Anda di halaman 1dari 8

Competitive Analysis pada The Body Shop

Competitive Forces

Potential entrants (ancaman mobilitas)

Suppliers (supplier Power)

Industry Competitors (segment rivalry)

Buyers (Buyer power)

Subtitutes (ancaman subtitusi)

1. Ancaman persaingan segmen yang ketat Ancaman dari pesaing ini akan menyebabkan sering terjadinya perang harga, perang iklan, dan pengenalan produk baru. Pesaing The Body Shop disini adalah The Face Shop. Sama seperti The Body Shop, The Face Shop juga merupakan perusahaan yang menghasilkan produk kecantikan dan kosmetik yang berasal dari Korea Selatan. The Face Shop didirikan pada 1962. Dan kami melihat bahwa The Face Shop adalah pesaing terkuat The Body Shop. Bisa dibuktikan dari lokasi toko yang selalu bersebelahan di setiap mall. Selain itu varian produk yang ditawarkan rata rata hampir sama dengan harga yang sedikit lebih murah dari The Body Shop. 2. Ancaman pendatang baru 3. Ancaman produk subtitusi. Produk subtitusi dari The Body Shop di Indonesia adalah Mustika Ratu. Produk asli Indonesia ini bisa dikatakan produk subtitusi karena Mustika Ratu juga menawarkan varian produk yang hampir sama dengan The Body Shop, tetapi dengan harga yang jauh lebih murah. Sehingga bagi konsumen yang ingin mendapatkan produk yang alami seperti The Body Shop, tetapi tidak memiliki cukup dana untuk membeli produk The Body Shop yang memang mahal, maka konsumen akan beralih ke Mustika Ratu.

4. Ancaman peningkatan kekuatan posisi tawar pembeli. Kekuatan ini akan berkembang jika mereka lebih terkonsentrasi atau terorganisasi, produk tersebut merupakan bagian yang signifikan dari biaya pembeli, produk tersebut terdiferensiasi, biaya perpindahan ke pemasok/produk lain lebih rendah, pembeli peka terhadap harga. 5. Ancaman peningkatan kekuatan posisi tawar pemasok. Segmen tertentu menjadi tidak menarik jika para pemasok perusahaan mampu menaikkan harga atau mengurangi kuantitas yang mereka pasok.

Analyzing Competitors
Kompetitor utama The Body Shop di Indonesia adalah The Face Shop

VS

Strategi Pemasaran The Face Shop Dengan konsep Natural Story, THE FACE SHOP menyediakan produk-produk berkualitas from head to toe, baik untuk pria dan wanita, usia bayi hingga dewasa dengan harga yang terjangkau. Produk-produk THE FACE SHOP terdiri dari banyak pilihan, dikemas dalam packaging yang menarik, dan telah diuji secara klinis. Produk-produk THE FACE SHOP selalu terbuat dari bahan-bahan alami berkualitas dan selektif untuk masing-masing jenis kulit. The Face Shop sering menggunakan diskon sebagai strategi pemasarannya.

The Face Shop selalu meletakkan sign di depan gerai nya yang berupa tawaran diskon. Sehingga calon konsumen yang melewati gerainya akan tertarik untuk memasuki gerai The Face Shop dan mencoba mencari tahu dan membeli produk produk tersebut. Sama hal nya dengan The Body Shop, The Face Shop tidak menggunakan media iklan televisi maupun media cetak untuk mempromosikan produknya. The Face Shop lebih mengutamakan penataan gerainya sehingga menghasilkan sign yang bisa menimbulkan keinginan untuk membeli produknya. Selain itu The Face Shop juga mengutamakan kealamian di setiap produknya. Berbeda dengan The Body Shop yang tidak menggunakan endoser untuk produknya, The Face Shop memilih untuk menggunakan endoser bintang Korea yang sedang terkenal baik di Korea maupun di negara negara dimana he Face Shop berdiri.Pada awalnya, The Face Shop menggunakan endoser Bae Yong Joon yang sangat terkenal. Dan ketika mulai muncul artis lain yang lebih booming di Korea maupun di negara lain seperti Indonesia, maka The Face Shop menggunakan Kim Hyun Jong. Sehingga konsumen akan semakin tertarik untuk membeli produk tersebut karena yang menjadi endosernya adalah artis favorit mereka.

Tujuan Esensi merek The Face shop adalah "kosmetik berkualitas tinggi dibuat dengan bahan-bahan dari alam". TheFaceshop terinspirasi oleh alam dan percaya bahwa ada keindahan alam untuk semua orang. Visi: The Worlds leading brand. Filosofi kami: TheFaceshop memahami nilai kesehatan dan kecantikan, dan kami bersemangat mengejar untuk melayani kebutuhan kecantikan sehari-hari Anda. Kami akan terus bekerja dengan keindahan seluruh dunia untuk melampaui harapan mereka dengan pengabdian yang jauh

Kekuatan dan Kelemahan


Kekuatan : 1. Pada awal masuk Indonesia, Karl Pak (orang yang membawa Face Shop ke Indonesia) melihat bahwa minat masyarakat Indonesia sedang beralih ke produk produk alami. Dimana pada saat itu baru The Body Shop yang dominan di kategori ini. 2. The Body Shop dan Face Shop memang sama sama berbahan dasar alami, tapi face shop memiliki keunggulan, yaitu face shop lebih kuat di produk - produk dekoratif wajah yang bukan keunggulan the body shop. 3. Range produk artistik face shop lebih lengkap, terutama untuk wajah. Dimana pada body shop lebih fokus ke body care.

4. Merek The Face Shop di peringkat paling atas eselon kosmetik Korea dan bercabang sampai 18 pasar internasional. model sebelumnya termasuk Kwon Sang Woo dan Bae Yong Joon. The Face Shop ingin terus menunjukkan kekuatan merek dengan mewah dan menggunakan daya tarik internasional dengan menggunakan endoser Kim Hyun Joong yang sangat terkenal.

Kelemahan : 1. The Body Shop jauh lebih dulu masuk ke pasar Indonesia, sehingga konsumen maupun calon konsumen akan lebih memilih The Body Shop yang lebih dulu dikenal. 2. The Face Shop tidak memiliki CSR yang melindungi lingkungan seperti yang digunakan The Body Shop.

Menyeleksi Pesaing Pesaing kuat versus pesaing lemah

Pesaing lemah dari The Body Shop adalah Mustika Ratu. Dimana Muatika Ratu merupakan produk lokal yang menawarkan varian produk yang hampir sama dengan the body shop. Mustika ratu menawarkan produk produk tersebut dengan harga yang murah. Mustika Ratu bisa dikatakan sebagai pesaing lemah, karena rata rata masyarakat Indonesia lebih memilih produk import dengan alasan prestige. Sehingga target pasar the body shop yang merupakan masyarakat dengan kelas sosial menengah ke atas jelas akan berpikir ulang untuk beralih pada produk Mustika Ratu Pesaing kuat nya adalah The Face Shop. Yang sama sama produk import dan memiliki target pasar masyarakat dengan kelas sosial menengah ke atas.

Pesaing dekat versus pesaing jauh

Pesaing dekat jelas merupakan pesaing yang menyerupai the body shop. Tetapi the body shop juga harus memikirkan pesaing jauh mereka. Disini kami asumsikan produk dari ponds. Dimana produk ponds sangat tidak menyerupai the body shop. Tapi bisa menjadi pesaing jauh karena produk ponds lebih mudah di temui di pasaran. Selain itu produk ponds juga memiliki varian varian perawatan wajah yang lebih simple.

Competitive Strategies for Market Leaders

The Body Shop bisa dikatakan sebagai Market Leader The Face Shop bisa dikatakan sebagai Market Challenger Mustika Ratu bisa dikatakan sebagai Market Follower Produk yang beredar bebas di pasaran seperti biore, ponds, bisa dikatakan sebagai Market Nichers

Expanding The Total Market (Memperluas pasar keseluruhan) Banyak cara yang bisa digunakan suatu perusahaan untuk memperluas keseluruhan pasarnya, antara lain sebagai berikut Apabila masyarakat Indonesia menyadari akan pentingnya produk perawatan tubuh untuk melindungi dan menjaga kulit mereka agar tetap terlihat sehat, maka secara tidak langsung The Body Shop akan memperoleh keuntungan yang lebih dari biasanya, karena hampir seluruh masyarakat Indonesia telah menjadi pelanggan setia berbagai jenis produk Body Shop. Selain itu, apabila The Body Shop berhasil meyakinkan customer untuk menggunakan setiap rangkaian produk Body Shop melalui media iklan dalam bentuk apapun, maka hal tersebut juga akan memperluas pasar secara keseluruhan dan tentu saja akan meningkatkan keuntungan The Body Shop. Defending Market Share (Membela Pangsa Pasar) Yang dimaksud dengan langkah Defending Market Share disini adalah dengan cara melakukan inovasi yang berkelanjutan. The Body Shop harus bisa menciptakan bentuk inovasi dari produk yang dimilikinya menyesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat Indonesia, dalam hal ini termasuk dengan rutin mengeluarkan dan memperkenalkan produk inovasi baru secara berkala dan juga meningkatkan pelayanan produk The Body Shop di berbagai gerai yang dimiliki sehingga lebih memuaskan para customer. The Body Shop sangat menyadari adanya persaingan ketat di dalam industri yang sejenis, yakni industri produk perawatan kecantikan. Oleh karena itu strategi persaingan yang paling utama yang digunakan oleh The Body Shop adalah dengan cara membuat perbedaan yang unik dan menarik di dalam produk yang mereka punya, yaitu adanya strategi Greening Business yang menggunakan perpaduan lingkungan hidup dan inovasi di setiap aspek produknya. The Body Shop memiliki 4 alasan untuk menempatkan masalah lingkungan sebagai aspek yang penting dalam usahanya. Pertama, dengan adanya kesadaran akan keterbatasan sumber daya alam, maka sebisa mungkin untuk mengurangi penggunaan sumber

daya alam yang ada. Oleh karena itu industri harus mengupayakan daur ulang dan melakukan efisiensi dalam penggunaan setiap material dan energi di dalam proses produksinya, dimana hal tersebut akan mengurangi biaya produksi. Kedua, dengan mempunyai sikap positif terhadap lingkungan merupakan suatu hal yang baik untuk dapat menumbuhkan brand image yang baik di masyarakat dan selanjutnya akan meningkatkan marhet share. Ketiga, melihat adanya kebutuhan dari konsumen akan kepedulian pelaku bisnis lingkungan hidup dan selanjutnya dikembangkan menjadi pemberian sertifikat ISO 14001, maka hal ini akan memberikan dampak positif pada dunia usaha. Keempat, keuntungan dari bisnis hijau antara lain, mengurangi biaya operasi, menciptakan keunggulan bersaing, dan dapat mempertahankan kesetiaan pelanggan, membantu perusahaan untuk ekspansi ke pasar global, dll.

Strategi Bersaing Lainnya


Strategi penantang pasar Penantang pasar harus memutuskan siapa yang harus diserang: Menyerang pemimpin pasar Menyerang perusahaan yang seukuran yang tidak bekerja dengan baik dan yang kekurangan dana Menyerang perusahaan kecil lokal dan regional Pada The Face Shop, yang merupakan penantang The Body Shop, dia lebih memilih untuk menyerang pemimpin pasar. The face shop lebih fokus menyerang The body shop, daripada produk produk lainnya. Dan strategi yang digunakan face shop adalah mengungguli inovasi. Face shop memberikan inovasi dan varian yang lebih pada produk kosmetiknya. Hal ini lah yang tidak dimiliki the body shop yang memang lebih fokus pada body care. Memilih strategi penyerangan umum Serangan frontal. Yaitu si penyerang menyamai produk, iklan, harga, dan saluran distribusi pesaing Serangan rusuk. Yaitu pemusatan kekuatan untuk menyerang kelemahan. Strategi rusuk adalah nama lain untuk mengidentifikasi pergeseran segmen pasar menyebabkan terjadinya celah, lalu masuk untuk mengisi celah itu serta mengembangkan menjadi segmen yang kuat. Serangan pengepungan. Pengepungan ini masuk akal jika penyerang memiliki sumber daya yang lebih unggul Serangan menghindar. Yaitu menghindari musuh dan menyerang pasar yang lebih mudah untuk memperluas basis sumber daya Perang gerilya. Yaitu melakukan serangan serangan kecil dan berkala untuk mengganggu hingga kahirnya memperoleh tempat berpijak permanen.

Pada The Face Shop, kami menganalisa mereka menggunakan serangan frontal dan serangan rusuk. Dimana the face shop memiliki varian produk yang hampir sama dan harga yang juga hampir sama dengan the body shop. Selain itu face shop juga menggunakan serangan rusuk. Dimana ia mencari celah yaitu dengan mengutamakan varian produk kosmetik yang pada the body shop tidak terlalu diperhatikan. Sehingga untuk variasi kosmetik, face shop menjadi lebih unggul daripada the body shop.

Memilih strategi penyerangan khusus The face shop menggunakan beberapa strategi khusus untuk menyerang the body shop, yaitu: Strategi diskon harga. The face shop seringkali menggunakan strategi diskon harga dengan tetap mengutamakan gengsi. Sehingga diskon harga tersebut tidak menjatuhkan prestige konsumen yang membeli produk tersebut. Karena kualitas produk yang di diskon tersebut tetap di jaga

Strategi barang yang lebih murah. Barang barang yang di jual di face shop rata rata memang lebih murah daripada the body shop Strategi inovasi produk. Pada kosmetik, face shop seringkali melakukan inovasi inovasi. Promosi periklanan intensif. The face shop rela mengeluarkan biaya yang besar untuk menjadikan artis korea yang sedang terkenal sebagai endoser.