Anda di halaman 1dari 9

2.

Bentuk Pemerintahan
Bentuk pemerintahan adalah suatu sistem yang mengatur alat-alat

perlengkapan negara dan hubungan antara alat-alat perlengkapan itu. Secara garis besar bentuk pemerintahan dibagi menjadi 3, yaitu bentuk pemerintahan klasik, monarki, dan republik. a) Bentuk pemerintahan klasik Bentuk pemerintahan klasik didasarkan pada teori-teori yang umumnya masih menggabungkan bentuk negara dan bentuk pemerintahan. Hal ini sesuai dengan pendapat Mac Iver dan Leon Duguit yang menyatakan bahwa bentuk negara sama dengan bentuk pemerintahan. Dalam teori klasik, bentuk pemerintahan dibedakan atas jumlah orang yang memerintah dan sifat pemerintahannya. Ajaran Plato (429-347 SM) Plato mengemukakan lima bentuk pemerintahan yang sesuai dengan sifat-sifat tertentu manusia sebagai berikut. 1) Aristokrasi berasal dari bahasa Yunani kuno, aristo yang berarti terbaik dan kratia yang berarti untuk memimpin. Aristokrasi dapat diterjemahkan sebagai bentuk pemerintahan yang dipegang oleh kaum cendekiawan yang dilaksanakan sesuai keadilan. 2) Timokrasi, yaitu bentuk pemerintahan yang dipegang oleh orangorang yang ingin mencapai kemahsyuran. 3) Oligarki, yaitu bentuk pemerintahan yang dipegang oleh golongan hartawan. 4) Demokrasi, yaitu bentuk pemerintahan yang dipegang oleh rakyat jelata.

5) Tirani, yaitu bentuk pemerintahan yang jauh dari keadilan karena dipegang oleh seorang tiran (sewenang-wenang). Ajaran Aristoteles (384-322 SM) Aristoteles membagi bentuk pemerintahan berdasarkan 2 kriteria, yaitu jumlah orang yang memegang pucuk kekuasaan dan kualitas pemerintahannya sebagai berikut. 1) Monarki, yaitu bentuk pemerintahan yang dipegang oleh satu orang demi kepentingan umum. Sifat pemerintahannya baik dan ideal. 2) Tirani, yaitu bentuk pemerintahan yang dipegang oleh seseorang demi kepentingan pribadi. Sifat pemerintahannya buruk. 3) Aristokrasi, yaitu bentuk pemerintahan yang dipegang oleh sekelompok cendekiawan demi kepentingan umum. Sifat pemerintahannya baik dan ideal. 4) Oligarki, yaitu bentuk pemerintahan yang dipegang oleh

sekelompok cendekiawan demi kepentingan kelompoknya. Sifat pemerintahannya buruk. 5) Politeia, yaitu bentuk pemerintahan yang dipegang seluruh rakyat demi kepentingan umum. Sifat pemerintahannya baik dan ideal. 6) Demokrasi, yaitu bentuk pemerintahan yang dipegang oleh orangorang tertentu demi kepentingan sebagian orang. Sifat pemerintahannya kurang baik. Ajaran Polybios (204-122 SM) Polybios menerapkan ajaran yang dikenal dengan Teori Siklus yang merupakan pengembangan dari ajaran Aristoteles dengan mengganti bentuk pemerintahan politeia dengan demokrasi.

Monarki pada mulanya didirikan atas nama rakyat dan kekuasaannya dapat dipercaya. Namun pada perkembangannya penguasa (raja) tidak lagi mementingkan kepentingan umum, bahkan cenderung menindas rakyat. Selanjutnya bentuk pemerintahan monarki bergeser menjadi tirani. Di dalam situasi tirani yang sewenang-wenang, kaum cendekiawan bersatu untuk melakukan pemberontakan. Kekuasaan pun beralih ke tangan mereka yang disebut aristokrasi. Pada mulanya aristokrasi sangat memperhatikan kepentingan umum, namun pada perkembangannya mereka mulai mementingkan kepentingan sendiri. Bentuk pemerintahan pun berubah menjadi oligarki. Dalam pemerintahan oligarki, sama sekali tidak ada keadilan bagi rakyat, hal ini memicu rakyat melakukan pemberontakan dan mengambil alih kekuasaan negara. Sehingga bentuk pemerintahan berubah menjadi demokrasi. Walaupun awalnya baik, demokrasi justru menimbulkan banyak kekacauan, seperti korupsi dan kebobrokan. Akibatnya bentuk pemerintahan berubah menjadi okhlokrasi, dimana muncul seseorang yang keras untuk memegang pemerintahan. Dengan demikian pemerintahan kembali dipegang oleh satu tangan dalam bentuk monarki. b) Bentuk pemerintahan monarki (kerajaan) Menurut Leon Duguit, perbedaan mendasar dari bentuk pemerintahan monarki dan republik terletak pada kepala negaranya. Monarki didasarkan atas hak turun-temurun, sementara republik tidak berdasarkan turun-temurun tetapi dipilih. Bentuk pemerintahan monarki terbagi atas: Monarki absolut Monarki absolut adalah bentuk pemerintahan dalam suatu negara yang dikepalai oleh seorang (raja, ratu, syah, atau kaisar) dimana kekuasaan dan wewenangnya tidak terbatas. Contoh: Perancis semasa Louis XIV.

Monarki konstitusional Monarki konstitusional adalah bentuk pemerintahan dalam suatu negara yang dikepalai oleh sorang raja dimana kekuasaannya dibatasi oleh undang-undang (konstitusi). Contoh : hak octrooi di Jepang dan Bill of Rights I tahun 1689 oleh Inggris.

Monarki parlementer Monarki parlementer adalah bentuk pemerintahan dalam suatu negara yang dikepalai oleh seorang raja dimana parlemen (DPR) memegang kekuasaan tertinggi. Contoh negara yang menerapkan adalah Inggris, Belanda, Malaysia. c. Bentuk pemerintahan republik Bentuk pemerintahan republik dibedakan atas: Republik absolut Dalam sistem ini, pemerintahan bersifat diktator tanpa ada pembatasan kekuasaan. Parlemen memang ada, namun tidak berfungsi.

Republik konstitusional Dalam sistem ini, presiden kekuasaan presiden dibatasi oleh konstitusi. Selain itu, parlemen melakukan pengawasan secara efektif.

Republik parlementer Dalam sistem ini, presiden hanya berfungsi sebagai kepala negara. Sedangkan kepala pemerintahan berada di tangan perdana menteri yang bertanggung jawab kepada parlemen.

3) Sistem Pemerintahan
Istilah sistem pemerintahan berasal dari gabungan dua kata, sistem dan pemerintahan. Kata sistem merupakan terjemahan dari bahasa Inggris yang berarti susunan, tatanan, jaringan, atau cara. Sedangkan pemerintahan dalam arti yang luas adalah perbuatan memerintah yang dilakukan oleh badan-badan legislatif, eksekutif, dan yudikatif di dalam suatu negara dalam rangka mencapai tujuan penyelenggaraan negara. Sistem pemerintahan diartikan sebagai suatu kesatuan yang terdiri atas berbagai komponen pemerintahan yang bekerja saling bergantungan dalam mencapai tujuan dan fungsi pemerintahan. Sistem pemerintahan di dunia terbagi atas sistem pemerintahan parlementer dan presidensial. Adanya sistem pemerintahan lain dianggap sebagai variasi atau kombinasi dari dua sistem pemerintahan diatas. a) Sistem pemerintahan parlementer Sistem pemerintahan parlementer adalah sistem pemerintahan dimana parlemen memiliki peranan penting dalam menjalankan pemerintah. Parlemen memiliki wewenang untuk mengangkat perdana menteri dan dapat menjatuhkan pemerintaha. Sistem parlemen dapat memiliki seorang presiden dan seorang perdana menteri yang berwenang terhadap jalannya pemerintah. Sistem parlementer dapat dikatakan merupakan kelanjutan dari bentuk negara Monarki Konstitusional, dimana raja, ratu, atau presiden kekuasaannya dibatasi oleh konstitusi dan kedudukannya sebatas menjadi kepala negara saja. Ciri-ciri sistem pemerintahan parlementer adalah sebagai berikut: 1. Parlemen adalah satu-satunya badan yang anggotanya dipilih langsung oleh rakyat melalui pemilihan umum. 2. Anggota parlemen terdiri atas orang-orang dari partai politik yang memenangkan pemiihan umum.

3. Kabinet terdiri dari atas para menteri dan perdana menteri sebagai pemimpin kabinet 4. Kabinet bertanggung jawab kepada parlemen dan dapat bertahan sepanjang mendapat dukungan mayoritas anggota parlemen. 5. Kepala negara tidak memiliki kekuasaan pemerintahan. Ia hanya berperan sebgai simbol kedaulatan dan keutuhan negara. 6. Presiden atau raja atas saran dari perdana menteri dapat membubarkan parlemen. Kelebihan Sistem Pemerintahan Parlementer: a. Mudah terjadi penyesuaian pendapat antara eksekutif dan legislatif. b. Garis tanggung jawab dalam pembuatan dan pelaksanaan kebijakan publik jelas. c. Adanya pengawasan yang kuat dari parlemen terhadap kabinet. Kekurangan Sistem Pemerintahan Parlementer: a. Kabinet dapat dijatuhkan oleh parlemen sewaktu-waktu. b. Kelangsungan kedudukan badan eksekutif atau kabinet tidak bisa ditentukan berakhir sesuai dengan masa jabatannya. c. Kabinet dapat mengendalikan parlemen. d. Parlemen menjadi tempat kaderisasi bagi jabatan-jabatan eksekutif. b) Sistem pemerintahan presidensial Dalam sistem pemerintahan presidensial, badan eksekutif dan legislatif memiliki kedudukan yang independen. Kedua badan tersebut tidak berhubungan secara langsung seperti dalam sistem pemerintahan parlementer. Mereka dipilih oleh rakyat secara terpisah. Ciri-ciri dari sistem pemerintahan presidensial sebagai berikut : 1. Penyelenggaran negara berada ditangan presiden.

2. Kabinet (dewan menteri) dibentuk oleh presiden. 3. Presiden tidak bertanggungjawab kepada parlemen. 4. Presiden tidak dapat membubarkan parlemen. 5. Parlemen memiliki kekuasaan legislatif dan sebagai lembaga perwakilan. Anggota parlemen dipilih oleh rakyat. 6. Presiden tidak berada dibawah pengawasan langsung parlemen. Kelebihan Sistem Pemerintahan Presidensial a. Badan eksekutif lebih stabil kedudukannya. b. Masa jabatan badan eksekutif lebih jelas dengan jangka waktu tertentu. c. Penyusunan program kerja kabinet mudah disesuaikan dengan jangka waktu masa jabatannya. d. Legislatif bukan tempat kaderisasi untuk jabatan-jabatan eksekutif. Kekurangan Sistem Pemerintahan Presidensial a. Kekuasaan eksekutif diluar pengawasan langsung legislatif sehingga dapat menciptakan kekuasaan mutlak. b. Sistem pertanggungjawaban kurang jelas. c. Dapat terjadi keputusan tidak tegas dan memakan waktu yang lama. c) Sistem pemerintahan referendum Referendum berasal dari kata refer yang berarti mengembalikan. Sistem referendum adalah suatu sistem yang pelaksanaan pemerintahan didasarkan pada pengawasan oleh rakyat, terutama terhadap kebijakan yang telah, sedang, dan akan dilaksanakan oleh badan eksekutif atau legislatif. Referendum terdiri dari referendum obligatoir, fakultatif, dan konsultatif. Referendum obligatoir adalah referendum yang harus terlebih dahulu mendapat persetujuan langsung dari rakyat sebelum undangundang tertentu diberlakukan. Referendum fakultatif adalah referendum referendum yang dilaksanakan apabila suatu undang-undang dalam kurun waktu

tertentu telah dilaksanakan, sejumlah orang yang mempunyai hak suara menginginkan diadakannya referendum. Referendum konsultatif adalah referendum yang menyangkut soalsoal teknis. Keuntungan sistem pemerintaha referendum adalah rakyat dapat turut serta dalam menanggulangi masalah Negara. Kelemahannya adalah kenyataannya tidak setiap masalah mampu diselesaikan oleh rakyat itu sendiri. d) Sistem parlemen satu kamar dan dua kamar Sistem parlemen satu kamar adalah sistem pemerintahan yang hanya memiliki satu kamar pada parlemen atau lembaga legislatif. Negara yang menggunakan sistem satu kamar adalah negara kesatuan yang kecil dan homogen serta menganggap majelis tinggi atau kamar kedua tidak perlu. Contohnya negara bagian Nebraska di Amerika, Queensland di Australia. Sistem parlemen dua kamar adalah sistem pemerintahan yang memiliki dua kamar pada parlemen atau lembaga legislatif. Adapun bentuk parlemen dengan sistem dua kamar adalah sebagai berikut. o Federalisme Federalisme adalah bentuk pemerintahan dimana setiap negara bagian mendapatkan jumlah kursi yang sama di majelis tinggi badan legislative dengan tidak mempedulikan banyak sedikitnya jumlah penduduk. Di Amerika kesepakatan ini disebut Kompromi Connecticut. o Sistem dua kamar kebangsawanan Sistem ini merupakan bentuk pemerintahan dimana unsureunsur demokratis dan kebangsawanan disejajarkan. Negara yang menganut sistem ini adalah Britania Raya.