Anda di halaman 1dari 50

BAB XXVII RENCANA RINCI TATA RUANG WILAYAH KECAMATAN JAGAKARSA Bagian Kesatu Umum Pasal 741 Rencana

Rinci Tata Ruang Wilayah Kecamatan Jagakarsa meliputi:

d. e.

Tersusunnya arahan lokasi investasi yang akan dilaksanakan pemerintah dan masyarakat. Tersusunnya arahan pelaksanaan pemanfaatan ruang dan merupakan dasar dalam

mengeluarkan perijinan lokasi pembangunan. Paragraf 2 Kebijakan dan Strategi Penataan Ruang Wilayah Kecamatan Jagakarsa Pasal 743

(1) Kebijakan Kawasan Lindung Kecamatan Jagakarsa, (2) Kebijakan Kawasan Budidaya Kecamatan Jagakarsa,
a. Perumahan

a.
Jagakarsa;

Tujuan, Kebijakan, dan Strategi Penataan Ruang Wilayah Kecamatan

b. c. d. e. f.
Jagakarsa

Rencana Struktur Ruang Kecamatan Jagakarsa; Rencana Pola Ruang Kecamatan Jagakarsa; Penetapan Kawasan Strategis Wilayah Kecamatan Jagakarsa Arahan Pemanfaatan Ruang Wilayah Kecamatan Jagakarsa; dan Arahan Pengendalian Pemanfaatan Ruang Wilayah Kecamatan b.

Penggunaan perumahan lebih diarahkan kepada resettlement daerah-daerah hunian yang akan

tergusur akibat pengembangan kegiatan lain, seperti perluasan dan lain sebagainya. Pembatasan pembangunan perumahan untuk masa mendatang. Program perbaikan lingkungan perlu dilanjutkan. Sektor Perdagangan dan Jasa Pengembangan sentra-sentra tetap diutamakan Pengembangan ribbon dibatasi dan ditolerir hanya pada kelas jalan kolektor atau diatasnya Penyediaan fasilitas parkir yang memadai Peremajaan pasar harus memperhatikan kepentingan pedagang lama dan ekonomi lemah. Sektor Transportasi d. Beberapa ruas jalan tertentu perlu ditingkatkan kapasitasnya melalui program pelebaran jalan. Pengembangan jaringan jalan baru lebih diutamakan pada bagian utara dan selatan BWK Sektor Fasilitas Umum Pencadangan lahan untuk pembangunan fasilitas umum harus dilakukan sedini mungkin. Partisipasi swasta untuk berperan serta dalam pembangunan fasilitas umum. Optimasi pada lokasi fasilitas umum yang telah ada dengan penambahan lokal. Pembangunan baru untuk memenuhi jumlah kebutuhan dan pencapaian target sesuai standar Sektor Air Minum f. Penambahan jaringan pelayanan air bersih / air minum PAM melalui pengembangan jaringan Penggunaan air yang melampaui batas harus dicegah. Sektor Sanitasi dan Sampah Pengadaan septick tank kelompok pada lokasi-lokasi perumahan yang dihuni oleh penduduk yang berpenghasilan rendah. Sistem perencanaan yang dipakai yaitu perencanaan yang diintegrasikan terhadap sistem sewerage. induk baru dan jaringan distribusi serta hidran umum.

Bagian Kedua Tujuan, Kebijakan dan Strategi Penataan Ruang Wilayah Kecamatan Jagakarsa c. Paragraf 1 Tujuan Penataan Ruang Wilayah Kecamatan Jagakarsa Pasal 742 Untuk mewujudkan tujuan penataan ruang wilayah Kecamatan Jagakarsa, maka tujuan pengembangan Tata Ruang Wilayah Kecamatan Jagakarsa adalah: a. b. c. Terselenggaranya pengaturan pemanfaatan ruang kawasan lindung dan kawasan budi daya. Terwujudnya keterpaduan, keterikatan dan keseimbangan antar wilayah kecamatan serta Tercapainya pemanfaatan ruang yang berkualitas untuk :

Kecamatan Jagakarsa.

e.

keserasian antar sektor.

kecamatan.

Perwujudan kehidupan masyarakat yang sejahtera lahir dan batin Perwujudan keterpaduan dalam penggunaan sumberdaya alam Peningkatan pemanfaatan sumberdaya alam dan sumberdaya buatan secara berdaya-guna,

berhasil-guna dan tepat-guna untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia Perwujudan perlindungan fungsi ruang dan mencegah serta menanggulangi dampak negatif

terhadap lingkungan Perwujudan keseimbangan kepentingan kesejahteraan dan keamanan


g.

Perbaikan kondisi MCK yang ada serta pengadaan baru sesuai kebutuhan lingkungan perumahan Pengelolaan sampah dengan menyediakan container dan dipo-dipo sampah sesuai kebutuhan Sektor Banjir dan Drainase

b. Perbaikan dan perencanaan kawasan-kawasan yang cenderung kumuh dengan membangun rumah
susun beserta fasilitas-fasilitasnya.

padat.

c. Perlindungan RTH yang sudah ada dan mengembalikan fungsi RTH khususnya di bantaran sungai
Pesanggrahan dan kali Grogol, pinggiran Jalan Rel kereta api yang dijadikan permukiman kumuh.


h. i.

Normalisasi kali dan penambahan saluran mikro dan meningkatkan sistem makro drainase yang

d. Pembangunan sarana dan prasarana yang mampu meningkatkan kapasitas perdagangan dan jasa . e. Pembangunan jalan lingkungan di dalam lingkungan yang telah berkembang guna menyediakan ruang
perumahan kota yang dapat menampung perkembangan penduduk.

ada. Pelaksanaan kegiatan vegetasi secara serentak. Sektor Utilitas Umum. Penambahan gardu-gardu listrik dan penambahan/peningkatan jaringan pelayanan listrik serta lampu-lampu penerangan jalan. Penambahan telepon umum pada lokasi-lokasi strategis. Koordinasi terpadu antara PLN, Telkom dan Pemda DKI Jakarta dalam perencanaan dan Sektor Ruang Terbuka Hijau

Bagian Ketiga Persebaran Penduduk Wilayah Kecamatan Jagakarsa Pasal 745 Jumlah penduduk di Kecamatan Jagakarsa sampai pada tahun 2030 dibatasi sebanyak-banyaknya 273.499 Jiwa. Bagian Keempat Struktur Ruang Wilayah Kecamatan Jagakarsa Umum Pasal 746

pelaksanaan pengadaan instalasi listrik, telepon dan gas.

Pemeliharaan ruang terbuka hijau sepanjang kali dan memanfaatkannya untuk taman dan

hortikultura yang dapat dinikmati masyarakat. Penghijauan maksimum pada pekarangan-pekarangan individu melalui program penyuluhan Penghijauan maksimum pada ROW (lebar badan jalan) arteri dan kolektor.

pembinaan.

(3) Kebijakan Kawasan Strategis Kecamatan Jagakarsa a.


Penetapan Kawasan Strategis Kecamatan Jagakarsa berdasarkan nilai strategis dari sudut kepentingan ekonomi yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi, yaitu merupakan aglomerasi berbagai kegiatan ekonomi yang memiliki : Potensi ekonomi cepat tumbuh; Sektor unggulan yang dapat menggerakan sektor ekonomi; Potensi ekspor; Dukungan jaringan prasarana dan fasilitas penunjang kegiatan ekonomi. Ditetapkan sebagai Kawasan yang memiliki nilai strategis dari sudut kepentingan ekonomi yang

(1) Rencana struktur ruang wilayah provinsi dijabarkan kedalam struktur ruang wilayah Kecamatan
Jagakarsa, yang meliputi sistem pusat kegiatan dan sistem prasarana wilayah; (2) Rencana pengembangan sistem pusat kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diwujudkan berdasarkan : a. b. c. a. sistem pusat kegiatan primer; sistem pusat sekunder; dan sistem pusat kegiatan tersier prasarana transportasi, prasarana sumber daya air bersih, prasarana pengendalian drainase, prasarana sanitasi limbah, prasarana persampahan, prasarana energi listrik, dan prasarana telekomunikasi. Sistem Pusat Kegiatan Wilayah Kecamatan Jagakarsa Pasal 747

b.

(3) Rencana sistem prasarana wilayah sebagaimana dimaksud ayat (1) meliputi

berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Kecamatan Jagakarsa.

(4) Kebijakan Pengendalian Lingkungan Kecamatan Jagakarsa ; a. b.


Pemeliharaan lingkungan guna mempertahankan ekosistem dan kelestarian lingkungan alam. Pengendalian dan pengelolaan lingkungan hidup serta peraturan tentang adanya penetapan

b. c. d.
e.

AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan). Pasal 744 Strategi penataan ruang Kecamatan Jagakarsa, adalah:

f.
g.

a. Peningkatkan peran dan fungsi serta penataan pusat-pusat kegiatan yang sudah berkembang.

Pasal 751

(1) (2)

Rencana pengembangan pusat-pusat kegiatan Kota Administrasi Jakarta Selatan diwujudkan dalam bentuk Sistem Pusat Kegiatan Tersier; Rencana pengembangan Sistem Pusat Kegiatan Tersier Kecamatan Jagakarsa sebagaimana dimaksud pada Pasal 6 ayat (2) huruf c, terdapat pada lokasi pertokoan Ramayana dan Borobudur di Kelurahan Jagakarsa, Matahari Cialandak Mall di Kelurahan Cilandak Timur, Kantor Camat Jagakarsa di Kelurahan Jati Padang; c. Pengembangan prasarana pengendalian drainase di Kecamatan Jagakarsa, meliputi :

a. Normalisasi sepanjang aliran sungai dan mengamankan sungai dari kegiatan yang dapat menggangu
fungsinya pada lokasi saluran Kali Krukut, Kali Ciliwung, dan Kali Baru;

b. Perawatan waduk Ragunan 1, waduk Ragunan 2 dan lingkungan sekitarnya.


Pengembangan drainase primer di Jl. TB Simatupang

(3)

Rencana pengembangan Sistem Pusat Kegiatan Tersier di wilayah Kecamatan Jagakarsa sebagaimana dimaksud pada ayat (1), tercantum pada Lampiran Gambar 4.1 Peraturan Daerah ini. Sistem Prasarana Wilayah Kecamatan Jagakarsa Pasal 748

d. Pengembangan drainase sekunder di Jl. Jagakarsa Raya dan Jl. Warung Jati Barat

Prasarana Sanitasi Limbah Wilayah Kecamatan Jagakarsa Pasal 752

Sistem prasarana meliputi prasarana transportasi, prasarana sumber daya air bersih, prasarana pengendalian drainase, prasarana sanitasi limbah, prasarana persampahan, telekomunikasi. Prasarana Transportasi Wilayah Kecamatan Jagakarsa Pasal 749 Prasarana Persampahan Wilayah Kecamatan Jagakarsa Pasal 753 prasarana energi listrik, dan prasarana Pengembangan prasarana sanitasi di Kecamatan Jagakarsa, meliputi: a. Pengembangan sistem pembuangan air limbah secara sistem on-site b. Pengembangan saluran pembuangan air limbah makro menuju Kali Ciliwung dan Kali Krukut.

(1) Rencana pengembangan prasarana transportasi di Kecamatan Jagakarsa, meliputi jaringan jalan arteri
dan kolektor; Pengembangan prasarana persampahan di wilayah Kecamatan Jagakarsa, meliputi:

(2) Rencana pembangunan dan peningkatan jalan arteri sebagaimana di maksud pada ayat (1) meliputi;
Rencana peningkatan jalan arteri, Kecamatan Jagakarsa yang meliputi pelebaran jalan Jl. Jagakarsa Raya, Jalan Ampera Raya, Jalan Pejaten Raya, Jalan Warung Jati Barat, Jalan Lenteng Agung, Jalan Tanjung Barat, Jalan TB. Simatupang, Jalan Lenteng Agung Timur,

a. b.
kelurahan;

Pengembangan penggunaan teknologi pengolahan sampah dengan

menggunakan incinerator yang ditempatkan pada kawasan-kawasan tertentu; Pembangunan lokasi penampungan sampah (LPS) sementara pada setiap

(3) Rencana peningkatan jalan kolektor Kecamatan Jagakarsa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi
pelebaran Jalan Lenteng Agung Barat, Jalan Cilandak KKO, Jalan Cilandak Raya, Jalan Harsono RM. Prasarana Sumber Daya Air Bersih Wilayah Kecamatan Jagakarsa Pasal 750 Pengembangan Prasarana sumber daya air bersih di wilayah Kecamatan Jagakarsa meliputi : a. Penambahan jaringan pipa air minum yaitu ke sebelah utara Jalan Tol Lingkar Luar dengan jaringan PDAM

c.

Program

pemilahan

sampah

sebelum

dibuang

ke

LPS

(Lokasi

pembuangan sampah) melalui pemilahan sampah organik (basah) dan non-organik (kering) akan memudahkan proses pembuatan kompos sebelum dibakar di dalam incinerator;

d. e. f. g.

Pengembangan prasarana sampah bahan berbahaya dan beracun (B3)

dengan penggunaan teknologi tepat guna; Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah dengan

penerapan konsep 3R (reduced, reused, recycling); Peningkatan mutu, kapasitas dan jumlah armada sampah yang dapat

b. Penambahan jaringan air bersih ke sebelah selatan Jalan Tol Lingkar Luar dengan hidran umum yang
ditempatkan di titik tertentu. Prasarana Pengendalian Drainase

masuk ke lingkungan padat penduduk; Pencegahan dan penindakan tegas pembuangan sampah ke sungai dan

saluran, serta mencegah tumbuhnya perumahan liar dan bedeng di sepanjang tepi sungai. Prasarana Energi Listrik

Pasal 754 Pengembangan prasarana energi di wilayah Kecamatan Jagakarsa, meliputi: a. Memperbaiki jaringan listrik yang ada b. Meningkatkan daya transmisi yang sudah ada c. Mencegah kebocoran atau kebakaran listrik dengan mendistribusikan kabel-kabel PLN dengan kabel isolasi d. Menempatkan gardu-gardu listrik secara terpadu dengan sektor lain, serta mempertimbangkan segi estetika lingkungan e. Menempatkan jaringan listrik sesuai dengan jaringan jalan dan untuk keamanan pembangunan jalan baru sebaiknya ditempatkan di bawah tanah f. Menambah jaringan listrik hingga dapat melayani wilayah yang pada kondisi eksisting 2008 belum terlayani listrik Prasarana Telekomunikasi Pasal 755 Pengembangan prasarana Telekomunikasi dan informatika di Kecamatn Jagakarsa, meliputi: a. Pengembangan sistem pelayanan telekomunikasi melalui penerapan teknologi telekomunikasi yang memadai b. Pembangunan jaringan telekomunikasi baru pada kawasan pemukiman padat, dengan tujuan untuk memfasilitasi masyarakat dalam melakukan aktifitas bersosial.

c. d.

Kawasan perdagangan; Kawasan Permukiman. tercantum

(4) Rencana pola ruang wilayah Kecamatan Jagakarsa sebagaimana dimaksud pada ayat (1),
dalam Lampiran Gambar 4.2 Peraturan Daerah ini. Peruntukan Ruang untuk Fungsi Lindung (Kawasan Lindung) Kawasan Resapan Air Pasal 757

(1) Penanaman dan pemeliharaan pohon dan tanaman pada lahan pemakaman yang berfungsi sebagai peneduh dan membantu peresapan air; (2) Perluasan kawasan resapan air melalui penambahan ruang terbuka hijau. Kawasan sempadan sungai dan kanal Pasal 758 (1) Pembangunan dan pemeliharaan jalur hijau di sempadan sungai dan kanal; (2) Pembangunan jalan inspeksi pada sungai-sungai utama untuk mengarahkan orientasi pembangunan fisik; (3) Peningkatan kapasitas sungai, kanal, saluran penghubung, dan saluran lingkungan melalui pengerukan;

(4) Pembangunan fisik diarahkan menghadap sungai (river front development) untuk menjaga kapasitas
aliran sungai dan kanal. Peruntukan Ruang Untuk Fungsi Budidaya (Kawasan Budidaya)

c. Pengembangan jaringan telekomunikasi yang aman dan menjaga struktur lingkungan kota di Kecamatan
Jagakarsa. Bagian Kelima Rencana Pola Ruang Wilayah Kecamatan Jagakarsa Umum Pasal 756 Pengembangan kawasan terbuka hijau lainnya, meliputi: Kawasan Ruang Terbuka Hijau Pasal 759 Wilayah Kecamatan Jagakarsa

(1)

Rencana pola ruang Kecamatan Jagakarsa, terdiri atas:

a. b.
Kali Baru, dan Kali Ciliwung.

Pengembangan

ruang

terbuka

hijau

dengan

klasifikasi

kawasan

a. Peruntukan ruang untuk fungsi lindung / kawasan lindung, dan b. Peruntukan ruang untuk fungsi budidaya /kawasan budidaya.
(2) Rencana pengembangan kawasan lindung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, meliputi : a. b. Kawasan resapan air; Kawasan sempadan sungai dan kanal;

penyempurna hijau rekreasi Taman Margasatwa Ragunan. Pengembangan jalur hijau diarahkan sepanjang Kali Saru, Kali Mampang,

c. d.

Pengembangan Kawasan penyempurna hijau makam TPU Jeruk Purut. Penataan ruang terbuka hijau seluas 326,424 Ha; Kawasan Perdagangan Pasal 760

(3) Rencana pengembangan kawasan budidaya, sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, meliputi:
a. b. Ruang terbuka hijau lainnya; Kawasan perkantoran;

Pengembangan kawasan perdagangan, meliputi :

Fasilitas Kesehatan Pasal 762

a. Pengembangan kawasan perdagangan berupa wisma dagang (ruko) yang berada pada lokasi sepanjang Jl.
Jagakarsa Raya, Jl. Ampera Raya, Jl. Warung Jati Barat, Jl. Ragunan Raya serta Jl. Cilandak KKO.

b. c.

Pengembangan program perbaikan lingkungan pada kawasan yang terbangun dengan

(1) Jumlah fasilitas kesehatan yang ada sudah cukup melayani wilayah Kecamatan Jagakarsa;
(2) Peningkatan kualitas sarana dan prasarana fasilitas kesehatan. Fasilitas Peribadatan

penyediaan dan / atau penambahan fasilitas penunjangnya beserta penghijauan yang lebih nyaman; Pembatasan kegiatan perdagangan. Kawasan Permukiman Pasal 761

Pasal 763

(1) Jumlah fasilitas peribadatan yang ada sudah cukup melayani wilayah Kecamatan Jagakarsa;
Penataan kawasan perumahan horisontal dan vertikal, meliputi : a. Pengembangan kawasan Permukiman wisma kecil, sedang dan besar di bagian utara yaitu Kelurahan Pejaten Barat, Pejaten Timur, Jagakarsa, Jatipadang, serta sebagian Kelurahan Ragunan dan Cilandak Timur b. Pengembangan wisma taman di bagian selatan yaitu Kelurahan Kebagusan, sebagian Kelurahan Ragunan dan Cilandak Timur. c. Pengembangan wisma susun dan wisma susun taman pada beberapa lokasi di Kelurahan Cilandak Timur, Jagakarsa dan Ragunan d. Pengembangan wisma flat/ apartemen di Kelurahan Jatipadang, Pejaten Barat, Ragunan dan Cilandak Timur e. Fungsi wisma yang direncanakan di Kecamatan Jagakarsa ialah seluas 1.009,18 Ha atau sekitar 46,56% dari total luas Kecamatan Jagakarsa. Bagian Keenam Pengembangan Fasilitas Umum dan Sosial Pasal 760 Pengembangan fasilitas umum dan sosial sebagai upaya penanganan pemenuhan kebutuhan penduduk Kecamatan Jagakarsa yang terdiri dari fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, fasilitas peribadatan, fasilitas olah raga dan fasilitas pengendalian bencana. Fasilitas Pendidikan Pasal 761 Arahan rencana intensitas pemanfaatan ruang Kecamatan Jagakarsa, meliputi : Bagian Ketujuh Intensitas Pemanfaatan Ruang Wilayah Kecamatan Jagakarsa Pasal 765 Peningkatan kualitas sarana dan prasarana fasilitas olahraga, berupa tempat bermain, taman dan lapangan serba guna. Fasilitas Olahraga Pasal 764 (2) Peningkatan kualitas sarana dan prasarana fasilitas peribadatan.

a. KDB 50% dengan ketinggian bangunan maksimal 2 lantai diperuntukkan bagi kawasan wisma, b. KDB 40% dengan ketinggian bangunan 15 lantai diperuntukkan bagi wisma susun ; c. KDB 20% dengan ketinggian bangunan 15 lantai diperuntukkan bagi wisma susun taman; d. KDB 40% dengan ketinggian bangunan 20 lantai diperuntukkan bagi wisma flat.
Bagian Ketujuh Arahan Pemanfaatan Ruang Wilayah Kecamatan Jagakarsa Pasal 766

(1) Pengembangan fasilitas pendidikan diutamakan untuk fasilitas pendidikan yang masih kurang dan
diperlukan penambahan lahan dan bangunan fasilitas pendidikan;

(1) Arahan pemanfaatan ruang wilayah kecamatan Jagakarsa dilaksanakan berdasarkan arahan
pemanfaatan ruang wilayah provinsi DKI Jakarta, meliputi : a. penyusunan program utama; b. penentuan lokasi;

(2) Pengembangan fasilitas pendidikan di Kecamatan Jagakarsa diarahkan untuk tingkat pendidikan dasar
(TK dan SD) masing-masing diperhitungkan kurang 171 unit dan 28 unit;

(3) Peningkatan kualitas sarana dan prasarana fasilitas pendidikan.

c.

sumber pendanaan;

d. e.

Mewujudkan perlindungan fungsi ruang dan mencegah serta menanggulangi dampak negatif Mewujudkan keseimbangan kepentingan kesejahteraan dan keamanan Tersusunnya arahan lokasi investasi yang akan dilaksanakan pemerintah dan masyarakat. Tersusunnya arahan pelaksanaan pemanfaatan ruang dan merupakan dasar dalam

d. instansi pelaksana; dan e. waktu pelaksanaannya.

terhadap lingkungan

(2) Arahan pemanfaatan ruang wilayah kecamatan Jagakarsa, sebagaimana yang dimaksud pasal 766 ayat
1, dapat dilihat dalam Lampiran Peraturan Daerah Ini. BAB XXVIII RENCANA RINCI TATA RUANG WILAYAH KECAMATAN PASAR MINGGU Bagian Kesatu Umum

mengeluarkan perijinan lokasi pembangunan. Paragraf 2 Kebijakan dan Strategi Penataan Ruang Wilayah Kecamatan Pasar Minggu Pasal 769 (1) Kebijakan Kawasan Lindung Kecamatan Pasar minggu, Pasal 767 Rencana Rinci Tata Ruang Wilayah Kecamatan Pasar Minggu meliputi: (2) Kebijakan Kawasan Budidaya Kecamatan Pasar minggu, a. lain b.

Sektor Perumahan Perbaikan rumah di daerah-daerah hunian yang akan tergusur akibat pengembangan kegiatan Pembatasan pembangunan perumahan landed house Program perbaikan lingkungan dan permajaan lingkungan pada kawasan kumuh Sektor Perdagangan dan Jasa Pembatasan sistem ribbon, kecuali yang mengalami peningkatan fungsi dan kualitas dengan Pengembangan sentra sentra lokal dilakukan untuk mengurangi kemacetan lalu lintas Peremajaan pasar harus memperhatikan kepentingan pedagang lama dan ekonomi lemah Sektor Transportasi Peningkatan kualitas jalan kolektor arah utara selatan dan timur - barat; Pembangunan jaringan jalan baru terutama pada bagian utara dan selatan BWK Kecamatan Sektor Fasilitas Umum dan Fasilitas Sosial Pencadangan lahan untuk pembangunan fasilitas umum Pembangunan fasilitas umum dengan lebih mendorong peran swasta Pengembangan dan peningkatan fasilitas umum, baik kuantitas maupun kualitas Sektor Drainase dan Pengendalian Banjir Normalisasi sungai dan saluran drainase Peningkatan sistem makro drainase yang ada Pelaksanaan kegiatan vegetasi secara serentak Sektor Air Minum dan Sumber Air Bersih

a. b. c. d. e. f.

Tujuan, Kebijakan, dan Strategi Penataan Ruang Wilayah Kecamatan Pasar Minggu; Rencana Struktur Ruang Kecamatan Pasar Minggu; Rencana Pola Ruang Kecamatan Pasar Minggu; Penetapan Kawasan Strategis Wilayah Kecamatan Pasar Minggu; Arahan Pemanfaatan Ruang Wilayah Kecamatan Pasar Minggu; dan Arahan Pengendalian Pemanfaatan Ruang Wilayah Kecamatan Pasar Minggu.

memperhatikan kelancaran arus lalu lintas dan penyediaan tempat parkir c.

Bagian Kedua Tujuan, Kebijakan dan Strategi Penataan Ruang Wilayah Kecamatan Pasar Minggu Paragraf 1 Tujuan Penataan Ruang Wilayah Kecamatan Pasar Minggu Pasal 768 Untuk mewujudkan tujuan penataan ruang wilayah Kecamatan Pasar minggu, maka tujuan pengembangan Tata Ruang Wilayah Kecamatan Pasar Minggu adalah: a. b. c. Terselenggaranya pengaturan pemanfaatan ruang kawasan lindung dan kawasan budi daya. Terwujudnya keterpaduan, keterikatan dan keseimbangan antar wilayah kecamatan serta Tercapainya pemanfaatan ruang yang berkualitas untuk : Mewujudkan kehidupan masyarakat yang sejahtera lahir dan batin Mewujudkan keterpaduan dalam penggunaan sumberdaya alam Meningkatkan pemanfaatan sumberdaya alam dan sumberdaya buatan secara berdaya-guna,

Pasar Minggu; d.

e.

keserasian antar sektor. f.

Peningkatan kualitas jaringan pipa pipa induk dan distribusi air bersih Pembatasan penggunaan air tanah Penambahan hydrant umum

berhasil-guna dan tepat-guna untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia

g. h. i.

Sektor Sanitasi dan Sampah Pengadaan septick tank kelompok pada lokasi-lokasi perumahan yang dihuni oleh penduduk yang Perencanaan yang diintegrasikan dengan sistem sewerage Peningkatan kondisi MCK serta pengadaan baru sesuai kebutuhan di lingkungan permukiman Pengelolaan sampah dengan menyediakan container dan dipo-dipo sampah sesuai kebutuhan Sektor Utilitas Umum Penambahan dan peningkatan jaringan pelayanan listrik, gardu-gardu listrik dan lampu Penambahan telepon umum pada lokasi-lokasi strategis Koordinasi terpadu antara PLN, Telkom dan Pemda DKI Jakarta dalam perencanaan dan Sektor Ruang Terbuka Hijau Mencadangkan ruang terbuka hijau di sepanjang kali dan memanfaatkannya sebagai taman dan Mengadakan penghijauan di pekarangan-pekarangan individu dan badan jalan (arteri maupun hortikultura yang dapat dinikmati masyarakat kolektor) melalui program penyuluhan pembinaan penerangan jalan (1) Rencana struktur ruang wilayah Kecamatan Pasar minggu meliputi sistem pusat kegiatan dan sistem prasarana wilayah; (2) Rencana pengembangan sistem pusat kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diwujudkan berdasarkan : a. b. c. a. b. c. d. e. Pasal 770 f. g. sistem pusat kegiatan sekunder sistem pusat kegiatan tersier; dan sistem pusat kegiatan sub-tersier prasarana transportasi, prasarana sumber daya air bersih, prasarana pengendalian drainase, prasarana sanitasi limbah, prasarana persampahan, prasarana energi listrik, dan prasarana telekomunikasi. Sistem Pusat Kegiatan Pasal 773 (1) Rencana pengembangan pusat-pusat kegiatan Kecamatan Pasar Minggu diwujudkan dalam bentuk Sistem Pusat Kegiatan Sekunder, Kegiatan Tersier dan Pusat Kegiatan Sub Tersier; (2) Rencana pengembangan Sistem Pusat Kegiatan Sekunder Kecamatan Pasar Minggu sebagaimana dimaksud pada Pasal 7 ayat (2) huruf a, terdapat pada lokasi Terminal Ragunan, Stasiun- Terminal Pasar Minggu, Mall Pejaten, Cilandak Commercial Estate, Universitas Tamam Jagakarsa, Netherland International School dan Universitas Nasional ; (3) Rencana pengembangan Sistem Pusat Kegiatan Tersier Kecamatan Pasar minggu sebagaimana dimaksud pada Pasal 6 ayat (2) huruf b, terdapat pada lokasi Kecamatan Pasar minggu, Ramayana dan Borobudur, Matahari Cilandak Mall, Kantor Camat Pasar Minggu; Bagian Ketiga Persebaran Penduduk Wilayah Kecamatan Pasar Minggu Pasal 771 Umum Pasal 772 Bagian Keempat Rencana Struktur Ruang Wilayah Kecamatan Pasar Minggu berpenghasilan rendah

padat

pelaksanaan pengadaan instalasi listrik, telepon dan gas

(3) Rencana sistem prasarana wilayah sebagaimana dimaksud ayat (1) meliputi

Strategi penataan ruang Kecamatan Pasar minggu, adalah: a. Meningkatkan peran dan fungsi serta menata pusat-pusat kegiatan yang sudah berkembang. b. Memperbaiki dan merencanakan kawasan-kawasan yang cenderung kumuh dengan membangun rumah susun beserta fasilitas-fasilitasnya. c. Mempertahankan RTH yang sudah ada dan mengembalikan fungsi RTH khususnya di bantaran sungai, pinggiran Jalan Rel kereta api yang dijadikan permukiman kumuh.

d. Merealisasikan pembangunan sarana dan prasarana yang mampu meningkatkan kapasitas perdagangan
dan jasa . e. Merealisasikan pembangunan jalan lingkungan di dalam lingkungan yang telah berkembang guna menyediakan ruang perumahan kota yang dapat menampung perkembangan penduduk.

(4) Rencana pengembangan Sistem Pusat Kegiatan Sub Tersier di Kantor Lurah Cilandak Timur, Kantor
Lurah Ragunan, Kantor Lurah Kebagusan, Kantor Lurah Pasar Minggu, Kantor Lurah Jatipadang, Kantor Lurah Pejaten Barat, Kantor Lurah Pejaten Timur sebagaimana dimaksud pada ayat (1), tercantum pada Lampiran Gambar 4.3 Peraturan Daerah ini.

Jumlah penduduk di Kecamatan Pasar minggu sampai pada tahun 2030 dibatasi sebanyak-banyaknya 273.499 Jiwa.

Sistem Prasarana Wilayah Pasal 774 Sistem prasarana meliputi prasarana transportasi, prasarana sumber daya air bersih, prasarana pengendalian drainase, prasarana sanitasi limbah, prasarana persampahan, telekomunikasi. Prasarana Transportasi Pasal 775 (1) Rencana pengembangan prasarana transportasi di Kecamatan Pasar Minggu, meliputi jaringan jalan tol dan arteri (primer dan sekunder); (2) Rencana pembangunan dan peningkatan jalan tol sebagaimana di maksud pada ayat (1) adalah Jalan Tol Pondok Indah dengan rencana pengembangan (ROW) sampai 70 M; (3) Rencana pembangunan dan peningkatan jalan arteri (primer dan sekunder) sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah meliputi Jalan Pasar Minggu Raya, Jalan Ampera Raya, Jalan Pejaten Raya, Jalan Warung Jati Barat, Jalan Lenteng Agungerin, Jalan Tanjung Barat, Jalan TB.Simatupang, Jalan Lenteng Agung Timur, Jalan Lenteng Agung Barat, Jalan Cilandak KKD, Jalan Cilandak Raya dan Jalan Harsono RM. Prasarana Telekomunikasi Pasal 780 Pengembangan prasarana Telekomunikasi dan informatika di Kecamatn Pasar minggu, meliputi: Kecamatan Pasar Minggu Pasal 776 Pengembangan Prasarana Sumber Daya Air Bersih di wilayah Kecamatan Pasar Minggu meliputi : a. b. Penambahan jaringan pipa air bersih ke sebelah utara dan selatan Jalan Tol Lingkar Luar Perluasan jaringan pelayanan air bersih dan penyediaan hidran umum pada lokasi yang belum a. b. c. Pengembangan sistem pelayanan telekomunikasi melalui penerapan teknologi telekomunikasi Pembangunan jaringan telekomunikasi baru pada kawasan pemukiman padat, dengan tujuan Pengembangan jaringan telekomunikasi yang aman dan menyesuaikan dengan estetika yang memadai; untuk memfasilitasi masyarakat dalam melakukan aktifitas bersosial; lingkungan. Bagian Kelima Prasarana Pengendalian Drainase Pasal 777 Umum Pengembangan prasarana pengendalian drainase di Kecamatan Pasar Minggu, meliputi : a. b. Optimalisasi fungsi Waduk Ragunan 1 dan 2, Kali Krukut, Kali Ciliwung dan Kali Baru sebagai (1) Rencana pola ruang Kecamatan Pasar minggu, terdiri atas: a. b. (2) Peruntukan ruang untuk fungsi lindung / kawasan lindung, dan Peruntukan ruang untuk fungsi budidaya /kawasan budidaya. Pengembangan jaringan drainase baru, diantaranya : Drainase primer di Jl.TB.Simatupang Drainase sekunder di Jl.Pasar Minggu raya dan Jl.Warung Jati Barat Prasarana Sanitasi Limbah Pasal 778 bagian dari sistem jaringan drainase di Kecamatan Pasar Minggu; Pasal 781 Rencana Pola Ruang Wilayah Kecamatan Pasar minggu Pengembangan prasarana energi listrik di wilayah Kecamatan Pasar Minggu, meliputi: a. b. c. d. e. f. Perbaikan jaringan listrik yang telah ada; Peningkatan daya transmisi yang sudah ada; Penindakan pencurian listrik; Penempatan gardu-gardu listrik secara terpadu dengan mempertimbangkan estetika lingkungan; Pengembangan Jaringan listrik mengikuti jaringan jalan; Pengamanan jaringan listrik pada kawasan perumahan padat. prasarana energi listrik, dan prasarana Prasarana Energi Listrik Pasal 779 Pengembangan prasarana sanitasi di Kecamatan Pasar Minggu, meliputi pengembangan sistem pembuangan air limbah secara sistem on-site (cubluk, septic tank) dengan saluran pembuangan air limbah makro yaitu Kali Ciliwung dan Kali Krukut

terlayani air bersih terutama permukiman padat penduduk;

Rencana pengembangan kawasan lindung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, meliputi kawasan karya taman ;

(3) Rencana pengembangan kawasan budidaya, sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, meliputi: a. Ruang terbuka hijau lainnya;

b. c. d.

Kawasan perkantoran; Kawasan perdagangan; Kawasan Permukiman. tercantum

a. Cilandak KKO b.

Penataan kawasan perdagangan berupa wisma dagang (ruko) di

sepanjang Jl.Pasar Minggu Raya, Jl. Ampera Raya, Jl.Warung, Jati Barat, Jl. Ragunan Raya dan Jl. Pembatasan pertumbuhan kawasan perdagangan dan perbaikan fasilitas

4). Rencana pola ruang wilayah Kecamatan Pasar minggu sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dalam Lampiran Gambar 4.4 Peraturan Daerah ini. Paragraf 3 Peruntukan Ruang untuk Fungsi Lindung (Kawasan Lindung) Kawasan Karya Taman Pasal 782

pendukung seperti fasilitas parkir dan fasilitas bagi pejalan kaki. Kawasan Permukiman Pasal 785 Pengembangan kawasan perumahan di Kecamatan Pasar Minggu, meliputi : a. b. c. d. e. Untuk wisma kecil, sedang dan besar diarahkan pada bagian utara yaitu Kelurahan Pejaten Barat, Untuk wisma taman diarahkan pada bagian selatan yaitu Kelurahan Kebagusan sebagian Untuk wisma susun dan wisma susun taman diarahkan di Kelurahan Cilandak Timur, Pasar Untuk wisma flat/ apartemen diarahkan pada Kelurahan Jatipadang, Pejaten Barat, Ragunan dan Total pengembangan permukiman di Kecamatan Pasar Minggu ialah seluas 1.009,18 Ha atau Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jatipadang, serta sebagian Kelurahan Ragunan dan Cilandak Timur

Diarahkan pada bagian tengah Kecamatan Pasar Minggu yaitu di sepanjang Jalan Arteri TB.Simatupang yang berfungsi sebagai fasilitas karya yang dilengkapi dengan fungsi hijau/ taman

kelurahan Ragunan dan Cilandak Timur Minggu, dan Ragunan Cilandak Timur sekitar 46, 56 % dari total luas Kecamatan Pasar Minggu

Paragraf 4 Peruntukan Ruang Untuk Fungsi Budidaya (Kawasan Budidaya) Wilayah Kecamatan Pasar Minggu Kawasan Ruang Terbuka Hijau Pasal 783 Pengembangan kawasan terbuka hijau lainnya, meliputi: a. b. c. d. Pengembangan penyempurna hijau rekreasi diarahkan di Taman Margasatwa Ragunan; Pengembangan penyempurna hijau makam diarahkan pada TPU Jeruk Purut ; Pengembangan penyempurna hijau umum diarahkan pada tepi kali sarua, kali mampang, kali Pengembangan ruang terbuka hijau di Kecamatan Pasar Minggu direncanakan seluas 326,424 Fasilitas Pendidikan Pasal 787 Pengembangan fasilitas umum dan sosial sebagai upaya penanganan pemenuhan kebutuhan penduduk Kecamatan Pasar Minggu yang terdiri dari fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, fasilitas peribadatan, fasilitas olah raga dan fasilitas pengendalian bencana. Bagian Keenam Pengembangan Fasilitas Umum dan Sosial Pasal 786

baru dan kali ciliwung

(1) Pengembangan fasilitas pendidikan diarahkan untuk tingkat pendidikan Taman Kanak-kanak (TK)
sebanyak 219 unit, Sekolah Dasar (SD) sebanyak 109 unit, Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) sebanyak 18 unit dan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) sebanyak 9 unit, diutamakan untuk fasilitas pendidikan yang masih kurang jumlahnya yaitu TK sebanyak 171 unit dan SD sebanyak 28 unit (2) Peningkatan kualitas sarana dan prasarana fasilitas pendidikan. Fasilitas Kesehatan

Ha atau sekitar 15,06% dari total luas Kecamatan Pasar Minggu. Kawasan Perdagangan Pasal 784 Pengembangan kawasan perdagangan, meliputi :

Pasal 788

Bagian Ketujuh Arahan Intensitas Pemanfaatan Ruang Pasal 792 Arahan rencana intensitas pemanfaatan ruang Kecamatan Pasar Minggu, meliputi a. b. c. d. Wilayah yang diarahkan sebagai kawasan wisma memiliki KDB 50% dengan ketinggian bangunan Wisma susun memiliki KDB 40% dengan ketinggian bangunan 15 lantai; Wisma susun taman memiliki KDB 20% dengan ketinggian bangunan 15 lantai dan Wisma flat memiliki KDB 40% dengan ketinggian bangunan 20 lantai. Bagian Kedelapan maksimal 2 lantai;

(1) Pengembangan fasilitas kesehatan diperlukan penambahan yang disesuaikan dengan jumlah kebutuhan
yang direncanakan; (2) Pengembangan fasilitas kesehatan berupa penambahan jumlah fasilitas kesehatan yang terdiri dari balai pengobatan sebanyak 91 unit, rumah bersalin sebanyak 9 unit, puskesmas sebanyak 1 unit dan apotik sebanyak 9 unit; (3) Peningkatan kualitas sarana dan prasarana fasilitas kesehatan. Fasilitas Peribadatan Pasal 789

(1) Pengembangan fasilitas peribadatan disesuaikan dengan jumlah kebutuhan yang direncanakan; yaitu
mushala sebanyak 91 unit, mesjid sebanyak 9 unit, mesjid skala kecamatan sebanyak 1 unit, gereja katolik sebanyak 4 unit, gereja sebanyak 4 unit, vihara sebanyak 4 unit, pura sebanyak 4 unit serta kelenteng sebanyak 4 unit. (2) Peningkatan kualitas sarana dan prasarana fasilitas peribadatan.

Arahan Pemanfaatan Ruang Wilayah Kecamatan Pasar Minggu Pasal 793

(1) Arahan pemanfaatan ruang wilayah kecamatan Pasar Minggu dilaksanakan berdasarkan arahan
pemanfaatan ruang wilayah provinsi DKI Jakarta, meliputi : a. penyusunan program utama; b. penentuan lokasi; c. sumber pendanaan; d. instansi pelaksana; dan e. waktu pelaksanaannya. Fasilitas Olahraga Pasal 790

(2) Arahan pemanfaatan ruang wilayah kecamatan Pasar Minggu, sebagaimana yang dimaksud pasal 793
ayat 1, dapat dilihat dalam Lampiran Peraturan Daerah Ini.

Pengembangan sarana dan prasarana fasilitas olahraga, berupa tempat bermain, lapangan olah raga, kolam renang dan gedung olahraga juga termasuk taman-taman warga dan tempat bermain . Fasilitas Pengendali Bencana Pasal 791 Pengembangan fasilitas bencana meliputi banjir dan kebakaran yaitu berupa : a. Perbaikan daerah sempadan sungai melalui penghijauan. b. Peningkatan kapasitas danau dan sungai. c. Perbaikan saluran air yang tertutup perkerasan serta membuat saluran air baru pada lokasi-lokasi yang belum memiliki saluran air. Rencana Rinci Tata Ruang Wilayah Kecamatan Cilandak meliputi: a. Tujuan, Kebijakan, dan Strategi Penataan Ruang Wilayah Kecamatan Cilandak; Rencana Struktur Ruang Kecamatan Cilandak; Rencana Pola Ruang Kecamatan Cilandak; Penetapan Kawasan Strategis Wilayah Kecamatan Cilandak Pasal 794 Bagian Kesatu Umum BAB XXIX RENCANA RINCI TATA RUANG WILAYAH KECAMATAN CILANDAK

d. Sebaran distribusi sarana dan prasana kebakaran pada setiap kelurahan.


e. Perbaikan lingkungan berupa pelebaran jalan lingkungan sehingga mempermudah evakuasi ketika terjadi kebakaran.

b. c. d.

e. f.

Arahan Pemanfaatan Ruang Wilayah Kecamatan Cilandak; dan Arahan Pengendalian Pemanfaatan Ruang Wilayah Kecamatan Cilandak Bagian Kedua Tujuan, Kebijakan dan Strategi Penataan Ruang Wilayah Kecamatan Cilandak

a.

Sektor Perumahan Perbaikan lingkungan dan peningkatan kualitas bangunan perumahan Peremajaan lingkungan perumahan yang tidak teratur dan mempunyai potensi nilai tanah tinggi Pengembangan aksesibilitas menjadi rumah teratur Pengembangan /pembangunan baru lahan-lahan yang kosong serta peningkatan ke arah vertikal. Sektor Perdagangan dan Jasa

b. Paragraf 1 Tujuan Penataan Ruang Wilayah Kecamatan Cilandak Pasal 795 c. Untuk mewujudkan tujuan penataan ruang wilayah Kecamatan Cilandak, maka tujuan pengembangan Tata Ruang Wilayah Kecamatan Cilandak adalah: a. b. c. Terselenggaranya pengaturan pemanfaatan ruang kawasan lindung dan kawasan budi daya. Terwujudnya keterpaduan, keterikatan dan keseimbangan antar wilayah kecamatan serta Terwujudnya rencana tata ruang mempertimbangkan aspek optimalisasi pemanfaatan ruang yang d.

Pengembangan sistem ribbon dengan menjamin kelancaran lalu lintas dan penyediaan parkir Peremajaan pasar harus memperhatikan kepentingan pedagang lama dan ekonomi lemah Sektor Transportasi Peningkatan kualitas jalan terutama fungsi jalan jalan arteri (menghubungkan WP Pusat dan Peningkatan kapasitas jalan kolektor besar maupun kolektor kecil jalan kolektor besar maupun Rasionalisasi rute dan fasilitas angkutan umum (bis, mikrolet dan metromini) secara bertahap Sektor Fasilitas Umum dan Fasilitas Sosial Pengadaan lahan untuk membangun fasilitas umum pada daerah padat penduduk Pengembangan fasilitas umum ke arah vertikal Sektor Drainase dan Pengendalian Banjir

yang memadai;

WP Selatan; Jalan RS.Fatmawati), kecil; sesuai kebutuhan yang ada

keserasian antar sektor. ada, serta memperhatikan kemungkinan-kemungkinan pemanfaatan ruang bawah tanah pada bagianbagian tertentu di wilayah Kecamatan Cilandak. d. e. f. Tercapainya pemanfaatan ruang yang berkualitas untuk : Mewujudkan kehidupan masyarakat Kecamatan Cilandak yang sejahtera lahir dan batin Mewujudkan keterpaduan dalam penggunaan sumberdaya alam Meningkatkan pemanfaatan sumberdaya alam dan sumberdaya buatan secara berdaya-guna, Mewujudkan perlindungan fungsi ruang dan mencegah serta menanggulangi dampak negatif Mewujudkan keseimbangan kepentingan kesejahteraan dan keamanan Tersusunnya arahan lokasi investasi yang akan dilaksanakan pemerintah dan masyarakat. Tersusunnya arahan pelaksanaan pemanfaatan ruang dan merupakan dasar dalam g.

e.
f.

Normalisasi sungai dan saluran drainase Peningkatan sistem makro drainase yang ada Pelaksanaan kegiatan vegetasi secara serentak Sektor Air Minum dan Sumber Air Bersih Pengembangan jaringan induk baru dan jaringan distribusi Pembatasan penggunaan air tanah Penambahan hydrant umum Sektor Sanitasi dan Sampah Pengadaan septick tank kelompok pada lokasi-lokasi perumahan yang dihuni oleh penduduk yang Perencanaan yang diintegrasikan dengan sistem sewerage Peningkatan kondisi MCK serta pengadaan baru sesuai kebutuhan di lingkungan permukiman Pengelolaan sampah dengan menyediakan container dan dipo-dipo sampah sesuai kebutuhan Sektor Utilitas Umum Penambahan dan peningkatan jaringan pelayanan listrik, gardu-gardu listrik dan lampu Penambahan telepon umum pada lokasi-lokasi strategis

berhasil-guna dan tepat-guna untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia terhadap lingkungan

mengeluarkan perijinan lokasi pembangunan. Paragraf 2 Kebijakan dan Strategi Penataan Ruang Wilayah Kecamatan Cilandak Pasal 796 (1) Kebijakan Kawasan Lindung Kecamatan Cilandak meliputi : a. Pengelolaan kawasan sempadan sungai diarahkan sebagai upaya persiapan reorientasi

h.

berpenghasilan rendah

padat

terhadap ketiga belas sungai yang melalui DKI Jakarta (tiga diantaranya melalui Kecamatan Cilandak Kali Krukut, Kali Grogol dan Kali Cilandak) dalam program pengembangan kawasan sungai dan Program Kali Bersih (Prokasih). (2) Kebijakan Kawasan Budidaya Kecamatan Cilandak,

penerangan jalan

i.

Koordinasi terpadu antara PLN, Telkom dan Pemda DKI Jakarta dalam perencanaan dan Sektor Ruang Terbuka Hijau Mencadangkan ruang terbuka hijau di sepanjang kali dan memanfaatkannya sebagai taman dan Mengadakan penghijauan di pekarangan-pekarangan individu dan badan jalan (arteri maupun

d. a. b. c. d. e. f. g.

sistem pusat kegiatan sub-tersier prasarana transportasi, prasarana sumber daya air bersih, prasarana pengendalian drainase, prasarana sanitasi limbah, prasarana persampahan, prasarana energi listrik, dan prasarana telekomunikasi. Sistem Pusat Kegiatan Pasal 800

pelaksanaan pengadaan instalasi listrik, telepon dan gas

(3) Rencana sistem prasarana wilayah sebagaimana dimaksud ayat (1) meliputi

hortikultura yang dapat dinikmati masyarakat kolektor) melalui program penyuluhan pembinaan Pasal 797 Strategi penataan ruang Kecamatan Cilandak, adalah: a. Meningkatkan peran dan fungsi serta menata pusat-pusat kegiatan yang sudah berkembang. b. Memperbaiki dan merencanakan kawasan-kawasan yang cenderung kumuh dengan membangun rumah susun beserta fasilitas-fasilitasnya. c. Mempertahankan RTH yang sudah ada dan mengembalikan fungsi RTH khususnya di bantaran sungai, pinggiran Jalan Rel kereta api yang dijadikan permukiman kumuh.

(1) Rencana pengembangan pusat-pusat kegiatan Kecamatan Cilandak diwujudkan dalam bentuk Sistem Pusat Kegiatan Primer, Sistem Pusat Kegiatan Sekunder, Kegiatan Tersier dan Pusat Kegiatan Sub Tersier; (2) Rencana pengembangan Sistem Pusat Kegiatan Primer Kecamatan Cilandak sebagaimana yang dimaksud pada Pasal 7 ayat (2) huruf a terdapat pada Cilandak Town Square, Kampus Bina Sarana Informatika dan Universitas Pembangunan Nasional (3) Rencana pengembangan Sistem Pusat Kegiatan Sekunder Kecamatan Cilandak sebagaimana dimaksud pada Pasal 7 ayat (2) huruf b, terdapat pada lokasi MTS Aliyah Darul Marif, Depdiknas Jakarta Selatan, Pusat Pertokoan dan Perkantoran DBest Fatmawati dan Rukan Fatmawati Mas Bagian Ketiga (4) Rencana pengembangan Sistem Pusat Kegiatan Tersier Kecamatan Cilandak sebagaimana dimaksud pada Pasal 6 ayat (2) huruf c, terdapat pada lokasi Kantor Camat Cilandak, Pasar Cipete Selatan, Plaza Bona Indah dan Hero Pondok Labu.

d. Merealisasikan pembangunan sarana dan prasarana yang mampu meningkatkan kapasitas perdagangan
dan jasa . Merealisasikan pembangunan jalan lingkungan di dalam lingkungan yang telah berkembang guna menyediakan ruang perumahan kota yang dapat menampung perkembangan penduduk.

Persebaran Penduduk Wilayah Kecamatan Cilandak Pasal 798 Jumlah penduduk di Kecamatan Cilandak sampai pada tahun 2030 dibatasi sebanyak-banyaknya 269.057 Jiwa. Bagian Keempat Rencana Struktur Ruang Wilayah Kecamatan Cilandak Umum Pasal 799 (1) Rencana struktur ruang wilayah Kecamatan Cilandak meliputi sistem pusat kegiatan dan sistem prasarana wilayah; (2) Rencana pengembangan sistem pusat kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diwujudkan berdasarkan : a. b. c. sistem pusat kegiatan primer sistem pusat kegiatan sekunder sistem pusat kegiatan tersier; dan

(5) Rencana Struktur Ruang Kecamatan Cilandak sebagaimana dimaksud pada ayat (1), tercantum pada
Lampiran Gambar 4.5 Peraturan Daerah ini. Sistem Prasarana Wilayah Pasal 801 Sistem prasarana meliputi prasarana transportasi, prasarana sumber daya air bersih, prasarana pengendalian drainase, prasarana sanitasi limbah, prasarana persampahan, telekomunikasi. Prasarana Transportasi Pasal 802 (1) Rencana pengembangan prasarana transportasi di Kecamatan Cilandak, meliputi sistem jaringan jalan, simpang susun, jalan layang dan jalan bawah tanah, fasilitas pejalan kaki dan jembatan . prasarana energi listrik, dan prasarana

(2) Rencana pengembangan sistem jaringan jalan sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) adalah jalan arteri primer (Jl.Pangeran Antasari Jl. Bango, Jl. Fatmawati, Jl. H.Saip Jl Abrahman, Jl.Fly over H.Abrahman Jl.Jati Raya Kompleks Hankam, Jl.Margasatwa dan Jl.Cinere Lebak Bulus Jl.Karang Tengah), jalan arteri sekunder (jalan yang melintasi Gandaria Selatan, Jl.Cilandak Barat dan Jl.Lebak Bulus) serta jaln kolektor primer (Jl. Karang Tengah Raya, Jl.Lebak Bulus 1, 3, 4, Jl.Jl.Mega Karang Mulia, Jl.Karang Indah, Jl. Bona Indah. Jl.Pertanian dan Jl.Cirendeu Raya, Jl.Adiyaksa Raya, Jl.Cipete Raya, Jl.Gaharu, Jl.Cipete Utara, Jl.H.Saidi Jl.Asem 2, Jl.H.Nawi)) (3) Rencana pengembangan simpang susun dan jalan bawah tanah di Kecamatan Cilandak sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) adalah Fly menyebrangi Jl.TB.Simatupang (4) Rencana pengembangan fasilitas pejalan kaki dan jembatan di Kecamatan Cilandak sebagaimana yang dimaksud dalam ayat (1) adalah fasilitas parkir berupa gedung atau lahan parkir untuk menghapus parkir di tepi jalan. over menyebrangi Jl.TB.Simatupang, Underpass Antasari

Pengembangan prasarana sanitasi di Kecamatan Cilandak, meliputi pengembangan sistem pembuangan air limbah secara sistem on-site (cubluk, septic tank) Prasarana Persampahan Pasal 806 Pengembangan prasarana persampahan di Wilayah Kecamatan Cilandak meliputi : a. Program pemilahan sampah sebelum dibuang ke LPS ( Lokasi pembuangan sampah ) melalui pemilahan sampah organik (basah) dan non-organik (kering) akan memudahkan proses pembuatan kompos sebelum dibakar di dalam insinerator b. Pengembangan prasarana sampah bahan berbahaya dan beracun (B3) dan dilakukan dengan teknologi tepat guna c. Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah dengan penerapan konsep 3R (reduced, reused, recycling) Meningkatkan mutu, kapasitas dan jumlah armada sampah yang dapat masuk kelingkungan yang Mencegah dan menindak tegas pembuangan sampah ke sungai, saluran. Caranya dengan padat penduduk

Prasarana Sumber Daya Air Bersih Pasal 803 Pengembangan Prasarana Sumber Daya Air Bersih di wilayah Kecamatan Cilandak meliputi : a. b. Penambahan jaringan pipa air bersih ( Jl.TB.Simatupang, Jl.Fatmawati, Jl.Pasar Jumat dan Perluasan jaringan pelayanan air bersih dan penyediaan hidran umum pada lokasi yang belum Jl.Pondok Labu)

mencegah tumbuhnya perumahan liar,bedeng di sepanjang tepi sungai Prasarana Energi Listrik Pasal 807 Pengembangan prasarana energi listrik di wilayah Kecamatan Cilandak, meliputi: a. b. Pemenuhan kebutuhan listrik untuk rumah susun sewa Pembangunan sistem jaringan listrik yang aman untuk kawasan perumahan terutama mencakup Peningkatan kebutuhan listrik akibat pertambahan penduduk dan kegiatan Mempertahankan dan menata kondisi sistem jaringan listrik yang telah ada serta memperbaiki

terlayani air bersih terutama permukiman padat penduduk; Prasarana Pengendalian Drainase Pasal 804 Pengembangan prasarana pengendalian drainase di Kecamatan Cilandak, meliputi : a. Pelaksanaan normalisasi sepanjang aliran sungai dan mengamankan sungai dari kegiatan yang dapat menggangu fungsinya b. Penataan kembali (GSS) garis sempadan sungai sejalan dengan penataan sungai menurut fungsinya yaitu sebagai pengendali banjir, drainase dan penggelontor c. Pengerukan sampah di sepanjang aliran sungai yang bisa menimbulkan banjir d. Penataan sistem jaringan drainase mengikuti sistem hirarki jalan (saluran primer, sekunder dan tersier) Prasarana Sanitasi Limbah Pasal 805

kawasan permukiman padat c. d.

kendala-kendala yang terjadi pada sistem jaringan listrik tersebut. Prasarana Telekomunikasi Pasal 808 Pengembangan prasarana Telekomunikasi dan informatika di Kecamatan Cilandak, meliputi: a. b. Pengembangan sistem pelayanan telekomunikasi melalui penerapan teknologi telekomunikasi Pembangunan jaringan telekomunikasi baru pada kawasan pemukiman padat, dengan tujuan yang memadai; untuk memfasilitasi masyarakat dalam melakukan aktifitas bersosial;

c.

Pengembangan jaringan telekomunikasi yang aman dan menyesuaikan dengan estetika

Peruntukan Ruang Untuk Fungsi Budidaya (Kawasan Budidaya) Wilayah Kecamatan Cilandak

lingkungan. Bagian Kelima Rencana Pola Ruang Wilayah Kecamatan Cilandak Umum Pasal 809 (1) Rencana pola ruang Kecamatan Cilandak, terdiri atas: a. b. (2) a. b. (3) Peruntukan ruang untuk fungsi lindung / kawasan lindung, dan Peruntukan ruang untuk fungsi budidaya /kawasan budidaya.

Kawasan Perkantoran Pasal 811 Pengembangan kawsan perkantoran Kecamatan Cilandak diarahkan pada jalan-jalan utama seperti Jl RSC Veteran (Bintaro), Jl.Bintaro Permai dan Jalan Tol Lingkar Luar Barat (JORR) Kawasan Perdagangan dan Jasa Pasal 812 Pengembangan kawasan perdagangan, meliputi : a. (Bintaro), Jl.Bintaro Permai, Diarahkan pada jalan-jalan arteri seperti Jl.Ciledug Raya, Jl.RSC.Veterana

Rencana pengembangan kawasan lindung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, meliputi kegiatan budidaya pertanian rakyat, papan penyuluhan dan peringatan serta rambu-rambu kegiatan yang bersifat sosial, olahraga, pariwisata dan kemasyarakatan yang tidak menimbulkan pekerjaan,pemasangan rentangan kabel listrik, kabel telepon dan pipa air minum; awasan karya taman ; dampak merugikan bagi kelestarian dan keamanan fungsi serta fisik sungai dan danau Rencana pengembangan kawasan budidaya, sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, meliputi: a. b. c. d. e. Kawasan perkantoran; Kawasan perdagangan dan jasa Kawasan perindustrian dan pergudangan Kawasan permukiman. Kawasan fungsi pelayanan sosial tercantum

b.

Diarahkan pada jalan kolektor seperti di Jl. H. Sulaiman, Jl. Mesjid Darul

Falah, Jl. Ulujami Raya, Jl. H. Saidi, Jl. Kesehatan Raya dan Jl. Cempaka 5, serta di sekitar perumahan Taman Alfa Indah, Bintaro Jaya 1 dan Komplek Perdagangan. Kawasan Permukiman Pasal 813 Pengembangan kawasan perumahan di Kecamatan Cilandak, meliputi : a. Untuk perumahan kepadatan tinggi diarahkan pada Kelurahan Petukangan Utara, Kelurahan Ulujami, Perumahan Bumi Cilandak Indah, Pulo Indah, Villa Pratama, Cilandak Permai (Kelurahan .Petukangan Selatan), Komplek Petukangan Indah, Komplek Kodam Jaya dan Permukiman di sekitar Jl Kesadaran (Kelurahan Cilandak), Komplek IKPN, Komplek YRS, Perumahan Bintaro Jaya 1, Taman Bintaro, Puri Palem Indah, Bukit Mas, dan Komplek Perdagangan (Kelurahan Bintaro)

(4)

Rencana pola ruang wilayah Kecamatan Cilandak sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dalam Lampiran Gambar 4.6 Peraturan Daerah ini.

b.

Untuk perumahan kepadatan sedang diarahkan pada Jl. Emerald Raya (Kelurahan Ulujami),

Perumahan Shangrilla Indah 1-2, Villa Pratama, Komplek Unilever (Kelurahan Petukangan Selatan), Perumahan Bintaro Permai, Cilandak Indah dan Bumi Bintaro Permai (Kelurahan Cilandak), Perumahan Bintaro Jaya 1, Komplek Depsos, Komplek Deplu dan Komplek Perdagangan (Kelurahan Bintaro) c. Paragraf 3 Peruntukan Ruang untuk Fungsi Lindung (Kawasan Lindung) Kawasan Karya Taman Pasal 810 Paragraf 3 Untuk pengembangan kawasan perumahan susun diarahkan pada Jl.Ciledug Raya (Kelurahan Bagian Keenam Pengembangan Fasilitas Umum dan Sosial Pasal 814 Petukangan Selatan)

Pengembangan fasilitas umum dan sosial sebagai upaya penanganan pemenuhan kebutuhan penduduk Kecamatan Cilandak yang terdiri dari fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, fasilitas peribadatan, fasilitas olah raga dan fasilitas pengendalian bencana. Fasilitas Pendidikan Pasal 815

Pengembangan sarana dan prasarana fasilitas olahraga, berupa tempat bermain, lapangan olah raga, kolam renang dan gedung olahraga juga termasuk taman-taman warga dan tempat bermain . Bagian Ketujuh Arahan Intensitas Pemanfaatan Ruang Pasal 819

(1) Pengembangan fasilitas pendidikan diarahkan untuk tingkat pendidikan Taman Kanak-kanak (TK)
sebanyak 215 unit, Sekolah Dasar (SD) sebanyak 108 unit, Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) sebanyak 18 unit dan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) sebanyak 9 unit, (2) Peningkatan kualitas sarana dan prasarana fasilitas pendidikan. Fasilitas Kesehatan Pasal 816 Arahan rencana intensitas pemanfaatan ruang Kecamatan Cilandak, meliputi a. b. c. d. Wilayah yang diarahkan sebagai kawasan wisma memiliki KDB 50% dengan ketinggian bangunan Wisma susun memiliki KDB 40% dengan ketinggian bangunan 15 lantai; Wisma susun taman memiliki KDB 20% dengan ketinggian bangunan 15 lantai dan Wisma flat memiliki KDB 40% dengan ketinggian bangunan 20 lantai. Bagian Kedelapan Arahan Pemanfaatan Ruang Kecamatan Cilandak Pasal 820 maksimal 2 lantai;

(1) Pengembangan fasilitas kesehatan diperlukan penambahan yang disesuaikan dengan jumlah kebutuhan
yang direncanakan; (2) Pengembangan fasilitas kesehatan berupa penambahan jumlah fasilitas kesehatan yang terdiri dari balai pengobatan sebanyak 90 unit, BKIA sebanyak 27 unit, rumah bersalin sebanyak 9 unit, puskesmas pembantu sebanyak 9 unit, puskesmas sebanyak 9 unit, rumah sakit sebanyak 1 unit, tempat praktek dokter sebanyak 45 unit, dan apotik sebanyak 9 unit; (3) Peningkatan kualitas sarana dan prasarana fasilitas kesehatan. Fasilitas Peribadatan Pasal 817

(1) Arahan pemanfaatan ruang wilayah kecamatan Cilandak dilaksanakan berdasarkan arahan pemanfaatan
ruang wilayah provinsi DKI Jakarta, meliputi : a. penyusunan program utama; b. penentuan lokasi; c. sumber pendanaan; d. instansi pelaksana; dan e. waktu pelaksanaannya.

(1) Pengembangan fasilitas peribadatan disesuaikan dengan jumlah kebutuhan yang direncanakan; yaitu
mushala sebanyak 90 unit, mesjid sebanyak 9 unit, mesjid skala kecamatan sebanyak 1 unit, gereja katolik sebanyak 4 unit, gereja sebanyak 4 unit, vihara sebanyak 4 unit, pura sebanyak 4 unit serta kelenteng sebanyak 4 unit. (2) Peningkatan kualitas sarana dan prasarana fasilitas peribadatan.

(2) Arahan pemanfaatan ruang wilayah kota administrasi Jakarta Selatan, sebagaimana yang dimaksud pasal
820 ayat 1, dapat dilihat dalam Lampiran Peraturan Daerah Ini. BAB XXX RENCANA RINCI TATA RUANG WILAYAH KECAMATAN PESANGGRAHAN Bagian Kesatu Umum Pasal 821 Rencana Rinci Tata Ruang Wilayah Kecamatan Pesanggrahan meliputi: a. Tujuan, Kebijakan, dan Strategi Penataan Ruang Wilayah Kecamatan Pesanggrahan; Rencana Struktur Ruang Kecamatan Pesanggrahan; Rencana Pola Ruang Kecamatan Pesanggrahan;

Fasilitas Olahraga Pasal 818

b. c.

d. e. f.

Penetapan Kawasan Strategis Wilayah Kecamatan Pesanggrahan Arahan Pemanfaatan Ruang Wilayah Kecamatan Pesanggrahan; dan Arahan Pengendalian Pemanfaatan Ruang Wilayah Kecamatan Pesanggrahan Bagian Kedua Tujuan, Kebijakan dan Strategi Penataan Ruang Wilayah Kecamatan Pesanggrahan Paragraf 1 Tujuan Penataan Ruang Wilayah Kecamatan Pesanggrahan Pasal 822 c. b.

Penggunaan perumahan lebih diarahkan kepada resettlement daerah-daerah hunian yang akan Pembangunan perumahan untuk masa mendatang dibatasi. Keberlanjutan program perbaikan lingkungan Sektor Perdagangan dan Jasa Pembatasan sistem ribbon, kecuali yang mengalami peningkatan fungsi dan kualitas dengan Mengutamakan Pengembangan sentra-sentra Peremajaan pasar harus memperhatikan kepentingan pedagang lama dan ekonomi lemah. Sektor Transportasi Peningkatan kapasitas jalan di beberapa ruas jalan melalui program pelebaran jalan. Pengembangan jaringan jalan baru lebih diutamakan pada bagian utara dan selatan BWK Sektor Fasilitas Umum dan Fasilitas Sosial

tergusur akibat pengembangan kegiatan lain,

memperhatikan kelancaran arus lalu lintas dan penyediaan tempat parkir.

Untuk mewujudkan tujuan penataan ruang wilayah Kecamatan Pesanggrahan, maka tujuan pengembangan Tata Ruang Wilayah Kecamatan Pesanggrahan adalah: a. Terselenggaranya pengaturan pemanfaatan ruang kawasan lindung dan kawasan budi daya. b. Terwujudnya keterpaduan, keterikatan dan keseimbangan antar wilayah kecamatan serta keserasian antar sektor. c. Terwujudnya rencana tata ruang mempertimbangkan aspek optimalisasi pemanfaatan ruang yang ada, serta memperhatikan kemungkinan-kemungkinan pemanfaatan ruang bawah tanah pada bagian-bagian tertentu di wilayah Kecamatan Pesanggrahan. d. Tercapainya pemanfaatan ruang yang berkualitas untuk : f. Mewujudkan kehidupan masyarakat Kecamatan Pesanggrahan yang sejahtera lahir dan batin Mewujudkan keterpaduan dalam penggunaan sumberdaya alam Meningkatkan pemanfaatan sumberdaya alam dan sumberdaya buatan secara berdaya-guna, Mewujudkan perlindungan fungsi ruang dan mencegah serta menanggulangi dampak negatif Mewujudkan keseimbangan kepentingan kesejahteraan dan keamanan f. d.

Kecamatan Pesanggrahan. Pencadangan lahan untuk pembangunan fasilitas umum harus dilakukan sedini mungkin. Mendorong pihak swasta untuk berperan serta dalam pembangunan fasilitas umum. Pembangunan baru untuk memenuhi jumlah kebutuhan dan pencapaian target sesuai standar

kecamatan.

e.
g.

Sektor Drainase dan Pengendalian Banjir Melaksanakan normalisasi kali dan penambahan saluran mikro dan meningkatkan sistem makro Melaksanakan kegiatan vegetasi secara serentak. Sektor Air Minum dan Sumber Air Bersih Penambahan jaringan pelayanan air bersih / air minum PAM melalui pengembangan jaringan Mengurangi penggunaan air yang melampaui batas. Sektor Utilitas Umum Penambahan gardu-gardu listrik dan penambahan/peningkatan jaringan pelayanan listrik serta Penambahan telepon umum pada lokasi-lokasi strategis. Koordinasi terpadu antara PLN, Telkom dan Pemda DKI Jakarta dalam perencanaan dan Sektor Ruang Terbuka Hijau Melaksanakan dan mencadangkan serta mengamankan ruang terbuka hijau sepanjang kali dan Mengadakan penghijauan maksimum pada pekarangan-pekarangan individu melalui program Mengadakan penghijauan maksimum pada ROW (lebar badan jalan) arteri dan kolektor. memanfaatkannya untuk taman dan hortikultura yang dapat dinikmati masyarakat. penyuluhan pembinaan. lampu-lampu penerangan jalan. induk baru dan jaringan distribusi serta hidran umum.

drainase yang ada.

berhasil-guna dan tepat-guna untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia terhadap lingkungan e. Tersusunnya arahan lokasi investasi yang akan dilaksanakan pemerintah dan masyarakat. Tersusunnya arahan pelaksanaan pemanfaatan ruang dan merupakan dasar dalam mengeluarkan perijinan lokasi pembangunan. Paragraf 2 Kebijakan dan Strategi Penataan Ruang Wilayah Kecamatan Pesanggrahan Pasal 823 (1) Kebijakan Kawasan Lindung Kecamatan Pesanggrahan, (2) Kebijakan Kawasan Budidaya Kecamatan Pesanggrahan, a. Sektor Perumahan h.

pelaksanaan pengadaan instalasi listrik, telepon dan gas.

Pasal 824 Strategi penataan ruang Kecamatan Pesanggrahan, adalah: a. b. c. d. e. Meningkatkan peran dan fungsi serta menata pusat-pusat kegiatan yang sudah berkembang. Memperbaiki dan merencanakan kawasan-kawasan yang cenderung kumuh dengan membangun Mempertahankan RTH yang sudah ada dan mengembalikan fungsi RTH khususnya di bantaran Merealisasikan pembangunan sarana dan prasarana yang mampu meningkatkankapasitas Merealisasikan pembangunan jalan lingkungan di dalam lingkungan yang telah berkembang guna

f. g.

prasarana energi listrik, dan prasarana telekomunikasi. Sistem Pusat Kegiatan Wilayah Kecamatan Pesanggrahan Pasal 827

rumah susun beserta fasilitas-fasilitasnya. (1) Rencana pengembangan pusat-pusat kegiatan Kecamatan Pesanggrahan diwujudkan dalam bentuk Sistem Pusat Kegiatan Primer, Sekunder, dan Tersier (2) Rencana pengembangan Sistem Pusat Kegiatan Primer Kecamatan Pesanggrahan sebagaimana dimaksud pada Pasal 6 ayat (2) huruf a, terdapat pada lokasi Universitas Budi Luhur, Pondok Pesantren Darunnajah dan Rumah Sakit Rehabilitasi TNI; (3) Rencana pengembangan Sistem Pusat Kegiatan Sekunder Kecamatan Pesanggrahan sebagaimana dimaksud pada Pasal 6 ayat (2) huruf b, terdapat pada lokasi LPBA LIA, Hero dan Pusat pertokoan Plaza Bagian Ketiga Persebaran Penduduk Wilayah Kecamatan Pesanggrahan Pasal 825 Jumlah penduduk di Kecamatan Pesanggrahan sampai pada tahun 2030 dibatasi sebanyak-banyaknya 186,408 Jiwa dengan kepadatan penduduk sebesar 139 jiwa/ha Bagian Keempat Rencana Struktur Ruang Wilayah Kecamatan Pesanggrahan Umum Pasal 826 (1) Rencana struktur ruang wilayah provinsi dijabarkan kedalam struktur ruang wilayah Kecamatan Pesanggrahan, yang meliputi sistem pusat kegiatan dan sistem prasarana wilayah; (2) Rencana pengembangan sistem pusat kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diwujudkan berdasarkan : a. b. c. d. a. b. c. d. e. sistem pusat kegiatan primer; sistem pusat sekunder; sistem pusat kegiatan tersier; dan sitem pusat kegiatan sub tersier prasarana transportasi, prasarana sumber daya air bersih, prasarana pengendalian drainase, prasarana sanitasi limbah, prasarana persampahan, Prasarana Transportasi Wilayah Kecamatan Pesanggrahan Pasal 829 Sistem prasarana meliputi prasarana transportasi, prasarana sumber daya air bersih, prasarana pengendalian drainase, prasarana sanitasi limbah, prasarana persampahan, telekomunikasi. prasarana energi listrik, dan prasarana Sistem Prasarana Wilayah Kecamatan Pesanggrahan Pasal 828 Bintaro 1; (4) Rencana pengembangan Sistem Pusat Kegiatan Tersier Kecamatan Pesanggrahan sebagaimana dimaksud pada Pasal 6 ayat (3) huruf c, terdapat pada lokasi Kantor Camat Pesanggrahan, Pasar Pesanggrahan dan Pasar Bintaro; sungai, pinggiran Jalan Rel kereta api yang dijadikan permukiman kumuh. perdagangan dan jasa . menyediakan ruang perumahan kota yang dapat menampung perkembangan penduduk.

(5) Rencana pengembangan Sistem Pusat Kegiatan Primer, Pusat Kegiatan Sekunder dan Pusat Kegiatan
Tersier di wilayah Kecamatan Pesanggrahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), tercantum pada Lampiran Gambar 4.7 Peraturan Daerah ini.

(1) Rencana pengembangan prasarana transportasi di Kecamatan Pesanggrahan, meliputi jaringan jalan
arteri; (2) Rencana pembangunan dan peningkatan jalan arteri sebagaimana di maksud pada ayat (1) meliputi;

(3) Rencana sistem prasarana wilayah sebagaimana dimaksud ayat (1) meliputi

a. b.

Rencana pembangunan jalan arteri/tol, yang menghubungkan kawasan Pondok Pinang s/d

Kembangan sepanjang 6.500 m. Rencana peningkatan jalan arteri, Kecamatan Pesanggrahan yang meliputi pelebaran Jl. Ciledug

Raya dan Jl. RSC Veteran.

d. Prasarana Sumber Daya Air Bersih Wilayah Kecamatan Pesanggrahan Pasal 830 Pengembangan Prasarana sumber daya air bersih di wilayah Kecamatan Pesanggrahan meliputi : a. Perluasan jaringan pelayanan air bersih dan penyediaan hidran umum pada lokasi yang belum terlayani air bersih terutama permukiman padat penduduk; b. Pengembangan jaringan primer pipa air bersih melintasi jalan-jalan Jl. TB. Simatupang, Jl. Fatmawati, Jl. Pasar Jumat, dan Jl. Pondok Labu. e.

Meningkatkan mutu, kapasitas dan jumlah armada sampah yang dapat Mencegah dan menindak tegas pembuangan sampah ke sungai, saluran.

masuk kelingkungan yang padat penduduk Caranya dengan mencegah tumbuhnya perumahan liar,bedeng di sepanjang tepi sungai Prasarana Energi Listrik Pasal 834 Pengembangan prasarana energi di wilayah Kecamatan Pesanggrahan, meliputi: a. b. Rencana pemenuhan kebutuhan listrik untuk rumah susun sewa (Rusunawa) Meningkatkan pembangunan sistem jaringan listrik yang aman untuk kawasan perumahan Peningkatan kebutuhan listrik akibat pertambahan penduduk dan kegiatan Mempertahankan dan menata kondisi sistem jaringan listrik yang telah ada serta memperbaiki

c. Pengembangan pemenuhan kebutuhan air bersih pada tahun 2030 adalah sebesar 32.621 m/Hr,
Prasarana Pengendalian Drainase Pasal 831 Pengembangan prasarana pengendalian drainase di Kecamatan Pesanggrahan, meliputi : a. Melaksanakan normalisasi sepanjang aliran sungai dan mengamankan sungai dari kegiatan yang dapat menggangu fungsinya (Pengamanan terhadap bangunan liar dan pembuangan sampah) b. Penataan kembali (GSS) garis sempadan sungai sejalan dengan penataan sungai menurut fungsinya yaitu sebagai pengendali banjir, drainase dan penggelontor c. Pengerukan sampah di sepanjang yang bisa menimbulkan banjir Prasarana Sanitasi Limbah Wilayah Kecamatan Pesanggrahan Pasal 832 Pengembangan prasarana sanitasi di Kecamatan Pesanggrahan, meliputi: a. Pengembangan sistem pembuangan air limbah secara sistem on-site b. Peningkatan pelayanan pipa pembuangan air limbah disetiap kelurahan-kelurahan yang padat penduduk

terutama mencakup kawasan pemukiman padat c. d.

kendala-kendala yang terjadi pada sistem jaringan listrik tersebut Prasarana Telekomunikasi Pasal 835 Pengembangan prasarana Telekomunikasi dan informatika di Kecamatan Pesanggrahan, meliputi: a. b. c. Pengembangan sistem pelayanan telekomunikasi melalui penerapan teknologi telekomunikasi Pembangunan jaringan telekomunikasi baru pada kawasan pemukiman padat, dengan tujuan Menciptakan jaringan telekomunikasi yang aman dan menjaga struktur lingkungan kota di yang memadai untuk memfasilitasi masyarakat dalam melakukan aktifitas bersosial. Kecamatan Pesanggrahan. Bagian Kelima

Prasarana Persampahan Wilayah Kecamatan Pesanggrahan Pasal 833

Rencana Pola Ruang Wilayah Kecamatan Pesanggrahan Umum

Pengembangan prasarana persampahan di wilayah Kecamatan Pesanggrahan, meliputi:

Pasal 836 (1) Rencana pola ruang Kecamatan Pesanggrahan, terdiri atas: a. b. a. b. Peruntukan ruang untuk fungsi lindung / kawasan lindung, dan Peruntukan ruang untuk fungsi budidaya /kawasan budidaya. Kawasan resapan air; Kawasan sempadan sungai dan kanal;

a.

Program pemilahan sampah sebelum dibuang ke LPS ( Lokasi

pembuangan sampah ) melalui pemilahan sampah organik (basah) dan non-organik (kering) akan memudahkan proses pembuatan kompos sebelum dibakar di dalam insinerator b. c. Pengembangan prasarana sampah bahan berbahaya dan beracun (B3) Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah dengan dan dilakukan dengan teknologi tepat guna penerapan konsep 3R (reduced, reused, recycling)

(2) Rencana pengembangan kawasan lindung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, meliputi :

(3) Rencana pengembangan kawasan budidaya, sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, meliputi:

a. b. c. d.

Ruang terbuka hijau lainnya; Kawasan perkantoran; Kawasan perdagangan; Kawasan Permukiman. Kawasan Perdagangan Pasal 840 Pengembangan kawasan perdagangan, meliputi : Paragraf 3 Peruntukan Ruang untuk Fungsi Lindung (Kawasan Lindung) Kawasan Resapan Air Pasal 837 a. b. Pengembangan perdagangan secara terpadu dengan pola sentra yang Pengembangan kegiatan perdagangan dan jasa diarahkan pada jalan fungsinya terdiri dari perkantoran, perdagangan dan jasa; arteri terletak pada lokasi Jl. Ciledug Raya, Jl RSC. Veteran (Biintaro) dan Jl. Bintaro Permai;

(4)

Rencana pola ruang wilayah Kecamatan Pesanggrahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), tercantum dalam Lampiran Gambar 4.8 Peraturan Daerah ini.

c.

Pengembangan kegiatan perdagangan dan jasa di jalan kolektor terletak di

lokasi Jl. H. Sulaiman, Jl. Mesjid Darul Falah, Jl. Ulujami Raya, Jl. H. Saidi, Jl. Kesehatan Raya dan Jl. (1) Penanaman dan pemeliharaan pohon dan tanaman pada lahan pemakaman yang berfungsi sebagai peneduh dan membantu peresapan air; (2) Perluasan kawasan resapan air melalui penambahan ruang terbuka hijau. Kawasan Sempadan Sungai dan Kanal Pasal 838 Kawasan Permukiman Cempaka 5, serta di sekitar perumahan Taman Alfa Indah, Bintaro Jaya 1 dan Komplek Perdagangan; d. lebih nyaman; e. Pembatasan kegiatan perdagangan. Pengembangan program perbaikan lingkungan pada kawasan yang terbangun dengan penyediaan dan / atau penambahan fasilitas penunjangnya beserta penghijauan yang

(1) Pembangunan dan pemeliharaan jalur hijau di sempadan sungai dan kanal;
(2) Pembangunan jalan inspeksi pada sungai-sungai utama untuk mengarahkan orientasi pembangunan fisik; (3) Peningkatan kapasitas sungai, kanal, saluran penghubung, dan saluran lingkungan melalui pengerukan;

Pasal 841 Penataan kawasan perumahan horisontal dan vertikal, meliputi : a. Penetapan fungsi perumahan pada kawasan mantap; Pemenuhan kebutuhan perumahan direncanakan menyebar di setiap

(4) Pembangunan fisik diarahkan menghadap sungai (river front development) untuk menjaga kapasitas
aliran sungai dan kanal. Paragraf 4 Peruntukan Ruang Untuk Fungsi Budidaya (Kawasan Budidaya) Wilayah Kecamatan Pesanggrahan Kawasan Ruang Terbuka Hijau Pasal 839 Pengembangan kawasan terbuka hijau lainnya, meliputi: a. perumahan; b. c. d. Pengembangan jalur hijau diarahkan sepanjang Kali Pesanggrahan Penataan ruang terbuka hijau seluas 62,70 Ha; Peruntukan lahan pada kawasan terbuka hijau publik tidak dapat diubah; Pengembangan ruang terbuka hijau diarahkan berupa jalur hijau tepi sungai, jalur hijau tepi jalan, pemakaman umum, lahan milik pemerintah dan sekitar taman lingkungan

b.
kelurahan

c. d.
e. f.

Pengembangan kawasan permukiman berkepadatan sedang diarahkan

dengan persiapan dengan pembangunan kawasan permukiman berskala besar pada lahan kosong Pengembangan kawasan permukiman berkepadatan tinggi direncanakan Penyediaan fasilitas umum di kawasan-kawasan perumahan horisontal; Pengembangan kawasan perumahan KDB rendah di sekitar jalur sungai

melalui cara program dan perbaikan dan peningkatan kualitas lingkungan.

pesanggrahan yang terletak di Kelurahan Petukangan Selatan;

g.
h. i.

Pembangunan rumah susun sederhana pada permukiman kumuh di Pembangunan kawasan perumahan vertikal yang menjamin tersedianya Penyediaan fasilitas umum di kawasan-kawasan perumahan vertikal; Luas kawasan permukiman direncanakan sebesar 664,99 Ha;

sekitar Kelurahan Petukangan Selatan; kawasan hijau yang berfungsi resapan, sosial dan estetika;

j.

Kawasan Campuran Pasal 842 Pengembangan kawasan campuran, meliputi :

a. Nilai KLB 1,0 sampai dengan 3,0 di arahkan pada kawasan wisma dengan fasilitasnya, wisma bangunan
umum dengan fasilitasnya, karya bangunan umum dengan fasilitasnya, karya pemerintahan dan suka umum dengan fasilitasnya;

b. Ketinggian bangunan maksimal 2 s/d 3 lantai di arahkan pada kawasan permukiman, ketinggian
bangunan maksimal 2 (dua) lantai diarahkan pada kawasan suka umum dengan fasilitasnya, ketinggian 2 s/d 3 diarahkan pada kawasan karya pemerintahan, ketinggian bangunan maksimal 2 s/d 3 lantai diarahkan pada kawasan wisma bangunan umum dengan fasilitasnya, dan ketinggian bangunan maksimal 2 s/d 4 lantai diarahkan pada kawasan karya bangunan umum dengan fasilitasnya; Bagian Keenam c. Nilai KDB di daerah yang terbangun ditetapkan sebesar 40-50 %. Bagian Kedelapan Arahan Pemanfaatan Ruang Kecamatan Pesanggrahan Pasal 847

a. Pengembangan kawasan campuran seluas 0,64 ha terletak di Kelurahan Bintaro


b. Pengembangan kawasan campuran kecil seluas 48,37 terletak di kelurahan Petukangan Selatan, Ulujami, Bintaro dan Pesanggrahan

Pengembangan Fasilitas Umum dan Sosial Pasal 843 Pengembangan fasilitas umum dan sosial sebagai upaya penanganan pemenuhan kebutuhan penduduk Kecamatan Pesanggrahan yang terdiri dari fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan dan fasilitas peribadatan.

(1) Arahan pemanfaatan ruang wilayah kecamatan Pesanggrahan dilaksanakan berdasarkan arahan
pemanfaatan ruang wilayah provinsi DKI Jakarta, meliputi : Fasilitas Pendidikan Pasal 844 a. penyusunan program utama; b. penentuan lokasi; c. sumber pendanaan; d. instansi pelaksana; dan e. waktu pelaksanaannya.

(1) Pengembangan fasilitas pendidikan diutamakan untuk fasilitas pendidikan yang masih kurang dan
diperlukan penambahan lahan dan bangunan fasilitas pendidikan;

(2) Pengembangan fasilitas pendidikan di Kecamatan Pesanggrahan diarahkan untuk tingkat pendidikan
dasar (TK, SD, SLTP, dan SLTA); (3) Peningkatan kualitas sarana dan prasarana fasilitas pendidikan.

(2) Arahan pemanfaatan ruang wilayah kecamatan Pesanggrahan, sebagaimana yang dimaksud pasal 847
ayat 1, dapat dilihat dalam Lampiran Peraturan Daerah Ini. BAB XXXI

Fasilitas Kesehatan Pasal 845

RENCANA RINCI TATA RUANG WILAYAH KECAMATAN KEBAYORAN LAMA Bagian Kesatu

(1) Pengembangan fasilitas kesehatan diperlukan penambahan yang disesuaikan dengan jumlah kebutuhan
yang direncanakan;

Umum Pasal 848 Rencana Rinci Tata Ruang Wilayah Kecamatan Kebayoran Lama meliputi: a. Tujuan, Kebijakan, dan Strategi Penataan Ruang Wilayah Kecamatan Kebayoran Lama; Rencana Struktur Ruang Kecamatan Kebayoran Lama; Rencana Pola Ruang Kecamatan Kebayoran Lama; Penetapan Kawasan Strategis Wilayah Kecamatan Kebayoran Lama Arahan Pemanfaatan Ruang Wilayah Kecamatan Kebayoran Lama; dan Arahan Pengendalian Pemanfaatan Ruang Wilayah Kecamatan Kebayoran Lama

(2) Pengembangan fasilitas kesehatan berupa penambahan jumlah fasilitas kesehatan yang terdiri dari balai
pengobatan, BKIA, Rumah Bersalin, Tempat Praktek Dokter, puskesmas, dan apotik; (3) Peningkatan kualitas sarana dan prasarana fasilitas kesehatan. Bagian Ketujuh Arahan Intensitas Pemanfaatan Ruang Pasal 846

b. c. d. e. f.

(1) Arahan rencana intensitas pemanfaatan ruang Kecamatan Pesanggrahan, meliputi :

Pembangunan perumahan untuk masa mendatang dibatasi. Keberlanjutan program perbaikan lingkungan Sektor Perdagangan dan Jasa Pembatasan sistem ribbon, kecuali yang mengalami peningkatan fungsi dan kualitas dengan Mengutamakan Pengembangan sentra-sentra Peremajaan pasar harus memperhatikan kepentingan pedagang lama dan ekonomi lemah. Sektor Transportasi Peningkatan kapasitas jalan di beberapa ruas jalan melalui program pelebaran jalan. Pengembangan jaringan jalan baru lebih diutamakan pada bagian utara dan selatan BWK Sektor Fasilitas Umum dan Fasilitas Sosial

b.

memperhatikan kelancaran arus lalu lintas dan penyediaan tempat parkir.

Bagian Kedua Tujuan, Kebijakan dan Strategi Penataan Ruang Wilayah Kecamatan Kebayoran Lama Paragraf 1 Tujuan Penataan Ruang Wilayah Kecamatan Kebayoran Lama Pasal 849 Untuk mewujudkan tujuan penataan ruang wilayah Kecamatan Kebayoran lama, maka tujuan pengembangan Tata Ruang Wilayah Kecamatan Kebayoran lama adalah: a. Terselenggaranya pengaturan pemanfaatan ruang kawasan lindung dan kawasan budi daya. b. Terwujudnya keterpaduan, keterikatan dan keseimbangan antar wilayah kecamatan serta keserasian antar sektor. c. Tercapainya pemanfaatan ruang yang berkualitas untuk : d. c.

KecamatanKebayoran Lama. Pencadangan lahan untuk pembangunan fasilitas umum harus dilakukan sedini mungkin. Mendorong pihak swasta untuk berperan serta dalam pembangunan fasilitas umum. Pembangunan baru untuk memenuhi jumlah kebutuhan dan pencapaian target sesuai standar

kecamatan.

e.
f.

Sektor Drainase dan Pengendalian Banjir Melaksanakan normalisasi kali dan penambahan saluran mikro dan meningkatkan sistem makro Melaksanakan kegiatan vegetasi secara serentak. Sektor Sanitasi dan Sampah Pengadaan septick tank kelompok pada lokasi-lokasi perumahan yang dihuni oleh penduduk yang berpenghasilan rendah. Sistem perencanaan yang dipakai yaitu perencanaan yang diintegrasikan terhadap sistem sewerage. Meningkatkan kondisi MCK yang ada serta pengadaan baru sesuai kebutuhan lingkungan Pengelolaan sampah dengan menyediakan container dan dipo-dipo sampah Sektor Air Minum dan Sumber Air Bersih Penambahan jaringan pelayanan air bersih / air minum PAM melalui pengembangan jaringan Mengurangi penggunaan air yang melampaui batas. Sektor Utilitas Umum Penambahan gardu-gardu listrik dan penambahan/peningkatan jaringan pelayanan listrik serta Penambahan telepon umum pada lokasi-lokasi strategis. Koordinasi terpadu antara PLN, Telkom dan Pemda DKI Jakarta dalam perencanaan dan Sektor Ruang Terbuka Hijau lampu-lampu penerangan jalan. induk baru dan jaringan distribusi serta hidran umum. perumahan padat.

drainase yang ada.

Mewujudkan kehidupan masyarakat Kecamatan Kebayoran Lama yang sejahtera lahir dan batin Mewujudkan keterpaduan dalam penggunaan sumberdaya alam Meningkatkan pemanfaatan sumberdaya alam dan sumberdaya buatan secara berdaya-guna, Mewujudkan perlindungan fungsi ruang dan mencegah serta menanggulangi dampak negatif Mewujudkan keseimbangan kepentingan kesejahteraan dan keamanan

berhasil-guna dan tepat-guna untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia terhadap lingkungan d. Tersusunnya arahan lokasi investasi yang akan dilaksanakan pemerintah dan masyarakat. e. Tersusunnya arahan pelaksanaan pemanfaatan ruang dan merupakan dasar dalam mengeluarkan perijinan lokasi pembangunan. Paragraf 2 Kebijakan dan Strategi Penataan Ruang Wilayah Kecamatan Kebayoran Lama Pasal 850 (1) Kebijakan Kawasan Lindung Kecamatan Kebayoran lama, (2) Kebijakan Kawasan Budidaya Kecamatan Kebayoran lama, a.

g.

h.

Sektor Perumahan Penggunaan perumahan lebih diarahkan kepada resettlement daerah-daerah hunian yang akan i. tergusur akibat pengembangan kegiatan lain,

pelaksanaan pengadaan instalasi listrik, telepon dan gas.

Melaksanakan dan mencadangkan serta mengamankan ruang terbuka hijau sepanjang kali dan Mengadakan penghijauan maksimum pada pekarangan-pekarangan individu melalui program Mengadakan penghijauan maksimum pada ROW (lebar badan jalan) arteri dan kolektor.

(2) Rencana pengembangan sistem pusat kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diwujudkan berdasarkan : a. b. c. d. a. b. c. d. e. f. g. sistem pusat kegiatan primer; sistem pusat sekunder; sistem pusat kegiatan tersier; dan sitem pusat kegiatan sub tersier prasarana transportasi, prasarana sumber daya air bersih, prasarana pengendalian drainase, prasarana sanitasi limbah, prasarana persampahan, prasarana energi listrik, dan prasarana telekomunikasi. Sistem Pusat Kegiatan Wilayah Kecamatan Kebayoran Lama Pasal 854 (1) (2) (3) Rencana pengembangan pusat-pusat kegiatan Kecamatan Kebayoran lama diwujudkan dalam bentuk Sistem Pusat Kegiatan Primer, Sekunder, Tersier dan Subtersier Rencana pengembangan Sistem Pusat Kegiatan Primer Kecamatan Kebayoran Lama sebagaimana dimaksud pada Pasal 6 ayat (2) huruf a, terdapat pada lokasi Pasar Kebayoran Lama; Rencana pengembangan Sistem Pusat Kegiatan Sekunder Kecamatan Kebayoran lama sebagaimana dimaksud pada Pasal 6 ayat (2) huruf b, terdapat pada lokasi Mall Pondok Indah, ITC Cipulir Mas, Pasar Cipulir, Pondok Indah Plaza, Rumah Sakit Pondok Indah, Permata Senayan, ITC Permata Hijau; (4) Rencana pengembangan Sistem Pusat Kegiatan Tersier Kecamatan Kebayoran lama sebagaimana dimaksud pada Pasal 6 ayat (3) huruf c, terdapat pada lokasi Carrefour Pondok Pinang, Pondok Pinang Centre, Pasar Kebayoran Indah, Pasar Pondok Indah, Kantor Camat Kebayoran Lama; (5) Rencana pengembangan Sistem Pusat Kegiatan Subtersier Kecamatan Kebayoran lama sebagaimana dimaksud pada Pasal 6 ayat (3) huruf c, terdapat pada Sentra Arturi Mas, Ruko Pondok Indah, Pasar Inpres Grogol Selatan, Kantor lUrah Pondok Pinang, Kantor Lurah Kebayoran Lama Selatan, Kantor Lurah Kebayoran Lama Utara, Kantor Lurah Cipulir, Kantor Lurah Grogol Selatan dan Kantor Lurah Grogol Utara;

memanfaatkannya untuk taman dan hortikultura yang dapat dinikmati masyarakat. penyuluhan pembinaan.

(3) Rencana sistem prasarana wilayah sebagaimana dimaksud ayat (1) meliputi

Pasal 851 Strategi penataan ruang Kecamatan Kebayoran Lama, adalah: a. sudah berkembang. b. c. d. e. penduduk. Bagian Ketiga Persebaran Penduduk Wilayah Kecamatan Kebayoran Lama Pasal 852 Jumlah penduduk di Kecamatan Kebayoran lama sampai pada tahun 2030 dibatasi sebanyak-banyaknya 421.182 Jiwa. Bagian Keempat Rencana Struktur Ruang Wilayah Kecamatan Kebayoran Lama Umum Pasal 853 Memperbaiki dan merencanakan kawasan-kawasan yang cenderung Mempertahankan RTH yang sudah ada dan mengembalikan fungsi RTH Merealisasikan pembangunan sarana dan prasarana yang mampu Merealisasikan pembangunan jalan lingkungan di dalam lingkungan yang kumuh dengan membangun rumah susun beserta fasilitas-fasilitasnya. khususnya di bantaran sungai, pinggiran Jalan Rel kereta api yang dijadikan permukiman kumuh. meningkatkankapasitas perdagangan dan jasa . telah berkembang guna menyediakan ruang perumahan kota yang dapat menampung perkembangan Meningkatkan peran dan fungsi serta menata pusat-pusat kegiatan yang

(6)

Rencana pengembangan Sistem Pusat Kegiatan Primer, Pusat Kegiatan Sekunder, Pusat Kegiatan Tersier dan Pusat Kegiatan Subtersier di wilayah Kecamatan Kebayoran lama sebagaimana dimaksud pada ayat (1), tercantum pada Lampiran Gambar 4.9 Peraturan Daerah ini. Sistem Prasarana Wilayah Kecamatan Kebayoran Lama

(1) Rencana struktur ruang wilayah provinsi dijabarkan kedalam struktur ruang wilayah Kecamatan Kebayoran Lama, yang meliputi sistem pusat kegiatan dan sistem prasarana wilayah;

Pasal 855

Sistem prasarana meliputi prasarana transportasi, prasarana sumber daya air bersih, prasarana pengendalian drainase, prasarana sanitasi limbah, prasarana persampahan, telekomunikasi. Prasarana Transportasi Wilayah Kecamatan Kebayoran Lama Pasal 856 prasarana energi listrik, dan prasarana

Pasal 859 Pengembangan prasarana sanitasi di Kecamatan Kebayoran lama, meliputi: a. Pengembangan sistem pembuangan air limbah secara sistem on-site b. Peningkatan pelayanan pipa pembuangan air limbah disetiap kelurahan-kelurahan yang padat penduduk

(1) (2)

Rencana pengembangan prasarana transportasi di Kecamatan Kebayoran lama, meliputi jaringan jalan arteri; Rencana peningkatan jalan arteri sebagaimana di maksud pada ayat (1) meliputi; pelebaran Jl. Kebayoran Lama Raya, Jl. Letjen Supeno, Jl. Ciledug Raya, Jl. Teuku Nyak Arief, Jl. Simpruk Golf 2, Jl. Hang Lekir 1, Jl. Sultan Iskandar Syah Muda, Jl. Ciputat Raya dan Jl. Bintaro Raya.

Prasarana Persampahan Wilayah Kecamatan Kebayoran Lama Pasal 860 Pengembangan prasarana persampahan di wilayah Kecamatan Kebayoran lama, meliputi:

a.

Program pemilahan sampah sebelum dibuang ke LPS ( Lokasi

pembuangan sampah ) melalui pemilahan sampah organik (basah) dan non-organik (kering) akan memudahkan proses pembuatan kompos sebelum dibakar di dalam insinerator Prasarana Sumber Daya Air Bersih Wilayah Kecamatan Kebayoran Lama Pasal 857 Pengembangan Prasarana sumber daya air bersih di wilayah Kecamatan Kebayoran lama meliputi : a. Perluasan jaringan pelayanan air bersih dan penyediaan hidran umum pada lokasi yang belum terlayani air bersih terutama permukiman padat penduduk; b. Pembatasan pengambilan air tanah dangkal di kawasan permukiman secara bertahap; c. Pelarangan pengambilan air tanah dalam terutama di zona kritis air tanah; d. Perluasan kawasan resapan air melalui penambahan ruang terbuka hijau; e. Pencegahan peresapan air limbah ke dalam tanah dan pencemaran sumber-sumber air f. Pengembangan jaringan primer pipa air bersih melintasi jalan-jalan Jl. TB. Simatupang, Jl. Fatmawati, Jl. Pasar Jumat, dan Jl. Pondok Labu. Prasarana Energi Listrik Pasal 861 Pengembangan prasarana energi di wilayah Kecamatan Kebayoran lama, meliputi: a. b. Prasarana Pengendalian Drainase Pasal 858 Pengembangan prasarana pengendalian drainase di Kecamatan Kebayoran lama, meliputi : a. Melaksanakan normalisasi sepanjang aliran sungai dan mengamankan sungai dari kegiatan yang dapat menggangu fungsinya (Pengamanan terhadap bangunan liar dan pembuangan sampah) b. Penataan kembali (GSS) garis sempadan sungai sejalan dengan penataan sungai menurut fungsinya yaitu sebagai pengendali banjir, drainase dan penggelontor c. Pengerukan sampah di sepanjang yang bisa menimbulkan banjir Prasarana Telekomunikasi Prasarana Sanitasi Limbah Wilayah Kecamatan Kebayoran Lama Pasal 862 c. d. e. f. Memperbaiki jaringan listrik yang ada Meningkatkan daya transmisi yang sudah ada Mencegah kebocoran atau kebakaran listrik dengan mendistribusikan kabel-kabel PLN dengan Menempatkan gardu-gardu listrik secara terpadu dengan sektor lain, serta mempertimbangkan Menempatkan jaringan listrik sesuai dengan jaringan jalan dan untuk keamanan pembangunan Menambah jaringan listrik hingga dapat melayani wilayah yang pada kondisi eksisting 2008 belum b. c. d. e. Pengembangan prasarana sampah bahan berbahaya dan beracun (B3) Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah dengan Meningkatkan mutu, kapasitas dan jumlah armada sampah yang dapat Mencegah dan menindak tegas pembuangan sampah ke sungai, saluran. dan dilakukan dengan teknologi tepat guna penerapan konsep 3R (reduced, reused, recycling) masuk kelingkungan yang padat penduduk Caranya dengan mencegah tumbuhnya perumahan liar,bedeng di sepanjang tepi sungai

g. Pengembangan pemenuhan kebutuhan air bersih pada tahun 2030 adalah sebesar 73.706.850
liter/hari,

kabel isolasi segi estetika lingkungan jalan baru sebaiknya ditempatkan di bawah tanah terlayani listrik

Pengembangan prasarana Telekomunikasi dan informatika di Kecamatan Kebayoran lama, meliputi: a. b. c. Pengembangan sistem pelayanan telekomunikasi melalui penerapan teknologi telekomunikasi Pembangunan jaringan telekomunikasi baru pada kawasan pemukiman padat, dengan tujuan Menciptakan jaringan telekomunikasi yang aman dan menjaga struktur lingkungan kota di yang memadai untuk memfasilitasi masyarakat dalam melakukan aktifitas bersosial. Kecamatan Kebayoran Lama.

(1) Penanaman dan pemeliharaan pohon dan tanaman pada lahan pemakaman yang berfungsi sebagai peneduh dan membantu peresapan air; (2) Pembangunan sumur resapan pada kawasan permukiman dan kawasan terbangun lainnya; (3) Pembangunan kawasan sumur resapan di sepanjang pinggiran Kali Pesanggrahan (4) Perluasan kawasan resapan air melalui penambahan ruang terbuka hijau. Kawasan Sempadan Sungai dan Kanal Pasal 865

(1) Pembangunan dan pemeliharaan jalur hijau di sempadan sungai dan kanal;
(2) Pembangunan jalan inspeksi pada sungai-sungai utama untuk mengarahkan orientasi pembangunan fisik; (3) Peningkatan kapasitas sungai, kanal, saluran penghubung, dan saluran lingkungan melalui pengerukan;

(4) Pembangunan fisik diarahkan menghadap sungai (river front development) untuk menjaga kapasitas
Bagian Kelima Rencana Pola Ruang Wilayah Kecamatan Kebayoran Lama Paragraf 4 Umum Pasal 863 (1) Rencana pola ruang Kecamatan Kebayoran lama, terdiri atas: a. b. a. b. a. b. c. d. Peruntukan ruang untuk fungsi lindung / kawasan lindung, dan Peruntukan ruang untuk fungsi budidaya /kawasan budidaya. Pengembangan kawasan terbuka hijau lainnya, meliputi: a. perumahan; b. c. Pengembangan jalur hijau diarahkan sepanjang Kali Pesanggrahan Peruntukan lahan pada kawasan terbuka hijau publik tidak dapat diubah; Kawasan Perdagangan tercantum Pasal 867 Pengembangan kawasan perdagangan, meliputi : Paragraf 3 Peruntukan Ruang untuk Fungsi Lindung (Kawasan Lindung) a. b. Kawasan Resapan Air Pasal 864 Pengembangan perdagangan secara terpadu dengan pola sentra yang Pengembangan kegiatan perdagangan dan jasa diarahkan pada jalan fungsinya terdiri dari perkantoran, perdagangan dan jasa; arteri terletak pada lokasi Jl. Ciledug Raya, Jl Sultan Iskandar Muda dan Jl. Ciputat Raya; Pengembangan ruang terbuka hijau diarahkan berupa jalur hijau tepi sungai, jalur hijau tepi jalan, pemakaman umum, lahan milik pemerintah dan sekitar taman lingkungan Kawasan resapan air; Kawasan sempadan sungai dan kanal; Ruang terbuka hijau lainnya; Kawasan perkantoran; Kawasan perdagangan; Kawasan Permukiman. Peruntukan Ruang Untuk Fungsi Budidaya (Kawasan Budidaya) Wilayah Kecamatan Kebayoran Lama Kawasan Ruang Terbuka Hijau Pasal 866 aliran sungai dan kanal.

(2) Rencana pengembangan kawasan lindung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, meliputi :

(3) Rencana pengembangan kawasan budidaya, sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, meliputi:

(4). Rencana pola ruang wilayah Kecamatan Kebayoran lama sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dalam Lampiran Gambar 4.10 Peraturan Daerah ini.

c.
lebih nyaman; d. e.

Pengembangan program perbaikan lingkungan pada kawasan yang

Bagian Ketujuh Pengembangan Fasilitas Umum dan Sosial Pasal 870

terbangun dengan penyediaan dan/atau penambahan fasilitas penunjangnya beserta penghijauan yang Pengembagan fasilitas parkir dan jalur pedestrian di kawasan

perdagangan yang padat aktivitas; Pembatasan kegiatan perdagangan. Kawasan Permukiman Pasal 868 Penataan kawasan perumahan horisontal dan vertikal, meliputi :

Pengembangan fasilitas umum dan sosial sebagai upaya penanganan pemenuhan kebutuhan penduduk Kecamatan Kebayoran lama yang terdiri dari fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, fasilitas peribadatan dan fasilitas pengendalian bencana. Fasilitas Pendidikan Pasal 871

a. b.
kelurahan

Penetapan fungsi perumahan pada kawasan mantap yang tersebar pada

(1) Pengembangan fasilitas pendidikan diutamakan untuk fasilitas pendidikan yang masih kurang dan
diperlukan penambahan lahan dan bangunan fasilitas pendidikan;

lokasi Kelurahan Grogol Utara dan Kelurahan Pondok Pinang; Pemenuhan kebutuhan perumahan direncanakan menyebar di setiap

(2) Pengembangan fasilitas pendidikan di Kecamatan Kebayoran lama diarahkan untuk tingkat pendidikan
dasar (TK, SD dan Perpustakaan); (3) Peningkatan kualitas sarana dan prasarana fasilitas pendidikan.

c. d.
e. f.

Pengembangan kawasan permukiman berkepadatan sedang diarahkan

dengan persiapan dengan pembangunan kawasan permukiman berskala besar pada lahan kosong Pengembangan kawasan permukiman berkepadatan tinggi direncanakan Penyediaan fasilitas umum di kawasan-kawasan perumahan horisontal; Pengembangan kawasan perumahan KDB rendah di sekitar jalur sungai

melalui cara program dan perbaikan dan peningkatan kualitas lingkungan. Fasilitas Kesehatan Pasal 872

pesanggrahan yang terletak di Kelurahan Petukangan Selatan;

g.
h. i.

Pembangunan rumah susun sederhana pada permukiman kumuh dilokasi Pembangunan kawasan perumahan vertikal yang menjamin tersedianya Penyediaan fasilitas umum di kawasan-kawasan perumahan vertikal; Bagian Keenam Penetapan Pengembangan Kawasan Strategis Wilayah Kecamatan Kebayoran Lama Pasal 869

Kelurahan Grogol Utara, Grogol Selatan dan Pondok Pinang; kawasan hijau yang berfungsi resapan, sosial dan estetika;

(1) Pengembangan fasilitas kesehatan diperlukan penambahan yang disesuaikan dengan jumlah kebutuhan
yang direncanakan;

(2) Pengembangan fasilitas kesehatan berupa penambahan jumlah fasilitas kesehatan yang terdiri dari balai
pengobatan, rumah bersalin, puskesmas, dan apotik; (3) Peningkatan kualitas sarana dan prasarana fasilitas kesehatan. Fasilitas Peribadatan Pasal 873

(1) Pengembangan kawasan strategis di tingkat Kecamatan Kebayoran Lama diarahkan pada bagian wilayah
kecamatan yang memiliki peranan dan fungsi strategis bagi pengembangan kegiatan ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan kota;

(1) Pengembangan fasilitas peribadatan disesuaikan dengan jumlah kebutuhan yang direncanakan;
(2) Peningkatan kualitas sarana dan prasarana fasilitas peribadatan. Fasilitas Olahraga Pasal 874 Peningkatan kualitas sarana dan prasarana fasilitas olahraga, berupa tempat bermain, lapangan olahraga, kolam renang, taman dan lapangan serba guna.

(2) Pengembangan kawasan strategis kota administrasi Jakarta Selatan sebagaimana dimaksud ayat (1)
diarahkan yaitu pengembangan Kawasan Kebayoran Lama dan Kawasan Cipulir sebagai pusat perdagangan dan jasa, dan pertumbuhan ekonomi prospektif.

Fasilitas Pengendalian Bencana Pasal 875 Pengembangan prasarana pengendalian drainase di Kecamatan Kebayoran lama, meliputi a. Perbaikan daerah sempadan sungai melalui penghijauan. b. Peningkatan kapasitas danau dan sungai. c. Perbaikan saluran air yang tertutup perkerasan serta membuat saluran air baru pada lokasi-lokasi yang belum memiliki saluran air.

Bagian Kesatu Umum Pasal 878 Rencana Rinci Tata Ruang Wilayah Kecamatan Kebayoran Baru meliputi: a. Tujuan, Kebijakan, dan Strategi Penataan Ruang Wilayah Kecamatan Kebayoran Baru; Rencana Struktur Ruang Kecamatan Kebayoran Baru; Rencana Pola Ruang Kecamatan Kebayoran Baru; Penetapan Kawasan Strategis Wilayah Kecamatan Kebayoran Baru; Arahan Pemanfaatan Ruang Wilayah Kecamatan Kebayoran Baru; dan Arahan Pengendalian Pemanfaatan Ruang Wilayah Kecamatan Kebayoran Baru

b. c. d. e.
Bagian Kedelapan Arahan Intensitas Pemanfaatan Ruang Pasal 876

d. Sebaran distribusi sarana dan prasana kebakaran pada setiap kelurahan.


e. Perbaikan lingkungan berupa pelebaran jalan lingkungan sehingga mempermudah evakuasi ketika terjadi kebakaran.

f.

(2) Arahan rencana intensitas pemanfaatan ruang Kecamatan Kebayoran lama, meliputi :
d. Wisma ditetapkan nilai KDB daerah yang terbangun sebesar 50% dengan ketinggian lantai maksimal yaitu 2 (dua) lantai; e. Wisma Susun Taman ditetapkan nilai KDB daerah yang terbangun sebesar 20% dengan ketinggian lantai maksimal yaitu 15 (limabelas) lantai. Bagian Kesembilan Arahan Pemanfaatan Ruang Kecamatan Kebayoran Lama Pasal 877 Bagian Kedua Tujuan, Kebijakan dan Strategi Penataan Ruang Wilayah Kecamatan Kebayoran Baru Paragraf 1 Tujuan Penataan Ruang Wilayah Kecamatan Kebayoran Baru Pasal 879 Untuk mewujudkan tujuan penataan ruang wilayah Kecamatan Kebayoran Baru, maka tujuan pengembangan Tata Ruang Wilayah Kecamatan Kebayoran Baru adalah: a. Terselenggaranya pengaturan pemanfaatan ruang kawasan lindung dan kawasan budi daya. b. Terwujudnya keterpaduan, keterikatan dan keseimbangan antar wilayah kecamatan serta keserasian antar sektor. c. Tercapainya pemanfaatan ruang yang berkualitas untuk :

(1) Arahan pemanfaatan ruang wilayah kecamatan Kebayoran Lama dilaksanakan berdasarkan arahan
pemanfaatan ruang wilayah provinsi DKI Jakarta, meliputi : a. penyusunan program utama; b. penentuan lokasi; c. sumber pendanaan; d. instansi pelaksana; dan e. waktu pelaksanaannya.

(2) Arahan pemanfaatan ruang wilayah kecamatan Kebayoran Lama, sebagaimana yang dimaksud pasal 877
ayat 1, dapat dilihat dalam Lampiran Peraturan Daerah Ini.

Mewujudkan kehidupan masyarakat Kecamatan Kebayoran Baru yang sejahtera lahir dan batin Mewujudkan keterpaduan dalam penggunaan sumberdaya alam Meningkatkan pemanfaatan sumberdaya alam dan sumberdaya buatan secara berdaya-guna, Mewujudkan perlindungan fungsi ruang dan mencegah serta menanggulangi dampak negatif

berhasil-guna dan tepat-guna untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia BAB XXXII RENCANA RINCI TATA RUANG WILAYAH KECAMATAN KEBAYORAN BARU terhadap lingkungan

Mewujudkan keseimbangan kepentingan kesejahteraan dan keamanan

g.

Pengelolaan sampah dengan menyediakan container dan dipo-dipo sampah Sektor Air Minum dan Sumber Air Bersih Penambahan jaringan pelayanan air bersih / air minum PAM melalui pengembangan jaringan induk baru dan jaringan distribusi serta hidran umum. Mengurangi penggunaan air yang melampaui batas. Sektor Utilitas Umum Penambahan gardu-gardu listrik dan penambahan/peningkatan jaringan pelayanan listrik serta Penambahan telepon umum pada lokasi-lokasi strategis. Koordinasi terpadu antara PLN, Telkom dan Pemda DKI Jakarta dalam perencanaan dan Sektor Ruang Terbuka Hijau Melaksanakan dan mencadangkan serta mengamankan ruang terbuka hijau sepanjang kali dan Mengadakan penghijauan maksimum pada pekarangan-pekarangan individu melalui program Mengadakan penghijauan maksimum pada ROW (lebar badan jalan) arteri dan kolektor. memanfaatkannya untuk taman dan hortikultura yang dapat dinikmati masyarakat. penyuluhan pembinaan. lampu-lampu penerangan jalan.

d. Tersusunnya arahan lokasi investasi yang akan dilaksanakan pemerintah dan masyarakat. e. Tersusunnya arahan pelaksanaan pemanfaatan ruang dan merupakan dasar dalam mengeluarkan perijinan lokasi pembangunan. Paragraf 2 Kebijakan dan Strategi Penataan Ruang Wilayah Kecamatan Kebayoran Baru Pasal 880 (1) Kebijakan Kawasan Lindung Kecamatan Kebayoran Baru, (2) Kebijakan Kawasan Budidaya Kecamatan Kebayoran Baru, a.

h.

pelaksanaan pengadaan instalasi listrik, telepon dan gas. i.

Sektor Perumahan Penggunaan perumahan lebih diarahkan kepada resettlement daerah-daerah hunian yang akan Pembangunan perumahan untuk masa mendatang dibatasi. Keberlanjutan program perbaikan lingkungan Sektor Perdagangan dan Jasa Pembatasan sistem ribbon, kecuali yang mengalami peningkatan fungsi dan kualitas dengan memperhatikan kelancaran arus lalu lintas dan penyediaan tempat parkir. Mengutamakan Pengembangan sentra-sentra Peremajaan pasar harus memperhatikan kepentingan pedagang lama dan ekonomi lemah. Sektor Transportasi Peningkatan kapasitas jalan di beberapa ruas jalan melalui program pelebaran jalan. Pengembangan jaringan jalan baru lebih diutamakan pada bagian utara dan selatan BWK KecamatanKebayoran Baru. Sektor Fasilitas Umum dan Fasilitas Sosial Pencadangan lahan untuk pembangunan fasilitas umum harus dilakukan sedini mungkin. Mendorong pihak swasta untuk berperan serta dalam pembangunan fasilitas umum. Pembangunan baru untuk memenuhi jumlah kebutuhan dan pencapaian target sesuai standar kecamatan. tergusur akibat pengembangan kegiatan lain,

b.

c.

Pasal 881

Strategi penataan ruang Kecamatan Kebayoran Baru, adalah: a. sudah berkembang. b. c. d. e. penduduk. Bagian Ketiga Persebaran Penduduk Wilayah Kecamatan Kebayoran Baru Pasal 882 Memperbaiki dan merencanakan kawasan-kawasan yang cenderung Mempertahankan RTH yang sudah ada dan mengembalikan fungsi RTH Merealisasikan pembangunan sarana dan prasarana yang mampu Merealisasikan pembangunan jalan lingkungan di dalam lingkungan yang kumuh dengan membangun rumah susun beserta fasilitas-fasilitasnya. khususnya di bantaran sungai, pinggiran Jalan Rel kereta api yang dijadikan permukiman kumuh. meningkatkankapasitas perdagangan dan jasa . telah berkembang guna menyediakan ruang perumahan kota yang dapat menampung perkembangan Meningkatkan peran dan fungsi serta menata pusat-pusat kegiatan yang

d.

e.
f.

Sektor Drainase dan Pengendalian Banjir Melaksanakan normalisasi kali dan penambahan saluran mikro dan meningkatkan sistem makro drainase yang ada. Melaksanakan kegiatan vegetasi secara serentak. Sektor Sanitasi dan Sampah Pengadaan septick tank kelompok pada lokasi-lokasi perumahan yang dihuni oleh penduduk yang berpenghasilan rendah. Sistem perencanaan yang dipakai yaitu perencanaan yang diintegrasikan terhadap sistem sewerage.

Meningkatkan kondisi MCK yang ada serta pengadaan baru sesuai kebutuhan lingkungan perumahan padat.

Jumlah penduduk di Kecamatan Kebayoran Baru sampai pada tahun 2030 dibatasi sebanyak-banyaknya 286.536 Jiwa. Bagian Keempat Rencana Struktur Ruang Wilayah Kecamatan Kebayoran Baru Umum Pasal 883 (1) Rencana struktur ruang wilayah provinsi dijabarkan kedalam struktur ruang wilayah Kecamatan Kebayoran Baru, yang meliputi sistem pusat kegiatan dan sistem prasarana wilayah; (2) Rencana pengembangan sistem pusat kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diwujudkan berdasarkan : a. b. c. d. a. b. c. d. e. f. g. sistem pusat kegiatan primer; sistem pusat sekunder; sistem pusat kegiatan tersier; dan sitem pusat kegiatan sub tersier prasarana transportasi, prasarana sumber daya air bersih, prasarana pengendalian drainase, prasarana sanitasi limbah, prasarana persampahan, prasarana energi listrik, dan prasarana telekomunikasi. Sistem Pusat Kegiatan Wilayah Kecamatan Kebayoran Baru Pasal 884 (1) Rencana pengembangan pusat-pusat kegiatan Kecamatan Kebayoran Baru diwujudkan dalam bentuk Sistem Pusat Kegiatan Primer, Sekunder dan Tersier; (2) Rencana pengembangan Sistem Pusat Kegiatan Primer Kecamatan Kebayoran Baru sebagaimana dimaksud pada Pasal 6 ayat (2) huruf a, terdapat pada lokasi CBD Sudirman dan Kawasan Blok M; (3) Rencana pengembangan Sistem Pusat Kegiatan Sekunder Kecamatan Kebayoran Baru sebagaimana dimaksud pada Pasal 6 ayat (2) huruf b, terdapat pada lokasi Pusat Belanja Kebayoran Baru, Pasar Mayestik, Pasar Taman Puring, Rukan Wijaya Graha Puri, Darmawangsa Square, ITC Fatmawati, Ruko Pondok Indah; (4) Rencana pengembangan Sistem Pusat Kegiatan Tersier Kecamatan Kebayoran Baru sebagaimana dimaksud pada Pasal 6 ayat (3) huruf c, terdapat pada lokasi Kawasan perdagangan sepanjang Jl. Haji Nawi, Pertokoan Barito Plaza dan Pasar Gandaria Utara;

(5) Rencana pengembangan Sistem Pusat Kegiatan Primer, Pusat Kegiatan Sekunder dan Pusat Kegiatan
Tersier di wilayah Kecamatan Kebayoran Baru sebagaimana dimaksud pada ayat (1), tercantum pada Lampiran Gambar 4.11 Peraturan Daerah ini. Sistem Prasarana Wilayah Kecamatan Kebayoran Baru Pasal 885 Sistem prasarana meliputi prasarana transportasi, prasarana sumber daya air bersih, prasarana pengendalian drainase, prasarana sanitasi limbah, prasarana persampahan, telekomunikasi. Prasarana Transportasi Wilayah Kecamatan Kebayoran Baru Pasal 886 prasarana energi listrik, dan prasarana

(1) Rencana pengembangan prasarana transportasi di Kecamatan Kebayoran Baru, meliputi jaringan jalan
arteri dan kolektor;

(2) Rencana peningkatan jalan arteri sebagaimana di maksud pada ayat (1) meliputi; perbaikan dan
pelebaran Jl. Fatmawati Raya;

(3) Rencana sistem prasarana wilayah sebagaimana dimaksud ayat (1) meliputi

(3) Rencana peningkatan jalan kolektor Kecamatan Kebayoran Baru sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
meliputi pelebaran dan perbaikan Jl. Haji Nawi Raya. Prasarana Sumber Daya Air Bersih Wilayah Kecamatan Kebayoran Baru Pasal 887 Pengembangan Prasarana sumber daya air bersih di wilayah Kecamatan Kebayoran Baru meliputi : a. Perluasan jaringan pelayanan air bersih dan penyediaan hidran umum pada lokasi yang belum terlayani air bersih terutama permukiman padat penduduk; b. Pembatasan pengambilan air tanah dangkal di kawasan permukiman secara bertahap; c. Pelarangan pengambilan air tanah dalam terutama di zona kritis air tanah; d. Perluasan kawasan resapan air melalui penambahan ruang terbuka hijau;

e. Pencegahan peresapan air limbah ke dalam tanah dan pencemaran sumber-sumber air; f. Pengembangan pemenuhan kebutuhan air bersih pada tahun 2030 adalah sebesar 50.143.840
liter/hari. Prasarana Pengendalian Drainase Pasal 888 Pengembangan prasarana pengendalian drainase di Kecamatan Kebayoran Baru, meliputi : a. Melaksanakan normalisasi sepanjang aliran sungai dan mengamankan sungai dari kegiatan yang dapat menggangu fungsinya (Pengamanan terhadap bangunan liar dan pembuangan sampah)

b. Penataan kembali (GSS) garis sempadan sungai sejalan dengan penataan sungai menurut fungsinya yaitu sebagai pengendali banjir, drainase dan penggelontor c. Pengerukan sampah di sepanjang yang bisa menimbulkan banjir

f.

Menambah jaringan listrik hingga dapat melayani wilayah yang pada kondisi eksisting 2008 belum

terlayani listrik Prasarana Telekomunikasi

Prasarana Sanitasi Limbah Wilayah Kecamatan Kebayoran Baru Pasal 889

Pasal 892 Pengembangan prasarana Telekomunikasi dan informatika di Kecamatan Kebayoran Baru, meliputi:

Pengembangan prasarana sanitasi di Kecamatan Kebayoran Baru, meliputi: a. Pengembangan sistem pembuangan air limbah secara sistem on-site b. Peningkatan pelayanan pipa pembuangan air limbah disetiap kelurahan-kelurahan yang padat penduduk

a. b. c.

Pengembangan sistem pelayanan telekomunikasi melalui penerapan teknologi telekomunikasi Pembangunan jaringan telekomunikasi baru pada kawasan pemukiman padat, dengan tujuan Menciptakan jaringan telekomunikasi yang aman dan menjaga struktur lingkungan kota di

yang memadai untuk memfasilitasi masyarakat dalam melakukan aktifitas bersosial.

Prasarana Persampahan Wilayah Kecamatan Kebayoran Baru Pasal 890

Kecamatan Kebayoran Baru. Bagian Kelima

Pengembangan prasarana persampahan di wilayah Kecamatan Kebayoran Baru, meliputi:

Rencana Pola Ruang Wilayah Kecamatan Kebayoran Baru Umum Pasal 893 (1) Rencana pola ruang Kecamatan Kebayoran Baru, terdiri atas: a. b. Peruntukan ruang untuk fungsi lindung / kawasan lindung, dan Peruntukan ruang untuk fungsi budidaya /kawasan budidaya.

a.

Program pemilahan sampah sebelum dibuang ke LPS ( Lokasi pembuangan sampah ) melalui pemilahan sampah organik (basah) dan non-organik (kering) akan memudahkan proses pembuatan kompos sebelum dibakar di dalam insinerator

b. c. d. e. f.

Pengembangan prasarana sampah bahan berbahaya dan beracun (B3) dan dilakukan dengan teknologi tepat guna Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah dengan penerapan konsep 3R (reduced, reused, recycling) Meningkatkan mutu, kapasitas dan jumlah armada sampah yang dapat masuk kelingkungan yang padat penduduk Mencegah dan menindak tegas pembuangan sampah ke sungai, saluran. Caranya dengan mencegah tumbuhnya perumahan liar,bedeng di sepanjang tepi sungai Prasarana Energi Listrik Pasal 891 (2) Rencana pengembangan kawasan lindung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, meliputi : a. b. a. Kawasan resapan air; Kawasan sempadan sungai dan kanal; Ruang terbuka hijau lainnya; Kawasan perkantoran; Kawasan perdagangan; Kawasan Permukiman.

(3) Rencana pengembangan kawasan budidaya, sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, meliputi: b. c. d.

Pengembangan prasarana energi di wilayah Kecamatan Kebayoran Baru, meliputi: a. b. c. d. e. Memperbaiki jaringan listrik yang ada Meningkatkan daya transmisi yang sudah ada Mencegah kebocoran atau kebakaran listrik dengan mendistribusikan kabel-kabel PLN dengan Menempatkan gardu-gardu listrik secara terpadu dengan sektor lain, serta mempertimbangkan

(4)

Rencana pola ruang wilayah Kecamatan Kebayoran Baru sebagaimana dimaksud pada ayat (1), tercantum dalam Lampiran Gambar 4.12 Peraturan Daerah ini. Paragraf 3 Peruntukan Ruang untuk Fungsi Lindung (Kawasan Lindung)

kabel isolasi segi estetika lingkungan Menempatkan jaringan listrik sesuai dengan jaringan jalan dan untuk keamanan pembangunan jalan baru sebaiknya ditempatkan di bawah tanah

Kawasan Resapan Air Pasal 894 (1) Penanaman dan pemeliharaan pohon dan tanaman pada lahan pemakaman yang berfungsi sebagai peneduh dan membantu peresapan air; (2) Pembangunan sumur resapan pada kawasan permukiman dan kawasan terbangun lainnya; (3) Perluasan kawasan resapan air melalui penambahan ruang terbuka hijau. Kawasan Sempadan Sungai dan Kanal Pasal 895

c. d. lebih nyaman; e. f.

Pengembangan perdagangan secara terpadu dengan pola sentra yang Pengembangan program perbaikan lingkungan pada kawasan yang

fungsinya terdiri dari perkantoran, perdagangan dan jasa; terbangun dengan penyediaan dan / atau penambahan fasilitas penunjangnya beserta penghijauan yang Pengembagan fasilitas parkir dan jalur pedestrian di kawasan

perdagangan yang padat aktivitas; Pembatasan kegiatan perdagangan. Kawasan Permukiman Pasal 898

(1) Pembangunan dan pemeliharaan jalur hijau di sempadan sungai dan kanal;
(2) Pembangunan jalan inspeksi pada sungai-sungai utama untuk mengarahkan orientasi pembangunan fisik; (3) Peningkatan kapasitas sungai, kanal, saluran penghubung, dan saluran lingkungan melalui pengerukan; Penataan kawasan permukiman, meliputi :

a. b.
c.

Mempertahankan pelestarian kawasan perumahan; Penetapan fungsi perumahan pada kawasan mantap; Penyediaan fasilitas umum di kawasan-kawasan perumahan horisontal;

(4) Pembangunan fisik diarahkan menghadap sungai (river front development) untuk menjaga kapasitas
aliran sungai dan kanal. Paragraf 4 Peruntukan Ruang Untuk Fungsi Budidaya (Kawasan Budidaya) Wilayah Kecamatan Kebayoran Baru Kawasan Ruang Terbuka Hijau Pasal 896 Pengembangan kawasan terbuka hijau lainnya, meliputi: a. perumahan; Pengembangan ruang terbuka hijau diarahkan berupa jalur hijau tepi sungai, jalur hijau tepi jalan, pemakaman umum, lahan milik pemerintah dan sekitar taman lingkungan

Bagian Keenam Penetapan Pengembangan Kawasan Strategis Wilayah Kecamatan Kebayoran Baru Pasal 899

(1) Pengembangan kawasan strategis di tingkat Kecamatan Kebayoran Baru diarahkan pada bagian wilayah
kecamatan yang memiliki peranan dan fungsi strategis bagi pengembangan kegiatan ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan kota;

(2) Pengembangan kawasan strategis kota administrasi Jakarta Barat sebagaimana dimaksud ayat (1)
diarahkan yaitu pengembangan Kawasan Blok M dan Kawasan Mayestik sebagai pusat perdagangan dan jasa, dan pertumbuhan ekonomi prospektif.

b.
c.

Pengembangan jalur hijau diarahkan sepanjang Kali Krukut Peruntukan lahan pada kawasan terbuka hijau publik tidak dapat diubah; Kawasan Perdagangan Pasal 897 Pengembangan fasilitas umum dan sosial sebagai upaya penanganan pemenuhan kebutuhan penduduk Bagian Ketujuh Pengembangan Fasilitas Umum dan Sosial Pasal 900

Pengembangan kawasan perdagangan, meliputi : a. b. Mengembangkan kawasan multifungsi bertaraf internasional secara Membatasi pengembangan perkantoran, perdagangan, dan jasa sepanang terpadu di kawasan ekonomi prospektif kawasan Niaga terpadu Sudirman;

Kecamatan Kebayoran Baru yang terdiri dari fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, fasilitas peribadatan dan fasilitas pengendalian bencana. Fasilitas Pendidikan Pasal 901

alan arteri di luar kawasan ekonomi prospektif;

(1) Pengembangan fasilitas pendidikan diutamakan untuk fasilitas pendidikan yang masih kurang dan
diperlukan penambahan lahan dan bangunan fasilitas pendidikan;

e. Perbaikan lingkungan berupa pelebaran jalan lingkungan sehingga mempermudah evakuasi ketika terjadi kebakaran. Bagian Kedelapan Arahan Intensitas Pemanfaatan Ruang Pasal 906

(2) Pengembangan fasilitas pendidikan di Kecamatan Kebayoran Baru diarahkan untuk tingkat pendidikan
dasar (TK dan SD); (3) Peningkatan kualitas sarana dan prasarana fasilitas pendidikan. Fasilitas Kesehatan Pasal 902 Arahan rencana intensitas pemanfaatan ruang Kecamatan Kebayoran Baru, meliputi : a. Wisma ditetapkan nilai KDB daerah yang terbangun sebesar 50% dengan ketinggian lantai Wisma Susun Taman ditetapkan nilai KDB daerah yang terbangun sebesar 20% dengan maksimal yaitu 2 (dua) lantai; b. ketinggian lantai maksimal yaitu 15 (limabelas) lantai. Bagian Kesembilan Arahan Pemanfaatan Ruang Kota Administrasi Jakarta Selatan Pasal 907

(1) Pengembangan fasilitas kesehatan diperlukan penambahan yang disesuaikan dengan jumlah kebutuhan
yang direncanakan;

(2) Pengembangan fasilitas kesehatan berupa penambahan jumlah fasilitas kesehatan yang terdiri dari balai
pengobatan, BKIA dan rumah bersalin; (3) Peningkatan kualitas sarana dan prasarana fasilitas kesehatan. Fasilitas Peribadatan Pasal 903

(1) Arahan pemanfaatan ruang wilayah kecamatan Kebayoran Baru dilaksanakan berdasarkan arahan
pemanfaatan ruang wilayah provinsi DKI Jakarta, meliputi : a. penyusunan program utama; b. penentuan lokasi; c. sumber pendanaan; d. instansi pelaksana; dan e. waktu pelaksanaannya.

(1) Pengembangan fasilitas peribadatan disesuaikan dengan jumlah kebutuhan yang direncanakan;
(2) Peningkatan kualitas sarana dan prasarana fasilitas peribadatan. Fasilitas Olahraga Pasal 904 Peningkatan kualitas sarana dan prasarana fasilitas olahraga, berupa tempat bermain, lapangan olahraga, kolam renang, taman, gedung olahraga dan lapangan serba guna.

(2) Arahan pemanfaatan ruang wilayah kota administrasi Jakarta Selatan, sebagaimana yang dimaksud pasal
907 ayat 1, dapat dilihat dalam Lampiran Peraturan Daerah Ini.

Fasilitas Pengendalian Bencana Pasal 905 Pengembangan prasarana pengendalian drainase di Kecamatan Kebayoran Baru, meliputi a. Perbaikan daerah sempadan sungai melalui penghijauan. b. Peningkatan kapasitas danau dan sungai. c. Perbaikan saluran air yang tertutup perkerasan serta membuat saluran air baru pada lokasi-lokasi yang belum memiliki saluran air. BAB XXXIII RENCANA RINCI TATA RUANG WILAYAH KECAMATAN MAMPANG PRAPATAN Bagian Kesatu Umum Pasal 1 Rencana Rinci Tata Ruang Wilayah Kecamatan Mampang Prapatan meliputi:

d. Sebaran distribusi sarana dan prasana kebakaran pada setiap kelurahan.

g. Mampang Prapatan;

Tujuan, Kebijakan, dan Strategi Penataan Ruang Wilayah Kecamatan

(1) Kebijakan Kawasan Lindung Kecamatan Mampang Prapatan, (2) Kebijakan Kawasan Budidaya Kecamatan Mampang Prapatan,
a. Sektor Perumahan Penerapan penggunaan campuran dalam rangka mengintesifkan penggunaan lahan dan Program perbaikan lingkungan dan permajaan lingkungan pada kawasan kumuh Pembangunan rumah susun sederhana untuk memenuhi kebutuhan perumahan Sektor Perdagangan dan Jasa c. d. e. Pembatasan sistem ribbon, kecuali yang mengalami peningkatan fungsi dan kualitas dengan Pengembangan sentra sentra lokal dilakukan untuk mengurangi kemacetan lalu lintas Program perbaikan lingkungan dan peremajaan lingkungan pada wilayah yang cukup padat. Sektor Industri Kegiatan industri dibatasi pada kegiatan industri skala kecil (home industry); Sektor Transportasi Pengembangan jaringan jalan kolektor pada setiap kelurahan dengan memperhatikan kualitas Sektor Fasilitas Umum dan Fasilitas Sosial Pengembangan dan peningkatan fasilitas umum, baik kuantitas maupun kualitas Pengembangan fasilitas umum dan fasilitas sosial secara vertikal. Sektor Drainase dan Pengendalian Banjir g. Normalisasi sungai dan saluran drainase Pembangunan dan peremajaan drainase ke dalam sistem pengendalian banjir Sektor Air Minum dan Sumber Air Bersih Peningkatan kualitas jaringan pipa pipa induk dan distribusi air bersih Pembatasan penggunaan air tanah Penambahan hydrant umum dan kapasitas memperhatikan kelancaran arus lalu lintas dan penyediaan tempat parkir bangunan, baik secara vertikal maupun horisontal

h. i. j.
Mampang Prapatan

Rencana Struktur Ruang Kecamatan Mampang Prapatan; Rencana Pola Ruang Kecamatan Mampang Prapatan; dan Arahan Pengendalian Pemanfaatan Ruang Wilayah Kecamatan

Bagian Kedua Tujuan, Kebijakan dan Strategi Penataan Ruang Wilayah Kecamatan Mampang Prapatan Paragraf 1 Tujuan Penataan Ruang Wilayah Kecamatan Mampang Prapatan Pasal 908 Untuk mewujudkan tujuan penataan ruang wilayah Kecamatan Mampang Prapatan, maka tujuan pengembangan Tata Ruang Wilayah Kecamatan Mampang Prapatan adalah: a. Terselenggaranya pengaturan pemanfaatan ruang kawasan lindung dan kawasan budi daya.

b.

b. Terwujudnya keterpaduan, keterikatan, dan keseimbangan antar wilayah kecamatan serta keserasian
antar sektor. c. Terwujudnya rencana tata ruang mempertimbangkan aspek optimalisasi pemanfaatan ruang yang ada, serta memperhatikan kemungkinan-kemungkinan pemanfaatan ruang bawah tanah pada bagian-bagian tertentu di wilayah Kecamatan Mampang Prapatan. d. Tercapainya pemanfaatan ruang yang berkualitas untuk : Terwujudnya kehidupan masyarakat Kecamatan Mampang Prapatan yang sejahtera lahir dan batin Terwujudnya keterpaduan dalam penggunaan sumber daya alam Terwujudnya pemanfaatan sumber daya alam dan sumber daya buatan secara berdaya-guna, berhasilguna dan tepat-guna untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia f. Terwujudnya perlindungan fungsi ruang dan mencegah serta menanggulangi dampak negatif terhadap lingkungan Terwujudnya keseimbangan kepentingan kesejahteraan dan keamanan Tersusunnya arahan pelaksanaan pemanfaatan ruang dan merupakan dasar dalam mengeluarkan e. Tersusunnya arahan lokasi investasi yang akan dilaksanakan pemerintah dan masyarakat. perijinan lokasi pembangunan. Paragraf 2 Kebijakan dan Strategi Penataan Ruang Wilayah Kecamatan Mampang Prapatan Pasal 909

f.

(3) Kebijakan Pengendalian Lingkungan Kecamatan Mampang Prapatan ;


a. b. Pemeliharaan lingkungan guna mempertahankan ekosistem dan kelestarian lingkungan alam. Pengendalian dan pengelolaan lingkungan hidup serta peraturan tentang adanya penetapan

AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan).

Pasal 910 Strategi penataan ruang Kecamatan Mampang Prapatan, adalah: a. Meningkatkan peran dan fungsi serta menata pusat-pusat kegiatan yang sudah berkembang.

b. c. sungai.

Memperbaiki dan merencanakan kawasan-kawasan yang cenderung kumuh dengan membangun Mempertahankan RTH yang sudah ada dan mengembalikan fungsi RTH khususnya di bantaran

Sistem Pusat Kegiatan Wilayah Kecamatan Mampang Prapatan Pasal 913

rumah susun beserta fasilitas-fasilitasnya.

(1) Rencana pengembangan pusat-pusat kegiatan Kecamatan Mampang Prapatan diwujudkan dalam bentuk
Merealisasikan pembangunan sarana dan prasarana yang mampu meningkatkan kapasitas Merealisasikan pembangunan jalan lingkungan di dalam lingkungan yang telah berkembang guna Sistem Pusat Kegiatan Tersier dan Sub Tersier;

d.
e.

perdagangan dan jasa . menyediakan ruang perumahan kota yang dapat menampung perkembangan penduduk. Bagian Ketiga Persebaran Penduduk Wilayah Kecamatan Mampang Prapatan Pasal 911 Jumlah penduduk di Kecamatan Mampang Prapatan sampai pada tahun 2030 dibatasi sebanyak-banyaknya 198,92 Jiwa. Bagian Keempat Struktur Ruang Wilayah Kecamatan Mampang Prapatan Umum Pasal 912

(2) Rencana pengembangan Sistem Pusat Kegiatan Tersier Kecamatan Mampang Prapatan sebagaimana
dimaksud pada Pasal 6 ayat (2) huruf c, terdapat pada Pasar Mampang; (3) Rencana Pengembangan Sistem Pusat Kegiatan Sub Tersier Kecamatan Mampang Prapatan sebagaimana dimaksud pada Pasal 6 ayat (2) huruf d, terdapat pada Kantor Kecamatan dan Kelurahan yang ada di Kecamatan Mampang Prapatan;

(4) Rencana pengembangan Sistem Pusat Kegiatan Tersier dan Sub Tersier di wilayah Kecamatan
Mampang Prapatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), tercantum pada Lampiran Gambar 4.13 Peraturan Daerah ini. Sistem Prasarana Wilayah Kecamatan Mampang Prapatan Pasal 914 Sistem prasarana meliputi prasarana transportasi, prasarana sumber daya air bersih, prasarana pengendalian drainase, prasarana sanitasi limbah, prasarana persampahan, telekomunikasi. Prasarana Transportasi Wilayah Kecamatan Mampang Prapatan prasarana energi listrik, dan prasarana

(1) Rencana struktur ruang wilayah provinsi dijabarkan kedalam struktur ruang wilayah Kecamatan Mampang Prapatan, yang meliputi sistem pusat kegiatan dan sistem prasarana wilayah; (2) Rencana pengembangan sistem pusat kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diwujudkan berdasarkan : a. b. c. d. sistem pusat kegiatan primer; sistem pusat sekunder sistem pusat kegiatan tersier; dan sistem pusat kegiatan sub tersier

Pasal 915

(1) Rencana pengembangan prasarana transportasi di Kecamatan Mampang Prapatan, meliputi jaringan
jalan arteri dan kolektor;

(2) Rencana peningkatan jalan arteri sebagaimana di maksud pada ayat (1) meliputi perbaikan ruas jalan
yang rusak, pelebaran Jl. Kapten Tendean, Jl. Warung Buncit, dan Jl. Gatot Subroto.

(3) Rencana peningkatan jalan kolektor Kecamatan Mampang Prapatan sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) meliputi perbaikan ruas jalan yang rusak, pelebaran Jl. Kemang (Ex Bangka Raya), Jl. Tegal Parang Selatan, dan Jl. Mampang 1-14.

(3) Rencana sistem prasarana wilayah sebagaimana dimaksud ayat (1) meliputi : a. prasarana transportasi, b. prasarana sumber daya air bersih, c. prasarana pengendalian drainase, d. prasarana sanitasi limbah, e. prasarana persampahan, f. prasarana energi listrik, dan

Prasarana Sumber Daya Air Bersih Wilayah Kecamatan Mampang Prapatan Pasal 916 Pengembangan Prasarana sumber daya air bersih di wilayah Kecamatan Mampang Prapatan meliputi : a. b. Perluasan jaringan pelayanan air bersih dan penyediaan hidran umum pada lokasi yang belum Pembatasan pengambilan air tanah dangkal di kawasan permukiman secara bertahap; terlayani air bersih terutama permukiman padat penduduk;

g. prasarana telekomunikasi.

c.

Pelarangan pengambilan air tanah dalam terutama di zona kritis air tanah; Pengidentifikasian dan pembangunan potensi air bersih dari sumur-sumur artesis; Peningkatan peran serta masyarakat dalam menjaga kualitas sungai.

f.

Penambahan jaringan listrik pada wilayah yang belum terlayani listrik

d.
e.

g. Pemenuhan kebutuhan listrik pada kawasan rumah susun. Prasarana Telekomunikasi

Prasarana Pengendalian Drainase Pasal 917

Pasal 921 Pengembangan prasarana Telekomunikasi dan informatika di Kecamatan Mampang Prapatan, meliputi:

Pengembangan prasarana pengendalian drainase di Kecamatan Mampang Prapatan, meliputi : a. b. c. d. Pengerukan dan pelebaran saluran air yang dilakukan secara rutin sebagai upaya pemecahan Pembuatan saluran baru pada setiap pembuatan jalan baru baik kolektor maupun lingkungan; Peningkatan/penataan saluran tersier pada kawasan permukiman padat; dan Pembukaan perkerasan yang menutupi jaringan drainase yang ada. Prasarana Sanitasi Limbah Wilayah Kecamatan Mampang Prapatan Pasal 918 Pengembangan prasarana sanitasi di Kecamatan Mampang Prapatan, meliputi penerapan pengelolaan limbah secara komunal pada kawasan perumahan baru dan kawasan perumahan susun Prasarana Persampahan Wilayah Kecamatan Mampang Prapatan Pasal 919 Pengembangan prasarana persampahan di wilayah Kecamatan Mampang Prapatan, meliputi: a. Pengembangan penggunaan teknologi pengolahan sampah di antaranya penggunaan incinerator yang ditempatkan pada kawasan perumahan padat di sisi bantaran sungai yang belum sepenuhnya terlayani b. Pengadaan lokasi penampungan sementara pada setiap kelurahan Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah, dengan penerapan konsep 3R (3) (2) permasalahan banjir dan genangan di wilayah Kecamatan Mampang Prapatan;

a. b. c.

Perencanaan jaringan telepon yang diselaraskan dengan jaringan jalan Penyebaran telepon umum yang diselaraskan dengan lokasi fasilitas umum Penggunaan kabel bawah tanah sehingga tidak ada pemakaian ruang Bagian Kelima Rencana Pola Ruang Wilayah Kecamatan Mampang Prapatan Umum Pasal 922

(1)

Rencana pola ruang Kecamatan Mampang Prapatan, terdiri atas: a. Peruntukan ruang untuk fungsi lindung / kawasan lindung, dan b. Peruntukan ruang untuk fungsi budidaya /kawasan budidaya. Rencana pengembangan kawasan lindung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, meliputi : a. b. a. b. c. d. Kawasan resapan air; Kawasan sempadan sungai dan kanal; Ruang terbuka hijau lainnya; Kawasan perkantoran; Kawasan perdagangan; Kawasan Permukiman. sebagaimana dimaksud pada ayat (1),

Rencana pengembangan kawasan budidaya, sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, meliputi:

c.

(4). Rencana pola ruang wilayah Kecamatan Mampang Prapatan tercantum dalam Lampiran Gambar 4.14 Peraturan Daerah ini.

(reused, reduced, dan recycling) Prasarana Energi Listrik Pasal 920

Peruntukan Ruang untuk Fungsi Lindung (Kawasan Lindung) Kawasan Resapan Air

Pengembangan prasarana energi di wilayah Kecamatan Mampang Prapatan, meliputi: a. Perbaikan jaringan listrik yang telah ada b. Peningkatan daya transmisi yang sudah ada c. Penindakan pencurian listrik d. Penempatan gardu-gardu listrik secara terpadu dengan mempertimbangkan estetika lingkungan

Pasal 923 (1) Penanaman dan pemeliharaan pohon dan tanaman pada lahan pemakaman yang berfungsi sebagai peneduh dan membantu peresapan air; (2) Perluasan kawasan resapan air melalui penambahan ruang terbuka hijau.

e. Pengembangan jaringan listrik mengikuti jaringan jalan

Kawasan Sempadan Sungai Pasal 924 (1) Pembangunan dan pemeliharaan jalur hijau di sempadan sungai; (2) Pembangunan jalan inspeksi pada sungai-sungai utama untuk mengarahkan orientasi pembangunan fisik; (3) Peningkatan kapasitas sungai, saluran penghubung, dan saluran lingkungan melalui pengerukan;

c. perdagangan d. permukiman

Penyediaan tempat parkir dan fasilitas pejalan kaki pada kawasan Pengurangan kawasan perdagangan yang berlokasi di dalam kawasan

Kawasan Permukiman Pasal 928 Penataan kawasan perumahan di Kecmatan Mampang Prapatan, meliputi :

(4) Pembangunan fisik diarahkan menghadap sungai (river front development) untuk menjaga kapasitas
aliran sungai. Peruntukan Ruang Untuk Fungsi Budidaya (Kawasan Budidaya) Wilayah Kecamatan Mampang Prapatan Kawasan Ruang Terbuka Hijau Pasal 925 Pengembangan kawasan terbuka hijau lainnya, meliputi: a. b. c. Penetapan ruang terbuka hijau sebesar 24,06 hektar. Pengembangan ruang tebuka hijau dalam bentuk jalur hijau dan hutan kota

a.
b. c. d. e.

Luas kawasan permukiman sebesar 436 hektar; Kawasan perumahan di Kecamatan Mampang Prapatan diarahkan ke Kelurahan Bangka, Pela Pembangunan permukiman susun sebagai pengganti permukiman kumuh; Perbaikan lingkungan sehingga tidak terdapat lagi perumahan yang memiliki jalan yang tidak jelas Pengembangan kawasan perumahan kepadatan rendah pada wilayah sebelah selatan

Mampang, Tegal Parang, Mampang Prapatan ;

polanya dan sempit; Kecamatan Mampang Prapatan Bagian Keenam Pengembangan Fasilitas Umum dan Sosial Pasal 929 Kawasan Perkantoran Pasal 926 Pengembangan kawasan perkantoran di Kecamatan Mampang Prapatan meliputi : Pengembangan fasilitas umum dan sosial sebagai upaya penanganan pemenuhan kebutuhan penduduk Kecamatan Mampang Prapatan yang terdiri dari fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, fasilitas peribadatan, fasilitas olah raga dan fasilitas pengendalian bencana. Fasilitas Pendidikan Pasal 930

di sepanjang Kali Mampang dan Kali Krukut; Peruntukan lahan pada kawasan terbuka hijau publik tidak dapat diubah;

f.
g.

Pengembangan kawasan perantoran diarahkan pada Kelurahan Kuningan Barat Penyediaan lahan parkir pada kawasan perkantoran sebagai upaya pengurangan penggunaan

badan jalan sebagai lahan parkir

(1) Pengembangan fasilitas pendidikan diutamakan untuk fasilitas pendidikan yang masih kurang dan
diperlukan penambahan lahan dan bangunan fasilitas pendidikan; Kawasan Perdagangan Pasal 927 Pengembangan kawasan perdagangan, meliputi : a. kecamatan b. Pengembangan kawasan perdagangan diarahkan di Jl. Kapten Tendean, (1) Penambahan fasilitas kesehatan yang disesuaikan dengan jumlah kebutuhan yang direncanakan; Jl. Raya Warung Buncit, dan di Jl. Bangka Raya; Pengembangan kawasan perdagangan dengan skala pelayanan tingkat Fasilitas Kesehatan Pasal 931

(2) Pengembangan fasilitas pendidikan di Kecamatan Mampang Prapatan diarahkan untuk tingkat pendidikan
dasar (TK, SD, dan SLTP); (3) Peningkatan kualitas sarana dan prasarana fasilitas pendidikan.

(2) Pengembangan fasilitas kesehatan berupa penambahan jumlah balai pengobatan dan puskesmas; dan

(3) Peningkatan kualitas sarana dan prasarana fasilitas kesehatan. Fasilitas Peribadatan Pasal 932 Pengembangan fasilitas peribadatan meliputi peningkatan kualitas sarana dan prasarana fasilitas peribadatan. Fasilitas Olahraga Pasal 933 (1) Penambahan jumlah sarana dan prasarana fasilitas olahraga, berupa tempat bermain, lapangan olah raga, lapangan bola, gedung olahraga, dan kolam renang; (2) Peningkatan kualitas sarana dan prasarana olah raga Fasilitas Pengendali Bencana Pasal 934

b. penentuan lokasi; c. sumber pendanaan; d. instansi pelaksana; dan e. waktu pelaksanaannya.

(2) Arahan pemanfaatan ruang wilayah kecamatan Mampang Prapatan, sebagaimana yang dimaksud pasal
936 ayat 1, dapat dilihat dalam Lampiran Peraturan Daerah Ini. BAB XXXIV RENCANA RINCI TATA RUANG WILAYAH KECAMATAN PANCORAN Bagian Kesatu Umum Pasal 937 Rencana Rinci Tata Ruang Wilayah Kecamatan Pancoran meliputi: a. Perbaikan daerah sempadan sungai melalui penghijauan. b. Peningkatan kapasitas danau dan sungai. c. Perbaikan saluran air yang tertutup perkerasan serta membuat saluran air baru pada lokasi-lokasi yang belum memiliki saluran air. d. Pendistribusian sarana dan prasana kebakaran pada setiap kelurahan. e. Perbaikan lingkungan berupa pelebaran jalan lingkungan sehingga mempermudah evakuasi ketika terjadi kebakaran. Bagian Ketujuh Intensitas Pemanfaatan Ruang Wilayah Kecamatan Mampang Prapatan Pasal 935 Arahan rencana intensitas pemanfaatan ruang Kecamatan Mampang Prapatan, meliputi : a. b. c. KDB 20 50 % dengan KLB 2 untuk kawasan perumahan kepadatan sedang dan tinggi KDB 20 % untuk kawasan perumahan kepadatan rendah KDB 50 % dengan KLB 2-24 untuk kawasan perdagangan dan perkantoran Bagian Kedelapan Arahan Pemanfaatan Ruang Wilayah Kecamatan Mampang Prapatan Pasal 936 Bagian Kedua Tujuan, Kebijakan dan Strategi Penataan Ruang Wilayah Kecamatan Pancoran Paragraf 1 Tujuan Penataan Ruang Wilayah Kecamatan Pancoran Pasal 938 Tujuan penataan tata ruang Wilayah Kecamatan Pancoran meliputi ; a. Strategi dan Kebijakan Penataan Ruang Wilayah Kecamatan Pancoran ; b. Struktur Ruang Kecamatan Pancoran; c. Pola Ruang Kecamatan Pancoran; d. Rencana Kawasan Strategis Wilayah Kecamatan Pancoran

a. b. c.

Pengaturan pemanfaatan ruang kawasan lindung dan kawasan budi daya. Pengaturan keterpaduan, keterikatan dan keseimbangan antar wilayah kecamatan serta

keserasian antar sektor. Pengaturan rencana tata ruang dengan mempertimbangkan aspek optimalisasi pemanfaatan

ruang yang ada, dengan memperhatikan kemungkinan-kemungkinan pemanfaatan ruang bawah tanah pada bagian-bagian tertentu di wilayah Kecamatan Pancoran.

d.

Pengaturan pemanfaatan ruang yang berkualitas untuk : Mewujudkan kehidupan masyarakat Kecamatan Pancoran yang sejahtera lahir dan batin Mewujudkan keterpaduan dalam penggunaan sumberdaya alam

(1) Arahan pemanfaatan ruang wilayah kecamatan Mampang Prapatan dilaksanakan berdasarkan arahan
pemanfaatan ruang wilayah provinsi DKI Jakarta, meliputi : a. penyusunan program utama;

Mewujudkan pemanfaatan sumberdaya alam dan sumberdaya buatan secara berdaya-guna, Mewujudkan perlindungan fungsi ruang dan mencegah serta menanggulangi dampak negatif

g. h. i.

Pengembangan septick tank kelompok pada lokasi-lokasi perumahan yang dihuni oleh penduduk Peningkatan kondisi MCK yang ada pada lingkungan perumahan padat. Pengelolaan sampah dengan menyediakan container dan dipo-dipo sampah sesuai kebutuhan. Sektor Banjir dan Drainase Pembangunan normalisasi kali Peningkatan sistem saluran drainase yang ada. Sektor Utilitas Umum Peningkatan jaringan pelayanan listrik dengan penambahan gardu-gardu listrik. Peningkatan lampu-lampu penerangan jalan. Penambahan telepon umum pada lokasi-lokasi strategis. Peningkatan pengadaan instalasi listrik, telepon dan gas dengan melakukan koordinasi terpadu Sektor Ruang Terbuka Hijau Peningkatan ruang terbuka hijau yang terletak di sepanjang kali. dan memanfaatkannya untuk Peningkatan ruang terbuka hijau maksimum pada ROW (lebar badan jalan) yang terletak di jalan

berhasil-guna dan tepat-guna untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia terhadap lingkungan Mewujudkan keseimbangan kepentingan kesejahteraan dan keamanan

yang berpenghasilan rendah. Dengan menggunakan teknologi sistem sewerage.

e. f.

Pengaturan arahan lokasi investasi yang akan dilaksanakan pemerintah dan masyarakat. Pengaturan arahan pelaksanaan pemanfaatan ruang dalam mengeluarkan perijinan lokasi

pembangunan. Paragraf 2 Kebijakan dan Strategi Penataan Ruang Wilayah Kecamatan Pancoran Pasal 939 (1) Kebijakan Kawasan Budidaya Kebijakan kawasan budidaya dibagi menjadi beberapa sektor, diantaranya yaitu a. Perumahan

antara PLN, Telkom dan Pemda DKI Jakarta.

taman dan hortikultura yang dapat dinikmati masyarakat. arteri dan jalan kolektor. (2) Kebijakan Kawasan Strategis (3) Kebijakan Pengendalian Lingkungan a. b. Pemeliharaan lingkungan guna mempertahankan ekosistem dan kelestarian lingkungan alam. Pengendalian dan pengelolaan lingkungan hidup serta peraturan tentang adanya penetapan


b.

Penggunaan perumahan lebih diarahkan kepada resettlement daerah-daerah hunian. Pembangunan perumahan untuk masa mendatang dibatasi. Program perbaikan lingkungan. Sektor Perdagangan dan Jasa Pengembangan sentra-sentra tetap diutamakan. Pengembangan ribbon dibatasi dan ditolerir hanya pada kelas jalan kolektor keatas dan memiliki Peremajaan pasar harus memperhatikan kepentingan pedagang lama dan ekonomi lemah. Sektor Transportasi

c.

AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan). Pasal 940 Strategi penataan ruang Kecamatan Pancoran, meliputi : a. Meningkatkan peran dan fungsi serta menata pusat-pusat kegiatan yang sudah berkembang. b. Memperbaiki dan merencanakan kawasan-kawasan yang cenderung kumuh dengan membangun rumah susun beserta fasilitas-fasilitasnya. c. Mempertahankan RTH yang sudah ada dan mengembalikan fungsi RTH khususnya di bantaran sungai, pinggiran Jalan Rel kereta api yang dijadikan permukiman kumuh. d. Merealisasikan pembangunan sarana dan prasarana yang mampu meningkatkankapasitas perdagangan dan jasa . e. Merealisasikan pembangunan jalan lingkungan di dalam lingkungan yang telah berkembang guna menyediakan ruang perumahan kota yang dapat menampung perkembangan penduduk.

penyediaan fasilitas parkir yang memadai.


d. e. f.

Peningkatan kapasitasnya melalui program pelebaran jalan. Pengembangan jaringan jalan baru lebih diutamakan pada bagian utara dan selatan BWK Sektor Fasilitas Umum Pengembangan partisipasi pihak swasta untuk berperan serta dalam pembangunan fasilitas Pembangunan baru untuk memenuhi jumlah kebutuhan dan pencapaian target sesuai standar Sektor Air Minum Penambahan jaringan pelayanan air bersih / air minum PAM melalui Pengembangan jaringan pelayanan air bersih Pengurangan penggunaan air bersih yang melampaui batas. Sektor Sanitasi dan Sampah

Kelurahan Pancoran Selatan .

umum. kecamatan.

Bagian Ketiga Persebaran Penduduk Wilayah Kecamatan Pancoran

Pasal 941 Kebijakan persebaran penduduk di Wilayah Kecamatan Pancoran pada tahun 2030 dibatasi sebanyak-banyaknya 499.446 Jiwa

(4)

Rencana pengembangan Sistem Pusat Kegiatan Tersier di wilayah Kecamatan Pancoran sebagaimana dimaksud pada ayat (2), huruf d, terdapat pada lokasi perdagangan Pasar Ikan Hias, Pusat jajanan Pancoran.

Bagian Keempat Struktur Ruang Wilayah Kecamatan Pancoran Umum Pasal 942 (1) Rencana struktur ruang wilayah provinsi dijabarkan kedalam struktur ruang wilayah Kecamatan Pancoran, yang meliputi sistem pusat kegiatan dan sistem prasarana wilayah; (2) Rencana pengembangan sistem pusat kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diwujudkan berdasarkan : a. b. c. sistem pusat kegiatan primer; sistem pusat sekunder; dan sistem pusat kegiatan tersier

Sistem Prasarana Wilayah Kecamatan Pancoran Pasal 944 Sistem prasarana meliputi prasarana transportasi, prasarana sumber daya air bersih, prasarana pengendalian drainase, prasarana sanitasi limbah, prasarana persampahan, telekomunikasi. Prasarana Transportasi Wilayah Kecamatan Pancoran Pasal 945 prasarana energi listrik, dan prasarana

(1) Rencana pengembangan prasarana transportasi di Kecamatan Pancoran, meliputi jaringan jalan; (2) Rencana pembangunan jalan Kolektor sebagaimana di maksud pada ayat (1) meliputi; Jl. Pancoran Timur
3, jalan di sepanjang kali mampang, Jl. Duren Tiga Selatan-Jl. Warung Jati Timur, Jl. Duren Tiga Selatan-Jl. Warung Jati Timur 5, Jl. Duren Tiga Jl. Duren Tiga Selatan, Jl. Pasar Minggu Raya Jl. Rawa Jati Timur. Prasarana Sumber Daya Air Bersih Wilayah Kecamatan Pancoran Pasal 946 Pengembangan Prasarana sumber daya air bersih di wilayah Kecamatan Pancoran meliputi : a. Perluasan jaringan pelayanan air bersih dan penyediaan hidran umum pada lokasi yang belum terlayani air bersih terutama permukiman padat penduduk; b. Pembatasan pengambilan air tanah dangkal di kawasan permukiman secara bertahap; c. Pelarangan pengambilan air tanah dalam terutama di zona kritis air tanah;

(3) Rencana sistem prasarana wilayah sebagaimana dimaksud ayat (1) meliputi a. prasarana transportasi, b. prasarana sumber daya air bersih, c. prasarana pengendalian drainase, d. prasarana sanitasi limbah, e. prasarana persampahan, f. prasarana energi listrik, dan g. prasarana telekomunikasi. Sistem Pusat Kegiatan Wilayah Kecamatan Pancoran Pasal 943 (1) (2) Rencana pengembangan pusat-pusat kegiatan Kecamatan Pancoran diwujudkan dalam bentuk Sistem Pusat Kegiatan Premier; Rencana pengembangan Sistem Pusat Kegiatan Premier Kecamatan Pancoran sebagaimana dimaksud pada Pasal 6 ayat (1) huruf c, terdapat pada lokasi Kantor Badan Penanaman Modal, Dept. Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Carefour, Graha Sucofindo. (3) Rencana pengembangan Sistem Pusat Kegiatan Sekunder di wilayah Kecamatan Pancoran sebagaimana dimaksud pada ayat (2), huruf c, terdapat pada lokasi perkantoran ICMi Centre, Graha Mampang.

d. Peningkatan peran serta masyarakat dalam menjaga kualitas sungai dan kanal. Prasarana Pengendalian Drainase Pasal 947 Pengembangan prasarana pengendalian drainase di Kecamatan Pancoran, meliputi : a. Normalisasi sepanjang aliran sungai dan mengamankan sungai dari kegiatan yang dapat menggangu fungsinya pada lokasi saluran Kali Cakung, Kali Buaran dan Kali Bekasi Tengah;

b. c. d.

Penataan kembali garis sempadan sungai (GSS) menurut fungsinya yaitu sebagai pengendali Peningkatan dan pengembangan fungsi situ-situ sebagai lokasi tempat penampungan air; Pengerukan sampah di sepanjang kali yang bisa menimbulkan banjir; Pengendalian penggunaan air tanah untuk mengurangi gejala penurunan tanah (Land

e. f.

Pengembangan Jaringan listrik mengikuti jaringan jalan; Pengamanan jaringan listrik pada kawasan perumahan padat. Prasarana Telekomunikasi Pasal 951

banjir, drainase dan penggelontor;

e.

Subsidence) yang berpotensi menimbulkan genangan. Pengembangan prasarana Telekomunikasi dan informatika di Kecamatan Pancoran, meliputi: a. b. c. Pengembangan prasarana sanitasi di Kecamatan Pancoran, meliputi: a. Pengembangan sistem pembuangan air limbah secara sistem on-site b. Peningkatan pelayanan pipa pembuangan air limbah disetiap kelurahan-kelurahan yang padat penduduk Prasarana Persampahan Wilayah Kecamatan Pancoran Pasal 949 Pengembangan prasarana persampahan di wilayah Kecamatan Pancoran, meliputi: Umum Pasal 952 (1) Rencana pola ruang Kecamatan Pancoran, terdiri atas: a. b. (2) Program pemilahan sampah sebelum dibuang ke LPS (Lokasi (3) a. b. a. b. c. d. Peruntukan ruang untuk fungsi lindung / kawasan lindung, dan Peruntukan ruang untuk fungsi budidaya /kawasan budidaya. Kawasan resapan air; Kawasan sempadan sungai dan kanal; Ruang terbuka hijau lainnya; Kawasan perkantoran; Kawasan perdagangan; Kawasan Permukiman. tercantum Bagian Kelima Rencana Pola Ruang Wilayah Kecamatan Pancoran Pengembangan sistem pelayanan telekomunikasi melalui penerapan teknologi telekomunikasi Pembangunan jaringan telekomunikasi baru pada kawasan pemukiman padat, dengan tujuan Pengembangan jaringan telekomunikasi yang aman dan menyesuaikan dengan estetika yang memadai; Prasarana Sanitasi Limbah Wilayah Kecamatan Pancoran Pasal 948 untuk memfasilitasi masyarakat dalam melakukan aktifitas bersosial; lingkungan

h.
i. kelurahan;

Pengembangan penggunaan teknologi pengolahan sampah dengan Pembangunan lokasi penampungan sampah (LPS) sementara pada setiap

menggunakan incinerator yang ditempatkan pada kawasan-kawasan tertentu;

Rencana pengembangan kawasan lindung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, meliputi :

j.

pembuangan sampah) melalui pemilahan sampah organik (basah) dan non-organik (kering) akan memudahkan proses pembuatan kompos sebelum dibakar di dalam incinerator; k. Pengembangan prasarana sampah bahan berbahaya dan beracun (B3) dengan penggunaan teknologi tepat guna;

Rencana pengembangan kawasan budidaya, sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, meliputi:

l.

Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah dengan

penerapan konsep 3R (reduced, reused, recycling); Prasarana Energi Listrik Pasal 950 Pengembangan prasarana energi di wilayah Kecamatan Pancoran, meliputi: a. b. c. d. Perbaikan jaringan listrik yang telah ada; Peningkatan daya transmisi yang sudah ada; Penindakan pencurian listrik; Penempatan gardu-gardu listrik secara terpadu dengan mempertimbangkan estetika lingkungan;

(4)

Rencana pola ruang wilayah Kecamatan Pancoran sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dalam Lampiran Gambar 4.16 Peraturan Daerah ini. Peruntukan Ruang untuk Fungsi Lindung (Kawasan Lindung) Kawasan Resapan Air Pasal 953

(1) Penanaman dan pemeliharaan pohon dan tanaman pada lahan pemakaman yang berfungsi sebagai peneduh dan membantu peresapan air; (2) Perluasan kawasan resapan air melalui penambahan ruang terbuka hijau. Kawasan Sempadan Sungai dan Kanal Pasal 954 (1) Pembangunan dan pemeliharaan jalur hijau di sempadan sungai dan kanal; (2) Pembangunan jalan inspeksi pada sungai-sungai utama untuk mengarahkan orientasi pembangunan fisik; (3) Peningkatan kapasitas sungai, kanal, saluran penghubung, dan saluran lingkungan melalui pengerukan;

c. lebih nyaman;

Pengembangan program perbaikan lingkungan pada kawasan yang

terbangun dengan penyediaan dan / atau penambahan fasilitas penunjangnya beserta penghijauan yang

d.

Pembatasan kegiatan perkantoran.

Kawasan Perdagangan Pasal 957 Pengembangan kawasan perdagangan, meliputi :

a.
muka bangunan; b.

Penataan kawasan perdagangan dengan KDB rendah di sepanjang Kali

(4) Pembangunan fisik diarahkan menghadap sungai (river front development) untuk menjaga kapasitas
aliran sungai dan kanal. Peruntukan Ruang Untuk Fungsi Budidaya (Kawasan Budidaya) Wilayah Kecamatan Pancoran Kawasan Ruang Terbuka Hijau Pasal 955 Pengembangan kawasan terbuka hijau lainnya, meliputi: a. perumahan; b. dan Kali Bekasi Tengah c. d. Penataan kawasan jalur hijau dan hutan kota seluas 15.65 Ha; Penataan kawasan hijau makam seluas 24.30 Ha; Penataan dan pemeliharaan taman seluas 12.91 Ha;dan Peruntukan lahan pada kawasan terbuka hijau publik tidak dapat diubah; Kawasan Perkantoran Pasal 956 Pengembangan kawasan perkantoran, meliputi : Pengembangan jalur hijau diarahkan sepanjang Kali Cakung, Kali Buaran Pengembangan ruang terbuka hijau diarahkan berupa jalur hijau tepi sungai, jalur hijau tepi jalan, pemakaman umum, lahan milik pemerintah dan sekitar taman lingkungan

Ciliwung dan Kali Baru Barat melalui program kali bersih (PROKASIH) dengan orientasi sungai sebagai Pengembangan perdagangan secara terpadu dengan pola sentra yang Pengembangan program perbaikan lingkungan pada kawasan yang

fungsinya terdiri dari perkantoran, perdagangan dan jasa; c. lebih nyaman; d. Pembatasan kegiatan perdagangan. Kawasan Permukiman Pasal 958 Penataan kawasan perumahan horisontal dan vertikal, meliputi : terbangun dengan penyediaan dan / atau penambahan fasilitas penunjangnya beserta penghijauan yang

a.

Perbaikan lingkungan pada daerah kumuh dengan mengembangkan ruang

terbuka hiijau yang berfungsi sosial, ekologis dan estetika terutama di kawasan sepanjang jalur Kali Ciliwung di Kelurahan Duren Tiga, dan Kelurahan Kalibata.

e.
f.

b.
c. d.

Pengembangan perbaikan lingkungan pada kawasan perumahan kumuh Penetapan fungsi perumahan pada kawasan mantap; Penyediaan fasilitas umum di kawasan-kawasan perumahan horisontal; Pengembangan kawasan perumahan KDB rendah di sekitar jalur Kali

ringan dan sedang terutama sekitar kawasan Kelurahan Kalibata dan Rawa Jati;

e.

Ciliwung yang terletak di Kelurahan Duren Tiga dan Kalibata, serta di sekitar jalur Kali Baru Barat yang terletak di Kelurahan Rawa Jati;

a.
muka bangunan; b.

Penataan kawasan perdagangan dengan KDB rendah di sepanjang Kali

f.
g. h.

Luas kawasan permukiman direncanakan sebesar 403.72 Ha; Pembangunan kawasan perumahan vertikal yang menjamin tersedianya Pengembangan kawasan perumahan secara vertikal dan memperkecil

Ciliwung dan Kali Baru Barat melalui program kali bersih (PROKASIH) dengan orientasi sungai sebagai Pengembangan perdagangan secara terpadu dengan pola sentra yang

kawasan hijau yang berfungsi resapan, sosial dan estetika; perpetakan untuk penyediaan perumahan golongan menengah-bawah yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai;

fungsinya terdiri dari perkantoran, perdagangan dan jasa;

i.

Penyediaan fasilitas umum di kawasan-kawasan perumahan vertikal;

(1) Pengembangan fasilitas peribadatan disesuaikan dengan jumlah kebutuhan yang direncanakan;
Bagian Keenam Penetapan Pengembangan Kawasan Strategis Wilayah Kecamatan Pancoran Pasal 959 (1) Pengembangan kawasan strategis di tingkat Kecamatan Pancoran diarahkan pada bagian wilayah kecamatan yang memiliki peranan dan fungsi strategis bagi pengembangan kegiatan ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan kota; (2) Pengembangan kawasan strategis Kecamatan Pancoran sebagaimana dimaksud ayat (1) diarahkan yaitu pengembangan Kawasan Cikini dan Taman Ismail Marzuki (TIM) sebagai kawasan pengembangan kesenian dan kebudayaan; Bagian Ketujuh Pengembangan Fasilitas Umum dan Sosial Pasal 960 Pengembangan fasilitas umum dan sosial sebagai upaya penanganan pemenuhan kebutuhan penduduk Kecamatan Pancoran yang terdiri dari fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, fasilitas peribadatan, fasilitas olah raga dan fasilitas pengendalian bencana. Fasilitas Pendidikan Pasal 961 Fasilitas Pengendalian Bencana Pasal 965 Pengembangan prasarana pengendalian bencana di wilayah Kecamatan Pancoran, terdiri atas : a. Penataan bantaran sungai melalui penertiban bangunan illegal di Banjir Kanal, Kali Duri dan Kali Ciliwung; Peningkatan kualitas sarana dan prasarana fasilitas olahraga, berupa tempat bermain, taman dan lapangan serba guna. Fasilitas Olahraga Pasal 964 (2) Peningkatan kualitas sarana dan prasarana fasilitas peribadatan.

b. Pembangunan fisik diarahkan menghadap sungai (river front development) untuk menjaga kapasitas
aliran mantap sungai dan kanal; c. Pembangunan jalan inspeksi pada sungai-sungai utama untuk mengarahkan orientasi pembangunan fisik; d. Peningkatan kapasitas sungai, kanal, saluran penghubung, dan saluran lingkungan melalui pengerukan; e. Pembangunan dan pemulihan situ-situ Taman Ria Senayan dan Situ Lembang; Bagian Kedelapan Rencana Intensitas Pemanfaatan Ruang Wilayah Kecamatan Pancoran Pasal 966

(1) Pengembangan fasilitas pendidikan diutamakan untuk fasilitas pendidikan yang masih kurang dan
diperlukan penambahan lahan dan bangunan fasilitas pendidikan; Arahan rencana intensitas pemanfaatan ruang Kecamatan Pancoran, meliputi : a. b. Nilai KLB 1,0 sampai dengan 4,0 di arahkan pada kawasan permukiman, kawasan bangunan Ketinggian bangunan maksimal 2 (dua) lantai di arahkan pada kawasan permukiman, ketinggian umum, bangunan umum KDB rendah, Kawasan campuran, dan kawasan industry / pergudangan; bangunan maksimal 4 (empat) sampai dengan 8 (delapan) lantai di arahkan pada kawasan bangunan Fasilitas Kesehatan Pasal 962 umum, kawasan campuran, dan fasilitas umum. c. Nilai KDB di daerah yang terbangun ditetapkan sebesar 60 %. Bagian Kesembilan Arahan Pemanfaatan Ruang Wilayah Kecamatan Pancoran Pasal 967

(2) Pengembangan fasilitas pendidikan di Kecamatan Pancoran diarahkan untuk tingkat pendidikan dasar
(TK, SD, SMP),akademi, dan perpustakaan; (3) Peningkatan kualitas sarana dan prasarana fasilitas pendidikan.

(1) Pengembangan fasilitas kesehatan diperlukan penambahan yang disesuaikan dengan jumlah kebutuhan
yang direncanakan;

(2) Pengembangan fasilitas kesehatan berupa penambahan jumlah fasilitas kesehatan yang terdiri dari balai
pengobatan, puskesmas, dan apotik; (3) Peningkatan kualitas sarana dan prasarana fasilitas kesehatan. Fasilitas Peribadatan Pasal 963

(1) Arahan pemanfaatan ruang wilayah Kecamatan Pancoran dilaksanakan berdasarkan arahan
pemanfaatan ruang wilayah provinsi DKI Jakarta, meliputi : a. penyusunan program utama; b. penentuan lokasi;

c.

sumber pendanaan;

BAB XXXV e. f.

Mewujudkan kehidupan masyarakat Kecamatan Tebet yang sejahtera lahir dan batin; Mewujudkan keterpaduan dalam penggunaan sumberdaya alam; Meningkatkan pemanfaatan sumberdaya alam dan sumberdaya buatan secara berdaya-guna, Mewujudkan perlindungan fungsi ruang dan mencegah serta menanggulangi dampak negatif Mewujudkan keseimbangan kepentingan kesejahteraan dan keamanan. Tersusunnya arahan lokasi investasi yang akan dilaksanakan pemerintah dan masyarakat. Tersusunnya arahan pelaksanaan pemanfaatan ruang dan merupakan dasar dalam

d. instansi pelaksana; dan e. waktu pelaksanaannya.

(2) Arahan pemanfaatan ruang wilayah kecamatan Pancoran, sebagaimana yang dimaksud pasal 967 ayat 1,
dapat dilihat dalam Lampiran Peraturan Daerah Ini.

berhasil-guna dan tepat-guna untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia; terhadap lingkungan;

RENCANA RINCI TATA RUANG WILAYAH KECAMATAN TEBET Bagian Kesatu Umum Pasal 968 Rencana Rinci Tata Ruang Wilayah Kecamatan Tebet meliputi: a. Tujuan, Kebijakan, dan Strategi Penataan Ruang Wilayah Kecamatan Tebet; Rencana Struktur Ruang Kecamatan Tebet; Rencana Pola Ruang Kecamatan Tebet; Penetapan Kawasan Strategis Wilayah Kecamatan Tebet; Arahan Pemanfaatan Ruang Wilayah Kecamatan Tebet; dan Arahan Pengendalian Pemanfaatan Ruang Wilayah Kecamatan Tebet c.

mengeluarkan perijinan lokasi pembangunan. Paragraf 2 Kebijakan dan Strategi Penataan Ruang Wilayah Kecamatan Tebet Pasal 970

Kebijakan dan strategi rencana rinci tata ruang Kecamatan Tebet : a. Peningkatan peran dan fungsi serta menata pusat-pusat kegiatan yang sudah berkembang;

b. c. d. e. f.

b. Perbaikan dan perencanaan kawasan-kawasan yang cenderung kumuh dengan membangun rumah susun
beserta fasilitas-fasilitasnya; Mempertahankan RTH yang sudah ada dan mengembalikan fungsi RTH khususnya di bantaran sungai, pinggiran Jalan Rel kereta api yang dijadikan permukiman kumuh; d. Merealisasikan pembangunan sarana dan prasarana yang mampu meningkatkankapasitas perdagangan dan jasa. Bagian Ketiga Persebaran Penduduk Wilayah Kecamatan Tebet Pasal 971 Jumlah penduduk di Kecamatan Tebet sampai pada tahun 2030 dibatasi sebanyak-banyaknya 499.446 Jiwa. Bagian Keempat Rencana Struktur Ruang Wilayah Kecamatan Tebet Umum Pasal 972

Bagian Kedua Tujuan, Kebijakan dan Strategi Penataan Ruang Wilayah Kecamatan Tebet Paragraf 1 Tujuan Penataan Ruang Wilayah Kecamatan Tebet Pasal 969 Untuk mewujudkan tujuan penataan ruang wilayah Kecamatan Tebet, maka tujuan pengembangan Tata Ruang Kecamatan Tebet adalah: a. b. c. Terselenggaranya pengaturan pemanfaatan ruang kawasan lindung dan kawasan budidaya. Terwujudnya keterpaduan, keterikatan dan keseimbangan antar wilayah kecamatan serta Terwujudnya rencana tata ruang mempertimbangkan aspek optimalisasi pemanfaatan ruang yang

keserasian antar sektor. ada, serta memperhatikan kemungkinan-kemungkinan pemanfaatan ruang bawah tanah pada bagianbagian tertentu di wilayah Kecamatan Tebet. d. Tercapainya pemanfaatan ruang yang berkualitas untuk :

(1) Rencana struktur ruang wilayah provinsi dijabarkan kedalam struktur ruang wilayah Kecamatan Tebet, yang meliputi sistem pusat kegiatan dan sistem prasarana wilayah; (2) Rencana pengembangan sistem pusat kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diwujudkan berdasarkan :

a. b. c.

Sistem pusat kegiatan primer; Sistem pusat sekunder; dan Sistem pusat kegiatan tersier

(2)

Peningkatan jalan arteri sebagaimana di maksud pada ayat (1) meliputi: a. Pelebaran Jl. Pasar Minggu Raya dari 15 m menjadi 38 m Pelebaran Jl. Pahlawan Kalibata dari 22m menjadi 36m Pelebaran Jl. Mampang Prapatan dari 28m menjadi 30m Pelebaran Jl. Warung Jati Timur dari 9m menjadi 18m Pelebaran Jl. Warung Jati Barat dari 28m menjadi 30m Rencana pembangunan jalan di Jl. Tebet Timur 3, yaitu menghubungkan antara Rencana pembangunan jalan di sepanjang kali mampang. Rencana pembangunan jalan yang menghubungkan Jl. Duren Tiga Selatan Jl. Rencana pembangunan jalan yang menghubungkan Jl. Duren Tiga Selatan Jl.

b.
c. d. e. (3) a. b. c. Warung Jati Timur. d. Warung Jati Timur 5.

(3) Rencana sistem prasarana wilayah sebagaimana dimaksud ayat (1) meliputi a. Prasarana transportasi, b. Prasarana sumber daya air bersih, c. Prasarana pengendalian drainase, d. Prasarana sanitasi limbah, e. Prasarana persampahan, f. Prasarana energi listrik, dan g. Prasarana telekomunikasi. Sistem Pusat Kegiatan Wilayah Kecamatan Tebet Pasal 973

Pembangunan jalan kolektor sebagaimana di maksud pada ayat (1) meliputi: Jl. MT. Haryono Jl. Pahlawan.

e.
(1) (2) Pengembangan pusat-pusat kegiatan Kecamatan Tebet diwujudkan dalam bentuk Sistem Pusat Kegiatan Primer, Sistem Pusat Kegiatan Sekunder, dan Sistem Pusat Kegiatan Tersier; Pengembangan Sistem Pusat Kegiatan Primer sebagaimana dimaksud pada pasal 6 ayat (2) huruf a, meliputi di sepanjang Jl. Jend. Gatot Subroto, Jl. Raya Pasar Minggu, Jl. TMP Kalibata. Adapun fungsi kegiatannya berupa perdagangan, perkantoran dan pemerintahan. (3) Pengembangan Sistem Pusat Kegiatan Sekunder sebagaimana dimaksud pada pasal 6 ayat (2) huruf b, meliputi di sepanjang Jl. Raya Warung Buncit. Adapun fungsi kegiatannya berupa perdagangan, perkantoran dan pemerintahan. (4) Pengembangan Sistem Pusat Kegiatan Tersier sebagaimana dimaksud pada pasal 6 ayat (2), meliputi di sepanjang Jl. Kalibata Tengah, dan Jl. Pengadegan Selatan. Adapun fungsi kegiatannya berupa perdagangan. Tiga Selatan.

Rencana pembangunan jalan yang menghubungkan Jl. Duren Tiga Jl. Duren

f.
Rawa Jati Timur.

Rencana pembangunan jalan yang menghubungkan Jl. Pasar Minggu Raya Jl.

Prasarana Sumber Daya Air Bersih Wilayah Kecamatan Tebet Pasal 976

(1)

Pengembangan Prasarana sumber daya air bersih di wilayah Kecamatan Tebet meliputi : a. b. c. Kebutuhan air minum sampai dengan tahun 2030 di Kecamatan Tebet diperkirakan sebesar Perluasan jaringan pelayanan air bersih dan penyediaan hidran umum pada lokasi yang belum Pelarangan pengambilan air tanah dalam terutama di zona kritis air tanah. Prasarana Pengendalian Drainase Pasal 977

136.517.000 lt/hari; terlayani air bersih terutama permukiman padat penduduk;

(5)

Pengembangan sistem pusat kegiatan Kecamatan Tebet sebagaimana dimaksud pada ayat (1), tercantum pada Lampiran Gambar 4.17 Peraturan Daerah ini. Sistem Prasarana Wilayah Kecamatan Tebet Pasal 974

Sistem prasarana meliputi prasarana transportasi, prasarana sumber daya air bersih, prasarana pengendalian drainase, prasarana sanitasi limbah, prasarana persampahan, telekomunikasi. Prasarana Transportasi Wilayah Kecamatan Tebet Pasal 975 prasarana energi listrik, dan prasarana

(1) Pengembangan prasarana pengendalian drainase di Kecamatan Tebet, meliputi pelebaran Kali Ciliwung
hingga 50 m, dan pelebaran Kali Baru Barat hingga 10 m Prasarana Sanitasi Limbah Wilayah Kecamatan Tebet Pasal 978

(1)

(1) Pengembangan prasarana sanitasi limbah di Kecamatan Tebet, meliputi :


Pengembangan prasarana transportasi di Kecamatan Tebet, meliputi jaringan jalan arteri dan kolektor;

a. Pengembangan sistem pembuangan air limbah secara sistem on-site (cubluk, septic tank);
b. Peningkatan pelayanan pipa pembuangan air limbah disetiap kelurahan-kelurahan yang padat penduduk. Prasarana Persampahan Wilayah Kecamatan Tebet Pasal 979 (1) Rencana pola ruang Kecamatan Tebet, terdiri atas: a. b. a. Peruntukan ruang untuk fungsi lindung / kawasan lindung, dan Peruntukan ruang untuk fungsi budidaya /kawasan budidaya. Kawasan resapan air; Kawasan sempadan sungai dan kanal;

(2) Rencana pengembangan kawasan lindung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, meliputi : b. Ruang terbuka hijau; a. b. c. Kawasan perkantoran; Kawasan perdagangan; Kawasan Permukiman.

(1) Pengembangan prasarana persampahan di Kecamatan Tebet, meliputi: a.


b. kelurahan; Pengembangan penggunaan teknologi pengolahan sampah dengan Pembangunan lokasi penampungan sampah (LPS) sementara pada setiap menggunakan incinerator yang ditempatkan pada kawasan-kawasan tertentu;

(3) Rencana pengembangan kawasan budidaya, sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, meliputi:

c.

Program

pemilahan

sampah

sebelum

dibuang

ke

LPS

(Lokasi

pembuangan sampah) melalui pemilahan sampah organik (basah) dan non-organik (kering) akan memudahkan proses pembuatan kompos sebelum dibakar di dalam incinerator;

(4)

Pola ruang wilayah Kecamatan Tebet sebagaimana dimaksud pada ayat (1), tercantum dalam Lampiran Gambar 4.18 Peraturan Daerah ini. Paragraf 3 Peruntukan Ruang untuk Fungsi Lindung (Kawasan Lindung)

d.
recycling).

Pengelolaan sampah dengan penerapan konsep 3R (reduced, reused,

Prasarana Energi Listrik Pasal 980

Kawasan Resapan Air Pasal 983 (1) Penanaman dan pemeliharaan pohon dan tanaman pada lahan pemakaman yang berfungsi sebagai peneduh dan membantu peresapan air; (2) Perluasan kawasan resapan air melalui penambahan ruang terbuka hijau.

(1) Pengembangan prasarana energi listrik di Kecamatan Tebet, meliputi:


a. Perbaikan jaringan listrik yang ada; b. Peningkatan daya transmisi yang sudah ada; c. Penempatan gardu-gardu listrik secara terpadu dengan sektor lain, serta mempertimbangkan segi estetika lingkungan; d. Penempatan jaringan listrik sesuai dengan jaringan jalan dan untuk keamanan pembangunan jalan baru sebaiknya ditempatkan di bawah tanah; e. Penambahan jaringan listrik hingga menjangkau wilayah yang belum terlayani listrik. Prasarana Telekomunikasi Pasal 981

Kawasan Sempadan Sungai dan Kanal Pasal 984 (1) Pembangunan dan pemeliharaan jalur hijau di sempadan sungai dan kanal; (2) Pembangunan jalan inspeksi pada sungai-sungai utama untuk mengarahkan orientasi pembangunan fisik; (3) Peningkatan kapasitas sungai, kanal, saluran penghubung, dan saluran lingkungan melalui pengerukan;

(1) Pengembangan prasarana telekomunikasi dan informatika di Kecamatan Tebet, meliputi pelayanan
telekomunikasi berupa telepon seluler dan telepon rumah. Bagian Keempat Rencana Pola Ruang Wilayah Kecamatan Tebet Umum Pasal 982

(4) Pembangunan fisik diarahkan menghadap sungai (river front development) untuk menjaga kapasitas
aliran sungai dan kanal. Paragraf 4 Peruntukan Ruang Untuk Fungsi Budidaya (Kawasan Budidaya) Wilayah Kecamatan Tebet Kawasan Ruang Terbuka Hijau

Pasal 985 Fasilitas Pendidikan

(1) Pengembangan ruang terbuka hijau di Kecamatan Tebet, meliputi:


a. Penyempurna Hijau Umum dengan pemanfaatan lahan seluas 15.65 Ha; Penyempurna Hijau Taman dengan pemanfaatan lahan seluas 12.91 Ha; Penyempurna Hijau Makam dengan pemanfaatan lahan seluas 24.30 Ha; Penyempurna Hijau Tegangan Tinggi dengan pemanfaatan lahan seluas 3.31 Ha; Phd dengan pemanfaatan lahan seluas 0.01 Ha; Psw dengan pemanfaatan lahan seluas 32.50 Ha.

Pasal 989

b.
c. d. e. f.

(1) Pengembangan fasilitas pendidikan di Kecamatan Tebet pada tahun 2030, diperkirakan kebutuhannya
mencapai 155 unit fasilitas pendidikan dengan skala pelayanan kelurahan maupun kecamatan dengan rincian 95 unit TK, 48 unit SD, 4 unit SLTP, dan 4 unit SLTA;

(2) Pengembangan fasilitas pendidikan di Kecamatan Tebet seluas 22.02 Ha.


Fasilitas Kesehatan Pasal 990

Kawasan Perdagangan Pasal 986

(1) Pengembangan fasilitas kesehatan di Kecamatan Tebet pada tahun 2030, direncanakan berupa 9 unit
apotik 91 unit balai pengobatan, 9 unit rumah bersalin, 9 unit puskesmas dan 1 unit puskesmas kecamatan;

(2) Pengembangan fasilitas kesehatan di Kecamatan Tebet seluas 1.62 Ha. (1) Pengembangan kawasan perkantoran dan perdagangan di Kecamatan Tebet, meliputi :
a. Karya Pemerintahan dengan penggunaan lahan seluas 71.89 Ha; b. Karya Kantor dan Jasa dengan penggunaan lahan seluas 32.77 Ha; c. Karya Perdagangan dengan penggunaan lahan seluas 62.40 Ha; d. Karya Umum Taman dengan penggunaan lahan seluas 4.08 Ha. Kawasan Permukiman Pasal 987 Fasilitas Peribadatan Pasal 991

(1) Pengembangan fasilitas peribadatan di Kecamatan Tebet pada tahun 2030, direncanakan berupa masjid
kelurahan, masjid kecamatan, tempat ibadah lainnya untuk 60.000 jiwa penduduk, dan tempat ibadah lainnya untuk 200.000 jiwa penduduk;

(2) Pengembangan fasilitas peribadatan di Kecamatan Tebet seluas 3.77 Ha;


(3) Penempatan lokasi peribadatan mempunyai aksesbilitas yang mudah bagi masyarakat.

(1) Pengembangan kawasan permukiman di Kecamatan Tebet, meliputi :


a. e. f. g. h. i. Wisma Besar dengan penggunaan lahan seluas 143.22 Ha Wisma Sedang dengan penggunaan lahan seluas 249.35 Ha Wisma Kecil dengan penggunaan lahan seluas 0.10 Ha Wisma Kantor dengan penggunaan lahan seluas 0.08 Ha Wisma Flat dengan penggunaan lahan seluas 6.14 Ha Wisma Susun dengan penggunaan lahan seluas 4.82 Bagian Kelima Pengembangan Fasilitas Umum dan Sosial Pasal 988 Bagian Keenam Pengendali Bencana (1) Pengembangan fasilitas umum dan sosial sebagai upaya penanganan pemenuhan kebutuhan penduduk Kecamatan Tebet yang terdiri dari fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, fasilitas peribadatan, fasilitas olah raga dan fasilitas pengendalian bencana. Pasal 993 Fasilitas Olahraga Pasal 992

(1) Pengembangan fasilitas olahraga di Kecamatan Tebet pada tahun 2030, direncanakan berupa 44 unit
fasilitas olah raga yang terdiri dari bangunan fisik maupun ruang terbuka sebagai area bermain atau jogging;

(2) Pengembangan fasilitas kesehatan di Kecamatan Tebet seluas 2.45 Ha.

(1) Pengembangan sistem pengendali bencana Kecamatan Tebet, meliputi pengendalian bencana banjir dan
pengendalian bencana kebakaran; (2) Pengendalian sistem bencana di Kecamatan Tebet sebagaimana dimaksud pada ayat (1), berupa : a. Perbaikan daerah sempadan sungai melalui penghijauan. b. Peningkatan kapasitas danau dan sungai. c. Perbaikan saluran air yang tertutup perkerasan serta membuat saluran air baru pada lokasi-lokasi yang belum memiliki saluran air. d. Sebaran distribusi sarana dan prasana kebakaran pada setiap kelurahan. e. Perbaikan lingkungan berupa pelebaran jalan lingkungan sehingga mempermudah evakuasi ketika terjadi kebakaran Bagian Ketujuh Arahan Pemanfaatan Ruang Wilayah Kecamatan Tebet Pasal 994

c. d. e. f.

Rencana Pola Ruang Kecamatan Setiabudi; Penetapan Kawasan Strategis Wilayah Kecamatan Setiabudi; Arahan Pemanfaatan Ruang Wilayah Kecamatan Setiabudi; dan Arahan Pengendalian Pemanfaatan Ruang Wilayah Kecamatan Setiabudi Bagian Kedua Tujuan, Kebijakan dan Strategi Penataan Ruang Wilayah Kecamatan Setiabudi Paragraf 1 Tujuan Penataan Ruang Wilayah Kecamatan Setiabudi Pasal 996

Untuk mewujudkan tujuan penataan ruang wilayah Kecamatan Setiabudi, maka tujuan pengembangan Tata Ruang Kecamatan Setiabudi adalah: a. b. Terselenggaranya pengaturan pemanfaatan ruang kawasan lindung dan kawasan budidaya. Terwujudnya keterpaduan, keterikatan dan keseimbangan antar wilayah kecamatan serta

(1) Arahan pemanfaatan ruang wilayah Kecamatan Tebet dilaksanakan berdasarkan arahan pemanfaatan
ruang wilayah provinsi DKI Jakarta, meliputi : a. penyusunan program utama; b. penentuan lokasi; c. sumber pendanaan; d. instansi pelaksana; dan e. waktu pelaksanaannya.

keserasian antar sektor.

c.

Terwujudnya rencana tata ruang mempertimbangkan aspek optimalisasi pemanfaatan ruang yang

ada, serta memperhatikan kemungkinan-kemungkinan pemanfaatan ruang bawah tanah pada bagianbagian tertentu di wilayah Kecamatan Setiabudi. d. Tercapainya pemanfaatan ruang yang berkualitas untuk :

(2) Arahan pemanfaatan ruang wilayah kecamatan Tebet, sebagaimana yang dimaksud pasal 994 ayat 1,
dapat dilihat dalam Lampiran Peraturan Daerah Ini.

Mewujudkan kehidupan masyarakat Kecamatan Setiabudi yang sejahtera lahir dan batin; Mewujudkan keterpaduan dalam penggunaan sumberdaya alam; Meningkatkan pemanfaatan sumberdaya alam dan sumberdaya buatan secara berdaya-guna, Mewujudkan perlindungan fungsi ruang dan mencegah serta menanggulangi dampak negatif Mewujudkan keseimbangan kepentingan kesejahteraan dan keamanan. Tersusunnya arahan lokasi investasi yang akan dilaksanakan pemerintah dan masyarakat. Tersusunnya arahan pelaksanaan pemanfaatan ruang dan merupakan dasar dalam

berhasil-guna dan tepat-guna untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia; terhadap lingkungan; BAB XXXVI RENCANA RINCI TATA RUANG WILAYAH KECAMATAN SETIABUDI Bagian Kesatu Umum Pasal 995 Rencana Rinci Tata Ruang Wilayah Kecamatan Setiabudi meliputi: a. Tujuan, Kebijakan, dan Strategi Penataan Ruang Wilayah Kecamatan Setiabudi; Rencana Struktur Ruang Kecamatan Setiabudi; a. Paragraf 2 Kebijakan dan Strategi Penataan Ruang Wilayah Kecamatan Setiabudi Pasal 997 e. f.

mengeluarkan perijinan lokasi pembangunan.

Kebijakan dan strategi rencana rinci tata ruang Kecamatan Setiabudi : Peningkatan peran dan fungsi serta menata pusat-pusat kegiatan yang sudah berkembang;

b.

b.
c. d.

Perbaikan dan perencanaan kawasan-kawasan yang cenderung kumuh dengan membangun rumah susun beserta fasilitas-fasilitasnya; Mempertahankan RTH yang sudah ada dan mengembalikan fungsi RTH khususnya di bantaran sungai, pinggiran Jalan Rel kereta api yang dijadikan permukiman kumuh; Merealisasikan pembangunan sarana dan prasarana yang mampu meningkatkankapasitas perdagangan dan jasa. Bagian Ketiga Persebaran Penduduk Wilayah Kecamatan Setiabudi Pasal 998

(1)

Pengembangan pusat-pusat kegiatan Kecamatan Tebet diwujudkan dalam bentuk Sistem Pusat Kegiatan Primer, Sistem Pusat Kegiatan Sekunder, dan Sistem Pusat Kegiatan Tersier;

(2)

Pengembangan sistem pusat kegiatan Kecamatan Setiabudi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), tercantum pada Lampiran Gambar 4.19 Peraturan Daerah ini. Sistem Prasarana Wilayah Kecamatan Setiabudi Pasal 1001

Sistem prasarana meliputi prasarana transportasi, prasarana sumber daya air bersih, prasarana pengendalian drainase, prasarana sanitasi limbah, prasarana persampahan, telekomunikasi. prasarana energi listrik, dan prasarana

Jumlah penduduk di Kecamatan Tebet sampai pada tahun 2030 dibatasi sebanyak-banyaknya 1.116.123 Jiwa. Prasarana Transportasi Wilayah Kecamatan Setiabudi Bagian Keempat Rencana Struktur Ruang Wilayah Kecamatan Setiabudi Pasal 1002

(1) Pengembangan prasarana transportasi di Kecamatan Setiabudi, meliputi jaringan jalan arteri dan kolektor;
Umum Pasal 999 Prasarana Sumber Daya Air Bersih Wilayah Kecamatan Setiabudi (1) Rencana struktur ruang wilayah provinsi dijabarkan kedalam struktur ruang wilayah Kecamatan Setiabudi, yang meliputi sistem pusat kegiatan dan sistem prasarana wilayah; (2) Rencana pengembangan sistem pusat kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diwujudkan berdasarkan : a. b. c. d. Sistem pusat kegiatan primer; Sistem pusat sekunder; dan Sistem pusat kegiatan tersier Sistem pusat kegiatan sub tersier Pasal 1003 serta pengembangan angkutan air

(1)

Pengembangan Prasarana sumber daya air bersih di wilayah Kecamatan Setiabudi meliputi :

a.
b. c.

Kebutuhan air minum sampai dengan tahun 2030 di Kecamatan Tebet diperkirakan sebesar Perluasan jaringan pelayanan air bersih dan penyediaan hidran umum pada lokasi yang belum Pelarangan pengambilan air tanah dalam terutama di zona kritis air tanah.

183.978 lt/hari; terlayani air bersih terutama permukiman padat penduduk;

(3) Rencana sistem prasarana wilayah sebagaimana dimaksud ayat (1) meliputi a. Prasarana transportasi, b. Prasarana sumber daya air bersih, c. Prasarana pengendalian drainase, d. Prasarana sanitasi limbah, e. Prasarana persampahan, f. Prasarana energi listrik, dan

Prasarana Pengendalian Drainase Pasal 1004

g. Prasarana telekomunikasi. Sistem Pusat Kegiatan Wilayah Kecamatan Setiabudi Pasal 1000

(1) Pengembangan prasarana pengendalian drainase di Kecamatan Setiabudi, meliputi pelebaran Kali Krukut,
Kali Cideng, dan Kali Ciliwung. Prasarana Sanitasi Limbah Wilayah Kecamatan Setiabudi

Pasal 1005

(1) Pengembangan prasarana telekomunikasi dan informatika di Kecamatan Setiabudi, meliputi pelayanan
telekomunikasi berupa telepon seluler dan telepon rumah.

(1) Pengembangan prasarana sanitasi limbah di Kecamatan Setiabudi, meliputi : a. Pengembangan sistem pembuangan air limbah secara sistem on-site (cubluk, septic tank);
b. Peningkatan pelayanan pipa pembuangan air limbah disetiap kelurahan-kelurahan yang padat penduduk. Prasarana Persampahan Wilayah Kecamatan Setiabudi Pasal 1006 Bagian Keempat Rencana Pola Ruang Wilayah Kecamatan Setiabudi Umum Pasal 1009

(1) Pengembangan prasarana persampahan di Kecamatan Setiabudi, meliputi: a.


b. kelurahan; Pengembangan penggunaan teknologi pengolahan sampah dengan Pembangunan lokasi penampungan sampah (LPS) sementara pada setiap menggunakan incinerator yang ditempatkan pada kawasan-kawasan tertentu;

(1) Rencana pola ruang Kecamatan Setiabudi, terdiri atas:


a. b. a. b. a. b. c. Peruntukan ruang untuk fungsi lindung / kawasan lindung, dan Peruntukan ruang untuk fungsi budidaya /kawasan budidaya. Kawasan resapan air; Kawasan sempadan sungai dan kanal; Ruang terbuka hijau; Kawasan perkantoran dan perdagangan; Kawasan Permukiman.

(2) Rencana pengembangan kawasan lindung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, meliputi :

c.

Program

pemilahan

sampah

sebelum

dibuang

ke

LPS

(Lokasi

pembuangan sampah) melalui pemilahan sampah organik (basah) dan non-organik (kering) akan memudahkan proses pembuatan kompos sebelum dibakar di dalam incinerator;

(3) Rencana pengembangan kawasan budidaya, sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, meliputi:

d.
recycling).

Pengelolaan sampah dengan penerapan konsep 3R (reduced, reused,

Prasarana Energi Listrik Pasal 1007

(4)

Pola ruang wilayah Kecamatan Setiabudi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), tercantum dalam Lampiran Gambar 4.20 Peraturan Daerah ini. Paragraf 3

(1) Pengembangan prasarana energi listrik di Kecamatan Setiabudi, meliputi:


a. Perbaikan jaringan listrik yang ada; b. Peningkatan daya transmisi yang sudah ada; c. Penempatan gardu-gardu listrik secara terpadu dengan sektor lain, serta mempertimbangkan segi estetika lingkungan; d. Penempatan jaringan listrik sesuai dengan jaringan jalan dan untuk keamanan pembangunan jalan baru sebaiknya ditempatkan di bawah tanah; e. Penambahan jaringan listrik hingga menjangkau wilayah yang belum terlayani listrik. (2) (1)

Peruntukan Ruang untuk Fungsi Lindung (Kawasan Lindung) Kawasan Resapan Air Pasal 1010

Penanaman dan pemeliharaan pohon dan tanaman pada lahan pemakaman yang berfungsi sebagai peneduh dan membantu peresapan air; Perluasan kawasan resapan air melalui penambahan ruang terbuka hijau. Kawasan Sempadan Sungai dan Kanal Pasal 1011

Prasarana Telekomunikasi Pasal 1008

(1) Pembangunan dan pemeliharaan jalur hijau di sempadan sungai dan kanal; (2) Pembangunan jalan inspeksi pada sungai-sungai utama untuk mengarahkan orientasi pembangunan fisik; (3) Peningkatan kapasitas sungai, kanal, saluran penghubung, dan saluran lingkungan melalui pengerukan;

(4) Pembangunan fisik diarahkan menghadap sungai (river front development) untuk menjaga kapasitas
aliran sungai dan kanal. Paragraf 4 Peruntukan Ruang Untuk Fungsi Budidaya (Kawasan Budidaya) Wilayah Kecamatan Setiabudi Kawasan Ruang Terbuka Hijau Pasal 1012 (1) Pengembangan ruang terbuka hijau di Kecamatan Setiabudi, meliputi: a. b. c. d. Kawasan Jalur Hijau dan Hutan Kota dengan pemanfaatan lahan seluas 78.69 Ha Kawasan Taman dengan pemanfaatan lahan seluas 110.05 Ha Kawasan Terbuka Lapangan Olahraga dengan pemanfaatan lahan seluas 6.72 Ha Kawasan Penyempurna Hijau Lindung dengan pemanfaatan lahan seluas 0.13 Ha Kawasan Jalur Hijau dan Hutan Kota dengan pemanfaatan lahan seluas 37.53 Ha. Kawasan Perdagangan Pasal 1013

g. h. i.

Kawasan Perumahan Kepadatan Rendah dengan pemanfaatan lahan seluas 104.77 Ha Kawasan Perumahan Susun Taman dengan pemanfaatan lahan seluas 48.57 Ha Kawasan Perumahan Susun dengan penggunaan lahan seluas 33.52 Ha Bagian Kelima Pengembangan Fasilitas Umum dan Sosial Pasal 1015

(1) Pengembangan fasilitas umum dan sosial sebagai upaya penanganan pemenuhan kebutuhan penduduk
Kecamatan Setiabudi yang terdiri dari fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, fasilitas peribadatan, fasilitas olah raga dan fasilitas pengendalian bencana. Fasilitas Pendidikan Pasal 1016 Pengembangan fasilitas pendidikan di Kecamatan Setiabudi pada tahun 2030, diperkirakan kebutuhannya mencapai 1.367 unit fasilitas pendidikan dengan skala pelayanan kelurahan maupun kecamatan dengan rincian 841 unit TK, 421 unit SD, 70 unit SLTP, serta 35unit SLTA; Fasilitas Kesehatan

e.

(1) Pengembangan kawasan perkantoran dan perdagangan di Kecamatan Setiabudi, meliputi :


a. Kawasan Kantor Pemerintahan dengan penggunaan lahan seluas 26.36 Ha; Kawasan Perkantoran Swasta dengan penggunaan lahan seluas 38.56 Ha; Kawasan Perdagangan dengan penggunaan lahan seluas 381.23 Ha; Kawasan Industri dengan pemanfaatan lahan seluas 517.91 Ha; Kawasana Pergudangan dengan pemanfaatan lahan seluas 296.90 Ha; Kawasan Perkantoran Taman dengan pemanfaatan lahan seluas 21.84 Ha; Kawasan Permukiman Pasal 1014

Pasal 1017 Pengembangan fasilitas kesehatan di Kecamatan Setiabudi pada tahun 2030, direncanakan 107 unit fasilitas kesehatan berupa 2 unit Rumah Sakit, 35 unit puskesmas, 35 unit Pos KB dan 35 unit apotik;

b.
c. d. e. f.

Fasilitas Peribadatan Pasal 1018 Pengembangan fasilitas peribadatan di Kecamatan Setiabudi pada tahun 2030, direncanakan berupa masjid kelurahan, masjid kecamatan, tempat ibadah lainnya untuk 60.000 jiwa penduduk, dan tempat ibadah lainnya untuk 200.000 jiwa penduduk; Fasilitas Olahraga Pasal 1019 Pengembangan fasilitas olahraga di Kecamatan Setiabudi pada tahun 2030, direncanakan berupa bola, Lapangan Bulu Tangkis, Lapangan Tenis dan Lapangan Bola Voli. perlu

(1) Pengembangan kawasan permukiman di Kecamatan Setiabudi, meliputi :


a. b. c. d. e. Ha f. Kawasan Campuran Kecil dengan pemanfaatan lahan seluas 38.60 Ha Kawasan Perumahan Kepadatan Sedang dengan penggunaan lahan seluas 164.33 Ha Kawasan perumahan Kepadatan Sedang dengan penggunaan lahan seluas 620.21 Ha Kawasan Perumahan Kepadatan Tinggi dengan penggunaan lahan seluas 59.54 Ha Kawasan Campuran Kecildengan penggunaan lahan seluas 0.14 Ha Kawasan Industri/Kawasan Perumahan Industri Kecil dengan pemanfaatan lahan seluas 292.03

menyediakan 385 unit fasilitas olah raga yang terdiri dari 35 unit kolam renang, 350 unit untuk lapangan sepak

Bagian Keenam Pengendali Bencana Pasal 1020

(1) Pengembangan sistem pengendali bencana Kecamatan Setiabudi meliputi pengendalian bencana banjir
dan pengendalian bencana kebakaran;

(2) Pengendalian sistem bencana di Kecamatan Setiabudi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), berupa:
a. Perbaikan daerah sempadan sungai melalui penghijauan. b. Peningkatan kapasitas danau dan sungai. c. Perbaikan saluran air yang tertutup perkerasan serta membuat saluran air baru pada lokasi-lokasi yang belum memiliki saluran air. d. Sebaran distribusi sarana dan prasana kebakaran pada setiap kelurahan. e. Perbaikan lingkungan berupa pelebaran jalan lingkungan sehingga mempermudah evakuasi ketika terjadi kebakaran Bagian Ketujuh Arahan Pemanfaatan Ruang Kecamatan Setiabudi Pasal 1021

(1) Arahan pemanfaatan ruang wilayah kecamatan Setiabudi dilaksanakan berdasarkan arahan pemanfaatan
ruang wilayah provinsi DKI Jakarta, meliputi : a. penyusunan program utama; b. penentuan lokasi; c. sumber pendanaan; d. instansi pelaksana; dan e. waktu pelaksanaannya.

(2) Arahan pemanfaatan ruang wilayah kecamatan Setiabudi, sebagaimana yang dimaksud pasal 1021 ayat
1, dapat dilihat dalam Lampiran Peraturan Daerah Ini.