peraturan 1Permenkes 239 th 1985 tentang zat warna tertentu berbahaya Public Warning Kosmetik Juni 2009 Lamp

I Bahan Terlarang kosmetika 2008 peraturan 2 Permenkes RI No 236 Th 1977 tentang izin produksi kosmetikdan ALKES Peraturan 2a SK BPOM Tentang Kosmetika SK BPOM Tentang Kosmetik2003 peraturan 3 sk_menkes_965-tentang Cara Produksi Kosmetik yang Baik (CPKB) Peraturan 4 SK BPOM No Tahun Tentang CPKB peraturan 4 SK-Badan POM tentang kriteria-pendaftaran-kosmetik peraturan 5 sk_menkes_98-pengesahan-kodeks-kosmetik Peraturan 6 PP No 72_1998 tentang Pengamanan Sediaan Farmasi

Public Warning Kosmetik BPOM 2007 Publik Warning BPOM Kosmetik agt-2007 Public Warning Kosmetik BPOM 2006 Publik Warning BPOM kosmetik-06 Public Warning Kosmetik BPOM 2005 Public Warning Kosmetic BPOM 2004cosmetic-2004 Peraturan 7 Persyaratan Cemaran Mikroba dalam kosmetik Peraturan 8 SK-Juknis-pengawasan-AHA -kosmetik PP-13-1995-izin-usaha-industri Agreement on the Asean-harmonised-cosmetic-regulation PW BPOM Tentang Iklan obat Sinshe Kepmenkes RI No 20120520 Th 2004-tentang-Sehat Pakai Air (SPA) Perda Kota Surabaya No 01-2004-ttg-izin-gangguan (HO) Makalah KIE Dinkes Malang 28 Okt 2008materi-kia-malang-okt-2008

Permenkes RI No 1176 tentang notifikasi kosmetik : PERMENKES-1176 tentang notifikasi kosmetika Peraturan Badan POM tentang Bahan Kosmetika thn 2008 Lamp I Bahan Terlarang Kosmetika 2008 Lampiran II bahan kosmetika 2008 Lamp_III Bahan Pewarna kosmetika 2008 Lamp_IV Bahan pengawet 2008 Lamp_V Bahan Tabir surya kosmetika 2008 KBR68H             Blog Buku Agenda Home Berita Feature Saga Perbincangan Teen Voice Editorial Jaringan Reformasi Hukum dan HAM .

04 March 2011 18:29 Vivi Zabkie Hits: 650    0 Comments Share 0 KBR68H . Harmonisasi ASEAN atau ASEAN Harmonized Cosmetics Regulatory Scheme (AHCRS) ditandatangani 10 negara ASEAN pada 2003. maka Indonesia baru akan menerapkan sistem itu pada 2011. Tujuannya menurut Direktur Penilaian Obat Tradisional. Tujuan lainnya.          Pilar Demokrasi Klinik Daerah Bicara Agama & Masyarakat Bumi Kita Guru Kita Obrolan Ekonomi Kabar Konservasi Diskusi Publik Skip to content Last update01:22:49 PM GMT Apa Itu Notifikasi Kosmetik? Friday. Dr. Di Indonesia kewajiban kewajiban notifikasi ini . Suplemen Makanan dan Kosmetik BPOM. Maura Linda Sitanggang agar di negara-negara ASEAN terdapat satu standar aturan alias tidak berbeda-beda satu sama lain. “Pelaksanaan harmonisasi itu seharusnya dijadwalkan pada 1 Januari 2008 namun karena dinilai belum siap. agar daya saing produk kosmetik meningkat ketika kosmetik bebas masuk ke tiap negara ASEAN tanpa harus mengabaikan mutu produk dan keamanan produk.” kata Maura. Kewajiban notifikasi muncul setelah negara-negara ASEAN bersepakat untuk mengharmonisasi standar dan peraturan registrasi persyaratan teknis mengenai kosmetik.Mulai awal tahun ini semua kosmetik baru boleh beredar setelah mendapat izin edar berupa notifikasi dari Kementerian Kesehatan. Kewajiban notifikasi ini diberlakukan setelah penerapan harmonisasi ASEAN bidang kosmetik.

Mereka melakukan notifikasi kalau sudah batalkan produk yang sudah teregistrasi atau masa registrasi sudah habis. “Jadi yang dipasar sekarang produk yang beredar dengan dua sistem. Karena itu Badan POM akan memperkuat pemeriksaan pasca produksi ini. Evaluasi dilakukan produsen itu sendiri. sistemnya notifikasi.” kata Muara. 5000 itu setengahnya produk dalam negeri.” tambah Maura. Badan POM pun kalau melakukan publik warning langsung masuk sistem PMAS. . pengecekan dilakukan dengan memeriksa ijin edar. Produsen kosmetik itu haruslah mengantongi ijin produksi dan harus penuhi tata pembuatan kosmetik yang baik dan benar sesuai ketentuan. Badan POM lalu akan melakukan evaluasi atas produk itu atau dikenal dengan istilah uji pre market. Sistem notifikasi ini telah berlaku lebih dua bulan. Dr. Sebelum harmonisasi sistem yang berlaku adalah registrasi.diatur dalam Permenkes 1176. sedang sekitar 49 persen produk luar negeri. produsen harus mendaftarkan produknya. Keamanan Produk Direktur Penilaian Obat Tradisional. tiga kali lipat lebih cepat dibanding sistem registrasi. Jaminan keamanan produk kosmetik impor juga dikontrol lewat kesepakatan ASEAN yang disebut PMAS ( Post Market Alert System). Untuk menjamin agar kosmetik yang beredar sesuai dengan yang didaftarkan dalam proses notifikasi menurut Maura ada post market control. Produsen yang boleh melakukan notifikasi juga harus terdaftar dulu. Suplemen Makanan dan Kosmetik BPOM. Nah. Bila terdaftar atau beredar diindonesia maka Badan POM menurut maura akan menyebarkan surat perintah penarikan atau pembatalan produk. Kesepakatan harmonisasi itu mengubah sistem pengawasan produk kosmetik. Untuk produk yang sudah terlanjur beredar sebelum notifikasi. Dalam peraturan ini disebutkan permohonan notifikasi diajukan kepada Kepala Badan POM atau Pengawas Obat dan Makanan.” jelas Maura. Notifikasi itu semacam penafisan bahan baku saja. pengawasan kini dilakukan setelah produk beredar (post market surveillance). importir itu sendiri. Tanggungjawab bertambah besar bagi produsen. Bagi importir kosmetik harus punya nomor API (Angka Pengenal Impor) dan harus punya surat penunjukan resmi dari yang pemilik produk di luar negeri. pasca harmonisasi. “Kalaupun ada yang ilegal seluruh negara tahu. Pengawasan setelah beredar ini dilakukan lewat kewajiban notifikasi tadi. Badan POM akan mengawal produsen dengan melakukan pemeriksaan contoh kosmetik ditingkat produsen hingga distributor. Maura mengatakan PMAS mengamanatkan bila produk tertentu di sebuah negara diketahui mengandung bahan berbahaya maka negara itu wajib menginformasikannya kepada seluruh anggota ASEAN. Maura Linda Sitanggang menjamin produk kosmetik yang sudah dinotifikasi adalah produk yang aman bagi konsumen meski pengawasan produk dilakukan setelah proses produksi. Tidak sembarang produsen boleh mengajukan notifikasi. Ijin itu berlaku 3 tahun.” jelas Maura. Peringatan PMAS itu akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan didalam negeri masing-masing. Jadi sebelum kosmetik beredar. “Dengan harmonisasi. Ini selalu ada. Sejauh ini Badan POM telah menotifikasi 5000 produk kosmetik. “Kalau dibanding dengan sistem registrasi itu.

Sehingga produk kosmetik yang sudah dinotifikasi wajib mencantumkan secara jelas alamat produsen atau importir. Badan POM lebih memberdayakan konsumen untuk memperhatikan label. tetapi memikirkan apakah itu sesuai kebutuhanya. Dan BPOM buka layanan pengaduan konsumen. produk yang sudah tercatat bisa diketahui lewat beberapa ciri. Informasi soal produk yang sudah mendapat notifikasi bisa dilakukan dengan membuka situs Badan BOM yang memuat daftar produsen yang telah menotifikasi produknya. IPB Serahkan Hasil Penelitian Susu Formula ke BPOM Mari Cermat Memilih Kemasan Pangan! Ayo Bijak Gunakan Antibiotik MA : Soal Susu Tercemar. Lalu kedua. alamat mereka harus lengkap.” ujar Maura. “Konsumen semestinya tidak hanya semata-mata memakai kosmetik. Hot line di Jakarta yaitu 021-4263333. di Badan POM. Unit layanan pengaduan konsumen Badan POM ada di setiap ibukota propinsi. Balai Besar POM. Maura mengatakan produk yang dinotifikasi harus aman dan terbuka kepada publik. Produsen tanggungjawabnya lebih besar.Tanggungjawab Produsen dan Distributor Jadi Lebih Besar Konsumen mengetahui aman tidaknya produk lewat notifikasi. IPB Bisa Dituntut dengan UU KIP Peluang Usaha Aksesoris Bayi eRelated News . Jadi kalau ada apa-apa mereka harus segera bertanggungjawab. Atau konsumen bisa mengenalinya dengan membaca label. Balai POM seluruh Indonesia.” kata Maura. Badan POM menurut Maura bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan menyosialisasikan kebijakan ini kepada asosiasi dan masyarakat. “Tanggungjawab lebih besar ke produsen dan distributor. Meski tidak ada keterangan atau nomor khusus pada produk yang sudah dinotifikasi. Tak cuma kota tapi harus detil lengkap. Media massa juga diharapkan membantu proses ini dengan menyebarkan informasi untuk memberdayakan konsumen untuk kritis terhadap kosmetik yang dibeli dan pakainya. Konsumen Tetap Harus Berdaya Maura mengatakan beberapa hal yang harus dilakukan Badan POM terkait dengan kebijakan baru ini adalah melakukan pengawasalan terhadap produsen untuk taat peraturan. memberdayakan konsumen. apa efek samping kosmetik ini dan jangan lupa baca labelnya. Perbincangan ini kerjasama KBR68H dengan Badan POM Tags: Badan POM BPOM Berita Terkait .Diskusi Publik      Kosmetik Besok.

blog comments powered by Disqus back to top com_googlesearc 30 kbr68h.com .    Disqus Setuju Banget Dislike  o Glad you liked it. Would you like to share? Facebook Twitter   Share No thanks Sharing this page … Thanks! Close Login Tambahkan Komentar Baru    Post as … Image Urutan tampil terbaru dulu Showing 0 comments   M Subscribe by email S RSS View the discussion thread.

Papua Diserang Sekelompok Orang (20) Gubernur Papua : Selesaikan Insiden di Dogiyai dengan Adil (15) Ketua DPR Aceh : Pilkada Ditunda Tahun Depan (13) Keluarkan Kalimat Rasis.GL en             Terkomentari Terkini Terpopuler Polsek Moanemani.Web pub-1829543232 1 kbr68h.com ISO-8859-1 ISO-8859-1 GALT:008000. Golkar Akan Panggil Bambang Soesatyo (12) Gubernur Papua Kecam Pembentukan MRP di Papua Barat (11) Pos TNI di Puncak Jaya Ditembaki (9) Hana Hikoyabi : Mendagri Harus Buktikan Saya Tidak Setia kepada Pancasila (9) Polda Papua Kirim Tim Investigasi ke Dogiyai (9) 6 Orang di Jayapura Terluka Akibat Konflik (8) KBR68H   Partner Disclaimer .

Setiap produsen yang menotifikasi produknya harus menyimpan data mutu dan keamanan produk (Product Information File) yang siap diperiksa sewaktu-waktu oleh petugas pengawas Badan POM RI (atau petugas lain yang berwenang di tiap negara). yang diterapkan mulai 1 Januari 2008 sampai sekarang. Alasannya karena dari analisa penilaian resiko. yaitu: 1. kosmetik merupakan produk beresiko rendah sepanjang peraturan/regulasi kosmetik telah dipatuhi oleh produsen. karena tidak perlu evaluasi pre market terlebih dahulu. dapat dilihat dari nomor izin edarnya. terdiri atas 12-14 digit: 2 digit huruf + 10 digit angka + 1-2 digit huruf (opsional. tahun registrasi. Penerapan harmoninasi ASEAN : Setiap produsen kosmetik yang akan memasarkan produknya harus menotifikasikan produk tersebut terlebih dahulu kepada pemerintah di tiap Negara ASEAN dimana produk tersebut akan dipasarkan. Nomor izin edar kosmetik (sistem registrasi). dan hanya ada pengawasan setelah beredar (post market surveillance). ASEAN Mutual Recognition Arrangement of Product Registration Approval for Cosmetic. Perbedaan yang mendasar dari harmonisasi ASEAN dengan sistem terdahulu (sistem registrasi) adalah. Hal tersebut menguntungkan produsen karena dapat mempersingkat proses untuk memperoleh izin edar . ASEAN Cosmetic Directive (ACD). pada sistem registrasi ada pengawasan sebelum produk beredar (pre market approval) oleh pemerintah. 11 terdiri atas digit 13 digit: angka . dan nomor urut registrasi E : kosmetik khusus untuk ekspor L : kosmetik golongan 2 (resiko tinggi) Nomor 2 izin edar digit kosmetik huruf harmonisasi + ASEAN. Industri kosmetik dituntut untuk bertanggung jawab penuh terhadap mutu dan keamanan produknya. tergantung produk) CD / CL 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 E / L / EL CD : kosmetik dalam negeri CL : kosmetik luar negeri (impor) Angka 1-10 : menunjukkan jenis kosmetik. tetapi konsumen tetap terlindungi karena adanya pengawasan post market berupa sampling dan pengujian mutu dan keamanan dari Badan POM. Isi dari AHCRS itu sendiri berisi dua schedule. sedangkan pada harmonisasi ASEAN tidak ada. untuk itu perusahaan kosmetik harus memahami semua ketentuan ACD dan membuat database keamanan bahan dan produknya. Produk kosmetik yang telah dinotifikasi berdasarkan harmonisasi ASEAN. 2.Harmonisasi ASEAN di bidang kosmetik atau ASEAN Harmonized Cosmetics Regulatory Scheme (AHCRS) ditandatangi oleh 10 negara ASEAN pada tanggal 2 September 2003. yang diterapkan pada tahun 2003-2007.

pengawet. tidak digunakan lagi sistem registrasi tetapi menggunakan sistem notifikasi. Artikel 6 : Penandaan Informasi yang harus dicantumkan dalam label adalah:      Nama produk Cara penggunaan Daftar bahan yang digunakan Nama dan alamat perusahaan Negara produsen .CA 1 2 3 4 5 6 7 8 9 C : A : kode benua Angka 1-11 : kode negara. dan tabir surya Artikel 5 : ASEAN Handbook of Cosmetic Ingredient (AHCI) dilarang Adalah daftar bahan kosmetik yang masih diizinkan penggunaannya di Negara ASEAN tertentu. Sesuai PerMenKes No. tahun notifikasi. ACD merupakan aturan Artikel 1 : Artikel 2 : Definisi dan Artikel 3 : Artikel 4 : Daftar Bahan Kosmetik. meliputi: pewarna. Untuk pendaftaran kosmetik baru. dan nomor urut notifikasi. dengan syarat:    maksimal digunakan selama 3 tahun harus dilakukan pengawasan terhadap produk tersebut sebelum 3 tahun. Negara anggota dapat menggunakan bahan kosmetik yang tidak tercantum dalam daftar bahan yang diperbolehkan. ASEAN Cosmetic Directive (ACD) Yaitu peraturan di bidang kosmetik yang menjadi acuan peraturan bagi Negara ASEAN dalam pengawasan kosmetik yang beredar di ASEAN. jenis produk. 1176/MENKES/PER VIII/2010 tentang Notifikasi Kosmetika yang ditetapkan pada tanggal 20 Agustus 2010 dan berlaku pada tanggal 1 Januari 2011 dimana pada peraturan ini notifikasi merupakan bentuk dari izin edar dan notifikasi dianggap disetujui jika dalam waktu 14 (empat belas) hari kerja sejak pengajuan permohonan notifikasi tidak ada surat penolakan. tetapi produk kosmetik yang masih menggunakan nomor izin edar sistem registrasi masih berlaku dan dapat dipasarkan. bahan tersebut harus diusulkan untuk dimasukkan ke dalam AHCI untuk dievaluasi keamanannya. walaupun tidak termasuk dalam daftar bahan kosmetik ASEAN. terdiri dari: baku Ruang yang Ketentuan Lingkup Persyaratan terdiri Produk dari: Umum Kosmetik Keamanan Negative list: daftar bahan yang Positive list: daftar bahan yang diizinkan. 10 11 kosmetik (Asia) Meskipun sekarang semua produk kosmetik wajib dinotifikasi.

Artikel 7 : Klaim Produk Klaim didukung dengan data ilmiah dan formulasi dari bentuk sediaan.    Berat/isi netto Kode produksi Tanggal produksi/ tanggal kadaluwarsa Peringatan. Industri kosmetika yang berada di wilayah Indonesia yang telah memiliki izin produksi. Klaim yang dimaksud disini adalah klaim mengenai manfaat kosmetik dan bukan klaim sebagai obat/efek terapi. masih tetap berlaku dalam jangka waktu paling lama 3 tahun sejak dikeluarkannya Permenkes 1176. DIP tersebut harus disimpan oleh pemohon. Penentuan suatu produk termasuk dalam “kosmetik” atau “obat” didasarkan pada dua factor. 2. Pemohon Yang dapat mengajukan permohonan notifikasi. Artikel Artikel Artikel Artikel Aneks (Tambahan)       9 10 11 12 : : : Metode Pengaturan Kasus : Analisa Institusional Khusus Implementasi Daftar Kategori Kosmetik Persyaratan Penandaan Kosmetik ASEAN Pedoman Klaim Kosmetik ASEAN Persyaratan Registrasi Produk Kosmetik ASEAN Persyaratan Impor/Ekspor Produk Kosmetik ASEAN CPKB ASEAN Setiap kosmetik hanya dapat diedarkan setelah mendapatkan izin edar dari MenKes. Permohonan notifikasi diajukan oleh pemohon kepada Kepala Badan POM. yaitu: 1. bila ada termasuk pernyataan asal bahan dari hewan. Wajib notifikasi ini berlaku mulai tanggal 1 Januari 2011. Kecuali kosmetika yang digunakan untuk penelitian dan sampel kosmetika untuk pameran dalam jumlah terbatas dan tidak diperjual belikan. Usaha perorangan/badan usaha yang melakukan kontrak produksi dengan industri kosmetika yang telah memiliki izin produksi. Artikel 8 : Product Information File (PIF) Meliputi data kemanan dan data pendukung untuk komposisi dan pembuatan sesuai dengan cara pembuatan kosmetik yang baik. dan harus ditunjukkan jika sewaktu-waktu diperiksa atau diaudit oleh Badan POM. Importir kosmetika yang mempunyai Angka Pengenal Impor (API) dan surat penunjukkan keagenan dari produsen negara asal. yaitu berupa notifikasi. dan/atau 3. yaitu komposisi dan tujuan penggunaan dari produk tersebut. Pemohon tersebut diatas harus memiliki Dokumen Informasi Produk (DIP) sebelum kosmetika dinotifikasi. Untuk kosmetika yang telah memiliki izin edar. .

 Untuk permohonan notifikasi dikenakan biaya sebagai penerimaan negara bukan pajak sesuai ketentuan perundangundangan. Atas permintaan pemohon notifikasi.  Kepala Badan POM dapat menolak permohonan notifikasi jika kosmetik yang diajukan tidak memnuhi persyaratan yang telah ditetapkan. apabila: 1. notifikasi tidak memproduksi. kosmetika yang telah beredar tidak memenuhi persyaratan. Berdasarkan evaluasi. . atau usaha perorangan/badan usaha yang melakukan kontrak produksi harus melaporkan kepada Kepala Badan POM apabila kosmetika yang sudah dinotifikasi tidak lagi diproduksi atau diimpor. importir kosmetika. importir kosmetika. atau tanda daftar industri sudah tidak berlaku. atau surat penunjukkan keagenan dari produsen negara asal sudah berakhir dan tidak diperbaharui. penandaan. importir kosmetika. Industri kosmetika. Terhadap kosmetik yang tidak memenuhi standar dan/persyaratan serta membahayakan kesehatan dilakukan pemusnahan. Industri kosmetika. Izin produksi kosmetika. Perjanjian kerjasama antara pemohon dengan perusahaan pemberi lisensi/industri penerima kontrak produksi. dan klaim. biaya notifikasi sama dengan biaya untuk pembuatan izin edar. Pemohon. atau usaha perorangan/badan usaha yang melakukan kontrak produksi bertanggungjawab terhadap kosmetika yang tidak lagi diproduksi atau diimpor yang masih ada di peredaran. maka Industri kosmetika. dan atau tidak memenuhi peraturan perundang-undangan di bidang kosmetika. Pemohon yang telah mendaftarkan diri dapat mengajukan permohonan notifikasi dengan mengisi formulir (template) secara elektronik melalui website Badan POM. 4. 3. atau usaha perorangan/badan usaha yang melakukan kontrak produksi mempunyai tanggungjawab untuk menangani keluhandan/atau menarik kosmetika yang bersangkutan dari peredaran atas inisiatif sendiri atau atas perintah Kepala Badan POM. importir kosmetika. Kosmetika yang telah beredar tidak sesuai dengan data dan/atau dokumen yang disampaikan pada saat permohonan notifikasi.  Notifikasi berlaku selama tiga tahun. Terhadap kasus efek yang tidak diinginkan. maka dalam jangka waktu 6 bulan kosmetik yang telah dinotifikasi wajib diproduksi atau diimpor dan diedarkan. Apabila terjadi kerugian atau kejadian yang tidak diinginkan akibat penggunaan kosmetika.  Apabila dalam jangka waktu 14 (empat belas) hari kerja sejak pengajuan permohonan notifikasi diterima oleh Kepala Badan POM tidak ada surat penolakan. importir kosmetika. meliputi keamanan. izin usaha industri. terhadap kosmetika yang dinotifikasi dianggap disetujui dan dapat beredar di wilayah Indonesia. Tata Cara Pengajuan Notifikasi   Pemohon mendaftarkan diri kepada Kepala Badan POM. harus dilaporkan kepada Kepala Badan POM melalui mekanisme Monitoring Efek Samping Kosmetik (Meskos) Industri kosmetika. atau Angka Pengenallmportir (API) sudah tidak berlaku. Untuk sementara ini. selama peraturan perundang2an tentang biaya notifikasi kosmetika belum berlaku. Pembatalan Notifikasi dapat menjadi batal atau dibatalkan. atau usaha perorangan/badan usaha yang melakukan kontrak produksi bertanggung jawab terhadap kosmetika yang diedarkan. atau usaha perorangan/badan usaha yang melakukan kontrak produksi wajib melakukan penarikan terhadap kosmetik yang tidak memenuhi standar standar dan/ persyaratan. berdasarkan inisiatif sendiri atau atas perintah Kepala Badan POM. 2. importir kosmetika. dan dapat diperpanjang jika telah habis masa berlakunya. dan wajib untuk menanggapi dan menangani keluhan atau kasus efek yang tidak diinginkan dari kosmetika yang diedarkan. atau mengimpor dan mengedarkan kosmetika dalam jangka waktu 6 bulan setelah permohonan notifikasi disetujui. atau 6. Industri kosmetika. bahan.Persyaratan Kosmetika yang Akan Dinotifikasi Kosmetika yang akan dinotifikasi harus dibuat dengan menerapkan Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik (CPKB) dan memenuhi persyaratan teknis. 5. Pertanggungjawaban Produk       Industri kosmetika. atau usaha perorangan/badan usaha yang melakukan kontrak produksi wajib melakukan monitoring terhadap kosmetik yang telah diedarkan.  Setelah permohonan disetujui.

     . 3. atau 6. importir kosmetika. Terhadap kosmetik yang tidak memenuhi standar dan/persyaratan serta membahayakan kesehatan dilakukan pemusnahan. kosmetika yang telah beredar tidak memenuhi persyaratan.1. 5. berdasarkan inisiatif sendiri atau atas perintah Kepala Badan POM. importir kosmetika. atau usaha perorangan/badan usaha yang melakukan kontrak produksi bertanggung jawab terhadap kosmetika yang diedarkan. Perjanjian kerjasama antara pemohon dengan perusahaan pemberi lisensi/industri penerima kontrak produksi. atau usaha perorangan/badan usaha yang melakukan kontrak produksi bertanggungjawab terhadap kosmetika yang tidak lagi diproduksi atau diimpor yang masih ada di peredaran. atau surat penunjukkan keagenan dari produsen negara asal sudah berakhir dan tidak diperbaharui. Pertanggungjawaban Produk  Industri kosmetika. importir kosmetika. importir kosmetika. importir kosmetika. atau Angka Pengenallmportir (API) sudah tidak berlaku. Pemohon. notifikasi tidak memproduksi. Apabila terjadi kerugian atau kejadian yang tidak diinginkan akibat penggunaan kosmetika. harus dilaporkan kepada Kepala Badan POM melalui mekanisme Monitoring Efek Samping Kosmetik (Meskos) Industri kosmetika. Industri kosmetika. atau usaha perorangan/badan usaha yang melakukan kontrak produksi mempunyai tanggungjawab untuk menangani keluhandan/atau menarik kosmetika yang bersangkutan dari peredaran atas inisiatif sendiri atau atas perintah Kepala Badan POM. Terhadap kasus efek yang tidak diinginkan. 2. atau usaha perorangan/badan usaha yang melakukan kontrak produksi harus melaporkan kepada Kepala Badan POM apabila kosmetika yang sudah dinotifikasi tidak lagi diproduksi atau diimpor. dan wajib untuk menanggapi dan menangani keluhan atau kasus efek yang tidak diinginkan dari kosmetika yang diedarkan. atau usaha perorangan/badan usaha yang melakukan kontrak produksi wajib melakukan monitoring terhadap kosmetik yang telah diedarkan. Kosmetika yang telah beredar tidak sesuai dengan data dan/atau dokumen yang disampaikan pada saat permohonan notifikasi. Atas permintaan pemohon notifikasi. importir kosmetika. Industri kosmetika. atau tanda daftar industri sudah tidak berlaku. Berdasarkan evaluasi. Industri kosmetika. Izin produksi kosmetika. atau mengimpor dan mengedarkan kosmetika dalam jangka waktu 6 bulan setelah permohonan notifikasi disetujui. izin usaha industri. maka Industri kosmetika. atau usaha perorangan/badan usaha yang melakukan kontrak produksi wajib melakukan penarikan terhadap kosmetik yang tidak memenuhi standar standar dan/ persyaratan. 4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful