Biomekanik Pergerakan Gigi Ortodontik Posted by NoeNgki PrAmeSwaRi Tuesday, December 9 at 8:27 PM Prinsip pergerakan gigi Syarat gigi dapat

digerakkan : 1. Harus ada tempat dimana gigi akan digerakkan 2. Harus ada kekuatan yang optimal dengan arah yang benar dalam menggerakkan gigi 3. Jaringan periodonsium gigi harus baik Syarat ini harus diperhatikan supaya gigi-geligi dalam rahang dapat dirawat dengan baik pada perawatan ortodonsia. Karena tidak sedikit kasus-kasus maloklusi bertambah parah setelah dirawat dengan piranti ortodonsi. Konsep pergerakan Gigi Kekuatan yang diberikan pada mahkota gigi akan menyebabkan gigi akan berubah sedikit letaknya pada soket gigi. Kekuatan yang diberikan itu dapat mengakibatkan daerah tarikan dan tekanan pada gigi. Pada periode tertentu, soket gigi akan berubah dan gigi akan bergerak jauh dari soket gigi Pergerakan Gigi Ortodontik tergantung dari : A. Kekuatan Ortodontik meliputi : 1. Jenis kekuatan 2. Arah dan besaran kekuatan 3. Durasi kekuatan B. Macam-macam Pergerakan Gigi 1. Pergerakan Tipping 2. Pergerakan bodily 3. Pergerakan rotasi 4. Pergerakan intrusi 5. Pergerakan ekstrusi 6. Pergerakan torque Kekuatan yang akan diberikan harus direncanakan dengan benar. Kekuatan yang tidak benar dapat mengakibatkan reaksi-reaksi yang tidak diinginkan. Perencanaan kekuatan harus memperhatikan gigi penjangkar dan kondisi jaringan periodonsium Jenis kekuatan 1. Kekuatan kontinyu. Kekuatan terus menerus. Kekuatan yang kontinyu itu akan berhenti pada periode tertentu. Misal pada ekspansi rahang menggunakan coffin, kawat busur pada piranti ortodonsi cekat 2. kekuatan intermittent. Kekuatan yang berlangsung selama periode singkat. Kekuatan yang intermittent biasanya pada piranti ortodonsia lepasan. Misalnya : sekrup ekspansi Arah dan besaran kekuatan serta durasi kekuatan

Durasi dari kekuatan adalah lamanya perawatan ortodonsia itu sendiri Pergerakan tipping . normal setelah 2-3 minggu . .pergerakan tipping : 50-75 gm .pergerakan intrusi : 15-25 gm . kehilangan penjangkaran Kekuatan yang diberikan untuk : .Pada gigi permanen yang belum tumbuh sempurna.Kekuatan yang diberikan bekerja pada satu titik pada mahkota gigi sehingga gigi akan bergerak miring / tipping dengan perputaran pada fulkrum .kekuatan di atas nilai ambang . gigi bergerak menjadi gigi goyang.kekuatan besar : daerah hialinisasi besar.kekuatan dibawah nilai ambang hrs terus menerus Kekuatan hrs cukup kecil spy tdk tjd hialinisasi dlm ligamen periodontal .Pergerakan intrusi merupakan pergerakan gigi menjauhi bidang oklusal .pergerakan rotasi : 50-75 gm .Pergerakan intrusi membutuhkan kontrol kekuatan yang baik .pergerakan ekstrusi : 50-75 gm . . tertundanya pergerakan gigi.Gigi digerakkan secara menyeluruh (bodily) .Pergerakan tipping dgn akar tunggal dan hialinisasi minimum : 25-40 gram dengan pergerakan paling sedikit 1 mm / bulan Mempunyai nilai ambang . atau lingual.pergerakan bodily : 100-150 gm .Sehingga pada pergerakan ini yang dapat dikoreksi adalah kelainan letak gigi versi. hialinisasi berlanjut. memungkinkan tidak terjadi hialinisasi .Biasanya letak titik fulkrum berada 1/3 panjang akar dari apeks (30-40 %) .yaitu pergerakan gigi condong ke arah mesial. pergerakan tidak bisa diharapkan terlalu banyak Pergerakan torque .tipping : hialinisasi tjd di alveolar crest (tek maks). kekuatan yang diberikan terlalu ke oklusal akan .yaitu pergerakan tipping pada apeks gigi Pergerakan bodily .Perlu kekuatan tambahan untuk mengontrol posisi fulkrum Pergerakan intrusi . bukal.bodili : distribusi tekanan merata.Dihasilkan oleh karena pergerakan gigi lewat satu titik kontak antar pegas dengan gigi. distal.pada pergerakan ini apeks akan bergerak kearah berlawanan dengan arah pergerakan mahkota .

Menggunakan lebih dari satu macam kekuatan.Pergerakan menggerakkan gigi-gigi kearah oklusal . Misalnya untuk rotasi gigi insisif RB digunakan 2 kekuatan yaitu busur labial pada sisi labial dan pegas Z pada sisi palatal .Rotasi banyak dengan alat cekat atau kombinasi alat cekat & alat lepas biomekanika pergerakan gigi BAB I PENDAHULUAN 1.Digunakan busur labial yang diletakkan lebih ke cervical supaya mendorong gigi-gigi ke oklusal Pergerakan rotasi . misalnya pada gigi yang terdapat diantara daerah diastema maka gigi tersebut akan bergerak ke daerah yang kosong.Koreksi gigi rotasi (derotasi) . Gigi-gigi posterior menjadi tidak kontak.1 Latar belakang masalah Pergerakan gigi dapat terjadi secara fisiologis dan patologis.Contohnya adalah peninggian gigit anterior pada kasus gigitan dalam . Pergerakan gigi secara fisiologis dapat terjadi pada gigi-geligi dalam masa perkembangan yaitu bergerak ke mesial. .Insisif RB yang oklusi dg peninggian gigit tsb (tdk tepat tegak lurus) bergerak tiping dan intrusi.Pergerakan ini digunakan pada kasus-kasus gigitan terbuka. Tujuan peninggian gigit anterior adalah mengurangi tumpang gigit dengan merangsang pertumbuhan gigi2 posterior dg prosesus alveolarisnya ke oklusal Pergerakan ekstrusi . . dan kedua jenis pergerakan ini tidak diharapkan karena dapat mengubah keadaan gigi dan struktur jaringan pendukungnya . Pergerakan gigi fisiologis ini diperkirakan dapat berlangsung sepanjang hidup apabila ada kesempatan gigi-geligi untuk bergerak.Alat lepasan digunakan bila rotasi sedikit . labial.menyebabkan pergerakan intrusi .lingual atau palatal. distal. Untuk mengembalikan posisi gigi agar mendapatkan oklusi yang normal maka diperlukan perawatan yang memerlukan pergerakan gigi yaitu dengan perawatan ortodonti.

perubahan posisi gigi selama mastikasi Erupsi gigi Erupsi gigi adalah pergerakan aksial gigi dari posisi perkembangannya dalam rahang keposisi akhirnya dalam rongga mulut.1. Fisiologi pergeseran gigi termasuk: a. Sejumlah teori sudah diajukan untuk menjelaskan bagaimana proses erupsi terjadi: Teori tekanan darah jaringan sekitar akhir perkembangan pada akar vaskularnya banyak.macam-macam pergerakan gigi dan mekanika pergerkan gigi serta pengetahuan mengenai alat ortodonti lepasan. Untuk dapat melakukan perawatan tersebut maka harus terjadi pergerakan gigi untuk mengembalikan posisi gigi yang menyimpang ke posisi yang baik sesuai dengan oklusinya.Fisiologi pergerakan gigi Fisiologi pergerakan gigi secara alami terjadi selama dan setelah gigi erupsi. BAB II PEMBAHASAN 2. dan untuk dapat menggerakkan gigi tersebut diperlukan alat ortodonti. mengoreksi hubungan antar insisal serta menciptakan hubungan oklusi yang baik.2 Tujuan masalah Agar mahasiswa dapat mengetahui fisiologis dan histologis pergerkan gigi. Pergerakan gigi adalah basis dari perawatan ortodonti. yang terdiri dari dua jenis yaitu alat lepasan dan alat cekat. mengoreksi penyimpangan rotasional dan apikal dari gigigeligi. gigi migrasi c. gigi erupsi b. 1.Perawatan ortodonti adalah salah satu jenis perawatan yang dilakukan di bidang kedokteran gigi yang bertujuan mendapatkan penampilan dentofasial yang menyenangkan secara estetika yaitu dengan menghilangkan susunan gigi yang berjejal. Tekanan vaskular ini menyebabkan pergerakan aksial pada gigi. Perkembangan akar gigi bergeser lebih banyak selama erupsi daripada peningkatan panjang akar. Hamnock ligamen .

Histologi pergerakan gigi Ketika suatu tekanan diaplikasikan pada gigi untuk orthodonti. yang mana menggunakan kekuatan langsung dari oklusal gigi. Perubahan histologi yang terlihat selama pergeseran yang beragam tergantung pada kekuatan. 2. Permukaan tulang yang menerima tekanan bereaksi dengan resorpsi tulang sementara tulang yang menerima tegangan menunjukkan deposisi. resorpsi tulang pada daerah tekanan dan pembentukan tulang baru pada daerah tegangan. Perubahan pada aplikasi ringan Perubahan pada daerah tekanan . maka hal tersebut mengakibatkan pembentukan area tekanan dan tegangan disekeliling gigi. Pemakaian oklusal dan proksimal mereka bergeser ke arah mesial dan oklusal untuk memelihara kontak intereproksimal dan oklusal. Akar yang berkembang menguatkan dirinya melawan berkas jaringan.Peningkatan vaskular akibat peningkatan suplai darah kapilari . Ketika gigi bergerak karena aplikasi kekuatan aothodontik. Daerah tekanan dibentuk pada arah pergeseran gigi sementara daerah tegangan pada daerah yang berlawanan. menunjukkan pergeseran ringan pada soketnya dan akibatnya kembali pada posisi semula segera setelah muatan dipindahkan. jumlah. Migrasi gigi biasanya akibat proksimal dan pemakaian oklusal. Tulang adalah jaringan hidup yang bereaksi terhadap tekanan dan tegangan pada cara tertentu. Namun pada mandibula menunjukkan variasi tertentu. Gigi geligi manusia menunjukkan untuk bergerak kearah mesial dan oklusal. Ligamen periodontal traction ligamen periodontal kaya akan fibroblas yang terdiri dari jaringan kontraktil. Migrasi gigi Migrasi mengacu pada perubahan minor posisi yang terlihat setelah erupsi gigi. Kontraksi serat periodontal ini (terutama kelompok serat melntang) akan menghasilkan pergerakan aksial pada gigi. Perubahan histologi yang terjadi meliputi: 1. .2. dan durasi yang diberikan. Gigi (yang menjadi sasaran) untuk kekuatan besar ini.jaringan fibrosa ini membentuk jaringan di bawah akar yang berkembang dan kaya akan cairan.ligamen periodontal mengalami penekanan hingga hampir 1/3 ari ketebalan yang sebenarnya. Perubahan posisi gigi selama mastikasi Selama mastikasi gigi dan struktur periodontal menjasi sasaran kekuatan berata terus-menerus yang mana terjadi dalam 1 siklus pada 1 detik atau kurang dan berkisar dari 1-50 kg berdasarkan pada jenis makanan yang dikunyah.

Menghasilkan resorpsi langsung atau frontal resorption 2.1Optimum Orthodontic Force Optimum Orthodontic force adalah salah satu yang menggerakkan gigi sangat cepat pada arah yang diharapkan dengan kemungkinan rusak kecil terhadap jaringan dan ketidaknyamanan pasien minimum. Vaskularity ini menyebabkan mobilisasi sel seperti fibroblas dan osteoblas pada area ini. Vitalitas gigi dan ligamen periodontal terpelihara b. Fase pergerakan gigi Terdiri dari 3 tahap .cm pada daerah permukaan akar. 2. Menginisiasi respon seluler maksimum c. Ketidaknyamanan pasien minimal c. Respon terhadap daya tarik ini osteoid terletak di bawah osteoblas pada ligamen periodontal berdekatan dengan lamina dura.3. vaskularity timbul terlihat pada area tegangan seperti sisi tekanan. menekan ligamen periodontal dan mengakibatkan oklusi pembuluh darahligamen akibatnya dihilangkan aliran nutrisi menyebabkan perubahan regresif (kemunduran) di sebut hyalinisasi. Fase lambat (Lag) pada pergerakan gigi minimal d. akar sangat mendekati lamina dura. Pada sisi tekanan. Perubahan pada daerah tegangan . Dari klinis optimum orthodontic force memiliki karakteristik sebagai berikut: a. Tidak ditandai mobilitas saat pergerakan gigi Dari gambar histologis. Perubahan pada aplikasi kekuatan ekstrem Menghasilkan penekanan total atau penghancuran ligamen periodontal.Optimum force equivalent terhadap tekanan kapiler 20-26 gm/sq. penggunaan optimum orthodontic force mempunyai karakteristik sebagai berikut: a.2.Jarak antara prosesus alveolar dan gigi melebar Ditambah meregangnya serat ligamen periodontal.Peningkatan suplai darah ini membanti mobolosaso sel seperti fibroblas dan osteoklas. .ligamen periodontal pada daerah tegangan meregang. Menghasilkan pergerakan gigi yang cepat b.

Durasi fase lag bergantung pada sejumlah faktor termasuk densitas tulang alveolar.Pergerakan gigi pada fase inisial antara 0. Fase lag biasanya meluas sampai selama2-3 minggu tapi bisa sampai 10 minggu. Pergerkan ini mewakili pemindahan gigi pada PDL dan mungkin menekuk tulana alveolar ke perluasan tertentu. Resorpsi pada kasus ini reaward(bagian belakang) dan periode lag lebih lama terjadi untuk menghilangkan jaringan hyaline. Jika kekuatan besar digunakan. area hyalinisasi besar. umur pasien. sedikit atau tidak ada pergerakan gigi terjadi.jaraknya pendek yang mana kemudian berhent. Area periodonsium pada arah pergerakan gigi di bawah tekanan sementara area periodonsium pada daerah yang berlawanan di bawah regangan. Jika kekuatan digunakan untuk menggerakan gigi. .9 mm dan biasanya terjadi dalam waktu 1 minggu. Durasi fase lag bergantung pada jumlah kekuatan digunakan untuk menggerakkan gigi. Selama periode post lag ini. osteoklas ditemukan pada area permukaan yang besar hasil dari resorpsi langsung permukaan tulang yang menghadap ke PDL. pergerakan gigi sangat cepat.fase inisial fase lag fase post lag fase inisial selama fase inisial. teori tegangan tekanan oleh Schwarz ketika gigi diberikan kekuatan ortodonsi. fase lag selama fase ini.4-0. 2.Fase ini dikarakteristikkan oleh pemebentukan jaringan hyaline dalam PDL yang mana sudah diresorbsi sebelum pergerakan gigi lebih jauh terjadi. menghasilkan area tekanan dan tegangan. teori tegangan tekanan oleh Schwarz 2.4 Teori pergerakan gigi Ada 3 mekanisme yang mempengaruhi pergerakan gigi secara ortodontik: 1. teori aliran darah oleh Bien 3. dan perluasan jaringan hyaline. teori piezoelektrik-elektrisitas biologis 1. perkembangan gigi cepat karena zona hyaline tidak ada dan tulang mengalami resorpsi.Area tekanan menunjukkan resorpsi tulang sedangkan area tegangan menunjukkan deposisi tulang. fase post lag setelah fase lag.

Proses piezoelektrik menjembatani remodeling yang disebabkan kekuatan ortondontik. Countinous force merupakan suatu tekanan aktif ortodonfik yang dapat sedikit mengurangi jarak antara periode yang penetapan suatu komponen alat ini harus bersifat fleksibel dan aktifasi harus dilakukan secara relative dengan level tekanan yang ringan. . teori aliran darah oleh Bien pergerakan gigi terjadi akibat perubahan dinamik cairan dalam PDL. Mekanika Pergerakan Gigi Force Force didefinisikan sebagai aksi yang sedang berlangsung yang dapat merubah atau memelihara perubahan bagian dari keadaan istirahat atau gerakan seluruh bodi. PDL menempati ruang periodontal yang dibatasi antara 2 jaringan keras gigi dan soket alveolar. Pada suatu penelitian didapatkan kenyataan bahwa tulang mempunyai efek piezoelektrik kurang lebih delapan kali dentin dan sementum. Jika tidak dibutuhkan tekanan pengaktifan kembali. dan jika dilakukan pengaktifan kembali sebelum waktu ini. teori piezoelektrik-elektrisitas biologis berhubungan dengan perubahan metabolisme pada tulang yang dikontrol sinyal elektrik yang terjadi ketika tulang alveolar berubah bentuk karena tekanan. Types of Force 1. maka masalah-masalah terhadap jaringan dapat terjadi dengan mudah. 3. Ruang periodontal teridir dari sistem cairan . maka suplai pembuluh darah dapat diperoleh dengan mudah dan dapat menghasilkan suatu efek ”Damage-repair”.2.5. 2. Tulang adalah massa atau bahan piezoelektrik. dapat terjadi perubahan rekonstrkutional elemen fibrosa seperti juga resorpsi langsung dinding tulang alveolar. karena continous force ditujukan untuk membawa imenggiring resorpsi langsung soket gigi. memiliki suatu yang spesifik dan titik pengaplikasian dalam praktek klinis antara ”pull-tarikan” atau ”push-tekanan” dalam sistem metrik satuan dari kekuatan dijelaskan dalam gram. Countinous Force Menunjukkan pada tekanan berangsur-angsur dari membran pericdontal pada sisi tegangan gigi (pressure side). Sinyal elektrik memengaruhi reseptor membran sel atau permeabilitas membran(atau mungkin keduanya) dan keadaan ini memengaruhi aktivitas sel. Karena tulang mempunyai efek piezoelektrik yang besar maka tulang paling mudah melakukan remodeling. Kekuatan efek piezoelektrik berkorelasi dengan kemampuan jaringan untuk mengadakan remodeling. Isi PDL membuat kondisi hidrodinamik yang unik menyerupai mekanisme hidraulik dan shock absorber. Eliminasi zona hyalinized terjadi antara 1 dan 4 minggu. Force memiliki jarak yang pasti. Jika suatu tekanan terdapat dalam batas-batas dimana dapat terjadi reaksi jaringan. yaitu menghasilkan loncatan elektrik permukaan bila dikenai tekanan.

. 3. berjalan jika massa inti pada single pointnya bisa seimbang dengan sempurna. Intermittent Force Suatu tekanan ortodontik aktif yang mempengaruhi gigi secara berkala atau setiap saat ketika terjadi banyak gangguan dari tekanan. setelah tekanan dihentikan dan membutuhkan untuk diaktifkan kembali. Centre of Resistance Setiap bodi atau objek bebas. Bagaimanapun. Pada keadaan ini analog point pada pusat gaya gravitasi yang terbuat disebut ’centre of resistance’. Pusat resisten berada pada gigi berakar tunggal setiap satuan gigi dan pada seluruh lengkung rahang. diharapkan deformasi jaringan lunak cocok.Selain itu continous force tidak meliputi ”periode istirahat” dan gangguan kecil dengan fungsi biologi normal dalam jaringan lunak dapat ditoleransi. Strain dapat dibentuk dari perubahan dalam dimensi eksternal atau energi eksternal bodi. Mengetahui pusat resisten ini sangat penting dalam merencanakan ketepatan Mechanoterapi. Komponen alat ini harus memiliki tingkat kekakuan yang tinggi (high stiffness) dan aktifasi awal harus dua kali. Secara umum. Couple Couple adalah pasangan kekuatan inti yang memiliki besar yang sama dan berlawanan dengan paralel tetapi garis aksinya collinear. Stress And Strain Stress adalah aplikasi kekuatan perunit daerah yang mendapat tegangan dan dapat didefinisikan sebagai perubahan internal perunit area. point ini bisa diambil dimana sebagian berat bodinya berkonsentrasi dan dan dapat dinamakan ’pusat gravitasi’. irgamen periodontal dapat direkonstruksi kembali sehingga terjadi suatu peningkatan dalam proliferasi sel yang cocok / sesuai untuk perubahan jaringan berikutnya mengikuti tekanan reaktifasi. sedangkan pada gigi berakar banyak pusat resistennya terletak diantara 1-2 mm apikal ke furkasi. Untuk pemeriksaan perhitungannya. Stress dan strain adalah hubungan antar massa stress yang merupakan kekuatan eksternal yang berlangsung pada bodi tersebut. Couple saat bergerak di bodi membawa rotasi murni. dari apikal ke alveolar crest. pusat resisten pada gigi adalah konstan pada gigi berakar tunggal terletak diantara 1/3 dan 1/2 bagian akar. Interupted – continous force Berarti bahwa continous force yang diaplikasikan pada gigi lebih efektif hanya pada sejumlah kecil pergerakan / pergeseran gigi. karena dibatasi oleh jaringan sekitar gigi. Walaupun telah terbentuk zona hyalinized. gigi tidak dapat bergeser dengan bebas didalam rahang. 2. Tipe tekanan ini terjadi ketika digunakan suatu alat removable.

pusat resisten bisa terletak lebih ke korona. dari posisi awal dan posisi final. kekuatan jarang diaplikasikan melalui pusay resistensi pada mahkota. Moment Momen dapat didefinisikan sebagai ukuran potensial rotasi pada kekuatan dengan respek terhadap sumbu porosnya. Kekuatan ortodontik yang paling sering diaplikasikan pada mahkota gigi. salah satu dari dua variable ini bisa dimanipulasi untuk menghasilkan sistem kekuatan. Sama dengan morfologi dan jumlah akar juga bisa mempengaruhi pusat resistensi. panjang akar dan tinggi tulang alveolar. Centre of Rotation Centre of rotation merupakan titik.Ada 2 faktor yang dapat merubah posisi pusat resisten yaitu. Centre of rotation adalah variabel titik dan perubahan menurut tipe pergerakan gigi. dimana bodi terlihat rotasi. dua variable yang ditetapkan oleh kekuatan momen. besarnya jarak dari pusat resisten. Oleh karena itu. Makin panjang akar pusat resisten bisa lebih ke apikal. Momen = besarnya kekuatan x jarak (jarak yang tegak lurus dari pusat resistensi pada bodi hingga aksi kekuatan). Momen bagaimanapun cenderung menghasilkan rotasi. satuan ukuran momen adalah gram milimeter. kekuatan ini tidak hanya menghasilkan gerakan linear tapi juga bisa berotasi. seperti alveolar crest yang tinggi. . Jadi.

membuat gigi bergerak tipping. sedangkan akar dalam arah yang berlawanan. Tekanan diaplikasikan pada titik tunggal mahkota gigi yang menyebabkan resorpsi tulang dan aposisi. dimana akan terjadi suatu pergerakan lingual dari mahkota dengan pergerakan minimal akar ke direksi labial. dikarakteristikkan sebagai pergerakan mahkota dalam satu arah dimana akar bergerak dalam arah berlawanan. Tipping terbagi menjadi dua: Controlled Tipping: terjadi bila ujng gigi berada ditengah dari rotasi apeksnya. Pergerakan tipping.5. Tekanan pada jaringan periodontal lebih besar .2.1 Types of Tooth Movement Pergerakan gigi didalam mulut terdiri dari: Tipping Pergerakan bodily Instrusion Ekstrusion Torquing Uprighting Tipping Tipping adalah jenis pergerakan yang sederhana dimana kekuatan utama diaplikasikan ke mahkota yang meengakibatkan pergerakan mahkota dalam arah tekanan. Uncontrolled Tipping: menggambarkan pergerakan gigi yang terjadi disekitar bagian tengah rotasi apikal dan cukup dekat terhadap daya resistensinya.

Lilian Yuwono. . sama sekali tanpa daerah tegangan. seluruh struktur pendukung berada dibawah tekanan. Alih Bahasa Lilian Yuwono. semua titik dari gigi akan bergerak dalam arah yang sama serta jarak yang sama yang menandai pergerakan bodily.D Buku Ajar Ortodonti. 177 ) Intrusion Pergerakan secara bodily gigi sepanjang sumbu axisnya dalam arah apikal. 1997 : 179 ) Ekstrusion Pergerakan bodily gigi sepanjang sumbu axisnya dalam arah oklusal. Intrusi. khususnya disekitar apeks gigi.D Buku Ajar Ortodonti. khususnya pada daerah apikal dan pada puncak alveolar. Pada gerakan ini. Tekanan yang mengenai jaringan periodontal akan didistribusikan secara merata. Alih Bahasa Lilian Yuwono. 1997.D. ( Foster T. ( Foster T. Buku Ajar Ortodonsia. Pergerakan bodily. Tekanan harus diaplikasikan pada daerah mahkota gigi yang lebar dan harus ada alat untuk mencegah miringnya gigi. alih Bahasa. Melibatkan resorpsi dari tulang. ( Foster T.didekat apeks dan tepi servikal gigi. Pergerakan ini juga dinamakan translasi. Tekanan yang mengenai struktur pendukung didistribusikan secara merata dan resorpsi tulang dibutuhkan. 1997 : 175 ) Pergerakan Bodily Jika garis dari tekanan yang diaplikasikan melewati hingga bagian tengah resistensi gigi.

Pergerakan torque akar. Tekanan yang mengenai . Tekanan yang mengenai strutur periodontal adalah yang paling besar pada daerah didekat apeks gigi. 1997 : 179 ) Gambar Torquing Torquing dianggap sebagai karakteristik gerak tipping terbalik dengan ciri khas pergerakan akar ke lingual.ekstrusi. Peregangan timbul pada strutur pendukung dan aposisi tulang untuk mempertahankan dukungan gigi. ( Foster T. Sebuah tekanan couple diaplikasikan pada daerah mahkota gigi yang luas atau tekanan berlawanan diaplikasikan untuk mencegah pergerakan mahkota. Suatu tekanan kopel diaplikasikan pada daerah mahkota gigi yang luas dan stop atau tekanan berlawanan diaplikasikan untuk mencegah pergerakan mahkota.D Buku Ajar Ortodonti. Alih Bahasa Lilian Yuwono.

Dibagi menjadi beberapa kategori yaitu: a. pegas-pegas untuk menarik gigi ke arah mesial atau distal 1) pegas sederhana(simple spring) indikasi:gigi I gunanya untuk menarik gigi I ke mesial/distal jenis kawat SS. jenis spring hard diameter kawat 0. mahkota gigi akan digerakkan dalam arah mesiodistal dengan akar digerakkan dalam arah yang berlawanan dari mahkota. 1997 : 178 ) Uprighting Selama perawatan orthodontik.6 mm lengan pegas di atas titik kontak dan tidak menganggu oklusi .D Buku Ajar Ortodonti Alih Bahasa Lilian Yuwono. Gerakan akar berikut untuk mendapatkan orientasi paralel yang dinamakan uprighting.6 alat ortodonti lepas Komponen-komponen alat ortodonti lepas Alat ortodonti lepas terdiri dari beberapa komponen antara lain: Komponen-komponen aktif Periode aktif.Pegas-pegas aktif Adalah pegas-pegas yang fungsinya meberi tekanan untuk mendorong.terdiri dari Pegas-pegas aktif Cengkeran retensi Basis akrilik Periode pasif.struktur periodontal yang paling besar di sekitar apeks gigi ( Foster T. 2.5-0. menarik ataupun memutar gigi yang malposisi. terdiri dari: alat retensi(Hawley retainer) komponen pasif komponen yang pasif menjadi aktif karena berfungsinya otot-otot 1.

tidak menempel gusi bagian labial sejajar permukaan insisal gigi. maka gigi akan rotasi) dapat dimodifikasi dengan coil retensi pegas ke arah pergerakan gigi aktivasi dengan menggerakkan lengan pegas ±3mm ke arah pergerakan atau memperbesar coil 2) pegas C gunanya untuk menarik/mendorong gigi C dan P ke mesial/distal diameter kawat 0. hanya pada bagian bukal terletak di bawah lingkar terbesar gigi keuntungan:memberikan tekanan yang ringan kerugian: kadang dapat menyebabkan gigi terdorong ke labial atau rotasi pegas C dapat dikombinasi dengan coil atau lus dengan atau tanpa hook b. pegas-pegas untuk mendorong gigi ke labial/bukal 1) pegas bumper terbuka disebut juga matress spring atau Z spring gunanya untuk mendorong gigi I atau C ke labial diameter kawat 0.6 mm pegas terletak di palatal/lingual terdiri dari 2 loop atau lebih yang sejajar dan selebar bidang mesiodistal loop kira-kira tegak lurus sumbu gigi 2) pegas bumper tertutup gunanya untuk mendorong 2 gigi anterior ke labial bersama-sama diameter kawat 0.6 mm bentuk lainnya dapat digunakan pada gigi posterior 3) pegas mershon . sepanjang 1/3 mesial-distal(bila lebih.6 mm syarat: seperti pegas sederhana.

22 bumper terbuka dan labial bow pasif. RB: 32 simple mershon dan labial bow. Molarnya dengan cengkram Adam. 72 dan 82 persistensi . Gigitan silang di antara gigi 22 dan 72. dimana proses piezoelectricmenjebatani remodeling. Ibu Riki mengeluh kalau gigi anaknya maju ke depan dan gigi geliginya tidak rapi.jika ada kekuatan piezoelectric berkolerasi dengan jarlunak.datang ke poli gigi RSUZA dengan di antar oleh ibunya. Profil wajah Riki terlihat cembung. mempelajari efek biologis jaringan pendukung gigi akibat perawatansecara mekanis dan beberapa hal yang berhubungan dengan kekuatan mekanisPergerakan gigi akibat adanya kekuatan dikenakan pada gigi sehingga timbul Daerah tertariktulang akan dibuat (aposisi) Daerah tertekantulang akan dibuat (aposisi) Mekanisme pergerakan gigi 1. Molarnya dengan cengkram Adam 4. Dijumpai kegoyangan derajat ringan pada gigi yang mengalami gigitan silang pada gambaran radiografis panoramiknya terliat radiolusensi di sekitar jaringan gigi yang goyang.BAB III PENUTUP KESIMPULAN Kasus: Riki seorang anak laki-laki kelas 1 smp berumur 11 tahun. Penyelesaian kasus: RA: 11. kebersihan giginya tidak baik. Teori elektrisitas biologis (piezoelectric) Tulang adalah massa/bahan piezoelectric. termasuk mempertimbangkan secara berhati-hati terhadap pemberian tekanan yang diperlukan agar tidak memperburuk jaringan penyangga giginya. BIOMEKANIS PERGERAKAN GIGI Pengertian . Dari pemeriksaan intraoral masih dijumpai gigi decidue dengan persistensi pada gigi 72 dan 82 yang menyebabkan erupsi kedua insisif lateralis bawahnya erupsi di bagian lingual. Teori tekanan tarikan . 21 simple spring. Seorang mahasiswa pskg unsyiah merencanakan perawatan ortho untuk Riki menggunakan alat orthodonti lepas dengan pegas-pegas aktif untuk memperbaiki gigi anterior atas yang protusif dan gigi yang crowding.maka tulang akan melakukan remodeling 2. Selain itu gigi anterior atas protusif disertai diastemapada regio 1. Dari anamnesa diketahui bahwa Riki memiliki kebiasaan menghisap ibu jari sampai berusia masuk sekolah.

keorigo otot pocecus alveolaris RB lagi dan begitu seterusnya 6. basis tengkorak melalui garis trayektoris.Canine pillarKetiganya berjalan keatas dan bertemu pada ikatan otot pengunyahandikranium II.Jenis pergerakan a. Pada rahang atasgaris trayektoris dibagi menjadi1.Zygomatic pillar3. Pergerakan rotasi gerakan dengan memberikan gaya pada satu titik darimahkota dan stop untuk mencegah bergeraknya bagian mahkotayang lain . Rahang bawahmempunyai susunan garis trayektoris yang semuanyamengarah ke gigiGaris trayektoris pada cranium berfungsi menyalurkan daya kunyah akandisalurkan pada bag kranium dan jalannya daya ini merupakan lingkaran tertutupyaitu bila terjadi pengunyahan.Gerakan gigi pada perubahan seluler yang disebabkan perubahan alirandarah pada lig periodontal akibat tekanan dan tarikan orto 5.ARAH DAN GAYA PERGERAKAN GIGI Pergerakan gigi ortodontik tergantung pada : I.gigi yang tegak dapat dimiringkan mahkota bergerak searah dengan gaya sedengakan apeks bergerakdalam arah yang berlawananb. BIOMEKANIS SYSTEM STOMATOGNASI Dapat ditentukan dengan garis trayektoris Garis trayektorisgaris khayal/garis tertentu yang saling berpotongan tegak lurussehingga daya yang diberikan pada ujung tulang dapat disalurkan keujung tulangyang lain I.Pterigoid pillar2.tekanan pengunyahan akan disalurkan dari gigiRB ke gigi RA procecus alveolaris.Pergerakan tipping gerakan pada satu titik di mahkota gigi oleh suatu gayatunggalArah gigi yang miring dapat ditegakkan.

Pergerakan vertical Terdiri dari :1.gerakan gigi berputar di sekeliling sumbu panjangnyac. Pergerakan intrusi pergerakan gigi secara vertical kedalam alveolus II. Pergerakan torque pergerakan akar gigi dengan hanya sedikit pergerakanmahkotad. Pergerakan Bodili pergerakan tranlasi menyeluruh dari sebuah gigi pada posisiyang barud. Prinsip pergerakan gigi Syarat gigi dapat digerakkan: • Harus ada tempat dimana gigi akan digerakkan • Harus ada kekuatan yang optimal dengan arah yang benar dalam menggerakkangigi • Jaringan periodonsium gigi harus baik III.Pergerakan ekstrusi Pergerakan gigi keluar dari alveolus dimana akar mengikuti mahkota Pada umumnya mengakibatkan tarikan pada seluruh struktur pendukung2. KEKUATAN DARI TIPE PERGERAKAN GIGITIPE PERGERAKAN GIGIKEKUATAN (GR)/CM2 Tipping 50-75Bodili 100-150 Torque 75-125Rotasi 50-75Esktrusi 50-75Intrusi 15-25 .

° €f°¯ ½ff°  ¯f°f   ff¾  f½¾¾ff f°½¾¾€°f .

° € f°f ffff  f°½  ff°¯ °½ ½ – ff°––  .

 ¯ ° 9 – ff°––  ff¯¯   f  @½½°– 9 – ff°   °¾¾° ¾¾° @°– D½–°– @½½°– @½½°–f ff© °¾½ – ff°f°–¾ f°f ¯f°f ff°f¯f f½f¾f° ¯fff°– ¯ °–f ff°½ – ff°¯ff ff¯ff f°f° ¾ f°–f°ff ff¯fff°– ff°f°  @½½°–  f–¯ °©f  f  .  @½ ¾€@.

° @½½°–  ©f  f©°––– f f  °–f ff¾f½ ¾°f  ¯f°fff° ©f ¾f ½ – ff°°–f f¯ff °–f°½ – ff°¯°¯fff   ¾f f  D°n° @½½°– ¯ °––f¯ ff°½ – ff°––f°– ©f  ¾ f f–f° °–ff¾f½f f°n½ f f f½ ff ¾¾ °¾°f  ff ¾f°¾ f–f½ – ff°¯ff ff¯ ¾fff ¯f°fff – f ff¯ff ff°f°   9 – ff°½½°– @ f°f° f½f¾f°½f f°––f¯ff––f°–¯ ° f f° ¾½¾ f°– f°f½¾¾ ¯ ¯ f–– – f½½°– @ f°f°½f f©f°–f°½  °f  ¾f .

 ff½ ¾ f° ½¾ f–– %¾ @   ©f °¾f f ff¾f f°°  % 9 – ff°   f–f¾ f f°f°f°– f½f¾f°¯  f°––f f–f° °–f ¾¾ °¾–– ¾ ¯f f ––ff° – f ff¯fff°–¾f¯f¾ f©fff°–¾f¯ff°–¯ °f° f½ – ff°    9 – ff°°©–f °f¯ff°f°¾f¾ 9 – ff°   @ f°f°f¾ f½f¾f°½f f f f ¯ff––f°– f f°f¾f fff°¯ °n –f¯°–°f–– @ f°f°f°–¯ °– °f ©f°–f°½  °fff°  ¾ ¾f°¾ nff¯ ff %¾ @  ©f °  ff¾f f°°  % °¾° 9 – ff°¾ nff  ––¾ ½f°©f°–¾¯ f¾°f ff¯fff½f  .  ff° ¾½¾ ff°– ¾¾°f ¾ ff½ ¾–– 9f f– ff°° ¾ ¾ ½ ° °– f f  ff f°f° ¾f¯f¾ ff°½f f f –f°–f°   °¾ @ f°f°f°–¯ °– °f¾½ ° °–  ¾ ¾f°¾ nff¯ ff f° ¾½¾f°–  f° ¾¾°f½f f f ff½f f°½f f½°nff f %¾ @  ©f °   ff¾ff°°  % ¾¾° 9 – ff°  ––¾ ½f°©f°–¾¯ f¾°f ff¯ff¾f  .

 ¾¾ 9  –f°–f°¯ ½f f¾½ ° °– f°f½¾¾f°–°¯ ¯½ ff°f° °–f°–– %¾ @  ©f °  ff¾ff°°  % f¯ f @°– @°– f°––f½¾ f–fff ¾– f½½°–  f °–f°nf¾½ – ff°ff  °–f   f f°f°n½  f½f¾f°½f f f f¯ff––f°–f¾ff f°f° ff°f° f½f¾f°°¯ °n –f½ – ff°¯ff @ f°f°f°–¯ °– °f¾½  °ff ff f°–½f°– ¾f½f f f f  ff½ ¾––   9 – ff° ff f f°f°½  f½f¾f°½f f f f¯ff––f°–f¾ f°¾½ ff f°f° ff°f° f½f¾f°°¯ °n –f½ – ff°¯ff @ f°f°f°–¯ °– °f .

¾½  °ff°–½f°– ¾f ¾ ff½ ¾––%¾ @  ©f ° ff¾f f°°  % D½–°–  f¯f½ fff° ° ¯ff––ff° – ff° ff¯ff¯ ¾ ¾f °–f°ff – ff° ff¯fff°– ff°f° f¯ff  ff°ff °¯ ° f½ff°  °f¾½ff f°– °f¯ff°½–°–   ff ° ½f¾ ¯½° ° ¯½° °ff ° ½f¾ f ° ½f¾   f f½f¯½° °f°fff°  ¯½° ° ¯½° °f€ 9  f€    f 9 –f¾ ½ –f¾f€ .

°– f°  °¾ f¾¾f 9  ½f¾€    f ff  °¾%f  f° % ¯½° °½f¾€ ¯½° °f°–½f¾€¯ °©f f€f °f €°–¾°f   9 –f¾ ½ –f¾f€  ff½ –f¾ ½ –f¾f°–€°–¾°f¯  f°f°°¯ ° °– ¯ °fff½°¯ ¯f–– f°–¯f½¾¾  f–¯ °©f  f½ff –f  f ½ –f¾ ½ –f¾°¯ °f–– ff¯ ¾fff ¾f %½ –f¾¾ f°f%¾¯½ ¾½°–% 0° f¾ –– 0–°f°f°¯ °f–– ¯ ¾f$ ¾f 0© °¾ff © °¾¾½°–f  0 f¯  ff   ¯¯ 0 °–f°½ –f¾ ff¾°f f° f¯ °–f°––¾ .

0 f¯ ° ¯½ –¾ 0 f–f°f f¾ ©f©f½ ¯ff°°¾¾f–– ¾ ½f°©f°–$¯ ¾f ¾f% f  ¯ff––ff° f¾% 0 f½f ¯ €f¾ °–f°n 0  °¾½ –f¾ ff½ – ff°–– 0ff¾ °–f°¯ °–– ff° °–f°½ –f¾ ¯¯ ff½ – ff°ff¯ ¯½  ¾fn %½ –f¾.

 0–°f°f°¯ °f$¯ ° °–––.

 f°9 ¯ ¾f$ ¾f 0 f¯  ff ¯¯ 0¾ff ¾ ½ ½ –f¾¾ f°f f°f½f f f–f° f  f  ff°–f  ¾f–– 0 °°–f° ¯ ¯ f° f°f°f°–°–f° 0 –f° f f°– f½f¯ ° f f°––  °– f ffff¾ 0½ –f¾.

 f½f ¯ °f¾ °–f°nff¾ °–f°fff°½f ½ –f¾ ½ –f¾°¯ ° °––– f f$ f %½ –f¾ ¯½   f 0 ¾ ©–f¯f ¾¾¾½°–ff¾½°– 0–°f°f°¯ ° °–––ff.

 f f 0 f¯  ff ¯¯ 0½ –f¾  f ½fff$°–f 0   f½ff f°–¾ ©f©f f°¾  f  f°–¯ ¾ ¾f 0½f f –f¾¾¯ –– %½ –f¾ ¯½  ½ 0–°f°f°¯ ° °–––f°  f f ¾f¯f ¾f¯f 0 f¯  ff ¯¯ 0 °f°°f f½f –°ff°½f f––½¾  %½ –f¾¯ ¾° .

-9- 9 °– f° ¯ ¯½ f©f €  –¾©f°–f°½ ° °–––f f½ fff°¾ nff¯ f°¾ f° f½fff°–  °–f° °–f° ff°¯ f°¾9 – ff°––f ff f°f ff°  °ff°½f f––¾ °––f¯  f f f f°–ff°  f%f½¾¾% f f  f° f°–ff°  f%f½¾¾% .f°f °–f°n °–f¯ f¯   ¾¯½ ¯ ¾° f°f f  . f°¾¯ ½ – ff°––  @   ¾f¾ –¾%½   nn% @f°–f ff¯f¾¾f$ ff°½   nn  ¯f°f½¾ ¾½   nn¯ °© ff° ¯ °– ©ff f  ff°½   nn  f¾ °–f°©f°f ¯fff°–ff°¯ ff° ¯ °–  @  f°f°ff° .9D- f¾¾  ¾ f°–f°ff f f¾¾¯½ ¯f° ff°– ½––D °–f° f°f   °f  ¯ °– ff––f°f°f¯f©  ½f° f°––– –°f ff½ 9€f©f  fn ¯ °– ff°f¯° ¾f  f ff¯ ¯ f¾ff°¯ °–¾f½ ©f ¾f¯½f ¾f¯f¾¾ f f½ ¯ ¾ff°°ff¯f¾ ©¯½f–– n   °–f° ½ ¾¾ °¾½f f–– f°f°–¯ ° f f° ½¾ f°¾¾€f f¾ ff°f ½¾  f–f°°–f  f°––f° ff¾½¾€ ¾ f f¾ ¯f½f f – –f°¾f°– f°ff –– f°  f°½ ¾¾ °¾  ¾f°––°f f f ©¯½f –f°–f° f©f°–f° ½f f––f°–¯ °–ff¯––f°¾f°–½f f–f¯ ff°f –f€¾½f°f¯°f ff ¾ °¾  ¾ f©f°–f°––f°––f°–  f°–¯ff¾¾f½¾–°¾f¯  °nf°ff°½ fff° °¯ °––°ff°ff ° ½f¾ °–f°½ –f¾ ½ –f¾f€°¯ ¯½  f–– f° ff¾f°–½¾€ f°––f°–n °–  ¯f¾¯ ¯½ ¯ f°–f°¾ nff f f  f f½½ ¯ f° f°f°f°– ½ f°f–f f¯ ¯½  ©f°–f°½ °f°––f––°f  9 °  ¾ff°f¾¾    ¾¯½ ¾½°–  ¯½   f f°f f ½f¾€ .  9-D@D9 .f°f °–f°n °–f¯ f¯    .

@- f½f  °f° °–f°–f¾f ¾ f¾f ¾ –f¾ff$–f¾  °f°–¾f°– ½°–f° –f¾¾ °––f fff°–  f°½f f©°–f°– f½f ¾ff° ©°–f°–f°–f°  9f fff°–ff¾ –f¾f ¾  f–¯ °©f  9 – ½f –¯fn½f .@.-@. ff°––½f f½  ff°¾  f°– ¾ f f°½  ff°ff° ff½f f–½  °ff f  f°f° f°ff°   .

f°°  ½f –f°f ©ff° ff¾ f°  ¯½f fff°½ °–°ff° f°¯  ff°– ff ¯ ¯½°f¾¾°f°–f¾f ¾f°–¾ ¯f°f¯ °–ff ––f¾ f ¾½f fnf°¯ €°–¾¯ °ff° ff°fff° ¾ff°½f f f–f°¯ f° ©ff°°f ff°¯ ½ff°°–ff° ½f f ©f ½ °–°ff°  f°f°½ °–°ff°ff° ¾ff° f––  ––½n n¾ f f¾  f¾¾ °–f¯ f–f¾f ¾  –½n n¾f f¾ f– f° – ¾  ¾°f  -9-  9 – ff°–– ° –f°°–½f f    °¾½ – ff° f 9 – ff°½½°–  – ff°½f f¾f ¯ff–– ¾f–ff°––ff  ––f°–¯°– f½f  –ff° ––f°– –f f½f ¯°–f°  ¯ff – f¾ ff °–f°–ff¾ °–ff°f½ ¾ – f ff¯fff°– ff°f°  9 – ff°f¾  – ff° °–f°¯ ¯ f°–ff½f f¾f f¯ff f°¾½°¯ °n –f – f°f f–f°¯fff°–f° .

 – ff°–– ½f ¾  °–¾¯ ½f°©f°–°fn 9 – ff°    ½ – ff°f°f¾¯ °  f¾ f––½f f½¾¾f°– f 9 – ff°   ½ – ff°ff–– °–f°f°f¾ ½ – ff°¯ff 9 – ff° nf@   f  9 – ff° ¾¾  9 – ff°–– f ff ¾ ¯f°fff¯ °–¯ff  9f f¯¯°f¯ °–f ff°ff°½f f¾ ¾½ ° °– 9 – ff°°¾  ½ – ff°––¾ nff nf ff¯f ¾  9°¾½½ – ff°–– ff–– f½f – ff°  % f¾f f ¯½f ¯f°f––ff° – ff° % f¾f f ff°f°–½¯f °–f°fff°– °f ff¯¯ °–– ff°–– % f°–f°½  °¾¯––f¾ f   D@-@99-@99-D@-%%$.

. @½½°–    @  f¾ ¾¾ °¾   .