Anda di halaman 1dari 86

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

B.5

Materi Pengaturan Kotamadya Jakarta Timur

B.5.1 Tujuan, Kebijakan dan Strategi RTRW Kecamatan Duren Sawit B.5.1.1 Tujuan

Rencana rinci tata ruang Kecamatan Kecamatan Duren Sawit merupakan wujud pemanfaatan ruang yang menggambarkan susunan lokasi pusat perdagangan jasa dan ikatan fungsi antar

sub-sub pusat kegiatan dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Sesuai dengan hasil identifikasi serta kecenderungan struktur tata ruang masa depan yang akan terbentuk maka tujuan rencana rinci tata ruang Kecamatan Duren Sawit yaitu :

  • a. Terselenggaranya pengaturan pemanfaatan ruang kawasan lindung dan kawasan budi

daya.

  • b. Terwujudnya keterpaduan, keterikatan dan keseimbangan antar wilayah kecamatan

serta keserasian antar sektor.

  • c. Terwujudnya rencana tata ruang mempertimbangkan aspek optimalisasi pemanfaatan

ruang yang ada, serta memperhatikan kemungkinan-kemungkinan pemanfaatan ruang

bawah tanah pada bagian-bagian tertentu di wilayah Kecamatan Duren Sawit.

  • d. Tercapainya pemanfaatan ruang yang berkualitas untuk :

Mewujudkan kehidupan masyarakat Kecamatan Duren Sawit yang sejahtera lahir

dan batin

Mewujudkan keterpaduan dalam penggunaan sumberdaya alam

Meningkatkan pemanfaatan sumberdaya alam dan sumberdaya buatan secara

berdaya-guna, berhasil-guna dan tepat-guna untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia Mewujudkan perlindungan fungsi ruang dan mencegah serta menanggulangi dampak negatif terhadap lingkungan Mewujudkan keseimbangan kepentingan kesejahteraan dan keamanan

  • e. Tersusunnya arahan lokasi investasi yang akan dilaksanakan pemerintah dan

masyarakat.

Tersusunnya arahan pelaksanaan pemanfaatan ruang dan merupakan dasar dalam mengeluarkan perijinan lokasi pembangunan

B.5.1.2 Kebijakan

Kawasan Budidaya Kawasan budidaya merupakan kawasan yang dikembangkan secara intensif dengan pusat pengembangan yang ada di Kecamatan Pancoran, secara umum pengembangan tersebut

berorientasi pada optimalisasi sumber daya dan tetap mempertahankan kelestarian lingkungan guna mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Strategi rencana kawasan budidaya berdasarkan ciri kegiatan perkotaan adalah Kawasan perkotaan merupakan kawasan yang mempunyai arahan kegiatan utama bukan pertanian dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perkotaan, pemusatan dan distribusi pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial dan kegiatan ekonomi. Karena keterbatasan daya dukung lahan maka pada kawasan perkotaan diupayakan adanya intensifikasi lahan pada lahan dengan kepadatan penduduk atau kegiatan tinggi, dilakukan ekstensifikasi pada kawasan cadangan pengembangan kawasan perkotaan. Pengembangan tersebut diupayakan semaksimal mungkin sesuai dengan potensi yang ada. Namun perlu dijaga agar pengembangan kawasan perkotaan tidak meluas dan mengganggu kawasan dengan fungsi lindung. Pengembangan di kawasan perkotaan terutama di pusat kota tetap memperthatikan agar kekompakan penggunaan lahan terjaga dan tidak menjadi homogen. Kebijakan kawasan budidaya dibagi menjadi beberapa sektor, diantaranya yaitu :

Perumahan Penggunaan perumahan lebih diarahkan kepada resettlement daerah-daerah hunian yang akan tergusur akibat pengembangan kegiatan lain, seperti perluasan dan lain sebagainya. Sedangkan pembangunan perumahan untuk masa mendatang dibatasi. Program perbaikan lingkungan perlu dilanjutkan.

Sektor Perdagangan dan Jasa Pengembangan sentra-sentra tetap diutamakan. Pengembangan ribbon dibatasi dan ditolerir hanya pada kelas jalan tertentu, yaitu kolektor keatas dan harus terjamin kelancaran lalu lintas dan penyediaan fasilitas parkir yang memadai. Peremajaan pasar harus memperhatikan kepentingan pedagang lama dan ekonomi lemah. Sektor Fasilitas Umum Pencadangan lahan untuk pembangunan fasilitas umum harus dilakukan sedini mungkin. Mendorong pihak swasta untuk berperan serta dalam pembangunan fasilitas umum. Optimasi pada lokasi fasilitas umum yang telah ada dengan penambahan lokal. Pembangunan baru untuk memenuhi jumlah kebutuhan dan pencapaian target sesuai standar kecamatan. Sektor Air Minum Penambahan jaringan pelayanan air bersih / air minum PAM melalui pengembangan

jaringan induk baru dan jaringan distribusi serta hidran umum. melampaui batas harus dicegah. Sektor Banjir dan Drainase

Penggunaan air yang

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Melaksanakan normalisasi kali dan penambahan saluran mikro dan meningkatkan sistem makro drainase yang ada. Melaksanakan kegiatan vegetasi secara serentak. Sektor Utilitas Umum Penambahan gardu-gardu listrik dan penambahan/peningkatan jaringan pelayanan listrik serta lampu-lampu penerangan jalan. Penambahan telepon umum pada lokasi-lokasi strategis. Koordinasi terpadu antara PLN, Telkom dan Pemda DKI Jakarta dalam perencanaan dan pelaksanaan pengadaan instalasi listrik, telepon dan gas. Sektor Ruang Terbuka Hijau Melaksanakan dan mencadangkan serta mengamankan ruang terbuka hijau sepanjang kali dan memanfaatkannya untuk taman dan hortikultura yang dapat dinikmati masyarakat. Mengadakan penghijauan maksimum pada pekarangan-pekarangan individu melalui program penyuluhan pembinaan. Mengadakan penghijauan maksimum pada ROW (lebar badan jalan) arteri dan kolektor. Kawasan Strategis Pengembangan kawasan diprioritaskan karena keberadaannya dapat mendukung pengembangan sekktor strategis di atasnya dengan berdasar atas pertimbangan- pertimbangan. Pengembangan kawasan tersebut mempunyai dampak regional maupun nasional karena memiliki kontribusi tinggi. Pengembangan sektor sosial ekonomi di atasnya membutuhkan lahan dalam skala besar. Sektor yang akan dikembangkan mempunyai prioritas tinggi dalam lingkup regional dan nasional. Kawasan memliki prospek ekonomi yang cerah untuk menarik investasi dan memacu pengembangan wilayah sekitar. Pengembangan secara intensif potensi sumberdaya alam yang dapat dimanfaatkan. Pengembangan prasarana perhubungan yang lebih dapat diandalkan. Peningkatan hubungan sosial ekonomi dengan pusat kegiatan terdekat Penanganan Lingkungan Strategi penanganan kawasan ini dititik beratkan pada pemeliharaan lingkungan guna mempertahankan ekosistem setempat dan kelestarian lingkungan alam. Hal ini termasuk juga pengendalian dan pengelolaan lingkungan hidup serta peraturan tentang adanya penetapan AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan).

B.5.1.3 Strategi

Strategi rencana rinci tata ruang Kecamatan Duren Sawit :

Meningkatkan

peran

dan

fungsi

serta

menata

pusat-pusat

kegiatan

yang

sudah

berkembang. Memperbaiki dan merencanakan kawasan-kawasan yang cenderung kumuh dengan membangun rumah susun beserta fasilitas-fasilitasnya.

Mempertahankan RTH yang sudah ada dan mengembalikan fungsi RTH khususnya di bantaran sungai, pinggiran Jalan Rel kereta api yang dijadikan permukiman kumuh.

Merealisasikan pembangunan

sarana

dan

prasarana

yang

mampu

meningkatkankapasitas perdagangan dan jasa .

 

Merealisasikan

pembangunan

jalan

lingkungan

di

dalam

lingkungan

yang

telah

berkembang

guna

menyediakan

ruang

perumahan

kota

yang

dapat

menampung

perkembangan penduduk.

B.5.2 Rencana Pengelolaan Kependudukan Kecamatan Duren Sawit

Berdasarkan daya tampung ideal Kecamatan Duren Sawit tahun 2030 dengan menggunakan KDB, KLB, serta standar luas kavling ideal adalah sebanyak 382.063 jiwa. Maka, Kecamatan Duren Sawit perlu melakukan pembatasan sehingga jumlah penduduk tidak akan bertambah melebihi 382.063 jiwa.

Terkait dengan fungsi dan peran serta karakter Kecamatan Duren Sawit yang diarahkan untuk pengembangan perumahan dan pemukiman yang memiliki tingkat kepadatan yang tinggi, maka rencana kependudukan adalah menggunakan daya tampung optimum. Selain itu, dengan menggunakan pendekatan yang mengarahkan agar pertumbuhan kepadatan dan distribusi penduduk pada tingkat kepadatan 250 jiwa/Ha. Hal ini juga penting mengingat perkembangan Kecamatan Duren Sawit ke depan akan mengalami kekurangan lahan kosong yang di pergunakan sebagai lahan terbangun, sehingga upaya pembangunan dilakukan secara vertikal terutama dengan pengembangan wisma susun atau wima flat.

Kecamatan Duren Sawit memiliki kepadatan dan sebaran penduduk yang tidak merata pada setiap kelurahan. Sebaran tertinggi yaitu di Kelurahan Klender sebesar 79.248 jiwa, sedangkan sebaran terendah di kelurahan Pondok Kopi sebesar 20.120 jiwa, sementara kepadatan tertinggi yaitu di Kelurahan Malaka Jaya 367 jiwa/Ha dan kepadatan terendah di kelurahan Pondok Bambu 40 jiwa/ha. Untuk lebih jelasnya lihat tabel dibawah ini.

Tabel 5.1 Rencana Jumlah dan Kepadatan Penduduk Kecamatan Duren Sawit sampai Tahun 2030

         

Daya

 

No.

Kelurahan

Luas

(Ha)

Eksisting

(2006)

Kepadatan

Eksisting

(2006)

Tampung

sampai

2030

Kepadatan

sampai

2030

 
  • 1 Pondok Bambu

499

48.026

 
  • 10 20,120

40

 
  • 2 Duren Sawit

458

43.605

 
  • 10 34,629

76

 
  • 3 Pondok Kelapa

572

48.538

8

141,326

247

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR ) Melaksanakan normalisasi kali

III-117

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

 
  • 4 Pondok Kopi

206

33.869

16

44,938

218

 
  • 5 Malaka Jaya

99

45.862

46

36,315

367

 
  • 6 Malaka Sari

 

40.022

  • 138 25,487

29

 

185

 
  • 7 Klender

 

59.049

  • 308 79,248

19

 

257

 

Jumlah

2280

318.971

140

382,063

168

Sumber : Hasil Analisis 2009

B.5.3

Rencana Struktur Ruang Kecamatan Duren Sawit

Perkembangan penduduk Kecamatan Duren Sawit diindikasikan memiliki tingkat kepadatan yang cukup tinggi sehingga diharapkan pertumbuhan penduduk yang ada di Kecamatan Duren Sawit pada masa yang akan datang tidak mengalami peningkatan atau memiliki tingkat pertumbuhan yang rendah. Tingkat pertumbuhan penduduk di Kecamatan Duren Sawit yang tinggi lebih banyak dipengaruhi oleh faktor migrasi. Perkembangan pemukiman penduduk saat ini sesuai dengan arahan kebijakan makro Provinsi DKI yang diarahkan sebagai kegiatan permukiman. Namun demikian dalam perkembangannya, pemanfaatan ruang Kecamatan Duren Sawit diperlukan arahan pemanfaatan, pengawasan dan pengendalian ruang supaya berkelanjutan.

Pembentukan pusat pelayanan di Kecamatan Duren Sawit dibedakan atas beberapa tingkatan, pusat pelayanan dengan skala provinsi, skala kota, skala kecamatan dan skala lingkungan yang masing-masing dapat berperan sebagai pusat koleksi maupun distribusi.

Pada umumnya pusat pelayanan kegiatan ini berbentuk pada pertemuan atau memanjang sepanjang jalan.

Pusat Kegiatan Tingkat Provinsi

Pusat kegiatan tingkat provinsi di Kecamatan Duren Sawit seperti yang terdapat di sentra plasa (Fly over I Gusti Ngurah Rai dengan Jl Pahlawan Revolusi) dengan kegiatan perdagangan dan di terminal klender dengan kegiatan sebagai pusat pelayanan transportasi kecamatan.

Pusat Kegiatan Tingkat Kota

Pusat kegiatan tingkat kota di Kecamatan Duren Sawit seperti yang terdapat di Pasar Tomal

Tol dan Pasar Sentra Niaga dengan kegiatan perdagangan, kemudia di Universitas Dharma Persada dan Akademi Sekretaris LPK Tarakanitasentra dengan kegiatan sebagai kampus, dan pusat–pusat lainnya.

Pusat Kegiatan Tingkat Kecamatan

Pusat kegiatan tingkat kota di Kecamatan Duren Sawit seperti yang terdapat di pusat perdagangan dan perkantoran sepanjang Jalan K.H. Noer Ali (Jl. Kali Malang) dengan

kegiatan berupa perdagangan dan perkantoran (Bank).

Sistem pusat pelayanan Kecamatan dan Ligkungan dihubungkan dengan sistem jaringan jalan

kolektor dalam sistem perkotaan. Sedangkan pusat pelayanan tingkat propinsi dan kota

dihubungkan dengan sistem jaringan jalan arteri primer atau arteri sekunder yang interkoneksi dengan arteri primer.

Untuk lebih jelasnya mengenai rencana struktur ruang dan pusat pelayanan di Kecamatan Duren Sawit dapat dilihat pada tabel pembagian struktur ruang di dan peta rencana struktur pelayanan.

Tabel 5.2 Rencana pengembangan Pusat-Pusat Kegiatan dan skala pelayanan di Kecamatan Duren Sawit

       

Kode

Kelurahan

Lokasi

Fungsi

Skala Pelayanan

Nomor

 

Jl. Pahlawan Revolusi

Gedung Perkantoran & Perdagangan, Fasilitas Kesehatan

Kota

3

Jl. Pahlawan Revolusi

Gedung Perkantoran & Perdagangan

Kota

2

Jl. Pahlawan Revolusi

Gedung Perkantoran & Perdagangan

Kecamatan

4

Pondok

       

Bambu

Jl. Pahlawan Revolusi

Campuran

Kota

16

Jl. Pahlawan Revolusi

Gedung & Wisma Perdagangan

Kota

17

Jl. Jend Basuki Rahmat

Fasilitas Pendidikan & Pelayanan

Kota

18

Jl. Sawah Barat

Umum dan Campuran Fasilitas Kesehatan dan Pendidikan

Kota

19

 

Sentral Plaza

Gedung Perkantoran & Perdagangan

Propinsi

1

Kel Klender

Jl Duren Sawit Raya

Fasilitas Kesehatan dan Pendidikan

Kota

14

Jl Duren Sawit Raya

Fasilitas Kesehatan dan Pelayanan Umum

Kecamatan

15

 

Jl. Kali Malang/ Noer Ali

Gedung Perdagangan Failitas

Kota

5

Duren Sawit

Jl Buaran raya

Pelayanan Umum Gedung Perkantoran, Fasilitas Pendidikan

Kecamatan

12

Jl Buaran Indah Raya

Fasilitas Pendidikan, Failitas Pelayanan Umum

Kecamatan

13

Jl. Raden Inten II

Pemerintahan

Propinsi

22

 

Jl. Pd. Kelapa Raya

Gedung Perdagangan

Kecamatan

8

 

Fasilitas

   

Jl. Pd. Kelapa Barat

Pendidikan

Kota

9

Pd. Kelapa

Jl. Kali Malang/ Noer Ali

Gedung Perdagangan Fasilitas

Kecamatan

6

Jl. Kali Malang/ Noer Ali

Pelayanan Umum Gedung Perdagangan Fasilitas

Kecamatan

7

Pd Kopi

Jl Pd Kopi

Pelayanan Umum Gedung Perkantoran & Perdagangan, Fasilitas Pendidikan

Kecamatan

11

 

Jl. RS Soekanto

Fasilitas Pendidikan

Kota

10

Malaka Sari

Jl. Wijaya Kusuma Jaya

Stn, kkt/ Kpd, Spd

Propinsi

20

Malaka Jaya

Jl. Mawar Merah Raya

Fasilitas Kesehatan dan Pendidikan

Kota

21

Sumber: Hasil Analisis 2009

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

B.5.4

Rencana Transportasi Kecamatan Duren Sawit

Pengembangaan sistem transportasi di Kecamatan Duren Sawit ini meliputi rencana meliputi rencana sistem jaringan jalan, rencana dan hirarki jalan, rencana dimensi jalan dan rencana pengembangan jaringan jalan. Rencana sistem jaringan jalan yang ada di Kecamatan Duren Sawit dipengerahui oleh adanya pola pergerakan yang tertuju pada pusat - pusat kegiatan.

Pengembangan

Transportasi di Kecamatan

Duren

Sawit

mempertimbangkan faktor-faktor

berikut:

Pembangunan jalan baru disesuaikan dengan program DKI keseluruhan serta dikaitkan dengan peremajaan lingkungan Perbaikan/pelebaran jalan sesuai dengan prioritas pengembangan serta dikaitkan dengan usaha mengatasi kemacetan lalu lintas.

Pengembangan jalan layang pada persimpangan yang diperkirakan akan menimbulkan kemacetan parah

Pengembangan angkutan umum kapasitas besar dengan pembatasan kendaraan pribadi

Penyediaan angkutan umum dengan memberikan kebebasan memilih bagi penumpang dengan peningkatan kecepatan perjalanan serta peningkatan sarana-sarana perhentian. Pembatasan daerah operasi angkutan IV yang dikaitkan dengan perencanaan route kendaraan umum untuk kemudahan penumpang. Pembatasan jalur dan operasi angkuan barang skala besar agar tidak memperlambat kecepatan lalu lintas Penyediaan parkir di luar jalan dan pengawasan pelaksanaan pengadaan parkir bangunan umum untuk menghapus parkir di tepi jalan. Perbaikan, pengembangan, dan pengadaan sarana pejlan kaki, dikaitkan dengan pelebaran dan pembangunan jalan baru Pengaturan route angkutan umum untuk mempercepat waktu perjalanan dan mengurangi biaya perjalanan, dikaitkan dengan tempat-tempat pemberhentian/halte.

B.5.4.1 Rencana Pola Jaringan Jalan

Pola jaringan jalan yang ada di Kec Duren Sawit menunjukan adanya pola pergerakan utama pada jaringan jalan utama yang terdapat pada:

Jl. I Gusti Ngurah Rai

Jl. Kolonel Sugiono

Jl. Basuki Rahmat

Jl. Soekanto

Jl. K. H. Noer Ali

Jl. Raden Inten 2

Jl. Buaran Indah Raya

Jl. Pahlawn Revolusi

Berdasarkan hasil analisa, untuk rencana pengembangan kedepannya rencana jaringan jalan diperuntukan untuk menghubungkan antar pusat skala provinsi, skala kota dan skala kecamatan yang sesuai dengan hirarkinya.

Sistem jaringan jalan yang ada dikembangkan melalui peningkatan fungsi dan kualitas jalan secara terhirarki. Secara umum, rencana pengembangan jaringan jalan di Kecamatan Duren Sawit ini kedepannya akan mengarah ke bentuk pola grid dengan kerangka dasar berupa jaringan jalan arteri primer yang dihubungkan oleh jalan arteri sekunder

B.5.4.2 Rencana Hirarki Jaringan Jalan

Rencana hirarki jaringan jalan yang di Kecamatan Duren Sawit pada dasarnya bersifat saling berintegrasi dan tidak terpisahkan dengan sistem jaringan pergerakan yang ada di Kecamatan Duren Sawit dan diluar wilayah Kecamatan Duren Sawit. Disamping itu rencana hirarki jaringan jalan juga di integrasikan dengan rencana pusat-pusat kegiatan yang akan dikembangkan. Jalan umum menurut fungsinya dikelompokkan sebagai berikut :

Jalan arteri merupakan jalan umum yang berfungsi melayani angkutan utama dengan ciri

perjalanan jarak jauh, kecepatan rata-rata tinggi, dan jumlah jalan masuk dibatasi secara berdaya guna. Jalan kolektor merupakan jalan umum yang berfungsi melayani angkutan pengumpul atau

pembagi dengan ciri perjalanan jarak sedang, kecepatan rata-rata sedang, dan jumlah jalan masuk dibatasi. Jalan lokal sebagaimana merupakan jalan umum yang berfungsi melayani angkutan

setempat dengan ciri perjalanan jarak dekat, kecepatan rata-rata rendah, dan jumlah jalan masuk tidak dibatasi. Jalan lingkungan merupakan jalan umum yang berfungsi melayani angkutan lingkungan dengan ciri perjalanan jarak dekat, dan kecepatan rata-rata rendah.

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Adapun rencana pengembangan fungsi dan hirarki jalan yang fungsi primer, sekunder dan lokal / lingkungan i Kecamatan Duren Sawit yaitu:

B.5.4.4 Rencana Pengembangan Jalur Bus Priority

Jalan Tol di Jl. K. H. Noer Ali (Kalimalang)

Inten 2, Jl. I Gusti Ngurah Rai, , Jl. Kolonel

Peningkatan pelayanan terhadap pergerakan di Kecamatan Duren Sawit dilakukan dengan adanya rencana bus priority di Kecamatan Duren Sawit yang merencanakan dua (2) rencana

Jalan arteri primer terdapat di Jl. Raden

Sugiono, Jl. Basuki Rahmat, Jl. Soekanto Jalan arteri sekunder terdapat di Jl. Pahlawan Revolusi, Jl Buaran Indah, Jln Raden Intan

jalur bus priority yaitu:

Pondok Kelapa – Blok M Pulo Gebang – Kampung Melayu

Untuk jalan lokal tersebar secara merata di seluruh wilayah kecamatan.

Untuk menunjang pengembangan fungsi jalan dan hirarkinya, maka dalam perencanaan kedepan juga diperhatikan rencana dimensi jalan dan sistem pengaturan sirkulasinya, sehingga pada ruas jalan dan titik simpul pertemuan antar fungsi jaringan jalan tidak terjadi kemacetan akibat kepadatan penggunan jalan.

B.5.4.3Rencana Dimensi Jaringan Jalan

Perencanaan dimensi jalan meliputi penentuan lebar Ruang manfaat jalan (Rumaja), Ruang milik jalan (Rumija) dan Ruang pengawasan jalan (Ruwasja). Dalam penetapan dimensi jalan ini harus memenuhi standar minimum yang terdapat cukup ruang untuk jalur hijau dan kelengkapan jalan (Street Furniture). Adapun rencana dimensi jaringan jalan utama (fungsi primer) di Kecamatan Duren Sawit disajikakan pada tabel di bawah ini.

Tabel 5.3 Rencana Dimensi Jalan

No

Nama Jalan

Rencana

1

Jl. Raden Inten 2

Memiliki saluran di dua sisi jalan

 

2

Jl. I Gusti Ngurah Rai

Jenis perkerasan aspal, dengan lebar 13 m Memiliki saluran di dua sisi jalan

Jenis perkerasan aspal dengan lebar 40 m

 

Jl. Tol Kampung Melayu-

Memiliki saluran di dua sisi jalan

3

Bekasi (K. H. Noer Ali)

Jenis perkerasan aspal dengan lebar 40 m

4

Jl. Kolonel Sugiono

Memiliki saluran di dua sisi jalan

Jenis perkerasan aspal dengan lebar 18 m

5

Jl. Basuki Rahmat

Memiliki saluran di dua sisi jalan

Jenis perkerasan aspal dengan lebar 22 m

6

Jl. Soekanto

Memiliki saluran di dua sisi jalan

Jenis perkerasan aspal dengan lebar 18 m

7

Jl. Pahlawan Revolusi

Memiliki saluran di dua sisi jalan

Jenis perkerasan aspal dengan lebar 30 m

8

Jl Buaran Indah

Memiliki saluran di dua sisi jalan

Jenis perkerasan aspal, 26 m

Sumber : Hasil Analisis 2009

Rencana yang diperlukan dalam mendukung pengembangan Jalur Bus Priority yaitu adanya jalur yang khusus diperuntukan bagi rute bus priority serta terdapatnya halte yang khusus disediakan bagi turun dan naik pengguna bus priority. Penempatan halte bagi pengguna bus priority diletakan pada lokasi yang strategis, sehingga mudah untuk pengguna melakukan pergerakan ke pusat-pusat. Sementara, rencana halte bus priorty terdapat di perempatan Jl. Raden Intan dengan Jl. K. H. Noer Ali (Kali Malang) di Kelurahan Pondok Kelapa.

B.5.5

Rencana Pengembangan Utilitas Kecamatan Duren Sawit

Pengembangan jejaring utilitas umum memperhatikan hal-hal berikut :

  • - Jejaring yang sudah ada

  • - Peningkatan kebutuhan akibat pertambahan penduduk dan kegiatan

Dengan demikian, pengembangan jejaring utilitas umum adalah

  • - Memanfaatkan jejaring utilitas yang telah ada

  • - Meningkatkan pelayanan kepada masyarakat

  • - Memperhatikan estetika lingkungan dan keamanan

Berikut ini adalah rencana pengembangan jaringan utilitas di Kecamatan Duren Sawit yang meliputi persampahan, drainase, listrik, telekomunikasi, gas, air bersih, air limbah, telekomunikasi dan air limbah.

Persampahan Sebagai kecamatan yang diarahkan untuk pengembangan pemukiman, perhatian terhadap masalah persampahan tentunya sangat penting untuk difokuskan mengingat tingginya kepadatan penduduk yang ditambah dengan banyaknya pusat-pusat kegiatan di kecamatan ini. Apalagi jika melihat hasil perhitungan sampah yang dihasilkan oleh penduduk di Kecamatan Duren Sawit, maka untuk mencegah terjadinya degradasi lingkungan dan pencemaran, perlu diterapkan sebuah solusi. Sebagai alternatif pemecahan permasalahan persampahan ini, terutama di pemukiman dan pusat kegiatan, perlu diberlakukan

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

penanganan sampah secara kolektif yang tentunya harus ditunjang dengan penyediaan tempat-tempat sampah dan Tempat Pembuangan Sementara (TPS).

Adapun rencana sistem penanggulangan sampah di Kecamatan Duren Sawit dilalkukan melalui sistem pengumpulan dan sistem penampungan.

  • 1. Sistem Pengumpulan :

Menggunakan pola pengumpulan individual tidak langsung dan secara komunal menuju ke TS atau depo terdekat.

Untuk wilayah toko/warung, Jalan lokal dan gang serta pasar, umumnya pola pengumpulan sampah adalah dengan sistem individual tidak langsung maupun pola komunal tidak langsung.

Arahan :

Peningkatan alat dan tenaga untuk pengangkutan ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) dan Penyediaan Container untuk pengumpulan sampah secara komunal langsung/tidak langsung.

  • 2. Sistem Penampungan :

Terdapat beberapa lokasi di Kecamatan Duren Sawit yang belum terdapat lahan TPS.

Faktor yang menyebabkan kapasitas TPS tidak mencukupi antara lain sulitnya mencari lahan untuk TPS dan Pengelolaan sampah mandiri skala TPS belum sepenuhnya dilaksanakan untuk mengurangi volume sampah.

Arahan :

Pengolahan mandiri skala TPS (TPST) dan Meningkatkan jumlah TPS dengan sistem transfer depo atau landasan dengan sarana container.

Tabel 5.4 Perkiraan Timbulan Sampah Kecamatan Duren Sawit Sampai Tahun 2030

No

Kelurahan

Proyeksi Penduduk Tahun 2030 ( jiwa)

Timbulan Sampah ( Ltr/Hr)

 

Pondok

   
  • 1 Bambu

20,120

53,720

 
  • 2 Duren Sawit

34,629

92,459

 
  • 3 Pondok Kelapa

141,326

377,340

 
  • 4 Pondok Kopi

44,938

119,984

 
  • 5 Malaka Jaya

36,315

96,961

 
  • 6 Malaka Sari

25,487

68,050

 
  • 7 Klender

79,248

211,592

 

Jumlah

382,063

1,020,108

Sumber: Hasil analisis Asumsi timbulan sampah /org/hari = 2.67 (Dinas Kebersihan DKI),

Jumlah timbulan sampah di Kecamatan Duren Sawit berjumlah 1.020.108 liter/hari. Karena Kelurahan Pondok Kelapa merupakan kelurahan dengan jumlah penduduk tertinggi di Kecamatan Makasar, maka kelurahan ini pula yang memproduksi sampah terbesar di Kecamatan Makasar yaitu sebanyak 377.340 liter/hari, sedangkan Kelurahan Pondok Bambu menjadi penghasil sampah terkecil yaitu sebanyak 53.720 liter perhari.

Dengan adanya data yang menyatakan bahwa tidak seluruh sampah dapat terangkut, serta terbatasnya jumlah dipo maka diperlukan penambahan atau perbaikan sistem perangkutan sampah di masing-masing kelurahan terutama di Kelurahan-kelurahan yang sampahnya belum terangkut 100 % yaitu selain kelurahan Pondok Kopi.

Drainse dan Pengendali Banjir Drainase mempunyai fungsi sebagai saluran penampungan limpasan air hujan dan penampungan limbah cair rumah tangga sehari-hari. Tingkat kebutuhan akan saluran drainase ini sangat dipengaruhi oleh pola penggunaan lahan baik eksisting maupun rencana, kondisi permukaan tanah dalam kaitannya dengan daya serap air, kondisi hidrologis kawasan, dan lain sebagainya.

Dengan melihat kondisi di Kecamatan Duren Sawit, saluran drainase merupakan kebutuhan yang cukup mendesak terutama di kawasan-kawasan pusat kegiatan dan yang memiliki tingkat kepadatan tinggi, hal ini di karenakan beberapa wilayah di Kecamatan Duren Sawit sering terjadi banjir genangan pada musim hujan.

Perencanaan drainase di Kecamatan Duren Sawit sudah direncanakan secara baik dengan adanya sistem drainase dan pengendalian bajir kecamatan. Yang perlu diperhatikan adalah sistem teknis saluran drainase eksisting yang perlu di perbaiki dan dimaskimalkan pemanfaatannya serta saluran drainase yang menggunakan sungai.

Sistem drainase dan pengendalian bajir yang ada di Kecamatan Duren Sawit saat ini antara lain:

  • 1. Drainase Primer yaitu rencana Banjir Kanal Timur (Nedeco)

  • 2. Drainase Sekunder yaitu Kali sunter, Kali buaran dan Kali Jati Kramat

Sedangkan untuk di masa yang akan datang, perlu diadakannya optimalisasi pemanfaatan saluran drainase dengan pengerukan dan pelebaran saluran, serta pencegahan

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

pembuangan sampah di saluran drainase dengan adanya pembuatan sistem drainase secara tertutup.

Pengendalian banjir di Kecamatan Duren Sawit difokuskan pada pembangunan/normalisasi dari Kali Sunter, Kali Buaran, Kali Jati Kramat, Saluran Banjir Kanal Timur. Pengendalian banjir di Kecamatan Makasar difokuskan pada pembangunan/normalisasi dari Kali Sunter dan Kali Cipinang sebagai berikut:

Tabel 5.5 Rencana Pembangunan/Normalisasi Sungai

No.

Nama Sungai

Eksisting

Rencana

(m)

(m)

1

Kali Sunter

10-15

40

2

Kali Buaran

10-15

40

3

Kali Jatikramat

10-15

40

4

Banjir Kanal Timur

-

100

Sumber: Olahan PT. Jakarta Konsultindo, 2009

Limbah Sistem pembuangan air limbah di Kecamatan Duren Sawit saat ini masih menggunakan sistem on-site atau sistem setempat dengan mengadalkan pemakaian septik-tank dan peresapan. Sistem system on-site (cubluk, septic tank) pembuangan air limbah di Kecamatan Duren Sawit sampai tahun 2030 masih dipergunakan, namun secara bertahap diarahkan untuk penanganan yang lebih baik.

Adapun arahan rencana penanganan air limbah di Kecamatan Duren Sawit dijelaskan sebagai berikut :

Sistem Off-Site yaitu sistem pembuangan air limbah terpusat dan memerlukan pengorganisasian. Terdapat 3 (tiga) komponen utama dalam pengembangan sistem off- site yaitu sambungan rumah, tangki interceptor dan jaringan utama. Sistem ini perlu disiapkan dan disosialisasikan terutama kepada pelaku pembangunan di Kecamatan Duren Sawit yang membuat bangunan dalam kapasitas besar (mall, hypermarket). Sistem Off-Site wajib dilengkapi dengan IPAL komunal. Untuk wilayah fasilitas umum seperti pasar, terminal maka dirahkan sistem yang digunakan adalah sistem pembuangan secara komunal dengan sebutan ponten. Untuk pengembangan permukiman baru/perumahan maka penggunaan septik- tank dan peresapan masih dapat dilakukan dengan memperhatikan desain peresapan tertentu.

Berdasarkan perhitungan jumlah penduduk hingga Tahun 2030 dan daya tampung wilayah terhadap penduduk, maka dapat diperkitakan banyaknya limbah yang berasal dari domestik (rumah tangga) dan non domestik. Pekiraaan volume timbulan air limbah yang dihasilkan di Kecamatan Duren Sawit adalah 26.362 liter/hari. Jumlah air kotor terbanyak ditimbulkan oleh Kelurahan Pondok Kelapa yaitu sebanyak 9.751 liter/hari, sedangkan jumlah terkecil dihasilkan oleh Kelurahan Pondok Bambu yaitu sebanyak 1.388 liter/hari. Namun asumsi ini hanya berdasarkan jumlah penduduk perkelurahan dan belum memperhatikan pengaruh timbulan sampah dari pusat-pusat kegiatan yang ada. Untuk lebih jelasnya lihat tabel dibawah ini.

Tabel 5.6 Timbulan Air Limbah Kecamatan Duren Sawit sampai tahun 2030

 

Penduduk

Timbulan Air Limbah

Kelurahan

( jiwa)

(Lt/Hr)

Pondok Bambu

20,120

1,388

Duren Sawit

34,629

2,389

Pondok Kelapa

141,326

9,751

Pondok Kopi

44,938

3,101

Malaka Jaya

36,315

2,506

Malaka Sari

25,487

1,759

Klender

79,248

5,468

Jumlah

382,063

26,362

ket : jumlah pendududk th 2030 (berdasarkan daya tampung) Dinas Kebersihan DKI : Asumsi Sludge 0,069 lt/org/hr

Listrik Pada dasarnya seluruh kawasan telah terpenuhi kebutuhan listriknya. Selain untuk konsumsi rumah tangga, listrik juga dipergunakan untuk penerangan jalan, dibutuhkan oleh fasilitas sosial dan perdagangan. Rencana utilitas jaringan listrik yang perlu diperhatikan adalah daya sambungan yang tersedia terutama di masa yang akan datang untuk mengantisipasinya peningkatan permintaan terhadap sambungan listrik.

Arahan pengembangan jaringan listrik di Kecamatan DUren Sawit ke depannya adalah sebagai berikut:

Memperbaiki dan meningkatkan daya transmisi jaringan listrik yang sudah ada.

Mencegah kebocoran atau kebakaran listrik dengan mendistribusikan kabel-kabel

PLN dengan kabel isolasi

Menempatkan gardu-gardu listrik secara terpadu dengan fungsi lain serta mempertimbangkan estetika linkungan.

Menempatkan jaringan listrik sesuai dengan jaringan jalan

Mengamankan jaringan listrik pada kawasan perumahan padat.

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Rencana Jaringan Air Bersih Seiring dengan perkembangan jaman yang menuntut tingkat keefisienan yang tinggi dalam beraktifitas dan meningkatnya standar kualitas kesehatan, maka saat ini Kecamatan Duren sawit sudah terlayani sistem perpipaan air bersih secara sistematis dan optimal serta menjangkau seluruh kebutuhan warga setempat, tetapi masih memiliki kualitas air yang masih rendah. Tidak dipungkiri juga bahwa masih terdapat sebagian masyarakat Kecamatan Duren Sawit yang belum terlayani sumber air bersih dari sistem perpipaan.

Untuk itu sebagai acuan ke depan dalam penyediaan air bersih, maka sistem penyediaan air bersih ini dapat bertolak dari perkiraan kebutuhan air bersih baik itu yang bersifat kebutuhan rumah tangga (domestik) maupun non domestik. Dengan menggunakan standar baku kebutuhan air bersih, maka dapat diketahui jumlah debit yang dibutuhkan hingga akhir tahun perencanaan maupun berdasarkan daya tampung optimal. Dengan demikian, maka dapat dilakukan persiapan pemenuhan kebutuhan air sejak dini. Kebutuhan air minum di Kecamatan Duren Sawit sampai tahun 2030 adalah sebesar 66,861,025 lt/hari untuk kebutuhan domestik non domestik. Kebutuhan tersebut salah satunya dipenuhi oleh intalasi pengolahan air bersih yang terletak di Kelurahan Pondok Kelapa.

abel 5.7 Perkiraan Kebutuhan Air Bersih Kec Duren Sawit sampai tahun 2030

No

Kelurahan

Perkiraan Penduduk 2020 ( jiwa)

Kebutuhan Air Bersih ( Lt/hr)

 
  • 1 Pondok Bambu

20,120

3,521,000

 
  • 2 Duren Sawit

34,629

6,060,075

 
  • 3 Pondok Kelapa

141,326

24,732,050

 
  • 4 Pondok Kopi

44,938

7,864,150

 
  • 5 Malaka Jaya

36,315

6,355,125

 
  • 6 Malaka Sari

25,487

4,460,225

 
  • 7 Klender

79,248

13,868,400

 

Jumlah

382,063

66,861,025

Sumber : Hasil Rencana 2009, Asumsi jumlah air bersih 175 liter/orang/hari (Pedoman Perencanaan DTK DKI)

Besarnya kebutuhan air bersih di Kecamatan Duren Sawit adalah sebesar 66.861.025 liter/hari. Jumlah kebutuhan terbanyak yaitu oleh Kelurahan Pondok Kelapa yaitu sebanyak 24.732.050 liter/hari, sedangkan jumlah kebutuhan terkecil di Kelurahan Pondok Bambu yaitu sebanyak 3.521.000 liter/hari. Namun asumsi ini hanya berdasarkan jumlah penduduk perkelurahan dan belum memperhatikan pengaruh kebutuhan air bersih dari pusat-pusat kegiatan yang ada.

Adapun Rencana jaringan pipa air bersih di Kecamatan Duren Sawit ini meliputi:

Jl. I Gusti Ngusti Ngurah Rai

Jl. Kol. Sugiono

Jl. Inspeksi Kali Malang

Jl. Pahlawan Revolusi

Jl. Raden Inten II

Jl Pd. Kelapa Raya

Rencana Jalan Arteri Sekunder (utara-selatan) di Kelurahan Duren Sawit dan

Klender.

B.5.6 Rencana Pengembangan Fasilitas Umum dan Sosial Kecamatan Duren Sawit

Rencana Pengembangan fasilitas umum dan sosial di Kecamatan Duren Sawit terdiri dari empat jenis fasilitas, yaitu :

Fasilitas Pendidikan Fasilitas Kesehatan Fasilitas Peribadatan Fasilitas Olah Raga

Pendidikan Dengan adanya rencana arahan kebijakan pengembangan pemukiman di Kecamatan Duren Sawit, maka perlu diiringi pula dengan pengembangan fasilitas pendidikan yang berfungsi

untuk membantu mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara. Secara umum jenis fasilitas pendidikan yang sesuai untuk disediakan adalah ;

  • 1. Taman Kanak-Kanak (TK) Sekolah Taman Kanak-Kanak dapat melayani 1.000 penduduk dan luas lahan yang diperlukan sebesar 800 m 2 . Sekolah jenis ini sebaiknya memiliki lokasi yang menyebar dan berada ditengah-tengah lingkungan perumahan penduduk, sehingga mudah dijangkau oleh anak-anak usia TK.

  • 2. Sekolah Dasar (SD) Sekolah Dasar melayani sebanyak 1.600 penduduk dan luas lahan yang diperlukan kurang lebih 2.400 m 2 . Sekolah Dasar memiliki lingkup pelayanan skala lingkungan sehingga sebaiknya lokasi SD menyebar dan berada di tengah-tengah lingkungan perumahan penduduk.

  • 3. Sekolah Menengah Pertama (SMP)

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Sekolah Menengah Pertama melayani sebanyak 6000 penduduk. Lokasi fasilitas ini digabung dengan lapangan olah raga dan dapat juga digabung dengan saran-sarana pendidikan yang lain, tidak harus dipusat-pusat lingkungan . Luas lahan yang diperlukan untuk 1 unit SMP adalah 1.800 m 2 .

  • 4. Sekolah Menengah Atas (SMA) Sekolah Menengah Atas (SMA) Penduduk pendukung untuk 1 unit SMU adalah 6.000 jiwa. Lokasi SMU sama dengan lokasi SMP. Luas lahan yang diperlukan untuk 1 unit SMP adalah 1.800 m 2 .

  • 5. Akademi Penduduk pendukung untuk 1 unit adalah 480.000 jiwa. Lokasinya berada di tempat yang memiliki lingkup pelayanan skala kota. Luas lahan yang diperlukan untuk 1 unit adalah 5.000 m 2 .

  • 6. Perguruan Tinggi Penduduk pendukung untuk 1 unit adalah 1.500.000 jiwa. Lokasinya berada di tempat yang memiliki lingkup pelayanan skala kota. Luas lahan yang diperlukan untuk 1 unit adalah 20.000 m 2 .

Analisis Kebutuhan sarana pendidikan di Kecamatan Duren Sawit sampai Tahun 2030 disajkan pada Tabel di bawah ini:

Tabel 5.8 Jumlah Kebutuhan Fasilitas Pendidikan Kecamatan Duren Sawit

Jenis Fasilitas Pendidikan

Eksisting 2006

Kebutuhan 2006

Keterangan

TK

85

 
  • 259 kurang

SD

146

 
  • 130 Cukup

SLTP

51

 
  • 22 Cukup

SLTA

54

 
  • 11 Cukup

Akademi

 
  • 5 Cukup

 

Perguruan Tinggi

 
  • 6 Cukup

 

Jumlah

347

422

 

Sumber : Hasil Perhitungan 2009

Kesehatan Jumlah penduduk Kecamatan Duren Sawit berdasarkan daya tampung ialah sebesar 118.887 jiwa. Dengan jumlah tersebut dan menggunakan standar penyediaan fasilitas kesehatan, maka diperoleh jumlah kebutuhan fasilitas kesehatan seperti yang terlihat pada tabel III-14, yaitu Rumah Sakit sebanyak 0 unit, puskesmas sebanyak 11 unit.

Tabel 5.9 Jumlah Kebutuhan Fasilitas Kesehatan Kecamatan Duren Sawit

Jenis Fasilitas

Eksisting

Kebutuhan

Keterangan

Kesehatan

2006

2006

Balai Pengobatan

 
  • - Kurang

108

 

Rumah Bersalin

 
  • - Kurang

11

 

Puskesmas Kelurahan

 

11

 

Puskesmas

11

   

Kecamatan

2

R.S. Wil Tipe B

0

 

R.S. Pembantu Tipe C

5

0

 

R.S. Gawat Darurat

0

 

Laboratorium

-

11

Kurang

Apotik

35

11

 

Pos KB

95

   

lainnya

49

   

Jumlah

195

154

 

Sumber : Hasil Perhitungan 2009

Peribadatan Jumlah penduduk Kecamatan Duren Sawit berdasarkan daya tampung ialah sebesar

382.063 jiwa. Dengan jumlah tersebut dan menggunakan standar penyediaan fasilitas peribadatan, maka diperoleh jumlah kebutuhan fasilitas peribadatan seperti yang terlihat pada tabel III-15, yaitu mushala 40 unit, masjid 4 unit, dan gereja berjumlah 2 unit,

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Tabel 5.10 Jumlah Kebutuhan Fasilitas Peribadatan Kecamatan Duren Sawit

         

Kebutuhan

 

No.

Kelurahan

Rincian Fasilitas

Standar

Kebutuhan

(Jiwa)

Luas

Lahan

(m2)

Sarana

2030

(unit)

Kebutuhan

Sarana

2030 (m2)

   

Musholla

3,000

300

7

2,100

Masjid Kelurahan

30,000

2,000

1

2,000

Tempat Ibadah Lainnya Untuk

60,000

2,000

0

 

60.000

Jiwa

Masjid Kecamatan

200,000

5,000

0

 

1

Pd. Bambu

Tempat Ibadah Lainnya Untuk

200,000

1,600

0

 

200.000

Jiwa

 

Masjid Untuk 480.000 Jiwa

480,000

12,000

0

 

Masjid Wilayah

1,500,000

20,000

0

 

Tempat Ibadah Lainnya Untuk

1,500,000

5,000

0

 

1.500.000

Jiwa

   

Musholla

3,000

300

12

36,000

Masjid Kelurahan

30,000

2,000

1

2,000

Tempat Ibadah Lainnya Untuk

60,000

2,000

1

2,000

60.000

Jiwa

Duren

Masjid Kecamatan

200,000

5,000

0

 

2

Sawit

Tempat Ibadah Lainnya Untuk

200,000

1,600

0

 

200.000

Jiwa

Masjid Untuk 480.000 Jiwa

480,000

12,000

0

 

Masjid Wilayah

1,500,000

20,000

0

 

Tempat Ibadah Lainnya Untuk

1,500,000

5,000

0

 

1.500.000

Jiwa

   

Musholla

3,000

300

47

14,100

Masjid Kelurahan

30,000

2,000

5

10,000

Tempat Ibadah Lainnya Untuk

60,000

2,000

2

4,000

60.000

Jiwa

Masjid Kecamatan

200,000

5,000

1

5,000

3

Pd. Kelapa

Tempat Ibadah Lainnya Untuk

200,000

1,600

1

1,600

200.000

Jiwa

Masjid Untuk 480.000 Jiwa

480,000

12,000

0

 

Masjid Wilayah

1,500,000

20,000

0

 

Tempat Ibadah Lainnya Untuk

1,500,000

5,000

0

 

1.500.000

Jiwa

 

Pd. Kopi

Musholla

3,000

300

15

4,500

         

Kebutuhan

 

No.

Kelurahan

Rincian Fasilitas

Standar

Kebutuhan

(Jiwa)

Luas

Lahan

(m2)

Sarana

2030

(unit)

Kebutuhan

Sarana

2030 (m2)

   

Masjid Kelurahan

30,000

2,000

1

2,000

Tempat Ibadah Lainnya Untuk

60,000

2,000

1

2,000

60.000

Jiwa

Masjid Kecamatan

200,000

5,000

0

 

4

Tempat Ibadah Lainnya Untuk

200,000

1,600

0

 

200.000

Jiwa

Masjid Untuk 480.000 Jiwa

480,000

12,000

0

 

Masjid Wilayah

1,500,000

20,000

0

 

Tempat Ibadah Lainnya Untuk

1,500,000

5,000

0

 

1.500.000

Jiwa

   

Musholla

3,000

300

12

3,600

Masjid Kelurahan

30,000

2,000

1

2,000

Tempat Ibadah Lainnya Untuk

60,000

2,000

1

2,000

60.000

Jiwa

Malaka

Jaya

Masjid Kecamatan

200,000

5,000

0

 

5

Tempat Ibadah Lainnya Untuk

200,000

1,600

0

 

200.000

Jiwa

 

Masjid Untuk 480.000 Jiwa

480,000

12,000

0

 

Masjid Wilayah

1,500,000

20,000

0

 

Tempat Ibadah Lainnya Untuk

1,500,000

5,000

0

 

1.500.000

Jiwa

   

Musholla

3,000

300

8

2400

Masjid Kelurahan

30,000

2,000

1

2000

Tempat Ibadah Lainnya Untuk

60,000

2,000

0

 

60.000

Jiwa

Masjid Kecamatan

200,000

5,000

0

 

6

Malakasari

Tempat Ibadah Lainnya Untuk

200,000

1,600

   

200.000

Jiwa

Masjid Untuk 480.000 Jiwa

480,000

12,000

   

Masjid Wilayah

1,500,000

20,000

   

Tempat Ibadah Lainnya Untuk

1,500,000

5,000

   

1.500.000

Jiwa

   

Musholla

3,000

300

26

7800

Masjid Kelurahan

30,000

2,000

3

6000

Tempat Ibadah Lainnya Untuk

60,000

2,000

1

2000

60.000

Jiwa

Masjid Kecamatan

200,000

5,000

0

 

7

Klender

Tempat Ibadah Lainnya Untuk

200,000

1,600

0

 

200.000

Jiwa

Masjid Untuk 480.000 Jiwa

480,000

12,000

   

Masjid Wilayah

1,500,000

20,000

   

Tempat Ibadah Lainnya Untuk

1,500,000

5,000

   

1.500.000

Jiwa

Sumber : Hasil Perhitungan 2009

Olah Raga

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

 

Jumlah penduduk Kecamatan Pancoran berdasarkan daya tampung ialah sebesar 382.063

           

Kebutuhan

 

jiwa. Dengan jumlah tersebut dan menggunakan standar penyediaan fasilitas olahraga, maka diperoleh jumlah kebutuhan fasilitas olahraga seperti yang terlihat pada tabel berikut.

No.

Kelurahan

Rincian Fasilitas

Standar

Kebutuhan

(Jiwa)

Luas

Lahan

( m2)

Sarana

2030

(Unit)

Kebutuhan

Sarana

2030

(m2)

   
  • 1.500.000 Jiwa

       
 

4

Pd. Kopi

Tempat Bermain Untuk 250 Jiwa

250

250

180

45,000

   

Lap. O. Raga/Tempat Bermain/Taman Untuk 3.000 Jiwa

1,500

15

22,500

 
   

Lapangan Olah Raga Untuk 30.000 Jiwa

30,000

8,400

1

 

8,400

 

Tabel 5.11 Jumlah Kebutuhan Fasilitas Olahraga

     

Gedung Olah Raga Untuk 30.000 Jiwa Penduduk

30,000

1,000

1

 

1,000

Kecamatan Duren Sawit

   

Kolam Renang Untuk 30.000 Jiwa

30,000

4,000

1

 

4,000

     

Bioskop Untuk 30.000 Jiwa

30,000

2,000

1

 

2,000

         

Kebutuhan

       

Taman Untuk 30.000 Jiwa Penduduk

30,000

1,500

1

 

1,500

Standar

Luas

Kebutuhan

         

0

 

Sarana

   

Lapangan Serbaguna Untuk 120.000 Jiwa

120,000

10,000

   

No.

Kelurahan

Rincian Fasilitas

Kebutuhan

(Jiwa)

Lahan

( m2)

2030

Sarana

   

Taman Untuk 120.000 Jiwa Penduduk

120,000

10,000

0

 

(Unit)

2030

(m2)

   

Gedung Olah Raga Untuk 120.000 Jiwa

120,000

10,000

0

 
 
  • 1 Pd. Bambu

Tempat Bermain Untuk 250 Jiwa

250

250

80

 

20,000

   

Komplek O. Raga & Gelanggang Untuk

145,000

0

   
   

Lap O. Raga/Tempat Bermain/Taman

       
  • 1.500.000 Jiwa

Untuk 3.000 Jiwa

3,000

1,500

10,500

  • 7 Malaka Jaya

5

 

Tempat Bermain Untuk 250 Jiwa

250

250

145

 

36,250

   

Lapangan Olah Raga Untuk 30.000 Jiwa

30,000

8,400

 
  • 1 8,400

   

Lap. O. Raga/Tempat Bermain/Taman

3,000

1,500

12

 

18,000

   

Gedung Olah Raga Untuk 30.000 Jiwa

30,000

1,000

 
  • 1 1,000

Untuk 3.000 Jiwa

   

Lapangan Olah Raga Untuk 30.000 Jiwa

30,000

8,400

1

 

8,400

   

Kolam Renang Untuk 30.000 Jiwa

30,000

4,000

 
  • 1 4,000

   

Gedung Olah Raga Untuk 30.000 Jiwa

30,000

1,000

1

 

1,000

   

Bioskop Untuk 30.000 Jiwa

30,000

2,000

 
  • 1 2,000

   

Kolam Renang Untuk 30.000 Jiwa

30,000

4,000

1

 

4,000

   

Taman Untuk 30.000 Jiwa

30,000

1,500

 
  • 1 1,500

   

Bioskop Untuk 30.000 Jiwa

30,000

2,000

1

 

2,000

   

Lapangan Serbaguna Untuk 120.000 Jiwa

120,000

10,000

       

Taman Untuk 30.000 Jiwa

30,000

1,500

1

 

1,500

   

Taman Untuk 120.000 Jiwa

120,000

10,000

       

Lapangan Serbaguna Untuk 120.000 Jiwa

120,000

10,000

0

 
   

Gedung Olah Raga Untuk 120.000 Jiwa

120,000

10,000

       

Taman Untuk 120.000 Jiwa Penduduk

120,000

10,000

0

 
   

Komplek O. Raga & Gelanggang Untuk

           

Gedung Olah Raga Untuk 120.000 Jiwa

120,000

10,000

0

 

1,500,000

145,000

             
  • 1.500.000 Jiwa

   

Komplek O. Raga & Gelanggang Untuk

1,500,000

145,000

0

 
 
  • 2 Duren Sawit

Tempat Bermain Untuk 250 Jiwa

250

250

139

 

34,750

  • 1.500.000 Jiwa

6

Malakasari

Tempat Bermain Untuk 250 Jiwa

250

250

102

 

25,500

   

Lap. O. Raga/Tempat Bermain/Taman

       

Untuk 3.000 Jiwa

3,000

1,500

12

 

18,000

   

Lap. O. Raga/Tempat Bermain/Taman

3,000

1,500

8

 

12,000

   

Lapangan Olah Raga Untuk 30.000 Jiwa

30,000

8,400

 
  • 1 8,400

Untuk 3.000 Jiwa

 
   

Gedung Olah Raga Untuk 30.000 Jiwa

30,000

1,000

 
  • 1 1,000

   

Lapangan Olah Raga Untuk 30.000 Jiwa

30,000

8,400

1

 

8,400

   

Kolam Renang Untuk 30.000 Jiwa

30,000

4,000

 
  • 1 4,000

   

Gedung Olah Raga Untuk 30.000 Jiwa

30,000

1,000

1

 

1,000

   

Bioskop Untuk 30.000 Jiwa Penduduk

30,000

2,000

 
  • 1 2,000

   

Kolam Renang Untuk 30.000 Jiwa

30,000

4,000

1

 

4,000

   

Taman Untuk 30.000 Jiwa Penduduk

30,000

1,500

 
  • 1 1,500

   

Bioskop Untuk 30.000 Jiwa Penduduk

30,000

2,000

1

 

2,000

   

Lapangan Serbaguna Untuk 120.000 Jiwa

120,000

10,000

       

Taman Untuk 30.000 Jiwa Penduduk

30,000

1,500

1

 

1,500

   

Taman Untuk 120.000 Jiwa Penduduk

120,000

10,000

       

Lapangan Serbaguna Untuk 120.000 Jiwa

120,000

10,000

0

 
   

Gedung Olah Raga Untuk 120.000 Jiwa

120,000

10,000

       

Taman Untuk 120.000 Jiwa Penduduk

120,000

10,000

   
   

Komplek O. Raga & Gelanggang Untuk

           

Gedung Olah Raga Untuk 120.000 Jiwa

120,000

10,000

   

1,500,000

145,000

             
  • 1.500.000 Jiwa

   

Komplek O. Raga & Gelanggang Untuk

1,500,000

145,000

   
 
  • 3 Pd. Kelapa

Tempat Bermain Untuk 250 Jiwa

250

250

565

 

141,250

  • 1.500.000 Jiwa

7

klender

Tempat Bermain Untuk 250 Jiwa

250

250

317

 

79,250

   

Lap. O. Raga/Tempat Bermain/Taman

       

Untuk 3.000 Jiwa

3,000

1,500

47

 

70,500

   

Lap. O. Raga/Tempat Bermain/Taman

3,000

1,500

26

 

39,000

   

Lapangan Olah Raga Untuk 30.000 Jiwa

30,000

8,400

5

 

42,000

Untuk 3.000 Jiwa

 
   

Gedung Olah Raga Untuk 30.000 Jiwa

30,000

1,000

5

 

5,000

   

Lapangan Olah Raga Untuk 30.000 Jiwa

30,000

8,400

 
  • 3 25,200

   

Kolam Renang Untuk 30.000 Jiwa

30,000

4,000

5

 

20,000

   

Gedung Olah Raga Untuk 30.000 Jiwa

30,000

1,000

 
  • 3 3,000

   

Bioskop Untuk 30.000 Jiwa

30,000

2,000

5

 

10,000

   

Kolam Renang Untuk 30.000 Jiwa

30,000

4,000

 
  • 3 12,000

   

Taman Untuk 30.000 Jiwa

30,000

1,500

5

 

7,500

   

Bioskop Untuk 30.000 Jiwa

30,000

2,000

 
  • 3 6,000

   

Lapangan Serbaguna Untuk 120.000 Jiwa

120,000

10,000

1

 

10,000

   

Taman Untuk 30.000 Jiwa

30,000

1,500

 
  • 3 4,500

   

Taman Untuk 120.000 Jiwa Penduduk

120,000

10,000

1

 

10,000

   

Lapangan Serbaguna Untuk 120.000 Jiwa

120,000

10,000

 
  • 1 10,000

   

Gedung Olah Raga Untuk 120.000 Jiwa

120,000

10,000

1

 

10,000

   

Taman Untuk 120.000 Jiwa Penduduk

120,000

10,000

 
  • 1 10,000

   

Komplek O. Raga & Gelanggang Untuk

1,500,000

145,000

0

     

Gedung Olah Raga Untuk 120.000 Jiwa

120,000

10,000

 
  • 1 10,000

               

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

         

Kebutuhan

 

No.

Kelurahan

Rincian Fasilitas

Standar

Kebutuhan

(Jiwa)

Luas

Lahan

( m2)

Sarana

2030

(Unit)

Kebutuhan

Sarana

2030

(m2)

   

Komplek O. Raga & Gelanggang Untuk 1.500.000 Jiwa

1,500,000

145,000

0

 

0

Sumber : Hasil Perhitungan 2009

Pengendalian Bencana

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, maka untuk Kecamatan Duren Sawit direncanakan beberapa sistem pengendali bencana meliputi banjir dan kebakaran, yaitu berupa :

  • 1. Perbaikan daerah sempadan sungai melalui penghijauan.

  • 2. Peningkatan kapasitas danau dan sungai.

  • 3. Perbaikan saluran air yang tertutup perkerasan serta membuat saluran air baru

pada lokasi-lokasi yang belum memiliki saluran air.

  • 4. Sebaran distribusi sarana dan prasana kebakaran pada setiap kelurahan.

  • 5. Perbaikan lingkungan berupa pelebaran jalan lingkungan sehingga

mempermudah evakuasi ketika terjadi kebakaran.

B.5.7

Rencana Pola Ruang Kecamatan Duren Sawit

Pemanfaatan pola ruang Kecamatan Duren Sawit terbagi menjadi beberapa pemanfaatan lahan, yaitu :

Pemanfaatan Lahan Perumahan

Pemanfaatan Lahan Perkantoran

Pemanfaatan Lahan Fasilitas Umum dan Fasilitas Sosial

Pemanfaatan Ruang Terbuka hijau

Permukiman Pembangunan Wisma dengan fasilitasnya di Kecamatan Duren Sawit direncanakan seluas 1.052,032 Ha (65 %). Pengembangan wisma dan fasilitasnya ditargetkan mampu memenuhi kebutuhan rumah pada tahun 2030 untuk 382.060 jiwa. Untuk memenuhi kebutuhan rumah pada tahun 2030 salah satu cara yang ditempuh adalah dengan meremajakan daerah- daerah potensial dalam bentuk pembangunan rumah susun. Sedangkan daerah wisma dengan fasilitasnya yang lain dikembangkan dengan perbaikan dan pemugaran lingkungan.

Dalam perhitungan rumah, standar jumlah penduduk per rumah yang digunakan adalah 5

jiwa. Sedangkan untuk rumah vertikal, standar penggunaan lahan per orang yang digunakan

adalah 9 meter persegi. Untuk bengunan rumah vertikal berupa WSN dan WFL digunakan KDB sebesar 50 %, dengan ketinggian bangunan 15 lantai.

Tabel 5.12 Perkiraan jumlah kebutuhan rumah di Kecamatan Duren Sawit

 

NO.

Nama Kelurahan

Daya Tampung

Jumlah Rumah

Kebutuhan

Penduduk 2030

Tangga

Rumah (Unit)

 
  • 1 Pondok Bambu

 
  • 20.120 4,024

4,024

 
  • 2 Duren Sawit

 
  • 34.629 6,926

6,926

 
  • 3 Pondok Kelapa

141.326

28,265

28,265

 
  • 4 Pondok Kopi

 
  • 44.938 8,988

8,988

 
  • 5 Malaka Jaya

 
  • 36.315 7,263

7,263

 
  • 6 Malaka Sari

 
  • 25.487 5,097

5,097

 
  • 7 Klender

 
  • 79.248 15,850

15,850

 

Total

382.060

76,412

76,412

Sumber

: Hasil Analisis 2009

 

Ket

: Assumsi 1 Rumah Tangga terdiri dari 5 orang

Perumahan di Kecamatan Duren Sawit dibagi menjadi 4 jenis yaitu rumah kecil, rumah sedang, rumah besar, dan rumah susun/flat. Luas penggunaan lahan sebagai perumahan di kecamatan ini sebanyak 1.052,032 ha. Untuk melihat luas lahan yang digunakan sebagai permukiman dengan lebih rinci dapat dilihat dari tabel berikut.

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Tabel 5.13 Luas Lahan Berdasarkan Jenis Rumah

No

Kelurahan

Jenis Rumah

Luas (ha)

Jumlah (Ha)

   

Wisma kecil

84,705

 
  • 1 Wisma besar

Pondok Bambu

Wisma sedang

64,038

 

22,197

   

Wisma Susun

-

170,94

   

Wisma kecil

88,352

 

Duren Sawit

  • 2 Wisma besar

Wisma sedang

103,818

 

55,746

   

Wisma Susun

0,928

248,844

   

Wisma kecil

123,883

 
  • 3 Wisma besar

Pd. Kelapa

Wisma sedang

132,449

 

37,927

   

Wisma Susun

-

294,259

   

Wisma kecil

49,594

 
  • 4 Wisma besar

Pondok Kopi

Wisma sedang

12,284

 

0,994

   

Wisma Susun

0,002

62,874

   

Wisma kecil

61,645

 

Malaka Jaya

  • 5 Wisma besar

Wisma sedang

3,235

 

0,632

   

Wisma Susun

3,096

68,608

   

Wisma kecil

61,778

 

Malaka Sari

  • 6 Wisma besar

Wisma sedang

4,855

 

0,513

   

Wisma Susun

1,786

68,932

   

Wisma kecil

78,2

 

Wisma sedang

53,278

Klender

  • 7 Wisma besar

 

6,097

Wisma Susun

-

137,575

   

Jumlah

 

1052,032

Sumber : Hasil Analisis Rencana

Berdasarkan tabel diatas, Sebagian besar lahan yang berfungsi sebagai permukiman yaitu seluas 549,331 (52%) ha merupakan Wisma kecil.

Perdagangan dan Jasa

Karya Bangunan Umum ini dibedakan atas 2 macam jenis peruntukkan yaitu Karya perkantoran dan Karya Perdagangan. Rencana pengembangan Wisma/bangunan umum dengan fasiitasnya sampai tahun 2030 menempati 4 % dari luas areal yang ada atau 63,68 Ha. Rencana pengembangan karya Perkantoran (Kkt) adalah seluas 33,66 Ha, sedangkan untuk Karya Perdagangan (Kpg) seluas 30,01 Ha.

Tabel 5.14

Rencana Karya Bangunan Umum 2030

 

Rencana

Rencana

 

Kelurahan

Wkt

Wdg

Total (Ha)

Pondok Bambu

15,05

3,81

18,86

Duren Sawit

1,34

6,68

8,02

Pd. Kelapa

7,72

2,58

10,3

Pondok Kopi

4,72

1,87

6,59

Malaka Jaya

-

0,11

0,11

Malaka Sari

2,45

2,45

4,9

Klender

2,35

12,48

14,83

Total

33,66

30,01

63,68

Sumber : Hasil Analisis 2009

Rencana pengembangan Karya Bangunan Umum dengan fasilitasnya ini menyebar di tiap- tiap kelurahan. Diantaranya di Kelurahan Klender, sepanjang Jl Pahlawan Revolusi dan sisi selatan Jl. I Gusti Ngurah Rai, Kelurahan Malaka Jaya, Kelurahan Pondok Kopi, Jl. Pondok Kopi Raya, Kelurahan Duren Sawit, Persimpangan Swadaya raya dengan Jalan Buaran Indah Raya, Pd. Kelapa, Persimpangan Jl. H. Dogon dengan Jl. Pondok Kelapa Raya, Kelurahan Pd Kelapa, Jl Kelapa Sawit Raya, Kel Malaka Sari, Sepanjang Jl. Kusuma Jaya.

Kawasan Pelayanan Umum dan Sosial Di Kecamatan Duren Sawit pengalokasian suka/fasilitas umum sampai tahun 2008 direncanakan menempati areal seluas 94,73 Ha (6 %), alokasi terbesar di Kelurahan Duren Sawit seluas 21,37 Ha.

Fasilitas umum dan sosial yang terdapat di Kecamatan Duren Sawit terdiri dari fasilitas Ibadah, pendidikan, kesehatan, pelayanan umum, sosial budaya, rekreasi dan oleh raga, serta Terminal. Luas masing-masing fasilitas berdasarkan jenisnya dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel 5.15 Luas Fasilitas Umum dan Sosial Berdasarkan Jenisnya

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

No

Jenis Fasilitas

Luas (Ha)

1

Fasiltas Ibadah

10,095

2

Fasilitas Pendidikan

72,928

3

Fasilitas Kesehatan

4,313

4

Faslitas Pelayanan Umum

1,368

5

Fasilitas Sosial Budaya

0,972

6

Fasilitas Rekreasi dan Olahraga

1,216

7

Fasilitas Terminal

0,548

 

Total

94,73

Sumber : Hasil Analisis 2009

Ruang Terbuka Hijau Ruang Terbuka Hijau ini dapat berupa Penyempurna Hijau Umum (Phu), Penyempurna Hijau Rekreasi (Phr), Penyempurna Hijau Taman (Pht) dan Penyempurna Hijau Makam (Phm). Rencana pengembangan Ruang Terbuka Hijau dengan fasiitasnya sampai tahun 2020 menempati 7 % dari luas areal yang ada atau 136,241 Ha. Rencana pengembangan Phu adalah seluas 24,131 Ha, Phr seluas 2,131 Ha, Pht seluas 54,92 Ha, Phm seluas 54,45 Ha.

Tabel 5.16 Rencana Ruang Terbuka Hijau dengan Fasilitasnya di Kecamatan Duren Sawit sampai Tahun 2030

Kelurahan

Phu

Phr

Pht

Phm

Total (Ha)

Pd. Bambu

10,78

0,07

9,71

-

20,56

Duren Sawit

1,1

-

9,59

-

10,69

Pd. Kelapa

2,61

0,75

19,7

-

23,06

Pondok Kopi

1,87

0,67

5,09

54,45

62,08

Malaka Jaya

-

0,71

0,96

-

1,67

Malaka Sari

-

0,52

3,28

-

3,8

Klender

7,74

-

6,57

-

14,31

Total

24,131

2,731

54,929

54,45

136,241

Sumber : Hasil Analisis 2009

Alokasi terbesar dialokasikan di Kelurahan Pondok Kopi seluas 62,08 Ha yang didominasi oleh Penyempurna Hijau Makam (Phm).

B.5.8 Rencana Intensitas Pemanfaatan Ruang Kecamatan Duren Sawit

Komponen intensitas ruang meliputi angka dan presentase dari KLB, KDB, KB. Tingkatan

besaran ruang atau luas seluruh lantai bangunan yang diperkenankan untuk di bangun dalam perpetakan atau persil atau daerah perencanaan (DP) yang telah ditetapkan batas-batasnya berdasarkan fungsi tertentu rencana tata ruang yang terdiri dari tingkatan nilai KLB, sebagai berikut :

  • 1. Nilai KLB rata-rata 1,0 merupakan nilai KLB antara angka 0,4 sampai dengan 1,6

2.

Nilai KLB rata-rata 2,0 merupakan nilai KLB antara angka lebih besar dari 1,6 sampai

dengan 2,4

3.

Nilai KLB rata-rata 3,0 merupakan nilai KLB antara angka lebih besar dari 2,4 sampai

dengan 3,5

4.

Nilai KLB rata-rata 4,0

Nilai KLB 1,0 sampai dengan 4,0 diarahkan pada kawasan-kawasan permukiman, kawasan bangunan umum, bangunan umum KDB rendah, kawasan campuran serta kawasan industri/pergudangan di Kecamatan Kembangan.

Rencana intensitas lahan dimaksudkan untuk mengarahkan kepadatan bangunan, untuk memberi keseimbangan lingkungan antara lahan terbangun dan ruang terbuka secara tiga dimensi, pengaturan intensitas lahan lebih detail akan terdapat pada peraturan permintakan.

Rencana intensitas lahan disesuaikan dengan kondisi lingkungan serta kebutuhan pengembangan, baik kebutuhan struktur kota maupun nilai ekonomis lahan pada penggal jalan tertentu, Rencana intensitas lahan meliputi rencana ketinggian bangunan, KDB dan KLB.

KLB rata-rata 1,0 diarahkan pada :

  • a) Kawasan permukiman

  • b) Kawasan permukiman KDB rendah

  • c) Kawasan bangunan umum

  • d) Kawasan bangunan umum KDB rendah

  • e) Kawasan campuran

  • f) Kawasan industri / pergudangan

KLB rata-rata 2,0 diarahkan pada :

  • a) Kawasan permukiman

  • b) Kawasan permukiman KDB rendah

  • c) Kawasan bangunan umum

  • d) Kawasan bangunan umum KDB rendah

  • e) Kawasan campuran

  • f) Kawasan industri / pergudangan

KLB rata-rata 3,0 diarahkan pada :

  • a) Kawasan permukiman 4

  • b) Kawasan permukiman KDB rendah

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

  • c) Kawasan bangunan umum

  • d) Kawasan bangunan umum KDB rendah

  • e) Kawasan campuran

KLB rata-rata 4,0 diarahkan pada :

  • a) Kawasan permukiman

  • b) Kawasan bangunan umum

  • c) Kawasan bangunan umum KDB rendah

  • d) Kawasan campuran

  • e) KLB lebih besar dari 5,0 sampai dengan 10,0 diarahkan pada kawasan Sentra Primer

Baru Barat

Tabel 5.17 Rencana Intensitas dan Kepadatan Bangunan Kecamatan Duren Sawit Tahun 2030

No

Peruntukkan

Tinggi

KDB

KLB

lantai