Anda di halaman 1dari 12

TOOTH DENSITOMETER

PRESENTED BY :
ALWIN WINANTORO ANANDA DWI MAHENDRA DENNI FIRMANSYAH DESIKA IRPAN SARIPUDIN PANDU

PENDAHUALUAN
A. LATAR BELAKANG
SEPERTI YANG KITA TAHU BAHWA GIGI MEMILIKI PERANAN YANG SANGAT PENTING DALAM KEHIDUPAN KITA. SALAH SATU PERANAN GIGI ADALAH SEBAGAI ALAT PENCERNAAN. YAITU MELUMATKAN MAKANAN SEBELUM KITA TELAN. NAMUN TERNYATA BANYAK GANGGUAN YANG TERJADI PADA GIGI. SALAH SATUNYA ADALAH KEROPOS. GIGI YANG KEROPOS INI DAPAT DISEBABKAN OLEH BANYAK FAKTOR. MISALNYA SAJA KARENA FAKTOR MAKANAN DAN KURANGNYA PERAWATAN GIGI.

B. PERMASALAHAN
PERMASALAHAN YANG KITA HADAPI SELAMA INI ADALAH BAHWA KITA TIDAK DAPAT MENDETEKSI KEKEROPOSAN GIGI LEBIH AWAL. KITA DAPAT MENGETAHUI GIGI KITA RUSAK ATAU KEROPOS JIKA SUDAH ADA TANDA PADA PERMUKAAN GIGI BERLUBANG. SEHINGGA TIDAK DAPAT MELAKUKAN PENCEGAHAN ATAU ANTISIPASI DINI. YANG AKHIRNYA GIGI HARUS DITAMBAL ATAU MENGALAMI HAL YANG LEBIH BURUK, YAITU DICABUT.

C. TUJUAN
KAMI DALAM MEMBUAT TOOTH DENSITOMETER TENTUNYA MEMILIKI TUJUAN, DIANTARANYA ADALAH : 1. MEMPERMUDAH PEMERIKSAAN GIGI 2. MEMPERCEPAT PROSES PEMERIKSAAN GIGI (EFISIENSI WAKTU) 3. AGAR PEMERIKSAAN GIGI LEBIH AMAN 4. MENINGKATKAN KEMAMPUAN DAN KETELITIAN PEMERIKSAAN GIGI 5. PEMERIKSAAN DINI (PEMERIKSAAN TINGKAT KEKUATAN GIGI LEBIH AWAL SEBELUM TRJADI KERUSDAKAN YANG LEBIH PARAH)

DASAR TEORI
A. GELOMBANG ULTRASONIK
GELOMANG ULTRASONIK ADALAH GELOMbANG DENGAN BESAR FREKUENSI DIATAS FREKUENSI GELOMBANG SUARA YAITU LEBIH DARI 20 kHz. SETIAP GELOMBANG JIKA MERAMBAT DARI SUATU MEDIUM KE MEDIUM YANG LAIN YANG MEMILIKI DENSITAS YANG LEIH BESAR MAKA GELOMBANG TERSEBUT SEBAGIAN AKAN DIPANTULKAN DAN SEBAGIAN LAGI AKAN DITERUSKAN DENGAN FREKUENSI YANG SAMA DAN AMPLITUDO YANG BERBEDA. PRISIP INILAH YANG KITA GUNAKAN UNTUK MENGUKUR DENSITAS GIGI.

B. SIFAT GELOMBANG ULTRASONIK


GELOMBANG ULTRASONIK MEMILIKI SIFAT-SIFAT SEBAGAI BERIKUT : 1.

C. RANCANGAN RANGKAIAN ELEKTONIKA


BLOK DIAGRAM TOOTH DENSITOMETER
SUMBER TEGANGAN DC ATAU ADAPTOR
TEGANGAN DC

OSILATOR ATAU RANGKAIAN PEMANCAR ULTRASONIK

TEGANGAN AC

TRANSMITER
RECEIVER
SINYAL ULTRASONIK YANG DIPANCARK AN

PENGHALANG ATAU GIGI


SINYAL ULTRASO NIK YANG DITERUSK AN

AVO ATAU VOLTMETER

TEGANGAN DC

RANGKAIAN RECEIVER

TEGANGAN AC

RECEIVER

SENSOR ULTRASONIK
SENSOR ULTRASONIK TERDIRI DARI RANGKAIAN PEMANCAR ULTRASONIK YANG DISEBUT TRANSMITER DAN RANGKAIAN PENERIMA ULTRASONIK YANG DISEBUT RECEIVER. SINYAL ULTRASONIK YANG DIBANGKITAKAN AKAN DIPANCARKAN DARI TRANSMITER ULTRASONIK. KETIKA SINYAL MENGENAI BENDA PENGHALANG (GIGI), MAKA SINYAL SEBAGIAN AKAN DIPANTULKAN DAN SEBAGIAN LAGI AKAN DITERUSKAN, SINYAL YANG DITERUSKAN INILAH YANG AKAN DITERIMA OLEH RECEIVER ULTRASONIK.

PRINSIP KERJA SENSOR ULTRASONIK


RECEIVER

TRANSMITER

SINYAL ULTRASONIK YANG DIPANCARKAN

PENGHALANG

ATAU GIGI

SINYAL ULTRASONIK YANG DITERUSKAN

RECEIVER

SINYAL YANG DITERUSKAN DARI PENGHALANG AKAN MENGALAMI PENURUNAN INTESITAS. SEHINGGA YANG KITA CARI ADALAH NILAI PERBANDINGAN ANTARA INTENSITAS SINYAL OUTPUT (YANG DITERUSKAN) DENGAN INTENSITAS SINYAL INPUT (YANG DIPANCARKAN) ATAU DAPAT JUGA PERBANDINGAN ANTARA TEGANGAN YANG DIUKUR TANPA PENGHALANG (GIGI) DENGAN TEGANGAN YANG DIUKUR MELALUI PENGHALANG. DAPAT DIRUMUSKAN SEBAGAI BERIKUT :

k=I =V I V
O I

KETERANGAN :

I II

= INTENSITAS YANG DITERUSKAN = INTENSITAS YANG DIPANCARKAN VO = TEGANGAN YANG DIUKUR TANPA PENGHALANG VI = TEGANGAN YANG DIUKUR MELALUI PENGHALANG
O

RANGKAIAN PEMANCAR ULTRASONIK

RANGKAIAN PENERIMA ULTRASONIK