Anda di halaman 1dari 46

Flying Book 23,24,25,26

Risalah Rabbi ku

One Million No : 5&6

Phenomena
“ good news
for modern men ”

FAHMI BASYA
Qudduus
Sebelum kita melihat dua saksi, kita lihat tiga
saksi untuk Qudus yang berarti Agung, yang
mencerminkan satu hal yang luar biasa.
Kemudian satu saksi lain adalah dari apa
yang sudah kita buktikan tadi yaitu Muqaddas
= Luas (besar).

Hanya dua saksi yang ada pada Al-Quran


untuk Muqaddas itu. Yaitu Grand Canyon di
Utah yang luas sebagai Wadil Muqaddas, dan
Antartika yang luas sebagai Ardhol
Muqaddas.
Nah dari Muqaddas = Luas inilah kita
dapat satu batu loncatan untuk tidak
tergesa-gesa mengatakan
Qudus = Suci.
Tiga saksi berikut melihatkan sesuatu
yang agung atau hal yang luar biasa.
Saksi pertama pada data (002,087) menjelaskan bahwa
Nabi ‘Isa dibantu oleh Ruh Qudus, dan saksi ke dua data
(015,110) menjelaskan akibat ruh qudus itu ia bisa bicara
padahal ia masih sangat kecil, kemudian setelah besar ia
menciptakan burung dari tanah, menyembuhkan orang
buta dan orang berpenyakit lepra, dan menghidupkan
orang mati. Tentu saja ini atas izin Allah Yang
mempunyai Ruh agung itu. Kemudian saksi ketiga pada
data (016,102) yang menjelaskan bahwa Al-Quran turun
melalui ruh agung pula. Kita sudah tahu betapa hebat data
Al-Quran dengan kelipatan 19-nya. Jadi apa yang telah
diperlihatkan oleh tiga saksi ini adalah satu hal yang luar
biasa yang kita sebut Agung, sebagai arti dari kata Qudus.
(dalnya satu)
Tetapi kalau kita mau meneruskan tiga data tadi
, kita dapat satu kesimpulan bahwa ruh agung
mempunyai kaitan dengan bahasa dan ilmu.

Misalnya Nabi ‘Isa dikuatkan dengan ruh


agung, maka ia bisa berbicara walau masih
kecil. Dan Nabi Muhammad bisa melisankan
bahasa asli, padahal ia buta huruf.

Beralih dari Qudus, kita memasuki Quddus


yang berarti Yang Maha Agung atau Yang
Agung yang dapat kita lihat pada data berikut:
Bergerak untuk Allah apa-apa yang di langit dan apa-
apa yang di bumi,
Raja Yang Agung Penakluk Yang Bijaksana.
(Al-Quran, surat Al-Jumu’ah, ke 62 ayat 1)
AL-QOSHOSH
 
1. Tho Sin Mim
2. Itu ayat-ayat tulisan yang nyata.
3.  Kami  bacakan  kepadamu  sebagian  dari  kabar 
Musa dan Fir’aun
dengan lengkap untuk kaum yang percaya.
4. Sesungguhnya Fir’aun telah meliwati
batas di bumi. Ia jadikan penduduknya
beberapa golongan, ia tindas
segolongan dari mereka ini, ia sembelih
anak-anak laki-laki mereka ini, dan ia
biarkan hidup perempuan-perempuan
mereka. Sesungguhnya ia adalah dari
orang-orang yang berbuat kerusakan.

(Al-Quran, surat Al-Qoshosh, ke 28 ayat 0-4)


Dan kami hendak menumpahkan budi
atas mereka yang tertindas di bumi itu
dan hendak jadikan mereka pemimpin-
pemimpin dan kami hendak jadikan
mereka pewaris. Dan kami teguhkan
untuk mereka di bumi dan kami
tunjukkan kepada Fir’aun dan Haman
dan tentara mereka apa-apa yang
mereka khawatiri dari mereka. Dan
kami wahyukan kepada Ibu
Musa:”Bahwa susuilah dia, tetapi jika
engkau khawatir atasnya, maka
campakkanlah dia di sungai dan jangan
Maka keluarga Fir’aun memungutnya,
yang berakibat ia jadi musuh dan
dukacita bagi mereka. Sesungguhnya
Fir’aun dan Haman dan tentara mereka
adalah orang-orang yang salah. Dan
isteri Fir’aun berkata:”Kedinginan mata
untukku dan untukmu. Jangan kamu
bunuh dia, mudah-mudahan ia
memberi faedah kepada kita atau kita
jadikan dia anak kita”, padahal mereka
tidak sadar. (028,008-009)
Dan menjadilah fuad ibu Musa
hampa sesungguhnya hampir ia
buka rahasianya, jika tidak kami
teguhkan atas qalbunya, agar
jadilah ia daripada orang-orang
yang berpendirian teguh. (028,010)
Dan ia berkata kepada
kakaknya:”Ikutilah dia”, maka ia lihat
dia dari perjalanan (junub),
sedangkan mereka tidak sadar. Dan
kami haramkan atasnya penyusu-
penyusu lebih dahulu,

lalu ia berkata:”Maukah aku tunjukkan kepada kamu


keluarga yang bisa memelihara dia untuk kamu, sedangkan
mereka orang-orang yang jujur kepadanya ?"” Lalu kami
kembalikan dia kepada ibunya supaya dingin matanya dan
tidak ia berdukacita, dan supaya ia ketahui bahwa
perjanjian Allah itu yang lengkap, tetapi tidak banyak
mereka yang mengetahui. (028,010-013)
Maka ketika ia sampai kepada cukup umur dan sempurna,
kami beri kepadanya hukum dan ilmu, karena demikian
kami membalas orang-orang yang berbuat kebaikan.Dan
ia masuk kota ketika orang-orangnya tidak sadar, lalu ia
bertemu padanya dua orang yang berkelahi, seorang dari
golongannya dan seorang dari musuhnya. Kemudian
orang yang dari golongannya minta pertolongan atas
orang yang dari musuhnya. Maka Musa memukulnya
dengan tangannya, lalu ia mati. Maka ia berkata:”Ini
sebagian dari pekerjaan setan, karena sesungguhnya ia
musuh yang nyata menyesatkan”. Ia berkata:”Rabbi,
sesungguhnya aku telah menganiaya diriku, lantaran itu
ampunilah aku”. Maka Dia ampuni dia, karena
sesungguhnya Dia Pengampun Yang Maha Teliti.
Ia berkata:”Rabbi dengan apa yang Engkau telah
kurniakan kepada ku, maka tidak aku akan menjadi
penolong orang-orang yang berdosa”. Oleh sebab itu
jadilah Musa di kota itu dalam ketakutan mengintip-
ngintip. Maka tiba-tiba orang yang minta tolong
kepadanya kemarin berteriak minta bantuan. Maka Musa
berkata kepadanya:”Sesungguhnya engkau orang sesat
yang nyata”. Maka ketika Musa hendak memukul orang
yang ia musuh bagi keduanya, ia berkata:”Hai Musa
apakah engkau hendak membunuhku sebagaimana engkau
membunuh satu jiwa kemarin ?. Tidakkah engkau mau
melainkan jadi penganiaya besar di bumi dan tidak engkau
mau jadi dari orang-orang yang berbuat perdamaian ?
(028,014-019).
Musa
ke Amerika ?
Dan datang seorang laki-laki dari ujung kota, dengan
bergegas ia berkata “Hai Musa !, orang ramai sedang
berkumpul untukmu. Oleh sebab itu keluarlah !,
sesungguhnya aku seorang dari yang jujur kepadamu”
(Al-Quran, surat Al-Qoshosh, ke 28 ayat 20)
Maka ia keluar daripadanya dalam keadan takut mengintip-
ngintip. Ia berkata:”Wahai Tuhanku, selamatkanlah aku dari
kaum yang zalim itu”
(Al-Quran, surat Al-Qoshosh, ke 28 ayat 21)
23.Maka ketika ia sampai di Mata Air Madyan, ia dapati
padanya ummat dari manusia mengambil air, dan ia dapati
di antara mereka dua perempuan mengusir kambing. Ia
berkata: ”Apa maksud kamu?”. Mereka katakan: ”Kami
tidak bisa mengambil air hingga kambing-kambing itu
berpisah, sedangkan bapak kami seorang tua berumur
banyak”
(Al-Quran,surat Al-Qoshosh, ke 28 ayat 23)

Lalu ia ambil untuk mereka berdua, kemudian ia


berpaling ke tempat teduh (zhillu). Ia berkata:”Wahai
Tuhanku, sesungguhnya aku perlu kepada sesuatu yang
Engkau turunkan kepada ku dari rizki”
(Al-Quran, surat Al-Qoshosh, ke 28 ayat 24)
Kemudian datang kepadanya seorang
dari dua perempuan itu berjalan dengan
malu, ia berkata:”Sesungguhnya bapak
kami memanggil mu untuk memberikan
kepadamu upah pengambilanmu air
untuk kami, Ketika ia datang
mengisahkan kisah-kisah, ia
berkata:”Jangan engkau takut, engkau
telah selamat dari kaum yang zalim itu”
(028,025)
Berkata seorang dari dua perempuan itu:”Hai bapakku !,
mintalah dia jadi buruh, karena sesungguhnya sebaik-
baik orang yang engkau minta jadi buruh itu ialah yang
kuat, yang bisa dipercaya .
Ia berkata:”Sesungguhnya aku hendak kawinkan mu
dengan seorang dari dua anakku ini, atas perjanjian
bahwa engkau jadi buruhku delapan tahun, tetapi jika
engkau sempurnakan sepuluh, maka dari kemauanmu
sendiri, dan aku tidak mau memberatkan atasmu.
Engkau akan buktikan aku insya’ Allah dari orang-orang
yang sholeh (028,027).
Musa ke Amerika
Maka ia keluar daripadanya dalam keadan takut …..
(Al-Quran, surat Al-Qoshosh, ke 28 ayat 21)

23.Maka ketika ia sampai di Mata Air Madyan, …..


(Al-Quran,surat Al-Qoshosh, ke 28 ayat 23)
Muhiith
Kata Muhiith berarti Yang Mengepung
atau Yang Memperangkap.
Di tatasurya, phenomena gerhana bisa
dikatakan sebagai hari terperangkap.
Tetapi kalau gerhana itu terjadi lebih
kompleks, melibatkan planit lain, maka
bisa mendatangkan bencana.
Kata Nabi Syu’aib kepada kaumnya di Madyan :

“Dan sesungguhnya aku takut atas kamu


Bencana Hari Terperangkap”
(Al-Quran, surat Hud, ke 11, ayat 84)

Yaumim muhiith = Hari Terperangkap


Atau hari terkepung,
Teduh Jupiter dan Saturnus
Jupiter

Saturnus
Bumi Terperangkap
Matahar
i

Itu sebab bencana hari terperangkap


ini disebut juga bencana hari teduh
(Yaumuzh-zhullahh), karena bumi
memasuki teduh dua planit besar yang
condong meningkatkan radiasi dari
matahari.
189.Maka mereka mendustakannya, maka mengenai
mereka Bencana Hari Teduh, sesungguhnya dia adalah
Bencana Hari Secara Global
(Al-Quran, surat surat Asy-Syu’ara, ke 26 ayat 189)
189.Maka mereka mendustakannya, maka mengenai
mereka Bencana Hari Teduh, sesungguhnya dia adalah
Bencana Hari Secara Global
(Al-Quran, surat surat Asy-Syu’ara, ke 26 ayat 189)

Kata “teduh” di ayat ini dikamuskan lagi dalam kisah


Musa, ketika ia berlindung di tempat teduh setelah ia
menolong dua perempuan di Madyan (dua anak
perempuan Nabi Syu’aib).

Lalu ia ambil (air) untuk mereka berdua, kemudian ia


berpaling ke tempat teduh, lalu ia berkata, :”……..
(Al-Quran surat Al-Qoshosh, ke 28 ayat 24)
Namun tujuan semua ini adalah untuk
pemahaman kata MUHITH yang berarti Yang
Mengepung atau Yang Memperangkap.
Seperti kita tahu ada ayat yang mengatakan :

19.Dan Allah Mengepung karakter 
orang-orang kafir.
(Al-Quran, surat Al-Baqarah, ke 2
ayat 19)
Dentuman Dahsyad
Di ayat lain, dikatakan bahwa bencana di
Madyan itu disertai dengan dentuman
dahsyad dengan istilah Rijfahh

37.Maka mereka mendustakannya,


lalu mengenai mereka Dentuman Dahsyad,
maka jadilah mereka bangkai-bangkai di rumah-rumah mereka
(Al-Quran, surat Al-Ankabut, ke 29 ayat 37)
Dentuman dahsyad yang menghanguskan hutan belantara,
pernah terjadi contoh kecilnya pada tahun 1908 di
Tunguska, Siberia. Sampai sekarang, penelitian tidak
dapat mengungkap dengan pasti apa penyebab peristiwa di
Tunguska itu. Pada Al-Quran jelas dikatakan bahwa
Dentuman Dahsyad itu adalah Rijfahh.
Peristiwa Rijjfahh
ini seperti Planet
Jupiter pada tahun
1994 yang dihantam
serombongan Komet
di kutub
selatannya. Pada
waktu itu terjadi
ledakan maha
dahsyad.
Itulah peristiwa
Rijfahh pertama
yang teramati oleh
manusia.
“Tidak heran apabila sejak akibat
dari bencana dahsyat ini, sampai
demikian parahnya… dalam daerah yang
amat luas… dan membentang di sebelah
Utara ke propinsi Quibek di Canada,
dan sebelah Barat ke wilayah
Kansas”., kata Abbdurrazad Nova
dalam buku “Langit dan Para
Penghuninya” yang diterbitkan Bulan
Bintang Jakarta.
Itulah salah satu alasan, mengapa negeri
Madyan di Amerika Utara, dan mata air
Madyan itu, bisa jadi di Yellow Stone
sekarang, yaitu satu mata air yang luar
biasa menakjubkan. Jadi fosil sendal yang
ditemukan di Utah oleh William Master itu
adalah sendal Musa. Untuk apa semua itu ?.
Untuk sebuah Kamus kepada Manusia bahwa
Muqaddas itu bukan Suci, tetapi Luas, Besar.
Sehingga Wadil Muqaddas Thuwaa itu artinya
Big Valley Thuwaa. Madyan disebut juga
dengan nama Aikah, yang berarti tempat
banyak pepohonan. Dan di dalam Al-Quran,
dikatakan, baik negeri kaum Luth maupun
Aikah (Madyan) ada di tempat yang nyata.
Dan sesungguhnya Penduduk Aikah,
sungguh orang yang zalim,
maka kami balas mereka,
dan sesungguhnya TEMPAT KEDUA
(NEGERI ITU) ada di tempat yang nyata.

(Al-Quran, surat Al-Hijir, ke 15 ayat 78-79)


JABBAAR
(YANG MENGGAGAHI/Pemaksa)
Sulit juga memahami kata Menggagahi
tanpa Fenomena dasar yang jelas, padahal
ia salah satu nama Tuhan yang disebut
Asmaa-ul Husnaa itu. Phenomena Jabbar
ini dilihatkan oleh kaum yang hendak
diperangi oleh Musa. Musa menyuruh
kaumnya untuk masuk ke suatu negeri,
tetapi kaumnya tidak mau dan mengatakan
bahwa di sana ada kaum yang Jabbaariina.
Mereka berkata:”Hai Musa, sesungguhnya
padanya ada kaum Pemaksa  (jabbaariina),
dan kami tidak akan masuk kepadanya hingga
mereka keluar daripadanya,
maka kalau mereka keluar daripadanya,
sesungguhnya kami akan masuk”
(Surat Al-Maidah, ke 5 ayat 22)

Kalau kita mengerti lokasi tempat kaum ini, sebenarnya


Jabbar yang dimaksud pada ayat ini ialah “Kanibal”.Kaum
itu pemakan orang, dan sekarang masih tersisa di daerah
Pasifik dan Afrika. Itu yang menyebabkan bani Israel ngeri.
Ayat Muhkamnya di sini :

Kami mengetahui apa-apa yang mereka


katakan, dan tidak engkau atas mereka
sebagai pemaksa.
Maka ingatkanlah dengan bacaan ini siapa
yang takut kepada ancaman-KU
(Al-Quran, surat Qof, ke 50 ayat 45)
AL-BAARi’ & AS-SALAAM
(YANG MENYELAMATKAN) & (YANG MENSEJAHTERAKAN)

Ketika kaum Musa baru saja diselamatkan, ia ditinggal


pergi oleh Musa, karena ada perjalanan 40 malam.
Sekembalinya Musa, ternyata kaumnya mengambil anak
sapi sebagai berhala. Nabi Musa ketika itu berkata :

”Hai kaum ku mintalah ampun kepada Yang


Menyelamatkan kamu”.

Kata menyelamatkan ini dipakai, karena mereka baru saja


diselamatkan. Di sinilah kamus dari kata Al-Baari’
Dan ketika berkata Musa kepada kaumnya:”Hai
kaumku sesungguhnya kamu telah menzalimi diri-diri
kamu karena kamu jadikan anak sapi (sebagai
sembahan), maka bertobatlah kepada YANG 
MENYELAMATKAN kamu, dan bunuhlah diri-diri
kamu, itu baik bagi kamu di sisi Yang
MENYELAMATKAN kamu”. Maka Dia terima tobat
kamu,
sesungguhnya Dia Penerima tobat Yang maha teliti.
(Al-Quran, surat Al-Baqarah, ke 2 ayat 54)
Dengan ditemukannya Kamus kata Al-Baari’ yang
berarti Yang Menyelamatakan, maka As-Salam tidak
lagi kita artikan Yang Menyelamatkan, tetapi Yang
Mensejahterakan.

Dia Allah Pencipta Yang Menyelamatkan, Yang


Merupakan,Kepunyaan Nya nama-nama yang bagus,
bergerak kepada Nya apa-apa yang di langit dan bumi,
Dan Dia Penakluk Yang Bijaksana.
(Al-Quran, surat Al-Hasyar, ke 59 ayat 24)
Dan dengan demikian perkataan di akhir sholat itu
artinya :”Kesejahteraan atas kamu” bukan
“Keselamatan atas kamu”.

Dan kesejahteraan atas kamu


dan pengaturan Allah dan perlindungan-Nya

Phenomena Al-Baari’ berarti Yang


Menyelamatkan itu mengoreksi pemahaman
ayat 22 surat ke 57. Dulu artinya “Sebelum
kami mewujudkannya”, tetapi sekarang artinya
“Sebelum kami menyelamatkannya”.
Tidak mushibah dari mushibah-mushibah di
bumi dan tidak di diri-diri kamu, melainkan di
dalam Tulisan dari sebelum kami
menyelamatkannya,Sesungguhnya itu atas
Allah adalah mudah
(Al-Quran, surat Al-Hadid, ke 57 ayat 22)
Phenomena As-Salaam yang berarti Yang Mensejahterakan
itu dapat kita lihat pada ayat 69 surat ke 21 yang mengatakan
bahwa api diperintah jadi dingin oleh Allah agar Ibrahim
tidak terbakar. Dan kemudian dikatakan : ”Dan salaamaa
atas Ibrahim” yang berarti “Dan sejahtera atas Ibrahim”.

Kami berkata:”Hai api jadilah dingin dan 
sejahtera atas Ibrahim”
(Al-Quran, surat Al-Anbiya’, ke 21 ayat 69)
Baru ayat 71 nya mengatakan “Dan
kami selamatkan dia dan Luth ke
negeri yang kami beri perlindungan
padanya untuk alam seluruhnya”.
Kata selamatkan di sini memamaki
kata Najjaa, persis sama dengan
kata yang dipakai pada rangkaian
ayat yang menjelaskan Baari’ pada
surat ke 2 ayat 54, karena pada
awalnya ayat 50 memakai kata
Najjaa ini. Jadi ayat 50,51,52,53,54
50.Dan ketika kami belah laut untuk kamu, maka kami
selamatkan(Najjaa) kamu dan kami tenggelamkan keluaraga
Fir’aun padahal kamu memperhatikan.51.Dan ketika kami
janjikan kepada Musa 40 malam, kemudian sesudah ia, kamu
sembah anak sapi, karena kamu orang yang
zalim.52.Kemudian sesudah itu kami telah ampunkan kamu
supaya kamu menerima kasih.53.Dan ketika kami beri kepada
Musa Kitab dan Pembeda supaya kamu terpimpin. 54.Dan
ketika berkata Musa kepada kaumnya:”Hai kaumku
sesungguhnya kamu telah menzalimi diri-diri kamu karena
kamu jadikan anak sapi (sebagai sembahan), maka bertobatlah
kepada YANG MENYELAMATKAN kamu, dan bunuhlah
diri-diri kamu, itu baik bagi kamu di sisi Yang
MENYELAMATKAN kamu”. Maka Dia terima tobat
kamu,sesungguhnya Dia Penerima tobat Yang maha teliti.
(Al-Quran, surat Al-Baqarah, ke 2 ayat 50-54)
Data kamus ini dulu memusingkan kita, seolah diulang-
ulang dan kita tidak mengerti tujuannya. Sekarang dapat kita
fahami bahwa ia sebenarnya merupakan kamus dari kata
Baarri’ yang berarti Yang Menyelamatakan, yang padanan
katanya Najjaa yang berarti selamatkan. Phenomena ini
menyebabkan kata SALAAM tidak dapat diartikan
SELAMAT, sekalipun kata selamat itu berasal dari kata
SALAAM akibat salah kaprah, sebab pada kata SALAAM
terkandung kata penghindaran seperti pemahaman kita
kepada kata selamatkan itu. Sedangkan sejahtera tidak mesti
ada kata penghindaran, tetapi lebih banyak berisi kata
pemberian. Sebab itu kata sejahtera ini dipakaikan kepada
orang-orang yang sudah diselamatkan, seperti Nuh setelah
diselamatkan dikatakan sejahtera, demikian juga orang-
orang yang masuk sorga.
Dikatakan:”Hai Nuh, turunlah dengan kesejahteraan
dari kami dan perlidungan atasmu. Dan atas ummat-
ummat yang bersamamu, dan beberapa ummat
yang akan kami beri kelengkapan kepada mereka,

kemudian kami akan sentuhkan kepada mereka


bencana pedih dari kami”.
(Al-Quran surat Hud, ke 11, ayat 48)
Bagi mereka Kampung Kesejahteraan di sisi Rabbi mereka,
dan Dia Penolong mereka dengan sebab yang telah mereka
kerjakan.
(Al-Quran, surat Al-An’am, ke 6 ayat 127)

Dan di antara dua itu ada satu dinding (hijab) dan di atas
benteng itu ada beberapa laki-laki yang kenal tiap-tiap seorang
dengan tanda masing-masing, dan mereka seru ahli sorga
bahwa “Kesejahteraan atas kamu”. Mereka ini belum masuk
dalam sorga, sedangkan mereka sangat ingin.
(Al-Quran, surat Al-A’raf, ke 7 ayat 46)
Flying Book 23,24,25,26

Berlanjut ke NO 56a

fahmibasya@biznas.com
www.fahmibasya.biznas.com
www.12mb.com/fahmi
www.flyingbook.net