Anda di halaman 1dari 5

Kementerian Pertanian

ARAHAN DAN PEMBUKAAN MENTERI PERTANIAN PADA ACARA RAPAT KOORDINASI NASIONAL PEMBANGUNAN PERTANIAN TAHUN 2011 JAKARTA, 10-11 FEBRUARI 2011 Yang terhormat Ketua Komisi IV DPR-RI, Wakil Menteri Pertanian, Deputi Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup, Bappenas, Para pejabat eselon-1 lingkup Kementerian Pertanian, Kepala Dinas dan Badan lingkup Pertanian di Provinsi, Kepala UPT-Pusat lingkup Kementerian Pertanian, Saudara-saudara peserta pertemuan yang Saya hormati; Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua.

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah Subhanahu Wataala atas segala limpahan rakhmat dan karunia-Nya, sehingga pada hari ini kita dapat berkumpul dalam keadaan sehat untuk melaksanakan Rakornas ini. Saya beserta segenap jajaran Kementerian Pertanian mengucapkan terima kasih atas kehadiran Saudara dalam rapat ini. Secara pribadi menyampaikan penghargaan atas kerja keras Saudara-Saudara dan dedikasinya sehingga tercapai kemajuan pertanian di wilayah masing-masing dan kemajuan di tingkat nasional. Pelaksanaan Rakornas ini saya anggap sangat penting guna mempercepat pelaksanaan program kerja tahun 2011 secara terpadu, cermat dan tepat.

Saudara Hadirin yang saya hormati, Sebagaimana diketahui bersama, bahwa kita baru saja menyelesaikan kegiatan tahun 2010. Secara nasional, realisasi anggaran Kementerian Pertanian Tahun 2010 sebesar Rp 7,92 triliun atau 88,4%. Realisasi anggaran ini lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi tahun 2009. Kinerja pencairan anggaran yang paling tinggi berasal dari realisasi dana Tugas Pembantuan di provinsi dan kabupaten/kota sebesar 96,2% sedangkan
Pidato Arahan dan Pembukaan Menteri Pertanian pada Rakornas, 10 Februari 2011

Kementerian Pertanian

terendah dari dana dekonsentrasi di provinsi sebesar 82,4%. Realisasi kegiatan dan anggaran ini tentunya baru sebagian kecil saja berdampak pada peningkatan produksi maupun peningkatan pada indikator makro pertanian tahun 2010. Mengingat serapan anggaran tahun kemarin itu menumpuk di Semester-II tahun 2010, saya yakin bahwa kegiatan itu baru akan berdampak lebih besar pada capaian produksi tanaman semusim di tahun 2011, sedangkan dampaknya terhadap produksi tanaman tahunan maupun peternakan terjadi nanti pada akhir tahun 2011 atau bahkan pada tahun 2012 mendatang. Belajar dari pengalaman itu, saya minta agar pada tahun 2011 ini dilakukan perubahanperubahan mendasar, antara lain: (1) merubah cara merencanakan kegiatan dikaitkan dengan musim dan target capaian produksi, (2) merubah cara bekerja dengan melakukan percepatan realisasi fisik di lapangan, sehingga pada akhir semester-I 2011 realisasi fisik dapat mencapai 100% dan atau realisasi anggaran minimal 50%, serta (3) merubah cara melakukan pengendalian dan pemantauan di lapangan ke arah yang lebih efektif sesuai dengan siklus produksi pertanian.

Saudara-saudara sekalian yang berbahagia, Berdasarkan data BPS, kinerja produksi pangan kita seperti padi, jagung dan sebagian besar komoditas lain menunjukkan trend meningkat, namun memang beberapa komoditas termasuk kedelai mengalami penurunan. Penurunan produksi kedelai ini disebabkan oleh lahan untuk kedelai bersaing dengan tanaman padi dan jagung, serta harga kedelai yang relatif rendah sehingga tidak menggariahkan petani menanam kedelai. Idealnya harga kedelai tingkat petani di atas Rp 7.000/kg. Untuk itu, kami berusaha untuk memanfaatkan lahan-lahan yang belum dimanfaatkan serta lahan Perum Perhutani untuk ditanami kedelai, disamping itu juga mempertimbangkan perlunya kebijakan harga dasar kedelai. Peningkatan produksi padi ini, didukung oleh peningkatan produksi di 16 provinsi sentra padi, diantaranya dengan kinerja yang baik yaitu: Provinsi Banten, Jawa Tengah, Aceh, Kalimantan Barat dan Sumatera Barat yang meningkat berkisar antara 4,1 sampai 10,7%. Sedangkan produksi jagung yang tumbuh berkisar 5,7 sampai 22,4 % terjadi di sentra jagung Provinsi Sumatera Utara, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Walapun secara nasional produksi kedelai mengalami penurunan, tetapi di Provinsi Riau, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, dan Papua dapat tumbuh berkisar antara 3,5 sampai 12,4% dari
Pidato Arahan dan Pembukaan Menteri Pertanian pada Rakornas, 10 Februari 2011

Kementerian Pertanian

tahun sebelumnya. Kami sangat bangga dan memberikan apresiasi yang tinggi terhadap prestasi produksi pangan di provinsi-provinsi tersebut. Kami berpesan agar provinsi lainnya berpacu guna meningkatkan produksi yang jauh lebih tinggi lagi.

Saudara-saudara yang saya muliakan, Pada akhir-akhir ini, kita dihadapkan pada persoalan yang berat berupa isu-isu strategis baik di level global, nasional maupun regional. Meningkatnya harga pangan dan energi dunia yang terjadi saat ini merupakan Isu ekonomi global yang sangat meresahkan semua negara. Isu global lainnya adalah terjadinya kemiskinan di beberapa negara, perubahan iklim dan bencana alam. Dari berbagai isu global tersebut yang paling kritis adalah persoalan pangan, energi dan air. Pada tataran nasional dan regional, saat ini kita dihadapkan pada persoalan anomali iklim yang ekstrim. Sejak tahun 2010 dan diperkirakan berlanjut hingga April 2011 nanti akan terjadi musim basah dengan hujan yang berkepanjangan. Selanjutnya setelah bulan April 2011 diprediksi akan terjadi musim kering hingga tahun 2012 mendatang. Iklim yang ekstrim ini akan mengganggu sistem usahatani kita. efisien dan berdaya saing. Menyimak berbagai persoalan dan isu strategis tersebut, terlihat bahwa tantangan tahun 2011 lebih berat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Untuk itu diperlukan Kontrak pemikiran yang brilian guna memperoleh terobosan-terobosan baru guna mempercepat pencapaian target EMPAT SUKSES yang tertuang dalam RENSTRA kita. Kinerja antara lain mencapai Swasembada Daging Sapi dan Kerbau, serta Gula pada tahun 2014 tidak mungkin dihasilkan dari output kegiatan di tahun yang sama, tetapi dihasilkan dari output kegiatan tahun sebelumnya yaitu kegiatan tahun 2012-2013. Untuk itu pada saat sekarang pun, kita dituntut untuk merancang Rencana Kerja 2012 secara cermat sehingga diharapkan dampaknya baru akan terlihat nanti pada tahun 2013-2014. Persoalan domestik lainnya adalah terbatasnya infrastruktur pertanian yang berakibat usahatani kita tidak

Pidato Arahan dan Pembukaan Menteri Pertanian pada Rakornas, 10 Februari 2011

Kementerian Pertanian

Cara merencanakan maupun cara kerja kita mestinya harus dirubah. Kini tidak bisa lagi mengandalkan cara kerja yang konvensional, namun diperlukan kalkulasi yang cermat guna merancang program dan kegiatan yang mampu memberikan kontribusi berdampak secara nasional. Program yang telah menunjukkan hasil nyata kiranya dapat direplikasi secara massal, disamping mendorong swasta dan masyarakat untuk dijadikan sebagai motor penggerak utamanya. Kita tidaklah cukup hanya mengandalkan terbitnya kebijakan tingkat nasional saja, tetapi yang diperlukan adalah peningkatan kapasitas tenaga kerja dari nasional sampai ke tingkat daerah. Hadirin yang saya hormati, Kegiatan-kegiatan yang telah tertuang dalam DIPA 2011 agar didorong dapat berdampak pada pencapaian target EMPAT SUKSES, antara lain: peningkatan produksi lima komoditas utama pada tahun 2011 adalah: padi 70,6 juta ton, jagung 22 juta ton, kedelai 1,56 juta ton, gula 3,87 juta ton dan daging sapi 0,44 juta ton. Konsumsi beras diharapkan menurun sekurang-kurangnya 1,5% per tahun dengan sasaran konsumsi beras 98,1 kg/kapita/tahun serta Pola Pangan Harapan (PPH) meningkat dari 86,4 tahun 2010 menjadi 88,1 pada tahun 2011. Sasaran komoditas tersebut semestinya dijabarkan ke dalam target masing-masing provinsi dan kabupaten/kota untuk menjadi indikator keberhasilannya dan selanjutnya dilaksanakan percepatan-percepatan pelaksanaan di lapangan. Sebagaimana diketahui bersama, dari sasaran-sasaran produksi tersebut, diharapkan turut berdampak dan berkontribusi terhadap: (1) PDB (di luar kehutanan dan perikanan) berkisar 3,61%, (2) sasaran investasi pertanian Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 81,12 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 33,68 triliun; (3) neraca perdagangan sebesar US$ 29,88 miliar; (4) penyerapan tenaga kerja 44,11 juta orang atau tumbuh 0,92%, dan (5) indeks NTP ditargetkan berkisar antara 105-110. Dalam kesempatan ini saya berpesan, agar para Kepala Dinas/Badan lingkup pertanian Provinsi mengkoordinasikan dalam proses perencanaan, evaluasi dan pelaporan di daerah, mengawal pelaksanaan anggaran dan mensinergiskan program dan kegiatan dari berbagai sumber pembiayaan yang ada di daerah. Kegiatan seperti DAK di kabupaten agar disinergiskan dengan kegiatan yang bersumber dari dana dekonsentrasi, tugas pembantuan maupun APBD, dan dilakukan percepatan
Pidato Arahan dan Pembukaan Menteri Pertanian pada Rakornas, 10 Februari 2011

Kementerian Pertanian

realisasi kegiatan sehingga diyakini bahwa kegiatan tahun 2011 ini akan berdampak pada peningkatan produksi pangan pada tahun 2011 atau setidaknya pada awal tahun 2012.

Saudara sekalian yang saya hormati, Mengingat keberhasilan pembangunan pertanian tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah dan seluruh stakeholder terkait, maka dalam kesempatan ini, kami mohon dukungan dari daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota diantaranya: (1) menerbitkan perda menindaklanjuti UU Nomor 41/2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan serta perda lainnya sehingga kondusif bagi dunia usaha, (2) penataan lahan pertanian dan pengendalian alih fungsi lahan, (3) membangun master-plan guna mengembangkan sentra produksi komoditas pangan strategis, (3) mendorong akses petani/peternak kepada sumber permodalan, (4) peningkatan konsumsi pangan lokal untuk program diversifikasi pangan, serta (4) dukungan APBD diprioritaskan untuk sektor pertanian. Demikian beberapa hal yang dapat saya sampaikan, dan akhirnya perkenankan saya mengingatkan Saudara Saudara dan diri saya sendiri, marilah kita membulatkan niat, berusaha sekuat tenaga dan berdoa guna mewujudkan visi pertanian kita, terutama meningkatkan derajat dan kesejahteraan petani. Dengan mengucapkan bismillahirohman-nirrohim, acara Rakornas Pembangunan Pertanian Tahun 2011 ini secara resmi saya buka.

Atas perhatian Saudara, kami ucapkan terima kasih. Billahitaufiq walhidayah, Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Menteri Pertanian RI,

SUSWONO

Pidato Arahan dan Pembukaan Menteri Pertanian pada Rakornas, 10 Februari 2011