Anda di halaman 1dari 93

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

B.6

Materi Pengaturan Kotamadya Jakarta Selatan

sungai ini dimaksudkan untuk mengamankan pinggiran sungai, tidak terganggunya pengaliran air sungai oleh beban dari kawasan sekitar, dan meningkatkan nilai estetika sempadan sungai. a. Perumahan

B.6.1 Tujuan, Kebijakan dan Strategi Kecamatan Jagakarsa B.6.1.1 Tujuan


Rencana rinci tata ruang Kecamatan Jagakarsa merupakan wujud pemanfaatan ruang yang menggambarkan susunan lokasi pusat perdagangan jasa dan ikatan fungsi antar sub-sub pusat kegiatan dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Sesuai dengan hasil identifikasi serta kecenderungan struktur tata ruang masa depan yang akan terbentuk maka tujuan rencana rinci tata ruang Kecamatan Jagakarsa yaitu : a. Terselenggaranya pengaturan pemanfaatan ruang kawasan lindung dan kawasan budi daya. b. Terwujudnya keterpaduan, keterikatan dan keseimbangan antar wilayah kecamatan serta keserasian antar sektor. c. Tercapainya pemanfaatan ruang yang berkualitas untuk : Mewujudkan kehidupan masyarakat yang sejahtera lahir dan batin Mewujudkan keterpaduan dalam penggunaan sumberdaya alam Meningkatkan pemanfaatan sumberdaya alam dan sumberdaya buatan secara

Penggunaan perumahan lebih diarahkan kepada resettlement daerah-daerah hunian yang akan tergusur akibat pengembangan kegiatan lain, seperti perluasan dan lain sebagainya. Sedangkan pembangunan perumahan untuk masa mendatang dibatasi. Program perbaikan lingkungan perlu dilanjutkan. b. Sektor Perdagangan dan Jasa Pengembangan sentra-sentra tetap diutamakan Pengembangan ribbon dibatasi dan ditolerir hanya pada kelas jalan tertentu, yaitu kolektor keatas dan harus terjamin kelancaran lalu lintas dan penyediaan fasilitas parkir yang memadai. Peremajaan pasar harus memperhatikan kepentingan pedagang lama dan ekonomi lemah. c. Sektor Transportasi Beberapa ruas jalan tertentu perlu ditingkatkan kapasitasnya melalui program pelebaran jalan. Pengembangan jaringan jalan baru lebih diutamakan pada bagian utara dan selatan BWK Kecamatan Jagakarsa. d. Sektor Fasilitas Umum Pencadangan lahan untuk pembangunan fasilitas umum harus dilakukan sedini mungkin. Mendorong pihak swasta untuk berperan serta dalam pembangunan fasilitas umum. Optimasi pada lokasi fasilitas umum yang telah ada dengan penambahan lokal. Pembangunan baru untuk memenuhi jumlah kebutuhan dan pencapaian target sesuai standar kecamatan. e. Sektor Air Minum Penambahan jaringan pelayanan air bersih / air minum PAM melalui pengembangan jaringan induk baru dan jaringan distribusi serta hidran umum. Penggunaan air yang melampaui batas harus dicegah. f. Sektor Sanitasi dan Sampah Pengadaan septick tank kelompok pada lokasi-lokasi perumahan yang dihuni oleh penduduk yang berpenghasilan rendah. Sistem perencanaan yang dipakai yaitu perencanaan yang diintegrasikan terhadap sistem sewerage.Meningkatkan kondisi MCK yang ada serta pengadaan baru sesuai kebutuhan lingkungan perumahan padat. Pengelolaan sampah dengan menyediakan container dan dipo-dipo sampah sesuai kebutuhan
III-200

berdaya-guna, berhasil-guna dan tepat-guna untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia Mewujudkan perlindungan fungsi ruang dan mencegah serta menanggulangi Mewujudkan keseimbangan kepentingan kesejahteraan dan keamanan dampak negatif terhadap lingkungan d. Tersusunnya arahan lokasi investasi yang akan dilaksanakan pemerintah dan masyarakat. e. Tersusunnya arahan pelaksanaan pemanfaatan ruang dan merupakan dasar dalam mengeluarkan perijinan lokasi pembangunan.

B.6.1.2 Kebijakan B.6.1.2.1 Kawasan Budidaya


Kebijakasanaan umum Kecamatan Jagakarsa adalah meningkatkan lingkungan melalui perbaikan sarana dan prasarana ataupun melalui peremajaan daerah yang tidak teratur dengan potensi lahan yang tinggi. Kebijaksanaan pengelolaan kawasan sempadan sungai diarahkan sebagai bagian dari upaya persiapan reorientasi terhadap ketigabelas sungai yang melalui DKI Jakarta dalam program pengembangan kawasan sungai dan Program Kali Bersih. Pengelolaan kawasan

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

g.

Sektor Banjir dan Drainase

Meningkatkan peran dan fungsi serta menata pusat-pusat kegiatan yang sudah Memperbaiki dan merencanakan kawasan-kawasan yang cenderung kumuh dengan Mempertahankan RTH yang sudah ada dan mengembalikan fungsi RTH khususnya di

Melaksanakan normalisasi kali dan penambahan saluran mikro dan meningkatkan sistem makro drainase yang ada. Melaksanakan kegiatan vegetasi secara serentak. h. Sektor Utilitas Umum.

berkembang. membangun rumah susun beserta fasilitas-fasilitasnya.

Penambahan gardu-gardu listrik dan penambahan/peningkatan jaringan pelayanan listrik serta lampu-lampu penerangan jalan. Penambahan telepon umum pada lokasi-lokasi strategis. Koordinasi terpadu antara PLN, Telkom dan Pemda DKI Jakarta dalam perencanaan dan pelaksanaan pengadaan instalasi listrik, telepon dan gas. i. Sektor Ruang Terbuka Hijau Melaksanakan dan mencadangkan serta mengamankan ruang terbuka hijau sepanjang kali dan memanfaatkannya untuk taman dan hortikultura yang dapat dinikmati masyarakat. Mengadakan penghijauan maksimum pada pekarangan-pekarangan individu melalui program penyuluhan pembinaan. Mengadakan penghijauan maksimum pada ROW (lebar badan jalan) arteri dan kolektor.

bantaran sungai, pinggiran Jalan Rel kereta api yang dijadikan perumahan kumuh.

Merealisasikan pembangunan sarana dan prasarana yang mampu meningkatkan Merealisasikan pembangunan jalan lingkungan di dalam lingkungan yang telah

kapasitas perdagangan dan jasa. berkembang guna menyediakan ruang perumahan kota yang dapat menampung perkembangan penduduk.

B.6.2 Rencana Pengelolaan Kependudukan Kecamatan Jagakarsa


Rencana pengelolaan kependudukan di Kecamatan Jagakarsa direncanakan tersebar di seluruh wilayah, yaitu bagian utara dan selatan. Pada wilayah tersebut akan direncanakan pembangunan wisma dengan klasifikasi wisma kecil, wisma sedang, wisma besar, wisma taman, wisma susun taman dan wisma flat. Dengan penyediaan wisma beserta fasilitas

B6.1.2.2 Kawasan Strategis


Pengembangan kawasan diprioritaskan karena keberadaannya dapat mendukung pengembangan sektor strategis di atasnya dengan berdasar atas pertimbanganpertimbangan. Pengembangan kawasan tersebut mempunyai dampak regional maupun nasional karena memiliki kontribusi tinggi. Pengembangan sektor sosial ekonomi di atasnya membutuhkan lahan dalam skala besar. Sektor yang akan dikembangkan mempunyai prioritas tinggi dalam lingkup regional dan nasional. Kawasan memliki prospek ekonomi yang cerah untuk menarik investasi dan memacu pengembangan wilayah sekitar. Pengembangan secara intensif potensi sumberdaya alam yang dapat dimanfaatkan. Pengembangan prasarana perhubungan yang lebih dapat diandalkan. Peningkatan hubungan sosial ekonomi dengan pusat kegiatan terdekat

pendukungnya, diharapkan kebutuhan masyarakat akan terpenuhi. Kecamatan Jagakarsa diharapkan dapat menampung penduduk sebanyak 273.499 jiwa.

B. 6.3 Rencana Struktur Ruang Kecamatan Jagakarsa


Struktur ruang yang direncanakan untuk Kecamatan Jagakarsa tidak berbeda dengan struktur ruang pada kondisi eksisting. Hal ini dikarenakan pusat-pusat kegiatan yang ada saat ini telah mampu melayani wilayah Kecamatan Jagakarsa, sehingga tidak perlu untuk menambah pusat kegiatan yang baru. Struktur pusat pelayanan Kecamatan Jagakarsa disusun berdasarkan sistem pusat-pusat tersier: Ramayana dan Borobudur di Kelurahan Jagakarsa dengan kegiatan pelayanan Matahari Cilandak Mall di Kelurahan Cilandak Timur dengan kegiatan pelayanan Kantor Camat Jagakarsa di Kelurahan Jatipadang dengan kegiatan pelayanan perdagangan dan jasa. perdagangan dan jasa. pemerintahan

B.6.1.2.3 Penanganan Lingkungan


Strategi penanganan kawasan ini dititikberatkan pada pemeliharaan lingkungan guna mempertahankan ekosistem setempat dan kelestarian lingkungan alam. Hal ini termasuk juga pengendalian dan pengelolaan lingkungan hidup serta peraturan tentang adanya penetapan AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan).

B.6.1.3 Strategi
Strategi rencana rinci tata ruang Kecamatan Jagakarsa adalah :

B.6.4 Rencana Transportasi Kecamatan Jagakarsa

III-201

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Seluruh wilayah Kecamatan Jagakarsa direncanakan akan terlayani jaringan jalan, hal ini dilakukan agar seluruh masyarakat dapat melakukan perpindahan keluar atau masuk wilayah kecamatan dengan mudah. Kondisi eksisting 2008 jaringan jalan di Kecamatan Jagakarsa cukup dapat melayani seluruh masyarakat, namun diperlukan beberapa penambahan ruas jalan dan pelebaran jalan sehingga diharapkan dapat mengatasi permasalahan lalu lintas. Tabel 6.1 menunjukkan rencana pengembangan jaringan jalan di Kecamatan Jagakarsa. Tabel 6.1 Rencana Pengembangan Jaringan Jalan Kecamatan Jagakarsa
Nama Jalan Jalan Tol Pondok Indah Jalan Jagakarsa Raya Jalan Ampera Raya Jalan Pejaten Raya Jalan Warung Jati Barat Jalan Lenteng Agung Jalan Tanjung Barat Jalan TB Simatupang Jalan Lenteng Agung Timur Jalan Lenteng Agung Barat Jalan Cilandak KKO Jalan Cilandak Raya Jalan Harsono RM Fungsi Jalan Jalan Tol Jalan Arteri Primer Jalan Arteri Primer Jalan Arteri Primer Jalan Arteri Primer Jalan Arteri Primer Jalan Arteri Primer Jalan Arteri Primer Jalan Arteri Primer Jalan Arteri Primer Jalan Arteri Sekunder Jalan Arteri Sekunder Jalan Arteri Sekunder ROW Eksisting (meter) 25 14,8 8,7 5 19 11,8 20 16 10 13 24,5 13 15,4 ROW Rencana (meter) 70 38 18 20 30 40 30 30 24 24 48 22 30

Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, kebutuhan air bersih di Kecamatan Jagakarsa pada tahun 2030 berjumlah 47.862.325 liter per hari dimana jumlah tersebut dihitung berdasarkan kebutuhan pada kawasan permukiman. Pada Kecamatan Jagakarsa direncanakan penambahan jaringan pipa air minum yaitu ke sebelah utara Jalan Tol Lingkar Luar dengan jaringan PDAM dan ke sebelah selatan Jalan Tol Lingkar Luar dengan hidran umum yang ditempatkan di titik tertentu. Drainase

Sistem jaringan drainase di Kecamatan Jagakarsa sudah cukup baik. Hal ini terbukti dengan adanya beberapa waduk dan kali yang terdapat di Kecamatan Jagakarsa, yaitu Waduk Ragunan 1 dan 2, serta Kali Krukut, Ciliwung, dan Baru. Sementara untuk sistem jaringan drainase yang direncanakan ialah : 1. 2. Drainase primer di Jl. TB Simatupang Drainase sekunder di Jl. Jagakarsa Raya dan Jl. Warung Jati Barat

Limbah

Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, produksi air limbah/kotor di Kecamatan Jagakarsa ialah sebesar 18.871,43 liter per hari. Rencana sistem pembuangan air limbah di Kecamatan Jagakarsa ialah sistem on-site (cubluk, septic tank) dengan saluran pembuangan air limbah makro yaitu Kali Ciliwung dan Kali Krukut.

B.6.5 Rencana Pengembangan Utilitas Kota


Pengembangan jejaring utilitas umum memperhatikan hal-hal berikut : Jejaring yang sudah ada Peningkatan kebutuhan akibat pertambahan penduduk dan kegiatan Listrik 1. 2. Dengan demikian, pengembangan jejaring utilitas umum adalah dengan : Memanfaatkan jejaring utilitas yang telah ada Meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Memperhatikan estetika lingkungan dan keamanan 3. 4. 5. Berikut ini adalah rencana pengembangan jaringan utilitas di Kecamatan Jagakarsa yang meliputi persampahan, drainase, listrik, telekomunikasi, gas, air bersih, air limbah, telekomunikasi dan air limbah. 6. Memperbaiki jaringan listrik yang ada Meningkatkan daya transmisi yang sudah ada Mencegah kebocoran atau kebakaran listrik dengan mendistribusikan kabel-kabel Menempatkan gardu-gardu listrik secara terpadu dengan sektor lain, serta Menempatkan jaringan listrik sesuai dengan jaringan jalan dan untuk keamanan Menambah jaringan listrik hingga dapat melayani wilayah yang pada kondisi Arahan pengembangan jaringan listrik di Kecamatan Jagakarsa adalah :

PLN dengan kabel isolasi mempertimbangkan segi estetika lingkungan pembangunan jalan baru sebaiknya ditempatkan di bawah tanah eksisting 2008 belum terlayani listrik Telekomunikasi

Air Bersih

Arahan rencana pengembangan jaringan telekomunikasi di Kecamatan Jagakarsa adalah :


III-202

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

1. 2. 3.

Pengembangan sistem pelayanan telekomunikasi melalui penerapan teknologi Pembangunan jaringan telekomunikasi baru pada kawasan pemukiman padat, Menciptakan jaringan telekomunikasi yang aman dan menjaga struktur

B.6.6.2 Perdagangan dan Perkantoran


Kawasan perdagangan yang direncanakan dikembangkan di Kecamatan Jagakarsa umumnya merupakan pelayanan tingkat kota dan kecamatan, dimana fungsinya untuk melayani masyarakat Kecamatan Jagakarsa. Kawasan perdagangan yang akan dikembangkan berupa wisma dagang (ruko) yang berada pada lokasi sepanjang Jl. Jagakarsa Raya, Jl. Ampera Raya, Jl. Warung Jati Barat, Jl. Ragunan Raya serta Jl. Cilandak KKO. Kawasan perdagangan yang dikembangkan tersebut perlu dibatasi pertumbuhannya dan diperbaiki fasilitas parkir dan pejalan kaki sehingga tidak memunculkan permasalahan terutama kemacetan akibat tingginya bangkitan.

telekomunikasi yang memadai dengan tujuan untuk memfasilitasi masyarakat dalam melakukan aktifitas bersosial. lingkungan kota di Kecamatan Jagakarsa

B.6.6 Rencana Pola Ruang


Pola ruang Kecamatan Jagakarsa direcanakan dibagi menjadi dua wilayah pengembangan, yaitu utara dan selatan. Wilayah utara akan dikembangkan sebagai wilayah perumahan dengan kepadatan rendah dan kegiatan perdagangan, pekantoran serta jasa. Wilayah pengembangan bagian utara telah didominasi menjadi kawasan yang padat dan ramai. Sementara untuk wilayah selatan, dikembangkan untuk wilayah perumahan dengan kepadatan rendah terutama wisma taman. Bagian tengah Kecamatan Jagakarsa yakni sepanjang jalan arteri TB Simatupang direncanakan sebagai kawasan karya taman yang berfungsi sebagai fasilitas karya namun dilengkapi dengan fungsi hijau/taman. Dalam rencana pola ruang Kecamatan Jagakarsa, hampir seluruh bagian wilayah kecamatan direncanakan menjadi kawasan wisma atau perumahan kepadatan rendah dengan klasifikasi wisma yang direncanakan yaitu wisma kecil, wisma sedang, wisma besar, wisma taman, wisma susun, wisma susun taman, serta wisma flat.Sementara untuk fungsi komersial atau perdagangan direncanakan berada pada jalan-jalan arteri primer dan sekunder.

B.6.6.3 Ruang Terbuka Hijau


Ruang terbuka hijau yang akan dikembangkan di Kecamatan Jagakarsa adalah penyempurna hijau rekreasi yakni Taman Margasatwa Ragunan, penyempurna hijau makam TPU Jeruk Purut, serta penyempurna hijau umum di tepi kali sarua, kali mampang, kali baru, dan kali ciliwung. Ruang Terbuka Hijau yang direncanakan di Kecamatan Jagakarsa seluas 326,424 Ha atau sekitar 15,06% dari total Luas Kecamatan Jagakarsa.

B.6.7 Rencana Pengembangan Fasilitas Umum dan Sosial


Rencana pengembangan fasilitas umum dan fasilitas sosial di Kecamatan Jagakarsa akan disesuaikan berdasarkan analisis kebutuhan daya tampung kecamatan. Fasilitas umum dan fasilitas sosial tersebut berupa pendidikan, kesehatan, peribadatan, olahraga, serta fasilitas pengendali bencana.

B.6.6.1 Permukiman
Kawasan permukiman akan dikembangkan di hampir seluruh kelurahan yang terdapat di Kecamatan Jagakarsa. Permukiman yang dikembangkan di bagian utara yaitu Kelurahan Pejaten Barat, Pejaten Timur, Jagakarsa, Jatipadang, serta sebagian Kelurahan Ragunan dan Cilandak Timur merupakan wisma kecil, sedang dan besar. Sementara pada bagian selatan yaitu Kelurahan Kebagusan, sebagian Kelurahan Ragunan dan Cilandak Timur merupakan direncanakan sebagai wisma taman. Pada beberapa lokasi di Kelurahan Cilandak Timur, Jagakarsa dan Ragunan juga direncanakan pembangunan wisma susun dan wisma susun taman, sedangkan pada Kelurahan Jatipadang, Pejaten Barat, Ragunan dan Cilandak Timur direncanakan untuk pembangunan wisma flat/apartemen. Fungsi wisma yang direncanakan di Kecamatan Jagakarsa ialah seluas 1.009,18 Ha atau sekitar 46,56% dari total luas Kecamatan Jagakarsa.

B.6.7.1 Pendidikan
Sementara itu, perhitungan jumlah penduduk Kecamatan Jagakarsa berdasarkan daya tampung pada tahun 2030 ialah sebesar 273.499 jiwa. Dengan jumlah tersebut dan menggunakan standar penyediaan fasilitas pendidikan, maka diperoleh jumlah kebutuhan fasilitas pendidikan seperti yang terlihat pada Tabel 6.2, yaitu sebanyak 219 unit untuk Taman Kanak-kanak (TK), 109 unit untuk Sekolah Dasar (SD), 18 unit untuk Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), dan 9 unit untuk Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA). Tabel 6.2 Jumlah Kebutuhan Fasilitas Pendidikan Tahun 2030
No 1 2 3 Jenis Fasilitas TK SD SLTP Eksisting 2006 48 81 22 Kebutuhan 2030 219 109 18 III-203

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

No 4 5

Jenis Fasilitas SLTA Tempat Kursus Jumlah

Eksisting 2006 26 9 186

Kebutuhan 2030 9 355

B.6.7.3 Peribadatan
Sementara itu, perhitungan jumlah penduduk Kecamatan Jagakarsa berdasarkan daya tampung pada tahun 2030 ialah sebesar 273.499 jiwa. Dengan jumlah tersebut dan menggunakan standar penyediaan fasilitas peribadatan, maka diperoleh jumlah kebutuhan fasilitas peribadatan seperti yang terlihat pada Tabel 6.4 yaitu mushala 91 unit, masjid 9 unit, masjid kecamatan 1 unit, gereja katolik 4 unit, gereja 4 unit, vihara 4 unit, pura 4 unit serta kelenteng 4 unit. Tabel 6.4 Jumlah Kebutuhan Fasilitas Peribadatan Tahun 2030
No 1 2 3 4 5 6. 7. 8 Jenis Fasilitas Mushala Masjid Masjid Kecamatan Gereja Katolik Gereja Vihara Pura Kelenteng Eksisting 2006 164 88 5 Kebutuhan 2030 91 9 1 4 4 4 4 4

Sumber : Hasil Perhitungan 2009

Berdasarkan perbandingan antara perhitungan dengn kondisi eksisting fasilitas pendidikan, maka dapat diketahui bahwa fasilitas pendidikan yang ada saat ini telah cukup untuk mengakomodasi kebutuhan pendidikan masyarakat, terutama untuk fasilitas pendidikan SLTP dan SLTA serta perguruan tinggi dimana kondisi saat ini berlebih dari kebutuhan. Sementara untuk fasilitas pendidikan berupa TK dan SD masih dirasakan kurang sebesar 171 unit dan 28 unit.

B.6.7.2 Kesehatan
Sementara itu, perhitungan jumlah penduduk Kecamatan Jagakarsa berdasarkan daya tampung pada tahun 2030 ialah sebesar 273.499 jiwa. Dengan jumlah tersebut dan menggunakan standar penyediaan fasilitas kesehatan, maka diperoleh jumlah kebutuhan fasilitas kesehatan seperti yang terlihat pada Tabel 6.3 yaitu balai pengobatan sebanyak 91 unit, rumah bersalin sebanyak 9 unit, puskesmas sebanyak 9 unit, apotik sebanyak 9 unit, dan 1 unit puskesmas kecamatan. Tabel 6.3 Jumlah Kebutuhan Fasilitas Kesehatan Tahun 2030
No 1 2 3 4 5 6 7 8 Jenis Fasilitas Rumah Sakit Puskesmas Puskesmas Kecamatan Pos KB Apotik Lainnya Balai Pengobatan Rumah Bersalin Eksisting 2006 4 10 152 58 76 Kebutuhan 2030 9 1 9 91 9

Sumber : Hasil Perhitungan 2009

Berdasarkan perbandingan tersebut, maka fasilitas peribadatan yang terdapat saat ini telah sesuai dengan kebutuhan untuk fasilitas ibadah berupa mushala, masjid, dan gereja. Sementara untuk fasilitas ibadah lainnya seperti vihara, pura, maupun kelenteng belum sesuai dengan kebutuhan.

B.6.7.4 Olahraga
Sementara itu, perhitungan jumlah penduduk Kecamatan Jagakarsa berdasarkan daya tampung pada tahun 2030 ialah sebesar 273.499 jiwa. Dengan jumlah tersebut dan menggunakan standar penyediaan fasilitas olahraga, maka diperoleh jumlah kebutuhan fasilitas olahraga seperti yang terlihat pada Tabel 6.5, yaitu tempat bermain berjumlah 1.094 unit, 91 unit lapangan olahraga, 9 unit kolam renang, serta 9 unit gedung olahraga. Tabel 6.5 Jumlah Kebutuhan Fasilitas Olahraga Tahun 2030
No 1 2 3 4 5 6 7 Jenis Fasilitas Tempat Bermain Lapangan Sepakbola Lapangan Bulutangkis Lapangan Tenis Lapangan Voli Kolam Renang Gedung Olahraga Eksisting 2006 12 84 27 60 3 Kebutuhan Daya Tampung 1.094 91 9 9 III-204

Sumber : Hasil Perhitungan 2009

Berdasarkan perbandingan antara perhitungan dengan kondisi eksisting fasilitas kesehatan, maka dapat diketahui bahwa fasilitas kesehatan yang terdapat di Kecamatan Jagakarsa saat ini telah cukup melayani masyarakat. Fasilitas kesehatan berupa rumah sakit umum tidak diperlukan mengingat syarat keberadaan rumah sakit bagi wilayah yang memiliki jumlah penduduk minimum 480.000 jiwa.

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

No 8

Jenis Fasilitas Lainnya

Eksisting 2006 11

Kebutuhan Daya Tampung -

a. Terselenggaranya pengaturan pemanfaatan ruang kawasan lindung dan kawasan budi daya. b. Terwujudnya keterpaduan, keterikatan dan keseimbangan antar wilayah kecamatan serta keserasian antar sektor. c. Tercapainya pemanfaatan ruang yang berkualitas untuk : Mewujudkan kehidupan masyarakat yang sejahtera lahir dan batin Mewujudkan keterpaduan dalam penggunaan sumberdaya alam Meningkatkan pemanfaatan sumberdaya alam dan sumberdaya buatan secara

Sumber : Hasil Perhitungan 2009

Jika dibandingkan antara kondisi eksisting dengan kebutuhan fasilitas olahraga di Kecamatan Jagakarsa, maka saat ini fasilitas tersebut telah cukup mengakomodasi kebutuhan masyarakat. Namun perlu ditingkatkan untuk fasilitas olahraga/rekreasi berupa taman-taman warga atau tempat bermain.

B.6.7.5 Pengendali Bencana


Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, maka untuk Kecamatan Jagakarsa direncanakan beberapa sistem pengendali bencana meliputi banjir dan kebakaran, yaitu berupa : 1. Perbaikan daerah sempadan sungai melalui penghijauan. 2. Peningkatan kapasitas danau dan sungai. 3. Perbaikan saluran air yang tertutup perkerasan serta membuat saluran air baru pada lokasi-lokasi yang belum memiliki saluran air.

berdaya-guna, berhasil-guna dan tepat-guna untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia Mewujudkan perlindungan fungsi ruang dan mencegah serta menanggulangi Mewujudkan keseimbangan kepentingan kesejahteraan dan keamanan dampak negatif terhadap lingkungan d. Tersusunnya arahan lokasi investasi yang akan dilaksanakan pemerintah dan masyarakat. e. Tersusunnya arahan pelaksanaan pemanfaatan ruang dan merupakan dasar dalam mengeluarkan perijinan lokasi pembangunan.

4. Sebaran distribusi sarana dan prasana kebakaran pada setiap kelurahan. Perbaikan
lingkungan berupa pelebaran jalan lingkungan sehingga mempermudah evakuasi ketika terjadi kebakaran.

B.6.9.2 Kebijakan
Kebijakasanaan umum Kecamatan Pasar Minggu adalah meningkatkan lingkungan melalui perbaikan sarana dan prasarana ataupun melalui peremajaan daerah yang tidak teratur dengan potensi lahan yang tinggi. Kebijaksanaan pengelolaan kawasan sempadan sungai diarahkan sebagai bagian dari upaya persiapan reorientasi terhadap ketigabelas sungai yang melalui DKI Jakarta dalam program pengembangan kawasan sungai dan Program Kali Bersih. Pengelolaan kawasan sungai ini dimaksudkan untuk mengamankan pinggiran sungai, tidak terganggunya pengaliran air sungai oleh beban dari kawasan sekitar, dan meningkatkan nilai estetika sempadan sungai. 1) Perumahan Penggunaan perumahan legih diarahkan kepada resettlement daerah-daerah hunian yang akan tergusur akibat pengembangan kegiatan lain, seperti perluasan dan lain sebagainya. Sedangkan pembangunan perumahan untuk masa mendatang dibatasi. Program perbaikan lingkungan perlu dilanjutkan. 2) Sektor Perdagangan dan Jasa Pengembangan sentra-sentra tetap diutamakan
III-205

B.6.8 Rencana Intensitas Pemanfaatan Ruang


Berdasarkan pola ruang yang telah direncanakan, maka intensitas pemenfaatan ruang yang direncanakan adalah dengan membagi Kecamatan Jagakarsa menjadi dua wilayah bagian yaitu utara dan selatan. Untuk wilayah yang direncanakan sebagai kawasan wisma memiliki KDB 50% dengan ketinggian bangunan maksimal 2 lantai, wisma susun direncanakan KDB 40% dengan ketinggian bangunan 15 lantai, wisma susun taman direncanakan KDB 20% dengan ketinggian bangunan 15 lantai, sementara untuk wisma flat direncanakan KDB 40% dengan ketinggian bangunan 20 lantai.

B.6.9 Tujuan, Kebijakan dan Strategi Kecamatan Pasar Minggu B.6.9.1 Tujuan
Rencana rinci tata ruang Kecamatan Pasar Minggu merupakan wujud pemanfaatan ruang yang menggambarkan susunan lokasi pusat perdagangan jasa dan ikatan fungsi antar sub-sub pusat kegiatan dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Sesuai dengan hasil identifikasi serta kecenderungan struktur tata ruang masa depan yang akan terbentuk maka tujuan rencana rinci tata ruang Kecamatan Pasar Minggu yaitu :

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Pengembangan ribbon dibatasi dan ditolerir hanya pada kelas jalan tertentu, yaitu kolektor keatas dan harus terjamin kelancaran lalu lintas dan penyediaan fasilitas parkir yang memadai. Peremajaan pasar harus memperhatikan kepentingan pedagang lama dan ekonomi lemah. 3) Sektor Transportasi Beberapa ruas jalan tertentu perlu ditingkatkan kapasitasnya melalui program pelebaran jalan. Pengembangan jaringan jalan baru lebih diutamakan pada bagian utara dan selatan BWK Kecamatan Pasar Minggu. 4) Sektor Fasilitas Umum Pencadangan lahan untuk pembangunan fasilitas umum harus dilakukan sedini mungkin. Mendorong pihak swasta untuk berperan serta dalam pembangunan fasilitas umum. Optimasi pada lokasi fasilitas umum yang telah ada dengan penambahan lokal. Pembangunan baru untuk memenuhi jumlah kebutuhan dan pencapaian target sesuai standar kecamatan. 5) Sektor Air Minum Penambahan jaringan pelayanan air bersih / air minum PAM melalui pengembangan jaringan induk baru dan jaringan distribusi serta hidran umum. melampaui batas harus dicegah. 6) Sektor Sanitasi dan Sampah Pengadaan septick tank kelompok pada lokasi-lokasi perumahan yang dihuni oleh penduduk yang berpenghasilan rendah. Sistem perencanaan yang dipakai yaitu perencanaan yang diintegrasikan terhadap sistem sewerage. Meningkatkan kondisi MCK yang ada serta pengadaan baru sesuai kebutuhan lingkungan perumahan padat. Pengelolaan sampah dengan menyediakan container dan dipo-dipo sampah sesuai kebutuhan 7) Sektor Banjir dan Drainase Melaksanakan normalisasi kali dan penambahan saluran mikro dan meningkatkan sistem makro drainase yang ada. Melaksanakan kegiatan vegetasi secara serentak. 8) Sektor Utilitas Umum. Penambahan gardu-gardu listrik dan penambahan/peningkatan jaringan pelayanan listrik serta lampu-lampu penerangan jalan. Penambahan telepon umum pada lokasi-lokasi strategis. Koordinasi terpadu antara PLN, Telkom dan Pemda DKI Jakarta dalam perencanaan dan pelaksanaan pengadaan instalasi listrik, telepon dan gas. 9) Sektor Ruang Terbuka Hijau Melaksanakan dan mencadangkan serta mengamankan ruang terbuka hijau sepanjang kali dan memanfaatkannya untuk taman dan hortikultura yang dapat dinikmati masyarakat. Penggunaan air yang

Mengadakan penghijauan maksimum pada pekarangan-pekarangan individu melalui program penyuluhan pembinaan. Mengadakan penghijauan maksimum pada ROW (lebar badan jalan) arteri dan kolektor.

B.6.9.3 Strategi
Strategi rencana rinci tata ruang Kecamatan Pasar Minggu adalah : Meningkatkan peran dan fungsi serta menata pusat-pusat kegiatan yang sudah berkembang. Memperbaiki dan merencanakan kawasan-kawasan yang cenderung kumuh dengan membangun rumah susun beserta fasilitas-fasilitasnya. Mempertahankan RTH yang sudah ada dan mengembalikan fungsi RTH khususnya di bantaran sungai, pinggiran Jalan Rel kereta api yang dijadikan permukiman kumuh.

Merealisasikan pembangunan sarana dan prasarana yang mampu meningkatkan

kapasitas perdagangan dan jasa . Merealisasikan pembangunan jalan lingkungan di dalam lingkungan yang telah

berkembang guna menyediakan ruang perumahan kota yang dapat menampung 10 penduduk.

B.6.10 Rencana Pengelolaan Kependudukan Kecamatan Pasar Minggu


Rencana pengelolaan kependudukan di Kecamatan Pasar Minggu direncanakan tersebar di seluruh wilayah, yaitu bagian utara dan selatan. Pada wilayah tersebut akan direncanakan pembangunan wisma dengan klasifikasi wisma kecil, wisma sedang, wisma besar, wisma taman, wisma susun taman dan wisma flat. Dengan penyediaan wisma beserta fasilitas pendukungnya, diharapkan kebutuhan masyarakat akan terpenuhi. Kecamatan Pasar Minggu diharapkan dapat menampung penduduk sebanyak 273.499 jiwa.

B.6.11 Rencana Struktur Ruang Kecamatan Pasar Minggu


Struktur ruang yang direncanakan untuk Kecamatan Pasar Minggu tidak berbeda dengan struktur ruang pada kondisi eksisting. Hal ini dikarenakan pusat-pusat kegiatan yang ada saat ini telah mampu melayani wilayah Kecamatan Pasar Minggu, sehingga tidak perlu untuk menambah pusat kegiatan yang baru. Struktur pusat pelayanan Kecamatan Pasar Minggu disusun berdasarkan sistem pusat-pusat yang telah ditetapkan dalam skala pelayanan tingkat nasional, provinsi, kota dan kecamatan.

B.6.11.1 Pusat Kegiatan Nasional


III-206

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Pusat kegiatan nasional yang direncanakan di Kecamatan Pasar Minggu ialah Taman Margasatwa Ragunan di Kelurahan Ragunan dengan kegiatan pelayanan rekreasi atau wisata.

Pusat Kegiatan Kelurahan di Kecamatan Pasar Minggu adalah :

a.
b. c. d. e. f. g.

Kantor Lurah Cilandak Timur dengan kegaiatan pelayanan pemerintahan Kantor Lurah Ragunan dengan kegaiatan pelayanan pemerintahan Kantor Lurah Kebagusan dengan kegaiatan pelayanan pemerintahan Kantor Lurah Pasar Minggu dengan kegaiatan pelayanan pemerintahan Kantor Lurah Jatipadang dengan kegaiatan pelayanan pemerintahan Kantor Lurah Pejaten Barat dengan kegaiatan pelayanan pemerintahan Kantor Lurah Pejaten Timur dengan kegaiatan pelayanan pemerintahan

B.6.11.2 Pusat Kegiatan Propinsi


Pusat Kegiatan Propinsi tidak direncanakan di Kecamatan Pasar Minggu.

B.6.11.3 Pusat Kegiatan Kota


Pusat Kegiatan Kota di Kecamatan Pasar Minggu adalah :

Struktur ruang yang direncanakan untuk Kecamatan Pasar Minggu tidak berbeda dengan struktur ruang pada kondisi eksisting. Hal ini dikarenakan pusat-pusat kegiatan yang ada a. b. Terminal Ragunan di Kelurahan Ragunan dengan kegiatan pelayanan terminal Stasiun Terminal Pasar Minggu di Kelurahan Pasar Minggu dengan kegiatan saat ini telah mampu melayani wilayah Kecamatan Pasar Minggu, sehingga tidak perlu untuk menambah pusat kegiatan yang baru. Terdapat sepuluh pusat kegiatan yang direncanakan yang dapat mendukung perkembangan Kecamatan Pasar Minggu yang memiliki skala pelayanan nasional, kota serta kecamatan. Pusat-pusat kegiatan yang terdapat di Kecamatan Pasar Minggu merupakan pusat dengan fungsi rekreasi, komersial atau perdagangan serta fasilitas pendidikan, dimana pusat kegiatan tersebut menimbulkan bangitan dan tarikan yang cukup besar.

pelayanan terminal dan Pasar Minggu di Kelurahan Pasar Minggu dengan kegiatan pelayanan perdagangan.

c. d. e. f. g.

Mall Pejaten di Kelurahan Jatipadang dengan kegiatan pelayanan perdagangan. Cilandak Commercial Estate di Kelurahan Cilandak Timur dengan kegiatan Universitas Tama Jagakarsa di Kelurahan Pasar Minggu dengan kegiatan Netherland International School di Kelurahan Cilandak Timur dengan kegiatan Universitas Nasional di Kelurahan Pasar Minggu dengan kegiatan pelayanan

pelayanan perkantoran. pelayanan pendidikan pelayanan pendidikan. pendidikan.

B.6.12 Rencana Transportasi Kecamatan Pasar Minggu


Seluruh wilayah Kecamatan Pasar Minggu direncanakan akan terlayani jaringan jalan, hal ini dilakukan agar seluruh masyarakat dapat melakukan perpindahan keluar atau masuk wilayah kecamatan dengan mudah. Kondisi eksisting 2008 jaringan jalan di Kecamatan Pasar Minggu cukup dapat melayani seluruh masyarakat, namun diperlukan beberapa penambahan ruas jalan dan pelebaran jalan sehingga diharapkan dapat mengatasi permasalahan lalu lintas. Tabel 6.6 menunjukkan rencana pengembangan jaringan jalan di Kecamatan Pasar Minggu. Tabel 6.6 Rencana Pengembangan Jaringan Jalan Kecamatan Pasar Minggu
Nama Jalan Jalan Tol Pondok Indah Jalan Pasar Minggu Raya Jalan Ampera Raya Jalan Pejaten Raya Jalan Warung Jati Barat Jalan Lenteng Agung Jalan Tanjung Barat Fungsi Jalan Jalan Tol Jalan Arteri Primer Jalan Arteri Primer Jalan Arteri Primer Jalan Arteri Primer Jalan Arteri Primer Jalan Arteri Primer ROW Eksisting (meter) 25 14,8 8,7 5 19 11,8 20 ROW Rencana (meter) 70 38 18 20 30 40 30 III-207

B.6.11.4 Pusat Kegiatan Kecamatan


Pusat Kegiatan Kecamatan di Keclingamatan Pasar Minggu adalah : Ramayana dan Borobudur di Kelurahan Pasar Minggu dengan kegiatan Matahari Cilandak Mall di Kelurahan Cilandak Timur dengan kegiatan pelayanan Kantor Camat Pasar Minggu di Kelurahan Jatipadang dengan kegiatan pelayanan pelayanan perdagangan dan jasa. perdagangan dan jasa. pemerintahan

B.6.11.5 Pusat Kegiatan Kelurahan

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Nama Jalan Jalan TB Simatupang Jalan Lenteng Agung Timur Jalan Lenteng Agung Barat Jalan Cilandak KKO Jalan Cilandak Raya Jalan Harsono RM

Fungsi Jalan Jalan Arteri Primer Jalan Arteri Primer Jalan Arteri Primer Jalan Arteri Sekunder Jalan Arteri Sekunder Jalan Arteri Sekunder

ROW Eksisting (meter) 16 10 13 24,5 13 15,4

ROW Rencana (meter) 30 24 24 48 22 30

B.6.13.2 Perdagangan
Kawasan perdagangan yang direncanakan dikembangkan di Kecamatan Pasar Minggu umumnya merupakan pelayanan tingkat kota dan kecamatan, dimana fungsinya untuk melayani masyarakat Kecamatan Pasar Minggu. Kawasan perdagangan yang akan dikembangkan berupa wisma dagang (ruko) yang berada pada lokasi sepanjang Jl. Pasar Minggu Raya, Jl. Ampera Raya, Jl. Warung Jati Barat, Jl. Ragunan Raya serta Jl. Cilandak KKO. Kawasan perdagangan yang dikembangkan tersebut perlu dibatasi pertumbuhannya dan diperbaiki fasilitas parkir dan pejalan kaki sehingga tidak memunculkan permasalahan terutama kemacetan akibat tingginya bangkitan.

B.6.13 Rencana Pola Ruang Kecamatan Pasar Minggu


Pola ruang Kecamatan Pasar Minggu direcanakan dibagi menjadi dua wilayah pengembangan, yaitu utara dan selatan. Wilayah utara akan dikembangkan sebagai wilayah perumahan dengan kepadatan rendah dan kegiatan perdagangan, pekantoran serta jasa. Wilayah pengembangan bagian utara telah didominasi menjadi kawasan yang padat dan ramai. Sementara untuk wilayah selatan, dikembangkan untuk wilayah perumahan dengan kepadatan rendah terutama wisma taman. Bagian tengah Kecamatan Pasar Minggu yakni sepanjang jalan arteri TB Simatupang direncanakan sebagai kawasan karya taman yang berfungsi sebagai fasilitas karya namun dilengkapi dengan fungsi hijau/taman. Dalam rencana pola ruang Kecamatan Pasar Minggu, hampir seluruh bagian wilayah kecamatan direncanakan menjadi kawasan wisma atau perumahan kepadatan rendah dengan klasifikasi wisma yang direncanakan yaitu wisma kecil, wisma sedang, wisma besar, wisma taman, wisma susun, wisma susun taman, serta wisma flat.Sementara untuk fungsi komersial atau perdagangan direncanakan berada pada jalan-jalan arteri primer dan sekunder

B.6.13.3 Ruang Terbuka Hijau


Ruang terbuka hijau yang akan dikembangkan di Kecamatan Pasar Minggu adalah penyempurna hijau rekreasi yakni Taman Margasatwa Ragunan, penyempurna hijau makam TPU Jeruk Purut, serta penyempurna hijau umum di tepi kali sarua, kali mampang, kali baru, dan kali ciliwung. Ruang Terbuka Hijau yang direncanakan di Kecamatan Pasar Minggu seluas 326,424 Ha atau sekitar 15,06% dari total Luas Kecamatan Pasar Minggu.

B.6.14 Rencana Pengembangan Utilitas Kecamatan Pasar Minggu


Utilitas kota yang direncanakan terdiri dari air bersih, drainase, limbah air kotor, persampahan, listrik, dan telekomunikasi. Pengembangan jaringan utilitas kota tersebut dilakukan dengan memperhatikan jaringan yang sudah ada dan peningkatan kebutuhan akibat pertambahan penduduk dan kegiatan.

B.6.13.1 Permukiman
Kawasan permukiman akan dikembangkan di hampir seluruh kelurahan yang terdapat di Kecamatan Pasar Minggu. Permukiman yang dikembangkan di bagian utara yaitu Kelurahan Pejaten Barat, Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jatipadang, serta sebagian Kelurahan Ragunan dan Cilandak Timur merupakan wisma kecil, sedang dan besar. Sementara pada bagian selatan yaitu Kelurahan Kebagusan, sebagian Kelurahan Ragunan dan Cilandak Timur merupakan direncanakan sebagai wisma taman. Pada beberapa lokasi di Kelurahan Cilandak Timur, Pasar Minggu dan Ragunan juga direncanakan pembangunan wisma susun dan wisma susun taman, sedangkan pada Kelurahan Jatipadang, Pejaten Barat, Ragunan dan Cilandak Timur direncanakan untuk pembangunan wisma flat/apartemen. Fungsi wisma yang direncanakan di Kecamatan Pasar Minggu ialah seluas 1.009,18 Ha atau sekitar 46,56% dari total luas Kecamatan Pasar Minggu.

B.6.14.1 Air Bersih


Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, kebutuhan air bersih di Kecamatan Pasar Minggu pada tahun 2030 berjumlah 47.862.325 liter per hari dimana jumlah tersebut dihitung berdasarkan kebutuhan pada kawasan permukiman. Pada Kecamatan Pasar Minggu direncanakan penambahan jaringan pipa air minum yaitu ke sebelah utara Jalan Tol Lingkar Luar dengan jaringan PDAM dan ke sebelah selatan Jalan Tol Lingkar Luar dengan hidran umum yang ditempatkan di titik tertentu.

B.6.14.2 Drainase
Sistem jaringan drainase di Kecamatan Pasar Minggu sudah cukup baik. Hal ini terbukti dengan adanya beberapa waduk dan kali yang terdapat di Kecamatan Pasar Minggu, yaitu Waduk Ragunan 1 dan 2, serta Kali Krukut, Ciliwung, dan Baru. Sementara untuk sistem jaringan drainase yang direncanakan ialah :
III-208

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

a. b.

Drainase primer di Jl. TB Simatupang Drainase sekunder di Jl. Pasar Minggu Raya dan Jl. Warung Jati Barat

fasilitas sosial tersebut berupa pendidikan, kesehatan, peribadatan, olahraga, serta fasilitas pengendali bencana.

B.6.14.3 Limbah
Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, produksi air limbah/kotor di Kecamatan Pasar Minggu ialah sebesar 18.871,43 liter per hari. Rencana sistem pembuangan air limbah di Kecamatan Pasar Minggu ialah sistem on-site (cubluk, septic tank) dengan saluran pembuangan air limbah makro yaitu Kali Ciliwung dan Kali Krukut.

B.6.15.1 Pendidikan
Sementara itu, perhitungan jumlah penduduk Kecamatan Pasar Minggu berdasarkan daya tampung pada tahun 2030 ialah sebesar 273.499 jiwa. Dengan jumlah tersebut dan menggunakan standar penyediaan fasilitas pendidikan, maka diperoleh jumlah kebutuhan fasilitas pendidikan seperti yang terlihat pada Tabel 6.7, yaitu sebanyak 219 unit untuk Taman Kanak-kanak (TK), 109 unit untuk Sekolah Dasar (SD), 18 unit untuk Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), dan 9 unit untuk Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA). Memperbaiki jaringan listrik yang ada Meningkatkan daya transmisi yang sudah ada Mencegah kebocoran atau kebakaran listrik dengan mendistribusikan kabel-kabel Menempatkan gardu-gardu listrik secara terpadu dengan sektor lain, serta
No 1 2 3 4 5

B.6.14.4 Listrik
Arahan pengembangan jaringan listrik di Kecamatan Pasar Minggu adalah : 1.

2.
3. 4. 5. 6.

PLN dengan kabel isolasi mempertimbangkan segi estetika lingkungan Menempatkan jaringan listrik sesuai dengan jaringan jalan dan untuk keamanan Menambah jaringan listrik hingga dapat melayani wilayah yang pada kondisi pembangunan jalan baru sebaiknya ditempatkan di bawah tanah eksisting 2008 belum terlayani listrik

Tabel 6.7 Jumlah Kebutuhan Fasilitas Pendidikan Tahun 2030


Jenis Fasilitas TK SD SLTP SLTA Tempat Kursus Jumlah Eksisting 2006 48 81 22 26 9 186 Kebutuhan 2030 219 109 18 9 355

Sumber : Hasil Perhitungan 2009

B.6.14.5 Telekomunikasi
Arahan rencana pengembangan jaringan telekomunikasi di Kecamatan Pasar Minggu adalah: 1. 2. 3. Pengembangan sistem pelayanan telekomunikasi melalui penerapan teknologi Pembangunan jaringan telekomunikasi baru pada kawasan pemukiman padat, Menciptakan jaringan telekomunikasi yang aman dan menjaga struktur telekomunikasi yang memadai dengan tujuan untuk memfasilitasi masyarakat dalam melakukan aktifitas bersosial. lingkungan kota di Kecamatan Pasar Minggu

Berdasarkan perbandingan antara perhitungan dengn kondisi eksisting fasilitas pendidikan, maka dapat diketahui bahwa fasilitas pendidikan yang ada saat ini telah cukup untuk mengakomodasi kebutuhan pendidikan masyarakat, terutama untuk fasilitas pendidikan SLTP dan SLTA serta perguruan tinggi dimana kondisi saat ini berlebih dari kebutuhan. Sementara untuk fasilitas pendidikan berupa TK dan SD masih dirasakan kurang sebesar 171 unit dan 28 unit.

B.6.15.2 Kesehatan
Sementara itu, perhitungan jumlah penduduk Kecamatan Pasar Minggu berdasarkan daya tampung pada tahun 2030 ialah sebesar 273.499 jiwa. Dengan jumlah tersebut dan menggunakan standar penyediaan fasilitas kesehatan, maka diperoleh jumlah kebutuhan fasilitas kesehatan seperti yang terlihat pada Tabel 6.8, yaitu balai pengobatan sebanyak 91

B.6.15 Rencana Pengembangan Fasilitas Umum dan Sosial Kecamatan Pasar Minggu
Rencana pengembangan fasilitas umum dan fasilitas sosial di Kecamatan Pasar Minggu akan disesuaikan berdasarkan analisis kebutuhan daya tampung kecamatan. Fasilitas umum dan

III-209

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

unit, rumah bersalin sebanyak 9 unit, puskesmas sebanyak 9 unit, apotik sebanyak 9 unit, dan 1 unit puskesmas kecamatan. Tabel 6.8 Jumlah Kebutuhan Fasilitas Kesehatan Tahun 2030
No 1 2 3 4 5 6 7 8 Jenis Fasilitas Rumah Sakit Puskesmas Puskesmas Kecamatan Pos KB Apotik Lainnya Balai Pengobatan Rumah Bersalin Eksisting 2006 4 10 152 58 76 Kebutuhan 2030 9 1 9 91 9

Berdasarkan perbandingan tersebut, maka fasilitas peribadatan yang terdapat saat ini telah sesuai dengan kebutuhan untuk fasilitas ibadah berupa mushala, masjid, dan gereja. Sementara untuk fasilitas ibadah lainnya seperti vihara, pura, maupun kelenteng belum sesuai dengan kebutuhan.

B.6.15.4 Olahraga
Sementara itu, perhitungan jumlah penduduk Kecamatan Pasar Minggu berdasarkan daya tampung pada tahun 2030 ialah sebesar 273.499 jiwa. Dengan jumlah tersebut dan menggunakan standar penyediaan fasilitas olahraga, maka diperoleh jumlah kebutuhan fasilitas olahraga seperti yang terlihat pada Tabel 6.10, yaitu tempat bermain berjumlah 1.094 unit, 91 unit lapangan olahraga, 9 unit kolam renang, serta 9 unit gedung olahraga.

Sumber : Hasil Perhitungan 2009

Berdasarkan perbandingan antara perhitungan dengan kondisi eksisting fasilitas kesehatan, maka dapat diketahui bahwa fasilitas kesehatan yang terdapat di Kecamatan Pasar Minggu saat ini telah cukup melayani masyarakat. Fasilitas kesehatan berupa rumah sakit umum tidak diperlukan mengingat syarat keberadaan rumah sakit bagi wilayah yang memiliki jumlah penduduk minimum 480.000 jiwa.
No 1 2 3 4 5 6 7 8

Tabel 6.10 Jumlah Kebutuhan Fasilitas Olahraga Tahun 2030


Jenis Fasilitas Tempat Bermain Lapangan Sepakbola Lapangan Bulutangkis Lapangan Tenis Lapangan Voli Kolam Renang Gedung Olahraga Lainnya Eksisting 2006 12 84 27 60 3 11 Kebutuhan Daya Tampung 1.094 91 9 9 -

B.6.15.3 Peribadatan
Sementara itu, perhitungan jumlah penduduk Kecamatan Pasar Minggu berdasarkan daya tampung pada tahun 2030 ialah sebesar 273.499 jiwa. Dengan jumlah tersebut dan menggunakan standar penyediaan fasilitas peribadatan, maka diperoleh jumlah kebutuhan fasilitas peribadatan seperti yang terlihat pada Tabel 6.9, yaitu mushala 91 unit, masjid 9 unit, masjid kecamatan 1 unit, gereja katolik 4 unit, gereja 4 unit, vihara 4 unit, pura 4 unit serta kelenteng 4 unit. Tabel 6.9 Jumlah Kebutuhan Fasilitas Peribadatan Tahun 2030
No 1 2 3 4 5 6. 7. 8 Jenis Fasilitas Mushala Masjid Masjid Kecamatan Gereja Katolik Gereja Vihara Pura Kelenteng Eksisting 2006 164 88 5 Kebutuhan 2030 91 9 1 4 4 4 4 4

Sumber : Hasil Perhitungan 2009

Jika dibandingkan antara kondisi eksisting dengan kebutuhan fasilitas olahraga di Kecamatan Pasar Minggu, maka saat ini fasilitas tersebut telah cukup mengakomodasi kebutuhan masyarakat. Namun perlu ditingkatkan untuk fasilitas olahraga/rekreasi berupa taman-taman warga atau tempat bermain.

B.6.15.5 Pengendali Bencana


Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, maka untuk Kecamatan Pasar Minggu direncanakan beberapa sistem pengendali bencana meliputi banjir dan kebakaran, yaitu berupa : 1. 2. Perbaikan daerah sempadan sungai melalui penghijauan. Peningkatan kapasitas danau dan sungai.
III-210

Sumber : Hasil Perhitungan 2009

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

3. 4. 5.

Perbaikan saluran air yang tertutup perkerasan serta membuat saluran air baru Sebaran distribusi sarana dan prasana kebakaran pada setiap kelurahan. Perbaikan lingkungan berupa pelebaran jalan lingkungan sehingga

Rencana rinci tata ruang Kecamatan Kecamatan Cilandak merupakan wujud pemanfaatan ruang yang menggambarkan susunan lokasi pusat perdagangan jasa dan ikatan fungsi antar sub-sub pusat kegiatan dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Sesuai dengan hasil identifikasi serta kecenderungan struktur tata ruang masa depan yang akan terbentuk maka tujuan rencana rinci tata ruang Kecamatan Cilandak yaitu : a. Terselenggaranya pengaturan pemanfaatan ruang kawasan lindung dan Terwujudnya keterpaduan, keterikatan dan keseimbangan antar wilayah Terwujudnya rencana tata ruang mempertimbangkan aspek optimalisasi kawasan budi daya. b. c. kecamatan serta keserasian antar sektor. pemanfaatan ruang yang ada, serta memperhatikan kemungkinan-kemungkinan pemanfaatan ruang bawah tanah pada bagian-bagian tertentu di wilayah Kecamatan Cilandak. d. Tercapainya pemanfaatan ruang yang berkualitas untuk : Mewujudkan kehidupan masyarakat Kecamatan Cilandak yang sejahtera lahir Mewujudkan keterpaduan dalam penggunaan sumberdaya alam Meningkatkan pemanfaatan sumberdaya alam dan sumberdaya buatan secara berhasil-guna dan tepat-guna untuk meningkatkan kualitas dan batin

pada lokasi-lokasi yang belum memiliki saluran air.

mempermudah evakuasi ketika terjadi kebakaran.

B.6.16 Rencana Intensitas Pemanfaatan Ruang Kecamatan Pasar Minggu


Berdasarkan pola ruang yang telah direncanakan, maka intensitas pemenfaatan ruang yang direncanakan adalah dengan membagi Kecamatan Pasar Minggu menjadi dua wilayah bagian yaitu utara dan selatan. Untuk wilayah yang direncanakan sebagai kawasan wisma memiliki KDB 50% dengan ketinggian bangunan maksimal 2 lantai, wisma susun direncanakan KDB 40% dengan ketinggian bangunan 15 lantai, wisma susun taman direncanakan KDB 20% dengan ketinggian bangunan 15 lantai, sementara untuk wisma flat direncanakan KDB 40% dengan ketinggian bangunan 20 lantai.

B.6.17 Indikasi Program Pengembangan Kecamatan Pasar Minggu


Dalam mengaktualisasikan pendekatan pengembangan yang sedemikian rupa maka konsepkonsep pengembangan kecamatan yang dibuat dituangkan ke dalam rencana-rencana pengembangan dalam berbagai aspek meliputi pengembangan kependudukan, pengembangan aspek struktur dan pola pemanfaatan ruang, aspek sarana prasarana, pengembangan transportasi dan aspek lainnya. Selanjutnya dari rencana-rencana pengembangan ini dapat diturunkan ke dalam indikasi program pengembangan Kecamatan Pasar Minggu. Indikasi program pembangunan merupakan penjabaran kebijakan dan rencana pengembangan ruang yang telah ditentukan ke dalam program-program pembangunan yang akan menjadi acuan serta komitmen Pemerintah dalam melaksanakan pembangunan. Perumusan indikasi program ini tidak terlepas dari program-program yang telah disusun oleh secara multisektoral dalam pengembangan Kecamatan Pasar Minggu ini. Dengan demikian, diharapkan fungsi indikasi program ini sebagai acuan instansi pusat, Pemerintah Daerah Propinsi dan Kecamatan Pasar Minggu dalam menyusun dan melaksanakan program lima tahunan dalam kurun waktu duapuluh tahun. Program-program dibawah ini pada dasarnya masih bersifat indikatif, yang diharapkan dapat memberikan indikasi bagi penyusunan program membangun sektoral serta pembangunan pada wilayah kecamatan yang diprioritaskan pembangunannya. f.

berdaya-guna,

sumberdaya manusia Mewujudkan perlindungan fungsi ruang dan mencegah serta menanggulangi Mewujudkan keseimbangan kepentingan kesejahteraan dan keamanan dampak negatif terhadap lingkungan e. Tersusunnya arahan lokasi investasi yang akan dilaksanakan pemerintah dan masyarakat. Tersusunnya arahan pelaksanaan pemanfaatan ruang dan merupakan dasar dalam mengeluarkan perijinan lokasi pembangunan.

B.6.18.2 Kebijakan
Wilayah perencanaan Kecamatan Cilandak berada di Wilayah Pengembangan Pusat dan Wilayah Pengembangan Selatan, dimana karakteristiknya adalah permukiman penduduk berpendapatan sedang sampai tinggi. Sebagian besar penduduk Kecamatan Cilandak berkarya di luar Kecamatan Cilandak. Kebijakasanaan umum Kecamatan Cilandak adalah meningkatkan lingkungan melalui perbaikan sarana dan prasarana ataupun melalui peremajaan daerah yang tidak teratur dengan potensi lahan yang tinggi.
III-211

B.6.18 Tujuan, Kebijakan dan Strategi Kecamatan Cilandak B.6.18.1 Tujuan

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Kebijaksanaan pengelolaan kawasan sempadan sungai diarahkan sebagai bagian dari upaya persiapan reorientasi terhadap ketigabelas sungai yang melalui DKI Jakarta dalam program pengembangan kawasan sungai dan Program Kali Bersih. Pengelolaan kawasan sungai ini dimaksudkan untuk mengamankan pinggiran sungai, tidak terganggunya pengaliran air sungai oleh beban dari kawasan sekitar, dan meningkatkan nilai estetika sempadan sungai. Ketigabelas kali tesebut, tiga kali diantaranya melalui Kecamatan Cilandak yaitu Kali Krukut, Kali Grogol dan Kali Cilandak. Tabel 6.11 Indikasi Program Pengembangan Kecamatan Pasar Minggu
TAHUN IMPLEMENTASI 5 Th I 5 Th II 5 Th III 5 Th IV SUMBER DANA

NO I

PROGRAM STRUKTUR RUANG

KEGIATAN

LOKASI

PIHAK TERKAIT

Penataan permukiman dengan perbaikan lingkungan Mengembangkan kawasan permukiman baru A. Permukiman Mempertahankan kawasan permukiman yang teratur Pengendalian pembangunan permukiman Bantuan Rehabilitasi Permukiman Kumuh Peningkatan penghijauan pada jalur jalan antara lain di sepanjang jalan tol, Jalan Arteri serta di sepanjang daerah aliran sungai yang menjorok ke dalam kota B. Ruang Terbuka Hijau

Kecamatan Pasar Minggu Kecamatan Pasar Minggu Kecamatan Pasar Minggu Kecamatan Pasar Minggu Semua kelurahan Jalan Tol Jagorawi, Jalan Lingkar Luar Jakarta, PHU tepi Kali Sunter dan Kali Cilangkap, serta kawasan Mabes Hankam TPU Pondok Rangon di Kelurahan Pondok Rangon

X X X X

X X X X X

X X X X X APBD APBD APBD Swasta, DTK DTK DTK Dinas Pekerjaan Umum Propinsi DKI dan Jak-Tim, Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI dan JakTim Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI dan JakTim Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI dan JakTim Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI dan JakTim Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI dan JakTim

APBD

Peningkatan Penyempurna Hijau Makam (Phm) Peningkatan Penyempurna Hijau Taman (Pht), Penyempurna Hijau Rekreasi (Phr) dan Penyempurna Hijau Umum (Phu) Peningkatan kawasan perdagangan

APBD

Semua Kelurahan

APBD

C.Komersial/Jasa/Perk antoran Peningkatan kawasan perkantoran dan jasa II FASILITAS UMUM DAN SOSIAL A. Pendidikan Pembangunan dan pemeliharaan sarana dan sarana pendidikan pra sekolah, SD/MI, SLTP, SLTA

Jl. Lubang Buaya, Jl. Pasar Minggu Raya dan Jl. Munjul

Sepanjang Jalan Arteri

Semua Kelurahan

APBD, Swasta

Dinas Pendidikan Propinsi DKI dan Jak-Tim III-212

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

NO

PROGRAM

KEGIATAN Penambahan fasilitas pendidikan berupa TK,SD, SLTP dan SLTA. Peningkatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana kesehatan yang sudah ada.

LOKASI

TAHUN IMPLEMENTASI 5 Th I 5 Th II X X X X X X 5 Th III X X X X 5 Th IV X X X X

SUMBER DANA APBD, Swasta APBD, Swasta APBD, Swasta

PIHAK TERKAIT Dinas Pendidikan Propinsi DKI dan Jak-Tim Dinas Kesehatan Propinsi DKI dan Jak-Tim Dinas Kesehatan Propinsi DKI dan Jak-Tim Dinas Kesehatan Propinsi DKI dan Jak-Tim

Kecamatan Pasar Minggu Semua kelurahan Kecamatan Pasar Minggu Semua kelurahan

B. Kesehatan

Penambahan fasilitas kesehatan berupa balai pengobatan, puskesmas serta rumah sakit Peningkatan kawasan sehat/bersih.

III

TRANSPORTASI Perbaikan ruas-ruas jalan yang kondisinya rusak Pembangunan fasilitas, sarana dan prasarana transportasi yang terpadu dengan sistem angkutan umum Pengembangan angkutan transportasi massal Peningkatan Kualitas Jalan dan Jembatan Akses Ke Jalan-jalan utama Kecamatan Pasar Minggu X X X APBD Dinas Pekerjaan Umum Propinsi DKI dan Jak-Tim Dinas Pekerjaan Umum Propinsi DKI dan Jak-Tim, Dinas Perhubungan DKI Dinas Perhubungan DKI Dinas Pekerjaan Umum Propinsi DKI dan Jak-Tim,

Pengembangan Sistem Transportasi

Kecamatan Pasar Minggu Kecamatan Pasar Minggu Kecamatan Pasar Minggu

X X X

X X X

X X X

X X X

APBN/APBD APBN/APBD APBD

IV

PENGEMBANGAN UTILITAS DASAR Peningkatan Kuantitas dan Kualitas Jaringan Air Bersih di semua kelurahan Kerjasama dengan Swasta untuk Pengembangan Sumber Air Bersih Pembangunan dan pemeliharaan Jaringan Sistem Sanitasi Mendorong pembangunan Jaringan Sistem Sanitasi Komunal pada pusat-pusat kegiatan C. Jaringan Listrik Peningkatan Jaringan Listrik Pengembangan dan pemeliharaan Jaringan Drainase Perkotaan D. Jaringan Drainase Peningkatan Kapasitas Drainase Mikro yaitu Kali Sunter Penataan Ruang Kawasan sekitar DAS dan normalisasi sungai E. Jaringan Telekomunikasi Pengembangan jaringan telekomunikasi terutama bagi wilayah yang belum terlayani Semua kelurahan Kecamatan Pasar Minggu Semua kelurahan Kecamatan Pasar Minggu Kecamatan Pasar Minggu Semua kelurahan Kecamatan Pasar Minggu Kecamatan Pasar Minggu Semua kelurahan X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X APBD APBD/Swasta APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD/Swasta Dinas Pekerjaan Umum Propinsi DKI dan Jak-Tim, Dinas Pekerjaan Umum Propinsi DKI dan Jak-Tim, Dinas Pekerjaan Umum Propinsi DKI dan Jak-Tim, Dinas Pekerjaan Umum Propinsi DKI dan Jak-Tim, PLN Dinas Pekerjaan Umum Propinsi DKI dan Jak-Tim, Dinas Pekerjaan Umum Propinsi DKI dan Jak-Tim, Dinas Pekerjaan Umum Propinsi DKI dan Jak-Tim, Telkom

A. Air Bersih

B. Air Limbah

III-213

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

NO

PROGRAM F. Jaringan Persampahan

KEGIATAN

LOKASI

TAHUN IMPLEMENTASI 5 Th I X 5 Th II X 5 Th III 5 Th IV

SUMBER DANA APBD

PIHAK TERKAIT Dinas Pekerjaan Umum Propinsi DKI dan Jak-Tim,

Pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA)

B.6.18.2.1 Kebijaksanaan Pengembangan Sektoral


Kebijakan pengembangan sektoral yang dimaksud meliputi : a) Perumahan Pembangunan perumahan diarahkan kepada perbaikan lingkungan dan peningkatan kualitas bangunan perumahan, peremajaan lingkungan perumahanyang tidak teratur dan mempunyai potensi nilai tanah tinggi, pengembangan aksesibilitas menjadi rumah teratur. Pengembangan /pembangunan baru lahan-lahan yang kosong serta peningkatan ke arah vertikal. b) Sektor Perdagangan dan Jasa Pengembangan ribbon harus menjamin kelancaran lalu lintas dan penyediaan parkir yang memadai. Peremajaan pasar harus memperhatikan kepentingan pedagang ekonomi lemah. c) Sektor Transportasi Memantapkan fungsi-fungsi jalan yang ada dengan peningkatan kualitas jalan, terutama fungsi jalan-jalan Arteri yang mengubungkan WP Pusat dan WP Selatan, Jalan RS. Fatmawati dari jalan arteri. Jalan-jalan kolektor besar maupun kolektor kecil perlu ditingkatkan kapasitasnya dengan cara pelebaran ruas jalan.Rasionalisasi rute dan faslitas angkutan umum bis,mikrolet dan metromini secara bertahap sesuai kebutuhan yang ada. d) Sektor Fasilitas Umum Pengadaan lahan untuk membangun fasilitas umum pada daerah yang padat harus dilakukan sedini mungkin. Pada daerah yang berpenduduk padat dan lahannya terbatas, kemungkinan pembangunannya ke arah vertikal. e) Sektor Air Minum

Penambahan jaringan pelayanan air bersih / air minum PAM melalui pengembangan jaringan induk baru dan jaringan distribusi serta hidran umum. Penggunaan air yang melampaui batas harus dicegah. f) Sektor Sanitasi dan Sampah Pengadaan septick tank kelompok pada lokasi-lokasi permukiman yang dihuni oleh penduduk yang berpenghasilan rendah. Sistem perencanaan yang dipakai yaitu perencanaan yang diintegrasikan terhadap sistem sewerage. Meningkatkan kondisi MCK yang ada serta pengadaan baru sesuai kebutuhan lingkungan permukiman padat. Pengelolaan sampah dengan menyediakan container dan dipo-dipo sampah sesuai kebutuhan.

g) Sektor Banjir dan Drainase Melaksanakan normalisasi kali dan penambahan saluran mikro dan meningkatkan sistem makro drainase yang ada. h) Sektor Utilitas Umum Penambahan gardu-gardu listrik dan penambahan/peningkatan jaringan pelayanan listrik serta lampu-lampu penerangan jalan. Penambahan telepon umum pada lokasi-lokasi strategis. Koordinasi terpadu antara PLN, Telkom dan Pemda DKI Jakarta dalam perencanaan dan pelaksanaan pengadaan instalasi listrik, telepon dan gas. i) Sektor Ruang Terbuka Hijau Melaksanakan dan mencadangkan serta mengamankan ruang terbuka hijau sepanjang kali dan memanfaatkannya untuk taman dan hortikultura yang dapat dinikmati masyarakat.
III-214

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Mengadakan penghijauan maksimum pada pekarangan-pekarangan individu melalui program penyuluhan pembinaan. Mengadakan penghijauan maksimum pada ROW (lebar badan jalan) arteri dan kolektor.
No

Daya Tampung dan Kepadatan Penduduk Per kelurahan Kecamatan Cilandak Tahun 2030
Daya Tampung Penduduk (jiwa) 37,133 65,729 101,291 28,761 36,143 269,057 Kepadatan Penduduk (jiwa/Ha) 90 168 167 162 155 148

Kelurahan

B.6.18.2.2 Strategi
Strategi rencana rinci tata ruang Kecamatan Cilandak adalah : Meningkatkan peran dan fungsi serta menata pusat-pusat kegiatan yang sudah Memperbaiki dan merencanakan kawasan-kawasan yang cenderung kumuh Mempertahankan RTH yang sudah ada dan mengembalikan fungsi RTH berkembang. dengan membangun rumah susun beserta fasilitas-fasilitasnya. khususnya di bantaran sungai, pinggiran Jalan Rel kereta api yang dijadikan permukiman kumuh. Merealisasikan pembangunan sarana dan prasarana yang mampu meningkatkankapasitas perdagangan dan jasa . Merealisasikan pembangunan jalan lingkungan di dalam lingkungan yang telah berkembang guna menyediakan ruang perumahan kota yang dapat menampung perkembangan penduduk.

1 2 3 4 5

Lebak Bulus Pondok Labu Cilandak Barat Gandaria Selatan Cipete Selatan Jumlah

Sumber : Rencana 2009

B.6.20 Rencana Struktur Ruang Kecamatan Cilandak


Dalam hal ini Rencana Struktur Ruang Kecamatan Cilandak menjelaskan tentang rencana dan arahan pengembangan pusat-pusat pelayanan kegiatan tingkat kecamatan dan fungsi serta jangkauan pelayanan masing-masing pusat. Struktur pusat pelayanan tingkat kecamatan ini disusun berdasarkan sistem pusat-pusat yang telah ditetapkan dalam skala pelayanan tingkat nasional, provinsi, kota dan kecamatan.

B.6.19 Rencana Pengelolaan Kependudukan Kecamatan Cilandak


Kecamatan Cilandak dengan perkembangan wilayah yang semakin pesat maka diperlukan rencana pengelolaan kependudukan yang tepat dengan menggunakan perhitungan berdasarkan daya tampung penduduk pada tahun 2030. Sesuai hasil perhitungan analisis kependudukan dengan metode daya tampung menunjukkan bahwa dengan menggunakan KDB, KLB, serta standar luas kavling ideal, maka jumlah daya tampung penduduk ideal Cilandak direncanakan sebesar 269.057 jiwa, maka untuk mengatasi keterbatasan lahan Kecamatan Cilandak direncanakan dengan membangun perumahan secara vertikal. Sedangkan rumah rumah kumuh yang masih terdapat di Kecamatan Cilandak akan dihilangkan. Pembangunan wisma kecil akan dibatasi di Cilandak. Kepadatan permukiman direncanakan tidak terlalu padat/sedang untuk menjaga kelayakan sebagai kawasan tempat tinggal. Untuk lebih jelasnya mengenai daya tampung penduduk tahun 2030 di Kecamatan Cilandak dapat dilihat pada Tabel 6.12 Tabel 6.12

B.6.20.1 Pusat Kegiatan Nasional


Pusat Kegiatan Nasional di Kecamatan Cilandak antara lain adalah : a. b. c. RS. Fatmawati dengan kegiatan pelayanan kesehatan Lapangan Olahraga/Stadion Lebak Bulus Terminal Angkutan umum Lebak Bulus

B.6.20.2 Pusat Kegiatan Provinsi


Pusat Kegiatan Provinsi di Kecamatan Cilandak antara lain adalah : a. b. c. Cilandak Town Square dengan kegiatan pelayanan perdagangan dan jasa Kampus Bina Sarana Informatika (BSI) dengan kegiatan pelayanan pendidikan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) dengan kegiatan pelayanan

pendidikan

B.6.20.3 Pusat Kegiatan Kota


Pusat Kegiatan Kota di Kecamatan Cilandak antara lain adalah : 1. MTS-Aliyah Darul Maarif dengan kegiatan pelayanan pendidikan
III-215

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

2. 3. 4.

Depdiknas Jakarta Selatan dengan kegiatan pelayanan pendidikan pemerintahan Pusat Pertokoan dan Perkantoran DBest Fatmawati dan Rukan Fatmawati Mas Sekolah Tinggi Manajemen Prasetya Mulya dengan kegiatan pelayanan

h. i. j. k. l. m.

Jalan Adiyaksa Raya Jalan Cipete Raya Jalan Gaharu 1 Jalan Cipete Utara Jalan H. Saidi Jl. Asem 2 Jalan H. Nawi

dengan kegiatan pelayanan perdagangan dan jasa pendidikan

B.6.20.4 Pusat Kegiatan Kecamatan


Pusat Kegiatan Kecamatan di Kecamatan Cilandak antara lain adalah : 1. 2. 3. 4. Kantor Camat Cilandak dengan kegiatan pelayanan pemerintahan Pasar Cipete Selatan dengan kegiatan pelayanan perdagangan dan jasa Plaza Bona Indah dengan kegiatan pelayanan perdagangan dan jasa Hero Pondok Labu dengan kegiatan pelayanan perdagangan dan jasa

Rencana simpang susun di Kecamatan Cilandak sampai dengan tahun 2005 meliputi rencana Fly Over dan Under Pass diantaranya adalah : Fly Over menyebrangi Jalan TB. Simatupang Underpass Antasari, menyebrangi Jalan TB. Simatupang

Parkir berupa gedung atau lahan parkir di Kecamatan Cilandak ditempatkan pada bengunan-

B.6.21 Rencana Transportasi Kecamatan Cilandak


Rencana pengembangan jaringan jalan mencakup sistem jaringan jalan, simpang susun, jalan layang, jalan bawah tanah, fasilitas pejalan kaki dan jembatan penyebrangan. Sistem jaringan jalan di Kecamatan Cilandak sampai dengan tahun 2030 direncanakan sebagai berikut : 1. Jalan arteri primer : a. Jalan Pangeran Antasari Jalan Bango b. Jalan Fatmawati c. Jalan H. Saip Jalan Abrahman d. Jalan Flay Over (H. Abrahman) Jalan Jati Raya (Kompleks Hankam) e. Jalan Margasatwa f. Jalan Cinere Lebak Bulus Jalan Karang Tengah 2. Jalan arteri sekunder Jalan arteri sekunder direncanakan melintasi Kelurahan Gandaria Selatan, Cilandak Barat dan Lebak Bulus. Rencana jalan ini menghubungkan Jl. H. Nawi Jl. Lebak Bulus 3. 3. Jalan kolektor primer a. b. c. d. e. f. g. Jalan Karang Tengah Raya Jalan Lebak Bulus 1, 3, 4 Jalan Mega Karang Mulia Jalan Karang Indah Jalan Bona Indah Jalan Pertanian Jalan Cireundeui Raya

bangunan umum untuk menghapus parkir di tepi jalan. Pengembangan transportasi di Kecamatan Cilandak mempertimbangkan faktor-faktor berikut : a. b. c. d. e. Pembangunan jalan baru disesuaikan dengan program DKI Jakarta keseluruhan Perbaikan/pelebaran jalan sesuai dengan prioritas pengembangan, dikaitkan Pengembangan jalan layang pada persimpangan yang diperkirakan akan Pengembangan angkutan umum kapasitas besar dengan pembatasan serta dikaitkan dengan peremajaan lingkungan dengan usaha mengatasi kemacetan lalu-lintas menimbulkan kemacetan yang parah kendaraan pribadi Penyediaan angkutan umum dengan memberikan kebebasan memilih bagi penumpang dengan peningkatan kecepatan perjalanan serta peningkatan sarana-sarana pemberhentian f. g. h. i. j. Pembatasan daerah operasi angkutan yang dikaitkan dengan perencanaan route Pematasan jalur dan jam operasi angkutan barang skala besar, agar tidak Penyediaan parkir di luar jalan dan pengawasan pelaksanaan pengadaan parkir Perbaikan, pengembangan dan pengadaan sarana pejalan kaki, dikaitkan Pengaturan route angkutan umum untuk mempercepat waktu perjalanan dan kendaraan umum untuk kemudahan penumpang memperlambat kecepatan lalu lintas bangunan umum untuk menghapus parkir di tepi jalan dengan pelebaran dan pembangunan jalan baru megurangi biaya perjalanan, dikaitkan dengan tempat-tempat pemberhentian/halte
III-216

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Rencana pengembangan kegiatan perdagangan dan jasa di Kecamatan Cilandak diarahkan

B.6.22 Rencana Pola Ruang Kecamatan Cilandak


Rencana pola ruang di wilayah Kecamatan Cilandak sampai tahun 2030 adalah wisma dengan fasilitasnya seluas 958,52 Ha, wisma bangunan umum dengan fasilitasnya seluas 38,33 Ha, wisma taman dengan fasilitasnya seluas 37,17 Ha, karya pemerintahan dengan fasilitasnya seluas 31,53 Ha, karya bangunan umum dengan fasilitasnya seluas 77,69 Ha, karya taman dengan fasilitasnya seluas 19,84 Ha, campuran dengan fasilitasnya 7,16 Ha, penyempurna hijau binaan dengan fasilitasnya seluas 125,47 Ha, suka umum seluas 104,95 Ha dan peruntukan marga dan saluran seluas 419,62 Ha. Sesuai dengan perhitungan, dominasi peruntukan tiap jenis guna lahan yang terbesar adalah : a. Wisma dengan fasilitasnya di Kelurahan Cilandak Barat seluas 303,61 ha b. Wisma taman dengan fasilitasnya di Kelurahan Cilandak Barat seluas 16,86 ha c. Wisma bangunan umum dengan fasilitasnya di Kelurahan Cilandak Barat seluas 15,56 ha d. Karya taman dengan fasilitasnya di Kelurahan Pondok Labu seluas 8,38 ha e. Karya bangunan umum dengan fasilitasnya di Kelurahan Cilandak Barat seluas 30,63 ha f. Karya pemerintahan dengan fasilitasnya di Kelurahan Lebak Bulus seluas 13,65 ha g. Campuran dengan fasilitasnya di Kelurahan Cilandak Barat seluas 5,74 ha h. Penyempurna hijau binaan dengan fasilitasnya di Kelurahan Gandaria Selatan seluas 39,95 ha i. Suka / fasilitas umum di Kelurahan Cilandak Barat seluas 47,28 ha

pada jalan-jalan arteri seperti pada Jl. Ciledug Raya, Jl RSC. Veteran (Biintaro), Jl. Bintaro Permai. Sedangkan pada jalan-jalan kolektor kegiatan perdagangan dan jasa terdapat di Jl. H. Sulaiman, Jl. Mesjid Darul Falah, Jl. Ulujami Raya, Jl. H. Saidi, Jl. Kesehatan Raya dan Jl. Cempaka 5, serta di sekitar perumahan Taman Alfa Indah, Bintaro Jaya 1 dan Komplek Perdagangan.

B.6.22.2 Budidaya Kawasan Perkantoran


Kegiatan perkantoran menjadi bagian dari kehidupan masyarakat yang memiliki kaitan terhadap pergerakan di dalam lingkup wilayah Kecamatan Cilandak. Pada umumnya kegiatan perkantoran berada pada lokasi yang strategis, yakni berada pada jalan-jalan utama dengan akses yang mudah, dengan model pengembangan linier dan konsentris. Rencana pengembangan kegiatan perkantoran di Kecamatan Cilandak diarahkan pada jalan-jalan utama seperti pada Jl RSC. Veteran (Biintaro), Jl. Bintaro Permai dan Jalan Tol Lingkar Luar Barat (JORR).

B.6.22.3 Budidaya Kawasan Perindustrian dan Pergudangan


Kawasan Kecamatan Cilandak telah berkembang kawasan permukiman dan perdagangan mantap. Keberadaan industri dan pergudangan pada kondisi eksistingnya beberapa terdapat di Kecamatan Cilandak, hal tersebut sesuai dengan arahan kebijakan yang menetapkan bahwa pemanfaatan lahan diarahkan untuk permukiman dan perdagangan, sehingga kawasan industri dan pergudangan tidak akan dikembangkan pada wilayah ini. Rencana pengembangan kegiatan perindustrian dibatasi, sehingga tidak ada

j. Marga dan saluran di Kelurahan Cilandak Barat seluas 142,83 ha


Untuk lebih jelasnya mengenai rencana peruntukan tanah Kecamatan Cilandak tahun 2030 dapat dilihat pada Tabel 6.13

pengembangan kegiatan industri sebagai upaya pengendalian pemanfaatan ruang wilayah Kecamatan Cilandak.

B.6.22.1 Budidaya Kawasan Perdagangan dan Jasa


Aktifitas perkotaan ditentukan oleh dominasi kegiatan non pertanian yang ada di suatu wilayah. Semakin banyak kegiatan non pertanian, semakin tinggi karateristik kota yang dimiliki wilayah tersebut. Kawasan fungsi perdagangan dan jasa pada Kecamatan Cilandak dituntut harus ada sebagai sarana utama bagi distribusi dan koleksi barang dan jasa yang ada di Kecamatan Cilandak, karena dengan semakin mantapnya fungsi perdagangan dan jasa akan semakin mendukung perkembangan Kecamatan Cilandak sehingga berfungsi pula sebagai pusat pelayanan bagi daerah di sekitarnya. dapat

B.6.22.4 Budidaya Kawasan Permukiman


Bila dibandingkan dengan fungsi lain, permukiman merupakan jenis peruntukkan lahan yang paling banyak memanfaatkan/menyerap lahan di suatu wilayah, sehingga pengembangan area perumahan akan menentukan pola dan bentuk terbangun suatu wilayah dimasa yang akan datang. Kriteria untuk kawasan permukiman perkotaan adalah memperhitungkan kecenderungan perkembangan pembangunan permukiman perkotaan baru, memperhitungkan daya tampung perkembangan penduduk dan fasilitas dan prasarana yang dibutuhkan dengan mempertimbangkan kebijaksanaan yang ada.
III-217

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Rencana pengembangan kawasan permukiman berkepadatan tinggi direncanakan melalui cara rehabilitasi atau program dan perbaikan dan peningkatan kualitas lingkungan. Sedangkan untuk unit lingkungan permukiman yang berkepadatan sedang dan rendah dilakukan persiapan dengan pembangunan kawasan permukiman berskala besar pada lahan yang masih kosong. Daerah permukiman direncanakan menyebar di seluruh wilayah Kecamatan Cilandak pada semua kelurahan baik dalam bentuk vertikal atau apartemen dan landed house dengan memperhatikan kebutuhan perumahan penduduk Kecamatan Cilandak dimasa yang akan datang dengan memperhitungkan kecenderungan perkembangan dan aksesbilitas. Rencana pengembangan kawasan perumahan kepadatan tinggi di Kecamatan Cilandak diarahkan pada Kelurahan Petukangan Utara Kelurahan Ulujami Perumahan Bumi Cilandak Indah, Pulo Indah, Villa Pratama, Cilandak Permai Komplek Petukangan Indah, Komplek Kodam Jaya, dan permukiman di sekitar Jl.

Komplek IKPN, Komplek YRS, Perumahan Bintaro Jaya 1, Taman Bintaro, Puri

Palem Indah, Bukit Mas, dan Komplek Perdagangan (Kelurahan Bintaro)

(Kelurahan Petukangan Selatan) Kesadaran (Kelurahan Cilandak) Tabel 6.13 Rencana Peruntukan Tanah Kecamatan Cilandak Tahun 2030 Peruntukan Tanah (Ha) Kaw. Perum Susun Kaw.Perum Kepadatan Rendah Kaw. Perum Susun Taman Kaw.Perum Kepadatan Sedang Kaw.Penyempurna Hijau Lindung Kaw.Perdagangan Kaw.Terbuka Biru Kaw.Jalur Hijau & Hutan Kota Kaw.Perum Kepadatan Tinggi Kaw.Perkantoran Pemerintahan Kaw.Perkantoran Swasta Kaw.Perkantoran Taman Kaw.Pemakaman Campuran Besar Campuran Kecil

Pelayanan Umum/Sosial

Kaw.Industri

Kaw.Taman

No

Kelurahan

Olah Raga

Total (Ha)

1 2 3 4 5

Cilandak Barat Cipete Selatan Gandaria Selatan Lebak Bulus Pondok Labu Kecamatan

5.54 120.91 163.28 75.02 40.57 1.55 156.08 143.28 65.41 25.45 90.68 54.35

16.26 1.11 5.51 2.93 10.98

6.01 15.08 0.26 0.89 3.26 8.68 7.76 4.07 2.48

2.12 2.31 0.83 15.32 10.59 31.18

29.34 10.86 5.18

0.26 5.11 0.25

5.45

45.59 6.19

3.08 4.24 1.64 5.07 0.72

10.21 2.97 0.96 0.74 0.77 1.40 3.57 1.98 13.85 0.48 29.36 7.56

20.01

2.69 10.12 0.92

458.95 181.80 131.28 371.31 283.64 1,423.33


III-218

1.57 5.68 6.93

8.81 28.70 14.51

26.05 11.49 14.87 0.00 72.43

4.58 0.96 18.36 6.14 40.12

9.18 12.45 4.46 54.56 22.54 0.00

7.09 535.86 399.18

36.78 10.43 38.07

19.63 103.79 14.74

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

%
Sumber : Rencana 2009

0.50

37.65

28.05

2.58

0.73

2.67

2.19

3.83

1.58 0.00

1.38

7.29

1.04

2.06 0.53

0.00

5.09

0.00

2.82

100.00

Rencana pengembangan kawasan perumahan kepadatan sedang di Kecamatan Cilandak diarahkan pada : a. Jl. Emerald Raya (Kelurahan Ulujami) b. Perumahan Shangrilla Indah 1-2, Villa Pratama, Petukangan Selatan) c. Perumahan Bintaro Permai, Cilandak Indah dan Bumi Bintaro Permai (Kelurahan Cilandak) d. Perumahan Bintaro Jaya 1, Komplek Depsos, Komplek Deplu dan Komplek Perdagangan (Kelurahan Bintaro) Rencana pengembangan kawasan perumahan kepadatan rendah tidak diarahkan di Kecamatan Cilandak. Sedangkan rencana pengembangan kawasan perumahan susun di Kecamatan Cilandak diarahkan pada Jl. Ciledug Raya (Kelurahan Petukangan Selatan). Komplek Unilever (Kelurahan

B.6.23 Rencana Pengembangan Utilitas Kota Kecamatan Cilandak


Rencana pengembangan utilitas di Kecamatan Cilandak memperhatikan jejaring yang telah ada dan peningkatan kebutuhan, diantaranya adalah : Pembatasan pemakaian air tanah terutama di zona kritis air tanah agar terpeliharanya Perluasan jaringan pelayanan air bersih melalui peningkatan distribusi yang belum Perluasan kawasan resapan air melalui penambahan ruang terbuka hijau (RTH) Peningkatan kualitas air bersih yang layak bagi penduduk sumber daya air tanah dan air permukaan sebagai air baku terlayani air bersih terutama di pemukiman yang padat penduduk

Berikut ini adalah rencana pengembangan jaringan utilitas di Kecamatan Cilandak yang meliputi jaringan listrik, persampahan, air bersih, telekomunikasi dan air limbah

B.6.22.5 Budidaya Fungsi Pelayanan Sosial


Fungsi ini merupakan pendukung aktifitas kawasan, sehingga fasilitas ini peruntukkannya disesuaikan dengan aktifitas pada tiap tiap pusat kegiatan. Fasilitas yang dialokasikan disini terdiri dari fasilitas pendidikan, kesehatan, peribadatan, olah raga/ruang terbuka yang merupakan fasilitas pendukung pemukiman.

B.6.23.1 Rencana Pengelolaan Persampahan


Program pemilahan sampah sebelum dibuang ke LPS (Lokasi pembuangan sampah) melalui pemilahan sampah organik (basah) dan non-organik (kering) akan memudahkan proses pembuatan kompos sebelum dibakar di dalam insinerator; Pengembangan prasarana sampah bahan berbahaya dan beracun (B3) dan Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah dengan Meningkatkan mutu, kapasitas dan jumlah armada sampah yang dapat masuk Mencegah dan menindak tegas pembuangan sampah ke sungai, saluran. dilakukan dengan teknologi tepat guna; penerapan konsep 3R (reduced, reused, recycling); kelingkungan yang padat penduduk; Caranya dengan mencegah tumbuhnya perumahan liar,bedeng di sepanjang tepi sungai.

B.6.22.6 Kawasan Lindung


Pada kawasan ini dapat dibudidayakan untuk kegiatan masyarakat untuk kegiatan budidaya pertanian rakyat, papan penyuluhan dan peringatan serta rambu rambu pekerjaan, pemasangan rentangan kabel listrik, kabel telepon dan pipa air minum, penyelenggaraan kegiatan yang bersifat sosial, olahraga, pariwisata dan kemasyarakatan yang tidak menimbulkan dampak merugikan bagi kelestarian dan keamanan fungsi serta fisik sungai dan danau. Kawasan sempadan sungai ditentukan sekurang-kurangnya 100 meter di kiri kanan sungai besar dan 50 meter di kiri kanan anak sungai yang berada di luar permukiman. Sedangkan untuk sungai di kawasan permukiman berupa sempadan sungai yang diperkirakan cukup untuk dibangun jalan inspeksi antara 10 15 meter. Kawasan sempadan sungai di Kecamatan Cilandak berada pada kawasan Kali Cilandak.

B.6.23.2 Rencana Pengendalian Drainase


Rencana pengendalian drainase di Kecamatan Cilandak meliputi : Melaksanakan normalisasi sepanjang aliran sungai dan mengamankan sungai dari kegiatan yang dapat menggangu fungsinya (Pengamanan terhadap bangunan liar dan pembuangan sampah)

III-219

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Penataan kembali (GSS) garis sempadan sungai sejalan dengan penataan Pengerukan sampah di sepanjang yang bisa menimbulkan banjir

Pengembangan sistem pelayanan telekomunikasi melalui penerapan teknologi

sungai menurut fungsinya yaitu sebagai pengendali banjir, drainase dan penggelontor

telekomunikasi yang memadai

Pembangunan jaringan telekomunikasi baru pada kawasan pemukiman padat, dengan tujuan untuk memfasilitasi masyarakat dalam melakukan aktifitas bersosial. Menciptakan jaringan telekomunikasi yang aman dan menjaga struktur lingkungan kota di Kecamatan Cilandak.

Sistem jaringan drainase yang diusulkan mengikuti sistem hierarki jalan sebagai berikut : Saluran primer yang merupakan saluran yang akan mengalirkan air ke saluran alam atau sungai yang ada. Ditempatkan pada setiap jalan primer. Bentuk penampang berupa saluran segiempat tertutup pada kawasan yang relatif padat untuk menghindari masuknya sampah dan mencegah terjadinya genangan air pada permukaan jalan. Bentuk penampang saluran segi empat terbuka pada kawasan yang relatif kosong. Saluran sekunder yang merupakan saluran yang mengalirkan air ke saluran primer. Ditempatkan pada setiap jalan sekunder. Saluran pelimpasan utama menggunakan drainase primer atau jaringan sungai terdekat. Bentuk penampang saluran adalah trapesium terbuka. Saluran tersier yang merupakan saluran yang mengalirkan air ke saluran sekunder. Saluran ini berfungsi sebagai saluran penampung aliran dari limpasan air hujan baik dari halaman maupun dari permukaan jalan. Ditempatkan pada setiap jalan lingkungan. Bentuk penampang saluran adalah segi empat atau setengah lingkaran.

B.6.23.5 Rencana Jaringan Air Bersih


Rencana jaringan primer pipa air bersih di Kecamatan Cilandak tahun 2030 adalah melintasi jalan-jalan Jl. TB. Simatupang, Jl. Fatmawati, Jl. Pasar Jumat, dan Jl. Pondok Labu. Kebutuhan air bersih untuk tahun 2030 di Kecamatan Cilandak tahun 2030 adalah sebesar 47.085 ltr/hari, kebutuhan tersebut dipenuhi dari instalasi air minum PT. PAM Lyonnaise Jaya dengan kapasitas produksi 400 liter/detik. Untuk lebih jelasnya mengenai kebutuhan air bersih di Kecamatan Cilandak tahun 2030 dapat dilihat pada Tabel 6.14.

Tabel 6.14 Kebutuhan Air Bersih Kecamatan Cilandak Tahun 2030


No 1 2 3 4 5 Kelurahan Lebak Bulus Pondok Labu Cilandak Barat Gandaria Selatan Cipete Selatan Jumlah Jumlah Penduduk Tahun 2030 37,133 65,729 101,291 28,761 36,143 269,057 Kebutuhan Air Bersih ( Ltr/Hr) 5,049,566 6,897,818 12,164,834 3,565,172 3,330,323 26,232,325 (m/Hr) 6,498 11,503 17,726 5,033 6,325 47,085

B.6.23.3 Rencana Jaringan Listrik


Rencana pengembangan jaringan listrik dengan indikasi-indikasi pengembangan tersebut merupakan suatu terapan pada kesesuaian pembangunan pada setiap kawasan yang membutuhkan pemerataan pelayanan, dengan tujuan agar sistem jaringan listrik pada Kecamatan Cilandak dapat berfungsi dengan baik serta memperindah lingkungan sekitar. Adapun rencana pengembangan adalah, sebagai berikut : Rencana pemenuhan kebutuhan listrik untuk rumah susun sewa (Rusunawa) Meningkatkan pembangunan sistem jaringan listrik yang aman untuk kawasan Peningkatan kebutuhan listrik akibat pertambahan penduduk dan kegiatan Mempertahankan dan menata kondisi sistem jaringan listrik yang telah ada serta

perumahan terutama mencakup kawasan pemukiman padat

Sumber : Hasil Analisis 2009 Ket : Jumlah pendududk hasil proyeksi th 2030 Pedoman Perencanaan Dinas Tata Kota DKI : Asumsi Kebutuhan Air Bersih 175 lt/org/hr

memperbaiki kendala-kendala yang terjadi pada sistem jaringan listrik tersebut

B.6.23.4 Rencana Jaringan Telekomunikasi B.6.23.6 Rencana Sistem Pembuangan Air Limbah
III-220

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Rencana sistem pembuangan air limbah di Kecamatan Cilandak tahun 2030 adalah dengan sistem on-site. Diperkirakan tahun 2030 akan dihasilkan air limbah sebesar 18.565 ltr/hari yang berasal dari air limbah perumahan dan perdagangan/jasa. Untuk lebih jelasnya mengenai timbulan air kotor (sludge) di Kecamatan Cilandak tahun 2030 dapat dilihat pada Tabel 6.15 Tabel 6.15 Timbulan Air Kotor (Sludge) Kecamatan Cilandak Tahun 2030
No Kelurahan Penduduk ( jiwa) 37,133 65,729 101,291 28,761 36,143 269,057 Timbulan Air Limbah (m/Hr)) 5,198.64 9,202.05 14,180.77 4,026.51 5,060.05 37,668.02 Timbulan Sludge ( Ltr/Hr) 2,562 4,535 6,989 1,984 2,494 18,565 (m/Hr) 2.56 4.54 6.99 1.98 2.49 18.56 No 1 2 3 4 TK SD

Rincian Jenis Fasilitas

Standar Kebutuhan (Jiwa) 1,250 2,500 15,000 30,000

Luas Lahan (m) 36,592 322,869 71,749 43,049 474,258

Kebutuhan Sarana (Unit) 215 108 18 9 350

SLTP SLTA Jumlah

Sumber : Rencana 2009

B.6.24.2 Kesehatan
Rencana pengembangan fasilitas kesehatan di Kecamatan Cilandak berdasarkan hasil analisis proyeksi fasilitas kesehatan yang masih kurang memadai jumlahnya, dengan demikian rencana pengembangan fasilitas kesehatan di Kecamatan Cilandak lebih di utamakan untuk fasilitas kesehatan yang masih kurang dan diperlukan lagi penambahan lahan dan bangunan fasilas kesehatan. Untuk lebih jelasnya mengenai kebutuhan fasilitas kesehatan tahun 2030 di Kecamatan Cilandak dapat dilihat pada Tabel 6.17 Tabel 6.17 Rencana Fasilitas Kesehatan Kecamatan Cilandak Tahun 2030
No 1 2 3 4 5 6 7 8 Rincian Jenis Fasilitas Balai Pengobatan BKIA Rumah Bersalin Puskesmas Pembantu Puskesmas Rumah Sakit Wilayah Tempat Praktek Dokter Apotik
Jumlah

1 2 3 4 5

Lebak Bulus Pondok Labu Cilandak Barat Gandaria Selatan Cipete Selatan Jumlah

Sumber : Hasil Analisis 2009 Ket : Jumlah pendududk hasil proyeksi th 2030 Dinas Kebersihan DKI : Asumsi Sludge 0,069 lt/org/hr

B.6.24 Rencana Pengembangan Fasiitas Umum dan Sosial Kecamatan Cilandak B.6.24.1 Pendidikan
Rencana pengembangan fasilitas pendidikan di Kecamatan Cilandak lebih di utamakan untuk fasilitas pendidikan yang masih kurang dan diperlukan lagi penambahan lahan dan bangunan fasilitas pendidikan. Rencana pengembangan fasilitas pendidikan di Kecamatan Cilandak akan lebih diarahkan untuk tingkat TK, SD dan SMP yang berdasarkan analisis proyeksi fasilitas pendidikan tersebut jumlahnya masih kurang dan masih diperlukan penambahan beberapa fasilitas pendidikan.

Standar Kebutuhan (Jiwa) 3,000 10,000 30,000 30,000 30,000 480,000 6,000 30,000

Luas Lahan (m2) 17,937 43,049 26,906 4,484 5,830 5,605 6,726 3,587
114,125

Kebutuhan Sarana (Unit) 90 27 9 9 9 1 45 9


198

Untuk lebih jelasnya mengenai kebutuhan fasilitas pendidikan tahun 2030 di Kecamatan Cilandak dapat dilihat pada Tabel 6.16

Sumber : Rencana 2009

B.6.24.3 Peribadatan
Tabel 6.16 Rencana Fasilitas Pendidikan Kecamatan Cilandak Tahun 2030
III-221

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Rencana pengembangan fasilitas peribadatan di Kecamatan Cilandak lebih di utamakan untuk fasilitas peribadatan yang masih kurang dan diperlukan lagi penambahan lahan dan bangunan serta perbaikan fasilitas peribadatan. Rencana pengembangan fasilitas peribadatan di Kecamatan Cilandak akan lebih diarahkan untuk fasilitas peribadatan pura yang berdasarkan analisis proyeksi fasilitas pendidikan tersebut jumlahnya masih kurang dan masih diperlukan penambahan sedangkan untuk fasilitas peribadatan lainnya hanya pada rencana perbaikan dan peremajaan. Untuk lebih jelasnya mengenai kebutuhan fasilitas peribadatan tahun 2030 di Kecamatan Cilandak dapat dilihat pada Tabel 6.18 Tabel 6.18 Rencana Fasilitas Peribadatan Kecamatan Cilandak Tahun 2030
No 1 2 3 4 5 6 7 Rincian Jenis Fasilitas Gereja Katolik Gereja Protestan Mushalla Masjid Vihara Pura Kelenteng Jumlah
Sumber : Rencana 2009 4 2

No.
1

Lokasi

Peruntukan
Wisma dengan fasilitasnya, karya kantor dengan fasilitasnya Wisma dengan fasilitasnya, suka umum Wisma dengan fasilitasnya

Ketinggian Maks. (Lantai)


2,4-8,16

KDB (%)
40-50

KLB

Jl. Cipete Raya-Jl. TB. Simatupang


(Kel. Cilandak Barat) Jl. Cipete Raya-Jl. Cipete Utara (Kel. Cipete Selatan)

2-4 2,4-8

40 40 < 1,2

Jl. JORR TB. Simatupang-Jl.


H.Nawi (Kel. Cilandak Barat dan Gandaria Selatan)

Jl. Intan-Jl. Margasatwa (Kel.


Cilandak Barat dan Pondok Labu)

Batas Kali Grogol-Kali Cilandak


(Kel. Lebak Bulus) Jl. H. Abu (Kel. Cipete Selatan) Jl. Tarogong Raya/JIS (Kel. Cilandak Barat) Jl. Wijaya Kusuma (Kel. Pondok Labu dan Cilandak Barat)

Wisma dengan fasilitasnya, penyempurna hijau binaan dengan fasilitasnya Wisma dengan fasilitasnya, penyempurna hijau binaan Wisma bangunan umum dengan fasilitasnya Suka umum/fasilitas umum Suka umum/fasilitas umum

2,4-8

40

2-4 4 4 4

40 40 40 40 Maks 1,6

Standar Kebutuhan (Jiwa) 60,000 60,000 3,000 30,000 60,000 60,000 60,000

Luas Lahan (m2) 1,000 1,000 26,906 17,937 1,000 1,000 1,000 49,843

Kebutuhan Sarana (Unit) 4 4 90 9 4 4 4 121


3

Jl. Lebak Bulus 3 (Kel. Cilandak


Barat) Jl. Cipete Raya-Jl. Gaharu I (Kel. Cipete Selatan dan Cilandak Barat)

Suka umum/fasilitas umum Karya bangunan umum dengan fasilitasnya, suka umum Karya pemerintahan dengan fasilitasnya

4 4

40 40 Maks 2,4

Jl. Raya Pondok Labu/Puslitbang


ABRI (Kel. Lebak Bulus) Jl. Karang Tengah Raya-Jl. Pertanian (Kel. Lebak Bulus)

40

Maks 1,6

Karya bangunan umum dengan fasilitasnya, suka umum Karya pemerintahan dengan fasilitasnya, suka umum, karya Komp. Darul Maarif Jl. H. Nawi bangunan umum dengan (Kel. Gandaria Selatan) fasilitasnya Suka umum, karya bangunan Jl. Pasar Jumat (Kel. Lebak Bulus) umum dengan fasilitasnya

40

Maks 1,6

40

Maks 1,6

4-16 4-16

40 40

Maks 2,4 Maks 3,0

Jl. Raya Fatmawati (Kel. Cipete


Selatan, dan Gandaria Selatan, Cilandak Barat) RS. Fatmawati Jl. Caringin Barat (Kel. Cilandak Barat) Jl. TB. Simatupang (JORR)

B.6.24.4 Rencana Intensitas Bangunan Kecamatan Cilandak


Rencana intensitas disesuaikan dengan kondisi lingkungan serta kebutuhan pengembangan, baik kebutuhan struktur kota maupun nilai ekonomis lahan pada penggal jalan tertentu. Rencana intensitas bangunan meliputi rencana ketinggian bangunan, KDB dan KLB.
5

Wisma bangunan umum dengan fasilitasnya, karya bangunan umum dengan fasilitasnya Suka umum Wisma bangunan umum dengan fasilitasnya Karya bangunan umum dengan fasilitasnya, suka umum

4 4 4-16

40 40 40

Maks 3,0 Maks 2,4 Maks 3,5

Untuk lebih jelasnya mengenai rencana intensitas bangunan Kecamatan Cilandak tahun 2030 daat dilihat pada Tabel 6.19. Tabel 6.19 Rencana Intensitas Bangunan Kecamatan Cilandak 2030

Sumber : Rencana 2009

B.6.25 Tujuan, Kebijakan dan Strategi Kecamatan Pesanggrahan B.6.25.1 Tujuan


III-222

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Rencana rinci tata ruang Kecamatan Kecamatan Pesanggrahan merupakan wujud pemanfaatan ruang yang menggambarkan susunan lokasi pusat perdagangan jasa dan ikatan fungsi antar sub-sub pusat kegiatan dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Sesuai dengan hasil identifikasi serta kecenderungan struktur tata ruang masa depan yang akan terbentuk maka tujuan rencana rinci tata ruang Kecamatan Pesanggrahan yaitu : a. b. c. Terselenggaranya pengaturan pemanfaatan ruang kawasan lindung dan kawasan Terwujudnya Terwujudnya keterpaduan, keterikatan dan keseimbangan antar wilayah budi daya. kecamatan serta keserasian antar sektor. rencana tata ruang mempertimbangkan aspek optimalisasi pemanfaatan ruang yang ada, serta memperhatikan kemungkinan-kemungkinan pemanfaatan ruang bawah tanah pada bagian-bagian tertentu di wilayah Kecamatan Pesanggrahan. d. Tercapainya pemanfaatan ruang yang berkualitas untuk : Mewujudkan kehidupan masyarakat Kecamatan Pesanggrahan yang sejahtera Mewujudkan keterpaduan dalam penggunaan sumberdaya alam Meningkatkan pemanfaatan sumberdaya alam dan sumberdaya buatan secara berhasil-guna dan tepat-guna untuk meningkatkan kualitas lahir dan batin Kebijaksanaan pengelolaan kawasan sempadan sungai diarahkan sebagai bagian dari upaya persiapan reorientasi terhadap ketigabelas sungai yang melalui DKI Jakarta dalam program pengembangan kawasan sungai dan Program Kali Bersih. Pengelolaan kawasan sungai ini dimaksudkan untuk mengamankan pinggiran sungai, tidak terganggunya pengaliran air sungai oleh beban dari kawasan sekitar, dan meningkatkan nilai estetika sempadan sungai. Ketigabelas kali tesebut, tiga kali diantaranya melalui Kecamatan Pesanggrahan yaitu Kali Pesanggrahan.

B.6.25.2.1 Kebijaksanaan Pengembangan Sektoral


Kebijaksanaan pengembangan seltoral di Kecamatan Pesanggrahan meliputi : Perumahan Penggunaan perumahan lebih diarahkan kepada resettlement daerah-daerah hunian yang akan tergusur akibat pengembangan kegiatan lain, seperti perluasan dan lain sebagainya. Sedangkan pembangunan perumahan untuk masa mendatang dibatasi. Program perbaikan lingkungan perlu dilanjutkan. Sektor Perdagangan dan Jasa Pengembangan sentra-sentra tetap diutamakan. Pengembangan ribbon dibatasi dan ditolerir hanya pada kelas jalan tertentu, yaitu

berdaya-guna, e. f.

sumberdaya manusia Mewujudkan perlindungan fungsi ruang dan mencegah serta menanggulangi Mewujudkan keseimbangan kepentingan kesejahteraan dan keamanan Tersusunnya arahan lokasi investasi yang akan dilaksanakan pemerintah dan Tersusunnya arahan pelaksanaan pemanfaatan ruang dan merupakan dasar dampak negatif terhadap lingkungan

kolektor keatas dan harus terjamin kelancaran lalu lintas dan penyediaan fasilitas parkir yang memadai. Peremajaan pasar harus memperhatikan kepentingan pedagang lama dan ekonomi lemah. Sektor Transportasi

masyarakat. dalam mengeluarkan perijinan lokasi pembangunan.

Beberapa ruas jalan tertentu perlu ditingkatkan kapasitasnya melalui program Pengembangan jaringan jalan baru lebih diutamakan pada bagian utara dan

pelebaran jalan.

B.6.25.2 Kebijakan
Wilayah perencanaan Kecamatan Pesanggrahan berada di Wilayah Pengembangan Selatan, dimana karakteristiknya adalah permukiman penduduk berpendapatan sedang sampai tinggi. Sebagian besar penduduk Kecamatan Pesanggrahan berkarya di luar Kecamatan Pesanggrahan. Kebijakasanaan umum Kecamatan Pesanggrahan adalah meningkatkan lingkungan melalui perbaikan sarana dan prasarana ataupun melalui peremajaan daerah yang tidak teratur dengan potensi lahan yang tinggi.

selatan BWK Kecamatan Pesanggrahan.

Sektor Fasilitas Umum Pencadangan lahan untuk pembangunan fasilitas umum harus dilakukan sedini mungkin.
III-223

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

umum.

Mendorong pihak swasta untuk berperan serta dalam pembangunan fasilitas

Mengadakan penghijauan maksimum pada pekarangan-pekarangan individu Mengadakan penghijauan maksimum pada ROW (lebar badan jalan) arteri dan

melalui program penyuluhan pembinaan. Optimasi pada lokasi fasilitas umum yang telah ada dengan penambahan lokal. kolektor.

Pembangunan baru untuk memenuhi jumlah kebutuhan dan pencapaian target sesuai standar kecamatan.

B.6.25.3 Strategi
Sektor Air Minum Penambahan jaringan pelayanan air bersih / air minum PAM melalui Penggunaan air yang melampaui batas harus dicegah. pengembangan jaringan induk baru dan jaringan distribusi serta hidran umum. Strategi rencana rinci tata ruang Kecamatan Pesanggrahan adalah : Meningkatkan peran dan fungsi serta menata pusat-pusat kegiatan yang sudah Memperbaiki dan merencanakan kawasan-kawasan yang cenderung kumuh Mempertahankan RTH yang sudah ada dan mengembalikan fungsi RTH berkembang. dengan membangun rumah susun beserta fasilitas-fasilitasnya. khususnya di bantaran sungai, pinggiran Jalan Rel kereta api yang dijadikan permukiman kumuh. Merealisasikan pembangunan sarana dan prasarana yang mampu meningkatkankapasitas perdagangan dan jasa . Merealisasikan pembangunan jalan lingkungan di dalam lingkungan yang telah berkembang guna menyediakan ruang perumahan kota yang dapat menampung perkembangan penduduk.

Sektor Sanitasi dan Sampah

Pengadaan septick tank kelompok pada lokasi-lokasi permukiman yang dihuni

oleh penduduk yang berpenghasilan rendah. Sistem perencanaan yang dipakai yaitu perencanaan yang diintegrasikan terhadap sistem sewerage. Meningkatkan kondisi MCK yang ada serta pengadaan baru sesuai kebutuhan Pengelolaan sampah dengan menyediakan container dan dipo-dipo sampah lingkungan permukiman padat. sesuai kebutuhan. Sektor Banjir dan Drainase Melaksanakan normalisasi kali dan penambahan saluran mikro dan meningkatkan sistem makro drainase yang ada. Melaksanakan kegiatan vegetasi secara serentak.

B. 6.26 Rencana Pengelolaan Kependudukan Kecamatan Pesanggrahan


Kecamatan Pesanggrahan dengan perkembangan wilayah yang semakin pesat maka diperlukan rencana pengelolaan kependudukan yang tepat dengan menggunakan perhitungan berdasarkan daya tampung penduduk pada tahun 2030. Sesuai hasil perhitungan analisis kependudukan dengan metode daya tampung menunjukkan bahwa dengan menggunakan KDB, KLB, serta standar luas kavling ideal, maka jumlah daya tampung penduduk ideal Pesanggrahan direncanakan sebesar 269.057 jiwa, maka untuk mengatasi keterbatasan lahan Kecamatan Pesanggrahan direncanakan dengan membangun perumahan secara vertikal. Sedangkan rumah rumah kumuh yang masih terdapat di Kecamatan Pesanggrahan akan dihilangkan. Pembangunan wisma kecil akan dibatasi di Pesanggrahan. tinggal. Untuk lebih jelasnya mengenai daya tampung penduduk tahun 2030 di Kecamatan Pesanggrahandapat dilihat pada tabel berikut.
III-224

Sektor Utilitas Umum Penambahan gardu-gardu listrik dan penambahan/peningkatan jaringan pelayanan listrik serta lampu-lampu penerangan jalan. Penambahan telepon umum pada lokasi-lokasi strategis. Koordinasi terpadu antara PLN, Telkom dan Pemda DKI Jakarta dalam

perencanaan dan pelaksanaan pengadaan instalasi listrik, telepon dan gas. Sektor Ruang Terbuka Hijau Melaksanakan dan mencadangkan serta mengamankan ruang terbuka hijau sepanjang kali dan memanfaatkannya untuk taman dan hortikultura yang dapat dinikmati masyarakat.

Kepadatan permukiman

direncanakan tidak terlalu padat/sedang untuk menjaga kelayakan sebagai kawasan tempat

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Tabel 6.20 Daya Tampung dan Kepadatan Penduduk Per kelurahan Kecamatan Pesanggrahan Tahun 2030
Daya Tampung Penduduk (jiwa) 47,857 32,074 34,323 28,405 43,745 186,408 Kepadatan Penduduk (jiwa/Ha) 105 152 202 135 146 139

B.6.27.3 Pusat Kegiatan Tersier


Pusat KegiatanTersier di Kecamatan Pesanggrahan antara lain adalah : a. b. c. Kantor Camat Pesanggrahan dengan kegiatan pelayanan pemerintahan Pasar Pesanggrahan kegiatan pelayanan perdagangan dan jasa Pasar Bintaro kegiatan pelayanan perdagangan dan jasa

No

Kelurahan

1 2 3 4 5

Bintaro Pesanggrahan Ulujami Petukangan Selatan Petukangan Utara Jumlah

B.6.28 Rencana Transportasi Kecamatan Pesangrahan


Rencana pengembangan jaringan jalan di Kecamatan Pesanggrahan mencakup sistem jaringan jalan simpang susun, jalan lanyang, jalan bawah tanah, fasilitas pejalan kaki dan jembatan penyebrangan. Sistem jaringan jalan di Kecamatan Pesanggrahan sampai dengan tahun 2030 direncanakan sebagai berikut :

Sumber : Rencana 2009

1. Rencana pembangunan jalan arteri primer/tol (outer ring road) yang menghubungkan
kawasan Pondok Pinang Kembangan sepanjang 6.500 m. 2. Rencana pelebaran arteri primer di sepanjang Jl. Ciledug Raya ( 2000 m) dan Jl. RSC Veteran ( 2.750 m). Pengembangan transportasi di Kecamatan Pesanggrahan mempertimbangkan faktor-faktor berikut : a. b. c. d. pribadi e. Penyediaan angkutan umum dengan memberikan kebebasan memilih bagi penumpang dengan peningkatan kecepatan perjalanan serta peningkatan sarana-sarana pemberhentian f. g. Pembatasan daerah operasi angkutan yang dikaitkan dengan perencanaan route Pematasan jalur dan jam operasi angkutan barang skala besar, agar tidak kendaraan umum untuk kemudahan penumpang memperlambat kecepatan lalu lintas
III-225

B.6.27 Rencana Struktur Ruang Kecamatan Pesangrahan


Dalam hal ini Rencana Struktur Ruang Kecamatan Pesanggrahan menjelaskan tentang rencana dan arahan pengembangan pusat-pusat pelayanan kegiatan tingkat kecamatan dan fungsi serta jangkauan pelayanan masing-masing pusat. Struktur pusat pelayanan tingkat kecamatan ini disusun berdasarkan sistem pusat-pusat yang telah ditetapkan dalam skala pelayanan tingkat nasional, provinsi, kota dan kecamatan.

Pembangunan jalan baru disesuaikan dengan program DKI Jakarta keseluruhan Perbaikan/pelebaran jalan sesuai dengan prioritas pengembangan, dikaitkan Pengembangan jalan layang pada persimpangan yang diperkirakan akan Pengembangan angkutan umum kapasitas besar dengan pembatasan kendaraan

B.6.27.1 Pusat Kegiatan Primer


Pusat Kegiatan Primer di Kecamatan Pesanggrahan antara lain adalah : a. b. c. Universitas Budi Luhur dengan kegiatan pelayanan pendidikan Pondok Pesantren Darunnajah kegiatan pelayanan pendidikan RS. Rehabilitasi Cacat TNI dengan kegiatan pelayanan kesehatan militer

serta dikaitkan dengan peremajaan lingkungan dengan usaha mengatasi kemacetan lalu-lintas menimbulkan kemacetan yang parah

B.6.27.2 Pusat Kegiatan Sekunder


Pusat Kegiatan Sekunder di Kecamatan Pesanggrahan antara lain adalah :

a. b.
c. jasa

LPBA LIA dengan kegiatan pelayanan pendidikan HERO Supermarket dengan kegiatan pelayanan perdagangan dan jasa Pusat pertokoan Plaza Bintaro 1 dengan kegiatan pelayanan perdagangan dan

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

h. i. j.

Penyediaan parkir di luar jalan dan pengawasan pelaksanaan pengadaan parkir Perbaikan, pengembangan dan pengadaan sarana pejalan kaki, dikaitkan dengan Pengaturan route angkutan umum untuk mempercepat waktu perjalanan dan

Melaksanakan normalisasi sepanjang aliran sungai dan mengamankan sungai

bangunan umum untuk menghapus parkir di tepi jalan pelebaran dan pembangunan jalan baru megurangi biaya perjalanan, dikaitkan dengan tempat-tempat pemberhentian/halte

dari kegiatan yang dapat menggangu fungsinya (Pengamanan terhadap bangunan liar dan pembuangan sampah) Penataan kembali (GSS) garis sempadan sungai sejalan dengan penataan Pengerukan sampah di sepanjang yang bisa menimbulkan banjir sungai menurut fungsinya yaitu sebagai pengendali banjir, drainase dan penggelontor Sistem jaringan drainase yang diusulkan mengikuti sistem hierarki jalan sebagai berikut :

B.6.29 Rencana Pengembangan Utilitas Kecamatan Pesangrahan


Rencana pengembangan utilitas di Kecamatan Pesanggrahan memperhatikan jejaring yang telah ada dan peningkatan kebutuhan, diantaranya adalah : Pembatasan pemakaian air tanah terutama di zona kritis air tanah agar terpeliharanya Perluasan jaringan pelayanan air bersih melalui peningkatan distribusi yang belum Perluasan kawasan resapan air melalui penambahan ruang terbuka hijau (RTH) Peningkatan kualitas air bersih yang layak bagi penduduk sumber daya air tanah dan air permukaan sebagai air baku

Saluran primer yang merupakan saluran yang akan mengalirkan air ke saluran alam atau sungai yang ada. Ditempatkan pada setiap jalan primer. Bentuk penampang berupa saluran segiempat tertutup pada kawasan yang relatif padat untuk menghindari masuknya sampah dan mencegah terjadinya genangan air pada permukaan jalan. Bentuk penampang saluran segi empat terbuka pada kawasan yang relatif kosong. Saluran sekunder yang merupakan saluran yang mengalirkan air ke saluran primer. Ditempatkan pada setiap jalan sekunder. Saluran pelimpasan utama menggunakan drainase primer atau jaringan sungai terdekat. Bentuk penampang saluran adalah trapesium terbuka. Saluran tersier yang merupakan saluran yang mengalirkan air ke saluran sekunder. Saluran ini berfungsi sebagai saluran penampung aliran dari limpasan air hujan baik dari halaman maupun dari permukaan jalan. Ditempatkan pada setiap jalan lingkungan. Bentuk penampang saluran adalah segi empat atau setengah lingkaran.

terlayani air bersih terutama di pemukiman yang padat penduduk

Berikut ini adalah rencana pengembangan jaringan utilitas di Kecamatan Pesanggrahan yang meliputi jaringan listrik, persampahan, air bersih, telekomunikasi dan air limbah.

B.6.29.1 Rencana Pengelolaan Persampahan


Program pemilahan sampah sebelum dibuang ke LPS (Lokasi pembuangan

B.6.29.3 Rencana Jaringan Listrik


Rencana pengembangan jaringan listrik dengan indikasi-indikasi pengembangan tersebut merupakan suatu terapan pada kesesuaian pembangunan pada setiap kawasan yang membutuhkan pemerataan pelayanan, dengan tujuan agar sistem jaringan listrik pada Kecamatan Pesanggrahan dapat berfungsi dengan baik serta memperindah lingkungan sekitar. Adapun rencana pengembangan adalah, sebagai berikut : Rencana pemenuhan kebutuhan listrik untuk rumah susun sewa (Rusunawa) Meningkatkan pembangunan sistem jaringan listrik yang aman untuk kawasan Peningkatan kebutuhan listrik akibat pertambahan penduduk dan kegiatan Mempertahankan dan menata kondisi sistem jaringan listrik yang telah ada serta

sampah) melalui pemilahan sampah organik (basah) dan non-organik (kering) akan memudahkan proses pembuatan kompos sebelum dibakar di dalam insinerator Pengembangan prasarana sampah bahan berbahaya dan beracun (B3) dan Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah dengan dilakukan dengan teknologi tepat guna penerapan konsep 3R (reduced, reused, recycling) Meningkatkan mutu, kapasitas dan jumlah armada sampah yang dapat masuk kelingkungan yang padat penduduk Mencegah dan menindak tegas pembuangan sampah ke sungai, saluran. Caranya dengan mencegah tumbuhnya perumahan liar,bedeng di sepanjang tepi sungai

perumahan terutama mencakup kawasan pemukiman padat

B.6.29.2 Rencana Pengendalian Drainase

memperbaiki kendala-kendala yang terjadi pada sistem jaringan listrik tersebut

B.6.29.4 Rencana Jaringan Telekomunikasi


III-226

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Pengembangan sistem pelayanan telekomunikasi melalui penerapan teknologi

telekomunikasi yang memadai

Pembangunan jaringan telekomunikasi baru pada kawasan pemukiman padat, dengan tujuan untuk memfasilitasi masyarakat dalam melakukan aktifitas bersosial. Menciptakan jaringan telekomunikasi yang aman dan menjaga struktur lingkungan kota di Kecamatan Pesanggrahan.

B.6.29.5 Rencana Jaringan Air Bersih


Rencana jaringan primer pipa air bersih di Kecamatan Pesanggrahan tahun 2030 adalah melintasi jalan-jalan Jl. TB. Simatupang, Jl. Fatmawati, Jl. Pasar Jumat, dan Jl. Pondok Labu. Kebutuhan air bersih untuk tahun 2030 di Kecamatan Pesanggrahan tahun 2030 adalah sebesar 32.621 m/Hr, kebutuhan tersebut dipenuhi dari instalasi air minum PT. PAM Lyonnaise Jaya dengan kapasitas produksi 400 liter/detik. Untuk lebih jelasnya mengenai kebutuhan air bersih di Kecamatan Pesanggrahan tahun 2030 dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 6.21 Kebutuhan Air Bersih Kecamatan Pesanggrahan Tahun 2030
No 1 2 3 4 5 Kelurahan Bintaro Pesanggrahan Ulujami Petukangan Selatan Petukangan Utara Jumlah
Sumber : Rencana 2009

Tabel 6.22 Timbulan Air Kotor (Sludge) Kecamatan Pesanggrahan Tahun 2030
No 1 2 3 4 5 Kelurahan Bintaro Pesanggrahan Ulujami Petukangan Selatan Petukangan Utara Jumlah
Sumber : Rencana 2009

Penduduk ( jiwa) 47,857 32,074 34,323 28,405 43,745 186,408

Timbulan Air Limbah (m/Hr)) 6,700 4,490 4,805 3,977 6,124 26,097

Timbulan Sludge ( Ltr/Hr) 3,302 2,213 2,368 1,960 3,018 12,862 (m/Hr) 3 2 2 2 3 13

B.6.30 Rencana Pola Ruang Kecamatan Pesangrahan


Rencana pola ruang menggambarkan letak, ukuran, fungsi dari kegiatan budidaya dan lindung, isi rencana pola pemanfaatan ruang adalah deliniasi (batas - batas) kawasan kegiatan sosial ekonomi, budaya dan kawasan lainnya di dalam kawasan budidaya dan deliniasi kawasan
8,375 5,613 6,007 4,971 7,655 32,621

Jumlah Penduduk Tahun 2030 47,857 32,074 34,323 28,405 43,745 186,408

Kebutuhan Air Bersih ( Ltr/Hr) 8,374,921 5,612,939 6,006,574 4,970,936 7,655,330 32,620,700 (m/Hr)

lindung. Rencana pola ruang di wilayah Kecamatan Pesanggrahan sampai tahun 2030 adalah wisma dengan fasilitasnya seluas 652,08 Ha, wisma bangunan umum dengan fasilitasnya seluas 42,68 Ha, wisma taman dengan fasilitasnya seluas 0,13 Ha, karya pemerintahan dengan fasilitasnya seluas 10,17 Ha, karya bangunan umum dengan fasilitasnya seluas 55,19 Ha, karya taman dengan fasilitasnya seluas 10,48 Ha, penyempurna hijau binaan dengan fasilitasnya seluas 92,61 Ha, suka umum seluas 52,59 Ha dan peruntukan marga dan saluran seluas 430,85 Ha.

B.6.29.6 Rencana Sistem Pembuangan Air Limbah


Rencana sistem pembuangan air limbah di Kecamatan Pesanggrahan tahun 2030 adalah dengan sistem on-site. Diperkirakan tahun 2030 akan dihasilkan air limbah sebesar 12.862 ltr/hari yang berasal dari air limbah perumahan dan perdagangan/jasa. Untuk lebih jelasnya mengenai timbulan air kotor (sludge) di Kecamatan Pesanggrahan tahun 2030 dapat dilihat pada table berikut. Sesuai dengan perhitungan, dominasi peruntukan tiap jenis guna lahan yang terbesar adalah :

a.
b. c. d. e.

Wisma dengan fasilitasnya di Kelurahan Bintaro seluas 214,32 ha Wisma taman dengan fasilitasnya di Kelurahan Petukangan Selatan seluas 0,13 ha Wisma bangunan umum dengan fasilitasnya di Kelurahan Bintaro seluas 21,26 ha Karya taman dengan fasilitasnya di Kelurahan Pesanggrahan seluas 10,48 ha Karya bangunan umum dengan fasilitasnya di Kelurahan Bintaro seluas 27,29 ha
III-227

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

f. g. h. i.

Karya pemerintahan dengan fasilitasnya di Kelurahan Bintaro seluas 7,6 ha Penyempurna hijau binaan dengan fasilitasnya di Kelurahan Bintaro seluas 25,18 ha Suka / fasilitas umum di Kelurahan Ulujami seluas 13,79 ha Marga dan saluran di Kelurahan Bintaro seluas 148,06 ha Untuk lebih jelasnya rencana pola ruang Kecamatan Pesanggrahan tahun 2030 dapat dilihat pada Tabel 6.23.

B.6.30.2 Budidaya Kawasan Perkantoran


Kegiatan perkantoran menjadi bagian dari kehidupan masyarakat yang memiliki kaitan terhadap pergerakan di dalam lingkup wilayah Kecamatan Pesanggrahan. Pada umumnya kegiatan perkantoran berada pada lokasi yang strategis, yakni berada pada jalan-jalan utama dengan akses yang mudah, dengan model pengembangan linier dan konsentris. Rencana pengembangan kegiatan perkantoran di Kecamatan Pesanggrahan diarahkan pada jalan-jalan utama seperti pada Jl RSC. Veteran (Biintaro), Jl. Bintaro Permai dan Jalan Tol Lingkar Luar Barat (JORR).

B.6.30.1 Budidaya Kawasan Perdagangan dan Jasa


Aktifitas perkotaan ditentukan oleh dominasi kegiatan non pertanian yang ada di suatu wilayah. Semakin banyak kegiatan non pertanian, semakin tinggi karateristik kota yang dimiliki wilayah tersebut. Kawasan fungsi perdagangan dan jasa pada Kecamatan Pesanggrahan dituntut harus ada sebagai sarana utama bagi distribusi dan koleksi barang dan jasa yang ada di Kecamatan Pesanggrahan, karena dengan semakin mantapnya fungsi perdagangan dan jasa akan semakin mendukung perkembangan Kecamatan Pesanggrahan sehingga dapat berfungsi pula sebagai pusat pelayanan bagi daerah di sekitarnya. Rencana pengembangan kegiatan perdagangan dan jasa di Kecamatan Pesanggrahan diarahkan pada jalan-jalan arteri seperti pada Jl. Ciledug Raya, Jl RSC. Veteran (Biintaro), Jl. Bintaro Permai. Sedangkan pada jalan-jalan kolektor kegiatan perdagangan dan jasa terdapat di Jl. H. Sulaiman, Jl. Mesjid Darul Falah, Jl. Ulujami Raya, Jl. H. Saidi, Jl. Kesehatan Raya dan Jl. Cempaka 5, serta di sekitar perumahan Taman Alfa Indah, Bintaro Jaya 1 dan Komplek Perdagangan.

B.6.30.3 Budidaya Kawasan Perindustrian dan Pergudangan


Kawasan Kecamatan Pesanggrahan telah berkembang kawasan permukiman dan perdagangan mantap. Keberadaan industri dan pergudangan pada kondisi eksistingnya beberapa terdapat di Kecamatan Pesanggrahan, hal tersebut sesuai dengan arahan kebijakan yang menetapkan bahwa pemanfaatan lahan diarahkan untuk permukiman dan perdagangan, sehingga kawasan industri dan pergudangan tidak akan dikembangkan pada wilayah ini.

Tabel 6.23 Rencana Pola Ruang Kecamatan Pesanggrahan Tahun 2030 Peruntukan Tanah (Ha) Kaw.Perum Kepadatan Rendah Kaw. Perum Susun Kaw.Perum Kepadatan Sedang Kaw.Penyempurna Hijau Lindung Kaw.Perdagangan Kaw.Terbuka Biru Kaw.Jalur Hijau & Hutan Kota Kaw.Perum Kepadatan Tinggi Kaw.Perkantoran Pemerintahan Kaw.Perkantoran Swasta Kaw.Perkantoran Taman Kaw.Pemakaman Campuran Besar Campuran Kecil Pelayanan Umum/Sosial Kaw.Industri

Kaw.Taman

Olah Raga

No

Kelurahan

Total (Ha)

1 2 3 4 5

Bintaro Pertukangan Selatan Pesanggrahan Petukangan Utara Ulujami

0.64 144.72 119.55 32.00 99.66 97.92

79.57 43.10 42.69 0.21 0.73

22.25 8.70 10.77

7.95 0.19 0.80 0.57

23.84 14.06 10.63

4.09 5.04 0.93 0.74 10.72

12.33 11.48 10.91 5.11 17.37

8.04 5.27 7.25 2.17 5.03

5.44 8.98 4.25 6.83 3.56 0.12

13.21 4.19 10.97 3.66 6.02 0.01 0.36

27.55 6.05 9.82 2.69 16.59

349.62 228.02 151.73 121.43 162.10


III-228

4.85

6.66

0.35

1.97

1.79

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Kecamatan %
Sumber : Rencana 2009

0.64 493.85 170.20 0.01 4.88 1.68

0.21 0.00

0.73 0.01

48.37 0.48

9.85 0.10

50.49 0.50

12.59 0.12

0.00 0.00

10.72 0.11

57.20 0.56

27.76 0.27

29.05 0.29

0.12 0.00

38.04 0.38

0.37 0.00

62.70 1,012.90 0.62 10.00

Rencana

pengembangan

kegiatan

perindustrian

dibatasi,

sehingga

tidak

ada

Rencana

Komplek Petukangan Indah, Komplek Kodam Jaya, dan permukiman di sekitar Jl. Komplek IKPN, Komplek YRS, Perumahan Bintaro Jaya 1, Taman Bintaro, Puri pengembangan kawasan perumahan kepadatan sedang di Kecamatan

pengembangan kegiatan industri sebagai upaya pengendalian pemanfaatan ruang wilayah Kecamatan Pesanggrahan.

Kesadaran (Kelurahan Pesanggrahan) Palem Indah, Bukit Mas, dan Komplek Perdagangan (Kelurahan Bintaro) Pesanggrahan diarahkan pada : Jl. Emerald Raya (Kelurahan Ulujami) Perumahan Shangrilla Indah 1-2, Villa Pratama, Komplek Unilever (Kelurahan Perumahan Bintaro Permai, Pesanggrahan Indah dan Bumi Bintaro Permai Perumahan Bintaro Jaya 1, Komplek Depsos, Komplek Deplu dan Komplek

B.6.30.4 Budidaya Kawasan Permukiman


Bila dibandingkan dengan fungsi lain, permukiman merupakan jenis peruntukkan lahan yang paling banyak memanfaatkan/menyerap lahan di suatu wilayah, sehingga pengembangan area perumahan akan menentukan pola dan bentuk terbangun suatu wilayah dimasa yang akan datang. Kriteria untuk kawasan permukiman perkotaan adalah memperhitungkan kecenderungan perkembangan pembangunan permukiman perkotaan baru, memperhitungkan daya tampung perkembangan penduduk dan fasilitas dan prasarana yang dibutuhkan dengan mempertimbangkan kebijaksanaan yang ada. Rencana pengembangan kawasan permukiman berkepadatan tinggi direncanakan melalui cara rehabilitasi atau program dan perbaikan dan peningkatan kualitas lingkungan. Sedangkan untuk unit lingkungan permukiman yang berkepadatan sedang dan rendah dilakukan persiapan dengan pembangunan kawasan permukiman berskala besar pada lahan yang masih kosong. Daerah permukiman direncanakan menyebar di seluruh wilayah Kecamatan Pesanggrahan pada semua kelurahan baik dalam bentuk vertikal atau apartemen dan landed house dengan memperhatikan kebutuhan perumahan penduduk Kecamatan Pesanggrahan dimasa yang akan datang dengan memperhitungkan kecenderungan perkembangan dan aksesbilitas. Rencana pengembangan kawasan perumahan kepadatan tinggi di Kecamatan

Petukangan Selatan) (Kelurahan Pesanggrahan) Perdagangan (Kelurahan Bintaro) Rencana pengembangan kawasan perumahan kepadatan rendah tidak diarahkan di Kecamatan Pesanggrahan. Sedangkan rencana pengembangan kawasan perumahan susun di Kecamatan Pesanggrahan diarahkan pada Jl. Ciledug Raya (Kelurahan Petukangan Selatan).

B.6.30.5 Budidaya Fungsi Pelayanan Sosial


Fungsi ini merupakan pendukung aktifitas kawasan, sehingga fasilitas ini peruntukkannya disesuaikan dengan aktifitas pada tiap tiap pusat kegiatan. Fasilitas yang dialokasikan disini terdiri dari fasilitas pendidikan, kesehatan, peribadatan, olah raga/ruang terbuka yang merupakan fasilitas pendukung pemukiman.

Pesanggrahan diarahkan pada: Kelurahan Petukangan Utara Kelurahan Ulujami Perumahan Bumi Pesanggrahan Indah, Pulo Indah, Villa Pratama, Pesanggrahan

B.6.30.6 Kawasan Lindung


Pada kawasan ini dapat dibudidayakan untuk kegiatan masyarakat untuk kegiatan budidaya pertanian rakyat, papan penyuluhan dan peringatan serta rambu rambu pekerjaan, pemasangan rentangan kabel listrik, kabel telepon dan pipa air minum, penyelenggaraan kegiatan yang bersifat sosial, olahraga, pariwisata dan kemasyarakatan yang tidak
III-229

Permai (Kelurahan Petukangan Selatan)

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

menimbulkan dampak merugikan bagi kelestarian dan keamanan fungsi serta fisik sungai dan danau. Kawasan sempadan sungai ditentukan sekurang-kurangnya 100 meter di kiri kanan sungai besar dan 50 meter di kiri kanan anak sungai yang berada di luar permukiman. Sedangkan untuk sungai di kawasan permukiman berupa sempadan sungai yang diperkirakan cukup untuk dibangun jalan inspeksi antara 10 15 meter. Kawasan sempadan sungai di Kecamatan Pesanggrahan berada pada kawasan Kali Pesanggrahan.

demikian rencana pengembangan fasilitas kesehatan di Kecamatan Pesanggrahan lebih di utamakan untuk fasilitas kesehatan yang masih kurang dan diperlukan lagi penambahan lahan dan bangunan fasilas kesehatan. Untuk lebih jelasnya mengenai kebutuhan fasilitas kesehatan tahun 2030 di Kecamatan Pesanggrahan dapat dilihat pada table berikut..

B.6.31 Rencana Pengembangan Fasilitas Umum dan Sosial Kecamatan Pesangrahan B.6.31.1 Pendidikan
Rencana pengembangan fasilitas pendidikan di Kecamatan Pesanggrahan lebih di utamakan untuk fasilitas pendidikan yang masih kurang dan diperlukan lagi penambahan lahan dan bangunan fasilitas pendidikan. Rencana pengembangan fasilitas pendidikan di Kecamatan Pesanggrahan akan lebih diarahkan untuk tingkat TK, SD dan SMP yang berdasarkan analisis proyeksi fasilitas pendidikan tersebut jumlahnya masih kurang dan masih diperlukan penambahan beberapa fasilitas pendidikan. Untuk lebih jelasnya mengenai kebutuhan fasilitas pendidikan tahun 2030 di Kecamatan Pesanggrahan dapat dilihat pada table berikut. No 1 2 3 4 5 6 7 8 Tabel 6.24 Rencana Fasilitas Pendidikan Kecamatan Pesanggrahan Tahun 2030
No 1 2 3 4 TK SD SLTP SLTA Jumlah
Sumber : Rencana 2009

Tabel 6.25 Rencana Fasilitas Kesehatan Kecamatan Pesanggrahan Tahun 2030 Rincian Jenis Fasilitas Balai Pengobatan BKIA Rumah Bersalin Puskesmas Pembantu Puskesmas Rumah Sakit Wilayah Tempat Praktek Dokter Apotik Jumlah
Sumber : Rencana 2009

Standar Kebutuhan (Jiwa) 3,000 10,000 30,000 30,000 30,000 480,000 6,000 30,000

Luas Lahan (m2) 12,427 29,825 18,641 3,107 4,039 4,660 2,485 75,184

Kebutuhan Sarana (Unit) 62 19 6 6 6 0 31 6 137

Rincian Jenis Fasilitas

Standar Kebutuhan (Jiwa) 1,250 2,500 15,000 30,000

Luas Lahan (m) 25,351 223,689 49,709 29,825 328,574

Kebutuhan Sarana (Unit) 149 75 12 6 242

B.6.31.3 Peribadatan
Rencana pengembangan fasilitas peribadatan di Kecamatan Pesanggrahan lebih di utamakan untuk fasilitas peribadatan yang masih kurang dan diperlukan lagi penambahan lahan dan bangunan serta perbaikan fasilitas peribadatan. Rencana pengembangan fasilitas peribadatan di Kecamatan Pesanggrahan akan lebih diarahkan untuk fasilitas peribadatan pura yang berdasarkan analisis proyeksi fasilitas pendidikan tersebut jumlahnya masih kurang dan masih diperlukan penambahan sedangkan untuk fasilitas peribadatan lainnya hanya pada rencana perbaikan dan peremajaan. Untuk lebih jelasnya mengenai kebutuhan fasilitas peribadatan tahun 2030 di Kecamatan Pesanggrahan dapat dilihat pada table berikut.

B.6.31.2 Kesehatan
Rencana pengembangan fasilitas kesehatan di Kecamatan Pesanggrahan berdasarkan hasil analisis proyeksi fasilitas kesehatan yang masih kurang memadai jumlahnya, dengan

III-230

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Tabel 6.26 Rencana Fasilitas Peribadatan Kecamatan Pesanggrahan Tahun 2030


No 1 2 3 4 5 6 7 Rincian Jenis Fasilitas Gereja Katolik Gereja Protestan Mushalla Masjid Vihara Pura Kelenteng Jumlah
Sumber : Rencana 2009

Tabel 6.27 Rencana Intensitas Bangunan Kecamatan Pesanggrahan Tahun 2030


Kebutuhan Sarana (Unit) 3 3 62 6 3 3 3 84 3 Jl. Bintaro PermaiJl. Bintaro Raya (Kel. Bintaro dan Kel. Pesanggrahan) 2 Jl. RSC Veteran-Jl. Bintaro Raya (Kel. Bintaro) No. 1 Lokasi Jl. Ciledug Raya (Kel. Petukangan Utara dan Kel. Ulujami) Peruntukan Wisma dengan fasilitasnya Karya bangunan umum dengan fasilitasnya Wisma bangunan umum dengan fasilitasnya Suka umum dengan fasilitasya Wisma dengan fasilitasnya Karya bangunan umum dengan fasilitasnya Wisma bangunan umum dengan fasilitasnya Suka umum dengan fasilitasya Wisma dengan fasilitasnya Karya bangunan umum dengan fasilitasnya Wisma bangunan umum dengan fasilitasnya Suka umum dengan fasilitasya Karya Pemerintahan Ketinggian maks. (lantai) 2-3 2-4 2-3 2-3 2-3 2-3 2 2 2-3 2-4 2-3 2 2-3 2-4 2-4 2 2 KDB 40 50 50 40 40 50 50 40 40 50 50 40 40 50 50 40 40 KLB 1,2 3 2,4 1,6 1,2 3 2,4 1,6 1,2 3 2,4 1,6 1,6 2,4 3 1,2 1,6

Standar Kebutuhan (Jiwa) 60,000 60,000 3,000 30,000 60,000 60,000 60,000

Luas Lahan (m2) 1,000 1,000 18,641 12,427 1,000 1,000 1,000 36,068

B.6.32 Rencana Intensitas Pemanfaatan Ruang Kecamatan Pesangrahan


Rencana intensitas disesuaikan dengan kondisi lingkungan serta kebutuhan pengembangan, baik kebutuhan struktur kota maupun nilai ekonomis lahan pada penggal jalan tertentu. Rencana intensitas bangunan meliputi rencana ketinggian bangunan, KDB dan KLB. Untuk lebih jelasnya mengenai rencana intensitas bangunan Kecamatan Pesanggrahan tahun 2030 dapat dilihat pada Tabel 6.27
4

Jl. Arteri/Tol Lingkar Luar Wisma dengan fasilitasnya Barat Karya bangunan umum dengan fasilitasnya Wisma bangunan umum dengan fasilitasnya Suka umum dengan fasilitasya

Sumber : Rencana 2030

B.6.33 Arahan Pemanfaatan Ruang Kecamatan Pesangrahan

III-231

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Dalam mengaktualisasikan pendekatan pengembangan yang sedemikian rupa maka konsepkonsep pengembangan kecamatan yang dibuat dituangkan ke dalam rencana-rencana pengembangan dalam berbagai aspek meliputi pengembangan kependudukan, pengembangan aspek struktur dan pola pemanfaatan ruang, aspek sarana prasarana, pengembangan transportasi dan aspek lainnya. Selanjutnya dari rencana-rencana pengembangan ini dapat diturunkan ke dalam indikasi program pengembangan Kecamatan Pesanggrahan. Indikasi program pembangunan merupakan penjabaran kebijakan dan rencana pengembangan ruang yang telah ditentukan ke dalam program-program pembangunan yang akan menjadi acuan serta komitmen Pemerintah dalam melaksanakan pembangunan. Perumusan indikasi program ini tidak terlepas dari program-program yang telah disusun secara multisektoral dalam pengembangan Kecamatan Pesanggrahan ini. Dengan demikian, diharapkan fungsi indikasi program ini sebagai acuan instansi pusat, Pemerintah Daerah Propinsi dan Kecamatan Pesanggrahan dalam menyusun dan melaksanakan program lima tahunan dalam kurun waktu duapuluh tahun. Program-program dibawah ini pada dasarnya masih bersifat indikatif, yang diharapkan dapat memberikan indikasi bagi penyusunan program membangun sektoral serta pembangunan pada wilayah kecamatan yang diprioritaskan pembangunannya. Untuk lebih jelasnya mengenai indikasi program Kecamatan Pesanggrahan dalam tahun rencana 2010-2030 dapat dilihat pada Tabel 6.28

sub-sub pusat kegiatan dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Sesuai dengan hasil identifikasi serta kecenderungan struktur tata ruang masa depan yang akan terbentuk maka tujuan rencana rinci tata ruang Kecamatan Kebayoran Lama yaitu : a. b. c. Terselenggaranya pengaturan pemanfaatan ruang kawasan lindung dan kawasan Terwujudnya keterpaduan, keterikatan dan keseimbangan antar wilayah budi daya. kecamatan serta keserasian antar sektor. Tercapainya pemanfaatan ruang yang berkualitas untuk : Mewujudkan kehidupan masyarakat yang sejahtera lahir dan batin Mewujudkan keterpaduan dalam penggunaan sumberdaya alam Meningkatkan pemanfaatan sumberdaya alam dan sumberdaya buatan secara berhasil-guna dan tepat-guna untuk meningkatkan kualitas

berdaya-guna, d.

sumberdaya manusia Mewujudkan perlindungan fungsi ruang dan mencegah serta menanggulangi Mewujudkan keseimbangan kepentingan kesejahteraan dan keamanan Tersusunnya arahan lokasi investasi yang akan dilaksanakan pemerintah dan Tersusunnya arahan pelaksanaan pemanfaatan ruang dan merupakan dasar dampak negatif terhadap lingkungan

masyarakat.

e.

dalam mengeluarkan perijinan lokasi pembangunan.

B.6.34 Tujuan, Kebijakan dan Strategi Kebayoran Lama B.6.34.1 Tujuan


Rencana rinci tata ruang Kecamatan Kebayoran Lama merupakan wujud pemanfaatan ruang yang menggambarkan susunan lokasi pusat perdagangan jasa dan ikatan fungsi antar
Tabel 6.28 Indikasi Program Kecamatan Pesanggrahan
Aspek/Sektor I. Penataan Ruang A. Permukiman Pembangunan Baru Pembangunan Baru (Pembangunan Apartemen Murah Bersubsidi) - Peremajaan Permukiman Padat Jl.Amanah, Kel. Wijaya Kusuma Jl. Jelambar Selatan 2 dan Jl.Prof.DR.Latumenten, Kel.Jelambar Permukiman Padat Sekitar Waduk Grogol, Kel Grogol Kel.Tanjung Duren Selatan Kel.Grogol Kel.Jelambar Kel.Jelambar Baru APBD Pemkot. Jakarta Barat, Dinas Perumahan * * * * * APBD +APBN Pemkot. Jakarta Barat, Pemprov. DKI Jakarta Dep. PU, Kementerian Perumahan Rakyat * * * * * (Pembangunan Rumah Susun) Kegiatan/Program Lokasi Sumber Pembiayaan Instansi/Dinas Pelaksana Tahun Pelaksanaan 5th 3 4 5 ke II 5th ke III 5th ke IV

III-232

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Aspek/Sektor

Kegiatan/Program Perbaikan Lingkungan Penataan Pemeliharaan -

Lokasi Kel.Wijaya Kusuma Kel.Tanjung Duren Selatan Kel.Tomang Kel.Grogol Kel.Jelambar Kel.Jelambar Baru Kel.Wijaya Kusuma Kel.Tanjung Duren Utara Kel.Tomang Kel.Grogol Kel.Jelambar Kel.Jelambar Baru Kel.Wijaya Kusuma Kel.Tanjung Duren Utara Kel.Tanjung Duren Selatan Kel.Tomang Kel.Grogol Kel.Jelambar Kel.Jelambar Baru Kel.Wijaya Kusuma

Sumber Pembiayaan

Instansi/Dinas Pelaksana

1 *

2 *

Tahun Pelaksanaan 5th 3 4 5 ke II * * *

5th ke III

5th ke IV

APBD

Pemkot. Jakarta Barat, Dinas Perumahan

APBD

Pemkot. Jakarta Barat, Dinas Perumahan

APBD

Pemkot. Jakarta Barat, Dinas Perumahan

B. Perdagangan dan Jasa

Pengembangan dan Penataan Pemeliharaan

Kel.Tanjung Duren Utara Kel.Tanjung Duren Selatan Kel.Tomang Kel.Grogol Kel.Jelambar Kel.Jelambar Baru Kel.Wijaya Kusuma Persimpangan Tomang (Depan Mall Taman Anggrek), Jl.Kyai Tapa (Sisi Utara)

APBD

Pemkot. Jakarta Barat, Pemprov. DKI Jakarta, Swasta

Pembangunan Baru

C. Penyempurna Hijau

Penetapan dan Rehabilitasi

APBD

Pemkot. Jakarta Barat, Pemprov. DKI Jakarta, Dinas Pertamanan

II. Sarana Lingkungan A. Pendidikan

Pembangunan Baru Pemeliharaan

Sepanjang Kali Banjir Kanal Barat Sepanjang Rel KA Seluruh RTH yang Petamburan ada Di Kec.Grogol

APBD +APBN APBD

Pemkot. Jakarta Barat, Pemprov. DKI Jakarta, Dinas Pertamanan Pemkot. Jakarta Barat, Dinas Pertamanan

* *

* *

* * * * * * *

Pembangunan baru Perbaikan Pemeliharaan

Kel.Tanjung Duren Utara Kel.Tanjung Duren Selatan Kel.Tomang Kel.Grogol

APBD +APBN

Pemkot. Jakarta Barat, Pemprov. DKI Jakarta, Depdiknas

III-233

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Aspek/Sektor

Kegiatan/Program Kel.Jelambar

Lokasi

Sumber Pembiayaan

Instansi/Dinas Pelaksana

Tahun Pelaksanaan 5th 3 4 5 ke II

5th ke III

5th ke IV

Kel.Jelambar Baru Kel.Wijaya Kusuma Kel.Tanjung Duren Utara Kel.Tanjung Duren Selatan Kel.Tomang Kel.Grogol Kel.Jelambar Kel.Jelambar Baru Kel.Wijaya Kusuma Kel.Tanjung Duren Utara Kel.Tanjung Duren Selatan Kel.Tomang Kel.Grogol Kel.Jelambar Kel.Jelambar Baru Kel.Wijaya Kusuma Kel.Tanjung Duren Utara Kel.Tanjung Duren Selatan Kel.Tomang Kel.Grogol Kel.Jelambar Kel.Jelambar Baru Kel.Wijaya Kusuma APBD Pemkot. Jakarta Barat, Pemprov. DKI Jakarta * * * * * * * * APBD +APBN Pemkot. Jakarta Barat, Pemprov. DKI Jakarta, Dep. Kesehatan/Dinas Kesehatan * * * * * * * * APBD Pemkot. Jakarta Barat, Pemprov. DKI Jakarta * * * * * * * *

B. Peribadatan

Pembangunan baru Perbaikan Pemeliharaan

C. Kesehatan

Pembangunan baru Perbaikan Pemeliharaan

D. Olahraga

Pembangunan baru Perbaikan Pemeliharaan

III. Prasarana Lingkungan A. Jaringan Jalan Peningkatan Jalan Jl.S.Parman Jl.Tomang Raya Jl.Prof.DR.Latumenten Jl.Daan Mogot Jl.Kyai Tapa Jl.Tubagus Angke Jl.Tanjung Duren Raya Jl.Tanjung Duren Utara Jl.Arjuna Utara Jl.Tanjung Duren Timur Jl.Jelambar Baru Jl.Jelambar Selatan 2 Jl.Jelambar Utama 1 Jl.Jelambar Utama Sakti Jl.Amanah APBD +APBN Pemkot. Jakarta Barat, Pemprov. DKI Jakarta, Dep. PU * * * * * *

III-234

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Aspek/Sektor

Kegiatan/Program Pemeliharaan Rutin dan Jl.Indraloka 2

Lokasi

Sumber Pembiayaan

Instansi/Dinas Pelaksana

Tahun Pelaksanaan 5th 3 4 5 ke II

5th ke III

5th ke IV

Jl.DR.Muwardi Raya APBD +APBN Pemkot. Jakarta Barat, Pemprov. DKI Jakarta, Dep. PU APBD +APBN APBD Pemkot. Jakarta Barat, Pemprov. DKI Jakarta, Dep. PU Pemkot. Jakarta Barat, Pemprov. DKI Jakarta, Dephub DKI Jakarta * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *

Jl.DR.Susilo Raya Seluruh ruas - ruas jalan yang kondisinya sudah baik di Kec.Grogol Petamburan Seluruh jaringan jalan yang kondisinya masih kurang baik di Kec.Grogol Petamburan Terminal Bus Grogol

Berkala B. Transportasi Perbaikan Jaringan Jalan Pemindahan lokasi terminal

bus AKAP dari Terminal Bus Grogol ke Terminal Bus Rawa Buaya - Penertiban Terminal Bayangan Pengembangan Jalur Busway C. Pedestrian D. Peparkiran E. Drainase & Tata Air Penyediaan Pengembangan Perbaikan Penertiban Simpang Grogol Jl.S.Parman Jl.Daan Mogot Jl.Kyai Tapa APBD APBD APBD

Pemkot. Jakarta Barat, Dephub DKI Jakarta Pemkot. Jakarta Barat, Pemprov. DKI Jakarta, Dephub DKI Jakarta

* *

* *

Jl.Tomang Raya Seluruh jaringan jalan yang ada terutama pada jalan kolektor dan arteri di Kec.Grogol Petamburan Seluruh jaringan jalan kolektor dan arteri yang ada di Kec. Grogol Petamburan Seluruh jaringan drainase yang ada di Kec.Grogol Petamburan

Pemkot. Jakarta Barat, Pemprov. DKI Jakarta

APBD APBD

Pemkot. Jakarta Barat, Pemprov. DKI Jakarta Pemkot. Jakarta Barat, Dep. PU

* *

* *

* * * * * * *

- Penyediaan 1. Saluran Air/Drainase Peningkatan Perbaikan 2. Kali/Sungai Normalisasi Penataan Peningkatan Perbaikan

APBN +APBD Kali Banjir Kanal Barat Kali Grogol Kali Angke

Pemkot. Jakarta Barat, Pemprov. DKI Jakarta, Dep. PU

Pemeliharaan 3. Waduk F. Listrik Pembangunan Baru Peningkatan Perbaikan Pemeliharaan Penambahan/Perluasan Peningkatan Kualitas Waduk Jelambar Waduk Tomang Waduk Wijaya Kusuma

APBD

Pemkot. Jakarta Barat, Pemprov. DKI Jakarta, Dep. PU * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *

Waduk Grogol Seluruh jaringan listrik yang ada di Kec.Grogol Petamburan

APBN +APBD

Pemkot. Jakarta Barat, Pemprov. DKI Jakarta, PLN

Jaringan Pelayanan

III-235

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Aspek/Sektor G. Air Bersih H. Sampah

Kegiatan/Program Penambahan/Perluasan Peningkatan Kualitas Perbaikan Jaringan Pipa Air

Lokasi Seluruh jaringan Air Bersih yang ada di Kec.Grogol Petamburan

Sumber Pembiayaan APBD

Instansi/Dinas Pelaksana Pemkot. Jakarta Barat, Pemprov. DKI Jakarta, PDAM

1 *

2 *

Tahun Pelaksanaan 5th 3 4 5 ke II * * * *

5th ke III *

5th ke IV *

Jaringan

Bersih - Penambahan Armada Sampah Peningkatan Kapasitas TPS

Seluruh TPS yang ada di Kec.Grogol Petamburan

APBD

Pemkot. Jakarta Barat, Pemprov. DKI Jakarta, Dinas Kebersihan

B.6.34.2 Kebijakan
Kebijaksanaan umum Kecamatan Kebayoran Lama adalah meningkatkan lingkungan melalui perbaikan sarana dan prasarana ataupun melalui peremajaan daerah yang tidak teratur dengan potensi lahan yang tinggi. a. Kawasan Sempadan Sungai Kebijaksanaan pengelolaan kawasan sempadan sungai diarahkan sebagai bagian dari upaya persiapan reorientasi terhadap ketigabelas sungai yang melalui DKI Jakarta dalam program pengembangan kawasan sungai dan Program Kali Bersih. Pengelolaan kawasan sungai ini dimaksudkan untuk mengamankan pinggiran sungai, tidak terganggunya pengaliran air sungai oleh beban dari kawasan sekitar, dan meningkatkan nilai estetika sempadan sungai. b. Perumahan Penggunaan perumahan legih diarahkan kepada resettlement daerah-daerah hunian yang akan tergusur akibat pengembangan kegiatan lain, seperti perluasan dan lain sebagainya. Sedangkan pembangunan perumahan untuk masa mendatang dibatasi. Program perbaikan lingkungan perlu dilanjutkan. c. Sektor Perdagangan dan Jasa Pengembangan sentra-sentra tetap diutamakan Pengembangan ribbon dibatasi dan ditolerir hanya pada kelas jalan tertentu, yaitu kolektor keatas dan harus terjamin kelancaran lalu lintas dan penyediaan fasilitas parkir yang memadai. Peremajaan pasar harus memperhatikan kepentingan pedagang lama dan ekonomi lemah. d. Sektor Transportasi Beberapa ruas jalan tertentu perlu ditingkatkan kapasitasnya melalui program pelebaran jalan. Pengembangan jaringan jalan baru lebih diutamakan pada bagian utara dan selatan BWK Kecamatan Kebayoran Lama. e. Sektor Fasilitas Umum

Pencadangan lahan untuk pembangunan fasilitas umum harus dilakukan sedini mungkin. Mendorong pihak swasta untuk berperan serta dalam pembangunan fasilitas umum. Optimasi pada lokasi fasilitas umum yang telah ada dengan penambahan lokal. Pembangunan baru untuk memenuhi jumlah kebutuhan dan pencapaian target sesuai standar kecamatan. f. Sektor Air Minum Penambahan jaringan pelayanan air bersih / air minum PAM melalui pengembangan jaringan induk baru dan jaringan distribusi serta hidran umum. Penggunaan air yang melampaui batas harus dicegah. g. Sektor Sanitasi dan Sampah Pengadaan septick tank kelompok pada lokasi-lokasi perumahan yang dihuni oleh penduduk yang berpenghasilan rendah. Sistem perencanaan yang dipakai yaitu perencanaan yang diintegrasikan terhadap sistem sewerage. Meningkatkan kondisi MCK yang ada serta pengadaan baru sesuai kebutuhan lingkungan perumahan padat. Pengelolaan sampah dengan menyediakan container dan dipo-dipo sampah sesuai kebutuhan h. Sektor Banjir dan Drainase Melaksanakan normalisasi kali dan penambahan saluran mikro dan meningkatkan sistem makro drainase yang ada. Melaksanakan kegiatan vegetasi secara serentak. i. Sektor Utilitas Umum. Penambahan gardu-gardu listrik dan penambahan/peningkatan jaringan pelayanan listrik serta lampu-lampu penerangan jalan. Penambahan telepon umum pada lokasi-lokasi strategis. Koordinasi terpadu antara PLN, Telkom dan Pemda DKI Jakarta dalam perencanaan dan pelaksanaan pengadaan instalasi listrik, telepon dan gas. j. Sektor Ruang Terbuka Hijau Melaksanakan dan mencadangkan serta mengamankan ruang terbuka hijau sepanjang kali dan memanfaatkannya untuk taman dan hortikultura yang dapat dinikmati
III-236

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

masyarakat. Mengadakan penghijauan maksimum pada pekarangan-pekarangan individu melalui program penyuluhan pembinaan. Mengadakan penghijauan maksimum pada ROW (lebar badan jalan) arteri dan kolektor.

Pusat Kegiatan Sekunder a. b.


Mall Pondok Indah 1 dan 2 di Kelurahan Pondok Pinang dengan kegiatan ITC Cipulir Mas dan Pasar Grosir Cipulir di Kelurahan Cipulir dengan kegiatan Pondok Indah Plaza 1-2-3 di Kelurahan Pondok Pinang dengan kegiatan RS Pondok Indah di Kelurahan Pondok Pinang dengan kegiatan pelayanan

Pusat Kegiatan Sekunder di Kecamatan Kebayoran Lama adalah : pelayanan perdagangan.

B.6.34.3 Strategi
Strategi rencana rinci tata ruang Kecamatan Kebayoran Lama adalah : Meningkatkan peran dan fungsi serta menata pusat-pusat kegiatan yang sudah Memperbaiki dan merencanakan kawasan-kawasan yang cenderung kumuh Mempertahankan RTH yang sudah ada dan mengembalikan fungsi RTH berkembang. dengan membangun rumah susun beserta fasilitas-fasilitasnya. khususnya di bantaran sungai, pinggiran Jalan Rel kereta api yang dijadikan permukiman kumuh. Merealisasikan pembangunan sarana dan prasarana yang mampu meningkatkankapasitas perdagangan dan jasa . Merealisasikan pembangunan jalan lingkungan di dalam lingkungan yang telah berkembang guna menyediakan ruang perumahan kota yang dapat menampung perkembangan penduduk.

pelayanan perdagangan.

c. d.

pelayanan perdagangan. kesehatan. e. Permata Senayan di Kelurahan Grogol Selatan dengan kegiatan pelayanan perdagangan f. ITC Permata Hijau di Kelurahan Grogol Utara dengan kegiatan pelayanan perdagangan

Pusat Kegiatan Tersier a.


Carrefour di Kelurahan Pondok Pinang dengan kegiatan pelayanan perdagangan. Pondok Pinang Centre di Kelurahan Pondok Pinang dengan kegiatan pelayanan Pasar Kebayoran Indah di Kelurahan Cipulir dengan kegiatan pelayanan Pasar Pondok Indah di Kelurahan Pondok Pinang dengan kegiatan pelayanan Kantor Camat Kebayoran Lama di Kelurahan Kebayoran Lama Selatan dengan

Pusat Kegiatan Tersier di Kecamatan Kebayoran Lama adalah :

B.6.35 Rencana Pengelolaan Kependudukan Kebayoran Lama


Rencana pengelolaan kependudukan di Kecamatan Kebayoran Lama direncanakan tersebar di seluruh wilayah, yaitu utara, tengah dan selatan. Pada wilayah tersebut akan direncanakan pembangunan wisma dengan klasifikasi wisma kecil, wisma sedang, wisma besar, wisma taman, wisma susun, wisma susun taman taman dan wisma flat. Dengan penyediaan wisma beserta fasilitas pendukungnya, diharapkan kebutuhan masyarakat akan terpenuhi. Kecamatan Kebayoran Lama diharapkan dapat menampung penduduk sebanyak 421.182 jiwa.

b.
c. d.

perdagangan. perdagangan. perdagangan.

e.

kegiatan pelayanan pemerintahan

B.6.36 Rencana Struktur Ruang Kebayoran Lama


Struktur pusat pelayanan Kecamatan Kebayoran Lama disusun berdasarkan sistem pusat-pusat yang telah ditetapkan dalam skala pelayanan tingkat primer, sekunder, tersier dan sub tersier.

a. b.

Pusat Kegiatan Subtersier


Sentra Arturi Mas di Kelurahan Kebayoran Lama Selatan dengan kegiatan Ruko Pondok Indah di Kelurahan Pondok Pinang dengan kegiatan pelayanan

Pusat Kegiatan Subtersier di Kecamatan Pasar Minggu adalah : pelayanan perdagangan dan jasa. perdagangan dan jasa.

Pusat Kegiatan Primer

Pusat Kegiatan Primer di Kecamatan Kebayoran Lama ialah Pasar Kebayoran Lama di Kelurahan Grogol Selatan yang berfungsi sebagai Sistem Pusat Kegiatan Penunjang pembentuk struktur ruang.

III-237

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

c. d.

Pasar Inpres di Kelurahan Grogol Selatan dengan kegiatan pelayanan Kantor Lurah Pondok Pinang dengan kegaiatan pelayanan pemerintahan Kantor Lurah Kebayoran Lama Selatan dengan kegaiatan pelayanan

memperhatikan jaringan yang sudah ada dan peningkatan kebutuhan akibat pertambahan penduduk dan kegiatan.

perdagangan dan jasa.

e. f. g. h. i.

B.6.38.1 Air Bersih


Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, kebutuhan air bersih di Kecamatan Kebayoran Lama pada tahun 2030 berjumlah 73.706.850 liter per hari dimana jumlah tersebut dihitung berdasarkan kebutuhan pada kawasan permukiman. Pengembangan sumber air dan air bersih di Kecamatan Kebayoran Lama diantaranya adalah : Perluasan jaringan pelayanan air bersih melalui peningkatan kegiatan pendistribusian dan penyediaan hidrant umum di lokasi yang belum terlayani air bersih,

pemerintahan Kantor Lurah Kebayoran Lama Utara dengan kegaiatan pelayanan pemerintahan Kantor Lurah Cipulir dengan kegaiatan pelayanan pemerintahan Kantor Lurah Grogol Selatan dengan kegaiatan pelayanan pemerintahan Kantor Lurah Grogol Utara dengan kegaiatan pelayanan pemerintahan

B.6.37 Rencana Transportasi Kecamatan Kebayoran Lama


Seluruh wilayah Kecamatan Kebayoran Lama direncanakan akan terlayani jaringan jalan, hal ini dilakukan agar seluruh masyarakat dapat melakukan perpindahan keluar atau masuk wilayah kecamatan dengan mudah. Kondisi eksisting 2008 jaringan jalan di Kecamatan Kebayoran Lama cukup dapat melayani seluruh masyarakat Kecamatan Kebayoran Lama, namun diperlukan beberapa penambahan ruas jalan dan pelebaran jalan sehingga diharapkan dapat mengatasi permasalahan lalu lintas. Tabel berikut menunjukkan rencana pengembangan jaringan jalan di Kecamatan Kebayoran Lama.

terutama pada kawasan yang padat penduduk Pembatasan pengambilan air tanah dangkal di kawasan permukiman secara bertahap;

Pelarangan pengambilan air tanah dalam di zona kritis air tanah; Perluasan kawasan resapan air melalui penambahan ruang terbuka hijau; Pencegahan peresapan air limbah ke dalam tanah dan pencemaran sumber-

sumber air

B.6.38.2 Drainase
Sistem jaringan drainase dan pengendalian banjir yang terdapat di Kecamatan Kecamatan Tabel 6.29 Rencana Pengembangan Jaringan Jalan Kecamatan Kebayoran Lama
Nama Jalan Jalan Kebayoran Lama Raya Jalan Letjen Supeno Jalan Ciledug Raya Jalan Teuku Nyak Arief Jalan Simpruk Golf 2 Jalan Hang Lekir 1 Jalan Sultan Iskandar Syah Muda Jalan Ciputat Raya Jalan Bintaro Raya Sumber : Rencana, 2009 Fungsi Jalan Jalan Arteri Primer Jalan Arteri Primer Jalan Arteri Primer Jalan Arteri Primer Jalan Arteri Primer Jalan Arteri Primer Jalan Arteri Primer Jalan Arteri Sekunder Jalan Arteri Sekunder ROW Eksisting (meter) 17 34 18 25 14 12 24 13 12 ROW Rencana (meter) 18 47 26 47 20 20 30 15 18

Kebayoran Lama yaitu kali pesanggrahan dan kali grogol. Pengembangan drainase di Kecamatan Kebayoran Lama dapat dilakukan dengan cara normalisasi saluran drainase primer agar lebih memadai, pembuatan jalur hijau sepanjang saluran drainase serta pengerukan sampah di dasar sungai.

B.6.38.3 Limbah
Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, produksi air limbah/kotor di Kecamatan Kecamatan Kebayoran Lama ialah sebesar 29.061,56 liter per hari. Rencana sistem pembuangan air limbah di Kecamatan Kebayoran Lama ialah sistem on-site (cubluk, septic tank).

B.6.38.4 Listrik B.6.38 Rencana Pengembangan Utilitas Kecamatan Kebayoran Lama


Utilitas kota yang direncanakan terdiri dari air bersih, drainase, limbah air kotor, persampahan, listrik, dan telekomunikasi. Pengembangan jaringan utilitas kota tersebut dilakukan dengan Arahan pengembangan jaringan listrik di Kecamatan Kebayoran Lama adalah: 1. Memperbaiki jaringan listrik yang ada Meningkatkan daya transmisi yang sudah ada
III-238

2.

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

3. 4. 5. 6.

Mencegah kebocoran atau kebakaran listrik dengan mendistribusikan kabel-kabel Menempatkan gardu-gardu listrik secara terpadu dengan sektor lain, serta Menempatkan jaringan listrik sesuai dengan jaringan jalan dan untuk keamanan

Kelurahan Grogol Selatan, Kebayoran Lama Utara, Kebayoran Lama Selatan, dan Kelurahan Cipulir sebagian besar merupakan wisma sedang dan terdapat beberapa wisma besar. Pada beberapa lokasi di Kelurahan Grogol Utara, Grogol Selatan dan Pondok Pinang juga direncanakan pembangunan wisma susun, wisma susun taman, serta wisma flat.

PLN dengan kabel isolasi mempertimbangkan segi estetika lingkungan pembangunan jalan baru sebaiknya ditempatkan di bawah tanah Menambah jaringan listrik hingga dapat melayani wilayah yang pada kondisi eksisting 2008 belum terlayani listrik

B.6.39.2 Perdagangan
Kawasan perdagangan yang direncanakan dikembangkan di Kecamatan Kebayoran Lama umumnya merupakan pelayanan tingkat kota, dimana selain untuk melayani masyarakat Kecamatan Kebayoran Lama sendiri umumnya pengunjung berasal dari luar wilayah kecamatan. Kawasan perdagangan yang akan dikembangkan berupa wisma dagang (ruko) yang berada pada lokasi sepanjang jalan Ciledug Raya, Ciputat Raya, dan jalan Sultan Iskandar Muda, serta fasilitas perdagangan besar seperti mall/plaza. Kawasan perdagangan tersebut perlu dibatasi pertumbuhannya dan diperbaiki fasilitas parkir dan pejalan kaki sehingga tidak memunculkan permasalahan terutama kemacetan akibat tingginya bangkitan.

B.6.38.5 Telekomunikasi
Arahan rencana pengembangan jaringan telekomunikasi di Kecamatan Kebayoran Lama adalah : a. b. Pengembangan sistem pelayanan telekomunikasi melalui penerapan teknologi Pembangunan jaringan telekomunikasi baru pada kawasan pemukiman padat, telekomunikasi yang memadai dengan tujuan untuk memfasilitasi masyarakat dalam melakukan aktifitas bersosial.

B.6.39.3 Ruang Terbuka Hijau


Ruang terbuka hijau yang akan dikembangkan di Kecamatan Kebayoran Lama adalah penyempurna hijau makam di TPU Tanah Kusir, serta penyempurna hijau umum Bukit Golf Pondok Indah, Bukit Golf Senayan, dan tepi kali pesanggrahan. Ruang terbuka hijau yang ada saat ini harus dipertahankan dan tidak boleh diganti peruntukkannya.

c.

Menciptakan jaringan telekomunikasi yang aman dan menjaga struktur

lingkungan kota di Kecamatan Kebayoran Lama

B.6.39 Rencana Pola Ruang Kecamatan Kebayoran Lama


Pola Ruang Kecamatan Kebayoran Lama direncanakan menjadi kawasan wisma atau perumahan dengan intensitas ruang sedang sampai tinggi. Hal ini dikarenakan lokasi kecamatan yang dekat dengan pusat kota sehingga menjadi daerah yang ramai dan menarik bagi masyarakat Jakarta. Untuk kawasan sepanjang jalan raya arteri maupun kolektor yang berada di Kecamatan Kebayoran Lama dikembangkan untuk menjadi kawasan komersial baik itu wisma dagang maupun fasilitas perdagangan lainnya. Hampir seluruh bagian wilayah Kecamatan Kebayoran Lama direncanakan menjadi kawasan wisma atau perumahan. Untuk wilayah utara dan selatan, wisma yang direncanakan yaitu klasifikasi wisma besar, sementara untuk wilayah tengah direncanakan untuk klasifikasi wisma sedang. Fungsi lain yang direncanakan pada Kecamatan Kebayoran Lama ialah perdagangan atau komersial yang direncanakan tersebar di sepanjang jalan raya baik berupa wisma dagang (ruko) atau fasilitas perdagangan mall/plaza.

B.6.40 Rencana Pengembangan Fasilitas Umum dan Sosial Kecamatan Kebayoran Lama
Rencana pengembangan fasilitas umum dan fasilitas sosial di Kecamatan Kebayoran Lama akan disesuaikan berdasarkan analisis kebutuhan daya tampung kecamatan. Fasilitas umum dan fasilitas sosial tersebut berupa pendidikan, kesehatan, peribadatan, olahraga, serta fasilitas pengendali bencana.

B.6.40.1 Pendidikan
Perhitungan jumlah penduduk Kecamatan Kebayoran Lama berdasarkan daya tampung pada tahun 2030 ialah sebesar 421.182 jiwa. Dengan jumlah tersebut dan menggunakan standar penyediaan fasilitas pendidikan, maka diperoleh jumlah kebutuhan fasilitas pendidikan seperti yang terlihat pada Tabel berikut, yaitu sebanyak 337 unit untuk Taman Kanak-kanak (TK), 168 unit untuk Sekolah Dasar (SD), 28 unit untuk Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), 14 unit untuk Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA), serta 14 unit perpustakaan.
III-239

B.6.39.1 Perumahan
Kawasan perumahan akan dikembangkan di hampir seluruh kelurahan yang terdapat di Kecamatan Kebayoran Lama. Perumahan yang dikembangkan di Kelurahan Grogol Utara dan Kelurahan Pondok Pinang sebagian besar merupakan wisma besar, sementara pada

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Tabel 6.30 Jumlah Kebutuhan Fasilitas Pendidikan Tahun 2030


No 1 2 3 4 5 6 Jenis Fasilitas TK SD SLTP SLTA Tempat Kursus Perpustakaan Eksisting 2006 70 100 31 36 49 Kebutuhan 2030 337 168 28 14 14

B.6.40.3 Peribadatan
Perhitungan jumlah penduduk Kecamatan Kebayoran Lama berdasarkan daya tampung pada tahun 2030 ialah sebesar 421.182 jiwa. Dengan jumlah tersebut dan menggunakan standar penyediaan fasilitas peribadatan, maka diperoleh jumlah kebutuhan fasilitas peribadatan seperti yang terlihat pada Tabel berikut, yaitu mushala sebanyak 140 unit, masjid 14 unit, masjid kecamatan 2 unit, gereja katolik 7 unit, gereja 7 unit, vihara 7 unit, pura 7 unit, serta kelenteng 7 unit. Tabel 6.32 Jumlah Kebutuhan Fasilitas Peribadatan Tahun 2030
No 1 2 3 4 5 6. 7. 8 Jenis Fasilitas Mushala Masjid Masjid Kecamatan Gereja Katolik Gereja Vihara Pura Kelenteng Eksisting 2006 163 84 12 3 Kebutuhan 2030 140 14 2 7 7 7 7 7

Sumber : Rencana, 2009

Berdasarkan perbandingan antara perhitungan kebutuhan fasilitas pendidikan tahun 2030 dengan kondisi eksisting, maka dapat diketahui bahwa fasilitas pendidikan berupa SLTP dan SLTA yang ada saat ini telah cukup untuk mengakomodasi kebutuhan pendidikan masyarakat, sementara untuk fasilitas pendidikan berupa TK dan SD masih dirasakan kurang masing-masing sebesar 267 unit dan 68 unit.

B.6.40.2 Kesehatan
Perhitungan jumlah penduduk Kecamatan Kebayoran Lama berdasarkan daya tampung pada tahun 2030 ialah sebesar 421.182 jiwa. Dengan jumlah tersebut dan menggunakan standar penyediaan fasilitas kesehatan, maka diperoleh jumlah kebutuhan fasilitas kesehatan seperti yang terlihat pada Tabel berikut, yaitu balai pengobatan sebanyak 140 unit balai pengobatan, 14 unit rumah bersalin, 14 unit puskesmas, 14 unit apotik, serta 2 unit puskesmas kecamatan. Tabel 6.31 Jumlah Kebutuhan Fasilitas Kesehatan Tahun 2030
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Jenis Fasilitas Rumah Sakit Puskesmas Puskesmas Kecamatan Posyandu Dokter Praktek Lainnya Balai Pengobatan Rumah Bersalin Apotik Eksisting 2006 5 9 107 73 94 Kebutuhan 2030 14 2 140 14 14

Sumber : Rencana, 2009

Berdasarkan perbandingan antara perhitungan kebutuhan fasilitas peribadatan tahun 2030 dengan kondisi eksisting, maka fasilitas peribadatan yang terdapat saat ini telah sesuai dengan kebutuhan untuk fasilitas ibadah berupa mushala, masjid, dan gereja. Sementara untuk fasilitas ibadah lainnya seperti vihara, pura, maupun kelenteng belum sesuai dengan kebutuhan.

B.6.40.4 Olahraga
Perhitungan jumlah penduduk Kecamatan Kebayoran Lama berdasarkan daya tampung pada tahun 2030 ialah sebesar 421.182 jiwa. Dengan jumlah tersebut dan menggunakan standar penyediaan fasilitas olahraga, maka diperoleh jumlah kebutuhan fasilitas olahraga seperti yang terlihat pada Tabel V-6 yaitu tempat bermain berjumlah 1.684 unit, 140 unit lapangan olahraga, 14 unit kolam renang, serta 14 unit gedung olahraga. Tabel 6.33 Jumlah Kebutuhan Fasilitas Olahraga Tahun 2030
No 1 2 Jenis Fasilitas Tempat Bermain Lapangan Sepakbola Eksisting 2006 8 Kebutuhan 2030 1.684 140 III-240

Sumber : Rencana, 2009

Berdasarkan perbandingan antara perhitungan dengan kondisi eksisting fasilitas kesehatan, maka dapat diketahui bahwa fasilitas kesehatan yang terdapat di Kecamatan Kebayoran Lama saat ini telah mencukupi kebutuhan penduduk, bahkan untuk fasilitas kesehatan berupa rumah sakit telah tersedia melebihi standar kebutuhan penduduk di kecamatan ini.

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

No 3 4 5 6 7 8

Jenis Fasilitas Lapangan Bulutangkis Lapangan Tenis Lapangan Voli Kolam Renang Gedung Olahraga Lainnya

Eksisting 2006 100 31 55 3 1

Kebutuhan 2030

utara, tengah dan selatan. Untuk wilayah yang direncanakan sebagai kawasan wisma memiliki KDB 50% dengan ketinggian bangunan maksimal 2 lantai, sementara untuk wisma susun taman direncanakan KDB 20% dengan ketinggian bangunan 15 lantai.

14 14 -

B.6.43 Arahan Pemanfaatan Ruang Kecamatan Kebayoran Lama


Dalam mengaktualisasikan pendekatan pengembangan yang sedemikian rupa maka konsepkonsep pengembangan kecamatan yang dibuat dituangkan ke dalam rencana-rencana pengembangan dalam berbagai aspek meliputi pengembangan kependudukan, pengembangan aspek struktur dan pola pemanfaatan ruang, aspek sarana prasarana, pengembangan transportasi dan aspek lainnya. Selanjutnya dari rencana-rencana pengembangan ini dapat diturunkan ke dalam indikasi program pengembangan Kecamatan Kebayoran Lama. Indikasi program pembangunan merupakan penjabaran kebijakan dan rencana pengembangan

Sumber : Rencana, 2009

Jika dibandingkan antara kondisi eksisting dengan kebutuhan fasilitas olahraga di Kecamatan Kebayoran Lama, maka saat ini fasilitas tersebut telah cukup mengakomodasi kebutuhan masyarakat. Namun untuk fasilitas olahraga berupa kolam renang dan gedung olahraga belum sesuai dengan standar kebutuhan yaitu 14 unit kolam renang dan 3 unit gedung olahraga.

B.6.40.5 Pengendali Bencana


Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, maka untuk Kecamatan Kebayoran Lama direncanakan beberapa sistem pengendali bencana meliputi banjir dan kebakaran, yaitu berupa : 1. 2. 3. 4. 5. Perbaikan daerah sempadan sungai melalui penghijauan. Peningkatan kapasitas danau dan sungai. Perbaikan saluran air yang tertutup perkerasan serta membuat saluran air baru Sebaran distribusi sarana dan prasana kebakaran pada setiap kelurahan. Perbaikan lingkungan berupa pelebaran jalan lingkungan sehingga

ruang yang telah ditentukan ke dalam program-program pembangunan yang akan menjadi acuan serta komitmen Pemerintah dalam melaksanakan pembangunan. Perumusan indikasi program ini tidak terlepas dari program-program yang telah disusun oleh secara multisektoral dalam pengembangan Kecamatan Kebayoran Lama ini. Dengan demikian, diharapkan fungsi indikasi program ini sebagai acuan instansi pusat, Pemerintah Daerah Propinsi dan Kecamatan Kebayoran Lama dalam menyusun dan melaksanakan program lima tahunan dalam kurun waktu duapuluh tahun. Program-program dibawah ini pada dasarnya masih bersifat indikatif, yang diharapkan dapat memberikan indikasi bagi penyusunan program membangun sektoral serta pembangunan pada wilayah kecamatan yang diprioritaskan pembangunannya.

pada lokasi-lokasi yang belum memiliki saluran air.

mempermudah evakuasi ketika terjadi kebakaran.

B.6.44 Tujuan, Kebijakan dan Strategi Kecamatan Kebayoran Baru B.6.44.1 Tujuan
Rencana rinci tata ruang Kecamatan Kebayoran Baru merupakan wujud pemanfaatan ruang yang menggambarkan susunan lokasi pusat perdagangan jasa dan ikatan fungsi antar subsub pusat kegiatan dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Sesuai dengan hasil identifikasi serta kecenderungan struktur tata ruang masa depan yang akan terbentuk maka tujuan rencana rinci tata ruang Kecamatan Kebayoran Baru yaitu : a. b. Terselenggaranya pengaturan pemanfaatan ruang kawasan lindung dan kawasan Terwujudnya Terwujudnya keterpaduan, keterikatan dan keseimbangan antar wilayah budi daya. kecamatan serta keserasian antar sektor. c. rencana tata ruang mempertimbangkan aspek optimalisasi pemanfaatan ruang yang ada, serta memperhatikan kemungkinan-kemungkinan
III-241

B.6.41 Penetapan Pengembangan Kawasan Strategis Kecamatan Kebayoran Lama


Pengembangan kawasan strategis di Kecamatan Kebayoran Lama ditentukan berdasarkan peranan dan fungsi strategis bagi pengembangan kegiatan ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan kota. Berdasarkan RDTR Propinsi DKI Jakarta tahun 2030 pada tingkatan Kotamadya Jakarta Selatan khususnya Kecamatan Kebayoran Lama ditentukan sebagai kawasan strategis yang diarahkan pada pengembangan kawasan Cipulir dan kawasan Kebayoran Lama sebagai pusat perdagangan dan jasa, dan pertumbuhan ekonomi prospektif.

B.6.42 Rencana Intensitas Pemanfaatan Ruang Kecamatan Kebayoran Lama


Berdasarkan pola ruang yang telah direncanakan, maka intensitas pemanfaatan ruang yang direncanakan adalah dengan membagi Kecamatan Kebayoran Lama menjadi tiga wilayah, yaitu

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

pemanfaatan ruang bawah tanah pada bagian-bagian tertentu di wilayah Kecamatan Kebayoran Baru. d. Tercapainya pemanfaatan ruang yang berkualitas untuk : Mewujudkan kehidupan masyarakat yang sejahtera lahir dan batin Mewujudkan keterpaduan dalam penggunaan sumberdaya alam Meningkatkan pemanfaatan sumberdaya alam dan sumberdaya buatan secara berhasil-guna dan tepat-guna untuk meningkatkan kualitas

terganggunya pengaliran air sungai oleh beban dari kawasan sekitar, dan meningkatkan nilai estetika sempadan sungai. b. Perumahan Penggunaan perumahan legih diarahkan kepada resettlement daerah-daerah hunian yang akan tergusur akibat pengembangan kegiatan lain, seperti perluasan dan lain sebagainya. Sedangkan pembangunan perumahan untuk masa mendatang dibatasi. Program perbaikan lingkungan perlu dilanjutkan. c. Sektor Perdagangan dan Jasa Pengembangan sentra-sentra tetap diutamakan. Pengembangan ribbon dibatasi dan ditolerir hanya pada kelas jalan tertentu, yaitu kolektor keatas dan harus terjamin kelancaran lalu lintas dan penyediaan fasilitas parkir yang memadai. Peremajaan pasar harus memperhatikan kepentingan pedagang lama dan ekonomi lemah. d. Sektor Transportasi Beberapa ruas jalan tertentu perlu ditingkatkan kapasitasnya melalui program pelebaran jalan. Pengembangan jaringan jalan baru lebih diutamakan pada bagian utara dan selatan BWK Kecamatan Kebayoran Baru. e. Sektor Fasilitas Umum Pencadangan lahan untuk pembangunan fasilitas umum harus dilakukan sedini mungkin. Mendorong pihak swasta untuk berperan serta dalam pembangunan fasilitas umum.Optimasi pada lokasi fasilitas umum yang telah ada dengan penambahan lokal. Pembangunan baru untuk memenuhi jumlah kebutuhan dan pencapaian target sesuai standar kecamatan. f. Sektor Air Minum Penambahan jaringan pelayanan air bersih / air minum PAM melalui pengembangan jaringan induk baru dan jaringan distribusi serta hidran umum. Penggunaan air yang melampaui batas harus dicegah.

berdaya-guna, e. f.

sumberdaya manusia Mewujudkan perlindungan fungsi ruang dan mencegah serta menanggulangi Mewujudkan keseimbangan kepentingan kesejahteraan dan keamanan Tersusunnya arahan lokasi investasi yang akan dilaksanakan pemerintah dan Tersusunnya arahan pelaksanaan pemanfaatan ruang dan merupakan dasar dampak negatif terhadap lingkungan

masyarakat. dalam mengeluarkan perijinan lokasi pembangunan.

B.6.44.2 Kebijakan
Kebijaksanaan umum Kecamatan Kebayoran Baru adalah meningkatkan lingkungan melalui perbaikan sarana dan prasarana ataupun melalui peremajaan daerah yang tidak teratur dengan potensi lahan yang tinggi. Kebijakan sektoral Kecamatan Kabayoran Baru meliputi : a. Kawasan Sempadan Sungai Kebijaksanaan pengelolaan kawasan sempadan sungai diarahkan sebagai bagian dari upaya persiapan reorientasi terhadap ketigabelas sungai yang melalui DKI Jakarta dalam program pengembangan kawasan sungai dan Program Kali Bersih. Pengelolaan kawasan sungai ini dimaksudkan untuk mengamankan pinggiran sungai, tidak

Tabel 6.34 Indikasi Program Kecamatan Kebayoran Lama


TAHUN IMPLEMENTASI NO I PROGRAM STRUKTUR RUANG A. Permukiman Penataan permukiman dengan perbaikan lingkungan Mengembangkan kawasan permukiman baru Kecamatan Kebayoran Lama Kecamatan Kebayoran Lama X X X X X X X Swasta, DTK KEGIATAN LOKASI 5 Th I 5 Th II 5 Th III 5 Th IV SUMBER DANA PIHAK TERKAIT

III-242

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

TAHUN IMPLEMENTASI NO PROGRAM KEGIATAN LOKASI 5 Th I Mempertahankan kawasan permukiman yang teratur Pengendalian pembangunan permukiman Pembangunan perumahan vertical (wisma susun/apartemen) Bantuan Rehabilitasi Permukiman Kumuh B. Ruang Terbuka Hijau Peningkatan penghijauan pada jalur jalan antara lain di sepanjang jalan tol, Jalan Arteri serta di sepanjang daerah aliran sungai yang menjorok ke dalam kota Peningkatan Penyempurna Hijau Makam (Phm) Peningkatan Penyempurna Hijau Taman (Pht), Penyempurna Hijau Rekreasi (Phr) dan Penyempurna Hijau Umum (Phu) C. Komersial/Jasa/Perka ntoran Peningkatan kawasan perdagangan Peningkatan kawasan perkantoran dan jasa II FASILITAS UMUM DAN SOSIAL A. Pendidikan Pembangunan dan pemeliharaan sarana dan sarana pendidikan pra sekolah, SD/MI, SLTP, SLTA Penambahan fasilitas pendidikan berupa TK,SD, SLTP dan SLTA. B. Kesehatan Peningkatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana kesehatan yang sudah ada. Penambahan fasilitas kesehatan berupa balai pengobatan, puskesmas serta rumah sakit Peningkatan kawasan sehat/bersih. III TRANSPORTASI Pengembangan Sistem Transportasi Perbaikan ruas-ruas jalan yang kondisinya rusak Pembangunan fasilitas, sarana dan prasarana transportasi yang terpadu dengan sistem angkutan umum Pengembangan angkutan transportasi massal Peningkatan Kualitas Jalan dan Jembatan Akses Ke Jalan-jalan utama IV PENGEMBANGAN UTILITAS DASAR A. Air Bersih Peningkatan Kuantitas dan Kualitas Jaringan Air Bersih di semua kelurahan Kerjasama dengan Swasta untuk Pengembangan Sumber Air Bersih Pembangunan dan pemeliharaan Jaringan Sistem Sanitasi Mendorong pembangunan Jaringan Sistem Sanitasi Komunal pada pusat-pusat kegiatan Semua kelurahan Kecamatan Kebayoran Lama Semua kelurahan Kecamatan Kebayoran Lama X X X X X X X X X X X X X X Kecamatan Kebayoran Lama Kecamatan Kebayoran Lama Kecamatan Kebayoran Lama Kecamatan Kebayoran Lama X X X X X X X X X X X X X X X Semua Kelurahan Kecamatan Kebayoran Lama Semua kelurahan Kecamatan Kebayoran Lama Semua kelurahan X X X X X X X X X X X X X X X X X X Semua kelurahan Bukit Golf Pondok Indah, Bukit Golf Senayan, tepi kali pesanggrahan TPU Tanah Kusir Semua Kelurahan Jl. Ciledug Raya, Jl. Ciputat Raya, dan Jl. Sultan Iskandar Muda Sepanjang Jalan Arteri X X X X X X X X X X X X X X X X Kecamatan Kebayoran Lama Kecamatan Kebayoran Lama 5 Th II X X 5 Th III X X 5 Th IV X X

SUMBER DANA APBD APBD DTK DTK

PIHAK TERKAIT

APBD APBD APBD APBD

Dinas Pekerjaan Umum Propinsi DKI dan Jak-Tim, Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI dan Jak-Tim Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI dan Jak-Tim Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI dan Jak-Tim Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI dan Jak-Tim Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI dan Jak-Tim

X X

X X

X X

APBD, Swasta APBD, Swasta APBD, Swasta APBD, Swasta

Dinas Pendidikan Propinsi DKI dan Jak-Tim Dinas Pendidikan Propinsi DKI dan Jak-Tim Dinas Kesehatan Propinsi DKI dan Jak-Tim Dinas Kesehatan Propinsi DKI dan Jak-Tim Dinas Kesehatan Propinsi DKI dan Jak-Tim Dinas Pekerjaan Umum Propinsi DKI dan Jak-Tim Dinas Pekerjaan Umum Propinsi DKI dan Jak-Tim, Dinas Perhubungan DKI Dinas Perhubungan DKI Dinas Pekerjaan Umum Propinsi DKI dan Jak-Tim, Dinas Pekerjaan Umum Propinsi DKI dan Jak-Tim, Dinas Pekerjaan Umum Propinsi DKI dan Jak-Tim, Dinas Pekerjaan Umum Propinsi DKI dan Jak-Tim, Dinas Pekerjaan Umum Propinsi DKI dan Jak-Tim,

APBD APBN/APBD APBN/APBD APBD

APBD APBD/Swast a APBD APBD

B. Air Limbah

III-243

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

TAHUN IMPLEMENTASI NO PROGRAM C. Jaringan Listrik D. Jaringan Drainase KEGIATAN Peningkatan Jaringan Listrik Pengembangan dan pemeliharaan Jaringan Drainase Perkotaan Peningkatan Kapasitas Drainase Mikro yaitu Kali Sunter Penataan Ruang Kawasan sekitar DAS dan normalisasi sungai E. Jaringan Telekomunikasi F. Jaringan Persampahan Pengembangan jaringan telekomunikasi terutama bagi wilayah yang belum terlayani Pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) LOKASI 5 Th I Kecamatan Kebayoran Lama Semua kelurahan Kecamatan Kebayoran Lama Kecamatan Kebayoran Lama Semua kelurahan X X X X X 5 Th II X X X X X X 5 Th III X X X X X X 5 Th IV X X

SUMBER DANA APBD APBD APBD APBD APBD/Swast a APBD PLN

PIHAK TERKAIT

Dinas Pekerjaan Umum Propinsi DKI dan Jak-Tim, Dinas Pekerjaan Umum Propinsi DKI dan Jak-Tim, Dinas Pekerjaan Umum Propinsi DKI dan Jak-Tim, Telkom Dinas Pekerjaan Umum Propinsi DKI dan Jak-Tim,

g. Sektor Sanitasi dan Sampah Pengadaan septick tank kelompok pada lokasi-lokasi perumahan yang dihuni oleh penduduk yang berpenghasilan rendah. Sistem perencanaan yang dipakai yaitu perencanaan yang diintegrasikan terhadap sistem sewerage. Meningkatkan kondisi MCK yang ada serta pengadaan baru sesuai kebutuhan lingkungan perumahan padat. Pengelolaan sampah dengan menyediakan container dan dipo-dipo sampah sesuai kebutuhan h. Sektor Banjir dan Drainase Melaksanakan normalisasi kali dan penambahan saluran mikro dan meningkatkan sistem makro drainase yang ada. Melaksanakan kegiatan vegetasi secara serentak. i. Sektor Utilitas Umum. Penambahan gardu-gardu listrik dan penambahan/peningkatan jaringan pelayanan listrik serta lampu-lampu penerangan jalan. Penambahan telepon umum pada lokasi-lokasi strategis. Koordinasi terpadu antara PLN, Telkom dan Pemda DKI Jakarta dalam perencanaan dan pelaksanaan pengadaan instalasi listrik, telepon dan gas. j. Sektor Ruang Terbuka Hijau Melaksanakan dan mencadangkan serta mengamankan ruang terbuka hijau sepanjang kali dan memanfaatkannya untuk taman dan hortikultura yang dapat dinikmati masyarakat. Mengadakan penghijauan maksimum pada pekarangan-pekarangan individu melalui program penyuluhan pembinaan. Mengadakan penghijauan maksimum pada ROW (lebar badan jalan) arteri dan kolektor.

Meningkatkan peran dan fungsi serta menata pusat-pusat kegiatan yang sudah Memperbaiki dan merencanakan kawasan-kawasan yang cenderung kumuh dengan Mempertahankan RTH yang sudah ada dan mengembalikan fungsi RTH khususnya di Merealisasikan pembangunan sarana dan prasarana yang mampu

berkembang. membangun rumah susun beserta fasilitas-fasilitasnya. bantaran sungai, pinggiran Jalan Rel kereta api yang dijadikan permukiman kumuh. meningkatkankapasitas perdagangan dan jasa . Merealisasikan pembangunan jalan lingkungan di dalam lingkungan yang telah berkembang guna menyediakan ruang perumahan kota yang dapat menampung perkembangan penduduk.

B.6.45 Rencana Pengelolaan Kependudukan Kecamatan Kebayoran Baru


Kecamatan Kebayoran Baru dengan perkembangan wilayah yang semakin pesat maka diperlukan rencana pengelolaan kependudukan yang tepat dengan menggunakan perhitungan berdasarkan daya tampung penduduk pada tahun 2030. Sesuai hasil perhitungan analisis kependudukan dengan metode daya tampung menunjukkan bahwa dengan menggunakan KDB, KLB, serta standar luas kavling ideal, maka jumlah daya tampung penduduk ideal Kebayoran Baru direncanakan sebesar 286.536 jiwa, maka untuk mengatasi keterbatasan lahan Kecamatan Kebayoran Baru direncanakan dengan membangun perumahan secara vertikal. Sedangkan rumah rumah kumuh yang masih terdapat di Kecamatan Kebayoran Baru akan dihilangkan. Pembangunan wisma kecil akan dibatasi di Kebayoran Baru. Kepadatan permukiman direncanakan tidak terlalu padat/sedang untuk menjaga kelayakan sebagai

6.44.2 Strategi
Strategi rencana rinci tata ruang Kecamatan Kebayoran Baru adalah :

III-244

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

kawasan tempat tinggal. Untuk lebih jelasnya mengenai daya tampung penduduk tahun 2030 di Kecamatan Kebayoran Baru dapat dilihat pada Tabel 6.35. Rencana pengelolaan kependudukan di Kecamatan Kebayoran Baru direncanakan tersebar di seluruh wilayah, yaitu utara, tengah dan selatan. Pada wilayah tersebut akan direncanakan pembangunan wisma dengan klasifikasi wisma kecil, wisma sedang, wisma besar, wisma taman, wisma susun, wisma susun taman taman dan wisma flat. Dengan penyediaan wisma beserta fasilitas pendukungnya, diharapkan kebutuhan masyarakat akan terpenuhi. Kecamatan Kebayoran Baru diharapkan dapat menampung penduduk sebanyak 286.536 jiwa.

jaringan jalan tersebut maka lokasi fungsi-fungsi penting pembentuk ruang kota berada di sepanjang jalan utama. Kegiatan perdagangan dikembangkan pada jalan utama mengingat lokasinya yang sangat strategis. Lingkup layanannya sendiri adalah pada tingkat provinsi dengan pusat kegiatan pada wilayah komplek Sudirman CBD dan Blok M. Sedangkan pusat kegiatan lainnya adalah kawasan perdagangan pada sepanjang Jalan fatmawati dan Pasar Taman Puring an Pasar Mayestik. Pusat kegiatan tersebut merupakan fungsi kegiatan yang keberadaannya akan memicu perkembangan wilayah lainnya. Lokasinya sangat tepat dikarenakan berada di jalan utama dan lokasinya sangat strategis sehingga mudah dijangkau dari seluruh penjuru Kecamatan Kebayoran Baru maupun wilayah lain. Kegiatan perdagangan pada skala yang lebih kecil berkembang pada ruas jalan kolektor. Skala perdagangan yang berkembang tersebut adalah tingkat kecamatan maupun tingkat lingkungan sehingga merupakan fungsi kegiatan sekunder yang melayani penduduk Kecamatan Kebayoran Baru dan sekitarnya pada lingkup yang kecil.

Tabel 6.35 Daya Tampung dan Kepadatan Penduduk Per kelurahan Kecamatan Kebayoran Baru Tahun 2030
No 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kelurahan 2 gandaria utara cipete utara petogogan pulo melawai kramat pela gunung selong rawa barat senayan Jumlah Daya Tampung Penduduk 3 32.205 48.858 9.914 11.214 14.129 15.129 26.090 28.112 40.367 60.518 286.536

Tabel 6.36 Rencana Pengembangan Struktur Ruang Kecamatan Kebayoran Baru


No 1 Lokasi Jln Jendral Sudirman Fungsi CBD Sudirman Keterangan Plasa Bapindo, Graha Niaga, BEJ, Menara Sudirman, Summitmas, Honda Megatama Golden Truly, Blok M Plasa, Melawai Plasa, Terminal Blok M Ruko Velsbak, Pusat Belanja Kebayoran Baru Skala Primer

Jln Sisingamangaraja, Jln Melawai

Perdagangan

Primer

Jln Pakubuwono 6

Perdagangan

Sekunder Sekunder

Jln Kyai Maja

Perdagangan

Pasar Taman Puring, Pasar Mayestik Kawasan perdagangan skala kota yang berkembang di sepanjang jalan/ribbon. Kawasan perdagangan skala kota yang berkembang di sepanjang jalan/ribbon. Kawasan perdagangan skala kota yang berkembang di sepanjang jalan/ribbon.

Sumber : Rencana 2030

Sekunder Sekunder Sekunder

Jln Kapten Tendean Jln Sultan Iskandarsyah Jln Wijaya 1

Perdagangan

B.6.46 Rencana Struktur Ruang Kecamatan Kebayoran Baru


Konsep struktur ruang kota eksisting Kecamatan Kebayoran Baru tetap mempertahankan pola kompak pada kawasan niaga Blok M dan Sudirman CBD dan memanjang/ribbon yang telah terbentuk. Pola memanjang/ ribbon ini terbentuk pada sepanjang jaringan jalan terutama pada jalan-jalan utama. Pola jaringan jalan yang ada membentuk jaringan jalan linier. Dengan pola
6 7 Perdagangan Perdagangan

III-245

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Jln Wijaya, Jln Darmawangsa

Perdagangan

Rukan Wijaya Graha Puri, Darmawangsa Square ITC Fatmawati

Sekunder

jam jam sibuk sehingga sangat membutuhkan perbaikan guna menjaga kenyamanan berkendara.

Sekunder 9 Jln Fatmawati Perdagangan Kawasan perdagangan skala kota yang berkembang di sepanjang jalan/ribbon. Kawasan perdagangan skala kota yang berkembang di sepanjang jalan/ribbon. Ruko Pondok Indah Kawasan perdagangan skala kecamatan yang berkembang di sepanjang jalan/ribbon. Ruko Pasar Gandaria Utara Sekunder

Jalan Haji Nawi

Jalan raya yang berlubang lubang dan sering tergenang air membutuhkan perbaikan menyeluruh dikarenakan perbaikan pada saat ini hanya berupa tambal sulam saja. Selain itu perlu dilakukan pengaturan lalu lintas mengingat jalan ini relatif sempit tetapi dipadati oleh kendaraan. Kondisi jalan ini sangat padat pada jam jam sibuk sehingga sangat
Sekunder Sekunder

10 11 12 13 14 15

Jln Wolter Monginsidi Jln Fatmawati Jln Margaguna Jln Haji Nawi Jln Barito Jln Radio Dalam

Perdagangan Perdagangan Perdagangan Perdagangan Perdagangan Perdagangan

membutuhkan perbaikan guna menjaga kenyamanan berkendara. Jalan kolektor Perbaikan jalan kolektor harus dilakukan mengingat kondisi eksisiting jalan saat ini banyak yang berlubang lubang.

Tersier Tersier Tersier

Sumber : Rencana, 2009

B.6.48 Rencana Pengembangan Utilitas Kecamatan Kebayoran Baru


Utilitas kota yang direncanakan terdiri dari air bersih, drainase, limbah air kotor, persampahan, listrik, dan telekomunikasi. Pengembangan jaringan utilitas kota tersebut dilakukan dengan memperhatikan jaringan yang sudah ada dan peningkatan kebutuhan akibat pertambahan penduduk dan kegiatan.

B.6.47 Rencana Transportasi Kecamatan Kebayoran Baru


Perencanaan transportasi tidak dapat ditinjau dari satu kecamatan, tetapi harus dilihat dari skala makro tingkat kota,atau bahkan tingkat propinsi dan antar propinsi. Daya dukung jejaring transportasi yang sesuai dengan sistem makro dapat mengurangi beban permasalahan transportasi, yang ditempuh dengan cara antara lain: Pembangunan jalan baru yang berkaitan dengan sistem makro. Pengembangan prasarana dan sarana angkutan massal : kereta api dan bus. Pengembangan jalur bus khusus. Pembatasan route dan jumlah kendaraan umum tipe sedang dan kecil Optimasi jaringan jaringan jalan sesuai dengan fungsinya.

B.6.48.1 Air Bersih


Kebutuhan air bersih Kecamatan Kebayoran Baru diperkirakan pada tahun 2030 berdasarkan pada perhitungan daya tampung penduduk dan ditambah oleh kebutuhan air pada fasilitas komersial dan fasilitas umum sehingga didapat jumlah total kebutuhan air bersih sebanyak 50.143.840 liter/hari yang didasarkan pada asumsi bahwa setiap penduduk membutuhkan air bersih sebanyak 175 liter/hari. Tabel 6.37 Rencana Kebutuhan Air Bersih Kecamatan Kebayoran Baru Tahun 2030
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kelurahan gandaria utara cipete utara petogogan pulo melawai kramat pela gunung selong rawa barat Jumlah penduduk (Jiwa) 32.205 48.858 9.914 11.214 14.129 15.129 26.090 28.112 40.367 kebutuhan air bersih (ltr/hari) 5.635.952 8.550.087 1.734.935 1.962.404 2.472.661 2.647.618 4.565.664 4.919.548 7.064.265 III-246

Rencana pengembangan sistem jaringan jalan, jalan layang, fasilitas pejalan kaki dan jembatan penyeberangan. Rencana Pembangunan dan Pemeliharaan Jalan, yaitu meliputi : Jalan Fatmawati Jalan raya yang bergelombang dan berlubang lubang serta sering tergenang dikarenakan kondisi drainase yang kurang baik membutuhkan perbaikan menyeluruh dikarenakan perbaikan pada saat ini hanya berupa tambal sulam saja. Kondisi jalan ini sangat padat pada

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

10

senayan Jumlah

60.518 286.536

10.590.708 50.143.840

jumlah penduduk. Dengan asumsi bahwa setiap penduduk menghasilkan sampah 2,67 liter/hari didapat hasil 765.052 liter/hari untuk Kecamatan Kebayoran Baru.

Sumber : Rencana, 2009

B.6.48.2 Limbah Air Kotor


Proyeksi pengeluaran limbah air kotor Kecamatan Kebayoran Baru dihitung dari 80% kebutuhan air bersih di Kecamatan Kebayoran Baru. Dari perhitungan tersebut maka didapat perhitungan limbah air kotor Kecamatan Kebayoran Baru sebesar 40.115.072 liter/hari. Sedangkan untuk perhitungan timbulan sludge dengan berdasarkan pada asumsi bahwa setiap orang menghasilkan sludge 0,069 liter/hari sehingga didapat perhitungan timbulan sludge untuk tahun 2030 adalah 19.771 liter/hari untuk Kecamatan Kebayoran Baru.

Tabel 6.38 Rencana Timbulan Limbah Air Kotor Kecamatan Kebayoran Baru Tahun 2030
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kelurahan gandaria utara cipete utara petogogan pulo melawai kramat pela gunung selong rawa barat senayan Jumlah Jumlah penduduk (Jiwa) 32.205 48.858 9.914 11.214 14.129 15.129 26.090 28.112 40.367 60.518 286.536 timbulan air limbah (ltr/hari) 4.508.762 6.840.069 1.387.948 1.569.923 1.978.129 2.118.094 3.652.532 3.935.638 5.651.412 8.472.566 40.115.072 Timbulan Sludge (ltr/hari) 2.222 3.371 684 774 975 1.044 1.800 1.940 2.785 4.176 19.771 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Tabel 6.39 Rencana Timbulan Sampah Kecamatan Kebayoran Baru Tahun 2030
Kelurahan gandaria utara cipete utara petogogan pulo melawai kramat pela gunung selong rawa barat senayan Jumlah Jumlah penduduk (Jiwa) 32.205 48.858 9.914 11.214 14.129 15.129 26.090 28.112 40.367 60.518 286.536 Asumsi TimbulanSampah ( Lt/hr) 85.989 130.450 26.470 29.941 37.726 40.395 69.659 75.058 107.780 161.584 765.052

Sumber : Rencana

Sumber : Rencana

B.6.49 Rencana Pola Ruang Kecamatan Kebayoran Baru


Rencana pola ruang menggambarkan letak, ukuran, fungsi dari kegiatan budidaya dan lindung, isi rencana pola pemanfaatan ruang adalah deliniasi (batas - batas) kawasan kegiatan sosial ekonomi, budaya dan kawasan lainnya di dalam kawasan budidaya dan deliniasi kawasan lindung.

B.6.48.3 Persampahan
Perhitungan pengeluaran sampah Kecamatan Kebayoran Baru adalah jumlah volume sampah domestik/rumah tangga yang dihitung berdasarkan perhitungan daya tampung

III-247

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

B.6.49.1 Budidaya Kawasan Perdagangan dan Jasa


Aktifitas perkotaan ditentukan oleh dominasi kegiatan non pertanian yang ada di suatu wilayah. Semakin banyak kegiatan non pertanian, semakin tinggi karateristik kota yang dimiliki wilayah tersebut. Kawasan fungsi perdagangan dan jasa pada Kecamatan Kebayoran Baru dituntut harus ada sebagai sarana utama bagi distribusi dan koleksi barang dan jasa yang ada di Kecamatan Kebayoran Baru, karena dengan semakin mantapnya fungsi perdagangan dan jasa akan semakin mendukung perkembangan Kecamatan Kebayoran Baru sehingga dapat berfungsi pula sebagai pusat pelayanan bagi daerah di sekitarnya. Adanya kawasan perdagangan Blok M semakin menambah tingkat layanan bagi wilayah Kecamatan Kebayoran Baru sendiri maupun wiilayah sekitarnya.

pemasangan rentangan kabel listrik, kabel telepon dan pipa air minum, penyelenggaraan kegiatan yang bersifat sosial, olahraga, pariwisata dan kemasyarakatan yang tidak menimbulkan dampak merugikan bagi kelestarian dan keamanan fungsi serta fisik sungai dan danau. Kawasan sempadan sungai ditentukan sekurang-kurangnya 100 meter di kiri kanan sungai besar dan 50 meter di kiri kanan anak sungai yang berada di luar permukiman. Sedangkan untuk sungai di kawasan permukiman berupa sempadan sungai yang diperkirakan cukup untuk dibangun jalan inspeksi antara 10 15 meter. Kawasan sempadan sungai di Kecamatan Kebayoran Baru berada pada kawasan Kali Krukut.

B.6.49.2 Budidaya Kawasan Permukiman


Sebagian dari kegiatan di Kecamatan Kebayoran Baru ialah permukiman. Oleh itu kegiatan yang dapat dikembangkan memperhitungkan kecenderungan perkembangan pembangunan permukiman perkotaan baru, memperhitungkan daya tampung perkembangan penduduk dan fasilitas dan prasarana yang dibutuhkan dengan mempertimbangkan kebijaksanaan yang ada. Rencana pengembangan kawasan permukiman berkepadatan tinggi dikembangkan dengan mempertahankan permukiman yang ada dan program dan perbaikan dan peningkatan kualitas lingkungan. Daerah permukiman direncanakan dalam bentuk vertikal atau apartemen dengan memperhatikan kebutuhan perumahan penduduk Kecamatan Kebayoran Baru dimasa yang akan datang dengan memperhitungkan kecenderungan perkembangan dan aksesbilitas.

B.6.50 Rencana Pengembangan Fasilitas Umum dan Sosial Kecamatan Kebayoran Baru B.6.50.1 Pendidikan
Pendidikan memegang peranan penting dalam membentuk sumber daya manusia di suatu wilayah. Analisis fasilitas pendidikan di wilayah Kecamatan Kebayoran Baru meliputi SD, SMP dan SMA. Ditinjau dari masing-masing fasilitas pendidikan yang dibutuhkan, pada tahun 2030 dengan berdasarkan standar kebutuhan 1 TK melayani 1.250 jiwa penduduk maka menghasilkan perhitungan jumlah TK sebanyak 229 unit. Kondisi ini memerlukan penambahan dikarenakan jumlah pada kondisi eksisiting dibawah hasil perhitungan pada tahun 2030. Fasilitas pendidikan SD, pada tahun 2030 dengan berdasarkan standar kebutuhan 1 SD melayani 2.500 jiwa penduduk maka menghasilkan perhitungan jumlah SD sebanyak 115 unit. Kondisi ini memerlukan penambahan dikarenakan jumlah pada kondisi eksisiting dibawah hasil perhitungan pada tahun 2030. Fasilitas pendidikan SMP, pada tahun 2030 dengan berdasarkan standar kebutuhan 1 SMP melayani 15.000 jiwa penduduk maka menghasilkan perhitungan jumlah SMP sebanyak 19 unit. Kondisi ini tidak memerlukan penambahan dikarenakan jumlah pada kondisi eksisiting sudah mencukupi yaitu sebanyak 22 unit. Fasilitas pendidikan SMA, pada tahun 2030 dengan berdasarkan standar kebutuhan 1 SMA melayani 30.000 jiwa penduduk maka menghasilkan perhitungan jumlah SMA sebanyak 10 unit. Kondisi ini tidak memerlukan penambahan dikarenakan jumlah pada kondisi eksisiting sudah mencukupi yaitu sebanyak 35 unit. Tabel 6.40
III-248

B.6.49.3 Budidaya Fungsi Pelayanan Sosial


Fungsi ini merupakan pendukung aktifitas kawasan, sehingga fasilitas ini peruntukkannya disesuaikan dengan aktifitas pada tiap tiap pusat kegiatan. Fasilitas yang dialokasikan disini terdiri dari fasilitas pendidikan, kesehatan, peribadatan, olah raga/ruang terbuka yang merupakan fasilitas pendukung pemukiman.

B.6.49.4 Kawasan Lindung


Pada kawasan ini dapat dibudidayakan untuk kegiatan masyarakat untuk kegiatan budidaya pertanian rakyat, papan penyuluhan dan peringatan serta rambu rambu pekerjaan,

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Rencana Kebutuhan Fasilitas Pendidikan Kecamatan Kebayoran Baru Tahun 2030


No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kelurahan gandaria utara cipete utara petogogan pulo melawai kramat pela gunung selong rawa barat senayan Jumlah Penduduk (jiwa) 32.205 48.858 9.914 11.214 14.129 15.129 26.090 28.112 40.367 60.518 286.536 Kebutuhan Fasilitas Pendidikan (unit) TK 26 39 8 9 11 12 21 22 32 48 229 SD 13 20 4 4 6 6 10 11 16 24 115 SMP 2 3 1 1 1 1 2 2 3 4 19 SMA 1 2 0 0 0 1 1 1 1 2 10

dibutuhkan 1 unit saja pada tiap tiap kecamatan sehingga tidak membutuhkan penambahan lagi dikarenakan telah terdapat fasilitas rumah sakit di Kecamatan Kebayoran Baru maupun di kecamatan sekitarnya. Fasilitas praktek dokter pada tahun 2030 dengan berdasarkan standar kebutuhan 1 praktek dokter melayani 6.000 jiwa penduduk maka menghasilkan perhitungan jumlah praktek dokter sebanyak 48 unit. Kondisi ini tidak memerlukan penambahan dikarenakan jumlah pada kondisi eksisiting sama yaitu sebanyak 103 unit. Fasilitas pelayanan kesehatan apotek pada tahun 2030 dengan berdasarkan standar kebutuhan 1 apotek melayani 30.000 jiwa penduduk maka menghasilkan perhitungan jumlah apotek sebanyak 10 unit. Kondisi ini tidak memerlukan penambahan dikarenakan jumlah pada kondisi eksisiting lebih banyak. Tabel 6.41 Rencana Kebutuhan Fasilitas Kesehatan Di Kecamatan Kebayoran Baru Tahun 2030
Kebutuhan Fasilitas Kesehatan (unit) Kelurahan Penduduk (jiwa) Balai Pengo gandaria utara cipete utara petogogan pulo melawai 32.205 48.858 9.914 11.214 14.129 15.129 26.090 28.112 40.367 60.518 286.536 batan 11 16 3 4 5 5 9 9 13 20 96 BKIA 3 5 1 1 1 2 3 3 4 6 29 Rumah Bersalin 1 2 0 0 0 1 1 1 1 2 10 Puskesmas Pembantu 1 2 0 0 0 1 1 1 1 2 10 Puskesmas 1 2 0 0 0 1 1 1 1 2 10 RS 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 Praktek Dokter 5 8 2 2 2 3 4 5 7 10 48 Apotek 1 2 0 0 0 1 1 1 1 2 10

Sumber : Rencana

B.6.50.2 Kesehatan
Fasilitas balai pengobatan, pada tahun 2030 dengan berdasarkan standar kebutuhan 1 balai pengobatan melayani 3.000 jiwa penduduk maka menghasilkan perhitungan jumlah balai pengobatan sebanyak 96 unit. Kondisi ini memerlukan penambahan dikarenakan jumlah pada kondisi eksisiting dibawah hasil perhitungan pada tahun 2030. Fasilitas BKIA pada tahun 2030 dengan berdasarkan standar kebutuhan 1 BKIA melayani 10.000 jiwa penduduk maka menghasilkan perhitungan jumlah BKIA sebanyak 29 unit. Kondisi ini memerlukan penambahan dikarenakan jumlah pada kondisi eksisiting dibawah hasil perhitungan pada tahun 2030. Fasilitas rumah bersalin pada tahun 2030 dengan berdasarkan standar kebutuhan 1 rumah bersalin melayani 30.000 jiwa penduduk maka menghasilkan perhitungan jumlah rumah bersalin sebanyak 10 unit. Kondisi ini memerlukan penambahan dikarenakan jumlah pada kondisi eksisiting dibawah hasil perhitungan pada tahun 2030. Fasilitas puskesmas pembantu pada tahun 2030 dengan berdasarkan standar kebutuhan 1 puskesmas pembantu melayani 30.000 jiwa penduduk maka menghasilkan perhitungan jumlah puskesmas pembantu sebanyak 10 unit. Kondisi ini tidak memerlukan penambahan dikarenakan telah terpenuhi dengan keberadaan puskesmas yang cukup banyak jumlahnya. Fasilitas puskesmas pada tahun 2030 dengan berdasarkan standar kebutuhan 1 puskesmas melayani 30.000 jiwa penduduk maka menghasilkan perhitungan jumlah puskesmas sebanyak 10 unit. Kondisi ini tidak memerlukan penambahan dikarenakan jumlah pada kondisi eksisiting sama yaitu sebanyak 10 unit. Fasilitas rumah sakit wilayah hanya

kramat pela gunung selong rawa barat Senayann Jumlah

Sumber : Rencana

B.6.50.3 Peribadatan
Fungsi utama fasilitas ini adalah untuk sarana peribadatan masyarakat beragama. dan merupakan bagian dari hak asasi manusia. Fasilitas peribadatan untuk pemeluk agama Islam, terdiri dari musholla dan masjid pada tahun 2030 dengan berdasarkan standar kebutuhan 1 mushola melayani 3.000 jiwa penduduk dan 1 masjid melayani 30.000 jiwa maka menghasilkan perhitungan jumlah mushola sebanyak 84 unit dan jumlah masjid sebanyak 4 unit.
III-249

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Fasilitas peribadatan untuk pemeluk agama lain yaitu Protestan, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu masing masing berdasarkan standar kebutuhan 1 tempat ibadah melayani 60.000 jiwa, sehingga untuk Gereja Protestan, Gereja Katolik, Pura, Vihara, dan Klenteng setelah dihasilkan perhitungan ternyata belum membutuhkan sejumlah tempat ibadah tersebut.

berdasarkan standar kebutuhan 1 kolam renang melayani 30.000 jiwa penduduk maka menghasilkan perhitungan jumlah kolam renang sebanyak 10 unit. Kondisi ini memerlukan penambahan dikarenakan jumlah pada kondisi eksisiting dibawah hasil perhitungan pada tahun 2030. Fasilitas gedung olah raga, pada tahun 2030 dengan berdasarkan standar kebutuhan 1 gedung olah raga melayani 120.000 jiwa penduduk maka menghasilkan perhitungan jumlah gedung olah raga sebanyak 2 unit. Kondisi ini memerlukan penambahan dikarenakan jumlah pada kondisi eksisiting dibawah hasil perhitungan pada tahun 2030. Fasilitas lapangan olah raga, pada tahun 2030 dengan berdasarkan standar kebutuhan 1 lapangan olah raga melayani 30.000 jiwa penduduk maka menghasilkan perhitungan jumlah

Tabel 6.42 Rencana Kebutuhan Fasilitas Peribadatan Di Kecamatan Kebayoran Baru Tahun 2030
Penduduk (jiwa) Musholla 9 14 3 3 4 4 8 8 12 18 84 Kebutuhan Fasilitas Peribadatan (unit) Masjid 0 1 0 0 0 0 0 0 1 1 4 Vihara 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Gereja Katolik 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Gereja Protestan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Pura 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Klenteng 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

lapangan olah raga sebanyak 10 unit. Kondisi ini memerlukan penambahan dikarenakan jumlah pada kondisi eksisiting dibawah hasil perhitungan pada tahun 2030. Fasilitas lapangan serbaguna, pada tahun 2030 dengan berdasarkan standar kebutuhan 1 lapangan serbaguna melayani 120.000 jiwa penduduk maka menghasilkan perhitungan jumlah lapangan olah raga sebanyak 2 unit. Kondisi ini memerlukan penambahan dikarenakan jumlah pada kondisi eksisiting dibawah hasil perhitungan pada tahun 2030. Tabel 6.43 Rencana Kebutuhan Fasilitas Olah Raga dan Rekreasi Di Kecamatan Kebayoran Baru Tahun 2030
Kebutuhan Fasilitas Olah Raga dan Rekreasi (unit) No Kelurahan Penduduk (jiwa) Tempat Bermain (250 jiwa) 129 195 40 45 57 61 104 112 161 242 1.146 Tempat Bermain (3.000 jiwa) 11 16 3 4 5 5 9 9 13 20 96 Kolam Renang 1 2 0 0 0 1 1 1 1 2 10 Gedung Olah Raga 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 2 Lap Olah Raga 1 2 0 0 0 1 1 1 1 2 10 Lap Serbaguna 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 2

No

Kelurahan gandaria

utara cipete utara petogogan pulo melawai kramat pela gunung selong rawa barat senayan Jumlah Sumber : Rencana

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

32.205 48.858 9.914 11.214 14.129 15.129 26.090 28.112 40.367 60.518 286.536

B.6.50.4 Fasilitas Olah Raga dan Rekreasi


Fasilitas tempat bermain untuk layanan 250 jiwa, pada tahun 2030 dengan berdasarkan standar kebutuhan 1 tempat bermain melayani 250 jiwa penduduk maka menghasilkan perhitungan jumlah tempat bermain sebanyak 1.146 unit. Kondisi ini memerlukan penambahan dikarenakan jumlah pada kondisi eksisiting tidak terdapat. Fasilitas tempat bermain untuk layanan 3.000 jiwa, pada tahun 2030 dengan berdasarkan standar kebutuhan 1 tempat bermain melayani 3.000 jiwa penduduk maka menghasilkan perhitungan jumlah tempat bermain sebanyak 96 unit. Kondisi ini memerlukan penambahan dikarenakan jumlah pada kondisi eksisiting tidak terdapat. Fasilitas kolam renang, pada tahun 2030 dengan

gandaria utara cipete utara petogogan pulo melawai kramat pela gunung selong rawa barat senayan Jumlah Sumber : Rencana, 2009

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

32.205 48.858 9.914 11.214 14.129 15.129 26.090 28.112 40.367 60.518 286.536

B.6.51 Penetapan Pengembangan Kawasan Strategis Kecamatan Kebayoran Baru

III-250

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Pengembangan kawasan strategis di Kecamatan Kebayoran Baru ditentukan berdasarkan peranan dan fungsi strategis bagi pengembangan kegiatan ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan kota. Berdasarkan RDTR Propinsi DKI Jakarta tahun 2030 pada tingkatan Kotamadya Jakarta Selatan khususnya Kecamatan Kebayoran Baru ditentukan sebagai kawasan strategis yang diarahkan pada pengembangan kawasan Blok M dan kawasan Mayestik sebagai pusat perdagangan dan jasa.

B.6.52.2 Kebijakan B.6.52.2.1 Kawasan Budidaya


Kawasan budidaya merupakan kawasan yang dikembangkan secara intensif dengan pusat pengembangan yang ada di Kecamatan Mampang Prapatan, secara umum pengembangan tersebut berorientasi pada optimalisasi sumber daya dan tetap mempertahankan kelestarian lingkungan guna mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Strategi rencana kawasan budidaya berdasarkan ciri kegiatan perkotaan adalah Kawasan perkotaan merupakan kawasan yang mempunyai arahan kegiatan utama bukan pertanian dengan susunan fungsi

B.6.52 Tujuan, Kebijakan dan Strategi Mampang Prapatan B.6.52.1 Tujuan


Rencana rinci tata ruang Kecamatan Kecamatan Mampang Prapatan merupakan wujud pemanfaatan ruang yang menggambarkan susunan lokasi pusat perdagangan jasa dan ikatan fungsi antar sub-sub pusat kegiatan dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Sesuai dengan hasil identifikasi serta kecenderungan struktur tata ruang masa depan yang akan terbentuk maka tujuan rencana rinci tata ruang Kecamatan Mampang Prapatan yaitu : a. Terselenggaranya pengaturan pemanfaatan ruang kawasan lindung dan kawasan budi daya.

kawasan sebagai tempat permukiman perkotaan, pemusatan dan distribusi pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial dan kegiatan ekonomi. Karena keterbatasan daya dukung lahan maka pada kawasan perkotaan diupayakan adanya intensifikasi lahan pada lahan dengan kepadatan penduduk atau kegiatan tinggi, dilakukan ekstensifikasi pada kawasan cadangan pengembangan kawasan perkotaan. Pengembangan tersebut diupayakan semaksimal mungkin sesuai dengan potensi yang ada. Namun perlu dijaga agar pengembangan kawasan perkotaan tidak meluas dan mengganggu kawasan dengan fungsi lindung. Pengembangan di kawasan perkotaan terutama di pusat kota tetap memperthatikan agar kekompakan penggunaan lahan terjaga dan tidak menjadi homogen. Kebijakan kawasan budidaya dibagi menjadi beberapa sektor, diantaranya yaitu :

b. Terwujudnya keterpaduan, keterikatan, dan keseimbangan antar wilayah kecamatan


serta keserasian antar sektor. c. Terwujudnya rencana tata ruang mempertimbangkan aspek optimalisasi pemanfaatan ruang yang ada, serta memperhatikan kemungkinan-kemungkinan pemanfaatan ruang bawah tanah pada bagian-bagian tertentu di wilayah Kecamatan Mampang Prapatan. d. Tercapainya pemanfaatan ruang yang berkualitas untuk : Mewujudkan kehidupan masyarakat Kecamatan Mampang Prapatan yang sejahtera lahir dan batin

1).
-

Sektor Perumahan Penerapan penggunaan campuran dalam rangka mengintesifkan penggunaan Program perbaikan lingkungan dan permajaan lingkungan pada kawasan kumuh Pembangunan rumah susun sederhana untuk memenuhi kebutuhan perumahan Sektor Perdagangan dan Jasa
-

lahan dan bangunan, baik secara vertikal maupun horisontal

2).

Mewujudkan keterpaduan dalam penggunaan sumber daya alam Meningkatkan pemanfaatan sumber daya alam dan sumber daya buatan secara

Pengembangan sistem ribbon sedikit dibatasi, kecuali pada sisi sisi jalan yang

mengalami peningkatan fungsi dan kualitas dengan memperhatikan kelancaran arus lalu lintas dengan pemenuhan penyediaan tempat parkir Pengembangan pada sentra sentra lokal diprioritaskan untuk mengurangi Program perbaikan lingkungan dan peremajaan lingkungan pada wilayah yang Sektor Industri Membatasi kegiatan industri dengan hanya memperbolehkan pada kegiatan industri rumahan dan merelokasi kegiatan industri yang tidak sesuai dengan kegiatan industri tersebut
III-251

berdaya-guna, berhasil-guna dan tepat-guna untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia f. Mewujudkan perlindungan fungsi ruang dan mencegah serta menanggulangi Mewujudkan keseimbangan kepentingan kesejahteraan dan keamanan dampak negatif terhadap lingkungan e. Tersusunnya arahan lokasi investasi yang akan dilaksanakan pemerintah dan masyarakat. Tersusunnya arahan pelaksanaan pemanfaatan ruang dan merupakan dasar dalam mengeluarkan perijinan lokasi pembangunan.

kemacetan lalu lintas cukup padat serta pembangunan baru pada lahan yang relatif kosong

3).

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

4).
-

Sektor Transportasi Peningkatan dan pembangunan jalan arteri dan kolektor arah timur barat Pengembangan jaringan jalan kolektor pada setiap kelurahan dengan ataupun utara selatan memperhatikan kualitas dan kapasitas

Strategi penanganan kawasan ini dititik beratkan pada pemeliharaan lingkungan guna mempertahankan ekosistem setempat dan kelestarian lingkungan alam. Hal ini termasuk juga pengendalian dan pengelolaan lingkungan hidup serta peraturan tentang adanya penetapan AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan).

5).
-

Sektor Fasilitas Umum Pengembangan dan peningkatan fasilitas umum, baik kuantitas maupun kualitas Guna mengatasi keterbatasan lahan, masih dimungkinkan untuk pengembangan

B.6.52.3 Strategi
Strategi rencana rinci tata ruang Kecamatan Mampang Prapatan adalah : Meningkatkan peran dan fungsi serta menata pusat-pusat kegiatan yang sudah Memperbaiki dan merencanakan kawasan-kawasan yang cenderung kumuh Mempertahankan RTH yang sudah ada dan mengembalikan fungsi RTH berkembang. dengan membangun rumah susun beserta fasilitas-fasilitasnya. khususnya di bantaran sungai, pinggiran Jalan Rel kereta api yang dijadikan permukiman kumuh. Merealisasikan pembangunan sarana dan prasarana yang mampu meningkatkankapasitas perdagangan dan jasa . Merealisasikan pembangunan jalan lingkungan di dalam lingkungan yang telah berkembang guna menyediakan ruang perumahan kota yang dapat menampung perkembangan penduduk.

secara vertikal dan penggabungan kegiatan lainnya yang sejenis dalam satu bangunan

6).
-

Sektor Drainase dan Pengendalian Banjir Melaksanakan normalisasi sungai dan saluran drainase serta mengamankan tepian sungai dari kegiatan yang dapat menganggu fungsi sungai (pengamanan terhadap bangunan liar dan pembuangan sampah) Melaksanakan pembangunan/peremajaan drainase makro dan mikro ke dalam Sektor Air Minum dan Sumber Air Bersih Menambah/memperluas jaringan air bersih dan meningkatkan kualitas jaringan Penganjuran pengurangan air tanah guna mengatasi penurunan muka air tanah Penambahan hydrant umum pipa pipa induk dan distribusi dan intruisi air laut
-

sistem pengendalian banjir makro

7).

B.6.53 Rencana Pengelolaan Kependudukan Kecamatan Mampang Prapatan B.6.52.2.2 Kawasan Strategis
Pengembangan kawasan diprioritaskan karena keberadaannya dapat mendukung pengembangan sektor strategis di atasnya dengan berdasar atas pertimbanganpertimbangan. Pengembangan kawasan tersebut mempunyai dampak regional maupun nasional karena memiliki kontribusi tinggi. Pengembangan sektor sosial ekonomi di atasnya membutuhkan lahan dalam skala besar. Sektor yang akan dikembangkan mempunyai prioritas tinggi dalam lingkup regional dan nasional. Kawasan memliki prospek ekonomi yang cerah untuk menarik investasi dan memacu pengembangan wilayah sekitar. Pengembangan secara intensif potensi sumberdaya alam yang dapat dimanfaatkan. Pengembangan prasarana perhubungan yang lebih dapat diandalkan. Peningkatan hubungan sosial ekonomi dengan pusat kegiatan terdekat Persebaran penduduk di Kecamatan Mampang Prapatan diarahkan berada di wilayah selatan kecamatan yaitu dengan kepadatan rendah hingga sedang. Kepadatan penduduk dengan intensitas sedang diarahkan berada di Kelurahan Mampang Prapatan, Kelurahan Tegal Parang, dan sebagian Kelurahan Pela Mampang, sedangkan penduduk dengan kepadatan rendah diarahkan berada di Kelurahan Bangka dan sebagian Kelurahan Pela Mampang. Hingga tahun 2030, Kecamatan Mampang prapatan diarahkan dapat menampung 153.768 jiwa penduduk dengan kepadatan 198,92 jiwa per hektar.

B.6.54 Rencana Struktur Ruang Kecamatan Mampang Prapatan


Tidak terdapat rencana penambahan pusat kegiatan karena pusat-pusat kegiatan yang ada saat ini dirasa telah dapat melayani kebutuhan masyarakat khususnya masyarakat Kecamatan Mampang Prapatan dan telah menimbulkan tarikan serta bangkitan yang cukup besar bagi kecamatan ini. Untuk mencegah serta mengurangi permasalahan yang terjadi akibat bangkitan
III-252

B.6.52.2.3 Penanganan Lingkungan

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

dan tarikan berbagai pusat kegiatan tersebut, maka diperlukan pembatasan pertumbuhan pusatpusat kegiatan tersebut serta peningkatan kualitas dan kuantitas fasilitas pendukungnya. Berikut merupakan rencana pusat-pusat kegiatan yang akan membentuk struktur ruang Kecamatan Mampang Prapatan : 1. Pusat Kegiatan Skala Pelayanan Tersier Pasar Mampang dengan kegiatan pelayanan perdagangan -

3. Pembangunan fasilitas, sarana, dan prasarana transportasi yangn terpadu dengan sistem angkutan umum 4. Pengembangan angkutan transportasi massa

B.6.56 Rencana Pengembangan Utilitas Kecamatan Mampang Prapatan


Pengembangan jejaring utilitas umum memperhatikan hal-hal berikut : Jejaring yang sudah ada Peningkatan kebutuhan akibat pertambahan penduduk dan kegiatan Memanfaatkan jejaring utilitas yang telah ada Meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Memperhatikan estetika lingkungan dan keamanan Dengan demikian, pengembangan jejaring utilitas umum adalah dengan : -

2. Pusat Kegiatan Skala Pelayanan Sub Tersier I Kantor Kecamatan Mampang Prapatan dengan kegiatan pelayanan pemerintahan Kantor Kelurahan Kuningan Barat dengan kegiatan pelayanan pemerintahan Kantor Kelurahan Tegal Parang dengan kegiatan pelayanan pemerintahan Kantor Kelurahan Pela Mampang dengan kegiatan pelayanan pemerintahan Kantor Kelurahan Mampang Prapatan dengan kegiatan pelayanan pemerintahan 3. Pusat Kegiatan Skala Pelayanan Sub tersier II

Berikut ini adalah rencana pengembangan jaringan utilitas di Kecamatan Mampang Prapatan yang meliputi persampahan, drainase, listrik, telekomunikasi, gas, air bersih, air limbah, telekomunikasi dan air limbah.

B.6.55 Rencana Transportasi Kecamatan Mampang Prapatan


Kondisi eksisting 2008 jaringan jalan di Kecamatan Mampang Prapatan cukup dapat melayani seluruh masyarakat Kecamatan Mampang Prapatan, namun diperlukan beberapa penambahan ruas jalan dan pelebaran jalan sehingga diharapkan dapat mengatasi permasalahan lalu lintas. Rencana pembangunan jaringan jalan mencakup sistem jaringan jalan. Sistem jaringan jalan di wilayah Kecamatan Mampang Prapatan sampai dengan tahun 2030 adalah Peningkatan jalan arteri di Kecamatan Mampang Prapatan meliputi Pelebaran Jl. Kapten Tendean, Pelebaran Jl. Warung Buncit, Pelebaran Jl. Gatot Subroto. Peningkatan jalan kolektor di Kecamatan mampang meliputi Pelebaran Jl. Kemang (Ex Bangka Raya), Pelebaran Jl. Tegal Parang Selatan, Pelebaran Jl. Mampang 1, Pelebaran Jl. Mampang 2, Pelebaran Jl. Mampang 3, Pelebaran Jl. Mampang 4, Pelebaran Jl. Mampang 5, Pelebaran Jl. Mampang 6, Pelebaran Jl. Mampang 7, Pelebaran Jl. Mampang 8, Pelebaran Jl. Mampang 9, Pelebaran Jl. Mampang 10, Pelebaran Jl. Mampang 11, Pelebaran Jl. Mampang 12, Pelebaran Jl. Mampang 13, Pelebaran Jl. Mampang 14. Selain peningkatan lebar jalan, untuk meningkatkan kinerja jalan di Kecamatan Mampang Prapatan diperlukan pula beberapa program pendukung seperti : 1. Perbaikan ruas-ruas jalan yang rusak 2. Peningkatan kualitas jalan dan jembatan akses ke jalan-jalan utama

B.6.56.1 Air Bersih


Persediaan air bersih yang harus disediakan di Kecamatan Mampang Prapatan adalah sebanyak 404,89 liter/detik air bersih. Selain peningkatan jumlah persediaan air bersih oleh PDAM, pada Kecamatan Mampang Prapatan perlu dilakukan pengembangan jaringan air bersih serta pengidentifikasian dan pembangunan potensi air bersih dari sumur-sumur artesis.

B.6.56.2 Drainase
Direncanakan terdapat empat jenis jaringan drainase di Kecamatan Ciracas yaitu jaringan drainase primer yang berupa sungai, jaringan drainase sekunder yang berada di sepanjang jalan arteri, jaringan drainase tersier yang berlokasi di sepanjang jalan kolektor, serta jaringan drainase lokal. Pola pengembangan utilitas drainase direncanakan melalui : 1. Pengerukan dan pelebaran saluran air dilakukan secara rutin agar dapat memecahkan permasalahan banjir dan genangan di wilayah Kecamatan Mampang Prapatan. 2. 3. 4. Pembuatan saluran baru pada setiap pembuatan jalan baru baik kolektor maupun Peningkatan/penataan saluran tersier pada kawasan padat penduduk Membuka saluran drainase yang telah tertutup perkerasan
III-253

lingkungan

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

2.

Menyiapkan penyebaran telepon umum yang diselaraskan dengan lokasi fasilitas Menggunakan kabel bawah tanah sehingga tidak ada pemakaian ruang.

B.6.56.3 Limbah
Timbulan limbah air kotor di Kecamatan Mampang Prapatan setiap harinya adalah sebanyak 0,16 liter/detik dengan asusmsi bahwa jumlah air kotor per orang per hari adalah 0,069 liter. Dengan demikian maka, Kecamatan Mampang Prapatan perlu memperhatikan sistem buangan limbah air kotor melalui rencana penyediaan saluran pembuangan. Pada kawasan perumahan baru dan kawasan perumahan susun diarahkan pengelolaan limbah secara komunal.

umum 3.

B.6.57

Rencana Pola Ruang Kecamatan Mampang Prapatan


Pemanfaatan pola ruang Kecamatan Mampang Prapatan terbagi menjadi beberapa pemanfaatan lahan, yaitu : a. b. c. d. Pemanfaatan lahan Kawasan Perumahan Pemanfaatan Lahan Perdagangan dan Perkantoran Pemanfaatan Lahan Pelayanan Umum dan Sosial Pemanfaatan Lahan Pruang Terbuka Hijau

B.6.56.4 Persampahan
Jumlah sampah yang ditimbulkan di Kecamatan Mampang Prapatan adalah sebesar 6,18 per detik. Oleh karena itu, untuk penangannya perlu diperhatikan supaya jumlah timbulan sampah tersebut dapat terakomodir sehingga tidak terjadi penumpukan di suatu titik pembuangan. Selain itu peru diperhatikan pula jumlah ketersediaan sarana pengangkut sampah yang tersedia apakah telah sesuai denagn kebutuhan masyarakat Kecamatan Mampang Prapatan.

B.6.57.1 Perumahan
Luas kawasan perumahan yang direncanakan di Kecamatan Mampang Prapatan adalah sebesar 436 hektar. Kawasan perumahan di Kecamatan Mampang Prapatan diarahkan ke Kelurahan Bangka, Pela Mampang, Tegal Parang, Mampang Prapatan. Jenis perumahan yang dikembangkan pada kecamatan ini adalah : Kawasan perumahan dengan kepadatan rendah, dengan penggunaan lahan Kawasan perumahan dengan kepadatan sedang dengan penggunaan lahan Kawasan perumahan dengan kepadatan tinggi dengan penggunaan lahan Kawasan perumahan susun dengan penggunaan lahan sebesar 13,15 hektar Kawasan perumahan susun taman dengan penggunaan lahan sebesar 1,580 sebesar 87,31 hektar

B.6.56.5 Listrik
Arahan pengembangan jaringan listrik adalah : a. b. c. d. e. f. g. Memperbaiki jaringan listrik yang ada Meningkatkan daya transmisi yang sudah ada Mencegah kebocoran atau kebakaran listrik dengan mendistribusikan kabel-kabel Menempatkan gardu-gardu listrik secara terpadu dengan sektor lain, serta Menempatkan jaringan listrik sesuai dengan jaringan jalan dan untuk keamanan

sebesar 85,80 hektar sebesar 248,16 hektar hektar Kawasan perumahan dengan kepadatan tinggi dengan jenis rumah kecil dan sangat kecil akan diganti fungsinya menjadi perumahan kepadatan tinggi dengan jenis rumah sedang atau rumah susun. Hal ini dilakukan karena rumah kecil dan rumah sangat kecil tersebut sebagian berada di kawasan sempadan sungai dan cenderung mengarah menjadi kawasan perumahan kumuh dan padat yang rawan terhadap bencana. Rencana kawasan perumahan susun diberikan dengan pertimbangan lahan Kecamatan Mampang Prapatan yang terbatas namun tetap memerlukan daya tampung yang cukup besar. Wilayah Kecamatan Mampang Prapatan bagian selatan diarahkan menjadi kawasan rumah taman dengan pertimbangan wilayah ini berdekatan dengan kawasan selatan Jakarta Selatan yang diperuntukkan sebagai kawasan resapan. Sesuai dengan arahanan kebijakan yang ada, perumahan yang
III-254

PLN dengan kabel isolasi mempertimbangkan segi estetika lingkungan pembangunan jalan baru sebaiknya ditempatkan di bawah tanah Menambah jaringan listrik hingga dapat melayani wilayah yang pada kondisi Memenuhi kebutuhan listrik pada kawasan rumah susun. eksisting 2008 belum terlayani listrik

B.6.56.6 Telekomunikasi
Rencana pengembangan jaringan telepon di Kecamatan Mampang Prapatan adalah sebagai berikut :

1.

Menyiapkan rencana jaringan telepon yang diselaraskan dengan jaringan jalan

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

telah memiliki bangunan permanen, struktur jaringan jalan, dan tata letak bangunan yang teratur akan dipertahankan.

fasilitas yang melayani kebutuhan masyarakat umum. Kawasan pelayanan umum dan sosial yang tidak dipertahankan adalah yang lokasinya pada kondisi eksisting tidak strategis atau berada di kawasan industri. Luas kawasan pelayanan umum dan sosial yang direncanakan adalah sebesar 17,23 hektar.

B.6.57.2 Perdagangan dan Perkantoran


Luas kawasan perdagangan yang direncanakan di Kecamatan Mampang Prapatan adalah sebesar 39,93 hektar. Kawasan perdagangan di Kecamatan Mampang Prapatan diarahkan berada di Jl. Kapten Tendean bercampur dengan sebagian kawasan perkantoran, Jl. Raya Warung Buncit, serta di Jl. Bangka Raya yang pada kondisi eksisting telah beralih fungsi menjadi kawasan komersial. Kawasan perdagangan yang berada di Jl. Bangka Raya direncanakan merupakan kawasan campuran kecil, hal ini berdasarkan pada lokasinya yang berada di pinggir jalan kawasan perumahan penduduk. Fungsi perdagangan yang berlokasi di dalam kawasan perumahan dibatasi jumlah dan jenisnya, hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya pengalihfungsian lahan perumahan menjadi komersil. Luas kawasan perkantoran yang direncanakan di Kecamatan Mampang Prapatan adalah sebesar 69,59 hektar. Kawasan perkantoran di Kecamatan Mampang Prapatan diarahakan berada di wilayah utara Kecamatan Mampang Prapatan tepatnya di Kelurahan Kuningan Barat. Hal ini dikarenakan lokasinya berada dikelilingi jalan arteri dan pada kondisi eksisting telah tumbuh berbagai fungsi perkantoran. Fungsi perkantoran yang akan dikembangkan di Kecamatan Mampang prapatan dibagi menjadi :

B.6.57.4 Ruang Terbuka Hijau


Luas kawasan ruang terbuka hijau yang direncanakan di Kecamatan Mampang Prapatan adalah sebesar 24,06 hektar. Kawasan jalur hijau dan hutan kota diarahkan berada di sepanjang Kali Mampang dan Kali Krukut. Dengan adanya kawasan hijau pada sempadan sungai maka kerentanan terhadap banjir dapat dikurangi, selain itu tingkat kekumuhan dan ketidakteraturan akibat adanya perumahan kumuh di daerah sempadan sungai dapat hilang. Sesuai dengan arahan kebijakan yang ada, fungsi makam yang ada pada kondisi eksisting akan dipertahankan sebahai salah satu fungsi ruang kawasan hijau yang dapat dimanfaatkan untuk mengurangi tingkat polusi kendaraan di Kecamatan Mampang Prapatan.

B.6.58 Rencana Pengembangan Fasilitas Umum dan Sosial Kecamatan Mampang


Rencana Pengembangan fasilitas umum dan sosial di Kecamatan Mampang Prapatan terdiri dari empat jenis fasilitas, yaitu :

Fasilitas Pendidikan Fasilitas Kesehatan Fasilitas Peribadatan Fasilitas Olah Raga Fasilitas Pengendali Bencana


hektar

Kawasan perkantoran swasta, dengan penggunaan lahan sebesar 28,87 hektar Kawasan perkantoran pemerintahan, dengan penggunaan lahan sebesar 23,06

Kawasan perkantoran taman, dengan penggunaan lahan sebesar 17,66 hektar

B.6.58.1 Pendidikan
Khusus untuk kawasan perkantoran taman diarahkan berada di dekat Jalan Gatot Subroto. Pada kawasan perkantoran ini terdapat dua hal yang perlu diperhatikan, yaitu keberadaan fasilitas pendukung berupa lahan parkir yang mencukupi sehingga dapat mengurangi penggunaan badan jalan untuk parkir serta penambahan ruang terbuka hijau untuk mengurangi timpulan polusi. Hingga tahun 2030 Kecamatan Mampang Prapatan membutuhkan 195 unit fasilitas pendidikan dengan skala kelurahan yang terdiri dari TK, SD, dan SLTP. Untuk memenuhi kebutuhan hingga tahun 2030 tersebut maka diperlukan penambahan 340 unit fasilitas pendidikan yang terdiri dari TK, SD, dan SLTP. Selain fasilitas pendidikan dengan skala kelurahan pada Kecamatan Mampang Prapatan terdapat pula fasilitas pendidikan dengan skala kecamatan. Total kebutuhan fasilitas pendidikan dengan skala pelayanan kecamatan di Kecamatan Mampang Prapatan sampai tahun 2030 adalah sebanyak 5 unit SLTA, namun untuk memenuhi kebutuhan tersebut tidak diperlukan penambahan unit fasilitas pendidikan karena jumlah fasilitas yang ada pada kondisi eksisting telah melebihi jumlah kebutuhan hingga tahun 2030.

B.6.57.3 Pelayanan Umum dan Sosial


Kawasan pelayanan umum dan sosial yang direncanakan di Kecamatan Mampang Prapatan berada di dalam kawasan perumahan yang tersebar di seluruh kelurahan yang ada di Kecamatan Mampang Prapatan. Kawasan pelayanan umum dan sosial sebagian besar dipertahankan keberadaannya karena sifatnya yang tidak mengganggu dan hanya menjadi

III-255

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

B.6.58.2 Kesehatan
Hingga tahun 2030 Kecamatan Mampang Prapatan membutuhkan 55 unit fasilitas kesehatan dengan skala kelurahan yang terdiri dari balai pengobatan dan puskesmas kelurahan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, maka diperlukan penambahan 53 unit fasilitas kesehatan yang terdiri dari balai pengobatan dan puskesmas kelurahan. Selain fasilitas kesehatan dengan skala kelurahan pada Kecamatan Mampang Prapatan, terdapat pula fasilitas kesehatan dengan skala kecamatan. Total kebutuhan fasilitas kesehatan dengan skala pelayanan kecamatan di Kecamatan Mampang Prapatan sampai tahun 2030 adalah sebanyak 1 unit puskesmas kecamatan, namun untuk memenuhi kebutuhan tersebut tidak diperlukan penambahan unit fasilitas kesehatan karena jumlah fasilitas yang ada pada kondisi eksisting telah melebihi jumlah kebutuhan hingga tahun 2030.

4. 5.

Sebaran distribusi sarana dan prasana kebakaran pada setiap kelurahan. Perbaikan lingkungan berupa pelebaran jalan lingkungan sehingga

mempermudah evakuasi ketika terjadi kebakaran.

B.6.59 Rencana Intensitas Pemanfaatan Ruang Kecamatan Mampang Prapatan


Rencana intensitas bangunan dimaksudkan untuk mengarahkan kepadatan bangunan, untuk memberikan keseimbangan lingkungan antara lahan terbangun dan ruang terbuka secara tiga dimensi. Rencana intensitas akan disesuaikan dengan kondisi lingkungan serta kebutuhan pengembangan, baik kebutuhan struktur kota maupun nilai ekonomis lahan pada penggal jalan tertentu. Sesuai dengan arahan kebijakan serta rencana pola ruang Kecamatan Mampang Prapatan, maka intensitas bangunan perumahan yang direncanakan di Kecamatan ini adalah intensitas kepadatan redah hingga sedang. Untuk kawasan perumahan dengan kepadatan sedang dan tinggi direncanakan memiliki KDB 20 50 % dengan KLB 2, KDB 20% yang dimaksud adalah untuk kawasan perumahan dengan kepadatan rendah. Sedangkan untuk kawasan perkantoran dan perdagangan direncanakan memiliki intensitas 50 % dengan KLB 224. Dengan adanya rencana intensitas pemanfaatan ruang ini diharapkan Kecamatan Mampang Prapatan dapat menjadi kawasan perumahan dan perniagaan yang lebih teratur tata letak bangunannya.

B.6.58.3 Peribadatan
Hingga tahun 2030 Kecamatan Mampang Prapatan membutuhkan 29 unit fasilitas peribadatan dengan skala kelurahan yang terdiri dari masjid dan musholla. Untuk memenuhi kebutuhan hingga tahun 2030 tidak diperlukan penambahan fasilitas peribadatan karena ketersediaan pada kondisi eksisting telah melebihi jumlah kebutuhan hingga tahun 2030.

B.6.58.4 Olah Raga


Hingga tahun 2030 Kecamatan Mampang Prapatan membutuhkan 667 unit fasilitas olah raga dengan skala kelurahan yang terdiri dari taman bermain dan lapangan olah raga. Untuk memenuhi kebutuhan hingga tahun 2030 diperlukan penambahan 693 fasilitas olah raga yang terdiri dari taman bermain dan lapangan olah raga. Selain fasilitas olah raga dengan skala kelurahan pada Kecamatan Mampang Prapatan, terdapat pula fasilitas olah raga dengan skala kecamatan. Total kebutuhan fasilitas olah raga dengan skala pelayanan kecamatan di Kecamatan Mampang Prapatan sampai tahun 2030 adalah sebanyak 11 yang terdiri dari lapangan bola, gedung olah raga, dan kolam renang. Terselenggaranya pengaturan pemanfaatan ruang kawasan lindung dan kawasan budi daya.

B.6.60 Tujuan, Kebijakan dan Strategi Kecamatan Pancoran B.6.60.1 Tujuan


Rencana rinci tata ruang Kecamatan Kecamatan Pancoran merupakan wujud pemanfaatan ruang yang menggambarkan susunan lokasi pusat perdagangan jasa dan ikatan fungsi antar sub-sub pusat kegiatan dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Sesuai dengan hasil identifikasi serta kecenderungan struktur tata ruang masa depan yang akan terbentuk maka tujuan rencana rinci tata ruang Kecamatan Pancoran yaitu :

B.6.58.5 Pengendali Bencana


Sistem pengendali bencana di Kecamatan Mampang Prapatan direncanakan dengan beberapa sistem pengendali bencana yang meliputi banjir dan kebakaran, yaitu sebagai berikut : 1. 2. 3. Perbaikan daerah sempadan sungai melalui penghijauan. Peningkatan kapasitas danau dan sungai. Perbaikan saluran air yang tertutup perkerasan serta membuat saluran air baru

a.

Terwujudnya Terwujudnya

keterpaduan,

keterikatan

dan

keseimbangan

antar

wilayah

kecamatan serta keserasian antar sektor.

b.

rencana tata ruang mempertimbangkan aspek

optimalisasi

pemanfaatan ruang yang ada, serta memperhatikan kemungkinan-kemungkinan pemanfaatan ruang bawah tanah pada bagian-bagian tertentu di wilayah Kecamatan Pancoran. c. Tercapainya pemanfaatan ruang yang berkualitas untuk :

pada lokasi-lokasi yang belum memiliki saluran air.


III-256

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Mewujudkan kehidupan masyarakat Kecamatan Pancoran yang sejahtera lahir Mewujudkan keterpaduan dalam penggunaan sumberdaya alam Meningkatkan pemanfaatan sumberdaya alam dan sumberdaya buatan secara berhasil-guna dan tepat-guna untuk meningkatkan kualitas

Penggunaan perumahan lebih diarahkan kepada resettlement daerah-daerah hunian yang akan tergusur akibat pengembangan kegiatan lain, seperti perluasan dan lain sebagainya. Sedangkan pembangunan perumahan untuk masa mendatang dibatasi. Program perbaikan lingkungan perlu dilanjutkan. b. Sektor Perdagangan dan Jasa Pengembangan sentra-sentra tetap diutamakan. Pengembangan ribbon dibatasi dan ditolerir hanya pada kelas jalan tertentu, yaitu kolektor keatas dan harus terjamin kelancaran lalu lintas dan penyediaan fasilitas parkir yang memadai. Peremajaan pasar harus memperhatikan kepentingan pedagang lama dan ekonomi lemah. c. Sektor Fasilitas Umum Pencadangan lahan untuk pembangunan fasilitas umum harus dilakukan sedini mungkin. Mendorong pihak swasta untuk berperan serta dalam pembangunan fasilitas umum. Optimasi pada lokasi fasilitas umum yang telah ada dengan penambahan lokal. Pembangunan baru untuk memenuhi jumlah kebutuhan dan pencapaian target sesuai standar kecamatan. d. Sektor Air Minum Penambahan jaringan pelayanan air bersih / air minum PAM melalui pengembangan jaringan induk baru dan jaringan distribusi serta hidran umum. Penggunaan air yang melampaui batas harus dicegah. e. Sektor Banjir dan Drainase Melaksanakan normalisasi kali dan penambahan saluran mikro dan meningkatkan sistem makro drainase yang ada. Melaksanakan kegiatan vegetasi secara serentak. f. Sektor Utilitas Umum Penambahan gardu-gardu listrik dan penambahan/peningkatan jaringan pelayanan listrik serta lampu-lampu penerangan jalan. Penambahan telepon umum pada lokasi-lokasi strategis. Koordinasi terpadu antara PLN, Telkom dan Pemda DKI Jakarta dalam perencanaan dan pelaksanaan pengadaan instalasi listrik, telepon dan gas. g. Sektor Ruang Terbuka Hijau Melaksanakan dan mencadangkan serta mengamankan ruang terbuka hijau sepanjang kali dan memanfaatkannya untuk taman dan hortikultura yang dapat dinikmati masyarakat. Mengadakan penghijauan maksimum pada pekarangan-pekarangan individu melalui program penyuluhan pembinaan. Mengadakan penghijauan maksimum pada ROW (lebar badan jalan) arteri dan kolektor.

dan batin

berdaya-guna,

sumberdaya manusia Mewujudkan perlindungan fungsi ruang dan mencegah serta menanggulangi Mewujudkan keseimbangan kepentingan kesejahteraan dan keamanan dampak negatif terhadap lingkungan d. Tersusunnya arahan lokasi investasi yang akan dilaksanakan pemerintah dan masyarakat. e. Tersusunnya arahan pelaksanaan pemanfaatan ruang dan merupakan dasar dalam mengeluarkan perijinan lokasi pembangunan.

B.6.60.2 Kebijakan B.6.60.2.1 Kawasan Budidaya


Kawasan budidaya merupakan kawasan yang dikembangkan secara intensif dengan pusat pengembangan yang ada di Kecamatan Pancoran, secara umum pengembangan tersebut berorientasi pada optimalisasi sumber daya dan tetap mempertahankan kelestarian lingkungan guna mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Strategi rencana kawasan budidaya berdasarkan ciri kegiatan perkotaan adalah Kawasan perkotaan merupakan kawasan yang mempunyai arahan kegiatan utama bukan pertanian dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perkotaan, pemusatan dan distribusi pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial dan kegiatan ekonomi. Karena keterbatasan daya dukung lahan maka pada kawasan perkotaan diupayakan adanya intensifikasi lahan pada lahan dengan kepadatan penduduk atau kegiatan tinggi, dilakukan ekstensifikasi pada kawasan cadangan pengembangan kawasan perkotaan. Pengembangan tersebut diupayakan semaksimal mungkin sesuai dengan potensi yang ada. Namun perlu dijaga agar pengembangan kawasan perkotaan tidak meluas dan mengganggu kawasan dengan fungsi lindung. Pengembangan di kawasan perkotaan terutama di pusat kota tetap memperthatikan agar kekompakan penggunaan lahan terjaga dan tidak menjadi homogen. Kebijakan kawasan budidaya dibagi menjadi beberapa sektor, diantaranya yaitu : a. Kebijakan kawasan budidaya dibagi menjadi beberapa sektor, diantaranya yaitu Perumahan

B.6.60.2.2 Kawasan Strategis

III-257

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Pengembangan

kawasan

diprioritaskan

karena

keberadaannya

dapat

mendukung

dan prasarana yang baik. Kecamatan Pancoran diharapkan dapat menampung penduduk sebanyak 129.895 jiwa pada tahun 2030. Tabel 6.44 Daya Tampung Penduduk Per Kelurahan
No 1 2 3 4 5 6 Kalibata Rawa Jati Duren Tiga Pancoran Pengadegan Cikoko Jumlah
Sumber : Hasil Perhitungan, 2009

pengembangan sekktor strategis di atasnya dengan berdasar atas pertimbanganpertimbangan. Pengembangan kawasan tersebut mempunyai dampak regional maupun nasional karena memiliki kontribusi tinggi. Pengembangan sektor sosial ekonomi di atasnya membutuhkan lahan dalam skala besar. Sektor yang akan dikembangkan mempunyai prioritas tinggi dalam lingkup regional dan nasional. Kawasan memliki prospek ekonomi yang cerah untuk menarik investasi dan memacu pengembangan wilayah sekitar. Pengembangan secara intensif potensi sumberdaya alam yang dapat dimanfaatkan. Pengembangan prasarana perhubungan yang lebih dapat diandalkan. Peningkatan hubungan sosial ekonomi dengan pusat kegiatan terdekat

Kelurahan

Jumlah penduduk (jiwa/m2) 62.500 22.751 14.245 21.004 6.366 3.029 129.895

B.6.60.2.3 Penanganan Lingkungan


Strategi penanganan kawasan ini dititik beratkan pada pemeliharaan lingkungan guna mempertahankan ekosistem setempat dan kelestarian lingkungan alam. Hal ini termasuk juga pengendalian dan pengelolaan lingkungan hidup serta peraturan tentang adanya penetapan AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan).

B.6.62 Rencana Struktur Ruang Kecamatan Pancoran


Berdasarkan rencana tata ruang wilayah Propinsi DKI Jakarta tahun 2010-2030, pusat-pusat kegiatan pembentuk ruang kecamatan Pancoran hanya didasarkan kepada pusat kegiatan premier, sekunder dan tersier.

B.6.60.3 Strategi
Strategi rencana rinci tata ruang Kecamatan Pancoran: Meningkatkan peran dan fungsi serta menata pusat-pusat kegiatan yang sudah Memperbaiki dan merencanakan kawasan-kawasan yang cenderung kumuh Mempertahankan RTH yang sudah ada dan mengembalikan fungsi RTH berkembang. dengan membangun rumah susun beserta fasilitas-fasilitasnya. khususnya di bantaran sungai, pinggiran Jalan Rel kereta api yang dijadikan perumahan kumuh. Merealisasikan pembangunan sarana dan prasarana yang mampu meningkatkankapasitas perdagangan dan jasa.

B.6.63 Rencana Transportasi Kecamatan Pancoran


Rencana transportasi di Kecamatan Pancoran meliputi rencana pembangunan jaringan jalan mencakup sistem jaringan jalan. Sistem jaringan jalan di wilayah Kecamatan Pancoran sampai dengan tahun 2030 direncanakan sebagai berikut : Jalan Kolektor Primer

Rencana pembangunan jalan di Jl. Pancoran Timur 3, yaitu menghubungkan Rencana pembangunan jalan di sepanjang kali mampang. Rencana pembangunan jalan yang menghubungkan Jl. Duren Tiga Selatan Jl. Rencana pembangunan jalan yang menghubungkan Jl. Duren Tiga Selatan Jl. Rencana pembangunan jalan yang menghubungkan Jl. Duren Tiga Jl. Duren Rencana pembangunan jalan yang menghubungkan Jl. Pasar Minggu Raya Jl.

antara Jl. MT. Haryono Jl. Pahlawan.

B.6.61 Rencana Pengelolaan Kependudukan Kecamatan Pancoran


Persebaran penduduk di Kecamatan Pancoran direncanakan mengarah ke wilayah utara, timur, dan selatan kecamatan. Pada ketiga wilayah tersebut akan direncanakan pembangunan wisma dengan klasifilasi wisma sedang, wisma besar, wisma taman, dan wisma susun. Diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan penyediaan wisma tersebut beserta fasilitas pendukungnya sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi. Selain penyediaan wisma dan fasilitasnya, kawasan yang dijadikan kawasan persebaran penduduk memerlukan perbaikan utilitas, sarana,

Warung Jati Timur. Warung Jati Timur 5.

Tiga Selatan. Rawa Jati Timur. Rencana Pelebaran Jalan


III-258

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Seluruh wilayah Kecamatan Pancoran direncakan akan terlayani jaringan jalan, hal ini dilakukan agar seluruh masyarakat dapat melakukan keluar atau masuk wilayah Kecamatan Pancoran dengan mudah. Kondisi eksisting 2008 jaringan jalan di Kecamatan Pancoran cukup melayani seluruh masyarakat, namun diperlukan beberapa penambahan ruas jalan dan pelebaran jalan sehingga diharapkan dapat mengatasi permasalahan lalu lintas.

Peningkatan kebutuhan akibat pertambahan penduduk dan kegiatan

Dengan demikian, pengembangan jejaring utilitas umum adalah dengan : Memanfaatkan jejaring utilitas yang telah ada Meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Memperhatikan estetika lingkungan dan keamanan

Berikut ini adalah rencana pengembangan jaringan utilitas di Kecamatan Kebon Jeruk yang meliputi persampahan, drainase, listrik, telekomunikasi, gas, air bersih, air limbah, telekomunikasi dan air limbah.

B.6.64.1 Persampahan
Produksi buangan sampah di Kecamatan Pancoran sampai tahun 2030 diperhitungkan sebesar 445.339,98 lt/hari, dengan lokasi LPS yang dibangun direncakan di masing-masing kelurahan sebanyak satu unit Tabel 6.45 Rencana Pelebaran Jaringan Jalan Kecamatan Pancoran
Nama Jalan Jl. Pasar Minggu Raya Jl. Duren Tiga Utara Jl. Pancoran Timur (Perdatam) Jl. Pahlawan Kalibata Jl. Mampang Prapatan Jl. Warung Jati Timur Jl. Warung Jati Barat Jl. Duren Tiga Selatan Jl. Pengadegan Jl. MT. Haryono Jl. Pengadegan Timur Jl. Pengadegan Selatan Jl. Pengadegan Barat Jl. Rawa Jati Timur Jl. Rawa Jati Barat
Sumber : RTRWC Tahun 2005

Rencana pengelolaan persampahan di Kecamatan Pancoran adalah sebagai berikut:


ROW Rencana (m) 38 10 12 36 30 18 30 8 15 15 15 15 15 15

Program pemilahan sampah sebelum dibuang ke LPS ( Lokasi pembuangan

Fungsi Jalan Jl. Arteri Sekunder Jl. Kolektor Primer Jl. Kolektor Primer Jl. Arteri Sekunder Jl. Arteri Sekunder Jl. Arteri Sekunder Jl. Arteri Sekunder Jl. Kolektor Primer Jl. Kolektor Primer Jl. Arteri Primer Jl. Kolektor Primer Jl. Kolektor Primer Jl. Kolektor Primer Jl. Kolektor Primer Jl. Kolektor Primer

ROW Eksisting (m) 15 6 8 22 28 9 28 5 8 50 8 8 7 10 10

sampah ) melalui pemilahan sampah organik (basah) dan non-organik (kering) akan memudahkan proses pembuatan kompos sebelum dibakar di dalam insinerator Pengembangan prasarana sampah bahan berbahaya dan beracun (B3) dan Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah dengan dilakukan dengan teknologi tepat guna penerapan konsep 3R (reduced, reused, recycling) Meningkatkan mutu, kapasitas dan jumlah armada sampah yang dapat masuk kelingkungan yang padat penduduk Mencegah dan menindak tegas pembuangan sampah ke sungai, saluran. Caranya dengan mencegah tumbuhnya perumahan liar,bedeng di sepanjang tepi sungai Tabel 6.46 Jumlah Timbulan Sampah Kecamatan Pancoran No 1 Kelurahan Kalibata Penduduk (jiwa) 62.500 Asumsi Timbulan Sampah (ltr/org/hari) 2.67 Timbulan Sampah (ltr/hari) 23.408,24 Timbulan Sampah (m3/hari) 23,408
III-259

B.6.64 Rencana Pengembangan Utilitas Kecamatan Pancoran


Pengembangan jejaring utilitas umum memperhatikan hal-hal berikut : Jejaring yang sudah ada

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

No 2 3 4 5 6

Kelurahan Rawa Jati Duren Tiga Pancoran Pengadegan Cikoko Jumlah

Penduduk (jiwa) 22.751 14.245 21.004 6.366 3.029 129.895

Asumsi Timbulan Sampah (ltr/org/hari) 2.67 2.67 2.67 2.67 2.67 2.67

Timbulan Sampah (ltr/hari) 8.52,97 5.335,21 7.866,67 2.384,27 1.134,46 48.649,81

Timbulan Sampah (m3/hari) 8,521 5,335 7,867 2,384 1,134 48,680

Kecamatan Pancoran ialah sistem on-site (cubluk, septic tank) dengan saluran pembuangan air limbah makro yaitu Banjir Kanal Barat dan Kali Krukut. Tabel 6.48 Jumlah Timbulan Air Kotor (Sludge) Kecamatan Pancoran No 1 2 3 4 5 6 Kelurahan Kalibata Rawa Jati Duren Tiga Pancoran Pengadegan Cikoko Jumlah Penduduk (jiwa) 62.500 22.751 14.245 21.004 6.366 3.029 129.895 Asumsi Sludge (ltr/org/hari) 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 Timbulan Sludge (ltr/hari) 905.797,10 329.724,64 206,449,28 304.405,80 92.260,87 43.898,55 1.882.536,23 Timbulan Sludge (m3/hari) 905,797 329,725 206,449 304,406 92,261 43,899 1.882,536

Sumber : Hasil Rencana

B.6.64.2 Drainase dan Pengendali Banjir


Rencana pengendalian drainase di Kecamatan Pancoran adalah sebagai berikut :

Melaksanakan normalisasi sepanjang aliran sungai dan mengamankan sungai dari kegiatan yang dapat menggangu fungsinya (Pengamanan terhadap bangunan liar dan pembuangan sampah)

Sumber : Hasil Perhitungan 2009

Penataan kembali (GSS) garis sempadan sungai sejalan dengan penataan sungai menurut fungsinya yaitu sebagai pengendali banjir, drainase dan penggelontor Peningkatan dan pengembangan fungsi situ-situ sebagai lokasi tempat penampungan air Pengerukan sampah di sepanjang kali yang bisa menimbulkan banjir

B.6.64.4 Listrik
Rencana pengembangan jaringan listrik dengan indikasi-indikasi pengembangan tersebut merupakan suatu terapan pada kesesuaian pembangunan pada setiap kawasan yang membutuhkan pemerataan pelayanan, dengan tujuan agar sistem jaringan listrik pada Kecamatan Pancoran dapat berfungsi dengan baik serta memperindah lingkungan sekitar. Adapun rencana pengembangan adalah, sebagai berikut : Memperbaiki jaringan listrik yang telah ada Meningkatkan daya transmisi yang sudah ada Mencegah kebocoran atau kebakaran listrik dengan mendistribusikan kabel-kabel Menempatkan gardu-gardu listrik secara terpadu dengan sektor lain serta jaringan listrik sesuai dengan jaringan jalan. Mengamankan jaringan listrik pada kawasan perumahan padat.

Sistem jaringan drainase yang diusulkan mengikuti sistem hierarki jalan sebagai berikut: Saluran primer yang merupakan saluran yang akan mengalirkan air ke saluran alam atau sungai yang ada. Ditempatkan pada setiap jalan primer. Bentuk penampang berupa saluran segi empat tertutup pada kawasan yang relatif padat untuk menghindari masuknya sampah dan mencegah terjadinya genangan air pada permukaan jalan. Bentuk penampang saluran segi empat terbuka pada kawasan yang relatif kosong. Tabel 6.47 Rencana Pelebaran Sistem Drainase Kecamatan Pancoran
Nama Kali Kali Ciliwung Kali Baru Barat
Sumber : RTRW Propinsi DKI Jakarta

PLN dengan kabel isolasi mempertimbangkan segi estetika lingkungan.

ROW Eksisting (m) 10-15 5-7

ROW Rencana (m) 50 10

B.6.64.5 Rencana Jaringan Air Bersih


Kebutuhan air minum sampai dengan tahun 2030 di Kecamatan Pancoran adalah sebesar 29.188.950 lt/hari, dengan perincian kebutuhan air bersih terbesar berada pada kelurahan Kalibata yaitu 14.984.025 liter/hari, sedangkan kebutuhan air bersih terkecil berada pada kelurahan Duren Tiga yaitu 224.525 liter/hari.

B.6.64.3 Limbah
Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, produksi air limbah/kotor di Kecamatan Pancoran ialah sebesar 1.882.536 liter per hari. Rencana sistem pembuangan air limbah di

III-260

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Rencana untuk tahun 2030, jaringan pipa air minum diarahkan untuk memenuhi penambahan kebutuhan air bersih. Tabel 6.49 Jumlah Kebutuhan Air Bersih Kecamatan Pancoran Asumsi Kebutuhan Penduduk Kebutuhan Air Kelurahan Air Bersih (jiwa) Bersih (ltr/hari) (ltr/org/hari) Kalibata 85.623 175 14.984.025 Rawa Jati 38.275 175 6.698.125 Duren Tiga 12.830 175 224.525 Pancoran 34.575 175 6.050.625 Pengadegan 4.615 175 807.625 Cikoko 2.423 175 424.025 Jumlah 178.341 29.188.950

1 2 3 4 5 6

No 1 2 3 4 5 6

Kebutuhan Air Bersih (m3/hari) 14.984025 6.698125 0.224525 6.050625 0.807625 0.424025 29.18895

Wisma Besar Wisma Sedang Wisma Kecil Wisma Kantor Wisma Flat Wisma Susun Total

143.22 249.35 0.10 0.08 6.14 4.82 403.72

Sumber : Hasil Analisa

B.6.65.2 Perdagangan dan Jasa


Dalam rencana pemanfaatan lahan pada Kecamatan Pancoran, pemanfaatan lahan Karya merupakan pemanfaatan lahan terbesar kedua, yaitu dengan pemanfaatan lahan seluas 171.15 Ha. Rencana pemanfaatan lahan Karya, terbagi menjadi beberapa pemanfaatan lahan yaitu:

Sumber : Hasil Perhitungan 2009

B.6.65 Rencana Pola Ruang Kecamatan Pancoran


Pemanfaatan pola ruang Kecamatan Pancoran terbagi menjadi beberapa pemanfaatan lahan, yaitu : a. Pemanfaatan Lahan Perumahan

Karya Pemerintahan dengan penggunaan lahan seluas 71.89 Ha Karya Kantor dan Jasa dengan penggunaan lahan seluas 32.77 Ha Tabel 6.51 Pemanfaatan Lahan Kawasan Perkantoran dan Perdagangan No Fungsi Lahan Luas Lahan (Ha) 1 Karya Pemerintahan 71.89 2 Karya Kantor dan Jasa 32.77 3 Karya Perdagangan 62.40 4 Karya Umum Taman 4.08 Total 171.15
Sumber: Hasil Analisa

b. Pemanfaatan Lahan Perkantoran


c. Pemanfaatan Lahan Fasilitas Umum dan Fasilitas Sosial d. Pemanfaatan Lahan Penyempurna

B.6.65.1 Permukiman
Dalam rencana pemanfaatan lahan pada Kecamatan Pancoran, pemanfaatan lahan wisma yang paling besar penggunaan lahannya yaitu seluas 403.72 Ha. Rencana pemanfaatan lahan wisma, terbagi menjadi beberapa pemanfaatan lahan yaitu : Kawasan Perumahan Kepadatan Sedang seluas 392.57 Ha Kawasan Perumahan Kepadatan Tinggi penggunaan lahan seluas 0.10 Ha Wisma Kantor dengan penggunaan lahan seluas 0.08 Ha Kawasan Perumahan Flat dengan penggunaan lahan seluas 6.14 Ha Kawasan Perumahan Susun dengan penggunaan lahan seluas 4.82 Ha Tabel 6.50 Pemanfaatan Lahan Kawasan Perumahan
No Fungsi Lahan Luas Lahan (Ha)

B.6.65.3 Kawasan Pelayanan Umum dan Sosial


Dalam rencana pemanfaatan lahan pada Kecamatan Pancoran, pemanfaatan lahan Suka merupakan pemanfaatan lahan terbesar ketiga, yaitu dengan pemanfaatan lahan seluas 30.38 Ha. Rencana pemanfaatan lahan Suka, terbagi menjadi beberapa pemanfaatan lahan yaitu : Suka Pendidikan dengan pemanfaatan lahan seluas 22.02 Ha Suka Sarana Kesehatan dengan pemanfaatan lahan seluas 1.62 Ha Suka Sarana Ibadah dengan pemanfaatan lahan seluas 3.77 Ha Suka Pelayanan Umum dengan pemanfaatan lahan seluas 0.39 Ha Suka Rekreasi dan Olahraga dengan pemanfaatan lahan seluas 2.45 Ha Suka Utilitas Kota dengan pemanfaatan lahan seluas 0.11 Ha Suka PW dengan pemanfaatan lahan seluas 0.02 Ha
III-261

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Lebih jelasnya lihat tabel dibawah ini : Tabel 6.52 Pemanfaatan Lahan Kawasan Pelayanan Umum dan Sosial No Fungsi Lahan Luas Lahan (Ha) 1 Suka Pendidikan 22.02 2 Suka Pelayanan Umum 0.39 3 Suka pw 0.02 4 Suka Rekreasi dan Olahraga 2.45 5 Suka Sarana Ibadah 3.77 6 Suka Sarana Kesehatan 1.62 7 Suka Utilitas Kota 0.11 Total 30.38
Sumber: Hasil Analisa dan Observasi lapangan

B.6.66 Rencana Pengembangan Fasilitas Umum dan Sosial Kecamatan Pancoran


Rencana Pengembangan fasilitas umum dan sosial di Kecamatan Pancoran terdiri dari empat jenis fasilitas, yaitu Fasilitas Pendidikan, Fasilitas Kesehatan, Fasilitas Peribadatan, dan Fasilitas Olah Raga.

B.6.66.1 Pendidikan
Berdasarkan hasil analisis dan perhitungan kebutuhan fasilitas pendidikan di Kecamatan Pancoran, pada tahun 2030 Kecamatan Pancoran harus menyediakan 155 unit fasilitas pendidikan dengan skala pelayanan kelurahan maupun kecamatan dengan rincian 95 unit TK, 48 unit SD, 4 unit SLTP, serta 4 unit SLTA .

B.6.65.4 Ruang Terbuka Hijau


Dalam rencana pemanfaatan lahan pada Kecamatan Pancoran, pemanfaatan lahan Penyempurna merupakan pemanfaatan lahan terkecil, yaitu dengan pemanfaatan lahan seluas 88.68 Ha. Rencana pemanfaatan lahan Penyempurna, terbagi menjadi beberapa pemanfaatan lahan yaitu: Penyempurna Hijau Umum dengan pemanfaatan lahan seluas 15.65 Ha Penyempurna Hijau Taman dengan pemanfaatan lahan seluas 12.91 Ha Penyempurna Hijau Makam dengan pemanfaatan lahan seluas 24.30 Ha Penyempurna Hijau Tegangan Tinggi dengan pemanfaatan lahan seluas 3.31 Ha Phd dengan pemanfaatan lahan seluas 0.01 Ha Psw dengan pemanfaatan lahan seluas 32.50 Ha Tabel 6.53 Pemanfaatan Lahan Kawasan Penyempurna
No 1 2 3 4 5 6 Fungsi Lahan Penyempurna Hijau Umum Penyempurna Hijau Taman Penyempurna Makam Penyempurna Hijau Tegangan Tinggi Phd Psw Total
Sumber: Hasil Analisa

No 1 2 3 4

Tabel 6.54 Jumlah Kebutuhan Fasilitas Pendidikan Kecamatan Pancoran Eksisting Kebutuhan Jenis Fasilitas 2006 Daya Tampung TK 24 95 SD 46 48 SLTP 5 4 SLTA 6 4
81 155

Jumlah Sumber : Hasil Perhitungan 2009

B.6.66.2 Kesehatan
Jumlah penduduk Kecamatan Pancoran berdasarkan daya tampung ialah sebesar 118.887 jiwa. Dengan jumlah tersebut dan menggunakan standar penyediaan fasilitas kesehatan, maka diperoleh jumlah kebutuhan fasilitas kesehatan seperti yang terlihat pada tabel III-14, yaitu Rumah Sakit sebanyak 0 unit, puskesmas sebanyak 4 unit, posyandu sebanyak 4 unit, dan 4 unit praktek dokter. Tabel 6.55 Jumlah Kebutuhan Fasilitas Kesehatan Kecamatan Pancoran Eksisting Kebutuhan Daya No Jenis Fasilitas 2006 Tampung 1 Rumah Sakit 1 0 2 Puskesmas 8 4 3 Posyandu 107 4 4 Praktek Dokter 44 4 Jumlah 160 12 Sumber : Hasil Perhitungan 2009

Luas Lahan (Ha) 15.65 12.91 24.30 3.31 0.01 32.50 88.68

B.6.66.3 Peribadatan
III-262

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Jumlah penduduk Kecamatan Jatinegara berdasarkan daya tampung ialah sebesar 118.887 jiwa. Dengan jumlah tersebut dan menggunakan standar penyediaan fasilitas peribadatan, maka diperoleh jumlah kebutuhan fasilitas peribadatan seperti yang terlihat pada tabel III-15, yaitu mushala 40 unit, masjid 4 unit, dan gereja berjumlah 2 unit, Tabel 6.56 Jumlah Kebutuhan Fasilitas Peribadatan Kecamatan Pancoran Eksisting Kebutuhan Daya No Jenis Fasilitas 2006 Tampung 1 Masjid 53 4 2 Musholla 91 40 3 Gereja 3 2 Jumlah 147 46
Sumber : Hasil Perhitungan 2009

e. Perbaikan lingkungan berupa pelebaran jalan lingkungan sehingga mempermudah evakuasi ketika terjadi kebakaran.

B.6.67 Rencana Intensitas Pemanfaatan Ruang Kecamatan Pancoran


Komponen intensitas ruang meliputi angka dan presentase dari KLB, KDB, KB. Tingkatan besaran ruang atau luas seluruh lantai bangunan yang diperkenankan untuk di bangun dalam perpetakan atau persil atau daerah perencanaan (DP) yang telah ditetapkan batas-batasnya berdasarkan fungsi tertentu rencana tata ruang yang terdiri dari tingkatan nilai KLB, sebagai berikut : 1. Nilai KLB rata-rata 1,0 merupakan nilai KLB antara angka 0,4 sampai dengan 1,6 2. Nilai KLB rata-rata 2,0 merupakan nilai KLB antara angka lebih besar dari 1,6 sampai dengan 2,4 3. Nilai KLB rata-rata 3,0 merupakan nilai KLB antara angka lebih besar dari 2,4 sampai dengan 3,5 4. Nilai KLB rata-rata 4,0 Nilai KLB 1,0 sampai dengan 4,0 diarahkan pada kawasan-kawasan permukiman, kawasan bangunan umum, bangunan umum KDB rendah, kawasan campuran serta kawasan industri/pergudangan di Kecamatan Kembangan. Rencana intensitas lahan dimaksudkan untuk mengarahkan kepadatan bangunan, untuk memberi keseimbangan lingkungan antara lahan terbangun dan ruang terbuka secara tiga dimensi, pengaturan intensitas lahan lebih detail akan terdapat pada peraturan permintakan. Rencana intensitas lahan disesuaikan dengan kondisi lingkungan serta kebutuhan

B.6.66.4 Olah Raga


Jumlah penduduk Kecamatan Pancoran berdasarkan daya tampung ialah sebesar 118.887 jiwa. Dengan jumlah tersebut dan menggunakan standar penyediaan fasilitas olahraga, maka diperoleh jumlah kebutuhan fasilitas olahraga seperti yang terlihat pada tabel III-16, yaitu Lapangan olahraga berjumlah 44 unit yang terdiri dari Lapangan sepak Bola, Lapangan Bulu Tangkis, Lapangan Tenis, Lapangan Bola Voli. Selain itu juga dibutuh 4 untuk kebutuhan akan kolam renang. Tabel 6.57 Jumlah Kebutuhan Fasilitas Olahraga Kecamatan Pancoran Eksisting Kebutuhan Daya No Jenis Fasilitas 2006 Tampung 1 Sepak Bola 3 2 Bulu Tangkis 35 40 3 Tenis 23 4 Bola Voli 27 5 Kolam Renang 4 Jumlah 88 44
Sumber : Hasil Perhitungan 2009

pengembangan, baik kebutuhan struktur kota maupun nilai ekonomis lahan pada penggal jalan tertentu, Rencana intensitas lahan meliputi rencana ketinggian bangunan, KDB dan KLB. KLB rata-rata 1,0 diarahkan pada : a) Kawasan permukiman b) Kawasan permukiman KDB rendah c) Kawasan bangunan umum d) Kawasan bangunan umum KDB rendah e) Kawasan campuran f) Kawasan industri / pergudangan KLB rata-rata 2,0 diarahkan pada : a) Kawasan permukiman b) Kawasan permukiman KDB rendah
III-263

B.6.66.5 Pengendalian Bencana


Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, maka untuk Kecamatan Pancoran direncanakan beberapa sistem pengendali bencana meliputi banjir dan kebakaran, yaitu berupa : a. Perbaikan daerah sempadan sungai melalui penghijauan. b. Peningkatan kapasitas danau dan sungai. c. Perbaikan saluran air yang tertutup perkerasan serta membuat saluran air baru pada lokasi-lokasi yang belum memiliki saluran air. d. Sebaran distribusi sarana dan prasana kebakaran pada setiap kelurahan.

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

c) Kawasan bangunan umum d) Kawasan bangunan umum KDB rendah e) Kawasan campuran f) Kawasan industri / pergudangan KLB rata-rata 3,0 diarahkan pada : a) Kawasan permukiman 4 b) Kawasan permukiman KDB rendah c) Kawasan bangunan umum d) Kawasan bangunan umum KDB rendah e) Kawasan campuran KLB rata-rata 4,0 diarahkan pada : a) Kawasan permukiman b) Kawasan bangunan umum c) Kawasan bangunan umum KDB rendah d) Kawasan campuran e) KLB lebih besar dari 5,0 sampai dengan 10,0 diarahkan pada kawasan Sentra Primer Baru Barat Tabel 6.58 Rencana Intensitas dan Kepadatan Bangunan Kecamatan Pancoran Tahun 2030
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Lokasi Jl. MT. Haryono Jl. MT. Haryono Jl. MT. Haryono Jl. Raya Pasar Minggu Jl. Raya Pasar Minggu Jl. Warung Buncit Jl. Warung Buncit Jl. Pasar Minggu Jl. Pahlawan Jl. Kalibata Raya Peruntukan Kpm Kkt Kpd Kkt Kpd Kkt Kpd Wdg/Wkt Kpm Kpm Ketinggian maks (lantai) 24 40 16 4 4 4 4 4 4 4 KDB (%) 20 45 50 54 54 50 50 40 40 40 KLB (%) 3 4 3.5 2 2 2 2 1.6 1.6 1.6
Keterangan :

Kriteria Rencana Pengelolaan dan Sifat Perencanaan Kawasan Tipologi Kawasan Mantap Peralihan Menuju Mantap Peralihan Menuju Dinamis Dinamis Rencana Pengelolaan Lingkungan Pemeliharaan Pemugaran Pemugaran Perbaikan Lingkungan Perbaikan Lingkungan Peremajaan Peremajaan Pembangunan Baru Sifat Perencanaan Rigid Rigid Fleksibel Fleksibel

Rencana Rigid berarti perubahan peruntukan / fungsi kawasan tidak dapat dilakukan, kecuali Rencana Fleksibel berarti peruntukan / fungsi kawasan dapat dilakukan untuk memenuhi perkembangan kota,

memang diperlukan hanya dapat dilakukan secara sangat terbatas mengikuti ketentuan yang berlaku dilaksanakan mengikuti ketentuan yang berlaku.

Usulan pengelolaan berbagai kawasan di Kecamatan Pancoran sesuai dengan tipe kawasan diuraikan pada indikasi program dengan kriteria rencana yang sudah ditentukan sesuai dengan tipologi kawasan, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 6.60.

B.6.69 Tujuan, Kebijakan dan Strategi Kecamatan Tebet B.6.69.1 Tujuan


Rencana rinci tata ruang Kecamatan Tebet merupakan wujud pemanfaatan ruang yang menggambarkan susunan lokasi pusat perdagangan jasa dan ikatan fungsi antar sub-sub pusat kegiatan dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Sesuai dengan hasil identifikasi serta kecenderungan struktur tata ruang masa depan yang akan terbentuk maka tujuan rencana rinci tata ruang Kecamatan tebet yaitu : a. b. Terselenggaranya pengaturan pemanfaatan ruang kawasan lindung dan kawasan Terwujudnya Terwujudnya keterpaduan, keterikatan dan keseimbangan antar wilayah budi daya. kecamatan serta keserasian antar sektor.

Sumber : RTRW Propinsi DKI Jakarta Tahun 2010

c. B.6.68 Arahan Pemanfaatan Ruang Kecamatan Pancoran


Rencana pemanfaatan ruang menguraikan rencana program pemanfaatan ruang masingmasing kegiatan kota di wilayah serta rencana pengelolaan lingkungan. Berbagai kawasan yang terdapat di dalam suatu kecamatan memerlukan penanganan yang terpadu karena di dalam mengelola suatu kecamatan diperlukan keterlibatan dari berbagai sektor/komponen. Secara umum, rencana pengelolaan dan sifat perencanaan tiap tipe kawasan dapat dilihat pada tabel berikut ini. Tabel 6.59

rencana tata ruang mempertimbangkan aspek

optimalisasi

pemanfaatan ruang yang ada, serta memperhatikan kemungkinan-kemungkinan pemanfaatan ruang bawah tanah pada bagian-bagian tertentu di wilayah Kecamatan Tebet. d. Tercapainya pemanfaatan ruang yang berkualitas untuk : Mewujudkan kehidupan masyarakat Kecamatan Jatinegara yang sejahtera lahir dan batin; Mewujudkan keterpaduan dalam penggunaan sumberdaya alam;
III-264

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Meningkatkan pemanfaatan sumberdaya alam dan sumberdaya buatan secara berdaya-guna, berhasil-guna dan tepat-guna untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia;

Merealisasikan

pembangunan

sarana

dan

prasarana

yang

mampu

meningkatkankapasitas perdagangan dan jasa; Merealisasikan pembangunan jalan lingkungan di dalam lingkungan yang telah berkembang guna menyediakan ruang perumahan kota yang dapat menampung perkembangan penduduk.

e. f.

Mewujudkan perlindungan fungsi ruang dan mencegah serta menanggulangi dampak negatif terhadap lingkungan; Mewujudkan keseimbangan kepentingan kesejahteraan dan keamanan. Tersusunnya arahan lokasi investasi yang akan dilaksanakan pemerintah dan Tersusunnya arahan pelaksanaan pemanfaatan ruang dan merupakan dasar

B.6.70 Rencana Pengelolaan Kependudukan Kecamatan Tebet


Persebaran penduduk di Kecamatan Tebet direncanakan mengarah ke wilayah utara, timur, dan selatan. Pada ketiga wilayah tersebut akan direncanakan pembangunan wisma dengan klasifilasi wisma sedang, wisma besar, wisma taman, dan wisma susun. Diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan penyediaan wisma tersebut beserta fasilitas pendukungnya sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi. Selain penyediaan wisma dan fasilitasnya, kawasan yang dijadikan kawasan persebaran penduduk memerlukan perbaikan utilitas, sarana, dan prasarana yang baik. Kecamatan Tebet diharapkan dapat menampung penduduk sebanyak

masyarakat. dalam mengeluarkan perijinan lokasi pembangunan.

B.6.69.2 Kebijakan Dan Strategi


Kebijakan dan strategi rencana rinci tata ruang Kecamatan Tebet : Meningkatkan peran dan fungsi serta menata pusat-pusat kegiatan yang sudah Memperbaiki dan merencanakan kawasan-kawasan yang cenderung kumuh Mempertahankan RTH yang sudah ada dan mengembalikan fungsi RTH

499.446 jiwa pada tahun 2030. Wilayah timur dan utara Kecamatan Tebet diarahkan dapat menampung penduduk dalam jumlah yang lebih besar dari pada wilayah selatan. Wilayah Utara Kecamatan Tebet yaitu beberapa bagian Kelurahan Bali Mester dan Kelurahan Rawa Bunga diarahkan untuk menampung penduduk dengan kepadatan rendah, sedangkan untuk wilayah timur Kecamatan Tebet yaitu Kelurahan Cipinang Besar Selatan yang diarahkan untuk menampung penduduk dengan kepadatan rendah. Pembangunan wisma di wilayah ini dibatasi, hanya bangunan wisma yang pada eksisting 2008 telah bersifat mantap dan wisma taman yang diperbolehkan berada di kedua kecamatan tersebut. Tabel 6.60 Indikasi Program Pengembangan Kecamatan Pancoran

berkembang; dengan membangun rumah susun beserta fasilitas-fasilitasnya; khususnya di bantaran sungai, pinggiran Jalan Rel kereta api yang dijadikan permukiman kumuh;

NO I

Program STRUKTUR RUANG

Kegiatan

Lokasi

Tahun Implementasi 5 Th I 5 Th II X X 5 Th III X X X X X X X X 5 Th IV X

Sumber Dana

Pihak Terkait

A. Permukiman

B. Ruang Terbuka Hijau

Pembangunan dan peningkatan rumah susun di Kelurahan Kp. Melayu, Kelurahan Bidara Cina Mengembangkan kawasan permukiman baru Mempertahankan kawasan permukiman yang teratur seperti di Kel. Pd. Kelapa pengendalian pembangunan permukiman Peningkatan penghijauan pada jalur jalan antara lain di sepanjang jalan tol, Jalan Arteri serta di sepanjang daerah aliran sungai yang menjorok ke dalam kota

- Kel. Kp. Melayu


- Kel. Bidara Cina Semua kelurahan Semua kelurahan Jl. I Gusti Ngurah Rai, Jl. Kolonel Sugiono, Jl. Soekanto, Jl. K. H. Noer Ali, Jl. Raden Inten 2 Jl. Buaran Indah Raya, sepanjang DAS X X X

Swasta, Dinas Tata Ruang, DPU, Dinas Perumahan Swasta, Dinas Tata Ruang APBD APBD APBD Dinas Tata Ruang Dinas Tata Ruang Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI dan Jak-Pus

X X X

III-265

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

NO

Program Peningkatan Phm

Kegiatan Kel Pd. Kopi

Lokasi X X

Tahun Implementasi 5 Th I 5 Th II X X X X X 5 Th III X X X X X X X 5 Th IV

Sumber Dana APBD APBD

Pihak Terkait Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI dan Jak-Pus Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI dan Jak-Pus Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI dan Jak-Pus Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI dan Jak-Pus

Peningkatan Pht, Phr dan Phu Peningkatan kawasan campuran C. Komersial/Jasa/Perkantoran Peningkatan kawasan perkantoran dan Jasa II Fasilitas Umum dan Sosial Pembangunan dan pemeliharaan sarana dan sarana pendidikan pra sekolah, SD/MI, SMP, SMU/SMK (gedung sekolah, perpustakaan, dll). Peningkatan sarana dan prasarana Perguruan Tinggi Peningkatan kualitas sekolah-sekolah dan Perguruan Tinggi Lokal Pendirian Perguruan Tinggi baru. Pembangunan sarana dan prasarana kesehatan yang baru sesuai dengan lokasi dengan lokasi yang belum ada sarana dan prasarananya. Peningkatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana kesehatan yang sudah ada. Peningkatan kualitas kesehatan baik di pemukiman, sekolah, perkantoran, dan tempattempat umum. Peningkatan kawasan sehat/bersih. Peningkatan Jaringan jalan arteri primer, yaitu Jl. D.I Panjaitan, Jl. Basuki Rahman , dan jalan M.T Haryono III Pengembangan Sistem Transportasi Perbaikan ruas-ruas jalan rusak Peningkatan Kualitas Jalan dan Jembatan Akses Ke Jalan-jalan utama Pembangunan fasilitas, sarana dan prasarana transportasi yang terpadu dengan system angkutan umum Pengembangan Angkutan Transportasi massal

Semua Kelurahan Kel Pd. Bambu Sepanjang Jalan Arteri

Semua Kelurahan Kecamatan Pancoran Kecamatan Pancoran Kecamatan Pancoran Semua kelurahan Semua kelurahan Semua kelurahan Semua kelurahan Kecamatan Pancoran Kecamatan Pancoran Kecamatan Pancoran Kecamatan Pancoran Kecamatan Pancoran

X X

X X X X X X X X X X X X X

APBD, Swasta

Dinas Diknas Propinsi DKI dan Jak-Pus Dinas Diknas Propinsi DKI dan Jak-Pus Dinas Diknas Propinsi DKI dan Jak-Pus Dinas Diknas Propinsi DKI dan Jak-Pus Dinkes. Propinsi DKI dan JakPus Dinkes. Propinsi DKI dan JakPus Dinkes. Propinsi DKI dan JakPus Dinkes. Propinsi DKI dan JakPus

A. Pendidikan

X X X

APBD, Swasta

X X X X X

APBD, Swasta APBD, Swasta APBD, Swasta

B. Kesehatan

X X X X X X X X

X X X X X X X X

APBD APBD

Dinas Perhubungan Dinas PU Propinsi DKI dan Jak-Pus Dinas PU Propinsi DKI dan Jak-Pus Dinas PU Propinsi DKI dan Jak-Pus Dinas Perhubungan DKI Dinas Perhubungan DKI

X X X

APBD APBN/APBD APBN/APBD

IV

Pengembangan Utilitas Dasar a. Peningkatan Kuantitas dan Kualitas Jaringan Air Bersih di semua kelurahan b. Identifikasi dan Pembangunan Potensi Air Bersih dari Sumur-Sumur Artesis Pengembangan Danau Buatan Untuk mendukung penyediaan Air Bersih e. Kerjasama dengan Swasta untuk Pengembangan Sumber Air Bersih a. Pembangunan dan pemeliharaan Jaringan Sistem Sanitasi b. Mendorong pembangunan Jaringan Sistem Sanitasi Komunal pada pusat-pusat kegiatan Hampir di Semua kelurahan Kecamatan Pancoran Kecamatan Pancoran Kecamatan Pancoran Hampir di Semua kelurahan Kecamatan Pancoran X X X X X X X X X X X X X X X X APBD/Swast a APBD APBD X X APBD APBD Dinas PU Propinsi DKI dan Jak-Pus Dinas PU Propinsi DKI dan Jak-Pus Dinas PU Propinsi DKI dan Jak-Pus Dinas PU Propinsi DKI dan Jak-Pus Dinas PU Propinsi DKI dan Jak-Pus Dinas PU Propinsi DKI dan Jak-Pus III-266

a. Air Bersih

b. Air Limbah

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

NO

Program c. Jaringan Listrik

Kegiatan a. Peningkatan Jaringan Listrik a. Pengembangan dan pemeliharaan Jaringan Drainase Perkotaan b. Peningkatan Kapasitas Drainase Mikro Drainase sekunder Kali Ciliwung, Kali sunter, Kali Cipinang d. Penyelesaian pembangunan Banjir Kanal Timur e. Penataan Ruang Kawasan sekitar DAS dan normalisasi sungai a. Peningkatan pelayanan jaringan telekomunikasi fixline dan wireless b. Pengembangan Jar telepon Umum dan Wartel di Kaw PLB Pembangunan SPA

Lokasi Kecamatan Jatinegara Hampi di Semua kelurahan Kecamatan Pancoran Kecamatan Pancoran Kecamatan Pancoran Kecamatan Pancoran Hampi di Semua kelurahan Hampi di Semua kelurahan Kel. Pd Kelapa Hampi di Semua kelurahan Kecamatan Pancoran Hampir di Semua kelurahan Kel. Pd. Kopi Hampir di Semua kelurahan

Tahun Implementasi 5 Th I X X X X X X X X X X X X X 5 Th II X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X 5 Th III X X X X 5 Th IV X X

Sumber Dana APBD APBD APBD APBD APBD/APBN APBD APBD/Swast a APBD/Swast a APBD APBD APBD APBD APBD APBD

Pihak Terkait Dinas PU Dinas PU Propinsi DKI dan Jak-Pus Dinas PU Propinsi DKI dan Jak-Pus Dinas PU Propinsi DKI dan Jak-Pus Dinas PU Propinsi DKI dan Jak-Pus Dinas PU Propinsi DKI dan Jak-Pus Telkom Telkom Dinas PU Propinsi DKI dan Jak-Pus Dinas Kebersihan Propinsi DKI dan Jak-Pus Dinas Kebersihan Propinsi DKI dan Jak-Pus Dinas PU Propinsi DKI dan Jak-Pu s Dinas PU Propinsi DKI dan Jak-Pus Dinas PU Propinsi DKI dan Jak-Pus

d. Jaringan Drainase

e. Jaringan Telekomunikasi

f.

Jaringan Persampahan

Peningkatan alat dan tenaga untuk pengangkutan ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) Penyediaan Container untuk pengumpulan sampah secara komunal langsung/tidak langsung. a. Penataan Kawasan Permukiman b. Penyiapan Kaw Permukiman baru d. Bantuan Rehabilitasi Permukiman Kumuh

Pengembangan dan Penataan Kawasan Permukiman dan Sarana Prasarana Penunjang

Rencana Struktur Ruang di Kecamatan Tebet


Lokasi Jl. Gatot Subroto Fungsi - Kegiatan Pemerintahan Keterangan TNI AU Saryanto Mabes Polantas Badan Penanaman Modal (BPM) BPPN Dep. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dep. Kelautan dan Perikanan Mabes AU (wisma Aldiron Dirgantara) Dep. Koperasi Carefour Pasar Ikan Hias Menara Saidah Rencana Arahan Pengembangan Struktur Ruang Nasional Analisa Karena dilalui oleh jalan tol dalam kota dan jalan arteri primer serta dilalui oleh jalur angkutan umum, dan merupakan jalur penghubung antara wilayah selatan dan utara Jakarta,dan berdampak positif pada daerah tersebut yaitu memudahkan aksesibilitas penduduk pada daerah tersebut. Berdasarkan potensi yang dimiliki oleh jalan atau daerah tersebut maka

B.6.71 Rencana Struktur Ruang Kecamatan Tebet


Berdasarkan hasil analisa struktur ruang pada kondisi eksisting, maka didapat Rencana Pengembangan Struktur Ruang pada Kecamatan Tebet, sebagai berikut, dijelaskan pada tabel dibawah ini. Tabel 6.61
Kegiatan Perdagangan Kegiatan

III-267

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Lokasi

Fungsi

Keterangan Wisma Kalimas PT. Nusa Karya Bank Bukopin Siemens Asuransi Jasindo Wisma Korindo Bank Ina - Bima Sakti - Graha Anugerah - Graha Askes - Ged. ILP - Graha Palace - Graha Rotes - Graha Pura - Graha Sucofindo - Graha Wella - Hotel Kaisar

Rencana Arahan Pengembangan Struktur Ruang

Analisa dalam konsep arahan pengembangan struktur ruang untuk Kecamatan Tebet, kawasan tersebut diarahkan untuk struktur ruang dengan kegiatan kegiatan skala Nasional. Karena dilalui oleh jalan tol dalam kota dan jalan arteri sekunder serta dilalui oleh jalur angkutan umum. Berdasarkan potensi yang dimiliki oleh jalan atau daerah tersebut maka dalam konsep arahan pengembangan struktur ruang untuk Kecamatan Tebet, kawasan tersebut diarahkan untuk struktur ruang dengan kegiatan kegiatan skala Nasional. Karena dilalui oleh jalan tol dalam kota dan jalan arteri sekunder serta dilalui oleh jalur angkutan umum. Berdasa rkan potensi yang dimiliki oleh jalan atau daerah tersebut maka dalam konsep arahan pengembangan struktur ruang untuk Kecamatan Tebet, kawasan tersebut diarahkan untuk struktur ruang dengan kegiatan kegiatan skala Nasional.

Lokasi

Fungsi

Keterangan Grahana - Bank Danamon - Kantor Imigrasi Jak-Sel - Rukan Buncit Mas - Plaza Basmar - Pusat Jajanan Tebet Pasar Toserba - Pasar Kelurahan Pengadegan

Rencana Arahan Pengembangan Struktur Ruang Propinsi Propinsi Kecamatan Kelurahan

Analisa diarahkan untuk struktur ruang dengan kegiatan kegiatan skala Nasional.

Perkantoran dan Jasa

Kegiatan Pemerintahan Kegiatan Perdagangan Jl. Pahlawan Kalibata Jl. Kalibata Tengah Jl. Pangadegan Selatan Sumber: Hasil Analisa Kegiatan Perdagangan Kegiatan Perdagangan Kegiatan Perdagangan

Jl. Raya Pasar Minggu

Kegiatan Perkantoran dan Jasa

Nasional

B.6.72 Rencana Transportasi Kecamatan Tebet


Rencana transportasi di kecamatan Tebet meliputi rencana pembangunan jaringan jalan mencakup sistem jaringan jalan. Sistem jaringan jalan di wilayah Kecamatan Tebet sampai dengan tahun 2030 direncanakan adalah pembangunan jalan kolektor primer dan pelebaran jalan. Pembangunan jalan kolektor primer terdiri dari Rencana pembangunan jalan di Jl. Tebet Timur 3, yaitu menghubungkan antara Jl. MT. Haryono Jl. Pahlawan; Rencana pembangunan jalan di sepanjang kali mampang; Rencana pembangunan jalan yang menghubungkan Jl. Duren Tiga Selatan Jl. Warung Jati Timur; Rencana pembangunan jalan yang menghubungkan Jl. Duren Tiga Selatan Jl. Warung Jati Timur 5; Rencana pembangunan jalan yang menghubungkan Jl. Duren Tiga Jl. Duren Tiga Selatan; Rencana pembangunan jalan yang menghubungkan Jl. Pasar Minggu Raya Jl. Rawa Jati Timur. Rencana pelebaran jalan di Kecamatanan Tebet meliputi Seluruh wilayah Kecamatan Tebet direncakan akan terlayani jaringan jalan, hal ini dilakukan agar seluruh masyarakat dapat melakukan keluar atau masuk wilayah Kecamatan Tebet dengan mudah. Kondisi eksisting 2008 jaringan jalan di Kecamatan Tebet cukup melayani

Jl. Pahlawan (Jl. Kalibata Raya) Kegiatan Pemerintahan

PEPABRI Nasional

Badan Pendidikan dan Pelatihan Depdagri Pajak Penanaman Modal Asing Dep. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dirjen Pembangunan Daerah

Jl. Warung Buncit

Kegiatan - PT. Sepatu Bata Perdagangan dan Perkantoran Kegiatan - Wisma elang Perkantoran - Wisma Bakrie - Wisma Thata - Graha Aditania - Graha Inna - Globe Building - Graha Mobisel - ICMI Center - Wisma Asia - Graha Bima Sakti - Graha Mampang - Wahana

Propinsi Karena dilalui oleh jalan tol dalam kota dan jalan arteri sekunder serta dilalui oleh jalur angkutan umum.

seluruh masyarakat, namun diperlukan beberapa penambahan ruas jalan dan pelebaran jalan sehingga diharapkan dapat mengatasi permasalahan lalu lintas. Tabel 6.82 menunjukan rencana pengembangan jaringan jalan di Kecamatan Tebet. Tabel 6.62 Rencana Pelebaran Jaringan Jalan Kecamatan Tebet ROW Nama Jalan Fungsi Jalan Eksisting (m) Jl. Pasar Minggu Raya Jl. Arteri Sekunder 15

Berdasarkan potensi yang dimiliki oleh jalan atau daerah tersebut maka dalam konsep arahan pengembangan struktur ruang untuk Kecamatan Tebet, kawasan tersebut

ROW Rencana (m) 38


III-268

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Nama Jalan Jl. Duren Tiga Utara Jl. Tebet Timur (Perdatam) Jl. Pahlawan Kalibata Jl. Mampang Prapatan Jl. Warung Jati Timur Jl. Warung Jati Barat Jl. Duren Tiga Selatan Jl. Pengadegan Jl. MT. Haryono Jl. Pengadegan Timur Jl. Pengadegan Selatan Jl. Pengadegan Barat Jl. Rawa Jati Timur Jl. Rawa Jati Barat
Sumber : RTRWC Tahun 2005

Fungsi Jalan Jl. Kolektor Primer Jl. Kolektor Primer Jl. Arteri Sekunder Jl. Arteri Sekunder Jl. Arteri Sekunder Jl. Arteri Sekunder Jl. Kolektor Primer Jl. Kolektor Primer Jl. Arteri Primer Jl. Kolektor Primer Jl. Kolektor Primer Jl. Kolektor Primer Jl. Kolektor Primer Jl. Kolektor Primer

ROW Eksisting (m) 6 8 22 28 9 28 5 8 50 8 8 7 10 10

ROW Rencana (m) 10 12 36 30 18 30 8 15 15 15 15 15 15

No 1 2 3 4 5 6

Kelurahan Kalibata Rawa Jati Duren Tiga Tebet Pengadegan Cikoko Jumlah

Penduduk (jiwa) 85.623 38.275 12.830 34.575 4.615 2.423 178.341

Asumsi Timbulan Sampah (ltr/org/hari) 2.67 2.67 2.67 2.67 2.67 2.67

Timbulan Sampah (ltr/hari) 228.613,41 102.194,25 3.425,61 92.315,25 12.322,05 6.469,41 445.339,98

Timbulan Sampah (m3/hari)

Sumber : Hasil Perhitungan 2009

B.6.73 .2 Drainase
Sistem jaringan drainase di Kecamatan Tebet sudah cukup baik. Hal ini terbukti dengan adanya beberapa kali yang terdapat di Kecamatan Tebet, yaitu Kali Ciliwung, dan Kali Baru Barat. Dan untuk sistem drainase di Kecamatan Tebet terdapat rencana pelebaran Kali di Kecamatan Tebet, yaitu :

B.6.73 Rencana Pengembangan Utilitas Kecamatan Tebet


Pengembangan jejaring utilitas umum memperhatikan hal-hal berikut :

Jejaring yang sudah ada Peningkatan kebutuhan akibat pertambahan penduduk dan kegiatan

Dengan demikian, pengembangan jejaring utilitas umum adalah dengan : Memanfaatkan jejaring utilitas yang telah ada Meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Memperhatikan estetika lingkungan dan keamanan

Tabel 6.64 Rencana Pelebaran Sistem Drainase Kecamatan Tebet Nama Kali Kali Ciliwung Kali Baru Barat
Sumber: RTRW Propinsi DKI Jakarta

ROW Eksisting (m) 10-15 5-7

ROW Rencana (m) 50 10

Berikut ini adalah rencana pengembangan jaringan utilitas di Kecamatan Tebet yang meliputi persampahan, drainase, listrik, telekomunikasi, gas, air bersih, air limbah, telekomunikasi dan air limbah.

B.6.73.3 Listrik
Arahan pengembangan jaringan listrik di Kecamatan Tebet adalah : 1. Memperbaiki jaringan listrik yang ada; Meningkatkan daya transmisi yang sudah ada; Mencegah kebocoran atau kebakaran listrik dengan mendistribusikan kabel-kabel Menempatkan gardu-gardu listrik secara terpadu dengan sektor lain, serta Menempatkan jaringan listrik sesuai dengan jaringan jalan dan untuk keamanan
III-269

B.6.73.1 Persampahan
Produksi sampah di Kecamatan Tebet sampai dengan tahun 2030 diperhitungkan sebesar 445.339,98lt/hari. Sedangkan jenis fasilitas yang direncanakan terdiri dari depo sampah sebanyak 8 buah yang tersebar di tiap kelurahan, kontainer sebanyak 58 buah. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 6.83 Tabel 6.63 Jumlah Timbulan Sampah Kecamatan Tebet

2. 3. 4. 5.

PLN dengan kabel isolasi; mempertimbangkan segi estetika lingkungan; pembangunan jalan baru sebaiknya ditempatkan di bawah tanah;

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

6.

Menambah jaringan listrik hingga dapat melayani wilayah yang pada kondisi

B.6.74 Rencana Pola Ruang Kecamatan Tebet


Pemanfaatan pola ruang Kecamatan Tebet terbagi menjadi beberapa pemanfaatan lahan, yaitu Permukiman, Perdagangan dan Perkantoran, Pelayanan Umum dan Sosial, dan Ruang Terbuka Hijau.

eksisting 2008 belum terlayani listrik.

B.6.73.4 Telekomunikasi
Seluruh masyarakat DKI Jakarta telah terlayani oleh jaringan telekomunikasi dengan baik. Pelayanan telekomunikasi tersebut dapat berupa telepon seluler dan telepon rumah yang jaringannya dikelola oleh PT.Telkom.

B.6.74.1 Permukiman
Dalam rencana pemanfaatan lahan pada Kecamatan Tebet, pemanfaatan lahan wisma yang paling besar penggunaan lahannya yaitu seluas 403.72 Ha. Rencana pemanfaatan lahan wisma, terbagi menjadi beberapa pemanfaatan lahan yaitu : Wisma Besar dengan penggunaan lahan seluas 143.22 Ha Wisma Sedang dengan penggunaan lahan seluas 249.35 Ha Wisma Kecil dengan penggunaan lahan seluas 0.10 Ha Wisma Kantor dengan penggunaan lahan seluas 0.08 Ha Wisma Flat dengan penggunaan lahan seluas 6.14 Ha Wisma Susun dengan penggunaan lahan seluas 4.82

B.6.73.5 Rencana Jaringan Air Bersih


Kebutuhan air minum sampai dengan tahun 2030 di Kecamatan Tebet adalah sebesar 136.517.000 lt/hari, dengan perincian kebutuhan air bersih meliputi : kebutuhan air bersih untuk perumahan sebesar 125.195.000 lt/hari dan kebutuhan untuk perdagangan dan jasa sebesar 11.322.000 lt/hari. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 6.85

No 1 2 3 4 5 6

Tabel 6.65 JUMLAH KEBUTUHAN AIR BERSIH KECAMATAN TEBET Asumsi Kebutuhan Penduduk Kebutuhan Air Kelurahan Air Bersih (jiwa) Bersih (ltr/hari) (ltr/org/hari) Kalibata 85.623 175 14.984.025 Rawa Jati 38.275 175 6.698.125 Duren Tiga 12.830 175 224.525 Tebet 34.575 175 6.050.625 Pengadegan 4.615 175 807.625 Cikoko 2.423 175 424.025 Jumlah 178.341 29.188.950

Tabel 6.66 Pemanfaatan Lahan Wisma Kebutuhan Air Bersih (m3/hari) No 1 2 3 4 5 6 Fungsi Lahan Wisma Besar Wisma Sedang Wisma Kecil Wisma Kantor Wisma Flat Wisma Susun Total Luas Lahan (Ha) 143.22 249.35 0.10 0.08 6.14 4.82 403.72

Sumber : Hasil Analisa

Sumber : Hasil Perhitungan 2009

B.6.74.2 Perdagangan dan Perkantoran


Dalam rencana pemanfaatan lahan pada Kecamatan Tebet, pemanfaatan lahan Karya merupakan pemanfaatan lahan terbesar kedua, yaitu dengan pemanfaatan lahan seluas 171.15 Ha. Rencana pemanfaatan lahan Karya, terbagi menjadi beberapa pemanfaatan lahan yaitu : Karya Pemerintahan dengan penggunaan lahan seluas 71.89 Ha; Karya Kantor dan Jasa dengan penggunaan lahan seluas 32.77 Ha;
III-270

B.6.73.6 Rencana Sistem Pembuangan Air Limbah


Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, produksi air limbah/kotor di Kecamatan Tebet ialah sebesar 11.508,79 liter per hari. Rencana sistem pembuangan air limbah di Kecamatan Jatinegara ialah sistem on-site (cubluk, septic tank) dengan saluran pembuangan air limbah makro yaitu Kali Ciliwung dan Kali Krukut.

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Karya Perdagangan dengan penggunaan lahan seluas 62.40 Ha; Karya Umum Taman dengan penggunaan lahan seluas 4.08 Ha.

B.6.74.4 Ruang Terbuka Hijau


Dalam rencana pemanfaatan lahan pada Kecamatan Tebet, pemanfaatan lahan Penyempurna merupakan pemanfaatan lahan terkecil, yaitu dengan pemanfaatan lahan seluas 88.68 Ha. Rencana pemanfaatan lahan Penyempurna, terbagi menjadi beberapa pemanfaatan lahan yaitu : Penyempurna Hijau Umum dengan pemanfaatan lahan seluas 15.65 Ha Penyempurna Hijau Taman dengan pemanfaatan lahan seluas 12.91 Ha Penyempurna Hijau Makam dengan pemanfaatan lahan seluas 24.30 Ha Penyempurna Hijau Tegangan Tinggi dengan pemanfaatan lahan seluas 3.31 Ha Phd dengan pemanfaatan lahan seluas 0.01 Ha Psw dengan pemanfaatan lahan seluas 32.50 Ha

Lebih jelasnya lihat tabel dibawah ini : Tabel 6.67 Pemanfaatan Lahan Karya No 1 2 3 4 Fungsi Lahan Karya Pemerintahan Karya Kantor dan Jasa Karya Perdagangan Karya Umum Taman Total Luas Lahan (Ha) 71.89 32.77 62.40 4.08 171.15

Sumber: Hasil Analisa

B.6.74.3 Pelayanan Umum dan Sosial


Dalam rencana pemanfaatan lahan pada Kecamatan Tebet, pemanfaatan lahan Suka merupakan pemanfaatan lahan terbesar ketiga, yaitu dengan pemanfaatan lahan seluas 30.38 Ha. Rencana pemanfaatan lahan Suka, terbagi menjadi beberapa pemanfaatan lahan yaitu : Suka Pendidikan dengan pemanfaatan lahan seluas 22.02 Ha; Suka Sarana Kesehatan dengan pemanfaatan lahan seluas 1.62 Ha; Suka Sarana Ibadah dengan pemanfaatan lahan seluas 3.77 Ha; Suka Pelayanan Umum dengan pemanfaatan lahan seluas 0.39 Ha; Suka Rekreasi dan Olahraga dengan pemanfaatan lahan seluas 2.45 Ha; Suka Utilitas Kota dengan pemanfaatan lahan seluas 0.11 Ha; Suka PW dengan pemanfaatan lahan seluas 0.02 Ha; No 1 2 3 4 5 6 Tabel 6.69 Pemanfaatan Lahan Penyempurna Fungsi Lahan Penyempurna Hijau Umum Penyempurna Hijau Taman Penyempurna Makam Penyempurna Hijau Tegangan Tinggi Phd Psw Total Luas Lahan (Ha) 15.65 12.91 24.30 3.31 0.01 32.50 88.68 Lebih jelasnya lihat tabel dibawah ini :

Sumber: Hasil Analisa dan Observasi Lapangan

Lebih jelasnya lihat tabel dibawah ini : Tabel 6.68 Pemanfaatan Lahan Suka No 1 2 3 4 5 6 7 Fungsi Lahan Suka Pendidikan Suka Pelayanan Umum Suka pw Suka Rekreasi dan Olahraga Suka Sarana Ibadah Suka Sarana Kesehatan Suka Utilitas Kota Total Luas Lahan (Ha) 22.02 0.39 0.02 2.45 3.77 1.62 0.11 30.38

B.6.75 Rencana Pengembangan Fasilitas Umum dan Sosial Kecamatan Tebet


Rencana pengembangan fasilitas umum dan fasilitas sosial di Kecamatan Tebet akan disesuaikan berdasarkan analisis kebutuhan daya tampung kecamatan. Fasilitas umum dan fasilitas sosial tersebut berupa pendidikan, kesehatan, peribadatan, olahraga, serta fasilitas pengendali bencana.

B.6.75.1 Pendidikan
Berdasarkan hasil analisis dan perhitungan kebutuhan fasilitas pendidikan di Kecamatan Tebet, pada tahun 2030 Kecamatan Tebet harus menyediakan 155 unit fasilitas pendidikan dengan skala pelayanan kelurahan maupun kecamatan dengan rincian 95 unit TK, 48 unit SD, 4 unit SLTP, serta 4 unit SLTA
III-271

Sumber : Hasil Analisa

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

pengembangan dalam berbagai aspek meliputi pengembangan kependudukan, pengembangan

B.6.75.2 Kesehatan
Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, diketahui bahwa pada Kecamatan Tebet, terdapat beberapa jenis fasilitas kesehatan yang masih diperlukan namun jumlahnya belum memadai. Jika dilakukan perbandingan dengan kondisi eksisting 2006, maka hingga tahun 2030 diperlukan penambahan jumlah fasilitas kesehatan berupa 91 unit balai pengobatan, 9 unit rumah bersalin, 9 unit puskesmas dan 1 unit puskesmas kecamatan, serta 9 unit apotik.

aspek struktur dan pola pemanfaatan ruang, aspek sarana prasarana, pengembangan transportasi dan aspek lainnya. Selanjutnya dari rencana-rencana pengembangan ini dapat diturunkan ke dalam indikasi program pengembangan Kecamatan Tebet. Indikasi program pembangunan merupakan penjabaran kebijakan dan rencana pengembangan ruang yang telah ditentukan ke dalam program-program pembangunan yang akan menjadi acuan serta komitmen Pemerintah dalam melaksanakan pembangunan. Perumusan indikasi program ini tidak terlepas dari program-program yang telah disusun secara multisektoral dalam pengembangan Kecamatan Jatinegara ini. Dengan demikian, diharapkan fungsi indikasi program ini sebagai acuan instansi pusat, Pemerintah Daerah Propinsi dan Kecamatan Tebet dalam menyusun dan melaksanakan program lima tahunan dalam kurun waktu duapuluh tahun. Program-program dibawah ini pada dasarnya masih bersifat indikatif, yang diharapkan dapat memberikan indikasi bagi penyusunan program membangun sektoral serta pembangunan pada wilayah kecamatan yang diprioritaskan pembangunannya.

B.6.75.3 Peribadatan
Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kecamatan Tebet akan sarana peribadatan maka diperlukan penambahan fasilitas peribadatan berupa masjid kelurahan, masjid kecamatan, tempat ibadah lainnya untuk 60.000 jiwa penduduk, dan tempat ibadah lainnya untuk 200.000 jiwa penduduk. Lokasi penambahan tersebut disesuaikan dengan lokasi masyarakat yang membutuhkan fasilitas tersebut serta memperhatikan jaringan utilitas dan transportasi yang ada.

B.6.75.4 Olah Raga


Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa untuk memenuhi kebutuhan penduduk terhadap fasilitas olah raga maka Kecamatan Tebet perlu menyediakan 44 unit fasilitas olah raga yang terdiri dari bangunan fisik maupun ruang terbuka sebagai area bermain atau jogging.

B.6.77 Tujuan, Kebijakan dan Strategi Kecamatan Setiabudi B.6.77.1 Tujuan


Rencana rinci tata ruang Kecamatan Kecamatan Setiabudi merupakan wujud pemanfaatan ruang yang menggambarkan susunan lokasi pusat perdagangan jasa dan ikatan fungsi antar sub-sub pusat kegiatan dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Sesuai dengan hasil identifikasi serta kecenderungan struktur tata ruang masa depan yang akan terbentuk maka tujuan rencana rinci tata ruang Kecamatan Setiabudi yaitu : a. b. c. Terselenggaranya pengaturan pemanfaatan ruang kawasan lindung dan kawasan Terwujudnya Terwujudnya keterpaduan, keterikatan dan keseimbangan antar wilayah budi daya. kecamatan serta keserasian antar sektor. rencana tata ruang mempertimbangkan aspek optimalisasi pemanfaatan ruang yang ada, serta memperhatikan kemungkinan-kemungkinan pemanfaatan ruang bawah tanah pada bagian-bagian tertentu di wilayah Kecamatan Setiabudi. d. Tercapainya pemanfaatan ruang yang berkualitas untuk : jalan lingkungan sehingga

B.6.75.5 Pengendali Bencana


Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, maka untuk Kecamatan Tebet direncanakan beberapa sistem pengendali bencana meliputi banjir dan kebakaran, yaitu berupa : a. b. c. d. e. Perbaikan daerah sempadan sungai melalui penghijauan. Peningkatan kapasitas danau dan sungai. Perbaikan saluran air yang tertutup perkerasan serta membuat saluran air baru Sebaran distribusi sarana dan prasana kebakaran pada setiap kelurahan. Perbaikan lingkungan berupa pelebaran

pada lokasi-lokasi yang belum memiliki saluran air.

mempermudah evakuasi ketika terjadi kebakaran.

B.6.76 Arahan Pemanfaatan Ruang Kecamatan Tebet


Dalam mengaktualisasikan pendekatan pengembangan yang sedemikian rupa maka konsepkonsep pengembangan kecamatan yang dibuat dituangkan ke dalam rencana-rencana

Mewujudkan kehidupan masyarakat Kecamatan Setiabudi yang sejahtera lahir

dan batin;

Mewujudkan keterpaduan dalam penggunaan sumberdaya alam;


III-272

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Meningkatkan pemanfaatan sumberdaya alam dan sumberdaya buatan secara berhasil-guna dan tepat-guna untuk meningkatkan kualitas

Merealisasikan pembangunan jalan lingkungan di dalam lingkungan yang telah

berdaya-guna,

berkembang guna menyediakan ruang perumahan kota yang dapat menampung perkembangan penduduk.

sumberdaya manusia;


e. f.

Mewujudkan perlindungan fungsi ruang dan mencegah serta menanggulangi

dampak negatif terhadap lingkungan; Mewujudkan keseimbangan kepentingan kesejahteraan dan keamanan. Tersusunnya arahan lokasi investasi yang akan dilaksanakan pemerintah dan Tersusunnya arahan pelaksanaan pemanfaatan ruang dan merupakan dasar

B.6.78 Rencana Pengelolaan Kependudukan Kecamatan Setiabudi


Persebaran penduduk di Kecamatan Setiabudi direncanakan mengarah ke wilayah utara, timur, dan selatan kecamatan. Pada ketiga wilayah tersebut akan direncanakan pembangunan wisma dengan klasifilasi wisma sedang, wisma besar, wisma taman, dan wisma susun. Diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan penyediaan wisma tersebut beserta fasilitas pendukungnya sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi. Selain penyediaan wisma dan fasilitasnya, kawasan yang dijadikan kawasan persebaran penduduk memerlukan perbaikan utilitas, sarana, dan prasarana yang baik. Kecamatan Setiabudi diharapkan dapat menampung penduduk sebanyak 1.116.123 jiwa pada tahun 2030. Wilayah Utara Kecamatan Setiabudi diarahkan dapat menampung penduduk dalam jumlah yang lebih besar dari pada wilayah Timur dan Selatan. Wilayah Utara Kecamatan Setiabudi yaitu beberapa bagian Kelurahan Setiabudi Utara diarahkan untuk menampung penduduk dengan kepadatan Tinggi, sedangkan untuk wilayah Timur Kecamatan Setiabudi, yaitu Kelurahan Rawa Terate yang diarahkan untuk menampung penduduk dengan kepadatan rendah. Pembangunan wisma di wilayah ini dibatasi, hanya bangunan wisma yang pada eksisting 2008 telah bersifat mantap dan wisma taman yang diperbolehkan berada di kedua kecamatan tersebut.

masyarakat. dalam mengeluarkan perijinan lokasi pembangunan.

B.6.77.2 Kebijakan Dan Strategi


Kebijakan dan Strategi rencana rinci tata ruang Kecamatan Setiabudi : Meningkatkan peran dan fungsi serta menata pusat-pusat kegiatan yang sudah Memperbaiki dan merencanakan kawasan-kawasan yang cenderung kumuh Mempertahankan RTH yang sudah ada dan mengembalikan fungsi RTH berkembang; dengan membangun rumah susun beserta fasilitas-fasilitasnya; khususnya di bantaran sungai, pinggiran Jalan Rel kereta api yang dijadikan permukiman kumuh; Merealisasikan pembangunan sarana dan prasarana yang mampu meningkatkankapasitas perdagangan dan jasa;

Tabel 6.70 Rencana Pola Ruang Kecamatan Tebet Tahun 2030 No 1. Lokasi - Jl. Pengadegan Barat 5 Fungsi Eksisting Rumah sedang Pembanding RRTRC LRK Wisma dengan fasilitasnya Wisma dengan fasilitasnya Wisma sedang Analisis - Untuk mengatasi ketidakteraturan kondisi rumah pada daerah tersebut tanpa harus melakukan pembangunan baru, maka diusulkan untuk melakukan perbaikan lingkungan dengan menjadikan peruntukan daerah tersebut menjadi rumah sedang. - Untuk mengatasi ketidakteraturan kondisi rumah pada daerah tersebut tanpa harus melakukan pembangunan baru, maka diusulkan untuk melakukan perbaikan lingkungan dengan menjadikan peruntukan daerah tersebut menjadi rumah sedang. Rekomendasi Wisma sedang

2.

- Jl. Pengadegan Barat 9

Rumah sedang

Wisma kecil

Wisma sedang

III-273

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

No 3.

Lokasi - Jl. Pengadegan Utara 5A

Fungsi Eksisting Rumah sedang

Pembanding RRTRC LRK Wisma dengan fasilitasnya Wisma dengan fasilitasnya Wisma dengan fasilitasnya Wisma dengan fasilitasnya Wisma dengan fasilitasnya Wisma dengan fasilitasnya Wisma dengan fasilitasnya Wisma dengan fasilitasnya Wisma besar

Analisis - Untuk mengatasi ketidakteraturan kondisi rumah pada daerah tersebut tanpa harus melakukan pembangunan baru, maka diusulkan untuk melakukan perbaikan lingkungan dengan menjadikan peruntukan daerah tersebut menjadi rumah sedang. - Untuk mengatasi ketidakteraturan kondisi rumah pada daerah tersebut tanpa harus melakukan pembangunan baru, maka diusulkan untuk melakukan perbaikan lingkungan dengan menjadikan peruntukan daerah tersebut menjadi rumah sedang. - Untuk mengatasi ketidakteraturan kondisi rumah pada daerah tersebut tanpa harus melakukan pembangunan baru, maka diusulkan untuk melakukan perbaikan lingkungan dengan menjadikan peruntukan daerah tersebut menjadi rumah sedang. - Untuk mengatasi ketidakteraturan kondisi rumah pada daerah tersebut tanpa harus melakukan pembangunan baru, maka diusulkan untuk melakukan perbaikan lingkungan dengan menjadikan peruntukan daerah tersebut menjadi rumah sedang. - Untuk mengatasi ketidakteraturan kondisi rumah pada daerah tersebut tanpa harus melakukan pembangunan baru, maka diusulkan untuk melakukan perbaikan lingkungan dengan menjadikan peruntukan daerah tersebut menjadi rumah sedang. - Untuk mengatasi ketidakteraturan kondisi rumah pada daerah tersebut tanpa harus melakukan pembangunan baru, maka diusulkan untuk melakukan perbaikan lingkungan dengan menjadikan peruntukan daerah tersebut menjadi rumah sedang. - Untuk mengatasi ketidakteraturan kondisi rumah pada daerah tersebut tanpa harus melakukan pembangunan baru, maka diusulkan untuk melakukan perbaikan lingkungan dengan menjadikan peruntukan daerah tersebut menjadi rumah sedang. - Untuk mengatasi ketidakteraturan kondisi rumah pada daerah tersebut tanpa harus melakukan pembangunan baru, maka diusulkan untuk melakukan perbaikan lingkungan dengan menjadikan peruntukan daerah tersebut menjadi rumah sedang.

Rekomendasi Wisma sedang

4.

- Jl. Cikoko Barat 8

Rumah sedang

Wisma besar

Wisma sedang

5.

- Jl. Mesjid

Rumah sedang

Wisma kecil

Wisma sedang

6.

-Jl. Mesjid

Rumah sedang

Wisma besar

Wisma sedang

7.

- Jl. Cikoko Barat 1

Rumah sedang

Wisma besar

Wisma sedang

8.

- Jl. Jl. Mesjid

Rumah kecil

Wisma sedang

Wisma sedang

9.

-Jl. Pengadegan Barat

Rumah kecil

Wisma sedang

Wisma sedang

10.

-Jl. Pengadegan Selatan

Rumah kecil

Wisma besar

Wisma sedang

Tabel 6.71 Indikasi Program Pengembangan Kecamatan Tebet


NO I Program STRUKTUR RUANG A. Permukiman Pembangunan dan peningkatan rumah susun di Kelurahan Kp. Melayu, Kelurahan Bidara Cina Kegiatan Lokasi Tahun Implementasi 5 Th I 5 Th II 5 Th III 5 Th IV Sumber Dana Pihak Terkait

- Kel. Kp. Melayu


- Kel. Bidara Cina

Swasta, DTK, DPU, Dinas Perumahan III-274

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

NO

Program

Kegiatan Mengembangkan kawasan permukiman baru Mempertahankan kawasan permukiman yang teratur seperti di Kel. Pd. Kelapa pengendalian pembangunan permukiman Peningkatan penghijauan pada jalur jalan antara lain di sepanjang jalan tol, Jalan Arteri serta di sepanjang daerah aliran sungai yang menjorok ke dalam kota

Lokasi

Tahun Implementasi 5 Th I 5 Th II X 5 Th III X X X X X X X 5 Th IV

Sumber Dana

Pihak Terkait Swasta, DTK

Semua kelurahan Semua kelurahan Jl. I Gusti Ngurah Rai, Jl. Kolonel Sugiono, Jl. Soekanto, Jl. K. H. Noer Ali, Jl. Raden Inten 2 Jl. Buaran Indah Raya, sepanjang DAS Kel Pd. Kopi Semua Kelurahan Kel Pd. Bambu Sepanjang Jalan Arteri

X X X

X X X

APBD APBD APBD

DTK DTK Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI dan Jak-Tim Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI dan Jak-Tim Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI dan Jak-Tim Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI dan Jak-Tim Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI dan Jak-Tim

B. Ruang Terbuka Hijau Peningkatan Phm Peningkatan Pht, Phr dan Phu Peningkatan kawasan campuran C. Komersial/Jasa/Perkantoran Peningkatan kawasan perkantoran dan Jasa II Fasilitas Umum dan Sosial Pembangunan dan pemeliharaan sarana dan sarana pendidikan pra sekolah, SD/MI, SMP, SMU/SMK (gedung sekolah, perpustakaan, dll). A. Pendidikan Peningkatan sarana dan prasarana Perguruan Tinggi Peningkatan kualitas sekolah-sekolah dan Perguruan Tinggi Lokal Pendirian Perguruan Tinggi baru. Pembangunan sarana dan prasarana kesehatan yang baru sesuai dengan lokasi dengan lokasi yang belum ada sarana dan prasarananya. B. Kesehatan Peningkatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana kesehatan yang sudah ada. Peningkatan kualitas kesehatan baik di pemukiman, sekolah, perkantoran, dan tempat-tempat umum. Peningkatan kawasan sehat/bersih. Peningkatan Jaringan jalan arteri primer, yaitu Jl. D.I Panjaitan, Jl. Basuki Rahman , dan jalan M.T Haryono III Pengembangan Sistem Transportasi Perbaikan ruas-ruas jalan rusak Peningkatan Kualitas Jalan dan Jembatan Akses Ke Jalanjalan utama Pembangunan fasilitas, sarana dan prasarana transportasi yang terpadu dengan system angkutan umum Pengembangan Angkutan Transportasi massal IV Pengembangan Utilitas Dasar a. Air Bersih a. Peningkatan Kuantitas dan Kualitas Jaringan Air Bersih

X X

X X X

X X X X X X X

APBD APBD

Semua Kelurahan Kecamatan Jatinegara Kecamatan Jatinegara Kecamatan Jatinegara Semua kelurahan Semua kelurahan Semua kelurahan Semua kelurahan Kecamatan Duren Sawit Kecamatan Jatinegara Kecamatan Jatinegara Kecamatan Jatinegara Kecamatan Jatinegara

X X

X X X X X X X X X X X X X

APBD, Swasta

Dinas Diknas Propinsi DKI dan JakTim Dinas Diknas Propinsi DKI dan JakTim

X X X

APBD, Swasta

Dinas Diknas Propinsi DKI dan JakTim Dinas Diknas Propinsi DKI dan JakTim

X X X X X

APBD, Swasta APBD, Swasta APBD, Swasta

Dinkes. Propinsi DKI dan Jak-Tim Dinkes. Propinsi DKI dan Jak-Tim Dinkes. Propinsi DKI dan Jak-Tim Dinkes. Propinsi DKI dan Jak-Tim

X X X X X X X X

X X X X X X X X

APBD APBD

Dep Perhubungan Dinas PU Propinsi DKI dan Jak-Tim Dinas PU Propinsi DKI dan Jak-Tim Dinas PU Propinsi DKI dan Jak-Tim, Dinas Perhubungan DKI Dinas Perhubungan DKI

X X X

APBD APBN/ APBD APBN/ APBD APBD

Semua kelurahan

Dinas PU Propinsi DKI dan Jak-Tim III-275

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

NO

Program di semua kelurahan

Kegiatan

Lokasi

Tahun Implementasi 5 Th I 5 Th II 5 Th III 5 Th IV

Sumber Dana

Pihak Terkait

b. Identifikasi dan Pembangunan Potensi Air Bersih dari Sumur-Sumur Artesis Pengembangan Danau Buatan Untuk mendukung penyediaan Air Bersih e. Kerjasama dengan Swasta untuk Pengembangan Sumber Air Bersih b. Air Limbah a. Pembangunan dan pemeliharaan Jaringan Sistem Sanitasi b. Mendorong pembangunan Jaringan Sistem Sanitasi Komunal pada pusat-pusat kegiatan c. Jaringan Listrik a. Peningkatan Jaringan Listrik a. Pengembangan dan pemeliharaan Jaringan Drainase Perkotaan d. Jaringan Drainase b. Peningkatan Kapasitas Drainase Mikro Drainase sekunder Kali Ciliwung, Kali sunter, Kali Cipinang d. Penyelesaian pembangunan Banjir Kanal Timur e. Penataan Ruang Kawasan sekitar DAS dan normalisasi sungai e. Jaringan Telekomunikasi a. Peningkatan pelayanan jaringan telekomunikasi fixline dan wireless b. Pengembangan Jar telepon Umum dan Wartel di Kaw PLB Pembangunan SPA f. Jaringan Persampahan Peningkatan alat dan tenaga untuk pengangkutan ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) Penyediaan Container untuk pengumpulan sampah secara komunal langsung/tidak langsung. V Pengembangan dan Penataan Kawasan Permukiman dan Sarana Prasarana Penunjang a. Penataan Kawasan Permukiman b. Penyiapan Kaw Permukiman baru d. Bantuan Rehabilitasi Permukiman Kumuh

Kecamatan Jatinegara Kecamatan Jatinegara Kecamatan Jatinegara Semua kelurahan Kecamatan Jatinegara Kecamatan Jatinegara Semua kelurahan Kecamatan Jatinegara Kecamatan Jatinegara Kecamatan Jatinegara Kecamatan Jatinegara Semua kelurahan Semua kelurahan Kel. Pd Kelapa Semua kelurahan Kecamatan Jatinegara Semua kelurahan Kel. Pd. Kopi Semua kelurahan X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X

X X X X X X X X X

APBD

Dinas PU Propinsi DKI dan Jak-Tim Dinas PU Propinsi DKI dan Jak-Tim

APBD/ Swasta X APBD APBD X X APBD APBD APBD APBD APBD/ APBN

Dinas PU Propinsi DKI dan Jak-Tim Dinas PU Propinsi DKI dan Jak-Tim Dinas PU Propinsi DKI dan Jak-Tim Dinas Pertambangan dan Energi Prop NTT Dinas PU Propinsi DKI dan Jak-Tim Dinas PU Propinsi DKI dan Jak-Tim Dinas PU Propinsi DKI dan Jak-Tim Dinas PU Propinsi DKI dan Jak-Tim Dinas PU Propinsi DKI dan Jak-Tim Telkom Telkom Dinas PU Propinsi DKI dan Jak-Tim Dinas Kebersihan Propinsi DKI dan Jak-Tim Dinas Kebersihan Propinsi DKI dan Jak-Tim Dinas PU Propinsi DKI dan Jak-Tim Dinas PU Propinsi DKI dan Jak-Tim Dinas PU Propinsi DKI dan Jak-Tim

X X X X X

APBD APBD/ Swasta APBD/ Swasta APBD APBD

X X X X X

APBD APBD APBD APBD

B.6.79 Rencana Struktur Ruang Kecamatan Setiabudi


Berdasarkan dibawah ini. hasil analisa struktur ruang pada kondisi eksisting, maka didapat Rencana
No
1

Tabel 6.72 Rencana Struktur Ruang di Kecamatan Setiabudi


Lokasi
Jl. Raya

Pengembangan Struktur Ruang pada Kecamatan Setiabudi, sebagai berikut, dijelaskan pada tabel

Fungsi
Industri dan

Keterangan
Kawasan Industri Pulo

Skala
Internasional

Analisa
Karena kawasan industri pulo gadung

III-276

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

No

Lokasi
Bekasi

Fungsi
pergudangan

Keterangan
Gadung

Skala

Analisa
tersebut dilalui oleh jalan arteri primer, dan didukung dengan luas lahan yang memadai untuk dijadikan sebagai kawasan industri. Selain itu kegiatan industri yang tersebut termasuk kedalam kegiatan industri skala internasional. Karena kawasan industri pulo gadung tersebut dilalui oleh jalan arteri primer, dan didukung dengan luas lahan yang memadai untuk dijadikan sebagai kawasan industri. Selain itu kegiatan industri yang tersebut termasuk kedalam kegiatan industri skala internasional. Karena kawasan industri pulo gadung tersebut dilalui oleh jalan arteri primer, dan didukung dengan luas lahan yang memadai untuk dijadikan sebagai kawasan industri. Selain itu kegiatan industri yang tersebut termasuk kedalam kegiatan industri skala internasional. Karena dilalui oleh jalan arteri primer yang menghubungkan antara wilayah administrasi DKI Jakarta dengan wilayah administrasi Kota Bekasi, dan merupakan sebagai jalur distribusi barang industri. Akan tetapi Karena dilalui oleh jalan arteri primer, pembatasan perkembangan industri di kecamatan Setiabudi, sehingga wilayah kecamatan Setiabudi yang cenderung berdekatan dengan wilayah kota bekasi di usulkan peruntukan lahannya untuk kegiatan perdagangan. Merupakan pusat kegiatan pemerintahan di wilayah Kotamadya Jakarta Timur dan didukung dengan dilewatinya jalan arteri sekunder dan dekat dengan Jalan Tol Jakarta Outer Ring Roud. Karena dilewati dengan jalan arteri sekunder dan dekat dengan jalan tol JORR, serta merupakan rencana yang terdapat dalam RTRW Propinsi DKI Jakarta Tahun 2010 karena merupakan rencana struktur ruang yang terdapat dalam RTRW Propinsi DKI Jakarta Tahun 2010. Karena dilewati oleha jalan arteri sekunder, sehingga memudahkan masyarakat untuk menuju pasar klender dan keberadaan pasar klender tersebut dapat memenuhi kebutuhan masyarakat di kelurahan Setiabudi maupun kelurahan klender untuk memenuhi kebutuhan akan pangan. Karena dilewati oleh jalan kolektor primer dan dilalui oleh angkutan

No

Lokasi

Fungsi

Keterangan

Skala

Analisa
umum maka keberadaan pasar tersebut menimbulkan kebangkitan aktifitas penduduk dalam skala kelurahan. Karena dilewati oleh jalan kolektor primer dan dilalui oleh angkutan umum maka keberadaan pasar tersebut menimbulkan kebangkitan aktifitas penduduk dalam skala kelurahan. Karena dilewati oleh jalan kolektor primer dan dilalui oleh angkutan umum maka keberadaan pasar tersebut menimbulkan kebangkitan aktifitas penduduk dalam skala kelurahan. Karena dilewati oleh jalan kolektor primer dan dilalui oleh angkutan umum maka keberadaan pasar tersebut menimbulkan kebangkitan aktifitas penduduk dalam skala kelurahan. Karena dilewati oleh jalan kolektor primer dan dilalui oleh angkutan umum maka keberadaan pasar tersebut menimbulkan kebangkitan aktifitas penduduk dalam skala kelurahan.

Jl. Taman Elok

Komersial

Ramayana swalayan

Kelurahan

Jl. Setiabudi Drain

Industri dan pergudangan

Kawasan industri

Internasional

10

Jl. Palem Raya

Komersial

Ruko taman modern

Kelurahan

Jl. Setiabudi Cilincing

- Perdagangan - Perkantoran dan Jasa

- Kawasan perdagangan - Perkantoran dan jasa

Nasional

11

Jl. Ujung menteng

Komersial

Pasar fajar menteng

Kelurahan

Jl. Raya Bekasi

Industri

Kegiatan industri

Provinsi

12

Jl. Balai Rakyat

Komersial

Pasat tradisional kayu tinggi

Kelurahan

Perdagangan Komersial Komersial Komersial Komersial 5 Jl. Walikota Jaktim Pemerintahan

Kegiatan perdagangan dan perkantoran dan jasa Ramayana Trade Center Pasar Setiabudi Plaza Ujung Menteng Pusat Perdagangan Ujung Menteng Kantor Walikotamadya Jakarta Timur

Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi Provinsi

Sumber: Hasil Analisa dan Observasi lapangan

B.6.80 Rencana Transportasi Kecamatan Setiabudi B.6.80.1 Rencana Jaringan Jalan


Rencana pembangunan jaringan jalan mencakup sistem jaringan jalan. Sistem jaringan jalan di wilayah Kecamatan Setiabudi sampai dengan tahun 2030 direncanakan sebagai berikut : A. B. C. Jalan Tol Jalan Arteri Primer Jalan Bekasi Raya Jalan Raya Bekasi Jalan baru (dari Kanal Timur Kel. Pegangsaan Dua Kecamatan Kelapa Gading) Jalan Arteri Sekunder

Jl. Setiabudi Cilincing (Kelurahan Pulo Gebang, Setiabudi Barat, Setiabudi Timur)

Perdagangan dan jasa

Sentra Primer Baru Timur

Provinsi

6 7

Jl. Raya Penggilingan Jl. I Gusti Ngurah Rai

Industri dan perdagangan Komersial

Perkampungan Industri Kecil Pasar klender

Kota Kelurahan

Jalan baru (dari Perbatasan Kec. Cilincing Jl. Raya Bekasi) Jl. Raya Bekasi Jl. Sentra Primer Baru Timur Jalan Baru (Dari perbatasan Kec. Cilincing perbatasan Jl. Raya Bekasi) Jalan baru/sejajar Kanal Timur (dari perbatasan Kec. Cilincing berbatasan Kec.

Jl. Raya Penggilingan

Komersial

Pasar tradisional kel penggilingan

Kelurahan

Duren Sawit)
III-277

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Jalan Baru (dari Arteri Primer Baru Jl. Raya Bekasi. Jalan Baru (dari Kanal Timur Jl. Arteri Sekunder Baru/sejajar Tol Cacing) Jalan Baru (dari Kanal Timur sejajar Jl. Raya Bekasi Kanal Timur bagian Jl. Raya Penggilingan (dari Jl. Raya Bekasi rel kereta api/stasiun klender baru) Jl. Rute EE (dari jl. Raya Bekasi Rel. Kereta api) Jl. Pulo Gadung (dari Jl. Raya Bekasi Rel Kereta Api) Jl. Pulo Lio Pulo Kambing Jl. Sentra Primer Baru Timur Jl. Sentra Primer Baru Timur Jl. Bekasi Raya. Jalan baru dalam areal Modern City Jalan baru (sejajar Tol Cacing di Kel. Setiabudi Timur) Jalan baru (sejajar Setiabudi Drain) Jalan Baru (Tol Cacing Setiabudi Drain) Jalan baru (sejajar Kali Setiabudi jalan baru arteri primer/Kel. Setiabudi Barat) Jalan baru (batas antara Kel. Rawa terate Kec. Kelapa gading) Jalan baru (sejajar tegangan tinggi Kel. Rawa Terate Kel. Setiabudi) Jalan Baru (dari Jl. Rute EE Rel kereta api) Jalan sejajar tegangan tinggi (dari Kanal Timur PT JIEP) Jalan Baru (dari Tol Cacing Jl. Penggilingan) Jalan Baru (Jl. Bekasi Raya Tol Cacing) Jalan Baru (dari Jl. Pulo Gebang Komp. Pulo Gebang)

Nama Jalan Jl. Sultan Hamengku Buwono IX Jl. Tipar Setiabudi Jl. DR. KRT. Radjiman Widyodiningrat Jl. Pulo Gebang Jl. Seruni Jl. Palem Raja Jl. Palem Raya Jl. Lingkar Luar Timur Jl. Penggilingan Jl. Setiabudi Cilincing Barat Jl. Setiabudi Cilincing Timur Jl. Bekasi Raya Jl. Sakura Jl. DR. Sumarno Jl. Palad Jl. Menteng Niaga Jl. Tambun rengas Jl. Rorotan 2 Jl. Tanah Malaka Bulak Jl. Komarudin Jl. Ujung Menteng Jl. Kayu Tinggi
Sumber : RTRW Propinsi DKI Jakarta

Fungsi Jalan Jl. Kolektor Primer Jl. Kolektor Primer Jl. Kolektor Primer Jl. Kolektor Primer Jl. Kolektor Primer Jl. Kolektor Primer Jl. Kolektor Primer Jl. Arteri Sekunder Jl. Kolektor Primer Jl. Arteri Sekunder Jl. Arteri Sekunder Jl. Arteri Arteri Primer Jl. Kolektor Primer Jl. Kolektor Primer Jl. Kolektor Primer Jl. Kolektor Primer Jl. Kolektor Primer Jl. Kolektor Primer Jl. Kolektor Primer Jl. Kolektor Primer Jl. Kolektor Primer Jl. Kolektor Primer

ROW Eksisting (m) 36 8 25 10 27 18 30 15 11 10 10 16 21 33 7 20 10 10 8 8 19 6

ROW Rencana (m) 50 20 26 26 35 18 34 70 36 15 15 50 26 50 18 25 20 20 15 18 32 10

selatan)

D. Jalan Kolektor Primer

B.6.80.3 Rencana Sistem Perangkutan


Angkutan Air (Water Way) Sebagai alternatif moda transportasi massal, maka pada wilayah Kecamatan Setiabudi direncakan akan di bangun jalur transportasi air (water way). Jalur transportasi air tersebut direncakan pada Banjir Kanal Timur dengan rute yang akan dilalui yaitu dari Banjir Kanal Timur kelurahan Setiabudi Timur sampai Banjir Kanal Barat. dengan keberadaan transportasi air tersebut diharapkan dapat mengatasi masalah kemacetan di DKI Jakarta. Selain itu keberdaan transportasi air tersebut juga diharapkan dapat sebagai objek wisata di sepanjang Banjir Kanal Timur sampai Banjir Kanal Barat.

B.6.80.2 Rencana Pelebaran Jalan


Seluruh wilayah Kecamatan Setiabudi direncakan akan terlayani jaringan jalan, hal ini dilakukan agar seluruh masyarakat dapat melakukan keluar atau masuk wilayah Kecamatan Setiabudi dengan mudah. Kondisi eksisting 2008 jaringan jalan di Kecamatan Setiabudi cukup melayani seluruh masyarakat, namun diperlukan beberapa penambahan ruas jalan dan pelebaran jalan sehingga diharapkan dapat mengatasi permasalahan lalu lintas. Tabel 6.93 menunjukan rencana pengembangan jaringan jalan di Kecamatan Setiabudi Tabel 6.73 Rencana Pelebaran Jaringan Jalan Kecamatan Setiabudi

B.6.81 Rencana Pengembangan Utilitas Kecamatan Setiabudi


Pengembangan jejaring utilitas umum memperhatikan hal-hal berikut : Jejaring yang sudah ada Peningkatan kebutuhan akibat pertambahan penduduk dan kegiatan Memanfaatkan jejaring utilitas yang telah ada
III-278

Dengan demikian, pengembangan jejaring utilitas umum adalah dengan :

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Memperhatikan estetika lingkungan dan keamanan

Kali Setiabudi Kali Buaran Kali Bekasi Tengah Banjir Kanal Timur
Sumber : RTRW Propinsi DKI Jakarta

5-10 5-10 5-7 -

22 75 20 100

Berikut ini adalah rencana pengembangan jaringan utilitas di Kecamatan Setiabudi yang meliputi persampahan, drainase, listrik, telekomunikasi, gas, air bersih, air limbah, telekomunikasi dan air limbah.

B.6.81.3 Listrik
Arahan pengembangan jaringan listrik di Kecamatan Setiabudi adalah : 1. Memperbaiki jaringan listrik yang ada; Meningkatkan daya transmisi yang sudah ada; Mencegah kebocoran atau kebakaran listrik dengan mendistribusikan kabel-kabel Menempatkan gardu-gardu listrik secara terpadu dengan sektor lain, serta Menempatkan jaringan listrik sesuai dengan jaringan jalan dan untuk keamanan Menambah jaringan listrik hingga dapat melayani wilayah yang pada kondisi

B.6.81.1 Persampahan
Produksi sampah di Kecamatan Setiabudi sampai dengan tahun 2030 diperhitungkan sebesar 2.806.989,69 lt/hari. Sedangkan jenis fasilitas yang direncanakan terdiri dari depo sampah sebanyak 8 buah yang tersebar di tiap kelurahan, kontainer sebanyak 58 buah. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 6.74 Tabel 6.74 Jumlah Timbulan Sampah Kecamatan Setia Budi
No 1 2 3 4 5 6 7 Kelurahan Setiabudi Penggilingan Pulo Gebang Ujung Menteng Setiabudi Timur Setiabudi Barat Rawa Terate Jumlah Penduduk (jiwa) 11.933 230.037 55.931 55.691 690.444 7009 262 1.051.307 Asumsi Timbulan Sampah (ltr/org/hari) 2.67 2.67 2.67 2.67 2.67 2.67 2.67 Timbulan Sampah (ltr/hari) 31.861,11 614.198,79 149.335,77 148.694,97 1.843.485,48 18.714,03 699,54 2.806.989,69 Timbulan Sampah (m3/hari) 31.86 614.20 149,34 148,69 1.843,49 18,71 0,70 2.806,99

2. 3. 4. 5. 6.

PLN dengan kabel isolasi; mempertimbangkan segi estetika lingkungan; pembangunan jalan baru sebaiknya ditempatkan di bawah tanah; eksisting 2008 belum terlayani listrik.

B.6.81.4 Telekomunikasi
Seluruh masyarakat DKI Jakarta telah terlayani oleh jaringan telekomunikasi dengan baik. Pelayanan telekomunikasi tersebut dapat berupa telepon seluler dan telepon rumah yang jaringannya dikelola oleh PT.Telkom.

Sumber : Hasil Perhitungan 2009

B.6.81.2 Drainase
Sistem jaringan drainase di Kecamatan Setiabudi sudah cukup baik. Hal ini terbukti dengan adanya beberapa kali yang terdapat di Kecamatan Setiabudi, yaitu Kali Ciliwung, Kali Cipinang, dan Kali Sunter, serta rencana pembangunan Banjir Kanal Timur. Dan untuk sistem drainase di Kecamatan Setiabudi terdapat rencana pelebaran Kali di Kecamatan Pancoran, yaitu :

B.6.81.5 Rencana Jaringan Air Bersih


Kebutuhan air minum sampai dengan tahun 2030 di Kecamatan Setiabudi adalah sebesar 183.978 lt/hari. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 6.76

Tabel 6.75 Rencana Pelebaran Sistem Drainase Kecamatan Setiabudi


Nama Kali ROW Eksisting (m) ROW Rencana (m)

Tabel 6.76 Jumlah Kebutuhan Air Bersih Kecamatan Setiabudi

III-279

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

No 1 2 3 4 5 6 7

Kelurahan Setiabudi Penggilingan Pulo Gebang Ujung Menteng Setiabudi Timur Setiabudi Barat Rawa Terate Jumlah

Penduduk (jiwa) 11.933 230.037 55.931 55.691 690.444 7009 262 1.051.307

Asumsi Kebutuhan Air Bersih (ltr/org/hari) 175 175 175 175 175 175 175

Kebutuhan Air Bersih (ltr/hari) 2.088.275 40.256.475 9.787.925 9.745.925 120.827.700 1.226.575 45.850 183.978.725

Kebutuhan Air Bersih (m3/hari) 2.088,28 40.256,48 9.787,93 9.745,93 120.827,70 1.226,58 45,85 183.978,73

Pemanfaatan pola ruang Kecamatan Setiabudi terbagi menjadi beberapa pemanfaatan lahan, yaitu Permukiman, Pemanfaatan Lahan Kawasan Perkantoran dan Perdagangan, Pemanfaatan Lahan Kawasan Pelayanan Umum dan Sosial, Pemanfaatan Lahan Kawasan Penyempurna.

B.6.82.1 Permukiman
Dalam rencana pemanfaatan lahan pada Kecamatan Setiabudi, pemanfaatan lahan Kawasan Perumahan yang paling besar penggunaan lahannya yaitu seluas 1361,70 Ha. Rencana pemanfaatan lahan Kawasan Perumahan, terbagi menjadi beberapa pemanfaatan lahan yaitu : Kawasan Perumahan Kepadatan Sedang dengan penggunaan lahan seluas 164.33 Ha Kawasan perumahan Kepadatan Sedang dengan penggunaan lahan seluas 620.21 Ha Kawasan Perumahan Kepadatan Tinggi dengan penggunaan lahan seluas 59.54 Ha Kawasan Campuran Kecildengan penggunaan lahan seluas 0.14 Ha Kawasan Industri/Kawasan Perumahan Industri Kecil dengan pemanfaatan lahan seluas 292.03 Ha Kawasan Campuran Kecil dengan pemanfaatan lahan seluas 38.60 Ha Kawasan Perumahan Kepadatan Rendah dengan pemanfaatan lahan seluas 104.77 Ha Kawasan Perumahan Susun Taman dengan pemanfaatan lahan seluas 48.57 Ha Kawasan Perumahan Susun dengan penggunaan lahan seluas 33.52 Ha

Sumber : Hasil Perhitungan 2009

Berdasarkan perhitungan seperti yang telihat pada Tabel III-13 dapat diketahui bahwa kebutuhan air bersih di Kecamatan Setiabudi setiap harinya berjumlah 183.978.725 liter atau sekitar 183.978,73 m3. Jumlah kebutuhan air bersih sebanding dengan jumlah penduduk, semakin tinggi jumlah penduduk maka jumlah air bersih yang dibutukan akan semakin besar. Kelurahan Setiabudi Timur merupakan kelurahan yang membutuhkan jumlah air bersih terbanyak yaitu sebesar 120.827.700 liter/hari, hal ini karena jumlah penduduk terbanyak di Kecamatan Setiabudi terdapat di Kelurahan Setiabudi Timur.

B.6.81.6 Rencana Sistem Pembuangan Air Limbah


Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, produksi air limbah/kotor di Kecamatan Setiabudi ialah sebesar 24.947,19 liter per hari. Rencana sistem pembuangan air limbah di Kecamatan Setiabudi ialah sistem on-site (cubluk, septic tank) dengan saluran pembuangan air limbah makro yaitu Kali Ciliwung dan Kali Krukut.

Lebih jelasnya lihat tabel dibawah ini : Tabel 6.78 Pemanfaatan Lahan Wisma
No Fungsi Lahan Kawasan Perumahan kepadatan Sedang Kawasan Perumahan Kepadatan sedang Kawasan Perumahan Kepadatan Tinggi Kawasan Campuran Kecil Kawasan Industri/Kawasan Perumahan Industri Kecil Kawasan Campuran Kecil/wdg Kawasan Perumahan Kepadatan rendah Kawasan Perumahan Susun Taman Kawasan Perumahan Ssusun Total
Sumber : Hasil Analisa

Luas Lahan (Ha) 164.33 620.21 59.54 0.14 292.03 38.60 104.77 48.57 33.52 1361.70

Tabel 6.77 Jumlah Timbulan Air Kotor (Sludge) Kecamatan Setiabudi


No 1 2 3 4 5 6 7 Kelurahan Setiabudi Penggilingan Pulo Gebang Ujung Menteng Setiabudi Timur Setiabudi Barat Rawa Terate Jumlah Penduduk (jiwa) 11.933 230.037 55.931 55.691 690.444 7009 262 1.051.307 Asumsi Sludge (ltr/org/hari) 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 Timbulan Sludge (ltr/hari) 823,38 15.872,55 3.859,24 3.842,68 47,64 483,62 18,08 24.947,19 Timbulan Sludge (m3/hari) 0.82 15.87 3.86 3.84 0.05 0.48 0.02 24.95

1 2 3 4 5 6 7 8 9

Sumber : Hasil Perhitungan 2009

B.6.82 Rencana Pola Ruang Kecamatan Setiabudi B.6.82.2 Perdagangan dan Perkantoran
III-280

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Dalam rencana pemanfaatan lahan pada Kecamatan Setiabudi, pemanfaatan lahan Kawasan Perkantorna dan Perdagangan merupakan pemanfaatan lahan terbesar kedua, yaitu dengan pemanfaatan lahan seluas 1.292,60 Ha. Rencana pemanfaatan lahan Kawasan Perkantoran dan Perdagangan, terbagi menjadi beberapa pemanfaatan lahan yaitu :

Kawasan Terminal dengan pemanfaatan lahan seluas 11.16 Ha

Lebih jelasnya lihat tabel dibawah ini : Tabel 6.80 Pemanfaatan Lahan Suka
No 1 2 3 4 5 6 7 8 Fungsi Lahan Kawasan Pelayanan Pendidikan Kawasan Pelayanan Ibadah Kawasan Pelayanan Kesehatan Kawasan Pelayanan Umum Kawasan Pelayanan Sosial Budaya Kawasan Terbuka Lapangan Olahraga Kawasan Parkir Kawasan Terminal Total Luas Lahan (Ha) 46.80 3.88 1.92 19.44 0.32 7.02 0.44 11.16 90.97

Kawasan Kantor Pemerintahan dengan penggunaan lahan seluas 26.36 Ha; Kawasan Perkantoran Swasta dengan penggunaan lahan seluas 38.56 Ha; Kawasan Perdagangan dengan penggunaan lahan seluas 381.23 Ha; Kawasan Industri dengan pemanfaatan lahan seluas 517.91 Ha; Kawasana Pergudangan dengan pemanfaatan lahan seluas 296.90 Ha; Kawasan Perkantoran Taman dengan pemanfaatan lahan seluas 21.84 Ha;

Sumber: Hasil Analisa

Lebih jelasnya lihat tabel dibawah ini : Tabel 6.79 Pemanfaatan Lahan Kawasan Perkantoran dan Perdagangan
No 1 2 3 4 5 6 7 Fungsi Lahan Kawasan Kantor Pemerintah Kawasan Perkantoran Swasta Kawasan Perdagangan Kawasan Industri Kawasan Pergudangan Kawasan Perkantoran Taman Kawasan Campuran Besar Total Luas Lahan (Ha) 26.36 38.56 381.23 517.91 296.90 9.81 21.84 1.292,60

B.6.82.4 Ruang Terbuka Hijau


Dalam rencana pemanfaatan lahan pada Kecamatan Setiabudi, pemanfaatan lahan Kawasan Penyempurna merupakan pemanfaatan lahan terkecil, yaitu dengan pemanfaatan lahan seluas 233.11 Ha. Rencana pemanfaatan lahan Kawasan Penyempurna, terbagi menjadi beberapa pemanfaatan lahan yaitu : Kawasan Jalur Hijau dan Hutan Kota dengan pemanfaatan lahan seluas 78.69 Ha Kawasan Taman dengan pemanfaatan lahan seluas 110.05 Ha Kawasan Terbuka Lapangan Olahraga dengan pemanfaatan lahan seluas 6.72 Ha Kawasan Penyempurna Hijau Lindung dengan pemanfaatan lahan seluas 0.13 Ha Kawasan Jalur Hijau dan Hutan Kota dengan pemanfaatan lahan seluas 37.53 Ha.

Sumber: Hasil Analisa

B.6.82.3 Pelayanan Umum dan Sosial


Dalam rencana pemanfaatan lahan pada Kecamatan Setiabudi, pemanfaatan lahan Kawasan Pelayanan Umum dan Sosial merupakan pemanfaatan lahan terbesar ketiga, yaitu dengan pemanfaatan lahan seluas 90.97 Ha. Rencana pemanfaatan lahan Kawasan Pelayanan Umum dan Sosial, terbagi menjadi beberapa pemanfaatan lahan yaitu : Kawasan Pelayanan Pendidikan dengan pemanfaatan lahan seluas 46.80 Ha Kawasan Pelayanan Ibadah dengan pemanfaatan lahan seluas 3.88 Ha Kawasan Pelayanan Kesehatan dengan pemanfaatan lahan seluas 1.92 Ha Kawasan Pelayanan Umum dengan pemanfaatan lahan seluas 19.44 Ha Kawasan Pelayanan Rekreasi dan Olahraga dengan pemanfaatan lahan seluas 0.32 Ha Kawasan Parkir dengan pemanfaatan lahan seluas 0.44 Ha

Lebih jelasnya lihat tabel dibawah ini : Tabel 6.81 Pemanfaatan Lahan Penyempurna
No 1 2 3 4 5 Fungsi Lahan Kawasan Jalur Hijau dan Hutan Kota Kawasan Taman Kawasan Terbuka Lapangan Olah raga Kawasan Penyempurna Hijau Lindung Kawasan Jalur Hijau dan Hutan Kota Total Luas Lahan (Ha) 78.69 110.05 6.72 0.13 37.53 233.11

Sumber: Hasil Analisa

Tabel 6.82
III-281

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Rencana Pola Ruang Kecamatan Setiabudi Tahun 2030


No
1 -

No Rekomendasi
Kawasan Perumahan Susun

Lokasi

Lokasi
Jl. Marzuki 1 Jl. Marzuki 2 Jl. Marzuki 3 Jl. Marzuki 4 Jl. Marzuki 6 Jl. Marzuki 7

Fungsi Eksisting
Merupakan bangunan dengan kategori rumah kumuh dan rumah kecil

Pembanding RRTRC LRK


Wisma Wisma Kecil (Wkc) Wisma Sedang (Wsd)

Fungsi Eksisting

Pembanding RRTRC LRK

Analisis
dan untuk mengatasi masalah kumuh di wilayah tersebut. Untuk memfasilitas akan kebutuhan tempat tinggal para karyawan industry, didukung dengan lokasi tempat tinggal yang dekat dengan lokasi industry, sehingga dapat mengurangi volume lalu lintas. Karena lokasi tersebut berdekatan dengan Permukiman Industri Kecil (P.I.K).

Rekomendasi

Analisis
Untuk memecahkan masalah kekumuhan di daerah ini maka diusulkan untuk merencakan pembangunan rumah susun dengan tetap mempertahankan penduduk daerah tersebut. Serta untuk mengatasi masalah lingkungan kumuh di wilayah tersebut. Untuk memfasilitasi akan kebutuhan tempat tinggal para karyawan industry, serta untuk menghindari tumbuhnya permukiman kumuh. Untuk memfasilitasi akan kebutuhan tempat tinggal para karyawan industry, serta untuk menghindari tumbuhnya permukiman kumuh. Untuk memfasilitasi akan kebutuhan tempat tinggal para karyawan industry, serta untuk menghindari tumbuhnya permukiman kumuh, dan sesuai dengan rencana yang terdapat dalam RRTRW-C dan LRK Untuk memfasilitasi akan kebutuhan tempat tinggal para karyawan industry, serta untuk menghindari tumbuhnya permukiman kumuh, dan sesuai dengan rencana yang terdapat dalam RRTRW-C dan LRK Karena terdapat dalam kebijakan LRK, sehingga perencanaan selanjutnya mengikuti LRK. Untuk memfasilitasi akan kebutuhan tempat tinggal para karyawan industry, serta untuk menghindari tumbuhnya permukiman kumuh, dan sesuai dengan rencana yang terdapat dalam RRTRW-C dan LRK,

Jl. Penggilingan raya Kelurahan penggilingan

Rumah sangat kecil Rumah kecil

Wisma

Wisma kecil (Wkc) Wisma sedang (Wsd) Wisma besar (Wbs)

Kawasan Industri /Kawasan Perumahan industry kecil

9 Kawasan Industri /Kawasan Perumahan industry kecil Kawasan Industri /Kawasan Perumahan industry kecil

- Jl. Marzuki 7 - Jl. Marzuki 8 - Jl. Marzuki 9 Merupakan permukiman Kampung Jembatan - Jl. Bekasi Raya - Jl. Gg Jajan - Jl. H. ismail - Jl. Setiabudi Lio 1 - Merupakan permukiman Kampung Lio - Jl. Tipar Setiabudi - Jl. Inspeksi PAM - Jl. Tebu

Merupakan permukiman sangat kecil dan tidak teratur. Merupakan permukiman rumah sangat kecil dan permukiman rumah kecil. Merupakan permukiman kumuh

Wisma

Wisma Industri Kecil (Wik) Wisma Kecil (Wkc) Wisma industry kecil (Wik)

10 -

Wisma

Jl. Penggilingan raya Merupakan permukiman Kp. Penggilingan Disekitar kali buaran Jl. DR. KRT. Radjiman Widiyodiningrat

Permukiman kumuh Lahan kosong

Wisma

Merupakan permukiman kumuh

Wisma

Wisma

Wisma industry kecil (Wik)

Kawasan Industri /Kawasan Perumahan industry kecil

11

Kawasan Industri /Kawasan Perumahan industry kecil 12 -

Jl. Setiabudi Drain Jl. Tipar Setiabudi Jl. H. Matra Jl. Dendrit

Wisma Merupakan permukiman kumuh

Wisma industry kecil (Wik)

Jl. Penggilingan Merupakam permukiman Kp. Ujung krawang Kel. Pulo Gebang Jl. Penggilingan Jl. H. Sanyar Kel. penggilingan

Rumah kecil

Wisma

Wisma industry kecil (Wik) Wisma besar (Wbs) Wisma susun (Wsn) Wisma industry kecil (Wik) Wisma kecil (Wkc) Wisma sedang (Wsd) Wisma besar (Wbs) Wisma susun (Wsn) Wisma kecil (Wkc) Wisma sedang (Wsd) Wisma taman (Wtm) Wisma kecil (Wkc) Wisma sedang (Wsd) Wisma besar (Wbs) Wisma susun (Wsn) Wisma taman (Wtm) Wisma kecil (Wkc) Wisma sedang (Wsd) Wisma besar (Wbs) Wiisma sedang (Wsd) Wisma besar (Wbs) Wisma kecil (Wkc) Wisma

Kawasan Industri /Kawasan Perumahan industry kecil

Karena rencana tersebut terdapat dalam LRK dan sebagai salah cara untuk mengatasi masalah kumuh di wilayah tersebut.

Kawasan Perumahan Kepadatan Sedang

Kawasan Perumahan Kepadatan Sedang

Rumah sangat kecil Rumah kecil

Wisma

Karena lokasi tersebut berdekatan dengan rencana pembangunan sentra primer baru dan berdekatan dengan perumahan real estate.

Kawasan Perumahan Kepadatan Sedang

Kelurahan Rawa Terate

Lahan kosong

Wisma

Wisma industry kecil (Wik) Wisma kecil (Wkc) Wisma sedang (Wsd) Wisma besar (Wbs)

Jl. DR. KRT. Radjiman Widiyodiningrat Kelurahan Setiabudi

Rumah sangat kecil Rumah kecil

Wisma

Kawasan Industri /Kawasan Perumahan industry kecil Kawasan Industri /Kawasan Perumahan industry kecil

13

Jl. Penggilingan Merupakan permukiman Kp. pisangan Jl. Lingkar luar timur Kel. Pulo Gebang Jl. Lingkar luar timur Kelurahan Pulo

Rumah kecil

Wisma

Karena lokasi tersebut berdekatan dengan rencana pembangunan sentra primer baru dan berdekatan dengan perumahan real estate.

Kawasan Perumahan Kepadatan Sedang Kawasan Perumahan Kepadatan Rendah Kawasan Perumahan Kepadatan

14

Rumah sangat kecil Rumah kecil Rumah sangat kecil Rumah kecil

Wisma

15

Wisma

Untuk mengatasi ketidakteraturan kondisi rumah pada daerah

III-282

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

No

Lokasi
gebang

Fungsi Eksisting
Lahan kosong

Pembanding RRTRC LRK


sedang (Wsd) Wisma besar (Wbs) Wisma susun (Wsn)

Analisis
tersebut tanpa harus melakukan pembangunan baru, maka diusulkan untuk melakukan perbaikan lingkungan dengan menjadikan peruntukan daerah tersebut menjadi rumah sedang. Untuk mengatasi ketidakteraturan kondisi rumah pada daerah tersebut tanpa harus melakukan pembangunan baru, maka diusulkan untuk melakukan perbaikan lingkungan dengan menjadikan peruntukan daerah tersebut menjadi rumah sedang. Untuk mengatasi ketidakteraturan kondisi rumah pada daerah tersebut tanpa harus melakukan pembangunan baru, maka diusulkan untuk melakukan perbaikan lingkungan dengan menjadikan peruntukan daerah tersebut menjadi rumah sedang. Untuk mengatasi ketidakteraturan kondisi rumah pada daerah tersebut tanpa harus melakukan pembangunan baru, maka diusulkan untuk melakukan perbaikan lingkungan dengan menjadikan peruntukan daerah tersebut menjadi rumah sedang. Untuk mengatasi ketidakteraturan kondisi rumah pada daerah tersebut tanpa harus melakukan pembangunan baru, maka diusulkan untuk melakukan perbaikan lingkungan dengan menjadikan peruntukan daerah tersebut menjadi rumah sedang. Untuk mengatasi ketidakteraturan kondisi rumah pada daerah

Rekomendasi
Sedang

No
-

Lokasi
Jl. Gg. Abadi Jl. Gg. Sentosa Jl. Gg. Damai Jl. Pulo Gebang Jl. Palad (rawa kuning) Jl. Menteng naga Jl. Menteng naga Jl. Rorotan 2 Kelurahan ujung menteng Kel. Setiabudi Timur Jl. Tanah malaka bilak Kel. Setiabudi timur Jl. Tanah Malaka bulak Kel. Setiabudi timur Kampung rawa makmur Kel. Setiabudi timur

Fungsi Eksisting

Pembanding RRTRC LRK


sedang (Wsd)

Analisis
tersebut tanpa harus melakukan pembangunan baru, maka diusulkan untuk melakukan perbaikan lingkungan dengan menjadikan peruntukan daerah tersebut menjadi rumah sedang.

Rekomendasi
Sedang

16

Jl. H. Mayar Jl. Tanjakan Jl. H. Taing Jl. Masnaga 1 Jl. Masnaga 2 Jl. Gg. Sahabat Jl. Gg. Ridho Jl. Gg. Asem Jl. Pulo Gebang Jl. Palad Jl. Pulo gebang Jl. Gg. Nangka

Rumah kecil

Wisma

Wisma kecil (Wkc) Wisma sedang (Wsd) Wisma besar (Wbs) Wisma susun (Wsn)

Kawasan Perumahan Kepadatan Sedang

21

Rumah kecil Lahan kosong Lahan kosong

Wisma

Wisma sedang (Wsd) Wisma kecil (Wkc) Wisma sedang (Wsd) Wisma besar (Wbs) Wisma taman (Wtm) Wisma sedang (Wsd) Wisma besar (Wbs) Wisma sedang (Wsd) Wisma taman (Wst) Karena rencana tersebut terdapat dalam LRK dan RRTRW-C

22

Wisma

Kawasan Perumahan Kepadatan Sedang Kawasan Perumahan Kepadatan Sedang Kawasan Perumahan Kepadatan Rendah Kawasan Campuran Kecil Kawasan Perumahan Kepadatan Sedang Kawasan Perumahan Kepadatan Rendah

23 Kawasan Perumahan Kepadatan Sedang

17

Rumah sangat kecil Rumah kecil

Wisma

Wisma kecil (Wkc) Wisma sedang (Wsd) Wisma besar (Wbs)

Lahan kosong Lahan kosong Lahan kosong Lahan kosong

Wisma

Karena rencana tersebut terdapat dalam LRK dan RRTRW Karena rencana tersebut terdapat dalam LRK dan RRTRW Karena rencana tersebut terdapat dalam LRK dan RRTRW Karena rencana tersebut terdapat dalam LRK dan RRTRW Karena rencana tersebut terdapat dalam LRK dan RRTRW Karena rencana tersebut terdapat dalam LRK dan RRTRW Karena rencana tersebut terdapat dalam LRK dan RRTRW Karena rencana tersebut terdapat dalam LRK dan RRTRW Karena rencana tersebut terdapat dalam LRK dan RRTRW

24

Wisma

25

Wisma

26 Kawasan Perumahan Kepadatan Rendah

Wisma

18

Jl. Palad (rawa kuning) Merupakan Kp. Rawa kuning Jl. Remaja Jl. Gg. Mekar Jl. Rawa bebek

Rumah sangat kecil Rumah kecil

Wisma

Wisma taman (Wtm)

27 28 29 30 31

Kel. Setiabudi timur Lahan kosong Kel. Setiabudi Timur Kel. Setiabudi timur Lahan kosong Lahan kosong

Wisma Wisma Wisma Wisma Wisma Wisma dagang (Wsg) Wisma susun (Wsn) Wisma kecil (Wkc) Wisma sedang (Wsd) Wisma besar (Wbs) Wisma susun (Wsn) Karya umum taman (Kut) Wisma kecil (Wkc) Wisma besar (Wbs)

Kawasan Campuran Kecil Kawasan Perumahan Susun Taman

19

Jl. Penggilingan elok Jl. P Komarudin Jl. Lingkar luar timur

Rumah kecil

Wisma

Wisma kecil (Wkc) Wisma sedang (Wsd) Wisma besar (Wbs) Wisma susun (Wsn)

Kawasan Perumahan Kepadatan Sedang

Kawasan Perumahan Kepadatan Sedang

32 20 Jl. Gg. Jaimah Jl. Swadaya pos Rumah sangat kecil Rumah kecil Wisma Wisma kecil (Wkc) Wisma Kawasan Perumahan Kepadatan

Kel. Setiabudi timur

Lahan kosong

Wisma

Karena rencana tersebut terdapat dalam LRK dan RRTRW

Kawasan Perumahan Kepadatan Sedang

III-283

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

No
33 -

Lokasi
Kel. Setiabudi timur Kel. Setiabudi timur Kel. Setiabudi timur Kel. Setiabudi timur

Fungsi Eksisting
Lahan kosong Lahan kosong Lahan kosong Lahan kosong

Pembanding RRTRC LRK


Wisma Wisma kecil (Wkc) Wisma besar (Wbs) Wisma kecil (Wkc) Wisma kecil (Wkc) Wisma sedang (Wsd) Wisma kantor jasa (Wkt/Wdg) Wisma besar (Wbs) Wisma susun (Wsn) Wisma susun (Wsn) Karya umum taman (Kut) Wisma Wisma kecil (Wkc) Wisma sedang (wsd) Karya perdagangan (Kpd) Karya campuran

Analisis
Karena rencana tersebut terdapat dalam LRK dan RRTRW Karena rencana tersebut terdapat dalam LRK dan RRTRW Karena rencana tersebut terdapat dalam LRK dan RRTRW Karena rencana tersebut terdapat dalam LRK dan RRTRW Karena rencana tersebut terdapat dalam LRK dan RRTRW Karena rencana tersebut terdapat dalam LRK dan RRTRW Karena rencana tersebut terdapat dalam LRK dan RRTRW Karena rencana tersebut terdapat dalam LRK dan RRTRW Dengan arahan kebijakan yang terdapat dalam RRTRW-C yang menjadikan wilayah tersebut sebagai kawasan ekonomi prospektif dan perkembangannya juga menjadikan kelurahan tersebut menjadi kawasan perdagangan, maka untuk perencanaannya daerah tersebut diusulkan untuk menjadi karya perdagangan, dan sesuai dengan rencana yang terdapat dalam LRK. Dengan arahan kebijakan yang terdapat dalam RRTRW-C yang menjadikan wilayah tersebut sebagai kawasan ekonomi prospektif dan perkembangannya juga menjadikan kelurahan tersebut menjadi kawasan perdagangan, maka untuk

Rekomendasi
Kawasan Perumahan Kepadatan Tinggi Kawasan Perumahan Kepadatan Sedang Kawasan Perumahan Kepadatan Tinggi Kawasan Perumahan Kepadatan Sedang Kawasan Perumahan Susun Taman Kawasan Perumahan Sususn Kawasan Perumahan Kepadatan Sedang Kawasan Perumahan Kepadatan Tinggi Kawasan Perdagangan

No

Lokasi

Fungsi Eksisting

Pembanding RRTRC LRK

Analisis
perencanaannya daerah tersebut diusulkan untuk menjadi karya perdagangan, dan sesuai dengan rencana yang terdapat dalam LRK. Dengan arahan kebijakan yang terdapat dalam RRTRW-C yang menjadikan wilayah tersebut sebagai kawasan ekonomi prospektif dan perkembangannya juga menjadikan kelurahan tersebut menjadi kawasan perdagangan, maka untuk perencanaannya daerah tersebut diusulkan untuk menjadi karya perdagangan, dan sesuai dengan rencana yang terdapat dalam LRK. Karena rencana tersebut terdapat di dalam RRTRW-C Tahun 2005 dan juga telah memiliki UDGL. Karena rencana tersebut terdapat di dalam RRTRW-C Tahun 2005 dan juga telah memiliki UDGL. Karena rencana tersebut terdapat di dalam RRTRW-C Tahun 2005 dan juga telah memiliki UDGL. Karena rencana tersebut terdapat di dalam RRTRW-C Tahun 2005 dan juga telah memiliki UDGL. Dengan arahan kebijakan yang terdapat dalam RRTRW-C yang menjadikan wilayah tersebut sebagai kawasan ekonomi prospektif dan perkembangannya juga menjadikan kelurahan tersebut menjadi kawasan perdagangan, maka untuk perencanaannya daerah tersebut diusulkan untuk menjadi karya perdagangan, dan

Rekomendasi

34

Wisma

43

35

Wisma

Jl. I Gusti Ngurah Rai

Rumah sangat kecil Rumah kecil

Wisma

Wisma susun (Wsn)

Kawasan Perdagangan

36

Wisma

37 38 39

Kel. Setiabudi timur Kel. Setiabudi timur Kel. Setiabudi timur Kel. Setiabudi timur Jl. Bekasi Raya Kel. Setiabudi

Lahan kosong Lahan kosong Lahan kosong Rumah sangat kecil Rumah sangat kecil Rumah kecil Ruko dan toko-toko

Wisma Wisma

44

40

Jl. Walikota Jaktim Jl. Penggilingan Jl. Walikota Jaktim Jl. Penggilingan Jl. Walikota Jaktim Jl. Penggilingan Jl. Walikota Jaktim Jl. Penggilingan Jl. Bekasi Raya

Rumah sangat kecil

Karya Bangunan Umum dan fasilitasnya Karya Bangunan Umum dan fasilitasnya Karya Bangunan Umum dan fasilitasnya Karya Bangunan Umum dan fasilitasnya Karya Bangunan Umum dan fasilitasnya

Karya perdagangan

Kawasan Perdagangan

41

45

Rumah sangat kecil Rumah kecil Rumah sangat kecil Rumah kecil Rumah sangat kecil Rumah kecil Rumah kecil

Karya perdagangan

Kawasan Perdagangan

46

Karya perdagangan

Kawasan Perdagangan

47

Karya perdagangan

Kawasan Perdagangan

48

Karya campuran

Kawasan Perdagangan

42

Jl. I Gusti Ngurah Rai

Rumah sangat kecil Rumah kecil

Wisma

Wisma susun (Wsn) Karya kantor jasa (Kkt)

Kawasan Perdagangan

III-284

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

No

Lokasi

Fungsi Eksisting

Pembanding RRTRC LRK

Analisis
sesuai dengan rencana yang terdapat dalam LRK. Dengan arahan kebijakan yang terdapat dalam RRTRW-C yang menjadikan wilayah tersebut sebagai kawasan ekonomi prospektif dan perkembangannya juga menjadikan kelurahan tersebut menjadi kawasan perdagangan, maka untuk perencanaannya daerah tersebut diusulkan untuk menjadi karya perdagangan, dan sesuai dengan rencana yang terdapat dalam LRK. Dengan arahan kebijakan yang terdapat dalam RRTRW-C yang menjadikan wilayah tersebut sebagai kawasan ekonomi prospektif dan perkembangannya juga menjadikan kelurahan tersebut menjadi kawasan perdagangan, maka untuk perencanaannya daerah tersebut diusulkan untuk menjadi karya perdagangan, dan sesuai dengan rencana yang terdapat dalam LRK. Karena rencana tersebut terdapat di dalam RRTRW-C Tahun 2005 dan juga telah memiliki UDGL.

Rekomendasi

No

Lokasi

Fungsi Eksisting

Pembanding RRTRC LRK


Bangunan Umum dan fasilitasnya - Wisma Bangunan Umum dan fasilitasnya - Karya Bangunan Umum dan fasilitasnya - Wisma Bangunan Umum dan fasilitasnya - Karya Bangunan Umum dan fasilitasnya - Wisma Bangunan Umum dan fasilitasnya - Karya Bangunan Umum dan fasilitasnya - Wisma Bangunan Umum dan fasilitasnya - Karya Bangunan Umum dan fasilitasnya Karya Industri

Analisis

Rekomendasi

49

Jl. Bekasi Raya

Rumah kecil

Karya Bangunan Umum dan fasilitasnya

Karya campuran

Kawasan Perdagangan

54

Kel. Setiabudi Timur

Lahan kosong

Karya perdagangan (Kpd)

Karena rencana tersebut terdapat di dalam RRTRW-C Tahun 2005 dan juga telah memiliki UDGL.

Kawasan Perdagangan

55

Kel. Setiabudi Timur

Lahan kosong

Karya perdagangan (Kpd)

Karena rencana tersebut terdapat di dalam RRTRW-C Tahun 2005 dan juga telah memiliki UDGL.

Kawasan Perdagangan

56 Kawasan Perdagangan

Kel. Setiabudi Timur

Lahan kosong

50

Kel. Setiabudi Timur

Lahan kosong

Wisma Bangunan Umum dan fasilitasnya Karya Bangunan Umum dan fasilitasnya

Karya umum taman (Kut)

Karya perdagangan (Kpd)

Karena rencana tersebut terdapat di dalam RRTRW-C Tahun 2005 dan juga telah memiliki UDGL.

Kawasan Perdagangan

57

Kel. Setiabudi Timur

Lahan kosong

Karya perdagangan (Kpd)

Karena rencana tersebut terdapat di dalam RRTRW-C Tahun 2005 dan juga telah memiliki UDGL.

Kawasan Perdagangan

58

Jl. Tipar Setiabudi

Rumah kecil

- Karya campuran (Kcp)

51

Kel. Setiabudi Timur

Lahan kosong

52

Kel. Setiabudi Timur

Lahan kosong

53

Kel. Setiabudi Timur

Lahan kosong

Wisma Bangunan Umum dan fasilitasnya Karya Bangunan Umum dan fasilitasnya Wisma Bangunan Umum dan fasilitasnya Karya Bangunan Umum dan fasilitasnya Wisma Bangunan Umum dan fasilitasnya Karya

Karya perdagangan (Kpd) Karya kantor jasa (Kkt)

Kawasan Perdagangan

Wisma kantor (Wkt) Wisma dagang (Wdg)

Karena rencana tersebut terdapat di dalam RRTRW-C Tahun 2005 dan juga telah memiliki UDGL.

Kawasan Perdagangan

Dengan arahan kebijakan yang terdapat dalam RRTRW-C yang menjadikan wilayah tersebut sebagai kawasan ekonomi prospektif dan perkembangannya juga menjadikan kelurahan tersebut menjadi kawasan perdagangan, maka untuk perencanaannya daerah tersebut diusulkan untuk menjadi karya perdagangan, dan sesuai dengan rencana yang terdapat dalam LRK. Karena rencana tersebut terdapat di dalam RRTRW-C Tahun 2005 dan juga telah memiliki UDGL.

Kawasan Perdagangan

Karya kantor jasa

Karena rencana tersebut terdapat di dalam RRTRW-C Tahun 2005 dan juga telah memiliki UDGL.

Kawasan Perdagangan

59

Jl. Walikota Jaktim

Rumah sangat kecil

Karya Bangunan Umum dan fasilitasnya

Karya kantor jasa (Kkt)

Kawasan Perkantoran Swasta

III-285

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

No
60

Lokasi
Jl. Walikota Jaktim

Fungsi Eksisting
Rumah kecil

Pembanding RRTRC LRK


Karya Bangunan Umum dan fasilitasnya Karya Bangunan Umum dan fasilitasnya Karya Bangunan Umum dan fasilitasnya Karya Bangunan Umum dan fasilitasnya Karya Bangunan Umum dan fasilitasnya Karya Bangunan Umum dan fasilitasnya Karya Bangunan Umum dan fasilitasnya Karya Bangunan Umum dan fasilitasnya Karya Bangunan Umum dan fasilitasnya Karya Bangunan Umum dan fasilitasnya Wisma Bangunan Umum dan fasilitasnya Karya Bangunan Umum dan fasilitasnya Wisma Bangunan Umum dan fasilitasnya Karya Karya kantor jasa (Kkt)

Analisis
Karena rencana tersebut terdapat di dalam RRTRW-C Tahun 2005 dan juga telah memiliki UDGL. Karena rencana tersebut terdapat di dalam RRTRW-C Tahun 2005 dan juga telah memiliki UDGL. Karena rencana tersebut terdapat di dalam RRTRW-C Tahun 2005 dan juga telah memiliki UDGL. Karena rencana tersebut terdapat di dalam RRTRW-C Tahun 2005 dan juga telah memiliki UDGL. Karena rencana tersebut terdapat di dalam RRTRW-C Tahun 2005 dan juga telah memiliki UDGL. Karena rencana tersebut terdapat di dalam RRTRW-C Tahun 2005 dan juga telah memiliki UDGL. Karena rencana tersebut terdapat di dalam RRTRW-C Tahun 2005 dan juga telah memiliki UDGL. Karena rencana tersebut terdapat di dalam RRTRW-C Tahun 2005 dan juga telah memiliki UDGL. Karena rencana tersebut terdapat di dlm RRTRWC Tahun 2005 dan juga telah memiliki UDGL. Karena rencana tersebut terdapat di dalam RRTRW-C Tahun 2005 dan juga telah memiliki UDGL. Karena rencana tersebut terdapat di dalam RRTRW-C Tahun 2005 dan juga telah memiliki UDGL.

Rekomendasi
Kawasan Perkantoran Swasta

No

Lokasi

Fungsi Eksisting

Pembanding RRTRC LRK


Bangunan Umum dan fasilitasnya - Wisma Bangunan Umum dan fasilitasnya - Karya Bangunan Umum dan fasilitasnya Karya Industri

Analisis

Rekomendasi

72 Kawasan Perkantoran Swasta Kawasan Perkantoran Swasta Kawasan Perkantoran Swasta Kawasan Perkantoran Swasta Kawasan Perkantoran Swasta Kawasan Perkantoran Swasta Kawasan Perkantoran Swasta Kawasan Perkantoran Swasta Kawasan Perkantoran Swasta Kawasan Perkantoran Swasta 74

Kel. Setiabudi timur

Lahan kosong

Karya kantor jasa (Kkt

61

Jl. Walikota Jaktim

Rumah sangat kecil

Karya kantor jasa (Kkt)

Karena rencana tersebut terdapat di dalam RRTRW-C Tahun 2005 dan juga telah memiliki UDGL.

Kawasan Perkantoran Swasta

62

Jl. Walikota Jaktim

Rumah kecil

Karya kantor jasa (Kkt)

73

Jl. Bekasi Raya

Industry kecil

Karya kantor jasa (Kkt

63

Jl. Walikota Jaktim

Rumah sangat kecil

Karya kantor jasa (Kkt)

64

Jl. Walikota Jaktim

Rumah kecil

Karya kantor jasa (Kkt)

65

Jl. Walikota Jaktim

Rumah sangat kecil

Karya kantor jasa (Kkt)

66

Jl. Walikota Jaktim

Rumah kecil

Karya kantor jasa (Kkt)

Jl. DR. KRT Radjiman Widyodiningrat

Lahan kosong

Karya Industri

Karya pergudangan

67

Jl. Walikota Jaktim

Rumah sangat kecil

Karya kantor jasa (Kkt)

75

Jl. Bekasi Raya

Rumah kecil

Karya Industri

Karya pergudangan

68

Jl. Walikota Jaktim

Rumah kecil

Karya kantor jasa (Kkt) Karya kantor jasa (Kkt)

76

Jl. Penggilingan

69

Jl. Walikota Jaktim

Rumah sangat kecil

Lahan kosong

Karya Industri

Karya pergudangan (Kpg)

70

Kel. Setiabudi Timur

Lahan kosong

Karya kantor jasa (Kkt

77

Jl. Penggilingan

Lahan kosong

Karya Industri

Karya pergudangan (Kpg)

71

Kel. Setiabudi Timur

Lahan kosong

Karya kantor jasa (Kkt

Karena rencana tersebut terdapat di dalam RRTRW-C Tahun 2005 dan juga telah memiliki UDGL.

Kawasan Perkantoran Swasta

78

Jl. Lingkar luar timur

Lahan kosong

Karya Industri

Karya pergudangan (Kpg)

Dengan arahan kebijakan yang terdapat dalam RRTRW-C yang menjadikan wilayah tersebut sebagai kawasan ekonomi prospektif dan perkembangannya juga menjadikan kelurahan tersebut menjadi kawasan perdagangan, maka untuk perencanaannya daerah tersebut diusulkan untuk menjadi karya perdagangan, dan sesuai dengan rencana yang terdapat dalam LRK. Karena dalam RTRW Propinsi DKI Jakarta, wilayah Kecamatan Setiabudi diarahkan sebagai kawasan industry dan kawasan pergudangan Karena dalam RTRW Propinsi DKI Jakarta, wilayah Kec. Setiabudi diarahkan sebagai kawasan industry dan kawasan pergudangan Karena dalam RTRW Propinsi DKI Jakarta, wilayah Kecamatan Setiabudi diarahkan sebagai kawasan industry dan kawasan pergudangan Karena dalam RTRW Propinsi DKI Jakarta, wilayah Kecamatan Setiabudi diarahkan sebagai kawasan industry dan kawasan pergudangan Karena dalam RTRW Propinsi DKI Jakarta, wilayah Kecamatan Setiabudi diarahkan sebagai kawasan

Kawasan Perkantoran Swasta

Kawasan Pergudangan

Kawasan Pergudangan

Kawasan Pergudangan

Kawasan Pergudangan

Kawasan Pergudangan

III-286

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

No

Lokasi

Fungsi Eksisting

Pembanding RRTRC LRK

Analisis
industry dan kawasan pergudangan

Rekomendasi

fasilitas sosial tersebut berupa pendidikan, kesehatan, peribadatan, olahraga, serta fasilitas pengendali bencana.

B.6.83.1 Pendidikan
Kawasan Pergudangan

79

Jl. Bekasi Raya Jl. penggilingan

Industri Rumah kecil Lahan kosong

Karya Industri

Karya campuran Karya industry Karya pergudangan Karya campuran Karya industry Karya pergudangan Karya pergudangan (Kpg)

80

Jl. Bekasi Raya Jl. penggilingan

Industri Rumah kecil Lahan kosong

Karya Industri

81

Jl. Inspeksi kayu tinggi Kelurahan Setiabudi Barat

Industri Rumah kecil

Karya Industri

82

Jl. Setiabudi cilincing

Industri Rumah kecil

Karya Industri

Karya industry Karya pergudangan

83

Kelurahan Setiabudi barat

Lahan kosong

Karya Industri

Karya industry Karya pergudangan

Karena dalam RTRW Propinsi DKI Jakarta, wilayah Kecamatan Setiabudi diarahkan sebagai kawasan industry dan kawasan pergudangan Karena dalam RTRW Propinsi DKI Jakarta, wilayah Kecamatan Setiabudi diarahkan sebagai kawasan industry dan kawasan pergudangan Karena dalam RTRW Propinsi DKI Jakarta, wilayah Kecamatan Setiabudi diarahkan sebagai kawasan industry dan kawasan pergudangan Karena dalam RTRW Propinsi DKI Jakarta, wilayah Kecamatan Setiabudi diarahkan sebagai kawasan industry dan kawasan pergudangan Karena dalam RTRW Propinsi DKI Jakarta, wilayah Kecamatan Setiabudi diarahkan sebagai kawasan industry dan kawasan pergudangan

Berdasarkan hasil analisis dan perhitungan kebutuhan fasilitas pendidikan di Kecamatan Setiabudi, pada tahun 2030 Kecamatan Setiabudi harus menyediakan 1.367 unit fasilitas pendidikan dengan skala pelayanan kelurahan maupun kecamatan dengan rincian 841 unit TK, 421 unit SD, 70 unit SLTP, serta 35unit SLTA

Kawasan Pergudangan

B.6.83.2 Kesehatan
Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, diketahui bahwa pada Kecamatan Setiabudi
Kawasan Pergudangan

terdapat beberapa jenis fasilitas kesehatan yang masih diperlukan namun jumlahnya belum memadai. Jika dilakukan perbandingan dengan kondisi eksisting 2006, maka hingga tahun 2030 diperlukan 107 unit fasilitas kesehatan berupa 2 unit Rumah Sakit, 35 unit puskesmas, 35 unit Pos KB dan 35 unit apotik.

Kawasan Pergudangan

B.6.83.3 Peribadatan
Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kecamatan Setiabudi akan sarana peribadatan maka diperlukan penambahan

Kawasan industry

fasilitas peribadatan berupa masjid kelurahan, masjid kecamatan, tempat ibadah lainnya untuk 60.000 jiwa penduduk, dan tempat ibadah lainnya untuk 200.000 jiwa penduduk. Lokasi penambahan tersebut disesuaikan dengan lokasi masyarakat yang membutuhkan fasilitas tersebut serta memperhatikan jaringan utilitas dan transportasi yang ada.

84 85 86 87 88 89 90 91

Kel. Setiabudi Barat Rumah sangat kecil Lahan kosong Lahan kosong Lahan kosong Lahan kosong Rumah sangat kecil Rumah kecil Rumah sangat kecil Hijau Binaan dan fasilitasnya Karya Taman Karya Taman Karya Taman Karya Taman Hijau Binaan dan fasilitasnya Wisma dan fasilitasnya Penyempurn a hijau umum (Phu) Penyempurn a hijau umum Penyempurn a hijau umum Wisma Wisma Penyempurn a tegangan tinggi (Ptt) Wisma susun (Wsn) Kawasan Jalur Hijau dan Hutan Kota Kawasan Taman Kawasan Taman Kawasan Taman Kawasan Taman Kawasan Jalur Hijau dan Hutan Kota Kawasan Terminal

B.6.83.4 Olah Raga


Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa untuk memenuhi kebutuhan penduduk terhadap fasilitas olah raga maka Kecamatan Setiabudi perlu menyediakan 385 unit fasilitas olah raga yang terdiri dari 35 unit kolam renang, 350 unit untuk lapangan sepak bola, Lapangan Bulu Tangkis, Lapangan Tenis dan Lapangan Bola Voli.

Kel. Setiabudi timur Kel. Setiabudi timur Kel. Setiabudi timur Kel. Setiabudi timur - Kel. Setiabudi - Kel. Pulo Gebang - Jl. Lingkar luar timur

Terdapat dalam rencana RRTRW propinsi 2010

B.6.83 Rencana Pengembangan Fasilitas Umum dan Sosial Kecamatan Setiabudi


Rencana pengembangan fasilitas umum dan fasilitas sosial di Kecamatan Setiabudi akan disesuaikan berdasarkan analisis kebutuhan daya tampung kecamatan. Fasilitas umum dan

B.6.83.5 Pengendali Bencana


Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, maka untuk Kecamatan Setiabudi direncanakan beberapa sistem pengendali bencana meliputi banjir dan kebakaran, yaitu berupa :
III-287

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

1.

Perbaikan daerah sempadan sungai melalui penghijauan; Peningkatan kapasitas danau dan sungai; Perbaikan saluran air yang tertutup perkerasan serta membuat saluran air baru Sebaran distribusi sarana dan prasana kebakaran pada setiap kelurahan; Perbaikan lingkungan berupa pelebaran jalan lingkungan sehingga

penggal jalan tertentu. Rencana intensitas bangunan meliputi ketinggian bangunan, KDB, dan KLB. Rencana intensitas bangunan di Kecamatan Setiabudi Tahun 2030 dapat dilihat pada Tabel 6.84

2. 3. 4.
5.

pada lokasi-lokasi yang belum memiliki saluran ai;.

mempermudah evakuasi ketika terjadi kebakaran.

B.6.84 Arahan Pemanfaatan Ruang Kecamatan Setiabudi


Dalam mengaktualisasikan pendekatan pengembangan yang sedemikian rupa maka konsepkonsep pengembangan kecamatan yang dibuat dituangkan ke dalam rencana-rencana pengembangan dalam berbagai aspek meliputi pengembangan kependudukan, pengembangan aspek struktur dan pola pemanfaatan ruang, aspek sarana prasarana, pengembangan transportasi dan aspek lainnya. Selanjutnya dari rencana-rencana pengembangan ini dapat diturunkan ke dalam indikasi program pengembangan Kecamatan Tebet. Indikasi program pembangunan merupakan penjabaran kebijakan dan rencana pengembangan ruang yang telah ditentukan ke dalam program-program pembangunan yang akan menjadi acuan serta komitmen Pemerintah dalam melaksanakan pembangunan. Perumusan indikasi program ini tidak terlepas dari program-program yang telah disusun secara multisektoral dalam pengembangan Kecamatan Jatinegara ini. Dengan demikian, diharapkan fungsi indikasi program ini sebagai acuan instansi pusat, Pemerintah Daerah Propinsi dan Kecamatan Tebet dalam menyusun dan melaksanakan program lima tahunan dalam kurun waktu duapuluh tahun. Program-program dibawah ini pada dasarnya masih bersifat indikatif, yang diharapkan dapat memberikan indikasi bagi penyusunan program membangun sektoral serta pembangunan pada wilayah kecamatan yang diprioritaskan pembangunannya.

B.6.85 Rencana Intensitas Pemanfaatan Ruang Kecamatan Setiabudi


Rencana intensitas dan kepadatan bangunan dimaksudkan untuk mengarahkan kepadatan bangunan, untuk memberi keseimbangan lingkungan antara lahan terbangun dan ruang terbuka secara tiga dimensi. Pengaturan intensitas dan kepadatan bangunan yang lebih detail akan terdapat pada peraturan pemerintahan. Rencana intensitas dan kepadatan bangunan disesuaikan dengan kondisi lingkungan serta kebutuhan pengembangan, baik kebutuhan struktur kotamaupun nilai ekonomis lahan pada Tabel 6.83
III-288

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Indikasi Program Pengembangan Kecamatan Setiabudi


NO I Program STRUKTUR RUANG Pembangunan dan peningkatan rumah susun di Kelurahan Kp. Melayu, Kelurahan Bidara Cina Mengembangkan kawasan permukiman baru Mempertahankan kawasan permukiman yang teratur seperti di Kel. Pd. Kelapa pengendalian pembangunan permukiman Peningkatan penghijauan pada jalur jalan antara lain di sepanjang jalan tol, Jalan Arteri serta di sepanjang daerah aliran sungai yang menjorok ke dalam kota Peningkatan Phm Peningkatan Pht, Phr dan Phu Peningkatan kawasan campuran C. Komersial/Jasa/Perkantoran Peningkatan kawasan perkantoran dan Jasa II Fasilitas Umum dan Sosial Pembangunan dan pemeliharaan sarana dan sarana pendidikan pra sekolah, SD/MI, SMP, SMU/SMK (gedung sekolah, perpustakaan, dll). Peningkatan sarana dan prasarana Perguruan Tinggi Peningkatan kualitas sekolah-sekolah dan Perguruan Tinggi Lokal A. Pendidikan B. Kesehatan Pendirian Perguruan Tinggi baru. Pembangunan sarana dan prasarana kesehatan yang baru sesuai dengan lokasi dengan lokasi yang belum ada sarana dan prasarananya. Peningkatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana kesehatan yang sudah ada. Peningkatan kualitas kesehatan baik di pemukiman, sekolah, perkantoran, dan tempattempat umum. Peningkatan kawasan sehat/bersih. Peningkatan Jaringan jalan arteri primer, yaitu Jl. D.I Panjaitan, Jl. Basuki Rahman , dan jalan M.T Haryono, Perbaikan ruas-ruas jalan rusak Peningkatan Kualitas Jalan dan Jembatan Akses Ke Jalan-jalan utama Pembangunan fasilitas, sarana dan prasarana transportasi yang terpadu dengan system angkutan umum Pengembangan Angkutan Transportasi massal IV Pengembangan Utilitas III-289 Semua Kelurahan Kecamatan Jatinegara Kecamatan Jatinegara Kecamatan Jatinegara Semua kelurahan Semua kelurahan Semua kelurahan Semua kelurahan Kecamatan Duren Sawit Kecamatan Jatinegara Kecamatan Jatinegara Kecamatan Jatinegara Kecamatan Jatinegara X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X APBD APBD APBD APBN/ APBD APBN/ APBD APBD, Swasta APBD, Swasta APBD, Swasta X APBD, Swasta X APBD, Swasta Dinas Diknas Propinsi DKI dan JakTim Dinas Diknas Propinsi DKI dan JakTim Dinas Diknas Propinsi DKI dan JakTim Dinas Diknas Propinsi DKI dan JakTim Dinkes. Propinsi DKI dan Jak-Tim Dinkes. Propinsi DKI dan Jak-Tim Dinkes. Propinsi DKI dan Jak-Tim Dinkes. Propinsi DKI dan Jak-Tim Dep Perhubungan Dinas PU Propinsi DKI dan Jak-Tim Dinas PU Propinsi DKI dan Jak-Tim Dinas PU Propinsi DKI dan Jak-Tim, Dinas Perhubungan DKI Dinas Perhubungan DKI Sepanjang Jalan Arteri X X X X Kegiatan Lokasi 5 Th I Tahun Implementasi 5 Th II 5 Th III Sumber 5 Th IV Dana Pihak Terkait

- Kel. Kp. Melayu


- Kel. Bidara Cina Semua kelurahan Semua kelurahan Jl. I Gusti Ngurah Rai, Jl. Kolonel Sugiono, Jl. Soekanto, Jl. K. H. Noer Ali, Jl. Raden Inten 2 Jl. Buaran Indah Raya, sepanjang DAS Kel Pd. Kopi Semua Kelurahan Kel Pd. Bambu X X X

X X X X X X

X X X X X

Swasta, DTK, DPU, Dinas Perumahan Swasta, DTK

A. Permukiman

X X

APBD APBD APBD

DTK DTK Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI dan Jak-Tim Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI dan Jak-Tim Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI dan Jak-Tim Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI dan Jak-Tim Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI dan Jak-Tim

B. Ruang Terbuka Hijau

X X

X X X

X X X X X

APBD APBD

III

Pengembangan Sistem Transportasi

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

NO Dasar

Program

Kegiatan a. Peningkatan Kuantitas dan Kualitas Jaringan Air Bersih di semua kelurahan b. Identifikasi dan Pembangunan Potensi Air Bersih dari Sumur-Sumur Artesis Pengembangan Danau Buatan Untuk mendukung penyediaan Air Bersih e. Kerjasama dengan Swasta untuk Pengembangan Sumber Air Bersih a. Pembangunan dan pemeliharaan Jaringan Sistem Sanitasi b. Mendorong pembangunan Jaringan Sistem Sanitasi Komunal pada pusat-pusat kegiatan a. Peningkatan Jaringan Listrik a. Pengembangan dan pemeliharaan Jaringan Drainase Perkotaan b. Peningkatan Kapasitas Drainase Mikro Drainase sekunder Kali Ciliwung, Kali sunter, Kali Cipinang d. Penyelesaian pembangunan Banjir Kanal Timur e. Penataan Ruang Kawasan sekitar DAS dan normalisasi sungai a. Peningkatan pelayanan jaringan telekomunikasi fixline dan wireless b. Pengembangan Jar telepon Umum dan Wartel di Kaw PLB Pembangunan SPA Peningkatan alat dan tenaga untuk pengangkutan ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) Penyediaan Container untuk pengumpulan sampah secara komunal langsung/tidak langsung. a. Penataan Kawasan Permukiman b. Penyiapan Kaw Permukiman baru d. Bantuan Rehabilitasi Permukiman Kumuh

Lokasi

5 Th I X

Tahun Implementasi 5 Th II 5 Th III X X X X X X X X X X X X

Sumber 5 Th IV X X Dana APBD APBD

Pihak Terkait

Semua kelurahan Kecamatan Jatinegara Kecamatan Jatinegara Kecamatan Jatinegara Semua kelurahan Kecamatan Jatinegara Kecamatan Jatinegara Semua kelurahan Kecamatan Jatinegara Kecamatan Jatinegara Kecamatan Jatinegara Kecamatan Jatinegara Semua kelurahan Semua kelurahan Kel. Pd Kelapa Semua kelurahan Kecamatan Jatinegara Semua kelurahan Kel. Pd. Kopi Semua kelurahan

Dinas PU Propinsi DKI dan Jak-Tim Dinas PU Propinsi DKI dan Jak-Tim Dinas PU Propinsi DKI dan Jak-Tim

a. Air Bersih

X X X

X X X X

APBD/ Swasta X APBD APBD X X APBD APBD APBD APBD APBD/APBN

Dinas PU Propinsi DKI dan Jak-Tim Dinas PU Propinsi DKI dan Jak-Tim Dinas PU Propinsi DKI dan Jak-Tim Dinas Pertambangan dan Energi Prop NTT Dinas PU Propinsi DKI dan Jak-Tim Dinas PU Propinsi DKI dan Jak-Tim Dinas PU Propinsi DKI dan Jak-Tim Dinas PU Propinsi DKI dan Jak-Tim Dinas PU Propinsi DKI dan Jak-Tim Telkom Telkom Dinas PU Propinsi DKI dan Jak-Tim Dinas Kebersihan Propinsi DKI dan Jak-Tim Dinas Kebersihan Propinsi DKI dan Jak-Tim Dinas PU Propinsi DKI dan Jak-Tim Dinas PU Propinsi DKI dan Jak-Tim Dinas PU Propinsi DKI dan Jak-Tim

b. Air Limbah

c. Jaringan Listrik

X X X X X X X X X X X X X

X X X X X X X X X X X X X

d. Jaringan Drainase

X X X X X

APBD APBD/ Swasta APBD/ Swasta APBD APBD

e. Jaringan Telekomunikasi

f.

Jaringan Persampahan

X X X X X

APBD APBD APBD APBD

Pengembangan dan Penataan Kawasan Permukiman dan Sarana Prasarana Penunjang

Tabel 6.84 Rencana Intensitas dan Kepadatan Bangunan Kecamatan Setiabudi Tahun 2030
III-290

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

No A Setiabudi

Lokasi/Kelurahan

Peruntukan

Ketinggian Maks (lantai)

KDB (%)

KLB

No 1 2 3 4 5 6 7 8 B 1 2

Lokasi/Kelurahan Sepanjang Jl. Bekasi raya (mulai dari Komp. PLN ke arah utara) Kawasan PT. JIEP Perumahan padat (permukiman MHT) Kawasan PT. JIEP (peruntukan KUT) Kawasan PT> JIEP (peruntukan perumahan) sekitar stasiun kereta api Pasar Klender (sepanjang Jl. Bekasi Raya) Belakang pasar Klender Jl. Rute EE sebelah selatan Penggilingan Sejajar rel kereta api Kiri-kanan Jl. Penggilingan termasuk perumahan PT. Aneka Elok RE, PT. Buanan Indah RE, PIK, permukiman MHT, Kampung Penggilingan Jl. Sentra Primer Baru Timur sebelah utara Jl. Sentra Primer Baru Timur sebelah selatan Jl. Raya Penggilingan (PT. Indo hero, Indo Mahon, RPH) Pulo Gebang Jl. Sentra Primer Baru Timur sebelah Utara Jl. Sentra Perimer Baru Timur sebelah selatan Sepanjang tol Setiabudi-Cilincing Jl. Raya Pulo Gebang, perumahan ASCO, Gebang Kirana, Mas Naga, permukiman MHT Jl. Raya Pulo Gebang sebelah selatan Kali Setiabudi Jl. Raya Pulo Gebang sebelah timur Sebelah selatan tegangan tinggi dan sisi Banjir Kanal Timur Sebelah barat dan timur Banjir Kanal Timur (berbatasan dengan Kotamadya Bekasi) Ujung Menteng Komp. Pertamina, Modern Land, Metropolitan Development, permukiman MHT Sepanjang Jl. Raya Bekasi sebelah UtaraSelatan sampai berbatasan dengan Kotamadya Bekasi Dalam areal Metropolitan Development Sisi Banjir Kanal Timur 9Gudang PLN) Lokasi kebon bibit Setiabudi Timur

Peruntukan Kpd/Kkt Kin Wisma Kut Wisma Kpd/Kkt Wisma Wisma Wisma Wisma

Ketinggian Maks (lantai) 4 4 2 4 2 16 16 2 4 2

KDB (%) 60 60 60 20 60 50 50 40 60 60

KLB 2.4 2.4 1.2 1.2 1.2 3.5 3.5 1.6 2.4 1.2

3 4 5 C. 1 2 3 4

Kkt/Kpd Kkt/Kpd Kin

16 32 4

50 40 60

3.5 5 2.4

Kkt/Kpd Kkt/Kpd/Kpm Wisma, Suk Wisma

16 32 16 2

50 40 50 60

3.5 5 3.5 1.2

5 6 7 8 D 1

Kkt/Kpd/Kut/Wkt/wdg Kut (gudang peluru) Kut Wtm

4 4 4 2

60 20 20 20

2.4 1.2 1.2 1.2

Wisma

60

1.2

Kkt/Kpd/Kin

55

3 4 5 E

Kkt/Kpd Kut Kut

4 4 4

60 20 20

2.4 1.2 1.2 III-291

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Lokasi/Kelurahan Sepanjang Jl. Tol Setiabudi-Cilincing sebelah timur Jl. Tol Setiabudi-Cilincing berbatasan dengan Kecamatan Cilincing Persimpangan Jl. Raya Bekasi dengan Tol Setiabudi-Cilincing Jalan masuk Tol Setiabudi-Cilincing (sisi Jl. Cacing sebelah timur) Pusat kegiatan modern city Sisi utara Jl. Raya Bekasi Sisi selatan Jl. Raya Bekasi Rawa rorotan (kaw. Modern City) Perumahan modern city, perumahan soneta mulia buana RE, Taman Pulo gebang Permai, permukiman MHT. Setiabudi Barat Sepanjang Jl. Tol Setiabudi-Cilincing Jl. Tol Setiabudi-Cilincing berbatasan dengan kec. Cilincing Sisi Barat Setiabudi Drain (PT. JIEP) Gudang peluru industri Sepanjang Jl. Raya Bekasi (kiri-kanan) Sebelah barat Jl. Penggilingan (PT. United Tracktor) Belakang kantor Kecamatan (PT. Kabel Metal) sampai Kali Setiabudi Belakang pasar Setiabudi, sisi timur dan barat Setiabudi Drain, kiri-kanan Jl. Setiabudi Tipar Jl. Tipar Setiabudi (dekat poll PPD/kantor lurah Setiabudi Barat) Persimpangan Jl. Raya Bekasi dengan Tol Setiabudi-Cilincing) Rawa Terate Sepanjang Jl. Raya Bekasi sebelah selatan dan utara PT. JIEP dan Taruma Indah, PT. Yamaha, PT. Yasonta Jl. Rute EE sisi kiri-kanan (sebelah utara) Jl. Rute EE (sebelah timur) PT. Krama Yudha Perumahan Nusa Kirana Kin

Peruntukan

Ketinggian Maks (lantai) 4 16 16 16 16 8 8 8 2

KDB (%) 60 50 50 50 50 55 55 55 60

KLB 2.4 3.5 3.5 3.5 3.5 3 3 3 1.2

Kkt/Kpd Kkt/Kpd Kin Kkt/Kpd/Wkt/Wdg/Wsn Kkt/Kpd/Kin Kkt/Kpd/Kin Wisma/Wsn Wisma

F 1 2 3 4 5 6 7 8

Kin Kkt/Kpd Kin Kin Kkt/Kpd/Kin Kin Kin Wisma

4 16 4 4 8 4 4 2

60 50 60 60 55 60 60 60

2.4 3.5 2.4 2.4 3 2.4 2.4 1.2

9 10 G 1 2 3 4 5 6

Kkt/Kpd/Wkt/Wdg Kkt/Kpd/Kin

4 16

60 50

2.4 3.5

Kin/Kkt/Kpd Kin Kkt/Kpd Wisma Kin Wisma

8 4 4 4 4 2

55 60 60 40 60 60

3 2.4 2.4 1.6 2.4 1.2

Sumber : RTRW Propinsi DKI Jakarta

III-292