DEDIKASI UNTUK MELAYANI DAN MENERANGI SELURUH NEGERI

DEDICATED TO SERVE AND LIVEN-UP THE WHOLE COUNTRY

LAPORAN TAHUNAN 2010 ANNUAL REPORT

KINERJA UTAMA PLN
PLN PERFORMANCE HIGHLIGHT

Di tahun 2010, PLN kembali menorehkan berbagai kinerja yang menunjukkan peningkatan dari sisi operasional maupun kualitas pelayanan kepada para konsumen di seluruh wilayah Indonesia. Melalui program Gerakan Sehari Sejuta Sambungan (GRASSS), rasio elektrifikasi secara nasional berhasil ditingkatkan dari 63,75% di tahun 2009 menjadi 66,51 % di tahun 2010. In 2010, PLN once again recorded considerable improvements in its operational aspect as well as service quality to the consumers throughout the Indonesian regions. Through our “One Day One Million Connection” (Indonesian acronym: “GRASSS”) movement, we have been successful in improving the national electrification rate from 63.75% in 2009 into 66.51% in 2010.

TOTAL PRODUKSI LISTRIK MENINGKAT
ENHANCED PRODUCTIVITY OF ELECTRICITY POWER

‘10 ‘09 ‘08 ‘07 ‘06
(dalam GWh) (in GWh)

169.786

156.797 149.437 142.440 133.108

Seiring dengan tuntutan permintaan sambungan listrik, produksi total daya listrik meningkat, sebagai hasil realisasi rencana pembangunan unit pembangkit listrik baru milik PLN, sewa pembangkit maupun dari Independent Power Producer (IPP).
In line with the increasing demand of electricity power connection, our total electricity power production increased, which is a fruitful result of PLN owned new elecricity power plants, power generation leases as well as from the Independent Power Producer (IPP).

1

SUSUT JARINGAN MENGECIL
DECLINED NETWORK LOSSES

Perbaikan efisiensi operasional sebagai akibat adanya penambahan produksi listrik tetap diikuti oleh peningkatan efisiensi transmisi dan distribusi, sehingga persentasi kehilangan daya listrik atau susut jaringan terus mengecil.
Achievement of improved operational efficiency as a result of additional power production continued to be followed by improvement in transmission and distribution efficiency, which enabled to decline the percentage of electricity power as well as network losses.

‘10 ‘09 ‘08 ‘07 ‘06
(dalam %) (in %)

9,7

9,93

10,67 11,08 11,45

JUMLAH PELANGGAN TERUS MENINGKAT
EVER INCREASING AMOUNT OF CUSTOMERS

Jumlah pelanggan PLN terus meningkat sementara daftar tunggu berhasil diturunkan melalui program GRASSS yang terus menunjukkan efektifitasnya.
The amount of PLN customers continued to increase whereas the amount of waiting list was decreased through the GRASSS program whose activities continued to perform.

‘10 ‘09 ‘08 ‘07 ‘06
(dalam ribu) (in thousand)

42.435 40.117

38.884 37.334 35.751

3

TINGKAT FREKUENSI PEMADAMAN LISTRIK TERUS BERKURANG
CONSISTENT DECREASE OF FREQUENCY RATE OF POWER OUTAGE

‘10 ‘09 ‘08 ‘07 ‘06

6.82

10.78 13.33 12.77

13.85
Grafik SAIFI (kali/pelanggan/tahun) SAIFI Graphic (time/customer/year)

Tingkat frekuensi pemadaman aliran listrik terus berkurang berkat peningkatan kapasitas produksi dan pengendalian gangguan pada jaringan tenaga listrik, sehingga Indeks Kali Gangguan Ratarata yang dialami Pelanggan (SAIFI) berhasil diturunkan menjadi satu digit.
The frequency rate of electricity power outage has been managed to consistently decreasing due to production capacity improvement as well as power network interruption control, enabled the System Average Interruption Frequency Index (SAIFI) to decrease by one digit.

INDEKS LAMA GANGGUAN RATA-RATA YANG DIALAMI PELANGGAN (SAIDI) MENURUN
DECLINE OF SYSTEM AVERAGE INTERRUPTION DURATION INDEX (SAIDI)

‘10 ‘09 ‘08 ‘07 ‘06

6.96

16.7 80.9 28.93 27.01
Grafik SAIDI (jam/pelanggan/tahun) SAIDI Graphic (hour/customer/year)

Peningkatan kapasitas produksi dan pengendalian gangguan pada jaringan tenaga listrik membuat indeks SAIDI juga berhasil diturunkan secara signifikan dalam 3 tahun terakhir.
Enhancement of production capacity and interruption control on the electricity power network has made the SAIDI Index to decline significantly during the last three years.

5

6

DAFTAR ISI TABLE OF CONTENTS

IKHTISAR HIGHLIGHTS
Ikhtisar Keuangan Financial Highlights Ikhtisar Operasional Operational Highlights Obligasi Obligation Peristiwa Penting Significant Events Penghargaan dan Sertifikasi Award and Certification

8 9 10 10 12 30

LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL OPERATIONAL REPORT
Pengelolaan Sumber Daya Manusia Human Resources Management Pengembangan Teknologi Informasi Information Technology Development Risiko dan Manajemen Risiko Risk and Risk Management Penerbitan Obligasi Bond Issuance Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Perlindungan Lingkungan Work, Health-Safety and Environment Protection

93 94 112 114 129 140

LAPORAN MANAJEMEN MANAGEMENT REPORT
Laporan Dewan Komisaris Board of Commissioners’ Report Laporan Direksi Board of Directors’ Report Tujuan Strategis Perusahaan Tahun 2010 - 2015 Corporate Strategies Objective, 2010 - 2015 Strategi dan Kebijakan Policy and Strategy

33 34 42 54 58

PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALYSIS
Tinjauan Ekonomi dan Prospek Usaha Economy and Business Prospect PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Tinjauan Kinerja Performance Review Tinjauan Keuangan Financial Review Kinerja Anak Perusahaan Performance of Subsidiaries

149 150 152 168 189 190 204 207 207 207

PROFIL PERUSAHAAN COMPANY PROFILE
Visi, Misi, Moto dan Nilai-nilai Perusahaan Vision, Mission, Motto and Corporate’s Values Sekilas tentang PLN PLN in Brief Bidang Usaha Line of Business Akses Informasi Access to Information Lembaga Penunjang Perusahaan Corporate Institutional Support Kepemilikan Saham Share Ownership Struktur Organisasi Organization Structure Profil Manajemen Management Profile

61 62 66 68 74 75 78 80 81

Informasi Material Material Information Transaksi Material dan Kejadian Luar Biasa Material Transaction and Extraordinary Events Kejadian Luar Biasa Extraordinary Events Transaksi Benturan Kepentingan Conflict of Interest Transactions Transaksi dengan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Transactions with Related Parties Perubahan Peraturan dan Kebijakan Akuntansi Changes of Regulations and Reclassification Accounting Policies Kejadian Setelah Tanggal Neraca Subsequent Event

208 208

LAPORAN PELAKSANAAN TATA KELOLA PERUSAHAAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE Tujuan Objective Pedoman. Struktur dan Mekanisme Tata Kelola GCG Guidelines. Structure and Mechanism Kebijakan Pokok Perusahaan Corporate Basic Policies Asesmen Penerapan GCG Assessment GCG Application Implementasi Praktek GCG Implementation of GCG Practice Organ Perusahaan Corporate Organs Rapat Umum Pemegang Saham Annual General Meeting of Shareholder Dewan Komisaris Board of Commissioners Direksi Board of Directors Organ Penunjang Supporting Organs Komite dan Laporan Komite Committees and Committees Report Unit Satuan Pengawasan Intern Internal Control Unit Divisi Manajemen Risiko Risk Management Division Sekretaris Perusahaan Corporate Secretary Sekretaris Dewan Komisaris Secretary to Board of Commissioners Perkara Hukum yang Melibatkan Perseroan Litigation PELAKSANAAN TANGGUNG JAWAB PERUSAHAAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY 209 210 211 212 214 218 224 224 225 231 242 242 254 257 259 Maksud dan Tujuan Purpose and Objective Pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan CSR Implementation Program Pengembangan Masyarakat Community Development Programs 268 269 270 273 LAIN-LAIN OTHERS Data Perseroan Corporate Data Daftar Alamat Anak Usaha dan Afiliasi Addresses of Subsidiaries and Affiliation Referensi-Silang Isi Laporan dengan Ketentuan Bapepam-LK Cross-Reference of Bapepam-LK Rules Pernyataan Dewan Komisaris dan Direksi Board of Commissioners’ and Directors’ Statement Laporan Keuangan Financial Report 277 278 293 295 306 308 Daftar Isi Table of Contents 264 265 7 .

8 IKHTISAR HIGHLIGHTS 9 10 10 12 30 IKHTISAR KEUANGAN Financial Highlights IKHTISAR OPERASIONAL Operational Highlights OBLIGASI Bonds PERISTIWA PENTING Significant Events PENGHARGAAN & SERTIFIKASI Awards & Certifications PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report .

43 Ratios ROA ROE Current Ratio Solvency Debt to Equity Ratio Operational Ratio Net Profit Margin Ikhtisar Highlights Rasio Produktivitas Total Pendapatan Usaha/ Karyawan 4.479 136.83 6.375 149.986 163.99 97.73 7.108 145.291) Balance Total Assets Total Equity Total Liabiliities Net Working Capital Profit/Loss Revenues Operating Expenses Income/ Loss from Operations Net Profit/Loss Laba Rugi Usaha Laba Rugi Bersih Miliar Rp Miliar Rp 13.52 68.023 Miliar Rp Miliar Rp Miliar Rp Miliar Rp 369.303) 2.196 192.06 91.41 97.228 76.123 220.91 77.224 (8.44 53.267 10.598 114.917 139.974 (10.837 101.713 141.732 (9.946 10.52 125.51 57.268 7.058 Statement of Cash Flow 12.05 41.718 126.042 111.14 107.59 95.49 -2.78 -4.726 105.05 3.780 16.192 1.611 (12.15 7.29 47.82 100.72 122.78 1.47 2.072 Cash Flow from Operating Activities Cash Flow from Investing Activities Cash Flow from Funding Activities Miliar Rp (30.753 75.843 139.69 76.952) (20.10 7.38 104.536 (5.578) 273.26 1.517 (709) 290.80 -7.60 59.62 Productivity Ratio Revenues/Total Employees 9 .506 104.285) (7.23 -9.912 Rasio-rasio ROA ROE Rasio Lancar Solvabilitas Rasio Hutang terhadap Ekuitas Rasio Operasional Laba Bersih % % % % % % % 2.06 34.23 -3.06 -4.IKHTISAR KEUANGAN FINANCIAL HIGHLIGHTS KETERANGAN UNIT 2010 2009 2008 2007 2006 2005 DESCRIPTION Neraca Keuangan Total Aset Total Ekuitas Total Kewajiban Modal Kerja Bersih Laba/Rugi Pendapatan Usaha Beban Usaha Miliar Rp Miliar Rp 162.585 219.95 0.760) (5.425 31.67 2.567) (21.720) (30.32 -6.890 11.18 81.23 3.937 247.84 -2.560 149.48 1.086 9.07 72.827 1.07 53.222 135.209 160.69 113.067 2.276 164.674) Miliar Rp 14.83 99.543 76.898 7.31 93.920) Laporan Arus Kas Arus Kas dari Operasi Arus Kas dari Investasi Arus Kas dari Pendanaan Miliar Rp 22.356 3.928 520 (4.177) 333.969 5.324 4.834 7.13 -4.412 137.21 3.645) (502) 1.

60% 10.10 IKHTISAR OPERASIONAL OPERATIONAL HIGHLIGHTS KETERANGAN Daya Terpasang Penjualan Produksi Produksi Sendiri Sewa Diesel Pembelian Total Produksi Susut Jaringan GWh GWh GWh GWh % 123.000 300.85 35.844 60.018 2007 25.90 13.75% 13.177 3.257 31.000 1.82 42.222 121.435 67.108 11.389 149.639 133.45 98.200.01 13.000 1.108 16.750 28.439 43.297 2009 25.409 46.984 3.100 865.113 27.581 2008 25.233 38.786 9.976 47.46 107.032 DESCRIPTION Installed Capacity Sales Production Own Production Diesel Rental Purchase Total Production Losses Mutu dan Keandalan SAIDI SAIFI Jumlah Pelanggan Daya Tersambung Panjang Transmisi Kapasitas Gardu Induk Jumlah Karyawan Jam/Plg/ Thn Kali/Plg/ Thn Ribu Plg MVA kms MVA Orang People 6.000 1.000 500.54 UNIT MW GWh 2010 26.797 9.68 34.90 12.118 62.717 30.169 156.500.500.70 10.707 31.477 8.895 147.317 31.77 12.846 112.105 26.93 113.50% 10 10 15 10 10 15 10 2.77 37.664 2.945 53.000 200.40% 2.989 44.669 40.515 107.434 5.199 142.375 45.78 40.649 46.559 50.088 127.804 28.949 63. NAMA EFEK NAME OF SECURITIES MATA UANG CURRENCY PLAFOND (DALAM JUTA) (IN MILLION) TANGGAL TERBIT DATE OF ISSUANCE TINGKAT BUNGA INTEREST RATE TENOR (TAHUN) (IN YEAR) PERINGKAT RANK 1 2 3 4 5 6 7 8 Obligasi PLN VII 2004 PLN VII 2004 Bonds Obligasi PLN VIII 2006 SERI A PLN VIII 2006 Series A Bonds Obligasi PLN VIII 2006 SERI B PLN VIII 2006 Series B Bonds SUKUK IJARAH PLN I 2006 PLN I 2006 Sukuk Ijarah Obligasi PLN IX 2007 SERI A PLN IX 2007 Series A Bonds Obligasi PLN IX 2007 SERI B PLN IX 2007 Series B Bonds SUKUK IJARAH PLN II 2007 PLN II 2007 Sukuk Ijarah MTN PLN I Tahun 2008 Seri E MTN PLN I Series E Bonds 2008 IDR IDR IDR IDR IDR IDR IDR IDR 1.246 2006 24.076 169.436 10.085 32.472 55.000 80.96 6.5 idAA+ idAA+ idAA+ idAA+ (sy) idAA+ idAA+ idAA+ (sy) idAA+ .431 Quality and Reliability 15.195 54.335.60% 13.440 11.40% 10.000 12-Nov-04 21-Jun-06 21-Jun-06 21-Jun-06 10-Jul-07 10-Jul-07 10-Jul-07 15-Dec-08 12.70 115.571 129.609 2005 22.194 36.612 54.751 53.334 56.370 11.549 31.340 4.33 38.25% 13.155 SAIDI SAIFI Number of Customers Connected Capacity Transmission Length Sub-station Capacity Total Employees OBLIGASI BONDS PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report DAFTAR EFEK DOMESTIK YANG DITERBITKAN PLN DAN BELUM JATUH TEMPO LIST OF SECURITIES ISSUED BY PLN AND OUTSTANDING BONDS NO.607 134.894 34.842 65.90% 10.70 101.

000 467.000 1.000 500.000 500.40% 9.7500% 7.NO. Ba1 berdasarkan Lembaga Pemeringkat Moody’s. B GLOBAL BOND III GLOBAL BOND IV USD USD USD USD USD USD 450.000 500.5 5 5 7 5 7 7 10 7 10 5 12 5 12 idAA+ idAA+ idAA+ idAA+ idAA+ idAA+ idAA+ idAA+ (sy) idAA+ (sy) idAA+ idAA+ idAA+ idAA+ idAA+ idAA+ idAA+ idAA+ Berdasarkan Lembaga Pemeringkat Pefindo.000 500.783. Expressed in units of Rp million DAFTAR EFEK INTERNASIONAL YANG DITERBITKAN PLN DAN BELUM JATUH TEMPO LIST OF INTERNATIONAL BONDS ISSUED BY PLN AND OUTSTANDING BONDS NO.75% 5 10 10 30 10 10 BB / Ba1 BB / Ba1 BB / Ba1 BB / Ba1 BB / Ba1 BB / Ba1 11 BB berdasarkan Lembaga Pemeringkat Standard & Poor’s.000.000 167.000 340.50% 2. Disajikan dalam satuan Rp juta Under Lembaga Pemeringkat Pefindo.50% 2.000. BB according to Rating Agency Standard & Poor’s.0000% 7.000 920.000 1.000.000 645.000 160. NAMA EFEK NAME OF SECURITIES MATA UANG CURRENCY PLAFOND (DALAM JUTA) (IN MILLION) TANGGAL TERBIT DATE OF ISSUANCE TINGKAT BUNGA INTEREST RATE TENOR (TAHUN) (IN YEAR) PERINGKAT RANK 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 MTN PLN I Tahun 2008 Seri F MTN PLN I Series F Bonds 2008 MTN PLN I Tahun 2008 Seri G MTN PLN I Series G Bonds 2008 MTN PLN I Tahun 2008 Seri H MTN PLN I Series H Bonds 2008 MTN PLN I Tahun 2008 Seri I MTN PLN I Series I Bonds 2008 MTN PLN I Tahun 2008 Seri J MTN PLN I Series J Bonds 2008 Obligasi PLN X 2009 SERI A PLN X 2009 Series A Bonds Obligasi PLN X 2009 SERI B PLN X 2009 Series B Bonds SUKUK IJARAH PLN III 2009 Seri A PLN III 2009 Series A Sukuk Ijarah SUKUK IJARAH PLN III 2009 Seri B PLN III 2009 Series B Sukuk Ijarah Obligasi PLN XI 2010 SERI A PLN XI 2010 Series A Bonds Obligasi PLN XI 2010 SERI B PLN XI 2010 Series B Bonds SUKUK IJARAH PLN IV 2010 Seri A PLN IV 2010 Series A Sukuk Ijarah SUKUK IJARAH PLN IV 2010 Seri B PLN IV 2010 Series B Sukuk Ijarah Obligasi PLN XII 2010 SERI A PLN XII 2010 Series A Bonds Obligasi PLN XII 2010 SERI B PLN XII 2010 Series B Bonds SUKUK IJARAH PLN V 2010 Seri A PLN V 2010 Series A Sukuk Ijarah SUKUK IJARAH PLN V 2010 Seri B PLN V 2010 Series B Sukuk Ijarah IDR IDR IDR IDR IDR IDR IDR IDR IDR IDR IDR IDR IDR IDR IDR IDR IDR 500. Presented in full amount .00% 11. NAMA EFEK NAME OF SECURITIES MATA UANG CURRENCY PLAFOND TANGGAL TERBIT DATE OF ISSUANCE TINGKAT BUNGA INTEREST RATE Ikhtisar Highlights TENOR (TAHUN) (IN YEAR) PERINGKAT RANK 1 2 3 4 5 6 GLOBAL BOND I Tr.000 130.000 1.250.00% 14. A GLOBAL BOND II Tr.95% 12.015.000 15-Dec-08 15-Dec-08 15-Dec-08 15-Dec-08 15-Dec-08 9-Jan-09 9-Jan-09 9-Jan-09 9-Jan-09 12-Jan-10 12-Jan-10 12-Jan-10 12-Jan-10 8-Jul-10 8-Jul-10 8-Jul-10 8-Jul-10 2.70% 10.000 550.5 4 4.75% 15.40% 3 3.2500% 7.000 16-Oct-06 16-Oct-06 28-Jun-07 28-Jun-07 7-Aug-09 6-Nov-09 7.50% 14.75% 15. Disajikan dalam nilai penuh.000 293.000 750. A GLOBAL BOND I Tr.000.70% 10.000 1.000 425.55% 11.8750% 8. B GLOBAL BOND II Tr.55% 9.000 500.000 500.50% 2. Ba1 by Moody’s Rating Agency.855.000.50% 2.95% 12.000.2500% 7.

Pekerjaan ini merupakan milestone pertanda dimulainya pekerjaan konstruksi ketel uap dalam proyek PLTU.LKPP 4 FEBRUARI 2010 Tanggal 4 Februari 2010 telah ditandatangani Nota Kesepahaman tentang Pendampingan Proses Pengadaan Barang dan Jasa di Lingkungan PT PLN (Persero) antara PT PLN (Persero) dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Dahlan Iskan dan Sekretaris Utama LKPP. Direktur Operasi Indonesia Barat PLN Moch.7 JANUARI 2010 Pada tanggal 7 Januari 2010 dilaksanakan pekerjaan steam drum lifting PLTU 3 Bangka Belitung berkapasitas 2 x 30 MW. Agus Rahardjo. Kerjasama ini diharapkan dapat meningkatkan dan merealisasikan prinsip-prinsip dan nilainilai yang terkandung dalam Tata Kelola Perusahaan (Good Corporate Governance) yang baik serta yang tidak kalah penting adalah semakin membudayanya semangat anti korupsi dan integritas di antara pegawai PLN yang tentunya sejalan dengan nilai-nilai perusahaan yang telah ditetapkan. placement of steam drum in boiler building. SIGNING OF MEMORANDUM OF UNDERSTANDING BETWEEN PLN AND LKPP – FEBRUARY 4. Harry Jaya Pahlawan and General Manager of PLN Sumatera II Generating. Agus Rahardjo. Eko Maulana Ali. This event was attended by the Governor of Bangka Belitung. FEBRUARY PENANDATANGANAN NOTA KESEPAHAMAN PLN . 2010 PLN signed a Memorandum of Understanding (MoU) on Support for Procurement of Materials and Services in PLN with the government organization Materials/Services Procurement Policy Board (“LKPP”). . Acara ini dihadiri oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Eko Maulana Ali. Steam drum lifting adalah pekerjaan peletakan steam drum (pengumpul uap) pada bangunan boiler. Oman Sumantri. Nasser Iskandar and GM PLN Bangka Belitung. Harry Jaya Pahlawan dan General Manager (GM) PLN Pembangkitan Sumatera II Nasser Iskandar dan GM PLN Wilayah Bangka Belitung Oman Sumantri. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report STEAM DRUM LIFTING PROJECT PLTU 3 BANGKA BELITUNG – JANUARY 7. 2010 On January 7.12 PERISTIWA PENTING SIGNIFICANT EVENTS 7 JANUARY 2010 4 FEBRUARY 2010 JANUARY STEAM DRUM LIFTING PROYEK PLTU 3 BANGKA BELITUNG . This MoU was signed by President Director of PLN. Dahlan Iskan. and First Secretary of LKPP. The steam drum lifting work. Operation Director of PLN West Indonesia. 2010 On February 4. served as the commencement milestone of the PLTU project. 2010 PLN carried out a steam drum lifting work for the 2 x 30 MW PLTU 3 Bangka Belitung project. Nota Kesepahaman ini ditandatangani oleh Direktur Utama PT PLN (Persero). Moch.

Kotamobagu (North Sulawesi) Unit 1.2.3 & 4.2. This agreement is aimed at utilizing geothermal resources in Ulubelu.2. Lampung.3 & 4.3. Lampung guna membangkitkan tenaga listrik di PLTP Unit I dan Unit II. Hululais (Bengkulu) Unit 1 & 2. Karaha (West Java) Unit 1. 2010 This purchase agreement of Ulubelu unit 1 & 2 steam and head of agreement (HoA) on geothermal purchase between PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) and PLN was held at the Ministry of Energy and Mineral Resources (EMR). In addition.17 FEBRUARY 2010 14 MAY 2010 It is expected that this cooperation will help improve and accomplish the implementation of GCG values and integrity and anticorruption culture among PLN employees.& 4 and Sungai Penuh (Jambi) Unit 1 & 2 . Sedangkan HoA yang telah disepakati bertujuan untuk percepatan pengembangan geothermal secara nasional. 13 Ikhtisar Highlights .3 & 4. Kotamobagu (Sulawesi Utara) Unit 1. Lahendong (North Sulawesi) Unit 4. Lumut Balai (South Sumatera) Unit 1. Lahendong (Sulawesi Utara) Unit 4.2.17 FEBRUARI 2010 Penandatanganan Perjanjian Jual Beli Uap (PJBU) Ulubelu unit 1 & 2 dan Head of Agreement (HoA) jual beli energi panas bumi antara PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) dan PT PLN (Persero) yang dilaksanakan di Kementerian ESDM.3 & 4. PURCHASE AGREEMENT OF ULUBELU UNIT 1 & 2 STEAM – FEBRUARY 17. Pertamina and PLN agreed on an energy purchase for geothermal business development scheme in several areas. Production term for geothermal distribution is thirty years.& 4 dan Sungai Penuh (Jambi) Unit 1 & 2 . for electricity generating at PLTP Unit I and Unit II. Hululais (Bengkulu) Unit 1 & 2. PT Pertamina & PT PLN telah sepakat untuk melakukan jual beli energi dengan skema pengembangan bisnis geothermal di beberapa lapangan panas bumi yaitu Ulubelu Unit 1. Jangka waktu produksi untuk penyaluran uap panas bumi selama 30 (tiga puluh) tahun. Lumut Balai (Sumatera Selatan) Unit 1. which is in line with corporate values.2. Karaha (Jawa Barat) Unit 1. which are Ulubelu Unit 1.5 & 6. which is located in Way Panas. the HoA is aimed at the acceleration of national geothermal development.3. Perjanjian PJBU ini dilaksanakan untuk memanfaatkan sumber daya panas bumi yang berasal dari Ulubelu yang terletak di dalam Wilayah Kerja Pengusahaan (WKP) Way Panas.2. PERJANJIAN JUAL BELI UAP (PJBU) ULUBELU UNIT 1 & 2 .5 & 6.

welcomes this synergy. while for PLN it is to ensure employee convenience in air transportation. For Garuda Indonesia.14 SINERGI 2 BUMN GARUDA INDONESIA DAN PT PLN (PERSERO) TANDATANGANI KERJASAMA CORPORATE SALES 8 MARET 2010 Sinergi Dua BUMN Garuda Indonesia dan PT PLN (Persero) Tandatangani Kerjasama Corporate Sales Garuda Indonesia dan PT PLN (Persero) bersinergi dengan menandatangani Nota Kesepakatan Bersama Bidang Corporate Sales. 2010 A synergy between two state-owned enterprises took place when Garuda Indonesia and PLN signed an MoU on corporate sales cooperation. tambah Dahlan Iskan. on duty travels of PLN employees can use Garuda Indonesia services. Through this cooperation. with special discount fare and service for convenience guarantee. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report MARCH . Dahlan Iskan. Dengan karyawan PLN yang tersebar di seluruh pelosok nusantara dan jaringan rute penerbangan Garuda Indonesia yang luas. Direktur Utama PLN Dahlan Iskan menyambut baik sinergi dua BUMN ini. Bagi Garuda Indonesia kerjasama ini akan semakin meningkatkan pasarnya di bidang korporasi sementara bagi PLN akan mendapatkan jaminan dan kemudahan bagi karyawannya dalam melaksanakan perjalanan udara sehingga akan meningkatkan mobilitas karyawannya. and President Director of PLN. “this cooperation will surely benefit PLN in term of convenience guarantee and employee mobility. Dengan demikian maka karyawan PLN saat melakukan perjalanan dinas dapat menggunakan jasa penerbangan Garuda Indonesia baik domestik maupun internasional dengan potongan harga khusus dan jaminan kemudahan layanan. Jakarta. this cooperation means corporate market expansion. President Director of PLN. which will enhance mobility.” added Dahlan Iskan. 2010 by President Director of Garuda. SYNERGY OF STATE-OWNED COMPANIES GARUDA INDONESIA AND PLN THROUGH CORPORATE SALES AGREEMENT – MARCH 8. “kerjasama ini tentunya akan memberikan benefit bagi PLN dari sisi jaminan kemudahan dan mobilitas karyawan”. Emirsyah Satar. Penandatanganan Nota Kesepakatan dilaksanakan hari Kamis (8/3) oleh Direktur Utama Garuda Emirsyah Satar dan Direktur Utama PLN Dahlan Iskan di PT PLN (Persero) Kantor Pusat. Dahlan Iskan. Acknowledging the facts that PLN employees are spread in all locations in Indonesia and that Garuda Indonesia has country-wide flight routes. The MoU was signed on March 8. for both domestic and international flights. at PLN Head Office in Jakarta.

Vickner Sinaga. Primary Energy Director. East Indonesia Operation Director.PEMADAMAN BERGILIR DI SULSELBAR BERAKHIR . 2010 PLN held an event to launch the construction project of hydro-electric power plant (“PLTA”) Asahan 3 of 2 x 87 MW capacity in Asahan District. PLN LETAKKAN BATU PERTAMA PEMBANGUNAN PLTA ASAHAN 3 14 MEI 2010 PT PLN (Persero) menggelar acara peletakan batu pertama pembangunan proyek Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA) Asahan 3 berkapasitas 2 x 87 MW di Kabupaten Asahan. North Sumatera. Peletakan batu pertama sebagai bentuk keseriusan dan kesiapan PLN membangun PLTA tersebut dilakukan oleh Direktur Utama PLN Dahlan Iskan. Dahlan Iskan. and Business and Management Director. Sumatera Utara. Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat pemerintah daerah. Harry Jaya Pahlawan.5 MEI 2010 Pemadaman bergilir di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat berakhir setelah PLTGU Sengkang mendapatkan pasokan gas dari lapangan gas Kampung Baru Kabupaten Wajo sehingga pasokan listrik ke wilayah tersebut berangsur normal. Ikhtisar Highlights 15 . PLN LAUNCHED THE CONSTRUCTION OF PLTA ASAHAN 3 – MAY 14. didampingi oleh Direktur Energi Primer Nur Pamudji. Direktur Operasi Indonesia Barat Moch. Nur Pamudji. para ketua adat dan tokoh masyarakat di sekitar proyek tersebut. Murtaqi Syamsuddin. Harry Jaya Pahlawan. West Indonesia Operation Director. dan Direktur Bisnis & Manajemen Risiko Murtaqi Syamsuddin. This event was attended by local government representatives. 2010 The rolling blackout in South Sulawesi and West Sulawesi was ended after PLTGU Sengkang acquired gas supply from Kampung Baru in Wajo District which led to gradual recovery of electricity supply. Direktur Operasi Indonesia Timur Vickner Sinaga. MAY TERMINATION OF ROLLING BLACKOUT IN WEST AND SOUTH SULAWESI – MAY 5. Moch. The ceremony signified PLN’s readiness and seriousness to build the PLTA and was led by PLN’s President Director. traditional chiefs and community leaders.

diantaranya PT Connusa Energindo. PT Kwarsa Hexagon. Dahlan Iskan. bertempat di Kantor PLN Proyek Induk Pembangkit dan Jaringan (Pikitring) Sumut. Kesepakatan kerja sama penggunaan Sistem informasi tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama PLN Dahlan Iskan dan Sekretaris Jenderal Badan Pemerika Keuangan Republik Indonesia Dharma Bakti. Aceh dan Riau menandatangani contract agreement dengan Nippon Koei. LTD TANDA TANGANI CONTRACT AGREEMENT ENGINEERING SERVICES PEMBANGUNAN PROYEK PLTA ASAHAN 3 . . It is expected that this cooperation will enhance and realize GCG principles and values.PLN GUNAKAN SISTEM INFORMASI UNTUK AUDIT PLN 3 JUNI 2010 Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) akan menggunakan sistem informasi untuk mengakses data keuangan milik PLN. Nippon Koei bekerjasama dengan konsultan dalam negeri. Dharma Bakti. 2010 Finance Audit Board (“BPK”) will use information system to access PLN’s financial data for audit on financial management and responsibility.16 9 JUNE 2010 21 JULY 2010 JUNE KERJASAMA BPK . Penandatanganan contract agreement ini merupakan bukti kesungguhan dan wujud nyata dari komitmen PLN untuk segera membangun PLTA Asahan 3 demi kepentingan masyarakat Sumatra Utara. acara penandatangan ini juga disaksikan oleh Duta Besar Jepang untuk Indonesia. PT Arkonin Engineering Manggala Pratama. The agreement was signed by President Director of PLN.9 JUNI 2010 Direktur Utama (Dirut) PT PLN (Persero) Dahlan Iskan. Kerjasama PLN dan BPK diharapkan dapat meningkatkan dan merealisasikan prinsipprinsip dan nilai-nilai yang terkandung dalam Tata Kelola Perusahaan yang baik. PLN DAN NIPPON KOEI. Selain dihadiri oleh jajaran Direksi PLN. Ltd untuk engineering services pembangunan proyek PLTA Asahan 3 (2x87 MW) yang berlokasi di Kabupaten Asahan dan Tobasa Sumatra Utara. Data yang diakses nantinya akan digunakan BPK untuk pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. and Secretary General of BPK. Dalam pembangunan proyek tersebut. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report BPK – PLN COOPERATION ON THE USE OF INFORMATION SYSTEM FOR PLN AUDIT – JUNE 3. PT Tata Guna Patria dan PT Jaya CM.

Sementara wali amanat adalah PT Bank CIMB Niaga. Sedangkan Sukuk Ijarah PLN V Tahun 2010 berperingkat idAA+ (Double A Plus Syariah. yakni seri A berjangka lima tahun dan seri B dua belas tahun. 17 Ikhtisar Highlights . Stable Outlook) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) ini terdiri dari dua seri. PLN TERBITKAN OBLIGASI DAN SUKUK IJARAH SENILAI RP 3 TRILIUN 16 JUNI 2010 PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menerbitkan Obligasi PLN XII Tahun 2010 senilai maksimal Rp 2. PT Tata Guna Patria and PT Jaya CM. investasi ini penting guna memberikan keuntungan investor sekaligus meningkatkan kompetensi perseroan. Selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor kelistrikan. PT Arkonin Engineering Manggala Pratama. This event was attended by PLN’s Board of Directors and Japan Ambassador for Indonesia. Nippon Koei partnered with local companies. This contract agreement demonstrates PLN’s commitment to build PLTA Asahan 3 for public interest in North Sumatera. PT Mandiri Sekuritas. Ltd for the construction project of PLTA Asahan 3 (2x87 MW) in Asahan and Tobasa District. PT Trimegah Securities sebagai penjamin pelaksana emisi dalam penawaran umum ini. Stable Outlook) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) ini terdiri dari dua seri. Obligasi PLN XII Tahun 2010 berperingkat idAA+ (Double A Plus. Perseroan telah menunjuk PT Danareksa Sekuritas. LTD SIGNED CONTRACT AGREEMENT OF ENGINEERING SERVICES FOR THE CONSTRUCTION OF PLTA ASAHAN 3 PROJECT – JUNE 9. North Sumatera. In this project. such as PT Connusa Energindo. Dahlan Iskan. 2010 President Director of PLN. Dana yang diperoleh dari Penawaran Umum ini setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi seluruhnya akan digunakan untuk mendanai kegiatan investasi jaringan distribusi tenaga listrik. signed a contract agreement of engineering services with Nippon Koei. PT Kwarsa Hexagon.5 triliun dan Sukuk Ijarah PLN V Tahun 2010 senilai maksimal Rp 500 miliar. yakni seri A berjangka lima tahun dan seri B berjangka 12 tahun. Aceh and Riau.27 JULY 2010 PLN AND NIPPON KOEI. at the office of Generating and Transmission Main Project for North Sumatera.

Sattar Taba dengan disaksikan oleh Menteri BUMN Mustafa Abubakar. and plans to use the fund. Sattar Taba. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report TARIF DASAR LISTRIK 2010 . Sementara itu pemerintah dan dunia usaha akhirnya mencapai kata sepakat dalam penghitungan besaran kenaikan tarif dasar listrik (TDL) bagi industri. PT Trimegah Securities as the lead underwriters. and President Director of Semen Tonasa H.5 trillion and Sukuk Ijarah PLN V year 2010 of maximum Rp500 billion. The Sukuk Ijarah PLN V Year 2010 rated idAA+ (Double A Plus Syariah.8 triliun. which are five-year term A series and twelve-year term B series. Pemerintah akan menyiapkan dasar hukum bagi penyesuaian penghitungan tersebut. . which are PT Semen Gresik. to finance investment activities for electricity distribution networks. which are five-year term A series and twelve-year term B series. Stable Outlook) by Pefindo also consists of 2 series. President Director of Semen Padang Widodo Santoso. after deduction of emission costs. witnessed by Minister of SOE Mustafa Abubakar. The resulting fund is to finance investment activities which will benefit investors and also enhance corporate competency. The Company appointed PT Danareksa Sekuritas. 2010 PLN signed electricity supply agreement with 3 strategic state-owned enterprises (SOE) within Semen Gresik Group (SGG). Dirut Semen Padang Widodo Santoso dan Dirut Semen Tonasa H.21 JULI 2010 PT PLN (Persero) menandatangani perjanjian kerjasama penyediaan tenaga listrik dengan 3 (tiga) BUMN strategis kelompok Semen Gresik Group (SGG) yaitu PT Semen Gresik. 4. yakni tidak lebih dari 18% dan tetap mengacu pada kekurangan subsidi sebesar Rp. Stable Outlook) by Indonesian Rating Agency (Pefindo) consists of 2 series. dan PT Semen Tonasa. and PT Semen Tonasa.M. PLN DAN SEMEN GRESIK GROUP (SGG) MENANDATANGANI KERJASAMA PENYEDIAAN LISTRIK . JULY PLN AND SEMEN GRESIK GROUP (SGG) SIGNED ELECTRICITY SUPPLY AGREEMENT – JULY 21. yang akan ditagihkan dalam rekening listrik bulan Agustus 2010.18 PLN ISSUED BOND AND SUKUK IJARAH OF RP 3 TRILLION – JUNE 16. 2010 PLN issued the PLN XII year 2010 bond of maximum Rp2. President Director of Semen Gresik Dwi Soetjipto. This agreement was signed by President Director of PLN Dahlan Iskan. PT Semen Padang. Dirut Semen Gresik Dwi Soetjipto.M.22 JULI 2010 Tarif Dasar Listrik Tahun 2010 mulai diberlakukan terhitung pemakaian 01 Juli 2010. PT Semen Padang. This PLN XII Year 2010 bond rated idAA+ (Double A Plus. and PT Bank CIMB Niaga as the trustee. PT Mandiri Sekuritas. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama (Dirut) PLN Dahlan Iskan.

2010 ELECTRICITY TARIFF – JULY 22. karyawan PLN peraih penghargaan/inovasi serta beberapa stakeholder. Pengembangan proyek PLTS ini disebut dengan Penerangan Listrik Mandiri Rakyat (LIMAR) sebagai bagian dari pengembangan Program Corporate Social Responsibility (CSR) PLN Wilayah NTB yang melibatkan partisipasi dan pemberdayaan masyarakat. tokoh masyarakat. This PLTS project is called People Independent Electricity (“LIMAR”) and is a part of Corporate Social Responsibility programs in that region which involves and empowers local communities. pengelola PLTMH.” which was held at PLN NTB (Lombok) regional office. yang diadakan di PLN Wilayah NTB (Lombok). INDONESIA BEBAS PEMADAMAN LISTRIK BERGILIR . The Government set up legal basis for the tariff. the Government and industry players finally reached an agreement on the amount of Electricity Tariff for industry. PLN DEVELOPED INDEPENDENT PUBLIC ELECTRICITY FOR REMOTE AREAS OF NTB – JULY 30. Minister of EMR. Minister of SOE. The event was also attended by Mrs.8 trillion. Komisaris dan Direksi PLN. Menteri BUMN. community leaders. 2010 West Nusa Tenggara region of PLN developed a pioneer project of small scale Solar Powar Plant (“PLTS”) for communities in very remote areas. members of DPR and DPD. 2010 which was invoiced in August 2010. pers. award winning employees of PLN and stakeholders. local government representatives. 2010 Year 2010’s Electricity Tariff was effective from July 1. On the other hand. PLTMH managers. Menteri ESDM. Board of Commissioners and Board of Directors of PLN. 19 Ikhtisar Highlights . 2010 The President of Republic of Indonesia attended President Director of PLN’s report titled “Indonesia is free from rolling blackout caused by power deficit.27 JULI 2010 Presiden SBY berkenan menghadiri laporan dari Direktur Utama PLN mengenai “Indonesia telah bebas dari pemadaman bergilir karena defisit daya”.30 JULI 2010 PT PLN (Persero) Wilayah Nusa Tenggara Barat mengembangkan proyek percontohan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berskala kecil untuk melistriki penduduk yang tinggal di wilayah pemukiman terpencil yang secara geografis sangat sulit untuk dijangkau. which would not exceed 18% and would refer to the subsidy deficit of Rp4. unsur pemerintah daerah. press. PLN KEMBANGKAN LIMAR UNTUK WARGA TERPENCIL DI NTB . Ani Yudhoyono. Dalam kesempatan itu dihadiri pula oleh Ibu Ani Yudhoyono. INDONESIA IS FREE FROM ROLLING BLACKOUT – JULY 27. para angota DPR dan DPD.

PENGEMBANG (IPP). PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report SIGNING OF RESOLUTION AMONG PLN. Kerja sama ini berupa pembayaran tagihan listrik secara online terpusat dengan menggunakan sistem P2APST (Pengelolaan dan Pengawasan Arus Pendapatan Secara Terpusat). Terhitung mulai bulan Juni 2010 pelanggan PLN area Jawa-Bali telah dapat melakukan pembayaran tagihan listrik melalui 43 bank yang bekerjasama dengan PLN serta Kantor Pos. yaitu : Bank Bukopin. Bank Danamon. JPN and BPKP after finalization of verification by BPKP and legal review by JPN. 2010 PLN signed a memorandum for peaceful resolution with contrained Independent Power Producers (IPP). PLN SIGNED CASH POOLING AGREEMENT WITH 11 BANKS – AUGUST 11. The renegotiation process involved 25 IPPs. BTN. BCA. CONSTRAINED INDEPENDENT POWER PRODUCERS. 17 IPPs gaining verification from BPKP and 6 IPPs gaining government approval. Bank Artha Graha. Bank Artha Graha. Bank UOB Buana. dan 23 IPP sudah menyelesaikan proses renegosiasi. which are Bank Bukopin. Bank Mandiri. BNI. BRI. BRI. BII. 2010 PLN signed a Cash Pooling agreement with 11 banks. JPN dan BPKP. Effective from June 2010 PLN customers in Java-Bali regions have been able to pay electricity bills through the Post Office and 43 banks in cooperation with PLN. BTN. 17 IPP sudah mendapatkan verifikasi dari BPKP dan 6 IPP sudah mendapatkan persetujuan Pemerintah. JPN AND BPKP – AUGUST 10. setelah selesainya verifikasi oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan tahapan legal review (mediasi) oleh Tim JPN. resulting in 23 IPPs finalizing the process. dan Bank DKI. Proses renegosiasi IPP Terkendala terdiri dari 25 IPP. . Bank Mandiri. and Bank DKI at PLN Head Office. JPN DAN BPKP 10 AGUSTUS 2010 PT PLN (Pesero) melakukan penandatanganan Akta Perdamaian IPP Terkendala dengan perusahaan pembangkit listrik swasta. PLN TANDATANGANI PERJANJIAN KERJA SAMA CASh POOLING DENGAN 11 BANK .11 AGUSTUS 2010 Bertempat di Lantai 6 Kantor PLN Pusat Direktur Keuangan PLN menandatangani perjanjian kerja sama Cash Pooling dengan 11 bank. The agreement concerns centralized online payment of electricity bills using the P2APST (Centralized Management and Supervisory of Revenues) system. Bank Danamon. BCA. BNI.20 10 AUGUST 2010 11 AUGUST 2010 AUGUST PENANDATANGANAN AKTA PERDAMAIAN IPP TERKENDALA ANTARA PLN. BII. Bank UOB Buana.

The ground breaking event was attended by the Governor of Maluku. 21 Ikhtisar Highlights . SINERGI PLN DAN ANGKASA PURA II KELOLA SISTIM PASOKAN KETENAGA LISTRIKAN BANDARA . PLTU MALUKU-AMBON 2x15 MW STARTED CONSTRUCTION – AUGUST 19. This construction is part of the 10. Negeri Waai.25 AGUSTUS 2010 PT PLN (Persero) dan PT Angkasa Pura II sepakat bersinergi dalam pengelolaan sistem pasokan ketenagalistrikan yang handal di bandara-bandara yang dikelola PT Angkasa Pura II. PLTU Maluku will support and is expected to meet the increasing need of electricity supply for Ambon and some regions of Central Maluku District. 2010 PLTU Maluku-Ambon of 2 x 15 MW capacity located in Desa Ujung Batu. Negeri Waai.000 MW.19 AGUSTUS 2010 PLTU Maluku-Ambon berkapasitas 2 x 15 MW yang terletak di Desa Ujung Batu. Hal ini ditandai dengan kegiatan penanaman tiang pancang pertama (ground breaking) oleh Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu dan Direktur Operasi PLN Indonesia Timur Vickner Sinaga.25 AUGUST 2010 PLTU MALUKU-AMBON 2x15 MW MULAI DIKERJAKAN . sekaligus diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pasokan listrik di wilayah tersebut yang terus meningkat. Kecamatan Salahutu. Kecamatan Salahutu. Central Maluku District would enter construction project. Vickner Sinaga. Sunoko disaksikan oleh Menteri BUMN Mustafa Abubakar. Komitmen tersebut dituangkan dalam nota kesepahaman yang ditandatangani pada tanggal 25 Agustus 2010 di kantor Kementerian BUMN. Nota Kesepahaman ini menjadi landasan awal untuk melakukan kerjasama dalam hal pengelolaan sistem pasokan ketenagalistrikan yang handal di bandara yang berada di lingkungan AP II dengan pelayanan tertentu (certain level of services). and Operation Director of PLN East Indonesia.000 MW construction project. Kabupaten Maluku Tengah akan segera memasuki tahapan konstruksi. Nota kesepahaman ditandatangani oleh Direktur Utama PLN Dahlan Iskan dan Direktur Utama Angkasa Pura II Tri S. Albert Ralahalu. Pembangunan PLTU ini merupakan bagian dari proyek 10. Pembangunan PLTU Maluku akan memperkuat pasokan listrik untuk kota Ambon dan sebagian wilayah Kabupaten Maluku Tengah.

witnessed by Minister of SOE. Andri Doni. The RUPTL that contains strategic plan of national electricity provision for the next ten years is an inseparable part of the National Electricity General Plan (“RUKN”). 2010 PLN launched the Electricity Provision General Plan (“RUPTL”) for years 20102019. symbolically submitted the RUPTL to the Government. proyeksi fuel mix dan kebutuhan energi primer serta kebutuhan investasi. Sunoko. Secara simbolis. Direktur Utama PLN Dahlan Iskan menyerahkan buku RUPTL kepada Pemerintah yang diwakili oleh Direktur Pembinaan Ketenagalistrikan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan DR. tergambarkan informasi tentang prakiraan pertumbuhan demand listrik. transmisi dan distribusi dengan indikasi proyek PLN dan IPP. Di dalam RPUTL. Mustafa Abubakar. President Director of PLN. 2026. Emy Perdanahari. and Chairman of Indonesian Electricity Community. Dahlan Iskan. which was approved by Decree of Minister of EMR No. rencana pengembangan pembangkit. The . RUPTL ini ditetapkan dengan Surat Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 2026. Posisi RUPTL yang berisi rencana strategis penyediaan listrik nasional dalam waktu sepuluh tahun kedepan itu. SEPTEMBER PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report PLN LAUNCHED GENERAL PLAN FOR YEARS 2010–1019 – SEPTEMBER 6. 2010.K/20/MEM/2010 Tanggal 8 Juli 2010. merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Rencana Umum Kelistrikan Nasional (RUKN). meluncurkan Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) tahun 2010 – 2019. 2010 at the Ministry of SOE by President Director of PLN.22 SYNERGY BETWEEN PLN AND ANGKASA PURA II IN THE MANAGEMENT OF AIRPORT ELECTRICITY SUPPLY – AUGUST 25. Dahlan Iskan. represented by Director of Electricity Patronage Directorate General Electricity. The MoU was signed on August 25. Tri S. Emy Perdanahari dan Ketua Masyarakat Kelistirkan Indonesia (MKI) Andri Doni. and President Director of Angkasa Pura II. This MoU serves the basis for cooperation in managing electricity supply system for the airports under Angkasa Pura II management up to certain level of services. PLN LUNCURKAN RUPTL 2010–1019 6 SEPTEMBER 2010 PT PLN (Persero).K/20/MEM/2010 dated July 8. 2010 PLN and PT Angkasa Pura II agreed to cooperate in managing the electricity supply system for the airports under PT Angkasa Pura II management. DR.

menjamu karyawan berprestasi dan manajemen PLN di Istana Negara. Acara ini merupakan tindak lanjut dari undangan SBY kepada manajemen PLN yang pernah disampaikannya pada acara Deklarasi Gerakan Menuju Indonesia Bebas Pemadaman Bergilir. this tea party was also attended by the Coordinating Minister of Economy. generating. jamuan minum teh juga dihadiri oleh Menko Perekonomian.RUPTL provides information on electricity demand growth estimation.SEPTEMBER 23. bertempat di Kantor PLN Pusat. Selain dihadiri oleh Dirut PLN Dahlan Iskan. PRESIDEN JAMU KARYAWAN PLN MINUM TEH BERSAMA DI ISTANA -12 OCTOBER 2010 Presiden Republik Indonesia Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY).A. This event was the follow up the President’s invitation extended at the Declaration of Movement toward Indonesia Free from Rolling Blackout last July in Mataram-NTB. Menteri BUMN. akhir Juli lalu di Mataram-NTB. PLN AND ANGKASA PURA II SIGNED HOA OF PARTNERSHIP FOR THE MANAGEMENT OF ELECTRICITY FOR SOEKARNO HATTA AIRPORT . I.G. transmission and distribution development plan with PLN and IPP project indication.G. 2010 President of Republic Indonesia Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) hosted tea party for PLN’s management and best employees at the Palace. 23 Ikhtisar Highlights . Salahudin Rafi. The signing was between PLN Operational Director for Java-Bali. Board of Directors and Board of Commissioners. General Manager PLN dan karyawan berprestasi se-Indonesia. Ngurah Adnyana. Menteri ESDM. Minister of SOE. and Operational and Technical Director of Angkasa Pura II.A. Ngurah Adnyana dengan Direktur Operasi dan Teknik AP II Salahudin Rafi. OCTOBER PRESIDENT INVITED PLN EMPLOYEES FOR TEA PARTY AT THE PALACE – OCTOBER 12. 2010 PLN and PT Angkasa Pura II signed HoA on partnership for the management of electricity for Soekarno-Hatta airport. Minister of EMR. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Operasi PLN Jawa Bali I. jajaran Direksi dan Komisaris. fuel mix projection and primary energy and investment need estimation. Besides President Director of PLN. PLN DAN ANGKASA PURA II TANDATANGANI NOTA KERJASAMA PENDAMPINGAN PENGELOLAAN LISTRIK BANDARA SOEKARNO HATTA . at PLN Head office. General Managers of PLN and best employees of PLN all over Indonesia. This invitation was an appreciation on PLN’s hard work to resolve power crisis in certain areas that had persisted for several years.23 SEPTEMBER 2010 PT PLN (Persero) dan PT Angkasa Pura II (AP II) menandatangani pokok-pokok perjanjian kerjasama (Head of Agreement) tentang pendampingan pengelolaan kelistrikan di bandara Soekarno-Hatta. Undangan Presiden ini merupakan bentuk apresiasi atas kerja keras PLN dalam mengatasi krisis daya yang terjadi di sejumlah daerah yang telah berlangsung selama beberapa tahun yang lalu.

(ii) melenyapkan praktek pungutan liar. (ii) eradicating corruption. illegal brokerage and other unfair practices concerning new connection service. percaloan dan kecurangan-kecurangan lainnya dalam pelayanan penyambungan baru. The event was aimed at putting an end to connection waiting list. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report A MILLION CONNECTIONS A DAY MOVEMENT (GRASSS) – OCTOBER 27. 2010 all over Indonesia.27 OKTOBER 2010 Gerakan Sehari Sejuta Sambungan (GRASSS) yang digelar bersamaan dengan Hari Listrik Nasional (HLN) ke 65 tahun pada tanggal 27 Oktober 2010 dilakukan serentak diseluruh Indonesia. and had these main objectives: (i) concluding the new connection waiting list. PLN Wilayah Sumatera Barat telah mengirimkan tim berjumlah 6 orang ke Pagai Selatan dengan membawa 4 perangkat genset masing-masing berkapasitas 5 kilowatt (kW). TIM TANGGAP DARURAT PLN DI MENTAWAI DAN MERAPI .24 23 SEPTEMBER 2010 27 OCTOBER 2010 GERAKAN SEHARI SEJUTA SAMBUNGAN (GRASSS) . PLN telah membentuk Tim Tanggap Darurat Bencana yang akan melakukan recovery kondisi kelistrikan di daerah bencana dan memberikan bantuan logistik untuk para korban. . 2010 GRASSS was held on the 65th National Electricity Day on October 27. masingmasing berkapasitas 6 kVA. bantuan sembako dan obat-obatan serta material kelistrikan lainnya yang dibutuhkan untuk proses recovery. Bantuan genset untuk Mentawai juga didatangkan dari PLN Batam yang mengirimkan 5 buah genset.29 OKTOBER 2010 Menyikapi terjadinya bencana gempa Mentawai dan erupsi gunung Merapi. Tujuan utama dari GRASSS adalah : (i) menuntaskan secara bertahap daftar tunggu permohonan sambungan baru. Untuk recovery kelistrikan di Mentawai. GRASSS diadakan dengan maksud untuk menuntaskan daftar tunggu permintaan listrik.

PLN Batam also sent 5 generator sets. sekaligus akan meningkatkan fleksibilitas manuver beban dengan sub sistem lain pada sistem JawaBali. juga berpotensi mengurangi penggunaan BBM di PLTU/GU Muara Karang hingga 15 ribu kilo liter per bulannya. Dengan telah beroperasinya trafo IBT yang terpasang di GI Gandul. Gandul. each with 6 kVA capacity. each with capacity of 5 kilowatt (kW). dan Cilegon. Cibatu. and other aids. PLN hingga akhir tahun ini juga tengah memasang 5 trafo IBT lainnya yang sejenis di Bekasi. Selain itu. PLN West Sumatera sent a team of 6 people to South Pagai to bring 4 generator sets.29 OCTOBER 2010 DECEMBER PLN’S EMERGENCY TEAM IN MENTAWAI AND MERAPI – OCTOBER 29. to Mentawai.11 DESEMBER 2010 PT PLN (Persero) mulai mengoperasikan trafo interbus (Interbus Transformer/IBT) 500/150kV dengan kapasitas 500 MVA yang baru saja selesai dipasang di Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi GandulCinere. PLN formed an Emergency team to recover electricity supply in such areas and to provide logistic aid to disaster victims. 2010 Post the natural disasters of Mentawai earthquake and Merapi eruption. staple and medicine aids. Selain di GI Gandul. Kembangan. For electricity recovery in Mentawai. maka akan lebih meningkatkan sekuriti suplai listrik pada sistem Jawa-Bali. 25 Ikhtisar Highlights . PLN OPERASIKAN TRAFO BARU DI GARDU INDUK TEGANGAN EKSTRA TINGGI GANDUL .CINERE .

Gunung Putri. timeliness and price for new connection. it also potentially reduces the utilization of oil fuel at PLTU/GU Muara Karang by up to 15. CINERE – DECEMBER 11. Tangerang. Penghargaan diserahkan oleh President MarkPlus Inc Hermawan Kartajaya pada acara The MarkPlus Conference 2011 di Jakarta. consumer. dan Karawang. Kembangan. komunikasi dan media dan pemerintahan melalui seleksi bertahap yang ketat. PLN telah menyiapkan pasokan daya 1. Depok. Dahlan juga berhasil mentransformasi positioning PLN dalam hubungannya dengan pelanggan.16 Desember 2010 Direktur Utama PT PLN (Persero) Dahlan Iskan memperoleh penghargaan sebagai Marketer of The Year Indonesia 2010 dari MarkPlus Inc. Dahlan Iskan mengalahkan para nominator dari berbagai bidang seperti jasa keuangan. Bekasi.15 DESEMBER 2010 Di penghujung tahun 2010 ini PLN kembali memanjakan para calon pelanggannya dengan membuka kesempatan pasang baru dan tambah daya khusus bagi para pelaku bisnis dan industri.000 kilolitres per month. PLN again welcome potential customers for new connection and additional power from business and industry. . and Cilegon. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report DIRUT PLN AJAK PENGUSAHA SAMBUNG LISTRIK . Melalui gerakan ini PLN memposisikan diri sebagai marketer yang siap untuk jualan listrik. Gandul. Terobosan yang dilakukan oleh Dahlan Iskan diantaranya adalah program Gerakan Sehari Sejuta Sambungan yang dilaksanakan PLN pada tanggal 27 Oktober 2010 dalam rangka Hari Listrik Nasional. 2010 PLN started the operation of (Interbus Transformer/IBT) 500/150kV of 500 MVA capacity at Extra High Voltage Substation Gandul-Cinere.000 MW supply specially for this group’s potential customers in the areas of North Banten. PLN menjamin adanya kemudahan dan kecepatan penyambungan listrik serta kepastian biaya yang harus dibayarkan oleh pelanggan. The operating of IBT transformer in Gandul will improve electricity supply in Java-Bali system and enhance flexibility to switch load with other sub-systems in Java-Bali. sumber daya alam. PLN would also start operating 5 other similar IBT transformers in Bekasi.000 MW yang khusus diperuntukkan untuk memenuhi permintaan calon pelanggan bisnis dan industri di daerah Banten Utara. PLN guarantees convenience. PLN had prepared 1. Depok. Bogor. PLN’S PRESIDENT DIRECTOR INVITED INDUSTRY PLAYERS TO INSTALL CONNECTION – DECEMBER 15. 2010 Near the year end.26 16 DECEMBER 2010 21 DECEMBER 2010 PLN OPERATED NEW TRANSFORMER AT ExTRA HIGH VOLTAGE SUBSTATION GANDUL. and Karawang. DAHLAN ISKAN TERIMA PENGHARGAAN MARKETER OF ThE YEAR INDONESIA 2010 . Bogor. Further. In addition. Gunung Putri. Jakarta. Jakarta. Cibatu. Tangerang. Bekasi. otomotif transportasi dan logistik.

such as finance. Sheng Yuming sebagai kontraktor konsorsim pembangunan PLTU. Mr. Xia Xiaomin sebagai kontraktor konsorsium pembangunan PLTU Riau. Moch. 2010. consumer.. Bagio Riawan. communication and media. Ltd. natural resources. and Vice President Sinohydro Co.. transportation and logistics. construction contract of power plant Kaltim Teluk Balikpapan 2 x 110 MW. Dahlan Iskan. witnessed by Strategic Procurement Director of PLN. received the 2010 Marketer of the Year Indonesia award from MarkPlus Inc. Ali Suharsono. Ali Suharsono dan Direktur Utama Hubei Hongyuan Power Engineering Co. Xia Xiaomin. as consortium contractors. PLN BANGUN PLTU SKALA BESAR DI RIAU DAN KALTIM . Ltd. Acara penandatanganan kedua kontrak kerja sama ini berlangsung di PLN Kantor Pusat. signed the power plant Riau 2 x 110 MW project with President Director of PT Rekayasa Industri. Ltd. as consortium contractors of power plant Riau. Mr. Mr. Bersamaan dengan itu. At the same time. Mr.27 DECEMBER 2010 DAHLAN ISKAN RECEIVED 2010 MARKETER OF THE YEAR AWARD – DECEMBER 16. and President Director of Hubei Hongyuan Power Engineering Co. and the government through tight selection process. and helps PLN position itself as a ready marketer of electricity provision. Bambang Tri Wibowo. Dahlan Iskan won over nominators from other business lines. Direktur Utama PLN Dahlan Iskan menandatangani langsung kontrak proyek PLTU Riau 2 x 110 MW bersama Direktur Utama PT Rekayasa Industri Moch. 27 Ikhtisar Highlights . Sheng Yuming. These two contract signings were held at PLN Head Office on December 21. Bambang Tri Wibowo dan Vice President Sinohydro Co. 2010 Two large scale power plants are ready for construction in Riau and East Kalimantan. ditandangani pula kontrak pembangunan PLTU Kaltim Teluk Balikpapan 2 x 110 MW antara PLN yang PLN TO BUILD LARGE SCALE POWER PLANT IN RIAU AND KALTIM – DECEMBER 21. automotive. The award was given by President MarkPlus Inc Hermawan Kartajaya at the MarkPlus Conference 2011 in Jakarta.. diwakili oleh Direktur Utama Dahlan Iskan bersama Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk. Jakarta (21/12) dengan disaksikan oleh Direktur Pengadaan Strategis PLN Bagio Riawan. was also signed between President Director of PLN and President Director of PT Adhi Karya (Persero) Tbk. President Director of PLN. The GRASSS program is an important breakthrough by Dahlan Iskan. 2010 President Director of PLN. Dahlan Iskan. Ltd.21 DESEMBER 2010 Dua proyek PLTU berskala besar siap dibangun di kawasan Riau dan Kalimantan Timur. He also transforms PLN’s positioning in relation with customers.

Sofyan Basir (Direktur Utama Bank BRI).27 DESEMBER 2010 Senin. Sofyan Basir (President Director Of Bank Bri). And Djohan Emir Setijoso (President Director Of Bank Bca) Signed The Loan Documents In Jakarta. dan Djohan Emir Setijoso (Presiden Direktur Bank BCA) menandatangani dokumen pinjaman siang ini pada acara penandatanganan di Jakarta.000 MW (Fast Track Program). Perbankan yang berpartisipasi dalam penandatanganan tersebut adalah Bank BRI.000 Mw Power Plant Construction Fast Track Program. Proyek tersebut adalah Gardu Induk Gas Insulated Switchgear & Under Ground Cable di Pulau Jawa.28 PENANDATANGANAN PERJANJIAN KREDIT SINDIKASI PENDANAAN PORSI VALAS PEMBANGUNAN PROYEK TRANSMISI TERKAIT FAST TRACK PROGRAM GARDU INDUK GAS INSULATED SWITChGEAR & UNDER GROUND CABLE PULAU JAWA . Participating Banks Were Bank Bri. Suwondo (President Director Of Bank Bni). disertai para pejabat dari keempat bank anggota sindikasi yakni Zulkifli Zaini (Direktur Utama Bank Mandiri). Zulkifli ZaIni (President Director Of Bank Mandiri). PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report . Pln Signed A Long-Term Syndication Credit Facility With Local Banks To Finance The Foreign Currency Part Of The Transmission Project That Is Part Of The 10. Bank Mandiri And Bank BCA. SIGNING OF FOREIGN CURRENCY PART OF SYNDICATION CREDIT AGREEMENT FOR THE FAST TRACK RELATED TRANSMISSION PROJECT OF GAS INSULATED SWITCHGEAR & UNDERGROUND CABLE MAIN STATION FOR JAVA ISLAND – DECEMBER 27. And The Officers From Syndication Banks. Direktur utama PT PLN (Persero). Bank Mandiri dan Bank BCA. Gatot M. Agus Martowardoyo. Bank Bni. Bank BNI. Dahlan Iskan. Suwondo (Direktur Utama Bank BNI). 2010 On December 27. Gatot M. Dahlan Iskan. PLN menandatangani perjanjian fasilitas kredit sindikasi jangka panjang dengan perbankan dalam negeri untuk mendanai porsi Valas proyek Transmisi sebagai bagian dari Proyek Percepatan Pembangunan Pembangkit 10. Bapak Agus Martowardoyo. 27 Desember 2010 di Kantor Kementerian Keuangan RI. President Director Of Pln. Acara tersebut juga disaksikan oleh Menteri Keuangan RI. Witnessed By Minister Of Finance. The Project Is Gas Insulated Switchgear & Underground Cable Main Station For Java Island. 2010 At The Ministry Of Finance.

Arutmin’s total supply volume is 7.2 million tons for the 10. PLTU Suralaya Baru.500 MW.2 MILLION TONS OF COAL IN 2011 – DECEMBER 28. 17/2010 tentang harga batubara acuan.ARUTMIN PASOK PLN 7.200 as received (AR). 17/2010 on coal price benchmark. PLTU Pacitan dan PLTU Paiton dengan kapasitas total sekitar 4. PLTU Rembang.000 MW PLTUs operating in 2011 and coal supply calorie of 4. 29 Ikhtisar Highlights . PLTU Indramayu.500 MW. PLTU Suralaya Baru. Volume yang dipasok Arutmin seluruhnya berjumlah 7. ARUTMIN TO SUPPLY 7. PLTU Lontar. fully applying Regulation of Minister of EMR No. dengan nilai kalor batubara yang dipasok adalah 4200 as received (AR). PLTU Rembang. PLTU Pacitan and PLTU Paiton with a total capacity of 4.28 DESEMBER 2010 PLN dan Arutmin telah menyelesaikan negosiasi pasokan batubara untuk tahun 2011 dengan menerapkan sepenuhnya Peraturan Menteri ESDM No.2 JUTA TON BATUBARA DI 2011 . The PLTUs are PLTU Labuan. 2010 PLN and Arutmin finalized negotiation for coal supply in 2011. Pembangkitpembangkit tersebut adalah PLTU Labuan. PLTU Indramayu. PLTU Lontar.2 juta ton untuk PLTU 10 ribu MW yang beroperasi di tahun 2011.

South-East Sulawesi and West Sulawesi Region PLN Wilayah Maluku & Maluku Utara PLN Maluku & North Maluku Region PT Indonesia Power PLN Wilayah Papua dan Papua Barat PLN Papua and West Papua Region PLN Pembangkitan Sumatera Bagian Utara PLN North Sumatra Power Plant PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report PLN Pembangkitan Sumatera Bagian Selatan PLN South Sumatra Power Plant PLN Pembangkitan Muara Tawar PLN Muara Tawar Power Plant TOTAL 17 1 3 4 3 9 2 1 8 5 8 1 8 1 9 27 1 68 11 27 1 1 ISO 17205:2005 PLN Penelitian dan Pengembangan PLN Research and Development SNI 19-17205:2009 1 ISO 14001:1996 PLN Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah PLN South Kalimantan and Central Kalimantan Region PT Indonesia Power TOTAL 1 PLN Penelitian dan Pengembangan PLN Research and Development 2 4 5 CSR AWARDS PT Indonesia Power 6 . Jambi and Bengkulu Region PLN Wilayah Kalimantan Barat PLN West Kalimantan Region PLN Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah PLN South Kalimantan and Central Kalimantan Region PLN Wilayah Kalimantan Timur PLN East Kalimantan Region PLN Wilayah Sulawesi Selatan. Jambi and Bengkulu Region PLN Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah PLN South Kalimantan and Central Kalimantan Region 2 3 1 1 PLN Wilayah Kalimantan Timur PLN East Kalimantan Region PLN Wilayah Sulawesi Selatan. Jambi dan Bengkulu PLN South Sumatra.30 PENGHARGAAN DAN SERTIFIKASI AWARDS AND CERTIFICATIONS ISO 14001 : 2005 PLN Pembangkitan Tarahan PLN Tarahan Power Plant PLN Pembangkitan Sumatera Bagian Selatan PLN South Sumatra Power Plant TOTAL 1 1 2 SMK3 Occupational Health and Safety Management System PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau PLN Riau and Riau Island Region PLN Wilayah Sumatera Selatan. Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat PLN South Sulawesi. South-East Sulawesi and West Sulawesi Region PLN Wilayah Nusa Tenggara Barat PLN West Nusa Tenggara Region PLN Distribusi Jawa Tengah & DIY PLN Distribution for Central Java and Yogyakarta Region PT Indonesia Power 1 PLN Wilayah Papua dan Papua Barat PLN Papua and West Papua Region PLN Wilayah Nusa Tenggara Timur PLN East Nusa Tenggara Region PLN Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Sumatera PLN Transmission and Center for Load Dispatching of Sumatra PLN Pembangkitan Sumatera Bagian Utara PLN North Sumatra Power Plant PLN Pembangkitan Sumatera Bagian Selatan PLN South Sumatra Power Plant PLN Pembangkitan Tarahan PLN Tarahan Power Plant PLN Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Sumatera PLN Transmission and Center for Load Dispatching of Sumatra PLN PLTGU Cilegon PLN PLTGU Cilegon TOTAL OHSAS 18001:1999 PT Indonesia Power 3 1 93 1 3 ISO 14001 : 2004 PLN Wilayah Aceh PLN Aceh Region PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau PLN Riau and Riau Island Region PLN Wilayah Sumatera Selatan. Jambi dan Bengkulu PLN South Sumatra. Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat PLN South Sulawesi.

Kecelakaan Nihil Zero Accident PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau PLN Riau and Riau Island Region PLN Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah PLN South Kalimantan and Central Kalimantan Region PLN Wilayah Kalimantan Barat PLN West Kalimantan Region PLN Wilayah Sulawesi Selatan. North Sulawesi and West Sulawesi Region PLN Distribusi Jawa Timur PLN Distribution for East Java PLN Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Jawa Bali PLN Transmission and Center for Load Dispatching of Java and Bali PT Indonesia Power PT PLN Tarakan PLN Tarakan Region PLN Distribusi Jawa Tengah & DIY PLN Distribution for Central Java and Yogyakarta Region PLN Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Sumatera PLN Transmission and Center for Load Dispatching of Sumatra TOTAL 2 PELAYANAN PELANGGAN TERBAIK Best Customer Service PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau PLN Riau and Riau Island Region PLN Wilayah Sumatera Selatan. Jambi and Bengkulu Region PLN Distribusi Jawa Timur PLN Distribution for East Java PLN Distribusi Bali PLN Distribution for Bali PLN Distribusi Jawa Barat Banten PLN Distribution for West Java Banten PLN Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah PLN South Kalimantan and Central Kalimantan Region TOTAL 1 1 1 1 1 4 1 1 1 1 2 9 1 2 6 INOVASI TERBAIK Best Innovation PLN Distribusi Jawa Tengah & DIY (Runner Up) PLN Distribution for Central Java and Yogyakarta Region PLN Wilayah Sumatera Bagian Utara PLN North Sumatra Region 1 1 7 30 PLN Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah PLN South Kalimantan and Central Kalimantan Region PT Indonesia Power 2 1 2 7 PLTD Terbaik Best PLTD PLN Wilayah Aceh PLN Aceh Region PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau PLN Riau and Riau Island Region PLN Wilayah Kalimantan Timur PLN East Kalimantan Region PLN Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah PLN South Kalimantan and Central Kalimantan Region TOTAL 1 1 2 PT PLN Pembangkitan Sumatera Bagian Selatan PT PLN South Sumatra Power Plant TOTAL INDUSTRI RAMAH LINGKUNGAN Environmentally Friendly Industry PLN Pembangkitan Cilegon PLN Cilegon Power Plant 1 1 SISTEM MANAJEMEN PENGAMANAN (SMP) Security Management System PT Indonesia Power 3 Ikhtisar Highlights 5 SMT PT Indonesia Power 4 KSN AWARDS National Social Solidarity Award PT Indonesia Power 1 OHSAS 2009 PT Indonesia Power 2 ISO 9001 : 2001 PLN Wilayah Kalimantan Timur PLN East Kalimantan Region TOTAL 2 2 31 . Jambi dan Bengkulu PLN South Sumatra. Sulawesi Utara dan Sulawesi Barat PLN South Sulawesi.

Central Sulawesi and Gorontalo Region PLN Wilayah Sumatera Barat PLN West Sumatra Region PLN Distribusi Jawa Tengah dan DIY PLN Distribution for Central Java and Yogyakarta Region PLN Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah PLN South Kalimantan and Central Kalimantan Region PLN Pembangkitan Tarahan PLN Tarahan Power Plant PLN Proyek Induk Pembangkit dan Jaringan (PIKITRING) Jawa. Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat PLN South Sulawesi. Bali and Nusa Tenggara PLN Pembangkitan Sumatera Bagian Selatan PLN South Sumatra Power Plant PLN Jasa Manajemen Konstruksi PLN Management Service and Construction PLN Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Sumatera PLN Transmission and Center for Load Dispatching of Sumatra PLN Pembangkitan Sumatera Bagian Utara PLN North Sumatra Power Plant PLN Jasa Enjiniring PLN Engineering Service 1 4 8 12 5 1 45 8 4 2 22 1 2 1 2 1 6 1 1 17 26 3 1 1 3 3 47 PLN Wilayah Kalimantan Timur PLN East Kalimantan Region PLN Wilayah Lampung PLN Lampung Region PLN Wilayah Maluku & Maluku Utara PLN Maluku & North Maluku Region TOTAL .32 ISO 9001 : 2000 PLN Wilayah Sumatera Barat PLN West Sumatra Region PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau PLN Riau and Riau Island Region PLN Wilayah Bangka Belitung PLN Bangka Belitung Region PLN Wilayah Sumatera Selatan. Jambi and Bengkulu Region PLN Wilayah Kalimantan Timur PLN East Kalimantan Region PLN Wilayah Kalimantan Barat PLN West Kalimantan Region PLN Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah PLN South Kalimantan and Central Kalimantan Region PLN Wilayah Sulawesi Selatan. Bali dan Nusa Tenggara PLN Main Power Plant and Network Project (PIKITRING) for Java. Sulawesi Tengah dan Gorontalo PLN North Sulawesi. Jambi dan Bengkulu PLN South Sumatra. South-East Sulawesi and West Sulawesi Region PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara PLN Maluku and North Maluku Region PLN Wilayah Nusa Tenggara Barat PLN West Nusa Tenggara Region PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang PLN Distribution for Jakarta Raya and Tangerang PLN Distribusi Jawa Tengah & DIY PLN Distribution for Central Java and Yogyakarta Region PLN Distribusi Jawa Timur PLN Distribution for East Java PLN Distribusi Bali PLN Distribution for Bali PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report PLN Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Jawa Bali PLN Transmission and Center for Load Dispatching of Java and Bali PT Indonesia Power PLN Wilayah Papua dan Papua Barat PLN Papua and West Papua Region PLN Wilayah Nusa Tenggara Timur PLN East Nusa Tenggara Region PLN Distribusi Jawa Barat PLN Distribution for West Java PLN Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Sumatera PLN Transmission and Center for Load Dispatching of Sumatra PLN Jasa dan Produksi PLN Service and Production PLN Jasa Enjiniring PLN Engineering Service PLN Jasa Sertifikasi PLN Sertification Service PLN Pembangkitan Sumatera Bagian Utara PLN North Sumatra Power Plant PLN Pembangkitan Sumatera Bagian Selatan PLN South Sumatra Power Plant 28 7 1 ISO 9001 : 2000 PLN Pembangkitan Muara Tawar PLN Muara Tawar Power Plant TOTAL 1 281 Dharma Karya 10 1 2 PLN Wilayah Kalimantan Selatan & Kalimantan Tengah PLN South and Central Kalimantan Region PLN Wilayah Kalimantan Timur PLN East Kalimantan Region PLN Distribusi Jawa Timur PLN Distribution for East Java PLN Distribusi Bali PLN Distribution for Bali PLN Distribusi Jawa Barat Banten PLN Distribution for West Java Banten TOTAL 2 1 1 1 1 6 11 3 3 5 41 11 10 13 ISO 9001 : 2008 PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang PLN Distribution for Jakarta Raya and Tangerang PLN Wilayah Sulawesi Utara.

2015 Corporate Strategic Objective.LAPORAN MANAJEMEN MANAGEMENT REPORT 34 42 54 58 LAPORAN DEWAN KOMISARIS Board of Commissioners’ Report LAPORAN DIREKSI Board of Directors’ Report TUJUAN STRATEGIS PERUSAHAAN TAHUN 2010 .2015 STRATEGI DAN KEBIJAKAN Strategy and Policies . Year 2010 .

34 LAPORAN DEWAN KOMISARIS BOARD OF COMMISSIONERS’ REPORT PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report .

Laporan Manajemen Management Report 35 .

Di tahun 2010. PLN managed to resolve the rolling blackout caused by power supply deficit through the actions of power plants rent. Melalui berbagai usaha tersebut pada bulan Juli 2010 PLN telah berhasil menjadikan 20 sistem besar yang di awal tahun 2010 masih dalam kondisi siaga (merah) menjadi aman.bebas pemadaman bergilir. Board of Directors and all lines below conducted good management of the Company. BOARD OF DIRECTORS’ PERFORMANCE EVALUATION In general.36 Dewan Komisaris menyambut gembira atas penerbitan Laporan Tahunan Perusahaan Tahun Buku 2010 pada waktunya. PLN telah berhasil mengatasi pemadaman bergilir akibat kekurangan pasokan daya dengan melakukan aksi antara lain sewa PLTD. and reinforcement of transmission and distribution network. In 2010. Board of Commissioners highly appreciate this unceasing hard work’s accomplishment. . PLN successfully changed the early 2010’s alert (red) condition for 20 large systems to safe (free from rolling blackout) condition in July 2010. di tengah kesibukan tugas menjalankan amanah Pemegang Saham. Through these efforts. Hence. revitalisasi unit pembangkit eksisting untuk Luar Jawa – Bali dan pembelian excess power. Di tahun 2010 sebagaimana disampaikan oleh Direktur Utama. PLN made a breakthrough by launching a program called A Million Connection within A Day Movement (“GRASSS”) to provide convenience and certainty to those applying for electricity connection In the midst of activities and duties to carry out shareholders’ commission of providing public electricity all over Indonesia. for fiscal year 2010. revitalization of existing units and purchase of excess power for outside Java – Bali regions. PLN juga telah melakukan terobosan guna memberikan kemudahan dan kepastian bagi masyarakat untuk mendapatkan sambungan listrik yang dibutuhkan melalui program Gerakan Sehari Sejuta Sambungan (GRASSS) PENILAIAN KINERJA DIREKSI Secara umum untuk tahun buku 2010 Direksi beserta seluruh jajarannya telah melaksanakan pengelolaan perusahaan dengan baik dan untuk itu Dewan Komisaris menyampaikan apresiasi atas kinerja yang telah dicapai melalui usaha yang tidak kenal lelah. Board of Commissioners welcome this prompt publication of the Company’s 2010 Annual Report. as reported by President Director. sedang untuk Jawa-Bali dilakukan perkuatan jaringan transmisi dan distribusi termasuk Inter Bus Transformer (IBT) serta telah mulai beroperasinya pembangkit Program Percepatan 10. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report In 2010. initial operation of 10.000 MW. menyediakan listrik bagi masyarakat di seluruh wilayah Republik Indonesia.000 MW Power Plants Fast Track program for Java – Bali regions. including Inter Bus Transformers.

Freedom from blackout and easy access to electricity connection purchase are public basic needs that PLN has the urgency to meet. easy and fast . Laporan Manajemen Management Report Efficiency enhancement was shown in the procurement process which produced a total saving of Rp2 trillion in 2010 through e-procurement and joint procurement processes.82 times/customer/year and SAIDI was 6. Good Corporate Governance practice and legal compliance.mudah dan pasti kepada kalangan bisnis dan industri khususnya di wilayah Jawa – Bali yang telah berhasil menjaring tambahan daya sebesar 1.93% and 2010’s was 9.connection service to business and industrial customer groups. Terkait dengan proses pengadaan. particularly in Java – Bali. Susut jaringan yang merepresentasikan tingkat efisiensi penyaluran dan distribusi tenaga listrik dari tahun ke tahun selama 5 (lima) tahun terakhir menunjukkan tren yang semakin membaik dan telah mencapai angka single digit. Peningkatan efisiensi juga ditunjukkan dalam proses pengadaan. The program.yaitu di bulan Desember 2010 PLN memberikan layanan khusus penyambungan cepat.96 hour/customer/year. 2 triliun melalui proses pengadaan secara e-procurement maupun joint procurement.96 jam/pelanggan/tahun.82 kali/pelanggan/tahun dan SAIDI sebesar 6. Untuk tahun 2010 SAIFI sebesar 6. which was called A Million Connection Within A Day Movement (“GRASS”) and held on National Electricity Day on October 27.600 MW. Tahun 2009 susut jaringan sebesar 9. This program managed to sell additional power supply of 1.70 %.93 % dan pada tahun 2010 dicapai angka susut jaringan sebesar 9. in December 2010 PLN also provided special – certain. Network loss ratio that represents transmission and distribution efficiency showed improving trend over the past five years to currently reach a single digit figure.dalam rangka peningkatan efisiensi.70%. Besides public connection through GRASSS. yaitu indeks kali gangguan rata-rata dan SAIDI (System Average Interruption Duration Index). 2009’s network loss ratio was 9. the above efforts to meet public basic needs of electricity deserve appreciation. di penghujung tahun 2010. Therefore. Oleh karen itu upaya mewujudkan pemenuhan kebutuhan mendasar masyarakat terhadap listrik tersebut pantas diberikan apresiasi. expected to take place in 2011. 2010’s SAIFI was 6. 2010. praktek pelaksanaan Good Corporate Governance (GCG) dan pemenuhan aspek legal. Board of Directors’ cooperation with Corruption Eradication 37 . maka kerjasama yang dilakukan oleh Direksi Service reliability depicted by SAIFI (System Average Interruption Frequency Index) and SAIDI (System Average Interruption Duration Index) showed improving trend over the past years. PLN juga telah melakukan terobosan guna memberikan kemudahan dan kepastian bagi masyarakat untuk mendapatkan sambungan listrik yang dibutuhkan melalui program Gerakan Sehari Sejuta Sambungan (GRASSS) pada peringatan Hari Listrik Nasional tanggal 27 Oktober 2010 yang merupakan langkah awal dari tekad PLN untuk mewujudkan Era Bebas Daftar Tunggu pada tahun 2011. yaitu indeks lama gangguan rata-rata dari tahun ke tahun menunjukkan tren yang semakin membaik. Di samping pelayanan penyambungan untuk masyarakat umum melalui program GRASSS.600 MW. represents PLN’s first step toward the realization of Free from Waiting List era. In 2010. PLN also did a breakthrough to provide convenience and certainty to those applying for electricity connection. Related to procurement process and in the framework of efficiency enhancement. Bebas pemadaman listrik dan kepastian & kemudahan akses mendapatkan sambungan listrik adalah merupakan kebutuhan mendasar masyarakat terhadap PLN yang menuntut segera dipenuhi. yang dalam tahun 2010 menghasilkan penghematan sebesar Rp. Di tahun 2010.Tingkat keandalan pelayanan yang dinyatakan dengan SAIFI (System Average Interruption Frequency Index).

permits. transmission network and main stations with sufficient capacity and primary energy. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Experience in handling the 10. Year 2010 saw reduction of gas supply from several contract-based suppliers and operational delay of several 10. namun mengalami keterlambatan karena berbagai hal antara lain karena masalah-masalah lahan. such as sub station and transmission projects to support the 10.000 MW fast track program that triggered off oil fuelled power plant operation to meet customers’ need. Availability of support infrastructure and media.000 MW yang menyebabkan dioperasikannya pembangkit dengan bahan bakar BBM guna memenuhi kebutuhan suplai kepada pelanggan yang berakibat naiknya Biaya Pokok Produksi (BPP) listrik. perijinan. which in turn led to higher basic cost of electricity production. Di samping proyek pembangkit 10. Proyek Percepatan Ketenagalistrikan Berbahan Bakar Batubara sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2006 tentang Penugasan kepada PT PLN (Persero) untuk Melakukan Percepatan Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik yang Menggunakan Batubara dan Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2009 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2006 tentang Penugasan kepada PT PLN (Persero) untuk Melakukan Percepatan Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik yang Menggunakan Batubara meliputi 10 lokasi di pulau Jawa dan 27 lokasi di luar pulau Jawa dimaksudkan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak yang mahal harganya selain juga untuk memenuhi kecukupan daya yang dibutuhkan. but it was delayed by many factors such as land acquisition. Coal Fuel Power Plants Fast Track project is in line with Regulation of President No. meteorological conditions. Besides the 10. and geothermal power plants.Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) patut didukung.38 dengan Komite Pemberantasan Korupsi (KPK). communication and others. procedures. This project should enter the system by 2009 – 2010. PLN also performed other projects to meet public needs on electricity.000 MW fast track program and its support projects should provide valuable lessons for PLN in conducting future projects. Commission (“KPK”). small scale steam power plants projects. Guna memenuhi kebutuhan listrik dan mewujudkan pelayanan yang baik bagi masyarakat diperlukan dukungan ketersediaan prasarana dan sarana antara lain berupa pembangkit. 71 Year 2006 concerning assignment to PLN to accelerate construction of coal fuel power plants in 10 locations in Java and 27 locations outside Java to reduce dependency on expensive oil fuel and also to ensure sufficiency of power supply.000 MW dan proyek pendukungnya ini harus diambil hikmahnya dan menjadi pelajaran berharga bagi PLN dalam menangani proyek-proyek berikutnya.000 MW ini juga dilaksanakan proyek-proyek lainnya guna memenuhi kebutuhan tenaga listrik masyarakat. proyek PLTU Skala Kecil dan PLTP Geothermal. is pre-requisite for realization of good public service and sufficiency of electricity supply. kontraktor. . Development and Finance Supervisory Board (“BPKP”) and Construction Services Development Agency (“LPJK”) should be appreciated. contractors. Sepanjang tahun 2010 terjadi penurunan pasokan gas dari beberapa pemasok yang sudah terkontrak dan keterlambatan operasi dari beberapa proyek pembangkit 10. komunikasi dan lain-lain.000 MW fast track program. jaringan transmisi dan gardu induk dengan kapasitas dan energi primer yang cukup. Pengalaman dalam menangani proyek pembangkit 10. misalnya proyek gardu induk dan transmisi sebagai pendukung proyek pembangkit 10. Kejaksaan Agung .000 MW . 59 Year 2009 on amendment of Regulation of President No. cuaca. such as power plants. 71 Year 2006 concerning assignment to PLN to accelerate construction of coal fuel power plants and Regulation of President No. prosedur. Proyek ini semestinya sudah harus siap operasi pada tahun 2009 – 2010.000 MW fast track program. Supreme Court.

51% indicates a large population of the people have not enjoyed electricity. BUMD. provides PLN with confidence to reach success among future competition. 39 . Province-Owned Companies. Dewan Komisaris mendukung upaya Direksi untuk mewujudkan PLN yang kuat dan siap menghadapi tantangan masa depan dengan terus . PLN is the sole and only business player that manages electricity public supply and distribution. Hal yang perlu dilakukan adalah bagaimana PLN harus mempunyai kendali terhadap pasokan energi primer sehingga jaminan pasokan terjamin serta guna dapat memilih dan mendapatkan energi primer yang menghasilkan Biaya Pokok Produksi (BPP) murah /efisien.menerus memberikan bimbingan dan konsultasi kepada Direksi. Assuming a GDP growth of 6 – 7% per capita. there is very good prospect for electricity supply industry in Indonesia. However. Electricity business in Indonesia is regulated by the Law No. Bisnis industri kelistrikan di Indonesia diatur dengan Undang-undang Nomor 30 tahun 2009. In this case PLN is holder of General Electricity Business License. ready for future competition. 30 year 2009 should base the Company’s future direction and Long-term Plan adjustment. Swasta dan Koperasi sebagai Pemegang Ijin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (PIUPTL). transmisi. The application of Law No. distribution and retail. such as other StateOwned Enterprises.PANDANGAN ATAS PROSPEK USAHA Dengan Rasio Elektrifikasi tahun 2010 sebesar 66. karena dengan turunnya BPP maka memungkinkan menurunnya beban subsidi listrik bagi Pemerintah. through continuous guidance and consulting. sehingga Rencana Jangka Panjang (RJP) PLN perlu disesuaikan. Achievement of lower basic cost of production should be a priority to reduce basic cost of production which will enable lower government subsidy. The important thing for PLN is control on primary energy supply to ensure supply and to select the most cost efficient energy. Board of Directors’ action to improve internal procedure aimed at efficiency enhancement in strategic procurement should be continued. Private Companies and Cooperatives can hold the Electricity Supply Business License. BUSINESS PROSPECT REVIEW 2010’s Electrification Ratio of 66. 30 year 2009 which stipulates other business players than PLN. Selain itu pembenahan prosedur internal yang telah dilakukan oleh Direksi guna meningkatkan efisiensi antara lain dalam proses pengadaan strategis perlu terus dilanjutkan. transmission. A long experience as electricity supply provider which integrates generating. Bagi PLN tentu berlakunya Undang-undang Nomor 30 tahun 2009 ini harus menjadi pertimbangan dalam menentukan arah pengembangan perusahaan ke depan. yang menyatakan bahwa selain dilakukan oleh PLN juga dilakukan oleh BUMN lain. Upaya menurunkan BPP ini merupakan langkah strategis yag harus menjadi prioritas utama. Dalam hal ini PLN sebagai Pemegang Ijin Usaha Kelistrikan Umum (PIUKU). supported by the best infrastructure and human resources.51% yang menunjukkan masih cukup banyaknya masyarakat yang belum menikmati listrik dan dengan asumsi pertumbuhan GDP sebesar 6 – 7% per kapita maka jumlah calon konsumen listrik di Indonesia bagi penyedia tenaga listrik masih sangat prospektif. Laporan Manajemen Management Report Board of Commissioners support Board of Directors’ efforts to realize a strong PLN. distribusi dan ritel serta memiliki infrastruktur dan sumber daya manusia yang terbaik di bidangnya merupakan modal awal yang mendasari keyakinan mencapai keberhasilan untuk menghadapi persaingan di masa depan. at the time being. Dengan berbekal pengalaman cukup lama sebagai penyedia tenaga listrik yang terintegrasi mulai pembangkitan. Namun sampai saat ini pengelolaan penyediaan tenaga listrik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat umum termasuk pendistribusiannya hampir semuanya masih dilakukan oleh PLN selaku BUMN.

7 experts and 4 committees. dan 4. Komite Nominasi dan Remunerasi (KNR). Good Corporate Governance (GCG) Committee. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report These assistants to Board of Commissioners properly performed their duties through 2010 so that Board of Commissioners was able to perform its duties as commissioned by shareholders. COMMITTEES AND ExPERTS UNDER BOARD OF COMMISSIONERS’S SUPERVISORY Board of Commissioners is responsible for ensuring proper and effective control on the execution and implementation of corporate governance. 2. Board of Commissioners has conducted its duties in synergy with Board of Directors. financial expert. Komite Good Corporate Governance (KGCG).40 KOMITE DAN TENAGA AHLI YANG BERADA DI BAWAH PENGAWASAN DEWAN KOMISARIS Dewan Komisaris bertanggung jawab untuk memastikan adanya pengendalian yang memadai dan efektif dalam pelaksanaan dan implementasi tata kelola perusahaan. as follows: 1. former PLN employee/executive with wide experience and knowledge related to the Company and its activities. yaitu : 1. while Secretary to Board of Commissioners was replaced in August 2010. Risk Management Committee (KMR). Experts and committee members for this period was selected and appointed by Board of Commissioners in early 2010. CLOSING Board of Commissioners believes that Board of Directors will continue working as a solid team to execute programs set by the Company on the principles of GCG and prudence. . Nomination and Remuneration Committee. Dalam menjalankan tugas dan kewajibannya Dewan Komisaris dibantu seorang Sekretaris.Ahli Ekonomi dan Keuangan. Tenaga Ahli dan anggota Komite periode ini dipilih dan ditetapkan oleh Dewan Komisaris pada awal tahun 2010 sedangkan pada bulan Agustus 2010 dilakukan pergantian Sekretaris Dewan Komisaris dalam rangka penyegaran.Ahli Hukum dan beberapa mantan pegawai/pejabat PT PLN (Persero) yang mempunyai pengalaman dan pengetahuan luas berkaitan dengan Perusahaan dan aktivitasnya. In carrying out its duties and responsibilities. Audit Committee (KA). PENUTUP Dewan Komisaris yakin bahwa Direksi akan terus bekerja sebagai satu kesatuan yang kompak untuk menjalankan program yang telah disusun oleh perusahaan dengan menerapkan prinsip-prinsip Good Corporate Governance dan prinsip kehati-hatian. economist. advice and supervisory on execution of programs in line with corporate plan and strategy. such as lecturer. 7 (orang) Tenaga Ahli dan 4 (empat) Komite. They have various educational. nasehat serta pengawasan dalam melaksanakan program sesuai rencana dan strategi perusahaan. experience or position background. Dewan Komisaris telah melaksanakan tugasnya secara sinergis dengan Direksi dengan memberikan arahan. Ketua Komite dan Wakil Ketua Komite dijabat oleh Komisaris. Komite Audit (KA). and 4. 2. lawyer. 3. 3. the Board resorts to assistance of a secretary. Selama tahun 2010 para pembantu Dewan Komisaris ini telah menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab sehingga Dewan Komisaris dapat menjalankan tugasnya sesuai yang diamanatkan Pemegang Saham. Tenaga Ahli dan anggota Komite dipilih oleh Dewan Komisaris.Mereka mempunyai latar belakang akademis. providing direction. (KNR). Experts and committee members are selected by the Board. Chairman and Vice Chairman of the committees are hold by the Commissioners. pekerjaan/pengalaman atau jabatan yang beragam antara lain Dosen/Pengajar. Komite Manajemen Risiko (KMR).

we extend our deep thankfulness and high appreciation to Board of Directors and all lines below for their hard work to complete corporate duties in 2010 as reported in this 2010 Annual Report. Finally. May the Lord Almighty constantly strengthen and guide us in performance of duties to meet all stakeholders’ needs.Akhirul kalam pada kesempatan ini tidak lupa kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Direksi dan seluruh jajaran yang telah bekerja keras menyelesaikan tugas perseroan tahun 2010 dan telah dituangkan dalam Laporan Tahunan Perusahaan Tahun Buku 2010 ini. 29 April 2010 YOGO PRATOMO Komisaris Utama President Commissioner 41 Laporan Manajemen Management Report . Jakarta. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberi kekuatan dan membimbing kita dalam melaksanakan tugas memenuhi keinginan para Pemangku Kepentingan (stakeholders).

42 PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report LAPORAN DIREKSI BOARD OF DIRECTORS’ REPORT .

Laporan Manajemen Management Report 43 .

PLN juga memperhatikan kebutuhan kalangan bisnis khususnya di wilayah Jawa dan Bali melalui program penyambungan cepat.51% in 2010. sejak awal tahun 2010 PLN telah melakukan berbagai upaya untuk dapat mengatasi daerah yang mengalami krisis pasokan daya listrik sehingga berhasil mendeklarasikan ‘pencanangan bebas pemadaman bergilir‘ pada tanggal 27 Juli 2010. khususnya GRASSS telah berhasil meningkatkan rasio elektrifikasi menjadi 66. which is due to power deficit in almost all electricity systems.600 MW additional electricity power for business and industry sectors. elimination of bad practices in connection service. particularly the GRASSS program. Lewat program GRASSS ini telah tersambung sebanyak 1. first. sebagai langkah awal dalam rangka menuju era bebas daftar tunggu yang diharapkan tercapai pada tahun 2011.53% higher than 2009’s 63. The aforementioned efforts. This program. PLN held a mass connection for new customers program on October 27. Board of Directors and management are convinced that bringing to end the shifted electricity outage all over Indonesia is the Company’s first and foremost program that has to be concluded prior to other programs.600 MW di sektor Bisnis dan Industri. PLN was able to realize this fast. PLN had made various efforts to overcome power supply crisis in such areas since early 2010 and finally was able to declare the shifted electricity outage termination on July 27.53% dari 63. Through GRASSS program. Selanjutnya. particularly Jakarta. PLN melaksanakan penyambungan pelanggan baru secara besarbesaran melalui program Gerakan Sehari Sejuta Sambungan (GRASSS) pada tanggal 27 Oktober 2010. an achievement that earned an award from Indonesian Museum of Records (MURI) for the most electricity connections in a day.44 UMUM Pencapaian kinerja terpenting dari PLN di tahun 2010 ini adalah berakhirnya pemadaman bergilir di seluruh Indonesia yang diakibatkan oleh defisit daya di hampir seluruh sistem kelistrikan. 2010. easy and fast connection program in December 2010. massive power increase on account of completion of improvement and reinforcement activities for systems in Java. made two positive impacts.51% di tahun 2010. Direksi dan seluruh jajaran manajemen meyakini bahwa hal pertama dan utama yang harus diselesaikan adalah mengakhiri pemadaman bergilir di seluruh Indonesia sebelum PLN dapat melaksanakan program-program selanjutnya. Besides the GRASSS program. Therefore. Penambahan daya yang cepat dan besar ini dapat terlaksana seiring dengan selesainya pembenahan dan penguatan sistem di Jawa khususnya Jakarta melalui penambahan GENERAL The most important accomplishment of PLN in 2010 is termination of shifted electricity outage all over Indonesia. and second. Such activities included addition of Interchange Bus Transformers . as the first step toward a zero waiting-list.75%.001. This represents Rp15 trillion worth economic stimulus for Indonesia and provides a total of 1.001. particularly in areas outside Java and Bali. which are. 2010. Untuk itu. mudah dan pasti pada bulan Desember 2010. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Further. 2. which is expected to begin in 2011. Program ini mempunyai dua dampak positif. khususnya di luar Jawa dan Bali. named A Million Connection Within a Day Movement (“GRASSS”). atau meningkat 2. an assurance of hassle free electricity connection for everyone. PLN gained 1. through a definite. Dengan upayaupaya di atas. yakni yang pertama adanya kepastian setiap orang mudah mendapatkan sambungan listrik dan yang kedua menghilangkan praktek-praktek tidak terpuji dalam penyelenggaraan pelayanan penyambungan listrik.75% pada tahun 2009.042 pelanggan secara serempak di seluruh Indonesia dalam satu hari sehingga PLN mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk pelaksanaan penyambungan listrik terbanyak dalam satu hari. PLN also caters to industry needs. Disamping program GRASSS. particularly in Java and Bali areas. Ini merupakan stimulus ekonomi bagi Indonesia yang nilainya setara dengan Rp15 triliun dan berhasil memberikan tambahan daya sebesar total 1. have successfully increased the electrification ratio to 66.042 new customers throughout Indonesia in one day.

the Company is deliberately terminating oil based power plants such as those in Tanjung Perak. However. Di sisi peningkatan efisiensi. diskontinuitas pasokan gas terjadi di beberapa lokasi pembangkitan antara lain pasokan gas dari Kalila ke PLTGU Teluk Lembu. On efficiency aspect. and resulted in higher oil fuel utilization.5% pelanggan merasa puas dengan (IBT).2 Triliun berhasil dihemat melalui sistem pengadaan yang baru ini. Untuk itu perusahaan melaksanakan upaya “pembunuhan berencana” terhadap pembangkitpembangkit listrik berbahan bakar minyak seperti di Tanjung Perak. Both co-operations have directed PLN’s procurement system to a more efficient. LSI adalah lembaga survey independen dan cukup kredibel di Indonesia saat ini. On electricity generating. gas supply from State Oil Extraction Company (“Pertamina”) to PLTGU Belawan and gas supply from SEMCO to PLTGU Semberah. pasokan gas dari Pertamina ke PLTGU Belawan dan pasokan gas SEMCO ke PLTGU Semberah. tahun 2010 ini PLN mulai menerapkan sistem pengadaan baru yang telah berhasil menghemat biaya pengadaan material yang sangat signifikan. PLTU Indramayu unit 1 kapasitas 330 MW. PLN had Indonesian Survey Organization (“LSI”) conduct a public survey on the Company’s performance in December 2010. gas supply from State Gas Company (“PGN”) to PLTGU Muara Tawar and PLTGU Talang Duku. Tanjung Priok and Tambak Lorok by optimizing new coal based PLTUs and adding IBTs in several Extra High Voltage Sub Stations (“GITET”). Namun dimasa mendatang PLN harus mencari upaya untuk mengatasinya agar pemakaian BBM tidak meningkat dengan drastis. Keberhasilan penghematan ini juga tidak terlepas dari peran kerja sama PLN dengan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) yang mempunyai kompetensi di bidang pengadaan dan institusi Komite Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diberikan akses untuk melihat proses pengadaan PLN pada setiap tahapannya. PLN has to find the means to overcome this problem in the future as to prevent drastic increase of oil fuel utilization. For this purpose. fair and accountable way. discontinuity of gas supply took place in several generating locations. adil. An important result of the survey showed that 63. and the repowering of PLTU Muara Karang to increase its generating capacity by 400 MW.5% of customers were 45 Laporan Manajemen Management Report . LSI is currently a credible and independent survey organization in Indonesia. dan PLTU Suralaya kapasitas 625 MW. telah dilakukan survey persepsi publik tentang kinerja PLN yang dilakukan oleh Lembaga Survey Indonesia (LSI) pada bulan Desember 2010. transparan. Di sisi pembangkitan. Tanjung Priok. Kedua kerja sama ini telah mengarahkan sistem pengadaan PLN menjadi lebih efisien. transparent. Untuk mengetahui seberapa jauh peningkatan pelayanan kepada pelanggan. in 2010 PLN started to implement a new system which successfully produced very significant saving in material procurement cost. early utilization of fast track program such as Steam Power Plant (“PLTU”) Labuan Banten unit 2 of 300 MW capacity. PLTU Indramayu unit 1 of 330 MW capacity. Over Rp2. sehingga pemakaian bahan bakar minyak meningkat. To be aware of how much the Company’s customer service was improved. This achievement in efficiency was also due to of PLN’s co-operation with Construction Services Development Board (“LPJK”) that contributed procurement competency and with Corruption Eradication Commission (“KPK”) which was given access to observe each stage of PLN’s procurement procedure. Disamping itu juga sedang dilakukan repowering PLTU Muara Karang yang akan menambah kapasitas pembangkit sebesar 400 MW. Hasil penting dari survey ini adalah 63. such as gas supply from Kalila to Gas Steam Power Plant (“PLTGU”) Teluk Lembu. Lebih dari Rp 2. dan akuntabel.2 trillion was saved through the new procurement system. dari semula 300 MW menjadi 700 MW. from 300 MW to 700 MW. PLTU Suralaya of 625 MW capacity.Interchange Bus Trasformer atau lebih dikenal dengan IBT dan mulai masuknya pembangkit-pembangkit program percepatan seperti PLTU Labuan Banten unit 2 kapasitas 300 MW. dan Tambak Lorok dengan mengoptimalkan PLTU Batubara baru dan penambahan IBT di beberapa Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET). pasokan gas dari PGN ke PLTGU Muara Tawar dan PLTGU Talang Duku.

96 hour/customer/year (from 16. seperti terlihat dari Indeks Lama Gangguan Rata-rata yang dialami pelanggan (SAIDI) tahun 2010 mencapai 6. inventory. Juga telah dilaksanakan rekrutmen tehadap 2. technical indicators for service were improved in 2010. penyempurnaan Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) untuk mempertajam investasi.2% growth of electricity revenues (only 4. SMUK ini adalah salah satu implementasi dari program Human Resource Development yang mengarah ke pengelolaan Human Capital yang bertujuan untuk menunjang seluruh programprogram perusahaan disamping tentu melalui penyelenggaraan pendidikan dan latihan yang berkelanjutan.2 triliun). PLN’s health ratio.46 kinerja PLN. Indikator-indikator teknis yang berkaitan dengan pelayanan juga menunjukkan perbaikan di tahun 2010. tingkat kesehatan PLN sesuai Kep. Although not a delighting figure. and coal transportation. Further. SMUK is one of Human Resource Development implementation programs which are directed at the management of Human Capital to support all of company programs together with continuous education and trainings. enhancement of Electricity Provision General Plan (“RUPTL”) to build up investments. This was supported by 14. Meanwhile. . dan meningkatkan pelaksanaan praktek-praktek Good Corporate Governance serta kegiatan-kegiatan Corporate Social Responsibility. Hal-hal strategis lain yang dilaksanakan perusahaan untuk peningkatan kinerja meliputi: penataan manajemen kualitas. in 2010 PLN started to implement Work Performance Management System (SMUK) based on improved information technology.1 trillion (Rp 135.BUMN No. Memang angka ini belumlah memuaskan sepenuhnya tetapi ada harapan menuju lebih baik. as shown in customers’ System Average Interruption Duration Index (SAIDI) that was down to 6. while total cost was Rp 149.82 kali/pelanggan/tahun (tahun 2009 adalah 10.1T (pada tahun 2009 sebesar Rp135. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report The Company took other strategic actions taken to increase performance. dan transportasi batubara. di tahun 2010 mulai diterapkan Sistem Manajemen Unjuk Kerja (SMUK) berbasis teknologi informasi yang disempurnakan. KEP-100/ MBU/2002 mencapai kategori SEHAT (A). Sejalan dengan pencapaian kinerja diatas.700 undergraduates (“S1”) and diploma holders (“D3”) to anticipate speedy business growth. In 2010 the Company recruited 2. which include improvement of quality management.086 triliun mendekati laba bersih pada tahun 2009.78 times/customer/year in 2009).2 trillion in 2009). dari aspek keuangan. close to 2009’s net profit.31% in 2009). On human resources. In line with the abovementioned performance.78 kali/pelanggan/tahun). satisfied with PLN’s performance.086 trillion in 2010. persediaan. and better implementation of Good Corporate Governance practices and Corporate Social Responsibility activities. KEP-100/MBU/2002.700 orang tenaga lulusan S1 dan D3 pada tahun 2010 dalam rangka mengantisipasi pesatnya perkembangan usaha perusahaan. it provides hope for a better future.3 trillion.31%) yang menghasilkan total pendapatan sebesar Rp162.70 jam/ pelanggan/tahun) dan realisasi Indeks Kali Gangguan Rata-rata yang dialami pelanggan (SAIFI) mencapai 6.70 hour/customer/year in 2009) and the realization of System Average Interruption Frequency Index (SAIFI) that was down to 6.3 triliun sedang total biaya sebesar Rp149.2 % (pada tahun 2009 hanya sebesar 4. Dalam hal Sumber Daya Manusia. Selain itu. Men. based on Decree of Minister of State Owned Enterprises (SOE) No. Sementara itu.96 jam/pelanggan/tahun (2009 adalah 16. which resulted in total revenues of Rp162. on financial aspect. reached HEALTHY (A) category. Hal ini ditopang oleh pertumbuhan pendapatan tenaga listrik sebesar 14. perusahaan telah berhasil memperoleh laba bersih tahun 2010 sebesar Rp10.82 times/customer/year (from 10. the Company gained a net profit of Rp10.

111/ PMK. BUMD.02/2007 dated September 14. To accommodate that complaint and to comply with 47 . Besaran subsidi untuk tahun 2010 ditetapkan melalui Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2010 yang menjelaskan bahwa Subsidi Listrik dalam APBN–P Tahun Anggaran 2010 ditetapkan sebesar Rp 53. Government policy concerning the subsidy is stipulated in a law subject to the approval from Indonesia’s House of Representatives (“DPR”). Untuk tahun 2010. which details the amount of Electricity Subsidy in APBN-P Budget Year 2010 as Rp53. 2007 and its revision No. 30 year 2009. province-owned companies. Kebijakan Pemerintah terkait subsidi ditetapkan melalui Undang-Undang setelah mendapat persetujuan dari DPR RI. private companies and co-operatives that hold the Electricity Provision Business License (“IUPTL”). The amount of the realization received by PLN for 2010 was Rp58. 2010 through the Regulation of Minister of Energy and Mineral Resources (“ESDM”) No.02/2007 tanggal 14 September 2007 dan revisinya PMK Nomor 162/PMK. Laporan Manajemen Management Report Electricity Basic Tariff (“TTL”) is determined by the Government subject to DPR’s approval.300 juta dengan pemberian margin kepada PLN dalam rangka pemenuhan persyaratan pembiayaan investasi PLN sebesar 8%. realisasi besaran subsidi yang diterima PLN adalah Rp 58. In selling electricity to public. 2 Year 2010.02/2007 dated December 17. Realization of electricity subsidy is based on Regulation of Minister of Finance (“PMK”) No. A tariff increase took place on June 30.108.606. 07/2010 concerning PLNprovided Electricity Tariff.418 million. 162/PMK. Swasta dan Koperasi sebagai pemegang Ijin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (IUPTL).418 juta. Untuk IMPORTANT EVENTS Government Policies Based on the Law No. Tarif Tenaga Listrik tersebut tidak dapat langsung diterapkan sepenuhnya karena adanya keberatan dari kalangan pelanggan industri dan bisnis tertentu yang merasakan kenaikan lebih dari 10%. Tarif Tenaga Listrik ditetapkan oleh Pemerintah setelah mendapat persetujuan dari DPR RI. The increase could not then be fully implemented due to objections from certain business and industrial customers that were to get more than 10% increase. However. Sedangkan Realisasi pencairan subsidi listrik didasarkan pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 111/PMK. up to present time the state-owned company PLN has been the only player that manages provision and distribution of electricity for public needs. Dalam menjual tenaga listrik kepada masyarakat.02/2007 tanggal 17 Desember 2007. Kenaikan Tarif Tenaga Listrik terjadi pada tanggal 30 Juni 2010.300 million that gives PLN 8% margin to meet its investment financing requirements. harga jual atau tarif tenaga listrik ditetapkan oleh Pemerintah. the government determines the sales price or tariff and. namun sampai saat ini pengelolaan penyediaan tenaga listrik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat umum termasuk pendistribusiannya masih dilakukan oleh PLN selaku BUMN. gives subsidy to customers whose electricity tariff is still below basic cost plus margin. 2007. 07/2010 tentang Tarif Tenaga Listrik (TTL) yang disediakan oleh PT PLN (Persero) yang diterbitkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).606. sehingga Pemerintah akan memberikan subsidi bagi pelanggan yang tarif tenaga listriknya masih dibawah biaya pokok penyediaan tenaga listrik (BPP) ditambah marjin.108. electricity industry players besides PLN can be other state-owned companies. Government subsidy amount for 2010 is stipulated through the Law of the Republic of Indonesia (“Law”) No.KEJADIAN PENTING Kebijakan Pemerintah Bisnis industri kelistrikan sesuai Undang-undang Nomor 30 tahun 2009 dilakukan selain oleh PLN juga dilakukan oleh BUMN Lain. therefore. melalui Peraturan Menteri ESDM No.

sehingga jadwal operasional PLTU mundur. The capping policy limits customers’ account fluctuation to a maximum of 18% higher or lower than latest billing. PLTU Rembang (Unit 1 dan 2). PLTG Teluk Lembu.48 Hal-hal strategis lain yang dilaksanakan perusahaan untuk peningkatan kinerja meliputi: penataan manajemen kualitas. 2010 capping was omitted from all PLN customers. dan transportasi batubara. which in turn delayed the PLTUs’ operational schedule. Melalui kebijakan capping ini maka pelanggan akan dibatasi interval kenaikan-penurunan rekeningnya maksimal 18% dari tagihan yang terakhir. penyempurnaan Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) untuk mempertajam investasi. persediaan. PLTGU Belawan. a capping policy at ±18% was imposed. dan meningkatkan pelaksanaan praktekpraktek Good Corporate Governance serta kegiatankegiatan Corporate Social Responsibility The Company took other strategic actions taken to increase performance. Kebijakan capping ini mulai diterapkan 1Juli 2010. except for industrial customers. maka ditetapkanlah kebijakan capping sebesar ±18%. The policy was implemented from July 1. and coal transportation. On December 31. PLTG Teluk Lembu. The omission was effected because capping was not in line with fairness principle and encouraging unhealthy business competition. ii) Pemasok gas menurunkan volume gas untuk PLTGU Muara Tawar. and PLTU Indramayu (Unit 1) were behind schedule on project completion. and better implementation of Good Corporate Governance practices and Corporate Social Responsibility activities mengakomodir keluhan tersebut dan memperhatikan pembahasan antara DPR (Komisi VII) dengan Menteri ESDM. inventory. namun selanjutnya dihapus secara bertahap sehingga pada tanggal 30 September 2010 capping tidak berlaku lagi. PLTGU Belawan. which include improvement of quality management. ii) Gas suppliers lowered supply volume to PLTGU Muara Tawar. PLTU Rembang (Unit 1 and 2). Faktor eksternal Beberapa faktor eksternal yang mempengaruhi pencapaian sasaran kinerja perusahaan pada tahun 2010 adalah: i) Kontraktor pelaksana pembangunan proyek PLTU Labuan (Unit 2). enhancement of Electricity Provision General Plan (“RUPTL”) to build up investments. 2010 and to be gradually omitted that on September 30. and were behind schedule on supply delivery PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report . 2010 capping was no more valid. Penghapusan capping ini dilaksanakan karena tidak sesuai dengan azas keadilan dan mengarah kepersaingan usaha yang tidak sehat. External Factors Some external factors affecting the achievement of the Company’s performance target in 2010 were: i) Contractors of the construction projects of PLTU Labuan (Unit 2). Tanggal 31 Desember 2010 kebijakan kebijakan capping dihapuskan bagi seluruh pelanggan PLN. kecuali untuk pelanggan industri. dan terlambat mengirim pasokan gas untuk PLTG Talang Duku serta PLTG Semberah sehingga pemakaian bahan bakar minyak sebagai bahan bakar result of discussions between DPR and Minister of ESDM. dan PLTU Indramayu (Unit 1) terlambat menyelesaikan proyek.

Customer service level in 2010 showed an improving trend. 49 .68 triliun.926. a change from initial tariff increase of 15% to be effective in January 2010.117. ditunjukkan dengan realisasi SAIDI (indeks lama gangguan ratarata yang dialami pelanggan) mencapai 6.435. Sekalipun demikian.108. As a consequence of the above external factors.substitusi meningkat.387 from 40.78 kali/pelanggan/tahun.117. lebih baik dibanding tahun 2009 yang sebesar 10.14 triliun.387 pelanggan dibandingkan tahun 2009. Kinerja Keuangan Realisasi pendapatan operasi (penjualan tenaga listrik) meningkat mencapai Rp162. sebesar 40. COMPANY PERFORMANCE Operational Performance In 2010 PLN achieved electricity production of 169.21 GWh.97 trillion in 2009. namun akibat meningkatnya biaya bahan bakar minyak.35 trillion from Rp9.275. jumlah pelanggan meningkat mencapai 42. and iii) the Government decided to increase the TDL only by 10% effective in July 2010.086. Tingkat pelayanan kepada pelanggan pada tahun 2010 menunjukkan trend membaik.17 trillion in 2009 and period ended income reached Rp10.35 triliun dibanding tahun 2009 yang sebesar Rp9.17 triliun dan laba periode berjalan mencapai sejumlah Rp10. dengan penjualan tenaga listrik meningkat mencapai 147.21 GWh dibandingkan tahun 2009 sebesar 156.222.797. However.98 GWh in 2009. also in line with the issuance of the Law No.70 jam/pelanggan/tahun dan realisasi SAIFI (indeks kali gangguan rata-rata yang dialami pelanggan) mencapai 6.96 jam/ pelanggan/tahun lebih baik dibanding tahun 2009 sebesar 16. dan iii) Keputusan Pemerintah memberlakukan kenaikan TDL hanya sebesar 10% pada bulan Juli 2010 yang semula direncanakan berlaku pada bulan Januari 2010 dengan rencana tingkat kenaikan sebesar 15% .786. 2010. Total number of customers increased to 42. operating expenses also rose to Rp149. Nonetheless. Laporan Manajemen Management Report Financial Performance Realized operating income (electricity sales) in 2010 rose to Rp162. due to higher fuel expenses.29 triliun dibanding tahun 2009 sebesar Rp145. laba operasi menunjukkan peningkatan yaitu mencapai angka sebesar Rp13.47 GWh. compared to Rp135.275.685 customers in 2009.926. 2 Year 2010 on State Budget Plan.07 triliun dibanding tahun 2009 yang sebesar Rp135.375.29 trillion from Rp145.267.297.25 GWh in 2009. which caused higher consumption of oil as fuel substitute.14 trillion in 2009.07 trillion. and electricity sales of 147.581. also an increase from 134. Disamping itu.108.98 GWh. 2 tahun 2010 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.267.581.82 kali/pelanggan/tahun. confirmed by SAIDI realization of 6. Akibat dari berbagai faktor eksternal tersebut dan juga selaras dengan diterbitkannya UU No. operating income ascended to Rp 13.435.375.797.68 trillion.97 triliun.222.78 times/ customer/year in 2009. maka pada tanggal 18 Juni 2010 PLN melakukan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan Tahun 2010 .25 GWh. also better than 10.685 pelanggan. an increase from 156. better than 16.086. KINERJA PERUSAHAAN Kinerja Operasional Produksi tenaga listrik PLN pada tahun 2010 menunjukkan peningkatan yaitu sebesar 169.786.297.82 times/ customer/year. PLN revised 2010 annual Corporate Budget Plan on June 18. to PLTG Talang Duku and PLTG Semberah. and SAIFI realization of 6. maka biaya operasi meningkat menjadi sebesar Rp149.47 GWh dibandingkan tahun 2009 sebesar 134.96 hour/ customer/year.70 hour/customer/ year in 2009.

50

Program Prioritas Program utama yang telah dilaksanakan pada tahun 2010 adalah i) mengatasi krisis listrik se Indonesia, ii) menyelesaikan daftar tunggu, iii) membenahi proses Pengadaan Strategis dan iv) pemberi stimulus pertumbuhan ekonomi. Mengatasi Krisis Listrik se Indonesia Dalam rangka mengatasi pemadaman bergilir akibat kekurangan pasokan daya, PLN telah melakukan aksi antara lain pembelian Excess Power dan sewa pembangkit serta revitalisasi unit pembangkit eksisting untuk Luar Jawa-Bali, sedang untuk Jawa-Bali dilakukan perkuatan transmisi dan distribusi termasuk cadangan IBT. Berbagai upaya tersebut telah berhasil membuat 20 sistem besar yang dinyatakan siaga atau merah pada bulan Februari 2010 menjadi aman di semua daerah pada bulan Juli 2010. Menyelesaikan Daftar Tunggu Peningkatkan kualitas pelayanan pelanggan dilakukan dengan implementasi Pra Bayar di seluruh Indonesia, sedangkan untuk menuntaskan daftar tunggu sebesar 2,5 juta pelanggan dilakukan aksi Gerakan Sehari Sejuta Sambungan (GRASSS) pada Hari Listrik Nasional ke 65 tanggal 27 Oktober 2010, dengan hasil penuntasan 50% daftar tunggu. Diharapkan program tersebut dapat mengangkat citra PLN yang dinilai sangat lamban dalam bekerja menjadi perusahaan yang dapat melayani penyambungan dengan cepat dan mengurangi percaloan.
PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report

Major Programs Major programs carried out in 2010 were i) solving electricity crisis throughout Indonesia, ii) ending waiting list, iii) reorganizing Strategic Procurement process, and iv) providing stimulus for economic growth. Solving Electricity Crisis throughout Indonesia To resolve the shifted electricity outage caused by insufficient power supply, PLN took significant efforts, such as, purchased excess power, rented power generators, revitalized existing power plants in areas outside Java-Bali, and reinforced transmission and distribution, including extra IBTs, in Java-Bali areas. These efforts successfully changed the condition of 20 main systems, from alert or red code in February 2010 to safe in all areas by end of July 2010.

Ending Waiting List To enhance customer service quality, PLN implemented Pre-Paid Electricity provision for all areas in Indonesia. To conclude a waiting list of 2.5 million potential customers, PLN held the GRASSS program on the 65th National Electricity Day on October 27, 2010, which reduced the waiting list by 50%. These programs are expected to boost PLN’s image, from a slow worker to a company that can provide prompt connection and reduce illegal brokerage.

Stimulus Pertumbuhan Ekonomi Salah satu upaya yang dilakukan agar mampu berperan sebagai perusahaan pemberi stimulus pertumbuhan ekonomi adalah melalui pelaksanaan Program Penyambungan 1.000 MW Untuk Pengusaha. Program ini dilaksanakan pada 15 Desember 2010 dan diikuti oleh 2.833 pengusaha di Jabodetabek, Karawang dan Banten Utara dengan total daya 1.600 MW. Selain itu, tahun 2010 juga ditandai dengan dimulainya pemasangan Listrik Energi Surya sepenuhnya bagi pelanggan di wilayah Indonesia Timur yang belum terjangkau aliran listrik. Pembenahan Proses Pengadaan Strategis Pembenahan proses pengadaan barang dan jasa strategis selama tahun 2010 menghasilkan penghematan sebesar Rp2 triliun melalui proses pengadaan secara e-procurement maupun joint procurement. Karena besarnya nilai penghematan

Stimulus for Economic Growth In one of the efforts to take up the role as a provider of stimulus for economic growth, PLN carried out the 1,000 MW Connection Program for Business Customers. The event was held on December 15, 2010, attended by 2,833 businessmen from Greater Jakarta, Karawang and North Banten, with total power of 1,600 MW. Further, 2010 was also marked by installations of Solar Based Electricity for customers in East Indonesia areas that had never been provided with electricity.

Reorganizing Strategic Procurement Process Reorganizing the procurement process of strategic materials and services throughout year 2010 has produced cost saving amounted to Rp2 trillion, gained through e-procurement and joint procurement processes. The obtained saving is

yang dapat diperoleh, maka program penerbitan obligasi untuk penggalangan dana investasi kemudian dapat ditunda. Disamping program yang telah disebutkan diatas, PLN juga telah melakukan program-program pengembangan SDM baik dari sisi hardskill maupun soft compentence-nya, melakukan perubahan proses pengadaan melalui e-procurement, joint procurement serta meningkatan efisiensi dan kinerja melalui praktek operational excellence yang difasilitasi dengan program Operational Performance Improvement.

so large that the Company postponed investment financing bond issuance.

In addition to the abovementioned program, PLN also carried out human resource development programs, both on hard-skill and softcompetence, changed the procurement process to e-procurement and joint procurement, and increased efficiency and performance through operational excellence facilitated by Operational Performance Improvement program.

PENERAPAN GCG PLN bertekad untuk mengelola Perusahaan dengan prinsip Tata Kelola Perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG) dengan menerapkan prinsip dasar GCG yakni azas keterbukaan, akuntabilitas, tanggung jawab, adil dan independen secara menyeluruh untuk menunjang pencapaian visi dan misi Perusahaan serta untuk mendukung upaya pengembangan Perusahaan dimasa mendatang. Kualitas penerapan praktek GCG dari tahun ke tahun menunjukkan tren membaik. Hal ini ditunjukkan melalui perkembangan skor hasil evaluasi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terhadap praktek GCG PLN. Tahun 2002 dan 2004 menunjukkan nilai pencapaian GCG masing-masing adalah sebesar 73,6 % dan 75,33 % dari bobot maksimal 100%. Hasil asesmen penerapan GCG yang dilakukan oleh konsultan independen untuk tahun 2007, 2008 dan 2009 terus menunjukkan trend membaik dengan perolehan nilai masingmasing sebesar 74,25% (tahun 2007), 86,75% (tahun 2008) dan 88,12% (tahun 2009). Penilaian tersebut dilaksanakan berdasarkan metodologi Asesmen GCG Menteri Negara BUMN No. S168/MBU/2008. Sebagai bagian dari upaya peningkatan praktek pelaksanaan GCG, PLN telah melakukan kerjasama dengan berbagai pihak antara lain: i) Komite Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam program Whistleblower’s System Komisi Pemberantasan Korupsi yang disosialisasikan pada tanggal 13 Oktober 2010, ii) Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dalam bentuk penanda tanganan Nota Kesepahaman tentang pengembangan, penerapan dan penguatan tata kelola perusahaan yang baik pada PT PLN (Persero) tanggal 23 Februari 2010.

IMPLEMENTATION OF GOOD CORPORATE GOVERNANCE PLN is committed to managing the Company by Good Corporate Governance (GCG), implementing GCG’s basic principles of transparency, accountability, responsibility, fairness and independency in all areas to support the achievement of corporate vision and mission and to sustain the Company’s future development efforts. The quality of GCG implementation over the years shows improving trend. This is depicted in Development and Finance Supervisory Board (“BPKP”)’s assessment results on PLN’s GCG practices. The resulting scores in 2002 and 2004 were 73.6% and 75.33% from a maximum of 100%. Independent consultant’s assessments of GCG implementation results also show improving trend for years 2007, 2008 and 2009 which are 74.25%, 86.75% and 88.12%, consecutively. The assessments were performed based on Minister of SOE’s GCG assessment methodology No. S168/MBUMN/2008.

Laporan Manajemen Management Report

As part of GCG practice improvement efforts, PLN co-operated with other parties, such as i) KPK in conducting an event to socialize the Whistleblower’s System on October 13, 2010, and ii) BPKP in the form of signing a Memorandum of Understanding on development, implementation and reinforcement of GCG at PLN on February 23, 2010.

51

52

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PLN Untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap PLN guna meningkatkan kinerja dan citra perusahaan, maka telah dilakukan survei sepanjang tahun 2010 oleh Pusdiklat, KPK maupun LSI. Pusat Pendidikan dan Pelatihan (PUSDIKLAT) Survei lembaga ini dilaksanakan untuk mengetahui Tingkat Kepuasan Pelanggan atas pelayanan yang diberikan oleh PLN terhadap masyarakat, yang meliputi Penyambungan Baru, Penambahan Daya dan Gangguan. Hasil survei adalah masyarakat puas atas penyelesaian gangguan listrik. Komite Pemberantasan Korupsi (KPK) Survei yang dilakukan berupa Survei Integritas Layanan Publik (ILP), ditujukan untuk mengetahui sejauh mana proses pelayanan yang diberikan oleh PLN dari sudut keterbukaan informasi tentang biaya dan gratifikasi. Hasil survei adalah integritas pelayanan publik pada PLN masih perlu diperbaiki, yaitu melalui beberapa cara, diantaranya: i) penerapan aturan yang jelas dan tegas, ii) menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, iii) memberantas adanya perantara melalui upaya pelurusan perilaku individu yang terlibat dalam pelayanan, iv) melakukan sosialisasi/kampanye anti korupsi terhadap petugas dan pengguna layanan guna memberikan pengertian yang benar tentang konsep gratifikasi. Lembaga Survei Indonesia (LSI) Survei oleh lembaga ini untuk mengetahui kinerja PLN dimata publik. Survei dilakukan pada bulan Desember 2010. Hasil survei menunjukkan bahwa sekitar 63,2% masyarakat Indonesia merasa puas dengan pelayanan PLN. Selain itu diperoleh hasil, bahwa yang paling perlu diperbaiki oleh PLN sekarang adalah masalah pelayanan instalasi (pemasangan, perbaikan peralatan listrik yang rusak) dan PLN diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan listrik yang sangat tinggi, terutama listrik yang tidak pernah padam.

PUBLIC PERCEPTION ON PLN To gain knowledge of public perception on PLN and to enhance the Company’s performance and image, PLN conducted surveys throughout 2010 in cooperation with Pusdiklat, KPK and LSI. Education and Training Center (“PUSDIKLAT”) Pusdiklat conducted a survey to gain knowledge on Customer Satisfaction Level on PLN’s services in the areas of New Connection, Power Upgrade and Interruption. Survey results show that the public is satisfied with the resolving of electricity interruption. Corruption Eradication Commission (KPK) KPK held a survey on Public Servicing Integrity (PSI), whose objective is to assess PLN’s process of servicing in term of cost and gratification information transparency. Survey results show that PLN’s PSI still need to be improved in several aspects that include i) application of clear and strict rules, ii) creation of conducive work environment, iii) eradication of brokers through transformation of attitude of individuals involved in servicing, iv) enactment of anti corruption campaign/socialization for servicing personnel and service users to ensure proper understanding of gratification concept.

PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report

Indonesian Survey Organization (LSI) In December 2010 LSI carried out a survey on public perception on PLN’s performance. Survey results depict that 63.2% of the people is satisfied with PLN’s services. The other results are feedback for PLN, which indicate that PLN needs to urgently improve the installation services (install, repair broken electricity equipments) and that PLN is expected to meet very high public need of electricity, mainly of no blackout period.

RENCANA TAHUN 2011 Menghadapi tahun 2011, PLN telah mencanangkan penuntasan seluruh daftar tunggu, membangun jaringan listrik bagi daerah yang belum dialiri listrik terutama di ibukota kabupaten serta meningkatkan rasio elektrifikasi sebagai program prioritas PLN ditahun 2011.

2011 PLAN Entering the year of 2011, PLN has planned to totally end the waiting list, build transmission networks for the areas that do not have electricity, mainly in regency capitals, and increase electrification ratio to a priority in 2011.

Program yang akan dilaksanakan untuk mendukung upaya tersebut meliputi: i) mengadakan Gerakan Sehari Sejuta Sambungan pada bulan Mei 2011, ii) mengalirkan listrik ke 15 Ibukota Kabupaten yang belum dialiri listrik dan mengatasi gangguan pemadaman di 6 Ibukota Kabupaten dengan nyala listrik hanya selama 6 sampai 12 jam sehari, serta iii) menaikkan Rasio Elektrifikasi secara radikal di 17 Propinsi Tertinggal. Sejalan dengan program tersebut, PLN juga akan terus meningkatkan efisiensi melalui pembenahan proses pengadaan barang melalui perumusan sistem baru dan meningkatkan efisiensi pengadaan suku cadang. Melalui berbagai program tersebut, PLN meyakini akan mencapai sasaran untuk menjadi perusahaan listrik yang lebih baik.

To realize the plan, PLN will carry out supporting programs such as: i) holding another GRASSS program in May 2011; ii) distributing electricity to 15 regency capitals currently without electricity and resolving blackout interruptions in 6 regency capitals with only 6 to 12 hours of electricity a day, and iii) radically raising Electrification Ratio in 17 remote provinces.

In line with the abovementioned programs, PLN will also continue to enhance efficiency through improvement of procurement process through a new system formulation and to increase spare part procurement efficiency. Through all these programs, PLN is convinced to achieve the aim to be a better electricity provider company.

PENUTUP Kinerja tahun 2010 adalah buah kerja keras dari seluruh jajaran PLN yang telah bahu membahu melaksanakan seluruh program kerja perusahaan. Untuk itu mewakili Direksi, saya memberikan penghargaan, sekaligus menghimbau terus meningkatkan dedikasi dan loyalitas untuk memberikan layanan terbaik kepada masayarakat dan negara. Kepada seluruh jajaran Dewan Komisaris, mewakili seluruh Direksi, saya mengucapkan terima kasih yang mendalam atas dukungan dan arahan yang disumbangkan, sehingga seluruh program kerja PLN dapat terlaksana dengan baik. Menghadapi tahun 2011, Direksi beserta seluruh jajarannya bertekad untuk terus menerus menyediakan tenaga listrik bagi kepentingan umum, memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan serta memenuhi kepentingan stakeholders sesuai dengan prinsip Tata Kelola Perusahaan Yang Baik.

CLOSING 2010 performance is the result of hard work of all levels in PLN that team up to implement all company programs. Hence, on behalf of Board of Directors, I extend an appreciation, while urging us to keep the dedication and loyalty to contribute the best service to our country and people.

To all members of Board of Commissioners, on behalf of Board of Directors, I offer the deepest gratitude for the given direction and support that all programs can be well-performed.
Laporan Manajemen Management Report

Looking forward to 2011, Board of Directors is determined to continuously provide electricity for public needs, to give the best service to customers, and to fulfill stakeholders’ interest, in line with GCG principles.

Atas nama Direksi PT PLN (Persero) On Behalf of Board of Directors of PT PLN (Persero)

53
DAHLAN ISKAN Direktur Utama President Director

54

TUJUAN STRATEGIS PERUSAHAAN TAHUN 2010-2015 CORPORATE STRATEGIES OBJECTIVE, 2010-2015
Seiring berlakunya UU No.30 tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan dimana PLN bukan lagi sebagai PKUK, maka strategi Perusahaan kini diarahkan menjadi entitas korporasi yang sehat secara finansial, sehingga dapat melakukan investasi untuk mempertahankan pangsa pasar dan berkembang sesuai dengan kaidah-kaidah korporasi. Disamping kondisi keuangan yang sehat, PLN juga harus dapat memenuhi kebutuhan pelanggan pada tingkat keandalan dan pelayanan yang sesuai dan didukung dengan SDM yang memiliki kompetensi tinggi dan berperilaku sesuai GCG dalam menjalankan usahanya. Untuk mewujudkan visi dan misi perusahaan serta menyesuaikan diri dengan peraturan perundangan terbaru tersebut, PT PLN (Persero) telah menetapkan tujuan strategis untuk periode 2010-2015 sebagai berikut: • Memperbaiki kondisi keuangan PLN • Meningkatkan efisiensi investasi dan operasi • Memperbaiki kinerja operasional PRIORITAS JANGKA PENDEK Prioritas jangka pendek adalah mengatasi kekurangan pasokan listrik untuk mengurangi pemadaman di hampir seluruh wilayah Indonesia, mengatasi krisis likuiditas dan kemampuan pendanaan jangka pendek. Untuk mengatasi tantangan saat ini, upaya yang terkoordinasi sangat diperlukan melalui efisiensi internal PLN untuk menurunkan biaya pokok produksi, tingkat tarif dan marjin yang berkesinambungan untuk meningkatkan kemampuan PLN dalam mencari sumber pendanaan, dan tindakan lain Pemerintah seperti suntikan modal, debt-equity swap, dan Domestic Market Obligation (DMO). PRIORITAS JANGKA PANJANG Aspirasi jangka panjang Perusahaan adalah bertransformasi menuju Perusahaan Kelas Dunia, Menguntungkan dan Dicintai Pelanggan dengan Cara yang Ramah Lingkungan dan Aman. TRANSFORMASI PLN Terdapat dua hal utama dalam transformasi PLN yakni tranformasi dari sisi soft skill dan hard skill. Transformasi soft skill terkait dengan budaya kerja The enactment of law no.30 year 2009 regarding electricity whereby PLN is no longer the authorized agency of electricity Business, therefore the Company’s strategy has been focusing on a financially sound performance in order to conduct an investment, pertaining to maintain market share and grow in accordance with the rules of the corporation. Beside a healthy financial condition, PLN should be able to fullfil the needs of customers on reliability and service levels, which are appropriate and are supported by highly competent human resources who behave accordingly to the Good Corporate Governance (GCG) practices all through operations. To realize its vision and mission, PT PLN (persero) set the following strategic objectives for 2010-2015 period: • • • To improve PLN’s financial condition; To improve investment and operation efficiency; and To improve operational performance.

SHORT TERM PRIORITIES In short term, PLN is prioritizing on addressing shortage of power supply to reduce power outage frequency all across Indonesia; to overcome liquidity crisis; and to improve short term funding capabilities.

PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report

As to deal with the current challenges, a coordinated effort is required through internal efficiency aiming to decrease production cost; level of tariffs and margin for improving PLN’s capabilities in finding source of funding; and other government initiations such as capital injection, debt-equity swap, and Domestic Market obligation.

LONG TERM PRIORITIES The company’s long term aspiration is being organizational transformation into a World Class, Profitable and the Preferred Company through an environmentally Friendly and Safe operations. PLN TRANSFORMATION There are two main issues in the PLN transformation efforts concerning the soft skills and hard skills. The soft-skill transformation is a work culture oriented

yang berorientasi kinerja tinggi, bersinergi dan terarah. Disamping itu PLN harus bergerak kearah manajemen kinerja yang kuat, mendelegasikan wewenang dan memberdayakan unit-unit terkait. Transformasi sisi hard skill adalah terkait dengan aset perusahaan, yakni melipatgandakan kapasitas pembangkitan, transmisi dan distribusi untuk menjamin penyediaan energi listrik yang cukup.

Laporan Manajemen Management Report

effort focusing on high performance, positive synergy and focused work performance. In addition, pln should be moving towards strong performance management, authority delegation and related units empowerment. Hard-skill transformation is associated with the company’s assets, that is by intensifying the capacity of generation, transmission and distribution to ensure adequate supply of electrical energy.

55

56

MENJADI PERUSAHAAN KELAS DUNIA Untuk menjadi perusahaan kelas dunia fungsi utama PLN yang terkait dengan kinerja operasi pembangkit, transmisi dan distribusi harus berada pada kuartal pertama. Peningkatan kinerja operasi pembangkit dilakukan secara bertahap, diawali dengan memperbaiki SAIDI/SAIFI, produktifitas pegawai dan susut jaringan. Pada fungsi pendukung seperti business process, sebagai perusahaan kelas dunia PLN harus menerapkan business process kelas dunia. Sebagai contoh dalam hal pengadaan, PLN harus mampu mengambil manfaat dari skala ekonomi pengadaan dan penggunaaan prinsip Total Cost of Ownership (TCO) untuk mendapatkan harga yang lebih baik. Begitu juga dalam hal pengelolaan aset, PLN harus mampu mengoptimalkan investasi dan kemampuan melaksanakan proyek-proyek skala besar. BEROPERASI SECARA MENGUNTUNGKAN Menjadi perusahaan kelas dunia saja tidaklah cukup. PLN memerlukan kemampuan dan kemandirian dalam hal keuangan. Oleh karena itu untuk dapat tumbuh dan berkembang, PLN haruslah mendapatkan marjin yang baik. RAMAH LINGKUNGAN PLN turut bertanggungjawab menjaga lingkungan yang sehat dan terus berupaya memanfaatkan energi terbarukan (renewable energy) yang fokus pada pengembangan energi panas bumi (geothermal) dan pemanfaatan energi air. Batubara tetap menjadi andalan utama PLN, namun dimasa mendatang akan terus diupayakan penggunaan teknologi bersih yang dapat menjamin gas buang pembangkit batubara menjadi lebih ramah lingkungan. MENJAGA KEAMANAN KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA Perusahaan mengutamakan keamanan (safety) pegawai. Dengan jumlah pegawai yang mencapai lebih dari 40.000 orang, Perusahaan selalu mengutamakan keselamatan (safety) dan kesehatan pegawainya sehingga diharapkan tidak terjadi kecelakaan kerja (zero accident). Perusahaan mengharuskan setiap unit untuk memperoleh sertifikat OHSAS dengan sasaran ‘zero accident’ pada tahun 2010 sebagai perwujudan dari tujuan Perusahaan mengutamakan keamanan pegawai.

TO BECOME WORLD CLASS COMPANY In becoming a world-class company, PLN’s main functions associated to the operational performance of the generation, transmission and distribution should be in the first quadrant through improvement of quality and reliability in the supply of electricity, employee productivity and network losses. As a world class company, PLN is required to implement a world-class business process. For instance in the procurement level, PLN must be able to take advantage of an economical procurement and to apply Total Cost of Ownership (TCO) principles to obtain a better price. In terms of asset management, PLN must be able to optimize investment and execute large scale projects.

PROFITABLE As to achieve the world-class company, PLN is also urged to being financially credible and independent. Therefore, a profitable operation is required for the growing and development of the Company.

PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report

ENVIRONMENTALLY FRIENDLY PLN is responsible for safeguarding a healthy environment and will continue its efforts in maximizing renewable energy focusing on geothermal and hydro energy development. Meanwhile coal remains PLN’s source of baseload for electricity supply, however in the future PLN must put constant efforts in the use of greener technology in ensuring cleaner and environmentally friendly coal powerplant emission.

SECURE The Company prioritizes employees’ safety. With the growing number of employees of more than 40,000 people, the Company must put employees’ safety and health as the number one priority in achieving zero accident. Hence the Company requires each unit to obtain OHSAS certification aiming at ‘zero accident’ in year 2010 as part of the Company’s objective realization of securing employees’ safety.

SASARAN JANGKA PANJANG PLN TAHUN 2010-2015 1. Menambah kapasitas 30 GW pada tahun 2015, atau 5 GW per tahun. 2. Menurunkan biaya pokok produksi menjadi Rp 1099 per kWh. 3. Menurunkan susut jaringan dari 9,93% menjadi 7,98% dan SAIDI/SAIFI dari 300 menit/9 kali gangguan menjadi 120 menit/4 kali gangguan. 4. Memperkecil gap keuangan menjadi Rp 113-124 triliun. 5. Return On Assets (ROA) menjadi 5,6% sampai dengan tahun 2015. 6. Meningkatkan kemampuan dan menambah jumlah pegawai lebih dari 20.000 pegawai.

PLN LONG-TERM GOALS FOR YEAR 2010-2015 1. To enhance the capacity of 30 GW in 2015, or 5 GW per year; 2. To lower the primary cost of production to Rp 1,099 per kWh; 3. To reduce transmission losses from 9.93% t o 7.98% and SAIDI/SAIFI from 300 minutes/9 times of interruption to 120 minutes/4 times of interruption; 4. To reduce the financial gap to Rp 113-124 trillion; 5. To achive return on assets (ROA) at 5.6% up to year 2015; and 6. To improve the employees capability and recruit more than 20,000 employees.

INISIATIF STRATEGIS Untuk mencapai tujuan di atas, PLN telah menetapkan program transformasi yang diberi nama program Metamorfosa, yang diwujudkan dalam sembilan inisiatif strategis – lima inisiatif strategis berkaitan dengan fungsi bisnis inti, dua inisiatif strategis sebagai enabler, dan dua inisiatif strategis sisanya adalah infrastruktur pendukung untuk membangun citra positif dan keberhasilan implementasi. Sembilan inisiatif strategis yang dimaksud diatas adalah: 1. Melakukan optimalisasi ekspansi kapasitas dan pembiayaan. 2. Menurunkan biaya energi primer. 3. Melakukan perbaruan kinerja operasional (Operational Performance Improvement/OPI). 4. Melakukan pengadaan sesuai aturan yang profesional (procurement excellence). 5. Melakukan praktik perdagangan sesuai aturan yang profesional (commercial excellence). 6. Melakukan manajemen pemangku kepentingan (stakeholders) dan pembuat peraturan (regulatory). 7. Menerapkan budaya kinerja tinggi dan kepemimpinan yang kuat. 8. Membentuk citra yang positif. 9. Melaksanakan Program Management Office (PMO).

STRATEGIC INITIATIVES To achieve the above goals, PLN has set a transformation program called Metamorphosis, which is realized through the nine strategic initiatives - the five strategic initiatives related to core business functions, two strategic initiatives related to enabler function, and the remaining two strategic initiatives related to supporting infrastructure function to build the positive image as well as to support its successful implementation. the referred nine strategic initiatives are: 1. To optimize the capacity expansions and financing; 2. To reduce primary energy cost; 3. To perform an operational performance Improvement (OPI); 4. To conduct procurement excellence; 5. To conduct commercial excellence;
Laporan Manajemen Management Report

6. To apply good governance for the stakeholder and regulator; 7. To apply a high performance culture and strong leadership; 8. To create a positive image; and 9. To carry out Program Management Office (PMO).

57

Menurunkan pemakaian bahan bakar minyak dan meningkatkan produksi pembangkit non BBM untuk memperbaiki bauran energi. 19 Unit. Payment Point On Line Bank (PPOB) and Automatic Meter Reading. Melaksanakan pemenuhan jadwal COD proyek 10. Generating Division a.266 MW.58 STRATEGI DAN KEBIJAKAN POLICy AND STRATEGy Pengadaan Independent Power Producer (IPP) dilakukan sesuai dengan prinsip dasar pengadaan serta peraturan perundangan yang berlaku Procurement of Independent Power Producer (IPP) is conducted in line with basic principles of procurement and applicable law and regulations Strategi perusahaan berdasarkan pengelompokan bidang adalah : PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Corporate strategy based on division groups: BIDANG PEMASARAN DAN PENJUALAN Untuk menarik pelanggan baru dan memperluas hubungan pelanggan existing.000 MW COD project 10 locations. Bidang Pembangkitan a. with total capacity of 3. and offers product and service innovation at all service units. Payment Point On Line Bank (PPOB) dan Automatic Meter Reading. rehabilitate transmission networks. Reduce oil fuel consumption and increase non oil fuel power plants’ production to improve energy mix. . which are Prepaid Electricity. the Company makes the efforts to increase power supply in electricity system units. Meet the scheduled target of 10. merehabilitasi jaringan. b. serta menawarkan inovasi produk dan layanan yang dilaksanakan di seluruh unit pelayanan berupa: Listrik Prabayar. perusahaan berupaya meningkatkan ketersediaan daya di satuan sistem ketenagalistrikan. 19 units. MARKETING AND SALES To attract new customers and extend business relationship with existing customers.266 MW. dengan total kapasitas 3. b.000 MW di 10 lokasi.

Taking advantage of IT infrastructure in procurement process. 3. 2. and certification for procurement committees that have met certain criteria. 59 . the Company conducts trainings on procurement of materials and services. Dalam proses pengadaan barang/jasa. transparansi. 3. Procurement of primary energy power plan operation is carried out through long term contracts to ensure reliability of supply and lowest evaluation price. PENGADAAN / PEMBELIAN Pelaksanaan pengadaan barang dan jasa dilakukan sesuai dengan pedoman pengadaan yang berlaku untuk mendapatkan barang/jasa dengan harga evaluasi terendah. the Company takes the following steps: 1. the Company carries out procurement in compliance with applicable procurement manual. Pengadaan tenaga kerja melalui kontrak outsourcing tenaga kerja dilakukan dengan prinsip kehati-hatian untuk menghindari timbulnya permasalahan tenaga kerja. d. Melakukan perbaikan heat reat. while procurement of Independent Power Producer (IPP) is conducted in line with basic principles of procurement and applicable law and regulations. To enhance the quality and professionalism of procurement committee and personnel. good quality and less time. the Company makes efforts to enhance efficiency. transparency. Mengoptimalkan pelaksanaan Operasi dan Pemeliharaan. and timely process through e-procurement and e-auction processes. Increase power plants’ availability factor. openness. Heat reat improvement. Mengirim pasokan batubara sesuai rencana operasi masing-masing pembangkit. ENERGI PRIMER Langkah-langkah yang diambil perusahaan untuk menjamin keandalan pasokan batubara adalah : 1. Improve asset management. maka dilaksanakan pelatihan-pelatihan tentang pengadaan barang dan jasa serta sertifikasi bagi panitia pelaksana pengadaan yang telah memenuhi kriteria tertentu. dengan melakukan proses pengadaan melalui e-procurement dan e-auction yang memanfaatkan sarana sistem IT.c. Laporan Manajemen Management Report PRIMARY ENERGY To ensure reliability of coal supply. Require CIF contract suppliers to show their coal transportation contracts. mutu yang baik serta waktu yang lebih cepat. pemasok diminta untuk menunjukkan kontrak transportasi batubaranya. sedangkan pengadaan Independent Power Producer (IPP) dilakukan sesuai dengan prinsip dasar pengadaan serta peraturan perundangan yang berlaku. keterbukaan. e. f. PROCUREMENT / PURCHASE To obtain materials and services at the lowest evaluation price. Guna meningkatkan kualitas dan profesionalitas pejabat dan panitia pengadaan. Menyiapkan kontrak batubara jangka menengah maupun jangka panjang sesuai dengan volume batubara yang dibutuhkan. Untuk kontrak CIF. Procurement of human resources through outsourcing contracts is accomplished on prudent principals to avoid future employment problems. Optimize operation and maintenance. serta kecepatan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa. Prepare coal contracts for medium term and long term in line with coal volume needs. perusahaan berupaya untuk meningkatkan prinsip efisiensi. Meningkatan ketersediaan pembangkit (availability factor). d. e. Deliver coal supply according to each power plant’s operating plan. sehingga dapat menjamin kelangsungan pasokan dan harga evaluasi terendah. Pengadaan energi primer untuk pengoperasian pembangkit dilaksanakan melalui kontrak jangka panjang. f. c. 2. Melakukan perbaikan manajemen asset.

Purchase gas on spot. 2. sehingga menjamin keandalan dan ketersediaan pasokan batubara. Meningkatkan produksi. To ensure reliability of gas supply. 4. 2. 2. temasuk cadangan Inter Bus Transformer (IBT). Mengoptimalkan pasokan dari anak perusahaan PT PLN Batubara untuk seluruh pembangkit milik PLN maupun anak perusahaan. including extra Inter Bus Transformers (IBT). 3. Increase public servicing integrity. Rent power plants to meet electricity needs. 3. PRODUCTION AND PRODUCT QUALITY 1. 4. Reinforce transmission and distribution. 2. 6. 5. Perbaikan Jaringan Distribusi.1 juta ton per tahun untuk cadangan strategis. 6. towards all PLN and subsidiaries’ power plants. Coordinate with generating units to ensure readiness of gas generator and availability of gas extraction infrastructure at power plants to extract gas on schedule. Melakukan pembelian gas secara spot. . Melakukan kordinasi dengan unit-unit pembangkit untuk memastikan kesiapan pembangkit gas dan ketersediaan infrastruktur penyerapan gas di pembangkit agar dapat menyerap pasokan gas sesuai jadwal. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report PRODUKSI DAN KUALITAS PRODUK 1. 5. Increase production. 5. 5. 6. Perkuatan Transmisi dan Distribusi. Speed up negotiation process for unfinalized additional gas supply contracts. Develop Operational Performance Improvement (OPI) program to improve service quality. Mengembangkan program Operational Performance Improvement (OPI) untuk meningkatkan perbaikan kualitas pelayanan. Enter into FOB contract with several low rank coal (LRC) suppliers with a total supply of 2. 3.60 4. 4. Langkah-langkah yang diambil perusahaan untuk menjamin keandalan pasokan gas adalah : 1. Melaksanakan sewa pembangkit untuk memenuhi kebutuhan tenaga listrik. Forming Energy Work Team. Peningkatan integritas layanan publik. Improve distribution network. Membuat kontrak FOB dengan beberapa pemasok batubara low rank coal (LRC) dengan total pasokan 2. Membentuk Kelompok Kerja Energi .1 million tons per year for strategic reserve. Mempercepat proses negosiasi untuk beberapa tambahan pasokan gas yang masih belum terkontrak. 3. the Company takes the following steps: 1. 6. Ensuring reliability and availability of coal supply by optimizing supply from PT PLN Batubara.

MISI. Mission.PROFIL PERUSAHAAN COMPANY PROFILE 62 66 68 74 75 78 80 81 VISI. Motto and Corporate Values SEKILAS TENTANG PLN PLN in Brief BIDANG USAHA Line of Business AKSES INFORMASI Access to Information LEMBAGA PENUNJANG PERUSAHAAN Corporate Institutional Support KEPEMILIKAN SAHAM Share Ownership STRUKTUR ORGANISASI Organization Structure PROFIL MANAJEMEN Management Profile 61 Laporan Manajemen Management Report . MOTO DAN NILAI-NILAI PERUSAHAAN Vision.

To make electricity as a media to improve quality of life of the people. unggul dan terpercaya dengan bertumpu pada potensi insani Recognized as a world class company which grows. 3. corporate members and shareholders. 4. Menjalankan bisnis kelistrikan dan bidang lain yang terkait. To strive making electricity as the driving force of the company. 2. MISI. MOTTO AND CORPORATE’S VALuES VISI VISION Diakui sebagai perusahaan kelas dunia yang bertumbuh kembang. orienting at customer satisfaction.62 VISI. MOTO DAN NILAI-NILAI PERUSAHAAN VISION. anggota perusahaan dan pemegang saham. berorientasi pada kepuasan pelanggan. excels and is trusted by relying on human potential MISI MISSION 1. MISSION. Menjadikan tenaga listrik sebagai media untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Running the electricity business and the field related. To operate an environmentally friendly business. Mengupayakan agar tenaga listrik menjadi pendorong kegiatan ekonomi. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report MOTO MOTTO Listrik untuk kehidupan yang lebih baik Electricity for a better life . Menjalankan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan.

dan rasa tanggung jawab terhadap pengelolaan perusahaan dan pemanfaatan kekayaan perusahaan untuk kepentingan baik jangka pendek maupun jangka panjang. Perusahaan telah menanamkan nilainilai budaya yang kuat dalam menjalin hubungan yang berkesinambungan dengan para pemangku kepentingan. harmony between words and deeds. COMPANY’S CORE VALUES Since it was first established. which based on: • Mutual trust. and competence related to the implementation of clean. itikad baik. Hal ini tidak lepas dari falsafah kami yang berlandaskan: • Saling percaya. dan kompetensi dari pihak-pihak yang saling berhubungan dalam penyelenggaraan praktek bisnis yang bersih dan etikal. keselarasan antara perkataan dan perbuatan. care and learning Mutual Trust An atmosphere of mutual respect and openness between fellow members of the Company based on a belief in integrity. peduli dan pembelajar Saling Percaya Suasana saling menghargai dan terbuka diantara sesama anggota Perusahaan yang dilandasi oleh keyakinan akan integritas.NILAI-NILAI LUHUR PERUSAHAAN Sejak awal berdiri. integritas. the Company has placed great importance on strong cultural values in its relations with stakeholders. 63 Profil Perusahaan Company Profile . ethical business practices. serta rasa tanggung jawab terhadap semua pihak yang berkepentingan. good faith. This is tied in with our philosophy. and responsibility to company management and use of company assets in both the short and long term. Integritas Wujud dari sikap anggota Perusahaan yang secara konsisten menunjukkan kejujuran. as well as a sense of responsibility towards all related parties. Integrity The realization by fellow Company members who consistently show honesty. integrity.

• Kualitas Produk Meningkatkan kualitas dan keandalan produk secara terus menerus dan terukur serta menjaga kualitas lingkungan dalam menjalankan perusahaan. • Integrity Upholding high levels of honesty. menumbuhkan rasa ingin tahu serta menghargai ide dan karya inovatif. • Sensitive Response to Customer Needs Always making the effort to give satisfactory service. dengan dijiwai kepekaan setiap permasalahan yang dihadapi perusahaan serta mencari solusi yang tepat.64 Peduli Cerminan dari suatu niat untuk menjaga dan memelihara kualitas kehidupan kerja yang dirasakan anggota perusahaan. manajemen dan operasi. . • Inovatif Bersedia berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan sesama anggota perusahaan. • Product Quality Continually improving quality and reliability of products and measuring and maintaining environmental quality in conducting business. Pembelajar Sikap anggota perusahaan untuk selalu berani mempertanyakan kembali sistem dan praktik pembangunan. Learning An attitude whereby all members of the company have the courage to question the systems and practice of development. growing together with sensitivity for the problems faced by the company and in finding the best solutions. integrity and objectivity while conducting business. • Peluang untuk maju Memberikan peluang yang sama dan seluasluasnya kepada setiap anggota perusahaan untuk berprestasi dan menduduki posisi sesuai dengan kriteria dan kompetensi jabatan yang ditentukan. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Care A reflection of the intention to maintain and preserve a work-life quality felt by all members of the company and related parties. serta berusaha menguasai perkembangan ilmu dan teknologi mutakhir demi pembaharuan Perusahaan secara berkelanjutan. as well as making the effort to master the most recent science and technology for the company’s continued growth. pihak-pihak yang berkepentingan dalam rangka bertumbuh kembang bersama. • Human Dignity Appreciation Upholding human dignity with all its pluses and minuses. • Opportunities to Advance Providing the same broad scope of opportunities for all members of the company to excel and occupy positions in accordance with the criteria and competencies of the designated position. fostering a thirst for knowledge and respect for ideas and innovative work. • Innovation Willingness to share knowledge and experience with all members of the company. management and operations. • Peka-tanggap terhadap kebutuhan Pelanggan Senantiasa berusaha untuk tetap memberikan layanan yang dapat memuaskan kebutuhan Pelanggan secara cepat tepat dan sesuai. meeting customer needs accurately and appropriately. • Penghargaan pada harkat dan martabat manusia Menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia dengan segala kelebihan dan kekurangannya serta mengakui dan melindungi hak-hak asasi dalam menjalankan bisnis. integritas dan obyektifitas dalam pengelolaan bisnis. • Integritas Menjunjung tinggi nilai kejujuran. acknowledging and protecting human rights while conducting business.

Visi dan Misi Perusahaan. responsible membership. by everyone at all levels of the company and communicated to all PLN units by the PLN Head Office Communication Dissemination Team. and professional relationships between members and with external parties. hubungan profesional antar anggota dan hubungan dengan pihak eksternal. Vision and Mission must be carried out. telah diterbitkan suatu Pedoman Perilaku (Code of Conduct/CoC) sebagai bentuk implementasi peningkatan dan penyempurnaan penerapan Budaya Perusahaan dan GCG sebagai kode etik yang dianut oleh seluruh pegawai di lingkungan PT PLN (Persero). based on Company culture. Pada Oktober 2005. serta mengatur aspek kepemimpinan PLN. yang diimplementasikan di seluruh jajaran perusahaan dan dikomunikasikan melalui sosialisasi kepada seluruh unit-unit PLN oleh Tim Sosialisasi PLN Kantor Pusat. • Prioritizing company interests Consistency in avoiding conflicts of interest and guaranteeing each decision is taken in the company’s interest. harus dilakukan secara bersama-sama berdasarkan nilai-nilai Budaya Perusahaan. 65 Profil Perusahaan Company Profile . keanggotaan yang bertanggung jawab. PLN believes that the implementation of the Company Philosophy. as well as being nurtured in new employees during orientation. • Pemegang Saham Dalam pengambilan keputusan bisnis akan berorientasi pada upaya meningkatkan nilai investasi Pemegang Saham. this is a code of ethics to be followed by all employees of PT PLN (Persero). • Shareholders Taking business decisions to increase investment value for shareholders. a Code of Conduct was issued as a part of the implementation program to enhance and improve the application of the Company Culture and Good Corporate Governance (GCG). as well as regulating aspects of PLN leadership. PLN meyakini bahwa perwujudan Falsafah. In October 2005. This Code of Conduct contains information on good habits and professional association within PT PLN (Persero). serta ditanamkan kepada pegawai baru pada masa orientasi. Pedoman Perilaku/ Code of Conduct tersebut berisi mengenai kebiasaan baik dan tata pergaulan profesional di lingkungan PLN.• Mengutamakan kepentingan perusahaan Konsisten untuk mencegah terjadinya benturan kepentingan dan menjamin setiap keputusan yang diambil demi kepentingan perusahaan.

1961. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report On January 1. On october 27. this opportunity was taken over by the youths and electricity labourers through labour/ employee electricity and Gas delegation together with the Management of KNI Head Office to meet President Soekarno to ask the handover of the Companies to the Government of the Republic of Indonesia. 1945. Antara tahun 1942-1945 terjadi peralihan pengelolaan perusahaan-perusahaan Belanda tersebut oleh Jepang. Pada 27 Oktober 1945. gas and coke sectors. Proses peralihan kembali terjadi di akhir Perang Dunia II pada Agustus 1945. there was a great shift from these Dutch companies by the Japanese after the Dutch surrendered to the Japanese army in the beginning of World War II. Pada 1 Januari 1965 BPU- Beginning in the end of 19th century. The shift reoccurred at the end of World War II in august 1945 when the Japanese surrendered to the allied Forces. Tanggal 1 Januari 1961. 1965 BPU-PLN was dismissed and 2 (two) state owned . president Soekarno established electricity and Gas Bureau under the Departement of public Works and energy with power plant capacity of 157. saat Jepang menyerah kepada Sekutu. gas dan kokas. on January 1. Between 1942-1945. setelah Belanda menyerah kepada pasukan tentara Jepang di awal Perang Dunia II. Presiden Soekarno membentuk Jawatan Listrik dan Gas di bawah Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga dengan kapasitas pembangkit tenaga listrik sebesar 157. Gas and electricity Bureau was changed to BPU-PLN (Board of General administration of the State electricity Company) that focused on electricity. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh para pemuda dan buruh listrik melalui delegasi Buruh/Pegawai Listrik dan Gas bersama-sama dengan Pimpinan KNI Pusat berinisiatif menghadap Presiden Soekarno untuk menyerahkan perusahaanperusahaan tersebut kepada Pemerintah Republik Indonesia. perkembangan ketenagalistrikan di Indonesia mulai ditingkatkan saat beberapa perusahaan asal Belanda yang bergerak di bidang pabrik gula dan pabrik teh mendirikan pembangkit listrik untuk keperluan sendiri.5 MW.66 SEKILAS TENTANG PLN PLN IN BRIEF Berawal di akhir abad ke 19. the development of electricity in Indonesia was intensified in several Dutch Companies operating in sugar and tea plantation that developed power plant to meet their needs. Jawatan Listrik dan Gas diubah menjadi BPU-PLN (Badan Pimpinan Umum Perusahaan Listrik Negara) yang bergerak di bidang listrik.5 MW.

status Perusahaan Listrik Negara (PLN) ditetapkan sebagai Perusahaan Umum Listrik Negara dan sebagai Pemegang Kuasa Usaha Ketenagalistrikan (PKUK) dengan tugas menyediakan tenaga listrik bagi kepentingan umum. 17. Selanjutnya. Seiring dengan kebijakan Pemerintah yang memberikan kesempatan kepada sektor swasta untuk bergerak dalam bisnis penyediaan listrik.17. Profil Perusahaan Company Profile After the issuance of law No. While the Government policy was giving opportunity to the private Sectors to involve in the provision of electricity. the status of PLN was changed from a General Company to Corporation as well as the authorized agency of electricity Business (PKUK) in providing electricity for public needs until present.PLN dibubarkan.30 Year 2009. In 1972. to manage electrity and perusahaan Gas negara (PGN) to manage gas power. dengan diterbitkan UU Nomor 30 Tahun 2009. the State-owned electricity Company was enacted as a Stateowned General electricity Company and as the authorized agency of electricity Business (PKUK) responsible to provide electricity to meet public needs. sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. PLN bukan lagi sebagai PKUK namun sebagai Badan Usaha Milik Negara dengan tugas menyediakan tenaga listrik bagi kepentingan umum. 67 . in accordance with Government regulation No. maka sejak tahun 1994 status PLN beralih dari Perusahaan Umum menjadi Perusahaan Perusahaan (Persero) dan juga sebagai PKUK dalam menyediakan listrik bagi kepentingan umum. namely perusahaan listrik negara (PLN). kemudian diresmikanlah 2 (dua) perusahaan negara yaitu Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai pengelola tenaga listrik dan Perusahaan Gas Negara (PGN) sebagai pengelola gas. but it was officially a State-owned enterprise providing electricity to meet the public needs. PLN status was no longer as PKUK. Tahun 1972. enterprises were formalised. a stateowned electricity company.

• Maintenance of electrical equipment. pengembangan usaha. and • Selling of electrical power 2. 3. • Pengembangan penyediaan tenaga listrik. business development.68 BIDANG USAHA LINE OF BuSINESS Sesuai Undang-undang No. • Penyaluran tenaga listrik. • Developing electrical power provision. The Corporate business sectors are categorized as follows: 1. • Managing hardware and software industrial activities in electricity power and other instruments related to electricity power. operasional. pengembangan organisasi. operations. 30 Year 2009 regarding to Electricity Power and based on the Company’s Articles of Association. Other activities include: • Managing natural resources utilization as well as other sources for electricity necessities. • Construction and installation of electrical equipment. To operate electricitiy support business which consists of: • Electricity consultation. and • Developing technology of electrical support equipment. Kegiatan usaha Perusahaan dibagi menjadi beberapa kategori: 1. • Pemeliharaan peralatan ketenagalistrikan. Kegiatan-kegiatan lainnya mencakup: • Kegiatan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam dan sumber energi lainnya untuk kepentingan tenaga listrik. • Supplying electrical power. Kegiatan Perencanaan Kegiatan yang dilaksanakan oleh Perusahaan sebagai induk perusahaan termasuk diantaranya perencanaan pengembangan fasilitas tenaga listrik (pembangkitan. • Pemberian jasa operasi dan pengaturan (dispatcher) pada pembangkitan. • Penjualan tenaga listrik. berikut adalah rangkaian kegiatan usaha Perusahaan: 1. To operate in power supply consisting of the following: • Generating electrical power. • Usaha jasa ketenagalistrikan. • Cooperating with other parties or electricity power operator both from local and abroad in electricity related construction. • Managing operational service utilization and load dispatcher on power plant. Planning activities related to distribution network and rural electricity will be carried out by the holding PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report . the Corporate business sectors are as follows: 1. Kegiatan perencanaan yang berkaitan dengan jaringan distribusi dan listrik pedesaan akan In accordance with Regulation No. • Distribusi tenaga listrik. 3. transmisi dan distribusi umum) dan penunjangnya. • Kegiatan perindustrian perangkat keras dan lunak di bidang ketenagalistrikan dan peralatan lain terkait dengan tenaga listrik. organizational development and human resources. Planning The Corporate activity as a holding company includes electricity facillities planning and development (power plant. transmission. telecommunications and electricity update. dan SDM. • Planning and constructing facilities for electrical power provision. • Kerja sama dengan pihak lain atau badan penyelenggara bidang ketenagalistrikan baik dari dalam maupun luar negeri di bidang pembangunan. distribution and electricity retail. • Perencanaan dan pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik. telekomunikasi dan informasi terkait dengan ketenagalistrikan.30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan dan berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan. Menjalankan usaha penyediaan tenaga listrik yang mencakup: • Pembangkitan tenaga listrik. and • Electricity services. transmission and general distribution) and its supports. 2. Menjalankan usaha penunjang tenaga listrik yang mencakup: • Konsultasi ketenagalistrikan. • Distributing electrical power. • Pembangunan dan pemasangan peralatan ketenagalistrikan. financing planning. • Pengembangan teknologi peralatan yang menunjang penyediaan tenaga listrik. distribusi dan retail tenaga listrik. penyaluran. rencana pendanaan.

development of the distribution lines has been carried out by each organization’s region and distribution units. Pusat Listrik Tenaga Gas (PLTG-gas turbine) berbasis gas alam atau BBM.dilakukan oleh induk Perusahaan perihal pokokpokok kebijakan makro. yaitu Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbasis batubara. 3. Sementara pelaksanaan pembangunan jaringan distribusi dilakukan oleh masing-masing unit organisasi wilayah dan distribusi. sedangkan perencanaan turunannya akan dilakukan oleh satuan organisasi wilayah atau distribusi. while other micro policy implementation will be carried out by the regional organizational units or distribution. the rural development project activity supported by the State Budget funding is being the Government’s responsibility commanded by the Directorate General of electricity and energy Consumption. Development activities Development activities covering infrastructure construction of power plants’ energy supply transmission and sub-relay stations are duties of the Main project’s organizational construction unit. 2. Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA) berbasis tenaga air sebagai penggerak turbin. natural gas or oil fuel based Steam Power Plant. Pusat Pelaksanaan pembangunan jaringan distribusi dilakukan oleh masing-masing unit organisasi wilayah dan distribusi Development of the distribution lines has been carried out by each organization’s region and distribution units company in regards to macro policy. natural gas or oil 69 Profil Perusahaan Company Profile . Hydro Power Plant with hydro power as the main drive of the turbin. 3. gas alam atau bahan bakar minyak (BBM). Kegiatan Pembangunan Kegiatan pembangunan yang mencakup konstruksi sarana penyediaan tenaga listrik pembangkitan. transmisi dan gardu induk merupakan tugas dari satuan organisasi konstruksi Proyek Induk. Kegiatan pembangunan proyek kelistrikan desa yang berasal dari pendanaan APBN adalah tugas Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. 2. Operational activities The activities consist of electricity power production generated by electricity power plant centres comprising of several power plants such as coal. Kegiatan Pengusahaan/Operasi Kegiatan berupa produksi tenaga listrik dihasilkan oleh pusat-pusat pembangkit tenaga listrik yang terdiri dari beberapa jenis pembangkit. Meanwhile.

70 Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) berbasis tenaga uap panas bumi. such as coal based Steam power plant. Tenaga listrik yang dihasilkan oleh pusat pembangkit disalurkan ke gardu induk melalui jaringan transmisi dengan berbagai tingkat tegangan seperti Tegangan Ekstra Tinggi (500 kV). • PT PLN (Persero) Pusat Enjiniring Ketenagalistrikan yang bertugas untuk memberikan dukungan dalam studi kelayakan. PLTA berbasis tenaga air sebagai penggerak turbin. geothermal based Geothermal Power Plant. manajemen. energi listrik disalurkan ke gardu distribusi melalui Jaringan Tegangan Menengah (JTM) 20 kV dan selanjutnya di gardu distribusi tegangan diturunkan ke tingkat 380/220 volt untuk kemudian disalurkan melalui Jaringan Tegangan Rendah (JTR) ke sambungan rumah (SR). Semakin besar daya yang akan disalurkan kepada kawat transmisi berukuran sama. Pusat Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGUcombined cycle) berbasis gas alam atau BBM. Untuk kategori pelanggan besar dilayani dengan jaringan tegangan tinggi sebesar 150 dan 70 kV. • PT PLN (Persero) Engineering Service is responsible for providing support in feasibility study. Tegangan Tinggi (150 dan 70 kV). 4. Kegiatan Riset dan Penunjang Kegiatan yang dilakukan oleh satuan organisasi penunjang mencakup: • PT PLN (Persero) Pusat Pendidikan dan Latihan yang bertugas untuk menyelenggarakan berbagai pendidikan dan latihan di bidang teknik. Tingkat tegangan di gardu induk yang berkapasitas 500 kV atau 150 kV akan diturunkan untuk tujuan distribusi kepada pelanggan. fuel based Gas Power Plant. the higher voltage will be needed. Selain itu. desain dan supervisi konstruksi sarana penyediaan tenaga listrik. Research and Support activities Activities conducted by supporting organization units include: • PT PLN (Persero) Education and Training Center is responsible for organizing various education and trainings in engineering. the voltage level in the sub-station with the capacity of 500 kV or 150 kV will be reduced prior to distribution to the customers. dan jaringan menengah sebesar 20 kV. For smaller customers. Untuk pelanggan kecil. management. the Company will also purchase electricity power produced by private power plants as a collaboration of several power plant units. the electricity energy will be transmitted to distribution substation through Medium Voltage Distibution lines (JTM) of 20 kV and the voltage will subsequently be reduced to 380/220 volts at the distribution substation to be transmitted to residential connection (SR) through low Voltage Distribution lines (JTR). finance and general administration. PLTP berbasis tenaga uap panas bumi dan PLTD berbasis BBM. The electricity power produced by the main power plant is distributed to the sub-station through transmission network with various of voltage level such as extra High Voltage (500 kV) and High Voltage (150 and 70 kV). In addition to that. Hydro power plant with hydro power as the main drive of the turbin. . design and energy infrastructure construction supervision. geothermal based Geothermal power plant and oil fuel based Diesel power plant. dan Pusat Listrik Tenaga Diesel (PLTD) berbasis BBM. the higher power capacity that is distributed through the same-size capacity transmission cable. keuangan dan administrasi umum. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Our major customers will be served with high voltage of 150 and 70 kV as well as medium networks of 20 kV capacity. 4. and oil fuel based Diesel Power Plant. semakin tinggi tegangan yang diperlukan. Perusahaan juga melakukan pembelian tenaga listrik yang diproduksi oleh pusatpusat pembangkit tenaga listrik swasta yang juga merupakan gabungan dari beberapa jenis pembangkit. natural gas or oil fuel based Gas Steam power plant. yaitu PLTU berbahan bakar batubara.

Jambi. PLN memiliki unit-unit bisnis yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia. • PT PLN (Persero) Jasa Manajemen Konstruksi yang bertugas untuk memberikan dukungan dalam manajemen konstruksi lapangan untuk konstruksi dan layanan perbaikan terutama di sektor kelistrikan. Daftar seluruh unit bisnis PLN adalah sebagai berikut. and • PT PLN (Persero) Service and Production is responsible for giving support to production and reparation services particularly in electricity sector. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 UNIT BISNIS BUSINESS UNIT PT PLN (Persero) Wilayah Aceh PT PLN (Persero) Aceh Region PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara PT PLN (Persero) North Sumatra Region PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Barat PT PLN (Persero) West Sumatra Region PT PLN (Persero) Wilayah Riau dan Kep. Dalam memberikan seluruh jasa tersebut. Jambi dan Bengkulu PT PLN (Persero) South Sumatra. UNIT BISNIS (UB) PERUSAHAAN • PT PLN (Persero) Electricity Research and Development is responsible for giving support in standardization.• PT PLN (Persero) Penelitian dan Pengembangan Ketenagalistrikan yang bertugas untuk memberi dukungan dalam standarisasi. calibration and testing of electric gear and other instruments. • PT PLN (Persero) Construction Management Service is responsible for giving field construction management support for construction and reparation services particularly in electricity sector. Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat PT PLN (Persero) South Sulawesi. Bengkulu Region PT PLN (Persero) Wilayah Bangka Belitung PT PLN (Persero) Bangka Belitung Region PT PLN (Persero) Wilayah Lampung PT PLN (Persero) Lampung Region PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Barat PT PLN (Persero) West Kalimantan Region PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah PT PLN (Persero) South Kalimantan and Central Kalimantan Region PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Timur PT PLN (Persero) East Kalimantan Region PT PLN (Persero) Wilayah Sulawesi Utara. • PT PLN (Persero) Certification Service is responsible for giving support in electric gear product certification. Sulawesi Tengah dan Gorontalo PT PLN (Persero) North Sulawesi. Riau PT PLN (Persero) Riau and Riau Islands Region PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Selatan. • PT PLN (Persero) Jasa dan Produksi yang bertugas untuk memberikan dukungan terhadap produksi dan layanan perbaikan terutama di sektor kelistrikan. Southeast Sulawesi and West Sulawesi Region PT PLN (Persero) Wilayah Maluku dan Maluku Utara PT PLN (Persero) Maluku and North Maluku Region PT PLN (Persero) Wilayah Papua dan Papua Barat PT PLN (Persero) Papua and West Papua Region Profil Perusahaan Company Profile 71 . PLN has business units all over Indonesia. Central Sulawesi and Gorontalo Region PT PLN (Persero) Wilayah Sulawesi Selatan. electrical quality management and environmental system as well as feasibility of electric installation and calibration. sistem manajemen mutu dan lingkungan bidang ketenagalistrikan serta kelalaian instalasi tenaga listrik dan tera meter. Giving those services. • PT PLN (Persero) Jasa Sertifikasi yang bertugas untuk memberikan dukungan dalam sertifikasi produk peralatan listrik. kalibrasi dan pengujian peralatan listrik serta instrumen lainnya. The list of PLN business units are as follow: BUSINESS UNIT (UB) NO.

Java PT PLN (Persero) Pembangkitan Sumatera Bagian Utara PT PLN (Persero) North Sumatra Power Plant PT PLN (Persero) Pembangkitan Sumatera Bagian Selatan PT PLN (Persero) South Sumatra Power Plant PT PLN (Persero) Pembangkitan Lontar PT PLN (Persero) Lontar Power Plant PT PLN (Persero) Pembangkitan Tanjung Jati B PT PLN (Persero) Tanjung Jati B Power Plant PT PLN (Persero) Pembangkitan Indramayu PT PLN (Persero) Indramayu Power Plant PT PLN (Persero) Pembangkitan Muara Tawar PT PLN (Persero) Muara Tawar Power Plant PT PLN (Persero) Pembangkitan Cilegon PT PLN (Persero) Cilegon Power Plant PT PLN (Persero) Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Jawa Bali PT PLN (Persero) Transmission and Load Dispatching Center of Java Bali 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 . Maluku dan Papua PT PLN (Persero) Transmission Project Unit Sulawesi. Maluku and Papua PT PLN (Persero) Unit Induk Proyek Pembangkit dan Jaringan Nusa Tenggara PT PLN (Persero) Power Plant and Transmission Project Unit of Nusa Tenggara PT PLN (Persero) Unit Induk Proyek Pembangkit dan Jaringan Kalimantan PT PLN (Persero) Power Plant and Transmission Project Unit of Kalimantan PT PLN (Persero) Unit Induk Proyek Tegangan Ekstra Tinggi Interkoneksi Sumatera . 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report UNIT BISNIS BUSINESS UNIT PT PLN (Persero) Wilayah Nusa Tenggara Barat PT PLN (Persero) West Nusa Tenggara Region PT PLN (Persero) Wilayah Nusa Tenggara Timur PT PLN (Persero) East Nusa Tenggara Region PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur PT PLN (Persero) Distribution of East Java PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Tengah dan DI Yogyakarta PT PLN (Persero) Distribution of Central Java and Yogyakarta PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten PT PLN (Persero) Distribution of West Java and Banten PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang PT PLN (Persero) Distribution of Jakarta Raya and Tangerang PT PLN (Persero) Distribusi Bali PT PLN (Persero) Distribution of Bali PT PLN (Persero) Unit Induk Proyek Pembangkitan Sumatera I PT PLN (Persero) Power Plant Project Unit Sumatra I PT PLN (Persero) Unit Induk Proyek Pembangkitan Sumatera II PT PLN (Persero) Power Plant Project Unit Sumatra II PT PLN (Persero) Unit Induk Proyek Pembangkitan Sulawesi.Jawa PT PLN (Persero) Extra High Voltage Project Unit Interconnection Sumatra . Maluku dan Papua PT PLN (Persero) Power Plant Project Unit Sulawesi. Maluku and Papua PT PLN (Persero) Unit Induk Proyek Pembangkitan Hidro Jawa dan Bali PT PLN (Persero) Hydro Power Plant Project Unit Java and Bali PT PLN (Persero) Unit Induk Proyek Pembangkitan Thermal Jawa dan Bali PT PLN (Persero) Thermal Power Plant Project Java and Bali PT PLN (Persero) Unit Induk Proyek Jaringan Sumatera I PT PLN (Persero) Transmission Project Unit Sumatra I PT PLN (Persero) Unit Induk Proyek Jaringan Sumatera II PT PLN (Persero) Transmission Project Unit Sumatra II PT PLN (Persero) Unit Induk Proyek Jaringan Jawa dan Bali PT PLN (Persero) Transmission Project Unit Java and Bali PT PLN (Persero) Unit Induk Proyek Jaringan Sulawesi.72 NO.

NO. 42 43 44 45 46 47 48 UNIT BISNIS BUSINESS UNIT PT PLN (Persero) Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Sumatera PT PLN (Persero) Transmission and Load Dispatching Center of Sumatra PT PLN (Persero) Penelitian dan Pengembangan PT PLN (Persero) Research and Development PT PLN (Persero) Pusat Pendidikan dan Latihan PT PLN (Persero) Education and Training Center PT PLN (Persero) Pusat Enjiniring Ketenagalistrikan PT PLN (Persero) Engineering Electricity Center PT PLN (Persero) Pusat Pemeliharaan Ketenagalistrikan PT PLN (Persero) Electricity Maintainance Center PT PLN (Persero) Jasa Manajemen Konstruksi PT PLN (Persero) Construction Management Service PT PLN (Persero) Jasa Sertifikasi PT PLN (Persero) Sertification Service 73 Profil Perusahaan Company Profile .

SULUH ETAM. Several of those media publications are as follow: Yes. MEDIA PUBLIKASI PLN menerbitkan berbagai media publikasi seperti Company Profile. SULUH DEWATA dan CAHAYA. Jakarta 12160.+62 21 7251234. info umum. Trunojoyo Blok M-I No. info korporat dan hubungan investor. SULUH DEWATA and CAHAYA. Frequently asked questions rubric on the newspapers give information and solutions to the customers.co. MASS MEDIA Information for customers is also provided through mass media and magazines. Jakarta 12160. INFO PJB. WARTA Serumpun Sebalai. Media publikasi tersebut antara lain: Yes.+62 21 7221330 www. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report INFORMATION RELATING TO PT PLN (PERSERO) IS PUBLISHED BY: PT PLN (Persero) Corporate Secretary Jl.+62 21 7221330 www. MEDIA MASSA Informasi pelanggan juga diberikan oleh PLN melalui media massa dan majalah. DAYA.+62 21 7221330 www. PLN memberikan informasi yang mencakup aspek pelayanan pelanggan. Jakarta 12160. Indonesia Tel. Jakarta 12160. Focus.+62 21 7251234. www. Customer education program for saving electricity in an accurate and smart way was given in leaflets attached to a magazine.+62 21 7221330 www. MEDIA PUBLICATIONS PLN publishes a variety of media publications such as Company Profile. Indonesia Tel. CSR.co. Saburai. ICONEWS. P3B Sumatera. Tabaos.co.co. 7261122 Fax. On the web site. LISTRIK KITA. DAYA. Trunojoyo Blok M I No.id NAMA DAN ALAMAT PERUSAHAAN PT PLN (Persero) Jl. 7261122 Fax. Saburai. P3B Sumatera. PLN also issued a media publication that contains information about business units managed by the Business Unit of environmental PT PLN (Persero) spread across Indonesia.+62 21 7251234. Pelita Bertuah. LMK. Trunojoyo Blok M I No. www.74 AKSES INFORMASI ACCESS TO INFORMATION NAMA DAN ALAMAT PERUSAHAAN PT PLN (Persero) Jl. Pelita Bertuah.id WEBSITE PLN menyediakan akses informasi kepada pihak publik melalui situs web. 7250550. INFORMASI BERKAITAN DENGAN PT PLN (PERSERO) DIPUBLIKASIKAN OLEH Sekretariat Perusahaan PT PLN (Persero) Jl. 7250550.co. Floeksi.135 Kebayoran Baru. Information of blackout schedule caused by program maintenance and expansion of distribution networks published through various media. 7250550. ICONEWS. 7250550. Fokus. 7261122 Fax. Program edukasi pelanggan mengenai solusi menghemat pemakaian tenaga listrik secara tepat dan cerdas diberikan dalam bentuk brosur yang dilampirkan dalam majalah.pln. Floeksi.pln.135 Kebayoran Baru.id . SULUH ETAM. Rubrik tanya jawab di berbagai koran untuk memberikan informasi dan solusi kepada para pelanggan.pln.+62 21 7251234. Electricity for a Better Life. Electricity for a Better Life.pln. Tabaos. PLN juga menerbitkan media publikasi yang berisi informasi mengenai unit bisnis yang dikelola oleh Unit Bisnis di lingkugan PT PLN (Persero) yang tersebar di seluruh Indonesia. Indonesia Tel. 7261122 Fax. LMK.id.co.135 Kebayoran Baru.pln. Warta PLN 8. Informasi jadwal pemadaman yang disebabkan oleh program pemeliharaan dan perluasan jaringan distribusi diumumkan melalui berbagai media massa. corporate info and investor relations.pln. CSR. INFO PJB. WARTA Serumpun Sebalai. Warta PLN 8. PLN provides information that covers aspects of customer service. Di dalam situs web tersebut. Indonesia Tel. LISTRIK KITA.id. Trunojoyo Blok M-I No.135 Kebayoran Baru.id WEBSITE PLN provides access information to the public through the web site. general info.

an international bond rating to PLN. Indonesia PT. Rasuna Said Kav. while PLN international bonds are listed on the Singapore Exchange Securities. Sudirman Kav. 58 Jakarta 12190 PLN local bonds are listed on Indonesia Stock Exchange.1 Jakarta 12950. USA Standard and Poor’s Rating Group. Indonesia Moodys Investor Service 7 World Trade Center. 58 Jakarta 12190 75 . Indonesia Profil Perusahaan Company Profile The Singapore Exchange Securities 2 Shenton Way #19-00 SGX Centre 1 Singapore 068804. Sudirman Kav. Mega Kuningan Lot #5. USA Standard and Poor’s Rating Group.52-53 Jakarta 12190.62 Jakarta 12920. Indonesia The Singapore Exchange Securities 2 Shenton Way #19-00 SGX Centre 1 Singapore 068804. Indonesia PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Setiabudi Atrium Lantai 8. McGrawHill Company untuk pemeringkatan obligasi internasional PLN. Suite 809-810 Jalan H. NY 10007. Singapore.R.R. Singapore Wali Amanat PT CIMB Niaga Tbk Gedung Graha Niaga Lt 20 Jln Jend. McGraw-Hill Company. McGraw-Hill Company 55 Water Street New York New York 10041. Singapore Wali Amanat PT CIMB Niaga Tbk Gedung Graha Niaga Lt 20 Jln Jend. Mega Kuningan Lot #5. USA Obligasi dalam negeri PLN tercatat di Bursa Efek Indonesia sedangkan obligasi luar negeri PLN tercatat di The Singapore Exchange Securities. Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Setiabudi Atrium Lantai 8. 250 Greenwich Street New York. Rasuna Said Kav. Sudirman Kav. Sudirman Kav. McGraw-Hill Company 55 Water Street New York New York 10041. Indonesia Moodys Investor Service 7 World Trade Center.LEMBAGA PENUNJANG PERUSAHAAN CORPORATE INSTITuTIONAL SuPPORT LEMBAGA PEMERINGKAT OBLIGASI Perusahaan menunjuk PT Moodys Indonesia dan PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) untuk melakukan pemeringkatan terhadap obligasi dalam negeri PLN dan Moodys Investors Service dan Standard and Poor’s Rating Group. dengan masing-masaing alamat sebagai berikut: PT Moodys Indonesia Menara Rajawali Lantai 22 Jl.52-53 Jakarta 12190. USA BOND RATING AGENCY Company appointed PT Moodys Indonesia and PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) to do the rating of domestic bonds by PLN and Moodys Investors Service and Standard and Poor’s Ratings Group.62 Jakarta 12920. 250 Greenwich Street New York. Suite 809-810 Jalan H. NY 10007.1 Jakarta 12950. Each securities registrar firm is located at: Indonesia Stock Exchange Jalan Jend. Each rating firms has a business address as follows: PT Moodys Indonesia Menara Rajawali Lantai 22 Jl. Singapore. Masingmasing perusahaan pencatat efek tersebut beralamat di: Bursa Efek Indonesia Gedung Bursa Efek Indonesia Jalan Jend.

892. Panglima Polim V No. for the year 2009 Financial Report. Osman Bing Satrio dan Rekan. 4. costs incurred for the general audit/financial audit was Rp14. 5. Osman Bing Satrio dan Rekan. 7. 17 Jakarta 10110 Pada tahun 2010. Osman Bing Satrio and Partners.11 Kebayoran Baru Jakarta COMPANY ACCOUNTANT The pitching for accountant office. and 6.000 MW dan audit penerusan pinjaman proyek untuk 9 Sub Loan Agreement (SLA).4 Jln Merdeka Selatan No. 3. In addition to general financial statement audit services. meliputi audit kepatuhan (PSA 62) audit evaluasi kinerja. Hans Tuanakotta Mustofa & Halim. Osman Bing Satrio dan Rekan. biaya yang dikeluarkan untuk general audit/audit finansial adalah Rp14. Kap OBS is also doing some auditing services. 2. for the year 2006 Financial Report. Panglima Polim V No.344. Kantor Akuntan Publik yang melakukan audit atas laporan keuangan Perusahaan adalah: 1. Poerbaningsih Adi Warsito.76 AKUNTAN PERUSAHAAN Penunjukkan atas audit akuntan Laporan Keuangan dilakukan untuk setiap periode 1 (satu) tahun yang disetujui oleh RUPS Tahunan.892.500 (empat belas miliar delapan ratus sembilan puluh dua juta tiga ratus empat puluh empat ribu lima ratus Rupiah). auditing the financial statements. 17 Jakarta 10110 In the year 2010. Osman Bing Satrio and Partners. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Notary and PPAT Lenny Janis.1 Jakarta 12120 Ny.11 Kebayoran Baru Jakarta . Notaris dan PPAT Lenny Janis. Osman Bing Satrio and Partners. Osman Ramli dan Rekan. audit project account loan ADB (1982-1983). 6. audit laporan keuangan Proyek Percepatan Pembangunan 10. Hans Tuanakotta Mustofa & Halim. for the year 2008 Financial Report. Hang Lekir 9 No.500 (fourteen billion eight hundred ninety two million three hundred forty four thousand five hundred Rupiah). Public Accountant Firm auditing the financial statements of the Company are: 1. untuk Laporan Keuangan Perusahaan tahun 2004. 2. Osman Bing Satrio dan Rekan Wisma Antara lt. Selain jasa general audit laporan keuangan. audit on work in progress reports. SH Jln. Osman Ramli and Partners.1 Jakarta 12120 Ny. Osman Ramli Satrio & Rekan. untuk Laporan Keuangan Perusahaan tahun 2007. is conducted every 1 (one) year period as agreed by the annual GMS. Osman Bing Satrio dan Rekan. untuk Laporan Keuangan Perusahaan tahun 2005. SH Jln. 5. audit on project account loan from ADB (1982-1983) and the audit of financial statements for the Fast track Development project 10. SH Jln. for the year 2004 Financial Report. Poerbaningsih Adi Warsito. untuk Laporan Keuangan Perusahaan tahun 2009. Osman Ramli Satrio & Partners.344. for the year 2005 Financial Report. untuk Laporan Keuangan Perusahaan tahun 2008. 4. untuk Laporan Keuangan Perusahaan tahun 2010. audit laporan pekerjaan dalam pelaksanaan. SH Jln. including compliance audit (PSA 62) on performance evaluation. Osman Bing Satrio and Partners Wisma Antara 4th Floor Jln Merdeka Selatan no. KAP OBS juga melakukan beberapa jasa audit. 3.000 MW for Sub Loan Agreement (SLA). Hang Lekir 9 No. untuk Laporan Keuangan Perusahaan tahun 2006. for the year 2007 Financial Report.

24 Jln Jend. Sudirman Kav. Hadinoto & Partners Indonesia Stock Exchange Building Tower II Lt 21 Jln. Sudirman Kav. Jend Gatot Subroto No. Jend Sudirman Kav. Nusantara. Harman & Partners Menara Jamsostek Lt 4 Suite TA 0402 Jln. Jend Gatot Subroto No. 47/51 Jakarta Hakim G. 47/51 Jakarta Hakim G. Nusantara. Harman & Partners Menara Jamsostek Lt 4 Suite TA 0402 Jln. 52-53 Jakarta 12190 77 Profil Perusahaan Company Profile . 45-46 Jakarta 12930 Amanah Gedung Victoria Lt 3 Jln Sultan Hasanudin No. 45-46 Jakarta 12930 Amanah Gedung Victoria Lt 3 Jln Sultan Hasanudin No.Konsultan Hukum Marsinih Martoatmodjo Iskandar Kusdihardjo Law Office Sampoerna Strategic Square South Tower lt. Jend Sudirman Kav.38 Jakarta Hadiputranto. 52-53 Jakarta 12190 Legal Consultant Marsinih Martoatmodjo Iskandar Kusdihardjo Law Office Sampoerna Strategic Square South Tower lt. 24 Jln Jend. Hadinoto & Partners Indonesia Stock Exchange Building Tower II Lt 21 Jln.38 Jakarta Hadiputranto.

its entity shares are owned by the Government under the SOE Ministry.99% 99.99% 99.67% (YPK PLN) 0.78 KEPEMILIKAN SAHAM SHARE OWNERSHIP INDUK PERUSAHAAN PT PLN (Persero) adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seluruh yang sahamnya dimiliki oleh Negara dengan Menteri Negara BUMN sebagai Pemegang Sahamnya.004% (YPK PLN) 0.996% 33.00% LAINNYA OTHER 0. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report SUBSIDIARIES NAMA PERUSAHAAN COMPANY NAME PT Indonesia Power PT Pembangkitan Jawa Bali PT Indonesia Comnets Plus PT Pelayanan Listrik Nasional Batam PT Prima Layanan Nasional Enjiniring PT Pelayanan Listrik Nasional Tarakan PT PLN Batubara PT PLN Geothermal PT Geo Dipa Energi (PT GDE) PERSENTASE KEPEMILIKAN OWNERSHIP PERCENTAGE PLN 99.01% (YPK PLN) 0. therefore.99% 99.03% (YPK PLN) 0.01% (YPK PLN) 0.97% 99.996% 99.01% (YPK PLN) 0. ANAK PERUSAHAAN Tabel Daftar Anak Perusahaan PT PLN (Persero) dan Kepemilikan Saham. ANAK PERUSAHAAN HOLDING COMPANIES PT PLN (Persero) is a State Owned Enterprise (SOE). SUBSIDIARIES Subsidiaries of PT PLN (Persero) and share ownership.99% 99.33% 99.00% (PT PERTAMINA PERSERO) - TAHUN PENYERTAAN SUBSCRIPTION YEAR PLN 1995 1995 2000 2000 2002 2003 2008 2009 2002 LAINNYA OTHER YPK PLN : 1995 YPK PLN : 1995 YPK PLN : 2000 YPK PLN : 2000 YPK PLN : 2002 YPK PLN : 2003 YPK PLN : 2008 YPK PLN : 2009 PT PERTAMINA (PERSERO) : 2002 - Majapahit Holding BV 100% 2008 .01% (YPK PLN) 0.004% (YPK PLN) 67.

99% Pembangkitan Jawa Bali Electricity Generation 99.V.99% Indonesia Power Electricity Generation 99.3% 99.99% PLN Batam Electric Utility PLN Tarakan Electric Utility 100% Majapahit Holding B.99% 99. Offshore Bond Financing Vehicle 99.99% 99.99% PLN Geothermal Geothermal Generation PLN Enjiniring Engineering Services PLN Batubara Coal Supplier 79 Profil Perusahaan Company Profile .99% Icon+ Information & Communication Technology 99.PT PLN (Persero) 99.

Kepala Divisi Sistem Informasi Manajemen GM Unit Bisnis PLN Pembangkitan GM of PLN Power Generation Business Unit GM Unit Bisnis PLN Penyaluran /P3B GM of Transmission and Center for Load Dispatching Business Unit GM Unit Bisnis PLN Wilayah GM of PLN Region Business Unit GM Unit Bisnis PLN Proyek Induk GM of PLN Main Project Business Unit GM Unit Bisnis Jasa Penunjang GM of Supporting Services Business Unit GM PLN Pusat Pendidikan dan Pelatihan GM of PLN Education and Training Center GM PLN Pusat Penelitian dan Pengembangan Ketenagalistrikan GM of Electricity Research and Development Direktur Anak Perusahaan Director of Subsidiary Head of Management Information System Division GM Unit Bisnis PLN Distribusi GM of PLN Distribution Business Unit Direktur Usaha Patungan Director of Joint Ventures Rully Fasri .G. Mardawa P. Pajak dan Asuransi Head of Accounting Tax and Insurance Division Budi Kristanto Roikhan Bowo Setiadji Monstar Panjaitan Haryanto WS Amir Rosyidin Beni Hermawan Kepala Divisi Perbendaharaan Kepala Divisi Umum dan Manajemen Kantor Pusat Head of General Affairs and Management Hfor Head Office Division Eddy Sukmoro Kepala Divisi Energi Baru dan Terbarukan Head of New and Renewable Energy Division Kepala Divisi Konstruksi dan IPP JawaBali Head of JavaBali Construction and IPP Division Head of Treasury Division Moch. Ngurah Adnyana Direktur Operasi Indonesia Barat Director of West Indonesia Operations M.80 STRUKTUR ORGANISASI ORGANIzATION STRuCTuRE Direktur Utama President Director Dahlan Iskan Kepala Satuan Pengawasan Intern Head of Internal Audit Unit Paiman Direktur Energi Primer Director of Primary Energy Direktur SDM dan Umum Director of HR and General Affairs Eddy D. Sofyan Henky H Basudewo Eko A Sudartanto Widodo Mulyono Tjutju Kurnia S. Kepala Divisi Batubara Kepala Divisi Pengembangan Organisasi Head of Organisation Development Division Kepala Divisi Perencanaan Strategis Korporat Head of Corporate Strategic Planning Division Kepala Divisi Perencanaan Pengadaan Head of Procurement Planning Division Kepala Divisi Pembangkitan Jawa-Bali Head of JavaBali Power Generation Division Kepala Divisi Pembangkitan Indonesia Barat Head of West Indonesia Power Generation Division Kepala Divisi Pembangkitan Indonesia Timur Head of East Indonesia Power Generation Division Kepala Divisi Niaga Divisi Keuangan Korporat Head of Corporate Finance Division Head of Coal Division Head of Commerce Division Misbachul Munir Kepala Divisi Gas Dan BBM Iwan Bachtiar Made Ro Sakya Kepala Divisi Perencanaan Sistem Doddy Hertanto Kepala Divisi Pengadaan Strategis Paingot M Nasser Iskandar Kepala Divisi Transmisi Indonesia Barat Sapto Triono W. Harry Jaya Pahlawan Direktur Operasi Indonesia Timur Director of East Indonesia Operations Direktur Bisnis Dan Manajemen Resiko Director of Business and Risk Management Murtaqi Syamsuddin Direktur Keuangan Director of Finance Sekretaris Perusahaan Corporate Secretary Nur Pamuji Nasri Sebayang Bagiyo Riawan Vickner Sinaga Setio Anggoro Dewo I.B. Erningpraja Direktur Perencanaan dan Teknlogi Director of Planning and Technology Direktur Pengadaan Strategis Director of Strategic Procurement Direktur Operasi Jawa Bali Director of Java .Bali Operations I. Kepala Divisi Perencanaan Pengendalian Anggaran Head of Budget Monitoring Planning Division Harry Hartoyo Head of Gas & Oil Fuel Division Head of HR Development System Division Head of System Planning Division Head of Strategic Procurement Division Head of Java-Bali Transmission Division Head of West Indonesia Transmission division Division Yanuar Hakim Head of East Indonesia Transmission Prawoko Dadang Daryono Kepala Divisi Pengembangan SDM dan Talenta Head of HR and Skill Develpoment Division Joko Prasetio Tonny Tondojoyo Kepala Divisi Pengadaan IPP Ramli Hutasuhut Kepala Divisi Distribusi dan Pelayanan Pelanggan Jawa-Bali Head of JavaBali Distribution and Customer Services Division Susanto Wibowo Kepala Divisi Distribusi dan Pelayanan Pelanggan Indonesia Timur Head of East Indonesia Distribution and Customer Services Division Syarifuddin Ibrahim Kepala Divisi Konstruksi dan IPP Indonesia Timur Head of East Indonesia Construction and IPP Division Hudiono Kepala Satuan Pelayanan Hukum Korporat Head of Corporate Legal Services Unit Kepala Divisi Enjiniring dan Teknologi Head of Engineering and Technology Division PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Head of IPP Procurement Division Kepala Divisi Distribusi dan Pelayanan Pelanggan Indonesia Barat Head of West Indonesia Distribution and Customer Services Division Karel Sampe Pajung Kepala Divisi Konstruksi dan IPP Indonesia Barat Head of West Indonesia Construction and IPP Division Kepala Divisi Manajemen Resiko Head of Risk Management Division Kepala Divisi Akuntansi.G. Kepala Divisi Transmisi Indonesia Timur Benny Marbun Yusuf Hamdani Kepala Satuan Pengendalian Kinerja Korporat Head of Corporate Delivery Unit Kepala Divisi Pengembangan Sistem SDM Kepala Divisi Transmisi Jawa-Bali Kepala Divisi Bisnis Dan Transaksi Listrik Head of Business and Electricity Transaction Division Binarto B M.A.

TJETJEP Komisaris Commissioner SYAHRIAL LOETAN Komisaris Commissioner ABDUL AZIZ Komisaris Commissioner LUTFI HAMID Komisaris Independen Independent Commissioner ADANG FIRMAN Komisaris Independen Independent Commissioner 81 RAHMAT WALUYANTO Komisaris Commissioner Profil Perusahaan Company Profile .PROFIL MANAJEMEN MANAGEMENT PROFILE PROFIL DEWAN KOMISARIS PROFILE OF THE BOARD OF COMMISSIONERS YOGO PRATOMO Komisaris Utama President Commissioner WIMPY S.

1981. President Commissioner (54) Yogo Pratomo has served as President Commissioner since December 2009.D bidang Ekonomi dan Kebijakan Energi dari University of Wisconsin. Direktur Jenderal Geologi dan Sumber Daya Mineral Departemen ESDM (2001-2003). Tjetjep. France. Komisaris (Usia 58 tahun) Wimpy S. Section Head for Electricity Formulation Program (1992 – 1993) and Directorate Staff for Energy Development (1998 – 1992). Kepala Sub-Direktorat Program Tenaga Listrik (1993-1995). and Ph.82 YOGO PRATOMO Yogo Pratomo. Ministerial Expert Staff at the Department of Energy and Mineral Resources (1999 – 2003). Expert Staff in Natural Resources at the State Minister for Regional Autonomy’s office (1999 – 2001). Beliau meraih gelar Sarjana Teknik Geologi dari Insititut Teknologi Bandung pada tahun 1977. Amerika Serikat (1984) dan Ph. post graduate Master in Geophysics from De Nancy National Institute of Politechnique. Madison. Head of Planning Bureau at the Department of Energy and Mineral Resources (1998 – 1999). Direktur Bina Program Tenaga Listrik di Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (1995-1998). 1988. Director General for Geology and Mineral Resources at the Ministry of Energy and Mineral Resources (2001 – 2003). Beliau meraih gelar Sarjana bidang Teknik Elektro dari Institut Teknologi Bandung di tahun 1980. Previously he had served as Deputy for Energy. Madison. 72/2006 regulating 10. Head of Research and Development for the Ministry of Energy and Mineral Resources (2003). 1977. Amerika Serikat (1988). Madison. Wimpy S. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Alam. 1984.000 MW Electricity Projects) since 2006. Lemhanas tahun 1999. He held the position of Director General for Electricity and Energy Use (2003 – 2006). Beliau juga pernah menduduki posisi Ketua Koordinasi Harian untuk Tim Program Percepatan (sesuai Peraturan Presiden No. He has also served as Head of Daily Coordination to the Program Acceleration Team (in accordance with Presidential Decree No.000 MW) sejak 2006. kemudian gelar Pasca Sarjana. Sumber Daya Mineral dan Kehutanan pada 2005. Komisaris Utama (Usia 54 tahun) Yogo Pratomo menjabat sebagai Komisaris Utama sejak Desember 2009. kemudian melanjutkan pendidikan Pasca Sarjana dan meraih gelar Master Geofisika dari De Nancy . He holds a Bachelor Degree in Electrical Engineering from Bandung Institute of Technology. Yogo Pratomo. Tjetjep was appointed as a Commissioner in December 2009. Madison. Commissioner (58) Wimpy S. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (2003). Kepala Seksi Program Formulasi Kelistrikan (1992-1993). Master of Science bidang Ekonomi dan Kebijakan Energi dari University of Wisconsin. Mineral Resources and Forestry at the Coordinating Ministry for Economics in 2005. post graduate Master of Science in Economics and Energy Policies from University of Wisconsin. dan Staf Direktorat Pengembangan Energi (1988-1992). at the National Resilience Institute in 1999. Head of Sub-directorate Electricity Program (1993 – 1995).D in Economics and Energy Policy from University of Wisconsin. TJETJEP PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Wimpy S. Staf Ahli Kementerian Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (1999-2003). Sebelumnya beliau pernah menjabat sebagai Deputi Kementerian Koordinator Ekonomi Bidang Energi. USA. Tjetjep. and Deputy for the Geography work group. WIMPY S. 72/2006 mengatur Proyek-proyek Kelistrikan 10. 1980. Kantor Menteri Negara Otonomi Daerah (1999-2001) dan Wakil Kelompok Kerja Geografi. Beliau pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi (20032006). He holds a Bachelor Degree in Geology Engineering from Bandung Institute of Technology. Director of the Electricity Program at the Department of Energy and Mineral Resources (1995 – 1998). Kepala Biro Perencanaan di Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (1998-1999). Tjetjep ditunjuk sebagai Komisaris sejak Desember 2009. USA.

1976. Director for Multilateral Overseas Funding (2002 – 2003). Manajer PT Pasarini Padibumi (1993-1995). General Manager of PT Pasarini Padibumi (1995 . Saat ini beliau juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Sarana Jasa Utama (bergerak di bidang Manejemen Gedung) sejak tahun 2005-sekarang9. Komisaris PT Panca Nugraha Paramitra (1997-2005). and a Master Degree in Urban Development from University of California. He holds a Bachelor Degree in Civil Engineering from Bandung Institute of Technology. Direktur Pemantauan dan Evaluasi Pembiayaan (2001-2002). Bureau Head for Monitoring and Evaluation of National Development Planning Board Funding (1997 – 2000). At the National Development Planning Board. He concurrently serves as Managing Director of PT Sarana Jasa Utama (a building management company). Marketing PT Pusat Pengembangan Agribisnis (PPA) antara tahun 1988-1990 dan Staf PT Aquatic Konsultan. Abdul Aziz. 1983. ABDUL AZIZ Abdul Aziz. Kepala Biro Pemantauan Pelaksanaan Proyek Pembangunan Bappenas (19972000). Beliau meraih gelar Sarjana Teknik Sipil dari Institut Pertanian Bogor pada 1987. Berkeley. he has also served as Lead Inspector (2003 – 2005).National Institute of Polytechnique. National Development Planning Board Expert Staff for Urban Development (1996 – 1997). KRA XXX in 1997. Manager at PT Pasarini Padibumi (1993 . Perancis pada 1983. Commissioner (60) Syahrial Loetan was appointed Commissioner in December 2009. KRA XXX pada tahun 1997. dan juga gelar Master dari Institut Pengembangan Pendidikan dan Agribisnis (1993). Commissioner of PT Panca Nugraha Paramitra (1997 .1997). Staf Ahli Bappenas Bidang Pembangunan Perkotaan (1996-1997). Marketing officer at PT Pusat Pengembangan Agribisnis (PPA) from 1988 – 1990 and as a member of staff at PT Aquatic Konsultan. CEO Majalah Ulumul Qur’an (1990-1993). Kepala Biro Pemantauan dan Evaluasi Pembiayaan Bappenas (2000-2001). dan PhD Geofisika dari De Lorraine National Institute of Politechnique. and a Master from the Institute of Education Development and Agribusiness in 1993.1995). He was awarded a Bachelor Degree in Civil Engineering from Bogor Institute of Agriculture in 1987. 1991. Direktur Pendanaan Luar Negeri Multilateral (2002-2003). Director for Funding Monitoring and Evaluation (2001 – 2002). dan mengambil pendidikan Andalan dari Lemhanas. from 2005 until now. and a Ph. and also took Leading Training from the National Resilience Institute. Di Bappenas beliau juga pernah menjabat sebagai Inspektur Utama (2003-2005). To date he also serves as Secretary to the State Minister for Value Added Tax / Secretary One at the National Development Planning Board (2005 – present). Beliau meraih gelar Sarjana bidang Teknik Sipil dari Institut Teknologi Bandung di tahun 1976. Commissioner (49) Abdul Aziz has served as a Commissioner since December 2009. Komisaris (Usia 49 tahun) Abdul Aziz menjabat sebagai Komisaris sejak Desember 2009. Hingga kini beliau juga menjabat sebagai Sekretaris Menteri Negara Bidang PPN/ Sekretaris Satu Bappenas (2005-sekarang). Syahrial Loetan. Berkeley pada 1991.2005). Komisaris (Usia 60 tahun) Syahrial Loetan ditunjuk sebagai Komisaris sejak Desember 2009.D in Geophysics from De Lorraine National Institute of Politechnique. General Manager PT Pasarini Padibumi (1995-1997). Perancis pada 1981. CEO of Ulumul Qur’an Magazine (1990 1993). dilanjutkan dengan gelar Master bidang Perencanaan Kota dari University of California. 83 Profil Perusahaan Company Profile . SYAHRIAL LOETAN Syahrial Loetan.

Sebelumnya beliau pernah menjabat sebagai Direktur Pengelolaan Surat Utang Negara di Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kantor Kementerian Keuangan Negara (2005-2006) dan Kepala Sub-direktorat untuk Divisi Manajemen Portofolio dan Risiko (20042005). Head of Sub-directorate at the Directorate Office for Supervision of Accountants and Appraisers (1999 – 2000).. Colorado. Kepala Seksi Direktorat Institusi Keuangan dan Akuntansi (1988-1993) dan Staf Direktorat Jendral Moneter Dalam Negeri (1985-1988). Head of PT Handara Graha. Komisaris (Usia 54 tahun) Rahmat Waluyanto ditunjuk sebagai Komisaris pada Juni 2007. PLT Komisaris Utama PT PLN (Persero) (20042006). including Head of the Board of Commissioners’ Audit Committee for PT PLN (Persero) from 2004 until present. Inggris. Disamping itu beliau juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Pengelolaan Utang. He has also held various positions such as Department Head for Portfolio Management in the Management Office for State Bonds (2001 – 2004). Sebelumnya beliau adalah Pimpinan Konsultan Kontraktor PT Relasindo Citra Graha cabang Bandung (1990-2003). di tahun 1992. Menjadi Pimpinan PT Handara Graha cabang Bandung untuk menangani proyek-proyek PT Dirgantara Indonesia (sebellumnya PT IPTN) dari tahun (1976-1989). Berbagai posisi yang pernah beliau jabat antara lain Ketua Komite Audit Dewan Komisaris PT PLN (Persero) sejak (2004-sekarang). Selanjutnya beliau menyelesaikan pendidikan Pasca Sarjana untuk menyandang gelar Master bidang Administrasi Bisnis (Keuangan) di University of Denver. Previously he served as Director of Sovereign Debt Management at the Treasury Directorate General Office of the State Finance Ministry (2005 – 2006) and Head of Sub-directorate for Portfolio and Risk Management (2004 – 2005). Coordinator for Cash Management Division at the office of the Directorate General for Financial Institutions (2000 – 2001). Independent Commissioner (58) Lutfi Hamid was appointed as Independent Commissioner in 2004. (2003-2004). He has also served as Director General for Debt Management at the Ministry of Finance since 2006. LUTFI HAMID Lutfi Hamid. dilanjutkan dengan pendidikan Doktoral di Fakultas Akuntansi dan Keuangan di University of Birmingham. University of Birmingham. selain Lutfi Hamid. Beliau juga menduduki beberapa posisi lain seperti Kepala Departmen Manajemen Portofolio di Kantor Manajemen Obligasi Negara (20012004). Section Head Directorate for Financial Institutions and Accountancy (1988 – 1993) and staff at the Directorate General for State Monetary Affairs (1985 – 1988). Previously he served as Lead Consultant Contractor for PT Relasindo Citra Graha. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Rahmat Waluyanto. Commissioner (54) Rahmat Waluyanto was appointed Commissioner in June 2007.84 RAHMAT WALUYANTO Rahmat Waluyanto. pada 1997. Bandung branch handling PT Dirgantara Indonesia (previously PT IPTN) projects from 1976 – 1989. He then completed his post graduate education with a Master in Business Administration (Finance) from University of Denver. Amerika Serikat. President Commissioner PT PLN (Persero) (2004 – 2006). Bandung branch (1990 – 2003). he continued with Doctoral education at the Faculty of Accounting and Finance. UK. Beliau meraih gelar Sarjana Akuntansi dari Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada pada tahun 1983. Koordinator Divisi Manajemen Kas di Kantor Direktorat Jenderal untuk Institusi Keuangan (20002001). Kepala Sub-direktorat di Kantor Direktorat Pengawasan Akuntan dan Penilai (1999-2000). Ketua Komite GCG Dewan Komisaris PT PLN (Persero). as . He has held various positions. United Kingdom. He was awarded a Bachelor Degree in Accountancy from the Economics Faculty of Gajah Mada University in 1983. USA in 1992. Colorado. in 1997. Komisaris Independen (Usia 58 tahun) Lutfi Hamid ditunjuk sebagai Komisaris Independen pada tahun 2004. Departemen Keuangan sejak 2006. Board of Commissioners’ GCG Committee Head for PT PLN (Persero) (2003 – 2004).

Police Leadership College (SESPIMPOL) in 1990. Operations Deputy for Chief of Police (2005 . dan LEMHANAS pada tahun 1997. He holds a Civil Engineering Degree from Bandung Institute of Technology awarded in 1974. 85 Profil Perusahaan Company Profile . He graduated from Indonesian Armed Forces Police Academy (AKABRI) in 1973. ADANG FIRMAN Adang Firman. Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian di tahun 1981. SESPIMPOL di tahun 1990. and the National Resilience Institute in 1997. Chief of Police Expert Staff in Management (2004 . Chief of Police for West Sumatera (2001 . Beliau meraih gelar Sarjana Teknik Sipil dari Institut Teknologi Bandung.2006).pernah bertindak sebagi Konsultan Teknik Sipil di PT ENCONA ENG. He has served as Chief of Police for Metro Jaya region (2006-2008).2003). Independent Commissioner (61) Adang Firman started his role as Commissioner in December 2009. Beliau lulus dari Akademi Kepolisian Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) di tahun 1973. well as acting as Civil Engineering Consultant to PT ENCONA ENG. Deputy Governor of PTIK (2000).Inc dan lain-lain. Deputi Operasi Kapolri (20052006). Komisaris Independen (Usia 61 tahun) Adang Firman mulai menjabat sebagai Komisaris sejak Desember 2009. Adang Firman. Beliau pernah menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya (2006-2008). Indonesia di tahun 1974.2005). Wakil Asisten Operasi untuk Kepala Kepolisian Republik Indonesia (2000-2001). Deputy Assistant for Operations for Republic of Indonesia Chief of Police (2000 . Police College in 1981. Inc and others from 1972 to 1977. Kepala Polisi Daerah Sumatera Barat (2001-2003).2001). Staf Ahli Kapolri Bidang Manajemen (20042005). Wakil Gubernur PTIK (2000). Widya Iswara Sespati Polri (2003-2004). (1972-1977).2004). Widya Iswara Sespati Police (2003 .

HARRY JAYA PAHLAWAN Direktur Operasi Indonesia Barat Director of West Indonesia Operations NASRI SEBAYANG Direktur Perencanaan & Teknologi Director of Planning & Technology NUR PAMUDJI Direktur Energi Primer Director of Primary Energy DAHLAN ISKAN Dahlan Iskan.86 PROFIL DIREKSI PROFILE OF THE BOARD OF DIRECTORS DAHLAN ISKAN Direktur Utama President Director I. He currently also serves as CEO of Jawa Pos Group (from 2000 until now). Komisaris Dahlan Iskan. Commissioner of Paper Company – Adiprima Suraprinta. Plant Independent Commissioner PT . Sebelumnya beliau pernah menjabat sebagai Direktur Utama/CEO Perusda PT PWU Jatim Group (2000). Previously he also served as CEO of regional company PT PWU Jatim Group (2000). Saat ini beliau juga menjabat sebagai CEO Jawa Pos Group (2000-sekarang). Komisaris Perusahaan Kertas – Adiprima Suraprinta.A NGURAH ADNYANA Direktur Operasi Jawa-Bali Director of Java-Bali Operations VICKNER SINAGA Direktur Operasi Indonesia Timur Director of East Indonesia Operations PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report MOCH. Direktur Utama (Usia 59 tahun) Dahlan Iskan menjabat sebagai Direktur Utama PT PLN (Persero) sejak Desember 2009. President Director (59) Dahlan Iskan has served as President Director of PT PLN (Persero) since December 2009.G.

Plant Managing Director for PT Cahaya Fajar Kaltim. Komisaris Kaltim Elektrik Power. ERNINGPRAJA Direktur SDM & Umum Director of HR & General Affairs SETIO ANGGORO DEWO Direktur Keuangan Director of Finance Profil Perusahaan Company Profile Independen Pembangkit PT Prima Elektrik Power. Beliau menerima gelar Sarjana Hukum dari IAIN Sunan Ampel. He was awarded his Law Degree from the State Islamic Institute Sunan Ampel. Commissioner of Kaltim Elektrik Power. and Chairman of the Indonesian Newspaper Publishing Organizations.BAGIYO RIAWAN Direktur Pengadaan Strategis Director of Strategic Procurement MURTAQI SYAMSUDDIN Direktur Bisnis dan Manajemen Risiko Director of Business and Risk Management EDDY D. Minout Indonesia LPPM di tahun 1979 dan FINNON LPPM pada tahun 1980. Prima Elektrik Power. dan Ketua Organisasi Penerbitan Surat Kabar Indonesia. 87 . and Finance for Non Finance Managers course at LPPM in 1980. took an Oil and Automotive course at LPPM (Research & Community Services Institute) in 1979. Presiden Direktur Pembangkit PT Cahaya Fajar Kaltim.

Beliau menerima gelar sarjana di bidang Teknik Mesin dari Institut Teknologi Bandung.1999). Harry Jaya Pahlawan. He holds a Bachelor Degree in Electrical Engineering from University of Indonesia. He was awarded his Bachelor Degree in Engineering from Bandung Institute of Technology in 1981.A. Staf Ahli Perencanaan Perusahaan (20052006).2005). beliau pernah menjabat sebagai Vice President Hubungan Internasional pada April 2008. General Manager PLN South Sumatera. Deputy Operations Manager PLN Maluku (1990 – 1994). Inggris pada 1992. Indonesia pada tahun 2001. and followed this completing his post graduate education at Surabaya Institute of Technology in 2001. MOCH. General Manager PLN Wilayah Sumatera Selatan. Direktur Operasi Jawa-Bali (Usia 54 tahun) Ngurah Adnyana telah manjabat sebagai Direktur Operasi Jawa Bali sejak Desember 2009. dimana sebelumnya beliau pernah menjadi Deputi Direktur Distribusi PLN pada April 2007.A NGURAH ADNYANA I.G. Deputy Operations Manager PLN Distribution East Java (1998 – 2000). Manajer Pengawasan Manajemen pada anak perusahaan PLN.2001) and Division Head for Public and Investor Relations at PT Pembangkitan Jawa Bali (1997 . Moch. During his career.88 I. Harry Jaya Pahlawan. he has held a variety of positions. having previously being appointed as PLN Deputy Director for Distribution in April 2007. Ngurah Adnyana. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report . 1984.G. 1991. Manager for Supervisory Management at PLN subsidiary PT PJB (1999 . juga sebagai Sekretaris Perusahaan (20052008). He was also appointed Vice President International Relations in April 2008. di antaranya General Manager PLN Distribusi Bali (2000-2007).2006). Deputi Manajer Operasi PLN distribusi Jawa Timur (1998-2000). and a post graduate Degree in the Science of Energy Economics from University of Surrey. I. including General Manager PLN Distribution Bali (2000 – 2007). Asisten Sekretaris Perusahaan (2001-2002). Deputy Operations Manager PLN South Kalimantan (1994 – 1998). berbagai posisi pernah didudukinya.G. dan kemudian Diploma Pengembangan Ekonomi di tahun 1991 dan gelar S2 di bidang Ilmu Ekonomi Energi dari University of Surrey. Director of Java-Bali Operation (54) Ngurah Adnyana has served as Director of Java Bali Operations since December 2009. Beliau meraih gelar Sarjana Teknik Elektro dari Universitas Indonesia tahun 1984.2008).A. Ngurah Adnyana. Jambi and Bengkulu Area (2002 . Jambi dan Bengkulu (2002-2005). HARRY JAYA PAHLAWAN Moch. served as Corporate Secretary (2005 . Sebelumnya. Sepanjang perjalanan karir beliau. Deputi Manajer Operasi PLN Kalimantan Selatan (1994-1998). PT PJB (1999-2001) dan Kepala Divisi Umum dan Hubungan Investor PT Pembangkitan Jawa Bali (1997-1999). 1992. Director of West Indonesia Operations (53) Harry Jaya Pahlawan was appointed Director of West Indonesia Operations in December 2009. Expert Staff in Corporate Planning (2005 . Indonesia tahun 1981 dan kemudian menyelesaikan pendidikan S2 di Institut Teknologi Surabaya. Assistant Corporate Secretary (2001 . Direktur Operasi Indonesia Barat (Usia 53 tahun) Harry Jaya Pahlawan ditunjuk sebagai Direktur Operasi Indonesia Barat sejak Desember 2009.2002). a Diploma in Economic Development. Deputi Manajer Operasi PLN Maluku (1990-1994). UK.

1979. Kepala Tim Solusi Kelistrikan untuk Sumatera Utara (2008). Human Resources Manager PLN Muara Tawar Plant (2003 . 2001. Kepala Staf Operasi PLN Pikitring Kalimantan (2001) dan Kepala Proyek Transmisi 500 KV PLN Pikitring Jawa Barat dan Jakarta (1998).2005). 2007. Operational Division Head PLN Plant Generation and Networks (Pikitring) North Sumatera (2000 2003) and has also headed various hydroelectric development projects from 1993 to 2000. Sebelumnya beliau menjabat sebagai Vice President IPP Jasa Konstruksi di Kantor Pusat PLN (2009). and a Master in Business Administration from Erasmus University & Center for Global Leadership. NASRI SEBAYANG Nasri Sebayang. Direktur Perencanaan & Teknologi (Usia 55 tahun) Nasri Sebayang ditugaskan sebagai Direktur Perencanaan dan Teknologi PLN sejak Desember 2009. General Manager PLN Pikitring Kalimantan (2006). General Manager PLN Muara Tawar Plant (2005 . Risk Management Unit Head (2006). and a Master of Business Management from Prasetya Mulya Business School. Kepala PT PLN (Persero) Pikitring Kalimantan (2004). 1981. Director of East Indonesia Operations (53) Vickner Sinaga was appointed Director of East Indonesia Operations in December 2009. He has also served as Head of Primary Energy Unit since April 2008. He holds a Bachelor Degree in electricity from North Sumatera University. Medan pada 1981 dan gelar Magister Manajemen Bisnis dari Prasetya Mulya Business School pada 2001.VICKNER SINAGA Vickner Sinaga. Direktur Operasi Indonesia Timur (Usia 53 tahun) Vickner Sinaga ditugaskan sebagai Direktur Operasi Indonesia Timur sejak Desember 2009. Kepala Satuan Manajemen Risiko (2006). Director of Planning and Technology (55) Nasri Sebayang was appointed Director of Planning and Technology PLN in December 2009. Manajer SDM PLN Pembangkitan Muara Tawar (2003-2005). Sebelumnya beliau juga pernah menjabat sebagai Deputi Direktur Independent Power Producers (2006-2008). Head of PT PLN (Persero) Project Generation and Networks Kalimantan (2004). He previously served as Vice President for IPP Construction Services at PLN Head Office (2009). Kepala Divisi Operasi PLN Proyek Pembangkitan dan Jaringan (Pikitring) Sumatera Utara (2000-2003) dan juga pernah mengepalai beberapa proyek pengembangan hydro dari tahun 1993 hingga 2000.2006). General Manager PLN Project Generation and Networks (Pikitring) Kalimantan (2006). Beliau meraih gelar S1 bidang kelistrikan dari Universitas Sumatera Utara. Profil Perusahaan Company Profile He holds a Civil Engineering Degree from North Sumatera University. Beliau meraih gelar Sarjana Teknik Sipil dari Universitas Sumatera Utara pada 1979 dan gelar Master Bisnis Administrasi dari Erasmus University & Center for Global Leadership pada 2007. Vickner Sinaga. Medan. General Manager PLN Pembangkitan Muara Tawar (2005-2006). Head of Electricity Solutions Team for North Sumatera (2008). Beliau pernah menjabat sebagai Kepala Satuan Energi Primer pada April 2008.2008). Nasri Sebayang. Head of Operations Staff at PLN Project Generation and Networks Kalimantan (2001) and Project Lead for 500 KV Transmission at PLN Project Generation and Networks West Java and Jakarta (1998). Previously he served as Deputy Director for Independent Power Producers (2006 . 89 .

Commercial Business Manager (1997 2001). Indonesia di tahun 1985.90 NUR PAMUDJI Nur Pamudji. Director of Strategic Procurement (52) Bagiyo Riawan has served as Director of Strategic Procurement since December 2009. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report He holds a Bachelor Degree in Engineering from Surabaya Institute of Technology. Sebelumnya. Nur Pamudji. Australia.2008). He has been General Manager PLN P3B Java-Bali in April 2008. Indonesia di tahun 2001. BAGIYO RIAWAN Bagiyo Riawan. beliau menjabat sebagai Direktur Produksi di anak perusahaan PLN. Indonesia di tahun 1984 dan Magister Manajemen dari Institut Teknologi Bandung. this was followed by post graduate education at the Engineering Faculty University of New South Wales. beliau memimpin Tim pengembangan Sistem Kompetensi SDM PLN. Asisten Manajer Bisnis Komersial (19961997). kemudian melanjutkan pendidikan Pasca Sarjana Fakultas Teknik University of New South Wales. including Budget and Corporate Planning Manager (2001 . He served as Deputy Plant Director Java-Bali in April 2008. Beliau meraih gelar Sarjana Teknik Elektrik dari Institut Teknologi Bandung. He has also served as Plant System Operations Manager Java-Bali (2005 . Direktur Energi Primer (Usia 50 tahun) Nur Pamudji ditunjuk sebagai Direktur Energi Primer pada Desember 2009. Direktur Pengadaan Strategis (Usia 52 tahun) Bagiyo Riawan telah menjabat sebagai Direktur Pengadaan Strategis sejak Desember 2009.1996). 1995. 1995. Manajer Bisnis Komersial (1997-2001). . Director of Primary Energy (50) Nur Pamudji was appointed as Director of Primary Energy in December 2009.2002). 2001.1997). he led the team to develop Human Resources Competency Systems for PLN. He holds a Bachelor Degree in Electrical Engineering from Bandung Institute of Technology. Bagiyo Riawan. 1984. Beliau pernah menjabat sebagai Deputi Direktur Pembangkitan Jawa-Bali pada April 2008. Beliau meraih gelar Sarjana Teknik Mesin dari Institut Teknologi Surabaya. and Assistant Manager Technology Development (1995 . Assistant Commercial Business Manager (1996 . Disamping itu beliau juga pernah menjabat sebagai Manajer Sistem Operasi Pembangkit JawaBali (2005-2008) dan Manajer Transmisi untuk Area Sulawesi Selatan (2001-2002). Sepanjang tahun 2004 sampai 2005. Previously he served as Production Director at PLN subsidiary PT PJB (2002 . Australia pada 1995 dan Master of Public Management dari National University of Singapore di tahun 2003. During 2004 and into 2005. Selain itu pernah menduduki berbagai posisi di PT PJB termasuk di antaranya Manajer Anggaran dan Perencanaan Perusahaan (2001-2002). PT PJB (2002-2008). He has also held various positions at PT PJB. dan Asisten Manajer Pengembangan Teknologi (1995-1996).2002). Beliau bergabung dengan Perusahaan di tahun 1985 sebagai Enjinir Sistem Operasi Pembangkit (1985-2001).2008) and Transmission Manager for South Sulawesi Area (2001 .Sebelumnya beliau adalah General Manager PLN P3B Jawa-Bali pada April 2008. He joined the Company in 1985 as a Plant Systems Operation Engineer (1985 . and Master of Public Management from the National University of Singapore in 2003.2001). and a Master in Management from Bandung Institute of Technology.

Sekretaris Eksekutif untuk Direktur SDM (2008-2009). ERNINGPRAJA Eddy D. Previously he served as Deputy Director for Human Resources Development Systems (2009). Expert Staff Human Resources Development Systems (2007-2008). Kepala Enjiniring PLN P3B (1994-1999). Profil Perusahaan Company Profile Beliau meraih gelar Sarjana bidang Kelistrikan dari Universitas Indonesia pada 1985 dan menyelasaikan pendidikan Magister Teknik Industri dari Institut Teknologi Bandung pada 1998. 2003. Director of Business and Risk Management (54) Murtaqi Syamsuddin was appointed Director of Business and Risk Management in December 2009. Kepala Divisi Sistem Informasi Kepegawaian (1998-2000) dan Deputi Manajer Perencanaan pada PLN Wilayah Sumatera Utara (1996-1998). Erningpraja. Sebelumnya. USA. Sekretaris Perusahaan (2000-2001). General Manager PLN Distribution West Java and Banten (2003–2008). Sebelumnya beliau adalah Deputi Direktur Pengembangan Sistem SDM (2009). Madura and Bali since March 2008. Direktur Bisnis & Manajemen Risiko (Usia 54 tahun) Murtaqi Syamsuddin menjabat sebagai Direktur Bisnis & Manajemen Risiko sejak Desember 2009. Director of Human Resources and General Affairs (52) Eddy D Erningpraja has served as Director of Human Resources and General Affairs since December 2009. and an MBA in Company Finance from University of Oregon. Ahli Pemasaran dan Pengembangan Unit Bisnis (20012003). Beliau meraih gelar Sarjana Teknik Elektro dari Universitas Indonesia pada tahun 1981 dan Gelar MBA Bidang Keuangan Perusahaan dari Universitas Oregon pada tahun 2003. He holds a Bachelor Degree in Electricity from University of Indonesia. Human Resources and Organization Manager PLN P3B Sumatera (20052007). General Manager PLN Distribusi Jawa Barat dan Banten (2003-2008). 1981. Engineering Head PLN P3B (1994-1999). Executive Secretary to the Human Resources Director (20082009). Manajer SDM dan Organisasi PLN P3B Sumatera (2005-2007). beliau adalah Direktur Jawa Madura dan Bali sejak Maret 2008. 1985 and finished his Master in Industrial Engineering from Bandung Institute of Technology in 1998. He holds a Degree in Electrical Engineering from University of Indonesia. Murtaqi Syamsuddin. Erningpraja. 91 .MURTAQI SYAMSUDDIN Murtaqi Syamsuddin. Corporate Secretary (2000-2001). He has also served as Director Java. Direktur SDM dan Umum (Usia 52 tahun) Eddy D Erningpraja telah menjabat sebagai Direktur SDM & Umum sejak Desember 2009. Division Head Employee Information Systems (19982000) and Deputy Manager Planning at PLN North Sumatera (1996-1998). Eddy D. Marketing Expert and Business Unit Development (2001-2003). Kepala Sektor Pulogadung di PLN P3B Jawa-Bali (1999-2004). Staf Ahli Pengembangan Sistem SDM (2007-2008). Sector Head Pulogadung at PLN P3B JavaBali (1999-2004). EDDY D.

Setio Anggoro Dewo. 1990. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report . He was also a Researcher in the Faculty of Economics and Society. Selain itu.92 SETIO ANGGORO DEWO Setio Anggoro Dewo. He holds a Bachelor Degree in Economics from University of Indonesia. He was previously Independent Commissioner at Indonesia Power and Indosat. Finance Director (49) Setio Anggoro Dewo was appointed Finance Director in March 2008. Belgium. Direktur Keuangan (Usia 49 tahun) Setio Anggoro Dewo telah menjabat sebagai Direktur Keuangan sejak bulan Maret tahun 2008. 2003. Ketua Program Magister Akuntansi dan Guru Besar pada Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia sejak 1990. and Doctorate in Economics from University of Melbourne. Program Head for Master’s in Accountancy and Professor at the Economics Faculty University of Indonesia since 1990. dan kemudian Doktoral Ekonomi dari University of Melbourne. Beliau sebelumnya menjabat sebagai Komisaris Independen dari Indonesia Power dan Indosat. beliau adalah Peneliti di LPEM. Australia. Universitas Indonesia sejak 2008. Belgia di tahun 1990. Beliau meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia pada tahun 1986. University of Indonesia in 2008. post graduate MBA in Economics from the Catholic University in Leuveun. Australia in 2003. 1986. MBA bidang Ekonomi dari Universitas Katholik di Leuveun. gelar Pasca Sarjana.

LAPORAN PENGELOLAAN OPERASIONAL OPERATIONAL REPORT 94 112 114 129 140 PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA Human Resources Management PENGEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI Information Technology Development RISIKO DAN MANAJEMEN RISIKO Risk and Risk Management PENERBITAN OBLIGASI Bond Issuance KESELAMATAN. Health-Safety and Environment Protection 93 Profil Perusahaan Company Profile . KESEHATAN KERJA DAN PERLINDUNGAN LINGKUNGAN Work.

psychology test. which takes place in line with increasing demand on electricity services. attitude test. Selection process involves a third party and seeks to fulfill administration. Noting its operational locations which are spread in all regions of Indonesia with their various condition and challenges. Proses seleksi melibatkan pihak ketiga dan dilakukan melalui pemenuhan aspek administrasi. Pelaksanaan rekrutmen dilaksanakan berdasarkan rencana kebutuhan tenaga kerja jangka menengah maupun jangka panjang. attitude test. a potential employee is required to attend an orientation program. membuat perusahaan setiap tahun melakukan proses penambahan pegawai baru dan disaat yang sama melakukan peningkatan kompetensi pegawai yang sudah ada. tes kesehatan. PT PLN (Persero) menetapkan beberapa kebijakan dasar dalam proses rekrutmen dan melaksanakan program peningkatan kompetensi pegawai. psikotes. medical test and interview aspects. compels the Company to annually conduct recruitment process and at the same time enhance existing employees’ competency. . dan wawancara. Mengingat lokasi operasional yang tersebar di seluruh wilayah negara Indonesia dengan beragam kondisi dan tantangan. terlebih dahulu para calon pegawai tersebut mengikuti program orientasi. PLN stipulates basic policies for recruitment process and employee competency development programs. Prior to appointment as permanent employee.94 PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA HuMAN RESOuRCES MANAGEMENT Perusahaan melakukan berbagai program pelatihan untuk meningkatkan kompetensi pegawai agar mampu menjalankan tugas dengan baik sesuai dengan tuntutan pengembangan usaha The Company gives trainings to enhance employee competency to be able to perform well in their jobs as demanded by developing business PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report KEBIJAKAN UMUM Kondisi pengembangan usaha yang terus berlangsung seiring dengan meningkatnya permintaan jasa kelistrikan. GENERAL POLICY Continuous business development. Sebelum diangkat menjadi pegawai tetap. Recruitment is based on medium term and long term estimation of HR needs.

Seiring dengan meningkatnya kompleksitas usaha.564) in the second semester. (iii) recruitment for PLTU operators. Java-Bali and East Indonesia.604 Laporan Pengelolaan Operasional Operational Report 1. Selanjutnya Perusahaan melakukan berbagai program pelatihan untuk meningkatkan kompetensi pegawai agar mampu menjalankan tugas dengan baik sesuai dengan tuntutan pengembangan usaha. Jawa & Bali.604 pegawai baru ini direncanakan dapat dipenuhi dalam dua semester dengan pembagian 40% pegawai didapatkan pada Semester I (1.020 D3 The Company conducts recruitment through direct shopping and Job Fair in cooperation with tertiary education institutions. The plan is to recruit 40% (1. PLN introduces and enters into cooperation with many parties to meet total employees needed and to develop existing employees’ competency which in turn will give the best service to electricity customers all over Indonesia. yaitu Indonesia Barat. in the following locations: KOTA CITY Jakarta Bandung Semarang Yogya Solo Bali Malang Surabaya INDONESIA TIMUR EAST INDONESIA WILAYAH AREA KOTA CITY Makassar Manado Papua Ambon Banjarbaru Pontianak Kupang (NTT) Mataram (NTB) 95 . Proses rekurtmen dilaksanakan di 3 wilayah. Perusahaan melakukan rekrutmen pegawai secara berjenjang. In proportion to business complexity. PT PLN kemudian menjalin dan mengintrodusir berbagai kerjasama dengan berbagai pihak dalam melaksanakan program pemenuhan pegawai dan meningkatkan kompetensi pegawai yang telah ada untuk memberikan layanan terbaik kepada para pelanggan kebutuhan listrik di seluruh Indonesia.Perusahaan melakukan rekrutmen melalui Direct Shopping dan Job Fair yang bekerja sama dengan lembaga pendidikan tinggi yang terbagi dalam 3 (tiga) kelompok kegiatan rekruitmen yaitu : (i) rekrutmen S1/D4/D3 (ii) rekrutmen program D3 kerjsama (iii) rekrutmen operator PLTU. REKRUTMEN Dengan melaksanakan proses perekrutan berdasarkan kebijakan umum tersebut.040) dan 60% sisanya dicapai pada Semester II (1. RECRUITMENT Implementing recruitment process based on the above general policy. which are West Indonesia. ie: (i) recruitment of S1/D4/D3 graduates. serta Indonesia Timur dengan lokasi sebagai berikut: WILAYAH AREA KOTA CITY Aceh Medan INDONESIA BARAT WEST INDONESIA Palembang Padang Lampung Riau Babel JAWA . the Company gives trainings to enhance employee competency to be able to perform well in their jobs as demanded by developing business. There are three groups of recruitment activities.040 people) in the first semester and 60% (1. Kebutuhan pegawai baru untuk tahun 2010 adalah sebagai berikut: S1 1. Further. the Company recruits by level. The recruitment process will be held in three regions. The need for new employees for 2010 is as follows: TOTAL 2.564).604 new employees is targeted to be met in two semesters. (ii) recruitment of D3 partner graduates.584 2.BALI WILAYAH AREA This number of 2.

235 potential new employees (103% achievement of the period target). total recruitment was 1. In the second semester. The following table describes On Job Training Class of S1/D4/D3 based on recruitment location and period. recruitment results from the above cities will start employment in different periods. Jika dibandingkan dengan kebutuhan unit tahun 2010.201 potential new employees.235 orang. dapat dilihat dalam grafik sebagai berikut : In the first semester of 2010. Berikut adalah penjabaran Angkatan On Job Training S1/D4/D3 berdasarkan lokasi dan periode rekrutmen yang dilaksanakan : ANGKATAN ON JOB TRAINING (OJT) OJT 17 OJT 18 OJT 19 OJT 20 OJT 21 OJT 22 OJT 23 OJT 24 TOTAL Due to varied recruitment timing. telah direkrut calon pegawai baru sebanyak 1. (pencapaian 103 % dari target semester I). berhasil direkrut 1. These results are compared to 2010 needs in the following chart: PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report REALISASI REKRUTMEN TAHUN 2010 RECRUITMENT REALISATION 2010 200 150 100 50 0 EC EP ES PE SI AK HK HR KU NG TPE TPL TSC PAK PAS PKU AKM PNG ED HM TDT TPD TSO . PLN recruited 1. Periode perekrutan pada dasarnya dapat dibedakan berdasarkan Angkatan On Job Training.96 Hasil rekrutmen dari seluruh kota lokasi rekrut tersebut diatas masuk pada tahapan waktu yang berbeda-beda karena waktu perekrutan yang bervariasi.201 orang calon pegawai baru. Sedangkan pada Semester II 2010. Basically the recruitment process can be differentiated by On Job Training Class. ASAL KOTA RECRUITMENT REGION JUMLAH TOTAL 41 113 200 384 535 278 552 371 2474 ACEH PLB MDN MDN PDG ACEH MDN LPG INDONESIA BARAT WEST INDONESIA BDG BDG JKT JKT BDG BDG BDG BDG SBY SBY SBY SBY SBY SBY SMG YGY JKT JKT MLG SMG SOLO BALI YGY MLG MKS MKS PAPUA* MND AMBON* YGY SMG JAWA BALI YGY INDONESIA TIMUR EAST INDONESIA * Kegiatan Rekumen masih berlangsung * Recruitment is still in process Pada Semester I 2010.

KODE POSISI JABATAN ED ES EC EP SI PE NG KU AK HM HR HK TDT TSO TSC TPL TPD PAK PAS PKU TPE PNG AKM SEBUTAN JABATAN TITLE Assistant Engineer/Ass Operator di bidang Distribusi Tenaga Listrik/ Electricity Distribution Assistant Engineer/Ass Operator di bidang System Tenaga Listrik/ Electricity System Assistant Engineer/Ass Operator di bidang Scada Assistant Engineer / Assistant Operator di bidang Pembangkit Tenaga Listrik/Electricity Generation Assistant Analyst di bidang Sistem Informasi/Information System Assistant Engineer Konstruksi / Pemeliharaan di bidang Pembangkit. Laporan Pengelolaan Operasional Operational Report Diploma Partner Program In addition to recruitment of S1/D4 and Diploma graduates through Job Fair and direct shopping. In this Diploma Partner Program. Transmisi dan Distribusi Tenaga Listrik/Maintainance for Power Plant. terutama dari jurusan Elektro arus kuat. Sub Station. This is because of the small number of university graduates majoring in Hard Current Electrical Engineering and of universities having this major. Gardu Induk. Gardu Induk. hal ini dikarenakan lulusan Perguruan Tinggi yang berasal dari jurusan Teknik Elektro Arus Kuat/Power hanya sedikit dan hanya beberapa Perguruan Tinggi saja yang memiliki jurusan tersebut. Selain itu. Program D3 Kerjasama Selain rekrutmen S1/D4 dan D3 melalui jalur Job Fair dan Direct Shopping. 97 . several non-engineering majors provide supply more than demand. Transmission and Distribution Junior Analyst di bidang Niaga Tenaga Listrik/Electricity Commercial Junior Analyst Kimia/Chemical Dari grafik dapat dilihat bahwa Tingkat pemenuhan kebutuhan pegawai untuk bidang kerja ED dan TDT sangat kurang. Transmission and Distribution Assistant Analyst di bidang Niaga Tenaga Listrik/Electricity Commercial Assistant Analyst di bidang Keuangan/Finance Assistant Analyst di bidang Akuntansi/Accountant Assistant Analyst di bidang Hubungan Masyarakat/Public Relations Assistant Analyst di bidang SDM/Human Resources Assistant Analyst di bidang Hukum/Law Junior Engineer/Junior Operator di bidang Distribusi Tenaga Listrik/ Electricity Distribution Junior Engineer/Junior Operator di bidang System Tenaga Listrik/ Electricity System Junior Engineer/Junior Operator di bidang Scada Junior Engineer/Junior Operator di bidang Pembangkit Tenaga Listrik/ Electricity Generation Junior Operator Pengolahan Data/Data Process Junior Analyst di bidang Akuntansi/Accountant Junior Officer di bidang SDM/Human Resources Junior Officer di bidang Keuangan/Finance Junior Engineer Konstruksi / Pemeliharaan di bidang Pembangkit. ada beberapa jurusan Non teknik yang suplainya melebihi kebutuhan. Besides. The above chart shows that need fulfillment for ED and TDT work divisions is very low. PLN merekrut lulusan SMU/SMK untuk dididik di Politeknik/Sekolah Vokasi dengan mata kuliah sesuai kebutuhan PLN sehingga lulusannya dapat langsung dipakai oleh PLN. Pada program D3 Kerjasama ini. Sub Station. PLN also works in cooperation with several leading stateowned tertiary educational institutions to acquire workforce supply in engineering majors. Transmisi dan Distribusi Tenaga Listrik/Maintainance for Power Plant. Hal ini dapat meringankan kegiatan rekrutmen pada tahun berikutnya sehingga dapat berkonsentrasi merekrut pegawai dari jurusan Teknik. PLN recruits SMU/SMK graduates to be educated at polytechnics in majors which meet the Company needs. particularly Hard Current Electrical Engineering. PLN juga merintis jalur D3 kerjasama dengan beberapa Perguruan Tinggi Negeri terkemuka sebagai strategi baru untuk menjaga suplai tenaga kerja bidang teknik. This will help reduce recruitment load in subsequent years and let the Company focus on recruitment of engineering major graduates.

646 calon pegawai. 291 First Batch participants have started OJT as scheduled in November 2010. Secara keseluruhan.184 potential new employees were recruited. 2010 Recruitment Results In 2010 a total of 3. Total Hasil Rekrutmen 2010 Pencapaian rekrutmen calon pegawai Baru Tahun 2010 adalah sejumlah 3. The first batch has 419 freshmen of Mechanical Engineering and Hard Current Electrical Engineering majors all over Indonesia. Rekrutmen operator Tahap II dan III akan dilaksanakan pada 2011 untuk tetap memenuhi target jumlah operator PLTU baru. dengan perincian calon pegawai yang lulus seleksi sebagaimana tampak pada tabel dan grafik berikut. Second and Third Batches of operator recruitment will be conducted in 2011 to meet the target of total new PLTU operators.184 orang. It is expected that this program can sustain engineering workforce supply for PLN. Hingga saat ini. Up to now. proses rekrutmen selama tahun 2010 diikuti oleh 32. Bagian Rekrutmen ditugaskan untuk membantu merekrut 825 orang operator dari tingkat SMK. The following table and chart specify number of new employees. peserta Tahap I yang lulus sebanyak 291 orang telah masuk OJT sesuai jadwal yaitu Nopember 2010. Overall. Operator Recruitment As additional jobs arise in line with the operation of new power plants in 12 work units of PLN which will enter Commercial Date in 2010 – 2012.06% of them passed the selection.646 participants and 11. JUMLAH MAHASISWA TOTAL OF STUDENTS 15 15 12 37 29 53 57 46 78 34 20 23 419 As an initial step.98 Pada Angkatan pertama ini didapatkan 419 orang mahasiswa baru dengan konsentrasi Teknik Elektro Arus Kuat dan Teknik Mesin yang tersebar di seluruh Indonesia: PERGURUAN TINGGI UNIVERSITY POLITEKNIK NEGERI MEDAN POLITEKNIK NEGERI PADANG POLITEKNIK NEGERI JAKARTA STT PLN UNIVERSITAS GADJAH MADA UNIVERSITAS DIPONEGORO POLITEKNIK NEGERI SEMARANG INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER POLITEKNIK NEGERI MALANG POLITEKNIK SRIWIJAYA POLITEKNIK UJUNG PANDANG POLITEKNIK NEGERI BALI TOTAL Sebagai tahap awal. the 2010 recruitment process had 32. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report . the cooperation period is up to 3 batches of new student recruitment. kerjasama ini dilakukan untuk 3 angkatan penerimaan Mahasiswa baru.06%. dengan prosentase kelolosan 11. Diharapkan program ini dapat menjaga kesinambungan suplai pegawai bidang teknik bagi PT PLN (Persero). Rekrutmen Operator Sebagai tugas tambahan seiring dengan akan beroperasinya pembangkit baru di 12 unit kerja PLN yang akan Commercial of Date (COD) pada 2010 2012. the Recruitment Division was assigned to help recruit 825 SMK graduate operators.

PLN signs MOU with several universities and enters into cooperation focused on D3 education 99 . Laporan Pengelolaan Operasional Operational Report Daily Online Application Further. PLN launches an online recruitment program called Daily Online Application (DOA) at www. The selection tests are held on Saturdays/Sundays to provide convenience for working applicants. www. In 2010 a total of 40 students were granted this scholarship until their graduation and after that they were to work for PLN. to implement recruitment policy that is not based on fresh graduates.id. UGM.co. Support Activities To support recruitment process at tertiary educational institutions. This program aims at acquiring more experienced applicants. PLN also gives contract based scholarship to selected students from 4 universities. UGM. untuk menerapkan kebijakan rekrutmen yang tidak lagi bertumpu pada fresh graduate.TINGKAT LEVEL S1 / D3 SMA OJT 24 ON JOB TRAINING OJT 17 s. PLN juga memberikan beasiswa ikatan dinas kepada beberapa mahasiswa dari 4 Perguruan Tinggi yakni ITS. Undip dan ITB.id.pln. Kegiatan Pendukung Untuk mendukung proses rekrutmen di tiap-tiap perguruan tinggi. Program ini bertujuan untuk menjaring lebih banyak pelamar yang telah memiliki pengalaman kerja. Undip and ITB. telah dilalukan penandatangan Nota Kesepahaman (MOU ) dengan beberapa Contract Scholarship Program Besides recruiting university graduates. which are ITS. dibuka jalur rekrutmen Online melalui program “Daily Online Application (DOA)” di website PLN.d OJT 23 D3 Kerjasama Operator TOTAL TOTAL 2103 371 419 291 SUBTOTAL 2893 291 3184 HASIL REKRUTMEN TAHUN 2010 RECRUITMENT RESULT YEAR 2010 1344 1130 419 291 S1 D3 D1 D3 Kerjasama Program Beasiswa Ikatan Dinas Selain rekrutmen terhadap lulusan perguruan tinggi. Pada Tahun 2010 ini sebanyak 40 orang mahasiswa berhak mendapatkan beasiswa hingga lulus dan setelahnya dapat bekerja di PLN.co. Daily Online Application Selain itu. Tes untuk program ini akan dilaksanakan pada hari libur Sabtu/Minggu untuk memudahkan pelamar yang telah bekerja.pln.

Composition of PLN employees in 2010 based on educational background and work region is depicted in below table. development. perencanaan. from field activities (network maintenance. PLN juga merintis pengadaan PLN Fair bekerjasama dengan Universitas Gadjah Mada dimana pada kegiatan tersebut selain diadakan rekrutmen khusus PLN. meter recording. The workshop analyzes decreasing trend of young people’s health. penyakit yang sering muncul pada usia muda. It is expected that potential employees passing this test are really healthy. The difference of 1. Pada kegiatan ini dibahas mengenai trend kesehatan anak muda yang menurun. with several polytechnics and vocational schools. Pada bulan Oktober 2010.3% increase from 39. Divisi TLN telah mengadakan workshop kesehatan untuk membahas standar test kesehatan rekrutmen calon pegawai PLN. dsb) maka komposisi pegawai dari sisi penindidikan juga bervariasi. Adapun komposisi pegawai PLN pada tahun 2010 menurut jenjang pendidikan dan wilayah kerja adalah sebagai berikut.108 people. Komposisi pegawai lulusan D3 kebawah hingga saat ini masih mendominasi. Total pegawai PLN pada akhir 2010 adalah 40. dsb) hingga kegiatan di kantor (administrasi. TLN Division carried out health workshop to discuss recruitment standard medical test. Board of Directors circulation on health standard is being prepared. Workshop ini diikuti oleh unit-unit PLN yang seringkali mengadakan rekrutmen. pencatatan meter. etc). education-based employee composition is also varied.108 orang. JUMLAH DAN KOMPOSISI SDM Jumlah pegawai PLN setiap tahun berkembang. This workshop is attended by PLN units that often conduct recruitment. Saat ini sedang disusun Surat Edaran Direksi mengenai standard kesehatan. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report HR AMOUNT AND COMPOSITION Total employees increases every year in line with development of business activities which are spread all over Indonesia. In accordance with PLN’s nature of business which is very diversified. Diharapkan setiap calon pegawai yang lolos test ini dapat benar-benar sehat jasmani dan rohani sehingga dapat berkontribusi maksimal bagi PT PLN (Persero). Selain itu. dan standar kesehatan baru untuk digunakan pada kegiatan rekrutmen. PLN also pioneers Job Fair in cooperation with UGM. from high school to doctoral graduates. Perubahan jumlah pegawai sebesar 1. mulai dari tingkatan SLTA hingga S-3. etc) to office activities (administration. physically and spiritually.205 people in 2009.100 perguruan tinggi serta dilakukan kerjasama pendidikan D3 (PKS) dengan beberapa politeknik dan Sekolah Vokasi. pengembangan. and recruitment’s new health standard. seiring dengan meningkatnya kegiatan usaha yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. dominated by D3 graduates and below.3% dari jumlah pegawai tahun 2009 yang mencapai 39. Dokter Perusahaan serta perwakilan perusahaan-perusahaan lain sebagai pembanding. in which PLN conducts special recruitment. Sesuai dengan sifat kegiatan usaha PLN yang terdiri sangat terdiversifikasi mulai dari kegiatan di lapangan (pemeliharaan jaringan. to provide maximum contribution for PLN.091 orang berasal dari penambahan pegawai karena adanya rekrutmen baru dan pengurangan pegawai karena memasuki masa pensiun. talkshow with the Company’s President Director and other activities to improve PLN’s popularity among students and job seekers and to acquire quality potential employees. planning. juga diadakan talkshow yang dihadiri oleh Direktur Utama PT PLN (Persero) dan kegiatan lain yang bertujuan untuk mempopulerkan PLN dikalangan mahasiswa dan pencari kerja serta untuk mendapatkan calon pegawai yang berkualitas. common illnesses at young age. 2. Total number of PLN employees as of 2010 is 40. company doctors and other companies’ representatives that seek comparison. In October 2010.205. meningkat 2.091 employees is from new recruits and retiring employees. .

592 2. Bali dan Nusa Tenggara Proyek Induk Pembangkit dan Jaringan Kalimantan Proyek Induk Pembangkit dan Jaringan Sulawesi. Jambi and Lampung Main Power Plant and Network Project North Sumatra.173 1. Aceh and Riau Main Power Plant and Network Project Central of Electricity Engineering 483 2. Maluku dan Papua Pembangkitan Sumatera Bagian Selatan Pembangkitan Sumatera Bagian Utara Pembangkitan Sumatera I Pembangkitan Tanjung Jati B Penelitian dan Pengembangan Ketenagalistrikan Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Sumatera Proyek Induk Pembangkit dan Jaringan Jawa.964 175 91 16 127 3349 33 5 15 14 16 0 0 770 443 12 5 67 8 3 3 4 3 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 201 377 239 337 31 32 7 85 254 39 2 13 13 12 0 10 229 159 7 10 11 175 194 699 438 752 437 53 86 99 416 589 66 6 43 36 56 4 38 213 201 28 34 91 13 48 61 90 39 0 0 2 184 52 1 1 0 0 0 1 4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Laporan Pengelolaan Operasional Operational Report 921 0 58 239 0 0 1335 100 36 1 0 0 0 34 39 43 96 62 103 0 0 2 0 0 0 254 132 145 49 0 38 79 0 0 171 65 35 0 0 16 46 61 121 0 2 0 0 164 174 101 . Maluku and Papua Main Power Plant and Network Project South Sumatra. Jambi. Maluku and Papua Main Power Plant and Network Project Kalimantan Main Power Plant and Network Project Sulawesi. Lampung Proyek Induk Pembangkit dan Jaringan Sumatera Utara. Aceh dan Riau Pusat Enjiniring Ketanagalistrikan D1 DIPLOME-1 D2 DIPLOME-2 D3 DIPLOME-3 S1 BACHELOR S2 MAGISTER S3 DOCTORATE GRAND TOTAL 899 3605 2333 3226 2780 259 209 84 817 4245 139 14 71 63 84 5 52 1212 803 47 49 169 BUSINESS UNIT Distribution for Bali Distribution for West Java & Banten Distribution for Central Java & DIY Distribution for East Java Distribution for Greater Jakarta & Tangerang Service & Production Construction Management Services Certification Services Head Office Transmission and Center for Load Dispatching of Java Bali Cilegon Power Plant Hidro Jawa Power Plant Indramayu Power Plant Kalimantan & Nusa Tenggara Power Plant Lontar Power Plant Muara Tawar Power Plant Sulawesi.478 1. Maluku and Papua Power Plant South Sumatra Power Plant North Sumatra Power Plant Sumatra I Power Plant Tanjung Jati B Power Plant Electricity Research and Development Transmission and Center for Load Dispatching of Sumatra Sulawesi. Maluku dan Papua Proyek Induk Pembangkit dan Jaringan Sumatera Selatan.UNIT BISNIS Distribusi Bali Distribusi Jabar dan Banten Distribusi Jateng dan DIY Distribusi Jatim Distribusi Jaya dan Tangerang Jasa & Produksi Jasa Manajemen Konstruksi Jasa Sertifikasi Kantor Pusat Penyaluran & Pusat Pengatur Beban Jawa Bali Pembangkitan Cilegon Pembangkitan Hidro Jawa Pembangkitan Indramayu Pembangkitan Kalimantan dan Nusa Tenggara Pembangkitan Lontar Pembangkitan Muara Tawar Pembangkitan Sulawesi.

108 PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Sejalan dengan sejarah pendiriannya yang telah lama. komposisi pegawai PLN lebih banyak didominasi oleh pegawai dengan usai diatas 41 tahun. South East Sulawesi & West Sulawesi Region North Sulawesi. Jambi dan Bengkulu Wilayah Sumatera Utara Grand Total D1 DIPLOME-1 D2 DIPLOME-2 D3 DIPLOME-3 S1 BACHELOR S2 MAGISTER S3 DOCTORATE GRAND TOTAL 309 241 66 1100 346 868 1366 794 534 765 708 658 809 894 1965 BUSINESS UNIT Education & Training Centre Seconment Sumatra II Main Unit Power Plant Development Aceh Region Bangka Belitung Region West Kalimantan Region South Kalimantan & Central Kalimantan Region East Kalimantan Region Lampung Region Maluku & North Maluku Region West Nusa Tenggara Region East Nusa Tenggara Region Papua Region Riau and Riau Islands Region South Sulawesi. Central Sulawesi & Gorontalo Region West Sumatra Region South Sumatra. . yakni pada kisaran angka 66.6%. Pada akhir tahun 2010. each year PLN rejuvenates employees due to attainment of retirement age.6% of the total. Perusahaan mulai beberapa tahun terakhir mengembangkan sistem rekrutmen yang mampu menjamin tersedianya pegawai baik dari sisi kuantitas maupun kualitas untuk mengembangkan usaha dan memberikan layanan yang semakin baik. employee composition is dominated by age group of 41 years and above. Oleh karenanya.102 UNIT BISNIS Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tugas Karya Unit Induk Pembangunan Pembangkit Sumatera II Wilayah Aceh Wilayah Bangka Belitung Wilayah Kalimantan Barat Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah Wilayah Kalimantan Timur Wilayah Lampung Wilayah Maluku dan Maluku Utara Wilayah Nusa Tenggara Barat Wilayah Nusa Tenggara Timur Wilayah Papua Wilayah Riau dan Kepulauan Riau Wilayah Sulawesi Selatan. since recent years the Company has developed a recruitment system that guarantees workforce supply both on quantity and quality sides. Sulawesi Tenggara dan Sulwesi Barat Wilayah Suluttenggo Wilayah Sumatera Barat Wilayah Sumatera Selatan.456 1 0 0 1 529 0 0 0 0 4 1310 1014 1214 1607 40. setiap tahun PLN melakukan regenerasi atas sebagain pegawai yang telah memasuki masa pensiun. which makes 66. Jambi & Bengkulu Region North Sumatra Region Grand Total 152 150 2 810 147 600 967 548 294 569 508 520 569 674 1278 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 7 24 96 130 97 132 84 82 80 92 61 88 102 182 163 108 68 40 194 68 169 265 162 157 116 107 77 152 119 503 3 16 0 0 1 2 2 0 1 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 917 631 823 1151 26.751 229 162 213 247 8. Along with its long history since establishment. seperti diuraikan diatas. to develop business and to provide better services. Therefore. As at 2010 year end.345 0 0 0 0 23 221 178 208 4751 4.

which is to be in line with each level’s requirements and management of future leaders through improvement of talent management system.Komposisi pegawai PLN (dalam persen) menurut usia. untuk tahun 2010 digambarkan dalam diagram sebagai berikut.2% % 10. Untuk menunjang pelaksanaan Sistem Manajemen SDM Berbasis Kompetensi secara konsisten dan seiring dengan upaya menyusun langkah-langkah menuju perubahan pola pikir SDM terkait dengan strategi dan kondisi keuangan korporat maka strategi pengembangan eksekutif dilakukan melalui peningkatan kompetensi SDM sesuai persyaratan yang ditentukan untuk setiap level. 41 .9 % 3. Demi kesuksesan strategi tersebut. executive development strategy is conducted through enhancement of HR competency. To sustain Competency based HR Management System.8 % . and executive 103 . Employee composition (in percent) based on age group in 2010 is described in below chart. PLN telah melaksanakan program pendidikan dan pelatihan 3% 7.2 HR TRAININGS General Consistent with the efforts to improve and fulfill needed quantity and quality of human resources. PLN holds education and training programs.50 >50 36-40 12 . dan pengelolaan calon-calon pemimpin masa depan melalui penyempurnaan sistem talent management. Laporan Pengelolaan Operasional Operational Report For the success of the above strategy. consistent with the efforts to prepare steps toward HR mindset change related to corporate strategy and financial condition.30 31 .1% PELATIHAN SDM Umum Seiring dengan upaya pemenuhan perbaikan dan kuantitas dan kualitas SDM PT PLN (Persero) melaksanakan pelatihan dan pengembangan kompetensi SDM sesuai dengan nilai nilai dan arah pencapaian kinerja korporat sebagai support sistem pengembangan karir pegawai. PLN conducts trainings and HR competency development in line with corporate values and achievement of corporate performance target as employee career path support system.35 12. .45 45 .5% 27 26 25 26 .

(Dasar. Seminar. held by PLN Pusdiklat. Pada tahun 2010. maupun pihak eksternal. sector) B. Manajer Manager 2. PLN also organizes similar programs in-house. Dasar Junior 6. Administrasi umum General Administration 8.800. Pembangkitan Generating 2. management workshop C. branch. Kursus manajemen Management Course 1. Di samping itu PLN juga melaksanakan program serupa yang dilaksanakan sendiri oleh PT PLN (Persero) Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat). Sektor Sector 5. Operasional staf Operational Staff 3. Distribusi Distribution PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report 4. lokakarya manajemen Seminar.894. Menengah Middle 7. Perbekalan dan logistic Supplies & Logistic 9. Keuangan & akuntansi Finance & Accounting 7.800. aimed at enhancing employee competency. Executive development program is assigned study program for employees that pass the selection to pursue further study at local universities and abroad. Besides. cabang. Jasa konsultasi manajemen Management Consultation Service 3.478 participants from PLN.697. dengan total realisasi anggaran diklat sebesar Rp 222. Kegiatan lain yang dilaksanakan untuk mendukung program SDM berbasis kompetensi adalah melaksanakan Assesment Kompetensi Inti yang bertujuan untuk lebih memahami kompetensi pegawai secara lebih pasti dan terarah.894. Program pendidikan dan pelatihan meliputi seminar dan kursus yang dilaksanakan baik di dalam dan luar negeri. subsidiaries and external parties with a total realization of training budget of Rp 222. Program pengembangan eksekutif adalah program tugas belajar untuk pegawai yang lulus seleksi untuk melanjutkan jenjang pendidikannya di berbagai perguruan tinggi yang berada di dalam maupun di luar negeri. anak Perusahaan. The other activities to support competency based HR Management is Assessment of Core Competence aimed at better understanding of employee competency. Cabang Branch 4. Transmisi Transmission 3. JENIS PELATIHAN TRAINING A. Pengembangan manajemen Executive Development Program 1. BIDANG PELATIHAN FIELD 1. Pelatihan Training development program. sektor) Supervisor (Junior. Studi/kajian manajemen Study / Management Review 2. yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pegawai. Penyelia. In 2010.478 peserta baik yang berasal dari PLN. Pelayanan pelanggan Customer Service 5. Atas Senior . PLN Pusdiklat telah melaksanakan program-program pelatihan kepada 97.104 serta program pengembangan eksekutif.697. Education and training programs include both domestic and abroad courses and seminars. PLN Pusdiklat held training programs for 97. Kepegawaian Staffing 6.

Diklat Penjenjangan Dalam rangka memenuhi Kebutuhan Kompetensi Jabatan bagi pegawai Struktural telah dilaksanakan Pendidikan dan Pelatihan Penjenjangan dengan PT PLN (Persero) PUSDIKLAT sebagai pelaksana utama. diklat ini bertujuan agar pegawai lebih siap untuk menghadapi pensiun dan mempunyai kegiatan yang positif untuk mengisi masa pensiun. Grading Education and Training To meet Job Competency needs for structural employees. Lingkungan. Retirement Planning Education and Training This program is provided to employees entering their retirement with the purpose of preparing employees for retirement and acquiring positive activities for such period. cepat tanggap terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di dunia dan mampu bersaing dengan negara lain. Diklat Pembekalan Masa Purna Bakti Diklat ini diberikan kepada pegawai yang akan memasuki masa purna bakti. 105 . environment. sehingga mengisi tenaga ahli di unit-unit. Laporan Pengelolaan Operasional Operational Report Support and professional education and trainings that were organized in 2010 were attended by 519 participants. Hukum. Diklat profesi yang paling dibutuhkan untuk tahun 2010 kedepannya adalah bidang Akuntansi. Due to the field’s rapid development. Diklat Penunjang Diklat penjenjangan adalah diklat yang dilaksanakan untuk menambah kompetensi yang dipersyaratkan dalam kebutuhan kompetensi jabatan. Kehumasan dll. aimed at supplying such experts in units. public relations. Grading Training and Education was held only once in 2010 with total participants of 24 people because PLN was upgrading the materials. The Company’s main needs are for education and training in the fields of knowledge management. the Company held Grading Education and Training with PLN Pusdiklat as main facilitator. Pengadaan Barang dan Jasa. employees are expected to be capable to perform as needed in job. law. Information Technology field is still the Company’s main priority. Bidang ini mengalami perkembangan yang sangat pesat. sehingga diperlukan pegawai yang bisa melaksanakan tugas diembankan oleh Perusahaan. alertness to changes in the world and capability to compete with other countries will be elected in this training. Sedangkan untuk bidang Teknologi Informasi tetap menjadi prioritas utama di Perusahaan. mengingat PT PLN (Persero) melaksanakan penyempurnaan materi diklat dimaksud. Potential leaders with vision. etc. risk management. Support Education and Training This education and training is aimed at boosting the competency required in job competency needs. Diklat yang menjadi kebutuhan utama perusahaan meliputi bidang Knowledge Management. Perusahaan merekrut tenaga yang dididik di PLN Pusat. procurement of materials and services. Di dalam diklat Penjenjangan inilah nantinya akan dipilih calon pemimpin yang mempunyai visi ke depan. untuk selanjutnya siap untuk ditempatkan di unit. the Company needs employees capable of the job. Dengan ini nantinya pegawai dapat melaksanakan tugas sesuai dengan kebutuhan jabatan. Manajemen Resiko. Adapun untuk diklat penunjang dan diklat profesi yang telah dilaksanakan selama tahun 2010 diikuti oleh 519 peserta. The Company recruits from Central PLN to be further prepared for the units. Subsequently. Most needed professional education and training for 2010 onward is in accounting field. sehingga diklat Executive Education I hanya dapat dilaksanakan 1 (satu) angkatan dengan jumlah peserta 24 orang. Untuk tahun 2010 diklat Penjenjangan hanya dapat dilaksanakan sekali.

Diklat ini mencakup jenis pelatihan penjenjangan.106 Diklat bagi pegawai dan suami / istri diberikan sesuai dengan pilihan yang bersangkutan. pelatihan penunjang. pada tahun 2010. Untuk maksud tersebut. American University of Sharjah UEA dan Asian Insititute Mangement Philipina. Program Pengembangan Eksekutif adalah program tugas belajar untuk pegawai yang telah lulus seleksi untuk melanjutkan pendidikannya di berbagai Perguruan Tinggi yang berada di dalam dan luar negeri. Manajer Menengah dan Manajer Dasar. Perguruan tinggi yang dipilih untuk program yang dimaksud adalah Institut Teknologi Bandung. Technology University Delft Belanda. Universitas Indonesia. University Abertay Dundee Inggris. Soft Competency Assessment bagi para Manajer Atas. Institut Teknologi Bandung Sampoerna. Diklat ini dilaksanakan oleh PT PLN (Persero) Pusat Pendidikan dan Pelatihan dan Pihak Lain. pelatihan pembekalan masa purna bakti. University of Technology Curtin. Kesetaraan ini tidak mengenal gender. University of Missouri St Louis USA. Technology University Nanyang Singapore. Polikteknik Negeri Bandung. Diklat berbasis kompetensi di dalam dan luar negeri. 3. Setiap tahun Perusahaan menyelenggarakan pelatihan khusus dalam rangka promosi untuk mengisi jabatan tertentu dan sebagai bagian dari proses kaderisasi pegawai. PLN telah melaksanakan program diklat kaderisasi manajerial PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report PLN provides equal opportunity for all employees to grow based on competency . Universitas Gajah Mada. KESEMPATAN DAN JENJANG KARIR PLN memberikan kesempatan setara pada seluruh pegawai untuk berkembang sesuai dengan kompetensinya. dan program diklat lainnya. University Tenaga National Malaysia. 2. RWTH Aachen Jerman. namun semata-mata berdasarkan pada kemampuan individual pegawai. sub-dit pengembangan SDM dan talenta untuk mempersiapkan bibit-bibit unggul pegawai PLN yang selanjutnya akan disekolahkan ke jenjang yang lebih tinggi baik di dalam maupun di luar negeri. Selama tahun 2009 telah diikuti oleh 87 peserta Program pendidikan dan pelatihan yang akan terus dijalankan pada tahun mendatang adalah: 1. Sekolah Tinggi Teknik PLN.

This training includes leveling training. American University of Sharjah UEA and Asian Insititute Management Philipines. Competency based trainings. HR development sub training to prepare good quality potential employees for PLN to be given the opportunity for further study both abroad and within the country. RWTH Aachen Germany. Technology University Nanyang Singapore. University Tenaga National Malaysia. Bandung State Polytechnic. Laporan Pengelolaan Operasional Operational Report For such purpose. Soft Competency Assessment for Top Management. Technology University Delft Netherland. solely on the basis of individual employee’s capability. CAREER PATH AND OPPORTUNITY PLN provides equal opportunity for all employees to grow based on competency. in 2010 PLN held cadre forming training program for managers that include branch 107 . Education and training programs to be continued in upcoming years are: 1. retirement planning training. University Abertay Dundee UK. PLN memberikan kesempatan setara pada seluruh pegawai untuk berkembang sesuai dengan kompetensinya 2. This education and training is organized by Pusdiklat and other parties. Executive development program is an assigned study program for employees that pass the selection for further study at various tertiary education institutions abroad and within the country. University of Missouri St Louis USA. 3. This program in 2009 was attended by 87 participants. both abroad and within the country. University of Technology Curtin. Gajah Mada University. support training. The selected institutions for this program are Bandung Institute of Technolgy. Each year the Company holds special training for promotion to certain posts and to form cadres. Sampoerna Bandung Institute of Technology. PLN Technical Academy. University of Indonesia. Middle Management and Basic Management .The education and training is given to employees and spouse as elected by the employee. This equality knows no gender.

motivation and productivity. employer contribution.9 trillion from Rp9. • • . the Company constantly strives to enhance employee welfare by.Sekretaris Perusahaan. special leave allowance. corporate secretary. religious holiday allowance. Improving the pension plan managed by PLN Pension Fund. motivasi dan produktivitas kerja.9 triliun. among others: • Improving the self-managed employee social security program. tunjangan kesetiaan kerja/ winduan. Adjusting employee benefits to merit system that considers proper economic and purchase power levels. KESEJAHTERAAN KARYAWAN Sistem pembayaran gaji bagi karyawan telah memenuhi ketentuan Upah Minimum Propinsi (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten (UMK) yang tercantum dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja. electricity. and housing. manajer dasar. Issuing a set of rules and regulations on Guidelines and Manual of Work Safety and Physical Security in 1971. manajer bidang dan General Manager. • Memperbaiki jaminan kesehatan. Enhancing the health insurance. To sustain and support work spirit. tunjangan jaminan kesehatan. • Mendorong pengembangan Koperasi Karyawan. unit head. Providing sport. Uji kelayakan dan kepatutan juga telah dilaksanakan untuk mengisi setiap level jabatan setingkat Kepala Divisi. kesenian dan keagamaan.7 triliun ditahun 2009 menjadi Rp 12. manajer menengah dan Manajer atas Program diklat tersebut dimaksudkan untuk mencari kader karyawan yang akan menduduki posisi manajer cabang. • Memperbaiki program pensiun yang dikelola oleh Dana Pensiun PLN. general manager and manager. and employee insurance. long service/every 8 years of service allowance. manajer sektor. Providing other allowances such as transportation. Employment cost in year 2010 increased to Rp12. dan asuransi pegawai untuk seluruh karyawannya. Providing housing loan for employees. listrik dan perumahan. Dalam rangka memantapkan dan menunjang semangat. PLN also provides annual leave allowance. ethics. • Menerbitkan seperangkat peraturan dan ketentuan mengenai Pedoman dan Petunjuk Keselamatan Kerja serta Pengamanan Fisik sejak tahun 1971. PLN juga memberikan tunjangan cuti tahunan. intermediate management and advance management. sector managers. • Memberikan fasilitas pinjaman uang muka kepemilikan rumah. Kepala Satuan. field manager and general manager. etos. General Manager dan Manajer PLN . EMPLOYEE WELFARE Employee payroll system is in compliance with Provincial Minimum Wage and District Minimum Wage listed in the Regulations of Minister of Manpower. tunjangan cuti besar. In addition to the referred salary. Biaya kepegawaian pada tahun 2010 mengalami peningkatan dari Rp 9. • Menyediakan fasilitas olahraga. antara lain dengan: • Memperbaiki program jaminan sosial tenaga kerja (Jamsostek) yang dilaksanakan sendiri oleh Perusahaan. culture and religious facilities. tunjangan hari raya keagamaan.108 meliputi manajemen cabang. sector manager. manajemen sektor. tunjangan iuran pemberi kerja. perusahaan senantiasa mengupayakan peningkatan kesejahteraan bagi pegawainya. managers. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report • • • • • • Encouraging Employee Cooperative development. • Memberikan tunjangan lain seperti tunjangan transportasi. Selain gaji karyawan dimaksud.7 trillion in 2009. basic management. Proper and compliance test is also conducted for every job at the levels of division head. health insurance. This training program is aimed at identifying cadres for the position of branch manager. • Mengadakan penyesuaian imbal jasa karyawan berdasarkan sistem merit dengan mempertimbangkan tingkat ekonomi dan tingkat daya beli yang memadai.

Trunojoyo.67/BW/PKPP/2002 dated December 23. 2005 no further agreement had been achieved. Dengan telah terdaftarnya Serikat Pekerja.KEP-8964/W. PJ/061DIR/2002 on November 25. dan telah terdaftar pada Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi melalui Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan di bawah surat keputusan No. and was registered at the Ministry of Manpower and Transmigration through Directorate General for Industrial Relations and Supervisory of Manpower’s letter of decision No.26-K3/04/K/XII/1999 on Registration of Labor Union on December 10. Members of SP-PLN are all active employees.67/BW/PKPP/2002 tanggal 23 Desember 2002. Jakarta Selatan. 2005. • Kesepakatan Bersama Tentang Perpanjangan Masa Berlaku Kesepakatan Kerjasama Periode 2002-2004 yang menyatakan bahwa KKB 2002-2004 diperpanjang masa berlakunya selama satu (1) tahun yaitu sampai dengan 24 Labor Union PLN employees collectively formed a labor union which is called PLN Workers Union (“SP-PLN”) resided in Jakarta. Pendaftaran SP PLN telah disetujui melalui Surat Keputusan Kepala Kantor Departemen Tenaga Kerja Kotamadya Jakarta Selatan No.26K3/04/K/XII/1999 tentang Pendaftaran Serikat Pekerja di Perusahaan pada tanggal 10 Desember 1999. Subsequent to the Labor Union’s registration. KKB tersebut mengatur hal-hal pokok di bidang ketenagakerjaan. Perusahaan juga telah mendaftarkan SP-PLN Kantor Pusat pada Kantor Departemen Tenaga Kerja Kotamadya Jakarta Selatan yang diatur dalam surat No. KKB regulates basic employment agreement.111/Pdf. maka Perusahaan dapat melaksanakan kegiatan dalam bidang ketenagakerjaan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Blok MI/135. Blok MI/135.KEP-8964/W.2/KKB/XII/2002. SP-PLN’s registration was approved by Decree of Ministry of Manpower’s Office Head of South Jakarta Office No. Trunojoyo. Jl.2/KKB/ XII/2002. 1999. The Company and SP-PLN held: • The Collective Labor Agreement (“KKB”) No. and outsourced employees under Cooperation Agreement with the Company throughout Indonesia. Jl. 2002.005. Perusahaan dan SP-PLN telah mengadakan: • Kesepakatan Kerja Bersama (KKB) No. South Jakarta. the Company can conduct labor activities in compliance with prevailing laws and regulations. PJ/061DIR/2002 tanggal 25 November 2005 untuk periode 2002-2004 berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia No.Serikat Pekerja Karyawan PLN secara bersama-sama membentuk wadah organisasi serikat pekerja yang bernama Serikat Pekerja PT PLN (Persero) disingkat SP-PLN berkedudukan di Jakarta.105/SP/XII/1999. pensioners. Since up to the extended due date of November 24.111/Pdf.005. The Company has also registered Head Office SPPLN at Ministry of Manpower South Jakarta Office through the letter No.105/SP/XII/1999. Laporan Pengelolaan Operasional Operational Report • Agreement on the Extension of the 2002-2004 KKB’s period by one year to November 24. 109 . Pensiunan PT PLN (Persero) dan tenaga kerja bukan pegawai yang terikat Perjanjian Kerjasama dengan Perusahaan di seluruh wilayah Republik Indonesia. 2005 for the period of 2002-2004 based on the Decision of Directorate General for Industrial Relations and Supervisory of Manpower of Ministry of Manpower and Transmigration No. Anggota dari SP-PLN adalah seluruh karyawan PT PLN (Persero).

Program pensiun ini • Pension Fund The Company and its Subsidiaries provides defined benefit pension fund for all employees according to eligibility.H/I.PLN/2010 on April 23. The Cooperative conducts the following types of business: • Receiving members’ deposits.166/BH/PAD/KWK. • Koperasi Koperasi Pegawai Perusahaan Kantor Pusat (KP PLN) didirikan dengan Akta pendirian Perkumpulan Koperasi Konsumsi dan Simpan Pinjam PLN Pusat pada 21 September 1963 dan telah terdaftar pada Jawatan Koperasi Daerah Khusus Ibu Kota JakartaRaya pada 21 September 1963 di bawah surat keputusan No. PPP-002-PJ/ SP. 1995 which was registered at the Ministry of Cooperative and Small Enterprise Development on May 26. Kesepakatan Bersama Tentang Perpanjangan Masa Berlaku Kesepakatan Kerjasama No 140-1. • Agreement on the Extension of the 2006-2008 KKB’s period on November 24. 2010. Kesepakatan Bersama Tentang Perpanjangan Masa Berlaku Kesepakatan Kerjasama Periode 2006-2008 pada tanggal 24 November 2006. seperti penyediaan alat tulis kantor dan alat-alat yang berhubungan dengan Perusahaan. Dana Pensiun Perusahaan dan Anak Perusahaan menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti untuk semua karyawan sesuai haknya.H/I. 1963 and was registered at the Cooperative Bureau of DKI Jakarta Raya on September 21. 2008.574/B.PLN/2010 pada tanggal 23 April 2010 then in compliance with the Law No. • Providing members’ necessities. KKB 2002-2004 berlaku sampai dengan paling lama tanggal 24 November 2006. about cooperative to Jenis usaha yang diselenggarakan oleh Koperasi Karyawan Perusahaan antara lain: • Menerima simpanan dari anggota.PJ/040/DIR/2010 and No. the 2002-2004 KKB was re-extended to the latest of November 24. terakhir dengan Akta Perubahan Anggaran Dasar Koperasi tanggal 24 Agustus 1995 yang telah didaftarkan dalam Daftar Umum pada Departemen Koperasi dan Pembinaan Pengusaha Kecil tanggal 26 Mei 1996 melalui surat keputusan No. • Conducting loan saving business activities. • Menyediakan barang-barang kebutuhan anggota.13 Tahun 2003 Pasal 123. • Conducting material and service trade. 2006.110 • • Nopember 2005.574/B. 1996 by the decision letter No. maka sesuai Undang-Undang Republik Indonesia No. KP PLN’s Article of Association has been amended several times. most recently by the Deed of Amendment of Cooperative Articles of Association dated August 24.9/VI/1996. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Cooperative Head Office Employee Cooperative (“KP PLN”) was legally established by the Notary Act on Establishment of Consumption and Loan Savings Cooperative of PLN Head Office on September 21. such as provision of stationery and Company related items. Giving education members. This pension fund provides retirement . • Menambah pengetahuan anggota tentang perkoperasian. PPP-002-PJ/SP. • Conducting other business. 166/BH/PAD/KWK. 140-1. Agreement on the Extension of Cooperation Agreement No. 13 Year 2003 Article 123. Anggaran Dasar KP PLN telah beberapa kali mengalami perubahan. Disebabkan sampai dengan masa berakhirnya perpanjangan tersebut pada tanggal 24 November 2005 tetap tidak tercapai kesepakatan.PJ/040/DIR/2010 dan No. • Melakukan usaha lainnya. • Melakukan perdagangan barang dan jasa. • Melakukan usaha simpan pinjam.9/VI/1996. 1963 with the decision letter No.

E/012/ DIR/2003 tanggal 23 Juni 2003 tentang Prosedur dan Petunjuk Pelaksanaan Peratutan Dana Pensiun PLN. dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia Nomor 77 tahun 2006.H. terdaftar dalam Buku Daftar Umum Dana Pensiun No. registered at General Register Book of Pension Fund No. Based on decision of Board of Directors No. 40 dated May 18. 36.S.12/2006. 1989 before the Notary Asian Yulizar.010. Untuk memberikan pedoman tentang tata cara pelaksanaan administratif berkaitan dengan Program Pensiun berdasarkan Peraturan Dana Pensiun PLN dan untuk lebih menyamankan persepsi antara Unit Organisasi Pendiri. DP-PLN was approved by the Minister of Finance based on Decree No.memberikan manfaat pensiun yang ditentukan berdasarkan penghasilan dasar pensiun dan masa kerja karyawan. Pembentukan dananya juga telah disetujui oleh Menteri Keuangan berdasarkan surat keputusan No.12/2006.. 111 .E/012/DIR/2003 dated June 23.035/076/ DIR/1993.KEP-284/KM. Mitra Pendiri dan Peserta Dana Pensiun PLN maka telah disusun Prosedur dan Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Dana Pensiun PLN berdasarkan Surat Edaran Direksi PT PLN (Persero) No. 77 year 2006 additional appendix No. The pension fund’s main source of funding is employer and employee contributions.04. 1992.KEP-144/KM. Dana Pensiun Perusahaan Umum Listrik Negara was also changed to Dana Pensiun PLN (DP-PLN). Currently applicable DP-PLN Regulations are based on Decision of Board of Directors No.13/1992 tanggal 10 Januari 1992.06. Berdasarkan keputusan Direksi No. Consistent with the change of legal entity from the former state company into a limited liability company.049/MK. 2006 on the Regulations of DP-PLN which was approved by the Decree of Minister of Finance No.KEP-144/ KM.04.205104. Dana Pensiun Perusahaan Umum Listrik Negara diubah menjadi Dana Pensiun PT PLN (Persero).06. 2006 and was announced at the State Gazette No. Peraturan DP-PLN yang berlaku saat ini adalah Keputusan Direksi No. 65 dated December 19.035/076/ DIR/1993 Perusahaan mendirikan Dana Pensiun Perusahaan Umum Listrik Negara yang dibentuk berdasarkan Akta Nomor 65 tanggal 19 Desember 1989 di hadapan Notaris Asian Yulizar.6/2001 tanggal 16 Juli 2001.205104. Seiring dengan peralihan bentuk hukum Perusahaan Umum Listrik Negara menjadi Perusahaan Perseroan (Persero). 2003 on the Implementation Guidelines and Procedure of DP-PLN Regulations. 1990.00249 DPPK dated August 31.010.17/1997 dan telah diubah dengan Keputusan Menteri Keuangan No.40 tanggal 18 Mei 1990. resided in Jakarta. and announced in the State Gazette of the Republic of Indonesia No. S.6/2001 dated July 16. Funding formation was approved by Decree of Minister of Finance No. atau disebut juga Dana Pensiun PLN (DP-PLN).KEP-078/KM. KEP-284/KM. 2001.13/1992 dated January 10..00249 DPPK tanggal 31 Agustus 2006.K/010/ DIR/2006 dated June 23.K/010/DIR/2006 tanggal 23 Juni 2006 tentang Peraturan Dana Pensiun Dari Dana Pensiun PT PLN (Persero) yang telah mendapat pengesahan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia dengan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. S.17/1997 and later was revised by the Decree of Minister of Finance No.S. the Company’s Board of Directors issued Circulation of Board of Directors No. di dalam lampiran tambahan Nomor 36. berlokasi di Jakarta dan telah diumumkan dalam Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. CoFounder and Participants of DP-PLN. Dana Pensiun PLN telah mendapat pengesahan dari Menteri Keuangan berdasarkan Keputusan No.H. Laporan Pengelolaan Operasional Operational Report To provide guidance on the administration of the pension plan based on Regulations of DP-PLN and to ensure similar perception among Founder.KEP-078/KM. Sumber utama pendanaan DP-PLN berasal dari kontribusi karyawan dan pemberi kerja.049/MK. the Company founded the pension fund Dana Pensiun Perusahaan Umum Listrik Negara by the Notary Deed No. benefits formulated based on pensionable salary and years of service.

The review and improvement on communication and information management system infrastructure is conducted continuously. P2APST system has been implemented through co-operation with various government and private banks all over Indonesia. database dan jaringan . P2APST merupakan bentuk pemanfaatan teknologi dalam rangka mendukung kemudahan dan kenyamanan pelanggan prabayar. P2APST is a form of technology utilization to provide comfort and convenience to pre-paid customers. In 2010. in line with field condition. disesuaikan dengan kondisi lapangan. AP2T merupakan langkah nyata PLN dalam mereduksi banyaknya aplikasi pelayanan pelanggan yang ada di berbagai wilayah di seluruh Indonesia. ada dua aplikasi utama yang dibangun yaitu AP2T (Aplikasi Pengawasan Piutang Terpusat) dan P2APST (Pengelolaan dan Pengawasan Arus Pendapatan Secara Terpusat). AP2T is a concrete step of Central PLN to reduce the amount of customer service applications throughout Indonesia. which are called AP2T (Centralized Receivables Control Application) and P2APST (Centralized Revenues Management and Control). maka akan tercipta sentralisasi informasi dan standarisasi proses bisnis PT PLN. Sistem P2APST telah diaplikasikan melalui kerja sama dengan berbagai bank nasional maupun swasta di seluruh Indonesia. tingkat keandalan yang dibutuhkan dan ketersediaan anggaran. Dalam setahun mendatang diharapkan hanya AP2T satu-satunya aplikasi Tata Usaha Langganan di PLN. memanfaatkan seluruh jaringan ATM bank-bank tersebut.112 PENGEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI INFORMATION TECHNOLOGy DEVELOPMENT Untuk mendukung operasional Perusahaan yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia dan dengan intensitas kegiatan yanng berlainan. Melalui langkah ini. To support Company operations which are spread all over Indonesia and have different intensity of activities. Peninjauan dan perbaikan atas perangkat pendukung sistim informasi manajemen dan komunikasi dilaksanakan secara berkesinambungan. Pada intinya sistem ini melayani permintaan pelanggan yang akan membeli pulsa listrik. AP2T is expected to be the only Customer Administration application in PLN and subsequently create centralization of information and standardization of business processes in PLN. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja sistem. PLN built two main applications. PLN senantiasa meninjau dan memperbaiki keandalan perangkat teknologi informasi yang digunakan. this system caters to customers who want to purchase electricity pulse. reliability level needed and availability of budget. Within a year. Basically. maka secara rutin setiap tahun dilakukan pemeliharaan/ maintenance pada sistim aplikasi. taking advantage of the banks’ ATM network. Pada tahun 2010. PLN continuously reviews and improves the reliability of its information technology tools.

database dan jaringan. and upgrades hardware in line with technology-feasible age and whenever it is no longer able to meet the user’s needs. Presentasi. SDM PLN telah terbukti siap dan mampu mengoperasikan AP2T dan P2APST. Presentations and seminars regularly held by business partners from IT industry. maka secara rutin setiap tahun dilakukan pemeliharaan/maintenance pada sistim aplikasi. b. PLN’s human resources are proven able and ready to operate the AP2T and P2APST. Melalui pelatihan yang diselenggarakan oleh PLN PUSDIKLAT. d. Laporan Pengelolaan Operasional Operational Report To support the operation of these two applications. c. sehingga dengan transfer knowledge yang baik. Melalui external training dan sertifikasi oleh lembaga yang terakreditasi. PLN has added to existing hardware 8 main servers for AP2T application and 7 main servers for P2APST application 113 . External trainings and certifications by accredited institutions. To support the operation of these two applications. With good transfer of knowledge. Peremajaan dilakukan dengan mempertimbangkan pula langkah antisipasi atas pola kebutuhan teknologi beberapa tahun kedepan. pengelolaan aplikasi dapat dilakukan sendiri oleh Sumber Daya Manusia PT PLN. Melalui workshop. seminar yang secara regular diselenggarakan oleh mitra bisnis yang bergerak di bidang IT. d. PLN conducts annual maintenance on the application system. sharing sessions and comparison study with other companies as needed. which is obvious since both applications were developed by internal programmers. database and network. Peningkatan pemahaman peran IT bagi perusahaan dilaksanakan melalui berbagai program. Upgrading is conducted based on an anticipation of technology need pattern for several upcoming years to ensure that any replacement of hardware takes place in a period that enables achievement of economic and maximum utilization. Untuk hardware dilakukan peremajaan apabila dirasakan sudah tidak dapat memenuhi kebutuhan pengguna atau sesuai kelayakan umur teknologi. sharing session dan studi banding dengan perusahaan lain sesuai kebutuhan. Trainings by Pusdiklat. Workshops. PLN holds various programs to enhance understanding of IT role for the Company. PLN has added to existing hardware 8 main servers for AP2T application and 7 main servers for P2APST application. hal ini dapat dipahami karena kedua aplikasi tersebut dikembangkan oleh programmer internal PLN dan anak perusahaan. b.Untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja sistem. To maintain and enhance performance. sehingga penggantian hardware berlangsung dalam satu periode waktu yang memungkinan dicapainya penggunaan yang maksimal dan ekonomis. c. among others: a. PLN’s human resources are able to self-manage the applications. antara lain: a.

Identification. recommending necessary risk mitigation efforts . Through operational activities in various business units which are widely spread. PT PLN (Persero) has formed a Risk Management Division which is responsible for monitoring and evaluating risk management. dalam upaya mencapai pelaksanaan Manajemen Risiko yang baik.114 RISIKO DAN MANAJEMEN RISIKO RISK AND RISK MANAGEMENT Dengan kegiatan operasional melalui berbagai unit bisnis yang tersebar di wilayah yang luas. Perusahaan menghadapi berbagai risiko yang sangat beragam dan membutuhkan pola mitigasi yang berbeda-beda untuk masing-masing unit bisnis. from business unit to corporate level. PT PLN (Persero) telah membentuk Divisi Manajemen Risiko yang bertanggung jawab untuk memantau dan mengevaluasi pengelolaan risiko berikut rekomendasi upaya mitigasi risiko yang harus dillakukan dan melaporkannya secara periodik kepada Direksi. recommending necessary risk mitigation efforts. pengelolaan dan mitigasi risiko dilakukan secara berjenjang mulai dari masing-masing unit bisnis hingga level korporat sehingga manajemen di level Pusat dapat lebih mengkonsentrasikan seluruh upayanya pada pengelolaan dan penetapan langkah-langkah mitigasi risiko yang mungkin berdampak negatif di level korporat. the Company faces a high variety of risk which need different mitigation pattern for each business unit. Oleh karenanya. to implement good risk management. Therefore. Manajemen Risiko yang bertanggung jawab untuk memantau dan mengevaluasi pengelolaan risiko berikut rekomendasi upaya mitigasi risiko yang harus dilakukan Risk Management Division is responsible for monitoring and evaluating risk management. management and mitigation of risks are conducted by level. Identifikasi. and reporting periodically to Board of Directors. This way the management can focus their efforts more on the management and decision of risk mitigation steps that impact corporate level.

and others. Perusahaan mewajibkan Manajemen PLN untuk melengkapi kajian risiko bagi Perusahaan dari setiap usulan/saran/perubahan yang terkait dengan pengelolaan Perusahaan. ii) kajian kelayakan keuangan.K/010/ DIR/2004 tanggal 2 November 2004 tentang pengelolaan Manajemen Risiko. This Risk Study is to include: i) risk identification.004. iii) risk impact quantification. among others.E/DIR/2006 dated February 6. ii) penilaian/analisis dampak risiko. yang ditindaklanjuti dengan implementasi Program Kepatuhan Manajemen Risiko di seluruh anak perusahaan. Dengan penetapan Surat Edaran Direksi No. perubahan tingkat suku bunga.E/DIR/2006 dated February 6. changes in interest rate. The risks seen as 115 .004. maka seluruh kegiatan investasi di Perusahaan harus di lengkapi dengan : i) kajian kelayakan operasi. the Company obliges the management to complete a corporate risk study based on inputs/suggestions/changes related to corporate management.E/ DIR/2006 tertanggal 6 Februari 2006. Risks faced by the Company are classified into groups based on corporate level risk management implementation. mengembalikan pinjaman dan kewajiban lainnya. The risks categorized as financial risk are. Risiko yang dihadapi Perusahaan dibagi dalam kelompok-kelompok sesuai dengan penerapan manajemen risiko pada jenjang korporat.004.K/010/DIR/2004 dated November 2. and iv) risk management method. Kajian Risiko ini meliputi: i) identifikasi risiko. dan iv) metode pengelolaan risiko.004.: Financial risk is anything that can decelerate the Company’s capability to invest. antara lain: perubahan nilai tukar mata uang lokal terhadap mata uang asing. which is followed up by the implementation of Risk Management Compliance program in all subsidiaries. and to give reasonable profit to shareholders. ii) risk impact analysis/assessment. Manual of Purpose and Process of Enterprise Risk Management is stipulated in circulation of Board of Directors No. Pengelolaan risiko yang tepat dapat mengurangi kemungkinan dampak negatif yang ditimbulkan oleh risiko tersebut dan mengurangi frekuensi kejadian serupa dikemudian hari. Proper risk management can reduce possibilities of negative impact and lower frequency of future similar events. Since 2009 PLN has implemented the Enterprise Risk Awareness program in all of its business units. ii) financial feasibility study. to repay loans and other liabilities. Laporan Pengelolaan Operasional Operational Report The corporate risk management is divided into the following two risk groups.29. Sejak tahun 2009 PLN telah melaksanakan Program Enterprise Risk Awareness di seluruh Unit Bisnis PLN.29. Pedoman Proses Sasaran melalui penerapan Enterprise Risk Management (ERM) di Perusahaan ditetapkan dalam Surat Edaran Direksi No.PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. Risiko operasional didefinisikan sebagai risiko yang timbul akibat dari kondisi operasional internal IMPLEMENTATION OF RISK MANAGEMENT Based on decision of Board of Directors No. 2004 concerning Risk Management. and iii) risk analysis and mitigation. dan iii) analisa risiko dan mitigasi. dan lain-lain. Operating risk is defined as the risks arised from Company’s internal operations. all investment activities within the Company have to be preceded by: i) operational feasibility study. iii) kuantifikasi dampak risiko. serta memberikan keuntungan yang rasional kepada pemegang saham. 2006. Beberapa risiko yang dapat dikategorikan dalam kelompok risiko keuangan. Pengelolaan risiko korporat dikelompokan menjadi 2 (dua) yaitu: Risiko keuangan merupakan sesuatu yang dapat menghambat kemampuan perusahaan untuk berinvestasi. Following the implementation of the circulation of Board of Directors No. changes in currency conversion rate.E/ DIR/2006 tanggal 6 Februari 2006 tersebut. 2006.

Hal ini sebagai akibat dari banyaknya kewajiban pembayaran yang harus dilakukan perusahaan dalam denominasi US Dollar. FINANCIAL RISK The risk of higher liability of PLN due to fluctuation of Rupiah to US Dollar currency Fluctuation of Rupiah to US Dollar currency may threaten the Company’s financial condition. Perusahaan telah berusaha mengurangi dampak dari risiko ini melalui upaya: program lindung nilai (hedging). and primary energy purchase transaction. and by using Rupiah for all transactions. penyelesaian pembangunan pembangkit non-BBM secara tepat waktu. re-open bonds. and others.116 perusahaan. Observing the improving trend of Rupiah to US Dollar currency. Mengingat tren kurs Rupiah terhadap US Dollar yang terus menguat. forward contract. cost and quality as planned. pengelolaan jaringan distribusi. Stabilnya nilai tukar Rupiah terhadap US Dollar sepanjang tahun 2010. The following discussion describes results of management and mitigation of dominant financial and operational risk profile at PLN in line with 2010 Annual Budget and Plan and some possible dominant risks that continue to 2011. pembelian energi listrik dari pengembang swasta. yaitu pengembalian bunga dan pokok pinjaman. biaya dan kualitas. re open bond atau obligasi dan melakukan switch old outstanding securities menjadi new benchmark securities. loan repayment scheduling. dan lain-lain. such us repayment of loan principal and interests. CORPORATE RISK MANAGEMENT IN 2010 PLN manages and mitigates high and extreme risks at corporate level based on thorough identification by level. RISIKO KEUANGAN Risiko pertambahan kewajiban PT PLN (Persero) akibat dari fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap US Dollar Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap US Dollar dapat mengancam kondisi keuangan perusahaan. forward contract. The stability of Rupiah to US Dollar currency throughout 2010 avoided this risk. menyebabkan resiko ini tidak terjadi. penjadualan pengembalian pinjaman. dan penggunaan mata uang Rupiah untuk seluruh transaksi. dan transaksi pembelian energi primer. • Perubahan penjadwalan maturity date of bond atau obligasi. among others. This is because of the large amount of US Dollar liabilities. perusahaan harus menyesuaikan terhadap perubahan situasi ini dengan mengevaluasi antara lain: • Restructuring hutang/bond dalam mata uang US Dollar. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report operational risk are. completion of the construction of non-fuel based power plants in time. PENGELOLAAN RISIKO KORPORAT TAHUN 2010 Berdasarkan identifikasi yang dilakukan secara bejenjang dan cermat tersebut PLN melakukan pengelolaan dan mitigasi atas risiko-risiko dengan kategori level tinggi maupun ekstrem di tingkat korporat. Risiko-risiko yang dapat diperhitungkan sebagai risiko operasional di perusahaan antara lain. Uraian berikut merupakan hasil pengelolaan dan mitigasi dari profil risiko-risiko dominan untuk risiko keuangan dan risiko operasional di PT PLN (Persero) sesuai RKAP 2010 Revisi dan beberapa risiko dominan yang kemungkinan akan tetap berlanjut pada tahun 2011. management of distribution network. PLN has tried to reduce the impact of this risk through hedging. purchase of electricity from private sector. and switching old outstanding securities to new benchmark securities . the Company has to adjust to this change of situation by the following actions: • • Resctructuring US Dollar bonds or liabilities Rescheduling maturity date of bonds.

Oleh karena itu pada tahun 2011 perlu disampaikan kepada Pemerintah bahwa perlu dilakukan: • Perubahan Peraturan Menteri Keuangan dalam menghitung subsidi. Risk of higher operating expenses due to fluctuation of global oil price Drastic increase of global oil price. affects the Company’s operating expenses. dan unit-unit Jasa Penunjang yang mana biaya operasi yang dikeluarkan belum diperhitungkan didalam subsidi. Hence. 2010 subsidy calculation has not included non allowable cost for subsidiaries. Adjusting payment allocation plan from subsidy income to be in line with subsidy calculation as determined by the AGM of Shareholders. in 2011 PLN needs to inform the government of the needs of: Laporan Pengelolaan Operasional Operational Report • • • Changing Decree of Minister of Finance concerning subsidy calculation. agar tidak mengganggu cash flow perusahaan. due to political instabillity in oil producing countries. Government Subsidy (+ margin) related Risk Referring to past experience of government subsidy. dapat memperlancar penetapan besaran nilai subsidi dan ketepatan waktu pencairan. government and the legislative body can smooth the decision of subsidy amount and payment promptness. dan ketepatan waktu pembayaran subsidi oleh Pemerintah. This risk imposes impact on investment financing and potential lower margin. sebagai akibat dari ketidak stabilan politik di negara penghasil minyak. Masih tingginya kebutuhan BBM untuk membangkitkan listrik membuat resiko fluktuasi harga minyak sangat tinggi eksposurenya. Risiko berkaitan dengan subsidi (+ margin) listrik Pemerintah yang diterima PT PLN (Persero) Menunjuk pada pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya terdapat subsidi pemerintah yang masih menjadi persoalan yakni terkait besaran nilai subsidi. Sedangkan untuk mengurangi risiko fluktuasi mata uang US Dollar yaitu dengan membuat perencanaan kebutuhan valas 2 mingguan. 117 . the Company prepares bi-weekly foreign currency need planning. • Rencana alokasi pembayaran dari pendapatan subsidi yang akan diterima agar sesuai perhitungan subsidi RUPS yang ditetapkan. repayment of US Dollar loan Sementara itu kebijakan manajemen untuk melakukan hedging sedang dibuat landasan hukumnya dan mempersiapkan sumber daya manusianya. Good communication and coordination with public. Risiko pertambahan beban operasi PT PLN (Persero) akibat fluktuasi harga minyak dunia Kenaikan harga minyak dunia yang sangat drastis. such as Icon+ and support provider units whose operational cost has not been included in the subsidy. Dampak dari resiko ini adalah terganggunya pendanaan investasi dan berkurangnya potensi margin yang bisa diperoleh perusahaan. berpengaruh pada pertambahan beban operasi perusahaan. Sistim komunikasi dan koordinasi yang baik dengan masyarakat. To reduce the risk of US Dollar currency fluctuation. pemerintah dan legislatif. the Company faces the risk of subsidy problems of amount and timely payment by the government. Perhitungan subsidi tahun 2010 belum mencakup biaya non allowable cost untuk anak perusahaan seperti Icon+. The high need of oil fuel to generate electricity power brings the Company to high exposure on global oil price fluctuation. The Company is preparing legal basis and human resources for hedging policy. Proposing that the government pay 2010 subsidy payables to PLN in early 2011 to prevent negative impacts on company cash flow.• Melakukan percepatan pembayaran pengembalian pinjaman untuk porsi US Dollar • Accelerating portions. • Mengajukan kepada pemerintah apabila ada piutang subsidi PLN pada tahun 2010 agar dapat segera dibayarkan pada awal tahun 2011.

and controlling oil fuel transportation and repairing SFC power plants to reduce oil consumption. Beberapa tindakan mitigasi yang dapat dilakukan oleh manajemen adalah antara lain menjalankan program lindung nilai (hedging). forward contract. penyelesaian pembangunan pembangkit batubara (FTP-1. One way to lower this risk is by reducing the operation of oil fuel power plants. dan melakukan pengawasan yang ketat terhadap transportasi BBM serta perbaikan SFC pembangkit. penjadualan pengembalian pinjaman ataupun meminta pemegang saham untuk menanggung beban pinjaman tambahan yang diakibatkan kenaikan suku bunga pinjaman. Some mitigation steps taken by the management are. mencarikan pasokan gas baru untuk PLTGU yang selama ini disubstitusi dengan BBM.118 Salah satu cara untuk mengurangi resiko ini adalah dengan mengurangi pengoperasian pembangkit BBM. Kewajiban yang menggunakan pola fixed interest rate adalah obligasi domestik dan internasional dengan tingkat bunga secara rata-rata sebesar 10%. loan repayment scheduling. Liabilities under fixed interest rates are domestic and international bonds with average yield of 10%. . dan IPP). Untuk mengurangi Risk exposure akibat fluktuasi suku bunga pinjaman perlu di kaji untuk mengubah pinjaman yang floating interest rate. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Risk of higher liabilities due to changes of loan interest rates Risk exposure from loan interest rate fluctuation is quite high since nearly 80% of company liabilities is related to floating interest rate. mengingat hampir 80% kewajiban perusahaan dalam bentuk bunga mengambang (floating interest rate). and to form a team that monitors interest rate benchmark movement and provides early warning to take prompt corrective action. hedging. menjadi fixed interest rate. forward contract. APBN. finding new gas supply for PLTGU that has been substituted by oil. Pembentukan tim pemantau pergerakan suku bunga acuan diperlukan untuk memberikan early warning agar dapat segera diambil langkah – langkah korektif. the Company needs to study the feasibility of changing from floating rate to fixed interest rate. completing the construction of coal fuelled power plants (FTP-1. merupakan langkah untuk mengurangi konsumsi BBM. To lower risk exposure on loan interest rate fluctuation. among others. Risiko pertambahan kewajiban PT PLN (Persero) akibat perubahan suku bunga pinjaman Risk exposure PT PLN (Persero) akibat fluktuasi suku bunga pinjaman cukup tinggi. and asking shareholders to share the additional liabilities from higher interest rate. APBN and IPP).

transmisi dan distribusi yang secara total membutuhkan dana investasi sebesar Rp 76. To obtain funding loan. Untuk menghindari terjadinya funding gap. To avoid funding gap.50. main station and distribution projects. Selanjutnya dengan melakukan management cash flow lebih baik. mengalami keterlambatan COD hingga tahun 2011. gardu induk dan distribusi. and further better cash flow management.50 kali. and loan. terdapat persyaratan dalam memperoleh dana tersebut antara lain adanya batasan dari World Bank untuk debt service coverage ratio (DSCR) yang harus dipenuhi oleh perusahaan yaitu minimal sebesar 1. internal fund.59%. Beberapa proyek pembangkit yang direncanakan selesai pada tahun 2010. Risk of failure to meet capacity improvement target due to funding gap Targeting a sales growth of 7.59% diperlukan peningkatan kapasitas pembangkit. Dana tersebut diperoleh dari committed loan dana internal dan sisanya dari pinjaman. This fund was to be obtained from committed loan. Laporan Pengelolaan Operasional Operational Report Funding gap did not take place in 2010 because realization of investment was not as planned which led to low withdrawal. Several power plant projects targeted for completion in 2010 was delayed. dilakukan perencanaan kebutuhan investasi lebih akurat dengan melakukan koordinasi secara terus-menerus antara jadwal penarikan dana/kebutuhan investasi proyek dengan ketersedian dana.Risiko kegagalan pemenuhan rencana peningkatan kapasitas yang diakibatkan adanya kesenjangan pendanaan (funding gap) Dengan target pertumbuhan penjualan sebesar 7. juga untuk proyek transmisi. PLN has to meet the World Bank’s debt service coverage ratio (DSCR) requirement of 1. sehingga target penarikan untuk investasi proyek rendah. the Company prepared more accurate investment plan through constant coordination between fund withdrawal schedule/ investment project need with fund availability.16 triliun. so were transmission. transmission and distribution which requires a total investment fund of Rp76.16 trillion. Kenyataannya gap pendanaan pada tahun 2010 tidak terjadi dikarenakan rencana investasi yang tidak sesuai dengan realisasi. PLN needs to improve the capacity of power plants. Untuk pendanaan yang berasal dari pinjaman. 119 .

Other possible mitigations are efficiency of operational activities such as inventory level management on coal for large power plants. Liquidity failure to pay investment actitivities can be triggered by difference of time between agreement signing and loan withdrawal that on average takes up twelve months. Sehingga cash collateral yang telah disetor pada bank yang bersangkutan dapat dipergunakan untuk memperkuat kondisi likuiditas kas perusahaan. ketersediaan likuiditas kas di perusahaan untuk investasi sangat terbatas. sehingga potensi kegagalan pembayaran untuk kegiatan investasi dapat terjadi. such construction of 10. khususnya PLTU 10. dan eksplorasi kemungkinan penerapan skema sewa jaringan (built. integrated procurement of primary energy. sehingga akan meningkatnya biaya investasi yang perlu didukung dengan perencanaan besar penarikan dan jadwal penarikan atas tagihan proyek.120 Risiko kegagalan likuiditas kas Perusahaan untuk membayar biaya kegiatan investasi seperti pembangunan pembangkit Proyek Percepatan PLTU batu bara 10. the Company needs to manage 2011 cash flow to meet the amount and timing of withdrawals for project payables. Noting that many investment projects are delayed to 2011. and transfer) dengan pihak ketiga untuk jaringan distribusi. and exploration of built.000 MW construction projects. Langkah mitigasi yang dapat dipertimbangkan adalah dengan mengusahakan keringanan persyaratan payment guarantee untuk penerbitan letter of credit (L/C) kepada bank penerbit. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report In 2010 cash liquidity failure to pay the cost of investment activities did not take place because investment fund withdrawal progress is slow due to delay in 10. melaksanakan pengadaan energi primer yang terintegrasi.000 MW mengalami keterlambatan. Untuk itu maka pengelolaan cash flow perusahaan lebih baik pada tahun 2011. . karena progres penarikan dana investasi rendah yang disebabkan karena proyek-proyek investasi. Mengingat bahwa banyak proyek-proyek investasi yang mundur pada tahun 2011. Adapun tindakan mitigasi lain yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan efisiensi pada kegiatan operasional seperti pengelolaan inventory level stock untuk batubara pada pembangkit-pembangkit besar. A mitigation step is negotiating to lessen payment guarantee requirements for the issuance of Letter of Credit (L/C) so that the cash collateral can be utilized to strengthen the Company’s cash liquidity. Risk of liquidity failure to pay investment activities.000 MW dan jaringan transmisi dan gardu induk terkait untuk Jawa Bali dan Luar Jawa Bali Kegagalan likuiditas kas perusahaan untuk membayar kegiatan investasi dapat terjadi mengingat proses administrasi untuk pencairan dana pinjaman setelah penandatanganan perjanjian pinjaman rata-rata memerlukan waktu hingga 12 (dua belas) bulan. As a consequency of such event. and transfer scheme application with third party for distribution network. lease. available liquidity for investment activities is so limited that potential failure of payment can happen. Meanwhile.000 MW Fast Track coal PLTUs and transmission network and related sub stations for Java Bali and outside Java Bali. PLN has to existing liquidity to meet its liabilities under Engineering Procurement Contruction (EPC) contract. Realisasi risiko kegagalan likuiditas kas Perusahaan untuk membayar biaya kegiatan investasi tidak terjadi. lease. Sebagai konsekuensi dari peristiwa tersebut PT PLN (Persero) harus menggunakan likuiditas kas yang ada untuk memenuhi kewajiban-kewajiban dalam kontrak Engineering Procurement Construction (EPC). Sementara.

Risiko kegagalan memenuhi rasio keuangan yang mengikat seperti covenant dalam usaha untuk menerbitkan obligasi/pinjaman baru Dalam tahun 2010 penyerapan pinjaman diproyeksikan akan meningkat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya dikarenakan pembangunan proyek 10. Risk of failure to meet binding financial ratios for issuance of new bonds/loans Need for loan was estimated to increase in 2010 compared to previous years because most 10. kesiapan dan keandalan pasokan pembangkit non BBM yang harus diperhatikan. sehingga sampai akhir tahun 2010 covenant masih dapat terpenuhi. Risiko kegagalan memenuhi rasio keuangan yang mengikat covenant tidak terjadi. Sedangkan CICR dan DSCR merupakan covenants yang harus dipenuhi oleh perusahaan untuk mempertahankan ’kelayakan’ secara finansial di kalangan kreditor. or increasing revenue through sales increase that directly affects Public Service Obligation (PSO) subsidy amount. APBN dan IPP) which are projected to replace oil fuelled power plants. Loan increase will lead to higher interest expense that will affect consolidated interest coverage ratio (CICR) and debt service coverage ratio (DSCR). kemampuan perusahaan untuk melakukan pinjaman melalui obligasi masih dapat dipenuhi. Rencana tindakan mitigasi yang dapat ditindaklanjuti dengan mengusulkan tambahan penyertaan modal pemerintah untuk memperkuat struktur modal atau menaikkan revenue melalui peningkatan penjualan energi listrik yang secara langsung berdampak pada kenaikan besaran subsidi Public Service Obligation (PSO). This risk did not happen in 2010. which means the Company was acquire loan through bonds and the covenant was still fulfilled to the end of 2010. RISIKO OPERASIONAL Risiko kegagalan program perbaikan bauran energi (energy mix) dengan mengurangi pembangkit BBM Mahalnya harga minyak dan volatilitas harga yang sangat tidak stabil menyebabkan operasi pembangkit BBM harus dikurangi. A mitigation plan that can be followed up is proposing additional capital from the government to strengthen capital structure. Peningkatan penyerapan pinjaman tersebut mengakibatkan meningkatnya beban bunga pinjaman atau dengan kata lain mengakibatkan peningkatan interest expense yang mempengaruhi consolidated interest coverage ratio (CICR) dan debt service coverage ratio (DSCR). The increase of loan is reflected in the amount of committed loan that has been signed with domestic and international creditors or lenders. which in turn increases the need for readiness and reliability of non oil fuelled power plants’ supply. Pencapaian perbaikan bauran energi ini sangat ditentukan oleh kegiatan/program sebagai berikut: • Kelancaran penyelesaian pembangunan pembangkit PLTU baru (FTP 1. Achievement of energy mix improvement is largely determined by the following activities: • Timely completion of the contruction of new PLTUs (FTP 1. CICR and DSCR are covenants that have to fulfilled by the Company to maintain financial credibility before creditors. Laporan Pengelolaan Operasional Operational Report OPERATIONAL RISK Risk of failure to improve energy mix by reducing oil fuelled power plants The expensive and volatile price of oil triggers the need to reduce the operation of oil fuelled power plants. 121 .000 MW power plant construction projects would enter the final phase. Peningkatan pinjaman tersebut direfleksikan dari besaran committed loan yang sudah ditandatangani dengan pihak kreditor ataupun lender baik dari dalam negeri maupun asing. In the meantime.000 MW yang sebagian besar memasuki tahap akhir fase konstruksi. Untuk bisa mengurangi pembangkit BBM. APBN dan IPP) yang diproyeksikan untuk menggantikan pembangkit BBM.

etc) based power plants in line with local energy potentials. . solar. geothermal. • Melakukan komunikasi dengan head office yang di China • QA-QC dilakukan sampai level III PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Energy mix realization was not achieved in 2010 because existing coal fuel power plants. This step is also necessary to accelerate the construction of PLTS. did not meet production target. maka kepastian dan keandalan pasokan untuk kedua energi primer tersebut diatas menjadi faktor kritis. the Company has to fix the following: • • • • • • • Select credible contractors Limit number of sub contractors Improve shipping management Conduct prompt payment if rules change Prolong project duration Communicate with head office in China Conduct QA-QC up to the third level Untuk memastikan supplai batubara tidak mengalami kendala yang perlu dilakukan adalah meminta kepada Pemerintah untuk segera mengeluarkan kebijakan mengenai Domestic Market Obligation batubara dan harga acuan batubara yang dipatuhi oleh pemasok. Hal ini mengakibatkan dioperasikannya pembangkit berbahan bakar minyak. APBN. PLTU Labuhan Unit 1. matahari dan lain-lain) yang disesuaikan dengan potensi energi lokal. PLTU Labuhan Unit 1. panas bumi. PLTMH and the operation of PLTP in several locations such as PLTP Mataloko and PLTP Ulumbu. • Reliability of natural gas and coal supply as less expensive primary energy for existing power plants. Optimalisasi pemanfaatan pembangkit berbasis energi terbarukan (air. which led to the operating of oil fuel power plants. To prevent COD delay. PLTU Tarahan and PLTU Ombilin. the Company needs to ask the government to issue a policy on coal Domestic Market Obligation and coal benchmark price that has to be observed by suppliers. PLTMH dan pengoperasian PLTP di beberapa lokasi seperti PLTP Mataloko dan PLTP Ulumbu.122 • • Kepastian penyediaan pasokan gas alam dan batubara. To ensure absence of problems on coal supply. APBN. PLTGB dan IPP) dapat dipastikan sesuai jadwal. sebagai energi primer yang lebih murah dibandingkan BBM. yang disebabkan oleh target produksi pada pembangkit eksisting yang berbahan bakar batubara antara lain PLTU Labuhan Angin. Optimal utilization of renewable energy (water. Selain itu mendorong percepatan pembangunan PLTS. Risiko kepastian dan keandalan pasokan energi primer terutama batubara dan gas alam Memperhatikan pembangkit berbahan bakar batubara dan gas memiliki biaya produksi yang lebih rendah dibanding dengan pembangkit BBM. PLTGB and IPP) on schedule. PLTU Tarahan dan PLTU Ombilin tidak mencapai sasaran. • Realisasi bauran energi pembangkit di tahun 2010 tidak tercapai. Previous year’s mitigation plan should be continued in 2011 to ensure COD of PLTUs (FTP1. specially coal and natural gas As the Company focuses on coal and gas fuel power plants that require lower production cost than oil fuel plants. Ada beberapa hal yang harus dibenahi agar keterlambatan COD tidak terjadi antara lain : • Memilih pelaksana proyek yang bonfide • Jumlah sub kontraktor dibatasi • Manajemen shipping dibenahi • Segera membayar bila terjadi perubahan peraturan • Duration proyek diperpanjang. the certainty and reliability of supply of the primary energy becomes critical factors. such as PLTU Labuhan Angin. Risk of certainty and reliability of primary energy supply. untuk pembangkitpembangkit existing. Pada tahun 2011 melanjutkan mitigasi yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya sehingga COD PLTU (FTP1.

Coal supply was delayed because suppliers wanted to re-negotiate contract due to the increase of Coal Benchmark Price (“HBA”) by Ministry of Energy and Mineral Resources. Sedangkan untuk meningkatkan jaminan keandalan pasokan gas adalah dengan meningkatkan koordinasi dengan pemerintah yaitu koordinasi antara Kementerian ESDM. Untuk tahun 2011. Diskontinuitas pasokan gas telah terjadi untuk pembangkit di Pembangkitan Sumatera Bagian Utara. and Oil and Gas Regulator (BP Migas). improvement of gas supply reliability is obtained through better coordination with the government. On the other hand. Ministry of SOE. The Company plans to find new gas suppliers for 2011 and do corrective substitution of gas with oil fuel. 123 . Tambak Lorok and Bali. Wilayah Kalimantan Timur. Sedangkan untuk kelancaran pasokan batubara Low Rank Coal. Risiko kegagalan pencapaian target COD pembangkit milik Pengembang Swasta (IPP) Kegagalan pencapaian target commercial operation date (COD) milik pengembang swasta (IPP) berpengaruh pada kemampuan PT PLN (Persero) untuk memperbaiki bauran energi. is necessary for the improvement of coal supply reliability. Rearrangement of coal supply allocation. (ii) taking preventive action on IPP contracts in procurement process. Pembangkit di Muara Tawar. (iii) improving IPP selection process in order to minimize the possibility of delay or failure to achieve COD target by private power plants. Laporan Pengelolaan Operasional Operational Report Risk of private power plants (IPP)’s failure to meet COD target IPP’s failure to meet COD target affects the capability of PLN to improve energy mix and meet demand growth. Juga terjadinya pengurangan pasokan gas dari PGN dari 200 BBTUD menjadi 100 BBTUD. Muara Tawar. East Kalimantan. Kementerian Keuangan. To ensure reliable supply of Low Rank coal. (iii) perbaikan pada proses seleksi pengembang swasta sehingga dapat meminimalkan peluang terjadinya kelambatan ataupun kegagalan mencapai agreed COD oleh pengembang pembangkit listrik swasta. This risk can be avoided by: (i) taking corrective action on IPP contracts in construction period. Discontinuity of gas supply took place in power plants in North Sumatera. Tambak Lorok dan Bali. which is possible for suppy from subsidiaries or affiliated companies. Kementerian BUMN dan BP Migas. Ministry of Finance. Muara Karang. Tanjung Priok. Sedangkan untuk pasokan batubara terjadi keterlambatan pasokan akibat keinginan pemasok untuk renegosiasi kontrak untuk kenaikan Harga Batubara Acuan (HBA) oleh ESDM. Tanjung Priok. selain itu juga performance beberapa pemasok batubara yang tidak baik. akan mengajukan usulan kepada Pemerintah untuk segera mengeluarkan kebijakan mengenai Domestic Market Obligation batubara dan Harga Acuan Batubara yang dipatuhi oleh pemasok. There was also reduction of gas supply from PGN to 100 BBTUD from the initial 200 BBTUD. (ii) tindakan preventive untuk kontrak-kontrak IPP yang masih dalam proses pengadaan.Untuk meningkatkan jaminan keandalan pasokan batubara diperlukan pengaturan ulang alokasi pasokan batubara yang memungkinkan. sebagian alokasi pasokan diperoleh dari anak perusahaan atau afiliasi PT PLN (Persero) dan memastikan perjanjian jual beli yang adil antara pihak PT PLN (Persero) dengan para pemasok. dan pemenuhan demand growth. Untuk menghindari resiko kegagalan COD adalah dengan melakukan: (i) tindakan corrective untuk kontrak-kontrak IPP yang dalam masa konstruksi. Ensuring fair agreement with suppliers is also necessary. Muara Karang. the Company will ask the government to issue a policy on Domestic Marketing Obligation and Benchmark Price of coal. and also due to unsatisfactory performance of some suppliers. which are Ministry of Energy and Mineral Resources. direncanakan untuk mencari pemasok gas baru serta tindakan korektif dengan melakukan substitusi gas dengan BBM.

in which PLN has to pay electricity production without any opportunity to use it. atau yang lebih tinggi sangat diperlukan. (ii) cooperate with local government . PLN membantu kontraktor apabila terjadi permasalahan dengan masyarakat dan Pemerintah kabupaten di wilayah pembangkit. Mitigasi yang dapat dilakukan adalah dengan memastikan jadwal penyelesaian pembangunan Transmisi dan Distribusi sebelum COD proyek pembangkit. Dalam tahun 2011 untuk mempercepat penyelesaian IPP yang tertunda akan dilakukan komunikasi yang efektif dengan pengembang untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi. PLN helps the contractor if there is any problem with the community and local government. namun dibeberapa lokasi belum dapat dilakukan pembebasan tanah dibebaskan yang dikarenakan tidak adanya kesepakatan harga. dan tidak optimumnya pengoperasian IPP Asahan 3 akibat kendala operasional. hal ini disebabkan program pengembangan IPP tahun 2010 banyak mengalami kendala yaitu COD beberapa proyek IPP tertunda. Lack of transmission network to bring electricity to load center will negatively affect sales potentials. it is necessary to build transmission network to load centers. agar COD beberapa proyek IPP yang delay dapat segera terselesaikan. such as delayed project in PLTP Simpang Belimbing. and not optimal operation of IPP Asahan 3 due to operational constraints. Coordination with local government or higher regulator is necessary because such project needs a certain amount of land acquisition. Particulary in IPP case. To accelerate the completion of delayed IPP. dan melakukan penyelesaian IPP terkendala sampai dengan amandemen kontrak. Land acquisition problem in 2010 was solved through coordination between PLN and related stakeholder. Banyaknya titik lahan yang dibebaskan dimana melibatkan banyak pihak dan sehingga koordinasi dengan pemerintah daerah setempat. Risk of delayed project is possible to happen in 2011.124 Pembelian tenaga listrik dari IPP tidak tercapai. Risiko keterlambatan penyelesaian pembangunan jaringan transmisi dan distribusi ke pusat beban Seiring dengan pembangunan pembangkit baru diperlukan pembangunan jaringan transmisi ke pusat-pusat beban. Khusus untuk pembangkit swasta (IPP) dampak lainnya adalah pengenaan pasal take or pay (TOP) dimana PT PLN (Persero) harus membayar atas energi listrik yang akan diproduksi tanpa sempat digunakan. Pada tahun 2011 potensi resiko keterlambatan proyek transmisi tetap akan terjadi. antara lain PLTP Simpang Belimbing. Ketiadaan jaringan transmisi untuk mengalirkan listrik ke pusat beban akan menimbulkan dampak berupa kehilangan potensi penjualan. The following steps can be taken: (i) continue previous year’s mitigation. but in several locations land acquisition was still a problem due to absence of price deal. in 2011 the Company will conduct effective communication with developers to manage problems and to accomplish completion of IPP up to contract amendment period so that several delayed IPP projects can be finalized. Dalam tahun 2010 masalah pembebasan tanah sudah dilakukan dengan baik antara PLN dengan stakeholder terkait. Risk of delay in completion of transmission and distribution construction In line with construction of new power plants. another impact is the application of take or pay article. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report An alternative of mitigation is by ensuring schedule of completion of transmission and distribution development before COD project. langkah langkah yang akan dilakukan adalah: (i) melanjutkan mitigasi Purchase of electricity from IPP was not realized because in 2010 many IPP projects faced constraints.

41% Dengan telah tercapainya angka susut 2009 menjadi single digit. Risiko kegagalan pencapaian penurunan susut jaringan menjadi 9. Although still single digit. in 2011 the Company will conduct effective communication with developers to manage problems 125 . and 2) Striving to reach a better ratio than 2009’s.yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya (ii) menggandeng Pemerintah daerah setempat dengan membentuk tim untuk menyelesaikan masalah dengan masyarakat. Melibatkan tokoh masyarakat yang berpengaruh akan memudahkan komunikasi dan koordinasi. Network loss work plan could not be implemented in the beginning of the year due to constraints in investment budget withdrawal. sehingga seluruh program penurunan susut bisa berjalan mulai awal tahun. Pada tahun 2010 pencapaian susut belum mencapai target meskipun masih tetap single digit. (iii) conduct good communication and coordination with local government and community. Dalam tahun 2011 untuk mempercepat penyelesaian IPP yang tertunda akan dilakukan komunikasi yang efektif dengan pengembang untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi To accelerate the completion of delayed IPP. Program kerja penurunan susut belum dapat dilaksanakan diawal tahun karena kendala pencairan anggaran investasi. network loss ratio in 2010 was not as targeted. maka upaya pencapaian susut tahun 2010 mengemban makna penting berupa 1) Mempertahankan agar realisasi susut tetap single digit dan 2) Mengupayakan pencapaian yang lebih baik dari susut 2009.41% The achievement of single digit network loss ratio in 2009 led to the importance of achievement of 2010 network loss targets of: 1) Keeping up the single digit ration. (iv) involve prominent public figures to gain effective communication and coordination. akan diterbitkan pada awal tahun. In 2011 the investment budget related to network loss program will be issued at year beginning so that all network loss programs can start in the beginning of the year. Pada tahun 2011 anggaran investasi terutama yang terkait dengan program penurunan susut. (iii) melakukan komunikasi dan koordinasi yang baik dengan masyarakat maupun pemerintah setempat (iv). Risk of failure to achieve network loss target of 9. Laporan Pengelolaan Operasional Operational Report to form a team to solve the problems with local community.

. Untuk dapat mempertahankan ketersediaan dan keandalan unit pembangkit yang eksisting. Patronage partnership and community development can be focused on reducing political and social risks of blackout. because electricity has been a primary need for the community. Risiko kegagalan dalam memenuhi ketersediaan dan keandalan Unit pembangkit existing untuk mendukung pasokan energi listrik kepada pelanggan Kegagalan perusahaan mempertahankan ketersediaan. to ensure reliability of electricity suppy in all units. A good and timely Operation and Maintenance program is of utmost necessity for maintaining existing power plants’ availability and reliability. dan efisiensi unit pembangkit existing juga dapat mengakibatkan terjadinya pemadaman.126 Risiko politik. ekonomi. which resulted in some power power plants’ non operational as capacity (high derating) even damage. The blackout can result in a complex risk seen from political. ekonomi. Pada awal tahun 2010 masih banyak unit yang mengalami pemadaman karena keterbatasan daya. tetapi pada pertengahan tahun keseluruhan unit sudah tidak ada pemadaman. program Operation & Maintenance yang baik dan tepat waktu sangat diperlukan. Sistim komunikasi yang baik dengan stakeholder terus dilakukan dan ditingkatkan. there are still blackouts in several locations. economic and social risks of blackout in some regions in Indonesia In some areas. resulting in social economic impacts. but there has been no more blackout since mid 2010 because the problem is solved through machine rental. hal ini berakibat pada pembangkit yang tidak dapat beroperasi sesuai kapasitas (derating tinggi) bahkan mengalami kerusakan. However. COD of PLTU FTP-1 and IPP is to be on schedule. Ketepatan COD pembangkit PLTU FTP-1 maupun IPP sesuai dengan jadwal. In early 2010. Ketersediaan listrik dalam jumlah yang cukup serta handal mutlak diperlukan. Transmission and distribution operation and maintenance has to conducted in line with SOP. dan sosial dari pemadaman listrik di beberapa daerah di wilayah Indonesia Pemadaman listrik di beberapa daerah di Indonesia tidak dapat dihindari dikarenakan ketidakmampuan perusahaan untuk mensupply listrik yang cukup dan handal ke pelanggan. Pemadaman listrik tersebut dapat menimbulkan risiko yang kompleks ditinjau dari sudut pandang politik. even enhanced. dan jaringan yang tetap berdampak pada sosial ekonomi. Sufficiency and reliability of electricity supply is an absolute necessity. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Political. The capacity of rented machine needs to be maintained. Operation & Maintenance pada sistim transmisi dan distribusi harus dilaksanakan sesuai dengan SOP yang ada. many units still suffered from blackout due to power limitation. keandalan (EAF). which are caused by transformer and network damage. dan sosial. Program kemitraan dan bina lingkungan bisa difokuskan untuk menurunkan resiko sosial politik akibat pemadaman. reliability and efficiency of existing power plants can result in blackouts. Untuk menjaga keandalan pasokan energi listrik diseluruh unit. Risk of failure to meet existing power plants’ availability and reliability to sustain electricy supply to customers Company failure to maintain availability. Namun demikian masih ada pemadaman di beberapa lokasi yang diakibatkan oleh kerusakan trafo. blackout is unavoidable because the Company can not supply enough electricity to customers. economic and social point of view. Realisasi pemeliharaan pembangkit dan jaringan pada tahun 2010 tidak mencapai sasaran yang disebabkan oleh penundaan jadual pemeliharaan pembangkit. dikarenakan fungsi listrik sudah menjadi kebutuhan pokok di masyarakat. Realization of power plants and network maintenance in 2010 did not reach the target due to postponement of power plant maintenance schedule. Good communication with stakeholders are to be preserved and improved. karena diatasi dengan sewa mesin. sewa mesin masih perlu dipertahankan bahkan ditingkatkan kapasitasnya.

000 MW pada saat ini terindikasi adanya potensi penyelesaian proyek akan melampaui masa tenggang pinjaman.000 MW antara lain : • Performance pelaksana proyek tidak baik • Miskomunikasi internal antara main kontraktor dengan sub kontraktor • Jumlah Sub kontraktor terlalu banyak • Shipping Management • Outstanding pembayaran akibat perubahan peraturan PPh (Change of Law) • Duration penyelesaian proyek terlalu pendek To maintain availability and reliability of power plants. Tindakan mitigasi yang dapat dilakukan adalah melakukan negosiasi dengan pihak kreditor sejak dini untuk proyek-proyek yang diindikasikan akan mengalami keterlambatan dalam penyelesaian pekerjaan fisiknya.000MW PLTUs are. Ada beberapa penyebab keterlambatan penyelesaian PLTU 10. Negosiasi yang dilakukan adalah untuk mengurangi dampak biaya tambahan yang akan menjadi beban perusahaan seperti tingkat suku bunga. dan kewajiban-kewajiban lain yang berhubungan dengan penyelesaian perjanjian kredit Risiko pertambahnya biaya penyelesaian pembangunan PLTU 10. The impact of this delay is potential addition of financial burden if creditors disapprove the Company’s request to extend loan period or approve the request subject to new interest rates.000MW PLTUs could be triggered by unavoidable additional works for completion.000 MW Fast Track Power Plants due to delay in construction completion Current progress of the construction of 10. Possible mitigation action is early negotiation with creditors for projects with indication of delay of physical work completion.Untuk mempertahankan ketersediaan dan keandalan pembangkit maka perlu ditingkatkan kualitas pemeliharaan dengan menggunakan sprare part dengan kualitas yg baik. among others: • Underperformance of project contractors • Internal miscommunication between the main contractor and sub contractors • Too many sub contractors • Shipping management • Payment outstanding due to change of law • Too short duration for project completion 127 . Several causes of delay in the completion of 10. loan repayment period.000 MW terjadi antara lain karena adanya pekerjaan tambah yang tidak dapat dihindarkan dalam penyelesaian pekerjaan. jangka waktu masa pengembalian pinjaman. Risk of higher cost of investment on the construction 10. it is necessary to improve maintenance quality by utilizing good quality spare parts. serta pengoperasian pembangkit yang sesuai dengan SOP. meningkatkan mutu kualitas pekerjaan. The negotiation is to reduce additional cost that will become company burden such as interest rates. Risiko pertambahan biaya investasi pembangunan Proyek Percepatan Pembangkit 10. Laporan Pengelolaan Operasional Operational Report The risk of higher cost on the construction of 10. increasing work quality.000 MW yang disebabkan keterlambatan penyelesaian konstruksi Memperhatikan perkembangan penyelesaian Proyek Percepatan Pembangkit 10. Dampak dari risiko keterlambatan penyelesaian tersebut adanya potensi tambahan beban keuangan perusahaan jika para kreditor tidak menyetujui usulan perpanjangan masa tenggang pinjaman ataupun perpanjangan masa tenggang pinjaman disetujui dengan suku bunga baru. and operating the power plants in accordance with SOP.000MW Fast Track Power Plants indicates potential delay of project completion up to possible exceeding of loan grace period. and other liabilities related to credit agreement.

the Company’s management strives to (i) meet the commercial operation date (COD) target of each power plant through optimal utilization of contractors’ resources. manajemen perusahaan mengusahakan secara optimal (i) pencapaian target commercial operation date (COD) dari masing-masing pembangkit melalui optimalisasi sumber daya yang dimiliki oleh Kontraktor EPC dan (ii) peningkatan pekerjaan pengawasan di lapangan serta (iii) melakukan komunikasi secara intensif dengan kontraktor. .128 PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Untuk mengurangi peluang terjadinya risiko pertambahan biaya investasi pembangunan Proyek Percepatan Pembangkit 10.000 MW. and (iii) conduct intensive communication with contractors. To reduce the risk of higher cost of investment on the construction of 10.000MW Fast Track Power Plants. (ii) intensify field supervising works.

000. Obligasi PLN II Tahun 1993 senilai Rp600. transmission networks. PLN II Year 1993 Bond of Rp600.000.5% per tahun. guaranteed notes and sukuk ijarah to fund investments. Bunga obligasi untuk tahun pertama dan kedua sebesar 15. selanjutnya diberlakukan tingkat bunga mengambang dengan perhitungan ratarata bunga deposito Rupiah berjangka waktu 6 (enam) bulan pada Bank-Bank Umum Milik Negara Republik Indonesia ditambah premi sebesar 1%. Bunga obligasi untuk 6 (enam) bulan pertama adalah sebesar 16% per tahun.000.50% per tahun. 2.000.000.000. Bunga obligasi untuk 6 (enam) bulan pertama adalah sebesar 19. 3. and then on floating at the average interest rates of Rupiah six-month time deposits of Republic of Indonesia’s state-owned banks plus a premium of 0.000. The first 6 (six) months’ yield was 16% per annum.000 (enam ratus miliar Rupiah) dengan.000. guaranteed notes dan sukuk ijarah untuk keperluan investasi pembangunan pembangkit. Since 1992 PLN has made use of various Capital Market instruments by issuing local bonds. selanjutnya diberlakukan tingkat bunga mengambang dengan perhitungan rata-rata bunga deposito Rupiah berjangka waktu 6 (enam) bulan pada Bank-Bank Umum Milik Negara Republik Indonesia ditambah premi sebesar 0. selanjutnya diberlakukan tingkat bunga mengambang dengan perhitungan ratarata bunga deposito Rupiah berjangka waktu 6 (enam) bulan pada Bank-Bank Umum Milik Negara Republik Indonesia ditambah premi sebesar 1%. 129 . PLN has issued the following bonds: 1.430. Obligasi PLN I Seri A Tahun 1992 senilai Rp 300. 2.5% per annum for the first six months. distribution network. 1997.000 (three hundred eighteen billion four hundred thirty million rupiah) value and 5 (five) years tenor which was mature and paid off on April 7. Obligasi dan Sukuk Ijarah PLN yang telah diterbitkan dikelola oleh wali amanat yang berpengalaman dan setiap tahun dinilai oleh badan pemeringkat bereputasi internasional maupun nasional. then on floating at the average interest rates of Rupiah six-month time deposits of Republic of Indonesia’s state-owned banks plus a premium of 1%. Obligasi-obligasi yang telah diterbitkan adalah sebagai berikut: 1. 2000. jaringan transmisi. First and second year’s yield was 15. and working capital.000.000 (six hundred billion rupiah) value and 7 (seven) years tenor which was mature and paid off on October 29. and then on floating at the average interest rates of Rupiah six-month time deposits of Republic of Indonesia’s state-owned banks plus a premium of 1%. Laporan Pengelolaan Operasional Operational Report 3.000.975%.000 (tiga ratus delapan belas miliar empat ratus tiga puluh juta Rupiah) dengan jangka waktu 5 (lima) tahun yang telah jatuh tempo dan telah dilunasi pada tanggal 7 April 2000.430.975%. PLN’s bonds and sukuk ijarah are managed by experienced trustees and annually rated by international and national rating companies.distribusi dan modal kerja. PLN I Series A Year 1992 Bond of Rp300.000 (tiga ratus miliar Rupiah) dengan jangka waktu 5 (lima) tahun yang telah jatuh tempo dan telah dilunasi pada tanggal 23 Oktober 1997. Obligasi PLN III Tahun 1995 senilai Rp318. such as construction of generating power plants.PENERBITAN OBLIGASI BOND ISSuANCE Sejak 1992 PLN telah memanfaatkan pendanaan dari berbagai instrumen Pasar Modal dengan menerbitkan obligasi lokal.5% per annum. The bond’s yield was 19. 2000. jangka waktu 7 (tujuh) tahun yang telah jatuh tempo dan telah dilunasi pada tanggal 29 Oktober 2000. PLN III Year 1995 Bond of Rp318.000 (three hundred billion rupiah) value and 5 (five) years tenor which was mature and paid off on October 23.

000 (satu triliun Rupiah) dengan jangka waktu 5 (lima) tahun yang telah jatuh tempo dan telah dilunasi pada tanggal 21 Agustus dan 15 Nopember 2001. The first year’s yield was 18% per annum. 5. Series A bond yield was fixed based on the 5 (five) years Indonesian Rupiah Currency Swap Offer Rate (IRSOR) plus a premium of 1% per annum. PLN V Year 1996 Bond of Rp1.000. and then on floating at a rate collaboratively determined by the Company and the Trustee every 6 (six) months.000. Bunga obligasi untuk tahun pertama adalah sebesar 18% per tahun.000. PLN IV Year 1995 Bond of Rp680.130 PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report 4. 5. . Bunga untuk seri B ditetapkan berdasarkan rata-rata bunga deposito dalam valuta Rupiah berjangka 6 (enam) bulan ditambah premi tetap sebesar 1.000.000.000. Obligasi PLN IV Tahun 1995 senilai Rp680.000 (one trillion rupiah) value and 5 (five) years tenor which was mature and paid off on August 21 and November 15. 1999.25%.000 (enam ratus delapan puluh miliar Rupiah) dengan jangka waktu 4 (empat) tahun yang telah jatuh tempo dan telah dilunasi pada tanggal 25 Agustus 1999. Series C bond yield was determined based on 6 (six) months IRSOR plus a premium of 1. Bunga untuk seri C ditetapkan berdasarkan IRSOR 6 (enam) bulan ditambah premi tetap sebesar 1. Series B bond yield was based on average interest rates of Rupiah six-month time deposits plus a premium of 1%. selanjutnya diberlakukan tingkat bunga mengambang yang akan ditetapkan bersama oleh Perusahaan dan Wali Amanat setiap 6 (enam) bulan. 4.25%.000 (six hundred eighty billion rupiah) value and 4 (four) years tenor which was mature and paid off on August 25. 2001.25%.000.000.000. Obligasi PLN V Tahun 1996 senilai Rp1.000. Bunga untuk seri A ditetapkan dengan tingkat bunga tetap atas dasar Indonesia rupiah Currency Swap offer Rate (“IRSOR”) 5 (lima) tahun ditambah premi sebesar 1% per tahun.

000 (six hundred billion rupiah) value. 2014 and yield of 12. payable after Annual General Meeting of Bondholders (“RUPO”).4%. such as construction of generating power plants.000. On December 31. and working capital 6.4%. obligasi PLN VII tahun 2004 memperoleh peringkat ”Aa2id/ Stable” dari PT Moody’s Indonesia. 2007. distribution network. Bunga Obligasi Seri B ditetapkan berdasarkan rata-rata bunga deposito Rupiah berjangka 6 (enam) bulan ditambah premi tetap sebesar 1. Jatuh tempo tanggal 11 November 2014. 600.4%.000. 7. Bunga Obligasi Seri A ditetapkan dengan tingkat bunga tetap selama 10 (sepuluh) tahun atas dasar swap Rupiah 10 (sepuluh) tahun dari Asean Interest Rate Swap dari Reuter page EROT. 10 (ten) years tenor. Obligasi PLN VI Tahun 1997 Seri A. guaranteed notes dan sukuk ijarah untuk keperluan investasi pembangunan pembangkit.25% per tahun.000. Bond yields are fixed and floating. Bunga obligasi terdiri dari bunga tetap dan mengambang.500.25% per annum. Series B bond yield was based on average interest rates of 6 (six) months time deposits plus a fixed premium of 1.500.25% for one time yield payment. PLN VI Year 1997 Bond Series A. Perusahaan membayar tambahan premi bunga sebesar 0.25% untuk satu kali pembayaran bunga yang akan dibayarkan sesudah pelaksanaan RUPO. 131 .000 (enam ratus miliar Rupiah) dengan jangka waktu 10 (sepuluh) tahun dan jatuh tempo 8 Agustus 2007. jaringan transmisi.4%. Seri B dan Seri C dengan nilai Rp. PLN VII Year 2004 Bond of Rp1. 6. maturity on November 11. Laporan Pengelolaan Operasional Operational Report 7. 10 (ten) years tenor and maturity on August 8. transmission networks.000.Sejak 1992 PLN telah memanfaatkan pendanaan dari berbagai instrumen Pasar Modal dengan menerbitkan obligasi lokal.000. guaranteed notes and sukuk ijarah to fund investments. The Company paid additional premium of 0. Obligasi PLN VII Tahun 2004 dengan nilai pokok sebesar Rp 1. Series B and Series C of Rp600.000. Series A bond yield was fixed for 10 (ten) years based on 10 (ten) years Rupiah swap of Asean Interest Rate Swap of Reuter page EROT plus a premium of 1. Pada tanggal 31 Desember 2008.000. ditambah premi sebesar 1. 2008 PLN VII Year 2004 Bond was rated Aa2id/Stable by PT Moody’s Indonesia.distribusi dan modal kerja Since 1992 PLN has made use of various Capital Market instruments by issuing local bonds. Bunga Obligasi sebesar 12.000 (one trillion five hundred billion rupiah) principal value.000 (satu triliun lima ratus miliar Rupiah) dengan jangka waktu 10 (sepuluh) tahun.000.

2016.60% and mature on June 21.000 (two trillion two hundred billion one hundred million rupiah) principal value. 2008. 2016. The Syariah Ijarah was offered at 100% of Ijarah fee balance which is paid 3 (three) monthly. The first installment was paid on September 21. tingkat bunga 7.000. Belanda.200. 2006.25% per annum. selling price 99. 2006 among . dan diterbitkan berdasarkan perjanjian waliamanat 10. dengan nilai nominal SyariahIjarah sebesar Rp 200. Series B yield is 13. and maturity on October 17. obligasi PLN VIII tahun 2006 dan Syariah Ijarah PLN I tahun 2006 memperoleh peringkat ”idA+” dari PT Pemeringkat Efek Indonesia. 10 (ten) and 15 (fifteen) years tenor.100. and maturity on October 17.Tranch B : Nominal value US$550 million.000 (twenty seven billion two hundred million rupiah) per annum.Tranch A : Nominal value US$450 million.75% per tahun dan jatuh tempo tanggal 17 Oktober 2016.V.38%. . Syariah Ijarah ini dicatatkan pada Bursa Efek Surabaya serta didaftarkan di KSEI. yield rate 7.25% per tahun dan jatuh tempo tanggal 17 Oktober 2011. anak perusahaan yang bertujuan khusus dan sepenuhnya dimiliki Perusahaan menerbitkan Obligasi Terjamin sejumlah US$ 1 miliar yang terdiri dari: .000 (dua ratus miliar Rupiah) dengan jangka waktu 10 (sepuluh) tahun dengan Cicilan Fee Ijarah sebesar Rp 27. Netherland.60% yang jatuh tempo pada tanggal 21 Juni 2016 dan Bunga Obligasi seri 3 dengan suku bunga sebesar 13.000 (dua puluh tujuh miliar dua ratus juta Rupiah) per tahun.000 (two hundred billion rupiah). Perusahaan juga melakukan penawaran umum SyariahIjarah PLN I Tahun 2006. Majapahit Holding B. Syariah Ijarah ini ditawarkan dengan nilai 100% (seratus persen) dari jumlah Sisa Fee Ijarah dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan dan pembayaran Cicilan Biaya Ijarah pertama akan dilakukan pada tanggal 21 September 2006 sedangkan pembayaran Cicilan Biaya Ijarah terakhir akan dilakukan pada tanggal 21 Juni 2016.132 8. Bunga dibayarkan setiap enam bulan sejak 17 April 2007 sampai dengan jatuh tempo Obligasi Terjamin.200.000. Guaranteed Note PLN I Year 2006 On October 16.97%. PLN VIII Year 2006 Bond and Syariah Ijarah PLN I Year 2006 was rated idA+ by PT Pemeringkat Efek Indonesia on December 31. Bunga Obligasi seri A ditetapkan dengan suku bunga sebesar 13. Ijarah fee installments of Rp27. 2016. Obligasi ini dijamin sepenuhnya oleh Perusahaan serta Anak Perusahaan.97%. In conjunction with the above Bond’s public offering.000. 10 (ten) years tenor. .Tranch B : Nilai nominal US$ 550 juta dengan harga jual 98. Bersamaan dengan penawaran umum Obligasi tersebut.Tranch A : Nilai nominal US$ 450 juta dengan harga jual 99. Obligasi Terjamin PLN I Tahun 2006 Pada tanggal 16 Oktober 2006. Pada tanggal 31 Desember 2008. 2021.000.38%. 2007 up to maturity of the Guaranteed Note.000. PLN VIII Year 2006 Bond of Rp2. issued based on trustee agreement dated October 16. yield rate 7. This bond is guaranteed by the Company and its Subsidiary. selling price 98. 10.. 9. Obligasi PLN VIII Tahun 2006 dengan nilai pokok sebesar Rp 2.75% and mature on June 21. the Company also held the Islamic Bond Syariah Ijarah PLN I Year 2006 public offering.000..75% per annum. Series A yield is fixed at 13. a specific purpose and wholly owned subsidiary of the Company issued a Guaranteed Note of US$1 billion value which comprised of: .000 (dua triliun dua ratus miliar seratus juta Rupiah) dengan jangka waktu 10 (sepuluh) tahun dan 15 (lima belas) tahun.000. 2011.200. 9.V. The Syariah Ijarah was listed at Surabaya Stock Exchange and also registered at KSEI with a nominal value of Rp200. tingkat bunga 7. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report 8.000.75% yang jatuh tempo pada tanggal 21 Juni 2021. Yield is payable every six months from April 17.100.200. 2006 and the last installment will be on June 21. Majapahit Holding B.

1. 11.200. dan ditawarkan dengan nilai 100% (seratus persen) dari jumlah Sisa Imbalan Ijarah. Bersamaan dengan penawaran Obligasi PLN IX tahun 2007 Perusahaan juga menawarkan Sukuk Ijarah PLN II Tahun 2007 dengan jumlah nominal sebesar Rp 300.000.000. .500. Sukuk Ijarah is due in 10 (ten) years with Ijarah Fee of Rp31.000.000 (one trillion two hundred billion rupiah) value.000. the first payment being made on October 10. Obligasi PLN IX Tahun 2007 dengan nilai pokok sebesar Rp 2. Sukuk Ijarah ini berjangka waktu 10 (sepuluh) tahun dengan Imbalan Ijarah sebesar Rp 31.000.000. Pembayaran bunga Obligasi pertama telah dilakukan pada tanggal 10 Oktober 2007. 15 (fifteen) years tenor. Yield is payabel every 3 (three) months according to quarterly payment date. yield rate 10.000. 2017 for Series A and July 10.4% per tahun.000.000. and Deutsche Bank Trust Company Americas as trustee. while payment of principals will be made on July 10.Series B Bond of Rp1. Pada tanggal 31 Desember 2008.000 (tiga ratus miliar Rupiah). Pada tanggal 31 Desember 2008.200. 2007.Series A Bond of Rp1. offered at 100% of Ijarah Fee balance.000. Inc. yield rate 10. .000.200.000 (dua triliun tujuh ratus miliar Rupiah) yang terdiri dari: .000 (three hundred billion rupiah).4% per annum. 133 . The first yield payment was already made on October 10. 2008 PLN IX Year 2007 Bond and Sukuk Ijarah PLN II Year 2007 were rated ”idA+” by PT Pemeringkat Efek Indonesia.000.700. 2008 this guaranteed bond received Ba3 Stable rate from Moody’s Investor Service. dan ”BB-” dari Standard and Poor’s.9% per annum.000.000 (two trillion seven hundred billion rupiah) principal value which comprises of: . Imbalan Ijarah dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan dan pembayaran Imbalan Ijarah pertama akan dilakukan pada tanggal 10 Oktober 2007. the Company also offered Sukuk Ijarah PLN II Year 2007 nominal value of Rp 300. Sukuk Ijarah PLN II is listed at Surabaya Bursa Efek and registered at KSEI.000.000 (tiga puluh satu miliar dua ratus juta Rupiah) per tahun. 11. 12.000 (one trillion five hundred billion rupiah) value.200.000 (satu triliun dua ratus miliar Rupiah) dengan jangka waktu 15 (lima belas) tahun dengan tingkat bunga sebesar 10. Laporan Pengelolaan Operasional Operational Report 12.000.tanggal 16 Oktober 2006 antara penerbit.700. 2022 for Series B. 10 (ten) years tenor. On December 31.9% per tahun. 1.000. obligasi PLN IX tahun 2007 dan Sukuk Ijarah PLN II tahun 2007 memperoleh peringkat ”idA+” dari PT Pemeringkat Efek Indonesia. issuer. The benefit is payable every 3 months.000 (thirty one billion two hundred million rupiah) per annum. 2017.000.Obligasi Seri B sejumlah Rp. PLN IX Year 2007 Bond of Rp2. guarantor.500. Bunga obligasi dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan sesuai dengan tanggal pembayaran bunga triwulan.rate from Standard and Poor’s. and BB. obligasi terjamin ini memperoleh peringkat ”Ba3 Stable” dari Moody’s Investor Service. In conjunction with PLN IX Year 2007 Bond offering. Sukuk Ijarah PLN II dicatatkan pada Bursa Efek Surabaya serta didaftarkan di KSEI.000 (satu triliun lima ratus miliar Rupiah) dengan jangka waktu 10 (sepuluh) tahun dengan tingkat bunga sebesar 10. On December 31. 2007 and the last payment on July 10. Inc. penjamin dan Deutsche Bank Trust Company Americas sebagai wali amanat. sedangkan pembayaran Imbalan Ijarah terakhir akan dilakukan pada tanggal 10 Juli 2017. sedangkan pelunasan pokok Obligasi akan dilakukan pada tanggal 10 Juli 2017 untuk seri A dan 10 Juli 2022 untuk Obligasi Seri B .000.Obligasi Seri A sejumlah Rp.

000 (empat ratus dua puluh lima miliar Rupiah) dengan jangka waktu 7 (tujuh) tahun dan tingkat bunga 15% per tahun. 2009 up to January 9. 2009 at nominal value of Rp1. Yield is payable every three months up to January 9.75% per tahun. selling price at 98.000.000.Tranch B : Nominal value US$ 500 million. 13.000. Obligasi PLN X Tahun 2009 pada 9 Januari 2009 dengan jumlah nilai nominal sebesar Rp 1.000.000. Bunga dibayarkan setiap 6 (enam) bulan sejak 28 Juni 2007 sampai dengan jatuh tempo Obligasi Terjamin PLN II. 30 (thirty) years tenor.Series B Bond of Rp425.015.000. Majapahit Holding B.rate from Standard and Poor’s. dan ”BB-” dari Standard and Poor’s.Obligasi Seri B sebesar Rp 425.Tranch A : Nilai nominal US$ 500 juta dengan harga jual 99. This bond consists of: . Pada tanggal 31 Desember 2008. tingkat bunga 7.000 (one trillion four hundred and forty billion rupiah) which comprises of: .75% per annum. selling price at 99. 2016. Sukuk Ijarah PLN III Tahun 2009 pada 9 Januari 2009. 2009 at a nominal value of Rp760. .tingkat bunga 7. Obligasi Terjamin PLN II Tahun 2007 Pada tanggal 28 Juni 2007.000. Bunga dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan sejak 9 April 2009 sampai dengan 9 Januari 2016. and Deutsche Bank Trust Company Americas as trustee. 5 (five) years tenor. yield rate 14. 15.000 (satu triliun lima belas miliar Rupiah) dengan jangka waktu 5 (lima) tahun dan tingkat bunga 14. 2037.015. penjamin dan Deutsche Bank Trust Company Americas sebagai wali amanat. 15.000.000. 2014. . Yield is payable every six months effective from June 28.440. 7 (seven) years tenor. Yield is payable every three months from April 9. issued based on trustee agreement dated October 16. Bunga dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan sampai dengan tanggal 9 Januari 2014.000. Majapahit Holding B.000.875% per tahun. dengan nilai nominal sebesar Rp 760.25% per annum.000. 2006 among issuer.V.586%. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report 14. Obligasi ini terdiri dari: 14.134 13. yield rate 15% per annum. dan diterbitkan berdasarkan perjanjian wali amanat antara penerbit.000.875% per annum. yield rate 7. .Obligasi Seri A sebesar Rp 1. 2017. 2007 up to maturity date of the Guaranteed Note PLN II. 2008 this guaranteed bond received Ba3 Stable rate from Moody’s Investor Service. dengan jangka waktu 30 (tiga puluh) tahun dan jatuh tempo tanggal 29 Juni 2037.000 (tujuh ratus enam puluh miliar Rupiah) dengan PT Bank CIMB Niaga bertindak sebagai Wali Amanat.000 (seven hundred sixty billion rupiah) with PT Bank CIMB Niaga as trustee. On December 31. Sukuk Ijarah PLN III Year 2009 on January 9. Guaranteed Note PLN II Year 2007 On June 28. Obligasi Terjamin ini dijamin oleh Perusahaan dan Anak Perusahaan. PLN X Year 2009 Bond on January 9. guarantor. dengan jangka waktu 10 (sepuluh) tahun dan jatuh tempo tanggal 28 Juni 2017. This bond is guaranteed by the Company and its Subsidiary.yield rate 7.000. in Holland issued a Guaranteed Note valued at US$ 1 billion which consists of: .000 (one trillion fifteen billion rupiah). di Belanda. and mature on June 29.Series A Bond of Rp1.V. Inc. 2007.Tranch A : Nominal value US$ 500 million. and mature on June 28.000. .25% per tahun. 10 years tenor. and BB.Tranch B : Nilai nominal US$ 500 juta dengan harga jual 98.440.000 (four hundred twenty five billion rupiah).586%. menerbitkan Obligasi Terjamin sejumlah US$ 1 miliar yang terdiri dari: . Inc.000 (satu triliun empat ratus empat puluh miliar Rupiah) yang terdiri dari: .127%.127%. obligasi terjamin ini memperoleh peringkat ”Ba3 Stable” dari Moody’s Investor Service.000.

Seri A sebesar Rp 293.75% per tahun.217. yang dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan sejak 9 April 2009 sampai dengan tanggal 9 Januari 2016.000. 18.. Yield is payable every 6 (enam) months from January 20.217. tenor 7 (seven) years.000 (forty three billion two hundred seventeen million five hundred thousand rupiah) per annum. Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat. PT Bank CIMB Niaga Tbk is the trustee.000.000. Ijarah Fee of Rp70. diterbitkan tanggal 12 Jan 2010 dengan jumlah pokok sebesar Rp2. 2009 at US$ 750. payable every three months from April 9. On December 31. Guaranteed Note PLN III Year 2009 on August 3.000.000.000.Balance of Ijarah Fee is offered at maximum Rp87.000 (delapan puluh tujuh miliar Rupiah) secara Kesanggupan Terbaik (Best Effort).Series B of Rp 467. 2008. 2010 at principal value of Rp2.250. kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang diterbitkan untuk didaftarkan atas nama KSEI sebagai bukti hutang untuk kepentingan Pemegang Obligasi. . 2009 at USD1. Bunga dibayarkan setiap 6 (enam) bulan sejak 20 Januari 2010 sampai dengan tanggal 20 Januari 2020.000 (empat puluh tiga miliar dua ratus tujuh belas juta lima ratus ribu Rupiah) per tahun.(dua triliun tujuh ratus tiga miliar Rupiah) yang ditawarkan dengan nilai 100% (seratus persen) dari jumlah pokok Obligasi.500.000.75% per annum. Obligasi Syariah Ijarah PLN III tahun 2009 memperoleh peringkat ”idAA-” dari PT Pemeringkat Efek Indonesia. This bond was issued scriptless. 2009 up to January 9.000. 18. 2009 up to January 9. Obligasi Syariah Ijarah PLN III Year 2009 was rated ”idAA-” by PT Pemeringkat Efek Indonesia. 5 (five) years tenor.703.000. Pada tanggal 31 Desember 2008. 17. Obligasi Terjamin PLN IV Tahun 2009 pada tanggal 4 November 2009 sebesar USD 1.000 (two trillion seven hundred three billion rupiah).000. This bond comprises of: 135 .000.050.000.000.Series A of Rp293.000.000.000 (four hundred sixty seven billion rupiah).000 (dua ratus sembilan puluh tiga miliar Rupiah) dengan jangka waktu 5 (lima) tahun dengan imbalan ijarah sebesar Rp 43. 16. Bunga dibayarkan setiap 6 (enam) bulan sejak 8 Februari 2010 sampai dengan tanggal 7 Agustus 2019..000 dengan jangka waktu 10 (sepuluh) tahun dan tingkat bunga 7. Yield is payable every 6 (six) months from February 8. 2019. 2014. Laporan Pengelolaan Operasional Operational Report 17.250.000. Obligasi Terjamin PLN III Tahun 2009 pada tanggal 3 Agustus 2009 sebesar US$ 750.000 (tujuh puluh miliar lima puluh juta Rupiah) per tahun. PLN XI Year 2010 Bond issued on January 12.500.Sisa dari imbalan ijarah yang ditawarkan sebanyak-banyaknya Rp 87. Obligasi ini terdiri dari: . 16.000.050.000.Seri B sebesar Rp 467.000 (two hundred ninety three billion rupiah).000 (seventy billion fifty million rupiah) per annum.000 (eighty seven billion rupiah) based on the Best Effort. payable every three months since April 9. . Ijarah Fee of Rp43. except for the Bond Jumbo Certificate which was issued to registered on behalf of KSEI as proof of liabilities for the interest of bondholders. 10 (ten) years tenor and yield rate 8% per annum.703.000.000 (empat ratus enam puluh tujuh miliar Rupiah) dengan jangka waktu 7 (tujuh) tahun dengan imbalan ijarah sebesar Rp 70. 2020.000.000. yang dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan sejak 9 April 2009 sampai dengan tanggal 9 Januari 2014. PT Bank CIMB Niaga Tbk bertindak sebagai Wali Amanat. 2016. .000 dengan jangka waktu 10 (sepuluh) tahun dan tingkat bunga 8% per tahun.000. offered at principal value.000.000.000. Obligasi PLN XI Tahun 2010. 2010 up to August 7. tenor 10 (ten) years and yield rate 7. . 2010 up to January 20. Guaranteed Note PLN IV Year 2009 on November 4.

2017. berjangka waktu 10 (sepuluh) tahun terhitung sejak Tanggal Emisi.000 (one trillion seven hundred eighty three billion rupiah) based on full commitment. Jumlah Pokok Obligasi Seri B yang ditawarkan adalah sebesar Rp1. Sukuk Ijarah diterbitkan dengan 2 (dua) seri sebagai berikut: • Series A : Fixed yield bond at 11. This bond comprises of: .000. 10 (ten) years tenor since emission date. 7 (seven) years tenor since emission date. diterbitkan tanggal 12 Januari 2010.95% (eleven point ninety five percent) per annum. This Sukuk Ijarah is issued scriptless. Pembayaran Pokok Obligasi secara penuh dilakukan pada tanggal jatuh tempo Obligasi yaitu tanggal 12 Januari 2017. 19.783. with all balance of Ijarah Fee of Rp297. 2017.783. Obligasi PLN Sukuk Ijarah IV.000.000. kecuali Sertifikat Jumbo Sukuk Ijarah yang diterbitkan untuk didaftarkan atas nama KSEI sebagai bukti hutang untuk kepentingan Pemegang Sukuk Ijarah.000 (two hundred ninety seven billion rupiah) offered at 100% of remaining balance.000.000 (satu triliun tujuh ratus delapan puluh tiga miliar Rupiah) secara Kesanggupan Penuh (Full Commitment).(sembilan ratus dua puluh miliar Rupiah) secara Kesanggupan Penuh (Full Commitment).000. 2010. PLN Sukuk Ijarah IV Bond.(dua ratus sembilan puluh tujuh miliar Rupiah) yang ditawarkan dengan nilai 100% (seratus persen) dari seluruh Sisa Imbalan Ijarah. • Series B: Fixed yield bond at the rate of 12. dengan seluruh Sisa Imbalan Ijarah sebesar Rp297.000.000. issued on January 12.55% (dua belas koma lima lima persen) per tahun. Total bond principals of Series B being offered is Rp1.. • Seri B: Obligasi dengan tingkat bunga tetap sebesar 12. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report 19.000. Pembayaran Pokok Obligasi secara penuh dilakukan pada tanggal jatuh tempo Obligasi yaitu tanggal 12 Januari 2020. Total bond principals of Series A being offered is Rp920. Bond principal will be paid in full on bond’s maturity date on January 12.95% (sebelas koma sembilan lima persen) per tahun.55% (twelve point fifty five percent) per annum.000.000 (nine hundred twenty billion rupiah) based on Full Commitment.000. PT Bank CIMB Niaga Tbk bertindak sebagai Wali Amanat.000. Bond principal will be paid in full on bond’s maturity date on January 12. except for the Bond Jumbo Certificate which was issued to registered on behalf of KSEI as proof of liabilities for the interest of bondholders. berjangka waktu 7 (tujuh) tahun sejak Tanggal Emisi.136 • Seri A : Obligasi dengan tingkat bunga tetap sebesar 11.000.000.. Jumlah Pokok Obligasi Seri A yang ditawarkan adalah sebesar Rp920.000. PT Bank CIMB Niaga Tbk is the trustee. Sukuk Ijarah ini diterbitkan tanpa warkat.

000. • Series B : Sukuk Ijarah with Ijarah Fee of Rp125.000. diterbitkan tanggal 8 Juli 2010. berjangka waktu 10 (sepuluh) tahun sejak Tanggal Emisi.000. Obligasi PLN XII.(seratus dua puluh lima juta lima ratus ribu Rupiah) per Rp1. 2010.000.000. Seluruh Sisa Imbalan Ijarah Seri A yang ditawarkan adalah sebesar Rp130.500.000.(seratus enam puluh tujuh miliar Rupiah) secara Kesanggupan Penuh (Full Commitment).000 (one hundred sixty seven billion rupiah) based on Full Commitment.000. at nominal of Rp2. All balance of Ijarah Fee Series A being offered is Rp130.. PLN XII Bond. PT Bank • Series A : Sukuk Ijarah with Ijarah Fee of Rp119.000. This bond is issued as scriptless instrument.(seratus sembilan belas juta lima ratus ribu Rupiah) per Rp1. kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang diterbitkan untuk didaftarkan atas nama KSEI sebagai bukti hutang untuk kepentingan Pemegang Obligasi. except for the Bond Jumbo Certificate which was issued to registered on behalf of KSEI as proof of liabilities for the 137 Laporan Pengelolaan Operasional Operational Report .000 (one billion rupiah) per annum.000 (one hundred nineteen million five hundred thousand rupiah) per Rp1. Full payment of all balance of Ijarah Fee will be paid on maturity of Sukuk Ijarah on January 12. Pembayaran kembali seluruh Sisa Imbalan Ijarah secara penuh dilakukan pada tanggal jatuh tempo Sukuk Ijarah yaitu tanggal 12 Januari 2020. All balance of Ijarah Fee Series A being offered is Rp167. tenor ten years effective since emission date. dengan nilai nominal sebesar Rp2. tenor seven years effective since emission date. berjangka waktu 7 (tujuh) tahun sejak Tanggal Emisi.000.000.. Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat.500. 2017.000.000.000. Full payment of all balance of Ijarah Fee will be paid on maturity of Sukuk Ijarah on January 12.000 (two trillion five hundred billion rupiah) being offered at 100% of principal value.000.000.000. 2020. 20.000.000.000.000 (one hundred twenty five million five hundred thousand rupiah) per Rp1.(satu miliar Rupiah) per tahun. Seluruh Sisa Imbalan Ijarah Seri B yang ditawarkan adalah sebesar Rp167.000..000.000 (one billion rupiah) per annum. • Seri B : Sukuk Ijarah dengan Imbalan Ijarah sebesar Rp125..000.000.500.(seratus tiga puluh miliar Rupiah) secara Kesanggupan Penuh (Full Commitment).000.000 (one hundred thirty billion rupiah) based on Full Commitment.(satu miliar Rupiah) per tahun.000 (dua triliun lima ratus miliar Rupiah) yang ditawarkan dengan nilai 100% (seratus persen) dari jumlah pokok Obligasi.500. 20. Pembayaran kembali seluruh Sisa Imbalan Ijarah secara penuh dilakukan pada tanggal jatuh tempo Sukuk Ijarah yaitu tanggal 12 Januari 2017.500..000. issued on July 8.000.• Seri A : Sukuk Ijarah dengan Imbalan Ijarah sebesar Rp119.500.

855. Payment of all balance of Ijarah Fee will be made in full at the maturity of Sukuk Ijarah on July 8. Total balance of Ijarah Fee for Sukuk Ijarah Series A being offered is Rp160.(seratus enam puluh miliar Rupiah) secara Kesanggupan Penuh (Full Commitment).000.000.000. except for the Bond Jumbo Certificate which was issued to registered on behalf of KSEI as proof of liabilities for the interest of bondholders. interest of bondholders. PT Bank CIMB Niaga Tbk is the trustee. Jumlah Pokok Obligasi Seri A yang ditawarkan adalah sebesar Rp 645.000.000.000. This bond comprises of: • Series A: Bond with fixed yield of 9.000.000. Pembayaran Pokok Obligasi secara penuh dilakukan pada tanggal jatuh tempo Obligasi yaitu tanggal 8 Juli 2022.7% (nine point seven percent) per annum. Pembayaran Pokok Obligasi secara penuh dilakukan pada tanggal jatuh tempo Obligasi yaitu tanggal 8 Juli 2015. berjangka waktu 5 (lima) tahun sejak Tanggal Emisi.. .000 (five hundred billion rupiah) being offered at 100% of all remaining balance of Ijarah Fee. Sukuk Ijarah PLN V Year 2010 Bond with balance of Ijarah Fee of Rp500.855. • Seri B: Obligasi dengan tingkat bunga tetap sebesar 10. “Sukuk Ijarah PLN V Tahun 2010” dengan Sisa Imbalan Ijarah sebesar Rp500. PT Bank CIMB Niaga Tbk is the trustee.. kecuali Sertifikat Jumbo Sukuk Ijarah yang diterbitkan untuk didaftarkan atas nama KSEI sebagai bukti hutang untuk kepentingan Pemegang Sukuk Ijarah. Total bond principals being offered is Rp1.000.000.7% (sembilan koma tujuh persen) per tahun.000.138 CIMB Niaga Tbk bertindak sebagai Wali Amanat. This bond comprises of two series as follows: • Series A: Sukuk Ijarah with Ijarah Fee of Rp97.000.. Bond principal will be paid in full at the bond’s maturity on July 8.000. 2015. twelve years tenor effective since emission date.(enam ratus empat puluh lima miliar Rupiah) secara Kesanggupan Penuh (Full Commitment)..000. .000. This Sukuk Ijarah was issued as scriptless instrument.4% (ten point four percent) per annum.(ninety seven million rupiah) per Rp1. berjangka waktu 5 (lima) tahun sejak Tanggal Emisi.000.000 (one hundred sixty billion rupiah) based on Full Commitment. Bond principal will be paid in full at the bond’s maturity on July 8.(satu triliun delapan ratus lima puluh lima miliar Rupiah) secara Kesanggupan Penuh (Full Commitment).4% (sepuluh koma empat persen) per tahun.000 (one trillion eight hundred fifty five billion rupiah) based on Full Commitment.000 (one billion rupiah) per annum.. 21. Sukuk Ijarah ini diterbitkan tanpa warkat.000.000. Total bond principals being offered is Rp645.000. PT Bank CIMB Niaga Tbk bertindak sebagai Wali Amanat Sukuk Ijarah diterbitkan dengan 2 (dua) seri sebagai berikut: • Seri A: Sukuk Ijarah dengan Imbalan Ijarah sebesar Rp97. Pembayaran kembali seluruh Sisa Imbalan Ijarah secara penuh dilakukan pada tanggal jatuh tempo Sukuk Ijarah yaitu tanggal 8 Juli 2015.(sembilan puluh tujuh juta Rupiah) per Rp1.000.000.(lima ratus miliar Rupiah) yang ditawarkan dengan nilai 100% (seratus persen) dari seluruh Sisa Imbalan Ijarah. • Series B: Bond with fixed yield rate of 10. tenor five years effective since emission date.(satu miliar Rupiah) per tahun.000.000.000. Jumlah Pokok Obligasi Seri B yang ditawarkan adalah sebesar Rp 1.000.000. Seluruh Sisa Imbalan Ijarah untuk Sukuk Ijarah Seri A yang ditawarkan adalah sebesar Rp160. five years tenor effective since emission date. Obligasi ini terdiri dari: • Seri A: Obligasi dengan tingkat bunga tetap sebesar 9. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report 21. 2022. 2015. berjangka waktu 12 (dua belas) tahun terhitung sejak Tanggal Emisi.000.000 (six hundred forty five billion rupiah) based on Full Commitment.000.000.

000..(seratus empat juta Rupiah) per Rp1.000.000.000. Payment of all balance of Ijarah Fee will be made in full at the maturity of Sukuk Ijarah on July 8.000 (one hundred four million rupiah) per Rp1.000 (three hundred forty billion rupiah) based on Full Commitment. 2022.000. tenor twelve years effective since emission date.. Seluruh Sisa Imbalan Ijarah untuk Sukuk Ijarah Seri B yang ditawarkan adalah sebesar Rp340. berjangka waktu 12 (dua belas) tahun sejak Tanggal Emisi. Total balance of Ijarah Fee for Sukuk Ijarah Series B being offered is Rp340.000 (one billion rupiah) per annum.000.000.000.• Seri B: Sukuk Ijarah dengan Imbalan Ijarah sebesar Rp104.000.000. Seluruh obligasi PLN dipasar domestik tersebut mendapatkan peringkat AA+ dari Lembaga Pemeringkat Indonesia (Pefindo) . (Lihat juga tabel Daftar Ringkasan Efek Perusahaan) • Series B: Sukuk Ijarah with Ijarah Fee of Rp104. Pembayaran kembali seluruh Sisa Imbalan Ijarah secara penuh dilakukan pada tanggal jatuh tempo Sukuk Ijarah yaitu tanggal 8 Juli 2022.000.000.000. All of these domestic market’s PLN bonds have been rated AA+ by Indonesian Rating Agency (”Pefindo”).sedangkan obligasi PLN di pasar internsional mendapatkan peringkat BB dari Lembaga Pemeringkat Standard & Poor’s dan Ba1 dari Moody’s.(tiga ratus empat puluh miliar Rupiah) secara Kesanggupan Penuh (Full Commitment).(satu miliar Rupiah) per tahun. (Please also refer to Summary of Corporate Bonds) 139 Laporan Pengelolaan Operasional Operational Report . while PLN bonds for international market received BB rate from Standard & Poor’s and Ba1 rate from Moody’s..

PT PLN (Persero) telah menetapkan Kebijakan Lingkungan untuk mendukung Komitmen Perusahaan sebagai berikut: a. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report PLN (Persero) selalu berusaha untuk memperhatikan aspek lingkungan dalam menjalankan setiap kegiatannya . d. Upaya ini dilakukan secara menyeluruh dalam semua kegiatan penyediaan listrik oleh PLN baik itu instalasi Pembangkit. Transmisi/Gardu Induk dan Distribusi. KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN (K2) DAN PERUBAHAN IKLIM LINGKUNGAN Sejalan dengan visi perusahaan yaitu Menjalankan Kegiatan Usaha yang Berwawasan Lingkungan. f. Mengendalikan aspek dan dampak penting lingkungan setiap kegiatan. g. proses dan produk dari berbagai unit kerja dan anak perusahaan. PLN telah dan akan terus mengupayakan pengurangan pencemaran tanah. memelihara dan mengkaji ulang secara periodik Kebijakan Lingkungan ini sehingga senantiasa relevan. mengimplementasikan.140 KESELAMATAN. Mendorong setiap unit kerja dan anak perusahaan terus menerus melakukan perbaikan kinerja sistem manajemen lingkungan. b. air dan udara oleh zat-zat polutan termasuk didalamnya adalah pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK). Mendokumentasikan. Menjadikan pengelolaan lingkungan hidup sebagai sikap dan perilaku setiap lini manajemen dan individu karyawan perusahaan. anak perusahaan dan para mitra kerja dapat menerapkan kebijakan ini secara bertahap dengan memperhatikan kemampuan perusahaan dan kondisi lingkungan setempat. sesuai dan menjadi pedoman dasar bagi manajemen lingkungan yang diterapkan secara spesifik di setiap unit kerja dan anak perusahaan. HEALTH-SAFETy AND ENVIRONMENT PROTECTION KEPEDULIAN TERHADAP LINGKUNGAN. PT PLN (Persero) selalu berusaha untuk memperhatikan aspek lingkungan dalam menjalankan setiap kegiatannya. Mencegah pencemaran lingkungan dan degradasi keanekaragaman hayati serta melindungi keselamatan dan kesehatan kerja karyawan di wilayah kerja perusahaan. Untuk menjabarkan visi tersebut. c. Menjadikan kebijakan ini sebagai landasan untuk penetapan dan evaluasi pencapaian tujuan dan sasaran manajemen lingkungan. KESEHATAN KERJA DAN PERLINDUNGAN LINGKUNGAN WORK. Menyediakan dan memfasilitasi sumber daya yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan dan memelihara kebijakan lingkungan ini sehingga setiap unit kerja. e.

in line with company capability and local environment condition. PLN constantly strives to be mindful of environment aspects in each of its activities. PLN has been and will keep trying to reduce soil.CONCERN FOR ENVIRONMENT. f. subsidiaries and business partners can gradually apply this policy. Encourage all work units and subsidiaries to continuously improve environment management system performance. g. PLN has stipulated an Environment Policy that supports corporate commitment to: a. d. including reduction of greenhouse emission. c. also to protect employees’ work health and safety in corporate work place. To specify the vision. ELECTRIC POWER SAFETY AND WEATHER CHANGE ENVIRONMENT In line with corporate vision to conduct business activities with environment concept. generating. which include installation. Document. e. process and product of all work units and subsidiaries. Control environmental aspects and important impacts in each activity. Provide and facilitate resources needed for the implementation and reservation of this policy so that all work units. reserve and review periodically this Environment Policy so that it is always relevant. Make this policy the basis to determine and evaluate achievement of environment management’s purpose and objective. Make environment management the attitude and behavior of each management line and individual in the Company. Laporan Pengelolaan Operasional Operational Report PLN constantly strives to be mindful of environment aspects in each of its activities 141 . water and air pollution caused by pollutants. b. implement. These efforts are carried out in all electricity provision activities. fit and be the basic guidelines for environment management that specifically applied in all work units and subsidiaries. transmission/main station and distribution. Avoid environment pollution and degradation of natural variety.

a. Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan atau dikenal dengan PROPER yang dilaksanakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) tahun 2010 sudah dilaksanakan di 7 unit pembangkit dengan peringkat biru. Instalasi PLN secara rutin melaksanakan pengelolaan dan pemantauan lingkungan sesuai dengan dokumen lingkungan (AMDAL/UKLUPL). PT PLN (Persero) dapat mengevaluasi pemenuhan komitmen perusahaan dalam bidang lingkungan. Through this performance scoring. PLN evaluates fulfillment of corporate commitment for environment. a. Encourage development of community around unit works and subsidiaries as an effort to integrate the Company with local community.142 h. CDM . Melalui penilaian kinerja ini. PLN utilizes one of the mechanisms in Kyoto protocol. Berparstisipasi dalam program Pemerintah untuk menurunkan emisi gas rumah kaca. Upaya untuk melestarikan lingkungan juga dilakukan dengan melakukan penghijauan pada area instalasi. to get a credit from greenhouse emission reduction efforts in several renewable energy based power plants.” which was conducted by Ministry of Environment (“KLH”) in 7 power plants in 2010 resulting in blue rating. PLN memanfaatkan salah satu mekanisme protokol Kyoto yaitu Clean Development Mechanism (CDM) untuk mendapatkan kredit dari upaya penurunan emisi gas rumah kaca beberapa Management of Installation Environment To implement the above policy. KEGIATAN PERUSAHAAN LINGKUNGAN DALAM BIDANG h. cooperation with a university to study the advantages of pulverized coal. WEATHER CHANGE MITIGATION ACTIVITIES PLN supports the government in the efforts to mitigate weather change by constructing renewable energy based power plants. Menjamin kebijakan ini senantiasa tersedia bagi pihak-pihak yang berkepentingan seperti pihak pendana (lender) dan masyarakat luas. i. melakukan pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) terpadu. b. Besides. Selain itu sebanyak 34 unit PLN yang tersebar di seluruh Indonesia sudah mendapatkan sertifikat ISO 14001 dan sebanyak 32 unit sudah mendapatkan sertifikat Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3). the Clean Development Mechanism (CDM). j. known as “PROPER. Assessment of Company Performance Rating in Environment Management program. etc. b. j. managing integrated river flow area. PLN has made environment aspect one of performance scoring factors for all business units in all regions of Indonesia. kerjasama dengan Universitas untuk melakukan kajian pemanfaatan abu batu bara dan lain-lain. i. PLN installations regularly conduct environment management and monitoring in accordance with the environment documents (“AMDAL/UKLUPL”). PT PLN (Persero) telah menetapkan aspek lingkungan sebagai salah satu unsur penilaian dalam kinerja unit bisnis PLN di seluruh Indonesia. Environment reservation efforts are also carried out through planting the installation area. 34 PLN units throughout Indonesia have obtained the ISO 14001 certification and 32 units have obtained Work Health and Safety Management System certification. Mendorong pengembangan masyarakat di sekitar unit-unit kerja dan anak perusahaan sebagai upaya menjadikan perusahaan sebagai bagian integral dengan masyarakat di sekitarnya. KEGIATAN TERKAIT MITIGASI PERUBAHAN IKLIM PLN turut mendukung program Pemerintah dalam upaya mitigasi perubahan iklim dengan membangun pembangkit listrik energi terbarukan seperti pembangkit tenaga panas bumi dan pembangkit tenaga air. Guarantee that this policy is constantly available for related parties. Participate in government program to reduce greenhouse emission. such as geothermal power plant and hydroelectric power plant. CORPORATE ACTIVITIES FOR ENVIRONMENT PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Pengelolaan Lingkungan Sekitar Instalasi Sebagai implementasi dari kebijakan tersebut di atas. such as lender and community.

a. PLTA Genyem. Mekanisme CDM merupakan kerjasama antara negara maju yang telah meratifikasi protokol Kyoto (ANNEX – 1 COUNTRY) dengan negara berkembang (Non ANNEX – 1 COUNTRY) dalam upaya penurunan emisi gas rumah kaca. 2010 2. d. a. Beberapa proyek CDM yang sedang dikembangkan PLN antara lain : PLTP Kamojang IV. sedangkan bagi negara berkembang mekanisme ini berkontribusi dalam upaya melaksanakan pembangunan berkelanjutan (sustainability development). PLTA Renun and PLTA Musi are completing verification process. b. perkembangan proyek CDM dan VCM sebagai berikut: 1. PLTP Lahendong II has entered the third period of NCG sampling and has done kWh meter calibration. PLTMH Merasap and PLTMG Bontang with potential Certified Emission Reduction (CER) results of 2. PLTA Sipansihaporas. PLTP Lahendong II. PLTA Sipansihaporas dan PLTA Musi. Prior Consideration of the CDM Form untuk 3 proyek yaitu PLTP Kotamobagu 4 x 20 MW. Pembangkit energi terbarukan yang sedang dikembangkan sebagai proyek VCM adalah PLTA Renun. PLTMH Lobong.pembangkit energi terbarukan. Selain melalui mekanisme CDM. PLTA Sipansihaporas. Pada tahun 2010.5 juta ton sampai dengan tahun 2012. b. The benefit of CDM for developed countries is fulfilling Kyoto protocol commitments. c. PLTMH Mongango.5 million tons up to 2012. 4. 3. Several CDM projects being developed are: PLTP Kamojang IV. Renewable energy power plants being developed under VCM project are PLTA Renun. PLTA Sipansihaporas and PLTA Musi. Keuntungan CDM bagi negara maju adalah untuk memenuhi komitmennya dalam Protokol Kyoto. was delievered to UNFCCC on December 3. PLN juga memanfaatkan mekanisme pasar karbon sukarela (Voluntary Carbón Mechanism/VCM) untuk mendapatkan insentif dari hasil penjualan karbon kredit pembangkit energi terbarukan. PLTA Renun dan PLTA Musi sedang menyelesaikan proses Verifikasi. which are PLTP Kotamobagu 4 x 20 MW. 2010 143 Laporan Pengelolaan Operasional Operational Report . PLTA Genyem. d. 4. while for developing countries this mechanism contributes to sustainability development efforts. PLTP Kamojang IV has been integrated with UNFCCC since December 16. PLTP Kamojang IV sudah ter-registrasi di UNFCCC sejak tanggal 16 Desember 2010 2. PLTMH Merasap dan PLTMG Bontang dengan potensi Certified Emission Reduction (CER) yang akan dihasilkan sebesar 2. Progress of CDM and VCM projects in 2010 are as follows: 1. Prior Consideration of the CDM Form for 3 projects. 3. PLTMH Lobong. PLTP Hululais 2 x 55 MW and PLTP Sungai Penuh 2 x 55 MW. c. PLTP Lahendong II. PLTMH Mongango. PLTP Hululais 2 x 55 MW dan PLTP Sungai Penuh 2 x 55 MW sudah disampaikan ke UNFCCC tanggal 3 Desember 2010 is cooperation between developed countries that ratify the Kyoto protocol (ANNEX – 1 COUNTRY) with developing countries (Non ANNEX – 1 COUNTRY) in an effort to reduce greenhouse emission. PLTP Lahendong II sudah melaksanakan NCG sampling periode ketiga dan sudah melaksanakan kalibrasi kWh meter. PLN also utilizes Voluntary Carbón Mechanism (VCM) to gain incentive from the selling of renewable energy power plant carbon credit. Besides CDM mechanism.

PLTA Genyem (Paket 6. LOAN ADB 1982 – INO) NO.144 TABEL PROGRESS KEGIATAN DI BIDANG LINGKUNGAN I. Loan ADB 1983 – INO) NO. Step 1 d. Ijin penggunaan kawasan hutan 1. Forestry Usage Permit 4 5 b. Proyek Pendanaan Luar Negeri a. Upper Cisokan (World Bank) NO. LOAN ADB 1982 – INO) NO.INO) STATUS Sudah disampaikan ke ADB. tanggal 31 Desember 2010 Sent to ADB on 18 October 2010 e. LOAN ADB 1982 . 2010 Dalam tahap persetujuan Gubernur JABAR In approval proccess from West Java Government Dalam proses In proccess Dalam proses In proccess 2 3 Dokumen Environmental Impact Assessment (EIA) Environmental Impact Assessment Document Dokumen AMDAL (Revisi) AMDAL Document (Revision) Perizinan: Permit: 1. 1 KEGIATAN ACTIVITY b. Foreign funded projects a. Upper Cisokan (World Bank) STATUS Dalam proses penterjemahan In translating process Selesai. Dago Pakar Incommer (Package 2. Dago Pakar Incommer (Paket B2. Ijin penetapan lokasi 2. tahap 1 IMA Report (Independent Monitoring Agency). LOAN ADB 1982 .INO) STATUS Dalam proses In proccess Laporan IMA (Independent Monitoring Agency). Environmental Impact Assessment Document 2. & telah diumumkan via website PLN dan Bank Dunia tanggal 22 Oktober 2010 Finish and announced through PLN website and world bank on October 22. PLTM Santong (Package 2. PLTM Ndungga (Paket 2. 1 KEGIATAN ACTIVITY IPDP yang berkelanjutan Sustainablility IPDP d. LOAN ADB 1982 . PLTM Ndungga (Package 2. 1 KEGIATAN ACTIVITY C. PLTM Santong (Paket 2. 1 KEGIATAN ACTIVITY Dokumen LARAP LARAP Document Dokumen Environmental Management Plan (EMP) Environmental Management Plan Document PROGRESS OF ENVIRONMENT ACTIVITIES I. 2010 Selesai.INO) STATUS Dalam proses In proccess Laporan IMA (Independent Monitoring Agency). & telah diumumkan di website PLN dan Bank Dunia tanggal 22 Oktober 2010 Finish and announced through PLN website and world bank on October 22.INO) STATUS Sudah dikirim ke ADB. Step 1 PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report c. 1 KEGIATAN ACTIVITY Laporan IMA (Independent Monitoring Agency) IMA Report (Independent Monitoring Agency) . LOAN ADB 1982 . tahap 1 IMA Report (Independent Monitoring Agency). PLTM Genyem (Package 6. tanggal 18 Oktober 2010 Sent to ADB on 18 October 2010 e. Loan ADB 1982 – INO) NO.

New Indramayu Steam Power Plant 2 x 1000MW and 500 kV Indramayu . 1 KEGIATAN ACTIVITY Penilaian Kinerja Lingkungan Environment Performance Assessment ENVIRONMENTAL PERFORMANCE ASSESSMENT UNIT STATUS Selesai tanggal 22 Oktober 2010 Finished on 22 October 2010 145 . T/L 150 kV Karang Joang . Loan ADB 1983 – INO) NO. LOAN ADB 1983 .Cibatu AMDAL SUTET 500 kV PLTU Indramayu Cibatu Document 1 2 Dalam tahap persetujuan Gubernur JABAR In process 3 i. LOAN ADB 1983 .7 g. KEGIATAN ACTIVITY Dokumen AMDAL PLTU Indramayu 2 x 1000 MW AMDAL PLTU Indramayu 2 x 1000 MW document Dokumen AMDAL SUTET 500 kV PLTU Indramayu . 1 KEGIATAN ACTIVITY f.Tanjung (Package C1.Tanjung Kuaro . T/L 150 kV Karang Joang – Tanjung Kuaro – Tanjung (Paket C3.Serawak Interconnection STATUS Proses revisi Revision proccess j. 1 KEGIATAN ACTIVITY LARP Segment 6. T/L 150 kV Barikin – Tanjung (Paket C1.Cibatu (JICA) STATUS Dalam tahap persetujuan Bupati Indramayu In process h.Tanjung (Package C3. 1 KEGIATAN ACTIVITY LARAP transmisi LARAP transmission West Kalimantan . 1 2 KEGIATAN ACTIVITY Ijin penggunaan kawasan hutan Forestry Usage Permit AMDAL j. Java Bali Crossing 500 kV STATUS Surat Rekomendasi dari Gubernur Bali dan Gubernur Jatim sudah diterbitkan In process Dalam proses In proccess PENILAIAN KINERJA LINGKUNGAN HIDUP UNIT NO. Dalam proses In proccess Laporan Pengelolaan Operasional Operational Report Interkoneksi Kalimantan Barat . Ijin penetapan lokasi Environmental Impact Assessment Document i.f.INO) STATUS Dalam proses In proccess h.Serawak NO. Jawa-Bali Crossing 500 kV NO.INO) STATUS Dalam proses In proccess Laporan IMA (Independent Monitoring Agency) IMA Report (Independent Monitoring Agency) g. Loan ADB 1983 – INO) NO. T/L 150 kV Barikin . PLTU Indramayu baru 2 x 1000MW dan 500 kV Indramayu – Cibatu (JICA) NO.

2010 3 Tahap finalisasi Being finalized 4 Selesai Done TABEL LAPORAN KECELAKAAN DI UNIT .146 PEKERJAAN LINGKUNGAN LAINNYA NO.UNIT PT PLN (PERSERO) PADA TAHUN 2010 NO. Improvement of Capacity of Area Procurement and Asset Assessment Administration for projects funded by multilateral and multinational banks Studi master plan potensi hydro power di Indonesia bidang lingkungan. KECELAKAAN KERJA WORK ACCIDENT PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report 1 PLN Distribusi DKI PLN Distribution DKI PLN Distribusi Jabar & Banten PLN Distribution West Java & Banten PLN Wil Riau & Kepulauan Riau PLN Riau and Riau Island Region PLN Wil Kaltim PLN East Kalimantan Region PLN Wil Aceh PLN Aceh Region PLN Wil Kal Sel Teng PLN South Kalimantan and Central Kalimantan Region 1 2 2 3 4 1 1 1 5 2 . Preparing emission factor baseline for Sumatera and Minahasa Systems OTHER ENVIRONMENT WORK STATUS Rutin Routine 1 2 Dilaksanakan tanggal 18 Oktober 2010 Done on October 18. Monitoring of all installations’ RKL-RPL Implementation Documents Peningkatan Kapasitas Tata cara Pengadaan Lahan dan Penilaian Aset pada proyek dengan pendanaan Bank Multilateral dan Multinational. JENIS KECELAKAAN TYPE UNIT PLN PLN UNIT ACCIDENT REPORT PT PLN (PERSERO) UNIT IN 2010 JUMLAH KEJADIAN NUMBER TANGGAL KEJADIAN DATE Mei 2010 May 2010 21 Juli 2010 21 July 2010 9 September 2010 20 Mei 2010 20 May 2010 9 September 2010 2 Nopember 2010 2 November 2010 31 Oktober 2010 31 October 2010 22 Nopember 2010 22 November 2010 I. Master plan study of hydropower potential for environment in Indonesia Penyusunan baseline faktor emisi Sistem Sumatera dan Sistem Minahasa. KEGIATAN ACTIVITY Monitoring Dokumen Pelaksanaan RKL-RPL instalasi PLN seluruh Indonesia.

NO. KECELAKAAN INSTALASI EQUIPMENT ACCIDENT 1 PLN Distribusi Jateng & DIY PLN Central Java and Yogyakarta Distribution PLN P3B JB PLN Java Bali Transmission and Load Dispatcher Center 1 2 2 3 4 PLN Wil Kaltim PLN East Kalimantan Region PLN Wil Kalbar PLN West Kalimantan Region 1 1 III. Bali dan Nusa Tenggara PLN Power Plant and Transmission Project Java. Bali and Nusa Tenggara PLN P3B JB PLN Java Bali Transmission and Load Dispatcher Center PLN Kit Sumbagut PLN North Sumatra Power Plant 7 8 1 1 9 PLN Kit Indramayu PLN Indramayu Power Plant 3 II. KECELAKAAN MASYARAKAT UMUM PUBLIC ACCIDENT 1 PLN Distribusi Jateng & DIY PLN Distribution Central Java & Yogyakarta 2 2 PLN Distribusi Jatim PLN Distribution East Java 2 3 PLN Wil Kaltim PLN East Kalimantan Region 6 147 . JENIS KECELAKAAN TYPE UNIT PLN PLN UNIT JUMLAH KEJADIAN NUMBER 1 TANGGAL KEJADIAN DATE 3 Agustus 2010 3 August 2010 17 Agustus 2010 17 August 2010 28 Juli 2010 28 July 2010 6 Juli 2010 6 July 2010 28 Juli 2010 28 July 2010 28 Juni 2010 28 June 2010 3 Oktober 2010 3 October 2010 27 Agustus 2010 27 August 2010 Januari 2010 January 2010 19 September 2010 19 September 2010 10 April 2010 4 Desember 2010 4 December 2010 4 Mei 2010 4 May 2010 3 Desember 2010 3 December 2010 23 Desember 2010 23 December 2010 2 Agustus 2010 2 August 2010 26 April 10 26 April 2010 1 Nopember 2010 1 November 2010 2 Juni 2010 2 June 2010 3 Juni 2010 23June 2010 7 Desember 2010 7 December 2010 Laporan Pengelolaan Operasional Operational Report 6 PLN Pikitring Jawa.

South-east Sulawesi and West Sulawesi Region 1 IV. KECELAKAAN DINAS ON DUTY ACCIDENT 1 PLN Distribusi Jatim PLN Distribution East Java 25 Maret 2010 25 March 2010 14 Oktober 2010 14 October 2010 20 Mei 2010 20 May 2010 2 2 PLN Distribusi Bali PLN Distribution Bali 1 PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report .148 4 PLN P3B JB PLN Java Bali Transmission and Load Dispatcher Center 3 15 Desember 2010 15 December 2010 9 Maret 2010 9 March 2010 17 Desember 2010 17 December 2010 11 Nopember 2010 11 November 2010 5 PLN Wil Sulselrabar PLN South Sulawesi.

PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALYSIS 150 152 168 189 190 204 207 207 207 208 208 TINJAUAN EKONOMI DAN PROSPEK USAHA Economy Review and Business Prospect TINJAUAN KINERJA Performance Review TINJAUAN KEUANGAN Financial Review KINERJA ANAK PERUSAHAAN Subsidiaries Performance INFORMASI MATERIAL Material Information TRANSAKSI MATERIAL DAN KEJADIAN LUAR BIASA Material Transaction and Extraordinary Events KEJADIAN LUAR BIASA Extraordinary Events TRANSAKSI BENTURAN KEPENTINGAN Conflict of Interest Transaction TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA Transaction With Related Parties PERUBAHAN PERATURAN DAN KEBIJAKAN AKUNTANSI Changes of Regulations and Reclassification Accounting Policies KEJADIAN SETELAH TANGGAL NERACA Subsequent Event 149 Laporan Pengelolaan Operasional Operational Report .

stabilitas politik.991/US$ as at end 2010. Meningkatnya kepercayaan Investor membuat Kurs Rupiah menguat 4. This condition leads to optimism of government that economic growth in 2011 will reach 6. The economic growth was on the back of stable interest rates and high consumer purchase. better than 2009’s 4. Meskipun inflasi naik pada kisaran 6. political stability and business trust brought Indonesia’s overseas debt to Ba1 (Moody’s) and BB+ with positive outlook (Standard & Poors). Central bank’s interest rates were maintained around 6.1%.5%. . 2010 inflation trend was mainly affected by food price fluctuation due to weather anomaly. This recovery of economic aspect. 4. Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tumbuh sebesar 6.94%.94%.5%. berdampak pada peningkatan peringkat utang luar negeri Indonesia menjadi Ba1 (Moody’s) dan BB+ dengan outlook positif (Standard & Poors). Increasing investor trust strengthened Rupiah’s exchange rate by 4.4% menjadi Rp8. Pada tahun 2010.5% dan cadangan devisa mencapai US$96. serta dukungan kepercayaan dunia usaha.21 miliar.5% and currency reserve reached US$96. banyak dipengaruhi oleh fluktuasi harga kelompok pangan akibat dari anomali cuaca. lebih baik dari pertumbuhan tahun 2009. Suku bunga rujukan BI tetap terjaga di kisaran 6. inflation was still stable. Laju inflasi tahun 2010. Membaiknya aspek ekonomi. namun masih terkendali. Kondisi tersebut membuat Pemerintah optimis bahwa pertumbuhan ekonomi di tahun 2011 akan mencapai 6.4%. Pertumbuhan ekonomi nasional tersebut didukung oleh tingkat suku bunga yang terkendali dan belanja konsumen yang tinggi. Although rose to around 6.21 billion.4% to Rp8.1% in 2010.991/US$ di akhir tahun 2010. GDP Indonesia grew 6.150 TINJAUAN EKONOMI DAN PROSPEK USAHA ECONOMy REVIEW AND BuSINESS PROSPECT PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report TINJAUAN EKONOMI Membaiknya perekonomian dunia berdampak positif terhadap perekonomian Indonesia.4%. ECONOMIC REVIEW Global economic recovery brings positively affects Indonesian economic condition.

dan investasi yang diperoleh melalui kredit ekspor.000 MW annually. Di samping pembangunan pusat pembangkit.43 billion is the predicted sum of investment fund in order to run the project for the next five years. pembangunan pembangkit berikut jaringan transmisi dan distribusinya membutuhkan dana investasi yang relatif besar. 151 . the Corporate will make additional investments by making use of appropriate government support of Act No. obligasi. Funding was sourced from internally generated funds.2% per year subsequently cause the need of additional generator about 3. yang membutuhkan tambahan pembangkit sekitar 3. perusahaan akan melakukan investasi tambahan dengan memanfaatkan dukungan pemerintah sesuai Undang-Undang Nomor 19 tahun 2003. Berdasarkan kebutuhan tersebut PLN merencanakan pembangunan proyek pembangkit tenaga listrik untuk lima tahun ke depan dengan menyediakan dua-per-tiga dari kebutuhan nasional dan sisanya disediakan melalui partisipasi pihak swasta. Pendanaan tersebut bersumber dari dana internal Perusahaan.PROSPEK USAHA Pertumbuhan GDP nasional per kapita yang terus meningkat. and other commercial loans through banks. 19 of 2003. These power plant thus require a relatively large investment funds and the amount of USD 21. bonds. dengan tingkat pertumbuhan per tahun sekitar 6-7% menyebabkan naiknya konsumsi listrik sebesar 9. Diperkirakan untuk lima tahun mendatang. and investment incomes earned through export credits. Dari sisi pendanaan.2% per tahun. Based on these needs PLN plans a power plant project for the next five years to provide two-thirds of national needs and the remainder will be provided through the participation of private institutions. PLN masih memerlukan investasi untuk membangun jaringan transmisi dan distribusi.43 miliar.000 MW setiap tahunnya. Untuk memenuhi pertumbuhan permintaan tenaga listrik di masa depan. In addition to the construction of the plants the Corporate is still required to invest in building transmission and distribution networks. dan pinjaman komersial lainnya melalui perbankan. Pembahasan dan Analisis Manajemen Discussion and Management Analysis To meet the growing demand of electricity in the future. BUSINESS PROSPECT The increasing of GDP National per capita with growth rates around 6-7% per year resulted an escalation in electricity consumption valuing 9. Perusahaan membutuhkan dana investasi sebesar USD21.

152 TINJAUAN KINERJA PERFORMANCE REVIEW PEMASARAN MARKETING Kinerja pemasaran PLN pada tahun 2010 menunjukkan pencapaian penjualan sebesar 147. karena keterbatasan kapasitas pasokan pembangkit khususnya pada waktu beban puncak.conducting campaigns on the reduced uses of electricity during the peak load. yang bertujuan untuk memangkas atau mengalihkan beban puncak dengan cara: . . Pemasaran dilakukan secara aktif dan selektif dengan tetap mempertahankan mutu. . Sales of electricity has sharply increased aligned with the growing needs of the society of electricity. Perseroan melakukan upaya-upaya pemasaran.435. meningkat 5. Sejak tahun 2006. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report • In order to improve customer service quality. Since 2006.435.45% dibanding tahun 2009 dan jumlah pelanggan sebanyak 42. In its efforts in eliminating the problem. meliputi: PT PLN (Persero) marketing performance in year 2009 achieved sales performance that reached 147.387 pelanggan. However. • Melaksanakan program Supply Side Management (SSM) dengan membeli kelebihan tenaga listrik yang dibangkitkan dari beberapa pembangkit swasta untuk memenuhi kekurangan pasokan tenaga listrik dari pembangkit milik PT PLN (Persero).Untuk daerah-daerah yang daya mampu pembangkitnya masih kritis. Namun demikian.45% compared to year 2009 and total number of customers 42.For areas that the power generator is still critical.Memberikan paket diskon kepada pelanggan industri dan bisnis skala besar yang dapat mengalihkan bebannya dari waktu beban puncak ke waktu luar beban puncak. particularly at peak hours. maka permintaan sambungan baru bagi pelanggan tarif industri dapat diberikan dengan catatan tidak menggunakan listrik pada waktu beban puncak (WBP).78% dari tahun 2009.78% compared to 2009. . . due to limited power supply capacity. Corporate has been having constraints in its attempts to meet the growing electricity needs of the community. the Corporate has been undertaking the following programs: • Implementing Demand Side (DSM) program which aims to peak load by: Management trim or shift . the new connection request for industrial segment can be provided with the record that they do not use electricity at peak load time (PLT).30 TWh atau meningkat 9.30 TWh or increased by 9. Implementing Supply Side Management (SSM) to buy excess electricity generated from several private generators to meet the shortage of electricity supply from power plants owned by PT PLN (Persero).Mekanisme konservasi energi dengan mendorong masyarakat untuk melakukan penghematan energi.The mechanism of energy conservation by encouraging people to economize on energy. the Corporate conducts the following marketing efforts: .387 customers or increased by 5. . keandalan dan efisiensi. pertumbuhan penjualan tenaga listrik meningkat sesuai dengan pertumbuhan kebutuhan listrik masyarakat. . Perusahaan memiliki kendala untuk memenuhi pertumbuhan kebutuhan listrik masyarakat.giving discount packages to large scale industries and businesses that can convert their load from peak hours to non-peak hours. Effective and selective marketing initiatives have been undertaken by pertaining the good service quality.Melakukan kampanye pengurangan beban listrik pada waktu beban puncak. Dalam rangka meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan. the benefits and efficiencies. Upaya-upaya Perusahaan dalam mengatasi kendala tersebut adalah dengan: • Melaksanakan program Demand Side Management (DSM).

Hal ini menyebabkan beberapa sistem kelistrikan di luar Jawa–Bali mengalami kekurangan pasokan daya. 5 IPP beroperasi di Batam dengan kapasitas total sebesar 181 MW. 10 IPP beroperasi di sistem Jawa-Bali dengan kapasitas total sebesar 3. The increased need of electricity as a result of higher levels of social welfare has been accompanied by industrial development in Indonesia. 1 IPP beroperasi di Kalimantan dengan kapasitas total sebesar 45 MW. Pembahasan dan Analisis Manajemen Discussion and Management Analysis From the operating IPP.895 MW.• • Memberikan pelayanan khusus atau Service Level Agreement tertentu kepada pelangganpelanggan besar dengan menerapkan harga jual tenaga listrik yang telah disepakati oleh para pelanggan tersebut. Jika dalam hal teknis memungkinkan. sementara PLN memiliki keterbatasan dalam memenuhi peningkatan akan kebutuhan listrik tersebut. atau sekitar 17. PLN bertugas menyediakan tenaga listrik bagi kepentingan umum yang kebutuhannya meningkat setiap tahunnya. and encouraged the Company to not only took the initiative to produce electricity from PLN-owned power plants but also from the leased power plant as well as by purchasing the electricity through PPA with some private parties or IPPs. 24 IPPs have operated with a total capacity of 4. Hingga akhir tahun 2010. PRODUKSI DAN PEMBELIAN TENAGA LISTRIK PRODUCTION AND PURCHASING ELECTRICITY Sebagai BUMN yang bergerak di bidang penyediaan tenaga listrik. 5 IPPs in Sumatra with total installed capacity of 253 MW. the units will introduce stern measures to illegal users. unitunit akan melaksanakan peningkatan produksi pemasaran melalui kualitas dan keandalan dengan harga di atas harga yang berlaku. while PLN’s ability to supply such increasing demand for electricity was limited.70% dari total kapasitas terpasang nasional sebesar 26. Untuk mengurangi jumlah sambungan liar. 5 IPPs in Batam with total installed capacity of 181 MW and 3 Ipps in Sulawesi with total installed capacity of 285 MW. 10 IPPs operated in Java-Bali system with total installed capacity of 3. 153 . To reduce illegal connections. sebanyak 24 IPP telah beroperasi dengan total daya sejumlah 4.761 MW. thus applying the Automatic Meter Reading (AMR) on all TT and TM. • Dalam rangka pengamanan penjualan listrik kepada pelanggan tegangan tinggi (TT) dan tegangan menengah (TM). dan mendorong Perusahaan berinisiatif memproduksi listrik tidak hanya dari pembangkit listrik milik PLN sendiri melainkan dari pembangkit yang disewa Perusahaan dan pembelian tenaga listrik atau PPA dari pihak swasta atau IPP. 1 IPP in Kalimantan with total installed capacity of 45 MW.895 MW. Peningkatan akan kebutuhan tenaga listrik sebagai akibat dari peningkatan tingkat kesejahteraan masyarakat diiringi juga oleh perkembangan industri di Indonesia. dan 3 IPP beroperasi di Sulawesi dengan kapasitas total sebesar 285 MW. Up to year 2010. eventually that has caused some of the outside Java-Bali electrical system experienced power supply shortage. As an SOE engaging in the provision of electricity. maka seluruh pelanggan TT dan TM diupayakan menggunakan automatic meter reading (AMR).761 MW or about 17. If technically possible. unit-unit akan membuat program penertiban sambungan listrik. PLN is responsible for providing electricity power to meet the growing public needs every year. the units shall conduct marketing through increasing product’s quality and reliability by changing above the prevailing prices. In order to protect the electricity selling to customers of high voltage (TT ) and customers of medium voltage (TM).70% of nation wide total installed capacity of 26.997 MW. 5 IPP beroperasi di Sumatera dengan kapasitas total sebesar 253 MW. Dari IPP yang sudah beroperasi.997 MW. • Providing special services using Service Level Agreement to substantial customers and applying electric power selling price based on mutual agreement.

Sulsel Salak. 1. Jatim BAHAN BAKAR FUEL Gas Gas Panas bumi Geothermal MFO Batubara Coal Batubara Coal Panas bumi Geothermal Panas bumi Geothermal Panas bumi Geothermal INDEPENDENT POWER PRODUCERS IN OPERATION KAPASITAS CAPACITY (MW) 150 198 165 60 1. Drajat. 19. 13. 10. 20. 12. Jatim Paiton II. Kaltim Sebayak. dan/and PT Drajat Geothermal Ind. 220 60 150 90 85 85 80 80 84 90 65 80 80 90 72 90 90 80 80 2000-2042 2002-2044 2004-2024 2007-2037 2005-2016 2005-2016 2005-2017 2008-2011 2005-2025 2007-2032 2008-2038 2008-2038 2008-2038 2008-2038 2007-2027 2006-2011 2008-2011 Batubara Coal Gas Gas Gas Gas Gas Batubara Coal Panas bumi Geothermal Batubara Panas bumi Geothermal Tenaga air Water Tenaga air Water Tenaga air Water Gas 562 55 55 17 24 80 27 60 45 10 10 3 150 30 4. Jateng Palembang. Sumut Sebayak. 6. pulau Batam Gunung Megang. 3. 23. 5. Sulawesi Tengah Kamojang.230 1. Texaco Drajat Ltd. Sulsel Paiton I. 14.761 JUMLAH TOTAL . PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report 16. 15. 2. Jabar Sengkang. Jabar Wayang Windu. Sumsel Palu. 11. 24.154 INDEPENDENT POWER PRODUCERS DALAM TAHAP OPERASI NO. 4. 17. 18. pulau Batam Panaran. PERUSAHAAN COMPANY PT Cikarang Listrindo PT Energi Sengkang Chevron Geothermal Salak Ltd dan/and Dayabumi Salak Pratama Ltd PT Makassar Power PT Paiton Energy PT Jawa Power Pertamina. Pertamina and Magma Nusantara Limited PT Geo Dipa Energy PT Asrigita Prasarana PT Sumber Segara Primadaya PT Dalle Energy Batam PT Mitra Energi Batam PT Indo Matra Power PT Jembo Energindo PT Metaepsi Pejebe Power Generation PT Pusaka Jaya Palu Power PT Pertamina Geothermal Energi PT Cahaya Fajar Kaltim PT Dizamatra Powerindo PT Bajradaya Sentranusa PT CIpta Daya Nusantara Perum Jasa Tirta Aggreko International Project Ltd. Jabar Dieng. 22. Jateng Panaran. ulau Batam Panaran. Sumut Mobuya. Jabar Embalut. cevron Drajat Ltd. pulau Batam Kawasan Industri Kabil. Sulut Purwakarta. 9. PROYEK PROJECT Cikarang.220 AF b) (%) 72 85 90 80 85 83 PERIODE PERIOD 1998-2018 1999-2028 1997-2027 1998-2013 2000-2040 2000-2030 7. Jabar Pulau Batam 180 95 2000-2030 8. Sulsel Cilacap. 21. Jabar Pare-pare.

28% increased from 2009 which reached 156.24 18.2 27.6 28.984 31.4 13.3 14.07 2010 19.786 GWh or 8.43 ENERGY RESOURCES Oil fuel Non-oil fuel Water Coal Geothermal Natural Gas Purchase 155 .2 20.0 2008 27.50 2.9 2009 22.00 18.440 2008 113.90 9. Detailed data on production during the last 5 (five) years period can be reffered to the below table.06% menjadi 19. ELECTRICITY PRODUCTION PRODUKSI (GWH) PRODUCTION (GWH) PRODUKSI Produksi Sendiri Pembelian Tenaga Listrik Sewa Diesel Total Produksi 2006 101.257 142.3 2.194 156.06 6. BAURAN ENERGI (%) In producing electricity.Produksi tenaga listrik tahun 2010 sebesar 169. dimana pemakaian bahan bakar minyak menurun dari semula 22. Data rinci produksi tenaga listrik selama periode 5 (lima) tahun terakhir terdapat pada tabel di bawah ini. PLN is committed to optimize the energy mix in order to reduce the oil fuel usage optimally.199 3.437 2009 115.477 38. so that hydroelectric power can be operated in a maximum way.786 GWh mengalami kenaikan sebesar 8. this is in line with efforts to overcome the rolling outages in the crisis areas that are less power supply.5 22. On the other hand significantly increased use of water power caused by high rainfall in early 2010.076 8. Pembahasan dan Analisis Manajemen Discussion and Management Analysis Details of the energy mix for each energy source during the last 5 (five) years can be seen in the table below. The highest increase of electricity production comes from leases of power.797 GWh.5 7.169 5.6 2.59 23. Realisasi bauran energi pada tahun 2010 menunjukkan perubahan dibanding tahun 2009.7 6.804 133.9%. electricity production amounted to 169.233 169.86 22.707 149.28% dibandingkan tahun 2009 yang mencapai 156.51 2. where fuel oil consumption decreased from the original 22.5 29.389 4.434 36.340 31. hal ini sejalan dengan upaya untuk mengatasi pemadaman bergilir pada daerah krisis yang kurang pasokan daya.0 21. Rincian bauran energi selama periode 5 tahun terakhir dapat dilihat pada tabel di bawah ini.797 2010 123. (%) ENERGY MIX SUMBER ENERGI Bahan Bakar Minyak Non Bahan Bakar Minyak Air Batu Bara Panas Bumi Gas Alam Beli 2006 27.32 27. Realization of the energy mix in the year 2010 experienced a change of the energy mix in 200.786 PRODUCTION Company’s Own Production Electricity Purchase From Leased Generator Total Production Dalam memproduksi tenaga listrik. PRODUKSI TENAGA LISTRIK In 2010.797 GWh.06% to 19.7 7.664 28.8 2.9%.639 2.2 13.5 2007 25. PLN berusaha untuk mengoptimalkan bauran energi dengan tujuan untuk mengurangi penggunaan BBM secara optimal.57 27. sehingga pembangkit listrik tenaga air dapat dioperasikan secara maksimum. Di sisi lain pemakaian tenaga air meningkat signifikan yang disebabkan oleh tingginya curah hujan pada awal tahun 2010.108 2007 107. Kenaikan tertinggi dari produksi tenaga listrik berasal dari sewa pembangkit.

Akibatnya konsumsi tenaga listrik di sektor industri mengalami peningkatan.7 2008 129.609 CUSTOMER SEGMENT Residential Business Industry Public Total PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Pertumbuhan penjualan tenaga listrik pada tabel di atas memperlihatkan.608 45. dilakukannya penyambungan baru pada pelanggan Industri turut memberikan kontribusi bagi peningkatan penjualan tenaga listrik. PERTUMBUHAN PENJUALAN TENAGA LISTRIK 2010 sales of 147.415 43.45% increase from 2009’s 134.330 147. Membaiknya kondisi perekonomian Indonesia.297 GWh mengalami kenaikan sebesar 9.31 2010 147.297 GWh was a 9.184 22. Sale growth table above shows that in 2010 industrial group grew significantly compared to last year.45 DESCRIPTION Sale Growth Komposisi penjualan tenaga listrik untuk periode 5 (lima) tahun terakhir adalah sebagai berikut: KOMPOSISI PENJUALAN TENAGA LISTRIK (GWH) Sales composition for the last five years is as follows: COMPOSITION OF ELECTRICITY SALES (GWH) KELOMPOK PELANGGAN Rumah Tangga Usaha/Bisnis Industri Umum Jumlah PENJUALAN TENAGA LISTRIK (GWH) ELECTRICITY SALES(GWH) 2006 2007 47.297 43.581 GWh.945 24.581 4.581 GWh.157 50. Electricity sales rose significantly in all customer groups. sehingga mendorong bangkitnya dunia industri di negara kita. mempengaruhi minat investasi. new connection for industry contributes to electricity sales growth.825 112.581 2010 59.985 9.4 2009 134.246 7.940 129. particularly household and industry. terutama pada kelompok pelanggan Rumah tangga dan Industri.926 47. bahwa di tahun 2010 kelompok pelanggan Industri mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan dibandingkan tahun lalu. On the other side.204 8.510 121.607 134. This is consistent with the Company’s effort to minimize waiting list for new connection through the GRASSS program. Di sisi lain. which in turn increase industrial electricity consumption.969 7.019 6.019 2009 54.2 2007 121.297 9.615 6.825 46.609 5. Hal ini seiring dengan upaya untuk meminimalkan daftar tunggu penyambungan baru melalui Gerakan Sehari Sejuta Sambungan.324 20.246 2008 50.825 27. . Peningkatan penjualan tenaga listrik yang signifikan ini terjadi pada semua kelompok pelanggan. ELECTRICITY SALES GROWTH URAIAN Penjualan Pertumbuhan SATUAN UNITS (Gwh) (%) 2006 112.754 18.802 7.156 PERTUMBUHAN DAN KOMPOSISI PENJUALAN TENAGA LISTRIK ELECTRICITY SALES GROWTH AND COMPOSITION Penjualan tenaga listrik tahun 2010 sebesar 147.45% dibandingkan tahun 2009 sebesar 134. Improving domestic economic affects investment appetite and encourages domestic industry.

45 3.40 2009-2010 8. which is an important component in the Company’s revenues.86 8.68) 8. The electricity tariff used for the calculation of electricity bill to customers is year 2010 tarif (TTL 2010). ditetapkan oleh pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).PERSENTASE KOMPOSISI PERUBAHAN TENAGA LISTRIK PERCENTAGE IN COMPOSITION OF ELECTRICITY SALES KELOMPOK PELANGGAN Rumah Tangga Usaha/Bisnis Industri Umum 2006-2007 8. Tarif Tenaga Listrik (TTL) yang digunakan untuk menghitung jumlah tagihan rekening listrik kepada pelanggan adalah TTL Tahun 2010 yang ditetapkan melalui Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral nomor 07 Tahun 2010.04 11. yakni untuk menghitung penjualan tenaga listrik.40 AVERAGE 2006-2010 8.28 (3.14 10. 7 Year 2010 which was effective from July 1.49 8.73 2008-2009 9.14 CUSTOMER SEGMENT Residential Business Industry General Pembahasan dan Analisis Manajemen Discussion and Management Analysis TARIF TENAGA LISTRIK ELECTRICITY TARIFF Tarif Tenaga Listrik (TTL) yang merupakan komponen utama dalam pendapatan Perusahaan. 2010.35 9. was set by the Government and House of Representative (DPR).04 2007-2008 6.91 5.01 10. which was stipulated in Regulation of Minister of Energy and Mineral Resources No.16 11.88 10.73 5. Pemerintah menerbitkan kebijakan pemberian subsidi bagi pelanggan yang tarif tenaga listriknya masih di bawah biaya pokok penjualan. yang diberlakukan terhitung tanggal 01 Juli 2010. the amount of subsidy was not enough to meet PLN’s needs because the subsidy only amounted to the negative difference between average sales price (Rupiah/kWh) of each 157 .39 8. Effective implementation of TTL 2010 affects revenues from electricity sales and government subsidy for customers whose tariff class was below cost of goods sold. Namun subsidi ini belum cukup memenuhi kebutuhan PLN. However. Pemberlakukan Tarif Tenaga Listrik 2010 ini mempengaruhi pendapatan penjualan tenaga listrik dan besaran subsidi pemerintah.25 4. karena subsidi Electricity tariff.

974 miliar.719. This increase was due to the increase of electricity tariff which came into effect on July 1.108.988 14.446 70.20% to Rp 102. sumber pendapatan penjualan tenaga listrik terbesar masih berasal dari kelompok tarif industri dan rumah tangga.991 31.818 juta di tahun 2009. Berdasarkan Surat Pengesahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) pagu tertinggi listrik subsidi listrik tahun anggaran 2010 sudah termasuk 8% margin diatas Biaya Pokok Penyediaan Tenaga Listrik. BPP was determined by Minister of Energy and Mineral Resources cq Directorate General of Electricity and Energy Utilization based on formula that included network loss and distribution.17% dari Rp53. a 8.116 29. Hasil penjualan tenaga listrik secara rinci dapat dilihat pada tabel berikut.719.458 4. naik 8.074 27. termasuk tingkat susut jaringan dan distribusi yang ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral cq Direktorat Jenderal Listrik Pemanfaatan Energi. Based on Approval Letter of Budget Performance List (“DIPA”). 2010.172 2010 36. from Rp 90. REVENUE FROM ELECTRICITY SALES (BILLION RP) KELOMPOK PELANGGAN Rumah Tangga Usaha/Bisnis Industri Umum Total 2006 24. BPP dihitung berdasarkan formula. PENDAPATAN PENJUALAN TENAGA LISTRIK ELECTRICITY SALES REVENUE Di tahun 2010.818 million in 2009. dari Rp 90.621 7.815 14.418 million. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report PENDAPATAN PENJUALAN TENAGA LISTRIK (MILIAR RP) In 2010.226 4. the largest source of the electric power sales revenue still comes from the group of industrial and residential tariffs.070 102. tariff class minus basic cost of electricity provision on the voltage (Rupiah/kWh) of each tariff class multiplied by sales volume (kWh) for each tariff class.188 84.408 33.358 2009 32.380 22. Pada tahun 2010 total pendapatan dari penjualan tenaga listrik mengalami peningkatan sebesar 14.735 2007 27. Sales of electricity in detail can be seen in the following table.17% increase from Rp53.974 CUSTOMER SEGMENT Residential Business Industry Public Total . Kenaikan ini disebabkan oleh kenaikan Tarif Tenaga Listrik (TTL) yang mulai diberlakukan pada tanggal 1 Juli 2010.920 28. the plafond for electricity subsidy for budget year 2010 has included the 8% margin above basic cost of provision.108.20% menjadi Rp 102.712 billion in 2009.418 Juta. Besar subsidi yang diterima pada tahun 2010 adalah Rp 58.158 ini diberikan hanya sebesar selisih negatif antara harga jual tenaga listrik rata-rata (Rupiah/kWh) dari masing-masing golongan tarif dikurangi biaya pokok penyediaan tenaga listrik (BPP) (Rupiah/kWh) pada tegangan di masing-masing golongan tarif dikalikan volume penjualan (kWh) untuk setiap golongan tarif.058 15.771 5.172 miliar di tahun 2009.364 5.280 2008 32.974 billion. in 2010 total revenue from electricity sales increased by 14.844 76.875 25. Subsidy amount for 2010 was Rp58.903 90.

636 1.074.317. Bisnis dan Industri.317. CUSTOMER GROWTH (%) 2006 2007 37. Namun demikian terjadi pengurangan pelanggan pada kelompok pelanggan Lainnya. business and industry groups. hal ini disebabkan oleh perubahan pengelompokan tarif sesuai Tarif Tenaga Listrik 2010. the 1. PENAMBAHAN PELANGGAN The table below shows that the largest number of customer addition is in household.435 DESCRIPTION Household Business Industry Public Total Pembahasan dan Analisis Manajemen Discussion and Management Analysis Pada tabel dibawah terlihat bahwa penambahan pelanggan terbesar berasal dari kelompok pelanggan Rumah Tangga.844 2009 37.191. mengalami peningkatan sebesar 5.324 1.751) 324 60. while the other groups shows reduction.387 pelanggan.05 2009 40.43 2008 38.117 2010 39.611 47 992 37.668 1.702 DESCRIPTION Residential Business Industry Public Total 159 .168 40.435.702 customers at end of 2010.305) 2.055 38.505 2008 1.528 19 48.317.PELANGGAN DAN DAYA TERSAMBUNG CUSTOMER AND POWER CONNECTION Jumlah pelanggan pada tahun 2010 mencapai 42.759 85.542 775 (18.224.000 MW bagi industri dan bisnis serta membaiknya perekonomian. 5.000 MW connection for industrial need.690 110. Penambahan pelanggan terjadi sebagai hasil upaya Perusahaan untuk meminimalkan daftar tunggu penyambungan baru melalui Gerakan Sehari Sejuta Sambungan (GRASSS). Gerakan Sambungan 1.264 (44.751 2007 34.472 718 63.357 2009 1.914 1.117 3.273. namun terjadi pengurangan pelanggan pada kelompok pelanggan Lainnya.78 Customers Numbers (Thousand) (%) Growth Jumlah Pelanggan (Ribu) Pertumbuhan (%) 35.684 1.582.844 4. Hal ini sebagai hasil pelaksanaan Gerakan Sehari Sejuta Sambungan.118 1.562 364 112.599 2010 2.099 1.435.510.702 pelanggan pada akhir tahun 2010. PERTUMBUHAN PELANGGAN (%) Total customers in 2010 reached 42. Reduction of total customers in other groups was due to change of tariff group as regulated in TTL 2010.655 46 931 35. Hal ini disebabkan oleh adanya penambahan pelanggan sebesar 2.45 JUMLAH PELANGGAN (RIBU) NUMBER OF CUSTOMER (THOUSAND) URAIAN Rumah Tangga Usaha/Bisnis Industri Umum Total 2006 33.340.025 1.802 48 1.751 3.435 5. CUSTOMER INCREASED URAIAN Rumah Tangga Usaha/Bisnis Industri Umum Total 2006 943. This is the result of GRASSS program.716 48 1.871 2007 1.566.78% dibandingkan tahun 2009. a Company program to minimize waiting list.531 105. This addition was the result of GRASSS program.150 42.334 2008 36.912 49 1.334 4.78% increase from 2009 due to an addition of 2.975 1.349 199.387. and economic recovery.28 2010 42.

160

Daya tersambung pada tahun 2010 mengalami kenaikan sebesar 4.545 MVA dari tahun sebelumnya, sehingga menjadi total 67.439 MVA. Peningkatan daya tersambung ini sangat berkaitan erat dengan penambahan pelanggan. Semakin banyak calon pelangganyangdapatdilayanipenyambungannya,maka semakin tinggi pula jumlah daya tersambungnya.
PERTUMBUHAN DAYA TERSAMBUNG (%)

Total connected power in 2010 increased by 4,545 MVA from previous year’s to 67,439 MVA. This increase is closely related to customer addition. The more customers served, the higher total connected power.

GROWTH OF CONNECTED POWER (%)

URAIAN Daya Tersambung Pertumbuhan

2006 53.317 5,13

2007 56.549 6,06

2008 60.086 6,25

2009 62.894 4,67

2010 67.439 7,23

DESCRIPTION Connected Power Growth

DAYA TERSAMBUNG (MVA)

CONNECTED POWER (MVA)

URAIAN Rumah Tangga Usaha/Bisnis Industri Umum Total

2006 26.100 10.254 13.292 3.669 53.317

2007 27.777 10.939 13.881 3.952 56.549

2008 29.335 11.942 14.531 4.278 60.086

2009 30.700 12.710 14.790 4.694 62.894

2010 33.202 13.772 15.566 4.899 67.439

DESCRIPTION Residential Business Industry Public Total

SARANA PENYEDIAAN TENAGA LISTRIK POWER SUPPLY FACILITY
Sarana penyediaan tenaga listrik yang dimiliki dan dikelola PLN meliputi pembangkit tenaga listrik, jaringan transmisi dan jaringan distribusi. Pembangkit tenaga listrik yang dimiliki perusahaan terdiri dari pembangkit dengan menggunakan tenaga air, diesel, gas, gas uap, panas bumi dan uap dengan komposisi terbesar adalah pembangkit menggunakan tenaga uap yang mencapai 34% dari total kapasitas. Penambahan kapasitas pembangkit tenaga uap berbahan bakar batubara belum dirasakan signifikan mengingat PLTU 2 Banten (Labuan) 2 x 300 MW, PLTU 1 Jateng (Rembang) 2 x 315 MW dan PLTU 1 Jabar (Indramayu) 2 x 330 MW yang masuk dalam Program Percepatan 10.000 MW. Tahap I yang menurut rencana sudah beroperasi tahun 2009 mengalami keterlambatan. Means of electricity supply that is owned and managed by PLN include power generation, transmission and distribution network. Power station consists of company-owned plants using hydro, diesel, gas, steam gas, geothermal and steam with the largest composition is to use steam power plant that reaches 34% of total capacity.

PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report

Additional power generation capacity of coal based steam power plant has not been considered significant considering Steam Power Plant 2 Banten (Labuan) 2 x 300 MW, Steam Power Plant 1 in Central Java (Rembang) 2 x 315 MW, Steam Power Plant 1 West Java (Indramayu) 2 x 330 MW, which all were included in the Fast Track Program. Phase I that was supposedly started operation in 2009 was being delayed.

Untuk PLTU Program Percepatan 10.000 MW yang berada di luar Jawa juga mengalami keterlambatan yang disebabkan oleh: • Keterlambatan penyediaan lahan yang berakibat kegiatan pelaksanaan tertunda, lokasi proyek harus dipindah. • Keterlambatan pembukaan L/C dan keterlambatan pembayaran diakibatkan ketidaksiapan pendanaan untuk proyek karena likuiditas PLN terpakai untuk menalangi pembayaran proyek-proyek di Jawa yang sudah mendesak. Proyek-proyek di Jawa tersebut didanai oleh pinjaman dari Cina tetapi dana tersebut belum siap pada saat diperlukan.

In the meanwhile outer Java Fast Track Program was also postponed due to the following reasons: • • The delays in acquisition of land resulted in delay of activities and relocation of projects; and The delay in L/C opening and in payment settlement, as the funding was not ready for financing the project, and instead was allocated for other urgent settlement for Java projects. Those Java projects were funded by China, but the funds were not ready when required.

Sarana penyediaan tenaga listrik yang dimiliki dan dikelola PLN meliputi pembangkit tenaga listrik, jaringan transmisi dan jaringan distribusi
Pembahasan dan Analisis Manajemen Discussion and Management Analysis

Means of electricity supply that is owned and managed by PLN include power generation, transmission and distribution network

161

162

Data perkembangan rinci dari sarana penyediaan tenaga listrik selama periode 5 (lima) tahun terakhir dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
KAPASITAS PEMBANGKIT (MW)

Information on detailed development of electricity supply facilities over a period of 5 (five) years can be seen in table below.
GENERATING CAPACITY (MW)

KELOMPOK PELANGGAN PLTA PLTD PLTG PLTGU PLTP PLTU Total

2006 3.529 2.954* 2.727 7.021 395 8.220 24.846

2007 3.501 2.968* 2.783 7.021 415 8.534 25.222

2008 3.504 3.020 2.496 7.370 415 8.764 25.571

2009 3.508 2.980 2.570 7.370 415 8.764 25.607

2010 3.523 3.268 3.224 6.951 439 9.452 26.895

POWER PLANTS Hydro Power Plant Diesel Power Plant Gas Power Plant Gas Steam Power Plant Geothermal Power Plant Steam Power Plant Total

Untuk menyalurkan tenaga listrik terutama dari pembangkit Proyek Percepatan 10.000 MW, maka di tahun 2010 PLN membangun proyek jaringan transimisi T/L 500 kV Jawa-Bali, T/L 150 kV luar Jawa Bali, proyek gardu induk 150 kV serta proyek jaringan interkoneksi. Di sisi jaringan distribusi, PLN telah membangun proyek jaringan distribusi tegangan menengah dan rendah 20 kV serta proyek gardu distribusi. Di tahun 2010, Perusahaan telah menandatangani 301 kontrak untuk peningkatan dan pembangunan transmisi baru dan gardu induk di Jawa dan luar Jawa.
PENYALURAN PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report

To supply electricity mainly from generating 10,000 MW Fast Track Project, then in 2009 PLN to build a transmission network project T/L 500 kV Java-Bali, T/L 150 kV outside Java and Bali, the project 150 kV substations and interconnection network project. In terms of distribution network, PLN has built a network project of medium and low voltage distribution and 20 kV distribution substation projects. In 2010, the Company had signed 301 contracts for upgrading and building new transmission and substations in Java and outside Java.
DISTRIBUTION

URAIAN Transmisi (kms) Gardu Induk (MVA)

2006 31.195 54.409

2007 31.612 54.649

2008 32.472 55.989

2009 34.949 63.375

2010 43.842 65.669

UNITS Transmission (kms) Diesel Generated Power Plant

SUSUT JARINGAN NETWORK LOSSES
Secara total, realisasi susut jaringan tahun 2010 mencapai 9,70%, dengan komposisi 2,25% untuk transmisi dan 7,64% untuk distribusi. Pencapaian susut jaringan ini lebih baik dari tahun 2009 yang sebesar 9,93%. Pada tabel di bawah terlihat bahwa angka susut jaringan telah menunjukkan ke arah perbaikan yang signifikan dari tahun ke tahun. In total, the actual transmission losses in 2010 reached 9.70%, with a composition of 2.25% to 7.64% for the transmission and distribution. The achievement of network losses has showed significant improvement compared to transmission losses in 2009 amounted to 9.93%. In the table below shows that network losses rate has shown a significant improvement in the direction from year to year.

Adapun upaya jangka pendek yang dilakukan Perusahaan untuk menurunkan susut non teknis adalah melalui peningkatan kualitas pembacaan pemakaian tenaga listrik, dengan cara : • melakukan pengawasan terhadap hasil baca meter, • membaca pemakaian tenaga listrik pelanggan potensial secara remote dengan menggunakan Automatic Meter Reading (AMR) yang dipasang pada pelanggan tersebut, • menertibkan pemakaian tenaga listrik kepada pelanggan yang melakukan pencurian tenaga listrik. Disamping usaha tersebut di atas, secara berkesinambungan Perusahaan berupaya menurunkan susut teknis melalui: • Pemasangan trafo sisipan dan penambahan jumlah Jaringan Tegangan Rendah (JTR), agar arus penghantar lebih kecil dan tegangan ujung menjadi lebih baik. • Pembentukan organisasi di cabang dan wilayah/ distribusi yang bertanggung jawab terhadap akurasi pengukuran pemakaian tenaga listrik. • Perolehan sertifikasi mutu ISO 9001 pada proses bisnis Pengelolaan Alat Pencatat Pemakaian (APP) tenaga listrik. • Penertiban Penggunaan Tenaga Listrik (P2TL), penertiban Penerangan Jalan Umum (PJU) dan penerangan reklame ilegal secara intensif • Pemeriksaan rutin pelanggan besar terhadap akurasi Current Transformer (CT), Potential Transformer (PT) dan wiring (pengawatan). • Pengukuran beban trafo dan penyeimbangan beban. • Peningkatan kemampuan dan kompetensi SDM melalui pelatihan reguler atau lokakarya (workshop).
SUSUT JARINGAN (%)

In addition to the above operations, the Company also continually seeks short-term decrease technical losses, by: • • monitoring the results of reading meters, reading of electricity consumption remotely potential customers using Automatic Meter Reading (AMR) that is placed on the customer, curb the use of electricity to customers who do the theft of electricity.

In addition to the above efforts, the Company continuously seeks reduce technical losses through: • Installation of insertion transformer and addition of the Low Voltage Network (JTR), for better smaller currents and voltages Conductor tip. • Establishment of organizations in branches and regions/distribution that responsible for the accuracy of measurement of electricity. • Acquisition of ISO 9001 quality certification for business process management tool Registrar Use (APP) of electricity. • Use of Electric Power Control (P2TL), control street lighting (PJU) and intensive illegal billboards lighting • Routine examination of the accuracy of current customers Transformer (CT), Potential Transformer (PT) and the wiring. • Transformer load measurement and load balancing. • Improved human resource capacity and competence through regular training or workshop.
NETWORK LOSSES (%)

Pembahasan dan Analisis Manajemen Discussion and Management Analysis

2006 Susut Transmisi Susut Distribusi Susut Jaringan % % % 2,26 9,18 11,45

2007 2,24 8,84 11,08

2008 2,17 8,29 10,67

2009 2,18 7,93 9,93

2010 2,25 7,64 9,70 Transmission Losses Distribution Losses Network Losses

163

164

TINGKAT LAYANAN - MUTU DAN KEANDALAN SERVICE - QUALITY AND REABILITY

PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report

Untuk meningkatkan layanan kepada konsumen dan sejalan dengan UU perlindungan konsumen, Perusahaan melaksanakan program peningkatan mutu layanan secara bertahap sesuai dengan kemampuan pendanaan, melalui kegiatan-kegiatan berikut : • Mengembangkan komunikasi mutu layanan kepada publik secara transparan. • Melakukan klasifikasi tingkat mutu layanan secara nasional. • Menjadikan tingkat mutu layanan sebagai dasar penyusunan kegiatan investasi.

To improve service to customers and in line with consumer protection laws, the Company implemented gradually the quality improvement service program in accordance with the financial capability, through the following activities: • Developing quality communication services to the public in a transparent manner. • Classifiy level of quality service nationwide. • Making the service quality level as the basis for the preparation of investment activity.

Tingkat keandalan mutu layanan diukur melalui jumlah frekuensi pemadaman yang dialami pelanggan selama setahun yang dinyatakan dalam System Average Interuption Frequency Index (SAIFI), dan berapa lama waktu pemadaman yang dialami pelanggan yang dinyatakan dalam System Average Interuption Duration Index (SAIDI). Program jangka pendek yang telah dilakukan Perusahaan untuk meningkatkan mutu layanan kepada pelanggan adalah : • Menunda jadwal pemeliharaan pembangkit. • Melakukan sewa genset. • Memanfaatkan excess power dari perusahaan yang memiliki pembangkit sendiri. • Melakukan relokasi mesin pembangkit dari daerah yang tidak mengalami kekurangan pasokan daya ke daerah yang mengalami kekurangan pasokan daya. • Menurunkan beban puncak dengan melaksanakan program demand side management. Dengan dilakukannya program jangka pendek tersebut, terlihat pencapaian angka SAIDI tahun 2010 sebesar 6,96 jam/pelanggan/tahun jauh lebih baik dari angka SAIDI tahun 2009 sebesar 16,70 jam/pelanggan/tahun, demikian pula dengan pencapaian angka SAIFI tahun 2010 sebesar 6,82 kali/pelanggan/tahun lebih baik dari angka SAIFI tahun 2009 sebesar 10,78 kali/pelanggan/tahun. Upaya berkesinambungan yang dilakukan Perusahaan agar terus dapat meningkatkan mutu layanan kepada pelanggan adalah : • Melengkapi manajemen dengan tools pemantauan gangguan penyulang guna mendorong kinerja penyulang yang lebih baik. • Meningkatkan peralatan proteksi, melakukan pembenahan pemeliharaan dan pengaturan alat proteksi agar di masa depan tidak terjadi lagi malfungsi. • Melakukan pembersihan Right of Way (ROW) secara efektif dengan memanfaatkan informasi peta pohon. • Melakukan pengawasan yang ketat terhadap kinerja trafo distribusi yang meliputi : pemeliharaan, penyeimbangan beban, pengurangan jumlah trafo yang berbeban lebih (overblast), trafo sisipan maupun relokasi, sekaligus mengurangi risiko kerusakan trafo.

Reliability of customer service is measured through blackout frequency occured to each customer in a year, which is depicted in System Average Interuption Frequency Index (SAIFI), and duration of blackout which is depicted in System Average Interuption Duration Index (SAIDI).

The Company conducted the following short term programs to improve customer service quality: • • • • Postpone power plant maintenance schedule. Rent generators. Utilize excess power from companies owning generators. Relocate generators from the areas with enough power supply to areas lacking power supply.

Reduce peak load through implementation of demand side management.

The result of the above short term programs was shown in SAIDI ratio in 2010 of 6.96 hour/customer/ year, which was much better than SAIDI ratio in 2009 of 16.70 hour/customer/year, and SAIFI ratio in 2010 of 6.82 times/customer/year, which was better than SAIFI ratio in 2009 of 10.78 times/customer/year.

Pembahasan dan Analisis Manajemen Discussion and Management Analysis

The Company conducts the following continuous programs to keep improving customer service quality: • Equip management tools to monitor feeder interruptions and to boost performance of feeders. • Improve protection tools, reorganize maintenance and protection tool schedule to prevent more malfunction. • Effectively clean Right of Way (ROW) to utilize the information of trees map. Improve control of distribution transformer performance through maintenance, load balancing, reduction of overblast, filling and relocation, also reducing transformer damage risk.

165

166

• •

Melaksanakan Program Perang Padam Jawa Bali yang dimulai pada semester II tahun 2010. Memasyarakatkan Gerakan Hemat Energi, yang sangat bermanfaat untuk menghindari meluasnya pemadaman.

• •

Begin the program to Totally Eliminate Rolling Blackout in Java Bali in second semester of 2010 Socialize Energy Saving Program to prevent extension of blackout.

Disamping upaya tersebut di atas, Perusahaan juga telah berusaha untuk mempercepat penyelesaian proyek pembangunan pusat pembangkit tenaga listrik 10.000 MW serta jaringan transmisi distribusi. 2006 SAIDI SAIFI jam/pelanggan/tahun hour/customer/year kali/pelanggan/tahun time/customer/year 27.01 13.85

In addition to the above efforts, the Company also accelerates the construction of 10,000 MW power plants and distribution transmission networks.

2007 28.90 12.77

2008 80.90 13.33

2009 16.70 10.78

2010 6.96 6,82

EFISIENSI EFFICIENCY
Upaya peningkatan efisiensi telah dilakukan sejak tahun 1999 melalui program-program berikut: • Penurunan susut jaringan. • Peningkatan efisiensi investasi. • Penyempurnaan sistem pemeliharaan. • Peningkatan efisiensi produksi pembangkit dengan menekan konsumsi bahan bakar/SFC pembangkit. • Penurunan tingkat persediaan dan penurunan siklus penagihan.
PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report

Efforts to increase efficiency have been conducted since 1999 through the following programs: • Decrease in transmission losses; • improvement of investment efficiency; • Completion of the maintenance system; • Improvement of production efficiency by pressing down the Specific Fuel Consumption (SFC) plant; and • Decrease in inventory levels and declining billing cycle. Implementation of efficiency improvement program is conducted through Efficiency Drive Program (EDP) with a target acquisition net gain & savings in eDp. In the form of intangible, the realization of the eDp is shown in the form of corporate cultural changes such as increasing desire to reduce the cost/budget without reducing the benefits gained, the increasing perception approach to business/commercial in the settlement of problems in the field, and the growing spirit of innovation and competition in contributing to the company.

Implementasi program peningkatan efisiensi tersebut dilakukan melalui Efficiency Drive Program (EDP) dengan target perolehan Net Gain & Saving/ penghematan EDP. Dalam bentuk intangible, realisasi EDP tersebut terlihat berupa perubahan budaya perusahaan seperti meningkatnya keinginan untuk menekan biaya/anggaran tanpa mengurangi manfaat yang diperoleh, meningkatnya persepsi pendekatan secara bisnis/komersial dalam penyelesaian masalah di lapangan, dan bertumbuhnya semangat inovasi dan kompetisi dalam memberikan kontribusi bagi perusahaan.

RISALAH PENILAIAN KINERJA MANAJEMEN MANAGEMENT PERFORMANCE
Mengacu pada Kep.Men.BUMN No. KEP-100/ MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002, tentang penilaian Tingkat Kesehatan BUMN, PT PLN (Persero) tergolong dalam kelompok BUMN infrastruktur. Pencapaian nilai tingkat kesehatan PLN sepanjang tahun 2010 mencakup 3 aspek, yaitu aspek keuangan, aspek operasional dan aspek administrasi masuk pada golongan perusahaan SEHAT dengan klasifikasi A. Referring to SOEs Ministry Decree no. Kep- 100/ MBU/2002 dated June 4, 2002, regarding assessment of credibility level of SOEs, PT PLN (Persero) is categorized in groups of state-owned infrastructure. The achievement of the level of PLN health throughout the year 2010 includes 3 aspects, namely financial aspects, operational aspect and administrative aspect is classified HEALTHY or grouped into A classification.

167

Pembahasan dan Analisis Manajemen Discussion and Management Analysis

190.12 6.510 135.818 8.486 2.217.668 10.314 11.267.716 678.679 -182.539 9.719.003 13.512 9.765 9.59 -2.964.558.31 32.094 102.023 651.531 2009 145.23 10.44 -0.622 12.175 12.39 Pembelian Tenaga Listrik Purchased Electricity Pemeliharaan Maintenance Kepegawaian Personnel Penyusutan Depreciation Lain-lain Others LABA (RUGI) OPERASI INCOME (LOSS) FROM OPERATIONS Penghasilan (Beban) Lain-lain Other Incomes (Charges) LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PROFIT (LOSS) BEFORE TAx Beban Pajak Tax Expenses LABA (RUGI) BERSIH PROFIT INCOME (LOSS) (1.175 16.108.071 84.355.81 14.203.71 -21. IKHTISAR LABA RUGI PROFIT AND LOSS KETERANGAN DESCRIPTION PENDAPATAN USAHA REVENUES Penjualan Tenaga Listrik Sale of Electricity Subsidi Listrik Pemerintah Government’s Electricity Subsidy Penyambungan Pelanggan Customer Connection Fees Lain-lain Others BEBAN USAHA OPERATING ExPENSES Bahan Bakar dan Pelumas Fuel and Lubricants PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report REALISASI (JUTA RUPIAH) REALIZATION (MILLION RP) 2010 162.235072 25.a member firm of Deloitte Touche Tohmatsu.086.17 760.20 58. The following discussion and analysis refers to the Company’s Consolidated Financial Statements for the years ended December 31.537 4.447.746 4.418 53.973.417 12.73 -6.867.508 149.a member firm of Deloitte Touche Tohmatsu. yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Osman Bing Satrio & Rekan .168 TINJAUAN KEUANGAN FINANCIAL REVIEW Pembahasan dan analisis berikut mengacu pada Laporan Keuangan Konsolidasian Perusahaan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2010 dan 2009.21 33.222.900.847.257.375.786 7.144 90.172.52 10.035.399.347 -1.834.363) 11.637 532.946.108.275.954.90 24.60 .969 76.313.727 25.286.75 6. 2010 and 2009 audited by Registered Public Accountants Osman Bing Satrio & Rekan .174 10.758.660 -1.100 PERUBAHAN TAHUN 2010 & 2009 (%) YEAR TO YEAR 2010 & 2009 (%) 11.

Kenaikan ini disebabkan oleh beberapa hal. and others.973. more customer connections and the application of new Electricity Tariff since July 2010.903. (Lihat penjelasan “Subsidi Listrik Pemerintah”) Pendapatan dari penjualan tenaga listrik di tahun 2010 naik 14. jasa penyambungan pelanggan dan Lain-lain. connection fees from customers.7% dari tahun 2009 yaitu menjadi sebesar Rp769.380. URAIAN Usaha Penyediaan Tenaga Listrik Penjualan Listrik Berdasarkan Golongan Tarif Industri Rumah Tangga Usaha Umum Jumlah 33.690 pelanggan . The addition of total 2.PENDAPATAN Pendapatan PLN terutama berasal dari penjualan tenaga listrik kepada pelanggan. among others.2% from 2009’s to Rp102. 2009-2010.5 billion. 2009 DESCRIPTION Electric Power Supply Enterprises Sale of Electricity Tariff 29.690 customers was the result of. as shown in the following table.183 90.876. 169 .2% dari tahun 2009 menjadi sebesar Rp102. Pembahasan dan Analisis Manajemen Discussion and Management Analysis Revenues based on customer groups. maka jika dilihat lebih detail. yakni peningkatan jumlah pelanggan.6 miliar sebagai akibat bertambahnya jumlah pelanggan.771.854 5. Subsidi ini diperhitungkan berdasarkan pada selisih negatif antara harga jual rata-rata dari masing-masing golongan tarif dikurangi biaya pokok penyediaan tenaga listrik dari masing-masing golongan tarif. This subsidy is calculated as the negative difference between the average sales price of each tariff class minus basic cost of electricity provision of each tariff class (please refer to the explanation in “Government Electricity Subsidy”).858 22.531 2010 REVENUES PLN’s revenues mostly come from electricity sales to customers. Hal ini seperti tampak pada tabel berikut : Tabel pendapatan menurut golongan pelanggan.224.620. the (A Million Connection A Day) GRASSS program. The largest contribution was from industrial and household groups. Sesuai dengan tugas awalnya sebagai pelaksana Public Service Obligation (PSO) di bidang penyediaan tenaga listrik.407.224. peningkatan daya tersambung pelanggan dan pemberlakuan tarif Tenaga Lisrik Tahun 2010 sejak bulan Juli 2010.7% from 2009’s to Rp769.205 32.779 102.624 7. diantaranya merupakan hasil dari pelaksanaan program Gerakan Sehari Sejuta Sambungan (GRASSS).405 25.5 miliar. As total customers rose and new Electricity Tariff was applicable.172.973. PLN mendapatkan subsidi dari Pemerintah.069.6 billion to more customer population. revenue from all customer groups also increased. PLN receives subsidy from the Government. Sebagai akibat dari peningkatan jumlah pelanggan dan pemberlakuan Tarif Tenaga Listrik Tahun 2010. Penambahan pelanggan sebesar 2.116. pendapatan dari seluruh kelompok pelanggan mengalami peningkatan. Revenue from electricity sales in 2010 rose 14. This increase was the result of higher number of customers. Revenues from customer connection rose by 16. In line with its main duty as executor of Public Service Obligation in electricity provision.823 36.973.100 Industry Household Business General Total Pendapatan yang berasal dari penyambungan pelanggan mengalami peningkatan sebesar 16. 2009-2010. Kelompok pelanggan industri dan rumah tangga memberikan kontribusi terbesar.

8 billion for power plant fuel.7 miliar.91%.973.91%. Kenaikan pada sub akun ini terutama disebabkan oleh peningkatan biaya pembelian solar high speed diesel (HSD) sebesar 20. Berbagai upaya telah dilakukan PLN untuk menurunkan biaya bahan bakar minyak diantaranya The amount of subsidy received from the Government in 2010 reached Rp58.108. This increase was mainly due to global oil price increase. peningkatan daya tersambung pelanggan dan pemberlakuan tarif Tenaga Lisrik Tahun 2010 sejak bulan Juli 2010 Revenue from electricity sales in 2010 rose 14.17% increase from 2009 subsidy amount.190. BEBAN USAHA Beban usaha di tahun 2010 naik 10. a 8.44% to Rp84. beban pegawai dan pemeliharaan sebasar 15. jumlah subsidi yang diterima PLN dari Pemerintah mencapai Rp58.7 billion. menjadi sebesar Rp149.23% from 2009 to Rp Rp149.33% .46% dari total beban usaha . Kenaikan ini disebabkan oleh beberapa hal.973.748.108. yakni peningkatan jumlah pelanggan.4 billion.5 billion. mostly due to the increase purchase of high speed diesel (HSD) of 20.1% to Rp41.748. PLN has made various efforts to lower oil fuel cost.8 miliar. more customer connections and the application of new Electricity Tariff since July 2010 Pada tahun 2010. naik 8.1%.2% dari tahun 2009 menjadi sebesar Rp102.1 miliar. sebagai bahan bakar pembangkit.33%. electricity purchase expenses of 16.4 miliar.44% menjadi sebesar Rp84.2% from 2009’s to Rp Rp102. such as through maximum operation PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report . The largest components of operating expenses are fuel and lubricants expenses of 56.170 Pendapatan dari penjualan tenaga listrik di tahun 2010 naik 14. personnel expenses and maintenance expenses of total 15.46% of total operating expenses. Penyebab utama terjadinya kenaikan beban usaha di tahun 2010 adalah sebagai berikut: • Beban bahan bakar dan pelumas naik 10.5 miliar. OPERATING ExPENSES Operating expenses in 2010 rose 10. pembelian tenaga listrik sebesar 16.108. • Fuel and lubricants expenses rose by 10.108.23% dari tahun 2009.1 billion. This increase was the result of higher number of customers. Significant causes of higher operating expenses in 2010 are explained below. Peningkatan ini terutama disebabkan naiknya harga minyak dunia. Komposisi beban usaha terbesar dalam penyediaan listrik adalah beban bahan bakar dan pelumas sebesar 56. which already includes 8% margin for the Company.17% dari nilai subsidi di tahun 2009 dan subsidi ini telah memperhitungkan marjin perusahaan sebesar 8%.190. menjadi sebesar Rp41.

• 171 .4 miliar terutama disebabkan oleh naiknya biaya program imbalan kerja. In this subaccount. • Maintenance cost increased 24. Dari sub-akun ini biaya pajak pemanfaatan air permukaan (PPAP) juga mengalami peningkatan hingga sebesar 95% menjadi sebesar Rp234.3% menjadi sebesar Rp9.9 miliar. Biaya tersebut naik karena PLN banyak melakukan pemeliharaan pembangkit dan gardu induk sesuai jadwal pemeliharaan untuk menjaga kelangsungan pasokan.3% to Rp9. Biaya kepegawaian naik 32.900. menjadi sebesar Rp11.978. Higher gas utilization as power plant fuel also increased gas purchase cost by 18. jasa produksi dan insentif prestasi kerja tahun 2009 yang dibayar dan dicatat di tahun 2010.8% to Rp12. of non oil fuel power plants as an implementation of energy mix strategy.6 billion due to increased contractor fees and spare parts usage during 2010. bonus and performance incentive of 2009 which was paid and accrued in 2010. The increase was due to many maintenance activities on power plants and main stations as scheduled to ensure sustainability of supply. but this was still positive because the cost of PLTA produced electricity is the lowest among other power producers. Personnel expenses rose by 32.978. Peningkatan penggunaan gas sebagai bahan bakar pembangkit listrik.3% to Rp11. juga mengakibatkan naiknya biaya pembelian gas sebesar 18. mainly due to increases in employee benefits.Pembahasan dan Analisis Manajemen Discussion and Management Analysis • • dengan mengoperasikan semaksimal mungkin pembangkit berbahan bakar non minyak sebagai salah satu implementasi strategi bauran sumber energi pembangkit.8 billion.4 billion.8% menjadi sebesar Rp12.954.900.6 miliar akibat naiknya biaya jasa borongan dan pemakaian material selama tahun 2010.8 miliar. water retribution also increased by 95% to Rp234.954. Biaya pemeliharaan naik 24.3%. Namun hal ini bersifat positif karena harga listrik yang dibangkitkan dari PLTA paling rendah dibandingkan dari pembangkit lain.9 billion.

399.18% ditahun 2010 menjadi Rp 28.2 miliar.7 miliar di tahun 2009 menjadi sebesar Rp2. which in turn showed a higher other income of Rp2. Penyebab timbulnya beban lain-lain adalah: • Pembayaran bunga dan kupon obligasi hingga sebesar Rp6.4 miliar.7 % from 2009. PLN’s Income before Tax in 2010 was down by 6.39% menjadi sebesar Rp13.257. Perusahaan mencatatkan beban lain-lain.59% to Rp11.4 billion. Lower gain on currency translation adjustments from Rp7. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report INCOME BEFORE TAx In line with other expenses. karena menguatnya nilai tukar rupiah.267.59% menjadi sebesar Rp11. resulted from higher revenue increase than operating expense increase. but because the total was less than interest expense.2 billion.9 billion in 2010. EBITDA juga mengalami peningkatan sebesar 21. • No increase in electricity purchase expenses because Rupiah was stronger. down by 182.18% to Rp28.237.9 miliar.0 billion. menurun sebesar 182. INCOME FROM OPERATION PLN’s operating income in 2010 increased 33.18 miliar. Components of other expenses are: • • Payment of bond coupons of Rp6.7 billion in 2009 to Rp2.267. .9 miliar.37% dibanding tahun 2009 menjadi sebesar Rp 753.18 billion.867.31 trillion. EBITDA also rose by 21. namun karena jumlah totalnya berada dibawah biaya bunga.257. BEBAN LAIN-LAIN PLN mencatat beban lain-lain bersih sebesar Rp1.577.010.577. LABA USAHA Laba usaha PLN tahun 2010 naik 33.9 billion. PLN mencatat kenaikan pendapatan bunga dan lainnya sebesar 105.7 % dari tahun 2009 yang justru mencatatkan pendapatan lain-lain bersih hingga sebesar Rp2. maka pada tahun 2010. then in 2010 the Company recorded other expenses.0 miliar karena peningkatan pendapatan yang lebih besar dari peningkatan beban usaha.237. • Penurunan keuntungan selisih kurs. 31 triliun. dari sebesar Rp7.172 • Pada tahun 2010 tidak terjadi peningkatan biaya pembelian tenaga listrik. Interest income and others rose by 105.39% to Rp13. OTHER ExPENSES PLN recorded other expenses of Rp1.9 billion.010.9 miliar. LABA SEBELUM PAJAK Sesuai dengan penjelasan sebelumnya mengenai beban lain lain maka laba sebelum pajak PLN di tahun 2010 turun sebesar 6.867.37% from 2009 to Rp753.399.

Net income increase brought Company equity to Rp149. KETERANGAN Total Aset Jumlah Ekuitas Jumlah Kewajiban Jumlah Kewajiban Tidak Lancar Jumlah Kewajiban Lancar POSISI POSITION 2010 369. down by 2.199 47.LABA BERSIH DAN LABA PERSAHAM Setelah dikurangi beban pajak.517.5%.5 billion.792 333.766.560. restricted cash in banks and time deposits 0.7% dari posisi Rp333. maka laba bersih PLN di tahun 2010 adalah sebesar Rp10.974.0 billion in 2009.713.713. down from Rp224.974.7% 15. or 10.417. construction in progress 32.713. PLN’s net income in 2010 was Rp10.585. increased 9.1 billion in 2009.60% from 2009 net income. 2010 reached Rp369. NON-CURRENT ASSETS Total non-current assets as of 2010 year ended was Rp324. The following discussion explains changes in balance sheet. total aset Perusahaan per 31 Desember 2010 mencapai Rp369.3% to Rp219.196.9% increase from Rp141.9% menjadi Rp149.086. ASET TIDAK LANCAR Jumlah aset tidak lancar Perusahaan pada akhir tahun 2010 mencapai Rp324.7 miliar.9 billion from Rp192.9%.076 141. Dengan laba bersih tersebut. Total liabilities rose by 14.516.319.560.0 miliar di tahun 2009. 173 .600 per saham di tahun 2009.600 per share in 2009.5% terhadap total aset tidak lancar. and other accounts totaling of less than 0.9% 10. 5.1 miliar di tahun sebelumnya.713. Sebagai akibat kenaikan laba.7%.991 144.3% dibandingkan tahun 2009.7% 5.1 billion in 2009.922 164.1 miliar di tahun sebelumnya.560.585.6 miliar dari posisi Rp141.3 miliar atau naik 9. Accordingly.490 149.076 PERUBAHAN CHANGES 10.3 billion.585.766 per share.196.085 192.7% Pembahasan dan Analisis Manajemen Discussion and Management Analysis REMARKS Total Assets Total Equity Total Liabilities Non Current Liabilities Current Liabilities Adapun penjelasan pos-pos neraca utama yang menyebabkan perubahan tersebut diuraikan dalam beberapa bagian pembahasan sebagai berikut. As shown in the summary of balance sheet below. Total Kewajiban Perusahaan naik 14. Composition of noncurrent assets is as shown below. ekuitas Perusahaan naik 5.196.417. naik 10. plant and equipment – net 64.176 55.9% dan rekening bank dan deposito yang dibatasi penggunaannya. sebesar 0.7% increase from Rp333.560.568 219. earnings per share in 2010 was Rp218. Komposisi aset tidak lancar seperti tercantum pada tabel berikut.3% compared to 2009.655.5 miliar.974.746 369.783.7 billion.733. maka laba persaham PLN di tahun 2010 menjadi sebesar Rp218.9 miliar dari posisi Rp192. The main components of non-current assets are property. the Company’s total assets as of December 31.60% dari perolehan laba bersih di tahun 2009. NET INCOME AND EARNINGS PER SHARE After reduction of tax. turun 2.3% menjadi Rp219. diikuti pekerjaan dalam pelaksanaan sebesar 32.9% 14.3% 13.rupiah per saham.517..086.7% serta beberapa akun yang jumlahnya kurang dari 0.9%. IKHTISAR NERACA SUMMARY OF BALANCE SHEET Seperti tampak pada ikhtisar neraca keuangan berikut.6 billion.9%.490 2009 333. Komposisi terbesar aset tidak lancar adalah aset tetap bersih sebesar 64. turun dari posisi sebesar Rp224.

569.651.839. Construction in Progress Construction in progress increased 36.869 11.502 296.7% 9.503 551.296 3.877 juta tahun 2009 Pekerjaan dalam pelaksanaan Properti investasi Investasi jangka panjang Aset pajak tangguhan Aset tidak digunakan dalam operasi Piutang pihak hubungan istimewa .853 145. menjadi sebesar Rp106. The increase was due to additional property.482.817 78.3 miliar. • Perbaikan dan pengadaan peralatan transmisi. plant and equipment in 2010 of Rp2.713.4% increase from previous year.020 919. Kenaikan terjadi karena adanya penambahan aset tetap di tahun 2010 sebesar Rp2.442 832.8% 10. plant and equipment in 2010 year ended was Rp210.174 ASET TIDAK LANCAR (DALAM RP JUTA) NON CURRENT ASSET (IN RP BILLION) POSISI POSITION 2009 207. mainly due to the following: .4% dari tahun sebelumnya.702. • Spare parts • General equipment • Land and building for main stations.583 -56.setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp 100.666. • Repair and procurement of transmission equipment.021.569.9 billion or 1. • Installation and power plants.9 miliar atau naik 1.9% 27.612 PERUBAHAN CHANGES 1.587 3.210.1% from 2009 to Rp106.407.4% REMARKS Property. • Pengadaan instalasi dan mesin pembangkit • Pengadaan material suku cadang • Pengadaan perlengkapan umum dan • Penambahan areal tanah dan bangunan untuk digunakan sebagai area gardu induk.net of allowance for doubtful accounts of nil in 2010 and Rp80.590.839.402 juta tahun 2010 dan Rp 89. Kenaikan terutama disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut: Property.417.9 miliar.105 -25.9 billion.5% 39.net of accumulated depreciation of Rp100.868 106.0% 1.877 million in 2009 Construction in progress Investment properties Long-term investments Deferred tax assets Assets not used in operations Receivables from related parties .839.985.651.299.827 8.316 138.2% -67. yakni meliputi diantararanya: • Perbaikan dan pengadaan peralatan distribusi. plant and equipment .651.1% dari posisi tahun 2009. Plant and Equipment Property. which were: • Repair and procurement of distribution equipment.setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu nihil tahun 2010 dan Rp80.059 1.758 juta tahun 2009 Rekening bank dan deposito berjangka dibatasi penggunaannya Aset tidak lancar lain Jumlah Aset Tidak Lancar 2010 210.501 324.3% PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Aset Tetap Aset tetap bersih pada akhir tahun 2010 tercatat sebesar Rp210.278 1.669.402 million in 2010 and Rp89.985.702.3 billion which resulted from realization of customer service improvement projects and network maintenance during 2010. Kenaikan aset tetap adalah akibat realisasi pada beberapa proyek peningkatan mutu layanan maupun pemeliharaan jaringan sepanjang tahun 2010 lalu.758 million in 2009 Restricted cash in banks and ime deposits Other noncurrent assets Total Noncurrent Assets KETERANGAN Aset tetap .434 1.2% 2.684.1% 4. Pekerjaan dalam pelaksanaan Terjadi kenaikan sampai sebesar 36.286 36.

Rekening bank dan deposito berjangka dibatasi penggunaannya Mengalami penurunan sebesar 25% dari posisi tahun 2009. Construction of transmission projects T/L 500 Kv Jawa – Bali.000 MW Power Plant Construction Fast Track program. PLTGU Muara Tawar 2 x 100 MW Extension Project. PLTGU Tanjung Priok 740 MW Extension Project. dicatat pada kelompok aset lancar. PLTGU Muara Tawar 2 x 100 MW Extension Project. amounted to Rp256. T/L 150 Kv outside Java . All projects recorded under construction in progress are estimated to be completed between 2011 and 2012. PLTP Sarulla is a geothermal power plant project was was taken over by Unocal North Sumatera Geothermal Ltd on January 23.6 miliar. to only Rp551. Restricted Cash in Banks and Time Deposits This account was down by 25% from 2009 to Rp2. Pelaksanaan proyek jaringan distribusi tegangan menengah dan rendah 20 Kv serta proyek gardu distribusi. • • • Seluruh proyek yang tercatat dalam akun pekerjaan dalam pelaksanaan ini diperkirakan selesai antara tahun 2011 dan 2012. Pembahasan dan Analisis Manajemen Discussion and Management Analysis Some part of receivables from related parties which was due within one year was recorded under current assets. receivables from related parties. akun piutang pihak hubungan istimewa. menjadi tinggal sebesar Rp551. a significant decrease from previous year. Continuation of construction of PLTP Sarulla 300 MW.• • • • Semakin intensifnya kegiatan pembangunan beberapa pembangkit listrik baru dalam rangka percepatan pembangunan pembangkit 10. PLTP Sarulla merupakan proyek pembangkitan listrik tenaga panas bumi yang pada tanggal 23 Januari 2004 diambil alih oleh Perusahaan dari Unocal North Sumatera Geothermal Ltd dengan harga perolehan US$ 60 juta.7 billion as at December 31. menjadi tinggal sebesar Rp2. T/L 150 Kv untuk luar JawaBali.407.000 MW tahap pertama.8 billion. • More construction activities in the first phase of 10.7 miliar.8 miliar. dengan posisi per 31 Desember 2010 adalah sebesar Rp256. This was primarily due to final payment from PT Sumber Segara Primadaya (S2P) for the construction of PLTU Cilacap. resulted from payment of lease installments and operation guarantee as scheduled in line with project progress. yakni sebesar 67. Implementation of 20 Kv medium and low voltage distribution network project and distribution station project. proyek gardu induk 150 Kv serta proyek interkoneksi jaringan. Rehabilitation of PLTGU Muara Karang 2 x 200 MW and PLTU Suralaya 4 x 400 MW. Receivables from Related Parties This account was down by 67. Piutang hubungan Istimewa Mengalami penurunan cukup siginifikan. 175 . Pelaksanaan pekerjaan lanjutan pembangunan pembangkitan PLTP Sarulla 300 MW. 2010. Penurunan terutama disebabkan pelunasan yang dilakukan oleh PT Sumber Segara Primadaya (S2P) dalam rangka pembangunan PLTU Cilacap. 2004 under an acquisition price of US$60 million.Bali.2% dari posisi tahun sebelumnya.2%. 150 Kv main station project.407.6 billion. and interconnection network project. sebagai akibat pembayaran angsuran sewa pembiayaan dan jaminan operasi yang dilakukan sesuai dengan kemajuan proyek. Sebagian piutang hubungan istimewa yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun. Rehabilitasi PLTGU Muara Karang 2 x 200 MW dan Rehabilitasi PLTU Suralaya 4 x 400 MW. PLTGU Tanjung Priok 740 MW Extension Project. Pembangunan proyek jaringan transmisi T/L 500 Kv Jawa – Bali.

880 826.898 juta tahun 2010 dan Rp 94.7% dan beberapa akun yang jumlahnya kurang dari 7% terhadap total aset tidak lancar.969.458 12.5% 9.358.673.716.557 million in 2009 Prepaid taxes Prepaid expenses and advances Receivables from related parties 2.2 miliar atau naik 22.7% Biaya dibayar dimuka dan uang muka Piutang istimewa pihak hubungan Jumlah Aset Lancar 22.0%.6 miliar.0 %.2% -51.740 45.747 801.2% or Rp6.875.176 ASET LANCAR Jumlah aset lancar Perusahaan pada akhir tahun 2010 mencapai Rp45.3 miliar. diikuti oleh persediaan sebesar 22.715.673.901 8.7% REMARKS Cash and cash equivalents Short-term investments Trade accounts receivable .898 million in 2010 and Rp 94.setelah dikurangi penyisihan penurunan nilai sebesar Rp 98. ASET LANCAR (DALAM RP JUTA) CURRENT ASSETS Total current assets in 2010 reached Rp45.7%.204 juta tahun 2009 Piutang subsidi listrik Piutang lain-lain Persediaan . placed in foreign currency and Rupiah .927.318 0 36. Komposisi aset lancar seperti tercantum pada tabel berikut. The increase of cash and cash equivalents mainly came from 2010 operating activities that were up by 289% from 2009 to Rp Rp22.143. receivables on electricity subsidy 20.721.474 478. (selanjutnya lihat uraian “Arus Kas”) Posisi kas pada tahun 2010 terdiri dari kas di tangan sebesar Rp44. Komposisi terbesar aset lancar adalah kas dan setara kas 43.969.375 668.844 PERUBAHAN CHANGES 51.143.1% 67.1% 23.2% dari posisi tahun sebelumnya.798 828.7%.3 billion (please refer to “Cash Flow” for further explanation).258 2. 22.6 miliar menjadi Rp19.451 juta tahun 2010 dan Rp 341.8 miliar atau meningkat sebesar 51.net of allowance for decline in value of Rp 98.493 133.451 million in 2010 and Rp 341.716.314 9. Current Assets composition is shown in the table below.6% 9.0% Total Current Assets Kas dan setara kas Posisi kas dan setara kas pada tahun 2010 naik sebesar Rp6. CURRENT ASSET (IN RP BILLION) KETERANGAN Kas dan setara kas Investasi jangka pendek Piutang usaha setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu sebesar Rp 330.1% 550.6 billion to Rp19. Kenaikan kas dan setara kas tersebut terutama berasal dari hasil aktivitas operasi tahun 2010. Cash in 2010 consisted of cash in bank of Rp44.555. and several other accounts amounting to less than 7%.2 billion.196 1.0% increase from 2009.739 2009 13.6 billion.8 billion.204 million in 2009 Receivables on electricity subsidy Other receivables Inventories .0% dibandingkan tahun 2009.143.999. piutang subsidi listrik sebesar 20.580.net of allowance for doubtful accounts of Rp 330.043.7%.% dari posisi tahun 2009. ditempatkan di rekening giro Cash and cash equivalents Cash and cash equivalents in 2010 was higher by 51.570 9. The components are Cash and Cash Equivalents 43.194 236.907 256. inventories 22. menjadi sebesar Rp22.716.168 2.557 juta tahun 2009 Pajak dibayar dimuka PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report POSISI POSITION 2010 19. yang naik sampai sebesar 289.

piutang ini terdiri dari piutang umum sebesar Rp2.358. government Rp170.dalam mata uang asing maupun Rupiah sebesar Rp15.927. Program penyambungan baru yang dicanangkan telah membuat jumlah pelanggan naik sebesar 2.417.25%. Persediaan Mengalami peningkatan sebesar 2.0 billion.8% dari jumlah keseluruhan kas dan setara kas.25% for foreign currency deposits.1% from 2009 to Rp9.6 miliar dan piutang usaha TNI dan Polri sebesar Rp515. which was due to addition of subsidy in line with the government’s electrification ratio increase program. Piutang subsidi listrik Mengalami peningkatan sebesar 9. Trade Receivables Trade receivables in 2010 was Rp2. transformers and wire.224.480. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk and PT Bank Bukopin. Piutang Usaha Piutang usaha Perusahaan pada tahun 2010 tercatat sebesar Rp2. mostly are public customers entitled to the subsidy.6 billion.1% from 2009 to Rp9.1% dari posisi tahun 2009. among others.2 miliar. Placement of time deposits was with.875. Kenaikan disebabkan adanya penambahan subsidi seiring dengan program peningkatan rasio elektrifikasi yang dicanangkan oleh Perusahaan dan Pemerintah.875. Receivables on Electricity Subsidy This account rose by 9. Kas dan setara kas Perusahaan dalam bentuk deposito. The Company gained interest income of Rp797. akibat meningkatnya pasokan daya dari PLTA.3 miliar.6 billion. trade receivables consisted of public Rp2. naik 12.4 miliar.417. menjadi sebesar Rp9. 177 . Interest rates of these placements were between 6% and 13. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Dengan pola penempatan dana seperti tersebut diatas Perusahaan mendapatkan pendapatan bunga sebesar Rp797. ditempatkan diantaranya di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Time deposits amounted to Rp4.358.25%. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.6 miliar.2 billion.299. and Indonesian Armed Forces Rp515. Nilai persediaan terbesar adalah berupa persediaan bahan bakar dan pelumas.9% dari posisi tahun 2009.0 miliar. or 12. “alat ukur. tranformator dan kabel.4.9% higher than 2009.4. piutang BUMN sebesar Rp39.480. New connection target increased number of customers by 2.2% dari jumlah keseluruhan kas dan setara kas.5% untuk deposito Rupiah dan 3.927.2% of total cash and cash equivalents. Pembahasan dan Analisis Manajemen Discussion and Management Analysis Inventory Inventory rose by 2.5% for Rupiah time deposits and 3.299.8% of total cash and cash equivalents. sebagian besar diantaranya adalah pelanggan umum yang memerlukan subsidi. meter recording device and control equipment. yang justru mengalami penurunan.690 juta pelanggan baru.4 billion from the above placement.7 billion. current accounts of total Rp15.224. menjadi sebesar Rp9. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Menurut kategori pelanggan. pembatas dan kontrol”. Several sub-accounts that caused the inventory increase are switchgear and networking. Atas penempatan dana tersebut PT PLN (Persero) mendapatkan bunga antara 6%-13. piutang Pemerintah sebesar Rp170. By debtor.7 miliar atau 78. which was lower because of power supply from PLTA.3 billion. The largest component of inventory is fuel and lubricants.4 billion. state-owned companies Rp39.690 million.7 billion or 78.1% dari tahun 2009. Deposito berjangka sebesar Rp4.7 miliar.4 miliar.1 billion or 21. Beberapa sub akun yang mempengaruhi kenaikan akun persediaan diantaranya adalah naiknya persediaan ”switchgear & jaringan”.1 miliar atau sebesar 21. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Bukopin.25% untuk deposito dalam mata uang asing.

504 313. 2010.154 202.555.662 (341.2 billion.451) 2.410 238.480.354 2. PLN imposes a policy to terminate electricity supply after certain period of late payment.655.813 108.606 170.204) 2. PLN continuously strives to settle payables over 360 days in compliance with prevailing regulations.8%. The component of non-current liabilities include bonds payable of 28. penerusan pinjaman sebesar 13.619 (330. Adapun gambaran tingkat kolektibilitas piutang Perusahaan adalah sebagai berikut: URAIAN PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report All sub-accounts were higher due to more customers and connection. sehingga PLN harus menyisihkan sejumlah dana piutang ragu-ragu per 31 Desember 2010 sebesar Rp330. PLN memiliki kebijakan untuk melakukan pemutusan aliran listrik jika ada keterlambatan pembayaran pada periode tertentu.2 miliar.555. Namun demikian.380 3.575. PLN terus berupaya menyelesaikan piutang-piutang yang telah jatuh tempo lebih dari 360 hari ini sesuai peraturan yang berlaku. bank loans and medium term notes of 22.619 (330.7% from previous year to Rp164.3%.988 410. However. ada piutang yang telah jatuh tempo lebih dari 360 hari.205. The Company’s collectibility of payables is as shown below: 2009 819.014 39.662 (341. employee benefits .458 DESCRIPTION Not Yet Due 1 to 90 Days 91 to 60 Days More than 360 Days Total Allowance for Doubtful Accounts Net 2010 1. two-step loans of 13.079.1%. some payable had been over 360 days late from due date so that the Company had to accrue some allowance for doubtful accounts of Rp330.222 263.347.875.168 Belum Jatuh Tempo 1 s/d 90 Hari 91 s/d 360 Hari Lebih dari 360 Hari Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Bersih KEWAJIBAN TIDAK LANCAR Kewajiban tidak lancar pada akhir tahun 2010 meningkat sebesar 13.990 3.619 515. menjadi Rp164.655. hutang bank dan kewajiban jangka menengah sebesar 22.609.896.8%. sesuai dengan tingkat kolektibilitas piutang. based on collectibility of payables.676 1.458 DESCRIPTION By Debtor Public Government State-owned Companies Indonesian Armed Forces Total Allowance for Doubtful Accounts Net Seluruh kategori piutang usaha tersebut mengalami kenaikan.875.864 2.1%.997 28.45 billion as of December 31.168 2009 2. kewajiban imbalan kerja sebesar NON-CURRENT LIABILITIES Non-current liabilities as of 2010 year ended rose by 13.3%. hal ini sejalan dengan penambahan jumlah pelanggan dan daya tersambung.971 1.205.45 miliar.451) 2. Komposisi kewajiban tidak lancar meliputi diantaranya hutang obligasi sebesar 28.178 URAIAN Berdasarkan Langganan Umum Pemerintah Badan Usaha Milik Negara TNI dan Polri Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Bersih 2010 2.896.204) 2.7% dibandingkan tahun sebelumnya.

2% REMARKS Deferred revenue Deferred tax liabilities .3% -31.166.656. Pinjaman ini meningkat 89.setelah dikurangi bagian jatuh tempo dalam satu tahun Penerusan pinjaman Hutang kepada Pemerintah Hutang sewa pembiayaan Hutang bank dan surat hutang jk menengah Hutang obligasi Hutang listrik swasta Hutang pihak hubungan istimewa Kewajiban imbalan kerja Hutang lain-lain Jumlah Kewajiban Tidak Lancar 2009 8.7% from Rp19.6% from 2009.889.7% Two-step loans Government loans Lease liability Bank loans and medium term notes Bonds payable Electricity purchase payable Payable to related parties Employee benefits obligation Other payables Total Noncurrent Liabilities Pembahasan dan Analisis Manajemen Discussion and Management Analysis Hutang obligasi Posisi hutang obligasi jangka panjang hanya mengalami peningkatan sebesar 0.783.176 19.937.4% 53.705. lease liability of 8.9%. mainly due to loans for the first phase of the 10.1% 13.9% from 2009 to Rp46.9.443.979.016.0 billion.0% 6.6% dari posisi tahun 2009 menjadi sebesar Rp36.597 2.400.926 14.9% -6. POSISI POSITION 2010 10.393 obligation of 9.6 billion in 2009 to Rp36.6% 0.9% dari posisi tahun 2009.9% -100. hutang sewa pembiayaan sebesar 8.7% -29. Hal ini selain karena adanya sejumlah obligasi yang jatuh tempo dan telah dibayar.6% and several other accounts totaling less than 7%. This is because several bonds were due and paid in 2010.297.net of current maturities 22.7% dari nilai total sebesar Rp19.579 138.843 187.363.649 36.655. The loan increased by 89.9%. 53.210 13.668 14.0 miliar.4 billion.400.539 23.478 9.4% -1.net Long-term liabilities .000 Mw tahap 1. Hutang bank dan surat hutang jangka menengah Mengalami peningkatan cukup besar.248 46.614 2. to Rp36. 53.362 46.000 MW power plant construction fast track program. pada tahun 2010 Perusahaan juga menerbitkan sejumlah obligasi jangka menengah panjang bernominasi Rupiah.6 Bonds Payable Long-term bonds payable only increased by 0. menjadi sebesar Rp46.0% 17.0 billion before reduction of portions 179 .6% dan beberapa akun lain dengan jumlah masing-masing kurang dari 7%.bersih Kewajiban jangka panjang .246. Bank Loans and Medium Term Notes This account increased significantly.395 164.397.126.656.443.400. Peningkatan terutama berasal dari pinjaman dalam rangka program percepatan pembangunan pembangkit 10.902.962 PERUBAHAN CHANGES 22.049.656.776 144.045 6.136 9.885 98.199 19.111.803. KETERANGAN Pendapatan ditangguhkan Kewajiban pajak tangguhan . and also the Company issued some Rupiah mediumterm bonds.358.024 6.494.4 miliar.046 0 16.

Peningkatan terjadi dalam rangka program percepatan pembangunan pembangkit 10.6 miliar.889. .000 Mw tahap 1.803. which are Bank of China Limited.267.3% dari posisi tahun 2009 menjadi sebesar Rp22. maturing within one year.0 miliar karena peningkatan pendapatan yang lebih besar dari peningkatan beban usaha PLN’s operating income in 2010 increased 33. The Export-Import Bank of China and syndication of Barclays Bank PLC with China Development Bank and various local banks.267. Two-Step Loans Rose by 19. The loan was from various foreign banks.3% from 2009 to Rp22. resulted from higher revenue increase than operating expense increase PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report miliar di tahun 2009 menjadi sebesar Rp36.803. Pinjaman berasal dari berbagai bank luar negeri yakni Bank of China Limited.0 billion. The Export-Import Bank of China dan sindikasi Barclays Bank PLC dengan China Development Bank serta berbagai bank dalam negeri. Penerusan Pinjaman Mengalami peningkatan sebesar 19. Akun ini merupakan pinjaman luar negeri Pemerintah Republik Indonesia yang tidak diikat jaminan dan diteruskan kepada Perusahaan untuk membiayai proyek-proyek Perusahaan. The increase was due to the first phase of 10.39% to Rp13.0 miliar. this account represents the Government’s non-collateral overseas loan which is used to finance PLN projects.180 Laba usaha PLN tahun 2010 naik 33. sebelum dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun.39% menjadi sebesar Rp13.6 billion.000 MW power plants construction fast track.

5% Two-step loans Government loans Lease liability Bank loans and medium term notes Bonds payable Electricity purchase payable Payable to related parties Employee benefits obligation Other payables Total Current Liabilities 0. project cost payable 7.656 0 1.173 12.3% 0.746 2.0% 16.857 55. 24 (2004 revision) for the calculation of employee benefit obligation.227. menjadi Rp55.4% 81.950 176.358.210.493 4.733.793 1.531.793 1.358.9% dibandingkan tahun sebelumnya.1% Related parties Third parties Taxes payable Accrued expenses Customers’ security deposits Project cost payable Current maturities of long-term liabilities 2.007 4. CURRENT LIABILITIES Current liabilities as of 2010 year end rose by 15.3%.055 6.842 905.483 1.842. hutang biaya proyek 7.064.422 4.544. Manfaat pensiun yang berakhir sejak 31 Desember 2008 dihitung berdasarkan penilaian aktuaris independen dengan menggunakan metode projected unit credit.6billion.656 5. Jumlah penyisihan untuk manfaat pensiun dan kesejahteraan karyawan pada tahun ini naik 17. 2008 year ended was calculated by an independent actuary using the projected unit credit method.8%.082. medium term bonds payable 7.319.917.902. Components of current liabilities include payable to third parties 22.6% 13.5% 15.7% menjadi Rp16.5% -8.542 0 175.9 billion from previous year’s Rp13.045.1%.3%.009 4.795 47.506. dan beberapa akun lain. customers’ security deposits 11.7% to Rp16.829 10.552 293. KEWAJIBAN LANCAR Kewajiban lancar pada akhir tahun 2010 meningkat sebesar 15.319 1. hutang obligasi jangka pendek sebesar 7.655 12.8% -0.343.9 miliar dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar Rp13.7% 62.408. Accrual for retirement benefit and employee welfare this year increased by 17.093 293.224 2009 568.2% -15.3%. and several other accounts.792 0.607 3.319.372.269 14.9% from previous year to Rp55.739 557.902.1%.Penyisihan Imbalan Kerja Perusahaan menerapkan PSAK Nomor 24 (revisi 2004) tentang Imbalan Kerja dalam memperhitungkan manfaat karyawan.059.961.7 billion.438.2% 24. Retirement benefit for December 31. Accrual for Employee Benefits The Company applies PSAK No.607 282.8%.956 PERUBAHAN CHANGES REMARKS Trade accounts payable Pembahasan dan Analisis Manajemen Discussion and Management Analysis -25.9% 181 .9% 9.3%.7 miliar.319. KETERANGAN Hutang usaha Pihak hubungan istimewa Pihak ketiga Hutang pajak Biaya masih harus dibayar Uang jaminan langganan Hutang biaya proyek Kewajiban jangka panjang jatuh tempo dalam satu tahun Penerusan pinjaman Hutang kepada Pemerintah Hutang sewa pembiayaan Hutang bank dan surat hutang jk menengah Hutang obligasi Hutang listrik swasta Hutang pihak hubungan istimewa Kewajiban imbalan kerja Hutang lain-lain Jumlah Kewajiban Lancar POSISI POSITION 2010 425. Komposisi kewajiban lancar meliputi diantaranya hutang usaha kepada pihak ketiga sebesar 22.6miliar. uang jaminan langganan sebesar 11.162.566.088.162 5.

7% dari posisi tahun 2009.8% from 2009’s position to Rp6.227.182 Hutang usaha kepada pihak ketiga Mengalami penurunan 15.5% from 2009 to Rp3. Customers Security Deposits Increased 9. Most of this loan was also recorded under non-current liabilities.046. Short term bond payable The account jumped from nil in 2009 to Rp4. Decrease was due to the Government policy to pay purchase of electricity and fuel to primary suppliers.8% dari posisi tahun 2009. Penurunan terjadi karena kebijakan Perusahaan untuk melakukan pembayaran atas pembelian listrik maupun bahan bakar kepada pemasok utama tersebut. Akun ini merupakan kewajiban sehubungan dengan pembelian tenaga listrik.000 MW power plant construction fast track.5% dari posisi tahun 2009 menjadi sebesar Rp3. .5 miliar.8 billion. dari posisi nihil ditahun 2009 menjadi sebesar Rp4. fuel.343. dengan memperhitungkan rekening listrik belum dibayar.0 miliar. 81. menjadi sebesar Rp12.227. The increase of total 2. this account represents customers security deposits determined based on connection level and tariff class. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Bank loans and medium term notes The account rose significantly by 81.5 billion mainly the result of loans for the first phase of 10.046.7% from 2009 to Rp12. Uang jaminan langganan akan dikembalikan apabila pelanggan berhenti menjadi pelanggan. Hutang bank dan surat hutang jangka menengah Mengalami peningkatan cukup besar. Uang jaminan langganan Mengalami kenaikan 9. menjadi sebesar Rp6. barang dan jasa.4 billion.544.2 juta sambungan baru dan daya tersambung yang disalurkan merupakan penyebab utama naiknya nilai akun ini.4 million customers for new connection and existing connection triggered of the increase of this account. bahan bakar. Trade account payable to third parties Down by 15. Peningkatan terjadi adanya karena pembayaran beberapa obligasi yang diterbitkan PLN. Peningkatan jumlah pelanggan sekitar 2. Deposits will be returned when customers cease subscription after accounting of unpaid electricity bills.8 miliar.4 miliar.343.0 billion in 2010 due to payment of several PLN bonds. Sebagian besar posisi akun ini juga dicatat pada bagian hutang tidak lancar.000 Mw tahap 1. Hutang obligasi jangka pendek Mengalami lonjakan.544. materials and services. this account represents the liability arisen from purchase of electricity. Peningkatan terutama berasal dari pinjaman dalam rangka program percepatan pembangunan pembangkit 10. Akun ini merupakan uang jaminan langganan yang ditentukan berdasarkan besar daya dan golongan tarif.

Kekurangan modal kerja tersebut dipenuhi dari hasil pinjaman. tambahan modal disetor dan saldo laba.6 billion.122. NET WORKING CAPITAL In 2010 the Company’s working capital was minus Rp10.328 58.568 1. Pembahasan dan Analisis Manajemen Discussion and Management Analysis MODAL KERJA BERSIH Tahun 2010 modal kerja Perusahaan adalah sebesar minus Rp10.par value of Rp 1 mio per share Authorized . 183 .000.149 58. higher than 2009 of minus Rp709 billion.6 miliar. Equity Company equity increased by 5.63.9% dari posisi tahun 2009 menjadi sebesar Rp149. Ekuitas perusahaan terdiri atas modal ditempatkan dan disetor penuh.177 miliar.196. and retained earnings.6% Additional paid-in capital Retained earnings 8.248. This lack of working capital was met from loans. additional paid-in capital.nilai nominal Rp1 jt per saham Modal dasar 63.894.177 billion.000 shares 37.107. The increase was due to increase in retained earnings and subscribed capital.5% 5.000 saham Tambahan modal disetor Saldo laba Ditentukan Penggunaannya Tidak ditentukan penggunaannya Jumlah Ekuitas POSISI POSITION 2010 2009 PERUBAHAN CHANGE REMARKS Capital stock .299 6.990 149.585.9% Appropriated Unappropriated Total Equity Ekuitas Ekuitas Perusahaan meningkat 5.585.EKUITAS DAN KEBIJAKAN STRUKTUR MODAL EKUITAS (DALAM RP JUTA) EQUITY AND CAPITAL STRUCTURE POLICY EQUITY (IN RP BILION) KETERANGAN Modal saham . Peningkatan ekuitas terjadi karena adanya tambahan dari saldo laba dan peningkatan modal disetor.819. Equity consists of subscribed and paid-up capital.585.000.5% -0.483 141.375. naik dari modal kerja di tahun 2009 yang minus Rp709 miliar.085 335.096 34.9% from 2009 to Rp149.

which consisted of cash receipt from customers Rp107. that is Rp6. and payment of income tax Rp897. Cash from operating activities above then became cash paid to suppliers Rp120. dengan penjelasan sebagai berikut.043.1 billion.258 -30.602 13.1 miliar.196 51.0 billion. Dana dari hasil operasional tersebut kemudian digunakan untuk membayar kepada para pemasok sebesar Rp120.387 billion.2 miliar.3% 104. membayar bunga pinjaman dan obligasi Rp7.9 billion (Please refer to “Revenues”). government subsidy received Rp54. ARUS KAS (DALAM RP JUTA) The Company recorded positive cash flow in 2010.1 miliar.0 miliar dan membayar pajak penghasilan sebesar Rp897.655.898. seperti tampak pada tabel dibawah.1 miliar.196 2009 5.965 14.113.351 6.798 13.327.2 billion.309 6.5% menjadi sebesar Rp30.387.5% to Rp30. cash paid to employees Rp10.0 billion.4 miliar dan penerimaan restitusi pajak penghasilan sebesar Rp 29.510. Cash for Investing Activities rose by 0.5 billion. didtribusi dan gardu induk. implementation of construction in progress for power plant.510.4 billion and income tax restitution received Rp29.9% 0.3 billion. The Company booked withdrawal of restricted cash .3 miliar.6 billion.5% -53.721.184 ARUS KAS CASH FLOW Perusahaan mencatat arus kas positif pada tahun 2010.0 miliar. interest received Rp797.1 billion.4% 0. terutama berasal dari kegiatan pembelian aset tetap dan pelaksanaan pembangunan proyek pembangkitan maupun pembangunan proyek transmisi.673. plant and equipment. membayar gaji karyawan sebesar Rp10.969 31.716.785.327. sebesar Rp6.425. miliar. distribution and main station projects. penerimaan bunga sebesar Rp797.721. Dalam kegiatan Net cash from Operating Activities was Rp22.673.673.627 PERUBAHAN CHANGES 289. cash used in operations Rp23.2% PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Dari kegiatan operasi Perusahaan diperoleh arus kas masuk bersih sebesar Rp22. as shown in the table below.153.043.969. Kas yang digunakan untuk kegiatan investasi meingkat 0.5 miliar. penerimaan subsidi listrik sebesar Rp54.1 billion. Arus kas masuk dari kegiatan operasional berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp107. payment of loan interests and bond coupons Rp7.785.569 6. digunakan untuk aktivitas operasi sebesar Rp23.153.969.387.324.187 -30. mainly for purchase of property.720.6 miliar.2% REMARKS Net Cash Provided by Operating Activities Net Cash Used in Investing Activities Net Cash Provided by Financing Activities Net Increase In Cash And Cash Equivalents Cash and cash equivalent at beginning of year Cash And Cash Equivalents At End Of Year Kas Bersih Digunakan Untuk Aktivitas Investasi Kas Bersih Diperoleh Aktivitas Pendanaan Dari Kenaikan/(penurunan) bersih kas dan setara kas Saldo awal kas dan setara kas Saldo akhir kas dan setara kas 19.566.969. CASH FLOW (IN RP BILLION) KETERANGAN Kas Bersih Diperoleh Aktivitas Operasi Dari 2010 22. (Lihat catatan “Pendapatan”). transmission.9 miliar.113.

6 billion.169. Company equity increased by 5. meliputi: sejumlah Rp4.981.0 billion and proceeds from bank loans Rp17.7 miliar. PLN mencatat kenaikan kas bersih sebesar Rp14. Ekuitas Perusahaan meningkat 5. Dari sisi pendanaan. primarily from proceeds from issuance of bonds Rp6. membayar dana pinjaman penerusan sebesar Rp2.9 miliar.7 billion.425.842.6 miliar. terutama berasal dari hasil emisi obligas sebesar Rp6.068.000.investasi ini Perusahaan melakukan penarikan dana dari rekening bank dan deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya sebesar Rp 963.585.9% from 2009 to Rp149. 0 miliar dan pencairan investasi jangka pendek sebesar Rp855.9% dari posisi tahun 2009 menjadi sebesar Rp149.000.425.068. Dari aktivitas pendanaan ini.5 billion.9 billion.000 million payment of two-step loans of Rp2.0 miliar dan perolehan pinjaman dari bank sebesar Rp17.169.981.6 billion 185 . payment of bank loans of Rp1.3 billion.6 miliar Pembahasan dan Analisis Manajemen Discussion and Management Analysis in banks and time deposits in the amount of Rp963. Cash outflow included payment of dividends of Rp4.842. Cash from Financing Activities increased by Rp14.0 billion and withdrawal of short-term investments of Rp855. Perusahaan mengeluarkan kas.5 miliar dan membayar angsuran sewa pembiayaan sebesar Rp1.585.000 miliar sebagai dividen.5 billion and payment of lease installments of Rp1.5 miliar.3 miliar. membayar hutang bank sebesar Rp1.

91% 3.51%. Solvabilitas Menunjukkan kemampuan Perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek maupun jangka panjang yang akan jatuh tempo. higher than 2009’s 77.40% -1.37% 12. 2010 liquidity was 81.83% 10. Hal ini menunjukkan semakin membaiknya kemampuan Perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Solvability This ratio represents the Company’s capability to meet short term and long term liabilities.186 RASIO-RASIO KEUANGAN FINANCIAL RATIOS KETERANGAN Rasio Likuiditas Rasio Lancar Rasio Kas Solvabilitas Jumlah kewajiban jumlah aset Jumlah kewajiban jumlah ekuitas Profitabilitas Marjin laba kotor Marjin laba usaha Marjin laba bersih Rentabilitas Rasio laba terhadap ekuitas Rasio laba terhadap aset Rasio Operasional Perputaran persediaan (hari) Perputaran piutang (hari) Perputaran hutang usaha (hari) 35 10 44 39 10 60 (4) (0) (16) 7. Tahun 2010 rasio likuiditas Perusahaan adalah sebesar 81.67% 10.93% 9.52% Liquidity This ratio shows the Company’s capability to meet short term liabilities and is calculated as current assets divided by current liabilities.69% 113. Company solvability in 2010 rose to 59.59% -0.52% from 2009’s 57.87% 13.18% 2.34% 11.51% di tahun 2009.42% 2010 2009 PERUBAHAN CHANGES REMARKS Liquidity Ratio Current Ratio Cash Ratio Solavability Debt to assets Debt to equity Profitability Gross profit margin Operational profit margin Net profit margin Rentability Return to equity Return to assets Operational Ratio Inventory turn-over (days) Account receivable turn-over (days) Account payable turn-over (days) PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Likuiditas Rasio ini menunjukkan kemampuan Perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya yang akan jatuh tempo.14% 77. Rasio solvabilitas dihitung dengan membandingkan total kewajiban terhadap total aset. meningkat dari posisi 77.52% 125.60% 37.31% 1.10% -0.6 %.69% due to increase of .09% 8. dihitung dengan membagi aset lancar dengan kewajiban lancar. Kenaikan kewajiban pada tahun 2010 menyebabkan solvabilitas Perusahaan terhadap aset naik menjadi 59. This indicates higher capability to meet short term liabilities.51% 30.92% 4.32% 1.72% 10.71% 81.64% terhadap terhadap 59.73% 7.6%.85% -2.06% 57. Solvability ratio is calculated as total liabilities divided by total assets.

31% di tahun 2009. 187 . Return on Equity was down to 7.73% from 3. termasuk antara lain perbaikan gardu.06%. This shows the Company’s high capability to meet its liabilities. Pembahasan dan Analisis Manajemen Discussion and Management Analysis Collectibility of Payables Collectibility of payables is calculated by comparing total payables to total sales. transmission. sama dengan posisi tahun sebelumnya. rose from 113. Capital expenditure was realized to enhance production and operational efficiency. liabilities. Rentabilitas Rasio ini menunjukkan kemampuan Perusahaan dalam menghasilkan laba bersih dengan menggunakan sumber daya yang tersedia.18% from 7. naik dari posisi 113. Solvability to equity was 125.73% dari angka tahun 2009 yang sebesar 3. Sedang solvabilitas terhadap ekuitas adalah 125. Jumlah investasi rutin pada tahun 2010 adalah sebesar Rp 42. One of the causes is limitation in imposing higher electricity tariff to represent field conditions. Rentability This ratio shows the Company’s capability to produce net income from available resources. This indicates the Company’s capability to produce net income has not matched the increase in equity and assets. This indicates that the Company was not able to maximize net income. turun 10. Based on such calculation.91% in 2009.dari 57.69% ditahun 2009. Profitability Compared to 2009.2 miliar. yaitu menjadi 2. down by 10. Kolektibilitas Piutang Tingkat kolektibilitas piutang dihitung dengan membandingkan total piutang terhadap total hasil penjualan. Dengan perhitungan tersebut tingkat kolektibilitas piutang (AR DOH) Perusahaan adalah sebesar 10 hari. Hal ini menunjukkan kemampuan Perusahaan yang tetap tinggi dalam mengendalikan pemenuhan kewajibannya.6 % dari tahun 2009. transmisi. Rentabilitas terhadap aset (Return on Asset) juga mengalami penurunan.10% in 2009. Rentabilitas terhadap ekuitas (Return On Equity) menjadi 7. distribusi maupun perawatan rutin dari pembangkit listrik.10%. Keterbatasan penyesuaian tarif listrik yang sesuai dengan kondisi lapangan adalah salah satu penyebab turunnya rentabilitas tersebut. profitability ratios were lower in 2010 as shown in the table above. and routine maintenance of power plants. distribution.6% from 2009. Hal ini menunjukkan kemampuan mencetak laba perusahaan masih belum bisa mengimbangi penambahan ekuitas dan penambahan aset. REALISASI BELANJA MODAL REALIZATION OF CAPITAL EXPENDITURE Belanja modal dilaksanakan oleh PLN dalam rangka mempertahankan tingkat produksi dan efisiensi operasi.06%. the Company’s collectibility of payables level in 2010 was 10 days. Profitabilitas Rasio profitabilitas tahun 2010 mengalami penurunan dibandingkan tahun 2009 sebagaimana tampak pada tabel di atas. Hal ini menunjukkan kemampuan Perusahaan dalam optimalisasi laba dari penjualan masih belum baik.91% pada 2009. Return on Assets was also down to 2.31% in 2009.18% turun dari angka 7. The realization in 2010 was Rp42.2 billion. including repair of main stations. similar to the previous year.

The Company also acquired bank loans of Rp17. In general. PLTGU Tanjung Priok 740 MW Extension Project. which in turn will national electrification ratio.000 MW tahap 1.000 MW tahap pertama. • Pinjaman dari lembaga pembiayaan / leasing. yakni: • Pinjaman penerusan (Two step loan) • Pinjaman kepada pemerintah. Selan itu dengan tujuan yang sama Perusahaan telah menarik dana pinjaman perbankan sebesar Rp17. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report . • • • • PENDANAAN FUNDING Dalam mengembangkan kemampuan usaha. Development investments were performed to develop business and increase power. Pada umumnya ada 5 sumber pendanaan yang digunakan oleh Perusahaan.7 billion and received funds from bond issuance in 2010 amounted to Rp6. • Pelaksanaan proyek jaringan distribusi tegangan menengah dan rendah 20 Kv serta proyek gardu distribusi. which are: • Two-step loans • Government loans • Bank loans • Leasing • Issuance of bonds In 2010 the Company acquired two-step loans amounted to Rp3. Repair of transmission infrastructure.981. the Company strives to enhance electricity provision infrastructure through funding from various resources.. PLTGU Tanjung Priok 740 MW Extension Project. mencakup: • Pembangunan beberapa stasiun pembangkit listrik baru dalam rangka percepatan pembangunan pembangkit 10. Pada tahun 2010.188 Investasi pengembangan dilakukan dengan tujuan mengembangkan usaha dan meningkatkan daya listrik yang pada akhirnya adalah menaikan tingkat elektrisitas secara nasional.5 billion for financing the first phase of 10. PLTGU Muara Tawar 2 x 100 MW Extension Project. Repair of distribution infrastructure. • Pinjaman dari perbankan. Perusahaan telah mendapatkan dana pinjaman penerusan sebesar Rp3.697. T/L 150 Kv untuk luar JawaBali. • Penerbitan obilgasi. The activities included: • Construction of new power plants related to the first phase of 10. • Perbaikan sarana transmisi. the Company resorts to 5 funding resources.5 miliar untuk membiayai proyek percepatan pembangkit 10. To develop business capability. • Pembangunan proyek jaringan transmisi T/L 500 Kv Jawa – Bali.000 billion. PLTGU Muara Tawar 2 x 100 MW Extension Project.000 miliar.981. proyek gardu induk 150 Kv serta proyek interkoneksi jaringan. Rehabilitasi PLTGU Muara Karang 2 x 200 MW dan Rehabilitasi PLTU Suralaya 4 x 400 MW. Implementation of 20Kv medium and low voltage distribution network and distribution stations. and interconnection network project. Perusahaan terus berupaya meningkatkan sarana penyediaan tenaga listrik dengan pendanaan dari berbagai sumber. • Pembangunan pembangkitan PLTP Sarulla 300 MW. • Construction of PLTP Sarulla 300 MW.7 miliar dan telah menerima dana hasil penerbitan obligasi selama tahun 2010 sebesar Rp6.697. 150 Kv main station projects.000 MW power plants construction fast track.000 MW power plant construction fast track. Construction of transmission network T/L 500 Kv Jawa – Bali. • Perbaikan sarana distribusi. Rehabilitation of PLTGU Muara Karang 2 x 200 MW and PLTU Suralaya 4 x 400 MW. T/L 150 Kv outside Java – Bali.

026 1.107.590 115 116.675 18.639.106 189 .466 205.592 15.106 178.265 454.508.499 9.330.229 158.168 46.492.438.382 310.570 21.353.666 17.240 478.559 1.268.440 1.104 4.283 3.707.663 19.562 39.477.867 162.163 155.085.085.583 44.715 640.507 1.431 1.792 30.666 17.293 92.018.326 112.426 32.175.501 45.513 (5.565.462 42.948 1.268.302 52. LAPORAN KEUANGAN ANAK PERUSAHAAN PT PLN (PERSERO) TAHUN 2010 (JUTA RP) URAIAN DESCRIPTION PT IP PT PJB PT ICON+ PT PLN BATAM The following is summary of Subsidiaries Performance in 2010.775 250.374 1.353.012.412.315 31.394.565 532.447.869 159.594 19.801.14 44.101 293.213 Pembahasan dan Analisis Manajemen Discussion and Management Analysis - EARNINGS (LOSS) 33.851.349.295.109 507.578) 42.867 162. SUMMARY OF FINANCIAL STATEMENTS OF PLN SUBSIDIARIES IN 2010 (RP MILLION) PT PLN TARAKAN PT PLN ENJINIRING PT PLN BATUBARA PT PLN GEOTHERMAL Total Aktiva Total Assets Aktiva Lancar Current Assets Aktiva Tidak Lancar Noncurrent Assets Total Ekuitas dan Kewajiban Total Equity and Liabilities Ekuitas Equity Hak Minoritas Minority Interest Kewajiban Lancar Current Liabilities Kewajiban Tidak Lancar Noncurrent Liabilities LABA (RUGI) Pendapatan Usaha Operating Revenues Beban Usaha Operating Expenses Laba (Rugi) Usaha Gain (Loss) from Operations Laba (Rugi) Bersih Gain (Loss) 32.591 855.110.520) 55.196.293 92.396 1.962 22.413.855 2.906.672 2.466 205.770 35.839 1.594 106.834 1.225.917.039.524.420 398.382 310.743 141.199.578 121.330 42.480.473.968.917.354.613 474.836.109 507.776 14.412.292 0 44.381 - 3.548.051.180 610.84 25.728 (6.480.529 37.591 45.864.384 202.216 206.260 1.449 154.KINERJA ANAK PERUSAHAAN PERFORMANCE OF SuBSIDIARIES Berikut ini adalah data ringkas kinerja keuangan Anak Perusahaan pada tahun 2010.727 132.

Pemerintah telah mengeluarkan ketetapan untuk membangun pembangkit listrik batubara (non BBM) melalui Ketetapan Presiden No. Pendanaan Proyek Dari sisi pendanaan.190 INFORMASI MATERIAL MATERIAL INFORMATION PROGRAM PERCEPATAN PEMBANGUNAN PEMBANGKIT 10. Dalam upaya meningkatkan kapasitas pembangkit listrik bagi pemenuhan kebutuhan akan listrik yang terus meningkat.000 MW PLN tersebut telah mengalami kemajuan yang signifikan . Untuk proyek terkait pembangkitan. proyek percepatan 10. kebutuhan pendanaan dengan mata uang asing telah terpenuhi total sebesar US$ 346 juta dan untuk mata uang lokal juga sepenuhnya tersedia sebesar Rp 12.1 miliar dan untuk mata uang lokal telah terpenuhi sejumlah Rp 21. Pemerintah menugaskan Perusahaan untuk membangun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbahan bakar batu bara di 42 lokasi di Indonesia.17 triliun.71 tahun 2006. tentang Pemberian Jaminan Pemerintah untuk Percepatan Pembangunan PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Dari sisi pendanaan.000 MW PLN tersebut telah mengalami kemajuan yang signifikan. proyek percepatan 10. Proyek ini akan beroperasi dalam kurun waktu 2010 hingga 2014.252 MW di luar Jawa – Bali. 91 Tahun 2007 pengganti dari PP No. 85% dari total pendanaan yang dibutuhkan untuk melancarkan proyek percepatan ini berasal dari perjanjian pinjaman penyediaan kredit yang sepenuhnya dijamin oleh Pemerintah Republik Indonesia sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia (PP) No. kebutuhan pendanaan dari sisi mata uang asing telah dipenuhi secara total sejumlah US$ 5.000 MW PLN kini tengah melaksanakan Program Percepatan 10.Seluruh pendanaan proyek percepatan tersebut telah mendapatkan kepastian pendanaan. Ketetapan ini kemudian diubah melalui Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 86 Tahun 2006. 59 Tahun 2009 tanggal 23 Desember 2009. meliputi 10 pembangkit dengan jumlah kapasitas 6.7 triliun. mencakup investasi pembangkit dan investasi jaringan.000 MW Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik.900 MW di Jawa . serta dalam upaya mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) sebesar Rp 25-30 triliun per tahun. Sedangkan untuk proyek terkait transmisi. Salah satu diantaranya yaitu Proyek PLTU Labuan telah beroperasi ditahun 2010.Bali dan 26 pembangkit dengan jumlah kapasitas 2.

in which the Government assigns PLN to build coal fuel steam power plants (“PLTU”) in 42 locations in Indonesia. and also to reduce oil fuel consumption by Rp25-30 trillion each year.252 MW outside Java-Bali.1 billion. One of the PLTUs already started operation in 2010. that replaced PP No. 2009.17 trillion. In the effort to enhance power plant capacity to meet the increasing need of electricity. 71 Year 2006. 86 Year 2006. 85% of the total required funding is provided through loan agreement fully guaranteed by the Government as stipulated by Regulation of President (“PP”) No. As for transmission project. 91 Year 2007. the Government has decided to build non oil fuel power plants. which represents investment in power plant and network. Pembahasan dan Analisis Manajemen Discussion and Management Analysis The 10.10. the foreign currency need is US$346 million and the Rupiah need Rp12. This decree was later changed through Decree of President No. while the Rupiah need is Rp21. which will operate between 2010 and 2014. concerning 191 .7 trillion. All funding need of this project has been secured.900 MW in Java-Bali and 26 power plants with total capacity of 2. The decision was stipulated in Decree of President No.000 MW FAST TRACK PROGRAM PLN is currently carrying out the fast track construction of 10.000 MW fast track program has made significant progress in term of funding.000 MW fast track program has made significant progress in term of funding Project Funding The 10. Foreign currency denominated funding need of generating project amounts to US$5. The assignment consists of 10 power plants with total capacity of 6.000 MW power plants. 59 Year 2009 dated December 23.

Sedangkan pada kontrak konstruksi rutin untuk tambahan pembangkit listrik dan pengembangan jaringan transmisi dan distribusi. Perkembangan Pembangunan 10. Up to December 31. Dan sisanya.192 Pembangkit Tenaga Listrik Yang Menggunakan Batubara. yang dicatat sebagai pekerjaan dalam pelaksanaan. Perusahaan telah membayar uang muka sebesar US$ 832 juta dan Rp 4. terdapat tambahan sebesar 1. which is realized from PLTU 2 Banten (Labuan) 2 x 300 MW.840 million for 33 EPC contracts. Uang muka tersebut didanai dari hasil penerbitan Obligasi Terjamin dan penarikan fasilitas kredit program percepatan. This down payment is funded from issuance of Guaranteed Note issuance and withdrawal of fast track credit facility. 2010 the Company has paid total down payment of US$832 million and Rp4. which represents 15% of total contract value and accounted as work in progress.890 MW in Java Bali. PLTU 1 Jateng (Rembang) 2 x 315 MW dan PLTU 1 Jabar (Indramayu) 2 x 330 MW yang masuk dalam Program Percepatan 10.031 MW outside Java-Bali. Perusahaan diharuskan membayar uang muka sekitar 15% dari nilai kontrak dan 85% akan didanai melalui fasilitas kredit perbankan. leaving the remaining 5 to be developed by Independent Power Producers (IPP).394. The remaining 15% is met by PLN’s internal finance.394. Year 2010 also saw power addition of 1. aid and investment project as part of State Buget. Sampai dengan tanggal 31 Desember 2010. Perusahaan telah menandatangani 301 kontrak untuk peningkatan dan pembangunan transmisi baru dan gardu induk di Jawa dan luar Jawa. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report 10. Berdasarkan kontrak EPC tersebut. bantuan dan proyek investasi sebagai bagian dari anggaran belanja negara.840 juta untuk 33 kontrak EPC. The Company has to pay a down payment of 15% of the EPC contract value and fund the remaining 85% credit facility from banks. yakni dari PLTU 2 Banten (Labuan) 2 x 300 MW. dibiayai melalui dana sendiri dan pihak luar melalui pinjaman luar negeri. Di tahun 2010.000 MW Construction Progress In 2010 PLN developed 37 out of planned locations. Proyek ini dibiayai melalui dana sendiri dan penarikan fasilitas kredit perbankan. PLN akan membangun sebanyak 37 Lokasi sedangkan 5 lokasi lainnya akan dikembang oleh IPP. PLTU 1 Jateng (Rembang) 2 x 315 MW and PLTU 1 Jabar (Indramayu) 2 x 330 MW that belong to the First Batch of 10. This project is funded internally and through withdrawal of credit facility. PLTU projects outside Java were behind schedule because of: .000 MW Di tahun 2010.000 MW Fast Track Program. Contracts for routine construction of additional power plants and development of transmission and distribution network are funded internally and externally through foreign loan. In 2010 PLN signed 301 contracts for improvement and construction of new transmission and main stations in Java and outside Java.490 MW in Java-Bali and 24 power plants with total capacity of 2.890 MW dari proyek percepatan di Jawa Bali. PLN has signed 34 Engineering Procurement and Construction (EPC) contracts for 10 power plants with total capacity of 7. dari total 42 lokasi yang akan dikembangkan. atau sekitar 15% dari jumlah nilai kontrak.031 MW di luar Jawa – Bali. Proyek PLTU yang berlokasi diluar Jawa mengalami keterlambatan karena: Government Guarantee for Fast Track Construction of Coal Based Power Plants. 15% bersumber dari keuangan internal PLN.000 MW Tahap I.Bali dan 24 pembangkit tenaga listrik dengan jumlah kapasitas 2. Saat ini PLN telah menandatangani 34 kontrak Engineering Procurement and Construction (EPC) meliputi 10 pembangkit tenaga listrik dengan jumlah kapasitas 7. Di Tahun 2010.490 MW di Jawa .

Keterlambatan penyediaan lahan yang berakibat kegiatan pelaksanaan tertunda.000 MW ACCELERATION PROGRAM PHASE I NO 1 NAMA NAME PLTU/Steam Power Plant 2 Banten Labuan PLTU/Steam Power Plant 1 Jateng Rembang PLTU/Steam Power Plant 1 Jabar – Indramayu PLTU/Steam Power Plant 1 Banten – Surabaya PLTU/Steam Power Plant 3 Banten – Lontar PLTU/Steam Power Plant 3 Jatim – T. delay in L/C issuance and delay of payment. May 2001 & August 2011 Oktober 2010 & Januari 2011 October 2010 & January 2011 Juni 2011 & September 2011 June 2011 & September 2011 Februari 2011. Keterlambatan pembukaan L/C dan keterlambatan pembayaran diakibatkan ketidaksiapan pendanaan untuk proyek karena likuiditas PLN terpakai untuk menalangi pembayaran proyekproyek di Jawa yang sudah mendesak. resulted from unavailability of project funding because company liquidity was already used to funding urgent projects in Java. and 2. Mei 2001 & Agustus 2011 February 2011.1. Proyekproyek di Jawa tersebut didanai oleh pinjaman dari Cina tetapi dana tersebut belum siap pada saat diperlukan. PROYEK PLTU PROGRAM PERCEPATAN 10. These projects were actually funded through loan from China. 2. resulted in postponement of project and change of project location. delay in land acquisition. STEAM POWER PLANT PROJECTS OF 10.000 MW TAHAP I 1. Balai Karimun KAPASITAS (MW) CAPACITY (MW) 2 x 300 SASARAN OPERASI OPERATION TARGET September 2009 & Desember 2009 September 2009 & December 2009 December 2009 & Februari 2010 December 2009 & February 2010 September 2009 & Desember 2009 September 2009 & December 2009 Maret 2010 March 2010 Februari 2011.J. lokasi proyek harus dipindah. but the fund was not ready when needed. Awar-awar PLTU/Steam Power Plant 1 Jatim – Pacitan PLTU/Steam Power Plant 2 Jabar – Pelabuhan Ratu PLTU/Steam Power Plant 2 Jateng – Adipala PLTU/Steam Power Plant 2 Jatim – Paiton PLTU/Steam Power Plant 2 Sumatera Utara. May 2001 & August 2011 Januari 2012 January 2012 Maret 2010 March 2010 Agustus 2010 & November 2010 August 2010 & November 2010 Maret 2010 & Mei 2010 March 2010 & May 2010 KONTRAKTOR CONTRACTOR CECC & Truba Jurong Zelan Holding Jo CNEEC & Sinomach Pembahasan dan Analisis Manajemen Discussion and Management Analysis 2 3 x 315 3 2 x 330 4 1 x 625 CNTIC Consortium - 5 3 x 315 6 2 x 315 Sinomach JO Dongfang & Dalle Shanghai Electric - 7 3 x 315 8 3 x 350 9 1 x 600 10 1 x 660 Harbin Power 11 2 x 220 - 12 2x7 Shangdong & Rekadaya 193 .Pangkalan Susu PLTU/Steam Power Plant 1 Kepri – Tj. Mei 2001 & Agustus 2011 February 2011.

194 NO NAMA NAME PLTU/Steam Power Plant Nangroe Aceh Darussalam – Meulaboh PLTU/Steam Power Plant 1 Riau – Bengkalis PLTU/Steam Power Plant 2 Riau – Selat Panjang PLTU/Steam Power Plant 2 Kalbar – Bengkayang PLTU/Steam Power Plant Kalsel – Asamasam #3 & 4 PLTU/Steam Power Plant 1 Kalteng – Pulang Pisau PLTU/Steam Power Plant Kalbar PLTU/Steam Power Plant 1 NTB – Bima PLTU/Steam Power Plant 2 NTB – Lombok PLTU/Steam Power Plant 1 NTT – Ende PLTU/Steam Power Plant 2 NTT – Kupang PLTU/Steam Power Plant Sumatera Barat – Teluk Sirih PLTU/Steam Power Plant Lampung – Tarahan Baru PLTU/Steam Power Plant 3 Babel – Belitung PLTU/Steam Power Plant 4 Babel – Belitung PLTU/Steam Power Plant Gorontalo PLTU/Steam Power Plant 2 Sulut Amurang PLTU/Steam Power Plant Sulteng Kendari KAPASITAS (MW) CAPACITY (MW) 2 x 110 SASARAN OPERASI OPERATION TARGET November 2010 & Februari 2011 November 2010 & February 2011 Oktober 2010 & Desember 2010 October 2010 & December 2010 Oktober 2010 & Desember 2010 October 2010 & December 2010 Juni 2010 & Agustus 2010 June 2010 & August 2010 Agustus 2010 & Oktober 2010 August 2010 & October 2010 Agustus 2010 & Oktober 2010 August 2010 & October 2010 Agustus 2011 & Oktober 2011 August 2011 & October 2011 Juli 2010 & September 2010 July 2010 & September 2010 Agustus 2010 & Oktober 2010 August 2010 & October 2010 Februari 2010 & April 2010 February 2010 & April 2010 Agustus 2010 & Oktober 2010 August 2010 & October 2010 April 2011 & Juni 2011 April 2011 & June 2011 KONTRAKTOR CONTRACTOR Sinahyono Corporation 13 14 2 x 10 - 15 2x7 PT Boulevard 16 2 x 25 Wijaya Karya Chengda CNHMS & Mega Power Shangdong & Rekadaya PT Poeser Indonesia - 17 2 x 65 18 19 20 21 22 23 2 x 60 2 x 50 2 x 10 2 x 25 2x7 2 x 16.5 2 x 25 2 x 25 30 2 x 10 .5 PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report 24 2 x 112 25 2 x 100 Oktober 2010 & Desember 2010 October 2010 & December 2010 Juni 2010 & Agustus 2010 June 2010 & August 2010 Januari 2010 & Maret 2010 January 2010 & March 2010 November 2009 & Januari 2010 November 2009 & January 2010 Januari 2010 & Maret 2010 January 2010 & March 2010 PT Adi Karya 26 2 x 30 PT Poeser Indonesia Meta Epsi Wijaya Karya Shangdong & Rekadaya 27 28 29 2 x 16.

15 has reached operational stage.Barru PLTU/Steam Power Plant Maluku Utara . IPP pertama berhasil beroperasi secara komersial pada tahun 1997. PLN telah terlibat dalam kegiatan dengan Independent Power Producers (IPP) dalam hal pasokan listrik kepada system PLN melalui Power Purchase Agreement (PPA). 195 . Pembahasan dan Analisis Manajemen Discussion and Management Analysis Development of IPP has gone through the following phases: • IPP First Phase (1992–1998) Out of 27 IPP developers that sign PPA contract with PLN. while the other 28 were in funding phase. 15 pihak pengembang telah berhasil sampai pada tahap operasi. Tahap-tahap yang dilalui dalam pengembangan IPP terangkum sebagai berikut: • Tahap Pertama IPP (1992–1998) Dari 27 pihak pengembang IPP yang telah menandatangani PPA.2% • Period of 1998–2004 Due to the Company’s financial crisis.Bagus Karya Modern WidyaBoustead Maxitherm Industries - 33 2 x 10 34 35 36 37 2 x 15 2x7 2 x 15 2x7 PEMBANGKIT LISTRIK SWASTA INDEPENDENT POWER PRODUCER Sejak tahun 1990 kemampuan investasi PT PLN (Persero) di bidang pembangkitan sangat terbatas sehingga banyak pihak swasta didorong untuk dapat berpartisipasi dalam sektor pembangkitan tenaga listrik sebagai Independent Power Producer (IPP). IPP started commercial operation in 1997. 17 pengembang telah berhasil masuk dalam fase konstruksi dan operasi.2%. 17 developers has succeeded in conducting operation and construction phase. sedangkan 28 pengembang masih dalam tahap pendanaan. Success rate was about 59. Tingkat keberhasilan tercatat sekitar 59.NO 31 32 NAMA NAME PLTU/Steam Power Plant Sulsel .Tidore PLTU/Steam Power Plant 2 Papua Jayapura PLTU/Steam Power Plant Maluku PLTU 1/Steam Power Plant 1 Papua PLTU/Steam Power Plant Maluku PLTU/Steam Power Plant 1 Papua KAPASITAS (MW) CAPACITY (MW) 2 x 50 2x7 SASARAN OPERASI OPERATION TARGET November 2010 & Januari 2011 November 2010 & January 2011 Juni 2010 & Agustus 2010 June 2010 & August 2010 Agustus 2010 & Oktober 2010 August 2010 & October 2010 Tender Process Tender Process Re-tender Pre-qualification Process Re-tender Pre-qualification Process KONTRAKTOR CONTRACTOR Hubai . no PPA signed in this period • IPP Second Phase (2005-1010) 45 developers have signed PPA with PLN. • Periode 1998–2004 Tidak ada penandatanganan PPA pada periode ini. Since 1990 PLN’s capability to invest in generating has been very limited that private sector is compelled to participate in electricity production as Independent Power Producer (IPP). PLN’s cooperation with IPP on electricity supply for PLN system is conducted through Power Purchase Agreement (PPA). • Tahap Kedua IPP (2005-2010) Sebanyak 45 pihak pengembang telah menandatangani PPA dengan PLN.

270 MW. In addition.895 MW. 18 IPP berkapasitas total sebesar 4. panas bumi dan mini hydro dengan kapasitas masing-masing pembangkit kurang dari 50 MW. 10 IPP were operating in Java-Bali with total capacity of 3.895 MW. located in various areas of Indonesia. 2 IPP in Kalimantan with total capacity of 100 MW. ditambah 2 IPP lainnya di Sulawesi dengan kapasitas total sebesar 395 MW dan 1 IPP berlokasi di Kepulauan Batam dengan total kapasitas sebesar 110 MW. and 3 IPP in Sulawesi with total capacity of 285 MW. 25 other IPP were under contract. 5 IPP in Sumatera with total capacity of 253 MW. 18 IPP with sum total capacity of 4. geothermal and hydro fuel. 6 of which were located in Java-Bali with total capacity of 2. di mana 6 IPP di antaranya berlokasi di sistem Jawa-Bali dengan kapasitas sebesar 2. Di tahun-tahun mendatang. KERJA SAMA DENGAN BERBAGAI PIHAK COOPERATION WITH EXTERNAL PARTIES PLN telah melakukan kerja sama dengan berbagai pihak dalam rangka menujang kelancaran bisnis perusahaan yaitu: Kerja sama dengan sesama BUMN Kerjasama dengan sesama BUMN baik yang dilakukan oleh Perusahaan unit PLN dan anak perusahaan terus dilanjutkan dan ditingkatkan. 1 IPP beroperasi di Kalimantan dengan kapasitas total sebesar 45 MW . Dari IPP yang sudah beroperasi. producing total power of 4.761 MW. IPP will take more important contribution in supplying renewable energy based electricity for PLN and for electricity development in Indonesia. dan 3 IPP beroperasi di Sulawesi dengan kapasitas total sebesar 285 MW. IPP akan memberikan kontribusi yang semakin meningkat dalam memasok tenaga listrik berbasis energi terbarukan pada sistem kelistrikan PT PLN (Persero) dan akan terus berperan penting dalam pengembangan kelistrikan di Indonesia. each with a capacity of less than 50 MW. terdiri dari 14 IPP dalam tahap pembangunan dan 11 IPP dalam tahap pembiayaan. 5 IPP beroperasi di Sumatera dengan kapasitas total sebesar 253 MW. 2 other IPP in Sulawesi with total capacity of 395 MW. atau sekitar 17. 2 IPP di Kalimantan dengan total kapasitas sebesar 100 MW. 10 IPP beroperasi di sistem Jawa-Bali dengan kapasitas total sebesar 3997 MW.70% dari total kapasitas terpasang nasional sebesar 26. 6 IPP di Sumatera dengan kapasitas total sebesar 1.270MW. Kerjasama tersebut dilakukan dengan: PLN has entered into cooperation with various parties to sustain going forward of the Company business: Cooperation with fellow SOEs The following forms of cooperation have been signed and will be intensified by PLN and its subsidiaries: . Di samping itu. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report In the future. 6 IPP in Sumatera with total capacity of 1.70% of total domestic nameplate capacity of 26. sebanyak 24 IPP telah beroperasi dengan total daya sejumlah 4. berlokasi diberbagai daerah di Indonesia. menggunakan bahan bakar batu bara. consisting of 14 IPP in construction process and 11 IPP in financing process.502 MW were in construction process. representing 17.387 MW.997 MW. and 1 IPP in Batam with total capacity of 110 MW.387 MW.196 Hingga akhir tahun 2010. Meliputi kontrak dengan 25 IPP.502 MW berada dalam tahap konstruksi. 1 IPP in Kalimantan with total capacity of 45 MW.761 MW. 24 IPP were operating as at end of 2010. 5 IPP in Batam with total capacity of 181 MW.5 IPP beroperasi di Batam dengan kapasitas total sebesar 181 MW. using coal.

and also with PT Indosat (Persero) Tbk in telecommunication through electricity network and fibre optic.Sejak tahun 1990 kemampuan investasi PT PLN (Persero) di bidang pembangkitan sangat terbatas sehingga banyak pihak swasta didorong untuk dapat berpartisipasi dalam sektor pembangkitan tenaga listrik sebagai Independent Power Producer (IPP) • • • • PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk untuk bidang layanan melalui call center 123. Pembahasan dan Analisis Manajemen Discussion and Management Analysis • Since 1990 PLN’s capability to invest in generating has been very limited that private sector is compelled to participate in electricity production as Independent Power Producer (IPP) • • • Cooperation with PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk for customer service through call center 123. 197 . Cooperation with PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk for most coal supply. Perum Otorita Jatiluhur yang bertugas mengelola PLTA Jatiluhur dan PT Pusri (Persero) untuk pembelian tenaga listrik. PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk untuk pemenuhan kebutuhan sebagian besar batubara. PT Pertamina (Persero) untuk pemenuhan seluruh kebutuhan bahan bakar dan dengan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk untuk pemenuhan sebagian kebutuhan gas. Juga dilakukan upaya pengembangan kerjasama dalam bidang usaha telekomunikasi baik dengan Telkom maupun PT Indosat (Persero) Tbk melalui jaringan listrik dan fiber optik Perusahaan. Cooperation with PT Pertamina (Persero) for all oil fuel supply and with PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk for some gas supply. Cooperation with Perum Otorita Jatiluhur in management of PLTA Jatiluhur and PT Pusri (Persero) for electricity purchase.

PT Semen Tonasa (Persero) untuk operasi dan pemeliharaan PLTU milik PT Semen Tonasa Persero dan sedang dirintis untuk pembangkitpembangkit milik BUMN lainnya. dan mengoperasikan pembangkit listrik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di pulau Batam. PLN units. PT Telkom dan PT Indovision untuk pemanfaatan dan pengoperasian aset Perusahaan seperti dermaga (PLTU Gresik dan PLTU Grati) Right of Way dengan PLN UB Sulselra. Cooperation with educational institutions such as ITB. similar cooperation is being explored with other SOEs. dan rekrutmen pegawai dengan lembaga-lembaga pendidikan seperti ITB. • Cooperation with company that have investment and generating capabilities in development of power plants in critical regions such as Batam. Cooperation with Batam Industrial Estate Authority to form a company that will fund. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report • • • . Sumatera and Nusa Tenggara. baik dilakukan oleh Perusahaan. short term loan. Cooperation with PT Angkasa Pura II in assistance of Soekarno Hatta airport’s electricity system management. ITS. and employee payroll.PT Inco Tbk in Sulawesi. (ii) provision of office stationery. UBD Jatim. Kerjasama tersebut mencakup: • Kerja sama pengembangan pembangkitpembangkit di daerah kritis dengan perusahaan yang memiliki kemampuan dalam bidang investasi dan pembangkitan seperti di daerah Batam. • Pembelian tenaga listrik berupa excess power maupun memikul atau memenuhi pertumbuhan kebutuhan sesuai dengan kontrak jual-beli dengan: .PT Kaltim Prima Coal and PT Aji Ubaya in Kalimantan. South-east Sulawesi and West Sulawesi Region. . dan (iii) jasa pemeliharaan dan perawatan gedung. pelaksanaan payment point dan pembayaran gaji pegawai Perusahaan. Otorita Pengembangan Kawasan Daerah Industri Pulau Batam untuk membentuk sebuah perusahaan yang akan membiayai. Cooperation in excess power purchase to support or meet growth need based on purchase agreement with: . unit PLN. .198 • • • • • Bank-bank milik negara untuk penyimpanan sebagian besar kas dan deposito perolehan fasilitas pinjaman jangka panjang. payment points. Sumatera dan Nusa Tenggara. • Kerja sama dengan mitra usaha lain Kerjasama dengan mitra usaha non BUMN juga terus dilanjutkan. . UI and UGM for human resource training. and (iii) building maintenance. PLN East Java Distribution.PT Kaltim Prima Coal dan PT Aji Ubaya di Kalimantan. build and operate power plants for Batam community.PT Inco Tbk di Sulawesi. and subsidiaries also entered into the following cooperation with non SOE business partners. • Kerjasama bidang penunjang dengan koperasi pegawai Perusahaan dalam hal: (i) penyediaan kendaraan operasional. electricity bill payment service. • Cooperation with state-owned banks for deposit of most cash and cash flow from long term loan facility. • • • Cooperation with PT Semen Tonasa (Persero) in operation and maintenance of PLTU owned by PT Semen Tonasa Persero. ITS. • Kerja sama pelatihan. UI dan UGM. development and recruitment.PT RPE and PT Inalum in Sumatra. PT Angkasa Pura II dalam hal pendampingan pengelolaan sistem kelistrikan di bandara Soekarno Hatta. (ii) penyediaan peralatan perkantoran. membangun. maupun anak perusahaan. pengembangan SDM.PT RPE dan PT Inalum di Sumatra. Cooperation with employee cooperative in support areas such as: (i) provision of operational transportation. . pinjaman jangka pendek serta layanan pembayaran rekening listrik. Cooperation with other business partners The Company. Cooperation with PT Telkom and PT Indovision for utilization and operation of company assets such as ports (PLTU Gresik and PLTU Grati) Right of Way with PLN South Sulawesi.

PT Kodeco and PT Madya Karya Sentosa. LIPI. Research and Development of Ministry of Health. Puslitbang Geologi dan LAPAN. Resource Development. Power Quality and Customer Relation Management.• • • • • • Kerja sama dalam pembayaran rekening listrik di Payment Point dalam meningkatkan layanan dengan bank swasta dan KUD. Cooperation in operation maintenance with PT Siemens Indonesia. • ASEAN Power Grid Consultative Committee dan tergabung dalam IERE (International Electric Research Exchange). dan Anak Perusahaan dengan: • HAPUA (Head of ASEAN Power Utilities/ Authorities). Renewable Energy. Resource Development. ESI Services. Participate in annual General Planning Managers of Southeast and Northeast Asian Electric Utilities Meeting. BPPT. Kerja sama pelaksanaan operation maintenance dengan PT Siemens Indonesia. Kerja sama pasokan gas dengan PT Emerada Hess. PLN units. Privatization and Competition. BATAN. which are: Generation Transmission. Cooperation in research with government and private institutions such as BPS (Statistic Central Bureau). Berkaitan dengan hal tersebut PLN dipercaya sebagai ketua ASEAN Power Grid Consultative Committee. unit PLN. Cooperation for gas supply with PT Emerada Hess. PLN ditetapkan sebagai sekretariat tetap HAPUA. Kerja sama penyempurnaan dan pengembangan sistem penagihan rekening listrik. Geology Research and Development Center. PT Baskhara dan PT Satui Bara Tama. PLN was appointed as permanent secretary of HAPUA. Participate in CEPSI (Conference on Electric Power Supply Industry) which is held once every 2 years. Berkaitan dengan hal tersebut. Power Reliability and Quality. Overseas cooperation The Company. LIPI. Balitbang Depkes. Human Resource. and LAPAN. kualitas daya. Alliance with ASEAN Power Grid Consultative Committee and IERE (International Electric Research Exchange). BPPT. • Cooperation with AESIEAP (The Association of Electricity Supply Industry East Asia and Western Pacific)’s 4 Technical Sub Committees. Kerjasama Luar Negeri Kerjasama dengan pihak luar negeri masih berlanjut baik yang dilakukan oleh Perusahaan. and Environment. Human Resource. • CEPSI (Conference on Electric Power Supply Industry) yang diadakan tiap 2 tahun. Kerja sama di bidang penelitian dengan lembagalembaga pemerintah maupun swasta. • Tenaga Nasional Berhad (TNB) Malaysia dalam rangka interkoneksi Sumatra/Peninsular dalam kajian persiapan implementasi. • General Planning Managers of Southeast and Northeast Asian Electric Utilities Meeting yang diadakan setiap tahun. PT Baskhara and PT Satui Bara Tama. ESI Services. Kerja sama pasokan batubara dengan PT Daya Citra Mulia. Distribution. Direktur Utama PLN mendapat kepercayaan untuk menjabat sebagai Vice President AESIEAP. dalam Sidang Komite dan Anggota Dewan HAPUA di Singapura. Cooperation for coal supply with PT Daya Citra Mulia. Cooperation with Tenaga Nasional Berhad (TNB) Malaysia for implementation study of Sumatra/ Peninsular interconnection. Privatisasi dan Kompetisi. • • • • • • Cooperation with private banks and local cooperatives to provide electricity bill payment points. In HAPUA’s June 2009 committee meeting in Singapore. Pada Juni 2009. Kerjasama meliputi 8 proyek yaitu: Generation Transmission. BATAN. • Cooperation with HAPUA (Head of ASEAN Power Utilities/Authorities) in 8 projects. and Environment. PT Kodeco dan PT Madya Karya Sentosa. Cooperation in improvement and development of electricity bill invoice system. Renewable Energy. • AESIEAP (The Association of Electricity Supply Industry East Asia and Western Pacific) dengan 4 Technical Sub Committee yaitu: Deregulasi. Distribution. dan Customer Relation Management. In this alliance PLN’s President Director was appointed as Vice President of AESIEAP. which are Deregulation. Power Reliability and Quality. Pembahasan dan Analisis Manajemen Discussion and Management Analysis • • • • 199 . antara lain dengan BPS (Badan Pusat Statistik). and subsidiaries also entered into the following cooperation with overseas parties. in which PLN was appointed as Chairman of ASEAN Power Grid Consultative Committee.

reduce production cost and improve . Bidang usaha yang terintegrasi merupakan kekuatan PLN untuk dapat memenangkan persaingan pada masa mendatang. high performance culture. untuk regrinding crankshaft dan Sezler Metco untuk metal coating. Quality Assurance Services for ISO certification. maka dimungkinkan muncul pemain baru yang akan menjadi pesaing PLN. provides both opportunity and challenge for PLN’s future business development. Kondisi ini tentu saja akan menjadi pertimbangan bagi PLN dalam menentukan arah pengembangan Perusahaan. Cast Iron Welding Ltd. ARAH PENGEMBANGAN PERUSAHAAN DIRECTION OF CORPORATE DEVELOPMENT Dengan pemberlakuan UU No. transmisi. Vatech-Elin untuk pembuatan sistem kontrol PLTA. primary energy. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report National population growth of estimated 1% per annum. 30 Year 2009 on Electricity makes it possible for the emerging of industry new entrants that will become the Company’s competitors. This will affect direction of the Company’s development. Thomassen untuk perbaikan PLTG. Quality Assurance Services untuk sertifikasi ISO. Global Crankshaft Services Ltd. which is expected to contribute to company performance. which is followed by GDP growth. PLN sedang melakukan pogram transformasi yang diberi nama program Metamorfosa. budaya kinerja yang tinggi. commercial excellence. operational excellence. transmission. Thomassen for PLTG repair. commercial excellence. for cast iron welding. Entec/GTZ for PLTMH production. Integration of business will become PLN’s strength to win future competition. Through this program PLN expects to be able to manage funding. 30 Year 2009. for regrinding crankshaft and Sezler Metco for metal coating. untuk pengelasan cast iron. dan citra positif. energi primer. Vatech-Elin for PLTA control system development. Program Metamorfosa terdiri dari 8 (delapan) kelompok program dan Project Management Office (PMO). The 8 groups are generating and funding capacity. • Non-binding cooperation with several multinational companies. The Metamorphosis program consists of 8 program groups and Project Management Office (PMO). stakeholder management and regulation. such as: Sulzer Hydro for PLTA repair. Sulzer Pam for pump repair. Global Crankshaft Services Ltd. Pertumbuhan jumlah populasi yang setiap tahunnya diperkirakan 1% yang juga diikuti oleh pertumbuhan GDP merupakan peluang sekaligus tantangan bagi PLN sehingga arah pengembangan perusahaan ke depan tetap pada bidang usaha yang terintegrasi. To anticipate the Law No. Program Metamorfosa ini diharapkan dapat memberikan dampak terhadap kinerja perusahaan. antara lain dengan: Sulzer Hydro untuk perbaikan PLTA. distribution and retail. 30 tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan. Hickam Industries for PLTG repair. Saat ini. Yokogawa untuk perbaikan sistem kontrol industri. procurement excellence. Dalam mengantisipasi UU No. Entec/GTZ untuk pembuatan PLTMH. Kedelapan kelompok tersebut yaitu kelompok kapasitas pembangkitan dan pendanaan. Until present time. and positive image. operational excellence.200 • Kerja sama tidak mengikat dengan beberapa perusahaan multinasional berdasarkan surat perintah kerja. PLN is carrying out a transformation program called Metamorphosis. 30 tahun 2009. Hickam Industries untuk perbaikan PLTG. PLN masih mendominasi usaha penyediaan tenaga listrik yang terintegrasi mulai pembangkitan. procurement excellence. distribusi dan ritel. Cast Iron Welding Ltd. manajemen stakeholder dan regulasi. PLN still dominates electricity business which integrates generating. Sulzer Pam untuk perbaikan pompa. Yokogawa for industrial control system repair. Dengan program tersebut PLN diharapkan The Law No.

2007.98% dan SAIDI/SAIFI dari 300 menit/9 kali gangguan menjadi 120 menit/4kali gangguan. which was renewed by Regulation No.98% and SAIDI/SAIFI from 300 minutes/9 interruptions to 120 minutes/4 interruptions. SUBSIDI LISTRIK PEMERINTAH GOVERNMENT ELECTRICITY SUBSIDY PLN sebagai badan usaha milik negara (BUMN) dituntut melaksanakan penyediaan tenaga listrik bagi kepentingan umum (Public Service Obligation-PSO) dengan tetap memperhatikan tujuan perusahaan yaitu untuk menghasilkan keuntungan. • meningkatkan efisiensi investasi dan operasi. and • Enhance operational performance. Pemerintah Republik Indonesia memberikan subsidi listrik kepada pelanggan melalui Perusahaan. Tatacara penghitungan dan pembayaran subsidi listrik Tahun Anggaran 2010 dan 2009 menggunakan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia (PMK) No. PLN is expected to meet its Public Service Obligation of electricity supply while keeping an eye on corporate objective of profit creation.6% up to 2015. 2007. • menurunkan susut jaringan dari 9. • menurunkan biaya pokok produksi menjadi Rp1. Reduce production cost to Rp1.000. Electricity subsidy is calculated as the negative difference between average sales prices of electricity 201 . operational image. which in turn also improve company image in stakeholders’ perception. Lower financial gap to Rp113 -124 trillion. dan • memperbaiki kinerja operasional. and Increase capability and population of employees to over 20.mampu mengatasi celah pendanaan.02/2007 tanggal 17 Desember 2007. • Return On Assets (ROA ) menjadi 5. 162/ PMK.02/2007 dated December 17.02/2007 tanggal 14 September 2007 yang diperbaharui dengan Peraturan No. 111/PMK.6% sampai dengan tahun 2015. PLN determines the following strategic objectives for the period of 2010 – 2015: • Improve financial condition. Calculation and payment of the subsidy for budget years 2010 and 2009 were stipulated in Regulation of Ministry of Finance No.93% to 7. To realize corporate vision and mission.02/2007 dated September 14. Untuk mewujudkan visi dan misi. 162/PMK. Sasaran Jangka Panjang PLN Tahun 2010-2015 adalah sebagai berikut: • menambah kapasitas pembangkit menjadi 30 GW pada tahun 2015 atau 5 GW per tahun. • memperkecil gap keuangan menjadi Rp113 -124 triliun.93% menjadi 7. menurunkan biaya pokok produksi dan memperbaiki kinerja operasional yang pada akhirnya memperbaiki citra PLN di mata para pemangku kepentingan. PT PLN (Persero) menetapkan tujuan strategis untuk periode 20102015 sebagai berikut: • memperbaiki kondisi keuangan PLN.000 pegawai. Reduce network loss ratio from 9.099 per kWh.099 per kWh. Pembahasan dan Analisis Manajemen Discussion and Management Analysis • • • Achieve Return On Assets of 5. The Government provides electricity subsidy to customers through PLN. dan • meningkatkan kemampuan dan menambah jumlah pegawai lebih dari 20. • Increase investment and operational efficiency. Subsidi listrik dihitung dari selisih negatif antara harga jual tenaga listrik rata-rata (Rp/kWh) dari As an SOE. 111/PMK. PLN’s goals for the period of 2010 – 2015 are: • • • Increase generating capacity to 30 GW in 2015 or 5 GW each year.

PLN carried out corporate restructure. appointing Head Office as the unit responsible for corporate development and strategic policy. RESTRUKTURISASI USAHA BUSINESS RESTRUCTURE Seiring dengan upaya penyehatan Perusahaan. The amount of subsidy for a budget year is determined based on the result of compliance audit on electricity subsidy usage which is performed by an auditor appointed by Directorate General of Budget under the Ministry of Finance. 2011 and March 26.818 juta.108. (Rp/kWh) of each tariff class minus basic cost of electricity provision (Rp/kWh) on the voltage for each tariff class multiplied by sales volume (kWh) of each tariff class. saat ini PLN sedang bekerja keras untuk menyatukan sistem PPOB seJawaBali yang dinamakan dengan sistem Pengelolaan dan Pengawasan Arus Pendapatan secara Terpusat (P2APST).q.418 juta dan Rp 53. Perusahaan telah menerima hasil audit perhitungan subsidi listrik tahun 2010 dan 2009 masing-masing sebesar Rp 58. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. 2011 the Company received the audit based electricity subsidy for 2010 and 2009 which amount to Rp58. To enhance the profit from payment point online banking (PPOB).418 million and Rp53. . PLN strives to centralize PPOB system throughout Java-Bali through a system called Centralized Income Control and Management (P2APST). P2APST will centralize daily operational management of PPOB and data center of all JavaBali distributions. yang ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral c. The basic cost of electricity provision is calculated based on a formula that includes transmission and distribution network loss which is determined by Directorate General of Electricity and Energy Consumption under the Ministry of Energy and Mineral Resources. Pada tanggal 25 Maret 2011 dan 26 Maret 2010.719. Proyek P2APST ini akan menyatukan sistem pengelolaan operasional harian PPOB dan data center dari masing-masing distribusi di Jawa Bali ke dalam satu sistem. Direktorat Jenderal Anggaran. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report TRANSFORMASI PPOB MENJADI P2APST TRANSFORMATION FROM PPOB TO P2APST Untuk lebih meningkatkan keuntungan yang didapat dari sistem PPOB (payment point online banking). respectively. BPP tenaga listrik dihitung berdasarkan formula. Consistent with improvement efforts.719.108. Besarnya subsidi listrik dalam satu tahun anggaran secara final ditetapkan berdasarkan hasil audit atas ketaatan penggunaan subsidi listrik yang dilakukan oleh auditor yang ditunjuk Menteri Keuangan c. while each business unit is responsible for the Company’s operational performance and being capable to be independent unit that sets example on efficiency and customer service.q.818 million. termasuk tingkat susut jaringan transmisi dan distribusi. maka PT PLN (Persero) telah melakukan restrukturisasi korporat dengan menetapkan Kantor Pusat sebagai unit penanggung jawab pengembangan perusahaan dan kebijakan stratejik.202 masing-masing golongan tarif dikurangi Biaya Pokok Penyediaan (BPP) tenaga listrik (Rp/kWh) pada tegangan di masing-masing golongan tarif dikalikan volume penjualan (kWh) untuk setiap golongan tarif. On March 25. sedangkan setiap Unit Usaha/Unit Bisnis sebagai penanggung jawab kinerja operasional Perusahaan yang mampu menjadi unit mandiri sehingga dapat menjadi panutan khususnya dalam hal efisiensi dan layanan pelanggan.

In current PPOB system. the Switching Company and Bank will not deal with PLN Distribution anymore. masing-masing distribusi bekerjasama dengan Switching Company dan Bank secara terpisah. sehingga pihak Switching Company tidak perlu lagi mengakses DPP yang ada di Distribusi.Pembahasan dan Analisis Manajemen Discussion and Management Analysis Pada sistem PPOB sekarang. 203 . Hence. Pemusatan sistem P2APST juga mengharuskan dikumpulkannya Data Piutang Pelanggan (DPP) pada satu tempat. maka kegiatan operasional harian sistem PPOB yang tadinya dilaksanakan di masing-masing Distribusi. In P2APST. daily operational activities of PPOB system previously held by each Distribution will be handled by Head Office. but directly access Head Office’s data that collect from the five distribution areas. akan langsung ditarik ke Pusat sehingga bisa lebih menghemat jumlah SDM yang ada. Untuk P2APST. melainkan akan langsung mengakses DPP pada data center pusat yang menampung DPP dari kelima area Distribusi. each distribution cooperates with Switching Company and Bank separately. Dengan begitu. Centralization of P2APST system requires collection of Customer Receivables Data so that Switching Company does not have to access data in Distribution. tetapi Perjanjian Kerjasamanya akan langsung ditangani oleh PLN Pusat. which saves human resources. nantinya Switching Company dan Bank tidak lagi memiliki hubungan kerjasama dengan PLN Distribusi. but sign an agreement with PLN Head Office.

This supply agreement is valid for short term and long term. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report • Oil fuel The Company and Pertamina signed the Umbrella Agreement of Oil Fuel Purchase No. Harga pembelian akan ditinjau secara berkala dan ditetapkan sesuai kesepakatan berdasarkan pada patokan harga yang berlaku. • Bahan Bakar Minyak Perusahaan dan Pertamina mengadakan Perjanjian Payung Jual Beli Bahan Bakar Minyak No. laporan Keuangan Audited Konsolidasian ”Ikatan dan Kontinjensi”. diantaranya berlaku untuk periode sampai dengan tahun 2027. For further details please refer to Note 54. 2007 to be valid to December 31. Perjanjian tersebut pada intinya mengatur volume pasokan. dan untuk Gunung Salak dan Darajat selama 30 tahun yang berakhir tahun 2030 serta untuk Lahendong selama 30 tahun yang berakhir tahun 2038.204 TRANSAKSI MATERIAL DAN KEJADIAN LUAR BIASA MATERIAL TRANSACTION AND EXTRAORDINARy EVENTS TRANSAKSI MATERIAL MATERIAL TRANSACTION PERJANJIAN PENGADAAN BAHAN BAKAR • Bahan bakar gas PLN dan anak perusahaan memiliki perikatan penting berupa perjanjian pemasokan gas dengan beberapa operator pengelola blok migas. for Gunung Salak and Darajat for 30 years which expires 2030. 2001 which was valid to October 8. This agreement was amended on May 16. 2004.a laporan Keuangan Audited Konsolidasian ”Ikatan dan Kontinjensi”. Perjanjian ini telah diaddendum pada tanggal 16 Mei 2007. 071. 2009 and amended again on June 1. Purchase price is regularly reviewed and agreed based on applicable benchmark. FUEL SUPPLY AGREEMENT • Gas fuel PLN and its subsidiaries has gas supply agreements with several oil and gas operators. Perjanjian pemasokan tersebut berlaku dalam jangka pendek maupun panjang. 2011. berlaku sampai dengan tanggal 31 Desember 2011. The agreement was then amended on August 14. Consolidated Financial Statement “Commitment and Contingencies. such as up to year 2027 (Please refer to Note 54. The agreement basically arranges supply volume.” • Geothermal Steam The Company has an agreement with Pertamina for procurement of geothermal steam for Kamojang for 30 years which expires in 2012.PJ/060/DIR/2001 dated October 8. kemudian diadendum untuk kedua kalinya pada tanggal 1 Juni 2010. (lihat catatan 54. and for Lahendong for 30 years which expires 2038. Perjanjian ini kemudian diaddendum pada tanggall 14 Agustus 2009. butir b) • Bahan Bakar Batubara PLN dan Anak perusahaan juga memiliki perikatan perjanjian pemasokan batubara dengan beberapa pemilik ijin usaha Pertambangan proses Produksi. delivery place. tempat penyerahan. . 071. Consolidated Financial Statements”Commitments and Contingencies” point b). • Uap Panas Bumi Perusahaan memiliki perjanjian dengan Pertamina untuk pengadaan uap panas bumi untuk Kamojang selama 30 tahun yang berakhir tahun 2012. delivery time and coal quality. late fee and payment. Pada intinya perjanjian pengadaan BBM dengan Pertamina mengatur harga. • Coal fuel PLN and subsidiaries also has commitments of coal supply agreement with several mining license holders.PJ/060/DIR/2001 tanggal 8 Oktober 2001 yang berlaku sampai dengan 8 Oktober 2004. 2010. denda keterlambatan pengiriiman maupun pembeyaran. Selengkapnya lihat catatan 54. Basically it arranges fuel procurement with Pertamina concerning price. waktu pengiriman dan kualitas batubara.a.

Rp25.796. terutama sehubungan dengan pengadaan pembangkitan (melalui percepatan pembangunan pembangkit). pembayaran biaya tetap operasi dan pemeliharaan.772. Certain IPP agreements allow the Company an option to buy the seller’s right. Rp1. total commitment of contract based capital expenditure. operational and maintenance fixed cost payment. Electricity price per kWh for gas. property and stake on the project.3 miliar. 2010.129.796. LOANS NOT YET ExERCISED Two step loans The Company still has two step loan facility that is not yet exercised amounted to Rp20. harga tenaga listrik ditetapkan berdasarkan formula tertentu sebagaimana dinyatakan dalam perjanjian antara lain Energy Charge dan Capacity Charge. Pembahasan dan Analisis Manajemen Discussion and Management Analysis CAPITAL ExPENDITURE As of December 31.3 billion for routine construction of distribution network. ELECTRICITY PURCHASE AGREEMENT Prior to 1997. Perusahaan telah melaksanakan renegosiasi terhadap PPA dan ESC melalui Kelompok Kerja Renegosiasi Kontrak Khusus PLN dibawah arahan Pemerintah. dan kepentingan atas proyek yang bersangkutan. the Company had electricity purchase agreement (PPA and ESC) with large scale Independent Power Producers (IPP). Fasilitas ini akan berakhir antara tahun 2011 sampai dengan 2047. pembangunan transmisi senilai Rp 1. fuel cost. price fairness and disparity between private and the Company’s sale prices. and Rp9. jaringan transmisi dan distribusi. Nilai perolehan dalam rangka pembangkitan adalah sebesar Rp 25. The renegotiation covered contract balance. jumlah ikatan perolehan barang modal berdasarkan kontrak. disepakati bahwa setiap saat selama perjanjian berlaku. In 1999 the Company renegotiated the PPA and ESC through Special Contract Renegotiation Task Force under government direction. 205 . MFO and coal generators is determined based on agreed formula that regulates capital cost recovery. biaya bahan bakar dan pembayaran biaya variabel operasi dan pemeliharaan.238.238. This facility will expire in between 2011 to 2047. operational and maintenance variable cost payment. transmission and distribution.3 miliar dan konstruksi rutin (jaringan distribusi) senilai Rp 9.PERJANJIAN JUAL BELI TENAGA LISTRIK Sebelum tahun 1997. Pada tahun 1999.6 miliar.772.4 miliar.3 billion for transmission. milik. PEROLEHAN BARANG MODAL Pada tanggal 31 Desember 2010. electricity price is determined based on the formula stated in agreements such as Energy Charge and Capacity Charge. kewajaran harga dan disparitas harga jual listrik swasta dan harga jual Perusahaan.6 billion for generating. MFO dan batubara ditetapkan berdasarkan formula tertentu yang ditetapkan dalam perjanjian yang antara lain mengatur pemulihan biaya modal. Perusahaan mengadakan perjanjian jual beli tenaga listrik (PPA dan ESC) dengan penyedia dan pengembang tenaga listrik swasta (IPP) skala besar. Harga tenaga listrik per kWh untuk pembangkitan bahan bakar gas. Dalam perjanjian dengan IPP tertentu. Perusahaan dapat melaksanakan opsi untuk membeli hak penjual. particularly those related to generating procurement (through power plant construction fast track). FASILITAS PINJAMAN BELUM DIGUNAKAN Penerusan pinjaman (two step loans) Perseroan masih memiliki fasilitas pinjaman penerusan yang belum digunakan sebesar Rp20.129. Untuk pembangkitan yang menggunakan panas bumi. Renegosiasi tersebut meliputi antara lain keseimbangan kondisi kontrak. For geothermal generator.4 billion.

91 Tahun 2007 pengganti dari PP No.000 ke rekening SMBC cabang Singapura. 86 Tahun 2006.500.000. the Company and PT Central Java Power (CJP) signed a lease agreement for the expansion of Tanjung Jati B 1 & 2 .000. Pada tanggal perjanjian sewa pembiayaan ekspansi (EFLA) perkiraan biaya ekspansi tersebut sebesar JPY 200.4 billion and US$46 million. the Company already paid the costs related to unit C and D. . 2011 up to the date of consolidated financial statement is Rp1. PERJANJIAN SEWA PEMBIAYAAN EKSPANSI Pada tanggal 4 Nopember 2008. Sehubungan dengan pinjaman ini. CJP and Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) signed the Expansion Escrow Agreement on November 4. dan sepenuhnya dijamin oleh Pemerintah Republik Indonesia sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia (PP) No. Sumitomo Mitsui Banking Corporation ditunjuk sebagai Expansion Escrow Agent.“FLA V”. tentang Pemberian Jaminan Pemerintah untuk Percepatan Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik Yang Menggunakan Batubara. Periode sewa akan dimulai sejak tanggal sewa setiap unit ekspansi dan berakhir 20 tahun setelah operasi komersial Unit D. Loan period including credit provision period of 36 months which is fully guaranteed by the Government based on Regulation of President of Republic of Indonesia (“PP”) No. Perusahaan. respectively.000 million. Jangka waktu pinjaman termasuk periode penyediaan kredit selama 36 bulan. Perusahaan dan PT Central Java Power (CJP) mengadakan perjanjian sewa pembiayaan untuk ekspansi Tanjung Jati B 1 & 2 . such as construction control cost and variation agreement cost of JPY11.083. PLN. ExPANSION LEASE AGREEMENT On November 4.000 and JPY4.500. Fasilitas pinjaman yang telah digunakan oleh Perusahaan dari tanggal 1 Januari 2011 sampai dengan tanggal laporan keuangan konsolidasi adalah sebesar Rp1. In 2010.4 miliar dan US$ 46 juta. yang antara lain mengatur bahwa CJP akan menyewakan aset sewaan ekspansi (Unit “C” dan “D”) kepada Perusahaan. On the lease agreement (EFLA) date the expansion cost was estimated to be JPY200.083. Sehubungan dengan EFLA tersebut.000.000 juta. Sumitomo Mitsui Banking Corporation was appointed as Expansion Escrow Agent. which arranged CJP to lease the expansion assets (Unit “C” and “D”) to PLN. Loan facility exercised by the Company from January 1. 86 Year 2006 concerning Government Guarantee for Coal Fuel Power Plant Construction Fast Track. The lease period will start from the lease date of each expansion unit and expire 20 years after commercial operation of Unit D. Dalam tahun 2010. Lease period of unit C starts in October 2011 and unit D in January 2012. CJP dan Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) mengadakan Expansion Escrow Agreement pada tanggal 4 Nopember 2008. Perusahaan diwajibkan memenuhi batasan – batasan umum.206 Perjanjian pinjaman program percepatan Tujuan fasilitas pinjaman ini adalah untuk membiayai 85% dari nilai kontrak EPC untuk program percepatan. Perusahaan telah membayar biaya yang berkaitan dengan unit C & D antara lain biaya pengawasan konstruksi dan biaya variation agreement masing-masing sebesar JPY 11. The Company is required to meet general terms for this facility. Periode Sewa untuk unit C dimulai bulan Oktober 2011 dan unit D Bulan Januari 2012. 2008. 2008. 91 Year 2007 that replaced PP No.000 dan JPY 4.“FLA V”. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Accelerated loan agreement The objective of this facility is to finance 85% of accelerated (fast track) EPC contract value. Related to the EFLA.

Seluruh transaksi signifikan dengan pihak hubungan istimewa. There was no extraordinary event during report period. • Pendiri dan pengawas Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan PT PLN (Persero) merupakan pengurus dan karyawan Perusahaan dan anak perusahaan. Pembahasan dan Analisis Manajemen Discussion and Management Analysis Nature of relation: • Company and subsidiaries are shareholders of related party (Note 8). 7 mengenai “Pengungkapan Pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa”. • • Cooperative executives are also employees of the Company and subsidiaries.” 207 . • Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan PT PLN (Persero) merupakan pemegang saham mayoritas PT Asuransi Tugu Kresna Pratama. memimpin dan mengendalikan kegiatan Perusahaan. both under the same and differnt terms and conditions with third parties. were disclosed in the notes of consolidated financial statement. which is line with Accounting Standard (“PSAK”) No. lead and control company activities. TRANSAKSI BENTURAN KEPENTINGAN CONFLICT OF INTEREST TRANSACTIONS Tidak ada transaksi benturan kepentingan selama periode pelaporan. All transactions with related parties. Founder and supervisors of Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan PLN are also executives and employees of the Company and subsidiaries. • • Company and subsidiaries are not required to disclose transaction with state-owned or provincialowned enterprises as related party transaction. • Pengurus koperasi karyawan juga merupakan karyawan Perusahaan dan anak perusahaan. There was no extraordinary event during report period.KEJADIAN LUAR BIASA EXTRAORDINARy EVENTS Tidak ada kejadian luar biasa selama periode pelaporan. Employees have the right and responsibility to plan. baik yang dilakukan dengan persyaratan dan kondisi yang sama dengan atau tidak sama dengan pihak ketiga. 7 concerning “Disclosure of Related Parties. • Karyawan merupakan orang-orang yang mempunyai wewenang dan tanggungjawab untuk merencanakan. Perusahaan dan anak perusahaan melakukan transaksi tertentu dengan pihak-pihak hubungan istimewa. telah diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasi. Sifat Hubungan Istimewa • Perusahaan dan anak perusahaan merupakan pemegang saham perusahaan asosiasi (Catatan 8). Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan PLN is majority shareholder of PT Asuransi Tugu Kresna Pratama. In its business. Perusahaan dan anak perusahaan tidak diharuskan mengungkapkan transaksi dengan Badan Usaha Milik Negara/Daerah sebagai pihak hubungan istimewa sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES Dalam kegiatan usahanya. the Company and subsidiaries have transaction with related parties.

The added capital is transferred from all government shares at PT Pelayaran Bahtera Adhiguna (Note 55. . Financial Instruments: Recognition and Measurement PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report KEJADIAN SETELAH TANGGAL NERACA SuBSEQuENT EVENT TAMBAHAN PENYERTAAN MODAL Pada tanggal 4 Maret 2011. Perusahaan dan anak perusahaan menerapkan PSAK revisi berikut ini yang berlalu efektif untuk laporan keuangan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari2010: • PSAK 26 (revisi 2008). Consolidated Audited Financial Statement). the Company and subsidiaries applied the following revised PSAK for financial statements starting effective on or after January 1. (catatan 55. 2010: • PSAK 26 (2008 revision). 2010 year ended (Note 56). trade payables. 2011. electricity purchase and building rental. Financial Instruments: Accrual and Disclosure • PSAK 55 (2006 revision).674 shares or Rp90. ACCOUNTING STANDARD For the reported year. meliputi pemberian piutang.208 Adapun transaksi hubungan istimewa yang dilakukan Perusahaan menyangkut beberapa jenis transaksi. 20 Year 2011 related to Government’s additional capital for the Company amounted to 21. (Catatan 56) KEBIJAKAN AKUNTANSI Pada tahun berjalan. Laporan Keuangan Audited Konsolidasian) ADDITION OF PAID UP CAPITAL On March 4.2 miliar. the Government issued PP No. Tambahan penyertaan modal Pemerintah tersebut dilakukan dengan cara mengalihkan seluruh saham milik Pemerintah pada Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pelayaran Bahtera Adhiguna. hutang dagang.674 saham atau sebesar Rp 90.2 billion. Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran RECLASSIFICATION Several accounts in the consolidated financial statements for December 31. including receivables. Company’s transactions with related parties consist of several types of transaction. 20 tahun 2011 sehubungan dengan tambahan penyertaan modal Pemerintah pada Perusahaan sebanyak 21. Pemerintah Republik Indonesia menerbitkan Peraturan Pemerintah No. Loan Cost • PSAK 50 (2006 revision). 2009 year ended have been reclassified and adjusted to recognition in consolidated financial statements for December 31. PERUBAHAN PERATURAN DAN KEBIJAKAN AKUNTANSI CHANGES OF REGuLATIONS AND RECLASSIFICATION ACCOuNTING POLICIES REKLASIFIKASI Beberapa akun dalam laporan keuangan konsolidasi untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2009 telah direklasifikasi agar sesuai dengan penyajian laporan keuangan konsolidasi untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2010. Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan • PSAK 55 (revisi 2006). pembelian tenaga listrik dan sewa gedung. Biaya Pinjaman • PSAK 50 (revisi 2006).

STRUKTUR DAN MEKANISME TATA KELOLA GCG Guidelines.LAPORAN PELAKSANAAN TATA KELOLA PERUSAHAAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE TUJUAN Objective PEDOMAN. Structure and Mechanism KEBIJAKAN POKOK PERUSAHAAN Corporate Basic Policies ASESMEN PENERAPAN GCG Assessment of GCG Application IMPLEMENTASI PRAKTEK GCG Implemantation of GCG Application ORGAN PERUSAHAAN Corporate Organs ORGAN PENUNJANG Supporting Organs PERKARA HUKUM YANG MELIBATKAN PERSEROAN Litigation 210 211 212 214 218 224 242 265 209 Pembahasan dan Analisis Manajemen Discussion and Management Analysis .

and system) and hardware (formation of task force and executive team). PLN berkomitmen untuk terus menerapkan best practise Tata Kelola Perusahaan yang Baik untuk menunjang tercapainya tujuan. aturan-aturan dan sistim kerja) maupun dari sisi hardware (yakni pembentukan lembaga pelaksana maupun unit kerja). melalui peningkatan kinerja keuangan dan minimalisasi risiko keputusan investasi yang mengandung benturan kepentingan. rules. Hal ini dilandasi oleh keyakinan PLN bahwa penerapan best practices dalam GCG akan meningkatkan kepercayaan sekaligus nilai perusahaan secara berkelanjutan. which are: • Maximizing company performance through better decision process.210 TUJUAN OBJECTIVE PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Sejalan dengan visi dan misi perusahaan. PLN also conducts periodic assessment to acquire feedback for future GCG practice. This is based on PLN’s belief that GCG best practice implementation will enhance trust and sustainability of corporate values. Penerapan lima prinsip dasar GCG yakni: Transparansi. Untuk menjamin pencapaian tujuan penerapan GCG tersebut. higher efficiency. • Enhancing corporate value through improvement of financial performance and minimizing investment risks that involve conflict of interest. • To ensure achievement of GCG implementation. accountability. • Meningkatnya corporate value. responsibility. Consistent application of GCG’s five basic principles of transparency. and better service to stakeholders. yakni: • Maksimalisasi kinerja Perseroan melalui terciptanya proses pengambilan keputusan yang lebih baik dan berkualitas. secara konsisten diyakini akan meningkatkan kualitas pelaksanaan GCG dengan target tercapainya tiga sasaran utama dari penerapan GCG tersebut. PLN melakukan asesmen pelaksanaan secara berkala untuk mendapatkan umpan-balik bagi perbaikan praktek GCG di tahun-tahun selanjutnya. peningkatan efisiensi operasional serta peningkatan layanan kepada pemangku kepentingan. Consistent with corporate vision and mission. Selain itu. Pertanggungjawaban. Akuntabilitas. PLN is committed to continuous implementation of Good Corporate Governance (GCG) best practices. . • Meningkatnya kepercayaan pemegang saham serta kepuasan pemangku kepentingan karena meningkatnya corporate value. Kemandirian dan Kewajaran. PLN secara berkesinambungan melakukan langkah-langkah perbaikan baik dari sisi software GCG (yakni pedoman. Enhancing shareholders’ trust and stakeholders’ satisfaction due to increased corporate value. PLN continuously improves both GCG software (manual. independency and fairness will increase GCG implementation quality and reach the three main targets of GCG implementation.

PLN telah menyusun dan memberlakukan Pedoman Perilaku yang berisi pedoman perilaku kebiasaan baik dan tata pergaulan profesional di lingkungan Perusahaan. Selain itu PLN telah memiliki dan memberlakukan Pedoman GCG sebagai pegangan pelaksanaan tata kelola di perusahaan berikut kebijakan-kebijakan pengelolaan operasional perusahaan. PLN telah melengkapi seluruh pranata yang diperlukan. 211 . the shareholders can suggest material decisions such as those related to company investments. Setelah keputusan diambil. In Annual General Meeting of Shareholders (AGM). yakni Pedoman Kerja Direksi dan Dewan Komisaris yang berisi panduan bagi Direksi dan Dewan Komisaris yang menjelaskan aktivitas secara terstruktur. To support improvement of GCG implementation quality. Company management and execution of AGM decisions are performed by Board of Directors. while Board of Commissioners is obliged to supervise and provide advice to ensure achievement of company objective on such AGM decision. PLN has also prepared and applied guidelines for GCG implementation. maupun hubungan tugas keduanya. maka RUPS kemudian akan menyerahkan segala kewenangan pengawasan dan pelaksanaan keputusan tersebut kepada Dewan Komisaris dan Direksi. Pengelolaan perusahaan dan pelaksanaan atas setiap keputusan RUPS tersebut dilakukan oleh Direksi. and serves as guidelines for Board of Directors and Board of Commissioners in accomplishing their duties to achieve corporate vision and mission. mudah dipahami dan dapat dijalankan dengan konsisten sehingga menjadi acuan bagi Direksi dan Dewan Komisaris dalam melaksanakan tugas masingmasing untuk mencapai visi dan misi Perusahaan. PLN has prepared and issued guidelines for good behavior and professional relation within the Company. and to clarify work relation intra and inter organization. dan • mempermudah organ-organ di bawah Dewan Komisaris dan Direksi untuk memahami tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris dan Direksi. Untuk memastikan keberhasilan dan kelancaran pelaksanaan tugas dan tanggung jawab yang sedemikian besar.PEDOMAN. Dewan Komisaris berkewajiban melakukan pengawasan dan memberikan nasehat untuk memastikan bahwa tujuan Perseroan serta keputusan RUPS tersebut dilaksanakan dan dicapai. dengan kedudukan yang setara. sistematis. Further. Dewan Komisaris dibantu oleh Komite Penunjang sedangkan Direksi dibantu oleh unit kerja yang terkait. Tujuan dari penyusunan dan pemberlakuan Pedoman Kerja Direksi dan Dewan Komisaris adalah: • memperjelas tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris dan Direksi serta memperjelas hubungan kerja di dalam maupun di antara kedua organ perusahaan tersebut. The objectives of this manual for Board of Directors and Board of Commissioners are: Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance Report • • To clarify duties and responsibilities of Board of Directors and Board of Commissioners. systematic. AGM will leave all implementation and supervisory activities to Board of Directors and Board of Commissioners in line with Articles of Association and prevailing law and regulations. STRUCTURE AND MECHANISM Dalam rangka mendukung peningkatan mutu implementasi GCG tersebut. easy to be understood and consistently applied way. STRUKTUR DAN MEKANISME TATA KELOLA GCG GUIDELINES. and To help the structure under Board of Director and Board of Commissioners to understand duties and responsibilities and work relation of the boards. Board of Commissioners is assisted by Support Committees. The manual explains the activities in a structured. After a decision is made. sesuai dengan Anggaran Dasar dan peraturan perundangan yang berlaku. To ensure successful execution of its prominent duties and responsibilities. PLN juga telah memiliki Board Manual. Dalam forum RUPS. including operational management policies. para pemegang saham dapat mengusulkan suatu keputusan penting seperti yang berkaitan dengan investasi yang telah ditanamkan di Perseroan. while Board of Directors is assisted by related task force. PLN also has Board Manual for Board of Directors and Board of Commissioners.

PLN followed up the policies by forming a Risk Control unit to perform continuous. Pengelolaan risiko disertai upaya mitigasi risiko yang telah diidentifikasi. (Selengkapnya lihat uraian “Risiko dan Manajemen Risiko”. fit and comprehensive risk management. Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik. PLN also sets the commitments to be agreed and signed together by Board of Directors and Board of Commissioners.128) TRANSAKSI BENTURAN KEPENTINGAN PLN memiliki peraturan “Transaksi Benturan Kepentingan”. To sustain enhancement of GCG implementation. PLN telah menindak lanjuti penetapan kebijakan manajemen risiko dengan membentuk satuan Pengendalian Risiko. Larangan ini diberlakukan untuk menegakkan independensi pengambilan PERFORMANCE MANAGEMENT PLN pioneers the application of Key Performance Indicator as management performance benchmark. halaman 114 . In addition. This prohibition is applied to ensure independency . Satuan ini dibentuk sebagai upaya meningkatkan pengelolaan risiko secara terus menerus. which include Compay Performance. PROHIBITION OF DONATION AND GIFT GIVING AND RECEIVING PLN prohibits donation and gift giving and receiving both by internal and external parties of the Company. The following describes some soft-structure policies already issued and executed. Power Plant Construction. tepat dan komprehensif. LARANGAN PEMBERIAN DAN PENERIMAAN HADIAH DAN DONASI PLN melarang pemberian maupun penerimaan hadiah dan donasi baik oleh pihak didalam maupun diluar lingkungan Perusahaan. etc. dst. dalam rangka optimalisasi kinerja korporasi. KEBIJAKAN PENGELOLAAN RISIKO PERSEROAN PLN menyusun dan menetapkan Kebijakan Manajemen Risiko sebagai bagian dari sistim pengawasan dan pengendalian internal dengan tujuan akhir meminimalisir potensi kerugian yang mungkin terjadi. Subsidy Reduction. Selain itu. to maximize corporate performance. SAIDI and SAIFI Improvement. Berikut adalah beberapa aturan aturan kebijakan (soft-structure) yang telah selesai disusun dan diimplementasikan. CONFLICT OF INTEREST TRANSACTION PLN has rules on Conflict of Interest Transaction that emphasizes non involvement of both internal and external parties related to a certain transaction in the decision process that concerns the transaction. PLN juga membuat komitmen yang disepakati dan ditandatangani bersama oleh Direksi dan Dewan Komisaris yang meliputi antara lain: Kinerja Perseroan. Pengurangan Susut Jaringan dan SAIDI maupun SAIFI. Identification and mitigation of identified risks are part of risk management policies to prevent potential negative impact along corporate objective achievement progress (Please refer to “Risk and Risk Management” section on page 114 .128 for further discussion). PLN continuously strives to provide operational policies as part of GCG guidelines. Pngurangan Subsidi. CORPORATE RISK MANAGEMENT PLN prepares and stipulates Risk Management Policies as part of internal monitoring and control aimed at minimizing potential risks. dimana ditegaskan bahwa pihakpihak internal maupun eksternal yang memiliki peluang tersangkut dalam transaksi dimaksud dilarang terlibat dalam proses pembuatan keputusan menyangkut transaksi tersebut.212 KEBIJAKAN POKOK PERUSAHAAN CORPORATE BASIC POLICIES Untuk menunjang peningkatan penerapan tatakelola perusahaan yang baik PLN terus berupaya melengkapi aturan kebijakan operasional sebagai bagian dari panduan GCG. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report KEBIJAKAN MANAJEMEN KINERJA PLN mulai merintis penetapan Key Performance Indicator (KPI) sebagai ukuran kinerja yang harus dicapai oleh manajemen. sehingga PLN terhindar dari dampak negatif yang mungkin timbul dalam mencapai tujuannya. Network Loss Reduction.

PROCUREMENT OF MATERIALS/SERVICES PLN implements transparent and accountable procurement policy that meets the principles of efective and efficient. memenuhi prinsip-prinsip efektif dan efisien. fair and non-discriminative competition.keputusan maupun potensi terjadinya benturan kepentingan dan atau turunnya kepercayaan publik terhadap integritas Perusahaan. terbuka dan bersaing adil dan tidak diskriminatif. KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG/JASA PLN menerapkan kebijakan pengadaan yang transparan dan akuntabel. of decision making and to avoid conflict of interest potential and/or downgrading of public trust on the Company’s integrity. Procurement of materials and services is to be carried out through proper competition in compliance with prevailing laws and regulations. 213 Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance Report . Proses pengadaan barang dan jasa diupayakan melalui persaingan yang sehat sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. open.

• • the existence. • kemajuan pelaksanaan penilaian.214 ASESMEN PENERAPAN GCG ASSESSMENT OF GCG APPLICATION PLN melaksanakan asesmen kualitas penerapan GCG secara periodik sejak tahun 2002. • assessment of the implementation progress. BPKP telah melakukan pengukuran dan pengujian penerapan GCG di PLN berdasarkan surat Menteri BUMN No. Asesmen dilakukan untuk mendapatkan umpan balik atas kualitas penerapan praktek GCG yang dilaksanakan oleh Perusahaan. Description on GCG implementation assessment. process. Hasil dari pengukuran pada tahun 2002 tersebut adalah “Cukup” dengan nilai pencapaian GCG sebesar 73. and the relationship between the management and the other stakeholders. evaluasi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) atas penerapan GCG di PT PLN (Persero) berdasarkan Kerangka Acuan dari Kementerian BUMN sebagaimana tertuang dalam Surat Sekretaris Kementerian BUMN nomor: S-314/S. diikuti dengan perbaikan atas kekurangankekurangan sebagaimana direkomendasikan oleh asesor. beserta rekomendasi yang disampaikan dan tindak lanjut yang telah dilakukan Perusahaan adalah sebagai berikut. • the relationship between the management and the company’s stakeholders.67% dari bobot maksimal 100% (best practice). the Company is targeting to improve the quality of GCG implementation in every year. • efforts undertaken in accumulating the interest of all stakeholders associated with the implementation of GCG principles. dan peran organ utama GCG. dan • pengelolaan hubungan dengan pemangku kepentingan lain-lainnya. • the GCG structure. Since 2003. Pada tahun 2004. fungsi.67% out of a maximum score of 100% (best practice). that covers aspects as follow: • implementation and follow-up of the assessment execution. 54/SBU/2002. The measurement was carried out based on: • the commitment to apply GCG. sehingga akan mampu memperbaiki citra dan mampu meningkatkan kinerja. • struktur. Perusahaan menargetkan peningkatan kualitas pelaksanaan GCG setiap tahun. so it will be able to improve the image and can improve performance. Pada tahun 2002.MBU/2004 meliputi aspek-aspek berikut: • pelaksanaandan tindak lanjut dari hasil pelaksanaan assessment. Through this ongoing process. Melalui proses yang berlangsung secara berkesinambungan ini. • keberadaan. with a GCG score of 73. The result of this 2002 measurement is stated as “Sufficient”. the State Financial Auditor (BPKP) carried out measurement and examination on GCG application in PLN pursuant to the Minister of StateOwned Enterprise (SOE) Decree No. Assessment carried out to obtain feedback on the quality of GCG implementation practices undertaken by the Company. Pengukuran tersebut mencakup: • aspek komitmen untuk menerapkan GCG.MBU/2004. Adapun uraian mengenai asesemen penerapan GCG yang telah dilakukan PLN sejak tahun 2002 hingga 2010. PLN has been carrying out regulations on the implementation of GCG practices at the State Owned Enterprises (SOE) established by the Minister of SOEs. recommendation and the follow-up result that has been done by PLN since 2002-2010 are as follow: In 2002. S-314/S. PT PLN (Persero) implemented quality assessment of Good Corporate Governance periodically since 2002. and main role. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report . serta tugas dari organ utama dan organ pendukung. dan • pengelolaan hubungan dengan pemangku kepentingan perusahaan lainnya. followed with improvement over the deficiencies as recommended by the assessors. proses.54/SBU/2002. • upaya-upaya yang dilakukan dalam rangka mengakumulasi kepentingan seluruh pemangku kepentingan terkait dengan penyelenggaraan prinsip-prinsip GCG. Entering 2004. another review is carried out by BPKP on GCG application at PT PLN (Persero) based on the Terms of Reference (TOR) from the Ministry of State Enterprise (BUMN) as mentioned in the Secretary of Ministry of SOE Letter No. functions and duties of the main organs and supporting organs.

47% out of 100%. PT PLN (Persero) has an adequate system and infrastructure that support the implementation of GCG principles. PLN conducted a GCG evaluation by usingassessment methodology approach. Pada tahun 2008 dilakukan penilaian GCG di PLN dengan menggunakan metodologi penilaian sebagaimana tertuang dalam surat Menteri Negara BUMN No. • penerapan GCG • pengungkapan dan transparansi kebijakan dan praktik GCG. Pencapaian nilai PT PLN (Persero) adalah 86. PT PLN (Persero) received 86. 2008. as stated in the Minister of State-Owned Enterprises Letter No. • GCG principles existence within the company. There are several aspects to be reviewed in the testing of GCG application at PT PLN (Persero) that include the following: • shareholders’ rights and responsibilities. hasil evaluasi penerapan GCG meningkat ke angka 84. • keberadaan kebijakan GCG di Perusahaan. S168/MBU/2008 dated June 27. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance Report Melalui proses yang berlangsung secara berkesinambungan ini.75% atau mencapai kualifikasi “BAIK”. • openness and transparency of the GCG policy and practices.Hasil tinjauan menunjukkan adanya peningkatan pada penerapan GCG dalam penyelenggaraan tata kelola perusahaan yang mencapai nilai aktual sebesar 75. S168/MBU/2008 tanggal 27 Juni 2008. Pada tahun 2007. In 2007. Perusahaan menargetkan peningkatan kualitas pelaksanaan GCG setiap tahun Through this ongoing process. the Company is targeting to improve the quality of GCG implementation in every year 215 . • GCG implementation. the evaluation of GCG was improved and reached the highest rating of 84.33% dari bobot maksimal 100%.33% out of a maximum 100%. In 2008. Aspek-aspek yang ditinjau dalam pengujian terhadap penerapan GCG di PT PLN (Persero) meliputi aspek-aspek berikut: • partisipasi/hak dan tanggung jawab pemegang saham.47% dari bobot maksimal 100%. Based on the assessment methodology. Berdasarkan metodologi penilaian tersebut PT PLN (Persero) telah memiliki kecukupan sistem dan infrastruktur yang mendukung implementasi prinsipprinsip GCG. The review showed further improvements of GCG application in every PLN activities scoring at 75.75% score or “GOOD” rating.

assessor berkeyakinan bahwa PT PLN (Persero) telah memiliki kecukupan sistem dan infrastuktur yang mendukung implementasi prinsip-prinsip GCG. dengan ringkasan penilaian assesor sebagai berikut. PT PLN (PERSERO) ASSESSTMENT RESULT NO INDIKATOR 1 2 3 Hak dan Tanggung Jawab Pemegang Saham / RUPS Kebijakan GCG Penerapan GCG a.87 7.00 6.00 100. Komite Komisaris c.00 8. Assessment dilakukan berdasarkan dokumen.00 27. Right and responsibility of shareholders/AGM: AGM has not decided on Board of Commissioners’ performance evaluation that includes individual performance assessment. interview and reconfirmation results.83 88.00 7.94 8. GCG Implementation: • Board of Commissioners had not been involved in Board of Directors’ performance evaluation. Aspek Hak dan Tanggung Jawab Pemegang Saham/RUPS: RUPS belum menetapkan sistem penilaian kinerja Dewan Komisaris yang mencakup penilaian kinerja secara individual. The assessor’s recommendations included: 1.12 CAPAIAN % RESULT % 88.43 24. terdapat beberapa rekomendasi dari Assesor guna memperkecil kesenjangan (gap) dengan standar atau praktik terbaik penerapan GCG. The assessment was in done in line with the Terms of Reference for GCG Assessment issued by the State Ministry of State-Owned Enterprises.12 or reaching GOOD quality with the following summary. the assessor concluded that PLN already had the required system and infrastructure to sustain the implementation of GCG principles. 2. perform an assessment on 2009 GCG implementation.30 88.00 78. • Board of Commissioners should abide by the . Rekomendasi dari assesor tersebut adalah: 1. yang dilakukan oleh PT Meisa Dwi Kencana (“Konsultan”) selaku assessor independen.00 88.00 10.00 SKOR SCORE 7. Aspek Penerapan Good Corporate Governance : • Dekom belum belum dilibatkan dalam proses penilaian kinerja Direksi. HASIL PENCAPAIAN PENILAIAN GCG PT PLN (PERSERO) In 2010 PLN had PT Meisa Dwi Kencana. questionnaires.11 68. an independent consultant and assessor. • Dekom sebaiknya mengikuti protokol penyampaian informasi sesuai regulasi Pasar The assessor also gave recommendation on lessening the gap with GCG implementation best practice. Assessment dilaksanakan dengan mengacu kepada Kerangka Acuan Pelaksanaan Assessment GCG dari Kementerian Negara BUMN.50 92. Dewan Komisaris b. 2. Sekretaris Perusahaan 4 PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report BOBOT% VALUE % 9.00 8. The score was 88.26 90. hasil wawancara dan konfirmasi ulang.00 3.87 2.22 100.00 3. Satuan Pengawasan Intern e.13 5. Dewan Direksi d.67 100.00 27.12 atau mencapai kualitas BAIK.216 Pada tahun 2010 PLN kembali melakukan asesmen penerapan GCG periode tahun 2009.00 21. Berdasarkan metodologi assessment tersebut. Based on such method.33 95. Adapun pencapaian nilai (skor) adalah 88.12 INDICATOR Shareholder’s Rights Responsibilities GCG Policy GCG Implementation Board of Commissioners Commissioners Committee Board of Directors Internal Audit Unit Corporate Secretary Disclosure of Information Commitment Total BAIK GOOD Pengungkapan Informasi Komitmen Jumlah 5 PERINGKAT KUALITAS PENERAPAN ASSESSMENT RESULT Namun demikian. kuesioner.05 2. The assessment was on documents.

karena masih banyaknya informasi yang keluar dan tidak sama antara satu Direktur dengan Direktur lainnya. Board of Directors should abide by the Capital Market’s information update protocol because a lot of information from Directors are not consistent. • Belum adanya Piagam Kerja bagi Komite selain Komite Audit yang memenuhi standar terbaik. • Perusahaan belum mempublikasikan SCI.T secara keseluruhan. • Kegiatan pengujian keandalan sistem pengendalian internal masih belum dilakukan secara reguler dan belum menyentuh I.Modal. such as: • • Revision of Board Manual. • The Company has not published SCI. Revision of Code of Conduct PLN plans to carry out other improvements to enhance the quality of future GCG implementation based on the assessor’s recommendations and based on actual development of GCG practice and company needs. • Struktur di bawah Sekretaris Perusahaan yang masih belum mencerminkan adanya kecukupan fungsi dalam kaitannya dengan Perusahaan sebagai emiten yang telah menerbitkan Obligasi. PLN has taken several actions based on the above recommendations. SPI has not conducted any evaluation on the effectiveness of internal control system and inputs on risk management procedure or process related to Risk Based Audit. • SPI belum melakukan evaluasi kecukupan efektivitas sistem pengendalian internal dan masukan atas prosedur atau proses manajemen risiko terkait Risk Based Audit (RBA). mengingat PLN telah menerbitkan surat utang (obligasi). Too many information resources that make it for Corporate Secretary to integrate corporate information as required by job description. PLN berencana melakukan berbagai perbaikan lain dalam rangka meningkatkan kualitas penerapan praktek GCG di tahun mendatang. • Masih terlalu banyaknya pintu informasi sehingga tidak memungkinkan Sekretaris Perusahaan yang berdasarkan job descriptionnya harus menjaga integritas informasi yang keluar dari Perusahaan. diantaranya: • revisi terhadap board manual. Internal control system has not been regularly tested and improved using information technology. PLN telah melakukan beberapa tindakan terkait dengan rekomendasi dari assesor tersebut. • • Capital Market’s information update protocol because PLN has issued bonds. 217 . The structure below Corporate Secretary has not reflected sufficient function as a bond issuer company. berdasarkan rekomendasi assesor diatas dan berdasarkan pada perkembangan praktek GCG terkini dan kebutuhan perusahaan. • Direksi agar mengikuti protokol penyampaian informasi sesuai peraturan Pasar Modal. • revisi terhadap Code of Conduct. • • • • Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance Report • 3. Aspek Komitmen : • Belum terdapatnya upaya sosialisasi yang sistematis dan terukur terkait kepatuhan. 3. Beberapa tindakan perbaikan yang telah dilaksanakan. No Committee Charter except Audit Committee Charter that meets best practice standards. No review on Committee existence and evaluation on Board of Commissioners’ supervisory role. • Belum adanya kajian mengenai keberadaan Komite dan evaluasi terhadap kontribusi pengawasan Komisaris. Commitment: • No systematic and measured socialization related to compliance.

Azas kesetaraan diterapkan dengan memperlakukan seluruh stakeholder secara berimbang (equal treatment) antara hak dan kewajiban yang diberikan kepada dan oleh PLN. fairness and equality are applied in all business aspects at all lines. The Company also provides information and suggestion access to all stakeholders. independency. community and stakeholders get the access to knowing company performance and management activities. Prinsip kemandirian atau independency diterapkan melalui penyusunan dan penerapan code of conduct. creditors. PLN continuously ensures that all basic principles of GCG that include transparency. serta melaksanakan tanggung jawab sosial. sehingga para investor. independensi (independency) serta kewajaran dan kesetaraan (fairness) diterapkan pada setiap aspek bisnis dan di semua jajaran. Articles of Association and prevailing laws and regulations. akuntabilitas (accountability). accountability. Azas transparansi diterapkan melalui pelaksanaan berbagai kegiatan dan media komunikasi yang intensif dan dikelola secara profesional. Equality is ensured through equal treatment to all stakeholders concerning rights and responsibilities given to and by PLN. masyarakat serta seluruh pemangku kepentingan dapat mengetahui kinerja dan kegiatan pengelolaan perusahaan secara merata. termasuk pengaturan seluruh transaksi maupun rencana investasi yang mengandung atau berpotensi mengandung benturan kepentingan (conflict of interest). responsibilitas (responsibility). and also social responsibility. Anggaran Dasar dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Accountability is performed by focusing on enhancement of function and role of company structure and management to ensure good business management. Sementara itu implementasi prinsip-prinsip dasar GCG dalam operasional Perusahaan dijelaskan dalam uraian fungsi-fungsi utama dalam pengelolaan perusahaan sebagai berikut. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Independency is accomplished through preparation and application of code of conduct that includes all transactions and investment plans with potential conflict of interest. part of its assignments is to supervise Board of Directors’ accountability and operational lines. Implementation of GCG basic principles in the Company’s operation is described in the following discussion of primary function in company management. . PLN juga membuka akses informasi kepada seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan sumbang-saran bagi kemajuan dan peningkatan mutu layanan Perusahan. Prinsip akuntabilitas dilaksanakan dengan fokus peningkatan fungsi dan peran setiap Organ Perusahaan dan Manajemen sehingga pengelolaan usaha dapat berjalan dengan baik. kreditur. PLN menerapkan sistim pengendalian internal (SPI) dengan sebagian tugasnya adalah melakukan pengawasan atas akuntabilitas Direksi dan jajaran operasionalnya Azas tanggung-jawab diterapkan melalui ketaatan pada prinsip kehati-hatian dan memastikan kepatuhan terhadap peraturan perusahaan. PLN applies internal control system (“ ”). Transparency is ensured through various intensive and professionally managed communication activities so that all investors.218 IMPLEMENTASI PRAKTEK GCG IMPLEMENTION OF GCG PRACTICE PLN senantiasa memastikan bahwa seluruh bahwa seluruh prinsip-prinsip dasar GCG yang meliputi keterbukaan (transparency). Responsibility is conducted through prudence and compliance to company regulations.

K/DIR/2005 dated November 30. 2005 concerning the Team Formation for Alignment of Organizational System & HR with the Corporate Culture and Code of Conduct. Melalui unit Internal Audit. hubungan profesional antar anggota dan hubungan dengan pihak eksternal. PLN guarantees operational effectiveness and efficiency. and application of risk assessment in all levels up to corporate level (Please refer to “Risk and Risk Management” section on page 114).undangan serta ketepatan dan keandalan pelaporan keuangan. halaman 254) KODE ETIK PERILAKU Pada Oktober 2005. (Selanjutnya lihat uraian “Unit Kerja Internal Audit”. 219 . the implementation of the Company’s Code of Conduct at all levels is based on the issuance of two Letters by the Board of Directors consisting of the followings: • Board of Directors Letter No: 283. responsible membership.PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO PLN berkomitmen menerapkan Manajemen Risiko secara berkesinambungan di seluruh proses bisnis dan pengelolaan perusahaan guna mendukung tercapainya tujuan dan terhindarnya Perusahaan dari dampak negatif dari risiko yang tidak tertangani dengan baik. and • Board of Directors Letter No: 282. compliance with prevailing laws and regulations. The Code of COnduct contains of guidelines of good behavior and professional relationship within PLN. dan • Surat Keputusan Direksi Nomor: 282. The guidelines preside over leadership roles in PLN. Implementasi Code of Conduct di seluruh jajaran Perusahaan pada tahap awal diawali dengan penerbitan dua Surat Keputusan Direksi sebagai berikut: • Surat Keputusan Direksi Nomor: 283.K/DIR/2005 tanggal 30 November 2005 tentang Pembentukan Tim Penyelarasan (Alignment) KetentuanKetentuan Sistem Organisasi & SDM dengan Budaya Perusahaan dan Code of Conduct. and accuracy and reliability of financial reporting. formation of Risk Management Task Force. Komitmen ini tercermin dari penetapan Kebijakan Manajemen Risiko. halaman 114) PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN INTERNAL PLN menyelenggarakan pengawasan dan pengendalian internal sebagai bagian dari implementasi asas akuntabilitas dan transparansi dari prinsip dasar GCG.K/DIR/2005 dated November 30. ketaatan terhadap aturan dan perundang. Through the Internal Audit unit. the Code of Conduct was published as part of improved implementation of GCG as well as the ethical code regarded by all employees of PT PLN (Persero). This commitment is reflected in the stipulation of Risk Management Policy. 2005 concerning the establishment of Socialization of Code of Conduct Team at PT PLN (Persero). pembentukan Unit Kerja Manajemen Risiko dan pelaksanaan asesmen risiko secara berjenjang hingga ke level Korporat. keanggotaan yang bertanggung jawab. Code of Conduct berisi kebiasaan baik dan tata pergaulan profesional di lingkungan PLN.K/ DIR/2005 tanggal 30 November 2005 tentang Pembentukan Tim Sosialisasi Pedoman Perilaku di PT PLN (Persero). manajemen PLN memberikan jaminan atas efektivitas dan efisiensi operasi. Petunjuk ini mengatur mengenai aspek kepemimpinan PLN. and internal and external professional relationships. IMPLEMENTATION OF RISK MANAGEMENT PLN is committed to continuous implementation of risk management in all business processes and corporate management to ensure accomplishment of company objectives and to prevent negative impact from unhandled risks. (Please see “Internal Audit Unit” section on page 254 for further discussion). Initially. INTERNAL CONTROL AND SUPERVISORY PLN holds internal control and supervisory as part of accountability and tranparency principles of GCG. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance Report CODE OF CONDUCT In October 2005. telah diterbitkan Code of Conduct sebagai bentuk implementasi peningkatan dan penyempurnaan penerapan GCG serta kode etik yang dianut oleh seluruh pegawai di lingkungan PT PLN (Persero). (Selanjutnya lihat uraian “Risiko dan Manajemen Risiko”.

Penanaman nilai-nilai Budaya Perusahaan juga merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas penerapan GCG dari sisi terciptanya integritas seluruh warga PLN. Peduli.220 Secara paralel. Peduli. Pembelajar. BUDAYA PERUSAHAAN Warga PLN meyakini bahwa perwujudan Falsafah. Sertifikasi Kompetensi Operasi dan Pemeliharaan. harus dilakukan secara bersama-sama dengan berlandaskan Budaya Perusahaan yang mengandung nilai-nilai Saling Percaya. Penanaman nilai-nilai Budaya Perusahaan juga diberikan kepada pegawai baru yang dalam masa orientasi. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Sistem Manajemen Mutu (ISO) Sejak tahun 2004. Integritas. PT PLN (Persero) juga mengintensifkan pelaksanaan program sertifikasi bidang Pelayanan Pelanggan yaitu ISO 9001 di unit bisnis distribusi dan wilayah dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan terhadap pelanggan. Integritas. Pembelajar . Sasaran yang hendak dicapai adalah setiap Pusat Tenaga Listrik (Pembangkit) harus dikelola dengan mengikuti standar internasional yang dibuktikan dengan diperolehnya Sertifikasi Bidang Pembangkitan. diskusi tanyajawab dan diskusi kelompok. PT PLN (Persero) mengintensifkan pelaksanaan program Sertifikasi Bidang Pembangkitan yang meliputi ISO 9001 tentang Pelayanan. harus dilakukan secara bersama-sama dengan berlandaskan Budaya Perusahaan yang mengandung nilai-nilai Saling Percaya. Implementasi berkesinambungan dari Pedoman Perilaku ini adalah salah satu bagian dari upaya PLN untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan GCG. Warga PLN meyakini bahwa perwujudan Falsafah. Implementasi Budaya Perusahaan di seluruh jajaran Perusahaan dilaksanakan melalui sosialisasi ke seluruh Unit PLN oleh Tim Sosialisasi PLN Kantor Pusat. Budaya perusahaan PT PLN (Persero) diresmikan pada tanggal 27 Oktober 2002 bertepatan dengan Hari Listrik Nasional yang ke 57. ISO 14001 tentang Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan. Buku Pedoman Perilaku PLN secara terus menerus akan disempurnakan untuk mengikuti perkembangan dan perubahan lingkungan bisnis Perusahaan. Visi dan Misi Perusahaan. Pelaksanaan sosialisasi Budaya Perusahaan dilakukan dengan cara presentasi. Visi dan Misi Perusahaan. SMK3 Kelaikan Operasi.

Care. The objective is to manage each Power Plant based on internationally recognized standards and thus obtains Field Generation Certification. Care. The implementation of the Company’s Corporate Culture at all levels was disseminated by the Head Office’s Socialization Team through presentation. One of the successful implementations of the PLN Code of Conduct is the ability to realize its meaning and put it into effect into policies and regulations of the Company. SMK3 for Trustworthy Operations. vision and mission of the Company shall be carried out in line with the Corporate Culture and values of Trust. PLN Code of Conduct Book will continually be improved through adoption of the developments and changes occurred within the Company’s business environment. and Learning Quality Management System (ISO ) Since 2004. Integrity. ISO 14001 on environmental management and monitoring. PT PLN (Persero) also intensifies the implementation of customer service certification program such as ISO 9001 in distribution business unit and regions in pursuant to improve customer service quality. CORPORATE CULTURE PLN believes that the embodiment of values. and Learning. questions and answering discussion as well as group discussions. Integrity. PT PLN (Persero) has been intensifying the implementation of the Generation Certification program that included ISO 9001 on service. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance Report PLN believes that the embodiment of values. and Operations and Maintenance Competency Certification. 221 . vision and mission of the Company shall be carried out in line with the Corporate Culture and values of Trust.In parallel. The corporate culture of PT PLN (Persero) was published officially on 27 October. 2002 coincide with the National Electricity 57th Anniversary. The Company Culture and values was also being socialized to new recruits during their orientation period prior to joining PLN.

jangka waktu pendirian. • shareholder’s full name. neraca dan laporan laba rugi. Anggota Direksi. TRANSPARENCY AND DISCLOSURE OF INFORMATION As a company that has issued bonds. • nama lengkap pemegang saham. proprietary limited company law and disclosure of public information. The Board of Directors are required to provide public information no later than two working days. and capital. as stated in the Articles of Association. TRANSPARANSI DAN PENGUNGKAPAN INFORMASI Sebagai perusahaan yang telah menerbitkan obligasi. PT PLN has an obligation to disclose company information. the period of establishment. credit rating agencies and other agencies. Such information includes: • name and place of domicile. dan laporan • tanggung jawab sosial perusahaan yang telah diaudit. The Company always prioritizes employees’ safety and health as for the attainment of ‘zero accident’ by requiring each unit to obtain ISO 27000 certification. maksud dan tujuan serta jenis kegiatan usaha. lembaga pemeringkat kredit dan lembaga pemeringkat lainnya. • annual reports. dan permodalan. sebagaimana tercantum dalam Anggaran Dasar. • laporan tahunan. and corporate social responsibility report which have been audited. and Member of the Board of Commissioners of the Company. laporan keuangan. balance sheets and income statements. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report . purpose. maka sesuai dengan Peraturan Bapepam dan UU PT serta UU KIP PLN mempunyai kewajiban untuk mengungkapkan informasi perusahaan. Member of the Board of Directors. to the Shareholders and the copies to the Board of Commissioners. dan Anggota Dewan Komisaris Perusahaan. then in accordance with Bapepam regulation. • result assessment by external auditors. Informasi tersebut meliputi: • nama dan tempat kedudukan. • hasil penilaian oleh auditor eksternal. objectives and types of business activities. Oleh karenanya Direksi menyediakan Informasi Publik selambat-lambatnya dua hari kerja.222 Perusahaan selalu mengutamakan keselamatan (safety) dan kesehatan pegawainya sehingga diharapkan tidak terjadi kecelakaan kerja (zero accident) dengan mengharuskan setiap unit untuk memperoleh sertifikat ISO 27000. financial statements. kepada Pemegang Saham dan ditembuskan kepada Dewan Komisaris.

the change in control. peleburan usaha atau pembentukan usaha patungan. mekanisme penetapan Direksi dan Dewan Komisaris. penggabungan usaha. perubahan penting dalam manajemen. and fairness. dan mekanisme pengadaan barang dan jasa. assignment of government activities and/or the general service or subsidy. perubahan dalam pengendalian. pedoman pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik berdasarkan prinsip-prinsip transparansi. usefull product or new invention. announcement of issuance of debt securities. obtaining or losing important contracts. • • • • • • • • • • • • • • • remuneration system and funds allocation from Members of the Board of Commissioners and Directors. produk atau penemuan baru yang berarti. perubahan tahun fiskal Perusahaan. merger or joint ventures. changes in the Company’s fiscal year. perselisihan tenaga kerja yang relatif penting. kasus hukum yang berdasarkan undang-undang terbuka sebagai Informasi Publik serta tuntutan hukum yang penting terhadap Perusahaan dan/ atau Direktur dan Komisaris Perusahaan. kegiatan penugasan pemerintah dan/atau pelayanan umum atau subsidi. responsibility. pengumuman penerbitan efek yang bersifat utang. kemandirian. labor disputes are relatively important. pertanggungjawaban. accountability. penggantian akuntan yang mengaudit. replacement of accountants who perform the auditing. important changes in management. law case under the laws of the open as the Public Information and important legal claim against the Company and/or Director and the Commissioner of the Company. 223 . and mechanism of procurement of goods and services. stock purchase. pembelian saham. guidelines for the implementation of good corporate governance based on principles of transparency.Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance Report • • • • • • • • • • • • • • • • sistem dan alokasi dana remunerasi Anggota Dewan Komisaris dan Direksi. perolehan atau kehilangan kontrak penting. independency. mechanism for the determination of the Boards. the merger. dan kewajaran. akuntabilitas.

dan pendanaan Perbankan/Surat Hutang/ECA/SLA sebesar Rp 60.224 ORGAN PERUSAHAAN CORPORATE ORGANS RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM ANNUAL GENERAL MEETING OF SHAREHOLDERS PT PLN (Persero) telah melakukan Rapat Umum Pemegang Saham sebanyak tiga kali : a. The AGM on June 23. Tanggal 21 Januari 2010 tentang Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2010.” • Non-approval of Patronage Partnership and Community Development Annual Report for fiscal year 2009.679 million. pemberian Pinjaman Kepada Karyawan. property. GA110 0256 PLN RS report’s opinion of “present fairly in all material respects. 2010 discussed 2009 Annual Report and Financial Statements with the following results: • Approval of Annual Report including Board Commissioners’ Supervisory Report for fiscal year 2009. other non current assets. • Approval on the utilization of 2009 Net Income of Rp10. penghapusan Aktiva Tetap. dengan keputusan Rapat sebagai berikut : • menyetujui Laporan Tahunan mengenai keadaan dan jalannya Perseroan termasuk Laporan Pelaksanaan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris selama Tahun Buku 2009. b. to audit the PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report . • mengesahkan Laporan Keuangan Tahun Buku 2009 yang telah diaudit oleh KAP Osman Bing Satrio & Rekan sesuai dengan laporannya tertanggal 31 Maret 2010 nomor GA110 0256 PLN RS dengan pendapat “wajar dalam semua hal material”. a. plant and equipment.086 triliun.355. member firm dari Deloitte untuk melakukan Audit Laporan Keuangan In 2010 PLN held three Annual General Meetings of Shareholders (AGM) which are detailed below.MBU/TSP-PKBL/TK/2009. 2010 No. Tanggal 23 Juni 2010 tentang Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Tahun Buku 2009. 2010 discussed 2010 Corporate Budget Plan and took the following decisions: • Approval and ratification of 2010 Budget Plan. other incollectible accounts.679 juta. 2009 No. penghapusan Persediaan. • Ratification of 2009 Financial Statements as audited by registered public accountants (“KAP”) Osman Bing Satrio & Rekan in line the March 31. • Board of Directors to execute meeting decisions already discussed with Ministry of SOE unit Small Business Partnership as noted in the minutes of meeting on Patronage Partnership and Community Development for fiscal year 2010 dated December 30. • Approval of remuneration for Board of Directors and Board of Commissioners. • penunjukan Kantor Akuntan Publik Osman Bing Satrio & Rekan. employee loan. dengan keputusan Rapat sebagai berikut : • menyetujui dan mengesahkan RKAP Tahun 2010 yang mencakup penghapusan Piutang Ragu-ragu. bonus/insentif. • Direksi melaksanakan keputusan Rapat yang telah dibicarakan dengan staf ahli Menteri BMUN bidang Kemitraan Usaha Kecil sebagaimana tertuang dalam risalah rapat pembahasan RKA Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Tahun Buku 2010 tertanggal 30 Desember 2009 nomor ris-87/SAM2. bonus and performance incentives.MBU/ TSP-PKBL/TK/2009. • RUPS tidak menerima dan tidak menyetujui/ mengesahkan Laporan Tahunan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan untuk Tahun Buku 2009. • Menyetujui penetapan penggunaan Laba Bersih PT PLN Tahun Buku 2009 sebesar Rp 10. member firm of Deloitte. • menetapkan tantiem bagi Direksi dan Dewan Komisaris. penghapusan Aktiva Lainnya. penghapusan Poiutang Macet Lainnya. b.086 trillion. inventory. and banking/promissory notes/ ECA/SLA financing of total Rp60. ris-87/SAM2.355. The AGM on January 21. including write-off of doubtful accounts. • Appointment of KAP Osman Bing Satrio & Rekan.

• pelimpahan kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk Kantor Akuntan Publik pengganti termasuk menetapkan kondisi. BOARD OF COMMISSIONERS APPOINTMENT PROCEDURE Board of Commissioners consists of one or more member(s). persyaratan. regarding the implementation of corporate governance practices in state-owned enterprises. Susunan. then one of them can be appointed as President Commissioner. Company’s financial statements for December 31. dan pengangkatan Anggota Dewan Komisaris ditetapkan oleh RUPS sesuai ketentuan Anggaran Dasar dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. persyaratan penunjukan dan biaya audit apabila Kantor Akuntan Publik Osman Bing Satrio & Rekan tidak dapat melanjutkan atau melaksanakan tugasnya karena sebab apapun berdasarkan ketentuan dan peraturan di bidang pasar modal. anggota Dewan Komisaris dapat diangkat kembali oleh Rapat Umum Pemegang Saham untuk satu kali masa jabatan. When their terms ended. Setelah masa jabatan berakhir. nomination. Term of assignment the Board of Commissioners’ members has been fixed at five years period without dismissing any rights of the General Meeting of Shareholders that can dismiss any members of the Board of Commissioners at any time. 2010 discussed 2011 Budget Plan. Hal ini telah melampaui kriteria keanggotaan Dewan Komisaris yang mensyaratkan paling sedikit 20% anggota Dewan Komisaris berasal dari kalangan diluar BUMN sesuai dengan Keputusan Menteri BUMN No. Tanggal 31 Desember 2010 tentang Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2011. including terms and conditions and audit fees. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance Report Masa jabatan anggota Dewan Komisaris ditetapkan lima tahun dengan tidak mengurangi hak Rapat Umum Pemegang Saham yang sewaktu-waktu dapat memberhentikan anggota Dewan Komisaris.117/M-MBU/2002. the Board of Commissioners’ members may be reappointed for one more term by the General Shareholders’ Meeting.117/M-MBU/2002. This has exceeded the membership criteria set for the Board of Commissioners. which requires at least 20% of the members came from external SOE institutions stated accordingly in the Minister of SOE Letter No.Perseroan untuk Tahun Buku yang berakhir tanggal 31 Desember 2010. and appointment of the Board of Commissioners’ members is set by the GSM in accordance with Articles of Association and the prevailing laws and regulations. nominasi. requirements. INDEPENDENCE OF THE BOARD OF COMMISSIONERS Independent members of the Board of Commissioners reach 30% out of the total. The AGM on December 31. DEWAN KOMISARIS BOARD OF COMMISSIONERS PROSEDUR PENETAPAN DEWAN KOMISARIS Dewan Komisaris terdiri atas satu orang anggota atau lebih. • Transfer of authorization to Board of Commissioners to appoint another KAP. Apabila diangkat lebih dari satu orang. INDEPENDENSI DEWAN KOMISARIS Anggota Dewan Komisaris independen mencapai 30%. c. c. The structure. 225 . maka seorang diantaranya dapat diangkat sebagai Komisaris Utama. tentang penerapan praktik GCG pada Badan Usaha Milik Negara. If the Company appointed more than one people. 2010 year ended. should the KAP Osman Bing Satrio & Rekan would not accept the appointment at any cause based on the Capital Market’s rules and regulations.

unless receiving the permission from the GMS and in accordance with the prevailing rules and regulations. • does not have financial connection. tugas Dewan Komisaris adalah: • melakukan pengawasan terhadap kebijaksanaan pengurus Perusahaan yang dilakukan Direksi serta memberi nasehat kepada Direksi termasuk mengenai rencana pengembangan Perusahaan. Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan. pelaksanaan ketentuan-ketentuan Anggaran Dasar The independence criterion of the Board of Commissioners was based on the following SOE’s standards: • does not serve as a director at any affiliated companies. • tidak mempunyai keterkaitan finansial. DUTY AND AUTHORITY OF THE BOARD OF COMMISSIONERS According to the Articles of Association. TUGAS.226 Kriteria independensi Dewan Komisaris tersebut sudah sesuai dengan ketentuan BUMN sebagai berikut: • tidak menjabat sebagai Direksi di perusahaan terafiliasi. baik langsung maupun tidak langsung dengan BUMN yang bersangkutan atau perusahaan yang menyediakan jasa dan produk kepada BUMN yang bersangkutan dan afiliasinya. the Board of Commissioner is responsible for: • supervising the running of the corporate policies carried out by the Board of Directors and providing advice to the Board of Directors regarding development plan. kecuali dengan izin RUPS dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. • does not work in SOEs in question or its affiliates within the past three years. annual work and budget plan. Anggota Dewan Komisaris tidak boleh merangkap jabatan lain pada usaha swasta yang dapat menimbulkan benturan kepentingan secara langsung maupun tidak langsung dengan kepentingan Perusahaan. WEWENANG DEWAN KOMISARIS Sesuai dengan Anggaran Dasar Perusahaan. • tidak bekerja di BUMN yang bersangkutan atau afiliasinya dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. lembaga dan kemiliteran dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. dan • bebas dari kepentingan dan aktivitas bisnis atau hubungan lain yang dapat menghalangi atau mengganggu kemampuan Komisaris/Dewan Pengawas yang berasal dari kalangan di luar BUMN yang bersangkutan untuk bertindak atau berpikir secara bebas di lingkup BUMN. either directly or indirectly with the state concerned or a company that provides services and products to the SOE in question and its affiliates. agencies and the military within the last three years. the implementation of the provisions of the Articles of Association and decision of the PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report . • does not work at the Government including government ministries. and • free from interests and activities of a business or other relationships that may prevent or interfere with the ability of Commissioner/ Board of Supervisors who come from outside the state in question to act or to think freely in the scope of SOE s. • tidak bekerja pada Pemerintah termasuk di departemen. Members of the Board of Commissioners should not hold other positions in private businesses that could generate conflicts of interest directly or indirectly with the interests of the Company.

• • • General Meeting of Shareholders as well as the statutory regulations that apply. memeriksa keberadaan surat berharga serta mengetahui segala tindakan yang telah dijalankan oleh Direksi. memeriksa dan mencocokan posisi uang kas untuk keperluan verifikasi dan lain-lain. secured notes.enter buildings and courtyards or places used or occupied by the Company. dan In performing its supervisory duties. and Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance Report . inventories of goods. Keanggotaan Komite Audit terdiri dari seorang atau lebih anggota Dewan Komisaris dan bertanggungjawab kepada Dewan Komisaris.memeriksa buku-buku. and examining and reviewing the Annual Report including the Financial Report prepared by the Board of Directors. surat-surat bukti. letters of evidence.memasuki bangunan-bangunan dan halamanhalaman atau tempat yang dipergunakan atau dikuasai oleh Perusahaan. • Form Committees with functions to support the monitoring tasks of the Board of Commissioners or to appoint an expert staff.inspect documents. performing duties. dan meneliti dan menelaah Laporan Tahunan termasuk Laporan Keuangan yang disiapkan Direksi serta menandatangani laporan tersebut. The Audit Committee consists of one or more members of the Board of Commissioners and is responsible to the Board of Commissioners. persediaan barang-barang. The Committees. and • 227 . the Board of Commissioners has the authority to: • Collectively or individually at any time to: . dan .• • • dan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. carrying out the Company’s interests by putting high concern to the shareholders’ interest and to be responsible to the General Meeting of Shareholders. while the Board of Directors is obliged to respond with such explanation. wewenang dan tanggung jawab sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam Anggaran Dasar dan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham serta peraturan perundangundangan yang berlaku. and acknowledging all activities carried out by the Board of Directors. Dewan Komisaris berwenang untuk: • Secara bersama-sama maupun sendiri-sendiri setiap waktu: . melakukan tugas. • Membentuk Komite-komite yang berfungsi sebagai penunjang tugas pengawasan Dewan Komisaris atau menunjuk tenaga ahli. Dalam melaksanakan tugas pengawasan. • Meminta penjelasan tentang segala hal yang ditanyakan kepada Direksi dan Direksi wajib memberikan penjelasan. authority and responsibilities in accordance with the provisions of Articles of Association and the resolutions of the General Meeting of Shareholders as well as the statutory regulations that applies. Request explanations on all issues to the Board of Directors. which shall be defined and appointed is the Audit Committee. check and reconcile cash flow for he purpose. melaksanakan kepentingan Perusahaan dengan memperhatikan kepentingan para Pemegang Saham dan bertanggung jawab kepada Rapat Umum Pemegang Saham. Komite yang wajib dibentuk adalah Komite Audit.

RIGHTS AND OBLIGATIONS OF THE BOARD OF COMMISSIONERS In performing its basic task. work plan and annual budget. provide a report on the monitoring tasks that have been made during the past year book to the General Meeting of Shareholders. Risk Management Committee . PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report • • • • • In performing its duties. • provide advice and suggestions to the General Meeting of Shareholders regarding any other issues that considered important for managing the company. Dalam hubungan dengan tugas Komisaris sebagaimana dimaksud dalam Anggaran Dasar Perusahaan. Dalam menjalankan tugas Dewan Komisaris dibantu oleh: • Sekretaris Dewan Komisaris. report any personal/family share ownership within the Company or in other companies to the Company. • memberikan pendapat dan saran kepada Rapat Umum Pemegang Saham mengenai setiap persoalan lainnya yang dianggap penting bagi pengurusan Perusahaan. • mengikuti perkembangan kegiatan Perusahaan dalam hal Perusahaan menunjukan gejala kemunduran. rencana kerja dan anggaran tahunan Perusahaan serta perubahan dan tambahannya. the Board of Commissioners is assisted by: • Secretary of the Board of Commissioners. HAK DAN KEWAJIBAN DEWAN KOMISARIS Dalam melaksanakan tugas pokoknya. In relation to the Commissioners’ duties as referred to in the Articles of Association of the Company. dan • mengawasi kepatuhan terhadap semua peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Komite Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Komite GCG). segera melaporkan kepada Rapat Umum Pemegang Saham dengan disertai saran mengenai langkah perbaikan yang harus ditempuh. GCG Committee. • membuat risalah rapat Dewan Komisaris. maka Dewan Komisaris berkewajiban: • memberikan pendapat dan saran kepada Rapat Umum Pemegang Saham mengenai rencana pengembangan Perusahaan. • empat komite terdiri dari Komite Audit. • memberikan laporan tentang tugas pengawasan yang telah dilakukan selama • tahun buku yang baru lampau kepada RUPS. • mengawasi pelaksanaan rencana kerja dan anggaran Perusahaan serta menyampaikan hasil penilaian serta pendapatnya kepada Rapat Umum Pemegang Saham. perform other supervisory duties as determined by the General Meeting of Shareholders. immediately report it to the General Meeting of Shareholders and give advice on corrective measures to be taken. • oversee implementation of work plans and budgeting and deliver the results of the assessment and opinion to the General Meeting of Shareholders. • Temporarily lay off one or more members of Board of Directors. Dewan Komisaris berhak untuk melakukan pengawasan dan pemberian nasihat atas pelaksanaan kewajibankewajiban Direksi. • melaporkan kepada Perusahaan mengenai kepemilikan sahamnya dan/atau keluarganya pada Perusahaan dan perusahaan lain. the Board of Commissioners is obliged: • to provide advice and suggestions to the General Meeting of Shareholders regarding Company development plan. changes and improvements as well as periodic reports and other reports from the Board of Directors. and oversee compliance with all rules and regulations in force. • oversee the Company’s activities and report any symptoms of problem. the Board of Commissioners reserves the right to conduct surveillance and provide advice on the implementation of the obligations of the Board of Directors. • four committees comprising the Audit Committee.228 • Memberhentikan sementara waktu seorang atau lebih Anggota Direksi. • melakukan tugas-tugas pengawasan lainnya yang ditentukan oleh Rapat Umum Pemegang Saham. provide minutes of meetings of the Board of Commissioners. Laporan berkala dan laporanlaporan lainnya dari Direksi.

7. 229 . melakukan pengawasan terhadap pasokan bahan bakar batubara dan gas. • monitor implementation of Presidential Decree No. Keputusankeputusan yang mengikat dapat juga ditetapkan tanpa diadakan Rapat Dewan Komisaris. 2010 – 2019 Financial Projection. Rapat Dewan Komisaris diadakan sekurang-kurangnya sekali dalam satu bulan. 2. perubahan proses bisnis pengawasan internal 5. Proyeksi Keuangan 2010-2019. the Board of Commissioners to do some measures of control as follows: • provide recommendations to the Board of Directors and approval of the procurement of goods and services. 9. melakukan kunjungan kerja ke beberapa unit kerja PT PLN (Persero). and Expert Staffs Sesuai Peraturan Presiden No. revision of internal control business process 5. penyelesaian pembangkit 10. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance Report 8. 2. and • conducting field visits to see directly the implementation and progress of the project. 9. participating in discussions of Budget Plan. During 2010 the Board of Commissioners conducted the following supervisory activities: 1. RAPAT RUTIN DEWAN KOMISARIS Keputusan-keputusan Dewan Komisaris diambil dalam Rapat Dewan Komisaris. site visits to several business units. memberikan persetujuan penghapusan dari pembukuan Persediaan. Dewan Komisaris telah melakukan beberapa tindakan pengawasan sebagai berikut: 1. provided that the decision was approved in writing and signed by all members of the Board of Commissioners. Meetings of the Board of Commissioners held at least once a month.71 Tahun 2006. approval on write-off of housing facility and employee housing loan.71 Year 2006. memberikan persetujuan Penghapusan Rumah Dinas serta pinjaman kepada karyawan untuk pembayaran uang muka rumah. ikut serta dalam pembahasan penyusunan RJP. Selama tahun 2010.000 MW power plants in 2010 3. REGULAR MEETINGS OF THE BOARD OF COMMISSIONERS Decisions are taken at the Meeting of the Board of Commissioners Board of Commissioners. approval on write-off of non operating property.• Komite Manajemen Risiko dan Komite Nominasi & Remunerasi. memberikan persetujuan atau rekomendasi dan catatan/pendapat/saran berkaitan dengan transaksi jual beli tenaga listrik. 6. penyelesaian IPP terkendala 4. resolving of IPP problems 4. 8. Laporan Manajemen dan Laporan Tahunan 2009. approval or recommendation and notes/ opinion/suggestion on purchase of electricity transaction. completion of 10. 7. plant and equipment. Dewan Komisaris melakukan beberapa tindakan pengawasan sebagai berikut: • memberikan rekomendasi dan persetujuan kepada Direksi dalam pengadaan barang dan jasa. Binding decisions can also be set without the Board of Commissioners meeting is held. RKAP. and 2009 Management Report and Annual Report. dan 11. • memantau pelaksanaan Keputusan Presiden No. supervisory of coal and gas supply. According to the Presidential Regulation No. 6.71 such as by asking a written report from the Board of Directors every three months period. memberikan persetujuan penghapusan aktiva tetap tidak beroperasi. dan • melakukan kunjungan ke lapangan untuk melihat secara langsung pelaksanaan dan kemajuan proyek tersebut. approval on write-off of doubtful accounts. 10.000 MW tahun 2010 3. memberikan persetujuan penghapusan dari pembukuan Piutang Ragu-Ragu. approval on write-off of inventory.71 antara lain dengan meminta laporan tertulis dari Direksi setiap tiga bulan sekali. and 11. dengan catatan keputusan tersebut telah disetujui secara tertulis dan ditandatangani oleh seluruh Anggota Dewan Komisaris. 10. dan beberapa Tenaga Ahli • and Nomination & Remuneration Committee.

230 Dewan Komisaris berhak mengundang Direksi untuk melakukan rapat konsultasi dan Direksi wajib memenuhi undangan rapat dimaksud Dewan Komisaris mengundang Direksi untuk hadir dalam Rapat Dewan Komisaris minimal satu kali dalam satu bulan dengan agenda tetap konsultasi. 7. • Rapat Dewan Komisaris ini merupakan rapat yang bersifat segera dan/atau strategis. and • written request from one or more members of the Board of Commissioners. NAMA NAME Yogo Pratomo Lutfi Hamid Adang Firman Rahmat Waluyanto Wimpy S. 3. held every month as far as possible in the first week. if deemed necessary by: • one or more of the Board of Commissioners. • The Commissioners’ meetings are held on an immediate and/or strategic related purpose. 5. • Rapat dengan Komite Dewan Komisaris dilaksanakan setiap satu bulan sekali. KEHADIRAN KOMISARIS Jumlah rapat internal Dewan Komisaris pada tahun 2010 sebanyak 12 kali dengan tingkat kehadiran Dewan Komisaris dalam rapat tersebut sebagai berikut: Board of Commissioners invited the Board of Directors to attend the BOC meeting once a month. ATTENDANCE COMMISSIONERS The number of meetings of the Board of Commissioners in the year 2009 as many as 12 meetings with the attendance of the Board of Commissioners in the meeting as a forum as follows: KEHADIRAN ATTENDANCE 10 11 12 3 8 6 7 % 83 91 100 25 66 50 58 PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report NO 1. Rapat Dewan Komisaris dapat diadakan di luar jadwal rutin. jika dianggap perlu oleh: • seorang atau lebih Dewan Komisaris. dilaksanakan setiap bulan sedapat mungkin pada minggu pertama. 4. • Meeting with the Committee of the Board of Commissioners are held every once a month. dan • permintaan tertulis dari seorang atau lebih Anggota Dewan Komisaris. Routine Meetings of the Board of Commissioners consisted of: • Internal meeting of the Board of Commissioners. with consultation remain as the main agenda. Rapat Dewan Komisaris yang bersifat rutin/terjadwal terdiri dari: • Rapat internal Dewan Komisaris. Tjetjep Syahrial Loetan Abdul Aziz JABATAN POSITION Komisaris Utama President Commissioner Komisaris Independen Independent Commissioner Komisaris Independen Independent Commissioner Komisaris Commissioner Komisaris Commissioner Komisaris Commissioner Komisaris Commissioner . 2. Meetings of the Board of Commissioners maybe held outside the regular schedule. 6.

117/M-MBU/2002 tentang penerapan praktik GCG pada Badan Usaha Milik Negara. which requires the Board of Directors at least 20% of the total members of the Board of Directors must be from outside the state own company and free from the influence of Commissioners/Supervisory Board and other Board members and the Controlling Shareholder/ Owner of Capital. persyaratan. requirements.Board of Commissioners reserves the right to invite the Board of Directors to conduct the consultation meeting and the Board should meet the intended meeting invitation DIREKSI BOARD OF DIRECTORS Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance Report PROSEDUR PENETAPAN DIREKSI Perusahaan dikelola dan dipimpin oleh Direksi yang terdiri dari seorang Direktur atau lebih. members of the Board of Directors may be reappointed for one tenure by the GMS. The structure. Masa jabatan anggota Direksi adalah lima tahun dengan tidak mengurangi hak RUPS untuk memberhentikan para Anggota Direksi sewaktuwaktu. Susunan. INDEPENDENSI DIREKSI Anggota Direksi PLN yang independen mencapai 20%. para Anggota Direksi dapat diangkat kembali oleh RUPS untuk satu kali masa jabatan. Apabila diangkat lebih dari satu orang Direktur. Tenure of members of the Board of Directors is five years without reducing the rights of the GMS for the retirement of the members of the Board at any time. 231 . and then one of them can be appointed as a President Director. nomination.117/M-MBU/2002 about the application of corporate governance practices in state-owned enterprises. hal ini telah memenuhi kriteria keanggotaan Direksi yang mensyaratkan paling sedikit 20% dari jumlah anggota Direksi harus dari kalangan di luar BUMN yang bersangkutan yang bebas dari pengaruh anggota Komisaris/Dewan Pengawas dan anggota Direksi lainnya serta Pemegang Saham Pengendali/ Pemilik Modal. nominasi. dan pengangkatan Anggota Direksi ditetapkan oleh RUPS sesuai ketentuan Anggaran Dasar dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. sesuai dengan Keputusan Menteri BUMN No. Should there is more than one appointed Directors. INDEPENDENCE OF BOARD OF DIRECTORS Independent Director members of PLN reached 20%. it has fulfilled the membership criteria. maka seorang di antaranya dapat diangkat sebagai Direktur Utama. Setelah masa jabatannya berakhir. BOARD OF DIRECTORS APPOINTMENT PROCEDURE The Company is managed and led by the Board of Directors consisting of a director or higher. in accordance with the Minister of SOE s No. After his term ended. and appointment of members of the Board of Directors determined by the GSM and in accordance with laws and regulations that apply.

appointing and dismiss the Head of Internal Audit Unit. memelihara dan mengurus kekayaan Perusahaan. Exercise of authority. Bangun Serah Guna dan kerjasama lainnya dengan nilai atau jangka waktu tertentu yang ditetapkan RUPS.Piagam Satuan Pengawasan Intern.defining the organizational structure one level below the Board of Directors.mengagunkan aktiva tetap untuk penarikan kredit jangka pendek. Tugas pokok Direksi adalah: memimpin dan mengurus Perusahaan sesuai dengan maksud dan tujuan Perusahaan dan senantiasa berusaha meningkatkan efisiensi dan efektivitas Perusahaan.entering into a partnership with a business entity or other party in the form of a license agreement. . dan menguasai.melepaskan aktiva tetap bergerak dengan umur ekonomis yang lazim berlaku dalam industri pada umumnya sampai dengan lima tahun. and controlling. DUTIES AND POWERS OF THE BOARD OF DIRECTORS Duties and authority of the Board of Directors are provided for in Article 11 of the Articles of Association. . management contract. kecuali pinjaman (utang atau piutang) yang timbul karena transaksi bisnis dan pinjaman yang diberikan kepada Anak Perusahaan PT PLN (Persero) dengan ketentuan pinjaman kepada Anak Perusahaan dilaporkan kepada Dewan Komisaris.232 TUGAS DAN WEWENANG DIREKSI Tugas dan wewenang Direksi diatur dalam pasal 11 Anggaran Dasar Perusahaan. . . unless the loan (debt or receivables) that arise because of business transactions and loans granted to the subsidiary company PT PLN (Persero) with the provisions of the loan to the Subsidiary are reported to the Board of Commissioners. Build Own Transfer. dan menetapkan . PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report . Kerja Sama Operasi (KSO). Build Operate Transfer.mengadakan kerjasama dengan badan usaha atau pihak lain berupa kerjasama lisensi.menetapkan struktur organisasi satu tingkat di bawah Direksi.receiving or giving loans medium/long term. menyewakan aset. Bangun Milik Serah. .eliminating bad debt from the books and supplies to death.mengangkat dan memberhentikan Kepala Satuan Pengawasan Intern.Releasing of moving fixed assets with the prevailing economic life in the industry generally up to five years.menghapuskan dari pembukuan piutang macet dan persediaan barang mati. maintaining and managing the Company’s assets. Direksi adalah organ Perusahaan yang berwenang dan bertanggung jawab penuh atas pengelolaan Perusahaan untuk kepentingan Perusahaan sesuai dengan maksud dan tujuan Perusahaan serta mewakili Perusahaan baik di dalam maupun di luar Pengadilan. lease assets. . . taking actions concerning management and ownership of the company as well as bonding the Company with Other Parties and/or Other Parties and the Company is regulated as follows: • Implementation of the Board of Directors authorization that Must Get Written Approval from the Board of Commissioners: . The Board of Directors is one of the Company’s organs which is authorized and fully responsible for managing the company for the benefit of the Company in accordance with the purposes and objectives of the Company and represent the Company both within and outside the Court. kontrak manajemen. Bangun Guna Serah. . Board of Directors’ main duties is: Leading and managing the Company in accordance with the purposes and objectives of the Company and to continuously improve the efficiency and effectiveness of the Company. . . . . and .establishing an Internal Audit Charter.fixed assets to collateralize the withdrawal of short-term credit. Joint Operation (KSO). Pelaksanaan wewenang melakukan tindakan mengenai kepengurusan dan pemilikan serta mengikat Perusahaan dengan pihak lain dan/atau pihak lain dengan Perusahaan diatur sebagai berikut: • Pelaksanaan wewenang Direksi yang Harus Mendapatkan Persetujuan Tertulis dari Dewan Komisaris: .menerima atau memberikan pinjaman jangka menengah/panjang. Build Transfer Operate and other cooperation with the value or the stipulated period of time that the GMS.

Pelaksanaan wewenang Direksi yang Harus Mendapatkan Persetujuan dari RUPS: mengalihkan kekayaan Perusahaan; atau menjadikan jaminan utang kekayaan Perusahaan; yang merupakan lebih dari 50% jumlah kekayaan bersih Perusahaan dalam satu transaksi atau lebih, baik yang berkaitan satu sama lain maupun tidak. Transaksi ini adalah transaksi pengalihan kekayaan bersih Perusahaan yang terjadi dalam jangka waktu satu tahun buku. Pelaksanaan Wewenang Direksi yang Dapat Dilakukan Setelah Mendapat Tanggapan Tertulis dari Dewan Komisaris dan Persetujuan RUPS: - mengagunkan aktiva tetap untuk penarikan kredit jangka menengah/panjang; - melakukan penyertaan modal pada Perusahaan lain; - mendirikan Anak Perusahaan dan/atau perusahaan patungan; - melepaskan penyertaan modal pada Anak Perusahaan dan/atau perusahaan patungan; - melakukan penggabungan, peleburan, pengambilalihan, pemisahan dan pembubaran Anak Perusahaan dan/atau perusahaan patungan; - mengikat Perusahaan sebagai penjamin (borg atau avalist); - mengadakan kerjasama dengan badan usaha atau pihak lain berupa kerjasama lisensi kontrak manajemen, menyewakan aset, Kerja Sama Operasi (KSO), Bangun Guna Serah, Bangun Milik Serah, Bangun Serah Guna dan kerjasama lainnya dengan nilai atau jangka waktu melebihi penetapan RUPS; - tidak menagih lagi piutang macet yang telah dihapusbukukan; - melepaskan dan menghapuskan aktiva tetap Perusahaan kecuali aktiva tetap bergerak dengan umur ekonomis yang lazim berlaku dalam industri pada umumnya sampai dengan 5 (lima) tahun; - menetapkan blue print organisasi Perusahaan; - menetapkan dan mengubah logo Perusahaan; - melakukan tindakan-tindakan lain dan tindakan yang belum ditetapkan dalam RKAP; - membentuk yayasan, organisasi dan/atau perkumpulan baik yang berkaitan langsung maupun tidak langsung dengan Perusahaan yang berdampak bagi Perusahaan;

Implementation of the Board of Directors authorization that Must Obtain Approval of the AGM: divert corporate assets; or pledge debt of corporate assets; which represents more than 50% of its net assets in one or more transactions, whether in relation to one another or not. This transaction is the transfer of net assets of the Company that occurred within one year.

Implementation of the Board of Directors’ authorization that Can Be Done After They receive the written response from the Board of Commissioners and Approval of AGM: - fixed assets to collateralize credit withdrawal of medium/long term; - capital invested in another company; - establishes Subsidiary and/or joint ventures; - releasing capital investment in the Subsidiary and/or joint ventures; - conducting a merger, consolidation, acquisition, separation and dissolution of the Subsidiary and/or joint ventures; - binding the Company as the guarantor (or avalist Borg); - entering into a partnership with a business entity or other party in the form of a license agreement a management contract, lease assets, Joint Operation (KSO), Build Operate Transfer, Build Own Transfer, Build Transfer Operate and other cooperation with the value or setting a period exceeding the GMS; - no longer collect bad debt previously written off; - disconnecting and removing the assets of the Company except fixed assets move with the prevailing economic life in the industry in general up to five (five) years; - establishing a blueprint for the organization of the Company; - set and changing the company logo; - performing other acts and actions which are defined in the CBP; - establishing foundations, organizations and/or related associations both directly and indirectly with the Company which has implications for the Company;

233

Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance Report

234

- membebankan biaya Perusahaan yang bersifat tetap dan rutin untuk kegiatan yayasan, organisasi dan/atau perkumpulan baik yang berkaitan langsung maupun tidak langsung dengan Perusahaan; dan - mengusulkan wakil Perusahaan untuk menjadi calon Anggota Direksi dan Dewan Komisaris pada perusahaan patungan dan/atau Anak Perusahaan yang memberikan kontribusi signifikan kepada Perusahaan dan/atau bernilai strategis yang ditetapkan RUPS. HAK DAN KEWAJIBAN DIREKSI Hak dan kewajiban Direksi diatur dalam Anggaran Dasar Perusahaan pasal 12. Dalam menjalankan tugas pokoknya, Direksi berhak untuk: • menetapkan kebijakan dalam memimpin dan mengurus Perusahaan; • mengatur ketentuan-ketentuan tentang kepegawaian Perusahaan termasuk penetapan gaji pensiun dan jaminan hari tua dan penghasilan lain bagi pegawai Perusahaan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan keputusan RUPS; • mengangkat dan memberhentikan pegawai Perusahaan berdasarkan peraturan kepegawaian Perusahaan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku; • mengatur penyerahan kekuasaan Direksi untuk mewakili Perusahaan di dalam dan di luar Pengadilan kepada seorang atau beberapa orang Anggota Direksi yang khusus ditunjuk untuk itu atau kepada seorang atau beberapa orang pegawai Perusahaan baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama atau kepada orang lain atau badan lain; dan • menjalankan tindakan-tindakan lainnya baik mengenai kepengurusan maupun kepemilikan sesuai dengan ketentuanketentuan yang diatur dalam Anggaran Dasar dan yang ditetapkan oleh Rapat Umum Pemegang Saham berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dalam menjalankan tugas pokoknya, Direksi berkewajiban untuk: • mengusahakan dan menjamin terlaksananya usaha dan kegiatan Perusahaan sesuai maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Perusahaan;

- charging Corporate expense that are fixed and routine for foundation activities, organizations and/or associations related either directly or indirectly with the Company; and - company representatives proposing to become a candidate member of the Board of Directors and Commissioners at the joint venture and/or its Subsidiaries, which contributed significantly to the Company and/or strategic value established by the GMS. RIGHTS AND LIABILITIES OF THE BOARD OF DIRECTORS Rights and obligations of the Board of Directors stipulated in the Articles of Association of the Company Article 12. In performing its basic task, the Board of Directors is entitled to: • establish policies in directing and managing the Company; • regulate the provisions regarding employment of the Company including the determination of salaries and retirement pensions and other income for employees of the Company under the rules of the applicable legislation and decisions of the GMS; • appoint and dismiss employees of the Company under the Company employment regulation and legislation in force; • arrange the handover of Board of Directors to represent the Company in and out of court to one or several specific members of the Board who is appointed to it or to one or several employees of the Company either individually or together or to another person or other entity; and

PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report

run other actions both on the management or ownership in accordance with the provisions set forth in the Articles of Association and established by the General Meeting of Shareholders based on legislation and regulations.

In performing its basic task, the Board of Directors is obliged to: • establish and guarantee the implementation of operations and activities of the Company according to objectives and activities of the Company;

• •

menyiapkan pada waktunya rencana pengembangan Perusahaan, rencana kerja dan anggaran tahunan Perusahaan termasuk rencana– rencana lainnya yang berhubungan dengan pelaksanaan usaha dan kegiatan Perusahaan dan menyampaikannya kepada Dewan Komisaris dan Pemegang Saham untuk selanjutnya disampaikan kepada RUPS guna mendapatkan pengesahan; mengadakan dan memelihara pembukuan dan administrasi Perusahaan sesuai dengan kelazimannya yang berlaku bagi suatu Perusahaan; menyusun sistem akuntansi sesuai dengan standar akutansi keuangan dan berdasarkan prinsip-prinsip pengendalian intern, terutama fungsi pengurusan, pencatatan, penyimpanan, dan pengawasan; memberikan pertanggungjawaban dan segala keterangan tentang keadaan dan jalannya Perusahaan berupa laporan tahunan termasuk perhitungan tahunan kepada RUPS; memberikan laporan berkala menurut cara dan waktu sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta laporan lainnya setiap kali diminta Pemegang Saham; menyiapkan susunan organisasi Perusahaan lengkap dengan perincian tugasnya; menyiapkan neraca dan laporan laba rugi yang telah disahkan oleh RUPS kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan; dan menjalankan kewajiban-kewajiban lainnya sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang diatur dalam Anggaran Dasar dan yang ditetapkan RUPS berdasarkan peraturan perundang-undangan.

• •

prepare development plans of the Company on time, work plans and annual budgets of the Company, including plans and other related to the implementation of operations and activities of the Company and submit it to the Board of Commissioners and the Shareholders to be submitted to the next AGM in order to obtain approval; establish and maintain accounting and corporate administration in accordance with applicable for a company; structure the accounting system in accordance with financial accounting standards, and based on principles of internal control, particularly the function of handling, recording, storage, and supervision; provide accountability and all the information about the condition and operations of the Company in the form of annual reports including the annual accounts to the AGM; provide regular reports according to the manner and time in accordance with applicable regulations and other reports whenever requested Shareholders; set up the Company’s organizational structure complete with details of their duties; prepare balance sheet and income statement which was approved by the AGM the Minister of Justice and Human Rights in Indonesia in accordance with the provisions of legislation; and run other obligations in accordance with the provisions set forth in the Articles of Association and established the GMS based on legislation.

Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance Report

RAPAT RUTIN DIREKSI Rapat Direksi adalah rapat yang diselenggarakan oleh Direksi. Keputusan-keputusan yang mengikat dapat juga ditetapkan tanpa diadakan Rapat Direksi, asal saja keputusan itu disetujui secara tertulis dan ditandatangani oleh seluruh Anggota Direksi. Direksi menetapkan hal-hal yang memerlukan pengambilan keputusan melalui Rapat Direksi sebagai berikut: • Tindakan-tindakan terkait dengan pelaksanaan wewenang sesuai ketentuan-ketentuan Anggaran Dasar, yaitu: - kewenangan yang memerlukan persetujuan Direksi;

REGULAR MEETINGS OF THE BOARD OF DIRECTORS Board of Directors Meeting was held by the Board of Directors. Binding decisions can also be set without the Board of Directors Meeting was held, provided that the decision was approved in writing and signed by all members of the Board of Directors. The Board of Directors set matters requiring decisions by Board of Directors Meeting as follows: • `Actions related to the implementation of the authority in accordance the provisions of the Articles of Association, namely: - authority to require the approval of the Board of Directors;

235

236

- kewenangan yang memerlukan persetujuan Komisaris; dan - kewenangan yang memerlukan persetujuan RUPS. Tindakan Terkait Pengadaan Barang dan Jasa sesuai ketentuan yang berlaku di Perusahaan; dan Tindakan Strategis lainnya, dengan batasan: - bersifat strategis/signifikan mempengaruhi operasional perusahaan; - di luar rencana dalam RKAP; - bersifat mendesak; dan - atau, menyangkut pegawai dalam jabatan strategis.

Sesuai dengan Anggaran Dasar Perusahaan, Rapat Rutin Direksi harus dilaksanakan minimal satu kali dalam satu bulan. Namun Direksi memutuskan untuk mengadakan Rapat Direksi secara rutin setiap hari Selasa. Di samping rapat rutin tersebut juga dilaksanakan rapat tambahan sesuai kebutuhan yang mendesak yang memerlukan keputusan segera. Rapat Direksi dihadiri oleh Direksi berikut seluruh jajaran pejabat yang terkait. Kehadiran Direksi dalam rapat tersebut bersifat forum.


PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report

• •

- authority to require the approval of the Board of Commissioner; and - authority to require the approval of AGM. Actions Related to the Procurement of Goods and Services according to the applicable provisions in the Company; and Other Strategic Actions, with restrictions: it’s a strategic/significant affect company operations; - outside of the annual budget plan; - it’s urgent; and - alternatively, involving employees in strategic positions.

In accordance with the Articles of Association, Regular Meetings of Board of Directors shall be held at least once a month. But the Board of Directors decided to hold regular meetings every Tuesday. In addition to these regular meetings are also held an additional meeting the urgent needs that require immediate decisions. Board of Directors’ Meeting was attended by the Directors, all officers concerned.

KEHADIRAN DIREKTUR DALAM RAPAT DIREKSI DAN HASIL RAPAT DIREKSI Jumlah Rapat Direksi pada tahun 2010 sebanyak 63 kali, dengan ringkasan tingkat kehadiran masingmasing Direktur sebagai berikut: NAMA NAME Dahlan Iskan I.G.A. Ngurah Adnyana Moch. Harry Jaya Pahlawan Vickner Sinaga JABATAN POSITION Direktur Utama President Director Direktur Operasi Indonesia Timur Director of East Indonesia Operations Direktur Energi Primer Director of Primary Energy

DIRECTORS’ ATTENDANCE IN THE BOARD OF DIRECTORS MEETING AND RESULTS OF THE MEETING Number of Board of Directors Meeting in 2010 as many as 63 times, with the summary of attendance of each director as follow: TIDAK HADIR ABSENCE 5 JUMLAH KEHADIRAN TOTAL ATTENDANCE 58

NO 1

% 92%

2

7

56

89%

3

10

53

84%

4

Direktur Pengadaan Strategis Director of Strategic Procurement Direktur Operasi Indonesia Barat Director of West Indonesia Operations Direktur Bisnis dan Manajemen Risiko Director of Business and Risk Management Direktur Operasi Jawa - Bali Director of Java - Bali Operations Direktur Perencanaan dan Teknologi Director of Planning and Technology Direktur SDM dan Umum Director of HR and General Affairs Direktur Keuangan Director of Finance

13

50

79%

5

Nasri Sebayang

4

59

94%
Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance Report

6

Nur Pamudji

1

62

98%

7

Bagiyo Riawan

7

56

89%

8

Murtaqi Syamsuddin Eddy D. Erningpraja Setio Anggoro Dewo

6

57

90%

9

13

50

79%

10

7 63

56

89%

Jumlah Rapat Total Meetings

Adapun agenda dan hasil yang substantial dari keseluruhan kegiatan rapat Direksi tersebut mencakup diantaranya: • Bidang Operasional : - Skema penyelesaian IPP yang terkendala, - skema penyelesaian daerah krisis: ekses power, sewa genset, uprating/ relokasi - melanjutkan rencana pengembangan HVDC Sumatera-Jawa,

Substantial agenda and results of Board of Directors meetings include, among others: • Operational - Solution of IPP problems, - Solution for crisis areas: excess generator rental, uprating/relocation, - Continue development plan for Sumatera-Jawa,

power, HVDC

237

238

- kebijakan pengamanan pasokan batubara melalui Anak Perusahaan PLN Batubara dengan kerjasama strategis, - menyusun Buku Putih rencana pengembangan pembangkit dan penunjangnya se Indonesia secara lebih detail dan terinci, - pengamanan pasokan energi primer, - kebijakan sistem pra bayar, - penyelesaian Sistem Kelistrikan : Bali, Sumatera, Kalimantan, Palu, Sulsel, Sumbawa, Flores - perbaikan prosedur penerbitan SKI (Surat Kuasa Investasi), - peningkatan kepuasan pelanggan melalui penambahan fasilitas jaringan distribusi (trafo), - Upaya-upaya mengurangi konsumsi BBM di tahun 2010, - Menerapkan secepatnya sentralisasi billing, Kebijakan mengenai Tata kelola Manajemen Material, • Bidang SDM dan Umum : - Struktur dan manning organisasi, - Sistem Manajemen Kinerja pegawai yang lebih objective, - Revisi terhadap Code of Conduct, - Pelaksanaan performance measurement mulai 1 Juli 2010, • Bidang GCG : - Kebijakan perubahan mekanisme pengambilan keputusan dan pengenalan Komite Direktur, - menugaskan kantor akuntan publik yang mengaudit PT PLN (Persero) untuk membuat laporan status khusus (special report status) mengenai Uang Jaminan Langganan yang menyangkut perlakuan akuntansi, praktek keuangan, dan good governance dalam pengelolaan Uang Jaminan Langganan, - Kebijakan tentang Uang Jaminan Langganan bahwa mulai tahun 2010 pembukuannya dipisahkan (account bank), - pembatalan pengenaan BK yang telah ditetapkan Direksi, sebagai tindak lanjut surat DIRJEN LPE, - revisi Board Manual terkait perubahan organisasi PLN dan penyempurnaan, - Penilaian Pelaksanaan GCG Holding dan Anak Perusahaan tahun 2009, - Penegasan pembayaran tepat waktu kepada vendor sebagai sinyal ke vendor untuk menawarkan harga yang lebih wajar pada kontrak yang akan datang dan melakukan kajian proses pembayaran langsung dari Kantor Pusat ke Vendor,

PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report

- Coal supply safety policy through strategic cooperation with the subsidiary PLN Batubara, - Preparation of more detailed development plan of power plants and supports all over Indonesia, - Ensuring primary energy supply, - Prepaid electricity system policy, - Solution for Electricity System in Bali, Sumatra, Kalimantan, Palu, South Sulawesi, Sumbawa, Flores - Improvement of Investment Power of Authority letter procedure, - Improvement of customer satisfaction through addition of distribution network facility (transformer), - Fuel consumption reduction efforts in 2010, - Soonest implementation of centralized billing, - Material Management Governance Policy • Human Resources and General - Organization structure and manning, - More objective Employee Performance Management System, - Revision of Code of Conduct, - Implementation of performance measurement from July 1, 2010 • GCG - Revision of decision making and know Board of Directors’ committee mechanism, - Assigned the registered public accountants auditing PLN to prepare special report status on Service Guarantee Fee concerning accounting, financial and good governance practices in Service Guarantee Fee management,

- Policy to separate account for Service Guarantee Fee effective from 2010, - Cancellation of decision of Board of Directors to follow up the letter from Directorate General of Electricity and Energy Consumption, - Revision of Board Manual related to PLN’s organization restructure and improvement, - Evaluation of GCG implementation at holding company and subsidiaries in 2009, - Confirmation of prompt payment to vendors to initiate better offer price for future contract and review direct payment process from Head Office to vendors,

- Memutuskan untuk merumuskan langkahlangkah untuk dapat memperbaiki tingkat Integritas Pelayanan Publik, - Mengubah Proses Bisnis Pasang Baru menjadi lebih sederhana, transparan, dan ada kepastian, - debirokratisasi proses penyambungan baru pelanggan tegangan tinggi dengan cara menghilangkan 5 macam proses yaitu : survei pelanggan, desain jaringan tegangan tinggi, rapat koordinasi, penyusunan proposal bisnis dan proposal bisnis ke Direksi, - mulai tahun 2011, diputuskan besaran Uang Jaminan Langganan untuk pelanggan baru adalah Rp. 0,- (nol Rupiah), • PKBL dan CSR : - Menyetujui untuk melaksanakan Laporan Hasil Audit PKBL dan melanjutkan pembahasan dengan Kementerian BUMN, - pemberian bantuan berupa CSR lampu super hemat energy ke 3 (tiga) pondok pesantren yaitu di Jatim (Gontor), Jateng (Roudlatut Tholibin), Jabar (Nurul Fikri), - Ditetapkan bahwa aset maupun program PKBL yang sudah ada di write off dan dimintakan persetujuannya ke RUPS, untuk yang akan datang, PLN tidak lagi melaksanakan PKBL namun diserahkan ke badan lain yang mengelola. REMUNERASI DIREKSI DAN DEWAN KOMISARIS Prosedur dan Dasar Penetapan Remunerasi Komisaris dan Direksi dikaji oleh Komite Nominasi dan Remunerasi bersama dengan Direktur SDM dan Umum. Hasil kajian melibatkan konsultan independen yang kompeten di bidangnya. Kajian tersebut mempertimbangkan beberapa faktor utama dalam usulan penetapan remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi, diantaranya: komitmen waktu, pencapaian target sesuai tolok ukur yang ditetapkan terhadap Dewan Komisaris dan Direksi serta imbal jasa yang terkait dengan tanggung jawab atas tindakan masing-masing yang mengandung risiko bagi pribadi masing-masing. Berdasarkan faktor-faktor tersebut dan masukan serta hasil perumusan dan kajian oleh tim independen, termasuk mempertimbangkan butirbutir Peraturan Menteri No. PER-02/MBU/2009, kemudian usulan besaran maupun formula perhitungan remunerasi tersebut diajukan oleh Dewan Komisaris pada Rapat Umum Pemegang Saham untuk dimintakan persetujuan.

- Formulation of steps to improve Public service integrity, - Revision of New Connection Business Process to be more simple, transparent and certain, - Simplification of new connection process for high voltage connection through omission of 5 processes, which are customer survey, network design, coordination meeting, business proposal preparation, and business proposal to Board of Directors, - Decision to apply nil amount of Service Guarantee Fee for new customers effective from 2011. • Community Development (“PKBL”) and CSR : - Approval on execution of PKBL audit results and further discussion with Ministry of SOE, - Provision of energy saving bulb lights, as CSR program, to three religious boarding schools, which are in Jatim (Gontor), Jateng (Roudlatut Tholibin), Jabar (Nurul Fikri), - Decision to write off PKBL assets and program for AGM approval and to transfer PKBL future implementation to other executing bodies.

Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance Report

REMUNERATION OF BOARD OF DIRECTORS AND BOARD OF COMMISSIONERS Procedure and Determination Basis Remuneration of Board of Directors and Board of Commissioners is reviewed by Nomination and Remuneration Committee together with Human Resource Director with the involvement of a competent consultant. The review considers the main factors in remuneration proposal, such as: commitment of time, achievement of target based on benchmark set by Board of Directors and Board of Commissioners, and benefits related to responsibilities that contain individual risks.

Based on the above factors, inputs, formulation and review of independent team, and Minister Regulation No. PER-02/MBU/2009, Board of Commissioners proposes calculation formula and the resulting amounts for approval of shareholders at AGM.

239

240

Besaran Remunerasi Remunerasi Direksi Selama tahun 2010, total remunerasi Direksi adalah sebesar Rp24.492.445.310,dengan perincian sebagai berikut:
REMUNERASI DIREKSI
NO. NAMA NAME GAJI SALARY TUNJANGAN PERUMAHAN HOUSING ALLOWANCE TUNJANGAN BIAYA UTILITAS UTILITY ALLOWANCE

Remuneration of Board of Directors Board of Directors’s total remuneration in 2010 amounted to Rp24,492,445,310 with the following details.
REMUNERATION OF THE BOARD OF DIRECTORS
TUNJANGAN KOMUNIKASI COMMUNICATION ALLOWANCE TUNJANGAN HARI RAYA HARI RAYA ALLOWANCE TUNJANGAN PPH PS 21* PPH PS 21* ALLOWANCE TOTAL

1. 2.

Dahlan Iskan Ngurah Adnyana Moch. Harry Jaya Pahlawan Vickner Sinaga Nasri Sebayang Nur Pamudji Bagiyo Riawan Murtaqi Syamsuddin Eddy D. Erningpraja Seti Anggoro Dewo TOTAL

1.746.000.000 1.531.754.340

252.000.000 231.000.000

75.600.000 69.300.000

42.400.000 -

145.500.000 158.250.000

558.302.000 506.960.000

2.819.802.000 2.497.264.340

3.

1.533.354.290

252.000.000

75.600.000

-

130.950.000

498.374.000

2.490.278.290

4. 5. 6. 7. 8. 9.

1.533.664.880 1.533.938.160 1.533.926.860 1.536.473.480 1.571.400.000 1.538.437.300

252.000.000 252.000.000 252.000.000 252.000.000 252.000.000

75.600.000 75.600.000 75.600.000 75.600.000 75.600.000

-

130.950.000 130.950.000 130.950.000 130.950.000 130.950.000 130.950.000

532.496.667 465.439.333 498.374.000 499.166.000 408.680.000 498.374.000

2.524.711.547 2.457.927.493 2.490.850.860 2.494.189.480 2.111.030.000 2.495.361.300

10.

1.571.400.000 15.630.349.310

1.995.000.000

598.500.000

42.400.000

130.950.000 1.351.350.000

408.680.000 4.874.846.000

2.111.030.000 24.492.445.310

*Tunjangan PPh 21 untuk bulan Januari belum dihitung dan akan dibayarkan rampung oleh dinas pajak * Income Tax Allowances 21 for January has not been calculated and will be completed by the service tax paid

PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report

Remunerasi Dewan Komisaris Besaran remunerasi Dewan Komisaris ditentukan dalam RUPS dengan rincian sebagai berikut: Komisaris Utama 40% dari Direktur Utama sedang Komisaris lainnya 90% dari Komisaris Utama. Selain remunerasi tersebut, Dewan Komisaris juga memperoleh fasilitas lain sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Selama tahun 2010 total remunerasi Dewan Komisaris adalah Rp7.169.912.000,dengan perincian sebagai berikut:
REMUNERASI DEWAN KOMISARIS
NO. NAMA NAME GAJI SALARY

Remuneration of Board of Commissioners Board of Commissioners’s remuneration is approved in AGM and amounts to as follows: President Commissioner’s remuneration is 40% of President Director’s, while other Commissioners receive 90% of President Commissioner’s. Besides remuneration, Board of Commissioners also receives facilities as applicable. Board of Directors’s total remuneration in 2010 amounted to Rp7,169,912,000 with the following details.
REMUNERATION OF THE BOARD OF COMMISSIONERS

TUNJANGAN TUNJANGAN TRANSPORTASI KOMUNIKASI TRANSPORTATION COMMUNICATION ALLOWANCE ALLOWANCE

TUNJANGAN HARI RAYA HARI RAYA ALLOWANCE

TUNJANGAN PPH PS 21* PPH PS 21* ALLOWANCE

TOTAL

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Yogo Pratomo Lutfi Hamid Adang Firman Wimpy S. Tjetjep Syahrial Loetan Abdul Azis Rahmat Waluyanto TOTAL

698.400.000 628.560.000 628.560.000 628.560.000 628.560.000 628.560.000 628.560.000 4.805.760.000

139.680.000 125.712.000 125.712.000 125.712.000 125.712.000 125.712.000 125.712.000 893.952.000

34.920.000 31.428.000 31.428.000 31.428.000 31.428.000 31.428.000 31.428.000 223.488.000

58.200.000 52.380.000 52.380.000 52.380.000 52.380.000 52.380.000 52.380.000 372.480.000

195.191.000 169.041.500 169.833.500 169.437.500 169.041.500 168.645.500 169.041.500 1.244.757.333

1.126.391.000 1.007.121.500 1.007.913.500 1.007.517.500 1.007.121.500 1.006.725.500 1.007.121.500 7.540.437.333

*Tunjangan PPh 21 untuk bulan Januari belum dihitung dan akan dibayarkan rampung oleh dinas pajak

a fellow member of Board of Directors. Tjetjep Syahrial Lutan Abdul Azis Rahmat Waluyanto Direksi Directors Dahlan Iskan Ngurah Adnyana Moch. sesama anggota Direksi.HUBUNGAN KELUARGA DAN HUBUNGAN BISNIS ANTARA DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI Tidak terdapat hubungan keluarga di antara sesama anggota Dewan Komisaris. and among members of the Board of Commissioners and members of Board of Directors. dan anggota Dewan Komisaris/ anggota Direksi dengan PT PLN (Persero) sebagaimana digambarkan pada tabel berikut: FAMILY AND BUSINESS RELATIONSHIPS BETWEEN THE BOARD OF COMMISSIONERS AND DIRECTORS There are no family relationships among fellow members of the Board of Commissioners. a fellow member of Board of Directors. and members of the Board of Commissioners/ Directors with PT PLN (Persero) as described in the following table: HUBUNGAN BISNIS BUSINESS DEKOM COMMISSIONERS YA YES TIDAK NO DIREKSI DIRECTORS YA YES TIDAK NO HUBUNGAN KELUARGA FAMILY RELATIONSHIP NAMA NAME DEKOM COMMISSIONERS YA YES TIDAK NO DIREKSI DIRECTORS YA YES TIDAK NO PT PLN (PERSERO) YA YES TIDAK NO Yogo Pratomo Lutfi Hamid Adang Firman Wimpy S. Demikian juga hubungan bisnis di antara sesama anggota Dewan Komisaris. sesama anggota Direksi. Erningpraja Setio Anggoro Dewo Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance Report 241 . business relations between fellow members of the Board of Commissioners. Harry Jaya Pahlawan Vickner Sinaga NasrI Sebayang Nur Pamudji Bagiyo Riawan Murtaqi Syamsuddin Eddy D. Likewise. among members of the Board of Commissioners with members of Board of Directors. dan di antara anggota Dewan Komisaris dan anggota Direksi. di antara anggota Dewan Komisaris dengan anggota Direksi.

is the Audit Committee. GCG Committee. Anggota Komite-komite Dewan Komisaris diangkat dan diberhentikan oleh Dewan Komisaris. Board of Commissioners is authorized to form committees that function as a support for the monitoring tasks of the Board of Commissioners. dan Komite Nominasi dan Remunerasi (KNR). Further provisions regarding committees of the Board of Commissioners determined by the Board of Commissioners are in the charter of the Committees of the Board of Commissioners. Committee. Komite Audit (KA). the Board of Commissioners of PT PLN (Persero) has established a Risk Management Committee. Keanggotaan komite tersebut terdiri dari seorang atau lebih anggota Dewan Komisaris dan bertanggung-jawab kepada Dewan Komisaris. the Audit Committee. which shall be created. Year 2005. Komite GCG (KGCG). Komite yang wajib dibentuk adalah Komite Audit. Membership committee consists of one or more members of the Board of Commissioners and is responsible to the Board of Commissioners. The members of the Committees of the Board of Commissioners are appointed and dismissed by the Board of Commissioners. Ketentuan-ketentuan lebih lanjut mengenai Komitekomite Dewan Komisaris ditetapkan oleh Dewan Komisaris dalam piagam Komite-komite Dewan Komisaris.242 ORGAN PENUNJANG SUPPORTING ORGANS KOMITE DAN LAPORAN KOMITE COMMITTEES AND COMMITTEES REPORT Dewan Komisaris berwenang untuk membentuk Komite-komite yang berfungsi sebagai penunjang tugas pengawasan Dewan Komisaris. Dewan Komisaris PT PLN (Persero) telah membentuk Komite Manajemen Risiko (KMR). Pada tahun 2005. and Nomination and Remuneration Ketentuan-ketentuan lebih lanjut mengenai Komite-komite Dewan Komisaris ditetapkan oleh Dewan Komisaris dalam piagam Komitekomite Dewan Komisaris PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Further provisions regarding committees of the Board of Commissioners determined by the Board of Commissioners are in the charter of the Committees of the Board of Commissioners .

melakukan koordinasi dalam setiap kegiatan dan/atau hasil kajian kepada sekretaris Dewan Komisaris. The Risk Management Committee is obliged to acquire a Risk Management Charter containing at least the committee’s main duties and authorities. Anggota-anggota Komite-komite Dewan Komisaris diangkat dan diberhentikan oleh Dewan Komisaris. • to coordinate in every activity and/or evaluation result to the secretary of the Board of Commissioners. The committee is independent under the following criteria: • does not have a family relationship by marriage and descent to the second degree with members of the Board of Directors and/or members of the Board of Commissioners. • tidak mempunyai saham baik langsung maupun tidak langsung pada anak perusahaan PLN dan atau perusahaan afiliasi PLN. • tidak memiliki hubungan usaha baik langsung maupun tidak langsung yang berkaitan dengan kegiatan usaha PLN. Membership committee consists of one or more members of the Board of Commissioners and is responsible to the Board of Commissioners. 243 .Keanggotaan komite tersebut terdiri dari seorang atau lebih Anggota Dewan Komisaris dan bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris. and Komite tersebut bersifat independen dengan kriteria sebagai berikut: • tidak memiliki hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua dengan anggota Direksi dan atau anggota Dewan Komisaris. • is not a Director or employee of PLN and/or PLN’s subsidiaries in at least one year before being appointed as the Audit Committee of PLN. • tidak bekerja pada Kantor Akuntan Publik. LAPORAN KOMITE MANAJEMEN RISIKO (KMR) Tugas dan Tanggung Jawab Komite Manajemen Risiko • memberikan keyakinan yang memadai atas dilaksanakannya kajian risiko oleh Direksi atas semua kegiatan Perseroan yang memiliki potensi risiko. The members of the Committees of the Board of Commissioners are appointed and dismissed by the Board of Commissioners. • bukan merupakan Direksi atau karyawan PLN dan atau anak perusahaan PLN sekurangnya dalam satu tahun terakhir sebelum diangkat sebagai Komite Audit PLN. • • RISK MANAGEMENT COMMITTEE REPORT (KMR) Duties and Responsibilities of the Risk Management Committee • to provide proper assurance on the Board of Directors’ risk evaluation regarding the Company’s risk potential activities. as well as to provide recommendation on risk management to the Board of Commissioners. serta memberikan rekomendasi tentang manajemen risiko pada Dewan Komisaris. Committee. dan • anggota Komite Audit wajib menyediakan waktu yang cukup untuk melaksanakan tugasnya. and • to carry out other duties assigned by the Board of Commissioners accordingly to the prevailing rules and regulation. Kantor Konsultan Hukum atau pihak lain yang memberikan jasa audit dan atau non audit atau jasa konsultasi pada PLN dalam sekurangnya satu tahun terakhir sebelum diangkat sebagai Komite Audit PLN. dan melaksanakan tugas-tugas lainnya yang diberikan oleh Dewan Komisaris yang sesuai dengan peraturan dan perundangundangan yang berlaku. either directly or indirectly related to the business activities of PLN. • does not have business relationship. • does not have stock either directly or indirectly. in PLN and its subsidiaries or affiliated companies of PLN. does not work at services to PLN in at least one last year before being appointed as the Audit Committee of PLN. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance Report • • members of the Audit Committee shall provide sufficient time to carry out their duties. Komite Manajemen Risiko wajib memiliki Piagam Komite Manajemen Risiko yang berisikan sekurangkurangnya tugas pokok dan kewenangan komite.

terdiri dari 3 kali rapat koordinasi dengan PLN dan 22 kali rapat internal. Komite Manajemen Risiko telah melakukan 25 kali pertemuan. Tjetjep : Wakil Ketua (0%) Santosa Gito Susastro : Sekretaris (96%) Rinaldy Dalimi : Anggota (72%) Edward H. Gultom : Anggota (88%) Faizul Ishom : Anggota (80%) Syafrizal Syaiful : Anggota (72%) Gde Widiadnyana Merati : Anggota (88%) Kegiatan Komite Manajemen Risiko terkait kegiatan Dewan Komisaris: • Menyampaikan laporan berkala mengenai kegiatan Komite. Gultom Faizul Ishom Syafrizal Syaiful Gde Widiadnyana Merati Rapat Komite Manajemen Risiko Sepanjang tahun 2010. Attendance of Risk Management Committee Meeting attendance rate of the Risk Management Committee during 2010: Syahrial Loetan : Chairman (36%) Wimpy S. • Melaporkan kendala dan hambatan di dalam melaksanakan proses pengawasan dan pembinaan penerapan ERM. Gultom : Member (88%) Faizul Ishom : Member (80%) Syafrizal Syaiful : Member (72%) Gde Widiadnyana Merati : Member (88%) Board of Commissioners related activities of Risk Management Committee: • Submit periodic reports on activities of the Committee • Provide advice or recommendations to the Board of Commissioners based on an assessment of the risk assessment document and other documents submitted by the Board of Directors. corporate planning activities. kegiatan perencanaan perusahaan. Tjetjep : Vice Chairman (0%) Santosa Gito Susastro : Secretary (96%) Rinaldy Dalimi : Member (72%) Edward H. the operating companies that are strategic and have a potential risk. Kehadiran Anggota Komite Manajemen Risiko Tingkat Kehadiran Rapat anggota Komite Manajemen Risiko selama tahun 2010: Syahrial Loetan : Ketua (36%) Wimpy S. Another thing that stressed to all members of the committee is to be professional in carrying out its duties and in providing advice to the Board of Commissioners. consisting of 3 coordination meetings with PLN and 22 internal meetings. • Memberikan pendapat atau rekomendasi kepada Dewan Komisaris berdasarkan penilaian terhadap dokumen kajian risiko dan dokumen lain yang disampaikan oleh Direksi. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report . Independence of the Risk Management Committee One of the criteria to become a member of the Risk Management Committee are independent and free from conflict of interest so that they can be objective in giving an opinion on the problems faced. Tjetjep Sekretaris : Santosa Gito Susastro Anggota : Rinaldy Dalimi Edward H. Gultom Faizul Ishom Syafrizal Syaiful Gde Widiadnyana Merati Risk Management Committee Meetings In 2010 the Risk Management Committee held 25 meetings. • Reported obstacles and barriers in implementing the process of supervision and oversight of the implementation of ERM. Susunan Komite Manajemen Risiko Ketua : Syahrial Loetan Wakil Ketua : Wimpy S. operasi perusahaan yang bersifat stratejik dan memiliki potensi risiko. The composition Chairman Vice Chairman Secretary Members of Risk Management Committee: : Syahrial Loetan : Wimpy S.244 Independensi Anggota Komite Manajemen Risiko Salah satu kriteria menjadi anggota Komite Manajemen Risiko adalah independen dan bebas dari benturan kepentingan sehingga dapat bersikap objektif dalam memberikan pendapat terhadap permasalahan yang dihadapi. Tjetjep : Santosa Gito Susastro : Rinaldy Dalimi Edward H. Hal lain yang ditekankan kepada seluruh anggota komite adalah agar bersikap profesional di dalam melaksanakan tugas dan dalam memberikan pendapat kepada Dewan Komisaris.

245 . • Supervisory of Enterprise Risk Management to ensure consistent application and development. Board of Directors related activities of Risk Management Committee: • Supervisory of corporate activities that have potential risks based on risk review. Permintaan Loan Valas. Renegotiation of PLTP Patuha and Sarulla. Prepare recommendation to Board of Directors for implementation and update of risk management draft policy. e. • Mengawasi bahwa Enterprise Risk Management dikembangkan dan dilaksanakan secara konsisten sesuai dengan komitmen yang disepakati. Kegiatan Komite Manajemen Risiko terkait kegiatan Direksi: • Melakukan pengawasan bahwa kegiatan Perusahaan yang memiliki potensi risiko telah didahului dengan proses pembuatan kajian risiko. and Provide input on changes and enhancements of Risk Management Committee Charter. Recommendatioon on Belgium loan and China loan. Rekomendasi Loan Belgia dan Loan China. as deemed appropriate. Renegosiasi PLTP Patuha dan Sarulla. yaitu mengenai PLTU Keban Agung dan mengenai transaksi pembelian BBM dengan skema right to match. c. • • Monitor and ensure that long-term plan and budget plan are prepared based on ERM. Request of foreign currency loan. • Melakukan telaah dan memberikan pendapat serta pembahasan masalah-masalah strategis Perusahaan yang akan menjadi masukan bagi Dewan Komisaris. • • Provide advice or recommendations regarding the steps that must be done in relation to the potential risk to the company’s strategic issues. Submit opinion to Board of Commissioners concerning: a. Study and give opinion on corporate strategic issues as input for Board of Commissioners. • Melaksanakan kunjungan kerja ke proyek PLTU Labuan. Supervisory of fuel purchase transaction. • Berkoordinasi dengan divisi terkait dalam rangka mempersiapkan pendapat Komite Manajemen Risiko. Monitor and ensure all corporate activities are in line with long-term plan and budget plan. • Menyampaikan pendapat kepada Dewan Komisaris perihal : a. d. Pengawasan Transaksi Pembelian BBM. b. Renegotiation of PLTU Keba Agung. • Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance Report • • • • • Coordination with related division to prepare Risk Management Committee opinion concerning PLTU Keban Agung and fuel purchase transaction on right to match scheme.• • Memberikan pendapat atau rekomendasi perihal langkah-langkah yang harus dilakukan sehubungan adanya potensi risiko pada masalahmasalah stratejik Perusahaan. • Memantau dan memastikan bahwa semua kegiatan Perusahaan sesuai dengan Rencana Jangka Panjang (RJP) dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Perusahaan (RKAP). b. • Menyiapkan rekomendasi kepada Direksi untuk senantiasa melaksanakan dan memutakhirkan rancangan kebijakan manajemen risiko. Providing committee opinion on each issue/ proposal from Board of Directors that require recommendation or approval from Board of Commissioners. Renegosiasi PLTU Keba Agung. dan Memberikan masukan dalam perubahan dan penyempurnaan Piagam Komite Manajemen Risiko apabila dipandang perlu. d. • Melakukan koordinasi dengan dengan Divisi Manajemen Risiko yang membahas perkembangan yang terjadi di Perusahaan terkait manajemen risiko. Site visit to PLTU Labuan project. e. Coordination with Risk Management Division to discuss risk management related developments in the Company. • Memberikan Pendapat Komite pada setiap permasalahan/usulan yang disampaikan oleh Direksi yang memerlukan rekomendasi ataupun persetujuan dari Dewan Komisaris. c. • Memantau dan memastikan bahwa RJP dan RKAP telah disusun berdasarkan ERM.

completed in November 2010. Kehadiran Anggota Komite Manajemen Risiko Tingkat kehadiran dalam rapat Komite : Abdul Aziz : Ketua (51%) Rahmat Waluyanto : Wakil Ketua (18%) Marlindah J A Sumampow : Sekretaris (100%) Sri Bagus Guritno : Anggota (100%) Puri Sophia Hamid : Anggota (77%) Sylvia Veronica : Anggota (88%) Kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Komite GCG sepanjang 2010 antara lain: 1. Another thing that stressed to all members of the committee is to be professional in carrying out its duties and in giving its opinion to the Board of Commissioners.246 LAPORAN KOMITE GOOD CORPORATE GOVERNANCE (KGCG) Tugas Komite GCG • Membantu Dewan Komisaris dalam mengawasi implementasi GCG sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan dalam SK Meneg BUMN No. Hal lain yang ditekankan kepada seluruh anggota komite adalah agar bersikap profesional di dalam melaksanakan tugas dan di dalam memberikan pendapat kepada Dewan Komisaris. Independensi Anggota Komite GCG Salah satu dari kriteria menjadi anggota Komite GCG adalah independen dan bebas dari konflik kepentingan sehingga dapat bersikap objektif di dalam memberikan pendapat terhadap permasalahan yang dihadapi. 2010: Chairman : Abdul Aziz Vice Chairman : Rahmat Waluyanto Secretary : Marlindah J. melakukan revisi Board Manual 2009 yang telah diselesaikan pada bulan November 2010. The composition of GCG committee as of December 31. 117/2003. • Mendorong dan mengingatkan PT PLN (Persero) untuk selalu mematuhi peraturan perundangundangan yang berlaku. Susunan Komite GCG sampai dengan 31 Desember 2010 Ketua Wakil Ketua Sekretaris Anggota : Abdul Aziz : Rahmat Waluyanto : Marlindah J. Komite GCG telah melakukan 40 kali pertemuan. consisting of 1 coordination meeting with PLN and 39 internal meetings. terdiri dari 1 kali rapat koordinasi dengan PLN dan 39 kali rapat intern. . Independence of GCG Committee Members One of the criteria to become a member of Good Corporate Governance Committee are independent and free from conflicts of interest that can be objective in giving its opinion on the problems faced. 117/2003. • Encourage and remind PT PLN (Persero) to always comply with legislation and regulations. revising of 2009 Board Manual. Activities of GCG Committee in 2010 were among others: 1. Risk Management Committee Member Attendance Abdul Aziz Rahmat Waluyanto Marlindah J A Sumampow Sri Bagus Guritno Puri Sophia Hamid Sylvia Veronica : : : : : : Chairman (51%) Vice Chairman (18%) Secretary (100%) Member (100%) Member (77%) Member (88%) PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Rapat Komite GCG Sepanjang tahun 2010. Adriansz Sumampow : Sri Bagus Guritno Puri Sophia Hamid Sylvia Veronica REPORT OF THE COMMITTEE ON GOOD CORPORATE GOVERNANCE (KGCG) GCG Committee Task • Assist the Board of Commissioners in overseeing the implementation of GCG in accordance with the provisions set forth in State Owned Enterprises Ministry Decree No. Adriansz Sumampow Members : Sri Bagus Guritno Puri Sophia Hamid Sylvia Veronica GCG Committee Meetings In 2010 the GCG Committee held 40 meetings.

PT Bank Mandiri (Persero). and Governance Policy National Committee (“KNKG”) in February March 2010. melaksanakan benchmarking GCG dengan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero). serta Rencana Kerja Anggaran Perusahaan. finalization of GCG Committee Charter in November 2010. 40 year 2007 concerning Corporation and Articles of Association. 5. and others. dan sebagainya. menyelesaikan draft final Pedoman Penyusunan GCG tahun 2010 PT PLN (Persero) untuk diselaraskan dengan UU No. seperti Laporan Keuangan. 7. 247 . • to conduct elections for Public Accounting Firm (KAP) that adequate and competent in carrying out an audit of financial statements of PLN. AUDIT COMMITTEE REPORT (NR) Duties of the Audit Committee • to review the financial information to be issued by PLN. pelelangan asset. • melakukan pemilihan Kantor Akuntan Publik (KAP) yang memadai dan kompeten dalam melaksanakan audit atas Laporan Keuangan PLN. provide inputs. rekomendasi dan usulan terhadap permohonan-permohonan yang diajukan oleh manajemen dalam masalah perpanjangan penyelesaian proyek (perpanjangan financial closing). completion of final draft of 2010 GCG Guidelines Preparation for adaptation with the Law No.2. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance Report 7. 8. melakukan pembahasan mengenai hasil penilaian GCG tahun 2009 dan menindaklanjuti seluruh rekomendasi yang diberikan terhadap Dewan Komisaris dengan menyusun matriks pelaksanaan rekomendasi hasil penilaian tersebut. 3. as the Financial Report. dan memastikan bahwa kegiatan dan temuan audit yang dilaksanan oleh KAP dilaksanakan secara efektif. menyelesaikan Piagam Komite GCG pada bulan November 2010. memberikan masukan. 10. still being discussed by the committee. pembuatan Code of Conduct. PT Bank Mandiri (Persero). preparation of Code of Conduct. implementation of GCG benchmarking with PT Telekomunikasi Indonesia (Persero). membahas rencana sosialisasi dan internalisasi dari Panduan Kerja (Board Manual) Direksi dan Dewan Komisaris. and Budget Plan. 5. GCG Committee also participated in discussion of Financial Report and Management Report. discuss socialization and internalization plan for Board Manual. Management Report and other financial information. penyelesaian hutang perusahaan. 10. 4. Work Plan and Budget. masih dalam proses pembahasan di Komite GCG. dan Komite Nasional Kebijakan Governance (“KNKG”) pada bulan Februari – Maret 2010. asset sale. bond issuance. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan Anggaran Dasar PT PLN. penerbitan obligasi perusahaan. Rencana Kerja dan Anggaran. recommendation and suggestion on requests from management for extention of financial closing. akuisisi. ikut serta pembahasan Laporan Keuangan dan Laporan Manajemen. 6. acquisition. LAPORAN KOMITE AUDIT (KA) Tugas Komite Audit • menelaah informasi keuangan yang akan dikeluarkan PLN. corporate debts. and ensure that the activities and significant audit findings by the public accountant office have been implemented effectively. 6. 9. 3. discussion of 2009 GCG assessment results and follow up of all recommendation to Board of Commissioners in the form of implementation matrix. participate in discussion of Annual Report and Management Report. 4. 2. Komite GCG juga telah ikut serta dalam pembahasan Laporan Keuangan dan Laporan Manajemen. 8. serta Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan. 9. and Budget Plan. Laporan Manajemen dan informasi keuangan lainnya.

• • to ensure that internal audit systems PLN effective. • Accountability of the Audit Committee to the Board of Commissioners submitted in the form of annual reports and statements for any special duties. Independence of Audit Committee Members One of the criteria to become a member of the Audit Committee are independent and free from conflict of interest so that they can be objective in giving an opinion on the problems faced. Independensi Anggota Komite Audit Salah satu dari kriteria menjadi anggota Komite Audit adalah independen dan bebas dari benturan kepentingan sehingga dapat bersikap objektif dalam memberikan pendapat terhadap permasalahan yang dihadapi. provision of material and non-operational fixed assets.248 • • • • • • memastikan bahwa sistem pengawasan intern PLN berjalan efektif. to investigate complaints relating to the PLN. melakukan telaah dan evaluasi program audit tahunan yang dibuat oleh Satuan Pengawas Internal (SPI) untuk memastikan bahwa kegiatan dan hasil audit yang dilaksanakan oleh SPI dilaksanakan secara efektif. including review for doubtful accounts withdrawal. particularly relating to reporting to the stakeholders. the Audit Committee are independent and are required to provide reporting and be directly responsible to the Board of Commissioners. menelaah pengaduan yang berkaitan dengan PLN. to conduct a review and evaluation program of the annual audit made by the Internal Audit Unit to ensure that the activities and results of audits conducted by SPI implemented effectively. dan • Melaksanakan self assessment atas efektivitas Komite Audit dalam melaksanakan tugas dan melakukan penyempurnaan Piagam Komite Audit secara periodik. material cadangan dan aktiva tetap non operasional. menelaah keterbukaan informasi keuangan Perusahaan. • • • • PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Tanggung Jawab Komite Audit • Dalam menjalankan tugasnya. • Komite Audit wajib menjaga kerahasiaan dokumen dan informasi mengenai PLN. menelaah ketaatan PLN terhadap peraturan perundang-undangan khususnya yang berhubungan dengan pelaporan kepada para pemangku kepentingan. • Pertanggungjawaban Komite Audit kepada Dewan Komisaris disampaikan dalam bentuk laporan tahunan dan laporan atas setiap pelaksanaan tugas khusus. Another thing emphasized to all members of the committee. Audit Committee Responsibilities • in performing its duties. termasuk mengkaji penghapusan piutang raguragu. and • Conducting self-assessment on the effectiveness of the Audit Committee in performing its duties and to improve the Audit Committee Charter periodically. both from internal and external parties and only used for the benefit of their duties. to review PLNs’ compliance against legislation. . • The Audit Committee shall maintain the confidentiality of documents and information on electricity. Komite Audit bersifat independen dan wajib memberikan pelaporan dan bertanggung jawab langsung kepada Dewan Komisaris. dan melaksanakan tugas-tugas lainnya yang diberikan oleh Dewan Komisaris PT PLN (Persero). baik dari pihak internal maupun eksternal dan hanya digunakan untuk kepentingan tugasnya. to review the Company’s financial disclosures and to carry out other tasks given by the Board of Commissioners of PT PLN (Persero). Hal lain yang ditekankan kepada seluruh anggota komite adalah agar bersikap profesional di dalam melaksanakan tugas dan dalam memberikan pendapat kepada Dewan Komisaris.

Auditor Eksternal dan Manajemen Perusahaan. inviting relevant parties such as Internal Control Unit.Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance Report Susunan anggota Komite Audit sampai dengan 31 Desember 2010 Ketua : Lutfi Hamid (Komisaris Independen) Wakil Ketua : Adang Firman (Komisaris Independen) Sekretaris : Elok Tresnaningsih Anggota : Sugianto Lilik Safrudin Ismail Sugeng Rochadi Djuprianto Adi Djoko Guritno Rapat Komite Audit Sepanjang tahun 2010. Komite Audit telah melaksanakan rapat sebanyak 31 kali. and Company Management. Committee Audit also held internal meetings and committee meetings with other Board of Commissioners’s committees to discuss further certain issues. dengan mengundang para pihak yang berkepentingan sesuai tuntutan tugas dan tanggung jawab Komite Audit yakni Satuan Pengendalian Intern. Komite Audit juga melaksanakan rapat internal komite audit dan rapat komite-komite Dewan Komisaris lainnya untuk membahas beberapa permasalahan secara lebih mendalam. 249 . Besides that. 2010 Chairman : Lutfi Hamid (Independent Commissioner) Vice Chairman : Adang Firman (Independent Commissioner) Secretary : Elok Tresnaningsih Members : Sugianto Lilik Safrudin Ismail Sugeng Rochadi Djuprianto Adi Djoko Guritno Audit Committee Meetings In 2010 the Audit Committee held 31 meetings. External Auditor. Di samping itu. The composition of audit committee as of December 31.

250 Kehadiran Rapat Anggota Komite Audit Selama 2010. 2. d. c. Pengawasan terhadap keandalan informasi Laporan Manajemen a. Internal meetings to discuss response to Management Report and monitoring progress on follow up of Audit Committee’s notes on Management Report. (iii) improvement of report structure and format. (iii) audit issues for management follow up. Meetings with KAP to discuss: (i) progress audit. (ii) hambatan dalam penyusunan laporan. melaksanakan pertemuan internal Komite Audit untuk penyiapan tanggapan terhadap Laporan Manajemen dan pemantauan progress tindak lanjut atas catatan Komite audit terhadap Laporan Manajemen. b. b. (ii) plan and scope of 2010 Financial Report audit. . melakukan pertemuan dengan divisi teknologi informasi dalam rangka membahas rencana program IT dan tindak lanjut atas temuan audit oleh KAP. b. Meeting with accounting division to discuss financial reporting procedure. tingkat kehadiran anggota Komite Audit dalam Rapat Komite Audit adalah sebagai berikut: Lutfi Hamid : Ketua (75%) Adang Firman : Wakil Ketua (75%) Elok Tresnaningsih : Sekretaris (97%) Sugianto : Anggota (75%) Lilik Safrudin : Anggota (77%) Sugeng Rochadi *) : Anggota (97%) Djuprianto*) : Anggota (97%) Adi Djoko Guritno**) : Anggota (45%) *) Sebagai Komite Audit sejak 1 Februari 2010 **) Sebagai Komite Audit sejak 1 April 2010 Kegiatan-kegiatan Komite Audit sepanjang tahun 2010 adalah: 1. 2010 **) Member since April 1. (ii) constraints in report preparation. melaksanakan pertemuan internal Komite Audit untuk membahas langkah-langkah yang dilakukan terkait dengan temuan KAP dan upaya untuk meningkatkan keandalan kualitas laporan keuangan. d. c. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report 2. (iii) isue audit yang harus ditindaklanjuti manajemen. Pengawasan terhadap Keandalan Kualitas Laporan Keuangan : a. melakukan pertemuan dengan divisi akuntansi untuk membahas prosedur penyusunan laporan keuangan dan hambatan yang dihadapi serta tindak lanjut temuan audit oleh KAP. Supervising the reliability of Financial Report quality: a. b. membahas: (i) akurasi dan keandalan data dan informasi yang disajikan. Internal meetings to discuss follow up steps on KAP audit findings and efforts to improve financial report quality. Meeting attendance of each member in 2010 is as follows: Lutfi Hamid : Chairman Adang Firman : Vice Chairman Elok Tresnaningsih : Secretary Sugianto : Member Lilik Safrudin : Member Sugeng Rochadi *) : Member Djuprianto*) : Member Adi Djoko Guritno**) :Member *) Member since February 1. melakukan pertemuan dengan KAP untuk membahas: (i) progress audit. Supervising the reliability of Management Report information: a. (iii) perbaikan atas susunan dan format laporan. Meetings with Management Report team and Corporate Secretary to discuss: (i) accuracy and reliability of data and information. 2010 (75%) (75%) (97%) (75%) (77%) (97%) (97%) (45%) Audit Committee activities throughout 2010 were: 1. constraints and follow up on KAP audit findings. melaksanakan pertemuan dengan tim penyusun LM dan Sekretaris Perusahaan. Meetings with information technology division to discuss IT program planning and follow up on KAP audit findings. (ii) rencana dan ruang lingkup audit Laporan Keuangan tahun 2010.

Jawa Bali. b. dan Indonesia Timur tentang usulan revisi RKAP 2010. Two meetings with budget division to discuss 2011 budget plan proposal. (iv) SPI structure of organization and competency of SPI auditor and SPI’s 2011 annual plan. membahas bersama dengan Direktorat Operasi Indonesia Barat. Melakukan telaah atas permintaan penghapusan aset 7. Audit Committee Report is an implementation of the mandated duties and responsibilities stated in the Charter of the Audit Committee and the prevailing legislation. Melakukan kunjungan kerja ke unit bisnis PLN. Meeting with KAI business unit to discuss organization and scope of work and work relation between KAI and SPI. (v) Quality Assurance by independent consultant’s implementation plan b. Melakukan telaah atas Proyeksi Keuangan tahun 2010 .3. c. Laporan Komite Audit ini merupakan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab yang dimandatkan dalam Piagam Komite Audit dan peraturan perundangan yang berlaku. membahas organisasi dan lingkup kerja KAI serta hubungan kerja KAI dengan SPI. Two meetings with budget division to discuss revised proposal for 2010 Budget Plan. (ii) Audit Findings Report and follow up. Site visit to PLN business units.Bali. Conducting study on 2010 and 2011 Budget Plans a. 5. Java . (ii) Laporan Hasil Pemeriksaan dan tindak lanjutnya. conducting other duties of Board of Commissioner discuss with Corporate Secretary to ensure improvement steps of PKBL management. 8. melaksanakan pertemuan internal Komite Audit untuk mengevaluasi efektivitas pengendalian internal.2015 6. c. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance Report 8. c. 6. (iii) effectiveness of corporate internal control. 3. (iii) efektivitas pengendalian internal Perusahaan. d. 251 . membahas usulan RKAP 2011 dengan manajemen. melakukan pertemuan dengan Direktorat SDM untuk membahas rencana reorganisasi Internal Audit dalam upaya meningkatkan efisiensi dan efektivitas SPI dan Audit Internal unit. melakukan pertemuan internal Komite Audit untuk penyiapan tanggapan atas Revisi RKAP dan RKAP. melaksanakan pertemuan dengan KAI unit bisnis PLN. (v) rencana penyelenggaraan Quality Assurance oleh konsultan independen. b. Conduct internal audit committee meetings to prepare response of the work plan and budget revision and work plan and budget 5. d. Conducting study on 2010 – 2015 financial projection. melakukan pertemuan dengan SPI untuk membahas : (i) rencana dan program Internal Audit. Meetings with SPI to discuss: (i) Internal Audit plan and program. 4. Pengawasan terhadap efektivitas Pengendalian Internal a. Melakukan telaah atas RKAP tahun 2010 dan 2011 a. Melakukan tugas-tugas lain dari Dewan Komisaris diantaranya membahas dengan Sekper untuk memastikan bahwa telah dilakukannya langkahlangkah perbaikan pengelolaan PKBL. Internal meetings with Committtee Audit evaluate effectivity. d. Meeting with human resource division to discuss reorganization plan of Internal Audit in the efforts to increase efficiency and effectiveness of SPI and Internal Audit unit. b. Supervising the effectiveness of Internal Control (“SPI”) a. and East Indonesia to discuss 2010 Budget Plan revision. 4. Meeting with with Operational Directorate of West Indonesia. 7. d. membahas usulan revisi RKAP 2010 dengan divisi anggaran. c. (iv) organisasi SPI dan kompetensi auditor SPI serta rencana kerja SPI tahun 2011. Conducting study on asset write off request.

• to evaluate and provide recommendation on number of the Company’s Board of Commissioners’ and Directors’ members. Hal lain yang ditekankan kepada seluruh anggota komite adalah agar bersikap profesional di dalam melaksanakan tugas dan di dalam memberikan pendapat kepada Dewan Komisaris. Independensi Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi Salah satu dari kriteria menjadi anggota Komite Nominasi dan Remunerasi adalah independen dan bebas dari benturan kepentingan sehingga dapat bersikap objektif di dalam memberikan pendapat terhadap permasalahan yang dihadapi. it is emphasized that all members of the committee must have a professional behavior in carrying out their duties and in providing opinion to the Board of Commissioners. Tjetjep Lutfi Hamid ERL Tobing Adang Firman Luizah Ellyza Mangkudum Adang Surahman Komite Nominasi dan Remunerasi wajib memiliki Piagam Komite yang berisikan sekurang-kurangnya tugas pokok dan kewenangan Komite. Independence of the Nomination and Remuneration Committee One of the criteria to become members of the Nomination and Remuneration Committee are that they must be independent and free from conflict of interest so that they can be objective in giving opinion when dealing with problems. Direksi serta pejabat satu level di bawah Direksi. Moreover. • menilai dan memberikan rekomendasi mengenai jumlah Anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan.252 LAPORAN KOMITE NOMINASI DAN REMUNERASI (KNR) Tugas dan Tanggung Jawab Komite Nominasi dan Remunerasi • menyusun kriteria seleksi dan prosedur nominasi serta sistem penggajian dan pemberian tunjangan bagi Anggota Dewan Komisaris. dan • melaksanakan tugas-tugas lainnya yang diberikan oleh Dewan Komisaris sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku. REPORT OF THE NOMINATION AND REMUNERATION COMMITTEE (NRC) Duties and Responsibilities of the Nomination and Remuneration Committee • to compose criteria for nomination and procedures of nomination and remuneration and allowance for members of the Board of Commissioners. Susunan Komite Nominasi dan Remunerasi Ketua : Wakil Ketua : Sekretaris : Anggota : Wimpy S. Tjetjep Lutfi Hamid ERL Tobing Adang Firman Luizah Ellyza Mangkudum Adang Surahman PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report . The composition Committee: Chairman Vice Chairman Secretary Members of Nomination and Remuneration : : : : Wimpy S. • melakukan koordinasi dalam setiap kegiatan dan/atau hasil kajian kepada Sekretaris Dewan Komisaris. and • to carry out other duties assigned by the Board of Commissioners accordingly to the prevailing rules and regulations. The Nomination and Remuneration Committee is obliged to obtain a Committee Charter containing at least the Committee’s main duties and authorities. Directors and one lower level of the Board of Directors. • to coordinate in every activity and/or provide evaluation result to Secretary of the Board of Commissioners.

RAPAT KOMITE NOMINASI DAN REMUNERASI Sepanjang tahun 2010 KNR telah melaksanakan 10 kali rapat. participated in review of employee salary proposal with Human Resource Director. 253 . Direksi dan Komisaris PLN dan Anak Perusahaannya. 5. Kehadiran Rapat Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi Tingkat kehadiran rata-rata dalam rapat Komite berkisar antara 80-100%. dan NOMINATION AND REMUNERATION COMMITTEE MEETINGS During 2010. provide recommendation to Board of Commissioners concerning salary of employees. memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai gaji pegawai. menyusun kriteria dan prosedur Nominasi Komisaris. the Committee has conducted 10 meetings. Direksi dan Eksekutif lainnya. turut menyusun sistem penggajian dan pemberian tunjangan serta rekomendasi tentang sistem pensiun. Komisaris PLN dan Anak Perusahaannya bersama Direktur SDM and Umum. consisting of 5 NRC Internal Meeting and 5 with the Director of HR and General Affairs of PT PLN (Persero). recomendation of pension and other benefits related to workforce reduction with Human Resource Director. 5. Board of Directors. Board of Commissioners of PLN and subsidiaries with Human Resource Director. 4. prepare evaluation system and give recommendation on composition of Board of Commissioners and Board of Directors. mengkaji usulan gaji untuk Direksi. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance Report 6. Board of Directors. 3. terdiri dari 5 kali Rapat Intern KNR dan 5 kali rapat bersama Direktur SDM dan Umum PT PLN (Persero). sistem kompensasi dan manfaat lainnya dalam hal pengurangan karyawan bersama Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum. review salary proposal for Board of Directors. 2. 2. 4. turut mengkaji usulan gaji untuk pegawai PLN bersama Direktur SDM and Umum. Average attendance rate in the Committee meeting ranged from 80-100%. Activities of Nomination and Remuneration Committee in 2010: 1. 3. and 6. Board of Commissioners of PLN and subsidiaries. participated in preparation of payroll system. Kegiatan Komite Nominasi dan Remunerasi sepanjang tahun 2010 adalah: 1. prepare criteria and procedure of nomination for Board of Commissioners. membuat sistem penilaian dan memberikan rekomendasi tentang jumlah Komisaris dan Direksi. and other executives.

• to test and evaluate the implementation of internal control and risk management system in accordance with company policy. menganalisis dan melaporkan pelaksanaan tindak lanjut perbaikan yang telah disarankan. • to conduct examination and assessment of the efficiency and effectiveness in finance. Wewenang SPI adalah: • mengakses seluruh informasi yang relevan tentang perusahaan terkait dengan tugas dan fungsinya. analyze and report the implementation of corrective measures have been suggested. Internal Control Charter can also regulate activities of Internal Control Unit in performing independent assurance and consultation. • to provide suggestions for improvement and objective information about the activities under review at all levels of management.254 UNIT SATUAN PENGAWASAN INTERN INTERNAL CONTROL UNIT Pada 20 Januari 2010. sumber daya manusia.GCG). dan • melakukan pemeriksaan khusus apabila diperlukan. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Duties of Internal Audit Unit (IAU) are as follows: • to formulate and implement plans Supervision Annual Work Program (PKPT). and to conduct special inspections if necessary. information technology and other activities. • SPI is authorized to: • access all relevant information about the company relating to the duties and functions. human resources. akuntansi. operations. 2010 the Company issued Internal Control Charter as realization of GCG. obyektif. • to monitor. Piagam Pengawasan Intern dirancang untuk memberikan nilai tambah dan meningkatkan kegiatan operasi Perusahaan dalam mencapai tujuannya melalui pendekatan yang sistematis dan teratur dalam mengevaluasi serta meningkatkan efektivitas operasi. • • to work together with the Audit Committee. • memberikan saran perbaikan dan informasi yang obyektif tentang kegiatan yang diperiksa pada semua tingkat menajemen. pemasaran teknologi informasi dan kegiatan lainnya. . • memantau. tidak berprasangka buruk terhadap auditee serta menjunjung kode etik auditor. risk management. pengelolaan risiko. Piagam Pengawasan Intern juga dibuat untuk mengatur kegiatan Satuan Pengawas Intern PT PLN (Persero) dalam melakukan kegiatan pengujian/ assurance dan konsultasi yang independen. marketing. non prejudice toward auditee and in compliance with auditor ethics. • menguji dan mengevaluasi pelaksanaan pengendalian intern dan system manajemen resiko sesuai dengan kebijaksanaan perusahaan. objective. • melakukan pemeriksaan dan penilaian atas efisiensi dan efektivitas di bidang keuangan. • bekerja sama dengan Komite Audit. to structure a program to evaluate the quality of the activities of Internal Audit Unit. This charter was designed to provide value added and to enhance Company operational through systematic evaluation approach and to increase operational effectiveness. Perusahaan telah menerbitkan Piagam Pengawasan Intern PTPLN (Persero) sebagai wujud pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance . On January 20. pengendalian dan proses tata kelola dengan mengedepankan sikap profesionalisme sesuai dengan prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik. accounting. Tugas Satuan Pengawasan Intern (SPI) adalah: • menyusun dan melaksanakan rencana Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT). GCG process and control under professionalism in line with GCG principles. • menyusun program untuk mengevaluasi mutu kegiatan Satuan Pengawasan Intern yang dilakukannya. operasional.

and/or the Audit Committee. • Kepala SPI diangkat dan diberhentikan oleh Direktur Utama atas persetujuan Dewan Komisaris. • President Director can dismiss the Head of Internal Audit Unit. safeguarding of assets. dan melakukan koordinasi kegiatannya dengan kegiatan auditor eksternal. and coordinate activities with the work of external auditors. • pemanfaatan sumber daya material dan peralatan. Sistem Pelaporan Sistem Pengawasan Intern • membuat laporan hasil pemeriksaan (LHP) dan menyampaikan LHP tersebut kepada Direktur Utama dan Dewan Komisaris. and/or the Audit Committee. • pemanfaatan sumber daya uang. • pencapaian tujuan dan sasaran program. • • • communicate directly with the Board of Directors. and 255 . setelah mendapat persetujuan Dewan Komisaris. utilization of material resources and equipment. • Head of Internal Audit Unit is responsible to the President Director. Dewan Komisaris. • keandalan dan keakuratan informasi/laporan. utilization of financial resources. • Kepala SPI bertanggungjawab kepada Direktur Utama. if the Head of Internal Audit does not qualify as of Head of Internal Audit accordingly as sated in the regulation and/or fail or inadequate to complete the duty. dan/atau Komite Audit.dan • kewajiban penyetoran kepada negara. Kebijakan umum pembentukan Satuan Pengendalian Intern • SPI dipimpin oleh seorang Kepala SPI. • Head of Internal Audit Unit shall be appointed and dismissed by the President Director with the approval of the Board of Commissioners. meet periodically and incidental to the Board of Directors. SPI Inspection Aspects The Internal Audit Unit aspects consist of: • compliance with laws and regulations in force. reliability and accuracy of the information/reports. Commissioners. • kepatuhan terhadap ketentuan pelaksanaan anggaran. • • • • • • • • • compliance with the procedures and working procedures being established. • kepatuhan terhadap prosedur dan tata kerja yang ditetapkan. mengadakan rapat secara berkala dan insidentil dengan Direksi. Commissioners. dan Relation with external auditors: coordinate activities with the work of external auditors. and deposit liabilities to the state. Hubungan dengan Auditor Eksternal : melakukan koordinasi dengan Auditor Eksternal. • pengamanan aset. dan/atau Komite Audit. General policy of SPI establishment • Internal Audit Unit is led by a Head of Internal Audit Unit. Dewan Komisaris. Aspek-aspek Pemeriksaan SPI Aspek-aspek pemeriksaan SPI dibagi menjadi: • kepatuhan terhadap peraturan perundangundangan yang berlaku. dan • auditor yang duduk dalam SPI bertanggung jawab secara langsung kepada Kepala SPI. utilization of human resources. compliance with the provisions of the Budget. after approval of the Board of Commissioners. • Direktur Utama dapat memberhentikan Kepala SPI. and • auditors who sat in the Internal Audit Unit directly responsible to the Head of Internal Audit Unit. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance Report Reporting System of Internal Audit Unit • to make assessment report (LHP) and submitted it to the President Director and the Board of Commissioners. achievement of goals and objectives of the program.• • • melakukan komunikasi secara langsung dengan Direksi. • pemanfaatan sumber daya manusia. jika Kepala SPI tidak memenuhi persyaratan sebagai Kepala SPI sebagaimana diatur dalam peraturan ini dan atau gagal atau tidak cakap menjalankan tugas.

Relationship between SPI and the Audit Committee According to the Internal Audit Charter of PT PLN (Persero). • menghadiri rapat berkala yang diselenggarakan oleh Komite Audit.256 • membuat Laporan Tahunan kepada Direktur Utama dan Dewan Komisaris. • attending regular meetings held by the Audit Committee. Instruction. • memelihara komunikasi yang terbuka dan efektif dengan Komite Audit/Komisaris dan Direksi/ Direktur Utama. • maintaining open and effective communication with the Audit Committee/Board of Commissioners and the Board of Directors/President Director. Peranan dan Aktivitas dari Pengawasan Intern dapat dipahami dan menjawab kebutuhan Komite Audit/Komisaris dan Direksi/Direktur Utama. Accounting Policy and healthy business practice . • preparing meeting materials and materials requested by the Audit Committee. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Satuan Pengawasan Intern di lingkungan PLN mengacu kepada aturan-aturan yang ada berupa Surat Keputusan. Role and Activities of Internal Control can be understood and answer the needs of the Audit Committee/Board of Commissioners and the Board of Directors/ President Director. • ensuring that the Charter. Hubungan SPI dengan Komite Audit Sesuai Piagam Pengawasan Intern (Internal Audit Charter) PT PLN (Persero) maka hubungan kemitraan SPI dengan Komite Audit sebagai berikut: • membantu Komite Audit untuk memastikan bahwa Charter. Aktivitas dan Tugas Komite Audit adalah memadai.. dan • memberikan keterangan atas hasil pemeriksaan atau hasil pelaksanaan tugas SPI. and • providing details of the audit results or reports of the Internal Audit Unit. the partnership relationship between Internal Audit Unit and the Audit Committee is as follows: • helping to ensure that the Audit Committee Charter. • memastikan bahwa Charter. • menyiapkan materi dan bahan rapat yang diminta oleh Komite Audit. • to make Annual Report to the President Director and Board of Commissioners. Circulation. Kebijakan Akuntansi dan praktek-praktek bisnis yang sehat Internal Control Unit at PLN refers to regulations in the forms of Decision Letter. Activity and Duties of Audit Committee were adequate. Surat Edaran. Instruksi.

17. dengan jumlah temuan sebanyak 335 temuan yang harus diklarifikasi oleh Manajemen Unit Bisnis terkait. Laporan Satuan Pengawasan Intern Satuan Pengawasan Intern di lingkungan PLN mengacu kepada aturan-aturan yang ada berupa Surat Keputusan. 5 tenaga sekretariat dan 1 Kepala Satuan. Pada akhir tahun 2010. in line with its annual plan. 225 were followed up and completed. VI dan VII terhadap 39 Unit Bisnis dan 2 Direktorat. Dari 335 temuan tersebut.K/ DIR/2005 dated February 2. the unit holds on to Internal Control Manual as stipulated in Decision of Board of Directors No. 5 secretaries and 1 unit Head. Instruksi. Sesuai Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) 2010. Currently the unit employs 27 auditors. In line with Board of Directors’ decision No. III. Out of 335 findings. Internal Control Unit Report Internal Control Unit at PLN refers to regulations in the forms of Decision Letter. In conducting audit.K/ DIR/2010. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance Report In 2010. V. Pada tahun 2010. Risk Management Division is responsible for the implementation of proper risk management in all corporate activities and the availability of risk management information for decision making reference of Board of Directors. As of end 2010 the Internal Control Unit had a formation of 45 employees that comprised of 39 auditors. IV. 257 . pada tahun 2010 Tim SPI telah melaksanakan Pemeriksaan Operasional Periode I. II. the Internal Control Unit conducted operational check periods I.Kualifikasi Anggota Satuan Pengawasan Intern Setiap auditor SPI wajib mematuhi Standar Profesi Audit Internal yang dikeluarkan oleh Konsorsium Organisasi Profesi Audit Internal. 2005.030. Surat Edaran.K/DIR/2010.030. Formasi Tenaga Kerja (FTK) pada Satuan Pengawasan Intern adalah sebanyak Formasi pada Satuan Pengawasan Intern adalah 45 pegawai yang terdiri dari 39 tenaga auditor. tindaklanjut yang telah dinyatakan selesai sebanyak 225 temuan. II. Accounting Policy and healthy business practice. resulting in 335 findings to be clarified with related business unit management. and one operational check on the subsidiary PT PLN Batubara resulting in six findings. 24 of whom hold QIA certification. Kebijakan Akuntansi dan praktek-praktek bisnis yang sehat. Divisi Manajemen Risiko bertanggung jawab terlaksananya manajemen risiko berdasarkan kaidah yang benar pada seluruh kegiatan perusahaan dan tersedianya risk management information bagi Direksi sebagai referensi pengambilan keputusan. disamping itu 1 (satu) kali pemeriksaan operasional terhadap anak perusahaan PT PLN Batubara telah dilakukan dengan temuan sebanyak 6 (enam) temuan yang merupakan pemeriksaan diluar PKPT tahun 2010.17. Instruction.K/DIR/2005 tanggal 2 Februari 2005. VI and VII on 39 business units and 2 directorates. Circulation. saat ini terisi 30 dan jumlah auditor sebanyak 27 auditor dan telah bersertifikasi QIA sebanyak 24 auditor. V. Member Qualifications of Internal Audit Unit Every internal auditor shall comply with the Internal Audit Professional Standards issued by the Consortium of Internal Audit Professional Organization. SPI mempunyai Pedoman Pengawasan Intern sesuai Keputusan Direksi PLN No. Dalam melakukan Audit di lingkungan PLN. DIVISI MANAJEMEN RISIKO RISK MANAGEMENT DIVISION PLN telah Organisasi Divisi Manajemen Risiko sesuai dengan KEPDIR No. Dari formasi tersebut. IV. III.

• Melakukan asesmen risiko untuk proyek-proyek strategis. lihat di “Risiko dan Manajemen Risiko – hal 114) Regarding the duty of Risk Management Unit can be seen in the description “Risk and Management Risks”. • Mengkoordinir implementasi manajemen risiko operasional di unit bisnis dan anak perusahaan. • Melakukan koordinasi dengan Internal Auditor dalam implementasi Risk Base Audit. transaksional yang membutuhkan persetujuan Dekom. • Mengintegrasikan penerapan manajemen risiko lintas fungsi. structure of Risk Management Organization Division: DIREKSI BISNIS DAN MANAJEMEN RISIKO BUSINESS AND MANAGEMENT RISK DIRECTOR PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report KEPALA DIVISI NIAGA COMMERCIAL HEAD DIVISION KEPALA DIVISI MANAJEMEN RISIKO MANAGEMENT RISK HEAD DIVISION KEPALA DIVISI BISNIS DAN TRANSAKSI LISTRIK BUSINESS AND ELECTRIC TRANSACTION HEAD DIVISION MANAJER SENIOR RISK ASSESSMENT RISK ASSESSMENT SENIOR MANAGER MANAJER SENIOR RISK MONITORING DAN REPORTING RISK MONITORING AND REPORTING SENIOR MANAGER MANAJER SENIOR RISK INFRASTRUCTURE RISK INFRASTRUCTURE SENIOR MANAGER (Uraian mengenai pelaksanaan tugas Unit Manajemen Risiko.258 Unit kerja Manajemen Risiko ini juga melakukan fungsi-fungsi lain mencakup diantaranya : • Menyusun kebijakan (policy) serta prosedur (guide line) implementasi manajemen risiko korporat. • Memantau implementasi mitigasi risiko pada level korporat. on page 114 of this Annual Report. unit-unit bisnis. • Preparation of Risk Based Audit policy and implementation procedure • Perform risk assessment on strategic projects and transactions that require Board of Commissioners’ approval • Coordinate the implementation of operational risk management in business units and subsidiaries • Facilitate activities to implement risk management at PLN • Integrate inter function risk management • • • Monitor implementation of risk mitigation at corporate and business unit levels Coordinate with Internal Auditor to implement Risk Base Audit Report and communicate periodically to Board of Directors the implementation of risk management. • Memfasilitasi kegiatan – kegiatan penerapan manajemen risiko di PLN. • Melaporkan dan mengkomunikasikan secara periodik penerapan manajemen risiko kepada Direksi. Struktur organisasi Divisi Manajemen Risiko sebagai berikut : Risk Management task force also holds other functions that include: • Preparation of policy and guidelines for the implementation of corporate risk management. • Menyusun kebijakan (policy) Risk Base Audit (RBA) serta prosedur implementasinya. .

diantaranya. 259 . • melaksanakan kegiatan-kegiatan yang terkait dengan fungsi hubungan masyarakat (public relations) dan hubungan investor (investor relations).undangan yang berlaku bagi Perusahaan. dan • dalam hubungan dengan RUPS dan Dewan Komisaris. the Register of Shareholders. • bekerja sama dengan fungsi yang menangani pelayanan Hukum Korporat. DUTIES OF CORPORATE SECRETARY Board of Directors appointed a Corporate Secretary with the following tasks: • to carry out activities related to administration and record keeping functions of the Company. Duties of the KHSK are to provide suggestions to the Board of Directors related to the compliance to prevailing rules and regulation. to provide direction and control of corporate governance. to prepare Annual Report. • to coordinate with the Corporate Legal Services (KHSK). and Board of Directors’ Meeting and the GMS. Daftar Pemegang Saham. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance Report • • • Summary the duty of Corporate Secretary JUMLAH KEGIATAN NUMBER OF ACTIVITY 2 kali times 2 kali times 8 kali times 2 kali times 4 kali times 6 kali times 72 kali times 26 kali times 7 kali times PT PLN (Persero) also deliver a range of information related to company operations disclosure of information to Bapepam-LK and through press release. Laporan Manajemen dan Laporan Statistik.SEKRETARIS PERUSAHAAN CORPORATE SECRETARY TUGAS SEKRETARIS PERUSAHAAN Direksi mengangkat seorang Sekretaris Perusahaan dengan tugas-tugas sebagai berikut: • melaksanakan kegiatan-kegiatan yang terkait dengan fungsi penatausahaan dan penyimpanan dokumen Perusahaan. Sekretaris Perusahaan berperan sebagai penghubung antara Direksi dengan organ tersebut Ringkasan Kegiatan Sekretaris Perusahaan NAMA ACARA ACTIVITY Public Expose Conference call dan Investor update Analysts update & Analyst meeting Non-deal Roadshow Investor Forum Press conference Press release Press briefing Press tour PT PLN (Persero) juga menyampaikan berbagai informasi terkait operasional perusahaan dalam rangka keterbukaan informasi kepada Bapepam-LK maupun melalui Siaran Pers. • melakukan pembinaan dan pengendalian tata kelola perusahaan. • Tugas dari fungsi tersebut adalah untuk memberi masukan kepada Direksi terkait kepatuhan terhadap peraturan perundang . termasuk tetapi tidak terbatas pada Daftar Khusus. • menyiapkan Laporan Tahunan. including but not limited to the Special Register. serta Risalah Rapat Direksi maupun RUPS. • to carry out activities related to the functions of public relations (PR) and investor relations. among others. Management Report and Statistical Report. and the Corporate Secretary is responsible to liaise between the Board of Directors and the General Meeting of Shareholders and the Board of Commissioners.

HoA between PT PGE and PT PLN. dan EPC Contract Ulubelu Geothermal Power Plant JIBC (JICA) Loan Signing of PJBU Ulubelu unit 1 & 2 .000 MW Central Java Project PLN Undang Investor Untuk Membangun PLTU Mulut Tambang di Sumatera Selatan PLN invites investors to build PLTU Mulut Tambang in Sumatera Selatan Pemadaman Bergilir di Sulselbar Berakhir Rolling Blackout in Sulselbar was Over PLN Kantongi Izin Pembangunan PLTA Asahan 3 PLN Got construction license for PLTA Asahan 3 Ada Pungli Listrik? Laporkan! Any Electricity Illegal Fee? Report it! PLN Minta Dukungan Gubernur Sumut Untuk Membangun PLTA Asahan 3 PLN Asks North Sumatera Governor’s Support to Build PLTA Asahan 3 PLN Letakkan Batu Pertama Pembangunan PLTA Asahan III PLN Starts Construction of PLTA Asahan III BPK Gunakan Sistem Informasi untuk Audit PLN BPK uses Information System to audit PLN Reklamasi Pantai Utara Jakarta Berpotensi Ganggu Pembangkit PLN North Jakarta coastal reclamation may disrupt PLN’s Power Plants 4 5 6 17 Februari 2010 17 February 2010 Surat kabar & website Newspaper & Website 7 8 9 23 Februari 2010 23 February 2010 26 Maret 2010 26 March 2010 5 April 2010 5 April 2010 8 April 2010 8 April 2010 14 April 2010 14 April 2010 15 April 2010 15 April 2010 29 April 2010 29 April 2010 5 Mei 2010 5 May 2010 13 Mei 2010 13 May 2010 14 Mei 2010 14 May 2010 14 Mei 2010 14 May 2010 15 Mei 2010 15 May 2010 3 Juni 2010 3 June 2010 4 Juni 2010 4 June 2010 Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website 10 11 12 PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report 13 14 15 16 17 18 19 20 . PLN Jalin Kerjasama dengan BPKP PLN cooperates with BPKP to create GCG Kejaksaan Agung Bantu PLN Atasi Masalah Hukum Supreme Court helps PLN overcome law problems Media Advisory Sinergi Dua BUMN Garuda Indonesia dan PLN Tandatangani Kerjasama Corporate Sales Sinergy of two SOE: Garuda Indonesia and PLN signs Corporate Sales Agreement Neraca Keuangan PLN Membaik Berkat Efisiensi Sepanjang Tahun PLN’s Balance Sheet was Better due to whole Year Efficiency PLN Memproses Proyek PLTU 2. 1 2 3 TANGGAL DATE 7 Januari 2010 7 january 2010 8 Januari 2010 8 January 2010 Februari 2010 February 2010 4 Februari 2010 4 February 2010 15 Februari 2010 15 February2010 JUDUL ACTIVITY Steam Drum Lifting Proyek PLTU 3 Bangka Belitung Pemadaman di Bali Berakhir Bali blackout was over INFORMATION / PRESS RELEASE MEDIA Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website PLN Kaltim Luncurkan Pembayaran Listrik Secara Online PLN Kaltim Launched Online Electricity Payment Penandatanganan Nota Kesepahaman antara PT PLN (Persero) dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Signing of MOU between PLN and LKPP Ciptakan GCG. PLN Jalin Kerjasama dengan Kejaksaan Agung PLN cooperates with Supreme Court to create GCG Penandatanganan PJBU Ulubelu unit 1 & 2 . HoA antara PT PGE dan PT PLN.260 INFORMASI/PRESS RELEASE NO.000 MW Jawa Tengah PLN proceeds with PLTU 2. and EPC Contract Ulubelu Geothermal Power Plant JIBC (JICA) Loan Ciptakan GCG.

TANGGAL DATE 9 Juni 2010 9 June 2010 6 Juli 2010 6 July 2010 21 Juli 2010 21 July 2010 22 Juli 2010 22 July 2010 22 Juli 2010 22 July 2010 27 Juli 2010 27 July 2010 27 Juli 2010 27 July 2010 27 Juli 2010 27 July 2010 30 Juli 2010 30 July 2010 2 Agustus 2010 2 August 2010 6 Agustus 2010 6 August 2010 6 Agustus 2010 6 August 2010 8 Agustus 2010 8 August 2010 10 Agustus 2010 10 August 2010 10 Agustus 2010 10 August 2010 11 Agustus 2010 11 August 2010 12 Agustus 2010 12 August 2010 15 Agustus 2010 15 August 2010 16 Agustus 2010 16 August 2010 16 Agustus 2010 16 August 2010 19 Agustus 2010 19 August 2010 Agustus 2010 August 2010 JUDUL ACTIVITY PLN dan NIPPON KOEI. JPN dan BPKP Signing of resolution agreement between PLN and IPP developers.2%. LTD Tandatangani Contract Agreement Engineering Services Pembangunan Proyek PLTA Asahan 3 PLN and NIPPON KOEI. JPN and BPKP PLN Tandatangani Perjanjian Kerjasama Cash Pooling Dengan 11 Bank PLN Signs Cash Pooling agreement with 11 banks PLN Siap Menggunakan Gas Hasil Pengembangan CBM PLN is ready to utilize CBM development results Kemajuan Proyek Listrik PLTU 10. Pasokan Listrik Terganggu Airport’s internal installation damaged. assets rose by 16% PLN Catatkan Laba Rp.000 MW Tahap I Progress of first phase of 10.NO. electricity supply disrupted Komunikasi Mudah Dengan PLN (Layanan Kartu KiAR PLN) Easy communication with PLN (KiAR card service) PLN Siapkan Amandemen PPA Dengan IPP Terkendala PLN prepares amendment of PPA with constrined IPP Penandatanganan Akta Perdamaian IPP Terkendala Antara PLN. Aset Naik 16% Net income of PLN down by 1. Ltd signs Engineering Services agreement for the construction of PLTA Asahan 3 Pulau Sumbawa Akan Didominasi Pembangkit Hidro & Terbarukan Pulau Sumbawa will dominate Hydro and renewable Power Plants Sinergi Strategis Antar BUMN PLN dan Semen Gresik Group (SGG) Tandatangani Kerjasama Penyediaan Listrik Strategic Synergy between PLN and Semen Gresik Group (SGG): Electricity Supply Agreement Signing Penyesuaian Tarif Listrik Menuju Usaha Ketenagalistrikan yang Sehat Adjustment of Electricity Tariff toward healthy Electricity Business Indonesia Bebas Pemadaman Bergilir Indonesia is free from Rolling Blackout Menuju Gerakan Bebas Pemadaman Listrik Bergilir Toward Freedom from Rolling Blackout Wilayah Indonesia Terbebas Dari Belenggu Pemadaman Listrik Bergilir Indonesian regions are free from Rolling Blackout PLN Siap Tuntaskan Daftar Tunggu Pemasangan Listrik PLN is ready to end connection waiting list PLN Kembangkan Limar Untuk Warga Terpencil di NTB PLN develops Limar for remote areas in NTB Crane Hantam Kabel Penghubung Gardu Induk di Muara Karang Crane hit Main Station Connection Cable in Muara Karang Listrik Bandara Padam Karena Kerusakan Instalasi Airport blackout due to Installation Problem Instalasi Listrik Internal Bandara Rusak. 6.2%.000 MW Power Plants project Laba Bersih PT PLN (Persero) Turun 1.1 trillion in semester 1 of 2010 PLTU Maluku-Ambon 2X15 MW Mulai Dikerjakan Starting construction of PLTU Maluku-Ambon 2X15 MW PLN bekerjasama dengan LKPP terapkan Sistim e-Procurement PLN cooperates with LKPP to impelement e-Procurement MEDIA Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance Report 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 261 .1 Triliun di Semester I Tahun 2010 PLN booked net income of Rp6. Pengembang (IPP).

Java-Bali more Secure PLN Luncurkan RUPTL 2010 – 1019 PLN launched RUPTL 2010 – 1019 PLN Gelar Mudik Bareng Gratis PLN provides free Lebaran transportation PLN dan Angkasa Pura II Tandatangani Nota Kerjasama Pendampingan Pengelolaan Listrik Bandara Soekarno-Hatta PLN and Angkasa Pura II signs Partnership Agreement for SoekarnoHatta airport electricity supply management Presiden Jamu Karyawan PLN dan BRI Minum The Bersama di Istana President and PLN and BRI employees enjoy tea time at the Palace KNIFE 2010 : Ajang Pegawai PLN Mengadu dan Mengasah Inovasi Kelistrikan KNIFE 2010 : Electricity Competition Event PLN Gelar Ajang Inovasi Kelistrikan di KNIFE 2010 PLN Launched Electricity Innovation Fair at KNIFE 2010 TIM Tanggap Darurat PLN di Mentawai dan Merapi PLN Sends Emergency Team to Mentawai and Merapi PLN Targetkan Tahun Depan Tidak Ada Lagi Daftar Tunggu PLN Targets Elimination of Waiting List Next Year Direksi Baru PLN Batubara Dilantik Appointment of PLN Batubara’s new Board of Directors Proyek APBN PLN Akan Dilelang Secara E-Proc PLN’s State Budget Projects will be Auctioned E-Proc Akhir Maret 2011. 2010 DIRUT PLN Ajak Pengusaha Sambung Listrik PLN President Director Invites Businessmen to Apply for Electricity Connection PLN Operasikan Trafo Baru di GITET Gandul-Cinere PLN Operates New Transformer for GITET Gandul – Cinere PLN Mulai Mengoperasikan Trafo IBT Unit 3 di GI Gandul-Cinere PLN Starts Operating IBT Unit Transformer in Gandul-Cinere MEDIA Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website 44 45 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report 58 59 60 61 62 63 6 Desember 2010 6 December 2010 14 Desember 2010 14 December 2010 14 Desember 2010 14 December 2010 Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website 64 65 .262 NO. No More Waiting List for Electricity Connection Pengembang Perumahan Tidak Perlu Investasi Listrik Housing Developers Don’t Need Electricity Investment PLN akan Sambung 1.000 MW Connection for Business and Industry on December 15.000 MW Bisnis dan Industri Pada 15 Desember 2010 PLN will provide 1. 43 TANGGAL DATE 24 Agustus 2010 24 August 2010 25 Agustus 2010 25 August 2010 27 Agustus 2010 27 August 2010 30 September 2010 30 September 2010 1 September 2010 1 September 2010 3 September 2010 3 September 2010 6 September 2010 6 September 2010 7 September 2010 7 September 2010 23 September 2010 23 September 2010 12 Oktober 2010 12 October 2010 18 Oktober 2010 18 October 2010 19 Oktober 2010 19 October 2010 29 Oktober 2010 29 October 2010 1 November 2010 1 November 2010 22 November 2010 22 November 2010 22 November 2010 22 November 2010 26 November 2010 26 November 2010 1 Desember 2010 1 December 2010 3 Desember 2010 3 December 2010 JUDUL ACTIVITY PLN Akan Menggelar Pameran Listrik Nasional 2010 PLN will hold 2010 National Electricity Event Sinergi PLN dan ANGKASA PURA II Kelola Sistem Pasokan Ketenagalistrikan Bandara Sinergy of PLN and Angkasa Pura II to manage airport electricity supply Trafo Mandirancan Terbakar Mandirancan Transformer Burnt Lomba Foto Jurnalistik HLN KE-65 Journalistic Photo Competition on 65th HLN Pasokan Listrik Jelang dan Selama Lebaran Aman Secured Electricity Supply for Lebaran festive PLTU Indramayu Beroperasi. Daftar Tunggu Sambungan Listrik Tuntas End of March 2011. Jawa Bali Akan Semakin Aman PLTU Indramayu Operates.

NO.000 MW Transmission Project was Completed Penandatanganan Perjanjian Kredit Sindikasi Pendanaan Porsi Valas Pembangunan Proyek Transmisi Terkait Fast Track Program Gardu Induk Gas Insulated Switchgear & Underground Cable Pulau Jawa Signing of Syndicated Credit Agreement for Financing of Transmission Project Construction Fast Track: Java Island Main Station Insulated Switchgear & Underground Cable Program ARUTMIN Pasok PLN 7. 66 67 TANGGAL DATE 14 Desember 2010 14 December 2010 14 Desember 2010 14 December 2010 16 Desember 2010 16 December 2010 16 Desember 2010 16 December 2010 21 Desember 2010 21 December 2010 27 Desember 2010 27 December 2010 JUDUL ACTIVITY Pencanangan Gerakan Peduli Perbaikan Gizi Balita Launching of Nutrition Improvement Care Program Program Penyambungan 1000 MW Lampaui Target 1.000 under 5 years children in Indonesia Dahlan Iskan Terima Penghargaan Marketer of The Year Indonesia 2010 Dahlan Iskan received 2010 Marketer of the Year Award PLN Bangun PLTU Skala Besar di Riau dan Kaltim PLN Builds Large Scale PLTU in Riau and Kaltim Pendanaan Proyek Transmisi Terkait Proyek 10.2 Juta Ton Batubara di 2011 ARUTMIN supplies 7.2 million tons of coal in 2011 MEDIA Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website Surat kabar & website Newspaper & Website 68 69 70 71 72 27 Desember 2010 27 December 2010 Surat kabar & website Newspaper & Website 73 28 Desember 2010 28 December 2010 Surat kabar & website Newspaper & Website 263 Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance Report .000 MW Tuntas Funding for 10.000 MW Connection Program Exceeds Target PI PLN Canangkan Gerakan Peduli Perbaikan Gizi Bagi 5000 Balita di Seluruh Indonesia PLN Launches Nutrition Care Program for 5.

Laporan Triwulanan. Board of Commissioners can have the assistance of a Secretary to Board of Commissioners. seperti laporan berkala dari Direksi (Laporan Bulanan. antara lain Laporan Hasil Pengawasan Dewan Komisaris. dan • mengadministrasikan risalah rapat dan dokumen Dewan Komisaris lainnya serta mengirimkan hasil-hasil keputusan rapat kepada pihak-pihak yang berkepentingan. • menyelenggarakan rapat Dewan Komisaris. Secretary to Board of Commissioners has the following duties: • Holds secretarial activities for Board of Commissioners.264 SEKRETARIS DEWAN KOMISARIS SECRETARY TO BOARD OF COMMISSIONERS Tugas Sekretaris Dewan Komisaris Untuk kelancaran tugasnya Dewan Komisaris dapat dibantu oleh Sekretaris Dewan Komisaris yang diangkat oleh Dewan Komisaris atas beban Perusahaan. and delivers meeting results to related parties. internal control unit reports) and other reports/information regarding the Company. and Administers minutes of meeting and other documents. appointed by Board of Commissioners and hidred by the Company. • memfasilitasi kegiatan Dewan Komisaris. serta tugas-tugas lain yang terkait. Laporan Tahunan. such as Supervisory Report Holds Board of Commissioners’ meetings. meeting invitation distribution. • Coordinates supply of information needed by Board of Commissioners. Secretary to Board of Commissioners’ function is to provide administrative and secretarial support to Board of Commissioners. Sekretaris Dewan Komisaris menjalankan tugastugas sebagai berikut: • menyelenggarakan kegiatan di bidang kesekretariatan dalam lingkungan Dewan Komisaris. such as regular reports of Board of Directors (monthly reports. Faciliatates activities of Board of Commissioners. quarterly reports. Laporan Hasil Pemeriksaan SPI) serta laporan/informasi lainnya mengenai Perusahaan. annual reports. • • PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report • • . preparation and distribution of meeting agenda and minutes of meeting. and other related assignments. Finalizes reports of Board of Commissioners. • mengkoordinir penyediaan informasi yang dibutuhkan Dewan Komisaris. penyiapan dan pengiriman undangan. Sekretaris Dewan Komisaris mempunyai fungsi untuk memberikan dukungan administratif dan kesekretariatan kepada Dewan Komisaris guna memperlancar pelaksanaan tugas-tugas Dewan Komisaris. penyampaian materi rapat serta pembuatan risalah rapat. • memfinalisasi laporan-laporan yang menjadi kewajiban Dewan Komisaris.

PJ/160/ DJTY/2005 and No. 30 year 2009 on Electricity was issued on September 23.000 and immaterial loss Rp50.172 and dwangsom Rp 5.777.G/2008/PN.000. 627/PDT/2010/PT.Sel tanggal 17 September 2008. Perkara Penting Perusahaan 1. PLN is not the Electricity Power of Attorney Holder anymore.Jkt. 3.G/2008/PN.000.DKI dated December 3. The Law does not explicitly regulates only PLN. UU 30/2009 tidak lagi mengatur secara eksplisit tentang PT PLN (Persero) melainkan mengatur tentang pelaku usaha ketenagalistrikan.000. 2009 and within a maximum of one year since then the Government is to regulate the management of electricity business in Indonesia through several sets of regulations (Government Regulation. dimana dalam jangka waktu paling lama 1 (satu) tahun sejak disahkannya UU tersebut. 2. Nilai tuntutan Imbalan Jasa Rp 9. based on this Law.PJ/160/ DJTY/2005 dan Nomor : 001.Tim tentang Direktur Utama PT PLN (Persero) telah melakukan perbuatan melawan hukum akibat membangun SUTT 150 kV Asahimas Menes yang melintas di wilayah tempat tinggal Penggugat dan diminta untuk memindahkan SUTT tersebut ke tempat lain.d.000.375. The amount of electricity bills for the period is Rp37. 627/PDT/2010/PT.Jkt.Tim concerning PLN President Director’s wrongful act of constructing the SUTT 150 kV Asahimas Menes trespassing the plaintiff’s residential area.PERKARA HUKUM YANG MELIBATKAN PERSEROAN LITIGATION Undang-undang Nomor 30 tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan telah disahkan pada tanggal 23 September 2009.G/2009/PN. Pemerintah akan melaksanakan penataan dan penetapan pengelolaan bisnis kelistrikan di Indonesia melalui penerbitan beberapa regulasi (Peraturan Pemerintah.255.530.00 dan Immaterii Rp 50.Jkt.470.530. PLN bukan lagi sebagai Pemegang Kuasa Usaha Ketenagalistrikan(PKUK) tetapi pemegang Ijin Usaha PenyediaanTenagaListrik (IUPTL) biasa. 001. Peraturan Presiden. No. Defendant is demanded to pay loss compensation of Rp625.Jkt . Berdasarkan UU 30/2009. BUMD.Sel dated September 17. 2. Nomor : 054. 2008 concerning PLN President Director’s default on payment of Service Agreement for Arrangements of Arrear Electricity Billing Payment of PT Polysindo Eka Perkasa Tbk.000.000. 656/Pdt.172 dan dwangsom Rp 5.000. 265 .000 Law No. Case No. Case No.375.G/2009/PN. tentang Direktur Utama PT PLN (Persero) telah melakukan ingkar janji (wanprestasi) terhadap Pembayaran Perjanjian Jasa Pengurusan Pembayaran Tunggakan Rekening Listrik PT Polysindo Eka Perkasa Tbk. 1123/Pdt. 78/Pdt. Menghukum Tergugat membayar Ganti Rugi Rp 625.215. private and cooperative).d.Jkt. The plaintiff asked the defendant to move the SUTT to some other place.000 a day. 054. The Law’s being effective imposes certain implication on PLN as an enterprise in electricity supply industry. Besar TS rekening listrik bulan Mei 2005 s. The demanded compensation on material loss Rp60.458. 2005.000. just like other IUPTL holders (possibility of other SOEs. 2010 on PLN’s being ineligible to enforce Electricity Bills for the period of May 2005 – January 2007 on plaintiff. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance Report Important Litigation 1. Nilai Tuntutan Penggugat : Materiil Rp 60.000.777. but ordinary holder of Electricity Supply Business License (“IUPTL”).PJ/CLH/2005 tanggal 14 April 2005.215. per hari. Dengan berlakunya UU 30/2009 berimplikasi kepada PT PLN (Persero) selaku Pelaku Usaha dibidang penyediaan tenaga listrik untuk kepentingan umum.000. Swasta dan Koperasi).Sel dan Perkara Banding No. Perkara Nomor : 1123/Pdt.255.000. Peraturan Menteri).PJ/CLH/2005 dated April 14.Sel and Appeal Case No. Januari 2007 kepada Penggugat adalah merupakan perbuatan melawan hukum yang merugikan Penggugat. perceived as wrongful act that caused loss on the plaintiff.G/2009/PN.DKI tanggal 3 Desember 2010 tentang PT PLN (Persero) tidak berhak mengajukan TS Rekening Listrik periode Mei 2005 s. Perkara Nomor : 78/Pdt. Minister’s Decree).G/2009/PN.470. sama seperti pemegang IUPTL lainnya (dimungkinkan adanya BUMN Lain. but electricity industry players. The fee demand amounted to Rp9.000. President’s Decree. 3.458. 2007 sebesar Rp 37.Jkt. Hence.000. Case No. Perkara Nomor : 656/Pdt. POEs.

G/2009/PN. Case No. Case No.453. 036.000 and dwangsom Rp1 million a day. Tuntutan Ganti rugi Penggugat Rp 82. Sengketa mengenai : Areva mengajukan amandemen kontrak meminta Price Adjustment terhadap harga kontrak 4. Case No.Tk. Case No.175.Tng.000. Case No. A08/2009 dated December 1. 7.000. tentang tanah yang digunakan oleh PLN untuk Gardu Induk sejak tahun 1986 tanpa PLN memberikan kompensasi.Jkt. dan Penggugat meminta Tergugat untuk memindahkan SUTT ke tempat lain.Sby dated August 30. 08/Pdt. The demanded compensation on material loss Rp60. 355/VI/ARB-BANI/2010 PN.G/2009/PN. Sel tentang Sengketa mengenai Perjanjian N o m o r : 0 3 6 . Nilai Tuntutan Materiil Rp 60. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report 9.Jkt.796. 6.4 Milyar Dwangon Rp 1 juta per hari. 2006 amended by the amendment No.Sby tanggal 30 Agustus 2010 tentang Tindakan Para Tergugat yang telah melakukan lego Jangkar di daerah larangan berlabuh jangkar dan telah menggaruk kabel laut PLN sirkit 1 jawa madura.000 and dwangsom of Rp10 million a day. 2009 and No. 355/Pdt.000.000 and immaterial loss Rp50.720. 5. 698/Pdt.552. Demanded compensation Rp82. 10 juta/hari.000. PJ/132/PIKITRINGJBN/ 2006 tanggal 9 Agustus 3006 sebagaimana diubah dengan amandemen Nomor A08/2009 tanggal 1 Desember 2009 tentang Proyek Restrukturisasi dan Pengatan Sektor Listrik Wiilayah Jawa Bali Pinjaman IBRD No.MALUT tentang sering padamnya aliran listrik di daerah Ternate sejak Februari 2009 akibatnya Penggugat meminta ganti rugi Rp 33.G/2009/PN. Case No. Dispute is on Areva’s request of contract amendment for price adjustment to contract of 30% of contract price.G/2010/PN.000 Dwangsom.675. PJ / 1 3 2 / P I K I T R I N G J B N / 2 0 0 6 tanggal 9 Agustus 3006 sebagaimana diubah dengan amandemen Nomor A08/2009 tanggal 1 Desember 2009 dan Perjanjian Nomor : 037. Demanded compensation Rp33.675. PLN demanded compensation of Rp25.G/2009/PN.000. 6.MALUT the frequent blackout in Ternate since February 2009 and.000. Perkara Nomor : 376/Pdt.266 4.Jkt. Perkara Nomor : 355/Pdt. 111/Pdt.Sel on PLN President Director’s wrongful act of constructing the SUTT 150 kV Asahimas Menes trespassing the plaintiff’s residential area. Perkara Nomor : 111/Pdt.PJ/132/ PIKITRINGJBN/2006 dated August 9. The plaintiff demanded a compensation of Rp10. 8.PJ/132/PIKITRINGJBN/ 2006 dated August 9. 2006 amended by the amendment No. A08/2009 dated December 1.G/2010/PN. Penggugat menuntut ganti rugi Rp 10.00 Immaterii Rp50.Sel on dispute on the Agreement No.453.Tng on the Plaintiff’s landbank being used for Main Station by PLN since 1986 without any compensation.552.000. Areva claimed adjustment price . 376/Pdt. Perkara Nomor : 08/Pdt.Sel tentang Direktur Utama PT PLN (Persero) telah melakukan perbuatan melawan hukum akibat membangun SUTT 150 kV Asahimas Menes yang melintas di wilayah tempat tinggal Penggugat dengan demikian Penggugat sangat khawatir dan sangat cemas atas program tersebut. 5.175.Tte tanggal 3 April 2009 dan Nomor : 10/PDT/ 2010/ PT. 037. 4712-IND atas Pekerjaa Paket IFB-1 Pasokan dan Pemasangan 500/150 kV Cabang untuk Jawa Barat dan Jakarta. 10/PDT/ 2010/PT.Tte dated April 3. 1 juta/hari. Perkara Nomor : 698/Pdt.000.G/2009/PN.4 billion and dwangsom Rp1 million a day. 2009 concerning Restructuring of Electricity Sector for Java Bali areas from IBRD Loan No. hence causing loss on the Plaintiff. 8. Perkara Nomor : 355/VI/ARB-BANI/2010 PN.000.Jkt.000. 7.530.Tk on PLN’s incapability to ensure sufficient electricity supply for public needs.G/2009/PN.G/2010/PN. 9.000 Dwangsom. 2010 on the defendants’ act of casting anchor in the area of no anchor casting which caused damage to PLN’s underwater cable for Circuit 1 Java Madura. tentang PLN tidak mampu menjamin tersedianya tenaga listrik dalam jumlah yang cukup untuk kepentingan rakyat.796.G/2010/PN. The plaintiff asked the defendant to move the SUTT to some other place.000. 2009 and Agreement No. Untuk hal ini PLN menuntut ganti rugi sebesar Rp 25. 4712-IND on Job Package IFB-1 Supply and Installation of 500/150 kV for West Java and Jakarta.530.720.

Mid Point and currency correction. 2004 as amended and added in article 1 point 1 by the amendment II and article 6 point 1 amendment III on PLTG APUNG relocation. 374/XI/ARB-BANI/2010 on dispute on the Agreement No. 10. Price Adjustmen yang diklaim areva meliputi : Equable Price Adjustment. Perkara Nomor : 374/XI/ARB-BANI/2010 tentang Sengketa mengenai Perjanjian Nomor : 170. 170. Case No.PJ/061/PIKITLURSS dated October 29.senilai kurang lebih 30% dari nilai kontrak. 10. PERMASALAHAN HUKUM LEGAL ISSUES Permasalahan hukum yang dihadapi perusahaan pada tahun 2010 adalah sebagai berikut PERMASALAHAN HUKUM LEGAL ISSUES Telah Selesai Completed Dalam Proses In Progress Legal issues faced by Companies in 2010 are as follows JUMLAH PERKARA NUMBER OF CASE PERDATA CIVIL 5 13 PIDANA CRIMINAL Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance Report 0 0 267 . PJ/061/PIKITLURSS tanggal 29 Oktober 2004 sebagaimana diubah dan ditambah dalam pasal 1 angka 1 dengan amandemen II serta Pasal 6 angka 1 Amandemen III Sengketa mengenai : RELOKASI PLTG APUNG. Mid Poit dan koreksi kurs. includes Equable Price Adjustment.

268 PELAKSANAAN TANGGUNG JAWAB PERUSAHAAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY MAKSUD DAN TUJUAN Purpose and Objective PELAKSANAAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN CSR Implementation PROGRAM PENGEMBANGAN MASYARAKAT Community Development Programs 269 270 273 PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report .

professionalism and ethics. • To nurture preservation of environment and help improve community life quality in education. mitra bisnis. The programs are conducted under the following objectives: • To achieve harmony between the Company and community. sosial dan lingkungan. and nature preservation that includes trees planting. which is to commit electricity for enhancement of public life quality. Laporan Tanggung Jawab Perusahaan Corporate Social Responsibility The programs are implemented in several activities that include community relation. • To build a development pattern for small businesses and cooperatives. Organisasi Massa dan lain-lain. PLN kemudian menyusun dan pelaksanakan program tanggung jawab perusahaan yang melibatkan dan memberikan nilai tambah bagi konsumen. and environment. meliputi: pelaksanaan community relation. environment and social performance is continuously being reinforced through involving stakeholders and carrying out social investment through reciprocal relation with local community and in cooperation with various parties. Komitmen dari penerapan misi Perseroan dalam bidang CSR dimanifestasikan melalui pelaksanaan berbagai program-program kegiatan strategis yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat.MAKSUD DAN TUJUAN PURPOSE AND OBJECTIVE PLN meyakini bahwa salah satu ukuran keberhasilan perusahaan ditentukan oleh suksesnya penerapan kebijakan triple bottom lines. Based on such objectives. Berdasarkan tujuan-tujuan tersebut. • Membantu tumbuh dan berkembangnya usaha kecil dan koperasi yang mandiri. business partners. pemegang saham. • Memelihara kelestarian lingkungan hidup. both related and non-related to PLN business. PLN believes that one of the Company’s success criteria is implementation of triple bottom lines policy that aligns the three aspects of economic. tangguh dan berdaya saing dengan pengelolaan yang profesional. shareholders. Kegiatan-kegiatan tersebut dilaksanakan dengan tujuan: • Mewujudkan hubungan yang harmonis antara perusahaan dengan masyarakat. health and welfare. The Company’s commitment for Corporate Social Responsibility (CSR) is realized through various strategic programs that directly affect community life. such as the government. karyawan. employees. the nation. baik terkait atau tidak terkait dengan usaha PLN dengan mengedepankan aspek pemerataan. community empowering. competitive and professionally managed. Program tanggung jawab perusahaan PLN dilaksanakan dalam beberapa kegiatan. and others. mass organizations. mengupayakan tenaga listrik menjadi pendorong kegiatan ekonomi dan menjalankan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan. The balance of economic. Lembaga Swadaya Masyarakat. Pemantapan keseimbangan kinerja ekonomi. bagi bangsa dan lingkungan hidup. lingkungan dan sosial ini terus dilakukan dengan melibatkan stakeholders. komunitas sekitar. PLN prepares and implements CSR programs that involve and give value added to consumers. yaitu ekonomi. profesional. kemandirian. 269 . yang menyelaraskan pengembangan ketiga aspek. • To help small businesses and cooperatives grow to be independent. community service. pelestarian alam termasuk penghijauan dan kegiatan yang berhubungan dengan pemangku kepentingan lain. melaksanakan investasi sosial melalui pendalaman hubungan timbal balik dengan masyarakat sekitar serta bekerjasama dengan berbagai pihak seperti Pemerintah. Hal ini tertuang dalam misi perusahaan yang menyatakan bahwa PLN berkomitmen menjadikan tenaga listrik sebagai media untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. This is shown in PLN’s corporate mission. community service. strive to boost electricity-based economic activities. that prioritizes equality. non-government organizations. independency. local communities. dan etika. community empowering. • Mengembangkan pola pembinaan usaha kecil dan koperasi. strong. and conduct business activities with environment concept. environment and social. serta membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang meliputi bidang pendidikan. kesehatan dan kesejahteraan.

pelestarian alam termasuk penghijauan dan kegiatan yang berhubungan dengan pemangku kepentingan lain . Program yang dilaksanakan adalah membantu peningkatan kualitas kesehatan dengan membuat Mobil Layanan Kesehatan dan Gizi Balita keliling yang bekerjasama antara PKPU dan Laziz PLN. Beberapa contoh program yang dilaksanakan dalam kegiatan ini adalah: i.Penyelesaian pembangunan kantor Mts Jabal Noer. yaitu membantu Pesantren Besar di Jawa yaitu Pesantren Gontor di Ponorogo Jawa Timur.270 PELAKSANAAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAAN CSR IMPLEMENTATION Kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan PLN dilaksanakan pada tahun 2010. Pengembangan TPA di Kec Sukmajaya. community empowering. Sidoarjo • Community Empowering. Salah satu kegiatan yang dilakukan berupa sosialisasi SUTT/SUTET untuk siswa SMA. Depok ii. community service. Sarana Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kec Limo. Bantuan tersebut berupa pemberian PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Program tanggung jawab perusahaan PLN dilaksanakan dalam beberapa kegiatan. Sosialisasi tentang SUTT / SUTET ini dilakukan di wilayah Region Jawa Barat dan Banten yakni SMAN 11 Ciledug dan SMAN 1 Cipatat. Pesantren Raudatut Tholibin di Rembang Jawa Tengah dan Pesantren Madani di Jawa Barat. Contoh program yang telah dilakukan adalah penyuluhan dan konsultasi publik. merupakan programprogram yang memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat untuk menunjang kemandiriannya. Kota Depok iii. Contoh kegiatan yang dilakukan adalah: . Program ini dilakukan sebagai respon masih rendahnya pengetahuan & pemahaman warga terhadap dampak SUTT / SUTET. meliputi: pelaksanaan community relation. • Community Service yaitu program bantuan yang diberikan berkaitan dengan pelayanan masyarakat atau kepentingan umum. dengan sasaran membantu daerah sekitar instalasi milik perusahaan. adalah sebagai berikut: • Community Relation yaitu kegiatan-kegiatan yang menyangkut pengembangan kesepahaman melalui komunikasi dan informasi kepada para pihak yang terkait.Peningkatan pendidikan dengan basis efisiensi energi. bantuan tempat Ibadah dan sarana pendidikan.

In cooperation with PKPU and Laziz PLN.PLN’s CSR activities in 2010 are: • Community Relations. such as Pesantren Gontor in Ponorogo. Pesantren Raudatut Tholibin in Rembang. which provides community aid program related to public service. in SMAN 11 Ciledug and SMAN 1 Cipatat. comprising of activities related to development of mutual understanding through communication and information to related parties. Early Childhood Education Facilities in District Limo. and Pesantren Madani in West Java. such as socialization of SUTT/SUTET for high school students.Enhancement of education on energy efficiency basis. Development of TPA in District Sukmajaya. East Java. Depok City iii. with Laporan Tanggung Jawab Perusahaan Corporate Responsibility The programs are implemented in several activities that include community relation. Sidoarjo • Community Empowering that provides access to community to support their independence. An example of this program is public education and consultation.Completion of office construction Mts Jabal Noer. community service. Sample activities of this program are: . The events were held in West Java and Banten regions. Central Java. Several examples of this activity are: i. The socialization is conducted as corporate response to the community’s low knowledge and understanding of SUTT/SUTET impacts. The aids are in the form of providing LED light bulbs to save energy. community empowering. and nature preservation that includes trees planting 271 . • Community Service. the Company implemented a health improvement assistance program by providing Mobile Health Service and Toddler Nutrition for areas around company installations. PLN also assists in providing religious and educational facilities. Depok ii. which is providing aid to large religious dormitories (“Pesantren”) in Java.

conducted in Malang. Desa Mandiri Energi dengan memanfaatkan solar cell untuk daerah pesisir Maluku sebanyak 200 KK. . Bantuan Beasiswa untuk Masyarakat Kurang Mampu.272 - - - - PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report - bantuan untuk penggantian lampu dengan jenis lampu LED yaitu lampu hemat energy dimana hasil efisiensi energy yang biasanya dibayarkan untuk rekening listrik dapat digunakan untuk peningkatan operasional peningkatan proses belajar mengajar. • the expectation that the saving can be used to improve studying and teaching activities. in cooperation with Brawidjaja University. Salatiga Jawa Tengah Belut fishery in Majalengka District . Several fishery locations in 2010 are: • Lele fishery around SUTET in Wasiat Village of Purworejo District. Bantuan Mesin jahit untuk penyandang cacat.Sewing machine for the handicapped . Desa Mandiri energi yang dilaksanakan di beberapa tempat yaitu PLTMH di Jogjakarta sebagai penerangan jalan dan media belajar mahasiswa Universitas Gadjah Mada serta PLTMH yang dilaksanakan di unit kerja PLN Wilayah Sulawesi Selatan. Preservation of nature that includes tree planting.Development of fishery under SUTET transmission network.Energy independent village that utilizes solar cell for 200 families in Maluku coastal area. . dilaksanakan di Kota Malang dan Kerjasama dengan Universitas Padjadjaran dilaksanakan di Jawa Barat. Beberapa lokasi budidaya ikan yang dilakukan selama tahun 2010 adalah: • Pengembangan budidaya ikan lele di sekitar SUTET di Desa Wasiat Kabupaten Purworejo • Pengembangan budidaya ikan patin di Ciputat. . such as PLTMH in Jogjakarta as street lights and student facilities at Gadjah Mada University.Energy independent village through biogas. Pengembangan budidaya tanaman Nilam. Pengembangan budidaya ikan di bawah jaringan SUTET. Nature preservation activities up to 2010 were focused on nurturing the trees planted every year. • • • Patin fishery in Ciputat. in all PLN units.Development of Nilam plantation . Tangerang • Bantuan bibit ikan lele di Kec Tingikr.Scholarship for the poor • Pelestarian alam. . which are the hard trees and productive plants. and PLTMH in PLN work units in South Sulawesi. Tangerang Lele seed aid for Tingikr District. utilizing animal waste. Desa Mandiri Energi dengan Biogas dengan memanfaatkan kotoran ternak bekerjasama dengan Universitas Brawidjaja. .Development of “SRI” rice farming that has high productivity . and in cooperation with Padjadjaran University in West Java.Energy independent village in several areas. termasuk penghijauan Kegiatan pelestarian alam sampai di tahun 2010 difikuskan pada pemeliharaan pohon yang telah ditanam rutin setiap tahunnya yaitu penanaman pohon tanaman keras dan tananam produktif yang tersebar diseluruh Unit PLN. Salatiga Jawa Tengah • Program pengembangan budidaya belut di Kab Majalengka Pengembangan pola tanam padi “SRI” dengan produktivitas yang tinggi.

Proses perbaikan tersebut mulai dari inventarisasi piutang mitra binaan. In 1999 the assignment was changed into Patronage Partnership with Small Business and Community Development. 2003 concerning SOE Patronage Partnership with Small Business and Community Development program and decision of PLN Board of Directors No. 236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan serta Keputusan Direksi PT PLN (Persero) No. Pada tahun 1999 penugasan tersebut diganti menjadi Program Kemitraan dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. These programs have been implemented in the form of Patronage Partnership and Community Development (“PKBL”) program since 1991.1/2000 program tersebut dikembalikan menjadi Program Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi (PUKK). KEP. Due to the improvement process. PROGRAM KEMITRAAN (PK) Program Kemitraan (PK) berfokus pada pelaksanaan program kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil. namun pada tahun 2000 sesuai dengan SE No. 273 . Laporan Tanggung Jawab Perusahaan Corporate Social Responsibility In 2010 the administration of PKBL financial report was improved using new PKBL application. In 2010 the activities were conducted on the support of existing fund plus the Company’s retained earning amounted to Rp1 billion. set-up aplikasi laporan keuangan baru untuk semua unit pelaksana PKBL PLN. 236/MBU/2003 dated June 17. The fund was distributed to all PKBL units in PLN.316/MK. Pada tahun 2010. Further in 2003 Minister of SOE issued decree No.1/2000 was changed to Small Business and Cooperative Development (PUKK) program. 31/MK. 2007 on Implementation of Partnership Program to Small Enterprises and Community Development program / Environmental Empowerment Program Participation (PKBL/P3L).664 mitra binaan. but in 2000 through No.016/1994 tentang Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi (PUKK). Peraturan Meneg BUMN No: PER-05/MBU/2007 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan serta Keputusan Direksi PT PLN (Persero) No. Dana tersebut akan didistribusikan ke seluruh unit PKBL yang ada di PLN. Pada Tahun 2010 dilakukan perbaikan administrasi laporan Keuangan PKBL dengan menggunakan aplikasi PKBL baru. yang telah dilaksanakn sejak tahun 1991. PARTNERSHIP PROGRAM Partnership Program is focused on the implementation of patronage partnership between SOE and small businesses. The improvement took place from inventory of patronage partners’ receivables to the set up of new financial reports for all PKBL units. 366. 366. partnership program budget for 2010 of Rp1 billion has not yet distributed to patronage partners.K/010/DIR/2004 dated June 18. State Enterprises Minister Regulation No: PER-05/ MBU/2007 about the Partnership Program with State Owned Small Business and Community Development Program and the Decision of the Board of Directors of PT PLN (Persero) No.016/1994 concerning Development of Small Businesses and Cooperatives. Selanjutnya pada tahun 2003 terbit SK Meneg BUMN No. Hal ini dilaksanakan berdasarkan SK MENKEU No.664 patronage partners.316/MK. KEP. Dikarenakan masih dalam proses perbaikan tersebut maka alokasi anggaran PK tahun 2010 sebesar Rp1 miliar belum disalurkan ke mitra binaan. 112-1. 31/MK. Sampai dengan 2010 jumlah mitra binaan PLN kurang lebih 35.PROGRAM PENGEMBANGAN MASYARAKAT COMMUNITY DEVELOPMENT PROGRAMS Dilaksanakan dalam bentuk Program Kemitraan dan Bina Lingkungan. 2004 concerning the Implementation of SOE Patronage Partnership with Small Business and Community Development (PKBL).K/DIR/2007 tanggal 28 Desember 2007 tentang Pelaksanaan Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan program Bina Lingkungan/ Program Partisipasi Pemberdayaan Lingkungan (PKBL/P3L). kegiatan dilakukan dengan dukungan dana yang telah ada (dana bergulir) ditambah dengan penyisihan Laba perusahaan sebesar Rp1 miliar. 112-1. This was based on Decree of Minister of Finance No.K/010/DIR/2004 tanggal 18 Juni 2004 tentang Pelaksanaan Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan program Bina Lingkungan (PKBL).K/DIR/2007 December 28. Up to 2010 PLN had around 35.

such as: fulfilling the rights of employees.352. Not to the realization of the Community Development program is due in the repair process PKBL organizational structure so that the replacement process spesiment Bank commutation in accordance with the new officials.831.657.000.000 (seratus lima puluh juta rupaih) dan Rp350. Namun demikian PLN tetap ikut berperan aktif dalam kegiatan BUMN dengan program CSR PLN COMMUNITY DEVELOPMENT PROGRAM Pursuant to the Business Partnership Meeting Discussion of RKA Fiscal Year 2010.695.567.45.000 (tiga ratus lima puluh juta rupiah) untuk program Pendidikan.MBU/TSP-PKBL/TK/2009. sehingga realisasi tahun 2010 sebesar 102% dari anggaran yang tersedia. dengan rincian sebagai berikut: KEGIATAN ACTIVITY Community Relations Community Services Community Empowering Pelestarian alam Conservation Biaya Administrasi Administration Fee Total NO 1 PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report REALISASI DANA (RP) FUND REALISATION (RP) 2.931.- PRESENTASE (%) PERCENTAGE (%) 6 48 37 10 1 102 2 3 4 5 Ada beberapa program CSR tahun 2009 yang direalisasikan pelaksanaannya pada tahun 2010.000.385.000.032.051. nomor : RIS-87/SAM2.000 (one hundred and fifty million Rupiah) and Rp350.000 (Lima ratus juta Rupiah).000 (three hundred and fifty million Rupiah) for Education program. PLN still participate actively in the activities of SOEs with CSR programs PLN COMMUNITY DEVELOPMENT REALIZED BUDGET FOR CSR/P3L PROGRAMS 2010 CSR/P3L budget was Rp45 billion. for Community Development program allocated funds amounting to Rp500.931.000 (five hundred million Rupiah) . Selain kegiatan-kegiatan tersebut.385. untuk program Bina lingkungan alokasi dananya sebesar Rp500. In addition to these activities. dated December 30. tanggung jawab sosial perusahaan diwujudkan dengan pelaksanaan berbagai kewajiban menyangkut pemangku kepentingan lainnya. of which Rp45.260.4.002. Program Bina Lingkungan Tahun 2010 direncanakan untuk Program BUMN Peduli sebesar Rp150.16.528.274 PROGRAM BINA LINGKUNGAN Sesuai hasil Rapat Pembahasan RKA PKBL Tahun Buku 2010.408.657 (empat puluh lima miliar sembilan ratus tiga puluh satu juta tiga ratus delapan puluh lima ribu enam ratus lima puluh tujuh rupiah).931.503.657 (forty five billion nine hundred thirty one million three hundred eighty five thousand six hundred fifty seven Rupiah) has been realized with the following details: ANGGARAN YANG TELAH DIKELUARKAN UNTUK PROGRAM CSR / P3L PT PLN (PERSERO) Anggaran CSR/P3L Tahun 2010 adalah sebesar Rp45 miliar dan sudah direalisasikan sebesar Rp45.21.MBU/ TSP-PKBL/TK/2009. Community Development Program Year 2010 is planned for SOEs Care Program by Rp150.000. Realisasi Program Bina Lingkungan Tahun 2010 belum dilaksanakan. However. number: RIS-87/ SAM2.000. tanggal 30 Desember 2009.385. 2009. Belum terealisasinya program Bina Lingkungan tersebut karena dalam proses perbaikan struktur organisasi PKBL sehingga proses penggantian spesiment Bank mengalami pergantian sesuai dengan pejabat yang baru.411. the . corporate social responsibility is realized with the implementation of various liabilities related to other stakeholders.793.440.000. seperti: pemenuhan hak- 2010 realization was 102% of budget because some of 2009 CSR programs were realized in 2010.098. Realization of the Community Development Program in 2010 has not been implemented.

Hal tersebut dapat dilihat pada uraian “Pengelolaan Sumber Daya Manusia” pada halaman 94 Laporan Tahunan ini. Therefore. 275 Laporan Tanggung Jawab Perusahaan Corporate Social Responsibility . gender and political direction. implementation of occupational health and the fulfillment of a commitment to quality products and customer protection.hak karyawan. PLNmenjalankan equal treatment of all employees regardless of ethnicity. FULFILLING THE RIGHTS OF EMPLOYEES Employees are assets that determine the success of PLN to realize goals and achieve their business goals. jender dan haluan politiknya. pelaksanaan kesehatan kerja serta pemenuhan komitmen terhadap kualitas produk dan perlindungan pelanggan. as well as all employees have the freedom to organize and execute the Collective Labor Agreement. begitu pula semua karyawan memiliki kebebasan berserikat dan melaksanakan Perjanjian Kerja Bersama. PLN menjalankan perlakuan yang sama terhadap semua karyawan dengan tidak memandang suku. PEMENUHAN HAK-HAK KARYAWAN Karyawan merupakan aset yang menentukan keberhasilan PLN untuk mewujudkan tujuan dan mencapai target usahanya. This can be seen in the description “Human Resource Management” on page 94 of this Annual Report. race. agama. Oleh karenanya dalam setiap kegiatan organisasi. in every activity the organization. ras. religion.

PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA SERTA LINGKUNGAN PLN has set policies and provide facilities and infrastructure that enable the achievement of health and safety standards and environment. PLN telah memperoleh sertifikasi Sistem Manajemen K3 (SMK3) dari Depnakertrans RI. the level of services”. Tingkat layanan”. This can be seen in the description of “Health and Safety and the Environment” on page 140 of this Annual Report. transparan dan terukur tersebut merupakan pertanggungjawaban menyeluruh bagi seluruh pemangku kepentingan PLN mengenai pengelolaan dan realisasi program CSR. SUSTAINABILITY REPORT PLN publishes Sustainability Report which is an integral part of this Annual Report. . LAPORAN KEBERKELANJUTAN PLN menerbitkan Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report) yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Laporan Tahunan ini. KOMITMEN TERHADAP KUALITAS PRODUK DAN PERLINDUNGAN PELANGGAN Wujud dari komitmen PLN pada peningkatan kualitas produk dan perlindungan pelanggan dapat dilihat pada uraian “Pembahasan dan Analisi Manajemen. Dalam implementasi K3. on page 164 of this Annual Report. Laporan yang membuktikan komitmen pelaksanaan program tanggung jawab sosial secara profesional. pada halaman 164 Laporan Tahunan ini. COMMITMENT TO QUALITY PRODUCTS AND CUSTOMER PROTECTION PLN’s commitment to improving product quality and customer protection can be seen in the description “Management and Discussion Analysis. PLN has obtained certification K3 Management System (SMK3) from the Ministry of Manpower Affairs. The report proves the commitment of the program of social responsibility in a professional. transparent and measurable and a thorough accountability to all PLN stakeholders on the management and realization of CSR programs.276 KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA SERTA LINGKUNGAN PLN telah menetapkan kebijakan dan menyediakan sarana dan prasarana yang memungkinkan dicapainya standar kesehatan dan keselamatan kerja serta lingkungan. In the implementation of K3. Hal ini dapat dilihat pada uraian mengenai “Kesehatan dan Keselamatan Kerja serta Lingkungan” pada halaman 140 Laporan Tahunan ini.

LAIN-LAIN OTHERS 278 293 295 306 DATA PERSEROAN Corporate Data DAFTAR ALAMAT ANAK PERUSAHAAN DAN AFILIASI Addresses of Subsidiaries and Affiliation CROSS-REFERENSI ISI LAPORAN DENGAN KETENTUAN BAPEPAM-LK PERNYATAAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI Board of Commissioners’ and Directors’ Statement 277 Laporan Tanggung Jawab Perusahaan Corporate Social Responsibility .

278 DATA PERSEROAN CORPORATE DATA PROFIL KOMITE KOMISARIS DI LUAR ANGGOTA KOMISARIS PROFILE OF COMMISSIONERS’ COMMITTEES OUTSIDE THE BOARD OF COMMISSIONERS KOMITE MANAJEMEN RISIKO RISK MANAGEMENT COMMITTEE GDE WIDIADNYANA MERATI SYAFRIZAL SAIFUL RINALDY DALIMI PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report EDWARD HASURUNGAN GULTOM FAIZUL ISHOM SANTOSA GITUSUSASTRO GDE WIDIADNYANA MERATI Gde Widiadnyana Merati (Usia 60 tahun) Diangkat menjadi Anggota Komite Manajemen Risiko Dewan Komisaris PT PLN (Persero) sejak 2010. DKI (2010 . DKI (2010–Sekarang).present) and Lecturer (Professor . Also serves as a Member of the Professional Board BPLHD. Jakarta Local Government (2001 . Board of Commissioners PT PLN (Persero) in 2010. Chair of the Building Construction Advisory Team. Pemda DKI Jakarta (2001-sekarang) dan Dosen (Guru Besar sejak 1996) Jurusan Teknik Gde Widiadnyana Merati (60) Appointed as a Member of the Risk Management Committee. Selain itu menjabat sebagai Anggota Dewan Pakar BPLHD. Ketua Tim Penasihat Konstruksi Bangunan.present).

Depkominfo (2001-2007). Dirjen Sarana Komunikasi dan Diseminasi Informasi. Jakarta Local Government (1997 . Also serves as Deputy Assistant for Mining to the Deputy for Energy. Lulus Sarjana Teknik Geologi dari Institut Teknologi Bandung dan Program Magister bidang Teknik Industri.2008).2001). Pada Direktorat Pembinaan PengusahaanMineral dan Batubara Dirjen Mineral. 1977. S-2 Diplome d’Etudes Approfondies (France). Bachelor Degree in Geology from Bandung Institute of Technology and Master Degree in Industrial Engineering from University of Indonesia. Coordinating Ministry for the Economy (2009 . Dewan Komisaris PT PLN (Persero) (2007–2009). Deputy Dean of the Engineering Faculty at 279 Lain-lain Others . Member of the Building Construction Advisory Team. tahun 1977 dan S-3 Docteur d’Ingenieur (France).2009). Has also served as a member of Technical Expert Staff for PT PLN (Persero) Board of Commissioners (2007 . Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (2009-sekarang). Head of SubDirectorate for Mineral and Coal State Revenue at the Directorate for Mineral and Coal Enterprises of the Directorate General for Minerals.2006) and Head of Sub-Directorate for Mineral and Coal Production and Marketing at the Directorate for Mineral and Coal Enterprises of the Directorate General for Minerals. Board of Commissioners PT PLN (Persero) in 2010.2004).present). Prior to this. Coal and Geothermal Energy (2001 . Syafrizal Syaiful (55) Appointed as a Member of the Risk Management Committee. (2004-2006) dan Kepala Sub Direktorat Produksi dan Pemasaran Mineral dan Batubara pada Direktorat Pengusahaan Mineral dan Batubara. Dirjen Geologi dan Sumber Daya Mineral (2001-2004). served as Head of Sub-Directorate Supervising Mineral and Coal Exploration (2006 . Sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala Sub Direktorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara. Pernah menjabat sebagai anggota Staf Ahli Teknik.2009). Pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Teknik Universitas Indonesia (2004-2008). Kepala Sub Direktorat Penerimaan Negara Mineral dan Batubara. Bachelor degree in Civil Engineering from Bandung Institute of Technology. Board of Commissioners PT PLN (Persero) in 2010. (2006-2009). SYAFRIZAL SYAIFUL Syafrizal Syaiful (Usia 55 tahun) Diangkat menjadi Anggota Komite Manajemen Risiko Dewan Komisaris PT PLN (Persero) sejak 2010.present). Pemda DKI Jakarta (1997-2001). RINALDY DALIMI Rinaldy Dalimi (Usia 54 tahun) Diangkat menjadi Anggota Komite Manajemen Risiko Dewan Komisaris PT PLN (Persero) sejak 2010. since 1996) in Civil Engineering at Bandung Institute of Technology (1975 . Universitas Indonesia. Coal and Geothermal Energy (2004 . tahun 1974. Master degree Diplome d’Etudes Approfondies (France). Wakil Dekan Fakultas Teknik Rinaldy Dalimi (54) Appointed as a Member of the Risk Management Committee. tahun 1979. Has served as Dean of the Engineering Faculty at University of Indonesia (2004 . Batubara dan Panas Bumi. 1974. Also serves as Member of the National Energy Board (2009 . Director General for Communication and Information Dissemination. Mineral Resources and Forestry.present). 1979. Selain itu menjabat sebagai Asisten Deputi Urusan Pertambangan Umum pada Deputi Energi Sumber Daya Mineral dan Kehutanan. selain itu menjabat sebagai Anggota Dewan Energi Nasional (tahun2009-sekarang). Anggota Tim Penasehat Konstruksi Bangunan. and Doctoral Degree Docteur d’Ingenieur (France). Ministry of Communication and Information (2001 2007).Sipil ITB (1975-sekarang). Menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik Sipil dari Institute Teknologi Bandung.

Kepala Laboratorium Sistem Tenaga. Electrical Engineering Degree from Institute of Technology Bandung. 1987. Kepala Divisi Operasi Sistem.280 Universitas Indonesia ( 2001-2004). Pada Kementerian Negara Faizul Ishom. Gultom. Anggota (Usia 60 tahun) Edward H. EDWARD H. Kepala Sektor Transmisi Tegangan Ekstra Tinggi 500 kV PLN Pembangkitan & Transmisi Jawa Bagian Barat. Edward H. Institute of Science and Technology. Head of Power Systems Laboratory. Senior Engineer PLN P3B Jawa Bali (2002–2005).2004). Berkarir di PLN sejak tahun 1976. Sektor TET (1991-1995). Director of the Energy Studies Center at University of Indonesia (1994 . Lulus Sarjana Teknik Elektro dari Universitas Indonesia. Senior Engineer PLN P3B Java Bali (2002 – 2005). His career with PLN started in 1976 as Section Head for PLN Main Relay Generation West Java and Jakarta (K3) (1976 – 1977). Staf Ahli Direktur Utama PT PLN (Persero) (2000-2001) dan sebagai Electrical Engineer PT Caltex P. University of Indonesia (2001 . Commercial Distribution Division PLN Head Office (1995 – 2001). PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report FAIZUL ISHOM Faizul Ishom. Pernah menjabat sebagai Ketua Komite Pengawas Unit Bisnis 8 Untuk PLN P3B Jawa Bali dan P3B Sumatera (2005-2006). Expert Staff to the Managing Director PT PLN (Persero) (2000 – 2001) and as Electrial Engineer for PT Caltex PI (1981 – 1984). Member (40) Appointed as a member of the Risk Management Committee PT PLN (Persero) in 2006. Anggota (Usia 40) Fairul Ishom menjabat sebagai Anggota KMR PT PLN (Persero) sejak tahun 2006. and a Doctoral Degree from the Electrical Engineering Department. USA. Edward Gultom meraih Sarjana Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung pada 1974. Michigan State University. Pasca Sarjana Master Degree in Electrical Engineering dari University of Manchester Institute of Science and Technology – Inggris pada 1987. Gultom menjabat sebagai Anggota KMR PT PLN (Persero) sejak tahun 2006. Bachelor Degree in Electrical Engineering from University of Indonesia. Has also served as Head of Mineral Resources for the State Ministry for Disadvantaged Regions. Gultom.2002). Virginia Technology. USA. (1981-1984). 1974. Direktur Center of Energy Study – Universitas Indonesia (1994-2002). Also serves as Head of Mineral and Energy Resources (2011) and Program Head for the State Ministry for Disadvantaged Regions (2010 – present). Division Head for Operating Systems. Previously served as Deputy . and a post graduate Master of Law from Pelita Harapan University. Selain itu. sebagai Kepala Seksi Gardu Induk PLN Pembangkitan Jawa Barat dan Jakarta Raya (K3) (1976-1977). USA dan Program Doktoral dari Electrical Engineering Dept – Virginia Technology. USA. menjabat sebagai Kepala Bidang Sumberdaya Mineral dan Energi (2011). Divisi Pengusahaan Penyaluran PLN Pusat (1999-2001). TET Section (1991 – 1995). Kepala Bagian Program pada Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (2010-sekarang).Michigan State University. Electrical Department. 2004. University of Indonesia (2001). Section Head Extra High Voltage Transmission 500 kV PLN Generation and Transmission West Java. a Master Degree in Electrical Engineering from University of Manchester. dan Pasca Sarjana Magister Hukum Universitas Pelita Harapan pada tahun 2004.I. Dept Elektro Universitas Indonesia (2001). Has also served as Head of Business Unit 8 Supervisory Committee PLN P3B Java Bali and P3B Sumatera (2005 – 2006). Selain itu pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Sumberdaya Mineral. Master of Science from the Electrical Engineering Department. UK. Master of Science dari Electrical Engineering Dept . Member (60) Appointed as a member of the Risk Management Committee PT PLN (Persero) in 2006. GULTOM Edward H.

Pembangunan Daerah Tertinggal. Setelah sebelumnya menjabat ASDEP Urusan Sumber Daya Mineral dan Energi pada Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal sejak tahun 2007. Pernah menjabat Staf Khusus Bidang Energi Terbarukan Menko Kesra (2006-2007) dan Peneliti Bidang Energi Fosil BPPT (1993-2006). Fairul Ishom meraih gelar Sarjana Kimia dari Universitas Diponegoro pada tahun 1993, Strata 2 dari University of Kyushu tahun 2001, Pasca Sarjana Doktor Bidang Teknik Kimia/Batubara dari University of Kyushu, Jepang pada tahun 2004 dan Pasca Sarjana Post Doctoral Teknik Kimia/Biomas dan Batubara dari University of Gunma, Jepang pada tahun 2005.

Assistant for Mineral and Energy Resources for the State Ministry for Disadvantaged Regions since 2007. He has also served as Special Staff for Renewable Energy at the Coordinating Ministry for People’s Welfare (2006 – 2007) and Fossil Energy Researcher at the Agency For the Assessment and Application of Technology (BPPT ) (1993 – 2006). Chemistry Degree from Diponegoro University, 1993; a Master Degree from University of Kyushu, 1993; a post graduate Doctoral Degree in Chemical/Coal Engineering from University of Kyushu, Japan, 2004; and a post graduate Chemical/Biomass and Coal Engineering from University of Gunma, Japan, 2005.

SANTOSA GITOSUSASTRO
Santosa Gitosusastro, Sekretaris KMR Menjabat sebagai Sekretaris KMR PT PLN (Persero) sejak tahun 2010. Pernah menjabat sebagai Prinsipal Engineer I Bidang Penyaluran MCG – Management Consulting Group PLN Kantor Pusat, (2008-2010), Kepala Satuan Management Risiko PLN Kantor Pusat (2006-2008), Deputi Direktur Pengelolaan Kontrak IPP Direktorat Pembangkitan dan Energi Primer PLN Kantor Pusat (2003-2006), Ahli Utama Peringkat 3 Pengembangan Sistem Ketenagalistrikan Direktorat Perencanaan PLN Kantor Pusat (2000-2003). Bergabung dengan PT PLN (Persero) pada tahun 1979, melalui progtam Ikatan Dinas. Meraih gelar Sarjana Teknik Elektro dari Institut Teknologi Bandung, tahun 1979, ENSIEG/INPG, Grenoble, Perancis Diploma Ingenieur, tahun 1984, INPG Genie Electrique, Grenoble, Perancis DEA / Strata 2, 1985 dan INPG Genie Electrique, Grenoble, Perancis Doctor, tahun 1988. Santosa Gitosusastro, Risk Management Committee Secretary Has been serving as Risk Management Committee Secretary for PT PLN (Persero) since 2010. Has also served as Principal Engineer I Distribution for Management Consulting Group PLN Head Office (2008 – 2010), Head of Risk Management Unit PLN headquarters (2006 – 2008), Deputy Director for Independent Power Producer Contract Management, Directorate for Generation and Primary Energy PLN headquarters (2003 – 2006), Main Rank 3 Expert for Electrical Power Development, Planning Directorate PLN headquarters (2000 – 2003). Joined PT PLN (Persero) in 1979 through the Associate Office Program. Bachelor Degree in Electrical Engineering from Bandung Institute of Technology, 1979; ENSIEG/ INPG from Grenoble, France, Engineering Diploma, 1984; INPG Genie Electrique, Grenoble, France DEA / Strata 2, 1985; and INPG Genie Electrique, Grenoble, France, Doctorate in 1988.
Lain-lain Others

281

282

KOMITE GCG GCG COMMITTEE

SRI BAGUS GURITNO

SOPHIA PRABANINGPURI

PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report

SYLVIA VERONICA SIREGAR

MARLINDAH J. ADRIAASNZ SUMAMPOW

SRI BAGUS GURITNO
Sri Bagus Guritno, Anggota (Usia 44 tahun) Selain sebagai Anggota KGCG PT PLN (Persero) sejak tahun 2006. Saat ini aktif bertugas di Kementerian BUMN sejak tahun yang sama. Pernah menjabat sebagai Kepala Bagian Keuangan, Biro Perencanaan & SDM Sekretariat Kementerian Negara BUMN (20062010), Kepala Seksi Pinjaman Sektor Jasa Keuangan Bank Pada Direktorat Pengelolaan Penerusan Sri Bagus Guritno, Member (44) Appointed member of the Good Corporate Governance (GCG) Committee for PT PLN (Persero) in 2006, also currently on active duty in the Ministry for State Owned Enterprises since 2006. Previously served as Head of Finance, Planning and Human Resources Bureau at the Secretariat of the State Ministry for State Owned Enterprises (2006 – 2010), Section Head for Loan

Pinjaman, Direktorat Jenderal Perbendaharaan (2004-2006). Satuan Pengawasan Intern pada Unit Pelaksana Penjaminan Pemerintah (2004-2005) dan berbagai jabatan di lingkup Departemen Keuangan.

Services for Bank Financial Services of the Directorate for Loan Management, Directorate General of the Treasury (2004 – 2006). Internal Audit Unit at the Government Guarantee Implementation Unit (2004 – 2005) and various positions within the Ministry of Finance. Accountancy degree, Brawijaya University, Malang, 1991; and post graduate Master of Science from University of Illinois, 1998.

Meraih gelar Sarjana Akuntansi Universitas Brawijaya Malang pada tahun 1991 dan Pasca Sarjana Master of Science Univercity of Illionois pada tahun 1998.

SOPHIA PRABANINGPURI
Sophia Prabaningpuri, Anggota (Usia 30 tahun) Menjabat sebagai Anggota KGCG PT PLN (Persero) sejak tahun 2007 selain sebagai Assistant Manager of Corporate Legal di Para Group (2010-sekarang). Sebelumnya adalah Senior Corporate Legal di Para Group (2008-2010) dan Junior Corporate Legal di Para Group (2006-2008). Memperoleh gelar Sarjana Hukum dari Universitas Parahyangan Bandung pada tahun 2005 dan Lex Legibus Magister dari Utrech University, Netherlands pada tahun 2006. Sophia Prabaningpuri, Member (30) Appointed as a member of the GCG committee for PT PLN (Persero) in 2007. Also serves as Assistant Manager Corporate Legal in Para Group (2010 present). Previously Senior Corporate Legal in Para Group (2008 - 2010) and Junior Corporate Legal in Para Group (2006 - 2008). Law Degree from Parahyangan University, Bandung, 2005; and Lex Legibus Magister from Utrecht University, Netherlands, 2006.

SYLVIA VERONICA SIREGAR
Sylvia Veronica Siregar, Anggota (Usia 35 tahun) Menjabat sebagai Anggota KGCG PT PLN (Persero) sejak tahun 2008. Selain menjabat sebagai Ketua Program Studi S1 Akuntansi, Anggota Dewan Standar Akuntansi Keuangan, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (2009-sekarang) dan Dosen pengajar pada Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia. Pernah menjabat sebagai Dosen Inti Penelitian (2008-2009) serta Sekretaris Program Pascasarjana Ilmu Akuntansi, Universitas Indonesia (2007-2008) dan pernah bekerja sebagai Auditor di KAP Hanadi, Sarwoko & Sandjaja (Ernst & Young) (1998-2000). Sylvia Veronica Siregar, Member (35) Appointed as a member of the GCG committee for PT PLN (Persero) in 2008. Also serves as Bachelor Study Program Head, Accountancy, Member of Financial Accountancy Board of Standards, University of Indonesia Faculty of Economics (2009 – present) and Lecturer at University of Indonesia Faculty of Economics. Has served as Core Research Lecturer (2008 - 2009), as well as Post-graduate Accountancy Program Secretary, University of Indonesia (2007-2008), has also worked as an Auditor for KAP Hanadi, Sarwoko & Sandjaja (Ernst & Young) (1998-200). Accountancy Degree from University of Indonesia, 1998; and Doctoral Degree in Accountancy from University of Indonesia, 2005.

Lain-lain Others

Memperoleh gelar Sarjana Akuntansi dari Universitas Indonesia, 1998 dan program Doktor Khusus Akuntansi dari Universitas Indonesia, 2005.

283

284

MARLINDAH J. ADRIAANSZ SUMAMPOW
Marlindah J. Adriaansz Sumampow, Sekretaris (Usia 47 tahun) Selain sebagai Sekretaris KGCG PT PLN (Persero) sejak 2008, Marlindah Sumampow juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jendral Dewan Pengurus Nasional Asosiasi Mediator Indonesia (AMINDO) dan Tenaga Pengajar Fakultas Hukum Universitas Parahyangan sejak 2008. Pernah menjabat sebagai Konsultan Hukum Yusuf Indradewa & Partners selama periode tahun 2001-2005. Marlindah Sumampow meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Parahyangan Bandung pada tahun 1988, Pasca Sarjana Magister Humaniora Universitas Indonesia pada tahun 1997 dan Lex Legibus Magister dari Utrech Univercity, Netherlands pada tahun 2006. Marlindah J. Adriaansz Sumampow, Secretary (47) Appointed as Secretary to the GCG committee PT PLN (Persero) in 2008, also serves as Deputy Secretary General to the Board of the Indonesian National Association of Mediators (AMINDO) and on the teaching staff of the Faculty of Law, Parahyangan University, since 2005. Has also served as a Legal Consultant at Yusuf Indradewa & Partners from 2001 - 2005. Law Degree from University Parahyangan, Bandung, 1988; post graduate Master of Humanities from University of Indonesia, 1996; and Lex Legibus Magister from Utrecht University, Netherlands, 2006.

PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report

KOMITE AUDIT AUDIT COMMITTEE

ELOK TRESNANINGSIH

LILIK SAFRUDIN ISMAIL

SUGIANTO

SUGENG ROCHADI

DJUPRIANTO

ADI DJOKO GURITNO

ELOK TRESNANINGSIH
Sebagai anggota komite audit PT PLN (Persero) sejak 1 Agustus 2006. Selain itu juga sebagai dosen akuntansi pada Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) dan Manajer Ventura FEUI. Sebelumnya pernah menduduki posisi sebagai Wakil Kepala Pusat Pengembangan Akuntansi FEUI dan pada tahun 1983 – 1998 pernah bekerja sebagai konsultan dan auditor pada Kantor Akuntan Publik. Menyandang gelar Akuntan dan Magister Sains Akuntansi dari Universitas Indonesia. Member of the Audit Committee of PT PLN (Persero) since 1 August 2006. Also lectures in accountancy and is Ventura Manager at the Faculty of Economics, University of Indonesia. Was previously Deputy Head of the Accounting Development Center, Faculty of Economics, University of Indonesia and from 1983 – 1998 worked as a consultant auditor at a Public Accountant’s Office. Holds an Accountancy Degree and Master of Accountancy Science from University of Indonesia.

285

Lain-lain Others

286

LILIK SAFRUDIN ISMAIL
Sebagai Anggota Komite Audit PT PLN (Persero) sejak 1 Juli 2008 sampai saat ini. Sebelumnya karyawan PT PLN (Persero) sejak tahun 1975 dan telah menjalani berbagai posisi Manajemen, diantaranya tahun 1976 – 1986 sebagai kepala Cabang PLN. Sejak tahun 1993 hingga pensiun pada tahun 2005 menduduki posisi sebagai Ahli Pemeriksa pada Satuan Pengawas Intern PT PLN (Persero). Tahun 2007 – 2008 sebagai Counsellor pada Kantor Hukum Amanah. Menyandang gelar Sarjana Tehnik Elektro dari Institut Tehnologi Bandung. Member of the Audit Committee of PT PLN (Persero) from 1 July 2008 until present. Previously employed by PT PLN (Persero) since 1975 and has held various managerial positions, including as PLN Branch Head from 1976 – 1986. From 1993 until retirement in 2005 was an Expert Examiner in PT PLN (Persero) Internal Audit Unit. From 2007 – 2008 served as a Counselor at Amanah Law Office. Holds an Electrical Engineering Degree from Bandung Institute of Technology.

SUGIANTO
Sebagai anggota komite audit PT PLN (Persero) sejak 1 Agustus 2008. Pada saat ini menjabat sebagai Auditor Ahli dan Wakil Ketua Tim Monitoring dan Koordinasi Good Corporate Governance pada Kementerian Negara BUMN. Sebelumnya, bekerja sebagai auditor pada Kantor Akuntan Publik dan BPKP pada 1986-2008. Menyandang gelar Akuntan dari Sekolah Tinggi Akuntansi Negara Jakarta. A member of PT PLN (Persero) Audit Committee since 1 August 2008. Currently serving as Expert Auditor and Deputy Head of the Monitoring and Coordination Team for Good Corporate Governance at the State Ministry for State Owned Enterprises. Previously employed as an auditor for a public accounting firm and the Development and Finance Surveillance Agency (BPKP) from 1986 - 2008. Holds an Accountancy Degree from the State College of Accounting, Jakarta.

SUGENG ROCHADI
Sebagai anggota Komite Audit PT PLN (Persero) sejak 1 Pebruari 2010. Sebelumnya adalah karyawan PT PLN (Persero) sejak 1 Juni 1978 dan pernah memangku jabatan manajerial di bidang pembangunan maupun bidang operasi & pemeliharaan. Karier sebagai auditor internal dimulai pada tahun 1999 sebagai Kepala Audit Internal dan sejak tahun 2006 hingga pensiun pada tahun 2009, menduduki jabatan sebagai Kepala Bidang Audit Operasional pada Satuan Pengawasan Intern PT PLN (Persero). Menyandang gelar Sarjana Teknik Elektro ITB dan Magister Bisnis & Administrasi Teknologi ITB.Disamping itu telah memperoleh sertifikasi Qualified Internal Auditor dari Dewan Sertifikasi QIA – Indonesia. A member of PT PLN (Persero) Audit Committee since 1 February, 2010. Previously employed by PT PLN (Persero) from 1 June 1978 having held various managerial positions in the fields of development and operations and maintenance. His career as an internal auditor started in 1999 as Head of Internal Audit and from 2006 until retirement in 2009 he served as Head of Operational Audit for the Internal Audit Unit of PT PLN (Persero). Holds an Electrical Engineering Degree, as well as a Master in Business and Administration Technology, from Institute of Technology Bandung. Also holds certification as a Qualified Internal Auditor from the QIA Certification Board, Indonesia.

PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report

DJUPRIANTO
Sebagai anggota komite audit PT PLN (Persero) sejak 1 Febuari 2010. Sebelumnya adalah karyawan PT PLN (Persero) sejak tahun 1980 dan telah menjalani berbagai posisi manajemen, termasuk diantaranya adalah tahun 1996-2001 sebagai Kepala Kontrol Intern. Sejak tahun 2001 hingga pensiun pada tahun 2008 menduduki posisi sebagai Ahli Audit Operasional pada Satuan Pengawasan Intern PT PLN (Persero). Menyandang gelar Sarjana Tehnik Mesin dari Universitas Trisakti Jakarta. A member of PT PLN (Persero) Audit Committee since 1 February, 2010. Previously employed by PT PLN (Persero) from 1980 and has held various managerial positions, including from 1996 - 2001 as Head of Internal Control. Since 2001 until retirement in 2008, served as Operational Audit Expert in the Internal Audit Unit PT PLN (Persero). Holds a Bachelor of Mechanical Engineering from University Trisakti, Jakarta.

ADI DJOKO GURITNO
Sebagai anggota Komite Audit PT PLN (Persero) sejak 1 April 2010. Saat ini menjabat sebagai Dosen Jurusan Tenologi Industri Pertanian dan Magister Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEBUGM); Ketua Komisi Manajemen Risiko dan Investasi PT Timah (Persero) Tbk ; Ketua Jurusan Teknologi Industri Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) ; Ketua Riset dan Pengembangan Supply Chain Indonesia (RISPESCIA) ; Indonesia Representative Gadjah Mada – Ehime Network (GEN) dan Dewan Formatur Indonesia Professional Risk Management Association (PRiMA). Menyandang Gelar Doktor (Ph.D) dalam bidang Ekonomi Pertanian dari Ehime University, Japan ; Certified Professional Risk Management (CPRM) dan Business Continuity Certified Planner (BCCP) dari Business Continuity Management (BCM) Singapore. A member of PT PLN (Persero) Audit Committee since 1 April, 2010. Currently lecturing in Agricultural Industrial Technology and at Master level in the Management, Economics and Business Faculty at Gajah Mada University; Chair of the Risk Management and Investment Commission for PT Timah (Persero) Tbk; Chair of Agricultural Industrial Technology at Gajah Mada University; Head of Indonesian Supply Chain Research and Development; Indonesia Representative Gajah Mada – Ehime Network (GEN) and Indonesian Formation Board Professional Risk Management Association (PRiMA). Holds a Doctorate (Ph.D) in Agricultural Economics from Ehime University, Japan; Certified Professional Risk Management (CPRM) and Business Continuity Certified Planner (BCCP) from Business Continuity Management (BCM) Singapore.

287

Lain-lain Others

288

KOMITE NOMINASI DAN REMUNERASI NOMINATION AND REMUNERATION COMMITTEE

ADANG SURAHMAN

LUIZAH

PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report

ELLIZA MANGKUDUM

EDWIN R. LUMBAN TOBING

ADANG SURAHMAN
Adang Surahman, Anggota KNR (Usia 56 tahun) Menjabat sebagai Anggota KNR PT PLN (Persero) sejak tahun 2010, aktif sebagai Guru Besar Bidang Rekayasa Struktur Fakultas Teknik Sipil (2004sekarang) dan Peneliti di Pusat Antar Universitas, PAU-IR ITB (1986-Sekarang). Pernah menjabat berbagai posisi akademik penting di ITB, diantaranya, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB (2005 – 2010), Pjs Rektor ITB (2004-2005), Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Adang Surahman, Member (56) Has served as a member of the Nominating and Remuneration (NR) Committee of PT PLN (Persero) since 2010; is active as a Professor in Restructuring at the Civil Engineering Faculty (2004 - present) and Inter University Researcher, PAU-IR ITB (1986 present). Has served in various important academic positions at Bandung Institute of Technology, including as Vice Rector for Academics and Student Affairs (2005 – 2010), Acting Rector (2004 -

FTSP ITB (1995-1998). 1984. Member (47) Has served as a Member of the NR Committee PT PLN (Persero) since 2003. Anggota KNR (Usia 47 tahun) Menjabat sebagai Anggota KNR PT PLN (Persero) sejak tahun 2003. Holds a Degree in Civil Engineering from Bandung Institute of Technology. USA.2004). Selain itu pernah menjabat sebagai Anggota Tim Task Force Pipanisasi Gas Kaltim Jateng (2006) dan Anggota Tim Teknis Penyelesaian RUU Penanaman Modal (2005). Head of Sports Unit (1999 2002) and Head of Civil Engineering (1995 . Menyandang gelar Sarjana STA LAN -RI Jurusan Administrasi Negara pada tahun 1985. Member of Team for Settlement of National Gas Supply Problems (2007 . 1985. ELLIZA MANGKUDUM Elliza Mangkudum. Anggota KNR (Usia 58 tahun) Menjabat sebagai Anggota KNR PT PLN (Persero) sejak tahun 2010.present). selain menjabat sebagai Asisten Deputi Urusan Sarana dan Prasarana Pertanian dan Kelautan (2010-sekarang). Anggota Tim Percepatan Pembangunan Coal Liquefaction (2006-sekarang). Master Degree from Virginia Polytechnic Institute and State University. as well as serving as Deputy Assistant for Agricultural and Marine Facilities and Infrastructure (2010 . dan Anggota Tim Teknis Penyediaan dan Pemanfaatan Energi Alternatif (2006-sekarang). Has also served as a Member of the Task Force to Pipe Gas from East Kalimantan to East Java (2006) and as Member of the Technical Team to Settle Capital Market Regulations (2005). Kepala UPT Olahraga ITB (19992002) dan Ketua Jurusan Teknik Sipil. Sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Energi II Kementerian BUMN (2006-2010) dan Kepala Sub Bidang Perencanaan Usaha Industri Strategis (2002-2006) Luizah. Menyandang gelar Sarjana Teknik Sipil dari ITB – Bandung. as well as serving as Commissioner for PT Krakatau Daya Listrik (2007 present) and Head of Business Services II B. and Doctoral Degree from Lehigh University. Holds an Engineering University.present). 1980 dan Program Doktoral dari Lehigh University. 2005). Elliza Mangkudum. Member (58) Has served as a Member of the NR Committee PT PLN (Persero) since 2010. and Member of Technical Team for Supply and Use of Alternative Energy Sources (2006 . 1984. 1978. Kementerian Negara BUMN (2010-Sekarang). Anggota Tim Penyelesaian masalah Pasokan Gas Nasional (2007sekarang).present). Member of Team to Accelerate Coal Liquefaction Development (2006 . Vice Rector for Academics and Student Affairs (2001 .1998). Padang. Holds a Bachelor Degree in State Administration.present).present). Previously served as Head of Energy II State Ministry for State Owned Enterprises (2006 .2010) and Head of Sub Division Strategic Industry Business Planning (2002-2006). State Ministry for State Owned Enterprises (2010 .ITB (2001-2004). Degree from Andalas Menyandang gelar Sarjana Teknik dari Universitas Andalas.1978. selain menjabat sebagai Komisaris PT Krakatau Daya Listrik (2007-sekarang) dan Kepala Bidang Usaha Jasa II B. Program Magister dari Virginia Polytechnic Institute and State University. 289 Lain-lain Others . USA. 1980. Padang. LUIZAH Luizah.

Vice President Restrukturisasi Perusahaan PT PLN (Persero) (2001). Main Junior Expert Organization Development at the Directorate of Human Resources and Organization (2000 .290 EDWIN R. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report . Pernah menjabat sebagai Dewan Komisaris PT Indonesia Power (2005-2009). as well as serving as Head of Organizational Development in the Directorate of Human Resources and Organization (2000 . Vice President Company Restructuring PT PLN (Persero) (2001). Chair of the Business Unit Supervisory Committee NAD. Ketua Komite Pengawas Unit Bisnis NAD. Holds a Civil Engineering Degree from Bandung Institute of Technology and Master of Human Resources Planning from Westminster University. Ahli Utama Muda Pengembangan Organisasi pada Direktorat SDM & Organisasi (2000-2001) selain pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pengembangan Organisasi pada Direktorat SDM & Org PLN Pusat (1995-2000).2009). LUMBAN TOBING Edwin R. Has served on the Board of PT Indonesia Power (2005 .2001). North Sumatera & Riau (2003-2004). UK.2001). Lumban Tobing. and Head of Organizational Development PLN Head Office (1995 . Sekretaris (Usia 59 tahun) Menjabat sebagai Sekretaris KNR PT PLN (Persero) sejak tahun 2010. SUMUT & RIAU (2003-2004). Menyandang gelar Sarjana Teknik Sipil dari Institut Teknologi Bandung dan Master di Bidang Human Resources Planning dari Westminter University – United Kingdom.2000). Lumban Tobing. Secretary (59) Has served as Secretary to the NR Committee PT PLN (Persero) since 2010. Edwin R.

(51) Ida Bagus Gd. (Usia 51 tahun) Ida Bagus Gd.2000). 291 Lain-lain Others . and a Master Degree in Public Management from the National University of Singapore (Lee Kuan Yew Fellowship). Denpasar (1989-1991). dan Kepala Seksi Operasi Konstruksi Jaringan PT PLN (Persero) Wilayah XI. Kepala Bagian Teknik PT PLN (Persero) Cabang Denpasar (1991-1993). 1985. Mardawa has served as Corporate Secretary since December 2009. Magister Manajemen dari STIE – Ganesha. Mardawa menjabat sebagai Sekretaris Perusahaan sejak Desember 2009. and has held various positions in PT PLN Batam (2000 . Jakarta. Head of PT PLN (Persero) Singaraja (1993 . Meraih gelar Sarjana Teknik Elektro dari Institut Teknologi Bandung pada 1985. Ida Bagus Gd. berbagai jabatan di PT PLN Batam(20002007).2007). Holds a Bachelor Degree in Electrical Engineering from Bandung Institute of Technology.1993). Kepala Cabang PT PLN (Persero) Singaraja (1993-1996). MARDAWA PADANGRATHA AGUS PRANOTO SEKRETARIS PERUSAHAAN CORPORATE SECRETARY IDA BAGUS GD. Sebelumnya adalah Direktur Perencanaan PT PLN Batam (20072009). Mardawa Padangratha. Technical Head of PT PLN (Persero) Denpasar (1991 .1996). Mardawa Padangratha. 1987. MARDAWA PADANGRATHA Ida Bagus Gd. He was previously Director of Planning at PT PLN Batam (2007 2009).IDA BAGUS GD. was Head of PT PLN (Persero) Denpasar (1996 . dan kemudian Magister Public Management dari National University of Singapore (Lee Kuan Yew Fellowship). and Section Head for Network Construction Operations PT PLN (Persero) Area XI. Kepala Cabang PT PLN (Persero) Denpasar (1996-2000). Master of Management from Ganesha College. Jakarta pada 1987. Denpasar (1989 -1991).

Previously served as Expert in Commerce for PT PLN (Persero) Board of Commissioners in 2010. Meraih gelar Sarjana Teknik Tenaga Listrik dari ITB. Direktur Utama PT PJB (2007-2009). (Usia 61 tahun) Paiman menjabat sebagai Kepala Satuan Pengawasan Intern sejak tahun 2007. He holds a Bachelor Degree from Police College awarded in 1984. President Commissioner at PT Rekadaya Elektrika (2007 . 1985 serta Magister Manajemen Universitas Airlangga bidang Keuangan.292 SEKRETARIS DEWAN KOMISARIS BOARD OF COMMISSIONERS’ SECRETARY AGUS PRANOTO Agus Pranoto. PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report . (58) Served as Board of Commissioners’ Secretary since 2010.2010).2006) and General Manager PT PLN (Persero) DJBB (2000 . Bandung. Direktur Keuangan PT PJB (2004-2007).2007). Paiman. KEPALA SATUAN PENGAWASAN INTERN CHAIR OF INTERNAL AUDIT PAIMAN Paiman. Previously he was Head of Police for West Java and has worked for PT PLN (Persero) since April 2007. Holds a Bachelor Degree in Electrical Engineering from Bandung Institute of Technology. Sebelumnya menjabat sebagai Tenaga Ahli Bidang Niaga Dewan Komisaris PT PLN (Persero) (2010). Director of Finance for PT PJB (2004 . tahun 2007. Commissioner of PT Bajradaya Sentra Nusa (BDSN)IPP (2004 . 1985. Komisaris PT Bajradaya Sentra Nusa (BDSN)-IPP (2004-2006) dan General Manager (GM) PT PLN (Persero) DJBB (2000-2003). (Usia 58) Menjabat sebagai Sekretaris Dewan Komisaris sejak tahun 2010. Meraih gelar Sarjana dari Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada tahun 1984. 2007. Sebelumnya menjabat sebagai Kepala Polisi Daerah Jawa Barat dan berkarir di PT PLN (Persero) sejak bulan April tahun 2007. Komisaris Utama PT Rekadaya Elektrika (2007-2010).2003). Agus Pranoto. Managing Director of PT PJB (2007 2009). and Master in Management from Airlangga University Faculty of Finance. (61) Paiman has served as Head of the Internal Audit Unit since 2007.

PT Indonesia Power (IP) Jl.PT Rekadaya Elektrika engaged in electrical and engineering services. Anak perusahaan PT PJB adalah : . Berdiri tanggal 3 Oktober 1995 dengan nama PT PJB I dan pada tanggal 1 September 2000 berubah menjadi PT Indonesia Power.DAFTAR ALAMAT ANAK USAHA DAN AFILIASI ADDRESSES OF SUBSIDIARIES AND AFILIATION PT Indonesia Power (IP) Jl. Ketintang Baru No. PT Indonesia Comnets Plus (PT ICON +) Jl. Indonesia Engaged in power generation and other related businesses. PT Pelayanan Listrik Nasional Batam (PT PLN Batam) Jl. PT Indonesia Comnets Plus (PT ICON +) Jl.3 Batam Center.18 Jakarta Selatan 12950. Batam 29432. Jend. PT Pembangkitan Jawa Bali (PT PJB) Jl. Kalimantan Timur.PT Indo Ridlatama Power bergerak di bidang usaha pembangkitan tenaga listrik. Ketintang Baru No. Established on October 3. Anak Perusahaan PT IP adalah: . Batam 29432. distribute generation dan jasa operation & maintenance. . .18 Jakarta 12950. PT Pelayanan Listrik Nasional Batam (PT PLN Batam) Jl. PT Pembangkitan Jawa Bali (PT PJB) Jl. Subsidiaries of PT PJB are as follows: . . 2000 and is engaged in telecommunications business. Indonesia Berdiri tanggal 3 Oktober 200 dan bergerak dalam usaha penyediaan tenaga listrik bagi kepentingan umum di wilayah Pulau Batam.18 Jakarta Selatan 12950.PT Pembangkitan Jawa Bali Services bergerak di bidang usaha operasi dan pemeliharaan. Indonesia Bergerak dalam bidang pembangkitan tenaga listrik dan usaha lain yang terkait. Gatot Subroto Kav. East Kalimantan. Berdiri tanggal 3 Oktober 1995 dengan nama PT PJB II dan pada tanggal 1 September 2000 berubah menjadi PT PJB. . Indonesia Berdiri tanggal 3 Oktober 2000 dan bergerak dalam bidang usaha telekomunikasi.PT Cogindo Daya Bersama engaged in cogeneration. Indonesia Established on October 3. Engku Putri No.PT Pembangkitan Jawa Bali Services engaged in operation and maintenance services.PT Artha Daya Coalindo bergerak di bidang usaha trading dan jasa transportasi batubara.11 Surabaya 60231. Jend. . Subsidiaries of PT IP are as follows: . Gatot Subroto Kav.PT Indo Pusaka Berau bergerak di bidang usaha penyediaan listrik dari produksi PLTU Lati di Berau.3 Batam Center. .PT Cogindo Daya Bersama bergerak di bidang usaha cogeneration.PT Rekadaya Elektrika bergerak di bidang usaha jasa kelistrikan dan enjiniring. Established on October 3.PT Indo Ridlatama Power engaged in electricity power generation. 2000 was changed to PT PJB. . 1995 namely PT PJB II and on September 1.11 Surabaya 60231. Indonesia Engaged in power generation and other related businesses. Gatot Subroto Kav. Indonesia Established on October 3. Engku Putri No. 2000 was changed to PT Indonesia Power. 2000 and is engaged in the provision of electricity to meet the public interest in Batam Island region.18 Jakarta 12950.PT Artha Daya Coalindo engaged in the business of coal trading and transportation services. Indonesia Bergerak di bidang pembangkitan tenaga listrik dan usaha lain yang terkait. distribute generation and operation & maintenance services. 1995 namely PT PJB I and on September 1.PT Indo Pusaka Berau engaged in electricity supply business generated from the production of Steam Power Plant Lati in Berau. Gatot Subroto Kav. Jend. 293 Lain-lain Others . . Jend.

Jakarta 12170 Indonesia PT PLN Geothermal adalah anak perusahaan PLN yang bergerak di bidang penyediaan tenaga listrik terbarukan. Karawitan No. Karawitan No. Indonesia Perusahaan patungan PLN-PERTAMINA. the Netherlands. Diponegoro No. bergerak dalam bidang pembangkitan tenaga listrik panas bumi.32 Bandung 40264.61 Kebayoran Baru.294 PT Prima Layanan Nasional Enjiniring (PT PLN Tarakan) Jl. Trunojoyo Blok M I/135. Majapahit Holding BV Herengracht 450.32 Bandung 40264. Diponegoro No. Gedung I Lantai 3 Jakarta 12160. 1017 CA Amsterdam The Netherlands Majapahit Holding BV didirikan tanggal 3 Oktober 2006 dan merupakan suatu lembaga keuangan yang berkedudukan di Amsterdam.1 Tarakan. East Kalimantan. 1017 CA Amsterdam The Netherlands Majapahit Holding BV was incorporated on October 3. engaging in Geothermal Power Plant. Indonesia Didirikan tanggal 15 Desember 2003 dan bergerak dalam usaha penyediaan tenaga listrik bagi kepentingan umum di wilayah Pulau Tarakan. Majapahit Holding BV Herengracht 450. PT PLN Geothermal Jl.1 Tarakan. Indonesia Established on December 15. Indonesia PLN-PERTAMINA joint venture company.61 Kebayoran Baru. P. Wijaya I No. PT PLN Batubara Gedung PLN Pusat Jl. Trunojoyo Blok M I/135. economical and reliable. Kalimantan Timur. Jakarta 12170 Indonesia PT PLN Geothermal is a subsidiary of PLN. Gedung I Lantai 3 Jakarta 12160. . PT Prima Layanan Nasional Enjiniring (PT PLN Tarakan) Jl. melalui kegiatan pengembangan dan pengoperasian pembangkit tenaga listrik panas bumi yang ekonomis. PT PLN Batubara Gedung PLN Pusat Jl. PT PLN Geothermal Jl. Belanda. engaging in renewable electricity supply. PT Geo Dipa Energi (PT GDE) Jl. 2003 and is engaged in electricity supply business to meet the public needs in Tarakan Island region. Indonesia PT PLN Batubara was founded on September 3. P. 2006 as a financial institution based in Amsterdam. Indonesia PT PLN Batubara didirikan tanggal 3 September 2008 dan merupakan anak perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha tambang batubara sebagai bahan utama dari Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU). PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report PT Geo Dipa Energi (PT GDE) Jl. through the development and operation of geothermal power plants that are of high-quality. 2008 and is a subsidiary company which is engaged in coal mining as the primary source of Steam Power Plant. bermutu tinggi dan dengan keandalan yang baik. Wijaya I No.

LK No. dividen saham.a Lain-lain Others 5 Informasi memuat: 1 2 3 4 Jumlah obligasi/sukuk/obligasi konversi yang beredar Tingkat bunga/imbalan Tanggal jatuh tempo Peringkat obligasi/sukuk 10 295 . Sampul muka. Laba(rugi) usaha 4. dan saham bonus Laporan Tahunan wajib memuat informasi dalam 2 (dua) tahun buku terakhir mengenai obligasi. Sampul Belakang 4. X.REFERENSI-SILANG ISI LAPORAN DENGAN KETENTUAN BAPEPAM-LK CROSS-REFERENCE OF BAPEPAM-LK RULES Kesesuaian isi Annual Report berdasarkan Keputusan Bapepam . Setiap halaman 4 Laporan Tahunan ditampilkan di website Perusahaan  PENJELASAN HALAMAN 2  3       II Ikhtisar Data Keuangan Penting 1 Informasi hasil usaha perusahaan dalam bentuk perbandingan selama 5 (lima) tahun buku atau sejak memulai usahanya jika perusahaan tersebut menjalankan kegiatan usahanya selama kurang dari 5 (lima) tahun Informasi memuat antara lain: 1. Laporan tahunan mencantumkan identitas perusahaan dengan jelas Nama Perusahaan dan Tahun Annual Report ditampilkan di: 1. Laba (rugi) bersih 5. Laba (rugi) kotor 3. Informasi harga saham sebelum perubahan permodalan terakhir wajib disesuaikan dalam hal terjadi antara lain karena pemecahan saham. Samping 3. sukuk atau obligasi konvertibel yang diterbitkan Modal kerja bersih Jumlah investasi Jumlah aset Jumlah kewajiban Jumlah ekuitas 9 9 9 Informasi memuat 5 (lima) rasio keuangan yang umum dan relevan dengan industri perusahaan 4 Informasi dalam bentuk tabel dan grafik yang memuat: 1 2 3 4 Harga saham tertinggi Harga saham terendah Harga saham penutupan Volume saham yang diperdagangkan untuk setiap masa triwulan dalam 2 (dua) tahun buku terakhir (jika ada). n. Penjualan/pendapatan usaha 2.K. Laporan tahunan dicetak pada kertas yang berwarna terang agar mudah dibaca dan jelas. Laba (rugi) persaham. 6 tentang “Format Laporan Annual Report” KRITERIA I Umum 1 Laporan tahunan disajikan dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar dan dianjurkan menyajikan juga dalam bahasa Inggris. samping dan belakang 2. 2 Informasi posisi keuangan perusahaan dalam bentuk perbandingan selama 5 (lima) tahun buku atau sejak memulai usahanya jika perusahaan tersebut menjalankan kegiatan usahanya selama kurang dari 5 (lima) tahun Informasi memuat antara lain: 1 2 3 4 5 3 Rasio keuangan dalam bentuk perbandingan selama 5 (lima) tahun buku atau sejak memulai usahanya jika perusahaan tersebut menjalankan kegiatan usahanya selama kurang dari 5 (lima) tahun Laporan Tahunan wajib memuat informasi harga saham dalam bentuk tabel dan grafik.

no. atau penjelasan tertulis dalam surat tersendiri dari anggota yang lain dalam hal tidak terdapat penjelasan tertulis dari yang bersangkutan 306   3  4 n. Prospek usaha Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik yang telah dilaksanakan oleh perusahaan.a PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report IV Profil Perusahaan 1 2 3 4 5 6 Nama dan alamat perusahaan Riwayat singkat perusahaan Bidang usaha Struktur Organisasi Visi dan Misi Perusahaan Identitas dan riwayat hidup singkat anggota Dewan Komisaris Informasi memuat antara lain nama dan alamat. no.79 80 62 81-85 . halaman belakang 66 68. email. dan website Mencakup antara lain: tanggal/tahun pendirian. Penjelasan tertulis dalam surat tersendiri dari yang bersangkutan dalam hal terdapat anggota Dewan Komisaris atau Direksi yang tidak menandatangani laporan tahunan. Pandangan atas prospek usaha perusahaan yang disusun oleh Direksi Komite-komite yang berada dibawah pengawasan Dewan Komisaris Perubahan komposisi Dewan Komisaris (jika ada) 34 2 Laporan Direksi Memuat hal-hal sebagai berikut: 1 Kinerja perusahaan mencakup antara lain: kebijakan strategis. nama dan perubahan nama perusahaan (jika ada) Meliputi jenis produk dan atau jasa yang dihasilkan Dalam bentuk bagan. Telp. dan kendala-kendala yang dihadapi perusahaan.296 KRITERIA III Laporan Dewan Komisaris dan Direksi 1 Laporan Dewan Komisaris PENJELASAN HALAMAN Memuat hal-hal sebagai berikut: 1 2 3 4 Penilaian kinerja Direksi mengenai pengelolaan perusahaan. Ditandatangani oleh seluruh anggota Direksi dan Dewan Komisaris dengan menyebutkan nama dan jabatannya. Perubahan komposisi Direksi (jika ada) 42 2 3 4 3 Tanda tangan anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris Memuat hal-hal sebagai berikut: 1 2 Tanda tangan dituangkan pada lembaran tersendiri Ada pernyataan bahwa Direksi dan Desan Komisaris bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi laporan tahunan. perbandingan antara hasil yang dicapai dengan yang ditargetkan. meliputi nama dan jabatan Mencakup visi dan misi perusahaan Informasi memuat antara lain: 1 2 3 4 5 Nama Jabatan Umur Pendidikan Pengalaman Kerja 34. kode pos. Fax.

Peringkat efek 129 Lain-lain Others 297 . Keterangan tentang bidang usaha anak perusahaan atau perusahaan asosiasi Keterangan status operasi perusahaan anak atau perusahaan asosiasi (telah beroperasi atau belum beroperasi) 10 Daftar anak perusahaan dan/atau perusahaan asosiasi. 104 78 Mencakup antara lain: 1 2 3 Nama pemegang saham yang memiliki saham 5% atau lebih Direktur dan Komisaris yang memiliki saham Pemegang saham masyarakat dengan kepemilikan saham masing-masing kurang lebih 5% Informasi memuat antara lain: 1 2 3 4 Nama anak perusahaan/perusahaan asosiasi Presentase kepemilikan saham.11 102 104 4 9 Komposisi Pemegang saham.a 12 Kronologi pencatatan efek lainnya Mencakup antara lain: 1 2 3 4 5 Kronologi pencatatan efek lainnya Jenis tindakan korporasi yang menyebabkan perubahan jumlah efek lainnya Perubahan jumlah efek lainnya dari awal pencatatan sampai dengan akhir tahun buku. Perubahan jumlah saham dari awal pencatatan sampai dengan akhir tahun buku. 78 11 Kronologi pencatatan saham Mencakup antara lain: 1 2 3 4 Kronologi pencatatan saham Jenis tindakan korporasi yang menyebabkan perubahan jumlah saham. n. Nama Bursa dimana saham perusahaan dicatatkan. Nama Bursa dimana saham perusahaan dicatatkan.KRITERIA 7 Identitas dan riwayat hidup singkat anggota direksi PENJELASAN Informasi memuat antara lain: 1 2 3 4 5 Nama Jabatan (termasuk jabatan pada perusahaan atau lembaga lain) Umur Pendidikan Pengalaman Kerja HALAMAN 86-92 8 Jumlah Karyawan (komparatif 2 tahun) dan deskripsi pengembangan kompetensinya (misal: aspek pendidikan dan pelatihan karyawan) Informasi memuat antara lain: 1 2 3 Jumlah karyawan untuk masing-masing level organisasi Jumlah karyawan untuk masing-masing tingkat pendidikan Pelatihan karyawan yang telah dilakukan dengan mencerminkan adanya persamaan kesempatan kepada seluruh karyawan Biaya yang telah dikeluarkan 94.

Penjualan/pendapatan usaha. Masa berlaku. Kewajiban lancar. dan jumlah aset. Badan pemberi penghargaan. HALAMAN 75 14 Akuntan perseroan Informasi memuat antara lain: 1 2 3 4 Berapa periode audit akuntan telah mengaudit laporan keuangan perusahaan. 189-190 Analisis kinerja keuangan yang mencakup perbandingan antara kinerja keuangan tahun yang bersangkutan dengan tahun sebelumnya (dalam bentuk narasi dan tabel).186 4 Penjelasan atas 1 2 3 Struktur modal (capital structure).298 KRITERIA 13 Nama dan alamat lembaga dan atau profesi penunjang pasar modal. Nama dan alamat perusahaan pemeringkat efek. Jasa lain yang diberikan akuntan selain jasa finansial audit. aset tidak lancar. Tahun perolehan. 168-188 152-167. kewajiban tidak lancar. Nama dan alamat Kantor Akuntan Publik. kebijakan manajemen atas struktur modal (capital structure policies). Beban usaha Laba/rugi bersih 3 Bahasan dan analisis tentang kemampuan membayar hutang dan tingkat kolektibilitas piutang Perseroan Bahasan tentang struktur modal (capital structure).186 . Berapa periode audit kantor akuntan publik telah mengaudit laporan keuangan perusahaan. 76 15 Penghargaan dan sertifikasi yang diterima perusahaan baik yang berskala nasional maupun internasional Informasi memuat antara lain: 1 2 3 4 Nama penghargaan. dan tingkat solvabilitas perusahaan Penjelasan tentang: 1 2 Kemampuan membayar hutang Tingkat kolektibilitas piutang 178.187. antara lain mengenai: 1 2 3 4 5 Aset lancar. Kebijakan manajemen atas struktur modal (capital structure policies). PENJELASAN Informasi memuat antara lain: 1 2 3 Nama dan alamat Biro Administrasi Efek (BAE). dan jumlah kewajiban. Tingkat solvabilitas perusahaan 183. Besarnya fee audit. 30-32 16 Nama dan alamat anak perusahaan dan atau kantor cabang atau kantor perwakilan (jika ada) 292 V Analisa dan Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan 1 Tinjauan operasi per segmen usaha Memuat uraian antara lain: 1 2 3 4 2 PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Uraian atas kinerja keuangan Perusahaan Produksi/kegiatan usaha Penjualan/pendapatan usaha Profitabilitas Peningkatan/penurunan kapasitas produksi untuk masing-masing segmen usaha.

201-202 8 Penjelasan mengenai 1 2 Besaran peningkatan/penurunan penjualan atau pendapatan bersih Peningkatan/penurunan material dari penjualan atau pendapatan bersih dikaitkan dengan jumlah barang atau jasa yang dijual. ekonomi secara umum dan pasar internasional serta dapat disertai data pendukung kuantitatif jika ada sumber data yang layak dipercaya Uraian tentang pemasaran atas produk dan jasa perusahaan. dan atau adanya produk atau jasa baru n. antara lain meliputi pangsa pasar 150-151 Lain-lain Others 12 Uraian tentang aspek pemasaran 152-153 299 . agar diungkapkan 6 Bahasan dan analisis tentang informasi keuangan yang telah dilaporkan yang mengandung kejadian yang sifatnya luar biasa dan jarang terjadi Penjelasan mengenai 1 2 Kejadian yang sifatnya luar biasa dan jarang terjadi Dampaknya terhadap kondisi keuangan perusahaan Catatan: apabila tidak ada kejadian yang sifatnya luar biasa dan jarang terjadi.170-172. maka wajib disertai dengan bahasan tentang sejauh mana perubahan tersebut dapat dikaitkan antara lain dengan. Catatan: apabila tidak ada kejadian penting setelah tanggal laporan akuntan. agar diungkapkan 208 11 Uraian tentang prospek usaha perusahaan Uraian mengenai prospek perusahaan sehubungan dengan industri. agar diungkapkan 207 7 Uraian tentang komponen-komponen substansial dari pendapatan dan beban lainnya.187.KRITERIA 5 Bahasan mengenai ikatan yang material untuk investasi barang modal Penjelasan atas: 1 2 3 4 PENJELASAN HALAMAN 188. jika baru memulai usahanya kurang dari 2 (dua) tahun Informasi dan fakta material yang terjadi setelah tanggal laporan akuntan Penjelasan mengenai 1 2 Komponen substansial dari pendapatan lainnya Komponen substansial dari beban lainnya 169. 190-195 Tujuan dari ikatan tersebut Sumber dana yang diharapkan untuk memenuhi ikatan-ikatan tersebut Mata uang yang menjadi denominasi Langkah-langkah yang direncanakan perusahaan untuk melindungi risiko dari posisi mata uang asing yang terkait Catatan: apabila perusahaan tidak mempunyai ikatan terkait investasi barang modal. untuk dapat mengetahui hasil usaha perusahaan Jika laporan keuangan mengungkapkan peningkatan atau penurunan yang material dari penjualan/pendapatan bersih. jumlah barang atau jasa yang dijual. dan atau adanya produk atau jasa baru Bahasan tentang dampak perubahan harga terhadap penjualan/pendapatan bersih perusahaan serta laba operasi perusahaan selama 2 (dua) tahun atau sejak perusahaan memulai usahanya.a 9 Ada atau tidak ada pengungkapan 157 10 Uraian kejadian penting setelah tanggal laporan akuntan termasuk dampaknya terhadap kinerja dan risiko usaha di masa mendatang. 205 206.

dan Tanggal persetujuan RUPS atas perubahan penggunaan dana (jika ada) n. alasan dan dampaknya terhadap laporan keuangan 208 18 Uraian mengenai perubahan kebijakan akuntansi 208 VI Tata Kelola Perusahaan 1 Uraian Dewan Komisaris Uraian memuat antara lain: 1 2 3 4 5 Uraian pelaksanaan tugas Dewan Komisaris Pengungkapan prosedur penetapan dan besarnya remunerasi anggota Dewan Komisaris Besarnya remunerasi untuk setiap anggota dewan komisaris. ekspansi. Memuat uraian mengenai: 1 2 3 4 Nama pihak yang bertransaksi Sifat hubungan afiliasi. 207-208 17 Uraian mengenai perubahan peraturan perundang-undangan yang berpengaruh signifikan terhadap perusahaan PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Uraian memuat antara lain: perubahan peraturan perundang-undangan dan dampaknya terhadap perusahaan Catatan: apabila tidak terdapat perubahan peraturan perundang-undangan yang berpengaruh signifikan. divestasi. agar diungkapkan Uraian memuat antara lain: perubahan kebijakan akuntansi.300 KRITERIA 13 Pernyataan mengenai kebijakan dividen dan jumlah dividen kas per saham dan jumlah dividen per tahun yang diumumkan atau dibayar selama 2 (dua) tahun buku terakhir PENJELASAN Memuat uraian mengenai: 1 2 3 Jumlah dividen jumlah dividen per saham payout ratio untuk masing-masing tahun Catatan: apabila tidak ada pembagian dividen.a 15 Informasi material mengenai investasi. Penjelasan mengenai kewajaran transaksi. Memuat uraian mengenai: 1 2 3 Tujuan dilakukannya transaksi. akuisisi atau restrukturisasi hutang/modal. Sumber dana Catatan: apabila tidak mempunyai transaksi dimaksud. Frekuensi pertemuan Tingkat kehadiran dewan komisaris dalam pertemuan 229-230 230 225-231 229 239-240 . agar diungkapkan 190-203 16 Informasi transaksi material yang mengandung benturan kepentingan dan/ atau transaksi dengan pihak afiliasi. Realisasi transaksi pada periode berjalan. Nilai transaksi atau jumlah yg direstrukturisasi.a 14 Realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum (dalam hal perusahaan masih diwajibkan menyampaikan laporan realisasi penggunaan dana) Memuat uraian mengenai: 1 2 3 4 5 Total perolehan dana Rencana penggunaan dana Rincian penggunaan dana saldo dana. agar diungkapkan alasan tidak membagikan dividen HALAMAN n.

jabatan dan riwayat hidup singkat anggota Komite Nominasi dan Remunerasi. Uraian tugas dan tanggung jawab. Uraian tugas dan tanggung jawab.KRITERIA 2 Uraian Direksi PENJELASAN Menguraikan antara lain: 1 2 3 4 5 6 Ruang lingkup pekerjaan dan tanggung jawab masing-masing anggota Direksi. Frekuensi pertemuan dan tingkat kehadiran komite lain. jabatan dan riwayat hidup singkat anggota komite lain. Frekuensi pertemuan dan tingkat kehadiran. Independensi anggota Komite Nominasi dan Remunerasi. Uraian pelaksanaan kegiatan Komite remunerasi. jabatan dan riwayat hidup singkat anggota Komite remunerasi. Independensi anggota Komite Audit. jabatan dan riwayat hidup singkat anggota Komite Audit. 239 278-284 243-247 Lain-lain Others 7 Uraian mengenai kebijakan penetapan remunerasi bagi Direksi yang dikaitkan dengan kinerja perusahaan Mencakup antara lain: 1 2 Prosedur penetapan remunerasi tertuang dalam SOP Indikator kinerja untuk mengukur performance Direksi yang dikaitkan dengan remunerasi 301 . Pengungkapan prosedur penetapan remunerasi Besarnya remunerasi untuk setiap anggota direksi. Independensi anggota komite lain. Independensi anggota Komite remunerasi. Frekuensi pertemuan dan tingkat kehadiran Komite Nominasi dan Remunerasi. 285-287 247-252 4 Komite Nominasi dan Remunerasi Mencakup antara lain: 1 2 3 4 5 Nama. Uraian tugas dan tanggung jawab. Uraian tugas dan tanggung jawab. 288-290 252-253 6 Komite-komite lain di bawah dewan komisaris yang dimiliki oleh perusahaan Mencakup antara lain: 1 2 3 4 5 Nama. Frekuensi pertemuan dan tingkat kehadiran Komite Audit. 288-290 252-253 5 Komite Remunerasi Mencakup antara lain: 1 2 3 4 5 Nama. Uraian pelaksanaan tugas komite lain. Frekuensi pertemuan Tingkat kehadiran anggota direksi dalam pertemuan Program pelatihan dalam rangka meningkatkan kompetensi direksi HALAMAN 232-235 239-240 237 237 - 3 Komite Audit Mencakup antara lain: 1 2 3 4 5 Nama. Uraian pelaksanaan tugas Komite Nominasi dan Remunerasi. Laporan singkat pelaksanaan kegiatan Komite Audit.

Direksi dan anggota dewan Komisaris yang menjabat pada periode laporan tahunan Menguraikan antara lain: 1 2 3 Pokok perkara/gugatan. media massa. persaingan usaha. agar diungkapkan 265-267 15 Akses informasi dan data perusahaan Uraian mengenai tersedianya akses informasi dan data perusahaan kepada publik. Tingkat penyelesaian pengaduan yang diterima Program peningkatan layanan kepada konsumen 220. 2 11 Uraian mengenai komitmen perusahaan terhadap perlindungan konsumen Mencakup antara lain: 1 2 3 4 Pembentukan Pusat Pengaduan Konsumen. Mencakup antara lain uraian tentang: 1 2 3 Mitra Usaha bunaan perusahaan Program pengembangan pendidikan/perbaikan kesehatan/pengembangan seni budaya dan lainnya Biaya yang telah dikeluarkan 268-276 13 PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report Mencakup antara lain kegiatan tentang: 1 2 3 4 Kegiatan pelestarian lingkungan Kegiatan pengelolaan lingkungan Sertifikasi atas pengelolaan liingkungan Biaya yang telah dikeluarkan 140-146 14 Perkara penting yang sedang dihadapi oleh perusahaan. mailing list. pasokan bahan baku.74 12 Uraian mengenai aktivitas dan biaya yang dikeluarkan berkaitan dengan tanggung jawab sosial perusahaan terutama mengenai “community development program” yang telah dilakukan. Status penyelesaian perkara/gugatan Pengaruhnya terhadap kondisi keuangan perusahaan Catatan: dalam hal tidak berperkara.302 KRITERIA 8 Uraian tugas dan fungsi Sekretaris Perusahaan PENJELASAN Mencakup antara lain: 1 2 Nama dan riwayat jabatan singkat sekretaris perusahaan Uraian pelaksanaan tugas sekretaris perusahaan HALAMAN 9 Uraian tentang Unit Audit Internal Mencakup antara lain: 1 2 3 4 5 Nama ketua unit audit internal Kualifikasi/sertfikasi sebagai profesi audit internal Struktur atau kedudukan unit audit internal Keberadaan piagam unit audit internal Uraian pelaksaan tugas 257 254 10 Uraian mengenai Manajemen Risiko Menguraikan antara lain: 1 Penjelasan mengenai risiko-risiko yang dihadapi perusahaan (misalnya risiko yang disebabkan oleh fluktuasi kurs atau suku bunga. buletin dan sebagainya 74 .50. misalnya melalui website. Program peningkatan layanan kepada konsumen. Upaya untuk mengelola risiko tersebut. Uraian mengenai aktivitas dan biaya yang dikeluarkan berkaitan dengan tanggung jawab sosial perusahaan terutama berkaitan dengan kegiatan pelestarian lingkungan. ketentuan negara lain atau peraturan internasional dan kebijakan pemerintah).

dan pendanaan Penggunaan metode langsung (direct method) untuk melaporkan arus kas dari aktivitas operasi Pengungkapan aktivitas yang tidak mempengaruhi arus kas Pemisahan penyajian antara penerimaan kas dan atau pengeluaran kas kepada pelanggan(customer).11 tentang Tanggung Jawab Direksi atas Laporan Keuangan 311 312 313 Memuat secara lengkap unsur-unsur laporan keuangan. ijin KAP dan nomor ijin Akuntan Publik 314-319 Kesesuaian dengan peraturan Bapepam No VIII.G. karyawan.a VII Informasi Keuangan 1 2 3 Surat Pernyataan Direksi tentang Tanggung Jawab Direksi atas Laporan Keuangan Opini akuntan atas laporan keuangan Deskripsi Auditor Independen di Opini Deskripsi memuat tentang: 1 2 3 4 Laporan keuangan yang lengkap Nama dan tanda tangan Tanggal Laporan Audit No. yakni: 1 2 3 4 5 Neraca Laporan laba rugi Laporan perubahan ekuitas Laporan arus kas Catatan atas laporan keuangan 320-439 316 318-319 5 6 Perbandingan tingkat profitabilitas Penyajian Laporan Arus Kas Perbandingan laba/rugi usaha tahun berjalan dengan tahun sebelumnya Memenuhi ketentuan sebagai berikut: 1 2 3 4 Pengelompokan dalam tiga kategori aktivitas: aktivitas operasi. HALAMAN 219-220 17 Pengungkapan mengenai whistleblowing system Memuat uraian antara lain: 1 2 3 Keberadaan whistleblowing system Mekanisme whistleblowing system Penggunaan dan output whistleblowing sytem n.KRITERIA 16 Etika Perusahaan. Pernyataan mengenai budaya perusahaan yang dimiki perusahaan. pemasok dan pembayaran pajak selama tahun berjalan pada aktivitas operasi Penyajian penambahan dan pembayaran hutang jangka panjang serta dividen pada aktivitas pendanaan Lain-lain Others 5 303 . investasi. PENJELASAN Memuat uraian antara lain: 1 2 3 4 Keberadaan code of conduct Isi Code of Conduct Penyebaran Code of Conduct kepada karyawan dan upaya penegakannya.

hal tersebut harus diungkapkan Rekonsiliasi nilai tercatat properti investasi pada awal dan akhir periode Jumlah yang diakui dalam laporan laba rugi yang berasal dari properti investasi (penghasilan rental. beban operasi langsung. Rekonsiliasi fiskal dan perhitungan beban pajak kini Pernyataan bahwa Laba Kena Pajak (LKP) hasil rekonsiliasi menjadi dasar dalam pengisian SPT Tahunan PPh Badan. Pengungkapan ada atau tidak ada sengketa pajak. 337. 399-402 2 3 4 PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report 5 . Apabila tidak ada penilaian seperti itu. dan jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan yang diakui pada laporan laba rugi apabila jumlah tersebut tidak terlihat dari jumlah aset atau kewajiban pajak tangguhan yang diakui pada neraca. Rincian aset dan kewajiban pajak tangguhan yang disajikan pada neraca untuk setiap periode penyajian. perubahan kumulatif dalam nilai wajar) Rekonsiliasi antara beban (penghasilan) pajak dengan hasil perkalian laba akuntansi dengan tarif yang berlaku denan mengungkapkan dasar perhitungan tarif pajak yang berlaku.304 KRITERIA 7 Ikhtisar Kebijakan Akuntansi PENJELASAN Meliputi sekurang-kurangnya: 1 2 3 4 5 Konsep dasar penyajian laporan keuangan Pengakuan pendapatan dan beban Penilaian investasi (penyertaan pada entitas lain) Persediaan Sewa HALAMAN 327-337 8 Pengungkapan yang berhubungan dengan properti investasi Hal-hal yang harus diungkapkan antara lain: 1 2 3 Uraian mengenai kebijakan akuntansi yang dipilih antara model nilai wajar dan model biaya Metode dan asumsi signifikan yang diterapkan dalam menentukan nilai wajar dari properti investasi Apakah penentuan nilai wajar properti investasi didasarkan atas penilaian oleh penilai independen.349 4 5 9 Pengungkapan yang berhubungan dengan Perpajakan. 1 342.

kondisi dan kebijakan akuntansi untuk setiap kelompok instrumen keuangan Klasifikasi instrumen keuangan Nilai wajar tiap kelompok instrumen keuangan Penjelasan risiko yang terkait dengan instrumen keuangan: risiko pasar. risiko kredit dan risiko likuiditas Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangannya 438-439 435-439 5 305 Lain-lain Others . selisih nilai tukar neto. revaluasi. dan Dampak penerapan standar akuntansi keuangan dan peraturan baru tersebut. yang menunjukkan: penambahan. penyusutan. HALAMAN 345-347. rugi penurunan nilai. penggabungan usaha. aset yang diklasifikasi sebagai tersedia untuk dijual/kelompok lepasan. 323-327 2 12 Pengungkapan yang berhubungan dengan Instrumen Keuangan Hal-hal yang harus diungkapkan: 1 2 3 4 Persyaratan. 334-335 4 5 11 Perkembangan Terakhir Standar Akuntansi Keuangan dan Peraturan Lainnya Hal-hal yang harus diungkapkan adalah: 1 Penjelasan mengenai standar akuntansi keuangan dan peraturan baru yang diterapkan dan mempengaruhi aktivitas perusahaan.KRITERIA 10 Pengungkapan yang berhubungan dengan Aset Tetap PENJELASAN Hal-hal yang harus diungkapkan adalah: 1 2 3 Metode penyusutan yang digunakan Uraian mengenai kebijakan akuntansi yang dipilih antara model revaluasi dan model biaya Metode dan asumsi signifikan yang digunakan dalam mengestimasi nilai wajar aset tetap (model revaluasi) atau pengungkapan nilai wajar aset tetap (model biaya) Jumlah tercatat bruto dan akumulasi penyusutan pada awal dan akhir periode untuk tiap kelompok aset tetap Rekonsiliasi jumlah tercatat pada awal dan akhir periode untuk tiap kelompok aset. atau perubahan lain.

and Capital Market Supervisory Board Regulation No. Chapter 67. X. In accordance with Corporate Law no.40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas pasal 67 dan Peraturan Bapepam No. 40/2007. The Company’s Annual Repost contains the Board of Commissioner’s Monitoring Report and Consolidated Financial Statement for the years ending 31 December 2010 and 2009.306 PERNYATAAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI BOARD OF COMMISSIONERS’ AND DIRECTORS’ STATEMENT Sesuai dengan Undang-Undang No. dengan ini kami. hereby state that we have approved and are fully responsible for the validity of the Company’s 2010 Annual Report. TJETJEP Komisaris Commissioner RAHMAT WALUYANTO Komisaris Commissioner LUTFI HAMID Komisaris Independen Independent Commissioner ADANG FIRMAN Komisaris Independen Independent Commissioner .K. Laporan Tahunan Perseroan ini juga memuat Laporan Keuangan Konsolidasi Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009.6 on Annual Report Submission Requirements for Public Companies.6 tentang Kewajiban Penyampaian Laporan Tahunan bagi Emiten atau Perusahaan Publik. the Board of Commissioners and Directors of PT PLN (Persero).K. DEWAN KOMISARIS BOARD OF COMMISSIONERS YOGO PRATOMO Komisaris Utama President Commissioner PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report SYAHRIAL LOETAN Komisaris Commissioner ABDUL AZIZ Komisaris Commissioner WIMPY S. X. menyatakan telah menyetujui dan bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi Laporan Tahunan Perseroan tahun buku 2010. we. Dewan Komisaris dan Direksi PT PLN (Persero).

DIREKSI BOARD OF DIRECTORS DAHLAN ISKAN Direktur Utama President Director IGA NGURAH ADNYANA Direktur Operasi Jawa Bali Director of Java-Bali Operations MOCH. ERNINGPRAJA Direktur SDM dan Umum Director of HR and General Affairs SETIO ANGGORO DEWO Direktur Keuangan Director of Finance 307 . HARY JAYA PAHLAWAN Direktur Operasi Indonesia Barat Director of West Indonesia Operations VICKNER SINAGA Direktur Operasi Indonesia Timur Director of East Indonesia Operations NUR PAMUDJI Direktur Energi Primer Director of Primary Energy BAGIYO RIAWAN MURTAQI SYAMSUDDIN Direktur Pengadaan Strategis Direktur Bisnis dan Manajemen Risiko Director of Strategic Procurement Director of Business & Risk Management Lain-lain Others NASRI SEBAYANG Direktur Perencanaan dan Teknologi Director of Planning and Technology EDDY D.

PT PLN (Persero) Laporan Tahunan 2010 Annual Report LAPORAN KEUANGAN FINANCIAL REPORT .

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN/ AND ITS SUBSIDIARIES LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI/ CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010 DAN 2009/ FOR THE YEARS ENDED DECEMBER 31. 2010 AND 2009 DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN/ AND INDEPENDENT AUDITORS’ REPORT .

2010 and 2009 and for the years then ended Neraca Konsolidasi/Consolidated Balance Sheets Laporan Laba Rugi Konsolidasi/Consolidated Statements of Income Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasi/Consolidated Statements of Changes in Equity Laporan Arus Kas Konsolidasi/Consolidated Statements of Cash Flows Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasi/Notes to Consolidated Financial Statements 3 5 6 7 9 1 .PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN/AND ITS SUBSIDIARIES DAFTAR ISI/TABLE OF CONTENTS Halaman/ Page SURAT PERNYATAAN DIREKSI/DIRECTORS’ STATEMENT LETTER LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN/INDEPENDENT AUDITORS’ REPORT LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI .Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 serta untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal tersebut/ CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS – As of December 31.

.

.

.

setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu sebesar Rp 330.407.898 juta tahun 2010 dan Rp 94.286 3.817 Rekening bank dan deposito berjangka dibatasi penggunaannya 2.901 15 16.666.747 801.715.869 Aset pajak tangguhan 11.442 832.502 296.318 36.setelah dikurangi penyisihan penurunan nilai sebesar Rp 98.38 17 2.194 369.713.51 9.740 45.877 million in 2009 Construction in progress Investment properties Long-term investments Deferred tax assets Assets not used in operations Receivables from related parties net of allowance for doubtful accounts of nil in 2010 and Rp 80.278 Aset tidak digunakan dalam operasi 1.587 Aset tidak lancar lain 1. -3- . plant and equipment net of accumulated depreciation of Rp 100.51 11 12 1.076 CURRENT ASSETS Cash and cash equivalents Short-term investments Trade accounts receivable .434 10.875.316 138.853 Properti investasi 145.839.569.296 Catatan/ Notes 2009 ASSETS NONCURRENT ASSETS Property.204 million in 2009 Receivables on electricity subsidy Other receivables Inventories .651.907 256.417.702.669.490 18 19 20 10.569.375 668.880 826.555.358.451 million in 2010 and Rp 341.868 Pekerjaan dalam pelaksanaan 106.583 ASET LANCAR Kas dan setara kas Investasi jangka pendek Piutang usaha .204 juta tahun 2009 Piutang subsidi listrik Piutang lain-lain Persediaan .143.net of allowance for doubtful accounts of Rp 330.105 3.877 juta tahun 2009 210.299.503 Piutang pihak hubungan istimewa setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu nihil tahun 2010 dan Rp 80.927.501 Jumlah Aset Tidak Lancar 324.612 78.798 828.258 236.482.314 550.458 8.557 million in 2009 Prepaid taxes Prepaid expenses and advances Receivables from related parties Total Current Assets TOTAL ASSETS Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.702. See accompanying notes to consolidated financial statements which are an integral part of the consolidated financial statements.451 juta tahun 2010 dan Rp 341.716.020 Investasi jangka panjang 919.844 2.setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp 100.059 1.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES CONSOLIDATED BALANCE SHEETS DECEMBER 31.570 9.758 million in 2009 Restricted cash in banks and time deposits Other noncurrent assets Total Noncurrent Assets 5 6 7 8 47 9 207.021.402 juta tahun 2010 dan Rp 89.402 million in 2010 and Rp 89.493 333.739 13 14 13.210. 2010 AND 2009 (Figures in tables stated in millions of Rupiah) 2010 ASET ASET TIDAK LANCAR Aset tetap .net of allowance for decline in value of Rp 98.898 million in 2010 and Rp 94.590.043.999.758 juta tahun 2009 551.557 juta tahun 2009 Pajak dibayar dimuka Biaya dibayar dimuka dan uang muka Piutang pihak hubungan istimewa Jumlah Aset Lancar JUMLAH ASET 19.196 1.168 9.474 478.684.827 8.721.580.560.713.

51 31.655 12.372.246.400.991 333.483 141.343.085 Subscribed and paid-up .539 23.107.63.438.990 149.668 14.210.136 9.000.064.46.926 14.045 6.024 6.857 55.setelah dikurangi bagian jatuh tempo dalam satu tahun Penerusan pinjaman Hutang kepada Pemerintah Hutang sewa pembiayaan Hutang bank dan surat hutang jangka menengah Hutang obligasi Hutang listrik swasta Hutang pihak hubungan istimewa Kewajiban imbalan kerja Hutang lain-lain Jumlah Kewajiban Tidak Lancar KEWAJIBAN LANCAR Hutang usaha Pihak hubungan istimewa Pihak ketiga Hutang pajak Biaya masih harus dibayar Uang jaminan langganan Hutang biaya proyek Kewajiban jangka panjang jatuh tempo dalam satu tahun Penerusan pinjaman Hutang kepada Pemerintah Hutang sewa pembiayaan Hutang bank dan surat hutang jangka menengah Hutang obligasi Hutang listrik swasta Hutang pihak hubungan istimewa Kewajiban imbalan kerja Hutang lain-lain Jumlah Kewajiban Lancar JUMLAH KEWAJIBAN JUMLAH EKUITAS DAN KEWAJIBAN Catatan/ Notes 2009 LIABILITIES AND EQUITY EQUITY Capital stock .843 187.937.483 1.490 24 25 26 27 28 29 30.045.net Long-term liabilities .154 shares Additional paid-in capital Retained earnings Appropriated Unappropriated Total Equity NONCURRENT LIABILITIES Deferred revenue Deferred tax liabilities .Continued 2010 KEWAJIBAN DAN EKUITAS EKUITAS Modal saham .568 21 22 46.885 98.656 1.009 4.566.607 3. 2010 AND 2009 (Figures in tables stated in millions of Rupiah) .894.319.059.bersih Kewajiban jangka panjang .248 46.016.162 5. -4- .656 5.328 58.154 34.597 2.493 4.542 175.792 192.196.007 4.63.713.739 557.358.000 saham Modal ditempatkan dan disetor penuh 46.961.506.922 369.107.560.795 47.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) .000.733.088.917.829 10.746 219.51 50 32 19.227.297.210 13.974.046 16.962 22.154 37.478 9.51 50 32 2. See accompanying notes to consolidated financial statements which are an integral part of the consolidated financial statements.793 1.579 138.494.net of current maturities Two-step loans Government loans Lease liability Bank loans and medium term notes Bonds payable Electricity purchase payable Payable to related parties Employee benefits obligation Other payables Total Noncurrent Liabilities CURRENT LIABILITIES Trade accounts payable Related parties Third parties Taxes payable Accrued expenses Customers' security deposits Project cost payable Current maturities of long-term liabilities Two-step loans Government loans Lease liability Bank loans and medium term notes Bonds payable Electricity purchase payable Payable to related parties Employee benefits obligation Other payables Total Current Liabilities TOTAL LIABILITIES TOTAL EQUITY AND LIABILITIES 10.979.552 293.096 8.093 293.54 33 34 35 36 568.783.107.Lanjutan PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES CONSOLIDATED BALANCE SHEETS DECEMBER 31.nilai nominal Rp 1 juta per saham Modal dasar .395 164.842 905.607 282.par value of Rp 1 million per share Authorized .199 425.319 1.422 4.956 2.055 6.842.248.950 176.107.111.269 14.166.397.614 2.585.776 144.656.408.224 31.531.149 58.544.076 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.375.049.649 36.126.299 1.122.393 23 47 8.803.176 24 25 26 27 28 29 30.902.082.000 shares 46.362 46.793 1.819.107.705.162.516.173 12.154 saham Tambahan modal disetor Saldo laba Ditentukan penggunaannya Tidak ditentukan penggunaannya Jumlah Ekuitas KEWAJIBAN TIDAK LANCAR Pendapatan ditangguhkan Kewajiban pajak tangguhan .655.363.

611 2.537 4.net Others .294 37 38 23 39 90.072 25.973.860 (1.222.152.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASI UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENTS OF INCOME FOR THE YEARS ENDED DECEMBER 31.003 149.275.net Other Income (Charges) .900.bersih Lain-lain . -5- .731 7.086.203.418 760.010.786 7.941.267.882) 254.746 4.668) 10.174) 10.172.964.363) 11.Net INCOME BEFORE TAX TAX EXPENSE NET INCOME BASIC EARNINGS PER SHARE (In full Rupiah amount) 102.834.Bersih LABA SEBELUM PAJAK BEBAN PAJAK LABA BERSIH LABA PER SAHAM DASAR (Dalam Rupiah penuh) Catatan/ Notes 2009 REVENUES Sale of electricity Government's electricity subsidy Customer connection fees Others Total Revenues OPERATING EXPENSES Fuel and lubricants Purchased electricity Maintenance Personnel Depreciation Others Total Operating Expenses INCOME FROM OPERATIONS OTHER INCOME (CHARGES) Interest income Gain on foreign exchange .51 42 43 5 44 76.108.net Interest expense and financing charges .818 651.bersih Beban bunga dan keuangan .257.847.686 52 45 46 366.399.375.943 (6.766 224.181 2.237.946.217.867.969 9.144 84.577.355.896) 1.235. See accompanying notes to consolidated financial statements which are an integral part of the consolidated financial statements.558.172 12.bersih Penghasilan (Beban) Lain-lain .035.313.286.531 58.954.100 53.508 162.712 (5. 2010 AND 2009 (Figures in tables stated in millions of Rupiah) 2010 PENDAPATAN USAHA Penjualan tenaga listrik Subsidi listrik Pemerintah Penyambungan pelanggan Lain-lain Jumlah Pendapatan Usaha BEBAN USAHA Bahan bakar dan pelumas Pembelian tenaga listrik Pemeliharaan Kepegawaian Penyusutan Lain-lain Jumlah Beban Usaha LABA USAHA PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN Penghasilan bunga Keuntungan kurs mata uang asing .175 753.727 25.347 47 (1.719.837 532.765 9.417 12.600 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.512 9.190.679 48 218.758.622 12.071 13.716 678.314 11.409 (1.108.510 145.539 135.223 40 41.447.

086. 2009 Additions during the year Net income for the year Balance as of December 31.460 3.196.354.107.299 2.567 3.107.154 46.894.107.096 1.839 10.853.990 126.085 2.797 37.179 8.686 149.679 141.302. -6- .000.355.328 48.965.000) 10. 2010 AND 2009 (Figures in tables stated in millions of Rupiah) Catatan/ Notes Modal ditempatkan dan disetor penuh/ Subscribed and paid-up capital stock Tambahan modal disetor/ Additional paid-in capital Saldo laba (defisit)/ Retained earnings (deficit) Ditentukan Tidak ditentukan penggunaannya/ penggunaannya/ Appropriated Unappropriated Jumlah ekuitas/ Total equity Saldo per 1 Januari 2009 Penambahan tahun berjalan Laba bersih tahun berjalan Saldo per 31 Desember 2009 Penambahan tahun berjalan Cadangan umum tahun berjalan Dividen Laba bersih tahun berjalan Saldo per 31 Desember 2010 22 46.354.568 Balance as of January 1.819.179) (4. 2010 22 49 49 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.355.019.483 (6.154 30.154 46. 2009 Additions during the year Appropriation during the year Dividends Net income for the year Balance as of December 31.804 10.986.839 34.149 6.149 1.000) 10.853.894.122.302. See accompanying notes to consolidated financial statements which are an integral part of the consolidated financial statements.686 58.797 (4.679 58.086.107.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASI UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY FOR THE YEARS ENDED DECEMBER 31.248.375.585.000.

932) (293.641) (1.981.627 (30.000.641.387.387.405) (293.113.118.989) 797. -7- .263 (121.793) 9.068.196 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.792 (30.772 963.021.439.309.362 27.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENTS OF CASH FLOWS FOR THE YEARS ENDED DECEMBER 31.431.118 (7.542) (161.000) 17.225.808) 3.793) (4.499 (3.345 28.000 (237.000.045) 54.132 (120.898.535) 14.043.464 (3.169) 822.411) (30.510.842.692 (1.602 13.527 17.048.196 19.258 92.655.425.627 13.309 6.014 (12.785.480) (1.032) 2.433 (2.999 16.753 (2.177) 22.255) 31.334) (8.099) 281.745 (809. plant and equipment Additions to construction in progress Decrease in receivables from related parties Decrease in (acquisition of) long-term investments Withdrawal of restricted cash in banks and time deposits Payment of payable on acquisition of shares of stock Withdrawal of short-term investments Net Cash Used in Investing Activities CASH FLOWS FROM FINANCING ACTIVITIES Proceeds from issuance of bonds Payment of bonds issuance costs Payment of two-step loans Payment of Government loans Dividends paid Paid in capital of subsidiary by minority stockholder Proceeds from bank loans Payment of bank loans Payment of electricity purchase payable Payment of lease liabilities Net Cash Provided by Financing Activities NET INCREASE IN CASH AND CASH EQUIVALENTS CASH AND CASH EQUIVALENTS AT BEGINNING OF YEAR CASH AND CASH EQUIVALENTS AT END OF YEAR 107.612) (37.741 (5.043.351 6.096) (30.965) 12.969) 6.187 72.833) (2.153. See accompanying notes to consolidated financial statements which are an integral part of the consolidated financial statements.720.508.534) (23.000 (19.360.326.645.673.415.315) (169.798 21.716.569 6.044) 5.957) 855.969.169.989 (897.324.683) 49.954.940) (2.566.209. 2010 AND 2009 (Figures in tables stated in millions of Rupiah) 2010 ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan kas dari pelanggan Pembayaran kas kepada pemasok Pembayaran kas kepada karyawan Kas digunakan untuk aktivitas operasi Penerimaan subsidi listrik Pembayaran bunga Penerimaan bunga Penerimaan restitusi pajak penghasilan Pembayaran pajak penghasilan Kas Bersih Diperoleh Dari Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Hasil penjualan aset tidak digunakan dalam operasi Perolehan aset tetap Perolehan pekerjaan dalam pelaksanaan Penerimaan piutang pihak hubungan istimewa Pengurangan (perolehan) investasi jangka panjang Pencairan rekening bank dan deposito berjangka dibatasi penggunaannya Pembayaran hutang penyertaan saham Pencairan investasi jangka pendek Kas Bersih Digunakan Untuk Aktivitas Investasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Hasil emisi obligasi Pembayaran biaya emisi obligasi Pembayaran penerusan pinjaman Pembayaran hutang kepada pemerintah Pembayaran deviden Penambahan modal disetor anak perusahaan oleh pemegang saham minoritas Perolehan hutang bank Pembayaran hutang bank Pembayaran hutang listrik swasta Pembayaran angsuran sewa pembiayaan Kas Bersih Diperoleh Dari Aktivitas Pendanaan KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 2009 CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES Cash receipts from customers Cash paid to suppliers Cash paid to employees Cash used in operations Government subsidy received Interest expense paid Interest received Income tax restitution received Income tax paid Net Cash Provided by Operating Activities CASH FLOWS FROM INVESTING ACTIVITIES Proceeds from sale of assets not used in operations Additions to property.643) (10.090.435.592 (319) 481.

536. plant and equipment to assets not used in operations Offsetting electricity subsidy with accounts payable 13.917 11.073 7.606.716.967 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.384. plant and equipment through: Reclassification of construction in progress to property.077 790. plant and equipment Reclassification of assets not used in operations to property.051 575.602.Continued 2010 PENGUNGKAPAN TAMBAHAN Aktivitas investasi dan pendanaan yang tidak mempengaruhi kas : Perolehan aset tetap melalui : Reklasifikasi pekerjaan dalam pelaksanaan ke aset tetap Reklasifikasi aset tidak digunakan dalam operasi ke aset tetap Perolehan pekerjaan dalam pelaksanaan melalui: Penarikan pinjaman dan hutang biaya proyek Bantuan Pemerintah Kapitalisasi biaya pinjaman Kapitalisasi beban penyusutan Hutang lain-lain Reklasifikasi aset tetap ke aset tidak digunakan dalam operasi Subsidi diperhitungkan dengan hutang usaha 2009 SUPPLEMENTAL DISCLOSURES Noncash investing and financing activities : Additions to property.026 9.307) 10. plant and equipment Additions to construction in progress through : Drawdown of loans and project cost payable Government equity participation Capitalization of borrowing costs Capitalization of depreciation expense Other payables Reclassification of property.335 3.061.Lanjutan PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENTS OF CASH FLOWS FOR THE YEARS ENDED DECEMBER 31.839 (3.727.177.484 2.519 3.027 19.342 3.637 3.233. -8- .853.873 395.192 8.961.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) .302. See accompanying notes to consolidated financial statements which are an integral part of the consolidated financial statements. 2010 AND 2009 (Figures in tables stated in millions of Rupiah) .797 2.200 424.

NV OGEM dan NV WEMI. NV EMBALOM.H. atas perubahan pasal 10 dan 11 mengenai tugas dan wewenang direksi. Anggaran dasar Perusahaan terakhir diubah (i) berdasarkan akta No. notaris di Jakarta. 40 year 2007 on Limited Liability Companies. C2-11. Supplement No..01. No. 1994 and was published in State Gazette of the Republic of Indonesia No. 2 dated July 1.H. notary in Jakarta.01.02 Th 2008 dated August 1.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) 1.02 Th 2008 tanggal 1 Agustus 2008.H. 40 tahun 2007 mengenai Perseroan Terbatas. 2008. Akta perubahan ini telah diterima dan dicatat di Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat No. 15 tanggal 30 Januari 2009 dari Lenny Janis Ishak S. C2-11.AH. 1994. The Company is a business continuation of several Dutch electricity companies taken over by the Government of the Republic of Indonesia (Government).. 2009 of Lenny Janis Ishak S.01. NV EMBALOM. NV SEM. Subsequently. Establishment and General Information Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara (the Company) was established in 1961 as a unit of the Ministry of Energy and Public Works. status badan hukum Perusahaan berubah menjadi Perseroan Terbatas dengan nama Perusahaan Perseroan PT Perusahaan Listrik Negara disingkat PT PLN (Persero).519. the Company’s status was changed to that of a legal entity. This change was approved by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in his decision letter No. AHU46951.. notary in Jakarta.Th.94 dated August 1. 2 tanggal 1 Juli 2008 dari Lenny Janis Ishak S.01.HT. NV GEBEO. based on Government Regulation No. dalam rangka penyesuaian dengan Undangundang No.01.Th. notary in Jakarta. 2008. status Perusahaan berubah menjadi perusahaan yang berbadan hukum. 18 tahun 1972. PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31. Perusahaan merupakan kelanjutan usaha beberapa perusahaan listrik Belanda yang diambilalih oleh Pemerintah Republik Indonesia (Pemerintah). 169 dated July 30.01. Akta perubahan ini telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusannya No. 73 dated September 13. 19 tahun 1965. notaris di Jakarta. -9- .. NV OGEM and NV WEMI. Based on Government Regulation No.H. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) GENERAL a. in accordance with article 10 and 11 concerning the responsibility and authority of the Directors. AHU-46951. NV OJEM. This change was approved by the Minister of Justice in his decision letter No. 92 tanggal 14 Nopember 2008. Based on notarial deed of Sutjipto. UMUM a.H. NV SEM.519.94 tanggal 1 Agustus 1994. as amended by Government Regulation No.H. AHU-AH. and was published in State Gazette of the Republic of Indonesia No. S. 2009.AH.HT. AHUAH.01. to conform with Law No. 18 year 1972. 6731. Tambahan No. serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 23523 (ii) berdasarkan akta No. NV EMS.01. 30 tahun 1970 yang dipertegas dengan Peraturan Pemerintah No. The Dutch electricity companies include among others: NV ANIEM. 169 tanggal 30 Juli 1994 dari Sutjipto S. serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. NV OJEM.. The articles of association of the Company was recently amended by (i) notarial deed No. 73 tanggal 13 September 1994. 23523 (ii) notarial deed No. 1994.1002240 dated March 20. Pendirian dan Informasi Umum Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara (“Perusahaan”) didirikan pada tahun 1961 dalam bentuk Jawatan di dalam lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Tenaga. 6731. 2008 of Lenny Janis Ishak S.10-02240 tanggal 20 Maret 2009. the Company’s status was changed to a limited liability company and was named Perusahaan Perseroan PT Perusahaan Listrik Negara or PT PLN (Persero). 15 dated January 30.. NV GEBEO. This change was received and recorded in the Department of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia with letter No. 92 dated November 14. NV EMS. Selanjutnya ditetapkan menjadi Perusahaan Umum (Perum) berdasarkan Peraturan Pemerintah No. notaris di Jakarta. the Company became a Perusahaan Umum (Perum). Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 1. Akta perubahan ini disahkan dengan Keputusan Menteri Kehakiman No. 30 year 1970. Tambahan No. Supplement No. 19 year 1965. Perusahaan listrik Belanda tersebut meliputi NV ANIEM. Kemudian berdasarkan akta No.

which performs a special assignment of providing electricity power with subsidy to the public (Note 38). 2009. which were appointed to perform special assignment. Perusahaan berdomisili di Jakarta dan memiliki 46 unit pelaksana yang tersebar di wilayah Indonesia. Public Offering of Bonds of the Company Majapahit Holding B. 135. Jakarta.000.10 - . As of December 31.. Obligasi Terjamin jatuh tempo tahun 2017 dan 2037 pada tanggal 28 Juni 2007. Jakarta.000 karyawan. b. terakhir Obligasi PLN XII Tahun 2010 dan Obligasi Syariah (Sukuk) Ijarah PLN V Tahun 2010. issued Guaranteed Notes due in 2020 on November 6. with 46 business unit offices spread all over Indonesia. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) .PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) .V. The Company is a BUMN. anak perusahaan yang bertujuan khusus yang sepenuhnya milik Perusahaan. jumlah karyawan Perusahaan dan anak perusahaan masing-masing 46.. . Obligasi Terjamin ini dicatatkan pada Bursa Efek Singapura. regarding “State-Owned Enterprises (BUMN)”. and perform the assignment from the Government in electricity business in order to support development with the application of the principles of Limited Liability Companies. Penawaran Umum Efek Hutang Perusahaan Majapahit Holding B. Pemerintah wajib memberikan kompensasi atas semua biaya yang telah dikeluarkan oleh BUMN termasuk margin yang diharapkan kepada BUMN yang diberikan penugasan khusus. menerbitkan Obligasi Terjamin jatuh tempo tahun 2020 pada tanggal 6 Nopember 2009. Kantor Pusat Perusahaan beralamat di Jl. the scope of its activities is to run electricity business for public use. Sesuai dengan Undang-Undang No. Trunojoyo Blok M I No. a wholly-owned special-purpose subsidiary of the Company. The Company is domiciled in Jakarta. the Company and its subsidiaries had total number of employees of 46.Continued In accordance with article 3 of the Company’s articles of association. PLN XII Bonds Year 2010 and Syariah (Sukuk) Ijarah PLN V Bonds Year 2010. 2009. b. 2007 and Guaranteed Notes due in 2011 and 2016 on October 16. The Company also issued several PLN Bonds. including expected return (margin).V.Lanjutan Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan. Guaranteed Notes due in 2019 on August 7. Belanda. dan Obligasi Terjamin jatuh tempo tahun 2011 dan 2016 pada tanggal 16 Oktober 2006.296 karyawan dan 45. These bonds will be due in 2015 and 2022 and are listed in the Indonesian Stock Exchange (Note 28).296 and 45. 2006. which is satisfactory both in quantity and quality and also to earn profit. 19 tahun 2003 tentang “Badan Usaha Milik Negara (BUMN)”. The Company’s head office is located at Jl. Guaranteed Notes due in 2017 and 2037 on June 28. Perusahaan juga telah beberapa kali menerbitkan Obligasi PLN. Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009. Perusahaan merupakan BUMN yang sedang melaksanakan penugasan khusus berupa penyediaan tenaga listrik bersubsidi kepada masyarakat (Catatan 38). Based on Law No. These Guaranteed Notes are listed in the Singapore Exchange Securities Trading Limited. Obligasi ini akan jatuh tempo pada tahun 2015 dan 2022 dan dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (Catatan 28). PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31. respectively. Trunojoyo Blok M I No. 2010 and 2009. Obligasi Terjamin jatuh tempo tahun 2019 pada tanggal 7 Agustus 2009. 135. for all expenses which they have incurred. Netherlands. 19 year 2003. most recently. the Government is obliged to provide compensation to these BUMN. maksud dan tujuan Perusahaan adalah untuk menyelenggarakan usaha penyediaan tenaga listrik bagi kepentingan umum dalam jumlah dan mutu yang memadai serta memupuk keuntungan dan melaksanakan penugasan Pemerintah di bidang ketenagalistrikan dalam rangka menunjang pembangunan dengan menerapkan prinsip-prinsip Perseroan Terbatas.

H. Mkn.. Dewan Komisaris Perusahaan diangkat berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia No. Harry Jaya Pahlawan Vickner Sinaga Nur Pamudji Bagiyo Riawan Nasri Sebayang Murtaqi Syamsuddin Eddy D. as stated in notarial deed No. Jumlah kompensasi Dewan Komisaris Perusahaan tahun 2010 dan 2009 masingmasing sebesar Rp 7. . KEP253/MBU/2009 dated December 22.11 - As of December 31. 30 tanggal 28 Desember 2009 dari notaris Devi Yunanda S. Direksi Perusahaan diangkat berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia No. 31 tanggal 28 Desember 2009 dari notaris Devi Yunanda S.. the Company’s corporate secretary is Ida Bagus GD Mardawa Padangratha.A Ngurah Adnyana Moch. sekretaris Perusahaan adalah Ida Bagus GD Mardawa Padangratha. Management and Other Information As of December 31. substitute of Lenny Janis Ishak S.982 juta.Tjetjep Syahrial Loetan Rahmat Waluyanto Abdul Azis Lutfi Hamid Adang Firman Dahlan Iskan I.Tjetjep Syahrial Loetan Rahmat Waluyanto Abdul Azis Lutfi Hamid Adang Firman Dahlan Iskan I. of Devi Yunanda S. Total remuneration of the Company’s Directors in 2010 and 2009 amounted to Rp 24. respectively. 2009 of Devi Yunanda S.170 juta dan Rp 4.H. KEP-253/MBU/2009 tanggal 22 Desember 2009 sebagaimana tercantum dalam akta No. KEP-252/MBU/2009 dated December 22. Harry Jaya Pahlawan Vickner Sinaga Nur Pamudji Bagiyo Riawan Nasri Sebayang Murtaqi Syamsuddin Eddy D.016 million. 2009.G. sebagai pengganti dari Lenny Janis Ishak S. Susunan Pengurus dan Informasi Lain Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) .A Ngurah Adnyana Moch. The Company’s Board of Commissioners were appointed based on Decision Letter of Minister of State-Owned Enterprise of the Republic of Indonesia No. Erningpraja Setio Anggoro Dewo PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31. 30 dated December 28. 31 dated December 28.G.492 juta dan Rp 16. .Continued c.170 million and Rp 4. Erningpraja Setio Anggoro Dewo President Commissioner Commissioners Komisaris Independen Independent Commissioners Direktur Utama Direktur Operasi Jawa-Bali Direktur Operasi Indonesia Barat Direktur Operasi Indonesia Timur Direktur Energi Primer Direktur Pengadaan Strategis Direktur Perencanaan dan Teknologi Direktur Bisnis dan Manajemen Resiko Direktur SDM & Umum Direktur Keuangan Komite Audit Ketua Wakil Ketua Anggota President Director Director of Java-Bali Operations Director of West Indonesia Operations Director of East Indonesia Operations Director of Primary Energy Director of Strategic Procurement Director of Planning & Technology Director of Business and Risk Management Director of Human Resource & General Affairs Director of Finance Audit Committee Chairman Vice Chairman Members Lutfi Hamid Adang Firman Elok Tresnaningsih Sugianto Sugeng Rochadi Lilik Safrudin Ismail Djuprianto Adi Djoko Guritno Lutfi Hamid Komara Djaja Elok Tresnaningsih Sugianto Syamsul Arifin Lilik Safrudin Ismail Maman Suparman - Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009. Jumlah kompensasi Direksi Perusahaan tahun 2010 dan 2009 masing-masing sebesar Rp 24. as stated in notarial deed No.H.982 million.. 2010 and 2009. susunan pengurus Perusahaan adalah sebagai berikut: 2010 Komisaris Utama Komisaris Yogo Pratomo Wimpy S. respectively. the Company’s management consisted of the following: 2009 Yogo Pratomo Wimpy S.Lanjutan c.H.H. 2010 and 2009. Mkn. KEP-252/MBU/2009 tanggal 22 Desember 2009 sebagaimana tercantum dalam akta No.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) .H.. Mkn.492 million and Rp 16. sebagai pengganti dari Lenny Janis Ishak S. 2009. Mkn.016 juta.H. substitute of Lenny Janis Ishak S. The Company’s Directors were appointed based on Decision Letter of the Minister of State-Owned Enterprise of the Republic of Indonesia No. 2009. Total remuneration of the Company’s Board of Commissioners in 2010 and 2009 amounted to Rp 7.H.

Biaya pinjaman lainnya diakui sebagai beban. the application of this standard requires the use of effective interest rate method when an asset or liability is measured at amortized cost. tetapi mempengaruhi jumlah biaya pinjaman masa mendatang. Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan PSAK 55 (revisi 2006). biaya pinjaman yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan. this PSAK also changes the way the Company and its subsidiaries measure the impairment loss of financial assets depending on the classification of the financial instrument. Other borrowing costs are recognized as expense. Standards effective in the current year In the current year. Biaya Pinjaman PSAK 50 (revisi 2006). Financial Instruments: Presentation and Disclosures PSAK 55 (revised 2006). PSAK 26 (revised 2008) requires borrowing costs that are directly attributable to the acquisition. Among other things. Borrowing Costs PSAK 50 (revised 2006).Lanjutan PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31. or production of qualifying asset to be capitalized as part of the cost of the asset. atau pembuatan aset kualifikasian dikapitalisasi sebagai bagian biaya perolehan aset tersebut. the Company and its subsidiaries adopted the following revised PSAKs which are effective for financial statements beginning on or after January 1. . construction.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) . penerapan standar ini memerlukan penggunaan metode suku bunga efektif untuk aset atau kewajiban yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi. PSAK 55 (revised 2006) provides guidance on the recognition and measurement of financial instruments and some contracts to buy non-financial items. Penerapan standar ini tidak berpengaruh terhadap jumlah periode lalu dan sekarang. The application of this standard has had no impact on the prior and current year amounts. ADOPTION OF NEW AND REVISED STATEMENTS OF FINANCIAL ACCOUNTING STANDARDS (PSAK) AND INTERPRETATIONS OF FINANCIAL ACCOUNTING STANDARDS (ISAK) a. Standar yang berlaku efektif pada tahun berjalan Pada tahun berjalan. Penerapan PSAK 50 (revisi 2006) menghasilkan pengungkapan instrumen keuangan yang lebih luas termasuk beberapa pengungkapan kualitatif yang berkaitan dengan tujuan manajemen risiko keuangan.12 - . Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran 2. PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN BARU DAN REVISI (PSAK) DAN INTERPRETASI STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (ISAK) a. Additionally. PSAK 55 (revisi 2006) memberikan panduan pada pengakuan dan pengukuran instrumen keuangan dan kontrak untuk membeli item non-keuangan. but may affect the accounting for future borrowing costs. 2010:   PSAK 26 (revised 2008). 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) . Financial Instruments: Recognition and Measurement   Menurut PSAK 26 (revisi 2008). including some qualitative disclosures relating to financial risks and management objectives. konstruksi. PSAK ini juga mengubah cara Perusahaan dan anak perusahaan dalam mengukur penurunan nilai aset keuangan tergantung pada klasifikasi instrumen keuangan. Perusahaan dan anak perusahaan menerapkan PSAK revisi berikut ini yang berlalu efektif untuk laporan keuangan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2010:   PSAK 26 (revisi 2008). The application of PSAK 50 (revised 2006) resulted in expanded disclosure on financial instruments.Continued 2. Antara lain. Selain itu.

Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri PSAK 5 Operasi (revisi 2009). Oleh karena itu. Peristiwa Setelah Periode Pelaporan PSAK 12 (revisi 2009). Events After the Reporting Period PSAK 12 (revised 2009).PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) . Pengungkapan Pihak-Pihak Berelasi PSAK 8 (revisi 2010). Kombinasi Bisnis PSAK 23 (revisi 2010). b. Accounting for Investments in Associates PSAK 19 (revised 2010). Dampak signifikan dari diterapkan awal PSAK 50 dan 55 terhadap Perusahaan dan anak perusahaan untuk penyesuaian aset keuangan dan kewajiban keuangan terhadap nilai wajar tanggal 1 Januari 2010. Segmen         PSAK 5 (revised 2009). Related Party Disclosures PSAK 8 (revised 2010). Laporan Arus Kas PSAK 3 (revisi Keuangan Interim 2010). 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) . Operating Segments PSAK 7 (revised 2010). Laporan    PSAK 2 (revised 2009). Standards and interpretations in issue not yet adopted i. 11. 2010. 25. The significant impact of the initial adoption of PSAK 50 and 55 on the Company and its subsidiaries pertains to adjustments of financial assets and liabilities to their fair values as of January 1. Penyajian Laporan Keuangan PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31. Aset Tak Berwujud PSAK 22 (revisi 2010). 25. Investasi pada Entitas Asosiasi PSAK 19 (revisi 2010). Bagian Partisipasi dalam Ventura Bersama     PSAK 15 (revisi 2009). Effective for period beginning on or after January 1. 30 dan 45).13 - . Efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2011:  PSAK 1 (revisi 2009). Pendapatan     . Intangible Assets PSAK 22 (revised 2010). Interim Financial Reporting PSAK 4 (revised Consolidated and Financial Statements 2009). tidak ada penyajian kembali terhadap informasi tahun 2009 komparatif dalam kaitannya dengan diterapkan standar. 2011:  PSAK 1 Presentation Statements (revised of 2009).Continued PSAK 50 and 55 are implemented prospectively effective January 1. Therefore. Financial    PSAK 2 (revisi 2009). Standar dan interpretasi telah diterbitkan tetapi belum diterapkan i.Lanjutan PSAK 50 dan 55 diterapkan secara prospektif efektif tanggal 1 Januari 2010. 2010. Financial Reporting of Interest in Joint Ventures PSAK 15 (revised 2009). Separate PSAK 4 (revisi 2009). The effects of such adjustments are recognized in the consolidated statements of income (Notes 10. there is no restatement to the 2009 comparative information in relation to the implementation of these standards. Dampak penyesuaian diakui dilaporan laba rugi konsolidasi (Catatan 10. Business Combinations PSAK 23 (revised 2010). b. Statements of Cash Flows PSAK 3 (revised 2010). Revenue PSAK 7 (revisi 2010). sesuai dengan ketentuan transisi standar. 30 and 45). in accordance with the transitional provisions of the standards. 11.

Kebijakan Akuntansi. Imbalan Kerja    . Perubahan atas Liabilitas Aktivitas Purnaoperasi.14 - . Distribusi Aset Nonkas Kepada Pemilik ISAK 12. 2012:  PSAK 10 (revised 2010). Restorasi. ISAK 11. Provisi. Konsolidasi Entitas Bertujuan Khusus      ISAK 9. Accounting Policies. Contingent Liabilities and Contingent Assets PSAK 58 (revised 2009). Purpose     PSAK 57 (revisi 2009). Programmes Customer Loyalty     ISAK 11. Distribution of Non-Cash Assets to Owners ISAK 12. Liabilitas Kontinjensi. Provisions. Restoration and Similar Liabilities ISAK 10. Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan ISAK 7 (revisi 2009). dan Aset Kontinjensi PSAK 58 (revisi 2009). Noncurrent Assets Held for Sale and Discontinued Operations ISAK 7 Consolidation: Entities (revised Special 2009). Changes in Accounting Estimates and Errors PSAK 48 (revised 2009). Perubahan Estimasi Akuntansi. Pelanggan Program Loyalitas  ISAK 9. Pengaruh Perubahan Nilai Tukar Valuta Asing Effective for periods beginning on or after January 1. Impairment of Assets PSAK 57 (revised 2009). dan Liabilitas Serupa ISAK 10.Lanjutan  PSAK 25 (revisi 2009). Changes in Existing Decommissioning. dan Kesalahan PSAK 48 (revisi Nilai Aset 2009). Interim Financial Reporting and Impairment ii.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) . Pengendalian Bersama Entitas: Kontribusi Nonmoneter oleh Venturer ISAK 14.Continued  PSAK 25 (revised 2009). Penurunan PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31. Accounting and Reporting by Retirement Benefit Plans PSAK 24 (revised 2010). Employee Benefits  PSAK 18 (revisi 2010). Laporan Keuangan Interim dan Penurunan Nilai ii. Efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2012:  PSAK 10 (revisi 2010). Akuntansi dan Pelaporan Program Manfaat Purnakarya PSAK 24 (revisi 2010). Aset Tak Berwujud – Biaya Situs Web ISAK 17. The Effects of Changes in Foreign Exchange Rates PSAK 18 (revised 2010). Intangible Website Cost Assets –       ISAK 17. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) . Jointly Controlled Entities: Non-Monetary Contribution by Venturer ISAK 14.

Bantuan Pemerintah – Tidak ada Relasi Spesifik dengan Aktivitas Operasi ISAK 20. Minimum Funding Requirements and their Interaction ISAK 18. Financial Instruments: Presentation PSAK 53 (revised 2010). PSAK 1 requires an entity. All non-owner changes in equity (i. comprehensive income) are required to be presented in one statement of comprehensive income or in two statements (a separate income statement and a statement of comprehensive income). manajemen sedang mengevaluasi dampak dari standar dan interpretasi terhadap laporan keuangan konsolidasi. among other things:  To present.e.Lanjutan       PSAK 34 Konstruksi (revisi 2010). As of the issuance date of the consolidated financial statements. Accounting for Government Grants and Disclosure of Government Assistance ISAK 13. management is evaluating the effect of these standards and interpretations on the consolidated financial statements.15 - . Accounting for Stock-Based Compensation PSAK 60. PSAK 1. PSAK 1. Akuntansi Hibah Pemerintah dan Pengungkapan Bantuan Pemerintah ISAK 13. Lindung Nilai Investasi Neto dalam Kegiatan Usaha Luar Negeri ISAK 15. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasi. antara lain:  Untuk menyajikan dalam laporan perubahan ekuitas. Disclosures Financial Instrument: PSAK 50 (revisi 2010). seluruh perubahan pemilik dalam ekuitas. Presentation of Financial Statements. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) . . in a statement of changes in equity. Kontrak Pajak PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31. PSAK 1 mensyaratkan entitas. Income Taxes – Changes in the Tax Status of an Enterprise or its Shareholders         Standar dan interpretasi baru/revisi ini merupakan hasil konvergensi International Financial Reporting Standards. all owner changes in equity. Persyaratan Minimum dan Interaksinya ISAK 18.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) . These new/revised standards and interpretations resulted from convergence to International Financial Reporting Standards. The Limit on a Defined Benefit Asset. Government Assistance – No Specific Relation to Operating Activities ISAK 20. Pajak Penghasilan – Perubahan dalam Status Pajak Entitas atau Para Pemegang Saham PSAK 61. akan memberikan beberapa perubahan signifikan dalam penyajian laporan keuangan. will bring some significant changes in the financial statement presentation.Continued       PSAK 34 (revised Construction Contracts 2010). Pembayaran Berbasis Saham PSAK 60. PSAK 46 (revisi Penghasilan PSAK 46 (revised 2010). Instrumen Pengungkapan Keuangan: PSAK 61. and could foresee that among those PSAKs that will take effect in 2011. Income Taxes PSAK 50 (revised 2010). Instrumen Keuangan: Penyajian PSAK 53 (revisi 2010). dan dapat diketahui bahwa di antara PSAK-PSAK yang akan berlaku pada tahun 2011. Batas Aset Manfaat Pasti. Hedges of Net Investment in a Foreign Operation ISAK 15. Penyajian Laporan Keuangan. Semua perubahan non-pemilik dalam ekuitas (contohnya pendapatan komprehensif) harus disajikan dalam satu laporan pendapatan komprehensif atau dalam dua laporan terpisah (laporan laba rugi dan laporan pendapatan komprehensif). 2010).

The consolidated financial statements. To present as part of equity the noncontrolling interest (previously called minority interest). IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING 3. adalah dasar akrual. Such consolidated financial statements are not intended to present the financial positions and cash flows in accordance with accounting principles and reporting practices generally accepted in other countries and jurisdictions. except for certain accounts which are measured on the bases described in the related accounting policies. Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasi Laporan keuangan konsolidasi disusun dengan menggunakan prinsip dan praktek akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES a. while the measurement basis used is the historical cost. Untuk menyajikan kepentingan non pengendali sebagai bagian dari ekuitas (sebelumnya disebut hak minoritas). Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasi. The consolidated financial statements have been prepared using accounting principles and reporting practices generally accepted in Indonesia. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) . investing and financing activities. Consolidated Presentation Financial Statement a. The consolidated statements of cash flows are prepared using the direct method with classifications of cash flows into operating.Continued  To present a statement of financial position as at the beginning of the earliest comparative period in a complete set of financial statements when an entity applies an accounting policy retrospectively or makes a retrospective restatement in accordance with PSAK 25. Mata uang pelaporan yang digunakan untuk penyusunan laporan keuangan konsolidasi adalah mata uang Rupiah.16 - . except for the consolidated statements of cash flows.   3.Lanjutan  Untuk menyajikan laporan posisi keuangan pada permulaan dari periode komparatif terawal dalam suatu laporan keuangan lengkap apabila entitas menerapkan kebijakan akuntansi secara retrospektif atau membuat penyajian kembali retrospektif sesuai dengan PSAK 25. . PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) . kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masingmasing akun tersebut. kecuali untuk laporan arus kas. The reporting currency used in the preparation of the consolidated financial statements is the Indonesian Rupiah. investasi dan pendanaan. are prepared under the accrual basis of accounting. Laporan keuangan konsolidasi tersebut disusun berdasarkan nilai historis. Laporan arus kas konsolidasi disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi.

Biaya penggabungan usaha adalah keseluruhan nilai wajar (pada tanggal pertukaran) dari aset yang diperoleh. Any losses applicable to the minority interest in excess of the minority interest are allocated against the interests of the parent. All intra-group transactions. and equity instruments issued in exchange for control of the acquire. as appropriate. balances. kewajiban yang terjadi atau yang diasumsikan dan instrumen ekuitas yang diterbitkan sebagai penggantian atas pengendalian dari perolehan ditambah biaya-biaya lain yang secara langsung dapat diatribusikan pada penggabungan usaha tersebut. Control is achieved where the Company has the power to govern the financial and operating policies of the investee entity so as to obtain benefits from its activities. income and expenses are eliminated on consolidation.Lanjutan b. Penggabungan usaha Akuisisi anak perusahaan dicatat dengan menggunakan metode pembelian (purchase method).17 - . Hak minoritas terdiri dari jumlah kepemilikan pada tanggal terjadinya penggabungan usaha (Catatan 3c) dan bagian minoritas dari perubahan ekuitas sejak tanggal dimulainya penggabungan usaha. Business Combinations Acquisitions of subsidiaries and businesses are accounted for using the purchase method. Hasil dari anak perusahaan yang diakuisisi atau dijual selama tahun berjalan dari tanggal efektif akuisisi atau sampai dengan tanggal efektif penjualan termasuk dalam laporan laba rugi konsolidasi. . PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31. adjustments are made to the financial statements of the subsidiaries to bring the accounting policies used in line with those used by the Company. Seluruh transaksi antar perusahaan. Pengendalian juga dianggap ada apabila Perusahaan memiliki baik secara langsung atau tidak langsung melalui anak perusahaan lebih dari 50% hak suara. Where necessary. liabilities incurred or assumed.Continued b. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) .PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) . The minority interest consists of the amount of those interest at the date of original business combination (Note 3c) and minority's share of movements in equity since the date of the business combination. The results of subsidiaries acquired or disposed of during the year are included in the consolidated statements of income from the effective date of acquisition or up to the effective date of disposal. c. Prinsip Konsolidasi Laporan keuangan konsolidasi menggabungkan laporan keuangan Perusahaan dan entitas yang dikendalikan oleh Perusahaan dan anak perusahaan (termasuk entitas bertujuan khusus). Principles of Consolidation The consolidated financial statements incorporate the financial statements of the Company and entities controlled by the Company and its subsidiaries (including a special purpose entity). The cost of the business combination is the aggregate of the fair value (at the date of exchange) of assets given. saldo. Pengendalian dianggap ada apabila Perusahaan mempunyai hak untuk mengatur dan menentukan kebijakan finansial dan operasional dari investee untuk memperoleh manfaat dari aktivitasnya. Kerugian yang menjadi bagian minoritas melebihi hak minoritas dialokasikan kepada bagian induk perusahaan. plus any costs directly attributable to the business combination. more than 50% of the voting rights. penghasilan dan beban dieliminasi pada saat konsolidasi. c. Control is presumed to exist when the Company owns directly or indirectly through subsidiaries. Penyesuaian dapat dilakukan terhadap laporan keuangan anak perusahaan agar kebijakan akuntansi yang digunakan sesuai dengan kebijakan akuntansi yang digunakan oleh Perusahaan.

18 - .V. Transaksi.Continued On acquisition. Foreign Currency Transactions. dan diperlakukan sebagai pendapatan ditangguhkan dan diakui sebagai pendapatan dengan menggunakan garis lurus selama 20 tahun. (MF) diselenggarakan dalam mata uang Rupiah. hence the books of accounts of MH and MF. kecuali Majapahit Holding B. Saldo dan Penjabaran Laporan Keuangan Dalam Mata Uang Asing Pembukuan Perusahaan dan anak perusahaan. PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31. d.V. the fair values of the acquired non-monetary assets are reduced proportionately until all the excess is eliminated. discount on acquisition). Balances and Translation The books of accounts of the Company and its subsidiaries. At balance sheet date. Transaksi-transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi. aset dan kewajiban moneter dalam mata uang asing disesuaikan untuk mencerminkan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut. Kegiatan usaha MH dan MF merupakan bagian integral dari kegiatan usaha Perusahaan.Lanjutan Pada saat akuisisi. (MF).V. are maintained in Indonesian Rupiah. aset dan kewajiban anak perusahaan diukur sebesar nilai wajarnya pada tanggal akuisisi.V. The interest of the minority shareholders is stated at the minority’s proportion of the historical cost of the net assets. The excess remaining after reducing the fair values of non-monetary assets acquired is recognized as negative goodwill treated as deferred revenue and recognized as revenue on a straight-line method over 20 years. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) . Selisih lebih antara biaya perolehan dan bagian Perusahaan atas nilai wajar aset dan kewajiban yang dapat diidentifikasi diakui sebagai goodwill dan diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus selama lima tahun. the assets and liabilities of a subsidiary are measured at their fair values at the date of acquisition. except for Majapahit Holding B. except those foreign exchange differences which are capitalized as borrowing costs. . kecuali selisih kurs mata uang asing yang dikapitalisasi sebagai biaya pinjaman. sampai seluruh selisih tersebut tereliminasi. Pada tanggal neraca. (MH) dan Majapahit Finance B. Keuntungan atau kerugian kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan dalam laporan laba rugi tahun yang bersangkutan. Operating activities of MH and MF are an integral part of the Company’s activities. (MH) and Majapahit Finance B. monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies are adjusted to reflect the rates of exchange prevailing at that date. The resulting gains or losses are credited or charged to current operations. dengan demikian pembukuan MH dan MF yang diselenggarakan dalam mata uang asing dijabarkan dalam mata uang Rupiah dengan menggunakan prosedur yang sama dengan Perusahaan. d.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) . Hak milik pemegang saham minoritas dianyatakan sebesar bagian minoritas dari biaya perolehan historis aset bersih.e. Any excess of the cost of acquisition over the fair values of the identifiable net assets acquired is recognized as goodwill and amortized using the straightline method over five years. Transactions during the year involving foreign currencies are recorded at the rates of exchange prevailing at the time the transactions are made. are translated into Rupiah using the same procedures adopted by the Company. Sisa selisih lebih setelah penurunan nilai wajar aset dan kewajiban non moneter tersebut diakui sebagai goodwill negatif. When the cost of acquisition is less than the interest in the fair values of the identifiable assets and liabilities acquired as at the date of acquisition (i. Jika biaya perolehan lebih rendah dari bagian Perusahaan atas nilai wajar aset dan kewajiban yang dapat diidentifikasi yang diakui pada tanggal akuisisi (diskon atas akuisisi). maka nilai wajar aset non-moneter yang diakuisisi harus diturunkan secara proposional. which are maintained in foreign currency.

Available-for-sale financial assets (AFS) AFS equity investments are stated cost since they do not have a quoted market price in an active market and fair value cannot be reliably measured. Dividen atas instrumen ekuitas AFS diakui dalam laporan laba rugi ketika hak Perusahaan dan anak perusahaan untuk menerima dividen ditetapkan. . if any. kecuali piutang jangka pendek dimana pengakuan bunga tidak material. except for short-term receivables when the recognition of interest would be immaterial.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) . Loans and receivables are measured at amortised cost using the effective interest method less impairment. Rugi penurunan. Interest is recognised by applying the effective interest rate method. PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31. diakui dalam laporan laba rugi konsolidasi. and are initially measured at fair value plus transaction costs. dan awalnya diukur sebesar nilai wajar ditambah biaya transaksi. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) . jika ada. yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi penurunan nilai. Aset Keuangan Seluruh aset keuangan diakui dan dihentikan pengakuannya pada tanggal diperdagangkan dimana pembelian dan penjualan aset keuangan berdasarkan kontrak yang mensyaratkan penyerahan aset keuangan dalam kurun waktu yang ditetapkan oleh kebiasaan pasar yang berlaku. Bunga diakui dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Aset keuangan tersedia untuk dijual (AFS) Investasi ekuitas AFS dinyatakan sebesar biaya apabila investasi tidak memiliki harga pasar yang berlaku di pasar aktif dan nilai wajarnya tidak dapat diukur dengan andal. Pinjaman yang diberikan dan piutang Piutang pelanggan dan piutang lain-lain dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif diklasifikasi sebagai “pinjaman yang diberikan dan piutang”. Dividends on AFS equity instruments are recognised in profit or loss when the Company and its subsidiaries right to receive the dividends is established. Loans and receivables Receivable from customers and other receivables that have fixed or determinable payments that are not quoted in an active market are classified as “loans and receivables”.Continued e. Impairment losses. are recognized in the consolidated statements of income. The Company and subsidiaries financial assets are classified into the following specified categories: available-for-sale and loans and receivables. Aset keuangan Perusahaan dan anak perusahaan diklasifikasikan dalam kategori tersedia untuk dijual (AFS) dan pinjaman yang diberikan dan piutang. Financial Assets All financial assets are recognised and derecognised on trade date where the purchase or sale of a financial asset is under a contract whose terms require delivery of the financial asset within the time frame established by the market concerned.Lanjutan e.19 - .

Aset keuangan diturunkan nilainya bila terdapat bukti objektif. a shorter period to the net carrying amount on initial recognition.Continued Effective interest method The effective interest method is a method of calculating the amortised cost of a financial instrument and of allocating interest income over the relevant period. atau. or   it becoming probable that the borrower will enter bankruptcy or financial reorganisation. PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31. or.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) . Untuk investasi ekuitas AFS yang tidak tercatat di bursa. transaction costs and other premiums or discounts) through the expected life of the financial instrument. atau terdapat kemungkinan bahwa pihak peminjam akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan.Lanjutan Metode suku bunga efektif Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi dari instrumen keuangan dan metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga selama periode yang relevan. where appropriate. For unlisted equity investments classified as AFS. Penurunan nilai aset keuangan Aset keuangan dievaluasi terhadap indikator penurunan nilai pada setiap tanggal neraca. Impairment of financial assets Financial assets are assessed for indicators of impairment at each balance sheet date. objective evidence of impairment could include:  significant financial difficulty of the issuer or counterparty. jika lebih tepat. penurunan yang signifikan atau jangka panjang pada nilai wajar dari investasi ekuitas di bawah biaya perolehannya dianggap sebagai bukti obyektif penurunan nilai. or   default or delinquency in interest or principal payments. atau pelanggaran kontrak. sebagai akibat dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset keuangan. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi penerimaan kas di masa datang (mencakup seluruh komisi dan bentuk lain yang dibayarkan dan diterima oleh para pihak dalam kontrak yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari suku bunga efektif. a significant or prolonged decline in the fair value of the security below its cost is considered to be objective evidence of impairment. . Income is recognized on an effective interest basis for financial instruments. Financial assets are impaired where there is objective evidence that.20 - . bukti obyektif penurunan nilai termasuk sebagai berikut:  kesulitan keuangan signifikan yang dialami penerbit atau pihak peminjam. The effective interest rate is the rate that exactly discounts estimated future cash receipts (including all fees and points paid or received that form an integral part of the effective interest rate. dan peristiwa yang merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan atas aset keuangan yang dapat diestimasi secara handal. For all other financial assets. Pendapatan diakui berdasarkan suku bunga efektif untuk instrumen keuangan. biaya transaksi dan premium dan diskonto lainnya) selama perkiraan umur instrumen keuangan. Untuk aset keuangan lainnya. digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh nilai tercatat bersih dari aset keuangan pada saat pengakuan awal. as a result of one or more events that occurred after the initial recognition of the financial asset. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) . the estimated future cash flows of the investment have been impacted. seperti terjadinya wanprestasi atau tunggakan pembayaran pokok atau bunga.

the Company continues to recognise the financial asset and also recognises a collateralised borrowing for the proceeds received. dan juga pengamatan atas perubahan kondisi ekonomi nasional atau lokal yang berkorelasi dengan kegagalan atas piutang. aset yang dinilai tidak akan diturunkan secara individual tetapi penurunan secara kolektif. Jika piutang tidak tertagih. Bukti objektif dari penurunan nilai portofolio piutang dapat termasuk pengalaman Perusahaan atas tertagihnya piutang di masa lalu. peningkatan keterlambatan penerimaan pembayaran piutang dari rata-rata periode kredit. Derecognition of financial assets The Company derecognises a financial asset only when the contractual rights to the cash flows from the asset expire. The carrying amount of the financial asset is reduced by the impairment loss directly for all financial assets with the exception of receivables. For financial assets carried at amortised cost. Subsequent recoveries of amounts previously written off are credited against the allowance account. where the carrying amount is reduced through the use of an allowance account. an increase in the number of delayed payments in the portfolio past the average credit period. Changes in the carrying amount of the allowance account are recognised in statements of income. Nilai tercatat aset keuangan tersebut dikurangi dengan kerugian penurunan nilai secara langsung atas aset keuangan. Untuk aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi. Objective evidence of impairment for a portfolio of receivables could include the Company’s past experience of collecting payments. Pemulihan kemudian dari jumlah yang sebelumnya telah dihapuskan dikreditkan terhadap akun penyisihan. Jika Perusahaan memiliki secara substansial seluruh risiko dan manfaat kepemilikan aset keuangan yang ditransfer. discounted at the financial asset’s original effective interest rate. maka Perusahaan mengakui keterlibatan berkelanjutan atas aset yang ditransfer dan kewajiban terkait sebesar jumlah yang mungkin harus dibayar. piutang tersebut dihapuskan melalui akun penyisihan piutang. or when it transfers the financial asset and substantially all the risks and rewards of ownership of the asset to another entity. jumlah kerugian penurunan nilai merupakan selisih antara nilai tercatat aset keuangan dengan nilai kini dari estimasi arus kas masa datang yang didiskontokan menggunakan tingkat suku bunga efektif awal dari aset keuangan.Continued For certain categories of financial asset. assets that are assessed not to be impaired individually are. kecuali piutang yang nilai tercatatnya dikurangi melalui penggunaan akun penyisihan piutang. the Company recognises its retained interest in the asset and an associated liability for amounts it may have to pay.21 - . If the Company neither transfers nor retains substantially all the risks and rewards of ownership and continues to control the transferred asset. When a receivable is considered uncollectible. the amount of the impairment is the difference between the asset’s carrying amount and the present value of estimated future cash flows. in addition. Perusahaan masih mengakui aset keuangan dan juga mengakui pinjaman yang dijamin sebesar pinjaman yang diterima. such as receivables. seperti piutang. it is written off against the allowance account.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) . PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31. as well as observable changes in national or local economic conditions that correlate with default on receivables. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) . Penghentian pengakuan aset keuangan Perusahaan menghentikan pengakuan aset keuangan jika dan hanya jika hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset berakhir.Lanjutan Untuk kelompok aset keuangan tertentu. If the Company retains substantially all the risks and rewards of ownership of a transferred financial asset. assessed for impairment on a collective basis. atau Perusahaan mentransfer aset keuangan dan secara substansial mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset kepada entitas lain. Jika Perusahaan tidak mentransfer serta tidak memiliki secara substansial atas seluruh risiko dan manfaat kepemilikan serta masih mengendalikan aset yang ditransfer. . Perubahan nilai tercatat akun penyisihan piutang diakui dalam laporan laba rugi.

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) . government loans. kewajiban Perusahaan dan anak perusahaan telah dilepaskan. the Company’s and its subsidiaries’ obligations are discharged. electricity purchase payable and other borrowings are initially measured at fair value. setelah dikurangi biaya transaksi. . Kewajiban Ekuitas Keuangan dan Instrumen PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31.Lanjutan f. jika dan hanya jika. Any difference between the proceeds (net of transaction costs) and the settlement or redemption of borrowings is recognized over the term of the borrowings. Equity instruments are recorded at the proceeds received. dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. hutang bank dan surat hutang jangka menengah. bonds payable. g. and only when. Penghentian pengakuan kewajiban keuangan Perusahaan dan anak perusahaan menghentikan pengakuan kewajiban keuangan. Realisasi dapat berbeda dengan jumlah yang diestimasi. Equity instruments An equity instrument is any contract that evidences a residual interest in the assets of the Company after deducting all of its liabilities. Financial liabilities Two step loans. cancelled or they expire. Use of Estimates The preparation of consolidated financial statements in conformity with accounting principles generally accepted in Indonesia requires management to make estimates and assumptions that affect the reported amounts of assets and liabilities and disclosure of contingent assets and liabilities at the date of the consolidated financial statements and the reported amounts of revenues and expenses during the reporting period. and are subsequently measured at amortised cost. g. Instrumen ekuitas Instrumen ekuitas adalah setiap kontrak yang memberikan hak residual atas aset Perusahaan dan anak perusahaan setelah dikurangi dengan seluruh kewajibannya. Actual results could be different from these estimates. using the effective interest rate method. hutang kepada pemerintah. dengan beban bunga diakui berdasarkan metode suku bunga efektif. net of direct issue costs. dibatalkan atau kadaluarsa.22 - Classification as debt or equity Financial liabilities and equity instruments issued by the Company and its subsidiaries are classified according to the substance of the contractual arrangements entered into and the definitions of a financial liability and an equity instrument. Instrumen ekuitas dicatat sebesar hasil penerimaan bersih setelah dikurangi biaya penerbitan langsung. bank loans and medium term notes. . hutang obligasi. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) . with interest expense recognised on an effective yield basis. Financial Liabilities Instruments and equity Klasifikasi sebagai kewajiban atau ekuitas Kewajiban keuangan dan instrumen ekuitas yang diterbitkan oleh Perusahaan dan anak perusahaan diklasifikasi sesuai dengan substansi perjanjian kontraktual dan definisi kewajiban keuangan dan instrumen ekuitas. Selisih antara hasil emisi (setelah dikurangi biaya transaksi) dan penyelesaian atau pelunasan pinjaman diakui selama jangka waktu pinjaman.Continued f. Penggunaan Estimasi Penyusunan laporan keuangan konsolidasi sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia mengharuskan manajemen membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aset dan kewajiban yang dilaporkan dan pengungkapan aset dan kewajiban kontinjensi pada tanggal laporan keuangan serta jumlah pendapatan dan beban selama periode pelaporan. Derecognition of financial liabilities The Company and its subsidiaries derecognise financial liabilities when. net of transaction costs. hutang listrik swasta dan pinjaman lainnya pada awalnya diukur pada nilai wajar. Kewajiban keuangan Penerusan pinjaman.

. less accumulated depreciation and any accumulated impairment losses. are recognized as asset if. biaya 10 – 47 13 – 30 37 15 – 37 4–8 3–5 10 – 25 5 – 10 PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31. When assets are retired or otherwise disposed of. residual values and depreciation method are reviewed at each year end. plant and equipment. and only if it is probable that future economic benefits associated with the item will flow to the entity and the cost of the item can be measured reliably.Lanjutan h.23 - . mengganti atau memperbaiki aset tetap dicatat sebagai biaya perolehan aset jika dan hanya jika besar kemungkinan manfaat ekonomis di masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke entitas dan biaya perolehan aset dapat diukur secara andal. with economic benefits of more than one year. The cost of maintenance and repairs is charged to consolidated statement of income as incurred. Keuntungan atau kerugian dari penjualan aset tetap tersebut dibukukan dalam laporan laba rugi konsolidasi pada tahun yang bersangkutan. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap sebagai berikut : Tahun/ Years Bangunan umum. Aset Tetap – Pemilikan Langsung Aset tetap yang dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa atau untuk tujuan administratif dicatat berdasarkan biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi kerugian penurunan nilai. or for administrative purposes. Aset tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau yang dijual dikeluarkan dari kelompok aset tetap berikut akumulasi penyusutan dan penurunan nilainya. plant and equipment include major spare parts and stand-by equipment. Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasi pada saat terjadinya. Property. Land is stated at cost and is not depreciated. plant and equipment held for use in the production or supply of goods or services. with the effect of any changes in estimate accounted for on a prospective basis. replace part of. Biaya-biaya lain yang terjadi selanjutnya yang timbul untuk menambah.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) .Continued h. nilai residu dan metode penyusutan direview setiap akhir tahun dan pengaruh dari setiap perubahan estimasi tersebut berlaku prospektif. Depreciation is computed using the straightline method based on their estimated economic useful lives as follows : Buildings. are stated at cost. Other costs incurred subsequently to add to. reservoir and infrastructure Installations and power plant Transmission equipment Distribution equipment General equipment Motor vehicles Spare parts Telecommunication and data processing equipment The estimated useful lives. their carrying values and the related accumulated depreciation and any impairment loss are removed from the accounts and any resulting gain or loss is reflected in the consolidated statements of income for the respective year. which are used to ensure the continuity and stability of the power plant operations and electricity installations necessary to produce and distribute electricity. Tanah dinyatakan berdasarkan perolehan dan tidak disusutkan. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) . kestabilan operasi instalasi dan mesin pembangkit listrik dalam rangka memproduksi serta mendistribusikan tenaga listrik. or service an item of property. Aset tetap termasuk material cadang utama dan peralatan siap pakai dengan manfaat ekonomis lebih dari satu tahun yang diperuntukkan untuk menjaga kelangsungan. waduk dan prasarana Instalasi dan mesin pembangkit Perlengkapan transmisi Perlengkapan distribusi Perlengkapan umum Kendaraan bermotor Material cadang Perlengkapan pengolahan data dan telekomunikasi Masa manfaat ekonomis. Property. Plant and Equipment – Direct Acquisition Property.

Impairment of assets At balance sheet dates. if lower. Kewajiban kepada lessor disajikan di dalam neraca konsolidasi sebagai kewajiban sewa pembiayaan. Leases Leases are classified as finance leases whenever the terms of the lease transfer substantially all the risks and rewards of ownership to the lessee. diklasifikasikan sebagai sewa operasi. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) . Penurunan nilai aset Pada tanggal neraca. Bila tidak memungkinkan untuk mengestimasi nilai yang dapat diperoleh kembali atas suatu aset individu.Continued i. Kebijakan akuntansi untuk penurunan nilai aset keuangan dijelaskan dalam Catatan 3e. Aset yang diperoleh melalui sewa pembiayaan. The corresponding liability to the lessor is included in the consolidated balance sheet as a finance lease obligation. in which case they are capitalized in accordance with the accounting policy on borrowing costs. If any such indication exists. Jika terdapat indikasi tersebut. Beban keuangan dibebankan langsung ke laba rugi. at the present value of the minimum lease payments. nilai tercatat aset (unit penghasil kas) dikurangi menjadi sebesar nilai yang dapat diperoleh kembali dan rugi penurunan nilai diakui langsung ke laba rugi. the Company and its subsidiaries review the carrying amount of non-financial assets to determine whether there is any indication that those assets have suffered an impairment loss.24 - . the Company and its subsidiaries estimate the recoverable amount of the cash generating unit to which the asset belongs Estimated recoverable amount is the higher of net selling price or value in use. Perkiraan jumlah yang dapat diperoleh kembali adalah nilai tertinggi antara harga jual neto atau nilai pakai.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) . the carrying amount of the asset (cash generating unit) is reduced to its recoverable amount and an impairment loss is recognized immediately against earnings. nilai yang dapat diperoleh kembali dari aset diestimasi untuk menentukan tingkat kerugian penurunan nilai (jika ada). pada awalnya dicatat sebesar nilai wajar aset sewaan yang ditentukan pada awal kontrak atau. j. Where it is not possible to estimate the recoverable amount of an individual asset. All other leases are classified as operating leases. Finance charges are charged directly to profit or loss. Contingent rentals are recognized as expenses in the periods in which they are incurred. Accounting policy for impairment of financial assets is discussed in Note 3e. jika lebih rendah. Perusahaan dan anak perusahaan menelaah nilai tercatat aset nonkeuangan untuk menentukan apakah terdapat indikasi bahwa aset tersebut telah mengalami penurunan nilai. Assets held under finance leases are initially recognized as assets at their fair value at the inception of the lease or. Perusahaan dan anak perusahaan mengestimasi nilai yang dapat diperoleh kembali dari unit penghasil kas atas aset. Sewa lainnya. the recoverable amount of the asset is estimated in order to determine the extent of the impairment loss (if any). kecuali biaya yang dapat diatribusikan secara langsung ke aset tertentu yang memenuhi syarat (qualifying asset) yang dapat dikapitalisasi sesuai dengan kebijakan akuntansi biaya pinjaman. unless they are directly attributable to qualifying assets. j.Lanjutan i. sebesar nilai kini dari pembayaran sewa minimum. Pembayaran sewa harus dipisahkan antara bagian yang merupakan beban keuangan dan bagian yang merupakan pengurangan dari kewajiban sewa sehingga mencapai suatu tingkat bunga yang konstan (tetap) atas saldo kewajiban. Rental kontinjen dibebankan pada periode terjadinya. PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31. . Lease payments are apportioned between finance charges and reduction of the lease obligation so as to achieve a constant rate of interest on the remaining balance of the liability. If the recoverable amount of a non-financial asset (cash generating unit) is less than its carrying amount. yang tidak memenuhi kriteria tersebut. Sewa Sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan jika sewa tersebut mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset kepada lessee. Jika jumlah yang dapat diperoleh kembali dari aset non-keuangan (unit penghasil kas) kurang dari nilai tercatatnya.

25 - . except where another systematic basis is more representative of the time pattern in which economic benefits from the leased asset are consumed. insentif tersebut diakui sebagai kewajiban. which may be granted to other business entities with responsibility to generate electricity for public use. Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) 8. Dalam hal insentif diperoleh dalam sewa operasi. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) . Contingent rentals arising under operating leases are recognized as an expense in the period in which they are incurred. plant and equipment – direct acquisitions or where shorter.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) . The holder of Electricity Business Proxy and each holder of Electricity Business License for public use must ensure the adequacy of electric power supply in each of their operating areas. PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31. In the event that lease incentives are received to enter into operating leases. The electric power business in Indonesia is controlled by the Government and carried-out by the Company as a state-owned enterprise. except where another systematic basis is more representative of the time pattern in which economic benefits from the leased asset are consumed. Operating lease payments are recognized as an expense on a straight-line basis over the lease term. Rental kontinjen diakui sebagai beban di dalam periode terjadinya. IPP tersebut merupakan pemegang Izin Usaha Ketenagalistrikan untuk kepentingan umum. Interpretation of Financial Accounting Standard (ISAK) 8. Penentuan Apakah Suatu Perjanjian Mengandung Suatu Sewa dan Pembahasan Lebih Lanjut Ketentuan Transisi PSAK 30 (Revisi 2007) memberikan panduan untuk menentukan apakah suatu perjanjian merupakan sewa atau mengandung sewa sehingga harus diperlakukan sesuai dengan PSAK 30 (Revisi 2007). . depreciated over the term of the relevant lease. Determining Whether an Arrangement Contains a Lease and Further Discussion Clarifying Transition of PSAK 30 (Revised 2007) provides guidance for determining whether an arrangement is or contains lease that should be accounted for in accordance with PSAK 30 (Revised 2007). The Company and its subsidiaries entered into power purchase agreements (PPA) and energy sales contracts (ESC) with Independent Power Producers (IPPs). Those IPPs are holders of Electricity Business License for public use. Pemegang Kuasa Usaha Ketenagalistrikan dan setiap pemegang Izin Usaha Ketenagalistrikan untuk kepentingan umum harus memastikan ketersediaan tenaga listrik di setiap wilayah operasinya. Penyelenggaraan usaha tenaga listrik di Indonesia dikendalikan oleh Pemerintah dan dilaksanakan oleh Perusahaan sebagai Badan Usaha Milik Negara selaku Pemegang Kuasa Usaha Ketenagalistrikan. such incentives are recognized as a liability.Continued Leased assets are depreciated over their expected useful lives on the same basis as property. Keseluruhan manfaat dari insentif diakui sebagai pengurangan dari biaya sewa dengan dasar garis lurus kecuali terdapat dasar sistematis lain yang lebih mencerminkan pola waktu dari manfaat yang dinikmati pengguna. The aggregate benefit of incentives is recognized as a reduction of rental expense on a straight-line basis.Lanjutan Aset sewaan disusutkan berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis yang sama dengan aset tetap – pemilikan langsung atau disusutkan selama jangka waktu yang lebih pendek antara periode masa sewa dan umur manfaatnya. yang dapat diserahkan kepada entitas usaha lain dengan tanggung jawab untuk menghasilkan tenaga listrik guna kepentingan umum. which serves as the holder of Electricity Business Proxy. kecuali terdapat dasar sistematis lain yang dapat lebih mencerminkan pola waktu dari manfaat aset yang dinikmati pengguna. Perusahaan dan anak perusahaan mengadakan perjanjian jual beli tenaga listrik (PPA dan ESC) dengan penyedia dan pengembang tenaga listrik swasta (IPP). Pembayaran sewa operasi diakui sebagai beban dengan dasar garis lurus (straight-line basis) selama masa sewa.

exchange differences arising from foreign currency borrowings to the extent that they are regarded as an adjustment to interest costs.Continued Based on management assessment. dikurang penghasilan dari investasi temporer pinjaman.26 - . Such borrowing costs are capitalized as part of the cost of the asset when it is probable that they will result in future economic benefits to the entity and the costs can be measured reliably. l. Borrowing Costs Borrowing costs may include interest. amortization of debt issuance costs and ancillary costs incurred in connection with the arrangement of borrowings less any investment income on the unused proceeds of those borrowings. atau pembuatan aset kualifikasian dikapitalisasi sebagai biaya perolehan aset tersebut. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) . Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik tersebut dilakukan dalam rangka pelaksanaan penjaminan ketersediaan tenaga listrik untuk kepentingan umum oleh Pemerintah melalui Perusahaan. Pekerjaan dalam pelaksanaan dinyatakan sebesar biaya perolehan. m. Tanah dinyatakan berdasarkan perolehan dan tidak disusutkan. construction or production of qualifying assets are included in the cost of that assets.or part of building – or both) held to earn rentals or for capital appreciation or both. to carry out its undertaking of supplying electricity as a public service. Investment properties are measured at cost less accumulated depreciation and any accumulated impairment losses. Construction in progress is stated at cost. through the Company. which is exempted under the scope of the interpretation as confirmed in a letter No. Pekerjaan Dalam Pelaksanaan Pekerjaan dalam pelaksanaan merupakan biaya-biaya yang berhubungan langsung dengan pembangunan aset tetap. k. Construction in progress is transferred to the respective property. those Power Supply Contracts were entered into to enable the Government.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) . k. m. Akumulasi biaya perolehan akan dipindahkan ke masingmasing aset tetap yang bersangkutan pada saat selesai dan siap digunakan.Lanjutan Berdasarkan evaluasi manajemen. Biaya Pinjaman Biaya pinjaman meliputi beban bunga. sebagaimana ditegaskan dalam surat Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam – LK) No. which includes borrowing costs during construction on debts incurred to finance the construction and depreciation of property and equipment that were used in the construction. l. S-2366/BL/2009 dated March 30. Properti Investasi Properti investasi adalah properti (tanah atau bangunan atau bagian dari suatu bangunan atau kedua-duanya) untuk menghasilkan rental atau untuk kenaikan nilai atau keduaduanya. . Construction in Progress Construction in progress represents costs directly related to the construction of property. amortisasi biaya emisi obligasi dan amortisasi biaya tambahan lainnya yang terjadi terkait dengan perolehan pinjaman. plant and equipment account when completed and ready for use. Land is stated at cost and is not depreciated. biaya PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31. termasuk biaya pinjaman selama masa pembangunan dari pinjaman yang digunakan untuk pembangunan dan beban penyusutan aset tetap yang digunakan dalam pekerjaan pembangunan. selisih kurs pinjaman dalam mata uang asing yang merupakan penyesuaian terhadap biaya bunga. Other borrowing costs shall be recognized as an expense in the period in which they were incurred. Borrowing costs that are directly attributable to the acquisition. plant and equipment. Biaya pinjaman lainnya diakui sebagai beban pada periode terjadinya. Properti investasi diukur sebesar nilai perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan dan setiap akumulasi kerugian penurunan nilai. Biaya pinjaman yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan. yang dikecualikan dari ruang lingkup interpretasi tersebut. Investment Properties Investment properties are properties (land or a building . Biaya pinjaman tersebut dikapitalisasi sebagai bagian biaya perolehan aset ketika kemungkinan besar biaya pinjaman tersebut menghasilkan manfaat ekonomi masa depan untuk entitas dan dapat diukur secara andal. S-2366/BL/2009 tanggal 30 Maret 2009. 2009 from the Chairman of the Capital Market and Financial Institutions Supervisory Agency (Bapepam-LK). konstruksi.

. dikurangi dengan penurunan nilai yang ditentukan untuk setiap investasi secara individu. melalui partisipasi dalam pengambilan keputusan atas kebijakan finansial dan operasional investee. Rekening bank dan deposito berjangka dibatasi penggunaannya yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang yang dijadikan atau jaminan pinjaman dinyatakan sebesar nilai nominal. through participation in the financial and operating policy decisions of the investee. p. o. Investments Investments in associates An associate is an entity over which the Company and its subsidiaries are in a position to exercise significant influence. Investasi pada perusahaan asosiasi dicatat di neraca sebesar biaya perolehan dan selanjutnya disesuaikan untuk perubahan dalam bagian kepemilikan Perusahaan dan anak perusahaan atas aset bersih perusahaan asosiasi yang terjadi setelah perolehan.27 - . in which case. Aset tetap yang sementara waktu tidak digunakan dalam operasi disusutkan dengan metode dan berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis yang sama dengan aset tetap. The assets and liabilities and results of operations of associates are incorporated in these consolidated financial statements using the equity method of accounting. plant and equipment which are temporarily not used in operations and assets which are held for disposal. lihat Catatan 3e. which are pledged as loan collaterals are stated at their nominal values. Rekening bank dan deposito berjangka dibatasi penggunaannya Sebelum tanggal 1 Januari 2010. aset dan kewajiban dari perusahaan asosiasi digabungkan dalam laporan keuangan konsolidasi dengan mengunakan metode ekuitas. o. 2010. Assets Not Used In Operations This account comprised of property. 2010. Aset Tidak Digunakan Dalam Operasi Aset tidak digunakan dalam operasi meliputi aset tetap yang untuk sementara waktu tidak digunakan dalam operasi dan aset yang akan dihapuskan. Bagian Perusahaan dan anak perusahaan atas kerugian perusahaan asosiasi yang melebihi nilai tercatat dari investasi tidak diakui kecuali jika Perusahaan dan anak perusahaan mempunyai kewajiban atau melakukan pembayaran kewajiban perusahaan asosiasi yang dijaminnya. plant and equipment. Untuk kebijakan akuntansi pinjaman yang diberikan dan piutang. tambahan kerugian diakui sebesar kewajiban atau pembayaran tersebut. Efektif tanggal 1 Januari 2010. n. Prior to January 1. less any impairment in the value of the individual investments. Penghasilan. Effective January 1. these restricted cash in banks and time deposits are classified as loans and receivable. Refer to Note 3e for the accounting policy of loans and receivables. Investasi Investasi pada perusahaan asosiasi Perusahaan asosiasi adalah suatu perusahaan dimana induk Perusahaan dan anak perusahaan mempunyai pengaruh yang signifikan. namun tidak mempunyai pengendalian atau pengendalian bersama. Aset yang akan dihapuskan dinyatakan sebesar jumlah terendah antara jumlah tercatat dan nilai realisasi bersih. Losses of the associates in excess of the Company and its subsidiaries’ interest in those associates are not recognized except if the Company and its subsidiaries have incurred obligations or made payments on behalf of the associates to satisfy obligations of the associates that the Company and its subsidiaries have guaranteed. but not control or joint control.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) . Rekening bank dan deposito berjangka dibatasi penggunaannya diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang.Lanjutan PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31. Investments in associates are carried in the consolidated balance sheet at cost as adjusted by post-acquisition changes in the Company and its subsidiaries’ share of the net assets of the associate. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) .Continued n. Assets not used in operations are depreciated using the same method and based on the economic useful lives of the property. restricted cash in banks and time deposits. dalam hal demikian. Assets for disposal are stated at the lower of carrying amount or net realizable value. Restricted deposits cash in banks and time p. additional losses are recognized to the extent of such obligations or payments.

2010. 2010. bank dan semua investasi yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang dari tanggal perolehannya dan tidak dijaminkan serta tidak dibatasi penggunaannya. r. Two-step loans are recognized based on the Withdrawal Authorization (WA) or other similar documents. Efektif tanggal 1 Januari 2010. Cost is determined using the weighted average method. Cash and Cash Equivalents For cash flow presentation purposes. Kas dan Setara Kas Untuk tujuan penyajian arus kas. Persediaan Persediaan dinyatakan berdasarkan biaya perolehan atau nilai realisasi bersih. v. kas dan setara kas terdiri dari kas. Prepaid Expenses Prepaid expenses are amortized over their beneficial periods using the straight-line method. Pendapatan Ditangguhkan Pendapatan atas penyambungan listrik dari pelanggan ditangguhkan dan diamortisasi sebesar 5% per tahun sejak tanggal penyambungan. cash and cash equivalents consist of cash on hand and in banks and all unrestricted investments with maturities of three months or less from the date of placement. Penerusan pinjaman diakui berdasarkan otorisasi penarikan (Withdrawal Authorization) atau dokumen lain sejenis. Refer to Note 3f for the accounting policy for financial liabilities. Beban Ditangguhkan Biaya perolehan perangkat lunak dan pengurusan hak legal tanah ditangguhkan dan diamortisasi dengan metode garis lurus selama masa manfaatnya.Lanjutan q. Biaya Dibayar Dimuka Biaya dibayar dimuka diamortisasi selama manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis lurus. Inventories Inventories are stated at cost or net realizable value. Effective January 1. Deferred Charges Costs of software and legal processing of landrights are deferred and amortized using the straight-line method over their beneficial periods. u.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) .Continued q.28 - . pinjaman dinyatakan sebesar nilai kewajiban kepada kreditur dan hutang obligasi disajikan sebesar nilai nominal dikurangi diskonto yang belum diamortisasi. s. Borrowings and Bonds Payable Prior to January 1. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) . . PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31. r. t. u. s. Pinjaman dan Hutang Obligasi Sebelum tanggal 1 Januari 2010. v. t. borrowings and bonds payable are classified as financial liabilities. whichever is lower. mana yang lebih rendah. Deferred Revenue Connection fees received from customers are deferred and amortized at the rate of 5% per annum starting from the connection date. Kebijakan akuntansi untuk kewajiban keuangan dijelaskan dalam Catatan 3f. pinjaman dan hutang obligasi diklasifikasikan sebagai kewajiban keuangan. Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang. borrowings were stated at the amount payable to the lender and bonds payable are presented at par value net of unamortized discount.

Pengakuan Pendapatan dan Beban Pendapatan penjualan listrik diakui berdasarkan pemakaian energi listrik (kWh). Dalam perjanjian tersebut. Revenue and Expense Recognition Revenue from sale of electricity is recognized based on electricity usage (kWh). resource and generation components for the ESC. pendapatan bunga dan beban bunga diakui dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Purchase of Electricity The Company and its subsidiaries have various Power Purchase Agreements (PPA) and Energy Sales Contracts (ESC) with Independent Power Producers (IPP). y. Expenses are recognized when incurred (accrual basis). and presented in the consolidated statements of income as purchased electricity. x. The costs of energy purchased from IPP are recognized as incurred based on the terms of the contracts. Effective January 1. Sebelum tanggal 1 Januari 2010. PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31. Pembayaran tersebut mencakup komponen biaya berbeda yaitu komponen kapasitas dan energi untuk PPA. komponen sumberdaya dan pembangkitan untuk ESC. Perbedaan antara jumlah subsidi listrik yang telah diakui sebagai pendapatan dan hasil perhitungan final subsidi listrik dicatat pada saat perhitungan final subsidi listrik diperoleh. interest income and interest expense are recognized using effective interest rate method. x. Perusahaan dan anak perusahaan membayar pasokan tenaga listrik yang disediakan oleh IPP sebesar jumlah yang ditentukan berdasarkan formula pembayaran. . 2010.Lanjutan w. such as capacity and energy components for the PPA.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) . Pembelian Tenaga Listrik Perusahaan dan anak perusahaan memiliki sejumlah perjanjian jual beli tenaga listrik (PPA dan ESC) dengan penyedia dan pengembang tenaga listrik swasta (IPP). Efektif tanggal 1 Januari 2010. Under those contracts. Biaya pembelian tenaga listrik dari IPP diakui pada saat terjadinya berdasarkan ketentuan kontrak dan disajikan sebagai beban pembelian tenaga listrik dalam laporan laba rugi konsolidasi. The difference between the amount of electricity subsidy recognized as revenue and the final result of electricity subsidy computation is recorded when the final result of electricity subsidy computation is obtained. as well as operations and maintenance components. depends on the level of energy supplied and other variables stipulated in the agreement. the Company and its subsidiaries pay IPP for the supply of energy at an amount determined in accordance with the payment formula in which payment for different cost components. interest income and expense are recognized on an accrual basis. pendapatan bunga dan beban bunga diakui berdasarkan metode akrual. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) .29 - .Continued w. komponen operasional dan pemeliharaan yang tergantung pada tingkat pasokan energi serta variabel lain yang ditentukan dalam perjanjian. sedangkan beban diakui pada saat terjadinya. Subsidi Pemerintah Subsidi listrik Pemerintah yang diberikan melalui Perusahaan diakui sebagai pendapatan atas dasar akrual yang dihitung berdasarkan ketentuan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia. Government Subsidy Government subsidy of electricity is recognized as revenue on accrual basis which is computed in accordance with the provisions stipulated in the Decree of Ministry of Finance of the Republic of Indonesia. 2010. Prior to January 1. y.

Jumlah yang diakui sebagai kewajiban imbalan pasca-kerja di neraca merupakan nilai kini kewajiban imbalan pasca-kerja disesuaikan dengan keuntungan dan kerugian aktuarial belum diakui dan biaya jasa lalu belum diakui. Provisions Provisions are recognized when the Company and its subsidiaries have a present obligation (legal or constructive) as a result of a past event and it is probable that the Company and its subsidiaries will be required to settle the obligation. plus the present value of available refunds and reductions in future contributions to the plan. Biaya jasa lalu dan keuntungan (kerugian) aktuarial diakui langsung pada tahun yang bersangkutan. The employee benefits obligation recognized in the balance sheet represents the present value of the defined benefit obligation as adjusted for unrecognized actuarial gains and losses and unrecognized past service cost. terbatas pada jumlah kerugian aktuarial dan biaya jasa lalu belum diakui. ditambah dengan nilai kini dari manfaat ekonomis yang tersedia dalam bentuk pengembalian dana dari program atau pengurangan iuran masa datang. aa. Long-term Benefits Long-term benefits are determined using the Projected Unit Credit Method. Akumulasi keuntungan dan kerugian aktuarial bersih yang belum diakui yang melebihi 10% dari jumlah yang lebih besar diantara nilai kini kewajiban imbalan pasti atau nilai wajar aset program diakui dengan metode garis lurus selama rata-rata sisa masa kerja yang diprakirakan dari para pekerja dalam program tersebut. and reduced by the fair value of plan assets. dan sebaliknya diakui sebagai beban dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan periode rata-rata sampai imbalan tersebut menjadi vested. Past service cost and actuarial gains (losses) are recognized immediately to the current operations.Lanjutan z. The accumulated unrecognized actuarial gains and losses that exceed 10% of the greater of the present value of the defined benefit obligations and the fair value of plan assets. Past service cost is recognized immediately to the extent that the benefits are already vested. Imbalan Kerja Imbalan Pasca-Kerja Perhitungan imbalan pasca-kerja ditentukan dengan menggunakan metode Projected Unit Credit. Employee Benefits Post-employment Benefits Post-employment benefits are determined using the Projected Unit Credit Method. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) . Imbalan Kerja Jangka Panjang Perhitungan imbalan kerja jangka panjang ditentukan dengan menggunakan Projected Unit Credit. The long-term employee benefits obligation recognized in the consolidated balance sheets represents the present value of the defined benefit obligation.30 - . Aset yang diakui akibat perhitungan ini.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) . aa. dan dikurangi dengan nilai wajar aset program. Biaya jasa lalu dibebankan langsung.Continued z. is recognized on straight-line basis over the expected average remaining service years of the participating employees. Any asset resulting from this calculation is limited to unrecognized actuarial losses and past service cost. apabila imbalan tersebut menjadi hak atau vested. and otherwise is amortized on a straight-line basis over the average period until the benefits become vested. PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31. . and a reliable estimate can be made on the amount of the obligation. Jumlah yang diakui sebagai kewajiban imbalan kerja jangka panjang di neraca merupakan nilai kini kewajiban imbalan kerja pasti. Kewajiban Diestimasi Kewajiban diestimasi diakui bila Perusahaan dan anak perusahaan memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun konstruktif) sebagai akibat peristiwa masa lalu dan besar kemungkinan Perusahaan dan anak perusahaan diharuskan menyelesaikan kewajiban serta jumlah kewajiban tersebut dapat diestimasi secara andal.

Pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku pada tanggal neraca. Deferred tax liabilities are recognized for all taxable temporary differences and deferred tax assets are recognized for deductible temporary differences and tax losses to the extent that it is probable that taxable income will be available in future periods against which the deductible temporary differences and tax losses can be utilized. PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31. Bila beberapa atau keseluruhan dari manfaat ekonomis mengharuskan penyelesaian kewajiban diestimasi diharapkan dapat dipulihkan dari pihak ketiga. Deferred tax assets and liabilities are recognized for the future tax consequences attributable to differences between the financial statement carrying amounts of assets and liabilities and their respective tax bases. kecuali aset dan kewajiban pajak tangguhan untuk entitas yang berbeda. Kewajiban pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dan aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh dikurangkan dan rugi fiskal.31 - . kecuali pajak tangguhan yang dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas. Pajak Penghasilan Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam tahun yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku. bb. bb. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) . Where a provision is measured using the cash flows estimated to settle the present obligation. Deferred tax is calculated at the tax rates that have been enacted or substantively enacted at the balance sheet date. Deferred tax assets and liabilities are offset in the consolidated balance sheet. except when it relates to items charged or credited directly to equity. in the same manner the current tax assets and liabilities are presented. Kewajiban diestimasi diukur menggunakan estimasi arus kas untuk menyelesaikan kewajiban kini dengan jumlah tercatatnya sebesar nilai kini dari arus kas tersebut. Pajak tangguhan dibebankan atau dikreditkan dalam laporan laba rugi konsolidasi. atas dasar kompensasi sesuai dengan penyajian aset dan kewajiban pajak kini. Aset dan kewajiban pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak masa mendatang yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat aset dan kewajiban menurut laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak aset dan kewajiban. Aset dan kewajiban pajak tangguhan disajikan di neraca konsolidasi. in which case the deferred tax is also charged or credited directly to equity. dengan memperhatikan unsur risiko dan ketidakpastian yang melekat pada kewajiban.Lanjutan Jumlah diakui sebagai kewajiban diestimasi merupakan taksiran terbaik yang diharuskan untuk menyelesaikan kewajiban pada tanggal neraca.Continued The amount recognized as a provision is the best estimate of the consideration required to settle the obligation at the balance sheet date. except if these are for different legal entities. When some or all of the economic benefits required to settle a provision are expected to be recovered from a third party. taking into account the risks and uncertainties surrounding the obligation. . piutang diakui sebagai aset apabila terdapat kepastian tagihan dapat diterima dan jumlah piutang dapat diukur secara andal. Income Tax Current tax expense is determined based on the taxable income for the year computed using the prevailing tax rates. sepanjang besar kemungkinan dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa datang. the receivable is recognized as an asset if it is virtually certain that reimbursement will be received and the amount of the receivable can be measured reliably. Deferred tax is charged or credited in the consolidated statement of income. its carrying amount is the present value of those cash flows.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) .

Diluted earnings per share is computed by dividing net income by the weighted average number of shares outstanding as adjusted for the effects of all dilutive potential ordinary shares. dd. A business segment is a distinguishable component of an enterprise that is engaged in providing an individual product or service or a group of related products or services and that is subject to risks and returns that are different from those of other segments. if and only if. pendapatan dan beban yang terkait dengan aset tersebut juga dialokasikan kepada segmen-segmen tersebut.Lanjutan cc.32 - . The Company and its subsidiaries’ primary reporting segment information is based on geographical segment. PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31. Laba per Saham Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih residual dengan jumlah rata-rata tertimbang saham beredar pada tahun yang bersangkutan. dan hanya jika. Earnings per Share Basic earnings per share is computed by dividing net income by the weighted average number of shares outstanding during the year. their related revenues and expense also are allocated to those segments and the relative autonomy of that segments. A geographical segment is a distinguishable component of an enterprise that is engaged in providing products or services within a particular economic environment and that is subject to risks and returns that are different from those of components operating in other economic environments. Laba per saham dilusian dihitung dengan membagi laba bersih residual dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang telah disesuaikan dengan dampak dari semua efek berpotensi saham biasa yang bersifat dilutif. Segment Information Segment information is prepared using the accounting policies adopted for preparing and presenting the consolidated financial statements. Bentuk primer pelaporan segmen Perusahaan dan anak perusahaan adalah segmen geografis sedangkan bentuk sekunder pelaporan segmen adalah segmen usaha.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) . Assets and liabilities that relate jointly to two or more segments are allocated to their respective segments. Aset dan kewajiban yang digunakan bersama dalam satu segmen atau lebih dialokasikan kepada setiap segmen jika. while their secondary reporting segment information is based on business segment. . dd.Continued cc. Segmen geografis adalah komponen perusahaan yang dapat dibedakan dalam menghasilkan produk atau jasa pada lingkungan (wilayah) ekonomi tertentu dan komponen itu memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan pada komponen yang beroperasi pada lingkungan (wilayah) ekonomi lain. Segmen usaha adalah komponen perusahaan yang dapat dibedakan dalam menghasilkan produk atau jasa (baik produk atau jasa individual maupun kelompok produk jasa terkait) dan komponen itu memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan segmen lain. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) . Informasi Segmen Informasi segmen disusun sesuai dengan kebijakan akuntansi yang dianut dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasi.

0 2000 1. (MH) dan anak perusahaan/ and its subsidiary Majapahit Finance B.336 53.V.394 39.0 1995 39.0 100.80 - *) 20.0 100.0 55. hence its financial statements have been consolidated ****) Dalam tahap pengembangan/Under development stage .33 - . in the following subsidiaries : Tahun Operasi Komersial/ Year of Commercial Operation Anak Perusahaan/ Subsidiaries Domisili/ Domicile Jenis Usaha/ Nature of Business Persentase Pemilikan/ Percentage of Ownership 2010 2009 % % 100.0 100. ANAK PERUSAHAAN Perusahaan memiliki saham anak perusahaan baik langsung maupun tidak langsung sebagai berikut : PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31.0 2000 1.V.0 100.125 PT PLN Batubara (PLN Batubara) 100.0 2006 36.983 38.0 1999 94 85 PT Indo Pusaka Berau (IPB) ***) PT Indo Ridlatama Power (IRP) *) Berau 46.0 Jumlah Aset Sebelum Eliminasi **)/ Total Assets Before Elimination **) 2010 2009 PT Indonesia Power (IP) dan anak perusahaan/ and its subsidiaries PT Cogindo Dayabersama (CDB) *) Jakarta Pembangkitan tenaga listrik/ Power generation 1995 52.0 2006 37.000 - PT Pelayanan Listrik Nasional Batam (PLN Batam) PT Indonesia Comnets Plus (ICON) Batam Penyedia tenaga listrik/ Electricity supplier Jasa penyedia jaringan telekomunikasi/ Telecommunication provider Jasa enjiniring.9 1999 638 603 PT Artha Daya Coalindo (ADC) *) Jakarta 60. pengadaan dan konstruksi/ Engineering.0 60.0 100.9 99. pemasok energi.0 51. (MF) *) Tarakan 100.8 46.122 Belanda/ The Netherlands Jakarta Lembaga keuangan/ Finance Perdagangan batu bara/ Coal trading Pembangkitan tenaga listrik/ Power generation 100. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) .0 ****) 45 24 *) Pemilikan tidak langsung/Indirect ownership **) Dalam miliaran Rupiah/Stated in billions of Rupiah ***) IP mempunyai hak mengatur dan menentukan kebijakan keuangan dan operasi IPB.723 Jakarta Cogeneration. procurement and construction Penyedia tenaga listrik/ Electricity supplier Lembaga keuangan/ Finance 100.0 2009 206 17 PT Pengembangan Listrik Nasional Geothermal (PLN Geothermal) Jakarta 100.093 Surabaya Jakarta Jasa/Service Jasa listrik dan enjiniring/ Electricity and engineering Supervisi dan Konsultasi/ Supervision and consulatation 98. energy service and management Perdagangan batu bara/ Coal trading Perdagangan batu bara/ Coal trading Pembangkitan tenaga listrik/ Power generation Pembangkitan tenaga listrik/ Power generation 99. energy distribution.0 100. SUBSIDIARIES The Company has ownership interests.0 2004 238 250 Belanda/ The Netherlands 100.0 100.1 95. directly or indirectly.0 100.0 100.8 2005 188 176 Kutai 55.Continued 4.242 961 PT Prima Layanan Nasional Enjiniring (PLNE) Jakarta 99.0 ****) 2 1 PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) dan anak perusahaan/ and its subsidiaries PT PJB Service (PJBS) *) PT Rekadaya Elektrika (RDE) *) Surabaya 100.846 Jakarta 100.880 38.3 99.3 2003 166 153 PT Pelayanan Listrik Nasional Tarakan (PLN Tarakan) Majapahit Holding B.Lanjutan 4.969 1. sehingga laporan keuangan IPB dikonsolidasikan/ IP has the power to govern IPB's financial and operating policies.1 2001 2004 166 199 167 187 PT Rekadaya Elektrika Consult Jakarta 99. jasa pelayanan dan manajemen/ Cogeneration.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) .0 51.

114.901.114.928 4.181.842 3.117 32.181 87.819 636.808 324.038.484 15.068 30.833 - 65.825.056.047 98. IPB increased its paid-up capital amounting to Rp 9.555.047 4.978 947.228 160. reservoir and infrastructure Installation and power plant Transmission equipment Distribution equipment General equipment Motor vehicles Spare parts Telecommunication and data processing equipment Subtotal Leased assets Land Installation and power plant Subtotal Total Accumulated depreciation Direct acquisitions Buildings.534 14. IP’s percentage of ownership decreased into 46.660 12. sehingga persentase kepemilikan IP turun menjadi 46. IP did not subscribe its shares on this increase.913.881 55. waduk dan prasarana Instalasi dan mesin pembangkit Perlengkapan transmisi Perlengkapan distribusi Perlengkapan umum Kendaraan bermotor Material cadang Perlengkapan pengolahan data dan telekomunikasi Sub-jumlah Aset sewaan Instalasi dan mesin pembangkit Jumlah Jumlah Tercatat Penambahan/ Additions PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31.984 11.8%.522 3.032 509. the Geothermal.877 207.175 119.582 1.080 1.312. Pada tahun 2009.206 104.591 15.626 18.961 30.999 million.265 8.862 13.543.307 1.020 7.917 2.139 5.111.980 21.330 7.714.849.182 15.833 95.369.666.207 542.925 3.904 1.999 juta. PLANT AND EQUIPMENT Reklasifikasi/ Reclassifications 31 Desember/ December 31.710 40.856 4.773 297.983.078 213.456 38.540 100.896 5.126 15.716 69.008.767.868 .767.511.071 1.193 4.873. ASET TETAP 1 Januari/ January 1.718.579 4.191 35.569. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) .612 583.725 275.634.665 1.330 14.496.Continued In 2009.214.773 311.187 3.395.632.402 210.578 2.651.841 42.383.009. Pengurangan/ Deductions PROPERTY.721 1.744 624.235 145.901 59.635.796 411.149.103 7. waduk dan prasarana Instalasi dan mesin pembangkit Perlengkapan transmisi Perlengkapan distribusi Perlengkapan umum Kendaraan bermotor Material cadang Perlengkapan pengolahan data dan telekomunikasi Sub-jumlah Aset sewaan Tanah Instalasi dan mesin pembangkit Sub-jumlah Jumlah Akumulasi penyusutan Pemilikan langsung Bangunan umum. hence.647 176.638.383.135 45.497 58.591 15.175 2.144 23.406. 5.009.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) .567.655 985.123 112.372.257 74.603.796.283.372. 2010 Biaya perolehan Pemilikan langsung Tanah Bangunan umum.8%.821.132 2.823.776 1.877 4.457.726.075 25.666. IP tidak melakukan penyetoran atas peningkatan modal disetor tersebut.660 294.185 146.389. Company established PLN In 2009.182 15.970 12.069 3.193.584. IPB meningkatkan modal disetor sebesar Rp 9.570 89.437 281.180.Lanjutan Pada tahun 2009.697 16.716 58. 2010 At cost Direct acquisitions Land Buildings.735 218.34 - .489 28.221.848 69.796.654 295.593 174.184 202.118 1.953 95.214.270 7.592 267.089.454 1.039 14.337.904 2.702.556 14.223 2.825. reservoir and infrastructure Installation and power plant Transmission equipment Distribution equipment General equipment Motor vehicles Spare parts Telecommunication and data processing equipment Subtotal Leased assets Installation and power plant Total Net Carrying Value 7.626 2.829.413 33.132 24.395 66.999.234.541 109. 5. Perusahaan mendirikan PLN Geothermal.563 2.

755 152.844 244. Pengurangan aset tetap pemilikan langsung termasuk pemindahan aset tidak digunakan dalam operasi dengan jumlah tercatat sebesar Rp 575.233.511.156 2.073 million respectively.164 66.369 48.665 1.Continued 31 Desember/ December 31.909 11.744 624.849 11.646 2.718.182 15.456 38.325 136.438 1.061.872 335.108 5.069.885. .632 6.644.925 3. in 2009 (Notes 6 and 9).977 396.999.795 69.754 52.476 11.823.426 678.231 81.653 336.181 20.163 33.961 50.149.582 7.502.332 3.877 207.276 2. reservoir and infrastructure Installation and power plant Transmission equipment Distribution equipment General equipment Motor vehicles Spare parts Telecommunication and data processing equipment Subtotal Leased assets Installation and power plant Total Net Carrying Value Pengurangan/ Reklasifikasi/ Deductions Reclassifications 7.651.342 million in 2010 and Rp 424. reservoir and infrastructure Installation and power plant Transmission equipment Distribution equipment General equipment Motor vehicles Spare parts Telecommunication and data processing equipment Subtotal Leased assets Land Installation and power plant Subtotal Total Accumulated depreciation Direct acquisitions Buildings.968.332 21.844.655 985.621.061.582.047 7.026 11.223 804.213.077 juta dan Rp 790.716 58.744 3.015 1.369.825.233.647 176.356 2.636.383 6.144 23.717 20.637 juta tahun 2009.844.191 601.873 million and Rp 395.942 283.637 million in 2009.089.600 78.Lanjutan 1 Januari/ January 1.034.108 2.961 859.970 11.289.454 Reklasifikasi aset tetap pemilikan langsung terutama berasal dari pemindahan pekerjaan dalam pelaksanaan dan aset tidak digunakan dalam operasi masing-masing sebesar Rp 13.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) .704.108 1.953 12.301 41.008.825.038 1.181 87.471 - 16.335 juta tahun 2010 dan Rp 19.710.284.767.296 18. Deductions of property.132.856 4.312.274 4.716 69.530.844.702.014.243 32.570 89.772 Operating expenses Construction in progress Total 2010 Beban usaha Pekerjaan dalam pelaksanaan Jumlah 12.534 150.612 Beban penyusutan dialokasi sebagai berikut : Depreciation expense was allocated to the following : 2009 11.746 10.140 470. in 2010 and Rp 19. 2009 Biaya perolehan Pemilikan langsung Tanah Bangunan umum. plant and equipment – direct acquisitions arise mainly from transfer of construction in progress and assets not used in operations amounting to Rp 13.537 8.666.713 583.335 million.342 juta tahun 2010 dan Rp 424.869 34.077 million and Rp 790.901.032 509.522 3. .917 12.730 285.829.283.471 81.015 1.435 77. 2009 At cost Direct acquisitions Land Buildings.521 233.857 315.182 15.260.558.108.477 15.440.773 275.207.873.772 859.284.773 297.866.501 58.275 2.388 56.881 55.489 6.034.047 20.460 18.015 3.437 281.256 74.834.443 405.968.660 12.307 17.567.967.346.961 936.873 juta dan Rp 395.666.553.561 197.591 15.35 - Reclassifications of property.825.735 1.709 29. waduk dan prasarana Instalasi dan mesin pembangkit Perlengkapan transmisi Perlengkapan distribusi Perlengkapan umum Kendaraan bermotor Material cadang Perlengkapan pengolahan data dan telekomunikasi Sub-jumlah Aset sewaan Instalasi dan mesin pembangkit Jumlah Jumlah Tercatat Penambahan/ Additions PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31.961 30.073 juta tahun 2009 (Catatan 6 dan 9).276 2.591 15.869 96.767.417 11. plant and equipment include transfer to assets not used in operations with net carrying value of Rp 575.106 1.411.180 259.114.643.431 5.543. waduk dan prasarana Instalasi dan mesin pembangkit Perlengkapan transmisi Perlengkapan distribusi Perlengkapan umum Kendaraan bermotor Material cadang Perlengkapan pengolahan data dan telekomunikasi Sub-jumlah Aset sewaan Tanah Instalasi dan mesin pembangkit Sub-jumlah Jumlah Akumulasi penyusutan Pemilikan langsung Bangunan umum.961 10.093 38.485 2.496.585. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) . respectively.976 28.980 2.802 10.561 5.541 109.

242 juta tanggal 31 Desember 2009.339 million and Rp 1.Lanjutan Perusahaan dan anak perusahaan memiliki beberapa bidang tanah dengan hak legal berupa Hak Pakai dan Hak Guna Bangunan (HGB). Hak guna bangunan berjangka waktu antara 20 tahun sampai dengan 30 tahun yang jatuh tempo antara tahun 2016 sampai dengan 2036. perlengkapan distribusi dengan biaya perolehan sebesar Rp 45. sebagai penanggung utama terhadap risiko kebakaran dan kemungkinan risiko lainnya dengan jumlah pertanggungan sebesar US$ 16. pembangkit PLTU PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31. 2009.432 juta tanggal 31 Desember 2009.795 juta dan Rp 674.132. Building Use Rights (Hak Guna Bangunan). Leased assets represent the PLTU Tanjung Jati B 2x660 MW power plant. pihak hubungan istimewa.432 million as of December 31. . 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) . The Company and its subsidiaries do not cover insurance protection for assets other than installation and power plant and transmission equipment. plant and equipment as of the balance sheet date.058 juta tanggal 31 Desember 2010 dan US$ 15. Perusahaan dan anak perusahaan tidak mengasuransikan aset tetap selain instalasi dan mesin pembangkit serta perlengkapan transmisi. Aset sewaan diasuransikan kepada PT Asuransi Mitsui Sumitomo Indonesia terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan jumlah pertanggungan masing-masing sebesar JPY 190. Aset sewaan merupakan Tanjung Jati B 2x660 MW. 2010 and US$ 15.242 million as of December 31. a related party. Management believes that there are no events or changes in circumstances which may indicate an impairment in value of property. acting as the lead underwriter.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) . Hak pakai tidak mempunyai jangka waktu. The Company and its subsidiaries also have several pieces of land. Leased assets were insured to PT Asuransi Mitsui Sumitomo Indonesia against fire and other possible risks with insurance coverage of JPY 190. 2010 and JPY 190. Pada tanggal 31 Desember 2010. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan.36 - .Continued The Company and its subsidiaries own several pieces of land with Rights to Use (Hak Pakai). which are still being processed for extension and for transfer of certificate in the name of the Company and its subsidiaries.339 juta dan Rp 1.132.058 million as of December 31. Perusahaan dan anak perusahaan juga mempunyai beberapa bidang tanah yang sedang dalam proses perpanjangan HGB dan pengurusan balik nama menjadi atas nama Perusahaan dan anak perusahaan. Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat kejadian atau perubahan keadaan yang mengindikasikan penurunan nilai aset tetap pada tanggal neraca. Management believes that the insurance coverage is adequate to cover possible losses on the assets insured.745 juta digunakan sebagai jaminan hutang pada Bank Bukopin (Catatan 27). with PT Asuransi Tugu Kresna Pratama. As of December 31. distribution equipment with cost amounting to Rp 45. 2009.438 juta tanggal 31 Desember 2010 dan JPY 190.745 million are used as collateral for loans to Bank Bukopin (Note 27). Instalasi dan mesin pembangkit serta perlengkapan transmisi diasuransikan kepada beberapa perusahaan asuransi dengan PT Asuransi Tugu Kresna Pratama.795 million and Rp 674. Rights to Use have no expiration date while Building Use Rights will expire between 20 to 30 years until 2016 to 2036. against fire and other possible risks with insurance coverage of US$ 16. 2010. Installation and power plant and transmission equipment were insured to several insurance companies.438 million as of December 31.

PLTGU Tanjung Priok 740 MW Extension Project. Rehabilitation of PLTGU Muara Karang 2 x 200 MW and Rehabilitation of PLTU Suralaya 4 x 400 MW.511.619. Transmisi Pekerjaan dalam pelaksanaan transmisi terutama merupakan proyek jaringan transmisi T/L 500 Kv Jawa – Bali. PLTP Sarulla is a geothermal power plant which was taken over by the Company on January 23.499 48.118 14. for US$ 60 million (Note 54).939.628. PLTGU Muara Tawar 2 x 100 MW Extension Project. substations 150 Kv and interconnection of transmission projects. PLTGU Muara Tawar 2 x 100 MW Extension Project.Lanjutan 6. (ii) Konstruksi rutin Pembangkitan Pekerjaan dalam pelaksanaan pembangkitan terutama merupakan PLTP Sarulla 300 MW. PLTGU Tanjung Priok 740 MW Extension Project. borrowing costs and other capitalizable expenditures.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) .Continued 6. (i) Fast track program Fast track program represents projects mandated by the Government to the Company (Note 54). proyek gardu induk 150 Kv serta proyek interkoneksi jaringan.853 9.413 658.137.839. Rehabilitasi PLTGU Muara Karang 2 x 200 MW dan Rehabilitasi PLTU Suralaya 4 x 400 MW.776 34. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) .344.983 15. 2004 from Unocal North Sumatera Geothermal Ltd. PLTP Sarulla merupakan proyek pembangkitan listrik tenaga panas bumi yang pada tanggal 23 Januari 2004 diambil alih oleh Perusahaan dari Unocal North Sumatera Geothermal Ltd dengan harga perolehan US$ 60 juta (Catatan 54). T/L 150 Kv untuk luar Jawa-Bali. Pekerjaan dalam pelaksanaan program percepatan termasuk pembayaran uang muka kepada kontraktor.047 37.664.369 78.115 3.441 26. T/L 150 Kv outside Java – Bali.888 5.211.271. biaya pinjaman serta pengeluaran lain yang dapat dikapitalisasi. as follows : 2009 Mandatory projects .421 50. sebagai berikut : 2010 Proyek penugasan .354 106. (ii) Regular constructions Power Plants Power plants under construction consist mainly of PLTP Sarulla 300 MW.947 19. Construction in progress of fast track program include advance payments made to the contractors.832 52.Fast track program Power plants Transmission Total Regular constructions Power plants Transmission Distribution Equipment Total Total 66.316 (i) Program percepatan Program percepatan (fast track program) merupakan proyek yang ditugaskan Pemerintah kepada Perusahaan (Catatan 54).524 590. CONSTRUCTION IN PROGRESS This account represents costs incurred in relation to the construction and renovation/betterment of power supply facilities.Program percepatan Pembangkitan Transmisi Jumlah Konstruksi rutin Pembangkitan Transmisi Distribusi Perlengkapan Jumlah Jumlah PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31.831.611 72. PEKERJAAN DALAM PELAKSANAAN Akun ini merupakan biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan pembangunan dan perbaikan/renovasi sarana kelistrikan.725.37 - .482.421. . Transmission Transmission under construction consists mainly of projects of transmission lines of T/L 500 Kv in Java – Bali.

Pluit – Jakarta Utara and Asahan – Sumatera Utara. 2010 and 2009 amounted to Rp 164.Continued Distribution Distribution under construction consists mainly of projects of mid and low voltage distribution lines of 20 Kv and distribution substation projects. 7.737 million. Borrowing costs which were capitalized to construction in progress are as follows : 2009 Fast track program Interest expense Gain on foreign exchange Amortization of debt issuance cost Total Regular constructions Interest expense Loss (gain) on foreign exchange Amortization of debt issuance cost Total Total 3.178 3.061.077 juta (Catatan 5). BUT Pertamina Hulu Energi ONJW Ltd. PT Paiton Energy.244.134) 2.222 800. which was determined based on the market value of tax object of each parcel of land. 7.144 2.Lanjutan Distribusi Pekerjaan dalam pelaksanaan distribusi terutama merupakan proyek jaringan distribusi tegangan menengah dan rendah 20 Kv serta proyek gardu distribusi.669 3.713 juta dan Rp 154.602 48. Management believes that there are no events or changes in circumstances which may indicate an impairment in value of construction in progress as of the balance sheet date. respectively (Note 5). plant and equipment amounted to Rp 13.785 2. Estimasi nilai wajar properti investasi pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 masingmasing sebesar Rp 164.158 6. and PT Bajradaya Sentranusa.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) .743) 29.697.171. Pluit – Jakarta Utara dan Asahan – Sumatera Utara. Constructions in progress are expected to be completed between 2011 and 2012.780 4.457.061.154 (2.077 million.764. Biaya pinjaman yang dikapitalisasi ke pekerjaan dalam pelaksanaan adalah sebagai berikut : 2010 Program percepatan Bunga pinjaman Keuntungan kurs mata uang asing Amortisasi emisi obligasi Jumlah Konstruksi rutin Bunga pinjaman Kerugian (keuntungan) kurs mata uang asing Amortisasi emisi obligasi Jumlah Jumlah PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31.292. dan PT Bajradaya Sentranusa. which are rented to or used by independent power producers.713 million and Rp 154. Pada tahun 2010 dan 2009 pekerjaan dalam pelaksanaan yang telah selesai dan dipindahkan ke aset tetap masing-masing sebesar Rp 13.503.737 juta yang ditentukan berdasarkan nilai jual objek pajak masing-masing bidang tanah.938 690. PT Jawa Power. respectively. PROPERTI INVESTASI Akun ini merupakan tanah milik PJB yang terletak di Paiton .873 juta dan Rp 19.38 - .554. .233.650.Jawa Timur.345 3. BUT Pertamina Hulu Energi ONJW Ltd. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) .180 (1.233. construction in progress which were completed and reclassified to property. Pekerjaan dalam pelaksanaan ini diperkirakan selesai antara tahun 2011 dan 2012. yang disewakan kepada atau digunakan oleh penyedia listrik swasta PT Paiton Energy.358.Jawa Timur.363) 738. INVESTMENT PROPERTIES This account pertains to pieces of land owned by PJB located in Paiton .859 Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat kejadian atau perubahan keadaan yang mengindikasikan penurunan nilai pekerjaan dalam pelaksanaan pada tanggal neraca.873 million and Rp 19. PT Jawa Power.617 (1. The estimated fair value of these investment properties as of December 31. In 2010 and 2009.

LONG-TERM INVESTMENTS Long-term investments consist of investment in shares of stock and consortiums.06 35.67 15.00 10.35 33.39 - .00 *) Tahap pengembangan/Development stage .00 30.00 10.00 32.15 7.00 20.00 15.00 8.00 15.67 15.00 80.Lanjutan 8.06 35.00 Metode biaya/Cost method PT Metaepsi Pejebe Power Generation PT Tenaga Prima Teknologi PT Permata Prima Elektrindo PT Tenaga Listrik Bintan PT TJK Power PT Pura Daya Prima PT Elnusa Prima Elektrika PT Multidaya Prima Elektrindo Bangko Tengah Consortium Sumsel/South Sumatera Bengkulu Jambi Pulau Bintan Batam Palembang Palembang Sumsel/South Sumatera Muara Enim Pembangkit tenaga listrik/ Electricity supplier Pembangkit tenaga listrik/ Electricity supplier Pembangkit tenaga listrik/ Electricity supplier Pembangkit tenaga listrik/ Electricity supplier Pembangkit tenaga listrik/ Electricity supplier Pembangkit tenaga listrik/ Electricity supplier Pembangkit tenaga listrik/ Electricity supplier Pembangkit tenaga listrik/ Electricity supplier Pembangkit tenaga listrik/ Electricity supplier 2007 *) *) *) *) *) *) *) *) 12.00 32.00 10.00 20.00 20.00 8. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) .00 49.50 15.00 15.00 26.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) . as follows : Tahun operasi komersial/ Commercial operations Domisili/ Domicile Pemilikan langsung/Direct ownership Metode ekuitas/Equity method PT Geo Dipa Energi PT Unelec Indonesia Jenis usaha/ Nature of business Persentase penyertaan/ Percentage of ownership 2010 2009 % % Bandung Jakarta Pembangkit tenaga listrik/ Electricity supplier Penunjang penyedia tenaga listrik/ Electricity supports 2002 1988 33.00 49. sebagai berikut : PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31.00 49.00 - Kerjasama Konsorsium/ Consortiums IP-NTP Consortium Bandung Pembangkit tenaga listrik/ Electricity supplier *) 80.00 7.35 Pemilikan tidak langsung/ Indirect ownership Metode ekuitas/Equity method PT Daya Citra Mulia Banjarmasin PT Mitra Energy Batam PT Sumber Segara Primadaya PT Dalle Energy Batam PT Bajradaya Sentranusa PT Indo Medco Power PT Tenaga Listrik Jayapura PT Bukit Pembangkit Innovative PT Komipo Pembangkitan Jawa Bali Batam Cilacap Batam Asahan Jakarta Jayapura Palembang Jakarta Pertambangan dan perdagangan batu bara/ Coal mining and trading Pembangkit tenaga listrik/ Electricity supplier Pembangkit tenaga listrik/ Electricity supplier Pembangkit tenaga listrik/ Electricity supplier Pembangkit tenaga listrik/ Electricity supplier Pembangkit tenaga listrik/ Electricity supplier Pembangkit tenaga listrik/ Electricity supplier Pembangkit inovatif/ Innovative power plant Operasi dan pembiayaan/ Operational and maintenance 2002 - 25.00 26. INVESTASI JANGKA PANJANG Investasi jangka panjang meliputi investasi saham dan kerjasama konsorsium.00 10.00 29.50 15.00 20.00 20.00 2004 2006 2006 *) *) *) *) *) 30.00 12.Continued 8.

772) (7.156 21.152 Equity method PT Geo Dipa Energi PT Unelec Indonesia PT Daya Citra Mulia PT Mitra Energy Batam PT Sumber Segara Primadaya PT Dalle Energy Batam PT Bajradaya Sentranusa PT Tenaga Listrik Jayapura PT Bukit Pembangkit Innovative IP-NTP Consortiums Cost method PT Metaepsi Pejebe Power Generation PT Permata Prima Elektrindo PT Tenaga Listrik Bintan PT TJK Power Other companies Total 17.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) .864 17.869 Jumlah tercatat 1 Januari 2009/ Carrying amount January 1.365 41.382 41.796 1.716) 17.813 1.344 58.210 43.000 13.344) 11.670 1. 2010 Metode ekuitas PT Geo Dipa Energi PT Unelec Indonesia PT Daya Citra Mulia PT Mitra Energy Batam PT Sumber Segara Primadaya PT Dalle Energy Batam PT Bajradaya Sentranusa PT Tenaga Listrik Jayapura PT Bukit Pembangkit Innovative PT Komipo PJB Konsorsium IP-NTP Metode biaya PT Metaepsi Pejebe Power Generation PT Permata Prima Elektrindo PT Tenaga Listrik Bintan PT TJK Power Perusahaan lainnya Jumlah 47.670 1.138 83.962 438.400 (1.500 4.448 1.40 - .603 17 373 232.187 832.963 103.500 4.500 4.887 32.187 832.549 155.804 46.963 103.000 687 919.Lanjutan Mutasi investasi saham dan kerjasama konsorsium adalah sebagai berikut : Jumlah tercatat 1 Januari 2010/ Carrying amount January 1.380 22.097 28. 2009 Metode ekuitas PT Geo Dipa Energi PT Unelec Indonesia PT Daya Citra Mulia PT Mitra Energy Batam PT Sumber Segara Primadaya PT Dalle Energy Batam PT Bajradaya Sentranusa PT Tenaga Listrik Jayapura PT Bukit Pembangkit Innovative Konsorsium IP-NTP Metode biaya PT Metaepsi Pejebe Power Generation PT Permata Prima Elektrindo PT Tenaga Listrik Bintan PT TJK Power Perusahaan lainnya Jumlah 31.632 1.344 60.382) 21.152 Penambahan/ Additions - Bagian atas laba (rugi) bersih Jumlah perusahaan tercatat asosiasi/ 31 Desember/ Equity in net Carrying income (loss) amount of associates December 31.813 1.500) 115.Continued Changes in investments in shares of stock and consortium are as follows : Bagian atas laba (rugi) bersih Jumlah perusahaan tercatat asosiasi/ 31 Desember/ Equity in net Carrying income (loss) amount of associates December 31.000 13.152 PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31.227 1.472 18.827 (28. 2010 (47.807 82.868 526.531 121.089 - 17. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) .239 185.000 13.555 (1.290 30.000 13. 2009 16.058 84.000 7.827 .904 354.662 122.000 8.535) (1.187 1.500 4.000 8.670 1.134 (2.796 1.635) 47.382 41.549 155.949 2.963) 37.187 1.344 58.814 17.152 Equity method PT Geo Dipa Energi PT Unelec Indonesia PT Daya Citra Mulia PT Mitra Energy Batam PT Sumber Segara Primadaya PT Dalle Energy Batam PT Bajradaya Sentranusa PT Tenaga Listrik Jayapura PT Bukit Pembangkit Innovative PT Komipo PJB IP-NTP Consortiums Cost method PT Metaepsi Pejebe Power Generation PT Permata Prima Elektrindo PT Tenaga Listrik Bintan PT TJK Power Other companies Total Penambahan (pengurangan)/ Additions (deduction) (58.424 2.380 22.908 3.321 56.904 354.193 1.644 319 319 305.670 1.

707 BDSN’s shares with par value of Rp 1 million per share.707 juta dengan nilai perolehan Rp 160. PJB increased its investment in shares amounting to Rp 95. yang telah dikonversi dengan 243. PT Mitra Energy Batam In 2004. tanpa merubah persentase kepemilikan saham. PLN Batam mengakuisisi 20% saham PT Dalle Energy Batam dari PT Medco Power Indonesia. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) .41 - . Pada tahun 2010. In 2010. Perusahaan memperoleh dividen dari Unindo sebesar Rp 58. PT Bajradaya Sentranusa (BDSN) Pada tahun 2006.400 juta tanpa mengubah persentase kepemilikan saham. PLN Batam telah meningkatkan investasi saham sebesar Rp 21. Liability arising from such acquisition were recorded as other payables (Note 32). Pada tahun 2010. PT Sumber Segara Primadaya (S2P) PJB memiliki 49% saham pada S2P.535 juta. Pada tahun 2008.841 million. consisting of 262.Lanjutan Investasi saham PT Geo Dipa Energi PT Geo Dipa Energi merupakan perusahaan patungan antara Perusahaan dan Pertamina yang ditujukan untuk melanjutkan pembangunan pembangkit tenaga listrik Dieng dan Patuha yang sebelumnya dimiliki Himpurna California Energy Limited dan Patuha Power Limited.400 million. Penyertaan saham PJB pada BDSN sebanyak 262.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) . . PLN Batam mengakuisisi 30% saham PT Mitra Energy Batam dari Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan – PLN.535 million.000 million.000 juta. In 2008.707 saham BDSN dengan nilai nominal Rp 1 juta per saham. Investment in stocks of PJB in BDSN. PT Sumber Segara Primadaya (S2P) PJB owns 49% shares of S2P.707 saham dijaminkan sehubungan dengan hutang BDSN kepada China Huadian Hongkong Company Limited. PJB memiliki investasi dalam bentuk obligasi wajib konversi. were pledged as security for the loan of BDSN from China Huadian Hongkong Company Limited. without changing its percentage of ownership. PLN Batam increased its investment in shares amounting to Rp 21. PLN Batam acquired 20% of the issued shares of PT Dalle Energy Batam from PT Medco Power Indonesia. PT Unelec Indonesia (Unindo) Unindo merupakan perusahaan patungan antara Perusahaan dan Areva T & D Holdings yang ditujukan terutama untuk memproduksi dan menjual transformator dan switchgear. PT Dalle Energy Batam Pada tahun 2006. This has been converted into 243.707 million at an acquisition cost of Rp 160.707 shares. PT Mitra Energy Batam Pada tahun 2004. PJB telah meningkatkan investasi saham sebesar Rp 95. In 2010.Continued Investments in shares of stock PT Geo Dipa Energi PT Geo Dipa Energi is a joint venture between the Company and Pertamina. PLN Batam acquired 30% shares of PT Mitra Energy Batam from Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan – PLN. PT Dalle Energy Batam In 2006. It was established to continue the development of Dieng and Patuha power plant projects previously owned by Himpurna California Energy Limited and Patuha Power Limited. Hutang atas akuisisi saham tersebut dicatat sebagai hutang lain-lain (Catatan 32). PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31.841 juta tanpa mengubah persentase kepemilikan saham. PT Bajradaya Sentranusa (BDSN) In 2006. nilai nominal Rp 243. PT Unelec Indonesia (Unindo) Unindo is a joint venture between the Company and Areva T & D Holdings. It was established to engage principally in the manufacture and sale of power and distribution transformers and switchgears. the Company received dividends from Unindo amounting to Rp 58. PJB obtained an investment in Mandatory Convertible Bond with nominal value of Rp 243. without changing its percentage of ownership.

PJB is also obliged to prepare training facilities for candidates of maintenance operator and maintenance technician of PLTG Gunung Megang.AH. This financing will be recovered upon commercial operations of the projects. Pada tahun 2010. mengoperasikan dan merawat proyek PLTU 2x10 MW.6 juta. PT Metaepsi (Meppogen) Pejebe Power Generation Sehubungan dengan penyertaan saham di Meppogen.Continued PT Tenaga Listrik Jayapura (TLJ) and PT Tenaga Listrik Bintan (TLB) TLJ and TLB were established in accordance with Joint Venture Agreements dated October 4. PJB is obliged to subscribe 19% of total subscribed capital stock of Meppogen. Year 2010 dated October 1. PLN Tarakan financed each of the projects for US$ 812. 2006 between PLN Tarakan and third parties.01.01. 47.089 million. 2008.H. PJB melakukan penyertaan saham di KPJB sebesar USD 1.01. Based on the agreement. PJB made investment in shares in KPJB amounting to USD 1. termasuk penjualan tenaga listrik ke Perusahaan.42 - In relation to the investment in shares of Meppogen. PJB juga memiliki kewajiban untuk menyediakan fasilitas pelatihan bagi calon operator dan teknisi pemeliharaan PLTG Gunung Megang milik Meppogen.225. In 2010. Tahun 2010 tanggal 1 Oktober 2010. 2010.017 juta dan perbedaan dengan jumlah tercatat sebesar Rp 327 juta dicatat sebagai beban lain-lain dilaporan laba rugi konsolidasi tahun 2010. KPJB didirikan pada tanggal 30 September 2010 berdasarkan Akta Notaris No. PJB menjaminkan 12. 47. notary in Jakarta. Based on the Extraordinary Stockholders’ Meeting of TLJ dated June 17. AHU-46410. 2010. These were established to build. which were recorded as receivables from related parties (Note 10).345 yang dicatat sebagai piutang pihak hubungan istimewa (Catatan 10). PT Metaepsi (Meppogen) Pejebe Power Generation PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31.000.089 juta atau 49% saham KPJB.AH. PT Komipo Pembangkitan Jawa Bali (KPJB) Pada tanggal 18 Agustus 2010. PLN Tarakan telah mendanai masing-masing proyek sebesar US$ 812.01. 20 tanggal 6 Maret 2008 dari Imas Fatimah S.H. In 2008.225. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) .345. 2010 based on Notarial Deed No. 20 dated March 6.194 and US$ 78. PLN Tarakan has an obligation to participate in financing both projects amounting to US$ 9. . Pendirian TLJ dan TLB dimaksudkan untuk membangun.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) . Akta pendirian telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. notaris di Jakarta. . Piutang ini akan dikembalikan setelah proyek beroperasi komersial. PJB used its 12.017 million and the difference with the carrying amount of Rp 327 million was recorded as other expense in the 2010 consolidated statement of income.000 ekuivalen Rp 11.6 million. Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa TLJ tanggal 17 Juni 2008. TLJ was liquidated and PLN Tarakan received refund of the investment amounting to Rp 1. Selain itu. KPJB was established on September 30. 2008 from Imas Fatimah S. PJB berkewajiban memberikan pengarahan dan petunjuk pengoperasian dan pemeliharaan peralatan PLTG Gunung Megang.194 dan US$ 78. equivalent to Rp 11. PJB berkewajiban menyetorkan modal sebesar 19% dari nilai total modal ditempatkan Meppogen. TLJ dibubarkan dan PLN Tarakan menerima hasil dari pengembalian investasi sebesar Rp 1.000 shares in BPI as a guarantee of the credit facility obtained by BPI from Bank Mandiri.000 sahamnya di BPI sehubungan dengan fasilitas kredit yang diperoleh BPI dari Bank Mandiri. PLN Tarakan berkewajiban berpartisipasi membiayai kedua proyek sebesar US$ 9..Lanjutan PT Tenaga Listrik Jayapura (TLJ) dan PT Tenaga Listrik Bintan (TLB) TLJ dan TLB didirikan berdasarkan Perjanjian Usaha Patungan tanggal 4 Oktober 2006 antara PLN Tarakan dengan pihak ketiga. including sale of electricity to the Company. or 49% of the issued share of KPJB. owned by Meppogen. PT Komipo Pembangkitan Jawa Bali (KPJB) On August 18. it was agreed that TLJ will be liquidated. PT Bukit Pembangkit Innovative (BPI) According to the deed of pledge No. Berdasarkan perjanjian tersebut. The deed of establishment was approved by the Minister of Law and Human Rights of the Republic Indonesia in his Decision Letter No. AHU46410.. PT Bukit Pembangkit Innovative (BPI) Berdasarkan akta gadai saham No. diputuskan untuk membubarkan TLJ. Pada tahun 2008. operate and maintain a PLTU 2x10 MW project. PJB is also obliged to provide instructions and guidelines for equipment operations and maintenance of PLTG Gunung Megang.

021.165 362.223 2. plant and equipment to be disposed of Property.870 117.525.Lanjutan PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31.790 223.107 juta tahun 2010 dan Rp 281.43 - .PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) . 9. Consortiums The Company and IP entered into several consortium agreements with other parties for the development of certain projects. Kerjasama Konsorsium Perusahaan dan IP mengadakan kerjasama konsorsium dengan pihak lain untuk melaksanakan pengembangan proyek-proyek tertentu.368 4.67%. plant and equipment to be disposed of Property.866 2.453 4. plant and equipment amounting to Rp 330.299.401 1.434 Accumulated depreciation and impairment in value Property.002 121.871 2.521. Perusahaan dan IP mencatat kerjasama konsorsium sebesar dana yang dikeluarkan untuk proyek-proyek tersebut setelah dikurangi penurunan nilai investasi. disposal and repairs At cost Property.733 4.879 2. The Company and IP account for the investment in these consortium agreements at cost based on their funding of such projects.222.733 3.546.234 697.638 1.937.430.67%.514 million in 2009 are recorded as other expenses (Note 46).145 3.904 926. 2009.141. the other stockholder of Meppogen has exercised its right to convert the loan into the Meppogen’s share. which cause a decrease in the Company’s percentage of ownership in Meppogen from 19% to 12. . 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) .954 2.203 125. diperbaiki dan dihapusbuku Biaya perolehan Aset tetap akan direlokasi dan belum digunakan dalam operasi Aset tetap akan dihapusbuku Aset tetap akan diperbaiki Material akan dihapusbuku Pekerjaan dalam pelaksanaan akan dihapusbuku Jumlah Akumulasi penyusutan atau penurunan nilai Aset tetap akan direlokasi dan belum digunakan dalam operasi Aset tetap akan dihapusbuku Aset tetap akan diperbaiki Material akan dihapusbuku Pekerjaan dalam pelaksanaan akan dihapusbuku Jumlah Jumlah Tercatat 9. plant and equipment to be relocated and not yet used in operations Property. These consortium agreements will be changed into limited joint venture companies when the development of the projects is completed or when the joint venture companies are established.354 2. plant and equipment to be repaired Spare parts to be disposed of Construction in progress to be disposed of Total 211. ASET TIDAK DIGUNAKAN DALAM OPERASI 2010 Aset akan direlokasi.503 177.107 million in 2010 and Rp 281.514 juta tahun 2009 dicatat sebagai beban lain-lain (Catatan 46). Kerjasama konsorsium ini akan diubah menjadi perusahaan patungan dalam bentuk perseroan terbatas pada saat pengembangan proyek selesai atau pada saat perusahaan patungan terbentuk.145 2. plant and equipment to be relocated and not yet used in operations Property. less any impairment. Loss on impairment of property.959.415. 2009 ASSETS NOT USED IN OPERATIONS 1.897 471. yang mengakibatkan kepemilikan saham Perusahaan pada Meppogen menurun dari 19% menjadi 12.130 132.072 Assets for relocation. plant and equipment to be repaired Spare parts to be disposed of Construction in progress to be disposed of Total Net Carrying Value Kerugian penurunan nilai aset adalah sebesar Rp 330. pemegang saham lain Meppogen telah melaksanakan hak konversi pinjaman menjadi investasi saham di Meppogen.Continued Pada tanggal 14 Desember 2009. On December 14.

PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) . The carrying value of such assets were nil.684.312 10. 2010 amounting to Rp 15.758) Perusahaan dan anak perusahaan mengakui penyesuaian jumlah tercatat piutang pihak hubungan istimewa tanggal 1 Januari 2010 sebesar Rp 15.817 1.758 - (68. PLTGU Muara Tawar dan PLTU Muara Karang.469 3. (US$ 4.Lanjutan Aset tertentu yang tidak digunakan dalam operasi dijual seharga Rp 72. (US$ 4. Pada tahun 2010 dan 2009. machine installations.310 tahun 2010 dan 2009) PT Komipo . plant and equipment amounted to Rp 395.460 in 2010 and US$ 126.742 million.Continued Certain assets not used in operations were sold with selling price of Rp 72.335 million and Rp 790.044 (80. The Company and subsidiaries recognized an adjustment to the carrying amount of receivables from related parties as of January 1. Aset tetap akan dihapusbuku merupakan pembangkit PLTD Apung di Nanggroe Aceh Darussalam.073 million. instalasi mesin di PLTG Gresik.638 1.067 11.988) (11.499 million in 2010 and Rp 12. hence the proceeds from sale of assets represented gain on sale of assets not used on operations (Note 46).310 in 2010 and 2009) PT Komipo .097 15.382 tahun 2009) PT Metaepsi Pejebe Power Generation.684. bangunan dan prasarana serta rumah dinas dan jaringan distribusi.677.44 - .335 juta dan Rp 790. assets not used in operations reclassified to property.464 million in 2009.PJB (US$ 3.460 tahun 2010 dan US$ 126.819) PT Dalle Energy Batam PT Mitra Energy Batam PT TJK Power Karyawan Jumlah Penyisihan piutang ragu-ragu Jumlah Dikurangi bagian jangka pendek Bagian jangka panjang PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31.557 256.740 551.569 18. Manajemen berpendapat bahwa penurunan nilai aset tidak digunakan dalam operasi memadai untuk menutup risiko kerugian penurunan nilai yang mungkin timbul dari aset tersebut.073 juta (Catatan 5).286 1. PLTGU Muara Tawar and PLTU Muara Karang.188.382 in 2009) PT Metaepsi Pejebe Power Generation.742 juta.758) 1. instalasi mesin. PIUTANG PIHAK HUBUNGAN ISTIMEWA 2010 PT Sumber Segara Primadaya (US$ 23.416.758) 80. respectively (Note 5). instalasi pipa gas. RECEIVABLES FROM RELATED PARTIES 2009 PT Sumber Segara Primadaya (US$ 23.677.238.238. building and infrastructure.819) PT Dalle Energy Batam PT Mitra Energy Batam PT TJK Power Directors and employees Total Allowance for doubtful accounts Total Less current portion Long-term portion Changes in the allowance for doubtful accounts Balance at beginning of year Additions Recovery Balance at end of year 208.765. The adjustment was made to adjust the carrying amount of the receivables from related parties to its fair value due to adoption of PSAK 55 (revised 2006).464 juta tahun 2009. Property. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) . Management believes that impairment for assets not yet used in operations is adequate to cover possible loss on impairment on value of such assets.080 808.416.557 808. Penyesuaian ini dilakukan untuk menyesuaikan jumlah tercatat piutang pihak hubungan istimewa ke nilai wajarnya sehubungan dengan penerapan PSAK 55 (revisi 2006).286 Mutasi penyisihan piutang ragu-ragu Saldo awal tahun Penambahan Pemulihan Saldo akhir tahun (80. pipe gas installations. aset tetap tidak digunakan dalam operasi dipindahkan ke aset tetap masing-masing sebesar Rp 395.937 40. Nilai buku aset yang dijual tersebut telah nihil sehingga hasil penjualan aset merupakan keuntungan penjualan aset tidak digunakan dalam operasi (Catatan 46).501.501. machine installations of PLTG Gresik. housing and distribution equipment.499 juta tahun 2010 dan Rp 12. 10.472 33. plant and equipment to be disposed of represent PLTD Apung in Nanggroe Aceh Darussalam.114 490.532 511. 10.PJB (US$ 3. .314 42. In 2010 and 2009.770) (80.

Apabila dalam 30 hari setelah berakhirnya periode tunggakan. pinjaman ini telah dilunasi oleh S2P. 2004. 2013 and bears interest at 12. On June 25. Pemberian pinjaman ini telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PJB tanggal 14 Januari 2004. The interest will be received in fifteen (15) semi-annual installments starting January 28. PJB mencatat pencairan deposito sebesar US$ 50 juta tersebut sebagai piutang kepada S2P. Pada tanggal 11 Juli 2008. 2007. these loan has been fully paid by S2P. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) . Implementation of the amendment of loan collateral agreement is still in the stage of negotiation.907% per tahun. Jangka waktu pinjaman sembilan tahun. Bunga akan diterima dalam 15 kali angsuran semesteran mulai 28 Januari 2006 sampai dengan 28 Januari 2013. S2P tidak melakukan pembayaran. PJB dan SSP menandatangani amandemen perjanjian penjaminan pinjaman. due to the failure of S2P to settle its unpaid letter of credit. 2006 until January 28. Berdasarkan amandemen tersebut. deposito berjangka sebesar US$ 50 juta dieksekusi oleh Bank Negara Indonesia sehubungan dengan kegagalan S2P untuk menyelesaikan pinjamannya ke bank tersebut. The loan was approved during the Extraordinary General Meeting of the Stockholders dated January 14. based on their respective percentage of ownerships in S2P. PJB menempatkan deposito berjangka sebesar US$ 100 juta di Bank Negara Indonesia sebagai jaminan pinjaman letter of credit yang diperoleh S2P dari bank tersebut. PJB memberikan pinjaman jangka panjang sebesar US$ 52 juta kepada S2P untuk membiayai proyek PLTU Cilacap. Piutang ini dijamin dengan saham milik PT Sumberenergi Sakti Prima (SSP) di S2P sesuai perjanjian penjaminan pinjaman tanggal 6 September 2005. On July 11. Pada tanggal 30 Juni 2010. PJB and SSP signed the amendment of loan collateral agreement. 2013. If after 30 days from the period in arrears. PJB and SSP agreed to transfer their respective shares for liquidation and proceeds resulting from such liquidation will be used to settle S2P’s loan to PJB. maka PJB dan SSP bersedia menyerahkan saham masing-masing untuk dieksekusi dan dana hasil eksekusi saham tersebut digunakan untuk melunasi hutang kepada PJB. by confiscating the time deposits amounting to US$ 50 million. apabila S2P tidak mampu melunasi pinjamannya kepada PJB dalam waktu 30 hari setelah jatuh tempo (disebut sebagai “periode tunggakan”) maka PJB dan SSP bersama-sama mengikatkan diri dan menyanggupi untuk membayar bunga dan/atau pokok pinjaman yang terhutang oleh S2P kepada PJB sesuai persentase kepemilikan masing-masing di S2P. In 2006. Management of PJB demands for the immediate implementation of the amendment of loan collateral agreement. PJB and SSP will bind themselves to pay the interest and/or principal of loan of S2P to PJB. According to such amendment.Lanjutan PT Sumber Segara Primadaya (S2P) Pada tanggal 28 Januari 2004. . if S2P fails to pay in full its loan to PJB within 30 days from due date (also called as “period in arrears”). Pelaksanaan amandemen perjanjian penjaminan tersebut sedang dalam tahap negosiasi.907% per annum. Pada tahun 2006. PJB recorded such confiscation of time deposits amounting to US$ 50 million as receivables from S2P. PJB placed time deposits amounting to US$ 100 million in Bank Negara Indonesia as a guarantee of letter of credit obtained by S2P from such bank. This receivable is guaranteed with shares of stock in S2P owned by PT Sumberenergi Sakti Prima (SSP) in accordance with the loan collateral agreement dated September 6. On June 30. Pada tanggal 25 Juni 2007. PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31. 2011 until January 28. S2P does not make the payment. 2010. including two years grace period.45 - . Pinjaman pokok akan diangsur dalam 4 kali angsuran mulai 28 Juli 2011 sampai dengan 28 Januari 2013. 2008. Bank Negara Indonesia executed its right. termasuk masa tenggang dua tahun jatuh tempo 28 Januari 2013 dan dikenakan bunga 12. due on January 28. Manajemen PJB menghendaki agar amandemen perjanjian penjaminan pinjaman tersebut di atas dapat segera dilaksanakan. This loan will mature in nine years. PJB granted a long-term loan of US$ 52 million to S2P for the financing of PLTU Cilacap project. The principal will be collected in four (4) installments starting from July 28.Continued PT Sumber Segara Primadaya (S2P) On January 28. 2005.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) . 2013. 2004.

the Company and S2P entered into settlement agreement of this loan. PJB membentuk penyisihan piutang ragu-ragu atas piutang bunga dan denda dari S2P karena S2P sedang mengalami kesulitan keuangan. 2014 with interest rate of 9% per annum. pinjaman ini telah dilunasi oleh S2P.75 juta akan dibayar sekaligus pada tanggal 28 April 2014. 2010 and 2009. 2009 amounting to US$ 6. 2014 will be paid monthly at 7% per annum and the remaining accumulated interest of 2% per annum will be paid at one time on April 28. In 2007. This loan will mature on the third year with added premium of 15% per annum. Perusahaan dan S2P telah menandatangani perjanjian penyelesaian hutang dimana S2P mengakui hutang atas dana eks jaminan yang akan diangsur dalam jumlah tidak tetap mulai Desember 2009 sampai dengan 28 April 2014 dengan tingkat bunga 9% per tahun. The number of converted shares to be issued shall be determined by dividing the conversion amount by the nominal value of the conversion shares as specified in the Articles of Association of Meppogen. piutang bunga dari S2P masing-masing sebesar US$ 24.46 - . Pinjaman ini akan jatuh tempo pada tahun ketiga ditambah premi 15% per tahun. which will be paid in variable installments starting December 2009 untill April 28.75 million will be paid at one time on April 28. interest receivable from Meppogen nil and US$ 1. 2010 and 2009. 2014. Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009. Bila S2P belum menyelesaikan hutangnya kepada Perusahaan sampai dengan 30 Juni 2017.5% per tahun dan pembayaran bunga dilakukan secara bulanan. If S2P has not settled its obligation to the Company until June 30.295 and US$ 27. 2008 until December 31. The interest payable from July 1.372. PJB memiliki hak melakukan konversi pinjaman menjadi penyertaan saham dalam jangka waktu satu tahun sejak perjanjian. Pinjaman ini disubordinasi dengan pelunasan kewajiban S2P kepada China Construction Bank. In 2010.386 juta) untuk membiayai pembangunan proyek pembangkit listrik tenaga gas di Gunung Megang – Sumatera Selatan. 2009. The interest from January 1. The settlement of this loan was approved at the Extraordinary General Meeting of the Stockholders of S2P dated December 11. PJB provided a convertible debt to Meppogen amounting to US$ 4.200. This loan is subordinated to S2P’s loan to China Construction Bank. Pada tahun 2009. respectively.416. these loan has been fully paid by S2P. 2009.Continued On December 17.5 juta (setara Rp 42. . PT Metaepsi (Meppogen) Pejebe Power Generation PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31. termasuk dalam piutang pihak hubungan istimewa. Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) .Lanjutan Pada tanggal 17 Desember 2009. Perusahaan berhak mengubah tagihannya sebagai tambahan investasi saham di S2P. As of December 31. PJB provided allowance for doubtful accounts pertaining to receivables on interest and penalty from S2P since S2P is experiencing financial difficulties.372 termasuk dalam piutang pihak hubungan istimewa. Pinjaman ini dikenakan tingkat bunga SIBOR.310 (equivalent to Rp 12 million). Bunga terhutang sejak 1 Juli 2008 sampai dengan 31 Desember 2009 sebesar US$ 6. In 2009. PT Metaepsi (Meppogen) Pejebe Power Generation Pada tahun 2007. PJB memberikan pinjaman yang dapat dikonversi kepada Meppogen sebesar US$ 4. interest on receivables from S2P amounting to US$ 24. 2010 until April 28. were recorded as receivables from related parties.295 dan US$ 27. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) .200. the Company reserves the right to convert its receivable as an investment in shares of stock of S2P. Penyelesaian pinjaman ini telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa S2P tanggal 11 Desember 2009. respectively. piutang bunga dari Meppogen masing-masing nihil dan US$ 1. Bunga untuk 1 Januari 2010 sampai dengan 28 April 2014 akan dibayar setiap bulan sebesar 7% per tahun dan akumulasi sisa bunga sebesar 2% per tahun akan dibayar sekaligus pada tanggal 28 April 2014. This loan bears interest at SIBOR plus 4% . 2017. 2014. Jumlah saham konversi akan ditentukan dengan membagi jumlah konversi dengan nilai nominal saham konversi seperti tercantum dalam anggaran dasar Meppogen. where S2P recognized the obligation for funds formerly used as collateral.5 million (equivalent to Rp 42. PJB shall have the right to convert those loans into shares after the first year of the agreement.5% per annum and will be paid monthly.386 million) which was used to fund the construction of Meppogen gas power plant in Gunung Megang – South Sumatra.310 (setara Rp 12 juta). Pada tahun 2010. ditambah 4% .416. As of December 31. which were recorded as receivables from related parties.

105 Lease installments and operation guarantee (Note 26) Cash in bank Sumitomo Mitsui Banking Corporation.Bank Bukopin Jaminan bank garansi Rekening bank Bank Rakyat Indonesia Bank Mandiri Jumlah Tingkat bunga deposito berjangka per tahun Rupiah US$ PT Dalle Energy Batam and PT Mitra Energy Batam Accounts receivable from PT Dalle Energy Batam and PT Mitra Energy Batam represent receivables on penalty of power purchase contracts.000 35. Karyawan Piutang karyawan merupakan pinjaman pemilikan rumah tanpa bunga.Bank Central Asia Time deposit .145 51.Continued PT Dalle Energy Batam dan PT Mitra Energy Batam Piutang kepada PT Dalle Energy Batam dan PT Mitra Energy Batam merupakan piutang atas denda kontrak penyediaan tenaga listrik.01% .500 4.500 5.582 3.372 113. PT TJK Power (TJK) Piutang kepada TJK merupakan biaya pengembangan proyek PLTU Tanjung Kasam milik TJK.47 - . 11. Singapura JPY US$ Bukopin .Bank Bukopin Bank guarantee Cash in bank Bank Rakyat Indonesia Bank Mandiri Total Interest rate per annum on time deposits Rupiah US$ 6.Bank Mandiri Jaminan pinjaman bank (Catatan 27) Deposito berjangka . 11.Bank Mandiri Guarantee deposit for bank loans (Note 27) Time deposits . Singapore JPY US$ Bukopin .600 2. Employees Accounts receivable from officers represent noninterest bearing housing loans.US$ Time deposits Citibank .060 - - 93. PT TJK Power (TJK) Accounts receivable from TJK represent advance payment made by PLN Batam for the development cost of PLTU Tanjung Kasam owned by TJK.US$ Standard Chartered Bank .273 45.587 46.397 138. which are paid monthly through salary deduction.407.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) .499 2. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) .710 2.US$ Jaminan pembelian tenaga listrik (Catatan 54) Rekening bank .006 1.648 1.105.1.US$ Guarantee deposit for purchase of electricity (Note 54) Cash in bank .723 3.Lanjutan PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31.US$ Deposito berjangka Citibank .13% 0. 2009 RESTRICTED CASH IN BANKS AND TIME DEPOSITS 2. yang terlebih dahulu dibayar oleh PLN Batam. Pelunasan piutang dilakukan melalui pemotongan gaji.628. REKENING BANK DAN DEPOSITO BERJANGKA DIBATASI PENGGUNAANNYA 2010 Angsuran sewa pembiayaan dan jaminan operasi (Catatan 26) Rekening bank Sumitomo Mitsui Banking Corporation.65% .13% - 6% . Management believes that the allowance for doubtful accounts for receivables from related parties in 2009 is adequate to cover possible losses on uncollectible receivables.JPY Guarantee deposit for gas purchases (Note 54) Cash in bank Bank Internasional Indonesia .JPY Jaminan pembelian gas (Catatan 54) Rekening bank Bank Internasional Indonesia .US$ Standard Chartered Bank .608 4.Bank Central Asia Deposito berjangka . Manajemen berpendapat bahwa penyisihan piutang ragu-ragu atas piutang kepada pihak hubungan istimewa tahun 2009 memadai untuk menutup kerugian yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya piutang.221 329.210.47% .848 7.

873 25.218.841.502 Beban amortisasi biaya ditangguhkan tahun 2010 dan 2009 masing-masing sebesar Rp 160.262 PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31.167.436 561.801. ASET TIDAK LANCAR LAIN 2010 Biaya ditangguhkan .621 43.372 2.888 2.357. The adjustment was made to adjust the carrying amount of restricted cash in bank and time deposits to its fair value due to initial adoption of PSAK 55 (revised 2006).455 526.074 20. Amortization expenses of deferred charges in 2010 and 2009 amounted to Rp 160.823 million.823 juta.bersih Premi asuransi (Catatan 27 dan 54) Hak atas tanah Perangkat lunak Jumlah Biaya dibayar dimuka Pembelian gas Lain-lain Jumlah Uang muka pengembangan proyek Jumlah 12.535. 2009 OTHER NONCURRENT ASSETS 319.Continued The Company and subsidiaries recognized an adjustment to the carrying amount of restricted cash in banks and time deposits as of January 1.086 2.362 541. 2010 amounting to Rp 526.221.260 Ekuivalen Rp/ Rp equivalent 519.603 198. Details of restricted cash in banks and time deposits in foreign currencies are as follows: 2009 Dalam mata uang asing/ In foreign currencies *) 55.557 487.479 1.869 3.898.147.628.307 US$ JPY Total *) Dalam jumlah penuh *) In full amount 12.Lanjutan Perusahaan dan anak perusahaan mengakui penyesuaian jumlah tercatat rekening bank dan deposito berjangka dibatasi penggunaannya tanggal 1 Januari 2010 sebesar Rp 526.786 Deferred charges . Rincian rekening bank dan deposito berjangka dibatasi penggunaannya dalam mata uang asing adalah sebagai berikut: 2010 Dalam mata uang asing/ In foreign currencies *) US$ JPY Jumlah 15. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) .677 million.770 48.719 million and Rp 324.829 2.660 1. .48 - .392 93.390.669.501 433.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) .677 juta.187 220. respectively.813 Ekuivalen Rp/ Rp equivalent 138.net Insurance premium (Notes 27 and 54) Landrights Software Total Prepaid expenses Gas purchased Others Total Advances for project development Total 360.590.847 974.119.805 126.221 3.719 juta dan Rp 324. Penyesuaian ini dilakukan untuk menyesuaikan jumlah tercatat rekening bank dan deposito berjangka dibatasi penggunaannya ke nilai wajarnya sehubungan dengan penerapan awal PSAK 55 (revisi 2006).

976 137.513 34.153 674 490.US$ Lain-lain (masing-masing dibawah 5% dari jumlah) Rupiah US$ Jumlah deposito berjangka Jumlah Kas dan Setara Kas Tingkat bunga deposito berjangka per tahun Rupiah US$ 44.375 178 1. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) .033 877 13 1 8.947.862 1.020 338.136 556.000 43.880. CASH AND CASH EQUIVALENTS 2009 46.082 19.4.417.936.738 26.692 25 15.283.334 4.023 273.000 1.177 1.551 34.233 705 51.853.828 766.124 206 166.700 62.Continued 13.deposito berjangka Bank Bukopin Rupiah US$ Bank Rakyat Indonesia Rupiah US$ Bank Negara Indonesia Rupiah US$ Bank Mandiri Rupiah US$ Deutsch Bank.100 350.192 2.US$ Others (each below 5% of total) Rupiah US$ Total time deposits Total Cash and Cash Equivalents Interest rate per annum on time deposits Rupiah US$ 902.798 32.207 18.196 6% .PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) .242 4.217 5.600 66.124 4.873 1.49 - .25% 6% .320 135.958 318.880.801 761 123 1.600 1.043.959 395.628 6. Amsterdam .Lanjutan 13.084 347.13.4% .106 1.524 Cash on hand Cash in banks Bank Bukopin Rupiah US$ JPY Bank Rakyat Indonesia Rupiah US$ JPY EUR Bank Mandiri Rupiah US$ EUR JPY Bank Negara Indonesia Rupiah US$ CHF EUR Bank Central Asia Rupiah US$ JPY Bank Internasional Indonesia Rupiah US$ EUR Bank Danamon Rupiah US$ Others (each below 5% of total) Rupiah US$ EUR JPY SGD Total cash on hand and in banks Cash equivalents .095. KAS DAN SETARA KAS 2010 Kas Bank Bank Bukopin Rupiah US$ JPY Bank Rakyat Indonesia Rupiah US$ JPY EUR Bank Mandiri Rupiah US$ EUR JPY Bank Negara Indonesia Rupiah US$ CHF EUR Bank Central Asia Rupiah US$ JPY Bank Internasional Indonesia Rupiah US$ EUR Bank Danamon Rupiah US$ Lain-lain (masing-masing dibawah 5% dari jumlah) Rupiah US$ EUR JPY SGD Jumlah kas dan bank Setara kas .472 1.216.634 3.414.038 660.962 634.672 13.962 4.426.291 32.627 2.660 29.600 48.757 468 97 118.190 35.000 43.175 480.779 287 4 2.923 183 316.908.13% 2% .702.903 4.5% 3.397.820 1.25% .381 1.762 26.055 488 90 60.344 1.time deposits Bank Bukopin Rupiah US$ Bank Rakyat Indonesia Rupiah US$ Bank Negara Indonesia Rupiah US$ Bank Mandiri Rupiah US$ Deutsch Bank.000 535.716.299.162. Amsterdam .716 PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31.

369 Ekuivalen Rp/ Rp equivalent 6.792 juta).123.717 Ekuivalen Rp/ Rp equivalent 2.5% .844 7% .706.266 816.723 (setara Rp 1.438 36.507 4. respectively. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) . As of December 31.788 582.790 8.444 39.715.171.218 6.880 1.658.3% 6.160 92.074.963.10.243 44. 14.977 million) and US$ 124.Continued Details of cash and cash equivalents in foreign currencies are as follows : 2009 Dalam mata uang asing/ In foreign currencies *) 646. . INVESTASI JANGKA PENDEK 2010 Deposito berjangka Bank Bukopin Rupiah US$ Bank Rakyat Indonesia Rupiah Bank Negara Indonesia Rupiah US$ Bank Mandiri Rupiah US$ Lain-lain (masing-masing dibawah 5% dari jumlah) Rupiah US$ Jumlah Investasi lain-lain Rupiah Jumlah investasi jangka pendek Tingkat bunga deposito berjangka per tahun Rupiah US$ 14. short-term investments in foreign currencies amounted to US$ 76.000 136.5% 1% .872 4.171.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) .739 9.452 12.479 307.390 US$ JPY EUR Others **) Total *) **) Dalam jumlah penuh Kas dan setara kas dalam mata uang asing lainnya disajikan dalam jumlah setara US$.444.000 560.7.181.658.977 116.029 Time deposits Bank Bukopin Rupiah US$ Bank Rakyat Indonesia Rupiah Bank Negara Indonesia Rupiah US$ Bank Mandiri Rupiah US$ Others (each below 5% of total) Rupiah US$ Total Other investments Rupiah Total short-term investments Interest rate per annum on time deposits Rupiah US$ 8.792 million).628 2. 2009 SHORT-TERM INVESTMENTS 691.542 711.817 362.300 (equivalent to Rp 691. investasi jangka pendek dalam mata uang asing masing-masing sebesar US$ 76.723 (equivalent to Rp 1.000 1.496 828.000 517.500 83.300 (setara Rp 691. *) **) In full amount Cash and cash equivalents denominated in other foreign currencies are presented as US$ equivalents using the exchange rates prevailing at balance sheet date.271.977 juta) dan US$ 124.50 - .216. 2010 and 2009.740.862 7.000 - 120.963.745 448.5% 1% .706 PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31.218.883 151.523 514. menggunakan kurs tanggal neraca.3% Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009.392 1.Lanjutan Rincian kas dan setara kas dalam mata uang asing adalah sebagai berikut : 2010 Dalam mata uang asing/ In foreign currencies *) US$ JPY EUR Lain-lain **) Jumlah 246.

662 (341.451) 2.619 515.154 202.896. are as follows : Bank Bank Bukopin Bank Rakyat Indonesia Bank Bumiputera Indonesia Fasilitas/Facility Jaminan letter of credit/Letter of credit guarantee Jaminan letter of credit/Letter of credit guarantee Pinjaman modal kerja ADC/Working capital loan of ADC Fasilitas bank garansi pekerjaan ADC 15.875.619 (330. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) .205.222) (69.458 Public Government State-owned companies Indonesian Armed Forces Total Allowance for doubtful accounts Net b.997 28.014 39.815 (330. 2009 TRADE ACCOUNTS RECEIVABLE a.51 - .410 238.809) 353.676 1.977 6.168 15. Management believes that the allowance for doubtful accounts is adequate to cover possible losses on uncollectible accounts.204) Manajemen berpendapat bahwa penyisihan piutang ragu-ragu memadai untuk menutup kerugian yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya piutang dan tidak terdapat risiko yang terkonsentrasi secara signifikan atas piutang usaha. By Debtor 2.504 313. By Age Category 819. Berdasarkan langganan Umum Pemerintah Badan Usaha Milik Negara TNI dan Polri Jumlah Penyisihan piutang ragu-ragu Bersih b. time deposits used as guarantee deposits.243 PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31.609. Berdasarkan umur Belum jatuh tempo 1 s/d 90 hari 91 s/d 360 hari Lebih dari 360 hari Jumlah Penyisihan piutang ragu-ragu Bersih Mutasi penyisihan piutang ragu-ragu Saldo awal tahun Penambahan Penghapusan Saldo akhir tahun 1.000 7.222 263.204) 2.204) 2.062) 99. PIUTANG USAHA 2010 a.662 (341.347.168 2.555.458 Not yet due 1 to 90 days 91 to 360 days More than 360 days Total Allowance for doubtful accounts Net Changes in the allowance for doubtful accounts Balance at beginning of year Additions Write-off Balance at end of year (341.813 108.480. 2010.354 2.555.896.380 3.619 (330.827 (341.205.451) (625. deposito berjangka yang digunakan untuk jaminan sebagai berikut : Jumlah/ Amount 691.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) .Lanjutan Pada tanggal 31 Desember 2010.575.451) 2. .990 3.079.971 1. Management also believes that there are no significant concentration of credit risk in receivables.988 410.500 766 Jumlah/Total 706.606 170.864 2.875.204) (89.Continued As of December 31.

731 10.863 9.Continued 16.026.927.474 Budget years 2009 2010 Total Dalam tahun 2010.573 478. PIUTANG SUBSIDI LISTRIK 2010 Tahun anggaran 2009 2010 Jumlah 16.570 Contractors Interest receivable Others Total Manajemen berpendapat bahwa penyisihan piutang ragu-ragu atas piutang lain-lain tidak perlu dibentuk.185 154.898) (79.898) 9.342 296. as management believes that all of these receivables are collectible.815.765 1.929.Lanjutan PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31.693 1.901 17. the Company collected the receivables on electricity subsidy for budget year 2009 amounting to Rp 4. Perusahaan telah menerima piutang subsidi tahun anggaran 2009 sebesar Rp 4.065 1.557) Manajemen berpendapat bahwa penyisihan yang ditetapkan memadai untuk menutup risiko penurunan nilai persediaan.123) (15.815 (94. 2009 OTHER RECEIVABLES 265.580. pembatas dan kontrol Transformator Kabel Jumlah Penyisihan penurunan nilai Bersih Mutasi penyisihan penurunan nilai Saldo awal tahun Penambahan Saldo akhir tahun 6.908 7.024.563 137. .000.747 8.000.358.557) 9. No allowance for doubtful accounts for other receivables was provided.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) . 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) .212 (98.894 201.557) (4.52 - . Management believes that allowance is adequate to cover possible losses on decline in value of inventories. 18. In 2010.589. 2009 INVENTORIES 6.314 18.303 507.103 11.341) (98.580.258 Fuel and lubricants General supplies Switchgear and networking Meter recording device and control equipment Transformers Wire Total Allowance for decline in value Net Changes in allowance for decline in value Balance at beginning of year Additions Balance at end of year (94. karena seluruh piutang tersebut dapat ditagih.000 juta (Catatan 38).854 424. PERSEDIAAN 2010 Bahan bakar dan pelumas Persediaan umum Switchgear dan jaringan Alat ukur.139 801. 2009 RECEIVABLES ON ELECTRICITY SUBSIDY 4.622 216. PIUTANG LAIN-LAIN 2010 Kontraktor Piutang bunga Lain-lain Jumlah 369.778.066.664.687 757.721.273 9. 17.208 497.434) (94.000 million (Note 38).474 4.474 8.580.

032 48 38.539 1.293 335.245 501 1.629 62. PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31.318 .937 80. PAJAK DIBAYAR DIMUKA 2010 Pajak penghasilan badan lebih bayar (Catatan 47) Perusahaan 2010 2009 2008 2007 Anak perusahaan 2010 2009 2008 2006 Pajak penghasilan pasal 15 Pajak pertambahan nilai Pembayaran dimuka atas Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar dan Surat Tagihan Pajak (Catatan 47) Jumlah 19.345 503.53 - .745 71.537 96.936 164.194 236.518 550. 2009 PREPAID EXPENSES AND ADVANCES 354.902 84.034 11.614 826.629 88. 2009 PREPAID TAXES 95.637 Prepaid expenses Salaries and allowances Insurance Lease Others Total Advances Purchases Others Total Total 3.336 534.Lanjutan Perusahaan dan anak perusahaan tidak mengasuransikan persediaan untuk menutup risiko atas kemungkinan kerugian yang timbul pada persediaan.285 30.636 230.902 82. BIAYA DIBAYAR DIMUKA DAN UANG MUKA 2010 Biaya dibayar dimuka Gaji dan tunjangan Premi asuransi Sewa Lain-lain Jumlah Uang muka Pembelian barang Lain-lain Jumlah Jumlah 20.559 1.630 73.376 289. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) .760 11.375 Overpayment of corporate income tax (Note 47) The Company 2010 2009 2008 2007 Subsidiaries 2010 2009 2008 2006 Income tax article 15 Value added tax Prepayment of Tax Assessment Letter for Underpayment and Tax Collection Notice (Note 47) Total 20.238 292.499 10.Continued The Company and its subsidiaries do not have any insurance coverage to cover the possible losses in inventories.118 14.370 96.907 92. 19.681 668.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) .880 22.

with details as follows : 2009 16.712 19. resulting to the Company’s total subscribed and paid-up capital of Rp 46.254.093.154 juta.H. Kompensasi hutang menjadi penyertaan modal telah memperoleh persetujuan Menteri Keuangan Republik Indonesia sesuai surat No. S. TAMBAHAN MODAL DISETOR Tambahan modal disetor merupakan tambahan penyertaan modal Pemerintah yang diterima Perusahaan yang statusnya belum ditetapkan. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) .000. the Government issued Government Regulation No.819.. CAPITAL STOCK The Company has authorized capital of Rp 63. dimiliki oleh On August 1. 61 tahun 2001. 21. 61 year 2001 in relation to the increase in Government Equity Participation in the Company.000.06/2001 dated June 20.000 million consisting of 63. which arose from overdue interest and penalty on two-step loans.   Increase the subscribed and paid-up capital by Rp 28. 2001 of Haryanto. The Company’s shares of stock are wholly owned by the Government of the Republic of Indonesia.107.781.074 37.712 17. sehingga modal ditempatkan dan disetor Perusahaan menjadi sebesar Rp 46. 22.107.000 shares. S-352/MK.096 .06/2001 tanggal 20 Juni 2001. tambahan penyertaan modal Pemerintah tersebut telah ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah No. Based on the extraordinary stockholder’s meeting dated July 18.299 Project aid List of Project Fund Regional Government participation and others Total 22.107.322.354 juta.310 1.. ADDITIONAL PAID-IN CAPITAL Additional paid-in capital represents Government’s additional equity participation received by the Company of which the status has not been determined yet.154 shares with par value of Rp 1 million per share.706. as stated in deed No.122.H.000.961 34. into Government Equity Participation. sebagaimana dinyatakan dalam akta No. 2001. pemegang saham menyetujui antara lain :  Melakukan kompensasi hutang Perusahaan kepada Pemerintah sebesar Rp 28.781. Seluruh saham Perusahaan Pemerintah Republik Indonesia. Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 18 Juli 2001.354 million. notaris di Jakarta. Meningkatkan modal ditempatkan dan disetor sebesar Rp 28. the stockholders approved to :  Convert the Company’s payable to Government of Rp 28. Pada tanggal 1 Agustus 2001.154 saham dengan nilai nominal Rp 1 juta per saham. 2001.54 - .626 857.Continued 21.000 saham dengan nilai nominal Rp 1 juta per saham.000.781. 2001.107.Lanjutan PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31.000 juta yang terbagi atas 63. notary in Jakarta. S-352/MK.781.355 juta yang berasal dari tunggakan bunga dan denda penerusan pinjaman menjadi tambahan penyertaan modal Pemerintah.154 million consisting of 46. dengan rincian sebagai berikut : 2010 Bantuan proyek Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Bantuan Pemerintah Daerah dan lainnya Jumlah 16. The conversion was approved by the Minister of Finance of the Republic of Indonesia in its decision letter No. with par value of Rp 1 million per share. terbagi atas 46. 43 tanggal 26 Oktober 2001 dari Haryanto S.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) .706. 43 dated October 26. MODAL SAHAM Perusahaan mempunyai modal dasar sebesar Rp 63.355 million.

55 - . Regional Government participation represents land and electricity equipment donated by the Regional Government to the Company.638 1. with details as follows: 7.837) 10.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) . Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) merupakan penerimaan dari Pemerintah Republik Indonesia dalam bentuk proyek kelistrikan melalui Departemen Pertambangan dan Energi.297.495 (760. Bantuan Pemerintah Daerah antara lain berupa tanah dan jaringan listrik yang disumbangkan kepada Perusahaan.Continued Bantuan proyek merupakan bantuan luar negeri untuk bidang kelistrikan yang diteruskan Pemerintah Republik Indonesia kepada Perusahaan.589.556.136 2009 Project aid represents overseas aid for electricity project. which was directed by the Government of the Republic of Indonesia to the Company.126. dengan rincian sebagai berikut: 2010 Saldo awal tahun Penerimaan tahun berjalan Diakui sebagai pendapatan tahun berjalan Saldo akhir tahun 8. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) .297.556 (651. List of Project Fund (DIPA) represents electricity projects received from the Government of the Republic of Indonesia through the Department of Mining and Energy.716) 8.392. PENDAPATAN DITANGGUHKAN Akun ini merupakan penerimaan dari pelanggan sehubungan dengan penyambungan baru dan penambahan daya listrik pelanggan.478 2. 23. DEFERRED REVENUE This account represents connection fees received from customers for new electricity connection and upgrading of electricity power.478 Balance at beginning of year Additions Recognized as revenue during the year Balance at end of year .Lanjutan PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31. 23.

960 168.646 4.25% .535 19.46% 4.5.506 42.1% 13.333 108.558 27.874 1.5% 4.341 83.307 3.908 26.419 204.312 27.498 4. PENERUSAN PINJAMAN Akun ini merupakan pinjaman luar negeri Pemerintah Republik Indonesia yang tidak diikat jaminan dan diteruskan kepada Perusahaan untuk membiayai proyek-proyek Perusahaan.428 11.197 6.1% 13.25% 1.252 944.46% 4.405 147.766 34.613 6.1% 13.1219 JBIC IP 539 .203.419 3.827 1.486 564.077 372.437 17.188 3.654.46% 4.670 39.5% 0.2013 1990 .479 20.589.642 183.276 2.661 SBI + 1% SBI + 1% 2003 .978 33.683 13.382 IBRD + (1% .457 28.468 58.25% 1.6% 7.1177 JBIC IP 517 .USD Islamic Dev.2013 1990 .2011 - 149.46% 4.566/F1822 KFW 92.130 145.239.689.666.5% 2000 .115 KFW 92.436 14.605 13.1221 JBIC IP 532 .230.201 73.405 105.532.157 445.1157 US$ KFW .613 14.522.606 74.839 2.340 660.106 149.380 66.5.EUR Kerajaan Belgia .46% 4.180 498.050 74.678 5.25% 1.827 1.298 515.388.5% 17.746 363.46% 2004 2004 2004 2004 2005 2004 2004 2005 2005 2005 2007 2008 2009 2009 2006 2008 2008 2009 - 2034 2044 2018 2019 2018 2033 2033 2044 2045 2045 2037 2020 2037 2047 2046 2020 2018 2037 LIBOR + 0.597 4% 4% 3% 8.502.46% 4.175 252.AUD FORTIS BANK BELGIA .476 74.199 1.1216 JBIC LA No 2 .715 7.560.50%) IBRD IBRD IBRD IBRD + + + + 0.1% 1980 1980 1980 1980 1980 1980 - 2024 2024 2024 2024 2024 2024 1.044 116.USD MKB HUNG (SLA 1180) .5% 0.554.483 36.867 19.65.083.39% 6.428 10.819.810.1178 JBIC IP xxx .USD EFIC AUSTRALIA 1071 .935 35.39% 6.56 - .750 179.857 70.25% 1.102 5.202.65.1175 BNP Calyon .36% dan/and KFW + 0.1211 JBIC LA No 5 .852 8.2020 2002 .976 112.46% 4.1186 .558/F1869 KFW 90.1218 JBIC IP 537 .605.242 495.200 128.66.803.093.313 69.856.920 10.242 72.582.3. Jerman (KFW) Rupiah KFW AL.895 70.75%) 3.093 6.444.25% 1.355 215.428 4.939 885.315/F.280 16.Continued 24.813 600.25% 1.022 52.083 41.1183 Japan Bank for International Coorperation (d/h The Export-Impoert Bank Of Japan) Yen JBIC IP 515 .36% dan/and KFW + 0.088.318 677.372 134.46% 4.799 146.714 41.957 431.158 647.010 24.871 14.074 1.481 13.242 495.25% 1.259.1198 JBIC IP 527 .364 13.845.65.5% 1990 .391 2.610 8.75%) 3.428.2570 KFW 9024 .042/F2158 KFW 92.1173 .645 109.535 29.473 1.897 39.EUR Jumlah/Total PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31.291 4.145.10598 .638 13.130 9.1187 JBIC IP xxx .46% 4.5% 0.1063 EUR BNP PARIBAS (SLA-1158) BNP PARIBAS (SLA-1176) CALYON BNP PARIBAS .682.004 5.26% 6.100 383.46% 4.751 8.010 22. collateral-free loans of the Government of the Republic of Indonesia which are re-loaned to the Company to finance its projects.735.75%) 1991 1991 1991 1991 1995 1995 1995 1995 - 2016 2016 2016 2016 2027 2027 2027 2027 ADB ADB ADB ADB 0.495.467 154.296 27.911.950 3.5% 0.25% - 4.074 1.879 56.738 2.368.5% 1996 .5% 1.1197 JBIC IP 526 .321 356.2020 1996 .26% 5. TWO-STEP LOANS This account represents overseas.003 5.5% 0.691 134.3.200.75% + 0.26% 5.39% 2005 . 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) .665.1185 .520 83.84% 5.204 129.25% 1.46% 4.25% 1.75%) 3.2191 KFW 90.711 994.176 97.287 151.515 103.863 120.606 74.153.46% 4.5% 1.530.25% 1.6% 7.649 138.032 14.115 (0) 9.2013 1995 1995 1995 1995 2023 2023 2023 2023 58.565 2. Rincian penerusan pinjaman adalah sebagai berikut : Dalam mata uang asing/ In foreign currencies *) International Bank for Reconstruction and Development (IBRD) Rupiah IBRD 3349-IND IBRD 3501-IND IBRD 3602-IND US$ IBRD 3761-IND IBRD 3845-IND IBRD 3978-IND IBRD 4712-IND & IBRD 7785 SLA 1165a Asian Development Bank (ADB) Rupiah ADB 1032-INO ADB 1092-INO-BNI ADB 1172-INO ADB 1271-INO US$ ADB 1320-INO ADB 1397-INO ADB 1982-INO-1170 ADB 1983-INO-1171 Kreditantstalt Fur Wiederaufbau.66.502 155.2012 1996 .560.25% .012 139.715 80.630 64.1% 13. Bank .996 52.81% + 0.099 211.644 29.925 11.808 7.5% 4.26% 5.400 1.1192 JBIC IP 518 .325 209.1188 JBIC 512 (SLA 1163) JBIC 513 (SLA 1164) JBIC 516 (SLA 1196) JBIC IP 525 .6% 7.517 7.556.988 410.398 408.973.891.761.1179 KFW 95.65.358 164.127.069 473.185 284.100 463.649 54.107/F.185 199.969 3.001 47.1222 US$ JBIC IP xxx .1% 13.062 47.313 47.161 12.494.599 502 36.866.160.10599 .690 12.054.50%) IBRD + (1% .25% 1.518 296.419 179.32% 0.682.25% 1.239.136/F.760 4.25% 1.2012 2003 2004 2005 2004 2005 2005 2018 2012 2018 2022 2017 2033 *) Dalam jumlah penuh/ In full amount **) Termasuk masa tenggang pembayaran/Include grace periods in terms of payments .290.616 3.964 523.230 491.580.228 19.IND . The details of two-step loans are as follows : Bagian jatuh tempo dalam satu tahun/ Current maturities 2010 Bagian jangka panjang/ Long-term portion Jumlah/ Amount Tingkat bunga per tahun/ Interest rate per annum % Periode/ Period **) Tahun/Year 73.1214 JBIC LA No 1 .50%) IBRD + (1% .792.1206 Bank Austria Aktiengesellschaft EUR BANK AUSTRIA (SLA 906) BANK AUSTRIA (SLA 917) China Exim Bank (SLA 1181) .114 661.46% 4.668 24.983 ADB ADB ADB ADB + + + + (1% (1% (1% (1% + + + + - 3.2018 33.46% 4.2042 EUR KFW .279 9.5% 4% 5.25% 1.935 512.39% 6.129 167.5% 0.46% 4.1193 Midland Bank Public Limited Company MIDLAND BANK (SLA 798) MIDLAND BANK PLC (SLA 818) Banque Paribas GBP BANQUE PARIBAS .177 18.883 13.028 207.698 23.975 7.240 757.125 2.3.812 20.128 8.185 95.996 52.455 57.276 1.176 97.304 52.1220 JBIC IP 538 .201 870.5% 2004 .6% 7.706.IND .236 33.278 480.079.395 30.032.6% - 13.376 85.25% 1.403.999.714.Lanjutan 24.613 9.313 132.170 72.343 634.292.2020 2004 .578.6% 7.936 1.328.36% dan/and KFW + 0.956 13.340 234.65.46% 4.25% 1.25% .535 120.326 304.386.46% 4.703.649 54.25% 1.2022 2002 2004 2004 2006 2018 2018 2018 2020 1.240 721.017.170 - 1.2020 1996 .714 41.040 96.683 315.893.5.464 853.2020 12.718 5.92.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) .047 136.185 284.

745 US$ ADB .686.6% 7.3602 IND .566 .297 55.261 26.184.229.677 50.167 243.999.540 ADB .392 1.81% + 0.532 23.5% 4% 0.045 1.167 14.1032 INO .EUR Jumlah/Total PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31.1271 INO .305 15.722 198.683 128.1320 INO .109 151.893 IBRD .92.113.398 4.868.39% 5.421.163.950 3.3180 IND .262 18.50%) 1989-2013 1989-2013 1989-2013 1989-2013 1994-2023 1994-2023 1994-2023 1994-2023 IBRD + 0.512 31.631 19.5% IBRD + 0.778 56.286 109.3501 IND .5% 38.1171 Kreditanstalt Fur Wiederaufbau.3.26%-6.95.684 1.485.036.25%-5.055.9024 .5% 1996-2012 1996-2012 2004-2018 2002-2012 2004-2020 2005-2017 2004-2018 1998-2022 2005-2033 *) Dalam jumlah penuh/In full amount **) Termasuk masa tenggang pembayaran/Include grace periods in terms of payments Perusahaan melakukan pembayaran pokok dan bunga penerusan pinjaman sesuai dengan jadual pembayaran dan memenuhi pembatasanpembatasan yang ditentukan dalam perjanjian penerusan pinjaman.36% dan KFW + 0.499 209.798 Midland Bank .1177 JBIC .909 18.325 209.175 252.976 106.3.75%) .90.818 Banque Paribas GBP Banque Paribas .910 24.5% 11.3.875 15.211 139.1158 Banque Paribas .65.697 270.617 40.384 18.5% + 0.65.149 18.464 80.532 79.923 24.951.557 143.300 14.4. The Company made payments on principal and interest on two-step loans in accordance with the schedule of payment and complied with the restrictions specified within the agreements of two-step loans.5% 5% .838 14.4.90.163 2.25% 1.1176 Bank Austria Aktiengesellschaft EUR Austria .382 663.50%) .031.457 2.614 4% 4% 3.906 Austria .1170 ADB .581 IBRD .5% + 0.Lanjutan Dalam mata uang asing/ In foreign currencies *) International Bank for Reconstruction and Development (IBRD) Rupiah IBRD .9% .624 677.453 44.10599 IND .295.1164 JBIC IP 515 .755% .EUR MKB Hungaria .075 75.040.821 20.136 .75%) .020.517 88.867.427 14.12 ADB .934a KFW .634 627.412 227.1982 INO .200 2.1157 KFW .701 279.558 .379 11.6% 7.569 367.535.045 1.773 IBRD .755% IBRD + (0.3.992 4.26%-6.39% 1998-2022 2002-2018 2002-2018 2.867.252 7.549 31.070 49. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) .36% dan KFW + 0.5% IBRD + 0.152.32% 4.5% 1.050 65.726 27.US$ Islamic Development Bank .5% 69.543 125.857 3.635 618.344.953.713 149.556 20.303 75.36% dan KFW + 0.826 16.9% .3.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) .1193 Midland Bank Public Limited Company Midland Bank .710 408.666 4.75%) 1990-2016 1990-2016 1990-2016 1990-2016 1995-2027 1995-2027 1995-2027 1995-2027 ADB ADB ADB ADB + 0.614 11.25%-5.448 183.303 88.5.Continued Bagian jatuh tempo dalam satu tahun/ Current maturities 2009 Bagian jangka panjang/ Long-term portion Jumlah/ Amount Tingkat bunga per tahun/ Interest rate per annum Periode/ Period **) 88.3349 IND .330.AUD Kingdom of Belgium / Kerajaan Belgia .488 288.978.535 29.964 219.103 538.897 834.5% 8.164 50.574 611.194.637.521 21.566 214.960 199.25% 1.356 114.833 2.9% .784 283.521 19.259.326 7.812 IBRD .552 21.917 China Exim Bank .US$ Calyon and BNP Paribas .511 39.925 147.50%) .3761 IND .611 456.680 65.854 139.US$ Efic Australia .038 361.895 12.50%) .836 10.723 US$ IBRD .161 530.4712 IND .65.3978 IND .5% SBI + 1% SBI + 1% 13.430 47.25% 1.57 - .760 5.495.185 199.3845 IND .901.364 13.839 25.516 1.964 547.570 KFW .428 175.6% .3.1397 INO .041 30.749 29.940 653.524 1.140 164.6% 7.746 KFW .84% 5.847 - 3.654 134.684 IBRD .207 1. .1063 EUR Banque Paribas .751 IBRD + (0.106 152.392 1.224 5.755% IBRD + (0.169 238.307.863 108.475 154.750 179.936 1.75%) .82% 5.586 KFW .587.557 811.535 19.97% .925 11.179 349.457.75% + 0.517 23.878 30.25%-5.361.5% 4.580 ADB .447 1.1983 INO .157.042 .752.720 ADB ADB ADB ADB + (1% + (1% + (1% + (1% .686 94.177 753.761.683 ADB .1172 INO . Jerman (KFW) Rupiah KFW .749 125.755% IBRD + (0.343.178 35.866 422.3.5% 1.Lainnya US$ JBIC IP xxx .068 888.032 1.457 2.5% IBRD + 0.1092 INO .376 85.4.528 31.889 14.3.488.4.97% 2004-2045 2004-2045 2004-2045 2004-2045 2005-2011 1995-2020 1995-2020 LIBOR + 0.075 36.11 ADB .756.1165 Asian Development Bank (ADB) Rupiah ADB .824 4.017 86.10598 IND .65.953.413.636.9% and SBI and SBI and SBI and SBI + 1% + 1% + 1% + 1% 1980-2020 1980-2020 1980-2020 1980-2020 1997-2020 1997-2020 1997-2020 2004-2018 1.525 IBRD .463 9.547 519.Lainnya EUR KFW .040.97% .837 146.EUR Fortis Bank Belgia .5% + 0.082.511 76.111.1179 US$ KFW .307 811.25% .404 229.1163 JBIC IP 513 .372 3.675 160.340 690.390 20.1183 Japan Bank for International Cooperation (d/h The Export-Import Bank of Japan) Yen JBIC IP 512 .851 2.97% .

2000.461 293.937.166.231.937.884.793 293. including 2 years grace period and bears interest at 4% per annum. 2021. The loan is unsecured.020 157. 2009 GOVERNMENT LOANS 2.907 18.461 293.220. sebagai berikut : On June 20. S352/MK.873.691.365 *) **) Ekuivalen Rp/ Rp equivalent 6.896 juta sampai dengan 30 Juli 2021.958.719 293.793 293.117 Dalam jumlah penuh Penerusan pinjaman dalam mata uang asing lainnya disajikan dalam jumlah setara US$.798. The loan will be paid in semi-annual installment of Rp 146.331 143.763.016.131.065 9.PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Angka dalam tabel dinyatakan dalam jutaan Rupiah) .06/2001.310.028.219 93.268 juta sesuai dengan Surat Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Figures in tables stated in millions of Rupiah) .268 million as stated on the letter of the Ministry of Finance of the Republic of Indonesia No.793 293.083 US$ JPY EUR Others **) Total 702.948 320. S352/MK.489 1.806 350. has a period of 20 years. menggunakan kurs tanggal neraca In full amount Two-step loans denominated in other foreign currencies are presented as US$ equivalents using the exchange rates prevailing at balance sheet date 25.717.540 Ekuivalen Rp/ Rp equivalent 6.164 134.016.413 23. as follows : 2009 Due in the year 2010 2011 2012 2013 2014 and thereafter Total Less current maturities Long-term portion 2010 Jatuh tempo dalam tahun 2010 2011 2012 2013 2014 dan seterusnya Jumlah Dikurangi bagian jatuh tempo dalam satu tahun Bagian jangka panjang 293.871.056.719 293.926 Investment Fund Account No.288. HUTANG KEPADA PEMERINTAH 2010 Rekening Dana Investasi No.793 2.305 2.793 2.330.637.668 293.668 3.310.547.06/2001 menjadi pinjaman berjangka waktu 20 tahun termasuk tenggang waktu 2 tahun. Perusahaan dan Pemerintah menyetujui restrukturisasi tunggakan angsuran pokok penerusan pinjaman sebesar Rp 5.862.793 2.309 37.926 .Continued Details of two-step loans in foreign currencies are as follows: 2009 Dalam mata uang asing/ In foreign currencies *) 737.793 293.288.Lanjutan Rincian penerusan pinjaman dalam mata uang asing adalah sebagai berikut: 2010 Dalam mata uang asing/ In foreign currencies *) US$ JPY EUR Lain-lain **) Jumlah *) **) PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31.896 million until July 30.793 2.58 - .928. Pinjaman ini dibayar secara angsuran setiap semester sebesar Rp 146. RDI-393/DP3/2001 Less current maturities Long-term portion Pada tanggal 20 Juni 2000.678 35.319.793 1. RDI-393/DP3/2001 Dikurangi bagian jatuh tempo dalam satu tahun Bagian jangka panjang 25.231. the Company and the Government of the Republic of Indonesia agreed to restructure the overdue principal of two-step loans amounting to Rp 5.082 2.793 2.547 3.515 14.793 293. Pinjaman ini dikenakan bunga 4% per tahun dan tanpa jaminan.429.

Lanjutan Perusahaan mengakui penyesuaian jumlah tercatat hutang kepada pemerintah tanggal 1 Januari 2010 sebesar Rp 740.952 15.502.868.487 22.022 Minimum lease payments due : Not later than 1 year Later than 1 year and not later than 2 years Later than 2 years Present value of future minimum lease payments . amounting to Rp 740.022 (1. 26.166.654.509.575.299. 2010.210.539 Nilai tunai pembayaran minimum sewa pembiayaan masa da