Anda di halaman 1dari 7

FAKTOR FAKTOR LINGKUNGAN YANG MEMPENGARUHI IKAN MAS

2. PENDAHULUAN 2.1. Masalah Penelitian


Apakah PH mempengaruhi frekuensi aktivitas operculum?

2.2. Tujuan
Untuk mengetahui pengaruh PH terhadap frekuensi aktivitas operculum.

3. DASAR TEORI 3.1. Tinjauan tentang Ikan Mas


Ikan mas

Ikan mas

Status konservasi

Data Kurang (IUCN 2.3) Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Animalia Filum: Kelas: Ordo: Famili: Genus: Chordata Actinopterygii Cypriniformes Cyprinidae Cyprinus

Spesies: C. carpio Nama binomial

Cyprinus carpio
(Linnaeus, 1758)

Ikan mas atau Ikan karper (Cyprinus carpio) adalah ikan air tawar yang bernilai ekonomis penting dan sudah tersebar luas di Indonesia. Di Indonesia, ikan mas memiliki beberapa nama sebutan yakni kancra, tikeu, tombro, raja, rayo, ameh atau nama lain sesuai dengan daerah penyebarannya

Kebiasaan Hidup
Ikan mas menyukai tempat hidup (habitat) di perairan tawar yang airnya tidak terlalu dalam dan alirannya tidak terlalu deras, seperti di pinggiran sungai atau danau. Ikan mas dapat hidup baik di daerah dengan ketinggian 150--600 meter di atas permukaan air laut (dpl) dan pada suhu 25-30 C. Meskipun tergolong ikan air tawar, ikan mas kadang-kadang ditemukan di perairan payau atau muara sungai yang bersalinitas (kadar garam) 25-30%o. Ikan mas tergolong jenis omnivora, yakni ikan yang dapat memangsa berbagai jenis makanan, baik yang berasal dari tumbuhan maupun binatang renik. Namun, makanan utamanya adalah tumbuhan dan binatang yang terdapat di dasar dan tepi perairan.

Jenis-jenis Ikan Mas (Karper)


Saat ini, banyak sekali jenis ikan mas yang beredar di kalangan petani, baik jenis yang berkualitas tidak terlalu tinggi hingga jenis unggul. Setiap daerah memiliki jenis ikan mas favorit, misalnya di Jawa Barat, ikan mas yang paling digemari adalah jenis ikan mas majalaya. Di daerah lain, jenis ini belum tentu disukai, begitu juga sebaliknya. Perbedaan tersebut biasanya dipengaruhi oleh selera masyarakat dan kebiasaan para petani yang membudidayakannya secara turun-temurun. Dari beberapa jenis ikan mas yang telah dikenal masyarakat, varietas majalaya termasuk jenis unggul. Buktinya, varietas ini telah dilepas oleh Menteri Pertanian tahun 1999 dalam rangka HUT ke-25 Badan Litbang Pertanian Jenis-jenis ikan mas secara umum dapat digolongkan menjadi dua kelompok, yakni ikan mas konsumsi dan ikan mas hias. Jenis ikan mas konsumsi adalah jenis-jenis ikan mas yang dikonsumsi atau dimakan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan gizi yang berasal dari hewan. Sementara itu, jenis ikan mas hias umumnya digunakan untuk memenuhi kepuasan batin atau untuk hiasan (pajangan) dan dipelihara di kolam-kolam taman atau akuarium.
Ikan Mas Konsumsi

1. Ikan Mas Punten 2. Ikan Mas Sinyonya atau Putri Yogya 3. Ikan Mas Taiwan

4. Ikan Mas Merah 5. Ikan Mas Majalaya 6. Ikan Mas Hitam

7. Ikan Mas Yamato 8. Ikan Mas Lokal


Ikan Mas Hias

Jenis-jenis ikan mas yang digolongkan ke dalam kelompok ikan mas hias sebagai berikut. 1. Ikan Mas Kumpay 2. Ikan Mas Kancra Domas. 3. Ikan Mas Kaca

4. Ikan Mas Fancy

5. Ikan Mas Koi

4. METODE 4.1. Variabel Penelitian


a. Variabel Kontrol Volume air Media Ikan Mas Waktu pengamatan b. Variabel Bebas PH air c. Variabel Terikat Frekuensi aktivitas operculum

4.2. Bahan dan Alat


a. Air 300 mL b. Cuka 5 tetes c. Ikan Mas 2 ekor d. Pipet 1 buah e. Gelas beker 2 buah f. PH meter 1 buah g. Stopwatch

4.3. Rancangan Penelitian


1. 2. 3. 4. Menyiapkan alat dan bahan Memberikan tanda A dan B pada masing-masing gelas beker Menambahkan air masing-masing 150 mL pada gelas beker A dan B Menambahkan 5 tetes cuka dengan menggunakan pipet pada gelas beker A

5.

Memasukkan 1 ekor ikan mas dengan ukuruan dan jenis yang sama pada masing-masing gelas beker

6.

Mengamati keadaan ikan mas dan menghitung frekuensi gerakan operculum pada masing-masing ikan

7.

Mencatat hasil eksperimen dan membuat laporan.

4.4. Analisis Data

5. HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1. Hasil dan Analisa Tabel TABEL FREKUENSI GERAKAN OPERCULUM Gelas A ( Ph = 5,1) Menit-1 Menit-2 Rata-rata 187 176 181,5 Gelas B (Ph = 7,6) 160 157 158,5

Frekuensi gerakan operculum ikan mas pada masing-masing gelas berbeda, ini dipengaruhi oleh adanya perbedaan Ph 5.2. Pembahasan Ph mempegaruhi gerakan operculum pada ikan. Selain itu, Ph juga mempengaruhi gerakan ikan, disebabkan karena Ph mengikat Oksigen dari air, sehingga kadar oksigen bebas menjadi rendah. Proses ini dapat kita lihat pada sekitar gelas yang akan terbentuk gelembung gelembung. Gelembung gelembung ini adalah hasil dari raeksi H+ yang mengikat O2 dari air.

6. KESIMPULAN

7. DAFTAR PUSTAKA
Agus Rochdianto, 2005. Analisis Finansial Usaha Pembenihan Ikan Karper (Cyprinus carpio Linn) di Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali. Skripsi S1 FE, Universitas Tabanan Budi Daya Ikan Mas Secara Intensif. Khairuman, SP, Ir. Dodi Sudenda, MM, & Ir. Bambang Gunadi, M.Sc. AgroMedia Pustaka. Jakarta. 2008

Faktor Faktor Lingkungan yang Mempengaruhi Ikan Mas