Anda di halaman 1dari 5

Pemicu 1 http://www.pontianakpost.com/index.php?mib=berita.

detail&id=94907 Rabu, 27 Juli 2011 , 09:10:00 Kasus TBC Terkecil

PONTIANAK - Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Multi Juto Bhatarendro mengklaim jumlah kasus tuberculosis baru kota ini paling kecil se-Kalbar. Sedangkan tingkat penyembuhan pasien lama terbesar mencapai 90 persen. Kasus baru kita terkecil di Kalbar. Penyembuhannya yang kita baik, banyak pasien lama yang sembuh, ungkapnya, kemarin. Data pasien TBC di Kota Pontianak pada 2010 mencapai 562 orang. Namun itu, tegas Multi, bukan pasien baru, tapi orang lama yang tengah ditangani. Kasus TBC ini kalau banyak yang kita ketahui justru semakin bagus, tuturnya. Multi beralasan, pasien TBC sulit diketahui. Selain banyak yang menganggapnya sebagai aib, penyebab lainnya sebagian orang tidak menyadari dirinya terkena penyakit ini. Banyak kasus di Pontianak karena kota ini sebagai daerah urban. Pasien yang datang dari luar daerah biasanya sulit dideteksi. Karena tidak diketahui pemerintah sulit menanganinya. Lantas orang tersebut terus menularkannya kepada warga lain. Ini penting kita sadari bersama. Kalau masyarakat ada yang tahu sampaikan kepada pemerintah dapat melalui Puskesmas, imbaunya.Kasus TBC di Kota Pontianak menurut Multi, tidak terlepas dari pola hidup masyarakat. Yakni lingkungan yang tidak bersih. Dengan program Pemkot dengan rumah layak huni diharapkannya dapat menekan angka TBC. Karena rumah layak huni sudah memenuhi standar kesehatan. Ada sirkulasi udara yang baik dan meminimalisir kelembaban di bawah rumah, ujarnya. Multi mengatakan, dengan 90 persen penyembuhan di Kota Pontianak itu sangat baik. Karena sangat sulit menyembuhkan orang TBC. Bukan karena penyakit itu tidak dapat disembuhkan, tapi pasien banyak yang enggan mengikuti aturan mengonsumsi obat. Obat TBC biasanya memang menimbulkan efek samping. Badan yang dibuat tidak nyaman, itu sebabnya banyak pasien yang enggan minum obat. Dampaknya resistensi, kalau sudah begitu susah penyembuhannya,

paparnya.Pemkot Pontianak tertolong dengan adanya Pengawas Menelan Obat (PMO). Mereka dilatih khusus dinas kesehatan untuk mengawasi pasien TBC dalam tahap penyembuhan. Idealnya satu orang PMO tujuh kasus. Kalau lebih dari itu kasihan, katanya. Keywords: Kasus TB paru Kota Pontianak paling kecil se-Kalbar Penyembuhan pasien lama 90% Stigma masyarakat mengenai penyakit TB Pola hidup masyarakat Program Pemkot tentang pembangunan rumah layak huni dan PMO

Rumusan Masalah Apa saja kendala yang dihadapi dan bagaimana usaha untuk menekan angka TB di Kota Pontianak?

Analisis Masalah

Kasus TB Kota Pontianak TB (patofisiologi Pasien Pengobatan epidemiologi Penanganan kasus TB Kendala: -stigma masyarakat -Pola minum obat -dll

promotif

preventif

kuratif

rehabilitatif

Dinkes WHO (DOTS) PEMKOT Pontianak Rumah layak huni PMO

-Kasus TB baru terkecil se-Kalbar -penyembuhan pasien lama mencapai 90%

evaluasi

Efektif?

Kendala?

Solusi?

Hipotesis Kendala yang dihadapi adalah stigma masyarakat, pola minum obat, pola hidup masyarakat dan usaha yang dilakukan untuk menekan angka TB meliputi usaha promotif, preventif, kuartif, dan rehabilitatif

Learning Issues 1. Tuberkulosis a. Patofisiologi dan patogenesis b. Epidemiologi c. Diagnosis d. Tata laksana e. Komplikasi f. Prognosis 2. Penanganan tuberkulosis a. Promotif b. Preventif c. Kuratif d. Rehabilitatif 3. DOTS