Anda di halaman 1dari 2

Fakultas Kedokteran Gigi UPDM (B) Nama Nim : Arlan Akbari, SKG.

: 2010- 16- 006

RESUME KULIAH KLINIK BEDAH MULUT RS. POLRI Drg. Nila utama, Sp. BM Penjahitan
Alat-alat untuk menjahit luka : Jarum jahit Benang jahit Needle holder Pinset anatomis Gunting

Jarum jahit. Terbuat dari stainless steel. Bentuknya bermacam-macam yaitu lurus, lurus dengan ujung melengkung, lingkaran, lingkaran, dan lingkaran. Kita biasa memakai yang lingkaran. Benang jahit. Bermacam-macam jenis. Contohnya ; swaged needle, eye needle, dan split needle. Swaged needle adalah benang jahit dan jarum menjadi satu dari pabrik, merupakan yang terbaik, tapi harganya mahal. Eye needle adalah benang jahit dan jarumnya terpisah sehingga jarumnya dapat dipakai kembali. Split needle adalah seperti eye needle, tapi terdapat celah pada tempat masuknya benang sehingga benang dapat masuk lebih mudah. Ukuran benang jahit. No. 3 dan No. 4 paling banyak dipakai untuk intra oral. No.5 dan No.6 biasanya digunakan untuk kulit. Satuan dalam gauge. Jenis bahan. Non absorable dan absorable. Non absorable tidak terserap dan umumnya dipakai untuk bagian permukaan tubuh. Contohnya silk, nylon, cotton dan linnen, serta metal. Absorable terserap oleh cairan tubuh, umumnya dipakai untuk bagian dalam tubuh. Contohnya, gut, polyglycoliic acid dan colagen. Macam-macam cara penjahitan. Interupted, continous, mattress, dll. Interupted merupakan penjahitan yang paling banyak digunakan. Keuntungan nya adalah jahitan ini kuat,mudah, banyak, dan tempat jahitan dapat disesuaikan dengan kondisi luka, berdiri sendiri atau apabila salah satu jahitan lepas tidak akan mempengaruhi jahitan yang lain. Continous keuntungan nya adalah penjahitan lebih cepat dan tegangan yang merata pada seluruh garis insisi.

Prinsip-prinsip penjahitan : Needle holder harus memegang jarum kira-kira dari jarak ujung jarum Jarum harus masuk secara tegak lurus terhadap permukaan jaringan Jarum harus masuk ke dalam jaringan dengan cara mengikuti lengkung jarum Jarum masuk kira-kira 2-3 mm dari garis insisi Penarikan tidak boleh terlalu tegang karena dapat menyebabkan robek nya jaringan Kedua tepi luka tidak boleh terlalu rapat Jartak antara kedua jahitan kira-kira 3-4 mm

Tujuan menjahit luka operasi : mengembalikan jaringan pada tempatnya mencegah terjadinya perdarahan post operasi mempercepat proses penyembuhan mencegah masuknya sisa makanan kedalam luka bekas operasi