Anda di halaman 1dari 7

Khutbah Idul Fitri 1427H

KONSOLIDASI UMAT
MENUJU PERSATUAN YANG HAKIKI

‫اﻟﺴﻼم ﻋﻠﻴﻜﻢ ورﺣﻤﺔ اﷲ وﺑﺮآﺎﺗﻪ‬


×3 ‫× اﷲ اآﺒﺮ‬3 ‫× اﷲ اآﺒﺮ‬3 ‫اﷲ اآﺒﺮ‬
‫ﺣ َﺪ ُﻩ‬
ْ ‫ﷲ َو‬ ُ ‫ﻻا‬ ‫ﻻ ِإَﻟ َﻪ ِإ ﱠ‬ َ ،ً‫ﺻ ْﻴﻼ‬ ِ ‫ﷲ ُﺑ ْﻜ َﺮ ًة ﱠوَأ‬ ِ ‫ﺳ ْﺒﺤَﺎنَ ا‬ ُ َ‫ﷲ َآ ِﺜ ْﻴ ﺮًا و‬ ِ ِ ‫ﺤ ْﻤ َﺪ‬َ ‫ﷲ َا ْآ َﺒ ْﺮ َآ ِﺒ ْﻴ ﺮًا وَا ْﻟ‬ ُ ‫ا‬
،ُ‫ﷲ َأ ْآ َﺒ ﺮ‬
ُ ‫ﷲ ُه َﻮ ا‬ ُ ‫ﻻا‬ ‫ﻻ ِإَﻟ َﻪ ِإ ﱠ‬ َ ،ُ‫ﺣ َﺪﻩ‬ ْ ‫ب َو‬ ُ ‫ﺣ ﺰَا‬ ْ‫ﻷ‬ َ ‫ﺟ ْﻨ َﺪ ُﻩ َو َه َﺰ َم ْا‬ُ ‫ﻋ ﱠﺰ‬ َ ‫ﻋ ْﺒ َﺪ ُﻩ َوَأ‬
َ ‫ﺼ َﺮ‬ َ ‫ﻋ َﺪ ُة َو َﻧ‬ْ ‫ق َو‬ َ ‫ﺻ َﺪ‬
َ
.‫ﺤ ْﻤ ُﺪ‬
َ ‫ﷲ ا ْﻟ‬
ِ ‫ﷲ َأ ْآ َﺒ ُﺮ َِو‬ُ ‫َا‬
‫ل‬
َ ‫ َو َﻧ ﱠﺰ‬،َ‫ﺼﻴَﺎم‬ ِّ ‫ﻋَﻠ ْﻴ ِﻬ ْﻢ ِﻓ ْﻴ ِﻪ اﻟ‬ َ ‫ﺣ ﱠﺮ َم‬ َ ‫ َو‬،َ‫ﺴِﻠ ِﻤ ْﻴﻦ‬ ْ ‫ﻋ ْﻴﺪًا ِﻟ ْﻠ ُﻤ‬
ِ ‫ﻞ هﺬَا ا ْﻟ َﻴ ْﻮ َم‬ َ ‫ﺟ َﻌ‬ َ ‫ي‬ ْ ‫ﷲ اﱠﻟ ِﺬ‬ ِ ِ ‫ﺤ ْﻤ ُﺪ‬َ ‫َا ْﻟ‬
.‫ﺧ ْﻴ َﺮ اﻟ ِّﻨﻌَﺎ ِم‬
َ ‫ن َو ُه َﻮ‬ِ ‫ﻦ ا ْﻟ ُﻬﺪَى وَا ْﻟ ُﻔ ْﺮﻗَﺎ‬ َ ‫ت ِﻣ‬ ٍ ‫س وَﺑَ ّﻴِﻨَﺎ‬ِ ‫ن ُهﺪًى ﻟِﻠﻨﱠﺎ‬ َ ‫ا ْﻟ ُﻘﺮْﺁ‬
‫ﻲ‬
‫ﻻ َﻧ ِﺒ ﱠ‬ َ ‫ﺳ ْﻮُﻟ ُﻪ‬ ُ ‫ﻋ ْﺒ ُﺪ ُﻩ َو َر‬ َ ً‫ن ُﻣﺤَ ﱠﻤ ﺪا‬ ‫ﺷ َﻬ ُﺪ َا ﱠ‬
ْ ‫ َوَأ‬.‫ﻚ َﻟ ُﻪ‬ َ ‫ﺷ ِﺮ ْﻳ‬َ ‫ﻻ‬ َ ‫ﺣ َﺪ ُﻩ‬ ْ ‫ﷲ َو‬ ِ ‫ﻻا‬ ‫ﻻ ِاَﻟ َﻪ ِا ﱠ‬َ ‫ن‬ ْ ‫ﺷ َﻬ ُﺪ َا‬
ْ ‫َا‬
‫ﻦ‬
ْ ‫ﺤﺎ ِﺑ ِﻪ َو َﻣ‬َ ‫ﺻ‬ ْ ‫ﻋَﻠ ﻰ ﺁِﻟ ِﻪ َوَأ‬ َ ‫ َو‬،‫ﷲ‬ ِ ‫ﻋ ْﺒ ِﺪ ا‬
َ ‫ﻦ‬ ِ ‫ﺤ ﱠﻤ ٍﺪ ْﺑ‬ َ ‫ ُﻣ‬،‫ﻄ َﻔﻰ‬ َ‫ﺻ‬ ْ ‫ﻦا‬ ِ ‫ﻋَﻠﻰ َﻣ‬ َ ‫ﺳِّﻠ ْﻢ‬َ ‫ﻞ َو‬ َ ‫ َاﻟﱠﻠ ُﻬ ﱠﻢ‬،‫َﺑ ْﻌ َﺪ ُﻩ‬
ِّ ‫ﺻ‬
.‫ﻻ ُﻩ‬
َ ‫َوا‬
.‫ن‬ ِ ‫ي ِﺑ َﺘ ْﻘ َﻮى ا‬
َ ‫ﷲ َﻓ َﻘ ْﺪ َﻓﺎ َز ا ْﻟ ُﻤ ﱠﺘ ُﻘ ْﻮ‬ َ ‫ﻲ َوِإ ﱠﻳﺎ‬ ْ ‫ﺴ‬ ِ ‫ﺻ ْﻴ ُﻜ ْﻢ َو َﻧ ْﻔ‬
ِ ‫ﷲ ُأ ْو‬ِ ‫ﻋ َﺒﺎ َد ا‬ ِ ‫ َﻓ َﻴﺎ‬،‫َأ ﱠﻣﺎ َﺑ ْﻌ ُﺪ‬

Allahu Akbar 3x Walillahilhamd!


Kaum Muslimin rahimakumullah,

Hari ini umat Islam sedunia mengumandangkan takbir, tahmid, tasbih, dan tahlil. Tentu apa
yang diucapkan kaum Muslim ini bukan kata-kata tanpa makna dan tujuan. Jelas ketika
Rasulullah mencontohkan kepada kita mengucapkan kalimat-kalimat tersebut di hari
kemenangan ini menunjukkan betapa berartinya kalimat-kalimat itu bagi kaum Muslim.

Ucapan takbir …Allahu Akbar menunjukkan pengakuan kita tentang kebesaran Allah SWT.
Ketika kita mengatakan Allahu Akbar (Allah Maha Besar), berarti kita telah mengecilkan
perkara-perkara lain di dunia ini. Kita hanya mengagungkan Allah SWT. Harta, Kekuasaan, dan
jabatan, menjadi kecil dimata kita saat kita mengucapkan Allahu Akbar. Tentu bukan berarti kita
menolak harta, kekuasaan, atau jabatan tersebut. Maksudnya, kita tidak menjadikan perkara
tersebut menjadi tujuan hidup. Justru kita harus mengoptimalkan harta, kekuasaan, jabatan kita
untuk mencapai tujuan hidup kita, yakni beribadah, mengagungkan asma Allah, untuk mencari
ridho Allah SWT.

Ucapan Tahmid…Alhamdulillah…Segala Puji bagi Allah SWT menunjukkan rasa syukur kita
kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah Allah SWT berikan kepada kita. Bagaimana
tidak, Allah SWT telah menjadikan kita sebagai manusia dengan sebaik-baik bentuk (fi ahsani
taqwiim). Tubuh kita diciptakan demikian sempurnanya. Allah SWT memberikan kita akal
pikiran yang membuat kita berbeda dengan makhluk Allah SWT yang lain. Tidak hanya itu
www.syariahpublications.com 1
Allah SWT menciptakan alam semesta ini untuk diolah dan dimanfaatkan manusia, tanpa Allah
SWT meminta bayaran dari kita. Semua diberikan Allah SWT kepada manusia secara gratis.
Bayangkan kalau kita harus membayar air, api, hutan, minyak, udara kepada Allah SWT. Tidak
hanya itu Allah SWT memberikan petunjuk kebenaran pada kita yakni Al Qur’an yang dibawa
oleh Rasulullah saw. Dengan Al Qur’an kita tahu mana yang halal dan mana yang haram, mana
yang haq dan mana yang batil, mana yang diridhoi Allah SWT dan mana yang tidak. Bayangkan
kalau kita hidup di dunia ini tanpa pedoman yang benar. Pastilah manusia akan terjerumus
kepada kehancuran dan kenistaan

Ucapan Tasbih …. Subhanallah …. Maha Suci Allah SWT. Menunjukkan pengakuan kita akan
keagungan Allah SWT. Yang telah menciptakan alam semesta ini dengan sempurna. Allah SWT
telah mengatur perjalanan matahari dari timur ke barat secara sempurna , mengatur siang dan
malam dengan sempurna, menciptakan langit dan bumi dengan agung. Perhatikanlah tubuh
kita. Bukankah semuanya mencerminkan keagungan dan kesempurnaan Allah SWT ? Maha suci
Dia dari segala kekurangan!

Ucapan tahlil.. la ilaha illa Allah… tiada Ilah selain Allah SWT. Merupakan syahadah (pangakuan)
akan Allah SWT sebagai satu-satunya Dzat yang harus kita sembah. Satu-satunya yang harus
kita takuti. Kalimat ini juga merupakan penolakan kita terhadap tuhan-tuhan selain Allah SWT.
Kalimat ini juga merupakan penolakan kita terhadap produk-produk hukum selain hukum Allah
SWT. Hanya hukum Allah-lah yang harus kita jadikan pedoman untuk mengatur kehidupan kita
bukan yang lain.

Allahu Akbar 3x Walillahilhamd!


Kaum Muslimin rahimakumullah,

Kita saja baru saja menyelesaikan ibadah shaum di bulan Ramadhan satu bulan penuh. Ibadah
Ramadhan dengan segala keberkahannya, memberikan suatu situasi dan kondisi yang sangat kondusif
bagi kita untuk tunduk dan patuh kepada Allah SWT. Kita siap bangun pagi-pagi sebelum subuh untuk
makan sahur. Kita siap bangun lagi untuk sholat tarawih dan witir berjamaah setelah shalat Isya
berjamaah. Bahkan kita siap mendengarkan kuliah tarawih, kuliah subuh, kuliah dzhuhur dan menjelang
buka shaum. Kita perbanyak membaca Al Quran setelah tarawih maupun kapan saja di siang hari.
Pendek kata, format umum umat Islam pada bulan Ramadhan, adalah format umat bertaqwa. Memang
ini sesuai dengan target ibadah shiyam Ramadhan yang ditetapkan Allah SWT, yakni agar kita menjadi
orang-orang yang bertaqwa. Sebagaimana firman Allah SWT:
[‫ن‬
َ ‫ﻦ َﻗ ْﺒِﻠ ُﻜ ْﻢ َﻟ َﻌﱠﻠ ُﻜ ْﻢ َﺗ ﱠﺘﻘُﻮ‬
ْ ‫ﻦ ِﻣ‬
َ ‫ﻋﻠَﻰ اﱠﻟﺬِﻳ‬
َ ‫ﺐ‬
َ ‫ﺼﻴَﺎ ُم َآﻤَﺎ ُآ ِﺘ‬
‫ﻋَﻠ ْﻴ ُﻜ ُﻢ اﻟ ﱢ‬
َ ‫ﺐ‬ َ ‫]ﻳَﺎَأ ﱡﻳﻬَﺎ اﱠﻟﺬِﻳ‬
َ ‫ﻦ ءَاﻣَﻨُﻮا ُآ ِﺘ‬
"Hai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan atas kamu sekalian berpuasa sebagaimana telah diwajibkan
kepada umat-umat terdahulu, agar kamu sekalian menjadi orang-orang yang bertaqwa" (QS. Al Baqarah
[2]: 183).

Orang-orang yang bertaqwa adalah orang-orang yang menjauhkan diri dari apa-apa yang
diharamkan Allah dan mecegah diri agar tidak terjerumus ke dalam jurang kemurkaan Allah SWT.
Selama berpuasa di siang hari kita sadar sepenuhnya, bahwa kita menahan diri (imsak) dari
makan, minum, dan berhubungan suami istri yang halal, hanya semata tunduk kepada perintah Allah
yang mewajibkan kita berpuasa. Dengan puasa kita membangun kesadaran hubungan kita sebagai
makhluk dengan Allah Pencipta kita. Kesadaran kita inilah yang mengontrol pikiran, perasaan, dan
seluruh tingkah laku kita agar senantiasa tunduk dan patuh kepada seluruh titah Allah Yang Maha
Kuasa. Sehingga tatkala berpuasa, kita mengontrol seluruh tindakan kita agar memperbanyak melakukan
www.syariahpublications.com 2
perbuatan yang wajib dan sunnah, mengurangi yang mubah, sangat mengurangi yang makruh, dan
benar-benar menghentikan diri dari perbuatan yang haram dalam seluruh aspek kehidupan kita sehari-
hari. Dengan proses shiyam selama satu bulan penuh ini, format ulang diri kita sebagai hamba-Nya yang
senantiasa bertaqwa kepada-Nya terwujud. Maka begitu kita meninggalkan bulan Ramadhan, sejak 1
Syawal ini, kita diharapkan melangkah di dalam kehidupan dengan format manusia bertaqwa! Dan
secara kolektif diharapkan kita menjadi masyarakat yang bertaqwa!

Allahu Akbar 3x Walillahilhamd!


Kaum Muslimin rahimakumullah,

Masyarakat yang bertaqwa adalah masyarakat yang terdiri dari individu-individu yang
mayoritasnya adalah kaum Muslim yang istiqomah dengan keimanannya; pemikiran mereka didominasi
oleh hidayah Allah SWT yang terpancar dalam Al Quran dan Sunnah Nabi SAW; perasaan mereka
distandarisasi dengan halal dan haram yang ditetapkan oleh Allah SWT sehingga mereka mencintai apa
yang diridloi Allah SWT dan membenci apa yang dimurkai-Nya; dan interaksi antar individu di antara
mereka diatur oleh hukum syariah Allah SWT. Itulah model masyarakat bertaqwa yang diberkahi Allah
SWT sebagaimana firman-Nya:
[‫ض‬
ِ ‫ﻷ ْر‬
َ ‫ﺴﻤَﺎ ِء َو ْا‬
‫ﻦ اﻟ ﱠ‬
َ ‫ت ِﻣ‬
ٍ ‫ﻋَﻠ ْﻴ ِﻬ ْﻢ َﺑ َﺮآَﺎ‬
َ ‫ﺤﻨَﺎ‬
ْ ‫ﻞ ا ْﻟ ُﻘﺮَى ءَاﻣَﻨُﻮا وَا ﱠﺗﻘَﻮْا َﻟ َﻔ َﺘ‬ ‫] َوَﻟ ْﻮ َأ ﱠ‬
َ ‫ن َأ ْه‬
"Kalau sekiranya penduduk negeri-negeri itu beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan
kepada mereka berkah dari langit dan bumi..." (QS. Al A'raf [7]: 96).

Allahu Akbar 3x Walillahilhamd!


Kaum Muslimin rahimakumullah,

Mewujudkan model masyarakat bertaqwa tersebut tidaklah mudah. Memerlukan perjuangan dan
pengorbanan. Sebab, orang-orang yang di dalam hatinya terdapat bibit-bibit kekufuran dan
kemunafikan, akan selalu berupaya untuk menggagalkannya. Terlebih bila di masyarakat itu terdapat
para komprador negara adidaya imperialis yang sangat berkepentingan untuk mencegah terwujudnya
masyarakat yang bertaqwa kepada Allah SWT. Sebab, bila terwujud masyarakat bertaqwa, yakni
pemikiran-pemikiran yang terpancar dari dua pusaka warisan Nabi saw. mendominasi negeri ini,
perasaan orang-orang Muslim pun kembali kepada fitrahnya sebagai hamba yang mencintai Allah dan
selalu mengharap ridlo-Nya, dan hukum-hukum syariah Allah SWT pun telah kembali pada posisi yang
sebenarnya sebagai pengatur interaksi antar umat. Saat itu, maka habislah kesempatan dan harapan
kaum imperialis kafir untuk terus-menerus mendominasi dan mengeksploitasi kehidupan dan kekayaan
kaum Muslim di negeri ini yang sudah mereka lakukan dari zaman imperialisme lama hingga
imperialisme modern.

Allahu Akbar 3x Walillahilhamd!


Kaum Muslimin rahimakumullah,

Oleh karena itu, perjuangan untuk mewujudkan masyarakat bertaqwa ini harus menjadi
perjuangan kita bersama. Perjuangan seluruh umat Islam! Seluruh umat Islam dalam berbagai partai,
ormas, komunitas, jamaah, harakah, himpunan profesi, paguyuban, pesantren, sekolah, universitas,
pabrik, birokrasi, baik sipil maupun militer, tua muda, pria wanita, semuanya perlu berjuang dan
bergerak merapatkan barisan menuju kesatuan umat bagi terwujudnya masyarakat bertaqwa. Alah SWT
memerintahkan kita untuk bersatu dan berpegang teguh dengan tali agama Allah, sebagaimana firman-
Nya:
[‫ﻻ َﺗ َﻔ ﱠﺮﻗُﻮا‬
َ ‫ﺟﻤِﻴﻌًﺎ َو‬
َ ‫ﷲ‬
ِ ‫ﻞا‬
ِ ‫ﺤ ْﺒ‬
َ ‫ﺼ ُﻤﻮا ِﺑ‬ ْ ‫]وَا‬
ِ ‫ﻋ َﺘ‬

www.syariahpublications.com 3
"Dan berpeganglah kamu semuanya dengan tali (agama) Allahl, dan janganlah kamu bercerai-berai..." (QS.
Ali Imran [3]: 103).

Persatuan dan kesatuan umat ini tentu tidak akan disukai oleh kaum kafir imperialis dan antek-
anteknya. Mereka pasti akan menebar fitnah untuk membuyarkan kembali persatuan dan kesatuan
umat. Sebagaimana upaya kaum Yahudi di Madinah dulu untuk membuyarkan persatuan kaum Anshar
yang terdiri dari bangsa Aus dan bangsa Khazraj yang bersatu dan bersaudara dengan nikmat Allah,
yakni dinul Islam, setelah ratusan tahun mereka berperang dan bermusuhan satu sama lain. Orang-
orang Yahudi di Madinah yang selalu mengambil keuntungan dari permusuhan dua bangsa penghuni
utama kota Madinah itu, merasa terancam dengan persatuan dan persaudaran dalam kehidupan baru
mereka di bawah naungan Islam. Maka seorang tokoh Yahudi yang bernama Syash bin Qais mengirim
seorang ahli syair untuk membacakan syair-syair kepahlawanan dan kebangsaan yang biasa dibacakan
pada perang Buats, perang ratusan tahun antara kedua bangsa tersebut, dalam rangka membangkitkan
kembali semangat dan perasaan kesukuan dan kebangsaan kedua bangsa itu agar mereka terprovokasi
untuk bermusuhan dan berperang lagi satu sama lain. Hampir saja terjadi pertumpahan darah kalau
sekiranya Rasulullah saw. tidak segera datang dan melerai mereka dengan satu kalimat yang tegas:
‫ﻋ ْﻨ ُﻜ ْﻢ‬
َ ‫ﻄ َﻊ ِﺑ ِﻪ‬
َ ‫ﻼ ِم َو َﻗ‬
َ ‫ﺳ‬
ْ‫ﻹ‬
ِ ‫ﷲ ِﺑ ْﺎ‬
ُ ‫ن َأ ْآ َﺮ َﻣ ُﻜ ُﻢ ا‬
ْ ‫ﻇ ُﻬ ِﺮ ُآ ْﻢ َﺑ ْﻌ َﺪ َأ‬
ْ ‫ﻦ َأ‬
َ ‫ﻋﻮَى ا ْﻟﺠَﺎ ِهِﻠ ﱠﻴ ِﺔ َوَأﻧَﺎ َﺑ ْﻴ‬ْ ‫»َأ ِﺑ َﺪ‬
«‫ﻒ َﺑ ْﻴ َﻨ ُﻜﻢْ؟‬
َ ‫َأ ْﻣ َﺮ ا ْﻟﺠَﺎ ِهِﻠ ﱠﻴ ِﺔ َوَأﱠﻟ‬
"Apakah seruan-seruan jahiliyah itu yang kalian ikuti, sedangkan aku masih ada di tengah-tengah kalian,
setelah Allah SWT memuliakan kalian dengan Islam dan memutuskan urusan jahiliyah dari kalian dan
telah menyatukan kalian?".

Alhamdulillah upaya kaum Yahudi itu gagal! Allahu Akbar!

Saudara-saudara, kalau hari ini kita umat Islam di seluruh dunia masih tercerai-berai dalam baju-
baju negara dan bangsa yang merupakan hasil tipudaya kaum imperialis terhadap generasi umat Islam
sebelum kita, yakni generasi Muslim yang hidup di masa akhir Khilafah Utsmaniyah, setelah kaum
imperialis berhasil meruntuhkan institusi pemersatu umat sejak hijrahnya baginda Rasulullah saw.
bersama para sahabatnya ke kota Madinah pada tahun 622 hingga tahun 1924 itu, maka itu adalah
semata-mata kesenangan sedikit yang Allah SWT berikan kepada mereka.
Maka kini sudah tiba saatnya. Setelah kesadaran kita akan wajib dan perlunya kita umat Islam
sedunia bersatu dan bahayanya umat bercerai-berai dalam dominasi kaum imperialis yang menghinakan,
ya sudah tiba saatnya umat ini berjuang dengan sekuat tenaga meraih kembali persatuannya dan
kesatuan wilayah negeri-negeri mereka yang luas membentang dari Maroko sampai Merauke, yang kaya
raya, yang menjadi modal bagi pembangunan kembali peradaban umat ini, disamping modal utamanya
yakni Al Quran dan Sunnah Nabi Muhammad saw., menuju kemuliaan dan kejayaanya di bawah panji-
panji tauhid Lailahaillallah Muhammadur Rasulullah!

Allahu Akbar 3x Walillahilhamd!


Kaum Muslimin rahimakumullah,

Setelah sholat Ied ini, marilah kita berkumpul dengan keluarga dan handai tolan kita,
bersilaturhami, dan membicarakan masa depan umat ini, ya masa depan kita semua. Marilah kita
bersama-sama mencanangkan tekad untuk berjuang bersama melanjutkan kehidupan Islam secara
kaffah, dengan menerapkan syariah dalam seluruh aspek kehidupan, dan dengan terwujudnya
kepemimpinan negara, seorang kepala negara, seorang khalifah, yang menjalankan pemerintahan
dengan Al Aquran dan As Sunnah, yang melindungi kepentingan dan kemaslahatan seluruh warga
negara dengan hukum-hukum Allah SWT dan memobilisir seluruh kekuatan kaum Muslimin untuk
menyatukan negeri-negeri Islam dan mendakwahkan Islam ke seluruh dunia.

www.syariahpublications.com 4
Dengan tekad itulah saudara-saudara, kita akan lebih dekat dan mencintai Allah dan Rasul-Nya.
Dengan tekad seperti itulah, kita akan mengajak saudara-saudara kita, tetangga, dan kolega kita,
melakukan gerakan semesta untuk membaca, memahami, dan menghafal Al Quran, serta mengambil
petunjuk-petunjuknya.
Dengan tekad seperti itulah, kita akan mentradisikan diri, keluarga, dan jamaah masjid kita
untuk membaca dan mempelajari sirah Nabi serta hadits-hadits beliau saw. yang merupakan contoh
teladan konkrit kehidupan Islam dalam seluruh aspeknya yang sudah pernah beliau wujudkan.
Dengan tekad seperti itulah, kita akan giat mengajak tetangga kita sholat berjamaah,
mewujudkan generasi yang hatinya selalu terikat dengan masjid, mewujudkan generasi umat yang
bersaudara atas dasar iman, berukhuwah Islamiyyah, yang saling mengisi satu sama lain, saling
membantu dan menanggung, hingga urusan materi yang dibutuhkan dalam kehidupan.
Dengan tekad seperti itulah, kita akan rajin di dalam mengkaji dan memahami realitas-realitas
sosial politik dan ekonomi yang terjadi, baik nasional maupun internasional, mengerti masalah-
maslahnya, serta mencari solusi-solusinya menurut petunjuk syariat agama Allah SWT.
Dengan tekad seperti itulah, kita akan menghubungi saudara-saudara kita di lingkungan kita, di
kantor-kantor kita, di pabrik-pabrik kita, di pasar-pasar kita, di gedung –gedung parlemen kita, di
birokrasi-birokrasi kita, di masjid-masjid kita, di pesantren-pesantren kita, di madrasah-madrasah kita,
sekolah-sekolah dan universitas-universitas kita, di mal-mal dan pasar-pasar kita, serta menghubungi
para ulama, intelektual, dan pimpinan segala golongan umat ini untuk kita ajak berjuang bersama,
mengkonsolidasikan diri, untuk bersatu mewujudkan persatuan yang hakiki, yakni bersatu dalam
masyarakat bertaqwa dalam arti sebenar-benarnya itu.
Dengan tekad seperti itulah, kita bangkit dari segala keterpurukan yang ada menuju kejayaan
Islam dan kaum Muslimin serta melahirkan generasi umat terbaik, generasi khairu ummah abad 21, yang
akan membebaskan negeri-negeri Islam maupun negeri-negeri lain dari segala dominasi dan penindasan
kaum kapitalis liberalis imperialis dalam segala bentuknya.
Kekalahan dan kegagalan pasukan NATO di Afghanistan, pasukan AS di Iraq, dan pasukan
Israel di Libanon dalam menghadapi kekuatan umat Islam di sana memberikan pelajaran yang sangat
berharga kepada kita bahwa umat ini dijaga oleh Allah dan tidak akan punah oleh kekuatan kafir
imperialis sekaliber apapun! Dan kekuatan umat ini pasti akan terwujud bilamana umat ini sudah tidak
ada pengharapan akan pertolongan kecuali hanya kepada Allah SWT. Dan kekuatan umat ini akan
senantiasa terus terwujud manakala umat ini bersatu hati, pikiran, dan perasaannya, serta tingkah
lakunya dengan dinul Islam.
Marilah kita renungkan firman Allah SWT:
[َ‫ﺸﺮِآُﻮن‬
ْ ‫ﻦ ُآﱢﻠ ِﻪ َوَﻟ ْﻮ َآ ِﺮ َﻩ ا ْﻟ ُﻤ‬
ِ ‫ﻋﻠَﻰ اﻟﺪﱢﻳ‬
َ ‫ﻈ ِﻬ َﺮ ُﻩ‬
ْ ‫ﻖ ِﻟ ُﻴ‬
‫ﺤﱢ‬
َ ‫ﻦ ا ْﻟ‬
ِ ‫ﻞ َرﺳُﻮَﻟ ُﻪ ﺑِﺎ ْﻟ ُﻬﺪَى َودِﻳ‬َ ‫] ُه َﻮ اﱠﻟﺬِي َأ ْر‬
َ‫ﺳ‬
"Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia
menangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang-orang musyrik benci" (QS. As Shaf [61]: 9).
[‫ن‬
َ ‫ﻻ َﻳ ْﻌَﻠﻤُﻮ‬
َ ‫ﻦ‬
َ ‫ﻦ ا ْﻟ ُﻤﻨَﺎ ِﻓﻘِﻴ‬
‫ﻦ َوَﻟ ِﻜ ﱠ‬ ِ ‫] َِو‬
َ ‫ﷲ ا ْﻟ ِﻌﺰﱠ ُة َوِﻟ َﺮﺳُﻮِﻟ ِﻪ َوِﻟ ْﻠ ُﻤ ْﺆ ِﻣﻨِﻴ‬
"Kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya, dan bagi orang-orang yang beriman, akan tetapi orang-
orang munafik itu tidak mengetahui" (QS. Al Munafiqun [63]: 8).

Allahu Akbar 3x Walillahilhamd!

Akhirnya, di hari yang mulia ini, setelah sebulan penuh kita membangun dan
meningkatkan ketakwaan kita selama Ramadhan, yang penuh rahmah dan maghfirah, kami
menyerukan kepada seluruh umat Islam, para pimpinan ormas, orpol, ulama, wakil rakyat,
wartawan, anggota TNI/Polri, pejabat pemerintah, cendekiawan, usahawan dan serikat-serikat
pekerja, serta para pemuda dan mahasiswa, untuk secara sungguh-sungguh mengamalkan syariat
Islam dan berjuang bersama bagi tegaknya syariat Islam secara kaffah, dan menempatkan
www.syariahpublications.com 5
perjuangan penegakan syariah sebagai agenda utama kaum Muslim. Sesungguhnya, penerapan
syariah dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat dan bernegara, merupakan kewajiban setiap
Muslim, sekaligus merupakan wujud keberhasilan kita dalam meraih ketakwaan. Penerapan
syariah ini pula merupakan wujud kembalinya umat ini pada fitrah-nya, sebagaimana yang
dikehendaki dalam ibadah shaum Ramadhan.
Selanjutnya, marilah kita tundukkan kepala kita dengan segala kerendahan hati, sambil
menengadahkan tangan kita, untuk memanjatkan doa ke hadirat Allah SWT, Dzat Yang
Mahakuasa, dan Mahaperkasa:

‫ﻋ َﻮ ِة‬
ْ ‫ﷲ ِﺑ َﺪ‬ ِ ‫ﻦ َدﻋَﺎ ِإﻟَﻰ ا‬ ْ ‫ﺻﺤَﺎ ِﺑ ِﻪ َو َﻣ‬ ْ ‫ﻋَﻠﻰ ﺁِﻟ ِﻪ َو َا‬ َ ‫ﺤ ﱠﻤ ٍﺪ َو‬َ ‫ﺳ ﱢﻴ ِﺪﻧَﺎ ُﻣ‬َ ‫ﻋﻠَﻰ‬ َ ‫ﺳﱢﻠ ْﻢ‬ َ ‫ﺻﻠﱢﻰ َو‬ َ ‫اَﻟﻠّ ُﻬﻢﱠ‬
.‫ﻦ‬ِ ‫ن ِاَﻟﻰ َﻳ ْﻮ ِم اﻟ ﱢﺪ ْﻳ‬ ٍ ‫ﺴَﺎ‬
ْ ‫ﻦ َﺗ ِﺒ َﻌ ُﻪ ِﺑﺈِﺣ‬ ْ ‫ﺳ ْﻮِﻟ ِﻪ َو َﻣ‬ُ ‫ﺴ ﱠﻨ ِﺔ َر‬ ُ ‫ﻚ ِﺑ‬ َ‫ﺴ‬ ‫ﻦ َﺗ َﻤ ﱠ‬ْ ‫ﻼ ِم َو َﻣ‬ َ‫ﺳ‬ ْ‫ﻹ‬ ِ ‫ْا‬
‫ َاﻟﱠﻠ ُﻬ ﱠﻢ‬،‫ك‬ َ ‫ﺠ ُﺮ‬ ُ ‫ﻦ َﻳ ْﻔ‬ ْ ‫ﺨَﻠ َﻊ َﻣ‬ ْ ‫ﻚ َو َﻧ‬َ ‫ﻦ ِﺑ‬ ُ ‫ك َو ُﻧ ْﺆ ِﻣ‬ َ ‫ﻻ َﻧ ْﻜ ُﻔ ُﺮ‬َ ‫ك َو‬ َ ‫ﺴ َﺘ ْﻐ ِﻔ ُﺮ‬
ْ ‫ﻚ َو َﻧ‬ َ ‫ﺴ َﺘ ِﻌ ْﻴ ُﻨ‬
ْ ‫َاﻟﱠﻠ ُﻬ ﱠﻢ ِإ ﱠﻧ ﺎ َﻧ‬
‫ن‬
‫ﻚ ِإ ﱠ‬ َ ‫ﻋ َﺬا َﺑ‬ َ ‫ﺸﻰ‬ َ‫ﺨ‬ ْ ‫ﻚ َو َﻧ‬ َ ‫ﺣ َﻤ َﺘ‬ْ ‫ﺟ ْﻮ َر‬ ُ ‫ﺤ ِﻔ ُﺪ َﻧ ْﺮ‬ ْ ‫ﺴ َﻌﻰ َو َﻧ‬ ْ ‫ﻚ َﻧ‬َ ‫ﺠ ُﺪ َوِإَﻟ ْﻴ‬ ُ‫ﺴ‬ ْ ‫ﺼِّﻠﻰ َو َﻧ‬ َ ‫ﻚ ُﻧ‬ َ ‫ك َﻧ ْﻌ ُﺒ ُﺪ َوَﻟ‬َ ‫ِإ ﱠﻳﺎ‬
‫ن‬
َ ‫ﻚ َو ُﻳ َﻜ ِّﺬ ُﺑ ْﻮ‬ َ ‫ﺳ ِﺒ ْﻴِﻠ‬
َ ‫ﻦ‬ ْ ‫ﻋ‬ َ ‫ن‬ َ ‫ﺼ ﱡﺪ ْو‬ُ ‫ﻦ َﻳ‬ َ ‫ب ا ْﻟ َﻜ َﻔ َﺮ َة اﻟ ِّﺬ ْﻳ‬
ِ ‫ﻋ ِّﺬ‬َ ‫ َاﻟﱠﻠ ُﻬ ﱠﻢ‬،‫ﻖ‬ ٌ ‫ﺤ‬ َ ‫ﺠ ﱠﺪ ِﺑﺎ ْﻟ ُﻜ ﱠﻔ ﺎ ِر ُﻣ ْﻠ‬ ِ ‫ﻚ ا ْﻟ‬ َ ‫ﻋ َﺬا َﺑ‬َ
،‫ﺷ ْﻤَﻠ ُﻬ ْﻢ‬ َ ‫ﺖ‬ ْ ‫ﺷ ِّﺘ‬ َ ‫ﺟ ْﻤ َﻌ ُﻬ ْﻢ َو‬ َ ‫ق‬ ْ ‫ َو َﻣ ِّﺰ‬،‫ َاﻟﱠﻠ ُﻬ ﱠﻢ َا ْه ِﺰ ْﻣ ُﻬ ْﻢ َو َد ِّﻣ ْﺮ ُه ْﻢ‬.‫ك‬ َ ‫ن َأ ْوِﻟ َﻴ ﺎ َء‬ َ ‫ﻚ َو ُﻳ َﻘ ﺎ ِﺗُﻠ ْﻮ‬
َ ‫ﺳ َﻠ‬ ُ ‫ُر‬
‫ َأ ْﻣ ِﺮ ْﻳ َﻜ ﺎ‬،‫ﻦ‬ َ ‫ﺴ َﺘ ْﻌ ِﻤ ِﺮ ْﻳ‬ ْ ‫ش ا ْﻟ ُﻜ ﱠﻔ ﺎ َر ا ْﻟ ُﻤ‬َ ‫ﺟ ُﻴ ْﻮ‬ ُ ‫ َاﻟﱠﻠ ُﻬ ﱠﻢ ا ْه ِﺰ ْم‬،‫ﻲ َﺗ ْﺪ ِﺑ ْﻴ ِﺮ ِه ْﻢ‬ ْ ‫ﻞ َﺗ ْﺪ ِﻣ ْﻴ َﺮ ُه ْﻢ ِﻓ‬ ْ ‫ﺟ َﻌ‬ْ ‫َوا‬
.‫ﻦ‬َ ‫ﺣَﻠ َﻔﺎ ِء َهﺎ ا ْﻟ َﻤ ْﻠ ُﻌ ْﻮ ِﻧ ْﻴ‬ُ ‫ﻄﺎ ِﻧ َﻴﺎ َو‬ َ ‫َو َﺑ ِﺮ ْﻳ‬
Ya Allah, kami memohon pertolongan-Mu, meminta ampunan-Mu, sekali-kali kami tidak akan
mengkufuri-Mu. Kami sepenuhnya iman kepada-Mu, dan berlepas diri dari siapapun yang durhaka
kepada-Mu. Ya Allah, hanya kepada-Mulah kami mengabdi, beribadah dan sujud. Kepada-Mulah kami
berlari dan menuju. Kami mendambakan rahmat-Mu, dan takut akan adzab-Mu. Sesungguhnya adzab-
Mu yang sungguh-sungguh ditimpakan kepada kaum Kufar itu juga pasti akan ditimpakan kepada yang
lain. Ya Allah, adzablah orang-orang Kafir yang telah menghalangi jalan-Mu, mendustakan para rasul-
Mu, dan membunuhi para pembela-Mu. Ya Allah, kalahkanlah mereka, hancurkanlah mereka, cerai-
beraikanlah persatuan mereka, dan porak-porandakanlah kesatuan mereka. Jadikanlah rencana jahat
mereka itu sebagai pembawa kehancuran mereka. Ya Allah, kalahkanlah pasukan kaum Kufar penjajah,
Amerika, Inggeris dan sekutu mereka yang terlaknat.

‫ﺸ ﺎ ُء‬ َ ‫ﻦ َﺗ‬ْ ‫ َو ُﺗ ِﻌ ﱡﺰ َﻣ‬،‫ﺸﺎ ُء‬ َ ‫ﻦ َﺗ‬ ْ ‫ﻚ ِﻣ ﱠﻤ‬ َ ‫ع ا ْﻟ ُﻤ ْﻠ‬


ُ ‫ َو َﺗ ْﻨ ِﺰ‬،‫ﺸﺎ ُء‬ َ ‫ﻦ َﺗ‬
ْ ‫ﻚ َﻣ‬ َ ‫ﻲ ا ْﻟ ُﻤ ْﻠ‬
ْ ‫ﻄ‬
ِ ‫ﻚ ُﺗ ْﻌ‬ ِ ‫ﻚ ا ْﻟ ُﻤ ْﻠ‬
َ ‫َاﻟﱠﻠ ُﻬ ﱠﻢ َﻣِﻠ‬
‫ﻼ َﻓ َﺔ‬َ‫ﺨ‬ ِ ‫ﻚ َد ْوَﻟ َﺔ ا ْﻟ‬َ ‫ﺴ َﺄُﻟ‬ْ ‫ َاﻟﱠﻠ ُﻬ ﱠﻢ ِإ ﱠﻧ ﺎ َﻧ‬.‫ﻲ ٍء َﻗ ِﺪ ْﻳ ٌﺮ‬ ْ ‫ﺷ‬ َ ‫ﻞ‬ ِّ ‫ﻋَﻠ ﻰ ُآ‬ َ ‫ﻚ‬َ ‫ﺨ ْﻴ ُﺮ ِإ ﱠﻧ‬َ ‫ك ا ْﻟ‬
َ ‫ ِﺑ َﻴ ِﺪ‬،‫ﺸﺎ ُء‬ َ ‫ﻦ َﺗ‬ْ ‫ل َﻣ‬ ‫َو ُﺗ ِﺬ ﱡ‬
‫ﺼ ْﺮﻧَﺎ‬ ُ ‫ اَﻟﻠﱠ ُﻬ ﻢﱠ ا ْﻧ‬.‫ﻃ ْﻐﻴَﺎ َﻧ ُﻪ‬
ُ ‫ل ِﺑ َﻬ ﺎ ا ْﻟ ُﻜ ْﻔ َﺮ َو‬ ‫ﻚ َو ُﺗ ِﺬ ﱡ‬َ ‫ ُﺗ ِﻌ ﺰﱡ ِﺑ َﻬ ﺎ ِد ْﻳ َﻨ‬،َ‫ج َﻧ ِﺒ ِّﻴ ﻚ‬ ِ ‫ﺷ َﺪ َة ﻋَﻠَ ﻰ ِﻣ ْﻨ َﻬ ﺎ‬ ِ ‫اﻟ ﱠﺮا‬
‫ﻹﻗَﺎ َﻣ ِﺔ‬ِ ِ َ‫ﺨﻠِﺼِ ْﻴﻦ‬ ْ ‫ﻦ ا ْﻟ ُﻤ‬
َ ‫ﻦ ا ْﻟ َﻌ ﺎ ِﻣِﻠ ْﻴ‬
َ ‫ﺟ َﻌ ْﻠ َﻨ ﺎ َوِإ ﱠﻳ ﺎ ُه ْﻢ ِﻣ‬ ْ ‫ﺼ ُﺮﻧَﺎ وَا‬ ُ ‫ﻦ ُﻳ ْﻨ‬ ْ ‫ﺼ ْﺮ َﻣ‬ ُ ‫ﺧﻮَا َﻧﻨَﺎ وَا ْﻧ‬ ْ ‫ﺼ ْﺮ ِإ‬ُ ‫وَا ْﻧ‬
‫ﺧ ْﻴ َﺮ‬
َ ‫ﻦ َو َﻳ ﺎ‬َ ‫ﺣ ِﻤ ْﻴ‬
ِ ‫ﺣ َﻢ اﻟ ﺮﱠا‬ َ ‫ﻚ ﻳَ ﺎ َأ ْر‬ َ ‫ﺣ َﻤ ِﺘ‬ ْ ‫ ِﺑ َﺮ‬،َ‫ج َﻧ ِﺒ ِّﻴ ﻚ‬ ِ ‫ﺷ َﺪ ِة ﻋَﻠَ ﻰ ِﻣ ْﻨ َﻬ ﺎ‬ ِ ‫ﻼ َﻓ ِﺔ اﻟﺮﱠا‬ َ‫ﺨ‬ ِ ‫ﻚ وَا ْﻟ‬َ ‫ﺷ ِﺮ ْﻳ َﻌ ِﺘ‬َ
.‫ﻦ‬
َ ‫ﺻ ِﺮ ْﻳ‬
ِ ‫اﻟﻨﱠﺎ‬
Ya Allah, Maha Raja diraja, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa saja yang Engkau kehendaki,
Engkau ambil kekuasaan dari siapapun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapasaja yang
Engkau kehendaki, dan Engkau hinadinakan siapa saja yang Engkau kehendaki. Di dalam genggaman-
Mu lah seluruh kebaikan. Karena Engkaulah Dzat yang Maha Kuasa atas segalanya. Ya Allah, kami
memohon kepada-Mu negara Khilafah Rasyidah yang mengikuti sunnah Nabi-Mu. Dengannya Engkau
muliakan agama-Mu, dan Engkau hinakan kekufuran dan seluruh anteknya. Ya Allah, tolonglah kami;
tolonglah saudara-saudara kami; tolonglah siapasaja yang menolong kami. Jadikanlah kami dan mereka
www.syariahpublications.com 6
sebagai para pejuang yang ikhlas untuk menegakkan syariah-Mu, dan Khilafah Rasyidah yang mengikuti
sunnah Nabi-Mu. Dengan rahmat-Mu, duhai Dzat yang Maha Pengasih, duhai Sebaik-baik Penolong.
‫ﺤ ْﻤ ُﺪ‬
َ ‫ن ا ْﻟ‬
ِ ‫ﻋﻮَا َﻧ ﺎ َأ‬
ْ ‫ﺧ ْﻴ ُﺮ َد‬
ِ ‫ َوَأ‬،َ‫ﺳ ﱠﻠﻢ‬
َ ‫ﺤ ِﺒ ِﻪ َو‬
ْ ‫ﺻ‬
َ ‫ﻋﻠَﻰ ﺁِﻟ ِﻪ َو‬ َ ‫ﺤ ﱠﻤ ٍﺪ َو‬
َ ‫ﺳ ﱢﻴ ِﺪﻧَﺎ ُﻣ‬
َ ‫ﻰ‬ َ ‫ﷲ ﻋَﻠ‬ ُ ‫ﺻﻠﱠﻰ ا‬ َ ‫َو‬
‫ﻦ‬
َ ‫ب ا ْﻟﻌَﺎَﻟ ِﻤ ْﻴ‬
‫ﷲ َر ﱢ‬
ِ ِ
‫ﺤ ْﻤ ُﺪ‬
َ ‫ﷲ ا ْﻟ‬
ِ ِ ‫ﷲ َا ْآ َﺒ ْﺮ َو‬
ُ ‫ﷲ َا ْآ َﺒ ْﺮ َا‬
ُ ‫ﷲ َا ْآ َﺒ ْﺮ َا‬ُ ‫ا‬
‫واﻟﺴﻼم ﻋﻠﻴﻜﻢ ورﺣﻤﺔ اﷲ وﺑﺮآﺎﺗﻪ‬

www.syariahpublications.com 7