Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH Sejarah Teknologi Pakan Mata Kuliah TEKNOLOGI PAKAN

Disusun oleh:

Nadia Ainu Nisa

200110090158

FAKULTAS PETERNAKAN UNIVERSITAS PADJADJARAN SUMEDANG 2011

I PENDAHULUAN Ternak-ternak dipelihara untuk dimanfaatkan tenaga/diambil hasilnya dengan cara mengembangbiakkannya sehingga dapat meningkatkan pendapatan para petani. Agar ternak peliharaan tumbuh sehat dan kuat, sangat diperlukan pemberian pakan. Pakan memiliki peranan penting bagi ternak, baik untuk pertumbuhan ternak muda maupun untuk mempertahankan hidup dan menghasilkan produk (susu, anak, daging) serta tenaga bagi ternak dewasa. Fungsi lain dari pakan adalah untuk memelihara daya tahan tubuh dan kesehatan. Agar ternak tumbuh sesuai dengan yang diharapkan, jenis pakan yang diberikan pada ternak harus bermutu baik dan dalam jumlah cukup. Pakan yang sering diberikan pada ternak kerja antara lain berupa: hijauan dan konsentrat (makanan penguat). Awal dari sejarah teknologi pakan mulai berkembang pada saat manusia melakukan penggilingan terhadap padi dan gandum sebagai bahan pokok makanan untuk manusia, yang kemudian hasil ikutanya yang berupa kulit padi atau kulit gandum yang dibuang secara cuma-cuma karena dianggap tidak mempunyai kegunaan yang berarti untuk manusia. J E N I S PAKAN 1. Hijauan Segar 2. Jerami dan hijauan kering 3. Silase 4. Konsentrat (pakan penguat)

II SEJARAH TEKNOLOGI PAKAN TERNAK Perkembangan perindustrian di negara Amerika diawali dengan tumbuhnya industri penggilingan padi, gandum, dan jagung, pengepakan daging, pengolahan susu, dan pengolahan minyak kelapa sawit. Namun limbah dari industri tersebut tidak diolah dengan baik tetapi dibuang langsung ke sungai-sungai terdekat. Hal ini mengakibatkan pemerintah kota setempat mengeluarkan larangan bagi warganya untuk membuang limbah ke dalam sungai. Dari kejadian diatas, timbullah pemikiran atau ide-ide baru yang bertujuan mendayagunakan barang sisa atau limbah menjadi hasil sampingan yang dapat mendatangkan keuntungan. Manusia berpikir bila tumbuhan, biji-bijian, dan padi-padian dapat bermanfaat bagi mereka, maka limbah dari pengolahannya mungkin juga memiliki nilai gizi bagi ternak besar dan unggas yang mereka punya. Hasil dari analisis kimia yang dilakukan membuktikan bahwa masih adap protein yang terkandung dalam limbah tersebut dan kadang juga ditemukan mineral dan vitamin penting.

Perkembangan Standar Pakan Ternak Sekitar tahun 1810 ilmuan Jerman mengembangkan standar pakan yang baru, yang menggunakan perbandingan pada nilai mutu jerami. Ilmuan Jerman tetap menjadi pelopor dalam penemuan dan penentuan standar baru bagi pakan ternak melalui kerja sama dengan Weende Experiment Stasion milik Henneberg dan Stohmann, yang mencoba membagi macam-macam bahan pakan dengan menggunakan analisis proksimat menjadi 8 (delapan) unsur utama yaitu :air, abu, protein kasar, lemak, serat kasar dan BETN (Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen). Pada tahun 1864, Wollf menerbitkan standar pakan pertama berdasarkan daya cerna nutrisi. Pada akhir abad 19 di Amerika, Atwater dan Armsby mengembangkan standar baru untuk bahan pakan. Henry dan Morrison terlibat dalam meningkatkan standar pakan yang

digunakan selama hampir 50 tahun pertama pada abad tersebut. Pada tahun 1944 Konsultan Ilmuan Nasional (NRC) mengembangkan beberapa standar pakan untuk ternak besar (ruminansia) yang kemudian dikenal sebagai tabel penyusunan formulasi pakan yang kita kenal saat ini.

Evolusi Industri Perkembangan awal dari indrustri pakan ternak dimulai pada tahun 1800-an. Pada saat itu kuda dan keledai menjadi salah satu faktor awal terbentuknya sarana transportasi serta penggerak perusahaan jasa. Kebutuhan akan pakan kuda dan keledai yang berkualitas baik mengalami permintaan yang sangat tinggi pada saat itu. Kejadian ini membuat beberapa perusahaan pakan saat itu mulai memproduksi pakan untuk kuda dan keledai tersebut. Proses produksi berjalan dengan cara yang sangat sederhana, yaitu pengolahan, penyimpanan, peenjualan, dan pengadaan pelayanan pengiriman. Pada saat itu hanya sedikit ilmuwan yang ikut terlibat dalam indrustri tersebut. Perusahaan H.K Webcter dimulai dengan penggilingan padi di Lawrensce Massachusetts pada tahun 1868 dan tumbuh menjadi salah satu perusahaan bahan makanan ternak terbesar di timur laut. Dimulai pada tahun 1870 dan sekarang beroperasi sebagai untuk memproduksi bahan pakan yang berasal dari tumbuhan. Perusahaan dimulai tahun 1894 dan memproduksi makanan bagi kuda dan kedelai. Perusahaan alther diatur tahun 1895 oleh perusahaan albert. Tahun 1903 perusahaan charter mulai beroperasi di Bolton . perusahaan the sctueiber di santta joseph misauri membuat pakan untuk kuda pada tahun 1905 kemudian setelah itu diganti menjadi Scaimber Mells Inc. Beberapa perusahaan besar dibidang pakan ternak juga tercatat beroprasi setelah Eastern States Farmers Exchange memulai mengoperasikan Feedmill di Boffalo, New York, pada tahun 1918. Setelah terjadi Revolusi Hijau ratusan perusahaan pun mulai bergerak di bidang pakan ternak dengan cepat menyebar keseluruh Negara bagian di Amerika Serikat.

Tahun 1918 sebelum kerjasama pertama Persatuan Petani Timur, memulai usaha mereka dalam mengoperasikan penggilingan pakan di Buffalo, New York. Beberapa perusahaan pakan utama antara lain yaitu: 1918 : Doughboy Mills, Inc., New Richmond, Wisconsin, berganti nama menjadi Domain, Inc. 1920 : Nutrena Mills, Inc., Kansas City, Missouri, sekarang memiliki divisi di Cargill, Inc, Minnesota. 1920 : Perusahaan Cosby Hodges, Birmingham, Alabama yang merupakan cabang dari Perusahaan Pemerintah dan sekarang menjadi perusahaan milik Tyson Foods Corp. di tahun 1989. 1928 : Perusahaan Hubbard Milling memulai usaha komersial pakan di Mankato, Minnesota. Sejak awal, perusahaan ini telah merintis usahanya dari 15 perusahaan pakan dengan suplai dari 19 macam tumbuhan di Amerika. Dan juga perusahaan ini bergerak dalam penyediaan pakan bagi ternak atau hewan kesayangan

Banyak perusahaan lain memasuki bisnis pakan ketika revolusi agrikultur menyebar di Amerka. Meningkatnya kompetisi dan merosotnya keuntungan dalam industri penggilingan tepung menjadikan beberapa perusahaan ini berpindah menjadi perusahaan pakan. Pada tahun 1970 an dan awal 1980 an, terjadi peningkatan dengan bertambahnya pabrik premix. Industri unggas mulai maju dengan pesat selama periode ini, terutama di daerah Delmarva, kemudian meluas sampai bagian tenggara dan barat Arkansa dan Texas. Dengan integrasi ini menghasilkan penghematan kebutuhan pakan dalam produksi dibandingkan dengan pakan untuk kerbau liar. Selama 25 tahun, perkembangan industri terus meningkat.

Penemuan Bahan Pakan Baru Pada tahun 1800, semua peternak manyadari bahwa semua tanaman berupa bijibijian dan hijauan kering yang tumbuh di daerah peternakan dapat digunakan sebagai pakan

untuk ternak mereka. Sekitar 60 tahun yang lalu, pabrik penggilingan tepung membuang kulit biji gandum dibuang ke sungai karena tidak ada seorangpun yang memanfaatkanya. Pemakaian tepung kedelai sebagai bahan pakan ternak hampir mencapai dua kali lipat selama periode tahun 1950 sampai 1960. Keadaan ini dikarenakan nilai kandungan proteinnya mencapai 55% dari bahan keringnya, setelah dilakukan uji analisis proksimat. Penemuan baru atau teknik pabrikasi sering digunakan untuk membuat makanan komersil. Oleh karena itu, akan dijelaskan kronologikal sejarah perkembangan standar pakan ternak. 1850 : Molase digunakan sebagai bahan makanan di Eropa 1885 : Cottenseed berhasil ditemukan oleh Paul Aldige, yang dibuat untuk menyuling minyak dari cotton seed tersebut. 1888 : Tepung jagung digunakan pertama kali sebagai makanan kerbau 1890 : Sisa daging mulai digunakan sebagai pakan 1900 : Biji rami digunakan secara ekstensif sebagai pakan 1910 : Tepung ikan mulai diperkenalkan di pantai barat 1920 : Susu skim dapat digunakan sebagai formula pakan yang terus ditingkatkan jumlahnya 1922 : Kacang kedelai pertama kali di produiksi di Amerika 1943 : Urea dikembangkan sebagai sumber protein buatan untuk hewan pemamah biak 1952 : 50% kacang kedelai diproduksi untuk diberikan pada pakan ayam pedaging dan ungags 1954 : Penggemukan hewan ditambahkan pada ransom unggas. 1960 : Molase kayu mulai diperkenalkan pertama kali oleh Masonite Corporation 1977 : Methionine hydroxy pertama kali di perjualkan. 1990 : Banyak ramuan telah tersedia dalam bentuk cair :asam amino, vitamin, bahan pengawet, penyedap, pewarna

Produksi Industri Pakan Pada mulanya peralatan untuk industri pakan sangatlah sederhana. Bahkan pada kenyataannya pelopor pabrik pakan ternak pada tahun 1900-an hanya menggunakan sekop untuk mencampurkan berbagai campuran untuk bahan pakan ternak. Sejalan dengan perluasan usaha dan waktu , maka peralatannya pun makin berkembang.

Berikut ini dikemukakan beberapa penemuan alat-alat baru dalam industri pakan ternak :

1931 : B.F Gump memasarkan pakan molasses 1947 : Pemberian ransom pada ungags 1957 : Wenger Mixer Manufacturing Company membuat Mesin serbaguna pembuat Pellet kasar, pellet molasses dan pembuat molasses 1962 : Pengujian ketahanan suara mesin yang diperkenalkan oleh Pfost 1979 : Mesin penggiling yang dikembangkan di Australia.

TEKNOLOGI PAKAN PADA MASA KINI Banyak teknik pengolahan telah dilakukan di negara-negara beriklim subtropis dan tropis, akan tetapi sering menyebabkan pakan menjadi tidak ekonomis dan masih memerlukan teknik-teknik untuk memodifikasinya, terutama dalam penerapannya di tingkat peternak.Beberapa teknik pengolahan bahan pakan yang mudah dilakukan di lapangan adalah: 1.Pembuatan Hay Hay adalah tanaman hijauan pakan ternak, berupa rumputrumputan/ leguminosa yang disimpan dalam bentuk kering berkadar air: 20-30%. Pembuatan Hay bertujuan untuk

menyeragamkan waktu panen agar tidak mengganggu pertumbuhan pada periode berikutnya, sebab tanaman yang seragam akan memilik daya cerna yang lebih tinggi. Ada 2 metode pembuatan Hay yang dapat diterapkan yaitu: a. Metode Hamparan Merupakan metode sederhana, dilakukan dengan cara meghamparkan hijauan yang sudah dipotong di lapangan terbuka di bawah sinar matahari.. b. Metode Pod Dilakukan dengan menggunakan semacam rak sebagai tempat menyimpan hijauan yang telah dijemur selama 1 - 3 hari (kadar air 50 2. Pembuatan Silase Silase adalah bahan pakan ternak berupa hijauan (rumput-rumputan atau leguminosa) yang disimpan dalam bentuk segar mengalami proses ensilase. Pembuatan silase bertujuan mengatasi kekurangan pakan di musim kemarau atau ketika penggembalaan ternak tidak mungkin dilakukan. Beberapa metode dalam pembuatan silase: 1. Metode Pemotongan Metoode Pencampuran 3. Amoniasi 4. Pakan Pemacu 5. Pakan Penguat

KESIMPULAN Pakan memiliki peranan penting bagi ternak, baik untuk pertumbuhan ternak muda maupun untuk mempertahankan hidup dan menghasilkan produk (susu, anak, daging) serta tenaga bagi ternak dewasa. Fungsi lain dari pakan adalah untuk memelihara daya tahan tubuh dan kesehatan. Evolusi Industri Perkembangan awal dari indrustri pakan ternak dimulai pada tahun 1800-an. beberapa perusahaan pakan saat itu mulai memproduksi pakan untuk kuda dan keledai tersebut. Proses produksi berjalan dengan cara yang sangat sederhana, yaitu pengolahan, penyimpanan, peenjualan, dan pengadaan pelayanan pengiriman. Pada saat itu hanya sedikit ilmuwan yang ikut terlibat dalam indrustri tersebut.

Beberapa teknik pengolahan bahan pakan yang mudah dilakukan di lapangan adalah: Pembuatan Hay Pembuatan Silase

DAFTAR PUSTAKA Anakpeternakan.blogspot.com diakses pada tanggal 4 september 2011 pukul 14.37 Dunia Peternakan/mozaikmuslimahblog.blogspot.com diakses pada tanggal 4 september 2011 pukul 14.37