Anda di halaman 1dari 15

TUGAS MANAJEMEN EKONOMI ENERGI

Dosen: Prof. Dr. Ir. Djatmiko Ichsani M.Eng.

oleh: Willhansen Sindhu Kamarga (2107100055)

JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 2011

MANAJEMEN EKONOMI ENERGI


Minyak merupakan komoditas energi utama dunia, Pergerakan besar harga minyak dapat berefek signifikan terhadap perekonomian. Walaupun komoditas itu berhenti pada angka tertinggi, tapi negara dengan cadangan minyak terbanyak tetap mendapat keuntungan, karena permintaan yang terus meningkat. Penemuan sejumlah sumber minyak di Timur Tengah, Teluk Meksiko, dan lokasi lain di seluruh dunia, membuat negara-negara tersebut mendapat keuntungan tinggi dari konsentrasi minyak. Pada 2010, pemerintah Amerika Serikat memperkirakan dunia telah mendapat cadangan minyak sebesar 1,35 triliun barel. Label adangan minyak terbukti membawa kesadaran terhadap kondisi logistik, politik, dan ekonomi di sekitar daerah reservasi tersebut. Dari badan Negara Amerika Serikat, berikut adalah daftar Negaranegara dengan cadangan minyak terbesar di dunia: 1. Arab Saudi Cadangan: 259,9 miliar barel Total porsi dunia: 19,20 persen Statistik minyak harian (2009): Total produksi: 9,76 juta barel Konsumsi: 2,43 juta barel 2. Kanada Cadangan: 175,2 miliar barel Total porsi dunia: 12,94 persen Statistik minyak harian (2009): Total produksi: 3,29 juta barel Konsumsi: 2,15 juta barel 3. IRAN Cadangan: 137,6 miliar barel Total porsi dunia: 10,16 persen Statistik minyak harian (2009): Total produksi: 4,18 juta barel Konsumsi: 1,69 juta barel 4. IRAK Cadangan: 115 miliar barel

Total porsi dunia: 8,5 persen Statistik minyak harian (2009): Total produksi: 2,4 juta barel Konsumsi: 636 ribu barel 5. KUWAIT Cadangan: 101,5 miliar barel Total porsi dunia: 7,5 persen Statistik minyak harian (2009): Total produksi: 2,5 juta barel Konsumsi: 372.000 barel 6. VENEZUELA Cadangan: 99,4 miliar barel Total porsi dunia: 7,34 persen Statistik minyak harian (2009): Total produksi: 2,47 juta barel Konsumsi: 723.000 barel 7. UNI EMIRAT ARAB Cadangan: 97,8 miliar barel Total porsi dunia: 7,22 persen Statistik minyak harian (2009): Total produksi: 2,79 juta barel Konsumsi: 492 ribu barel 8. RUSIA Cadangan: 60 miliar barel Total porsi dunia: 4,43 persen Statistik minyak harian (2009): Total produksi: 9,93 juta barel Konsumsi: 2,74 juta barel 9. LIBYA Cadangan: 44,3 miliar barel Total proporsi dunia: 3,27 persen Statistik minyak harian (2009): Total produksi: 1,79 juta barel 10. NIGERIA Cadangan: 37,2 miliar barel Total proporsi dunia: 2,75 persen Statistik minyak harian (2009): Total produksi: 2,21 juta barel

Konsumsi: 272 ribu barel 11. KAZAKHSTAN Cadangan: 30 miliar barel Total porsi dunia: 2,22 persen Statistik minyak harian (2009): Total produksi: 1,54 juta barel Konsumsi: 241 ribu barel 12. QATAR Cadangan: 25,4 miliar barel Total porsi dunia: 1,88 persen Statistik minyak harian (2009): Total produksi: 1,21 juta barel Konsumsi: 147 ribu barel 13. CINA Cadangan: 19,2 miliar barel Total porsi dunia: 1,42 persen Statistik minyak harian (2009): Total produksi: 9,14 juta barel 14. AMERIKA SERIKAT Reservasi minyak: 19,2 miliar barel Total porsi dunia: 1,42 persen Statistik minyak harian (2009): Total produksi: 9,14 juta barel 15. BRASIL Cadangan: 11,65 miliar barel Total porsi dunia: 0,95 persen Statistik minyak harian (2009): Total produksi: 2,57 juta barel
Sumber : (http://menarik.co/2011/15-negara-pemilik-cadangan-minyakterbesar-dunia/)

Jika digambarkan dalam pie chart, maka akan terbentuk sebagai berikut:

Sumber : http://www.nationmaster.com/red/pie/ene_oil_res-energy-oil-reserves

Batu Bara juga merupakan salah satu sumber energy yang banyak digunakan untuk berbagai keperluan. Permintaan batubara ke depan nampaknya akan mengalami peningkatan yang cukup besar. Berdasarkan data yang dirilis oleh Merrill Lynch 8 Juni 2010 yang lalu kebutuhan impor batubara pada tahun 2009 mencapai 591 metrik ton (Mt), tahun 2010 diperkirakan naik menjadi 635 Mt dan pada tahun 2015 diperkirakan akan naik menjadi 803 Mt. Sementara itu, menurut International Energy Agency (IEA) pada 1990 total konsumsi batubara dunia baru mencapai 3.461 juta ton, pada 2007 meningkat menjadi 5.522 juta ton atau meningkat sebesar 59,5%, atau ratarata 3,5% per tahun dan . IEA juga memperkirakan konsumsi batubara dunia akan tumbuh rata-rata 2,6% per tahun antara periode 2005-2015 dan kemudian melambat menjadi rata-rata 1,7% per tahun sepanjang 2015-2030. Meningkatnya konsumsi batubara dunia tidak terlepas dari meningkat pesatnya permintaan energi dunia dimana batubara merupakan pemasok energi kedua terbesar setelah minyak dengan kontribusi 26%. Peran ini diperkirakan akan meningkat menjadi 29% pada 2030. Sedangkan kontribusinya sebagai pembangkit listrik diperkirakan juga akan meningkat dari 41% pada 2006 menjadi 46% pada 2030. Meningkatnya peran batubara sebagai pemasok energi di masa-masa mendatang membuat industri ini

memiliki daya tarik yang sangat besar bagi para investor tak terkecuali di Indonesia. World Energy Council memperkirakan cadangan batubara dunia terbukti mencapai 847.488 juta ton pada akhir 2007 yang tersebar di lebih dari 50 negara. Berdasarkan kandungan kalorinya, sebesar 50,8% berupa anthracite (kalori sangat tinggi) dan bituminous (kalori tinggi), dan 48,2% berupa sub bituminous (kalori sedang) and lignite (kalori rendah). IEA memperkirakan, dengan tingkat produksi saat ini batubara dunia dapat dieksploitasi setidaknya hingga 133 tahun ke depan, lebih lama dibanding cadangan minyak terbukti dan gas yang diperkirakan hanya dapat dieksploitasi sekitar 42 dan 60 tahun kedepan Meskipun tersebar di lebih dari 50 negara, sekitar 76,3% cadangan batubara terbukti terkonsentrasi di 5 negara yakni Amerika Serikat (28,6%), Rusia (18,5%), China (13,5%), Australia (9%) dan India (6,7%). Pada 2007 kelima negara ini memberikan kontribusi sebesar 82% terhadap total produksi batubara dunia yang sebesar 5.543 juta ton. Produsen batubara terbesar dunia tercatat China, AS, India, Australia, Afrika Selatan dan Indonesia. Pada 2007, ketujuh negara produsen ini menghasilkan sekitar 90,6% dari total produksi batubara dunia. China merupakan produsen terbesar yang menyumbang hampir separuh produksi dunia yakni 46% pada 2007, diikuti oleh AS 17,7%, dan India 8,2%. Meskipun sebagai produsen batubara terbesar, China sekaligus tercatat sebagai pengkonsumsi batubara terbesar dunia yang mencapai 46% dari total konsumsi dunia. Itu sebabnya dalam jajaran negara-negara pengimpor batubara, China termasuk dalam pengimpor keenam terbesar dunia dengan total impor 48 juta ton pada 2007.
Sumber : http://www.majalahtambang.com/print.php?category=43&newsnr=3146

Gas alam sering juga disebut sebagai gas bumi atau gas rawa, adalah bahan bakar fosil berbentuk gas yang terutama terdiri dari metana CH4). Ia dapat ditemukan di ladang minyak, ladang gas bumi dan juga tambang batu bara. Ketika gas yang kaya dengan metana diproduksi melalui pembusukan oleh bakteri anaerobik dari bahan-bahan organik selain dari fosil, maka ia disebut biogas. Sumber biogas dapat ditemukan di rawa-rawa, tempat pembuangan akhir sampah, serta penampungan kotoran manusia dan hewan.

Berikut ini adalah daftar Negara yang memiliki cadangan gas alam terbesar di dunia: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. Rusia =1,680 Iran =971 Qatar =911 Arab Saudi =241 United Arab Emirates =214 Amerika Serikat =193 Nigeria =185 Aljazair =161 Venezuela =151 Irak =112 Indonesia =98 Norwegia =84 Malaysia =75 Turkmenistan =71 Uzbekistan =66 Kazakhstan =65 Belanda =62 Mesir =59 Kanada =57 Kuwait =56

Dan berikut ini adalah daftar lading gas alam terbesar di dunia: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. Asalouyeh, South Pars Gas Field (10000 - 15000) Urengoy gas field (10000) Shtokman field (3200) Karachaganak field, Kazakhstan (1800) Slochteren (1500) Troll (1325) Greater Gorgon (1100) Shah Deniz gas field (800) Tangguh gas field , Indonesia (500) Sakhalin-I (485) Ormen Lange (400) Jonah Field (300) Snhvit (140) Barnett Shale (60 - 900) Maui gas field (?)

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Gas_alam

http://www.infoplease.com/ipa/A0872966.html Salah Satu cadangan energy adalah batubara. Batubara sendiri terdiri dari bermacam-macam jenis dan dapat diklasifikasikan menjadi beberapa bagian. Klasifikasi batu bara berdasarkan tingkat pembatubaraan biasanya dimaksudkan untuk menentukan tujuan pemanfaatannya. Misalnya, batu bara bintuminus banyak digunakan untuk bahan bakar pembangkit listrik, pada industri baja atau genteng serta industri semen (batu bara termal atau steam coal). Adapun batu bara antrasit digunakan untuk proses sintering bijih mineral, proses pembuatan elektroda listrik, pembakaran batu gamping, dan untuk pembuatan briket tanpa asap (Raharjo, 2006b). Tipe batu bara berdasarkan tingkat pembatubaraan ini dapat dikelompokkan sebagai berikut : 1. Lignite : Disebut juga batu bara muda. Merupakan tingkat terendah dari batu bara, berupa batu bara yang sangat lunak dan mengandung air 70% dari beratnya. Batu bara ini berwarna hitam, sangat rapuh, nilai kalor rendah dengan kandungan karbon yang sangat sedikit, kandungan abu dan sulfur yang banyak. Batu bara jenis ini dijual secara eksklusif sebagai bahan bakar untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

2. Sub-Bituminous : Karakteristiknya berada di antara batu bara lignite dan bituminous, terutama digunakan sebagai bahan bakar untuk PLTU. Subbituminous coal mengandung sedikit carbon dan banyak air, dan oleh karenanya menjadi sumber panas yang tidak efisien.

3. Bituminous : Batu bara yang tebal, biasanya berwarna hitam mengkilat, terkadang cokelat tua. Bituminous coal mengandung 86% karbon dari beratnya dengan kandungan abu dan sulfur yang sedikit. Umumnya dipakai untuk PLTU, tapi dalam jumlah besar juga dipakai untuk pemanas dan aplikasi sumber tenaga dalam industri dengan membentuknya menjadi kokas-residu karbon berbentuk padat.

4. Anthracite Peringkat teratas batu bara, biasanya dipakai untuk bahan pemanas ruangan di rumah dan perkantoran. Anthracite coal berbentuk padat (dense), batu-keras dengan warna jet-black berkilauan (luster) metallic, mengandung antara 86% 98% karbon dari beratnya, terbakar lambat, dengan batasan nyala api biru (pale blue flame) dengan sedikit sekali asap.

Sedangkan berdasarkan cara terbentuknya, batu bara dibedakan menjadi: 1. Batu bara paleogen, Merupakan batu bara yang terbentuk pada cekungan intranmontain, contohnya yang terdapat di Ombilin, Bayah, Kalimantan Tenggara serta Sulawesi Selatan.

2. Batu Bara Neogon Yakni batu bara yang terbentuk pada cekungan foreland, contohnya terdapat di Tanjung Enim Sumatera Selatan.

3. Batu Bara Delta Yakni endapan batu bara yang terdapat di hampir seluruh Kalimantan Timur.

Sumber : http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-smk/kelas_xi/klasifikasi-batubara/

HARGA MINYAK DUNIA


Data historis menunjukkan bahwa pada periode 1947 1973 harga minyak mentah dunia stabil di range US$ 10 US$ 20 per barel.Kemudian pada periode 1974-1978 bersamaan dengan adanya Embargo minyak dan Yom Kipur War, harga minyak mentah dunia melambung ke US$ 40/barel. Menguatnya harga minyak dilanjutkan pada periode 1979-1982 bersamaan dengan adanya pengendalian harga minyak oleh pemeritah Amerika,perang Iran-Irag,harga minyak mentah dunia melesat ke aras US$70/ barel.Harga minyak sempat tertekan dan anjlog di aras US$20/barel pada periode 1983 1986 dan selama periode 1987 2004 sempat konsolidasi di kisaran harga US$ 10 US$ 30 /barel. Pada periode konsolidasi ini para pelaku pasar mencermati proses terjadinya pembalikan arah,karena gerak harga minyak dipasar dalam istilah Technical Analysis sedang membentuk bangun Inverse Head & Shoulders yang bergerak menaik. Pada kondisi seperti ini apabila harga US$30 tertembus maka secara teoritis harga berikutnya akan menuju ke US$60/barel dan target harga ini tercapai pada 2006 bersamaan dengan adanya kejadian penting seperti : kebijakan Opec menaikan quotanya 10%, adanya krisis ekonomi di Asia, Opec secara bertahap memangkas produksi sampai 4,2 juta barel, perang Iraq, Ekonomi Asia mulai tumbuh, peristiwa 9/11 World Trade Center di tabrak pesawat. Dalam rentang waktu yang lebih panjang lagi,pada periode 1983 2007 fluktuasi harga minyak membentuk bangun pembalikan arah,dimana secara teoritis apabila ambang atas US$60/barel tertembus, maka obyektive harga berikutnya adalah US$

120/barel . Harga ini tercapai pada tahun 2008 ini bahkan lebih tinggi lagi di harga US$147/barel.
Selanjutnya dilakukan analisis berdasar data awal 2007 s.d. akhir Agustus 2008 dan dengan menggunakan formula 33%, 50% dan 66% price retracement ,

maka harga minyak kedepan diperkirakan menuju ke US$ 99 s.d. US$ 83 per barel bahkan sangat mungkin berada US$ 70 - US$ 80/barel. Catatan bahwa analisis ini akan efektif apabila harga minyak berhasil menembus level US$ 110/barel , sebaliknya hasil analisis akan menjadi netral apabila ternyata harga berbalik keatas dari harga minyak mentah dunia sekarang US$ 111/barel menembus ke harga US$130/barel. Dengan tertembusnya harga US$130/barel merupakan penegasan bahwa penguatan harga minyak masih akan berlanjut, dan dimungkinkan untuk mencetak rekor harga tertinggi baru pada kisaran US$ 150 US$ 182/barel .
Sumber : http://www.matair.co.id/analisis/isi.php?id=1

HARGA BATU BARA DUNIA Harga batu bara dunia mengalami kenaikan sekira 400 persen selama periode 2000-2008. Hal ini dikarenakan adanya perkembangan yang nyata dalam industri batu bara dunia. "Sehingga harga batu bara mengalami kenaikan sekira 400 persen," papar Martin Bloemendal dari Energy Edge Ltd, dalam makalahnya berjudul 'Reconfiguration of End-User Strategies in a Changing World', seperti dikutip dari situs Departemen ESDM, di Jakarta, Kamis(4/6/2009). Menurutnya, kenaikan sebesar 400 persen tersebut dikarenakan produksi batu bara mengalami kenaikan 70 persen, pengapalan batu bara naik 60 persen, biaya freight on board (FOB) naik 30 persen, dan thermal coal price naik 135 persen. Diungkapkannya, sejak 2000 hingga saat ini dari sisi pasokan terjadi kecenderungan produsen melakukan konsolidasi. Selain itu juga terjadi pengetatan pasokan serta berbagai hambatan dalam logistik. Sedang pada sisi permintaan, terjadi kecenderungan perubahan untuk pembangkitan menjadi perdagangan dari produk khusus berubah menjadi komoditas, dari pembelian jangka panjang menjadi spot dan pola perundingan berubah berdasarkan indek harga. "Berbagai faktor atau kondisi tersebut membuat kalangan konsumen kehilangan inisiatif atau lemah posisi tawarnya," tukasnya. Untuk itu, dia menyampaikan beberapa usulan guna meningkatkan posisi konsumen atau reconfiguration end user strategis dalam memenuhi kebutuhan batu bara. Adapun dalam menekan biaya batu bara, menurutnya, perlu dilakukan liberalisasi pasar ketenagalistrikan, meningkatkan kompetisi, dan mempertimbangkan biaya emisi CO2. Sedang dari sisi teknologi dan investasi, yakni meningkatkan efisiensi dengan menekan konsumsi batu bara

dan menekan emisi CO2. Selain itu juga bisa dilakukan dengan mencampur batu bara dan biomasa. Pada sisi pembangkitan dan manajemen bahan bakar bisa dilakukan dengan mengurangi ketergantungan pada satu jenis batu bara, mencampur (blending) batu bara dengan bahan bakar padat seperti biomasa. "Semakin bervariasi maka menekan harga batu bara sehingga juga meringankan biaya bahan bakar," jelas Martin. Langkah lain adalah dengan melakukan aliansi. Antara lain berupa investasi batu bara dengan logistik, melakukan kerja sama strategi dengan produsen maupun suppliers serta meningkatkan kerja sama dengan sesama konsumen. sumber :
http://psdg.bgl.esdm.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=802&Itemid=519

PASAR MINYAK DUNIA 1. MOPS ( Mean Of Platts Singapore )


MOPS adalah pasar minyak di singapura. Harga nya bergantung pada harga premi pada bunker nya. Ketika permintaan rendah dan suplai yang baik,

premi akan rendah atau negatif. Sebaliknya, ketika permintaan tinggi dan pasokan yang ketat, premi akan menjadi tinggi atau positif.
Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Mean_of_Platts_Singapore

2. New York Merchantile Exchange New York Merchantile Exchange ( NYME) merupakan yang terbesar di dunia dan terletak di New York, Amerika Serikat. NYME menguasai jutaan dolar energy dan material dunia. Harga yang ditetapkan oleh NYME digunakan sebagai acuan hamper di seluruh dunia.
Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/New_York_Mercantile_Exchange

3. Dubai Crude Dubai crude merupakan pasar minyak di kawasan timur tengah yang menjadi acuan dasar. Hal ini dikarenakan dubai crude merupakan satu-satunya yang mampu meyediakan minyak langsung.
Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Dubai_Crude

4. West Texas Intermediate 5. Brent Crude 6. OPEC Reference Basket Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/West_Texas_Intermediate http://en.wikipedia.org/wiki/Brent_Crude

BIAYA PRODUKSI LISTRIK Biaya produksi listrik tergantung dari bahan bakar yang dipakai untuk membangkitkan listrik tersebut. Harga biaya produksi listrik dari beberapa sumber daya adalah sebagai berikut:

Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Cost_of_electricity_by_source