Anda di halaman 1dari 7

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Oral hygiene adalah membersihkan daerah membersihkan mulut, gigi dan gusi dengan menggunakan Sikat gigi, Kumur-kumur antiseptik( Oral Rinse), Dental floss atau benang gigi dan Pembersih lidah. Perineal hygiene : membersihkan daerah genetalia pria bagian luar (penis dan skrotum) dengan menggunakan cairan anti septic. Tujuan vulva hygiene memberikan rasa nyaman, mencegah terjadinya infeksi daerah vulva & perineum maupun daerah uterus, membantu penyembuhan luka perineum. Tujuan perineal hygiene memberikan rasa nyaman, mencegah terjadinya infeksi daerah genetalia klien. 1.2 Tujuan 1.2.1 Tujuan Umum Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perawat dalam memberikan perawatan pada pasien dengan Vulva hygiene dan hygiene, dan sebagai bahan literatur bagi mahasiswa keperawatan. 1.2.2 Tujuan Khusus Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perawat dan mahasiswa keperawatan dalam :
1. Mengidentifikasi Vulva hygiene dan Perineal hygiene. 2. Memberikan perawatan yang tepat pada Vulva hygiene dan

Perineal

Perineal

hygiene.
3. Mencegah untuk tidak terjadinya komplikasi pada Vulva hygiene dan

Perineal hygiene.

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Kebutuhan Dasar Manusia (Perianal Hygiene)

2.1.1 PENGERTIAN Vulva hygiene adalah membersihkan daerah genetalia wanita bagian luar (vulva) dengan menggunakan cairan anti septic. Perineal hygiene : membersihkan daerah genetalia pria bagian luar (penis dan skrotum) dengan menggunakan cairan anti septic. 2.1.2 TUJUAN 1. Tujuan vulva hygiene : a. Memberikan rasa nyaman
b. Mencegah terjadinya infeksi daerah vulva & perineum maupun daerah

uterus
c. Membantu penyembuhan luka perineum

2. Tujuan perineal hygiene : a. Memberikan rasa nyaman


b. Mencegah terjadinya infeksi daerah genetalia klien

2.1.3 INDIKASI DAN WAKTU PERAWATAN HYGIENE

1. Vulva Hygiene A. Pelaksanaan


Rutin setiap pagi dan sore hari pada ibu post partum Pada pasien wanita yang memakai kateter tetap Sebelum pengambilan spesimen urine Sewaktu waktu bila diperlukan Ibu post partum Pasien yang mengalami luka pada vulva dan perineum Sebelum pemasangan kateter

B. Indikasi

Sebelum pengambilan spesimen urine Pasien yang memakai kateter tetap

2. Perianal Hygiene A. Pelaksanaan

Rutin setiap pagi dan sore hari (pada waktu mandi) Pada pasien yang memakai kateter tetap Sebelum pengambilan spesimen urine Sewaktu waktu bila diperlukan Klien tirah baring yang lama Klien dengan ADL dibantu penuh Sebelum pemasangan kateter Sebelum pengambilan spesimen urine Pasien yang memakai kateter tetap 2.1.4 PELAKSANAAN

B. Indikasi

1. Persiapan alat a. Mangkuk / kom steril b. Kapas steril c. Larutan savlon 1 % d. Pinset steril
e. Alas bokong

f. Sarung tangan
g. Bengkok

Pada ibu post partum ditambah : lidi kapas, obat-obatan sesuai advis dokter dan duk 2. Pelaksanaan a. Pada wanita :

Menjelaskan pada pasien tentang maksud dan tujuan tindakan Menutup pintu, jendela dan korden Alat-alat didekatkan ke pasien Perawat mencuci tangan

Melepaskan pakaian bawah dan pasien memasang alas bokong Berikan posisi dorsal recumbent, observasi keadaan lochea (bau, warna untuk ibu post partum) Letakkan bengkok diantara ke dua kaki Perawat memakai sarung tangan Ambil kapas steril 5 buah dg menggunakan pinset kemudian letakkan ke dalam kom yg berisi larutan savlon 1 %, tangan kanan memegang kapas sedangkan tangan tangan kiri membuka labia mayora kemudian bersihkan vulva dengan cara:
Dimulai dari labia mayora kanan , labia mayora kiri, labia minora

kanan, labia minora kiri kemudian vestibulum.


Satu kapas untuk satu kali usapan,kapas yg kotor diletakkan dalam

bengkok.
Arah usapan adalah dari atas ke bawah bila perlu gunakan kapas baru

dg mengambil kapas menggunakan pinset. Pada ibu post partum


Perhatikan keadaan perineum bagaimana jahitannya apakah ada

pembengkaan maupun iritasi, jahitan perineum dibersihkan dan bila ada pembengkaan kompres dg cairan nacl 0,9 %
Bengkok dan alas bokong di angkat Pakaian px dipakaikan kembali Sarung tangan dilepas dan diletakkan dalam bengkok

Alat-alat dibereskan Perawat mencuci tangan


Korden / jendela dibuka kembali

b. Pada Pria :

Menjelaskan pada pasien tentang maksud dan tujuan tindakan Menutup pintu, jendela dan korden Alat-alat didekatkan ke pasien Perawat mencuci tangan

Lepas selimut dan lipat ke arah kaki tempat tidur Melepaskan pakaian bawah pasien Memakai sarung tangan Memasang alas bokong dan meminta pasien untuk mengangkat bokong saat memesang alas bokong Basahi waslap dan beri sedikit sabun kemudian bersihkan genetalia dengan waslap lembab mulai dari bagian meatus dan basuh dengan gerakan memutar ke arah penis, arah pembersihan mulai dari daerah yg paling sedikit terkontaminasi ke daerah paling banyak terkontaminasi untuk mencegah mikroorganisme masuk ke uretra

Jika pasien tidak sirkumsisi tarik preputium ke bawah dan pastikan seluruh penis sudah dibersihkan Bersihkan scrotum dan perineum Bilas dengan waslap tanpa sabun sampai bersih kemudian keringkan dengan handuk Lepaskan sarung tangan dan letakkan dalam bengkok Kenakan pakaian bawah pasien dan berikan posisi yang nyaman Membereskan alat-alat Mencuci tangan dan buka jendela/korden

BAB III PENUTUP 3.1 Simpulan Vulva hygiene adalah membersihkan daerah genetalia wanita bagian luar (vulva) dengan menggunakan cairan anti septic. Perineal hygiene : membersihkan daerah genetalia pria bagian luar (penis dan skrotum) dengan menggunakan cairan anti septic. Tujuan vulva hygiene memberikan rasa nyaman, mencegah terjadinya infeksi daerah vulva & perineum maupun daerah uterus, membantu penyembuhan luka perineum. Tujuan perineal hygiene memberikan rasa nyaman, mencegah terjadinya infeksi daerah genetalia klien.

DAFTAR PUSTAKA

Kusyanti, eni.DKK 2003. Keterampilan Dan Proses Perawatan Dasar. Semarang. Penerbit: Kilat Pross http://tulisankuliah.blogspot.com/2010/10/kebutuhan-dasar-manusiaperianal.html