Anda di halaman 1dari 16

Pengendalian Hayati patogen tanaman oleh mikroba

Di presentasikan oleh : Kelompok 5

Ali ramadhan Aprisa pika R Ayu polina Ridho cristina Sufiana Nst Shauli A

pendahuluan
Patogenisitas
Patogenisitas mrpk kombinasi dari tingkat serangan dan aktivitas patogenik (virulensi)
Dalam mekanisme serangan, patogen selain merusak inang secara fisik juga dgn mengeluarkan enzim litik dan atau toksin Parasit obligat biasanya tidak menghasilkan toksin, karena untuk menjaga agar inang dapat tetap hidup

Ketika patogen menginfeksi inang, inang melakukan aksi pertahanan

Bbrp patogen juga mampu menghasilkan senyawa seperti hormon tanaman (plant hormone-like substances) : gibberellin, auksin Pestisida (termasuk fungisida, herbisida) tdk hanya mengendalikan target hama & penyakit tetapi juga mempengaruhi musuh alami mereka Penggunaan pestisida di sistem pertanian intensif, mampu menyebabkan populasi hama meningkat dan patogen tanaman resisten terhadap pestisida

Ruang lingkup
PENGENDALIAN HAYATI :
Mikroba sebagai pengendali hama Mikroba sebagai pengendali penyakit

P. hayati Hama
Strategi pengendalian hama
Aplikasi Reguler Kultivasi dan pemanenan hasil tanaman mengurangi / mengeluarkan patogen dari ekosistem. Beberapa patogen yg berguna terkadang memiliki kemampuan rendah dalam penyebaran dan hdup di lingkungan. Kondisi tersebut, agensia pengendali hayati harus sangat virulen, mudah diproduksi massal atau aplikasi secara rutin. Contoh aplikasi Bacillus thuringiensis

Limited Release
Strategi ini diterapkan agar populasi mereka di lingkungan stabil (hutan, padang rumput) Contoh: Virus pengendali serangga hama pinus di Kanada, yg diaplikasikan secara kontinu dan sukses mengendalikan hama tsb. Keberhasilan strategi limited release tergantung pd efektivitas transmisi patogen dari generasi ke generasi, persistensi yg baik dari patogen di lingkungan, dan kapasitas penyebarannya Untuk mikroba pembentuk spora, memungkinkan mereka untuk bertahan pd saat tanpa inang

Manipulasi Patogen Enzootic


Pada keadaan tertentu, pengendalian mikrobial suatu hama dapat dicapai dengan cara mendorong tumbuhnya patogen alami Contoh: manipulasi teknik kultivasi pasture (padang rumput) di New Zealand. Penggunaan lahan secara berulang untuk penanaman tanaman kacang2an adakalanya menghambat pertumbuhan Nematoda

diduga karena adanya peningkatan populasi alami dari fungi parasit nematoda

Bakteri sebagai pengendali hama


Strain2 Bacillus spp. Merupakan mikroba patogen komersial pertama

B. thuringiensis (B.t.) Ditemukan menginfeksi larva ngengat di Jerman (1911). Selanjutnya ditemukan berbagai strain B.t diisolasi dari berbagai Lepidopteran

Agensia bakteri lain :


Bacillus popilliae membunuh insek melalui infeksi (bukan toksin). Hanya dpt dikultur secara in vivo. Bacillus sphaericus (patogen bbrp larva nyamuk Anopheles & Culex), toksin berasosiasi dengan inklusi protein dan spora. Pasteuria (= Bacillus) penetrans, parasit obligat nematoda parasit tanaman. Spora dapat bertahan lama di lingkungan.

Pengendali hama oleh fungi


Beberapa strain fungi patogen pengendali insek dan mite (tungau) telah dikomersialkan. Fungi mempenetrasi inang melalui kutikula Faktor lingkungan yg kritis mempengaruhi parasitisme fungi adalah humiditas relatif. Nematode-trapping fungi, predator nematod ini memperangkap melalui peralatan adhesive (jaring hifa). Menghasilkan toksin, immobilisasi inang kmd hifa mempenetrasi melalui kutikula. Bbrp species menghasilkan antibiotik yg mencegah perkembangan mikroba kompetitor.

. Pengendalian Hama oleh Virus


Terutama dalam pengendalian hama pada vertebrata, insekta dan mites Virus Myxoma (penyebab myxomatosis) Virus baculoviruses pengendali Lepidoptera dan Hymenoptera, bbrp Crustacea dan mites

PENYAKIT
a) Strategi pengendalian penyakit

Beberapa produk komersial agensia pengendali hayati telah banyak dipasarkan (Lihat Tabel). Antibiosis dan cell-wall degrading enzymes mrpk strategi biokontrol yg cukup berhasil, disamping parasitisme Mekanisme cross-protection atau hyperparasitism juga telah banyak diketahui dan berhasil Rizosfir adalah target yg lebih baik drpd phylloplane utk biokontrol penyakit tanaman

Agensia pengendali hayati patogen tanaman

Mikrooragnisme
Bakteri

Negara registrasi

Target patogen

Agrobacterium radiobacter Bacillus subtilis Pseudomonas fluorescens

USA, Australia, NZ USA Australia

Crown gall Groath enhancement Bacterial blotch

Pseudomonas fluorescens
Fungi

USA
UK USSR Israel Europe USSR Japan

Seedling diseases

Peniophora gigantea Pythium oligandrum Trichoderma harzianum Trichoderma viride Trichoderma sp. Fusarium oxysporum

Fomes annosus Pythium sp.


Damping off Timber pathogens Root diseases

Fusarium oxysporum

b). Bakteri sebagai antagonis


Keberhasilan pengendalian penyakit crown gall oleh bakteri tanah A. radiobacter var. tumefaciens Biokontrol penyakit take-all (Gaeumannomyces graminis var. tritici) oleh Trichoderma spp. Dan Pseudomonas fluorescens Plant growth promoting rhizobacteria (PGPR) merupakan kelompok rizobakteri yang mampu meningkatkan pertumb tanaman melalui mekanisme produksi antibiotik dan plant growth hormones.

c). Fungi sebagai antagonis


Komersialisasi agensia biokontrol penyakit tanaman pertama (1963) adl penggunaan Peniophora gigantea untuk mengendalikan penyakit busuk akar pinus Heterobasdion (Fomes) annosum. Trichoderma (T. viride, T. harzianum, T. hamatum, T. koningii) merupakan fungi antagonis untuk mengendalikan berbagai patogen tanaman. Mekanisme pengendalian umumnya melalui parasitisme dan antibiosis.

TERIMA KASIH