Lomba Karya Tulis PERHEPI

OPTIMALISASI PERAN AGROINDUSTRI DALAM RANGKA MEWUJUDKAN KETAHANAN PANGAN SEBAGAI SALA SATU UPAYA PENGENTASAN KEMISKINAN

Oleh: Dyah Ayu Safitri

2011

00 untuk kebutuhan non pangan. petani belum mampu memenuhi kebutuhan rumah tangganya sehingga kehidupan sebagian besar petani di pedesaan bisa dikatakan masih berada di bawah garis kemiskinan. Di Indonesia ada 20 juta penduduk mengalami kelaparan di samping 210 juta penduduk lainnya yang tidak mengalami kelaparan.02 juta jiwa atau 13. Ir. Kemiskinan yang terjadi di Indonesia sebagian besar dialami oleh petani yang tinggal di pedesaan. Dr. 158. dan ketahanan pangan merupakan tiga aspek yang saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan. dengan rincian Rp.726. Dalam konteks pengentasan kemiskinan. sekitar 67% berada di pedesaan. Tetapi masalah kelaparan yang dialami 20 juta penduduk tersebut harus tetap diatasi.3 hektar.749.977. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik. PENDAHULUAN A. pertanian. Karenanya kemiskinan dan kelaparan tidak dapat dipisahkan. 211. Sebagian besar petani Indonesia adalah petani gurem yang hanya menguasai lahan sekitar 0. 52. Garis kemiskinan didefinisikan sebagai pendapatan Rp. Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia. Bayu Krisnamurti. Latar Belakang Kemiskinan. Dengan penguasaan lahan yang sedemikian kecil.00 per kapita per bulan. Kelaparan dan kemiskinan berhubungan sangat erat.OPTIMALISASI PERAN AGROINDUSTRI DALAM RANGKA MEWUJUDKAN KETAHANAN PANGAN SEBAGAI SALAH SATU UPAYA PENGENTASAN KEMISKINAN I. orang-orang kelaparan pasti termasuk keluarga miskin. Dari jumlah tersebut. dan sekitar 60% bekerja di sektor pertanian. ketahanan pangan merupakan faktor kunci bagi pengurangan penduduk miskin sehingga penguatan ketahanan pangan akan berdampak . pada tahun 2010 penduduk miskin di Indonesia berjumlah 31. Kemiskinan tersebut disebabkan karena ketidakmampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan pangan yang menjadi kebutuhan paling mendasar. MSc dalam Seminar Nasional ‘Pertanian Indonesia Menuju Milenium Development Goals (MDGs) 2015’ yang diselenggarakan oleh Fakultas Pertanian UMY bekerja sama dengan Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) menyatakan bahwa orang-orang miskin pasti sering kelaparan.33% dari total jumlah penduduk.00 untuk kebutuhan pangan dan Rp.

bahkan banyak yang hanya sebagai buruh tani? Selain itu sektor pertanian juga dihadapkan pada permasalahan kurangnya usaha pengolahan pertanian yang menjadikan nilai produk pertanian rendah. Ketahanan pangan juga akan berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan. maka tingkat kemiskinan di negara tersebut pasti sudah rendah. Dan yang lebih penting lagi agroindustri adalah suatu sektor yang padat karya dan tidak banyak memerlukan modal guna menambah nilai terhadap bahan mentah dan umumnya berada dekat dengan lokasi produksi bahan mentah. rata-rata di bawah 0.3 hektar. Pengembangan agroindustri merupakan solusi tepat untuk mengatasi permasalahan pertanian. Bagaimana mungkin petani dapat menghidupi keluarganya apabila lahan yang diusahakan terlalu kecil. sudah selayaknya pemerintah lebih memperhatikan sektor ini sehingga orang-orang yang menggantungkan hidupnya pada pertanian mampu tetap bertahan dan hidup layak. Apabila kita melihat kondisi sektor pertanian di Indonesia. Hal ini menyebabkan penguasaan lahan oleh petani menjadi sangat rendah. bagaimana bisa petani kita memenuhi kebutuhan pangan seluruh penduduk Indonesia? Jika kebutuhan pangan seluruh penduduk Indonesia belum bisa terpenuhi. apakah pertanian di Indonesia sudah maju? Apakah petani Indonesia sudah sejahtera? Jika petani Indonesia saja belum mampu memenuhi kebutuhan pangannya. . dan ketahanan pangan. Apabila suatu negara mempunyai ketahanan pangan yang mantap. maka negara tersebut bisa dikatakan telah tahan pangan. khususnya di sektor pertanian. Apabila pada suatu negara sektor pertaniannya sudah maju dan mampu mencukupi kebutuhan pangan warganya. diharapkan mampu menyerap banyaknya tenaga kerja di sektor pertanian dan mampu meningkatkan nilai produk pertanian sehingga permasalahan kemiskinan pedesaan bisa teratasi dan ketahanan pangan nasional bisa segera tercapai. Pertanian merupakan sektor yang menjadi tulang punggung dalam terwujudnya ketahanan pangan nasional. agroindustri memiliki potensi untuk digunakan sebagai sarana mengatasi kemiskinan karena memiliki spektrum kegiatan dan pasar yang sangat luas. kemiskinan.secara signifikan terhadap penurunan kemiskinan. bagaimana bisa seluruh penduduk mengalami kesejahteraan dan terangkat dari garis kemiskinan? Permasalahan utama yang dihadapi oleh sektor pertanian adalah jumlah petani yang semakin bertambah yang tidak diikuti dengan bertambahnya jumlah lahan. Sebagai salah satu subsistem penting dalam agribisnis. Mengingat kasus kemiskinan banyak dijumpai di pedesaan. Dengan karakteristik tersebut pengembangan sektor agroindustri sangat sesuai untuk dilakukan di pedesaan. Dengan dikembangkannya agroindustri di wilayah pedesaan.

ketahanan pangan merupakan terpenuhinya pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari tersedianya pangan secara cukup baik dari segi jumlah dan mutunya. Lebih dari itu. mengapa di negara agraris yang sebagian besar penduduknya adalah petani tidak mampu memproduksi bahan pangan pokok secara mencukupi. Bagaimanakah upaya optimalisasi peran agroindustri dalam mewujudkan ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan? II. merata. dan terjadi sepanjang tahun (Bantacut. Sejarah juga menunjukkan bahwa strategi pangan banyak digunakan untuk menguasai pertahanan musuh. Dengan adanya ketergantungan pangan. Akses masyarakat terhadap bahan pangan juga belum merata. Undang-Undang Dasar (UUD) Republik Indonesia 1945 sebagai . Keberadaan program bantuan pangan (beras untuk orang miskin) adalah bukti bahwa masih banyak penduduk yang belum mampu secara mandiri memenuhi kebutuhan pangan mereka. TINJAUAN PUSTAKA A. Banyak kasus kurang gizi salah satunya disebabkan oleh kurangnya konsumsi bahan pangan pokok. suatu bangsa akan sulit lepas dari cengkraman penjajah/musuh. Secara definisi. Dengan demikian upaya untuk mencapai kemandirian dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional bukan hanya dipandang dari sisi untung rugi ekonomi saja tetapi harus disadari sebagai bagian yang mendasar bagi ketahanan nasional yang harus dilindungi (Hutapea dan Mazhar. dan terjangkau. Perumusan Masalah 1. terlama. Persoalan pangan bagi Indonesia masih memerlukan perhatian sungguh-sungguh. Banyak contoh negara dengan sumber ekonomi cukup memadai tetapi mengalami kehancuran karena tidak mampu memenuhi kebutuhan pangan bagi penduduknya. 2010). 2010). iklim tropis dan tanah yang subur adalah tempat dimana proses fotosintesis terbanyak. Ketahanan Pangan Pangan adalah kebutuhan yang paling mendasar dari suatu bangsa. Keadaan ini sulit diterima oleh akal sehat. aman.B. Bagaimanakah peran agroindustri dalam mewujudkan ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan? 2.

Kemiskinan Jumlah dan persentase penduduk miskin pada periode 1996 – 2009 berfluktuasi dari tahun ke tahun. dari ketiga subsistem tersebut tidak berfungsi dengan baik. negara atau daerah dapat dikatakan belum mampu mewujudkan ketahanan pangan (Kebijakan Umum Ketahanan Pangan. yang mengadopsi definisi dari FAO. Secara explisit tercantum dalam UU Nomor 7 Tahun 1996 tentang Pangan. maka akan terjadi masalah kerawanan pangan yang akan berdampak peningkatan kasus gizi kurang dan/atau gizi buruk. akses masyarakat terhadap pangan. Apabila salah satu atau lebih. yaitu dari 34. ada 4 komponen yang harus dipenuhi untuk mencapai kondisi ketahanan pangan yaitu (PPK-LIPI. yang kemudiaan dijabarkan lagi dalam berbagai peraturan pemerintah (Minarso. distribusi.97 juta pada tahun . serta para pihak yang harus berperan dalam mewujudkan ketahanan pangan. serta pemanfaatan pangan (food utilization) termasuk pengaturan menu dan distribusi pangan dalam keluarga. Undang-Undang (UU) No.sumber dari segala sumber hukum mengamanatkan kepada penyelenggara negara untuk memberikan jaminan kepada warga negaranya agar dapat hidup sejahtera lahir dan batin.Walaupun secara eksplisit hak atas pangan tidak disebutkan. stabilitas ketersediaan pangan tanpa fluktuasi dari musim ke musim atau dari tahun ke tahun 3. 2005). mempertahankan hidup dan meningkatkan taraf kehidupannya . Kinerja dari ketiga subsistem ketahanan pangan akan terlihat pada status gizi masyarakat. dan konsumsi. Berdasarkan definisi ketahanan pangan dari FAO (1996) dan UU RI No. Kinerja dari masing-masing subsistem tersebut tercermin dalam hal stabilitas pasokan pangan. Ketahanan pangan merupakan suatu sistem yang terdiri atas subsistem ketersediaan. yang menjelaskan konsep ketahanan pangan. 2010). 39 tahun 1999 tentang Hak Azasi Manusia pasal 9 ayat 1 menyebutkan setiap orang berhak untuk hidup. yang dapat dideteksi dari status gizi anak balita (usia dibawah lima tahun). kualitas/keamanan pangan B.01 juta pada tahun 1996 menjadi 47.96 juta karena krisis ekonomi. 7 tahun 1996. aksesibilitas/keterjangkauan terhadap pangan serta 4. Dalam kondisi demikian. kedua ayat tersebut secara implisit memuat perintah kepada penyelenggara Negara untuk menjamin kecukupan pangan dalam rangka memenuhi hak azasi pangan setiap warganya. kecukupan ketersediaan pangan 2. 2004) : 1. Pada periode 1996 – 1999 jumlah penduduk miskin meningkat sebesar 13. komponen.

Pada periode 2000-2005 jumlah penduduk miskin cenderung menurun dari 38. Tabel 2.70 juta pada tahun 2000 menjadi 35. Maret 2009 . Akibatnya penduduk yang tergolong tidak miskin namun penghasilannya berada disekitar garis kemiskinan banyak yang bergeser posisinya menjadi miskin. Persentase penduduk miskin meningkat dari 17.43 persen pada periode yang sama.95 persen.10 juta orang (15. Terjadi penurunan jumlah dan persentase penduduk miskin yang cukup signifikan pada periode Maret 2007 – Maret 2008.14 persen pada tahun 2000 menjadi 15. Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin Indonesia Menurut Daerah. yaitu dari 35. 2009).96 juta (15.09 juta orang (BPS. 2009).10 juta pada tahun 2005.17 juta (16. yang digambarkan oleh inflasi umum sebesar 17.1999. dari 37.47 persen menjadi 23.30 juta (17. Secara relatif juga terjadi penurunan persentase penduduk miskin dari 19.42 persen) pada tahun 2008 (BPS.1. terjadi kenaikan jumlah penduduk miskin yang cukup drastis.97 persen) pada bulan Februari 2005 menjadi 39. 1996 – 2008 Sumber : Profil Kemiskinan di Indonesia. sementara di daerah perkotaan bertambah 2. Penduduk miskin di daerah pedesaan bertambah 2.58 persen) pada tahun 2007 menjadi 34. Namun pada tahun 2006.75 persen) pada bulan Maret 2006.11 juta. Peningkatan jumlah dan persentase penduduk miskin selama Februari 2005 – Maret 2006 terjadi karena harga barang-barang kebutuhan pokok selama periode tersebut naik tinggi.97 persen pada tahun 2005.

3 persen (37.2003. dan umumnya bekerja pada sektor pertanian atau berbasis pertanian. Papua dan lain-lain rata-rata menguasai lahan cukup besar. Data penduduk miskin di Indonesia tercatat menurun dari 18. yang tergolong miskin dan rentan terhadap masalah kerawanan pangan. 2005). . Kelompok miskin inilah yang akan menjadi fokus perhatian dari pembangunan ketahanan pangan. Diperlukan kemauan politik yang kuat untuk menerapkan kebijakan yang tepat untuk mengatasi masalah ini. Potret sebaliknya terjadi di Luar Pulau Jawa.7 persen (36. produksi dan kesejahteraan petani. Sebagian besar dari petani gurem tersebut berada di Jawa. Jumlah petani gurem pun ikut meningkat dari 10. karena dapat berdampak pada penurunan produkstivitas. dan seperlima dari kaum miskin tersebut adalah para buruh tani yang tidak mampu memproduksi bahan pangan untuk kebutuhan keluarganya sendiri.1 juta jiwa) tahun 2004. Hal ini menjadi perhatian. Petani miskin tidak memiliki kemampuan (entitlement) dan kebebasan (freedom) untuk melakukan sesuatu bagi keluarga dan bangsanya.3 juta jiwa) tahun 2003 dan menjadi 16.8 juta (52. Kalimantan. 2005).Sebagian besar produksi pangan di Indonesia diselenggarakan oleh para petani skala kecil atau petani gurem dengan pemilikan kurang dari 0. Namun demikian.2 persen per tahun.7 juta (56. Sulawesi.5 persen) rumah tangga. baik secara ekonomi. Saat ini hanya 25 persen dari seluruh petani di Jawa yang tergolong berkecukupan dan tidak terjerat kemiskinan. Proses pemiskinan petani seperti ini dapat berimplikasi sangat luas.4 juta jiwa) tahun 2002 menjadi 17.4 juta tahun 2003 atau meningkat sebesar 2.1 persen (38.8 juta pada tahun 1993 menjadi 25.5 hektar dan buruh tani. yang jumlahnya meningkat dari 70 persen menjadi 75 persen selama 1993 .7 persen) menjadi 13. politik maupun sosial kemasyarakatan (Kebijakan Umum Ketahanan Pangan. rumah tangga petani di Sumatra. Dari 36 juta penduduk miskin. sesuai dengan komitmen nasional maupun internasional (Kebijakan Umum Ketahanan Pangan. Hasil Sensus Pertanian 2003 menunjukkan bahwa jumlah rumah tangga pertanian meningkat dari sekitar 20. mengingat perbaikan akses merupakan prakondisi untuk mencapai integrasi sistem agribisnis yang utuh dari hulu. jumlah petani gurem di luar Jawa pun cenderung meningkat dari 31 persen menjadi 34 persen selama periode yang sama. Data kemiskinan di Indonesia ini tidak jauh berbeda dengan data tingkat dunia: setengah dari kelompok miskin ini adalah petani kecil. sekitar 68 persen berada di pedesaan. Petani miskin juga tidak memiliki penghasilan yang memadai karena terbatasnya akses terhadap lahan sebagai faktor produksi terpenting dalam budidaya pertanian (agriculture).

maju. C. dan menyediakan peralatan serta jasa untuk kegiatan tersebut (Anonim. terlebih dalam masa yang akan datang posisi pertanian merupakan sektor andalan dalam pembangunan nasional sehingga peranan agroindustri akan semakin besar. dan efisien sehingga mampu menjadi leading sector dalam pembangunan nasional. pemberian insentif dan akses terhadap informasi yang bermanfaat (Kebijakan Umum Ketahanan Pangan. sumber permodalan dan lain-lain) yang lebih memadai. 2005). Agroindustri merupakan sub sektor yang luas yang meliputi industri hulu sektor pertanian sampai dengan industri hilir (Anonim. agroindustri merupakan penggerak utama perkembangan sektor pertanian. merancang. pupuk. pasar. Dukungan pemerintah dalam bentuk akses terhadap prasarana dan sarana (lahan. Definisi agroindustri dapat dijabarkan sebagai kegiatan industri yang memanfaatkan hasil pertanian sebagai bahan baku. perbankan. Agroindustri Agroindustri berasal dari dua kata agricultural dan industry yang berarti suatu industri yang menggunakan hasil pertanian sebagai bahan baku utamanya atau suatu industri yang menghasilkan suatu produk yang digunakan sebagai sarana atau input dalam usaha pertanian. harus . peningkatan akses pasar. informasi. Pengentasan kemiskinan mensyaratkan kombinasi pendekatan antara proses pemberdayaan masyarakat dengan dukungan intervensi oleh pemerintah. Pada tahap berikutnya. pestisida. dalam upaya mewujudkan sektor pertanian yang tangguh. 2009). hilir serta sistem pendukungnya seperti akses pasar. 2009). Apabila dilihat dari sistem agribisnis. pendidikan dan penyuluhan (Kebijakan Umum Ketahanan Pangan. untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilannya merencanakan dan melaksanakan usaha ekonomi produktif. peningkatan skala ekonomi komersial. agroindustri merupakan bagian (subsistem) agribisnis yang memproses dan mentranformasikan bahan-bahan hasil pertanian (bahan makanan. Pemberdayaan dilaksanakan pada kaum miskin yang aktif secara ekonomis. kayu. Dengan kata lain.tengah. pemasaran. 2005). dilakukan penumbuhan kewirausahaan. dan serat) menjadi barang-barang setengah jadi yang langsung dapat dikonsumsi dan barang atau bahan hasil produksi industri yang digunakan dalam proses produksi seperti traktor. juga kebijakan penunjangnya seperti perdagangan dan subsidi. Dalam kerangka pembangunan pertanian. mesin pertanian dan lain-lain.

maju serta efisien (Suprapto. 1. III. Hal ini disebabkan karena karakteristik dari agroindustri yang memiliki kelebihan dibandingkan dengan industri lainnya. (d) dapat menampung tenaga kerja dalam jumlah besar. Di sisi lain. 2006) : (1) Menciptakan nilai tambah hasil pertanian di dalam negeri.ditunjang melalui pengembangan agroindustri. Agroindustri melakukan transformasi bahan mentah dari pertanian termasuk transformasi produk subsisten menjadi produk akhir untuk konsumen. Peranan agroindustri bagi Indonesia yang saat ini sedang menghadapi masalah pertanian antara lain (Supriyati dan Suryani. dan (5) Menarik pembangunan sektor pertanian. 2007). permintaan terhadap jasa pengolahan akan meningkat sejalan dengan peningkatan produksi pertanian. ISI A. Efek multiplier yang ditimbulkan dari pengembangan agroindustri meliputi semua industri dari hulu sampai pada industri hilir. (e) produk agroindustri pada umumnya bersifat cukup elastis sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat yang berdampak semakin luasnya pasar khususnya pasar domestik (Suprapto. Ini berarti bahwa suatu negara tidak dapat sepenuhnya menggunakan sumber daya agronomis tanpa pengembangan agroindustri. (c) mampu memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif baik di pasar internasional maupun di pasar domestik. (4) Memperbaiki pembagian pendapatan. (b) menggunakan sumberdaya alam yang ada dan dapat diperbaharui. (3) Meningkatkan penerimaan devisa melalui peningkatan ekspor hasil agroindustri. Di satu sisi. menuju agroindustri yang tangguh. antara lain: (a) memiliki keterkaitan yang kuat baik dengan industri hulunya maupun ke industri hilir. (2) Menciptakan lapangan pekerjaan. yaitu peningkatan permintaan jumlah dan ragam produksi . khususnya dapat menarik tenaga kerja dari sektor pertanian ke sektor industri hasil pertanian (agroindustri). 2007). Peran Agroindustri dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan dan Pengentasan Kemiskinan Tujuan pembangunan agroindustri tidak dapat dilepaskan dari peranan agroindustri itu sendiri. Menciptakan nilai tambah hasil pertanian di dalam negeri Agroindustri hasil pertanian adalah pintu untuk sektor pertanian. agroindustri tidak hanya bersifat reaktif tetapi juga menimbulkan permintaan ke belakang.

dan lain-lain).5 hektar. khususnya dan menarik tenaga kerja dari sektor pertanian ke sektor industri hasil pertanian (agroindustri) Masalah pokok yang saat ini dihadapi oleh sektor pertanian adalah jumlah petani semakin bertambah yang tidak diiringi dengan pertambahan luas lahan. Menciptakan lapangan pekerjaan. agroindustri berpotensi dapat meningkatkan cadangan devisa serta penyediaan lapangan kerja. dan (c) memperluas pengembangan prasarana (jalan. kopi. 2. Rata-rata petani di Indonesia hanya menguasai lahan seluas kurang dari 0.pertanian. (b) akibat selanjutnya produksi pertanian dan pendapatan petani meningkat. Salah satu cara yang bisa ditempuh untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga tani adalah dengan cara memindahkan tenaga kerja dari sektor pertanian ke sektor agroindustri. Dengan adanya agroindustri bahan mentah bisa diolah menjadi berbagai macam produk sehingga terjadi diversifikasi produk yang mampu meningkatkan daya saing produk hasil pertanian. Untuk sektor perkebunan saja tidak kurang dari 145 komoditi yang tercatat sebagai komoditi binaan. Dengan adanya transformasi bahan mentah ke produk setengah jadi atau produk akhir untuk konsumen menjadikan hasil pertanian memiliki nilai tambah. Hal ini dinilai strategis mengingat Indonesia merupakan satu dari sedikit negara di daerah tropis yang memiliki keragaman hayati (biodiversity) cukup besar. Meningkatkan penerimaan devisa melalui peningkatan ekspor hasil agroindustri Sebagai industri berbasis sumber daya. Hal ini menyebabkan penguasaan lahan masing-masing petani menjadi sangat sempit bahkan banyak yang hanya menjadi buruh tani. Nilai tambah tersebut menjadikan produk pertanian mempunyai harga yang lebih tinggi sehingga bisa meningkatkan pendapatan masyarakat yang bekerja di sektor tersebut. Dengan adanya transformasi tenaga kerja diharapkan penguasaan lahan petani bisa meningkat. . dan tenaga kerja yang ditransformasikan ke sektor agroindustri kesejahteraannya juga meningkat dengan memperoleh penghasilan lebih daripada ketika menggarap lahan yang sangat sempit. jambu mete (Saragih. karet. sementara yang memiliki nilai ekonomis dapat diandalkan baru sekitar 10% diantaranya kelapa sawit. 2002). Lahan yang sempit tersebut belum mampu menghasilkan pendapatan yang bisa mencukupi kebutuhan rumah tangganya. 3. listrik. Akibat dari permintaan ke belakang ini adalah: (a) petani terdorong untuk mengadopsi teknologi baru agar produktivitas meningkat.

petani mampu menguasai lahan dengan luasan yang lebih besar sehingga pendapatan yang diperoleh juga lebih tinggi. Setelah dilakukan transformasi tenaga kerja. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan pendapatan guna mencapai ketahanan pangan dalam rangka pengentasan kemiskinan adalah dengan mengoptimalkan peran agroindustri. sektor agroindustri akan meminta output sektor pertanian lebih banyak daripada sebelumnya (untuk digunakan sebagai input proses produksi). Adanya peningkatan output sektor agroindustri akan mendorong peningkatan output sektor pertanian sebagai industri hulu. Upaya pemantapan ketahanan pangan dan penurunan kemiskinan tidak terlepas dengan upaya peningkatan pendapatan rumah tangga.4. Kemiskinan yang terjadi di Indonesia sebagian besar dialami oleh petani yang tinggal di pedesaan karena lahan yang dimiliki sangat terbatas. Tenaga kerja yang ditransformasikan juga akan mempunyai pendapatan yang lebih tinggi jika dibandingkan ketika mereka menjadi buruh tani atau menggarap lahan dengan luasan yang sangat kecil. Selain itu tingkat pendapatan juga merupakan salah satu indikator kunci bagi penetapan batas garis kemiskinan. harus ada peningkatan output sektor pertanian untuk memenuhi penambahan output sektor agroindustri. Memperbaiki pembagian pendapatan Agroindustri mempunyai peran menarik tenaga kerja yang berlebih pada sektor pertanian. Dengan adanya pembangunan di sektor agroindustri. ada pula yang berasal dari sektor lain. peningkatan output sektor agroindustri akan meningkatkan permintaan input sektor itu sendiri. diharapkan mampu menciptakan nilai tambah terhadap produk pertanian. Dengan adanya transformasi tenaga kerja dari sektor pertanian ke sektor agroindustri diharapkan mampu memperbaiki pembagian pendapatan. Menarik pembangunan sektor pertanian Agroindustri mempunyai hubungan yang kuat terhadap industri hulu dan industri hilirnya. Pertama. . Berarti. seperti pertanian. 5. Peningkatan output sektor pertanian dapat terlaksana melalui dua cara. Input sektor tadi ada yang berasal dari sektor itu sendiri. Hal ini disebabkan karena tingkat pendapatan rumah tangga sebagai proksi dari daya beli merupakan salah satu faktor kunci bagi rumah tangga untuk akses terhadap pangan yang dibutuhkan. Hubungan tersebut bisa dilihat dari backward linkage dan forward linkage agroindustri terhadap sektor-sektor lainnya. Kelima peran agroindustri yang telah diurai di atas secara langsung dan tidak langsung akan berpengaruh terhadap ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan. Oleh karenanya.

menciptakan lapangan kerja baru sehingga mampu mentransformasikan tenaga kerja dari sektor pertanian ke sektor agroindustri. produk pertanian yang dihasilkan bisa diolah menjadi produk yang bernilai lebih tinggi sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dan pendapatan daerah. B. Namun sampai saat ini peran tersebut belum terlalu terlihat. Dengan meningkatnya pendapatan. Beberapa upaya yang bisa dilakukan antara lain: 1. Dengan adanya agroindustri yang didirikan di wilayah tersebut. Hal ini disebabkan karena banyaknya jumlah tenaga kerja di pedesaan tidak diimbangi dengan jumlah lahan yang terbatas. diharapkan akan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat desa sehingga kasus kemiskinan yang terjadi di pedesaan bisa dikurangi dan masyarakat desa baik yang bekerja di sektor pertanian maupun di sektor agroindustri mempunyai kemampuan yang lebih baik untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka. Selain itu apabila agroindustri didirikan di wilayah pedesaan akan mengurangi kemungkinan terjadinya urbanisasi yang nantinya akan menimbulkan permasalahan kompleks. Pembangunan Agroindustri di Wilayah Pedesaan Kemiskinan sebagian besar dialami di daerah pedesaan khususnya pada sektor pertanian. Upaya Optimalisasi Peran Agroindustri dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan dan Pengentasan Kemiskinan Agroindustri mempunyai peran yang sangat penting dalam mewujudkan ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan. . serta memperbaiki distribusi pendapatan sehingga kesejahteraan masyarakat menjadi lebih meningkat. 2. Melalui pembangunan agroindustri di wilayah pedesaan. Pembangunan Agroindustri Sesuai dengan Produk Unggulan Lokal Pembangunan agroindustri akan lebih efisien jika dilakukan sesuai dengan produk pertanian yang dihasilkan di wilayah tersebut. Terdapat beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan peran agroindustri guna mewujudkan ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan. Dengan dibangunnya agroindustri di wilayah pedesaan akan mampu menciptakan lapangan kerja baru sehingga bisa mengurangi tenaga kerja yang menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian. masyarakat akan lebih mudah untuk mengakses bahan pangan sehingga kasus kelaparan bisa menurun dan ketahanan pangan rumah tangga bisa menguat.

2. (3) Meningkatkan penerimaan devisa melalui peningkatan ekspor hasil agroindustri. 5. Pemerintah seharusnya memberikan subsidi terhadap pembangunan agroindustri skala rumah tangga di pedesaan dan terus mengawasi pemanfaatan subsidi tersebut sehingga upaya optimalisasi agroindustri dalam mewujudkan ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan khususnya di wilayah pedesaan bisa segera terlaksana. 3. (4) Memperbaiki pembagian pendapatan. misalkan dikelola oleh kelompok tani. 4. (2) Menciptakan lapangan pekerjaan. PENUTUP A. . Kemiskinan berhubungan erat dengan ketahanan pangan karena orang miskin adalah orang dengan penghasilan rendah sehingga akan mengalami kesulitan untuk mengakses pangan guna memenuhi kebutuhan dasarnya. Upaya optimalisasi peran agroindustri dalam mewujudkan ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan bisa dilakukan sengan cara pembangunan agroindustri di wilayah pedesaan dan pembangunan agroindustri sesuai dengan produk unggulan lokal. Peranan agroindustri bagi Indonesia antara lain: (1) Menciptakan nilai tambah hasil pertanian di dalam negeri. dan ketahanan pangan. Pengembangan agroindustri merupakan solusi tepat untuk mengatasi permasalahan pertanian.IV. Saran 1. B. khususnya dapat menarik tenaga kerja dari sektor pertanian ke sektor industri hasil pertanian (agroindustri). sehingga bisa meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola usaha dan menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. Kemiskinan yang terjadi di Indonesia sebagian besar dialami oleh petani yang tinggal di pedesaan karena ketidakmampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan pangan yang menjadi kebutuhan paling mendasar. dan (5) Menarik pembangunan sektor pertanian. Agroindustri sebaiknya banyak diusahakan di wilayah pedesaan secara terpadu. kemiskinan. 2. Kesimpulan 1.

Seri Penelitian PPK-LIPI No. PKK – LIPI. 2006.com/2009/12/agroindustri. Ketahanan Pangan Berbasis Cassava.blogspot. Hutapea. dan Pengembangan Agroindustri Hasil Pertanian di Indonesia. Penguatan Ketahanan Pangan Melalui Sektor Agroindustri di Jawa Timur. Diakses tanggal 25 Juni 2011. <http://pangan-bangsa. 2009. Fakultas Manajemen Agribisnis Universitas Mercu Buana. 2010. Ketahanan Pangan Rumah Tangga di Pedesaan : Konsep dan Ukuran. 56/2004.blogspot. 2009. 2005 Minarso. 2004. Peluang. dan Kendala Pengembangan Agroindustri di Indonesia. Peranan. Ketahanan Pangan dan Teknologi Produktivitas Menuju Kemandirian Pertanian Indonesia.DAFTAR PUSTAKA Anonim. Agroindustri. 2010. Supriyati dan Erma Suryani.html>. Berita Resmi Statistik XII (43) : 1 – 9. Jaegopal dan Mazhar Ali Zum. 2007. Profil Kemiskinan di Indonesia Maret 2009. <http://agribisnis. . Diakses tanggal 25 Juni 2011 Kebijakan Umum Ketahanan Pangan. Bambang Rian. Pangan 19 (1) : 3 – 13. 2010. Penerapan. Tajuddin. Bantacut.com>. Yogyakarta. Karakteristik. Forum Penelitian Agro Ekonomi 24 (2) : 92 – 106. Suprapto. BPS. Jakarta: Puslit kependudukan _ LIPI. Jurnal Agro Ekonomi 13 (1) : 127 – 146.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful