Anda di halaman 1dari 1

Notulensi kegiatan mediasi antara P2IP dan ESDM

Pada tanggal 23 September 2011, diadakan pertemuan mediasi antara P2IP dan kementrian ESDM. Beberapa hal penting dari mediasi tersebut adalah sebagai berikut: Hal pertama yang dibahas dalam mediasi ini adalah kronologis permintaan data. Dalam diskusi ini diperoleh alasan tidak ditanggapinya permintaan data oleh ESDM. Alasan pertama adalah tidak diterimanya surat dari P2IP. Alasan kedua adalah adanya kemungkinan salah alamat dari surat yang dikirim oleh P2IP, artinya surat tidak dikirim kepada instansi yang tepat. Alasan terakhir adalah masih belum terbentuknya PPID di kementrian ESDM, sehingga surat yang dikirim tidak sampai kemana-mana. Terdapat dua informasi yang diminta oleh P2IP, yaitu daftar perusahaan yang melakukan kontrak karya dengan pemerintah Indonesia dan dokumen kontrak karya. Dari dua informasi tersebut, hanya informasi pertama yang disanggupi oleh ESDM untuk diberikan kepada P2IP. Informasi daftar perusahaan akan diberikan dalam waktu 10 hari kerja dengan rincian sebagai berikut: o Nama perusahaan yang melakukan kontrak karya o Lokasi operasi perusahaan o Luas lahan operasional perusahaan Semua informasi tersebut akan diberikan untuk jangka waktu 10 tahun kebelakang. Informasi akan dikirim melaui e-mail. Keterangan lebih lengkap mengenai hal ini dapat dilihat dalam surat kesepakatan. Penjelasan dari pihak ESDM atas penolakan terhadap permintaan informasi dokumen kontrak karya adalah sebagai berikut: o Suatu kontrak melibatkan pihak ketiga, dalam hal ini perusahaan. Maka kebijakan unutk membuka suatu dokumen kontrak harus melalui kesepakatan dengan pihak ketiga ini. Pemerintah tidak dapat serta merta membuka informasi kontrak kepada publik. Terdapat beberapa dasar hukum dibalik penolakan ini diantaranya adalah KUHPerdata dan Undang-undang Rahasia Bisnis. o Dalam suatu kontrak terdapat berbagai strategi bisnis. Hal ini merupakan informasi yang tidak bisa dibuka kepada publik. o Sudah menjadi tradisi di kementrian ESDM bahwa dokumen kontrak karya tidak bisa dibuka kepada publik Setelah dimediasi kedua belah pihak mencapai kesepakatan untuk melakukan ajudikasi terhadap informasi kedua.