Anda di halaman 1dari 13

DISGNATI

Punya: Ryant Ganda Santoso 160110080095

Definisi
Sindrom kelainan dentoskeletal atau dentofasial yang dapat merupakan salah satu atau kombinasi dari gangguan fungsi dan harmoni dimana hubungan rahang beserta gigi antara RA dan RB dan/atau antara rahang dengan kompleks kraniofasial lainnya maupun jaringan lunak yang menutupinya tidak seimbang secara fungsional maupun estetik

Etiologi
1. Kongenital
Ex: sindrom pierre Robin, Crouzon, Treacher Collins,dll

2. Herediter
Perkembangan dentofasial dipengaruhi oleh orang tua secara genetis. Ex:gigi berlebih, bentuk jaringan lunak, retrognati RB, dll

3. Dapatan
Terjadi karena faktor lingkungan berkembang pada masa pertumbuhan dan perkembangan. a. Gangguan tumbuh kembang 1. Dental: -Premature loss gigi permanen, ex: M1 permanen
- impaksi gigi P dan C arkus dental <<, malrelasi rahang

2. fasial atau skeletal: - Diskrepansi pertumbuhan basis cranii - Reaksi idiopatik

b. Penyakit -Radang. Ex: artritis -infeksi. Ex:Osteomielitis, noma - Hormonal. Ex: Akromegali, - Displasia. Ex: displasia condylus - Neoplasma - Gangguan Neuromuskuler

c. Trauma - trauma kelahiran - Luka jaringan lunak atau keras - Pasca bedah rekonstruksi fraktur - Pasca bedah celah bibir dan langit-langit d. Kebiasaan buruk - menghisap jari atau benda-benda lainnya -tongue thrust -menggigit-gigit kuku, korek api, tusuk gigi dsb

Macam-macam disgnati
Kelainan dalam arah sagital/anteroposterior
a. Kelainan skeletal pada wajah konkaf:
1. 2. 3. Ukuran mandibula berlebih tanpa/dengan kelainan proc. Mentalis Ukuran maksila defisien Ukuran mandibula berlebih dan maksila defisien

b. Kelainan skeletal pada wajah konveks:


1. Ukuran mandibula defisien tanpa/dengan kelainan proc. Mentalis 2. Ukuran maksila berlebih 3. Protrusi bimaksiler 4. gigitan berlebih mandibula (deep bite)

Kelainan maksila dalm dimensi vertikal 1. Pertumbuhan berlebih tulang alveolar ke arah inferior expose gigi dan gusi berlebih, lip incompetence tanpa ketegangan musculus mentalis 2. Defisien pertumbuhan tidak ada expose gigi, disertai deepbite pada mandibula, dan menonjolnya ujung dagu maupun pendeknya 1/3 wajah bawah

Cleft Alveolar
Seringkali disertai konstriksi maksila dalam arah sagital dan transversal

Asimetri mandibula sebagai akibat kurang atau berlebihnya pertumbuhan pada satu sisi, seringkali mengenai processus, kadang2 corpus n ramus mandibula. Klinis: deviasi dagu atau mandibula

Deformitas dagu
Berhubungan dengan deformitas mandibula

Makrogenia dan mikrogenia


Pertumbuhan dagu berlebih atau sebaliknya defisien

Apertognatia disebut juga open bite

Kombinasi deformitas maksilomandibula


Sindrom short face (brachyfacial): defisiensi pertumbuhan wajah bawah pada dimensi vertikal. Didapatkan sudut mandibula atau oklusal yang datar Sindrom long face (Dolicofacial): pertumbuhan wajah bawah>>. Didapatkan sudut mandibula yang curam/besar

Deformitas dentofacial dalam sindrom kraniofasial


Celah bibir dan langit2
Sindrom pierre robin Sindrom treacher- collins Sindrom aperts

Asimetri wajah
Sindrom parry romberg Sindrom goldenhar Hipertrofi hemifacial Asimetri facial (penyakit von recklingshausen)

Defisiensi tengah wajah



Kraniosinotosis Sindrom binder Achondroplasia Displasia kleidokranial


Sindrom gorlin gotz Osteogenesis imperfecta Sindrom marfan Sindrom klinefelter

Prognati mandibula