Anda di halaman 1dari 4

Perawatan Payudara Perawatan yang perlu dilakukan berupa pemijatan payudara untuk memperbaiki sirkulasi darah, merawat puting

payudara agar bersih dan tidak mudah lecet, serta memperlancar produksi ASI. Atasi Keluhan Segeralah atasi keluhan yang muncul agar tidak menjadi parah, adapun keluhan yang umum terjadi saat menyusui, yaitu :

Payudara bengkak dan keras Bila hal ini ditimbulkan akibat produksi ASI yang berlebihan, kompreslah payudara dengan air hangat atau kain flanel hangat. Puting terasa perih/retak Batasi setiap waktu menyusui selama 10 menit, hentikan kegiatan menyusui (minimal 24 jam) agar tidak terjadi infeksi. Jaga payudara agar dalam kondisi kering dan saat masih terluka gunakan pelindung puting yang terbuat dari bahan karet lunak saat menyusui. Pastikan posisi menyusu si kecil sudah tepat, memasukkan semua bagian puting ke dalam mulutnya. Air susu merembes Selain mengurangi keindahan penampilan, hal ini juga kurang bagus untuk kesehatan ibu dan bayi. Payudara yang lembab bisa menjadi media efektif bagi berkembangnya bakteri dan jamur sehingga menimbulkan iritasi dan infeksi. Untuk menghindarinya, pilihlah breast pad (bantalan dalam BH) dengan bahan yang halus dan berdaya serap baik. Jangan lupa untuk sering mengganti breast pad, minimal 2 kali sehari.

Umur kehamilan 6-9 bulan Kedua telapak tangan dibasahi dengan minyak kelapa. Puting susu sampai areola mamae (daerah sekitar puting dengan warna lebih gelap) dikompres dengan minyak kelapa selama 2-3 menit. Tujuannya untuk memperlunak kotoran atau kerak yang menempel pada puting susu sehingga mudah dibersihkan. Jangan membersihkan dengan alkohol atau yang lainnya yang bersifat iritasi karena dapat menyebabkan puting susu lecet. Kedua puting susu dipegang lalu ditarik, diputar ke arah dalam dan ke arah luar (searah dan berlawanan jarum jam). Pangkal payudara dipegang dengan kedua tangan, lalu diurut ke arah puting susu sebanyak 30 kali sehari. Pijat kedua areola mamae hingga keluar 1-2 tetas. Kedua puting susu dan sekitarnya dibersihkan dengan handuk kering dan bersih. Pakailah BH yang tidak ketat dan bersifat menopang payudara, jangan memakai BH yang ketat dan menekan payudara. Sumber: http://id.shvoong.com/exact-sciences/biology/1897692-perawatanpayudara/#ixzz1aNiPKSUZ
Pengertian Perawatan Payudara Perawatan payudara adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara sadar dan teratur untuk memeliharan kesehatan payudara waktu hamil dengan tujuan untuk mempersiapkan laktasi pada waktu post partum Manfaat Perawatan Payudara Selama Hamil Perawatan payudara hendaknya dilakukan sedini mungkin selama kehamilan dalam upaya mempersiapkan bentuk dan fungsi payudara sebelum terjadi laktas. Jika persipan kurang dapat terjadi gangguan penghisapan pada bayi akibat ukuran puting yang kecil atau mendelep. Akibat lain bisa terjadi produksi Asi akan terlambat serta kondisi kebersihan payudara ibu tidak terjamin sehingga dapat

membahayakan kesehatan bayi. Dipihak ibu, akibat perawatan yang kurang pada saat persalinan ibu belum siap menyusui sehingga jika bayi disusukan ibu akan merasakan geli atau perih pada payudaranya. Akibat jika tidak dilakukan perawatan payudara Berbagai dampak negatif dapat timbul jika tidak dilakukan perawatan payudara sedini mungkin. Dampak tersebut meliputi : 1. Puting susu mendelep 2. Anak susah menyusui 3. ASI lama keluar 4. Produksi ASI terbatas 5. Pembengkakan pada payudara 6. Payudara meradang 7. Payudara kotor 8. Ibu belum siap menyusui 9. Kulit payudara terutama puting akan mudah lecet. Persiapan untuk perawatan payudara selama hamil. 1. .Persipan Alat : - Minyak kelapa . - Kapas - Handuk. - Waslap. - Air dalam kom . 2. Cara perawatan payudara: 1. Kompres puting susu dengan kapas minyak 2 menit untuk melemaskan sekaligus mengangkat kotoran pada puting susu 2. Bersihkan saluran air susu pada puting susu dengan kapas lembab. 3. Tarik puting kedua puting susu bersama-sama,dan putar kedalam kemudian keluar sebanyak 20 kali . 4. Untuk puting susu datar atau masuk kedalam dengan jari telunjuk dan ibu jari mengurut daerah sekitar puting susu kearah berlawanan merata. 5. Basahi kedua telapak tangan dengan minyak , tarik kedua putting susu bersama-sama dan putar kedalam kemudian keluar sebanyak 20 kali. 6. Puting susu dirangsang dengan ujung waslap handuk kering yang digerakkan keatas dan kebawah.

Cara menyusui

1. Tetekkan bayi segera atau selambatnya setengah janin setelah bayi lahir. Mintalah kepada bidan untuk membantu melakukan hal ini. 2. Biasakan mencuci tangan dengan sabun setiap kali sebelum menetekkan. 3. Perah sedikit kolostrum atau ASI dan oleskan pada daerah putting dan sekitarnya. 4. Ibu duduk atau tiduran / berbaring dengan santai. 5. Bayi diletakkan menghadap ke ibu dengan posisi: - Perut bayi menempel keperut ibu. - Dagu bayi menempel ke payudara. - Telinga dan lengan bayi berada dalam satu garis lurus. - Mulut bayi terbuka lebar menutupi daerah gelap sekitar putting susu. 6. Cara agar mulut bayi terbuka adalah dengan menyentuhkan puting susu pada bibir atau pipi bayi. 7. Setelah mulut bayi terbuka lebar, segera masukkan puting dan sebagian besar lingkaran/daerah gelap sekitar puting susu ke dalam mulut bayi. 8. Berikan ASI dari satu payudara sampai kosong sebelum pindah ke payudara lainnya. Pemberian ASI berikutnya mulai dari payudara yang belum kosong tadi.

Cara Melepaskan Puting Susu dari Mulut Bayi

Dengan menekan dagu bayi ke arah bawah atau dengan memasukkan jari ibu antara mulut bayi dan payudara ibu.

Cara Memeras ASI dengan Tangan

Bidan menganjurkan pada Ibu untuk mencuci tangan terlebih dahulu. Setelah itu : 1. Duduklah Ibu seenak/senyaman mungkin. 2. Pegang/letakkan cangkir dekat dengan payudara Ibu. 3. Letakkan ibu jari pada payudara diatas puting susu dan areola (bagian lingkaran hitam berwarna gelap pada payudara) dan jari telunjuk dibawah payudara, juga dibawah puting susu dan areola. 4. Tekan ibu jari dan telunjuk kedalam, kearah dada. Ibu tidak perlu menekan terlalu keras, karena dapat menghambat aliran air susu. 5. Kemudian tekanlah payudara Ibu kebelakang puting dan areola antara jari telunjuk dan ibu jari. 6. Selanjutnya tekan dan lepaskan, tekan dan lepaskan. Kegiatan ini tidak boleh menyakiti atau Ibu sampai merasa nyeri.

Pada awalnya, mungkin tidak ada susu yang keluar, tetapi setelah dilakukan penekanan beberapa kali, ASI akan mulai menetes keluar. 7. Tekan areola dengan cara yang sama dari arah samping, untuk meyakinkan bahwa ASI di tekan dari seluruh bagian payudara. 8. Hindari menggosok-gosok payudara atau memelintir puting susu. 9. Peras satu payudara sekurang-kurangnya 3-5 menit hingga aliran menjadi pelan; kemudian lakukan pada payudara yang satu lagi dengan cara yang sama. Kemudian ulangi keduanya. Ibu dapat menggunakan satu tangan untuk satu payudara dan gantilah bila merasa lelah. Memeras ASI membutuhkan waktu 20-30 menit. Terutama pada hari-hari pertama, ketika masih sedikit ASI yang diproduksi. 10. Simpan.