Anda di halaman 1dari 4

Tabel 4.2 Pemucatan (Bleaching) Kel.

Sampel Arang Aktif ( %) 1 2 1 2 1 2 1 2 Berat Minyak Awal Akhir 24,8 25,35 22,6 24,5 25,7 24,1 21,49 21,8 21,2 21,8 20,1 21,6 22,1 19,8 13,5 18 Berat Arang Awal Akhir 0,248 0,509 0,226 0,25 0,257 0,48 0,2149 0,436 0,2682 0,5746 0,2547 0,5672 0,2940 0,5304 0,2311 0,436 Perubahan Warna Awal Akhir Kuning keruh Putih keruh Kuning keruh Kuning keruh Kuning terang Kuning terang Kuning pekat Kuning keemasan Kuning bening Bening Kuning bening Kuning keruh Kuning bening Kuning keruh Kuning bening Kuning jernih

8 & 12 1&5 9 & 13 2&6 10 3&7 11 & 14 4

M. Kelapa M. Kacang M. Ayam M. Sapi

Pembahasan Pada praktikum acara 4 ini dilakukan pula proses pemucatan (bleaching) pada sampel minyak dari acara sebelumnya. Pemucatan ialah suatu tahap proses pemurnian untuk menghilangkan zat zat warna yang tidak disukai dalam minyak. pemucatan ini dilakukan dengan mencampur minyak dengan sejumlah kecil adsorben. seperti tanah serap (fuller earth), lempung aktif

(activated clay) dan arang aktif atau dapat juga menggunakan bahan kimia (Ketaren, 2005). Pemurnian dalam praktikum ini menggunakan absorben berupa arang aktif, dengan perlakuan konsentrasi 1% dan 2%. Arang aktif atau karbon aktif adalah suatu bahan padat berpori yang merupakan hasil pembakaran bahan yang mengandung karbon. Arang aktif merupakan suatu bentuk arang yang telah melalui aktivasi dengan menggunakan gas CO2, uap air, atau bahanbahan kimia sehingga pori-porinya terbuka dan dengan demikian daya adsorpsinya menjadi lebih tinggi terhadap zat warna dan bau. Arang aktif mengandung 5-15% air, 2 - 3% abu, dan sisanya adalah karbon (Wijayanti, 2009). Jumlah arang aktif yang digunakan, untuk menyerap warna berpengaruh terhadap jumlah warna yang diserap. Semakin tinggi konsentrasi arang aktif yang ditambahkan, maka zat warna pada minyak yang terserap akan makin banyak pula. Mekanisme kerja dari penambahan arang aktif adalah adanya daya absorbsi yang disebabkan karena arang mempunyai pori pori dalam jumlah besar, dan absorbsi akan terjadi karena

adanya perbedaan energi potensial antara permukaan arang dan zat yang diserap. Penggunaan arang aktif pada bleaching dapat menyerap zat warna sebanyak 95-97 % dari total zat warna yang terdapat dalam minyak (Ketaren,2005). Pada acara 4 ini minyak hasil dari perlakuan netralisasi mendapat perlakuan bleaching. Sesuai dengan teori, minyak yang dibleaching maka zat warnanya akan terserap oleh absorben, sehingga warna minyak akan menjadi lebih pucat. Dari data tabel di atas diperoleh hasil bahwa minyak yang dibleaching warnanya akan menjadi lebih bening dari warna awalnya. akan tetapi pada sampel minyak kacang kelompok 2 & 6 tidak terjadi perubahan warna. Hal tersebut mungkin terjadi karena adanya kesalahan dalam prosedur dalam praktikum, ataupun kesalahan dalam menera warna hasil dari bleaching, mengingat pada minyak yang sama dengan perlakuan arang aktif 1 % sudah terjadi perubahan warna yang lebih bening. Berat minyak yang mendapat perlakuan bleaching akan menurun, sedangkan berat arang aktif akan menjadi bertambah. Ini sesuai dengan teori, bahwa penambahan arang aktif akan mengabsorbsi zat warna pada minyak, sehingga akan terjadi perpindahan massa dari minyak ke arang aktif. Berdasarkan teori, semakin tinggi konsentrasi arang aktif yang ditambahkan, semakin tinggi pula zat warna yang akan terserap. Akan tetapi pada praktikum didapatkan data dimana pada penambahan arang aktif 1 % justru lebih banyak mengalami penurunan berat minyak dibandingkan dengan penambahan arang aktif 2 %, yaitu pada sampel minyak kelapa dan minyak sapi. Hal tersebut mungkin lebih disebabkan karena adanya kesalahan prosedur yang membuat penyerapan pada arang aktif 2 % menjadi kurang efisien, sehingga pengurangan berat pada minyak menjadi lebih sedikit dibandingkan dengan pada perlakuan arang aktif 1 %.

TIPUS Pemucatan ialah suatu tahap proses pemurnian untuk menghilangkan zat zat warna yang tidak disukai dalam minyak. pemucatan ini dilakukan dengan mencampur minyak dengan sejumlah kecil adsorben. seperti tanah serap (fuller earth), lempung aktif (activated clay) dan arang aktif atau dapat juga menggunakan bahan kimia (Ketaren, 2005). Adsorbsi adalah suatu peristiwa fisik padat permukaan suatu bahan, yang tergantung dari specifik affinity antara adsorben dan zat yang di adsorbsi. Daya absorbsi arang aktif disebabkan karena arang mempunyai pori pori dalam jumlah besar, dan absorbsi akan terjadi karena adanya perbedaan energi potensial antara permukaan arang dan zat yang diserap. Berdasarkan perbedaan energi potensial, maka jenis adsorbsi terdiri dari adsorbsi listrik, adsorbsi mekanis. adsorbsi kimia dan adsorbsi termis. (Ketaren, 2005). Ketaren, S. 2005. Minyak dan Lemak Pangan. Penerbit Universitas Indonesia. Jakarta >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Arang aktif atau karbon aktif adalah suatu bahan padat berpori yang merupakan hasil pembakaran bahan yang mengandung karbon. Arang aktif merupakan suatu bentuk arang yang telah melalui aktivasi dengan menggunakan gas CO2, uap air, atau bahanbahan kimia sehingga pori-porinya terbuka dan dengan demikian daya adsorpsinya menjadi lebih tinggi terhadap zat warna dan bau. Arang aktif mengandung 5-15% air, 2 - 3% abu, dan sisanya adalah karbon (Wijayanti, 2009). Wijayanti, Ria. 2009. Arang Aktif Dari Ampas Tebu Sebagai Adsorben Pada Pemurnian Minyak Goreng Bekas. ITB Bogor. Bogor >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> Minyak kacang tanah seperti juga minyak nabati lainnya merupakan salah satu kebutuhan manusia, yang dipergunakan baik sebagai bahan pangan (edible purpose) maupun bahan non pangan. Sebagai bahan pangan minyak kacang tanah digunakan untuk minyak goreng, bahan dasar pembuatan Jurnal Teknologi, 81 Volume 2 Nomor 1 , Juni 2009, 80-88 margarin mayonaise, salad dressing, mentega putih (shortening) dan mempunyai keunggulan bila dibandingkan dengan minyak jenis lainnya karena dapat dipakai berulang-ulang untuk menggoreng bahan pangan. Sebagai bahan non pangan, minyak kacang tanah digunakan dalam industri sabun, face cream, shaving cream, pencuci rambut dan bahan kosmetik lainnnya. Dalam

bidang farmasi minyak kacang tanah dapat dipergunakan untuk campuran pembuatan adrenalin dan obat asma (Andaka, 2009). Andaka, Ganjar. 2009. Optimasi Proses Ekstraksi Minyak Kacang Tanah Dengan Pelarut NHeksana. Jurnal Teknologi, 81 Volume 2 Nomor 1 , Juni 2009, 80-88