Anda di halaman 1dari 10

Keagungan Akhlaq Rasulullah Dalam kemuliaan Al-Quran

STIU DARUL HIKMAH



TAFSIR ADABI WALIJTIMAI Page 1

;- 4p~E 7 O) Oc4O *.-
NE4Ocq O4L=OEO }Eg 4p~E
W-ON_O4C -.- 4O4O^-4 4O=E-
4OEO4 -.- -LOOgVE ^g O4
-474O 4pONLg`u^- =-4O;O-
W-O7~ -EOE- 4` 4^E4N4 +.-
N.Oc4O4 -E=4 +.-
N.Oc4O4 _ 4`4 -E1-Ee )
4LEC) V1)UO4 ^gg
21. Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang
yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.
22. Dan tatkala orang-orang mukmin melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka Berkata :
"Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita". dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. dan yang
demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan.
Arti Kata-kata:
;- Sesungguhnya: 4p~E 7 Telah ada bagimu:
O) Oc4O *.- Pada diri Rasulullah:
NE4Ocq O4L=OEO Suri tauladan yang Baik:
}Eg p~E Bagi orang :
W-ON_O4C -.- 4O4O^-4
4O=E- Mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat:
4OEO4 -.- Dan dia Menyebut Allah:
-LOOgVE : kaynaB
Keagungan Akhlaq Rasulullah Dalam kemuliaan Al-Quran
STIU DARUL HIKMAH

TAFSIR ADABI WALIJTIMAI Page 2

O4 Dan tatkala: -474O Melihat:
pONLg`u^- Orang-orang mukmin:
=-4O;O- Golongan sekutu: W-O7~
Mereka berkata :

E OE- Inilah:
4` 4^E4N4 +.- .Oc4O4
Yang dijanjikan Allah dan Rasulnya:
-E=4 +.- N.Oc4O4 : aynlyna R ay
kayahlar llar nay
_ 4`4 -E1-Ee Dan yang demikian itu tidak menambah kepada
mereka:
) Kecuali: 4LEC) Iman:
V1)UO4 : y ay BatnynnBa




KEAGUNGAN AKHLAQ RASULULLAH
DALAM KEMULIAAN AL-QURAN
;- 4p~E 7 O) Oc4O *.-
NE4Ocq O4L=OEO }Eg 4p~E
Keagungan Akhlaq Rasulullah Dalam kemuliaan Al-Quran
STIU DARUL HIKMAH

TAFSIR ADABI WALIJTIMAI Page 3

W-ON_O4C -.- 4O4O^-4 4O=E-
4OEO4 -.- -LOOgVE ^g
Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang
yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (Q.S.Al-
Ahzab:21)
Pada ayat ini Allah memperingatkan orang-orang Munfik, bahwa sebenarnya mereka dapat
memperoleh teladan yang baik dari Nabi saw. Rasulullah saw adalah seorang yang kuat imannya, berani,
sabar, tabah menghadapi segala macam cobaan, percaya dengan sepenuhnya kepada segala ketentuan-
ketentuan Allah swt dan beliaupun mempunyai akhlaq yang mulia. Jika mereka bercita-cita ingin
menjadi manusia yang baik, berbahagia hidup di dunia dan akherat, tentulah mereka akan mencontoh
dan mengikuto Nabi. Tetapi perbuatan dan tingkah laku mereka menunjukan bahwa mereka tidak
mengharapkan keridhaan Allah dan segala macam bentuk kebahagiaan hakiki itu.
(Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu) untuk diikuti
dalam hal berperang dan keteguhan serta kesabarannya, yang masing-masing diterpkan pada tempat-
tempatnya. Bagi sebagian orang Lafal ayat ini berkedudukan menjadi badal dari lafal lakum (yang
mengharap rahmat Allah) yakni takut kepada-Nya dan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah)
berbeda halnya dengan orang-orang yang selain mereka.




O4 -474O 4pONLg`u^-
=-4O;O- W-O7~ -EOE- 4`
4^E4N4 +.- N.Oc4O4 -E=4
+.- N.Oc4O4 _ 4`4 -E1-Ee
) 4LEC) V1)UO4 ^gg
Keagungan Akhlaq Rasulullah Dalam kemuliaan Al-Quran
STIU DARUL HIKMAH

TAFSIR ADABI WALIJTIMAI Page 4

Dan tatkala orang-orang mukmin melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka
Berkata : "Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nyakepada kita". dan benarlah Allah dan Rasul-Nya.
dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan. (Q.S. Al-
Ahzab:22)
Pada ayat ini Allah menerangkan sikap dan tindakan kaum muslimin dalam menghadapi perang
Ahzab , mereka bekerja dan semata-mata karena Allah mengikuti perintah Nabi, bukan karena
kepentingan diri sendiri, seluruh harta bahkan jiwa raga mereka, mereka serahkan kepada Nabi untuk
kepentingan perjuangan. Mereka berjuan dengan tabah dan sabar. Semakin bahaya mengancam,
semakin kuat iman dan ketabahan mereka. Ketika mereka melihat keadaan tentara sekutu yang
jumlahnya sangat besar yang akan menyerbu mereka. Sedang jumlah mereka hanya sedikit, mereka
berkata : Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasulnya kepada kita, berupa ujian dan cobaan, sebagai
pendahuluan dari kemenangan yang akan datang, karena itu kita haruslah tabah dan sabar dalam
menghadapi cobaan dan ujian dari Allah swt.
Pada ayat yang lain diterangkan pula syarat-syarat kebahagiaan dan kemenangan yang akan diperoleh
orang-orang yang beriman. Allah swt berfirman:
u +:OEO p W-OU7=;>
OE4E^- O4 7g>4C N1E`
4g~-.- W-OUE= }g` 7)U:~ W
NguOOE` +7.Ec4l^-
+7.-O--4 W-O7@O^Ne4 _/4EO
4O4C NOcO- 4g~-.-4
W-ONL4`-47 +OE4` _/44` +O^e *.-
Ep) 4O^e *.- _UC@O~ ^gj
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu
(cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? mereka ditimpa oleh malapetaka
dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul
dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah,
Sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. (Q.S Al-Baqarah :214)
Keagungan Akhlaq Rasulullah Dalam kemuliaan Al-Quran
STIU DARUL HIKMAH

TAFSIR ADABI WALIJTIMAI Page 5


Dan firmanya lagi,
=UOEO +EEL- p
W-EO74O^NC p W-EO7O4C E44`-47
-4 4pONL4^NC ^g
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami Telah
beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? (Q.S Al-Ankabut :2)
Diriwayatkan oleh Ibnu Katsir bahwa pada waktu menggali parit tentara yang bersekutu datang,
Rasululah saw pernah menyampaikan bahwa Jibril mengatakan kepadanya bahwa kerajaan Persia dan
Romawi akan takluk dibawah kekuasaan kaum muslimin. Mendengar kabar berita it, kaum muslimin
sangat senang, karena mereka percaya bahwa itu adalah janji Allah. Tatkala tentara sekutu datang
mengepung mereka, maka mereka menganggap bahwa kedatangan tentara yang bersekutu itu adalah
ujan dan cobaan bagi mereka sebelum memperoleh kemenangan dan sebelum mereka menaklkan kota
Persia dan Romawi, sehingga mereka mengatakan: Sesungguhnya benarlah yang dijanjikan Allah itu
dengan meluaskan aagama Islam ke seluruh penjuru dunia di kemudian hari, yaitu bertawakkal dan
sabar dalam menerima cobaan dan halangan.

Ketika Allah SWT mengutus Rasul-Nya -saw-, maka bersatu suku-suku kaum yang telah berpecah
belah, lenyap permusuhan antara kabilah dan kelompok serta suku kaum, dan ditetapkan batasan-
batasan dan hukum-hukum dalam berperang, meletakkan dasar-dasar akhlak, menyempurnakan nilai-
nilai kemuliaannya sehingga terbentuk darinya umat yang dibangun oleh dasar-dasar kebebasan,
menegakkan kebenaran, keadilan dan persamaan antara sesama manusia, tanpa perbedaan warna,
suku, jenjs kelamin, kelas atau tingkatan.
Tidak akan tegak suatu umat kecuali karena kebaikan yang dilakukan pada masa awal dan
akhirnya, sebagaimana tidak akan berdiri suatu umat kecuali dengan meneladani Rasulullah saw.
Oleh kerana itu, umat Islam harus mempelajari sirah Nabi saw, sehingga mereka dapat
menerapkan nilai-nilainya dan pelajarannya dalam diri mereka dan membuat mereka menjadi ikutan
Keagungan Akhlaq Rasulullah Dalam kemuliaan Al-Quran
STIU DARUL HIKMAH

TAFSIR ADABI WALIJTIMAI Page 6

bagi manusia dalam istiqamah dan kebaikan sejarah hidup mereka, lurus jalan hidupnya melalui dakwah
mereka dalam melakukan reformasi.
Sehingga itu semua; Nabi saw kembali menjadi cahaya yang terang benderang dan mengusir
kegelapan kehidupan mereka, serta memberikan hawa sejuk dan kehangatan ke dalam hati, fikiran dan
perilaku.
Sebagaimana -dengan itu pula- masyarakat Islam akan dapat mengembalikan integritasnya,
istiqamahnya dan keteladanannya serta kembali mampu berada di bagian depan dalam kepemimpinan
di seluruh bangsa di dunia, sebagimana firman Allah SWT:
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang maruf,
dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.. (QS Ali Imran:110)
Bahwasanya krisis yang paling serius yang terjadi pada saat ini adalah krisis keteladanan;
keteladanan yang baik dan sholeh di tahap masyarakat dan bangsa, bukan hanya pada tahap individu,
karena alhamdulillah- kita mempunyai peribadi teladan, namun bangsa tidak dapat berubah oleh
individu yang kecil, melainkan nasib bangsa-bangsa memerlukan perubahan kolektif dan kerja secara
kolektif, dan jika terjadi kekosongan yang panjang dalam masalah ini, maka akan menjadi ancaman krisis
bagi seluruh dunia bahkan akan runtuh kehidupan bangsanya dan mengalami kegagalan sistem yang ada
dan pada akhirnya akan berpaling dari Allah SWT.
Sesungguhnya umat Islam saat ini sangat perlu untuk mengingati sirah dan mengenang
perjalanan hidup Nabi Muhammad saw yang telah menanggung beban menghadapi berbagai ujian,
celaan dan siksaan, sabar dalam meniti jalan yang berat dan penuh onak dan duri demi tegaknya ajaran
Islam dan terbangunnya jati diri dan umat yang mulia sehingga mereka menjadi teladan yang baik secara
nyata, menghilangkan wahm(keraguan) dalam jiwa mereka dan menghancurkan kesewenangan dan
ketidakadilan di negara mereka.
Setiap muslim dan muslimah memiliki kewajiban untuk meneladani Rasulullah saw dalam
berbagai aspek kehidupan mereka, karena perkara tersebut merupakan satu-satunya jalan untuk
mencapai keamanan dan kebahagiaan di dunia serta keberuntungan dan nikmat di akhirat.
Meneladani Rasulullah saw dapat ditinjau dari berbagai sudut :
1. Ibadah :
Keagungan Akhlaq Rasulullah Dalam kemuliaan Al-Quran
STIU DARUL HIKMAH

TAFSIR ADABI WALIJTIMAI Page 7

Bahwa beliau adalah orang yang paling tahu dan mengenal Allah, orang yang paling takut dan
bertaqwa, namun beliau orang yang kadang-kadang berpuasa dan kadang-kadang berbuka, tidur dan
bangun
2. Berinteraksi dengan tetangga :
Nabi saw bersabda:
Jibril selalu mewasiatkan kepada saya tentang tetangga sampai aku menyangka bahwa
tetangga mendapat hak warisan. (Muttafaq alaih)


3. Berinteraksi dengan sesama manusia :
Beliau kadang-kadang menjual dan membeli, sangat sopan jika menjual dan sangat ramah jika
membeli, ramah ketika memutuskan hukum dan ramah pula saat menuntut hukuman.
4. Akhlaq dan perilaku secara umum :
Nabi saw adalah sebaik-baik manusia dalam berakhlaq dan beretika, orang yang paling mulia
dan paling bertaqwa dalam berinteraksi. Allah berfirman sambil memuji nabi saw:
Sungguh dalam dirimu terdapat akhlaq yang mulia. (QS Al-Qalam:4)
Dan Aisyah pernah berkata ketika ditanya kepadanya tentang akhlaq nabi saw, beliau berkata:
Akhlaq nabi adalah Al-Quran. (HR Muslim)
5. Damai dan Perang serta selalu menghormati dan memenuhi janji :
Rasulullah saw masuk ke kota Madinah dengan mengangkat bendera perdamaian.
Ketika masuk kota Madinah beliau berkata:
Wahai sekalian manusia, tebarkanlah salam, berilah makan, sholat malamlah ketika orang lain
tidur lelap niscaya masuk surga dengan selamat. (HR Tirmidzi dari Abdullah bin Salam)
Keagungan Akhlaq Rasulullah Dalam kemuliaan Al-Quran
STIU DARUL HIKMAH

TAFSIR ADABI WALIJTIMAI Page 8

Dan ketika memasuki kota Makkah setelah berhasil menaklukkannya, beliau berkata kepada
orang yang memusuhi dan memeranginya:
Pergilah kamu, hari ini kamu bebas.
Demi Allah, Sungguh sangat menakjubkan sejarah hidupmu, wahai Rasulullah. Sungguh agung
perilaku dan akhlakmu, sehingga semua itu adalah madrasah Ilahiyah bagi setiap pemimpin, bagi setiap
presiden, bagi setiap penguasa, bagi setiap komandan, bagi setiap hakim, bagi setiap ahli politik, bagi
setiap guru, bagi setiap pasangan suami isteri, bagi setiap ibubapa. Engkau adalah suri tauladan yang
sempurna bagi seluruh manusia, dan bagi setiap yang menginginkan kesempurnaan dalam berbagai
bentuk dan manifestasi, segala puji bagi Allah yang telah memberikan nikmat kepada Nabi Muhammad
saw untuk kami semua, dan segala puji bagi Allah yang telah memberikan nikmat kepada mu untuk
umat manusia seluruhnya.
Umat Islam memperingati sirah Rasulullah saw setiap hari
Kita memperingati sirah dan kehidupan Rasulullah saw bukan sehari dalam sebulan, namun kita
melakukannya setiap hari dan bukan sekali dalam sehari dalam satu hari namun puluhan kali; ketika ada
seruan dan ajakan kepada sholat, dunia seluruhnya menjawab seruan azan; aku bersaksi bahwa
Muhammad utusan Allah. Setiap kali bertasyahud dalam sholat, seorang muslim seakan-akan bertemu
Rasulullah saw dengan mengucapkan salam: Assalamualaika Ayyuhan nabi, seakan-akan
mengunjunginya secara maknawi dan bertemu dengannya, menyambut dan melahirkan rasa sukacita
kepadanya.
RENUNGAN AYAT
Dua ayat di atas cukup menjadi obat penenang bagi siapapun yang berjalan dilembah tauhid dan
jihad, jadi bekal yang komplit bagi para pendaki menuju puncak ketinggian iman dan terapi bagi yang
sakit di jalan perjuangan yang panjang dan penuh rintangan.
Ayat 21 surat Al ahzab
- 4p~E 7 O) Oc4O *.-
NE4Ocq O4L=OEO }Eg 4p~E
Keagungan Akhlaq Rasulullah Dalam kemuliaan Al-Quran
STIU DARUL HIKMAH

TAFSIR ADABI WALIJTIMAI Page 9

W-ON_O4C -.- 4O4O^-4 4O=E-
4OEO4 -.- -LOOgVE ^g


Artinya: Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu)
bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut
Allah. (Q.S Al Ahzab:21)
Ayat ini adalah rumus ilahi yang akurat bagi siapa saja yang merindukan pertemuan dengan
robbnya, selamat dari siksa-Nya dan mendapat kesenangan surga abadi yaitu dengan cara meneladani
dan mengikuti figur pilihan Allah Ta'ala rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam.tidak ada jalan lain, bahkan
Allah Ta'ala mengancam dengan firman-Nya;
O4 -474O 4pONLg`u^-
=-4O;O- W-O7~ -EOE- 4`
4^E4N4 +.- N.Oc4O4 -E=4
+.- N.Oc4O4 _ 4`4 -E1-Ee
) 4LEC) V1)UO4 ^gg
Artinya: Dan tatkala orang-orang mukmin melihat golongan-golongan yang bersekutu itu,
mereka Berkata : "Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nyakepada kita". dan benarlah Allah dan Rasul-
Nya. dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan. (Q.S. Al-
Ahzab:22)
Ayat ini adalah bukti kebenaran sekaligus akhlak dan buah iman seseorang kepada Allah dan
Rosul-Nya, ketika mereka menemui rintangan dan ujian bukan menjadi murtad dan putus asa melainkan
menambah kuat iman dan konsolidasi dengan amirnya dan mensyukuri bahwa bukti pertolongan
semakin dekat justru ketika mereka menemui aneka ragam kegoncangan dan ujian dari musuh-
musuhnya.

Keagungan Akhlaq Rasulullah Dalam kemuliaan Al-Quran
STIU DARUL HIKMAH

TAFSIR ADABI WALIJTIMAI Page 10