Anda di halaman 1dari 4

Tugas SPM Chapter 12

Fransiska Vena A. (268456/17166)

Kasus Worthington Industries

Point-Point Penting dari Perusahaan Nilai-nilai atau budaya yang ada di dalam perusahaan sudah baik. Perusahaan berusaha memperlakukan karyawan, supplier dan customer mereka seperti apa yang ingin didapat oleh manajemen. Karyawan sangat dihargai untuk setiap usaha yang berdampak baik bagi perusahaan. Ada pula program tuition reimburse untuk membantu karyawan dalam usaha mereka meningkatkan tingkat pendidikan mereka. Iklim di dalam perusahaan juga cukup baik karena mendorong komunikasi yang terbuka dan mencoba untuk membebaskan diskusi politik di dalam perusahaan. Perusahaan telah memiliki filosofi secara tertulis yang menjadi guideline bagi manajemen dan karyawan di dalam menjalankan tugas mereka. Ada pengukuran kinerja di dalan perusahaan dan karyawan sendiri tahu bahwa kinerja mereka diukur sehingga mereka akan semakin bangga ketika berhasil melakukan pekerjaan mereka dengan baik. Sistem yang digunakan perusahaan adalah customer oriented sehingga tidak hanya berusaha memenuhi kebutuhan customer tapi juga memberikan hal yang lebih (value added) bagi customer. Struktur organisasi berbentuk flat yang lebih memudahkan garis koordinasi. Sistem pengambilan keputusan yang terdesentralisasi secara keseluruhan walaupun pada titik tertentu tersentralisasi. Pekerja dan karyawan ikut terlibat dalam pengambilan keputusan. Ada pertemuan rutin untuk memecahkan isu-isu terkait kualitas dan operasional perusahaan. Sistem perekrutan menjadi karyawan menggunakan indicator kinerja, yaitu: merekrut orang-orang baik (melalui seleksi dan diskusi dengan partner) mengharap kinerja yang baik membayar mereka dengan baik. Iklim yang dikembangkan anatara manager dan council yang ramah akan mendorong manager untuk bekerja lebih baik bukan atas beban namun kesadaran. Hal ini akan membantu perusahaan semakin progressive.

Kemudahan dalam kenaikan jabatan di dalam perusahaan karena 95% terbuka untuk kandidat internal. Perusahaan memperhatikan setiap karyawan yang berpotensi dan berusaha mengembangkan mereka.

Gaji yang diberikan pada karyawan juga kompetitif, selain itu ada profit sharing yang diberikan.

Ada training-training yang diselelnggarakan selain untuk meningkatkan kompetensi karyawan, training ini bertujuan meningkatkan kepuasan karyawan.

Perusahaan melatih karyawannya untuk melayani order yang menguntungkan bagi perusahaan saja

Evaluasi Sistem cutomer oriented yang tidak diimbangi dengan struktur yang berbentuk matrix atau cross functional team masih aka sulit untuk membuat perusahaan lebih gesit dan tanggap dalam menghadapi kebutuhan pasar. Walaupun tidak dipungkiri sistem ini relatih lebih mudah dalam ha koordinasi dari pada functional organization yang lebih birokratis. Sistem flat organization ini juga mampu lebih efektif dan efisien karena layernya yang sedikit sehingga dapat membantu penghematan biaya gaji sehingga bisa dimaksimalkan untuk lebih memotivasi karyawan dengan bonus dan penghargaan lain sehingga karyawan semakin loyal dan progressive. Adanya iklim komunikasi yang bebas tentunya baik bagi perusahaan. Sayangnya, terkadang iklim ini justru akan mengganggu stabilitas perusahaan karena akan mudah isu-isu disebar dan mengganggu dalam proses pengambilan keputusan. Oleh kerena itu diperlukan suatu sistem control yang memadai sehingga dapat menanggulangi efek negative bawaan yang dapat muncul dari budaya dan karakteristik perusahaan tersebut. Di dalam proses perekrutan karyawan menjadi karyawan tetap salah satu method yang dilakukan adalah dengan mendasarkan pada hasil diskusi dengan teman kerja (coworker). Hal ini dapat berakibat pada dua hal, yaitu kemungkinan adanya serangan dari teman kerja atau justru mereka saling bekerja sama sehingga dapat menutupi keburukan teman sekerja. Jika hal ini muncul tentunya akan berbahaya bagi perusahaan karena dasar

perekrutan seseorang menjadi karyawan tetap terlalu subyektif sehingga akan bias dalam penilaiannya, apalagi jika karyawan tidak professional. Adanya sistem kenaikan jabatan dengan candidat internal sebanyak 95% akan membuat orang-orang yang sebenarnya kompeten dari luar perusahaan akan malas masuk ke dalam perusahaan. Proporsi ini terlalu besar dan justru akan berpotensi menurunkan kinerja atau memunculkan idle karena kemungkinan jabatan hanya difokuskan pada orang di dalam perusahaan dan hanya sedikit membuka peluan bagi orang di luar perusahaan.