P. 1
Profil_Ekon_2011

Profil_Ekon_2011

|Views: 33,484|Likes:
Dipublikasikan oleh fantau

More info:

Published by: fantau on Oct 17, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/07/2012

pdf

text

original

Profil 2011

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia
Jl. Lapangan Banteng Timur 2 - 4 Jakarta Pusat 10710

www.ekon.go.id

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia

Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka

Profil 2011
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia

(Pidato HUT Proklamasi 1963 - Bung Karno)

Daftar isi
01 03 04 07 08 09 11 12 Kata Pengantar Sejarah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Visi dan Misi Tujuan Sasaran Strategis Alur Sasaran Pembangunan Rencana Pembangunan Nasional Prioritas Nasional Strategy Map Menko Bidang Perekonomian Wide Kedudukan, Tugas, Fungsi dan Kewenangan Struktur Organisasi Daftar Nama Pejabat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
Hak Cipta © 2011 Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Hak Cipta dilindungi Undang-undang ISSN 1858-2672 Diterbitkan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Sumber Foto : Dokumentasi Bagian Hubungan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Farid Gaffar, Nugrohon W. Widodo Akses melalui : www.ekon.go.id Kritik dan Saran : humas@ekon.go.id Korespondensi : Biro Persidangan dan Hubungan Masyarakat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Gedung AA Maramis II Lt. 2 Jakarta Pusat 10710

Kata Pengantar

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya maka Buku Profil Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian 2010-2014 ini dapat terselesaikan dengan baik. Buku ini merupakan salah satu produk untuk pemenuhan hak masyarakat dalam mendapatkan informasi berdasarkan UU No. 14 Tahun 2009 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Buku ini juga diharapkan mampu menggambarkan secara garis besar tentang apa, siapa dan bagaimana Kinerja Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dalam Kabinet Indonesia Bersatu II. Berbagai data dan informasi menjelaskan program-program di bidang perekonomian yang sejalan dengan sasaran pembangunan 2010-2014 yang terdapat dalam Rancangan Pembangunan Nasional 2010-2014. Kami menyadari masih banyak kekurangan dan ketidaksempurnaan dalam penyusunannya. Untuk itu, kami harapkan masukan dan kritik yang dapat disampaikan melalui www.ekon.go.id. Tak lupa kami juga menyampaikan terima kasih ke p a d a s e m u a p i h a k y a n g membantu menyelesaikan penyusunan buku ini. Semoga buku Profil Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian tahun 2010-2014 ini dapat memberikan manfaat bagi semua kementerian lembaga khususnya di bidang perekonomian, pemerintah daerah, universitas, dunia usaha dan masyarakat. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

13 20

22 24 25

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian ttd Eddy Abdurrahman

01

KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN

Sejarah
ERA DEMOKRASI TERPIMPIN KABINET DWIKORA II Periode 24 Februari 1966 - 28 Maret 1966 KABINET DWIKORA III Periode 28 Maret 1966 - 25 Juli 1966 KABINET AMPERA I Periode 25 Juli 1966 - 17 Oktober 1967 KABINET AMPERA II Periode 17 Oktober 1967 - 6 Juni 1968 ERA ORDE BARU KABINET PEMBANGUNAN I Periode 6 Juni 1968 - 28 Maret 1973 KABINET PEMBANGUNAN II Periode 28 Maret 1973 - 29 Maret 1978 KABINET PEMBANGUNAN III Periode 29 Maret 1978 - 19 Maret 1983 KABINET PEMBANGUNAN IV Periode 19 Maret 1983 - 23 Maret 1988 KABINET PEMBANGUNAN V Periode 23 Maret 1988 - 17 Maret 1993 KABINET PEMBANGUNAN VI Periode 17 Maret 1993 - 14 Maret 1998 KABINET PEMBANGUNAN VII Periode 14 Maret 1998 - 21 Mei 1998 ERA REFORMASI KABINET REFORMASI PEMBANGUNAN Periode 21 Mei 1998 - 26 Oktober 1999 Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada jaman orde baru terbentuk pada tanggal 25 Juli 1966 dengan nama Kementerian Utama Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri (EKUIN) yang pada saat itu dijabat oleh Sri sultan Hamengkubuwono IX yang juga menjabat sebagai Raja Kesultanan Yogyakarta ke-9 dengan gelas Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Kanjeng Sultan Hamengkubuwono Senopati Ing Alogo Ngabdurrokhman Sayidin Panotogomo Kholifatulloh Ingkang Kaping Songo. Kementerian ini tergabung dalam Kabinet Ampera I yang menggantikan Kabinet Dwikora (Kabinet soekarno). Tugas kabinet yang dipimpin presidium ini adalah melaksanakan program stabilisasi dan rehabilitasi yang berkonsentrasi pada p e n ge n d a l i a n i n f l a s i , p e n c u ku p a n penghidupan pangan, rehabilitasi prasarana dan pembangunan nasional. Kementerian ini mempunyai tugas membantu presiden dalam mengkoordinasikan perencanaan dan penyusunan kebijakan, serta mensinkronkan pelaksanaan kebijakan di bidang perekonomian. Pemenrintahan dan pembangunan yang selalu bergerak dinamis telah menuntut kementerian ini untuk terus berkembang sehingga beberapa kali berganti nama dan pimpinan. Nama " Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian" sendiri baru dimulai pada tahun 2000 saat dipimpin oleh Rizal Ramli. Pada saat ini banyak masyarakat yang menyebut institusi ini dengan Menko Ekuin.

KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN

L

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia
Jl. Lapangan Banteng Timur 2- 4, Jakarta Pusat 10710 Telp. (021) 3521835, Fax. (021) 35116432

KABINET PERSATUAN NASIONAL Periode 26 Oktober 1999 - 9 Agustus 2001

KABINET GOTONG-ROYONG Periode 9 Agustus 2001 - 21 Oktober 2004 KABINET INDONESIA BERSATU I Periode 21 Oktober 2004 22 Oktober 2009 KABINET INDONESIA BERSATU II Periode 22 Oktober 2009 Sedang Menjabat

02

P

R

O

F

I

03

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI
IR. HATTA RADJASA Kabinet Indonesia Bersatu II SRI MULYANI INDRAWATI Kabinet Indonesia Bersatu I PROF. DR. BOEDIONO Kabinet Indonesia Bersatu I IR. ABURIZAL BAKRIE Kabinet Indonesia Bersatu I PROF. DR. DORODJATUN KUNTJORO JAKTI Kabinet Gotong-royong IR. BURHANUDDIN ABDULLAH, M.A. Kabinet Persatuan Nasional DR. RIZAL RAMLI Kabinet Persatuan Nasional DR. KWIK KIAN GIE Kabinet Persatuan Nasional Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Periode 2009 s.d. sekarang Plt. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Periode 2008 s.d. 2009 Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Periode 2005 s.d. 2008 Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Periode 2004 s.d. 2005 Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Periode 2001 s.d. 2004 Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Periode 12 Juni s.d. 19 Agustus 2001 Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Periode 2000 s.d. 2001 Menteri Negara Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri (EKUIN) Periode 1999 s.d. 2000 Menteri Negara Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, & Industri (EKUIN)/Kepala BAPPENAS Periode 1998 s.d. 1999 Menteri Negara Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pengawasan Pembangunan (EKKU dan WASBANG) Periode 1993 s.d. 1998 Menteri Negara Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, Industri dan Pengawasan Pembangunan (EKUIN dan WASBANG) Periode 1988 s.d. 1993 Menteri Negara Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, Industri dan Pengawasan Pembangunan (EKUIN dan WASBANG) Periode 1983 s.d. 1988 Menteri Negara Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan (EKUIN) dan merangkap Ketua BAPPENAS Periode 1973 s.d. 1983 Menteri Utama Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri (EKUIN) Periode 1966 s.d. 1973
PROF. DR. WIDJOJO NITISASTRO SRI SULTAN HAMENGKUBUWONO IX PROF. DR. SALEH AFIFF DRS. RADIUS PRAWIRO PROF. DR. ALI WARDHANA DR. RIZAL RAMLI DR. KWIK KIAN GIE PROF. DR. GINANJAR KARTASASMITA IR. ABURIZAL BAKRIE PROF. DR. DORODJATUN KUNTJORO JAKTI IR. BURHANUDDIN ABDULLAH, M.A. IR. HATTA RADJASA SRI MULYANI INDRAWATI PROF. DR. BOEDIONO

PROF. DR. GINANJAR KARTASASMITA Kabinet Pembangunan VII Kabinet Reformasi Pembangunan PROF. DR. SALEH AFIFF Kabinet Pembangunan VI

DRS. RADIUS PRAWIRO Kabinet Pembangunan V

KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN

PROF. DR. ALI WARDHANA Kabinet Pembangunan IV

F

I

L

PROF. DR. WIDJOJO NITISASTRO Kabinet Pembanguna II Kabinet Pembanguna III SRI SULTAN HAMENGKUBUWONO IX Kabinet Dwikora III Kabinet Pembangunan I

04

P

R

O

05

Visi dan Misi

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menetapkan VISI sebagai berikut : “Terwujudnya lembaga koordinasi dan sinkronisasi pembangunan ekonomi yang efektif dan berkelanjutan" Visi ini menunjukkan bahwa Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang mempunyai tugas mengkoordinasikan rencana dan penyusunan kebijakan serta sinkronisasi pelaksanaan kebijakan untuk mewujudkan : I) Pertumbuhan perekonomian yang diinginkan melalui peningkatan investasi dan ekspor; II) Penurunan tingkat pengangguran melalui penciptaan lapangan kerja; III) Serta penurunan tingkat kemiskinan dan kesenjangan melalui revitalisasi pertanian dan perdesaan. Pembangunan perekonomian tersebut dapat mewujudkan perekonomian nasional yang mandiri, memperkokoh kondisi dalam negeri yang tangguh dalam menghadapi tantangan era globalisasi, sehingga diharapkan dapat menaikkan taraf hidup serta membawa masyarakat Indonesia menuju masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera.

Adapun MISI Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, yaitu : "Meningkatkan koordinasi perencanaan dan penyusutan kebijakan serta mensinkronkan pelaksanaan kebijakan di bidang perekonomian" Misi tersebut disusun dengan mempertimbangkan adanya reformasi di bidang ekonomi, perkembangan perekonomian dalam negeri maupun internasioanal, kondisi era globalisasi yang semakin kompetitif, serta kebutuhan atau tuntutan dari masyarakat yang menginginkan adanya akuntabilitas penyelenggaraan pemerintajan yang bersih. Misi tersebut juga mengisyaratkan adanya upaya untuk meningkatkan koordinasi, sinkronisasi dan kerjasama yang lebih baik dalam pengembangan perekonomian nasional, melalui koordinasi kebijakan : 1. 2. 3. 4. Pengembangan Kebijakan Makro Ekonomi dan Keuangan Pengembangan Daerah Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Penyusunan Tata Ruang Nasional Percepatan Pembangunan Infrastruktur

KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN

06

P

R

O

F

I

L

Foto : NOEGROHO W. WIDODO (f.O.c.u.s)

07

Sasaran Strategis
Sasaran strategis yang ingin dicapai adalah sinkronisasi dan koordinasi dalam : 1. Peningkatan pertumbuhan ekonomi; 2. Pengurangan tingkat pengangguran; 3. Ketersediaan pasokan dan keterjangkauan bahan pangan pokok untuk seluruh lapisan masyarakat; 4. Kelanjutan revitalisasi pertanian, perikanan, dan kehutanan; 5. Pertumbuhan ekonomi perdesaan dalam rangka ketahanan pangan dan energi; 6. Peningkatan koordinasi perencanaan kebijakan dan sinkronisasi implementasi kebijakan sektor energi, sumber daya mineral, dan kehutanan guna mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi; 7. Peningkatan koordinasi perencanaan kebijakan dan sinkronisasi implementasi kebijakan percepatan penggunaan energi alternatif dalam rangka mendukung ketahanan energi; 8. Penguatan tata kelola dan akuntabilitas implementasi pengelolaan industri ekstraktif (Extractive Industries Transparancy Initiative /EITI); 9. Percepatan pertumbuhan industri nasional, peningkatan ekspor nonmigas yang memiliki nilai tambah tinggi dan nilai inovasi, meningkat dan meratanya pertumbuhan investasi langsung, meningkatnya peran UMKM dan industri jasa termasuk pariwisata; 10. Pengurangan ketimpangan pembangunan antarwilayah; 11. Peningkatan dukungan infrastruktur dan pembangunan transportasi untuk pertumbuhan perekonomian; 12. Peningkatan kerja sama ekonomi bilateral, multilateral, dan regional yang mendukung dan mendorong pertumbuhan ekonomi; 13. Peningkatan budaya organisasi berbasis kinerja dan kompetensi; 14. Penguatan tata kelola organisasi yang baik. Sasaran strategis Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian merupakan bagian integral dalam proses perencanaan strategis dan merupakan dasar yang kuat untukmengendalikan dan memantau pencapaian kinerja organisasi. Lebih jauh sasaranstrategis ini diharapkan menjamin suksesnya pencapaian kinerja jangka panjang yang sifatnya menyeluruh bagi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan kinerja nasional yang ditetapkan Presiden dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional periode 2010-2014. Dengan demikian, apabila seluruh sasaran yang ditetapkan dapat dicapai, maka diharapkan tujuan strategis yang terkait juga telah dapat dicapai. Selanjutnya, pada masing-masing sasaran ditetapkan substitusi kegiatan yang akan dilakukan untuk mencapai sasaran.

5. Reformasi Pengelolaan Sumber Daya Air dan Jaringan Irigasi 6. Pengembangan Desentralisasi Fiskal 7. Pengembangan Pemanfaatan SDA, pertambangan, dan kehutanan 8. Revitalisasi Perindustrian dan Perdagangan 9. Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah 10. Memperluas Kesempatan Kerja melalui Pertumbuhan Ekonomi yang didorong oleh Peningkatan Investasi dan ekspor 11. Peningkatan Investasi 12. Pengembangan Revitalisasi Pertanian dan Peikanan 13. Peningkatan Kerjasama Ekonomi Internasional Pengembangan Lembaga Keuangan 14. Pengembangan Informasi Kebijakan Perekonomian Pengembangan Usaha yang Kondusif 15. Pembangunan Sarana Akses Publik di Bidang Pereonomian 16. Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai dalam koordinasi pembangunan perekonomian adalah : "Sinkronisasi dan Koordinasi perencanaan, penyusunan, dan pelaksanaan kebijakan bidang perekonomian yang efektif dalam meningkatkan daya saing perekonomian” Dengan dirumuskannya tujuan strategis ini maka Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dapat secara tepat mengetahui apa yang harus dilakukan oleh organisasi untuk mewujudkan visi dan misinya dalam waktu tahun 2010-2014 dengan mempertimbangkan sumber daya, dana, sarana, dan prasarana yang dimiliki. Selain itu, rumusan tujuan strategis ini untuk memantau dan mengukur sejauh mana pencapaian visi, misi, dan kinerja organisasi tercapai.

KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN

Strategi

L

Untuk mencapai sasaran strategis tersebut diatas akan ditempuh melalui strategi: 1. Meningkatkan koordinasi perekonomian Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah; 2. Memastikan terlaksananya koordinasi antar daerah; 3. Menjaga dan memperbaiki sinkronisasi dan koordinasi Kementerian/Lembaga dibawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

08

P

R

O

F

I

09

Alur sasaran pembangunan

SASARAN PEMBANGUNAN 2010 - 2014

RP JMN 2010-2011 Pendapatan per kapita 2010 -2-14

Rp. 000 14000 12000

US$ 5000 4500 4000 3500 3000

Pertumbuhan Ekonomi

Rata-rata 6,3 - 6,8 persen per tahun

10000 3500 8000 3000 2500 2000 4000 1500 2000 1000 500 1 2 3 4 5

Inflasi

6000

Sebelum 2014 tumbuh 7 persen, tahun 2014 berkisar 7 - 7,7 persen

Tingkat Pengangguran

Rata-rata 4 - 6 persen per tahun
KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN

0

Harga Riil Konstan Tahun 2000 (Rp. Ribu, sumbu kiri) L PDB per Kapita (US$, sumbu kanan) PDB per Kapita (US$ kurs 9000, sumbu I

Tingkat Kemiskinan

8 - 10 persen pada akhir 2014

P

R

O

F

Foto : EKON

10

11

Rencana pembangunan nasional
RPJMN PRIORITAS NASIONAL RPJP (2005 -2025)
RPJM 4 (2020-2024) RPJM 2 (2010-2014) RPJM 3 (2015-2019) Mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan makmur melalui percepatan pembangunan di berbagai bidang dengan menekankan terbangunnya struktur perekonomian yang kokoh berlandaskan keunggulan kompetitif

Prioritas nasional

1

Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola

RPJM 1 (2005-2009)

2

Pendidikan

Menata Kembali NKRI, membangun Indonesia yang aman dan damai, yang adil dan demokratis, dengan tingkat kesejahteraan yang lebih baik

Memantapkan penataan kembali NKRI, meningkatkan kualias SDM, membangun kemampuan iptek, memperkuat daya saing perekonomian.

Memantapkan pem-bangunan secara menyeluruh dengan menekankan pembangunan keunggulan kompetitif perekonomian yang berbasis SDA yang tersedia, SDM yang berkualitas, serta kemampuan Iptek

3

Kesehatan

4

Penanggulangan Kemiskinan

5

Ketahanan Pangan

11 Prioritas Nasional Kabinet Indonesia
6 Infrastruktur

RPJMN 2005-2024, Undang- Undang No. 17 Tahun 2007

Bersatu II 2009-2014
7 Energi

PRIORITAS NASIONAL RPJMN 2010-2014 RPJMN 2010-2014
8 Iklim Investasi dan Iklim Usaha

9
RKP 2010
L

Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Bencana

KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN

RKP 2011
PENEKANAN SESUAI TEMA “PERCEPATAN PERTUMBUHAN EKONOMI YANG BERKEADILAN DIDUKUNG PEMANTAPAN TATA KELOLA DAN SINERGI PUSAT DAERAH”

RKP 2012
DITENTUKAN DALAM PROSES PENYUSUNAN RKP 2012

RKP 2013
DITENTUKAN DALAM PROSES PENYUSUNAN RKP 2013

RKP 2014
DITENTUKAN DALAM PROSES PENYUSUNAN RKP 2014

PEMULIHAN PEREKONOMIAN NASIONAL DAN PEMELIHARAAN KESEJAHTERAAN RAKYAT

10

Daerah Tertinggal, Terdepan, Terluar, & Pasca-konflik

I

11

Kebudayaan, Kreativitas dan Inovasi Teknologi

O

F

- Inpres 1/2010 tentang Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan Nasional. - Inpres 3/2010 tentang Program Pembangunan yang Berkeadilan

12

P

R

13

Prioritas Nasional

Bidang Perekonomian

Sejalan dengan agenda pertama dalam Rencana Pembangunan Nasioanal Jangka Menengah Nasional (RPJMN) periode II tahun 2010- 2014 yaitu Pembangunan Ekonomi dan Peningkatan Kesejahteraan Rakyat dengan upaya menurunkan kemiskinan dan angka pengangguran sasaran Millennium Development Goals (MDG); peningkaan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) menuju ekonomi produktif dan ekonomi kreatif; mendorong sektor riil dan kewirausahaan melalui peningkatan pemberdayaan UMKM dan koperasi; dan menjaga stabilitas ekonomi makro maka pembangunan perekonomian nasional lima tahun ke depan diarahkan pada prioritas-prioritas pembangunan nasional sebagai berikut:

c. PRIORITAS BIDANG IKLIM INVESTASI DAN IKLIM USAHA Tema Prioritas: Peningkatan investasi melalui perbaikan kepastian hukum, penyederhanaan prosedur, perbaikan sistem informasi, dan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Substansi Inti: • Kepastian hukum • Penyederhanaan prosedur • Logistik nasional • Sistem informasi • Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)

a. PRIORITAS BIDANG INFRASTRUKTUR Tema Prioritas: Pembangunan infrastruktur nasional yang memiliki daya dukung dan daya gerak terhadap pertumbuhan ekonomi dan sosial yang berkeadilan dan mengutamakan kepentingan masyarakat umum di seluruh bagian negara kepulauan Republik Indonesia dengan mendorong partisipasi dunia usaha dan masyarakat. Substansi Inti: • Tanah dan tata ruang • Jalan • Perhubungan • Perumahan rakyat • Pengendalian banjir • Telekomunikasi • Transportasi perkotaan

d. PRIORITAS BIDANG ENERGI Tema Prioritas: Pencapaian ketahanan energi nasional yang menjamin kelangsungan pertumbuhan nasional melalui restrukturisasi kelembagaan dan optimasi pemanfaatan energi alternatif seluas-luasnya. Substansi Inti: • Kebijakan • Restrukturisasi BUMN • Kapasitas energi • Energi alternatif • Hasil ikutan dan turunan minyak bumi/gas • Konversi menuju penggunaan gas

b. PRIORITAS BIDANG KETAHANAN PANGAN Tema Prioritas: Peningkatan ketahanan pangan dan lanjutan revitalisasi pertanian untuk mewujudkan kemandirian pangan, peningkatan daya saing produk pertanian, peningkatan pendapatan petani, serta kelestarian lingkungan dan sumber daya alam. Peningkatan pertumbuhan PDB sektor pertanian sebesar 3,7% per tahun dan Indeks Nilai Tukar Petani sebesar 115120 pada 2014. Substansi Inti: • Lahan, Pengembangan Kawasan dan Tata Ruang Pertanian • Infrastruktur • Penelitian dan Pengembangan • Investasi, Pembiayaan, dan Subsidi • Pangan dan Gizi • Adaptasi Perubahan Iklim Dalam mendukung pencapaian kinerja prioritas di bidang ketahanan pangan, dilakukan koordinasi kebijakan ketahanan pangan dengan keluaran meningkatnya koordinasi kebijakan pangan yang diukur dengan indikator: a. Persentase rekomendasi hasil koordinasi kebijakan bidang ketahanan pangan. b. Persentase rekomendasi kebijakan hasil koordinasi yang ditindaklanjuti dalam pelaksanaan kebijakan bidang ketahanan pangan. c. Persentase hasil rekomendasi kebijakan hasil kajian kebijakan yang diimplementasikan bidang ketahanan pangan.
KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN

P

R

O

F

I

L

Foto : EKON

14

15

Arah Kebijakan dan Strategi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian

1. Prioritas Bidang Infrastruktur : Koordinasi kebijakan penanganan dan pemanfaatan tanah untuk kepentingan umum secara menyeluruh di bawah satu atap dan pengelolaan tata ruang secara terpadu. Prioritas bidang infrastruktur ini dilaksanakan melalui rencana aksi sebagai berikut: a) Penyusunan Peraturan Perundang-undangan tentang pengadaan lahan. b) Mengoptimalkan peran independen appraisal dalam penentuan harga tanah. c) Memastikan ketersediaan dana untuk pembebasan lahan oleh pemerintah. d) Sinkronisasi dan mendorong penyelesaian Perda-perda RTRW provinsi, kabupaten/kota. e) Sinkronisasi dan penyelesaian Perpres RTR kawasan-kawasan strategis nasional. f) Koordinasi dan sinkronisasi pengembangan urusan penataan ruang dan pengembangan wilayah. g) Koordinasi dan sinkronisasi pengembangan urusan infrastruktur sumber daya air. h) Koordinasi dan sinkronisasi pengembangan urusan perumahan. i) Koordinasi dan sinkronisasi pengembangan urusan telematika dan utilitas. 2. Prioritas Bidang Ketahanan Pangan : a) Program penerapan sistem dan reformasi regulasi di bidang komoditi pangan. b) Penerapan subsidi pertanian terpadu. c) Kelancaran arus bahan pangan. d) Investasi usaha pangan skala luas. e) Pengembangan kawasan khusus pangan dan pertanian. f) Adaptasi lingkungan untuk ketahanan pangan. Program-program tersebut dilaksanakan melalui rencana aksi: a) Revisi Inpres Perberasan. b) Penetapan peraturan tentang subsidi pertanian. c) Penetapan peraturan tentang DAK Adaptasi Lingkungan. d) Penetapan Perpres ketentuan Investasi dan Usaha Pangan Skala Luas. e) Perpres Pengembangan Kawasan Pertanian dan Pangan Merauke. f) Pembangunan pabrik gula, pengelolaan impor dan kebijakan biaya masuk gula. g) Penetapan pengembangan kawasan industri terpadu berbasis sawit. h) Koordinasi pengembangan urusan pangan. i) Koordinasi pengembangan urusan perikanan dan peternakan. j) Koordinasi bidang perkebunan dan hortikultura. k) Koordinasi pengembangan dan pengelolaan urusan sarana dan prasarana pertanian dan kelautan khususnya perikanan. l) Koordinasi pengembangan urusan kelembagaan dan pembiayaan pertanian dan kelautan khususnya perikanan.

3. Prioritas Bidang Ketahanan Energi : a) Koordinasi Energi, Sumber Daya Mineral, dan Kehutanan : 1) Koordinasi penyempurnaan kebijakan dan peraturan subsidi BBM dan listrik. Koordinasi ini dilaksanakan melalui rencana aksi sebagai berikut: (a) Melakukan kajian terhadap kebijakan dan peraturan yang berkaitan dengan subsidi. (b) Melakukan revisi terhadap kebijakan dan peraturan yang berkaitan dengan subsidi. (c) Menetapkan kebijakan harga energi. (d) Menetapkan peraturan pelaksanaan di bawah UU bidang energi. (e) Menetapkan kebijakan DMO (Domestic Market Obligation) bidang energi. (f) Menetapkan pemanfaatan energi terbarukan (biofuel, panas bumi, tenaga surya, dan sebagainya). 2) Koordinasi percepatan penanganan krisis listrik, peningkatan produksi minyak dan gas bumi, pertambangan, dan pelestarian hutan. Koordinasi ini dilaksanakan melalui rencana aksi sebagai berikut: (a) Penetapan kebijakan pemerintah berupa Peraturan Perundangundangan. (b) Fasilitasi kebutuhan pendanaan. 4. Prioritas Bidang Investasi dan Iklim Usaha : a) Reformasi regulasi secara bertahap di tingkat nasional dan daerah. Mempercepat penyelesaian Peraturan Pelaksanaan UU No. 25 tahun 2007 tentang penanaman modal, antara lain Peraturan Pemerintah tentang Perizinan dan Non Perizinan. b) Implementasi Perpres No. 27 tahun 2009 tentang Sistem Pelayanan Informasi dan Perizinan Investasi Secara Elektronik (SPIPISE) pada Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di beberapa kota. c) Penataan dan pengembangan Sistem Logistik Nasional yang menjamin kelancaran arus barang dan mengurangi biaya transaksi/ekonomi biaya tinggi. d) Peningkatan Ekspor dan Peningkatan Investasi (PEPI). e) Perbaikan Peraturan Perundang-undangan yang menghambat atau berpotensi menghambat investasi dan memastikan efektivitas implementasi perbaikan peraturan tersebut. 5. Prioritas Bidang Revitalisasi Industri dan Jasa : Koordinasi kebijakan pengembangan industri manufaktur difokuskan kepada sektor atau isu tertentu, seperti: 1). Kebijakan pengembangan industri otomotif yang hemat energi, ramah lingkungan dan terjangkau (low cost and green car); 2). Revitalisasi industri pupuk; 3). Revitalisasi industri strategis; 4). Revitalisasi industri tekstil; 5) Revitalisasi industri alas kaki;

KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN

16

P

R

O

F

I

L

Foto : EKON

17

Strategy Map
Menko Bidang Perekonomian Wide

Arah Kebijakan dan Strategi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian

Stakeholders : - DPR / Rakyat Indonesia - KeDep.an / Lembaga / Pemda yang dikoordinir

SS.6 Menyampaikan laporan pelaksanaan kebijakan di bidang perekonomian yang berkualitas, akurat dan tepat waktu

SS.7 Melakukan koordinasi dansinkronisasi pelaksanaan kebijakan secara efetif

Tujuan Strategis : Sinkronisasi dan koordinasi perencanaan, penyusunan dan pelaksanaan kebijakan kebijakan bidang perekonomian yang efektif dalam meningkatkan daya saing perekonomian

SS.4 Terwujudnya Implementasi Program Penerapan & Program Kerja yang Efektif

SS.3 Pertumbuhan ekonomi

6. Prioritas Bidang Pembangunan Transportasi : Prioritas pembangunan transportasi ini dilaksanakan melalui sinkronisasi dan koordinasi rencana aksi sebagai berikut: a) Menyusun blueprint transportasi multimoda; b) Debottlenecking sistem rantai pasok logistik dari aspek infrastruktur, regulasi, dan biaya; c) Membangun proyek percontohan aplikasi transportasi multimoda, termasuk untuk mengurangi beban transportasi kontainer melalui jalan raya; d) Menyusun perencanaan jaringan transportasi yang terintegrasi; e) Meningkatkan dukungan terhadap transportasi rakyat dan perintis; f) Meningkatkan investasi pemerintah dan swasta di sektor transportasi; g) Membatasi penggunaan kendaraan pribadi; h) Meningkatkan pelayanan angkutan umum masal; i) Melakukan pengawasan terhadap emisi gas buang kendaraan bermotor; j) Meningkatkan keselamatan dan kepatuhan untuk semua komponen transportasi; k) Percepatan internasionalisasi transportasi udara dan laut. 7. Prioritas Bidang Lain : a) Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan : Selain melalui penyaluran KUR, peningkatan akses pembiayaan kepada UMKM juga akan dikembangkan melalui integrasi Lembaga Keuangan Mikro (LKM) ke dalam sistem keuangan nasional. b) Koordinasi Industri dan Perdagangan : 1) Koordinasi Kebijakan Peningkatan dan Pengembangan Ekspor. 2) Koordinasi Pembentukan Lembaga Pengelola National Single Window (NSW). 3) Koordinasi Kebijakan Peningkatan Efisiensi Distribusi dan Pengawasan Barang Dalam Negeri. 4) Koordinasi Pemberdayaan UMKM dan Peningkatan Industri Pariwisata. 5) Koordinasi Kerjasama Ekonomi dan Pembiayaan Internasional.

SS.8 Meningkatkan efetifitas danintensitas kajian untuk mendukung koordinasiperumusan kebijakan

SS.1 Penurunan tingkat kemiskinan dan kesenjangan

Stabilisasi Ekonomi dan Stimulus Fiskal

SS.5 Meningkatkan efektifitas monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan

Pengembangan Infrastruktur

Ketahanan Energi

SS.10 Membangun organisasi yang modern dan kultur kerja yang berbasis kinerja

Perbaikan Iklim Investasi

Organisasi

SS.11 Membangun sistem iformasi yang terintegrasi dan handal

Informasi

SS.12 Mewujudkan dan mengimplementasikan Tata Kelola yang baik

Good Governance

6) Revitalisasi industri semen; 7) Industri kreatif; 8) Industri elektronik; 9) Industri telematika; 10)Industri wisata bahari; 11)Industri kecil berbasis kompetensi di wilayah tertentu (one village one product - OVOP).

Ketahanan Pangan

P

Perencanaan & Penyusunan

Pelaksanaan

Monitoring & Evaluasi

R

18

SS.9 Mengembangkan kualitas SDM melalui perekrutan dan penegembangan kompetensi

SS.2 Penurunan tingkat pengangguran

L

I

O

F

Foto : EKON

PENGELOLAAN SDM ORGANISASI & ICT

SDM

Bidang Koordinasi Ekonomi dan Pembiayaan Internasional Bidang Koordinasi Industri dan Perdagangan Bidang Koordinasi Pertanian dan Kelautan Bidang Koordinasi ESDM dan Kehutanan STRATEGIC DRIVERS : Koordinasi dan Sinkronisasi Kebijakan Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah

KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN

MEMENUHI HARAPAN STAKEHOLDER STRATEGIC OUTCOMES

19

Master Plan Percepatan Dan Perluasan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011 -2025
VISI INDONESIA 2025
Mewujudkan masyarakat Indonesia yang Mandiri, Maju, Adil dan Makmur

Inisiatif Strategis MP3EI

1. Mendorong realisasi investasi skala besar di 22 kegiatan ekonomi utama 2. Sinkronisasi rencana aksi nasional untuk merevitaliasasi kinerja sektor riil 3. Pengembangan center of excellence di setiap koridor ekonomi

STRATEGI UTAMA MP3EI

PENGEMBANGAN POTENSI EKONOMI MELALUI KORIDOR EKONOMI

PENGUATAN KONEKTIVITAS NASIONAL

PENGUATAN KEMAMPUAN SDM DAN IPTEK NASIONAL

KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN

Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono telah meluncurkan dokumen MP3EI sebagai Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia pada tanggal 27 Mei 2011 di Jakarta. Pada peluncuran MP3EI tersebut juga dilakukan peresmian 39 project dan infrastruktur groundbreaking yang tersebar pada koridor ekonomi yaitu Sei Mangkei (Sumut), Cilegon (Banten), Lombok (NTB), dan Timika (Papua).

I

L

PRINSIP DASAR MP3EI

PRINSIP DASAR DAN PRASYARAT KEBERHASILAN PERCEPATAN DAN PERLUASAN PEMBANGUNAN EKONOMI

20

P

R

O

F

21

MP3EI dirumuskan dengan semangat “Business as Not Usual”

Masterplan Merupakan KOMPLEMENTER dari Dokumen Perencanaan Pembangunan Nasional

Dinamika Perubahan

Di dalam proses penyusunan:
MP3EI mengedepankan terobosan strategi dan kebijakan: - Thinking out of the box!! oleh karenanya membutuhkan perubahan mindset - Menitikberatkan pada PENDEKATAN SOLUSI, bukan pada PENDEKATAN MASALAH YANG DIHADAPI agar diperoleh rumusan strategi dan kebijakan tidak hanya incremental, tetapi struktural

Sistem Perencanaan dan Penganggaran UU 25/2004 - UU 17/2003

- Lingkungan global (krisis 2008, BRCS, dll) - Komitmen Internasional (G2O, APEC, FTA, ASEAN, Climate Change) - Perkembangan sosial-ekonomi domestik

RPJPN 2005 - 2025

Tuntutan untuk mempercepat transformasi ekonomi nasional
Adaptasi, Integrasi, dan Akselerasi Pembangunan : FOKUSW dan KONKRET

RAN GRK REDD

!
BOTTOM LINE : Komplementer dan menjadi dokumen kerja

RPJPN 2010 - 2014

Masterplan Pembangunan Ekonomi Indonesia

PENDEKATAN MASALAH

PENDEKATAN SOLUSI
Regulasi serta Investasi publik dan PPP Rencana Aksi / Proyek Investasi Swasta dan PPP

MP3EI menitikberatkan pada percepatan transformasi ekonomi dengan pendekatan:

Peningkatan Value Added Mendorong Inovasi M e n g i n t e g ra s i k a n pendekatan sektoral dan Regional Memfasilitasi percepatan investasi swasta sesuai dengan dukungan yang dibutuhkan STRATEGI UTAMA INISIATIF STRATEGIK

“Strategi utama dioperasionalisasikan dalam inisiatif strategik”
Mendorong investasi BUMN, Swasta Nasional dan FDI dlm skala besar di 22 Kegiatan Ekonomi Utama (mendorong realisasi investasi melalui percepatan terselesainya hambatan yang dihadapi pelaku)
KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN

Pengembangan potensi melalui Koridor Ekonomi Memperkuat konektivitas nasional Mempercepat kemampuan SDM dan IPTEK Nasional

Pe Tr rce an p Ek f a on or tan om ma i si

Sinkronisasi rencana aksi nasional untuk merevitalisasi kinerja sektor riil (penetapan jadwal penyelesaian masalah peraturan nasional dan infrastruktur utama nasional)

I

L

Business as Usual
Waktu

Pemerintah berfungsi sebagai regulator, asilitator dan katalisator

PENTING

!

P

R

Pengembangan Center of Excellence di Setiap Koridor Ekonomi (mendorong pengembangan SDM dan IPTEK sesuai kebutuhan peningkatan daya saing)

O

F

Inisiatif Strategik adalah sebagai katalis terjadinya percepatan. Hal ini juga bisa memberikan dampak keyakinan para pengusaha atas upaya pemerintah

22

23

6 KORIDOR EKONOMI (KE)

Struktur Organisasi KP3EI (PERPRES 32 Tahun 2011)

Ketua : Presiden RI Wakil : Wakil Presiden RI

PELAKSANA HARIAN Ketua : Menko Perekonomian Wakil Ketua 1 : Menteri PPN Kepala Bapenas Wakil Ketua 2 : Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN)

SEKRETARIAT

6 KORIDOR EKONOMI (KE)

Tema Pembangunan Koridor

Sebaran Kegiatan Ekonomi Utama Berdasarkan Koridor Ekonomi (KE)
Kelapa sawit, Karet, Batubara, Perkapalan, Besi Baja, KSN Selat Sunda Tekstil, Makanan Minuman, Peralatan Transportasi, Telematika, Alustista, Perkapalan, Jabidetabek Area

Tim Kerja REGULASI

Tim Kerja KONEKTIVITAS

Tim Kerja SDM & IPTEK

KE SUMATERA

"Sentra Produksi dan Pengolahan Hasil Bumi dan Lumbung Energi Nasional"

KE JAWA

"Pendorong Industri dan Jasa Nasional"

KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN

KE KALIMANTAN
L I

"Pusat Produksi dan Pengolahan Hasil Tambang & Lumbung Energi Nasional"

Kelapa sawit, Perkayuan, Migas, Besi Baja, Bauksit, Batubara

KE SULAWESI
F

''Pusat Produksi dan Pengolahan Hasil Pertanian, Perkebunan, dan Perikanan serta Pertambangan Nikel Nasional'' ''Pintu Gerbang Pariwisata dan Pendukung Pangan Nasional''

Pertanian, Kakao, Perikanan, Nikel, Migas

Tim Kerja KE Sumatera

Tim Kerja KE Jawa

Tim Kerja KE Kalimantan

Tim Kerja KE Sulawesi

Tim Kerja KE Bali - NT

Tim Kerja KE Papua Kep. Maluku

KE BALI - NTT

Pariwisata, Perikanan, Peternakan

O

Catatan : * KE : Koridor Ekonomi

R

KE PAPUA - KEP. MALUKU
P

“Pusat Pengembangan Pangan, Perikanan, Energi dan Pertambangan Nasional”

Pertanian, Perikanan, Tembaga, Nikel, Migas

24

25

Kedudukan, tugas, fungsi dan kewenangan

Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian bahwa Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mempunyai tugas membantu presiden dalam menyinkronkan dan mengkoordinasikan perencanaan, penyusunan, dan pelaksanaan kebijakan di bidangnya. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyelenggarakan fungsi: a) sinkronisasi perencanaan, penyusunan, dan pelaksanaan kebijakan di bidangnya; b) koordinasi perencanaan, penyusunan, dan pelaksanaan kebijakan di bidangnya; c) pengendalian penyelenggaraan urusan kementerian sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b; d) pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawabnya; e) pengawasan atas pelaksanaan tugasnya; dan f) pelaksanaan tugas tertentu yang diberikan oleh Presiden.

Dalam melaksanakan tugas dan fungsi, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengkoordinasikan: a. Kementerian Keuangan; b. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral; c. Kementerian Perindustrian; d. Kementerian Perdagangan; e. Kementerian Pertanian; f. Kementerian Kehutanan; g. Kementerian Perhubungan; h. Kementerian Kelautan dan Perikanan; i. Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi; j. Kementerian Pekerjaan Umum; k. Kementerian Komunikasi dan Informasi; l. Kementerian Riset dan Teknologi; m. Kementerian Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah; n. Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal; o. Kementerian Badan Usaha Milik Negara.

KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN

P

R

O

F

I

L

Foto : EKON

26

27

Struktur organisasi
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian

Daftar nama pejabat kementerian koordinator bidang perekonomian

MENTERI KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN

Menteri Koordinator
NAMA Hatta Radjasa Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RUANG KERJA Gd. AA. Maramis II Lantai 4 Telp. Int : 2423 Telp. Eks : 3808384/3850119 Faksimile : 3440394

Samenko
Inspektorat

Sekretaris
NAMA Eddy Abdurrachman, M. Sc. Sekretaris Kementerian
Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Deputi Bidang Koordinasi Pertanian dan Kelautan Deputi Bidang Koordinasi Energi, Sumber Daya Mineral dan Kehutanan Deputi Bidang Koordinasi Industri dan Perdagangan Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Deputi Bidang Kerjasama Ekonomi dan Pembiayaan Internasional

RUANG KERJA Gd. AA. Maramis II Lantai 4 Telp. Int : 2410 Telp. Eks : 3852148 Faksimile : 3813324

Deputi
NAMA Erlangga Mantik Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan RUANG KERJA Gd. A.A. Maramis I Lantai 6 Telp. : 021 3521976 Faks. : 0213521862 Gd. A.A. Maramis II Lantai 6 Telp. : 0213521941 Faks. : 0213521909 Gd. A.A. Maramis II Lantai 5 Telp. : 021 –3500901 Faks. : 0213521986 Gd. A.A. Maramis II Lantai 5 Telp. : 0213521978 Faks. : 0213521971 Gd. A.A. Maramis II Lantai 5 Telp. : 021 –3511462 Faks.: 0213511644 Gd. A.A. Maramis I Lantai 6 Telp. : 021 –3521976 Faks. : 0213521862 -

Kemudian dalam Peraturan Presiden RI Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia, sebagaimana terakhir diubah dengan Peraturan Presiden RI Nomor 17 Tahun 2007 bahwa Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian terdiri dari: a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. l. m. n. Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan; Deputi Bidang Koordinasi Pertanian dan Kelautan; Deputi Bidang Koordinasi Energi, Sumber Daya Mineral dan Kehutanan; Deputi Bidang Koordinasi Industri dan Perdagangan; Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah; Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembiayaan Internasional; Sekretariat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Staf Ahli Bidang Hukum dan Kelembagaan; Staf Ahli Bidang Persaingan Usaha; Staf Ahli Bidang Penanggulangan Kemiskinan; Staf Ahli Bidang Investasi dan Kemitraan Pemerintah-Swasta; Staf Ahli Bidang Ketenagakerjaan; Staf Ahli Bidang Inovasi Teknologi dan Lingkungan Hidup; Inspektorat.

Diah Maulida Deputi Bidang Koordinasi Pertanian dan Kelautan Wimpy S. Tjetjep Deputi Bidang Koordinasi Energi, Sumber Daya Mineral dan Kehutanan Edy Putra Irawady Deputi Bidang Koordinasi Industri dan Perdagangan Luky Eko Wuryanto Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Rizal A. Lukman Plt. Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi dan Pembiayaan Internasional

KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN

28

P

R

O

F

I

L

29

Daftar nama pejabat kementerian koordinator bidang perekonomian

Staf ahli
NAMA Staf Ahli Bidang Hukum dan Kelembagaan dan Sektor Riil Supriyadi Staf Ahli Bidang Persaingan Usaha RUANG KERJA Gd. A.A. Maramis II Lantai 5 Telp. : 021 -3808386 Faks. : 021 -3521946 Gd. A.A. Maramis II Lantai 5 Telp. : 021 -3522138 Faks. : 021 -3521946 Gd. A.A. Maramis II Lantai5 Telp. : 021 -3441268 Faks. : 021 3521946 Gd. A.A. Maramis II Lantai 5 Telp. : 021 -3521972 Faks. : 021 3521946 Gd. A.A. Maramis II Lantai 5 Telp. : 021 -3521942 Faks. : 021 -3521946 Gd. A.A. Maramis II Lantai 5 Telp. : 021 -3521948 Faks. : 021 -3521946

W. Budi Santoso Staf Ahli Bidang Kemiskinan Staf Ahli Bidang Kemitraan Pemerintah - Swasta Arifien Habibie Staf Ahli Bidang Ketenagakerjaan

Raldi Hendro Koestoer Staf Ahli Bidang Inovasi Teknologi dan Lingkungan Hidup

Staf khusus
NAMA Amir Sambodo Staf Khusus Urusan Sinkronisasi Makro Ekonomi dan Sektor Riil Purbaya Yudhi Sadewa Staf Khusus Urusan Pemantauan Kebijakan Ekonomi Fanshurullah Asa Staf Khusus Urusan Pemantauan Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Hubungan Kelembagaan RUANG KERJA Gd. A.A. Maramis II Lantai 4 Telp. : 021 -3808384/3850119 Faks. : 021 -3440394 Gd. A.A. Maramis II Lantai 6 Telp. : 021 -3500905/3521984 Faks. : 021 -3521946 Gd. A.A. Maramis II Lantai 6 Telp. : 021 -3500905 Faks. : 021 -3521946
Foto : FARID GAFFAR

30

P

R

O

F

I

L

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->