BAB I PENDAHULUAN 1.

Pendahuluan Teori Keperawatan diklasifikasikan berdasarkan tingkat keabstrakannya, dimulai dari meta theory sebagai yang paling abstrak, hingga practice theory sebagai yang lebih konkrit. Level ke tiga dari teori keperawatan adalah Grand Theory yang menegaskan fokus global dengan board perspective dari praktik keperawatan dan pandangan keperawatan yang berbeda terhadap sebuah fenomena keperawatan. Grand Theory Keperawatan dibedakan dengan Teori Filosofi Keperawatan. Filosofi bersifat abstrak yang menunjukkan keyakinan dasar disiplin keperawatan dalam memandang manusia sebagai makhluk biologis dan respon manusia dalam keadaan sehat dan sakit, serta berfokus kepada respons mereka terhadap suatu situasi. Filosofi belum dapat diaplikasikan langsung dalam praktik keperawatan, sehingga perlu dijabarkan dan dibuat dalam bentuk yang lebih konkrit (less abstrac) yang dikembangkan lebih lanjut dalam bentuk paradigma keperawatan. Contohnya: Nightingale dalam mendefinisikan “Modern Nursing”. Sedangkan Grand theory keperawatan (Alligood, 2002), menyatakan teori pada level ini lebih fokus dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan praktisi keperawatan yang spesifik seperti spesifik untuk kelompok usia pasien, kondisi keluarga, kondisi kesehatan, dan peran perawat. Pandangan lain oleh Fawcett (1995) dalam Sell dan Kalofissudis (2004) mendefinisikan grand theory sebagai teori yang memiliki cakupan yang luas, kurang abstrak dibanding model konseptual tetapi tersusun atas konsep-konsep umum yang relatif abstrak dan hubungannya tidak dapat di uji secara empiris. Contohnya yaitu “Teori Roy (manusia sebagai sistem yang adaptif) berasal dari Roy Adaptation Mode”. The Roy’s Adaptation Model”, menjelaskan 4 (empat) elemen essensial dalam model adaptasi keperawatan yaitu: Manusia, lingkungan, Kesehatan dan Keperawatan. (Roys menjelaskan bahwa manusia memiliki sistem adaptasi terhadap berbagai stimulus atau stressor yang masuk. Mekanisme koping merupakan proses Keperawatan Keluarga Page 1

penterjemahan stimulus dengan dua sub system yaitu sub system kognator dan sub system regulator. Hasil dari proses adaptasi akan menghasilkan respon adaptive atau maladaptive. Secara spesifik Roys menyebutkan dengan istilah Manusia sebagai system Adaptive. Asuhan keperawatan dengan penerapan teori Roy melalui metode Prosses Keperawatan merupakan masalah yang menarik untuk dipelajari. Makalah ini akan menjelaskan Aplikasi The Roys Adaptation Model dalam pelayanan asuhan keperawatan dengan metode Proses Keperawatan. 2. Rumusan Masalah • • 3. Bagaimana pengertian dari model teori konsep keperawatan Roy? Bagaimana model teori adaptasi Roy diaplikasikan dalam konsep keperawatan keluarga? Tujuan • • Mengetahui pengertian dari model teori konsep keperawatan Roy. Mengetahui model teori adaptasi Roy diaplikasikan dalam konsep keperawatan keluarga.

Keperawatan Keluarga

Page 2

konsep diri. Selain konsep-konsep tersebut. Dalam Sebuah seminar dengan Dorrothy E.1 Model Konsep dan Teori Keperawatan Sister Calista Roy. Roy mengkombinasikan teori adaptasi Helson dengan definisi dan pandangan terhadap manusia sebagai sistem yang adaptif. konsektual stimuli dan residual stimuli.1980.1984. Mendefinisikan bahwa keperawatan merupakan suatu analisa proses dan tindakan sehubungan dengan perawatan sakit atau potensial seseorang untuk sakit. Roy menambahkan kerja adaptasi dari Helsen (1964) seorang ahli fisiologis – psikologis. Dimulai dengan pendekatan teori sistem. Roy menggambarkan kerja dari ahli-ahli lain di area adaptasi seperti Dohrenwend (1961). Roy juga mengadaptasi nilai “ Humanisme” dalam model konseptualnya berasal dari konsep A.1989) memandang klien sebagai suatu sistem adaptasi. Roy tertantang untuk mengembangkan sebuah model konsep keperawatan.roy. Teori adaptasi Suster Calista Roy (Roy dan Obloy. 1979. terhadap kemampuan koping manusia dapat meningkatkan derajat kesehatan. dan hubugan interdependensi selama sehat dan sakit (mariner-Tomery. Maslow untuk menggali keyakinan dan nilai dari manusia. Helsen mengartikan respon adaptif sebagai fungsi dari datangnya stimulus sampai tercapainya derajat adaptasi yang di butuhkan individu.BAB II PEMBAHASAN 2. ( 1970) Sebagai model yang berkembang. Setelah beberapa tahun. model ini berkembang menjadi sebagai Keperawatan Keluarga Page 3 . Derajat adaptasi dibentuk oleh dorongan tiga jenis stimulus yaitu : focal stimuli.1994). fungsi peran. tujuan dari keperawatan adalah membantu seseorang untuk beradaptasi terhadap perubahan kebutuhan fisiologis. Johnson. Untuk memulai membangun pengertian konsepnya. Konsep adaptasi mempengaruhi Roy dalam kerangka konsepnya yang sesuai dengan keperawatan. Menurut Roy humanisme dalam keperawatan adalah keyakinan. Sesuai dengan model Roy. Lazarus (1966). Sister Calissta Roy yang lahir di Los Angeles pada tanggal 14 Oktober 1939.H. Mechanic dan Selye (1978).

Tahun 1970. out put.Manusia Sebagai System Adaptive. Secara filosofi Roy mempercayai kemampuan bawaan. praktek keperawatan dan penelitian. Perkembangan model adaptasi keperawatan dipengaruhi oleh latar belakang Roy dan profesionalismenya. Sosial) sebagai satu kesatuan yang mempunyai Inputs (masukan). 1. Sejak saat itu lebih dari 1500 staf pengajar dan mahasiswa-mahasiswa terbantu untuk mengklarifikasi. Sebuah studi penelitian pada tahun 1971 dan survey penelitian pada tahun 1976-1977 menunjukkan beberapa penegasan sementara dari model adaptasi. pengalaman klinisnya telah membantu perkembangan kepercayaannya itu dalam keselarasan dari tubuh manusia dan spirit. sistem juga memiliki input. psicho. dan nilai kemanusiaan. dan memperluas model. model adaptasi keperawatan diimplementasikan sebagai dasar kurikulum sarjana muda keperawatan di Mount Saint Mary’s College. Proses kontrol adalah Mekanisme Koping yang dimanifestasikan dengan cara-cara penyesuaian diri.suatu kerangka kerja pendidikan keperawatan. Roy mengemukakan bahwa manusia sebagai sebuah sistim yang dapat menyesuaikan diri (adaptive system ). Control dan Feedback Processes dan Output (keluaran/hasil). menyaring. Sistem.2 Konsep Adaptasi Roy. Keyakinan filosofi Roy lebih jelas dalam kerjanya yang baru pada model adaptasi keperawatan.. Dengan kata lain bahwa untuk memeliki keseluruhan bagianbagian yang saling berhubungan. adalah suatu set dari beberapa bagian yang berhubungan dengan keseluruhan fungsi untuk beberapa tujuan dan demikian juga keterkaitan dari beberapa bagiannya. tujuan. serta proses feedback. Sebagai sistim yang dapat menyesuaikan diri manusia dapat digambarkan secara holistik (bio. Penggunaan model praktek juga memegang peranan penting untuk klarifikasi lebih lanjut dan penyaringan model. Lebih spesifik manusia didefinisikan sebagai sebuah sistim yang dapat menyesuaikan diri dengan activifitas kognator dan Regulator untuk mempertahankan adaptasi dalam empat Keperawatan Keluarga Page 4 . 2. dan control.

dikembangkan melalui strategi seperti melaui pembelajaran atau pengalaman-pengalaman yang ditemui selama menjalani kehidupan Keperawatan Keluarga Page 5 . 1) Input (Stimulus) yaitu Pada manusia sebagai suatu sistim yang dapat menyesuaikan diri: dengan menerima masukan dari lingkungan luar dan lingkungan dalam diri individu itu sendiri (Faz Patrick & Wall. 1995). Sedangkan mekanisme koping yang dipelajari. umumnya dipandang sebagai proses yang terjadi secara otomatis tanpa dipikirkan sebelumnya oleh manusia. terbuka dapat menyesuaikan diri dari perubahan suatu unsur. dan Interdependensi. zat. dan Output. Dalam model adaptasi keperawatan menurut Roy manusia dijelaskan sebagai suatu sistim yang hidup. Manusia sebagai suatu sistim yang dapat menyesuaikan diri disebut mekanisme koping. Konsep diri. Sebagai suatu sistim manusia dapat juga dijelaskan dalam istilah Input. Proses Feedback. Input atau stimulus yang masuk. 1989). termasuk upaya penyelesaian masalah langsung dan mekanisme pertahanan yang digunakan untuk melindungi diri (stuart. yaitu Mekanisme koping bawaan dan dipelajari. sundeen. Fungsi peran. 2) Mekanisme Koping. Adalah tiap upaya yang diarahkan pada penatalaksanaan stress. dimana feedbacknya dapat berlawanan atau responnya yang berubah ubah dari suatu stimulus.cara-cara penyesuaian yaitu : Fungsi Fisiologis. Sebagai sistim yang dapat menyesuikan diri manusia dapat digambarkan dalam karakteristik sistem. Hal ini menunjukkan bahwa manusia mempunyai tingkat adaptasi yang berbeda dan sesuai dari besarnya stimulus yang dapat ditoleransi oleh manusia. ditentukan oleh sifat genetic yang dimiliki. materi yang ada dilingkungan. Mekanisme koping bawaan. Control. manusia dilihat sebagai suatu kesatuan yang saling berhubungan antara unit unit fungsionil atau beberapa unit fungsionil yang mempunyai tujuan yang sama. yang dibedakan menjadi 2 (dua).

adalah keseluruhan yang meningkatkan itegritas dalam batasan yang sesuai dengan tujuan “human system”.berkontribusi terhadap respon yang biasanya dipergunakan terhadap stimulus yang dihadapi. Subsistim Regulator adalah gambaran respon yang kaitannya dengan perubahan pada sistim saraf. Perilaku adaptasi yang muncul bervariasi. dan organ endokrin. sedangkan respon maladaptive dapat mengganggu integritas. respon-respon itu selanjutnya akan menjadi Input (masukan) kembali pada manusia sebagai suatu sistim. 4) Subsistem Regulator dan Kognator Adalah mekanisme penyesuaian atau Koping yang berhubungan dengan perubahan lingkungan. diperlihatkan melalui perubahan Biologis. Jika pasien masuk pada zona maladaptive maka pasien mempunyai masalah keperawatan adaptasi (Nursalam. Regulator dan Kognator adalah digambarkan sebagai aksi dalam hubungannya terhadap empat effektor atau cara penyesuaian diri yaitu: Fungsi Phisiologis. Dua Mekanisme Coping yang telah diidentifikasikan yaitu: Susbsistim Regulator dan Susbsistim Kognator. dan Interdependensi. fungsi peran. Subsistim regulator merupakan mekanisme kerja utama yang berespon dan beradaptasi terhadap stimulus lingkungan.4: Sistem Regulator dan Kognator) 3) Output Faz Patrick & Wall (1989). Koping yang tidak konstruktif atau tidak efektif berdampak terhadap respon sakit (maladaptife). Subsistim Kognator Keperawatan Keluarga adalah Page 6 . konsep diri. perilaku seseorang berhubungan dengan metode adaptasi. Respon maladaptif. yaitu segala sesuatu yang tidak memberikan kontribusi yang sesuai dengan tujuan “human system. kimia tubuh. Melalui proses feedback. Psikhologis dan social. Respon adaptif. manusia sebagai suatu sistim adaptive adalah espon adaptive (dapat menyesuaikan diri) dan respon maldaptive (tidak dapat menyesuaikan diri). Respon-respon yang adaptive itu mempertahankan atau meningkatkan intergritas. 2003). (Baca Poin 1.

perilaku dan respon. Berikut ini pengertian empat perubahan dan contohnya: a. Contoh : Keseimbangan cairan dan elektrolit. konsep diri. Perubahan fungsi peran Ketidakseimbangan akan mempengaruhi fungsi dan peran seseorang.gambaran respon yang kaitannya dengan perubahan kognitif dan emosi. d. termasuk didalamnnya persepsi.1995). harga diri rendah. Erb. fungsi endokrin (kelenjar adrenal bagian korteks mensekresikan kortisol atau glukokortikoid. b. pembelajaran. Perubahan Fungsi Fisiologis Adanya perubahan fisik akan menimbulkan adaptasi fisiologis untuk mempertahankan keseimbangan. fungsi peran dan Interdependensi (Kozier. Contoh : Gangguan Citra diri. Perubahan Interdependensi Ketidakmampuan seseorang untuk mengintergrasikan masing-masing komponen menjadi satu kesatuan yang utuh. bagian medulla mengeluarkan epenefrin dan non epinefrin). membuat alasan dan emosional. Perubahan konsep diri Adalah keyakinan perasaan akan diri sendiri yang mencakup persepsi. Dapat dijelaskan bahwa Semua input stimulus yang masuk diproses oleh subsistim Regulator dan Cognator. proses informasi. konflik peran. c. Contoh : kecemasan berpisah. Keperawatan Keluarga Page 7 . sirkulasi dan oksigen. Contoh : peran yang berbeda. kegagalan peran. Respon-respon susbsistem tersebut semua diperlihatkan pada empat perubahan yang ada pada manusia sebagai sistim adaptive yaitu : fungsi fisiologis. Wilkinson. Adanya perubahan fisik akan mempengaruhi pandangan dan persepsi terhadap dirinya. Blais.

Roy menjelaskan bahwa Lingkungan digambarkan sebagai stimulus (stressor) lingkungan sebagai stimulus terdiri dari dunia dalam (internal) dan diluar (external) manusia. 2006. Secara keseluruhan konsep manusia sebagai sistim Adaptive dapat digambarkan dengan skema pada Gambar 1 dibawah ini.1989). Nursing theoriest. Fisiologi Konsep Diri Fs. Kebutuhan dasar untuk intergritas yang mencakup : Intergritas Fisik. kemampuan Keperawatan Keluarga Page 8 . Peran Interdependen Respons :  Adaptif  Maladaptif Umpan Balik Sumber : Tomey and Alligood.3 Stimulus.(Faz Patrick & Wall. Proses persepsi ditemukan baik dalam subsistim regulator maupun dalam subsistem kognator dan digambarkan sebagai proses yang menghubungkan dua subsistem tersebut. Adaptasi  Fokal  Kontextual  Residual Proses kontrol • Mekanisme koping • Regulator • Kognator • • • • Efektor Output Fs. “Stimuluis Internal adalah keadaan proses mental dalam tubuh manusia berupa pengalaman. utilization and application. Psikhologis dan Sosial. Persepsi adalah proses dari kognator dan responrespon yang mengikuti sebuah persepsi adalah Feedback baik untuk kognator maupun Regulator. Input-input untuk regulator diubah menjadi persepsi.Cara penyesuaian diri diatas ditentukan dengan menganalisa dan mengkatagorikan perilaku manusia. dimana perilaku tersebut merupakan hasil dari aktivitas Kognator dan Regulator yang diobservasi. Gambar 1: Skema Manusia Sebagai Sistem Adaptive Input • Stimuli internal dan external • Tkt. Mosby : Elsevier. 2.

2) stimulus kontektual. persepsi pasien tentang penyakit. dan 3) stimulus residual. maupun psikologis yang diterima individu sebagai ancaman”(dikutip oleh Nursalam. 1) Stimulus Fokal yaitu stimulus yang secara langsung dapat menyebabkan keadaan sakit dan ketidakseimbangan yang dialami saat ini. yaitu stimulus yang dapat menunjang terjadinya sakit (faktor presipitasi) seperti keadaan tidak sehat. Contoh : kuman penyebab terjadinya infeksi 2) Stimulus Kontektual. 2.4 Tingkat Adaptasi Tingkat adaptasi merupakan kondisi dari proses hidup yang tergambar dalam 3 (tiga kategori). misalnya penurunan daya tahan tubuh. dan fungsi peran. misalnya . Tingkat adaptasi seseorang adalah perubahan yang konstan yang terbentuk dari stimulus. lingkungan yang tidak sehat. Stimulus External dapat berupa fisik.emosional. 2) kompensasi. 2. Integritas atau keutuhan manusia meyatakan secara tidak langsung bahwa kesehatan atau kondisi tidak terganggu mengacu kelengkapan atau kesatuan dan kemungkinan tertinggi dari Keperawatan Keluarga Page 9 . gaya hidup. antara lain: 1) stimulus fokal. kepribadian dan Proses stressor biologis (sel maupun molekul) yang berasal dari dalam tubuh individu. dan 3) kompromi. Stimulus merupakan masukan ( Input ) bagi manusia sebagai sistem yang adaptif. kimiawi. atau disebut dengan Faktor Predisposisi. 3) Stimulus Residual yaitu sikap.5 Sehat-Sakit (Adaptive dan Maladaptif) Kesehatan dipandang sebagai keadaan dan proses menjadi manusia secara utuh dan integrasi secara keseluruhan .2003). keyakinan dan pemahaman individu yang dapat mempengaruhi terjadinya keadaan tidak sehat. sehingga terjadi kondisi Fokal. Lebih lanjut stimulus itu dikelompokkan menjadi 3 (tiga) jenis stimulus. yaitu 1) integrasi. Keadaan ini tidak terlihat langsung pada saat ini.

pertumbuhan dan pengeuasaan yang disebut Intergritas. Mengurangi dan tidak menggunakan energi ini dapat meningkatkan penyembuhan dan mempertinggi kesehatan. Setiap kondisi adaptasi baru dipengaruhi oleh tingkat adaptasi. Bagian pertama dari proses ini dimulai dengan perubahan dalam lingkungan internal dan eksternal yang membutuhkan sebuah respon. Adaptasi kemudian disebut adalah suatu fungsi dari stimulus yang masuk dan tingkatan adaptasi lebih spesifik. Keperawatan Keluarga Page 10 . Lingkup yang besar dari stimulus dapat disepakati dengan suksesnya manusia sebagai adaptive sistem. Proses adaptasi termasuk semua interaksi manusia dan lingkungan dan dua bagian proses. Jadi intergrasi adalah sehat sebaliknya kondisi tidak ada integrasi adalah kurang sehat. Adaptasi adalah komponen pusat dalam model adaptasi keperawatan didalamnya menggambarkan manusia sebagai sistem yang dapat menyesuaikan diri . Definisi kesehatan ini lebih dari tidak adanya sakit tapi termasuk penekanan pada kondisi baik. bagian kedua dari stress adalah nekanisme koping yang merangsang menghasilkan respon adaftif atau inefektif . Bagian bagian stressor menghasilkan interaksi yang biasanya disebut stress. Kondisi akhir ini adalah kondisi keseimbangan dinamik yang meliputi peningkatan dan penurunan respon respon. Perubahanperubahan itu adalah stressor-strassor atau stimulus focal dan ditengahi oleh faktor-faktor kontekstual dan residual. Adaptasi yang tidak memerlukan energi dari koping yang tidak efektif dan memungkinkan manusia berespon terhadap stimulus yang lain. ini adalah pembebasan energi yang dihubungkan dengan konsep adaptasi dan kesehatan. sehingga keseimbangan dinamik dari manusia berada pada tingkat yang lebih tinggi. Dalam model adaptasi keperawatan konsep sehat dihubungkan dengan konsep adaptasi. Adaptasi dipertimbangkan baik proses koping terhadap stressor dan produk akhir dari koping. fungsi yang lebih tinggi antara stimulus fokal dan sistim adaptasi. Proses adaptasi termasuk fungsi holistik untuk mempengaruhi kesehatan secara positif dan itu meningkatkan integritas. Jadi peningkatan adaptasi mengarah pada tingkat-tingkat yeng lebih tinggi pada keadaan baik atau sehat. Produk adaptasi adalah hasil dari proses adaptasi dan digambarkan dalam istilah kondisi yang meningkatkan tujuan-tujuan manusia yang meliputi: kelangsungan hidup.pemenuhan potensi manusia.

“mengobservasi. Keperawatan meningkatkan adaptasi individu dan kelompok dalam situasi yang berkaitan dengan kesehatan. kualitas hidup dan kematian yang bermanfaat.2. Keperawatan adalah sepanjang menyangkut seluruh kehidupan manusia yang berinteraksi dengan perubahan lingkungan dan jawaban terhadap stimulus internal dan eksternal yang mempengaruhi adaptasi. fungsi peran dan peningkatan integritas adaptasi dan berkontribusi terhadap kesehatan manusia. Ini tidak harus. dan ketika stimulus fokal tersebut tidak ada dalam area . Jadi model adaptasi keperawatan menggambarkan lebih spesifik perkembangan ilmu keperawatan dan praktek keperawatan yang berdasarkan ilmu keperawatan tersebut. Ketika stressor yang tidak biasa (focal stimulus) atau koping mekanisme yang lemah membuat upaya manusia yang biasa menjadi koping yang tidak efektif manusia memerlukan seorang perawat. Harapan terhadap fisiologi. Tujuan keperawatan adalah mempertinggi interaksi manusia dengan lingkungan. menghubungkan keperwatan sebagai disiplin ilmu dan praktek .6 Keperawatan. bagaimanapun diinterpretasi untuk memberi arti bahwa aktivitas tidak hanya diberikan ketika manusia dilihat itu sakit . Tujuan keperawatan diraih ketika stimulus fokal berada didalam suatu area tingkatan adapatasi manusia. Keperawatan terdiri dari dua yaitu tujuan keperawatan dan aktivitas keperawatan .mengklasifikasi dan berpengaruh pada status menggunakan pada praktek keperawatan keperawatan disiplin “ proses yang secara positif (1983) Sebagai pendekatan pengetahuan secara ilmiah untuk menyediakan pelayanan orang-orang (1983) Lebih spesifik dia mendefinisikan keperawatan sebagai ilmu dan praktek dari peningkatan adaptasi untuk tujuan mempengaruhi kesehatan secara positif. Jadi peningkatan adaptasi dalam tiap 4 cara menyesuaikan diri : yaitu fungsi interdependensi. manusia dapat membuat suatu Keperawatan Keluarga Page 11 . Roy menggambarkan Sebagai kesehatan ilmu. konsep diri . Dalam model tersebut keperawatan terdiri dari tujuan keperawatan dan aktivitas keperawatan. Roy untuk menyetujui pendekatan holistic keperawatan sebagai proses mempertahankan keadaan baik dan tingkat fungsi yang tinggi .

kontekstual dan residual.diagnosa keperawatan. Jadi stimulus akan jatuh ke area yang penyesuaian diri manusia dan perilaku adaptif dibangun oleh tingkat akan terjadi . Keterlibatan ini penting keperawatan dan untuk menetapkan pengelolaan factor-faktor atau utama yang mempengaruhi perilaku. Jadi . intervensi. Tingkat pertama mengumpulkan data dikumpulkan dari hasil observasi penilaian respon dan manusia. peningkatan. dan residual stimuli. Proses pengkajian termasuk dalam dua tingkat pengkajian . Melalui pengelolaan factorfaktor stimulus .bagaimana mengindentifikasi masalah dan tujuan utama. dalam tiap empat cara penyesuaian diri . Manipulasi atau pengaturan stimulus ( baik internal dan eksternal) bisa termasuk didalam penghilangan.penyesuaian diri atau respon efektif . Kondisi tersebut dapat mencapai peningkatan penyembuhan dan kesehatan . Tingkat kedua pengkajian adalah mengumpulkan data tentang focal. Adaptasi tidak memerlukan energi dari upaya koping yang tidak efektif dan memungkinkan individu untuk merespon stimulus yang lain . Adaptasi model keperawatan ditetapkan “ data apa yang dikumpulkan. yang digunakan pada proses keperawatan meliputi pengkajian. Dari data tersebut perawat membuat alas an sementara tentang apakah perilaku dapat menyesuaikan diri atau tidak efektif. Intervensi keperawatan dibawa dalam konteks proses meliputi manipulasi stimulus focal. Unit unit analisis dari pengkajian keperawatan adalah tentang perilaku interaksi manusia dengan lingkungan . mengevaluasi hasil akhir perilaku dan memodifikasi pendekatan-pendekatan keperawatan sesuai kebutuhan Ini harus dicatat bahwa Keperawatan Keluarga Page 12 . kontekstual. Intervensi keperawatan berikutnya . peranan penting adaptasi sangat ditekankan pada konsep ini. Tujuan dari adaptasi adalah membantu perkembangan aktivitas keperawatan. Sebelum tingkat pengkajian ini perawat mengidentifikasi factor-faktor yang mempengaruhi perilaku yang diobservasi pada pengkajian tingkat pertama.dan evaluasi. pengurangan . pemeliharaan atau merubah stimulus. pencetus tidak efektifnya perilaku diubah atau meningkatkan kemampuan individu untuk mengatasi masalah. Itu adalah memperlebar penyesuaian diri. pendekatan apa yang dipakai dan bagaimana mengevaluasi efektifitas proses keperawatan. Data-data tersebut komunikasi dengan individu.

Dalam hal ini meningkatkan integritas atau kesehatan. Penerima pelayanan keperawatan adalah manusia sebagai adaptif sistem yang menerima stimulus dari lingkungan internal dan eksternal. sakit atau memilki potensi sakit. respon adaptif akan terjadi dan energi dibebaskan untuk berespon terhadap stimulus lain. Biasanya ketika mengalami stress atau kelemahan/kekurangan mekanisme Coping. Dengan peningkatan adaptasi menusia terbebas dari pemakaian energi dan enegi tersebut dapat digunakan untuk stimulus yang lain. Menurut Roy. Adaptasi adalah konsep sentral dan konsep yang menyatukan konsepkonsep lain dalam model ini. kapan Keperawatan itu dibutuhkan?. Keperawatan mendorong adaptasi melalui penggunaan proses keperawatan dengan tujuan meningkatkan kesehatan. Stimulus-stimulus ini mungkin berada dalam area atau di luar area adaptasi manusia dan subsistem regulator dan kognator digunakan untuk mempertahankan adaptasi dengan memperhatikan 4 cara penyesuaian diri. Jawabannya adalah: Manusia sebagai Sistem Adaptive (dapat menyesuaikan diri). Menusia berusaha meminimalkan kondisi yang tidak efektif yang memelihara yang adaptive. Hubungan antar komponen dasar dari model adaptasi keperawatan digambarkan berikut ini: Keperawatan Keluarga Page 13 . biasanya manusia berusaha untuk menanggulangi yang tidak efektif.dalam model manusia dihormati sebagai individu yang berpartisipasi aktif dalam perawatan dirinya. Saat stimulus jatuh dalam area adaptasi manusia. Hubungan komponen Dasar dalam Model Adaptasi Keperawatan. Tujuan disusun berdasarkan tujuan yang saling menguntungkan.

tahap perkembangan. jenis kelamin. 1.Keperawatan Menggunakan proses Keperawatan Manusia Input Output Adaptasi untuk meningkatkan Integriatas Kesehatan Interaksi Lingkungan Respon inefektif Gambar 5: Hubungan komponen Dasar dalam Model Adaptasi Keperawatan. Ruth F. Element Proses keperawatan menurut Roy meliputi: Pengkajian Perilaku. DLMN/DLC. “Faktor yang yang mempengaruhi respon adaptif meliputi: genetic. Fundamentals of Nursing: Human Health and Function. 2. alcohol. Data spesifik dikumpulkan oleh perawat melalui proses Observasi. ketergantungan. konsep diri. obat-obatan.7 MENGIDENTIFIKASI PENERAPAN PROSES PENDEKATAN TEORY MODEL ADAPTASI ROY KEPERAWATAN Teori Model adaptasi Roy menuntun perawat mengaplikasikan Proses keperawatan. stress fifik dan emosi. pemeriksaan dan keahlian wawancara. pola interaksi social. (sumber: Craven. Pengkajian Perilaku Pengkajian perilaku (Behavior Assessment) merupakan tuntunan bagi perawat untuk mengatahui respon pada manusia sebagai sistim adaptive. Intervensi dan Evaluasi. 3rd ed. merokok. mekanisme koping dan gaya hidup. fungsi peran. Diagnosa keperawatan Rumusan Tujuan. 2003) Keperawatan Keluarga Page 14 . lingkungan fisik” (Martinez yang dikutip oleh Nursalam. (2000). Pengkajian stimulus. budaya.

Pengkajian Konsep diri: menggambarkan atau menidentifikasi tentang pola nilai. 2) Pengkajian Konsep diri. Nutrsisi: menggambarkan pola penggunaan nutrisi untuk memperbaiki kondidi tubuh dan perkembangan. kepercayaan emosi yang berhubungan dengan Ide diri sendiri. Oksigenasi: menggambarkan pola penggunaan oksigen berhubungan dengan respirasi dan sirkulasi. istirahat dan tidur. Keperawatan Keluarga Page 15 . c. cinta dan memiliki. Proses tersebut terjadi melalui hubungan interoersonal terhadap individu maupun kelompok. Rasa/senses: menggambarkan fungsi sensoris perceptual berhubungan dengan panca indra. a. Intergritas kulit: mengambarkan pola fisiologis kulit. e.1) Pengakajian Fisiologis. Pengkajian Fungsi peran (sosial): menggambarkan atau mengidentifikasi tentang pola interaksi sosial seseorang berhubungan dengan orang lain akibat dari peran ganda. f. Eliminasi: menggambarkan Pola eliminasi. h. b. individual dan moral-etik. Aktivitas dan istirahat: mengambarkan pola aktivitas. i. Cairan dan elektrolit: menggambarkan pola fisiologis penggunaan cairan dan elektrolit. Perhatian ditujukan pada keadaa diri sendiri tentang fisik. 3) Pengkajian Fungsi Peran. g. 4) Pengkajian Interdpendensi. d. Fungsi endokrin: menggambarkan pola kontrol dan pengaturan termasuk respon nstress dan system reproduksi. kehangatan. pengaturan dan intelektual. latihan. Pengkajian Interdependensi: menggambarkan atau Mengidentifikasi pola nilai menusia. Ada 9 (Sembilan) perilaku Respon Fisiologis yang menjadi perhatian pengkajian perawat yaitu. Fungsi Neurologis: menggambarkan pola kontrol neurologis.

Roy sudah menidentifikasikan sejumlah respon yang berkaitan dengan aktivitas Subsistim regulator dan Subsistem Kognator yang tidak efektive.George. informasi. seperti pada table berikut : Table 1: Indikasi Kesulitan Adaptasi Gejala berat dari aktivitas Regulator : Gejala Inefektiv dari Kognator :  peningkatan deyut jantung dan • Gangguan persepsi/ proses tekanan darah. Ketika perilaku inefektive atau perilaku adaptive yang memerlukan dukungan perawat. Pengkajian itu diklarifikasikan. perawat menganalisis data-data yang muncul ke dalam pola perilaku pasien (empat model respon perilaku) untuk menfidentifikasi respon-respon inefektive atau respon-respon adaptive yang perlu didukung oleh perawat untuk dipertahankan. Sumber: Julia B. The Base for Profesional Nursing Practice. objective dan data pengukuran/peneriksaan fisik. Nursing Theories. 2. • Pembelajaran inefektive.  Peningkatan kortisol serum • Afektive tidak sesuai. Connecticut.  Tegang. Secara ideal keseluruhan data pasien tersebut saling berhubungan dan pengkajian keperawatan dicatat dalam format empat model adaptive keperawatan. difocuskan oleh perawat atau Team keperawatan sebagai data dasar untuk memberikan asuhan keperawatan pada pasien. Data dikelompokkan dalam: data subjective.PhD (editor) 1995. Dibutuhkan Keahlian dalam praktek keperawatan kaitannya dengan skill pengkajian perilaku dan pengetahuan membandingkan criteria evaluasi spesific respon perilaku manusia bahwa adaptive atau inefefektive (maladaptive). Setelah pengkajian perilaku. mewakili semua respon baik efektive maupun maladaptive. Dan dapat dimengerti sebagai masukan data bagi tem asuhan keperawatan yang terlibat pada pasien. Pengkajian Stimulus. Appleton & lange Norwalk.  Hilang nafsu makan. • Tidak mampu membuat justifikasi. 4th. RN. perawat membuat pengkajian tentang stimulus internal dan ekternal yang mungkin mempengaruhi Keperawatan Keluarga Page 16 . Perilaku yang ditemukan dapat bervariasi dari apa yang diharapkan.Pengkajian pasien dari tiap empat model adaptive dilaksanakan dengan pendekatan sistimatis dan holistic.

Berikut Budaya Keluarga Fase perkembangan ini stimulus yang berpengaruh yang telah diidentifikasi : Status sosial ekonomi. Sinthom/kharakteristik data (S). (dikutip dari adalah sebagai berikut: 1) Metode Pertama Adalah menggunakan satu tipologi diagnosa yang berhubungan dengan 4 (empat) cara penyesuaian diri (adaptasi). konsep penyesuaian (modes diri. Respon Keperawatan Keluarga Page 17 problem (P).George. tugas keluarga. interdependensi. skill. Dalam fase pengkajian ini perawat mengumpulkan data tentang stimulus fokal. Alkohol. : Struktur keluarga. 1995) Intergritas dari cara-cara : Fisiologis (termasuk patologi penyakit). 1995. jenis kelamin. dan merokok. perilaku adaptasi yang ditemukan disimpulkan menjadi respon adaptasi (lihat tabel 2). pengatahuan. Etiologi (E).George. Rumusan Diagnosa Keperawatan adalah diagnosa keperawatan. tugas. keturunan dan faktor keturunan. penggunaan obatobatan. Ektnis (suku/Ras). Nursalam. : Usia. Diagnosa Keperawatan. 3. Proses ini mengklarifikasi penyebab dari masalah dan mengidentifikasi factor-faktor kontektual (faktor presipitasi) dan residual (factor Predisposisi) yang berhubungan erat dengan penyebab. sistim kepercayaan.2003) . (dikutip dari Julia B. menajemen pengobatan. Penerapan metode ini ialah dengan cara mengidentifikasi perilaku empat model adaptasi. Adaptive) Efektivefitas Kognator Pertimbangan lingkungan : Persepsi. : Perubahan lingkungan internal dan ekternal. fungsi peran. kontektual dan residual yang dimiliki pasien. Roy menjelaskan ada tiga metode merumuskan Julia B.perilaku.

perubahan pola BAB. Kehilangan (masalah konsep diri) datanya: diam. sianosis. respom perilaku tersebut dinyatakan sebagai statemen masalah. • Inadekuat pertukaran gas. 2) Metode Kedua Adalah membuat diagnosa keperawatan berdasarkan hasil observasi respon dalam satu cara penyesuaian diri dengan memperhatikan stimulus yang sangat berpengaruh. Gangguan sensori Potensial injuri. kegagalan peran (masalah fungsi peran). Misalnya: Nyeri dada yang disebabkan oleh kurannyag suplay oksigen ke otot jantung 3) Metode Ketiga Adalah kumpulan respon-respon dari satu atau lebih cara (mode Adaptive) berhubungan dengan beberapa stimulus yang sama. Sensori overload. Pasien tidak mampu untuk bekerja melaksnakan perannya. • Hipoksia/syoks. Konstipasi (masalah fisiplogis eliminasi) datanya: sakit perut.(masalah fisiologis) datanya ialah. kadan-kadang menangis.tersebut digunakan sebagai pernyataan Masalah keperawatan. bingung/agitasi. Keperawatan Keluarga 6. Oksig enasi. Tabel 2: Typologi Yang Biasanya Berkaitan Dengan Problem Adaptasi. Misalnya pasien mengeluh nyeri dada sangat beraktivitas (olah raga) sedangkan pasien adalah atlit senam. FISIOLOGIS MODE 1. Sebagai pesenam tidak mampu melakukan senam. Page 18 . Metode ini caranya ialah menilai perilaku respon dari satu cara penyesuaian diri. Kadaan ini disimpulkan diagnosa keperawatan yang sesuai adalah Kegagalan peran berkaitan dengan keterbatan fisik. Sedangkan penyebab adalah hasil pengkajian tentang stimulus. Nyeri kronis. • Gangguan ventilasi. • sensoris. Misalnya: inadekuat pertukuran gas. Stimulus tersebut dinyakatan sebagai penyebab masalah. nyeri waktu defikasi. sesak kalau beraktivitas. • • • • primer. bernafas dengan bibir dimoncongkan. Nyeri akut.

Kekeringan. • Penurunan konsep seksual. • Penurunan kesadaran. Fungsi Nerologis. • Gangguan tidur. Mual. • Intolenransi aktivitas.. • Gangguan persepsi. • Agresi. Inkontinensia 8.muntah. KONSEP DIRI Pandangan terhadap fisik. Diare. • Kehilangan. 5. Keperawatan Keluarga Pandangan terhadap personal. Retensi Urine. • Dehidrasi. 2. • Retensi cairan intra seluler. Fungsi endokrin. • Inefektiv regulator hormon. • Ketidakseimbangan asam basa. • Kehilangan kemampuan perawatan diri. Dekubitus 9. Infeksi. • Merasa bersalah. • Cemas tidak berdaya. Konstipasi. • Defisit memori. • Inefektiv pengembangan reproduksi. • Shok hipo/hipervolemik. • Harga diri rendah. • • • • • urine. 4. • Inadekuat pola aktivitas dan istirahat. asi. • Ketidakstabilan perilaku dan mood. Anoreksia. • Edema. Page 19 . cairan dan elektriolit. • Immobilisasi. • • • 3. • Potensial injuri/ hilang kemam-puan merawat diri. • Ketidakstabilan sikulus ritme stress internal. elimin nutrisi 7. . Kembung.• Inadekuat transport Gas • Gangguan perfusi jaringan. Malnutrisi. • Hyper atau hipokalsemia. interg ritas kulit. aktivit as dan istirahat. • • • • Gatal-gatal.

tumbuh. perubahan yang diharapkan dan waktu. Merasa. Itu dicatat merupakan indikasi perilaku dari perkembangan adaptasi masalah pasien. Rencana Tindakan Rencana tindakan keperawatan ialah perencanaan yang bertujuan untuk mengatasi/memanipulasi stimulus fokal kontektual dan residual. begitu juga hilangnya seluruh stimulus dan manusia dalam kemampuan untuk beradaptasi. Ditinggalkan/isolasi. RN. Merumuskan Tujuan Tujuan adalah harapan perilaku akhir dari manusia yang dicapai. Pernyataan masalah meliputi perilaku. FUNGSI PERAN • • • • Transisi peran. Pelaksanaan juga difokus pada besarnya ketidakmampuan koping manusia atau tingkat adaptasi. 4th. Tujuan jangka panjang menggambarkan perkembangan individu. Konflik peran. Connecticut. Juga keadaan perilaku pasien itu indikasi koping dari sub sistim regulator dan kognator. Pernyataan tujuan meliputi: perilaku. Perawat merencanakan tindakan keperawatan spesifik terhadap gangguan atau stimulus yang dialami. 5. Standar tindakan keperawatan menurut Keperawatan Keluarga Page 20 . Kegagalan peran. The Base for Profesional Nursing Practice. dan reproduksi). Sumber: Julia B. Tujuan jangka pendek mengidentifikasi hasil perilaku pasien setelah managemen stimulus fokal dan kontektual.• Seksual disfungtion. Peran berbeda. 4. • • • INTERDEPENDENSI Kecemasan. Nursing Theories. dan proses adaptasi terhadap masalah danm tersedianya energi untuk tujuan lain (kelangsungan hidup.PhD (editor) 1995. Appleton & lange Norwalk.George.

2. Tabel 3: kriteria standar Intervensi Keperawatan Menurut teori Adaptasi Roy STANDAR TINDAKAN GANGGUAN FISIOLOGIS Memenuhi kebutuhan Oksigen. Memenuhi kebutuhan Intergritas kulit (kebersihan dan kenyamanan fisik) Kriteria 1. pembelajaran). 4. Mengopservasi reaksi pasien. 3. memandikna pasien yang tidak sadar/ kondisinya lemah. Intervensi ditujukan pada peningktan kemampuan koping secara luas. Memenuhi kebutuhan Nutrisi: Kriteria 1. memberikan penjelasan Mencegah dan mengatasi reaksi fisiologsi pada pasien. Kriteria: 1. Merapikan alat-alat pasien. menyiapkan hemodifier berisi air. mengganti alat-alat tenun sesuai dalam dressing car. Tindakan diarahkan pada subsistim regulator (proses fisiologis/biologis) dan kognator (proses pikir. 5. memasang slang nsal dan masker. infus/makanan/darah. 6. kebutuhan/ kotor. Memenuhi kebutuihan aktivitas dan Istirahat/tidur. 1995). menyiapkan peralatan 2. 2. Kriteria 1. mencocokan jenis Kriteria Page 21 Keperawatan Keluarga . 4. pengetahuan. Misalnya: perspesi.teori adaptasi roy adalah seperti terlihat pada tabel 3. 3. mengatur posisi yg nyama pada pasien. menyeiapkan cairan 3. 7. 4. 2. menyiapkan slang nasal dan masker.2003) Tujuan intervensi keperawatan adalah pencapaian kondisi yang optimal. memperhatikan reaksi pasien. mengatur posisi pasien. 5.George. memberikan penjelasan pada pasien. melakukan latihan gerak pada pasien tidak sadar. melakukan mobilisasi pad pasien pasca operasi. menyiapkan tabung oksigen dan flow meter. 3. menjaga kebersihan lingkungan. (dikutip oleh Nursalam. dengan menggunakan koping yang konstruktif (Julia B.

memberikan penjelasan tentang tibndakan yang kan dilakukan. Memenuhi kebutuhan Eliminasi kriteria 1. 4. 6. 3. 5. 6. melakukan tes alergi pada pemberian obat baru. memotivasi pasien untuk berdoa. menyiapkan alat pemberian hukmah/gliserin. mengijinkan keluarga untuk memberikan dukungan kepada pasien Page 22 Keperawatan Keluarga . STANDAR TINDAKAN GANGGUAN KONSEP DIRI Memenuhi kebutuhan emosional dan spiritual.5. 2. 7. mengobservasi reaksi pasien. Mengobservasi rekasi pasien. 3. melakukan pemasangan infus/darah/makana 1. terutama dalam pengobatan dirinya. Melibatkan pasien dalam setiap mengambil keputusan menyangkut diri pasien. 2. Melaksnakan Orientasi pada pasien baru. 2. 6. membantu pasien beribadah. melibatkan pasien dalam setiap kegiatan. dulkolac & peralatan pemasangan kateter memperhatikan suhu cairan/ukuran kateter menutup dan memasang selimut. 3. cairan/darah/diet makanan mengatur posisi pasien. Kriteria 1. 4. 5. 3. memperhatikan setiap keluhan pasien. bersifat terbuka dan komunikastif pada pasien. STANDAR TINDAKAN PAD GANGGUAN PERAN 1. 5. memberikan penjelasan dangan bahasa sederhana. 2. memperhatikan pesan-pesan pasien. mengobservasi keadaan feses dan uerine. 4. mendukung upaya kegiatan atau kreativitas pasien. Menyakinkan kepada pasien bahwa dia adalah tetap sebagai individu yang berguna bagi keluarga dan msayarakat. Mengopservasi tanda-tanda vital sesuai kebutuhan.

dan bagaimana pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. keluarga dipandang sebagai ruang lingkup individu. Roy menjelaskan bahwa keluarga. Perawat dan keluarga selalu bersikap halus dan meneriman jika ada sikap yang negatif dari klein. STANDAR TINDAKAN PADA GANGGUAN INTERDEPENSI 1.7. memiliki input. perawat dan keluarga selalu memberikan pujian atas sikap pasien yang dilakukan secara benar dalam perawatan. Penetapan keberhasilan suatu asuhan keperaweatan didasarkan pada perubahan perilaku dari kriteria hasil yang ditetapkan. 8. 3. fungsi peran dan saling ketergantungan. McCubbin dan figley (1983) menyatakan Keperawatan Keluarga Page 23 TEORI ADAPTASI ROY DALAM KEPERAWATAN . 2. kendali interna dan proses umpan balik. asuhan keperawatan berfokus pada respons seorang terhadap interaksi dengan lingkungan eksternal dan terhadap stimulus internal dan eksternal yang mempengaruhi adaptasi. Kemudian Roy dan Roberts (1981) mengubah penjabaran konsep keluarga sebagai (konteks) ini menjadi “keluarga sebagai suatu system adaptif yang seperti individu. dapat menjadi unit analisis dan fokus praktik keperawatan. 1991a. membantu pasien memenuhi kebutuhan kebesihan diri (mandi). 4. PerilakuTujuan dibandingkan dengan respon-respon perilaku yang dihasilkan. dan output” (Whall & Fawcett. Dalam karya awal Roy (1976). hlm. membantu pasien memenuhi kebutuhan makan dan minum. 3 APLIKASI KELUARGA Model adaptasi Suster Calista Roy (1976) menjabarkan konsep individu sebagai sistem adaptif yang berinteraksi dengan stimulus melalui empat cara respons: fisiologis. kelompok. organisasi social. 23). 6. Perawat memperbaiki tujuan dan intervensi setelah hasil evaluasi ditetapkan. membantu pasien memenuhi kebutuhan eliminasi. Evaluasi: Proses keperawatan diselesaikan/dilengkapi dengan fase evaluasi. membantu pasien untuk berhias atau berdandan. individu. dan komunitas. Menurut Roy. konsep diri.

yang konsisten dengan interaksi lingkungan keluarga yang ditekankan keperawatan keluarga. Hanna dan Roy (2001) membahas kesinambungan pengembangan model Roy terkait dengan keperawatan keluarga dan mencatat bahwa keluarga dapat dijabarkan sebagai ruang lingkup individu atau keluarga dapat dijabarkan sebagai orang atau kelompok yang saling terkait. Carson. 1994). Kegunaan dan kepopularitasan model Roy terbukti dalam Boston-Based Research in Nursing Society (BBARNS). Selain itu. & Roy.bahwa konsep koping dalam model Roy dapat dengan mudah diperluas menjadi unit keluarga. yang terbukti meningkatkan proyek kemitraan dan kolaboratif diantara para peneliti keperawatan yang bekerja menggunakan model Roy (Pollack. yaitu pola koping keluarga yang tidak efektif menyebabkan masalah fungsi keluarga. Contoh penelitian yang menggunakan Model adaptasi Roy termasuk studi yang dilakukan Zhan (2000) tentang adaptasi kognitif dan konsistensi diri pada lansia yang mengalami gangguan pendengaran dan studi yang dilakukan Badger (1991) tentang citra tubuh interna dikalangan anak tunarungu dan yang dapat mendengar. Mawssey. Frederickson. teori Roy menekankan promosi kesehatan dan pentingnya membantu klien dalam memanipulasi lingkungan mereka. Baru-baru ini. dalam Keperawatan Keluarga Page 24 .

dapat menjadi unit analisis Keperawatan Keluarga Page 25 . individu. dan output” (Whall & Fawcett. Sosial) sebagai satu kesatuan yang mempunyai Inputs (masukan). kelompok. memiliki input. keluarga dipandang sebagai ruang lingkup individu. Proses kontrol adalah Mekanisme Koping yang dimanifestasikan dengan cara-cara penyesuaian diri. Control dan Feedback Processes dan Output (keluaran/hasil). Lebih spesifik manusia didefinisikan sebagai sebuah sistim yang dapat menyesuaikan diri dengan activifitas kognator dan Regulator untuk mempertahankan adaptasi dalam empat cara-cara penyesuaian yaitu : Fungsi Fisiologis. 1991a. Sebagai sistim yang dapat menyesuaikan diri manusia dapat digambarkan secara holistik (bio. Kemudian Roy dan Roberts (1981) mengubah penjabaran konsep keluarga sebagai (konteks) ini menjadi “keluarga sebagai suatu system adaptif yang seperti individu. Dalam karya awal Roy (1976). 23). dan komunitas. Roy menjelaskan bahwa keluarga. organisasi social.BAB III PENUTUP 3. Konsep diri.1 Kesimpulan Roy mengemukakan bahwa manusia sebagai sebuah sistim yang dapat menyesuaikan diri (adaptive system ). dan Interdependensi. kendali interna dan proses umpan balik. hlm. Fungsi peran. psicho.

Praktik Keperawatan Profesional. yang konsisten dengan interaksi lingkungan keluarga yang ditekankan dalam keperawatan keluarga. Jakarta: EGC Keperawatan Keluarga Page 26 . Konsep dan Persefektif. Vicky. DAFTAR PUSTAKA Friedman.2 Saran Roy menekankan promosi kesehatan dan pentingnya membantu klien dalam memanipulasi lingkungan mereka.dan fokus praktik keperawatan. Buku Ajar Keperawatan Keluarga: Riset. Teori dan Praktik. 3. dkk. Marilyn. 2010. 2006. Bouden. yaitu pola koping keluarga yang tidak efektif menyebabkan masalah fungsi keluarga. McCubbin dan figley (1983) menyatakan bahwa konsep koping dalam model Roy dapat dengan mudah diperluas menjadi unit keluarga. Jakarta:EGC Kathleen Koening Blais et al.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful