P. 1
Makalah Teori Roy

Makalah Teori Roy

|Views: 2,835|Likes:
Dipublikasikan oleh Prazz Apriliand

More info:

Published by: Prazz Apriliand on Oct 17, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/23/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN 1.

Pendahuluan Teori Keperawatan diklasifikasikan berdasarkan tingkat keabstrakannya, dimulai dari meta theory sebagai yang paling abstrak, hingga practice theory sebagai yang lebih konkrit. Level ke tiga dari teori keperawatan adalah Grand Theory yang menegaskan fokus global dengan board perspective dari praktik keperawatan dan pandangan keperawatan yang berbeda terhadap sebuah fenomena keperawatan. Grand Theory Keperawatan dibedakan dengan Teori Filosofi Keperawatan. Filosofi bersifat abstrak yang menunjukkan keyakinan dasar disiplin keperawatan dalam memandang manusia sebagai makhluk biologis dan respon manusia dalam keadaan sehat dan sakit, serta berfokus kepada respons mereka terhadap suatu situasi. Filosofi belum dapat diaplikasikan langsung dalam praktik keperawatan, sehingga perlu dijabarkan dan dibuat dalam bentuk yang lebih konkrit (less abstrac) yang dikembangkan lebih lanjut dalam bentuk paradigma keperawatan. Contohnya: Nightingale dalam mendefinisikan “Modern Nursing”. Sedangkan Grand theory keperawatan (Alligood, 2002), menyatakan teori pada level ini lebih fokus dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan praktisi keperawatan yang spesifik seperti spesifik untuk kelompok usia pasien, kondisi keluarga, kondisi kesehatan, dan peran perawat. Pandangan lain oleh Fawcett (1995) dalam Sell dan Kalofissudis (2004) mendefinisikan grand theory sebagai teori yang memiliki cakupan yang luas, kurang abstrak dibanding model konseptual tetapi tersusun atas konsep-konsep umum yang relatif abstrak dan hubungannya tidak dapat di uji secara empiris. Contohnya yaitu “Teori Roy (manusia sebagai sistem yang adaptif) berasal dari Roy Adaptation Mode”. The Roy’s Adaptation Model”, menjelaskan 4 (empat) elemen essensial dalam model adaptasi keperawatan yaitu: Manusia, lingkungan, Kesehatan dan Keperawatan. (Roys menjelaskan bahwa manusia memiliki sistem adaptasi terhadap berbagai stimulus atau stressor yang masuk. Mekanisme koping merupakan proses Keperawatan Keluarga Page 1

penterjemahan stimulus dengan dua sub system yaitu sub system kognator dan sub system regulator. Hasil dari proses adaptasi akan menghasilkan respon adaptive atau maladaptive. Secara spesifik Roys menyebutkan dengan istilah Manusia sebagai system Adaptive. Asuhan keperawatan dengan penerapan teori Roy melalui metode Prosses Keperawatan merupakan masalah yang menarik untuk dipelajari. Makalah ini akan menjelaskan Aplikasi The Roys Adaptation Model dalam pelayanan asuhan keperawatan dengan metode Proses Keperawatan. 2. Rumusan Masalah • • 3. Bagaimana pengertian dari model teori konsep keperawatan Roy? Bagaimana model teori adaptasi Roy diaplikasikan dalam konsep keperawatan keluarga? Tujuan • • Mengetahui pengertian dari model teori konsep keperawatan Roy. Mengetahui model teori adaptasi Roy diaplikasikan dalam konsep keperawatan keluarga.

Keperawatan Keluarga

Page 2

konsep diri. Menurut Roy humanisme dalam keperawatan adalah keyakinan. konsektual stimuli dan residual stimuli. Dalam Sebuah seminar dengan Dorrothy E.1994). Lazarus (1966).1984. tujuan dari keperawatan adalah membantu seseorang untuk beradaptasi terhadap perubahan kebutuhan fisiologis. Setelah beberapa tahun.H. Derajat adaptasi dibentuk oleh dorongan tiga jenis stimulus yaitu : focal stimuli. model ini berkembang menjadi sebagai Keperawatan Keluarga Page 3 . Roy mengkombinasikan teori adaptasi Helson dengan definisi dan pandangan terhadap manusia sebagai sistem yang adaptif. terhadap kemampuan koping manusia dapat meningkatkan derajat kesehatan.1980.1989) memandang klien sebagai suatu sistem adaptasi. dan hubugan interdependensi selama sehat dan sakit (mariner-Tomery. Selain konsep-konsep tersebut. 1979. Roy menggambarkan kerja dari ahli-ahli lain di area adaptasi seperti Dohrenwend (1961). Dimulai dengan pendekatan teori sistem. Roy juga mengadaptasi nilai “ Humanisme” dalam model konseptualnya berasal dari konsep A. Untuk memulai membangun pengertian konsepnya. Mechanic dan Selye (1978). Teori adaptasi Suster Calista Roy (Roy dan Obloy. Roy menambahkan kerja adaptasi dari Helsen (1964) seorang ahli fisiologis – psikologis.BAB II PEMBAHASAN 2. Konsep adaptasi mempengaruhi Roy dalam kerangka konsepnya yang sesuai dengan keperawatan. Roy tertantang untuk mengembangkan sebuah model konsep keperawatan. Maslow untuk menggali keyakinan dan nilai dari manusia.1 Model Konsep dan Teori Keperawatan Sister Calista Roy. ( 1970) Sebagai model yang berkembang. fungsi peran. Helsen mengartikan respon adaptif sebagai fungsi dari datangnya stimulus sampai tercapainya derajat adaptasi yang di butuhkan individu. Sister Calissta Roy yang lahir di Los Angeles pada tanggal 14 Oktober 1939.roy. Johnson. Mendefinisikan bahwa keperawatan merupakan suatu analisa proses dan tindakan sehubungan dengan perawatan sakit atau potensial seseorang untuk sakit. Sesuai dengan model Roy.

praktek keperawatan dan penelitian. sistem juga memiliki input. Sebuah studi penelitian pada tahun 1971 dan survey penelitian pada tahun 1976-1977 menunjukkan beberapa penegasan sementara dari model adaptasi. Sebagai sistim yang dapat menyesuaikan diri manusia dapat digambarkan secara holistik (bio. Proses kontrol adalah Mekanisme Koping yang dimanifestasikan dengan cara-cara penyesuaian diri. 1. dan nilai kemanusiaan. tujuan.suatu kerangka kerja pendidikan keperawatan.Manusia Sebagai System Adaptive. out put. model adaptasi keperawatan diimplementasikan sebagai dasar kurikulum sarjana muda keperawatan di Mount Saint Mary’s College. dan control. 2. Sistem. Sosial) sebagai satu kesatuan yang mempunyai Inputs (masukan). Perkembangan model adaptasi keperawatan dipengaruhi oleh latar belakang Roy dan profesionalismenya. menyaring. Roy mengemukakan bahwa manusia sebagai sebuah sistim yang dapat menyesuaikan diri (adaptive system ).. Penggunaan model praktek juga memegang peranan penting untuk klarifikasi lebih lanjut dan penyaringan model. Secara filosofi Roy mempercayai kemampuan bawaan. psicho. Dengan kata lain bahwa untuk memeliki keseluruhan bagianbagian yang saling berhubungan. Keyakinan filosofi Roy lebih jelas dalam kerjanya yang baru pada model adaptasi keperawatan. dan memperluas model. Control dan Feedback Processes dan Output (keluaran/hasil). Lebih spesifik manusia didefinisikan sebagai sebuah sistim yang dapat menyesuaikan diri dengan activifitas kognator dan Regulator untuk mempertahankan adaptasi dalam empat Keperawatan Keluarga Page 4 . Sejak saat itu lebih dari 1500 staf pengajar dan mahasiswa-mahasiswa terbantu untuk mengklarifikasi. Tahun 1970. pengalaman klinisnya telah membantu perkembangan kepercayaannya itu dalam keselarasan dari tubuh manusia dan spirit. serta proses feedback.2 Konsep Adaptasi Roy. adalah suatu set dari beberapa bagian yang berhubungan dengan keseluruhan fungsi untuk beberapa tujuan dan demikian juga keterkaitan dari beberapa bagiannya.

1) Input (Stimulus) yaitu Pada manusia sebagai suatu sistim yang dapat menyesuaikan diri: dengan menerima masukan dari lingkungan luar dan lingkungan dalam diri individu itu sendiri (Faz Patrick & Wall. Adalah tiap upaya yang diarahkan pada penatalaksanaan stress. ditentukan oleh sifat genetic yang dimiliki. Proses Feedback. Hal ini menunjukkan bahwa manusia mempunyai tingkat adaptasi yang berbeda dan sesuai dari besarnya stimulus yang dapat ditoleransi oleh manusia. Manusia sebagai suatu sistim yang dapat menyesuaikan diri disebut mekanisme koping. Sebagai sistim yang dapat menyesuikan diri manusia dapat digambarkan dalam karakteristik sistem. materi yang ada dilingkungan. yaitu Mekanisme koping bawaan dan dipelajari. Fungsi peran. zat. Sedangkan mekanisme koping yang dipelajari. 2) Mekanisme Koping. Konsep diri. dikembangkan melalui strategi seperti melaui pembelajaran atau pengalaman-pengalaman yang ditemui selama menjalani kehidupan Keperawatan Keluarga Page 5 . Sebagai suatu sistim manusia dapat juga dijelaskan dalam istilah Input. yang dibedakan menjadi 2 (dua). sundeen. Control. manusia dilihat sebagai suatu kesatuan yang saling berhubungan antara unit unit fungsionil atau beberapa unit fungsionil yang mempunyai tujuan yang sama. Input atau stimulus yang masuk. termasuk upaya penyelesaian masalah langsung dan mekanisme pertahanan yang digunakan untuk melindungi diri (stuart. dan Output. terbuka dapat menyesuaikan diri dari perubahan suatu unsur. Dalam model adaptasi keperawatan menurut Roy manusia dijelaskan sebagai suatu sistim yang hidup. 1995). Mekanisme koping bawaan. dimana feedbacknya dapat berlawanan atau responnya yang berubah ubah dari suatu stimulus.cara-cara penyesuaian yaitu : Fungsi Fisiologis. 1989). dan Interdependensi. umumnya dipandang sebagai proses yang terjadi secara otomatis tanpa dipikirkan sebelumnya oleh manusia.

Subsistim regulator merupakan mekanisme kerja utama yang berespon dan beradaptasi terhadap stimulus lingkungan. Jika pasien masuk pada zona maladaptive maka pasien mempunyai masalah keperawatan adaptasi (Nursalam. yaitu segala sesuatu yang tidak memberikan kontribusi yang sesuai dengan tujuan “human system. kimia tubuh. Koping yang tidak konstruktif atau tidak efektif berdampak terhadap respon sakit (maladaptife). Subsistim Regulator adalah gambaran respon yang kaitannya dengan perubahan pada sistim saraf. Perilaku adaptasi yang muncul bervariasi. perilaku seseorang berhubungan dengan metode adaptasi. 4) Subsistem Regulator dan Kognator Adalah mekanisme penyesuaian atau Koping yang berhubungan dengan perubahan lingkungan. diperlihatkan melalui perubahan Biologis. Respon-respon yang adaptive itu mempertahankan atau meningkatkan intergritas. dan organ endokrin. sedangkan respon maladaptive dapat mengganggu integritas. 2003). Subsistim Kognator Keperawatan Keluarga adalah Page 6 . (Baca Poin 1. Psikhologis dan social. Regulator dan Kognator adalah digambarkan sebagai aksi dalam hubungannya terhadap empat effektor atau cara penyesuaian diri yaitu: Fungsi Phisiologis. konsep diri.4: Sistem Regulator dan Kognator) 3) Output Faz Patrick & Wall (1989). respon-respon itu selanjutnya akan menjadi Input (masukan) kembali pada manusia sebagai suatu sistim. Respon maladaptif. manusia sebagai suatu sistim adaptive adalah espon adaptive (dapat menyesuaikan diri) dan respon maldaptive (tidak dapat menyesuaikan diri). Respon adaptif. fungsi peran.berkontribusi terhadap respon yang biasanya dipergunakan terhadap stimulus yang dihadapi. adalah keseluruhan yang meningkatkan itegritas dalam batasan yang sesuai dengan tujuan “human system”. dan Interdependensi. Dua Mekanisme Coping yang telah diidentifikasikan yaitu: Susbsistim Regulator dan Susbsistim Kognator. Melalui proses feedback.

Dapat dijelaskan bahwa Semua input stimulus yang masuk diproses oleh subsistim Regulator dan Cognator. Perubahan Interdependensi Ketidakmampuan seseorang untuk mengintergrasikan masing-masing komponen menjadi satu kesatuan yang utuh. fungsi endokrin (kelenjar adrenal bagian korteks mensekresikan kortisol atau glukokortikoid. harga diri rendah. kegagalan peran. Blais. Contoh : peran yang berbeda. Erb. Perubahan Fungsi Fisiologis Adanya perubahan fisik akan menimbulkan adaptasi fisiologis untuk mempertahankan keseimbangan. konflik peran. Wilkinson. bagian medulla mengeluarkan epenefrin dan non epinefrin). termasuk didalamnnya persepsi. Berikut ini pengertian empat perubahan dan contohnya: a. pembelajaran. perilaku dan respon. c. Adanya perubahan fisik akan mempengaruhi pandangan dan persepsi terhadap dirinya. proses informasi.gambaran respon yang kaitannya dengan perubahan kognitif dan emosi. Contoh : kecemasan berpisah. Perubahan konsep diri Adalah keyakinan perasaan akan diri sendiri yang mencakup persepsi. Contoh : Gangguan Citra diri. Respon-respon susbsistem tersebut semua diperlihatkan pada empat perubahan yang ada pada manusia sebagai sistim adaptive yaitu : fungsi fisiologis.1995). d. membuat alasan dan emosional. Perubahan fungsi peran Ketidakseimbangan akan mempengaruhi fungsi dan peran seseorang. sirkulasi dan oksigen. Contoh : Keseimbangan cairan dan elektrolit. fungsi peran dan Interdependensi (Kozier. b. Keperawatan Keluarga Page 7 . konsep diri.

Nursing theoriest. Adaptasi  Fokal  Kontextual  Residual Proses kontrol • Mekanisme koping • Regulator • Kognator • • • • Efektor Output Fs. Psikhologis dan Sosial. kemampuan Keperawatan Keluarga Page 8 . Gambar 1: Skema Manusia Sebagai Sistem Adaptive Input • Stimuli internal dan external • Tkt.Cara penyesuaian diri diatas ditentukan dengan menganalisa dan mengkatagorikan perilaku manusia.1989).3 Stimulus. Secara keseluruhan konsep manusia sebagai sistim Adaptive dapat digambarkan dengan skema pada Gambar 1 dibawah ini.(Faz Patrick & Wall. Fisiologi Konsep Diri Fs. 2006. Proses persepsi ditemukan baik dalam subsistim regulator maupun dalam subsistem kognator dan digambarkan sebagai proses yang menghubungkan dua subsistem tersebut. Roy menjelaskan bahwa Lingkungan digambarkan sebagai stimulus (stressor) lingkungan sebagai stimulus terdiri dari dunia dalam (internal) dan diluar (external) manusia. Persepsi adalah proses dari kognator dan responrespon yang mengikuti sebuah persepsi adalah Feedback baik untuk kognator maupun Regulator. dimana perilaku tersebut merupakan hasil dari aktivitas Kognator dan Regulator yang diobservasi. Mosby : Elsevier. Kebutuhan dasar untuk intergritas yang mencakup : Intergritas Fisik. “Stimuluis Internal adalah keadaan proses mental dalam tubuh manusia berupa pengalaman. Peran Interdependen Respons :  Adaptif  Maladaptif Umpan Balik Sumber : Tomey and Alligood. 2. utilization and application. Input-input untuk regulator diubah menjadi persepsi.

1) Stimulus Fokal yaitu stimulus yang secara langsung dapat menyebabkan keadaan sakit dan ketidakseimbangan yang dialami saat ini. Stimulus merupakan masukan ( Input ) bagi manusia sebagai sistem yang adaptif. kimiawi. persepsi pasien tentang penyakit. Contoh : kuman penyebab terjadinya infeksi 2) Stimulus Kontektual. 2. maupun psikologis yang diterima individu sebagai ancaman”(dikutip oleh Nursalam. kepribadian dan Proses stressor biologis (sel maupun molekul) yang berasal dari dalam tubuh individu. misalnya penurunan daya tahan tubuh. Stimulus External dapat berupa fisik. 2) kompensasi.emosional.5 Sehat-Sakit (Adaptive dan Maladaptif) Kesehatan dipandang sebagai keadaan dan proses menjadi manusia secara utuh dan integrasi secara keseluruhan .4 Tingkat Adaptasi Tingkat adaptasi merupakan kondisi dari proses hidup yang tergambar dalam 3 (tiga kategori). yaitu stimulus yang dapat menunjang terjadinya sakit (faktor presipitasi) seperti keadaan tidak sehat. dan fungsi peran. 2) stimulus kontektual. antara lain: 1) stimulus fokal. misalnya . lingkungan yang tidak sehat.2003). sehingga terjadi kondisi Fokal. Lebih lanjut stimulus itu dikelompokkan menjadi 3 (tiga) jenis stimulus. 3) Stimulus Residual yaitu sikap. dan 3) kompromi. keyakinan dan pemahaman individu yang dapat mempengaruhi terjadinya keadaan tidak sehat. Keadaan ini tidak terlihat langsung pada saat ini. Tingkat adaptasi seseorang adalah perubahan yang konstan yang terbentuk dari stimulus. gaya hidup. Integritas atau keutuhan manusia meyatakan secara tidak langsung bahwa kesehatan atau kondisi tidak terganggu mengacu kelengkapan atau kesatuan dan kemungkinan tertinggi dari Keperawatan Keluarga Page 9 . dan 3) stimulus residual. yaitu 1) integrasi. atau disebut dengan Faktor Predisposisi. 2.

Produk adaptasi adalah hasil dari proses adaptasi dan digambarkan dalam istilah kondisi yang meningkatkan tujuan-tujuan manusia yang meliputi: kelangsungan hidup. Mengurangi dan tidak menggunakan energi ini dapat meningkatkan penyembuhan dan mempertinggi kesehatan. Adaptasi adalah komponen pusat dalam model adaptasi keperawatan didalamnya menggambarkan manusia sebagai sistem yang dapat menyesuaikan diri . Adaptasi kemudian disebut adalah suatu fungsi dari stimulus yang masuk dan tingkatan adaptasi lebih spesifik. bagian kedua dari stress adalah nekanisme koping yang merangsang menghasilkan respon adaftif atau inefektif . sehingga keseimbangan dinamik dari manusia berada pada tingkat yang lebih tinggi.pemenuhan potensi manusia. fungsi yang lebih tinggi antara stimulus fokal dan sistim adaptasi. Adaptasi yang tidak memerlukan energi dari koping yang tidak efektif dan memungkinkan manusia berespon terhadap stimulus yang lain. Definisi kesehatan ini lebih dari tidak adanya sakit tapi termasuk penekanan pada kondisi baik. Proses adaptasi termasuk fungsi holistik untuk mempengaruhi kesehatan secara positif dan itu meningkatkan integritas. Keperawatan Keluarga Page 10 . Jadi peningkatan adaptasi mengarah pada tingkat-tingkat yeng lebih tinggi pada keadaan baik atau sehat. ini adalah pembebasan energi yang dihubungkan dengan konsep adaptasi dan kesehatan. Bagian pertama dari proses ini dimulai dengan perubahan dalam lingkungan internal dan eksternal yang membutuhkan sebuah respon. Perubahanperubahan itu adalah stressor-strassor atau stimulus focal dan ditengahi oleh faktor-faktor kontekstual dan residual. Proses adaptasi termasuk semua interaksi manusia dan lingkungan dan dua bagian proses. Kondisi akhir ini adalah kondisi keseimbangan dinamik yang meliputi peningkatan dan penurunan respon respon. Bagian bagian stressor menghasilkan interaksi yang biasanya disebut stress. Dalam model adaptasi keperawatan konsep sehat dihubungkan dengan konsep adaptasi. pertumbuhan dan pengeuasaan yang disebut Intergritas. Lingkup yang besar dari stimulus dapat disepakati dengan suksesnya manusia sebagai adaptive sistem. Jadi intergrasi adalah sehat sebaliknya kondisi tidak ada integrasi adalah kurang sehat. Setiap kondisi adaptasi baru dipengaruhi oleh tingkat adaptasi. Adaptasi dipertimbangkan baik proses koping terhadap stressor dan produk akhir dari koping.

Ini tidak harus.2. “mengobservasi. konsep diri . Harapan terhadap fisiologi. menghubungkan keperwatan sebagai disiplin ilmu dan praktek . fungsi peran dan peningkatan integritas adaptasi dan berkontribusi terhadap kesehatan manusia. Roy untuk menyetujui pendekatan holistic keperawatan sebagai proses mempertahankan keadaan baik dan tingkat fungsi yang tinggi . Tujuan keperawatan adalah mempertinggi interaksi manusia dengan lingkungan. Ketika stressor yang tidak biasa (focal stimulus) atau koping mekanisme yang lemah membuat upaya manusia yang biasa menjadi koping yang tidak efektif manusia memerlukan seorang perawat. Keperawatan adalah sepanjang menyangkut seluruh kehidupan manusia yang berinteraksi dengan perubahan lingkungan dan jawaban terhadap stimulus internal dan eksternal yang mempengaruhi adaptasi. manusia dapat membuat suatu Keperawatan Keluarga Page 11 .6 Keperawatan. Keperawatan meningkatkan adaptasi individu dan kelompok dalam situasi yang berkaitan dengan kesehatan. bagaimanapun diinterpretasi untuk memberi arti bahwa aktivitas tidak hanya diberikan ketika manusia dilihat itu sakit . Jadi peningkatan adaptasi dalam tiap 4 cara menyesuaikan diri : yaitu fungsi interdependensi. Tujuan keperawatan diraih ketika stimulus fokal berada didalam suatu area tingkatan adapatasi manusia. Dalam model tersebut keperawatan terdiri dari tujuan keperawatan dan aktivitas keperawatan. dan ketika stimulus fokal tersebut tidak ada dalam area .mengklasifikasi dan berpengaruh pada status menggunakan pada praktek keperawatan keperawatan disiplin “ proses yang secara positif (1983) Sebagai pendekatan pengetahuan secara ilmiah untuk menyediakan pelayanan orang-orang (1983) Lebih spesifik dia mendefinisikan keperawatan sebagai ilmu dan praktek dari peningkatan adaptasi untuk tujuan mempengaruhi kesehatan secara positif. Roy menggambarkan Sebagai kesehatan ilmu. kualitas hidup dan kematian yang bermanfaat. Jadi model adaptasi keperawatan menggambarkan lebih spesifik perkembangan ilmu keperawatan dan praktek keperawatan yang berdasarkan ilmu keperawatan tersebut. Keperawatan terdiri dari dua yaitu tujuan keperawatan dan aktivitas keperawatan .

Adaptasi tidak memerlukan energi dari upaya koping yang tidak efektif dan memungkinkan individu untuk merespon stimulus yang lain . Adaptasi model keperawatan ditetapkan “ data apa yang dikumpulkan. pengurangan .bagaimana mengindentifikasi masalah dan tujuan utama.kontekstual dan residual. Intervensi keperawatan berikutnya . Proses pengkajian termasuk dalam dua tingkat pengkajian . pendekatan apa yang dipakai dan bagaimana mengevaluasi efektifitas proses keperawatan.penyesuaian diri atau respon efektif . pencetus tidak efektifnya perilaku diubah atau meningkatkan kemampuan individu untuk mengatasi masalah. Intervensi keperawatan dibawa dalam konteks proses meliputi manipulasi stimulus focal. peningkatan. dalam tiap empat cara penyesuaian diri . Itu adalah memperlebar penyesuaian diri. Sebelum tingkat pengkajian ini perawat mengidentifikasi factor-faktor yang mempengaruhi perilaku yang diobservasi pada pengkajian tingkat pertama. Tingkat kedua pengkajian adalah mengumpulkan data tentang focal. Tujuan dari adaptasi adalah membantu perkembangan aktivitas keperawatan. Jadi . Keterlibatan ini penting keperawatan dan untuk menetapkan pengelolaan factor-faktor atau utama yang mempengaruhi perilaku. pemeliharaan atau merubah stimulus. Unit unit analisis dari pengkajian keperawatan adalah tentang perilaku interaksi manusia dengan lingkungan . Tingkat pertama mengumpulkan data dikumpulkan dari hasil observasi penilaian respon dan manusia. Data-data tersebut komunikasi dengan individu. kontekstual. yang digunakan pada proses keperawatan meliputi pengkajian. Manipulasi atau pengaturan stimulus ( baik internal dan eksternal) bisa termasuk didalam penghilangan. intervensi. mengevaluasi hasil akhir perilaku dan memodifikasi pendekatan-pendekatan keperawatan sesuai kebutuhan Ini harus dicatat bahwa Keperawatan Keluarga Page 12 . dan residual stimuli.dan evaluasi. Kondisi tersebut dapat mencapai peningkatan penyembuhan dan kesehatan .diagnosa keperawatan. Dari data tersebut perawat membuat alas an sementara tentang apakah perilaku dapat menyesuaikan diri atau tidak efektif. peranan penting adaptasi sangat ditekankan pada konsep ini. Jadi stimulus akan jatuh ke area yang penyesuaian diri manusia dan perilaku adaptif dibangun oleh tingkat akan terjadi . Melalui pengelolaan factorfaktor stimulus .

Biasanya ketika mengalami stress atau kelemahan/kekurangan mekanisme Coping. Jawabannya adalah: Manusia sebagai Sistem Adaptive (dapat menyesuaikan diri). Menusia berusaha meminimalkan kondisi yang tidak efektif yang memelihara yang adaptive. Menurut Roy. Hubungan komponen Dasar dalam Model Adaptasi Keperawatan. Tujuan disusun berdasarkan tujuan yang saling menguntungkan. Penerima pelayanan keperawatan adalah manusia sebagai adaptif sistem yang menerima stimulus dari lingkungan internal dan eksternal. sakit atau memilki potensi sakit. Hubungan antar komponen dasar dari model adaptasi keperawatan digambarkan berikut ini: Keperawatan Keluarga Page 13 . Dalam hal ini meningkatkan integritas atau kesehatan. Saat stimulus jatuh dalam area adaptasi manusia. kapan Keperawatan itu dibutuhkan?. respon adaptif akan terjadi dan energi dibebaskan untuk berespon terhadap stimulus lain. Keperawatan mendorong adaptasi melalui penggunaan proses keperawatan dengan tujuan meningkatkan kesehatan. Adaptasi adalah konsep sentral dan konsep yang menyatukan konsepkonsep lain dalam model ini. biasanya manusia berusaha untuk menanggulangi yang tidak efektif. Dengan peningkatan adaptasi menusia terbebas dari pemakaian energi dan enegi tersebut dapat digunakan untuk stimulus yang lain. Stimulus-stimulus ini mungkin berada dalam area atau di luar area adaptasi manusia dan subsistem regulator dan kognator digunakan untuk mempertahankan adaptasi dengan memperhatikan 4 cara penyesuaian diri.dalam model manusia dihormati sebagai individu yang berpartisipasi aktif dalam perawatan dirinya.

pola interaksi social. merokok. 1. pemeriksaan dan keahlian wawancara.7 MENGIDENTIFIKASI PENERAPAN PROSES PENDEKATAN TEORY MODEL ADAPTASI ROY KEPERAWATAN Teori Model adaptasi Roy menuntun perawat mengaplikasikan Proses keperawatan. Pengkajian Perilaku Pengkajian perilaku (Behavior Assessment) merupakan tuntunan bagi perawat untuk mengatahui respon pada manusia sebagai sistim adaptive. konsep diri. stress fifik dan emosi. Intervensi dan Evaluasi. lingkungan fisik” (Martinez yang dikutip oleh Nursalam. jenis kelamin. alcohol. fungsi peran. Diagnosa keperawatan Rumusan Tujuan. ketergantungan. Element Proses keperawatan menurut Roy meliputi: Pengkajian Perilaku. (2000). tahap perkembangan. Data spesifik dikumpulkan oleh perawat melalui proses Observasi. 2. 2003) Keperawatan Keluarga Page 14 . Pengkajian stimulus. Fundamentals of Nursing: Human Health and Function. DLMN/DLC. 3rd ed. obat-obatan. “Faktor yang yang mempengaruhi respon adaptif meliputi: genetic. mekanisme koping dan gaya hidup. budaya.Keperawatan Menggunakan proses Keperawatan Manusia Input Output Adaptasi untuk meningkatkan Integriatas Kesehatan Interaksi Lingkungan Respon inefektif Gambar 5: Hubungan komponen Dasar dalam Model Adaptasi Keperawatan. Ruth F. (sumber: Craven.

2) Pengkajian Konsep diri. Proses tersebut terjadi melalui hubungan interoersonal terhadap individu maupun kelompok. Pengkajian Interdependensi: menggambarkan atau Mengidentifikasi pola nilai menusia. Ada 9 (Sembilan) perilaku Respon Fisiologis yang menjadi perhatian pengkajian perawat yaitu. individual dan moral-etik. Perhatian ditujukan pada keadaa diri sendiri tentang fisik. Rasa/senses: menggambarkan fungsi sensoris perceptual berhubungan dengan panca indra. pengaturan dan intelektual. e. Intergritas kulit: mengambarkan pola fisiologis kulit. a. f. Pengkajian Fungsi peran (sosial): menggambarkan atau mengidentifikasi tentang pola interaksi sosial seseorang berhubungan dengan orang lain akibat dari peran ganda. kehangatan. b. g. Cairan dan elektrolit: menggambarkan pola fisiologis penggunaan cairan dan elektrolit. Oksigenasi: menggambarkan pola penggunaan oksigen berhubungan dengan respirasi dan sirkulasi. Pengkajian Konsep diri: menggambarkan atau menidentifikasi tentang pola nilai. Aktivitas dan istirahat: mengambarkan pola aktivitas. cinta dan memiliki. Keperawatan Keluarga Page 15 . 3) Pengkajian Fungsi Peran. h. Eliminasi: menggambarkan Pola eliminasi. kepercayaan emosi yang berhubungan dengan Ide diri sendiri.1) Pengakajian Fisiologis. Fungsi Neurologis: menggambarkan pola kontrol neurologis. i. c. d. 4) Pengkajian Interdpendensi. Fungsi endokrin: menggambarkan pola kontrol dan pengaturan termasuk respon nstress dan system reproduksi. istirahat dan tidur. Nutrsisi: menggambarkan pola penggunaan nutrisi untuk memperbaiki kondidi tubuh dan perkembangan. latihan.

 Hilang nafsu makan. • Pembelajaran inefektive. Perilaku yang ditemukan dapat bervariasi dari apa yang diharapkan. Setelah pengkajian perilaku. • Tidak mampu membuat justifikasi.  Tegang. perawat membuat pengkajian tentang stimulus internal dan ekternal yang mungkin mempengaruhi Keperawatan Keluarga Page 16 .PhD (editor) 1995. Nursing Theories. Appleton & lange Norwalk.  Peningkatan kortisol serum • Afektive tidak sesuai. Data dikelompokkan dalam: data subjective. RN.George. Ketika perilaku inefektive atau perilaku adaptive yang memerlukan dukungan perawat. Pengkajian Stimulus. seperti pada table berikut : Table 1: Indikasi Kesulitan Adaptasi Gejala berat dari aktivitas Regulator : Gejala Inefektiv dari Kognator :  peningkatan deyut jantung dan • Gangguan persepsi/ proses tekanan darah. Dan dapat dimengerti sebagai masukan data bagi tem asuhan keperawatan yang terlibat pada pasien.Pengkajian pasien dari tiap empat model adaptive dilaksanakan dengan pendekatan sistimatis dan holistic. 2. Secara ideal keseluruhan data pasien tersebut saling berhubungan dan pengkajian keperawatan dicatat dalam format empat model adaptive keperawatan. Dibutuhkan Keahlian dalam praktek keperawatan kaitannya dengan skill pengkajian perilaku dan pengetahuan membandingkan criteria evaluasi spesific respon perilaku manusia bahwa adaptive atau inefefektive (maladaptive). difocuskan oleh perawat atau Team keperawatan sebagai data dasar untuk memberikan asuhan keperawatan pada pasien. The Base for Profesional Nursing Practice. mewakili semua respon baik efektive maupun maladaptive. Sumber: Julia B. perawat menganalisis data-data yang muncul ke dalam pola perilaku pasien (empat model respon perilaku) untuk menfidentifikasi respon-respon inefektive atau respon-respon adaptive yang perlu didukung oleh perawat untuk dipertahankan. 4th. Connecticut. informasi. Roy sudah menidentifikasikan sejumlah respon yang berkaitan dengan aktivitas Subsistim regulator dan Subsistem Kognator yang tidak efektive. Pengkajian itu diklarifikasikan. objective dan data pengukuran/peneriksaan fisik.

Diagnosa Keperawatan. (dikutip dari adalah sebagai berikut: 1) Metode Pertama Adalah menggunakan satu tipologi diagnosa yang berhubungan dengan 4 (empat) cara penyesuaian diri (adaptasi). Dalam fase pengkajian ini perawat mengumpulkan data tentang stimulus fokal. (dikutip dari Julia B. 1995) Intergritas dari cara-cara : Fisiologis (termasuk patologi penyakit).2003) . 3. tugas. penggunaan obatobatan. Adaptive) Efektivefitas Kognator Pertimbangan lingkungan : Persepsi. : Usia. : Struktur keluarga. pengatahuan. Alkohol. perilaku adaptasi yang ditemukan disimpulkan menjadi respon adaptasi (lihat tabel 2). konsep penyesuaian (modes diri. dan merokok. Nursalam. menajemen pengobatan.George. Rumusan Diagnosa Keperawatan adalah diagnosa keperawatan. skill. interdependensi. Berikut Budaya Keluarga Fase perkembangan ini stimulus yang berpengaruh yang telah diidentifikasi : Status sosial ekonomi.perilaku. keturunan dan faktor keturunan.George. Roy menjelaskan ada tiga metode merumuskan Julia B. kontektual dan residual yang dimiliki pasien. tugas keluarga. Penerapan metode ini ialah dengan cara mengidentifikasi perilaku empat model adaptasi. Proses ini mengklarifikasi penyebab dari masalah dan mengidentifikasi factor-faktor kontektual (faktor presipitasi) dan residual (factor Predisposisi) yang berhubungan erat dengan penyebab. Ektnis (suku/Ras). fungsi peran. sistim kepercayaan. 1995. : Perubahan lingkungan internal dan ekternal. Etiologi (E). jenis kelamin. Respon Keperawatan Keluarga Page 17 problem (P). Sinthom/kharakteristik data (S).

kadan-kadang menangis. bernafas dengan bibir dimoncongkan. Keperawatan Keluarga 6. FISIOLOGIS MODE 1. Nyeri kronis. nyeri waktu defikasi. Gangguan sensori Potensial injuri. • Inadekuat pertukaran gas. Misalnya: Nyeri dada yang disebabkan oleh kurannyag suplay oksigen ke otot jantung 3) Metode Ketiga Adalah kumpulan respon-respon dari satu atau lebih cara (mode Adaptive) berhubungan dengan beberapa stimulus yang sama. Nyeri akut. perubahan pola BAB.(masalah fisiologis) datanya ialah. • Gangguan ventilasi.tersebut digunakan sebagai pernyataan Masalah keperawatan. Kadaan ini disimpulkan diagnosa keperawatan yang sesuai adalah Kegagalan peran berkaitan dengan keterbatan fisik. Kehilangan (masalah konsep diri) datanya: diam. Sedangkan penyebab adalah hasil pengkajian tentang stimulus. Page 18 . respom perilaku tersebut dinyatakan sebagai statemen masalah. Sensori overload. kegagalan peran (masalah fungsi peran). Tabel 2: Typologi Yang Biasanya Berkaitan Dengan Problem Adaptasi. sesak kalau beraktivitas. • Hipoksia/syoks. Metode ini caranya ialah menilai perilaku respon dari satu cara penyesuaian diri. Oksig enasi. 2) Metode Kedua Adalah membuat diagnosa keperawatan berdasarkan hasil observasi respon dalam satu cara penyesuaian diri dengan memperhatikan stimulus yang sangat berpengaruh. Sebagai pesenam tidak mampu melakukan senam. Stimulus tersebut dinyakatan sebagai penyebab masalah. • sensoris. Misalnya: inadekuat pertukuran gas. sianosis. • • • • primer. Misalnya pasien mengeluh nyeri dada sangat beraktivitas (olah raga) sedangkan pasien adalah atlit senam. Pasien tidak mampu untuk bekerja melaksnakan perannya. Konstipasi (masalah fisiplogis eliminasi) datanya: sakit perut. bingung/agitasi.

Keperawatan Keluarga Pandangan terhadap personal. • Kehilangan. • Merasa bersalah. • Kehilangan kemampuan perawatan diri. • Ketidakstabilan sikulus ritme stress internal. Retensi Urine. Anoreksia. 4. • Gangguan persepsi. • Hyper atau hipokalsemia. • Dehidrasi. • Ketidakseimbangan asam basa. • Penurunan kesadaran. • Harga diri rendah. 5. cairan dan elektriolit.muntah. Inkontinensia 8.• Inadekuat transport Gas • Gangguan perfusi jaringan. interg ritas kulit.. • Ketidakstabilan perilaku dan mood. Mual. . • Shok hipo/hipervolemik. • • • 3. Fungsi endokrin. • Defisit memori. • Penurunan konsep seksual. • Edema. • Retensi cairan intra seluler. • Potensial injuri/ hilang kemam-puan merawat diri. • Intolenransi aktivitas. Fungsi Nerologis. • • • • • urine. asi. • Inadekuat pola aktivitas dan istirahat. Diare. Kekeringan. • Immobilisasi. • Agresi. Infeksi. Konstipasi. Dekubitus 9. • Inefektiv pengembangan reproduksi. • • • • Gatal-gatal. • Cemas tidak berdaya. elimin nutrisi 7. KONSEP DIRI Pandangan terhadap fisik. aktivit as dan istirahat. Kembung. Page 19 . • Inefektiv regulator hormon. 2. Malnutrisi. • Gangguan tidur.

Nursing Theories. Appleton & lange Norwalk. • • • INTERDEPENDENSI Kecemasan. FUNGSI PERAN • • • • Transisi peran. Pelaksanaan juga difokus pada besarnya ketidakmampuan koping manusia atau tingkat adaptasi. Merumuskan Tujuan Tujuan adalah harapan perilaku akhir dari manusia yang dicapai.George. Rencana Tindakan Rencana tindakan keperawatan ialah perencanaan yang bertujuan untuk mengatasi/memanipulasi stimulus fokal kontektual dan residual.• Seksual disfungtion. RN. Tujuan jangka panjang menggambarkan perkembangan individu. Pernyataan masalah meliputi perilaku. Kegagalan peran. Perawat merencanakan tindakan keperawatan spesifik terhadap gangguan atau stimulus yang dialami. Tujuan jangka pendek mengidentifikasi hasil perilaku pasien setelah managemen stimulus fokal dan kontektual.PhD (editor) 1995. perubahan yang diharapkan dan waktu. begitu juga hilangnya seluruh stimulus dan manusia dalam kemampuan untuk beradaptasi. Sumber: Julia B. Peran berbeda. 5. Ditinggalkan/isolasi. Connecticut. Juga keadaan perilaku pasien itu indikasi koping dari sub sistim regulator dan kognator. dan reproduksi). 4. Standar tindakan keperawatan menurut Keperawatan Keluarga Page 20 . Itu dicatat merupakan indikasi perilaku dari perkembangan adaptasi masalah pasien. 4th. The Base for Profesional Nursing Practice. dan proses adaptasi terhadap masalah danm tersedianya energi untuk tujuan lain (kelangsungan hidup. tumbuh. Pernyataan tujuan meliputi: perilaku. Merasa. Konflik peran.

memberikan penjelasan Mencegah dan mengatasi reaksi fisiologsi pada pasien. 3. 3. menyiapkan hemodifier berisi air. memandikna pasien yang tidak sadar/ kondisinya lemah. menjaga kebersihan lingkungan. 5. 2. dengan menggunakan koping yang konstruktif (Julia B. pembelajaran). melakukan mobilisasi pad pasien pasca operasi. kebutuhan/ kotor. Intervensi ditujukan pada peningktan kemampuan koping secara luas. 4. 4. memasang slang nsal dan masker.2003) Tujuan intervensi keperawatan adalah pencapaian kondisi yang optimal. (dikutip oleh Nursalam. 2. Mengopservasi reaksi pasien. Tindakan diarahkan pada subsistim regulator (proses fisiologis/biologis) dan kognator (proses pikir. 2. mengatur posisi pasien. 4. melakukan latihan gerak pada pasien tidak sadar. menyiapkan tabung oksigen dan flow meter.George. menyiapkan slang nasal dan masker. infus/makanan/darah. 7. Tabel 3: kriteria standar Intervensi Keperawatan Menurut teori Adaptasi Roy STANDAR TINDAKAN GANGGUAN FISIOLOGIS Memenuhi kebutuhan Oksigen. Kriteria: 1. Misalnya: perspesi. mengatur posisi yg nyama pada pasien.teori adaptasi roy adalah seperti terlihat pada tabel 3. mencocokan jenis Kriteria Page 21 Keperawatan Keluarga . memperhatikan reaksi pasien. 3. 1995). menyeiapkan cairan 3. pengetahuan. 6. Memenuhi kebutuihan aktivitas dan Istirahat/tidur. Memenuhi kebutuhan Intergritas kulit (kebersihan dan kenyamanan fisik) Kriteria 1. 5. menyiapkan peralatan 2. Kriteria 1. memberikan penjelasan pada pasien. mengganti alat-alat tenun sesuai dalam dressing car. Memenuhi kebutuhan Nutrisi: Kriteria 1. Merapikan alat-alat pasien.

memberikan penjelasan dangan bahasa sederhana. terutama dalam pengobatan dirinya. 5. 4. 2. 2. 6. STANDAR TINDAKAN PAD GANGGUAN PERAN 1. memberikan penjelasan tentang tibndakan yang kan dilakukan. Melaksnakan Orientasi pada pasien baru. 6. memperhatikan pesan-pesan pasien. 5. 4. melibatkan pasien dalam setiap kegiatan. mengijinkan keluarga untuk memberikan dukungan kepada pasien Page 22 Keperawatan Keluarga . STANDAR TINDAKAN GANGGUAN KONSEP DIRI Memenuhi kebutuhan emosional dan spiritual. memotivasi pasien untuk berdoa. Memenuhi kebutuhan Eliminasi kriteria 1. mengobservasi keadaan feses dan uerine. mendukung upaya kegiatan atau kreativitas pasien. 5. Menyakinkan kepada pasien bahwa dia adalah tetap sebagai individu yang berguna bagi keluarga dan msayarakat. menyiapkan alat pemberian hukmah/gliserin. Mengobservasi rekasi pasien. 3. memperhatikan setiap keluhan pasien. Mengopservasi tanda-tanda vital sesuai kebutuhan. mengobservasi reaksi pasien. melakukan pemasangan infus/darah/makana 1. cairan/darah/diet makanan mengatur posisi pasien. melakukan tes alergi pada pemberian obat baru. Melibatkan pasien dalam setiap mengambil keputusan menyangkut diri pasien. 2. 6. Kriteria 1. 7. 3. bersifat terbuka dan komunikastif pada pasien. 3. 2. 3. 4.5. dulkolac & peralatan pemasangan kateter memperhatikan suhu cairan/ukuran kateter menutup dan memasang selimut. membantu pasien beribadah.

kelompok. Roy menjelaskan bahwa keluarga. 2. Perawat memperbaiki tujuan dan intervensi setelah hasil evaluasi ditetapkan. fungsi peran dan saling ketergantungan. 23). dapat menjadi unit analisis dan fokus praktik keperawatan. individu. 1991a. hlm. membantu pasien memenuhi kebutuhan kebesihan diri (mandi). kendali interna dan proses umpan balik. memiliki input. 3 APLIKASI KELUARGA Model adaptasi Suster Calista Roy (1976) menjabarkan konsep individu sebagai sistem adaptif yang berinteraksi dengan stimulus melalui empat cara respons: fisiologis. asuhan keperawatan berfokus pada respons seorang terhadap interaksi dengan lingkungan eksternal dan terhadap stimulus internal dan eksternal yang mempengaruhi adaptasi. dan output” (Whall & Fawcett.7. membantu pasien memenuhi kebutuhan eliminasi. Menurut Roy. Kemudian Roy dan Roberts (1981) mengubah penjabaran konsep keluarga sebagai (konteks) ini menjadi “keluarga sebagai suatu system adaptif yang seperti individu. konsep diri. Dalam karya awal Roy (1976). membantu pasien untuk berhias atau berdandan. organisasi social. dan bagaimana pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. 6. perawat dan keluarga selalu memberikan pujian atas sikap pasien yang dilakukan secara benar dalam perawatan. Perawat dan keluarga selalu bersikap halus dan meneriman jika ada sikap yang negatif dari klein. STANDAR TINDAKAN PADA GANGGUAN INTERDEPENSI 1. membantu pasien memenuhi kebutuhan makan dan minum. McCubbin dan figley (1983) menyatakan Keperawatan Keluarga Page 23 TEORI ADAPTASI ROY DALAM KEPERAWATAN . keluarga dipandang sebagai ruang lingkup individu. PerilakuTujuan dibandingkan dengan respon-respon perilaku yang dihasilkan. Evaluasi: Proses keperawatan diselesaikan/dilengkapi dengan fase evaluasi. Penetapan keberhasilan suatu asuhan keperaweatan didasarkan pada perubahan perilaku dari kriteria hasil yang ditetapkan. 3. dan komunitas. 8. 4.

Baru-baru ini. Kegunaan dan kepopularitasan model Roy terbukti dalam Boston-Based Research in Nursing Society (BBARNS). Carson. yang terbukti meningkatkan proyek kemitraan dan kolaboratif diantara para peneliti keperawatan yang bekerja menggunakan model Roy (Pollack. yang konsisten dengan interaksi lingkungan keluarga yang ditekankan keperawatan keluarga. dalam Keperawatan Keluarga Page 24 .bahwa konsep koping dalam model Roy dapat dengan mudah diperluas menjadi unit keluarga. yaitu pola koping keluarga yang tidak efektif menyebabkan masalah fungsi keluarga. Hanna dan Roy (2001) membahas kesinambungan pengembangan model Roy terkait dengan keperawatan keluarga dan mencatat bahwa keluarga dapat dijabarkan sebagai ruang lingkup individu atau keluarga dapat dijabarkan sebagai orang atau kelompok yang saling terkait. Mawssey. 1994). & Roy. Contoh penelitian yang menggunakan Model adaptasi Roy termasuk studi yang dilakukan Zhan (2000) tentang adaptasi kognitif dan konsistensi diri pada lansia yang mengalami gangguan pendengaran dan studi yang dilakukan Badger (1991) tentang citra tubuh interna dikalangan anak tunarungu dan yang dapat mendengar. teori Roy menekankan promosi kesehatan dan pentingnya membantu klien dalam memanipulasi lingkungan mereka. Frederickson. Selain itu.

psicho. hlm. dan komunitas. Kemudian Roy dan Roberts (1981) mengubah penjabaran konsep keluarga sebagai (konteks) ini menjadi “keluarga sebagai suatu system adaptif yang seperti individu. dan Interdependensi. kelompok. Sosial) sebagai satu kesatuan yang mempunyai Inputs (masukan). memiliki input. Sebagai sistim yang dapat menyesuaikan diri manusia dapat digambarkan secara holistik (bio. individu. 1991a. Dalam karya awal Roy (1976). Fungsi peran. Roy menjelaskan bahwa keluarga. Lebih spesifik manusia didefinisikan sebagai sebuah sistim yang dapat menyesuaikan diri dengan activifitas kognator dan Regulator untuk mempertahankan adaptasi dalam empat cara-cara penyesuaian yaitu : Fungsi Fisiologis. keluarga dipandang sebagai ruang lingkup individu. 23).BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Roy mengemukakan bahwa manusia sebagai sebuah sistim yang dapat menyesuaikan diri (adaptive system ). Control dan Feedback Processes dan Output (keluaran/hasil). organisasi social. dapat menjadi unit analisis Keperawatan Keluarga Page 25 . dan output” (Whall & Fawcett. Proses kontrol adalah Mekanisme Koping yang dimanifestasikan dengan cara-cara penyesuaian diri. Konsep diri. kendali interna dan proses umpan balik.

DAFTAR PUSTAKA Friedman. Bouden. Jakarta: EGC Keperawatan Keluarga Page 26 . yaitu pola koping keluarga yang tidak efektif menyebabkan masalah fungsi keluarga. Vicky. Marilyn.2 Saran Roy menekankan promosi kesehatan dan pentingnya membantu klien dalam memanipulasi lingkungan mereka. yang konsisten dengan interaksi lingkungan keluarga yang ditekankan dalam keperawatan keluarga. Teori dan Praktik. 3. McCubbin dan figley (1983) menyatakan bahwa konsep koping dalam model Roy dapat dengan mudah diperluas menjadi unit keluarga. Jakarta:EGC Kathleen Koening Blais et al.dan fokus praktik keperawatan. dkk. 2006. Konsep dan Persefektif. Buku Ajar Keperawatan Keluarga: Riset. 2010. Praktik Keperawatan Profesional.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->