P. 1
Hukum Adat Suku Dayak

Hukum Adat Suku Dayak

|Views: 1,674|Likes:
Dipublikasikan oleh Fieska Azizah

More info:

Published by: Fieska Azizah on Oct 15, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/09/2013

pdf

text

original

Hukum Adat Suku Dayak

Namun sesungguhnya masyarakat suku dayak memiliki aturan atau norma-norma yang disebut hukum adat. Hukum adat mengatur tata cara kehidupan masyarakat suku dayak di dalam komonitasnya. Aturan tersebut berlaku pula bagi masyarakat luar. Sejumlah kasus pelanggaran hukum adat baik yang dilakukan anggota komonitas adat maupun masyarakat luar, diselesaikan melalui, sebuah persidangan adat. Produk dari persidangan adat yang dipimpin para tokoh adat dan diawasi “roh” para leluhur ini berupa sanksi adat dan pembayaran denda (tahil). Beberapa waktu lalu, empat orang oknum polisi Kepolisian Resort Hulu Sungai Tengah, harus membayar denda adat 20 tail emas dan bahan kebutuhan pokok karena terbukti melakukan pelanggaran hukum adat, yaitu melakukan penangkapan dan penyiksaan terhadap warga dayak. Sidang adat berisi pembacaan mantra dan pembakaran dupa dari seorang kepala adat, menandai awal dimulainya peradilan adat. Seekor ayam hitam disembelih di dalam ruangan dan kemudian diletakkan diatas tikar putih yang dibentang di tengah-tengah ruangan. Proses peradilan dilaksanakan seperti musyawarah, duduk berkelompok di dalam ruangan. Tetapi peradilan adat juga mengenai majelis hakim adat, mahkamah pertimbangan dan penuntut. Para pelaksana proses peradilan adat ini, mengenakan berbagai atribut ciri suku dayak seperti lahung (ikat kepala), tapan (sarung), gelang kuning (ikat pinggang) dan berbagai peralatan upacara adat lainnya. Selanjutnya para terdakwa disumpah secara adat. Sumpah ini mempunyai konsekuensi berakibat fatal apabila dilanggar atau terdakwa memberi keterangan menyimpang. Karma dari sumpah inilah yang sangat diyakini dan ditakuti masyarakat suku dayak

Ngaku Anggota TNI, Revando Tertangkap Selundupkan Miras
Usaha Revando Lisa menyelundupkan minuman keras cap tikus berakhir. Pria asal Desa Lemo ini tertangkap basah polisi di pelabuhan Manado, Senin (10/10/2011). Memuluskan aksi penyelundupan Revando mengaku sebagai personel TNI Angkatan Laut. Ia bahkan membawa kartu anggota TNI milik adiknya, dan mengenakan jacket TNI AL. Revando bahkan, menuliskan, di kardus cap tikus, nama instansi militer TNI AL. Ketahuan belangnya, Revando pun digiring ke markas Polresta bersama barang bukti, puluhan liter cap tikus dikemas di 100 bush bungkusan plastik, serta sejumlah bir kaleng. Rencananya minuman keras cap tikus itu akan diselundupkan ke Tarnate lewat jalur pelabuhan.

Nama

:M Ilmi Fauzan Kelas :X-2

 .

.23:2.8.3.7.03  #03.389.349.2.-:. /.59:89:.307.-7..3.30%.33.79:.8/ -:8-:3:8.9.900.85030:3/:5.-078.3-0..7/:8.3.80:2...3-:9 5::.3/4 -...3202-.3 907.3  .09% #0.3 203:8..320303.3 /..59:8/02. 2.:80-.59:8 3.:750.:9 .3/45:3/7302.2.3/4203.%2.5078430%3...3/80:3/:5. -.7.   02::8...35.3.2.89 8079..8  . #0.382907%  09.3#0..3 0.9.73.8!47089.:.3.:./3.-.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->