Anda di halaman 1dari 70

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

B.4

Materi Pengaturan Kotamadya Jakarta Pusat

lingkungan guna mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Strategi rencana kawasan budidaya berdasarkan ciri kegiatan perkotaan adalah Kawasan perkotaan merupakan kawasan yang mempunyai arahan kegiatan utama bukan pertanian dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perkotaan, pemusatan dan distribusi pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial dan kegiatan ekonomi. Karena keterbatasan daya dukung lahan maka pada kawasan perkotaan diupayakan adanya intensifikasi lahan pada lahan dengan kepadatan penduduk atau kegiatan tinggi, dilakukan ekstensifikasi pada kawasan cadangan pengembangan kawasan perkotaan. Pengembangan tersebut diupayakan semaksimal mungkin sesuai dengan potensi yang ada. Namun perlu dijaga agar pengembangan kawasan perkotaan tidak meluas dan mengganggu kawasan dengan fungsi lindung. Pengembangan di kawasan perkotaan terutama di pusat kota tetap memperthatikan agar kekompakan penggunaan lahan terjaga dan tidak menjadi homogen. Kebijakan kawasan budidaya dibagi menjadi beberapa sektor, diantaranya yaitu :

B.4.1 Tujuan, Kebijakan dan Strategi Kecamatan Tanah Abang B.4.1.1 Tujuan
Rencana rinci tata ruang Kecamatan Kecamatan Tanah Abang merupakan wujud pemanfaatan ruang yang menggambarkan susunan lokasi pusat perdagangan jasa dan ikatan fungsi antar sub-sub pusat kegiatan dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Sesuai dengan hasil identifikasi serta kecenderungan struktur tata ruang masa depan yang akan terbentuk maka tujuan rencana rinci tata ruang Kecamatan Tanah Abang yaitu : a. Terselenggaranya pengaturan pemanfaatan ruang kawasan lindung dan kawasan budi daya. b. Terwujudnya keterpaduan, keterikatan dan keseimbangan antar wilayah kecamatan serta keserasian antar sektor.

c. Terwujudnya rencana tata ruang mempertimbangkan aspek optimalisasi pemanfaatan


ruang yang ada, serta memperhatikan kemungkinan-kemungkinan pemanfaatan ruang bawah tanah pada bagian-bagian tertentu di wilayah Kecamatan Tanah Abang. d. Tercapainya pemanfaatan ruang yang berkualitas untuk :

a. Sektor Perumahan
Penggunaan perumahan lebih diarahkan kepada resettlement daerah-daerah hunian yang akan tergusur akibat pengembangan kegiatan lain, seperti perluasan dan lain sebagainya. Sedangkan pembangunan perumahan untuk masa mendatang dibatasi. Program perbaikan lingkungan perlu dilanjutkan. b. Sektor Perdagangan dan Jasa Pengembangan sentra-sentra tetap diutamakan. Pengembangan ribbon dibatasi dan ditolerir hanya pada kelas jalan tertentu, yaitu kolektor keatas dan harus terjamin kelancaran lalu lintas dan penyediaan fasilitas parkir yang memadai. Peremajaan pasar harus memperhatikan kepentingan pedagang lama dan ekonomi lemah. c. Sektor Fasilitas Umum Pencadangan lahan untuk pembangunan fasilitas umum harus dilakukan sedini mungkin. Mendorong pihak swasta untuk berperan serta dalam pembangunan fasilitas umum. Optimasi pada lokasi fasilitas umum yang telah ada dengan penambahan lokal. Pembangunan baru untuk memenuhi jumlah kebutuhan dan pencapaian target sesuai standar kecamatan. d. Sektor Air Minum Penambahan jaringan pelayanan air bersih / air minum PAM melalui pengembangan jaringan induk baru dan jaringan distribusi serta hidran umum. Penggunaan air yang melampaui batas harus dicegah. e. Sektor Banjir dan Drainase

Mewujudkan kehidupan masyarakat Kecamatan Tanah Abang yang sejahtera Mewujudkan keterpaduan dalam penggunaan sumberdaya alam Meningkatkan pemanfaatan sumberdaya alam dan sumberdaya buatan secara

lahir dan batin

berdaya-guna, berhasil-guna dan tepat-guna untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia Mewujudkan perlindungan fungsi ruang dan mencegah serta menanggulangi Mewujudkan keseimbangan kepentingan kesejahteraan dan keamanan dampak negatif terhadap lingkungan e. Tersusunnya arahan lokasi investasi yang akan dilaksanakan pemerintah dan masyarakat. f. Tersusunnya arahan pelaksanaan pemanfaatan ruang dan merupakan dasar dalam mengeluarkan perijinan lokasi pembangunan.

B.4.1.2 Kebijakan B.4.1.2.1 Kawasan Budidaya


Kawasan budidaya merupakan kawasan yang dikembangkan secara intensif dengan pusat pengembangan yang ada di Kecamatan Tanah Abang, secara umum pengembangan tersebut berorientasi pada optimalisasi sumber daya dan tetap mempertahankan kelestarian

III-47

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Melaksanakan normalisasi kali dan penambahan saluran mikro dan meningkatkan sistem makro drainase yang ada. Melaksanakan kegiatan vegetasi secara serentak. f. Sektor Utilitas Umum Penambahan gardu-gardu listrik dan penambahan/peningkatan jaringan pelayanan listrik serta lampu-lampu penerangan jalan. Penambahan telepon umum pada lokasi-lokasi strategis. Koordinasi terpadu antara PLN, Telkom dan Pemda DKI Jakarta dalam perencanaan dan pelaksanaan pengadaan instalasi listrik, telepon dan gas. g. Sektor Ruang Terbuka Hijau Melaksanakan dan mencadangkan serta mengamankan ruang terbuka hijau sepanjang kali dan memanfaatkannya untuk taman dan hortikultura yang dapat dinikmati masyarakat. Mengadakan penghijauan maksimum pada pekarangan-pekarangan individu melalui program penyuluhan pembinaan. Mengadakan penghijauan maksimum pada ROW (lebar badan jalan) arteri dan kolektor.

Memperbaiki dan merencanakan kawasan-kawasan yang cenderung kumuh Mempertahankan RTH yang sudah ada dan mengembalikan fungsi RTH

dengan membangun rumah susun beserta fasilitas-fasilitasnya. khususnya di bantaran sungai, pinggiran Jalan Rel kereta api yang dijadikan perumahan kumuh. Merealisasikan pembangunan sarana dan prasarana yang mampu meningkatkankapasitas perdagangan dan jasa.

B.4.2 Rencana Pengelolaan Kependudukan Kecamatan Tanah Abang


Persebaran penduduk di Kecamatan Tanah Abang direncanakan mengarah ke wilayah utara, timur, dan selatan kecamatan. Pada ketiga wilayah tersebut akan direncanakan pembangunan wisma dengan klasifilasi wisma sedang, wisma besar, wisma taman, dan wisma susun. Diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan penyediaan wisma tersebut beserta fasilitas pendukungnya sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi. Selain penyediaan wisma dan fasilitasnya, kawasan yang dijadikan kawasan persebaran penduduk memerlukan perbaikan

B.4.1.2.2 Kawasan Strategis


Pengembangan kawasan diprioritaskan karena keberadaannya dapat mendukung pengembangan sekktor strategis di atasnya dengan berdasar atas pertimbanganpertimbangan. Pengembangan kawasan tersebut mempunyai dampak regional maupun nasional karena memiliki kontribusi tinggi. Pengembangan sektor sosial ekonomi di atasnya membutuhkan lahan dalam skala besar. Sektor yang akan dikembangkan mempunyai prioritas tinggi dalam lingkup regional dan nasional. Kawasan memliki prospek ekonomi yang cerah untuk menarik investasi dan memacu pengembangan wilayah sekitar. Pengembangan secara intensif potensi sumberdaya alam yang dapat dimanfaatkan. Pengembangan prasarana perhubungan yang lebih dapat diandalkan. Peningkatan hubungan sosial ekonomi dengan pusat kegiatan terdekat

utilitas, sarana, dan prasarana yang baik. Kecamatan Tanah Abang diharapkan dapat menampung penduduk sebanyak 475.770 jiwa pada tahun 2030. Wilayah utara Kecamatan Tanah Abang diarahkan sebagai kawasan perdagangan n perkantoran dengan skala pelayanan internasional. Sedangkan di wilayah selatan diarahkan sebagai kawasan perumahan dengan kepadatan sedang. Wilayah Tabel 4.1 Daya Tampung Penduduk Per Kelurahan
No 1 2 3 4 5 6 7 Kelurahan Gelora Bendungan Hilir Karet Tengsin Kebon Melati Petamburan Kebon Kacang Kampung Bali Jumlah Jumlah penduduk (jiwa) 55.121 79.565 171.752 54.495 45.339 67.718 1.780 475.770

B.4.1.2.3 Penanganan Lingkungan


Strategi penanganan kawasan ini dititik beratkan pada pemeliharaan lingkungan guna mempertahankan ekosistem setempat dan kelestarian lingkungan alam. Hal ini termasuk juga pengendalian dan pengelolaan lingkungan hidup serta peraturan tentang adanya penetapan AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan).

Sumber : Hasil Perhitungan, 2009

B.4.1.3

Strategi
Strategi rencana rinci tata ruang Kecamatan Tanah Abang: Meningkatkan peran dan fungsi serta menata pusat-pusat kegiatan yang sudah berkembang.

B.4.3 Rencana Struktur Ruang Tanah Abang


Berdasarkan rencana tata ruang wilayah Propinsi DKI Jakarta tahun 2010-2030, pusat-pusat kegiatan pembentuk ruang kecamatan Tanah Abang hanya didasarkan kepada pusat kegiatan premier, sekunder dan tersier. Untuk lebih jelasnya Rencana struktur ruang Kecamatan Menteng adalah sebagai berikut.
III-48

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

35)

Departemen Pemuda dan olah raga dengan kegiatan kantor pemerintahan TVRI dengan kegiatan kantor pemerintahan Taman Ria Senayan dengan kegiatan perdagangan dan jasa Departemen Kehutanan Manggala Wanabakti dengan kegiatan kantor

A. Pusat Kegiatan Premier di Kecamatan Tanah Abang antara lain adalah :


1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) 11) 12) 13) 14) 15) 16) 17) 18) 19) 20) 21) 22) 23) 24) 25) 26) 27) 28) 29) 30) 31) 32) 33) 34) Pasar Tanah Abang Blok A dengan kegiatan perdagangan Pasar Metro Tanah Abang dengan kegiatan perdagangan Standar Chartered dengan kegiatan perkantoran dan jasa Menara Bativia dengan kegiatan perkantoran dan jasa Universitas Pasca Sarjana Sahid dengan kegiatan suka pendidikan Sinar Mas dengan kegiatan perkantoran dan jasa Sinar Harapan dengan kegiatan pernkantoran dan jasa Hotel Milennium dengan kegiatan perkantoran dan jasa Gedung Jaya dengan kegiatan perkantoran dan jasa Kedutaan UNO dengan kegiatan kantor pemerintah asing Kedutaan Timor Leste dengan kegiatan kantor pemerintahan asing Hotel Grand Indonesia dengan kegiatan perdagangan dan jasa Jakarta City Centre dengan kegiatan perdagangan dan jasa Kantor Pusat BNI dengan kegiatan perkantoran dan jasa Wisma BNI 46 dengan kegiatan perkantoran dan jasa Hotel Shangrila dengan kegiatan perkantoran dan jasa Universitas Multimedia Nusantara dengan kegiatan suka pendidikan Artha Loka dengan kegiatan perkantoran dan jasa Bank Muamalat dengan kegiatan perkantoran dan jasa Citi Bank dengan kegiatan perkantoran dan jasa Wisma Nugraha dengan kegiatan perkantoran dan jasa Menara Davinci dengan kegiatan perkantoran dan jasa Hotel Meridien Le dengan kegiatan perdagangan dan jasa Hotel Sultan dengan kegiatan perdagangan dan jasa Carefour dengan kegiatan perdagangan Ratu Plaza dengan kegiatan perdagangan Departemen Pendidikan Nasional dengan kegiatan kantor pemerintahan Kedutaan Papua New Guinea dengan kantor pemerintahan asing Senayan City dengan kegitan perkantoran dan jasa STC dengan kegiatan perdagangan Plaza Senayan dengan kegiatan perdagangan Gelora Bung Karno dengan kegiatan penyempurna hijau rekreasi dan olahraga Gedung MPR/DPR dengan kegiatan kantor pemerintahan Badan Pemeriksa Keuangan dengan kegiatan kantor pemerintahan

36) 37) 38)

pemerintahan 39) 40) 1) Dinas TPU dengan kegiatan kantor pemerintahan Kampus Diklat LAN (STIA) dengan kegiatan suka pendidikan PAM Jaya dengan kegiatan kantor pemerintahan Rumah Sakit TNI AL DR. Mintoharjo dengan kegiatan suka kesehatan Pasar Benhil dengan kegiatan perdagangan Pasar Kambing yang terletak di jalan H. Sabeni dengan kegiatan perdagangan Pasar Gandaria yang terletak di jalan kebon kacang 2 dengan kegiatan

B. Pusat Kegiatan Sekunder di Kecamatan Tanah Abang antara lain adalah : 2)


3) 1) 2)

C. Pusat Kegiatan Tersier di Kecamatan Tanah Abang antara lain adalah :

perdagangan

B. 4.4 Rencana Transportasi Kecamatan Tanah Abang


Perencanaan jejaring transportasi dan tata air tidak dapat ditinjau dari satu kecamatan, akan tetapi harus ditinjau dari skala makro tingkat kota, atau bahkan tingkat propinsi dan antar propinsi. Daya dukung jaringan transportasi yang sesuai dengan sistem makro dapat mengurangi beban permasalahan transportasi, yang ditempuh dengan cara antara lain: Pembangunan jalan baru yang berkaitan dengan system makro Pembangunan prasarana dan sarana angkutan masal : seperti kereta api dan bus besar Pengembangan jalur bus khusus (mass rapid transit) Pembatasan route dan jumlah kendaraan umum tipe sedang dan kecil Optimasi jaringan-jaringan jalan sesuai dengan fungsinya.

B.4.4.1

Jaringan Jalan
Rencana pengembangan jaringan jalan mencakup system jaringan jalan, simpang susun, jalan laying, jalan bawah tanah, fasilitas pejalan kaki, dan jembatan penyeberangan.

III-49

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

System jaringan jalan di Kecamatan Tanah Abang samapi dengan tahun 2030 direncanakan sebagai berikut: 1. Jalan Arteri Primer a. Jl. Jendral Gatot Subroto b. Jl. Jendral Sudirman Jl. MH. Thamrin c. Jl. KH. Mas Mansyur d. Jl. KS. Tubun e. Jl. Asia Afrika f. Jl. Penjernihan Jl. Pejompongan g. Jl. Kebon Sirih h. Jl. Palmerah Barat 2. Jalan Arteri Sekunder a. Jl. Kebon Kacang Raya Jl. Lontar b. Jl. Fakhrudin c. Jl. Gerbang Pemuda d. Jl. Bendungan Hilir raya e. Rencana jalan rel KA Tanah Abang Kebayoran Lama Jl. Petamburan f. Jati 3. Jalan Kolektor Primer a. Jl. Wahid Hasyim b. Jl. Pintu Gelora 1 c. Jl. Patal Senayan Rencana jalan sejajar rel KA Tanah Abang Manggarai

o. Jl. Danau Tondano Jl. Danau Limboto Jl. Danau Gelinggang B. 4.4.2 Rel Kereta Api
Angkutan kereta api diharapkan menjadi sarana angkutan umum utama tahun 2030, Rel kereta api yang melewetai Kecamatan Tanah Abang menghubungkan Jakarta dengan Merak. Dengan adanya pembangunan triple decker (kombinasi jalan told an LRT/kereta api ringan) koridor utara selatan DKI Jakarta, maka di Kecamatan Tanah Abang direncanakan dibangun stasiun LRT Palmerah, Kebon Kacang. Kebon Sirih. Stasiun Tanah Abang bersama dengan stasiun kota direncanakan menjadi pusat interseksi dengan operasi kereta api Jabotabek. Sementara itu, juga direncanakan subway / jalan kereta bawah tanah Blok M Kota yang melalui Kecamatan Tanah Abang dan diharapkan dapat beroperasi tahun 2030.

B.4.4.3

Rencana Pelebaran Jalan


Seluruh wilayah Kecamatan Tanah Abang direncakan akan terlayani jaringan jalan, hal ini dilakukan agar seluruh masyarakat dapat melakukan keluar atau masuk wilayah Kecamatan Tanah Abang dengan mudah. Kondisi eksisting 2008 jaringan jalan di Kecamatan Tanah Abang cukup melayani seluruh masyarakat, namun diperlukan beberapa penambahan ruas jalan dan pelebaran jalan sehingga diharapkan dapat mengatasi permasalahan lalu lintas. Tabel 4.2 Rencana Pelebaran Jaringan Jalan Kecamatan Tanah Abang
Nama Jalan Fungsi Jalan Jl. Arteri Primer Jl. Arteri Sekunder Jl. Kolektor Primer Jl. Arteri Sekunder Jl. Arteri Primer Jl. Kolektor Primer Jl. Arteri Sekunder Jl. Arteri Sekunder Jl. Arteri Sekunder Jl. Arteri Sekunder Jl. Arteri Sekunder Jl. Arteri Sekunder Jl. Arteri Sekunder Jl. Kolektor Primer Jl. Kolektor Primer Jl. Kolektor Sekunder Jl. Kolektor Sekunder Jl. Kolektor Sekunder Jl. Kolektor Primer ROW Eksisting (m) 64 28 18 63 63 18 10 16 7 15 16 16 20 20 9 13 12 7 15 ROW Rencana (m) 68 36 26 79 79 22 18 30 30 26 20 30 25 25 17 15 18 12 17 III-50

g. Jl. KS. Tubun (ruas Jl. Brigjen Katamso kea rah pasar Tanah Abang) Jl. Kebon

d. Jl. Bendungan Jati luhur Jl. Bendungan Hilir 9 e. Jl. Petamburan 1 (ew Jl. HM. Sani)
f. Jl. Petamburan 4 (ex Jl. Istiqomah)

g. Rencana jalan sepanjang kali krukut (ruas Jl. Jendral Sudirman Jl. Pejernihan)
h. Rencana jalan sisi timur pemakaman Petamburan i. Rencana jalan sisi barat Waduk Melati

Jl. Jendral Sudirman Jl. Asia Afrika Jl. Pintu Gelora 1 Jl. Gerbang Pemuda Jl. Gatot Subroto Jl. Pondok PinangPejompongan Jl. Palmerah Selatan Jl. Palmerah Barat Jl. Palmerah Timur Jl. Gelora Jl. Gelora 1 Jl. Palmerah Jl. Pejompongan Jl. Penjernihan Jl. Penjernihan 2 Jl. Administrasi Negara Jl. Danau Tendano Jl. Danau Toba Jl. Bendungan Hilir

j. Jl. Teluk Betung Jl. Kebon Kacang 30 Jl. Kebon Kacang 33 Jl. Taman
Kebon Sirih 3 Jl. Taman Kebon Sirih 2 Jl. Kebon Kacang 11 k. Jl. Karet Pasar Baru Barat 1 l. Jl. Pasar baru barat 4 m. Jl. Karet Pasar Baru Timurt 3 n. Jl. Karet pasar Baru Timur 5

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Nama Jalan Jl. Bendungan Jatiluhur Hilir Jl. TB Jati Luhur Jl. K.H Mansyur Jl. Mesjid 1 Jl. Karet Pasar Baru Barat Jl. Karet Pasar Baru Timur Jl. Kebon Kacang Raya Jl. Lontar Jl. H. Sabeni Jl. Kebon Jati Jl. KS. Tubun Jl. Jati Baru Jl. KH. Wahid Hasyim Jl. Fachrudin Jl. Kebon Sirih

Fungsi Jalan Jl. Kolektor Primer Jl. Kolektor Primer Jl. Arteri Sekunder Jl. Kolektor Primer Jl. Arteri Sekunder Jl. Arteri Sekunder Jl. Kolektor Primer Jl. Kolektor Primer Jl. Kolektor Sekunder Jl. Kolektor Primer Jl. Arteri Sekunder Jl. Arteri Sekunder Jl. Arteri Sekunder Jl. Kolektor Primer Jl. Kolektor Primer

ROW Eksisting (m) 7 6 19 6 22 15 20 9 7 25 19 35 22 20 16

ROW Rencana (m) 15 11 50 8 25 18 26 20 15 25 46 38 42 25 35

Program pemilahan sampah sebelum dibuang ke LPS (Lokasi pembuangan

sampah) melalui pemilahan sampah organik (basah) dan non-organik (kering) akan memudahkan proses pembuatan kompos sebelum dibakar di dalam insinerator Pengembangan prasarana sampah bahan berbahaya dan beracun (B3) dan Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah dengan dilakukan dengan teknologi tepat guna penerapan konsep 3R (reduced, reused, recycling) Meningkatkan mutu, kapasitas dan jumlah armada sampah yang dapat masuk kelingkungan yang padat penduduk Mencegah dan menindak tegas pembuangan sampah ke sungai, saluran. Caranya dengan mencegah tumbuhnya perumahan liar,bedeng di sepanjang tepi sungai Tabel 4.3 Jumlah Timbulan Sampah Kecamatan Tanah Abang
No 1 2 3 4 5 6 7 Kelurahan Gelora Bendungan Hilir Karet Tengsin Kebon Melati Petamburan Kebon Kacang Kampung Bali Jumlah Penduduk (jiwa) 55.121 79.565 171.752 54.495 45.339 67.718 1.780 475.770 Asumsi Timbulan Sampah (ltr/org/hari) 2.67 2.67 2.67 2.67 2.67 2.67 2.67 2.67 Timbulan Sampah (ltr/hari) 20.644,57 29.799,63 64.326,59 20.410,11 16.980,90 25.362,55 666,67 178.191,01 Timbulan Sampah (m3/hari) 20,64 29,80 64,33 20,41 16,98 25,36 0,97 178,19

Sumber: RTRW Propinsi DKI Jakarta

B.4.4.4

Terminal Bis
Terminal bis makro/mikrolet di Kecamatan Tanah Abang terdapat di depan stasiun KA Tanah Abang, merupakan stasiun angkutan dalam kota. Rencana pengembangan sampai dengan tahun 2030 adalah tetap mempertahankan di lokasi tersebut, yaitu di Kelurahan Kampung Bali.

B.4.5 Rencana Pengembangan Utilitas Kecamatan Tanah Abang


Pengembangan jejaring utilitas umum memperhatikan hal-hal berikut : Jejaring yang sudah ada - Peningkatan kebutuhan akibat pertambahan penduduk dan kegiatan Dengan demikian, pengembangan jejaring utilitas umum adalah dengan : Memanfaatkan jejaring utilitas yang telah ada Meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Memperhatikan estetika lingkungan dan keamanan persampahan, drainase, listrik, telekomunikasi, gas, air bersih, air limbah,

Sumber : Hasil Rencana

B.4.5.2

Drainase dan Pengendali Banjir


Rencana pengendalian drainase di Kecamatan Tanah Abang adalah sebagai berikut :

Melaksanakan normalisasi sepanjang aliran sungai dan mengamankan sungai dari kegiatan yang dapat menggangu fungsinya (Pengamanan terhadap bangunan liar dan pembuangan sampah)

Berikut ini adalah rencana pengembangan jaringan utilitas di Kecamatan Kebon Jeruk yang meliputi telekomunikasi dan air limbah.

Penataan kembali (GSS) garis sempadan sungai sejalan dengan penataan sungai menurut fungsinya yaitu sebagai pengendali banjir, drainase dan penggelontor Peningkatan dan pengembangan fungsi situ-situ sebagai lokasi tempat penampungan air Pengerukan sampah di sepanjang kali yang bisa menimbulkan banjir

B.4.5.1

Persampahan
Produksi buangan sampah di Kecamatan Tanah Abang sampai tahun 2030 diperhitungkan sebesar 178.191,01 lt/hari, dengan lokasi LPS yang dibangun direncakan di masing-masing kelurahan sebanyak satu unit Rencana pengelolaan persampahan di Kecamatan Tanah Abang adalah sebagai berikut:

Sistem jaringan drainase yang diusulkan mengikuti sistem hierarki jalan sebagai berikut:
III-51

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Saluran primer yang merupakan saluran yang akan mengalirkan air ke saluran alam atau sungai yang ada. Ditempatkan pada setiap jalan primer. Bentuk penampang berupa saluran segi empat tertutup pada kawasan yang relatif padat untuk menghindari masuknya sampah dan mencegah terjadinya genangan air pada permukaan jalan. Bentuk penampang saluran segi empat terbuka pada kawasan yang relatif kosong Tabel 4.4 Rencana Pelebaran Sistem Drainase Kecamatan Tanah Abang
Nama Kali Kali Krukut Banjir Kanal Barat
Sumber : RTRW Propinsi DKI Jakarta

Meningkatkan daya transmisi yang sudah ada Mencegah kebocoran atau kebakaran listrik dengan mendistribusikan kabel-kabel Menempatkan gardu-gardu listrik secara terpadu dengan sektor lain serta jaringan listrik sesuai dengan jaringan jalan. Mengamankan jaringan listrik pada kawasan perumahan padat.

PLN dengan kabel isolasi mempertimbangkan segi estetika lingkungan.

ROW Eksisting (m) 7-10 -

ROW Rencana (m) 30 60

B.4.5.4

Rencana Jaringan Air Bersih


Kebutuhan air bersih untuk tahun 2030 di Kecamatan Tanah abang adalah sebesar 2.718,69 m3/hari. Kebutuhan tersebut dipenuhi dari instalasi Pejompongan I II dengan kapasitas diatas 2000 1/detik. Rencana untuk tahun 2030, jaringan pipa air minum diarahkan untuk memenuhi penambahan kebutuhan air bersih. Tabel 4.6 Jumlah Kebutuhan Air Bersih Kecamatan Tanaha Abang
Penduduk (jiwa) Asumsi Kebutuhan Air Bersih (ltr/org/hari) 175 175 175 175 175 175 175 175 Kebutuhan Air Bersih (ltr/hari) 314,98 454,66 981,44 311,40 259,08 386,96 10,17 2718,69 Kebutuhan Air Bersih (m3/hari) 0,13 0,45 0,98 0,31 0,26 0,39 0,01 2,72

B.4.5.3

Limbah
Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, produksi air limbah/kotor di Kecamatan Menteng ialah sebesar 6.895.217,39 liter per hari. Rencana sistem pembuangan air limbah di Kecamatan Tanah Abang ialah sistem on-site (cubluk, septic tank) dengan saluran pembuangan air limbah makro yaitu Banjir Kanal Barat dan Kali Krukut. Tabel 4.5 Jumlah Timbulan Air Kotor (Sludge) Kecamatan Tanah Abang
Penduduk (jiwa) 55.121 79.565 171.752 54.495 45.339 67.718 1.780 475.770 Asumsi Sludge (ltr/org/hari) 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 Timbulan Sludge (ltr/hari) 798.855,07 1.153.115,94 2.489.159,42 789.782,61 657.086,96 981.420,29 25.797,10 6.895.217,39 Timbulan Sludge (m3/hari) 798,86 1.153,12 2.489,16 789,78 657,09 981,42 25,80 6.895,22 No 1 2 3 4 5 6 7

Kelurahan

No 1 2 3 4 5 6 7

Kelurahan Gelora Bendungan Hilir Karet Tengsin Kebon Melati Petamburan Kebon Kacang Kampung Bali Jumlah

Gelora 55.121 Bendungan Hilir 79.565 Karet Tengsin 171.752 Kebon Melati 54.495 Petamburan 45.339 Kebon Kacang 67.718 Kampung Bali 1.780 Jumlah 475.770 Sumber : Hasil Perhitungan 2009

Sumber : Hasil Perhitungan 2009

B.4.6 Rencana Pola Ruang Kecamatan Tanah Abang


Pemanfaatan pola ruang Kecamatan Tanah Abang terbagi menjadi beberapa pemanfaatan lahan, yaitu : a. Pemanfaatan Lahan Perumahan b. Pemanfaatan Lahan Perkantoran c. Pemanfaatan Lahan Fasilitas Umum dan Fasilitas Sosial d. Pemanfaatan Lahan Penyempurna

B.4.5.3

Listrik
Rencana pengembangan jaringan listrik dengan indikasi-indikasi pengembangan tersebut merupakan suatu terapan pada kesesuaian pembangunan pada setiap kawasan yang membutuhkan pemerataan pelayanan, dengan tujuan agar sistem jaringan listrik pada Kecamatan Tanah Abang dapat berfungsi dengan baik serta memperindah lingkungan sekitar. Adapun rencana pengembangan adalah, sebagai berikut : Memperbaiki jaringan listrik yang telah ada

B.46.1

Permukiman
III-52

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Dalam rencana pemanfaatan lahan pada Kecamatan Tanah Abang, pemanfaatan lahan wisma yang paling besar penggunaan lahannya yaitu seluas 210,244 Ha. Rencana pemanfaatan lahan Kawasan Perumahan, terbagi menjadi beberapa pemanfaatan lahan yaitu : Kawasan Perumahan Kepadatan Tinggi dengan pemanfaatan lahan seluas 1,53 Ha Kawasan Perumahan Kepadatan Sedang dengan pemanfaatan lahan seluas 129,154 Ha Kawasan Perumahan Susun Taman dengan pemanfaatan lahan seluas 25,257 Ha Kawasan Perumahan Susun dengan pemanfaatan lahan seluas 35,88 Ha Kawasan Campuran Kecil dengan pemanfaatan lahan seluas 18,423 Ha

Dalam rencana pemanfaatan lahan pada Kecamatan Tanah Abang, pemanfaatan lahan Kawasan Perkantoran dan Perdagangan merupakan pemanfaatan lahan terbesar kedua, yaitu dengan pemanfaatan lahan seluas 297,212 Ha. Rencana pemanfaatan lahan Kawasan Perkantoran dan Perdagangan, terbagi menjadi beberapa pemanfaatan lahan yaitu : Kawasan Kantor Pemerintahan dengan pemanfaatan lahan seluas 65,81 Ha Kawasan Perkantoran Swasta dengan pemanfaatan lahan seluas 90,131 Ha Kawasan Perdagangan dengan pemanfaatan lahan seluas 141,169 Ha Kawasan Perkantoran Taman dengan pemanfaatan lahan seluas 0,02 Ha Tabel 4.8 Pemanfaatan Lahan Kawasan Perkantoran dan Perdagangan
No 1 2 3 4 Fungsi Lahan Kawasan Kantor Pemerintahan Kawasan Perkantoran Swasta Kawasan Perdagangan Kawasan Perkantoran Taman Total
Sumber: Hasil Analisa

Rencana pemanfaatan wisma di Kecamatan Tanah Abang sampai dengan Tahun 2030, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan akan tempat tinggal masyarakat di Kecamatan Tanah Abang, dan diharapkan rencana pemanfaatan lahan wisma tersebut mampu memperbaiki kondisi lingkungan di Kecamatan Tanah Abang menjadi lebih baik dan teratur. Hal itu terlihat dengan terdapatnya perencanaan akan wisma susun taman dan wisma susun, perencanaan tersebut bertujuan untuk memperbaiki kondisi lingkungan di Kecamatan Tanah Abang khususnya pada wilayah wilayah dengan kondisi lingkungan yang sangat padat dan tidak teratur, serta perencanaan akan wisma susun taman dan wisma susun tersebut dapat memberikan ruang yang lebih luas yang dapat digunakan sebagai taman bermain atau tempat bersosialisasi masyrakat di tempat tersebut. Selain itu rencana pemanfaatan lahan wisma tersebut dapat menampung daya tampung penduduk di Kecamatan Tanah Abang sampai Tahun 2030. Tabel 4.7 Pemanfaatan Lahan Kawasan Perumahan
No 1 2 3 4 5 Fungsi Lahan Kawasan Perumahan Kepadatan Tinggi Kawasan Perumahan Kepadatan Sedang Kawasan Perumahan Susun Taman Kawasan Perumahan Susun Kawasan Campuran Kecil Total
Sumber : Hasil Analisa

Luas Lahan (Ha) 65,81 90,131 141,169 0,02 297,212

B.4.6.3

Kawasan Pelayanan Umum dan Sosial


Dalam rencana pemanfaatan lahan pada Kecamatan Tanah Abang, pemanfaatan lahan Kawasan Pelayanan Umum dan Sosial merupakan pemanfaatan lahan terbesar ketiga, yaitu dengan pemanfaatan lahan seluas 52,593 Ha. Rencana pemanfaatan lahan Kawasan Pelayanan Umum dan Sosial, terbagi menjadi beberapa pemanfaatan lahan yaitu :

Luas Lahan (Ha) 1,53 129,154 25,257 35,88 18,423 210,244

Daya Tampung Penduduk (jiwa/M2) 765 19.089 112.253 394.151 414.118

Kawasan Pelayanan Pendidikan dengan pemanfaatan lahan seluas 19,03 Ha Kawasan Pelayanan Kesehatan dengan pemanfaatan lahan seluas 7,073 Ha Kawasan Pelayanan Sosial Ibadah dengan pemanfaatan lahan seluas 3,659 Ha Kawasan Pelayanan Umum dengan pemanfaatan lahan seluas 0,558 Ha Kawasan Pelayanan Umum Rekreasi dan Olahraga dengan pemanfaatan lahan seluas 12,788 Ha Kawasan Pelayanan Sosial Budaya dengan pemanfaatan lahan seluas 6,65 Ha Kawasan Pelayanan Umum Utilitas Kota dengan pemanfaatan lahan seluas 1,214 Ha

B.4.6.2

Perdagangan dan Jasa

Lebih jelasnya lihat tabel dibawah ini :


III-53

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Tabel 4.9 Pemanfaatan Lahan Kawasan Pelayanan Umum dan Sosial


No 1 2 3 4 5 6 7 Fungsi Lahan Kawasan Pelayanan Umum Pendidikan Kawasan Pelayanan Umum Kesehatan Kawasan Pelayanan Sosial Ibadah Kawasan Pelayanan Umum Kawasan Pelayanan Umum Rekreasi dan Olah Raga Kawasan Pelayanan Sosial Budaya Kawasan Pelayanan Umum Utilitas Kota Total
Sumber: Hasil Analisa dan Observasi lapangan

Fasilitas Peribadatan Fasilitas Olah Raga

Luas Lahan (Ha) 19,03 7,073 3,659 0,558 12,788 6,65 1,214 52,593

B.4.7.1

Pendidikan
Berdasarkan hasil analisis dan perhitungan kebutuhan fasilitas pendidikan di Kecamatan Tanah Abang, pada tahun 2030 Kecamatan Tanah Abang harus menyediakan 355 unit fasilitas pendidikan dengan skala pelayanan kelurahan maupun kecamatan dengan rincian 219 unit TK, 109 unit SD, 18 unit SLTP, serta 9 unit SLTA Tabel 4.11 Jumlah Kebutuhan Fasilitas Pendidikan Kecamatan Tanah Abang
No 1 2 3 4 5 Jenis Fasilitas TK SD SLTP SLTA Diploma Jumlah Eksisting 2006 55 128 38 26 4 251 Kebutuhan Daya Tampung 395 197 33 16 1 642

B.4.6.4

Ruang Terbuka Hijau


Dalam rencana pemanfaatan lahan pada Kecamatan Tanah Abang, pemanfaatan lahan Kawasan Penyempurna merupakan pemanfaatan lahan terkecil, yaitu dengan pemanfaatan lahan seluas 159,007Ha. Rencana pemanfaatan lahan Kawasan Penyempurna, terbagi menjadi beberapa pemanfaatan lahan yaitu : Kawasan Taman, Jalur Hijau dan Hutan Kota dengan pemanfaatan lahan seluas 125,997 Ha

Sumber : Hasil Perhitungan 2009

B.4.7.2

Kesehatan
Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, diketahui bahwa pada Kecamatan Tanah Abang, terdapat beberapa jenis fasilitas kesehatan yang masih diperlukan namun jumlahnya belum memadai. Jika dilakukan perbandingan dengan kondisi eksisting 2006, maka hingga tahun 2030 diperlukan penambahan jumlah fasilitas kesehatan berupa 91 unit balai pengobatan, 9 unit rumah bersalin, 9 unit puskesmas dan 1 unit puskesmas kecamatan, serta 9 unit apotik.

Kawasan Pemakaman dengan pemanfaatan lahan seluas 33,01 Ha Tabel 4.10 Pemanfaatan Lahan Kawasan Penyempurna

No 1 2

Fungsi Lahan Kawasan Jalur Hijau dan Hutan Kota Kawasan Makam Total

Luas Lahan (Ha) 125,997 33,01 159,007

Sumber: Hasil Analisa

B. 4.7 Rencana Pengembangan Fasilitas Umum dan Sosial Kecamatan Tanah Abang
Rencana Pengembangan fasilitas umum dan sosial di Kecamatan Tanah Abang terdiri dari empat jenis fasilitas, yaitu :

Fasilitas Pendidikan Fasilitas Kesehatan

Tabel 4.12 Jumlah Kebutuhan Fasilitas Kesehatan Kecamatan Tanah Abang


III-54

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

No 1 2 3 4 5

Jenis Fasilitas Rumah Sakit Puskesmas Pos KB Apotik Lainnya Jumlah

Eksisting 2006 2 12 90 17 25 146

Kebutuhan Daya Tampung 0 2 16 16 36

Saluran Banjir Kanal/Kali Malang Kali Grogol Kali Cideng Waduk Melati di Kelurahan Kebon Melati yang sekaligus dikembangkan sebagai

wisata air.

Sumber : Hasil Perhitungan 2009

B.4.8 Kawasan Strategis Kecamatan Tanah Abang B.4.7.3 Peribadatan


Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kecamatan Tanah Abang akan sarana peribadatan maka diperlukan penambahan fasilitas peribadatan berupa masjid kelurahan, masjid kecamatan, tempat ibadah lainnya untuk 60.000 jiwa penduduk, dan tempat ibadah lainnya untuk 200.000 jiwa penduduk. Lokasi penambahan tersebut disesuaikan dengan lokasi masyarakat yang membutuhkan fasilitas tersebut serta memperhatikan jaringan utilitas dan transportasi yang ada. Pengembangan kawasan strategis di Kecamatan Tanah Abang ditentukan berdasarkan peranan dan fungsi strategis bagi pengembangan kegiatan ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan kota. Berdasarkan RDTR Propinsi DKI Jakarta tahun 2030 pada tingkatan Kotamadya Jakarta Pusat khususnya Kecamatan Tanah Abang ditentukan sebagai kawasan strategis yang diarahkan pada pengembangan kawasan Bendungan Hilir, Sabang, dan Cempaka Putih sebagai kawasan perdagangan dan penunjang kegiatan jasa dan perkantoran;

B.4.9 Rencana Intensitas Pemanfaatan Ruang Kecamatan Tanah Abang


Komponen intensitas ruang meliputi angka dan presentase dari KLB, KDB, KB. Tingkatan besaran ruang atau luas seluruh lantai bangunan yang diperkenankan untuk di bangun dalam perpetakan atau persil atau daerah perencanaan (DP) yang telah ditetapkan batas-batasnya berdasarkan fungsi tertentu rencana tata ruang yang terdiri dari tingkatan nilai KLB, sebagai berikut : 1. Nilai KLB rata-rata 1,0 merupakan nilai KLB antara angka 0,4 sampai dengan 1,6 2. Nilai KLB rata-rata 2,0 merupakan nilai KLB antara angka lebih besar dari 1,6 sampai dengan 2,4 3. Nilai KLB rata-rata 3,0 merupakan nilai KLB antara angka lebih besar dari 2,4 sampai Tabel 4.13 Jumlah Kebutuhan Fasilitas Olahraga Kecamatan Tanah Abang
No 1 2 3 4 5 6 Jenis Fasilitas Lap. Sepak Bola Kolam Renang Bulu Tangkis Tenis Bola Voli lainnya Jumlah
Sumber : Hasil Perhitungan 2009

B.4.7.4

Olah Raga
Jumlah penduduk Kecamatan Tanah Abang berdasarkan daya tampung ialah sebesar 98.039 jiwa. Dengan jumlah tersebut dan menggunakan standar penyediaan fasilitas olahraga, maka diperoleh jumlah kebutuhan fasilitas olahraga seperti yang terlihat pada tabel III-16, yaitu tempat bermain berjumlah 674 unit, lapangan olahraga atau lapangan sepak bola berjumlah 164 unit, kolam renang berjumlah 16 unit, lapangan bulu tangkis berjumlah 164, lapangan tenis berjumlah 164, dan lapangan bola voli berjumlah 164.

dengan 3,5 4. Nilai KLB rata-rata 4,0 Nilai KLB 1,0 sampai dengan 4,0 diarahkan pada kawasan-kawasan permukiman, kawasan bangunan umum, bangunan umum KDB rendah, kawasan campuran serta kawasan industri/pergudangan di Kecamatan Kembangan. Rencana intensitas lahan dimaksudkan untuk mengarahkan kepadatan bangunan, untuk memberi keseimbangan lingkungan antara lahan terbangun dan ruang terbuka secara tiga dimensi, pengaturan intensitas lahan lebih detail akan terdapat pada peraturan permintakan. Rencana intensitas lahan disesuaikan dengan kondisi lingkungan serta kebutuhan pengembangan, baik kebutuhan struktur kota maupun nilai ekonomis lahan pada penggal jalan tertentu, Rencana intensitas lahan meliputi rencana ketinggian bangunan, KDB dan KLB.
III-55

Eksisting 2006 4 3 59 11 19 15 111

Kebutuhan Daya Tampung 164 16 164 164 164 674

B.4.7.5

Pengendalian Bencana
Sistem pengendalian banjir di Kecamatan Tanah Abang meliputi :

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

No

Kelurahan Gelora

Lokasi Komplek olahraga senayan Lap. Golf, Jl. Asia Afrika-Kali Grogol Parkir timur senayan Balai sidang senayan Perumahan pejompongan Kantor PDAM, lembaga farmasi TNIAL RSAL, sekolah Jl. Palmerah Barat Jl. Gelora Jl. Jurangan Kali Grogol Jl. Asia Afrika Kali Grogol Jl. Penjernihan, kali Krukut, Banjir Kanal Barat

Peruntukan Penyempurna hijau

KLB rata-rata 1,0 diarahkan pada : a) Kawasan permukiman b) Kawasan permukiman KDB rendah c) Kawasan bangunan umum d) Kawasan bangunan umum KDB rendah e) Kawasan campuran f) Kawasan industri / pergudangan

Ketinggian (lantai) 1-2

KDB 60%

KLB <1,2

Gelora Bendungan Hilir

Kawasan taman

2-3

60%

1,6

KLB rata-rata 2,0 diarahkan pada : a) Kawasan permukiman b) Kawasan permukiman KDB rendah c) Kawasan bangunan umum d) Kawasan bangunan umum KDB rendah e) Kawasan campuran f) Kawasan industri / pergudangan
4 Karet Tengsin Petamburan 3 Gelora

Kawasan Perkantoran Kawasan Campuran Kecil Kawasan Perumahan Kawasan Taman Kawasan Kantor Pemerintah Kawasan Hijau Binaan Kawasan Perumahan Kawasan Kantor Pemerintah Kawasan Perkantoran Kawasan Fasilitas Umum dan fasilitas social Kawasan Perkantoran Kawasan Campuran Kecil Kawasan Kantor Pemerintah Kawasan perkantoran Kawasan fasilitas umum dan fasilitas social Kawasan perkantoran Kawasan fasilitas umum dan fasilitas social Kawasan perumahan Kawasan campuran kecil Kawasan perkantoran Kawasan fasilitas umum dan fasilitas social

3-4

60%

2,4

4-8

55-60%

KLB rata-rata 3,0 diarahkan pada : a) Kawasan permukiman 4 b) Kawasan permukiman KDB rendah c) Kawasan bangunan umum d) Kawasan bangunan umum KDB rendah e) Kawasan campuran KLB rata-rata 4,0 diarahkan pada : a) Kawasan permukiman b) Kawasan bangunan umum c) Kawasan bangunan umum KDB rendah d) Kawasan campuran e) KLB lebih besar dari 5,0 sampai dengan 10,0 diarahkan pada kawasan Sentra Primer Baru Barat
Kebon Kacang Kampung Bali Kebon Melati

Jl. Gatot Subroto, Jl.


KS. Tubun, Kali Krukut rel KA

Jl. KH. Mas Mansyur,


Jl. Lontar, Jl. Jati bunder, rel KA

Jl. KH. Mas Mansyur,


Jl. Lontar, Jl. Kebon Jati Jl. KH. Wahid Hasyim, Jl. Kebon Kacang 11 Jl. Kebon Jati, Jl. Fakhrudin, Jl. Abdul Muis, Jl. Jati Baru, rel KA Jl. Wahid hasyim, Jl. Kampunga bali 4, Jl. Kampung bali 33

Tabel 4.14 Rencana Intensitas dan Kepadatan Bangunan Kecamatan Tanah Abang Tahun 2030

III-56

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

No 5

Kelurahan Gelora

Lokasi Hotel atlet century park dan sekitarnya

Peruntukan Kawasan taman Kawasan perkantoran dan perdagangan

Ketinggian (lantai) 8-16

KDB 50-55%

KLB 3,5

Rencana rinci tata ruang Kecamatan Kecamatan Menteng merupakan wujud pemanfaatan ruang yang menggambarkan susunan lokasi pusat perdagangan jasa dan ikatan fungsi antar sub-sub pusat kegiatan dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Sesuai dengan hasil identifikasi serta kecenderungan struktur tata ruang masa depan yang akan terbentuk maka tujuan rencana rinci tata ruang Kecamatan Menteng yaitu : a. b. Terselenggaranya pengaturan pemanfaatan ruang kawasan lindung dan kawasan Terwujudnya Terwujudnya keterpaduan, keterikatan dan keseimbangan antar wilayah

Perkantoran /
pertokoan sentral senayan, Jl. AsiaAfrika Kantor Depdikbud, Ratu Plaza, Panin Centre, Jl. Jendral Sudirman Jl. Asia Afrika, Jl. Gelora, Jl. Juraganan, Jl. Komplek PLN Jl. Jendral Sudirman, Jl. Bendungan Hilir Jl. Jendral Sudirman, Jl. KH. Mas Mansyur, kawasan segitiga manhattan Perumahan karet tengsin Jl. Jendral Sudirman, Jl. Karet Pasar Baru Timur

Gelora

Kawasan kantor pemerintah Kawasan perkantoran Kawasan fasilitas umum dan fasilitas social Kawasan hijau lindung Kawasan perkantoran Kawasan perumahan Kawasan campuran kecil Kawasan perkantoran Kawasan fasiitas umum dan fasilitas social Kawasan hijau lindung Kawasan perumahan Kawasan perkantoran Kawasan perumahan Kawasan perumahan Kawasan campuran kecil Kawasan perkantoran Kawasan fasilitas umum dan fasilitas social Kawasan campuran kecil Kawasan perkantoran Kawasan Taman Kawasan perumahan Kawasan perkantoran Kawasan fasilitas umum dan fasilitas sosial

16-24

45-50%

budi daya. kecamatan serta keserasian antar sektor.

Gelora Bendungan hilir Karet Tengsin Kebon Melati Kebon Kacang Kampung Bali

32

40%

c.

rencana tata ruang mempertimbangkan aspek

optimalisasi

pemanfaatan ruang yang ada, serta memperhatikan kemungkinan-kemungkinan pemanfaatan ruang bawah tanah pada bagian-bagian tertentu di wilayah Kecamatan Jatinegara. d. Tercapainya pemanfaatan ruang yang berkualitas untuk :

Mewujudkan kehidupan masyarakat Kecamatan Menteng yang sejahtera lahir Mewujudkan keterpaduan dalam penggunaan sumberdaya alam Meningkatkan pemanfaatan sumberdaya alam dan sumberdaya buatan secara berhasil-guna dan tepat-guna untuk meningkatkan kualitas

dan batin

Jl. KH. Mas mansyur,


Jl. Kebon Kacang, Kali Cideng Jl. Fakhrudin, Jl. Abdul Muis, Jl. Kebon sirih, kali cideng

berdaya-guna, e. f.
>32 >32 20% 40% >5 >5

sumberdaya manusia Mewujudkan perlindungan fungsi ruang dan mencegah serta menanggulangi Mewujudkan keseimbangan kepentingan kesejahteraan dan keamanan Tersusunnya arahan lokasi investasi yang akan dilaksanakan pemerintah dan Tersusunnya arahan pelaksanaan pemanfaatan ruang dan merupakan dasar dampak negatif terhadap lingkungan

masyarakat. dalam mengeluarkan perijinan lokasi pembangunan.

Gelora Bendungan Hilir

Hotel Sultan Jakarta

Jl. Gatot Subroto, Jl.


Jendral Sudriman, Jl. Bendungan Hilir, Jl. Taman Bendungan Jati luhur

4.10.2 Kebijakan 4.10.2.1 Kawasan Budidaya


Kawasan budidaya merupakan kawasan yang dikembangkan secara intensif dengan pusat pengembangan yang ada di Kecamatan Menteng, secara umum pengembangan tersebut berorientasi pada optimalisasi sumber daya dan tetap mempertahankan kelestarian lingkungan guna mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Strategi rencana kawasan budidaya berdasarkan ciri kegiatan perkotaan adalah Kawasan perkotaan merupakan kawasan yang mempunyai arahan kegiatan utama bukan pertanian dengan susunan fungsi
III-57

Sumber : RTRW Propinsi DKI Jakarta Tahun 2010

B.4.10 Tujuan, Kebijakan dan Strategi Kecamatan Menteng B.4.10.1 Tujuan

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

kawasan sebagai tempat permukiman perkotaan, pemusatan dan distribusi pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial dan kegiatan ekonomi. Karena keterbatasan daya dukung lahan maka pada kawasan perkotaan diupayakan adanya intensifikasi lahan pada lahan dengan kepadatan penduduk atau kegiatan tinggi, dilakukan ekstensifikasi pada kawasan cadangan pengembangan kawasan perkotaan. Pengembangan tersebut diupayakan semaksimal mungkin sesuai dengan potensi yang ada. Namun perlu dijaga agar pengembangan kawasan perkotaan tidak meluas dan mengganggu kawasan dengan fungsi lindung. Pengembangan di kawasan perkotaan terutama di pusat kota tetap memperthatikan agar kekompakan penggunaan lahan terjaga dan tidak menjadi homogen. Kebijakan kawasan budidaya dibagi menjadi beberapa sektor, diantaranya yaitu : a. Perumahan

Penambahan gardu-gardu listrik dan penambahan/peningkatan jaringan pelayanan listrik serta lampu-lampu penerangan jalan. Penambahan telepon umum pada lokasi-lokasi strategis. Koordinasi terpadu antara PLN, Telkom dan Pemda DKI Jakarta dalam perencanaan dan pelaksanaan pengadaan instalasi listrik, telepon dan gas. g. Sektor Ruang Terbuka Hijau Melaksanakan dan mencadangkan serta mengamankan ruang terbuka hijau sepanjang kali dan memanfaatkannya untuk taman dan hortikultura yang dapat dinikmati masyarakat. Mengadakan penghijauan maksimum pada pekarangan-pekarangan individu melalui program penyuluhan pembinaan. Mengadakan penghijauan maksimum pada ROW (lebar badan jalan) arteri dan kolektor.

4.10.2.2 Kawasan Strategis


Pengembangan kawasan diprioritaskan karena keberadaannya dapat mendukung pengembangan sekktor strategis di atasnya dengan berdasar atas pertimbanganpertimbangan. Pengembangan kawasan tersebut mempunyai dampak regional maupun nasional karena memiliki kontribusi tinggi. Pengembangan sektor sosial ekonomi di atasnya membutuhkan lahan dalam skala besar. Sektor yang akan dikembangkan mempunyai prioritas tinggi dalam lingkup regional dan nasional. Kawasan memliki prospek ekonomi yang cerah untuk menarik investasi dan memacu pengembangan wilayah sekitar. Pengembangan secara intensif potensi sumberdaya alam yang dapat dimanfaatkan. Pengembangan prasarana perhubungan yang lebih dapat diandalkan. Peningkatan hubungan sosial ekonomi dengan pusat kegiatan terdekat

Penggunaan perumahan lebih diarahkan kepada resettlement daerah-daerah hunian yang akan tergusur akibat pengembangan kegiatan lain, seperti perluasan dan lain sebagainya. Sedangkan pembangunan perumahan untuk masa mendatang dibatasi. Program perbaikan lingkungan perlu dilanjutkan. b. Sektor Perdagangan dan Jasa Pengembangan sentra-sentra tetap diutamakan. Pengembangan ribbon dibatasi dan ditolerir hanya pada kelas jalan tertentu, yaitu kolektor keatas dan harus terjamin kelancaran lalu lintas dan penyediaan fasilitas parkir yang memadai. Peremajaan pasar harus memperhatikan kepentingan pedagang lama dan ekonomi lemah. c. Sektor Fasilitas Umum Pencadangan lahan untuk pembangunan fasilitas umum harus dilakukan sedini mungkin. Mendorong pihak swasta untuk berperan serta dalam pembangunan fasilitas umum. Optimasi pada lokasi fasilitas umum yang telah ada dengan penambahan lokal. Pembangunan baru untuk memenuhi jumlah kebutuhan dan pencapaian target sesuai standar kecamatan. d. Sektor Air Minum Penambahan jaringan pelayanan air bersih / air minum PAM melalui pengembangan jaringan induk baru dan jaringan distribusi serta hidran umum. Penggunaan air yang melampaui batas harus dicegah. e. Sektor Banjir dan Drainase Melaksanakan normalisasi kali dan penambahan saluran mikro dan meningkatkan sistem makro drainase yang ada. Melaksanakan kegiatan vegetasi secara serentak. f. Sektor Utilitas Umum

4.10.2.3 Penanganan Lingkungan


Strategi penanganan kawasan ini dititik beratkan pada pemeliharaan lingkungan guna mempertahankan ekosistem setempat dan kelestarian lingkungan alam. Hal ini termasuk juga pengendalian dan pengelolaan lingkungan hidup serta peraturan tentang adanya penetapan AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan).

4.10.3 Strategi
Strategi rencana rinci tata ruang Kecamatan Menteng : Meningkatkan peran dan fungsi serta menata pusat-pusat kegiatan yang sudah Memperbaiki dan merencanakan kawasan-kawasan yang cenderung kumuh dengan berkembang. membangun rumah susun beserta fasilitas-fasilitasnya.
III-58

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Mempertahankan RTH yang sudah ada dan mengembalikan fungsi RTH khususnya di Merealisasikan pembangunan sarana dan prasarana yang mampu

B.4.12 Rencana Struktur Ruang Kecamatan Menteng


Berdasarkan rencana tata ruang wilayah Propinsi DKI Jakarta tahun 2010-2030, pusat-pusat kegiatan pembentuk ruang kecamatan Menteng hanya didasarkan kepada pusat kegiatan premier, sekunder dan tersier. Untuk lebih jelasnya Rencana struktur ruang Kecamatan Menteng adalah sebagai berikut. 1. Pusat Kegiatan Premier di Kecamatan Menteng antara lain adalah : a. Plaza Indonesia yang terletak di jalan MH. Thamrin dengan kegiatan Grand Hyatt yang terletak di jalan MH. Thamrin dengan kegiatan perdagangan Plaza EX dengan kegiatan perdagangan Grand Indonesia dengan kegiatan perdagangan Hotel Indonesia dengan kegiatan perkantoran dan perdagangan Hotel Mandarin dengan kegiatan perkantoran dan perdagangan Kedutaan Inggris dengan kegiatan kantor pemerintahan asing Kedutaan Belgia dengan kegiatan kantor pemerintahan asing Kedutaan Belgia dengan kegiatan kantor pemerintahan asing Kedutaan Jerman dengan kegiatan kantor pemerintahan asing The City of Tower dengan kegiatan kantor pemerintahan asing Universita Indonusa dengan kegiatan suka pendidikan Kawasan Wisata malam yang terletak di jalan Jaksa dengan kegiatan Kawasan wisata Sabang dengan kegiatan perdagangan Universitas Bina Manajemen dengan kegiatan suka pendidikan Taman Ismail Marzuki dengan kegiatan suka social budaya Rumah Sakit PGI Cikini dengan kegiatan suka kesehatan Gedung Perintis dan Monumen Proklamator dengan kegiatan suka social budaya Kantor Bappenas dengan kegiatan kantor pemerintahan Plaza Menteng dengan kegiatan perdagangan Plaza Keris dengan kegiatan perdagangan Hero dengan kegiatan perdagangan Artha Graha dengan kegiatan perkantoran dan jasa Balai Budaya dengan kegiatan perkantoran dan jasa Bank Mandiri dengan kegiatan perkantoran dan jasa Stasiun Cikini dengan kegiatan sarana trnsportasi kecamatan
III-59

bantaran sungai, pinggiran Jalan Rel kereta api yang dijadikan perumahan kumuh. meningkatkankapasitas perdagangan dan jasa.

B.4.11 Rencana Pengelolaan Kependudukan Kecamatan Menteng


Persebaran penduduk di Kecamatan Menteng direncanakan mengarah ke wilayah utara, timur, dan selatan kecamatan. Pada ketiga wilayah tersebut akan direncanakan pembangunan wisma dengan klasifilasi wisma sedang, wisma besar, wisma taman, dan wisma susun. Diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan penyediaan wisma tersebut beserta fasilitas pendukungnya sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi. Selain penyediaan wisma dan fasilitasnya, kawasan yang dijadikan kawasan persebaran penduduk memerlukan perbaikan utilitas, sarana, dan prasarana yang baik. Kecamatan Menteng diharapkan dapat menampung penduduk sebanyak 98.039 jiwa pada tahun 2030. Wilayah Selatan Kecamatan Menteng diarahkan dapat menampung penduduk dalam jumlah yang lebih besar dari pada wilayah utara. Wilayah Selatan Kecamatan Menteng yaitu beberapa bagian Kelurahan Kebon Sirih diarahkan untuk menampung penduduk dengan kepadatan rendah, sedangkan untuk wilayah Selatan dan Pusat Kecamatan Menteng, yaitu Kelurahan Menteng dan Kelurahan Gondangdia yang diarahkan untuk menampung penduduk dengan kepadatan sedang. Pembangunan wisma di wilayah ini dibatasi, hanya bangunan wisma yang pada eksisting 2008 telah bersifat mantap dan wisma taman yang diperbolehkan berada di kedua kecamatan tersebut. Tabel 4.15 DAYA TAMPUNG PENDUDUK PER KELURAHAN
No 1 2 3 4 5 Menteng Pegangsaan Cikini Gondang Dia Kebon Sirih Jumlah
Sumber : Hasil Perhitungan, 2009

perdagangan

b.
c. d. e. f. g. h. i. j. k. l. m. n. o. p. q. r. s. a. b. c. d. e. f. a.

perdagangan

Kelurahan

Jumlah penduduk (jiwa/m2) 972,14 415,50 307,51 445,24 42.531,83 44.672,22

2. Pusat Kegiatan Sekunder di Kecamatan Menteng antara lain adalah :

3. Pusat Kegiatan Tersier di Kecamatan Menteng antara lain adalah :

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

b.

Stasiun Gondangdia dengan kegiatan sarana transportasi kecamatan

Jejaring yang sudah ada Peningkatan kebutuhan akibat pertambahan penduduk dan kegiatan Memanfaatkan jejaring utilitas yang telah ada Meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Memperhatikan estetika lingkungan dan keamanan persampahan, drainase, listrik, telekomunikasi, gas, air bersih, air limbah, Dengan demikian, pengembangan jejaring utilitas umum adalah dengan : -

B.4.13 Rencana Transportasi Kecamatan Menteng


Rencana transportasi di Kecamatan Menteng melipui rencana pembangunan jaringan jalan mencakup sistem jaringan jalan. Sistem jaringan jalan di wilayah Kecamatan Menteng sampai dengan tahun 2030 direncanakan sebagai berikut : Seluruh wilayah Kecamatan Menteng direncanakan akan terlayani jaringan jalan, hal ini dilakukan agar seluruh masyarakat dapat melakukan keluar atau masuk wilayah Kecamatan Menteng dengan mudah. Kondisi eksisting 2008 jaringan jalan di Kecamatan Menteng cukup melayani seluruh masyarakat, namun diperlukan beberapa penambahan ruas jalan dan pelebaran jalan sehingga diharapkan dapat mengatasi permasalahan lalu lintas. Tabel 4.16 Rencana Pelebaran Jaringan Jalan Kecamatan Menteng
ROW Eksisting (m) 12 25 18 30 40 25 8 8 9 9 15 25 22 14 13 12 15 12 9 7 12 9 14 22 ROW Rencana (m) 24 25 18 30 46 29 13.5 13.5 18 17 26 50 25 18 18 36 47 14 24 15 12 12 20 22

Berikut ini adalah rencana pengembangan jaringan utilitas di Kecamatan Kebon Jeruk yang meliputi telekomunikasi dan air limbah.

B.4.14.1 Persampahan
Produksi buangan sampah di Kecamatan Menteng sampai tahun 2030 diperhitungkan sebesar 119.274,83 lt/hari, dengan lokasi LPS yang dibangun direncakan di masing-masing kelurahan sebanyak satu unit, Rencana pengelolaan persampahan di Kecamatan Menteng adalah sebagai berikut: Program pemilahan sampah sebelum dibuang ke LPS ( Lokasi pembuangan

Nama Jalan Jl. Proklamasi Jl. Sultan Agung Jl. Latuharhari Jl. Imam Bonjol Jl. MH. Thamrin Jl. HOS Cokroaminoto Jl. Sultan Syahrir Jl. Moh. Yamin Jl. Yusuf Adiwinata Jl. H Agus Salim Jl. KH. Wahid Hasyim Jl. Kebon Sirih Raya Jl. Teuku Umar Jl. Sam Ratulangi Jl. Cut Meutia Jl. Cikini Raya Jl. Menteng Raya Jl. Soeroso Jl. Raden Saleh Jl. AA. Kali Pasir Jl. Suwiryo Jl. Kusuma Atmaja Jl. Diponogoro Tambak
Sumber: RTRW Propinsi DKI Jakarta

Fungsi Jalan Jl. Kolektor Primer Jl. Arteri Sekunder Jl. Kolektor Primer Jl. Arteri Sekunder Jl. Arteri Primer Jl. Arteri Sekunder Jl. Arteri Sekunder Jl. Arteri Sekunder Jl. Kolektor Primer Jl. Kolektor Primer Jl. Kolektor Primer Jl. Arteri Sekunder Jl. Kolektor Primer Jl. Kolektor Primer Jl. Kolektor Primer Jl. Arteri Sekunder Jl. Kolektor Primer Jl. Kolektor Primer Jl. Kolektor Primer Jl. Kolektor Primer Jl. Kolektor Primer Jl. Kolektor Primer Jl. Arteri Sekunder Jl. Kolektor Primer

sampah ) melalui pemilahan sampah organik (basah) dan non-organik (kering) akan memudahkan proses pembuatan kompos sebelum dibakar di dalam insinerator Pengembangan prasarana sampah bahan berbahaya dan beracun (B3) dan Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah dengan dilakukan dengan teknologi tepat guna penerapan konsep 3R (reduced, reused, recycling) Meningkatkan mutu, kapasitas dan jumlah armada sampah yang dapat masuk kelingkungan yang padat penduduk Mencegah dan menindak tegas pembuangan sampah ke sungai, saluran. Caranya dengan mencegah tumbuhnya perumahan liar,bedeng di sepanjang tepi sungai Tabel 4.17 JUMLAH TIMBULAN SAMPAH KECAMATAN MENTENG
No 1 2 3 4 5 Kelurahan Menteng Pegangsaan Cikini Gondang Dia Kebon Sirih Jumlah Penduduk (jiwa) 972,14 415,50 307,51 445,24 42.531,83 44.672,22 Asumsi Timbulan Sampah (ltr/org/hari) 2.67 2.67 2.67 2.67 2.67 Timbulan Sampah (ltr/hari) 5.595,61 1.109,39 821,05 1.188,79 113.559,99 119.274,83 Timbulan Sampah (m3/hari) 5.59561 1.10939 0.82105 1.18879 113.56 119.2748

B.4.14 Rencana Pengembangan Utilitas Kecamatan Menteng


Pengembangan jejaring utilitas umum memperhatikan hal-hal berikut :

Sumber : Hasil Perhitungan 2009

III-60

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Kecamatan Menteng dapat berfungsi dengan baik serta memperindah lingkungan sekitar. Adapun rencana pengembangan adalah, sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Memperbaiki jaringan listrik yang ada Meningkatkan daya transmisi yang sudah ada Mencegah kebocoran atau kebakaran listrik dengan mendistribusikan kabel-kabel Menempatkan gardu-gardu listrik secara terpadu dengan sektor lain, serta Menempatkan jaringan listrik sesuai dengan jaringan jalan dan untuk keamanan Menambah jaringan listrik hingga dapat melayani wilayah yang pada kondisi

B.4.14.2 Drainase dan Pengendali Banjir


Rencana pengendalian drainase di Kecamatan Menteng adalah sebagai berikut :

Melaksanakan normalisasi sepanjang aliran sungai dan mengamankan sungai dari kegiatan yang dapat menggangu fungsinya (Pengamanan terhadap bangunan liar dan pembuangan sampah);

PLN dengan kabel isolasi mempertimbangkan segi estetika lingkungan pembangunan jalan baru sebaiknya ditempatkan di bawah tanah eksisting 2008 belum terlayani listrik

Penataan kembali (GSS) garis sempadan sungai sejalan dengan penataan sungai menurut fungsinya yaitu sebagai pengendali banjir, drainase dan penggelontor; Peningkatan dan pengembangan fungsi situ-situ sebagai lokasi tempat penampungan air; Pengerukan sampah di sepanjang kali yang bisa menimbulkan banjir. Saluran

Sistem jaringan drainase yang diusulkan mengikuti sistem hierarki jalan, yaitu

B.4.14.5 Rencana Jaringan Air Bersih


Kebutuhan air minum sampai dengan tahun 2030 di Kecamatan Menteng adalah sebesar 7.817.638,50 lt/hari. Tabel 4.19 JUMLAH KEBUTUHAN AIR BERSIH KECAMATAN MENTENG
No 1 2 3 4 5 Kelurahan Penduduk (jiwa) Asumsi Kebutuhan Air Bersih (ltr/org/hari) 175 175 175 175 175 Kebutuhan Air Bersih (ltr/hari) 170.124,50 72.712,50 53.814,25 77.917,00 7.443.070,25 7.817.638,50 Kebutuhan Air Bersih (m3/hari) 170.1245 72.7125 53.81425 77.917 7443.07 7817.639

primer yang merupakan saluran yang akan mengalirkan air ke saluran alam atau sungai yang ada. Ditempatkan pada setiap jalan primer. Bentuk penampang berupa saluran segi empat tertutup pada kawasan yang relatif padat untuk menghindari masuknya sampah dan mencegah terjadinya genangan air pada permukaan jalan. Bentuk penampang saluran segi empat terbuka pada kawasan yang relatif kosong Tabel 4.18 Rencana Pelebaran Sistem Drainase Kecamatan Menteng Nama Kali ROW Eksisting (m) ROW Rencana (m) Kali Baru Barat 5-7 10 Banjir Kanal Barat 60
Sumber : RTRW Propinsi DKI Jakarta

Menteng 972,14 Pegangsaan 415,50 Cikini 307,51 Gondang Dia 445,24 Kebon Sirih 42.531,83 Jumlah 44.672,22 Sumber : Hasil Perhitungan 2009

B.4.14.3 Limbah
Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, produksi air limbah/kotor di Kecamatan Menteng ialah sebesar 3.082,38 liter per hari. Rencana sistem pembuangan air limbah di Kecamatan Menteng ialah sistem on-site (cubluk, septic tank) dengan saluran pembuangan air limbah makro yaitu Kali Ciliwung dan Kali Krukut.

B.4.14.6 Rencana Sistem Pembuangan Air Limbah


Rencana sistem pembuangan air limbah di Kecamatan Menteng ialah sistem on-site (cubluk, septic tank) dengan saluran pembuangan air limbah makro yaitu Kali Ciliwung dan Kali Krukut. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, produksi air limbah/kotor di Kecamatan Menteng ialah sebesar 3.082,38 liter per hari.

B.4.14.4 Listrik
Rencana pengembangan jaringan listrik dengan indikasi-indikasi pengembangan tersebut merupakan suatu terapan pada kesesuaian pembangunan pada setiap kawasan yang membutuhkan pemerataan pelayanan, dengan tujuan agar sistem jaringan listrik pada

B.4.15 Rencana Pola Ruang Kecamatan Menteng


Rencana pola ruang di Kecamatan Menteng tidak jauh berbeda dengan kondisi eksisting 2007. Kecamatan Menteng sebagian besar diarahkan menjadi kawasan permukiman yang dilengkapi dengan fasilitas pendukung kegiatan permukiman.
III-61

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

B.4.15.1 Permukiman
Dalam rencana pemanfaatan lahan pada Kecamatan Menteng, pemanfaatan lahan wisma yang paling besar penggunaan lahannya yaitu seluas 265,14 Ha. Rencana pemanfaatan lahan wisma, terbagi menjadi beberapa pemanfaatan lahan yaitu : Kawasan Perumahan Kepadatan Rendah dengan penggunaan lahan seluas 12,08 Ha Kawasan Perumahan Kepadatan Sedang dengan penggunaan lahan seluas 205,66 Ha Kawasan Perumahan Kepadatan Tinggi dengan penggunaan lahan seluas 40,06 Ha Kawasan Perumahan Susun dengan penggunaan lahan seluas 6.63 Ha Kawasan Perumahan Susun Taman dengan penggunaan lahan seluas 0,70 Ha Tabel 4.20 Pemanfaatan Lahan Kawasan Perumahan
No 1 2 3 4 5 Fungsi Lahan Kawasan Perumahan Kepadatan Rendah Kawasan Perumahan Kepadatan Sedang Kawasan Perumahan Kepadatan Tinggi Kawasan Perumahan Susun Kawasan Perumahan Susun Taman Total Luas Lahan (Ha) 12,08 205,66 40,06 6,63 0,70 265,14 No 1 2 3 4

Tabel 4.21 Pemanfaatan Lahan Kawasan Perkantoran dan Perdagangan


Fungsi Lahan Kawasan Perkantoran Pemerintah Kawasan Perdagangan Kawasan Perkantoran Swasta Kawasan Perkantoran Taman Total Luas Lahan (Ha) 11,16 95,27 144.721 2,41 144.829,83

Sumber: Hasil Analisa

4.15.3 Ruang Terbuka Hijau


Dalam rencana pemanfaatan lahan pada Kecamatan Menteng, pemanfaatan lahan Kawasan Penyempurna merupakan pemanfaatan lahan terkecil, yaitu dengan pemanfaatan lahan seluas 25.90 Ha. Rencana pemanfaatan lahan Kawasan Penyempurna, terbagi menjadi beberapa pemanfaatan lahan yaitu : Kawasan Penyempurna Hutan Lindung dengan pemanfaatan lahan seluas 6,13 Ha Kawasan Jalur Hijau dan Hutan Kota dengan pemanfaatan lahan seluas 9,16 Ha Kawasan Taman dengan pemanfaatan lahan seluas 18,07 Ha Tabel 4.22 Pemanfaatan Lahan Kawasan Penyempurna No 1 2 3 Fungsi Lahan Kawasan Penyempurna Hutan Lindung Kawasan Jalur Hijau dan Hutan Kota Kawasan Taman Total Luas Lahan (Ha) 6,13 9,16 18,07 33,37

Sumber : Hasil Analisa

B.4.15.2 Perdagangan dan Jasa


Dalam rencana pemanfaatan lahan pada Kecamatan Menteng, pemanfaatan lahan kawasan perkantoran dan perdagangan merupakan pemanfaatan lahan terbesar kedua, yaitu dengan pemanfaatan lahan seluas 122.05 Ha. Rencana pemanfaatan lahan kawasan perkantoran dan perdagangan, terbagi menjadi beberapa pemanfaatan lahan yaitu : Kawasan Perkantoran Pemerintah dengan penggunaan lahan seluas 11,16 Ha Kawasan Perdagangan dengan penggunaan lahan seluas 95,27 Ha Kawasan Perkantoran Swasta dengan penggunaan lahan seluas 144.721 Ha Kawasan Perkantoran Taman dengan penggunaan lahan seluas 2,41 Ha

Sumber: Hasil Analisa

B.4.16 Rencana Pengembangan Fasilitas Umum dan Sosial Kecamatan Menteng


Rencana Pengembangan fasilitas umum dan sosial di Kecamatan Menteng terdiri dari empat jenis fasilitas, yaitu :

Fasilitas Pendidikan Fasilitas Kesehatan Fasilitas Peribadatan Fasilitas Olah Raga

III-62

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

B.4.16.1 Pendidikan
Berdasarkan hasil analisis dan perhitungan kebutuhan fasilitas pendidikan di Kecamatan Menteng, pada tahun 2030 Kecamatan Menteng harus menyediakan 128 unit fasilitas pendidikan dengan skala pelayanan kelurahan maupun kecamatan dengan rincian 78 unit TK, 39 unit SD, 7 unit SLTP, serta 3 unit SLTA Tabel 4.23 Jumlah Kebutuhan Fasilitas Pendidikan Kecamatan Menteng
No 1 2 3 4 5 6 Jenis Fasilitas TK SD SLTP SLTA Diploma Universitas Jumlah Eksisting 2006 27 26 16 14 10 3 96 Kebutuhan Daya Tampung 78 39 7 3 0 0 128

Lokasi penambahan tersebut disesuaikan dengan lokasi masyarakat yang membutuhkan fasilitas tersebut serta memperhatikan jaringan utilitas dan transportasi yang ada. Tabel 4.25 Jumlah Kebutuhan Fasilitas Peribadatan Kecamatan Menteng
No 1 2 3 4 5 6 7 Jenis Fasilitas Mesjid Musholla Gereja Kristen Gereja Katolik Pura Vihara Kelenteng Jumlah Eksisting 2006 35 52 16 2 105 Kebutuhan Daya Tampung 3 33 2 2 2 2 2 45

Sumber : Hasil Perhitungan 2009

Sumber : Hasil Perhitungan 2009

B.4.16.4 Olah Raga B.4.16.2 Kesehatan


Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, diketahui bahwa pada Kecamatan Menteng, terdapat beberapa jenis fasilitas kesehatan yang masih diperlukan namun jumlahnya belum memadai. Jika dilakukan perbandingan dengan kondisi eksisting 2006, maka hingga tahun 2030 diperlukan penambahan jumlah fasilitas kesehatan berupa 91 unit balai pengobatan, 9 unit rumah bersalin, 9 unit puskesmas dan 1 unit puskesmas kecamatan, serta 9 unit apotik. Tabel 4.24 Jumlah Kebutuhan Fasilitas Kesehatan Kecamatan Menteng
No 1 2 3 4 5 6. Jenis Fasilitas Rumah Sakit Rumah Bersalin Poliklinik Puskesmas Posyandu Apotek Jumlah Eksisting 2006 8 10 10 5 39 14 86 Kebutuhan Daya Tampung 0 3 3 3 3 3 17

Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa untuk memenuhi kebutuhan penduduk terhadap fasilitas olah raga maka Kecamatan Menteng perlu menyediakan 36 unit fasilitas olah raga yang terdiri dari bangunan fisik maupun ruang terbuka sebagai area bermain atau jogging. Tabel 4.26 Jumlah Kebutuhan Fasilitas Olahraga Kecamatan Menteng
No 1 2 3 4 5 6 7 Jenis Fasilitas Sepak Bola Bola Voly Bulu Tangkis Bola Basket Lapangan Tenis Tenis Meja Kolam renang Jumlah Eksisting 2006 4 5 5 4 2 5 1 26 Kebutuhan Daya Tampung

33 3 36

Sumber : Hasil Perhitungan 2009

Sumber : Hasil Perhitungan 2009

B.4.16.3 Peribadatan
Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kecamatan Menteng akan sarana peribadatan maka diperlukan penambahan fasilitas peribadatan berupa masjid kelurahan, masjid kecamatan, tempat ibadah lainnya untuk 60.000 jiwa penduduk, dan tempat ibadah lainnya untuk 200.000 jiwa penduduk.

B.4.16.5 Pengendalian Bencana


Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, maka untuk Kecamatan Menteng direncanakan beberapa sistem pengendali bencana meliputi banjir dan kebakaran, yaitu berupa : 1. 2. Perbaikan daerah sempadan sungai melalui penghijauan. Peningkatan kapasitas danau dan sungai.
III-63

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

3. 4. 5.

Perbaikan saluran air yang tertutup perkerasan serta membuat saluran air baru Sebaran distribusi sarana dan prasana kebakaran pada setiap kelurahan. Perbaikan lingkungan berupa pelebaran jalan lingkungan sehingga

Rencana

intensitas

lahan

disesuaikan

dengan

kondisi

lingkungan

serta

kebutuhan

pada lokasi-lokasi yang belum memiliki saluran air.

pengembangan, baik kebutuhan struktur kota maupun nilai ekonomis lahan pada penggal jalan tertentu, Rencana intensitas lahan meliputi rencana ketinggian bangunan, KDB dan KLB. KLB rata-rata 1,0 diarahkan pada : a) Kawasan permukiman b) Kawasan permukiman KDB rendah c) Kawasan bangunan umum d) Kawasan bangunan umum KDB rendah e) Kawasan campuran f) Kawasan industri / pergudangan KLB rata-rata 2,0 diarahkan pada : a) Kawasan permukiman b) Kawasan permukiman KDB rendah c) Kawasan bangunan umum d) Kawasan bangunan umum KDB rendah e) Kawasan campuran f) Kawasan industri / pergudangan KLB rata-rata 3,0 diarahkan pada : a) Kawasan permukiman 4 b) Kawasan permukiman KDB rendah c) Kawasan bangunan umum d) Kawasan bangunan umum KDB rendah e) Kawasan campuran KLB rata-rata 4,0 diarahkan pada : a) Kawasan permukiman b) Kawasan bangunan umum c) Kawasan bangunan umum KDB rendah d) Kawasan campuran e) KLB lebih besar dari 5,0 sampai dengan 10,0 diarahkan pada kawasan Sentra Primer Baru Barat

mempermudah evakuasi ketika terjadi kebakaran.

B.4.17 Kawasan Strategis Kecamatan Menteng


Pengembangan kawasan strategis di Kecamatan Menteng ditentukan berdasarkan peranan dan fungsi strategis bagi pengembangan kegiatan ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan kota. Berdasarkan RDTR Propinsi DKI Jakarta tahun 2030 pada tingkatan Kotamadya Jakarta Pusat khususnya Kecamatan Menteng ditentukan sebagai kawasan strategis yang diarahkan pada pengembangan Kawasan Cikini dan Taman Ismail Marzuki (TIM) sebagai kawasan pengembangan kesenian dan kebudayaan.

B.4.18 Rencana Intensitas Pemanfaatan Ruang Kecamatan Menteng


Komponen intensitas ruang meliputi angka dan presentase dari KLB, KDB, KB. Tingkatan besaran ruang atau luas seluruh lantai bangunan yang diperkenankan untuk di bangun dalam perpetakan atau persil atau daerah perencanaan (DP) yang telah ditetapkan batas-batasnya berdasarkan fungsi tertentu rencana tata ruang yang terdiri dari tingkatan nilai KLB, sebagai berikut : Nilai KLB rata-rata 1,0 merupakan nilai KLB antara angka 0,4 sampai dengan 1,6 Nilai KLB rata-rata 2,0 merupakan nilai KLB antara angka lebih besar dari 1,6 sampai Nilai KLB rata-rata 3,0 merupakan nilai KLB antara angka lebih besar dari 2,4 sampai Nilai KLB rata-rata 4,0

dengan 2,4 dengan 3,5

Nilai KLB 1,0 sampai dengan 4,0 diarahkan pada kawasan-kawasan permukiman, kawasan bangunan umum, bangunan umum KDB rendah, kawasan campuran serta kawasan industri/pergudangan di Kecamatan Kembangan. Rencana intensitas lahan dimaksudkan untuk mengarahkan kepadatan bangunan, untuk memberi keseimbangan lingkungan antara lahan terbangun dan ruang terbuka secara tiga dimensi, pengaturan intensitas lahan lebih detail akan terdapat pada peraturan permintakan.

III-64

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Tabel 4.27 Rencana Intensitas dan Kepadatan Bangunan Kecamatan Menteng Tahun 2030
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Lokasi Jl. MH. Thamrin JL. Kebon Sirih Jl. KH. Agus Salim Jl. KH. Wahid Hasyim Jl. Srikaya Jl. Cut Nya Dien Jl. Gondangdia Lama Jl. Menteng Raya Jl. Cikini Jl. Probolinggo Jl. Pegangsaan Jl. Pegangsaan Jl. Pegangsaan Jl. Anyer Jl. Anyer Jl. Jl. Raden Saleh Jl. Cikini Jl. Yusuf Adwinata Jl. HOS. Cokroaminoto Jl. Teuku Umar Jl. Imam Bonjol Jl. Cimahi Jl. Madiun Jl. Taman Suropati Jl. Syamratulangi Peruntukan Kawasan Perkantoran Kawasan Perdagangan Kawasan Perkantoran Kawasan Perdagangan Kawasan Perkantoran Kawasan Perkantoran Kawasan Perdagangan Kawasan Perkantoran Kawasan Perdagangan Kawasan Perkantoran Kawasan Perdagangan Kawasan Perdagangan Kawasan Perkantoran Kawasan Campuran Kecil Kawasan Kantor Pemerintah Kawasan Perdagangan Kawasan fasilitas umum dan fasilitas sosial Kawasan fasilitas umum dan fasilitas sosial Kawasan fasilitas umum dan fasilitas sosial Kawasan Perumahan Kepadatan Sedang Kawasan Perumahan Kepadatan Sedang Kawasan Perumahan Kepadatan Sedang Kawasan Perumahan Kepadatan Sedang Kawasan Perumahan Kepadatan Sedang Kawasan Perumahan Kepadatan Sedang Kawasan Perumahan Kepadatan Sedang Kawasan Perumahan Kepadatan Sedang Ketinggian maks (lantai) 60 60 60 16 8 4 8 8 16 8 8 4 4 4 4 4 8 2 2 2 2 2 2 2 2 KDB (%) 50 50 50 50 55 60 55 55 50 55 55 60 60 60 20 50 55 60 60 60 60 60 60 60 60 KLB (%) 5,0 5,0 5,0 3,5 3,0 2,4 3,0 3,0 3,5 3,0 3,0 2,4 2,4 2,4 0.8 2,0 3,0 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2

B.4.19 Tujuan, Kebijakan dan Strategi Kecamatan Senen B.4.19.1 Tujuan


Rencana rinci tata ruang Kecamatan Kecamatan Senen merupakan wujud pemanfaatan ruang yang menggambarkan susunan lokasi pusat perdagangan jasa dan ikatan fungsi antar sub-sub pusat kegiatan dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Sesuai dengan hasil identifikasi serta kecenderungan struktur tata ruang masa depan yang akan terbentuk maka tujuan rencana rinci tata ruang Kecamatan Senen yaitu : a. b. c. Terselenggaranya pengaturan pemanfaatan ruang kawasan lindung dan kawasan Terwujudnya Terwujudnya keterpaduan, keterikatan dan keseimbangan antar wilayah budi daya. kecamatan serta keserasian antar sektor. rencana tata ruang mempertimbangkan aspek optimalisasi pemanfaatan ruang yang ada, serta memperhatikan kemungkinan-kemungkinan pemanfaatan ruang bawah tanah pada bagian-bagian tertentu di wilayah Kecamatan Senen.

d.

Tercapainya pemanfaatan ruang yang berkualitas untuk : Mewujudkan kehidupan masyarakat Kecamatan Senen yang sejahtera lahir dan Mewujudkan keterpaduan dalam penggunaan sumberdaya alam Meningkatkan pemanfaatan sumberdaya alam dan sumberdaya buatan secara berhasil-guna dan tepat-guna untuk meningkatkan kualitas

batin

berdaya-guna, e.

sumberdaya manusia Mewujudkan perlindungan fungsi ruang dan mencegah serta menanggulangi Mewujudkan keseimbangan kepentingan kesejahteraan dan keamanan Tersusunnya arahan lokasi investasi yang akan dilaksanakan pemerintah dan Tersusunnya arahan pelaksanaan pemanfaatan ruang dan merupakan dasar dampak negatif terhadap lingkungan

masyarakat.

f.

dalam mengeluarkan perijinan lokasi pembangunan.

Sumber : RTRW Propinsi DKI Jakarta Tahun 2010

B.4.19.2 Kebijakan
Wilayah perencanaan Kecamatan Senen berada di Wilayah Pengembangan Pusat, dimana karakteristiknya adalah permukiman penduduk berpendapatan menengah ke bawah. Sebagian besar penduduk Kecamatan Senen berkarya di luar Kecamatan Senen.

III-65

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Kebijakasanaan umum Kecamatan Senen adalah meningkatkan lingkungan melalui perbaikan sarana dan prasarana ataupun melalui peremajaan daerah yang tidak teratur dengan potensi lahan yang tinggi. Kebijaksanaan pengelolaan kawasan sempadan sungai diarahkan sebagai bagian dari upaya persiapan reorientasi terhadap sungai yang melalui DKI Jakarta dalam program pengembangan kawasan sungai dan Program Kali Bersih. Pengelolaan kawasan sungai ini dimaksudkan untuk mengamankan pinggiran sungai, tidak terganggunya pengaliran air sungai oleh beban dari kawasan sekitar, dan meningkatkan nilai estetika sempadan sungai. Perumahan Penggunaan perumahan lebih diarahkan kepada pembangunan vertikal untuk wilayah yang belum terbangun. Sedangkan pembangunan perumahan horizontal untuk masa mendatang dibatasi.Sektor Perdagangan dan Jasa Pengembangan sentra-sentra tetap diutamakan. Pengembangan ribbon dibatasi dan ditolerir hanya pada kelas jalan tertentu, yaitu kolektor keatas dan harus terjamin kelancaran lalu lintas dan penyediaan fasilitas parkir yang memadai. Peremajaan pasar harus memperhatikan kepentingan pedagang lama dan ekonomi lemah.

Koordinasi terpadu antara PLN, Telkom dan Pemda DKI Jakarta dalam perencanaan dan pelaksanaan pengadaan instalasi listrik, telepon dan gas.

Sektor Ruang Terbuka Hijau Melaksanakan dan mencadangkan serta mengamankan ruang terbuka hijau sepanjang kali dan memanfaatkannya untuk taman dan hortikultura yang dapat dinikmati masyarakat. Mengadakan penghijauan maksimum pada pekarangan-pekarangan individu melalui program penyuluhan pembinaan. Mengadakan penghijauan maksimum pada ROW (lebar badan jalan) arteri dan kolektor.

B.4.19.3 Strategi B.4.19.3.1 Kawasan Budidaya


Kawasan budidaya merupakan kawasan yang dikembangkan secara intensif dengan pusat pengembangan yang ada di Kecamatan Senen, secara umum pengembangan tersebut berorientasi pada optimalisasi sumber daya dan tetap mempertahankan kelestarian lingkungan guna mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Strategi rencana kawasan budidaya berdasarkan ciri kegiatan perkotaan adalah merupakan kawasan yang mempunyai arahan kegiatan utama bukan pertanian dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perkotaan, pemusatan dan distribusi pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial dan kegiatan ekonomi. Karena keterbatasan daya dukung lahan maka pada kawasan perkotaan diupayakan adanya intensifikasi lahan pada lahan dengan kepadatan penduduk atau kegiatan tinggi, dilakukan ekstensifikasi pada kawasan cadangan pengembangan kawasan perkotaan. Pengembangan tersebut diupayakan semaksimal mungkin sesuai dengan potensi yang ada. Namun perlu dijaga agar pengembangan kawasan perkotaan tidak meluas dan mengganggu kawasan dengan fungsi lindung. Pengembangan di kawasan perkotaan terutama di pusat kota tetap memperhatikan agar kekompakan penggunaan lahan terjaga dan tidak menjadi homogen. B.4.19.3.2 Kawasan Strategis Pengembangan kawasan diprioritaskan karena keberadaannya dapat mendukung pengembangan sektor strategis di atasnya dengan berdasar atas pertimbanganpertimbangan. Sektor strategis yang dapat dikembangkan di Kecamatan Senen ialah sektor perdagangan dan jasa. Pengembangan kawasan tersebut mempunyai dampak regional maupun nasional karena memiliki kontribusi tinggi. Kawasan ini memiliki prospek ekonomi yang cerah untuk menarik investasi dan memacu pengembangan wilayah sekitar.
III-66

Sektor Fasilitas Umum Pencadangan lahan untuk pembangunan fasilitas umum harus dilakukan sedini mungkin. Mendorong pihak swasta untuk berperan serta dalam pembangunan fasilitas umum. Optimasi pada lokasi fasilitas umum yang telah ada dengan penambahan lokal. Pembangunan baru untuk memenuhi jumlah kebutuhan dan pencapaian target sesuai standar kecamatan. Sektor Air Minum Penambahan jaringan pelayanan air bersih / air minum PAM melalui pengembangan jaringan induk baru dan jaringan distribusi serta hidran umum. Penggunaan air yang melampaui batas harus dicegah. Sektor Utilitas Umum Penambahan gardu-gardu listrik dan penambahan/peningkatan jaringan pelayanan listrik serta lampu-lampu penerangan jalan. Penambahan telepon umum pada lokasi-lokasi strategis.

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Pengembangan secara intensif potensi sumberdaya alam yang dapat dimanfaatkan. Pengembangan prasarana perhubungan yang lebih dapat diandalkan

B.4.19.3.3 Penanganan Lingkungan


Strategi penanganan kawasan ini dititik beratkan pada pemeliharaan lingkungan guna mempertahankan ekosistem setempat dan kelestarian lingkungan alam. Hal ini termasuk juga pengendalian dan pengelolaan lingkungan hidup serta peraturan tentang adanya penetapan AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan). No 1 1 2 3 4 5 6

Tabel 4.28 Analisis Daya Tampung Penduduk Kecamatan Senen Tahun 2030 Kelurahan 2 Kenari Paseban Kramat Kwitang Senen Bungur Jumlah Penduduk ( jiwa) 3 8.380 21.123 25.135 16.664 6.115 23.013 100.430 Daya Tampung 2030 4 0 50.591 13.320 18.694 0 18.488 101.093

B.4.20 Rencana Pengelolaan Kependudukan Kecamatan Senen


Ditinjau dari kondisi kependudukannya, Kecamatan Senen dilakukan arahan penduduk yang akan ditampung dengan kebijakan menggunakan daya tampung optimum dengan menekan tingkat pertumbuhan penduduk (migrasi). Arahan kepadatan penduduk menyesuaikan dengan pola ruang yang ada. Untuk menciptakan kondisi yang ideal serta sesuai dengan daya dukung lingkungan, maka digunakan perhitungan daya tampung penduduk. Perhitungan ini

Sumber : Hasil Analisis

B.4.21 Rencana Struktur Ruang Kecamatan Senen


Konsep struktur ruang kota eksisting Kecamatan Senen tetap mempertahankan pola kompak pada kawasan Pasar Senen dan memanjang/ribbon. Pola kompak memanjang/ ribbon ini terbentuk pada sepanjang jaringan jalan terutama pada jalan-jalan utama seperti Jalan Kramat Raya dan Jalan Kwitang hingga Jalan Letjen Suprapto. Pola jaringan jalan yang ada membentuk jaringan jalan linier. Dengan pola jaringan jalan tersebut maka lokasi fungsi-fungsi penting pembentuk ruang kota berada di sepanjang jalan utama. Kegiatan perdagangan dan perkantoran dikembangkan pada jalan utama mengingat lokasinya

berdasarkan pada luas fungsi wisma yang direncanakan, KDB, dan ketinggian bangunan. Standar luas kavling rumah di Kecamatan Senen yang digunakan adalah 600 m2 untuk rumah besar, 300 m2 untuk rumah sedang, 60 m2 untuk rumah kecil. Standar ini ditentukan berdasarkan kondisi eksisting di Kecamatan Senen yang sebagian besar merupakan bangunan rumah dengan luas kavling tersebut. Selain itu luasan tersebut akan dapat mencukupi kebutuhan Kecamatan Senen akan permukiman dengan kondisi yang layak huni. Sesuai hasil perhitungan analisis kependudukan diatas menunjukkan bahwa dengan menggunakan KDB, KLB, serta standar luas kavling ideal, maka jumlah daya tampung penduduk ideal Kecamatan Senen adalah sebanyak 101.093 jiwa. Jika dilakukan perbandingan antara jumlah daya tampung dengan jumlah penduduk eksisting tahun 2006 yaitu sebesar 100.430 jiwa, maka diketahui jumlah penduduk Kecamatan Senen hanya bertambah sedikit. Hal ini dikarenakan di Kecamatan Senen telah padat penduduk sehingga pembangunan perumahan dilakukan secara vertical. Dengan pertimbangan adanya keterbasan luasan penggunaan lahan di masa mendatang, Kecamatan Senen perlu melakukan pembatasan sehingga jumlah penduduk tidak akan bertambah, dan mengalami kelebihan daya tampung wilayah yang telah direncanakan sampai jangka waktu tahun 2030.

yang sangat strategis. Lingkup layanannya sendiri adalah pada tingkat provinsi dengan pusat kegiatan pada wilayah kawasan perdagangan Pasar Senen dan segitiga Senen. Sedangkan pusat kegiatan lainnya adalah kawasan perdagangan dan perkantoran di sepanjang Jalan Kramat Raya dan Jalan Kwitang. Kedua pusat kegiatan tersebut merupakan fungsi kegiatan primer yang keberadaannya akan memicu perkembangan wilayah lainnya. Lokasinya sangat tepat dikarenakan berada di jalan utama dan lokasinya sangat strategis sehingga mudah dijangkau dari seluruh penjuru Kecamatan Senen maupun wilayah lain dikarenakan tersedia angkutan umum seperti kereta api dan busway. Kegiatan perdagangan pada skala yang lebih kecil berkembang pada ruas jalan lainnya. Skala perdagangan yang berkembang tersebut adalah tingkat kecamatan maupun tingkat lingkungan

III-67

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

sehingga merupakan fungsi kegiatan sekunder yang melayani penduduk Kecamatan Senen dan sekitarnya pada lingkup yang kecil.

Pengembangan jalur bus khusus. Pembatasan route dan jumlah kendaraan umum tipe sedang dan kecil Optimasi jaringan jaringan jalan sesuai dengan fungsinya. Rencana pengembangan sistem jaringan jalan, jalan layang, fasilitas pejalan kaki dan

Tabel 4.29 Rencana Pengembangan Struktur Ruang Kecamatan Senen


No Lokasi Fungsi Keterangan UI Salemba, UPI-YAI, Universitas Gunadarma, Universitas Kristen Indonesia Fakultas Isipol, Universitas Nasional Fakultas Hukum, STIK St Carolus, STIESTMIK Jayakarta, STIE Gotong Royong Segitiga Senen, Pasar Senen, Terminal Bus & Stasiun Kereta Api (Kawasan UDGL) Kawasan perdagangan dan perkantoran yang berkembang di sepanjang jalan/ribbon. (Bank Artha Graha, Bank Niaga, Toko Gunung Agung) Kawasan perdagangan dan perkantoran yang dikembangkan di kawasan UDGL Rencana dikembangkan komplek perdagangan Kawasan perdagangan yang berkembang di sepanjang jalan/ribbon. (Pasar Kenari, BNI, BRI, Bank Mandiri, PT Pantja Niaga, Hotel Atlantik, Hotel The Acacia, Wisma Salemba) Kawasan perdagangan yang baru Kawasan perdagangan skala kota yang berkembang di sepanjang jalan/ribbon. Kawasan perdagangan skala kecamatan yang berkembang di sepanjang jalan/ribbon. Skala Nasional / Primer

jembatan penyeberangan.

B.4.22.1 Rencana Pembangunan dan Pemeliharaan Jalan


Jalan Letjen Suprapto hingga Jalan Kwitang Jalan raya yang bergelombang membutuhkan perbaikan menyeluruh dikarenakan perbaikan pada saat ini hanya berupa tambal sulam saja. Kondisi jalan ini sangat padat pada jam jam sibuk sehingga sangat membutuhkan perbaikan guna menjaga kenyamanan berkendara. Jalan Kramat Raya hingga Jalan Gunung Sahari Jalan raya yang bergelombang membutuhkan perbaikan menyeluruh dikarenakan perbaikan pada saat ini hanya berupa tambal sulam saja. Kondisi jalan ini sangat padat pada jam jam sibuk sehingga sangat membutuhkan perbaikan guna menjaga kenyamanan berkendara. Jalan kolektor Perbaikan jalan kolektor harus dilakuka mengingat kondisi eksisiting jalan saat ini banyak yang berlubang lubang.

Jln Kramat Raya

Perguruan tinggi

Jln Senen Raya, Jln Kramat Bunder Kawasan Jln Kwitang

Perdagangan dan terminal Perdagangan dan perkantoran Perdagangan dan perkantoran Perdagangan

Nasional / Primer Provinsi / sekunder Provinsi / sekunder Kota / Tersier Kota / Tersier

Jln Sungai Besar

Jln Kramat Pulo

Kawasan Jln Kramat Raya Jln Kramat Sawah Dalam Jln Salemba Tengah Jln Kramat Sentiong

Perdagangan dan perkantoran

B.4.22.2 Rencana Pembangunan Jalan Kereta Api


Kota / Tersier Kota / Tersier

7 8

Perdagangan Perdagangan

Rencana Pembangunan Terminal Terpadu Antar Moda Sebagai fungsi stasiun kereta api yang terintegrasi dengan halte busway dan terminal bus. Kondisi saat ini masih berdiri sendiri sendiri tidak terintegrasi.

Perdagangan

Kecamatan / Sub Tersier

B.4.23 Rencana Pengembangan Utilitas Kecamatan Senen


Pengembangan jejaring utilitas dalam wilayah Kecamatan Senen memperhatikan hal hal berikut: Jejaring yang sudah ada Peningkatan kebutuhan akibat pertambahan penduduk dan kegiatan Memanfaatkan jejaring utilitas yang telah ada Meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Memperhatikan estetika lingkungan dan keamanan
III-68

B.4.22 Rencana Transportasi Kecamatan Senen


Perencanaan transportasi tidak dapat ditinjau dari satu kecamatan, tetapi harus dilihat dari skala makro tingkat kota,atau bahkan tingkat propinsi dan antar propinsi. Daya dukung jejaring transportasi yang sesuai dengan sistem makro dapat mengurangi beban permasalahan transportasi, yang ditempuh dengan cara antara lain: Pembangunan jalan baru yang berkaitan dengan sistem makro. Pengembangan prasarana dan sarana angkutan massal : kereta api dan bus.

Dengan demikian, pengembangan jejaring utilitas dilakukan dengan :

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Jumlah
Sumber : Perhitungan Rencana

101.093

17.691.192

B.4.23.1 Persampahan
Perhitungan pengeluaran sampah Kecamatan Senen adalah jumlah volume sampah domestik/rumah tangga yang dihitung berdasarkan perhitungan daya tampung jumlah penduduk. Dengan asumsi bahwa setiap penduduk menghasilkan sampah 2,67 liter/hari didapat hasil 2.69.917 liter/hari untuk Kecamatan Senen. Tabel 4.30 Rencana Timbulan Sampah Kec.Senen Tahun 2030 No 1 2 3 4 5 6 Kelurahan Kenari Paseban Kramat Kwitang Senen Bungur Jumlah Jumlah penduduk (Jiwa) 0 50.591 13.320 18.694 0 18.488 101.093 Asumsi TimbulanSampah ( Lt/hr) 135.077 35.565 49.913 49.362 269.917

B.4.23.3 Rencana Sistem Pembuangan Air Limbah


Rencana pengeluaran limbah air kotor Kecamatan Senen dihitung dari 80% kebutuhan air bersih di Kecamatan Senen. Dari perhitungan tersebut maka didapat perhitungan limbah air kotor Kecamatan Senen sebesar 14.152.954 liter/hari. Sedangkan untuk perhitungan timbulan sludge dengan berdasarkan pada asumsi bahwa setiap orang menghasilkan sludge 0,069 liter/hari sehingga didapat perhitungan timbulan sludge untuk tahun 2030 adalah 6.975 liter/hari untuk Kecamatan Senen. Tabel 4.32 Rencana Timbulan Limbah Air Kotor Kec.Senen Tahun 2030
No Kelurahan Jumlah penduduk (Jiwa) timbulan air limbah (ltr/hari) Timbulan Sludge (ltr/hari)

Sumber : Perhitungan Rencana

1 Kenari 2 Paseban 3 Kramat 4 Kwitang 5 Senen 6 Bungur Jumlah


Sumber : Perhitungan Rencana

0 50.591 13.320 18.694 0 18.488 101.093

7.082.674 1.864.847 2.617.183 2.588.250 14.152.954

3.491 919 1.290 1.276 6.975

B.4.23.2 Rencana Jaringan Air Bersih


Kebutuhan air bersih Kecamatan Senen diperkirakan pada tahun 2030 berdasarkan pada perhitungan daya tampung penduduk dan ditambah oleh kebutuhan air pada fasilitas komersial dan fasilitas umum sehingga didapat jumlah total kebutuhan air bersih sebanyak 17.691.192 liter/hari yang didasarkan pada asumsi bahwa setiap penduduk membutuhkan air bersih sebanyak 175 liter/hari.

B.4.24 Rencana Pola Ruang Kecamatan Senen


Rencana pola ruang menggambarkan letak, ukuran, fungsi dari kegiatan budidaya dan lindung, isi rencana pola pemanfaatan ruang adalah deliniasi (batas - batas) kawasan kegiatan sosial ekonomi, budaya dan kawasan lainnya di dalam kawasan budidaya dan deliniasi kawasan lindung.

Tabel 4.31 Rencana Kebutuhan Air Bersih Kec. Senen Tahun 2030 No 1 2 3 4 5 6 Kelurahan Kenari Paseban Kramat Kwitang Senen Bungur Jumlah penduduk (Jiwa) 0 50.591 13.320 18.694 0 18.488 kebutuhan air bersih (ltr/hari) 8.853.342 2.331.058 3.271.479 3.235.313

B.4.24.1 Permukiman
Sebagian dari kegiatan di Kecamatan Senen ialah permukiman. Oleh itu kegiatan yang dapat dikembangkan memperhitungkan kecenderungan perkembangan pembangunan permukiman perkotaan baru, memperhitungkan daya tampung perkembangan penduduk
III-69

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

dan fasilitas dan prasarana yang dibutuhkan dengan mempertimbangkan kebijaksanaan yang ada. Rencana pengembangan kawasan permukiman berkepadatan tinggi dikembangkan dengan mempertahankan permukiman yang ada dan program dan perbaikan dan peningkatan kualitas lingkungan. Sedangkan untuk unit lingkungan permukiman yang berkepadatan sedang dan rendah dilakukan persiapan dengan pembangunan kawasan permukiman berskala besar pada lahan yang masih kosong. Daerah permukiman direncanakan dalam bentuk vertikal atau rumah susun dengan memperhatikan kebutuhan perumahan penduduk Kecamatan Senen dimasa yang akan datang dengan memperhitungkan kecenderungan perkembangan dan aksesbilitas.

Kawasan sempadan sungai ditentukan sekurang-kurangnya 100 meter di kiri kanan sungai besar dan 50 meter di kiri kanan anak sungai yang berada di luar permukiman. Sedangkan untuk sungai di kawasan permukiman berupa sempadan sungai yang diperkirakan cukup untuk dibangun jalan inspeksi antara 10 15 meter. Kawasan sempadan sungai di Kecamatan Senen berada pada kawasan Kali Sentiong dan Ciliwung.

B.4.25 Rencana Pengembangan Fasilitas Umum dan Sosial Kecamatan Senen


Rencana Pengembangan fasilitas umum dan sosial di Kecamatan Senen terdiri dari empat jenis fasilitas, yaitu :

Fasilitas Pendidikan Fasilitas Kesehatan Fasilitas Peribadatan Fasilitas Olah Raga

B.4.24.2 Perdagangan dan Perkantoran


Aktifitas perkotaan ditentukan oleh dominasi kegiatan non pertanian yang ada di suatu wilayah. Semakin banyak kegiatan non pertanian, semakin tinggi karateristik kota yang dimiliki wilayah tersebut. Kawasan fungsi perdagangan dan jasa pada Kecamatan Senen dituntut harus ada sebagai sarana utama bagi distribusi dan koleksi barang dan jasa yang ada di Kecamatan Senen, karena dengan semakin mantapnya fungsi perdagangan dan jasa akan semakin mendukung perkembangan Kecamatan Senen sehingga dapat berfungsi pula sebagai pusat pelayanan bagi daerah di sekitarnya.

B.4.25.1 Pendidikan
Pendidikan memegang peranan penting dalam membentuk sumber daya manusia di suatu wilayah. Analisis fasilitas pendidikan di wilayah Kecamatan Senen meliputi SD, SMP dan SMA.Ditinjau dari masing-masing fasilitas pendidikan yang dibutuhkan, pada tahun 2030 dengan berdasarkan standar kebutuhan 1 TK melayani 1.250 jiwa penduduk maka menghasilkan perhitungan jumlah TK sebanyak 81 unit. Kondisi ini memerlukan penambahan dikarenakan jumlah pada kondisi eksisiting dibawah hasil perhitungan pada tahun 2030. Fasilitas pendidikan SD, pada tahun 2030 dengan berdasarkan standar kebutuhan 1 SD melayani 2.500 jiwa penduduk maka menghasilkan perhitungan jumlah SD sebanyak 40 unit. Kondisi ini memerlukan tidak memerlukan penambahan dikarenakan jumlah pada kondisi eksisiting sudah mencukupi yaitu sebanyak 56 unit. Fasilitas pendidikan SMP, pada tahun 2030 dengan berdasarkan standar kebutuhan 1 SMP melayani 15.000 jiwa penduduk maka menghasilkan perhitungan jumlah SMP sebanyak 7 unit. Kondisi ini memerlukan tidak memerlukan penambahan dikarenakan jumlah pada kondisi eksisiting sudah mencukupi yaitu sebanyak 13 unit. Fasilitas pendidikan SMA, pada tahun 2030 dengan berdasarkan standar kebutuhan 1 SMA melayani 30.000 jiwa penduduk maka menghasilkan perhitungan jumlah SMA sebanyak 3 unit. Kondisi ini memerlukan penambahan dikarenakan jumlah pada kondisi eksisiting dibawah hasil perhitungan pada tahun 2030.
III-70

B.4.24.3 Pelayanan Umum dan Sosial


Fungsi ini merupakan pendukung aktifitas kawasan, sehingga fasilitas ini peruntukkannya disesuaikan dengan aktifitas pada tiap tiap pusat kegiatan. Fasilitas yang dialokasikan disini terdiri dari fasilitas pendidikan, kesehatan, peribadatan, olah raga/ruang terbuka yang merupakan fasilitas pendukung pemukiman.

B.4.24.4 Kawasan Lindung


Pada kawasan ini dapat dibudidayakan untuk kegiatan masyarakat untuk kegiatan budidaya pertanian rakyat, papan penyuluhan dan peringatan serta rambu rambu pekerjaan, pemasangan rentangan kabel listrik, kabel telepon dan pipa air minum, penyelenggaraan kegiatan yang bersifat sosial, olahraga, pariwisata dan kemasyarakatan yang tidak menimbulkan dampak merugikan bagi kelestarian dan keamanan fungsi serta fisik sungai dan danau.

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

III-71

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Tabel 4.33 Rencana Kebutuhan Fasilitas Pendidikan Kec. Senen Tahun 2030
No Kelurahan Penduduk (jiwa) Kebutuhan Fasilitas Pendidikan (unit) TK SD SMP SMA

penambahan lagi dikarenakan telah terdapat fasilitas rumah sakit di Kecamatan Senen maupun di kecamatan sekitarnya. Fasilitas praktek dokter pada tahun 2030 dengan berdasarkan standar kebutuhan 1 praktek dokter melayani 6.000 jiwa penduduk maka menghasilkan perhitungan jumlah praktek dokter 2 0 1 1 3 sebanyak 17 unit. Kondisi ini memerlukan tidak memerlukan penambahan dikarenakan jumlah pada kondisi eksisiting sudah mencukupi yaitu sebanyak 62 unit. Fasilitas pelayanan kesehatan apotek pada tahun 2030 dengan berdasarkan standar kebutuhan 1 apotek melayani 30.000 jiwa penduduk maka menghasilkan perhitungan jumlah apotek sebanyak 3 unit. Kondisi ini memerlukan tidak memerlukan penambahan dikarenakan jumlah pada kondisi eksisiting sudah mencukupi yaitu sebanyak 23 unit.

1 2 3 4 5 6

Kenari Paseban Kramat Kwitang Senen Bungur Jumlah

0 50.591 13.320 18.694 0 18.488 101.093

40 11 15 15 81

20 5 7 7 40

3 1 1 1 7

Sumber : Perhitungan Rencana

B.4.25.2 Kesehatan
Fasilitas balai pengobatan, pada tahun 2030 dengan berdasarkan standar kebutuhan 1 balai pengobatan melayani 3.000 jiwa penduduk maka menghasilkan perhitungan jumlah balai pengobatan sebanyak 34 unit. Kondisi ini memerlukan penambahan dikarenakan jumlah pada kondisi eksisiting dibawah hasil perhitungan pada tahun 2030. Fasilitas BKIA pada tahun 2030 dengan berdasarkan standar kebutuhan 1 BKIA melayani 10.000 jiwa penduduk maka menghasilkan perhitungan jumlah BKIA sebanyak 10 unit. Kondisi ini memerlukan penambahan dikarenakan jumlah pada kondisi eksisiting dibawah hasil perhitungan pada tahun 2030. Fasilitas rumah bersalin pada tahun 2030 dengan berdasarkan standar kebutuhan 1 rumah bersalin melayani 30.000 jiwa penduduk maka menghasilkan perhitungan jumlah rumah bersalin sebanyak 3 unit. Kondisi ini memerlukan tidak memerlukan penambahan dikarenakan jumlah pada kondisi eksisiting sudah mencukupi yaitu sebanyak 10 unit. Fasilitas puskesmas pembantu pada tahun 2030 dengan berdasarkan standar kebutuhan 1 puskesmas pembantu melayani 30.000 jiwa penduduk maka menghasilkan perhitungan jumlah puskesmas pembantu sebanyak 3 unit. Kondisi ini tidak memerlukan penambahan dikarenakan telah tercukupi dengan keberadaan puskesmas. Fasilitas puskesmas pada tahun 2030 dengan berdasarkan standar kebutuhan 1 puskesmas melayani 30.000 jiwa penduduk maka menghasilkan perhitungan jumlah puskesmas sebanyak 3 unit. Kondisi ini memerlukan tidak memerlukan penambahan dikarenakan jumlah pada kondisi eksisiting sudah mencukupi yaitu sebanyak 7 unit. Fasilitas rumah sakit wilayah hanya dibutuhkan 1 unit saja pada tiap tiap kecamatan sehingga tidak membutuhkan

B.4.25.3 Peribadatan
Fungsi utama fasilitas ini adalah untuk sarana peribadatan masyarakat beragama. dan merupakan bagian dari hak asasi manusia. Fasilitas peribadatan untuk pemeluk agama Islam, terdiri dari musholla dan masjid pada tahun 2030 dengan berdasarkan standar kebutuhan 1 mushola melayani 3.000 jiwa penduduk dan 1 masjid melayani 30.000 jiwa maka menghasilkan perhitungan jumlah mushola sebanyak 31 unit dan jumlah masjid sebanyak 2 unit. Fasilitas peribadatan untuk pemeluk agama lain yaitu Protestan, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu masing masing berdasarkan standar kebutuhan 1 tempat ibadah melayani 60.000 jiwa, sehingga untuk Gereja Protestan, Gereja Katolik, Pura, Vihara, dan Klenteng setelah dihasilkan perhitungan ternyata belum membutuhkan sejumlah tempat ibadah tersebut.

B.4.25.4 Olah Raga


Fasilitas tempat bermain untuk layanan 250 jiwa, pada tahun 2030 dengan berdasarkan standar kebutuhan 1 tempat bermain melayani 250 jiwa penduduk maka menghasilkan perhitungan jumlah tempat bermain sebanyak 404 unit. Kondisi ini memerlukan penambahan dikarenakan jumlah pada kondisi eksisiting tidak terdapat. Fasilitas tempat bermain untuk layanan 3.000 jiwa, pada tahun 2030 dengan berdasarkan standar kebutuhan 1 tempat bermain melayani 3.000 jiwa penduduk maka menghasilkan perhitungan jumlah tempat bermain sebanyak 34 unit. Kondisi ini memerlukan penambahan dikarenakan jumlah pada kondisi eksisiting tidak terdapat.

III-72

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Fasilitas kolam renang, pada tahun 2030 dengan berdasarkan standar kebutuhan 1 kolam renang melayani 30.000 jiwa penduduk maka menghasilkan perhitungan jumlah kolam renang sebanyak 3 unit. Kondisi ini memerlukan penambahan dikarenakan jumlah pada kondisi eksisiting dibawah hasil perhitungan pada tahun 2030. Fasilitas gedung olah raga, pada tahun 2030 dengan berdasarkan standar kebutuhan 1 gedung olah raga melayani 120.000 jiwa penduduk maka menghasilkan perhitungan jumlah gedung olah raga sebanyak 1 unit. Kondisi ini memerlukan penambahan dikarenakan jumlah pada kondisi eksisiting dibawah hasil perhitungan pada tahun 2030. Fasilitas lapangan olah raga, pada tahun 2030 dengan berdasarkan standar kebutuhan 1 lapangan olah raga melayani 30.000 jiwa penduduk maka menghasilkan perhitungan jumlah lapangan olah raga sebanyak 3 unit. Kondisi ini memerlukan penambahan dikarenakan jumlah pada kondisi eksisiting dibawah hasil perhitungan pada tahun 2030. Fasilitas lapangan serbaguna, pada tahun 2030 dengan berdasarkan standar kebutuhan 1 lapangan serbaguna melayani 120.000 jiwa penduduk maka menghasilkan perhitungan jumlah lapangan olah raga sebanyak 1 unit. Kondisi ini memerlukan penambahan dikarenakan jumlah pada kondisi eksisiting dibawah hasil perhitungan pada tahun 2030. Tabel 4.34 Rencana Kebutuhan Fasilitas Olah Raga dan Rekreasi Di Kecamatan Senen Tahun 2009-2020

identifikasi serta kecenderungan struktur tata ruang masa depan yang akan terbentuk maka tujuan rencana rinci tata ruang Kecamatan Johar Baru yaitu : Menyiapkan dan mengarahkan Kecamatan Johar Baru sebagai kawasan perdagangan dan jasa Kotamadya Jakarta Pusat dengan permukiman serta

membangun sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan tersebut. Memenuhi kebutuhan perumahan dengan membangun rumah susun sederhana sewa tingkat di Kelurahan Tanah Tinggi yang mengacu pada Peraturan Menteri PU No. 5 tahun 2007. Meningkatkan kondisi dan kapasitas jaringan jalan regional yang berguna memantapkan fungsi Kecamatan Johar Baru sebagai salah satu pusat pergerakan Kotamadya Jakarta Pusat. Peningkatan layanan sarana jalan dengan pelebaran jalan-jalan utama. Mewujudkan pembangunan dan pengembangan Kecamatan Johar Baru yang

berpihak pada kepentingan masyarakat, dengan memposisikan peran masyarakat sebagai pemrakarsa pembangunan, Memanfaatkan peluang dan mampu menempatkan kendala pengembangan sebagai komponen modal dasar pengembangan dan pembangunan Kecamatan Johar Baru guna mewujudkan kehidupan yang lebih baik. B.4.26.2 Kebijakan

Kebutuhan Fasilitas Olah Raga dan Rekreasi (unit) No Kelurahan Penduduk (jiwa) Tempat Bermain (250 jiwa) Tempat Bermain (3.000 jiwa) Kolam Renang Gedung Olah Raga Lap Olah Raga Lap Serbaguna

B.4.26.2.1 Kawasan Budidaya


Kawasan budidaya merupakan kawasan yang dikembangkan secara intensif dengan pusat pengembangan yang ada di Kecamatan Johar Baru, secara umum pengembangan tersebut berorientasi pada optimalisasi sumber daya dan tetap mempertahankan kelestarian lingkungan guna mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Strategi rencana kawasan budidaya berdasarkan ciri kegiatan perkotaan adalah Kawasan perkotaan merupakan kawasan yang mempunyai arahan kegiatan utama bukan pertanian dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perkotaan, pemusatan dan distribusi pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial dan kegiatan ekonomi. Karena keterbatasan daya dukung lahan maka pada kawasan perkotaan diupayakan adanya intensifikasi lahan pada lahan dengan kepadatan penduduk atau kegiatan tinggi, dilakukan ekstensifikasi pada kawasan cadangan pengembangan kawasan perkotaan. Pengembangan tersebut diupayakan semaksimal mungkin sesuai dengan potensi yang ada. Namun perlu dijaga agar pengembangan kawasan perkotaan tidak meluas dan mengganggu kawasan dengan fungsi lindung. Pengembangan di kawasan perkotaan terutama di pusat kota tetap memperthatikan agar kekompakan penggunaan lahan terjaga dan tidak menjadi homogen.
III-73

1 2 3 4 5 6

Kenari Paseban Kramat Kwitang Senen Bungur Jumlah

0 50.591 13.320 18.694 0 18.488 101.093

202 53 75 74 404

17 4 6 6 34

2 0 1 1 3

0 0 0 0 1

2 0 1 1 3

0 0 0 0 1

Sumber : Perhitungan Rencana

B.4.26Tujuan, Kebijakan dan Strategi Kecamatan Johar Baru B.4.26.1 Tujuan


Rencana rinci tata ruang Kecamatan Kecamatan Johar Baru merupakan wujud pemanfaatan ruang yang menggambarkan susunan lokasi pusat perdagangan jasa dan ikatan fungsi antar sub-sub pusat kegiatan dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Sesuai dengan hasil

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Kebijakan kawasan budidaya dibagi menjadi beberapa sektor, diantaranya yaitu :

7). Sektor Air Minum dan Sumber Air Bersih


Menambah/memperluas jaringan air bersih dan meningkatkan kualitas jaringan Penganjuran pengurangan penggunaan air tanah guna mengatasi penurunan Penambahan hydrant umum pipa pipa induk dan distribusi muka air tanah dan intruisi air laut
-

1). Sektor Perumahan


Diutamakan pemenuhan kebutuhan rumah bagi golongan menengah kebawah Program perbaikan lingkungan dan permajaan lingkungan pada kawasan kumuh Pembangunan rumah susun sederhana untuk memenuhi kebutuhan perumahan Pengembangan sistem ribbon sedikit dibatasi, kecuali pada sisi sisi jalan yang khususnya pada daerah daerah permukiman padat dan tidak teratur

2). Sektor Perdagangan dan Jasa


-

B.4.26.2.2 Kawasan Strategis


Pengembangan kawasan diprioritaskan karena keberadaannya dapat mendukung pengembangan sekktor strategis di atasnya dengan berdasar atas pertimbanganpertimbangan. Pengembangan kawasan tersebut mempunyai dampak regional maupun nasional karena memiliki kontribusi tinggi. Pengembangan sektor sosial ekonomi di atasnya membutuhkan lahan dalam skala besar. Sektor yang akan dikembangkan mempunyai prioritas tinggi dalam lingkup regional dan nasional. Kawasan memliki prospek ekonomi yang cerah untuk menarik investasi dan memacu pengembangan wilayah sekitar. Pengembangan secara intensif potensi sumberdaya alam yang dapat dimanfaatkan. Pengembangan prasarana perhubungan yang lebih dapat diandalkan. Peningkatan hubungan sosial ekonomi dengan pusat kegiatan terdekat

mengalami peningkatan fungsi dan kualitas dengan memperhatikan kelancaran arus lalu lintas dengan pemenuhan penyediaan tempat parkir Pengembangan pada sentra sentra lokal lebih diprioritaskan Optimalisasi lahan dan ruang untuk menyerap tenaga kerja Membatasi kegiatan industri dengan hanya memperbolehkan pada kegiatan dan merelokasi kegiatan industri yang tidak sesuai dengan

3). Sektor Industri


industri rumahan

kegiatan industri tersebut

4). Sektor Transportasi


Penyediaan fasilitas bagi pejalan kaki perlu ditingkatkan Pengembangan jaringan jalan kolektor pada setiap kelurahan dengan

memperhatikan kualitas dan kapasitas Trayek transportasi umum lebih diatur agar jaringan jalan yang dilalui angkutan umum tidak terlalu padat

B.4.26.2.3 Penanganan Lingkungan


Strategi penanganan kawasan ini dititik beratkan pada pemeliharaan lingkungan guna mempertahankan ekosistem setempat dan kelestarian lingkungan alam. Hal ini termasuk juga pengendalian dan pengelolaan lingkungan hidup serta peraturan tentang adanya penetapan AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan). B.4.26.3

5). Sektor Fasilitas Umum


Pengembangan dan peningkatan fasilitas umum, baik kuantitas maupun kualitas Guna mengatasi keterbatasan lahan, masih dimungkinkan untuk pengembangan

secara vertikal dan penggabungan kegiatan lainnya yang sejenis dalam satu bangunan Pembangunan baru untuk memenuhi jumlah kebutuhan dan pencapaian target sesuai standar kecamatan

Strategi
Strategi rencana rinci tata ruang Kecamatan Johar Baru adalah : Meningkatkan peran dan fungsi serta menata pusat-pusat kegiatan yang sudah Memperbaiki dan merencanakan kawasan-kawasan yang cenderung kumuh Mempertahankan RTH yang sudah ada dan mengembalikan fungsi RTH berkembang. dengan membangun rumah susun beserta fasilitas-fasilitasnya. khususnya di bantaran sungai, pinggiran Jalan Rel kereta api yang dijadikan permukiman kumuh. Merealisasikan pembangunan sarana dan prasarana yang mampu
III-74

6). Sektor Drainase dan Pengendalian Banjir


Melaksanakan normalisasi sungai dan saluran drainase makro, submakro, mikro, serta mengamankan tepian sungai dari kegiatan yang dapat menganggu fungsi sungai (pengamanan terhadap bangunan liar dan pembuangan sampah) Melaksanakan pembangunan/peremajaan drainase makro dan mikro ke dalam Mengembalikan fungsi fungsi jaringan drainase sistem pengendalian banjir makro

meningkatkankapasitas perdagangan dan jasa .

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Merealisasikan pembangunan jalan lingkungan di dalam lingkungan yang telah

Pusat Kegiatan Sekunder


a. b. Kawasan perdagangan dan perkantoran Jl.Letjend Suprapto dengan kegiatan Hotel Garuda dengan kegiatan pelayanan perdagangan dan jasa

berkembang guna menyediakan ruang perumahan kota yang dapat menampung perkembangan penduduk.

Pusat Kegiatan Sekunder di Kecamatan Johar Baru antara lain adalah : pelayanan perdagangan dan jasa

B.4.27 Rencana Pengelolaan Kependudukan Kecamatan Johar Baru


Kecamatan Johar Baru dengan perkembangan wilayah yang semakin pesat maka diperlukan rencana pengelolaan kependudukan yang tepat dengan menggunakan perhitungan berdasarkan daya tampung penduduk pada tahun 2030. Sesuai hasil perhitungan analisis kependudukan menunjukkan bahwa dengan menggunakan KDB, KLB, serta standar luas kavling ideal, maka jumlah daya tampung penduduk ideal Kecamatan Johar Baru adalah sebesar 107.701 jiwa, dengan kepadatan tertinggi terdapat di Kelurahan Kampung Rawa sebesar 672 jiwa/ha, jumlah tersebut digunakan karena pertimbangan adanya keterbasan luasan penggunaan lahan di masa mendatang di Kecamatan Johar Baru. Namun untuk mengantisipasi kelebihan daya tampung dan keterbatasan lahan maka direncanakan dengan membangun perumahan secara vertikal. Sedangkan rumah rumah kumuh yang masih terdapat di Kecamatan Johar Baru akan dihilangkan. Pembangunan wisma kecil akan dibatasi. Kepadatan permukiman direncanakan tidak terlalu padat/sedang untuk menjaga kelayakan sebagai kawasan tempat tinggal. Tabel 4.35 Rencana Jumlah dan Kepadatan Penduduk Kec.Johar Baru 2030 No 1 2 3 4 Kelurahan Johar Baru Kampung Rawa Tanah Tinggi Galur Jumlah
Sumber : Hasil Rencana

Pusat Kegiatan Tersier


a. b. c. d. e. Pasar Johar Baru dan Pasar Ikan Hias Johar Baru dengan kegiatan pelayanan Kantor Kecamatan Johar Baru dan Kantor Kelurahan Johar Baru dengan SMPN 2, SMP PGRI 25 dan SMAN 27 dengan kegiatan pelayanan pendidikan Puskesmas Johar Baru dengan kegiatan pelayanan kesehatan Pertokoan Jl.Mardani Raya dengan kegiatan pelayanan perdagangan dan jasa

Pusat Kegiatan Kota di Kecamatan Johar Baru antara lain adalah : perdagangan dan jasa kegiatan pelayanan pemerintahan

Tabel 4.36 Rencana Struktur Ruang Kecamatan Johar Baru


Lokasi Jl.Percetakan Negara Jl.Letjend Suprapto Fungsi Kawasan kantor pemerintahan Departemen Kesehatan dan Percetakan Negara Komersil seperti adanya pusat perdagangan dan perkantoran di sepanjang jalan Letjend Suprapto Pelayanan umum dan pemerintahan Keterangan Pusat kantor pemerintahan Dep.Kesehatan RI dan Percetakan Negara Pusat kegiatan perdagangan dan perkantoran Jl.Letjend Suprapto Hotel Garuda Kantor Camat Johar Baru Kantor Lurah Johar Baru GOR Johar Baru Pasar Johar Baru Pasar Ikan Hias Johar Baru Skala/Kekhasan Pusat kegiatan pemerintahan skala Nasional Pusat perdagangan dan jasa skala kota

Penduduk 2030 32,266 20,161 38,263 17,011 107,701

Kepadatan Penduduk 2030 271 672 617 654 454

Kawasan sekitar kantor Kecamatan Johar Baru Kawasan sekitar pusat perdagangan Pasar Johar Baru Jl.Mardani Raya Jl. Rawa Selatan 4

Pusat pelayanan Pemerintahan, Perdagangan dan jasa skala Kecamatan Pusat kegiatan perdagangan dan jasa skala Kecamatan Pusat pelayanan Pendidikan, Perdagangan dan jasa skala Kecamatan

B.4.28 Rencana Struktur Ruang Kecamatan Johar Baru Pusat Kegiatan Primer
a. b. Kantor Depkes RI (BPOM RI) dengan kegiatan pemerintahan Kantor Percetakan Negara RI dengan kegiatan pemerintahan Pusat Kegiatan Primer di Kecamatan Johar Baru antara lain adalah :

Komersil seperti adanya Pasar Johar Baru dan pertokoan di sekitar kawasan tersebut Pusat pelayanan pendidikan, kesehatan serta perdagangan dan jasa

Pusat pendidikan seperti SMPN 2, SMP PGRI 25, SMAN 27 Puskesmas Johar Baru Pertokoan Jl.Mardani Raya

Sumber : Hasil Rencana 2009

III-75

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

No

Nama jalan Jl.Galur Jl. Tanah Tinggi 4

Tingkatan jalan Kolektor Sekunder


Kolektor Sekunder

2006 6
6

2030 12
12

B.4.29 Rencana Transportasi Kecamatan Johar Baru


Rencana pengembangan jaringan jalan di Kecamatan Johar Baru adalah sistem jaringan jalan, simpang susun, fasilitas pejalan kaki dan jembatan penyeberangan. Sistem jaringan jalan di Kecamatan Johar Baru hingga tahun 2030 direncanakan sebagai berikut : a. Jalan Arteri Primer Jl. Letjend Suprapto Rencana jalan sisi timur Kali Sentiong Jl. Percetakan Negara Jl. Mardani Raya Jl. Pangkalan Asem Rencana jalan sisi rel KA

13 14

Sumber : Hasil Rencana 2009

B.4.30 Rencana Pengembangan Utilitas Kecamatan Johar Baru


Rencana pengembangan utilitas di Kecamatan Johar Baru memperhatikan jejaring yang telah ada dan peningkatan kebutuhan, diantaranya adalah : Pembatasan pemakaian air tanah terutama di zona kritis air tanah agar terpeliharanya Perluasan jaringan pelayanan air bersih melalui peningkatan distribusi yang belum Perluasan kawasan resapan air melalui penambahan ruang terbuka hijau (RTH) Peningkatan kualitas air bersih yang layak bagi penduduk sumber daya air tanah dan air permukaan sebagai air baku terlayani air bersih terutama di pemukiman yang padat penduduk

b. Jalan Arteri Skunder

c. Jalan Kolektor Primer Jl. Percetakan Negara 2 Jl. Kampung Rawa Selatan Jl. Percetakan Negara 2A Jl. Johar Baru 4 Jl. Tanah Tinggi 8 Jl. Rawa Sawah 5 Jl. Kampung Rawa Selatan 4 Rencana jalan di sisi utara Pemakaman Umum Kawi-kawi Tabel 4.37 Rencana Jaringan Jalan Kecamatan Johar Baru Tahun 2030 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 11 12 Nama jalan Jl.Letjend Suprapto Rencana jalan sisi rel KA Jl.Percetakan Negara Jl.Mardani Raya Jl.Pangkalan Asem Jl.Johar Baru Jl. Tanah Tinggi 8 Jl. Kampung Rawa Selatan Jl.Pulo Gundul Jl. Kampung Rawa Selatan 4 Jl.Baladewa Jl.Kampung Sawah 1 Jl.Kramat Jaya Baru Tingkatan jalan Arteri Primer Arteri Sekunder Arteri Sekunder Arteri Sekunder Arteri Sekunder Kolektor Primer Kolektor Primer Kolektor Primer Kolektor Primer Kolektor Primer Kolektor Sekunder Kolektor Sekunder Kolektor Sekunder 2006 47 6 20 12 12 10 12 21 6 12 9 6 6 2030 47 22 24 20 20 16 16 26 18 12 12 12 12

Berikut ini adalah rencana pengembangan jaringan utilitas di Kecamatan Johar Baru yang meliputi jaringan listrik, persampahan, air bersih, telekomunikasi dan air limbah

B.4.30.1 Persampahan
Rencana pengelolaan persampahan di Kecamatan Johar Baru adalah sebagai berikut: Program pemilahan sampah sebelum dibuang ke LPS ( Lokasi pembuangan sampah ) melalui pemilahan sampah organik (basah) dan non-organik (kering) akan memudahkan proses pembuatan kompos sebelum dibakar di dalam insinerator; Pengembangan prasarana sampah bahan berbahaya dan beracun (B3) dan Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah dengan Meningkatkan mutu, kapasitas dan jumlah armada sampah yang dapat masuk Mencegah dan menindak tegas pembuangan sampah ke sungai, saluran. dilakukan dengan teknologi tepat guna; penerapan konsep 3R (reduced, reused, recycling); kelingkungan yang padat penduduk; Caranya dengan mencegah tumbuhnya perumahan liar,bedeng di sepanjang tepi sungai.

B.4.30.2 Drainase dan Pengendali Banjir


Rencana pengendalian drainase di Kecamatan Johar Baru adalah sebagai berikut :

III-76

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Melaksanakan normalisasi sepanjang aliran sungai dan mengamankan sungai

B.4.30.4 Telekomunikasi
Rencana jaringan telekomunikasi di Kecamatan Johar Baru adalah sebagai berikut : Pengembangan sistem pelayanan telekomunikasi melalui penerapan teknologi telekomunikasi yang memadai Pembangunan jaringan telekomunikasi baru pada kawasan pemukiman padat, dengan tujuan untuk memfasilitasi masyarakat dalam melakukan aktifitas bersosial.

dari kegiatan yang dapat menggangu fungsinya (Pengamanan terhadap bangunan liar dan pembuangan sampah) Penataan kembali (GSS) garis sempadan sungai sejalan dengan penataan Pengerukan sampah di sepanjang kali yang bisa menimbulkan banjir sungai menurut fungsinya yaitu sebagai pengendali banjir, drainase dan penggelontor

Sistem jaringan drainase yang diusulkan mengikuti sistem hierarki jalan sebagai berikut : Saluran primer yang merupakan saluran yang akan mengalirkan air ke saluran alam atau sungai yang ada. Ditempatkan pada setiap jalan primer. Bentuk penampang berupa saluran segiempat tertutup pada kawasan yang relatif padat untuk menghindari masuknya sampah dan mencegah terjadinya genangan air pada permukaan jalan. Bentuk penampang saluran segi empat terbuka pada kawasan yang relatif kosong. Saluran sekunder yang merupakan saluran yang mengalirkan air ke saluran primer. Ditempatkan pada setiap jalan sekunder. Saluran pelimpasan utama menggunakan drainase primer atau jaringan sungai terdekat. Bentuk penampang saluran adalah trapesium terbuka. Saluran tersier yang merupakan saluran yang mengalirkan air ke saluran sekunder. Saluran ini berfungsi sebagai saluran penampung aliran dari limpasan air hujan baik dari halaman maupun dari permukaan jalan. Ditempatkan pada setiap jalan lingkungan. Bentuk penampang saluran adalah segi empat atau setengah lingkaran. No

Menciptakan jaringan telekomunikasi yang aman dan menjaga struktur lingkungan kota di Kecamatan Johar Baru.

B.4.30.5 Rencana Jaringan Air Bersih


Rencana jaringan primer pipa air bersih di Kecamatan Johar Baru tahun 2030 adalah melintasi Jl.Letend. Suprapto, Jl.Pangkalan Asem, Jl.Kramat Jaya Baru, Jl.Johar, Jl.Percetakan Negara, Jl.Kampung Rawa Selatan, Jl.Tanah Tinggi, Jl.Kramat Pulo Gundul, Jl.Percetakan Negara 2, Jl.Pulo Gundul. Kebutuhan air bersih untuk tahun 2030 di Kecamatan Johar Baru tahun 2030 adalah sebesar 18.847 ltr/hari, kebutuhan tersebut dipenuhi dari instalasi air minum pejompongan 1 dan 2. Untuk lebih jelasnya mengenai rencana kebutuhan air bersih di Kecamatan Johar Baru tahun 2030 dapat dilihat pada Tabel 4.38 Tabel 4.38 Analisis Proyeksi Air Bersih Kec. Johar Baru Tahun 2030 Kelurahan Johar Baru Kampung Rawa Tanah Tinggi Galur Jumlah
Sumber : Hasil Rencana

Penduduk (jiwa) 32,266 20,161 38,263 17,011 107,701

B.4.30.3 Listrik
Rencana pengembangan jaringan listrik dengan indikasi-indikasi pengembangan tersebut merupakan suatu terapan pada kesesuaian pembangunan pada setiap kawasan yang membutuhkan pemerataan pelayanan, dengan tujuan agar sistem jaringan listrik pada Kecamatan Johar Baru dapat berfungsi dengan baik serta memperindah lingkungan sekitar. Adapun rencana pengembangan adalah, sebagai berikut : 1 2 3 4

Kebutuhan Air Bersih ( Ltr/Hr) 5,646,550 3,528,175 6,696,025 2,976,925 18,847,675

Kebutuhan Air Bersih ( M3/Hr) 5,646.55 3,528.18 6,696.03 2,976.93 18,847.68

Rencana pemenuhan kebutuhan listrik untuk rumah susun sewa (Rusunawa); Meningkatkan pembangunan sistem jaringan listrik yang aman untuk kawasan

B.4.30.6 Rencana Sistem Pembuangan Air Limbah


Rencana sistem pembuangan air limbah di Kecamatan Johar Baru tahun 2030 adalah dengan sistem on-site. Diperkirakan tahun 2030 akan dihasilkan air limbah sebesar 7.431 ltr/hari yang berasal dari air limbah perumahan dan perdagangan/jasa. Untuk lebih jelasnya mengenai timbulan air kotor (sludge) di Kecamatan Johar Baru tahun 2030 dapat dilihat pada Tabel 4.39
III-77

perumahan terutama mencakup kawasan pemukiman padat; Peningkatan kebutuhan listrik akibat pertambahan penduduk dan kegiatan; Mempertahankan dan menata kondisi sistem jaringan listrik yang telah ada serta

memperbaiki kendala-kendala yang terjadi pada sistem jaringan listrik tersebut.

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

tampung perkembangan penduduk dan fasilitas dan prasarana yang dibutuhkan dengan mempertimbangkan kebijaksanaan yang ada. Rencana pengembangan kawasan permukiman berkepadatan tinggi direncanakan melalui cara rehabilitasi atau program dan perbaikan dan peningkatan kualitas lingkungan. Sedangkan untuk unit lingkungan permukiman yang berkepadatan sedang dan rendah dilakukan persiapan dengan pembangunan kawasan permukiman berskala besar pada lahan yang masih kosong. Daerah permukiman direncanakan menyebar di seluruh wilayah Tabel 4.39 Timbulan Limbah Air Kotor Kec. Johar Baru Tahun 2030 Timbulan Air Penduduk Timbulan Sludge Limbah ( jiwa) ( Ltr/Hr) ( M3/Hr)) 32,266 20,161 38,263 17,011 107,701 4,517.24 2,822.54 5,356.82 2,381.54 15,078.14 2,226 1,391 2,640 1,174 7,431 Kecamatan Johar Baru pada semua kelurahan baik dalam bentuk vertikal seperti rumah susun atau apartemen dan landed house dengan memperhatikan kebutuhan perumahan Timbulan Sludge ( M3/Hr) 2.23 1.39 2.64 1.17 7.43 penduduk Kecamatan Johar Baru dimasa yang akan datang dengan memperhitungkan kecenderungan perkembangan dan aksesbilitas. Rencana pengembangan kawasan perumahan kepadatan tinggi dan sedang di Kecamatan Johar Baru diarahkan pada: Kelurahan Johar Baru Kelurahan Kampung Rawa Kelurahan Tanah Tinggi Kelurahan Galur

No 1 2 3 4

Kelurahan Johar Baru Kampung Rawa Tanah Tinggi Galur Jumlah

Sumber : Hasil Rencana

B.4.31

Rencana Pola Ruang Kecamatan Johar Baru


Rencana pola ruang menggambarkan letak, ukuran, fungsi dari kegiatan budidaya dan lindung, isi rencana pola pemanfaatan ruang adalah deliniasi (batas - batas) kawasan kegiatan sosial ekonomi, budaya dan kawasan lainnya di dalam kawasan budidaya dan deliniasi kawasan lindung. Untuk lebih jelasnya mengenai rencana pola ruang Kecamatan Johar Baru tahun 2030 dapat dilihat pada tabel 4.40

Rencana pengembangan kawasan perumahan kepadatan rendah tidak diarahkan di Kecamatan Johar Baru. Sedangkan rencana pengembangan kawasan perumahan susun di Kecamatan Johar Baru diarahkan di Kel.Tanah Tinggi.

B.4.31.2 Perdagangan dan Jasa


Aktifitas perkotaan ditentukan oleh dominasi kegiatan non pertanian yang ada di suatu wilayah. Semakin banyak kegiatan non pertanian, semakin tinggi karateristik kota yang dimiliki wilayah tersebut. Kawasan fungsi perdagangan dan jasa pada Kecamatan Johar Baru dituntut harus ada sebagai sarana utama bagi distribusi dan koleksi barang dan jasa yang ada di Kecamatan Johar Baru, karena dengan semakin mantapnya fungsi perdagangan dan jasa akan semakin mendukung perkembangan Kecamatan Johar Baru sehingga dapat berfungsi pula sebagai pusat pelayanan bagi daerah di sekitarnya. Pola pengembangan kawasan perdagangan dan jasa di Kecamatan Johar Baru adalah : a. Pengembangan Sentra sentra Pengembangan sentra jasa/komersil di prioritaskan pada sentra perdagangan Pasar Johar Baru dan sekitarnya yang merupakan sentra tingkat kecamatan b. Pengembangan Ribbon

B.4.31.1 Permukiman
Bila dibandingkan dengan fungsi lain, permukiman merupakan jenis peruntukkan lahan yang paling banyak memanfaatkan/menyerap lahan di suatu wilayah, sehingga pengembangan area perumahan akan menentukan pola dan bentuk terbangun suatu wilayah dimasa yang akan datang. Kriteria untuk kawasan permukiman perkotaan adalah memperhitungkan kecenderungan perkembangan pembangunan permukiman perkotaan baru, memperhitungkan daya

III-78

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Pengembangan jasa/komersil di sepanjang Jalan Percetakan Negara 2,

Jl.Pangkalan Asem, Jl.Mardani Raya. Pengembangan jasa/perkantoran dan campuran di sepanjang Jalan Letjend.

Suprapto.

B.4.31.3 Kawasan Perindustrian dan Pergudangan


Kawasan Kecamatan Johar Baru telah berkembang kawasan permukiman dan perdagangan mantap. Keberadaan industri dan pergudangan di Kecamatan Johar Baru pada kondisi eksisting telah terjepit diantara permukiman sehingga harus direlokasi di tempat lain dikarenakan menimbulkan pencemaran tanah, air, dan udara.

Tabel 4.40 Rencana Pola Ruang Kecamatan Johar Baru Tahun 2030

Peruntukan Tanah (Ha) Kaw.Perum Susun Taman Kaw.Perkantoran Swasta Kaw.Perkantoran Taman Kaw.Penyempurna Hijau Lindung Pelayanan Umum/Sosial Kaw.Jalur Hijau & Hutan Kota Kaw.Perum Kepadatan Sedang Kaw.Perum Kepadatan Tinggi Kaw.Perum Kepadatan Rendah Kaw. Perum Susun

Kaw.Perdagangan

Kaw.Terbuka Biru -

Kaw.Perkantoran Pemerintahan

Kaw.Pemakaman

Campuran Besar

Campuran Kecil

Kaw.Industri

Kaw.Taman

Olah Raga

No

Kelurahan

Total (Ha)

1 Galur 2 Johar Baru 3 Kampung Rawa 4 Tanah Tinggi Kecamatan %

7.87

0.00 0.00

0.00 0.00

1.24 0.95 2.20 1.24

4.11 7.50 5.14

0.12 0.37 0.45 0.41

3.31 3.56 6.60 2.00 3.47 2.36 3.19

0.00 0.00

0.00 0.00

0.21 0.70 7.22 1.06 -

0.21 0.21 0.12

0.80

0.51 21.19 1.02 91.15 0.56 23.31 0.49 42.96 2.58 177.15 1.46 100.00

10.05 49.46 13.68 25.79

- 4.62 -

1.46 5.81 0.00 22.57 0.00 12.74

1.28 1.01 8.72 2.77 4.92 1.56

10.05 96.80 5.68 54.64

1.35 12.26 12.22 0.76 6.92 6.90

0.00 4.62 0.00 2.61

0.80 0.45

III-79

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Fasilitas Pendidikan Fasilitas Kesehatan Fasilitas Peribadatan Fasilitas Olah Raga

B.4.32.1 Pendidikan
Rencana pengembangan fasilitas pendidikan di Kecamatan Johar Baru lebih di utamakan untuk fasilitas pendidikan yang masih kurang dan diperlukan lagi penambahan lahan dan bangunan fasilitas pendidikan. Rencana pengembangan fasilitas pendidikan di Kecamatan Johar Baru akan lebih diarahkan untuk tingkat TK, dan SMA/SMK yang berdasarkan analisis proyeksi fasilitas pendidikan tersebut jumlahnya masih kurang dan masih diperlukan penambahan beberapa fasilitas pendidikan.

B.4.31.4 Pelayanan Umum dan Sosial


Fungsi ini merupakan pendukung aktifitas kawasan, sehingga fasilitas ini peruntukkannya disesuaikan dengan aktifitas pada tiap tiap pusat kegiatan. Fasilitas yang dialokasikan disini terdiri dari fasilitas pendidikan, kesehatan, peribadatan, olah raga/ruang terbuka yang merupakan fasilitas pendukung pemukiman yang harus harus memperhatikan kebutuhan dan fungsinya agar dapat melayani kebutuhan penduduk terutama pada sentra-sentra kegiatan lokal.

Tabel 4.41 Rencana Fasilitas Pendidikan Tahun 2030


No 1 2 3 Rincian Jenis Fasilitas TK SD SLTP Standar Kebutuhan (Jiwa) 1,250 2,50 0 15,00 0 30,00 0 Luas Lahan (m2) 170 3,000 4,000 4,800 Kebutuhan Sarana (Unit) 2030 86 43 7 4

B.4.31.5 Kawasan Lindung


Pada kawasan ini dapat dibudidayakan untuk kegiatan masyarakat untuk kegiatan budidaya pertanian rakyat, papan penyuluhan dan peringatan serta rambu rambu pekerjaan, pemasangan rentangan kabel listrik, kabel telepon dan pipa air minum, penyelenggaraan kegiatan yang bersifat sosial, olahraga, pariwisata dan kemasyarakatan yang tidak menimbulkan dampak merugikan bagi kelestarian dan keamanan fungsi serta fisik sungai dan danau. Kawasan sempadan sungai ditentukan sekurang-kurangnya 100 meter di kiri kanan sungai besar dan 50 meter di kiri kanan anak sungai yang berada di luar permukiman. Sedangkan untuk sungai di kawasan permukiman berupa sempadan sungai yang diperkirakan cukup untuk dibangun jalan inspeksi antara 10 15 meter. Kawasan sempadan sungai di Kecamatan Johar Baru berada pada kawasan Kali Sentiong yang perlu dijaga kelestariannya dan tidak boleh ada permukiman di pinggirannya.
No 1 2

4 SLTA Sumber : Hasil Rencana

B.4.32.2 Kesehatan
Rencana pengembangan fasilitas kesehatan di Kecamatan Johar Baru berdasarkan hasil analisis proyeksi fasilitas kesehatan yang masih kurang memadai jumlahnya, maka dengan demikian rencana pengembangan fasilitas kesehatan di Kecamatan Johar Baru lebih di utamakan untuk penambahan balai pengobatan dan perbaikan fasilitas kesehatan lainnya. Tabel 4.42 Rencana Fasilitas Kesehatan Tahun 2030
Rincian Jenis Fasilitas Balai Pengobatan BKIA Rumah Bersalin Puskesmas Pembantu Puskesmas Standar Kebutuhan (Jiwa) 3,000 10,000 30,000 30,000 30,000 Luas Lahan (m2) 200 1,600 3,000 500 650 Kebutuhan Sarana (Unit) 2030 36 11 4 4 4

B.4.32 Rencana Pengembangan Fasilitas Umum dan Sosial Kecamatan Johar Baru
Rencana Pengembangan fasilitas umum dan sosial di Kecamatan Johar Baru terdiri dari empat jenis fasilitas, yaitu :

3 4 5

III-80

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

6 7

Rumah Sakit Wilayah Tempat Praktek Dokter

480,000 6,000 30,000

10,000 150 400

0 18 4

3,000 3 4 5 Kolam Renang Gedung Olah Raga Lapangan Olah Raga Untuk 30.000 Jiwa Penduduk 30,000 120,000 30,000 60,000

8 Apotik Sumber : Hasil Rencana

500 4, 000 1, 000 9, 000 2, 000

4 1 4 1

B.4.32.3 Peribadatan
Rencana pengembangan fasilitas peribadatan di Kecamatan Johar Baru lebih di utamakan untuk fasilitas peribadatan yang masih kurang dan diperlukan lagi penambahan lahan dan bangunan serta perbaikan fasilitas peribadatan. Rencana pengembangan fasilitas peribadatan di Kecamatan Johar Baru akan lebih diarahkan untuk fasilitas peribadatan pura dan vihara yang berdasarkan analisis proyeksi fasilitas peribadatan tersebut jumlahnya masih kurang dan masih diperlukan penambahan sedangkan untuk fasilitas peribadatan lainnya hanya pada rencana perbaikan dan peremajaan. Kebutuhan fasilitas kesehatan di wilayah Kecamatan Johar Baru sampai tahun 2030 dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 4.43 Rencana Fasilitas Peribadatan Tahun 2030
No Rincian Jenis Fasilitas Standar Kebutuhan (Jiwa) 60,000 60,000 3,000 30,000 60,000 60,000 60,000 Luas Lahan (m2) 2,000 2,000 300 2,000 2,000 2,000 2,000 Kebutuhan Sarana (Unit) 2030 2 2 36 4 2 2 2

Lapangan Serba Guna Untuk 120.000 Jiwa 6 Penduduk Sumber : Hasil Rencana

B.4.33 Rencana Intensitas Pemanfaatan Ruang Kecamatan Johar Baru


Komponen intensitas ruang meliputi angka dan presentase dari KLB, KDB, KB. Tingkatan besaran ruang atau luas seluruh lantai bangunan yang diperkenankan untuk di bangun dalam perpetakan atau persil atau daerah perencanaan (DP) yang telah ditetapkan batas-batasnya berdasarkan fungsi tertentu rencana tata ruang yang terdiri dari tingkatan nilai KLB, sebagai berikut : Nilai KLB rata-rata 1,0 merupakan nilai KLB antara angka 0,4 sampai dengan 1,6 Nilai KLB rata-rata 2,0 merupakan nilai KLB antara angka lebih besar dari 1,6 sampai Nilai KLB rata-rata 3,0 merupakan nilai KLB antara angka lebih besar dari 2,4 sampai Nilai KLB rata-rata 4,0

1 Gereja Katolik 2 Gereja Protestan 3 Mushalla 4 Masjid 5 Vihara 6 Pura 7 Kelenteng Sumber : Hasil Rencana

dengan 2,4 dengan 3,5

B.4.32.4 Olah Raga


Kebutuhan akan fasilitas olah raga yang ada di Kecamatan Johar Baru saat ini sebagian besar telah cukup terpenuhi jumlahnya dan mayoritas kondisinya masih cukup baik hanya saja kebutuhan fasilitas seperti tempat bermain dan lapangan serba guna masih kurang jumlahnya dan masih diperlukan penambahan fasilitas. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 4.44 Tabel 4.44 Rencana Fasilitas Olah Raga
No Rincian Jenis Fasilitas 1 2 Tempat Bermain Untuk 250 Jiwa Penduduk Tempat Bermain Untuk 3.000 Jiwa Penduduk Standar Kebutuhan (Jiwa) 250 Luas Lahan (m2) 250 1, Kebutuhan Sarana (Unit) 2030 431 36

Nilai KLB 1,0 sampai dengan 4,0 diarahkan pada kawasan-kawasan permukiman, kawasan bangunan umum, bangunan umum KDB rendah, kawasan campuran serta kawasan industri/pergudangan di Kecamatan Johar Baru. . Rencana intensitas lahan dimaksudkan untuk mengarahkan kepadatan bangunan, untuk memberi keseimbangan lingkungan antara lahan terbangun dan ruang terbuka secara tiga dimensi, pengaturan intensitas lahan lebih detail akan terdapat pada peraturan permintakan. Rencana intensitas lahan disesuaikan dengan kondisi lingkungan serta kebutuhan

pengembangan, baik kebutuhan struktur kota maupun nilai ekonomis lahan pada penggal jalan tertentu, Rencana intensitas lahan meliputi rencana ketinggian bangunan, KDB dan KLB.

III-81

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Rencana intensitas lahan di Kecamatan Johar Baru tahun 2030 dapat di lihat pada tabel dibawah ini :

13. 14. 15. 16. 17. 18.

Tnah Tinggi IV Kampung Sawah I Kramat Jaya baru Galur Kp. Rawa Selatan Rumah Susun

Wisma dengan fasilitas Wisma dengan fasilitas Karya dan bangunan umum dengan fasilitas Wisma dengan fasilitas Wisma dengan fasilitas Wisma dengan fasilitas

2 2 2 2 2 15

60 60 60 60 60 60

maksimum 1,2 maksimum 1,2 maksimum 1,2 maksimum 1,2 maksimum 1,2 maksimum 3,0

Sumber : Hasil Rencana

Tabel 4.45 Rencana Intensitas Lahan Kecamatan Johar Baru


No 1. Lokasi Letjend Suprapto Jalur Tegangan Tinggi (hijau) Sejajar Rel Kereta Api Peruntukan Karya Bangunan umum dan fasilitasnya Wisma dengan fasilitas Penyempurna hijau lindung dengan fasilitas wisma dan bangunan umum dengan fasilitas karya Pemerintah dengan fasilitas karya industri / pergudangan dengan fasilitas Suka / Fasilitas Umum Karya bangunan umum dengan fasilitas wisma bangunan umum dengan fasilits Karya pemerintah dengan fasilitasnya Karya/bangunan umum dengan fasilitas Suka / fasilitas umum Wisma bangunan umum dengan fasilitas Wisma dengan fasilitas Wisma dengan fasilitas Wisma dengan fasilitas Ketinggian Maksimal (lantai) 20 KDB 60 KLB maksimum 3,5

KLB rata-rata 1,0 diarahkan pada : a) Kawasan permukiman b) Kawasan permukiman KDB rendah c) Kawasan bangunan umum d) Kawasan bangunan umum KDB rendah e) Kawasan campuran f) Kawasan industri / pergudangan KLB rata-rata 2,0 diarahkan pada : a) Kawasan permukiman b) Kawasan permukiman KDB rendah c) Kawasan bangunan umum d) Kawasan bangunan umum KDB rendah e) Kawasan campuran f) Kawasan industri / pergudangan

2.

60

maksimum 3,0

3.

maksimum 2,4

4. 5. 6.

Percetakan Negara 2 Mardani Pangkalan Asam

4 4 4

60 60 60

maksimum 2,4 maksimum 2,4 maksimum 2,4

KLB rata-rata 3,0 diarahkan pada :


8 2 2 2 2 2 60 60 60 60 60 60 maksimum 3,0 maksimum 2,4 maksimum 1,2 maksimum 1,2 maksimum 1,2 maksimum 1,2

7. 8. 9. 10. 11. 12.

Percetakan Negara Pulo Gundul Johar Baru Tanah Tinggi Kampung Rawa Selatan Baladewa

a) Kawasan permukiman b) Kawasan permukiman KDB rendah c) Kawasan bangunan umum d) Kawasan bangunan umum KDB rendah e) Kawasan campuran KLB rata-rata 4,0 diarahkan pada : a) Kawasan permukiman b) Kawasan bangunan umum c) Kawasan bangunan umum KDB rendah
III-82

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

d) Kawasan campuran e) KLB lebih besar dari 5,0 sampai dengan 10,0 diarahkan pada jalan arteri primer

pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya dalam rangka peningkatan kesejahteraan rakyat dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat melalui pengembangan potensi yang ada secara dinamis, serasi dan seimbang. Salah satu sasaran pembangunan kawasan adalah meningkatkan kemandirian dan kemampuan daerah dalam menyelenggarakan pembangunan di daerah untuk mewujudkan tercapainya sasaran pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah.

B.4.34 Arahan Pemanfaatan Ruang Kecamatan Johar Baru


Rencana pemanfaatan ruang menguraikan rencana program pemanfaatan ruang masingmasing kegiatan kota di wilayah serta rencana pengelolaan lingkungan. Berbagai kawasan yang terdapat di dalam suatu kecamatan memerlukan penanganan yang terpadu karena di dalam mengelola suatu kecamatan diperlukan keterlibatan dari berbagai sektor/komponen. Secara umum, rencana pengelolaan dan sifat perencanaan tiap tipe kawasan dapat dilihat pada tabel berikut ini.

B.4.35.2 Kebijakan
Kebijaksanaan pembangunan Kecamatan Cempaka Putih diarahkan antara lain dengan pengembangan sektor unggulan, pengembangan sistem kegiatan utama sebagai pembentuk struktur ruang, pengembangan sarana dan prasarana pendukung kegiatan utama, pendayagunaan sumber daya alam yang berkelanjutan dan pelestarian fungsi lingkungan

Tabel 4.46 Kriteria Rencana Pengelolaan dan Sifat Perencanaan Kawasan


Tipologi Kawasan Mantap Peralihan Menuju Mantap Peralihan Menuju Dinamis Dinamis
Keterangan : Rencana Rigid berarti perubahan peruntukan / fungsi kawasan tidak dapat dilakukan, kecuali memang diperlukan hanya dapat dilakukan secara sangat terbatas mengikuti ketentuan yang berlaku Rencana Fleksibel berarti peruntukan / fungsi kawasan dapat dilakukan untuk memenuhi perkembangan kota, dilaksanakan mengikuti ketentuan yang berlaku.

hidup. Pengembangan sektor unggulan yang diprioritaskan sesuai potensi yang ada adalah pembangunan berkelanjutan dan menghasilkan produk yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi. Kebijakan kawasan budidaya dibagi menjadi beberapa sektor, diantaranya yaitu : 1) 2)
-

Rencana Pengelolaan Lingkungan Pemeliharaan Pemugaran Pemugaran Perbaikan Lingkungan Perbaikan Lingkungan Peremajaan Peremajaan Pembangunan Baru

Sifat Perencanaan Rigid Rigid Fleksibel Fleksibel

Sektor Perumahan Penerapan penggunaan campuran dalam rangka mengintesifkan penggunaan Program perbaikan lingkungan dan permajaan lingkungan pada kawasan kumuh Pembangunan rumah susun sederhana untuk memenuhi kebutuhan perumahan Sektor Perdagangan dan Jasa Pengembangan sistem ribbon sedikit dibatasi, kecuali pada sisi sisi jalan yang mengalami peningkatan fungsi dan kualitas dengan memperhatikan kelancaran arus lalu lintas dengan pemenuhan penyediaan tempat parkir Pengembangan pada sentra sentra lokal diprioritaskan untuk mengurangi Program perbaikan lingkungan dan peremajaan lingkungan pada wilayah yang kemacetan lalu lintas cukup padat serta pembangunan baru pada lahan yang relatif kosong lahan dan bangunan, baik secara vertikal maupun horisontal

Usulan pengelolaan berbagai kawasan di Kecamatan Johar Baru sesuai dengan tipe kawasan diuraikan pada indikasi program dengan kriteria rencana yang sudah ditentukan sesuai dengan tipologi kawasan, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikutnya.

B.4.35

Tujuan, Kebijakan dan Strategi Kecamatan Cempaka Putih


Perencanaan Tata Ruang Kecamatan Cempaka Putih ditujukan agar pengaturan pemanfaatan ruang berdasarkan peruntukkannya dapat terselenggara dengan baik dan optimal dengan tetap memperhatikan keterpaduan, keterikatan, dan keseimbangan antarwilayah dalam Kecamatan Cempaka Putih demi mewujudkan pemanfaatan ruang yang berkualitas. Pemanfaatan ruang yang berkualitas diharapkan dapat menciptakan

B.4.35.1 Tujuan

3) Sektor Industri Membatasi kegiatan industri dengan hanya memperbolehkan pada kegiatan industri rumahan dan merelokasi kegiatan industri yang tidak sesuai dengan kegiatan industri tersebut 4) Sektor Transportasi Peningkatan dan pembangunan jalan arteri dan kolektor arah timur barat
III-83

ataupun utara selatan

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Pengembangan

jaringan

jalan

kolektor

pada

setiap

kelurahan

dengan

6) Sektor Drainase dan Pengendalian Banjir Melaksanakan normalisasi sungai dan saluran drainase serta mengamankan tepian sungai dari kegiatan yang dapat menganggu fungsi sungai (pengamanan terhadap bangunan liar dan pembuangan sampah)

memperhatikan kualitas dan kapasitas 5) Sektor Fasilitas Umum Pengembangan dan peningkatan fasilitas umum, baik kuantitas maupun kualitas Guna mengatasi keterbatasan lahan, masih dimungkinkan untuk pengembangan

secara vertikal dan penggabungan kegiatan lainnya yang sejenis dalam satu bangunan Tabel 4.47 Indikasi Program Pengembangan Kecamatan Johar Baru
Tahun Pelaksanaan 5th 3 4 5 ke II

Aspek/Sektor

Kegiatan/Program

Lokasi

Sumber Pembiayaan

Instansi/Dinas Pelaksana

5th ke III

5th ke IV

I. Penataan Ruang A. Permukiman - Pembangunan Baru (Pembangunan Rumah Susun) Kel. Tanah Tinggi APBD +APBN Pemkot.Jakarta Pusat, Pemprov. DKI Jakarta Dep. PU, Kementerian Perumahan Rakyat Pemkot.Jakarta Pusat, Dinas Perumahan * * * * *

Peremajaan

Kelurahan Johar Baru Kelurahan Kampung Rawa Kelurahan Tanah Tinggi Kelurahan Galur Kelurahan Johar Baru Kelurahan Kampung Rawa Kelurahan Tanah Tinggi Kelurahan Galur Kelurahan Johar Baru Kelurahan Kampung Rawa Kelurahan Tanah Tinggi Kelurahan Galur Kelurahan Johar Baru Kelurahan Kampung Rawa Kelurahan Tanah Tinggi Kelurahan Galur Kelurahan Johar Baru Kelurahan Kampung Rawa Kelurahan Tanah Tinggi Kelurahan Galur Sepanjang Kali Sentiong

APBD

Perbaikan Lingkungan

APBD

Pemkot.Jakarta Pusat, Dinas Perumahan

Penataan

APBD

Pemkot.Jakarta Pusat, Dinas Perumahan

Pemeliharaan

APBD

Pemkot.Jakarta Pusat, Dinas Perumahan

B. Perdagangan dan Jasa

Pengembangan dan Pembangunan Baru Penataan Pemeliharaan Pembangunan Baru

APBD

Pemkot.Jakarta Pusat, Pemprov. DKI Jakarta, Swasta Pemkot.Jakarta Pusat, Pemprov. DKI Jakarta, Dinas Pertamanan Pemkot. Jakarta Pusat, Dinas Pertamanan

C. Penyempurna Hijau

APBD +APBN

Pemeliharaan

Sepanjang Rel KA Seluruh RTH yang Kec.Johar Baru

APBD ada Di

III-84

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Aspek/Sektor

Kegiatan/Program

Lokasi

Sumber Pembiayaan

Instansi/Dinas Pelaksana

Tahun Pelaksanaan 5th 3 4 5 ke II

5th ke III

5th ke IV

II. Sarana Lingkungan A. Pendidikan Pembangunan baru Perbaikan Pemeliharaan Pembangunan baru Perbaikan Pemeliharaan Pembangunan baru Perbaikan Pemeliharaan Kelurahan Johar Baru Kelurahan Kampung Rawa Kelurahan Tanah Tinggi Kelurahan Galur Kelurahan Johar Baru Kelurahan Kampung Rawa Kelurahan Tanah Tinggi Kelurahan Galur Kelurahan Johar Baru Kelurahan Kampung Rawa Kelurahan Tanah Tinggi Kelurahan Galur Kelurahan Johar Baru Kelurahan Kampung Rawa Kelurahan Tanah Tinggi Kelurahan Galur Kelurahan Johar Baru Kelurahan Kampung Rawa Kelurahan Tanah Tinggi Kelurahan Galur APBD +APBN Pemkot.Jakarta Pusat, Pemprov. DKI Jakarta, Depdiknas Pemkot.Jakarta Pusat, Pemprov. DKI Jakarta * * * * * * * *

B. Peribadatan

APBD

C. Kesehatan

APBD +APBN

Pemkot.Jakarta Pusat, Pemprov. DKI Jakarta, Dep. Kesehatan/Dinas Kesehatan Pemkot.Jakarta Pusat, Pemprov. DKI Jakarta

D. Olahraga

Pembangunan baru Perbaikan Pemeliharaan

APBD

III. Prasarana Lingkungan A. Jaringan Jalan - Peningkatan Jalan APBD +APBN Pemkot.Jakarta Pusat, Pemprov. DKI Jakarta, Dep. PU Pemkot.Jakarta Pusat, Pemprov. DKI Jakarta, Dep. PU Pemkot.Jakarta Pusat, Pemprov. DKI Jakarta, Dep. PU Pemkot.Jakarta Pusat, Pemprov. DKI Jakarta Pemkot.Jakarta Pusat, Pemprov. DKI Jakarta Pemkot.Jakarta Pusat, Dep. PU Pemkot.Jakarta Pusat, Pemprov. DKI Jakarta, Dep. PU * * * * * *

- Pemeliharaan Rutin dan Berkala

Seluruh ruas - ruas jalan yang kondisinya sudah baik di Kec.Johar Baru

APBD +APBN

- Perbaikan Jaringan Jalan

Seluruh jaringan jalan yang kondisinya masih kurang baik di Kec.Johar Baru Seluruh jaringan jalan yang ada terutama pada jalan kolektor dan arteri di Kec.Johar Baru Seluruh jaringan jalan kolektor dan arteri yang ada di Kec. Johar Baru Seluruh jaringan drainase yang ada di Kec.Johar Baru

APBD +APBN

C. Pedestrian

- Penyediaan - Pengembangan - Perbaikan - Penertiban - Penyediaan 2. Saluran Air/Drainase - Peningkatan - Perbaikan 3. Kali/Sungai - Normalisasi - Penataan - Peningkatan - Perbaikan - Pemeliharaan

APBD

D. Peparkiran E. Drainase & Tata Air

APBD APBD

* *

* *

* * * * * * *

APBN +APBD Kali Sentiong

III-85

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Aspek/Sektor

Kegiatan/Program

Lokasi

Sumber Pembiayaan

Instansi/Dinas Pelaksana

Tahun Pelaksanaan 5th 3 4 5 ke II

5th ke III

5th ke IV

F. Listrik

- Penambahan/Perluasan Jaringan - Peningkatan Kualitas Pelayanan - Penambahan/Perluasan Jaringan - Peningkatan Kualitas - Perbaikan Jaringan Pipa Air Bersih - Penambahan Armada Sampah - Peningkatan Kapasitas TPS

Seluruh jaringan Kec.Johar Baru

listrik

yang

ada

di

APBN +APBD

Pemkot.Jakarta Pusat, Pemprov. DKI Jakarta, PLN Pemkot.Jakarta Pusat, Pemprov. DKI Jakarta, PDAM Pemkot.Jakarta Pusat, Pemprov. DKI Jakarta, Dinas Kebersihan

G. Air Bersih

Seluruh jaringan Air Bersih yang ada di Kec.Johar Baru Seluruh TPS yang ada di Kec.Johar Baru

APBD

H. Sampah

APBD

Melaksanakan pembangunan/peremajaan drainase makro dan mikro ke dalam

B.4.35.3 Strategi
Strategi rencana rinci tata ruang Kecamatan Cempaka Putih adalah : Meningkatkan peran dan fungsi serta menata pusat-pusat kegiatan yang sudah Memperbaiki dan merencanakan kawasan-kawasan yang cenderung kumuh Mempertahankan RTH yang sudah ada dan mengembalikan fungsi RTH berkembang. dengan membangun rumah susun beserta fasilitas-fasilitasnya. khususnya di bantaran sungai, pinggiran Jalan Rel kereta api yang dijadikan permukiman kumuh.

sistem pengendalian banjir makro 7) Sektor Air Minum dan Sumber Air Bersih Menambah/memperluas jaringan air bersih dan meningkatkan kualitas jaringan Penganjuran pengurangan air tanah guna mengatasi penurunan muka air tanah Penambahan hydrant umum pipa pipa induk dan distribusi dan intruisi air laut

B.4.35.2.1 Kawasan Strategis


Pengembangan kawasan diprioritaskan karena keberadaannya dapat mendukung pengembangan sekktor strategis di atasnya dengan berdasar atas pertimbanganpertimbangan. Pengembangan kawasan tersebut mempunyai dampak regional maupun nasional karena memiliki kontribusi tinggi. Pengembangan sektor sosial ekonomi di atasnya membutuhkan lahan dalam skala besar. Sektor yang akan dikembangkan mempunyai prioritas tinggi dalam lingkup regional dan nasional. Kawasan memliki prospek ekonomi yang cerah untuk menarik investasi dan memacu pengembangan wilayah sekitar. Pengembangan secara intensif potensi sumberdaya alam yang dapat dimanfaatkan. Pengembangan prasarana perhubungan yang lebih dapat diandalkan. Peningkatan hubungan sosial ekonomi dengan pusat kegiatan terdekat

Merealisasikan

pembangunan

sarana

dan

prasarana

yang

mampu

meningkatkankapasitas perdagangan dan jasa. Merealisasikan pembangunan jalan lingkungan di dalam lingkungan yang telah berkembang guna menyediakan ruang perumahan kota yang dapat menampung perkembangan penduduk.

B.4.36 Rencana Pengelolaan Kependudukan Kecamatan Cempaka Putih


Rencana pengelolaan kependudukan di Kecamatan Cempaka Putih direncanakan tersebar di seluruh wilayah, yaitu Utara, Barat, dan Timur. Pada wilayah Utara yaitu Kota Baru Bandar Cempaka Putih direncanakan pembangunan wisma taman, pada Wilayah Barat akan direncanakan pembangunan wisma dengan klasifikasi wisma sedang, dan wisma susun, sedang Wilayah timur direncanakan untuk pengembangan wisma sedang dalam jumlah dominant, kemudian disusul dengan rencana pengembangan wisma kecil, dan wisma besar. Dengan penyediaan wisma beserta fasilitas pendukungnya, diharapkan kebutuhan masyarakat akan terpenuhi. Kecamatan Cempaka Putih diharapkan dapat menampung penduduk sebanyak 129.632 jiwa. Wilayah Timur (wilayah sebelah Timur Jalan Hutan Panjang) Kecamatan Cempaka Putih diarahkan dapat menampung penduduk dalam jumlah yang lebih besar dibandingkan dengan wilayah lain.
III-86

B.4.35.2.2 Penanganan Lingkungan


Strategi penanganan kawasan ini dititik beratkan pada pemeliharaan lingkungan guna mempertahankan ekosistem setempat dan kelestarian lingkungan alam. Hal ini termasuk juga pengendalian dan pengelolaan lingkungan hidup serta peraturan tentang adanya penetapan AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan).

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

1) B.4.37 Rencana Struktur Ruang Kecamatan Cempaka Putih


Pusat-pusat kegiatan eksiting pada dasarnya telah mampu melayani wilayah Kecamatan Cempaka Putih sehingga struktur ruang yang direncanakan di wilayah perencanaan tidak berbeda dengan struktur ruang pada kondisi yang ada saat ini. Pada Kecamatan Cempaka Putih, terdapat beberapa pusat kegiatan yang direncanakan dapat mendukung perkembangan Kecamatan Cempaka Putih dan dapat menimbulkan bangkitan dan tarikan transportasi di Kecamatan Cempaka Putih. Pusat-pusat kegiatan yang terdapat di Kecamatan Cempaka Putih adalah sebagai berikut : 1. JL. Ahmad Yani dan Jl. Letjend Suprapto, yaitu pusat kegiatan berupa kawasan campuran yang terdiri dari kegiatan perdagangan seperti kawasan sisitem pusat kegiatan penunjang seperti perkantoran, perdagangan, dan jasa, serta fasilitas umum lainnya yang memiliki skala pelayanan sekunder sebagai pusat perdagangan dan jasa yaitu sebagai pusat niaga atau perdagangan dan jasa seperti tempat tinggal dan jasa perkantoran. -

Pelebaran Jl. Cempaka Putih Raya Pelebaran Jl. Percetakan Negara Raya Pelebaran Jl. Percetakan Negara Pelebaran Jl. Rawa Sari Pelebaran Jl. Cempaka Baru Cempaka Sari Pelebaran Jl. Pramuka Pelebaran Jl. Pramuka Sari

2)
3) 4) 1) 2) 3)

C. Jalan Kolektor Primer

B.4.39 Rencana Pengembangan Utilitas Kecamatan Cempaka Putih


Pengembangan jejaring utilitas umum memperhatikan hal-hal berikut : Jejaring yang sudah ada Peningkatan kebutuhan akibat pertambahan penduduk dan kegiatan Dengan demikian, pengembangan jejaring utilitas umum adalah dengan : Memanfaatkan jejaring utilitas yang telah ada Meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Memperhatikan estetika lingkungan dan keamanan Berikut ini adalah rencana pengembangan jaringan utilitas di Kecamatan Cempaka Putih yang meliputi persampahan, drainase, listrik, telekomunikasi, gas, air bersih, air limbah, telekomunikasi dan air limbah.

2. Kawasan perkantoran, perdagangan dan jasa di Jalan Letjend Suprapto, yaitu pusat
kegiatan dengan fungsi sebagai perkantoran baik swasta maupun pemerintah, perdagangan dan jasa yang terdapat di tepi jalan arteri sekunder yaitu Jalan Cempaka Putih Tengah. Pusat kegiatan ini memiliki skala pelayanan tersier.

3. Kawasan perkantoran swasta/pemerintah, perdagangan, dan jasa di Jalan Cempaka


Putih Tengah, yaitu pusat kegiatan ini memiliki skala pelayanan tersier.

4. Kawasan perkantoran dan jasa di Jl. Percetakan Negara, yaitu berupa kantor yang
dilengkapi fasilitas tempat tinggal (rumah) serta memiliki skala pelayanan sub tersier.

B.4.39.1 Persampahan
Produksi buangan sampah di Kecamatan Cempaka Putih sampai tahun 2030 diperhitungkan sebesar 346.117,4liter/hari. Ditinjau dari jenisnya sistem pengelolaan sampah di wilayah perencanaan sebagian besar di wilayah perkotaan dan terutama kawasan sepanjang jalanjalan utama, seperti kawasan pusat pemerintahan, perdagangan, jasa dan komersial, serta perumahan dan permukiman telah menggunakan system komunal. Sistem pengelolaan secara individu/perorangan, biasanya dilakukan dengan menyediakan sendiri tempat pembuangan sampah di sekitar rumah dengan cara dibuang ke dalam lubang tanah dan ditimbun. Untuk masa datang direncanakan ditekankan pada pengelolaan sistem komunal. Rencana pengelolaan persampahan di Kecamatan Cempaka Putih adalah sebagai berikut: Penambahan sarana persampahan terutama berupa gerobak pengangkut sampah dari lingkungan perumahan ke tempat pembuangan sampah sementara (TPS) serta peningkatan manajemen pengelolaannya.
III-87

B.4.38 Rencana Transportasi Kecamatan Cempaka Putih


Sistem jaringan jalan yang direncanakan di Kecamatan Cempaka Putih diarahkan pada pembangunan jaringan jalan baru, peningkatan dan pelebaran trase jalan. Pengembangan sistem jaringan jalan tersebut terdapat pada jalan arteri primer, arteri sekunder, kolektor primer, dan kolektor sekunder. Pengembangan jaringan jalan tersebut dilakukan untuk mengurangi masalah transportasi di wilayah perencanaan seperti kemacetan lalu lintas yang kerap terjadi pada jam-jam sibuk. Rencana sistem jaringan jalan di wilayah Kecamatan Cempaka Putih sampai dengan tahun 2030 direncanakan sebagai berikut : A. Jalan Arteri Primer

1) Pelebaran Jl. Cempaka Putih Tengah B. Jalan Arteri Sekunder

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Menumbuhkan budaya bersih dan kesadaran penduduk serta menyediakan

wadah-wadah sampah untuk setiap rumah tangga ataupun membakarnya; Penempatan lokasi TPS ini diletakkan pada masing-masing pusat unit lingkungan, sementara untuk TPA sendiri diarahkan lokasinya pada daerah yang tidak produktif dan jauh dari tempat berlangsungnya kegiatan penduduk kota. Dengan kata lain, lokasi TPA ini diarahkan berada di luar kawasan perkotaan.

B.4.39.3 Listrik
Rencana pengembangan utilitas listrik adalah dengan mempertahankan juga meningkatkan kualitas pelayanan listrik di Kecamatan Cempaka Putih, yaitu dengan melakukan langkahlangkah sebagai berikut: Pencegahan kebocoran atau kebakaran listrik dengan mendistribusikan kabel-kabel PLN dengan kabel isolasi. Penempatan gardu-gardu listrik secara terpadu dengan sektor lain, serta

B.4.39.2 Drainase dan Pengendali Banjir


Rencana pengembangan drainase di Kecamatan Cempaka Putih dilakukan melalui penanggulangan genangan air dengan pengembangan saluran-saluran tersier, penertiban di trace saluran dan pengembangan saluran jalan; selain itu, pelaksanaan pembangunan fisik diisyaratkan untuk mengikuti peil banjir. Rencana pengembangan sistem drainase di wilayah perencanaan pada dasarnya akan tetap mempertahankan sistem yang sudah ada serta memanfaatkan sarana fisik alamiah yang dimiliknya.

mempertimbangkan segi estetika lingkungan. Pengamanan jaringan listrik pada kawasan permukiman padat.

B.4.39.4 Telekomunikasi
Rencana jaringan telekomunikasi di Kecamatan Cempaka Putih adalah berupa penambahan jaringan telepon yang merata sesuai dengan kebutuhan penduduk.

B.4.39.5 Rencana Jaringan Air Bersih


Kebutuhan akan air bersih di Kecamatan Kebon Jeruk sampai tahun 2030 adalah sebesar 22.685.600 liter per hari. Untuk mengantisipasi kebutuhan air bersih di atas jumlah tersebut, Upaya-upaya yang perlu dilakukan antara lain : Perbaikan atau normalisasi sungai-sungai yang ada, sehingga kondisinya menjadi lebih baik sehingga diharapkan dapat menampung limpasan aliran permukaan yang akan terjadi dari adanya perkembangan kegiatan perkotaan. Menertibkan kawasan sekitar sungai supaya tetap terpelihara dari kegiatankegiatan yang dapat mengganggu kelestarian sungai, yang dapat dilakukan dengan pengaturan sempadan-sempadan sungai. Dengan demikian diharapkan tumbuhnya bangunan-bangunan liar di sepanjang sungai dapat dihindari. Melakukan penyuluhan kepada masyarakat terutama yang tinggal di sekitar maka perlu adanya penambahan jaringan utilitas air bersih, selain itu perlu adanya sumbersumber yang memungkinkan adanya penambahan sumber air baku, seperti waduk, boezem, dan lain-lain, transmisi dan distribusi, serta instalasi produksi pengolahan air bersih. Rencana pengembangan sistem air bersih yaitu melalui pengembangan kawasan pelayanan dengan pembangunan jaringan distribusi baru untuk kawasan-kawasan yang saat ini belum mendapat pelayanan, dan lebih ditekankan pada kawasan pusat kegiatan kota serta pada kawasan permukiman baru.

B.4.39.6 Rencana Sistem Pembuangan Air Limbah


Diperkirakan tahun 2030 akan dihasilkan air limbah sebesar 8.944.608 liter/hari yang berasal dari air limbah perumahan dan perdagangan/jasa. Dalam kaitannya dengan masalah pengelolaan limbah manusia, maka dalam implementasi rencana tersebut perlu dilakukan upaya : Penyuluhan kepada penduduk dalam peningkatan kesadarannya akan pentingnya kesehatan dengan menghilangkan kebiasaan untuk membuang kotorannya di sembarang tempat. Sebagai konsekuensinya penduduk diharapkan untuk membangun sendiri sarana sanitasi di tempat tinggalnya masing-masing serta pembangunan
III-88

daerah aliran sungai agar turut berpartisipasi dalam upaya memelihara saluran drainase yang ada agar dapat selalu berfungsi sebagaimana mestinya. Penambahan jumlah saluran drainase terutama untuk daerah yang berada di Perbaikan dan pemeliharaan saluran drainase yang ada agar dapat berfungsi Perencanaan pendistribusian buangan air hujan di wilayah kota terhadap saluran pusat kota. dengan baik. drainase yang telah ada.

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

prasarana MCK untuk penduduk di kawasan padat atau penduduk golongan ekonomi lemah. Penyediaan kendaraan pengangkut tinja untuk membersihkan dan menguras lumpur tinja pada tangki septik yang sudah penuh. Sistem penyedotan lumpur tinja ini dapat dilakukan oleh pihak pemda atau dapat juga dengan melibatkan partisipasi swasta. Konsekuensi dari adanya penyedotan lumpur tinja ini adalah harus segera dioperasikannya instalasi pengolahan lumpur tinja. Monitoring untuk memantau pengelolaan air limbah manusia serta kualitas dan kuantitas badan-badan air penerima yang ada di wilayah perencanaan. Dengan adanya monitoring ini diharapkan kondisi badan air penerima tetap terjaga sehingga tidak menimbulkan dampak yang merugikan bagi lingkungan sekitarnya.

Rencana

pengembangan perumahan

rumah kecil

sedang

tersebut

mencapai kedua

1581 yang

ha. paling

Rencana banyak

pengembangan

menempati

urutan

dikembangkan, yang disusul rumah susun, rumah flat, dan terakhir rumah besar. Rencana pengembangan rumah kecil berada pada tiga lokasi, dimana dua lokasi di antaranya berada di Kelurahan Sumur Batu yang diarahkan menjadi dua lokasi kelompok rumah kecil dengan total luas 50 ha. Rencana pengembangan rumah susun diarahkan dengan luas 18 ha yang sebagian besar berada pada Kota Baru Bandar Cempaka Putih. Rencana pengembangan rumah flat diarahkan dengan luas 0,9 ha. Rencana pengembangan rumah besar di Kecamatan Cempaka Putih dengan diarahkan dengan total luas 0,7 ha berada pada bagian Timur Kecamatan Cempaka Putih.

B.4.40.2 Perdagangan dan Perkantoran


Karena kondisi pelayanan prasarana air limbah secara teknis belum memadai, maka untuk meningkatkan kondisi dan tingkat pelayanan air limbah dibutuhkan : Pembangunan sarana sanitasi setempat, baik secara individual maupun komunal. Penyuluhan personil instansi pengolahan dan penyuluhan kepada penduduk masing-masing, dan meningkatkan pengetahuan masyarakat Pengembangan kawasan perdagangan di kecamatan Cempaka Putih direncanakan sebesar 327,84 hektar. Kegiatan yang akan dikembangkan pada koridor kegiatan komersial antara lain sebagai pusat pertokoan, dan pusat perbelanjaan/pasar, serta kegiatan jasa lainnya dengan skala pelayanan kota/regional. Lokasi kegiatan perdagangan dan jasa ini ditetapkan berada di sepanjang jalur jalan utama yaitu jalan arteri dan kolektor membentuk pola linier mengikuti pola jaringan jalan. Lokasi tersebut direncanakan pada sepanjang Jalan Letjend. Suprapto Bagian Barat, Perempatan Jalan Sumur Batu, Jalan Bendungan Jago, Jalan Utan Panjang Timur dan Barat, Jalan Garuda, Jalan Gunung Sahari. Pengembangan kawasan perkantoran di kecamatan cempaka Putih direncanakan sebesar 183,56 hektar. Lokasi persebarannya berbentuk ribbon di jaringan jalan arteri yang ada di Kecamatan Cempaka Putih yaitu Jalan Letjend. Suprapto Bagian Barat, Perempatan Jalan Sumur Batu, Jalan Bendungan Jago, Jalan Utan Panjang Timur dan Barat, Jalan Garuda, Jalan Gunung Sahari.

dalam peningkatan aspirasi masyarakat untuk membangun sendiri sarana sanitasi di tempat tinggalnya mengenai pengelolaan air limbah. Monitoring untuk memantau pengelolaan air limbah domestik maupun industri, serta kualitas dan kuantitas badan-badan air yang ada di perkotaan.

Untuk kawasan perencanaan pengelolaan air limbahnya dilakukan secara

individu oleh masyarakat dan secara komunal pada kawasan perumahan, kawasan perdagangan dan lain-lain.

B.4.40 Rencana Pola Ruang Kecamatan Cempaka Putih


Rencana pola ruang di Kecamatan Cempaka Putih tidak jauh berbeda dengan kondisi eksisting 2007. Kecamatan Kebon Jeruk sebagian besar diarahkan menjadi kawasan permukiman yang dilengkapi dengan fasilitas pendukung kegiatan permukiman.

B.4.40.3 Pelayanan Umum dan Sosial


Rencana pengembangan kawasan pelayanan umum dan sosial diarahkas sebesar 113,39 hektar atau 4,73 % luas lahan Kecamatan Cempaka Putih. Pola pengembangan yang diarahkan adalah memusat disuatu titik di wilayah kecamatan.

B.4.40.1 Permukiman
Rencana pengembangan perumahan yang terdiri dari rumah sangat kecil, rumah kecil, rumah sedang, dan rumah besar dilakukan di hampir seluruh bagian wilayah perencanaan, dengan luas lahan sebesar 1.650,32 hektar. Rencana pengembangan rumah sedang merupakan rencana pengembangan perumahan dengan luas area yang lebih dominan dibanding rencana pengembangan perumahan tipe lain di Kecamatan Cempaka Putih.

B.4.40.4 Ruang Terbuka Hijau


Rencana pengembangan ruang terbuka hijau di Kecamatan Cempaka Putih adalah sebesar 123,84 hektar. Ruang terbuka hijau yang berupa taman dan jalur hijau dikembangkan di sepanjang tepi jalan, median jalan, lahan parkir dan taman kota. Pengembangan ruang
III-89

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

terbuka hijau ini dipersiapkan sebagai lahan cadangan untuk pengembangan di masa mendatang apabila diperlukan penambahan lahan dalam jumlah yang kecil. Pengembangan RTH di sepanjang tepi jalan di Kecamatan Cempaka Putih direncanakan di sebelah Timur Jalan Letjend Suprapto yang juga termasuk dalam Kawasan Cempaka Mas, Jalan Cempaka Baru Timur dan Jalan Sumur Batu Raya,selain itu pengembangan RTH dikembangkan pada Kota Baru Bandar Cempaka Putih yang sesuai Masterplan Kota Baru Bandar Cempaka Putih mencapai 23,6% dari total luas Kota baru Bandar Cempaka Putih tersebut.

perbaikan fasilitas peribadatan. Jumlah kebutuhan fasilitas peribadatan di kecamatan Cempaka Putih hingga tahun 2030 adalah sebagai berikut, 43 unit mushala, 4 unit masjid kelurahan, 1 unit masjid kecamatan, 1 unit tempat ibadah lainnya, dan 1 unit masjid umum.

B.4.41.4 Olah Raga


Untuk meningkatkan pelayanan fasilitas olah raga di Kecamatan Cempaka Putih, diperlukan peningkatan kuantitas berdasarkan kebutuhan yang ada dan kualitas fasilitas olah raga. Jumlah kebutuhan fasilitas olah raga di Kecamatan Cempaka Putih pada tahun 2030 adalah tempat bermain berjumlah 518 unit, lapangan olahraga berjumlah 43 unit, kolam renang berjumlah 4 unit, serta gedung olahraga 4 unit.

B.4.41 Rencana Pengembangan Fasilitas Umum dan Sosial Kecamatan Cempaka Putih
Rencana Pengembangan fasilitas umum dan sosial di Kecamatan Cempaka Putih terdiri dari lima jenis fasilitas, yaitu :

Fasilitas Pendidikan Fasilitas Kesehatan Fasilitas Peribadatan Fasilitas Olah Raga Fasilitas Pengendali Bencana

B.4.41.5 Pengendali Bencana


Upaya untuk menanggulangi dampak dari permasalahan banjir dilakukan dengan peningkatan/perbaikan tata air atau saluran pengendalian banjir di wilayah Kecamatan Cempaka Putih. Sistem pengendalian banjir di Kecamatan Cempaka Putih adalah sebagai berikut:

a. B.4.41.1 Pendidikan
Jumlah kebutuhan fasilitas pendidikan seperti pada tahun 2030 adalah sebanyak 104 unit Taman Kanak-kanak (TK), 52 unit untuk Sekolah Dasar (SD), 9 unit untuk Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), dan 4 unit untuk Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA). Untuk mengantisipasi pertumbuhan jumlah penduduk maka rencana yang dapat dilakukan adalah dengan membangun sarana dan prasarna pendidikan sesuai dengan kebutuhan penduduk baik kuantitas maupun kualitasnya.

Sistem parkir air/penampungan air dan pintu pompa yang memanjang sepanjang Peningkatan daya tampung saluran/kali dengan pengembangan saluran mikro

Kali yang terdapat di Kecamatan Cempaka Putih.

b.

yang diselaraskan dengan rencana jalan

B.4.42 Rencana Intensitas Pemanfaatan Ruang Kecamatan Cempaka Putih


Rencana intensitas pemanfaatan ruang Kecamatan Cempaka Putih adalah sebagai berikut : Kelurahan Cempaka Putih Barat dan Kelurahan Cempaka Putih Timur, dengan peruntukkan kawasan perumahan dengan kepadatan sedang dan tinggi diarahkan memiliki ketinggian maksimum 2 - 4 lantai dengan KDB 40 dan KLB > 1,2. Kelurahan Rawa Sari, dengan peruntukkan kawasan campuran dengan fasilitasnya Sepanjang Jl, Letjend. Suprapto dan Jl. Cempaka Putih Barat, dengan peruntukkan

B.4.41.2 Kesehatan
Hingga tahun 2030 Kecamatan Cempaka Putih membutuhkan 60 unit fasilitas kesehatan yaitu berupa 43 unit balai pengobatan, 4 unit puskesmas kelurahan, 4 unit rumah sakit bersalin, 4 unit apotek, 4 unit laboratorium, dan 1 unit puskesmas kecamatan. Selain melakukan penambahan jumlah fasilitas kesehatan sesuai jumlah kebutuhan, diperlukan pula peningkatan kualitas fasilitas kesehatan yang telah ada.

diarahkan memiliki ketinggian maksimum 2 - 8 lantai dengan KDB 50 dan KLB > 2,4.. kawasan perkantoran dan perdagangan diarahkan memiliki ketinggian maksimum 8 16 lantai dengan KDB 50 dan KLB > 3.. Jl. Pramuka Sari dan Jl. Pramuka, dengan peruntukkan kawasan perumahan kepadatan sedang dan tinggi diarahkan memiliki ketinggian maksimum 2 4 lantai dengan KDB 50 dan

B.4.41.3 Peribadatan
Rencana pengembangan fasilitas peribadatan di Kecamatan Cempaka Putih, berdasarkan analisa yaitu lebih di utamakan untuk fasilitas peribadatan yang masih kurang serta

KLB > 4.

B.4.43 Tujuan, Kebijakan dan Strategi RTRW Kecamatan Kemayoran


III-90

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

B.4.43.1 Tujuan
Perencanaan Tata Ruang Kecamatan Kemayoran ditujukan agar pengaturan pemanfaatan ruang berdasarkan peruntukkannya dapat terselenggara dengan baik dan optimal dengan tetap memperhatikan keterpaduan, keterikatan, dan keseimbangan antarwilayah dalam Kecamatan Pemanfaatan Kemayoran ruang demi mewujudkan pemanfaatan dapat ruang yang berkualitas. pemerataan yang berkualitas diharapkan menciptakan

Peremajaan pasar harus memperhatikan kepentingan pedagang lama dan ekonomi lemah. c. jalan. Pengembangan jaringan jalan baru lebih diutamakan pada bagian utara dan selatan BWK Kecamatan Kemayoran. d. Sektor Fasilitas Umum Pencadangan lahan untuk pembangunan fasilitas umum harus dilakukan sedini mungkin. Mendorong pihak swasta untuk berperan serta dalam pembangunan fasilitas umum. Optimasi pada lokasi fasilitas umum yang telah ada dengan penambahan lokal. Pembangunan baru untuk memenuhi jumlah kebutuhan dan pencapaian target sesuai standar kecamatan. e. Sektor Air Minum Penambahan jaringan pelayanan air bersih / air minum PAM melalui pengembangan jaringan induk baru dan jaringan distribusi serta hidran umum. Penggunaan air yang melampaui batas harus dicegah. f. Sektor Sanitasi dan Sampah Pengadaan septick tank kelompok pada lokasi-lokasi perumahan yang dihuni oleh penduduk yang berpenghasilan rendah. Sistem perencanaan yang dipakai yaitu perencanaan yang diintegrasikan terhadap sistem sewerage. Meningkatkan kondisi MCK yang ada serta pengadaan baru sesuai kebutuhan lingkungan perumahan padat. Pengelolaan sampah dengan menyediakan container dan dipo-dipo sampah sesuai kebutuhan g. Sektor Banjir dan Drainase Melaksanakan normalisasi kali dan penambahan saluran mikro dan meningkatkan sistem makro drainase yang ada. Melaksanakan kegiatan vegetasi secara serentak. h. Sektor Utilitas Umum. Penambahan gardu-gardu listrik dan penambahan/peningkatan jaringan pelayanan listrik serta lampu-lampu penerangan jalan. Penambahan telepon umum pada lokasi-lokasi strategis. Koordinasi terpadu antara PLN, Telkom dan Pemda DKI Jakarta dalam perencanaan dan pelaksanaan pengadaan instalasi listrik, telepon dan gas. i. Sektor Ruang Terbuka Hijau
III-91

Sektor Transportasi

Beberapa ruas jalan tertentu perlu ditingkatkan kapasitasnya melalui program pelebaran

pembangunan dan hasil-hasilnya dalam rangka peningkatan kesejahteraan rakyat dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat melalui pengembangan potensi yang ada secara dinamis, serasi dan seimbang.

B.4.43.2 Kebijakan B.4.43.2.1 Kawasan Budidaya


Wilayah perencanaan Kecamatan Kemayoran berada di Wilayah Pengembangan Selatan Selatan (WP-SS), dimana karakteristiknya adalah perumahan penduduk berpendapatan sedang sampai tinggi. Sebagian besar penduduk Kecamatan Kemayoran berkarya di luar Kecamatan Kemayoran.Kebijakasanaan umum Kecamatan Kemayoran adalah meningkatkan lingkungan melalui perbaikan sarana dan prasarana ataupun melalui peremajaan daerah yang tidak teratur dengan potensi lahan yang tinggi. Kebijaksanaan pengelolaan kawasan sempadan sungai diarahkan sebagai bagian dari upaya persiapan reorientasi terhadap ketigabelas sungai yang melalui DKI Jakarta dalam program pengembangan kawasan sungai dan Program Kali Bersih. Pengelolaan kawasan sungai ini dimaksudkan untuk mengamankan pinggiran sungai, tidak terganggunya pengaliran air sungai oleh beban dari kawasan sekitar, dan meningkatkan nilai estetika sempadan sungai. a. Perumahan Penggunaan perumahan legih diarahkan kepada resettlement daerah-daerah hunian yang akan tergusur akibat pengembangan kegiatan lain, seperti perluasan dan lain sebagainya. Sedangkan pembangunan perumahan untuk masa mendatang dibatasi. Program perbaikan lingkungan perlu dilanjutkan. b. Sektor Perdagangan dan Jasa Pengembangan sentra-sentra tetap diutamakan Pengembangan ribbon dibatasi dan ditolerir hanya pada kelas jalan tertentu, yaitu kolektor keatas dan harus terjamin kelancaran lalu lintas dan penyediaan fasilitas parkir yang memadai.

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Melaksanakan dan mencadangkan serta mengamankan ruang terbuka hijau sepanjang kali dan memanfaatkannya untuk taman dan hortikultura yang dapat dinikmati masyarakat. Mengadakan penghijauan maksimum pada pekarangan-pekarangan individu melalui program penyuluhan pembinaan. Mengadakan penghijauan maksimum pada ROW (lebar badan jalan) arteri dan kolektor.

perubahan. Begitupula untuk merubah atau menambah sumberdaya buatan yang menyertainya seperti misalnya ketersediaan infrastruktur. Pengembangan kawasan tersebut adalah berupa pengembangan kawasan ekonomi prospektif dengan ditetapkan Kota Baru Bandar Kemayoransebagai pusat niaga terpadu sebagai pusat eksibisi dan informasi bisnis dan berskala internasional berdasarkan RTRW DKI Jakarta 2010. Untuk mendukung pengembangan kawasan ini, maka strategi pengembangan ekonomi di Kecamatan Kemayoran guna mendukung sistem pusat kegiatan

B.4.43.2.2 Kawasan Strategis


Pengembangan kawasan diprioritaskan karena keberadaannya dapat mendukung pengembangan sektor strategis di atasnya dengan berdasar atas pertimbanganpertimbangan. Pengembangan kawasan tersebut mempunyai dampak regional maupun nasional karena memiliki kontribusi tinggi. Pengembangan sektor sosial ekonomi di atasnya membutuhkan lahan dalam skala besar. Sektor yang akan dikembangkan mempunyai prioritas tinggi dalam lingkup regional dan nasional. Kawasan memliki prospek ekonomi yang cerah untuk menarik investasi dan memacu pengembangan wilayah sekitar. Pengembangan secara intensif potensi sumberdaya alam yang dapat dimanfaatkan. Pengembangan prasarana perhubungan yang lebih dapat diandalkan. Peningkatan hubungan sosial ekonomi dengan pusat kegiatan terdekat

tersebut adalah dengan pengembangan pemeliharaan sarana dan prasarana baik di dalam maupun di luar Komplek yang mendukung kegiatan Komplek Kemayoran, selain itu perlu dilakukan peningkatan kualitas fasilitas sosial budaya dan fasilitas pendukung kegiatan lainnya.

B.4.43.3.2 Strategi Pengembangan Aspek Sosial Budaya


Strategi pengembangan aspek sosial budaya adalah sebagai berikut:

Penjagaan

dan

pelestarian

kelangsungan

keberadaan

dan

pengembangan

keanekaragaman sosial budaya stempat.


Penjagaan kualitas sosial budaya dan jati diri bangsa. Penjagaan cagar budaya dari bahaya pelapukan, perubahan perilaku sosial budaya, dan dampak yang luas terhadap kelangsungan budaya nasional. Perlindungan terhadap peninggalan budaya Nasional maupun Internasional. Perlindungan keseimbangan dan keanekaragaman sosial budaya

B.4.43.2.3 Penanganan Lingkungan


Strategi penanganan kawasan ini dititikberatkan pada pemeliharaan lingkungan guna mempertahankan ekosistem setempat dan kelestarian lingkungan alam. Hal ini termasuk juga pengendalian dan pengelolaan lingkungan hidup serta peraturan tentang adanya penetapan AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan).

B.4.44 Rencana Pengelolaan Kependudukan Kecamatan Kemayoran


Rencana pengelolaan kependudukan di Kecamatan Kemayoran direncanakan tersebar di seluruh wilayah, yaitu Utara, Barat, dan Timur. Pada wilayah Utara yaitu Kota Baru Bandar Kemayorandirencanakan pembangunan wisma taman, pada Wilayah Barat akan direncanakan pembangunan wisma dengan klasifikasi wisma sedang, dan wisma susun, sedang Wilayah timur direncanakan untuk pengembangan wisma sedang dalam jumlah dominant, kemudian disusul dengan rencana pengembangan wisma kecil, dan wisma besar. Dengan penyediaan wisma beserta fasilitas pendukungnya, diharapkan kebutuhan masyarakat akan terpenuhi. Kecamatan Kemayorandiharapkan dapat menampung penduduk sebanyak 609.600 jiwa. Wilayah Timur (wilayah sebelah Timur Jalan Hutan Panjang) Kecamatan Kemayorandiarahkan dapat menampung penduduk dalam jumlah yang lebih besar dibandingkan dengan wilayah lain.
III-92

B.4.43.3 Strategi B.4.43.3.1 Strategi Pengembangan Aspek Ekonomi


Strategi pengembangan Kecamatan Kemayoranmenyangkut berbagai aspek ikutan yang menyertainya. Pengembangan ini tidaklah serta merta akan terjadi begitu saja melainkan penekanan kepada peningkatan sumber daya alam setempat, ketersediaan sumber daya manusia dan ketersediaan sumberdaya buatan yang menyertainya. Peningkatan Kawasan ini juga akan membutuhkan waktu yang lama. Seperti misalnya, untuk meningkatkan sumberdaya alam setempat dibutuhkan peningkatan teknologi tinggi yang menyertainya, begitupula untuk meningkatkan sumberdaya manusia, peningkatan ini membutuhkan perubahan kultur budaya yang tidaklah mudah untuk segera dilakukan perubahan-

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

B.4.45 Rencana Struktur Ruang Kecamatan Kemayoran


Pusat-pusat kegiatan eksiting pada dasarnya telah mampu melayani wilayah Kecamatan Kemayoran sehingga struktur ruang yang direncanakan di wilayah perencanaan tidak berbeda dengan struktur ruang pada kondisi yang ada saat ini. Hal tersebut berarti tidak perlu untuk menambah pusat kegiatan yang baru. Pada Kecamatan Kemayoran, terdapat beberapa pusat kegiatan yang direncanakan dapat mendukung perkembangan Kecamatan Kemayorandan dapat menimbulkan bangkitan dan tarikan transportasi di Kecamatan Kemayoran. Tabel berikut menunjukkan pusat-pusat kegiatan yang terdapat di Kecamatan Kemayoran. 1. Komplek Cempaka Mas Pusat kegiatan berupa kawasan campuran yang terdiri dari kegiatan perdagangan seperti pusat grosir ITC dan Ruko Cempaka Mas, apartemen seperti Graha Cempaka Mas, dan Perkantoran Cempaka Mas. Komplek Cempaka Mas memiliki skala pelayanan propinsi sebagai pusat perdagangan dan jasa yaitu sebagai pusat niaga atau perdagangan dan jasa seperti tempat tinggal dan jasa perkantoran. Kegiatan-kegiatan vital tersebut dapat menimbulkan tarikan dan bangkitan sehingga memicu peningkatan intensitas berbagai aspek kegiatan di Kecamatan Kemayoran. Tindak antisipasi yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan meningkatkan mutu pelayanan sarana dan prasarana pendukung di Kecamatan Kemayoran. 2. Kawasan perkantoran swasta/pemerintah, perdagangan dan jasa Pusat kegiatan di dua kawasan tersebut adalah pusat kegiatan dengan fungsi perkantoran, perdagangan, dan jasa di Jalan Letjend Suprapto sebagai jalan arteri primer di wilayah perencanaan. Pusat kegiatan kedua adalah pusat kegiatan dengan fungsi sebagai perkantoran baik swasta maupun pemerintah, perdagangan dan jasa yang terdapat di tepi jalan arteri sekunder yaitu Jalan Gunung Sahari. Dua kawasan dengan fungsi yang sejenis Tabel 4.48 Rencana Pusat Kegiatan Berdasarkan Tingkat Pelayanan dan Hierarki Jalan
No. 1 2 Pusat Kegiatan Komplek Cempaka Mas Kawasan perkantoran, perdagangan dan jasa di Jalan 3 Letjend Suprapto Kawasan perkantoran swasta/pemerintah, perdagangan, 4 5 dan jasa di Jalan Gunung Sahari Kawasan perkantoran dan jasa di Jalan Sumur Batu Raya Kawasan perkantoran di Jalan Sunter
Sumber : Hasil Analisis 2009

ini memiliki tingkat pelayanan kota. Untuk mendukung pelayanan pusat kegiatan ini, maka diperlukan pemeliharaan kualitas bangunan dan fasilitas pendukungnya. 3. Pusat Kegiatan perkantoran dan jasa Pusat kegiatan perkantoran dan jasa berupa perkantoran swasta yang terdapat di Jalan Sumur Batu Raya yang merupakan Jalan Arteri Sekunder sedang pusat kegiatan perkantoran kedua terdapat di Jalan Sunter (jalan arteri sekunder) berupa kantor yang dilengkapi fasilitas tempat tinggal (rumah). Pusat kegitan perkantoran dan jasa di dua lokasi
Kota Arteri Sekunder

Tingkat Pelayanan Propinsi

Hierarki Jalan Arteri Primer

tersebut memiiki skala pelayanan tingkat kecamatan. Untuk mendukung pelayanan pusat kegiatan ini, maka diperlukan pemeliharaan kualitas bangunan dan fasilitas pendukungnya.

B.4.46 Rencana Transportasi Kecamatan Kemayoran


Kecamatan Arteri Sekunder

Sistem jaringan jalan yang direncanakan di Kecamatan Kemayoran diarahkan pada pembangunan jaringan jalan baru, peningkatan dan pelebaran trase jalan. Pengembangan sistem jaringan jalan tersebut terdapat pada jalan arteri primer, arteri sekunder, kolektor primer, dan kolektor sekunder. Pengembangan jaringan jalan tersebut dilakukan untuk mengurangi masalah transportasi di wilayah perencanaan seperti kemacetan lalu lintas yang kerap terjadi pada jam-jam sibuk. Tabel 4.49 Rencana Pengembangan Jaringan Jalan Kecamatan Kemayoran
III-93

Pusat-pusat kegiatan beserta pola jalan yang ada akan membentuk struktur ruang Kecamatan Kemayoran. Kondisi eksisting menunjukkan tidak terdapat perubahan signifikan yang mempengaruhi struktur ruang di Kecamatan Kemayoran, namun berdasarkan hasil analisis tetap diperlukan rencana pembatasan dan penambahan pertumbuhan beberapa pusat kegiatan yaitu :

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Nama Jalan Jalan Yos Sudarso Jalan Letjend Suprapto Jalan Utan Panjang Barat/ TimurJalur Pacu Udara-Selatan Jalan Sunter Kemayoran Jalan Howitzer Serdang Kaya Taruna Jalan Sumur Batu Jalan Sudiro Utan Panjang III Kali Baru Timur Jalan Kali Baru Timur/ Barat Jalan Garuda Jalan Angkasa (Patrice Lumumba) Jalan Bungur Besar Jalan Sumur Batu Raya Jalur Pacu Barat Timur Jalan Industri Jalan Gunung Sahari Jalan Cempaka Baru Cempaka Sari Jalan Cempaka Putih Utara Jalan Kebon Kosong Jalan KemayoranKetapang Jalan KemayoranTengah Jalan Mantri Jalan Kepu Timur Jalan Sawo Kompleks Angkasa Pura Jalan Kompleks Perumnas Jalan Bren Jalan Zamrud

Fungsi Jalan Jalan Arteri Primer Jalan Arteri Primer Jalan Arteri Primer Jalan Arteri Sekunder Jalan Arteri Sekunder Jalan Arteri Sekunder Jalan Arteri Sekunder Jalan Arteri Sekunder Jalan Arteri Sekunder Jalan Arteri Sekunder Jalan Arteri Sekunder Jalan Arteri Sekunder Jalan Arteri Sekunder Jalan Arteri Sekunder Jalan Kolektor Primer Jalan Kolektor Primer Jalan Kolektor Primer Jalan Kolektor Primer Jalan Kolektor Primer Jalan Kolektor Primer Jalan Kolektor Primer Jalan Kolektor Primer Jalan Kolektor Primer Jalan Kolektor Sekunder Jalan Kolektor Sekunder Jalan Kolektor Sekunder

Row Eksisting 100m 52m 24/50m 15m 9/18m 9/12m 10/12m 18m 20m 50m 35m 9/22m 50m 50m 9m 9m 9m 10m 10m 10m 6m 10m 10m 22m 13m 14m

Row Rencana 100 m 52 m 36/50m 15 m 26 m 26 m 15 m 24m 46m 50 m 35 m 26 m 50 m 50 m 12 m 12 m 12m 12m 12m 12m 12m 12m 12m 22m 13m 14m

B.4.47.1 Air Bersih


Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, kebutuhan air bersih di Kecamatan Kemayoran pada tahun 2030 berjumlah 30.666.125 liter per hari dimana jumlah tersebut dihitung berdasarkan kebutuhan pada kawasan perumahan. Rencana pengembangan jaringan air bersih di Kecamatan Kemayoran ialah sebagai berikut: 1. 2. 3. Pengembangan miniplant dengan jaringannya Pengawasan dan pengendalian terhadap pemakaian air tanah/sumur Pengembangan jaringan air bersih dan penambahan hidran umum yang

ditempatkan di titik tertentu.

B.4.47.2 Drainase
Pengembangan drainase di Kecamatan Kemayoran dilakukan melalui : Perbaikan atau normalisasi sungai-sungai yang ada, sehingga kondisinya menjadi lebih baik sehingga diharapkan dapat menampung limpasan aliran permukaan yang akan terjadi dari adanya perkembangan kegiatan perkotaan. Menertibkan kawasan sekitar sungai supaya tetap terpelihara dari kegiatankegiatan yang dapat mengganggu kelestarian sungai, yang dapat dilakukan dengan pengaturan sempadan-sempadan sungai. Dengan demikian diharapkan tumbuhnya bangunan-bangunan liar di sepanjang sungai dapat dihindari. Melakukan penyuluhan kepada masyarakat terutama yang tinggal di sekitar daerah aliran sungai agar turut berpartisipasi dalam upaya memelihara saluran drainase yang ada agar dapat selalu berfungsi sebagaimana mestinya. Penambahan jumlah saluran drainase terutama untuk daerah yang berada di Perbaikan dan pemeliharaan saluran drainase yang ada agar dapat berfungsi Perencanaan pendistribusian buangan air hujan di wilayah kota terhadap saluran pusat kota.

Sumber : Analisa Dinas Tata Kota DKI Jakarta Tahun 1996

B.4.47 Rencana Pengembangan Utilitas Kecamatan Kemayoran


Pengembangan jejaring utilitas umum memperhatikan hal-hal berikut : Jejaring yang sudah ada Peningkatan kebutuhan akibat pertambahan penduduk dan kegiatan Memanfaatkan jejaring utilitas yang telah ada Meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Memperhatikan estetika lingkungan dan keamanan persampahan, drainase, listrik, telekomunikasi, gas, air bersih, air limbah, Dengan demikian, pengembangan jejaring utilitas umum adalah dengan :

dengan baik. drainase yang telah ada.

B.4.47.3 Limbah
Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, produksi air limbah/kotor di Kecamatan Kemayoran ialah sebesar 12.091,22 liter per hari. Rencana sistem pembuangan air limbah di Kecamatan Kemayoran tahun 2030 adalah dengan sistem on-site.

Berikut ini adalah rencana pengembangan jaringan utilitas di Kecamatan Kemayoranyang meliputi telekomunikasi dan air limbah.

B.4.47.4 Listrik
Arahan rencana pengembangan jaringan listrik di Kecamatan Kemayoran adalah :
III-94

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

1.

Memperbaiki jaringan listrik yang ada Meningkatkan daya transmisi yang sudah ada Mencegah kebocoran atau kebakaran listrik dengan mendistribusikan kabel-kabel Menempatkan gardu-gardu listrik secara terpadu dengan sektor lain, serta Menempatkan jaringan listrik sesuai dengan jaringan jalan dan untuk keamanan Menambah jaringan listrik hingga dapat melayani wilayah yang pada kondisi

kedalaman RDTR, secara garis besar pemanfaatan ruang dalam kawasan perkotaan hingga tahun 2028 ini terdiri dari 2 jenis pemanfatan ruang sebagai berikut :

2.
3. 4. 5. 6.

Kawasan terbangun. Kawasan ini mewadahi berbagai kegiatan fungsional kota :

PLN dengan kabel isolasi mempertimbangkan segi estetika lingkungan pembangunan jalan baru sebaiknya ditempatkan di bawah tanah

perumahan beserta fasilitas pendukungnya, perdagangan dan jasa, pemerintahan, pendidikan, industri dan pergudangan serta jaringan prasarana perkotaan.

Kawasan Tidak Terbangun / Ruang Terbuka Hijau. Kawasan ini mewadahi kegiatan yang

bersifat bukan perkotaan, ruang terbuka hijau kota, lahan pertanian, dan kawasan lindung. Jenis pemanfaatan ruang yang tercakup dalam kawasan terbangun yang akan dikembangkan di wilayah Kecamatan Kemayoranhingga tahun 2028 meliputi : perumahan, rumah toko, kantor pemerintahan dan bangunan umum, perkantoran dan jasa, ruang terbuka hijau, dan fasilitas umum.. Cakupan jenis pemanfaatan ruang/kawasan fungsional ini disesuaikan dengan kedalaman materi RRTRW Kecamatan Kemayoran yang digambarkan dalam peta dengan skala

eksisting 2008 belum terlayani listrik

B.4.47.5 Telekomunikasi
Arahan rencana pengembangan jaringan telekomunikasi di Kecamatan Kemayoran adalah : 1. 2. 3. Pengembangan sistem pelayanan telekomunikasi melalui penerapan teknologi telekomunikasi yang memadai Pembangunan jaringan telekomunikasi baru pada kawasan pemukiman padat, Menciptakan jaringan telekomunikasi yang aman dan menjaga struktur dengan tujuan untuk memfasilitasi masyarakat dalam melakukan aktifitas bersosial. lingkungan kota di Kecamatan Kemayoran

ketelitian 1 : 5.000. Selengkapnya, arahan pemanfaatan ruang kawasan terbangun di wilayah Kecamatan Kemayoran dapat dilihat pada Tabel 4.55 Tabel 4.50 Rencana Pemanfaatan Lahan di Kecamatan Kemayoran Tahun 2028
No 1 2 3 4 5 6 Penggunaan Lahan Perumahan Perdagangan Kantor Pemerintahan Perkantoran dan jasa Ruang Terbuka Hijau Fasilitas Umum Jumlah
Sumber : hasil perhitungan, 2008

Luas Lahan Luas (Ha) 1.650,32 327,84 3,75 179,81 123,84 113,39 2.398,95

% 68.79 13.67 0.16 7.50 5.16 4.73 100.00

B.4.48 Rencana Pola Ruang Kecamatan Kemayoran


Rencana pemanfaatan ruang yang dirumuskan dalam kaitannya dengan pengembangan wilayah Kecamatan Kemayoran sampai dengan tahun 2028 secara umum meliputi alokasi pemanfaatan ruang untuk :

Kawasan Lindung, yaitu kawasan yang ditetapkan dengan fungsi utama melindungi Kawasan budidaya, yaitu kawasan yang ditetapkan dengan fungsi utama untuk
Jenis Pemanfataan Lahan Kantor pemerintahan

Tabel 4.51 Arahan Pemanfaatan Ruang Kawasan Terbangun di Kecamatan Kemayoran


Arahan Pola Pemanfaatan Lahan Fungsi utama : Pemerintahan dengan skala pelayanan kecamatan Pola pengembangan : memusat dalam kompleks/pusat pemerintahan sebagai bagian dari Pusat Kota Jenis pemanfaatan yang diperbolehkan : Perkantoran pemerintahan kecamatan, dinas/ instansi vertikal, Perdagangan dan jasa/ perkantoran militer/polisi, ruang terbuka hijau. Fungsi utama : Perdagangan dan jasa dengan skala pelayanan kecamatan. III-95

kelestarian hidup yang mencakup sumberdaya alam dan sumberdaya buatan.

dibudidayakan atas dasar kondisi dan potensi sumberdaya alam, sumberdaya buatan, dan sumberdaya manusia. RTRW DKI Jakarta Tahun 2010 menjelaskan pola pemanfaatan ruang yang akan dikembangkan di wilayah Kecamatan Kemayoran diarahkan untuk pusat pemerintahan, pusat kegiatan perdangan dan jasa, serta permukiman intensitas tinggi. Berdasarkan penjabaran sesuai tingkat

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Jenis Pemanfataan Lahan

Arahan Pola Pemanfaatan Lahan Pola pengembangan : memusat dalam bentuk kawasan perdagangan, sebagai bagian dari Pusat Kota. Jenis pemanfaatan yang diperbolehkan : Pusat perbelanjaan, pertokoan, pasar, sub terminal, jasa perkantoran, jasa perhotelan, jasa profesional, jasa hiburan, bangunan multifungsi, rumah toko, bangunan umum, ruang terbuka hijau/taman kota. Fungsi utama Perumahan dengan kepadatan tinggi, sedang dan rendah Pola pengembangan : intensifikasi pemanfaatan ruang. Jenis pemanfaatan yang diperbolehkan : Perumahan, sarana

Tingkat kebutuhan rumah di Kecamatan Kemayoranpada dasarnya ditentukan oleh tingkat penghasilan penduduknya. Tingkat penghasilan penduduk tersebut dapat menentukan kebutuhan luas kapling dan bangunan dengan asumsi bahwa tiap-tiap keluarga dapat hidup layak harus menempati rumah sendiri. Penduduk yang berpenghasilan tinggi cenderung membeli tanah dengan kapling yang lebih besar, sedangkan Penduduk yang berpenghasilan rendah pada umumnya membutuhkan kapling yang relatif kecil, yang dapat dipergunakan untuk hidup layak. Rencana pengembangan kegiatan permukiman dilakukan dengan tujuan penyediaan sarana perumahan yang sesuai dengan tingkat kemampuan dan aspirasi tiap kelompok masyarakat dan menciptakan lingkungan permukiman yang memenuhi syarat hunian dan syarat perkotaan bagi setiap kelompok masyarakat. Untuk merealisasikan rencana pengembangan perumahan tersebut maka kebutuhan pengembangan sarana perumahan, dilakukan melalui : 1. Program perbaikan kampung dilakukan pada kawasan-kawasan yang tidak layak huni (tidak memenuhi syarat rumah sehat). Program ini akan lebih diarahkan pada penataan lingkungan, perbaikan sarana dan prasarana kebutuhan masyarakatnya. 2. Pengembangan permukiman menengah-kecil oleh pengembang. 3. Pengusahaan peningkatan dan pemugaran permukiman melalui program perbaikan kampung bagi perumahan dengan katagori permukiman yang kurang sehat dan tidak teratur dengan menyertakan sumber dana masyarakat yang ada. dasar yang disesuaikan dengan

Perumahan

Fasilitas Umum

perumahan. Fungsi utama : pusat pelayanan umum dan sosial dengan skala kecamatan. Pola pengembangan : pemusatan kegiatan Jenis pemanfaatan ruang : sarana kesehatan, sarana pendidikan, peribadatan, budaya/kesenian, taman dan lapangan olah raga.

Pusat Pelayanan Umum dan Sosial (Pusat Lingkungan)

Fungsi utama : pusat pelayanan kegiatan perkotaan dengan skala lingkungan permukiman (blok). Pola pengembangan : pemusatan kegiatan pada lokasi strategis di lingkungan permukiman dengan mempertimbangkan kegiatan yang sudah ada Jenis pemanfaatan ruang : sarana perbelanjaan, sarana kesehatan, sarana pendidikan, peribadatan, taman dan lapangan olah raga.

4. Lingkungan permukiman yang kondisinya sudah padat dan kondisi lingkungannya tidak
Sumber: Hasil Rencana, 2009

memenuhi syarat rumah sehat, memerlukan perbaikan permukiman melalui peremajaan kota (urban renewal). 5. Pengembangan perumahan menengah dan kecil merupakan prioritas dalam

B.4.48.1 Permukiman
Perumahan merupakan salah satu sarana yang erat hubungannya dengan karakteristik sosial ekonomi. Perencanaan perumahan dan fasilitas pendukungnya harus didasarkan pada permasalahan eksisting dan arah perkembangan perumahan di masa yang akan datang. Perkembangan perumahan pada awalnya berpola linier atau mengikuti jaringan jalan, pola linier tersebut selanjutnya berkembang hingga membentuk blok-blok perumahan membentuk perkampungan padat penduduk dengan fasilitas penunjang di dalamnya. Pengelompokkan rumah terbesar berada di seluruh pusat kota atau disekitar pusat kegiatan, rumah yang lainnya tersebar dengan kelompok-kelompok yang relatif kecil.

pengembangan perumahan. 6. Pemerintah bersama masyarakat dan swasta diarahkan untuk memenuhi penyediaan sarana perumahan dengan mengusahakan bantuan dan pola-pola kerjasama pembangunan yang saling menguntungkan. 7. Pengadaan permukiman baru dengan kerja sama pihak swasta/masyarakat yang saling menguntungkan dengan sistim joint planning dan joint development 8. Untuk rumah-rumah yang sudah ada baik yang dibangun sendiri oleh penduduk berupa kelompok-kelompok perumahan (berupa perkampungan) maupun pengembang tetap dipertahankan.

III-96

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Rencana pengembangan perumahan yang terdiri dari rumah sangat kecil, rumah kecil, rumah sedang, dan rumah besar dilakukan di hampir seluruh bagian wilayah perencanaan. Rencana pengembangan rumah sedang merupakan rencana pengembangan perumahan dengan luas area yang lebih dominan dibanding rencana pengembangan perumahan tipe lain di Kecamatan Kemayoran. Rencana pengembangan rumah sedang tersebut mencapai 1581 ha. Rencana pengembangan perumahan kecil menempati urutan kedua yang paling banyak dikembangkan, yang disusul rumah susun, rumah flat, dan terakhir rumah besar. Rencana pengembangan rumah kecil berada pada tiga lokasi, dimana dua lokasi di antaranya berada di Kelurahan Sumur Batu yang diarahkan menjadi dua lokasi kelompok rumah kecil dengan total luas 50 ha. Rencana pengembangan rumah susun diarahkan dengan luas 18 ha yang sebagian besar berada pada Kota Baru Bandar Kemayoran. Rencana pengembangan rumah flat diarahkan dengan luas 0,9 ha. Rencana pengembangan rumah besar di Kecamatan Kemayorandengan diarahkan dengan total luas 0,7 ha berada pada bagian Timur Kecamatan Kemayoran.

tersebut direncanakan pada sepanjang Jalan Letjend. Suprapto Bagian Barat, Perempatan Jalan Sumur Batu, Jalan Bendungan Jago, Jalan Utan Panjang Timur dan Barat, Jalan Garuda, Jalan Gunung Sahari. Jenis kegiatan yang dapat dikembangkan di sub pusat perdagangan dan jasa ini pada areaarea di atas, dapat berupa : 1. Pertokoan dan Supermarket 2. Bank dan Asuransi 3. Perkantoran 4. Coffee Shop / Bar dan Restauran 5. Taman Bermain 6. Gedung Pertemuan 7. Sarana penunjang lainnya, seperti tempat parkir atau telepon umum

B.4.48.3 Ruang Terbuka Hijau B.4.48.2 Perdagangan dan Perkantoran


Kegiatan perdagangan dan jasa eksisting di kawasan perencanaan berupa pasar, hotel, restoran, warung makan, rumah makan, dan lain-lain. Sebagian besar kegiatan perdagangan tersebut terletak di sepanjang jaringan jalan utama yaitu jaringan jalan arteri dan jaringan jalan kolektor. Pengguna jasa tersebut juga sebagian besar merupakan pengguna jalan yang melewati jalan tersebut sehingga memungkinkan konsumen tidak hanya berasal dari dalam tetapi juga dari luar wilayah perencanaan. Aktivitas perdagangan dan jasa tersebut pada umumnya memperdagangkan convenient goods atau barang-barang kebutuhan sehari-hari, seperti makanan, sayuran dan sejenisnya dan hanya bersifat pelayanan lokal lingkungan. Aktivitas perdagangan dan jasa yang sebagian besar terpusat di sepanjang ruas jalan utama berpotensi untuk dikembangkan dengan skala pelayanan yang lebih besar seiring dengan perkembangan wilayah Kecamatan Kemayoran. Untuk itu dalam pengembangannya di masa mendatang penggunaan lahan di daerah ini dikonsentrasikan untuk kegiatan perdagangan dan jasa. Kegiatan yang akan dikembangkan pada koridor kegiatan komersial antara lain sebagai pusat pertokoan, dan pusat perbelanjaan/pasar, serta kegiatan jasa lainnya dengan skala pelayanan kota/regional. Ruang terbuka yang berupa buffer zone dikembangkan di sepanjang kiri dan kanan sungai, Lokasi kegiatan perdagangan dan jasa ini ditetapkan berada di sepanjang jalur jalan utama yaitu jalan arteri dan kolektor membentuk pola linier mengikuti pola jaringan jalan. Lokasi waduk dan situ, di sepanjang garis pantai sebagai sempadan pantai serta di sekeliling zona industri yang difungsikan sebagai daerah lindung. Pengembangan ruang terbuka ini
III-97

Pengembangan ruang terbuka hijau di Kecamatan Kemayoran, terbagi atas tiga jenis, yaitu : 1. 2.
3.

Ruang terbuka hijau yang memang difungsikan sebagai faktor pembentuk lingkungan dan kenyamanan lingkungan, yang berupa taman, jalur hijau, dan tempat rekreasi. Ruang terbuka hijau yang difungsikan sebagai fasilitas sosial masyarakat seperti pengembangan ruang terbuka hijau sebagai PHT (Penyempurna Hijau Makam). Ruang terbuka hijau yang difungsikan lahan preservasi sebagai buffer zone apabila terjadi bencana alam seperti bencana banjir..

Ruang terbuka hijau yang berupa taman dan jalur hijau dikembangkan di sepanjang tepi jalan, median jalan, lahan parkir dan taman kota. Pengembangan ruang terbuka hijau ini dipersiapkan sebagai lahan cadangan untuk pengembangan di masa mendatang apabila diperlukan penambahan lahan dalam jumlah yang kecil. Pengembangan RTH di sepanjang tepi jalan di Kecamatan Kemayorandirencanakan di sebelah Timur Jalan Letjend Suprapto yang juga termasuk dalam Kawasan Cempaka Mas, Jalan Cempaka Baru Timur dan Jalan Sumur Batu Raya,selain itu pengembangan RTH dikembangkan pada Kota Baru Bandar Kemayoranyang sesuai Masterplan Kota Baru Bandar Kemayoranmencapai 23,6% dari total luas Kota baru Bandar Kemayorantersebut.

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

memang sengaja dibiarkan untuk membatasi pengaruh yang ditimbulkan oleh kegiatan yang akan dikembangkan terhadap lingkungan sekitarnya atau sebaliknya, sedangkan ruang terbuka hijau yang berfungsi sebagai lahan cadangan kegiatan perkotaan adalah lahan pertanian/kebun yang saat ini masih dipertahankan keberadaannya dan lahan pemakaman. Penataan daerah sepanjang aliran sungai bertujuan untuk melindungi fungsi sungai dari kegiatan manusia yang dapat mengganggu dan merusak kondisi sungai tersebut. Dengan demikian daerah sepanjang aliran sungai tersebut dapat berfungsi sebagai daerah konservasi dan preservasi serta mempermudah pengontrolan dari masyarakat seandainya terjadi gangguan akibat pencemaran sungai. Sungai tersebut juga dimanfaatkan sebagai aliran utama sistem drainase yang difungsikan sebagai arah aliran air hujan. Upaya pengamanan dan penataan daerah sepanjang aliran sungai ini, diantaranya : raga. Mengatur arah bangunan-bangunan yang berada di sekitar sungai agar Melarang pembuangan semua sampah dalam badan sungai. Adapun kriteria teknis pembuatan sempadan sungai berdasarkan Permen PU No. tahun 1993 tentang Garis Sempadan Sungai, yaitu : Garis sempadan sungai bertanggul didalam kawasan perkotaan ditetapkan sekurangkuranguya 3 (tiga) meter di sebelah luar sepanjang kaki tanggul. 2. Penetapan garis sempadan sungai tak bertanggul di dalam kawasan perkotaan didasarkan pada kriteria:

3.

Penetapan garis sempadan danau, waduk, mata air,dan sungai yang terpengaruh pasang surut air laut mengikuti kriteria yang ditetapkan dalam Keputusan Presiden R.I. Nomor : 32 Tahun 1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung, sebagai berikut:

Untuk danau dan waduk, garis sempadan ditetapkan sekurang-kurangnya Untuk mata air, garis sempadan ditetapkan sekurang-kurangnya 200 (dua Untuk sungai yang terpengaruh pasang surut air laut garis sempadan

50 (hma puluh) meter dari titikpasang tertinggi kearah darat.

ratus) meter disekitar mata air.

ditetapkan sekurang-kurangnya 100 (seratus) meter dan tepi sungai dan berfungsi sebagai jalur hijau. Pengembangan RTH di tepi sungai tersebut dikembangkan pada lahan perpotongan Jalan Dakota dan Jalan Bendungan Jago. Tujuan utama pengaturan dan pengembangan garis sempadan sungai tersebut adalah untuk mengamankan wilayah aliran sungai. Dalam pengamanan aliran sungai ini sempadan sungai harus ditanami dengan jenis tanaman keras dan dilarang melakukan penebangan pohon pada daerah tersebut untuk melindungi tebingtebing atau bantaran sungai yang potensial terhadap bahaya erosi dan longsor. Selain itu di sepanjang sempadan sungai ini direkomendasikan untuk dihindari atau dilarang adanya bangunan, baik untuk kegiatan perumahan, perkantoran, maupun kegiatan komersial.

Pembuatan sempadan sungai di sepanjang sisi kiri-kanan sungai, yang juga

dapat difungsikan sebagai ruang terbuka hijau dalam bentuk taman kota, sarana olah

menghadap ke sungai, sehingga kebersihan sungai tetap terjaga. 63 1.

B.4.49 Rencana Pengembangan Fasilitas Umum dan Sosial Kecamatan Kemayoran


Rencana pengembangan fasilitas umum dan fasilitas sosial di Kecamatan Kemayoran akan disesuaikan berdasarkan analisis kebutuhan daya tampung kecamatan. Fasilitas umum dan fasilitas sosial tersebut berupa pendidikan, kesehatan, peribadatan, olahraga, serta fasilitas pengendali bencana. B.4.49.1

Sungai yang mempunyai kedalaman tidak lebih dan 3 (tiga) meter, garis

sempadan ditetapkan sekurang-kurangnva 10 (sepuluh) meter dihitung dari tepi sungai pada waktu ditetapkan.

Pendidikan
Perhitungan jumlah penduduk Kecamatan Kemayoran berdasarkan daya tampung pada tahun 2030 ialah sebesar 175.235 jiwa. Dengan jumlah tersebut dan menggunakan standar penyediaan fasilitas pendidikan, maka diperoleh jumlah kebutuhan fasilitas pendidikan seperti yang terlihat pada Tabel 4.57 yaitu sebanyak 140 unit untuk Taman Kanak-kanak (TK), 70 unit untuk Sekolah Dasar (SD), 12 unit untuk Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), serta 6 unit untuk Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA). Tabel 4.52 Rencana Jumlah Kebutuhan Fasilitas Pendidikan di Kecamatan Kemayoran Tahun 2030
III-98

Sungai yang mempunyai kedalaman tidak lebih 3 (tiga) meter sampai

dengan 20 (duapuluh) meter, garis sempadan ditetapkan sekurangkurangnya 15 (lima belas) meter dihitung dari tepi sungai pada waktu ditetapkan.

Sungai yang mempunyai kedalaman maksimum lebih dari 20 (dua puluh)

meter, garis sempadan ditetapkan sekurang-kurangnya 30 (tigapuluh) meter dihitung dari tepi sungai pada waktu ditetapkan.

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

No 1 2 3 4 5 6

Jenis Fasilitas TK SD SLTP SLTA Universitas dan Akademi Tempat Kursus

Eksisting 2006 35 67 20 19 3 12

Kebutuhan 2030 140 70 12 6 -

tidak diperlukan mengingat syarat keberadaan rumah sakit bagi wilayah yang memiliki jumlah penduduk minimum 480.000 jiwa.

B.4.49.3

Peribadatan
Perhitungan jumlah penduduk Kecamatan Kemayoran berdasarkan daya tampung pada tahun 2030 ialah sebesar 175.235 jiwa. Dengan jumlah tersebut dan menggunakan standar penyediaan fasilitas peribadatan, maka diperoleh jumlah kebutuhan fasilitas peribadatan seperti yang terlihat pada Tabel 4.59, yaitu mushala sebanyak 58 unit, masjid 6 unit, masjid kecamatan 1 unit, gereja katolik 3 unit, gereja 3 unit, vihara 3 unit, pura 3 unit, serta kelenteng 3 unit. Tabel 4.54 Rencana Jumlah Kebutuhan Fasilitas Peribadatan di Kecamatan Kemayoran Tahun 2030
No Jenis Fasilitas Mushala Masjid Masjid Kecamatan Gereja Katolik Gereja Vihara Pura Kelenteng Eksisting 2006 163 84 12 3 Kebutuhan 2030 140 14 2 7 7 7 7 7

Sumber : Hasil Perhitungan 2009

Berdasarkan perbandingan antara perhitungan dengn kondisi eksisting fasilitas pendidikan, maka dapat diketahui bahwa fasilitas pendidikan yang ada saat ini telah cukup untuk mengakomodasi kebutuhan pendidikan masyarakat, terutama untuk fasilitas pendidikan SLTP dan SLTA serta perguruan tinggi dimana kondisi saat ini berlebih dari kebutuhan. Sementara untuk fasilitas pendidikan berupa TK dan SD masih dirasakan kurang sebesar 105 unit dan 3 unit.

B.4.49.2

Kesehatan
Perhitungan jumlah penduduk Kecamatan Kemayoran berdasarkan daya tampung pada tahun 2030 ialah sebesar 175.235 jiwa. Dengan jumlah tersebut dan menggunakan standar penyediaan fasilitas kesehatan, maka diperoleh jumlah kebutuhan fasilitas kesehatan seperti yang terlihat pada Tabel 4.58, yaitu balai pengobatan sebanyak 58 unit, rumah bersalin sebanyak 6 unit, puskesmas sebanyak 6 unit, apotik sebanyak 6 unit, dan 1 unit puskesmas kecamatan.

1 2 3 4 5 6. 7. 8

Sumber : Hasil Perhitungan 2009

Berdasarkan perbandingan antara perhitungan kebutuhan fasilitas peribadatan tahun 2030 Tabel 4.53 Rencana Jumlah Kebutuhan Fasilitas Kesehatan di Kecamatan Kemayoran Tahun 2030 Eksisting Kebutuhan Jenis Fasilitas 2006 2030 Rumah Sakit Puskesmas 10 6 Puskesmas Kecamatan 1 Pos KB 124 Apotik 5 6 Lainnya 23 Balai Pengobatan 58 Rumah Bersalin 6 dengan kondisi eksisting, maka fasilitas peribadatan yang terdapat saat ini telah sesuai dengan kebutuhan untuk fasilitas ibadah berupa mushala, masjid, dan gereja. Sementara untuk fasilitas ibadah lainnya seperti vihara, pura, maupun kelenteng belum sesuai dengan kebutuhan.

No 1 2 3 4 5 6 7 8

B.4.49.4

Olahraga
Perhitungan jumlah penduduk Kecamatan Kemayoran berdasarkan daya tampung pada tahun 2030 ialah sebesar 175.235 jiwa. Dengan jumlah tersebut dan menggunakan standar penyediaan fasilitas olahraga, maka diperoleh jumlah kebutuhan fasilitas olahraga seperti yang terlihat pada Tabel 4.60, yaitu tempat bermain berjumlah 700 unit, 58 unit lapangan olahraga, 6 unit kolam renang, serta 6 unit gedung olahraga.

Sumber : Hasil Perhitungan 2009

Berdasarkan perbandingan antara perhitungan dengan kondisi eksisting fasilitas kesehatan, maka dapat diketahui bahwa fasilitas kesehatan yang terdapat di Kecamatan Kemayoran saat ini telah cukup melayani masyarakat. Fasilitas kesehatan berupa rumah sakit umum Tabel 4.55 Rencana Jumlah Kebutuhan Fasilitas Olahraga di Kecamatan Kemayoran Tahun 2030
III-99

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

No 1 2 3 4 5 6 7 8

Jenis Fasilitas Tempat Bermain Lapangan Sepakbola Lapangan Bulutangkis Lapangan Tenis Lapangan Voli Kolam Renang Gedung Olahraga Lainnya

Eksisting 2006 14 59 7 54 1 12

Kebutuhan daya tampung 700 58 6 6 -

Sumber : Hasil Perhitungan 2009

Jika dibandingkan antara kondisi eksisting dengan kebutuhan fasilitas olahraga di Kecamatan Kemayoran, maka saat ini fasilitas tersebut telah cukup mengakomodasi kebutuhan masyarakat. Namun perlu ditingkatkan untuk fasilitas olahraga/rekreasi berupa taman-taman warga atau tempat bermain. Tabel 4.56 Rencana Intensitas Bangunan di Kecamatan Kemayoran
Ketinggian No 1. Lokasi Kel. Gunung Sahari Selatan Kel. Sumur Batu Kel. Cempaka Baru Kel. Harapan Mulya 2. Kel. Utan Panjang Jl. Gunung Sahari Wisma dan Bangunan Umum dengan 3. Sebagian Jl Bungur Besar Fasilitasnya Wisma dan Bangunan Umum dengan 4. Sepanjang Jl. Letjend Suprapto Jl. Utan Panjang Timur Jl. Angkasa Jl. Garuda Jl. Utan Panjang Barat Jl. KemayoranGempol 5. Kebon Kosong (ex. Bandar kemayoran) 6. Kel. Gunung Sahari Selatan Kel. Gunung Sahari Selatan Wisma dan Fasilitasnya Karya/ > 32 Lt 50 maks 5 III-100 16-24 Lt 50 maks 4 Fasilitasnya Karya Bangunan Umum dengan Fasilitasnya 8-16 Lt 50 maks 3,0 4-8 Lt 50 maks 2,4 4-8 Lt 40 maks 2,4 Peruntukkan Wisma dan Fasilitasnya maks. (lantai) 2-4 Lt KDB 40 KLB > 1,2

B.4.50 Rencana Kawasan Strategis Kecamatan Kemayoran


Pengembangan kawasan strategis di Kecamatan Kemayoran ditentukan berdasarkan peranan dan fungsi strategis bagi pengembangan kegiatan ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan kota. Pengembangan kawasan tersebut berdasarkan RTRW DKI Jakarta 2010 adalah kawasan ekonomi prospektif dengan ditetapkan Kota Baru Bandar Kemayoransebagai pusat niaga terpadu, pusat eksibisi dan informasi bisnis berskala internasional. Untuk mendukung pengembangan kawasan ini, maka strategi pengembangan ekonomi di Kecamatan Kemayoranguna mendukung sistem pusat kegiatan tersebut adalah dengan pengembangan pemeliharaan sarana dan prasarana baik di dalam maupun di luar Komplek yang mendukung kegiatan Komplek Kemayoran, selain itu perlu dilakukan peningkatan kualitas fasilitas sosial budaya dan fasilitas pendukung kegiatan lainnya.

B.4.51 Rencana Intensitas Pemanfaatan Ruang Kecamatan Kemayoran


Berdasarkan pola ruang yang telah direncanakan, maka intensitas pemenfaatan ruang yang direncanakan adalah dengan membagi Kecamatan Kemayoranmenjadi tiga wilayah, yaitu utara, tengah dan selatan. Untuk Wilayah Utara, yang direncanakan sebagai kawasan wisma, perkantoran, dan fasilitas umum dengan ketinggian bangunan maksimal 16-24 lantai. Untuk wilayah Barat diarahkan sebagai wisma sedang, direncanakan memiliiki ketinggian bangunan 28 lantai. Pada Wilayah Timur di tepi jalan arteri primer diarahkan memiliki ketinggian 16-24 lantai, sedang wilayah timur bagian tengah direncanakan sebagai wisma sedang dengan ketinggian 2-4 lantai. Tabel di bawah ini menunjukkan

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Ketinggian No Lokasi Peruntukkan Bangunan Umum dengan Fasilitasnya


Sumber : Hasil Rencana

e.
KDB KLB

Tersusunnya arahan lokasi investasi yang akan dilaksanakan pemerintah dan Tersusunnya arahan pelaksanaan pemanfaatan ruang dan merupakan dasar

maks. (lantai)

masyarakat.

f.

dalam mengeluarkan perijinan lokasi pembangunan.

B.4.52.2 Kebijakan B.4.52.2.1 Kawasan Budidaya


Wilayah perencanaan Kecamatan Sawah Besar berada di Wilayah Pengembangan Pusat, dimana karakteristik wilayahnya adalah sebagai kawasan yang mempunyai daya dukung lingkungan tinggi, tingkat pelayanan prasarana dan sarana tinggi, dan bangunan gedung dengan intensitas tinggi, baik vertikal maupun horizontal.

B.4.52 Tujuan, Kebijakan dan Strategi Kecamatan Sawah besar B.4.52.1 Tujuan
Rencana rinci tata ruang Kecamatan Kecamatan Sawah Besar merupakan wujud pemanfaatan ruang yang menggambarkan susunan lokasi pusat perdagangan jasa dan ikatan fungsi antar sub-sub pusat kegiatan dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Sesuai dengan hasil identifikasi serta kecenderungan struktur tata ruang masa depan yang akan terbentuk maka tujuan rencana rinci tata ruang Kecamatan Sawah Besar yaitu : a. b. c. Terselenggaranya pengaturan pemanfaatan ruang kawasan lindung dan kawasan budi daya. Terwujudnya Terwujudnya keterpaduan, keterikatan dan keseimbangan antar wilayah kecamatan serta keserasian antar sektor. rencana tata ruang mempertimbangkan aspek optimalisasi pemanfaatan ruang yang ada, serta memperhatikan kemungkinan-kemungkinan pemanfaatan ruang bawah tanah pada bagian-bagian tertentu di wilayah Kecamatan Sawah Besar. d. Tercapainya pemanfaatan ruang yang berkualitas untuk : Mewujudkan kehidupan masyarakat Kecamatan Sawah Besar yang sejahtera Mewujudkan keterpaduan dalam penggunaan sumberdaya alam Meningkatkan pemanfaatan sumberdaya alam dan sumberdaya buatan secara berhasil-guna dan tepat-guna untuk meningkatkan kualitas lahir dan batin

Kebijakasanaan umum Kecamatan Sawah Besar adalah membatasi pertumbuhan penduduk dengan prioritas daya tampung hanya bagi pertumbuhan alamiah saja, menyebarkan kepadatan penduduk dengan mengadakan tempat hunian di atas tempat kerja, memantapakan peran lapangan kerja yang ada dengan peningkatan kualitas dan kuantitas terbatas, serta melakukan optimasi pemanfaatan ruang pada bagian-bagian tertentu wilayah Kecamatan Sawah Besar agar dapat mmenampung perkembangan dimasa yang akan datang. Kebijaksanaan pengelolaan kawasan sempadan sungai diarahkan sebagai bagian dari upaya persiapan reorientasi terhadap ketigabelas sungai yang melalui DKI Jakarta dalam program pengembangan kawasan sungai dan Program Kali Bersih. Pengelolaan kawasan sungai ini dimaksudkan untuk mengamankan pinggiran sungai, tidak terganggunya pengaliran air sungai oleh beban dari kawasan sekitar, dan meningkatkan nilai estetika sempadan sungai. Ketigabelas kali tesebut, tiga kali diantaranya melalui Kecamatan Sawah Besar yaitu Kali Mati, Kali Lio, dan Kali Ciliwung. 1) Perumahan Pembangunan perumahan diarahkan kepada prioritas pemenuhan kebutuhan penduduk berpenghasilan rendah, perbaikan lingkungan dan peningkatan kualitas bangunan perumahan, serta peremajaan lingkungan di daerah-daerah permukiman padat dan cenderung kumuh denga pengembangan permukiman ke arah vertikal seperti rumah susun. 2) Sektor Perdagangan dan Jasa a. Perbaikan dan pengembangan yang mengganggu lingkungan perdagangan dan jasa yang ada dengan perbaikan fasilitasnya.

berdaya-guna,

sumberdaya manusia Mewujudkan perlindungan fungsi ruang dan mencegah serta menanggulangi Mewujudkan keseimbangan kepentingan kesejahteraan dan keamanan dampak negatif terhadap lingkungan

III-101

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

b. Kemungkinan peremajaan terbatas untuk area-area tertentu (sekitar Jl. Mangga Dua Abdad). c. Memberikan angka toleransi terhadap standar peruntukan lahan yang ada d. Pengembangan ribbon harus menjamin kelancaran lalu lintas dan penyediaan parkir yang memadai. e. Peremajaan pasar harus memperhatikan kepentingan pedagang ekonomi lemah. 3) Sektor Transportasi a. Pembangunan jalan baru dan pengembangan jalan erteri sesuai dengan rencana struktur DKI Jakarta tahun 2030. b. Pelebaran dan peningkatan jalan-jalan yang ada. c. Pengembangan moda angkutan umum dengan peningkatan kualitasnya, baik angkutan mobil maupun kereta api dengan pengadaan fasilitas penunjangnya. d. Pembangunan jalan-jalan bagi pedestrian. e. Pembatasan parkir on street agar tidak mengganggu arus lalu lintas, terutama dipusat-pusat perdagangan. 9) 8)

d. Melaksanakan

normalisasi

kali

dan

penambahan

saluran

mikro

dan

meningkatkan sistem makro drainase yang ada. Sektor Utilitas Umum. a. Pemeliharaan, perbaikan dan peningkatan jaringan utilitas (gas, listrik dan telepon). b. Penambahan jaringan pada daerah-daerah peremajaan, seperti Mangga Dua. c. Perencanaan dan pelaksanaan yang terpadu antar instansi yang terkait. d. Penambahan telepon umum pada lokasi-lokasi strategis. Sektor Ruang Terbuka Hijau a. Pembebasan lahan sepanjang saluran drainase untuk jalur hijau pengaman dan memanfaatkannya untuk taman dan hortikultura yang dapat dinikmati masyarakat. b. Penghijauan pekarangan rumah-rumah penduduk. c. Pemeliharan/peningkatan fungsi ruang terbuka hijau yang telah ada. d. Mengadakan penghijauan maksimum pada ROW (lebar badan jalan) arteri dan kolektor.

4)

Sektor Fasilitas Umum a. Perbaikan dan peningkatan fasilitas yang telah ada, kemungkinan dengan pengembangan vertikal. b. Pengunaan standar khusus untuk daerah-daerah padat, atau dengan memberikan angka toleransi terhadap standar yang ada.

B.4.52.2.2 Kawasan Strategis


Pengembangan kawasan diprioritaskan karena keberadaannya dapat mendukung pengembangan sekktor strategis di atasnya dengan berdasar atas pertimbanganpertimbangan. Pengembangan kawasan tersebut mempunyai dampak regional maupun nasional karena memiliki kontribusi tinggi. Pengembangan sektor sosial ekonomi di atasnya membutuhkan lahan dalam skala besar. Sektor yang akan dikembangkan mempunyai prioritas tinggi dalam lingkup regional dan nasional. Kawasan memliki prospek ekonomi yang cerah untuk menarik investasi dan memacu pengembangan wilayah sekitar. Pengembangan secara intensif potensi sumberdaya alam yang dapat dimanfaatkan. Pengembangan prasarana perhubungan yang lebih dapat diandalkan. Peningkatan hubungan sosial ekonomi dengan pusat kegiatan terdekat

5)

Sektor Air Minum a. Perbaikan dan peningkatan jaringan distribusi air pipa yang telah ada. b. Perluasan kapasitas distribusi air minum. c. Mengurangi penggunaan air tanah serta air pipa secara besar-besaran, terutama untuk keperluan industri. d. Penambahan hidrant-hidrant umum pada lingkungan permukiman padat dan kumuh.

6)

Sektor Sanitasi dan Sampah a. Sistem pembuangan air limbah (sewerage) dengan pipa sebagai program jangka panjang dan pembuatan pembuangan air limbah lokal untuk jangka pendek. b. Pengadaan MCK serta peningkatan kondisi MCK yang telah ada.

B.4.52.2.3 Penanganan Lingkungan


Strategi penanganan kawasan ini dititik beratkan pada pemeliharaan lingkungan guna mempertahankan ekosistem setempat dan kelestarian lingkungan alam. Hal ini termasuk juga pengendalian dan pengelolaan lingkungan hidup serta peraturan tentang adanya penetapan AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan).

7)

Sektor Banjir dan Drainase a. Peningkatan sistem drainase makro yang ada. b. Perbaikan/pelebaran sarluran-saluran drainase makro yang telah ada. c. Pembangunan drainase mikro baru.

B.4.52.3 Strategi
Strategi rencana rinci tata ruang Kecamatan Sawah Besar adalah :

III-102

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Membatasi pertumbuhan penduduk dengan prioritas daya tampung hanya bagi


No Kelurahan

pertumbuhan alamiah saja. Menyebarkan kepadatan penduduk dengan mengadakan tempat hunian di atas tempat kerja. Memantapakan peran lapangan kerja yang ada dengan peningkatan kualitas dan Melakukan optimasi pemanfaatan ruang pada bagian-bagian tertentu wilayah kuantitas terbatas. Kecamatan Sawah Besar agar dapat mmenampung perkembangan dimasa yang akan datang. Meningkatkan peran dan fungsi serta menata pusat-pusat kegiatan yang sudah Memperbaiki dan merencanakan kawasan-kawasan yang cenderung kumuh Mempertahankan RTH yang sudah ada dan mengembalikan fungsi RTH berkembang. dengan membangun rumah susun beserta fasilitas-fasilitasnya. khususnya di bantaran sungai, pinggiran Jalan Rel kereta api yang dijadikan permukiman kumuh. Merealisasikan pembangunan sarana dan prasarana yang mampu meningkatkan kapasitas perdagangan dan jasa .

Daya Tampung Penduduk (jiwa) 24.437 37.365 47.091 56.320 41.955 207.168

Kepadatan Penduduk (jiwa/Ha) 129 189 856 1.104 325 333

1 2 3 4 5

Pasar Baru Gunung Sahari Utara Kartini Karang Anyar Mangga Dua Selatan Jumlah

Sumber : Rencana 2009

B.4.54 Rencana Struktur Ruang Kecamatan Sawah Besar


Struktur ruang yang direncanakan untuk Kecamatan Sawah Besar tidak berbeda dengan struktur ruang pada kondisi eksisting. Hal ini dikarenakan pusat-pusat kegiatan yang ada saat ini telah mampu melayani wilayah Kecamatan Sawah Besar, sehingga tidak perlu untuk menambah pusat kegiatan yang baru. Struktur pusat pelayanan Kecamatan Sawah Besar terbentuk berdasarkan sistem pusat-pusat kegiatan tersier dengan pusat-pusat sebagai berikut: a. PT. Astra Strada dengan kegiatan industri pergudangan b. Perkantoran dan perdagangan di sepanjang Jl. Gunung Sahari

B.4.53 Rencana Pengelolaan Kependudukan Sawah Besar


Kecamatan Sawah Besar dengan perkembangan wilayah yang semakin pesat maka diperlukan rencana pengelolaan kependudukan yang tepat dengan menggunakan perhitungan berdasarkan daya tampung penduduk pada tahun 2030. Sesuai hasil perhitungan analisis kependudukan dengan metode daya tampung menunjukkan bahwa dengan menggunakan KDB, KLB, serta standar luas kavling ideal, maka jumlah daya tampung penduduk ideal Sawah Besar direncanakan sebesar 207.168 jiwa, maka untuk mengatasi keterbatasan lahan Kecamatan Sawah Besar direncanakan dengan membangun perumahan secara vertikal. Sedangkan rumah rumah kumuh yang masih terdapat di Kecamatan Sawah Besar akan dihilangkan. Pembangunan wisma kecil akan dibatasi di Sawah Besar. Kepadatan permukiman direncanakan tidak terlalu padat/sedang untuk menjaga kelayakan sebagai kawasan tempat tinggal. Untuk lebih jelasnya mengenai daya tampung penduduk tahun 2030 di Kecamatan Sawah Besardapat dilihat pada Tabel 4.57 Tabel 4.57 Daya Tampung dan Kepadatan Penduduk Per kelurahan Kecamatan Sawah Besar Tahun 2030

B.4.55 Rencana Transportasi Kecamatan Sawah Besar


Rencana pengembangan jaringan jalan mencakup sistem jaringan jalan, simpang susun, jalan layang, jalan bawah tanah, fasilitas pejalan kaki dan jembatan penyebrangan. Sistem jaringan jalan di Kecamatan Sawah Besar sampai dengan tahun 2030 ditetapkan sebagai berikut : 1. Jalan Arteri Primer Jl. Gunung Sahari Jl. Dr. Sutomo Jl. Gunung Sahari Jl. Mangga Dua Jl. Gunung Sahari Jl. Samanhudi Jl. Garuda Jl. Mangga Besar Jl. Gunung Sahari Jl. Pangeran Jayakarta Jl. Industri Jl. Karang Anyar A Jl. Dr. Wahidin Jl. Budi Utomo
III-103

2. Jalan Arteri Sekunder

3. Jalan Kolektor Primer

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Jl. Lapangan Banteng Jl. Kartini Raya Jl. Lautze Jl. Mangga Dua Abdad Jl. Rajawali Selatan

Mencegah dan menindak tegas pembuangan sampah ke sungai, saluran. Caranya dengan mencegah tumbuhnya perumahan liar,bedeng di sepanjang tepi sungai

4. Kolektor Sekunder

B.4.56.2 Drainase dan Pengendali Banjir


Sistem jaringan drainase di Kecamatan Sawah Besar sudah cukup baik dengan adanya beberapa situ dongkelan dan tipar. Pengembangan drainase di Kecamatan Sawah Besar dilakukan melalui : Melaksanakan normalisasi sepanjang aliran sungai dan mengamankan sungai

Sarana parkir berupa bangunan gedung atau lahan parkir ditempatkan pada bangunanbangunan umum untuk penghapus parkir di tepi jalan. Jembatan penyebrangan juga akan direncanakan pada setiap jalan arteri primer.

dari kegiatan yang dapat menggangu fungsinya (Pengamanan terhadap bangunan liar dan pembuangan sampah) Penataan kembali (GSS) garis sempadan sungai sejalan dengan penataan Pengerukan sampah di sepanjang yang bisa menimbulkan banjir sungai menurut fungsinya yaitu sebagai pengendali banjir, drainase dan penggelontor

B.4.56 Rencana Pengembangan Utilitas Kecamatan sawah Besar


Pengembangan jejaring utilitas umum memperhatikan hal-hal berikut : Jejaring yang sudah ada Peningkatan kebutuhan akibat pertambahan penduduk dan kegiatan Memanfaatkan jejaring utilitas yang telah ada Meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Memperhatikan estetika lingkungan dan keamanan persampahan, drainase, listrik, telekomunikasi, gas, air bersih, air limbah,

B.4.56.3 Listrik
Rencana pengembangan jaringan listrik dengan indikasi-indikasi pengembangan tersebut merupakan suatu terapan pada kesesuaian pembangunan pada setiap kawasan yang membutuhkan pemerataan pelayanan, dengan tujuan agar sistem jaringan listrik pada Kecamatan Sawah Besar dapat berfungsi dengan baik serta memperindah lingkungan sekitar. Adapun rencana pengembangan adalah, sebagai berikut : 1. Rencana pemenuhan kebutuhan listrik untuk rumah susun sewa (Rusunawa) Meningkatkan pembangunan sistem jaringan listrik yang aman untuk kawasan Peningkatan kebutuhan listrik akibat pertambahan penduduk dan kegiatan Mempertahankan dan menata kondisi sistem jaringan listrik yang telah ada serta

Dengan demikian, pengembangan jejaring utilitas umum adalah dengan :

Berikut ini adalah rencana pengembangan jaringan utilitas di Kecamatan Sawah Besar yang meliputi telekomunikasi dan air limbah.

2. 3. 4.

perumahan terutama mencakup kawasan pemukiman padat

B.4.56.1 Persampahan
Rencana pengelolaan persampahan di Kecamatan Sawah Besar adalah sebagai berikut: Program pemilahan sampah sebelum dibuang ke LPS ( Lokasi pembuangan sampah ) melalui pemilahan sampah organik (basah) dan non-organik (kering) akan memudahkan proses pembuatan kompos sebelum dibakar di dalam insinerator Pengembangan prasarana sampah bahan berbahaya dan beracun (B3) dan Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah dengan dilakukan dengan teknologi tepat guna penerapan konsep 3R (reduced, reused, recycling) Meningkatkan mutu, kapasitas dan jumlah armada sampah yang dapat masuk kelingkungan yang padat penduduk

memperbaiki kendala-kendala yang terjadi pada sistem jaringan listrik tersebut

B.4.56.4 Telekomunikasi
Arahan rencana pengembangan jaringan telekomunikasi di Kecamatan Sawah Besar adalah Pengembangan sistem pelayanan telekomunikasi melalui penerapan teknologi telekomunikasi yang memadai Pembangunan jaringan telekomunikasi baru pada kawasan pemukiman padat, dengan tujuan untuk memfasilitasi masyarakat dalam melakukan aktifitas bersosial. Menciptakan jaringan telekomunikasi yang aman dan menjaga struktur lingkungan kota di Kecamatan Sawah Besar.
III-104

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Mangga Dua Selatan Jumlah

41.955 207.168

5.874 29.004

2.895 14.295

2,89 14,29

B.4.56.5 Rencana Jaringan Air Bersih


Rencana jaringan primer pipa air bersih di Kecamatan Sawah Besar tahun 2030 adalah melintasi jalan-jalan Jl. Mangga Besar, Jl. Gunung Sahari, Jl. KH. Samanhudi, dan Jl. Industri. Kebutuhan air bersih untuk tahun 2030 di Kecamatan Sawah Besar tahun 2030 adalah sebesar 36.254 ltr/hari, kebutuhan tersebut dipenuhi dari instalasi air minum PT. Thames PAM Jaya dengan kapasitas produksi 4000 liter/detik yang berasal dari IPA Pulogadung. Untuk lebih jelasnya mengenai kebutuhan air bersih di Kecamatan Sawah Besar tahun 2030 dapat dilihat pada Tabel 4.58 Tabel 4.58 Kebutuhan Air Bersih Kecamatan Sawah Besar Tahun 2030 Jumlah Kebutuhan Air Bersih No Kelurahan Penduduk Tahun 2030 ( Ltr/Hr) (m/Hr) 1 Pasar Baru 24.437 4.276.558 4.276,56 2 Gunung Sahari Utara 37.365 6.538.836 6.538,84 3 Kartini 47.091 8.240.945 8.240,95 4 Karang Anyar 56.320 9.855.982 9.855,98 5 Mangga Dua Selatan 41.955 7.342.162 7.342,16 Jumlah 207.168 36.254.483 36.254,48
Sumber : Hasil Rencana 2009 , Pedoman Perencanaan Dinas Tata Kota DKI : Asumsi Kebutuhan Air Bersih 175 lt/org/hr

Sumber : Hasil Rencana 2009 Dinas Kebersihan DKI : Asumsi Sludge 0,069 lt/org/hr

B.4.57 Rencana Pola Ruang Kecamatan Sawah Besar


Rencana peruntukan tanah di wilayah Kecamatan Sawah Besar sampai tahun 2030 adalah wisma dengan fasilitasnya seluas 208,17 Ha, wisma bangunan umum dengan fasilitasnya seluas 15,82 Ha, wisma taman dengan fasilitasnya seluas 37,17 Ha, karya pemerintahan dengan fasilitasnya seluas 30,31 Ha, karya bangunan umum dengan fasilitasnya seluas 212,37 Ha, karya industri/pergudangan dengan fasilitasnya seluas 117,77Ha, penyempurna hijau binaan dengan fasilitasnya seluas 50,52 Ha, suka umum seluas 40,09 Ha dan peruntukan marga dan saluran seluas 46,95 Ha. Agar lebih jelasnya mengenai jenis peruntukan tanah di Kecamatan Sawah Besar dapat dilihat pada tabel berikut. Sesuai dengan perhitungan, dominasi peruntukan tiap jenis guna lahan yang terbesar adalah : 1. Wisma dengan fasilitasnya di Kelurahan Gunung Sahari Utara seluas 60,16 ha 2. Wisma bangunan umum dengan fasilitasnya di Kelurahan Mangga Dua Selatan seluas 6,60 ha 3. Karya pemerintahan dengan fasilitasnya di Kelurahan Lebak Bulus seluas 13,65 ha 4. Karya bangunan umum dengan fasilitasnya di Kelurahan Pasar Baru seluas 28,07 ha 5. Karya industri/pergudangan dengan fasilitasnya di Kelurahan Gunung Sahari Utara

B.4.56.6 Rencana Sistem Pembuangan Air Limbah


Rencana sistem pembuangan air limbah di Kecamatan Sawah Besar tahun 2030 adalah dengan sistem on-site. Diperkirakan tahun 2030 akan dihasilkan air limbah sebesar 14.295 ltr/hari yang berasal dari air limbah perumahan dan perdagangan/jasa. Untuk lebih jelasnya mengenai timbulan air kotor (sludge) di Kecamatan Sawah Besar tahun 2030 dapat dilihat pada Tabel 4.58. Tabel 4.58 Timbulan Air Kotor (Sludge) Kecamatan Sawah Besar Tahun 2030
No 1 2 3 4 Kelurahan Pasar Baru Gunung Sahari Utara Kartini Karang Anyar Penduduk ( jiwa) 24.437 37.365 47.091 56.320 Timbulan Air Limbah (m/Hr)) 3.421 5.231 6.593 7.885 Timbulan Sludge ( Ltr/Hr) 1.686 2.578 3.249 3.886 (m/Hr) 1,69 2,58 3,25 3,89

seluas 9,46 ha 6. Penyempurna hijau binaan dengan fasilitasnya di Kelurahan Gunung Sahari Utara seluas 30,69 ha 7. Suka / fasilitas umum di Kelurahan Pasar Baru seluas 21,93 ha 8. Marga dan saluran di Kelurahan Pasar Baru seluas 18,10 ha

B.4.57.1 Permukiman
Bila dibandingkan dengan fungsi lain, permukiman merupakan jenis peruntukkan lahan yang paling banyak memanfaatkan/menyerap lahan di suatu wilayah, sehingga pengembangan area perumahan akan menentukan pola dan bentuk terbangun suatu wilayah dimasa yang akan datang. Kriteria untuk kawasan permukiman perkotaan adalah memperhitungkan kecenderungan perkembangan pembangunan permukiman perkotaan baru, memperhitungkan daya tampung perkembangan penduduk dan fasilitas dan prasarana yang dibutuhkan dengan mempertimbangkan kebijaksanaan yang ada.
III-105

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Rencana pengembangan kawasan permukiman berkepadatan tinggi direncanakan melalui cara rehabilitasi atau program dan perbaikan dan peningkatan kualitas lingkungan. Sedangkan untuk unit lingkungan permukiman yang berkepadatan sedang dan rendah dilakukan persiapan dengan pembangunan kawasan permukiman berskala besar pada lahan yang masih kosong. Daerah permukiman direncanakan menyebar di seluruh wilayah Kecamatan Sawah Besar pada semua kelurahan baik dalam bentuk vertikal atau apartemen dan landed house dengan memperhatikan kebutuhan perumahan penduduk Kecamatan Sawah Besar dimasa yang akan datang dengan memperhitungkan kecenderungan perkembangan dan aksesbilitas.

Sawah Besar akan lebih diarahkan untuk tingkat TK, SD dan SMP yang berdasarkan analisis proyeksi fasilitas pendidikan tersebut jumlahnya masih kurang dan masih diperlukan penambahan beberapa fasilitas pendidikan. Untuk lebih jelasnya mengenai kebutuhan fasilitas pendidikan tahun 2030 di Kecamatan Sawah Besar dapat dilihat pada Tabel 4.58 Tabel 4.58 Rencana Fasilitas Pendidikan Kecamatan Sawah Besar Tahun 2030
No 1 2 3 4 TK SD SLTP SLTA Jumlah
Sumber : Rencana 2009

B.4.57.2 Perdagangan dan Perkantoran


Aktifitas perkotaan ditentukan oleh dominasi kegiatan non pertanian yang ada di suatu wilayah. Semakin banyak kegiatan non pertanian, semakin tinggi karateristik kota yang dimiliki wilayah tersebut. Kawasan fungsi perdagangan dan jasa pada Kecamatan Sawah Besar dituntut harus ada sebagai sarana utama bagi distribusi dan koleksi barang dan jasa yang ada di Kecamatan Sawah Besar, karena dengan semakin mantapnya fungsi perdagangan dan jasa akan semakin mendukung perkembangan Kecamatan Sawah Besar sehingga dapat berfungsi pula sebagai pusat pelayanan bagi daerah di sekitarnya.

Rincian Jenis Fasilitas

Standar Kebutuhan (Jiwa) 1,250 2,500 15,000 30,000

Luas Lahan (m) 36,592 322,869 71,749 43,049 474,258

Kebutuhan Sarana (Unit) 166 83 14 7

B.4.58.2 Kesehatan B.4.57.3 Ruang Terbuka Hijau


Ruang terbuka hijau yang akan dikembangkan di Kecamatan Sawah Besar adalah penyempurna hijau umum di tepi kali, serta penyempurna hijau makam. Rencana pengembangan fasilitas kesehatan di Kecamatan Sawah Besar berdasarkan hasil analisis proyeksi fasilitas kesehatan yang masih kurang memadai jumlahnya, dengan demikian rencana pengembangan fasilitas kesehatan di Kecamatan Sawah Besar lebih di utamakan untuk fasilitas kesehatan yang masih kurang dan diperlukan lagi penambahan lahan dan bangunan fasilas kesehatan. Untuk lebih jelasnya mengenai kebutuhan fasilitas kesehatan tahun 2030 di Kecamatan Sawah Besar dapat dilihat pada Tabel 4.59 Tabel 4.59 Rencana Fasilitas Kesehatan Kecamatan Sawah Besar Tahun 2030
No 1 2 Rincian Jenis Fasilitas Balai Pengobatan BKIA Standar Kebutuhan (Jiwa) 3,000 10,000 Luas Lahan (m2) 17,937 43,049 69 21 III-106 Kebutuhan Sarana (Unit)

B.4.58 Rencana Pengembangan Fasilitas Umum dan Sosial Kecamatan Sawah Besar
Rencana Pengembangan fasilitas umum dan sosial di Kecamatan Sawah Besar terdiri dari empat jenis fasilitas, yaitu :

Fasilitas Pendidikan Fasilitas Kesehatan Fasilitas Peribadatan Fasilitas Pengendali Bencana

B.4.58.1 Pendidikan
Rencana pengembangan fasilitas pendidikan di Kecamatan Sawah Besar lebih di utamakan untuk fasilitas pendidikan yang masih kurang dan diperlukan lagi penambahan lahan dan bangunan fasilitas pendidikan. Rencana pengembangan fasilitas pendidikan di Kecamatan

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

3 4 5 6 7 8

Rumah Bersalin Puskesmas Pembantu Puskesmas Rumah Sakit Wilayah Tempat Praktek Dokter Apotik Jumlah

30,000 30,000 30,000 480,000 6,000 30,000

26,906 4,484 5,830 5,605 6,726 3,587 114,125

7 7 7 0 35 7 152

B.4.58.4 Pengendali Bencana


Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, maka untuk Kecamatan Sawah Besar direncanakan beberapa sistem pengendali bencana meliputi banjir dan kebakaran, yaitu berupa : 1. 2. Perbaikan daerah sempadan sungai melalui penghijauan. Peningkatan kapasitas danau dan sungai. Perbaikan saluran air yang tertutup perkerasan serta membuat saluran air baru Sebaran distribusi sarana dan prasana kebakaran pada setiap kelurahan. Perbaikan lingkungan berupa pelebaran jalan lingkungan sehingga

Sumber : Rencana 2009

3.
4. 5.

pada lokasi-lokasi yang belum memiliki saluran air.

B.4.58.3 Peribadatan
Rencana pengembangan fasilitas peribadatan di Kecamatan Sawah Besar lebih di utamakan untuk fasilitas peribadatan yang masih kurang dan diperlukan lagi penambahan lahan dan bangunan serta perbaikan fasilitas peribadatan. Rencana pengembangan fasilitas peribadatan di Kecamatan Sawah Besar akan lebih diarahkan untuk fasilitas peribadatan pura yang berdasarkan analisis proyeksi fasilitas pendidikan tersebut jumlahnya masih kurang dan masih diperlukan penambahan sedangkan untuk fasilitas peribadatan lainnya hanya pada rencana perbaikan dan peremajaan. Untuk lebih jelasnya mengenai kebutuhan fasilitas peribadatan tahun 2030 di Kecamatan Sawah Besar dapat dilihat pada Tabel 4.60 Tabel 4.60 Rencana Fasilitas Peribadatan Kecamatan Sawah Besar Tahun 2030
No 1 2 3 4 5 6 7 Rincian Jenis Fasilitas Gereja Katolik Gereja Protestan Mushalla Masjid Vihara Pura Kelenteng Jumlah
Sumber : Rencana 2009

mempermudah evakuasi ketika terjadi kebakaran.

B. 4.59 Rencana Kawasan Strategis Kecamatan Sawah Besar


Pengembangan kawasan strategis di Kecamatan Sawah Besar ditentukan berdasarkan peranan dan fungsi strategis bagi pengembangan kegiatan ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan kota. Berdasarkan RDTR Propinsi DKI Jakarta tahun 2030 pada tingkatan Kotamadya Jakarta Pusat ditentukan kawasan Pasar Baru sebagai kawasan bersejarah.

B.4.60 Rencana Intensitas Pemanfaatan Ruang Kecamatan Sawah Besar


Rencana intensitas disesuaikan dengan kondisi lingkungan serta kebutuhan pengembangan, baik kebutuhan struktur kota maupun nilai ekonomis lahan pada penggal jalan tertentu. Rencana intensitas bangunan meliputi rencana ketinggian bangunan, KDB dan KLB. Untuk lebih jelasnya mengenai rencana intensitas bangunan Kecamatan Sawah Besar tahun 2030 daat dilihat pada Tabel 4.61 Tabel 4.61 Rencana Intensitas Bangunan Kecamatan Sawah Besar 2030
No. 1 2 3 4 Lokasi Jl. Rajawali selatan dan sekitarnya Kel. Gunung Sahari Utara Komplek Angkasa Pura Kel. Gunung Sahari Kel. Kartini, Kel. Karang Anyar dan Kel. Mangga Dua Selatan Jl. Industri Kel. Gunung Sahari Utara Jl. Mangga Besar 13 Kel. Gunung Sahari Utara Peruntukan Wisma dengan fasilitasnya Wisma dengan fasilitasnya Wisma dengan fasilitasnya Wisma dan bangunan umum dengan fasilitasnya Wisma dan bangunan umum dengan fasilitasnya Ketinggian Maks. (Lantai) 4 Lt 4 Lt 4 Lt 4 Lt 4 Lt 8 Lt KDB (%) 60 % 60 % 60 % 60 % 60 % KLB < 1,2 < 1,2 Maks 1,6 Maks 2,4 Maks 2,4 III-107

Standar Kebutuhan (Jiwa) 60,000 60,000 3,000 30,000 60,000 60,000 60,000

Luas Lahan (m2) 1,000 1,000 26,906 17,937 1,000 1,000 1,000 49,843 3 3

Kebutuhan Sarana (Unit)

69 7 3 3 3 93

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

No. 6 7 8 9

Lokasi Jl. Gunung Sahari 7A Kel. Gunung Sahari Utara Jl. Karang Anyar Utara Kel. Karang Anyar Kel. Pasar Baru Kel. Pasar Baru

Peruntukan Wisma dan bangunan umum dengan fasilitasnya Wisma dan bangunan umum dengan fasilitasnya Wisma dan bangunan umum dengan fasilitasnya Karya Pemerintahan/Suka/Penye mpurna Hijau Binaan/Karya Bangunan Umum dengan fasilitasnya Wisma dan bangunan umum dengan fasilitasnya Wisma dan bangunan umum dengan fasilitasnya Karya dan bangunan umum dengan fasilitasnya Karya dan bangunan umum dengan fasilitasnya

Ketinggian Maks. (Lantai) 4 Lt 8 Lt 4 Lt 8 Lt 4 Lt 8 Lt 4 Lt 16 Lt

KDB (%) 60 % 60 % 60 %

KLB Maks 2,4 Maks 2,4 Maks 2,4

Mewujudkan Kecamatan Gambir sebagai kawasan pendukung kelengkapan Peningkatan pelayanan sarana jalan dengan pelebaran jalan-jalan utama. Mewujudkan pembangunan dan pengembangan Kecamatan Gambir yang

fasilitas dan utilitas di Jakarta Pusat.

berpihak pada kepentingan masyarakat, dengan memposisikan peran masyarakat sebagai pemrakarsa pembangunan, Memanfaatkan peluang dan mampu menempatkan kendala pengembangan sebagai komponen modal dasar pengembangan dan pembangunan Kecamatan Gambir guna mewujudkan kehidupan yang lebih baik.

50-60 % Maks 3,0

10 Jl. Pangeran Jayakarta dan sekitarnya Kel. Mangga Dua Selatan 11 Jl. Gunung Sahari Kel. Kartini 12 Jl. Gunung Sahari, sebagian Jl. Industri, Jl. Gunung Sahari 12 Kel. Gunung Sahari Utara 13 Arena Pekan Raya Jakarta
Sumber : Rencana 2009

4 Lt 8 Lt 4 Lt 8 Lt 4 Lt 16 Lt

60 % 60 % 60 %

Maks 3,0

B.4.61.2 Kebijakan
Maks 3,0 Maks 4,0

B.4.61.2.1 Kawasan Budidaya


Kawasan budidaya merupakan kawasan yang dikembangkan secara intensif dengan pusat pengembangan yang ada di Kecamatan Gambir, secara umum pengembangan tersebut berorientasi pada optimalisasi sumber daya dan tetap mempertahankan kelestarian lingkungan guna mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Strategi rencana kawasan budidaya berdasarkan ciri kegiatan perkotaan adalah Kawasan perkotaan merupakan kawasan yang mempunyai arahan kegiatan utama bukan pertanian dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perkotaan, pemusatan dan distribusi pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial dan kegiatan ekonomi. Karena keterbatasan daya dukung lahan maka pada kawasan perkotaan diupayakan adanya intensifikasi lahan pada lahan dengan kepadatan penduduk atau kegiatan tinggi, dilakukan ekstensifikasi pada kawasan cadangan pengembangan kawasan perkotaan. Pengembangan tersebut diupayakan semaksimal mungkin sesuai dengan potensi yang ada. Namun perlu dijaga agar pengembangan kawasan perkotaan tidak meluas dan mengganggu kawasan dengan fungsi lindung. Pengembangan di kawasan perkotaan terutama di pusat kota tetap memperthatikan agar kekompakan penggunaan lahan terjaga dan tidak menjadi homogen. Kebijakan kawasan budidaya dibagi menjadi beberapa sektor, diantaranya yaitu : 1) Sektor Perumahan Penerapan pengembangan perumahan secara vertikal guna mengefisiensikan Program perbaikan lingkungan dan permajaan lingkungan pada kawasan kumuh Pembangunan rumah susun sederhana untuk memenuhi kebutuhan perumahan lahan

4 Lt 60 Lt

60 %

> 5,0

B.4.61 Tujuan, Kebijakan dan Strategi Kecamatan Gambir B.4.61.1 Tujuan


Rencana rinci tata ruang Kecamatan Kecamatan Gambir merupakan wujud pemanfaatan ruang yang menggambarkan susunan lokasi pusat perdagangan jasa dan ikatan fungsi antar sub-sub pusat kegiatan dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Sesuai dengan hasil identifikasi serta kecenderungan struktur tata ruang masa depan yang akan terbentuk maka tujuan rencana rinci tata ruang Kecamatan Gambir yaitu : Menyiapkan dan mengarahkan Kecamatan Gambir sebagai pusat perdagangan dan jasa provinsi DKI Jakarta dan sebagai pusat perdagangan dan jasa Kotamadya Jakarta Pusat dengan membangun sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan perdagangan dan jasa. Memenuhi kebutuhan perumahan dengan membangun rumah susun sederhana Meningkatkan kondisi dan kapasitas jaringan jalan regional yang berguna sewa tingkat tinggi yang mengacu pada Peraturan Menteri PU No. 5 tahun 2007. memantapkan fungsi Kecamatan Gambir sebagai salah satu pusat pergerakan Kotamadya Jakarta Pusat dan DKI Jakarta.

2) Sektor Perdagangan dan Jasa


III-108

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Perbaikan/pengembangan pusat perdagangan lama untuk menciptakan lapangan Pengembangan sistem ribbon sedikit dibatasi, kecuali pada sisi sisi jalan yang

Pengembangan pengembangan

kawasan sekktor

diprioritaskan strategis

karena

keberadaannya berdasar

dapat atas

mendukung

kerja pada sektor perdagangan dan jasa


-

diatasnya

dengan

pertimbangan-

pertimbangan. Pengembangan kawasan tersebut mempunyai dampak regional maupun nasional karena memiliki kontribusi tinggi. Pengembangan sektor sosial ekonomi di atasnya membutuhkan lahan dalam skala besar. Sektor yang akan dikembangkan mempunyai prioritas tinggi dalam lingkup regional dan nasional. Kawasan memliki prospek ekonomi yang cerah untuk menarik investasi dan memacu pengembangan wilayah sekitar. Pengembangan secara intensif potensi sumberdaya alam yang dapat dimanfaatkan. Pengembangan prasarana perhubungan yang lebih dapat diandalkan. Peningkatan hubungan sosial ekonomi dengan pusat kegiatan terdekat

mengalami peningkatan fungsi dan kualitas dengan memperhatikan kelancaran arus lalu lintas dengan pemenuhan penyediaan tempat parkir Pengembangan pada sentra sentra baru diprioritaskan dengan mengatur arus transportasi sehingga tidak menimbulkan kemacetan 3) Sektor Industri Membatasi kegiatan industri dengan hanya memperbolehkan pada kegiatan dan merelokasi kegiatan industri yang tidak sesuai dengan industri rumahan 4) Sektor Transportasi 6) Penyediaan prasarana dan sarana transportasi selain untuk kebutuhan Pengembangan jaringan jalan kolektor pada setiap kelurahan dengan kecamatan juga untuk menunjang pengembangan WKP barat dan WKP timur memperhatikan kualitas dan kapasitas Sektor Fasilitas Umum Pengembangan dan peningkatan fasilitas umum, baik kuantitas maupun kualitas Guna mengatasi keterbatasan lahan, masih dimungkinkan untuk pengembangan

kegiatan industri tersebut

B.4.61.2.3 Penanganan Lingkungan


Strategi penanganan kawasan ini dititik beratkan pada pemeliharaan lingkungan guna mempertahankan ekosistem setempat dan kelestarian lingkungan alam. Hal ini termasuk juga pengendalian dan pengelolaan lingkungan hidup serta peraturan tentang adanya penetapan AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan).

B.4.61.3 Strategi
Strategi rencana rinci tata ruang Kecamatan Gambir adalah : Meningkatkan peran dan fungsi serta menata pusat-pusat kegiatan yang sudah Memperbaiki dan merencanakan kawasan-kawasan yang cenderung kumuh Mempertahankan RTH yang sudah ada dan mengembalikan fungsi RTH Merealisasikan pembangunan sarana dan prasarana yang mampu berkembang. dengan membangun rumah susun beserta fasilitas-fasilitasnya. khususnya di bantaran sungai yang dijadikan permukiman kumuh. meningkatkankapasitas perdagangan dan jasa . Merealisasikan pembangunan jalan lingkungan di dalam lingkungan yang telah berkembang guna menyediakan ruang perumahan kota yang dapat menampung perkembangan penduduk.

secara vertikal dan penggabungan kegiatan lainnya yang sejenis dalam satu bangunan 7) Sektor Drainase dan Pengendalian Banjir Melaksanakan normalisasi sungai dan saluran drainase serta mengamankan tepian sungai dari kegiatan yang dapat menganggu fungsi sungai (pengamanan terhadap bangunan liar dan pembuangan sampah) 8) Melaksanakan pembangunan/peremajaan drainase makro dan mikro ke dalam Sektor Air Minum dan Sumber Air Bersih Menambah/memperluas jaringan air bersih dan meningkatkan kualitas jaringan Penganjuran pengurangan penggunaan air tanah guna mengatasi penurunan Penambahan hydrant umum pipa pipa induk dan distribusi muka air tanah dan intruisi air laut
-

sistem pengendalian banjir makro

B.4.62 Rencana Pengelolaan Kependudukan Kecamatan Gambir


Kecamatan Gambir dengan perkembangan wilayah yang semakin pesat maka diperlukan rencana pengelolaan kependudukan yang tepat dengan menggunakan perhitungan berdasarkan daya tampung penduduk pada tahun 2030. Sesuai hasil perhitungan analisis kependudukan menunjukkan bahwa dengan menggunakan KDB, KLB, serta standar luas kavling ideal, maka
III-109

B.4.61.2.2 Kawasan Strategis

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

jumlah daya tampung penduduk ideal Kecamatan Gambir adalah sebesar 122.310 jiwa, dengan kepadatan tertinggi terdapat di Kelurahan Duri Pulo sebesar 161 jiwa/ha, jumlah tersebut digunakan karena pertimbangan adanya keterbasan luasan penggunaan lahan di masa mendatang di Kecamatan Gambir. Namun untuk mengantisipasi kelebihan daya tampung dan keterbatasan lahan maka direncanakan dengan membangun perumahan secara vertikal. Sedangkan rumah rumah kumuh yang masih terdapat di Kecamatan Gambir akan dihilangkan. Pembangunan wisma kecil akan dibatasi di Gambir. Kepadatan permukiman direncanakan tidak terlalu padat/sedang untuk menjaga kelayakan sebagai kawasan tempat tinggal. Tabel 4.62 Rencana Jumlah dan Kepadatan Penduduk Kec.Gambir Tahun 2030
No 1 2 3 4 5 6 Kelurahan Cideng Petojo Selatan Gambir Kebon Kelapa Petojo Utara Duri Pulo Jumlah
Sumber : Hasil Rencana

Pusat Kegiatan Tersier di Kecamatan Gambir antara lain adalah : a. Kantor Walikota Jakarta Pusat dan Pengadilan Tinggi Negeri Jakarta Pusat dengan kegiatan pelayanan pemerintahan b. Wisma Hayam Wuruk, Gajah Mada Plaza, Hotel Surya Baru dan Hotel Red Top dengan kegiatan pelayanan perdagangan dan jasa c. Rukan Tri Megah dan Pusat Pertokoan Pecenongan dengan kegiatan pelayanan perdagangan dan jasa Pusat Kegiatan Kota di Kecamatan Gambir antara lain adalah : a. dan jasa Pasar Petojo dan Petojo Plaza dengan kegiatan pelayanan perdagangan Pusat Pertokoan jalan Biak, Ruko Sangaji Megah dan Ruko Roxy Trade Akademi Sekretaris Saint Mary dan Y.P.Bunda Mulia dengan kegiatan

Penduduk 2006 17,180 14,566 2,974 11,256 16,607 23,277 85,860

Daya Tampung Penduduk 2030 24,473 20,750 4,237 16,034 23,657 33,159 122,310

Kepadatan Penduduk 2006 136 128 12 144 148 323 113 2030 194 182 16 206 211 461 161

b. c.

Centre dengan kegiatan pelayanan perdagangan dan jasa pelayanan pendidikan

B.4.63 Rencana Struktur Ruang Kecamatan Gambir


Pusat Kegiatan Primer di Kecamatan Gambir antara lain adalah : a. Kantor Kantor Departemen dan pemerintahan dengan kegiatan pelayanan pemerintahan b. Kawasan Monumen Nasional dengan kegiatan pelayanan umum dan rekreasi c. Stasiun Kereta Api Gambir dengan kegiatan pelayanan jasa transportasi d. Gedung Bank Indonesia dengan kegiatan pelayanan pemerintahan e. ITC Roxy Mas dan Pusat Niaga Roxy Mas dengan kegiatan pelayanan perdagangan dan jasa Pusat Kegiatan Sekunder di Kecamatan Gambir antara lain adalah : a. Gedung Bank BTN dengan kegiatan pelayanan perdagangan dan jasa b. Pasa Duta Merlin dengan kegiatan pelayanan perdagangan dan jasa c. RSUD Tarakan dengan kegiatan pelayanan kesehatan d. Halte Busway Harmony dengan kegiatan pelayanan jasa transportasi
Persimpangan Pelayanan perdagangan dan Jl.MH.Thamrin Jl.Kyai Tapa Pelayanan pemerintahan Pelayanan perdagangan dan jasa Lokasi Kawasan Monas dan sekitarnya

Tabel 4.62 Rencana Struktur Ruang Kecamatan Gambir


Fungsi Pelayanan pemerintahan, jasa transportasi dan rekreasi Keterangan - Kantor Kantor Departemen - Stasiun KA. Gambir - Kawasan Monas Gedung Bank Indonesia Mas Pusat Niaga Roxy Mas Bank ITC Roxy Skala/Kekhasan Pusat kegiatan pelayanan pemerintahan, Transpotasi dan rekreasi skala Nasional

Pusat kegiatan pelayanan pemerintahan dan perkantoran skala Nasional Pusat kegiatan pelayanan perdagangan dan jasa skala Nasional Pusat kegiatan pelayanan III-110

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Rencana pengembangan jaringan jalan di Kecamatan Gambir adalah sistem jaringan jalan,
Lokasi Harmony Fungsi jasa transportasi Jl.Kyai Caringin Jl.Tanah Abang 1 Jl.Hayam Wuruk Pelayanan Kesehatan Pelayanan pemerintahan Pelayanan perdagangan dan jasa Pelayanan pemerintahan, perdagangan dan jasa Jl.Gajah Mada Jl.AM. Sangaji (sisi selatan) Pelayanan pendidikan, perdagangan dan jasa Jl.AM. Sangaji (sisi utara) Pelayanan pendidikan, perdagangan dan jasa Jl.Biak Pelayanan perdagangan dan jasa Jl.Pecenongan Pelayanan perdagangan dan jasa Sumber : Hasil Rencana 2009

Keterangan BTN Plasa Duta Merlin Halte Busway Harmony RSUD Tarakan Kantor Walikota Jakarta Pusat Wisma Hayam Wuruk Hotel Surya Baru Gajah Mada Plaza Pengadila n Tinggi Negeri Jakarta Pusat Akademi Sekretaris Saint Mary Ruko Sangaji Megah YP. Bunda Mulia Pasar Petojo Petojo Plaza Ruko Roxy Trade Centre Pusat Pertokoan Jl.Biak Hotel Red Top Rukan Tri Megah Pusat Pertokoan Jl.Pecenongan

Skala/Kekhasan perdagangan dan jasa transportasi skala Provinsi

simpang susun, fasilitas pejalan kaki dan jembatan penyeberangan. Sistem jaringan jalan di Kecamatan Gambir hingga tahun 2030 direncanakan sebagai berikut :

a. Jalan Arteri Primer yaitu Jl. MH.Thamrin Jl.Merdeka Barat, Jl.Majapahit Jl.Gajah
Mada, Jl.KH.Hasyim Ashari, Jl.KH.Zainul Arifin, Jl.Kebon Sirih Jl.Jatibaru;
Pusat kegiatan pelayanan kesehatan skala Provinsi Pusat kegiatan pelayanan pemerintahan skala Kota Pusat kegiatan pelayanan perdagangan dan jasa skala Kota Pusat kegiatan pelayanan pemerintahan, perdagangan dan jasa skala Kota Pusat kegiatan pelayanan pendidikan, perdagangan dan jasa skala Kecamatan Pusat kegiatan pelayanan pendidikan, perdagangan dan jasa skala Kecamatan

b. Jalan Arteri Skunder yaitu Jl. Kyai Caringin, Jl.Suryopranoto, Jl.Ir.H.Juanda, Jl.Abdul
Muis, Jl.Medan Merdeka Utara dan Timur, Jl.Ridwan Rais, Jl.Veteran, Jl.Veteran 1, Jl.Cideng Barat, Jl.Cideng Timur;

c. Jalan Kolektor Primer yaitu Jl.Merdeka Selatan, Jl.Budi Kemuliaan, Jl.Pejambon,


Jl.Perwira, Jl.Pecenongan, Jl.Batu Ceper, Jl.Tanah Abang 2, Jl.Musi, Jl.Biak, Jl.Sangaji, Jl.Kesehatan. Tabel 4.63 Rencana Pengembangan Jaringan Jalan Kecamatan Gambir Tahun 2030 No 1 2 3 Nama jalan Jl. Inspeksi Kali Ciliwung Jl.Inspeksi Kali Krukut Jl.Petojo Eclek Jl.Duri Jl.Daan Mogot Tingkatan jalan Kolektor Sekunder Kolektor Sekunder Kolektor Sekunder Kolektor Sekunder Arteri Sekunder 2006 69 40 50 52 40 2030 85 47 60 52 50

Pusat kegiatan perdagangan dan jasa skala Kecamatan

4 5

Sumber : Hasil Rencana 2009

Pusat kegiatan perdagangan dan jasa skala Kota

B.4.65 Rencana Pengembangan Utilitas Kecamatan Gambir


Rencana pengembangan utilitas di Kecamatan Gambir memperhatikan jejaring yang telah ada dan peningkatan kebutuhan, diantaranya adalah : Pembatasan pemakaian air tanah terutama di zona kritis air tanah agar terpeliharanya Perluasan jaringan pelayanan air bersih melalui peningkatan distribusi yang belum Perluasan kawasan resapan air melalui penambahan ruang terbuka hijau (RTH) Peningkatan kualitas air bersih yang layak bagi penduduk sumber daya air tanah dan air permukaan sebagai air baku terlayani air bersih terutama di pemukiman yang padat penduduk

B.4.64 Rencana Transportasi Kecamatan Gambir

Berikut ini adalah rencana pengembangan jaringan utilitas di Kecamatan Gambir yang meliputi jaringan listrik, persampahan, air bersih, telekomunikasi dan air limbah
III-111

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

B.4.65.1 Persampahan
Rencana pengelolaan persampahan di Kecamatan Gambir adalah sebagai berikut : Program pemilahan sampah sebelum dibuang ke LPS ( Lokasi pembuangan sampah ) melalui pemilahan sampah organik (basah) dan non-organik (kering) akan memudahkan proses pembuatan kompos sebelum dibakar di dalam insinerator Pengembangan prasarana sampah bahan berbahaya dan beracun (B3) dan Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah dengan Meningkatkan mutu, kapasitas dan jumlah armada sampah yang dapat masuk Mencegah dan menindak tegas pembuangan sampah ke sungai, saluran.

Saluran tersier yang merupakan saluran yang mengalirkan air ke saluran

sekunder. Saluran ini berfungsi sebagai saluran penampung aliran dari limpasan air hujan baik dari halaman maupun dari permukaan jalan. Ditempatkan pada setiap jalan lingkungan. Bentuk penampang saluran adalah segi empat atau setengah lingkaran.

B.4.65.3 Listrik
Rencana pengembangan jaringan listrik dengan indikasi-indikasi pengembangan tersebut merupakan suatu terapan pada kesesuaian pembangunan pada setiap kawasan yang membutuhkan pemerataan pelayanan, dengan tujuan agar sistem jaringan listrik pada Kecamatan Gambir dapat berfungsi dengan baik serta memperindah lingkungan sekitar. Adapun rencana pengembangan adalah, sebagai berikut : Rencana pemenuhan kebutuhan listrik untuk rumah susun sewa (Rusunawa) Meningkatkan pembangunan sistem jaringan listrik yang aman untuk kawasan Peningkatan kebutuhan listrik akibat pertambahan penduduk dan kegiatan Mempertahankan dan menata kondisi sistem jaringan listrik yang telah ada serta

dilakukan dengan teknologi tepat guna penerapan konsep 3R (reduced, reused, recycling) kelingkungan yang padat penduduk Caranya dengan mencegah tumbuhnya perumahan liar,bedeng di sepanjang tepi sungai

perumahan terutama mencakup kawasan pemukiman padat

B.4.65.2 Drainase dan Pengendali Banjir


Rencana pengendalian drainase di Kecamatan Gambir adalah sebagai berikut : Melaksanakan normalisasi sepanjang aliran sungai dan mengamankan sungai dari kegiatan yang dapat menggangu fungsinya (Pengamanan terhadap bangunan liar dan pembuangan sampah) Penataan kembali (GSS) garis sempadan sungai sejalan dengan penataan Pengerukan sampah di sepanjang kali yang bisa menimbulkan banjir Rencana Pelebaran Kali Ciliwung dari 15 meter menjadi 40 meter dan Kali Banjir Sistem jaringan drainase yang diusulkan mengikuti sistem hierarki jalan sebagai berikut : Saluran primer yang merupakan saluran yang akan mengalirkan air ke saluran alam atau sungai yang ada. Ditempatkan pada setiap jalan primer. Bentuk penampang berupa saluran segiempat tertutup pada kawasan yang relatif padat untuk menghindari masuknya sampah dan mencegah terjadinya genangan air pada permukaan jalan. Bentuk penampang saluran segi empat terbuka pada kawasan yang relatif kosong. primer. Saluran sekunder yang merupakan saluran yang mengalirkan air ke saluran Ditempatkan pada setiap jalan sekunder. Saluran pelimpasan utama sungai menurut fungsinya yaitu sebagai pengendali banjir, drainase dan penggelontor

memperbaiki kendala-kendala yang terjadi pada sistem jaringan listrik tersebut

B.4.65.4 Telekomunikasi
Rencana jaringan telekomunikasi di Kecamatan Gambir adalah sebagai berikut : Pengembangan sistem pelayanan telekomunikasi melalui penerapan teknologi telekomunikasi yang memadai Pembangunan jaringan telekomunikasi baru pada kawasan pemukiman padat, dengan tujuan untuk memfasilitasi masyarakat dalam melakukan aktifitas bersosial. Menciptakan jaringan telekomunikasi yang aman dan menjaga struktur lingkungan kota di Kecamatan Gambir.

Kanal Barat menjadi 68 meter

B.4.65.5 Rencana Jaringan Air Bersih


Rencana jaringan primer pipa air bersih di Kecamatan Gambir tahun 2030 adalah penambahan jaringan air bersih yang terdapat di sepanjang jalan arteri primer, arteri sekunder dan jalan-jalan kolektor. Kebutuhan air bersih untuk tahun 2030 di Kecamatan Gambir tahun 2030 adalah sebesar 21,404 ltr/hari, kebutuhan tersebut dipenuhi dari instalasi air minum Pejompongan I. Untuk lebih jelasnya mengenai rencana kebutuhan air bersih di Kecamatan Gambir tahun 2030 dapat dilihat pada Tabel 4.64
III-112

menggunakan drainase primer atau jaringan sungai terdekat. Bentuk penampang saluran adalah trapesium terbuka.

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Tabel 4.64 Rencana Kebutuhan Air Bersih Kec.Gambir Tahun 2030 No 1 2 3 4 5 6 Kelurahan Cideng Petojo Selatan Gambir Kebon Kelapa Petojo Utara Duri Pulo Jumlah
Sumber : Hasil Rencana

B.4.66.1 Permukiman
Kebutuhan Air Bersih ( M3/Hr) 4,282.83 3,631.18 741.39 2,806.03 4,139.99 5,802.76 21,404.19 Rencana pengembangan kawasan permukiman berkepadatan tinggi direncanakan melalui cara rehabilitasi atau program dan perbaikan dan peningkatan kualitas lingkungan. Sedangkan untuk unit lingkungan permukiman yang berkepadatan sedang dan rendah dilakukan persiapan dengan pembangunan kawasan permukiman berskala besar pada lahan yang masih kosong. Daerah permukiman direncanakan menyebar di seluruh wilayah Kecamatan Gambir pada semua kelurahan baik dalam bentuk vertikal atau apartemen dan landed house dengan memperhatikan kebutuhan perumahan penduduk Kecamatan Gambir dimasa yang akan datang dengan memperhitungkan kecenderungan perkembangan dan aksesbilitas. Rencana pengembangan kawasan perumahan kepadatan tinggi di Kecamatan Gambir diarahkan pada Kelurahan Cideng, Kelurahan Petojo Selatan, Kelurahan Petojo Utara,
Timbulan Sludge ( M3/Hr) 1.69 1.43 0.29 1.11 1.63 2.29 8.44

Penduduk (jiwa) 24,473 20,750 4,237 16,034 23,657 33,159 122,310

Kebutuhan Air Bersih ( Ltr/Hr) 4,282,833 3,631,184 741,394 2,806,028 4,139,988 5,802,765 21,404,192

Bila dibandingkan dengan fungsi lain, permukiman merupakan jenis peruntukkan lahan yang paling banyak memanfaatkan/menyerap lahan di suatu wilayah, sehingga pengembangan area perumahan akan menentukan pola dan bentuk terbangun suatu wilayah dimasa yang akan datang. Kriteria untuk kawasan permukiman perkotaan adalah memperhitungkan kecenderungan perkembangan pembangunan permukiman perkotaan baru, memperhitungkan daya tampung perkembangan penduduk dan fasilitas dan prasarana yang dibutuhkan dengan mempertimbangkan kebijaksanaan yang ada.

B.4.65.6 Rencana Sistem Pembuangan Air Limbah


Rencana sistem pembuangan air limbah di Kecamatan Gambir tahun 2030 adalah dengan sistem on-site. Diperkirakan tahun 2030 akan dihasilkan air limbah sebesar 17,123 M3/hari yang berasal dari air limbah perumahan dan perdagangan/jasa. Untuk lebih jelasnya mengenai timbulan air kotor (sludge) di Kecamatan Gambir tahun 2030 dapat dilihat pada Tabel 4.65 Tabel 4.65 Analisis Timbulan Limbah Air Kotor Kec.Gambir Tahun 2030
No 1 2 3 4 5 6 Kelurahan Cideng Petojo Selatan Gambir Kebon Kelapa Petojo Utara Duri Pulo Jumlah
Sumber : Hasil Rencana

Penduduk ( jiwa) 24,473 20,750 4,237 16,034 23,657 33,159 122,310

Timbulan Air Limbah ( M3/Hr)) 3,426.27 2,904.95 593.11 2,244.82 3,311.99 4,642.21 17,123.35

Timbulan Sludge ( Ltr/Hr) 1,689 1,432 292 1,106 1,632 2,288 8,439

Kelurahan Gambir, Kelurahan Duri Pulo, Kelurahan Kebon Kelapa. Rencana pengembangan kawasan perumahan kepadatan sedang di Kecamatan Gambir diarahkan pada Kelurahan Cideng, Kelurahan Petojo Selatan, Kelurahan Petojo Utara, Kelurahan Gambir, Kelurahan Duri Pulo, Kelurahan Kebon Kelapa. Rencana pengembangan kawasan perumahan kepadatan rendah tidak diarahkan di Kecamatan Gambir. Sedangkan rencana pengembangan kawasan perumahan susun di Kecamatan Gambir diarahkan pada Jl. Subur Baru.

B.4.66 Rencana Pola Ruang Kecamatan Gambir


Rencana pola ruang menggambarkan letak, ukuran, fungsi dari kegiatan budidaya dan lindung, isi rencana pola pemanfaatan ruang adalah deliniasi (batas - batas) kawasan kegiatan sosial ekonomi, budaya dan kawasan lainnya di dalam kawasan budidaya dan deliniasi kawasan lindung.

B.4.66.2 Perdagangan dan Jasa


Aktifitas perkotaan ditentukan oleh dominasi kegiatan non pertanian yang ada di suatu wilayah. Semakin banyak kegiatan non pertanian, semakin tinggi karateristik kota yang dimiliki wilayah tersebut. Kawasan fungsi perdagangan dan jasa pada Kecamatan Gambir dituntut harus ada sebagai sarana utama bagi distribusi dan koleksi barang dan jasa yang
III-113

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

ada di Kecamatan Gambir, karena dengan semakin mantapnya fungsi perdagangan dan jasa akan semakin mendukung perkembangan Kecamatan Gambir sehingga kawasan perdagangan dan jasa di Kecamatan Gambir adalah : a. Pengembangan Sentra sentra Pengembangan sentra jasa/komersil di prioritaskan pada sentra perdagangan ITC Roxy Mas dan sekitarnya yang merupakan sentra tingkat Nasional b. Pengembangan Ribbon Pengembangan jasa/komersil di sepanjang Jalan Gajah Mada, Jl.Hayam Wuruk, Jl.Pecenongan, Jl.KH.Hasyim Ashari. Pengembangan jasa/perkantoran dan campuran di sepanjang Jalan Suryopranoto dan Jl.KH.Hasyim Ashari dapat berfungsi pula sebagai pusat pelayanan bagi daerah di sekitarnya. Pola pengembangan

B.4.67.1 Pendidikan
Rencana pengembangan fasilitas pendidikan di Kecamatan Gambir lebih di utamakan untuk fasilitas pendidikan yang masih kurang dan diperlukan lagi penambahan lahan dan bangunan fasilitas pendidikan yang berdasarkan analisis proyeksi fasilitas pendidikan tersebut jumlahnya masih kurang dan masih diperlukan penambahan beberapa fasilitas pendidikan. Untuk lebih jelasnya mengenai rencana kebutuhan fasilitas pendidikan di Kecamatan Gambir tahun 2030 dapat dilihat pada Tabel 4.66 Tabel 4.66 Rencana Fasilitas Pendidikan Kec.Gambir Tahun 2030
No 1 2 3 4 Rincian Jenis Fasilitas TK SD SLTP SLTA Standar Kebutuhan (Jiwa) 1,250 2,500 15,000 30,000 Luas Lahan (m2) 170 3,000 4,000 4,800 Kebutuhan Sarana (Unit) 2030 98 49 8 4

B.4.66.3 Kawasan Perindustrian Dan Pergudangan


Kawasan Kecamatan Gambir telah berkembang kawasan permukiman dan perdagangan mantap. Keberadaan industri dan pergudangan di Kecamatan Gambir pada kondisi eksisting telah terjepit diantara permukiman sehingga harus direlokasi di tempat lain dikarenakan menimbulkan pencemaran tanah, air, dan udara.

Sumber : Hasil Rencana

B.4.67.2 Kesehatan
Rencana pengembangan fasilitas kesehatan di Kecamatan Gambir berdasarkan hasil analisis proyeksi fasilitas kesehatan yang masih kurang memadai jumlahnya, maka dengan demikian rencana pengembangan fasilitas kesehatan di Kecamatan Gambir lebih di utamakan untuk fasilitas kesehatan yang masih kurang dan diperlukan lagi penambahan lahan dan bangunan fasilitas kesehatan. Untuk lebih jelasnya mengenai rencana kebutuhan fasilitas Kesehatan di Kecamatan Gambir tahun 2030 dapat dilihat pada Tabel 4.67 Tabel 4.67 Rencana Fasilitas Kesehatan Kec.Gambir Tahun 2030
No 1 2 3 4 5 6 7 8 Rincian Jenis Fasilitas Balai Pengobatan BKIA Rumah Bersalin Puskesmas Pembantu Puskesmas Rumah Sakit Wilayah Tempat Praktek Dokter Apotik Standar Kebutuhan (Jiwa) 3,000 10,000 30,000 30,000 30,000 480,000 6,000 30,000 Luas Lahan (m2) 200 1,600 3,000 500 650 10,000 150 400 Kebutuhan Sarana (Unit) 2030 41 2 4 4 4 0 20 4

B.4.66.4 Pelayanan Umum dan Sosial


Fungsi ini merupakan pendukung aktifitas kawasan, sehingga fasilitas ini peruntukkannya disesuaikan dengan aktifitas pada tiap tiap pusat kegiatan. Fasilitas yang dialokasikan disini terdiri dari fasilitas pendidikan, kesehatan, peribadatan, olah raga/ruang terbuka yang merupakan fasilitas pendukung pemukiman.

B.4.66.5 Kawasan Lindung


Kawasan sempadan sungai ditentukan sekurang-kurangnya 100 meter di kiri kanan sungai besar dan 50 meter di kiri kanan anak sungai yang berada di luar permukiman. Sedangkan untuk sungai di kawasan permukiman berupa sempadan sungai yang diperkirakan cukup untuk dibangun jalan inspeksi antara 10 15 meter. Kawasan sempadan sungai di Kecamatan Gambir berada pada kawasan Kali Cideng, Kali Krukut, Kali Ciliwung dan Kali Banjir Kanal Barat.

B.4.67 Rencana Pengembangan Fasilitas Umum dan Sosial Kecamatan Gambir


Rencana Pengembangan fasilitas umum dan sosial di Kecamatan Gambir terdiri dari empat jenis fasilitas, yaitu Fasilitas Pendidikan, Fasilitas Kesehatan, Fasilitas Peribadatan, dan Fasilitas Olah Raga.

Sumber : Hasil Rencana

III-114

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

B.4.67.3 Peribadatan
Rencana pengembangan fasilitas peribadatan di Kecamatan Gambir lebih di utamakan untuk fasilitas peribadatan yang masih kurang dan diperlukan lagi penambahan lahan dan bangunan serta perbaikan fasilitas peribadatan. Rencana pengembangan fasilitas peribadatan di Kecamatan Gambir akan lebih diarahkan untuk fasilitas peribadatan klenteng yang berdasarkan analisis proyeksi fasilitas peribadatan tersebut jumlahnya masih kurang dan masih diperlukan penambahan sedangkan untuk fasilitas peribadatan lainnya hanya pada rencana perbaikan dan peremajaan. Untuk lebih jelasnya mengenai rencana kebutuhan fasilitas peribadatan di Kecamatan Gambir tahun 2030 dapat dilihat pada Tabel 4.68 Tabel 4.68 Rencana Fasilitas Peribadatan Kec.Gambir Tahun 2030
No 1 2 3 4 5 6 7 Rincian Jenis Fasilitas Gereja Katolik Gereja Protestan Mushalla Masjid Vihara Pura Kelenteng Standar Kebutuhan (Jiwa) 60,000 60,000 3,000 30,000 60,000 60,000 60,000 Luas Lahan (m2) 2,000 2,000 300 2,000 2,000 2,000 2,000 Kebutuhan Sarana (Unit) 2030 2 2 41 4 2 2 2 No 1 2 3 4 5 6

Tabel 4. 69 Rencana Fasilitas Olah Raga Kec.Gambir Tahun 2030


Rincian Jenis Fasilitas Tempat Bermain Untuk 250 Jiwa Penduduk Tempat Bermain Untuk 3.000 Jiwa Penduduk Kolam Renang Gedung Olah Raga Lapangan Olah Raga Untuk 30.000 Jiwa Penduduk Lapangan Serba Guna Untuk 120.000 Jiwa Penduduk Standar Kebutuhan (Jiwa) 250 3,000 30,000 120,000 30,000 60,000 Luas Lahan (m2) 250 1,500 4,000 1,000 9,000 2,000 Kebutuhan Sarana (Unit) 2030 489 41 4 1 4 1

Sumber : Hasil Rencana

B.4.68 Rencana Intensitas Pemanfaatan Ruang Kecamatan Gambir


Komponen intensitas ruang meliputi angka dan presentase dari KLB, KDB, KB. Tingkatan besaran ruang atau luas seluruh lantai bangunan yang diperkenankan untuk di bangun dalam perpetakan atau persil atau daerah perencanaan (DP) yang telah ditetapkan batas-batasnya berdasarkan fungsi tertentu rencana tata ruang yang terdiri dari tingkatan nilai KLB, sebagai berikut : a. Nilai KLB rata-rata 1,0 merupakan nilai KLB antara angka 0,4 sampai dengan 1,6 b. Nilai KLB rata-rata 2,0 merupakan nilai KLB antara angka lebih besar dari 1,6 sampai dengan 2,4 c. Nilai KLB rata-rata 3,0 merupakan nilai KLB antara angka lebih besar dari 2,4 sampai dengan 3,5 d. Nilai KLB rata-rata 4,0 KLB rata-rata 1,0 diarahkan pada : a. Kawasan permukiman b. Kawasan permukiman KDB rendah c. Kawasan bangunan umum d. Kawasan bangunan umum KDB rendah e. Kawasan campuran f. Kawasan industri / pergudangan

Sumber : Hasil Rencana

B.4.67.4 Olah Raga


Kebutuhan akan fasilitas olah raga yang ada di Kecamatan Gambir saat ini sebagian besar telah cukup terpenuhi jumlahnya dan mayoritas kondisinya masih cukup baik hanya saja kebutuhan fasilitas seperti tempat bermain dan lapangan serba guna masih kurang jumlahnya dan masih diperlukan penambahan fasilitas. Untuk lebih jelasnya mengenai rencana kebutuhan fasilitas olahraga di Kecamatan Gambir tahun 2030 dapat dilihat pada Tabel 4.69

KLB rata-rata 2,0 diarahkan pada : a. Kawasan permukiman b. Kawasan permukiman KDB rendah c. Kawasan bangunan umum
III-115

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

d. Kawasan bangunan umum KDB rendah


e. Kawasan campuran f. Kawasan industri / pergudangan
NO -

Rencana Intensitas Lahan Kecamatan Gambir


LOKASI Kel. Cideng Kel. Petojo Utara Kel. Petojo Selatan Kel. Duri Pulo Jl.Duri Raya Jl.Tanjung Selor Jl.Biak Jl.Tanah Abang Jl.AM.Sangaji Jl.Kesehatan Jl.Tanah Abang 2 Jl.Medan Merdeka Jl.Budi Kemuliaan Jl.Veteran Jl.Hayam Wuruk Jl.Ir.H.Juanda Jl.Abdul Muis Jl.Gajah Mada Jl.Tanah Abang 1 Jl.Jati Baru Jl.Hasyim Ashari Jl.Zainul Arifin Jl.Suryopranoto Jl.Jatibaru Jl.Cideng Jl.Gajah Mada Jl.Abdul Muis Jl.Ir.H.Juanda Jl.Hayam Wuruk Jl.Sukarjo Wiryopranoto PERUNTUKKAN KDB (%) KLB KETINGGIAN BANGUNAN ( LANTAI ) 2

KLB rata-rata 3,0 diarahkan pada : a. Kawasan permukiman b. Kawasan permukiman KDB rendah c. Kawasan bangunan umum d. Kawasan bangunan umum KDB rendah e. Kawasan campuran KLB rata-rata 4,0 diarahkan pada : a. Kawasan permukiman b. Kawasan bangunan umum c. Kawasan bangunan umum KDB rendah d. Kawasan campuran

Wisma

60

1,2

Wisma Bangunan Umum dan Fasilitasnya

60

Karya Pemerintahan

40

32

e. KLB lebih besar dari 5,0 sampai dengan 10,0 diarahkan pada kawasan Sentra Primer Baru Barat.
Nilai KLB 1,0 sampai dengan 4,0 diarahkan pada kawasan-kawasan permukiman, kawasan bangunan umum, bangunan umum KDB rendah, kawasan campuran serta kawasan industri/pergudangan di Kecamatan Gambir. Rencana intensitas lahan dimaksudkan untuk mengarahkan kepadatan bangunan, untuk memberi keseimbangan lingkungan antara lahan terbangun dan ruang terbuka secara tiga dimensi, pengaturan intensitas lahan lebih detail akan terdapat pada peraturan permintakan. Rencana intensitas lahan disesuaikan dengan kondisi lingkungan serta kebutuhan pengembangan, baik kebutuhan struktur kota maupun nilai ekonomis lahan pada penggal jalan tertentu, Rencana intensitas lahan meliputi rencana ketinggian bangunan, KDB dan KLB. Rencana intensitas lahan di Kecamatan Gambir tahun 2030 dapat di lihat pada tabel dibawah ini :
4

45 50 45 45 Karya Bangunan Umum dan Fasilitasnya 50 40 40 40 40 45 60 Suka Fasilitas Umum 60 40

3,5 3,0 3,5 3,5 3,0 4,0 4,0 4,0 4,0 3,5 1,6 2,4 4,0

24 16 24 24 16 32 32 32 32 24

Jl.Tanjung Selor Jl.Medan Merdeka Jl.Budi Kemuliaan

3 4 32

Sumber: Hasil Rencana

Tabel 4.70
III-116