• Sintak: int putchar(int c) • Fungsi

:
– Menampilkan karakter ke layar monitor pada cursor, kemudian setelah ditampilkan cursor bergerak ke posisi berikutnya. – Mengembalikan EOF jika error, dan mengembalikan karakter yang ditampilkan jika sukses – Putchar adalah macro yang sama artinya dengan: putc(c, stdout ) – Header File : stdio.h

• Contoh: char ch=’A’; putchar(ch);
1

• Sintak: – int putch(int ch); • Fungsi : – Seperti putchar(ch) untuk menampilkan karakter ASCII dari ch di layar monitor. – Header file : conio.h – Mengembalikan EOF jika error, dan mengembalikan karakter yang ditampilkan jika sukses.

• Contoh: char ch=’b’; putch(ch);
2

• Sintak:
int puts(const char *str);

• Fungsi:
– Menampilkan string str ke layar monitor dan memindahkan kursor ke baris baru. – Header file: stdio.h – Mengembalikan nilai non-negative jika sukses dan EOF jika ada error.

• Contoh: puts(”Selamat Datang”); puts(”Di Bahasa Pemrograman C”);
3

• Contoh Program
#include<stdio.h> #include<conio.h> #include<iostream.h> int main(){ char c, s[20]="Ini data String"; c='A'; putch(65); putchar(65); putch(c); putchar(c); puts(s); putch('\n'); putchar('\n'); system("PAUSE"); return(0); } Output: AAAAIni data String Press any key to continue . . .

4

• Menampilkan sejumlah nilai data ke standard output, dengan format tertentu. • Standard output adalah Layar Monitor, sedangkan Standard Input adalah Keyboard.

• Header file untuk printf adalah: stdio.h
• Sintak : printf(const char *format[,argument, …]);

5

• Spesifikai format sbb: %[flags][width][. Format flags Keterangan Menentukan rata kanan. kiri atau bertanda: • None : rata-kanan • : rata-kiri • + : menampilkan tanda (+ atau -) Menentukan jumlah kolom yang disediakan menentukan jumlah angka di belakang titik desimal (untuk bilangan pecahan) width precision type Menentukan tipe variabel/nilai-data yang akan ditampilkan 6 .precision] type Spes.

Type Format c s d atau i u x o f E atau e G atau g p L atau l atau h Menampilkan karakter tunggal Menampilkan string Keterangan Menampilkan bilangan integer bertanda Menampilkan bilangan integer desimal tak bertanda Menampilkan bilangan integer hexadesimal tak bertanda (x dlm huruf kecil dan X dlm huruf besar) Menampilkan bilangan integer oktal tak bertanda Menampilkan bilangan pecahan (titik desimal) Menampilkan bilangan pecahan eksponensial Menampilkan bilangan pecahan Menampilkan pointer Awalan untuk L atau l (long) dan h (short). 7 .

} 8 . printf("%-5c%-5c%-5c\n".h> int main(){ printf("%c\n".67).66.66.h> #include<iostream. printf("%5c%5c%5c\n".65. system("PAUSE").67).Kode Format “%c” “%nc” “%-nc” Keterangan Menampilkan sebuah karakter tunggal terformat Menampilkan sebuah karakter lebar n kolom rata kanan Menampilkan sebuah karakter lebar n kolom rata kiri Contoh: #include<stdio. return(0).65).65.

ms” “%-n.Kode Format “%s” “%ns” “%-ns” “%n. 9 . Menampilkan rata kiri hanya m buah karakter pertama saja dengan lebar n kolom.ms Keterangan Menampilkan sebuah nilai string terformat Menampilkan nilai string lebar n kolom rata kanan Menampilkan nilai string lebar n kolom rata kiri Menampilkan rata kanan hanya m buah karakter pertama saja dengan lebar n kolom.

'|').5s%c\n".5s%c\n\n\n". printf("%30.h> #include<iostream. system("PAUSE").'|'). printf("%s%c\n".s.'|'). } 10 .'|').'|').s.#include<stdio. printf("%30s%c\n".h> int main(){ char s[20]="Pemrograman C". printf("%-30.s.s. return(0).s. printf("%-30s%c\n".

“%i” “%u” “%ld”.Kode Format “%d”. “%nd” “%-ni”. “%+nd” “%-+ni”. “%0nd” Keterangan Menampilkan sebuah nilai signed integer terformat Menampilkan sebuah nilai unsigned integer terformat Menampilkan sebuah nilai long integer terformat Menampilkan sebuah nilai short integer terformat Menampilkan sebuah nilai unsigned short integer terformat Menampilkan sebuah nilai unsigned long integer terformat Menampilkan sebuah nilai integer terformat n kolom rata kanan Menampilkan sebuah nilai integer terformat n kolom rata kiri Menampilkan nilai integer terformat dg tanda (+/-) n kolom rata kanan Menampilkan nilai integer terformat dg tanda (+/-) n kolom rata kiri Menampilkan sebuah nilai integer terformat n kolom rata kanan dg blank di depan diganti 0. 11 . “%-+nd” “%0ni”. “%li” “%hi” “%hu” “%lu” “%ni”. “%-nd” “%+ni”.

x.x.x.y.x.z).x.z).y. printf("%0d %+08d %+08d %+08ld\n\n".z).y.z). sizeof(int).x.y. printf("Size of short:%d int:%d long:%d\n\n". printf("%d %+-8d %+-8d %+-8ld\n". long int z = -567.x. printf("%d %+8d %+8d %+8ld\n". } 12 .h> int main(){ int x=1234. sizeof(long int)).x.x.#include<stdio.y. system("PAUSE").x.h> #include<iostream. printf("%d %u %hi %lu\n".y. return(0).z). y=-567. sizeof(short int).y.y. printf("%d %-8d %-8d %-8ld\n".z). printf("%d %-+8d %-+8d %-+8ld\n".

“%X” “%nx”. “%#nX” “%#-nx”. Menampilkan format hexadesimal lebar n kolom rata kiri “%#x”.Kode Format “%x”. “%#-nX” Menampilkan format hexadesimal diawali dengan “0x” atau “0X” Menampilkan format hexadesimal lebar n kolom rata kanan diawali dengan “0x” atau “0X” Menampilkan format hexadesimal lebar n kolom rata kiri diawali dengan “0x” atau “0X” 13 . “%-nX” Keterangan Menampilkan nilai unsigned integer terformat hexadesimal Menampilkan format hexadesimal lebar n kolom rata kanan Menampilkan format hexadesimal lebar n kolom rata kanan dg blank di depan diganti 0. “%0nX” “%-nx”. “%nX” “%0nx”. “%#X” “%#nx”.

x. system("PAUSE").x.x.#include<stdio.x.x).x.x. } 14 .h> #include<iostream.x.x.x). return(0). printf("%x %X %-10x %-10X\n\n".x.x).x.x.x). printf("%x %X %010x %010X\n\n". printf("%#x %#X %#-10x %#-10X\n\n".x. printf("%x %X %10x %10X\n\n".x.x.x.x.h> int main(){ int x=7654.x).x. printf("%#x %#X %#010x %#010X\n\n".x).x. printf("%#x %#X %#10x %#10X\n\n".

Kode Format “%o” “%no” “%0no” “%-no” “%#o” “%#no” “%#-no” Keterangan Menampilkan nilai unsigned integer terformat oktal Menampilkan format oktal lebar n kolom rata kanan Menampilkan format oktal lebar n kolom rata kanan dg blank di depan diganti 0. Menampilkan format oktal lebar n kolom rata kiri Menampilkan format oktal diawali dengan “0” Menampilkan format oktal lebar n kolom rata kanan diawali dengan “0” Menampilkan format oktal lebar n kolom rata kiri diawali dengan “0” 15 .

x.x.x.x.x.h> #include<iostream.x.'|').'|'). printf("%o %#o%c\n\n".x. printf("%o %010o%c\n\n".#include<stdio.x.'|'). printf("%o %-10o%c\n\n".'|'). printf("%o %#-10o%c\n\n\n".h> int main(){ int x=7654.'|'). } 16 . return(0). printf("%o %10o%c\n\n".'|').x. system("PAUSE").x.x. printf("%o %#o%c\n\n".x.

“%le”.mf” “%-+n.Kode Format “%f” “%e” “%g” Keterangan Menampilkan sebuah nilai float (pecahan) desimal terformat Menampilkan sebuah nilai float desimal terformat saintifik Menampilkan sebuah nilai float desimal terformat yang terpendek di antara “%f” atau “%e” “%lf”. “%lg” “%Lf”. “%Le”. “%Lg” “%nf” “%-nf” “%n.mf” Menampilkan sebuah nilai pecahan terformat double Menampilkan sebuah nilai pecahan terformat long double Menampilkan nilai float integer terformat n kolom rata kanan Menampilkan nilai float integer terformat n kolom rata kiri Menampilkan nilai float integer terformat n kolom rata kanan dg m digit di belakang titik desimal Menampilkan nilai float integer terformat n kolom rata kanan dg m digit di belakang titik desimal dan blank di depan diganti 0. Menampilkan nilai float terformat dg tanda (+/-) n kolom rata kiri dg m digit di belakang titik desimal 17 .mf” “%0n.

d).#include<stdio.x).d.3f\n\n".123456789.x.x.x.123456789012345l. printf("%lf %20lf %+20.x.9lf\n\n".x. } 18 . double d = 7654.x).3e\n\n".x).d.h> int main(){ float x=7654. printf("%g %15g %15.x. return(0).3g\n\n". system("PAUSE").h> #include<iostream. printf("%f %15f %15. printf("%e %15e %15.

0."3."5. "1.n).h> #include<math.7lf". n)."4.fb). i<=5. } printf("\n"). n++){ printf("%02d ". } 19 .0%".0%". double fb."2. printf(" n %10s %10s %10s %10s %10s\n\n". float l.0%". } printf("\n").#include<stdio. system("PAUSE"). printf(" TABEL FAKTOR BUNGA MAJEMUK\n\n"). return(0). printf("%11. for(int i=1. n<=15.h> #include<iostream.0 + i/100. i++){ fb = pow(1.0%".0%").h> int main(){ int n. for(n=1.

(1.25) (80.25) 20 .1) x y (1. umumnya digunakan ukuran kolom = 80 dan baris = 25.1) (80.• Layar dibagi dalam kolom dan baris.

row).• Pada Turbo-C Layar dapat dihapus dengan menggunakan fungsi: clrscr().h> 21 . mulai posisi kursor hingga akhir baris (end of line). dapat dihapus dengan fungsi: clreol(). clrscr(). dimana col = kolom dan row = baris • Sebagian dari baris. clreol() pada bahasa C terdapat pada header file : <conio. • Function prototype untuk fungsi gotoxy(). • Kursor dapat dipindahkan ke posisi manapun di dalam layar monitor dengan menggunakan fungsi : gotoxy(col.

keliling).11). gotoxy(30. } 22 . scanf(“%f”. scanf(“%f”. gotoxy(30. keliling = 2 * panjang * lebar. printf(“Keliling = %8.2f‘.10). luas = panjang * lebar. /* local variable */ clrscr(). printf(“Lebar :” ). keliling. luas ).h> #include <conio.&lebar).h> int main() { float panjang. luas.2f ”. return(0).&panjang).13). printf(”Panjang : ”). /*membersihkan layar*/ gotoxy(30.14). lebar. printf(“Luas = %8.• Contoh : #include <stdio. gotoxy(30.

h> #include <conio.• Pada bahasa pemrograman C++ untuk menampilkan keluaran dapat menggunakan “cout”. • Contoh: #include <iostream.h> int main() { cout << "Output dalam pemrograman C++\n\n". } 23 . yang penggunaannya harus menyertakan file header “iostream. getch().h”.

• Manipulator dapat dipergunakan ntuk mengatur bentuk tampilan keluaran dalam C++ • Tabel Berikut berisi sejumlah manipulator di C++ MANIPULATOR endl ends flush dec hex oct KETERANGAN Menyisipkan baris baru Menyisipkan karakter null Mengirim isi penyangga keluaran ke peralatan keluaran Mengonversi ke bilangan desimal Mengonversi ke bilangan heksadesimal Mengonversi ke bilangan oktal 24 .

Sedangkan f merupakan tanda format pada tabel setiosflags. Menghapus format yg ditentukan oleh f.MANIPULATOR setbase(int n) setw(int n) setfill(int c) setprecision(int n) setiosflags(long f) resetiosflags(long f) KETERANGAN Mengonversi ke bilangan basis n (8. Menyetel presisi tampilan bilangan pecahan sebesar n digit. berpasangan dengan setw(). Menyetel format yg ditentukan oleh f. 10 atau 16) Mengatur lebar field sebesar n karakter Mengisi karakter c sebagai pemenuh field kosong. Sedangkan f merupakan tanda format pada tabel setiosflags. 25 .

26 . Menyetel rata kanan pada setw(). Menampilkan awalan 0x untuk heksadesimal dan awalan 0 untuk oktal Menampilkan titik desimal. Memformat keluaran dalam notasi oktal. Memformat keluaran dalam notasi heksadesimal. Memformat keluaran dalam notasi desimal biasa. Menampilkan tanda + pada bilangan positif. Memformat keluaran dalam notasi desimal . Memformat huruf kapital pada heksadesimal. Memformat keluaran dalam notasi eksponensial.FORMAT ios::left ios::right ios::scientific ios::fixed ios::dec ios::oct ios::hex ios::uppercase ios::showbase ios::showpoint ios::showpos KETERANGAN Menyetel rata kiri pada setw().

getche(). • Standard library function berkaitan operasi input standart di bahasa pemrograman C di antaranya: getchar(). 27 . gets(). spt: keyboard.• Operasi input: operasi untuk menyimpan nilai data ke variabel tertentu melalui peralatan I/O. getch(). disk. dll. scanf().

... 28 ...... • Simbol yg lazim digunakan dalam flowchart untuk input standart adalah: Baca ...• Peralatan input standart adalah keyboard.....

h • Contoh: char ch. – Karakter ditampilkan di layar monitor – Menunggu sampai ditekan ENTER – Header file terdapat di stdio. ch = getchar(). 29 .• Sintak: int getchar(void): • Fungsi: – mengembalikan sebuah karakter (nilai ASCII) dari buffer keyboard.

ch = getch().h • Contoh: char ch.• Sintak: int getch(void): • Fungsi: – – – – mengembalikan satu karakter dari buffer keyboard karakter tidak ditampilkan di layar monitor (no echo) Tidak menunggu sampai ada ENTER Header file terdapat di conio. 30 .

h • Contoh: char ch. 31 . ch = getche().• Sintak: int getche(void) • Fungsi : – – – – mengembalikan satu karakter dari keyboard Karakter ditampilkan di layar (echo) Tidak menunggu sampai ada ENTER Header file terdapat di conio.

• Contoh: char buffer[40]. 32 .• Sintak: void gets(char *buffer) • Fungsi: – membaca string dari keyboard sampai new-line dan disimpan pada buffer. – Kemudian new-line diubah menjadi karakter null – Mengembalikan nilai NULL jika ada error dan mengembalikan argumentnya (buffer) jika sukses. gets(buffer).

. ).h Format: int scanf( const char *format [. scanf(”%d”. argument]. Untuk memperoleh alamat dari variabel digunakan operator &.     Fungsi scanf didefinisikan di header file stdio.  Header file dari scanf terletak di stdio.h Contoh : int umurTahun.. 33 . &umurTahun). Semua tipe argument pada scanf adalah pointer (alamat dari variabel yang akan diisi data).

g c s O […] DIPAKAT UNTUK MEMBACA .Karakter string diakhiri dengan karakter yg tidak ada didalam [.] .• Spesifikai format adalah : ”% type” dimana type bisa diganti dengan salah satu dari sbb: type d u x e.Data floating point .Data unsigned integer .Data heksadesimal ..Single character ...Data integer .Karakter string diakhiri dengan whitespace .f.Karakter string diakhiri dengan karakter yg ada didalam [.] .] 34 [^.Data unsigned octal ..

Apakah beda antara x dgn &x? Jawab: Nama Variabel Nilai Data/ isi-memori Alamat-Memori (&x) X 234 45678 Bila: y = x.• Jika x adalah variabel integer bernilai 234 dan memiliki alamat 4567. maka y akan berisi data 234 y = &x. maka y akan berisi alamat dari x yaitu 45678 35 .

z. x = scanf("%d %d %d". maka nilai x = 3. &z. z dan w) 36 . &w).w.y. • Contoh: int x. • Jika di input dari keyboard 4 buah nilai interger 6 7 8 9 maka nilai x = 3 (karena 3 nilai yg sukses di-assigned masing-masing ke variabel y.• Fungsi scanf mengembalikan tipe integer. • Jika di input dari keyboard 3 buah nilai interger 6 7 8. dimana nilai nya menyatakan jumlah field yang sukses di assigned. &y.

&panjang). printf("Panjang : ").h> int main() { int panjang. printf("\nLuas = %d x %d = %d\n\n".h> #include <iostream.• Contoh Program Luas Segi Empat /* Program Luas_Segi_Empat v1*/ #include <stdio. luas = panjang * lebar. scanf("%d". } 37 . printf("Menghitung Luas Segiempat\n\n"). return(0). scanf("%d".&lebar). system("PAUSE"). luas. lebar. printf("Panjang : "). lebar. panjang. luas).

• Contoh: char ss[40]. • Perhatikan contoh diatas. 38 .• Mengambil data string dari keyboard dengan fungsi scanf menggunakan format: %s. scanf(”%s”. karena variabel ss tipenya sudah pointer (Topik tentang pointer akan dibahas tersendiri). maka tidak perlu ditambah tanda & (&ss).ss). • String yang diambil hanya sampai karakter whitespace.

carriage-return. formfeed. linefeed. dengan scanf dapat menggunakan format [^\n] 39 .• Karakter Space. dan newline disebut ”white-space characters” • Contoh : – Pada potongan program diatas. vertical-tab. tab. • Untuk mengambil string yang diakhiri karakter tertentu (misalnya ENTER). jika dimasukkan string ”Selamat Pagi Pak” dari keyboard maka yg dimasukkan ke variabel ss hanya “Selamat” saja.

– Pada potongan program diatas. scanf(”%*^\n+”.ss).• Contoh: char ss[40]. jika dimasukkan string ”Selamat Pagi Pak” kemudian tekan ENTER dari keyboard maka variabel ss berisi string “Selamat Pagi Pak” 40 .

scanf(”%*a-z+”. dan titik dua dianggap sebagai akhir dari string.id kemudian tekan ENTER dari keyboard maka variabel ss hanya berisi string: http karena titik dua (:) tidak ada diantara a s/d z.ac.ss). jika dimasukkan string: http://brawijaya.• Contoh: char ss[40]. 41 . – Pada potongan program diatas.

• Contoh: int x. karena 44 dianggap bilangan berbasis oktal. jika dimasukkan bilangan : 44 kemudian tekan ENTER dari keyboard maka variabel x akan berisi nilai : 36 desimal. scanf("%o". &x). 42 . – Pada potongan program di atas.

43 . karena 44 dianggap bilangan berbasis heksadesimal.• Contoh: int x. scanf("%x". &x). – Pada potongan program diatas. jika dimasukkan bilangan : 44 kemudian tekan ENTER dari keyboard maka variabel x akan berisi nilai : 68 desimal.

1.&y. x=scanf("%d %d %d".&z.y. Apa yang terjadi jika pada program diatas di input 2 nilai integer dari keyboard? Berapa nilai x jika diinput dari keyboard 3 buah character ? 44 . 2.z.&w).w.int x.

jika dari keyboard diinput string ”Selamat Pagi Pak” ? Berapa nilai x jika diinput dari keyboard : ”Kelas 1PAT” 45 .ss1.char ss1[40]. 1. x=scanf(”%s %s”.ss2). 2. char ss2[40]. Apa isi variabel ss1 dan ss2.

scanf(”%4s”. ch1 = getchar(). 1. ss). Apa isi variabel ch1 dan ch2.char ss[40]. ch2. //masukkan kata TIF-FTUB! ch2 = getchar(). Apa isi variabel ch. jika dari keyboard di-input : TIF-FTUB char ch1. ch = getchar(). Apa isi variabel ss. 3. jika dari keyboard di-input : TIF-FTUB 46 . jika dari keyboard diinput string ”Selamat Pagi” ? char ch. 2.

• Buatlah program untuk menerima input dari keyboard. berupa nilai : – Tugas Kelompok (NTK) – Nilai Kuis (NK) – Nilai UAS (NUAS) • Hitung dan tampilkan nilai akhir dengan rumus : NA = 20 % * Nilai NTK + 30 % Nilai Kuis + 50 % Nilai UAS 47 .

nama). printf("Nama:"). seolah-olah tdk pernah dieksekusi.h> int main() { char nama[40]. jk=getchar(). int nim. printf("Nim:"). } Perhatikan Program di atas! Setelah memasukkan nama dan nim dari keyboard. scanf("%d". return 0. jelaskan mengapa demikian? 48 . instruksi jk=getchar().#include <stdio. scanf("%[^\n]".&nim). program langsung keluar. printf("Jenis Kelamin (L/P):"). char jk.

char str[]="Selamat Datang di Binus\n".str).ss). } Apakah output dari program diatas ? 49 . printf("%s".h> int main(){ char ss[]="10 % 3 = 1\n". printf("%s". return 0. printf(ss). printf(str).#include <stdio.

• Jelaskan fungsi/kegunaan dari Standard library function sbb: – sscanf – sprintf – fflush – cprintf – Cscanf • Jelaskan maksud dari nama sbb: – stdin – stdout – stderr 50 .