Anda di halaman 1dari 34

UNIVERSITAS INDONESIA

MANUAL SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA CV. POM TAHU SUTRA
Tugas Akhir Mata Kuliah Sistem Manajemen K3

Penanggung Jawab Mata Ajaran: Dadan Erwandi S.Psi., M.Si

Oleh:

Fida Eriteria Helga Rosiana Hotmauly Istiningsih Ratna Kusumaningsih

(0806336085) (1006819970) (0806336242) (0806336356) (0806336854)

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT DEPARTEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DEPOK

2010 PERNYATAAN TIDAK PLAGIAT

Dengan adanya surat ini, kami yang bertanda tangan dibawah menyatakan tugas akhir mata kuliah Sistem Manajemen K3 ini kami buat tanpa melakukan plagiat terhadap tugas manapun.

No. Nama 1. 2. 3. 4. 5. Fida Eriteria Helga Rosiana Hotmauly Istiningsih Ratna Kusumaningsih

NPM 0806336085 1006819970 0806336242 0806336356 0806336854

Tanda Tangan

Depok, Juli 2011

Penulis

NOMOR CV. POM TAHU SUTRA MANUAL SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN & KESEHATAN KERJA REVISI KE BERLAKU TMT HALAMAN

: M-001/SMK3 :0 : 01-01-2012 :1 dari 14

MANUAL SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

STATUS DOKUMEN
MASTER

COPY NO.

Disusun :

Nama/ Jabatan SURIP RAHARDJO Penanggung Jawab K3L DONNY SUBAGJA

Tanda Tangan

Ditinjau : Manajer Pemasaran TATANG SYARIFUDIN Disetujui : Owner

NOMOR CV. POM TAHU SUTRA MANUAL SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN & KESEHATAN KERJA REVISI KE BERLAKU TMT HALAMAN

: M-001/SMK3 :0 : 01-01-2012 :2 dari 14

DAFTAR ISI Hal Lembar Pengesahan Daftar Isi I. UMUM 1.1 Profil Perusahaan 1.1.1. Data Umum Perusahaan 1.1.2. Uraian Singkat Perusahaan 1.2 Organisasi 1.3 Tujuan 1.4 Ruang Lingkup 1.5 Definisi dan Istilah 1.6 Referensi II. SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA 2.1 Ketentuan Umum 2.1.1 Proses Sistem Manajemen 2.1.2 Kebijakan dan Kepemimpinan 2.1.3 Perencanaan 2.1.4 Penerapan dan Operasional 2.1.5 Pengukuran dan Pemantauan 2.1.6 Tinjauan Manajemen 2.2 Elemen Pokok Sistem Manajemen K3 KEBIJAKAN DAM KEPEMIMPINAN 2.2.1 Elemen 1 : Kebijakan K3 8 9 9 6 6 6 7 7 7 4 4 4 4 4 4 4 6 1 2

PERENCANAAN 2.2.2 2.2.3 Elemen 2 : Identifikasi Bahaya Elemen 3 : Sasaran dan Program K3

PELAKSANAAN 2.2.4 Elemen 4 : Organisasi, Sumber Daya, Dokumentasi, Komunikasi 2.2.5 Elemen 5 :Pengendalian Operasi dan Tanggap Darurat 10 13

NOMOR CV. POM TAHU SUTRA MANUAL SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN & KESEHATAN KERJA REVISI KE BERLAKU TMT HALAMAN PEMANTAUAN 2.2.6 Elemen 6 : Pengukuran dan Pemantauan Kinerja TINJAUAN ULANG DAN PERBAIKAN 2.2.7 Elemen 7 :Tinjauan Manajemen III. LAMPIRAN Lampiran I (Kebijakan K3) Lampiran II (Prosedur Identifikasi bahaya dan penilaian risiko) Lampiran III (Sasaran dan Program K3) Lampiran IV (Prosedur Komunikasi Internal dan Eksternal) Lampiran IVa (Prosedur Dokumentasi) Lampiran V (Prosedur Operasi dan Tanggap Darurat) Lampiran VI (Prosedur pemantauan dan pengukuran kinerja Lampiran VII (Prosedur Tinjauan Manajemen)

: M-001/SMK3 :0 : 01-01-2012 :3 dari 14

13 14

NOMOR CV. POM TAHU SUTRA MANUAL SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN & KESEHATAN KERJA REVISI KE BERLAKU TMT HALAMAN

: M-001/SMK3 :0 : 01-01-2012 :4 dari 14

I.

UMUM 1.1 Profil Perusahaan 1.1.1 Data Umum Perusahaan Nama Perusahaan : CV. POM TAHU SUTRA Alamat kantor Telepon Fax : Jl. Raya Lembang Nomor 177, Lembang - Jawa Barat : (022) 655222111 : (022) 655222112

1.1.2 Uraian Singkat Perusahaan Pom Tahu Lembang bergerak dalam produksi tahu sutera. Selain memproduksi tahu sutera, industry juga memberikan pelayanan antara lain drive-thru, take away dan dinein, serta pengunjung juga leluasa untuk melihat proses produksi pembuatan tahu. Didirikan pada awal 2009, perusahaan ini sudah memiliki 50 orang karyawan. Meskipun masih terhitung dalam home industry, perusahaan memiliki komitmen yang tinggi dalam hal kesehatan dan keselamatan kerja, untuk melindungi tenaga kerja, asset dan lingkungan kerja. 1.2 Organisasi Perusahaan dipimpin sendiri oleh owner, yang dibantu oleh tiga orang manajer, yakni manajer pemasaran, manajer keuangan dan manajer produksi. Manajer produksi bertanggung jawab atas dua sub bagian yakni operasional dan K3L. Setiap sub bagian di kepalai oleh penanggung jawab masing-masing. 1.3 Tujuan Kegiatan perusahaan tergolong dalam risiko rendah hingga menegah karena hanya terdiri dari proses produksi tahu dan pemasaran. Meskipun resiko yang ditimbulkan masih tergolong kecil, perusahaan tetap berkomitmen untuk menerapkan kesehatan dan keselamatan kerja. 1.4 Ruang Lingkup Ruang lingkup penerapan SMK3 adalah di seluruh lokasi kegiatan yang diselenggarakan CV.POM TAHU SUTRA. 1.5 Definisi dan Istilah Kecelakaan : Kejadian yang tidak diinginkan dapat menimbulkan cidera, sakit, luka, kerusakan atau kehilangan. 4

NOMOR CV. POM TAHU SUTRA MANUAL SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN & KESEHATAN KERJA REVISI KE BERLAKU TMT HALAMAN

: M-001/SMK3 :0 : 01-01-2012 :5 dari 14

Peningkatan berkelanjutan : Proses untuk peningkatan sistem manajemen K3 untuk mencapai perbaikan kinerja secara keseluruhan dari kesehatan dan keselamatan kerja, searah dengan kebijakan K3 organisasi Bahaya : Keadaan atau situasi yang berpotensi menimbulkan kerugian seperti luka, sakit, kerusakan harta-benda, kerusakan lingkungan kerja, atau gabungan dari keadaan-keadaan tersebut. Identifikasi bahaya : Proses mengenali bahaya-bahaya yang ada dan menetapkan sifat-sifatnya. Kejadian / Insiden : Peristiwa yang menyebabkan kecelakaan atau yang dapat

mengarah pada kecelakaan Pihak Terkait : Kelompok atau perorangan yang memperhatikan atau menerima dampak dari kinerja K3 perusahaan. Ketidaksesuaian : Segala penyimpangan dari standar kerja, tuntunan, prosedur, peraturan, kinerja sistem manajemen, dll, yang dapat secara langsung atau tidak langsung menyebabkan luka atau sakit, kerusakan harta/benda, kerusakan lingkungan kerja atau gabungan dari semuanya. Sasaran : Target dibidang kinerja K3 yang ditetapkan oleh perusahan untuk dicapai. Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) : Proses untuk meningkatkan sistem manajemen K3, untuk memperoleh peningkatan keseluruhan dari peri kerja K3, searah dengan kebijakan K3 perusahaan. Sistem manajemen SMK3 : Bagian dari sistem manajemen keseluruhan yang memudahkan pengelolaan dari resiko-resiko K3 yang terkait dengan kegiatan perusahaan. Hal ini mencakup struktur organisasi, rencana kegiatan, tanggung jawab, turunan, prosedur, proses dan dan sumber daya untuk pengembangan, penerapan, pencapaian dan peninjauan Perusahaan : CV. POM TAHU SUTRA Kinerja : Hasil yang dapat diukur dari sistem manajemen SMK3 yang berhubungan dengan pengendalian organisasi terhadap resiko K3, didasarkan pada kebijakan dan sasaran yang telah ditetapkan. Resiko : Gabungan dari kemungkinan dan konsekuensi dari bahaya yang telah ditentukan bila terjadi.

NOMOR CV. POM TAHU SUTRA MANUAL SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN & KESEHATAN KERJA REVISI KE BERLAKU TMT HALAMAN

: M-001/SMK3 :0 : 01-01-2012 :6 dari 14

Penilaian resiko : Proses mengukur besaran resiko secara menyeluruh dan memutuskan apakah resiko dapat diterima atau tidak. Keselamatan : Bebas dari resiko atau bahaya yang tidak dapat diterima (ISO Guide 2). Resiko yang dapat diterima : Resiko yang telah dikurangi sampai tingkatan yang dapat diterima oleh organisasi dalam upaya pemenuhan terhadap ketentuan hukum maupun kebijakan K3 yang telah ditetapkan perusahaan. 1.6 Referensi 1. Undang-Undang No. 1 Tahun 1970, Tentang Keselamatan Kerja 2. Undang-Undang No.13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. 3. Kepmennaker N0.05 tahun 1996 tentang SMK3 4. OHSAS 18001 : 2009 : OHS MANAGEMENT SYSTEM II. SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA CV.POM TAHU SUTRA 2.1 Ketentuan Umum 2.1.1 Proses Sistem Manajemen Dalam rangka pemenuhan Undang-Undang Negara Kesatuan Republik Indonesia mengenai kessehatan dan keselamatan kerja yang dituangkan dalam Undang-undang Ketenagakerjaan nomor 13 tahun 2003 Pasal 87 ayat (1) bahwa Setiap perusahaan wajib menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang terintegrasi dengan sistem manajemen perusahaan. Untuk itu perusahaan mengembangkan dan menerapkan Sistem Manajemen K3 yang terintegrasi dengan sistem perusahaan. Sistem Manajemen K3 (SMK3) yang diterapkan perusahaan mengacu pada standar OHSAS 18001:2009. 2.1.2 Kebijakan dan kepemimpinan Manajemen K3 dimulai dengan membuat kebijakan yang menjadi landasan strategis dalam pelaksanaan sistem manajemen K3 di perusahaan. Kebijakan K3 ditandatangani oleh pimpinan perusahaan, yang menunjukan komitmen perusahaan dalam menjalankan K3. 2.1.3 Perencanaan Setelah disusun kebijakan K3 yang akan menjadi landasan pelaksanaan manajemen K3 di perusahaan, maka dibuatlah perencanaan (planning). Perencanaan

NOMOR CV. POM TAHU SUTRA MANUAL SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN & KESEHATAN KERJA REVISI KE BERLAKU TMT HALAMAN

: M-001/SMK3 :0 : 01-01-2012 :7 dari 14

merupakan tindak lanjut dan penjabaran kebijakan K3 yang telah ditetapkan oleh manajemen puncak. Tindakan perencenaan meliputi identifikasi bahaya, penilaian resiko dan pengendalianaya. Setelah itu dibuatlah sasaran dan program-program kerja K3. 2.1.4 Penerapan dan Operasional Setelah dibuat sasaran dan program kerja, maka dilaksanakanlah berbagai elemen kegiatan seperti dokumentasi, komunikasi, pengendalian operasi, tanggap darurat dan lainya sesuai dengan kebutuhan perusahaan. 2.1.5 Pengukuran dan Pemantauan Pemantauan dan pengukuran ini dilakukan secara berkala Pengukuran dan pemantauan dilakukan untuk mengetahui bagaimana kondisi pelaksanaan K3 dalam perusahaan. 2.1.6 Tinjauan manajemen Tinjauan menajemen dilakukan secara berkala oleh manajemen puncak. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa penerapan SMK3 dalam perusahaan telah berjalan sesuai rencana, sehingga jika terjadi penyimpangan dapat segera dilakukan penyempurnaan

NOMOR CV. POM TAHU SUTRA MANUAL SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN & KESEHATAN KERJA REVISI KE BERLAKU TMT HALAMAN 1. KEBIJAKAN K3

: M-001/SMK3 :0 : 01-01-2012 :8 dari 14

PERECANAAN 2. Identifikasi Bahaya (HIRARC)

7. TINJAUAN MANAJEMEN

SMK3
CV. POM TAHU SUTRA
PEMANTAUAN 6. Pengukuran dan Pemantauan Kinerja

3. Sasaran dan Kebijakan K3

PELAKSANAAN 4. Organisasi, Sumber Daya, Dokumentasi, Komunikasi

5. Pengendalian Operasi dan Tanggap Darurat

2.2 Elemen Pokok Sistem Manajemen K3 KEBIJAKAN DAM KEPEMIMPINAN 2.2.1 Elemen 1 : Kebijakan K3 Dalam upaya perwujudan dari komitmen pimpinan maka Perusahaan sudah menetapakan Kebijakan SMK3 untuk diterapkan secara menyeluruh dalam organisasi. Kebijakan K3 Perusahaan adalah sebagai berikut : Sesuai visi dan misi perusahaan, CV.POM TAHU SUTRA memiliki komitmen yang tinggi untuk memberikan yang terbaik kepada pimpinan dan pelanggan. 8

NOMOR CV. POM TAHU SUTRA MANUAL SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN & KESEHATAN KERJA REVISI KE BERLAKU TMT HALAMAN

: M-001/SMK3 :0 : 01-01-2012 :9 dari 14

Adapun upaya upaya yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut : Menjadikan dan memastikan bahwa SMK3 merupakan bagian integral dari perusahaan. Memenuhi segala persyaratan perundang-undangan yang berkaitan dengan pelaksanaan K3 di perusahaan dan sesuai dengan kegiatan yang dilakukan perusahaan. Menerapkan program K3 yang diawali dengan kegiatan mengidentifikasi bahaya yang ada, kemudian melakukan penilaian terhadap risiko yang dapat terjadi dan melakukan upaya pengendalian untuk meminimalisasi dan atau menghilangkan risiko tersebut. Memberikan jaminan bahwa seluruh pihak manajemen dan pekerja, tanpa terkecuali, telah melaksanakan pekerjaannya dengan efektif, efisien dan sesuai dengan prinsip-prinsip dasar SMK3 yang berlaku. Menjamin bahwa seluruh pihak manajemen dan pekerja, tanpa terkecuali, memiliki komitmen yang kuat dan turut berpartisipasi dalam pelaksanaan K3 di perusahaan. Menjadikan K3 sebagai budaya kerja yang harus dilakukan di setiap unit kerja dan seluruh pekerja di perusahaan.

Dalam usaha pemenuhan komitmen, perusahaan terus-menerus melakukan peningkatan terhadap penerapan SMK3 yang dijalankan perusahaan. Dokumen terkait : Kebijakan K3 (lampiran I) PERENCANAAN 2.2.2 Elemen 2 : Identifikasi Bahaya Agar penerapan SMK3 dapat dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan perusahaan, maka perlu dilakukan identifikasi risiko. Identifikasi bahaya dan resiko ini dapat dilakukan secara berkala untuk memperbaharui sistem pengendalian yang telah berjalan. Upaya ini dilakukan untuk mendeteksi segera risiko-risiko yang yang mungkin muncul. Dokumen terkait Identifikasi bahaya dan penilaian risiko No.D002/SMK3 (lampiran II) 2.2.3 Elemen 3 : Sasaran dan Program K3 Program SMK3 dibuat berdasarkan hasil identifikasi bahaya dan penilaian resiko, Untuk pelaksanaan program akan ditunjuk penanggung jawab, jangka waktu, sumber daya untuk mencapai tujuan dan sasaran dari SMK3 pelaksanaan program 9

NOMOR CV. POM TAHU SUTRA MANUAL SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN & KESEHATAN KERJA REVISI KE BERLAKU TMT HALAMAN

: M-001/SMK3 :0 : 01-01-2012 : 10 dari 14

dilaksanakan oleh penanggung jawab K3L dan dipantau oleh manajer operasional secara berkala. Program K3 ini bersifat fleksibel/dinamis sesuai kebutuhan dan perkembangan organisasi, operasi, lingkungan atau perundangan yang berlaku. Dokumen terkait : Program dan sasaran manajemen K3 No.D003/SMK3 (lampiran III) PELAKSANAAN 2.2.4 Elemen 4 : Organisasi, Sumber Daya, Dokumentasi, Komunikasi Posisi tertinggi dari struktur organisasi CV. Pom Tahu Sutra dipegang oleh pemiliknya sendiri (Owner). Pemilik membawahi langsung manajer pemasaran, manajer keuangan, dan manajer produksi. Manajer pemasaran menangani pemasaran produk, manajer keuangan menangani masalah keuangan, dan manajer produksi menangani proses pembuatan tahu. Dalam melaksanakan tugasnya, para manajer dibantu oleh staf-stafnya. Berbeda dengan manajer pemasaran dan keuangan, manajer produksi membagi tugasnya kepada penanggung jawab bagian operasional dan bagian K3L. Penanggungjawab operasional menangani jalannya produksi, sedangkan K3L menangani masalah kesehatan dan keselamatan kerja serta lingkungan.

Owner Manajer pemasaran Staf pemasaran Manajer keuangan Staf keuangan Manajer produksi Pj Operasional Pj K3L

Peran dan tanggung jawab dalam K3 : 1. Pemilik (Owner) Bertanggung jawab untuk menjamin bahwa perusahaan telah menerapkan sistem manajemen K3 yang baik sesuai dengan kebutuhan yang ada. 10

NOMOR CV. POM TAHU SUTRA MANUAL SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN & KESEHATAN KERJA REVISI KE BERLAKU TMT HALAMAN

: M-001/SMK3 :0 : 01-01-2012 : 11 dari 14

Memastikan bahwa perusahaan telah memiliki komitmen yang tinggi terhadap pelaksanaan program K3 dalam perusahaan. Memberikan sumber daya yang berkualitas dalam menangani permasalahan K3. Melakukan tinjauan langsung kepada pihak manajemen terhadap penerapan sistem manajemen K3 secara berkesinambungan.

2.

Manajer Produksi Memberikan pengarahan dan pemantauan terhadap jalannya proses produksi dengan mengikuti standar yang diperlukan dalam sistem manajemen K3. Menerima berbagai laporan dari penanggungjawab K3L terkait pelaksanaan sistem manajemen K3 dalam proses produksi.

3.

Penanggung Jawab K3L Memastikan bahwa tiap proses dalam produksi tahu sutra telah memperhatikan bahaya-bahaya yang mungkin terjadi. Mengevaluasi tiap bahaya dari proses produksi agar dapat meminimalisasi risiko yang dapat muncul. Mengkomunikasikan tiap bahaya yang ada kepada pekerja dan sistem manajemen yang wajib dilaksanakan. Mendokumentasikan sistem manajemen K3 yang diterapkan dan menjaganya dengan baik. Membuat laporan tiap incident atau accident yang terjadi, serta memberikan rekomendasi perbaikan yang harus dilakukan. Mengembangkan prosedur tanggap darurat dan

mengkomunikasikannya kepada semua pekerja. Memastikan bahwa tiap pekerja telah menerapkan sistem manajemen K3 dengan efektif dan sesuai dengan kebutuhan.

11

NOMOR CV. POM TAHU SUTRA MANUAL SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN & KESEHATAN KERJA REVISI KE BERLAKU TMT HALAMAN 4. Seluruh Pekerja

: M-001/SMK3 :0 : 01-01-2012 : 12 dari 14

Melaksanakan sistem manajemen K3 yang telah ditetapkan Melaporkan setiap kejadian yang dapat menimbulkan kerugian bagi pekerja sendiri maupun perusahaan kepada pihak manajemen yang terkait. Melaksanakan pekerjaannya sesuaia dengan ketentuan sistem manajemen K3 yang berlaku untuk tiap-tiap pekerjaan.

Sumber Daya Sumber daya yang memadai sangat diperlukan dalam melaksanakan program K3 secara efektif. Sumber daya tersebut meliputi sumber daya manusia, sarana, financial, teknis, dan struktur organisasi. Penyediaan sumber daya ini harus terpenuhi agar penerapan sistem manajemen K3 dapat berlangsung secara berkesinambungan serta dapat meningkatkan citra positif masyarakat terhadap perusahaan.

Komunikasi Sistem manajemen K3 yang telah dibuat oleh manajemen perusahaan harus dikomunikasikan kepada seluruh pihak sehingga mereka paham dan menjalankan sistem yang ada. Komunikasi ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu : Melalui media cetak berupa brosur atau leaflet Melalui papan komunikasi Melalui pemasangan sign di tempat tertentu Melalui komunikasi langsung kepada seluruh pekerja dan sebagainya

Dokumentasi Mendokumentasikan setiap dokumen yang terkait dengan sistem manajemen K3 sangatlah penting karena isi dari dokumen itu biasanya mengenai laporan berbagai kejadian yang berhubungan dengan kecelakaan dan bersifat jangka panjang. Oleh karena itu perusahaan harus menetapkan peraturan yang harus dijalankan agar dokumen-dokumen tersebut tersimpan dan terpelihara dengan baik. 12

NOMOR CV. POM TAHU SUTRA MANUAL SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN & KESEHATAN KERJA REVISI KE BERLAKU TMT HALAMAN Dokumen terkait :

: M-001/SMK3 :0 : 01-01-2012 : 13 dari 14

Prosedur Komunikasi Internal dan Eksternal No.D004/SMK3 (Lampiran IV) Prosedur Dokumentasi No.D004a/SMK3 (Lampiran Iva) 2.2.5 Elemen 5 :Pengendalian Operasi dan Tanggap Darurat Mengidentifikasi risiko yang berkaitan dengan aktivitas dan operasional sehingga dapat dilakukan pengendalian, dimulai dari perencanaan, perawatan, hingga prosedur tanggap darurat sesuai di bawah ini Tersedianya prosedur operasi secara tertulis untuk menghindari kesalahan komunikasi Menyediakan sumber daya dan sarana yang tepat untuk mengendalikan aspek K3 dalam operasi Menyediakan peralatan tanggap darurat yang memenuhi standar Melaukan uji coba tanggap darurat secara berkala Dokumen terkait : Prosedur Pengendalian Operasi dan Tanggap Darurat No.005/SMK3 (lampiran V) PEMANTAUAN 2.2.6 Elemen 6 : Pengukuran dan Pemantauan Kinerja Untuk melakukan peningkatan secara berkelanjutan, Perusahaan membuat prosedur pemantauan dan pengukuran kinerja untuk memantau dan mengukur kinerja K3. Prosedur tersebut mencakup : Melakukan pengukuran kinerja K3 secara kualitatif dan kuantitatif. Pemantauan pencapaian objektif K3 Pemantauan keefektifitasan program K3 Pemantauan terhadap kejadian penyakit akibat kerja, insiden dan accident. Pemantauan dokumen untuk menganalisa tindakan koreksi berikutnya dan tindakan pencegahan. Dokumen terkait : Prosedur pemantauan dan pengukuran kinerja No.D006/SMK3 (lampiran VI) TINJAUAN ULANG DAN PERBAIKAN 2.2.7 Elemen 7 :Tinjauan Manajemen Tinjauan manajemen dilakukan secara berkala, yakni tiap 6 bulan sekali. Tinjauan dilakukan oleh pemilik perusahaan (ownwer) dan Manajer Produksi. 13

NOMOR CV. POM TAHU SUTRA MANUAL SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN & KESEHATAN KERJA REVISI KE BERLAKU TMT HALAMAN

: M-001/SMK3 :0 : 01-01-2012 : 14 dari 14

Tinjauan ini dilakukan untuk melihat dan memastikan bahwa penerapan SMK3 dalam perusahaan telah berjalan sesuai rencana. Tinjauan manajemen ini mencakup kemungkinan perubahan pada kebijakan, sasaran dan unsur lain dari Sistem Manajemen K3, keadaan yang berubah serta komitmen untuk perbaikan berkelanjutan. Hasil dari tinjauan ini didokumentasikan dengan baik untuk ditindak lanjuti. Setelah ditindaklanjuti kemudian hasilnya dikomunikasikan kepada pihak-pihak terkait. Dokumen terkait : Prosedur Tinjauan Manajemen No.D007/SMK3 (Lampiran VII)

14

LAMPIRAN

Kebijakan K3 Industri POM TAHU

Sebagai sebuah industri makanan yang mempunyai visi dan misi untuk memberikan yang terbaik kepada para pelanggan dan mengutamakan keselamatan dan kesehatan para pekerjanya, perusahaan memiliki komitmen yang kuat untuk mencapai visi dan misi tersebut. Dalam mencapai komitmen tersebut, pihak manajemen harus berusaha keras untuk meningkatkan kinerja dan produktivitas perusahaan. Salah satu caranya adalah dengan diterapkannya Sistem Manajemen K3 yang sesuai dengan standar yang berlaku di Indonesia dan internasional yaitu SMK3 Kepmenaker 05 tahun 2006 dan OHSAS: 18001. Seluruh pihak manajemen dan pekerja, tanpa terkecuali, wajib melaksanakan SMK3 secara konsisten dan berkelanjutan. Adapun upaya upaya yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut : 1. Menjadikan dan memastikan bahwa SMK3 merupakan bagian integral dari perusahaan. 2. Memenuhi segala persyaratan perundang-undangan yang berkaitan dengan pelaksanaan K3 di perusahaan dan sesuai dengan kegiatan yang dilakukan perusahaan. 3. Menerapkan program K3 yang diawali dengan kegiatan mengidentifikasi bahaya yang ada, kemudian melakukan penilaian terhadap risiko yang dapat terjadi dan melakukan upaya pengendalian untuk meminimalisasi dan atau menghilangkan risiko tersebut. 4. Memberikan jaminan bahwa seluruh pihak manajemen dan pekerja, tanpa terkecuali, telah melaksanakan pekerjaannya dengan efektif, efisien dan sesuai dengan prinsip-prinsip dasar SMK3 yang berlaku. 5. Menjamin bahwa seluruh pihak manajemen dan pekerja, tanpa terkecuali, memiliki komitmen yang kuat dan turut berpartisipasi dalam pelaksanaan K3 di perusahaan. 6. Menjadikan K3 sebagai budaya kerja yang harus dilakukan di setiap unit kerja dan seluruh pekerja di perusahaan.

Kebijakan K3 yang tertera diatas dapat ditinjau ulang kembali dan mengalami perubahan (revisi) sesuai kondisi perusahaan dan kesepakatan yang dilakukan oleh pihak manajemen. Revisi dapat dilakukan secara berkala ,minimal 1 tahun sekali, sesuai dengan ketentuan SMK3 yang berlaku.

Kebijakan K3 ini didokumentasikan dan disosialisasikan dalam bentuk media cetak berupa leaflet atau brosur yang ditempatkan pada lokasi-lokasi kerja yang sering diakses pekerja dan pelanggan.

Owner

Identifikasi bahaya dan penilaian risiko No.D002/SMK3

No 1

Kegiatan Pembelian bahan baku

Potensi bahaya Transportasi

Risk Kecelakaan S 15

Ergonomic 2 Pembuatan Sortasi tahu(pemilihan bahan) Bakteri/jamur

Low back pain Cross contaminant Low back pain Cross contaminant

5 1

Risk rating LLRR 345 (priority 3memerlukan perhatian) 15 (acceptable) 1010 (acceptable)

Control Pengawasan cara berkendarapemakaian seat belt SOP-berkendara yang aman Shift work Perbaikan hygiene industri Pelaksanaan house keeping yang baik Shift work Perbaikan hygiene industri Pelaksanaan house keeping yang baik Pemasangan ventilasi agar sirkulasi udara berjalan lancer Pemilihan tabung gas yang baik Pemasangan tabung gas yang benar Menyediakan APAR Pemasangan ventilasi agar sirkulasi udara berjalan lancer Pemilihan tabung gas yang baik Pemasangan tabung gas yang benar Menyediakan APAR Penggunaan APD-sarung tangan

Ergonomic Perendaman Bakteri/jamur

5 1

1 10

5 (acceptable) 10 (acceptable) 10 (acceptable) 150 (substansialmengharuskan adanya perbaikan) 10 (acceptable)

Penghancuran /penggilingan

Suhu

Dehidrasi, 1 gampang lelah Kebakaran 50

10

Gas

Pemanasan

Suhu

Dehidrasi/m udah lelah Kebakaran

10

Gas

50

Pendinginan/pen gentalan

Bahan kimia

Iritan

150 (substansialmengharuskan adanya perbaikan) 15 (acceptable)

Identifikasi bahaya dan penilaian risiko No.D002/SMK3


3 4 Pemotongan Pemasakan tahu Alat pemotong Gas Kecelakaan/ Terpotong Kebakaran 1 50 6 3 6 (acceptable) 150 (substansialmengharuskan adanya perbaikan) 90 (substansialmengharuskan adanya perbaikan) 10 (acceptable) Shift work Pemasangan ventilasi agar sirkulasi udara berjalan lancer

Minyak panas

Kecelakaan15 terkena minyak panas Dehidrasi/m udah lelah Low back pain Cross contaminant 1

Shift work

Suhu

10

5 6

Packing Pemasaran

Ergonomi Bakteri/jamur

5 1

1 3

5 (acceptable) 3 (acceptable)

Pemilihan tabung gas yang baik Pemasangan tabung gas yang benar Menyediakan APAR Shift work Peningkatan hygiene industri Peningkatan sanitasi House keeping yang baik

Program dan sasaran manajemen K3 No.D003/SMK3


Aspek K3 Objective Target Menekan angka 75% kecelakaan dan kesakitan Program Good House Keeping and food safety - Penyediaan Air bersih - Ruang dan bangunan: Udara ruang: suhu dan kelembaban, debu, pertukaran udara, kontrol mikroba dan vektor penyakit Kondisi bangunan : terpelihara, aman, dan sehat.cth: lantai tidak licin,rata, langit2 cukup tinggi,kuat,dan bersih, pencahayaan baik, akses untuk memperoleh fasilitas sanitasi mudah. Waktu PJResource OwnerModal awal: kondisi lokasi produksi bekerjasama yang memenuhi syarat disamping lansungDana 7 juta, alokasi: dengan PJ- Kesekretariatan SOP (media K3Lsosialisasi) - Premi Asuransi - Narasumber penyuluhan dan Media penyuluhan - Pembelian APD

SDM pelaksana Sejak didirikannyanya perusahaan

SOP pada setiap proses kerja; mulai dari penyimpanan bahan baku, produksi hingga distribusi produk/pemasaran (termasuk pemberian label diatas). Cth: pemberian label dan cara penanganan alat dan bahan produksi,

JamKesMas untuk setiap pekerja Penyuluhan /orientasi pekerja mengenai dasar-dasar K3 dan kaitannya dengan pekerjaannya Good House Keeping diadakan di awal dan pertengahan masa kerja

Program dan sasaran manajemen K3 No.D003/SMK3


APD (terutama pekerja yang Sejak berinteraksi langsung dengan proses didirikannyanya produksi; penggilingan perusahaan kedelai,pemasakan) SOP (terutama proses yang berisiko Sejak PJ K3L kebakaran tinggi, cth: proses didirikannyanya pemasakan,emergency response; jalur perusahaan keselamatan ) Good House Keeping Udara ruang: kontrol gas pencemar yang dapat memicu api Pemanfaatan produk sampingan/limbah

Fire

Mencegah Kebakaran

85%

Dana 8 juta,( modal dan rutin), alokasi: - Pembelian APAR - Pemasangan smoke detector SDM pelaksana

Limbah

Mencegah kerusakan lingkungan

75%

Setiap bulan

PJ K3L bekerja sama dengan manajer pemasaran dan produksi

Dana rutin 1 juta per bulan,alokasi: Pengelolaan limbah SDM pelaksana - Distribusi pengolahan hasil sampingan - Monitoring kebersihan daerah proses

Good House Keeping Monitoring setiap PJ K3L pemilahan sampah ,Tempat 2 minggu sekali sampah,pembersihan rutin, saluran limbah cair baik (diolah sebelum dibuang)

Prosedur Komunikasi Internal dan Eksternal No. D004/SMK3


Komunikasi Internal No. 1. 2. 3. Proses Pemilik Manajer Manajer Pekerja Manajer Penanggungjawab Keterangan Baik Melihat bagaimana komunikasi yang terjalin antara pemilik dan manajer Melihat bagaimana komunikasi yang terjalin antara manajer dan pekerja Melihat bagaimana komunikasi yang terjalin antara manajer dan penanggungjawab Melihat bagaimana komunikasi yang terjalin antara penanggungjawab dan pekerja Melihat bagaimana komunikasi yang terjalin antar sesama pekerja Melihat bagaimana komunikasi yang terjalin antara pekerja dan penanggungjawab Melihat bagaimana komunikasi yang terjalin antara pekerja dan manajer Melihat bagaimana komunikasi yang terjalin antara pekerja dan pemilik Melihat bagaimana komunikasi yang terjalin antara manajer dan pemilik Penilaian Cukup Saran Kurang

4.

Penanggungjawab Pekerja

5. 6.

Pekerja - Pekerja Pekerja - Penanggungjawab

7. 8. 9.

Pekerja - Manajer Pekerja Pemilik Manajer - Pemilik

Prosedur Komunikasi Internal dan Eksternal No. D004/SMK3


Komunikasi eksternal No. Pihak yang terkait 1. Konsumen/Pelanggan Keterangan Melihat bagaimana komunikasi yang terjalin antara pihak perusahaan dengan konsumen/pelanggannya Melihat bagaimana komunikasi yang terjalin antara pihak perusahaan dengan pihak pemasok bahan baku Melihat bagaimana komunikasi yang terjalin antara pihak perusahaan dengan media massa Melihat bagaimana komunikasi yang terjalin antara pihak perusahaan dengan instansi pemerintah/Pemda setempat Penilaian BaikCukup saran Kurang

2.

Pemasok bahan baku

3.

Media massa

4.

Instansi pemerintah/Pemda

Prosedur Dokumentasi No. D004a/SMK3


No. 1.Kebijakan K3 Aspek K3 Keterangan Melihat apakah kebijakan K3 yang telah dibuat oleh perusahaan sudah didokumentasikan dengan baik. Melihat apakah Identifikasi bahaya, penilaian risiko dan proses pengendalian bahaya yang sudah dibuat tersimpan dengan baik. Melihat apakah perusahaan telah mendokumentasikan sasaran (obyektif) K3 yang sudah dibaut. Melihat apakah perusahaan memiliki dokumen yang berisikan struktur organisasi beserta peran sertanya dalam K3 Melihat apakah sumber daya yang ada telah mencukupi kebutuhan dan datanya tersimpan dengan baik. Melihat apakah komunikasi internal maupun eksternal yang terjalin didokumentasikan dengan baik. Melihat apakah pihak manajemen telah mendokumentasikan kegiatan operasi perusahaannya. Melihat apakah seluruh data mengenai penggunaan peralatan tanggap darurat yang ada telah dicatat dan disimpan dengan baik. Melihat apakah dokumentasi telah dilakukan terhadap pengukuran dan pemantauan kinerja. Melihat apakah pihak manajemen telah membuat dokumentasi dari tingkat risiko dan pengendalian yang ada. Melihat apakah prosedur tinjauan manajemen telah didokumentasikan. Tersedia Tidak tersedia

2.

Identifikasi bahaya (HIRARC)

3.

Sasaran (objektif) K3

4.

Organisasi

5.

Sumber Daya

6.

Komunikasi

7.

Pengendalian Operasi

8.

Tanggap Darurat

9.

Pengukuran dan Pemantauan Kinerja

10.

Tingkat risiko dan pengendalian

11.

Tinjauan Manajemen

Prosedur Dokumentasi No. D004a/SMK3


12. Laporan kecelakaan Melihat apakah tiap kecelakaan yang terjadi dicatat dan didokumentasikan oleh pihak K3 perusahaan. Melihat apakah seluruh data pemeriksaan Laporan pemeriksaan kesehatan pekerja kesehatan pekerja telah dikelola dengan baik. Melihat apakah dokumentasi tehadap Pengadaan peralatan keselamatan kerja pengadaan peralatan keselamatan kerja telah dilakukan.

13.

14.

Prosedur Pengendalian Operasi dan Tanggap Darurat No.D005/SMK3


Pengendalian Operasi 1. Cara Kerja Aman dan Prosedur Operasi Aman a. Bagian Produksi Setiap pekerja wajib mengikuti SOP yang telah ditetapkan Sebelum memulai pekerjaan para pekerja diwajibkan mengganti pakaian mereka dengan pakaian kerja yang telah disediakan Sebelum memulai pekerjaan, diwajibkan mengecek kembali bahan baku yang akan digunakan, layak atau tidak Sebelum memulai pekerjaan, diwajibkan mengecek kembali peralatan kerja yang akan digunakan, berfungsi atau tidak, serta aman atau tidak Selama proses kerja, pekerja tidak diperkenankan menggunakan alat komunikasi Selama bekerja, untuk bagian sortasi, pekerja harus menggunakan sarung tangan khusus dan masker Selama bekerja untuk bagian yang berhubungan dengan pemanasan, perhatikan exhaust, berfungsi atau tidak Pekerja tidak diperkenankan menjamah bahan dengan tangan telanjang Untuk pekerjaan angkut berat, diwajibkan menggunakan troli khusus dan mengikuti standar manual handling yang telah ditetapkan

2. Pengadaan dan Pembelian Setiap barang yang masuk harus diperhatikan kualitasnya Setiap barang yang akan masuk harus terlebih dahulu lulus pengecekan petugas, sesuai standar yang ada di form masuk Barang yang akan masuk harus sesuai jadwal, bila ada keterlambatan atau memajukan jadwal harus diberitahukan kepada Pom Tahu Sutra maksimal dalam waktu 48 jam Barang yang akan masuk harus memiliki data kuantitas dan tanggal kadaluarsa Barang yang akan masuk gudang harus diperhatikan posisi penempatannya, perhatikan house keeping Barang yang masuk pertama kali, keluar pertama kali

Tanggap Darurat Kebijakan Manajemen Manajemen telah menetapkan kebijakan mengenai sistem tanggap darurat secara tertulis. Identifikasi Keadaan Darurat Keadaan darurat untuk perusahaan ini yaitu, a. Faktor Operasional a. Kebakaran

Prosedur Pengendalian Operasi dan Tanggap Darurat No.D005/SMK3


b. Kerusakan alat b. Faktor Alam a. Banjir b. Gempa bumi Perencanaan Awal Perencanaan mengenai sistem tanggap darurat telah dilakukan oleh manajemen. Prosedur Keadaaan Darurat Untuk keadaan darurat perlu diperhatikan: Bila terjadi keadaan darurat, seluruh pekerja secara mandiri mengevakuasikan dirinya ke tempat berkumpul yang telah ditentukan Tetap tenang dan jangan panik Pekerja yang telah ditetapkan menjadi penanggungjawab, bertangggung jawab untuk memimpin evakuasi dan mengkoordinir tim untuk menanggulangi keadaan darurat, seperti kebakaran dan kerusakan alat Organisasi Keadaan Darurat Penanggungjawab keadaaan darurat yaitu manajer produksi bertugas mengkoordinir tim tanggap darurat Prasarana Keadaan Darurat Prasarana yang disediakan oleh manajemen adalah APAR, kotak P3K, papan assembly point Untuk medis dan pemadam kebakaran bekerja sama dengan puskesmas, rumah sakit dan pemadam kebakaran terdekat Pembinaan dan Pelatihan Pelatihan diberikan kepada manajer produksi sebagai penanggungjawab tanggap darurat Simulasi tanggap darurat dilaksanakan sebulan sekali pada minggu pertama Komunikasi Seluruh pekerja harus mengetahui sistem tanggap darurat yang ada di perusahaan. Investigasi dan Sistem Pelaporan Investigasi dilakukan segera setelah kejadian oleh tim investigasi yang ditunjuk dan hasilnya dilaporkan kepada pihak manajemen untuk dilakukan perbaikan. Tinjauan Manajemen Secara berkala dilakukan tinjauan sistem tanggap darurat setiap 6 bulan sekali oleh pimpinan perusahaan dan hasilnya dilaporkan kepada pihak manajemen untuk dilakukan perbaikan.

Prosedur pemantauan dan pengukuran kinerja No.D006/SMK3


Pemantauan Pencapaian Kinerja Objektif K3
Target No. Aspek Objective (%) 1 2 3 K3 Fire Limbah Menekan angka kecelakaan dan kesakitan 75% Mencegah Kebakaran Mencegah kerusakan lingkungan 85% 75% (%) Baik Cukup Kurang Pencapaian Kinerja Keterangan

Pemantauan Keefektifan Program K3


Aspek Program Palaksanaan Terlaksana Tidak Terlaksana K3 Good House Keeping and food safety - Penyediaan Air bersih - Ruang dan bangunan: Udara ruang: suhu dan kelembaban, debu, pertukaran udara, kontrol mikroba dan vektor penyakit Kondisi bangunan : terpelihara, aman, dan sehat.cth: lantai tidak licin,rata, langit2 cukup tinggi,kuat,dan bersih, pencahayaan baik, akses untuk memperoleh fasilitas sanitasi mudah. SOP pada setiap proses kerja; mulai dari penyimpanan bahan baku, produksi hingga distribusi produk/pemasaran (termasuk pemberian label diatas). Cth: pemberian label dan cara penanganan alat dan bahan produksi, Baik Hasil Pemantauan Cukup Kurang Keterangan

Prosedur pemantauan dan pengukuran kinerja No.D006/SMK3


JamKesMas untuk setiap pekerja Penyuluhan /orientasi pekerja mengenai dasar-dasar K3 dan kaitannya dengan pekerjaannya Good House Keeping APD (terutama pekerja yang berinteraksi langsung dengan proses produksi; penggilingan kedelai,pemasakan) Fire SOP (terutama proses yang berisiko kebakaran tinggi, cth: proses pemasakan,emergency response; jalur keselamatan ) Good House Keeping Udara ruang: kontrol gas pencemar yang dapat memicu api Limbah Pemanfaatan produk sampingan/limbah Good House Keeping pemilahan sampah ,Tempat sampah,pembersihan rutin, saluran limbah cair baik (diolah sebelum dibuang)

Pemantauan kejadian penyakit akibat kerja, insiden dan accident No Hari/ Tanggal Deskripsi singkat (unit/bagian kerja, sinopsis kejadian) Prakiraan Kerugian Waktu Material Akibat yang diderita korban Meninggal dunia Sakit Lukaluka Jenis PAK

Prosedur Tinjauan Manajemen No.D007/SMK3


Hasil Tinjauan No. Aspek Tinjauan Keterangan Cukup Baik (butuh (Ditingkakan ) perbaikan) Kurang (butuh perbaikan segera) Saran

1 2

3 4 5 6

Dokumentasi Sistem Melihat apakah yang SMK3 yang ada sudah memadai manajemen K3 dengan persyaratan OHSAS 18001 Melihat kesesuaian Kebijakan K3 yang berjalan di perusahaan baik dari dokumen tertulis maupun Kebijakan K3 implementasinya. Memastikan apakah sasaran (objektif) K3 sudah terpenuhi atau telah sejalan dengan persyaratan yang Sasaran (objektif) K3 telah ditetapkan. Menilai kecukupan Identifikasi bahaya, penilaian risiko dan proses pengendalian bahaya yang sudah dibuat . Melihat tingkat risiko yang ada saat ini di perusahaan dan HIRARC menilai kefektifitasan tindakan pengendalian Tingkat risiko dan Melihat apakah peralatan tanggap darurat yang ada pengendalian sudah memenuhi standard dan member penilaian pada pelatihan tanggap darurat yang ada Melihat kecukupan sumberdaya yang ada dimulai dari Tanggap darurat mesin hingga tenaga kerja. (kesesuaian antara work load dengan capacity dan capability) Melihat rekaman accident dan insiden yang terjadi Sumber daya Melihat dokumentasi pelatihan tanggap darurat yang dilaksanakan (data peserta, judul pelatihan) Melihat dokumentasi ketidak sesuaian yang pernah dilakukan dari hasil sebelumnya Dokumentasi

Prosedur Tinjauan Manajemen No.D007/SMK3

Tinjauan Sasaran (objektif) K3


Hasil tinjauan No. Aspek Objective Target Pencapaian 1 2 3 K3 Fire Limbah Menekan angka kecelakaan dan kesakitan 75% Mencegah Kebakaran Mencegah kerusakan lingkungan 85% 75% Saran

Tinjauan Tingkat Risiko dan Pengendalian

No 1

Kegiatan

Potensi bahaya

Risk Kecelakaan S 15

Pembelian bahan baku Transportasi

Risk rating LLRR 345 (priority 3memerlukan perhatian)

Control Baik Pengawasan cara berkendara-pemakaian seat belt SOP-berkendara yang aman Shift work Perbaikan hygiene industri Pelaksanaan house keeping yang baik Shift work Perbaikan hygiene industri Pelaksanaan house keeping yang baik Pemasangan ventilasi

Hasil Tinjauan CukupKurang

Saran

Ergonomic 2 Pembuat Sortasi an tahu (pemilihan bahan)

Low back pain Cross contaminant

5 1

1 10

Bakteri/jamur

5 (acceptable) 10 (acceptable)

Ergonomic Perendaman Bakteri/jamur

Low back pain Cross contaminant

5 1

1 10

5 (acceptable) 10 (acceptable)

Penghancura n

Suhu

Dehidrasi,

10

10 (acceptable)

Prosedur Tinjauan Manajemen No.D007/SMK3


/penggilingan gampang lelah agar sirkulasi udara berjalan lancer 50 3 150 (substansialmengharuskan adanya perbaikan) 10 (acceptable) Pemilihan tabung gas yang baik Pemasangan tabung gas yang benar Menyediakan APAR Pemasangan ventilasi agar sirkulasi udara berjalan lancer Pemilihan tabung gas yang baik Pemasangan tabung gas yang benar Menyediakan APAR Penggunaan APD-sarung tangan

Gas

Kebakaran

Pemanasan

Suhu

Dehidrasi/muda h lelah Kebakaran

10

Gas

50

3 4

Pendinginan /pengentala n Pemotongan Pemasakan tahu

Bahan kimia

Iritan

150 (substansialmengharuskan adanya perbaikan) 15 (acceptable)

Alat pemotong Gas

Kecelakaan/ Terpotong Kebakaran

1 50

6 3

Minyak panas

Kecelakaanterkena minyak panas

15

Suhu

Dehidrasi/muda h lelah

10

6 (acceptable) 150 (substansialmengharuskan adanya perbaikan) 90 (substansialmengharuskan adanya perbaikan) 10 (acceptable)

Shift work Pemasangan ventilasi agar sirkulasi udara berjalan lancer

Shift work

Pemilihan tabung gas yang baik Pemasangan tabung gas yang benar Menyediakan APAR

Prosedur Tinjauan Manajemen No.D007/SMK3


5 6 Packing Pemasaran Ergonomi Bakteri/jamur Low back pain Cross contaminant 5 1 1 3 5 (acceptable) 3 (acceptable) Shift work Peningkatan hygiene industri Peningkatan sanitasi House keeping yang baik

Anda mungkin juga menyukai