Anda di halaman 1dari 22
Tugas Akhir Ini Disusun Guna Melengkapi Syarat Kelulusan Program Diploma 2 Disusun Oleh : Nama
Tugas Akhir Ini Disusun Guna Melengkapi Syarat Kelulusan Program Diploma 2 Disusun Oleh : Nama

Tugas Akhir Ini Disusun Guna Melengkapi Syarat Kelulusan Program Diploma 2

Disusun Oleh :

Nama : Erna Kusumawati

NIM

: 1402204501

PENDIDIKAN GURU KELAS SEKOLAH DASAR FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

2006/2007

LEMBAR PENGESAHAN

Tugas

Akhir

berjudul

“Meningkatkan

Kemampuan

Menulis

Digraf

Melalui Proses Menulis Pada Siswa Kelas Satu SDN Bringin 02 Kecamatan

Ngaliyan Kota Semarang”.

Setelah dibaca dan diberikan perbaikan dan koreksi seperlunya, Program Diploma

II Pendidikan Guru Kelas Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas

Negeri Semarang.

Disyahkan di Semarang

Hari

Tanggal

:

:

Kepala Sekolah

SDN Negeri Bringin 02

Sardi, Ma.Pd.

M.Pd. NIP. 131 025 048

Mengetahui :

Semarang,

September 2006

Dosen Pembimbing

Masithah, S.Pol.

NIM. 130 819 220

Ketua UPP PGKSD Semarang

Drs. Jaino, M.Pd. NIP. 130 875 761

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena

dengan rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas ini yang

berjudul “Meningkatkan Kemampuan Menulis Digraf Melalui Proses Menulis

Pada Siswa Kelas Satu SDN Bringin 02 Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang”.

Adapun kegunaan dari penyusunan Tugas Akhir ini adalah merupakan

kewajiban untuk memenuhi persyaratan studi Program DII PGKSD di FIP

UNNES.

Pada kesempatan ini, penulis tidak lupa menyampaikan ucapan terima

kasih kepada yang terhormat :

1. Drs. Siswanto, M.M., selaku Dekan FIP UNNES.

2. Drs. H. Sutaryono, M.Pd., selaku Ketua Program D2 PGKSD UNNES.

3. Drs. H. Jaino, M.Pd., selaku Ketua UPP PGKSD Semarang.

4. Masithah, S.Pol., M.Pd., selaku Dosen Pembimbing PPL.

5. Kepala Sekolah, beserta bapak dan ibu guru SDN Bringin 02.

6. Semua pihak yang telah memberikan bantuan baik langsung maupun tidak

langsung dalam penyusunan Tugas Akhir ini.

Penulis menyadari bahwa Tugas Akhir ini masih jauh dari kesempurnaan,

oleh karena itu penulis berharap bapak, ibu pembaca dapat memberikan saran dan

kritik

yang

membangun

demi

kesempurnaan

tulisan

ini.

Akhirnya

penulis

berharap semoga tulisan ini dapat berguna dan bermanfaat khususnya bagi

almamater kami dan UNNES, serta masyarakat pada umumnya, Amin.

Semarang,

September 2006

Penulis

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

 

i

HALAMAN PENGESAHAN

ii

KATA PENGANTAR

iii

DAFTAR ISI

iv

MOTTO

 

v

PERSEMBAHAN

 

vi

BAB

I

PENDAHULUAN

1

 

1.1. Latar Belakang

1

1.2. Rumusan Masalah

2

1.3. Tujuan

2

1.4. Manfaat

3

BAB II LANDASAN TEORI

 

4

 

2.1. Pengertian Kemampuan Menulis

4

2.2. Fungsi Menulis

5

2.3. Digraf

5

2.4. Proses Menulis

7

BAB III PAPARAN HASIL

 

9

 

3.1. Bimbingan di SDN Bringin 02

9

3.2. Langkah-langkah Pelaksanaan Bimbingan Bahasa Indonesia

9

3.3. Evaluasi Pelaksanaan Bimbingan

9

BAB IV PENUTUP

12

4.1. Kesimpulan

12

4.2. Saran

12

DAFTAR PUSTAKA

14

MOTTO

MOTTO

Sesungguhnya sesudah kesulitan itu adalah kemudahan

(Q.S. Al Inziroh : 6).

Langkah awal untuk meraih sukses dalam pekerjaan adalah dengan menyukai

pekerjaan itu sendiri.

(Sir William Oster)

Ing ngarso sung tulodho, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani

(Ki Hajar Dewantoro)

Ikan menjadi kuat karena berenang melawan arus, manusia menjadi kuat

karena mengalami penderitaan.

(Krishnamurti)

Hidup yang tidak memiliki tujuan jauh lebih menakutkan ketimbang hidup

yang tidak mencapai tujuan.

(Krishnamurti)

Sukses adalah bisa tidur dan damai di malam hari.

(Krishnamurti)

Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang mampu memberikan manfaat

kepada orang lain.

(H.R. Ary Syihab)

PERSEMBAHAN

Penulis persembahkan Tugas Akhir ini kepada :

1. Allah SWT yang senantiasa menyertai langkahku

2. Bapak dan ibu yang memberikan do’a, nasihat, bimbingan dan arahan serta

kasih sayang yang tulus.

3. Suamiku “Dwi Kristyanto” yang tidak henti-hentinya mencurahkan cinta dan

terima kasih temah menjadi PENJAGA HATIKU.

4. Anakku, MALAIKAT KECILKU, “Zahra Naya Ramadhani”.

5. Adikku tersayang, yang setia mendampingiku.

6. Ibu Masithah, S.Pd., yang telah membimbing saya dalam menyelesaikan tugas

ini.

7. My best firend “Yanie and Inggid”, terima kasih telah menemani hari-hariku,

thanks for all. FRIENDSHIP FOREVER BABY !!

8. Teman-teman 4F dan kampus PGKSD “Vare my friend, my life, and my

future”.

9. Teman-teman “Cathy Cost” untuk kenangan yang pernah kita lalui bersama.

10. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

11. Pembaca yang budiman.

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG MASALAH

Pada abad informasi dan globalisasi ini tuntutan zaman makin lama

makin tinggi dan kompleks, sehingga siswa perlu mendapat bekal dasar

pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang memadahi untuk melanjutkan

pendidikan dan terjun ke masyarakat.

Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar (SD) bertujuan

meningkatkan kemampuan siswa berkomunikasi secara efektif baik lisan

maupun tertulis. Pembelajaran bahasa Indonesia mencakup empat aspek

ketrampilan yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Khusus

anak kelas satu SD diutamakan pengembangan kemampuan berbahasa

Indonesia sederhana melalui membaca, menulis atau mengarang, imla atau

dikte

dengan

menggunakan

tata

bahasa

Indonesia

baku

(Tim

Penatar

Procinsi Jawa Tengah, 1998 : 23). Ketrampilan menulis memegang peranan

yang sangat penting, karena tanpa memiliki kemampuan menulis sejak dini,

siswa akan mengalami kesulitan belajar di kemudian hari (Depdikbud,

1996).

Menulis adalah salah satu aspek ketrampilan yang harus dikuasai

dengan baik. Kemampuan menulis dibutuhkan siswa dalam mengerjakan

sebagian besar tugas sekolah. Dengan demikian kemampuan menulis harus

dimilikinya, sebab mampu menulis sama dengan mampu berbahasa atau

tulis.

Kesulitan menulis digraf pada siswa kelas satu SDN Bringin 02

tampak dalam hal-hal sebagai berikut : penulisan bentuk, letak, ukuran dan

arah tulisan belum sesuai dengan tulisan yang baku. Hal ini diduga terjadi

karena pembelajaran guru kurang memperhatikan proses dalam menulis,

tetapi lebih menekankan pada hasil tulisan.

Apabila siswa kelas satu SD sudah mampu menulis digraf dengan

proses dan hasil yang benar maka hal itu akan memperlancar siswa dalam

menulis

huruf gabung yang lain.

Dan

sebaliknya apabila

kemampuan

menulis digraf ini tidak dilakukan perbaikan maka siswa akan mengalami

kesulitan dalam menulis selanjutnya. Terkait dengan hal-hal tersebut maka

diperlukan suatu penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan

menulis digraf pada siswa kelas satu SDN Bringin 02.

1.2. RUMUSAN MASALAH

Masalah umum karya ilmiah ini adalah, “Bagaimanakah kemampuan

menulis digraf siswa kelas satu SDN Bringin 02 dapat ditingkatkan melalui

pendekatan proses menulis ?”

Adapun rincian masalah yang khusus sebagai berikut : bagaimana

teknik penulisan digraf /ng/, /sy/, /kh/, dan /ny/ agar : bentuk, letak, ukuran

dan arah tulisan sesuai dengan yang baku.

1.3. TUJUAN

Karya ilmiah ini diadakan dengan tujuan sebagai berikut :

1)

Meningkatkan kemampuan siswa dalam hal menulis digraf melalui

proses menulis dengan harapan tulisan yang dihasilkan sesuai dengan

bentuk, letak dan arah tulisan yang baku.

2) Meningkatkan kemampuan guru dalam menggunakan pendekatan proses

menulis dalam pembelajaran menulis digraf.

1.4. MANFAAT

Diharapkan karya ilmiah ini bermanfaat bagi :

1. Siswa

Untuk

meningkatkan

kemampuan

menulis digraf

yang lain

/ng/, /ny/, /sy/,

dan

/kh/

2. Guru

siswa

SD khususnya dalam

serta penulisan huruf gabung

Sebagai masukan dalam mengatasi masalah menulis, khususnya

menulis digraf dan dapat dijadikan model pembelajaran untuk mengatasi

kesulitan mengajarkan menulis dengan materi pelajaran lain.

3. Sekolah

Diharapkan dapat menjadi landasan pengembangan pembelajaran

dalam rangka meningkatkan kemampuan menulis dan pengembangan

pengajaran

bahasa

Indonesia,

kemampuan menulis digraf.

khususnya

untuk

meningkatkan

BAB III

LANDASAN TEORI

2.1. Pengertian Kemampuan Menulis

Menulis adalah membuat huruf atau angka dengan pensil, pena,

kapur dan sebagainya dengan melahirkan pikiran atau perasaan seperti

mengarang dengan tulisan (Depdikbud, 1993 : 986). Menurut Tarigan,

menulis adalah melukiskan lambang-lambang grafis yang menggambarkan

suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang sehingga orang lain dapat

membaca lambang-lambang grafis tersebut (Haryadi, 1997 : 77). Menurut

Akhadiah, menulis adalah aktifitas mengekspresikan ide gagasan, pikiran

atau perasaan ke dalam lambang kebahasaan bahasa tulis (Rofiuddin, 1996 :

263). Menulis adalah mengekspresikan pikiran dan perasaan ke dalam

lambang-lambang tulisan (Mulyono, 1999 : 223).

Kesemua pengertian menulis tersebut pada dasarnya hamper sama

yang ditandai dengan adanya aktivitas, ide, gagasan, lambang tulisan atau

bahasa tulis yang digunakan. Jadi dapat disimpulkan bahwa menulis adalah

kegiatan atau aktivitas mengekspresikan ide atau gagasan ke dalam lambang

bahasa tulis (grafis, huruf dan angka) dengan menggunakan alat tulis dan

dapat dipahami oleh orang lain.

Kemampuan

menulis

adalah

merupakan

ketrampilan

berbahasa

produktif melibatkan aspek penggunaan ejaan, kemampuan penggunaan

kosa kata (diksi), kalimat dan komposisi (Rofiuddin, 1996 : 236). Ejaan

adalah kaidah-kaidah cara menggambarkan bunyi dalam bentuk tulisan serta

penggunaan tanda baca. Ejaan sebagai cara atau aturan menuliskan kata-kata

dengan

huruf,

singkatan

akronim,

(Sugihastuti, 2000 : 53).

angka,

bilangan

dan

tanda

baca

Kemampuan menulis berguna untuk siswa dalam hal menyalin,

mencatat dan mengerjakan sebagian besar tugas sekolah, sehingga perlu

dimiliki supaya dapat mengatasi kesulitan dalam hal menulis.

2.2. Fungsi Menulis

Menurut

Tarigan,

fungsi

utama

menulis

adalah

sebagai

alat

komunikasi (Subchi, 2003 : 7). Adapun fungsi menulis itu ada beberapa

antara lain : 1) Memudahkan siswa untuk berfikir kreatif, 2) Memudahkan

untuk merasakan dan menikmati hubungan kemanusiaan, 3) Mempermudah

daya

tangkap,

4)

Memecahkan

masalah-masalah

yang

Menyusun urutan berbagai pengalaman.

dihadapi,

5)

Adapun fungsi menulis yang tercakup dalam fungsi mata pelajaran

bahasa Indonesia adalah : 1)

Mengembangkan kemampuan bernalar, 2)

Mengembangkan kemampuan berkomunikasi, 3) Mengungkapkan pikiran,

4) Mengungkapkan perasaan dan, 5) Membina persatuan dan kesatuan

bangsa (Tim Penatar Privinsi Jawa Tengah, 1998 : 22).

2.3. Digraf

Fonem

adalah

satuan

bunyi

bahasa

terkecil

yang

membedakan

makna (Sugihastuti, 2000 : 54). Biasanya satu fonem dilambangkan dalam

satu huruf, oleh karena jumlah fonem lebih banyak daripada jumlah huruf

maka ada fonem yang dilambangkan dua huruf itulah yang dinamakan digraf

dan diftong. Digraf adalah fonem yang dilambangkan dengan dua konsonan,

sedangkan diftong adalah fonem yang dilambangkan dengan dua vokal.

Digraf adalah dua huruf yang melambangkan satu bunyi (Rofiuddin,

1996

:

74).

Digraf

adalah

gabungan

dua

huruf

yang

melambangkan

konsonan (Moelyono, 1996 : 379). Dari ketiga definisi tersebut dapat

disimpulkan bahwa digraf adalah satuan bunyi bahasa yang terdiri dari huruf

konsonan yang melambangkan satu bunyi.

Dalam bahasa Indonesia dikenal ada empat macam digraf, yaitu :

/ng/, /ny/, /kh/, dan /sy/. Penjelasannya sebagai berikut :

1. Digraf /ng/

Digraf /ng/ dapat ditulis pada awal kata, tengah kata, dan akhir kata.

Adapun contohnya : ngilu (awal), bangun (tengah) dan senang (akhir).

2. Digraf /ny/

Digraf

/ny/

dapat

ditulis

pada

awal

kata

dan

tengah

kata

Contohnya : nyata (awal), hanyut (tengah)

3. Digraf /kh/

saja.

Digraf /kh/ dapat ditulis pada awal kata, tengah kata dan akhir kata.

Contohnya : khusus (awal, tarikh (akhir).

4. Digraf /sy/

Digraf /sy/ dapat ditulis pada awal kata dan tengah kata. Contohnya :

syarat (awal), isyarat (tengah).

2.4. Proses Menulis

Proses menulis adalah aktivitas yang dilakukan dengan mengikuti

alur proses yang terdiri atas tahapan sebagai berikut :

menulis,

3)

merevisi,

4)

mengedit,

5)

publikasi

1) pra menulis, 2)

(Haryadi,

78-79).

Selanjutnya disebutkan bahwa menurut Akhadiah ada tiga tahapan dalam

menulis yaitu : 1) pra menulis, 2) penulisan digraf, 3) revisi (Haryadi, 1996 :

78).

Proses

menulis

adalah

rangkaian

aktifitas

yang

bersifat

fleksibel

meliputi : 1) pra menulis, 2) penulisan digraf, 3) revisi, 4) penyuntingan dan

5) publikasi atau pembahasan (Rofiuddin, 1996 : 76-77). Jadi proses menulis

adalah aktivitas yang dilakukan dengan tahapan yang berurutan dimulai dari

pendahuluan

(pra

menulis),

isi

(menulis

dan

merevisi)

dan

penutup

(publikasi).

Menulis

digraf

melalui

proses

menulis

adalah

aktivitas

dalam

kegiatan mengekspresikan ide atau gagasan ke dalam lambang bahan tulis

yaitu

gabungan

dua

konsonan

yang

melambangkan

satu

bunyi

yang

dilakukan

dengan

mengikuti

alur

proses

menulis

dalam

tahapan

yang

berurutan. Adapun tahapan yang digunakan sebagai berikut : 1) pra menulis,

2) menulis, 3) merevisi, 4) mempublikasikan.

Kriteria penulisan digraf yang baik sebagai berikut :

1) Menggunakan pedoman

Pedoman yang digunakan adalah tulisan yang baku yaitu tulisan

yang

sesuai

dengan

Keputusan

Dirjen

Dikdasmen

024/c/kep.I-83 dan no. 0521/C2/4.88

Depdikbud

no.

2) Penempatan yang sesuai

Digraf /ng/ dan /kh/ dapat ditulis pada awal, tengah dan akhir kata,

sedang digraf /ny/ dan /sy/ tidak dapat ditulis pada akhir kata.

3) Penggunaan digraf

Dapat digunakan dalam penulisan digraf secara lepas. Digraf dalam

suku kata, kata, kalimat dan paragraph atau karangan.

4) Memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah bentuk, letak, ukuran dan

arah tulisan yang benar sesuai dengan pedoman.

BAB III

PAPARAN HASIL

3.1. Bimbingan di SDN Bringin 02

Bimbingan

bimbingan,

mulai

di

dari

SDN

Bringin

02

terdiri

bimbingan

tingkah

laku,

dari

bermacam-macam

bimbingan

bakat

dan

bimbingan belajar. Bimbingan belajar dilakukan oleh guru kelas masing-

masing. Hal ini dikarenakan di Sekolah Dasar guru kelas juga bertugas

sebagai guru mata pelajaran. Dalam hal ini guru SD dikatakan guru paling

sepesial diantara guru-guru di jenjang pendidikan lainnya, dikarenakan guru

SD menguasai semua mata pelajaran.

Bimbingan yang diberikan yaitu bimbingan mata pelajaran bahasa

Indonesia di kelas 1. Pelaku bimbingan yaitu Ibu Afwah, S.Pd. selaku guru

kelas 1. Bimbingan diberikan secara klasikal, mengingat banyaknya jumlah

siswa kelas 1. Selain guru kelas, kepala sekolah dan orang tua siswa pun

turut terlibat dalam bimbingan yang diberikan kepada siswa.

Dalam pelaksanaan bimbingan guru menggunakan multi metode,

yaitu metode ceramah, penemuan, tanya jawab, demonstrasi, dan pemberian

tugas. Dengan penggunaan multi metode diharapkan pembelajaran bahasa

Indonesia

akan

lebih

efektif.

Bimbingan

dilakukan

program bimbingan sampai supervise.

dari

perencanaan

3.2. Langkah-langkah Pelaksanaan Bimbingan Bahasa Indonesia

Langkah - langkah

pelaksanaan

bimbingan

yang diberikan

oleh

pembimbing yaitu :

1. Merencanakan pelaksanaan bimbingan

Dalam perencanaan, langkah awal yang dilaksanakan guru adalah

mengidentifikasi masalah belajar pada diri siswa. Setelah itu guru mulai

menyusun langkah-langkah bimbingan yang akan dilaksanakan.

2. Pelaksanaan bimbingan

Pelaksanaan

yaitu :

bimbingan guru mengambil beberapa langkah,

a. Guru menggunakan pedoman yang baku

Pedoman

yang

digunakan

adalah

tulisan

yang

baku

yaitu

tulisan yang sesuai dengan Keputusan Dirjen Dikdasmen Depdikbud

No. 024/c/kep/i-83 dan No. 0521/C2/4.88.

b. Penempatan yang sesuai

Digraf /ng/ dan /kh/ dapat ditulis pada awal, tengah dan akhir

kata, sedang digraf /ny/ dan /sy/ tidak dapat ditulis pada akhir kata.

c. Penggunaan digraf

Dapat digunakan dalam penulisan digraf secara lepas. Digraf

dalam suku kata, kata, kalimat dan paragraph atau karangan.

d. Memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah bentuk, letak, ukuran

dan arah tulisan yang benar sesuai dengan pedoman.

3.3. Evaluasi Pelaksanaan Bimbingan

Evaluasi dilakukan untuk mengetahui tingkat kebersihan atau adanya

Peningkatan yang dilakukan oleh siswa dengan cara penilaian proses dan

penilaian hasil. Penilaian proses adalah penilaian yang dilakukan pada waktu

kegiatan berlangsung, yaitu penilaian terhadap hal-hal berkaitan dengan

kegiatan yang dilakukan siswa pada saat proses kegiatan pembelajaran

berlangsung. Penilaian hasil adalah penilaian yang dilakukan kepada siswa

terhadap hasil tulisannya, setelah selesai kegiatan belajar mengajar.

Penentuan keberhasilan adalah apabila hasil rata-rata dari penilaian

proses dan penilaian hasil menunjukkan adanya peningkatan kriteria dari

kurang (k), dari cukup menjadi baik (B) berdasar keadaan sebelum dengan

keadaan setelah dilakukan tindakan atau tidak adanya penurunan kriteria.

3.4. Supervisi Kegiatan Bimbingan

Supervisi dilakukan oleh Kepala Sekolah. Beliau bertugas memantau

kegiatan bimbingan yang diberikan oleh guru pembimbing.

Setelah dilakukan bimbingan ternyata nilai yang diperoleh siswa

meningkat. Hal ini berarti bimbingan yang diberikan oleh guru berhasil.

4.1. Kesimpulan

BAB IV

PENUTUP

Berdasarkan hasil pengamatan terhadap proses menulis digraf pada

siswa kelas satu SDN Bringin 02 Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang,

dapat disimpulkan sebagai berikut :

1. Bimbingan belajar yang diberikan guru menggunakan lebih dari satu

metode

belajar

bahasa

Indonesia,

yaitu

metode

ceramah,

metode

demonstrasi, metode tanya jawab, metode pemberian tugas.

2. Pada hasil pengamatan diperoleh data tentang kesulitan menulis digraf.

Kesulitan

itu

ditunjukkan

dengan

kesalahan

yang

dilakukan

dalam

menulis digraf, baik bentuk, arah, letak maupun ukuran tulisan yang

tidak sesuai dengan tulisan yang baku.

3. Hasil penulisan proses pembelajaran dan penelitian hasil menulis digraf

siswa terteliti yang semula mendapat nilai k (kurang) dan meningkat

menjadi B (baik) setelah dilakukan bimbingan.

4. Pendekatan proses menulis dapat meningkatkan kemampuan menulis

digraf pada siswa kelas satu SDN Bringin 02 Kecamatan Ngaliyan Kota

Semarang.

4.2. Saran

Saran-saran yang dapat diberikan berdasarkan hasil pengamatan

dalam upaya pengefektifan pembelajaran

menulis

digraf

melalui proses

menulis sebagai berikut :

1.

Pendekatan proses menulis perlu digunakan dalam pembelajaran menulis

digraf dan pembelajaran menulis yang lain agar kemampuan menulis

siswa dapat meningkat.

2.

Kepada siswa perlu dibiasakan menggunakan media pembelajaran yang

menunjang dalam pembelajaran yang menggunakan proses menulis.

3.

Kepada guru-guru SD yang akan meningkatkan kemampuan menulis

para siswanya, pendekatan proses menulis merupakan cara yang perlu

diperhatikan bagi yang telah memahaminya dan perlu mempelajari bagi

yang belum mengetahui.

DAFTAR PUSTAKA

Akhadiah, Sabarti. 1977. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia.

Jakarta : Erlangga.

Depdikbud. 1993. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka.

Depdikbud. 1993. Tata Bahasa Buku Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka.

Haryadi. 1996. Peningkatan Ketrampilan Berbahasa Indonesia. Yogyakarta :

Proyek Pengembangan PGSD.

Keputusan Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan dan

Kebudayaan No. 054/C/Kep/I.83 tanggal 7 Juli 1983 dan Penegasan Ukuran

Tulisan Tangan No. 0251/C2/U-88 tanggal 27 Juni 1998. Jakarta : Depdikbud.

Rofiuddin. 1996. Pendidikan Bahasa Indonesia di Kelas Tinggi. Depdikbud :

Proyek Pengembangan PGSD.

Sugihastuti. 2000. Bahasa Laporan Penelitian. Yogyakarta : Pustaka Belajar.

Subchi. 2003. Meningkatkan Kemampuan Menulis Prosa Deskrips. Semarang :

UNNES.

Tim

Penatar

Provinsi

Jateng.

1998.

Bahan

Penataran

Siswa

Pembinaan

Profesional. Depdikbud : Proyek Sekolah Dasar.