amortized using the straight-line method over their beneficial periods. whichever is lower. Pendapatan Ditangguhkan Pendapatan atas penyambungan listrik dari pelanggan ditangguhkan dan diamortisasi sebesar 5% per tahun sejak tanggal penyambungan. Biaya Dibayar Dimuka Biaya dibayar dimuka diamortisasi selama manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis lurus. pinjaman dan hutang obligasi diklasifikasikan sebagai kewajiban keuangan. Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang. borrowings were stated at the amount payable to the lender and bonds payable are presented at par value net of unamortized discount. 2010. v. Borrowings and Bonds Payable Prior to January 1. kas dan setara kas terdiri dari kas. u. Pinjaman dan Hutang Obligasi Sebelum tanggal 1 Januari 2010. Beban Ditangguhkan Biaya perolehan perangkat lunak dan pengurusan hak legal tanah ditangguhkan dan diamortisasi dengan metode garis lurus selama masa manfaatnya. Cost is determined using the weighted average method.Continued q. s. PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31. v. Inventories Inventories are stated at cost or net realizable value. Refer to Note 3f for the accounting policy for financial liabilities. bank dan semua investasi yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang dari tanggal perolehannya dan tidak dijaminkan serta tidak dibatasi penggunaannya. borrowings and bonds payable are classified as financial liabilities. Prepaid Expenses Prepaid expenses are amortized over their beneficial periods using the straight-line method. Deferred Revenue Connection fees received from customers are deferred and amortized at the rate of 5% per annum starting from the connection date. 2010. mana yang lebih rendah. pinjaman dinyatakan sebesar nilai kewajiban kepada kreditur dan hutang obligasi disajikan sebesar nilai nominal dikurangi diskonto yang belum diamortisasi. Penerusan pinjaman diakui berdasarkan otorisasi penarikan (Withdrawal Authorization) atau dokumen lain sejenis. Two-step loans are recognized based on the Withdrawal Authorization (WA) or other similar documents. t. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) . t.

The costs of energy purchased from IPP are recognized as incurred based on the terms of the contracts. pendapatan bunga dan beban bunga diakui dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Perusahaan dan anak perusahaan membayar pasokan tenaga listrik yang disediakan oleh IPP sebesar jumlah yang ditentukan berdasarkan formula pembayaran. the Company and its subsidiaries pay IPP for the supply of energy at an amount determined in accordance with the payment formula in which payment for different cost components. and presented in the consolidated statements of income as purchased electricity. Revenue and Expense Recognition Revenue from sale of electricity is recognized based on electricity usage (kWh). Perbedaan antara jumlah subsidi listrik yang telah diakui sebagai pendapatan dan hasil perhitungan final subsidi listrik dicatat pada saat perhitungan final subsidi listrik diperoleh.Continued w. as well as operations and maintenance components. x. PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31. Prior to January 1. Biaya pembelian tenaga listrik dari IPP diakui pada saat terjadinya berdasarkan ketentuan kontrak dan disajikan sebagai beban pembelian tenaga listrik dalam laporan laba rugi konsolidasi. Pengakuan Pendapatan dan Beban Pendapatan penjualan listrik diakui berdasarkan pemakaian energi listrik (kWh). interest income and interest expense are recognized using effective interest rate method. resource and generation components for the ESC. komponen sumberdaya dan pembangkitan untuk ESC. 2010. y. interest income and expense are recognized on an accrual basis.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) . depends on the level of energy supplied and other variables stipulated in the agreement. Subsidi Pemerintah Subsidi listrik Pemerintah yang diberikan melalui Perusahaan diakui sebagai pendapatan atas dasar akrual yang dihitung berdasarkan ketentuan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia. Dalam perjanjian tersebut. Purchase of Electricity The Company and its subsidiaries have various Power Purchase Agreements (PPA) and Energy Sales Contracts (ESC) with Independent Power Producers (IPP). . Under those contracts. 2010. Effective January 1. Efektif tanggal 1 Januari 2010. Pembelian Tenaga Listrik Perusahaan dan anak perusahaan memiliki sejumlah perjanjian jual beli tenaga listrik (PPA dan ESC) dengan penyedia dan pengembang tenaga listrik swasta (IPP). sedangkan beban diakui pada saat terjadinya. The difference between the amount of electricity subsidy recognized as revenue and the final result of electricity subsidy computation is recorded when the final result of electricity subsidy computation is obtained.Lanjutan w. Government Subsidy Government subsidy of electricity is recognized as revenue on accrual basis which is computed in accordance with the provisions stipulated in the Decree of Ministry of Finance of the Republic of Indonesia. Sebelum tanggal 1 Januari 2010. komponen operasional dan pemeliharaan yang tergantung pada tingkat pasokan energi serta variabel lain yang ditentukan dalam perjanjian. pendapatan bunga dan beban bunga diakui berdasarkan metode akrual. Expenses are recognized when incurred (accrual basis).29 - . such as capacity and energy components for the PPA. y. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) . x. Pembayaran tersebut mencakup komponen biaya berbeda yaitu komponen kapasitas dan energi untuk PPA.

Biaya jasa lalu dan keuntungan (kerugian) aktuarial diakui langsung pada tahun yang bersangkutan. Aset yang diakui akibat perhitungan ini. and otherwise is amortized on a straight-line basis over the average period until the benefits become vested. ditambah dengan nilai kini dari manfaat ekonomis yang tersedia dalam bentuk pengembalian dana dari program atau pengurangan iuran masa datang. Akumulasi keuntungan dan kerugian aktuarial bersih yang belum diakui yang melebihi 10% dari jumlah yang lebih besar diantara nilai kini kewajiban imbalan pasti atau nilai wajar aset program diakui dengan metode garis lurus selama rata-rata sisa masa kerja yang diprakirakan dari para pekerja dalam program tersebut.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) . aa. Imbalan Kerja Jangka Panjang Perhitungan imbalan kerja jangka panjang ditentukan dengan menggunakan Projected Unit Credit. Employee Benefits Post-employment Benefits Post-employment benefits are determined using the Projected Unit Credit Method. Jumlah yang diakui sebagai kewajiban imbalan pasca-kerja di neraca merupakan nilai kini kewajiban imbalan pasca-kerja disesuaikan dengan keuntungan dan kerugian aktuarial belum diakui dan biaya jasa lalu belum diakui. Long-term Benefits Long-term benefits are determined using the Projected Unit Credit Method. Any asset resulting from this calculation is limited to unrecognized actuarial losses and past service cost. Past service cost is recognized immediately to the extent that the benefits are already vested. and reduced by the fair value of plan assets. The long-term employee benefits obligation recognized in the consolidated balance sheets represents the present value of the defined benefit obligation. Past service cost and actuarial gains (losses) are recognized immediately to the current operations. and a reliable estimate can be made on the amount of the obligation. Imbalan Kerja Imbalan Pasca-Kerja Perhitungan imbalan pasca-kerja ditentukan dengan menggunakan metode Projected Unit Credit. dan dikurangi dengan nilai wajar aset program.Continued z. aa. Provisions Provisions are recognized when the Company and its subsidiaries have a present obligation (legal or constructive) as a result of a past event and it is probable that the Company and its subsidiaries will be required to settle the obligation. Biaya jasa lalu dibebankan langsung. Kewajiban Diestimasi Kewajiban diestimasi diakui bila Perusahaan dan anak perusahaan memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun konstruktif) sebagai akibat peristiwa masa lalu dan besar kemungkinan Perusahaan dan anak perusahaan diharuskan menyelesaikan kewajiban serta jumlah kewajiban tersebut dapat diestimasi secara andal. PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31. is recognized on straight-line basis over the expected average remaining service years of the participating employees. The accumulated unrecognized actuarial gains and losses that exceed 10% of the greater of the present value of the defined benefit obligations and the fair value of plan assets. . plus the present value of available refunds and reductions in future contributions to the plan. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) . apabila imbalan tersebut menjadi hak atau vested.Lanjutan z. dan sebaliknya diakui sebagai beban dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan periode rata-rata sampai imbalan tersebut menjadi vested. Jumlah yang diakui sebagai kewajiban imbalan kerja jangka panjang di neraca merupakan nilai kini kewajiban imbalan kerja pasti. terbatas pada jumlah kerugian aktuarial dan biaya jasa lalu belum diakui.30 - . The employee benefits obligation recognized in the balance sheet represents the present value of the defined benefit obligation as adjusted for unrecognized actuarial gains and losses and unrecognized past service cost.

in which case the deferred tax is also charged or credited directly to equity. dengan memperhatikan unsur risiko dan ketidakpastian yang melekat pada kewajiban. Pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku pada tanggal neraca. Deferred tax is calculated at the tax rates that have been enacted or substantively enacted at the balance sheet date. Bila beberapa atau keseluruhan dari manfaat ekonomis mengharuskan penyelesaian kewajiban diestimasi diharapkan dapat dipulihkan dari pihak ketiga. PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31. Deferred tax assets and liabilities are offset in the consolidated balance sheet. the receivable is recognized as an asset if it is virtually certain that reimbursement will be received and the amount of the receivable can be measured reliably. . bb. except when it relates to items charged or credited directly to equity. Deferred tax is charged or credited in the consolidated statement of income.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) . kecuali pajak tangguhan yang dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas.31 - . Deferred tax assets and liabilities are recognized for the future tax consequences attributable to differences between the financial statement carrying amounts of assets and liabilities and their respective tax bases. kecuali aset dan kewajiban pajak tangguhan untuk entitas yang berbeda.Lanjutan Jumlah diakui sebagai kewajiban diestimasi merupakan taksiran terbaik yang diharuskan untuk menyelesaikan kewajiban pada tanggal neraca. Pajak tangguhan dibebankan atau dikreditkan dalam laporan laba rugi konsolidasi. bb. sepanjang besar kemungkinan dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa datang. Deferred tax liabilities are recognized for all taxable temporary differences and deferred tax assets are recognized for deductible temporary differences and tax losses to the extent that it is probable that taxable income will be available in future periods against which the deductible temporary differences and tax losses can be utilized. piutang diakui sebagai aset apabila terdapat kepastian tagihan dapat diterima dan jumlah piutang dapat diukur secara andal. its carrying amount is the present value of those cash flows. Aset dan kewajiban pajak tangguhan disajikan di neraca konsolidasi. Kewajiban diestimasi diukur menggunakan estimasi arus kas untuk menyelesaikan kewajiban kini dengan jumlah tercatatnya sebesar nilai kini dari arus kas tersebut. Income Tax Current tax expense is determined based on the taxable income for the year computed using the prevailing tax rates. Where a provision is measured using the cash flows estimated to settle the present obligation.Continued The amount recognized as a provision is the best estimate of the consideration required to settle the obligation at the balance sheet date. Kewajiban pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dan aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh dikurangkan dan rugi fiskal. taking into account the risks and uncertainties surrounding the obligation. Aset dan kewajiban pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak masa mendatang yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat aset dan kewajiban menurut laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak aset dan kewajiban. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) . atas dasar kompensasi sesuai dengan penyajian aset dan kewajiban pajak kini. in the same manner the current tax assets and liabilities are presented. When some or all of the economic benefits required to settle a provision are expected to be recovered from a third party. Pajak Penghasilan Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam tahun yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku. except if these are for different legal entities.

Laba per saham dilusian dihitung dengan membagi laba bersih residual dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang telah disesuaikan dengan dampak dari semua efek berpotensi saham biasa yang bersifat dilutif. Segmen usaha adalah komponen perusahaan yang dapat dibedakan dalam menghasilkan produk atau jasa (baik produk atau jasa individual maupun kelompok produk jasa terkait) dan komponen itu memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan segmen lain. A geographical segment is a distinguishable component of an enterprise that is engaged in providing products or services within a particular economic environment and that is subject to risks and returns that are different from those of components operating in other economic environments. if and only if. dan hanya jika. Segment Information Segment information is prepared using the accounting policies adopted for preparing and presenting the consolidated financial statements. Diluted earnings per share is computed by dividing net income by the weighted average number of shares outstanding as adjusted for the effects of all dilutive potential ordinary shares. Earnings per Share Basic earnings per share is computed by dividing net income by the weighted average number of shares outstanding during the year. dd.32 - . Informasi Segmen Informasi segmen disusun sesuai dengan kebijakan akuntansi yang dianut dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasi.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) . Assets and liabilities that relate jointly to two or more segments are allocated to their respective segments. their related revenues and expense also are allocated to those segments and the relative autonomy of that segments. Bentuk primer pelaporan segmen Perusahaan dan anak perusahaan adalah segmen geografis sedangkan bentuk sekunder pelaporan segmen adalah segmen usaha. Aset dan kewajiban yang digunakan bersama dalam satu segmen atau lebih dialokasikan kepada setiap segmen jika. PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31. pendapatan dan beban yang terkait dengan aset tersebut juga dialokasikan kepada segmen-segmen tersebut.Lanjutan cc. while their secondary reporting segment information is based on business segment. A business segment is a distinguishable component of an enterprise that is engaged in providing an individual product or service or a group of related products or services and that is subject to risks and returns that are different from those of other segments. . The Company and its subsidiaries’ primary reporting segment information is based on geographical segment. Laba per Saham Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih residual dengan jumlah rata-rata tertimbang saham beredar pada tahun yang bersangkutan. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) .Continued cc. Segmen geografis adalah komponen perusahaan yang dapat dibedakan dalam menghasilkan produk atau jasa pada lingkungan (wilayah) ekonomi tertentu dan komponen itu memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan pada komponen yang beroperasi pada lingkungan (wilayah) ekonomi lain. dd.

3 99. directly or indirectly.0 51.880 38.122 Belanda/ The Netherlands Jakarta Lembaga keuangan/ Finance Perdagangan batu bara/ Coal trading Pembangkitan tenaga listrik/ Power generation 100. pemasok energi.8 46.125 PT PLN Batubara (PLN Batubara) 100.0 ****) 2 1 PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) dan anak perusahaan/ and its subsidiaries PT PJB Service (PJBS) *) PT Rekadaya Elektrika (RDE) *) Surabaya 100.0 2000 1.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) .3 2003 166 153 PT Pelayanan Listrik Nasional Tarakan (PLN Tarakan) Majapahit Holding B. procurement and construction Penyedia tenaga listrik/ Electricity supplier Lembaga keuangan/ Finance 100. (MF) *) Tarakan 100. hence its financial statements have been consolidated ****) Dalam tahap pengembangan/Under development stage .983 38.9 1999 638 603 PT Artha Daya Coalindo (ADC) *) Jakarta 60.0 2006 37.80 - *) 20.0 60. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) .394 39.8 2005 188 176 Kutai 55.0 100. in the following subsidiaries : Tahun Operasi Komersial/ Year of Commercial Operation Anak Perusahaan/ Subsidiaries Domisili/ Domicile Jenis Usaha/ Nature of Business Persentase Pemilikan/ Percentage of Ownership 2010 2009 % % 100.0 100.V.000 - PT Pelayanan Listrik Nasional Batam (PLN Batam) PT Indonesia Comnets Plus (ICON) Batam Penyedia tenaga listrik/ Electricity supplier Jasa penyedia jaringan telekomunikasi/ Telecommunication provider Jasa enjiniring. (MH) dan anak perusahaan/ and its subsidiary Majapahit Finance B.0 1999 94 85 PT Indo Pusaka Berau (IPB) ***) PT Indo Ridlatama Power (IRP) *) Berau 46.0 2006 36.242 961 PT Prima Layanan Nasional Enjiniring (PLNE) Jakarta 99. sehingga laporan keuangan IPB dikonsolidasikan/ IP has the power to govern IPB's financial and operating policies.0 100.0 2000 1. energy distribution.0 51.1 95.Continued 4.0 100.0 100.0 Jumlah Aset Sebelum Eliminasi **)/ Total Assets Before Elimination **) 2010 2009 PT Indonesia Power (IP) dan anak perusahaan/ and its subsidiaries PT Cogindo Dayabersama (CDB) *) Jakarta Pembangkitan tenaga listrik/ Power generation 1995 52. SUBSIDIARIES The Company has ownership interests. energy service and management Perdagangan batu bara/ Coal trading Perdagangan batu bara/ Coal trading Pembangkitan tenaga listrik/ Power generation Pembangkitan tenaga listrik/ Power generation 99.0 55. jasa pelayanan dan manajemen/ Cogeneration.723 Jakarta Cogeneration.0 2004 238 250 Belanda/ The Netherlands 100.846 Jakarta 100.093 Surabaya Jakarta Jasa/Service Jasa listrik dan enjiniring/ Electricity and engineering Supervisi dan Konsultasi/ Supervision and consulatation 98.0 100.0 100.969 1.336 53.9 99.0 100.0 1995 39.1 2001 2004 166 199 167 187 PT Rekadaya Elektrika Consult Jakarta 99.0 ****) 45 24 *) Pemilikan tidak langsung/Indirect ownership **) Dalam miliaran Rupiah/Stated in billions of Rupiah ***) IP mempunyai hak mengatur dan menentukan kebijakan keuangan dan operasi IPB. ANAK PERUSAHAAN Perusahaan memiliki saham anak perusahaan baik langsung maupun tidak langsung sebagai berikut : PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31.0 100.33 - . pengadaan dan konstruksi/ Engineering.0 2009 206 17 PT Pengembangan Listrik Nasional Geothermal (PLN Geothermal) Jakarta 100.Lanjutan 4.V.

569.877 207.856 4.457.8%.071 1.075 25.632.496.182 15.132 2.638.078 213.796.234.111.697 16.841 42.970 12.555.540 100.008.626 18.796 411.635. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) .725 275.139 5.849.8%.489 28.999 juta.767.634.999 million.214.773 311.039 14.862 13.456 38.710 40.395.114.917 2.735 218. IP tidak melakukan penyetoran atas peningkatan modal disetor tersebut.978 947.497 58.089.716 58.584.103 7.718.651.612 583.132 24.257 74.068 30.307 1.265 8.181.848 69.543.901.796.925 3.207 542.744 624. waduk dan prasarana Instalasi dan mesin pembangkit Perlengkapan transmisi Perlengkapan distribusi Perlengkapan umum Kendaraan bermotor Material cadang Perlengkapan pengolahan data dan telekomunikasi Sub-jumlah Aset sewaan Instalasi dan mesin pembangkit Jumlah Jumlah Tercatat Penambahan/ Additions PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31. Company established PLN In 2009.808 324.221.570 89. hence.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) . reservoir and infrastructure Installation and power plant Transmission equipment Distribution equipment General equipment Motor vehicles Spare parts Telecommunication and data processing equipment Subtotal Leased assets Installation and power plant Total Net Carrying Value 7.721 1.842 3.330 7.776 1.056.038.180.833 - 65.383.984 11. waduk dan prasarana Instalasi dan mesin pembangkit Perlengkapan transmisi Perlengkapan distribusi Perlengkapan umum Kendaraan bermotor Material cadang Perlengkapan pengolahan data dan telekomunikasi Sub-jumlah Aset sewaan Tanah Instalasi dan mesin pembangkit Sub-jumlah Jumlah Akumulasi penyusutan Pemilikan langsung Bangunan umum.369.980 21.821.437 281.541 109.904 2.337.511.603.135 45.592 267.187 3.896 5. 5.563 2.660 294.825.184 202.591 15. Pengurangan/ Deductions PROPERTY.185 146.714.868 .214.235 145.270 7.567.009.330 14.666.582 1. reservoir and infrastructure Installation and power plant Transmission equipment Distribution equipment General equipment Motor vehicles Spare parts Telecommunication and data processing equipment Subtotal Leased assets Land Installation and power plant Subtotal Total Accumulated depreciation Direct acquisitions Buildings.032 509.591 15.484 15.372.726.881 55. 2010 Biaya perolehan Pemilikan langsung Tanah Bangunan umum. IP did not subscribe its shares on this increase.149. 5. sehingga persentase kepemilikan IP turun menjadi 46. 2010 At cost Direct acquisitions Land Buildings.047 98.117 32.009.191 35.833 95. Pada tahun 2009.Continued In 2009.702.534 14.126 15.080 1.579 4.647 176.175 119. IP’s percentage of ownership decreased into 46.182 15.823.123 112. IPB meningkatkan modal disetor sebesar Rp 9.118 1.953 95.181 87. ASET TETAP 1 Januari/ January 1.Lanjutan Pada tahun 2009.877 4.983.578 2.901 59.767.999.34 - .913. PLANT AND EQUIPMENT Reklasifikasi/ Reclassifications 31 Desember/ December 31.819 636.175 2.114.389. the Geothermal.402 210.716 69.928 4.665 1.666.522 3.312. Perusahaan mendirikan PLN Geothermal.223 2.556 14.406.069 3.395 66.413 33.654 295. IPB increased its paid-up capital amounting to Rp 9.961 30.193.206 104.454 1.020 7.773 297.904 1.372.193 4.660 12.144 23.283.655 985.825.593 174.383.829.873.047 4.228 160.626 2.

744 3.342 juta tahun 2010 dan Rp 424.077 juta dan Rp 790.274 4.873 juta dan Rp 395. .283.968.073 million respectively.561 197.181 87.501 58.114.767.477 15.885. reservoir and infrastructure Installation and power plant Transmission equipment Distribution equipment General equipment Motor vehicles Spare parts Telecommunication and data processing equipment Subtotal Leased assets Land Installation and power plant Subtotal Total Accumulated depreciation Direct acquisitions Buildings.970 11.795 69.182 15.522 3.909 11.591 15.666.276 2.856 4.704.180 259.716 69.191 601.534 150.637 juta tahun 2009.356 2.655 985.089.476 11.296 18.873 million and Rp 395.585.332 21. 2009 At cost Direct acquisitions Land Buildings.35 - Reclassifications of property.411.537 8.Lanjutan 1 Januari/ January 1.772 Operating expenses Construction in progress Total 2010 Beban usaha Pekerjaan dalam pelaksanaan Jumlah 12.570 89.108.653 336.834.077 million and Rp 790.582.502.754 52.346.730 285.901.869 34.307 17.844 244.260.015 1.636.034.637 million in 2009.471 81.844. waduk dan prasarana Instalasi dan mesin pembangkit Perlengkapan transmisi Perlengkapan distribusi Perlengkapan umum Kendaraan bermotor Material cadang Perlengkapan pengolahan data dan telekomunikasi Sub-jumlah Aset sewaan Tanah Instalasi dan mesin pembangkit Sub-jumlah Jumlah Akumulasi penyusutan Pemilikan langsung Bangunan umum.877 207.869 96.181 20.823.702.772 859. respectively. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) .485 2.643.388 56.369 48.015 1.647 176.665 1. 2009 Biaya perolehan Pemilikan langsung Tanah Bangunan umum.431 5.917 12. Deductions of property.471 - 16.844.961 10.980 2.164 66.073 juta tahun 2009 (Catatan 6 dan 9).207.276 2.977 396.108 2.591 15.284. reservoir and infrastructure Installation and power plant Transmission equipment Distribution equipment General equipment Motor vehicles Spare parts Telecommunication and data processing equipment Subtotal Leased assets Installation and power plant Total Net Carrying Value Pengurangan/ Reklasifikasi/ Deductions Reclassifications 7.961 50.582 7.038 1.710.849 11.561 5.301 41.716 58.437 281.612 Beban penyusutan dialokasi sebagai berikut : Depreciation expense was allocated to the following : 2009 11. plant and equipment include transfer to assets not used in operations with net carrying value of Rp 575.773 275.417 11. Pengurangan aset tetap pemilikan langsung termasuk pemindahan aset tidak digunakan dalam operasi dengan jumlah tercatat sebesar Rp 575.521 233.825.541 109.231 81.709 29.961 859.032 509.223 804.802 10.621.967.335 million.660 12.213.140 470.866.558.666.530.553.543.014.825.144 23.511.976 28.999.744 624.061.426 678.289.844. plant and equipment – direct acquisitions arise mainly from transfer of construction in progress and assets not used in operations amounting to Rp 13.312.284.256 74.872 335.718.961 30.108 5.968.233.600 78.156 2.755 152.489 6.735 1.440.953 12.456 38.857 315.961 936.061.108 1.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) .773 297.873.008.632 6.034.233.651.881 55.069.443 405.106 1.243 32.383 6.182 15.567.026 11.925 3.644. in 2010 and Rp 19.275 2. waduk dan prasarana Instalasi dan mesin pembangkit Perlengkapan transmisi Perlengkapan distribusi Perlengkapan umum Kendaraan bermotor Material cadang Perlengkapan pengolahan data dan telekomunikasi Sub-jumlah Aset sewaan Instalasi dan mesin pembangkit Jumlah Jumlah Tercatat Penambahan/ Additions PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31.460 18.163 33.746 10.149.332 3.825.713 583.496.438 1.369.015 3.767.342 million in 2010 and Rp 424.942 283.829.325 136.335 juta tahun 2010 dan Rp 19.646 2.Continued 31 Desember/ December 31.454 Reklasifikasi aset tetap pemilikan langsung terutama berasal dari pemindahan pekerjaan dalam pelaksanaan dan aset tidak digunakan dalam operasi masing-masing sebesar Rp 13.435 77. in 2009 (Notes 6 and 9).047 7.132. .047 20.093 38.717 20.

Perusahaan dan anak perusahaan juga mempunyai beberapa bidang tanah yang sedang dalam proses perpanjangan HGB dan pengurusan balik nama menjadi atas nama Perusahaan dan anak perusahaan. 2009. Aset sewaan merupakan Tanjung Jati B 2x660 MW.058 juta tanggal 31 Desember 2010 dan US$ 15.432 juta tanggal 31 Desember 2009.745 million are used as collateral for loans to Bank Bukopin (Note 27).242 juta tanggal 31 Desember 2009. Hak guna bangunan berjangka waktu antara 20 tahun sampai dengan 30 tahun yang jatuh tempo antara tahun 2016 sampai dengan 2036. Leased assets represent the PLTU Tanjung Jati B 2x660 MW power plant.36 - . Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat kejadian atau perubahan keadaan yang mengindikasikan penurunan nilai aset tetap pada tanggal neraca. plant and equipment as of the balance sheet date. Building Use Rights (Hak Guna Bangunan).432 million as of December 31. perlengkapan distribusi dengan biaya perolehan sebesar Rp 45.745 juta digunakan sebagai jaminan hutang pada Bank Bukopin (Catatan 27). which are still being processed for extension and for transfer of certificate in the name of the Company and its subsidiaries.795 million and Rp 674. Instalasi dan mesin pembangkit serta perlengkapan transmisi diasuransikan kepada beberapa perusahaan asuransi dengan PT Asuransi Tugu Kresna Pratama.339 million and Rp 1. Perusahaan dan anak perusahaan tidak mengasuransikan aset tetap selain instalasi dan mesin pembangkit serta perlengkapan transmisi.339 juta dan Rp 1.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) . against fire and other possible risks with insurance coverage of US$ 16. Aset sewaan diasuransikan kepada PT Asuransi Mitsui Sumitomo Indonesia terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan jumlah pertanggungan masing-masing sebesar JPY 190.Continued The Company and its subsidiaries own several pieces of land with Rights to Use (Hak Pakai). pihak hubungan istimewa. 2010.Lanjutan Perusahaan dan anak perusahaan memiliki beberapa bidang tanah dengan hak legal berupa Hak Pakai dan Hak Guna Bangunan (HGB). Management believes that the insurance coverage is adequate to cover possible losses on the assets insured. Management believes that there are no events or changes in circumstances which may indicate an impairment in value of property.242 million as of December 31. distribution equipment with cost amounting to Rp 45. As of December 31. Rights to Use have no expiration date while Building Use Rights will expire between 20 to 30 years until 2016 to 2036. Hak pakai tidak mempunyai jangka waktu. . The Company and its subsidiaries also have several pieces of land. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) .132. with PT Asuransi Tugu Kresna Pratama. 2010 and JPY 190.132. Pada tanggal 31 Desember 2010. 2010 and US$ 15.058 million as of December 31.438 juta tanggal 31 Desember 2010 dan JPY 190. Installation and power plant and transmission equipment were insured to several insurance companies. 2009. pembangkit PLTU PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31.438 million as of December 31. a related party. The Company and its subsidiaries do not cover insurance protection for assets other than installation and power plant and transmission equipment. Leased assets were insured to PT Asuransi Mitsui Sumitomo Indonesia against fire and other possible risks with insurance coverage of JPY 190. acting as the lead underwriter. sebagai penanggung utama terhadap risiko kebakaran dan kemungkinan risiko lainnya dengan jumlah pertanggungan sebesar US$ 16.795 juta dan Rp 674. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan.

344. PLTGU Tanjung Priok 740 MW Extension Project. T/L 150 Kv untuk luar Jawa-Bali.628.511.831. sebagai berikut : 2010 Proyek penugasan . as follows : 2009 Mandatory projects . 2004 from Unocal North Sumatera Geothermal Ltd.37 - .888 5.947 19. Transmisi Pekerjaan dalam pelaksanaan transmisi terutama merupakan proyek jaringan transmisi T/L 500 Kv Jawa – Bali. PLTGU Muara Tawar 2 x 100 MW Extension Project.421 50.939. (ii) Konstruksi rutin Pembangkitan Pekerjaan dalam pelaksanaan pembangkitan terutama merupakan PLTP Sarulla 300 MW. substations 150 Kv and interconnection of transmission projects.369 78.776 34.983 15. Transmission Transmission under construction consists mainly of projects of transmission lines of T/L 500 Kv in Java – Bali. .Program percepatan Pembangkitan Transmisi Jumlah Konstruksi rutin Pembangkitan Transmisi Distribusi Perlengkapan Jumlah Jumlah PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31. for US$ 60 million (Note 54).853 9. Rehabilitasi PLTGU Muara Karang 2 x 200 MW dan Rehabilitasi PLTU Suralaya 4 x 400 MW. Rehabilitation of PLTGU Muara Karang 2 x 200 MW and Rehabilitation of PLTU Suralaya 4 x 400 MW. (ii) Regular constructions Power Plants Power plants under construction consist mainly of PLTP Sarulla 300 MW.118 14.524 590.832 52.211.Lanjutan 6.441 26. PLTGU Tanjung Priok 740 MW Extension Project.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) .137.Fast track program Power plants Transmission Total Regular constructions Power plants Transmission Distribution Equipment Total Total 66.482. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) .271.664. biaya pinjaman serta pengeluaran lain yang dapat dikapitalisasi.421. (i) Fast track program Fast track program represents projects mandated by the Government to the Company (Note 54).725.839.499 48.115 3. Pekerjaan dalam pelaksanaan program percepatan termasuk pembayaran uang muka kepada kontraktor.354 106. proyek gardu induk 150 Kv serta proyek interkoneksi jaringan.619. Construction in progress of fast track program include advance payments made to the contractors.413 658. CONSTRUCTION IN PROGRESS This account represents costs incurred in relation to the construction and renovation/betterment of power supply facilities. PLTP Sarulla merupakan proyek pembangkitan listrik tenaga panas bumi yang pada tanggal 23 Januari 2004 diambil alih oleh Perusahaan dari Unocal North Sumatera Geothermal Ltd dengan harga perolehan US$ 60 juta (Catatan 54).611 72.047 37.Continued 6. T/L 150 Kv outside Java – Bali. PLTGU Muara Tawar 2 x 100 MW Extension Project. PLTP Sarulla is a geothermal power plant which was taken over by the Company on January 23.316 (i) Program percepatan Program percepatan (fast track program) merupakan proyek yang ditugaskan Pemerintah kepada Perusahaan (Catatan 54). borrowing costs and other capitalizable expenditures. PEKERJAAN DALAM PELAKSANAAN Akun ini merupakan biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan pembangunan dan perbaikan/renovasi sarana kelistrikan.

and PT Bajradaya Sentranusa. dan PT Bajradaya Sentranusa. BUT Pertamina Hulu Energi ONJW Ltd. .233. INVESTMENT PROPERTIES This account pertains to pieces of land owned by PJB located in Paiton .233. Biaya pinjaman yang dikapitalisasi ke pekerjaan dalam pelaksanaan adalah sebagai berikut : 2010 Program percepatan Bunga pinjaman Keuntungan kurs mata uang asing Amortisasi emisi obligasi Jumlah Konstruksi rutin Bunga pinjaman Kerugian (keuntungan) kurs mata uang asing Amortisasi emisi obligasi Jumlah Jumlah PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31.292.180 (1.Lanjutan Distribusi Pekerjaan dalam pelaksanaan distribusi terutama merupakan proyek jaringan distribusi tegangan menengah dan rendah 20 Kv serta proyek gardu distribusi.061. which are rented to or used by independent power producers.38 - .713 million and Rp 154.171. respectively (Note 5).PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) .780 4.669 3.713 juta dan Rp 154.345 3. PT Jawa Power. Estimasi nilai wajar properti investasi pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 masingmasing sebesar Rp 164.Continued Distribution Distribution under construction consists mainly of projects of mid and low voltage distribution lines of 20 Kv and distribution substation projects. respectively.503. PROPERTI INVESTASI Akun ini merupakan tanah milik PJB yang terletak di Paiton . Constructions in progress are expected to be completed between 2011 and 2012.785 2.077 million. BUT Pertamina Hulu Energi ONJW Ltd.873 juta dan Rp 19.144 2. PT Paiton Energy. PT Jawa Power. Pekerjaan dalam pelaksanaan ini diperkirakan selesai antara tahun 2011 dan 2012.617 (1. 7.554.222 800.764.178 3. Pada tahun 2010 dan 2009 pekerjaan dalam pelaksanaan yang telah selesai dan dipindahkan ke aset tetap masing-masing sebesar Rp 13.134) 2. The estimated fair value of these investment properties as of December 31.Jawa Timur.859 Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat kejadian atau perubahan keadaan yang mengindikasikan penurunan nilai pekerjaan dalam pelaksanaan pada tanggal neraca. plant and equipment amounted to Rp 13.737 million. Borrowing costs which were capitalized to construction in progress are as follows : 2009 Fast track program Interest expense Gain on foreign exchange Amortization of debt issuance cost Total Regular constructions Interest expense Loss (gain) on foreign exchange Amortization of debt issuance cost Total Total 3. yang disewakan kepada atau digunakan oleh penyedia listrik swasta PT Paiton Energy.457.154 (2.358.743) 29. Pluit – Jakarta Utara dan Asahan – Sumatera Utara. Pluit – Jakarta Utara and Asahan – Sumatera Utara.363) 738. 7.938 690. Management believes that there are no events or changes in circumstances which may indicate an impairment in value of construction in progress as of the balance sheet date. which was determined based on the market value of tax object of each parcel of land. 2010 and 2009 amounted to Rp 164.244.Jawa Timur. In 2010 and 2009.077 juta (Catatan 5).061.737 juta yang ditentukan berdasarkan nilai jual objek pajak masing-masing bidang tanah.650.158 6.697.602 48. construction in progress which were completed and reclassified to property.873 million and Rp 19. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) .

00 49.00 49.00 12.00 80.00 *) Tahap pengembangan/Development stage .35 33. sebagai berikut : PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31.00 32.00 15.00 20.00 10. as follows : Tahun operasi komersial/ Commercial operations Domisili/ Domicile Pemilikan langsung/Direct ownership Metode ekuitas/Equity method PT Geo Dipa Energi PT Unelec Indonesia Jenis usaha/ Nature of business Persentase penyertaan/ Percentage of ownership 2010 2009 % % Bandung Jakarta Pembangkit tenaga listrik/ Electricity supplier Penunjang penyedia tenaga listrik/ Electricity supports 2002 1988 33.00 8.00 49.Lanjutan 8.39 - .67 15.00 26.00 20.06 35.00 10.00 10.00 30.15 7.00 15.00 20. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) .00 10.50 15.00 32.00 Metode biaya/Cost method PT Metaepsi Pejebe Power Generation PT Tenaga Prima Teknologi PT Permata Prima Elektrindo PT Tenaga Listrik Bintan PT TJK Power PT Pura Daya Prima PT Elnusa Prima Elektrika PT Multidaya Prima Elektrindo Bangko Tengah Consortium Sumsel/South Sumatera Bengkulu Jambi Pulau Bintan Batam Palembang Palembang Sumsel/South Sumatera Muara Enim Pembangkit tenaga listrik/ Electricity supplier Pembangkit tenaga listrik/ Electricity supplier Pembangkit tenaga listrik/ Electricity supplier Pembangkit tenaga listrik/ Electricity supplier Pembangkit tenaga listrik/ Electricity supplier Pembangkit tenaga listrik/ Electricity supplier Pembangkit tenaga listrik/ Electricity supplier Pembangkit tenaga listrik/ Electricity supplier Pembangkit tenaga listrik/ Electricity supplier 2007 *) *) *) *) *) *) *) *) 12.00 7.00 29. INVESTASI JANGKA PANJANG Investasi jangka panjang meliputi investasi saham dan kerjasama konsorsium.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) . LONG-TERM INVESTMENTS Long-term investments consist of investment in shares of stock and consortiums.00 20.35 Pemilikan tidak langsung/ Indirect ownership Metode ekuitas/Equity method PT Daya Citra Mulia Banjarmasin PT Mitra Energy Batam PT Sumber Segara Primadaya PT Dalle Energy Batam PT Bajradaya Sentranusa PT Indo Medco Power PT Tenaga Listrik Jayapura PT Bukit Pembangkit Innovative PT Komipo Pembangkitan Jawa Bali Batam Cilacap Batam Asahan Jakarta Jayapura Palembang Jakarta Pertambangan dan perdagangan batu bara/ Coal mining and trading Pembangkit tenaga listrik/ Electricity supplier Pembangkit tenaga listrik/ Electricity supplier Pembangkit tenaga listrik/ Electricity supplier Pembangkit tenaga listrik/ Electricity supplier Pembangkit tenaga listrik/ Electricity supplier Pembangkit tenaga listrik/ Electricity supplier Pembangkit inovatif/ Innovative power plant Operasi dan pembiayaan/ Operational and maintenance 2002 - 25.00 15.50 15.06 35.00 20.Continued 8.67 15.00 26.00 8.00 2004 2006 2006 *) *) *) *) *) 30.00 - Kerjasama Konsorsium/ Consortiums IP-NTP Consortium Bandung Pembangkit tenaga listrik/ Electricity supplier *) 80.

644 319 319 305.813 1.549 155.000 13.904 354.Continued Changes in investments in shares of stock and consortium are as follows : Bagian atas laba (rugi) bersih Jumlah perusahaan tercatat asosiasi/ 31 Desember/ Equity in net Carrying income (loss) amount of associates December 31.382) 21.500 4.814 17.000 13.156 21.344 58.670 1.290 30.138 83.058 84.603 17 373 232.000 8.210 43.344 58.500 4.239 185.40 - .772) (7. 2010 (47.531 121.424 2.963) 37.662 122.827 (28.134 (2.193 1. 2010 Metode ekuitas PT Geo Dipa Energi PT Unelec Indonesia PT Daya Citra Mulia PT Mitra Energy Batam PT Sumber Segara Primadaya PT Dalle Energy Batam PT Bajradaya Sentranusa PT Tenaga Listrik Jayapura PT Bukit Pembangkit Innovative PT Komipo PJB Konsorsium IP-NTP Metode biaya PT Metaepsi Pejebe Power Generation PT Permata Prima Elektrindo PT Tenaga Listrik Bintan PT TJK Power Perusahaan lainnya Jumlah 47.963 103.227 1.089 - 17.904 354.827 .963 103.796 1.344) 11.400 (1.380 22.321 56.152 Equity method PT Geo Dipa Energi PT Unelec Indonesia PT Daya Citra Mulia PT Mitra Energy Batam PT Sumber Segara Primadaya PT Dalle Energy Batam PT Bajradaya Sentranusa PT Tenaga Listrik Jayapura PT Bukit Pembangkit Innovative IP-NTP Consortiums Cost method PT Metaepsi Pejebe Power Generation PT Permata Prima Elektrindo PT Tenaga Listrik Bintan PT TJK Power Other companies Total 17.187 832.535) (1.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) .804 46.Lanjutan Mutasi investasi saham dan kerjasama konsorsium adalah sebagai berikut : Jumlah tercatat 1 Januari 2010/ Carrying amount January 1.187 1.716) 17.949 2.365 41.187 832.000 7.152 Penambahan/ Additions - Bagian atas laba (rugi) bersih Jumlah perusahaan tercatat asosiasi/ 31 Desember/ Equity in net Carrying income (loss) amount of associates December 31.000 13.632 1.382 41.670 1.380 22.000 13.670 1.097 28.962 438.448 1.500) 115.796 1.382 41.869 Jumlah tercatat 1 Januari 2009/ Carrying amount January 1. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) .908 3.152 PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31.555 (1.549 155.887 32.344 60.152 Equity method PT Geo Dipa Energi PT Unelec Indonesia PT Daya Citra Mulia PT Mitra Energy Batam PT Sumber Segara Primadaya PT Dalle Energy Batam PT Bajradaya Sentranusa PT Tenaga Listrik Jayapura PT Bukit Pembangkit Innovative PT Komipo PJB IP-NTP Consortiums Cost method PT Metaepsi Pejebe Power Generation PT Permata Prima Elektrindo PT Tenaga Listrik Bintan PT TJK Power Other companies Total Penambahan (pengurangan)/ Additions (deduction) (58.472 18.864 17. 2009 Metode ekuitas PT Geo Dipa Energi PT Unelec Indonesia PT Daya Citra Mulia PT Mitra Energy Batam PT Sumber Segara Primadaya PT Dalle Energy Batam PT Bajradaya Sentranusa PT Tenaga Listrik Jayapura PT Bukit Pembangkit Innovative Konsorsium IP-NTP Metode biaya PT Metaepsi Pejebe Power Generation PT Permata Prima Elektrindo PT Tenaga Listrik Bintan PT TJK Power Perusahaan lainnya Jumlah 31.670 1.500 4.000 8.813 1.500 4.868 526.000 687 919.807 82. 2009 16.635) 47.187 1.

2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) . Hutang atas akuisisi saham tersebut dicatat sebagai hutang lain-lain (Catatan 32). Penyertaan saham PJB pada BDSN sebanyak 262. PT Unelec Indonesia (Unindo) Unindo merupakan perusahaan patungan antara Perusahaan dan Areva T & D Holdings yang ditujukan terutama untuk memproduksi dan menjual transformator dan switchgear. PT Dalle Energy Batam Pada tahun 2006.707 million at an acquisition cost of Rp 160. In 2008. PT Mitra Energy Batam In 2004. PLN Batam mengakuisisi 20% saham PT Dalle Energy Batam dari PT Medco Power Indonesia. Perusahaan memperoleh dividen dari Unindo sebesar Rp 58.707 saham dijaminkan sehubungan dengan hutang BDSN kepada China Huadian Hongkong Company Limited. PT Mitra Energy Batam Pada tahun 2004. PLN Batam telah meningkatkan investasi saham sebesar Rp 21.Continued Investments in shares of stock PT Geo Dipa Energi PT Geo Dipa Energi is a joint venture between the Company and Pertamina.535 million. Pada tahun 2008. PT Bajradaya Sentranusa (BDSN) Pada tahun 2006.000 million. without changing its percentage of ownership. In 2010. PLN Batam mengakuisisi 30% saham PT Mitra Energy Batam dari Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan – PLN. yang telah dikonversi dengan 243. nilai nominal Rp 243.41 - . PJB increased its investment in shares amounting to Rp 95.841 juta tanpa mengubah persentase kepemilikan saham. PJB obtained an investment in Mandatory Convertible Bond with nominal value of Rp 243. PJB telah meningkatkan investasi saham sebesar Rp 95. In 2010. the Company received dividends from Unindo amounting to Rp 58.707 juta dengan nilai perolehan Rp 160.400 million.Lanjutan Investasi saham PT Geo Dipa Energi PT Geo Dipa Energi merupakan perusahaan patungan antara Perusahaan dan Pertamina yang ditujukan untuk melanjutkan pembangunan pembangkit tenaga listrik Dieng dan Patuha yang sebelumnya dimiliki Himpurna California Energy Limited dan Patuha Power Limited. PLN Batam acquired 20% of the issued shares of PT Dalle Energy Batam from PT Medco Power Indonesia. PT Sumber Segara Primadaya (S2P) PJB memiliki 49% saham pada S2P. PT Sumber Segara Primadaya (S2P) PJB owns 49% shares of S2P. PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31. It was established to engage principally in the manufacture and sale of power and distribution transformers and switchgears. consisting of 262. PJB memiliki investasi dalam bentuk obligasi wajib konversi.000 juta. Investment in stocks of PJB in BDSN.707 shares.707 BDSN’s shares with par value of Rp 1 million per share.841 million. were pledged as security for the loan of BDSN from China Huadian Hongkong Company Limited.535 juta.707 saham BDSN dengan nilai nominal Rp 1 juta per saham. tanpa merubah persentase kepemilikan saham. PLN Batam increased its investment in shares amounting to Rp 21. Pada tahun 2010. . Liability arising from such acquisition were recorded as other payables (Note 32).400 juta tanpa mengubah persentase kepemilikan saham.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) . without changing its percentage of ownership. Pada tahun 2010. It was established to continue the development of Dieng and Patuha power plant projects previously owned by Himpurna California Energy Limited and Patuha Power Limited. PT Unelec Indonesia (Unindo) Unindo is a joint venture between the Company and Areva T & D Holdings. PT Bajradaya Sentranusa (BDSN) In 2006. PLN Batam acquired 30% shares of PT Mitra Energy Batam from Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan – PLN. This has been converted into 243. PT Dalle Energy Batam In 2006.

Year 2010 dated October 1. 2008.AH. Berdasarkan perjanjian tersebut. termasuk penjualan tenaga listrik ke Perusahaan. mengoperasikan dan merawat proyek PLTU 2x10 MW. diputuskan untuk membubarkan TLJ. . In 2008.42 - In relation to the investment in shares of Meppogen.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) . owned by Meppogen.225. PLN Tarakan has an obligation to participate in financing both projects amounting to US$ 9. Selain itu. Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa TLJ tanggal 17 Juni 2008. PJB berkewajiban memberikan pengarahan dan petunjuk pengoperasian dan pemeliharaan peralatan PLTG Gunung Megang. 2008 from Imas Fatimah S. TLJ dibubarkan dan PLN Tarakan menerima hasil dari pengembalian investasi sebesar Rp 1.017 juta dan perbedaan dengan jumlah tercatat sebesar Rp 327 juta dicatat sebagai beban lain-lain dilaporan laba rugi konsolidasi tahun 2010. AHU-46410. PT Komipo Pembangkitan Jawa Bali (KPJB) On August 18.01.. In 2010. which were recorded as receivables from related parties (Note 10). AHU46410.000. 20 tanggal 6 Maret 2008 dari Imas Fatimah S.6 juta.01. PJB berkewajiban menyetorkan modal sebesar 19% dari nilai total modal ditempatkan Meppogen. 47. Piutang ini akan dikembalikan setelah proyek beroperasi komersial. 2006 between PLN Tarakan and third parties. 20 dated March 6.Lanjutan PT Tenaga Listrik Jayapura (TLJ) dan PT Tenaga Listrik Bintan (TLB) TLJ dan TLB didirikan berdasarkan Perjanjian Usaha Patungan tanggal 4 Oktober 2006 antara PLN Tarakan dengan pihak ketiga.194 and US$ 78. KPJB was established on September 30.01. 2010. including sale of electricity to the Company. PJB is obliged to subscribe 19% of total subscribed capital stock of Meppogen.345.H.345 yang dicatat sebagai piutang pihak hubungan istimewa (Catatan 10). Tahun 2010 tanggal 1 Oktober 2010. This financing will be recovered upon commercial operations of the projects. it was agreed that TLJ will be liquidated.017 million and the difference with the carrying amount of Rp 327 million was recorded as other expense in the 2010 consolidated statement of income. PT Bukit Pembangkit Innovative (BPI) Berdasarkan akta gadai saham No.089 million. Pada tahun 2010. 2010. PJB is also obliged to provide instructions and guidelines for equipment operations and maintenance of PLTG Gunung Megang. PT Metaepsi (Meppogen) Pejebe Power Generation Sehubungan dengan penyertaan saham di Meppogen..000 ekuivalen Rp 11.000 shares in BPI as a guarantee of the credit facility obtained by BPI from Bank Mandiri. PJB is also obliged to prepare training facilities for candidates of maintenance operator and maintenance technician of PLTG Gunung Megang.01. Pendirian TLJ dan TLB dimaksudkan untuk membangun. These were established to build. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) . The deed of establishment was approved by the Minister of Law and Human Rights of the Republic Indonesia in his Decision Letter No. PJB used its 12.Continued PT Tenaga Listrik Jayapura (TLJ) and PT Tenaga Listrik Bintan (TLB) TLJ and TLB were established in accordance with Joint Venture Agreements dated October 4. PT Metaepsi (Meppogen) Pejebe Power Generation PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31. TLJ was liquidated and PLN Tarakan received refund of the investment amounting to Rp 1. Based on the Extraordinary Stockholders’ Meeting of TLJ dated June 17.6 million.000 sahamnya di BPI sehubungan dengan fasilitas kredit yang diperoleh BPI dari Bank Mandiri. PJB menjaminkan 12. notaris di Jakarta. PLN Tarakan financed each of the projects for US$ 812. 2010 based on Notarial Deed No.225. .194 dan US$ 78. PT Bukit Pembangkit Innovative (BPI) According to the deed of pledge No. KPJB didirikan pada tanggal 30 September 2010 berdasarkan Akta Notaris No. Based on the agreement. 47. notary in Jakarta. or 49% of the issued share of KPJB. PLN Tarakan berkewajiban berpartisipasi membiayai kedua proyek sebesar US$ 9. equivalent to Rp 11. Akta pendirian telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. PJB made investment in shares in KPJB amounting to USD 1.089 juta atau 49% saham KPJB. operate and maintain a PLTU 2x10 MW project. Pada tahun 2008. PLN Tarakan telah mendanai masing-masing proyek sebesar US$ 812.H. PT Komipo Pembangkitan Jawa Bali (KPJB) Pada tanggal 18 Agustus 2010. PJB juga memiliki kewajiban untuk menyediakan fasilitas pelatihan bagi calon operator dan teknisi pemeliharaan PLTG Gunung Megang milik Meppogen. PJB melakukan penyertaan saham di KPJB sebesar USD 1.AH.

diperbaiki dan dihapusbuku Biaya perolehan Aset tetap akan direlokasi dan belum digunakan dalam operasi Aset tetap akan dihapusbuku Aset tetap akan diperbaiki Material akan dihapusbuku Pekerjaan dalam pelaksanaan akan dihapusbuku Jumlah Akumulasi penyusutan atau penurunan nilai Aset tetap akan direlokasi dan belum digunakan dalam operasi Aset tetap akan dihapusbuku Aset tetap akan diperbaiki Material akan dihapusbuku Pekerjaan dalam pelaksanaan akan dihapusbuku Jumlah Jumlah Tercatat 9. which cause a decrease in the Company’s percentage of ownership in Meppogen from 19% to 12. On December 14.67%. plant and equipment amounting to Rp 330. The Company and IP account for the investment in these consortium agreements at cost based on their funding of such projects.871 2.401 1.002 121. .368 4. Perusahaan dan IP mencatat kerjasama konsorsium sebesar dana yang dikeluarkan untuk proyek-proyek tersebut setelah dikurangi penurunan nilai investasi. the other stockholder of Meppogen has exercised its right to convert the loan into the Meppogen’s share.954 2. Kerjasama konsorsium ini akan diubah menjadi perusahaan patungan dalam bentuk perseroan terbatas pada saat pengembangan proyek selesai atau pada saat perusahaan patungan terbentuk.430.165 362. 9.453 4.733 4.203 125.521.638 1.223 2.Lanjutan PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31.130 132.354 2.072 Assets for relocation.733 3.145 2. pemegang saham lain Meppogen telah melaksanakan hak konversi pinjaman menjadi investasi saham di Meppogen.959.503 177.937.299.234 697. ASET TIDAK DIGUNAKAN DALAM OPERASI 2010 Aset akan direlokasi.43 - . plant and equipment to be relocated and not yet used in operations Property.879 2. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) .021.897 471. less any impairment.Continued Pada tanggal 14 Desember 2009.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) . plant and equipment to be repaired Spare parts to be disposed of Construction in progress to be disposed of Total Net Carrying Value Kerugian penurunan nilai aset adalah sebesar Rp 330. plant and equipment to be disposed of Property.107 million in 2010 and Rp 281.514 million in 2009 are recorded as other expenses (Note 46). Consortiums The Company and IP entered into several consortium agreements with other parties for the development of certain projects.67%.546.525. Kerjasama Konsorsium Perusahaan dan IP mengadakan kerjasama konsorsium dengan pihak lain untuk melaksanakan pengembangan proyek-proyek tertentu. yang mengakibatkan kepemilikan saham Perusahaan pada Meppogen menurun dari 19% menjadi 12.145 3. 2009. These consortium agreements will be changed into limited joint venture companies when the development of the projects is completed or when the joint venture companies are established.870 117.141. Loss on impairment of property.415.904 926.866 2.434 Accumulated depreciation and impairment in value Property. 2009 ASSETS NOT USED IN OPERATIONS 1. disposal and repairs At cost Property.107 juta tahun 2010 dan Rp 281.222. plant and equipment to be relocated and not yet used in operations Property.790 223. plant and equipment to be repaired Spare parts to be disposed of Construction in progress to be disposed of Total 211. plant and equipment to be disposed of Property.514 juta tahun 2009 dicatat sebagai beban lain-lain (Catatan 46).

460 tahun 2010 dan US$ 126.Lanjutan Aset tertentu yang tidak digunakan dalam operasi dijual seharga Rp 72. 2010 amounting to Rp 15. Nilai buku aset yang dijual tersebut telah nihil sehingga hasil penjualan aset merupakan keuntungan penjualan aset tidak digunakan dalam operasi (Catatan 46).382 tahun 2009) PT Metaepsi Pejebe Power Generation.758) 80. instalasi mesin di PLTG Gresik.501. machine installations of PLTG Gresik. instalasi pipa gas. assets not used in operations reclassified to property.758) 1.Continued Certain assets not used in operations were sold with selling price of Rp 72.080 808. machine installations.335 million and Rp 790. aset tetap tidak digunakan dalam operasi dipindahkan ke aset tetap masing-masing sebesar Rp 395.312 10. RECEIVABLES FROM RELATED PARTIES 2009 PT Sumber Segara Primadaya (US$ 23.PJB (US$ 3.464 million in 2009. The carrying value of such assets were nil. Manajemen berpendapat bahwa penurunan nilai aset tidak digunakan dalam operasi memadai untuk menutup risiko kerugian penurunan nilai yang mungkin timbul dari aset tersebut. 10.416.819) PT Dalle Energy Batam PT Mitra Energy Batam PT TJK Power Directors and employees Total Allowance for doubtful accounts Total Less current portion Long-term portion Changes in the allowance for doubtful accounts Balance at beginning of year Additions Recovery Balance at end of year 208. Property.765.499 juta tahun 2010 dan Rp 12.684.44 - .073 million. PIUTANG PIHAK HUBUNGAN ISTIMEWA 2010 PT Sumber Segara Primadaya (US$ 23.532 511.742 million.758 - (68.638 1.557 808.286 1.464 juta tahun 2009.677.740 551.PJB (US$ 3. bangunan dan prasarana serta rumah dinas dan jaringan distribusi.044 (80. PLTGU Muara Tawar and PLTU Muara Karang.310 tahun 2010 dan 2009) PT Komipo .684.314 42. plant and equipment to be disposed of represent PLTD Apung in Nanggroe Aceh Darussalam.073 juta (Catatan 5).988) (11. The adjustment was made to adjust the carrying amount of the receivables from related parties to its fair value due to adoption of PSAK 55 (revised 2006).817 1.310 in 2010 and 2009) PT Komipo . Management believes that impairment for assets not yet used in operations is adequate to cover possible loss on impairment on value of such assets.416. building and infrastructure.460 in 2010 and US$ 126. In 2010 and 2009. PLTGU Muara Tawar dan PLTU Muara Karang.469 3. Aset tetap akan dihapusbuku merupakan pembangkit PLTD Apung di Nanggroe Aceh Darussalam. respectively (Note 5).499 million in 2010 and Rp 12. (US$ 4. instalasi mesin.335 juta dan Rp 790.472 33. Pada tahun 2010 dan 2009.097 15. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) .238.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) .382 in 2009) PT Metaepsi Pejebe Power Generation.569 18.286 Mutasi penyisihan piutang ragu-ragu Saldo awal tahun Penambahan Pemulihan Saldo akhir tahun (80.677.114 490. Penyesuaian ini dilakukan untuk menyesuaikan jumlah tercatat piutang pihak hubungan istimewa ke nilai wajarnya sehubungan dengan penerapan PSAK 55 (revisi 2006).758) Perusahaan dan anak perusahaan mengakui penyesuaian jumlah tercatat piutang pihak hubungan istimewa tanggal 1 Januari 2010 sebesar Rp 15.067 11. (US$ 4.937 40. .188. 10.819) PT Dalle Energy Batam PT Mitra Energy Batam PT TJK Power Karyawan Jumlah Penyisihan piutang ragu-ragu Jumlah Dikurangi bagian jangka pendek Bagian jangka panjang PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31. housing and distribution equipment.770) (80.501. plant and equipment amounted to Rp 395. hence the proceeds from sale of assets represented gain on sale of assets not used on operations (Note 46). The Company and subsidiaries recognized an adjustment to the carrying amount of receivables from related parties as of January 1. pipe gas installations.742 juta.557 256.238.

In 2006. pinjaman ini telah dilunasi oleh S2P. Piutang ini dijamin dengan saham milik PT Sumberenergi Sakti Prima (SSP) di S2P sesuai perjanjian penjaminan pinjaman tanggal 6 September 2005.Lanjutan PT Sumber Segara Primadaya (S2P) Pada tanggal 28 Januari 2004. S2P tidak melakukan pembayaran. According to such amendment. . Pelaksanaan amandemen perjanjian penjaminan tersebut sedang dalam tahap negosiasi. 2007. 2004. The loan was approved during the Extraordinary General Meeting of the Stockholders dated January 14. Apabila dalam 30 hari setelah berakhirnya periode tunggakan. On July 11. Pada tanggal 11 Juli 2008. 2013. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) . if S2P fails to pay in full its loan to PJB within 30 days from due date (also called as “period in arrears”). 2013. Pada tahun 2006. deposito berjangka sebesar US$ 50 juta dieksekusi oleh Bank Negara Indonesia sehubungan dengan kegagalan S2P untuk menyelesaikan pinjamannya ke bank tersebut. This receivable is guaranteed with shares of stock in S2P owned by PT Sumberenergi Sakti Prima (SSP) in accordance with the loan collateral agreement dated September 6. Berdasarkan amandemen tersebut.45 - . PJB and SSP will bind themselves to pay the interest and/or principal of loan of S2P to PJB. PJB placed time deposits amounting to US$ 100 million in Bank Negara Indonesia as a guarantee of letter of credit obtained by S2P from such bank. 2011 until January 28. Manajemen PJB menghendaki agar amandemen perjanjian penjaminan pinjaman tersebut di atas dapat segera dilaksanakan. by confiscating the time deposits amounting to US$ 50 million. maka PJB dan SSP bersedia menyerahkan saham masing-masing untuk dieksekusi dan dana hasil eksekusi saham tersebut digunakan untuk melunasi hutang kepada PJB. due on January 28. If after 30 days from the period in arrears. these loan has been fully paid by S2P. due to the failure of S2P to settle its unpaid letter of credit. Pada tanggal 25 Juni 2007. PJB menempatkan deposito berjangka sebesar US$ 100 juta di Bank Negara Indonesia sebagai jaminan pinjaman letter of credit yang diperoleh S2P dari bank tersebut.907% per tahun. 2006 until January 28. PJB and SSP agreed to transfer their respective shares for liquidation and proceeds resulting from such liquidation will be used to settle S2P’s loan to PJB. The principal will be collected in four (4) installments starting from July 28. The interest will be received in fifteen (15) semi-annual installments starting January 28. apabila S2P tidak mampu melunasi pinjamannya kepada PJB dalam waktu 30 hari setelah jatuh tempo (disebut sebagai “periode tunggakan”) maka PJB dan SSP bersama-sama mengikatkan diri dan menyanggupi untuk membayar bunga dan/atau pokok pinjaman yang terhutang oleh S2P kepada PJB sesuai persentase kepemilikan masing-masing di S2P. PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31. termasuk masa tenggang dua tahun jatuh tempo 28 Januari 2013 dan dikenakan bunga 12. PJB granted a long-term loan of US$ 52 million to S2P for the financing of PLTU Cilacap project. based on their respective percentage of ownerships in S2P. 2008. PJB recorded such confiscation of time deposits amounting to US$ 50 million as receivables from S2P. PJB mencatat pencairan deposito sebesar US$ 50 juta tersebut sebagai piutang kepada S2P. 2013 and bears interest at 12. 2010. This loan will mature in nine years. PJB and SSP signed the amendment of loan collateral agreement. Bank Negara Indonesia executed its right. 2004. On June 30. 2005.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) . S2P does not make the payment. Pada tanggal 30 Juni 2010. including two years grace period.907% per annum. Pinjaman pokok akan diangsur dalam 4 kali angsuran mulai 28 Juli 2011 sampai dengan 28 Januari 2013. On June 25. PJB dan SSP menandatangani amandemen perjanjian penjaminan pinjaman. Management of PJB demands for the immediate implementation of the amendment of loan collateral agreement. Bunga akan diterima dalam 15 kali angsuran semesteran mulai 28 Januari 2006 sampai dengan 28 Januari 2013. PJB memberikan pinjaman jangka panjang sebesar US$ 52 juta kepada S2P untuk membiayai proyek PLTU Cilacap. Pemberian pinjaman ini telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PJB tanggal 14 Januari 2004. Jangka waktu pinjaman sembilan tahun.Continued PT Sumber Segara Primadaya (S2P) On January 28. Implementation of the amendment of loan collateral agreement is still in the stage of negotiation.

interest receivable from Meppogen nil and US$ 1. Pada tahun 2010. 2014. The settlement of this loan was approved at the Extraordinary General Meeting of the Stockholders of S2P dated December 11. PJB provided allowance for doubtful accounts pertaining to receivables on interest and penalty from S2P since S2P is experiencing financial difficulties.416. This loan is subordinated to S2P’s loan to China Construction Bank. Perusahaan berhak mengubah tagihannya sebagai tambahan investasi saham di S2P.75 juta akan dibayar sekaligus pada tanggal 28 April 2014. 2010 and 2009.416. Bila S2P belum menyelesaikan hutangnya kepada Perusahaan sampai dengan 30 Juni 2017. The interest payable from July 1. 2014 with interest rate of 9% per annum. Pinjaman ini disubordinasi dengan pelunasan kewajiban S2P kepada China Construction Bank. As of December 31. If S2P has not settled its obligation to the Company until June 30. PT Metaepsi (Meppogen) Pejebe Power Generation PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31. interest on receivables from S2P amounting to US$ 24.5 million (equivalent to Rp 42. piutang bunga dari Meppogen masing-masing nihil dan US$ 1. Pada tahun 2009. PJB provided a convertible debt to Meppogen amounting to US$ 4. were recorded as receivables from related parties. Bunga untuk 1 Januari 2010 sampai dengan 28 April 2014 akan dibayar setiap bulan sebesar 7% per tahun dan akumulasi sisa bunga sebesar 2% per tahun akan dibayar sekaligus pada tanggal 28 April 2014. The number of converted shares to be issued shall be determined by dividing the conversion amount by the nominal value of the conversion shares as specified in the Articles of Association of Meppogen. the Company and S2P entered into settlement agreement of this loan. PJB memiliki hak melakukan konversi pinjaman menjadi penyertaan saham dalam jangka waktu satu tahun sejak perjanjian.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) .Lanjutan Pada tanggal 17 Desember 2009. The interest from January 1. In 2010.386 juta) untuk membiayai pembangunan proyek pembangkit listrik tenaga gas di Gunung Megang – Sumatera Selatan. PJB shall have the right to convert those loans into shares after the first year of the agreement. As of December 31.75 million will be paid at one time on April 28. PJB membentuk penyisihan piutang ragu-ragu atas piutang bunga dan denda dari S2P karena S2P sedang mengalami kesulitan keuangan. Bunga terhutang sejak 1 Juli 2008 sampai dengan 31 Desember 2009 sebesar US$ 6. these loan has been fully paid by S2P.200. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) .386 million) which was used to fund the construction of Meppogen gas power plant in Gunung Megang – South Sumatra. respectively. This loan bears interest at SIBOR plus 4% . Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009.5 juta (setara Rp 42.295 and US$ 27. 2014.Continued On December 17. Penyelesaian pinjaman ini telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa S2P tanggal 11 Desember 2009. pinjaman ini telah dilunasi oleh S2P. 2008 until December 31.372 termasuk dalam piutang pihak hubungan istimewa. 2009. 2010 until April 28. which will be paid in variable installments starting December 2009 untill April 28.310 (setara Rp 12 juta).5% per annum and will be paid monthly.295 dan US$ 27. which were recorded as receivables from related parties. respectively.200.5% per tahun dan pembayaran bunga dilakukan secara bulanan. piutang bunga dari S2P masing-masing sebesar US$ 24. Jumlah saham konversi akan ditentukan dengan membagi jumlah konversi dengan nilai nominal saham konversi seperti tercantum dalam anggaran dasar Meppogen.46 - .310 (equivalent to Rp 12 million). In 2009. 2010 and 2009. 2009 amounting to US$ 6. 2014 will be paid monthly at 7% per annum and the remaining accumulated interest of 2% per annum will be paid at one time on April 28. the Company reserves the right to convert its receivable as an investment in shares of stock of S2P. Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009. where S2P recognized the obligation for funds formerly used as collateral. PT Metaepsi (Meppogen) Pejebe Power Generation Pada tahun 2007. 2009. ditambah 4% . This loan will mature on the third year with added premium of 15% per annum. Pinjaman ini akan jatuh tempo pada tahun ketiga ditambah premi 15% per tahun.372. Pinjaman ini dikenakan tingkat bunga SIBOR. termasuk dalam piutang pihak hubungan istimewa. . 2017. In 2007. Perusahaan dan S2P telah menandatangani perjanjian penyelesaian hutang dimana S2P mengakui hutang atas dana eks jaminan yang akan diangsur dalam jumlah tidak tetap mulai Desember 2009 sampai dengan 28 April 2014 dengan tingkat bunga 9% per tahun. PJB memberikan pinjaman yang dapat dikonversi kepada Meppogen sebesar US$ 4.

Karyawan Piutang karyawan merupakan pinjaman pemilikan rumah tanpa bunga.US$ Deposito berjangka Citibank .499 2.407.000 35.Bank Central Asia Deposito berjangka .US$ Standard Chartered Bank . Manajemen berpendapat bahwa penyisihan piutang ragu-ragu atas piutang kepada pihak hubungan istimewa tahun 2009 memadai untuk menutup kerugian yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya piutang. 11.Continued PT Dalle Energy Batam dan PT Mitra Energy Batam Piutang kepada PT Dalle Energy Batam dan PT Mitra Energy Batam merupakan piutang atas denda kontrak penyediaan tenaga listrik.Bank Central Asia Time deposit .210.US$ Guarantee deposit for purchase of electricity (Note 54) Cash in bank . Singapore JPY US$ Bukopin .US$ Time deposits Citibank .Lanjutan PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31.Bank Bukopin Jaminan bank garansi Rekening bank Bank Rakyat Indonesia Bank Mandiri Jumlah Tingkat bunga deposito berjangka per tahun Rupiah US$ PT Dalle Energy Batam and PT Mitra Energy Batam Accounts receivable from PT Dalle Energy Batam and PT Mitra Energy Batam represent receivables on penalty of power purchase contracts. yang terlebih dahulu dibayar oleh PLN Batam. PT TJK Power (TJK) Accounts receivable from TJK represent advance payment made by PLN Batam for the development cost of PLTU Tanjung Kasam owned by TJK.Bank Bukopin Bank guarantee Cash in bank Bank Rakyat Indonesia Bank Mandiri Total Interest rate per annum on time deposits Rupiah US$ 6.105.JPY Jaminan pembelian gas (Catatan 54) Rekening bank Bank Internasional Indonesia .587 46. REKENING BANK DAN DEPOSITO BERJANGKA DIBATASI PENGGUNAANNYA 2010 Angsuran sewa pembiayaan dan jaminan operasi (Catatan 26) Rekening bank Sumitomo Mitsui Banking Corporation.1.397 138.Bank Mandiri Jaminan pinjaman bank (Catatan 27) Deposito berjangka .500 4.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) .221 329. Management believes that the allowance for doubtful accounts for receivables from related parties in 2009 is adequate to cover possible losses on uncollectible receivables.47% .608 4.582 3.848 7. 11.723 3.47 - . 2009 RESTRICTED CASH IN BANKS AND TIME DEPOSITS 2. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) .65% .600 2.13% 0.Bank Mandiri Guarantee deposit for bank loans (Note 27) Time deposits .006 1.JPY Guarantee deposit for gas purchases (Note 54) Cash in bank Bank Internasional Indonesia . PT TJK Power (TJK) Piutang kepada TJK merupakan biaya pengembangan proyek PLTU Tanjung Kasam milik TJK. Employees Accounts receivable from officers represent noninterest bearing housing loans.628. Singapura JPY US$ Bukopin .US$ Standard Chartered Bank .372 113.500 5.145 51.648 1.01% .105 Lease installments and operation guarantee (Note 26) Cash in bank Sumitomo Mitsui Banking Corporation.US$ Jaminan pembelian tenaga listrik (Catatan 54) Rekening bank .060 - - 93.13% - 6% .273 45. which are paid monthly through salary deduction.710 2. Pelunasan piutang dilakukan melalui pemotongan gaji.

823 million.677 million. Rincian rekening bank dan deposito berjangka dibatasi penggunaannya dalam mata uang asing adalah sebagai berikut: 2010 Dalam mata uang asing/ In foreign currencies *) US$ JPY Jumlah 15.898.786 Deferred charges .502 Beban amortisasi biaya ditangguhkan tahun 2010 dan 2009 masing-masing sebesar Rp 160.479 1.bersih Premi asuransi (Catatan 27 dan 54) Hak atas tanah Perangkat lunak Jumlah Biaya dibayar dimuka Pembelian gas Lain-lain Jumlah Uang muka pengembangan proyek Jumlah 12.677 juta.888 2.390.501 433.net Insurance premium (Notes 27 and 54) Landrights Software Total Prepaid expenses Gas purchased Others Total Advances for project development Total 360. 2009 OTHER NONCURRENT ASSETS 319. .357.823 juta.362 541.535.873 25.628.603 198. 2010 amounting to Rp 526.847 974.Continued The Company and subsidiaries recognized an adjustment to the carrying amount of restricted cash in banks and time deposits as of January 1.086 2.48 - .Lanjutan Perusahaan dan anak perusahaan mengakui penyesuaian jumlah tercatat rekening bank dan deposito berjangka dibatasi penggunaannya tanggal 1 Januari 2010 sebesar Rp 526.307 US$ JPY Total *) Dalam jumlah penuh *) In full amount 12.218.660 1.869 3. ASET TIDAK LANCAR LAIN 2010 Biaya ditangguhkan .436 561. Details of restricted cash in banks and time deposits in foreign currencies are as follows: 2009 Dalam mata uang asing/ In foreign currencies *) 55.621 43.813 Ekuivalen Rp/ Rp equivalent 138.187 220.221.841.455 526.669.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) .590.719 juta dan Rp 324.167.221 3.119. respectively.074 20.770 48.372 2. The adjustment was made to adjust the carrying amount of restricted cash in bank and time deposits to its fair value due to initial adoption of PSAK 55 (revised 2006).829 2.801. Penyesuaian ini dilakukan untuk menyesuaikan jumlah tercatat rekening bank dan deposito berjangka dibatasi penggunaannya ke nilai wajarnya sehubungan dengan penerapan awal PSAK 55 (revisi 2006).719 million and Rp 324. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) .557 487.392 93. Amortization expenses of deferred charges in 2010 and 2009 amounted to Rp 160.147.260 Ekuivalen Rp/ Rp equivalent 519.805 126.262 PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31.

600 1.381 1.233 705 51.738 26.5% 3.628 6.853.426. Amsterdam .175 480.000 535.13% 2% .762 26.US$ Others (each below 5% of total) Rupiah US$ Total time deposits Total Cash and Cash Equivalents Interest rate per annum on time deposits Rupiah US$ 902.153 674 490.25% 6% .095.time deposits Bank Bukopin Rupiah US$ Bank Rakyat Indonesia Rupiah US$ Bank Negara Indonesia Rupiah US$ Bank Mandiri Rupiah US$ Deutsch Bank.4.190 35.936.033 877 13 1 8.299.660 29. KAS DAN SETARA KAS 2010 Kas Bank Bank Bukopin Rupiah US$ JPY Bank Rakyat Indonesia Rupiah US$ JPY EUR Bank Mandiri Rupiah US$ EUR JPY Bank Negara Indonesia Rupiah US$ CHF EUR Bank Central Asia Rupiah US$ JPY Bank Internasional Indonesia Rupiah US$ EUR Bank Danamon Rupiah US$ Lain-lain (masing-masing dibawah 5% dari jumlah) Rupiah US$ EUR JPY SGD Jumlah kas dan bank Setara kas .344 1.716.124 4.100 350.716 PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31.820 1.672 13. Amsterdam .020 338.334 4.192 2.216.414.947.600 66.124 206 166.692 25 15.196 6% .627 2. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) .136 556.217 5.49 - .242 4.000 43.862 1.634 3.873 1.702.923 183 316.Lanjutan 13.000 1.320 135.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) .207 18.000 43.417.291 32.043.513 34.757 468 97 118.038 660.959 395.880.600 48.4% .082 19.798 32.801 761 123 1.162.023 273.25% .779 287 4 2.055 488 90 60.283.106 1.962 4.US$ Lain-lain (masing-masing dibawah 5% dari jumlah) Rupiah US$ Jumlah deposito berjangka Jumlah Kas dan Setara Kas Tingkat bunga deposito berjangka per tahun Rupiah US$ 44.472 1.908.700 62.deposito berjangka Bank Bukopin Rupiah US$ Bank Rakyat Indonesia Rupiah US$ Bank Negara Indonesia Rupiah US$ Bank Mandiri Rupiah US$ Deutsch Bank.177 1. CASH AND CASH EQUIVALENTS 2009 46.958 318.524 Cash on hand Cash in banks Bank Bukopin Rupiah US$ JPY Bank Rakyat Indonesia Rupiah US$ JPY EUR Bank Mandiri Rupiah US$ EUR JPY Bank Negara Indonesia Rupiah US$ CHF EUR Bank Central Asia Rupiah US$ JPY Bank Internasional Indonesia Rupiah US$ EUR Bank Danamon Rupiah US$ Others (each below 5% of total) Rupiah US$ EUR JPY SGD Total cash on hand and in banks Cash equivalents .397.551 34.375 178 1.Continued 13.084 347.828 766.903 4.962 634.880.976 137.13.

Lanjutan Rincian kas dan setara kas dalam mata uang asing adalah sebagai berikut : 2010 Dalam mata uang asing/ In foreign currencies *) US$ JPY EUR Lain-lain **) Jumlah 246.392 1.523 514.862 7.706 PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31.740. 2010 and 2009.444 39.160 92.171.723 (equivalent to Rp 1.977 116.658.216.844 7% .266 816.10.369 Ekuivalen Rp/ Rp equivalent 6.507 4.745 448.000 560.715.880 1.390 US$ JPY EUR Others **) Total *) **) Dalam jumlah penuh Kas dan setara kas dalam mata uang asing lainnya disajikan dalam jumlah setara US$.7.739 9. 2009 SHORT-TERM INVESTMENTS 691. investasi jangka pendek dalam mata uang asing masing-masing sebesar US$ 76. As of December 31.Continued Details of cash and cash equivalents in foreign currencies are as follows : 2009 Dalam mata uang asing/ In foreign currencies *) 646.3% 6.300 (setara Rp 691. .792 juta). 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) .218 6.792 million).218.883 151.000 1.5% 1% .452 12.872 4.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) .000 517.438 36.181.500 83.5% 1% .963. menggunakan kurs tanggal neraca. 14.717 Ekuivalen Rp/ Rp equivalent 2.5% .3% Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009.788 582.542 711.271.50 - .479 307. *) **) In full amount Cash and cash equivalents denominated in other foreign currencies are presented as US$ equivalents using the exchange rates prevailing at balance sheet date.706.074.000 - 120.790 8. respectively.496 828.123.977 juta) dan US$ 124.628 2.658.029 Time deposits Bank Bukopin Rupiah US$ Bank Rakyat Indonesia Rupiah Bank Negara Indonesia Rupiah US$ Bank Mandiri Rupiah US$ Others (each below 5% of total) Rupiah US$ Total Other investments Rupiah Total short-term investments Interest rate per annum on time deposits Rupiah US$ 8.171.000 136. INVESTASI JANGKA PENDEK 2010 Deposito berjangka Bank Bukopin Rupiah US$ Bank Rakyat Indonesia Rupiah Bank Negara Indonesia Rupiah US$ Bank Mandiri Rupiah US$ Lain-lain (masing-masing dibawah 5% dari jumlah) Rupiah US$ Jumlah Investasi lain-lain Rupiah Jumlah investasi jangka pendek Tingkat bunga deposito berjangka per tahun Rupiah US$ 14.963.444.817 362.723 (setara Rp 1. short-term investments in foreign currencies amounted to US$ 76.300 (equivalent to Rp 691.977 million) and US$ 124.243 44.

971 1. By Age Category 819.480.205. time deposits used as guarantee deposits.451) 2. are as follows : Bank Bank Bukopin Bank Rakyat Indonesia Bank Bumiputera Indonesia Fasilitas/Facility Jaminan letter of credit/Letter of credit guarantee Jaminan letter of credit/Letter of credit guarantee Pinjaman modal kerja ADC/Working capital loan of ADC Fasilitas bank garansi pekerjaan ADC 15.575.896.875.988 410.619 (330.500 766 Jumlah/Total 706.555.864 2. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) .380 3. deposito berjangka yang digunakan untuk jaminan sebagai berikut : Jumlah/ Amount 691.079.662 (341.896.205. Berdasarkan langganan Umum Pemerintah Badan Usaha Milik Negara TNI dan Polri Jumlah Penyisihan piutang ragu-ragu Bersih b.222 263.243 PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31.827 (341. Berdasarkan umur Belum jatuh tempo 1 s/d 90 hari 91 s/d 360 hari Lebih dari 360 hari Jumlah Penyisihan piutang ragu-ragu Bersih Mutasi penyisihan piutang ragu-ragu Saldo awal tahun Penambahan Penghapusan Saldo akhir tahun 1. Management believes that the allowance for doubtful accounts is adequate to cover possible losses on uncollectible accounts.Continued As of December 31.204) 2.062) 99.347.875. .555.662 (341.990 3.809) 353.619 (330.504 313.204) 2. PIUTANG USAHA 2010 a.997 28.168 15.606 170.451) (625.51 - .458 Public Government State-owned companies Indonesian Armed Forces Total Allowance for doubtful accounts Net b.619 515. 2009 TRADE ACCOUNTS RECEIVABLE a. Management also believes that there are no significant concentration of credit risk in receivables.977 6.813 108. By Debtor 2.204) Manajemen berpendapat bahwa penyisihan piutang ragu-ragu memadai untuk menutup kerugian yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya piutang dan tidak terdapat risiko yang terkonsentrasi secara signifikan atas piutang usaha.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) .168 2.222) (69.354 2.154 202.000 7.451) 2.815 (330.458 Not yet due 1 to 90 days 91 to 360 days More than 360 days Total Allowance for doubtful accounts Net Changes in the allowance for doubtful accounts Balance at beginning of year Additions Write-off Balance at end of year (341.609.Lanjutan Pada tanggal 31 Desember 2010.410 238.204) (89. 2010.676 1.014 39.

765 1.580.557) 9.139 801.103 11.212 (98.580.557) (4.065 1.474 Budget years 2009 2010 Total Dalam tahun 2010.901 17.854 424. 18.898) 9.721.908 7. PIUTANG SUBSIDI LISTRIK 2010 Tahun anggaran 2009 2010 Jumlah 16.474 8. In 2010.000.863 9.898) (79.000 million (Note 38).815.589.Lanjutan PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31.434) (94.000.024.894 201. PERSEDIAAN 2010 Bahan bakar dan pelumas Persediaan umum Switchgear dan jaringan Alat ukur.557) Manajemen berpendapat bahwa penyisihan yang ditetapkan memadai untuk menutup risiko penurunan nilai persediaan. 2009 INVENTORIES 6.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) .580.929.314 18. 2009 RECEIVABLES ON ELECTRICITY SUBSIDY 4.273 9. 17.026.258 Fuel and lubricants General supplies Switchgear and networking Meter recording device and control equipment Transformers Wire Total Allowance for decline in value Net Changes in allowance for decline in value Balance at beginning of year Additions Balance at end of year (94. karena seluruh piutang tersebut dapat ditagih. No allowance for doubtful accounts for other receivables was provided.573 478.664.693 1. 2009 OTHER RECEIVABLES 265.570 Contractors Interest receivable Others Total Manajemen berpendapat bahwa penyisihan piutang ragu-ragu atas piutang lain-lain tidak perlu dibentuk. as management believes that all of these receivables are collectible. pembatas dan kontrol Transformator Kabel Jumlah Penyisihan penurunan nilai Bersih Mutasi penyisihan penurunan nilai Saldo awal tahun Penambahan Saldo akhir tahun 6.000 juta (Catatan 38).123) (15. Perusahaan telah menerima piutang subsidi tahun anggaran 2009 sebesar Rp 4.Continued 16.066.815 (94.303 507.185 154.731 10. Management believes that allowance is adequate to cover possible losses on decline in value of inventories.687 757. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) .358.563 137.342 296.778. the Company collected the receivables on electricity subsidy for budget year 2009 amounting to Rp 4.622 216.927.52 - . . PIUTANG LAIN-LAIN 2010 Kontraktor Piutang bunga Lain-lain Jumlah 369.208 497.474 4.341) (98.747 8.

Continued The Company and its subsidiaries do not have any insurance coverage to cover the possible losses in inventories.681 668. PAJAK DIBAYAR DIMUKA 2010 Pajak penghasilan badan lebih bayar (Catatan 47) Perusahaan 2010 2009 2008 2007 Anak perusahaan 2010 2009 2008 2006 Pajak penghasilan pasal 15 Pajak pertambahan nilai Pembayaran dimuka atas Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar dan Surat Tagihan Pajak (Catatan 47) Jumlah 19.936 164.345 503.559 1. 19.194 236.370 96.937 80.Lanjutan Perusahaan dan anak perusahaan tidak mengasuransikan persediaan untuk menutup risiko atas kemungkinan kerugian yang timbul pada persediaan.285 30.375 Overpayment of corporate income tax (Note 47) The Company 2010 2009 2008 2007 Subsidiaries 2010 2009 2008 2006 Income tax article 15 Value added tax Prepayment of Tax Assessment Letter for Underpayment and Tax Collection Notice (Note 47) Total 20. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) . PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31.636 230.880 22.245 501 1.902 82. 2009 PREPAID EXPENSES AND ADVANCES 354. BIAYA DIBAYAR DIMUKA DAN UANG MUKA 2010 Biaya dibayar dimuka Gaji dan tunjangan Premi asuransi Sewa Lain-lain Jumlah Uang muka Pembelian barang Lain-lain Jumlah Jumlah 20.318 .614 826.293 335.118 14.630 73.902 84.539 1.032 48 38.637 Prepaid expenses Salaries and allowances Insurance Lease Others Total Advances Purchases Others Total Total 3.760 11.336 534.629 88.629 62.238 292.745 71.537 96.53 - .034 11.907 92.518 550. 2009 PREPAID TAXES 95.376 289.499 10.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) .

54 - .107.355 juta yang berasal dari tunggakan bunga dan denda penerusan pinjaman menjadi tambahan penyertaan modal Pemerintah.000.781. Seluruh saham Perusahaan Pemerintah Republik Indonesia.626 857.961 34.   Increase the subscribed and paid-up capital by Rp 28. S-352/MK.107. 2001 of Haryanto.107.093. sehingga modal ditempatkan dan disetor Perusahaan menjadi sebesar Rp 46. Based on the extraordinary stockholder’s meeting dated July 18.122.Lanjutan PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31.254.781.H. dengan rincian sebagai berikut : 2010 Bantuan proyek Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Bantuan Pemerintah Daerah dan lainnya Jumlah 16.355 million. dimiliki oleh On August 1. S. as stated in deed No.781. 2001. with par value of Rp 1 million per share. with details as follows : 2009 16.06/2001 dated June 20. Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 18 Juli 2001. 43 dated October 26. 2001.781. 21.000 shares.322. which arose from overdue interest and penalty on two-step loans. 61 tahun 2001.354 juta.819. S-352/MK.000. The conversion was approved by the Minister of Finance of the Republic of Indonesia in its decision letter No. sebagaimana dinyatakan dalam akta No. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) . 22.000. 61 year 2001 in relation to the increase in Government Equity Participation in the Company.06/2001 tanggal 20 Juni 2001.154 shares with par value of Rp 1 million per share. resulting to the Company’s total subscribed and paid-up capital of Rp 46.000 juta yang terbagi atas 63.154 juta.000 saham dengan nilai nominal Rp 1 juta per saham.000.712 19. the stockholders approved to :  Convert the Company’s payable to Government of Rp 28. Meningkatkan modal ditempatkan dan disetor sebesar Rp 28.Continued 21. notary in Jakarta. TAMBAHAN MODAL DISETOR Tambahan modal disetor merupakan tambahan penyertaan modal Pemerintah yang diterima Perusahaan yang statusnya belum ditetapkan.706.299 Project aid List of Project Fund Regional Government participation and others Total 22.000 million consisting of 63.154 saham dengan nilai nominal Rp 1 juta per saham. 43 tanggal 26 Oktober 2001 dari Haryanto S.354 million. Kompensasi hutang menjadi penyertaan modal telah memperoleh persetujuan Menteri Keuangan Republik Indonesia sesuai surat No.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) .074 37.. MODAL SAHAM Perusahaan mempunyai modal dasar sebesar Rp 63. ADDITIONAL PAID-IN CAPITAL Additional paid-in capital represents Government’s additional equity participation received by the Company of which the status has not been determined yet.706.096 . Pada tanggal 1 Agustus 2001.154 million consisting of 46.712 17. pemegang saham menyetujui antara lain :  Melakukan kompensasi hutang Perusahaan kepada Pemerintah sebesar Rp 28. the Government issued Government Regulation No. into Government Equity Participation. 2001. notaris di Jakarta. terbagi atas 46.107. CAPITAL STOCK The Company has authorized capital of Rp 63. The Company’s shares of stock are wholly owned by the Government of the Republic of Indonesia.310 1.H. tambahan penyertaan modal Pemerintah tersebut telah ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah No..

556 (651. PENDAPATAN DITANGGUHKAN Akun ini merupakan penerimaan dari pelanggan sehubungan dengan penyambungan baru dan penambahan daya listrik pelanggan.55 - .589. 23.556.Lanjutan PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) . DEFERRED REVENUE This account represents connection fees received from customers for new electricity connection and upgrading of electricity power.478 Balance at beginning of year Additions Recognized as revenue during the year Balance at end of year .126. dengan rincian sebagai berikut: 2010 Saldo awal tahun Penerimaan tahun berjalan Diakui sebagai pendapatan tahun berjalan Saldo akhir tahun 8.837) 10. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) .136 2009 Project aid represents overseas aid for electricity project. List of Project Fund (DIPA) represents electricity projects received from the Government of the Republic of Indonesia through the Department of Mining and Energy. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) merupakan penerimaan dari Pemerintah Republik Indonesia dalam bentuk proyek kelistrikan melalui Departemen Pertambangan dan Energi. Bantuan Pemerintah Daerah antara lain berupa tanah dan jaringan listrik yang disumbangkan kepada Perusahaan.297.716) 8. which was directed by the Government of the Republic of Indonesia to the Company.638 1.392.Continued Bantuan proyek merupakan bantuan luar negeri untuk bidang kelistrikan yang diteruskan Pemerintah Republik Indonesia kepada Perusahaan. Regional Government participation represents land and electricity equipment donated by the Regional Government to the Company. 23.297.495 (760.478 2. with details as follows: 7.

792.960 168.751 8.718 5.46% 4.1177 JBIC IP 517 .1183 Japan Bank for International Coorperation (d/h The Export-Impoert Bank Of Japan) Yen JBIC IP 515 .1188 JBIC 512 (SLA 1163) JBIC 513 (SLA 1164) JBIC 516 (SLA 1196) JBIC IP 525 .428.642 183.558 27.46% 4.599 502 36.IND .84% 5.6% 7.USD Islamic Dev.827 1.1206 Bank Austria Aktiengesellschaft EUR BANK AUSTRIA (SLA 906) BANK AUSTRIA (SLA 917) China Exim Bank (SLA 1181) .032 14.355 215.1216 JBIC LA No 2 .746 363.25% 1.1% 13.1220 JBIC IP 538 .333 108.65.891.683 13.428 4.083.176 97.874 1.750 179.2020 1996 .1214 JBIC LA No 1 .925 11.457 28.39% 6.2012 2003 2004 2005 2004 2005 2005 2018 2012 2018 2022 2017 2033 *) Dalam jumlah penuh/ In full amount **) Termasuk masa tenggang pembayaran/Include grace periods in terms of payments .957 431.515 103.276 1.252 944.735.2022 2002 2004 2004 2006 2018 2018 2018 2020 1.102 5.645 109.455 57. PENERUSAN PINJAMAN Akun ini merupakan pinjaman luar negeri Pemerintah Republik Indonesia yang tidak diikat jaminan dan diteruskan kepada Perusahaan untuk membiayai proyek-proyek Perusahaan.819.803.75%) 3.976 112.760 4.280 16.428 11.EUR Kerajaan Belgia .39% 2005 .983 ADB ADB ADB ADB + + + + (1% (1% (1% (1% + + + + - 3. Bank .66.391 2.535 120.153.1% 13.46% 4.405 147.897 39.630 64.714 41.649 138.1218 JBIC IP 537 .2042 EUR KFW .613 14.099 211.114 661.292.170 - 1.486 564.1198 JBIC IP 527 .852 8.25% 1.428 10.690 12.128 8.46% 4.857 70.278 480.481 13.010 22.405 105.200.321 356.160.969 3.325 209.920 10.291 4.204 129.893.2191 KFW 90.6% - 13.437 17.1219 JBIC IP 539 .1063 EUR BNP PARIBAS (SLA-1158) BNP PARIBAS (SLA-1176) CALYON BNP PARIBAS . The details of two-step loans are as follows : Bagian jatuh tempo dalam satu tahun/ Current maturities 2010 Bagian jangka panjang/ Long-term portion Jumlah/ Amount Tingkat bunga per tahun/ Interest rate per annum % Periode/ Period **) Tahun/Year 73.25% 1.328.39% 6.25% 1.047 136.908 26.376 85.372 134.230.100 463.999.022 52.242 495.239.5% 0.845.808 7.444.616 3.26% 6.46% 2004 2004 2004 2004 2005 2004 2004 2005 2005 2005 2007 2008 2009 2009 2006 2008 2008 2009 - 2034 2044 2018 2019 2018 2033 2033 2044 2045 2045 2037 2020 2037 2047 2046 2020 2018 2037 LIBOR + 0.062 47.403.580.25% 1.879 56.856.65.25% 1.398 408.711 994.343 634.364 13.863 120.606 74.691 134.5% 1.666.228 19.839 2.646 4.498 4.185 284.185 284.5% 0.939 885.530.3.582.236 33.115 KFW 92.287 151.5% 2000 .26% 5.65.093.419 204.715 7.129 167.649 54.502.597 4% 4% 3% 8.259.75%) 1991 1991 1991 1991 1995 1995 1995 1995 - 2016 2016 2016 2016 2027 2027 2027 2027 ADB ADB ADB ADB 0.1173 .560.25% 1.560.1211 JBIC LA No 5 .1% 13.USD MKB HUNG (SLA 1180) .46% 4.USD EFIC AUSTRALIA 1071 .010 24.25% 1.46% 4.2013 1990 .054.565 2.368.032.001 47.65.017.115 (0) 9. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) .IND .6% 7.978 33.5% 0.240 757.419 179.290.714 41.46% 4.003 5.25% - 4.950 3.996 52.201 73. TWO-STEP LOANS This account represents overseas.079.201 870.535 29.340 234.558/F1869 KFW 90.1186 .605 13.2013 1990 .883 13.761.1157 US$ KFW .39% 6.202.468 58.649 54.75%) 3.25% 1.766 34.936 1.380 66.654.810.75%) 3.1221 JBIC IP 532 .973.65.1175 BNP Calyon .683 315. collateral-free loans of the Government of the Republic of Indonesia which are re-loaned to the Company to finance its projects.315/F.26% 5.5% 1990 .812 20.706.5% 0.613 6.313 132.32% 0.040 96.935 35.827 1.083 41.520 83.689.419 3.358 164.566/F1822 KFW 92.871 14.2012 1996 .464 853.502 155.479 20.050 74. Rincian penerusan pinjaman adalah sebagai berikut : Dalam mata uang asing/ In foreign currencies *) International Bank for Reconstruction and Development (IBRD) Rupiah IBRD 3349-IND IBRD 3501-IND IBRD 3602-IND US$ IBRD 3761-IND IBRD 3845-IND IBRD 3978-IND IBRD 4712-IND & IBRD 7785 SLA 1165a Asian Development Bank (ADB) Rupiah ADB 1032-INO ADB 1092-INO-BNI ADB 1172-INO ADB 1271-INO US$ ADB 1320-INO ADB 1397-INO ADB 1982-INO-1170 ADB 1983-INO-1171 Kreditantstalt Fur Wiederaufbau.678 5.25% 1.3.895 70.2570 KFW 9024 .176 97.242 72.298 515.1192 JBIC IP 518 .2011 - 149.46% 4.185 199.230 491.276 2.203.304 52.964 523.668 24.341 83.340 660.956 13.004 5.2020 12.326 304.1187 JBIC IP xxx .175 252.200 128.46% 4.5% 1.589.495.46% 4.074 1.1178 JBIC IP xxx .703.5% 17.388.088.36% dan/and KFW + 0.Lanjutan 24.81% + 0.2020 2004 .46% 4.127.975 7.5.535 19.6% 7.1179 KFW 95.100 383.46% 4.26% 5.50%) IBRD + (1% .25% 1.177 18.25% 1.107/F.5.665.106 149.400 1.6% 7.25% 1.AUD FORTIS BANK BELGIA .145.313 47.25% .199 1.46% 4.522.50%) IBRD IBRD IBRD IBRD + + + + 0.25% .670 39.158 647.136/F.66.714.661 SBI + 1% SBI + 1% 2003 .395 30.242 495.556.578.606 74.25% 1.36% dan/and KFW + 0.1193 Midland Bank Public Limited Company MIDLAND BANK (SLA 798) MIDLAND BANK PLC (SLA 818) Banque Paribas GBP BANQUE PARIBAS .2020 2002 .PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) .46% 4.494.5% 1996 .610 8.1% 13.077 372.307 3.5% 2004 .867 19.5% 4.318 677.2018 33.1185 .517 7.1% 1980 1980 1980 1980 1980 1980 - 2024 2024 2024 2024 2024 2024 1.130 145.467 154.25% 1.10598 .506 42.988 410.5.125 2.92.2013 1995 1995 1995 1995 2023 2023 2023 2023 58.044 116.799 146.483 36.605.2020 1996 .069 473.313 69.56 - .613 9.644 29.36% dan/and KFW + 0.738 2.5% 0.813 600.3.296 27.436 14.EUR Jumlah/Total PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31.1222 US$ JBIC IP xxx .476 74. Jerman (KFW) Rupiah KFW AL.093 6.157 445.518 296.130 9.240 721.239.012 139.386.028 207.10599 .996 52.25% 1.638 13.50%) IBRD + (1% .042/F2158 KFW 92.698 23.682.866.25% 1.170 72.074 1.1197 JBIC IP 526 .473 1.382 IBRD + (1% .554.5% 4.682.25% .180 498.75% + 0.197 6.6% 7.5% 4% 5.46% 4.715 80.279 9.911.46% 4.532.188 3.46% 4.312 27.185 95.Continued 24.161 12.935 512.5% 0.1% 13.

752.364 13.177 753.750 179.614 11.5% IBRD + 0.5% 5% .697 270.111.3.755% IBRD + (0.3.152.5% IBRD + 0.897 834.893 IBRD .684 IBRD .723 US$ IBRD .25%-5.325 209.372 3.746 KFW .038 361.4.65.854 139.866 422.1983 INO .3978 IND .5% + 0.784 283.50%) .163.307 811.262 18.867.224 5.566 .755% .761.857 3.906 Austria .65.330.570 KFW .307.297 55.4.556 20.404 229.75%) 1990-2016 1990-2016 1990-2016 1990-2016 1995-2027 1995-2027 1995-2027 1995-2027 ADB ADB ADB ADB + 0.624 677.3501 IND .106 152.964 547.798 Midland Bank .32% 4.398 4.040.109 151.3761 IND .25% 1.167 14.1032 INO .773 IBRD .US$ Islamic Development Bank .683 128.26%-6.833 2.259.3602 IND .923 24.136 .5% 4.557 811.361.475 154.5% 4% 0.636.517 23.055.149 18.999.851 2.540 ADB .3.068 888.343.5% + 0.535.EUR Jumlah/Total PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31.936 1.686.164 50.95.428 175.495.909 18.US$ Calyon and BNP Paribas .517 88.778 56.1172 INO .11 ADB .032 1.875 15.178 35.75% + 0.075 36.684 1.36% dan KFW + 0.464 80.558 .207 1.040.675 160.901.161 530.713 149.82% 5.5% 1.200 2.821 20.552 21.3.895 12.185 199.680 65.261 26.392 1.1164 JBIC IP 515 .10599 IND .340 690.511 76.390 20.25% 1.97% 2004-2045 2004-2045 2004-2045 2004-2045 2005-2011 1995-2020 1995-2020 LIBOR + 0.1157 KFW .1171 Kreditanstalt Fur Wiederaufbau.Lainnya EUR KFW .070 49.031.3349 IND .90. The Company made payments on principal and interest on two-step loans in accordance with the schedule of payment and complied with the restrictions specified within the agreements of two-step loans.84% 5.488.50%) .5% 38.457 2.925 147.25%-5.3180 IND .488 288.837 146.1320 INO .211 139.10598 IND .516 1.163 2.427 14.953.3.1397 INO .511 39.1177 JBIC .9024 .97% .925 11.581 IBRD .EUR Fortis Bank Belgia .25%-5.017 86.826 16.286 109.252 7.1982 INO .839 25.557 143.992 4.4.9% .634 627.574 611.113.532 79.045 1.97% .4.586 KFW .617 40.175 252.867.524 1.532 23.90.167 243.751 IBRD + (0.1183 Japan Bank for International Cooperation (d/h The Export-Import Bank of Japan) Yen JBIC IP 512 .457 2.863 108.535 29.5% 1.878 30.453 44.050 65.5% IBRD + 0.1158 Banque Paribas .045 1.US$ Efic Australia .75%) .169 238.960 199.50%) 1989-2013 1989-2013 1989-2013 1989-2013 1994-2023 1994-2023 1994-2023 1994-2023 IBRD + 0.978.1193 Midland Bank Public Limited Company Midland Bank .637.AUD Kingdom of Belgium / Kerajaan Belgia .549 31.543 125.26%-6.1165 Asian Development Bank (ADB) Rupiah ADB .300 14.305 15.57 - .635 618.5% 1996-2012 1996-2012 2004-2018 2002-2012 2004-2020 2005-2017 2004-2018 1998-2022 2005-2033 *) Dalam jumlah penuh/In full amount **) Termasuk masa tenggang pembayaran/Include grace periods in terms of payments Perusahaan melakukan pembayaran pokok dan bunga penerusan pinjaman sesuai dengan jadual pembayaran dan memenuhi pembatasanpembatasan yang ditentukan dalam perjanjian penerusan pinjaman.9% .3.847 - 3.295.447 1.838 14.521 19.745 US$ ADB .720 ADB ADB ADB ADB + (1% + (1% + (1% + (1% .421.755% IBRD + (0.356 114.157.525 IBRD .485.1176 Bank Austria Aktiengesellschaft EUR Austria .448 183.6% 7.463 9.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) .041 30.Lainnya US$ JBIC IP xxx .457.499 209.587.344.755% IBRD + (0.382 663.12 ADB . 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) .964 219.686 94.722 198.140 164.97% .5.818 Banque Paribas GBP Banque Paribas .5% 11.950 3.951.547 519.082.868.683 ADB .5% + 0.6% .413.756.036.6% 7.376 85.749 125. .412 227. Jerman (KFW) Rupiah KFW .92.1170 ADB .39% 5.611 456.749 29.566 214.910 24.042 .430 47.701 279.569 367.075 75.303 88.3.614 4% 4% 3.580 ADB .36% dan KFW + 0.020.1092 INO .677 50.726 27.103 538.65.1271 INO .Continued Bagian jatuh tempo dalam satu tahun/ Current maturities 2009 Bagian jangka panjang/ Long-term portion Jumlah/ Amount Tingkat bunga per tahun/ Interest rate per annum Periode/ Period **) 88.50%) .710 408.326 7.392 1.81% + 0.1063 EUR Banque Paribas .824 4.934a KFW .528 31.917 China Exim Bank .65.25% .9% and SBI and SBI and SBI and SBI + 1% + 1% + 1% + 1% 1980-2020 1980-2020 1980-2020 1980-2020 1997-2020 1997-2020 1997-2020 2004-2018 1.184.179 349.75%) .3.5% SBI + 1% SBI + 1% 13.760 5.631 19.39% 1998-2022 2002-2018 2002-2018 2.976 106.384 18.535 19.5% 69.889 14.229.3845 IND .36% dan KFW + 0.666 4.75%) .812 IBRD .836 10.6% 7.953.379 11.1179 US$ KFW .1163 JBIC IP 513 .EUR MKB Hungaria .194.940 653.5% 8.25% 1.303 75.4712 IND .654 134.521 21.512 31.Lanjutan Dalam mata uang asing/ In foreign currencies *) International Bank for Reconstruction and Development (IBRD) Rupiah IBRD .9% .

menggunakan kurs tanggal neraca In full amount Two-step loans denominated in other foreign currencies are presented as US$ equivalents using the exchange rates prevailing at balance sheet date 25.310.793 2.020 157. RDI-393/DP3/2001 Less current maturities Long-term portion Pada tanggal 20 Juni 2000. sebagai berikut : On June 20. Pinjaman ini dikenakan bunga 4% per tahun dan tanpa jaminan.862.540 Ekuivalen Rp/ Rp equivalent 6.429. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) .515 14. S352/MK.117 Dalam jumlah penuh Penerusan pinjaman dalam mata uang asing lainnya disajikan dalam jumlah setara US$.691.719 293. Perusahaan dan Pemerintah menyetujui restrukturisasi tunggakan angsuran pokok penerusan pinjaman sebesar Rp 5. RDI-393/DP3/2001 Dikurangi bagian jatuh tempo dalam satu tahun Bagian jangka panjang 25.489 1.Continued Details of two-step loans in foreign currencies are as follows: 2009 Dalam mata uang asing/ In foreign currencies *) 737.166.637.028.016.547 3.219 93.668 293.678 35.937.793 293.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) .131. including 2 years grace period and bears interest at 4% per annum.164 134.310.220.231.926 Investment Fund Account No.926 .896 million until July 30.937.Lanjutan Rincian penerusan pinjaman dalam mata uang asing adalah sebagai berikut: 2010 Dalam mata uang asing/ In foreign currencies *) US$ JPY EUR Lain-lain **) Jumlah *) **) PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31.056.331 143. 2009 GOVERNMENT LOANS 2.958.305 2.309 37.268 million as stated on the letter of the Ministry of Finance of the Republic of Indonesia No.288. the Company and the Government of the Republic of Indonesia agreed to restructure the overdue principal of two-step loans amounting to Rp 5.884. S352/MK.948 320.793 293. as follows : 2009 Due in the year 2010 2011 2012 2013 2014 and thereafter Total Less current maturities Long-term portion 2010 Jatuh tempo dalam tahun 2010 2011 2012 2013 2014 dan seterusnya Jumlah Dikurangi bagian jatuh tempo dalam satu tahun Bagian jangka panjang 293.798. 2021.06/2001 menjadi pinjaman berjangka waktu 20 tahun termasuk tenggang waktu 2 tahun.288.083 US$ JPY EUR Others **) Total 702. HUTANG KEPADA PEMERINTAH 2010 Rekening Dana Investasi No. The loan will be paid in semi-annual installment of Rp 146.763. has a period of 20 years.896 juta sampai dengan 30 Juli 2021.668 3. Pinjaman ini dibayar secara angsuran setiap semester sebesar Rp 146.06/2001.793 2.793