Anda di halaman 1dari 2

Karakteristik Budaya menurut David Thomas : 1.

Budaya dapat dibagikan ( Culture is shared ) Kebudayaan dapat dibagikan sehingga dijadikan milik bersama, yang mana berarti bahwa setiap kebudayaan dibagikan oleh sekelompok orang sehingga kebudayaan dimiliki oleh orang-orang dalam kelompok tersebut. Tergantung pada daerah mereka tinggal, kondisi iklim dimana mereka berkembang dan sejarah mereka, mereka membentuk suatu rangkaian nilai-nilai dan keyakinan. Rangkaian prinsip-prinsip hidup mereka inilah yang bentuk budaya mereka. Tidak ada kebudayaan milik individu. Hal ini lebih dibagikan di antara orang banyak di bagian dunia tertentu. Kebudayaan ini milik suatu masyarakat dan bukan milik seseorang saja. 2. Budaya dapat dipelajari dan bertahan ( Culture is learned and enduring ) Budaya dipelajari. Para anggota suatu budaya berbagi cita-cita tertentu, yang membentuk kehidupan mereka. Kemudian setiap generasi belajar untuk mengikuti cita-cita dan prinsipprinsip kelompok mereka. Budaya menyebar melalui generasi yang mengadopsi kebiasaan lama mereka dan tradisi sebagai bagian dari budaya mereka. Cita-cita mereka mendasarkan hidup mereka pada adalah bagian dari budaya mereka. Nilai-nilai budaya ini disampaikan dari satu generasi ke yang lain, sehingga mengakibatkan tradisi terus-menerus yang merupakan bagian dari budaya, sehingga budaya dapat bertahan dari masa ke masa. Bahasa, sastra dan bentuk seni lainnya melintasi setiap generasi. Budaya dipelajari, dipahami dan diadopsi oleh masyarakat generasi muda. Tidak ada individu dilahirkan dengan budaya nya sendiri. Dia harus mempelajari budaya kelompoknya. 3. Budaya berdampak kuat bagi perilaku ( Culture is a powerful influence on behavior ) Seseorang dari budaya yang berbeda akan berperilaku dalam beberapa cara yang berbeda pula. Misalnya, di Chili saling menyapa dengan pelukan dan ciuman merupakan cara memperpendek jarak antara mereka dan orang asing. Namun, gaya menyapa tersebut sangat jarang ditemukan di India atau Cina. Contoh lain adalah perbedaan antara India dan Jerman dalam cara bagaimana mereka berbicara satu sama lain. Di India percakapan tidak berbasa-basi sebanyak Jerman lakukan. Perilaku kita dapat dilihat sebagai produk dari latar belakang budaya kita. 4. Budaya tersistematis dan terorganir ( Culture is systematic and organized ) Dalam suatu kebudayaan segala sesuatunya tersistematis atau sudah ada sistemnya, atau tatacara bagaimana kita dapat berperilaku. Misalnya saat kita makan kita akan mencuci tangan kita terlebih dahulu, atau saat mengambil makan dalam sebuah keluarga maka yang akan mengambil makanan terlebih dahulu adalah orang yang paling tua dalam keluarga tersebut. Jadi dalam suatu budaya ada sistem yang jelas bagaimana kita berperilaku dalam budaya yang diantu oleh anggota dalam suatu kelompok.

5. Budaya sebagian besar tidak terlihat ( Culture is largely invisible )

Budaya sebagian besar tidak terlihat. Banyak dari ciri budaya dari hubungan, kelompok, organisasi, atau masyarakat yang tidak dapat dilihat oleh anggotanya, sama seperti udara tak terlihat oleh orang-orang yang menghirupnya. Bahasa, tentu saja terlihat, seperti konvensi ucapan, simbol-simbol khusus, tempat, dan ruang. Namun, makna khusus dan menentukan simbol-simbol, salam, tempat, dan ruang dalam budaya kurang terlihat bagi seseorang. Contohnya, bistik oleh beberapa kebudayaan dianggap sebagai makanan yang sangat baik. Namun lain halnya, jika oleh seseorang yang vegetarian atau anggota dari suatu budaya di mana sapi dianggap suci, steak yang sama akan memiliki makna kultural yang sama sekali berbeda.

6. Budaya dapat ketat atau longgar ( Culture may be tight or loose ) Negara-negara seperti Jepang, Korea, Singapura dan Pakistan jauh lebih ketat dibandingkan dengan negara-negara seperti Ukraina, Israel, Brasil, dan Amerika Serikat yang lebih longgar. Keketatan dan kelonggaran suatu negara, sebagian ditentukan oleh faktor-faktor ekologi dan manusia yang telah membentuknya seperti sejarah, termasuk perang, bencana alam, wabah penyakit, kepadatan penduduk dan kelangkaan sumber daya alam. Perbedaan antara budaya yang ketat adalah memiliki banyak norma yang kuat dan toleransi yang rendah terhadap perilaku menyimpang sedangkan budaya yang longgar memiliki norma-norma sosial yang lemah dan toleransi yang tinggi dari perilaku menyimpang.