Anda di halaman 1dari 56

Flying Book 17,18,19

Risalah Rabbi ku

One Million No : 3

Phenomena
“ good news
for modern men ”

FAHMI BASYA
Subhaana, A’laa dan ‘Azhiim
Data kamus Subhaana adalah :

10.Dia Yang menjadikan untuk kamu bumi


dalam keadaan terbuai,dan Dia jadikan bagi
kamu padanya jalan, agar kamu terpimpin
11.Dan Dia Yang menurunkan air dari langit
dengan terukur, kemudian kami hidupkan
dengannya negeri mati, seperti itu kamu
dibangkitkan,
12.Dan Dia Yang menciptakan sistem
setiapnya, dan menjadikan untuk kamu dari
benda apung dan binatang ternak itu
sebagai kendaraan,

13.Agar kamu duduk dengan beres atas punggungnya, kemudian kamu


ingat nikmat Rabbi kamu ketika kamu telah berada atasnya, dan kamu
katakan:“Maha Penggerak Yang edarkan ini untuk kami, dan tidaklah kami
dapat atas mengadakannya”
14.“Dan sesungguhnya kepada Rabbi kamilah, kami kembali”
(Al-Quran, surat Az-Zukhruf, ke 43 ayat 10-14)
Maha Penggerak Yang telah menjalankan hamba-Nya pada satu malam
(Al-Quran, surat Al-Isra’, ke 17 ayat 1)

Dan Dia Yang menciptakan malam dan siang. Dan


matahari dan bulan, setiap dalam pengapungan mereka
bergerak
(Al-Quran, surat Al-Anbiya’, ke 21 ayat 33)

Itu sebab setelah melakukan gerak rukuk, ummat


Islam membaca “Subhaana” dan setelah melakukan
gerak sujud membaca “Subhaana”, sekalipun ada
bacaan lain.
A’laa dan ‘Azhiim
‘Azhiim dan A’laa, dibedakan dalam ekspresi Ruku’ dan Sujud.

‘Azhiim A’laa

rukuk sujud

Dengan kata lain ekspresi ruku’ itu adalah kamus dari kata ‘Azhiim itu
sendiri, demikian juga sujud adalah kamus bagi kata A’laa.

Kesimpulan:
Ilmu Agama itu dibuka rahasianya pada Ilmu Sholat. Itu sebab dikatakan bahwa Sholat itu
adalah Tiang Agama.
Satu lagi misalnya, rongga air di rumah siput di dalam kuping kita berguna untuk menjaga
keseimbangan supaya kita tidak jatuh. Nah ketika kita kembali berdiri lurus setelah rukuk,
keseimbangan seseorang terancam dan diselamatkan oleh air di dalam rumah siput yang juga
sebagai alat penghubung pendengaran. Lantas kita disuruh mensyukuri pendengaran itu,
karena Allah Maha Mendengar telah menjadikan kita bisa mendengar. Kita katakan Sami’
Allaahhu liman hamidah yang berarti “Allah mendengar orang yang mengagungkan Nya”
Data kamus dari kata ‘Azhim berarti Secara Global adalah sbb:

30. “Ambillah dia, lantas belenggu dia”


31. “Kemudian masukkan dia ke dalam neraka”
32. “Kemudian cambuk dia dengan rantai yang
panjangnya 70 hasta”
33. “Sesungguhnya dia adalah tidak mengimani
karakter Allah secara global”
34. “Dan tidak berusaha atas makanan orang miskin”
(Al-Quran, surat Al-Haqqoh, ke 69, ayat 30-34)
Dan Allah hendak memberi ampun atas kamu,
tetapi orang-orang yang menuruti hhawanya,
ingin agar kamu condong secara global
(Al-Quran, surat An-Nisa’, ke 4 ayat 27)

Jadi setelah ruku’, yang merupakan gerak patah itu, kita


membaca kalimat :
“Subhaana Rabbi Al-’Azhiim”.
Artinya: “Maha Penggerak Rabbi secara
global.”
Kalau kita membaca “Subhaana Rabbi Al’azhiim”
ketika rukuk, maka kita harus membaca
“Subhaana Rabbi Al-A’laa” pada setelah gerak
sujud. Dan tidak boleh dibalik. Phenomena ini
menunjukkan bahwa ada hubungan antara rukuk
dengan kata ‘Azhiim, dan ada hubungan antara
Kamus filosofis untuk kata A’laa yang berarti Secara
Rinci :

7.Dan dijauhkan dia dari mereka yang taqwa

8.Yang menderma karena mau jadi bersih.

9.Padahal tidak ada nikmat seseorang yang patut


dibalasnya,

0.Tetapi karena kesukaan Rabbinya secara rinci.


Kita telah lama tahu bahwa Setan dapat mencuri pendengaran dari
langit. Hal ini memberi kesan bahwa penjagaan langit tidak kuat. Dan
itu telah menjadi pertanyaan kita selama berabad-abad.
Ternyata phenomena ini berguna sebagai kamus kata A’LAA yang
berarti SECARA RINCI. Coba perhatikan Kamus Filosofis berikut :
Mereka “tidak bisa mencuri secara rinci, kecuali sedikit”. Kata sedikit
inilah yang menjadi kunci kata secara rinci.

Tidak bisa mereka cari pendengaran untuk para malak secara


rinci, karena mereka akan ditembak dari tiap jurusan, dengan
sekeras-keras pengusiran, dan bagi mereka siksaan yang kekal,
kecuali siapa yang menyambar sedikit sambaran,lalu diiringi dia
oleh elektron yang berkilau.
(Al-Quran, surat Ash-Shoffat, ke 37 ayat 8-10)
7.Dan menjaganya dari tiap setan marid.
8.Tidak bisa mereka cari pendengaran untuk para malak
secara rinci,karena mereka akan ditembak dari tiap
jurusan,
9.Dengan sekeras-keras pengusiran, dan bagi mereka
siksaan yang kekal,
10.kecuali siapa yang menyambar sedikit
sambaran,lalu diiringi dia oleh elektron yang
berkilau.
11.maka tanyalah mereka, apakah mereka
makhluk yang lebih kuat,ataukah (makhluk) yang
kami telah ciptakan (itu) ?.
Sesungguhnya kami telah ciptakan mereka dari
tanah liat.
RADIO KARBON
Kita orang awwam dalam Fisika Inti, tentu ingin juga tahu penjelasan
aekilas bagaimana para ahli menghitung umur yang sekian juta
tahun silam. Berikut penjelasan singkatnya beserta kemungkinan
ayat Al-Quran yang setara dengan kejadian itu.
Setiap benda hidup, mengandung Karbon dengan tanda atom
huruf C. Salah satu saudara dari C ini disebut C-14 atau ISOTO C-14.
Isotop C- 14 inilah yang disebut Radiokarbon, karena ia bersifat
radioaktif.
Radio karlbon C-14 mengalami pengrusakan karana ada
“sesuatu” yang keluar daripadanya, sehingga ia berubah menjadi C-
12 yang tidak bersifat radio aktif. (Yang keluar itu disebut Mar’a).
Pada makhluk hidup pengrusakan C-14 itu selalu diganti
dengan C-14 yang lain, sehingga jumlah C-14 tidak berkurang selama
ia hidup.
Ketika makhluk hidup mati, C-14 yang rusak tidak dapat
diganti. Atas dasar mengetahui berapa sisa C-14 yang tersisa itulah
kita dapat mengetahui
Di dalam umur
Al-Quran, sesuatu
sesuatu yang
yang telahdari
keluar mati.
benda itu
dikatakan dengan nama Mar’a, dan mar’a ini dikatakan mengapung
berisi catatan.
2. Dia Yang menciptakan , lalu mmenyempurnakan. 3. Dan Dia
Yang mengukurkan , lalu memberikan petunjuk. 4. Dan Dia Yang
mengeluarkan Mar’a itu. 5. Lalu menjadikan dia mengapung
berisikan catatan.
(Al-Quran, surat Al-A’laa, ke 87 ayat 2-5)

Karbon yang bersifat radioaktif (C-14) atau radiokarbon


mempunyai umur paruh selama 5.730 tahun. Artinya jika
kita mulai dari 100 buah atom, maka diakhir tiap 5730
tahun kita hanya akan mempunyai 50 atom, yaitu
separuh dari jumlah semula. Seterusnya setelah 5730
tahun berikutnya kita hanya akan mempunyai 25 atom.
Penelitian kepurbakalaan tidak selamanya
melakukan penelitian langsung pada benda yang
bersangkutan. Sering mencari unsur karbon yang
menempel di dekatnya.
Kurang lebih 100 tahun lamanya para ilmuwan melakukan penelitian
sampai berganti generasi, maka akhirnya setiap batuan telah
diketahui umurnya. Dengan demikian jika ada suatu fosil yang
ditemukan pada batuan tertentu, maka dengan sendirinya umurnya
sama dengan umur batuan itu. Misalnya batuan Kambrium berumur
500
Nahjuta tahun. demikian fosil sendal yang ditemuan di batu
dengan
Kambrium di Utah Amerika Utara itu juga berumur 500 juta tahun.
Tahun 1968. Wiliam
Master menemukan fosil
sendal di lapisan batuan
Kambrium di atol. Fosil
sendal ini terkikis 1/8 inci
di tumit sebelah kanan,
pertanda orang yang
memakai sendal ini
memakai tongkat di
tangan kanan. Benda
seluruhnya berukuran Fosil Sendal di Utah pada lapisan batuan
Kambrium
panjang 10,5 inci, dan
“Sesungguhnya Aku Penguasamu, maka tanggalkanlah dua
sendalmu,sesungguhnya engkau di Lembah Muqaddas
Thuwaa”
(Al-Quran, surat Tho Hha, ke 20, ayat 12)

“Dan apa itu di tangan kananmu hai Musa ?”


Ia berkata:”Ini tongkatku, aku bertekan atasnya, dan aku
gugurkan (daun) dengannya untuk kambingku, dan adalah
bagiku padanya beberapa kegunaan yang lain”
(Al-Quran, surat Tho hha, ke 20 ayat 17-18)

Phenomena ini meindikasikan bahwa fosil sendal itu adalah sendal


Nabi Musa. Jika benar, berarti kita telah menemukan daerah
WADIL-MUQADDAS THUWAA yang disebut di dalam Al-Quran.
Dan ini jadi kamus dari kata MUQADDAS itu sendiri. Benarkah di
dekat UTAH ada WADI ? ADA ! , yaitu Grand Canyon
‘Izzahh & ‘Aziiz
‘Izzah = (KEMULIAAN)(YANG MULIA)

Ia (Ratu saba’) berkata: “Sesungguhnya raja-raja jika masuk di suatu


negeri, mereka rusakkan dia, dan penduduknya yang mulia mereka
jadikan hina, dan seperti itu mereka akan berbuat”
(Al-Quran, surat An-Namlu, ke 27 ayat 34)

Dan jangan perkataan mereka itu menyusahkanmu,


Sesungguhnya kemuliaan semuanya kepunyaan Allah,Dia Maha
mendengar Maha mengetahui
(Al-Quran, surat Yunus, ke 10 ayat 65)

Maha Penggerak Rabbimu,


Rabbi Yang Mulia, dari hal apa yang mereka sifatkan
(Al-Quran, surat Ash-Shoffat, ke 37 ayat 180)
138.Gembirakanlah kepada orang-orang munafik
bahwa bagi mereka azab yang pedih,
(Al-Quran, surat An-Nisaa’ ke 4 ayat 138)

139.Orang yang mengambil Orang kafir sebagai ketua dari


selain orang beriman.
Apakah mereka cari kemuliaan di sisi mereka ?,
Maka sesungguhnya kemuliaan semuanya kepunyaan Allah
(Al-Quran, surat An-Nisaa’ ke 4 ayat 139)
‘Aziiz = (PENAKLUK)

Dan berkata gadis-gadis kota: “Perempuan Penakluk mau kepada


bujangnya, sesungguhnya cinta kepadanya telah sangat dalam dari dirinya,
sesungguhnya kami lihat dia dalam kesesatan yang nyata”
(Al-Quran, surat Yusuf, ke 12 ayat 30)

Ia (Raja) berkata:”Bagaimana keadaanmu ketika kamu menggoda Yusuf


untuk menundukkan dirinya”. Mereka berkata:”Hasya lillaahh, kami tidak
mengetahui sesuatu keburukan daripadanya”. Berkata Perempuan
Penakluk: “Sekarang terungkap yang lengkap, bahwa aku yang mau
kepadanya, sesungguhnya ia dari orang-orang yang betul”
(Al-Quran, surat Yusuf, ke 12 ayat 51)
Dan adakan bagi mereka satu perumpaman, yaitu penduduk suatu negeri,
ketika datang kepada mereka utusan-utusan. (13)
Ketika kami kirim kepada mereka dua (utusan), lalu mereka dustakan
mereka berdua, maka kami taklukkan dengan yang ketiga, lalu mereka
berkata: “Sesungguhnya kami ditutus kepada kamu”
(Al-Quran, surat Yasin, ke 36 ayat 13-14)

maka kami taklukkan dengan yang ketiga,


(Al-Quran, surat Yasin, ke 36 ayat 14)
Dan Dia telah satukan antara qalbu mereka.
Kalau engkau belanjakan apa yang ada di bumi semuanya,
tidaklah bisa engkau persatukan antara qalbu mereka,
tetapi Allah Yang mempersatukan antara mereka,
karena sesungguhnya Dia Penakluk Yang Bijaksana.
(Al-Quran, surat Al-Anfal, ke 8 ayat 63)

Sesungguhnya telah datang kepada kamu seorang Rasul dari diri-diri kamu.
Penakluk atasnya apa-apa yang kamu susahkan, dan sangat inginkan atas
kamu (kebaikan) dan kepada Mu’minin ia berlaku Pengasih Yang Teliti.
(Al-Quran, surat At-Taubah, ke 9 ayat 128)
‘AZIIZUL HAKIM
(Penakluk Yang Bijaksana)

260.Dan ketika berkata Ibrahim:”Rabbi,


lihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau
menghidupkan yang telah mati”. Dia
berkata: “Apa engkau tidak percaya “. Ia
berkata:”Tidak sekali-kali, akan tetapi agar
tentram qalbuku”. Dia berkata:”Maka
ambillah empat ekor burung, maka
jinakkan mereka kepadamu, kemudian
jadikan (ia berada) atas tiap gunung
sebagian dari mereka, kemudian panggil
mereka, niscaya mereka datang
kepadamu dengan segera. Dan ketahuilah
sesungguhnya Allah Penakluk Yang
Bijaksana.
(Al-Quran, surat Al-Baqarah, ke 2 ayat 260)
KARIIM
(YANG BERBEDA)(YANG TEGAS)

143.Delapan Jenis……..
(Al-Quran, surat Al-An’am, ke 6 ayat 143)

Apa tidak kamu lihat ke bumi bagaimana kami tumbuhkan padanya Dari setiap
jenis-jenis yang Kariim ?
(Al-Quran, surat Asy-Syu’ar, ke 26 ayat 7)

Selama ini kita mengartikan “Kariim” itu dengan “Mulia”. Dan itu kita
kaitkan dengan pernyataan bahwa anak-anak Adam telah dimuliakan dalam
konteks “Laqod Karramnaa banii aadam”.

Dan sesungguhnya kami


“Apa artinya anak-anak Adam dikatakan
telah muliakan
mulia, kalau tetumbuhan di bumi juga
anak-anak Adam
dibilang mulia ?.” (Al-Quran, surat Al-Isra’, ke 17 ayat 70)
Ini membuktikan bahwa kariim diartikan mulia adalah tidak tepat.
Sifat kariim itu, terlihat dihubungkan dengan bilangan 8. Seperti
‘Arsy yang dikatakan dipikul oleh 8 malaikat, lantas ‘Arsy dikatakan
Kariim.
Lantas, kalau kita melakukan penelitian ke atom, ternyata atom
yang elektron valensinya 8 (elektron terluar) mempunyai sifat sulit
bereaksi. Ia condong stabil, atau berbeda. Atas dasar bilangan 8
inilah kemudian terjadi ikatan kimia. Baik ikatan kovalen maupun
ikatan ion, kecuali Helium dengan 2 elektron.

Dan malaikat atas bagian-bagiannya


dan memikul ‘Arsy Rabbimu di atas mereka pada hari itu Delapan
(Al-Quran, surat Al-Haqqoh, ke 69 ayat 17)

Maka Maha terinci Allah, Raja Yang Lengkap,


Tidak ada Tuhan melainkan Dia Penguasa ‘Arsy yang kariim
(Surat Al-Mu’minun ke 23 ayat 116)
Pada proses pembentukan Garam Dapur (Na Cl)
misalnya, atom Na yang susunan elektronnya 2.8.1
membuang 1 elektron terluarnya. Mengapa ?. Karena ia
jadi stabil dengan elektron terluarnya jadi 8. Dengan
dibuangnya 1 elektron, maka susunan elektronnya jadi
2.8. Tetapi elektron yang bermuatan listrik negatip itu
terbuang satu,
Demikian jugamaka atom Na
dengan dengan
atom Cl susunan elektron
yang susunan
2.8 ini jadi bermuatan
elektronnya positip satu.
2.8.7 menangkap satuAtom bermuatan
elektron agar
listrik ini elektronya
susunan disebut Ion.jadi 2.8.8. Mengapa ?. Karena ia jadi
stabil dengan elektron terluarnya jadi 8. Tetapi dengan
bertambahnya satu elektron yang bermuatan negatip,
maka
Ikatan iaduajadibuah
bermuatan negatip
ion itulah yangsatu. Atomikatan
disebut bermuatan
ion,
listrik ini disebut
yaitu ion Ion. Na dan ion negatip satu Cl. Maka
positip satu
terjadilah senyawa Natrium Clorida (Na Cl) alias garam
dapur yang
Jadi apa artikita makan
Kariim sehari-hari
?. Yang jelas bukan mulia. Ia berarti
Stabil atau Yang Berbeda atau Yang Tegas. Untuk Yang
Berbeda misalnya terlihat pada ayat berikut:
Dia telah menciptakan langit dengan tidak bertiang yang dapat kamu
melihatnya, dan Dia dirikan di bumi rawasiya agar tidak kamu
diguncangkan,
dan Dia sebarkan padanya dari tiap makhluk melata, dan kami turunkan
air dari langit, maka kami tumbuhkan padanya dari tiap-tiap jenis yang
berbeda.
Dikoreksinya istilah kariim ini membuat pertanyaan tentang istilah
(Al-Quran, surat Luqman, ke 31 ayat 10)
Rizqun-Kariim. Dulu diartikan Rizki Yang Mulia. Tetapi sekarang harus
diartikan Rizki Yang Berbeda, yaitu Pemberian Yang Berbeda.
Pada kisah Al-Baqarah, kita telah mengetahui bahwa 1.Nama
Karakter Yang Lengkap itu ada tujuh:1.nama 2. Jumlah, 2.Jumlah
3.Jenis, 4. Umur
Tetapi karena ,5.Warna,
Tidak 6.Aktivitas,
ada Sekutu 7.Kondisi.
BagiNya, maka kriteria itu 3.Jenis
jadi 8, (7+1 = 8). Dan tentunya 8 ini berhubungan dengan 4.Umur
Kariim. Inilah yang dimaksud dengan Karakter Rabbimu 5.Warna
Yang Kariim. 6.Aktivitas
7.Kondisi
Hai Manusia ! , Apa sih yang menipumu 8.Tidak

untuk karakter Rabbimu yang Kariim ?. bersekutu


(Al-Quran, surat Al-Infithor, ke 82 ayat 6)
Al-Qalam
(Gejala Alam)
Kamus Filosofis dari Al-Qalam ini juga melihatkan
kode 7,8,9,0,1
27.Dan bacakan kepada mereka kabar dua anak Adam
dengan karakter yang lengkap, ketika mereka berqurban
satu qurban, lalu diterima dari seorang dari mereka dan
tidak diterima daripada yang lain. Ia berkata:
”Sesungguhnya aku akan membunuhmu”. Ia jawab:
”Sesungguhnya Allaahh hanya menerima dari orang-orang
yang taqwa”.
28.“Sesungguhnya jika engkau ulurkan tangan engkau
kepadaku untuk membunuhku, tidaklah aku akan
mengulurkan tanganku untuk membunuhmu, karena
sesungguhnya aku takut kepada Allaahh Majikan Seluruh
Alam.
29.“Sesungguhnya aku mau agar engkau memikul dosa
aku dan dosa kamu, lalu engkau jadi penghuni api, dan
itulah balasan untuk orang-orang yang zalim”.
30. Tetapi egonya(dirinya) telah memudahkan dia untuk
membunuh saudaranya, lalu ia membunuhnya, maka
jadilah ia daripada orang-orang yang rugi.
31. Kemudian Allah bangkitkan seekor burung gagak
yang mengorek-ngorek bumi untuk Dia perlihatkan
kepadanya bagaimana ia semestinya menguburkan
saudaranya. Ia berkata:”Celaka aku, mengapa aku jadi
lemah seperti gagak itu untuk menimbun bangkai
saudaraku ?”. Maka jadilah ia daripada orang-orang
yang menyesal.
(Surat Al-Maidah, ke 5 ayat 27-31)

Terlihat, anak Adam dalam hal menguburkan orang mati, ia mendapat


pelajaran lewat Burung Gagak. Pengiriman Burung Bagak yang mengorek
bumi ini merupakan phenomena alam. Itulah Al-Qalam. Jadi Allah
mengajar dengan Qalam itu, bukan dengan Pena. Sebab Pena belum ada
di zaman Nabi Adam.
Alam ini indah,
padanya ada barang yang nyata berguna dan ada yang tidak jelas
apa gunanya. Kalau diukur untuk perut, banyaklah yang akan
digolongkan kepada yang tidak terpakai, karena tak sedap dan
tidak dapat dimakan. Akan tetapi alam ini tidak semata untuk
dimakan, karena mereka sebagian besar merupakan kamus-
kamus budaya manusia. Padanya sangat banyak Al-Qalam yang
mengakibatkan manusia berpengetahuan.

4.Dia Mengajar dengan Qalam,


5.Mengajar manusia apa yang belum mereka ketahui
(Al-Quran, surat Al-‘Alaq, ke 96 ayat 4-5)
Pada tumbuhan rambat misalnya terdapat spiral seperti per baja yang dibuat
manusia sekarang. Dan bentuk baling-baling telah lengkap ada pada buah
pohon Mahuni. Sedangkan bentuk ceret (tempat air) telah ada pada bunga
ceret. Begitu juga kantong, telah ada pada hewan Kanguru sejak dunia ini
terkembang.
Terbang memakai radar, sudah dilakukan oleh Kalong. Memancarkan dan
menangkap gelombang, telah digunakan oleh Ngengat pada musim
perkawinan. Mendeteksi dengan inframerah, dilakukan oleh ular Derik
Berlian. Sebab itu ia dapat menerkam mangsa dalam kegelapan malam yang
Issac
pekat. Newton menemukan hukum gravitasi setelah terlebih dahulu
dirangsang oleh sebuah apel yang jatuh di hadapannya. Prinsip
pendulum diketahui Galileo ketika memperhatikan lampu gantung
bergoyang di tiup angin. Penjaga perbatasan lembah Missisippi
menemukan sejenis kembang matahari (silpium laciniatum) yang
daunnya dapat menunjukkan
Pohon Lilicoroce arah
atau Kayu Manis, angin.
Arbrus Precatorius di India, sedemikian
pekanya mengandung magnet dan listrik, dan mampu dipergunakan untuk
meramal cuaca. Ahli Botani yang pertama kali mencobanya di New Garden
London, berhasil mengetahui akan datangnya angin puyuh, badai dan topan ,
gempa bumi serta letusan gunung berapi melalui tanaman itu. Pertumbuhan
kayu, telah lama melakukan pencatatan masa silam. Hal itu dapat diketahui
dari tebal tipisnya lapisan kayunya, Ia mencatat keadaan iklim pada masa
silam dan bahkan arah angin. Pertumbuhan lain juga banyak yang
melakukan pencatatan, dan diakui sebagai pencatat terbaik. Akan tetapi
manusia sering menganggap mereka terlalu statis dan pasif terhadap
Nuun, demi qalam dan tanda-tanda yang dicatatnya
(Surat Al-Qalam, ke 68 ayat 1)

Maka banyaklah lagi Al-Qalam itu. Seekor kancil yang cerdas mungkin tidak akan
mencatat banyak dalam memorynya. Paling tidak ia tidak akan jatuh di lobang yang
sama pada yang kedua kalinya.
Jadi, gejala alam itu pun terjadi pada otak. Sel otak manusia sekitar 7 milyar
melakukan pencatatan. Tiap sel menyimpan satu pengetahuan. Descartes mengatakan
bahwa hubungan jiwa dan raga terjadi pada kelenjar penaelis, sebab kelenjar ini satu-
satunya kelenjar tunggal pada tubuh manusia. Pada Al-Quran kelenjar ini dinamakan
“Binnaashiyah” yang berarti “Karakter Kepala”.
Gejala alam banyak ragamnya di seputar kita, mereka merupakan satu aksi. Kemudian
alam yang lain melakukan reaksi. Reaksi itu merupakan penjejakan pada otak.
Akibatnya manusia tahu sesuatu yang belum diketahuinya.

Awas, jika ia tidak berhenti, kami renggutkan karakter kepalanya,


Kepala yang dusta durhaka
(Surat Al-‘Alaq, ke 96 ayat 15-16)
Dan sesungguhnya kami telah sediakan untuk jahannam kebanyakan dari jin dan
manusia, mereka mempunyai qalbu, tidak mengerti karakternya, dan mereka
mempunyai mata tidak melihat karakternya, dan mereka mempunyai kuping, tidak
mendengar karakternya. Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih
sesat. Itulah mereka orang-orang yang lalai.
(Al-Quran, surat Al-A’raf, ke 7 ayat 179)

Maka sesungguhnya tidak buta pemandangan,


akan tetapi buta qalbu yang di dalam dada
(Al-Quran, surat Al-Hajj, ke 22 ayat 46)

Kepala manusia merupakan pusat gelombang bio-elektro-magnet. Pikiran manusia,


bekerja pada gelombang yang panjang gelombangnya kira-kira 0,5 mm.
Gelombang ini sama dengan gelombang gempa bumi. Dan kalau pesan-pesan
listrik disalurkan melalui gelombang ini, seluruh ilmu pengetahuan bisa
disampaikan dalam waktu yang sangat singkat. Apakah ini terlalu pendek untuk
Sukma manusia
mempelajari yangtidak memperdulikan
terlalu banyak ?. konsep waktu dan ruang. Seribu bulan
dapat dimampatkan dalam satu malam.
2.Apakah kamu tahu apa itu malam terukur ?.
3.Malam terukur lebih baik dari 1000 bulan (83 tahun).
(Surat Al-Qadr, ke 97 ayat 2-3)
Hidup manusia terlalu pendek untuk mempelajari segalanya, padahal sel otaknya ada
sekitar 7 milyar, dan baru dimanfa’atkan sekitar 0,002 %. Tetapi dengan
menggunakan hipnotis secara yang benar-benar ilmiah, dalam beberapa jam saja
seorang anak bisa mempelajari sesuatu ilmu, yang sekarang memerlukan waktu
bertahun-tahun. Yang diperlukan hanya satu tidur hipnotik yang terkendali dengan
bantuan obat seperti canabis sativa atau kombinasi kloroform dan morfia, ditunggu
oleh seorang psikolog yang menanamkan segala bahan pelajaran. Dan dengan
memakai
Anak-anakhead
bisa phone,
masuk ribuan anaktinggi
perguruan bisa dididik secara
pada sore initidur,
hari, sekalilalu
gusbangun
. Ini lebih baik hari
di pagi dan
lebih
sudahenak. Lebih murah,
mengantongi ijazah. dan terasamerupakan
Ini semua tidak membosankan seperti
realisasi konkrit darikuliah-kuliah
malam Qadar di
sekolah
(malam sekarang
Terukur), dari
yangguru-guru
dikatakanyang
lebihpunya aneka
baik dari kekurangan.
seribu bulan. Pada waktu itu , turun
malaikat dan ruh membawa pokok-pokok urusan yang merupakan ilmu pengetahuan
baru yang disampaikan melalui gelombang 0,5 mm. Karena gelombang ini gelombang
gempa maka kalau diturunkan atas gunung , gunung akan hancur.

21.Kalau kami turunkan ini bacaan atas gunung, sungguh engkau lihat dia tunduk
merendah dari takut kepada Allah. Dan itulah perumpamaan yang kami berikan dia
untuk manusia agar mereka berfikir.
(Surat Al-Hasyar, ke 59 ayat 21)
Untuk itu perlu diketahui macam gelombang dengan
macam-macam panjangnya.

1.Arus listrik teknik timbal balik = 6000 km


2.Telegrap dengankawat = 20 km
3.Pemancar radio = 0,005 - 10 km
4.Pemancar Radio gelombang pendek = 0,005 – 100 m
5.Sinar Panas = 0,0001 – 0,1 cm
6.Sinar Cahaya = 0,000.07 – 0,000.04 cm
7.Sinar ultraviolet = 0,000.04 cm – 0,000.001 cm
8.Sinar membunuh = 0,000.01 – 0,000.001 cm
9.Sinar rontgen = 0,000.001 – 0,000.000.1cm
10.Sinar gama = 0,000.000.01 – 0,000.000.000.01 cm
11.Sinar kosmis = 0,000.000.000.01 – 0,000.000.000.0001 cm

Yang dapat diindera oleh mata hanya yang mempunyai panjang gelombang
sebesar 0,000.07 cm sampai dengan 0,000,04 cm saja, yaitu sinar cahaya biasa.
Sinar ultra violet misalnya tidak dapat dilihat oleh mata.
Jika sistem transmisi maha cepat itu bisa kita
buat, maka anak-anak umur 7 tahun sudah dapat
dikerjakan dengan cara ini, sehingga pada umur 8
tahun pelajaran dari sekolah dasar sampai pada
sekolah lanjutan atas sudah dikuasainya.
Pekerjaan itu mungkin perlu berulang supaya
terjejak lebih jelas, sementara menunggu
perkembangan pada otak. Maka setelah
dinyatakan cukup kuat, maka pada umur 9 tahun,
Maka
semuaapa ilmuyang akanditerjadi
bahasa dunia pada
sudahanak umur 12
dikuasainya,
tahun
dan padaini ?. Secara
umur fisik pertumbuhannya
10 tahun semua ilmu sosial menjadi
sudah
tidak seimbang.
dikuasainya, Kepalapada
sehingga anakumur
tersebut akansemua
11 tahun lebih
cepat bertumbuh
ilmu eksakta dari anggota dan
dimahirkannya, lain.pada
Akibatnya
umur
segala aktivitas
selanjutnya semua terpusat di sana. Mereka akan
agama difahaminya.
lebih banyak tidur daripada menggerakkan tubuh,
sebab beban pada otaknya telah menyebabkan
mereka sangat letih. Kiranya, dapat kita fahami
mengapa makhluk UFO itu dilaporkan sebagai
Kisah Wahyu Pertama
Ketika menginjak usia 40 tahun, Muhammad SAW lebih banyak
mengerjakan pengisolasian diri dari pada waktu-waktu
sebelumnya. Pada bulan Ramadhan, dibawanya perbekalan lebih
banyak daripada yang biasa, karena akan mengisolasi diri lebih
lama dari waktu sebelumnya. Dalam mengisolasi diri, terkadang
beliau bermimpi
Pada malam dengan mimpi
17 Ramadhan, yang
tepat benar.
tanggal 6 Agustus 610 M, ketika
Nabi Muhammad SAW sedang mengisolasi diri di Gua Hira’,
datanglah Jibril AS membawa tulisan di kain putih:
Dan menyuruh Nabi Muhammad
SAW membaca. Katanya :
”BACALAH”.Dengan terkejut,
Muhammad SAW menjawab:”Aku
tidak dapat membaca”. Beliau
kemudian dirangkul beberapa kali
oleh Jibril, hingga nafasnya sesak,
kemudian dilepas seraya disuruh
membaca sekali lagi:”BACALAH”. Jabal Nuur, tempat Gua Hira’
Begitulah keadaannya berulang sampai tiga kali, dan
akhirnya Nabi Muhammad SAW berkata:”Apa yang aku
baca”. Kata Jibril AS:

”Bacalah Karakter Sebutan Rabbimu Yang telah menciptakan. Dia telah


menciptakan manusia dari ‘Alaq. Bacalah !, Demi Penguasaamu Yang sangat
berbeda. Dia mengajar dengan Phenomena alam, untuk mengajar manusia apa-
apa yang belum mereka ketahui”.

Itulah wahyu pertama yang diturunkan Allaahh SWT


kepada Nabi Muhammad SAW. Dan ini pula saat
penobatan beliau sebagai Nabi dan Rasul untuk
menyampaikan Risalah Nya.
Pada saat itu Nabi Muhammad SAW berumur 40
tahun 6 bulan 8 hari ukuran tahun Hijriah atau 39
tahun 3 bulan 8 hari ukuran tahun Masehi.
Pada kitab-kitab tarikh, diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad
SAW dan isterinya Khadijah menemui Waraqah bin Naufal,
seorang yang tidak menyembah berhala, telah lama memeluk
agama Nasrani, dan dapat menulis dalam bahasa Ibrani, telah
mempelajari serta menyalin ke bahasa arab isi kitab Injil dan
Taurat. Usianya sudah lanjut dan matanya sudah buta. Katanya
setelah mendengar keterangan tersebut:”Quddus, Quddus hai
anak saudaraku. Itu adalah rahasia yang paling menyolok yang
pernah diturunkan Allah kepada Nabi Musa AS. Kalau sekiranya
aku dapat jadi muda dan kuat dan aku masih hidup dapat melihat
engkau diusir oleh
Nabi Muhammad kaum mu”.
bertanya:”Apakah
mereka akan mengusir ku ?”.
Waraqah menjawab:”Ya”, semua
orang yang datang membawa
seperti apa yang engkau bawa ini,
mereka tetap dimuusuhi. Jika aku
masih menjumpai engkau dimusuhi
itu, aku akan menolong sekuat
tenaga ku”.
Di zaman Khalifah Utsman, ditulislah kembali Mushaf Utsmani
semua wahyu yang pernah turun yang dulunya Al-Quran Tertua
ditulis di atas tulang dan kulit. Tulisan Utsman ini
dinamakan Mushhaf Utsmani.
Ketika Pameran Islam di London (Inggris 1976), turut dipamerkan Al-Quran
tertua yang bernama Mushhaf Utsmani itu. Al-Quran tertua ini dibawa dari
negeri aslinya kota Bukhara di Samarkhan, yaitu kota para ilmuwan Islam,
Imam Bukhari dan Ibnu Sina ( si penemu ilmu kimia). Pada Mushhaf
Utsmani ini masih tampak bekas darah kering dari Khalifah Utsman, karena
beliau terbunuh ketika sedang membaca Al-Quran.
Diperiksa dengan komputer, dan ternyata tidak satupun huruf yang hilang
maupun digelapkan, sekalipun buku tua itu telah berusia 1400 tahun. Ia
ditulis di atas kulit rusa dengan huruf kufa tanpa titik dan baris. Panjangnya
sekitar 80 meter dan lebarnya sekitar 63 cm. Pada zaman ini tidak ada
ummat Islam yang menamakannya Al-Quran. Jadi apa nama kitab Ummat
Islam ?. Bacaan Bahasa Asli Yang Nyata, atau Ruh Yang Diwahyukan,
seperti disebut pada data (042,052).

52.Dan seperti itu kami wahyukan kepadamu ruh dari urusan kami. Padahal kamu tadinya
tidak tahu apa itu Kitab dan tidak iman, tetapi kami menjadikannya Nur yang membimbing
dengannya siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya, dan sesungguhnya engkau
(Muhammad) sungguh membimbing ke jembatan yang lurus.
53.Jembatan Allah, Yang kepunyaan-Nya apa-apa yang di langit dan apa-apa yang di bumi.
Apa tidakkah kepada Allah dikembalikan semua urusan ?
(Al-Quran, surat Asy-Syura, ke 42 ayat 52-53)
Renungan-0

Untuk menulis Risalah ini, diperlukan keberanian,


demikian juga membacanya, sebab ungkapan-
ungkapan dan pembuktian di sini tidak cocok
dengan mosaik tradisional yang telah dengan
susah payah dipaku dengan tangguhnya.

Orang awwam akan mengatakan: “Penderitaan


orang miskin yang salih pun akan tanpa makna
lagi, buat apa kebenaran istilah-istilah dan
nama-nama, jika batin banyak orang sederhana
diguncangkan ?”.
Misi keilmuan memang besar daya luapnya bagi
mereka yang berintegritas. Orang boleh heran
mengapa Galileo berani menempuh resiko sebesar itu,
padahal belum setengah abad berlalu, nasib yang
lebih mengerikan diterima oleh kawan seprofesinya
Bruno. Tetapi para Uskup Gereja Katolik Roma,
Oktober 1980 berkumpul dalam Sinoda di Vatikan.
Mereka diundang paus Yohanes Paulus II untuk
membahas berbagai masalah masa depan. Diluar
dugaan, Uskup besar Prancis Paul Poupard
mengumumkan kehendak Paus. Yakni agar kasus dari
Galileo Galilei ditinjau kembali seobjektif mungkin.
Setidaknya, dalam peringatan se abad kelahiran Albert
Einstein (1979), Paus Yohanes Paulus II sudah
membandingkan kehormatan yang diberikan kepada
Einstein dengan perlakuan yang pernah dialami
Galileo.
Sebelumnya Paus Urbanus VIII memang menolak
permintaan dari pangeran Tuskania untuk mendirikan
Monumen di kuburan Galileo. Tetapi sikap itu
belakangan dirubah. Kini sudah dibangun Monumen
penghargaan yang dulu kala itu diusulkan, tetapi baru
tahun 1757, lebih 100 tahun kemudian.

Cukup lama juga menyadarkan manusia kepada


kebenaran, seperti penemuan sidik jari dalam bidang
kriminal, memerlukan waktu 50 tahun. Sebelumnya
pencari fakta dan penyidik tidak percaya kepada sidik
jari. Bagaimana dengan pencinta dan peneliti Al-Quran
serta pembaca ?. Akankah selama itu pula ?.
Demi Bintang Ketika Hhawa
Hhawa lebih bermakna keserakahan seperti Bintang yang
menarik segala macam yang ada di sekitarnya sa’at ia digulung.
Demi Bintang ketika Serakah
(Al-Quran, surat An-Najmu, ke 53 ayat 1)

Bintang itu adalah matahari, jadi phenomenanya seperti matahari digulung.

Ketika matahari digulung


(Al-Quran, surat At-Takwir, ke 81 ayat 1)

Bintang ketika serakah itu dalam istilah astronominya disebut peristiwa supernova.
Ledakan dahsyad seperti ini terjadi dalam seharinya lebih dari 100 kali dalam
jangkauan penglihatan teleskop Hubble. Ini memberi kesan bahwa Kiamat itu terjadi
lebih 100 kali dalam seharinya. Dan itu menunjukkan bahwa Alam Semesta dalam
keadaan sibuk. Apalagi kalau teleskop kita bisa lebih canggih, barang kali bisa terlihat
1000 kali dalam seharinya.

Bekeperluan kepada Nya siapa yang di langit dan bumi, setiap hari Dia dalam kesibukan.
(Al-Quran, surat Ar-Rahman, ke 55 ayat 29)
Fenomena seperti itu wajar, seperti penduduk bumi sekarang ada sekitar 6 milyar
setiap detik ada yang mati dan setiap detik ada yang lahir.

Maka ketika terbelah langit, maka jadilah dia


seperti mawar yang merah.
(Al-Quran, surat Ar-Rahman, ke 55 ayat 37)

Maka ayat kebesaraan Tuhan kamu yang


mana, kamu hendak dustakan ?
Foto Peristiwa Supernova
(Al-Quran, surat Ar-Rahman, ke 55 ayat 38)

Peristiwa supernova yang terlihat Hubble sebanyak 100 kali lebih


Dalam seharinya, mempunyai kecepatan ledakan 1/3 kecepatan
Cahaya, yaitu sekitar 100.000 km per detik.
Ambil perumpamaan mata kita ketika terbuka selebar 2 cm. Dan kecepatan kedipan
mata 1/10 detik. Itu berarti kecepatan kedipan mata 20 cm/detik nya. Kalau dijadikan
kilometer, kedipan mata ini = 20/100.000 km/detik = 2/10.000 km/detik = 0,0002
km/detik.

Jadi kecepatan kiamat yang 100.000 km/detik itu jauh lebih cepat dari
kedipan mata. Padahal otot refleksi tercepat di tubuh kita terdapat di
kelopak mata.

Dan bagi Allah lah rahasia langit dan bumi. Dan tidak urusan sa’at itu
melainkan seperti kedipan pandangan atau lebih dekat. Sesungguhnya Allah
atas tiap sesuatu sangat berkuasa.
(Al-Quran, surat An-Nahl, ke 16 ayat 77)
Yang paling menarik dari hasil penelitian spektrum chayanya,
memberikan kesimpulan bahwa hasil ledakan setelah peristiwa
supernova itu ialah besi dan batu saja. Banyak besinya 29.000 kali
banyak besi di bumi.

Coba simak ayat 50 surat ke 17.

Katakan !: “Jadilah batu atau besi”


(Al-Quran, surat Al-Isra’, ke 17 ayat 50)
Hhawa & Nafsu
Setelah kita melihat bagaimana bintang dikatakan hhawa, sekarang kita melihat bagaima
manusia menuruti hhawanya.

Tidakkah kamu lihat orang yang mengambil Hhawanya sebagai Tuhannya ?.


Maka apakah engkau bisa pemelihara atasnya ?
(Al-Quran, surat Al-Furqon, ke 25 ayat 43)

Apakah engkau sangka bahwa kebanyakkan dari mereka mendengar atau


mengerti ? Tidak mereka melainkan seperti binatang ternak,
bahkan mereka lebih tersesat jalan.
(Al-Quran, surat Al-Furqon, ke 25 ayat 44)
Kalau Hhawa lebih bermakna kepada “Keserakahan” atau “Keinginan”, maka Nafsu
dalam Al-Quran, lebih bermakna kepada Kedirian atau Keakuan (ego), seperti
dilihatkan pada kisah anak Adam yang membunuh saudaranya, dikatakan bahwa
nafsunya telah memudahkan dia untuk membunuh saudaranya.

Maka Nafsunya telah memudahkan dia untuk membunuh saudaranya,


Maka menjadilah ia dari orang-orang yang merugi
(Al-Quran, surat Al-Maidah, ke 5 ayat 30)

Jadi orang yang membentak anak yatim, maka hal itu karena Nafsu, sedangkan orang
yang enggan memberi makan orang miskin, maka hal itu karena Hhawanya.

1.Apa kamu tidak lihat orang-orang yang mendustakan karakter diin ?


2.Maka itu orang-orang yang membentak anak yatim
3.Dan tidak mengusahakan atas makanan orang-orang miskin.
(107-1,2,3)
Barang kali lambang Nafsu itu adalah Fir’aun yang mengaku dirinya
Tuhan, sedangkan lambang Hhawa itu adalah Karun yang kunci gudang
hartanya memberatkan sejumlah pemikul.

Hhawa digembleng pada bulan Ramadhan, ditandai dengan ‘iedul fithri


dan zakat fithrah

Nafsu digembleng pada 4 bulan haram, ditandai dengan ‘iedul Adha dan
Qurban.

Demikian Hhawa dan Nafsu.


Mataa’un Qoliil
(Perlengkapan Yang Sedikit)

Kata Mataa’un tidaklah berarti “Kesenangan”. Ia


berarti “Perlengkapan”, seperti dilihatkan pada
kisah saudara-saudara Yusuf yang memeriksa
perlengkapannya.

Dan ketika mereka buka perlengkapan mereka (mataa’ahhum),


mereka dapati pembayaran mereka dikembalikan kepada mereka…
…….
(Al-Quran, surat Yusuf, ke 12 ayat 65)

Jangan engkau tertipu oleh mundar-mandirnya orang-orang kafir di dalam


negeri,perlengkapan yang sedikit, kemudian tempat kembali mereka
jahannam, dan sejelek-jelek tempat yang terbuai.
(Surat Ali-‘Imran, ke 3 ayat 196-197)
Ketika Nabi Adam disuruh pergi dari Sorga, dikatakan

Dan bagi kamu di bumi tempat duduk,


dan perlengkapan kepada waktu yang
telah ditentukan
(Al-Quran, surat Al-Baqarah, ke 2, ayat 36)
Ni’mat
(pengembalaan)(JASA)

Kita sudah kenal surat ke 6 yang bernama Al-An’aam. Pada masa


yang lalu ia diartikan Binatang Ternak. Hal ini sudah tidak sesuai
pada zaman sekarang, sebab ternak sudah sangat luas artinya.

Burung puyuh misalnya tidak dapat dikatakan sebagai binatang


ternak. Demikian juga Burung Onta yang akhir-akhir ini marak
diternak orang
Jadi Al-An-‘aam itu punya defenisi tersendiri, yaitu Delapan Jenis.

143.Delapan jenis (sistem). Dari biri-biri dua, dan dari kambing dua. Katakan:”Apakah yang diharamkan itu dua
jantannya atau dua betinanya ?. Terangkan kepadaku karakter ilmunya jika kamu orang-orang yang betul”
(Al-Quran, surat Al-An’am, ke 6 ayat 143)

Dan dari onta dua dan dari sapi dua.


Katakan:”Apakah yang diharamkan dua jantannya atau dua betinanya ?”……
(Al-Quran, surat Al-An-‘am, ke 6 ayat 144)
Kebanyakan dari Nabi dan Rasul ditakdirkan sebagai Pengembala Kambing. Atau lebih
tepat sebagai Pengembala An’aam Maka kambing itu kita namakan GEMBALA
(domba atau kambing), dan kerja yang diberikan Nabi dan Rasul itu kita namakan
PENGEMBALAAN.

Pengembalan ini yang disebut Ni’mat (Jasa) di dalam Al-Quran,


seperti seseorang yang dipelihara oleh orang lain dari kecil.

Pengembalaan
(Jasa)
Pengembala Gembala
(domba)
18.Ia (Fir’aun) berkata:”Bukankah
kami telah peliharamu di antara
kami ketika engkau kecil, dan
engkau tinggal pada kami beberapa
tahun dari umurmu ?”.
19.”Dan engkau telah melakukan
perbuatanmu yang engkau telah
lakukan dan engkau dari orang
yang kafir”.
20.Ia (Musa) berkata:”Aku telah
lakukan itu ketika itu, padahal aku
seorang dari mereka yang sesat”
21.”Lalu aku lari dari kamu
ketika aku takut kepadamu,
kemudian Rabbiku beri kepadaku Fenomena orang
hukum dan Dia jadikan aku dipelihara dari kecil oleh
seorang dari rasul-rasul” orang lain itu dilihatkan
22.”Dan itu jasa yang engkau
banggakan atasku, tetapi
pada data berikut ini :
sekarang engkau telah perbudak
bani Israel”
(Surat Asyu’ara, ke 26 ayat 18-22).
Kamus filosofisnya juga melihatkan nomor 7,8,9,0,1.

17. Dijauhkan dia dari mereka yang berbakti


18.Yang menderma (harta) karena mau jadi bersih
19.Padahal tidak ada jasa seseorang yang patut dibalasnya
20.Tetapi karena keridhaan Rabbinya secara rinci
21.Dan akan ridha.

(Al-Quran, surat Al-Lail, ke 92 ayat 17- 21)

Sekelompok orang-orang seperti kambing-kambing yang


digembalakan oleh Tuhan ialah Bani Israel. Fenomena itu
diungkap mulai dari ayat 40 & 47 surat Al-Baqarahh.
40.Hai Bani Israel ! ingtlah NIKMAT KU
yang Aku telah NIKMATKAN atas kamu,
dan sempurnakanlah perjanjian Ku,
niscaya Aku sempurnakan perjanjian kamu,
dan hanya kepada Akulah hendaknya kamu memperhambakan diri.
(Al-Quran, surat Al-Baqarah, ke 2 ayat 40)

Contoh-contoh nikmat kepada bani Israel itu disebut pada ayat-ayat


selanjutnya, seperti
Ayat:49.Dan : ketika kami selamatkan kamu dari keluarga Fir’aun…..
ingatlah
Ayat:50.Dan ingatlah ketika kami belah laut untuk kamu
lalu kami selamatkan kamu..
Ayat.51.Dan kami telah janjikan kepada Musa 40 malam….
Ayat.52.Kemudian kami maafkan kamu
Ayat.53.Dan ingat ketika kami beri kepada Musa Kitab
dan Furqon agar kamu terpimpin
Ayat.54.Maka Dia terima tobat kamu,
sesungguhnya Dia Penerima Tobat Yang Teliti.
Ayat.56.Kemudian kami bangkitkan kamu dari mati kamu
Ayat.57.Dan kami telah teduhkan Ghomaam,
dan kami telah turunkan atas kamu Manna dan salwa..

Ayat.58:Dan ketika kami katakan: “Masuklah ke negeri ini,


maka makan daripadanya sebagaimana kamu kehendaki
sepuasnya, dan masuklah kepintunya dengan bersujud,
dan mintalah keampunan dosa,
niscaya kami ampunkan bagi kamu dosa-dosa kamu,
dan nanti kami tambah bagi orang-orang yang berbuat baik”
Bertahun-tahun kita membaca Al-Quran dalam sholat, pasti suatu ketika kita
bertanya “Apa sih nikmat ?”. Nikmat tidak selalu berasosiasi Enak, seperti
makanan yang enak kita katakan “nikmat rasa makanan ini”.
Bani Israel ketika menyeberangi laut, tidaklah rasa yang enak. Mereka cemas, takut
dan lelah. Tetapi itu adalah bagian dari Nikmat Tuhan kepada mereka.
Di dalam surat Maryam ada disebut beberapa kali tentang orang-orang yang disebut
di dalam Kitab, yaitu orang-orang yang ditakdirkan sebagian kisahnya dijadikan
contoh di dalam Kitab. Rangkaian ayat itu ringkasannya sebagai berikut :

Ayat 16. Dan ingatlah MARYAM yang disebut dalam Kitab….


Ayat 41. Dan ingatlah IBRAHIM yang disebut dalam Kitab….
Ayat 51. Dan ingatlah MUSA yang disebut dalam Kitab….
Ayat 54. Dan ingatlah ISMA’IL yang disebut dalam Kitab….
Ayat 56. Dan ingatlah IDRIS yang disebut dalam Kitab….

Ayat 58nya mengatakan:

Ayat 58. Itulah mereka orang-orang yang Allah BERI NIKMAT atas mereka
, sebagian dari nabi-nabi dari keturunan Adam,
dan dari orang yang kami bawa bersama Nuh,
dan dari keturunan Ibrahim dan Israel,
dan dari orang yang kami pimpin dan kami pilih.
Ketika dibacakan atas mereka ayat-ayat Ar-Rahman,
mereka tunduk sujud dan menangis.

(Al-Quran, surat Maryam, ke 19 ayat 16-58).


Jadi pemahaman ayat pada surat fatihah itu :

6.Pimpinlah kami kepada jembatan yang lurus.


7.Jembatan orang-orang yang Engkau telah
gembalakan atas mereka,
bukan orang yang dimurkai dan tidak yang sesat.
Flying Book 17,18,19

Bergerak untuk Allah apa-apa yang di langit


dan apa-apa yang di bumi,
Raja Yang Agung Penakluk Yang Bijaksana.
(Al-Quran, surat Al-Jumu’ah, ke 62 ayat 1)

Demikian Risalah Rabbi ku No 3


One Million Phenomena

fahmibasya@biznas.com
Kh.Fahmi www.fahmibasya.biznas.com
Basya www.12mb.com/fahmi
www.flyingbook.net