P. 1
Prs.ZPT-1

Prs.ZPT-1

|Views: 184|Likes:
Dipublikasikan oleh Nana Lavento

More info:

Published by: Nana Lavento on Oct 16, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/23/2014

pdf

text

original

OUTLINE

1. Pendahuluan 2. Auksin 3.Giberelin

4.Sitokinin
5.Asam absisi 6.Etilen

7.Pengaruh inhibitor

Zat Pengatur Tumbuh

2

PENDAHULUAN

 Pertumbuhan dan perkembangan tanaman dipengaruhi oleh faktor external dan internal.  Fitohormon (ZPT) adalah sekumpulan zat-zat yang membantu pertumbuhan tanaman [Dwijosaputro (1986)]

 Hormon adalah senyawa organik yang disintesis di salah satu bagian tumbuhan dan ditranslokasikan ke bagian lain, dan pada konsentrasi yang sangat rendah mampu menimbulkan suatu respon fisiologis terutama dalam hal perpanjangan sel (cell elongation).
 Hormon berbeda dengan enzim.

Zat Pengatur Tumbuh

3

Pendahuluan

 Ditinjau dari asal senyawa, faktor pertumbuhan dapat dibedakan menjadi dua :

pengatur

1. Pengatur tumbuh (growth regulator), yaitu senyawasenyawa yang datang dari luar tumbuhan (sintetis). 2. Hormon, yaitu jika senyawa tersebut dihasilkan dalam tubuh tumbuhan (alami). Pertumbuhan dan perkembangan tanaman dipengaruhi oleh faktor external dan internal.  Kriteria suatu senyawa dikatakan hormon adalah :  Merupakan senyawa organik  Disintesis oleh tumbuhan.  Dapat ditranslokasikan  Digunakan pada konsentrasi yang sangat rendah.  Dapat mengatur pertumbuhan
Zat Pengatur Tumbuh

4

AUKSIN
 Ditemukan awalnya pada gandum (Avena sativa) oleh F.W. Went (1928).  Zat yang dihasilkan oleh bagian ujung tumbuhan

 Berpengaruh terhadap pertumbuhan merangsang pembesaran sel.
 Contoh:  auksin-a  auksin-b  IAA (indol acetic acid/ asalm indol asetat)

dengan

Zat Pengatur Tumbuh

5

Auksin

 3 senyawa lain yang strukturnya mirip IAA dan menyebabkan banyak respons yang sama dengan IAA yaitu : 1. Asam 4 – kloroindolasetat ( 4 – kloro IAA), ditemukan pada biji muda berbagai jenis kacang-kacangan. 2. Asam fenilasetat (PAA), ditemukan pada banyak jenis tumbuhan dan jumlahnya sering lebih banyak daripada IAA, walaupun kurang aktif dalam menimbulkan respons khas IAA. 3. Asam indolbutirat (IBA), ditemukan pada daun jagung dan berbagai jenis tumbuhan dikotil, sehingga zat tersebut tersebar luas pada dunia tumbuhan

Zat Pengatur Tumbuh

6

Auksin

Rumus bangun auksin adalah sebagai berikut :

Zat Pengatur Tumbuh

7

Auksin

 IAA biasanya tidak dipindahkan melalui phloem atau xylem, tetapi terutama melalui sel parenchima yang bersinggungan dengan berkas pembuluh. Auksin di Akar  IAA yang terdapat di akar konsentrasinya hampir sama dengan di bagian tumbuhan lainnya. Pemberian auksin dapat memacu pemanjangan potongan akar atau bahkan akar utuh pada banyak spesies, tetapi hanya pada konsentrasi yang sangat rendah.  Pada konsentrasi yang lebih tinggi (tetapi masih cukup rendah, antara 1 – 10 μ M), pemanjangan akar hampir selalu terhambat.  Bubuk yang dipasarkan untuk mencelup ujung setek agar mudah berakar biasanya mengandung IBA atau NAA, salah satunya dikenal dengan nama Rootone F.

Zat Pengatur Tumbuh

8

Auksin

Auksin di Tunas  Pada batang sebagian besar spesies, kuncup apikal memberikan pengaruh yang menghambat (dominansi apikal) terhadap kuncup samping (ketiak), dengan mencegah atau memperlambat perkembangannya.

Zat Pengatur Tumbuh

9

Auksin

Auksin sebagai herbisida  Ada 4 jenis herbisida – auksin yang banyak digunakan yaitu : 2,4– D; 2,4,5,-T; CPA; 2 metil – 4 chlorophenoxyacetic (2 metil – 4 klorofenoksiasetat) dan turunan asam pikolinat seperti pikloram (dijual dengan merek dagang TORDON)  Herbisida-auksin ini dikenal karena :  Sifat fitotoksisitasnya yang tinggi  Harga murah  Pengaruhnya lebih besar pada tumbuhan dikotil daripada monokotil  Sifatnya selektif, terutama untuk gulma dikotil berdaun lebar (broad leaf), dalam hal ini 2, 4, 5 – T sangat efektif. Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat melarang peredarannya di pasaran, karena senyawa tersebut mengandung sedikit racun kuat (jenis dioksin)

Zat Pengatur Tumbuh

10

Auksin

Pengaruh fisiologis auksin sebagai berikut: 1. Pemanjangan sel : IAA dan auksin lain merangsang pemanjangan sel. 2. Pembentukan tunas ketiak : IAA yang dibentuk pada meristem apikal dan ditransport ke bawah menghambat perkembangan tunas ketiak (lateral). Jika meristem apikal dipotong, tunas lateral berkembang. Kejadian ini disebut dominansi puncak. 3. Mencegah absisi daun (gugur daun); Proses absisi dikontrol oleh konsentrasi IAA dalam sel-sel sekitar atau pada daerah absisi. 4. Aktivitas kambium: auksin merangsang pembelahan sel dalam daerah kambium. 5. Tumbuh akar: dalam akar, pengaruh IAA biasanya adalah menghambat pemanjangan sel, kecuali pada konsentrasi yang sangat rendah

Zat Pengatur Tumbuh

11

GIBBERELLIN

Asal Penemuan GA:  1930-an di Jepang pada padi yang sakit (tumbuh terlalu tinggi).  Penyakit tersebut disebabkan oleh cendawan Gibberella fujikuroi (fase aseksualnya atau fase tak sempurnanya adalah Fusarium moniliforme)  T. Yubuta dan T.Hayashi memisahkan suatu senyawa aktif dari cendawan tersebut, yang mereka namai Gibberellin.  Hingga tahun 1990 telah ditemukan 84 jenis GA pada berbagai jenis cendawan dan tumbuhan.

Zat Pengatur Tumbuh

12

Gibberellin

 Gibberellin dapat ditemukan pada :  Biji tumbuhan sejenis mentimun (Sechium edule), ada 20 macam GA  Biji kacang hijau (Phaseolus vulgaris), mengandung ± 16 macam GA  Sebagian besar tumbuhan lain, mengandung kurang dari itu.  Ke-84 jenis GA yang ada pada tumbuhan dan cendawan diduga tidak semuanya aktif, karena sebagian masih dalam bentuk pra zat.

Zat Pengatur Tumbuh

13

Gibberellin

Fungsi GA: 1. Pemacuan Pertumbuhan Tumbuhan Utuh oleh GA 2. Pemacuan Perkecambahan Biji Dorman dan Pertumbuhan kuncup Dorman oleh GA 3. Pembungaan GA dapat menggantikan hari panjang yang dibutuhkan oleh beberapa spesies, dan GA juga dapat menggantikan perlakuan vernalisasi 4. Diduga gibberellin mendorong hidrolisis pati menjadi gula

Kubis dan spesies lainnya yang berbentuk roseta (artinya yang mempunyai ruas pendek) kadang tumbuh sampai setinggi 2 meter dan kemudian berbunga setelah diberi GA3, sedangkan tumbuhan yang tidak diberi perlakuan tetap pendek dan vegetatif
Zat Pengatur Tumbuh

14

Gibberellin

5. GA Memacu Pengangkutan Makanan dan Unsur Mineral dalam Sel Penyimpanan pada Biji GA memacu perubahan polimer cadangan makanan khususnya pada bulir serealia. 6. Efek Lain dari GA  Terutama GA4 dan GA7 dapat menyebabkan buah tanpa biji (partenokarpi) pada buah jeruk.

 Menunda penuaan daun dan buah jeruk.
 GA3 dapat menyebabkan buah semangka tanpa biji, dengan konsentrasi 25 – 100 ppm.

Zat Pengatur Tumbuh

15

Gibberellin

Pengaruh fisiologi gibberellin adalah : 1. Dapat merangsang pembentukan bunga yang lebih awal pada tanaman. 2. Mendorong pembentukan buah partenokarpi (buah yang tidak perlu diserbuki, buah menjadi besar-besar dan tidak berbiji).

3. Menyebabkan tanaman yang kerdil menjadi tanaman raksasa dalam waktu yang singkat sekali.
4. Menyebabkan cepat tumbuhnya biji dan tunas.

Zat Pengatur Tumbuh

16

Gibberellin

5. Dapat merangsang pertumbuhan batang (tinggi tanaman), contoh pada strain pendek kacang kapri, sebagian strain pendek jagung, dan kubis. 6. Dapat menggantikan perlakuan suhu rendah (2 – 4 °C) pada tanaman yang memerlukan perlakuan tersebut untuk pembungaan. 7. Dapat memecahkan dormansi biji dan tunas pada sejumlah tanaman. 8. Mempercepat tumbuhnya sayur-sayuran, mempersingkat waktu panen sampai 50 %. sehingga dapat

9. Meningkatkan aktivitas kambium dan mendorong pembentukan RNA dan protein yang baru.

Zat Pengatur Tumbuh

17

SITOKININ
 Kelompok zat kimia yang mempengaruhi pembelahan sel.  Kebanyakan kinin adalah purin seperti adenin. Kinetin adalah perangsang pembelahan sel yang asli terdapat dalam ragi, diidentifikasikan sebagai furfuryl-adenin

Zat Pengatur Tumbuh

18

Sitokinin

Zat Pengatur Tumbuh

19

Sitokinin

Fungsi Sitokinin:  Memacu pembelahan sel dan pembentukan organ.  Bila nisbah sitokinin - auksin diperkecil, maka pembentukan akar terpacu.  Bila nisbah sitokinin - auksin cukup tinggi, maka sistem tajuk yang mula-mula berkembang.  Menghambat penuaan daun dan meningkatkan aktivitas wadah penampung hara.  Memacu perkembangan kuncup samping tumbuhan dikotil.  Memacu perkembangan kloroplas dan sintesis klorofil.

Zat Pengatur Tumbuh

20

Sitokinin

 Sitokinin terbagi dalam dua kategori yaitu sitokinin endogen dan sitokinin eksogen (sintetik). Salah satu sitokinin sintetik adalah BAP(6-benzylamino purine).

 Peran fisiologis sitokinin adalah mendorong pembelahan sel, morfogenesis, pertunasan, pembentukan kloroplas, pembentukan umbi pada kentang, menghambat senesens dan absisi.

Zat Pengatur Tumbuh

21

Sitokinin

Pengaruh konsentrasi BAP pada jahe in vitro.

Akar sedikit
Zat Pengatur Tumbuh

Akar banyak
22

ASAM ABSISIK

 ABA adalah hormon yang sering memberi isyarat kepada organ tumbuhan akan datangnya keadaan rawan fisiologis.  ABA diangkut melalui xylem. ABA ditemukan pada tumbuhan berpembuluh, jenis lumut, ganggang hijau, cendawan, namun tidak pada bakteri. Disintesis di kloroplas dan plastid lainnya.

Zat Pengatur Tumbuh

23

Asam Absisik

Fungsi ABA :
1. Membantu proses embriogenesis normal dan pembentukan protein simpanan pada biji.

2. Mencegah perkecambahan atau pertumbuhan prematur pada banyak jenis biji dan kuncup.
3. Menyebabkan gugurnya buah kapas (senyawa aktifnya absisin I dan absisin II). 4. Menyebabkan dormansi pada tumbuhan berkayu (senyawa aktifnya dormin) 5. ABA menginduksi penutupan stomata. Kandungan ABA pada daun bisa beberapa kali lipat jika tanaman stres air
Zat Pengatur Tumbuh

24

ETILEN
 Etilen berbeda dengan hormon-hormon lainnya, karena zat tersebut berbentuk gas.  Penelitian lain juga menunjukkan bahwa gas etilen sangat efektif untuk memecahkan dormansi pada umbi kentang, dan efektif dalam mendukung pematangan buah. Pada tanaman nenas, gas ini dapat mendukung proses pembungaan.  Tumbuhan sendiri dapat menghasilkan etilen. Proses pematangan buah menghasilkan etilen yang terkumpul di ruang antar sel dari jaringan buah sampai konsentrasi yang agak tinggi. Etilen dapat juga terbentuk dalam bunga, daun, batang, akar, umbi dan biji.

Zat Pengatur Tumbuh

25

Etilen

Pengaruh etilen pada tanaman:
1. Memacu diferensiasi pertumbuhan tunas dan akar 2. Terpacunya pemasakan buah 3. Pemacuan pembungaan (walaupun diduga terbatas pada mangga dan sebagian besar spesies Bromelia, termasuk nenas) 4. Diduga etilen dapat menyebabkan penuaan serta gugur daun. 5. Pada tanah yang jenuh air dan terendam kadang-kadang ditemukan tanaman tertentu seperti tomat dapat keracunan etilen dengan gejala klorosis daun, pemanjangan batang berkurang tetapi penebalan batang bertambah, layu, gugur daun, dan menurunnya pemanjangan akar
http://mgonline.com/bromneoregeliacarcarden.jpg

Zat Pengatur Tumbuh

26

Etilen

6. Di Hawai pada tahun 1950-an, kebun nenas sering disemprot NAA (auksin) yang kini diketahui memacu sintesis etilen pada tumbuhan.

7. Pada karet dapat menstimulir keluarnya lateks.
Gugus etilen: H2C=CH2 Etilen di pasaran dapat diperoleh dengan merek dagang Ethrel atau Etepon (nama umum). Bahannya adalah: asam 2 – khloroetil fosfonat (Cl – CH2 – CH2 – PO3H2)

Zat Pengatur Tumbuh

27

FENOLIK

 Tumbuhan mengandung sejumlah besar senyawa-senyawa yang disebut fenolik, yaitu derivat-derivat fenol.  Contoh : antosianidin. Yang sering dijumpai terikat dengan molekul gula (antosianidin + glukosa = antosianin)

 Sebagian fenol sederhana merupakan senyawa fungisida dan bakteriosida yang kuat, dapat mencegah tumbuhan terserang fungi dan bakteri.
 Pengaruh yang paling umum dari pemberian fenolik adalah menghambat tumbuh. Pembelahan dan pemanjangan sel dihambat, perkecambahan biji dicegah dengan pemberian bermacam-macam senyawa fenolik.
Zat Pengatur Tumbuh

28

ZPT yang bersifat menghambat

 ABA dapat termasuk inhibitor karena menghambat aktivitas giberellin dan sitokinin
 Batasin pada tanaman gadung (Dioscorea batatus) diduga menyebabkan dormansi strukture reproduksi vegetatifnya.  Asam Jasmonat diduga memacu penuaan.  Etilen mendorong penuaaan  Penyemprotan NAA mencegah jatuhya buah yang belum matang dari pohon
Zat Pengatur Tumbuh

29

Review 1. ZPT terdiri dari 5 kelompok besar (Auxin, Gibberelin, sitokinin, Asam Absisik, Etilen dan Inhibitord

2. Istilah-istilah: IAA, IBA, IPA, NAA, GA, BAP, ABA

IAA
IBA IPA GA

: Indol acetic acid (asam indol asetic)
: Indol butiric acid (asam indol butirat) : Indole-3-propionic acid : Gibberellic acid

NAA : Naphthalene Acetic Acid BAP : 6-benzilaminopurin ABA : Asam absisik

Zat Pengatur Tumbuh

30

Zat Pengatur Tumbuh

31

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->