Anda di halaman 1dari 6

anggaran dasar

anggaran dasar ANGGARAN DASAR Persatuan Advokat Indonesia MUKADIMAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BAHWASANYA adalah

ANGGARAN DASAR Persatuan Advokat Indonesia

MUKADIMAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAHWASANYA adalah menjadi hak setiap orang untuk mendapat perlakuan dan perlindungan yang sama oleh hu- kum, maka oleh karenanya untuk setiap pelanggaran hu- kum yang dituduhkan padanya serta pembelakangan yang diderita olehnya, ia berhak pula ia mendapatkan Hukum, Kebenaran, dan Keadilan, sesuai dengan asas Negara Hu- kum.

ADAPUN tugas profesi seorang Advokat Indonesia ada- lah untuk dengan bebas dan berani namun penuh rasa tanggung-jawab memberikan nasehat dan bantuan hukum, baik diluar maupun di muka Pengadilan, kepada setiap orang yang memerlukannya karena terancam jiwanya, ke- bebasannya, hak milik dan nama baiknya, dengan men- curahkan segenap keahlian yang didasarkan kepada ilmu pengetahuan, sehingga dengan demikian ia turut mem- bantu menegakkan Hukum, Kebenaran dan Keadilan ber- dasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

NAMUN demikian disadari sedalam-dalamnya, bahwa bantuan dan nasehat hukum yang diberikan oleh seorang Advokat Indonesia itu berdasarkan ilmu pengetahuan dan keahliannya, tidaklah dapat melanggar ketentuan-keten- tuan dalam Kode Etik Advokat dan harus didorong oleh cita-cita dan hati nurani yang tulus ikhlas.

MAKA untuk menghayati hal-hal tersebut diatas dan untuk lebih sempurna melaksanakan tugasnya sebagai pengabdi dan penegak Hukum, para Advokat Indonesia berikrar untuk mempersatukan dirinya dalam suatu perkumpul- an profesi yang diberi nama PERSATUAN ADVOKAT IDONESIA (disingkat PERADIN) berdasarkan Anggaran Dasar, Peraturan Rumah Tangga, Kode Etik dan Keten- tuan Acara Penyelesaian Pelanggaran Kode Etik Advokat sebagaimana dirumuskan bersama ini.

0

0

BAB I NAMA, SIFAT DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1

1. Perkumpulan ini bernama PERSATUAN ADVOKAT INDONESIA disingkat PERADIN.

2. PERADIN adalah perkumpulan profesi, keilmuan dan kemasyarakatan yang memperjuangkan tegaknya Hu- kum, Kebenaran, dan Keadilan.

3. PERADIN berkedudukan di Jakarta.

BAB II W A K T U Pasal 2

1. PERADIN didirikan pada tanggal 30 Agustus 1964 dalam musyawarah Advokat Indonesia di Surakarta.

2. PERADIN didirikan untuk waktu yang tidak ditentu- kan

BAB III

LAMBANG, MOTTO DAN KODE ETIK ADVOKAT

Pasal 3

1. PERADIN memiliki lambang berbentuk timbangan keadilan yang diampit dua bilah pedang perjuangan yang dituangkan dalam lingkaran persegi lima dengan warna dasar merah.

2. PERADIN berjuang berdasarkan Motto yang berbun- yi: FIAT JUSTITIA RUAT COELUM (Demi Keadil- an Sekalipun Langit Runtuh).

3. Untuk menjaga martabat Advokat diadakan Kode Etik yang disyahkan oleh Kongres.

BAB IV ASAS DAN TUJUAN Pasal 4

1. PERADIN berdasarkan Pancasila dan berlandaskan Undang-Undang Dasar 1945.

2. PERADIN adalah perkumpulan profesi yang bebas dan tidak terikat pada perkumpulan apapun juga.

VARIA ADVOKAT - Volume 08, November 2008

VARIA ADVOKAT - Volume 08, November 2008

Pasal 5

Tujuan PERADIN adalah :

a. Menegakkan hukum, kebenaran dan keadilan dalam Negara Hukum Republik Indonesia melalui profesi

Advokat.

b. Memperjuangkan hak-hak asasi manusia sesuai de- ngan asas Negara Hukum.

c. Menumbuhkan dan memelihara rasa setia kawan di antara para Advokat.

d. Membela dan memperjuangkan hak dan kepentingan para Advokat dalam melakukan tugasnya.

e. Hal-hal lain yang berhubungan dengan cita-cita tegaknya Negara Hukum Republik Indonesia.

BAB V U S A H A Pasal 6 Usaha-usaha untuk mencapai tujuan PERADIN adalah:

a. Menjaga supaya setiap anggota menjunjung tinggi ke- hormatan profesi Advokat sesuai dengan Kode Etik

Advokat.

b. Mengusahakan penerbitan dan melakukan riset dalam bidang hukum.

c. Mengembangkan dan memperdalam ilmu pengeta- huan hukum serta ilmu-ilmu lainnya yang berhubung- an dengan itu demi pembangunan Tata Hukum Indo- nesia dan Tata Hukum Dunia yang adil dan beradab.

d. Menyelenggarakan bantuan hukum (legal aid) bagi golongan miskin/tidak mampu.

e. Meningkatkan kerjasama dengan instansi-instansi dan badan-badan lain dalam bidang hukum, baik di dalam maupun di luar negeri.

f. Mengadakan kelompok ilmiah untuk menyampaikan pandangan-pandangan atau saran-saran mengenai soal-soal hukum dan perundang-undangan kepada semua lembaga-lembaga negara.

g. Mengajak Advokat Indonesia menjadi anggota PER-

ADIN.

h. Melakukan usaha-usaha lain yang bermanfaat bagi ilmu hukum dan profesi Advokat yang tidak mempu- nyai tujuan komersil.

BAB VI

K E A N G G O T A A N Pasal 7

1. Anggota PERADIN terdiri dari:

a. Anggota biasa;

b. Anggota kehormatan;

2. Yang dapat diterima sebagai anggota biasa PERADIN harus memenuhi syarat :

a. Warga Negara Indonesia ;

b. Bergelar Sarjana Hukum dari Fakultas Hukum Universitas Negeri atau yang disamakan;

c. Telah diangkat sebagai Advokat oleh yang ber- wenang;

VARIA ADVOKAT - Volume 08, November 2008

VARIA ADVOKAT - Volume 08, November 2008

anggaran dasar

d. Tidak menjadi anggota perkumpulan yang mempunyai tujuan dan usaha yang serupa de- ngan PERADIN

3. Yang dapat diangkat sebagai Anggota Kehormatan PERADIN harus memenuhi syarat :

a. Warga Negara Indonesia;

b. Tidak menjadi Anggota Biasa PERADIN;

c. Telah berjasa dalam bidang ilmu hukum dan atau penegakan hukum;

4. Anggota biasa memakai predikat Advokat PERA- DIN;

5. Anggota Kehormatan tidak memiliki hak memilih,

tetapi dapat diangkat sebagai Anggota Dewan Kehor- matan/Dewan Penasehat, baik di pusat maupun di ca-

bang.

6. Cara penerimaan sebagai Anggota biasa dan pengang-

katan sebagai Anggota Kehormatan diatur dalam Per- aturan Rumah Tangga.

Pasal 8 Anggota PERADIN dilarang merangkap keanggotaan perkumpulan lain yang mempunyai tujuan dan usaha yang serupa dengan PERADIN.

Pasal 9

Keanggotaan PERADIN berakhir karena :

a. Meninggal dunia;

b. Mengundurkan diri;

c. Dipecat;

BAB VII C A B A N G Pasal 10

1. Ditiap-tiap wilayah hukum Pengadilan Negeri, yang terdapat sekurang-kurangnya 3 (tiga) orang Advokat,

dapat didirikan cabang PERADIN.

2. Ketentuan ayat (1) tidak berlaku untuk satu kota, yang terdapat beberapa Pengadilan Negeri.

3. Ketentuan-ketentuan untuk mendirikan dan mem- bubarkan cabang diatur dalam Peraturan Rumah

Tangga.

BAB VIII PIMPINAN PERADIN Pasal 11

1. PERADIN dipimpin dipusat oleh Dewan Pimpinan Pusat dan dicabang oleh Dewan Pimpinan Cabang.

2. Untuk mengawasi pelaksanaan Kode Etik Advokat, dipusat diadakan Dewan Kehormatan Pusat dan di ca- bang diadakan Dewan Kehormatan Cabang.

3. Untuk memberi nasehat kepada Dewan Pimpinan Pusat dipusat diadakan Dewan Penasehat Pusat dan untuk memberi nasehat kepada Dewan Pimpinan Ca- bang dicabang diadakan Dewan Penasehat Cabang.

anggaran dasar

BAB IX DEWAN PIMPINAN PUSAT/CABANG Pasal 12

1. Dewan Pimpinan Pusat berkedudukan di Jakarta, ter- diri dari seorang Ketua Umum, beberapa orang Ketua, seorang Sekretaris Jenderal, beberapa orang Sekre- taris, seorang Bendahara, beberapa Wakil Bendahara, dan sekurang-kurangnya 3 (tiga) orang Komisaris.

2. Dalam hal-hal yang mengenai tugas dan kewajiban Dewan Pimpinan Pusat diatur dalam Peraturan Rumah Tangga.

Pasal 13

1. Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat mewakili PERA DIN didalam maupun diluar Pengadilan.

2. Dalam hal-hal khusus Ketua Umum Dewan Pimpin- an Pusat dapat memberi kuasa secara tertulis kepada seorang/beberapa orang Anggota Dewan Pimpinan Pusat lainnya atau kepada Pihak Ketiga untuk me- wakili PERADIN, baik didalam maupun diluar Peng- adilan.

Pasal 14

1. Dewan Pimpinan Cabang berkedudukan di tempat wilayah hukum Pengadilan Negeri dan sekurang- kurangnya terdiri dari seorang Ketua, seorang Sekre- taris dan seorang Bendahara.

2. Ketua Dewan Pimpinan Cabang mewakili cabang PERADIN didalam maupun diluar Pengadilan.

3. Dalam hal-hal khusus Ketua Dewan Pimpinan Ca- bang dapat memberikan kuasa secara tertulis kepada seorang/beberapa orang Anggota Dewan Pimpinan Cabang lainnya atau kepada Pihak Ketiga untuk me- wakili cabang PERADIN didalam maupun di luar Pengadilan.

4. Hal-hal mengenai tugas dan kewajiban Dewan Pimpin- an Cabang diatur dalam Peraturan Rumah Tangga.

BAB X DEWAN KEHORMATAN PUSAT/CABANG Pasal 15

1. Dewan Kehormatan Pusat berkedudukan di tempat Dewan Pimpinan Pusat.

2. Dewan Kehormatan Pusat sekurang-kurangnya terdiri dari 5 (lima) orang anggota, tetapi harus selalu ber- jumlah ganjil.

3. Dewan Kehormatan Cabang berkedudukan di tempat Dewan Pimpinan Cabang.

4. Dewan Kehormatan Cabang sekurang-kurangnya ter- diri dari 3 (tiga) orang anggota, tetapi harus selalu ber- jumlah ganjil.

5. Hal-hal yang mengenai tugas dan kewajiban Dewan Kehormatan Pusat/Cabang diatur dalam Peraturan Rumah Tangga.

2

2

BAB XI DEWAN PENASEHAT PUSAT/CABANG Pasal 16

1. Dewan Penasehat Pusat berkedudukan ditempat De- wan Pimpinan Pusat.

2. Dewan Kehormatan Pusat sekurang-kurangnya terdiri dari 5 (lima) anggota, tetapi harus selalu berjumlah ganjil.

3. Dewan Penasehat Cabang berkedudukan di tempat Dewan Pimpinan Cabang.

4. Dewan Penasehat Cabang sekurang-kurangnya terdiri dari 3 (tiga) orang anggota, tetapi harus selalu berjum- lah ganjil.

5. Hal-hal yang mengenai tugas dan kewajiban De- wan Penasehat Pusat/Cabang diatur dalam Peraturan Rumah Tangga.

BAB XII MASA JABATAN/JABATAN RANGKAP Pasal 17

1. Masa jabatan Dewan Pimpinan Pusat adalah selama 4 (empat) tahun setelah dipilih oleh Kongres.

2. Masa jabatan Dewan Kehormatan Pusat sama dengan masa jabatan Dewan Pimpinan Pusat

3. Masa jabatan Dewan Penasehat Pusat sama dengan masa jabatan Dewan Pimpinan Pusat.

4. Masa jabatan Dewan Pimpinan Cabang adalah selama 3 (tiga) tahun setelah dipilih oleh Rapat Anggota dan disyahkan oleh Dewan Pimpinan Pusat.

5. Masa jabatan Dewan Kehormatan Cabang sama de- ngan masa jabatan Dewan Pimpinan Cabang.

6. Masa jabatan Dewan Penasehat Cabang sama dengan masa jabatan Dewan Pimpinan Cabang.

7. Keanggotaan Dewan Pimpinan Pusat/Dewan Kehor- matan Pusat/Dewan Penasehat Pusat tidak dapat di- rangkap.

8. Keanggotaan Dewan Pimpinan Cabang/Dewan Ke- hormatan Cabang/Dewan Penasehat Cabang tidak dapat dirangkap.

9. Keanggotaan dalam suatu Dewan di Pusat tidak dapat dirangkap dengan keanggotaan dalam suatu Dewan di Cabang.

BAB XIII K O N G R E S Pasal 18

1. Kekuasaan tertinggi dalam PERADIN berada pada Kongres.

2. Kongres berkala diadakan sekali 4 (empat) tahun.

3. Setiap kali Dewan Pimpinan Pusat menganggap perlu atau atas permintaan sekurang-kurangnya ½ (sete- ngah) jumlah cabang dapat diadakan Kongres Luar Biasa.

VARIA ADVOKAT - Volume 08, November 2008

VARIA ADVOKAT - Volume 08, November 2008

Pasal 19

1. Kongres diadakan dengan panggilan tertulis dari atau atas nama Dewan Pimpinan Pusat sekurang-kurang- nya 15(lima belas) hari sebelum tanggal pembukaan.

2. Panggilan disampaikan kepada cabang-cabang de- ngan memuat waktu, tempat dan acara.

3. Yang berhak untuk menghadiri Kongres adalah semua anggota PERADIN.

4. Dewan Pimpinan Pusat dapat mengundang peninjau untuk turut serta menghadiri sidang-sidang Kongres.

5. Susunan Pimpinan Kongres ditentukan oleh Para Peserta Kongres.

6. Kongres adalah syah, apabila dihadiri oleh sekurang- kurangnya ½ (setengah) jumlah cabang ditambah 1 (satu) yang mewakili sekurang-kurangnya ½ (sete- ngah) jumlah seluruh suara menurut ketentuan Pasal- 19 ayat (8), ditambah 1 (satu).

7. Apabila quorum tidak tercapai, maka Kongres diun- dur untuk waktu sekurang-kurangnya 24 (dua puluh empat) jam dan Kongres kemudian dibuka kembali de

ngan tidak terikat oleh quorum lagi dan Kongres dapat mengambil keputusan secara syah, asalkan usul-usul yang bersangkutan disetujui dengan suara terbanyak

biasa.

8. Pemungutan suara dalam Kongres dilakukan melalui cabang dan setiap cabang mempunyai hak suara untuk tiap 3 (tiga) anggota terdaftar 1 (satu) suara, dengan ketentuan maksimum 25 (dua puluh lima) suara untuk kelebihan 2 (dua) anggota diatas lipatan 3 (tiga) diberi tambahan 1 (satu) suara.

9. Pungutan suara mengenai diri seseorang dilakukan se- cara rahasia.

Pasal 20

1. Acara Kongres berkala adalah :

a. Pertanggungjawaban Dewan Pimpinan Pusat/ Dewan Penasehat Pusat mengenai hal-hal yang telah dikerjakan dalamm masa jabatannya.

b. Perhitungan dan pertanggungjawaban tentang urusan keuangan.

c. Usul-usul dari Dewan Pimpinan Pusat/Cabang.

d. Pemilihan Team Formatur untuk membentuk Dewan Pimpinan Pusat, mengangkat Ketua De- wan Kehormatan Pusat/Ketua Dewan Penasehat Pusat.

e. Hal-hal lain yang dianggap penting.

2. Dalam Kongres Luar Biasa dibicarakan hal-hal yang bersangkutan dengan maksud menyelenggarakan Kongres Luar Biasa.

Pasal 21

1. Pemilihan Dewan Pimpinan Pusat oleh Kongres di- lakukan dengan mengangkat 3 (tiga) orang formatur dari 5 (lima) orang calon yang semuanya harus ber-

VARIA ADVOKAT - Volume 08, November 2008

VARIA ADVOKAT - Volume 08, November 2008

anggaran dasar

domisili di Jakarta.

2. Para calon harus diajukan oleh sekurang-kurangnya 3 (tiga) cabang.

3. Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat hanya dapat di- pilih untuk 2 (dua) kali masa jabatan secara berturut- turut.

4. Calon yang mendapat suara terbanyak otomatis men- jadi Ketua Team Formatur/Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat.

5. Team Formatur mengangkat anggota-anggota Dewan Pimpinan Pusat serta mengangkat Ketua Dewan Ke- hormatan Pusat dan Ketua Dewan Penasehat Pusat.

6. Ketua Dewan Kehormatan Pusat/Dewan Penasehat Pusat mengangkat anggota anggota Dewan yang di- pimpinnya.

7. Team Formatur selesai tugasnya dengan tersusunnya keanggotaan Dewan Pimpinan Pusat dan pengangkat- an Ketua Dewan Kehormatan Pusat/Ketua Dewan Pe- nasehat Pusat.

BAB XIV RAPAT – RAPAT Pasal 22

1. Rapat Dewan Pimpinan Pusat/Dewan Kehormatan Pusat/Dewan Penasehat Pusat diadakan setiap kali dianggap perlu oleh Ketuanya, atau atas permintaan sekurang-kurangnya 3 orang anggota.

2. Rapat Dewan Pimpinan Pusat/Dewan Kehormatan Pusat/Dewan Penasehat Pusat dapat mengambil kepu- tusan-keputusan sah apabila sekurang-kurangnya di- hadiri oleh ½ (setengah) jumlah anggotanya ditambah satu.

3. Rapat Dewan Pimpinan Cabang/Dewan Kehormatan Cabang/Dewan Penasehat Cabang diadakan setiap kali dianggap perlu oleh Ketuanya, atau atas permintaan sekurang-kurangnya tiga orang anggotanya.

4. Rapat Dewan Pimpinan Cabang/Dewan Kehormatan Cabang/Dewan Penasehat Cabang dapat mengam- bil keputusan-keputusan syah apabila dihadiri oleh sekurang-kurangnya ½ (setengah) jumlah anggotanya ditambah 1 (satu).

Pasal 23

1. Rapat anggota cabang diadakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam waktu 6 (enam) bulan.

2. Dalam rapat anggota cabang dibicarakan :

a. Laporan Dewan Pimpinan Cabang/Dewan Ke- hormatan Cabang/Dewan Penasehat Cabang (Progres Report) mengenai hal-hal yang telah dikerjakan.

b. Perhitungan dan pertanggung-jawaban tentang keuangan.

c. Usul-usul dari Dewan Pimpinan Cabang dan/ atau dari Para Anggota.

anggaran dasar

Pasal 24

1. Tiap-tiap rapat anggota cabang diadakan dengan pang- gilan tertulis kepada para anggota sekurang-kurang- nya 7 (tujuh) hari sebelumnya.

2. Panggilan memuat waktu, tempat acara.

3. Rapat dipimpin oleh Ketua Dewan Pimpinan Cabang atau oleh salah seorang anggota Dewan Pimpinan Ca- bang.

4. Dalam rapat anggota cabang tiap-tiap anggota berhak mengeluarkan 1 (satu) suara.

5. Anggota yang tidak dapat hadir dapat mengusahakan

secara tertulis kepada anggota lain untuk mewakilinya dalam rapat anggota cabang, dengan catatan bahwa seorang anggota paling banyak hanya dapat mewakili

2 (dua) anggota lainnya, surat kuasa tertulis sedemiki-

an turut menentukan jumlah quorum rapat.

6. Rapat anggota adalah syah apabila dihadiri oleh lebih dari ½ (setengah) jumlah anggota biasa cabang de- ngan ketentuan, bahwa jika quorum tidak tercapai maka rapat diundur untuk waktu sekurang-kurangnya

1 (satu) jam, kemudian rapat dibuka kembali dengan

tidak terikat quorum lagi dan rapat dapat mengambil keputusan secara syah, asalkan usul yang bersangkut-

an disetujui oleh suara terbanyak biasa.

7. Pemungutan suara mengenai diri seseorang dilakukan secara rahasia.

Pasal 25

1. Pengangkatan Ketua Dewan Pimpinan Cabang/ Ketua Dewan Kehormatan Cabang/ Ketua Dewan Penasehat Cabang dilakukan dalam rapat anggota yang diadakan khusus untuk itu.

2. Ketua Dewan Pimpinan Cabang/Ketua Dewan Kehor- matan Cabang/ Ketua Dewan Penasehat Cabang me- ngangkat anggota-anggota lainnya dari Dewan yang dipimpinnya.

Pasal 26

1. Apabila Ketua Dewan Pimpinan Cabang oleh sebab sesuatu hal meletakkan jabatan atau mengundurkan diri sebelum masa jabatannya berakhir, maka selam- bat-lambatnya dalam waktu 30 (tiga puluh) hari sejak saat tersebut Ketua Dewan Pimpinan Cabang wajib mengadakan rapat anggota luar biasa untuk memilih Ketua Dewan Pimpinan Cabang yang baru.

2. Masa jabatan Ketua Dewan Pimpinan Cabang yang baru terpilih terhitung sejak saat pembentukannya.

3. Ketentuan ayat(1) diatas dalam hal yang sama berlaku pula bagi Ketua Dewan Kehor matan Cabang/Ketua Dewan Penasehat Cabang.

4. Apabila hal tersebut dalam ayat (1) tidak dapat di- laksanakan maka Dewan Pimpinan Pusat menunjuk seorang caretaker untuk menyelenggarakan Rapat Anggota Luar Biasa untuk memilih Dewan Pimpinan Cabang yang baru.

Pasal 27

1. Rapat anggota biasa diadakan:

a. Apabila dianggap perlu oleh Dewan Pimpinan Cabang, atau

b. Atas permintaan tertulis dari sekurang-kurang-

nya 1/3 (sepertiga) anggota cabang, atau

c. Atas permintaan atau inisiativ dari Dewan Pim- pinan Pusat.

2. Dalam Rapat Anggota Luar Biasa dibicarakan hal yang bersangkutan dengan maksud penyelenggaraan rapat anggota luar biasa tersebut.

BAB XV

R A P A T

K E R J A

Pasal 28

1. Dewan Pimpinan Pusat mengadakan rapat kerja 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun dengan Dewan Pim- pinan Cabang - Dewan Pimpinan Cabang.

2. Rapat Kerja adalah syah apabila dihadiri oleh sekurang-kurangnya ½ (setengah) jumlah cabang di- tambah 1 (satu) yang mewakili sekurang-kurangnya ½ (setengah) jumlah seluruh suara menurut ketentuan Pasal 19 ayat (8), ditambah 1 (satu).

3. Apabila quorum tidak tercapai, rapat kerja diundur- kan untuk waktu sekurang-kurangnya 24 (dua puluh empat) jam, untuk kemudian rapat kerja dibuka kem- bali dengan tidak terikat quorum lagi, dan rapat kerja dapat mengambil keputusan-keputusan dengan suara terbanyak biasa.

4. Pemungutan suara dalam rapat kerja dilakukan menu- rut ketentuan Pasal 19 ayat (8).

5. Keputusan-keputusan rapat kerja mengikat perkum- pulan .

BAB XVI

K E K A Y A A N

Pasal 29

1. Kekayaan PERADIN terdiri dari uang pangkal, uang Iuran, uang sokongan, dan lain-lain kekayaan yang di- peroleh dengan syah dan tidak bertentangan dengan

maksud dan tujuan perkumpulan.

2. Ketentuan lain mengenai kekayaan PERADIN diatur dalam Peraturan Rumah Tangga.

P

BAB XVII

E M B U B A R A N

Pasal 30

1. Pembubaran PERADIN diputus dalam Kongres Luar Biasa yang khusus diadakan untuk maksud itu.

2. Kongres Luar Biasa tersebut diatas adalah syah, apa-

bila dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/3 (dua per- tiga) jumlah cabang yang mewakili sekurang-kurang- nya 2/3 (dua pertiga) jumlah seluruh suara menurut ketentuan Pasal 19 ayat (8).

VARIA ADVOKAT - Volume 08, November 2008

VARIA ADVOKAT - Volume 08, November 2008

anggaran dasar

3. Apabila quorum tidak tercapai maka Kongres Luar Biasa tersebut diundur untuk waktu sakurang-kurangnya 24 (dua puluh empat) jam. Jika sesudah dibuka kembali quorum ternyata tetap tidak tercapai, maka diadakan lagi pengun- duran untuk waktu sekurang-kurangnya 24 (dua puluh empat) jam. Jika sesudah pengunduran berturut-turut untuk waktu sekurang-kurangnya 2 x 24 jam tersebut quorum tetap tidak tercapai, maka Kongres Luar Biasa yang khusus diadakan untuk pembubaran PERADIN tersebut dianggap batal dan tidak jadi dilangsungkan.

4. Pembubaran PERADIN dalam Kongres Luar Biasa menurut ketentuan-ketentuan di atas adalah syah apabila di- setujui oleh sekurang-kurangnya 2/3 (dua pertiga) jumlah suara peserta Kongres menurut ketentuan dalam Pasal 19 ayat (8).

BAB XVIII PERUBAHAN ANGGARAN DASAR Pasal 31

1. Perubahan Anggaran Dasar dilakukan dalam Kongres yang dihadiri sekurang-kurangnya oleh 2/3 (dua pertiga) jumlah seluruh suara menurut ketentuan Pasal 19 ayat (8).

2. Perubahan Anggaran Dasar harus disetujui oleh sekurang-kurangnya 2/3 (dua pertiga) dari jumlah suara peserta Kongres menurut ketentuan.

BAB XIX PERATURAN RUMAH TANGGA Pasal 32

1. Peraturan Rumah Tangga ditetapkan oleh Dewan Pimpinan Pusat.

2. Peraturan Rumah Tangga tidak boleh memuat ketentuan-ketentuan yang bertentangan dengan Anggran Dasar.

3. Ketentuan-ketentuan dalam Peraturan Rumah Tangga yang dianggap bertentangan dengan Anggaran Dasar di- batalkan oleh Kongres atau Rapat Kerja Periodik antara Dewan Pimpinan Pusat dengan Dewan Pimpinan Cabang- Dewan Pimpinan Cabang.

BAB XX KETENTUAN PENUTUP Pasal 33

1. Apabila suatu ketentuan dalam Anggaran Dasar tidak jelas atau apabila timbul perbedaan tafsiran mengenai ke- tentuan tersebut maka hal ini diputus oleh Dewan Pimpinan Pusat setelah mendengar pendapat Dewan Penasehat Pusat.

2. Dewan Pimpinan Pusat dapat menetapkan/melakukan hal-hal yang belum/tidak diatur dalam Anggaran Dasar untuk kemudian dipertanggung-jawabkan dalam Kongres berikutnya.

3. Anggaran Dasar yang disempurnakan ini sebagai pengganti Anggaran Dasar yang lama mulai berlaku sejak penge- sahannya oleh Kongres Ke-VI PERADIN di Bandung tanggal 6 Juni 1981 Jam 18.00 W.I.B.

DEWAN PIMPINAN PUSAT PERADIN

Sekretaris Jenderal,

Ketua Umum,

ttd.

ttd.

MARULI SIMORANGKIR, SH

HARJONO TJITROSOEBONO, SH

Istilah :

Advokat Pejuang adalah Advokat yang berperan aktif memperoleh ke- merdekaan RI. Berjuang sejak 1922-1950 antara lain: 1. Mr. Moeh. Roem 2. Mr. Ali Sastroamidjojo 3. Mr. J. Latuharhary 4. Prof. Supomo 5. Mr. Iskaq Tjokrohadisurjo (Ketua Umum Pertama Peradin)

VARIA ADVOKAT - Volume 08, November 2008

VARIA ADVOKAT - Volume 08, November 2008