Anda di halaman 1dari 1

A. Latar Belakang Cahaya sebagai gelombang elektromagnetik dan transversal dapat mengalami pembiasan (refraksi).

Pembiasan terjadi karena adanya perubahan kecepatan cahaya dalam dua medium yang berbeda kerapatannya. Medium yang dapat dilalui cahaya adalah medium yang bersifat bening, antara lain udara, air, kaca, etil alkohol, garam dapur, intan, dan lensa. Perbandingan cepat rambat cahaya di udara/ruang hampa terhadap cepat rambat cahaya di dalam medium lain disebut indeks bias mutlak (n). Selain pada medium yang berbeda, pembiasan juga terjadi pada benda-benda optik. Benda optik tersebut adalah prisma, kaca planparalel, dan permukaan sferik. Masing-masing benda optik memiliki bentuk yang berbeda. Tentunya pembiasan cahaya yang dihasilkan berbeda pula. Dalam percobaan kali ini, kami mengamati pembiasan cahaya melalui benda optik yaitu prisma. Umumnya, pada pembiasan hanya memiliki dua sudut (sudut datang dan sudut bias) dan satu garis normal. Tetapi dalam prisma memiliki empat sudut, yaitu sudut datang (i), sudut bias (r), sudut pembias prisma (), dan sudut devisi/deviasi () serta memiliki dua garis normal. Besar sudut deviasi memiliki formula dan ketentuan tersendiri.

B. Rumusan Masalah Bagaimana pembiasan cahaya yang dihasilkan oleh prisma optik dengan besar sudut datang yang berbeda-beda? C. Tujuan Mengetahui pembiasan cahaya yang dihasilkan oleh prisma optik dengan sudut datang yang berbeda-beda