Anda di halaman 1dari 62

BAB XXXVII RENCANA RINCI TATA RUANG WILAYAH KECAMATAN GROGOL PETAMBURAN Bagian Kesatu Tujuan, Kebijakan dan

Strategi Penataan Ruang Wilayah Kecamatan Grogol Petamburan Paragraf 1 Tujuan Penataan Ruang Wilayah Kecamatan Grogol Petamburan Pasal 1022 Untuk mewujudkan tujuan penataan ruang wilayah Kecamatan Grogol Petamburan, maka tujuan pengembangan Tata Ruang Wilayah Kecamatan Grogol Petamburan adalah: a. Penyiapan dan pearahan Kecamatan Grogol Petamburan sebagai Pusat Pendidikan provinsi DKI Jakarta dan sebagai pusat perdagangan dan jasa Kotamadya Jakarta Barat dengan membangun sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan pendidikan dan perdagangan dan jasa. b. Peraturan Menteri PU No. 5 tahun 2007. c. Peningkatan kondisi dan kapasitas jaringan jalan regional yang berguna memantapkan fungsi Kecamatan Grogol Petamburan sebagai salah satu pusat pergerakan Kotamadya Jakarta Barat dan Tangerang. d. e. utama. f. pemrakarsa pembangunan. g. Pemanfaatan peluang dan mampu menempatkan kendala pengembangan sebagai komponen modal dasar pengembangan dan pembangunan Kecamatan Grogol Petamburan guna mewujudkan kehidupan yang lebih baik. Paragraf Kebijakan dan Strategi Penataan Ruang Wilayah Kecamatan Grogol Petamburan Pasal 1023 (1) Kebijakan Kawasan Lindung Kecamatan Grogol Petamburan. (2) Kebijakan Kawasan Budidaya Kecamatan Grogol Petamburan. a. Sektor Perumahan Penerapan penggunaan campuran dalam rangka mengintesifkan penggunaan lahan dan bangunan, baik secara vertikal maupun horisontal. Perwujudan pembangunan dan pengembangan Kecamatan Grogol Petamburan yang berpihak pada kepentingan masyarakat, dengan memposisikan peran masyarakat sebagai Perwujudan Kecamatan Grogol Petamburan sebagai kawasan Peningkatan layanan sarana jalan dengan pelebaran jalan-jalan pendukung kelengkapan fasilitas dan utilitas di Jakarta Barat. Pemenuhan kebutuhan perumahan dengan membangun rumah susun sederhana sewa tingkat tinggi di Kelurahan Wijaya Kusuma dan Jelambar Baru yang mengacu pada

Program perbaikan lingkungan dan permajaan lingkungan pada kawasan kumuh. Pembangunan rumah susun sederhana untuk memenuhi kebutuhan perumahan. b. Sektor Perdagangan dan Jasa

Pengembangan sistem ribbon sedikit dibatasi, kecuali pada sisi sisi jalan yang mengalami peningkatan fungsi dan kualitas dengan memperhatikan kelancaran arus lalu lintas dengan pemenuhan penyediaan tempat parkir.

Pengembangan pada sentra sentra lokal diprioritaskan untuk mengurangi kemacetan lalu lintas. Program perbaikan lingkungan dan peremajaan lingkungan pada wilayah yang cukup padat serta pembangunan baru pada lahan yang relatif kosong. c. Sektor Industri kegiatan industri yang tidak sesuai dengan peruntukan tersebut. d. Sektor Ruang Terbuka Hijau Pelaksanaan dan pencadangan serta pengamanan ruang terbuka hijau sepanjang kali dan pemanfaatannya untuk taman dan hortikultura yang dapat dinikmati masyarakat. Pengadaan penghijauan maksimum pada pekarangan-pekarangan individu melalui program penyuluhan pembinaan. Pengadaan penghijauan maksimum pada ROW (lebar badan jalan) arteri dan kolektor. e. Sektor Transportasi Peningkatan dan pembangunan jalan arteri dan kolektor arah timur barat ataupun utara selatan. Pengembangan jaringan jalan kolektor pada setiap kelurahan dengan memperhatikan kualitas dan kapasitas. f. Sektor Fasilitas Umum Pengembangan dan peningkatan fasilitas umum, baik kuantitas maupun kualitas. Pembangunan secara vertikal dan penggabungan kegiatan sejenis dalam satu bangunan sebagai upaya untuk mengatasi keterbatasan lahan. g. Sektor Utilitas Umum Penambahan gardu-gardu listrik dan penambahan/peningkatan jaringan pelayanan listrik serta lampu-lampu penerangan jalan. Penambahan telepon umum pada lokasi-lokasi strategis. Koordinasi terpadu antara PLN, Telkom dan Pemda DKI Jakarta dalam perencanaan dan pelaksanaan pengadaan instalasi listrik, telepon dan gas. h. Sektor Air Minum dan Sumber Air Bersih Penambahan/pemperluasan jaringan air bersih dan peningkatan kualitas jaringan pipa pipa induk dan distribusi. Penganjuran pengurangan penggunaan air tanah guna mengatasi penurunan muka air tanah dan intruisi air laut.
i.

Pembatasan kegiatan industri dengan hanya pada kegiatan industri rumahan dan merelokasi

Penambahan hydrant umum

Sektor Drainase dan Pengendalian Banjir.

Pelaksanaan normalisasi sungai dan saluran drainase serta mengamankan tepian sungai dari kegiatan yang dapat menganggu fungsi sungai (pengamanan terhadap bangunan liar dan pembuangan sampah). Pelaksanaan pembangunan/peremajaan drainase makro dan mikro ke dalam sistem pengendalian banjir makro. j. Sektor Sanitasi dan Sampah Bagian Ketiga Rencana Struktur Ruang Wilayah Kecamatan Grogol Petamburan Umum Pasal 1026 (1) Rencana struktur ruang wilayah provinsi dijabarkan kedalam struktur ruang wilayah Kecamatan Grogol Petamburan, yang meliputi sistem pusat kegiatan dan sistem prasarana wilayah; (2) Rencana pengembangan sistem pusat kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diwujudkan berdasarkan : a. b. c. d. a. b. c. d. e. f. g. Sistem pusat kegiatan primer; Sistem pusat sekunder; Sistem pusat kegiatan tersier; dan Sistem pusat kegiatan sub tersier. Prasarana transportasi, Prasarana sumber daya air bersih, Prasarana pengendalian drainase, Prasarana sanitasi limbah, Prasarana persampahan, Prasarana energi listrik, dan Prasarana telekomunikasi. Sistem Pusat Kegiatan Wilayah Kecamatan Grogol Petamburan Pasal 1027 (1) Pengembangan pusat-pusat kegiatan Kecamatan Grogol Petamburan diwujudkan dalam bentuk Sistem Pusat Kegiatan Primer, Sistem Pusat Kegiatan Sekunder, Sistem Pusat Kegiatan Tersier, dan Sistem Pusat Kegiatan Sub Tersier ; (2) Pengembangan Sistem Pusat Kegiatan Primer sebagaimana dimaksud pada pasal 7 ayat (2) huruf a, meliputi: a. b. c. d. Universitas Tarumanegara dan Trisakti dengan kegiatan pelayanan pendidikan. Mall Ciputra, Mall Taman Anggrek dan Podomoro City dengan kegiatan pelayanan perdagangan Terminal bus Grogol dengan kegiatan jasa pelayanan transportasi. Rumah Sakit.Jiwa Grogol dan Rumah Sakit.Royal Taruma dengan kegiatan Pelayanan

Pengadaan septick tank kelompok pada lokasi-lokasi permukiman yang dihuni oleh penduduk yang
berpenghasilan rendah. Sistem perencanaan yang dipakai yaitu perencanaan yang diintegrasikan terhadap sistem sewerage. Peningkatan kondisi MCK yang ada serta pengadaan baru sesuai kebutuhan lingkungan permukiman padat. Pengelolaan sampah dengan menyediakan container dan dipo-dipo sampah sesuai kebutuhan. (3) Kebijakan Pengendalian Lingkungan Kecamatan Grogol Petamburan; a. Pemeliharaan lingkungan guna mempertahankan ekosistem dan kelestarian lingkungan alam. b. Pengendalian dan pengelolaan lingkungan hidup serta peraturan tentang adanya penetapan AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan). Pasal 1024 Strategi penataan ruang Kecamatan Grogol Petamburan, adalah: a. Peningkatan peran dan fungsi serta menata pusat-pusat kegiatan yang sudah berkembang. b. Perbaikan dan perencanaan kawasan-kawasan yang cenderung kumuh dengan membangun rumah susun beserta fasilitas-fasilitasnya. c. Mempertahankan RTH yang sudah ada dan mengembalikan fungsi RTH khususnya di bantaran sungai, pinggiran Jalan Rel kereta api yang dijadikan permukiman kumuh. d. Perwujudan pembangunan sarana dan prasarana yang mampu meningkatkankapasitas perdagangan dan jasa . e. Perwujudan pembangunan jalan lingkungan di dalam lingkungan yang telah berkembang guna menyediakan ruang perumahan kota yang dapat menampung perkembangan penduduk. Bagian Kedua Persebaran Penduduk Wilayah Kecamatan Grogol Petamburan Pasal 1025 Jumlah penduduk di Kecamatan Grogol Petamburan sampai pada tahun 2030 dibatasi sebanyak-banyaknya 286.462Jiwa.

(3) Rencana sistem prasarana wilayah sebagaimana dimaksud ayat (1) meliputi

dan Jasa.

Kesehatan.

(3)

Pengembangan Sistem Pusat Kegiatan Sekunder sebagaimana dimaksud pada pasal 7 ayat (2) huruf b, meliputi: a. RS.Sumber Waras dengan kegiatan pelayanan kesehatan. b. Roxy Square dengan kegiatan pelayanan perdagangan dan jasa. c. Universitas Trisakti (Fakultas Kedokteran Gigi) dengan kegiatan pelayanan pendidikan.

Pasal 1030 Pengembangan Prasarana sumber daya air bersih di wilayah Kecamatan Grogol Petamburan meliputi :

a. Kebutuhan air bersih untuk tahun 2030 di Kecamatan Grogol Petamburan tahun 2030 adalah sebesar
50.130,92 liter/hari;

(4)

Pengembangan Sistem Pusat Kegiatan Tersier sebagaimana dimaksud pada pasal 7 ayat (2) huruf c, meliputi: a. Kantor Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Barat dengan kegiatan pelayanan kebencanaan b. Ukrida dan BPK Penabur dengan kegiatan pelayanan pendidikan c. Pusat Perkantoran Sentra Latumenten dengan kegiatan pelayanan perdagangan dan jasa

b. Rencana pengembangan jaringan air bersih yang terdapat di sepanjang Jalan S. Parman, Latumenten,
Jalan Tubagus Angke, Jalan Daan Mogot, Kyai Tapa, Jalan Tomang Raya. Prasarana Pengendalian Drainase Pasal 1031 Pengembangan prasarana pengendalian drainase di Kecamatan Grogol Petamburan, meliputi : Melaksanakan normalisasi sepanjang aliran sungai dan mengamankan sungai dari kegiatan yang dapat Penataan kembali garis sempadan sungai (GSS) sejalan dengan penataan sungai menurut fungsinya Peningkatan dan pengembangan fungsi situ-situ sebagai lokasi tempat penampungan air di Kelurahan Pengerukan sampah di sepanjang kali yang bisa menimbulkan banjir. Prasarana Sanitasi Limbah Wilayah Kecamatan Grogol Petamburan Pasal 1032 Pengembangan prasarana sanitasi di Kecamatan Grogol Petamburan, meliputi: a. Pengembangan sistem pembuangan air limbah secara sistem on-site b. Peningkatan pelayanan pipa pembuangan air limbah di setiap kelurahan-kelurahan yang padat penduduk menggangu fungsinya (Pengamanan terhadap bangunan liar dan pembuangan sampah); yaitu sebagai pengendali banjir, drainase dan penggelontor; Grogol dan Tanjung Duren Utara;

(5)

Pengembangan Sistem Pusat Kegiatan Sub Tersier sebagaimana dimaksud pada pasal 7 ayat (2) huruf d, meliputi: a. Pasar Tomang Barat, Pasar Grogol dan Pasar Wijaya Kusuma dengan kegiatan pelayanan perdagangan dan jasa. b. Kantor Kecamatan Grogol Petamburan dengan kegiatan pelayanan pemerintahan. c. YP Pendidikan Yadika, SMPN 89, Madrasah Aliyah Al Isra dengan kegiatan pelayanan pendidikan.

(6)

Rencana pengembangan Sistem Pusat Kegiatan di wilayah Kecamatan Grogol Petamburan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), tercantum pada Lampiran Gambar 5.1 Peraturan Daerah ini. Sistem Prasarana Wilayah Kecamatan Grogol Petamburan Pasal 1028

Sistem prasarana meliputi prasarana transportasi, prasarana sumber daya air bersih, prasarana pengendalian drainase, prasarana sanitasi limbah, prasarana persampahan, prasarana energi listrik, dan prasarana telekomunikasi. Prasarana Transportasi Wilayah Kecamatan Grogol Petamburan Pasal 1029 (1) (2) Rencana pengembangan prasarana transportasi di Kecamatan Grogol Petamburan, meliputi jaringan jalan arteri dan kolektor; Rencana Pengembangan jalan arteri dan kolektor sebagaimana di maksud pada ayat (1) meliputi;

Prasarana Persampahan Wilayah Kecamatan Grogol Petamburan Pasal 1033 Pengembangan prasarana persampahan di wilayah Kecamatan Grogol Petamburan, meliputi:

a.
b. kelurahan;

Pengembangan penggunaan teknologi pengolahan sampah dengan Pembangunan lokasi penampungan sampah (LPS) sementara pada setiap

a.

Rencana Peningkatan jalan arteri, Kecamatan Grogol Petamburan pada Jalan S. Parman, Jalan

menggunakan incinerator yang ditempatkan pada kawasan-kawasan tertentu;

Prof. DR. Latumenten, Jalan Daan Mogot, Jalan Kyai Tapa, Jalan Tubagus Angke, Jalan Tanjung Duren Raya, Jalan Tanjung Duren Utara, Jalan Arjuna Utara, Jalan Tomang Raya.

b.

Rencana peningkatan jalan kolektor, Kecamatan Grogol Petamburan meliputi Jalan Tanjung

c.

Program pemilahan sampah sebelum dibuang ke lokasi pembuangan

Duren Timur, Jalan Jelambar Baru, Jalan Jelambar Selatan 2, Jalan Jelambar Utama 1, Jalan Jelambar Utama Sakti, Jalan Amanah, Jalan Indraloka 2, Jalan DR.Muwardi Raya, Jalan DR.Susilo Raya. Prasarana Sumber Daya Air Bersih Wilayah Kecamatan Grogol Petamburan

sampah (LPS) melalui pemilahan sampah organik (basah) dan non-organik (kering) akan memudahkan proses pembuatan kompos sebelum dibakar di dalam incinerator; d. Pengembangan prasarana sampah bahan berbahaya dan beracun (B3) dengan penggunaan teknologi tepat guna;

e.
f. g.

Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah dengan Peningkatan mutu, kapasitas dan jumlah armada sampah yang dapat Pencegahan dan penindakan tegas pembuangan sampah ke sungai dan

b. a. b. c.

Kawasan sempadan sungai dan kanal. Kawasan Perdagangan dan Jasa; Kawasan Permukiman; Kawasan Perindustrian dan Pergudangan.

penerapan konsep 3R (reduced, reused, recycling); masuk ke lingkungan padat penduduk; saluran, serta mencegah tumbuhnya perumahan liar dan bedeng di sepanjang tepi sungai.

(3). Rencana pengembangan kawasan budidaya, sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, meliputi:

(4). Rencana pola ruang wilayah Kecamatan Grogol Petamburan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), tercantum dalam Lampiran Gambar 5.2 Peraturan Daerah ini.

Prasarana Energi Listrik Pasal 1034 Paragraf Pengembangan prasarana energi di wilayah Kecamatan Grogol Petamburan, meliputi: a. Peningkatan kebutuhan listrik untuk rumah susun sewa (Rusunawa) ; Peruntukan Ruang untuk Fungsi Lindung (Kawasan Lindung) Kawasan Resapan Air Pasal 1037 (1) (2) Prasarana Telekomunikasi Pasal 1035 Pengembangan prasarana Telekomunikasi dan informatika di Kecamatan Grogol Petamburan, meliputi: a. b. c. lingkungan. Bagian Keempat Rencana Pola Ruang Wilayah Kecamatan Grogol Petamburan Umum Pasal 1036 (1). Rencana pola ruang Kecamatan Grogol Petamburan, terdiri atas: a. Peruntukan ruang untuk fungsi lindung/kawasan lindung, dan b. Peruntukan ruang untuk fungsi budidaya/kawasan budidaya. (2). Rencana pengembangan kawasan lindung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, meliputi : a. Kawasan resapan air; Pengembangan kawasan perdagangan dan jasa, meliputi : a. Pengembangan sentra sentra Pengembangan sentra jasa/komersil di prioritaskan pada persimpangan Grogol dan sekitarnya yang merupakan pusat sentra kegiatan di Kecamatan Grogol Petamburan Kawasan Perdagangan dan Jasa Pasal 1039 Pengembangan sistem pelayanan telekomunikasi melalui penerapan teknologi telekomunikasi Pembangunan jaringan telekomunikasi baru pada kawasan pemukiman padat, dengan tujuan (3) (4) Pengembangan jaringan telekomunikasi yang aman dan menyesuaikan dengan estetika (1) (2) Kawasan sempadan sungai meliputi Kali Grogol, Kali Angke, Kali Banjir Kanal Barat. Kawasan sempadan sungai ditentukan sekurang-kurangnya 100 meter di kiri kanan sungai besar dan 50 meter di kiri kanan anak sungai yang berada di luar permukiman; Kawasan permukiman berupa sempadan sungai yang diperkirakan cukup untuk dibangun jalan inspeksi antara 10 15 meter; kawasan sekitar danau danau tidak boleh ada permukiman di sekitarnya. Paragraf Peruntukan Ruang Untuk Fungsi Budidaya (Kawasan Budidaya) Wilayah Kecamatan Grogol Petamburan yang memadai; untuk memfasilitasi masyarakat dalam melakukan aktifitas bersosial; Kawasan Sempadan Sungai dan Kanal Pasal 1038 Penanaman dan pemeliharaan pohon dan tanaman pada lahan pemakaman yang berfungsi sebagai peneduh dan membantu peresapan air; Perluasan kawasan resapan air melalui penambahan ruang terbuka hijau.

b. Peningkatan pembangunan sistem jaringan listrik yang aman untuk kawasan perumahan terutama
mencakup kawasan pemukiman padat; c. Peningkatan kebutuhan listrik akibat pertambahan penduduk dan kegiatan; d. Penataan sistem jaringan listrik yang ada ; e. Perbaikan pada sistem jaringan listrik.

b. Pengembangan Ribbon Pengembangan jasa/komersil di sepanjang Jalan Letjend S. Parman, Jalan Prof. DR. Latumenten, Jalan Daan Mogot, Jalan Kyai Tapa Pengembangan jasa/perkantoran dan campuran di sepanjang Jalan Letjend. S. Parman, Jalan Daan Mogot (1) Pengembangan fasilitas pendidikan diutamakan untuk fasilitas pendidikan yang masih kurang dan diperlukan penambahan lahan dan bangunan fasilitas pendidikan; (2) Pengembangan fasilitas pendidikan di Kecamatan Grogol Petamburan diarahkan untuk tingkat pendidikan dasar (TK, SD, SMP, SMA); (3) Peningkatan kualitas sarana dan prasarana fasilitas pendidikan.

Kawasan Permukiman Pasal 1040 Penataan permukiman direncanakan menyebar di seluruh wilayah Kecamatan Grogol Petamburan dalam bentuk vertikal atau apartemen dan landed house dengan memperhatikan kebutuhan perumahan penduduk Kecamatan Grogol Petamburan dimasa yang akan datang dengan memperhitungkan kecenderungan perkembangan dan aksesbilitas., meliputi : a. Rencana pengembangan kawasan perumahan kepadatan tinggi dan sedang di wilayah Kelurahan Tanjung Duren Utara, Kelurahan Tanjung Duren Selatan, Kelurahan Tomang, Kelurahan Jelambar, Kelurahan Jelambar Baru, Kelurahan Wijaya Kusuma; b. Rencana pengembangan kawasan perumahan susun di Jalan Amanah (Kelurahan Wijaya Kusuma), Jalan Jelambar Selatan 2 dan JalanProf.DR.Latumenten.

Fasilitas Kesehatan Pasal 1044 (1) Pengembangan fasilitas kesehatan diperlukan penambahan yang disesuaikan dengan jumlah kebutuhan yang direncanakan; (2) Pengembangan fasilitas kesehatan berupa penambahan jumlah fasilitas kesehatan yang terdiri dari balai pengobatan, puskesmas, rumah bersalin, rumah sakit ibu dan anak serta apotik; (3) Peningkatan kualitas sarana dan prasarana fasilitas kesehatan. Fasilitas Peribadatan Pasal 1045 (1) Pengembangan fasilitas peribadatan disesuaikan dengan jumlah kebutuhan yang direncanakan;

Kawasan Perindustrian dan Pergudangan Pasal 1041

(2) Peningkatan kualitas sarana dan prasarana fasilitas peribadatan. Fasilitas Olahraga

Pengembangan kawasan perindustrian dan pergudangan, meliputi : a. Tidak ada rencana pengembangan kawasan perindustrian dan pergudangan; b. Merelokasi kawasan perindustrian dan pergudangan yang sudah ada, ke tempat yang lebih sesuai di luar wilayah Kecamatan Grogol Petamburan. Bagian Kelima Pengembangan Fasilitas Umum dan Sosial Pasal 1042 Pengembangan fasilitas umum dan sosial sebagai upaya penanganan pemenuhan kebutuhan penduduk Kecamatan Grogol Petamburan yang terdiri dari fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, fasilitas peribadatan, dan fasilitas olah raga. Fasilitas Pendidikan Pasal 1043

Pasal 1046 Peningkatan kualitas sarana dan prasarana fasilitas olahraga, berupa tempat bermain, taman dan lapangan serba guna. Bagian Keenam Arahan Pemanfaatan Ruang Wilayah Kecamatan Grogol Petamburan Pasal 1047 (1) Arahan pemanfaatan ruang Kecamatan Grogol Petamburan dilaksanakan berdasarkan arahan pemanfaatan ruang wilayah Provinsi DKI Jakarta, meliputi : a. b. c. Penyusunan program utama; Penentuan lokasi; Sumber pendanaan;

d. e.

Instansi pelaksana; dan Waktu pelaksanaannya.

(1) Kriteria umum pemanfataan ruang merupakan ketentuan kesesuaian peruntukan, norma, serta standar sarana dan prasarana yang harus disediakan untuk masing-masing zona pemanfaatan ruang yang ada pada peraturan ini; (2) Kriteria umum pemanfaatan ruang sebagaimana dimaksud ayat (1) ditetapkan guna menjamin pemanfaatan ruang yang dapat mencapai standar kualitas minimum untuk kesehatan, keamanan, dan keselamatan; (3) Kriteria umum pemanfaatan ruang sebagaimana dimaksud ayat (1) tercantum dalam Tabel Lampiran I Peraturan Daerah ini.

(2) Arahan pemanfaatan ruang Kecamatan Grogol Petamburan, sebagaimana yang dimaksud pasal 1047
ayat 1, dapat dilihat dalam Lampiran Peraturan Daerah Ini.

Bagian Ketujuh Arahan Pengendalian Pemanfaatan Ruang Wilayah Kecamatan Grogol Petamburan Umum Pasal 1048 (1) Ketentuan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah Kecamatan Grogol Petamburan meliputi arahan peraturan zonasi, arahan perijinan, arahan insentif dan disinsentif, serta arahan sanksi. (2) Pengendalian pemanfaatan ruang wilayah Kecamatan Grogol Petamburan sebagaimana dimaksud ayat (1) akan ditetapkan dengan mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bagian Kedelapan Arahan Peraturan Zonasi Paragraf Umum Pasal 1049 (1) Arahan peraturan zonasi sebagaimana dimaksud Pasal 30 ayat (1) berisi ketentuan yang harus, boleh, dan tidak boleh dilaksanakan pada zona pemanfaatan ruang yang ada pada perda ini; (2) Arahan peraturan zonasi Provinsi DKI Jakarta meliputi pengaturan pemanfaatan ruang dan pengaturan unsur-unsur pengendalian yang disusun untuk setiap zona peruntukan ruang, yaitu: a. Kriteria umum pemanfaatan ruang; dan b. Arahan intensitas pemanfaatan ruang. (1) Perizinan sebagaimana dimaksud dalam pasal 33 ayat (1) adalah perizinan yang terkait dengan izin Paragraf Kriteria Umum Pemanfaatan Ruang Pasal 1050 pemanfaatan ruang yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan dikeluarkan oleh pemerintah dan/atau pemerintah daerah harus dimiliki sebelum pelaksanaan pemanfaatan ruang; (2) Ijin pemanfaatan ruang sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah ijin yang berkaitan dengan lokasi, kualitas ruang, dan tata bangunan yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan, hukum adat dan kebiasaan yang berlaku. (3) Prinsip dasar penerapan mekanisme perijinan dalam pemanfaatan ruang adalah sebagai berikut : Bagian Kesepuluh Arahan Perijinan Pasal 1052 Arahan rencana intensitas pemanfaatan ruang Kecamatan Grogol Petamburan, meliputi : a. Nilai KLB rata-rata 1,0 di arahkan pada kawasan permukiman, kawasan permukiman KDB rendah, kawasan bangunan umum, bangunan umum KDB rendah, Kawasan campuran, dan kawasan industri/pergudangan; b. Nilai KLB rata-rata 2,0 di arahkan pada kawasan permukiman, kawasan permukiman KDB rendah, kawasan c. bangunan umum, bangunan umum KDB rendah, Kawasan campuran, dan kawasan industri/pergudangan; Nilai KLB rata-rata 3,0 di arahkan pada kawasan permukiman, kawasan permukiman KDB rendah, kawasan bangunan umum, bangunan umum KDB rendah, dan Kawasan campuran; d. Nilai KLB rata-rata 4,0 di arahkan pada kawasan permukiman, kawasan permukiman KDB rendah, kawasan bangunan umum, bangunan umum KDB rendah, dan Kawasan campuran; e. Nilai KLB lebih besar dari 5,0 sampai dengan 10,0 diarahkan pada kawasan Sentra Primer Baru Barat; Bagian Kesembilan Arahan Intensitas Pemanfaatan Ruang Pasal 1051

a. b. c.

Setiap kegiatan dan pembangunan yang berpeluang menimbulkan gangguan bagi kepentingan Pasal 1056 (1) Sedangkan disinsentif sebagaimana dimaksud merupakan perangkat untuk mencegah, membatasi pertumbuhan, atau mengurangi kegiatan yang tidak sejalan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah dan kegiatannya menimbulkan dampak negatif perkotaan. (2) Pemberian disinsentif untuk mencegah, membatasi pertumbuhan, dan/atau mengurangi kegiatan yang tidak sejalan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah dan diberlakukan yaitu dengan cara: Pasal 1053 a. b. c. d. e. Pemberian sanksi dan bahkan pengenaan denda kepada pelanggar aturan-aturan dan arahan Mempersulit pengurusan administrasi dan bahkan penolakan usulan pemanfaatan ruang yang Pada kawasan-kawasan terbangun yang tidak sesuai dengan arahan dalam Rencana Tata Pengenaan pajak yang tinggi yang disesuaikan dengan besarnya biaya yang dibutuhkan untuk Pembatasan penyediaan infrastruktur, pengenaan kompensasi, dan penalti. Pasal 1057 Pasal 1054 (1) Prioritas pemberian insentif diarahkan pada penyediaan dan penambahan RTH, penanggulangan banjir, upaya mengatasi masalah kemacetan lalu lintas serta upaya pelestarian bangunan cagar budaya. (2) Prioritas pengenaan disinsentif diarahkan pada kegiatan pembangunan yang merubah bentang alam yang berdampak negatif pada lingkungan di sekitarnya, meningkatkan bangkitan lalu lintas di atas kapasitas jaringan jalan. Bagian Kesebelas Arahan Insentif dan Disinsentif Pasal 1055 (3) Seluruh bentuk kewajiban yang dikenakan kepada pengembang suatu lahan atau kawasan dikonversikan ke dalam penyediaan dan pembangunan lahan bagi ruang terbuka hijau. (4) Besaran luas lahan RTH yang wajib disediakan diatur berdasarkan zona kawasan. Bagian Keduabelas Sanksi Pasal 1058 Setiap orang yang melakukan pelanggaran terhadap ketentuan-ketentuan dalam Peraturan Daerah ini dapat dikenakan sanksi pidana dan/atau sanksi administrasi sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Bagian Ketigabelas Keringanan pajak, pemberian kompensasi, subsidi silang, imbalan, sewa ruang, dan urun saham. Pembangunan serta pengadaan infrastruktur. Kemudahan prosedur perizinan. Pemberian penghargaan kepada masyarakat, swasta dan/atau pemerintah daerah. Penyidikan Pasal 1059 dalam Rencana Tata Ruang Wilayah. Setiap kegiatan dan pembangunan harus memohon ijin dari pemerintah setempat yang akan Setiap permohonan pembangunan yang tidak sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah

umum, pada dasarnya dilarang kecuali dengan ijin dari pemerintah provinsi/kota. memeriksa kesesuaiannya dengan rencana, serta standar administrasi legal. harus melalui pengkajian mendalam untuk menjamin bahwa manfaatnya jauh lebih besar dari kerugiannya bagi semua pihak terkait sebelum dapat diberikan ijin.

Perijinan yang dikenakan pada kegiatan dan pembangunan di Provinsi DKI Jakarta, terdiri dari 5 (lima) jenis, yaitu : a. b. c. d. e. Perijinan kegiatan/lisensi (SIUP, TDP). Perijinan pemanfaatan ruang dan bangunan (Ijin Lokasi, Ijin Peruntukan Penggunaan Tanah/IPPT, Ijin Penggunaan Bangunan/IPB). Perijinan konstruksi (Ijin Mendirikan Bangunan/IMB). Perijinan lingkungan (Amdal, yang terdiri dari Analisis Dampak Lingkungan, Rencana Pemantauan Lingkungan dan Rencana Pengelolaan Lingkungan; Ijin Gangguan/HO). Perijinan khusus (pengambilan air tanah).

tidak sesuai dengan arahan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah. Ruang Wilayah diberlakukan pengawasan dan pengendalian yang ketat. mengatasi dampak yang ditimbulkan akibat pemanfaatan ruang.

Perizinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 dilaksanakan oleh Gubernur, melalui satuan kerja perangkat daerah yang berwenang.

(1) Ketentuan insentif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 merupakan perangkat atau upaya untuk memberikan imbalan terhadap pelaksanaan kegiatan yang sejalan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi DKI Jakarta, serta memberikan kontribusi dalam membantu pemecahan masalah perkotaan. (2) Pemberian insentif sebagaimana diatur dalam ayat (1) diberlakukan dengan cara: a. b. lindung. c. d. e. f. Kemudahan-kemudahan dalam pengurusan ijin dan pengurusan administrasi lainnya untuk Bantuan pada pemanfaatan lahan yang sifatnya mengkonservasi lahan pada kawasan-kawasan pemanfaatan ruang yang sesuai dengan arahan-arahan dalam rencana tata ruang wilayah.

(1).

Selain pejabat penyidik Kepolisian Negara Republik Indonesia, Pejabat Pegawai Negeri

b. Pemenuhan kebutuhan perumahan dengan membangun rumah susun sederhana sewa tingkat tinggi yang mengacu pada Peraturan Menteri PU No. 5 tahun 2007. c. Peningkatan kondisi dan kapasitas jaringan jalan regional yang berguna memantapkan fungsi Kecamatan Palmerah sebagai salah satu pusat pergerakan Kotamadya Jakarta Barat dan Tangerang. d. Pewujudan Kecamatan Palmerah sebagai kawasan pendukung kelengkapan fasilitas dan utilitas di Jakarta Barat. e. Peningkatan pelayanan sarana jalan dengan pelebaran jalan-jalan utama. f. Pewujudan pembangunan dan pengembangan Kecamatan Palmerah yang berpihak pada kepentingan masyarakat, dengan memposisikan peran masyarakat sebagai pemrakarsa pembangunan, g. Pemanfaatan peluang dan mampu menempatkan kendala pengembangan sebagai komponen modal dasar pengembangan dan pembangunan Kecamatan Palmerah guna mewujudkan kehidupan yang lebih baik. Paragraf Kebijakan dan Strategi Penataan Ruang Wilayah Kecamatan Palmerah Pasal 1061 (1) Kebijakan Kawasan Lindung Kecamatan Palmerah, (2) Kebijakan Kawasan Budidaya Kecamatan Palmerah, a. Sektor Perumahan Penerapan penggunaan campuran dalam rangka mengintesifkan penggunaan lahan dan Program perbaikan lingkungan dan permajaan lingkungan pada kawasan kumuh Pembangunan rumah susun sederhana untuk memenuhi kebutuhan perumahan Sektor Perdagangan dan Jasa

Sipil di Lingkungan Pemerintah Daerah yang lingkup tugas dan tanggungjawabnya di bidang penataan ruang diberi wewenang khusus sebagai penyidik untuk melakukan penyidikan terhadap pelanggaran Peraturan Daerah ini. (2). a. b. Wewenang penyidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah: Melakukan pemeriksaan atas kebenaran laporan atau keterangan berkenaan dengan tindakan Menerima, mencari, mengumpulkan dan meneliti keterangan atau laporan berkenaan dengan pidana di dalam peraturan daerah ini; pelanggaran pidana dalam Peraturan Daerah ini, agar keterangan atau laporan tersebut menjadi lebih lengkap dan jelas; c. d. e. f. g. h. i. Meneliti, mencari, dan mengumpulkan keterangan mengenai Orang Pribadi atau Badan tentang Meminta keterangan dan bahan bukti dari Orang Pribadi atau Badan sehubungan dengan Memeriksa buku-buku, catatan-catatan, dan dokumen-dokumen berkenan dengan adanya Melakukan penggeledahan untuk mendapatkan bahan bukti pembukuan, pencatatan, dan Meminta bantuan tenaga ahli dalam rangka pelaksanaan tugas penyidikan terhadap pelanggaran; Pejabat penyidik pegawai negeri sipil, memberitahukan dimulainya penyidikan dan hasil Pejabat Penyidik Pegawai Negeri Sipil menyampaikan hasil penyidikan kepada Penuntut Umum kebenaran perbuatan yang dilakukan sehubungan dengan adanya pelanggaran; pelanggaran; tindakan pelanggaran; dokumen lain, serta melakukan penyitaan terhadap bahan bukti tersebut;

penyidikan kepada pejabat penyidik Kepolisian Negara Republik Indonesia; dan melalui Pejabat Penyidik Kepolisian Negara Republik Indonesia. b. BAB XXXVIII RENCANA RINCI TATA RUANG WILAYAH KECAMATAN PALMERAH Bagian Kesatu Tujuan, Kebijakan dan Strategi Penataan Ruang Wilayah Kecamatan Palmerah Paragraf Tujuan Penataan Ruang Wilayah Kecamatan Palmerah Pasal 1060 Untuk mewujudkan tujuan penataan ruang wilayah Kecamatan Palmerah, maka tujuan pengembangan Tata Ruang Wilayah Kecamatan Palmerah adalah: a. Penyiapan dan mengarahkan Kecamatan Palmerah sebagai pusat perdagangan dan jasa Provinsi DKI Jakarta dan sebagai pusat perdagangan dan jasa Kotamadya Jakarta Barat dengan membangun sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan perdagangan dan jasa. f. e. c.

bangunan, baik secara vertikal maupun horisontal

Pembatasan sistem ribbon, kecuali yang mengalami peningkatan fungsi dan kualitas dengan Pengembangan sentra sentra lokal dilakukan untuk mengurangi kemacetan lalu lintas Program perbaikan lingkungan dan peremajaan lingkungan pada wilayah yang cukup padat. Sektor Industri Kegiatan industri dibatasi pada kegiatan industri skala kecil (home industry); Sektor Transportasi Peningkatan dan pembangunan jalan arteri dan kolektor arah timur barat ataupun utara Pengembangan jaringan jalan kolektor pada setiap kelurahan dengan memperhatikan kualitas Sektor Fasilitas Umum dan Fasilitas Sosial

memperhatikan kelancaran arus lalu lintas dan penyediaan tempat parkir

d.

selatan; dan kapasitas; Pengembangan dan peningkatan fasilitas umum, baik kuantitas maupun kualitas Pengembangan fasilitas umum dan fasilitas sosial secara vertikal. Sektor Drainase dan Pengendalian Banjir Normalisasi sungai dan saluran drainase

g.

Pembangunan dan peremajaan drainase ke dalam sistem pengendalian banjir Sektor Air Minum dan Sumber Air Bersih Peningkatan kualitas jaringan pipa pipa induk dan distribusi air bersih Pembatasan penggunaan air tanah Penambahan hydrant umum Penetapan Kawasan Strategis Kecamatan Palmerah berdasarkan nilai strategis dari

Jumlah penduduk di Kecamatan Palmerah sampai pada tahun 2030 dibatasi sebanyak-banyaknya 269.057 Jiwa, dengan kepadatan penduduk sebesar 252 jiwa/ha. Bagian Ketiga Rencana Struktur Ruang Wilayah Kecamatan Palmerah Umum Pasal 1064 (1) Rencana struktur ruang wilayah provinsi dijabarkan kedalam struktur ruang wilayah Kecamatan Palmerah, yang meliputi sistem pusat kegiatan dan sistem prasarana wilayah; (2) Rencana pengembangan sistem pusat kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diwujudkan berdasarkan : a. b. c. d. ekosistem dan Sistem pusat kegiatan primer; Sistem pusat sekunder; Sistem pusat kegiatan tersier; dan Sistem pusat kegiatan sub tersier Prasarana transportasi, Prasarana sumber daya air bersih, Prasarana pengendalian drainase, Prasarana sanitasi limbah, Prasarana persampahan, Prasarana energi listrik, dan Prasarana telekomunikasi. Sistem Pusat Kegiatan Wilayah Kecamatan Palmerah Pasal 1065 (1) Rencana pengembangan pusat-pusat kegiatan Kota Administrasi Jakarta Barat diwujudkan dalam bentuk Sistem Pusat Kegiatan Tersier dan Pusat Kegiatan Sub Tersier; (2) Rencana pengembangan Sistem Pusat Kegiatan Tersier Kecamatan Palmerah sebagaimana dimaksud pada Pasal 6 ayat (2) huruf c, terdapat pada lokasi Menara Penisula dan Gedung BCA; (3) Rencana pengembangan Sistem Pusat Kegiatan Sub Tersier Kecamatan Palmerah sebagaimana dimaksud pada Pasal 6 ayat (2) huruf d, terdapat pada lokasi Pasar Slipi, Kantor Polsek Palmerah dan Kantor Camat Palmerah; (4) Rencana pengembangan Sistem Pusat Kegiatan Tersier dan Pusat Kegiatan Subtersier di wilayah Kecamatan Palmerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1), tercantum pada Gambar . Lampiran. Peraturan Daerah ini.

(3) Kebijakan Kawasan Strategis Kecamatan Palmerah a. sudut kepentingan ekonomi yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi, yaitu merupakan aglomerasi berbagai kegiatan ekonomi yang memiliki : b. Potensi ekonomi cepat tumbuh; Sektor unggulan yang dapat menggerakan sektor ekonomi; Potensi ekspor; Dukungan jaringan prasarana dan fasilitas penunjang kegiatan ekonomi. Ditetapkan sebagai Kawasan yang memiliki nilai strategis dari sudut kepentingan

ekonomi yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Kecamatan Palmerah. (4) Kebijakan Pengendalian Lingkungan Kecamatan Palmerah ; a. b. Pemeliharaan lingkungan guna mempertahankan kelestarian lingkungan alam. Pengendalian dan pengelolaan lingkungan hidup serta peraturan tentang adanya penetapan AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan).

(3) Rencana sistem prasarana wilayah sebagaimana dimaksud ayat (1) meliputi a. b. c. d. e.

Pasal 1062 Strategi penataan ruang Kecamatan Palmerah, adalah: a. Meningkatkan peran dan fungsi serta menata pusat-pusat kegiatan yang sudah berkembang. b. Memperbaiki dan merencanakan kawasan-kawasan yang cenderung kumuh dengan membangun rumah susun beserta fasilitas-fasilitasnya. c. Mempertahankan RTH yang sudah ada dan mengembalikan fungsi RTH khususnya di bantaran Kali Grogol yang dijadikan permukiman kumuh. d. Merealisasikan pembangunan sarana dan prasarana yang mampu meningkatkan kapasitas perdagangan dan jasa . e. Merealisasikan pembangunan jalan lingkungan di dalam lingkungan yang telah berkembang guna menyediakan ruang perumahan kota yang dapat menampung perkembangan penduduk. Bagian Kedua Persebaran Penduduk Wilayah Kecamatan Palmerah Pasal 1063

f. g.

Sistem Prasarana Wilayah Kecamatan Palmerah Pasal 1066 Sistem prasarana meliputi prasarana transportasi, prasarana sumber daya air bersih, prasarana pengendalian drainase, prasarana sanitasi limbah, prasarana persampahan, prasarana energi listrik, dan prasarana telekomunikasi. Prasarana Transportasi Wilayah Kecamatan Palmerah Pasal 1067 (1) Rencana pengembangan prasarana transportasi di Kecamatan Palmerah, meliputi jaringan jalan arteri dan kolektor; (2) Rencana peningkatan jalan arteri sebagaimana di maksud pada ayat (1) meliputi pelebaran jalan pada lokasi Jalan S. Parman, Jalan Tomang Raya, Jalan KS. Tubun, Jalan Palmerah Utara, Jalan Palmerah Brata, l. Palmerah Tengah, Jalan Batusari, Jalan Kemanggisan Utama dan Jalan Rawa Belong; (3) Rencana peningkatan jalan kolektor Kecamatan Palmerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi pelebaran Jalan Kemanggisan Raya, Jalan Kota Bambu Utara dan Jalan Kota Bambu Selatan. Prasarana Sumber Daya Air Bersih Wilayah Kecamatan Palmerah Pasal 1068 Pengembangan Prasarana sumber daya air bersih di wilayah Kecamatan Palmerah meliputi : a. Perluasan jaringan pelayanan air bersih dan penyediaan hidran umum pada lokasi yang belum terlayani air bersih terutama permukiman padat penduduk; b. Pembatasan pengambilan air tanah dangkal di kawasan permukiman secara bertahap; c. Pelarangan pengambilan air tanah dalam terutama di zona kritis air tanah; d. Peningkatan peran serta masyarakat dalam menjaga kualitas sungai dan kanal. Prasarana Pengendalian Drainase Pasal 1069 Pengembangan prasarana pengendalian drainase di Kecamatan Palmerah, meliputi : a. Normalisasi sepanjang aliran sungai dan mengamankan sungai dari kegiatan yang dapat menggangu fungsinya pada lokasi saluran Kali Pesanggrahan dan Kali Grogol; b. Penataan kembali garis sempadan sungai (GSS) menurut fungsinya yaitu sebagai pengendali banjir, drainase dan penggelontor; c. Peningkatan dan pengembangan fungsi situ-situ sebagai lokasi tempat penampungan air; d. Pengerukan sampah di sepanjang kali yang bisa menimbulkan banjir;

Prasarana Sanitasi Limbah Wilayah Kecamatan Palmerah Pasal 1070 Pengembangan prasarana sanitasi di Kecamatan Palmerah, meliputi: a. Pengembangan sistem pembuangan air limbah secara sistem on-site. b. Peningkatan pelayanan pipa pembuangan air limbah disetiap kelurahan-kelurahan yang padat penduduk.

Prasarana Persampahan Wilayah Kecamatan Palmerah Pasal 1071 Pengembangan prasarana persampahan di wilayah Kecamatan Palmerah, meliputi:

a. Pengembangan penggunaan teknologi pengolahan sampah dengan menggunakan incinerator yang


ditempatkan pada kawasan-kawasan tertentu; b. Pembangunan lokasi penampungan sampah (LPS) sementara pada setiap kelurahan;

c. Program pemilahan sampah sebelum dibuang ke lokasi pembuangan sampah (LPS) melalui pemilahan
sampah organik (basah) dan non-organik (kering) akan memudahkan proses pembuatan kompos sebelum dibakar di dalam incinerator; d. Pengembangan prasarana sampah bahan berbahaya dan beracun (B3) dengan penggunaan teknologi tepat guna;

e. Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah dengan penerapan konsep 3R
(reduced, reused, recycling); f. Peningkatan mutu, kapasitas dan jumlah armada sampah yang dapat masuk ke lingkungan padat penduduk; g. Pencegahan dan penindakan tegas pembuangan sampah ke sungai dan saluran, serta mencegah tumbuhnya perumahan liar dan bedeng di sepanjang tepi sungai. Prasarana Energi Listrik Pasal 1072 Pengembangan prasarana energi di wilayah Kecamatan Palmerah, meliputi: a. b. c. d. e. f. Perbaikan jaringan listrik yang telah ada; Peningkatan daya transmisi yang sudah ada; Penindakan pencurian listrik; Penempatan gardu-gardu listrik secara terpadu dengan mempertimbangkan estetika lingkungan; Pengembangan Jaringan listrik mengikuti jaringan jalan; Pengamanan jaringan listrik pada kawasan perumahan padat. Prasarana Telekomunikasi Pasal 1073

e. Pengendalian penggunaan air tanah untuk mengurangi gejala penurunan tanah (Land Subsidence) yang
berpotensi menimbulkan genangan.

Kawasan sempadan sungai dan kanal Pengembangan prasarana telekomunikasi dan informatika di Kecamatan Palmerah, meliputi: a. b. Pengembangan sistem pelayanan telekomunikasi melalui penerapan teknologi (1) Pembangunan dan pemeliharaan jalur hijau di sempadan sungai dan kanal; (2) Pembangunan jalan inspeksi pada sungai-sungai utama untuk mengarahkan orientasi pembangunan fisik; (3) Peningkatan kapasitas sungai, kanal, saluran penghubung, dan saluran lingkungan melalui pengerukan; Pembangunan jaringan telekomunikasi baru pada kawasan pemukiman padat, telekomunikasi yang memadai; dengan tujuan untuk memfasilitasi masyarakat dalam melakukan aktifitas bersosial; Pasal 1076

c.
estetika lingkungan.

Pengembangan jaringan telekomunikasi yang aman dan menyesuaikan dengan

(4) Pembangunan fisik diarahkan menghadap sungai (river front development) untuk menjaga kapasitas
aliran sungai dan kanal.

Bagian Keempat Rencana Pola Ruang Wilayah Kecamatan Palmerah Umum Pasal 1074 (1). a. b. (2). a, meliputi : a. b. (3). huruf b, meliputi: a. b. c. d. (4). Ruang terbuka hijau lainnya; Kawasan perkantoran; Kawasan perdagangan; Kawasan Permukiman. Rencana pola ruang wilayah Kecamatan Palmerah sebagaimana dimaksud pada ayat Kawasan resapan air; Kawasan sempadan sungai dan kanal; Rencana pengembangan kawasan budidaya, sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Rencana pola ruang Kecamatan Palmerah, terdiri atas: Peruntukan ruang untuk fungsi lindung/kawasan lindung, dan Peruntukan ruang untuk fungsi budidaya/kawasan budidaya. Rencana pengembangan kawasan lindung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf

Paragraf Peruntukan Ruang Untuk Fungsi Budidaya (Kawasan Budidaya) Wilayah Kecamatan Palmerah Kawasan Ruang Terbuka Hijau Pasal 1077 Pengembangan kawasan terbuka hijau lainnya, meliputi: a. perumahan; b. c. d. e. f. g. Pengembangan jalur hijau diarahkan sepanjang Kali Grogol Penataan kawasan jalur hijau dan hutan kota seluas 3,91 ha dengan Penataan dan pemeliharaan taman seluas 16,13 Ha dengan prosentase Mempertahankan lahan pemakaman dan lapangan olahraga yang ada Penataan dan pemeliharaan kawasan pemakaman seluas 1,48 ha; Peruntukan lahan pada kawasan terbuka hijau publik tidak dapat diubah. Kawasan Perkantoran Pasal 1078 Pengembangan kawasan perkantoran, meliputi : a. Pengembangan pola ribbon di prioritaskan sepanjang Jalan Letjen S. Parman; b. Pengembangan dan penataan kawasan perkantoran KDB rendah seluas 6,53 ha yang berlokasi pada Kelurahan Kota Bambu Selatan, Kelurahan Palmerah, dah Kelurahan Slipi; c. Penataan dan pemeliharaan kawasan perkantoran seluas 62,57 ha dengan prosentase sebesar 11,15% dari luas Kecamatan Palmerah. Pengembangan ruang terbuka hijau diarahkan berupa jalur hijau tepi sungai, jalur hijau tepi jalan, pemakaman umum, lahan milik pemerintah dan sekitar taman lingkungan

prosentase sebesar 0,70% dari luas Kecamatan Palmerah; sebesar 2,88% dari luas Kecamatan Palmerah; seluas 2,80 ha, dengan prosentase sebesar 0,49% dari luas Kecamatan Palmerah;

(1), tercantum dalam Lampiran Gambar 5.4 Peraturan Daerah ini. Paragraf Peruntukan Ruang untuk Fungsi Lindung (Kawasan Lindung) Kawasan Resapan Air Pasal 1075 (1) Penanaman dan pemeliharaan pohon dan tanaman pada lahan pemakaman yang berfungsi sebagai peneduh dan membantu peresapan air; (2) Perluasan kawasan resapan air melalui penambahan ruang terbuka hijau.

Kawasan Perdagangan Pasal 1079

l. Pengembangan kawasan perdagangan, meliputi : a. Pengembangan pola sentra perdagangan di prioritaskan pada sentra perdagangan Pasar Slipi dan sekitarnya; prasarana yang memadai. m. n. o.

Pengembangan kawasan perumahan secara vertikal dan memperkecil

perpetakan untuk penyediaan perumahan golongan menengah-bawah yang dilengkapi dengan sarana dan Penyediaan fasilitas umum di kawasan-kawasan perumahan vertikal. Penetapan dan pengembangan luas kawasan permukiman vertical Penetapan dan pengembangan luas kawasan permukiman horizontal

b. Pengembangan pola ribbon di prioritaskan sepanjang Jalan Palmerah Barat, Jalan Rawa Belong, dan Jalan
KS Tubun; c. Penataan perdagangan KDB rendah di koridor Kali Grogol melalui program kali bersih (Prokasih) dengan orientasi sungai sebagai muka bangunan; d. Pengembangan perdagangan secara terpadu dengan pola sentra yang fungsinya terdiri dari perkantoran, perdagangan dan jasa; e. Pengembangan program perbaikan lingkungan pada kawasan yang terbangun dengan penyediaan dan/atau penambahan fasilitas penunjangnya beserta penghijauan yang lebih nyaman; f. Pembatasan kegiatan perdagangan. Kawasan Permukiman Pasal 1080 Penataan kawasan perumahan horisontal dan vertikal, meliputi :

direncanakan sebesar 342,43 ha dengan prosentase sebesar 62,19% dari luas Kecamatan Palmerah. direncanakan sebesar 6,78 ha dengan prosentase sebesar 1,21% dari luas Kecamatan Palmerah. Bagian Kelima Pengembangan Fasilitas Umum dan Sosial Pasal 1081 Pengembangan fasilitas umum dan sosial sebagai upaya penanganan pemenuhan kebutuhan penduduk Kecamatan Palmerah yang terdiri dari fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, fasilitas peribadatan, fasilitas olah raga dan fasilitas pengendalian bencana.

a.
Kelurahan Palmerah. b. kelurahan. c. d. e. f. g. h. i. j. Palmerah. k.

Perbaikan lingkungan pada daerah kumuh dengan mengembangkan ruang

Fasilitas Pendidikan Pasal 1082 (1) Pengembangan fasilitas pendidikan diutamakan untuk fasilitas pendidikan yang masih kurang dan diperlukan penambahan lahan dan bangunan fasilitas pendidikan; (2) Pengembangan fasilitas pendidikan di Kecamatan Palmerah diarahkan untuk tingkat pendidikan Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar dan SLTP; (3) Peningkatan kualitas sarana dan prasarana fasilitas pendidikan. Fasilitas Kesehatan Pasal 1083 (1) Pengembangan fasilitas kesehatan diperlukan penambahan yang disesuaikan dengan jumlah kebutuhan yang direncanakan; (2) Pengembangan fasilitas kesehatan berupa penambahan jumlah fasilitas kesehatan yang terdiri dari balai pengobatan, BKIA, rumah bersalin, tempat praktek dokter, puskesmas, dan apotik; (3) Peningkatan kualitas sarana dan prasarana fasilitas kesehatan.

terbuka hiijau yang berfungsi sosial, ekologis dan estetika terutama di kawasan sepanjang jalur Kali Grogol di Pemenuhan kebutuhan perumahan direncanakan menyebar di setiap Pengembangan kawasan permukiman berkepadatan sedang diarahkan Pengembangan kawasan permukiman berkepadatan tinggi direncanakan Penetapan fungsi perumahan pada kawasan mantap. Penyediaan fasilitas umum di kawasan-kawasan perumahan horisontal. Pengembangan kawasan perumahan KDB rendah di sekitar jalur Kali Pengembangan kawasan perumahan KDB rendah beserta fasilitasnya, Pengembangan kawasan campuran kecil pada daerah yang cenderung Pembangunan rumah susun di sekitar Kelurahan Slipi dan Kelurahan Pembangunan kawasan perumahan vertikal yang menjamin tersedianya

dengan persiapan dengan pembangunan kawasan permukiman berskala besar pada lahan kosong. melalui cara program dan perbaikan dan peningkatan kualitas lingkungan.

Grogol yang terletak di Kelurahan Kemanggisan. terutama pada pengembangan baru. berkembang menjadi daerah perdagangan dan jasa.

kawasan hijau yang berfungsi resapan, sosial dan estetika.

Fasilitas Peribadatan Pasal 1084 (1) Pengembangan fasilitas peribadatan disesuaikan dengan jumlah kebutuhan yang direncanakan;

(2) Peningkatan kualitas sarana dan prasarana fasilitas peribadatan. Fasilitas Olahraga Pasal 1085 Peningkatan kualitas sarana dan prasarana fasilitas olahraga, berupa tempat bermain, lapangan olahraga, taman dan lapangan serba guna.

Pasal 1088 (1) Ketentuan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah Kecamatan Palmerah meliputi arahan peraturan zonasi, arahan perijinan, arahan insentif dan disinsentif, serta arahan sanksi. (2) Pengendalian pemanfaatan ruang wilayah Kecamatan Palmerah sebagaimana dimaksud ayat (1) akan ditetapkan dengan mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bagian Kedelapan

Fasilitas Pengendalian Bencana Pasal 1086

Arahan Peraturan Zonasi Paragraf

Pengembangan prasarana pengendalian drainase di Kecamatan Palmerah, meliputi : a. b. c. d. e. Perbaikan daerah sempadan sungai melalui penghijauan. Peningkatan kapasitas danau dan sungai. Perbaikan saluran air yang tertutup perkerasan serta membuat saluran air baru pada lokasiSebaran distribusi sarana dan prasana kebakaran pada setiap kelurahan. Perbaikan lingkungan berupa pelebaran jalan lingkungan sehingga mempermudah evakuasi

Umum Pasal 1089 (1) Arahan peraturan zonasi sebagaimana dimaksud Pasal 30 ayat (1) berisi ketentuan yang harus, boleh, dan tidak boleh dilaksanakan pada zona pemanfaatan ruang yang ada pada perda ini. (2) Arahan peraturan zonasi Provinsi DKI Jakarta meliputi pengaturan pemanfaatan ruang dan pengaturan unsur-unsur pengendalian yang disusun untuk setiap zona peruntukan ruang, yaitu: a. Kriteria umum pemanfaatan ruang; dan b. Arahan intensitas pemanfaatan ruang.

lokasi yang belum memiliki saluran air.

ketika terjadi kebakaran. Bagian Keenam Arahan Pemanfaatan Ruang Wilayah Kecamatan Palmerah Pasal 1087 (1) Arahan pemanfaatan ruang Kecamatan Palmerah dilaksanakan berdasarkan arahan pemanfaatan ruang wilayah provinsi DKI Jakarta, meliputi : a. Penyusunan program utama; b. Penentuan lokasi; c. Sumber pendanaan; d. Instansi pelaksana; dan e. Waktu pelaksanaannya. b. c.

Paragraf Kriteria Umum Pemanfaatan Ruang Pasal 1090 a. Kriteria umum pemanfataan ruang merupakan ketentuan kesesuaian peruntukan, norma, serta standar sarana dan prasarana yang harus disediakan untuk masing-masing zona pemanfaatan ruang yang ada pada peraturan ini. Kriteria umum pemanfaatan ruang sebagaimana dimaksud ayat (1) ditetapkan guna menjamin pemanfaatan ruang yang dapat mencapai standar kualitas minimum untuk kesehatan, keamanan, dan keselamatan. Kriteria umum pemanfaatan ruang sebagaimana dimaksud ayat (1) tercantum dalam Tabel Lampiran I Peraturan Daerah ini.

(2) Arahan pemanfaatan ruang Kecamatan Palmerah, sebagaimana yang dimaksud pasal 1087 ayat 1, dapat
dilihat dalam Lampiran Peraturan Daerah Ini.

Bagian Ketujuh Arahan Pengendalian Pemanfaatan Ruang Wilayah Kecamatan Palmerah Umum

Bagian Kesembilan Arahan Intensitas Pemanfaatan Ruang Pasal 1091

Arahan rencana intensitas pemanfaatan ruang Kecamatan Palmerah, meliputi : i. ii. Nilai KLB 1,0 sampai dengan 4,0 di arahkan pada kawasan permukiman, kawasan wisma bangunan umum dan fasilitasnya, karya bangunan umum dan fasilitasnya, dan fasilitas umum; Ketinggian bangunan maksimal 2 (dua) lantai di arahkan pada kawasan permukiman, ketinggian bangunan maksimal 4 (empat) diarahkan pada kawasan wisma bangunan umum dan fasilitas umum, ketinggian bangunan maksimal 6 (enam) lantai diarahkan pada kawasan karya bangunan umum dan fasilitasnya pada lokasi wilayah Jalan Tomang Raya dan museum tekstil dan sekitarnya, ketinggian bangunan maksimal 8 (enam) lantai diarahkan pada kawasan karya bangunan umum dan wisma bangunan umum pada lokasi wilayah Jalan Brigjend Katamso dan ketinggian bangunan maksimal 32 (tigapuluhdua) lantai di arahkan pada kawasan karya bangunan umum pada lokasi wilayah Jalan S. Parman; iii. Nilai KDB di daerah yang terbangun ditetapkan sebesar 40-60 %. Bagian Kesepuluh Arahan Perijinan Pasal 1091 (1) Perizinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (1) adalah perizinan yang terkait dengan izin pemanfaatan ruang yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan dikeluarkan oleh pemerintah dan/atau pemerintah daerah harus dimiliki sebelum pelaksanaan pemanfaatan ruang; (2) Ijin pemanfaatan ruang sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah ijin yang berkaitan dengan lokasi, kualitas ruang, dan tata bangunan yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan, hukum adat dan kebiasaan yang berlaku. (3) Prinsip dasar penerapan mekanisme perijinan dalam pemanfaatan ruang adalah sebagai berikut : a. b. c. Setiap kegiatan dan pembangunan yang berpeluang menimbulkan gangguan bagi kepentingan Setiap kegiatan dan pembangunan harus memohon ijin dari pemerintah setempat yang akan Setiap permohonan pembangunan yang tidak sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah harus Pasal 1095 (1) Sedangkan disinsentif sebagaimana dimaksud merupakan perangkat untuk mencegah, membatasi pertumbuhan, atau mengurangi kegiatan yang tidak sejalan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah dan kegiatannya menimbulkan dampak negatif perkotaan. (2) Pemberian disinsentif untuk mencegah, membatasi pertumbuhan, dan/atau mengurangi kegiatan yang tidak sejalan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah dan diberlakukan yaitu dengan cara: a. Pasal 1092 Perijinan yang dikenakan pada kegiatan dan pembangunan di Provinsi DKI Jakarta, terdiri dari 5 (lima) jenis, yaitu: a. b. c. d. e. Perijinan kegiatan/lisensi (SIUP, TDP). Perijinan pemanfaatan ruang dan bangunan (Ijin Lokasi, Ijin Peruntukan Penggunaan Perijinan konstruksi (Ijin Mendirikan Bangunan/IMB). Perijinan lingkungan (Amdal, yang terdiri dari Analisis Dampak Lingkungan, Rencana Perijinan khusus (pengambilan air tanah). b. c. d. e. Pemberian sanksi dan bahkan pengenaan denda kepada pelanggar aturan-aturan dan arahan Mempersulit pengurusan administrasi dan bahkan penolakan usulan pemanfaatan ruang yang Pada kawasan-kawasan terbangun yang tidak sesuai dengan arahan dalam Rencana Tata Ruang Pengenaan pajak yang tinggi yang disesuaikan dengan besarnya biaya yang dibutuhkan untuk Pembatasan penyediaan infrastruktur, pengenaan kompensasi, dan penalti. Pasal 1096 dalam Rencana Tata Ruang Wilayah. tidak sesuai dengan arahan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah. Wilayah diberlakukan pengawasan dan pengendalian yang ketat. mengatasi dampak yang ditimbulkan akibat pemanfaatan ruang. umum, pada dasarnya dilarang kecuali dengan ijin dari Pemerintah Provinsi/Kota. memeriksa kesesuaiannya dengan rencana, serta standar administrasi legal. melalui pengkajian mendalam untuk menjamin bahwa manfaatnya jauh lebih besar dari kerugiannya bagi semua pihak terkait sebelum dapat diberikan ijin. (1) Ketentuan insentif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 merupakan perangkat atau upaya untuk memberikan imbalan terhadap pelaksanaan kegiatan yang sejalan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi DKI Jakarta, serta memberikan kontribusi dalam membantu pemecahan masalah perkotaan. (2) Pemberian insentif sebagaimana diatur dalam ayat (1) diberlakukan dengan cara: a. b. lindung. c. d. e. f. Keringanan pajak, pemberian kompensasi, subsidi silang, imbalan, sewa ruang, dan urun saham. Pembangunan serta pengadaan infrastruktur. Kemudahan prosedur perizinan. Pemberian penghargaan kepada masyarakat, swasta dan/atau pemerintah daerah. Kemudahan-kemudahan dalam pengurusan ijin dan pengurusan administrasi lainnya untuk Bantuan pada pemanfaatan lahan yang sifatnya mengkonservasi lahan pada kawasan-kawasan pemanfaatan ruang yang sesuai dengan arahan-arahan dalam rencana tata ruang wilayah. Bagian Kesebelas Arahan Insentif dan Disinsentif Pasal 1094 Perizinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 dilaksanakan oleh Gubernur, melalui satuan kerja perangkat daerah yang berwenang. Pasal 1093

Tanah/IPPT, Ijin Penggunaan Bangunan/IPB).

Pemantauan Lingkungan dan Rencana Pengelolaan Lingkungan; Ijin Gangguan/HO).

g. (1) cagar budaya. (2) Prioritas pengenaan disinsentif diarahkan pada kegiatan pembangunan yang merubah bentang alam yang berdampak negatif pada lingkungan di sekitarnya, meningkatkan bangkitan lalu lintas di atas kapasitas jaringan jalan. (3) (4) Seluruh bentuk kewajiban yang dikenakan kepada pengembang suatu lahan atau Besaran luas lahan RTH yang wajib disediakan diatur berdasarkan zona kawasan. Bagian Keduabelas Sanksi Pasal 1097 Setiap orang yang melakukan pelanggaran terhadap ketentuan-ketentuan dalam Peraturan Daerah ini dapat dikenakan sanksi pidana dan/atau sanksi administrasi sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Bagian Ketigabelas Penyidikan Pasal 1098 (1). Selain pejabat penyidik Kepolisian Negara Republik Indonesia, Pejabat Pegawai Negeri kawasan dikonversikan ke dalam penyediaan dan pembangunan lahan bagi ruang terbuka hijau. Prioritas pemberian insentif diarahkan pada penyediaan dan penambahan RTH, h. i. penanggulangan banjir, upaya mengatasi masalah kemacetan lalu lintas serta upaya pelestarian bangunan

Meminta bantuan tenaga ahli dalam rangka pelaksanaan tugas penyidikan terhadap pelanggaran; Pejabat penyidik pegawai negeri sipil, memberitahukan dimulainya penyidikan dan hasil Pejabat Penyidik Pegawai Negeri Sipil menyampaikan hasil penyidikan kepada Penuntut Umum

penyidikan kepada pejabat penyidik Kepolisian Negara Republik Indonesia; dan melalui Pejabat Penyidik Kepolisian Negara Republik Indonesia. BAB XXXIX RENCANA RINCI TATA RUANG WILAYAH KECAMATAN KEBON JERUK Bagian Kesatu Tujuan, Kebijakan dan Strategi Penataan Ruang Wilayah Kecamatan Kebon Jeruk Paragraf Tujuan Penataan Ruang Wilayah Kecamatan Kebon Jeruk Pasal 1099 Untuk mewujudkan tujuan penataan ruang wilayah Kecamatan Kebon Jeruk, maka tujuan pengembangan Tata Ruang Wilayah Kecamatan Kebon Jeruk adalah: a. Menyiapkan dan mengarahkan Kecamatan Kebon Jeruk sebagai pusat pendidikan Provinsi DKI Jakarta dan sebagai pusat perdagangan dan jasa Kotamadya Jakarta Barat dengan membangun sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan pendidikan dan perdagangan dan jasa. b. Meningkatkan kondisi dan kapasitas jaringan jalan regional yang berguna memantapkan fungsi Kecamatan Kebon Jeruk sebagai salah satu pusat pergerakan Kotamadya Jakarta Barat dan Tangerang. c. d. e. f. Mewujudkan Kecamatan Kebon Jeruk sebagai kawasan pendukung kelengkapan fasilitas dan Peningkatan layanan sarana jalan dengan pelebaran jalan-jalan utama. Mewujudkan pembangunan dan pengembangan Kecamatan Kebon Jeruk yang berpihak Memanfaatkan peluang dan mampu menempatkan kendala pengembangan sebagai utilitas di Jakarta Barat.

Sipil di lingkungan pemerintah daerah yang lingkup tugas dan tanggungjawabnya di bidang penataan ruang diberi wewenang khusus sebagai penyidik untuk melakukan penyidikan terhadap pelanggaran Peraturan Daerah ini. (2). a. b. Wewenang Penyidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah: Melakukan pemeriksaan atas kebenaran laporan atau keterangan berkenaan dengan tindakan Menerima, mencari, mengumpulkan dan meneliti keterangan atau laporan berkenaan dengan pidana di dalam peraturan daerah ini; pelanggaran pidana dalam Peraturan Daerah ini, agar keterangan atau laporan tersebut menjadi lebih lengkap dan jelas; c. d. e. f. Meneliti, mencari, dan mengumpulkan keterangan mengenai Orang Pribadi atau Badan tentang kebenaran perbuatan yang dilakukan sehubungan dengan adanya pelanggaran; Meminta keterangan dan bahan bukti dari Orang Pribadi atau Badan sehubungan dengan Memeriksa buku-buku, catatan-catatan, dan dokumen-dokumen berkenan dengan adanya pelanggaran; tindakan pelanggaran; Melakukan penggeledahan untuk mendapatkan bahan bukti pembukuan, pencatatan, dan dokumen lain, serta melakukan penyitaan terhadap bahan bukti tersebut;

pada kepentingan masyarakat, dengan memposisikan peran masyarakat sebagai pemrakarsa pembangunan. komponen modal dasar pengembangan dan pembangunan Kecamatan Kebon Jeruk guna mewujudkan kehidupan yang lebih baik. Paragraf Kebijakan dan Strategi Penataan Ruang Wilayah Kecamatan Kebon Jeruk Pasal 1100 (1) Kebijakan Kawasan Lindung Kecamatan Kebon Jeruk, (2) Kebijakan Kawasan Budidaya Kecamatan Kebon Jeruk, a. Sektor Perumahan

Penerapan penggunaan campuran dalam rangka mengintesifkan penggunaan lahan dan Program perbaikan lingkungan dan permajaan lingkungan pada kawasan kumuh Pembangunan rumah susun sederhana untuk memenuhi kebutuhan perumahan Pembatasan sistem ribbon, kecuali yang mengalami peningkatan fungsi dan kualitas Pengembangan sentra sentra lokal dilakukan untuk mengurangi kemacetan lalu lintas Program perbaikan lingkungan dan peremajaan lingkungan pada wilayah yang cukup

b. Pengendalian dan pengelolaan lingkungan hidup serta peraturan tentang adanya penetapan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Pasal 1101 Strategi penataan ruang Kecamatan Kebon Jeruk, adalah: a. sudah berkembang. b. c. permukiman kumuh. d. e. penduduk. Bagian Kedua Persebaran Penduduk Wilayah Kecamatan Kebon Jeruk Pasal 1102 Jumlah penduduk di Kecamatan Kebon Jeruk sampai pada tahun 2030 dibatasi sebanyak-banyaknya 289.876 Jiwa. Bagian Ketiga Rencana Struktur Ruang Wilayah Kecamatan Kebon Jeruk Umum Pasal 1103 (1) Rencana struktur ruang wilayah provinsi dijabarkan kedalam struktur ruang wilayah Kecamatan Kebon Jeruk, yang meliputi sistem pusat kegiatan dan sistem prasarana wilayah; (2) Rencana pengembangan sistem pusat kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diwujudkan berdasarkan : a. b. c. d. Sistem pusat kegiatan primer; Sistem pusat sekunder; Sistem pusat kegiatan tersier; dan Sistem pusat kegiatan sub tersier Merealisasikan pembangunan sarana dan prasarana yang mampu Merealisasikan pembangunan jalan lingkungan di dalam lingkungan yang meningkatkan kapasitas perdagangan dan jasa . telah berkembang guna menyediakan ruang perumahan kota yang dapat menampung perkembangan Memperbaiki dan merencanakan kawasan-kawasan yang cenderung Mempertahankan RTH yang sudah ada dan mengembalikan fungsi RTH kumuh dengan membangun rumah susun beserta fasilitas-fasilitasnya. khususnya di bantaran Sungai Pesanggrahan dan kali Grogol, pinggiran Jalan Rel kereta api yang dijadikan Meningkatkan peran dan fungsi serta menata pusat-pusat kegiatan yang

bangunan, baik secara vertikal maupun horisontal

b. Sektor Perdagangan dan Jasa dengan memperhatikan kelancaran arus lalu lintas dan penyediaan tempat parkir padat. c. Sektor Industri

Kegiatan industri dibatasi pada kegiatan industri skala kecil (home industry); Peningkatan kualitas jalan kolektor arah utara selatan dan timur - barat; Pembangunan jalan arteri arah timur barat (Jalan Kebayoran Lama Jalan Ciledug

d. Sektor Transportasi Raya); e. Sektor Fasilitas Umum dan Fasilitas Sosial f. Pengembangan dan peningkatan fasilitas umum, baik kuantitas maupun kualitas Pengembangan fasilitas umum dan fasilitas sosial secara vertikal. Normalisasi sungai dan saluran drainase Pembangunan dan peremajaan drainase ke dalam sistem pengendalian banjir Peningkatan kualitas jaringan pipa pipa induk dan distribusi air bersih. Pembatasan penggunaan air tanah. Penambahan hydrant umum. Penetapan Kawasan Strategis Kecamatan kebon Jeruk berdasarkan nilai strategis dari

Sektor Drainase dan Pengendalian Banjir

g. Sektor Air Minum dan Sumber Air Bersih

(3) Kebijakan Kawasan Strategis Kecamatan Kebon Jeruk a. sudut kepentingan ekonomi yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi, yaitu merupakan aglomerasi berbagai kegiatan ekonomi yang memiliki : b. Potensi ekonomi cepat tumbuh; Sektor unggulan yang dapat menggerakan sektor ekonomi; Potensi ekspor; Dukungan jaringan prasarana dan fasilitas penunjang kegiatan ekonomi. Ditetapkan sebagai Kawasan yang memiliki nilai strategis dari sudut kepentingan

ekonomi yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Kecamatan Kebon Jeruk. (4) Kebijakan Pengendalian Lingkungan Kecamatan Kebon Jeruk ; a. Pemeliharaan lingkungan guna mempertahankan ekosistem dan kelestarian lingkungan alam.

(3) Rencana sistem prasarana wilayah sebagaimana dimaksud ayat (1) meliputi

a. b. c. d. e. f. g.

Prasarana transportasi, Prasarana sumber daya air bersih, Prasarana pengendalian drainase, Prasarana sanitasi limbah, Prasarana persampahan, Prasarana energi listrik, dan Prasarana telekomunikasi.

b.

Rencana peningkatan jalan arteri, Kecamatan Kebon Jeruk yang meliputi perbaikan Jalan

Daan Mogot Raya; Jalan Pos Pengumben; Jalan Meruya Illir; Jalan Ratu Melati; dan pelebaran jalan Jalan Panjang; pelebaran jalan dari Jalan Daan Mogot Raya sampai dengan Jalan Kebayoran Lama, Jalan Kedoya Raya, Jalan Kedoya duri; Jalan Kebayoran Lama Jalan Rawa Belong Jalan Batusari; Jalan Kebon Jeruk Raya; Jalan Green Ville; Jalan Adhikarya. (3) Rencana peningkatan jalan kolektor Kecamatan Kebon Jeruk sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi pelebaran Jalan Kedoya Raya bagian Utara, Jalan Arjuna Utara, Jalan Arjuna Selatan, Jalan Haji Muhajar, Jalan Kebon Raya, Jalan Pasak Jalan Daud Jalan Salam.

Sistem Pusat Kegiatan Wilayah Kecamatan Kebon Jeruk Pasal 1104 (1) Rencana pengembangan pusat-pusat kegiatan Kota Administrasi Jakarta Barat diwujudkan dalam bentuk Sistem Pusat Kegiatan Tersier dan Pusat Kegiatan Sub Tersier; (2) Rencana pengembangan Sistem Pusat Kegiatan Tersier Kecamatan Kebon Jeruk sebagaimana dimaksud pada Pasal 6 ayat (2) huruf c, terdapat pada lokasi Pasar Tanjung Duren; (3) Rencana pengembangan Sistem Pusat Kegiatan Sub Tersier Kecamatan Kebon Jeruk sebagaimana dimaksud pada Pasal 6 ayat (2) huruf d, terdapat pada lokasi Kecamatan Kebon Jeruk, Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk, Pertokoan Sentra Green Ville, Rukan dan Ruko Perumahan Green Ville, Ruko dan Rukan Sentra Kebon Jeruk, Pasar Swalayan Superindo; (4) Rencana pengembangan Sistem Pusat Kegiatan Tersier dan Pusat Kegiatan Sub Tersier di wilayah Kecamatan Kebon Jeruk sebagaimana dimaksud pada ayat (1), tercantum pada Lampiran Gambar 5.5 Peraturan Daerah ini. Sistem Prasarana Wilayah Kecamatan Kebon Jeruk Pasal 1105 Sistem prasarana meliputi prasarana transportasi, prasarana sumber daya air bersih, prasarana pengendalian drainase, prasarana sanitasi limbah, prasarana persampahan, prasarana energi listrik, dan prasarana telekomunikasi. Prasarana Transportasi Wilayah Kecamatan Kebon Jeruk Pasal 1106 (1) Rencana pengembangan prasarana transportasi di Kecamatan Kebon Jeruk, meliputi jaringan jalan arteri dan kolektor; (2) Rencana pembangunan dan peningkatan jalan arteri sebagaimana di maksud pada ayat (1) meliputi; a. Rencana pembangunan jalan arteri, Kecamatan Kebon Jeruk pada Jalan Kebayoran Lama Prasarana Sanitasi Limbah Wilayah Kecamatan Kebon Jeruk Pasal 1108 sampai dengan Jalan Ciledug Raya. Prasarana Pengendalian Drainase Pasal 1107 Pengembangan prasarana pengendalian drainase di Kecamatan Kebon Jeruk, meliputi : a. b. c. d. Normalisasi sepanjang aliran sungai dan mengamankan sungai dari kegiatan yang dapat menggangu Penataan kembali garis sempadan sungai (GSS) menurut fungsinya yaitu sebagai pengendali banjir, Peningkatan dan pengembangan fungsi situ-situ sebagai lokasi tempat penampungan air; Pengerukan sampah di sepanjang kali yang bisa menimbulkan banjir; fungsinya pada lokasi saluran Kali Pesanggrahan dan Kali Grogol; drainase dan penggelontor; Pengembangan Prasarana sumber daya air bersih di wilayah Kecamatan Kebon Jeruk meliputi : a. b. secara bertahap; c. d. kanal. Pelarangan pengambilan air tanah dalam terutama di zona kritis air tanah; Peningkatan peran serta masyarakat dalam menjaga kualitas sungai dan Perluasan jaringan pelayanan air bersih dan penyediaan hidran umum Pembatasan pengambilan air tanah dangkal di kawasan permukiman pada lokasi yang belum terlayani air bersih terutama permukiman padat penduduk; Prasarana Sumber Daya Air Bersih Wilayah Kecamatan Kebon Jeruk Pasal 1106

e. Pengendalian penggunaan air tanah untuk mengurangi gejala penurunan tanah (Land Subsidence) yang
berpotensi menimbulkan genangan.

a. Pengembangan sistem pelayanan telekomunikasi melalui penerapan teknologi telekomunikasi yang Pengembangan prasarana sanitasi di Kecamatan Kebon Jeruk, meliputi: a. Pengembangan sistem pembuangan air limbah secara sistem on-site. b. Peningkatan pelayanan pipa pembuangan air limbah di setiap kelurahan-kelurahan yang padat penduduk. Prasarana Persampahan Wilayah Kecamatan Kebon Jeruk Pasal 1109 Pengembangan prasarana persampahan di wilayah Kecamatan Kebon Jeruk, meliputi: Bagian Keempat Rencana Pola Ruang Wilayah Kecamatan Kebon Jeruk Umum Pasal 1112 (1) a. b. (2) huruf a, meliputi : a. b. (3) huruf b, meliputi: Ruang terbuka hijau lainnya; Kawasan perkantoran; Kawasan perdagangan; Prasarana Energi Listrik Pasal 1110 Pengembangan prasarana energi di wilayah Kecamatan Kebon Jeruk, meliputi: a. b. c. d. lingkungan; e. f. Pengembangan jaringan listrik mengikuti jaringan jalan; Pengamanan jaringan listrik pada kawasan perumahan padat. Prasarana Telekomunikasi Pasal 1111 Kawasan Sempadan Sungai dan Kanal Pengembangan prasarana Telekomunikasi dan informatika di Kecamatan Kebon Jeruk, meliputi: Pasal 1114 (1) Penanaman dan pemeliharaan pohon dan tanaman pada lahan pemakaman yang berfungsi sebagai peneduh dan membantu peresapan air; (2) Perluasan kawasan resapan air melalui penambahan ruang terbuka hijau. Perbaikan jaringan listrik yang telah ada; Peningkatan daya transmisi yang sudah ada; Penindakan pencurian listrik; Penempatan gardu-gardu listrik secara terpadu dengan mempertimbangkan estetika Kawasan Resapan Air Pasal 1113 Paragraf Peruntukan Ruang untuk Fungsi Lindung (Kawasan Lindung) Kawasan Permukiman. (4) Rencana pola ruang wilayah Kecamatan Kebon Jeruk sebagaimana dimaksud pada ayat (1), tercantum dalam Lampiran Gambar 5.6 Peraturan Daerah ini. Kawasan resapan air; Kawasan sempadan sungai dan kanal. Rencana pengembangan kawasan budidaya, sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Rencana pola ruang Kecamatan Kebon Jeruk, terdiri atas: Peruntukan ruang untuk fungsi lindung/kawasan lindung, dan Peruntukan ruang untuk fungsi budidaya/kawasan budidaya. Rencana pengembangan kawasan lindung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memadai; b. Pembangunan jaringan telekomunikasi baru pada kawasan pemukiman padat, dengan tujuan untuk memfasilitasi masyarakat dalam melakukan aktifitas bersosial;

c. Pengembangan jaringan telekomunikasi yang aman dan menyesuaikan dengan estetika lingkungan.

a.
b.

Pengembangan penggunaan teknologi pengolahan sampah dengan menggunakan incinerator yang Pembangunan lokasi penampungan sampah (LPS) sementara pada setiap kelurahan;

ditempatkan pada kawasan-kawasan tertentu;

c. Program pemilahan sampah sebelum dibuang ke lokasi pembuangan sampah (LPS) melalui
pemilahan sampah organik (basah) dan non-organik (kering) akan memudahkan proses pembuatan kompos sebelum dibakar di dalam incinerator; d. Pengembangan prasarana sampah bahan berbahaya dan beracun (B3) dengan penggunaan teknologi tepat guna;

e. Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah dengan penerapan konsep 3R
(reduced, reused, recycling); f. Peningkatan mutu, kapasitas dan jumlah armada sampah yang dapat masuk ke lingkungan padat penduduk; g. Pencegahan dan penindakan tegas pembuangan sampah ke sungai dan saluran, serta mencegah tumbuhnya perumahan liar dan bedeng di sepanjang tepi sungai.

Kawasan Permukiman (1) Pembangunan dan pemeliharaan jalur hijau di sempadan sungai dan kanal; (2) Pembangunan jalan inspeksi pada sungai-sungai utama untuk mengarahkan orientasi pembangunan fisik; (3) Peningkatan kapasitas sungai, kanal, saluran penghubung, dan saluran lingkungan melalui pengerukan; Penataan kawasan perumahan horisontal dan vertikal, meliputi : Pasal 1117

(4) Pembangunan fisik diarahkan menghadap sungai (river front development) untuk menjaga kapasitas
aliran sungai dan kanal. Paragraf Peruntukan Ruang Untuk Fungsi Budidaya (Kawasan Budidaya) Wilayah Kecamatan Kebon Jeruk Kawasan Ruang Terbuka Hijau Pasal 1115 Pengembangan kawasan terbuka hijau lainnya, meliputi: a. b. c. d. e. f. g. h. i. Pengembangan ruang terbuka hijau diarahkan berupa jalur hijau tepi sungai, jalur hijau tepi jalan, Pengembangan jalur hijau diarahkan sepanjang Kali Sekretaris dan Kali Pesanggrahan. Penanaman dan pemeliharaan pohon pelindung dan tanaman hias pada tepi dan median Jalan Revitalisasi dan pemeliharaan hutan kota di Srengseng untuk membantu resapan air. Pengembangan hutan kota Srengseng sebagai tempat rekreasi alam. Penataan kawasan jalur hijau dan hutan kota seluas 27,77 Ha. Penataan dan pemeliharaan taman seluas 50,09 Ha. Peruntukan lahan pada kawasan terbuka hijau publik tidak dapat diubah. Mempertahankan lahan pemakaman dan lapangan olahraga yang ada seluas 5,52 Ha. Kawasan Perdagangan Pasal 1116 Pengembangan kawasan perdagangan, meliputi : a. b. c. d. e. Penataan kawasan perdagangan dengan KDB rendah di sepanjang Kali Pesanggrahan dan Kali Grogol melalui program kali bersih (PROKASIH) dengan orientasi sungai sebagai muka bangunan; Pengembangan kawasan perdagangan dengan KDB rendah dipinggir Jalan Tol Jakarta - Merak Pengembangan perdagangan secara terpadu dengan pola sentra yang fungsinya terdiri dari Pengembangan program perbaikan lingkungan pada kawasan yang terbangun dengan Pembatasan kegiatan perdagangan. dan sekitar jalan Daan Mogot Raya; perkantoran, perdagangan dan jasa; penyediaan dan/atau penambahan fasilitas penunjangnya beserta penghijauan yang lebih nyaman; pemakaman umum, lahan milik pemerintah dan sekitar taman lingkungan perumahan.

a.

Perbaikan lingkungan pada daerah kumuh dengan mengembangkan ruang terbuka hiijau yang

berfungsi sosial, ekologis dan estetika terutama di kawasan sepanjang jalur Kali Pesanggrahan di Kelurahan Kedoya Utara, Kedoya Selatan, Kebon Jeruk, Kelapa Dua dan Sukabumi Selatan; b. Selatan; c. d. e. f. g. h. i. j. k. memadai; l. m. Penyediaan fasilitas umum di kawasan-kawasan perumahan vertikal; Pengembangan kawasan perumahan KDB rendah beserta fasilitasnya, terutama pada Pengembangan perbaikan lingkungan pada kawasan perumahan kumuh ringan dan sedang Penetapan fungsi perumahan pada kawasan mantap; Penyediaan fasilitas umum di kawasan-kawasan perumahan horisontal; Pengembangan kawasan perumahan KDB rendah di sekitar jalur Sungai Pesanggrahan yang Pengembangan kawasan campuran kecil pada daerah yang cenderung berkembang menjadi Luas kawasan permukiman direncanakan sebesar 891,26 Ha; Pembangunan rumah susun sederhana pada permukiman kumuh di sekitar Kelurahan Kepa Duri; Pembangunan kawasan perumahan vertikal yang menjamin tersedianya kawasan hijau yang Pengembangan kawasan perumahan secara vertikal dan memperkecil perpetakan untuk terutama sekitar kawasan Kelurahan Duri Kepa dan Kedoya Utara; Pengembangan kawasan perumahan dan permukiman baru terutama di Kelurahan Kedoya

terletak di Kelurahan Kedoya Selatan; daerah perdagangan dan jasa;

Tol Jakarta-Merak.

berfungsi resapan, sosial dan estetika; penyediaan perumahan golongan menengah-bawah yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang

pengembangan baru. Bagian Kelima Penetapan Pengembangan Kawasan Strategis Wilayah Kecamatan Kebon Jeruk Pasal 1118 (1) Pengembangan kawasan strategis di tingkat Kecamatan Kebon Jeruk diarahkan pada bagian wilayah kecamatan yang memiliki peranan dan fungsi strategis bagi pengembangan kegiatan ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan kota; (2) Pengembangan kawasan strategis Kota Administrasi Jakarta Barat sebagaimana dimaksud ayat (1) diarahkan yaitu pengembangan Kawasan Sentra Bunga Rawa Belong sebagai pusat pemasaran bunga dan tanaman hias. Bagian Keenam Pengembangan Fasilitas Umum dan Sosial

Pasal 1119 Pengembangan fasilitas umum dan sosial sebagai upaya penanganan pemenuhan kebutuhan penduduk Kecamatan Kebon Jeruk yang terdiri dari fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, fasilitas peribadatan, fasilitas olah raga dan fasilitas pengendalian bencana. Fasilitas Pendidikan Pasal 1120 (1) Pengembangan fasilitas pendidikan diutamakan untuk fasilitas pendidikan yang masih kurang dan diperlukan penambahan lahan dan bangunan fasilitas pendidikan; (2) Pengembangan fasilitas pendidikan di Kecamatan Kebon Jeruk diarahkan untuk tingkat pendidikan dasar (TK, SD, SMP),akademi, dan perpustakaan; (3) Peningkatan kualitas sarana dan prasarana fasilitas pendidikan. Fasilitas Kesehatan Pasal 1121 (1) Pengembangan fasilitas kesehatan diperlukan penambahan yang disesuaikan dengan jumlah kebutuhan yang direncanakan; (2) Pengembangan fasilitas kesehatan berupa penambahan jumlah fasilitas kesehatan yang terdiri dari balai pengobatan, puskesmas, dan apotik; (3) Peningkatan kualitas sarana dan prasarana fasilitas kesehatan. Fasilitas Peribadatan Pasal 1122 Pengembangan fasilitas peribadatan disesuaikan dengan jumlah kebutuhan yang direncanakan; Peningkatan kualitas sarana dan prasarana fasilitas peribadatan. Fasilitas Olahraga Pasal 1123 Peningkatan kualitas sarana dan prasarana fasilitas olahraga, berupa tempat bermain, taman dan lapangan serba guna.

(1) Arahan pemanfaatan ruang Kecamatan Kebon Jeruk dilaksanakan berdasarkan arahan pemanfaatan ruang wilayah Provinsi DKI Jakarta, meliputi : a. b. c. d. e. Penyusunan program utama; Penentuan lokasi; Sumber pendanaan; Instansi pelaksana; dan Waktu pelaksanaannya.

(2) Arahan pemanfaatan ruang Kecamatan Kebon Jeruk, sebagaimana yang dimaksud pasal 1124 ayat 1,
dapat dilihat dalam Lampiran Peraturan Daerah Ini. Bagian Kedelapan Arahan Pengendalian Pemanfaatan Ruang Wilayah Kecamatan Kebon Jeruk Umum Pasal 1125 (1) Ketentuan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah Kecamatan Kebon Jeruk meliputi arahan peraturan zonasi, arahan perijinan, arahan insentif dan disinsentif, serta arahan sanksi. (2) Pengendalian pemanfaatan ruang wilayah Kecamatan Kebon Jeruk sebagaimana dimaksud ayat (1) akan ditetapkan dengan mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bagian Kesembilan Arahan Peraturan Zonasi Paragraf Umum Pasal 1126 (1) Arahan peraturan zonasi sebagaimana dimaksud pasal 30 ayat (1) berisi ketentuan yang harus, boleh, dan tidak boleh dilaksanakan pada zona pemanfaatan ruang yang ada pada perda ini. (2) Arahan peraturan zonasi Provinsi DKI Jakarta meliputi pengaturan pemanfaatan ruang dan pengaturan unsur-unsur pengendalian yang disusun untuk setiap zona peruntukan ruang, yaitu: a. Kriteria umum pemanfaatan ruang; dan b. Arahan intensitas pemanfaatan ruang. Paragraf

Bagian Ketujuh Arahan Pemanfaatan Ruang Wilayah Kecamatan Kebon Jeruk Pasal 1124

Kriteria Umum Pemanfaatan Ruang Pasal 1127

(1) Kriteria umum pemanfataan ruang merupakan ketentuan kesesuaian peruntukan, norma, serta standar sarana dan prasarana yang harus disediakan untuk masing-masing zona pemanfaatan ruang yang ada pada peraturan ini. (2) Kriteria umum pemanfaatan ruang sebagaimana dimaksud ayat (1) ditetapkan guna menjamin pemanfaatan ruang yang dapat mencapai standar kualitas minimum untuk kesehatan, keamanan, dan keselamatan. (3) Kriteria umum pemanfaatan ruang sebagaimana dimaksud ayat (1) tercantum dalam Tabel Lampiran I Peraturan Daerah ini. Bagian Kesepuluh Arahan Intensitas Pemanfaatan Ruang Pasal 1128 Arahan rencana intensitas pemanfaatan ruang Kecamatan Kebon Jeruk, meliputi : a. b. Nilai KLB 1,0 sampai dengan 4,0 di arahkan pada kawasan permukiman, kawasan bangunan Ketinggian bangunan maksimal 2 (dua) lantai di arahkan pada kawasan permukiman, ketinggian umum, bangunan umum KDB rendah, Kawasan campuran, dan kawasan industry/pergudangan;

c.

Setiap permohonan pembangunan yang tidak sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah harus

melalui pengkajian mendalam untuk menjamin bahwa manfaatnya jauh lebih besar dari kerugiannya bagi semua pihak terkait sebelum dapat diberikan ijin. Pasal 1130 Perijinan yang dikenakan pada kegiatan dan pembangunan di Provinsi DKI Jakarta, terdiri dari 5 (lima) jenis, yaitu : a. b. c. d. e. Perijinan kegiatan/lisensi (SIUP, TDP). Perijinan pemanfaatan ruang dan bangunan (Ijin Lokasi, Ijin Peruntukan Penggunaan Perijinan konstruksi (Ijin Mendirikan Bangunan/IMB). Perijinan lingkungan (Amdal, yang terdiri dari Analisis Dampak Lingkungan, Rencana Perijinan khusus (pengambilan air tanah). Pasal 1131 Perizinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 dilaksanakan oleh Gubernur, melalui satuan kerja perangkat daerah yang berwenang.

Tanah/IPPT, Ijin Penggunaan Bangunan/IPB).

Pemantauan Lingkungan dan Rencana Pengelolaan Lingkungan; Ijin Gangguan/HO).

bangunan maksimal 4 (empat) sampai dengan 8 (delapan) lantai di arahkan pada kawasan bangunan umum, kawasan campuran, dan fasilitas umum. c. Nilai KDB di daerah yang terbangun ditetapkan sebesar 60 %.

Bagian Kesebelas Arahan Perijinan Pasal 1129 (1) Perizinan sebagaimana dimaksud dalam pasal 34 ayat (1) adalah perizinan yang terkait dengan izin pemanfaatan ruang yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan dikeluarkan oleh pemerintah dan/atau pemerintah daerah harus dimiliki sebelum pelaksanaan pemanfaatan ruang; (2) Ijin pemanfaatan ruang sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah ijin yang berkaitan dengan lokasi, kualitas ruang, dan tata bangunan yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan, hukum adat dan kebiasaan yang berlaku. (3) Prinsip dasar penerapan mekanisme perijinan dalam pemanfaatan ruang adalah sebagai berikut : a. b. Setiap kegiatan dan pembangunan yang berpeluang menimbulkan gangguan bagi kepentingan Setiap kegiatan dan pembangunan harus memohon ijin dari pemerintah setempat yang akan umum, pada dasarnya dilarang kecuali dengan ijin dari Pemerintah Provinsi/Kota. memeriksa kesesuaiannya dengan rencana, serta standar administrasi legal. (1) Ketentuan insentif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 merupakan perangkat atau upaya untuk memberikan imbalan terhadap pelaksanaan kegiatan yang sejalan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi DKI Jakarta, serta memberikan kontribusi dalam membantu pemecahan masalah perkotaan. (2) Pemberian insentif sebagaimana diatur dalam ayat (1) diberlakukan dengan cara: a. b. lindung. c. d. e. Keringanan pajak, pemberian kompensasi, subsidi silang, imbalan, sewa ruang, dan urun saham. Pembangunan serta pengadaan infrastruktur. Kemudahan prosedur perizinan. Kemudahan-kemudahan dalam pengurusan ijin dan pengurusan administrasi lainnya untuk Bantuan pada pemanfaatan lahan yang sifatnya mengkonservasi lahan pada kawasan-kawasan pemanfaatan ruang yang sesuai dengan arahan-arahan dalam rencana tata ruang wilayah. Bagian Keduabelas Arahan Insentif dan Disinsentif Pasal 1132

f.

Pemberian penghargaan kepada masyarakat, swasta dan/atau pemerintah daerah. Pasal 1133 (1)

Pasal 1136 Selain pejabat penyidik Kepolisian Negara Republik Indonesia, Pejabat Pegawai

Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Daerah yang lingkup tugas dan tanggungjawabnya di bidang penataan (1). Sedangkan disinsentif sebagaimana dimaksud merupakan perangkat untuk mencegah, ruang diberi wewenang khusus sebagai penyidik untuk melakukan penyidikan terhadap pelanggaran Peraturan Daerah ini. (2) a. b. Wewenang Penyidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah: Melakukan pemeriksaan atas kebenaran laporan atau keterangan berkenaan dengan tindakan pidana di dalam peraturan daerah ini; Menerima, mencari, mengumpulkan dan meneliti keterangan atau laporan berkenaan dengan pelanggaran pidana dalam Peraturan Daerah ini, agar keterangan atau laporan tersebut menjadi lebih lengkap dan jelas; c. d. e. f. Pasal 1134 (1) cagar budaya. (2) Prioritas pengenaan disinsentif diarahkan pada kegiatan pembangunan yang merubah bentang alam yang berdampak negatif pada lingkungan di sekitarnya, meningkatkan bangkitan lalu lintas di atas kapasitas jaringan jalan. (3) (4) Seluruh bentuk kewajiban yang dikenakan kepada pengembang suatu lahan atau Besaran luas lahan RTH yang wajib disediakan diatur berdasarkan zona kawasan. Bagian Ketigabelas Sanksi Pasal 1135 Setiap orang yang melakukan pelanggaran terhadap ketentuan-ketentuan dalam Peraturan Daerah ini dapat dikenakan sanksi pidana dan/atau sanksi administrasi sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. kawasan dikonversikan ke dalam penyediaan dan pembangunan lahan bagi ruang terbuka hijau. Prioritas pemberian insentif diarahkan pada penyediaan dan penambahan RTH, g. terhadap pelanggaran; h. i. Pejabat penyidik pegawai negeri sipil, memberitahukan dimulainya Pejabat Penyidik Pegawai Negeri Sipil menyampaikan hasil penyidikan penyidikan dan hasil penyidikan kepada pejabat penyidik Kepolisian Negara Republik Indonesia; dan kepada Penuntut Umum melalui Pejabat Penyidik Kepolisian Negara Republik Indonesia. penanggulangan banjir, upaya mengatasi masalah kemacetan lalu lintas serta upaya pelestarian bangunan Meneliti, mencari, dan mengumpulkan keterangan mengenai Orang Pribadi Meminta keterangan dan bahan bukti dari Orang Pribadi atau Badan Memeriksa buku-buku, catatan-catatan, dan dokumen-dokumen berkenan Melakukan penggeledahan untuk mendapatkan bahan bukti pembukuan, Meminta bantuan tenaga ahli dalam rangka pelaksanaan tugas penyidikan atau Badan tentang kebenaran perbuatan yang dilakukan sehubungan dengan adanya pelanggaran; sehubungan dengan pelanggaran; dengan adanya tindakan pelanggaran; pencatatan, dan dokumen lain, serta melakukan penyitaan terhadap bahan bukti tersebut; membatasi pertumbuhan, atau mengurangi kegiatan yang tidak sejalan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah dan kegiatannya menimbulkan dampak negatif perkotaan. (2). a. b. c. d. e. Pemberian disinsentif untuk mencegah, membatasi pertumbuhan, dan/atau mengurangi Pemberian sanksi dan bahkan pengenaan denda kepada pelanggar aturan-aturan dan arahan Mempersulit pengurusan administrasi dan bahkan penolakan usulan pemanfaatan ruang yang Pada kawasan-kawasan terbangun yang tidak sesuai dengan arahan dalam Rencana Tata Ruang Pengenaan pajak yang tinggi yang disesuaikan dengan besarnya biaya yang dibutuhkan untuk Pembatasan penyediaan infrastruktur, pengenaan kompensasi, dan penalti. kegiatan yang tidak sejalan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah dan diberlakukan yaitu dengan cara: dalam Rencana Tata Ruang Wilayah. tidak sesuai dengan arahan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah. Wilayah diberlakukan pengawasan dan pengendalian yang ketat. mengatasi dampak yang ditimbulkan akibat pemanfaatan ruang.

Bagian Keempatbelas Penyidikan

BAB XXXX RENCANA RINCI TATA RUANG WILAYAH KECAMATAN KEMBANGAN c. Bagian Kesatu Tujuan, Kebijakan dan Strategi Penataan Ruang Wilayah Kecamatan Kembangan Paragraf Tujuan Penataan Ruang Wilayah Kecamatan Kembangan Pasal 1137 Untuk mewujudkan tujuan penataan ruang wilayah Kecamatan Kembangan, maka tujuan pengembangan Tata Ruang Wilayah Kecamatan Kembangan adalah: a. Menyiapkan dan mengarahkan Kecamatan Kembangan sebagai Pusat Pendidikan provinsi DKI Jakarta dan sebagai pusat perdagangan dan jasa Kotamadya Jakarta Barat dengan membangun sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan pendidikan dan perdagangan dan jasa. b. Tangerang. c. d. e. f. Mewujudkan Kecamatan Kembangan sebagai kawasan pendukung kelengkapan fasilitas dan Peningkatan layanan sarana jalan dengan pelebaran jalan-jalan utama. Mewujudkan pembangunan dan pengembangan Kecamatan Kembangan yang berpihak pada Memanfaatkan peluang dan mampu menempatkan kendala pengembangan sebagai (3) a. utilitas di Jakarta Barat. Meningkatkan kondisi dan kapasitas jaringan jalan regional yang berguna memantapkan g. fungsi Kecamatan Kembangan sebagai salah satu pusat pergerakan Kotamadya Jakarta Barat dan f. e. d.

Pengembangan sentra sentra lokal dilakukan untuk mengurangi kemacetan lalu lintas Program perbaikan lingkungan dan peremajaan lingkungan pada wilayah yang cukup padat. Sektor Industri Kegiatan industri dibatasi pada kegiatan industri skala kecil (home industry); Sektor Transportasi Peningkatan dan pembangunan jalan arteri dan kolektor arah timur barat ataupun utara Pengembangan jaringan jalan kolektor pada setiap kelurahan dengan memperhatikan kualitas Sektor Fasilitas Umum dan Fasilitas Sosial

selatan dan kapasitas Pengembangan dan peningkatan fasilitas umum, baik kuantitas maupun kualitas Pengembangan fasilitas umum dan fasilitas sosial secara vertikal. Sektor Drainase dan Pengendalian Banjir Normalisasi sungai dan saluran drainase Pembangunan dan peremajaan drainase ke dalam sistem pengendalian banjir Sektor Air Minum dan Sumber Air Bersih

Peningkatan kualitas jaringan pipa pipa induk dan distribusi air bersih Pembatasan penggunaan air tanah Penambahan hydrant umum Kebijakan Kawasan Strategis Kecamatan Kembangan Penetapan Kawasan Strategis Kecamatan Kembangan berdasarkan nilai strategis

kepentingan masyarakat, dengan memposisikan peran masyarakat sebagai pemrakarsa pembangunan. komponen modal dasar pengembangan dan pembangunan Kecamatan Kembangan guna mewujudkan kehidupan yang lebih baik. Paragraf Kebijakan dan Strategi Penataan Ruang Wilayah Kecamatan Kembangan Pasal 1138 (4) (1) (2) a. Kebijakan Kawasan Lindung Kecamatan Kembangan, Kebijakan Kawasan Budidaya Kecamatan Kembangan, Sektor Perumahan Penerapan penggunaan campuran dalam rangka mengintesifkan penggunaan lahan dan Program perbaikan lingkungan dan permajaan lingkungan pada kawasan kumuh Pembangunan rumah susun sederhana untuk memenuhi kebutuhan perumahan Sektor Perdagangan dan Jasa

dari sudut kepentingan ekonomi yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi, yaitu merupakan aglomerasi berbagai kegiatan ekonomi yang memiliki : b. Potensi ekonomi cepat tumbuh; Sektor unggulan yang dapat menggerakan sektor ekonomi; Potensi ekspor; Dukungan jaringan prasarana dan fasilitas penunjang kegiatan ekonomi. Ditetapkan sebagai Kawasan yang memiliki nilai strategis dari sudut kepentingan Kebijakan Pengendalian Lingkungan Kecamatan Kembangan ; a. kelestarian lingkungan alam. b. Pengendalian dan pengelolaan lingkungan hidup serta peraturan tentang Pasal 1139 Strategi penataan ruang Kecamatan Kembangan, adalah: a. menata pusat-pusat kegiatan yang sudah berkembang. Meningkatkan peran dan fungsi serta adanya penetapan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Pemeliharaan lingkungan guna mempertahankan ekosistem dan

ekonomi yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Kecamatan Kembangan.

bangunan, baik secara vertikal maupun horisontal b.

Pembatasan sistem ribbon, kecuali yang mengalami peningkatan fungsi dan kualitas dengan

memperhatikan kelancaran arus lalu lintas dan penyediaan tempat parkir

b. c. permukiman kumuh. d. e. dapat menampung perkembangan penduduk. Bagian Kedua

Memperbaiki

dan

merencanakan

Sistem Pusat Kegiatan Wilayah Kecamatan Kembangan Pasal 1142 (1) (2) Rencana pengembangan pusat-pusat kegiatan Kota Administrasi Jakarta Barat Rencana pengembangan Sistem Pusat Kegiatan Primer Kecamatan Kembangan

kawasan-kawasan yang cenderung kumuh dengan membangun rumah susun beserta fasilitas-fasilitasnya. Mempertahankan RTH yang sudah ada dan mengembalikan fungsi RTH khususnya di bantaran Sungai Pesanggrahan yang dijadikan Merealisasikan pembangunan sarana Merealisasikan pembangunan jalan

diwujudkan dalam bentuk Sistem Pusat Kegiatan primer dan Pusat Kegiatan Tersier; sebagaimana dimaksud pada Pasal 6 ayat (2) huruf a, terdapat pada lokasi Puri Indah Mall, Carefour, Kantor Walikota Jakarta Barat dan Rumah Sakit Puri; (3) Rencana pengembangan Sistem Pusat Kegiatan Tersier Kecamatan Kembangan sebagaimana dimaksud pada Pasal 6 ayat (2) huruf c, terdapat pada lokasi Pasar Puri, Pertokoan Sentra Puri dan Kantor Camat Kembangan; (4) Peraturan Daerah ini. Sistem Prasarana Wilayah Kecamatan Kembangan Pasal 1143 Sistem prasarana meliputi prasarana transportasi, prasarana sumber daya air bersih, prasarana pengendalian drainase, prasarana sanitasi limbah, prasarana persampahan, telekomunikasi. Umum Pasal 1141 Prasarana Transportasi Wilayah Kecamatan Kembangan Pasal 1144 prasarana energi listrik, dan prasarana Rencana pengembangan Sistem Pusat Kegiatan Primer dan Pusat Kegiatan Tersier di wilayah Kecamatan Kembangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), tercantum pada Lampiran Gambar 5.7

dan prasarana yang mampu meningkatkan kapasitas perdagangan dan jasa . lingkungan di dalam lingkungan yang telah berkembang guna menyediakan ruang perumahan kota yang

Persebaran Penduduk Wilayah Kecamatan Kembangan Pasal 1140 Jumlah penduduk di Kecamatan Kembangan sampai pada tahun 2030 dibatasi sebanyak-banyaknya 328.875 Jiwa, dengan kepadatan penduduk sebesar 136 jiwa/ha. Bagian Ketiga Rencana Struktur Ruang Wilayah Kecamatan Kembangan

(1) (2) a. b. c. d. (3) a. b. c. d. e. f. g.

Rencana struktur ruang wilayah provinsi dijabarkan ke dalam struktur ruang (1) (2) ayat (1) meliputi; a. lingkar luar barat. b. Rencana peningkatan jalan arteri, Kecamatan Kembangan yang meliputi pelebaran jalan pada lokasi Jalan Kembangan Raya, Jalan Joglo Raya, Jalan Puri Kembangan, Jalan Raya Srengseng, Jalan Raya Pesanggrahan, Jalan Meruya Utara dan Jalan Meruya Selatan; (3) Rencana peningkatan jalan kolektor Kecamatan Kembangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi pelebaran Jalan Kembangan Karang Tengah, Jalan Perkaplingan Meruya, Jalan Taman Palem Raya, dan Jalan Haji Saba. Prasarana Sumber Daya Air Bersih Wilayah Kecamatan Kembangan Pasal 1145 Rencana pembangunan jalan arteri, Kecamatan Kembangan pada Jalan tol Rencana pengembangan prasarana transportasi di Kecamatan Kembangan, Rencana pembangunan dan peningkatan jalan arteri sebagaimana di maksud pada Rencana pengembangan sistem pusat kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat Sistem pusat kegiatan primer; Sistem pusat sekunder; Sistem pusat kegiatan tersier; dan Sistem pusat kegiatan sub tersier Rencana sistem prasarana wilayah sebagaimana dimaksud ayat (1) meliputi Prasarana transportasi, Prasarana sumber daya air bersih, Prasarana pengendalian drainase, Prasarana sanitasi limbah, Prasarana persampahan, Prasarana energi listrik, dan Prasarana telekomunikasi. meliputi jaringan jalan arteri dan kolektor;

wilayah Kecamatan Kembangan, yang meliputi sistem pusat kegiatan dan sistem prasarana wilayah; (1) diwujudkan berdasarkan :

Pengembangan Prasarana sumber daya air bersih di wilayah Kecamatan Kembangan meliputi : a. b. c. d. Perluasan jaringan pelayanan air bersih dan penyediaan hidran umum pada lokasi yang belum Pembatasan pengambilan air tanah dangkal di kawasan permukiman secara bertahap; Pelarangan pengambilan air tanah dalam terutama di zona kritis air tanah; Peningkatan peran serta masyarakat dalam menjaga kualitas sungai dan kanal. terlayani air bersih terutama permukiman padat penduduk;

d. Pengembangan prasarana sampah bahan berbahaya dan beracun (B3) dengan penggunaan teknologi tepat guna;

e. Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah dengan penerapan konsep 3R
(reduced, reused, recycling); f. Peningkatan mutu, kapasitas dan jumlah armada sampah yang dapat masuk ke lingkungan padat penduduk; g. Pencegahan dan penindakan tegas pembuangan sampah ke sungai dan saluran, serta mencegah tumbuhnya perumahan liar dan bedeng di sepanjang tepi sungai.

Prasarana Pengendalian Drainase Pasal 1146 Prasarana Energi Listrik Pengembangan prasarana pengendalian drainase di Kecamatan Kembangan, meliputi : a. b. c. d. Normalisasi sepanjang aliran sungai dan mengamankan sungai dari kegiatan yang dapat menggangu Pengembangan prasarana energi di wilayah Kecamatan Kembangan, meliputi: a. b. c. d. lingkungan; e. f. Prasarana Sanitasi Limbah Wilayah Kecamatan Kembangan Pasal 1147 Pengembangan prasarana sanitasi di Kecamatan Kembangan, meliputi: a. Pengembangan sistem pembuangan air limbah secara sistem on-site. b. Peningkatan pelayanan pipa pembuangan air limbah di setiap kelurahan-kelurahan yang padat penduduk. Prasarana Persampahan Wilayah Kecamatan Kembangan Pasal 1148 Pengembangan prasarana persampahan di wilayah Kecamatan Kembangan, meliputi: Pengembangan prasarana Telekomunikasi dan informatika di Kecamatan Kembangan, meliputi: a. b. Pengembangan sistem pelayanan telekomunikasi melalui penerapan teknologi telekomunikasi Pembangunan jaringan telekomunikasi baru pada kawasan pemukiman padat, dengan tujuan yang memadai; untuk memfasilitasi masyarakat dalam melakukan aktifitas sosial; Prasarana Telekomunikasi Pasal 1150 Pengembangan Jaringan listrik mengikuti jaringan jalan; Pengamanan jaringan listrik pada kawasan perumahan padat. Perbaikan jaringan listrik yang telah ada; Peningkatan daya transmisi yang sudah ada; Penindakan pencurian listrik; Penempatan gardu-gardu listrik secara terpadu dengan mempertimbangkan estetika Penataan kembali garis sempadan sungai (GSS) menurut fungsinya yaitu sebagai pengendali banjir, Peningkatan dan pengembangan fungsi situ-situ sebagai lokasi tempat penampungan air; Pengerukan sampah di sepanjang kali yang bisa menimbulkan banjir; Pengendalian penggunaan air tanah untuk mengurangi gejala penurunan tanah (Land Subsidence) fungsinya pada lokasi saluran Kali Pesanggrahan dan Kali Grogol; drainase dan penggelontor; Pasal 1149

e.

yang berpotensi menimbulkan genangan.

c.
lingkungan.

Pengembangan jaringan telekomunikasi yang aman dan menyesuaikan dengan estetika

a. Pengembangan penggunaan teknologi pengolahan sampah dengan menggunakan incinerator yang


ditempatkan pada kawasan-kawasan tertentu; b. Pembangunan lokasi penampungan sampah (LPS) sementara pada setiap kelurahan; Bagian Keempat Rencana Pola Ruang Wilayah Kecamatan Kembangan Umum Pasal 1151

c. Program pemilahan sampah sebelum dibuang ke lokasi pembuangan sampah (LPS) melalui pemilahan
sampah organik (basah) dan non-organik (kering) akan memudahkan proses pembuatan kompos sebelum dibakar di dalam incinerator;

Kawasan Ruang Terbuka Hijau (1) Rencana pola ruang Kecamatan Kembangan, terdiri atas: a. b. a. b. Peruntukan ruang untuk fungsi lindung/kawasan lindung, dan Peruntukan ruang untuk fungsi budidaya/kawasan budidaya. Kawasan resapan air; Kawasan sempadan sungai dan kanal; Pengembangan kawasan terbuka hijau lainnya, meliputi: a. b. c. d. e. f. g. h. Pengembangan ruang terbuka hijau diarahkan berupa jalur hijau tepi sungai, jalur hijau Pengembangan jalur hijau diarahkan sepanjang Kali Sekretaris dan Kali Pesanggrahan Penanaman dan pemeliharaan pohon pelindung dan tanaman hias pada tepi dan median Penataan kawasan jalur hijau dan hutan kota seluas 0,92 ha; Penataan dan pemeliharaan taman seluas 31,68 ha; Penataan dan pemeliharaan kawasan pemakaman seluas 27,63 ha Mempertahankan lahan pemakaman dan lapangan olahraga yang ada seluas 0,36 ha. Peruntukan lahan pada kawasan terbuka hijau publik tidak dapat diubah; tepi jalan, pemakaman umum, lahan milik pemerintah dan sekitar taman lingkungan perumahan; Pasal 1154

(2) Rencana pengembangan kawasan lindung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, meliputi :

(3) Rencana pengembangan kawasan budidaya, sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, meliputi: Ruang terbuka hijau lainnya; a. b. c. Kawasan perkantoran; Kawasan perdagangan; Kawasan Permukiman.

jalan tol Jakarta-Merak,

(4) Rencana pola ruang wilayah Kecamatan Kembangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), tercantum dalam Lampiran Gambar 5.8 Peraturan Daerah ini.

Paragraf Peruntukan Ruang untuk Fungsi Lindung (Kawasan Lindung) Kawasan Perdagangan Kawasan Resapan Air Pasal 1152 Pengembangan kawasan perdagangan, meliputi : (1) Penanaman dan pemeliharaan pohon dan tanaman pada lahan pemakaman yang berfungsi sebagai peneduh dan membantu peresapan air. (2) Perluasan kawasan resapan air melalui penambahan ruang terbuka hijau. Kawasan Sempadan Sungai dan Kanal Pasal 1153 (1) (2) (3) melalui pengerukan. Pembangunan dan pemeliharaan jalur hijau di sempadan sungai dan kanal. Pembangunan jalan inspeksi pada sungai-sungai utama untuk mengarahkan Kawasan Permukiman Pasal 1156 Penataan kawasan perumahan horisontal dan vertikal, meliputi : Peningkatan kapasitas sungai, kanal, saluran penghubung, dan saluran lingkungan a. b. c. d. e. Pembangunan Sentra Primer Barat sebagai pusat perdagangan dan perkantoran serta pusat Pengembangan kawasan perdagangan dengan KDB rendah dipinggir Jalan Tol Jakarta - Merak; Pengembangan perdagangan secara terpadu dengan pola sentra yang fungsinya terdiri dari Pengembangan program perbaikan lingkungan pada kawasan yang terbangun dengan Pembatasan kegiatan perdagangan. pemerintahan kota administrasi; Pasal 1155

perkantoran, perdagangan dan jasa; penyediaan dan/atau penambahan fasilitas penunjangnya beserta penghijauan yang lebih nyaman;

orientasi pembangunan fisik.

(4)

Pembangunan fisik diarahkan menghadap sungai (river front development) untuk

menjaga kapasitas aliran sungai dan kanal. Paragraf Peruntukan Ruang Untuk Fungsi Budidaya (Kawasan Budidaya) Wilayah Kecamatan Kembangan

a.

Perbaikan lingkungan pada daerah kumuh dengan mengembangkan ruang terbuka hiijau yang

berfungsi sosial, ekologis dan estetika terutama di kawasan sepanjang jalur Kali Pesanggrahan di Kelurahan Kembangan Utara; b. Pengembangan kawasan perumahan dan permukiman baru terutama di kelurahan Kembangan Utara dan Kelurahan Meruya Selatan;

c. d. e. f. g. h. i. j. k. memadai; l. m.

Pengembangan perbaikan lingkungan pada kawasan perumahan kumuh ringan dan sedang Penetapan fungsi perumahan pada kawasan mantap; Penyediaan fasilitas umum di kawasan-kawasan perumahan horisontal; Pengembangan kawasan perumahan KDB rendah di sekitar jalur Sungai Pesanggrahan yang Pengembangan kawasan campuran kecil pada daerah yang cenderung berkembang menjadi Luas kawasan permukiman direncanakan sebesar 891,26 ha; Pembangunan rumah susun sederhana pada permukiman kumuh di sekitar Kelurahan Pembangunan kawasan perumahan vertikal yang menjamin tersedianya kawasan hijau yang

Fasilitas Pendidikan Pasal 1159 (1) Pengembangan fasilitas pendidikan diutamakan untuk fasilitas pendidikan yang masih kurang dan diperlukan penambahan lahan dan bangunan fasilitas pendidikan. (2) Pengembangan fasilitas pendidikan di Kecamatan Kembangan diarahkan untuk tingkat pendidikan Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar dan Perpustakaan. (3) Peningkatan kualitas sarana dan prasarana fasilitas pendidikan. Fasilitas Kesehatan Pasal 1160 (1) Pengembangan fasilitas kesehatan diperlukan penambahan yang disesuaikan dengan jumlah kebutuhan yang direncanakan; (2) Pengembangan fasilitas kesehatan berupa penambahan jumlah fasilitas kesehatan yang terdiri dari balai pengobatan, puskesmas, dan apotik; (3) Peningkatan kualitas sarana dan prasarana fasilitas kesehatan. Fasilitas Peribadatan Pasal 1161 (1) Pengembangan fasilitas peribadatan disesuaikan dengan jumlah kebutuhan yang direncanakan.

terutama sekitar kawasan Kelurahan Kembangan Utara;

terletak di Kelurahan Kedoya Selatan; daerah perdagangan dan jasa;

Kembangan Utara; berfungsi resapan, sosial dan estetika; Pengembangan kawasan perumahan secara vertikal dan memperkecil perpetakan untuk penyediaan perumahan golongan menengah-bawah yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang Penyediaan fasilitas umum di kawasan-kawasan perumahan vertikal; Pengembangan kawasan perumahan KDB rendah beserta fasilitasnya, terutama pada

pengembangan baru.

Bagian Kelima Penetapan Pengembangan Kawasan Strategis Wilayah Kecamatan Kembangan Pasal 1157 (1) Pengembangan kawasan strategis di tingkat Kecamatan Kembangan diarahkan pada bagian wilayah kecamatan yang memiliki peranan dan fungsi strategis bagi pengembangan kegiatan ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan kota; (2) Pengembangan kawasan strategis Kota Administrasi Jakarta Barat sebagaimana dimaksud ayat (1) diarahkan yaitu pengembangan Kawasan Sentra Primer Barat sebagai pusat pemerintahan wilayah kota administrasi, perdagangan dan jasa. Bagian Keenam Pengembangan Fasilitas Umum dan Sosial Pasal 1158 Pengembangan fasilitas umum dan sosial sebagai upaya penanganan pemenuhan kebutuhan penduduk Kecamatan Kembangan yang terdiri dari fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, fasilitas peribadatan, fasilitas olah raga dan fasilitas pengendalian bencana.

(2) Peningkatan kualitas sarana dan prasarana fasilitas peribadatan. Fasilitas Olahraga Pasal 1162 Peningkatan kualitas sarana dan prasarana fasilitas olahraga, berupa tempat bermain, lapangan olahraga, taman dan lapangan serba guna. Fasilitas Pengendalian Bencana Pasal 1163 Pengembangan prasarana pengendalian drainase di Kecamatan Kembangan, meliputi a. b. c. d. Perbaikan daerah sempadan sungai melalui penghijauan. Peningkatan kapasitas danau dan sungai. Perbaikan saluran air yang tertutup perkerasan serta membuat saluran air baru pada lokasi-lokasi Sebaran distribusi sarana dan prasana kebakaran pada setiap kelurahan.

yang belum memiliki saluran air.

e.

Perbaikan lingkungan berupa pelebaran jalan lingkungan sehingga mempermudah evakuasi

ketika terjadi kebakaran. Bagian Ketujuh Arahan Pemanfaatan Ruang Wilayah Kecamatan Kembangan Pasal 1164 (1) Arahan pemanfaatan ruang Kecamatan Kembangan dilaksanakan berdasarkan arahan pemanfaatan ruang wilayah Provinsi DKI Jakarta, meliputi : a. b. c. d. e. Penyusunan program utama; Penentuan lokasi; Sumber pendanaan; Instansi pelaksana; dan Waktu pelaksanaannya.

(2) Arahan pemanfaatan ruang Kecamatan Kembangan, sebagaimana yang dimaksud pasal 1164 ayat 1,
dapat dilihat dalam Lampiran Peraturan Daerah Ini.

Bagian Kedelapan Arahan Pengendalian Pemanfaatan Ruang Wilayah Kecamatan Kembangan Umum Pasal 1165 (1) Ketentuan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah Kecamatan Kembangan meliputi arahan peraturan zonasi, arahan perijinan, arahan insentif dan disinsentif, serta arahan sanksi. (2) Pengendalian pemanfaatan ruang wilayah Kecamatan Kembangan sebagaimana dimaksud ayat (1) akan ditetapkan dengan mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bagian Kesembilan Arahan Peraturan Zonasi Paragraf Umum Pasal 1166 (1) arahan peraturan zonasi sebagaimana dimaksud Pasal 30 ayat (1) berisi ketentuan yang harus, boleh, dan tidak boleh dilaksanakan pada zona pemanfaatan ruang yang ada pada perda ini; (2) arahan peraturan zonasi Provinsi DKI Jakarta meliputi pengaturan pemanfaatan ruang dan pengaturan unsur-unsur pengendalian yang disusun untuk setiap zona peruntukan ruang, yaitu: a. Kriteria umum pemanfaatan ruang; dan b. Arahan intensitas pemanfaatan ruang. Paragraf Kriteria Umum Pemanfaatan Ruang Pasal 1167 (1) Kriteria umum pemanfataan ruang merupakan ketentuan kesesuaian peruntukan, norma, serta standar sarana dan prasarana yang harus disediakan untuk masing-masing zona pemanfaatan ruang yang ada pada peraturan ini. (2) (3) Kriteria umum pemanfaatan ruang sebagaimana dimaksud ayat (1) ditetapkan guna menjamin pemanfaatan ruang yang dapat mencapai standar kualitas minimum untuk kesehatan, keamanan, dan keselamatan. Kriteria umum pemanfaatan ruang sebagaimana dimaksud ayat (1) tercantum dalam Tabel Lampiran I Peraturan Daerah ini. (1)

Bagian Kesepuluh Arahan Intensitas Pemanfaatan Ruang Pasal 1168 Arahan rencana intensitas pemanfaatan ruang Kecamatan Kembangan, meliputi : a. b. Nilai KLB 1,0 sampai dengan 4,0 di arahkan pada kawasan permukiman, kawasan bangunan Ketinggian bangunan maksimal 2 (dua) lantai di arahkan pada kawasan permukiman, umum, bangunan umum KDB rendah, kawasan campuran, dan kawasan industri/pergudangan; ketinggian bangunan maksimal 4 (empat) diarahkan pada kawasan bangunan umum, kawasan campuran, dan fasilitas umum dan ketinggian bangunan maksimal 16 (enambelas) lantai di arahkan pada kawasan bangunan umum, kawasan campuran, dan fasilitas umum pada lokasi wilayah sentra primer barat. c. Nilai KDB di daerah yang terbangun ditetapkan sebesar 60 %. Bagian Kesebelas Arahan Perijinan Pasal 1169 (1) Perizinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (1) adalah perizinan yang terkait dengan izin

pemanfaatan ruang yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan dikeluarkan oleh pemerintah dan/atau pemerintah daerah harus dimiliki sebelum pelaksanaan pemanfaatan ruang; (2) Ijin pemanfaatan ruang sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah ijin yang berkaitan dengan lokasi, kualitas ruang, dan tata bangunan yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan, hukum adat dan kebiasaan yang berlaku. (3) Prinsip dasar penerapan mekanisme perijinan dalam pemanfaatan ruang adalah sebagai berikut : a. b. c. Setiap kegiatan dan pembangunan yang berpeluang menimbulkan gangguan bagi kepentingan Setiap kegiatan dan pembangunan harus memohon ijin dari pemerintah setempat yang akan Setiap permohonan pembangunan yang tidak sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah umum, pada dasarnya dilarang kecuali dengan ijin dari Pemerintah Provinsi/Kota. memeriksa kesesuaiannya dengan rencana, serta standar administrasi legal. harus melalui pengkajian mendalam untuk menjamin bahwa manfaatnya jauh lebih besar dari kerugiannya bagi semua pihak terkait sebelum dapat diberikan ijin. Pasal 1170 Perijinan yang dikenakan pada kegiatan dan pembangunan di Provinsi DKI Jakarta, terdiri dari 5 (lima) jenis, yaitu : a. b. c. Perijinan kegiatan/lisensi (SIUP, TDP). Perijinan pemanfaatan ruang dan bangunan (Ijin Lokasi, Ijin Peruntukan Penggunaan Perijinan konstruksi (Ijin Mendirikan Bangunan/IMB).

Tanah/IPPT, Ijin Penggunaan Bangunan/IPB).

d. e.

Perijinan lingkungan (Amdal, yang terdiri dari Analisis Dampak Lingkungan, Rencana Perijinan khusus (pengambilan air tanah). Pasal 1171 (1)

e. Pembatasan penyediaan infrastruktur, pengenaan kompensasi, dan penalti. Pasal 1174 Prioritas pemberian insentif diarahkan pada penyediaan dan penambahan RTH,

Pemantauan Lingkungan dan Rencana Pengelolaan Lingkungan; Ijin Gangguan/HO).

penanggulangan banjir, upaya mengatasi masalah kemacetan lalu lintas serta upaya pelestarian bangunan Perizinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 dilaksanakan oleh Gubernur, melalui satuan kerja perangkat daerah yang berwenang. Bagian Keduabelas Arahan Insentif dan Disinsentif Pasal 1172 (1) Ketentuan insentif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 merupakan perangkat atau upaya untuk memberikan imbalan terhadap pelaksanaan kegiatan yang sejalan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi DKI Jakarta, serta memberikan kontribusi dalam membantu pemecahan masalah perkotaan. (2) Pemberian insentif sebagaimana diatur dalam ayat (1) diberlakukan dengan cara: a. b. c. d. e. f. Kemudahan-kemudahan dalam pengurusan ijin dan pengurusan administrasi lainnya untuk Setiap orang yang melakukan pelanggaran terhadap ketentuan-ketentuan dalam Peraturan Daerah ini dapat dikenakan sanksi pidana dan/atau sanksi administrasi sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Bagian Keempatbelas Penyidikan Pasal 1176 (1). Pasal 1173 (1) Sedangkan disinsentif sebagaimana dimaksud merupakan perangkat untuk mencegah, membatasi pertumbuhan, atau mengurangi kegiatan yang tidak sejalan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah dan kegiatannya menimbulkan dampak negatif perkotaan. (2) Pemberian disinsentif untuk mencegah, membatasi pertumbuhan, dan/atau mengurangi kegiatan yang tidak sejalan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah dan diberlakukan yaitu dengan cara: a. Pemberian sanksi dan bahkan pengenaan denda kepada pelanggar aturan-aturan dan arahan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah. b. Mempersulit pengurusan administrasi dan bahkan penolakan usulan pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan arahan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah. c. Pada kawasan-kawasan terbangun yang tidak sesuai dengan arahan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah diberlakukan pengawasan dan pengendalian yang ketat. d. Pengenaan pajak yang tinggi yang disesuaikan dengan besarnya biaya yang dibutuhkan untuk mengatasi dampak yang ditimbulkan akibat pemanfaatan ruang. Selain pejabat penyidik Kepolisian Negara Republik Indonesia, Pejabat Pegawai Negeri Bantuan pada pemanfaatan lahan yang sifatnya mengkonservasi lahan pada kawasan-kawasan Keringanan pajak, pemberian kompensasi, subsidi silang, imbalan, sewa ruang, dan urun saham. Pembangunan serta pengadaan infrastruktur. Kemudahan prosedur perizinan. Pemberian penghargaan kepada masyarakat, swasta dan/atau pemerintah daerah. Sipil di lingkungan pemerintah daerah yang lingkup tugas dan tanggungjawabnya di bidang penataan ruang diberi wewenang khusus sebagai penyidik untuk melakukan penyidikan terhadap pelanggaran Peraturan Daerah ini. (2). a. b. Wewenang Penyidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah: Melakukan pemeriksaan atas kebenaran laporan atau keterangan berkenaan dengan tindakan Menerima, mencari, mengumpulkan dan meneliti keterangan atau laporan berkenaan dengan pidana di dalam peraturan daerah ini; pelanggaran pidana dalam Peraturan Daerah ini, agar keterangan atau laporan tersebut menjadi lebih lengkap dan jelas; c. d. e. Meneliti, mencari, dan mengumpulkan keterangan mengenai Orang Pribadi atau Badan tentang Meminta keterangan dan bahan bukti dari Orang Pribadi atau Badan sehubungan dengan Memeriksa buku-buku, catatan-catatan, dan dokumen-dokumen berkenan dengan adanya kebenaran perbuatan yang dilakukan sehubungan dengan adanya pelanggaran; pelanggaran; tindakan pelanggaran; pemanfaatan ruang yang sesuai dengan arahan-arahan dalam rencana tata ruang wilayah. lindung. Bagian Ketigabelas Sanksi Pasal 1175 cagar budaya. (2) Prioritas pengenaan disinsentif diarahkan pada kegiatan pembangunan yang merubah bentang alam yang berdampak negatif pada lingkungan di sekitarnya, meningkatkan bangkitan lalu lintas di atas kapasitas jaringan jalan. (3) (4) Seluruh bentuk kewajiban yang dikenakan kepada pengembang suatu lahan atau Besaran luas lahan RTH yang wajib disediakan diatur berdasarkan zona kawasan. kawasan dikonversikan ke dalam penyediaan dan pembangunan lahan bagi ruang terbuka hijau.

f. g. h. i.

Melakukan penggeledahan untuk mendapatkan bahan bukti pembukuan, pencatatan, dan Meminta bantuan tenaga ahli dalam rangka pelaksanaan tugas penyidikan terhadap pelanggaran; Pejabat penyidik pegawai negeri sipil, memberitahukan dimulainya penyidikan dan hasil Pejabat Penyidik Pegawai Negeri Sipil menyampaikan hasil penyidikan kepada Penuntut Umum

d. e. f. pembangunan, g.

Mewujudkan Kecamatan Cengkareng sebagai kawasan pendukung kelengkapan Peningkatan pelayanan sarana jalan dengan pelebaran jalan-jalan utama. Mewujudkan pembangunan dan pengembangan Kecamatan Cengkareng yang

dokumen lain, serta melakukan penyitaan terhadap bahan bukti tersebut;

fasilitas dan utilitas di Jakarta Barat.

penyidikan kepada pejabat penyidik Kepolisian Negara Republik Indonesia; dan melalui Pejabat Penyidik Kepolisian Negara Republik Indonesia. BAB XXXXI RENCANA RINCI TATA RUANG WILAYAH KECAMATAN CENGKARENG

berpihak pada kepentingan masyarakat, dengan memposisikan peran masyarakat sebagai pemrakarsa Memanfaatkan peluang dan mampu menempatkan kendala pengembangan

sebagai komponen modal dasar pengembangan dan pembangunan Kecamatan Cengkareng guna mewujudkan kehidupan yang lebih baik. Paragraf Bagian Kesatu Umum Pasal 1177 (1) Rencana Rinci Tata Ruang Wilayah Kecamatan Cengkareng meliputi: a. Tujuan, Kebijakan, dan Strategi Penataan Ruang Wilayah Kecamatan Cengkareng; Rencana Struktur Ruang Kecamatan Cengkareng; Rencana Pola Ruang Kecamatan Cengkareng; Penetapan Kawasan Strategis Wilayah Kecamatan Cengkareng; Arahan Pemanfaatan Ruang Wilayah Kecamatan Cengkareng; dan Arahan Pengendalian Pemanfaatan Ruang Wilayah Kecamatan Cengkareng b.

Kebijakan dan Strategi Penataan Ruang Wilayah Kecamatan Cengkareng Pasal 1179 Kebijakan Kawasan Lindung Kecamatan Cengkareng, Kebijakan Kawasan Budidaya Kecamatan Cengkareng, a. Sektor Perumahan Penerapan penggunaan campuran dalam rangka mengintesifkan penggunaan lahan dan Program perbaikan lingkungan dan permajaan lingkungan pada kawasan kumuh Pembangunan rumah susun sederhana untuk memenuhi kebutuhan perumahan Sektor Perdagangan dan Jasa Pembatasan sistem ribbon, kecuali yang mengalami peningkatan fungsi dan kualitas dengan Pengembangan sentra sentra lokal dilakukan untuk mengurangi kemacetan lalu lintas Program perbaikan lingkungan dan peremajaan lingkungan pada wilayah yang cukup padat. Sektor Industri

(2)

b. c. d. e. f.

bangunan, baik secara vertikal maupun horisontal

memperhatikan kelancaran arus lalu lintas dan penyediaan tempat parkir Bagian Kedua Tujuan, Kebijakan dan Strategi Penataan Ruang Wilayah Kecamatan Cengkareng c. Paragraf 1 Tujuan Penataan Ruang Wilayah Kecamatan Cengkareng Pasal 1178 Untuk mewujudkan tujuan penataan ruang wilayah Kecamatan Cengkareng, maka tujuan pengembangan Tata Ruang Wilayah Kecamatan Cengkareng adalah: a. Menyiapkan dan mengarahkan Kecamatan Cengkareng sebagai pusat perdagangan dan jasa Provinsi DKI Jakarta dan sebagai pusat perdagangan dan jasa Kotamadya Jakarta Barat dengan membangun sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan perdagangan dan jasa. b. c. dan Tangerang. Memenuhi kebutuhan perumahan dengan membangun rumah susun sederhana Meningkatkan kondisi dan kapasitas jaringan jalan regional yang berguna g. sewa tingkat tinggi yang mengacu pada Peraturan Menteri PU No. 5 tahun 2007. memantapkan fungsi Kecamatan Cengkareng sebagai salah satu pusat pergerakan Kotamadya Jakarta Barat f. e. d. selatan; Pengembangan jaringan jalan kolektor pada setiap kelurahan dengan memperhatikan kualitas Sektor Fasilitas Umum dan Fasilitas Sosial Pengembangan dan peningkatan fasilitas umum, baik kuantitas maupun kualitas Pengembangan fasilitas umum dan fasilitas sosial secara vertikal. Sektor Drainase dan Pengendalian Banjir Normalisasi sungai dan saluran drainase Pembangunan dan peremajaan drainase ke dalam sistem pengendalian banjir Sektor Air Minum dan Sumber Air Bersih dan kapasitas;

Kegiatan industri dibatasi pada kegiatan industri skala kecil (home industry); Sektor Transportasi Peningkatan dan pembangunan jalan arteri dan kolektor arah timur barat ataupun utara

Peningkatan kualitas jaringan pipa pipa induk dan distribusi air bersih Pembatasan penggunaan air tanah Penambahan hydrant umum Kebijakan Kawasan Strategis Kecamatan Cengkareng

Jumlah penduduk di Kecamatan Cengkareng sampai pada tahun 2030 dibatasi sebanyak-banyaknya 269.057 Jiwa, dengan kepadatan penduduk sebesar 252 jiwa/ha. Bagian Ketiga Rencana Struktur Ruang Wilayah Kecamatan Cengkareng Umum Pasal 1182 (1) (2) a. b. c. d. (3) a. b. c. d. e. f. g. Rencana struktur ruang wilayah provinsi dijabarkan kedalam struktur ruang wilayah Kecamatan Rencana pengembangan sistem pusat kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diwujudkan Sistem pusat kegiatan primer; Sistem pusat sekunder; Sistem pusat kegiatan tersier; dan Sistem pusat kegiatan sub tersier. Rencana sistem prasarana wilayah sebagaimana dimaksud ayat (1) meliputi : Prasarana transportasi, Prasarana sumber daya air bersih, Prasarana pengendalian drainase, Prasarana sanitasi limbah, Prasarana persampahan, Prasarana energi listrik, dan Prasarana telekomunikasi. Sistem Pusat Kegiatan Wilayah Kecamatan Cengkareng Pasal 1183 (1) Rencana pengembangan pusat-pusat kegiatan Kota Administrasi Jakarta Barat diwujudkan dalam bentuk Sistem Pusat Kegiatan Tersier dan Pusat Kegiatan Sub Tersier. (2) Rencana pengembangan Sistem Pusat Kegiatan Tersier Kecamatan Cengkareng sebagaimana dimaksud pada Pasal 6 ayat (2) huruf c, terdapat pada lokasi Menara Penisula dan Gedung BCA. (3) Rencana pengembangan Sistem Pusat Kegiatan Sub Tersier Kecamatan Cengkareng sebagaimana dimaksud pada Pasal 6 ayat (2) huruf d, terdapat pada lokasi Pasar Slipi, Kantor Polsek Cengkareng dan Kantor Camat Cengkareng. (4) Rencana pengembangan Sistem Pusat Kegiatan Tersier dan Pusat Kegiatan Sub tersier di wilayah Kecamatan Cengkareng sebagaimana dimaksud pada ayat (1), tercantum pada Lampiran Gambar 5.9 Peraturan Daerah ini.

(3) a.

Penetapan Kawasan Strategis Kecamatan Cengkareng berdasarkan nilai strategis

dari sudut kepentingan ekonomi yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi, yaitu merupakan aglomerasi berbagai kegiatan ekonomi yang memiliki : b. (4) Cengkareng ; a. kelestarian lingkungan alam. b. Pengendalian dan pengelolaan lingkungan hidup serta peraturan tentang adanya penetapan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Pasal 1180 Strategi penataan ruang Kecamatan Cengkareng, adalah: a. menata pusat-pusat kegiatan yang sudah berkembang. b. c. d. e. dapat menampung perkembangan penduduk. Bagian Kedua Persebaran Penduduk Wilayah Kecamatan Cengkareng Pasal 1181 Memperbaiki dan merencanakan kawasan-kawasan yang cenderung kumuh dengan membangun rumah susun beserta fasilitas-fasilitasnya. Mempertahankan RTH yang sudah Merealisasikan pembangunan sarana Merealisasikan pembangunan jalan ada dan mengembalikan fungsi RTH khususnya di bantaran kali Grogol yang dijadikan permukiman kumuh. dan prasarana yang mampu meningkatkan kapasitas perdagangan dan jasa. lingkungan di dalam lingkungan yang telah berkembang guna menyediakan ruang perumahan kota yang Meningkatkan peran dan fungsi serta Pemeliharaan lingkungan guna mempertahankan ekosistem dan Potensi ekonomi cepat tumbuh; Sektor unggulan yang dapat menggerakan sektor ekonomi; Potensi ekspor; Dukungan jaringan prasarana dan fasilitas penunjang kegiatan ekonomi. Ditetapkan sebagai Kawasan yang memiliki nilai strategis dari sudut kepentingan Kebijakan Pengendalian Lingkungan Kecamatan

Cengkareng, yang meliputi sistem pusat kegiatan dan sistem prasarana wilayah. berdasarkan :

ekonomi yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Kecamatan Cengkareng.

Sistem Prasarana Wilayah Kecamatan Cengkareng Pasal 1184 Sistem prasarana meliputi prasarana transportasi, prasarana sumber daya air bersih, prasarana pengendalian drainase, prasarana sanitasi limbah, prasarana persampahan, prasarana energi listrik, dan prasarana telekomunikasi. Prasarana Transportasi Wilayah Kecamatan Cengkareng Pasal 1185 (1) Rencana pengembangan prasarana transportasi di Kecamatan Cengkareng, meliputi jaringan jalan arteri dan kolektor. (2) Rencana peningkatan jalan arteri sebagaimana di maksud pada ayat (1) meliputi pelebaran jalan pada lokasi Jalan S. Parman, Jalan Tomang Raya, Jalan KS. Tubun, Jalan Cengkareng Utara, Jalan Cengkareng Brata, l. Cengkareng Tengah, Jalan Batusari, Jalan Kemanggisan Utama dan Jalan Rawa Belong. (3) Rencana peningkatan jalan kolektor Kecamatan Cengkareng sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi pelebaran Jalan Kemanggisan Raya, Jalan Kota Bambu Utara dan Jalan Kota Bambu Selatan. Prasarana Sumber Daya Air Bersih Wilayah Kecamatan Cengkareng Pasal 1186 Pengembangan Prasarana sumber daya air bersih di wilayah Kecamatan Cengkareng meliputi : a. b. c. d. Perluasan jaringan pelayanan air bersih dan penyediaan hidran umum pada lokasi yang Pembatasan pengambilan air tanah dangkal di kawasan permukiman secara bertahap; Pelarangan pengambilan air tanah dalam terutama di zona kritis air tanah; Peningkatan peran serta masyarakat dalam menjaga kualitas sungai dan kanal. Prasarana Pengendalian Drainase Pasal 1187 Pengembangan prasarana pengendalian drainase di Kecamatan Cengkareng, meliputi : a. b. c. d. Normalisasi sepanjang aliran sungai dan mengamankan sungai dari kegiatan yang dapat Penataan kembali garis sempadan sungai (GSS) menurut fungsinya yaitu sebagai Peningkatan dan pengembangan fungsi situ-situ sebagai lokasi tempat penampungan air; Pengerukan sampah di sepanjang kali yang bisa menimbulkan banjir; Pengendalian penggunaan air tanah untuk mengurangi gejala penurunan tanah (Land menggangu fungsinya pada lokasi saluran Kali Pesanggrahan dan Kali Grogol; pengendali banjir, drainase dan penggelontor; belum terlayani air bersih terutama permukiman padat penduduk;

Prasarana Sanitasi Limbah Wilayah Kecamatan Cengkareng Pasal 1188 Pengembangan prasarana sanitasi di Kecamatan Cengkareng, meliputi: a. Pengembangan sistem pembuangan air limbah secara sistem on-site. b. Peningkatan pelayanan pipa pembuangan air limbah disetiap kelurahan-kelurahan yang padat penduduk Prasarana Persampahan Wilayah Kecamatan Cengkareng Pasal 1189 Pengembangan prasarana persampahan di wilayah Kecamatan Cengkareng, meliputi:

a.
b.

Pengembangan

penggunaan

teknologi

pengolahan

sampah

dengan

menggunakan

incinerator yang ditempatkan pada kawasan-kawasan tertentu; Pembangunan lokasi penampungan sampah (LPS) sementara pada setiap kelurahan; Program pemilahan sampah sebelum dibuang ke lokasi pembuangan sampah (LPS) melalui

c.

pemilahan sampah organik (basah) dan non-organik (kering) akan memudahkan proses pembuatan kompos sebelum dibakar di dalam incinerator; d. e. f. g. Pengembangan prasarana sampah bahan berbahaya dan beracun (B3) dengan penggunaan Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah dengan penerapan konsep Peningkatan mutu, kapasitas dan jumlah armada sampah yang dapat masuk ke lingkungan Pencegahan dan penindakan tegas pembuangan sampah ke sungai dan saluran, serta teknologi tepat guna; 3R (reduced, reused, recycling); padat penduduk; mencegah tumbuhnya perumahan liar dan bedeng di sepanjang tepi sungai. Prasarana Energi Listrik Pasal 1190 Pengembangan prasarana energi di wilayah Kecamatan Cengkareng, meliputi: a. b. c. d. e. f. Perbaikan jaringan listrik yang telah ada; Peningkatan daya transmisi yang sudah ada; Penindakan pencurian listrik; Penempatan gardu-gardu listrik secara terpadu dengan mempertimbangkan estetika lingkungan; Pengembangan Jaringan listrik mengikuti jaringan jalan; Pengamanan jaringan listrik pada kawasan perumahan padat. Prasarana Telekomunikasi Pasal 1191 Pengembangan prasarana Telekomunikasi dan informatika di Kecamatan Cengkareng, meliputi:

e.

Subsidence) yang berpotensi menimbulkan genangan.

a.

Pengembangan sistem pelayanan telekomunikasi melalui penerapan teknologi telekomunikasi

Pasal 1194 (1) Pembangunan dan pemeliharaan jalur hijau di sempadan sungai dan kanal; (2) Pembangunan jalan inspeksi pada sungai-sungai utama untuk mengarahkan orientasi pembangunan fisik; (3) Peningkatan kapasitas sungai, kanal, saluran penghubung, dan saluran lingkungan melalui pengerukan;

yang memadai;

b. c.
lingkungan.

Pembangunan jaringan telekomunikasi baru pada kawasan pemukiman padat, dengan tujuan

untuk memfasilitasi masyarakat dalam melakukan aktifitas bersosial; Pengembangan jaringan telekomunikasi yang aman dan menyesuaikan dengan estetika

(4) Pembangunan fisik diarahkan menghadap sungai (river front development) untuk menjaga kapasitas
aliran sungai dan kanal.

Bagian Keempat Rencana Pola Ruang Wilayah Kecamatan Cengkareng Umum Pasal 1192 Kawasan Ruang Terbuka Hijau (1) a. b. (2) huruf a, meliputi : a. b. (3) huruf b, meliputi: a. b. c. d. (4) Ruang terbuka hijau lainnya; Kawasan perkantoran; Kawasan perdagangan; Kawasan Permukiman. Rencana pola ruang wilayah Kecamatan Cengkareng sebagaimana dimaksud pada Kawasan resapan air; Kawasan sempadan sungai dan kanal. Rencana pengembangan kawasan budidaya, sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Rencana pola ruang Kecamatan Cengkareng, terdiri atas: Peruntukan ruang untuk fungsi lindung/kawasan lindung, dan Peruntukan ruang untuk fungsi budidaya/kawasan budidaya. Rencana pengembangan kawasan lindung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Pengembangan kawasan terbuka hijau lainnya, meliputi: a. b. c. d. e. f. g. Pengembangan ruang terbuka hijau diarahkan berupa jalur hijau tepi sungai, jalur hijau tepi Pengembangan jalur hijau diarahkan sepanjang Kali Grogol Penataan kawasan jalur hijau dan hutan kota seluas 3,91 ha dengan prosentase sebesar Penataan dan pemeliharaan taman seluas 16,13 Ha dengan prosentase sebesar 2,88% dari Mempertahankan lahan pemakaman dan lapangan olahraga yang ada seluas 2,80 ha, Penataan dan pemeliharaan kawasan pemakaman seluas 1,48 ha; Peruntukan lahan pada kawasan terbuka hijau publik tidak dapat diubah. Kawasan Perkantoran Paragraf Peruntukan Ruang untuk Fungsi Lindung (Kawasan Lindung) Kawasan Resapan Air Pasal 1193 (1) (2) Penanaman dan pemeliharaan pohon dan tanaman pada lahan pemakaman yang Perluasan kawasan resapan air melalui penambahan ruang terbuka hijau. Kawasan Perdagangan Kawasan Sempadan Sungai dan Kanal Pasal 1197 Pengembangan kawasan perkantoran, meliputi : Pasal 1196 jalan, pemakaman umum, lahan milik pemerintah dan sekitar taman lingkungan perumahan; Pasal 1195 Paragraf Peruntukan Ruang Untuk Fungsi Budidaya (Kawasan Budidaya) Wilayah Kecamatan Cengkareng

0,70% dari luas Kecamatan Cengkareng; luas Kecamatan Cengkareng; dengan prosentase sebesar 0,49% dari luas Kecamatan Cengkareng;

ayat (1), tercantum dalam Lampiran Gambar 5.10 Peraturan Daerah ini.

a. Pengembangan pola ribbon di prioritaskan sepanjang Jalan Letjen S. Parman;


b. Pengembangan dan penataan kawasan perkantoran KDB rendah seluas 6,53 ha yang berlokasi pada Kelurahan Cengkareng Timur dan Kelurahan Cengkareng Barat; c. Penataan dan pemeliharaan kawasan perkantoran seluas 62,57 ha dengan prosentase sebesar 11,15% dari luas Kecamatan Cengkareng.

berfungsi sebagai peneduh dan membantu peresapan air;

Pengembangan kawasan perdagangan, meliputi : a. Pengembangan pola sentra perdagangan di prioritaskan pada sentra perdagangan Pasar Slipi dan sekitarnya;

b. Pengembangan pola ribbon di prioritaskan sepanjang Jalan Cengkareng Barat, Jalan Rawa Belong dan Jalan
KS Tubun; c. Penataan perdagangan KDB rendah di koridor Kali Grogol melalui program kali bersih (Prokasih) dengan orientasi sungai sebagai muka bangunan; d. Pengembangan perdagangan secara terpadu dengan pola sentra yang fungsinya terdiri dari perkantoran, perdagangan dan jasa; e. Pengembangan program perbaikan lingkungan pada kawasan yang terbangun dengan penyediaan dan/atau penambahan fasilitas penunjangnya beserta penghijauan yang lebih nyaman; f. Pembatasan kegiatan perdagangan.

Kawasan Permukiman Pasal 1198 Penataan kawasan perumahan horisontal dan vertikal, meliputi : Fasilitas Pendidikan Pasal 1200 (1) Pemenuhan kebutuhan perumahan direncanakan menyebar di setiap kelurahan. Pengembangan kawasan permukiman berkepadatan sedang diarahkan dengan persiapan Pengembangan kawasan permukiman berkepadatan tinggi direncanakan melalui cara Penetapan fungsi perumahan pada kawasan mantap. Penyediaan fasilitas umum di kawasan-kawasan perumahan horisontal. Pengembangan kawasan perumahan KDB rendah di sekitar jalur Kali Grogol yang terletak di (1) (2) (3) Pengembangan fasilitas kesehatan diperlukan penambahan yang disesuaikan dengan jumlah Pengembangan fasilitas kesehatan berupa penambahan jumlah fasilitas kesehatan yang terdiri dari Peningkatan kualitas sarana dan prasarana fasilitas kesehatan. Fasilitas Peribadatan Pasal 1202 (1) Pengembangan fasilitas peribadatan disesuaikan dengan jumlah kebutuhan yang direncanakan. (2) Peningkatan kualitas sarana dan prasarana fasilitas peribadatan. Penyediaan fasilitas umum di kawasan-kawasan perumahan vertikal. Penetapan dan pengembangan luas kawasan permukiman vertical direncanakan sebesar Penetapan dan pengembangan luas kawasan permukiman horizontal direncanakan sebesar Peningkatan kualitas sarana dan prasarana fasilitas olahraga, berupa tempat bermain, lapangan olahraga, taman dan lapangan serba guna. Bagian Kelima Pengembangan Fasilitas Umum dan Sosial Pasal 1199 Pengembangan fasilitas umum dan sosial sebagai upaya penanganan pemenuhan kebutuhan penduduk Kecamatan Cengkareng yang terdiri dari fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, fasilitas peribadatan, fasilitas olah raga dan fasilitas pengendalian bencana. Fasilitas Pengendalian Bencana Pasal 1204 Pengembangan prasarana pengendalian drainase di Kecamatan Cengkareng, meliputi a. b. Perbaikan daerah sempadan sungai melalui penghijauan. Peningkatan kapasitas danau dan sungai. Fasilitas Olahraga Pasal 1203 Pengembangan kawasan perumahan KDB rendah beserta fasilitasnya, terutama pada Pengembangan kawasan campuran kecil pada daerah yang cenderung berkembang menjadi Pembangunan rumah susun di sekitar Kelurahan Slipi dan Kelurahan Cengkareng. Pembangunan kawasan perumahan vertikal yang menjamin tersedianya kawasan hijau yang Pengembangan kawasan perumahan secara vertikal dan memperkecil perpetakan untuk kebutuhan yang direncanakan. balai pengobatan, BKIA, rumah bersalin, tempat praktek dokter, puskesmas, dan apotik. (2) (3) Pengembangan fasilitas pendidikan diutamakan untuk fasilitas pendidikan yang masih kurang Pengembangan fasilitas pendidikan di Kecamatan Cengkareng diarahkan untuk tingkat Peningkatan kualitas sarana dan prasarana fasilitas pendidikan. Fasilitas Kesehatan Pasal 1201

a.
Cengkareng. b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. l. memadai. m. n. o.

Perbaikan lingkungan pada daerah kumuh dengan mengembangkan ruang terbuka hiijau

yang berfungsi sosial, ekologis dan estetika terutama di kawasan sepanjang jalur Kali Grogol di Kelurahan dan diperlukan penambahan lahan dan bangunan fasilitas pendidikan. pendidikan Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar dan SLTP.

dengan pembangunan kawasan permukiman berskala besar pada lahan kosong. program dan perbaikan dan peningkatan kualitas lingkungan.

Kelurahan Kemanggisan. pengembangan baru. daerah perdagangan dan jasa.

berfungsi resapan, sosial dan estetika. penyediaan perumahan golongan menengah-bawah yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang

342,43 ha dengan prosentase sebesar 62,19% dari luas Kecamatan Cengkareng. 6,78 ha dengan prosentase sebesar 1,21% dari luas Kecamatan Cengkareng.

c. d. e.

Perbaikan saluran air yang tertutup perkerasan serta membuat saluran air baru pada lokasiSebaran distribusi sarana dan prasana kebakaran pada setiap kelurahan. Perbaikan lingkungan berupa pelebaran jalan lingkungan sehingga mempermudah evakuasi

(2) Arahan peraturan zonasi Provinsi DKI Jakarta meliputi pengaturan pemanfaatan ruang dan pengaturan unsur-unsur pengendalian yang disusun untuk setiap zona peruntukan ruang, yaitu: a. Kriteria umum pemanfaatan ruang; dan b. Arahan intensitas pemanfaatan ruang. Paragraf 4 Kriteria Umum Pemanfaatan Ruang

lokasi yang belum memiliki saluran air.

ketika terjadi kebakaran. Bagian Keenam Arahan Pemanfaatan Ruang Wilayah Kecamatan Cengkareng Pasal 1205 (1) Arahan pemanfaatan ruang Kecamatan Cengkareng dilaksanakan berdasarkan arahan pemanfaatan ruang wilayah Provinsi DKI Jakarta, meliputi : a. b. c. d. e. Penyusunan program utama; Penentuan lokasi; Sumber pendanaan; Instansi pelaksana; dan Waktu pelaksanaannya. (3) (2) (1)

Pasal 1208 Kriteria umum pemanfataan ruang merupakan ketentuan kesesuaian peruntukan, norma, serta standar sarana dan prasarana yang harus disediakan untuk masing-masing zona pemanfaatan ruang yang ada pada peraturan ini. Kriteria umum pemanfaatan ruang sebagaimana dimaksud ayat (1) ditetapkan guna menjamin pemanfaatan ruang yang dapat mencapai standar kualitas minimum untuk kesehatan, keamanan, dan keselamatan. Kriteria umum pemanfaatan ruang sebagaimana dimaksud ayat (1) tercantum dalam Tabel Lampiran I Peraturan Daerah ini. Bagian Kesembilan Arahan Intensitas Pemanfaatan Ruang Pasal 1209 Arahan rencana intensitas pemanfaatan ruang Kecamatan Cengkareng, meliputi : a. Nilai KLB 1,0 sampai dengan 4,0 di arahkan pada kawasan permukiman, kawasan wisma bangunan umum dan fasilitasnya, karya bangunan umum dan fasilitasnya, dan fasilitas umum. b. Ketinggian bangunan maksimal 2 (dua) lantai di arahkan pada kawasan permukiman, ketinggian bangunan maksimal 4 (empat) diarahkan pada kawasan wisma bangunan umum dan fasilitas umum, ketinggian bangunan maksimal 6 (enam) lantai diarahkan pada kawasan karya bangunan umum dan fasilitasnya pada lokasi wilayah Jalan Tomang Raya dan Museum Tekstil dan sekitarnya, ketinggian bangunan maksimal 8 (enam) lantai diarahkan pada kawasan karya bangunan umum dan wisma bangunan umum pada lokasi wilayah Jalan Brigjend Katamso dan ketinggian bangunan maksimal 32 (tigapuluhdua) lantai di arahkan pada kawasan karya bangunan umum pada lokasi wilayah Jalan S.Parman. c. Nilai KDB di daerah yang terbangun ditetapkan sebesar 40-60 %. Bagian Kesepuluh Arahan Perijinan Pasal 1210 (1) Perizinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (1) adalah perizinan yang terkait dengan izin

(2) Arahan pemanfaatan ruang Kecamatan Cengkareng, sebagaimana yang dimaksud pasal 1205 ayat 1,
dapat dilihat dalam Lampiran Peraturan Daerah Ini. Bagian Ketujuh Arahan Pengendalian Pemanfaatan Ruang Wilayah Kecamatan Cengkareng Umum Pasal 1206 (1) Ketentuan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah Kecamatan Cengkareng meliputi arahan peraturan zonasi, arahan perijinan, arahan insentif dan disinsentif, serta arahan sanksi. (2) Pengendalian pemanfaatan ruang wilayah Kecamatan Cengkareng sebagaimana dimaksud ayat (1) akan ditetapkan dengan mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bagian Kedelapan Arahan Peraturan Zonasi Paragraf 3 Umum Pasal 1207 (1) Arahan peraturan zonasi sebagaimana dimaksud Pasal 30 ayat (1) berisi ketentuan yang harus, boleh, dan tidak boleh dilaksanakan pada zona pemanfaatan ruang yang ada pada perda ini.

pemanfaatan ruang yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan dikeluarkan oleh pemerintah dan/atau pemerintah daerah harus dimiliki sebelum pelaksanaan pemanfaatan ruang.

(2) Ijin pemanfaatan ruang sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah ijin yang berkaitan dengan lokasi, kualitas ruang, dan tata bangunan yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan, hukum adat dan kebiasaan yang berlaku. (3) Prinsip dasar penerapan mekanisme perijinan dalam pemanfaatan ruang adalah sebagai berikut : a. b. c. Setiap kegiatan dan pembangunan yang berpeluang menimbulkan gangguan bagi kepentingan Setiap kegiatan dan pembangunan harus memohon ijin dari pemerintah setempat yang akan Setiap permohonan pembangunan yang tidak sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah harus umum, pada dasarnya dilarang kecuali dengan ijin dari Pemerintah Provinsi/Kota.

c. d. e. f.

Keringanan pajak, pemberian kompensasi, subsidi silang, imbalan, sewa ruang, dan urun saham. Pembangunan serta pengadaan infrastruktur. Kemudahan prosedur perizinan. Pemberian penghargaan kepada masyarakat, swasta dan/atau pemerintah daerah.

Pasal 1214 (1) Sedangkan disinsentif sebagaimana dimaksud merupakan perangkat untuk mencegah, membatasi pertumbuhan, atau mengurangi kegiatan yang tidak sejalan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah dan kegiatannya menimbulkan dampak negatif perkotaan. (2) Pemberian disinsentif untuk mencegah, membatasi pertumbuhan, dan/atau mengurangi kegiatan yang tidak sejalan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah dan diberlakukan yaitu dengan cara: a. Pemberian sanksi dan bahkan pengenaan denda kepada pelanggar aturan-aturan dan arahan Mempersulit pengurusan administrasi dan bahkan penolakan usulan pemanfaatan ruang yang Pada kawasan-kawasan terbangun yang tidak sesuai dengan arahan dalam Rencana Tata Ruang Pengenaan pajak yang tinggi yang disesuaikan dengan besarnya biaya yang dibutuhkan untuk Pembatasan penyediaan infrastruktur, pengenaan kompensasi, dan penalti. Pasal 1215 dalam Rencana Tata Ruang Wilayah. b. tidak sesuai dengan arahan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah. c. d. e. Wilayah diberlakukan pengawasan dan pengendalian yang ketat. mengatasi dampak yang ditimbulkan akibat pemanfaatan ruang.

memeriksa kesesuaiannya dengan rencana, serta standar administrasi legal. melalui pengkajian mendalam untuk menjamin bahwa manfaatnya jauh lebih besar dari kerugiannya bagi semua pihak terkait sebelum dapat diberikan ijin. Pasal 1211 Perijinan yang dikenakan pada kegiatan dan pembangunan di Provinsi DKI Jakarta, terdiri dari 5 (lima) jenis, yaitu : a. b. c. d. e. Perijinan kegiatan/lisensi (SIUP, TDP). Perijinan pemanfaatan ruang dan bangunan (Ijin Lokasi, Ijin Peruntukan Penggunaan Perijinan konstruksi (Ijin Mendirikan Bangunan/IMB). Perijinan lingkungan (Amdal, yang terdiri dari Analisis Dampak Lingkungan, Rencana Perijinan khusus (pengambilan air tanah). Pasal 1212 (1) Perizinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 dilaksanakan oleh Gubernur, melalui satuan kerja perangkat daerah yang berwenang. Bagian Kesebelas Arahan Insentif dan Disinsentif Pasal 1213 (1) Ketentuan insentif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 merupakan perangkat atau upaya untuk memberikan imbalan terhadap pelaksanaan kegiatan yang sejalan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi DKI Jakarta, serta memberikan kontribusi dalam membantu pemecahan masalah perkotaan. (2) Pemberian insentif sebagaimana diatur dalam ayat (1) diberlakukan dengan cara: a. b. Kemudahan-kemudahan dalam pengurusan ijin dan pengurusan administrasi lainnya untuk Bantuan pada pemanfaatan lahan yang sifatnya mengkonservasi lahan pada kawasan-kawasan pemanfaatan ruang yang sesuai dengan arahan-arahan dalam rencana tata ruang wilayah. Setiap orang yang melakukan pelanggaran terhadap ketentuan-ketentuan dalam Peraturan Daerah ini dapat dikenakan sanksi pidana dan/atau sanksi administrasi sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. lindung. Bagian Keduabelas Sanksi Pasal 1216 cagar budaya. (2) Prioritas pengenaan disinsentif diarahkan pada kegiatan pembangunan yang merubah bentang alam yang berdampak negatif pada lingkungan di sekitarnya, meningkatkan bangkitan lalu lintas di atas kapasitas jaringan jalan. (3) (4) Seluruh bentuk kewajiban yang dikenakan kepada pengembang suatu lahan atau Besaran luas lahan RTH yang wajib disediakan diatur berdasarkan zona kawasan kawasan dikonversikan ke dalam penyediaan dan pembangunan lahan bagi ruang terbuka hijau. Prioritas pemberian insentif diarahkan pada penyediaan dan penambahan RTH, penanggulangan banjir, upaya mengatasi masalah kemacetan lalu lintas serta upaya pelestarian bangunan

Tanah/IPPT, Ijin Penggunaan Bangunan/IPB).

Pemantauan Lingkungan dan Rencana Pengelolaan Lingkungan; Ijin Gangguan/HO).

Umum Pasal 1218 Rencana Rinci Tata Ruang Wilayah Kecamatan Cengkareng meliputi: a. Tujuan, Kebijakan, dan Strategi Penataan Ruang Wilayah Kecamatan Cengkareng; Rencana Struktur Ruang Kecamatan Cengkareng; Rencana Pola Ruang Kecamatan Cengkareng; Penetapan Kawasan Strategis Wilayah Kecamatan Cengkareng; Arahan Pemanfaatan Ruang Wilayah Kecamatan Cengkareng; dan Arahan Pengendalian Pemanfaatan Ruang Wilayah Kecamatan Cengkareng

b. c.
Bagian Ketigabelas Penyidikan Pasal 1217 (1) Selain pejabat penyidik Kepolisian Negara Republik Indonesia, Pejabat Pegawai

d. e. f.

Negeri Sipil di lingkungan pemerintah daerah yang lingkup tugas dan tanggungjawabnya di bidang penataan ruang diberi wewenang khusus sebagai penyidik untuk melakukan penyidikan terhadap pelanggaran Peraturan Daerah ini. (2) a. b. Wewenang Penyidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah: Melakukan pemeriksaan atas kebenaran laporan atau keterangan berkenaan dengan tindakan pidana di dalam peraturan daerah ini; Menerima, mencari, mengumpulkan dan meneliti keterangan atau laporan berkenaan dengan pelanggaran pidana dalam Peraturan Daerah ini, agar keterangan atau laporan tersebut menjadi lebih lengkap dan jelas; c. d. e. f. g. terhadap pelanggaran; h. i. Pejabat penyidik pegawai negeri sipil, memberitahukan dimulainya Pejabat Penyidik Pegawai Negeri Sipil menyampaikan hasil penyidikan penyidikan dan hasil penyidikan kepada pejabat penyidik Kepolisian Negara Republik Indonesia; dan kepada Penuntut Umum melalui Pejabat Penyidik Kepolisian Negara Republik Indonesia. BAB XXXXII RENCANA RINCI TATA RUANG WILAYAH KECAMATAN CENGKARENG Meneliti, mencari, dan mengumpulkan keterangan mengenai Orang Pribadi Meminta keterangan dan bahan bukti dari Orang Pribadi atau Badan Memeriksa buku-buku, catatan-catatan, dan dokumen-dokumen berkenan Melakukan penggeledahan untuk mendapatkan bahan bukti pembukuan, Meminta bantuan tenaga ahli dalam rangka pelaksanaan tugas penyidikan atau Badan tentang kebenaran perbuatan yang dilakukan sehubungan dengan adanya pelanggaran; sehubungan dengan pelanggaran; dengan adanya tindakan pelanggaran; pencatatan, dan dokumen lain, serta melakukan penyitaan terhadap bahan bukti tersebut;

Bagian Kedua Tujuan, Kebijakan dan Strategi Penataan Ruang Wilayah Kecamatan Tamansari Paragraf 1 Tujuan Penataan Ruang Wilayah Kecamatan Tamansari Pasal 1219 Untuk mewujudkan tujuan penataan ruang wilayah Kecamatan Tamansari, maka tujuan pengembangan Tata Ruang Wilayah Kecamatan Tamansari meliputi: a. Menyiapkan dan mengarahkan Kecamatan Tamansari sebagai Pusat Pendidikan Provinsi DKI Jakarta dan sebagai pusat perdagangan dan jasa Kotamadya Jakarta Barat dengan membangun sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan pendidikan dan perdagangan dan jasa. b. Jakarta Barat dan Tangerang. c. d. utama. e. pemrakarsa pembangunan. f. Memanfaatkan peluang dan mampu menempatkan kendala pengembangan sebagai komponen modal dasar pengembangan dan pembangunan Kecamatan Tamansari guna mewujudkan kehidupan yang lebih baik. Paragraf 2 Mewujudkan pembangunan dan pengembangan Kecamatan Tamansari yang berpihak pada kepentingan masyarakat, dengan memposisikan peran masyarakat sebagai Mewujudkan Kecamatan Tamansari sebagai kawasan pendukung kelengkapan fasilitas dan utilitas di Jakarta Barat. Peningkatan layanan sarana jalan dengan pelebaran jalan-jalan Meningkatkan kondisi dan kapasitas jaringan jalan regional yang berguna memantapkan fungsi Kecamatan Tamansari sebagai salah satu pusat pergerakan Kotamadya

Bagian Kesatu

Kebijakan dan Strategi Penataan Ruang Wilayah Kecamatan Tamansari

Pasal 1220 (1) (2) a. bangunan, baik secara vertikal maupun horisontal. b.

(4) Tamansari ; a. kelestarian lingkungan alam. b. Pemeliharaan

Kebijakan lingkungan

Pengendalian guna

Lingkungan

Kecamatan dan

Kebijakan Kawasan Lindung Kecamatan Tamansari, Kebijakan Kawasan Budidaya Kecamatan Tamansari, Sektor Perumahan Penerapan penggunaan campuran dalam rangka mengintesifkan penggunaan lahan dan Program perbaikan lingkungan dan permajaan lingkungan pada kawasan kumuh. Pembangunan rumah susun sederhana untuk memenuhi kebutuhan perumahan. Sektor Perdagangan dan Jasa Pembatasan sistem ribbon, kecuali yang mengalami peningkatan fungsi dan kualitas dengan Pengembangan sentra sentra lokal dilakukan untuk mengurangi kemacetan lalu lintas. Program perbaikan lingkungan dan peremajaan lingkungan pada wilayah yang cukup padat. Sektor Industri

mempertahankan

ekosistem

Pengendalian dan pengelolaan lingkungan hidup serta peraturan tentang

adanya penetapan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Pasal 1221 Strategi penataan ruang Kecamatan Tamansari, adalah: a. menata pusat-pusat kegiatan yang sudah berkembang. b. c. jalan rel kereta api yang dijadikan permukiman kumuh. d. e. dapat menampung perkembangan penduduk. Merealisasikan pembangunan sarana Merealisasikan pembangunan jalan dan prasarana yang mampu meningkatkan kapasitas perdagangan dan jasa . lingkungan di dalam lingkungan yang telah berkembang guna menyediakan ruang perumahan kota yang Memperbaiki dan merencanakan kawasan-kawasan yang cenderung kumuh dengan membangun rumah susun beserta fasilitas-fasilitasnya. Mempertahankan RTH yang sudah ada dan mengembalikan fungsi RTH khususnya di bantaran Sungai Pesanggrahan dan Kali Grogol, pinggiran Meningkatkan peran dan fungsi serta

memperhatikan kelancaran arus lalu lintas dan penyediaan tempat parkir. c. d. e. f. g.

Kegiatan industri dibatasi pada kegiatan industri skala kecil (home industry). Sektor Transportasi Peningkatan kualitas jalan kolektor arah utara selatan dan timur barat. Pembangunan jalan arteri arah timur barat (Jalan Kebayoran Lama Jalan Ciledug Raya). Sektor Fasilitas Umum dan Fasilitas Sosial Pengembangan dan peningkatan fasilitas umum, baik kuantitas maupun kualitas. Pengembangan fasilitas umum dan fasilitas sosial secara vertikal. Sektor Drainase dan Pengendalian Banjir Normalisasi sungai dan saluran drainase. Pembangunan dan peremajaan drainase ke dalam sistem pengendalian banjir. Sektor Air Minum dan Sumber Air Bersih Peningkatan kualitas jaringan pipa pipa induk dan distribusi air bersih. Pembatasan penggunaan air tanah. Penambahan hydrant umum. Kebijakan Kawasan Strategis Kecamatan Tamansari

Bagian Ketiga Persebaran Penduduk Wilayah Kecamatan Tamansari Pasal 1222 Jumlah penduduk di Kecamatan Tamansari sampai pada tahun 2030 dibatasi sebanyak-banyaknya 289.876 Jiwa. Bagian Keempat Rencana Struktur Ruang Wilayah Kecamatan Tamansari Umum Pasal 1223 (1) Rencana struktur ruang wilayah provinsi dijabarkan kedalam struktur ruang wilayah Kecamatan Tamansari, yang meliputi sistem pusat kegiatan dan sistem prasarana wilayah; (2) Rencana pengembangan sistem pusat kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diwujudkan berdasarkan : a. Sistem pusat kegiatan primer;

(3) a.

Penetapan Kawasan Strategis Kecamatan Tamansari berdasarkan nilai strategis dari

sudut kepentingan ekonomi yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi, yaitu merupakan aglomerasi berbagai kegiatan ekonomi yang memiliki : b. Potensi ekonomi cepat tumbuh; Sektor unggulan yang dapat menggerakan sektor ekonomi; Potensi ekspor; Dukungan jaringan prasarana dan fasilitas penunjang kegiatan ekonomi. Ditetapkan sebagai Kawasan yang memiliki nilai strategis dari sudut kepentingan

ekonomi yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Kecamatan Tamansari.

b. c. d. a. b. c. d. e. f. g.

Sistem pusat sekunder; Sistem pusat kegiatan tersier; dan Sistem pusat kegiatan sub tersier. Prasarana transportasi, Prasarana sumber daya air bersih, Prasarana pengendalian drainase, Prasarana sanitasi limbah, Prasarana persampahan, Prasarana energi listrik, dan Prasarana telekomunikasi.

a. b.

Rencana pembangunan jalan arteri, Kecamatan Tamansari pada Jalan Kebayoran Lama sampai Rencana peningkatan jalan arteri, Kecamatan Tamansari yang meliputi perbaikan Jalan Daan

dengan Jalan Ciledug Raya. Mogot Raya; Jalan Pos Pengumben; Jalan Meruya Illir; Jalan Ratu Melati; dan pelebaran jalan Jalan Panjang; pelebaran jalan dari Jalan Daan Mogot Raya sampai dengan Jalan Kebayoran Lama, Jalan Kedoya Raya, Jalan Kedoya duri; Jalan Kebayoran Lama Jalan Rawa Belong Jalan Batusari; Jalan Tamansari Raya; Jalan Green Ville; Jalan Adhikarya. (3) Rencana peningkatan jalan kolektor Kecamatan Tamansari sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi pelebaran Jalan Kedoya Raya bagian Utara, Jalan Arjuna Utara, Jalan Arjuna Selatan, Jalan Haji Muhajar, Jalan Kebon Raya, Jalan Pasak Jalan Daud Jalan Salam. Prasarana Sumber Daya Air Bersih Wilayah Kecamatan Tamansari

(3) Rencana sistem prasarana wilayah sebagaimana dimaksud ayat (1) meliputi

Sistem Pusat Kegiatan Wilayah Kecamatan Tamansari Pasal 1224

Pasal 1227 Pengembangan Prasarana sumber daya air bersih di wilayah Kecamatan Tamansari meliputi :

(1) Rencana pengembangan pusat-pusat kegiatan Kota Administrasi Jakarta Barat diwujudkan dalam bentuk Sistem Pusat Kegiatan Tersier dan Pusat Kegiatan Sub Tersier. (2) Rencana pengembangan Sistem Pusat Kegiatan Tersier Kecamatan Tamansari sebagaimana dimaksud pada Pasal 6 ayat (2) huruf c, terdapat pada lokasi Pasar Tanjung Duren. (3) Rencana pengembangan Sistem Pusat Kegiatan Sub Tersier Kecamatan Tamansari sebagaimana dimaksud pada Pasal 6 ayat (2) huruf d, terdapat pada lokasi Kecamatan Tamansari, Puskesmas Kecamatan Tamansari, Pertokoan Sentra Green Ville, Rukan dan Ruko Perumahan Green Ville, Ruko dan Rukan Sentra Tamansari, Pasar Swalayan Superindo. (4) Rencana pengembangan Sistem Pusat Kegiatan Tersier dan Pusat Kegiatan Sub Tersier di wilayah Kecamatan Tamansari sebagaimana dimaksud pada ayat (1), tercantum pada Lampiran Gambar 5.11 Peraturan Daerah ini. Sistem Prasarana Wilayah Kecamatan Tamansari Pasal 1225 Sistem prasarana meliputi prasarana transportasi, prasarana sumber daya air bersih, prasarana pengendalian drainase, prasarana sanitasi limbah, prasarana persampahan, prasarana energi listrik, dan prasarana telekomunikasi. Prasarana Transportasi Wilayah Kecamatan Tamansari Pasal 1226 (1) Rencana pengembangan prasarana transportasi di Kecamatan Tamansari, meliputi jaringan jalan arteri dan kolektor. (2) Rencana pembangunan dan peningkatan jalan arteri sebagaimana di maksud pada ayat (1) meliputi;

a. b. bertahap; c. d.

Perluasan jaringan pelayanan air bersih dan penyediaan hidran umum pada lokasi Pembatasan pengambilan air tanah dangkal di kawasan permukiman secara Pelarangan pengambilan air tanah dalam terutama di zona kritis air tanah; Peningkatan peran serta masyarakat dalam menjaga kualitas sungai dan kanal.

yang belum terlayani air bersih terutama permukiman padat penduduk;

Prasarana Pengendalian Drainase Pasal 1228 Pengembangan prasarana pengendalian drainase di Kecamatan Tamansari, meliputi : a. b. c. d. Normalisasi sepanjang aliran sungai dan mengamankan sungai dari kegiatan yang dapat Penataan kembali garis sempadan sungai (GSS) menurut fungsinya yaitu sebagai Peningkatan dan pengembangan fungsi situ-situ sebagai lokasi tempat penampungan air; Pengerukan sampah di sepanjang kali yang bisa menimbulkan banjir; Pengendalian penggunaan air tanah untuk mengurangi gejala penurunan tanah (Land mengganggu fungsinya pada lokasi saluran Kali Pesanggrahan dan Kali Grogol; pengendali banjir, drainase dan penggelontor;

e.

Subsidence) yang berpotensi menimbulkan genangan. Prasarana Sanitasi Limbah Wilayah Kecamatan Tamansari Pasal 1229

Pengembangan prasarana sanitasi di Kecamatan Tamansari, meliputi: a. Pengembangan sistem pembuangan air limbah secara sistem on-site. b. Peningkatan pelayanan pipa pembuangan air limbah .di setiap kelurahan-kelurahan yang padat penduduk. Prasarana Persampahan Wilayah Kecamatan Tamansari Pasal 1230 Pengembangan prasarana persampahan di wilayah Kecamatan Tamansari, meliputi:

Pengembangan prasarana telekomunikasi dan informatika di Kecamatan Tamansari, meliputi: a. b. Pengembangan sistem pelayanan telekomunikasi melalui penerapan teknologi telekomunikasi Pembangunan jaringan telekomunikasi baru pada kawasan pemukiman padat, dengan tujuan yang memadai; untuk memfasilitasi masyarakat dalam melakukan aktifitas bersosial;

c.
lingkungan.

Pengembangan jaringan telekomunikasi yang aman dan menyesuaikan dengan estetika

a.
b.

Pengembangan

penggunaan

teknologi

pengolahan

sampah

dengan

menggunakan

Bagian Kelima Rencana Pola Ruang Wilayah Kecamatan Tamansari Umum Pasal 1233 (1) a. b. (2) a, meliputi : a. b. (3) huruf b, meliputi: a. b. c. d. (4) Ruang terbuka hijau lainnya; Kawasan perkantoran; Kawasan perdagangan; Kawasan Permukiman. Rencana pola ruang wilayah Kecamatan Tamansari sebagaimana dimaksud pada ayat Kawasan resapan air; Kawasan sempadan sungai dan kanal; Rencana pengembangan kawasan budidaya, sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Rencana pola ruang Kecamatan Tamansari, terdiri atas: Peruntukan ruang untuk fungsi lindung/kawasan lindung, dan Peruntukan ruang untuk fungsi budidaya/kawasan budidaya. Rencana pengembangan kawasan lindung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf

incinerator yang ditempatkan pada kawasan-kawasan tertentu; Pembangunan lokasi penampungan sampah (LPS) sementara pada setiap kelurahan; Program pemilahan sampah sebelum dibuang ke lokasi pembuangan sampah (LPS) melalui

c.

pemilahan sampah organik (basah) dan non-organik (kering) akan memudahkan proses pembuatan kompos sebelum dibakar di dalam incinerator; d. Pengembangan prasarana sampah bahan berbahaya dan beracun (B3) dengan penggunaan teknologi tepat guna;

e.
f. g.

Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah dengan penerapan konsep Peningkatan mutu, kapasitas dan jumlah armada sampah yang dapat masuk ke lingkungan Pencegahan dan penindakan tegas pembuangan sampah ke sungai dan saluran, serta

3R (reduced, reused, recycling); padat penduduk; mencegah tumbuhnya perumahan liar dan bedeng di sepanjang tepi sungai.

Prasarana Energi Listrik Pasal 1231 Pengembangan prasarana energi di wilayah Kecamatan Tamansari, meliputi: a. b. c. d. e. f. Perbaikan jaringan listrik yang telah ada; Peningkatan daya transmisi yang sudah ada; Penindakan pencurian listrik; Penempatan gardu-gardu listrik secara terpadu dengan mempertimbangkan estetika lingkungan; Pengembangan Jaringan listrik mengikuti jaringan jalan; Pengamanan jaringan listrik pada kawasan perumahan padat. Prasarana Telekomunikasi Pasal 1232 (1) (2)

(1), tercantum dalam Lampiran Gambar 5.12 Peraturan Daerah ini.

Paragraf 3 Peruntukan Ruang untuk Fungsi Lindung (Kawasan Lindung) Kawasan Resapan Air Pasal 1234 Penanaman dan pemeliharaan pohon dan tanaman pada lahan pemakaman yang Perluasan kawasan resapan air melalui penambahan ruang terbuka hijau.

berfungsi sebagai peneduh dan membantu peresapan air;

f. Kawasan sempadan sungai dan kanal Pasal 1235 (1) Pembangunan dan pemeliharaan jalur hijau di sempadan sungai dan kanal; (2) Pembangunan jalan inspeksi pada sungai-sungai utama untuk mengarahkan orientasi pembangunan fisik; (3) Peningkatan kapasitas sungai, kanal, saluran penghubung, dan saluran lingkungan melalui pengerukan;

Pengembangan perdagangan secara terpadu dengan pola sentra yang fungsinya terdiri dari perkantoran, perdagangan dan jasa;

g. Pengembangan program perbaikan lingkungan pada kawasan yang terbangun dengan penyediaan dan/atau penambahan fasilitas penunjangnya beserta penghijauan yang lebih nyaman; h. Pembatasan kegiatan perdagangan. Kawasan Permukiman Pasal 1238 Penataan kawasan perumahan horisontal dan vertikal, meliputi :

(4) Pembangunan fisik diarahkan menghadap sungai (river front development) untuk menjaga kapasitas
aliran sungai dan kanal. Paragraf 4 Peruntukan Ruang Untuk Fungsi Budidaya (Kawasan Budidaya) Wilayah Kecamatan Tamansari Kawasan Ruang Terbuka Hijau Pasal 1236 Pengembangan kawasan terbuka hijau lainnya, meliputi: a. b. c. d. e. f. g. h. i. Pengembangan ruang terbuka hijau diarahkan berupa jalur hijau tepi sungai, jalur hijau tepi jalan, Pengembangan jalur hijau diarahkan sepanjang Kali Sekretaris dan Kali Pesanggrahan Penanaman dan pemeliharaan pohon pelindung dan tanaman hias pada tepi dan median jalan tol Revitalisasi dan pemeliharaan hutan kota di Srengseng untuk membantu resapan air; Pengembangan hutan kota Srengseng sebagai tempat rekreasi alam; Penataan kawasan jalur hijau dan hutan kota seluas 27,77 Ha; Penataan dan pemeliharaan taman seluas 50,09 Ha;dan Peruntukan lahan pada kawasan terbuka hijau publik tidak dapat diubah; Mempertahankan lahan pemakaman dan lapangan olahraga yang ada seluas 5,52 Ha. pemakaman umum, lahan milik pemerintah dan sekitar taman lingkungan perumahan;

a.

Perbaikan lingkungan pada daerah kumuh dengan mengembangkan ruang terbuka hiijau

yang berfungsi sosial, ekologis dan estetika terutama di kawasan sepanjang jalur Kali Pesanggrahan di Kelurahan Kedoya Utara, Kedoya Selatan, Tamansari, Kelapa Dua, dan Sukabumi Selatan; b. Selatan; c. d. e. f. g. h. i. Duri; j. k. memadai; l. Penyediaan fasilitas umum di kawasan-kawasan perumahan vertikal; Pengembangan kawasan perumahan KDB rendah beserta fasilitasnya, terutama pada Pembangunan kawasan perumahan vertikal yang menjamin tersedianya kawasan hijau yang Pengembangan kawasan perumahan secara vertikal dan memperkecil perpetakan untuk berfungsi resapan, sosial dan estetika; penyediaan perumahan golongan menengah-bawah yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang Pengembangan perbaikan lingkungan pada kawasan perumahan kumuh ringan dan sedang Penetapan fungsi perumahan pada kawasan mantap; Penyediaan fasilitas umum di kawasan-kawasan perumahan horisontal; Pengembangan kawasan perumahan KDB rendah di sekitar jalur Sungai Pesanggrahan yang Pengembangan kawasan campuran kecil pada daerah yang cenderung berkembang menjadi Luas kawasan permukiman direncanakan sebesar 891,26 ha; Pembangunan rumah susun sederhana pada permukiman kumuh di sekitar Kelurahan Kepa terutama sekitar kawasan Kelurahan Duri Kepa dan Kedoya Utara; Pengembangan kawasan perumahan dan permukiman baru terutama di Kelurahan Kedoya

terletak di Kelurahan Kedoya Selatan; daerah perdagangan dan jasa;

Jakarta-Merak,

Kawasan Perdagangan Pasal 1237 Pengembangan kawasan perdagangan, meliputi : d. Penataan kawasan perdagangan dengan KDB rendah di sepanjang Kali Pesanggrahan dan Kali Grogol melalui program kali bersih (PROKASIH) dengan orientasi sungai sebagai muka bangunan; e. Pengembangan kawasan perdagangan dengan KDB rendah dipinggir Jalan Tol Jakarta - Merak dan sekitar Jalan Daan Mogot Raya;

m.

pengembangan baru.

Bagian Keenam Penetapan Pengembangan Kawasan Strategis Wilayah Kecamatan Tamansari Pasal 1239

(1) Pengembangan fasilitas peribadatan disesuaikan dengan jumlah kebutuhan yang direncanakan. (1) Pengembangan kawasan strategis di tingkat Kecamatan Tamansari diarahkan pada bagian wilayah kecamatan yang memiliki peranan dan fungsi strategis bagi pengembangan kegiatan ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan kota. (2) Pengembangan kawasan strategis Kota Administrasi Jakarta Barat sebagaimana dimaksud ayat (1) diarahkan yaitu pengembangan Kawasan Sentra Bunga Rawa Belong sebagai pusat pemasaran bunga dan tanaman hias. Bagian Ketujuh Pengembangan Fasilitas Umum dan Sosial Pasal 1240 Pengembangan fasilitas umum dan sosial sebagai upaya penanganan pemenuhan kebutuhan penduduk Kecamatan Tamansari yang terdiri dari fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, fasilitas peribadatan, fasilitas olah raga dan fasilitas pengendalian bencana. Fasilitas Pendidikan Pasal 1241 (1) (2) (3) Pengembangan fasilitas pendidikan diutamakan untuk fasilitas pendidikan yang masih kurang Pengembangan fasilitas pendidikan di Kecamatan Tamansari diarahkan untuk tingkat pendidikan Peningkatan kualitas sarana dan prasarana fasilitas pendidikan. Fasilitas Kesehatan Pasal 1242 (1) Pengembangan fasilitas kesehatan diperlukan penambahan yang disesuaikan dengan jumlah kebutuhan yang direncanakan. (2) Pengembangan fasilitas kesehatan berupa penambahan jumlah fasilitas kesehatan yang terdiri dari balai pengobatan, puskesmas, dan apotik. (3) Peningkatan kualitas sarana dan prasarana fasilitas kesehatan. Fasilitas Pengendalian Bencana Pasal 1245 Pengembangan prasarana pengendalian drainase di Kecamatan Tamansari, meliputi : a. b. c. d. e. dan diperlukan penambahan lahan dan bangunan fasilitas pendidikan. Bagian Kedelapan Arahan Pemanfaatan Ruang Wilayah Kecamatan Tamansari Pasal 1246 (1) Arahan pemanfaatan ruang Kecamatan Tamansari dilaksanakan berdasarkan arahan pemanfaatan ruang wilayah Provinsi DKI Jakarta, meliputi : a. b. c. d. e. Penyusunan program utama; Penentuan lokasi; Sumber pendanaan; Instansi pelaksana; dan Waktu pelaksanaannya. dasar (TK, SD, SMP),akademi, dan perpustakaan. Perbaikan daerah sempadan sungai melalui penghijauan. Peningkatan kapasitas danau dan sungai. Perbaikan saluran air yang tertutup perkerasan serta membuat saluran air baru pada lokasiSebaran distribusi sarana dan prasana kebakaran pada setiap kelurahan. Perbaikan lingkungan berupa pelebaran jalan lingkungan sehingga mempermudah evakuasi Peningkatan kualitas sarana dan prasarana fasilitas olahraga, berupa tempat bermain, taman dan lapangan serba guna. Fasilitas Olahraga Pasal 1244 (2) Peningkatan kualitas sarana dan prasarana fasilitas peribadatan.

lokasi yang belum memiliki saluran air.

ketika terjadi kebakaran.

(2) Arahan pemanfaatan ruang Kecamatan Tamansari, sebagaimana yang dimaksud pasal 1246 ayat 1,
dapat dilihat dalam Lampiran Peraturan Daerah Ini.

Fasilitas Peribadatan Pasal 1243

Bagian Kesembilan Arahan Pengendalian Pemanfaatan Ruang Wilayah Kecamatan Tamansari

Umum Pasal 1247 (1) Ketentuan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah Kecamatan Tamansari meliputi arahan peraturan zonasi, arahan perijinan, arahan insentif dan disinsentif, serta arahan sanksi. (2) Pengendalian pemanfaatan ruang wilayah Kecamatan Tamansari sebagaimana dimaksud ayat (1) akan ditetapkan dengan mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bagian Kesembilan Arahan Peraturan Zonasi Paragraf 5 Umum Pasal 1248 (1) Arahan peraturan zonasi sebagaimana dimaksud Pasal 30 ayat (1) berisi ketentuan yang harus, boleh, dan tidak boleh dilaksanakan pada zona pemanfaatan ruang yang ada pada perda ini. (2) Arahan peraturan zonasi Provinsi DKI Jakarta meliputi pengaturan pemanfaatan ruang dan pengaturan unsur-unsur pengendalian yang disusun untuk setiap zona peruntukan ruang, yaitu: a. Kriteria umum pemanfaatan ruang; dan b. Arahan intensitas pemanfaatan ruang. Paragraf 6 Kriteria Umum Pemanfaatan Ruang Pasal 1249 (1) Kriteria umum pemanfataan ruang merupakan ketentuan kesesuaian peruntukan, norma, serta standar sarana dan prasarana yang harus disediakan untuk masing-masing zona pemanfaatan ruang yang ada pada peraturan ini. (2) Kriteria umum pemanfaatan ruang sebagaimana dimaksud ayat (1) ditetapkan guna menjamin pemanfaatan ruang yang dapat mencapai standar kualitas minimum untuk kesehatan, keamanan, dan keselamatan. (3) Kriteria umum pemanfaatan ruang sebagaimana dimaksud ayat (1) tercantum dalam Tabel Lampiran I Peraturan Daerah ini. Perijinan yang dikenakan pada kegiatan dan pembangunan di Provinsi DKI Jakarta, terdiri dari 5 (lima) jenis, yaitu : a. b. c. d. Bagian Kesepuluh Arahan Intensitas Pemanfaatan Ruang Pasal 1250 e. Perijinan kegiatan/lisensi (SIUP, TDP). Perijinan pemanfaatan ruang dan bangunan (Ijin Lokasi, Ijin Peruntukan Penggunaan Perijinan konstruksi (Ijin Mendirikan Bangunan/IMB). Perijinan lingkungan (Amdal, yang terdiri dari Analisis Dampak Lingkungan, Rencana Perijinan khusus (pengambilan air tanah). Pasal 1252 (1) Perizinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (1) adalah perizinan yang terkait dengan izin pemanfaatan ruang yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan dikeluarkan oleh pemerintah dan/atau pemerintah daerah harus dimiliki sebelum pelaksanaan pemanfaatan ruang. (2) Ijin pemanfaatan ruang sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah ijin yang berkaitan dengan lokasi, kualitas ruang, dan tata bangunan yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan, hukum adat dan kebiasaan yang berlaku. (3) Prinsip dasar penerapan mekanisme perijinan dalam pemanfaatan ruang adalah sebagai berikut : a. b. c. Setiap kegiatan dan pembangunan yang berpeluang menimbulkan gangguan bagi kepentingan Setiap kegiatan dan pembangunan harus memohon ijin dari pemerintah setempat yang akan Setiap permohonan pembangunan yang tidak sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah harus umum, pada dasarnya dilarang kecuali dengan ijin dari Pemerintah Provinsi/Kota. memeriksa kesesuaiannya dengan rencana, serta standar administrasi legal. melalui pengkajian mendalam untuk menjamin bahwa manfaatnya jauh lebih besar dari kerugiannya bagi semua pihak terkait sebelum dapat diberikan ijin. Bagian Kesebelas Arahan Perijinan Pasal 1251 Arahan rencana intensitas pemanfaatan ruang Kecamatan Tamansari, meliputi : a. b. Nilai KLB 1,0 sampai dengan 4,0 di arahkan pada kawasan permukiman, kawasan bangunan Ketinggian bangunan maksimal 2 (dua) lantai di arahkan pada kawasan permukiman, umum, bangunan umum KDB rendah, Kawasan campuran, dan kawasan industrI/pergudangan; ketinggian bangunan maksimal 4 (empat) sampai dengan 8 (delapan) lantai di arahkan pada kawasan bangunan umum, kawasan campuran, dan fasilitas umum. c. Nilai KDB di daerah yang terbangun ditetapkan sebesar 60 %.

Tanah/IPPT, Ijin Penggunaan Bangunan/IPB).

Pemantauan Lingkungan dan Rencana Pengelolaan Lingkungan; Ijin Gangguan/HO).

Pasal 1253 Perizinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 dilaksanakan oleh Gubernur, melalui satuan kerja perangkat daerah yang berwenang. Bagian Keduabelas Arahan Insentif dan Disinsentif Pasal 1254 (1) Ketentuan insentif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 merupakan perangkat atau upaya untuk memberikan imbalan terhadap pelaksanaan kegiatan yang sejalan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi DKI Jakarta, serta memberikan kontribusi dalam membantu pemecahan masalah perkotaan. (2) Pemberian insentif sebagaimana diatur dalam ayat (1) diberlakukan dengan cara: a. b. c. d. e. f. Kemudahan-kemudahan dalam pengurusan ijin dan pengurusan administrasi lainnya untuk pemanfaatan ruang yang sesuai dengan arahan-arahan dalam rencana tata ruang wilayah. Bantuan pada pemanfaatan lahan yang sifatnya mengkonservasi lahan pada kawasan-kawasan Keringanan pajak, pemberian kompensasi, subsidi silang, imbalan, sewa ruang, dan urun saham. Pembangunan serta pengadaan infrastruktur. Kemudahan prosedur perizinan. Pemberian penghargaan kepada masyarakat, swasta dan/atau pemerintah daerah. lindung. (1) pelestarian bangunan cagar budaya. (2)

Pasal 1256 Prioritas pemberian insentif diarahkan pada penyediaan dan

penambahan RTH, penanggulangan banjir, upaya mengatasi masalah kemacetan lalu lintas serta upaya Prioritas pengenaan disinsentif diarahkan pada kegiatan

pembangunan yang merubah bentang alam yang berdampak negatif pada lingkungan di sekitarnya, meningkatkan bangkitan lalu lintas di atas kapasitas jaringan jalan. (3) ruang terbuka hijau. (4) berdasarkan zona kawasan Bagian Ketigabelas Sanksi Pasal 1257 Setiap orang yang melakukan pelanggaran terhadap ketentuan-ketentuan dalam Peraturan Daerah ini dapat dikenakan sanksi pidana dan/atau sanksi administrasi sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Bagian Keempatbelas Besaran luas lahan RTH yang wajib disediakan diatur Seluruh bentuk kewajiban yang dikenakan kepada pengembang suatu lahan atau kawasan dikonversikan ke dalam penyediaan dan pembangunan lahan bagi

Pasal 1255 (1) Sedangkan disinsentif sebagaimana dimaksud merupakan perangkat untuk mencegah, membatasi pertumbuhan, atau mengurangi kegiatan yang tidak sejalan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah dan kegiatannya menimbulkan dampak negatif perkotaan. (2) Pemberian disinsentif untuk mencegah, membatasi pertumbuhan, dan/atau mengurangi kegiatan yang tidak sejalan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah dan diberlakukan yaitu dengan cara: a. b. c. Pemberian sanksi dan bahkan pengenaan denda kepada pelanggar Mempersulit pengurusan administrasi dan bahkan penolakan usulan Pada kawasan-kawasan terbangun yang tidak sesuai dengan arahan aturan-aturan dan arahan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah. pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan arahan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah. dalam Rencana Tata Ruang Wilayah diberlakukan pengawasan dan pengendalian yang ketat. d. e. penalti. Pengenaan pajak yang tinggi yang disesuaikan dengan besarnya biaya Pembatasan penyediaan infrastruktur, pengenaan kompensasi, dan (1)

Penyidikan Pasal 1258 Selain pejabat penyidik Kepolisian Negara Republik Indonesia, Pejabat Pegawai

Negeri Sipil di lingkungan pemerintah daerah yang lingkup tugas dan tanggungjawabnya di bidang penataan ruang diberi wewenang khusus sebagai penyidik untuk melakukan penyidikan terhadap pelanggaran Peraturan Daerah ini. (2) a. b. Wewenang Penyidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah: Melakukan pemeriksaan atas kebenaran laporan atau keterangan berkenaan dengan tindakan pidana di dalam peraturan daerah ini; Menerima, mencari, mengumpulkan dan meneliti keterangan atau laporan berkenaan dengan pelanggaran pidana dalam Peraturan Daerah ini, agar keterangan atau laporan tersebut menjadi lebih lengkap dan jelas; c. Meneliti, mencari, dan mengumpulkan keterangan mengenai Orang Pribadi Meminta keterangan dan bahan bukti dari Orang Pribadi atau Badan Memeriksa buku-buku, catatan-catatan, dan dokumen-dokumen berkenan atau Badan tentang kebenaran perbuatan yang dilakukan sehubungan dengan adanya pelanggaran; d. e. sehubungan dengan pelanggaran; dengan adanya tindakan pelanggaran;

yang dibutuhkan untuk mengatasi dampak yang ditimbulkan akibat pemanfaatan ruang.

f. g. terhadap pelanggaran; h. i.

Melakukan penggeledahan untuk mendapatkan bahan bukti pembukuan, Meminta bantuan tenaga ahli dalam rangka pelaksanaan tugas penyidikan Pejabat penyidik pegawai negeri sipil, memberitahukan dimulainya Pejabat Penyidik Pegawai Negeri Sipil menyampaikan hasil penyidikan


e. f.

Terwujudnya keterpaduan dalam penggunaan sumber daya alam Terwujudnya pemanfaatan sumber daya alam dan sumber daya buatan secara berdaya-guna, berhasilguna dan tepat-guna untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia Terwujudnya perlindungan fungsi ruang dan mencegah serta menanggulangi dampak negatif terhadap lingkungan Terwujudnya keseimbangan kepentingan kesejahteraan dan keamanan Tersusunnya arahan lokasi investasi yang akan dilaksanakan pemerintah dan masyarakat. Tersusunnya arahan pelaksanaan pemanfaatan ruang dan merupakan dasar dalam

pencatatan, dan dokumen lain, serta melakukan penyitaan terhadap bahan bukti tersebut;

penyidikan dan hasil penyidikan kepada pejabat penyidik Kepolisian Negara Republik Indonesia; dan kepada Penuntut Umum melalui Pejabat Penyidik Kepolisian Negara Republik Indonesia. BAB XXXXIII RENCANA RINCI TATA RUANG WILAYAH KECAMATAN TAMBORA

mengeluarkan perijinan lokasi pembangunan.

Paragraf 2 Bagian Kesatu Umum Pasal 1259 (1) Rencana Rinci Tata Ruang Wilayah Kecamatan Tambora meliputi: a. b. c. d. e. f. Tujuan, Kebijakan, dan Strategi Penataan Ruang Wilayah Kecamatan Tambora; Rencana Struktur Ruang Kecamatan Tambora; Rencana Pola Ruang Kecamatan Tambora; Penetapan Kawasan Strategis Wilayah Kecamatan Tambora Arahan Pemanfaatan Ruang Wilayah Kecamatan Tambora; dan Arahan Pengendalian Pemanfaatan Ruang Wilayah Kecamatan Tambora Bagian Kedua Tujuan, Kebijakan dan Strategi Penataan Ruang Wilayah Kecamatan Tambora Paragraf 1 Tujuan Penataan Ruang Wilayah Kecamatan Tambora Pasal 1260 d. Untuk mewujudkan tujuan penataan ruang wilayah Kecamatan Tambora, maka tujuan pengembangan Tata Ruang Wilayah Kecamatan Tambora adalah: a. b. c. Terselenggaranya pengaturan pemanfaatan ruang kawasan lindung dan kawasan budidaya. Terwujudnya keterpaduan, keterikatan dan keseimbangan antar wilayah kecamatan serta Terwujudnya rencana tata ruang mempertimbangkan aspek optimalisasi pemanfaatan ruang yang e. f. g. Normalisasi sungai dan saluran drainase. Pembangunan dan peremajaan drainase ke dalam sistem pengendalian banjir. Sektor Air Minum dan Sumber Air Bersih Peningkatan kualitas jaringan pipa pipa induk dan distribusi air bersih. Peningkatan kualitas jalan kolektor. Pembangunan jalan arteri. Sektor Fasilitas Umum dan Fasilitas Sosial. Pengembangan dan peningkatan fasilitas umum, baik kuantitas maupun kualitas. Pengembangan fasilitas umum dan fasilitas sosial secara vertikal. Sektor Drainase dan Pengendalian Banjir c.

Kebijakan dan Strategi Penataan Ruang Wilayah Kecamatan Tambora Pasal 1261 Kebijakan Kawasan Lindung Kecamatan Tambora. Kebijakan Kawasan Budidaya Kecamatan Tambora. a. bangunan, baik secara vertikal maupun horisontal. b. Program perbaikan lingkungan dan permajaan lingkungan pada kawasan kumuh. Pembangunan rumah susun sederhana untuk memenuhi kebutuhan perumahan. Sektor Perdagangan dan Jasa Pembatasan sistem ribbon, kecuali yang mengalami peningkatan fungsi dan kualitas dengan Pengembangan sentra sentra lokal dilakukan untuk mengurangi kemacetan lalu lintas. Program perbaikan lingkungan dan peremajaan lingkungan pada wilayah yang cukup padat. Sektor Industri Kegiatan industri dibatasi pada kegiatan industri skala kecil (home industry). Sektor Transportasi memperhatikan kelancaran arus lalu lintas dan penyediaan tempat parkir. Sektor Perumahan Penerapan penggunaan campuran dalam rangka mengintesifkan penggunaan lahan dan

(2)

keserasian antar sektor. ada, serta memperhatikan kemungkinan-kemungkinan pemanfaatan ruang bawah tanah pada bagian-bagian tertentu di wilayah Kecamatan Tambora. d. Tercapainya pemanfaatan ruang yang berkualitas untuk : Terwujudnya kehidupan masyarakat Kecamatan Tambora yang sejahtera lahir dan batin

Pembatasan penggunaan air tanah. Penambahan hydrant umum. Kebijakan Pengendalian Lingkungan Kecamatan Tambora; Pemeliharaan lingkungan guna mempertahankan ekosistem dan kelestarian lingkungan alam. Pengendalian dan pengelolaan lingkungan hidup serta peraturan tentang adanya penetapan

c. d. a. b. c. d. e. f. g.

Sistem pusat kegiatan tersier; dan Sistem pusat kegiatan sub tersier Prasarana transportasi, Prasarana sumber daya air bersih, Prasarana pengendalian drainase, Prasarana sanitasi limbah, Prasarana persampahan, Prasarana energi listrik, dan Prasarana telekomunikasi. Sistem Pusat Kegiatan Wilayah Kecamatan Tambora

(3) a. b.

(3) Rencana sistem prasarana wilayah sebagaimana dimaksud ayat (1) meliputi

Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Pasal 1262 Strategi penataan ruang Kecamatan Tambora, adalah: a. yang sudah berkembang. b. c. kumuh. d. e. perkembangan penduduk. Merealisasikan pembangunan sarana dan prasarana yang mampu Merealisasikan pembangunan jalan lingkungan di dalam meningkatkan kapasitas perdagangan dan jasa. lingkungan yang telah berkembang guna menyediakan ruang perumahan kota yang dapat menampung Memperbaiki dan merencanakan kawasan-kawasan yang cenderung kumuh dengan membangun rumah susun beserta fasilitas-fasilitasnya. Mempertahankan RTH yang sudah ada dan mengembalikan Meningkatkan peran dan fungsi serta menata pusat-pusat kegiatan

Pasal 1265 (1) Rencana pengembangan pusat-pusat kegiatan Kecamatan Tambora diwujudkan dalam bentuk Sistem Pusat Kegiatan Sub Tersier. (2) Rencana pengembangan Sistem Pusat Kegiatan Sub Tersier Kecamatan Tambora sebagaimana dimaksud pada Pasal 6 ayat (2) huruf d, terdapat pada lokasi Kantor Kecamatan Tambora dan komplek Pasar Perniagaan. (3) Rencana pengembangan Sistem Pusat Kegiatan Sub Tersier di wilayah Kecamatan Tambora sebagaimana dimaksud pada ayat (1), tercantum pada Lampiran Gambar 5.13 Peraturan Daerah ini. Sistem Prasarana Wilayah Kecamatan Tambora

fungsi RTH khususnya di bantaran sungai dan pinggiran Jalan Rel kereta api yang dijadikan permukiman

Bagian Ketiga Persebaran Penduduk Wilayah Kecamatan Tambora Pasal 1263 Jumlah penduduk di Kecamatan Tambora sampai pada tahun 2030 dibatasi sebanyak-banyaknya 333.425 Jiwa. Bagian Keempat Struktur Ruang Wilayah Kecamatan Tambora Umum Pasal 1264 (1) Rencana struktur ruang wilayah provinsi dijabarkan kedalam struktur ruang wilayah Kecamatan Tambora, yang meliputi sistem pusat kegiatan dan sistem prasarana wilayah; (2) Rencana pengembangan sistem pusat kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diwujudkan berdasarkan : a. b. Sistem pusat kegiatan primer; Sistem pusat sekunder;

Pasal 1266 Sistem prasarana meliputi prasarana transportasi, prasarana sumber daya air bersih, prasarana pengendalian drainase, prasarana sanitasi limbah, prasarana persampahan, prasarana energi listrik, dan prasarana telekomunikasi. Prasarana Transportasi Wilayah Kecamatan Tambora Pasal 1267 (1) Rencana pengembangan prasarana transportasi di Kecamatan Tambora, meliputi jaringan jalan arteri dan kolektor. (2) Rencana peningkatan jalan arteri sebagaimana di maksud pada ayat (1) meliputi perbaikan ruas jalan yang rusak, pelebaran Jalan Tubagus Angke, Jalan Prof. Dr. Latumeten, Jalan K.H. Moh. Mansyur, Jalan Perniagaan, dan Jalan Jembatan Lima. (3) Rencana peningkatan jalan kolektor Kecamatan Tambora sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi pelebaran Jalan Kemenangan II, Jalan Kampung Krandang, Jalan TSS, dan Jalan Jembatan Besi. Prasarana Sumber Daya Air Bersih Wilayah Kecamatan Tambora

Pasal 1268 Pengembangan prasarana sumber daya air bersih di wilayah Kecamatan Tambora meliputi : a. Perluasan jaringan pelayanan air bersih melalui peningkatan kegiatan pendistribusian dan penyediaan hidran umum di lokasi yang belum terlayani air bersih, terutama pada kawasan perumahan yang padat penduduk. b. perumahan secara bertahap. c. air tanah. d. terbuka hijau. Prasarana Pengendalian Drainase Pasal 1269 Pengembangan prasarana pengendalian drainase di Kecamatan Tambora, meliputi : a. b. lingkungan. c. Peningkatan/penataan saluran tersier pada kawasan padat penduduk. Pengerukan dan pelebaran saluran air dilakukan secara rutin agar dapat memecahkan Pembuatan saluran baru pada setiap pembuatan jalan baru baik kolektor maupun permasalahan banjir dan genangan di wilayah Kecamatan Tambora. Perluasan kawasan resapan air melalui penambahan ruang Pelarangan pengambilan air tanah dalam terutama di zona kritis Pembatasan pengambilan air tanah dangkal di kawasan

Pasal 1272 Pengembangan prasarana energi di wilayah Kecamatan Tambora, meliputi: a. Perbaikan jaringan listrik yang telah ada; b. Peningkatan daya transmisi yang sudah ada; c. Penindakan pencurian listrik; d. Penempatan gardu-gardu listrik secara terpadu dengan mempertimbangkan estetika lingkungan; e. Pengembangan jaringan listrik mengikuti jaringan jalan; f. Penambahan jaringan listrik pada wilayah yang belum terlayani listrik; g. Pemenuhan kebutuhan listrik pada kawasan rumah susun. Prasarana Telekomunikasi Pasal 1273 Pengembangan prasarana Telekomunikasi dan informatika di Kecamatan Tambora, meliputi: a. b. Pengembangan sistem pelayanan telekomunikasi melalui penerapan teknologi telekomunikasi Pembangunan jaringan telekomunikasi baru pada kawasan pemukiman padat, dengan tujuan yang memadai; untuk memfasilitasi masyarakat dalam melakukan aktifitas bersosial;

c.
lingkungan.

Pengembangan jaringan telekomunikasi yang aman dan menyesuaikan dengan estetika

Bagian Kelima Prasarana Sanitasi Limbah Wilayah Kecamatan Tambora Pasal 1270 Umum Pengembangan prasarana sanitasi di Kecamatan Tambora, meliputi penerapan pengelolaan limbah secara komunal pada kawasan perumahan baru dan kawasan perumahan susun. (1) Prasarana Persampahan Wilayah Kecamatan Tambora Pasal 1271 (2) Pengembangan prasarana persampahan di wilayah Kecamatan Tambora, meliputi: a, meliputi : a. b. (3) huruf b, meliputi: a. b. c. Prasarana Energi Listrik d. Ruang terbuka hijau lainnya; Kawasan perkantoran; Kawasan perdagangan; Kawasan Permukiman. Kawasan resapan air; Kawasan sempadan sungai dan kanal. Rencana pengembangan kawasan budidaya, sebagaimana dimaksud pada ayat (1) a. b. Rencana pola ruang Kecamatan Tambora, terdiri atas: Peruntukan ruang untuk fungsi lindung/kawasan lindung, dan Peruntukan ruang untuk fungsi budidaya/kawasan budidaya. Rencana pengembangan kawasan lindung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf Pasal 1274 Rencana Pola Ruang Wilayah Kecamatan Tambora

a.

Pengembangan penggunaan teknologi pengolahan sampah di antaranya penggunaan

incinerator yang ditempatkan pada kawasan perumahan padat di sisi bantaran sungai yang belum sepenuhnya terlayani. b. Pengadaan lokasi penampungan sementara pada setiap kelurahan. Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah, dengan penerapan konsep

c.

3R (reused, reduced, dan recycling).

(4)

Rencana pola ruang wilayah Kecamatan Tambora sebagaimana dimaksud pada ayat Kawasan Perdagangan Pasal 1279 Peruntukan Ruang untuk Fungsi Lindung (Kawasan Lindung) Kawasan Resapan Air Pasal 1275 Pengembangan kawasan perdagangan, meliputi :

(1), tercantum dalam Lampiran Gambar 5.14 Peraturan Daerah ini.

a.
b.

Pengembangan kawasan perdagangan dengan pola ribbon yaitu di sepanjang jalan arteri serta di Penyediaan lahan parkir pada kawasan perdagangan. Kawasan Permukiman Pasal 1280

kawasan Kota Tua. (1) (2) Penanaman dan pemeliharaan pohon dan tanaman pada lahan pemakaman yang Perluasan kawasan resapan air melalui penambahan ruang terbuka hijau. Kawasan Sempadan Sungai dan Kanal Pasal 1276 (1) (2) fisik. (3) Peningkatan kapasitas sungai, kanal, saluran penghubung, dan saluran lingkungan melalui pengerukan. Pembangunan dan pemeliharaan jalur hijau di sempadan sungai dan kanal. Pembangunan jalan inspeksi pada sungai-sungai utama untuk mengarahkan orientasi pembangunan Penataan kawasan perumahan di Kecamatan Tambora, meliputi : a. b. c. Luas kawasan permukiman sebesar 173,07 hektar. Pengembangan kawasan permukiman adalah melalui pembangunan perumahan baru dan Perbaikan lingkungan sehingga tidak terdapat lagi perumahan yang memiliki jalan yang tidak berfungsi sebagai peneduh dan membantu peresapan air;

penataan perumahan lama. jelas polanya dan sempit. Bagian Keenam Penetapan Pengembangan Kawasan Strategis Wilayah Kecamatan Tambora Pasal 1281

(4)

Pembangunan fisik diarahkan menghadap sungai (river front development) untuk menjaga kapasitas

aliran sungai dan kanal. Peruntukan Ruang Untuk Fungsi Budidaya (Kawasan Budidaya) Wilayah Kecamatan Tambora Kawasan Ruang Terbuka Hijau Pasal 1277 Pengembangan kawasan terbuka hijau lainnya, meliputi: a. b. Kawasan ruang terbuka hijau diarahkan sebesar 20,75 hektar. Pengembangan ruang terbuka hijau diarahkan pada daerah sempadan sungai yaitu di sepanjang

(1) Pengembangan kawasan strategis di tingkat kota administrasi Jakarta Barat diarahkan pada bagian wilayah kecamatan yang memiliki peranan dan fungsi strategis bagi pengembangan kegiatan ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan kota. (2) Pengembangan kawasan strategis kota administrasi Jakarta Barat sebagaimana dimaksud ayat (1) diarahkan yaitu pengembangan Kawasan Kota Tua sebagai pusat sosial dan budaya. Bagian Ketujuh Pengembangan Fasilitas Umum dan Sosial Pasal 1282 Pengembangan fasilitas umum dan sosial sebagai upaya penanganan pemenuhan kebutuhan penduduk

Kali Jelakeng, Jalan Bandengan Utara, sepanjang Banjir Kanal Barat, sepanjang rel kereta, dan di persimpangan Jalan perniagaan dan Jalan Pejagalan. Kawasan Perkantoran Pasal 1278 Pengembangan kawasan perdagangan, meliputi : a. b. Kawasan perkantoran diarahkan berada di wilayah utara Kecamatan Tambora Penyediaan lahan parkir pada kawasan perdagangan. tepatnya pada Kelurahan Roa Malaka dan sebagian Kelurahan Pekojan;

Kecamatan Tambora yang terdiri dari fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, fasilitas peribadatan, fasilitas olah raga dan fasilitas pengendalian bencana. Fasilitas Pendidikan Pasal 1283

(1) (2) (3)

Pengembangan fasilitas pendidikan diutamakan untuk fasilitas pendidikan yang masih kurang Pengembangan fasilitas pendidikan di Kecamatan Tambora diarahkan untuk tingkat Peningkatan kualitas sarana dan prasarana fasilitas pendidikan. Fasilitas Kesehatan Pasal 1284

Bagian Kedelapan Arahan Pemanfaatan Ruang Kota Administrasi Jakarta Barat Pasal 1288 (1) Arahan pemanfaatan ruang wilayah Kota Administrasi Jakarta Barat dilaksanakan berdasarkan arahan pemanfaatan ruang wilayah provinsi DKI Jakarta, meliputi : a. b. c. d. e. Penyusunan program utama; Penentuan lokasi; Sumber pendanaan; Instansi pelaksana; dan Waktu pelaksanaannya.

dan diperlukan penambahan lahan dan bangunan fasilitas pendidikan. pendidikan dasar (TK, SD, dan SMP) dan akademi.

(1) Pengembangan fasilitas kesehatan diperlukan penambahan yang disesuaikan dengan jumlah kebutuhan yang direncanakan. (2) Pengembangan fasilitas kesehatan berupa penambahan jumlah fasilitas kesehatan yang terdiri dari balai pengobatan, puskesmas, dan rumah sakit dengan skala kecamatan. (3) Peningkatan kualitas sarana dan prasarana fasilitas kesehatan.

(2) Arahan pemanfaatan ruang wilayah Kota Administrasi Jakarta Barat, sebagaimana yang dimaksud pasal
1288 ayat 1, dapat dilihat dalam Lampira Peraturan Daerah Ini.

Fasilitas Peribadatan Pasal 1285 (1) Pengembangan fasilitas peribadatan disesuaikan dengan jumlah kebutuhan yang direncanakan; (2) Peningkatan kualitas sarana dan prasarana fasilitas peribadatan. Fasilitas Olahraga Pasal 1286 (1) Penambahan jumlah sarana dan prasarana fasilitas olahraga, berupa taman bermain, lapangan olah raga, gedung olah raga, dan kolam renang. (2) Peningkatan kualitas sarana dan prasarana olah raga. Fasilitas Pengendali Bencana Pasal 1287 a. Perbaikan daerah sempadan sungai melalui penghijauan. b. Peningkatan kapasitas danau dan sungai. c. Perbaikan saluran air yang tertutup perkerasan serta membuat saluran air baru pada lokasi-lokasi yang (1) Arahan peraturan zonasi sebagaimana dimaksud pasal 30 ayat (1) berisi ketentuan yang harus, boleh, dan tidak boleh dilaksanakan pada zona pemanfaatan ruang yang ada pada perda ini. (2) Arahan peraturan zonasi Provinsi DKI Jakarta meliputi pengaturan pemanfaatan ruang dan pengaturan unsur-unsur pengendalian yang disusun untuk setiap zona peruntukan ruang, yaitu: a. Kriteria umum pemanfaatan ruang; dan b. Arahan intensitas pemanfaatan ruang. belum memiliki saluran air. d. Pendistribusian sarana dan prasana kebakaran pada setiap kelurahan. e. Perbaikan lingkungan berupa pelebaran jalan lingkungan sehingga mempermudah evakuasi ketika terjadi kebakaran. Paragraf 3 Umum Pasal 1290 Bagian Kesepuluh Arahan Peraturan Zonasi (1) Ketentuan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah Kecamatan Tambora meliputi arahan peraturan zonasi, arahan perijinan, arahan insentif dan disinsentif, serta arahan sanksi. (2) Pengendalian pemanfaatan ruang wilayah Kecamatan Tambora sebagaimana dimaksud ayat (1) akan ditetapkan dengan mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bagian Kesembilan Ketentuan Umum Pengendalian Pemanfaatan Ruang Kota Administrasi Jakarta Barat Pasal 1289

Paragraf 4 Kriteria Umum Pemanfaatan Ruang Pasal 1291 (1) Kriteria umum pemanfataan ruang merupakan ketentuan kesesuaian peruntukan, norma, serta

Pasal 1294 Perijinan yang dikenakan pada kegiatan dan pembangunan di Provinsi DKI Jakarta, terdiri dari 5 (lima) jenis, yaitu: a. b. c. d. e. Perijinan kegiatan/lisensi (SIUP, TDP). Perijinan pemanfaatan ruang dan bangunan (Ijin Lokasi, Ijin Peruntukan Penggunaan Perijinan konstruksi (Ijin Mendirikan Bangunan/IMB). Perijinan lingkungan (Amdal, yang terdiri dari Analisis Dampak Lingkungan, Rencana Perijinan khusus (pengambilan air tanah). Pasal 1295

standar sarana dan prasarana yang harus disediakan untuk masing-masing zona pemanfaatan ruang yang ada pada peraturan ini. (2) Kriteria umum pemanfaatan ruang sebagaimana dimaksud ayat (1) ditetapkan guna menjamin pemanfaatan ruang yang dapat mencapai standar kualitas minimum untuk kesehatan, keamanan, dan keselamatan. (3) Kriteria umum pemanfaatan ruang sebagaimana dimaksud ayat (1) tercantum dalam Tabel Lampiran I Bagian Kesepuluh Intensitas Pemanfaatan Ruang Wilayah Kecamatan Tambora Pasal 1292 Arahan rencana intensitas pemanfaatan ruang Kecamatan Tambora, meliputi : a. b. c. d. KDB 75 % dengan ketinggian bangunan 20 lantai untuk kawasan kawasan rumah susun; KDB 60 % dengan ketinggian bangunan 20 lantai untuk kawasan kawasan rumah flat; KDB 20 % dengan ketinggian bangunan 20 lantai untuk kawasan perumahan susun taman; KDB 50 % dengan KLB 2-24 untuk kawasan perdagangan adn perkantoran. Bagian Kesebelas Arahan Perijinan Pasal 1293 (1) Perizinan yang dimaksud merupakan perizinan yang terkait dengan izin pemanfaatan ruang yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan dikeluarkan oleh pemerintah dan/atau pemerintah daerah harus dimiliki sebelum pelaksanaan pemanfaatan ruang. (2) Ijin pemanfaatan ruang sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah ijin yang berkaitan dengan lokasi, kualitas ruang, dan tata bangunan yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan, hukum adat dan kebiasaan yang berlaku. (3) Prinsip dasar penerapan mekanisme perijinan dalam pemanfaatan ruang adalah sebagai berikut : a. b. c. Setiap kegiatan dan pembangunan yang berpeluang menimbulkan gangguan bagi kepentingan Setiap kegiatan dan pembangunan harus memohon ijin dari pemerintah setempat yang akan umum, pada dasarnya dilarang kecuali dengan ijin dari Pemerintah Provinsi/Kota. memeriksa kesesuaiannya dengan rencana, serta standar administrasi legal. Setiap permohonan pembangunan yang tidak sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah harus melalui pengkajian mendalam untuk menjamin bahwa manfaatnya jauh lebih besar dari kerugiannya bagi semua pihak terkait sebelum dapat diberikan ijin. Peraturan Daerah ini.

Tanah/IPPT, Ijin Penggunaan Bangunan/IPB).

Pemantauan Lingkungan dan Rencana Pengelolaan Lingkungan; Ijin Gangguan/HO).

Perizinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 dilaksanakan oleh Gubernur, melalui satuan kerja perangkat daerah yang berwenang.

Bagian Keduabelas Arahan Insentif dan Disinsentif Pasal 1296 (1) Ketentuan insentif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 merupakan perangkat atau upaya untuk memberikan imbalan terhadap pelaksanaan kegiatan yang sejalan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi DKI Jakarta, serta memberikan kontribusi dalam membantu pemecahan masalah perkotaan. (2) Pemberian insentif sebagaimana diatur dalam ayat (1) diberlakukan dengan cara: a. b. lindung. c. d. e. f. Keringanan pajak, pemberian kompensasi, subsidi silang, imbalan, sewa ruang, dan urun saham. Pembangunan serta pengadaan infrastruktur. Kemudahan prosedur perizinan. Pemberian penghargaan kepada masyarakat, swasta dan/atau pemerintah daerah. Pasal 1297 (1) Sedangkan disinsentif sebagaimana dimaksud merupakan perangkat untuk mencegah, membatasi pertumbuhan, atau mengurangi kegiatan yang tidak sejalan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah dan kegiatannya menimbulkan dampak negatif perkotaan. Kemudahan-kemudahan dalam pengurusan ijin dan pengurusan administrasi lainnya untuk Bantuan pada pemanfaatan lahan yang sifatnya mengkonservasi lahan pada kawasan-kawasan pemanfaatan ruang yang sesuai dengan arahan-arahan dalam rencana tata ruang wilayah.

(2) Pemberian disinsentif untuk mencegah, membatasi pertumbuhan, dan/atau mengurangi kegiatan yang tidak sejalan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah dan diberlakukan yaitu dengan cara: a. b. c. d. e. Pemberian sanksi dan bahkan pengenaan denda kepada pelanggar aturan-aturan dan arahan Mempersulit pengurusan administrasi dan bahkan penolakan usulan pemanfaatan ruang yang Pada kawasan-kawasan terbangun yang tidak sesuai dengan arahan dalam Rencana Tata Ruang Pengenaan pajak yang tinggi yang disesuaikan dengan besarnya biaya yang dibutuhkan untuk Pembatasan penyediaan infrastruktur, pengenaan kompensasi, dan penalti. Pasal 1298 (1) Prioritas pemberian insentif diarahkan pada penyediaan dan penambahan RTH, penanggulangan banjir, upaya mengatasi masalah kemacetan lalu lintas serta upaya pelestarian bangunan cagar budaya. (2) Prioritas pengenaan disinsentif diarahkan pada kegiatan pembangunan yang merubah bentang alam yang berdampak negatif pada lingkungan di sekitarnya, meningkatkan bangkitan lalu lintas di atas kapasitas jaringan jalan. (3) Seluruh bentuk kewajiban yang dikenakan kepada pengembang suatu lahan atau kawasan dikonversikan ke dalam penyediaan dan pembangunan lahan bagi ruang terbuka hijau. (4) Besaran luas lahan RTH yang wajib disediakan diatur berdasarkan zona kawasan. Bagian Ketigabelas Sanksi Pasal 1299 Setiap orang yang melakukan pelanggaran terhadap ketentuan-ketentuan dalam Peraturan Daerah ini dapat dikenakan sanksi pidana dan/atau sanksi administrasi sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Bagian Keempatbelas Penyidikan Pasal 1300 (1) Selain pejabat penyidik Kepolisian Negara Republik Indonesia, Pejabat Pegawai dalam Rencana Tata Ruang Wilayah. tidak sesuai dengan arahan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah. Wilayah diberlakukan pengawasan dan pengendalian yang ketat. mengatasi dampak yang ditimbulkan akibat pemanfaatan ruang.

b.

Menerima, mencari, mengumpulkan dan meneliti keterangan atau laporan

berkenaan dengan pelanggaran pidana dalam Peraturan Daerah ini, agar keterangan atau laporan tersebut menjadi lebih lengkap dan jelas; c. d. e. f. g. terhadap pelanggaran; h. i. Pejabat penyidik pegawai negeri sipil, memberitahukan dimulainya Pejabat Penyidik Pegawai Negeri Sipil menyampaikan hasil penyidikan penyidikan dan hasil penyidikan kepada pejabat penyidik Kepolisian Negara Republik Indonesia; dan kepada Penuntut Umum melalui Pejabat Penyidik Kepolisian Negara Republik Indonesia. Meneliti, mencari, dan mengumpulkan keterangan mengenai Orang Pribadi Meminta keterangan dan bahan bukti dari Orang Pribadi atau Badan Memeriksa buku-buku, catatan-catatan, dan dokumen-dokumen berkenan Melakukan penggeledahan untuk mendapatkan bahan bukti pembukuan, Meminta bantuan tenaga ahli dalam rangka pelaksanaan tugas penyidikan atau Badan tentang kebenaran perbuatan yang dilakukan sehubungan dengan adanya pelanggaran; sehubungan dengan pelanggaran; dengan adanya tindakan pelanggaran; pencatatan, dan dokumen lain, serta melakukan penyitaan terhadap bahan bukti tersebut;

Negeri Sipil di lingkungan pemerintah daerah yang lingkup tugas dan tanggungjawabnya di bidang penataan ruang diberi wewenang khusus sebagai penyidik untuk melakukan penyidikan terhadap pelanggaran Peraturan Daerah ini. (2) a. Wewenang Penyidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah: Melakukan pemeriksaan atas kebenaran laporan atau keterangan berkenaan dengan tindakan pidana di dalam peraturan daerah ini;

BAB XXXXIV RENCANA RINCI TATA RUANG WILAYAH KECAMATAN KALIDERES Bagian Kesatu Umum Pasal 1301

g.

Memanfaatkan

peluang

dan

mampu

menempatkan

kendala

pengembangan sebagai komponen modal dasar pengembangan dan pembangunan Kecamatan Kalideres guna mewujudkan kehidupan yang lebih baik.

Paragraf 2 Rencana Rinci Tata Ruang Wilayah Kecamatan Kalideres meliputi: a. b. c. d. e. f. Tujuan, Kebijakan, dan Strategi Penataan Ruang Wilayah Kecamatan Kalideres; Rencana Struktur Ruang Kecamatan Kalideres; Rencana Pola Ruang Kecamatan Kalideres; Penetapan Kawasan Strategis Wilayah Kecamatan Kalideres; Arahan Pemanfaatan Ruang Wilayah Kecamatan Kalideres; dan Arahan Pengendalian Pemanfaatan Ruang Wilayah Kecamatan Kalideres. Bagian Kedua Tujuan, Kebijakan dan Strategi Penataan Ruang Wilayah Kecamatan Kalideres Paragraf 1 Tujuan Penataan Ruang Wilayah Kecamatan Kalideres Pasal 1302 Untuk mewujudkan tujuan penataan ruang wilayah Kecamatan Kalideres, maka tujuan pengembangan Tata Ruang Wilayah Kecamatan Kalideres adalah: a. Menyiapkan dan mengarahkan Kecamatan Kalideres sebagai pusat pendidikan Provinsi DKI Jakarta dan sebagai pusat perdagangan dan jasa Kotamadya Jakarta Barat dengan membangun sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan pendidikan dan perdagangan dan jasa. b. Memenuhi kebutuhan perumahan dengan membangun rumah susun sederhana sewa tingkat tinggi di Kelurahan Wijaya Kusuma dan Jelambar Baru yang mengacu pada Peraturan Menteri PU No. 5 tahun 2007. c. dan Tangerang. d. e. f. pembangunan, Mewujudkan Kecamatan Kalideres sebagai kawasan pendukung f. g. kelengkapan fasilitas dan utilitas di Jakarta Barat. Peningkatan layanan sarana jalan dengan pelebaran jalan-jalan utama. Mewujudkan pembangunan dan pengembangan Kecamatan Kalideres Meningkatkan kondisi dan kapasitas jaringan jalan regional yang berguna e. memantapkan fungsi Kecamatan Kalideres sebagai salah satu pusat pergerakan Kotamadya Jakarta Barat c.

Kebijakan dan Strategi Penataan Ruang Wilayah Kecamatan Kalideres Pasal 1303 (1) Kebijakan Kawasan Budidaya Kecamatan Kalideres, a. Sektor Perumahan Penerapan penggunaan campuran dalam rangka mengintesifkan penggunaan lahan dan bangunan, baik secara vertikal maupun horisontal. Program perbaikan lingkungan dan permajaan lingkungan pada kawasan kumuh. Pembangunan rumah susun sederhana untuk memenuhi kebutuhan perumahan. Sektor Perdagangan dan Jasa

b.

Pembatasan sistem ribbon, kecuali yang mengalami peningkatan fungsi dan kualitas dengan Pengembangan sentra sentra lokal dilakukan untuk mengurangi kemacetan lalu lintas. Program perbaikan lingkungan dan peremajaan lingkungan pada wilayah yang cukup padat. Sektor Industri Kegiatan industri dibatasi pada kegiatan industri skala kecil (home industry). Sektor Ruang Terbuka Hijau Melaksanakan dan mencadangkan serta mengamankan ruang terbuka hijau sepanjang kali dan Mengadakan penghijauan maksimum pada pekarangan pekarangan individu melalui program Mengadakan penghijauan maksimum pada ROW (lebar badan jalan) arteri dan kolektor. Sektor Transportasi Pengembangan jaringan jalan arteri dan kolektor arah utara selatan dan timur barat. Pengembangan jaringan jalan kolektor pada setiap kelurahan dengan memperhatikan kualitas Sektor Fasilitas Umum dan Fasilitas Sosial Pengembangan dan peningkatan fasilitas umum baik kuantitas maupun kualitas. Pengembangan fasilitas umum dan fasilitas sosial secara vertikal. Sektor Utilitas Umum Penambahan gardu-gardu listrik dan penambahan/peningkatan jaringan pelayanan listrik serta Penambahan telepon umum pada lokasi-lokasi strategis

memperhatikan kelancaran arus lalu lintas dan penyediaan tempat parkir.

d.

memanfaatkannya untuk taman dan hortikultura yang dapat dinikmati masyarakat. penyuluhan pembinaan.

dan kapasitas.

yang berpihak pada kepentingan masyarakat, dengan memposisikan peran masyarakat sebagai pemrakarsa

lampu lampu penerangan jalan

h. i.

Koordinasi terpadu antara PLN, Telkom dan Pemda DKI Jakarta dalam perencanaan dan Sektor Drainase dan Pengendalian Banjir. Normalisasi sungai dan saluran drainase. Pembangunan dan peremajaan drainase ke dalam sistem pengendalian banjir. Sektor Air Minum dan Sumber Air Bersih Peningkatan kualitas jaringan pipa pipa induk dan distribusi air bersih. Pembatasan penggunaan air tanah. Penambahan hydrant umum. Sektor Sanitasi dan Sampah Pengadaan septick tank kelompok pada lokasi-lokasi permukiman yang dihuni oleh penduduk

Bagian Ketiga Persebaran Penduduk Wilayah Kecamatan Kalideres Pasal 1305 Jumlah penduduk diKecamatan Kalideres sampai pada tahun 2030 dibatasi sebanyak-banyaknya 286.462 jiwa dengan jumlah kepadatan penduduk sebesar 254 jiwa/ha.

pelaksanaan pengadaan instalasi listrik, telepon, dan gas

j.

Bagian Keempat Struktur Ruang Wilayah Kecamatan Kalideres Umum Pasal 1306 (1) Rencana struktur ruang wilayah provinsi dijabarkan kedalam struktur ruang wilayah Kecamatan Kalideres, yang meliputi sistem pusat kegiatan dan sistem prasarana wilayah; (2) Rencana pengembangan sistem pusat kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diwujudkan berdasarkan : a. b. c. a. b. c. d. e. f. g. Sistem pusat kegiatan primer; Sistem pusat sekunder; dan Sistem pusat kegiatan tersier Prasarana transportasi, Prasarana sumber daya air bersih, Prasarana pengendalian drainase, Prasarana sanitasi limbah, Prasarana persampahan, Prasarana energi listrik, dan Prasarana telekomunikasi. Sistem Pusat Kegiatan Wilayah Kecamatan Kalideres Pasal 1307 (1) Rencana pengembangan pusat-pusat kegiatan Kecamatan Kalideres diwujudkan dalam bentuk Sistem Pusat Kegiatan Tersier; (2) Rencana pengembangan Sistem Pusat Kegiatan Tersier Kecamatan Kalideres sebagaimana dimaksud pada Pasal 6 ayat (2) huruf c, terdapat pada lokasi Universitas Tarumanegara, Universitas Trisakti, Mall Ciputra, Mall Taman Anggrek, Podomoro City, Rumah Sakit Jiwa Grogol, Rumah Sakit Royal Taruma, Terminal Bus Grogol, Rumah Sakit Sumber Waras, Roxy Square, dan Pasar Tomang. (3) Rencana pengembangan Sistem Pusat Kegiatan Tersier di wilayah Kecamatan Kalideres sebagaimana dimaksud pada ayat (1), tercantum pada Lampiran Gambar 5.15 Peraturan Daerah ini.

yang berpenghasilan rendah. Sistem perencanaan yang dipakai yaitu perencanaan yang diintegrasikan terhadap sistem sewerage. Meningkatkan kondisi MCK yang ada serta pengadaan baru sesuai kebutuhan lingkungan Pengelolaan sampah dengan menyediakan kontainer dan dipo dipo sampah sesuai kebutuhan. permukiman padat.

(2) Kebijakan Kawasan Strategis Kecamatan Kalideres,


a. b. c. a. b. Pengembangan kawasan diprioritaskan untuk mendukung pengembangan sektor strategis di Pengembangan secara intensif potensi sumberdaya alam yang dapat dimanfaatkan, demikian Peningkatan hubungan sosial ekonomi dengan pusat kegiatan terdekat. Pemeliharaan lingkungan guna mempertahankan ekosistem dan kelestarian lingkungan alam. Pengendalian dan pengelolaan lingkungan hidup serta peraturan tentang adanya penetapan atasnya. juga pengembangan prasarana perhubungan yang lebih dapat diandalkan. (3) Kebijakan Pengendalian Lingkungan Kecamatan Kalideres;

(3) Rencana sistem prasarana wilayah sebagaimana dimaksud ayat (1) meliputi

Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Pasal 1304 Strategi penataan ruang Kecamatan Kalideres adalah : a. b. c. d. e. Meningkatkan peran dan fungsi serta menata pusat-pusat kegiatan yang sudah berkembang. Memperbaiki dan merencanakan kawasan-kawasan yang cenderung kumuh dengan membangun Mempertahankan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang sudah ada dan mengembalikan fungsi RTH Merealisasikan pembangunan sarana dan prasarana yang mampu meningkatkan kapasitas Merealisasikan pembangunan jalan lingkungan di dalam lingkungan yang telah berkembang guna

rumah susun beserta fasilitas-fasilitasnya. khususnya di bantaran sungai, pinggiran jalan rel kereta api yang dijadikan permukiman kumuh. perdagangan dan jasa. menyediakan ruang perumahan kota yang dapat menampung perkembangan penduduk.

Sistem Prasarana Wilayah Kecamatan Kalideres Pasal 1308 Sistem prasarana meliputi prasarana transportasi, prasarana sumber daya air bersih, prasarana pengendalian drainase, prasarana sanitasi limbah, prasarana persampahan, prasarana energi listrik, dan prasarana telekomunikasi.

Pengembangan prasarana pengendalian drainase di Kecamatan Kalideres meliputi : a. b. c. Saluran primer mengalirkan air ke saluran alam atau sungai yang ada dan ditempatkan Saluran sekunder mengalirkan air ke saluran primer dan ditempatkan pada setiap jalan Saluran tersier mengalirkan air ke saluran sekunder. Saluran ini berfungsi sebagai pada setiap jalan primer. sekunder dengan menggunakan drainase primer atau jaringan sungai terdekat. saluran penampung aliran dari limpasan air hujan baik dari halaman maupun dari permukaan jalan dan ditempatkan pada setiap jalan lingkungan.

Prasarana Transportasi Wilayah Kecamatan Kalideres Pasal 1309 Prasarana Sanitasi Limbah Wilayah Kecamatan Kalideres Rencana pengembangan jaringan jalan di Kecamatan Kalideres meliputi sistem jaringan jalan, simpang susun, fasilitas pejalan kaki dan jembatan penyeberangan dengan mempertimbangkan faktor-faktor berikut : a. b. c. d. e. f. umum. g. h. i. j. perjalanan. Prasarana Sumber Daya Air Bersih Wilayah Kecamatan Kalideres Pasal 1310 Prasarana Energi Listrik Pengembangan Prasarana sumber daya air bersih di wilayah Kecamatan Kalideres meliputi : a. b. Rencana jaringan primer pipa air bersih di Kecamatan Kalideres tahun 2030 melintasi jalan-jalan Pengembangan prasarana energi di wilayah Kecamatan Kalideres, meliputi: a. b. Prasarana Drainase Pasal 1311 c. Rencana pemenuhan kebutuhan listrik untuk rumah susun sewa (rusunawa). Peningkatan pembangunan sistem jaringan listrik yang aman untuk kawasan Peningkatan kebutuhan listrik akibat pertambahan penduduk dan kegiatan. Kebutuhan tersebut dipenuhi dari instalasi air minum Pejompongan. S.Parman/Latumenten, Jalan Tubagus Angke, Jalan Daan Mogot/Kyai Tapa, Jalan Tomang Raya. Pasal 1314 Pembatasan jalur dan jam operasi angkutan barang skala besar. Penyediaan parkir di luar jalan dan pengawasan pelaksanaan pengadaan parkir bangunan Perbaikan, pengembangan dan pengadaan sarana pejalan kak. Pengaturan route angkutan umum untuk mempercepat waktu perjalanan dan megurangi biaya Pembangunan jalan baru disesuaikan dengan program DKI Jakarta keseluruhan serta dikaitkan Perbaikan/pelebaran jalan sesuai dengan prioritas pengembangan, dikaitkan dengan usaha Prasarana Persampahan Wilayah Kecamatan Kalideres Pasal 1313 Pengembangan prasarana persampahan di wilayah Kecamatan Kalideres, meliputi: Pengembangan jalan layang pada persimpangan yang menimbulkan kemacetan yang parah. Pengembangan angkutan umum kapasitas besar dengan pembatasan kendaraan pribadi. Penyediaan angkutan umum dengan memberikan kebebasan memilih bagi penumpang dengan Pembatasan daerah operasi angkutan yang dikaitkan dengan perencanaan route kendaraan Pengembangan prasarana sanitasi di Kecamatan Kalideres dilaksanakan dengan pengembangan sistem pembuangan air limbah secara sistem on-site. dengan peremajaan lingkungan. mengatasi kemacetan lalu-lintas. Pasal 1312

peningkatan kecepatan perjalanan serta peningkatan sarana-sarana pemberhentian.

a.

Program pemilahan sampah sebelum dibuang ke lokasi pembuangan sampah (LPS) melalui

pemilahan sampah organik (basah) dan non-organik (kering) akan memudahkan proses pembuatan kompos sebelum dibakar di dalam incinerator; b. Pengembangan prasarana sampah bahan berbahaya dan beracun (B3) dengan penggunaan teknologi tepat guna;

umum untuk menghapus parkir di tepi jalan.

c.
d. e.

Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah dengan penerapan konsep Peningkatan mutu, kapasitas dan jumlah armada sampah yang dapat masuk ke lingkungan Pencegahan dan penindakan tegas pembuangan sampah ke sungai dan saluran, serta

3R (reduced, reused, recycling); padat penduduk; mencegah tumbuhnya perumahan liar dan bedeng di sepanjang tepi sungai.

perumahan terutama mencakup kawasan pemukiman padat.

d.

Penataan kondisi sistem jaringan listrik yang telah ada serta memperbaiki (4)

d.

Kawasan Pelayanan Sosial. Rencana pola ruang wilayah Kecamatan Kalideres sebagaimana dimaksud pada ayat

kendala-kendala yang terjadi pada sistem jaringan listrik tersebut. Prasarana Telekomunikasi Pasal 1315 Pengembangan prasarana telekomunikasi dan informatika di Kecamatan Kalideres, meliputi: a. b. Pengembangan sistem pelayanan telekomunikasi melalui penerapan teknologi telekomunikasi yang memadai; Pembangunan jaringan telekomunikasi baru pada kawasan pemukiman padat, dengan tujuan untuk memfasilitasi masyarakat dalam melakukan aktifitas bersosial;

(1), tercantum dalam Lampiran Gambar 5.16 Peraturan Daerah ini. Peruntukan Ruang untuk Fungsi Lindung (Kawasan Lindung) Kawasan Sempadan Sungai dan Kanal Pasal 1318 (1) Penentuan Kawasan Sempadan Sungai, a. b. c. Sekurang kurangnya 100 meter di kiri kanan sungai besar; Sekurang kurangnya 50 meter di kiri kanan anak sungai yang berada di luar permukiman; Sekurang kurangnya 10 15 meter di kiri kanan anak sungai yang berada di dalam

c.
lingkungan.

Pengembangan jaringan telekomunikasi yang aman dan menyesuaikan dengan estetika

permukiman; (2) Kawasan sempadan sungai di Kecamatan Kalideres berada pada kawasan Kali Grogol, Kali Angke, Kali Prasarana Pengendalian Bencana Pasal 1316 Banjir Kanal Barat. (3) Kawasan sekitar danau danau yang berada di Kecamatan Kalideres perlu dijaga kelestariannya dan tidak boleh ada permukiman di sekitarnya.

Pengendalian bencana Kecamatan Kalideres berupa pengendalian bencana banjir meliputi: a. b. c. Normalisasi sepanjang aliran sungai dan mengamankan sungai dari kegiatan yang Penataan kembali garis sempadan sungai (GSS) menurut fungsinya yaitu sebagai Peningkatan dan pengembangan fungsi situ-situ sebagai lokasi tempat penampungan Pengembangan kawasan permukiman, meliputi: a. b. Rehabilitasi, perbaikan, dan peningkatan kualitas lingkungan pada kawasan permukiman Pembangunan kawasan permukiman berskala besar untuk permukiman yang berkepadatan berkepadatan tinggi . Bagian Kelima Rencana Pola Ruang Wilayah Kecamatan Kalideres Umum Pasal 1317 (1) a. b. (2) (3) huruf b, meliputi: a. b. c. Kawasan Permukiman; Kawasan Perdagangan dan Jasa; Kawasan Perindustrian dan Pergudangan; e. Rencana pola ruang Kecamatan Kalideres, terdiri atas: Peruntukan ruang untuk fungsi lindung/kawasan lindung, dan Peruntukan ruang untuk fungsi budidaya /kawasan budidaya. Rencana pengembangan kawasan lindung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf Rencana pengembangan kawasan budidaya, sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sedang dan rendah. Peruntukan Ruang Untuk Fungsi Budidaya (Kawasan Budidaya) Kawasan Permukiman Pasal 1319 dapat menggangu fungsinya. pengendali banjir, drainase dan penggelontor; air di Kelurahan Grogol dan Tanjung Duren Utara;

c.

Daerah permukiman direncanakan menyebar di seluruh wilayah Kecamatan Kalideres pada

semua kelurahan baik dalam bentuk vertikal atau apartemen dan landed house dengan memperhatikan kebutuhan perumahan di masa yang akan datang. d. diarahkan pada : Rencana pengembangan kawasan perumahan kepadatan tinggi di Kecamatan Kalideres Kelurahan Tanjung Duren Utara, Kelurahan Tanjung Duren Selatan, Kelurahan Tomang, Kelurahan Jelambar, Kelurahan Jelambar Baru, Kelurahan Wijaya Kusuma. Rencana pengembangan kawasan perumahan kepadatan sedang di Kecamatan Kalideres diarahkan pada:

a, meliputi kawasan sempadan sungai dan kanal.

f.

Kelurahan Tanjung Duren Utara, Kelurahan Tanjung Duren Selatan, Kelurahan Tomang, Kelurahan Jelambar, Kelurahan Jelambar Baru, Kelurahan Wijaya Kusuma. Rencana pengembangan kawasan perumahan susun di Kecamatan Kalideres diarahkan pada

(1)

Pengembangan kawasan strategis di tingkat Kecamatan Kalideres diarahkan pada bagian wilayah

kecamatan yang memiliki peranan dan fungsi strategis bagi pengembangan kegiatan ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan kota. (2) Pengembangan kawasan strategis Kecamatan Kalideres sebagaimana dimaksud ayat (1) diarahkan yaitu pengembangan. Bagian Ketujuh Pengembangan Fasilitas Umum dan Sosial Pasal 1324 Pengembangan fasilitas umum dan sosial sebagai upaya penanganan pemenuhan kebutuhan penduduk Kecamatan Kalideres yang terdiri dari fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, fasilitas peribadatan, fasilitas olah raga dan fasilitas pengendalian bencana. Fasilitas Pendidikan Pasal 1325 (1) (2) (3) Pengembangan fasilitas pendidikan diutamakan untuk fasilitas pendidikan yang masih kurang Pengembangan fasilitas pendidikan di Kecamatan Kalideres diarahkan untuk tingkat Peningkatan kualitas sarana dan prasarana fasilitas pendidikan. Fasilitas Kesehatan Pasal 1326 (1) Pengembangan fasilitas kesehatan diperlukan penambahan yang disesuaikan dengan jumlah kebutuhan yang direncanakan. (2) Peningkatan kualitas sarana dan prasarana fasilitas kesehatan. Fasilitas Peribadatan Pasal 1327 (1) (2) Pengembangan fasilitas peribadatan disesuaikan dengan jumlah kebutuhan yang direncanakan. Peningkatan kualitas sarana dan prasarana fasilitas peribadatan. Fasilitas Olahraga Pasal 1328 Peningkatan kualitas sarana dan prasarana fasilitas olahraga yang ada di Kecamatan Kalideres.

Jalan Amanah (Kelurahan Wijaya Kusuma), Jalan Jelambar Selatan 2 dan Jalan Prof.DR.Latumenten. Kawasan Perdagangan dan Jasa Pasal 1320 Pola pengembangan kawasan perdagangan dan jasa di Kecamatan Kalideres adalah : a. Pengembangan Sentra sentra Pengembangan sentra jasa/komersil di prioritaskan pada persimpangan Grogol dan sekitarnya yang merupakan pusat sentra kegiatan di Kecamatan Kalideres.

b.

Pengembangan Ribbon Pengembangan jasa/komersil di sepanjang Jalan Letjend S.Parman, Jalan Prof. DR. Latumenten, Jalan Daan Mogot, Jalan Kyai Tapa. Pengembangan jasa/perkantoran dan campuran di sepanjang Jalan Letjend. S.Parman, Jalan Daan Mogot. Kawasan Perindustrian dan Pergudangan Pasal 1321

dan diperlukan penambahan lahan dan bangunan fasilitas pendidikan. pendidikan dasar (TK, SD, SMP) dan pendidikan lanjutan (SLTA).

Kawasan perindustrian yang ada di Kecamatan Kalideres akan direlokasi ke tempat lain dikarenakan menimbulkan pencemaran tanah, air, dan udara, sehingga tidak ada pengembangan kegiatan industri dalam rencana pola ruang wilayah Kecamatan Kalideres. Kawasan Pelayanan Sosial Pasal 1322 Pengembangan kawasan pelayanan sosial diarahkan sebagai pendukung aktifitas kawasan, sehingga peruntukkan lahan disesuaikan dengan aktifitas pada tiap tiap pusat kegiatan. Bagian Keenam Penetapan Pengembangan Kawasan Strategis Wilayah Kecamatan Kalideres Pasal 1323

Bagian Kedelapan Intensitas Pemanfaatan Ruang Wilayah Kecamatan Kalideres Pasal 1329 (1) Arahan rencana intensitas pemanfaatan ruang Kecamatan Jatinegara, meliputi : a. b. c. a. b. c. d. e. Rencana Ketinggian Bangunan. Rencana Koefisien Dasar Bangunan (KDB). Rencana Koefisien Lantai Bangunan (KLB). Ketinggian maksimal 4 lantai diarahkan untuk peruntukan, Karya bangunan umum dan fasilitasnya di Jalan Tomang Angke Persimpangan dan Jalan Rasa Wisma dan fasilitasnya Jalan Tanjung Duren Barat I. Suka umum dan wisma taman Jalan Tanjung Duren Barat 4. Karya bangunan umum di Real Estate Cahaya Lestari Santosa. Ketinggian maksimal 8 lantai diarahkan untuk peruntukan, Karya bangunan umum di Jalan Daan Mogot. Karya bangunan umum dan wisma di Jalan Tomang Raya. Karya bangunan umum dan fasilitasnya di Jalan Tubagus Angke sisi utara (persimpangan Jalan Karya Umum Taman Jalan Dana. Ketinggian maksimal 15 lantai diarahkan untuk peruntukan Rusunawa Jelambar Baru pada Jalan Ketinggian maksimal 16 lantai diarahkan untuk peruntukan, Suka umum dan fasilitasnya di Jalan Latumeten - Rel KA. Suka umum, wisma bangunan umum, karya bangunan umum di Jalan Kyai Tapa. Karya bangunan umum dan wisma di Sisi Jalan Tol Jakarta Merak. Rusunawa Wijaya Kusuma di Jalan Amanah. Ketinggian maksimal 24 lantai diarahkan untuk peruntukan, Karya taman dan fasilitasnya di Jalan S. Parman (Sisi Barat) dan Jalan S. Parman (Sisi Timur). Suka umum dan fasilitasnya di Jalan Kyai Tapa (Universitas Trisakti dan Tarumanegara). Karya bangunan umum dan fasilitasnya di sebelah utara Jalan Latumetan. Sayang.

c.

KDB 45 % diarahkan untuk peruntukan, Karya taman dan fasilitasnya pada Jalan S. Parman (Sisi Timur). Karya bangunan umum dan fasilitasnya pada sebelah utara Jalan Latumeten. Suka umum dan fasilitasnya di Jalan Latumeten - Rel KA. Kawasan wisma bangunan umum pada sisi Jalan Tol Jakarta Merak. Karya bangunan umum berserta fasilitasnya di Jalan Tubagus Angke sisi utara (persimpangan

d. KDB 50 % diarahkan untuk peruntukan,

Jalan Wijaya hingga Jalan Latumeten). e. KDB 55 % diarahkan untuk peruntukan, f. Karya bangunan umum dan wisma di Jalan Tomang Raya Karya bangunan umum di Jalan Daan Mogot. Suka umum, wisma bangunan umum, karya bangunan umum di Jalan Kyai Tapa. Suka umum dan fasilitasnya di Jalan Kyai Tapa (Universitas Trisakti dan Tarumanegara). Karya bangunan umum dan fasilitasnya di Jalan Tomang Angke Persimpangan dan Jalan Rasa Wisma dan fasilitasnya Jalan Tanjung Duren Barat I. Suka umum dan wisma taman Jalan Tanjung Duren Barat 4. Karya bangunan umum di Real Estate Cahaya Lestari Santosa.

(2) Rencana ketinggian bangunan sebagaimana dimaksud ayat (1) huruf a meliputi,

KDB 60 % diarahkan untuk peruntukan,

Sayang.

Wijaya sampai Jalan Latumeten).

(4) Rencana koefisien lantai bangunan (KLB) sebagaimana dimaksud ayat (1) huruf c meliputi a. KLB 1,6 % diarahkan untuk peruntukan, c. Karya umum taman pada Jalan Dana. Karya bangunan umum dan fasilitasnya di Jalan Tomang Angke Persimpangan dan Jalan Rasa Wisma dan fasilitasnya Jalan Tanjung Duren Barat I. Suka umum dan wisma taman Jalan Tanjung Duren Barat 4. Karya bangunan umum di Real Estate Cahaya Lestari Santosa. Karya bangunan umum dan wisma di Jalan Tomang Raya Karya bangunan umum di Jalan Daan Mogot. Karya bangunan umum berserta fasilitasnya di Jalan Tubagus Angke sisi utara (persimpangan b. KLB 2,4 % diarahkan untuk peruntukan, Sayang.

Jalan Jelambar Selatan 2.

KLB 3 % diarahkan untuk peruntukan,

(3) Rencana koefisien dasar bangunan (KDB) sebagaimana dimaksud ayat (1) huruf b meliputi, a. KDB 20 % diarahkan untuk peruntukan, Karya taman dan fasilitasnya di Jalan S. Parman (Sisi Barat). Karya umum taman pada Jalan Dana.

Jalan Wijaya hingga Jalan Latumeten). d. KLB 3,5 % diarahkan untuk peruntukan, Suka umum dan fasilitasnya di Jalan Latumeten - Rel KA. Suka umum, wisma bangunan umum, karya bangunan umum di Jalan Kyai Tapa. Kawasan wisma bangunan umum pada sisi Jalan Tol Jakarta Merak. Karya taman dan fasilitasnya di Jalan S. Parman (Sisi Barat) dan Jalan S. Parman (Sisi Timur).

b. KDB 30 % diarahkan untuk peruntukan rumah susun yaitu Rusunawa Jelambar Baru di Jalan Jelambar Selatan 2 dan Rusunawa Wijaya Kusuma Jalan Amanah.

e. KLB 4 % diarahkan untuk peruntukan,

Suka umum dan fasilitasnya di Jalan Kyai Tapa (Universitas Trisakti dan Tarumanegara). Karya bangunan umum dan fasilitasnya pada sebelah utara Jalan Latumeten. Rusunawa Jelambar Baru di Jalan Jelambar Selatan 2 dan Rusunawa Wijaya Kusuma Jalan

Perizinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 dilaksanakan oleh Gubernur, melalui satuan kerja perangkat daerah yang berwenang. Bagian Keduabelas Arahan Insentif dan Disinsentif Pasal 1333 (1) Ketentuan insentif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 merupakan perangkat atau upaya untuk memberikan imbalan terhadap pelaksanaan kegiatan yang sejalan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi DKI Jakarta, serta memberikan kontribusi dalam membantu pemecahan masalah perkotaan. (2) Pemberian insentif sebagaimana diatur dalam ayat (1) diberlakukan dengan cara: a. b. c. d. e. f. Kemudahan-kemudahan dalam pengurusan ijin dan pengurusan administrasi lainnya untuk Bantuan pada pemanfaatan lahan yang sifatnya mengkonservasi lahan pada kawasan-kawasan Keringanan pajak, pemberian kompensasi, subsidi silang, imbalan, sewa ruang, dan urun saham. Pembangunan serta pengadaan infrastruktur. Kemudahan prosedur perizinan. Pemberian penghargaan kepada masyarakat, swasta dan/atau pemerintah daerah. pemanfaatan ruang yang sesuai dengan arahan-arahan dalam rencana tata ruang wilayah. lindung.

Amanah.

(5) Arahan rencana intensitas pemanfaatan ruang Kecamatan Kalideres, sebagaimana yang dimaksud ayat
1, dapat dilihat dalam Lampiran Peraturan Daerah Ini Bagian Kesebelas Arahan Perijinan Pasal 1330 (1) Perizinan yang dimaksud merupakan perizinan yang terkait dengan izin pemanfaatan ruang yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan dikeluarkan oleh pemerintah dan/atau pemerintah daerah harus dimiliki sebelum pelaksanaan pemanfaatan ruang. (2) Ijin pemanfaatan ruang sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah ijin yang berkaitan dengan lokasi, kualitas ruang, dan tata bangunan yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan, hukum adat dan kebiasaan yang berlaku. (3) Prinsip dasar penerapan mekanisme perijinan dalam pemanfaatan ruang adalah sebagai berikut : a. b. c. Setiap kegiatan dan pembangunan yang berpeluang menimbulkan gangguan bagi kepentingan Setiap kegiatan dan pembangunan harus memohon ijin dari pemerintah setempat yang akan umum, pada dasarnya dilarang kecuali dengan ijin dari Pemerintah Provinsi/Kota. memeriksa kesesuaiannya dengan rencana, serta standar administrasi legal. Setiap permohonan pembangunan yang tidak sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah harus melalui pengkajian mendalam untuk menjamin bahwa manfaatnya jauh lebih besar dari kerugiannya bagi semua pihak terkait sebelum dapat diberikan ijin. Pasal 1331 Perijinan yang dikenakan pada kegiatan dan pembangunan di Provinsi DKI Jakarta, terdiri dari 5 (lima) jenis, yaitu : a. b. c. d. e. Perijinan kegiatan/lisensi (SIUP, TDP). Perijinan pemanfaatan ruang dan bangunan (Ijin Lokasi, Ijin Peruntukan Penggunaan Perijinan konstruksi (Ijin Mendirikan Bangunan/IMB). Perijinan lingkungan (Amdal, yang terdiri dari Analisis Dampak Lingkungan, Rencana Perijinan khusus (pengambilan air tanah). Pasal 1332

Pasal 1334 (1) Sedangkan disinsentif sebagaimana dimaksud merupakan perangkat untuk mencegah, membatasi pertumbuhan, atau mengurangi kegiatan yang tidak sejalan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah dan kegiatannya menimbulkan dampak negatif perkotaan. (2) Pemberian disinsentif untuk mencegah, membatasi pertumbuhan, dan/atau mengurangi kegiatan yang tidak sejalan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah dan diberlakukan yaitu dengan cara: a. b. c. d. e. Pemberian sanksi dan bahkan pengenaan denda kepada pelanggar aturan-aturan dan arahan Mempersulit pengurusan administrasi dan bahkan penolakan usulan pemanfaatan ruang yang Pada kawasan-kawasan terbangun yang tidak sesuai dengan arahan dalam Rencana Tata Ruang Pengenaan pajak yang tinggi yang disesuaikan dengan besarnya biaya yang dibutuhkan untuk Pembatasan penyediaan infrastruktur, pengenaan kompensasi, dan penalti. Pasal 1335 dalam Rencana Tata Ruang Wilayah. tidak sesuai dengan arahan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah. Wilayah diberlakukan pengawasan dan pengendalian yang ketat. mengatasi dampak yang ditimbulkan akibat pemanfaatan ruang.

Tanah/IPPT, Ijin Penggunaan Bangunan/IPB).

Pemantauan Lingkungan dan Rencana Pengelolaan Lingkungan; Ijin Gangguan/HO).

(1) Prioritas pemberian insentif diarahkan pada penyediaan dan penambahan RTH, penanggulangan banjir, upaya mengatasi masalah kemacetan lalu lintas serta upaya pelestarian bangunan cagar budaya. (2) Prioritas pengenaan disinsentif diarahkan pada kegiatan pembangunan yang merubah bentang alam yang berdampak negatif pada lingkungan di sekitarnya, meningkatkan bangkitan lalu lintas di atas kapasitas jaringan jalan. (3) Seluruh bentuk kewajiban yang dikenakan kepada pengembang suatu lahan atau kawasan dikonversikan ke dalam penyediaan dan pembangunan lahan bagi ruang terbuka hijau. (4) Besaran luas lahan RTH yang wajib disediakan diatur berdasarkan zona kawasan

f. g. h. i.

Melakukan penggeledahan untuk mendapatkan bahan bukti pembukuan, pencatatan, dan Meminta bantuan tenaga ahli dalam rangka pelaksanaan tugas penyidikan terhadap pelanggaran; Pejabat penyidik pegawai negeri sipil, memberitahukan dimulainya penyidikan dan hasil Pejabat Penyidik Pegawai Negeri Sipil menyampaikan hasil penyidikan kepada Penuntut Umum

dokumen lain, serta melakukan penyitaan terhadap bahan bukti tersebut;

penyidikan kepada pejabat penyidik Kepolisian Negara Republik Indonesia; dan melalui Pejabat Penyidik Kepolisian Negara Republik Indonesia. BAB III Bagian Ketigabelas Sanksi Pasal 1336 Semua peraturan- peraturan yang telah ada dan mengacu kepada Keputusan Gubernur Kepala Daerah Khusus Ketentuan Peralihan Pasal 1338

Setiap orang yang melakukan pelanggaran terhadap ketentuan-ketentuan dalam Peraturan Daerah ini dapat dikenakan sanksi pidana dan/atau sanksi administrasi sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

Ibukota Jakarta Nomor 1516 Tahun 1997 tentang Rencana Rinci Tata Ruang untuk Wilayah Kecamatan di Daerah Khusus Ibukota Jakarta dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan Peraturan Daerah ini.

Bagian Keempatbelas Penyidikan Pasal 1337 (1) Selain pejabat penyidik Kepolisian Negara Republik Indonesia, Pejabat Pegawai Negeri Sipil di lingkungan pemerintah daerah yang lingkup tugas dan tanggungjawabnya di bidang penataan ruang diberi wewenang khusus sebagai penyidik untuk melakukan penyidikan terhadap pelanggaran Peraturan Daerah ini. (2) Wewenang Penyidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah: a. b. Melakukan pemeriksaan atas kebenaran laporan atau keterangan berkenaan dengan tindakan Menerima, mencari, mengumpulkan dan meneliti keterangan atau laporan berkenaan dengan

BAB IV Ketentuan Penutup Pasal 1339 Pada saat Peraturan Daerah ini mulai berlaku, Keputusan Gubernur Kepala Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 1516 Tahun 1997 tentang Rencana Rinci Tata Ruang Untuk WIlayah Kecamatan di Daerah Khusus Ibukota Jakarta dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Pasal 1340 Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan Daerah ini sepanjang mengenai teknis pelaksanaannya diatur lebih lanjut dengan Peraturan Gubernur. Pasal 1341 Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang dapat mengetahui, memerintahkan pengundangan Peraturan penempatannya dalam Lembaran Daerah Provinsi DKI Jakarta. daerah ini dengan

pidana di dalam peraturan daerah ini; pelanggaran pidana dalam Peraturan Daerah ini, agar keterangan atau laporan tersebut menjadi lebih lengkap dan jelas; c. d. e. Meneliti, mencari, dan mengumpulkan keterangan mengenai Orang Pribadi atau Badan tentang Meminta keterangan dan bahan bukti dari Orang Pribadi atau Badan sehubungan dengan Memeriksa buku-buku, catatan-catatan, dan dokumen-dokumen berkenan dengan adanya kebenaran perbuatan yang dilakukan sehubungan dengan adanya pelanggaran; pelanggaran; tindakan pelanggaran;

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal .......................

GUBERNUR PROVINSI DKI JAKARTA

DR. Ing. H. FAUZI BOWO Diundangkan di Jakarta pada tanggal ....................... Pada tappPada SEKRETARIS DAERAH PROVINSI DKI JAKARTA

.............................. NIP. .......................... BERITA DAERAH PROVINSI DKI JAKARTA TAHUN 2009 NOMOR.. SERI..